teknik telekomunikasi by yanottama

VIEWS: 2,748 PAGES: 166

									Pramudi Utomo, dkk.




 TEKNIK
 TELEKOMUNIKASI
 JILID 1


 SMK




       Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
       Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
       Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang




TEKNIK
TELEKOMUNIKASI
JILID 1

Untuk SMK
Penulis                 : Pramudi Utomo
                          Suprapto
                          Rahmatul Irfan


Editor                  : Widiharso


Pendukung               : Agung Wahyudiono
                          Nur Budiono


Perancang Kulit         : TIM


Ukuran Buku             :   17,6 x 25 cm


 UTO      UTOMO, Pramudi
 t                Teknik Telekomunikasi Jilid 1 untuk SMK /oleh Pramudi
          Utomo, Suprapto, Rahmatul Irfan ---- Jakarta : Direktorat
          Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
          Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
          Pendidikan Nasional, 2008.
             ix, 164 hlm
             Lampiran        : Lampiran. A
             ISBN            : 978-979-060-155-0
             ISBN            : 978-979-060-156-7

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
                         KATA SAMBUTAN


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
                                                    i
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada d luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.



                                           Jakarta, 17 Agustus 2008
                                           Direktur Pembinaan SMK
                        KATA PENGANTAR

       Tiada ungkapan kata yang paling tepat untuk dikemukakan pertama
kali selain memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wata’la
bahwasanya penyusunan buku ”Teknik Telekomunikasi” ini dapat
diselesaikan. Kerja keras yang telah dilakukan dalam penulisan ini telah
membuahkan hasil baik. Buku ”Teknik Telekomunikasi” ini sangat berarti
bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terutama mereka
yang mempelajari bidang elektronika komunikasi atau bidang lain yang
sejenis. Selain itu, dengan ditulisnya buku ini, akan menambah
perbendaharaan pustaka yang dapat dijadikan pegangan bagi para guru.
       Kita menyadari bahwa ketersediaan buku yang memadai bagi para
siswa dan guru sekarang ini dirasakan masih kurang. Sejalan dengan
kemajuan jaman dan teknologi yang ada, maka sudah sepantasnya perlu
ada upaya untuk mencerdaskan para siswa dengan kampanye penulisan
buku. Buku yang ditulis ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan
siswa dan guru terhadap materi-materi pelajaran yang diajarkan di
sekolah. Dengan demikian keluhan sulitnya mencari buku bermutu yang
ditulis dalam bahasa Indonesia sudah tidak akan didengar lagi.
       Sebagaimana yang ditulis dalam pengantar Buku Standar
Kompetensi Nasional Bidang Telekomunikasi bahwa demikian luasnya
bidang telekomunikasi, prioritas utama dalam penyusunan standar
kompetensi ditujukan untuk bidang-bidang pekerjaan yang berhubungan
dengan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi. Namun buku pegangan
”Teknik Telekomunikasi” ini akan memuat pengetahuan mendasar tentang
telekomunikasi hingga jaringan komunikasi data. Selanjutnya bagi yang
berkepentingan dengan buku ini dapat mengimplementasikannya dalam
pemberdayaan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMK.
       Dalam kesempatan ini ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
disampaikan kepada para anggota Tim Penulis, para konstributor materi
yang telah bersama kami menyusun dan menyempurnakan isi buku ini.
Kepada Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), kami
sampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan bantuannya
sehingga penulisan buku ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil
memenuhi kriteria.
       Akhirnya kami persembahkan buku ini kepada para pelaksana di
jajaran SMK. Apapun hasil yang telah dicapai merupakan perwujudan
kerja keras yang hasilnya bersama-sama dapat kita lihat setelah
implementasi dan siswa mencapai keberhasilan studi. Semoga bermanfaat
bagi kita sekalian.



                                                 Tim Penulis



                                   ii
                                    DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                             ii

DAFTAR ISI                             iii

BUKU JILID I BAGIAN 1 - 6
BAGIAN 1 : PENDAHULUAN                                2.5.4. Osiloscope                   31
                                                      2.6. Perangkat Uji Lainnya          33
1.1.     Definisi Komunikasi           1              2.6.1. Logic Analyser               33
1.2.     Pentingnya Sistem                            2.6.2. Optical Spectrum Analyzer    35
         Telekomunikasi                2              2.6.3. GSM Test                     35
1.3.     Sejarah Telekomunikasi        3              2.6.4. CDMA Mobile Test             36
1.4.     Standarisasi Sistem                          2.7. Penguji kabel dan antena
         Telekomunikasi                9                     (Cable and Antenna Tester)   36
1.5.     Organisasi yang Mengatur                     2.8. Mini PABX                      37
         Standar Sistem                               2.9. Voice Changer
         Telekomunikasi                9                     (Alat Pengubah Suara)        39
1.6.     Masa Depan dan                               2.10. LAN Tester (kabel tester)     40
         Perkembangan Sistem                          2.11. Tang Amper
         Telekomunikasi                13                    (Multi Function Clamp Meter) 41
1.7.     Rangkuman                     15             2.12. SWR Meter                     41
1.8.     Soal Latihan                  16             2.13. E-Fieldmeter
                                                             (Pengukur Medan Listrik)     43
                                                      2.14. Switch Jaringan               44
BAGIAN 2 : INSTRUMEN                                  2.15. Modem                         45
          TELEKOMUNIKASI                              2.16. Wi-Fi                         46
                                                      2.17. Auto Telephone Recorder       47
2.1.     Pendahuluan                   17             2.18. Wireless Intercom             48
2.2.     Perkakas-Perkakas Manual      18             2.19. Telephone Protector           49
2.2.1.   Tools Kits                    18             2.20. Rangkuman                     50
2.2.2.   Meter beroda                                 2.21. Soal Latihan                  52
         (Measuring Wheel)             20
2.3.     Perkakas-perkakas elektrik    21
2.3.1.   Solder Rangkaian              21             BAGIAN 3 : DASAR-DASAR SISTEM
2.3.2.   Power Supply                  23                        KOMUNIKASI
2.4.     Piranti-Piranti Ukur          24
2.4.1.   Multimeter                    25             3.1.       Dasar Komunikasi        53
2.4.2.   Kapasistansi Meter            26             3.1.1.     Elemen Dasar            53
2.5.     Piranti-piranti                              3.1.2.     Komunikasi Model Awal   55
         pengukur frekuensi            28             3.1.2.1    Maraton                 55
2.5.1.   Frequency Counter             28             3.1.2.2.   Telegraf Drum           56
2.5.2.   Function Waveform Generator   29             3.1.2.3.   Sinyal Api              56
2.5.3.   Analog RF Signal Generator    31             3.1.2.4.   Sinyal Asap             57


                                                iii
3.1.2.5. Bentuk-bentuk lain       57        5.2.3 Pemilihan Dua Kawat
3.1.3. Komunikasi dengan                            atau Empat Kawat            90
         Gelombang Radio          58        5.3. Channel                        91
3.2.     Komunikasi Analog        59        5.4. Line dan Trunk                 91
3.3.     Komunikasi Digital       62        5.5. Virtual Circuit                93
3.4.     Jaringan Komunikasi      64        5.6. Media Transmisi                93
3.5.     Rangkuman                67        5.7. Media Transmisi Guided         95
3.6.     Soal Latihan             68        5.7.1. Kabel Tembaga                95
                                            5.7.2. Twisted Pair                 96
                                            5.7.3. Kabel Coaxial                97
BAGIAN 4 : PROPAGASI                        5.7.4. Serat Optik                  98
          GELOMBANG RADIO                   5.8. Media Transmisi Unguided      102
                                            5.8.1. Gelombang Elektromagnet     102
4.1.     Prinsip Umum             69        5.8.2. Spektrum Frekuensi Radio    105
4.2.     Propagasi Ruang Bebas    69        5.9. Mode Perambatan
4.3.     Propagasi Antar Dua                       Gelombang Elektromagnetik   109
         Titik di Bumi            70        5.10. Perambatan Gelombang
4.4.     Gelombang Permukaan      73                Radio                      110
4.5.     Efek Ketinggian Antena             5.10.1. Ionosphere                 110
         dengan Kuat Sinyal       75        5.10.2. Gelombang Radio
4.6.     Atmosfir Bumi            75                  Mikro                    112
4.6.1 Troposfir                   78        5.11. Sistem Komunikasi Satelit    113
4.6.2 Stratosfir                  78        5.12. Konstruksi dan pemasangan
4.6.3 Ionosfir                    78                Kabel                      116
4.6.4 Propagasi Atmosferik        79        5.12.1. Pengertian                 116
4.6.4.1. Pantulan(Refleksi)       80        5.12.2. Membedakan kabel           117
4.6.4.2. Defraksi                 81        5.12.3. Menentukan Daerah/Blok     118
4.7.     Daerah dan Jarak                   5.12.4. Pekerjaan Instalasi
         Lompatan (Skip)          82                  Kabel Udara              119
4.7.1 Jarak Skip                  82        5.12.5. Persiapan Alat Perkakas    119
4.7.2 Daerah Skip                 82        5.12.6. Pelaksanaan Penarikan      120
4.8.     Pengaruh Atmosfir                  5.13. Rangkuman                    121
         pada Propagasi           82        5.14. Soal Latihan                 121
4.8.1 Fading                      83
4.8.1.1 Multipath Fading          83
4.8.2 Rangkuman                   85        BAGIAN 6 : SISTEM ANTENA
4.8.3 Soal Latihan                86
                                            6.1. Pendahuluan                   123
                                            6.2. Reciprocity                   125
BAGIAN 5 : MEDIA TRANSMISI                  6.3. Directivity                   127
                                            6.3.1. Gain (penguatan antena)     127
5.1.     Pendahuluan              87        6.3.2 Polarisasi                   128
5.2.     Circuit                  88        6.4. Radiasi Energi Gelombang
5.2.1.   Pengantar Dua Kawat      89               Elektromagnetik             130
5.2.2.   Rangkaian Penghantar               6.5. Antena Dipole dan Monopole    133
         Dua Kawat                89        6.6. Menghitung panjang


                                       iv
      gelombang                  137        8.4. Deskripsi Noise              173
6.7. Beban Antena                138        8.4.1. Suhu Derau Efektif         173
6.8. Pengaruh Tanah              139        8.5. Teknik Pengukuran
6.9. Antena Very Low Frequency   139               Noise Figure               174
6.10. Antena Low Frequency       142        8.6. Performa Derau dalam
6.11. Antena High Frequency      143               Sistem Telekomunikasi      176
6.11.1 Antena Yagi               143        8.7 Rangkuman                     177
6.11.2 Antena Very High                     8.8 Soal Latihan                  177
        Frequency                145
6.11.3 Antena Yagi untuk
        Band VHF                 147        BAGIAN 9 : TEKNIK MODULASI
6.12 Rangkuman                   148
6.13 Soal Latihan                148        9.1. Prinsip Umum                  179
                                            9.1. Modulasi Analog               184
                                            9.2.1 Amplitude Modulation (AM) 185
BUKU JILID II BAGIAN 7 - 12                 9.2.2 Frequency Modulation (FM) 188
BAGIAN 7 : PRINSIP                          9.2.3 Pulse Amplitude Modulation
          KOMUNIKASI LISTRIK                       (PAM)                       189
                                            9.3. Modulasi Digital              190
7.1 Pendahuluan                  149        9.3.1 Amplitude Shift Keying (ASK) 193
7.2 Proses Komunikasi            151        9.3.2 Frequency Shift Keying (FSK) 195
7.3 Sinyal Bicara dan Musik      152        9.3.3 Phase Shift Keying (PSK)     197
7.4 Respon Telinga Manusia       152        9.3 Rangkuman                      198
7.5 Distorsi                     154        9.4 Soal Latihan                   199
7.6 Sistem Multipleks            154
7.7 Persyaratan Lebar Bidang     155
7.8 Kecepatan Sinyal             156        BAGIAN 10 : SAMBUNGAN
7.9 Sinyal Musik                 156                   KOMUNIKASI TELEPON
7.10 Kapasitas Kanal             157
7.11 Konsep Komuniksi Elektronika 157       10.1. Sambungan Panggilan
7.12. Penerapan Komuniksi                         Telepon                     201
      Elektronika                160        10.2. Jaringan Lokal              202
7.12.1 Telepon                   160        10.3. Sambungan Mekanik
7.12.2 Radio                     161                dengan Saklar             203
7.12.3 Television                164        10.4. Sambungan Mekanik
7.12.4 Telepon Bergerak          165              dengan Saklar Crossbar      205
7.13. Rangkuman                  167        10.5. Fungsi-Fungsi dalam
7.14 Soal Latihan                167              Panggilan Telepon           207
                                            10.6. Transmisi Digital pada
                                                  Telepon                     208
BAGIAN 8 : DERAU DALAM                      10.7. Switching pada Jaringan
          SISTEM KOMUNIKASI                       Telepon                     212
                                            10.8. Signaling pada Jaringan
8.1.   Pertimbangan Umum         169              Telepon                     216
8.2.   Thermal Noise             171        10.9. Pengembangan Jaringan       220
8.3.   Shot Noise                172        10.10. Pengembangan Menuju


                                        v
       Generasi Layanan Terpadu 222             12.2.2. Konsep Circuit Switching 257
10.10. Rangkuman                223             12.2.3. Karakteristik Circuit
10.11. Soal Latihan             223                      Switching                    258
                                                12.3. Space-Division Switching 258
                                                12.4. Multistage Switch               259
                                                12.5. Time Division Switching         259
BAGIAN 11 : KOMUNIKASI                          12.6. Fungsi Control Signalling 260
            BERGERAK                            12.7. Control Signal Sequence 261
                                                12.8. Switch to Switch Signaling 261
11.1. Frekuensi Radio Panggil        226        12.9. Lokasi dari Signaling           262
11.2. Sistem Telepon Nirkabel                   12.9.1. Kelemahan pada Channel
       untuk Rumah                   227                 Signaling                    263
11.3. Sistem Komunikasi Bergerak                12.9.2. Saluran Sinyal yang
       Selular                       228                 bersifat umum                263
11.3.1. Konsep Sistem                           12.10. Signaling System
         Komunikasi Seluler          228                 Number 7 (SS7)               265
11.3.2. Tahap Perkembangan                      12.11. Paket Switching                266
         Generasi Telepon Seluler    228        12.11.1. Prinsip dari Paket Switching 266
11.3.3. Sel-sel Menggunakan                     12.11.2. Kelebihan Paket Switching
         Kanal Frekuensi Berulang    230                 dibanding "Circuit
11.3.4. Penduplekan dalam                                Switching"                   268
         Kawasan Waktu dan                      12.11.3. Softswitch Architecture      269
         Frekuensi                   232        12.11.4. Teknik Switching             269
11.3.5. Perkembangan Sistem                     12.11.5. X.25 Protocol                273
         Komunikasi Bergerak         232        12.11.6. Ukuran Paket                 273
10.3.6. Sistem GSM                   235        12.11.7. Operasi Eksternal dan
11.4. Komunikasi Data Nirkabel       238                 Internal                     275
11.5. Teknologi Menuju 3G            240        12.12. Rangkuman                      275
11.5.1 Munculnya Teknologi 1G        240        12.13. Soal Latihan                   276
11.5.2 Menuju ke Generasi Kedua
         Telekomunikasi Bergerak     242
11.5.3. Menuju Generasi dua-                    BUKU JILIDIII BAGIAN 13 - 18
         Setengah                    242
11.5.4. Teknologi 3G                 243        BAGIAN 13 : SISTEM COMMON
11.5.5. Teknologi 3,5G               247              CHANNEL SIGNALING SEVEN
11.5.6. Teknologi 4G                 247
11.6     Rangkuman                   250        13.1.   Pendahuluan                 277
11.7     Latihan                     251        13.2.   SS7                         279
                                                13.3.   Arsitektur Protokol SS7     283
                                                13.4.   Message Transfer Part (MTP) 284
BAGIAN 12 : SWITCHING DALAM                     13.5.   ISUP (ISDN User Parts)      287
            SISTEM TELEPON                      13.6.     Rangkuman                 289
                                                13.7.     Soal Latihan              289
12.1. Pendahuluan                    253
12.2. Circuit Switching              254
12.2.1. Aplikasi Circuit Switching   255


                                           vi
BAGIAN 14 : JARINGAN DIGITAL                     15.4.1. Jaringan untuk Perusahaan
            LAYANAN TERPADU                               atau Organisasi              317
                                                 15.4.2. Jaringan untuk Umum           318
14.1. Pendahuluan                    291         15.4.3. Masalah Sosial Jaringan       319
14.2. ISDN                           293         15.5. Jenis-jenis Jaringan
14.3. Arsitektur Broadband ISDN                           Komputer                     319
       (B-ISDN)                      296         15.5.1. Local Area Network (LAN)      319
14.4. Struktur Transmisi             296         15.5.2. Metropolitan Area Network
14.5. Antarmuka Akses Yang                                (MAN)                        321
       Tersedia                      298         15.5.3. Wide Area Network (WAN)       322
14.6. Model Referensi ISDN           300         15.5.4. Internet                      323
14.7. Perangkat Keras (Hardware)     302         15.5.5. Jaringan Tanpa Kabel          325
14.8. Pesawat Telepon Digital        304         15.6. Klasifikasi Jaringan Komputer   328
14.9. Hal yang berkaitan dengan                  15.7. Standarisasi Jaringan
       ISDN                          306                Komputer                       329
14.9.1 Number Identification                     15.8. Sistem Operasi Jaringan         330
       Supplementary Service         306         15.8.1. Jaringan Client-Server        331
14.9.2 Call offering Supplementary               15.8.2. Jaringan Peer To Peer         332
        Service                      307         15.9. Komponen pada Jaringan
14.9.3 Call completion                                   Komputer (Underlying)         333
        Supplementary Service        307         15.10. Media yang Terpandu
13.9.4. Charging Supplementary                            (Guided)                     333
        Service                      308         15.10.1. Hub                          333
13.10. Penerapan ISDN dalam                      15.10.2. Bridge & Switch              334
       jaringan LAN                  308         15.11. Media yang tidak Terpandu
13.10. Rangkuman                     310                  (Unguided)                   337
13.11. Soal Latihan                  311         15.12. Rangkuman                      339
                                                 15.13. Soal Latihan                   339

BAGIAN 15 : JARINGAN DATA
            DAN INTERNET                         BAGIAN 16 : JARINGAN LAN
                                                             DAN WAN
15.1. Pendahuluan                    313
15.2. Mengapa Jaringan Komputer                  16.1.    Local Area Network (LAN)     341
      Dibutuhkan                     315         16.2.    Network Interace Card        341
15.3. Tujuan Jaringan Komputer       315         16.3.    Ethernet                     342
15.3.1. Resource Sharing             316         16.4.    Frame Format (format
15.3.2. Reliabilitas Tinggi          316                  bingkai)                     344
15.3.3. Menghemat Biaya (cost                    16.5. Implementasi Pada LAN           345
         reduce)                     316         16.6. Fast Ethernet                   347
15.3.4. Keamanan Data                316         16.7. Token Ring                      347
15.3.5. Integritas Data              317         16.8. Fiber Distributed Data
15.3.6. Komunikasi                   317                Interface (FDDI)               349
15.3.7. Skalabilitas                 317         16.9. Wide Area Network (WAN)         351
15.4. Kegunaan Jaringan                          16.10. Connective Device              351
         Komputer                    317         16.11. Topologi Jaringan Komputer     352


                                           vii
16.12. Topologi BUS                 353          17.7.   Soal Latihan                   379
16.13. Topologi Star                354
16.14. Topologi Ring                355
16.15. Topologi Mesh                356          BAGIAN 18 : TRANSFER CONTROL
16.16. Topologi Pohon               357                      PROTOKOL / INTERNET
16.17. Topologi Peer-to-peer                                 PROTOKOL
       Network                      358
16.18. Protokol Pada Jaringan       358          18.1. Sejarah TCP/IP                   381
16.19. Rangkuman                    359          18.2. Istilah-Istilah dalam Protokol
16.20. Soal Latihan                 359                 TCP/IP                          382
                                                 18.3. Gambaran Protokol TCP/IP         382
                                                 18.3.1 Jaringan Koneksi Terendah       383
BAGIAN 17 : PROTOKOL DAN                         18.3.2 Pengalamatan                    384
           STANDAR JARINGAN                      18.3.3 Subnets                         384
                                                 18.3.4 Jalur-Jalur Tak Berarah         384
17.1. Protokol dan Susunan                       18.3.5 Masalah Tak Diperiksa           385
        Protokol                    361          18.3.6 Mengenai Nomor IP               385
17.2. Standar Jaringan              365          18.3.7 Susunan Protokol TCP/IP         386
17.2.1. Organisasi Standar          365          18.4 Protokol TCP/IP                   387
17.2.2. Standart Internet           365          18.5 Pengalamatan                      389
17.2.3. Admisnistrasi Internet      365          18.6 User Datagram Protocol
17.3. Lapisan Protokol Pada                             (UDP)                           390
        Jaringan Komputer           366          18.7 Komunikasi process-to
17.4. Protokol OSI (Open System                         procces                         390
        Interconnection)            367          18.8 Nomor port                        392
17.4.1. Karakteristik Lapisan OSI   369          18.9 Port-port yang dipakai untuk
17.4.2. Proses Peer-To-Peer         370                 UDP                             392
17.4.3. Antarmuka Antar Lapisan                  18.10 Socket Address
        Terdekat                    371                   (Alamat Soket)                392
17.4.4. Pengorganisasian Lapisan    371          18.11 User Diagram                     393
17.5. Lapisan Menurut OSI           372          18.12 Manfaat protokol UDP             394
17.5.1. Physical Layer (Lapisan                  18.13 Internet protokol (IP)           395
          Fisik)                    372          18.14 Datagram                         395
17.5.2. Data Link Layer                          18.15 Fragmentasi                      399
          (Lapisan Data Link)       373          18.16 IP Address                       403
17.5.3. Network Layer                            18.16.1 Notasi Digital                 403
          (Lapisan Network)         374          18.16.2 Kelas-Kelas pada Jaringan
17.5.4. Transport Layer                                   Komputer (address IP)         404
          (Lapisan Transpor)        375          18.16.3 Alamat Khusus                  406
17.5.5. Session Layer                            18.16.4 Alamat Jaringan                407
          (Lapisan Session)         376          18.16.5 Studi Kasus                    409
17.5.6. Presentation Layer                       18.17 Subnetting dan
          (Lapisan presentasi)      377                   Supernetting                  410
17.5.7. Application Layer                        18.17.1 Subnetting                     410
          (Lapisan Aplikasi)        378          18.17.2 Masking                        412
17.6. Rangkuman                     378          18.17.3 Supernetting                   413


                                          viii
18.17.4 Supernet Mask   413
18.18 Rangkuman         414
18.19 Soal Latihan      415


LAMPIRAN …………………………… A




                              ix
                                                     BAGIAN 1
                             PENDAHULUAN

 Tujuan

 Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
  1. Mengutarakan kembali definisi komunikasi dan ciri-cirinya.
  2. Mengetahui pentingnya sistem komunikasi bagi kemajuan suatu
      negara.
  3. Mengetahui bagian-bagian penting dari penemuan sistem
      telekomunikasi.
  4. Mengetahui pentingnya standarisasi telekomunikasi



1.1. Definisi Komunikasi                      Saat ini proses telekomu-
                                        nikasi tersebut hampir selalu
        Komunikasi adalah proses        melibatkan pemancaran gelom-
pertukaran informasi antar individu     bang elektromagnetik melaui se-
melalui sistem simbol bersama.          buah pesawat pemancar. Hal yang
Telekomunikasi berarti proses           demikian tidak pernah kita jumpai
komunikasi yang dilakukan melalui       pada masa lampau, di mana orang
jarak jauh (tele=jarak jauh). Dalam     berkomunikasi        mengggunakan
kaitannya dengan komunikasi             sinyal asap, kentongan atau ben-
elektronika, telekomunikasi me-         dera semafor. Jaman modern
ngandung pengertian ilmu, tek-          seperti sekarang ini, telekomuni-
nologi dan cara-cara atau pro-          kasi sudah sangat luas dengan
sedur pemindahan atau penye-            penggunaan berbagai macam
baran informasi berupa sinyal           piranti untuk membantu proses
listrik   melalui    suatu    media     komunikasi.      Contohnya       yang
transmisi dalam jarak jauh. Infor-      sudah sangat akarab dengan kita
masi yang dapat dipertukarkan           adalah televisi, radio, telepon.
banyak variasinya, contohnya                  Di samping itu dapat dijumpai
adalah data, suara, grafik, sinyal      pula penggunaan jaringan yang
video dan atau audio. Media             menghubungkan           piranti-piranti
transmisipun juga banyak jenisnya,      komunikasi,       seperti    jaringan
yang sering dipakai di antaranya        komputer, jaringan telepon umum,
kabel     koaksial,   serat    optik,   jaringan radio, dan jaringan tele-
frekuensi radio, inframerah dan         visi. Komunikasi dengan komputer
sebagainya.                             lebih banyak pula penggunaannya


Bagian 1: Pendahuluan                                                        1
melalui internet, misalnya dengan   1990-an dapat diperkirakan men-
internet untuk berkirim surat (e-   capai 500 milyard dolar Amerika.
mail=elektronic mail) dan pesan-    Pertumbuhan ini akan naik terus
pesan serba cepat. Sistem itu       hingga mencapai satu trilyun dolar
adalah sebagian contoh dari         Amerika pada tahun 2000-an.
telekomunikasi.                     Kecenderungan ini adalah adanya
                                    kenaikkan kebutuhan para peng-
                                    guna dan industrialisasi. Negara-
1.2. Pentingnya Sistem              negara      berkembang       seperti
     Telekomunikasi                 Indonesia, menjadi sangat po-
                                    tensial bagi pertumbuhan pasar
    Perkembangan pasar tele-        peralatan telekomunikasi itu.
komunikasi dewasa ini pada tahun




     Gambar 1.1. Grafik hubungan antara kepadatan pengguna telepon
                              dengan PDB


Bagian 1: Pendahuluan                                                 2
      Sudah dapat kita duga              telekomunikasi. Untuk mencapai
bahwa ada hubungan yang sangat           tujuan layanan telepon pada setiap
dekat antara pendapatan nasional         orang di dunia, termasuk di
bruto (PDB) suatu negara dengan          Indonesia, menjelang tahun 2000
kepadatan         penduduk       yang    telah diusulkan bahwa setiap
menggunakan          telepon.    Coba    orang pada suatu masyarakat
perhatikan gambar 1 berikut ini.         yang berjarak 5 kilometer, sam-
Gambar       tersebut      melukiskan    bungan telepon harus sudah
hubungan antara negara-negara            menjangkaunya.
yang mempunyai PDB tertentu                     Layak kita ketahui bahwa
dengan jumlah tiap 100 orang             untuk menyediakan sambungan
pada kelompok masyarakat yang            telekomunikasi pada daerah yang
sudah mempunyai sambungan                kepadatan penduduknya rendah
telepon.     Kita     akan     sepakat   adalah sangat mahal. Di samping
mengatakan bahwa telepon seba-           itu tingkat kembalinya modal yang
gai sarana komunikasi atau tele-         telah dikeluarkan menjadi sangat
komunikasi merupakan pengikat            sedikit. Penyediaan jaringan tele-
(katalis) dalam rangka upaya untuk       komunikasi pada daerah pedesaan
pertumbuhan ekonomi. Namun               memerlukaan penyediaan dana
demikian kita tidak boleh         me-    yang cukup besar, karena perlu
nyimpulkan bahwa semakin tinggi          ada perencanaan yang baik.
pertumbuhan ekonomi suatu ne-
gara akan menyebabkan ting-
ginya      kepadatan        pengguna
telepon.                                 1.3. Sejarah Telekomunikasi
      Jumlah sambungan telepon
tiap 100 penduduk telah banyak                 Munculnya     telepon    dan
digunakan dalam survai statistik         industri yang terkaitan telah
untuk menunjukkan pertanda ber-          menghasilkan perubahan-perubah-
kembangnya          suatu      negara.   an teknologi yang mengubah
Banyak       negara       berkembang     sejarah hidup manusia. Kejadian
sebagaian besar masyarakatnya            itu berlangsung bertahap sepan-
70-90% hidup di daerah pelosok           jang 125 tahun. Tahap perkem-
pedesaan. Gambaran ini sekaligus         bangan yang terjadi merupakan
menunjukkan adanya kelompok              usaha-usaha yang luar biasa
100 orang masyarakat yang belum          dalam penemuan dan pengem-
ada satupun sambungan telepon.           bangan. Berikut ini akan disampai-
      Negara       yang       demikian   kan tahapan-tahapan        perkem-
tergolong sebagai negara yang            bangan tersebut.
sangat rendah perkembangannya,
baik secara ekonomi maupun




Bagian 1: Pendahuluan                                                    3
      Dari saluran sepihak ke sambungan langsung.

      Telepon telah membawa dampak besar pada abad 20
      sejak adanya revolusi industri yang terjadi pada abad 19.
      Adanya penemuan telepon telah mengubah cara hidup
      manusia, pekerjaan dan permainan. Perubahan itu
      didukung adanya penemuan televisi, komputer, pager,
      mesin faksimil, surat elektronik (e-mail), internet,
      perdagangan melalui dunia maya dan sebagainya. Pada
      masa-masa mendatang sepuluh tahun lagi dari sekarang,
      kita berharap adanya sambungan internet tanpa kabel
      yang dapat dilakukan di sembarang tempat termasuk di
      dalam mobil, tas kantor, nomor-nomor telepon yang
      dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang diaktifkan
      (dialing) melalui suara sebagaimana kita menekan
      tombol-tobol baik di rumah maupun di kantor atau tempat
      kerja lainnya


 Periode tahun 1870 hingga            Penemu prinsip komunikasi
 1910                                 jarak jauh pertama kali de-
                                      ngan suara dilakukan oleh
 1876: Alexander Graham Bell          Alexander Graham Bell pada
       menemukan pesawat              10 Maret 1876. Kalimat yang
       telepon                        diucapkan kepada temannya
 1881: Direktori halaman kuning       itu adalah "Mr. Watson, come
       telepon yang pertama           here! I need you!". Setelah itu
 1891: Dial (nomor-nomor)             perkembangan sistem teleko-
       telepon pertama; 512.000       munikasi mulai terbuka lebar.
       sambungan telepon di
       Amerika
 1887: Telepon yang bekerja
        dengan koin pertama kali
        dipasang di Hartford Bank
        oleh penemunya William
        Gray.
 1915: Panggilan pertama secara
        resmi dari pantai ke
        pantai dilakukan oleh
        Alexander Graham Bell di
        New York City kepada
        Thomas Watson di San
        Francisco.                    Gambar 1.2. Pesawat telepon
                                      yang digunakan pertama kali
                                        secara resmi jarak jauh


Bagian 1: Pendahuluan                                                   4
                                     Periode 1920

                                     1928: Herbert Hoover menjadi
                                     presiden pertama       Amerika
                                     Serikat yang menggunakan
                                     telepon di meja kerjanya.
                                     Hingga waktu itu, presiden
                                     berbicara selalu berbicara dari
                                     dan keluar kantornya.



  Gambar 1.3. Periode percakapan presiden AS pertama kali di kantor

       Coba perhatikan gambar di     Pesawat televisi di bawah ini
bawah ini. Nampak sebuah             adalah jenis pesawat televisi yang
pesawat telepon yang lengkap,        paling awal digunakan.
terdiri dari beberapa bagian yang
sudah menyatu. Ada nomor-
nomor, gagang telepon, kabel dan
kotaknya. Pesawat itu adalah
model pesawat telepon paling
awal. Meskipun demikian ada juga
model-model lain yang banyak
variasinya.     Bandingkan    pula
dengan sebuah pesawat televisi.
Pada jamannya piranti itu telah
demikian bagus, tetapi bentuknya
masih sangat sederhana.




                                      Gambar 1.5. Pesawat televisi
                                      pertama kali pada tahun 1936


        Gambar 1.4. Pesawat
        telepon model awal
Bagian 1: Pendahuluan                                                  5
Untuk menghubungkan antar peng-
guna telepon pada jaman dulu
digunakan utas-utas kabel yang
diberi pemberat. Sambungan yang
dikehendaki tinggal mencolokkan
saja.



  Gambar 1.6. Papan sambung
           telepon




                            Periode 1950-1960

       1957:    Uji coba pertama kali penggunaan pagers dimulai
               di Allentown dan Bethlehem, Pennsylvania

       1958: Telepon pangeran diperkenalkan. Teleponpertama
             dengan nomor yang diberi cahaya, menjadi bagian
             budaya populer Amerika

       1960: Telepon tombol nada sentuh mulai dipasarkan di
             Findlay, Ohio. Telepon ini mempunyai 10 tombol,
             tidak seperti sekarang yang mempunyai 12 tombol.

       1963: Sambungan langsung terjadi antara Gedung Putih
             dan Kremlin berkaitan dengan krisis senjata di
             Cuba.

       1968: 911 dipilih sebagai nomor darurat seluruh negara.
              Perusahaan telepon menyetujui urutan nomor itu
              tidak disediakan sebagai nomor       sambungan
              keluar.




Bagian 1: Pendahuluan                                             6
                                    Pada tahun 1963 juga telah
                                    diperkenalkan     teknik    digital
                                    carrier. Sebelumnya cara-cara
                                    dalam multiplek kanal telepon
                                    telah diterapkan dengan trans-
                                    misi analog. Cara ini pada
                                    prinsipnya adalah membawa
                                    beberapa kanan yang berbeda
                                    dengan pemisahan frekuensi.
                                    Tahun     1964,    Bell    System
                                    memperkenalkan bentuk video-
                                    telepon yang dipasarkan terbatas
       Gambar 1.7. Periode          untuk melayani wilayah New
     penggunaan telepon tahun       York, washungton dan Chicago.
            1950-an                 Sementara pada tahun 1965
                                    satelit  komunikasi      komersial
                                    pertama diluncurkan dengan
                                    menyediakan 240 rangkaian
                                    telepon dua arah.



                                       Periode 1970-1980

                                    1972: Pesan pertama surat
                                    elektronik      (email).   Istilah
                                    “internet” digunakan pertama kali
                                    dua tahun kemudian, tetapi
      Gambar 1.8. Periode           konsep internet seba-gaimana
     penggunaan pesan surat         kita kenal saat ini tidak ada
  elektronik dan telepon seluler.   peningkatan

                                    1984: Telepon seluler per-tama
                                    kali dikenalkan




                                          Gambar 1.9. Permulaan
                                           sejarah penggunaan
                                                 internet




Bagian 1: Pendahuluan                                                     7
 Perkembangan tahun 1990an

 1991: Pengenalan       caller   ID   (internasional).   Ada   perbe-daan
 pandangan saat itu.

 1998: World Wide Web (www) telah lahir, menjadikan tanda internet
 permulaan internet seperti yang kita kenal sekarang ini. Banyak orang
 Amerika menyam-bungkan         Internet melalui saluran teleponnya
 masing-masing.




           Periode tahun 2000 hingga sekarang ini.

     2000: "Web Phone" dikombinasikan dengan telepon traditional
     dengan menggunakan layar sentuh LCD dan keyboard yang
     dapat dilipat agar pengguna bisa berselancar dengan Internet,
     mengecek e-mail, melakukan panggilan telepon dan mengecek
     pesan suara hanya dengan piranti tunggal.

     2000: "Thin Phone" menggabungkan akses Internet tanpa
     kabel dengan layanan telepon lokal tanpa kabel,
     memungkinkan pengguna Internet tetap tersambung dengan
     segala sesuatu dari halaman pages ke suara dan e-mail,
     sekalipun berpindah-pindah.

     2000 hingga sekarang : "Information Appliances" (pemakaian
     informasi) memuat Internet mobile (bergerak), tanpa kabel
     "Web to Go," sambungan telepon diaktifkan suara, nomor-
     nomor telepon untuk kehidupan sesuai keinginan, panggilan
     telepon dan Internet pada pesawat TV kita, TV melalui telepon
     tanpa kabel, dan masih banyak lagi.




Bagian 1: Pendahuluan                                                       8
                                 Akses jaringan tradisional telah
                                 berlanjut melalui rangkaian fisik,
                                 penggunaan modem dial-up dengan
                                 saluran telepon hingga rangkain
                                 yang dipesan (dedicated). Semen-
                                 tara itu akses internet yang paling
                                 awal pada pokoknya adalah berbasis
                                 teks dan dapat bekerja dengan
                                 rangkaian kecepatan rendah. Se-
                                 karang ini layanan internet telah
                                 diperkaya dengan multimedia yang
                                 disertai grafik, warna-warni, suara,
                                 dan video. Layanan multimedia ini
    Gambar 1.10. Periode
                                 memerlukan       persyaratan  akses
   penggunaan internet dan
                                 kecepatan tinggi lebih dari modem
     telepon tanpa kabel
                                 dial-up


1.4. Standarisasi Sistem             serta pengamanan telekomunikasi
     Telekomunikasi                  dan sebagainya. Lebih lanjut yang
                                     mengatur pertelekomunikasian di
      Standarisasi sistem teleko-    Indonesia dilakukan oleh Kemen-
munikasi dilakukan oleh lembaga      terian Komunikasi dan Informasi.
yang secara khusus menangani
masalah-masalah yang terkait
dengan     telekomunikasi.   Pada    1.5. Organisasi yang
dasarnya adanya standar tersebut          Mengatur Standar
adalah untuk mengatur sistem              Sistem Telekomunikasi
telekomunikasi baik yang me-
nyangkut penggunaan frekuensi,
alokasi (pengaturan tempat), kanal         Standarisasi dalam bidang
dan sebagainya. Pengaturan itu       telekomunikasi merupakan suatu
dimuat dalam bentuk perundang-       hal yang sangat penting. Sekarang
undangan. Contohnya kalau di         ini dikenal ada badan-badan atau
Indonesia adalah Undang-undang       organisasi yang menangani ma-
Telekomunikasi nomor 36 tahun        salah standarisasi, yaitu stan-
1999 yang telah disahkan oleh        darisasi tingkat nasional, regional
pemerintah      Indonesia    pada    dan internasional.
tanggal 8 September 1999.
      Dalam undang-undang ter-             Pada tingkat internasional
sebut yang diatur di antaranya       paling tidak dikenal ada dua badan
adalah tentang penyelenggaraan       internasional yang sangat ber-
telekomunikasi, perizinan, pe-       pengaruh pada bidang tele-
rangkat telekomunikasi, spektrum     komunikasi. Badan itu adalah :
frekuensi radio dan orbit satelit


Bagian 1: Pendahuluan                                                   9
1. ITU (International Telecom-          graphique      et       Telephonique
   munication Union) bertempat di       (CCITT)       yang         menangani
   Geneva, Swiss, yang telah            masalah-masalah         lain    dalam
   menghasilkan lebih dari 2000         bidang telekomunikasi. Badan
   standard.                            tetap ini didukung oleh dewan
2. International Standardization        administratif yang terdiri dari 25
   Organization (ISO), badan ini        orang yang berasal dari negara-
   mempunyai sejumlah standar           negara yang berpartisipasi.
   komunikasi data yang sangat                  Pertemuan        dilaksanakan
   penting.                             sekali dalam setahun untuk
                                        berkoordi-nasi dalam pekerjaan
        Persetujuan telekomunikasi      yang berbeda dari badan lain.
internasional dan antar benua           Selain itu setiap empat tahun
dilakukan oleh suatu lembaga            sekali diadakan konferensi tingkat
yang disebut International Tele-        dunia yang dilakukan badan-
communication       Union      (ITU).   badan itu untuk membicarakan
Lembaga ini keberadaannya di            masalah teknis, pelayanan dan
bawah      naungan     Perserikatan     penarifan (pembiayaan) bidang
Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam              telekomunikasi.
bahasa Inggris disebut United                   CCIR dan CCITT bekerja
Nations     Organization      (UNO).    dengan koordinasi yang sangat
Kantor ITU secara tetap berada di       erat untuk mengatasi berbagai
Geneva (Swiss).       Badan-badan       permasalahan agar dapat diru-
lain yang bernaung di bawah ITU         muskan rekomendasi (pesetujuan)
yaitu Sekretariat Umum (General         dalam     bidang      telekomunikasi
Secretariat) yang tugasnya me-          tingkat dunia. Pada gambar ...
ngelola aspek aktivitas admi-           ditunjukkan kantor ITU yang
nistrasi dan ekonomi. Di samping        berkedudukan         di       Jenewa.
itu    ada   badan      pendaftaran     Sementara         itu          gambar
frekuensi internasional (IFRB =         ...menunjukkan struktur organisasi
International Frequency Regis-          telekomunikasi      tingkat      dunia
tration Board) yang tugasnya            sebelum berubah menjadi ITU-T
adalah      bertanggung        jawab    dan ITU-R
terhadap koodinasi penerapan
frekuensi radio dalam semua
kategori.
        Badan khusus lainnya yang
melayani     permasalahan        dan
pertanyaan tentang komunikasi
radio ditangani oleh Comite
Consultatif    International      des
Radiocommunications          (CCIR).
Selain itu ada badan Comite
Consultatif   International     Tele-



Bagian 1: Pendahuluan                                                      10
                 Gambar 1.11. Kantor ITU di Jenewa




                               UNO




                               ITU




 Sekretaris             IFRB          CCIR            CCITT
  Umum



     Gambar 1.12. Organisasi tingkat dunia yang menangani masalah
                            telekomunikasi



Bagian 1: Pendahuluan                                               11
Dalam perkembangannya, ITU             CEPT. Dalam kerjanya CEPT
yang      bernaung    di  bawah        telah menghasilkan jaringan digital
Sekretaris Jenderal Perserikatan       PCM versi Eropa, sebelumnya
Bangsa-bangsa membahas dan             disebut dengan CEPT 30+2 dan
menghasilkan Regulasi Radio dan        skarang menjadi E-1.
regulasi tentang Telekomunukasi.               Di samping lembaga-lem-
                                       baga standarisasi yang telah
        Sebelumnya dikenal pula        disebutkan itu, ada juga banyak
suatu badan internasional yang         organisasi      yang     mengurusi
disebut CCITT atau International       standarisasi     secara    nasional.
Con-sultative     Committee      for   Sebagai     cntoh     yang     dapat
Telephone and Telegraph dan            disebutkan di sini yaitu American
CCIR atau International Con-           National     Standards      Institute
sultative Com-mittee for Radio.        (ANSI) yang berke-dudukan di
Pembahasan tentang regulasi atau       kota New York. Karya yang
aturan     tentang     radio    dan    dihasikan terkait dengan stan-
telekomunikasi     telah     banyak    darisasi cukup luas. Ada juga
menghasilkan dokumen, laporan,         lembaga Electronics Industries
pendapat dan rekomendasi atau          Association (EIA) dan Tele-
saran-saran      yang       penting.   communication Industry Asso-
Mengingat peran dari ITU yang          ciation (TIA). Kedua lembaga ini
demikian itu, maka pada tanggal 1      berada di Washington, DC, yang
Januari 1993 lembaga itu meng-         saling berkaitan satu sama lain.
adakan reorganisasi. Hasilnya          Keduanya mempunyai tanggung-
adalah CCITT menjadi sektor            jawab terhadap pe-nyiapan dan
standarisasi telekomunikasi dari       penyebaran standar-standar tele-
ITU disingkat ITU-T, sedangkan         komunikasi.
CCIR menjadi sektor radio-                     Lembaga tingkat dunia
komunikasi dari ITU yang disingkat     seperti Institute of Electrical and
ITU-R. Tugas dari ITU-T dan ITU-       Electronic Engineers (IEEE) telah
R adalah menyiapkan aturan-            menghasilkan 802 seri spesifikasi
aturan     tentang    pertelekomu-     standarisasi yang secara khusus
nikasian dan keradioan.                ditekankan pada jaringan-jaringan
        Selain badan internasional,    perusahaan.
or-ganisasi regional yang cukup                Lembaga Advanced Tele-
penting pula untuk wilayah Eropa       vision Systems Committee (ATSC)
yaitu Europian Telecommunication       merupakan lembaga yang me-
Standardization Institute (ETSI).      nyetandarkan      untuk    kompresi
Tanggung jawab dari lembaga ini        video     pada     CATV       (Cable
adalah pada spesifikasi pokok          Television) sebagaimana yang
radio seluler GSM atau Ground          dikerjakan     kelompok      sarjana
System Mobile (di Perancis).           teknik telekomunikasi. Kelompok
Sebelumnya, pada tahun 1990,           lain yang penting adalah aliansi
ETSI adalah lembaga yang               untuk solusi industri teleko-
disebut Conference European            munikasi.
Post and Telegraph disngkat


Bagian 1: Pendahuluan                                                    12
        Beberapa lembaga lain         semua aspek, maka bidang
yang menyiapkan standarisasi          telekomunikasi        pun      akan
berke-naan dengan telekomu-           mengikuti      perubahan.   Upaya-
nikasi dan jaringan digital adalah    upaya baru diciptakan untuk
Bellcore (Bell Communications         membantu        manusia   memper-
Research,      sekarang     disebut   mudah menjalankan berbagai
Telcordia). Lembaga ini meru-         kegiatannya. Di antaranya dalam
pakan yang paling baik sebagai        hal pengolah data dan penyediaan
sumber standarisasi di America        sarana prasarana telekomunikasi
Utara.    Standar-standar      yang   untuk mengirimkan data pada
dikem-bangkan terutama untuk          berbagai keadaan dan wilayah.
perusahaan-perusahaan          yang           Perkembangan         sistem
bernaung di bawah kerja regional      telekomunikasi di masa depan
Bell. Ada juga sejumlah forum         ditandai dengan adanya jaringan
yang terdiri dari sekelompok          dalam rumah tangga (home
perusahaan dan pengguna yang          networking). Jaringan ini meng-
bersama-sama merumuskan ma-           hubungkan semua jenis pe-
salah      standarisasi,    seperti   nerapan piranti elektronika seperti
membicarakan masalah frame            piranti hiburan, teleko-munikasi,
relay, ATM, dan sebagainya.           sistems otomatisasi rumah dan
Seringkali standar yang dihasilkan    telemetri (remote control dan
ini diadopsi oleh CCITT, ANSI dan     sistem pemantauan/ monitoring).
ISO dan lainnya.                      Dengan penerapan jaringan ini kita
                                      mengetahui bahwa akan terjadi
                                      penggunaan teknologi yang cukup
1.6. Masa Depan dan Per-              berbeda, karena itu perlu adanya
     kembangan Sistem Tele-           standar yang dapat saling me-
                                      mungkinkan kerja antar peralatan
     komunikasi
                                      dari perusahaan yang berbeda.
                                      Inilah yang dapat menjadi kunci
      Dalam sutu laporan yang
                                      sukses        pemasaran     konsep
disampaikan ITU tentang internet,
                                      tersebut.
dikemukakan bagaimana teknologi
                                              Badan telekomunikasi du-
dapat menjadikan gaya hidup baru
                                      nia    telah     merekomendasikan
mulai dari penyiapan prasarana
                                      bidang     itu    khususnya    yang
dan sarana jaringan hingga nilai-
                                      berkaitan dengan pelayanan mul-
nilai berkreasi. Dalam kehidupan
                                      timedia berbasis protokol internet
kita sekarang ini telah banyak
                                      melalui jaringan kabel. Program-
dilingkupi dengan teknologi digital
                                      proram       yang    kini   menjadi
sebagai     media    yang   dapat
                                      pembicaraan, di antaranya adalah
mengubah cara pandang hidup
                                      sebagai berikut :
manusia. Inilah yang dikatakan
sebagai gaya hidup digital.
      Pada     masa    mendatang
perkembangan yang pesat dalam
teknolgi digital yang meliputi



Bagian 1: Pendahuluan                                                 13
 • Status jaringan rumah tangga      • Layanan    kualitas dalam ja-
   secara tingkat dunia                ringan rumah tangga
 • Teknologi dan arsitektur          • Interferensi    elektromagnetik
 • Layanan       jaringan    rumah     dan lingkungan rumah tangga
   tangga dan model bisnisnya        • Masa depan jaringan rumah
 • Manajemen         undang-undang     tangga: usaha dan tantangan
   digital dan keamanan




 Gambar 1.13. Berbagai sistem piranti rumah tangga yang tersambung
                           dalam jaringan




Bagian 1: Pendahuluan                                              14
        Pada gambar 1.16. di atas      masing-masing misalnya untuk
dapat kita bayangkan         betapa    kantor, rumah , bahkan nomor
rumitnya menggabungkan ber-            telephone itu bisa kita buat sendiri
bagai komponen dalam sistem            (misal nomor favorit kita bahkan
peralatan rumah tangga dalam           tanggal lahir). Saat ini nomor
satu jaringan. Kita bisa melihat       telepon ditentukan oleh operator
sistem telepon, sistem telefaks,       telekomunikasi dengan menggu-
sistem alarm, video, televisi, audio   nakan kode area misal 021 untuk
dan lainya saling tersambungkan.       Jakarta, 022 untuk Bandung, 0274
Pada masa mendatang inilah yang        untuk Yigyakarta dan seterusnya.
menandai adanya keterpaduan                    Teknologi 4G juga akan
sistem,    baik    dalam     bidang    muncul meskipun sekarang ini
elektronika, sistem digital maupun     masih dalam uji coba. Teknologi
sistem telekomunikasi.                 4G ini cukup hebat sekalipun kita
        Perkembangan masa de-          dalam mobil dengan kecepatan
pan yang terkait dengan tele-          150 km/jam kita akan dapat
komunikasi itu merupakan keter-        bandwidth (lebar pita) yang stabil.
paduan jaringan yang saat ini          Selain    itu    nantinya    media
masih bisa dipisahkan. Jaringan        komunikasi tidak hanya telepon
yang dikembangkan akn dikenal          tetap di rumah, tetapi kita bisa
sebagai       Next     Generation      menggabungkan antara komputer,
Networking atau disingkat NGN.         telepon bergerak (tanpa SIM
        Teknologi komunikasi kita      card), telepon berbasis IP (voice
pada masa mendatang akan”              internet protokol) dan telepon
mudah dan murah”. Selain itu kita      rumah biasa.
nanti bisa menentukan kode area




1.7. Rangkuman

   1. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antar individu
      melalui sistem simbol bersama. Telekomunikasi berarti proses
      komunikasi yang dilakukan melalui jarak jauh (tele=jarak jauh).
      Telekomunikasi mengandung pengertian ilmu, teknologi dan cara-
      cara atau prosedur pemindahan atau penyebaran informasi
      berupa sinyal listrik melalui suatu media transmisi dalam jarak
      jauh. Informasi yang dapat dipertukarkan adalah data, suara,
      grafik, sinyal video dan atau audio. Media transmisipun juga
      banyak jenisnya, yang sering dipakai di antaranya kabel koaksial,
      serat optik, frekuensi radio, inframerah dan sebaginya.




Bagian 1: Pendahuluan                                                   15
   2. Proses telekomunikasi hampir selalu melibatkan pemancaran
      gelombang elektromagnetik melaui sebuah pesawat pemancar.
      Penggunaan berbagai macam piranti untuk membantu proses
      komunikasi banyak ragamnya. Contohnya yang sudah sangat
      akarab dengan kita adalah televisi, radio, telepon.

   3. Standarisasi sistem telekomunikasi dilakukan oleh lembaga yang
      secara khusus menangani masalah-masalah yang terkait dengan
      telekomunikasi. Pada dasarnya adanya standar tersebut adalah
      untuk mengatur sistem telekomunikasi baik yang menyangkut
      penggunaan frekuensi, alokasi (pengaturan tempat), kanal dan
      sebagainya. Pengaturan itu dimuat dalam bentuk perundang-
      undangan. Contohnya kalau di Indonesia adalah Undang-undang
      Telekomunikasi nomor 36 tahun 1999 yang telah disahkan oleh
      pemerintah Indonesia pada tanggal 8 September 1999.
   4. Dalam undang-undang tersebut yang diatur di antaranya adalah
      tentang penyelenggaraan telekomunikasi, perizinan, perangkat
      teleko-munikasi, spektrum frekuensi radio dan orbit satelit serta
      pengamanan telekomunikasi dan sebagainya. Lebih lanjut yang
      mengatur pertelekomunikasian di Indonesia dilakukan oleh
      Kementerian Komunikasi dan Informasi.


1.8. Soal latihan

      Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar

   1. Jelaskan apa yang disebut dengan ’komunikasi’ !
   2. Apakah penambahan kata ’tele’ pada komunikasi mempunyai
      makna lain ? Berilah penjelasan !
   3. Informasi apa saja yang dapat dipertukarkan pada proses
      komuniaksi ? Sebutkan dengan memberi sedikit keterangan !
   4. Sebutkan tiga lembaga yang secara khusus menangani standar
      telekomunikasi !
   5. Apakah badan standarisasi sistem telekomunikasi mempunyai
      peranan ? Apa alasannya ?.
   6. Mengapa sistem telekomunikasi membutuhkan standarisasi ?
   7. Coba deskripsikan kemungkinan perkembangan telekomunikasi
      pada masa mendatang !




Bagian 1: Pendahuluan                                               16
                                                   BAGIAN 2
          PERANGKAT UJI PADA
             TELEKOMUNIKASI

 Tujuan

 Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
  5. Memahami berbagai macam perangkat penguji/instrumen yang
      digunakan dalam sistem telekomunikasi.
  6. Memahami fungsi berbagai perangkat penguji/instrumen yang
      digunakan dalam sistem telekomunikasi.
  7. Memahami spesifikasi instrumen telekomunikasi yang sesuai
      dengan sistem yang akan diuji.




2.1.   Pendahuluan


      Dalam setiap perawatan            karena instrumen digunakan untuk
atau perbaikan piranti elekronika       merancang      dan    memperbaiki
khususnya pada bidang teleko-           sistem sedangkan sistem juga
munikasi atau lebih-lebih dalam         digunakan      untuk      membuat
perencanaan          sistem     atau    instrumen.
pemeliharaan       perangkat    tele-         Dalam     merancang     atau
komunikasi, maka keberadaan             memperbaiki sistem telekomu-
parkakas penunjang haruslah yang        nikasi elektronika diperlukan per-
baik dan tepat. Hal pertama yang        kakas atau perangkat untuk mem-
perlu dilakukan adalah mengetahui       buat desain, memperbaik atau
dan memahami berbagai piranti           hanya untuk pengujian. Instru-
atau instrumen telekomunikasi           men-instrumen yang digunakan
tersebut.    Istilah    piranti  dan    dalam     sistem    telekomunikasi
instrumen ada yang menyebut             sangat banyak macam, bentuk dan
sebagai perkakas.                       fungsinya. Dari yang paling
      Antara instrumen dan sistem       sederhana sampai yang paling
yang diukur tersebut seperti            komplek dengan harga yang tidak
masalah telur dengan ayam               murah. Instrumen tersebut ten-
(chicken-and-egg), mana yang            tunya sangat perlu untuk diketahui
dahulu dan mana yang terakhir,          tentang bagaimana penggunaan


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    17
yang benar. Dengan demikian            2.2.1. Tool Kits
apabila penggunaan instrumen
sesuai dengan petunjuk pema-                  Alat bantu yang diperlukan
kainya maka instrumen tersebut         dalam pembuatan dan atau
dapat mencapai efisiensi yang          reparasi sistem telekomunikasi
maksimal.                              ada berbagai macam jenis.
        Perkakas dan instrumen         Peralatan ini kebanyakan adalah
yang digunakan berkaitan dengan        peralatan tangan dan bentuknya
bidang telekomunikasi dikate-          relatip kecil.
gorikan dalam tiga jenis. Ketiga              Dalam membuat maupun
jenis itu adalah sebagai berikut:      memperbaiki sebuah rangkaian
                                       sistem telekomunikasi membu-
   1. Perkakas manual                  tuhkan peralatan ukur juga per-
   2. Perkakas elektrik                alatan seperti solder yang baik,
   3. Perkakas komputer                cutter, catut, pinset, dan perkakas
                                       konstruksi lainnya. Berbagai pe-
        Perkakas manual adalah         ralatan tersebut disesuaikan de-
peralatan-peralatan teknik yang        ngan pekerjaan yang akan disele-
digunakan secara manual. Artinya       saikanya. Semua disesuaikan
bahwa perlatan itu hanya dapat         untuk pekerjaannya. Peralatan ini
dipakai dengan bantuan tenaga          biasanya sudah dalam bentuk
manusia. Penggunaan perkakas           toolset yang isinya lengkap
ini dalam bidang telekomunikasi        dengan berbagai perlengkapan
sangat      penting    dan     cukup   seperti solder, tang, pinset, obeng
membantu.                              dan lain sebagainya. Dengan
        Perkakas elektrik adalah       toolset ini akan lebih mudah dalam
semua peralatan yang digunakan         menyimpan dan biasanya sudah
dalam      bidang    telekomunikasi    disesuaikan dengan kebu-tuhan
dengan bantuan tenaga listrik.         serta harganya juga jauh lebih
Peralatan ini tidak dapat bekerja      murah       dibandingkan      dengan
bila tidak dicatu dengan aliran        pembelian       satu    demi     satu
listrik. Selain tenaga listrik dapat   peralatan. Gambar 2.1. di bawah
juga digunakan sumber catu             merupakan peralatan bantu yang
tenaga yang lain yaitu batere atau     digunakan        dalam      membuat
aki (accumulator).                     rangkaian      sistem     komunikasi
        Perkakas komputer adalah       elektronik atau untuk mereparasi
peralatan atau piranti yang bekerja    kerusakan rangkaian elektronika
dengan prinsip-prinsip komputer.       pada umumnya.
Prinsip komputer merupakan suatu                Seperti yang terlihat pada
proses peng-olahan, manipulasi,        gambar di bawah, tool kit tersebut
penyimpanan dan berbagai fungsi        dalam istilah asingnya disebut
lain yang bekerja dengan piranti       Network Maintainence Kit dengan
elektronika digital.                   merek dagang Eclipse Model 500-
2.2. Perkakas-Perkakas                 006. Secara lengkap peralatan
     Manual                            yang ada pada tool kit terdiri dari:



Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                      18
                    1.    IC extractor
                    2.    Folding hex wrench
                    3.    6" adjustable wrench
                    4.    6" forceps
                    5.    Inspection mirror
                    6.    Mini-flashlight
                    7.    Desoldering pump
                    8.    5" diagonal cutter
                    9.    5" snipe nose pliers
                    10.   Wire stripper (AWG 30-20)
                    11.   Modular plug crimper
                    12.   Rotary coax stripper
                    13.   Coax crimper
                    14.   Assorted screwdrivers
                    15.   Soldering iron (operates at 120V AC)
                    16.   Zipper bag.




        Gambar 2.1. Tool kit atau alat bantu reparasi rangkaian




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                               19
2.2.2. Meter beroda (Measuring          b. Meter beroda pengukur jarak
       Wheel)                              jauh
                                                Meter beroda untuk jarak
      Meter beroda merupakan            jauh biasanya lebih banyak
alat ukur jarak yang menggu-            digunakan      di  luar    ruangan.
nakan roda. Bila roda berputar,         Tampilan hasil ukur terdiri dua
maka secara otomatis jarak yang         pilihan yaitu berupa angka analog
telah dilalui roda dapat diketahui      atau angka digital 5 digit. Dengan
panjangnya. Meter jenis ini sangat      tampulan digital, pembacaan hasil
berguna      apabila   kita     ingin   ukur jarak lebih mudah. Meter jenis
menggelar       (menanam         atau   ini mampu mengukur jarak hingga
memasang)        kabel      telepon.    lebih dari 3 kilometer. Hal ini
Keunggulan penggunaan meter             dimungkinkan karena mem-punyai
beroda adalah kemudahannya              roda yang lebih besar.
dalam mengukur jarak dengan
mengikuti lekukan permukaan
tanah. Ada dua jenis meter
beroda, yaitu :

a. Meter beroda pengukur jarak
   pendek
        Meter beroda untuk jarak
pendek ini ekonomis dan bisa
dijalankan secara mudah. Karena
bentuknya kecil terutama pada
roda, sehingga bisa disimpan pada
tempat     penyipanan      dengan
mudah. Meteran ini bisa digunakan
untuk mengukur jarak hingga 3           (www.evidentcrimescene.com/cata/meas/
kilometer.                              meas.html)

                                         Gambar 2.3. Pengukur jarak jauh


                                        Dengan      menggunakan      meter
                                        beroda kita bisa melakukan
                                        pengukuran secepat kita berjalan.
                                        Salah satu contoh meter beroda
                                        adalah dengan merek Marksman
                                        Distance Measuring Wheel seri
                                        55154C.
                                        Spesifikasi yang ditawarkan ada-
                                        lah sebagai berikut :
                                        a. Keakuratan pengukuran hing-
   Gambar 2.2.Pengukur jarak                ga kurang lebih 1” untuk setiap
           pendek


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                        20
     pengukuran 30 meter sesuai       jukkan beberapa contoh perkakas
     dengan kondisi lapangan          tersebut.
b.   Pengukuran      jarak   dapat
     dilakukan mencapai hingga        2.3.1. Solder Rangkaian
     3000 m
c.   Perangkat roda ringan dan               Dalam membuat sebuah
     akurat                           rangkaian perlu adanya penyam-
d.   Jumlah angka penghitung 5        bungan antara dua titik komponen
     digit                            atau lebih. Penyambungan ini
e.   Pengaturan dan pembacaan         menggunakan timah solder seba-
     mudah dilakukan                  gai bahan perekatnya. Penyol-
                                      deran atau pematrian dapat
Untuk pekerjaan seperti, meng-        dilakukan dengan mudah, Kete-
hitung kebutuhan kabel telepon        rampilan-keterampilan ini bersifat
dan tanah yang harus digali untuk     dasar dan sederhana untuk
penanaman kabel, meter beroda         dipelajari. Solder adalah suatu
ini sangat ideal digunakan.           campuran logam atau metal yang
                                      mempunyai       titik-lebur  relatif
Cara penggunaan meter beroda          rendah. Hal ini digunakan mere-
(measuring-wheel) :                   katkan komponen-komponen de-
   a. Menyiapkan meter beroda         ngan papan rangkain sehingga
   b. Angka penunjuk diatur           membentuk suatu gabungan rang-
      pada posisi awal nol            kaian yang sesuai dengan gambar
   c. Gagang meter dipegang           skematik. Timah solder tersedia
      kemudian roda diletakkan        dalam bentuk strand solder
      di atas tanah.                  (kumparan berbentuk kawat) atau
   d. Panjang gagang disesuai-        solder paste (timah solder yang
      kan dengan kenyamanan.          dilekatkan ke luar dengan suatu
   e. roda dijalankan sesuai          penyemrot). Ada dua alat pe-
      dengan lekukan tanah.           nyolderan kategori dasar yaitu the
   f. Hasil pengukuran dibaca         standard soldering iron dan rework
      dengan      melihat  pada       station.
      angka penunjuknya.                     Besi solder seperti ditun-
                                      jukan gambar 2.4. di bawah ini
                                      digunakan strand solder untuk
2.3. Perkakas-perkakas                menyolder komponen pada papan
     elektrik                         PCB. Sebuah spon basah dapat
                                      digunakan untuk membersihkan tip
       Perkakas elektrik sebagai      (ujung) besi. Spon tersebut harus
alat bantu untuk bidang teleko-       dijaga     supaya     basah   terus
munikasi sangat beragam dan           menerus, dan tip besi tersebut
jumlahnya juga cukup banyak.          harus dibersihkan secara teratur.
Dengan perkakas ini, seorang                 Ada banyak perbedaan tipe
teknisi dengan mudah melakukan        solder yang tersedia tergantung
pekerjaannya. Berikut ini ditun-      dari pekerjaan yang dilakukan dan



Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    21
temperatur yang dibutuhkan untuk            Sekarang ini solder semakin
penyolderan.                          canggih, mulai dari yang berupa
      Selalu memastikan bahwa         logam panas, uap panas (blower)
pucuk solder mempunyai suatu          bahkan ada yang menggunakan
lapisan solder yang bagus, Hal ini    paduan blower dan ultrasonik yang
untuk mencegah oxidasi dan            dikendalikan dengan komputer
mengawetkan pucuk tersebut.           untuk mendapat temperatur yang
Ketika bekerja dengan pucuk           tepat dan solderan yang rapi dan
solder,   maka     akan    tenjadi    akurat.
perubahan warna. Secara seder-              Solder yang banyak digu-
hana beberapa strand solder akan      nakan adalah solder dengan ujung
kelebihan panas dan hal tersebut      besi         atau        tembaga.
perlu dibersihkan dengan spon         Penggunaannya bergantung ke-
supaya kotoran yang melekat           pada jenis pekerjaan, karena ada
menjadi hilang. Tujuannya adalah      beberapa pilihan ujung solder.
untuk memastikan bahwa pucuk          Lihat contohnya pada gambar 2.5.
solder akan bertahan lama.

     Blower (peniup)
                                              Penunjuk suhu




                       Ujung solder            Gulungan timah


                   Gambar 2.4. Solder Uap (Blower)


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                 22
           Gambar 2.5. Iron Solder dengan beberapa pilihan
                         ujung dan penyedot timah



2.3.2. Power Supply                     Indikator        Indikator
                                          arus          tegangan
       Selain    komponen-kompo-
nen tersebut di atas, dalam mela-
kukan pengujian maupun per-
awatan sistem telekomunikasi
diperlukan komponen yaitu power
supply. Power supply ini sangat
penting, karena jika tidak ada
komponen ini, tidak mungkin
pengujian bisa dilakukan. Power
supply dapat diambilkan dari
komponen yang terpisah, sepert
adaptor atau baterai, tetapi juga
dapat diambilkan dari komponen
lain seperti pada socket USB pada
komputer PC. Dalam pengujian
maupun        perawatan     sistem
telekomunikasi tentunya harus
memilih power supply yang
digunakan. Pemilihan ini biasa-        Knop             Terminal
nya berdasarkan terhadap kebu-        pengatur          Keluaran
tuhan arus. Gambar sebuah power
supply dapat dilihat seperti di
samping ini.
                                       Gambar 2.6. Power Supply



Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                  23
   Komponen                 Transfor-             Komponen
   filter/tapis              mator               penguat arus




   Rangkaian                        Kabel-kabel keluaran
   penyearah                       plus, minus dan ground


                  Gambar 2.7. Rangkaian dalam power supply


2.4. Piranti-Piranti Ukur               nyai tampilan analog atau digital.
                                        Beberapa piranti atau instrumen
       Sistem telekomunikasi ba-        untuk pengujian dalam sistem
nyak terkait dengan penggunaan          telekomunikasi    juga    banyak
frekuensi tinggi. Frekuensi ini         ragamnya. Instrumen-instrumen itu
biasanya diterapkan pada komu-          adalah :
nikasi line of sight atau komuni-
kasi nirkabel. Hal ini akan              - Oscilloscopes (osiloskop)
membawa kenyataan pada ins-              - Power Supplies (catu daya)
trumen yang digunakan untuk me-          - Spectrum Analyzers
rancang, menguji maupun untuk              (penganalisis spektrum)
memperbaiki sistem telekomu-             - Network Analyzers
nikasi yang harus sesuai dengan            (penganalisis jaringan)
sistem tersebut. Instrumen atau          - RF Measurement (pengukur
piranti ukur yang digunakan dalam          frekuensi tinggi)
bidang telekomunikasi mempu-



Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                     24
 - Signal Generators (pembangkit
   sinyal/gelombang)                         Multimeter banyak diguna-
 - Multimmeter                        kan untuk mengukur arus dan te-
 - Data Acquisition (akuisisi data)   gangan. Alat ukur ini sangat pen-
 - LCR/Impedance (pengukur            ting dalam menguji dalam pem-
   impedansi atau LCR)                buatan rangkaian. Selain diguna-
 - Logic Analyzer (penganalisis       kan untuk mengukur arus dan
   rangkaian logika)                  tegangan juga dapat digunakan
 - Power Sources (sumber daya)        untuk mengetahui sambungan
 - Pulse Generator (pembangkit        penghantar apakah putus ataukah
   pulsa)                             tidak.
 - Electronic Load (beban                    Alat ini juga digunakan untuk
   elektronik)                        mengetahui besarnya nilai tahanan
 - Frequency Counter (pencacah        sebuah resistor, menguji diode
   frekuensi)                         maupun transistor.           Karena
 - AC Power Analyzer                  banyaknya fungsi dari alat ini
   (penganalisis daya AC)             maka sangat dibutuhkan dalam
 - Audio Analyzer (penganalisis       merancang rangkaian elektronika
   rangkaian audio)                   khususnya rangkaian yang akan
 - Hipot/Electrical Safety            dikomunikasikan dengan kom-
   (keselamatan terhadap              puter baik dengan komunikasi
   tegangan tinggi)                   secara serial maupun secara
 - Precision Sources (sumber-         paralel.
   sumber daya akurat)
 - TV and Video (pengukuran
   televisi dan video)
 - RF Accessories (perlengkapan
   frekuensi tinggi)
 - Connectivity/Software, Fiber
   Optic, Semiconductor
   (sambungan-sambungan atau
   perangkat lunak untuk serat
   optik dan semikonduktor)
 - RF Signal Generators
   (pembangkit sinyal frekuensi
   tinggi)

      Uraian di bawah ini akan
                                        Gambar 2.8. Multimeter analog
menjelaskan berbagai macam
                                                    SP10D
instrumen yang digunakan dalam
sistem     telekomunikasi   baik
                                            Selektor pada multimeter
pengujian maupun perbaikan.
                                      analog dipakai untuk memilih
                                      ragam besaran yang akan diukur,
                                      yaitu tegangan atau arus searah
                                      atau bolak-balik, dan tahanan.
2.4.1. Multimeter


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    25
Multi-meter ada juga yang dapat                Dalam penggunaan multi-
dipakai untuk mengukur kuat bunyi       meter perlu diperhatikan hal-hal
atau desibel.                           sebagai berikut :
       Piranti ini harganya juga        1. Perhatikan besaran yang akan
tidak terlalu mahal dan dipasaran          diukur.
banyak tipe dan ragamnya ter-           2. Pemindahan selektor penunjuk
gantung dari kualitas serta industri       besaran dan batas ukur, harus
pembuatnya. Harga sebuah alat              dilakukan saat perangkat tidak
ukur ditentukan oleh spesifikasi           terhubung pada rangkaian.
alat tersebut seperti ketelitian ukur   3. Pembacaan hasil ukur pada
maupun kwalitasnya.                        multimeter analog, dapat dila-
       Alat ukur ini dipasaran ada         kukan bila simpangan jarum
yang      menggunakan       tampilan       melebihi setengah skala penuh.
analog maupun digital. Alat ukur        4. Pada saat meter tidak dipakai,
analog adalah multimeter yang              tempatkan selektor pada posisi
hasil pengukuranya ditampilkan             batas ukur paling tinggi untuk
dengan       jarum    dan      angka,      tegangan bolak-balik
sedangkan multimeter digital tam-
pilannya dapat dilihat secara
langsung dalam bentuk angka             2.4.2. Kapasistansi Meter
yang      dapat    dibaca      secara
langsung. Gambar 2.8. dan 2.9.                Kapasistansi meter sangat
adalah      salah    satu      contoh   penting dalam sistem teleko-
multimeter digital dan analog yang      munikasi. Instrumen ini digunakan
banyak dijumpai di pasaran.             untuk mengukur besar kapasitansi
                                        pada suatu bahan atau sebuah
                                        kapasitor. Kapasistor dalam sis-
                                        tem komunikasi biasanya ber-
                                        fungsi sebagai komponen osilator
                                        atau sebagai pembangkit fre-
                                        kuensi. Untuk mencapai tarap
                                        yang demikian, maka dibutuhkan
                                        kapasitor yang benar-benar se-
                                        suai nilai kapasistansinya. Hampir
                                        semua rangkaian membutuhkan
                                        komponen jenis ini sebagai pen-
                                        dukung yang sangat penting.
                                              Metoda pengujian suatu
                                        kapasitor menggunakan kapasi-
                                        tansi meter sangat mudah dan
                                        sederhana. Penggunaan piranti tes
                                        ini memberikan hasil yang sa-ngat
                                        cermat       dibandingkan      bila
  Gambar 2.9. Multimeter digital
                                        pengujian     kapisitansi   dengan
                                        menggunakan multimeter.



Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                     26
                                       dalam keadaan bocor dan harus
                                       dilakukan penggantian.
                                              Metoda pengukuran yang
                                       lebih akurat lagi adalah meng-
                                       gunakan ESR meter. ESR sing-
                                       katan Equivalent Series Resis-
                                       tance. Alat ini merupakan hasil
                                       teknologi baru yang dipakai untuk
                                       menguji kapasitor. Alat ini hanya
                                       mengecek kondisi elektrolit pada
                                       kapasitor. Keuntungan yang diper-
                                       oleh adalah kemampuannya me-
                                       nguji kapasitor meskipun masih
                                       dalam rangkaian (in circuit).
                                       Kecermatan pengukuran yang
                                       dihasilkan dapat mencapai 99%.
                                       Contoh dari alat ini adalah
                                       Sencore LC103 Capacitor and
                                       Inductor Analyzer. Di samping alat
                                       ini dapat menganalisis kapasitor,
                                       juga dapat dipakai untuk menguji
                                       suatu induktor. Perhatikan gambar
                                       2.11. di bawah ini.
     Gambar 2.10. Pengukur
       kapasitansi digital

      Kapasitor yang akan diuji,
kaki-kakinya tinggal disambung-
kan dengan colok meter. Cotoh
apabila kapasitor mempunyai nilai
100 microfarad yang diukur, maka
penunjukkan meter akan terbaca
90 microfarad hingga 110 micro-
farad. Ingat bahwa kapisitor juga
mempunyai nilai toleransi seba-
gaimana resistor (tahanan). Sebe-
lum menguji kapasitor perlu dila-
kukan lebih dahulu mengo-                 Gambar 2.11. Capacitor dan
songkan muatannya denga cara                 Inductor Analyzer
menghubung singkatkan kaki-
kakinya.                                      Instrumen ini pengguna-
      Dalam contoh yang di-            annya lebih rumit. Karena itu untuk
utarakan ini, bila kapasitor terukur   dapat menggunakannya harus
60    mikrofarad,    maka      dapat   dipahami buku manual dan petnjuk
dipastikan    kapasitor     tersebut   yang disertakan.
                                       2.5. Piranti-piranti


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    27
    pengukur frekuensi                       Pencacah frekuensi ka-
                                      dang-kadang mempunyai fungsi
2.5.1. Frequency Counter              yang digabungkan. Fungsi ter-
                                      sebut adalah rangkaian pembang-
       Frequency counter atau         kit sinyal (signal generator), se-
yang lebih dikenal sebagai pen-       hingga dalam satu alat atau piranti
cacah frekuensi mempunyai fungsi      dapat melakukan dua fungsi
untuk mencacah frekuensi yang         sekaligus, yaitu sebagai pem-
dihasilkan oleh suatu osilator atau   bangkit sinyal dan sebagai pen-
oleh pembangkit frekuensi (signal     cacah frekuensi. Dengan mudah
generator). Dengan kata lain alat     pengalihan fungsi ini dilakukan
ini dipakai untuk me-ngetahui atau    hanya dengan cara memindahkan
mengukur nilai frekuensi yang         saklar pemilih dari satu fungsi ke
dihasilkan.                           fungsi yang lainnya.




Gambar 2.12. Pencacah frekuensi
                                      Gambar 2.13. Pencacah frekuensi
   dengan tampilan 8 digit
                                         dengan tampilan 8 digit
         merek Leader
                                               jenis berbeda

                                             Sebagai pembangkit sinyal atau
       Dalam sistem telekomuni-
                                      frekuensi,   biasanya    ditun-jukkan
kasi piranti ukur ini sangat di-
                                      dengan rentang (range) frekuensi yang
perlukan terutama pada saat
                                      bisa dihasilkan. Contohnya rentang
penepatan suatu frekuensi pada
                                      frekuensi :
nilai tertentu. Instrumen ini bia-
                                      0.03 Hz hingga 3 Mhz dengan 7 step
sanya digunakan pada laborato-
                                      yaitu: 1 Hz, 10Hz, 100Hz, 1KHz,
rium telekomunikasi dalam bentuk
                                      10Khz, 100KHz, 1Mhz.
piranti digital, walaupun juga ada
yang bekerja secara analog.           Bentuk gelombang yang dibang-
Fungsi piranti ini digunakan untuk    kitkan: gelombang sinus, gelom-
menghitung frekuensi kerja sistem     bang segitiga, gelombang kotak,
telekomunikasi      dalam    bentuk   gelombang gigi gergaji positive-
angka-angka digital dan bukan         going, gelombang gigi gergaji
berupa gambar atau bentuk grafik.     negative-going, gelombang pul-sa


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                     28
positive-going, gelombang pulsa       1. Pastikan bahwa frekuensi yang
negative-going, gelom-bang pulsa         akan dicacah (counter) sudah
TTL.                                     terhubung dengan input alat
      Untuk pencacah frekuensi           ukur.
kebanyakan    ditunjukkan dengan      2. Perhatikan tombol rentang
rentang pengukuran yang dapat            frekuensi yang dicacah agar
dijangkau.   Contohnya    rentang        pembacaan mudah dilakukan.
pengukuran :                          3. Apabila pencacahan menun-
                                         jukkan overflow (melebihi) dari
 1Hz - 20 MHz, 5 digit dengan            yang     seharusnya,     maka
 Impedansi input : >>1 MΩ/20pF           pindahkan atau tekan tombol
 Kepekaan : 100mV rms                    batas yang lebih tinggi.
 Ketepatan : 0.1Hz/1Hz/100Hz
 Kekeliruan ukur : <0.003% ±          2.5.2. Function Waveform
   1 digit                                   Generator
 Tegangan input maksimun :
 150V (AC+DC) (dengan                        Waveform generator meru-
  pelemahan)                          pakan sebuah instrumen dalam
                                      sistem telekomunikasi yang sa-
                                      ngat     penting     untuk     mem-
                                      bangkitkan gelombang sebagai
                                      sinyal pengujian maupun pe-
                                      rawatan sistem telekomunikasi.
                                      Piranti ini biasanya mengeluarkan
                                      bentuk gelombang yang berbeda-
                                      beda seperti gelombang kotak,
                                      gergaji maupun sinus tergantung
                                      yang diinginkan. Semakin besar
                                      range frekuensi yang dihasilkan
                                      oleh piranti maka akan semakin
                                      mahal pula harganya. Biasanya
Gambar 2.14. Pencacah frekuensi       mampu       mengeluarkan       besar
    dan pembangkit sinyal             frekuensi 15 MHz dengan bentuk
       dalam satu alat.               gelombang kotak, sinus maupun
                                      gigi gergaji, noise, ramp (segitiga)
                                      dan sebagainnya.
      Harga piranti itu cukup                Selain menghasilkan ge-
mahal    apalagi    jika  rentang     lombang-gelombang sebagaima-
frekuensi yang terukur dapat          na yang disebutkan itu, instrumen
mencapai tataran giga hertz.          ini dapat pula menghasilkan sinyal
Biasanya     frekuensi   kerjanya     dalam      bentuk     yang    sudah
antara 10 Hz sampai 3 GHz.            temodulasi      dengan     frekuensi
Hal-hal yang perlu diperhatikan       audio.
dalam penggunaan :




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    29
                                              Tegangan sinyal keluaran
                                      yang dapat dihasilkanpun dapat
                                      lebih kecil lagi yaitu 0,01 milivolt
                                      puncak ke puncak hingga 10 volt
                                      puncak      ke     puncak    dengan
                                      impedansi keluaran 50 Ohm.
                                      Tambahan        lain   yang     dapat
                                      disertakan di anta-ranya adalah
                                      pengunci fasa (phase lock), phase
                                      offset, sweep linear atau loagritmik
Gambar 2.15. Function Waveform        dan lain-lain.
  Generator seri HP 33120A                    Pemilihan generator fungsi
                                      untuk keperluan piranti teleko-
      Bentuk sinyal termodulasi       munikasi :
yang biasa dihasilkan adalah          1. Perhatikan kebutuhan rentang
modulasi amplitudo, modulasi             frekuensi      yang    diperlukan.
frekuensi, frequency shift keying        Apakah untuk frekuensi rendah
dan modulasi burst. Untuk me-            atau tinggi.
nunjukkan besaran sinyal yang         2. Perhatikan kebutuhan gelom-
dapat dibangkitkan, dari kete-           bang yang ingin dihasilkan.
rangan panel dapat dibaca ke-            Apakah sinus, kotak atau
tentuan tersebut. Misalnya untuk         segitiga.
keluaran 50 milivolt hingga 10 volt   3. Perhatikan pula level (aras)
puncak ke puncak (Volt peak to           tegangan yang dikehendaki.
peak) dengan impedansi keluaran
50 Ohm dan resolusi 3 digit.          Penggunaannya:
                                      1. Sebagai sumber pembangkit
                                         gelombang.
                                      2. Sebagai sumber gelombang
                                         dapat dipakai untuk pengujian
                                         sistem, seperti untuk meng-
                                         hitung    penguatan,   respon
                                         (tanggap)    penguat,    untuk
                                         pemicuan dan sebagainya.

                                      Tugas :

                                      Coba    gambarkan      bagaimana
                                      memasangkan           pembangkit
Gambar 2.16. Function Generator       gelombang ini dalam sistem
        seri HP 3314A                 pengujian penguat frekuensi tinggi.

       Pembangkit     gelombang
yang lebih baik dapat meng-
hasilkan rentang frekuensi dari
0,001 Hz hingga 19,99 Mhz.


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                     30
2.5.3. Analog RF Signal                 2.5.4. Osiloscope
       Generator
                                                Osiloscop merupakan alat
      Analog RF signal generator        ukur yang dapat digunakan untuk
merupakan sebuah piranti yang           melihat bentuk gelombang listrik
dapat membangkitkan sinyal RF           yang ada pada rangkaian yang
analog. Piranti ini sering digunakan    telah dirancang. Dari bentuk
dalam      berbagai        pe-ngujian   gelombang itu dapat dijadikan
khususnya pada labora-torium            sebagai dasar bagi pengukuran
sistem telekomunikasi. Sinyal RF        tegangan gelombang. Di samping
yang hasilkan oleh piranti ini          itu osciloscope dapat digunakan
seperti    halnya      sinyal   yang    untuk mengukur perioda suatu
dipancarkan       oleh     pemancar     gelombang.
dengan frekuensi tinggi yang                    Dengan      diketahui     nilai
biasanya mempunyai rentang ke-          perioda, maka dengan rumus
luaran antara 250 KHz sampai 3          T=1/f selanjutnya bisa diketahui
atau 6 GHz. Dengan frekuensi            besarnya frekuensi yang terukur
sebesar ini merupakan spektrum                  Baik pengukuran tegangan
frekuensi radio, sehingga jika ingin    gelombang atau perioda gelom-
menguji sebuah sistem akan dapat        bang, yang selalu menjadi acuan
lebih    mudah       dalam     mem-     adalah besarnya kotak pada layar
bangkitkan frekuensi tinggi.            osciloscope atau biasa disebut
      Piranti ini juga dapat mem-       sebagai divisi. Oleh karena itu,
bangkitkan sinyal modulasi RF           satuan pengukuran yang dibaca
analog dengan frekuensi 6 GHz           adalah volt/divisi atau time/divisi.
baik modulasi AM maupun FM                      Untuk mengetahui gambar
serta modulasi fasa serta modulasi      piranti     osciloskop,    perhatikan
pulsa yang dapat diatur sesuai          gambar 2.18.
kebutuhan.

       Layar tampilan          knop pengatur frekuensi




                                                              keluaran

                Gambar 2.17. Analog RF signal generator




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                         31
                                             Risetime, Falltime, +Width, -
                                             Width, Overshoot, Preshoot,
                                             +Duty, -Duty, etc.
                                         •   10 Waveforms parameter.
                                         •   Vertical scale: 2mV/div ~ 5V/div
                                         •   Sweep time: 1ns/div ~ 50s/div
                                         •   Rise time: 1.8ns.
                                         •   Power supply: 100 ~ 240V, 45 ~
                                             65Hz,<30W.
                                         •   Standard configuration: USB
                                             interface on the rear panel
                                         •   Front panel of USB host
Gambar 2.18. Oscilloscope digital            (support USB storage device) is
                                             Optional
                                         •   Dimensions: 120mm (D) ×
       Osiloscope digital mempu-nyai         285mm (W) × 158mm (H)
keunggulan dibandingkan dengan
osiloscope analog adalah terletak pada           Alat ukur ini digunakan
mudahnyanya hasil pengukuran dibaca      untuk mengetahui kesalahan dari
pada layar LCD. Osciloskop ini juga      rancangan dengan melihat bentuk
dilengkapi daengan kanal ganda (dual)    gelombang keluaran pada titik ukur
dengan lebar bidang (bandwidth) yang     tertentu. Osiloscop di pasaran
dapat mencapai 200 MHZ. Hasil            mempunyai range mulai dari yang
pengukuran dapat disimpan untuk          murah dengan model lama sampai
masing-masing kanal. Salah satu jenis    yang      harganya      mahal    dan
osci-loscope digital adalah merek        canggih.       Dalam       merancang
GAO PS1202CA Portable Digital            sebuah rangkaian elektronika,
Oscilloscope.                            piranti    ini   dibutuhkan     untuk
(www.gaotek.com/.../news/CATV-           mendapatkan keakuratan, tetapi
Instrument-DS1191/).                     untuk peralatan yang dibuat hanya
                                         untuk       hobby      tidak    perlu
Beberapa spesifikasi yang ditawarkan     menggunakan alat ukur ini karena
meliputi :                               terlalu mahal harganya. Alat ukur
                                         ini biasanya digunakan oleh
• Advanced triggering function           laboratorium sebagai pendukung
  from edge, video, pulse and            penelitian.
  delay.
• +, -, ×, ÷ mathematic Functions.       Penggunaan :
• FFT spectrum analysis:                 Osciloskop digital berbeda de-
  hanging, hamming, blackman,            ngan osciloskop konvensional.
  rectangular.                           Kelebihannya adalah kemampuan
• Automatic parameter                    untuk merekan gambar hasil
  measurements: Vpp, Vamp,               pengukuran
  Vrms, Vmax, Vmin, Vtop,
  Vbase, Vavg, Freq, Period,



Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                        32
       Layar                 knop pengatur tegangan dan frekuensi




                       Gambar 2.19. Oscilloscope


      Jika hanya untuk menguji        2.6. Perangkat Uji Lainnya
rangkaian yang digunakan untuk
berkomunikasi      secara   paralel   2.6.1. Logic Analyser
maupun serial dengan komputer
PC     maka     dapat    digunakan           Logic Analyser digunakan
osiloscope     yang     mempunyai     untuk memonitor maupun untuk
bandwith untuk melihat sinyal data    mendiagnose sinyal digital lebih
komputer. Osiloscope ini bisa         dari satu titik dan terus-menerus.
menggunakan kemampuan ukur            Piranti ukur ini biasanya digu-
maksimal 20 MHz dianggap sudah        nakan untuk pengembangan rang-
bisa memenuhi kebutuhan. Jika         kaian elektronika yang komplek
sistem yang diujinya berupa piranti   dan membutuhkan ketelitian tinggi,
sistem    telekomunikasi,     maka    khususnya data bus data pada
osiloscope ini harus mempunyai        komputer.
frekuensi yang di atas piranti yang          Sebagaimana        namanya,
diukurnya.                            logic analyzer diapakai untuk
      Piranti ini khususnya yang      menganalisis rangkaian digital.
mempunyai range pengukuran            Fungsi yang dapat dilakukan
frekuensi yang tinggi, sangat         adalah seperti oscilograf yang real-
mahal harganya, sehingga sangat       time (waktu yang sama) dengan
perlu diperhatian dalam peng-         kemampuan frekuensi 100 MHz.
gunaan maupun perawatannya,           Piranti semacam logic analyzer
dan dalam penggunaanyapun             dapat bekerja tidak hanya dalam
harus lebih hati-hati                 penyimpanan standar, tetapi juga
                                      pada kondisi real-time.




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    33
      Piranti logic analyzer ini      • Size: 99mm × 89mm × 14mm
cocok untuk mengamati sinyal            (L×W×H)
periodik seperti pada osciloscope     • Weight: 300g
dan plug and play. Biasanya           • Signal Port Pin: 2.54mm high-
dilengkapi pula dengan perangkat        quality connector
lunak yang dapat tersambung           • Protection: All pins can stand
                                        electrostatic surge up to 8KV and
dengan windows, serta USB 2,0
                                        voltage power surge up to ±30V
agar dapat berkomunikasi dengan
                                      • Signal Input: 2 banks, individual
komputer.                               and adjustable 1.2V-5.0V level
                                        each
                                      • Sampling Frequency: 1Hz-800MHz
                                        internal clock/synchronic
                                        sampling/condition sampling
                                      • Signal Channels: 24
                                      • Sampling Depth: 32K
                                      • Delay Function: 0-32K sampling
                                        cycle
                                      • Main Counter: 32bit (1T)
                                      • Trigger Condition: 8 Group,24 bit
   Gambar 2.20. Logic analyzer        • Software for Win XP, Win 2000,
       tampilan kompak                  and Win 98
                                      • Support USB 2.0 communications
Spesifikasi yang ditawarkan oleh        with computer
L-100-T Logic Analyzer
(www.gaotek.com/.../news/CATV-
Instrument-DS1191/) adalah:




            Gambar 2.21. Logic Analyzer yang lebih canggih




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    34
2.6.2. Optical Spectrum               2.6.3. GSM Test
       Analyzer
                                             GSM test merupakan piranti
       Optical spectrum analyser      yang digunakan untuk menguji
merupakan sebuah instrumen            sinyal radio GSM. Piranti ini sangat
yang digunakan untuk mengukur         berguna untk menguji adanya
defraksi sebuah sinyal yang           kesalahan      pada    gelom-bang
dihasilkan dari berbagai kom-         modulasi GSM pada sebuah
ponen optik, penguatan, lampu         piranti komunikasi GSM seperti
LED, DFB laser, dan Fabry-Perot       Handphone,       maupun        piranti
laser. Optical spectrun analyser      lainnya. Instrumen ini dapat juga
menyediakan pengukuran daya           digunakan untuk meng-analisis
optic berbanding dengan panjang       yang sekaligus untuk mengetahui
gelombang serta fungsi lanjut dari    daya yang dipancarkannya.
hasil pengukuran dan karakteristik
optik itu sendiri.




       Gambar 2.22. Optical Spectrum Analyzer seri HP 71450B




                        Gambar 2.23. GSM test




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                      35
2.6.4. CDMA Mobile Test                  yang berkaitan dengan kabel
                                         terutama pada saat dialiri sinyal
       CDMA mobile test juga             listrik. Piranti jenis ini ideal untuk
seperti halnya pada GSM test             pengukuran nisbah gelombang
merupakan piranti yang berfungsi         tegak (standing wave ratio=SWR),
untuk mengukur sinyal CDMA               kerugian kabel, dan melokasi titik-
yang dihasilkan oleh sebuah              titik pada kabel di mana terjadi
piranti komunikasi mobile. Piranti       kerusakan. Di samping itu piranti
ini hasrus mempunyai akurasi             ini sekaligus dapat dipakai untuk
yang tinggi dengan kemampuan             pengukuran antena.
pengujian sistem yang tinggi.                     Untuk dapat menjangkau
Selain itu harus kompatibel              pengukuran yang memadai, maka
dengan sistem yang ada seperti           piranti     dirancang     agar    bisa
phone CDMA analog dan IS95.              mempunyai rentang 25 MHz
Selain itu juga piranti ini harus bisa   sampai dengan 4 GHz. Dengan
menguji telephone mobile AMPS,           frekuensi setinggi ini dapat meliput
NAMPS dan TAC yang merupakan             rentang frekuensi GSM, CDMA,
telepon analog                           bluetoth dan sebagainya.
                                                  Dalam         kenyataannya,
2.7.   Penguji kabel dan antena          piranti yang dirancang ini sangat
       (Cable and Antenna                cocok untuk pelayanan wireless,
       Tester)                           perancang dan pengelola jaringan
                                         sehingga bisa digunakan untuk
     Piranti untuk menguji kabel         memelihara          dan       mencari
dan antena biasanya dalam bentuk         kerusakan       sistem     komunikasi
yang dapat dijinjing. Sebagimana         wireless.
namanya, alat ini mampu untuk
mengukur berbagai karakteristik




                      Gambar 2.24. CDMA Mobile test




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                         36
          Gambar 2.25. Sistem pemasangan kabel dan antena




                Gambar 2.26. Penguji kabel dan antena
                   sistem jinjing Agilent N9330A


2.8. Mini PABX                        call restriction, blokir, membatasi
                                      waktu bicara, dan lain-lain.
      Mini PABX adalah alat untuk           Perangkat komunikasi tele-
membuat percabangan beberapa          pon ini terletak atau berada di sisi
extension dalam 1 atau lebih line     pelanggan, misalnya di gedung-
telepon, dimana setiap extension      gedung perkantoran yang me-
dapat saling berkomu-nikasi dan       merlukan       percabangan    sam-
juga setiap extension dapat di-set    bungan telepon. Secara umum
sesuai dengan kebutuhan, seperti      perangkat PABX terhubung ke


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    37
penyedia layanan telekomunikasi          (GSM/CDMA), jaringan telepon
publik.                                  satelit, jaringan Cordless (DECT),
      Alat ini juga sudah dilengkapi     dan jaringan berbasis paket
dengan DISA (Direct Inward               (IP/ATM).
System Acses) Dan OGM /
Operator Otomatis ("Terimakasih
Anda Telah menghubungi PT X
silahkan tekan extension tujuan
atau tekan 0 u/ bantuan operator",
dsb).
Pemasangan alat ini sangat
mudah. Cocok untuk digunakan di
rumah tempat tinggal, tempat kost,
toko atau perkantoran kecil.
Alat ini terdiri dari beberapa tipe,
dengan kapasitas 8 dan 16
extension.
       IP     PBX     atau    Internet
Protocol Private Branch Exchange
adalah PABX yang menggunakan
teknologi IP. IP PBX adalah
perangkat switching komunikasi
telepon      dan     data    berbasis
teknologi Internet Protocol (IP)
yang mengendalikan ekstension             Gambar 2.27. Contoh Mini PABX
telepon analog (TDM) maupun
ekstension IP Phone. Fungsi-                    IP PBX membawa kemam-
fungsi yang dapat dilakukan antara       puan multi layanan di jaringan IP
lain penyambungan, pengendalian,         ke dunia komunikasi telepon,
dan pemutusan hubungan telepon;          sehingga akan memungkinkan
translasi     protokol    komunikasi;    semakin       banyak        layanan
translasi media komunikasi atau          komunikasi yang dapat berjalan di
transcoding; serta pengendalian          atas jaringan IP. Multi layanan
perangkat-perangkat IP Teleponi          tersebut adalah Voicemail & Voice
seperti VoIP Gateway, Access             Conference,     Interactive   Voice
Gateway, dan Trunk Gateway.              Response (IVR), Automatic Call
       Solusi berbasi IP PBX             Distribution   (ACD),     Computer
merupakan         konsep     jaringan    Telephony     Integration     (CTI),
komunikasi generasi masa depan           Unified Messaging System (UMS),
atau dikenal dengan istilah NGN          Fax Server & Fax on Demand, Call
(Next Generation Network) yang           Recording System, Billing System,
dapat mengintegrasikan jaringan          serta Web-based Management
telepon      konvensional     (PSTN/     System.
POTS), jaringan telepon bergerak

2.9. Voice Changer                             (Alat Pengubah Suara)


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                       38
                                           Cabut kabel gagang telepon,
        Voice Changer adalah alat          dan kemudian sambungkan
untuk merubah suara kita di                kabelnya pada alat ini. Nyalakan
telepon atau handphone, terdapat           voice changer, kemu-dian pilih
2 pilihan suara, yaitu suara laki-laki     mode suara yang diinginkan
dan perempuan, sehingga kita               (geser switch ke posisi male /
dapat dengan mudah untuk                   female ).
merubah identitas kita dalam
pembicaraan        lewat     telepon     Alat ini akan berfungsi sebagai
ataupun handphone.                       hands-free seperti pada telepon di
        Alat ini bisa digunakan          rumah kita.
sebagai hands-free biasa apabila
fasilitas voice changer-nya di-          2. Untuk penggunaan pada hand-
matikan (off).                              phone.
                                            Pasangkan alat ini seperti
                                            menggunakan hands-free biasa
Cara Penggunaan :                           saja. Kemudian nyalakan voice
                                            changer-nya, lalu pilih mode
1. Untuk penggunaan pada                    suara yang diiinginkan (geser
   telepon rumah                            switch ke posisi male / female).




                        Gambar 2.28. Voice Changer




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                      39
             Gambar 2.29. Bagian-bagian Voice Changer




2.10. LAN Tester (kabel               bagaimana urutan tersebut, yang
      tester)                         penting korespondensinya satu
                                      satu (khusus tipe straight) :
       LAN TESTER digunakan
alat untuk memeriksa benar
tidaknya sambungan kabel. Untuk
tipe straight jika benar maka lampu
LED (Light Emitting Diode) 1
sampai 8 berkedip. Pada gambar
di samping ditunjukkan satu jenis
penguji kabel LAN.
       Dalam gambar dari bawah
dari ujung kabel UTP yang sudah
dipasangi konektor dan berhasil
dengan baik (urutan pewarnaan
pinnya ikut standar) menunjukkan
sauatu keadaan bahwa urutan pin
tersebut adalah standar. Apabila
ada penunjukkan yang tidak
standar, coba perhatikan urutan        Gambar 2.30. Kabel LAN tester
warna pinnya. Untuk urutan yang
sangat tidak standar, tapi tetap
saja bisa atau dapat dilihat


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                40
2.11. Tang Amper (Multi                 Pengukuran SWR
      Function Clamp Meter)
                                              Kadang-kadang SWR meter
      Tang Amper ini mempunyai          tidak menunjukkan harga standing
beberapa fungsi yaitu :                 wave ratio yang sebenarnya,
Untuk mengukur arus listrik tanpa       terutama bila SWR jauh dari 1 : 1.
memutus rangkaian (kabel) juga          Ini akibat rugi-rugi pada saluran
bisa difungsikan untuk mengukur         transmisi. Hal ini dapat dilihat pada
tegangan listrik dan tahanan listrik.   gambar 2.32.
                                              SWR meter diletakkan dekat
                                        pemancar. Misalkan tegangan
                                        maksimum yang keluar dari TX
                                        adalah 10 volt. Karena rugi-rugi
                                        saluran, tegangan yang sampai di
                                        antena adalah 9 volt. Tegangan
                                        pantul dari antena 3 volt.
                                        Tegangan ini disalurkan ke TX
                                        yang juga mengalami redaman.
                                        Sampai di TX tinggal 2,7 volt.
                                        SWR yang terbaca :




 Gambar 2.31. Tang Amper (Multi
    Function Clamp Meter)



2.12. SW (Standing            Wave
      Ratio) Meter

       Standing     wave      ratio
disingkat SWR kadang-kadang
disingkat dengan nama VSWR              Namun bila SWR diletakkan di
(Voltage Standing Wave Ratio).          dekat antena, SWR yang terbaca
Bila impedansi saluran transmisi        adalah :
tidak sesuai dengan transceiver
maka akan timbul daya refleksi
(reflected power) pada saluran
yang berinterferensi dengan daya
maju (forward power). Interferensi
ini    menghasilkan     gelombang
berdiri (standing wave) yang                 Ternyata    kedua pengu-
besarnya      tergantung     pada       kuran berbeda. Hasil yang benar
besarnya daya refleksi.


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                       41
adalah 1:2,0. Jadi bila SWR meter     1:1,1) karena penambahannya
diletakkan dekat TX SWR yang          sedikit. Tetapi bila penunjukan
sesungguhnya        lebih   besar     menjadi 1:1,0 atau lebih segeralah
daripada yang terukur. Kesalahan      pindahkan SWR meter ke dekat
akan bertambah besar bila saluran     antena agar penunjukannya tidak
transmisinya panjang.                 terlalu banyak meleset. Apalagi
       Dalam praktek cara pertama     bila kabel koaxialnya panjang
boleh     dipakai     bila   SWR      sekali (20 meter atau lebih) atur
menunjukkan nilai rendah (SWR         kembali matching antena anda.




                      Gambar 2.32. SWR Meter




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                  42
                Gambar 2.33. Prinsip Pengukuran SWR




2.13. E-Fieldmeter                    pengukuran 1 cm, 2,5 cm, 5 cm,
      (Pengukur Medan Listrik)        10 cm dan 20 cm.
                                             Di dalamnya terdapat mi-
      E-Fieldmeter TYPE 704 ini       kroprosesor yang secara otomatis
digunakan      untuk     mengukur     mengkonversi kuat medan yang
muatan elektrostatis pada suatu       terukur melalui jarak yang dipilih
obyek, dimana hasil pengukuran        menjadi muatan dengan potensial
tegangan potensialnya dinyatakan      yang setara dalam ukuran volt.
dalam ukuran volt. Jarak antara       Bila tegangan lebih dari 1000V,
obyek yang diukur dengan sensor       maka pembacaan display pada
head (ujung sensor) dapat diatur,     posisi kV.
sehingga     memungkinkan      hu-       Penggunaan :
bungan konversi dari tegangan         1. Meter digunakan untuk me-
potensial yang diukur dengan             ngetahui medan listrik atau
muatannya.      Lokalisasi     dan       elektromagnetik yang dipan-
pengukuran muatan elektrostatis          carkan oleh pemancar.
serta medan dari kedua polaritas      2. Dengan diketahui kuat medan
memungkinkan cara ini. Operator          dapat diperkirakan jarak pan-
dapat memilih di antara jarak yang       carnya, seperti sinyal televisi.
telah ditetapkan yaitu mulai dari




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                   43
                   Gambar 2.34. Bentuk E-Fieldmeter


2.14. Switch Jaringan                 lainnya di dalam sebuah jaringan
                                      berbasis    teknologi    Ethernet.
       Switch jaringan (atau switch   Dengan menggunakan uplink port,
untuk singkatnya) adalah sebuah       HUB-HUB pun dapat disusun
alat jaringan yang melakukan          secara      bertumpuk       untuk
bridging transparan (penghubung       membentuk jaringan yang lebih
segementasi      banyak    jaringan   besar dengan menggunakan kabel
dengan forwarding berdasarkan         Unshielded Twisted Pair yang
alamat MAC).                          murah. Jika memang hub yang
       Port uplink adalah sebuah      digunakan tidak memiliki port
port dalam sebuah HUB atau            uplink,    maka     kita    dapat
(switch jaringan) yang dapat          menggunakan kabel UTP yang
digunakan untuk menghubungkan         disusun secara crossover.
HUB/switch tersebut dengan HUB




                     Gambar 2.35. Switch jaringan


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                  44
2.15. Modem                             VSAT, Microwave Radio, dan lain
                                        sebagainya, namun umumnya
       Modem        berasal      dari   istilah modem lebih dikenal
singkatan Modulator Demodulator.        sebagai Perangkat keras yang
Modulator merupakan bagian yang         sering       digunakan       untuk
mengubah        sinyal     informasi    komunikasi pada komputer.
kedalam sinyal pembawa (Carrier)               Data dari komputer yang
dan     siap    untuk    dikirimkan,    berbentuk sinyal digital diberikan
sedangkan Demodulator adalah            kepada modem untuk diubah
bagian yang memisahkan sinyal           menjadi sinyal analog. Sinyal
informasi (yang berisi data atau        analog tersebut dapat dikirimkan
pesan) dari sinyal pembawa              melalui       beberapa       media
(carrier) yang diterima sehingga        telekomunikasi seperti telepon dan
informasi tersebut dapat diterima       radio.
dengan baik. Modem merupakan                   Setibanya di modem tujuan,
penggabungan         kedua-duanya,      sinyal analog tersebut diubah
artinya    modem       adalah    alat   menjadi sinyal digital kembali dan
komunikasi dua arah.                    dikirimkan    kepada     komputer.
       Setiap perangkat komu-           Terdapat dua jenis modem secara
nikasi    jarak    jauh    dua-arah     fisiknya, yaitu modem eksternal
umumnya menggunakan bagian              dan modem internal.
yang disebut "modem", seperti




           Gambar 2.36. Modem eksternal 28.8kbps serial-port
                        (modem dari Motorola)




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    45
        Gambar 2.37. Modem Internal 56kbps (PCI slot modem)




2.16. Wi-Fi                           dengan kartu nirkabel (wireless
                                      card)     atau     personal   digital
       Wifi merupakan kependek-       assistant (PDA) untuk terhubung
an dari Wireless Fidelity, memiliki   dengan         internet      dengan
pengertian     yaitu   sekumpulan     menggunakan titik akses (atau
standar yang digunakan untuk          dikenal dengan hotspot) terdekat).
Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless            Secara teknis operasional,
Local Area Networks atau WLAN)        Wi-Fi merupakan salah satu varian
yang didasari pada spesifikasi        teknologi komunikasi dan informasi
IEEE 802.11. Standar terbaru dari     yang bekerja pada jaringan dan
spesifikasi 802.11a atau b, seperti   perangkat WLANs (wireless local
802.16 g, saat ini sedang dalam       area network). Dengan kata lain,
penyusunan, spesifikasi terbaru       Wi-Fi adalah sertifikasi merek
tersebut    menawarkan      banyak    dagang yang diberikan pabrikan
peningkatan mulai dari luas           kepada perangkat telekomunikasi
cakupan yang lebih jauh hingga        (internet) yang bekerja di jaringan
kecepatan transfernya.                WLANs dan sudah memenuhi
       Awalnya Wi-Fi ditujukan        kualitas kapasitas interoperasi
untuk      pengunaan     perangkat    yang dipersyaratkan.
nirkabel dan Jaringan Area Lokal             Teknologi internet berbasis
(LAN), namun saat ini lebih banyak    Wi-Fi dibuat dan dikembangkan
digunakan      untuk    mengakses     sekelompok       insinyur   Amerika
internet. Hal ini memungkinan         Serikat yang bekerja pada Institute
seseorang      dengan     komputer    of Electrical and Elec-tronis


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                     46
Engineers (IEEE) berda-sarkan         yang bekerja di       sekitar   pita
standar teknis perangkat bernomor     frekuensi 5 GHz.
802.11b, 802.11a dan 802.16.
Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak
hanya mampu bekerja di jaringan
WLAN, tetapi juga di jaringan         2.17. Auto Telephone Recorder
Wireless     Metropolitan    Area
Network (WMAN).                               Auto Telephone Recorder
                                      adalah alat untuk merekam
                                      pembicaraan pada telepon ke
                                      dalam kaset (kaset standard C-
                                      60). Alat ini memiliki pengaturan
                                      untuk mengkompresi suara hasil
                                      rekaman sehingga kapasitas kaset
                                      seolah-olah menjadi 2 kali lipat
                                      dari      kapasitas    sebenarnya.
                                      Recorder ini dapat digunakan
                                      untuk telepon rumah ataupun
 Gambar 2.38. Wi-Fi dan antena        telepon yang melalui sistem PABX
                                      pada kantor-kantor.
                                         Alat ini juga dilengkapi dengan
                                      built-in   microphone,    sehingga
                                      dapat juga digunakan :

                                      1. Untuk      menyadap      telepon
                                         dengan tanpa diketahui oleh
                                         pemakai telepon yang akan
                                         disadap.
                                      2. Dipasangkan antara line telepon
                                         dan pesawat telepon yang
 Gambar 2.39. Wi-Fi bentuk lain          direkam. Pemasangan seperti
                                         ini biasa digunakan untuk kantor
       Karena perangkat dengan           yang meng-gunakan PABX.
standar       teknis      802.11b        Cocok        digunakan     untuk
diperuntukkan bagi perangkat             merekam pembicaraan penting
WLAN       yang    digunakan    di       yang memerlukan bukti, seperti
frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim        dalam transaksi saham, atau
disebut frekuensi ISM (Industrial,       keperluan lainnya.
Scientific dan Medical). Sedang
untuk perangkat yang berstandar       Gambar 2.40. merupakan contoh
teknis    802.11a    dan   802.16     alat     perekam  pembicaraan
diperuntukkan bagi perangkat          telepon.
WMAN atau juga disebut Wi-Max,




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    47
                   Gambar 2.40. Auto Telephone Recorder


2.18. Wireless Intercom                untuk monitoring secara kontiniu
                                       (tanpa harus ditekan terus)
       Wireless Intercom adalah
alat komunikasi tanpa kabel dan        Cara Pemakaian :
tentunya tanpa pulsa (biasanya
untuk komunikasi antar ruangan di      1. Pasangkan wireless intercom ini
lingkungan rumah atau kantor atau         pada stopkontak, kemudian
toko kita). Alat ini meng-gunakan         sesuaikan     pilihan    channel
jaringan        listrik      sebagai      dengan pasangan yang akan
penghubungnya. Sehingga alat ini          dituju (wireless intercom yang
sangat praktis sekali, jadi terserah      berada di ruangan lain). Dengan
mau dipasangkan pada stop                 demikian sudah siap untuk
kontak dimana saja asalkan masih          berkomunikasi.
berada dalam satu meteran yang         2. Tombol CALL, untuk
sama (1 fase). Alat ini bisa              memanggil.
digunakan sampai 4 unit channel        3. Tombol TALK, harus ditekan
terpisah. Alat ini Menggunakan            untuk berbicara. atau aktifkan
jaringan listrik 1 fasa sebagai           tombol LOCK agar tidak perlu
media transmisi. Tombol LOCK,             menekan tombol TALK secara
                                          terus-menerus       pada    saat
                                          berbicara.




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                    48
                      Gambar 2.41. Wireless Intercom


2.19. Telephone Protector

       Telephone Protector meru-
pakan perangkat anti petir untuk
memproteksi        line     telepon
(telephone protector) digital, untuk
proteksi jaringan DSL, LAN, dan
telepon. Saluran yang diproteksi
adalah saluran 1-8 RJ45.
       Untuk      lebih       aman,
Telephone Protector harus di-
gabungkan dengan proteksi ja-
ringan listrik AC. Sistem listrik
harus menggunakan kabel berisi
tiga utas dan memiliki arde yang
baik. Untuk lebih aman, instalasi
listrik pada perangkat internet        Gambar 2.42. Telephone protector
dapat memakai surge protector.
       Surge    Protector     adalah   dan sangat cepat saat terjadi petir.
perangkat yang dapat melindungi        Modem, router, hub atau switch
perangkat elektronik dari per-         akan lebih aman dari efek petir
ubahan tegangan yang tinggi            dengan menggunakan perangkat
                                       ini.    Piranti bentuk lain untuk
                                       melindungi pesawat telepon dapat
                                       dipilih sesuai dengan keinginan


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                     49
dan kebutuhan peng-guna. Salah        telepon dapat dilihat pada gambar
satu contoh pe-lindung pesawat        2.43. di bawah ini.




            Gambar 2.43. Bentuk-bentuk telephone protector




2.20. Rangkuman

     Dari uraian tersebut di atas maka dapat ambil inti pembahasan
pada bagian ini adalah sebagai berikut :

1.   Multimeter digunakan untuk mengukur arus dan tegangan, alat ukur
     ini sangat penting dalam menguji dalam pembuatan rangkaian.
     Selain digunakan untuk mengukur arus dan tegangan juga dapat
     digunakan untuk mengetahui sambungan penghantar apakah putus
     ataukah tidak. Alat ini juga digunakan untuk mengetahi besarnya
     tahanan sebuah resistor, menguji diode maupun transisitor.
2.   Kapasistansi meter sangat penting dalam sistem telekomunikasi.
     Instrumen ini digunakan untuk mengukur besar kapasistansi pada
     suatu bahan atau sebuah Kapasitor.
3.   Frekuensi counter dalam sistem telekomunikasi sangat dibutuhkan
     dalam berbagai pengukuran besar frekuensi. Instrumen ini biasanya
     digunakan pada laboratorium telekomunikasi dalam bentuk piranti
     digital, walaupun juga ada yang bekerja secara analog.


Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                 50
4.    Waveform generator merupakan sebuah instrumen dalam sistem
      telekomunikasi yang sangat penting untuk membangkitkan
      gelombang sebagai sinyal pengujian maupun perawatan sistem
      telekomunikasi.
5.    Analog RF signal generator merupakan sebuah piranti yang dapat
      membangkitkan sinyal RF analog. Piranti ini sering digunakan dalam
      berbagai pengujian khususnya pada laboratorium sistem
      telekomunikasi.
6.    Osiloscope merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk melihat
      bentuk gelombang listrik yang ada pada rangkaian yang telah
      dirancang. Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui kesalahan dari
      rancangan dengan melihat bentuk gelombang keluaran pada titik
      ukur tertentu.
7.    Logic Analyser digunakan untuk memonitor maupun untuk
      mendiagnose sinyal digital lebih dari satu titik dan terus-menerus.
8.    Optical spectrum analyser merupakan sebuah instrumen yang
      digunakan untuk mengukur defraksi sebuah sinyal yang dihasilkan
      dari berbagai komponen-komponen optik, penguatan, lampu LED,
      DFB laser, dan Fabry-Perot laser.
9.    GSM test merupakan pirati yang digunakan untuk menguji sinyal
      radio GSM.
10.   CDMA mobile test juga seperti halnya pada GSM test merupakan
      piranti yang berfungsi untuk mengukur sinyal CDMA yang dihasilkan
      oleh sebuah piranti komunikasi mobile.
11.   Untuk mengukur (mengetes) suatu kabel lebih tepat digunakan Cable
      and Antenna Tester dibandingkan menggunakan multimeter
      (misalnya ohmmeter). Hal ini dikarenakan suatu kabel memiliki efek
      induktansi yang sangat berpengaruh pada sinyal-sinyal berfrekuensi
      tinggi.
12.   Untuk melakukan reparasi dibutuhkan Tool kit atau alat bantu
      reparasi yang terdiri dari bermacam-macam obeng, tang dan lain-lain
      sesuai dengan peralatan elektonik yang akan diperbaiki.
13.   Solder uap sangat diperlukan untuk menyolder komponen-komponen
      yang berukuran kecil. Selain itu, unjuk kerja solder uap (blower) juga
      lebih cepat dibandingkan dengan solder biasa (solder besi).
14.   Power supply merupakan suatu bagian yang sangat penting pada
      sebuah sistem elektonika, karena semua komponen-komponen
      memerlukan sumber listrik untuk bisa bekerja. Secara umum, sistem
      elektronika hanya membutuhkan tegangan dan daya yang relatif
      kecil.
15.   Mini PABX berfungsi untuk membuat percabangan beberapa
      extension dalam satu atau lebih line telepon. Bahkan perkembangan
      terbaru, PABX telah menggunakan jaringan internet (Internet
      protokol) sehingga bisa memberikan multi layanan.




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                      51
16. Voice changer mampu merubah suara orang ketika menelpon,
    dimana suara wanita akan terdengar seperti suara pria. Selain itu
    alat ini juga bisa berfungsi sebagai hands-free.
17. LAN tester merupakan alat pengetes kabel tetapi lebih spesifik untuk
    mengetes kabel LAN (kabel UTP) karena bentuk konektornya telah
    disesuaikan.
18. Tang amper berfungsi untuk mengukur besarnya arus pada suatu
    penghantar tanpa harus memutus kabel (rangkaian). Biasanya untuk
    arus-arus yang besar.
19. Untuk mengukur kesesuaian impedansi (match impedance) antara
    penguat RF dan antena, diperlukan SWR meter. Hal ini sangat
    penting karena antena memiliki pengaruh besar pada sistem
    telekomunikasi.
20. Peralatan komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan
    suatu modem untuk mengirim data melalui sebuah proses modulasi.
21. Sistem komunikasi wireles merupakan solusi ketika jaringan dengan
    menggunakan kabel menjadi kurang fleksibel. Untuk mewujudkan hal
    ini, diperlukan komponen komunikasi yaitu Wi-Fi.
22. Auto Telephone Recorder sangat berguna untuk merekam hasil
    pembicaraan yang dapat digunakan pada telepon rumah ataupun
    telepon yang melalui sistem PABX.
23. Wireless Intercom memiliki tingkat fleksibilitas yang cukup tinggi
    tetapi masih perlu dipertimbangkan masalah keamanan pada saat
    berkomunikasi karena bisa untuk disadap. Hal ini dikarenakan
    intercom menggunakan sistem analog.




2.21. Soal Latihan

       Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar !

1.   Sebutkan dan jelaskan berbagai macam instrumen yang digunakan
     dalam sistem telekomunikasi.
2.   Sebutkan fungsi berbagai macam instrumen sistem telekomunikasi
     yang telah diuraikan di atas.
3.   Dari instrumen-instrumen di atas, identifikasilah instrumen manakah
     yang termasuk peralatan sistem digital dan peralatan yang bekerja
     menggunakan sistem analog.




Bagian 2 : Instrumen Telekomunikasi                                  52
                                                  BAGIAN 3
         DASAR-DASAR SISTEM
                KOMUNIKASI

  Tujuan

  Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat :
  1. Menyebutkan elemen dasar sistem komunikasi dengan
     diagramnya
  2. Membedakan antara bentuk komunikasi analog dan komunikasi
     digital
  3. Menjelaskan pentingnya keberadaan jaringan yang dapat
     menjembatani sistem komunikasi



3.1. Dasar Komunikasi                     Selanjutnya untuk dipancarkan
                                          atau ditransmisikan.
3.1.1. Elemen Dasar                    b. Media transmisi, merupakan
                                          sarana atau sebagai         jalan
      Suatu sistem telekomunikasi         untuk memancarkan isyarat
dapat berlangsung apabila meme-           listrik dari pemancar.
nuhi prinsip yang melibatkan tiga      c. Penerima, perangkat ini ber-
perangkat dasar. Perangkat dasar          fungsi      menerima     kembali
itu adalah pemancar, penerima             isyarat listrik yang dipancarkan
dan media untuk memancarkan               melalui suatu media dan
sinyal. Penjelasan untuk ketiga           mengubahnya kembali menjadi
perangkat     yang     membentuk          bentuk        informasi   seperti
keberlangsungan sistem telekomu-          semula yang dapat digunakan
nikasi dapat dijelaskan sebagai           sesuai dengan keperluannya.
berikut.
                                            Informasi sebagai masukkan
a. Pemancar,     perangkat       ini   pada pemancar merupakan segala
   berfungsi menerima informasi        sesuatu yang dapat mempunyai
   dari masukan atau yang              makna. Misalnya suatu maksud
   berupa pesan kemudian meng-         atau keinginan yang ada dalam
   ubah     masukan      tersebut      benak seseorang dapat dikatakan
   menjadi sinyal (isyarat) listrik.   sebagai suatu informasi. Informasi


Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                                53
ini bila diterjemahkan menjadi         sinyal analog) dan decoding (untuk
suara (voice), maka suara itulah       sinyal digital). Pemancaran sinyal
yang menjadi masukkan pada             listrik yang telah diubah tadi
pemancar. Bila informasi-informasi     dilewatkan melalui suatu media
diwujudkan dalam gambar, maka          transmisi.
gambar itu yang menjadi masuk-                Seringkali terjadi dalam pe-
kan bagi pemancar.                     mancaran sinyal termodulasi atau
      Dalam sistem telekomu-           sinyal yang telah terkodekan sinyal
nikasi, informasi diubah menjadi       mengalami perubahan bentuk. Hal
pesan. Keluaran atau output dari       ini dimungkinkan karena selama
pemancar harus berupa isyarat          proses yang berlangsung sinyal
atau sinyal listrik. Karena itu pada   mengalami gangguan. Gangguan
bagian pemancar ada prinsip            bisa terjadi pada perangkat
pengubahan sinyal. Pengubahan          sistemnya atau pada media trans-
yang sering digunakan bergantung       misi yang dilaluinya. Gangguan
kepada      masukkan      sinyalnya.   yang berasal dari perangkat
Apabila sinyal berbentuk analog,       sistem biasanya disebut sebagai
maka prinsip modulasi harus ada        gangguan internal, sedangkan
pada pemancar. Apabila sinyal          yang berasal dari luar sistem atau
berbentuk digital, maka prinsip        berasal dari medianya disebut
encoding atau pengkodean harus         sebagai      gangguan      eksternal.
ada pada pemancar. Dengan              Gangguan-gangguan pada sinyal
demikian alat yang ada pada            tersebut dikategorikan menjadi tiga
pemancar salah satunya adalah          yaitu derau atau noise, interferensi
modulator (untuk sinyal analog)        dan distorsi.
dan encoding (untuk sinyal digital).          Gambar 3.1. menunjukkan
      Prinsip yang berkebalikkan       blok diagram sistem telekomu-
atau komplemen dengan peman-           nikasi pada umumnya. Dalam
car tentu harus ada pada bagian        gambar tidak dinampakkan secara
penerima. Oleh karena itu bagian       rinci    prinsip    modulasi     dan
penerima selalu ada rangkaian          encoding.
yang disebut demodulator (untuk




              Gambar 3.1. Blok diagram sistem telekomunikasi



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                                 54
 Gangguan dalam sistem telekomunikasi dikategorikan menjadi tiga
 macam, yaitu:
 • Derau (noise)       : berupa tambahan sinyal yang muncul secara
    acak menumpang pada sinyal aslinya.
 • Interferensi        : gangguan pada sinyal asli sebagai akibat
    adanya freknsi lain yang besarnya hampir berdekatan.
 • Distorsi    : adanya kecacatan sinyal karena sistem tidak bekerja
    sebagaimana mestinya.




3.1.2. Komunikasi Model Awal           dengan     pesan      kemenangan
                                       kembali ke Athena. Setelah utusan
      Jauh sebelum bentuk ko-          berlari sejauh kurang lebih 40
munikasi atau telekomunikasi yang      kilometer dan mencapai jalan di
dapat    kita    saksikan    seperti   Athena, utusan itu sekarat dengan
sekarang ini, sebenarnya pada          mengucapkan :”Bergembiralah !
masa silam sudah dikenal cara-         Kita dalam kemenangan”, kemu-
cara    menyampaikan       ”pesan”.    dian meninggal. Ini adalah berita
Sesuai dengan jamannya pesan           yang telah dikirimkan dengan
disampaikan untuk memberi tahu         cepat melalui utusan. Sementara
atau memberikan pemahanan dari         itu dilakukan penyederhanaan
satu orang kepada orang yang           yaitu dengan menempatkan orang
lain. Media untuk menyampaikan         pada jarak yang berjauhan.
pesanpun juga beragam. Berikut         Dengan menggerakkan tangan
ini sedikit dikutipkan tahap-tahap     dan lengan sebagai tanda-tanda,
perkembangan telekomunikasi.           maka komuikasi untuk menyam-
                                       paikan pesan dapat dipahami
3.1.2.1 Maraton                        antar orang tersebut.

      Boleh jadi salah suatu peris-
tiwa yang sangat terkenal dari
”telekomunikasi” yaitu yang dise-
but lari maraton. Pada September
490 BC suatu balatentara terlibat
dalam peperangan yang sangat
mengerikan terjadi dekat teluk laut
Aegean dekat dengan kota
Marathon. Tentara Yunani yang
kecil bertempur dengan tentara
Persia yang sangat kuat dalam
jumlah besar. Namun demikian                Gambar 3.2. Penyampaian
tentara Yunani mendapat keme-                pesan dengan lambaian
nangan.     Komandan      pasukan                    tangan
kemudian mengirimkan utusan


Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                               55
3.1.2.2. Telegraf Drum                 dapat didengar dan menjangkau
                                       jarak yang cukup jauh.
      Pada daerah hutan, tentu
akan sangat terbatas pandangan
kita, maka diciptakan telegraf drum
(seperti kaleng besar tetapi dari
kayu)     sebagai    bentuk     alat
”telekomunikasi”. Hal seperti ini
banyak ditemui di banyak peda-
laman Afrika. Dan daerah tropis
lainnya, termasuk Indonesia. Di
banyak perkampungan daerah
Indonesia, selalu digunakan ken-
tongan sebagai alat telekomu-               Gambar 3.4. Penyampaian
nikasi. Pesan dikirim melalui                 pesan dengan drum
kentongan dengan nada-nada dan
jumlah pukulan yang sudah              3.1.2.3. Sinyal Api
tertentu.
                                             Penggunaan sinyal api seba-
                                       gai bentuk telekomunikasi, telah
                                       dilakukan pada masa kerajaan
                                       Yunani dan Romawi dulu. Alat
                                       komunikasi ini begitu sistematis-
                                       nya dikelola sebagai bentuk pe-
                                       nyampaian pesan telegraf. Sinyal
                                       api    ditempatkan      pada    satu
                                       perbukitan terhadap perbukitan
                                       yang lain atau dari satu menera ke
                                       menara yang lain. Komunikasi
                                       dengan sinyal api ini merupakan
                                       bentuk transmisi langsung sejauh
                                       pandang (line of light transmission)
                                       pertama di dunia.



 Gambar 3.3. Kentongan sebagai
        alat komunikasi

     Di negara China, masya-
rakatnya menggunakan “tamtam”
sebagai    alat    teleko-munikasi,
dengan bentuk besar tergantung
bebas terbuat dari logam dan bulat
melingkar. Suara yang dikeluarkan       Gambar 3.5. Sinyal api sebagai
                                            bentuk komunikasi


Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                                56
       Dengan sistem ini kejatuhan      3.1.2.5. Bentuk-bentuk lain
benteng Troja dapat dilaporkan
segera kepada raja. Tanda-tanda                Bentuk-bentuk    komunikasi
itu dapat dibaca dari sinyal api        lain dengan alat-alat yang dicipta-
yang dikirimkan.                        kan secara sederhana yang
       Stasiun pemancar dan pene-       dipakai pada waktu itu adalah
rima dibangun pada dinding-             penggunaan        cahaya     obor.
dinding yang ada di atas bukit          Pengiriman pesan dengan cara ini
pada jarak yang jauh.           Untuk   merupakan pesan tulisan yang
mengetahui pesan yang dikrimkan,        diterjemahkan. Karena itu sistem
maka penerima paesan mener-             ini disebut telegraf mekanik-optik.
jemahkan dari jumlah api yang           Bentuk dari komunikas ini berupa
dinyalakan. Penyampaian pesan           kolom-kolom      dengan    cahaya
ini tidak lebih dari setengah jam.      lampu yang dapat digerakkan.
                                        Dengan susunan aneka lampu
3.1.2.4. Sinyal Asap                    yang diatur sedemikian, maka itu
                                        akan munjukkan suatu tanda
      Pengunaan asap sebagai            gambar atau sinyal tertentu. Inilah
bentuk pertukaran informasi dalam       yang dijadikan sebagai simbol
telekomunikasi sudah lama digu-         pesan. Secara estafet melalui
nakan oleh masyarakat Indian dan        beberapa menara, tentu jarak
Romawi pada jaman itu. Isyarat          ratusan kilometer dapat dicapai
asap dapat dibaca sebagai pesan         dengan komunikasi ini dalam
yang disampaikan. Dengan asap           waktu yang relatif cepat.
ini jangkauan bisa mencapai
kurang lebih beberapa kilometer.
Asap dihembuskan pada suatu
menara yang dapat dilihat dengan
jarak   pandang     yang    masih
memungkinkan satu sama lain.




                                        Gambar 3.7. Simbol dengan lampu
       Gambar 3.6. Komunikasi            sebagai pesan untuk komunikasi
       dengan isyarat asap



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                                57
        Dari uraian yang telah       diistilahkan   dengan   komunikasi
dijelaskan di depan menunjukka       broadcast.
bahwa       sebenarnya      dalam
komunikasi selalu ada tiga prinsip
dasar. Pertama, adanya pesan
yang akan disampaikan melalui
peralatan     pemancar. Kedua,
adanya media untuk menyam-
paikan pesan tersebut dan ketiga
adalah    tersedianya    peralatan
penerima untuk menerjemahkan
pesan yang dikirim sebagai mana
bentuk aslinya. Tentu saja pesan
yang akan dikirim dan yang akan
diterima mempunyai simbol-simbol
yang sama.                            Gambar 3.8. Pemancaran sinyal
        Dengan     memperhatikan          dari menara antena
bentuk-bentuk komunikasi model
awal itu, sekarang coba tentukan             Pemancaran sinyal radio
mana yang dikatakan sebagai          merupakan satu bentuk komuni-
pesan, pemancar dan penerima !       kasi broadcast. Dalam hal ini yang
                                     dapat kita lihat menara pemancar
                                     bisa dikatakan sebagai pemancar
3.1.3. Komunikasi dengan             dan antenanya, sedangkan radio
       Gelombang Radio               dapat dikatakan sebagai pesawat
                                     penerima. Sementara itu sebagai
      Komunikasi dengan gelom-       media transmisnya adalah udara
bang radio sekarang ini menjadi      bebas (free space). Sering kali
bagian yang tidak dapat dipisah-     dalam      sistem     telekomunkasi
kan dengan kehidupan modern.         merupakan dua arah, maka piranti
Hampir semua peralatan komu-         pemancar dan penerima disebut
nikasi memanfaatkan gelombang        sebagai pancarima (transceiver).
radio sebagai medai transmisinya.            Di samping itu, telekomuni-
Perbedaan      jenis   komunikasi    kasi melalui saluran telepon
dengan gelomabang radio ini          umumnya disebut sebagai komuni-
ditentukan oleh spektrum frekuensi   kasi titik ke titik (point to point
yang digunakan. Oleh karena itu      communication) karena komunika-
dalam komunikas ini ada yang         si terjadi antara satu pemancar
disebut sebagai sistem komunikasi    dan     satu    penerima.     Untuk
frekuensi tinggi, komunikasi fre-    pemancar radio yang biasa kita
kuensi sangat tinggi, komunikasi     lihat, orang sering mengatakan
frekuensi gelombang mikro dan        sebagai broadcast, sebab satu
sebagainya. Ada bentuk komuni-       pemancaran        sinyal    dengan
kasi untuk navigasi dan ada          kekuatan tingi dapat diterima oleh
bentuk komunikasi untuk komer-       beberapa pesawat penerima.
sial atau dijual. Biasanya ini


Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                             58
             Gambar 3. 9. Sistem komunikasi gelombang radio


3.2. Komunikasi Analog               televisi pun harus dipancarkan
                                     sesuai dengan jalur frekuensi yang
      Teknik komunikasi pada         digunakan untuk suatu jenis
awalnya dikembangkan meng-           frekuensi.
gunakan teknik pemancaran sinyal         Kebanyakan transimisi sinyal
analog.     Dalam     pemancaran     pada awal pengembangan dikenal
masing-masing jenis informasi        sebagai transmisi analog. Untuk
digunakan teknologi dan cara-cara    menggambarkan keadaan ini da-
yang berbeda. Contohnya adalah       pat diambil contoh dalam me-
pemancaran atau transmisi suara      mahaminya yaitu adanya jaringan
berbeda saluran dengan peman-        telepon    yang    hanya     dapat
caran    data     atau   gambar.     digunakan untuk menyalurkan
Perhatikan gambar 3.10 yang          layanan suara. Hal ini berarti
menunjukkan perbedaan masing-        bahwa jaringan yang dibangun
masing jalur untuk pemancaran.       tersebut digunakan untuk me-
Penyaluran suara melalui jaringan    nyambungkan pembicaraan tele-
telepon atau dalam bahasa            pon antara dua titik dari satu
Inggrisnya disebut PSTN (Public      tempat ke tempat yang lain.
Service    Telephone     Network)        Sekalipun arsitektur jaringan
khusus hanya diperuntukkan bagi      dibuat sangat bagus untuk tranmisi
suara itu sendiri. Demikian juga     suara, itupun tidak akan pernah
untuk menyalurkan data, hanya        dapat digunakan untuk transmisi
dapat dilewatkan pada jaringan       layanan data atau faksimil bahkan
yang sudah tersedia. Sinyal-sinyal   video.



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                            59
     Gambar 3.10. Cara pemancaran yang berbeda untuk berbagai jenis
                              informasi


Banyak hambatan yang akan                      Pemancaran sinyal analog
ditemukan      berkaitan   dengan      dan penguatannya mempunyai
jaringan analog.                       keterbatasan karena derau (noise)
        Pada intinya saluran untuk     biasanya ikut dikuatkan bersama-
sambungan telepon dan komu-            sama dengan penguatan sinyal itu
nikasi   data    mempersyaratkan       sendiri. Hal ini menandakan
perbedaan jalur atau rangkaian.        bahwa betapa banyaknya penguat
Sistem telepon mempunyai sa-           yang dibutuhkan dan cara-cara
luran yang saling terikat pada         mendapatkan sinyal yang terbebas
sentral telepon, lebih-lebih bila      dari derau, juga kendala terhadap
untuk hubungan ke luar. Pada           kesulitan dalam pengujian sinyal
komunikasi data yang meng-             dan pelayanannya.
gunakan komputer diperlukan
sistem perangkat analog kece-
patan tinggi atau rangkaian digital,
sedangkan sistem sambungan
video selalu digunakan rangkaian
broadband atau sistem dengan
kecepatan tinggi. Masing-masing
sistem tersebut juga menghadapi
masalah yang berbeda, yakni
terkait dengan instalasi, daya
dukung dan pemeliharaannya.
Dalam banyak hal pengelola
                                        Gambar 3.11. Sinyal digital dan
sambungan telepon menghadapi
                                                  analog
masalah kualitas suara, lebih-lebih
bila jarak sambungan terlampau
                                              Sinyal analog dipancarkan
jauh.
                                       atau    diterima kembali menjadi



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                              60
bentuk semula selalu mengguna-
kan perangkat analog. Sinyal
analog adalah suatu sinyal yang
berubah-ubah secara kon-tinyu
atau terus menerus terhadap
waktu.
      Dengan demikian pada ko-
munikasi analog mempunyai input
gelombang analog. Selanjut-nya
input tersebut diubah dengan cara
ditumpangkan dan dibawa oleh           Gambar 3.12. Sinyal analog
sinyal lain yang disebut sinyal       original dan sinyal analog yang
pembawa, frekuensinya disebut                    dimodulasi
frekuensi pembawa (carrier).
      Modulasi amplitudo (AM)
menyebabkan perubahan amplitu-      Modulasi frekuensi (FM) adalah
do frekuensi pembawa oleh ampli-    terjadinya perubahan frekuensi
tudo sinyal analog.                 pembawa oleh karena perubahan
                                    amplitudo sinyal analog




    Gambar 3.13. Saluran layanan telepon dan data saling terpisah

       Contoh komunikasi analog pada gambar 3.13. di atas tampak
bahwa saluran layanan telepon yang merupakan komunikasi analog
terpisah dengan saluran data. Data disalurkan dalam bentuk digital.



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                            61
3.3. Komunikasi Digital             bentuk digital yang selanjutnya
                                    dipancarkan sekalipun dalam jarak
      Komunikasi   yang     ber-    yang cukup jauh dan jaringan luas.
kembang sekarang ini dicirikan      Secara umum pemancaran yang
dengan adanya penggabungan          telah mengalami proses peru-
beberapa fungsi secara bersama-     bahan ini disebut sistem transmisi
sama. Bentuk baru pemancaran        digital.
sinyal   adalah    menggunakan            Keuntungan yang diperoleh
sistem digital. Dengan sistem       dapat dirasakan pada penggunaan
semacam ini sangat dimungkinkan     telepon sebab sistem digital akan
sinyal analog standar dapat         mengurangi transmisi dan murah-
diproses dan diubah ke dalam        nya biaya pemeliharaan.




      Gambar 3.14. Beberapa jenis informasi saling digabungkan

      Suatu kenyataan yang dihadapi dengan penggunaan sinyal
analog untuk pemancaran digital yakni diperlukannya peralatan tam-
bahan. Peralatan ini dikenal dengan modem, singkatan dari modulator-
demodulator.




   Gambar 3.15. Peralatan telekomunikasi tergabung melalui modem



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                           62
        Dengan     peralatan    ini   tidak efisien untuk pemancaran
pemancan sinyal analog diubah ke      infor-masi. Hal ini dapat dilihat
dalam bentuk pemancaran digital.      bahwa modem mempunyai kece-
Dalam pandangan penyelenggara         patan tertinggi dibatasi pada 19,2
telekomu-nikasi dan pelanggan,        kilobit per detik, sementara sinyal
adanya pengubahan sinyal analog       kenyataannya dapat dibawa de-
menjadi digital dan sebaliknya dari   ngan kecepatan 64 kilobit per
digital ke analog menjadi sangat      detik.




      Gambar 3.16. Satu jenis sambungan untuk berbagai layanan

        Pada     tahun   1980-an,     mungkinkan      satu   sambungan
perusahaan telekomunikasi tele-       dapat dipakai baik untuk layanan
pon memulai memperluas pela-          suara maupun data. Ini berbeda
yanan digital terhadap pelanggan      dengan       pemancaran    sistem
dengan pengubahan pada sistem         analog yang telah dibicarakan
analog menjadi digital pada           sebelumnya. Pada sisi pelanggan,
pelanggan. Dengan pengubahan          sinyal itu berasal dari data
ini, maka perusahaan telekomu-        komputer atau suara dari telepon
nikasi tersebut dapat menyediakan     dapat diteruskan pada jaringan
hanya satu jenis sambungan (link)     melalui pengendali atau disebut
dan pelanggan dapat memanfaat-        PBX (Private Branch Exchange)
kannya untuk berbagai jenis           atau semacam pengendali komu-
layanan. Ini berarti pelanggan        nikasi digital.
hanya mempunyai satu sam-                   Keluaran dari pengendali
bungan dan perusahaan hanya           dihubungkan ke salah satu atau
melakukan satu jenis peme-            lebih rangkaian digital kecepatan
liharaan. Perhatikan gambar 3.16.     tinggi menuju peyelenggara layan-
penggunaan layanan digital me-        an. Model sinyal masukan ini yang



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                              63
berbentuk suara, data, vidoe atau     yang selanjutnya diteruskan pada
gambar akan diterjemahkan ke          jaringan digital secara luas.
dalam format digital secara umum




Gambar 3.17. Pemancaran digital melayani berbagai layanan komunikasi



3.4. Jaringan Komunikasi              penyaklaran (switching) hubungan
                                      tersentralisasi di suatu kantor. Ini
      Jaringan dapat dibayang-kan     biasa disebut sebagai sentral
untuk menggambarkan bagai-            telepon (central office) atau sentral
mana hubungan atau koneksi            lokal (local office). Penyaklaran
antar beberapa saluran, misalnya      dapat dengan mudah dilakukan
telepon pada sentral lokal, dapat
terjadi. Jika hanya terdapat tiga
atau empat saluran telepon, maka
dengan mudah dapat diketahui
hubungan satu dengan lainnya
atau hubungan secara kese-
luruhan. Sebaliknya hal itu akan
menjadi     sulit  dilakukan   bila
terdapat ribuan saluran yang harus
disambungkan.      Metoda     yang
dipakai untuk mengatasi hal itu
adalah dengan cara menyatukan
                                         Gambar 3.18. Plug dan soket
mekanisme dengan membentuk
                                                kabel listrik


Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                                64
                                           Selain jaringan yang di-
                                     gambarkan di atas sebagai jaring-
                                     an telepon, sebenarnya ada ba-
                                     nyak lagi jaringan yang dapat
                                     disusun dalam hirarki sambungan.
                                     Jaringan-jaringan tersebut adalah :

                                     1. Jaringan dengan luasan lokal
                                        (LAN = local area network),
                                        merupakan jaringan dengan
                                        jarak terbatas menghubungkan
  Gambar 3.19. Plug dan soket           terminal-terminal yang sudah
    dengan banyak terminal              ditentukan. Contoh jaringan ini
                                        adalah sambungan workstation
dengan cara kerja yang sederhana        pada kantor, bangunan atau
menggunakan plug dan soket atau         kampus.
kalau secara listrik digunakan
piranti elektromekanik atau secara
elektronik dangan penggunaan
relai.
       Perhatikan gambar 3.18 dan
3.19. Keterangan :
Nomor 1 adalah soket dan nomor
2 adalah plug. Piranti ini dipakai
untuk menghubungkan banyak
terminal yang saling terpisah
salurannya.




 Gambar 3.20. Jaringan yang menggambarkan hubungan antar telepon


Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                             65
  Gambar 3.21. Contoh lain jaringan yang menggambarkan hubungan
                                telepon
 2. Jaringan dengan luasan lebar        ini lebih merupakan sebagai
    (WAN = wide area network),          jaringan paket, tidak jaringan
    merupakan sambungan me-             rangkaian tersaklar.
    tropolitan atau antar jaringan   6. Jaringan sinyal kanal bersama
    lokal, biasanya mengguakan          (common channel signaling),
    fasiltas pembawa bersama            jaringan ini lebih dekat pada
    (common carrier).                   PSTN (public service tele-
 3. Jaringan cerdas, merupakan          phone network = jaringan
    suatu konsep yang memusat-          telepon umum). Ada suatu
    kan sejumlah sentral lokal          contoh yang dapat disebutkan
    cerdas. Contohnya adalah            yaitu CATV (cable television).
    sentral lokal yang dapat            Sistem ini menggunakan tek-
    mengetahui adanya hubungan          nologi pohon percabangan.
    jarak jauh pada sentral lokal       Dalam kasus ini, head-end
    tertentu.                           semacam       kantor    sentral
 4. Jaringan dengan optik serem-        menerima program dari satelit
    pak (SONET = synchronous            yang selanjutnya mengirimkan
    optical network), merupakan         semua sinyal keluar sesuai
    lingkaran sambungan optik           dengan tujuan. Jadi di sini
    yang mengijinkan adanya             tentu ada pembagian sebelum
    hubungan dua arah.                  diteruskan melalui suatu me-
5. Internet, jaringan ini sedikit       dia transmisi sekaligus meng-
    berbeda dengan jaringan yang        adakan penguatan.
    dibicarakan di atas. Jaringan



Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                            66
              Gambar 3.22. Jaringan yang nampak ruwet
                 namun tersusun secara sistematis




3.5. Rangkuman

     Sistem telekomunikasi biasanya dibangun dari elemen-elemen
dasar yang terdiri dari :

   1. Pemancar, perangkat ini berfungsi memberikan informasi dan
      mengubahnya menjadi sinyal (isyarat) listrik untuk dipancarkan
      atau ditransmisikan.
   2. Media transmisi, merupakan saran untuk memancarkan isyarat
      listrik dari pemancar
   3. Penerima, perangkat ini berfungsi menerima kembali isyarat listrik
      yang dipancarkan melalui suatu media dan mengubah sinyal
      kembali menjadi informasi yang dapat digunakan.
   4. Teknik komunikasi pada awalnya dikembangkan menggunakan
      teknik pemancaran sinyal analog. Kemudian terus dikembangkan
      hingga menghasilkan teknologi komunikasi digital.
   5. Dalam pemancaran sinyal ada suatu gangguan yang dapat
      dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu derau, interferensi dan
      distorsi.
   6. Komunikasi analog mempunyai masukan yang akan dipancarkan
      yaitu berupa sinyal analog.
   7. Komunikasi digital mempunyai masukan yang akan dipancarkan
      yaitu berupa sinyal digital.




Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                             67
3.6.   Soal Latihan

       Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar

 1. Jelaskan bagaimana sistem komunikasi dibangun ? Gambarkan
    blok diagramnya !
 2. Jelaskan apa perbedaan antara komunikasi analog dengan
    komunikasi digital !
 3. Apakah peranan media transmisi dalam sistem telekomunikasi ?
 4. Deskripsikan gangguan yang ada saat berlangsungnya komunikasi
    sinyal !
 5. Dengan cara komunikasi seperti apa agar antara sinyal suara
    telepon dapat disalurkan bersama dengan data dari komputer ?




Bagian 3 : Dasar-dasar Sistem Komunikasi                      68
                                                   BAGIAN 4

                     PROPAGASI
               GELOMBANG RADIO

  Tujuan

  Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat :
  4. Menyebutkan prinsip umum dari propagasi gelombang
  5. Membedakan antara propagasi ruang bebas, propagasi antar dua
     titik di bumi, propagasi ionosfir, dan propagasi troposferik




4.1.   Prinsip Umum                     disampaikan       oleh     lembaga
                                        meteorologi dan geofisika.
      Propagasi gelombang radio
                                             Makna inti dari propagasi
atau gelombang elektromagnetik
                                        suatu gelombang radio adalah
pada umumnya dipengaruhi oleh
                                        menyebarkan             (transmisi)
banyak faktor dalam bentuk yang
                                        gelombang     elektromagnitik    di
sangat kompleks. Di antara sekian
                                        udara bebas.      Oleh karena itu
banyak pengaruh adalah adanya
                                        kualitas hasil penerimaan sinyal
kondisi yang sangat bergantung
                                        sedikit maupun banyak juga
pada      keadaan      cuaca     dan
                                        dipengaruhi oleh kejadian-kejadian
fenomena luar angkasa yang tidak
                                        di luar angkasa. Cuaca yang
menentu. Dengan melihat kondisi
                                        sangat baik tentu akan sangat
yang demikan, maka sangat sulit
                                        membantu      dalam     menaikkan
diper-kirakan     sebaran     radiasi
                                        kualitas   sinyal    yang     dapat
medan elektromagenitik secara
                                        ditangkap oleh antena penerima.
pasti dari suatu jarak terhadap
kedudukan      suatu       pemancar.
Namun,        hal      itu     masih
                                        4.2.   Propagasi Ruang Bebas
memungkinkan         untuk     mem-
propagasikan gelombang tetapi
                                             Seperti kita ketahui bahwa
kita harus memperhatikan setiap
                                        permukaan bumi dapat mengubah
pengamatan        cuaca         yang
                                        propagasi   suatu    gelombang,


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                    69
dengan demikian kondisi yang           dibedakan menjadi empat macam.
ideal dari ruang bebas di mana         Penjelasan untuk jenis gelombang
gelombang         elektromagnetik      itu adalah sebagai berikut :
dipancarkan dapat kita asumsikan.
Dengan kita anggap bahwa daya          1. Gelombang terarah antara dua
sebesar P watt diradiasikan atau          titik. Propagasi gelombang
dipan-carkan dari suatu antena            yang demikian biasa disebut
pemancar di udara bebas ke                dengan      propagasi segaris
segala penjuru dalam bentuk yang          pandang (line of sight).
seragam. Pada jarak yang sangat        2. Gelombang terpantul, yakni
jauh, medan gelombang yang                merupakan gelombang yang
teradiasikan   dapat     dianggap         datang       setelah      adanya
menjadi gelombang datar yang              pantulan pada suatu titik
mempunyai kuat medan listrik (E).         antara di permukaan bumi.
Besarnya     kuat    medan     itu     3. Gelombang permukaan, yakni
dirumuskan sebagai berikut :              merupakan gelombang yang
                                          merampat pada permukaan

        E=
           (30 P )1 / 2 volt / meter      bumi mengikuti kelengkungan
                                          yang ada.
               d                       4. Gelombang ionosferik atau
                                          gelombang langit merupakan
d adalah jarak terhadap suatu             gelombang yang mengarah ke
pemancar. Bagimana rumus itu              atas langit meninggalkan pe-
berubah bila kita anggap P mem-           mancar kemudian bengkok
punyai nilai sebesar 1 kilo Watt ?        karena ada lapisan konduksi
                                          dari lapisan pada atmosfir yang
                                          lebih tinggi, setelah itu kembali
4.3.     Propagasi Antar Dua Titik        ke permukaan bumi.
       di Bumi

     Bila kita deskripsikan, jenis-
jenis gelombang yang ada dapat




         Gambar 4.1. Berbagai jenis gelombang dan pantulannya



Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                    70
  Gambar 4.2. Antena pemancar memancarkan berbagai jenis gelombang


    Gelombang terarah, gelombang        bergantung pada frekuensi. Tabel
terpantul dan gelombang per-            4.1. di bawah ini menunjukkan
mukaan bersama-sama muncul,             hubungan tersebut.
maka gabungan gelombang ini                 Gelombang tanah dan gelom-
disebut sebagai gelombang tanah         bang langit (Perhatikan gambar 4.1.
(ground wave). Sementara itu yang       bagian kiri) digunakan untuk peman-
disebut gelombang ruang (space          caran frekeunsi-frekuensi rendah
wave) merupakan gabungan antara         dan telegrafi daya besar. Sementara
gelombang terarah dan gelombang         pada frekuensi menengah dan
yang dipantulkan oleh permukaan         frekuensi tinggi dipakai untuk
bumi.                                   broadcasting suara. Gelombang
    Lapisan ionosfir berada pada        dengan       daya    besar     dapat
ketinggian antara 50 hingga 400         dipantulkan beberapa kali untuk
kilometer di atas permukaan bumi.       dapay melintasi benua. Perhatikan
Sementara itu, troposfir hanya pada     gambar 4.1. sebelah kanan.
ketinggian 10 kilo-meter di atas            Sinyal gelombang tanah dan
permukaan bumi. Propagasi pada          langit dapat diterima tetapi tidak
lapisan ini disebut sebagai pro-        begitu baik, bergantung pada kuat
pagasi troposferik. Di antara lapisan   sinyal pancaran dan distorsi yang
troposfir dan ionosfir ada suatu        ditimbulkan. Di lain pihak, gelom-
lapisan lagi yaitu stratosfir. Pada     bang langit sangat dipengaruhi oleh
lapisan ini gelombang langit dan        fading sebagai hasil dari adanya
gelombang permukaan menjalar.           perubahan karakteristik ionosfir
Mekanisme propagasi biasanya            yang terus menerus.


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                     71
Hubungan antara besar frekuensi dan jenis gelombang propagasinya
ditunjukkan pada Tabel 4.1.

           Tabel 4.1. Hubungan antara propagasi dan frekuensi

       Frekuensi                       Propagasi umumnya
       <500 KHz        Gelombang permukaan
                       Gelombang permukaan untuk jarak pendek dan
   500 KHz s.d. 1,5
                       gelombang ionosferik untuk jarak yang lebih
        MHz
                       panjang
     1,5 MHz s.d.
                       Gelombang ionosferik
       30 MHz
      > 30 MHz         Gelombang ruang dalam arah segaris pandang




       Gambar 4.3. Ketinggian lapisan-lapisan atmosfir di atas bumi




Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                  72
4.4.   Gelombang Permukaan             gian antena.    Coba    perhatikan
                                       Gambar 4.4.
       Sudah     dijelaskan   bahwa
gelombang tanah pada prinsipnya        Gelombang permukaan mencapai
dibentuk dari dua komponen             bagian penerima dengan cara
gelombang yang terpisah. Kom-          menjalar sepanjang permukaan
ponen gelombang itu adalah ge-         tanah. Gelombang permukaan da-
lombang permukaan (surface wave)       pat mengikuti kontur (liku-liku)
dan gelombang ruang (space             permukaan tanah di atas bumi
wave). Untuk menentukan apakah         karena mengalami proses difraksi
komponen       gelombang    tersebut   (penyebaran). Pada saat gelom-
diklasifikasikan sebagai gelombang     bang    permukaan      menemukan
permukaan atau gelombang ruang         obyek penghalang yang ukurannya
cukuplah sederhana. Pengertian         lebih besar besar dari panjang
dari gelombang permukaan adalah        gelombang, maka gelombang terse-
gelombang yang menjalar sepan-         but cenderung akan melengkung
jang permukaan bumi, sedangkan         atau berbelok ke arah obyek. Untuk
gelombang ruang adalah gelom-          obyek yang lebih kecil, penjalaran
bang yang menjalar di atas permu-      gelombang tidak menjadi masalah
kaan bumi. Antara kata ”sepanjang”     karena akan mengalami difraksi.
dan di atas ada sedikit perbedaan.
Menjalar di atas artinya penjalaran
gelombang beberapa puluh meter di
atas permukaan bumi pada keting-




        Gambar 4.4. Gelombang permukaan dan gelombang ruang


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                  73
       Gelombang permukaan yang           singgungan dengan permukaan
menjalar di atas tanah akan me-           bumi.
nyebabkan berkurangnya energi                   Gelombang          permukaan
atau daya pancar sebagai akibat           biasanya dialami oleh gelombang
adanya pelemahan. Akibat ini tentu        dengan frekuensi di bawah 500
sinyal penerimaa menjadi lebih            KHz.     Gelombang       ini  akan
lemah atau kecil. Untuk menghindari       mengalami perubahan propagasi
hal ini, maka penghalang harus            sebab        dipengaruhi       oleh
dihilangkani atau dengan membuat          ketidaksempurnaan     konduktivitas
gelombang terpolarisasi vertikal un-      atau daya hantar di permukaan
tuk mengurangi gelombang ber-             bumi.




         Gambar 4.5. Gelombang permukaan menjalar di atas tanah


      Pelemahan yang dialami oleh         sedangkan konduktivitas (σ) ber-
gelombang ini sebagai fungsi dari         variasi dari 5 hingga 0,001 mho/m.
konduktivitas dan permitivitas bumi.            Kalau kita cermati adanya
Penetrasi gelombang pada lapisan          gelombang menjalar di atas per-
tanah, bergantung pada frekuensi          mukaan laut dan tanah kering, maka
dan nilai konstanta bumi relatif. Nilai   akan ditemui suatu fenomena yang
konstanta relatif permitivitas (µr)       berbeda. Dalam hal ini popagasi
berkisar antara 80 hingga 4,              gelombang permukaan akan men-
                                          jadi paling baik bila berada di atas


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                       74
permukaan laut, sementara menjadi            Dengan bertambahnya ke-
paling buruk bila berada di atas        tinggian antena, jalur yang berbeda,
tanah kering pada frekuensi-fre-        maka fasa yang berkaitan dengan
kuensi yang masih dalam ren-            itu akan berbeda antara dua
tangnya.                                gelombang dan bertambah sehing-
        Dengan    demikian    dapat     ga tidak dapat menjadi saling meni-
dipahami bahwa perbedaan antara         adakan. Keadaan ini diistilahkan
propagasi di permukaan laut dan di      dengan pernyataan yang dikenal
atas tanah kering untuk frekuensi-      sebagai faktor high-gain (fh) yang
frekuensi rendah menjadi tidak          merupakan fungsi frekuensi dan
begitu berarti. Perbedaan yang          konstanta tanah.
cukup tajam akan muncul apabila
terjadi peningkatan frekuensi untuk     4.6.   Atmosfir Bumi
daya pemancar tertentu terjadi
penurunan tajam pada frekuensi                 Gelombang radio yang men-
tinggi.                                 jalar dalam ruang bebas mempunyai
                                        sedikit pengaruh ter-hadap gelom-
                                        bang itu sendiri. Demikian pula bila
4.5.     Efek ketinggian antena         gelombang radio yang menjalar di
       dengan kuat sinyal               bumi, maka banyak pengaruh yang
                                        diakibatkan terhadap gelombang itu.
     Antena pemancar dan pene-          Pengalaman menunjukkan bahwa
rima yang dengan ketinggian             masalah-masalah yang dialami oleh
rendah, maka gelombang langsung         gelombang radio disebabkan oleh
dan gelombang pantulan hampir           kondisi atmosfir tertentu yang
mempunyai besaran amplitudo yang        sangat kompleks. Kondisi yang
sama, tetapi bisa berbeda fasa dan      menyebabkan ini adalah sebagai
berkecenderungan saling menia-          hasil dari berkurangnya tingkat
dakan satu sama lainnya.                keseragaman udara atmosfir.




               Gambar 4.6. Bumi diliputi oleh lapisan ionosfir


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                     75
       Banyak faktor yang dapat            ada semacam pantulan pada
mempengaruhi kondisi atmosfir,             lapisan     konduksi   listrik   pada
baik secara positif maupun negatif.        ketinggian 100 kilometer. Pada
Di antara pengararuh itu adalah            tahun 1927 Sir Edward Appleton
variasi ketinggian secara geografis,       memberi nama lapisan penghantar
perbedaan lokasi di bumi, dan              tersebut dengan nama lapisan E.
perubahan waktu seperti siang hari,        Huruf E singkatan dari Elektrik.
malam, pergantian musim dan                Kemudian setelah itu penemuan
tahun. Untuk memahami propagasi            lapisan berikutnya secara mudah
gelombang ini kita perlu paling tidak      dinamai lapisan D dan lapisan F.
mengetahui dasar-dasar atmosfir                  Kondisi siang hari dengan
bumi.                                      adanya matahari menyebabkan
       Atmosfir bumi dibagi menjadi        adanya       perubahan     kepadatan
tiga bagian secara terpisah yaitu          muatan        pada   lapisan-lapisan.
yang       disebut       lapisan-lapisan   Muatan       pada   semua      lapisan
atmosfir. Tiga lapisan itu adalah          mengalami penambahan ketebalan.
tropfosfir, stratosfir, dan ionosfir.      Pada malam hari kepadatan muatan
Lapisan tersebut adalah yang paling        menurun lebih-lebih pada lapisan D.
berguna             dalam         bidang   Pada malam hari itu lapisan D
telekomunikasi. Secara lebih luas,         menjadi hilang. Lapisan ionosfir
para ahli menggambarkan atmosfir           mempunyai kualitas yang baik untuk
dengan tambahan lapisan lain               memancarkan atau memantulkan
selain yang telah disebutkan itu,          sinyal radio dari permukaan bumi.
yaitu    mesosfir,      termosfir    dan   Oleh karena itulah hampir semua
eksosfir.                                  pemancar radio memanfaatkan
        Serapan radiasi dilakukan          laoisan ini.
oleh lapisan ionosfir. Letak ionosfir
yang dekat dengan termosfir, maka
lapisan ini termuati partikel gas
secara       listrik    atau     disebut
terionisasi. Ketinggian ionosfir dari
60-300 kilometer dari permukaan
bumi. Lapisan ini dibagi menjadi tiga
kawasan atau lapisan-lapisan lagi
yaitu lapisan F, lapisan E dan
lapisan D. Pada siang hari lapisan F
terpisah menjadi dua lapisan lagi
dan lapisan itu akan kembali
menyatu pada malam hari
        Lapisan E adalah lapisan
yang pertama kali ditemukan. Pada
tahun 1901, Guglielmo Marconi
memancarkan sinyal antara Eropa            Gambar 4.7. Antena memancarkan
dan Amerika Utara dan kemudian                sinyal pada lapisan ionosfir
menemukan suatu keadaan bahwa


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                          76
        Gambar 4.8. Propagasi gelombang pada kondisi siang hari




       Gambar 4.9. Propagasi gelombang pada kondisi malam hari




Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                              77
4.6.1. Tropfosfir                      4.6.3. Ionosfir

       Hampir semua fenomena                   Lapisan ini adalah lapisan
cuaca terjadi pada lapisan ini.        terpenting yang ada di angkasa di
Temperatur (suhu) pada daerah ini      atas permukaan bumi. Lapisan ini
secara cepat menurun sejalan de-       sangat baik untuk medium komuni-
ngan bertambahnya ketinggian.          kasi jarak jauh dan komunikasi titik
Terjadinya awan dan turbulensi         ke titik (point to point). Keadaan
angin disebabkan oleh berubahnya       ionosfir dan kondisinya berkaitan
suhu, tekanan dan kepadatan            langsung dengan radiasi yang
udara. Kondisi ini sangat mempe-       dipancarkan oleh matahari, perge-
ngaruhi dalam propagasi gelom-         rakan bumi terhadap matahari atau
bang radio, karena akan menyebab-      perubahan aktivitas matahari akan
kan terjadinya perubahan-perubah-      menyebabkan berubahnya ionosfir.
an pada komponen gelombang             Perubahan itu secara umum ada
                                       dua jenis, yaitu (1) kejadian siklus
4.6.2. Stratosfir                      yang dapat diprediksikan secara
                                       akurat dan rasional, (2) kejadian
       Stratosfir terletak di antara   yang tidak teratur sebagai hasil
lapisan troposfir dan ionosfir. Suhu   tidak normalnya matahari dan
pada lapisan ini hapir pasti tetap     karena itu tidak dapat diprediksikan.
dan sangat sedikit uang air yang       Kedua perubahan syang teratur dan
ada. Karena kondisi lapisan ini yang   tidak teratur ini membawa akibat
cukup stabil, tenang, maka daerah      dalam propagasi gelombang radio.
ini tidak banyak memberi akibat        Oleh karena itulah hal ini perlu
yang jelek pada propagasi ge-          diperhatikan.
lombang radio.




 Gambar 4. 10. Jenis-jenis propagasi gelombang mengenai lapisan ionosfir




Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                     78
       Sebagaimana diketahui bah-       secara efektif dan efisien. Berikut ini
wa sinyal radio yang ditransmisikan,    akan dijelaskan mengenai gejala-
beberapa sinyal akan keluar dan         gejala itu.
lepas dari permukaan bumi menuju             Saat gelombang memasuki la-
lapisan ionosfir (ditunjukkan tanda     pisan yang lebih padat dari muatan
panah warna hijau pada gambar           ion,     bagian  atas     mempunyai
4.10.). Gelombang tanah (tanda          kecepatan yang lebih daripada di
panah ungu) merupakan sinyal            bawahnya. Kecepatan yang di-
langsung yang dapat didengar            serap ini menyebabkan terjadinya
dalam keadaan normal. Gelombang         pembengkokan gelombang dan
ini secara cepat akan melemah dan       kembali ke bumi.
akan didengar kembali sebagai                    Ada tiga faktor penting
“fading”. Gelombang yang lain           terhadap refraksi gelombang radio
(tanda panah merah dan biru)            ini, yaitu :
merupakan       gelombang     langit.
Gelombang-gelombang ini dapat             1. Kepadatan ionisasi lapisan
memantul pada lapisan ionosfir dan        2. Frekuensi gelombang radio
pemantulan itu dapat beberapa ribu        3. Sudut datang gelombang radio
kilometer    bergantung      kepada          menuju lapisan.
kondisi atmosfir.
                                        Perhatikan pula gambar 4.12.,
4.6.4. Propagasi atmosferik             sinyal yang dipancarkan dari
                                        pemancar melalui lapisan-lapisan
       Dalam atmosfir, gelombang        mengalami pembengkokkan yang
radio dapat dibiaskan, dipantulkan      tidak sama. Pada daerah yang
dan disebarkan. Perubahan sifat         sangat kurang ionisasinya gelom-
gelombang radio tersebut tentu saja     bang radio mengalami pembeng-
akan membawa pengaruh dalam hal         kokan keluar. Sementara daerah
propagasi. Akibat perubahan ini,        yang lebih padat gelombang radio
maka perlu diperhatikan gejala-         akan dibelokkan ke bumi hingga
gejalanya, sehingga dalam penen-        sinyal dapat ditangkap lagi oleh
tuan atau pemilihan frekuensi untuk     antena penerima.
media transmisi dapat dilakukan




                    Gambar 4.11. Refraksi gelombang radio



Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                        79
     Gambar 4.12. Pembelokan gelombang radio oleh lapisan ionosfir


 Pada gambar 4.13. dapat dilihat       dasarnya ada dua jenis pantulan
suatu fenomena frekuensi yang          yang terjadi di atmosfir yaitu
berbeda mengalami pembengkokan         pantulan bumi dan pantulan ionosfir.
yang tidak sama. Semakin tinggi        Pada gambar 4.14. di bawah ini
frekuensi arah beloknya semakin        dapat ditunjukkan adanya dua
jauh.                                  gelombang       yang     mengalami
                                       pantulan oleh permukaan bumi.
4.6.4.1. Pantulan (Refleksi)                Perhatikan      bahwa     dua
                                       gelombang tersebut mengalami
                                       perubahan fasa antara gelombang
       Pantulan   terjadi  bila
                                       yang satu dengan gelombang
gelombang radio tersimpul pada
                                       lainnya.
bidang/permukaan   datar. Pada




       Gambar 4.13. Pengaruh frekuensi terhadap arah pembelokan
                           gelombang radio



Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                    80
         Gambar 4.14. Gelombang pantulan oleh permukaan bumi


4.6.4.2. Defraksi                      dengan      mudah      dipropagsikan
                                       disekitar penghalang itu.
        Defraksi adalah kemampuan
                                                Namun     demikian,      bila
gelombang radio untuk berputar
                                       panjang gelombang turun akan
pada sudut yang tajam dan
                                       terjadilah    pelemahan,       hingga
membelok disekitar penghalangnya.
                                       frekuensi-frekuensi sangat tinggi
Perhatikan gambar 4.15. berikut ini,
                                       membentuk       daerah     bayangan
defraksi menghasilkan perubahan
                                       (Shadow zone). Daerah bayangan
arah dari energi gelombang radio di
                                       pada dasarnya adalah daerah
sekitar tepi penghalang. Gelombang
                                       kosong     dari   sisi    berlawanan
radio dengan panjang gelombang
                                       datangnya gelombang dalam arah
panjang      dibandingkan    dengan
                                       segaris pandang dari pemancar
diameter suatu penghalang, maka
                                       terhadap penerima.




     Gambar 4.15. Defraksi gelombang radio pada sekitar penghalang


Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                      81
4.7.     Daerah dan jarak lompatan     lombang langit pertama kali kembali
       (Skip)                          ke bumi. Batas luar daerah skip
                                       bervariasi bergantung pada fre-
      Ingat      kembali     tentang   kuensi kerja, kapan terjadinya (hari),
adanya jenis-jenis gelombang radio,    musim, aktivitas matahari dan arah
yakni   gelombang      langit    dan   pancaran.
gelombang tanah. Untuk itu di sini             Pada frekuensi rendah dan
akan dijelaskan tentang jarak skip     sangat rendah, daerah skip tidak
dan daerah skip.                       kelihatan, tetapi yntuk frekuensi
                                       tinggi dapat diketahui daerah skip
4.7.1 Jarak Skip                       tersebut. Apabila frekuensi kerja
                                       semakin tinggi, maka daerah skip
      Perhatikan gambar 4.16 di        menjadi semakin lebar terhadap titik
bawah ini tentang hubungan jarak       di mana batas luar daerah skip
skip, daerah skip dan gelombang        dapat mencapai beberapa ribu
tanah. Jarak skip adalah jarak dari    kilometer jauhnya.
pemancar hingga ke titik di mana
gelombang langit pertama kali          4.8.   Pengaruh atmosfir pada
kembali ke bumi. Jarak skip                   propagasi
bergantung kepada frekuensi ge-
lombang radio dan sudut da-                   Sebagaimana telah disebut-
tangnya, serta tingkat ionisasi pada   kan di depan bahwa perubahan
lapisan itu                            yang terjadi pada ionosfir akan
                                       membawa perubahan yang sangat
4.7.2. Daerah skip                     mengherankan ketika seseorang
                                       melakukan komunikasi. Untuk ka-
       Daerah skip adalah daerah       sus-kasus tertentu, jarak komunikasi
tenang antara 2 titik di mana          akan terkurangi atau bahkan hilang.
gelombang tanah terlalu lemah          Fenomena ini timbul karena suatu
untuk dapat diterima oleh antena       kejadian yang disebut fading.
penerima dan titik dimana ge-




            Gambar 4.16. Hubungan daerah skip dan jarak skip




Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                      82
4.8.1. Fading                          rendah ionosfir di mana kepadatan
                                       ionisasi lebih besar.
       Masalah yang sangat meng-
gangu dan membuat orang frustasi       4.8.1.1. Multipath Fading
dalam mengatur penerimaan sinyal
radio adalah berubah-ubahnya kuat
                                              Fading        jalur     jamak
sinyal. Keadaan ini sering disebut
                                       merupakan istilah sederhana untuk
sebagai efek fading. Beberapa kon-
                                       menggambarkan jalur-laur berganda
disi dapat menghasikan fading. Bila
                                       suatu     gelombang      radio   bisa
gelom-bang radio dibengkokkan
                                       melewati antara pemancar dan
oleh lapisan ionosfir atau dipantul-
                                       penerima. Jalur propagasi seperti ini
kan dari permukaan bumi, maka
                                       meliputi gelombang tanah, refraksi
perubahan acak dalam polarisasi
                                       ionosferik, radiasi kembali oleh
gelombang akan terjadi. Secara
                                       lapisan ionosferik, pantulan dari
vertikal atau horisontal pengaturan
                                       permukaan bumi atau lebih dari satu
antena penerima dirancang agar
                                       lapisan ionosfir dan seterusnya.
dapat menangkap gelombang ter-
polarisasi baik secara vertikal atau
horisontal bergatian.
        Perubahan polarisasi me-
nyebabkan perubahan level tang-
kapan sinyal sebab ketidakstabilan
antena untuk menerima perubahan
polarisasi sinyal penerimaan itu.
Fading juga dihasilkan oleh adanya
serapan energi frekuensi radio (RF)
dalam atmosfir. Banyak absorbsi
ionosferik terjadi pada daerah
                                       Gambar 4.17. Transmisi multijalur




        Gambar 4.18. Sinyal pancaran diterima dari beberapa jalur



Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                     83
          Tabel 4.1. Karakteristik lapisan-lapisan pada ionosfir


Lapisan D :
Memantulkan gelombang frekuensi
sangat rendah untuk komunikasi jarak
jauh; menyebar atau refraksi frekuensi
rendah dan frekuensi menengah untuk
komunikasi jarak pendek, mempunyai
pengaruh kecil ter-hadap frekuensi
sangat tinggi, hi-lang di malam hari.
Lapisan E :
Bergantung pada sudut datang ma-
tahari, menyebar gelombang frekuensi
tinggi pada siang hari untuk frekuensi
di atas 20 MHz dengan 1200 mil,
berkurang sangat besar pada malam
hari.
Lapisan F :
Struktur dan kepadatannya bergantung
pada waktu siang hari dan sudut
datang matahari, terdiri satu lapisan di
malam hari dan terpisah menjadi dua
pada siang hari.
Lapisan F1 :
Kepadatan bergantung pada sudut
datang matahari, pengaruh utama
adalah menyerap gelombang freku-
ensi tinggi yang melintasinya hingga
sampai lapisan F2.
Lapisan F2 :
Diperuntukkan bagi komunikasi fre-
kuensi tinggi jarak jauh, sangat ber-
ubah-ubah, perubahan ketinggian dan
kepadatan ditentukan waktu siang hari,
musim,     dan      keberadaan      sinar
matahari.




Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                               84
4.9. Rangkuman


      Propagasi gelombang radio atau gelombang elektromagnetik pada
umumnya dipengaruhi oleh banyak faktor dalam bentuk yang sangat
kompleks. Di antara sekian banyak pengaruh adalah adanya kondisi yang
sangat bergantung pada keadaan cuaca dan fenomena luar angkasa
yang tidak menentu. Dengan melihat kondisi yang demikan, maka
sangat sulit diperkirakan sebaran radiasi medan elektromagenitik secara
pasti dari suatu jarak terhadap kedudukan suatu pemancar. Namun, hal
itu masih me-mungkinkan untuk mempropagasikan gelombang tetapi
harus diperhatikan setiap pengamatan cuaca yang disampaikan oleh
lembaga meteorologi dan geofisika.

     Jenis-jenis gelombang yang ditransmisikan dapat dibedakan
menjadi empat macam.

   1. Gelombang terarah antara dua titik. Propagasi gelombang yang
      demikian biasa disebut dengan propagasi segaris pandang (line of
      sight).
   2. Gelombang terpantul, yakni merupakan gelombang yang datang
      setelah adanya pantulan pada suatu titik antara di permukaan
      bumi.
   3. Gelombang permukaan, yakni merupakan gelombang yang
      merampat pada permukaan bumi mengikuti kelengkungan yang
      ada.
   4. Gelombang ionosferik atau gelombang langit merupakan
      gelombang yang mengarah ke atas langit meninggalkan pe-
      mancar kemudian bengkok karena ada lapisan konduksi dari
      lapisan pada atmosfir yang lebih tinggi, setelah itu kembali ke
      permukaan bumi.

      Gelombang permukaan adalah gelombang yang menjalar
sepanjang permukaan bumi, sedangkan gelombang ruang adalah
gelombang yang menjalar di atas permukaan bumi. Antara kata
”sepanjang” dan “di atas“ ada sedikit perbedaan. Menjalar di atas artinya
penjalaran gelombang beberapa puluh meter di atas permukaan bumi
pada ketinggian antena.
      Lapisan ionosfir mempunyai kualitas yang baik untuk
memancarkan atau memantulkan sinyal radio dari permukaan bumi.
Sinyal radio yang ditransmisikan, beberapa sinyal akan keluar dan lepas
dari permukaan bumi menuju lapisan ionosfir. Gelombang tanah
merupakan sinyal langsung yang dapat didengar dalam keadaan normal.
Gelombang ini secara cepat akan melemah dan akan didengar kembali
sebagai “fading”.



Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                  85
Gelombang yang lain merupakan gelombang langit. Gelombang-
gelombang ini dapat memantul pada lapisan ionosfir dan pemantulan itu
dapat beberapa ribu kilometer bergantung kepada kondisi atmosfir.




4.10. Soal latihan
       Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar

   1. Apa yang disebut dengan propagasi ? Berilah penjelasan singkat
      !
   2. Sebutkan jenis-jenis gelombang yang ditransmisikan dalam ruang
      ionosfir ! Gambarkan pola pemantulan atau persebarannya !.
   3. Apa yang disebut gelombang permukaan dan gelombang ruang ?
   4. Mengapa propagasi gelombang pada siang hari berbeda dengan
      malam hari ?. Jelaskan secara singkat !.
   5. Jelaskan efek dari ketinggian antena dengan kuat sinyal !
   6. Apa yang anda ketahui denga istilah fading ? Berilah penjelasan !
   7. Lapisan pada ionosfir yang manakah, bila siang hari terpisah dan
      malam hari menyatu kembali ? Mengapa bisa terjadi demikian ?




Bagian 4 : Propagasi gelombang radio                                 86
                                                 BAGIAN 5
                     MEDIA TRANSMISI
Tujuan

      Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
1.   Mengetahui fungsi dan peran media transmisi dalam sistem
     telekomunikasi.
2.   Memahami media transmisi yang digunakan dalam sistem tele-
     komunikasi.
3.   Memahami media transmisi guided beserta sifat-sifatya.
4.   Memahami media transmisi unguided beserta sifat-sifatya.



5.1. Pendahuluan

                                      dilengkapi dengan penterjemah
      Ada dua hal yang harus          bahasa      atau      kode   yang
dipenuhi supaya mendapatkan           disampaikan      oleh    pemancar.
akses komunikasi. Hal yang            Penterjemah      tersebut   dapat
pertama adalah adanya kesamaan        berupa perangkat lunak maupun
dalam       pemahaman       antara    perangkat keras. Dengan adanya
pemancar dan penerima. Bagian         penterjemah tersebut maka antara
pemancar dan penerima harus           pemancar dan penerima dapat
mempunyai bahasa yang sama,           melakukan komunikasi. Dengan
hal ini tidak memperdulikan           uraian tersebut diatas maka dapat
apakah hal tersebut dalam betuk       dikatakan bahwa arti pemahaman
text, voice, gambar maupun kode-      yang sama antara pemancar dan
kode tertentu. Apabila antara         penerima adalah bukan pada kode
pemancar dan penerima tidak           atau data yang berbeda, tetapi
menggunakan bahasa yang sama          lebih diutamakan pada adanya
maka keduannya tidak akan dapat       kesesuaian              maksudnya
menyampaikan pesan yang akan          (understandability).
kirimkannya.     Dengan    adanya           Hal yang kedua adalah
masalah tersebut maka antara          kemampuan untuk mengetahui
kedua titik tersebut tidak akan       adanya kesalahan serta cara
terjadi      komunikasi.    Dalam     memecahkan kesalahan tersebut
beberapa kasus yang terdapat          pada saat terjadi pengiriman data.
pada        sistem      komunikasi,   Kesalahan seperti ini biasanya
beberapa        penerima    sudah     disebabkan oleh derau yang timbul


Bagian 5: Media transmisi                                            87
saat terjadi pengiriman pada                media transmisi yang sesuai
sebuah media transmisi. Jika                dengan data yang dikirim. Ada
komunikasi antara kedua sistem              lima bagian penting pada media
tersebut mengalami kesalahan,               transmisi yang perlu diketahui
dan           penerima             tidak    yaitu: circuit, channel, line, trunk,
memperbaikinya maka yang akan               dan virtual circuit, dimana kelima
timbul adalah kesalahan atau                hal tersebut dapat dijelaskan
kerusakan informasi.                        dibawah.       Berikut   ini    akan
       Dengan adanya kerusakan              menguraikan bagian-bagian jalur
informasi maka yang terjadi adalah          transmisi secara detil.
adanya data sampah yang tidak
berguna atau bahkan dapat
merusak suatu sistem yang lain.             5.2. Circuit
Penerima yang baik akan dapat
mendeteksi adanya kesalahan                         Circuit merupakan suatu jalur
yang     terjadi     dan     kemudian       yang secara fisik menghubungkan
memperbaikinya menjadi data                 antara dua titik sistem komunikasi
yang benar. Cara memperbaiki                atau lebih. Dalam menghubungkan
kesalahan atau kerusakan data               titik-titik komunikasi tersebut dapat
adalah dengan cara memperbaiki              dilakukan secara elektrik melalui
data tersebut dengan filter atau            media kawat tembaga maupun
meminta       data     kembali       dari   secara             optik       dengan
pengirim sebagai mengganti data             menggunakan            cahaya.    Titik
yang telah rusak. Kesalahan                 tersebut        berupa    port   yang
dalam      pengiriman         biasanya      menghubungkan                  sebuah
banyak      terjadi    pada      sistem     komputer, switch, multiplexer,
komunikasi          analog.       Pada      ataupun perangkat lainnya. Pada
komunikasi yang menggunakan                 sebuah circuit tersebut akan terjadi
data digital biasanya kesalahan             pertukaran data maupun informasi
atau kerusakan yang timbul sangat           antara titik sesuai dengan fungsi
kecil.                                      dan         tujuan      masing-masing.
       Kesalahan atau kerusakan             Misalnya pada sebuah rangkaian
informasi yang telah diuraikan              telephone sederhana, dimana
diatas     merupakan        kerusakan       rangkaian           tersebut     akan
dalam sistem komunikasi yang                menghubungkan antara telephone
dapat dihilangkan ataupun dibuat            satu dengan yang lain. Rangkaian
sekecil-kecilnya. Dengan ketidak            telephone ini digunakan untuk
adanya kerusakan informasi, maka            mempertukarkan voice atau suara
komunikasi akan dapat terjadi               maupun data informasi lain. Pada
dengan       baik.    Untuk       dapat     sistem komunikasi ada dua jenis
melakukan komunikasi dengan                 circuit yang biasa digunakan yaitu:
kesalahan atau kerusakan yang               komunikasi dengan penghantar
kecil atau bahkan nol, maka                 dua kawat dan empat kawat
sistem komunikasi sangat perlu
direncanakan dengan sebaik-
baiknya terutama pada pemilihan


Bagian 5: Media transmisi                                                       88
5.2.1. Pengantar Dua Kawat                       Penghantar            pada
                                          rangkaian         empat     kawat
      Pengantar      dua      kawat       mempunyai dua pasang kawat
merupakan               merupakan         yang terisolasi. Dua set dari jalur
komunikasi dua kawat yang                 transmisi merupakan jalur yang
terisolasi sehingga tidak akan            searah, sedangkan satu jalur pada
terjadi hubung singkat antara             masing-masing arah dan satu jalur
keduanya. Satu kawat digunakan            untuk melengkapi rangkaian listrik.
untuk transmisi infor-masi, dan           Rangkaian         empat     kawat
kawat yang lain sebagai ground            digunakan pada komunikasi yang
sesuai     rangkaian     kelistrikan.     jarak antara titik-titik terakhir
Pengantar dua kawat secara                memerlukan       isyarat     yang
umum digunakan pada komunikasi            diperkuat pada waktu tertentu.
analog lokal, dimana hubungan             Sebagai contoh, empat rangkaian
pelanggan     pada     suatu      titik   kawat disambung pada berbagai
langganan itu dapat diakses ke            saklar untuk membangun jaringan
dalam jaringan. Gambar 5.1                PSTN. Rangkaian empat kawat
dibawah     menunjukan       sebuah       juga digunakan dijalur sewa, di
contoh dari suatu pengantar dua           mana pelanggan bisa meng-
kawat.                                    hubungkan lokasi yang dimilikinya
                                          dengan jarak yang cukup jauh.
5.2.2. Rangkaian   penghantar             Selain itu semua rangkaian
       empat kawat                        komunikasi digital menggunakan
                                          rangkaian empat kawat.




                  A                                       B




                      Gambar 5.1. Rangkaian Dua Kawat



                        T                            T
                 A                                       B
                        R                            R




                      Gambar 5.2. Rangkaian empat kawat


Bagian 5: Media transmisi                                                 89
       Pada sistem komunikasi                                     isyarat-isyarat tertentu saat sinyal
rangkaian empat kawat terdapat                                    dalam perjalanan. Piranti ini
dua jenis yaitu: rangkaian empat                                  disebut penguat ulang atau
kawat yang secara fisik terpisah                                  repeater.        Penguat          akan
sehingga terlihat kawat sebanyak                                  menaikkan tegangan isyarat yang
empat buah dan rangkaian empat                                    mengalami pelemahan sesuai
kawat yang secara fisik hanya                                     daya yang asli.
terlihat   dua     kawat.    Dalam                                        Adanya penguat tersebut
rangkaian     komunikasi     empat                                maka sinyal isyarat akan dapat
kawat terpisah karena dalam                                       melanjutkan perjalanan ke jaringan
kawat       tersebut       terdapat                               yang dituju. PSTN merupakan
pemisahan jalur frekuensi. Jalur                                  komunikasi       tradisional      yang
frekuensi tersebut adalah separuh                                 umumnya menggunakan kawat
bidang frekuensi membawa untuk                                    tembaga. Pada kawat tembaga,
memancarkan       informasi,    dan                               data isyarat akan mengalami
selanjutnya    yang     separuhnya                                pelemahan yang dikarenakan oleh
akan membawa untuk menerima                                       tahanan      jenis    pada      logam
informasi.                                                        tembaga. Adanya tahanan jenis
                                                                  tersebut maka dalam sistem
5.2.3. Pemilihan dua kawat                                        komunikasi yang menggunakan
       atau empat kawat                                           kawat tembaga ada suatu batasan
                                                                  jarak tertentu antara penguat satu
       Karena jarak komunikasi                                    dengan      penguat        berikutnya.
biasanya sangat jauh, maka dalam                                  Batasan jarak antara penguat-
jaringan komunikasi dirancang                                     penguat tersebut pada umumnya
untuk membawa data isyarat yang                                   sekitar    6.000     kaki.    Adanya
jauh pula, sehingga jaringan ini                                  batasan tersebut maka dalam
memerlukan piranti yang dapat                                     membangun jaringan komunikasi
memperbaharui signal yang telah                                   dengan media kawat tembaga
mengalami             pelemahan.                                  perlu mempertimbangkan            jarak
Pelemahan ini biasanya pada                                       tersebut.



 Data terminal                    Toll exchange   International gateway   Toll exchange                    Data terminal




                 Local exchange
                                                                                          Local exchange

                      KOTA A                                                               KOTA B

                                                  = Penguat ulang/repeater


     Gambar 5.3. Penggunaan rangkaian dua kawat dan empat kawat


Bagian 5: Media transmisi                                                                                           90
5.3. Channel                            sekelompok        pemakai.       Trunk
                                        berupa fasilitas transmisi yang
      Channel       atau      saluran   bersama-sama dalam menswitch
merupakan suatu yang meng-              sistem. Switching system adalah
gambarkan sebuah jalur per-             suatu alat yang menyambungkan
cakapan yang logis, dimana              dua jalur transmisi. Ada dua
bidang frekuensi , ruang waktu,         kategori umum tentang switching
atau       panjang        gelombang     system yang digunakan dalam
dialokasikan pada percakapan            sistem telekomunikasi:
tunggal. Dalam sebuah sistem            • CPE         switches      (Customer
telekomunikasi,               saluran       Premises               Equipment)
merupakan suatu jalan yang                  merupakan bentuk switch yang
digunakan pada saat terjadi                 umum        digunakan        dalam
komunikasi. Dalam telekomunikasi            peralatan       dan      bangunan
memungkinkan adanya saluran                 pelanggan. Biasanya CPE ini
ganda, dimana saluran ganda ini             menggunakan private branch
akan meningkatkan dukungan                  exchange        (PBX),     dimana
terhadap suatu rangkaian itu                piranti ini sering disebut suatu
sendiri. Dalam telekomunikasi               private     automatic       branch
orang cenderung mengacu pada                exchange         (PABX).       PBX
saluran (channel) dibandingkan              digunakan untuk menentukan
dengan menyebut            banyaknya        koneksi antara dua titik. Piranti
rang-kaian.     Hal      ini    dapat       tersebut     digunakan        untuk
disebabkan karena dalam satu                membuat           koneksi-koneksi
rangkaian          baik          yang       antara telepon-telepon yang
menggunakan 2 kawat maupun                  bersifat internal dalam suatu
empat kawat bisa terdapat lebih             organisasi.           Selain      itu
dari satu channel.                          digunakan          juga       untuk
                                            membuat         koneksi     antara
5.4. Line dan Trunk                         jarinagn internal dan dunia luar
                                            (PSTN).
      Line   dan    trunk    pada       • Network         switches      secara
dasarnya merupakan hal yang                 hirarki terdiri dari saklar-saklar
sama, tetapi keduanya digunakan             jaringan         yang        dapat
pada situasi yang berbeda. Line             meningkatkan penyambungan
merupakan     sambungan      yang           pada waktu tertentu, dan
diatur untuk mendukung suatu                saklar tersebut disesuaikan
pemanggilan normal, mengisi,                dengan      apa      yang      akan
memuat       yang       dihasilkan          dilakukan oleh saklar tersebut,
seseorang.    Trunk    merupakan            dimana semua tergantung
rangkaian yang diatur untuk                 pada            kedua           titik
mendukung            beban-beban            persambungan saklar tersebut.
pemanggil yang dihasilkan oleh




Bagian 5: Media transmisi                                                     91
                  Gambar 5.4. Lines, trunk, dan switch


      Pada lingkungan pelanggan       pensaklaran          lokal       dapat
PSTN, titik pertama dapat diakses     memanggil titik lain yang berada
secara lokal yang juga dikenal        pada jarak 16 km. Dimana
sebagai Class 5 atau hal ini          penggilan tersebut dengan suatu
merupakan sebagai kantor atau         nada yang mengkodekan nomer
kantor pusat. Pada komunikasi         telepon dari suatu pensaklaran
tradisional     (electromechanical)   lokal yang berbeda. Koneksi
pensaklaran lokal yang mampu          antara dua        pensaklaran yang
ditangani adalah satu atau lebih      berbeda tersebut tercapai melalui
pensaklaran, dengan tiap-tiap         kedua bagian saklar yang disebut
pensaklaran mampu menangani           hirarki tandem switch atau disebut
sampai dengan 10,000 bentuk           juga       dengan          sambungan
langganan, yang dinomori mulai        simpangan.        Tandem        switch
dari 0000 sampai 9999. Saklar         digunakan        untuk       melakuan
elektronik, tersedia sejak tahun      sambungan pertukaran lokal pada
1980, mampu menangani sampai          daerah metropolitan. Pada saat
dengan 50,000 langganan. Satu-        akan      membuat          sambungan
satunya jenis panggilan pada          telepon        interlokal,       pusat
pensaklaran lokal yang dapat          pensaklaran lain akan melakukan
menangani dirinya sendiri, tanpa      permintaan ke dalam pusat yang
menyentuh saklar yang lain dalam      juga disebut kantor Class 4, transit
jaringan     pada       penomoran     switch, atau trunk exchange. Pusat
pensaklaran lokal yang sama           panggilan akan bertanggung jawab
tersebut.                             untuk membuat dan melengkapi
      PSTN melakukan switching        komunikasi interlokal tersebut.
lokal sehingga dapat berhubungan      Hirarki yang tertinggi adalah
membentuk suatu hirarki. Suatu        gerbang internasional, dimana



Bagian 5: Media transmisi                                                92
pensaklaran    dirancang   untuk         digunakan untuk menguraikan
membuat sambungan panggilan              koneksi antara dua host dalam
antara     negara-negara   yang          sebuah jaringan paket switching,
berbeda. Trunk disediakan untuk          dimana host keduanya dapat
melakukan sambungan antara               berkomunikasi seolah-olah mereka
saklar-saklar di dalam PSTN,             sebuah koneksi yang mempunyai
antara pelanggan yang memiliki           tujuan, meskipun paket tersebut
PBX, atau antara PBX dan PSTN.           bisa mengambil rute yang sangat
                                         berbeda untuk sampai di tujuan
5.5. Virtual Circuit                     mereka.

       Sekarang ini peningkatan          5.6. Media Transmisi
pelanggan         komunikasi    yang
sangat besar maka diperlukan                   Media transmisi adalah suatu
paket switcing, dimana banyak            jalan       yang     secara     fisik
jaringan yang menggunakan virtual        bersambungnya komputer, alat-
circuit. Hal ini berbeda dengan          alat komunikasi, ataupun orang-
rangkaian yang secara fisikdapat         orang disebuah jalan raya dan
dilihat dengan awal dan diakhiri         jalan-lintas     super    informasi.
oleh sebuat titik sambungan,             Masing-masing media transmisi
virtual     circuit    adalah    satu    memerlukan        perangkat    keras
rangkaian koneksi logika antara          jaringan yang khusus dan harus
piranti pengirim dan penerima.           kompatibel        dengan      media
virtual circuit merupakan sebuah         tersebut. Pada media transmisi,
koneksi antara dua piranti yang          getaran sinyal pembawa itu harus
secara          langsung,      tetapi    disampaikan        dari   pemancar
sesungguhnya          terdiri    atas    kepada penerima.
bermacam-macam            rute  yang           Proses      penyampaian     ini
berbeda. Rute-rute tersebut akan         harus dilakukan melalui jalan raya
berubah setiap waktu, dan rute           atau media transmisinya. Hal ini
selanjutnya tidak belum tentu rute       bisa juga dianalogikan pada
yang        baik.     Koneksi      ini   sebuah mobil truk yang tak akan
digambarkan masukan-masukan              dapat berjalan tanpa adanya jalan
tabel      dalam      piranti  paket     raya atau sebuah kapal yang tak
pensaklaran. Suatu koneksi di-           akan dapat berjalan tanpa ada
bentuk setelah dua piranti tersebut      lautnya. Dalam hal penyampaian
melakukan persetujuan pada para-         getaran maka jalan rayanya
meter penting pada pemeliharaan          disebut media transmisi dan
koneksi komunikasi serta bagai-          getaran pembawa termodulasi
mana cara menyediakan kinerja            merambat       (propagate)    dalam
yang tepat untuk aplikasi yang           media transmisi.
mendukung mereka.                                 Di    dalam    media     ini
       Virtual circuit merupakan         rambatan pembawanya disebut
istilah yang sebagian besar              sebagai gelombang pembawa.




Bagian 5: Media transmisi                                                  93
                         Gambar 5.5. Virtual curcuit


      Media       transmisi      untuk   unguided, karakteristik transmisi
menyampaikan sinyal gelombang            lebih ditentukan oleh kwalitas
elektromagnetik             dibedakan    sinyal yang dihasilkan oleh antena
menjadi dua yaitu Guided dan             transmisi    dibandingkan        oleh
Unguided. Pada media guided,             medianya sendiri. Faktor-faktor
gelombang             elektromagnetik    dalam sistem telekomunikasi yang
dipandu dari transmitter menuju          berkaitan dengan media transmisi
receiver dan media transmisinya          dan sinyal dan sangat menentukan
secara fisik dapat dilihat secara        data rate dan jarak antara lain:
langsung. Media guided misalnya:             Bandwith, selama faktor lain
kabel tembaga twisted pair, kabel            mempunyai       nilai    konstan,
coaxial, serat optik dan lain-lain.          maka semakin besar bandwith
Contoh media diatas merupakan                sebuah sinyal komunikasi,
media transmisi yang dapat                   akan semakin besar rate data
dipegang maupun dilihat secara               yang diperolehnya.
langsung. Lain halnya dengan                 Gangguan               transmisi,
media unguided yang tidak                    Gangguan seperti attenuasi
memerlukan         kabel       sebagai       akan membatasi jarak. Pada
penghantarnya. Media unguided                media      transmisi      guided,
berupa gelombang radio yang                  biasanya kabel twisted pair
tidak bisa dilihat oleh mata.                lebih    sering       mengalami
        Karakteristik            suatu       gangguan                  apabila
transmisi data ditentukan oleh dua           dibandingkan dengan kabel
hal yaitu karakteristik media                coaxial dan kabel coaxial akan
tranmisi dan karakteristik sinyal            lebih    sering       mengalami
komunikasi. Untuk media transmisi


Bagian 5: Media transmisi                                                  94
   ganguan dibandingkan dengan          dan yang banyak sekali yang
   fiber optik.                         mengunakannya khususnya pada
   Interferensi, sinyal Interferensi    kabel berpasangan untuk meng-
   merupakan terjadinya sinyal          hantar informasi dari pelanggan ke
   yang tumpang tidih dalam             sentral. Pada umumnya frekuensi
   sebuah       band    komunikasi      yang melewatinya adalah berupa
   sehingga hal tersebut dapat          frekuensi pembicaraan. Karena
   menghapuskan        sinyal-sinyal    sinyal yang dibawanya adalah
   informasi. Interferensi biasanya     berupa arus bolak-balik dan arus
   terjadi pada media unguided,         searah sehingga karakteristik yang
   walaupun terjadi juga pada           paling dominan sehingga perlu
   media guided seperti pada            diperhatikan     adalah    redaman
   kabel       yang     berdekatan      kabel dan perubahan phasa
   sehingga medan magnetik              terhadap frekuensi . Dalam bagian
   akan saling mempengaruhi.            ini hanya dibahas penggunaan
   Jumlah receiver, media guided        kabel         tem-baga        untuk
   biasanya digunakan untuk             menyalurkan             gelom-bang
   membangun suatu hubungan             pembawa dengan frekuensi tinggi.
   antara titik, dimana pada kasus      Seringkali terjadi adanya keter-
   tertentu titik tersebut akan         batasan sambungan kabel lokal
   memunculkan atenuasi dan             dari sentral ke suatu tempat sudah
   distorsi.                            habis,    sedangkan      pelanggan
                                        masih banyak yang meminta.
                                        Untuk      melayani      kebutuhan
5.7. Media Transmisi Guided             pelanggan maka penyedia jasa
                                        layanan telephone menggunakan
       Media transmisi guided           sistem konsentrator kabel. dua
yang sering digunakan untuk             pasang kabel tembaga di sediakan
transmisi data adalah twisted pair,     untuk    menyalurkan      beberapa
kabel coaxial dan serat optik.          kanal suara.
Dibawah ini akan dijelaskan lebih       Pada kedua ujung kawat tersebut
detail mengenai media transmisi         ada sebuah multiplexer yang
tersebut.                               berfungsi menggabungkan bebe-
                                        rapa sinyal suara tersebut, yang
5.7.1. Kabel Tembaga                    kemudian dikirimkan lewat kabel
                                        sesudah di perkuat oleh amplifier.
      Kabel tembaga merupakan
sebuah kabel yang berpasangan


                                  Kabel Tembaga

           Mux          Mod /TX                   RX/Dem      Demux


                 Gambar 5.6. Kabel tembaga sebagai penghubung



Bagian 5: Media transmisi                                               95
      Frekuensi pembawa pada          pola    lilitan  yang beraturan.
kabel tembaga biasanya l200 KHz       Sepasang kawat yang dililitkan
yang dimodulasi oleh output           dapat digunakan sebagai jalur
multiplexer. Hal tersebut sangat      komunikasi tunggal. Biasanya
jelas bahwa dengan frekuensi          beberapa pasang kawat (empat
tinggi tersebut maka gelombang        pasang) dibundel menjadi satu
pembawa        akan     mengalami     kabel dengan cara dibungkus
redaman kabel yang cukup besar.       dengan bungkusan yang keras
Untuk jarak yang cukup jauh           terbuat dari karet.
diperlukan penguat ulang atau
repeater yang dipasang ditengah
perjalanan. Biasanya kapasitas
sistem ini maksimal hanya 12
bandwith sinyal suara analog.
      Kabel tembaga juga sering
digunakan untuk menghubungkan
dua buah sentral menggunakan
konsentrator. Biasanya kabel yang
digunakan berdiameter lebih besar
dari kabel untuk jaringan lokal.
Untuk hubungan antara sentral,
maka dapat juga digunakan
penggabungan       secara   digital       Gambar 5.7. Twisted-pair
(PCM dengan datarate 2 Mbps)
dengan kapasitas 30 kanal suara              Pada jarak yang sangat jauh,
digital ( 64 KBPS ).                  lilitan yang ada pada kawat
Dengan kecepatan aliran bit           tembaga tersebut meningkatkan
sebesar 2 Mbps maka dibutuhkan        interferensi silang diantara kawat
repeater tiap 3 sampai dengan 4       yang saling berdekatan. Besar
km. Catu daya untuk repeater          frekuensi       spektrum      pada
disalurkan melalui kabel yang         sambungan        telephone    yang
sama dari terminal            yang    menggunakan kabel twisted pair
didekatnya. Dengan menggunakan        maksimum        besarnya    sekitar
konsentrator ini, maka kebutuhan      1MHz. Standar terbaru untuk
kabel menjadi sangat berkurang,       broadband      DSL     yang    juga
disamping itu pemeliharaan juga       menggunakan kabel twisted pair
menjadi lebih sederhana.              yang bisa sampai sebesar 2,2
                                      MHz.
5.7.2. Twisted Pair                          Kehilangan     pada     saat
                                      translasi data menjadi bps diukur
     Twisted pair merupakan           berdasarkan data yang dikirimkan,
media transmisi yang paling           atau kapasitas saluran pada kabel
banyak digunakan dan murah            twisted pair dapat menyediakan
harganya. Sebuah kabel twisted        kecepatan 2 Mbps sampai 3 Mbps
pair terdiri dari dua kawat yang      pada spektrum frekuensi 1 MHz.
disekat dan tersusun dalam suatu


Bagian 5: Media transmisi                                             96
Tetapi hal ini berbanding terbalik
antara jarak dan data rate tersebut
direalisasikan. Pada jarak yang
sangat jauh, akan membawa
pengaruh yang besar terhadap
kesalahan dan kerusakan sinyal
informasi. Pada kecepatan data
tinggi ada dua teknik yang biasa
digunakan: jarak loop dapat
diperpendek dan menggunakan
modulasi sinyal yang baik.
                                            Gambar 5.8. Kabel Coaxial
5.7.3. Kabel Coaxial

      Kabel coaxial adalah sebuah              Rangkaian penguat ulang
kabel yang terdiri dari satu kawat      (repeater) sangat diperlukan untuk
dengan inti terletak ditengah yang      kabel laut karena redaman yang
dibungkus secara berlapis oleh          cukup besar dan jarak yang
plastik, kawat screen, plastik,         panjang. Kesulitan pada kabel laut
aluminium foil dan terakhir adalah      adalah penempatan repeater dan
lapisan plastik lagi (polyuthylene).    jarak antara repeater (10 km) hal
Kabel antena TV adalah kabel            ini dikarenakan :
coaxial. Digunakan kabel ini            • Membutuhkan catuan yang
karena redamannya jauh lebih                 besar (dalam orde KV).
kecil dari pada kabel tembaga                Kesulitan       lain     adalah
biasa. Kabel ini dipergunakan                pemeliharaan       jika   terjadi
untuk gelombang yang membawa                 gangguan, misal tertabrak
sejumlah kanal multiplexing besar.           kapal, binatang atau tekanan
Kabel      bawah       laut      juga        air laut.
menggunakan kabel coaxial untuk         • Harus dibuat kuat sekali.
menyalurkan sampai 4000 kanal,          • Untuk efisiensi maka dalam
dengan tiap kanalnya sebesar 3               satu kabel 1dipasang lebih dari
KHz dengan lebar pita frekuensi              satu coax, bisa saja sampai 10.
adalah sebesar 30 MHz. Untuk                 Atau dapat lebih lebih banyak
perentangan didasar laut, maka               lagi. Contoh: kabel transatlantik
kabel tersebut akan mengalami                tahun 1976, kapasitas 400 @ 3
perenggangan yang cukup besar.               KHz bw, maks frek 28 MHz, 1
Karena itu perlu            diberikan        kabel dengan diameter 2.4 cm,
tambahan daya regang dengan                  repeater terbuat dari transistor
menggunakan satu atau dua                    berjarak 6 km.
lapisan kawat baja yang kuat                 Panjang kabel = 6400 km.
sebagai pelindung.




Bagian 5: Media transmisi                                                  97
5.7.4. Serat Optik

     Kabel optik adalah kabel          Dua jenis bahan gelas yang umum
yang intinya terbuat dari kaca dan     dipakai adalah gelas silika dan
mampu melalukan cahaya. Tebal          boros silika. Sekarang bahan
kabel kaca antara 8.3 sampai 10        plastik sudah pula dipakai untuk
µm untuk jenis monomode dan 50         inti serat optik.
sampai 100 µm untuk jenis multi               Beberapa serat Kabel optik
mode.                  Sedangkan       dalam satu gulungan besar (isi
pembungkusnya 125 µm. Bahan            minimal 6 serat). Serat optik
serat optik adalah bahan gelas         mempunyai sifat sangat rapuh
dengan kemurnian sangat tinggi.        (mudah patah) oleh sebab itu
       Sedikit saja ada unsur          harus diberi pelindung kabel untuk
asing, yang kecil sekalipun, akan      memperkuatnya. Pada tiap-tiap
menimbulkan hamburan yang              gulungan kabel dapat membawa
mengakibatkan redaman.                 fiber optik sampai 1 km panjang-
                                       nya.
                                              Kabel serat optik pada
                                       prinsipnya berupa kabel yang
                                       digunakan untuk memandu atau
                                       melewatkan gelombang cahaya
                                       dalam bentuk bentuk yang jelas
                                       atau yang disebut mode. Mode
                                       menggambarkan suatu disteribusi
                                       dari energi cahaya yang melewati
                                       sepanjang         serat   tersebut.
                                       Ketepatan dari bentuk cahaya
                                       tersebut tergantung pada panjang
                                       gelombang          cahaya     yang
                                       ditransmisikan dan pada indeks
Gambar 5.9. Sejumlah Serat Optik       bias yang dibentuk pada saat
                                       kondisi cahaya dikirimkan melalui
                                       serat tersebut.



                            Susunan serat optik




                       Gambar 5.10. Serat Optik


Bagian 5: Media transmisi                                              98
          Gambar 5.11. Serat optik multimode dan singlemode

      Pada gambar di atas dapat     mempunyai diameter inti yang
dilihat bahwa ada perbedaan         lebih besar sehingga cahaya yang
antara serat optik multimode        dikirimkan akan membentuk sudut
dengan      singlemode.     Pada    cahaya     yang    berbeda   dan
singlemode mempunyai diameter       membentur dinding serat atau
inti yang sangat kecil sehingga     disebut dengan multimode. Untuk
hanya mampu membawa satu            lebih jelasnya mengenai pe-
mode dimana pengiriman cahaya       rambatan cahaya pada serat optik
berupa garus lurus yang melalui     dapat dilihat pada gambar di
inti. Pada serat optik multimode    bawah.




Bagian 5: Media transmisi                                        99
 Gambar 5.12. Perambatan cahaya pada mode serat optik yang berbeda
      Cahaya ditimbulkan pada
ujung pengirim dan diterima pada
ujung terima. Sinyal ditumpangkan
pada cahaya dengan sistem
modulasi intensitas. Jika tegangan
sinyal tinggi maka cahaya akan     Untuk berkas yang merambat
lebih terang.                      dengan sudut pantul 75o maka
      Cahaya tersebar selama       kecepatan rambatnya berkurang
perjalanannya, semakin tebal serat lagi menjadi 2.108 cos 75° m/s .
kaca semakin tersebar cahaya             Panjang gelombang cahaya
dalam perjalanannya (dispersi).    yang digunakan        berada pada
Disamping itu kecepatan rambat     daerah infra red dengan panjang
cahaya juga semakin lambat jika    gelombang 0.8 nm, 1.3 nm atau
kaca semakin tebal. Jika index     1550 nm.        Fiber optik dapat
bias kaca adalah rata-rata 1,5 m/s membawah         informasi   suara
maka kecepatan rambat lurusnya     sampai 40.000 VBW atau sinyal-
adalah                             sinyal digital video dalam jumlah
                                   yang cukup besar.




 Gambar 5.13. Redaman kabel optik pada berbagai panjang gelombang.




Bagian 5: Media transmisi                                        100
             Gambar 5.14. Koneksi menggunakan serat optik


       Output pemancar adalah 0         adanya beberapa permasalahan
dBm       dan     minimal power         seperti dapat dilihat pada tabel di
dipenerima -37 dBm. Sebelum             bawah.
masuk pada detektor cahaya                    Keuntungan        peggunaan
diperkuat dulu dengan amplifier         serat optik yang lain adalah dalam
optik sebesar 30dB. maka yang           penggunaan serat optik akan
boleh hilang ditengah jalan adalah      terbebas dari sinyal interferensi
30 + 37 dB sehingga menjadi             gelombang radio. Karena gelom-
67dB. Kehilangan power terjadi          bang radio tidak bergerak pada
beberapa hal yang dikarenakan           frekuensi optik.


         Tabel 5.1. Pelemahan yang diakibatkan oleh serat optik


        Penyebab Pelemahan serat optik               Besar pelemahan
 Konektor dikedua sisi (1 dB/sisi)                2 dB
 Margin untuk penyambungan jika putus             6 dB
 Redaman per sambungan /splicing                  0,1 dB
 Redaman fiber optik                              0,2 dB/km
 Redaman per km menjadi                           0,3 dB
 Maka jarak antara terminal menjadi               (67–2-6)/0,3=196 km




Bagian 5: Media transmisi                                               101
5.8. Media Transmisi Unguided                  Hubungan besar frekuensi
                                         yang dihasilkan oleh pemancar
      Pada bagian berikut akan           serta kecepatan rambat dapat
membicarakan masalah bandwidth           digunakan    untuk   menghitung
yang digunakan pada media                panjang    gelombang.   Panjang
transmisi unguided, dimana band-         gelombang ini dapat digunakan
width tersebut biasanya dibicara-        untuk     menentukan     antena.
kan dalam bentuk spekrum                 Panjang antena untuk menangkap
elektromagnetik.                         gelombang elektromagnetik biasa-
                                         nya adalah ½ lamda, ¼ lamda, 1
5.8.1. Gelombang                         lamda atau ¾ lamda. Untuk
       Elektromagnet                     mengetahui panjang gelombang
                                         digunakan rumus sebagai berikut :
      Gelombang elektromagnetik
sekarang ini telah menjadi bagian
penting dalam teknologi modern
terutama      pada       komunikasi
nirkabel.               Gelombang
eletromagnetik yang merambat              Dimana :
pada ruang bebas disebut dengan           λ = panjang gelombang (meter)
gelombang      radio/sinyal    radio.     V = Kecepatan rambatan (detik)
Gelombang elektromagnetik di               f = frekuensi (Hertz).
ruang bebas banyak mengalami
lingkungan yang tidak ideal.                    Gelombang     elektromagnet
Gelombang       radio    merupakan       dihasilkan oleh sebuah osilator.
gelombang yang digunakan untuk           Gelombang            elektromagnet
mengoperasikan pancaran radio.           dipancarkan ketika medan listrik
        Bentuk-bentuk gelombang          pada osilator disambungkan pada
elekromagnet        antara       lain:   antena pemancar. Karena gerakan
Gelombang televisi, Cahaya, Sinar        medan listrik (E) menyatu dengan
x, gelombang panas, dan lain             medan magnet (H), sehingga
sebagainya. Sinyal gelombang             gelombang elektromagnetik di-
elektromagnet mempunyai daya             pancarkan ke udara bebas dalam
tertentu dengan kecepatan tetap.         bentuk sinyal bolak-balik berupa
Gerak gelombang elektromagnetik          medan listrik dan medan magnet.
dinamakan       dengan       velocity    Ketika     dipancarkan,     medan
dimana     kecepatan       rambatan      magnet ini berupa garis melintang
adalah sekitar 300.000 km/detik.         (transverse), dan orthogonal.
Rambatan       gelombang        radio           Medan magnet transverse
bersifat tetap. Karena rambatan          dikirim ke ruang bebas dengan
gelombang           elektromagnetik      arah yang sama, sedangkan
sifatnya tetap, maka panjang             orthogonal merupakan medan
gelombang        dapat      dihitung.    listrik dan magnet membentuk
Panjang gelombang ini sering             sudut tertentu.
disebut dengan lamda (λ).



Bagian 5: Media transmisi                                              102
      Ketika     medan      elektro-   penting      digunakan     untuk
magnetik       mengenai     sebuah     merancang        antena.     Jika
antena penerima, maka medan            seseorang dapat melihat arah
elektro-magnetik akan diterima         muncul      gelombang      sinyal
dalam bentuk yang sama seperti         elektromagnet, mungkin akan
yang dihasilkan oleh osilator          dapat menentukan arah antena
kecuali     jika    sinyal     yang    supaya tepat dengan pemancar.
dipancarkan             mengalami      Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
kerusakan.                             gambar sinyal polarisasi pada
      Gelombang      elektromagnet     bidang antena.
dipancarkan       dalam      bentuk
orthogonal, sehingga hal ini sangat




                  Gambar 5.15. Diagram polarisasi linier




Bagian 5: Media transmisi                                            103
           Gambar 5.16. Sinyal polarisasi pada bidang antena



      Sinyal Polarisasi adalah arah   gelombang elektro-magnetik akan
dari vector medan listrik. Sinyal     bergerak dari sumbernya ke
Polarisasi berupa sinyal vertical     semua arah baik secara vertikal
karena vector medan listrik kadang    maupun horisontal.
naik kadang turun. Pengiriman                 Untuk    lebih jelasnya
gelombang elektromagnetik oleh        mengenai gambaran gelombang
antena pemancar digambarkan           elektromagnetik yang bergerak
sebagai berikut.                      dari sumbernya dalam bentuk
      Ketika ada benda yang jatuh     polarisasi    vertikal  maupun
pada permukaan air, maka akan         horisontal dapat dilihat pada
terjadi gelombang yang ada            gambar 5.18.
disekitarnya. Begitu juga dengan




   Gambar 5.17. Pengiriman gelombang elektromagnetik oleh antena




Bagian 5: Media transmisi                                        104
              Gambar 5.18. Polarisasi Gelombang Vertikal




            Gambar 5.19. Polarisasi Gelombang Horisontal

     Benda-benda seperti kayu,      5.8.2. Spektrum Frekuensi
bangunan, pohon, besi dan lain             Radio
sebagainya      yang      dilalui
gelombang elektromagnetik dapat           Ketika     terjadi    gerakan
merubah jalannya gelombang          elektron-elektron,    maka     akan
tersebut. Benda-benda tersebut      membangkitkan            gelombang
hanya bisa merubah gerak tanpa      elektromagnetis        yang dapat
bisa menghentikan.                  menyebar melalui ruang kosong
                                    yang ada disekitarnya. James
                                    Maxwell pertama kali meramalkan
                                    keberadaan masalah ini pada



Bagian 5: Media transmisi                                          105
tahun    1865,    dan    kemudian                 Gelombang elektromagnetik
Heinrich Hertz pertama kali                radio mempunyai batas frekuensi
menghasilkan dan mengamatinya              sendiri-sendiri, dan batas seluruh
pada tahun 1887.                           gelombang elektromagnet disebut
      Sekarang ini semua komuni-           dengan spektrum elektromagnet.
kasi modern bergantung pada                Spektrum elektromagnetik meliputi
manipulasi    dan    pengendalian          daerah      gelombang      dengan
sinyal isyarat spekrum elektro-            frekuensi rendah sampai frekuensi
magnetik.                                  tingi.
      Spekrum gelombang elektro-                   Pada umumnya spektrum
magnetik mencakup gelombang                frekuensi radio yang merupakan
radio frekuensi rendah mulai dari          gelombang elektromagnetik yang
30 KHz, yang mempunyai panjang             mempunyai range antara 1 MHz
gelombang hampir dua kali garis            sampai 300 MHz. Pada industri
tengah bumi Sampai frekuensi               sendiri mendefinisikan spektrum
tinggi yang lebih dari 10 GHz,             gelombnag radio antara 1 MHz
dengan panjang gelombang lebih             sampai 1 GHz.
kecil dibanding inti dari sebuah                   Range antara 1-30 GHz
atom.                                      disebut dengan microwave dan
      Spekrum      elektromagnetik         30–300 GHz disebut dengan
tersebut digambarkan sebagai               millimeter      wave.    Spektrum
suatu kemajuan logaritmis, dimana          gelombang radio dibagi menjadi
skala meningkat sampai 10                  beberapa bagian seperti terlihat
kalinya.                                   pada tabel 5.3 di bawah.



                 Tabel 5.2. Spektrum Gelombang elektromagnetik

 Radio waves                : 300GHz and lower (frequency)
 Sub-millimeter waves       : 100 micrometers to 1 millimeter (wavelength)
 Infrared                   : 780 nanometers to 100 micrometers (wavelength)
 Visible light              : 380 nanometers to 780 nanometers (wavelength)
 Ultraviolet                : 10 nanometers to 380 nanometers (wavelength)
 X-ray                      : 120eV to 120keV (energy)
 Gamma rays                 : 120 keV and up (energy)




Bagian 5: Media transmisi                                                    106
       Tabel 5.3. Spektrum frekuensi radio dan aplikasi-aplikasi


  Frequency band    Frequency range           Application areas
 Very Low                              Radio navigasi, radio maritin atau
                    3kHz to 30kHz
 Frequency (VLF)                       komunikasi pada kapal.
 Low Frequency
                    30kHz to 300kHz    Radio navigasi atau radio mobil
 (LF)
 Medium                                Radio pemancar AM, radio
                    300kHz to 3MHz
 Frequency (MF)                        aeronautical
 High Frequency
                    3MHz to 30MHz      radio maritin dan radio aeronautical
 (HF)
                                       Komunikasi bergerak, siaran FM,
 Very High
                    30MHz to 300MHz    siaran TV, aeronautical mobile,
 Frequency (VHF)
                                       radio panggil.
                                       Siaran TV, radio mobile satellite,
 Ultra-High
                    300MHz to 1GHz     komunikasi bergerak dan radio
 Frequency (UHF)
                                       astronomy
                                       Radio navigasi aeronautical, earth
 L band             1GHz to 2GHz
                                       exploration satellite
                                       Penelitian ruang angkasa,
 S band             2GHz to 4GHz
                                       komunikasi satelit tetap.
                                       komunikasi satelit tetap,
 C band             4GHz to 8GHz       meteorological satellite
                                       communication
                                       komunikasi satelit tetap, penelitian
 X band             8GHz to 12GHz
                                       ruang angkasa
                                       Komunikasi satelit tetap dan
 Ku band            12GHz to 18GHz
                                       bergerak, satelite broadcast
                                       Komunikasi satelit tetap dan
 K band             18GHz to 27GHz
                                       bergerak.
                                       Komunikasi Intersatellite, mobile
 Ka band            27GHz to 40GHz
                                       komunikasi satellite.
                                       Penelitian ruang angkasa,
 Millimeter         40GHz to 300GHz
                                       komunikasi Inter-satellite.


                                      frekuensi     yang khusus untuk
      Pembagian band frekuensi        beberapa aplikasi tertentu dapat
tersebut di atas ditentukan oleh      dilihat pada tabel 5.4 di bawah ini :
persetujuan internasinal melalui
International Telecommunication
Union     (ITU).   Setiap  aturan
telekomunikasi-telekomunikasi
pada suatu negara mempunyai
kebijakan-kebijakan        dalam
pemakaian      frekuensi. Bidang




Bagian 5: Media transmisi                                                107
    Tabel 5.4. Bidang frekuensi yang khusus untuk beberapa aplikasi

  AM radio                          535 to 1605 MHz
  Citizen band radio                27MHz
  Cordless telephone devices        43.69 to 50 MHz
                                    54 to 72 MHz, 76 to 88 MHz, 174 to
  VHF TV
                                    216 MHz
  Aviation                          118 to 137 MHz
                                    144 to 148 MHz
  Ham radio
                                    420 to 450 MHz
                                    470 to 608 MHz
  UHF TV
                                    614 to 806 MHz
  Cellular phones                   824 to 849 MHz, 869 to 894 MHz
                                    901–902 MHz, 930–931 MHz, 940–
  Personal communication services
                                    941 MHz
  Search for extra-terrestrial
                                    1420 to 1660 MHz
  intelligence
                                    1525 to 1559 MHz, 1626.5 to 1660.5
  Inmarsat satellite phones
                                    MHz




     Gambar 5.20. Alat telekomunikasi dan spekrum elektromagnetik




Bagian 5: Media transmisi                                                108
5.9. Mode perambatan                           Sehingga:
     Gelombang elektro
     magnetik
                                                d 2 = ( 2r + h) h
      Mode      perambatan      atau
propagasi      sinyal    gelombang             Sehingga
elektromagnetik ada dua yaitu:
LOS dan non LOS. Pada ruang
bebas atau hampa gelombang                      d ≅ 2rh
elektromagnetik         dipancarkan
keluar dari sumbernya ke segala         Dimana :
arah.    LOS      (line  of    sight)         Radius r bumi kira-kira : 3960
merupakan       cara    pemancaran      mil, h tinggi antena dalam feet
gelombang secara garis lurus            (5280 feet = 1 mil), d jarak antar
(segaris pandang). Penentuan            pancar     terima    radio   secara
LOS sangat dipengaruhi oleh             horisontal
lengkungan bumi. Jika antara                  Sinyal     gelombang      radio
penerima dan tinggi antena              dipengaruhi asmofir bumi. Karena
pemancar tidak segaris lurus maka       atmosfir      sifatnya     mengikuti
penerima tidak bisa menerima            lengkungan bumi walaupun juga
sinyal radio. Model sederhana           ditentukan oleh kepadatan dan
untuk menentukan jarak LOS yang         ketinggian, maka untuk me-
bisa dilalui antara dua titik pancar    nyesuaikan hal tersebut digunakan
terima.                                 4/3 radius bumi.
      Penentuannya          jaraknya
adalah :                                Persamaan di atas dapat dijelas-
                                        kan dengan gambar di bawah ini :
        d 2 + r = (r + h) 2




                                                       Permukaan
                                                       tanah ideal




         Gambar 5.21. Perambatan LOS yang melalui lengkung bumi


Bagian 5: Media transmisi                                                109
Sehingga r = 5280 mil. dan             violet semakin kecil, hingga pada
                                       permukaan bumi tidak ada lagi
                                       atmosphere yang terionkan.
                                               Pada lapisan ionosphere
          4       h                    ini terdapat banyak elektron bebas
     d = 2 3960                        yang bergerak secara acak dan
          3     5280                   mungkin saja akan bersatu
                                       kembali dengan ion positifnya
                                       untuk     menjadi     atom     netral.
           Sehingga :                  Khususnya untuk daerah didekat
                                       dengan permukaan bumi sehingga
                                       akan membentuk atmosphere
              d ≅ 2h                   padat, maka kejadian bersatu
                                       kembali elektron dan ion sangat
                                       besar.
        Gelombang elektromagnetik              Tidak demikian halnya
non      LOS      secara   mekanis     dengan lapisan ionosphere. Pada
merambat tergantung dari besar         tempat     yang     sangat     tinggi,
operasi frekuensi nya. Pada VHF        atmosphere       akan        semakin
dan UHF perambatan indirect            renggang sehingga jumlah ion
sering     dilakukan. Selain     itu   atau elektron bebas juga akan
misalnya : phone selular, pager,       semakin        sedikit      sehingga
peralatan      komunikasi   militer.   konsentrasi ion juga kecil.
Kekurangan dari LOS adalah pada
saat perambatan sering terjadi
diffraction, refraction dan atau
reflection.     Keuntungan    LOS
adalah terbebas dari sky waves,
troposphire waves dan ground
waves. Sedangkan Kelemahan
LOS merupakan keuntungan non
LOS.

5.10. Perambatan Gelombang
      Radio

5.10.1. Ionosphere                      Gambar 5.22. Model ionosphere

     Radiasi     atau      pancaran          Dalam ionosphere terdapat
gelombang      ultravilolet    yang    lapisan–lapisan yang konsentrasi
berasal   dari    matahari     akan    ionnya berbeda dan otomatis pada
mengionkan molekul-molekul pada        ketinggian yang berbeda pula.
atmosphere. Semakin mendekati
bumi intensitas gelombang ultra-



Bagian 5: Media transmisi                                               110
                Lapisan jarak dari muka bumi
                konsentrasi elektron

          F2             250 – 500 km
          F1             200-200 Km
          E              90-150 Km
          D              50-90 Km

                                                    Kepadatan elektro/m3n




   Gambar 5.23. Hubungan antara kepadatan elektron dan ketinggian


     Ionosphere hanya akan ada                         Gelombang radio akan
pada saat ada intensitas matahari.             mengalami redaman pada setiap
Biasanya terjadi pada siang hari               pantulan sehingga kuat medan
dan sangat menurun pada malam                  yang diterima berbanding terbalik
hari. Sifat ionosphere adalah                  dengan jarak yang dilaluinya.
memantulkan gelombang yang                     Semakin tinggi frekuensi radio
datang dengan sudut tertentu dan               yang digunakan maka effek
pada frekuensi MF.                             lapisan ionosphere juga semakin
                                               berkurang. Pada bandwith atau
                                               pita frekuensi HF, VHF atau SHF
                                               maka gelombang radio akan
                                               langsung     menembus      lapisan
                                               ionosphere.
                                                       Selain sinyal gelombang
                                               dipantulkan    oleh   ionosphere,
                                               permukaan bumi juga berperan
                                               memantulkan sinyal gelombang
                                               elektromagnetik. Dengan adanya
                                               pemantulan     gelombang     yang
                                               dilakukan oleh lapisan ionosphere
                                               dan permukaan bumi maka sinyal
                                               dapat disampaikan akan sampai
                                               pada jarak yang sangat jauh.
Gambar 5.24. Lapisan Ionosphere




Bagian 5: Media transmisi                                                    111
              Gambar 5.25. Pantulan oleh permukaan bumi



        Perambatan      gelombang     pula secara lambat tergantung
dengan pantulan oleh lapisan          pada gerak benda pemantulnya
ionosphere ini sangat tidak stabil,   dalam hal ini lapisan ionosphere.
seringkali sinyal dapat diterima
kuat, seringkali diterima dengan
sangat lemah sekali. Ketidak
teraturan ini dikenal dengan nama     4.10.2. Gelombang radio Mikro
fading (fade out = hilang sama
sekali). Perhitungan yang dipakai          Gelombang    radio  mikro
adalah probability sistem transmisi   adalah berupa gelombang radio
pada suatu media tertentu akan        yang    menggunakan frekuensi
hilang sama sekali. Misalnya, jika    VHF s/d SHF. Karena tingginya
dikatakan fading sebesar 40 dB,       frekuensi yang digunakan maka
hal ini berarti kemungkinan terjadi   gelombang ini merambat lurus
fading terbesar 40 dB. dan            karenanya dikenal dengan nama
probability terjadi hal terjelek      pancaran LOS (Line of sight).
adalah P= 10 – F/10. Fading ini
dapat terjadi secara cepat dapat




Bagian 5: Media transmisi                                          112
        Gambar 5.26. Dua antena terhubung melalui udara bebas


        Gelombang radio mikro           5.11. Sistem Komunikasi
digunakan untuk membawa sinyal                Satelit
dari satu stasiun radio ke stasiun
radio lainya dengan jarak sekitar               Pengertian satelit sebenar-
60–100 km. Kadang               untuk   nya adalah benda angkasa yang
kebutuhan di dalam kota dapat           mengelilingi     sebuah      planet,
juga digunakan untuk jarak dekat.       misalnya planit bumi mempunyai
Pada gelombang mikro ini banyak         satelit alam yaitu Bulan. Dalam
terjadi gangguan seperti adanya         sistem     telekomunikasi     maka
masalah redaman karena hujan,           manusia menempatkan sebuah
redaman         karena      halangan    benda angkasa buatan yang diisi
(obstacle)      ataupun      redaman    dengan perangkat radio. Benda ini
karena      lapisan     udara    yang   digunakan sebagai repeater di
memantul sangat mempengaruhi            angkasa.
kinerjanya.
      Sistem ini dapat membawa
informasi digital dari 8 Mbps s/d
144 Mbps atau s/d 1920 VBW @
64 Kbps. Untuk kecepatan yang
lebih rendah dari kecepatan di
atas maka sistem gelombang
mikro ini tidak effisien.
      Keterbatasan        gelombang
mikro adalah fading yang besar
dan jarak yang dicapai tidak terlalu
jauh karena harus berupa sinyal
LOS.
                                         Gambar 5.27. Satelit komunikasi



Bagian 5: Media transmisi                                               113
                                         Dari hukum kepler ketiga didapat :

                                                T 2 = 4 π 2 a3 / µ

                                         Dimana µ = 400.000 km3/s2

                                         Jika dipaksakan bentuk orbit harus
                                         lingkaran maka

                                                  T2 = 4 π 2 (R+h)3 /µ

   Gambar 5.28. Satelit buatan           dimana R = jari2=6370 km. bumi
                                         sedangkan h = jarak satelit emuka
      Satelit     buatan,   yang         bumi. Dengan mengambil T = 24
diluncurkan      manusia,   akan         jam maka diperoleh harga h =
bergerak      mengelilingi  bumi         36.000 km, dan R+h=42.400 km
dengan perioda putar T sesuai
dengan hukum Kepler. Orbit satelit       Untuk harga R + h yang lain dan
adalah garis lengkung berderajat         orbit berbentuk lingkaran maka
dua dengan salah satu fokusnya           dapat diperoleh harga T sebagai
adalah pusat bumi. Kecepatan             berikut:
tempuh luas juring konstan.
Pangkat      dua   perioda  putar
sebanding dengan pangkat tiga
setengah sumbu panjang.

        Tabel 5.5. Hubungan ketinggian satelit dan perioda putar

        Ketinggian (km )    Perioda putar/jam          Keterangan
           400                     1.6          LEO (Low Earth Orbit)
           700                     1.7          LEO (Low Earth Orbit)
          1200                     1.9          LEO (Low Earth Orbit)
          1600                     2            LEO (Low Earth Orbit)
          4000                     3            LEO (Low Earth Orbit)
          10000                    6            MEO (Medium Earth Orbit)
          20000                    12           MEO(Medium Earth Orbit)
          35780                    24           GSO (geostasionary orbit)




Bagian 5: Media transmisi                                                   114
      Satelit (geostasionary orbit)     dan     delay   kecil.   Kesulitan
GSO dengan ketinggian 35780 km          utamanya LEO atau MEO adalah
telah lama digunakan sebagai            perioda putarnya yang tidak
repeater komunikasi di angkasa.         sinkron dengan perioda rotasi
Satelit ini bergerak dibidang           bumi. Kekurangan perioda putar
khatulistiwa dengan perioda putar       ini diatasi dengan menempatkan
24 jam, sinkron dengan rotasi           satelir LEO/MEO dalam suatu
bumi.                                   bentuk      konstelasi yang terus
      Dengan      demikian     maka     bergerak dan meliput secara
satelit ini akan terlihat tetap dari    bergantian. Di samping itu ada
satu titik dibumi. Tiap satelit GSO     komunikasi antara satelit untuk
sebenarnya dapat meliput 1/3            dapat terus melayani pemakainya.
bagian bumi. Pada prakteknya
daerah liputan ini dipengaruhi oleh
jenis antena yang dipakai di satelit.
Kita mengenal liputan global ( 1/3
bumi) atau liputan spot (hanya
sebagian kecil saja dari bumi yang
diliputnya). besarnya liputan ini
juga mempengaruhi power yang
dipancarkan dan diterima oleh
bumi. Jika liputannya global maka
power yang diterima terbagi rata
atas luas liputan.
      Masalah utama dari GSO ini
adalah jaraknya yang jauh hingga
dibutuhkan power pancar yang
besar      dan    penerima      yang     Gambar 5.30. Satelit LEO, MEO
mempunyai kepekaan yang tinggi,                    dan HEO
Di samping itu jarak yang besar
juga menimbulkan masalah delay                 Harga satelit GSO cukup
perjalanan gelombang.                   mahal karena kapasitasnya besar
                                        dan     kualitasnya harus sangat
                                        tinggi      untuk      menghadapi
                                        lingkungan di angkasa luar. Tetapi
                                        untuk      menempatkan        satelit
                                        tersebut    maka          kendaraan
                                        peluncurnya akan lebih mahal lagi
                                        dari    pada    harga     satelitnya.
    Gambar 4.29. Satelit GSO            Sebaliknya        satelit        LEO
                                        kapasitasnya tidak terlalu besar
      Untuk mengatasi masalah           tetapi harus bekerja bersama
tersebut, sekarang ini telah            dalam konstelasi banyak satelit.
dioperasikan satelit Low Earth          Umumnya, satelit LEO digunakan
Orbit (LEO) ataupun Medium Earth        untuk komunikasi satelit bergerak.
Orbit (MEO) yang berjarak kecil


Bagian 5: Media transmisi                                                115
      Jumlah harga satelit yang       nya. Gelombang pem-bawa ini
disediakan dan harga kendaraan        akan      diterima      oleh   satelit
peluncurnya mungkin dapat lebih       kemudian diperkuat dan selanjut-
mahal dibandingkan dengan GSO.        nya dipancarkan kembali ke bumi.
Tetapi jika diperhitungkan dengan     Pancaran        satelit   ini adalah
investasi stasiun bumi, maka          pancaran broadcast yang dapat
stasiun     bumi     LEO     dapat    diterima oleh semua stasiun bumi
dioperasikan dengan perangkat         penerima di daerah liputannya.
yang kecil saja dan antena juga             Berdasarkan sifat pancar dan
tidak terlalu besar (sedikit lebih    terima satelit ini, maka satelit
besar dari Hand phone ).              dapat      menghubungkan         titik
      Satelit dalam perjalanan        dimana atau kemanapun dalam
hidupnya         harus      selalu    daerah lingkupannya. Hubungan
dikendalikan dari bumi supaya         yang mungkin adalah hubungan
kerja dan kedudukannya tidak          point to point, point to multipoint,
menyimpang dari ketentuan. Untuk      multipoint to multipoint.
pengendalian diperlukan bahan               Penentuan lokasi stasiun
bakar terutama pada saat satelit      bumi juga sangat bebas dan dapat
memasuki orbitnya. Selanjutnya        dipasang hanya dalam orde hari
satelit mengorbit pada lintasanya     saja jika perangkatnya sudah ada.
sesuai dengan koodinat yang telah     Tidak      seperti      pembangunan
ditetapkan. Untuk kepentingan ini     sistem terestrial yang membutuh-
tenaga yang berperan penting          kan waktu lama. Di samping itu
adalah sel surya. Sel surya inilah    permasalahan fading tidak menjadi
yang ada pada satelit jumlahnya       masalah yang besar untuk komu-
tidak tak terbatas. Jika ada          nikasi satelit.
kerusakan sel surya atau habis
masa pakainya (life time), maka
habislah umur satelit ini.    Dari    5.12. Konstruksi dan
uraian di atas, maka umur satelit           Pemasangan Kabel
ditentukan oleh ketahaan sel surya
yang terpasang.                       5.12.1. Pengertian
      Pada      Satelit   PALAPA
menggunakan frekuensi 6 GHz                   Pada bagian ini akan
untuk pancaran dari bumi ke satelit   dijelaskan konstruksi dan cara
(Up link) dan 4 GHz untuk             pemasangan kabel yang dipakai
pancaran dari satelit ke bumi         dalam sistem telepon. Namun
(Down link). Pita frekuensi yang      sebelumnya         akan     diberi
dibawanya adalah 500 MHz              penjelasan tentang seluk beluk
terbagi dalam 12 kanal satelit        tentang kabel itu sendiri.
(transponder).                              Kabel merupakan kum-pulan
      Tiap pemancar stasiun bumi      dari beberapa pasang (pair)
dapat memancarkan gelombang           konduktor berisolasi. Kabel yang
pembawanya pada salah satu            digunakan dalam sistem telepon
kanal (transponder) dengan lebar      biasanya dengan kapasitas 5x2,
pita frekuensi sesuai kebutuhan-      10x2, 20x2, 100x2, 1200x2,


Bagian 5: Media transmisi                                              116
1800x2 dan setrusnya. Kabel-            b. Kabel tanah
kabel yang demkian biasanya                Kabel ini ditanam langsung
disebut kabel multipair.                   bawah    tanah.    Pemasang-
                                           annya tanah digali untuk
Berikut      ini   Contoh      untuk       tempat kabel ditanam.
memahami kabel multipair.
      Bila dikatakan suatu kabel
dengan 1200x2, artinya kabel
tersebut terdiri dari kawat-kawat
berisolasi sebanyak 1200 pasang
atau 1200x2 kawat.
      Bila satu kawat kabel disebut
urat,     jadi    1200x2      berarti
mempunyai 2400 urat kabel.
Urat kabel adalah kawat kabel
yang berisolasi polietilen (PE) atau
kertas.

5.12.2. Membedakan Kabel

        Kabel yang dipakai untuk        Gambar 5.32. Kabel tanah tanam
saluran telepon dibedakan menjadi                   langsung
dua, yaitu :
a. Kabel udara.
    Kabel ini dinamakan demi-kian             Selain      kabel      ditanam
    karena      memang     dalam        langsung dalam tanah, ada cara
    pemasangannya berada di             lain untuk menempatkan kabel
    atas tanah (udara) atau             tersebut, yaitu dengan dimasukkan
    dipasang pada tiang.                pada duct.
                                              Duct adalah kumpulan dari
                                        beberapa        polongan-polongnan
                                        pipa (biasanya paralon) yang dicor
                                        dengan dengan semen. Arah
                                        memanjang merupakan jalur dan
                                        setiap jarak tertentu diberi ruangan
                                        manhole. Ruangan ini adalah
                                        sebagai tempat kerja.




   Gambar 5.31. Urat-urat kabel
               udara


Bagian 5: Media transmisi                                               117
                                            Sebagai   ruang     kerja,
                                       manhole harus cukup longgar
                                       untuk ukuran manusia normal.
                                       Gambar di bawah ini merupakan
                                       penampang manhole.




 Gambar 5.33. Jalur duct dengan
           manhole

      Berikut ini adalah gambar
penampang manhole yang dipakai
sebagai         tempat        untuk        Gambar 5.35. Penampang
memasukkan kabel, mem-perbaiki,                   manhole
memasang        dan     seba-gainya.
Orang yang bekerja masuk dalam
manole        tersebut.      Apabila   5.12.3. Menentukan Daerah/Blok
pekerjaan terkait dengan kabel
telah selesai, maka manole ditutup             Dalam menentukan da-
dengan beton yang cor pula.            erah penarikan kabel telepon, baik
                                       yang lewat udara maupun akan di
                                       tanam di bawah tanah, perlu
                                       diperhatikan     hal-hal    sebagai
                                       berikut :
                                       a. Daerah catuan langsung, ini
                                           merupakan area yang ber-
                                           dekatan sekali disekitar sentral
                                           telepon. Apabila ter-jangkau,
                                           maka dapat dicatu langsung.
                                       b. Daerah dekat rumah kabel
                                       c. Daerah dekat dengan titik
                                           pembagi
                                       d. Daerah sentral lokal, antara
                                           sentral sat dengan yang lain
                                       e. Wilayah sekitar perkotaan
 Gambar 5.34. Penampang duct               yang potensial sebagai peng-
     dengan 6 polongan                     guna jasa teleko-munikasi.




Bagian 5: Media transmisi                                              118
                                             pembagi yang ada di gedung-
5.12.4. Pekerjaan Instalasi Kabel            gedung atau tiang telepon.
        Udara                             5.12.5. Persiapan Alat Perkakas

         Pekerjaan instalasi kabel               Sebelum        pelaksanaan
udara adalah pekerjaan mema-              pemasangan atau penarikan kabel
sang kabel telepon sebagai kabel          udara, yang perlu dipersiapkan
sekender pada tiang-tiang telepon         dengan baik adalah perlengkapan-
untuk daerah perkotaan. Pada              perlengkapan berikut ini.
daerah yang tidak padat dan
berdekatan        dengan        sentral   a. Rol kabel udara, rol ini
telepon, kabel ini merupakan kabel           dipasang pada tiap jarak di
dengan catuan langsung yang                  mana rencana penarikan akan
ditarik dari sentral ke titik pembagi.       dilakukan.
         Kabel udara diinstalasi          b. Tali penarik/tambang dengan
sebagai jaringan pada daerah                 diameter 0,5” dengan panjang
yang banyak rumah dan gedung                 60-70 meter, diusahakan pada
dengan letak yang cukup jauh. Hal            tali tidak boleh ada sambungan
ini dilakukan karena penanaman               karena dimungkinkan akan
kabel tanah secara permanen                  menghambat pada putaran
belum dapat dilakukan.                       dan aluran rol.
         Tahapan-tahapan        peker-    c. Katrol penarik, alat ini diper-
jaan instalasi kabel udara dapat             lukan       untuk      menambah
dijelaskan sebagai berikut :                 kekuatan daya tarik pada saat
                                             dilakukan pekerjaan penarikan
a. Tahapan penanaman tiang dan               kabel udara. Perlu diperhatikan
   pemasangan temberang (se-                 pula adalah bagaimana kabel
   macam kawat penarik).                     itu akan ditarik dari atas
b. Tahapan pemasangan alat-alat              ataukah dari bawah.
   bantu, seperti klem-klem dan           d. Dongkrak untuk meng-angkat
   komponen lainnya.                         gelondong kabel. Hal ini dila-
c. Tahapan menggelar kabel                   kukan agar kabel dapat
   udara dan membentangkan,                  terangkat kurang lebih 20 cm
   serta mengatur kelenturannya.             di atas permukaan tanah.
   Dalam hal ini perlu dijaga             e. Alat anti pulir, alat ini berfungsi
   kondisi kabel agar secara fisik           untuk menyerap puliran yang
   dan sifat-sifat elektriknya tidak         tidak beraturan. Seperti dike-
   terganggu.                                tahui bahwa kabel yang ditarik
d. Tahapan penyambungan, ini                 akan terpulir, maka ini akan
   dilakukan apabila ada kabel               mempengaruhi bentuk fisik
   yang perlu disambung.                     yang         akibatnya         bisa
e. Tahapan terakhir adalah ter-              berdampak pada perubahan
   minasi ujung urat-urat kabel.             sifat elektrik. Untuk itu puntiran
   Terminasi dilakukan pada klem             kabel harus diatasi.
   terminal seperti pada titik



Bagian 5: Media transmisi                                                  119
5.12.6.               Pelaksanaan        e. Penarikan pada tikungan
Penarikan                                   harus diperhatikan putaran
                                            rol pelicinnya, bila meleset
         Pekerjaan ini adalah               penarikan dihentikan dan
peker-jaan yang membutuhkan                 segera membetulkan letak
kehati-hatian dan kecermatan.               kabel.
Untuk        itu     yang       harus
diperhatikan yaitu :                          Ada kalanya kabel yang
a. Pada saat penarikan di-               kurang panjang disambung.
     lakukan, pengawas lapangan          Untuk    itu perlu    dilakukan
     bertanggung jawab penuh.            penyambungan.      Alat    atau
     Setiap        perintah      yang    perkakas untuk pelak-sanaan
     diberikan harus diperhatikan        penyambungan yang diperlukan
     dan tepat pelaksanaannya.           adalah :
b. Setiap putaran rol pelicin
     harus diperhatikan, agar             a. Meteran
     penarikan kabel menjadi              b. Pisau       pemotong      /
     ringan.                                 pembelah kulit kabel
c. Penarikan pada tikungan                c. Pengupas isolasi urat kabel
     tajam      dilakukan     dengan      d. Knip tang
     mengambil jalur arah tarik di        e. Kombinasi tang
     mana panjang kabel pada              f. Crimping tool
     tiang-tiang lebih terlihat.          g. Gergaji besi
d. Kelenturan kabel perlu dijaga          h. Alat las sederhana
     sekitar     2%      dari    jarak    i. Kunci      pas     (wrench)
     gawang.
  j.




Bagian 5: Media transmisi                                           120
5.13. Rangkuman

     Dari uraian tersebut diatas maka dapat ambil inti pembahasan pada
bagian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik atau kesalahan dan
    kerusakan yang kecil atau bahkan nol, maka sistem komunikasi
    sangat perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya terutama pada
    pemilihan media transmisi yang sesuai dengan data yang dikirim.
2. Media transmisi adalah suatu jalan yang secara fisik tersambungnya
    komputer, alat-alat komunikasi, ataupun orang-orang di sebuah jalan
    raya dan jalan-lintas super informasi.
3. Ada lima bagian penting pada media transmisi yang perlu diketahui
    yaitu : circuit, channel, line, trunk, dan virtual circuit.
4. Media transmisi untuk menyampaikan sinyal gelombang
    elektromagnetik dibedakan menjadi dua yaitu Guided dan Unguided.
5. Media guided adalah media dimana gelombang elektromagnetik
    dipandu dari transmitter menuju receiver dan media transmisinya
    secara fisik dapat dilihat secara langsung. Media guided misalnya :
    kabel tembaga twisted pair, kabel coaxial, serat optik dan lain-lain.
6. Media unguided merupakan media telekomunikasi yang tidak
    memerlukan kabel sebagai penghantarnya. Media unguided berupa
    gelombang radio yang tidak bisa dilihat oleh mata.



5.14. Soal Latihan

       Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar.
1. Apa yang dimaksud dengan media transmisi.
2. Media transmisi ada dua, sebutkan masing-masing media transmisi
   beserta karakteristiknya.
3. Hal-hal apakah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media
   transmisi.
4. Pada media transmisi serat optik sekarang sangat banyak digunakan
   sebutkan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh media
   tersebut.
5. Pada media transmisi tanpa kabel sekarang telah berkembang pesat,
   apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.




Bagian 5: Media transmisi                                            121
Bagian 5: Media transmisi   122
                                                BAGIAN 6
                          ANTENA
                   TELEKOMUNIKASI
Tujuan

      Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
5.   Mengetahui peranan antena pada sistem telekomunikasi.
6.   Memahami macam dan bentuk antena yang digunakan dalam
     sistem telekomunikasi.
7.   Mengetahui bagian-bagian antena yang digunakan dalam sistem
     telekomunikasi.


6.1. Pendahuluan

      Dalam sejarah komunikasi,     atau meneruskan gelombang
perkembangan teknik informasi       elektromagnetik menuju ruang
tanpa menggunakan kabel di-         bebas atau menangkap gelom-
tetapkan dengan nama “Antena”.      bang elektromegnetik dari ruang
Antena berasal dari bahasa latin    bebas.     Energi      listrik    dari
”Antena” yang berarti tiang kapal   pemancar dikonversi menjadi
layar”. Dalam pengertian seder-     gelombang elektromagnetik dan
hana kata latin ini berarti juga    oleh sebuah antena yang ke-
”penyentuh atau peraba” sehingga    mudian     gelombang          tersebut
kalau dihubungkan dengan teknik     dipancarkan menuju udara bebas.
komunikasi berarti bahwa antena     Pada penerima akhir gelombang
mempunyai tugas menyelusuri         elektromagnetik dikonversi men-
jejak gelombang elektromagnetik,    jadi    energi    listrik      dengan
hal ini jika antena berfungsi       menggunakan antena.
sebagai penerima. Sedangkan               Sinyal gelombang radiasi
jika sebagai pemancar maka          elektromagnetik yang berasal dari
tugas antena tersebut adalah        antena terdiri dari dua komponen
menghasilkan sinyal gelombang       yaitu medan listrik dan medan
elektromagnetik.                    magnetik. Energi total tersebut
      Antena dapat juga di-         dipancarkan      dalam          bentuk
definisikan sebagai sebuah atau     gelombang yang hampir konstan
sekelompok konduktor yang di-       ke udara bebas dan ada beberapa
gunakan untuk memancarkan           yang terserap oleh tanah. Namun



Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                     123
demikian gelombang tersebut           dalam antena adalah bahwa
dipancarkan ke segala arah, hal       antena pemancar dibagi menjadi
ini disebabkan oleh jumlah energi     dua klasifikasi dasar yaitu: Antena
yang     dipancarkan     berkurang    Hertz (half-wave) dan Antena
kekuatannya sebagai akibat dari       Marconi (quarter-wave). Antena
jarak yang semakin jauh dari          hertz biasanya dipasang se-
sumbernya.                            panjang dengan ground dan
        Rancangan sebuah antena       diposisikan untuk memancarkan
sangat penting dalam sebuah           gelombang         vertikal  ataupun
stasiun    pemancar.      Hal   ini   horisontal.
dikarenakan antena harus me-                  Antena marconi (quarter-
lakukan     kerja    memancarkan      wave) dioperasikan dengan se-
gelombang secara efisien se-          buah akhir yang ditanahkan dan
hingga catu daya sebagai sumber       disambung secara tegak lurus
tenaga pemancar tidak menjadi         menuju tanah atau permukaan
sampah       tetapi    benar-benar    yang berfungsi sebagai ground.
menjadi energi gelombang radio.       Antena hertz biasanya digunakan
Pemancar yang efisien harus           untuk operasi frekuensi sebesar
menggunakan antena yang mem-          2MHz atau diatasnya, sedangkan
punyai     ukuran     pasti   yang    antena marconi digunakan untuk
ditentukan oleh besar frekuensi       operasi frekuensi di bawah 2
pancarnya.                            MHz. Antena yang digunakan
       Secara     phisik    ukuran    dalam berkomunikasi harus me-
sebuah antena harus proporsional      miliki sifat-sifat antena yang ideal
dengan      panjang     gelombang.    supaya        mendapatkan      hasil
Semakin tinggi frekuensi yang         komunikasi yang baik, walaupun
digunakan maka akan semakin           hal ini tidak pernah terjadi. Sifat-
kecil    ukuran     antena    yang    sifat antena yang ideal antara lain:
digunakan. Hal yang penting




            Gambar 6.1. Komunikasi menggunakan antena




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                      124
1. Menerima      secara     efisien   mempunyai simbol seperti di
   sinyal-sinyal yang diinginkan      gambar 6.2.
   tanpa memindah band.                     Berdasarkan         fungsinya
2. Secara normal mempunyai            antena dibedakan dalam 2
   sifat omnidirectional, baik        macam yaitu : antena pemancar
   untuk gelombang panjang            dan antena penerima. Sifat
   maupun      pendek.     Antena     antena ada dua yaitu omni-
   directional dibutuhkan untuk       directional dan directional.
   gelombang VHF/UHF mau-                   Semua       antena     secara
   pun gelombang mikro.               umum baik bentuk dan ukurannya
3. Mempunyai perubahan resis-         mempunyai empat karakteristik
   tensi dan reaktansi yang kecil     dasar yaitu reciprocity, directivity,
   terhadap perubahan frekuensi       gain, dan polarization.
   sinyal.
4. Efek pemudaran (fading) se-
   minimal mungkin, baik untuk        6.2. Reciprocity
   gelombang panjang, medium
   maupun gelombang pendek.                Reciprocity        merupakan
5. Efek interferensi dari instalasi   sebuah       kemampuan       untuk
   listrik dalam rumah sekecil        menggunakan antena yang sama
   mungkin.                           pada kedua antena, baik antena
6. Harus tahan karat atau             pemancar maupun penerimaan.
   kerusakan terhadap cuaca           Karakteristik listrik pada sebuah
   dan         juga         mudah     antena yang terpasang akan
   pemasangannya                      sama secara umum apakah
7. Antena harus murah dan baik        menggunakan antena sebagai
   dipandang.                         pemancar maupun sebagai pe-
     Antena,      baik      antena    nerima.
penerima    maupun     pemancar




                      Gambar 6.2. Simbol Antena




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                       125
Supaya memperoleh efisiensi        radiasi terjadi pada sudut kanan.
yang baik perlu menggunakan        Ketika    antena    yang    sama
antena yang memancarkan atau       digunakan untuk menerima maka
menerima sinyal pada gelombang     akan terjadi penerimaan yang
frekuensi dengan antena yang       sangat     baik.   Antena    yang
bekerja pada frekuensi yang        mempunyai sifat reciprocity dapat
sama.                              digambarkan seperti pada gambar
      Ketika antena digunakan      6.3. dan 6.4.
untuk mengirimkan maksimum




                          Antena Pemancar


           Gambar 6.3. Antena reciprocity antena pemancar




                            Antena Penerima



            Gambar 6.4. Antena reciprocity pada penerima



Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                126
6.3. Directivity                           Selain sifat tersebut di atas,
                                    sifat lain dari antena adalah
      Directivity dari    sebuah    bahwa kekuatan pancaran ke
antena atau deretan antena diukur   berbagai arah cenderung tidak
pada kemampuan yang dimiliki        sama. Pancaran gelombang radio
antena untuk memusatkan energi      oleh antena vertikal mempunyai
dalam satu atau lebih ke arah       kekuatan yang sama ke segala
khusus. Antena dapat juga           arah mata angin, sifat pancaran
ditentukan pengarahanya ter-        semacam inilah yang dinamakan
gantung dari pola radiasinya.       omnidirectional. Pada antena
Dalam sebuah array propagasi        dipole, pancaran ke arah tegak
akan diberikan jumlah energi,       lurus bentangannya besar sedang
gelombang radiasi akan dibawa       pancaran ke samping sinyalnya
ketempat dalam suatu arah.          kecil, pancaran semacam ini
Elemen dalam array dapat diatur     disebut bidirectional.
sehingga akan mengakibatkan                Beberapa antena harus
perubahan pola atau distribusi      mempunyai pengarahan yang
energi lebih yang memungkinkan      sangat baik. Hal tersebut ber-
ke semua arah. Suatu hal yang       tujuan untuk mendapatkan energi
tidak sesuai juga memungkinkan.     pancaran yang lebih tinggi dalam
Elemen dapat diatur sehingga        suatu arah tertentu dibandingkan
radiasi energi dapat dipusatkan     lainnya.
dalam satu arah.                           Perbandingan jumlah dari
                                    energi yang dipancarkan dalam
                                    arah dan energi tesebut yang
6.3.1. Gain (Penguatan Antena)      seharusnya dipropagasikan jika
                                    antena tersebut tanpa diarahkan
      Pancaran gelombang radio      atau disebut penguatan. Pe-
oleh antena semakin jauh akan       nguatan antena konstan jika
semakin lemah, melemahnya           antena tersebut digunakan se-
pancaran itu berbanding terbalik    bagai antena pemancar atau
dengan kuadrat jaraknya, jadi       antena penerima.
pada jarak dua kali lipat                  Dalam teknik radio, ke-
kekuatannya menjadi 1/22 atau       kuatan pancaran ke segala arah
seperempatnya. Angka tersebut       digambarkan sebagai pola pan-
masih belum memperhitungkan         caran (radiation pattern) seperti
melemahnya pancaran karena          terlihat pada gambar di bawah ini.
hambatan     lingkungan  dalam
perjalanannya.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                     127
                    Gambar 6.5. Pola Radiasi Antena

      Pola 1 adalah pola pancaran    maka       polarisasinya     searah
antena dipole (antena 1), apabila    dengan panjang bentangannya.
ada antena lain (antena 2) yang      Bila antena tersebut dipasang
mempunyai pola radiasi seperti       horizontal, maka polarisasinya
pada pola 2, maka titik A akan       horizontal pula. Agar dapat
menerima sinyal lebih kuat           menerima gelombang elektro-
daripada pancaran antena 1,          magnetik secara baik, maka
dapat dikatakan bahwa antena 2       antena harus mempunyai pola-
mempunyai penguatan (Gain).          risasi    yang     sama     dengan
Gain dinyatakan dengan dB,           polarisasi gelombang radio yang
sebagai     pembanding      untuk    datang.
menentukan      besarnya     gain           Arah polarisasi ini akan
adalah dipole.                       tetap sepanjang lintasan gel-
                                     ombang elektromagnetik, kecuali
6.3.2. Polarisasi                    bila gelombang tersebut sudah
                                     dipantulkan     oleh    ionosphere,
       Gelombang elektromagnetik     maka polarisasinya bisa berubah.
yang melaju di udara atau di         Oleh karena itu antena untuk
angkasa luar terdiri atas kom-       keperluan komunikasi jarak jauh
ponen gaya listrik dan komponen      pada HF atau MF dapat dibuat
gaya magnet yang tegak lurus         vertikal atau horizontal. Pada
satu sama lain seperti yang telah    band MF dan HF, biasanya kita
diuraikan pada bab sebelumnya.       gunakan polarisasi horizontal
Gelombang radio yang memancar        sedangkan untuk VHF biasa
dapat      dikatakan terpolarisasi   digunakan polarisasi vertikal.
sesuai arah komponen gaya
listriknya. Untuk antena dipole



Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                    128
Pancaran gelombang VHF tidak         kanan. Kebanyakan gelombang
menggunakan pantulan ionos-          elektromagnetik dalam ruang
phere, hal ini supaya polarisasi-    bebas dapat dikatakan ber-
nya sampai ke antena pesawat         polarisasi linier. Arah dari polari-
lawan bicara masih tetap vertikal.   sasi searah dengan vektor listrik.
      Energi yang berasal dari       Bahwa polarisasi tersebut adalah
antena yang dipancarkan dalam        jika garis medan listrik yang
bentuk sphere, dimana bagian         disebut dengan garis E adalah
kecil dari sphere disebut dengan     membentuk garis horisontal, dan
wave front. Posisi garis tegak       gelombang tersebut dikatakan
lurus yang pengarahan dari           sebagai polarisasi horisontal. Dan
medan radiasi dapat dilihat pada     jika E berupa garis vertikal maka
gambar 5.6. Pada umumnya             gelombang        dapat    dikatakan
semua titik pada gelombang           sebagai polarisasi vertikal.
depan sama dengan jarak antara             Pemasangan antena secara
antena. Selanjutnya dari antena      horisontal maka akan meng-
tersebut, gelombang akan mem-        hasilkan gelombang polarisasi
bentuk kurva yang kecil atau         horisontal     dan     pemasangan
mendekati. Dengan memper-            antena secara vertikal akan
timbangkan jarak, right angle ke     menghasilkan gelombang polari-
arah dimana gelombang tersebut       sasi vertikal. Secara umum
dipancarkan, maka polarisasi         polarisasi sebuah gelombang
dapat digambarkan sebagaimana        tidak berubah pada jarak yang
gambar 6.6.                          pendek. Sehingga pengiriman dan
      Radiasi gelombang elektro-     penerimaan antena dapat diatur
magnetik     dibangkitkan     oleh   sesukanya, khususnya jika antena
medan magnetik dan gaya listrik      tersebut dipisahkan dalam jarak
yang selalu berada di sudut          yang pendek.




             Gambar 6.6. polarisasi Horisontal dan vertikal




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                     129
      Melalui jarak yang jauh,        6.4. Radiasi Energi Gelombang
polarisasi dapat berubah, dimana           Elektromagnetik
perubahan ini biasanya sangat
kecil dan terjadi pada frekuensi             Berbagai macam            faktor
yang rendah, atau mengalami           yang       mempengaruhi       antena
penurunan yang sangat dratis          dalam        memancarkan        energi
pada frekuensi tinggi.                gelombang elektromagnetik. Jika
      Pada transmisi RADAR            sebuah gelombang bolak-balik
sinyal diterima yang secara           dipasang pada ujung A dari kawat
kenyataan adalah gelombang            antena AB, selanjutnya pada
yang dipantulkan dari obyek,          ujung B akan bebas, keberadaan
Sinyal      polarisasi    berbeda     rangkaian         dan    gelombang
tergantung dengan tipe obyek,         selanjutnya tidak bisa bergerak.
tanpa pengaturan posisi dari                 Pada titik tersebut terjadi
antena penerima supaya lebih          apa yang dinamakan impedansi
baik untuk pengiriman sinyal.         tinggi. Gelombang akan menye-
Dengan memisahkan antena yang         babkan reaksi gelombang balik
digunakan untuk memancarkan           dari titik impendansi tinggi dan
dan penerimaan, sebuah antena         bergerak menuju ke point starting,
penerima umumnya dipolarisasi-        dimana jika terjadi pantulan
kan dalam arah yang sama              kembali. Secara teoritis energi
sebagai antena pemancar.              suatu          gelombang        harus
       Ketika antena pemancar         mengalami disipasi oleh tahanan
terjadi hubung singkat dengan         dari kawat selama pergerakan
tanah,     maka      akan   terjadi   back-and-forth atau yang sering
polarisasi     vertikal,   karena     disebut osilasi.
gelombang polarisasi vertikal                Tiap jangkauan gelombang
menghasilkan sinyal lebih besar       dari     titik    permulaan       yang
dan kuat sepanjang permukaan          dikuatkan oleh impulse dari
tanah.                                energi, cukup untuk meng-
       Pada tempat lain ketika        hilangkan energi selama pe-
antena memancarkan dengan             ngiriman sepanjang kawat. Hasil
jarak yang tinggi dari permukaan      osilasi ini berlanjut sepanjang
tanah, akan terjadi polarisasi        kawat dan tegangan tinggi pada
horisontal dan memungkinkan           ujung A dari sebuah kawat.
kuat sinyal menuju permukaan          Osilasi ini memindahkan energi
tanah.                                sepanjang antena pada kece-
                                      patan       yang    sama      dengan
                                      frekuensi dari tegangan gelom-
                                      bang RF dan memperpanjang
                                      sifat dari impuls pada titik A.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                        130
                   Gambar 6.7. Antena dan sumber RF


      Kecepatan data gelombang         diketahui     sabagai     panjang
frekuensi       yang      bergerak     gelombang. Di mana hal tersebut
sepanjang kawat adalah dengan          dapat dicari dengan pembagian
kecepatan       konstan    kira-kira   kecepatan pergerakan dengan
300.000.000 meter per detik.           frekuensi.
Panjang antena harus disesuaikan             Perhatikan distribusi arus
dengan gelombang yang akan             dan tegangan pada antena yang
bergerak dari satu ujung ke ujung      ditunjukan pada gambar 5.8.
lainnya dan kembali lagi selama        Gerakan maksimum dari elektron-
satu perioda dari tegangan RF.         elektron pada pusat antena adalah
Jarak     perjalanan    gelombang      mempunyai impendansi rendah.
selama periode dalam satu cycle




                                  a. Arus




                                 b. tegangan




 Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                   131
                        c. Arus dan Tegangan


Gambar 6.8. Gelombang tegak antara tegangan dan arus pada antena

      Kondisi di atas disebut       tidak beresonansi dan gelombang
dengan      gelombang       tegak   cenderung untuk dibatalkan dan
(standing wave) sebuah arus.        energi akan hilang dalam bentuk
Pada titik dimana arus dan          panas. Perkiraan logis dengan
tegangan tinggi diketahui sebagai   hilangnya energi pada radiasi
arus dan tegangan loop. Titik       antena sama dengan 360 derajat.
terendah arus dan tegangan          Kasus seperti ini tidak terjadi pada
diketahui sebagai arus dan          setiap antena.
tegangan simpul. Gambar a                 Energi yang dipancarkan
diketahui sebagai tegangan loop     oleh antena membentuk medan
dan dua arus simpul. Gambar b       yang mempunyai bentuk radiasi
menunjukkan dua tegangan loop       atau radiation pattern. Radiation
dan tegangan node. Sedangkan        pattern      digunakan         untuk
gambar c     sebagai akibat te-     memberikan       gambaran        dan
gangan dan arus loop serta          menentukan ukuran radiasi energi
simpul.                             dalam beberapa sudut dengan
      Pada gambar di atas,          jarak yang konstan dari antena
gelombang tegak digambarkan         dan kemudian mengatur nilai
sebagai kondisi resonansi antena.   energi pada grafik. Bentuk pattern
Pada saat beresonansi, sebuah       tergantung dari tipe yang dibuat
gelombang bergerak kebelakang       dan tergantung pada jenis antena
dan seterusnya dalam sebuah         yang sedang digunakan. Bebe-
antena, dikuatkan pada tiap-tiap    rapa energi radiasi antena sama
gelombang, kemudian ditransmisi-    ke segala arah. Radiasi ini
kan menuju ruang bebas pada         diketahui     sebagai       Isotropic
radiasi maksimum. Ketika antena     Radiation.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                     132
                  Gambar 6.9. Grafik Radiasi Isotropic


       Kebanyakan radiator dan         memancarkannya sebagai gelom-
energi lebih kuat dalam satu arah      bang radio. Antena tersebut
atau satu arah dibanding lainnya.      berfungsi pula sebaliknya ialah
Pancaran ini ditunjukan sebagai        menampung gelombang radio dan
Anisotropic. Fashlight merupakan       meneruskan gelombang listrik ke
contoh dari gelombang radiator         receiver. Kuat tidaknya pancaran
anisotropic. Bentuk gelombang          yang sampai di pesawat lawan
dari flash light hanya porsinya dari   bicara atau sebaliknya, baik
ruang       hampa      yang     ada    buruknya penerimaan tergantung
disekitarnya.                          dari beberapa faktor. Faktor
                                       pertama adalah kondisi propagasi,
6.5. Antena Dipole Dan                 faktor kedua adalah posisi stasiun
     Monopole                          (posisi antena) beserta ling-
                                       kungannya, faktor ketiga adalah
        Salah satu bagian penting      kesempurnaan antena. Untuk
dari suatu pemancar radio adalah       pancaran ada faktor keempat
antena, ia adalah sebatang logam       yaitu    kelebaran     band-width
yang berfungsi menerima getaran        pancaran kita dan faktor kelima
listrik    dari  transmitter dan       adalah masalah power.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                     133
      Seringkali agar pancaran         disebut monopole (mono artinya
kita cukup besar diterima stasiun      satu). Apabila outer dari coax
lawan bicara, kita berusaha            tidak di-ground dan disambung
menaikkan power dengan tanpa           dengan seutas logam sepanjang
memperhatikan faktor-faktor lain       ¼ λ lagi, menjadi antena dengan
tersebut di atas. Memang usaha         dua pole dan disebut dipole ½ λ
meperbesar power secara teknis         (di artinya dua). Antena dipole
merupakan usaha yang paling            bisa terdiri hanya satu kawat saja
mudah, akan tetapi hal ini adalah      disebut single wire dipole, bisa
usaha yang kurang efektif dan          juga dengan dua kawat yang
cenderung     merupakan     suatu      ujung-ujungnya         dihubungkan
pemborosan.                            dinamakan two wire folded dipole,
      Mengenai propagasi dan           bisa juga terdiri atas 3 kawat yang
posisi pemancar ada faktor             ujung-ujungnya            disambung
bandwidth      pancaran     dapat      dinamakan three wire folded
dikatakan bahwa makin sempit           dipole.
bandwidth       makin      kuatlah           Berbagai macam cara untuk
pancaran kita, ini ada batasnya        memasang antena tergantung dari
mengingat      faktor   readibility.   tersedianya space yang dapat
Sebatang logam yang panjangnya         diguakan untuk memasangnya.
¼ Lambda (λ) akan beresonansi          Antena single wire dipole dapat
dengan baik bila ada gelombang         dipasang horizontal (sayap kiri
radio       yang       menyentuh       dan kanan sejajar dengan tanah),
permukaannya.                          dapat pula dipasang dengan
      Jadi bila pada ujung coax        konfigurasi inverted V (seperti
bagian inner disambung dengan          huruf    V     terbalik),    dengan
logam sepanjang ¼ λ dan outer-         konfigurasi V (seperti huruf V),
nya di ground, ia akan menjadi         konfigurasi lazy V (ialah berentuk
antena. Antena semacam ini             huruf V yang tidur) atau dapat
hanya mempunyai satu pole dan          juga konfigurasi sloper (miring).




               Gambar 6.10. Antena Dipole dan Monopole




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                      134
                 Gambar 6.11. Konfigurasi Antena Dipole


      Antena       dipole      dapat    CW. Tentukan frekeuensi kerja
dipasang tanpa menggunakan              yang dikehendaki, misalnya 3.850
balun akan tetapi bila feeder line      MHz. Coba transmit sambil
menggunakan        kabel      coaxial   mengamati SWR meter, putarlah
sebaiknya dipasang balun 1:1,           tombol        pengatur     frekuensi
karena kabel coaxial itu un-            sedemikian sehingga didapatkan
balance, sedangkan antenanya            Standing Wave Ratio (SWR) yang
balance, agar diperoleh pola            paling rendah.
radiasi yang baik.                             Bila frekuensi tersebut lebih
      Kadang antena belum tentu         rendah dari 3.850 MHz berarti
sesuai    impendansinya.        Oleh    sayap-sayap        dipole     terlalu
karenanya harus disesuaikan             panjang, jadi harus diperpendek.
impendasinya. Cara mematching-          Bila frekuensi terlalu tinggi berarti
kan antena yang baik ialah              sayap-sayap dipolenya terlalu
dengan menggunakan alat khusus          pendek.
yaitu Dip Meter dan impendance                 Untuk        memperpanjang
meter      atau      dapat       juga   haruslah disambung, ini kurang
menggunakan SWR analyser.               menyenangkan. Jadi pemotongan
Apabila    alat    tersebut     tidak   awal antena harus dilebihi dari
tersedia,    matching      dilakukan    panjang theoritis, dan pada waktu
dengan menggunakan transceiver          dipasang dilipat balik sehingga
dan SWR meter.                          panjangnya        sama       dengan
      Pertama-tama        pasanglah     panjang theoritis. Bila frekuensi
antena dengan konfigurasi yang          match terlalu rendah, perpendek
dikehendaki. Pasanglah SWR              antena 10 Cm setiap sayapnya.
meter diantara transceiver dengan               Bila masih terlalu rendah
transmission line (coaxial cable).      maka diperpendek lagi. Begitu
Selanjutnya atur transceiver pada       seterusnya sehingga diperoleh
power yang paling rendah, sekitar       SWR yang rendah yaitu kurang
5-10 Watt dengan mode AM atau           dari 1:1,5. Cara memendekkan


Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                         135
tidak dengan dipotong tetapi          pada pesawat telepon, televisi
dilipat balik dan menumpuk rapat,     dan perangkat audio lainnya.
lipatan yang mencuat akan                   Makin rendah letak antena,
membentuk capasitance head dan        sayap-sayapnya cenderung makin
mempengaruhi SWR.                     pendek.     Untuk     itu   dalam
       Antena      dipole    dapat    pekerjaan      matching,   antena
dioperasikan secara harmonic,         diletakkan pada ketinggian yang
ialah dipekerjakan pada frekuensi     sebenarnya. Begitu pula diameter
kelipatan ganjil dari frekuensi       kawat akan berpengaruh terhadap
kerja aslinya. Misalnya antena        panjangnya,       makin     besar
untuk 7 MHz dapat pula                diameter makin pendek antena-
digunakan untuk bekerja pada 21       nya, hal ini disebabkan karena
MHz (kelipatan 3). Tentu saja         kapasitansi antena terhadap bumi.
SWR-nya akan lebih tinggi             Matching antena pada saat tanah
daripada bila digunakan pada          basah, misalnya sehabis turun
frekuensi aslinya.                    hujan, sayap dipole menjadi lebih
       Penempatan antena di-          pendek.
sarankan agak jauh dari kawat               Selain itu dalam pemasang-
telepon dan kawat listrik untuk       an antena juga perlu memperhati-
menghindari timbulnya telephone       kan lingkungan yang mungkin
interference       dan     televisi   mengganggu antena itu sendiri.
interference. Bentangan antena        Misalnya adanya atap dari bahan
yang sejajar dengan kawat             seng atau atap rumah yang
telepon atau kawat listrik dengan     dilapisi dengan aluminium foil
jarak kurang dari lima meter akan     cenderung      akan    menyulitkan
dapat menimbulkan gangguan            matching antena.




                  Gambar 6.12. Melipat Ujung Antena




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                    136
6.6. Menghitung Panjang              0.95 kali gelombang radio di
     Gelombang                       udara. Jadi untuk menghitung
                                     Lambda antena, rumus tersebut
      Cepat rambat gelombang         menjadi :
sama dengan cahaya ialah
300.000.000 meter/detik, sedang-
kan gelombang tersebut bergetar
sejumlah f cycle/detik (f =
frekuensi). Misalnya frekuensinya
6 MHz, maka setiap detik ia
bergetar 6.000.000 kali. Kita tahu
bahwa satu Lambda (λ) adalah
jarak   yang     ditempuh     oleh
gelombang selama satu kali getar.
                                     dimana λ dinyatakan dalam meter
                                     dan f dalam MHz.
                                           Antena        dipole    untuk
                                     frekuensi 7.050 MHz, dengan
                                     rumus di atas akan didapatkan
                                     panjang setiap sayapnya 9.99
                                     meter atau dibulatkan 10 meter,
                                     panjang 10 meter ini dinamakan
                                     panjang theoritis.
                                           Panjang theoritis tersebut
    Gambar 6.13. Gelombang
                                     belum dapat langsung digunakan
      Frekuensi 1 Lambda
                                     karena         faktor      pengaruh
                                     lingkungan belum diperhitungkan,
Sehingga panjang satu Lambda
                                     kita    tahu     bahwa     pengaruh
adalah :
                                     lingkungan di setiap lokasi itu
                                     berbeda. Perhitungan theoritis ini
                                     mutlak diperlukan agar kita bisa
                                     memulai        percobaan,     tanpa
                                     perhitungan theoritis kita tidak
                                     akan bisa mengetahui dari mana
                                     kita akan memulai percobaan.
Kalau f dalam MHz dan λ dalam              Selain itu harus diketahui
meter, maka rumusnya menjadi         pula bahwa lingkungan sangat
                                     berpengaruh terhadap panjang
                                     theoritis, terutama apabila antena
                                     itu dipasang rendah. Untuk itu,
                                     maka dalam praktek panjang
                                     theoritis tersebut harus diberikan
Dari persamaan di atas adalah        koreksi yang dinamakan koreksi
panjang gelombang di udara.          lingkungan.
Cepat rambat gelombang listrik
pada logam itu lebih kecil, yaitu


Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                    137
      Penyesuaian        dengan      antena seri. Pengubahan ukuran
lingkungan itu dilakukan dengan      sebuah antena, dapat juga
metoda trial and error. Metoda       memasukan         induktor   atau
trial and error adalah suatu         kapasitor yang dipasang secara
metoda ilmiah yang digunakan         seri dengan antena. Hal ini
apabila ada dua variabel yang        ditunjukan pada gambar 6.14.
saling tergantung atau bila ada      dimana perubahan sepanjang
beberapa variabel yang tidak         kelistrikan    yang     merupakan
dapat diukur besarnya.               metode yang dikenal dengan
                                     Lumped-Impedance Tuning or
                                     Loading. Jika antena sangat
6.7. Beban Antena                    pendek      dan     bekerja  pada
                                     panjang gelombang yang sedang
        Beban     antena      akan   digunakan, maka hal tersebut
menggunakan sebuah sistem            akan memberikan resonansi pada
antena untuk dipancarkan pada        frekuensi tinggi.
beberapa frekuensi yang berbeda.            Sehingga antena tersebut
Setelah itu, antena harus selalu     akan menyediakan kapasitive
dalam beresonansi.                   reaktansi yang dapat dikompen-
        Secara phisik diluar akan    sasi dengan memperkenalkan
terjadi perubahan yang secara        lumoed induktive reaktansi yang
listrik   semakin    baik.   Untuk   ditunjukan pada gambar 6.14.
mengubah       masukan     sebagai




                 Gambar 6.14. Pemancar Anisotropic.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                  138
6.8. Pengaruh Tanah                  dan disembunyikan dalam 1-3
                                     feed di bawah permukaan tanah.
      Ground          memberikan     Konduktor ini masing-masing
pengaruh losses untuk beberapa       memiliki ½ panjang gelombang,
frekuensi. Seperti losses dapat      dengan menghilangkan ground
segera direduksi jika antena         losess setelah sampai tertinggal
disambungkan       dengan    baik    tiap-tiap   losessnya     dalam
dengan ground, yang telah            penyebaran antena.
disediakan di alam sekitarnya. Ini
merupakan tujuan dari ground
screen dan Counterpoise seperti      6.9. Antena Very Low
yang ditunjukan pada gambar                Frequency
6.15. Ground screen seperti
sebuah konduktor yang diatur              Kesulitan utama dalam VLF
pada bentuk radial dari sebuah       dan LF adalah desain antena
konduktor seri. Panjang konduktor    yang secara phisik mempunyai
masing-masing biasanya ½ dari        ukuran yang sangat besar dimana
gelombang panjangnya.                ukuran dari sebuah antena dan
      Ground      screen    pada     panjang gelombang frekuensi
gambar      6.15.      merupakan     yang harus kurang dari frekuensi
komposisi dengan konduktor seri      yang     akan     ditransmisikan.
yang diatur dalam radial patern




                 Gambar 6.15. Antena Ground screen




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                  139
        Gambar 6.16. Antena Ground screen dan counterpoise.


       Ukuran antena ini menjadi     kerugian       gelombang     tanah.
besar        untuk      melakukan    Kapasitif     loading    menaikkan
kompensasi panjang gelombang         karakteristik bandwith, sedangkan
dan penanganan daya yang             antena ground plane meningkat-
digunakan (0.25 MW sampai 2          kan efisiensi radiasinya.
MW), pemancaran antena untuk              Bentuk konfigurasi antena
VLF juga harus menggunakan           dapat ditunjukan pada gambar di
tower 600 sampai dengan 1500         bawah.      Variasi    dasar     ini
feet tingginya, sangat mahal untuk   digunakan secara umum oleh
kapasitif loading dan sistem         Navy VLF sites.
cooper ground untuk mereduksi




                a. Antena Triaktic Pandangan sisi atas




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                     140
                b. Antena Triaktic Pandangan sisi samping


                    Gambar 6.17. Antena Triaktic




                    Gambar 6.18. Goliath Antena



Bagian 6 : Antena telekomunikasi                            141
6.10. Antena Low Frequency         unipole, yaitu sebuah tower
                                   vertikal radiator yang ditanahkan
      Antena yang digunakan        pada sebuah titik dan digabung-
pada LF juga mempunyai ukuran      kan menjadi satu atau lebih
yang besar seperti halnya pada     gabungan kawat pada titik atas
frekuensi VLF. Dua buah contoh     tower. Ketiga beban yang berasal
rancangan antena dapat dilihat     dari    atas    sambugan    tower
pada gambar 5.17 dan 5.18.         dibentangan ke segala arah
      Antena Pan Polar seperti     sebesar 120 derajat sehingga
halnya payung yang dibebankan      membentuk tiga terminasi tower.
pada satu penyangga tunggal.       Tiap-tiap beban kawat mempunyai
Antena polar mempunyai tiga        panjang kira-kira sama dengan
beban loop space dengan sudut      tinggi tower ditambah 100 kaki.
120 derajat yang bagian atasnya    Pada beban atas kawat harus
disambung. Dua buah terminal       diisolasi dari tanah dengan tower
loop yang diterminalkan pada       tersebut.
ground,    sedangkan     lainnya
menggunakan feed.
      NORD     antena    menitik
beratkan pada prinsip folded-




                   Gambar 6.19. Antena Pan Polar




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                142
6.11. Antena High Frequency          digunakan       kawat      dengan
                                     konsekuensi tidak dapat diputar
      Sistem antena radio High       arah. Panjang elemen Yagi
Frequency (HF) digunakan untuk       dipengaruhi oleh diameter elemen
mendukung beberapa banyak            dan       adanya      sambungan-
perbedaan dari rangkaian yang        sambungan,       baik     diameter
berbeda termasuk ship-to-shore,      elemen      maupun      banyaknya
point-to-point, dan ground-to-air.   sambungan akan memberikan
Aplikasi    yang    berbeda-beda     pengaruh terhadap kapasitansi
membutuhkan sejumlah antena          antar elemen, seperti diketahui
yang beraneka ragam jenisnya         bahwa dua logam yang terletak
yang akan dijelaskan pada bagian     sejajar tersebut akan merupakan
ini.                                 suatu kapasitor.
                                           Rumus perkiraan untuk
                                     menghitung panjang elemen dan
6.11.1. Antena Yagi                  spacing antena Yagi dua elemen
                                     adalah sebagai berikut :
      Antena pengarah dalam
tulisan ini adalah antena Yagi.      Driven elemen 145/f (MHz) meter.
Antena ini ditemukan oleh Dr. H.     Director 137/f (MHz) meter.
Yagi dari Tokyo Univesity pada       Spacing 36.6/f (MHz) meter
tahun 1926. Antena Yagi yang
paling sederhana adalah antena 2     Elemen antena Yagi untuk band
elemen yang terdiri atas satu        20, 17, 15, 12 dan 10 meter lebih
radiator atau driven elemen dan      praktis dibuat dari bahan tubing
satu elemen parasitik sebagai        aluminium,     sehingga     dapat
director dengan spacing sekitar      diputar-putar dengan mengguna-
0.1 λ. Power gain dapat mencapai     kan rotator yang digerakkan
sekitar 5 dB dengn front to back     dengan listrik atau rotator yang
ratio sebesar 7 sampai 15 dB.        digerakkan dengan tangan.
Gain akan menjadi sedikit lebih      Tubing yang diperlukan untuk
rendah apabila parasitik elemen      membuat antena ini adalah tubing
tersebut     dipasang     sebagai    aluminium yang tebal yang
reflektor. Untuk band-band 10        disusun secara teleskopik, yaitu
atau 30 meter, bahan elemen          ditengah diameter besar, makin
dapat dari tubing aluminium.         ke     ujung   diameter    makin
      Akan tetapi untuk band 160     mengecil, agar antena tersebut
meter atau 80 meter, tubing          tidak menjadi terlalu melengkung
aluminium menjadi tidak praktis      ke bawah pada ujung-ujungnya.
karena terlalu panjang sehingga
kurang     kuat,    lebih  praktis




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                   143
      Untuk antena 10 meter,        dapat dibuat dengan 3 elemen,
elemen dapat dibuat dari tubing     yaitu driven elemen, satu reflektor
diameter ½ inch dan ¾ inch, untuk   dan satu director. Power gain
20 meter dengan diameter ¼, ½       antena tergantung pada spacing
h, ¾ dan 1 inch.                    antar elemen, dengan spacing
      Mengenai diameter tubing      0.15 λ antena ini diharapkan akan
dapat     dicoba-coba     sendiri   memeberikan gain sebesar sekitar
sehingga didapatkan performance     8 dB dengan front to back ratio
yang cukup baik. Antena untuk       antara 10 sampai dengan 25 dB.
band-band 20 sampai 10 meter




       Gambar 6.20. Antena Yagi Dua Elemen Kawat (80 Mater)




                Gambar 6.21. Antena Yagi 3 Element




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                   144
Panjang elemen dan spacing            Director 2 135 / f (MHz) meter.
antar     elemen dapat   diper-       Spacing 36.6 / f (MHz) meter
hitungkan dengan rumus sebagai
berikut ini :                                Perlu diperhatikan sekali lagi
                                      bahwa diameter tubing, panjang
Reflektor 153/f (MHz) meter.          masing-masing bagian elemen,
Driven 144 / f (MHz) meter.           serta ketinggian antena akan
Director 137 / f (MHz) meter.         sangat berpengaruh terhadap
Spacing 36.6 / f (MHz) meter          kepanjangan elemen Yagi. Rumus
                                      tersebut di atas akan memberikan
       Elemen antena Yagi di atas     panjang theoritis yang masih perlu
masih dapat ditambah lagi             koreksi lingkungan. Dalam praktek
menjadi     4    elemen     dengan    di    lapangan,      praktisi    radio
menambahkan satu director akan        diharapkan mengadakan banyak
tetapi panjang elemennya perlu        percobaan,       sehingga        akan
diubah. Seperti telah diutarakan di   didapatkan hasil yang paling baik
atas,     power     gain     antena   disesuaikan dengan bahan yang
tergantung pada spacing antar         dipergunakan        serta      kondisi
elemen atau dapat dikatakan           lingkungan      ditempat      masing-
panjang boomnya.                      masing. Suatu antena yang sudah
       Dengan panjang boom 0.45       diset baik di suatu lokasi, bila
λ antena 4 elemen, antena Yagi        dipasang di lain lokasi bisa
diharapkan akan memberikan            menjadi kurang baik.
gain sebesar sekitar 9.5 dB
sampai 10 dB dengan front to          6.11.2. Antena    Very          High
back ratio antara 15 sampai 25                Frequency
dB. Apabila kita perhatikan antara
penambahan jumlah elemen dan                  Di tempat-tempat terpencil
tambahan power gainnya, maka          atau dalam keadaan darurat
terlihat bahwa antena dengan 3        sering diperlukan daya impro-
elemen        dapat      dipandang    visasi untuk membuat antena dari
merupakan jumlah elemen yang          bahan-bahan        yang   terdapat
paling optimal. Tambahan jumlah       disekeliling      kita.    Antena
elemen berikutnya makin tidak         sederhana ini dapat dibuat dari
memberikan angka yang berarti.        bahan sembarang logam yang
Untuk antena Yagi empat elemen,       bisa       didapatkan    misalnya
perhitungan panjang elemen serta      sepotong kawat jemuran atau
spacingnya dapat menggunakan          sepotong pipa kecil bekas rak
tabel sebagai berikut :               piring atau sebatang ruji sepeda.
                                      Untuk antena VHF 2 meteran,
Reflektor 153 / f (MHz) meter.        konfigurasi       antena      yang
Driven 144 / f (MHz) meter.           digunakan adalah vertikal, untuk
Director 1 137 / f (MHz) meter.       memperoleh polarisasi vertikal.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                        145
                                                 1




                      Gambar 6.22. Antena Yagi




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                     146
                Gambar 6.23. Antena VHF Sederhana


      Batang logam yang didapat      banyak      makin      memberikan
tersebut dipotong sepanjang ¼        tambahan gain yang makin kecil,
Lambda dan disambung dengan          akan tetapi karena ujud fisik
inner dari coaxial cable. Antena     antena tersebut kecil dan ringan,
semacam      ini   sudah    dapat    maka penambahan elemen yang
digunakan dengan cukup bagus.        banyak tidak mempunyai dampak
Untuk lebih sempurna dapat           buruk bagi ketahanan boom dan
ditambahkan ground plane yang        ketahanan terhadap tiupan angin
dihubungkan dengan outer dari        serta jumlah bahan yang dipakai.
coaxial cable 3 atau 4 biji                  Seperti halnya dengan
dipasang horizontal. Panjang         antena Yagi untuk HF, maka
masing-masing ground plane ¼         driven element dapat berupa
lambda, antena semacam ini           dipole, akan tetapi kebanyakan
disebut antena ground plane.         menggunakan gamma matching
Kecuali antena ground plane,         device. Untuk VHF, konfigurasi
antena VHF sederhana yang lain       elemen-elemennya dibuat tegak
adalah antena dipole yang            untuk mendapatkan polarisasi
dipasang vertikal. Pada antena ini   vertikal. Yang perlu diperhatikan
arah dipole atau coax jangan         disini adalah feeder line harus
sampai sejajar dengan dipole.        diatur sedemikian sehingga tegak
                                     lurus dengan arah bentangan
                                     elemen. Feeder line dapat ditarik
6.11.3. Antena Yagi untuk band       kearah belakang mengikuti boom
        VHF                          atau dapat juga ditarik tegak lurus
                                     dengan boom dan tegak lurus
     Antena Yagi untuk Band          pula dengan bentangan elemen.
VHF biasanya elemen dibuat lebih     Gambar 8 adalah suatu contoh
banyak untuk mendapatkan gain        antena Yagi untuk VHF 2 meter
yang memuaskan penggunanya.          dengan 7 elemen, terdiri atas
Walaupun     disadari    bahwa       driven element, reflektor dan 5
penambahan     director  makin       buah director.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                    147
6.12.   Rangkuman

     Dari uraian tersebut diatas maka dapat ambil inti pembahasan
pada bagian ini yakni sebagai berikut :
1. Antena teknik informasi dapat diartikan bahwa antena mempunyai
   tugas menyelusuri jejak gelombang elektromagnetik, hal ini jika
   antena berfungsi sebagai penerima, sedangkan jika sebagai
   pemancar maka tugas antena tersebut adalah menghasilkan sinyal
   gelombang elektromagnetik.
2. Secara phisik ukuran sebuah antena harus proporsional dengan
   panjang gelombang. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan
   maka akan semakin kecil ukuran antena yang digunakan.
3. Antena pemancar dibagi menjadi dua klasifikasi dasar yaitu: Antena
   Hertz (half-wave) dan Antena Marconi (quarter-wave).


6.13.   Soal Latihan

        Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar.
1.   Apa yang dimaksud dengan antena telekomunikasi.
2.   Sebutkan fungsi antena dalam sistem telekomunikasi.
3.   Sebutkan sifat-sifat antena telekomunikasi yang ideal.
4.   Jika diketahui kecepatan rambat gelombang sebesar 300.000
     km/detik, sedangkan frekuensi pemancar sebesar 1,5 MHz, berapa
     panjang gelombang pada pemancar tersebut.
5.   Tentukan jarak maksimum antara dua antena supaya dapat
     berhubungan secara LOS, jika tinggi antena adalah pemancar 100
     feet dan penerima 50 feet.




Bagian 6 : Antena telekomunikasi                                 148
                             LAMPIRAN. A
Lampiran 1:

              Kode-kode Morse untuk Huruf dan Angka

    Kode-kode ini dipakai untuk komunikasi telegraf dan komunikasi
         elektrik lainnya yang menggunakan dua perubahan



     A    ● ▬                J     ● ▬ ▬ ▬              S   ● ● ●

     B    ▬ ● ● ●            K     ▬ ● ▬                T   ▬

     C    ▬ ● ▬ ●            L     ● ▬ ● ●              U   ● ● ▬

     D    ▬ ● ●              M     ▬ ▬                  V   ● ● ● ▬

     E    ●                  N     ▬ ●                  W   ● ▬ ▬

     F    ●● ▬ ●             O     ▬ ▬ ▬                X   ▬ ● ● ▬

     G    ▬ ▬ ●              P     ● ▬ ▬ ●              Y   ▬● ▬ ▬

     H    ● ● ● ●            Q     ▬ ▬● ▬               Z   ▬ ▬ ● ●

     I    ● ●                R     ● ▬ ●




         1     ●   ▬ ▬ ▬ ▬                   6      ▬   ● ● ● ●
         2     ●   ● ▬ ▬ ▬                   7      ▬   ▬ ● ● ●
         3     ●   ● ● ▬ ▬                   8      ▬   ▬ ▬ ● ●
         4     ●   ● ● ● ▬                   9      ▬   ▬ ▬ ▬ ●
         5     ●   ● ● ● ●                   0      ▬   ▬ ▬ ▬ ▬


Sumber :
101science.com/amateurradio.htm
www.ibiblio.org/obp/electricCircuits/AC/AC_7.html
Lampiran 2:

Tabel Pembagian kanal dan alokasi frekuensi gambar dan suara
                       pada televisi
Lampiran 3 :

               Tabel Spektrum frekuensi yang sering
                digunakan dalam sistem komunikasi
Lampiran 4:
       Pita frekuensi untuk radio amatir di Amerika Serikat
Lampiran 5:


         Alokasi Frekuensi untuk Radio Navigasi Satelit

								
To top