Contoh Proposal D1 Teknik Informatika by gfh25470

VIEWS: 3,895 PAGES: 74

More Info
									         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                          KATA PENGANTAR

Memasuki era ekonomi berbasis pengetahuan dan globalisasi yang penuh dengan persaingan,
peran perguruan tinggi dalam membangun daya saing bangsa sangatlah vital. Kesejahteraan dan
kemajuan bangsa tidak lagi ditentukan oleh melimpahnya sumberdaya alam, atau banyaknya
tenaga kerja yang tersedia, tetapi lebih ditentukan oleh produktivitas dan kreativitas insan-insan
cendekianya. Globalisasi melahirkan persaingan yang semakin keras di semua sektor, selain itu
globalisasi juga membuka batas-batas antar negara. Kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi yang sangat pesat telah menjadi pendorong semakin cepatnya proses perubahan
yang terjadi.

Hal-hal tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang bagi dunia perguruan tinggi yang harus
ditanggapi dengan sigap, tepat dan arif. Masyarakat membutuhan pendidikan tinggi sebagai
bekal untuk memenuhi tuntutan kualifikasi memasuki lapangan kerja yang kian kompetitif dan
meng-global. Oleh karena itu, akses dan kesetaraan hak untuk memasuki jenjang pendidikan
tinggi menjadi isu strategis yang harus dijawab oleh perguruan tinggi. Selain itu kajian para pakar
membuktikan bahwa masifikasi pendidikan tinggi yang tidak disertai dengan upaya yang
memadai pada peningkatan mutu justru kontra produktif. Karenanya, peningkatan mutu secara
terus-menerus merupakan tantangan kedua yang harus dijawab oleh perguruan tinggi.

Sesuai dengan tuntutan dan perkembangan jaman, Ditjen Dikti memberikan otonomi yang
semakin luas pada perguruan tinggi agar bisa berkembang lebih baik dan lebih pesat.
Masyarakat yang semakin sadar mutu, menuntut akuntabilitas perguruan tinggi yang semakin
nyata dan transparan. Pengelolaan perguruan tinggi harus semakin akuntabel, sehat, inovatif dan
bertanggung jawab guna membangun kepercayaan dan dukungan publik.

Buku ini berisi paparan tentang kerangka perundangan dan peraturan, sasaran, strategi,
program-program maupun tolok ukur yang dikembangkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi. Mudah-mudahan sajian program-program Ditjen Dikti ini mampu menginspirasi perguruan
tinggi untuk mencapai misinya dan mendorong pihak yang terkait untuk melakukan kerjasama
agar kita bisa mewujudkan harapan masyarakat membangun jati diri dan daya saing bangsa di
tengah globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat hingga bermuara pada
peningkatan kesejahteraan bangsa.

Atas segala bentuk upaya dan kerjasama dari semua pihak untuk meningkatkan pendidikan
tinggi kami sampaikan terima kasih. Semoga segala upaya yang kita lakukan mampu
memberikan kontribusi bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan daya
saing bangsa.



                                                                               Direktur Jenderal,




                                                                             Dr. Fasli Jalal, Ph.D
                                                                                  NIP. 131124234




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                 -1-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                               DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR                                                                  1
    DAFTAR ISI                                                                      2
    PENDAHULUAN                                                                     3
    1. SEKRETARIAT DIREKTORAT
          A. Pengembangan Sistem dan Aplikasi Teknologi Informasi dan               5
              Komunikasi di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
          B. Rencana dan Strategi Pengembangan TIK Ditjen Dikti                     6
    2. DIREKTORAT AKADEMIK
          A. Pendahuluan                                                            9
          B. Program - Program
              1. Program Standar Kualitas Akademik                                   9
              2. Program Wawasan Dan Kemampuan Akademik Mahasiswa                   11
              3. Program Pengembangan Kurikulum Dan Program Studi
              4. Program Pendidikan Politeknik
              5. Program Evaluasi Akademik
              6. Program Penilaian Ijazah Luar Negeri
              7. Program Pengembangan Pendidikan Tenaga Kesehatan (HWS –
                 Dikti)
              8. Program Global Development Learning Network (GDLN)
              9. Program Technological And Professional Skills Development
                 Sektor (TPSDP)
    3. DIREKTORAT P2M
          A. Pendahuluan
          B. Program - Program
              1. Program Hibah Perguruan Tinggi (Block Grant)
              2. Pengelolaan Hibah Perguruan Tinggi (Block Grant)
              3. Program Penelitian
              4. Program Pengabdian Kepada Masyarakat
              5. Program Pendukung
    4. DIREKTORAT KELEMBAGAAN
          A. Pendahuluan
          B. Program - Program
             1. Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi
             2. Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan
             3. Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi           Dan   Perintisan
                Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional
    5. DIREKTORAT KETENAGAAN
          A. Pendahuluan
          B. Program – Program
             1. Program Beasiswa S-2/S-3 Luar Negeri
             2. Program Detasering
             3. Program Magang
             4. Program Sertifikasi Dosen
             5. Program Sertifikasi Guru
             6. Program Pendidikan Jarak Jauh S-1 PGSD




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                       -2-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                              PENDAHULUAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional telah mengeluarkan
Strategi Pendidikan Tinggi Jangka Panjang 2003 – 2010 yang dikenal dengan HELTS 2003 –
2010 (Higher Education Long Term Strategy) yang menjadi acuan untuk meningkatkan peran
pendidikan tinggi di Indonesia dan memperkuat daya saing bangsa dalam menghadapi
persaingan global. Selain itu dengan diterbitkannya Rencana Strategis Departemen Pendidikan
Nasional Tahun 2005-2009, program strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah
dilakukan penyesuaian dengan mengacu kepada Kebijakan Pokok Pembangunan Pendidikan
Nasional.

Pada tahun 2007 telah ditetapkan kebijakan teknis operasional, dan telah melaksanakan
berbagai program dan kegiatan untuk mencapai sasaran yang ditentukan berkaitan dengan
pemerataan dan Perluasan Akses, Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing, serta
Penguatan Tatakelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik.
Dalam upaya peningkatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan tinggi, pemerintah telah
melaksanakan program dan kegiatan peningkatan kapasitas tampung melalui pembukaan 167
perguruan tinggi dan pembukaan 761 program studi baru. Perluasan akses untuk daerah
terpencil dan sulit dijangkau oleh perguruan tinggi yang ada, pemerintah telah mengembangkan
program pembelajaran jarak jauh melalui Universitas Terbuka. Sedangkan untuk memberikan
peluang kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, telah dilakukan pemberian berbagai jenis
Beasiswa kepada 171.661 mahasiswa melalui beasiswa berprestasi 85.317 mahasiswa dan
beasiswa kurang mampu sebanyak 86.334 mahasiswa. Dengan pemberian beasiswa ini
diharapkan jumlah mahasiswa yang putus kuliah karena faktor ekonomi menjadi berkurang dan
mereka tetap dapat menjadi mahasiswa. Sebagai dampak dari usaha ini, APK pada tahun 2007
telah melampaui sasaran dan mendekati angka 18%, namun dibanding dengan negara-negara
tetangga, Indonesia masih jauh tertinggal. Ditjen Dikti mendorong dan memfasilitasi laju
pertumbuhan APK tersebut agar kesenjangan dengan negara maju tidak semakin lebar.
Kegiatan peningkatan program studi telah dilaksanakan upaya perbaikan kualitas dan kuantitas
melalui pelaksanaan internal quality assurance. Peningkatan kualitas juga dilaksanakan melalui
penataan program studi baru dan evaluasi terhadap program studi lama, pengembangan sistem
dan jejaring kerjasama dalam rangka penataan program studi, serta penyediaan berbagai
pedoman penyelenggaraan program studi dan sistem penilaian internal termasuk sosialisasinya.
Evaluasi Program Program Studi berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) telah menghasilkan ketertiban
dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi walapun sampai tahun 2007,
sistem ini baru mencapai sekitar 80% dari program studi yang ada.
Untuk menghasilkan lulusan yang baik, diperlukan tenaga pendidik yang bermutu. Peraturan
perundangan juga mengharuskan tenaga pendidik memiliki kualifikasi pasca sarjana. Ditjen Dikti
menyediakan program beasiswa S2 dan S3 untuk dosen lebih dari 12.065 orang baik yang baru
mengikuti pendidikan pada tahun 2007 maupun yang sedang berjalan. Peningkatan kualitas
dosen ini tidak hanya melalui pendidikan bergelar tetapi juga melalui pelatihan jangka pendek.
Pada tahun 2007 prosentasi kualifikasi dosen yang berpendidikan pascasarjana mencapai 51%.
Untuk mencapai mutu dengan taraf internasional dibutuhkan dukungan sumberdaya yang tidak
kecil, dukungan pendanaan dari berbagai sumber perlu terus digalang. Ditjen Dikti mendorong
dan memfasilitasi terbangunnya kerjasama yang kuat antara perguruan tinggi dengan pemerintah
daerah, industri, dan sektor swasta.
Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah dapat berjalan sesuai dengan
rencana, namun untuk penelitian yang dapat disetujui masih sangat tergantung dari ketersediaan


Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             -3-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



dana pemerintah. Penugasan yang telah berhasil dilaksanakan berturut-turut untuk penelitian
9.230 judul dan 919 judul bidang pengabdian kepada masyarakat. Untuk meningkatkan dampak
serta manfaat hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan program
perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (Uber-HKI), penerbitan jurnal ilmiah, jurnal penerapan
iptek, seminar hasil, serta berbagai bentuk diseminasi dan publikasi lainnya.
Pembinaan kemahasiswaan merupakan kegiatan yang penting dalam mempersiapkan lulusan
yang memiliki wawasan keilmuan yang diharapkan di masyarakat. Untuk mendukung upaya ini
telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas fisik, mental, dan nalar
mahasiswa melalui berbagai kegiatan kompetisi tingkat nasional.
Dalam rangka otonomi kepada perguruan tinggi, sampai tahun 2007 terdapat 7 (tujuh) perguruan
tinggi beralih statusnya menjadi perguruan tinggi berbentuk badan hukum milik negara (PT-
BHMN), yaitu Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),
Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Airlangga (UNAIR). Beberapa perguruan tinggi
masih dalam proses pengusulan. Jumlah perguruan tinggi yang bersatus BHMN ini belum
bertambah sejak tahun 2006.
Program dan kegiatan lain yang jadi prioritas adalah pemantapan sistem perencanaan program
dan penganggaran pendidikan tinggi dalam bentuk alokasi block grant. Sebagai aktualisasi
pelaksanaan alokasi pembiayaan berbasis kinerja tersebut, pada tahun 2007 komitmen
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah meningkatkan sumber dana dari APBN untuk
perguruan tinggi dalam bentuk block grant melalui sistim kompetisi sehingga mencapai 21% dari
dana pembangunan dilaksanakan melalui sistem ini.
Keberhasilan-keberhasilan tersebut di atas tidak terlepas dari partisipasi semua pihak yang
terlibat dalam pelaksanaan kegiatan baik di tingkat pusat maupun di daerah yaitu Kopertis dan
Perguruan Tinggi, walaupun dalam pelaksanaan kegiatannya masih ditemui berbagai
permasalahan yang masih memerlukan upaya penyelesaian lebih lanjut.
Dalam uraian berikutnya, disajikan secara rinci target program dan capaian yang telah dilakukan
selama 3 tahun terakhir dan juga rencana pelaksanaan dan strategi untuk program tahun 2008
dan 2009.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             -4-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                    SEKRETARIAT DIREKTORAT

PENDAHULUAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memandang bahwa teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) dapat memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan sektor pendidikan
tinggi di Indonesia. Menyadari akan hal ini, sejak dipopulerkannya TIK di Indonesia, Ditjen Dikti
telah dengan seksama memanfaatkan TIK dalam mendukung programnya misanya melalui
pemanfaatan dan pengembangan berbagai sistem informasi dan sistem aplikasi untuk
pengelolaan pendidikan tinggi seperti Sistem Informasi Nasional (SINAS), Evaluasi Program
Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) ,Sistem Akutansi Instansi (SAI), Sistem Akutansi Barang
Milik Negara (SA-BMN), dll.
A. Pengembangan Sistem dan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi di Direktorat
    Jenderal Pendidikan Tinggi
    Ditjen Dikti menyadari akan pentingnya infrastruktur jaringan informasi yang kuat dan
    memadai di kalangan perguruan tinggi di Indonesia, pada tahun 2006 Ditjen Dikti
    membangun Jejaring Perguruan Tinggi Nasional yang disebut Inherent (Indonesian Higher
    Education Network). Jaringan ini telah berhasil menghubungkan seluruh perguruan tinggi
    negeri (82 perguruan tinggi), 12 Kantor Kopertis, dan tidak kurang dari 133 perguruan tinggi
    swasta. Sesuai dengan kondisi prasarana komunikasi di Indonesia, jejaring Inherent dibagi
    menjadi tiga kelompok, yaitu “advance”, “medium”, dan “basic”, dengan bandwidth berturut-
    turut 155, 8, dan 2 Mbps. Untuk mendukung pengembangan dan perluasan jangkauan
    Inherent, Ditjen Dikti telah menunjuk 32 Perguruan Tinggi Negeri sebagai simpul local yang
    tersebar di 30 provinsi, dengan tugas memfasilitasi perguruan tinggi di sekitar simpul tersebut
    untuk terhubung ke Inherent. Sejak akhir tahun 2007, Inherent diintegrasikan dengan
    Jardiknas. Topologi Inherent dapat dilihat pada gambar di bawah ini.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                 -5-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi




    Sejak dioperasikan Inherent telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti kegiatan
    video-conference dalam rangka koordinasi perguruan tinggi oleh Ditjen Dikti, pembelajaran
    jarak jauh antar perguruan tinggi baik berupa e-learning ataupun tele-teaching, perpustakaan
    digital, dll. Di samping membuka peluang untuk pemanfaatan sumber daya pembelajaran
    secara bersama di kalangan perguruan tinggi, Inherent digunakan untuk mengefisienkan
    kegiatan koordinasi yang selama ini harus dilakukan secara pertemuan fisik.
    Kegiatan lain yang terkait dengan TIK adalah pada penghujung tahun 2007, Ditjen Dikti telah
    berhasil menyusun rencana strategis dan sistem tata kelola TIK untuk Pendidikan Tinggi.
    Melalui kegiatan ini telah berhasil disusun pula cetak biru (blue print) pengembangan TIK di
    Ditjen Dikti secara keseluruhan.
B. Rencana dan Strategi Pengembangan TIK Ditjen Dikti
    Menyadari akan pentingnya peran TIK dalam meningkatkan mutu, akses, serta kesehatan
    organisasi sektor pendidikan tinggi, Ditjen Dikti telah menetapkan beberapa program dan
    kebijakan pokok untuk pengembangan TIK pendidikan tinggi baik di tingkat pusat maupun di
    tingkat perguruan tinggi, yaitu:


    1. Pengembangan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (National Higher Education
         Statistics).

         Menyadari akan kemampuan TIK dalam menyimpan, mengelola, dan melacak informasi
         secara cepat dan akurat, serta mengingat perlunya informasi yang valid dan tersedia
         dengan cepat, maka perlu dikembangkan suatu pangkalan data pendidikan tinggi



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              -6-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         nasional yang dilengkapi dengan sistem informasi tingkat eksekutif, sebagai landasan
         untuk melakukan monitoring dan dasar pengembangan kebijakan sektor pendidikan
         tinggi. Pangkalan data dimaksud juga akan digunakan oleh instansi lain seperti BAN
         dalam melaksanakan akreditasi program studi ataupun perguruan tinggi.

    2. Pengembangan dan Perluasan INHERENT

         Jejaring Inherent yang saat ini sudah beroperasi perlu dikembangkan lebih jauh dalam
         dua hal, yaitu cakupan dan konten. Untuk itu Ditjen Dikti akan mendorong dan mendanai
         pengembangan tersebut melalui hibah TIK yang ditujukan pada tiga program pokok yaitu:
         Peningkatan kapasitas insitutional di bidang TIK, pemanfaatan TIK untuk kegiatan
         akademik, dan pengembangan konten pembelajaran atau sistem aplikasi yang relevan
         dengan kebutuhan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini diharapkan akan semakin
         banyak perguruan tinggi yang terhubung ke Inherent dan memanfaatkan jejaring ini
         secara optimal untuk peningkatan akses, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi.
         Pemanfaatan TIK untuk kegiatan e-learning atau “open and distance learning” secara
         lebih luas juga akan dikembangkan.

    3. Pemantapan Sistem Tatakelola TIK di Lingkungan Ditjen Dikti

         Pemanfaatan TIK secara efektif dan efisien perlu didukung oleh sistem dan tatakelola
         yang kondusif dan sesuai dengan visi dan misi institusi. Penataan dan pemantapan
         dimaksud harus dilakukan secara menyeluruh baik di tingkat pusat maupun di tingkat
         perguruan     tinggi.   Dirjen    Dikti   akan    memfasilitasi   perguruan   tinggi   dalam
         mengembangkan sistem tatakelola TIK serta menyesuaikan kerangka kelembagaan
         yang mendukung terciptanya sistem tatakelola TIK yang optimal.

    4. Pengembangan Kapasitas Institusional

         Pengembangan kapasitas institusional dalam bidang TIK meliputi berbagai aspek antara
         lain sistem regulasi dan prosedur, dan sumber daya manusia. TIK akan secara intensif
         digunakan dalam menunjang pelaksananaan manajemen internal seperti bidang
         keuangan, pengadaan dan pengelolaan fasilitas (e-procurement, inventory), manajemen
         keuangan, dll. Ditjen Dikti akan menerapkan sistem aplikasi berbasis TIK untuk
         mendukung efisiensi organisasi dan dalam                rangka menuju pengelolaan yang
         mengedepankan prinsip good governance.



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                    -7-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008   -8-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                      DIREKTORAT AKADEMIK

A. PENDAHULUAN

Direktorat Akademik merupakan salah satu Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Depdiknas yang bertugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pembinaan, pengembangan, pemberian bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi di
bidang akademik (Permen Nomor 15 Tahun 2005).
Visi Direktorat Akademik adalah menumbuhkan budaya mutu dan penerapan norma akademik
perguruan tinggi untuk membangun insan cerdas dan kompetitif.
Sejalan dengan Renstra Depdiknas yang salah satu pilarnya adalah peningkatan mutu dan
relevansi serta tertuang dalam HELTS (Higher Education Long Term Strategy) agar perguruan
tinggi dapat memperkuat daya saing bangsa (Nations Competitiveness) Direktorat Akademik
merancang dan menjalankan program-programnya sejalan dengan upaya peningkatan mutu
perguruan tinggi tersebut.
Selain itu, untuk menumbuhkan budaya kerja yang kondusif sesuai standar internasonal,
Direktorat Akademik berupaya menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 – 2000.


B. PROGRAM – PROGRAM
1. Program Standar Kualitas Akademik
    Program-program penguatan mutu yang dijalankan, antara lain adalah :
    a. Pengembangan Quality Assurance (QA).
         Pengembangan QA dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya mutu di perguruan tinggi.
         Peningkatan mutu secara berkelanjutan (Continues Quality Improvement) dan sekaligus
         mendorong perguruan tinggi menuju World Class University (WCU). Kegiatan QA diawali
         dengan diterbitkannya buku Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi tahun 2003
         yang kemudian dilengkapi dengan Best Practices berbagai elemen mutu. Sampai tahun
         2005 telah diselesaikan 10 Best Practices yaitu Proses Pembelajaran, Kurikulum dan
         Program Studi, Sumber Daya Manusia, Kemahasiswaan, Prasarana dan Sarana,
         Suasana Akademik, Pengelolaan Keuangan, Penelitian dan Publikasi, Pengabdian
         Pada Masyarakat, dan Tata Kelola.
         Panduan-panduan ini telah disosialisasikan kepada pimpinan PTN dan Kopertis Wilayah
         I – XII dalam Rapat Kerja di Yogyakarta Nopember 2005, selain dalam pelatihan-
         pelatihan QA yang dilaksanakan. Sampai tahun 2006 700 perguruan tinggi yang telah




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                           -9-
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         ikut pelatihan QA, dan juga diadakan Lokakarya QA bagi 82 PTN. Tahap awal
         pengembangan QA (awareness to increase quality) ini perlu dilanjutkan dengan tahap
         implementasi.
         Tahun 2006 telah disusun Panduan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Bidang
         Akademik dan Pedoman Pengelolaan Standar Mutu Perguruan Tinggi.
         Untuk lebih mendorong implementasi QA tahun 2007 selain melatih 320 perguruan tinggi
         (yang belum dilatih tahun 2006) juga dilaksanakan Pelatihan AMAI (Audit Mutu Akademik
         Internal) untuk 480 perguruan tinggi. Pelatihan ini merupakan tingkat lanjutan dari
         pelatihan QA karena pesertanya adalah yang pernah mengikuti pelatihan QA.
         Dengan demikian, sampai tahun 2007 sosialisasi QA dalam bentuk pelatihan mencapai
         1.020 perguruan tinggi dan 480 diantaranya sudah mengikuti Pelatihan AMAI.
         Tahun 2008 pelatihan AMAI dilanjutkan untuk 480 perguruan tinggi yang pernah
         mengikuti pelatihan QA pada tahun 2007, dan juga dilaksanakan secara selektif Intensive
         Technical Assistance kepada 120 perguruan tinggi. Selanjutnya 60 perguruan tinggi di
         antaranya akan dipublikasikan menjadi perguruan tinggi yang dinilai baik implementasi
         QA-nya sebagai pencitraan publik.
    b. Pengembangan Perpustakaan
         Pengembangan perpustakaan diarahkan untuk memperkuat mutu layanan dengan
         mengadopsi perkembangan ICT yang begitu pesat, digital library dan dapat mendorong
         perguruan tingginya mencapai WCU.
         Diawali dengan penyusunan dan sosialisasi Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan
         Tinggi (2005), Penyusunan SOP Perpustakaan (2006), Seminar Internasional (50 PT),
         Digital Library Workshop (100 PT).
         Tahun 2008 dilaksanakan Digital Library Technical Assistance untuk 120 PT, 60
         diantaranya akan dipublikasikan sebagai perpustakaan perguruan tinggi yang potensial
         untuk mendorong ke tingkat global.
    c. Standar Minimal Laboratorium (SML)
         Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 dan Peraturan Pemerintah
         Nomor 19 Tahun 2005 telah disusun Standar Minimal Laboratorium (SML). Sampai
         dengan akhir tahun 2007 telah disusun 15 bidang studi. Penyusunan diawali tahun 2004
         dengan bidang studi Fisika, Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknologi Pertanian.
         Tahun 2005 telah disusun SML untuk bidang studi Teknik Mesin, Teknik Industri,
         Arsitektur, Biologi, dan Matematika.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                - 10 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         Tahun 2006 telah disusun SML untuk bidang studi Teknik Kimia, Teknik Informatika,
         Akuntansi, Farmasi, Ilmu Komunikasi, dan Perikanan.
         Tahun 2007 telah tersusun draf SML untuk bidang studi Teknik Pertambangan, Teknik
         Lingkungan, Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Psikologi, dan Statistika.
         Di samping SML juga telah disusun dan disosialisasikan secara bertahap SOP
         Laboratorium.
         Sasaran dari pembinaan laboratorium ini adalah agar laboratorium perguruan tinggi
         dapat menjaga dan meningkatkan:
         -   Keberlangsungan
         -   Kualitas Kemanfaatan
         -   Pengembangan Laboratorium ( baik untuk Teaching, Research dan Income
             Revenue)
         Penyusunan SML lebih diprioritaskan pada bidang-bidang yang kompetensi lulusannya
         dinilai akan sangat bergantung pada kualitas praktikumnya.


2. Program Wawasan Dan Kemampuan Akademik Mahasiswa
    Untuk meningkatkan wawasan, kemampuan penalaran dan kesadaran kritis serta
    kemampuan untuk mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran mahasiswa secara ilmiah, maka
    telah diprogramkan peningkatan kemampuan dan wawasan penalaran yang difokuskan pada
    bidang IPA, IPS, Pendidikan Seni. Sikap kritis yang dikembangkan meliputi tentang kebijakan
    pemerintah, pembangunan wilayah Indonesia Timur, Lingkungan Hidup dan Mahasiswa
    Berprestasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara berjenjang, bertahap dan
    berkelanjutan mulai dari tingkat perguruan tinggi, kopertis wilayah dan puncaknya di tingkat
    nasional.
    Untuk mengantisipasi era global dan peningkatan daya saing bangsa maka telah
    diselenggarakan National University English Debating Contest (NUEDC) yang baru pertama
    diselenggarakan di 4 wilayah, yaitu Wilayah A di Universitas Indonesia, Wilayah B di
    Universitas Negeri Semarang, Wilayah C di Universitas Negeri Surabaya, dan Wilayah D di
    Universitas Negeri Makassar. Sedangkan untuk merintis pengembangan dan peningkatan
    kemampuan akademik mahasiswa pada disiplin ilmu Matematika telah dikirim 5 mahasiswa
    terbaik bidang Matematika ke forum Internasional pada Olimpiade Matematika di Bulgaria
    untuk tahun 2007 dengan hasil 1 perunggu, 3 Honorable Mention, dan 1 Sertifikat.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 11 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    Dampak yang diharapkan kegiatan ini yaitu meningkatkan mahasiswa yang mampu
    menyampaikan aspirasi dan pendapat serta komunikasi secara ilmiah, dan meningkatkan
    sikap dan jiwa kompetisi untuk mempersiapkan daya saing bangsa setelah lulus dari
    perguruan tinggi.
    *
    Untuk memberikan penghargaan kepada dosen yang secara nyata dan luar biasa melakukan
    kegiatan tridarma perguruan tinggi telah diprogramkan kompetisi karya dosen berprestasi
    yang diharapkan PTN dapat mengirimkan 82 dosen berprestasi, sedangkan untuk kopertis
    wakil PTS mengirimkan 36 dosen berprestasi menghasilkan 15 dosen finalis untuk
    melakukan presentasi dan terpilih 3 terbaik dan 2 harapan terbaik.


3. Program Pengembangan Kurikulum Dan Program Studi
    Penerapan kurikulum berbasis kompetensi di perguruan tinggi dilakukan melalui 2 cara, yaitu
    melalui sosialisasi dan melalui pelatihan untuk pelatih atau Training of the trainers (TOT).


                                      Sosialisasi Dan Kegiatan TOT
*
                 No   Thn       Orang          PT                Keterangan
                                                    Pada Rakernas     Pimpinan   PT   di
             1        2005 200             0
                                                    Yogyakarta
                         146               106      Di Denpasar
                         122               104      Di Batam
             2      2006
                         103               78       Di Makassar
                         150               149      Di Semarang
             Sub Total   521               437
                         144               128      Di Yogyakarta
                         101               78       Di Denpasar
             3      2007
                         118               104      Di Batam
                         149               143      Di Makassar
             Sub Total   512               453
             TOTAL       1033              890


         Pengembangan pendidikan tinggi seni dilakukan untuk memberikan ruang bagi
         keunggulan lokal bidang seni yang akan dibawa ke tingkat internasional. Untuk itu,
         kegiatan pengembangan perguruan tinggi seni tidak hanya diikuti oleh kalangan
         perguruan tinggi seni, tetapi juga melibatkan guru, dinas kebudayaan dan pihak-pihak



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                     - 12 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         terkait agar pembelajaran seni sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan seni yang
         unggul.


                                      Jumlah Kegiatan Dan Peserta
                            Kegiatan Pengembangan Pendidikan Tinggi Seni


                       No       Thn          Orang        PT         Keterangan
                                                                 Penyusunan      Buku
                                                                 Paradigma       Baru
                   1         2005       -            -
                                                                 Pendidikan     Tinggi
                                                                 Seni
                                        45           16          Di Yogyakarta
                   2         2006       31           13          Di Denpasar
                                        37           14          Di Bukittinggi
                   Sub Total            113          43

                   3         2007       79           74          Di Yogyakarta
                                        20           10          Di Batam
                   Sub Total            99           84
                   TOTAL                212          127




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                           - 13 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         Untuk meningkatkan akses masyarakat dalam mengikuti pendidikan tinggi, maka
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas mendorong kalangan Perguruan Tinggi
         untuk mengusulkan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.



                       Jumlah Program Studi Baru Yang Telah Diterbitkan Ijinnya

                                        2005              2006           2007
                      PT
                                   PT       PS       PT       PS    PT          PS
                PTN               0        101     0         161   0     146
                Kop. I            17       50      17        37    27    67
                Kop. II           7        21      17        72    10    19
                Kop. IIII         9        59      14        82    15    75
                Kop. IV           28       94      39        126   35    108
                Kop. V            8        21      7         13    2     7
                Kop. VI           15       65      22        54    1     31
                Kop. VII          11       84      27        72    19    111
                Kop. VIII         9        41      4         15    5     30
                Kop. IX           14       54      30        64    21    72
                Kop. X            15       43      18        44    14    49
                Kop. XI           9        19      9         27    14    36
                Kop.XII           7        27      8         40    4     10
                Jumlah            149      679     212       807   167   761

         Selama kurun waktu tahun 2005 sampai dengan tahun 2007 Pemerintah sangat
         membatasi pendirian perguruan tinggi swasta baru, karena jumlah perguruan tinggi
         swasta sudah dirasakan berlebihan, tetapi pada daerah-daerah yang termasuk remote
         area, perbatasan, pemekaran wilayah di luar Jawa masih diijinkan adanya pendirian
         perguruan tinggi baru.

4. Program Pendidikan Politeknik

    Dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi vokasi, pada tahun 2007 Ditjen
    Pendidikan Tinggi mulai memberikan kesempatan kepada Pemerintah Daerah terutama
    Pemerintah Kota dan Kabupaten yang memiliki potensi untuk mendirikan Politeknik sesuai
    kebutuhan unik dan sumberdaya yang dimiliki daerah yang bersangkutan.
    a. Politeknik Batch I
    Pada tahap pertama tahun 2007, terdapat 15 Pemerintah Daerah yang menyampaikan minat
    mendirikan Politeknik baru ke Ditjen Pendidikan Tinggi. Berdasarkan kriteria penilaian yang
    menggunakan        pedoman      evaluasi     pendirian   dan   pengembangan      Politeknik   yang




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                    - 14 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



     dikembangkan P5D tahun 1998, diperoleh 11 (sebelas) Pemerintah Daerah yang dinilai
     potensial untuk menyampaikan proposal lengkap pendirian Politeknik.
     Berdasarkan evaluasi atas proposal yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah tersebut di
     atas, diperoleh 5 (lima) Pemerintah Daerah yang layak mendapat pendanaan selama 3 (tiga)
     tahun (2007, 2008, dan 2009) untuk pendirian Politeknik baru milik Pemerintah Daerah,
     dengan sharing pembiayaan Dikti : Pemerintah Daerah : 65% : 35%, tahun 2007 dan Dikti :
     Pemerintah Daerah : 70% : 30%, untuk rencana tahun 2008 dan tahun 2009.
     Adapun Pemerintah Daerah yang berhasil mendirikan Politeknik batch I (mulai tahun 2007)
     adalah :


No      Nama Politeknik                       Nama Prodi                        Pemda
1     Politeknik      Banda     - T. Elektronika Informatika       Banda Aceh
      Aceh                      - T. Informatika
                                - T. Mesin Mekatronika
2     Politeknik Kampar         - T. Pemeliharaan Mesin Industri   Kabupaten Kampar
                                -
3     Politeknik Kediri         - Akutansi                         Kediri
                                - T. Perawatan Mesin
                                - Manajemen Informatika
4     Politeknik Ketapang       - Teknik Mesin                     Kabupaten Ketapang
                                - Pertambangan
                                - Pengolahan hasil perkebunan
5.    Politeknik Gorontalo      - T. Mesin Pertanian               Propinsi Gorontalo
                                - T. Hasil Pertanian
                                - T. Informatika


     b. Politeknik Batch II
     Tahun 2007, Ditjen Pendidikan Tinggi juga mengundang 53 (lima puluh tiga) Pemerintah
     Kota dan Kabupaten yang telah menyampaikan minat pendirian Politeknik baru untuk
     menyampaikan proposal ke Ditjen Dikti.
     Dari 53 (lima puluh tiga) Pemerintah Daerah yang diundang untuk mengirim wakilnya
     mengikuti workshop penyusunan proposal, hanya 24 (dua puluh empat) Pemerintah Daerah
     yang mengirimkan wakilnya. Dari 24 Pemerintah Daerah tersebut hanya 14 (empat belas)



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                           - 15 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



     Pemerintah Kota dan Kabupaten yang menyampaikan proposal lengkap pendirian Politeknik
     baru batch II mulai tahun 2008.
     Berdasarkan proposal yang diterima oleh Ditjen Dikti, setelah dilakukan evaluasi sesuai
     dengan kriteria yang tertuang dalam panduan penyusunan proposal dan dilakukan cek silang
     (site visit) ke masing-masing Pemerintah Daerah tersebut di atas, diperoleh 9 (sembilan)
     Pemerintah Kota dan Kabupaten yang dinilai layak mendapat pendanaan dari tahun 2008 s/d
     2010.
     Rencana pendanaan ke 9 (sembilan) Politeknik tersebut di atas, menggunakan porsi
     anggaran Ditjen Dikti : Pemerintah Daerah : 70% : 30% selama 3 (tiga) tahun (2008 s/d
     2010).
     Adapun Pemerintah Daerah yang berhasil mendapat rencana pendirian Politeknik baru
     adalah :


No       Nama Politeknik                         Nama Prodi                     Pemda
1     Politeknik Tjg. Balai        - Teknologi Proses hasil perikanan   Kotamadya Tanjung Balai
                                   - Teknik Mesin
                                   - Teknik Pendingin
2.    Politeknik Sekayu            - T. Informatika                     Kabupaten Sekayu
                                   - T. Refrigasi                       Banyuasin
                                   - Akutansi
3.    Politeknik Indramayu         - Teknik Mesin                       Kabupaten Indramayu
                                   - Teknik Informatika
                                   - Teknik Pendingin
4.    Politeknik Cilacap           - Teknik Elektro                     Kabupaten Cilacap
                                   - Teknik Mesin
                                   - Teknik Informatika
5.    Politeknik                   - Malariologi                        Kabupaten Banjarnegara
      Banjarnegara                 - Kebidanan
                                   - Agroteknologi
6.    Politeknik Banyuwangi        - Teknik Mesin                       Kabupaten Banyuwangi
                                   - Teknik Informasi & Komunikasi
                                   - Teknik Sipil
7.    Politeknik Malang            - Mekatronika                        Kotamadya Malang



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              - 16 -
          Departemen Pendidikan Nasional
          Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                   - Informatika
                                   - Telekomunikasi
8.    Politeknik           Muara   - Kebidanan                             Kabupaten Barito
      Teweh                        - Eko-wisata Bahari
                                   - Teknik Sipil
9.    Politeknik Sambas            - Teknik Mesin                          Kabupaten Sambas
                                   - Manajemen Agribisnis
                                   - Sistem Informasi


5. Program Evaluasi Akademik
     Pengelolaan PT dituntut memenuhi akuntabilitas baik oleh masyarakat maupun pemerintah,
     sehingga perlu pengawasan, pengendalian dan pembinaan Program Diploma, Sarjana dan
     Pasca Sarjana di perguruan tinggi.
     Sesuai       dengan    Keputusan     Mendiknas      No.184/U/2005,   Keputusan   Dirjen   Dikti
     No.08/DIKTI/Kep/2002 dan No.34/DIKTI/Kep/2002 pada hakekatnya sebagai bagian dari
     kegiatan evaluasi, maka PT wajib melaporkan penyelenggara Program Studi setiap semester
     yang dikenal dengan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED). Informasi
     dari hasil evaluasi program studi dapat dijadikan dasar untuk penyusunan pengembangan
     program kerja pada Program Studi dan Perguruan Tinggi, Kopertis maupun oleh Direktorat
     Jenderal Pendidikan Tinggi.
     Selama ini terdapat kesan belum ada kesadaran perguruan tinggi, bahwa laporan EPSBED
     mempunyai manfaat lain yang lebih besar, yaitu dapat dijadikan sebagai cermin kinerja
     Perguruan Tinggi yang sesungguhnya.
     Perpanjangan ijin penyelenggaraan program studi dapat dikelompokan ke dalam beberapa
     kategori :
     a. SK-034, adalah PS yang ijin penyelenggaraannya berlaku selama 4 (empat) tahun untuk
          program S1 dan D4, serta 3 (tiga) tahun untuk S3, S3, D3, D2.
     b. SK-108, ijn penyelenggaraannya berlaku selama 2 (dua) tahun
     c.   Restratus, adalah PS yang ijin penyelenggaraannya merupakan hasil restatus dari
          penamaan ijin lama (disamakan, diakui, dan terdaftar) ke penamaan ijin baru
          berdasarkan SK-034.
     d. R/I/N, adalah PS yang masih memiliki status perijinan lama, yang seharusnya sejak
          tahun 2000 telah melakukan restatus.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                 - 17 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    Bagi PTN pada tahun 2007 telah dilakukan pembaharuan SK ijin penyelenggaraan yang
    semula tidak mempunyai tanggal kadaluwarsa menjadi ijin yang terbatas sesuai dengan
    aturan yang berlaku.
    Tujuan penyelenggaraan evaluasi PS pada PT :
    1. Melakukan pengawasan, pengendalian, dan pembinaan
    2. Memperpanjang ijin penyelenggaraan PS di perguruan tinggi dan menutup ijin
         penyelenggaraan PS di PT


                                Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan PS
                         Wilayah               2005              2006        2007
                    PTN                 50               158            2725
                    Kop. I              219              425            76
                    Kop. II             136              161            55
                    Kop. IIII           177              188            154
                    Kop. IV             201              322            232
                    Kop. V              62               58             92
                    Kop. VI             124              106            277
                    Kop. VII            256              103            248
                    Kop. VIII           147              68             52
                    Kop. IX             139              155            28
                    Kop. X              86               138            116
                    Kop. XI             121              74             30
                    Kop.XII             31               91             27
                    Jumlah              1749             2047           4112

         Sebagai hasil dari pelaksanaan EPSBED pada saat ini dapat diketahui data program
         studi yang ijin penyelenggaraannya habis/kedaluwarsa pada tahun 2008, sebagai
         berikut:
   DATA PS YANG AKAN BERAKHIR IJIN PENYELENGGARAANNYA PADA TAHUN 2008
                       Wilayah         SK-034         SK-108     Restatus      Total
                    PTN              40           146            0          186
                    Kop. I           68           43             16         127
                    Kop. II          30           81             104        215
                    Kop. IIII        50           82             284        416
                    Kop. IV          149          132            203        484
                    Kop. V           23           13             65         101
                    Kop. VI          63           52             106        221
                    Kop. VII         74           95             305        474
                    Kop. VIII        10           15             31         56



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                         - 18 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                   Kop. IX            28          71             319         418
                   Kop. X             28          54             42          124
                   Kop. XI            28          27             25          80
                   Kop.XII            2           49             3           54
                   Jumlah             593         860            1503        2956

                     PENUTUPAN PROGRAM STUDI TAHUN 2005 S/D 2007

                     TAHUN             2005               2006               2007

                   JENIS         PT         PS     PT        PS         PT     PS

                   JUMLAH        29         43     37        88         60     113


         Memfasilitasi pendampingan implementasi laporan hasil evaluasi program studi di PT
         sebanyak 188 orang


6. Program Penilaian Ijazah Luar Negeri
    Kegiatan penyusunan sistem dan penilaian ijazah luar negeri dilakukan sebagai kebutuhan
    dari adanya permasalahan yang dihadapi antara lain :
    1. Kurang lebih 2.500 (dua ribu lima ratus) ijazah luar negeri akan dinilai setiap tahun dari
         seluruh negara di dunia.
    2. Tim penilai ijazah luar negeri terdiri dari pakar dari seluruh bidang ilmu disamping tim
         pendukung bidang administrasi.
    3. Instrumen yang digunakan untuk penilaian adalah media elektronik yang dirancang
         dalam sebuah perangkat lunak.
    Oleh karena itu diperlukan langkah pemecahan permasalahan dan perencanaan strategis
    dan operasional yang tersusun secara cermat dan manajemen pelaksanaan terevaluasi dan
    terkoordinasi dengan baik berlandaskan:
    1. UU Nomor 20 tahun 2003, pasal 21 ayat (3) yang berbunyi: gelar akademik, profesi atau
         vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak
         memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi.
    2. Kepmendiknas Nomor 178/U/2001, pasal 21 ayat (1) yang berbunyi: gelar akademik dan
         sebutan professional yang diberikan oleh PT LN digunakan sesuai pola dan cara
         pemakaian yang berlaku di Negara yang bersangkutan, dan pasal 21 ayat (2) yang




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              - 19 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         berbunyi: gelar akademik dan sebutan professional yang diberikan oleh PT LN perlu
         pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional.


    Tujuan dan Sasaran
    1. Tujuan pelaksanaan kegiatan penyusunan sistem adalah melakukan evaluasi melalui
         instrumen penilaian yang telah disusun sehingga dapat memonitor pelaksanaan
         penilaian ijazah luar negeri.
    2. Tujuan penilaian ijazah luar negeri sendiri adalah mengevaluasi pengesahan dan
         penyetaraan ijazah luar negeri
    3. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah menilai dan mengevaluasi kurang lebih 2.500
         (dua ribu lima ratus) buah ijazah luar negeri.


    Kegiatan tahun 2007
    Mengevaluasi ijazah perguruan tinggi luar negeri tahun 2005 s/d 2007 sbb :
                   USUL                  2005            2006     2007
                   S3                    482             479      430
                   S2                    1110            1288     1236
                   S1                    246             272      276
                   D4                    36              30       24
                   D3                    55              92       85
                   D2                    4               10       5
                   D1                    1               2        1
                   SP1                   7               5        5
                   SP2                   0               0        0
                   PROFESI               1               0        5
                   JUMLAH                1942            2178     2067

         Menerapkan sistem penjaminan mutu ISO 9001-2000 dari Oktober 2007 sampai dengan
         awal Januari 2008 dan sudah direkomendasikan untuk proses sertifikasi.

    Kegiatan tahun 2008
    1. Inventarisasi bahan dengan kelengkapan berkas-berkas persyaratan yang diperlukan
    2. Entry data ke program data pada instrumen yang disediakan
    3. Koordinasi dengan narasumber antara lain: Dirjen Dikti, Dir.Akademik, Para Kasubdit di
         lingkungan Dit.Akademik, Tim Pokja, Pimpinan PT, Koordinator Kopertis, dll.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                           - 20 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    4. Penilaian ijazah luar negeri dilaksanakan 6 (enam) kali atau 2 (dua) bulan sekali.
7. Program Pengembangan Pendidikan Tenaga Kesehatan (HWS – Dikti)
    Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dokter pelayanan primer dengan pendekatan
    kedokteran keluarga tahun 2005 – 2007 :

    I.   Penjaminan Mutu Program Studi:

                 1.1.   Lokakarya Pengembangan Sistem Penjaminan          Jumlah
                        Mutu Internal dan Eksternal                       peserta :
                 1.2.   Lokakarya Implementasi Sistem Penjaminan
                        Mutu Internal                                     400
                 1.3.   Lokakarya Program Review Implementasi             orang
                        Penjaminan Mutu Internal
                 1.4.   Lokakarya Dekan/Rektor dalam Paradigma
                        Baru Pendidikan Kedokteran

    II. Pengembangan Atmosfir Akademik yang Kondusif untuk Implementasi Paradigma
        Baru:

                 2.1.   Lokakarya Nasional Implementasi Paradigma         Jumlah
                        Baru Pendidikan Kedokteran di Indonesia.          peserta :
                 2.2.   Lokakarya Nasional penerapan PBL &
                        Program Klinik Terintegrasi.                      896
                 2.3.   Program Non Gelar dalam negeri Peran Faktor       orang
                        Sosial Budaya dalam Pendidikan Dokter.
                 2.4.   Lokakarya Dekan/Rektor dalam Paradigma
                        Baru Pendidikan Kedokteran
                 2.5.   Pelatihan dalam Negeri Non Gelar tentang
                        Bioetik, Hukum Kedokteran dan HAM
                 2.6.   Pelatihan untuk Pelatih di tingkat nasional
                        untuk staf akademik dalam rangka:
                        a. Membuat kurikulum dan evaluasi
                        b. Pembelajaran mahasiswa dan evaluasi
                 2.7.   Pelatihan Staf Akademik di 5 P3KW untuk
                        berbagai peran Staf Akademik
                 2.8.   Program Non Gelar dalam negeri Peran Faktor
                        Sosial Budaya dalam Pendidikan Dokter.
                 2.9.   Pelatihan    penyusunan      Ujian  Berbasis
                        Kompetensi

    III. Peningkatan Mutu Pengelolaan Program Studi:

                 3.1.     Lokakarya Review serta Pengembangan
                          lebih lanjut Kurikulum Inti Pendidikan Dokter   Jumlah
                          Indonesia (KIPDI) III sebagai masukan           peserta :
                          penyusunan Standar Kompetensi oleh Divisi
                          Standar Konsil Kedokteran Indonesia.            808
                 3.2.     Lokakarya RS Pendidikan dalam rangka            orang



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              - 21 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                          Implementasi Kepaniteraan Klinik di masing-
                          masing Institusi Pendidikan Dokter
                 3.3.     Studi Orientasi ke Negara-negara yang
                          menjalankan Internship (Singapura, Australia,
                          Belanda dan Inggris) dengan laporan
                          kunjungan.
                 3.4.     Pelatihan untuk Pelatih Implementasi dan
                          Evaluasi Tes Masuk pada Institusi Pendidikan
                          Dokter
                 3.5.     Lokakarya untuk Validasi Pembuatan Tes
                          Masuk Nasional Baru
                 3.6.     Program Gelar S2 Luar Negeri dalam Bidang
                          Pendidikan Kedokteran.
                 3.7.     Lokakarya Nasional penyusunan kebijakan
                          evaluasi hasil pembelajaran dan SKS PSKD.
                 3.8.     Lokakarya      Koordinasi   Regional    untuk
                          pengembangan ICT
                 3.9.     Lokakarya      Koordinasi   Regional    untuk
                          Mengawali Kerjasama antar Manajemen
                          Pendidikan (dengan Rektor dan Ketua
                          Yayasan).
                 3.10.    Lokakarya        Persiapan    Pengembangan
                          Program Magister Pendidikan Kedokteran.
                          (Pendirian     5    Departemen     Pendidikan
                          Kedokteran di 5 P3KW)
                 3.11.    Pelatihan Staf Akademik Departemen Ilmu
                          Pendidikan Kedokteran.
                 3.12.    Penyelenggaraan Program Gelar S2 Dalam
                          Negeri dalam Bidang Pendidikan Kedokteran.
                 3.13.    Penyelenggaraan Program Gelar S2 Dalam
                          Negeri dalam Bidang Pendidikan Kedokteran
                          (Tahap II)
                 3.14.    Lokakarya Manajemen Multi Stakeholder
                          Pendidikan Kedokteran Dasar
                 3.15.    Pendidikan Gelar Luar Negeri S2 (Magister)
                          dalam bidang Kebijakan Pendidikan Tinggi
                          UNAND :
                 3.16.    Lokakarya      untuk    PBL    (dengan     TA
                          internasional)
                 3.17.    Kegiatan kelompok kerja problem writing
                 3.18.    Pelatihan tutor
                 3.19.    Pembangunan ruang kelas untuk aktivitas
                          PBL
                 3.20.    Pembangunan gedung pendidikan
                 3.21.    Peningkatan fasilitas perpustakaan
                 3.22.    Pengadaan peralatan ICT
                          UNMUL :
                 3.23.    Pengadaan pembangunan skill lab (dengan
                          TA internasional)



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008            - 22 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                  3.24.    Pengadaan peralatan skill lab

    IV. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi :

                  4.1.    Lokakarya     Nasional   Review      Kurikulum
                          Program Studi Kedokteran Dasar tahun 2005           Jumlah
                          dan tahun 2006.                                     peserta :
                  4.2.    Lokakarya     Nasional   Review      Kurikulum
                          Program Studi Kedokteran Dasar tahun 2007.          1546
                  4.3.    Pelatihan untuk Pelatih Pengembangan                orang
                          Kemampuan Manajemen Pendidikan Dokter
                          Nasional tingkat Lanjut.
                  4.4.    Kunjungan        Singkat    P4KN         untuk
                          Pemantauan/Monitoring                  Proses
                          Pengembangan dan Implementasi KBK,
                          Sistem Monitoring dan Evaluasi di 5 P3KW




             DAFTAR FK PARADIGMA BARU FK SELURUH INDONESIA

                                                    Staf Pengajar    Metode       Strategi
             NO     INSTITUSI              KBK               Tdk                  Pem-
                                                    Tetap    Tetap   Kurikulum    belajaran
             1      FK-Unpad               2004     241      359     PBL          SPICES
             2      FK-UI                  2005     325      354     PBL          SPICES
             3      PSPD Untan             2005     5        12      PBL          SPICES
             4      FK-Unhas               2005     181      205     PBL          SPICES
                                                                     Hybrid
             5      PSPD Unisma            2005     0        0       PBL          SPICES
                    PSPD     Unmuh                                   Hybrid
             6      Malang                 2005     0        0       PBL          SPICES
                                                                     Hybrid
             7      FK Unair               2005     0        0       PBL          SPICES
             8      FK UNISSULA            2005     72       24      PBL          SPICES
             9      FK UII Yogyakarta      2005     22       62      PBL          SPICES
                    FK         Unmuh
             10     Yogyakarta             2005     57       259     PBL          SPICES
             11     PSPD Unsoed            2005     118      57      PBL          SPICES
             12     FK UMI Makassar        2006     31       149     PBL          SPICES
             13     FK Unsri               2006     0        0       PBL          SPICES
             14     FK USU                 2006     282      256     PBL          SPICES
             15     FK Unand               2006     200      146     PBL          SPICES
             16     FK Un.Hangtuah         2006     51       153     PBL          SPICES
             17     PSPD Unej              2006     0        0       PBL          SPICES



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                - 23 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             18    FK Unud                 2006     207      292   PBL       SPICES
                   FK            Unkris
             19    Maranata                2006     128      130   PBL       SPICES
             20    FK Unsri                2006     212      185   PBL       SPICES
                                                                   Hybrid
             21    FK Udip                 2006     0        0     PBL       SPICES
                   PSPD         Unmuh
             22    Jakarta                 2006     33       59    PBL       SPICES
                                                                   Hybrid
             23    PSPD UPH                2006     20       121   PBL       SPICES
             24    FK UKI Jakarta          2006     142      107   PBL       SPICES
             25    FK UPN                  2006     79       328   PBL       SPICES
                   FK          Unika
             26    Atmajaya Jakarta        2006     217      56    PBL       SPICES
             27    FK Ukrida               2006     82       57    PBL       SPICES
                                                                   Hybrid
             28    FK Usakti               2006     77       0     PBL       SPICES
                   FK    Universitas
             29    YARSI                   2006     112      33    PBL       SPICES
                                                                   Hybrid
             30    FK Unsrat               2007     205      79    PBL       SPICES
             31    FK Unmul                2007     44       84    PBL       SPICES
                   FK
             32    Univ.Baiturrahma        2007     49       247   PBL       SPICES
                   FK Univ.Methodist
             33    Medan                   2007     0        0     Non PBL
             34    FK UISU                 2007     52       84    PBL       SPICES
                   FK                                              Hybrid
             35    Univ.Abulyatama         2007     27       10    PBL       SPICES
                                                                   Hybrid
             36    PSPD Univ.Jambi         2007     10       92    PBL       SPICES
             37    FK Unri                 2007     47       102   PBL       SPICES
                                                                   Nybrid
             38    FK Unsyiah              2007     148      6     PBL       SPICES
                   PSPD       Univ.Al
             39    Azhar Mataram           2007     0        0     Non PBL
                   FK    Univ.Wijaya
             40    Kusuma                  2007     0        0     PBL       SPICES
             41    FK Unibraw              2007     177      79    PBL       SPICES
                                                                   Hybrid
             42    PSPD Unram              2007     0        0     PBL       SPICES
                   PSPD Univ.Islam
             43    Bandung                 2007     33       85    PBL       SPICES
                   FK Univ.Jenderal
             44    A.Yani Bandung          2007     91       18    PBL       SPICES
             45    FK UGM                  2007     249      0     PBL       SPICES
             46    FK Untar                2007     68       86    Hybrid    SPICES


Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                        - 24 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                                                        PBL
             47       PSPD UIN             2007     24       31         PBL       SPICES
                                                                        Hybrid
             48       FK Unlam             2008     69       105        PBL       SPICES
             49       PSPD Uncen           2008     0        0          Non PBL
                      PSPD      Unmuh                                   Hybrid
             50       Surakarta            2008     21       65         PBL       SPICES
                      FK
                      Univ.Malahayati
             51       Lampung              2008     7        11         PBL       SPICES
                                                                        Hybrid
             52       PSPD Unila           2008     34       95         PBL       SPICES


    Sisa Kegiatan Untuk Tahun 2008 :

    1. Program Karyasiswa
         a. Program Magister Luar Negeri :
             o    Bidang Pendidikan Kedokteran                   : 9 orang.
             o    Bidang Kebijakan Kedokteran                    : 4 orang.
         b. Program Tahap Diploma Dalam Negeri (diselenggarakan oleh FK UI) :
             o    Bidang Pendidikan Kedokteran                   : 29 orang.
    2. Kajian dengan judul :

                  No.     Judul Kajian
                          Kajian tentang Model Kurikulum untuk Pengembangan
                          Kompetensi Pembelajaran Sepanjang Hayat sebagai
                  1
                          “Best Practice” dalam Program Studi Dokter di 5 P3KW di
                          Indonesia
                          Kajian terhadap Sumber Daya Pembelajaran Pendidikan
                  2
                          Dokter pada Institusi Pendidikan Dokter di Indonesia
                          Kajian tentang Pengembangan Kriteria Akademik dan
                  3       Penggunaan Rumah Sakit Pendidikan pada Program
                          Studi Dokter di Indonesia
                          Kajian tentang Kesesuaian antara Kompetensi Dokter,
                  4       Materi Pendidikan serta Aspek Pendidikan Program Studi
                          Dokter
                  5       Kajian tentang Elemen Strategi Pendidikan di Institusi




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 25 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                          Pendidikan Dokter di Indonesia
                          Studi tentang Pelembagaan Substansi Sosial Budaya
                  6
                          dalam Kurikulum pendidikan dokter
                          Evaluasi     Program     Non    Gelar    Bio    Etika,   Hukum
                          Kedokteran dan Hak Azasi Manusia untuk Staf Akademik
                  7
                          Institusi Pendidikan Dokter terhadap Implementasinya
                          dalam Kurikulum Program Studi Dokter di Indonesia
                          Kajian terhadap Implementasi SPICES Model sebagai
                  8
                          Strategi Pendidikan dalam Program Studi Dokter
                          Kajian     tentang   kebutuhan     institusi   layanan   primer
                  9       terhadap kompetensi dokter lulusan program studi dokter
                          di Indonesia
                          Kajian tentang kebutuhan pasien dan komunitas di
                  10
                          Indonesia terhadap kompetensi dokter layanan primer
                          Evaluasi pencapaian tujuan Proyek HWS-MONE dalam
                  11      pengembangan dan implementasi KBK pada Program
                          Studi Dokter di Indonesia


    3. Pengembangan program serifikasi dosen kedokteran untuk 52 Institusi Pendidikan
         Dokter dalam bentuk program ICT (pembelajaran jarak jauh), sebagai kegiatan unggulan
         proyek HWS-Dikti.

8. Program Global Development Learning Network (GDLN)


    •    Jaringan telekomunikasi menghubungkan Center secara internasional
    •    Periode Loan      : 6 September 2002 - 31 Desember 2007
    •    Center            :         Universitas Indonesia
    •    Sub Center        :         Universitas Riau
                                     Universitas Hasanudin
                                     Universitas Udayana
    •    Sudah terkoneksi ke Program INHERENT




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              - 26 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    Tujuan Kegiatan/Proyek
    1. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan perguruan tinggi negeri yang
                 Otonom,
                 Akuntabel Dan
                 Bertaraf International,
    2. Mengembangkan mekanisme pendukung yang efektif untuk meningkatkan
                 Kualitas,
                 Relevansi,
                 Efisiensi Dan
                 Perluasan Akses Pendidikan Tinggi


SASARAN PENERIMA PROYEK
             Kelompok Perkiraan               Institusi Yang Berhak
                       Jumlah
                        Paket
                        Hibah
          Sub-komponen 2.1 Hibah Kompetisi untuk PTN dan PTS
          I          4          25 Politeknik Negeri
          II         2          ISI Yogja, ISI Denpasar, STSI Padang Panjang,
                                STSI Bandung, STSI Solo
          III        10         PTN dan PTS yang mempunyai program
                                pendidikan keguruan
          IV         12         PTN lainnya (kecuali BHMN)
          Sub-total  28
          Sub-komponen 2.2.a. Hibah kompetisi untuk mengembangkan good
          governance di PTN
          I            3        25 Politeknik Negeri
          II           2        ISI Yogja, ISI Denpasar, STSI Padang Panjang,
                                STSI Bandung, STSI Solo
          III          7        UNSYIAH, UNJA, UNRI, UNAND, UNSRI, UNIB,
                                UNILA, UNPAD, UNSOED, UNEJ, UNDIP, UNS,
                                UNIBRAW, ITS, UNAIR, UNHAS, UNUD, UNTAN,
                                UNLAM, UNSRAT, UNHALU, UNRAM, UNTAD,
                                UNMUL, UNPAR, UNDANA, UNCEN, UNY, UNJ,
                                UNES, UNIMED, UNP, UNESA, UNM, UM,
                                UNIMA
          IV           2        U. Tirtayasa, U. Khairun, U. Trunojoyo, U.
                                Malikulsaleh, UNPATTI, UNIPA, U. Gorontalo,
                                IKIP Singaraja.
          Sub-total    14




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                         - 27 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



          Sub-komponen 2.2.b. Hibah berbasis proposal untuk memperkuat
          manajemen institusi PT otonomi bertaraf internasional
          I           6           Perguruan Tinggi Otonomi bertaraf Internasional
          Sub-komponen 2.2.c. Kontrak berbasis kinerja
          I          4           Perguruan Tinggi Otonomi bertaraf Internasional
          Total            50


                                           HASIL KOMPETISI

                           Perkiraan Jumlah
            Kelompok                                Institusi yang memenangkan hibah
                             Paket Hibah

           Sub-komponen 2.1 Hibah Kompetisi untuk PTN dan PTS
           I         4                   3
           II        2                   1
           III       10                  8
           IV        12                 13
           Sub-total 28                 25
           Sub-komponen 2.2.a. Hibah kompetisi untuk mengembangkan good
           governance di PTN
           I          3               2
           II         2               0
           III        7               8
           IV            2                       1
           Sub-total     14                      11
           Sub-komponen 2.2.b. Hibah berbasis proposal untuk               memperkuat
           manajemen institusi PT otonomi bertaraf internasional
           I         6                    7
           Sub-komponen 2.2.c. Kontrak berbasis kinerja
           I         4                    Perguruan Tinggi Otonomi bertaraf
                                          Internasional (Dalam proses persiapan)
           Total     52                   43



9. Program Technological And Professional Skills Development Sektor (TPSDP)
    ADB LOAN NO: 1792-INO




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                          - 28 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                Jurusan Program Studi Utama Untuk TPSDP

                         Jurusan                Program Studi atau Konsentrasi Area
                a. Teknik                  (1). Kimia , (2). Sipil, (3). Elektonika, (4).
                                           Mekanika, (5). Informasi & Ilmu Komputer, (6).
                                           Program turunan dari sebelumnya.
                b. Ilmu Dasar              (1). Biologi, (2). Kimia, (3). Matematika, (4).
                                           Fisika, (5). Infomasi & Ilmu Komputer
                c. Pertanian               (1). Teknik Pertanian, (2). Teknologi Industri
                                           Pertanian, (3). Pengembangbiakan Tanaman,
                                           (4). Horticultura, (5). Teknologi Pengolahan
                                           Hasil Pertanian, (6). Teknologi Pengolahan
                                           Hasil Perikanan, (7). Teknologi Pengolahan
                                           Hasil Perternakan, (8). Pemanfaatan Sumber
                                           Perikanan


                d. Sosial                  (1). Akutansi, (2). Management
                e. Hukum                   (1). Hukum Ekonomi, (2). Hukum Internasional


                            JUMLAH PENERIMA GRANT TPSDP per BATCH
                                MENURUT PROGRAM DAN REGION


                                                       Region                    Total
                    Batch        Program
                                                I          II         III
                       I        D3             4          3           4           11
                                S1             8          7           7           22
                                ISS            1          2           2           5
                  Sub Total                    13         12          13          38
                     II         D3             6          6           5           17
                                S1             14         12          13          39
                                ISS            3          9           0           12
                  Sub Total                    23         27          18          68
                     III        D3             13         5           11          29
                                S1             20         14          18          52
                                ISS            11         21          8           40
                  Sub Total                    44         40          37         121
                  IV (P3AI)   ISS              2          9           3           14
                  Sub Total                    57         70          48         175
                 V (ISS 2005) ISS              10         21          8           39
                  Sub Total                    69        100          59         228
                     Total    SP               65         47          58         170
                              ISS              27         62          21         110
                    TOTAL                      92        109          79         280

                Catatan :       ISS : Ins titutional Support Sys tem
                                D3/S1 : Program Studi D3 atau Program Studi S1




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                               - 29 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                              PERKEMBANGAN PROGRAM JENJANG PENDIDIKAN


                                           DDT                        ODT                  TOTAL
                  Batch I         Target Reali.            Target        Reali.    Target      Reali.
                  D4              14     14                0             0         14          14
                  Master
                  (S2)            74         73            75            73        149         146
                  Doctor
                  (S3)            21         21            51            46        72          67
                  Profession      0          0             0             0         0           0
                  TOTAL           109        108           126           119       235         227

                  Batch II        Target Reali.            Target        Reali.    Target      Reali.
                  D4              11     11                0             0         11          11
                  Master
                  (S2)            136        119           111           93        247         212
                  Doctor
                  (S3)            53         44            78            75        131         119
                  Profession      0          0             0             0         0           0
                  TOTAL           200        174           189           168       389         342

                  Batch III    Target Reali.          Target    Reali.             Target         Reali.
           Field D4
                  of Study     1        1
                                       Batch I - 2003 2         0                                 1
                                                                                   3Batch II - 2004
                  Master Package Graduates Employed         %   Package           Graduates Employed %
                  (S2)         207      186           95        70                 302            256
          Engineering       19       950         N/A      N/A     62                2,988        737     25
                  Doctor
          Basic Sciences     2       100         N/A      N/A     10                 428         126     29
                  (S3)         77       63            90        83                 167            146
          Agriculture        6       300         N/A      N/A     21                 876         227     26
                  Profession 4 4
          Economics                  1971        N/A 0 N/A      0 17               4 714          1
                                                                                                 200     28
          Law TOTAL          2 289 98 251 N/A 187 N/A           1534               476
                                                                                     194          404 33
                                                                                                  64
                  GRAND N/A
          Entrepreneurships         N/A          N/A      N/A      5                 233         151     65
                  TOTAL                                                            1100           973
          Total             33      1645         240     14,59%   119               5,433       1,505 27,70%
                                                    PERBAIKAN

           Field of Study                 Batch III - 2005                         Batch IV - 2006
                              Package Graduates Employed          %      Package Graduates Employed     %
          Engineering           46       2,11       753         35.69       63      2928      911     31,11%
          Basic Sciences         6       232        87          37.50        5       234      92      39,32%
          Agriculture           11       461        228         49.46       15       717      253     35,29%
          Economics              7       275        99          36.53        3       134       0      0,00%
          Law                    3       137        41          29.93        3       143      27      18,88%
          Entrepreneurships      5       222        81          36.49        0        0        0      0,00%
          Total                 78       3,437     1,289        37,50%      89      4156      1283    30,87%



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                                 - 30 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



           DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT



A. PENDAHULUAN
Salah satu visi pendidikan tinggi menghadapi tahun 2010 ialah agar dapat meningkatkan daya
saing bangsa. Untuk itu diperlukan berbagai perubahan struktur yang menyangkut pelaksanaan
kesehatan organisasi pendidikan tinggi baik tingkat nasional maupun tingkat institusi.
Penyesuaian struktur ini bertujuan agar pada tahun 2010 nanti, organisasi yang sehat dapat
tercapai dan hal ini ditunjukkan dengan:

1. Jaminan Kualitas
        Pendidikan      mahasiswa berdasar kebutuhan nyata, mengembangkan kemampunn
         intelektual agar jadi warganegara yang bertanggung juawab, dan berkontribusi pada
         daya saing bangsa.
        Penelitian dan pendidikan pascasarjana yang berperan sebagai incubator untuk
         mengembangkan kemampuan dalam mengadaptasi”knowledge based economy”; serta
         mengintegrasikan teknologi mutakhir.
        Suatu sistem yang memberikan kontribusi dalam pemberdirian demokrasi, masyarakat
         yang berbudaya serta memenuhi pertanggungjawaban kepada masyarakat dan
         trjaminnya akuntabilitas.
        Struktur sistem pendanaan dibuat agar dapat meningkatkan partisipasi para pengguna
         (termasuk pemda) yang mengkaitkan investasi baru dengan pendanaan yang berjalan.
2. Pemerataan dan Kesempatan
        Suatu sistem      yang menjaminn kesempatan memperoleh pendidikan, sehingga
         seseorang berkesempatan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya, sehingga
         dapat jadi warganegara bermanfaat bagi negara dan juga bagi dirinya sendiri.
3. Otonomi
        Kewenangan dari pusat mulai didesentralisasikan dengan tetap harus akuntabel
        Infra struktur kewenangan,          struktur pendanaan serta proses pengelolaan yang
         mendorong terjadinya inovasi, efisiensi dan keunggulan.


Berikut disampaikan berbagai penjelasan beserta program yang ditujukan untuk pelaksana Hibah
Blok serta program DP3M lainnya untuk masa depan yang masih dikelola langsung oleh DP2M di
pusat.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                               - 31 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi




DASAR HUKUM
    1. UUD 1945 Pasal 31
         Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-
         nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat
         manusia.
    2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang SISTEM NASIONAL PENELITIAN,
         PENGEMBANGAN, DAN PENERAPAN IPTEK
         Pasal 7 ayat 1: Perguruan tinggi sebagai salah satu unsure kelembagaan dalam Sistem
                           Nasional Penelitian, pengembangan dan penerapan Iptek berfungsi
                           membentuk SDM Iptek.
         Pasal 7 ayat 2: Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) PT
                           bertanggung jawab meningkatkan kemampuan pendidikan dan
                           pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada
                           masyarakat sesuai dengan kemajuan Iptek.
         Pasal 16 ayat 3: Perguruan tinggi dan lembaga litbang pemerintah berhak mengguakan
                           pendapatn yang diperolehnya dari hasil alih teknologi dan/atau
                           pelayanan jasa Iptek untuk mengembangkan diri.
         Pasal 17 ayat 3: Pemerintah bertanggung jawab memberikan dukungan bagi perguruan
                           tinggi dan lembaga litbang dalam rangka kerjasama internasional di
                           bidang Ipteks.
         Pasal 18 ayat 1: Pemerintah berfungsi menumbuhkembangkan motyivasi, memberikan
                           stimulasi dan fasilitas, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi
                           perkembangan Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan
                           Penerapan Iptek di Indonesia.


    3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
         Pasal 20 ayat 2: Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan,
                             penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;


      Pasal 24 ayat 1: Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu
                           pengetahuan, pada perguruan tinggi berlaku kebebasan akademik dan
                           kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                   - 32 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



      Pasal 24 ayat 2: Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya
                           sebagai pusat penyelengaaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan
                           pengabdian kepada masyarakat.


    4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen


      Pasal 51 ayat 1: Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berhak: memperoleh
                           kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, akses sumber belajar,
                           informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, serta penelitian dan
                           pengabdian kepada msyarakat.
      Pasal 60          : Dalam melaksanaan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban: (a)
                           melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
                           masyarakat; (c) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi
                           akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan
                           perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
      Pasal 69 ayat 2: Pembinaan da pengembangan profesi dosen sebagaimana dimaksud
                           pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
                           kimpetensi sosial, dan kompetensi profesional.
      Pasal 72 ayat 1: Beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan,
                           pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi
                           pembelajaran, membimbing dan melatih, melakukan penelitian,
                           melakukan tugas tambahan, serta melakukan pengabdian kepada
                           masyarakat.


A. PROGRAM - PROGRAM
1. Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat
    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional c.q. Direktorat
    Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) akan terus mendorong dan
    memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development),
    pengabdian kepada masyarakat, dan kreativitas mahasiswa di perguruan tinggi guna
    mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, relevansi dan daya saing bangsa (nation
    competitiveness).




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                  - 33 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    Fasilitasi     Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam penelitian, pengabdian pada
    masyarakat, dan program kreativitas mahasiswa (PKM) dilaksanakan berdasarkan atas nilai-
    nilai keadilan, kualitas, akuntabilitas, dan berkelanjutan. Dengan perkataan lain fasilitasi
    DP2M ditawarkan secara terbuka kepada seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) maupun
    perguruan tinggi swasta (PTS) secara kompetitif. Dalam kaitan ini usulan penelitian,
    pengabdian kepada masyarakat, PKM dan program lain yang diterima oleh DP2M dari staf
    pengajar atau mahasiswa ditelaah oleh tim penelaah (peer review) untuk selanjutnya
    diranking. Tim Penelaah tersebut dipilih berdasarkan track record sebagai peneliti unggul
    yang mewakili bidang ilmu dan perguruan tinggi di Indonesia.            Program-program yang
    difasilitasi tersebut terdiri atas dua sistem yaitu block grant dan non block grant. Sistem block
    grant pada tahap ini baru dilaksanakan pada program penelitian..


2. Program Hibah Penelitian Perguruan Tinggi (Block Grant)
    Block grant adalah sistem pendanaan yang diberikan kepada PT                 yang dinilai telah
    memenuhi syarat untuk diberikan pendanaan secara blok (Block Grant). Sistem pendanaan
    penelitian ini dimulai sejak tahun 2005 dan hingga saat ini telah terpilih 7 (tujuh) perguruan
    tinggi, yaitu: IPB, ITB, UGM, UNDIP, UNAIR, UNIBRAW, dan UNHAS. Diharapkan dimasa
    mendatang makin banyak perguruan tinggi yang diberikan pendanaan dengan sistem block
    grant ini.

    Sistem       block grant meskipun diberikan secara bertahap namun memberi keleluasaan
    kepada penerimanya untuk dapat menggunakan dana sesuai dengan prioritas PT dan
    program yang telah direncanakan. Hasil yang dicapai akan dipantau oleh DP2M dan hasil
    pemantauan dapat menentukan dilanjutkan tidaknya program ini.              PT yang memenuhi
    kriteria, antara lain selama beberapa tahun menunjukkan kinerja R&D yang baik, dapat
    memperoleh block grant. Besarnya block grant didasarkan pada jumlah dana tertentu yang
    diserap pada tahun-tahun terakhir pemantauan. Pada dasarnya pengelolaan block grant ini
    dipercayakan sepenuhnya ke PT tetapi harus mengikuti             rambu-rambu (kisi-kisi) yang
    ditetapkan DP2M.. Pengalokasian anggaran oleh PT hendaknya berdasar keunggulan dan
    prioritas yang ada dalam R&D agenda PT. DP2M akan melakukan monev secara
    institusional, sedangkan PT/Kelembagaan R&D melakukan monev langsung kepada para
    pelaksana.

    Ada enam tujuan yang diharapkan dapat dicapai melalui block grant ini, yaitu:




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                  - 34 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



            Mendorong agar PT membuat program payung R&D baik jangka pendek maupun
             jangka panjang yang mencakup pengembangan ilmu ke depan serta memenuhi
             kebutuhan masyarakat baik lokal, nasional atau global sebagai sumber devisa.
            Mendorong PT agar dalam melaksanakan otonomi benar-benar menerapkan
             penjagaan terhadap mutu, akuntabilitas, self evaluasi.
            Mendorong PT untuk menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel dan
             transparan.
            Mendorong PT untuk menerapkan sistem seleksi yang menjamin mutu dengan
             memiliki      SOP     mutu     yang     baik        (sistem   seleksi,   evaluasi/monitoring,
             reward/punishment).


            Mengharuskan PT untuk mengalokasikan dana bagi kegiatan pembinaan di PTnya
             mengingat sistem pembinaan bagi penerima Block grant mulai dilimpahkan ke PT
             masing-masing.
            Memberi keleluasaan ke PT untuk mengintegrasikan berbagai program kerjasama
             baik di dalam institusi maupun dengan pihak luar dalam tingkat nasional atau
             internasional, negeri maupun swasta dengan mempertimbangkan dana yang dikelola
             dan prioritas yang ingin dicapai.


    Untuk melihat keberhasilan dari block grant ini ada empat tolok ukur yang digunakan, yaitu:


            Sejauh mana manfaat bagi institusi dalam perbaikan kualitas belajar mengajar baik
             penerapan hasil R&D dalam buku ajar maupun mengangkat permasalahan lapang
             ke dalam program institusi yang sedang berjalan.
            Sejauh mana kualitas dan kuantitas Publikasi Ilmiah bermutu tingkat nasional,
             regional maupun internasional yang dihasilkan.
            Sejauh mana kekayaan intelektual yang dihasilkan.
            Berapa banyak hasil R&D yang diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh
             masyarakat.
            Berapa banyak jumlah mahasiswa S2/S3 yang terlibat langsung dan berhasil dalam
             sistem pendanaan block grant.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                       - 35 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



3. Program Penelitian Non Block Grant.
    Program ini terdiri dari enam skim, yaitu:
    a. DOSEN MUDA/STUDI KAJIAN WANITA
         Tujuannya untuk memberikan pembinaan bagi peneliti muda sekaligus memberikan
         pelatihan cara membuat proposal dan melakukan penelitian secara baik.
    b. PENELITIAN FUNDAMENTAL
         Tujuannya adalah untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan body of knowledge
         (jawaban atas pertanyaan why)
    c.   HIBAH PEKERTI
         Tujuannya untuk menggalang kerjasama penelitian antara peneliti TPP(Tim Peneliti
         Pengusul) dan TPM (Tim Pengusul Mitra) baik dalam dan luar negeri;
    d. HIBAH BERSAING
         Tujuannya untuk mendorong penelitian inovatif dan invensi dalam bidang Ilmu
         Pengetahuan, Teknologi dan Kesenian (ipteks).
    e. HIBAH PASCA SARJANA
         Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan pasca sarjana melalui peningkatkan
         mutu penelitian yang berkualitas internasional.
    f.   RAPID
         Tujuannya untuk mengkomersialisasikan hasil hasil penelitian dan pengabdian kepada
         masyarakat, dalam RAPID aktivitas penelitiannya tidak menonjol sehingga titik berat
         kegiatan ini untuk (Commercializing technology research product),terbentuknya suatu
         kemitraan yang saling menguntungkan antara dunia indiustri dengan PT).


4. Program Pengabdian Kepada Masyarakat.
    Untuk program Pengabdian kepada Masyarakat dana Block grant belum dimulai, jadi masih
    seluruhnya dikelola Dikti kecuali untuk Penerapan IPTEK dan Vucer satu tahun yang sejak
    tahun 2000 sudah didaerahkan. Pendaerahan tipe ini belum merupakan Block grant karena
    sistem pengelolaannya masih dilaksanakan oleh DP2M. Program berikut dianjurkan untuk
    kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di PT apabila dana Block grant sudah diterapkan.



    1. Penerapan IPTEK/Hi-Vucer
            Merupakan kombinasi program vucer satu tahun dan program penerapan IPTEK
            Biaya sekitar Rp 25 juta



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                 - 36 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             Satu tahun
             Ditujukan bagi masyarakat dan UKM
             Bagian dari program payung institusi
             Harus ada manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa


    2. Unit Usaha Jasa Industri/U-UJI
             Biaya dari Block grant sekitar Rp 450 juta/tiga tahun
             Biaya dari PT dan atau mitra minimum 25%
             Harus memberikan keuntungan bagi institusi PT
             Harus ada manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa
             Pelaksana harus mempunyai jiwa entrepreneur
             Merupakan penerapan hasil penelitian berpotensi ekonomis


    3. Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat/Hi-Link Sibermas
             Merupakan kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat dan industri
             Harus ada manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa
             Partisipasi aktif dari semua fihak
             Biaya dari block grant sekitar rp 500 juta/ 3 tahun
             Harus merupakan kerjasama dengan pemda dan industri
             Biaya dari pemda dan industri minimum masing-masing 25 %
             Merupakan penerapan iptek yang tepat guna bagi masyarakat dan industri


5. Program Pendukung
    Program ini dikelompokan sebagai program pendukung karena pada saat ini dan dalam
    beberapa tahun kedepan masih diperkirakan perlu ada pendanaan dan pengelolaan lebih
    khusus.
    Program Hibah Pekerti kemungkinan besar diajukan oleh dosen dari PT yang tidak mendapat
    Block grant, tetapi mitra PT menerima Block grant. Akan sulit jika pendanaan harus
    sepenuhnya ditanggung oleh mitra PT.
    Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan/E-ship dirasakan belum tersosialisasi
    dengan baik dan dari hasil pemantauan selama ini dirasakan perlu ada perbaikan agar tujuan
    awal menerapkan budaya entrepreneur dapat lebih cepat dicapai.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                            - 37 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    Program Kreativitas Mahasiswa, sejak diluncurkan tahun 2001, pesat mendapat respon dari
    mahasiswa. Bekerjasama dengan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan sebagai pembina
    program di lapang, DP3M sangat berkepentingan karena program yang ditawarkan dalam
    PKM sangat terkait erat dengan program yang ditawarkan untuk dosen. Sifat kompetitif untuk
    mencari unggulan terbaik perlu terus dipertahankann dalam rangka memupuk dan
    memperkenalkan sistem pencarian innovator baru.

    Program Publikasi Ilmiah dan Penulisan Buku merupakan kegiatan yang masih perlu terus
    diamati dan didorong baik dari segi mutu maupun naskah yang diterbitkan dan siapa
    penerbitnya. Jurnal ilmiah dengan pengutamaan Himpunan Profesi sebagai pengelola akan
    membantu terciptanya sistem komunikasi ilmiah yang sehat dan kondusif.

    Program Pengelolaan Kekayaan Intelektual, masih memerlukan sosialisasi yang gencar.
    Keterkaitan dengan program DP3M yang lain dapat mempercepat timbulnya daya saing yang
    kita harapkan. Dengan perencanaan yang lebih terarah dan lebih didorong diharapkan
    Kekayaan Intelektual dapat menjadi kebanggaan PT dan Income Generating bagi institusi
    maupun pemilik lainnya. Program ini masih baru dan perlu keterlibatan DP3M lebih intensif
    karena selama ini belum tertangani dengan baik. Berikut kisi-kisi singkat mengenai kegiatan-
    kegiatan yang dimaksud:

    1. Kegiatan Pengembangan Budaya Kewirausahaan/E-ship
            Diajukan oleh institusi/Lembaga Pengabdian.
            Program harus terkoordinasi secara menyeluruh.
            Melibatkan mahasiswa dan alumni agar dapat jadi wirausahawan.
            Harus dirasakan bermanfaat dalam menciptakan lapangan kerja.
            Biaya maksimum Rp 400 juta/tahun, bila ada usulan program incubator.
            Lama program tiga tahun.
            Melibatkan UKM sebagai tempat praktek dan binaan.
            Dapat menunjukan cash flow kegiatan program.
            Seleksi dilakukan setiap tahun.
    2. Program Kegiatan Kreativitas Mahasiswa
            Desain program yang sejak awal dimulai, masih sangat relevan untuk diteruskan.
            Unggulan nasional tanpa kuota pewilayahan perlu dipertahankan.
            Anggaran biaya sekitar rp 6 juta/satu tahun/topik perlu dipertahankan.
            Dapat digunakan sebagai bagian dari tugas akademi.



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                - 38 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    3. Program Publikasi Ilmiah dan Penulisan Buku
            Lebih mendorong terbitnya jurnal ilmiah himpunan profesi.
            Perlu pembatasan jumlah jurnal terakreditasi untuk setiap bidang ilmu.
            Pelaksanaan      akreditasi   jurnal   ilmiah   oleh   reviewer   yang   kompeten   perlu
             dipertahankan.
            Penulisan buku teks berdasar hasil R&D perlu terus dipacu.
    4. Program Pengelolaan Kekayaan Intelektual (KI)
            Pemantapan pengelolaan dan pengembangan KI-PT seperti managemen KI,
             pemasaran KI, pendaftaran Paten, pendaftaran varietas baru, rahasia perusahaan.
            Pendidikan kurikuler maupun non kurikuler yang mengarah                  ke terbentuknya
             inventor, inovator maupun discoverer perlu lebih ditingkatkan misalnya melalui
             Program Kreativitas Mahasiswa, Incubator Wirausaha Baru dan Unit Usaha Jasa dan
             Industri.


         Cadangan:
         Sejalan dengan itu pelaksanaan masing-masing program juga dipantau oleh tim
         penelaah, kemudian hasilnya disebarluaskan kepada masyarakat melalui majalah ilmiah,
         seminar, pameran, maupun publikasi ilmiah. Pada setiap akhir tahun setiap program
         dievaluasi kinerjanya dan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan
         dan ketersediaan sumberdaya.          Dengan perkataan lain fasilitasi DP2M dilaksanakan
         secara berkelanjutan dengan dukungan panduan dan jadwal yang baku.
         Pada dasarnya fasilitasi DP2M juga dapat mencakup seluruh bidang ilmu, termasuk ilmu-
         ilmu dasar (basic sciences), seni, dan olahraga (sport science). Sejalan dengan itu
         pengembangan budaya kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan dosen dan
         mahasiswa serta proses alih teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat/ industri serta
         percepatan perolehan paten merupakan bagian dari fasilitasi DP2M.
         Untuk mendukung kebijakan tersebut, disamping mengembangkan dan menawarkan
         program-program langsung ke perguruan tinggi, DP2M juga akan terus mengembangkan
         kerjasama dengan berbagai lembaga mitra, baik di tingkat nasional maupun
         internasional. Di tingkat nasional kerjasama dengan Departemen/Kementerian, Lembaga
         Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah, dan lembaga kemasyarakatan
         (termasuk pondok pesantren) akan dikembangkan. Sejalan dengan itu DP2M akan
         berperan serta dalam upaya menjalin kerjasama antara perguruan tinggi Indonesia



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                   - 39 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         dengan lembaga internasional, asosiasi keilmuan, dan lembaga pendidikan di berbagai
         negara.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                          - 40 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                   DIREKTORAT KELEMBAGAAN


A. PENDAHULUAN

Peraturan Mendiknas No. 15/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal
Pendidikan     Tinggi    menyebutkan       bahwa     Direktorat    Kelembagaan     mempunyai     tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pembinaan, pengembangan, pemberian
bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasi di bidang kelembagaan perguruan tinggi

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 Peraturan Mendiknas
tersebut, Direktorat Kelembagaan menyelenggarakan fungsi:
    a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pendidikan tinggi.
    b. Penyiapan perumusan standar, kriteria, pedoman, dan prosedur di bidang kelembagaan
         perguruan tinggi.
    c.   Pelaksanaan pembinaan kelembagaan, kegiatan kemahasiswaan, fasilitasi perbantuan
         kepada perguruan tinggi, kerjasama dan pemberdayaan perguruan tinggi.
    d. Pemberian bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasi di bidang kelembagaan perguruan
         tinggi.
    e. Pelaksanaan urusan ketatausahaan direktorat.


Berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut di atas, dan memperhatikan kondisi kelembagaan
perguruan tinggi di Indonesia saat ini yang berjumlah lebih dari 2800 buah dengan kapasitas dan
kemampuan pengelolaan yang sangat beragam, Direktorat Kelembagaan menetapkan visi dan
misi serta tujuan/objektif sebagai berikut:


Visi:
Terwujudnya Kelembagaan Perguruan Tinggi yang otonom, sehat dan berdaya saing global


Misi:
Mewujudkan         kelembagaan    pendidikan    tinggi   yang     otonom   dan   sehat   yang   mampu
menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global, serta mampu
memperbesar pemerataan dan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                    - 41 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



Tujuan/Obyektif:

    1. Memperbesar Pemerataan dan akses
            Memperbesar akses ke pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu
            Meningkatkan      kapasitas     dan    kemampuan    pengelolaan   PT   dalam   rangka
             memperluas akses
            Meningkatan peran serta masyarakat

    2. Meningkatkan Mutu, Relevansi & Daya Saing
            Meningkatkan jumlah PT yang memenuhi standar internasional pendidikan
            Meningkatkan jumlah PT unggulan
            Meningkatkan jumlah kegiatan kemahasiswaan yang dapat berkompetisi secara
             regional & internasional
            Meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan non akademik
            Meningkatkan jumlah dan kualitas staf pengajar/pendamping kemahasiswaan

    3. Memperbaiki Governance, Akuntabilitas & Pencitraan Publik
            Meningkatkan tata kelola Direktorat Kelembagaan
            Meningkatkan kualitas pelayanan Direktorat Kelembagaan
            Meningkatkan jumlah PT yang berbadan hukum
            Meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelolaan PT


Strategi Pencapaian:

    1. Memperbesar Pemerataan dan akses
            Meningkatkan bantuan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu
            Menjalin kerjasama dengan pihak industri, pemerintah daerah dan instansi lain
            Mendorong PT yang sudah siap untuk memperbesar jumlah mahasiswa asing

    2. Meningkatkan Mutu, Relevansi & Daya Saing
            Mendorong PT untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pegelolaannya
             dengan memberikan bimbingan dan block grant
            Mensosialisasikan model dan metode peningkatkan softskill mahasiswa
            Memperbesar jumlah mahasiswa penerima beasiswa berprestasi
            Mendorong PT untuk meningkatkan kerjasama antar PT dan dengan instansi lain
            Meningkatkan populasi mahasiswa asing pada 20 PT terbaik



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                - 42 -
           Departemen Pendidikan Nasional
           Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    3. Memperbaiki Governance, Akuntabilitas & Pencitraan Publik
              Menyiapkan diri untuk dapat meraih ISO 9001
              Memberikan insentif dan asistensi untuk PT yang akan menjadi BHP
              Menyiapkan perguruan tinggi sesuai standar pengelolaan pendidikan tinggi
              Menyiapkan peraturan perundang-undangan kelembagaan pendidikan tinggi


Hasil yang ingin dicapai:

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dalam Rencana Strategisnya telah menetapkan sasaran
yang harus dicapai, yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Direktorat Kelembagaan, sebagai
berikut:


                                                          Tahun
      KOMPONEN
                                                          2006        2007    2008      2009
       Bantuan bagi mahasiswa miskin (% mhs) 8,5                  12,5       15         20
       Mahasiswa asing pada PT terbaik (%)            2           3          4          5
       Jurusan PT masuk 100 besar Asia/
       Dunia                                          1           2          3          4
       Jumlah PTN menjadi BHPT (%)                    -           10         20         40
       Memperoleh ISO 9001                            -           -          ISO 9001


Untuk mencapai target tersebut, sejak tahun 2006 telah disusun Program Utama yang
berkelanjutan yaitu:

A. Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi
B. Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan
C. Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi Dan Perintisan Perguruan Tinggi Bertaraf
    Internasional

Kegiatan-kegiatan yang mendukung Program Utama tersebut di atas diuraikan secara rinci
berikut ini.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                 - 43 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



B. PROGRAM-PROGRAM
1. Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi
    Dewasa ini jumlah perguran tinggi di Indonesia sudah mencapai lebih dari 2700 buah baik
    berupa universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, maupun akademi yang diselenggarakan
    oleh pemerintah dan masyarakat. Jumlah tersebut menggambarkan cukup besarnya upaya
    pembinaan dan pengembangannya.
    Kedepan perguruan tinggi dihadapkan kepada tantangan yang besar: bagaimana upaya
    meningkatkan dirinya dalam bidang manajerial, menata dirinya menjadi perguruan tinggi
    yang sehat dan memiliki daya saing tinggi. Dalam rangka penataan perguruan tinggi secara
    menyeluruh, pemerintah telah memberikan kebijakan otonomi dan sudah 7 perguruan tinggi
    berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Bahkan, pemerintah besama
    DPR sedang merampungkan Undang-Undang BHP. Artinya, diharapkan seluruh perguruan
    tinggi pada saatnya nanti akan berubah status menjadi BHP.
    Pada kenyataannya perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat relatif lebih
    banyak menghadapi berbagai permasalahan baik internal maupun eksternal. Konflik yayasan
    pengelola cukup dominan dan persaingan kualitas justru membuka peluang untuk terjadinya
    pelanggaran norma penyelenggaraan pendidikan tinggi disebabkan oleh semakin tingginya
    kesadaran masyarakat pendidikan khususnya bagi calon mahasiswa untuk menentukan
    pilihan perguruan tinggi. Sementara itu, pemerintah dalam hal ini Ditjen Pendidikan Tinggi
    untuk sementara tidak membuka perguruan tinggi baru terkecuali politeknik.
    Dalam upaya pembinaan dan regulasi peningkatan kualitas sistem dan hasil pendidikan
    tinggi disusunlah program-program dengan tujuan:

         1. Menyiapkan bahan kebijakan teknis, Pembinaan dan penataan Kelembagaan
             Pendidikan Tinggi;
         2. Melaksanakan pengendalian kelembagaan perguruan tinggi khususnya dalam hal
             kuantitas;
         3. Mengentaskan berbagai permasalahan penyelenggaraan pendidikan tinggi;
         4. Mewujudkan ketersediaan data dan informasi kelembagaan perguruan tinggi

         Kegiatan ini diarahkan pada seluruh perguruan tinggi yang berada di bawah naungan
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Departemen Pendidikan Nasional, yang meliputi
         perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau Masyarakat, yang
         berbentuk Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik dan Akademi.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              - 44 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    a. Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi

         Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk sementara waktu tidak membuka
         pendirian    perguruan     tinggi   baru.    Dengan     demikian   perguruan   tinggi   yang
         diselenggarakan masyarakat lebih diarahkan pada upaya-upaya: penggabungan
         (merger), alih kelola yayasan, alih binaan dari departemen lain ke Depdiknas, pindah
         lokasi dari kota besar (Provinsi) ke daerah (kabupaten) dan perubahan nama atau bentuk
         perguruan tinggi. Sedangkan bagi perguruan tinggi pemerintah, upaya pengembangan
         akademik berupa pembukaan program studi/jurusan/fakultas diserahkan kepada
         perguruan tinggi masing-masing dengan konsekuensi pembiayaan secara mandiri.

         Dinamika perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen dan
         organisasi, kebutuhan pasar kerja; cukup berpengaruh           kepada eksistensi perguruan
         tinggi Indonesia. Dalam hubungan ini, organisasi dan tata kerja dan Statuta perguruan
         tinggi juga mengalami perubahan AD/ART perguruan tinggi secara besar-besaran.


    b. Pengentasan Masalah Kelembagaan Perguruan Tinggi

         Dalam rangka pengendalian kualitas pendidikan tinggi Ditjen Dikti khususnya dalam hal
         penyelenggaraan pendidikan, sudah hampir 15 tahun melakukan edaran larangan
         penyelenggaraan perkuliahan dengan model ”kelas Jauh”, Sabtu-Minggu, Eksekutif,
         Kelas Khusus” secara terus menerus. Pada kenyataannya masih banyak perguruan
         tinggi yang menyelenggarakannya.

         Konflik ditubuh yayasan maupun konflik di perguruan tingi masih sering terjadi. Bahkan
         penanganannya sampai ke pengadilan. Dengan demikian Ditjen Pendidikan Tinggi
         terlibat dalam posisinya sebagai saksi ahli akan tetapi juga sebagai tergugat.


    c.   Pendataan Kelembagaan Perguruan Tinggi

         Semua proses penataan kelembagaan dikelola dan didata untuk dijadikan bahan
         pengembangan selanjutnya.

         Untuk melaksanakan ketiga rencana program di atas dilakukan melalui mekanisme
         sebagai berikut.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                   - 45 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         a. Koordinasi dengan instansi terkait seperti Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas,
              Inspektorat Jendral Depdiknas, Kopertis, perguruan tinggi dan instansi terkait
              lainnya.
         b. Kajian dan telaah masalah mengacu kepada peraturan perundang-undangan,
         c.   Melakukan penelitian lapangan berupa supervisi dan klarifikasi langsung,
         d. Menjadi saksi ahli baik dalam proses BAP Kepolisian dan persidangan
         e. Proses administratif penataan kelembagaan perguruan tinggi
         f.   Pencatatan dan pengolahan data kelembagaan perguruan tinggi.
         g. Pedoman pendampingan untuk penerapan organisasi Badan Hukum Pendidikan di
              lingkungan perguruan tinggi.

         Waktu pelaksanaan        serangkaian rencana program di atas dilaksanakan sepanjang
         tahun.


2. Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan
    a. Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan Melalui Unit Kegiatan Kepramukaan,
         Unit Bela Negara (Resimen Mahasiswa), Unit Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala),
         Unit KSR-PMI Mahasiswa.
         Kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan oleh UKM Kepramukaan, Menwa, Mapala,
         dan KSR-PMI pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu membentuk karakter
         dan jati diri seseorang, khususnya mahasiswa. Namun dalam pelaksanaan kegiatan
         setiap UKM mempunyai ciri khas masing-masing.

         1. Kegiatan “Jambore Pramuka Mahasiswa Tingkat Nasional”.

              Kegiatan kepramukaan mempunyai ciri khas, yaitu melakukan kegiatan dengan
              mengadakan kemah di alam terbuka. Hal ini merupakan salah satu cara yang efektif
              dalam proses pembentukan watak dan kepribadian, pemantapan mental/moral
              spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial manusia (mahasiswa). Hidup dalam
              perkemahan di alam terbuka yang jauh dari kota (tempat tinggal) yang penuh dengan
              kemudahan, kemewahan, ketergantungan, mendorong peserta/kaum muda untuk
              menyadari (introspeksi) tentang apa yang perlu dan nyata dalam kehidupan ini. Oleh
              karena itu kegiatan kepramukaan melalui kemah merupakan bentuk aktifitas yang
              rekreatif tetapi bersifat edukatif yang dijadikan bagian kegiatan kepramukaan yang
              esensial dalam proses pendidikan. Kegiatan ini merupakan kegiatan dua tahunan




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                               - 46 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             dan pada tahun 2007 kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Universitas Negeri
             Gorontalo, dan tahun 2009 akan dilaksanakan di Universitas Lampung.

         2. Kegiatan “Temu Wicara dan Kenal Medan, Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam)
             Tingkat Nasional”

             Kegiatan Mapala mempunyai ciri khas dengan mendekatkan aktifitasnya di
             lingkungan alam semesta, seperti mendaki gunung, arung jeram, dan kegiatan
             sejenis lainnya. Hal ini merupakan bentuk kegiatan yang diharapkan dapat
             menyatukan antara energi manusia dengan alam. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini
             hampir di seluruh wilayah Indonesia terjadi bencana alam yang cukup membuat
             derita masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa alam sudah tidak bersahabat lagi
             dengan kehidupan manusia, dan dimungkinkan karena tidak mampunya manusia
             memelihara alam ini dengan baik. Selain itu dengan aktifitas di alam pedalaman,
             mahasiswa akan lebih mudah untuk introspeksi diri, yang dapat membentuk sifat
             manusia untuk saling menghormati diantara sesama, walaupun berbeda agama,
             suku, ras, maupun Negara. Pada tahun 2007 kegiatan tersebut telah dilaksanakan di
             Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin, dan tahun 2009 akan dilaksanakan di
             Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya.

         3. UKM Bela Negara atau Menwa (Resimen Mahasiswa) mempunyai salah satu
             kegiatan, yaitu “Napak Tilas Jejak Pejuang”.

             Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri jejak pejuang jaman dulu
             dengan menempuh jarak berkilo-kilo meter yang seolah-olah para mahasiswa seperti
             melakukan gerilya untuk memerangi penjajah. Selain itu di setiap daerah terpencil
             dilakukan dialog dengan tokoh masyarakat pedesaan untuk berdiskusi tentang nilai-
             nilai persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan
             untuk mengingatkan kepada generasi                  muda, khususnya mahasiswa agar
             menghargai semangat pejuang dalam membela bangsa demi Negara Kesatuan
             Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu kegiatan ini perlu didukung dan
             dikembangkan, karena kegiatan ini dapat membentuk mahasiswa mempunyai
             nasionalisme yang tinggi. Pada tahun 2007 kegiatan tersebut telah dilaksanakan di
             Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dan Perguruan Tinggi pelaksana pada
             tahun 2008 akan ditentukan pada Rakornas Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang
             Kemahasiswaan yang akan datang



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 47 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         4. KSR-PMI mempunyai kegiatan “Temu Bhakti KSR-PMI Perguruan Tinggi Tingkat
             Nasional”.

             PMI (Palang Merah Indonesia) sebagai suatu organisasi sosial kemanusiaan dalam
             melaksanakan tugasnya di lapangan sangat tergantung kepada peran serta
             sukarelawan. Kelompok pemuda, khususnya mahasiswa yang menjadi sukarelawan
             PMI disebut KSR-PMI (Korp Sukarela Palang Merah Indonesia). Para mahasiswa
             sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu sebagai pelopor kaum muda
             untuk menjadi sukarelawan dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap tugas-
             tugas kemanusiaan. Karena dengan aktifitas tersebut dapat membentuk sikap
             mental para mahasiswa, dalam rangka membangun karakter dan jati diri bangsa.
             Pembinaan dan pengembangan KSR-PMI di kalangan mahasiswa dimaksudkan
             untuk mewadai dan membina rasa kesetiakawanan sosial dan jiwa kemanusian
             antara mahasiswa maupun generasi muda pada umumnya. Oleh karena itu para
             mahasiswa diharapkan tidak hanya giat menuntut ilmu dan mengasah otak di bidang
             ilmu yang ditekuni, tetapi juga perlu mempunyai kepedulian sosial terhadap
             lingkungannya. Kegiatan ini merupakan kegiatan dua tahunan, pada tahun 2007
             kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Universitas Abulyatama, Nangroe Aceh
             Darussalam, dan tahun 2009 akan dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
             Masyarakat, Jambi.


    b. Pengembangan Soft Skills Bagi Mahasiswa

         Dampak Globalisasi dan arus informasi yang sangat pesat telah membawa konsekuensi
         terhadap pembangunan manusia di seluruh dunia. Segala upaya telah dipersiapkan oleh
         manusia dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan, diantaranya manusia
         senantiasa berupaya meningkatkan potensi dirinya agar menjadi manusia bersumber
         daya yang berkualitas. Kualitas SDM Indonesia bukan saja berada dalam taraf yang
         rendah, namun juga mengalami penurunan, Hal ini dapat disimak dari laporan World
         Competitiveness Yearbook (2004) tentang tingkatan daya saing. Di lingkungan regional,
         daya saing SDM Indonesia berada pada urutan paling rendah dibandingkan dengan
         Singapura (peringkat 2), Malaysia (peringkat 16), Thailand (peringkat 29) dan Philipina
         (peringkat 52). Bila kondisi demikian dipertahankan, maka dalam jangka panjang dapat
         diduga bahwa cita-cita untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat akan menjadi
         sekedar impian belaka.



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 48 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         Persaingan dalam dunia kerja juga semakin ketat, dan pada umumnya para pengguna
         jasa (Stakeholders) menginginkan pekerjanya selain memiliki kemampuan kognitif (IPK
         yang tinggi) juga memilikii soft skills yang dibutuhkan, seperti motivasi yang tinggi,
         kemampuan beradaptasi dengan perubahan, kompetensi interpersonal, dan orientasi
         nilai yang menunjukkan kinerja yang efektif. Fenomena ini sesuai dengan hasil penelitian
         NACE (National Association of Colleges and Employers) pada tahun 2005 yang
         menyebutkan bahwa pada umumnya pengguna tenaga kerja membutuhkan keahlian
         kerja berupa 82% soft skills dan 18% hard skills.

         Perguruan Tinggi yang berperan sebagai sarana bagi peningkatan kualitas sumber daya
         manusia diharapkan memainkan peran sentral dalam peningkatan daya saing bangsa.
         Oleh karena itu sistem pembinanan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi diharapkan
         menjadi wahana untuk mengubah pola pikir, pola sikap mahasiswa untuk menuju
         terwujudnya lulusan yang handal.

         Dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas, setiap Perguruan Tinggi perlu
         melakukan Program Pengembangan Kemahasiswaan melalui program-program berikut:
         (1) Penalaran dan Keilmuan; (2) Bakat, Minat, dan Kemampuan; (3) Kesejahteraan; (4)
         Kepedulian Sosial; (5) Kegiatan Penunjang. Semua program kemahasiswaan di atas
         diharapkan dapat meningkatkan kesiapan bersaing mahasiswa, melatih mahasiswa
         dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan, serta meningkatnya soft skills
         mahasiswa.

         Realisasi peningkatan kualitas lulusan yang memiliki kompetensi pada bidangnya,
         berkepribadian dengan penguasaan soft skills, serta siap pakai dapat diupayakan melalui
         pembelajaran yang optimal dan mengarah kepada pengembangan soft skills. Melalui
         program ini para lulusan Perguruan Tinggi diharapkan menguasai keterampilan meraih
         sukses (akademik dan non akademik) yang meliputi keterampilan belajar, berpikir, dan
         keterampilan mengelola hidup. Untuk itu diperlukan kerja keras bersama, bukan hanya
         dari pihak manajemen Perguruan Tinggi saja, namun juga seluruh civitas akademika
         agar seluruh atmosfir yang akan tercipta merupakan potret visi bersama dalam
         lingkungan pendidikan yang berpihak pada intelektual, moral, sikap kritis, persistensi
         tinggi dan memiliki karakter kesiapan daya saing.

         Dalam rangka mewujudkan harapan tersebut di atas, Direktorat Kelembagaan, Direktorat
         Jenderal Pendidikan Tinggi telah menyusun Buku Panduan Penyusunan Proposal



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                              - 49 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         Program Pengembangan Soft Skills bagi Mahasiswa yang dapat digunakan sebagai
         acuan bagi pihak Manajemen Perguruan Tinggi dalam mengajukan proposal untuk
         mendapatkan dana yang diperlukan dari Pemerintah. Program ini dirintis mulai tahun
         2007 dengan mengalokasikan dana untuk 15 proposal, masing-masing proposal
         maksimal Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah), namun berdasarkan proposal yang
         masuk ternyata di luar dugaan, yaitu sebanyak 194 proposal. Oleh karena itu Direktorat
         Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi mengupayakan agar alokasi yang telah
         direncanakan dapat ditambah, dan akhirnya menjadi 20 proposal yang dibiayai
         kegiatannya. Mengacu pada pengalaman tahun 2007, maka pada tahun 2008, Direktorat
         Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi menambah alokasi untuk 50 proposal yang akan
         dibiayai kegiatannya dan masing-masing proposal maksimal Rp 150.000.000,- (seratus
         lima puluh juta rupiah).


    c. Penyertaan Mahasiswa Indonesia Mengikuti Event Olahraga Di Luar Negeri (Asean,
         Asia, Dan Dunia).

         Kompetisi antar mahasiswa melalui olahraga pada tingkat internasional merupakan
         bentuk aktifitas yang cukup strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa, sekaligus
         untuk mempererat persahabatan sesama mahasiswa dalam rangka mewujudkan
         perdamaian dunia. Mengingat prestasi olahraga di Indonesia belum menggembirakan,
         maka    Direktorat    Kelembagaan       Ditjen   Dikti   telah   mengalokasikan   dana    untuk
         mengikutsertakan mahasiswa mengikuti event olahraga di luar negeri dengan
         memprioritaskan      cabang    olahraga     yang    diproyeksikan    dapat   bersaing    dengan
         atlet/mahasiswa dari Negara peserta lainnya.             Proyeksi tersebut berdasarkan hasil
         seleksi POMNas (Pekan Olahraga Mahasiswa tingkat Nasional) dan Kejurnas (Kejuaraan
         olahraga tingkat Nasional) Antar Perguruan Tinggi, dan pertimbangan Induk Cabang
         Olahraga yang bersangkutan berdasarkan data-data prestasi atlet/mahasiswa. Sebagai
         contoh prioritas cabang olahraga yang diikutsertakan pada event olahraga di luar negeri,
         antara lain; Badminton, Tennis, Catur, dan Bridge.

         Olahraga antar mahasiswa pada tingkat internasional telah dikelola oleh organisasi yang
         bernama FISU (Federation Internationale du Sport Universitaire). Oleh karena itu
         penyertaan mahasiswa Indonesia dalam mengikuti event internasional harus melalui
         organisasi Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) yang dibentuk oleh
         Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi. Sebagai contoh event olahraga



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                      - 50 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         internasional yang pernah diikuti Bapomi, antara lain (1) Pada tahun 2006, Bapomi
         mengikuti ASEAN University Games XIII di Vietnam, dan Indonesia dapat meraih urutan
         ke tiga setelah Vietnam (tuan rumah) dan Thailand, (2) Pada tahun 2007 mengikuti
         olahraga tingkat dunia, yaitu Universiade XXIV di Bangkok, dan Indonesia mendapatkan
         3 medali perunggu, yaitu 1 medali perunggu dari cabang olahraga Badminton beregu
         putra, 1 medali perunggu dari cabang olahraga Tennis tunggal putri, dan 1 medali
         perunggu dari cabang olahraga Tennis beregu putra. Pada tahun 2008 Indonesia akan
         mengikuti ASEAN University XIV di Kuala Lumpur - Malaysia, pada tanggal 11 s.d. 21
         Desember 2008.


    d. Beasiswa PPE (Peningkatan Prestasi Ekstra Kurikuler)

         Ada 3 (tiga) macam beasiswa yang diberikan Ditjen Dikti kepada mahasiswa:
        1.   Beasiswa PPA (Peningkatan Pretasi Akademik), yaitu beasiswa untuk mahasiswa
             yang mempunyai prestasi di bidang akademik.
        2.   Beasiswa BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa), yaitu beasiswa untuk mahasiswa yang
             berasal dari keluarga tidak mampu secera ekonomi.
        3.   Beasiswa PPE (Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler), yaitu beasiswa untuk
             mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang ekstra kurikuler.

        Beasiswa PPA dan BBM, pengelolaannya diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri
        dan Kopertis. Beasiswa PPE dirintis oleh Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal
        Pendidikan Tinggi mulai tahun 2007. Beasiswa PPE tercetus dengan adanya berbagai
        pendapat para pakar, dan pihak-pihak yang kompeten bahwa prestasi akademik
        mahasiswa belum cukup untuk berkompetisi setelah mereka lulus untuk memasuki dunia
        kerja, baik sebagai pencari kerja di pemerintah, dunia usaha maupun menciptakan
        lapangan kerja.       Oleh karena itu masih diperlukan kemampuan dan ketrampilan
        mahasiswa di bidang ekstra-kurikuler, untuk menjadi lulusan yang mempunyai nilai
        tambah. Mengingat mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik diberikan insentif
        dalam bentuk beasiswa untuk meningkatkan prestasinya, maka alangkah adilnya apabila
        mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang ekstrakurikuler juga diberikan beasiswa.
        Selain itu beasiswa PPE juga diharapkan dapat menimbulkan semangat baru bagi
        mahasiswa yang belum terlibat dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, menjadi aktif
        mengikutinya.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                           - 51 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



        Mahasiswa calon penerima Beasiswa PPE, dikelompokan menjadi 4 (empat), yaitu:
         1) Kegiatan ekstrakurikuler yang dipertandingkan, sebagai contoh kegiatan olahraga,
             lomba seni, musabaqoh, paduan suara gerejawi, dan kegiatan sejenis lainnya.
         2) Kegiatan pelatihan, sebagai contoh LKMM (Latihan Ketrampilan Manajemen
             Mahasiswa), Latihan Penerbitan Pers Kampus, Pelatihan Pendidikan Pencegahan
             Penyalahgunaan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS, dan kegiatan sejenis lainnya.
         3) Kegiatan kepedulian sosial, sebagai contoh; Membantu masyarakat yang terkena
             bencana      alam    (musibah       banjir,   gempa      bumi,    tanah    longsor),   dengan
             mempertimbangkan lamanya waktu pengabdian.
         4) Kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa pada bidang keorganisasian, sebagai contoh;
             Pengurus organisasi yang diprioritaskan untuk Ketua atau Sekretaris (BEM, UKM,
             Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis, Himpunan Mahasiswa), dan organisasi sejenis
             lainnya.

         Alokasi beasiswa PPE ini untuk tahun 2007 sebanyak 35232 mahasiswa_bulan dan
         untuk tahun 2008 direncanakan sebanyak 57960 mahasiswa_bulan dengan beasiswa
         perbulan Rp. 250.000,-


    e. Pelayaran Kebangsaan
         Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang kaya akan beragam
         sumber daya alam dan manusia dalam konteks Negara Bangsa. Persatuan dan kesatuan
         merupakan modal utama untuk membangun sebuah bangsa yang mampu bersaing di
         dunia Internasional. Nasionalisme disesuaikan sebagai kesadaran jati diri setiap
         masyarakat     yang     merefleksikan     loyalitas   di   tingkat   lokal/primordial   ke tingkat
         Nasional/Negara. Nasionalisme merupakan State of Mind yang memandang setiap
         warga negara loyal kepada Bangsa dan Negara. Pemantapan wawasan kebangsaan
         dalam perspektif Nasionalisme tidak hanya membangun rasa cinta kepada tanah air
         tetapi juga memberi makna yang hidup bagi semboyan Bhineka Tunggal Ika, disertai
         keinginan untuk membela dan menjaga kelangsungan Negara Bangsa. Oleh sebab itu,
         Semangat kebangsaan sekaligus spiritualisme watak kebangsaan harus senantiasa
         diperkokoh dan menjadi perekat kehidupan kebangsaan yang harmonis.

         Dalam sejarah peradaban bangsa bangsa di dunia pada kenyataannya tidak terlepas dari
         ancaman munculnya konflik sosial, konflik agama, konflik suku bahkan sampai
         perpecahan sebuah negara. Fenomena konflik yang disebabkan perbedaan pandangan



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                         - 52 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



         baik sisi kepentingan politik, kerusuhan, maupun SARA apabila tidak diwaspadai, akan
         senantiasa merupakan ancaman disintegrasi bangsa. Oleh sebab itu perlu dikaji akar
         permasalahannya dengan pendekatan kultural, keagamaan serta akademis. Salah satu
         solusi yang ditawarkan adalah dengan metode dialog nasional didalam satu kegiatan
         Pelayaran Kebangsaan yang sangat strategis. Forum ini akan menjadi wahana
         pembelajaran yang efektif, serta berfungsi sebagai clearing house untuk mencari solusi
         dan membedah akar masalah, apabila muncul konflik yang bersifat laten maupun
         sporadis. Secara fungsional Pelayaran Kebangsaan sekaligus menjadi forum dialog
         untuk memperkuat spirit kebangsaan.

         Pelayaran Kebangsaan ini dilaksanakan atas kerjasama antara Direktorat Jenderal
         Pendidikan Tinggi dengan TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun
         sejak tahun 2001. Pelayaran Kebangsaan VIII yang diadakan tanggal 14 – 23 Juli 2008
         akan mengambil         tema: “MENINGKATKAN KESADARAN BAHARI, MEMBANGUN
         BUDAYA DAN PERADABAN BANGSA DEMI KOKOHNYA NEGARA KESATUAN
         REPUBLIK INDONESIA (NKRI)” dengan rute Jakarta – Tarakan – Nunukan – Jakarta.


3. Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi Dan Perintisan Perguruan Tinggi Bertaraf
    Internasional
    Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa pendidikan dilakukan dalam rangka pencerdasan
    kehidupan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai Departemen yang bertanggung
    jawab terhadap pendidikan nasional, maka guna merealisasikan amanah tersebut
    Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan tiga pilar kebijakan pendidikan nasional
    yaitu:
             a. Perluasan dan pemerataan akses pendidikan
             b. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, serta
             c.   Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik pendidikan

    Penguatan tata kelola serta akuntabilitas telah pula dicermati oleh Direktorat Jenderal
    Pendidikan Tinggi sebagai sebuah strategi yang penting bilamana perguruan tinggi akan
    berperan besar dalam mendorong daya saing bangsa. Oleh sebab itulah kesehatan
    organisasi menjadi salah satu strategi dari tiga strategi yang ditetapkan oleh Direktorat
    Jenderal Pendidikan Tinggi dan dipandang sebagai dasar bagi terlaksananya otonomi
    perguruan tinggi yang baik.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                            - 53 -
           Departemen Pendidikan Nasional
           Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



    Sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, sesuai Peraturan Menteri
    Pendidikan Nasional nomor 15 tahun 2005 Direktorat Kelembagaan yang memiliki tugas,
    antara lain, pembinaan,         pengembangan dan pemberian bimbingan teknis               bidang
    kelembagaan, Direktorat Kelembagaan mengem-bangkan program dengan sub-program
    sbb:

    I.   Perintisan Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional
         1.       Seminar Perguruan Tinggi bertaraf Internasional
         2.       Seleksi Perguruan Tinggi bertaraf Internasional
         3.       Diseminasi Perguruan Tinggi berpotensi taraf Internasional
         4.       Perintisan kerjasama perguruan tinggi
         5.       Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang

    II. Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi
         1.       Pengembangan Forum Komunikasi dan Konsultasi Perguruan Tinggi dengan
         pemangku kepentingannya
         2.       Program Belajar Bekerja Terpadu


    a. Perintisan Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional
         1. Seminar Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional
              Diratifikasinya Perjanjian Organisasi Perdagangan Dunia oleh Indonesia pada tahun
              1994 melalui Undang-undang nomor 7 mengikat Indonesia untuk turut berperan
              dalam pelaksanaan liberalisasi.
              Sebagai pelaku pendidikan, lembaga pendidikan tinggi mempunyai peran besar
              terhadap keberhasilan Indonesia untuk bersaing dalam pasar bebas barang dan
              jasa, melalui hasil penelitan yang berkualitas serta ahli-ahli yang memiliki kompetensi
              dalam bidangnya.
              Pelaksanaan liberalisasi ASEAN 2010, ASIA PASIFIK 2015 dan WTO 2025
              mengharuskan perguruan tinggi Indonesia segera merubah cara kerja agar karya
              serta lulusannya dapat diakui di tingkat dunia. Melalui sentuhan langsung dengan
              lembaga pendidikan asing diharapkan perguruan tinggi Indonesia dapat cepat belajar
              untuk memperbaiki kualitas pengelolaan serta penyelenggaraan pendidikannya
              Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong pengelolaan perguruan tinggi
              Indonesia berpotensi menjadi perguruan tinggi yang berkualitas internasional. Pada
              tahun 2006, topik seminar adalah “Konsep dan Standar PT Bertaraf Internasional”



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                  - 54 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             yang melibatkan 34 PT. Tahun 2007 dengan topik “Mobilitas Mahasiswa Dalam
             Rangka Internasionalisasi Pendidikan” yang melibatkan 48 PT. Direncanakan pada
             tahun 2008 akan mengambil topik “Benchmarking Perguruan Tinggi Indonesia
             Melalui Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi Asing” yang diperkirakan akan
             melibatkan 70 PT.
         2. Seleksi Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional

             Kebutuhan Indonesia untuk memiliki perguruan tinggi yang diakui memiliki kualitas
             internasional yang mampu menghasilkan lulusan yang dapat berkompetisi dengan
             lulusan lembaga pendidikan tinggi asing berkualitas serta menghasilkan karya yang
             dapat meningkatkan produktivitas masyarakat sudah sangat mendesak. Program
             terencana serta berkesinambungan yang dapat mendorong perguruan tinggi untuk
             terus menerus memperbaiki kualitas pendidikannya diharapkan dapat mempercepat
             pengakuan internasional akan kualitas perguruan tinggi Indonesia. Dengan
             menggunakan kriteria yang sejenis dengan kriteria yang dilakukan oleh lembaga di
             luar negeri, Tim reviewer menyeleksi semua PT. Hasil seleksi ini diterbitkan dalam
             buku “Promising Universities in Indonesia”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
             mendorong kompetisi antar perguruan tinggi Indonesia untuk terus menerus
             berupaya mempertahankan dan memperbaiki kinerja serta mempertahankan citranya
             di khalayak nasional maupun internasional. Secara langsung maupun tidak langsung
             kegiatan ini mempengaruhi jumlah mahasiswa asing yang belajar di Indonesia.
             Jumlah mahasiswa asing yang belajar di Indonesia meningkat dari 4731 mahasiswa
             pada tahun 2006 menjadi 5366 mahasiswa di tahun 2007.


         3. Diseminasi Perguruan Tinggi Berpotensi Taraf Internasional
             Dalam rangka merealisasikan keinginan Departemen Pendidikan Nasional untuk
             menambah lebih banyak program studi berstandar internasional, ditetapkan jumlah
             mahasiswa asing di perguruan tinggi Indonesia berpotensi pada tahun 2010
             sebanyak 10.000 orang. Masuknya mahasiswa asing di Indonesia dapat dalam
             bentuk kerjasama maupun individual. Promosi perguruan tinggi Indonesia melalui
             Perwakilan Negara RI di luar negeri dengan menggunakan buku “Promising
             Universities in Indonesia”, maupun keikutsertaan Indonesia dalam pameran dan
             konperensi internasional diharapkan dapat membuka mata perguruan tinggi asing
             maupun mahasiswa asing terhadap potensi maupun kualitas perguruan tinggi



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 55 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             Indonesia. Pada tahun 2006 Dikti mengikuti 1 (satu) pameran yang diikuti oleh 27
             PT. Tahun 2007 mengikuti 2 (dua) pameran yang melibatkan 50 PT. Tahun 2008
             direncanakan sama dengan tahun 2007. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
             meningkatkan jumlah kerjasama antara PT Indonesia dengan perguruan tinggi asing
             dan jumlah mahasiswa asing di Indonesia. Seperti halnya pada kegiatan
             sebelumnya, kegiatan ini mempengaruhi jumlah mahasiswa asing yang belajar di
             Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah mahasiswa asing yang belajar di Indonesia
             sebanyak 4731 mahasiswa dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 5366
             mahasiswa.
         4. Perintisan Kerjasama Perguruan Tinggi
             Tuntutan akan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sudah sangat
             mendesak dengan semakin dekatnya masa penyelenggaraan liberalisasi di tingkat
             Asean     dan    Asia    Pasifik.   Intervensi      dalam   bentuk   transformasi   budaya
             penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas internasional melalui twinning program
             antara PT Indonesia yang berkualitas serta antara PT Indonesia dengan PT asing
             diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan kualitas penyelenggaraan
             pendidikan di perguruan tinggi. Pada tahun 2006 telah dirintis 10 kerjasama PT
             Indonesia dan PT asing. Pada tahun 2007 perintisan meningkat menjadi 18
             kerjasama. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jumlah lulusan
             perguruan tinggi Indonesia yang berperan dalam kancah pergaulan berbagai sektor
             di tingkat internasional
         5. Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang
             Komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dunia
             diuraikan dengan jelas dalam pembukaan UUD 45. Dalam rangka melaksanakan
             komitmen Indonesia untuk menjaga ketertiban dunia serta semangat persaudaraan,
             Indonesia memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajar di
             perguruan tinggi berkualitas di Indonesia di berbagai bidang ilmu dalam jenjang studi
             S1 dan magister. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa asing merupakan diplomasi
             budaya Indonesia, namun juga dapat mendorong PT Indonesia untuk memperbaiki
             kualitas pendidikannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan citra
             Indonesia di mata dunia serta membuka wawasan masyarakat perguruan tinggi.
             Jumlah mahasiswa asing yang telah diberi beasiswa tahun 2006 dan 2007 masing-




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                     - 56 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             masing 64 dan 89 mahasiswa. Sedang pada tahun 2008 dialokasikan beasiswa
             sebanyak 110 mahasiswa.


    b. Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi
         1. Pengembangan Forum Komunikasi Dan Konsultasi Perguruan Tinggi Dengan
             Pemangku Kepentingan

             Lamanya masa tunggu lulusan serta tidak dapat dimanfaatkannya hasil penelitian
             perguruan tinggi oleh dunia usaha menunjukkan adanya kesenjangan antara
             perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat.      Komunikasi aktif antara
             perguruan tinggi diharapkan dapat menghilangkan kesenjangan tersebut serta dapat
             mensinergikan potensi masing-masing bagi percepatan pembangunan daerah dan
             peningkatan daya saing bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan
             mutu dan relevansi perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat dan
             pembangunan. Pada tahun 2006, PT yang terlibat sebanyak 3 PT, dan pada tahun
             2007 sebanyak 6 PT. Pada tahun 2008 direncanakan akan melibatkan 9 PT.
         2. Progran Belajar Bekerja Terpadu
             Sesuai pembukaan UUD 1945 pendidikan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan
             kesejahteraan masyarakat dan kecerdasan bangsa.      Adanya kesenjangan antara
             kebutuhan masyarakat akan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan lulusan
             perguruan tinggi mengakibatkan pemborosan biaya akibat tidak dapat diserapnya
             lulusan PT oleh dunia kerja, serta harusnya dilakukan pendidikan tambahan oleh
             dunia usaha apabila lulusan perguruan tinggi akan dimanfaatkan sebagai tenaga
             kerja. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan dan
             produktivitas dunia usaha. Kegiatan tahun 2006 melibatkan 10 PT, 138 mahasiswa
             dan 107 UMKM. Tahun 2007 melibatkan 15 PT, 251 mahasiswa dan 177 UMKM.
             Sedangkan pada tahun 2008 direncanakan akan melibatkan 20 PT, 300 mahasiswa
             dan 200 UMKM.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                           - 57 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                    DIREKTORAT KETENAGAAN
A. PENDAHULUAN
Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru
dan dosen mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan
nasional bidang pendidikan, yaitu memberdayakan semua warga negara agar berkembang
menjadi manusia yang berkualitas yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.
Direktorat Ketenagaan sebagai unit kerja yang paling dekat dengan            program-program
peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, telah diberi tugas untuk mewujudkan
upaya untuk peningkatan kualifikasi guru dan dosen serta penyebarannya secara geografis
maupun bidang ilmu. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor: 15 Tahun 2005 tentang Organisasi
dan Tata Kerja serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 Tahun 2006 tentang
Rincian Tugas Unit Kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen
Pendidikan Nasional, Direktorat Ketenagaan mempunyai tugas pembinaan, pengembangan,
pemberian bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasi di bidang ketenagaan.
Sasaran yang ingin dicapai dari pengembangan program Direktorat Ketenagaan menurut
kelompok program strategis adalah untuk mendukung pilar-pilar pembangunan pendidikan
nasional, yakni pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
serta penguatan tata pamong, akuntabilitas dan pencitraan publik.


B. PROGRAM PROGRAM
Berdasarkan Rencana Strategis, Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai, berikut disajikan uraian
ringkas program utama yang dikelola dan laksanakan oleh Direktorat Ketenagaan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, yaitu:
    1. Program Beasiswa S-2/S-3 Luar Negeri
    2. Program Detasering
    3. Program Magang
    4. Program Sertifikasi Dosen
    5. Program Sertifikasi Guru
    6. Program Pendidikan Jarak Jauh S-1 PGSD




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                            - 58 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



1. Program Beasiswa S-2/S-3 Luar Negeri
      Latar belakang
      Dosen sebagai salah satu komponen SDM perguruan tinggi mempunyai peran sentral dan
      strategis. Kualitas dosen akan menentukan tinggi-rendahnya kualitas suatu perguruan
      tinggi. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 mengamanatkan dosen sebagai tenaga
      pendidikan di perguruan tinggi harus mempunyai kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai
      dengan jenjang kewenangan mengajarnya. Sementara itu, Permen Nomor 42 Tahun 2007
      tentang Sertifkasi Dosen, secara tegas menyebutkan bahwa dosen harus memiliki strata
      pendidikan minimal satu tingkat lebih tinggi dari para mahasiswa yang diajarnya.
      Menurut data tahun 2003/2004 dosen perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki strata S-
      2/S-3 baru mencapai sekitar 55%, sementara target dalam Rencana Strategis Ditjen
      Pendidikan Tinggi pada tahun 2009 sekurang-kurangnya 70%. Dengan semakin ketatnya
      persaingan di era globalisasi dan untuk meningkatkan daya saing bangsa, Pemerintah
      berupaya untuk meningkatkan kualitas dosen berskala internasional. Untuk itu, sejak tahun
      2000 berbagai skema bantuan pendanaan program pengiriman dosen untuk studi lanjut ke
      luar negeri telah dilakukan, antara lain melalui perguruan tinggi masing-masing. Proses itu
      berjalan sangat lamban dan sulit mencapai critical mass dosen yang berpendidikan kualitas
      internasional. Untuk itu, mulai tahun 2008, Ditjen Pendidikan Tinggi menganggarkan
      pemberian beasiswa pendidikan lanjut S-2 dan S-3 ke luar negeri melalui skema
      pendanaan APBN-Depdiknas. Kesempatan memperoleh beasiswa tersebut diberikan
      kepada para dosen tetap perguruan tinggi               Indonesia, baik negeri maupun swasta.
      Program ini merupakan pengejawantahan dari pilar peningkatan mutu pembangunan
      pendidikan Depdiknas.


      Tujuan
      Tujuan penyelenggaraan program beasiswa S-2 dan S-3 luar negeri adalah memberi
      kesempatan kepada dosen-dosen perguruan tinggi Indonesia untuk melanjutkan studi di
      luar negeri dan mempercepat pencapaian target untuk membentuk critical mass dosen
      tetap Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta berkualitas internasional.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                - 59 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



      Kegiatan
             Kegiatan yang telah dilaksanakan
             1) Memfasilitasi berbagai program beasiswa luar negeri yang dibiayai oleh negara
                  donor antara lain: ASEA-UNINET (Austria), DAAD (Jerman), Japan Society for
                  The Promotion of Science (Jepang), Monbukagakusho (Jepang), dan ADS
                  (Australia);
             2) Penyusunan Buku Pedoman Penyelenggaraan Program Beasiswa S-2/S-3 Luar
                  Negeri;
             3) Penyempurnaan          pengumuman        penyediaan   beasiswa   di   website   Ditjen
                  Pendidikan Tinggi;
             4) Pengalokasian beasiswa Program Beasiswa Pascasarjana Luar Negeri (PBPLN)
                  Ditjen Dikti untuk Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (Kopertis);
             5) Penentuan komponen biaya yang akan diberikan kepada penerima beasiswa
                  luar negeri;
             6) Penjaringan penerima beasiswa luar negeri melalui tata cara dan persyaratan
                  yang ditetapkan.


             Rencana kegiatan tahun 2008
             1) Melanjutkan kegiatan untuk memfasilitasi berbagai program beasiswa luar negeri
                  yang dibiayai oleh negera donor;
             2) Menyempurnakan penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Program Beasiswa
                  S-2/S-3 Luar Negeri, terutama dalam proses dan kriteria seleksi;
             3) Melanjutkan pengalokasian dana beasiswa bagi dosen-dosen perguruan tinggi
                  negeri dan swasta melalui skema pendanaan APBN-Depdiknas;
             4) Menyeleksi calon-calon penerima beasiswa batch-II melalui skema pendanaan
                  APBN-Depdiknas;
             5) Menyiapkan pemberangkatan studi ke luar negeri bagi dosen yang sudah
                  dinyatakan sebagai penerima beasiswa batch-I.


         Jadwal Kegiatan
         Jadwal kegiatan untuk program Beasiswa S-2/S-3 Luar Negeri tahun 2008, disusun
         seperti pada Tabel-1.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                   - 60 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                  Tabel-1. Program Beasiswa Tahun 2008

             No.          Waktu                                      Kegiatan

            1.      Akhir Maret          Batas waktu terakhir pengiriman berkas lengkap
            2.      Awal April           Pemeriksaan dokumen
            3.      Tengah April         Wawancara (dalam bahasa Inggris)
            4.      Awal Mei             Pengumuman calon yang diterima
            5.      Mei – Juli           Persiapan keberangkatan
            6.      Agustus              Keberangkatan


2. Program Datasering
      Latar belakang
      Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang sangat menentukan dalam upaya
      mengembangkan sumberdaya manusia, sehingga dapat memberikan sumbangan berarti
      bagi kepentingan pembangunan masyarakat yang berkualitas. Oleh karena peran
      perguruan tinggi yang sedemikian penting,            maka     harus   diimbangi     dengan kualitas
      tenaga pengajar (dosen) yang baik, yaitu dosen yang selalu dapat berinteraksi secara
      sinergis     dengan    mahasiswa,     dapat    dengan      aktif   mengantisipasi    perkembangan
      pengetahuan secara substansional, mampu beradaptasi dengan masyarakat keilmuan,
      mempunyai keahlian dan kemampuan dalam mengakses ilmu dan melakukan penelitian
      serta kerjasama ilmiah.
      Dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sebagian perguruan tinggi sudah
      sangat maju dengan jumlah dosen senior mencukupi, tetapi sebagian perguruan tinggi
      masih kekurangan dan membutuhkan tenaga dosen senior dengan kualifikasi Profesor
      atau Doktor, terutama perguruan tinggi yang ada di luar pulau Jawa. Selain itu, beberapa
      waktu terakhir banyak perguruan tinggi yang baru berdiri dan enam diantaranya berubah
      status menjadi PTN. Untuk itu perlu ada upaya untuk membantu perguruan tinggi yang
      memerlukan tenaga dosen senior sekaligus sebagai bentuk pembinaan dalam pengelolaan
      perguruan tinggi.
      Salah satu langkah untuk mengatasi permasalahan di atas, Direktorat Jenderal Pendidikan
      Tinggi kembali melaksanakan program yang pernah dilaksanakan sebelumnya, yaitu
      program Detasering bagi dosen senior dari perguruan tinggi yang dikategorikan memiliki
      jumlah melebihi keperluannya. Pada tahun 2008, Ditjen Pendidikan Tinggi membuka




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                       - 61 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



      kesempatan kepada seluruh PTN dan PTS yang memerlukan. Program ini dimaksudkan
      untuk mendukung pilar peningkatan mutu, penguatan tata kelola, akuntabilitas dan
      pencitraan publik dari pembangunan pendidikan Depdiknas.


      Tujuan
      1. Terciptanya peningkatan mutu perguruan tinggi sasaran;
      2. Terciptanya peningkatan fungsi dan kinerja penyelenggaraan Tridharma di perguruan
           tinggi sasaran, dengan memperhatikan prioritas bidang ilmu;
      3. Terciptanya peningkatan kompetensi dosen junior dalam penyelenggaraan tridharma di
           perguruan tinggi sasaran;
      4. Tercapainya kemampuan pengembangan institusi (institutional capacity building);
      5. Terciptanya suasana kehidupan kampus yang kondusif;
      6. Terjalinnya jaringan kerjasama dengan stakeholder.


         Kegiatan
             Kegiatan yang telah dilaksanakan
             1) Tahun 2004, sebanyak 25 Dosen senior menjadi tenaga Detasering di beberapa
                  Universitas, yaitu UNIMAL (5), UNTIRTA (5), UNIJOYO (5), UNIPA (5), dan
                  UNKHAIR (5);
             2) Tahun 2005, sebanyak 33 Dosen senior menjadi tenaga Detasering di beberapa
                  Universitas, yaitu UNIMAL (5), UNSYAH (5), UNTIRTA (5), UNIJOYO (5), UNIPA
                  (5), UNKHAIR (5), DAN POLIKAN TUAL (3);
             3) Tahun 2006, sebanyak 55 Dosen senior menjadi tenaga Detasering di beberapa
                  Universitas, yaitu UNIMAL (7), UNSYAH (20), UNTIRTA (6), UNIJOYO (6),
                  UNIPA (6), UNKHAIR (6), DAN POLIKAN TUAL (4);
             4) Tahun 2007, sebanyak 50 Dosen senior menjadi tenaga Detasering di beberapa
                  Universitas, yaitu UNIMAL (7), UNSYAH (9), UNTIRTA (6), UNIJOYO (7), UNIPA
                  (7), UNKHAIR (7), POLIKAN TUAL (3), DAN BORNEO (4).


             Rencana kegiatan tahun 2008
             1) Menyempurnakan pelaksanaan program, terutama dalam mekanisme rekrutmen,
                  penyusunan program kerja oleh tenaga Detasering, dan perguruan tinggi
                  sasaran;




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 62 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             2) Mengevaluasi perguruan tinggi sasaran yang sudah dibina sejak tahun 2005
                   untuk keperluan seleksi pelaksanaan program Detasering tahun 2008;
             3) Membuka kesempatan bagi perguruan tinggi lain yang dianggap memenuhi
                   kriteria sebagai perguruan tinggi sasaran (Pertisas).


         Jadwal Kegiatan
         Jadwal kegiatan untuk program Detasering tahun 2008disusun seperti padaTabel 2
                                    Tabel-2. Program Detasering Tahun 2008

             No.             Waktu                                 Kegiatan

            1.       Januari    –    Awal   Persiapan (Dikti dengan Pertisas)
                     Maret
            2.       Maret                  Pengiriman pedoman dan pembukaan pendaftaran calon
                                            tenaga detaser ke Pertisum
            3.       30 April               Batas akhir pengiriman usulan calon tenaga detaser oleh
                                            Pertisum ke Dikti
            4.       Mei                    Seleksi dan penentuan tenaga Detaser
            5.       Mei                    Pemberitahuan tenaga Detaser terpilih
            6.       Mei                    Pertemuan untuk pembekalan tenaga Detaser oleh Dikti
            7.       Mei                    Persiapan program kerja tenaga Detaser di Pertisum
            8.       Mei – Juni             Pemberangkatan tenaga Detaser ke Pertisas
            9.       Juni - November        Pelaksanaan Program Detasering ke Pertisas


3. Program Magang
      Latar belakang
      Dosen adalah sumberdaya manusia di perguruan tinggi yang memiliki peran sangat sentral
      dalam semua aktivitas di perguruan tinggi. Seorang dosen bukan hanya dituntut pakar
      dalam bidang ilmunya (mengajarkan, meneliti, dan mengabdikannya kepada masyarakat)
      tetapi juga dituntut untuk mampu berkomunikasi (verbal dan tulisan); mampu menguasai
      dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT); memiliki jejaring (networking)
      yang luas; peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia luar, dan
      bersikap outward looking. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dosen




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                   - 63 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



      dengan kualifikasi tersebut sangat jarang dan umumnya hanya terkonsentrasi di beberapa
      perguruan tinggi tertentu saja, terutama perguruan tinggi besar di Pulau Jawa.
      Untuk mengurangi disparitas kualitas, baik antara dosen yunior-senior maupun antara
      perguruan tinggi maju dan sedang berkembang, diperlukan adanya upaya yang nyata.
      Salah satunya adalah dengan memagangkan dosen yunior di bawah bimbingan dosen-
      dosen senior di perguruan tinggi yang sudah dikategorikan sebagai perguruan tinggi maju.
      Berkaitan dengan perubahan status beberapa Perguruan Tinggi Swasta menjadi
      Perguruan Tinggi Negeri, Direktorat Jenderal Pendididkan Tinggi mengaktifkan kembali
      program magang sejak tahun 2005. Kepada para dosen muda PTN baru tersebut
      dimagangkan pada PTN besar dengan bimbingan langsung oleh dosen-dosen senior.
      Berdasarkan hasil yang sangat posifit dari program magang tersebut, maka pada tahun
      2008 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan memperluas kesempatan magang
      kepada semua dosen yunior perguruan tinggi yang merasa memerlukan, baik PTN
      maupun PTS. Program ini dimaksudkan untuk mendukung pilar peningkatan mutu,
      perluasan akses, dan penguatan tata kelola dalam pembangunan pendidikan Depdiknas.


      Tujuan
      Program Magang bagi dosen yunior bertujuan untuk:
      1. Memperluas wawasan dosen yunior mengenai pelaksanaan dan penyelenggaraan
           dunia kerja dosen (pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat)
           dengan cara memberi kesempatan untuk mengalami secara langsung pelaksanaan
           kegiatan Tridharma tersebut di PTN Pembina;
      2. Memberi kesempatan kepada dosen yunior untuk menjalin networking dengan dosen
           senior asal PTN besar, termasuk kerjasama penelitian;
      3. Memberikan pengalaman kepada dosen yunior untuk mengenal secara langsung
           manajemen perguruan tinggi di PTN besar, baik di PTN yang sudah maupun yang
           belum menjadi Badan Hukum Pendidikan.


      Kegiatan
             Kegiatan yang telah dilaksanakan
             1) Tahun 2005, sebanyak 72 orang dosen yunior dari enam perguruan tinggi
                  (UNIMAL, UNTIRTA, UNIJOYO, UNIPA, UNKHAIR, dan POLIKAN TUAL) untuk




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                            - 64 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                   mengikuti program masing-masing magang di IPB, ITB, UNPAD, UNIBRAW, dan
                   UGM;
             2) Tahun 2006, sebanyak 56 orang dosen yunior dari enam perguruan tinggi
                   (UNIMAL, UNTIRTA, UNIJOYO, UNIPA, UNKHAIR, dan POLIKAN TUAL) untuk
                   mengikuti program masing-masing magang di IPB, ITB, UNPAD, UGM, dan
                   UNS;
             3) Tahun 2007, sebanyak 64 orang dosen yunior dari lima perguruan tinggi
                   (UNIMAL, UNTIRTA, UNIJOYO, UNIPA, dan UNKHAIR) mengikuti program
                   masing-masing magang di IPB, ITB, UNPAD, UGM, dan UNAIR.


             Rencana kegiatan tahun 2008
             1) Melanjutkan program magang dosen yunior dari perguruan tinggi sedang
                   berkembang pada perguruan tinggi besar;
             2) Meluaskan peserta program magang untuk perguruan tinggi lain yang
                   memerlukan.


         Jadwal Kegiatan
         Jadwal kegiatan untuk program Magang tahun 2008, disusun seperti pada Tabel-3.


                                    Tabel-3. Program Magang Tahun 2008

             No.            Waktu                                      Kegiatan

            1.      Maret                   Persiapan
            2.      Maret                   Pengiriman pedoman ke Pertisas dan PT Pembina
            3.      Akhir Maret             Batas akhir pengiriman usulan calon peserta ke Ditjen
                                            Dikti
            4.      April                   Penetapan peserta
            5.      April                   Pengumuman hasil seleksi
            6.      Mei                     Pembekalan di PT Pembina
            7.      Mei – Oktober           Pelaksanaan
            8.      November                Batas akhir penyerahan laporan
            9.      Desember                Evaluasi di Ditjen Dikti




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                               - 65 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi




4. Program Sertifikasi Dosen
      Latar belakang
      Dosen merupakan salah satu komponen esensial dalam sistem pendidikan di perguruan
      tinggi. Peran, tugas, dan tanggungjawab dosen sangat penting dan bermakna untuk
      mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan
      meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Untuk melaksanakan peran, tugas, dan fungsi
      dalam     kedudukan      yang    strategis   tersebut,     diperlukan   dosen   yang   profesional,
      sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
      Dosen.
      Disamping kualifikasi akademik dosen dan berbagai aspek unjuk kerja sebagaimana
      ditetapkan dalam        Surat Keputusan Menkowasbangpan Nomor 38 Tahun 1999,
      penguasaan kompetensi dosen juga merupakan persyaratan penentu kewenangan
      mengajar. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
      kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Tingkat penguasaan kompetensi dosen
      menentukan kualitas pelaksanaan Tridharma sebagaimana ditunjukkan dalam kegiatan
      profesional dosen.
      Sebagai pelaksanaan amanat UU Nomor 14 Tahun 2005 dan berbagai peraturan terkait,
      Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional menjalankan program sertifikasi bagi
      dosen. Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikat
      Pendidik yang dimiliki dosen merupakan bukti formal pengakuan yang diberikan kepada
      dosen sebagai tenaga profesional kependidikan tingkat perguruan tinggi. Dengan
      dimilikinya sertifikat pendidik, secara sadar dan berkelanjutan dosen dapat meningkatkan
      mutu pelaksanaan Tridharma dalam rangka mencapai mutu pendidikan tinggi untuk
      meningkatkan daya saing bangsa.


      Tujuan
      Tujuan sertifikasi dosen adalah untuk menilai profesionalisme dosen, guna meningkatkan
      mutu pendidikan dalam sistem pendidikan tinggi. Pengakuan profesionalisme dinyatakan
      dalam bentuk pemberian sertifikat. Selain untuk pengakuan keprofesionalannya, sertifikasi
      dosen     juga    dimaksudkan       untuk    melindungi       profesi   dosen   dan    penjaminan
      kesejahteraannya.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                      - 66 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



      Kegiatan
             Kegiatan yang telah dilaksanakan
             2) Penyusunan Pedoman Naskah Akademik Program Sertifikasi Dosen Tahun
                   2008;
             3) Penyelenggaraan Training of Trainer (TOT) Sertifikasi Dosen (278 Profesor
                   Doktor) yang telah dinyatakan bersertifikat pendidik;
             4) Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen;
             5) Pemrosesan perolehan tunjangan profesi Dosen yang telah menduduki jabatan
                   akademik GB/Prof (±3050 dosen) yang akan dibayar pada tahun anggaran 2008.


             Rencana kegiatan tahun 2008
             1) Penyempurnaan Pedoman Naskah Akademik Program Sertifikasi Dosen Tahun
                   2008;
             2) Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Sertifikasi Dosen;


             Jadwal Kegiatan
             Jadwal kegiatan untuk program Sertifikasi Dosen tahun 2008 disusun seperti pada
             Tabel-4.


                                  Tabel-4. Program Sertifikasi Dosen Tahun 2008

             No.            Waktu                                     Kegiatan

            1.       Januari 2008           Naskah Akademik & Finalisasi Instrument
            2.       Januari 2008           Seleksi Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP)
            3.       Februari 2008          Penetapan PTP
            4.       Februari 2008          Pelatihan Asesor
            5.       Februari 2008          Pembagian alokasi peserta sertifikasi
            6.       Maret – Agustus        Pelaksanaan Sertifikasi
                     2008
            7.       Maret – Agustus        Monitoring
                     2008
            8.       Agustus            –   Penyusunan Laporan dan Hasil
                     September 2008




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 67 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



            9.      Oktober             –   Persiapan Program Serdos 2009
                    November 2008




5. Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan
      Latar belakang
      Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-
      undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI
      No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah
      pendidik profesional. Untuk itu, mereka dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik
      minimal Sarjana/Diploma IV (S1/D-IV) yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai
      agen pembelajaran.
      Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru dibarengi dengan peningkatan
      kesejahteraan guru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan
      mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan
      guru berupa tunjangan profesi bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan
      tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi
      guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (swasta). Sertifikasi bagi guru dalam jabatan
      dilakukan melalui dua cara yaitu (1) Penilaian Portofolio sesuai Permen No. 18 Tahun 2007
      dan (2) Jalur pendidikan profesi sesuai Permen No. 40 Tahun 2007.


      Tujuan
      1. Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran
      2. Meningkatkan profesionalisme guru
      3. Meningkatkan proses dan hasil pendidikan
      4. Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional


      Kegiatan


             Kegiatan yang telah dilaksanakan
             Kuota 2006 sebanyak 20.000 guru, dan 17.624 guru (88,1%) ikut sertifikasi. Lulus
             8.819 guru (50,03%), dan 16 guru (0,10%) sedang verifikasi.Guru yang lulus (8.819
             guru) dalam proses pembayaran tunjangan profesi pendidik, yakni 8.501 guru TMT




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                             - 68 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



             Oktober 2007 dan sebanyak 318 guru TMT Nopember 2007. Sebanyak 8.789 guru
             (49,87%) direkomendasikan PLPG dan dinyatakan lulus dalam ujian utama 95% dan
             lulus 100% setelah ujian ulangan pertama. Hasil penilaian portofolio kuota tahun
             2007 saat ini masih dalam proses finalisasi dan klarifikasi data peserta antara LPTK
             dengan sekretariat KSG.


             Rencana kegiatan tahun 2008

             Tahun 2008 jumlah kuota sebanyak 200.000               peserta dan diharapkan dokumen
             portifolio dapat diserahkan ke LPTK pada bulan April 2008, sehingga penilaian
             dokumen portofolio di LPTK dapat dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2008.


             Jadwal Kegiatan
             Jadwal kegiatan untuk program Sertifikasi Guru dalam Jabatan tahun 2008 disusun
             seperti pada Tabel-5.


                   Tabel-5. Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

             No.           Waktu                                     Kegiatan

            1.      Januari                 Review dan revisi Pedoman Rekrutmen dan Penetapan
                                            Peserta Sertifikasi Guru
            2.      Januari – Februari      Sosialisasi Pedoman Rekrutmen dan Penetapan Peserta
                                            Sertifikasi      Guru       ke      Dinas         Pendidikan
                                            Provinsi/Kabupaten/Kota
            3.      Februari                Rekrutmen dan penetapan peserta Sertifikasi Guru oleh
                                            Dinas Pendidikan
            4.      Januari – Februari      Review dan revisi Pedoman Sertifikasi Guru (LPTK,
                                            Dinas Prov/Kab/Kota
            5.      Januari – Februari      Review dan revisi Pedoman Sertifikasi untuk Guru
            6.      Januari – Februari      Review dan revisi Panduan Penyusunan Portofolio
            7.      Januari – Februari      Review dan revisi instrumen Portofolio
            8.      Januari – Februari      Review dan revisi Rubrik Penilaian Portofolio
            9.      Januari – Februari      Review dan revisi Rambu-rambu PLPG
            10.     Februari                Sanctioning     buku-buku    (pedoman       dan    panduan)



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                      - 69 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                            perangkat Sertifikasi Guru
            11.     Februari                Finalisasi buku-buku (pedoman dan panduan) perangkat
                                            Sertifikasi Guru
            12.     Februari                Penggandaan          buku-buku (pedoman   dan   panduan)
                                            perangkat Sertifikasi Guru
            13.     Akhir Februari          Tim Monevin dan Monvext presentasi hasil monve di
                                            depan Mendiknas
            14.     Februari – Maret        Sosialisasi mekanisme Sertifikasi Guru tahun 2008 ke
                                            LPTK Induk dan Mitra. Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota
                                            dan LPMP
            15.     Maret                   Sosialisasi mekanisme Sertifikasi Guru tahun 2008 ke
                                            guru
            16.     April                   Penyusunan dokumen portofolio oleh guru
            17.     April – Mei             Penyerahan dokumen portofolio dari guru ke Dinas
                                            Kab/Kota
            18.     April                   Verifikasi dan pemberkasan dokumen portofolio oleh
                                            Dinas Pendidikan Kab/Kota
            19.     April – Mei             Pengririman dokumen portofolio dari Dinas Pendidikan
                                            Kab/Kota ke LPTK
            20.     Mei – Juni              Penilaian portofolio di Rayon LPTK
            21.     Juli – September        Pelaksanaan PLPG




6. Program Pendidikan Jarak Jauh S-1 PGSD
      Latar belakang
      Dari sekitar 2,78 juta guru yang ada saat ini, 1,25 juta diantaranya adalah guru SD. Dari
      1,25 juta guru SD tersebut baru sekitar 16 % (sekitar 208.239 guru) yang sudah memiliki
      kualifikasi S-1, sedangkan sisanya sekitar 84 % (1,04 juta) yang memiliki kualifikasi D-2
      dan SLTA (SPG, SGO, dll).
      Dengan terbitnya UU No. 14 tahun 2005, dimana kualifikasi minimal guru SD adalah S-1,
      Pemerintah perlu menyiapkan modus sistem pendidikan guru SD dalam jabatan yang legal,
      berkualitas dan sesuai dengan karakteristik guru SD tersebut, yaitu di samping jumlahnya
      relatif besar, guru juga harus tetap menjalankan tugasnya sehari-hari sebagai guru. Dari



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                  - 70 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



      beberapa alternatif yang ada, Pemerintah menganggap perluasan Sistem Pendidikan Jarak
      Jauh untuk Program S-1 PGSD ( yang selama ini hanya diselenggarakan oleh Universitas
      Terbuka ) ke sejumlah perguruan tinggi adalah yang paling tepat untuk pendidikan guru
      dalam jabatan, sebagai upaya untuk mempercepat jumlah guru SD yang berkualifikasi S1.
      Program ini mendukung pilar pembangunan pendidikan nasional dalam rangka
      peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi dan peningkatan mutu pendidikan.


      Tujuan
      Tujuan dari program ini adalah untuk mempercepat peningkatan jumlah guru SD yang
      memiliki kualifikasi akademik S-1, sesuai dengan amanah UU No. 14 tahun 2005.


      Kegiatan
             Kegiatan yang telah dilaksanakan
             Dalam kaitan dengan tujuan tersebut diatas, pada tahun 2007, Ditjen Dikti telah
             meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh S-1 PGSD (PJJ S-1 PGSD) berbasis
             ICT, yang dilaksanakan melalui suatu konsorsium yang beranggotakan 23 LPTK,
             dan didukung beberapa unit seperti Information and Communication Technology
             Center (CT Center) di Kabupaten/Kota dan Southeast Asian Ministers of Education
             Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec), Jakarta.
             Program tersebut telah menerima mahasiswa sebanyak 2 (dua) angkatan, yaitu pada
             Januari 2007 dan Juli 2007 dengan total mahasiswa saat ini 4.744 orang. Menurut
             rencana pada tahun Juli 2008, akan menerima mahasiswa baru lagi.


             Rencana kegiatan tahun 2008
             Ditjen Dikti sedang mempersiapkan proses evaluasi terhadap program tersebut untuk
             melihat efektivitas program dan juga mengatasi berbagai kendala yang dihadapi
             untuk kemudian memperbaiki penyelenggaraan program. Pada saatnya, jika sistem
             sudah teruji dan mantap, konsorsium akan berkembang dari aspek keanggotaan,
             ragam program, maupun jangkauan geografis.


      Jadwal Kegiatan
      Jadwal kegiatan untuk program Pendidikan Jarak Jauh S-1 PGSD tahun 2008 disusun
      seperti pada Tabel-6.




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                            - 71 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                 Tabel-6. Program PJJ S-1 PGSD Tahun 2008

             No.           Waktu                                       Kegiatan

            A.      Program Beasiswa Program Pendidikan Profesi Guru
            1.      Januari – Februari         Pengumuman & Sosialisasi Program
                    2008
            2.      Maret – April 2008         Pendaftaran
            3       Mei 2008                   Seleksi
            4.      Juni 2008                  Kontrak
            5.      Juli – Desember            Pelaksanaan
                    2008
            6.      Juli     –   Oktober       Monitoring & Evaluasi
                    2008
            B.      Pengembangan Sistem PJJ
            1.      Januari               –    Lanjutan Program Pengembangan E-Learning
                    Desember 2008
            2.      Maret,       Mei       ,   Pelatihan & Pengelolaan Teknis
                    Agustus,
                    November 2008
            3.      Februari     –     Mei     Lanjutan Pelatihan Buku Ajar
                    2008
            4.      Januari      –     April   Pelatihan Tutor
                    2008
            5.      Maret – April 2008         Pelatihan Teknisi
            6.      Januari               –    Video Conference
                    Desember 2008
            7       Februari 2008              Produksi Naskah Akademik
            8.      Februari     -   April,    Koordinasi & Monef
                    Agustus - Oktober
                    2008
            9       Februari     –     Mei     Pengembangan MK PPL & Tugas Akhir (Multimedia)
                    2008
            10.     Februari              –    Pengembangan Penduan ViCon & E-Learning



Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                                  - 72 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                    November 2008
            11.     Februari            –   Kajian Ulang & Pengembangan EPSBED untuk PJJ S1
                    November 2008           PGSD
            12.     Oktober 2008            Sosialisasi PJJ S1 PGSD berbasis ICT
            13.     November 2008           Laporan Akhir




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008                          - 73 -
         Departemen Pendidikan Nasional
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi



                                                PENUTUP




Rembuk Nasional Depdiknas, Depok Sawangan, 4 – 6 Februari 2008   - 74 -

								
To top