Docstoc

Majalah Kedokteran Andalas Malta fever

Document Sample
Majalah Kedokteran Andalas Malta fever Powered By Docstoc
					Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                   19

 ABSTRACT
 Objective. To assess the incidence, age distribution, clinical manifestation and risk
 factors in acute diarrheal diseases among children associated with rotavirus
 infection.
 Methods. A six month prospective study were recruited acute diarrhea children
 between 1 month of age until 60 months. Rotavirus detection using Latex
 agglutination test from Virotect-Rota. Statistic analysis using Chi-square test with
 p < 0,05.
 Results. There were 50% rotavirus infections among 50 children with diarrhea and
 peak incidence were 14 (70%) in 12-23 months old of acute diarrheal children.
 The incidence was increase in malnourished children (X2 = 6,65 and p = 0,009).
 There were no spesific clinical manifestation of rotaviral diarrheal disease.
 Conclusions. Rotavirus infection were the most common etiologic agents of very
 young diarrheal children < 2 years old, with peak incidence were 12-23 months
 old, and the risk factor was undernourished.

 keywords; Diarrhe, rotavirus, factor risiko
PENDAHULUAN                                          Dengan      meningkatnya     teknik
     Penyakit diare merupakan salah satu        pemeriksaan laboratorium, 80% mikro
penyebab utama kematian dan kesakitan           organisme penyebab penyakit diare telah
pada bayi dan anak balita di negara             di ketahui, yaitu virus, bakteri dan
sedang        berkembang.(1)       Secara       parasit. Rotavirus merupakan penyebab
keseluruhan anak dan bayi dapat                 terbanyak pada bayi dan anak umur di
mengalami rata-rata 3,3 episode diare per       bawah 2 tahun dan berperan utama
tahun dan di beberapa tempat lebih dari 9       terhadap tingginya angka kesakitan.(3–8)
episode per tahun.1 Di daerah dengan            Di seluruh dunia diperkirakan terdapat
episode yang tinggi ini, seorang balita         140 juta kasus diare rotavirus dengan
menghabiskan 15% waktunya dengan                hampir 1 juta kematian terjadi setiap
diare. Sekitar 80% kematian terjadi pada        tahun.(4) Di Amerika Serikat, rotavirus
dua tahun pertama kehidupan.(1)                 merupakan penyebab diare pada 35%-
     Kematian karena diare merupakan            50% kasus diare yang di rawat inap.
bagian terbesar dari tingginya angka            Suatu     penelitian   di   Washington
kematian bayi dan anak di negara sedang         menemukan adanya anti bodi terhadap
berkembang. Penyebab utama kematian             virus ini pada lebih 90% anak berumur 3
ini adalah karena dehidrasi serta               tahun.(3) Penelitian multi senter di 5
hilangnya cairan dan elektrolit. Di             negara (Cina, India, Meksiko, Myanmar
Indonesia, sesuai dengan hasil SKRT             dan Pakistan) pada tahun 1982-1985,
1992, diare merupakan penyebab                  menemukan ekskresi rotavirus pada 16%
kematian terbanyak pada anak umur 1-4           kasus diare dan 2% kontrol.(8) Di
tahun dan urutan ketiga setelah gangguan        Guatemala dan Banglades didapatkan
perinatal dan infeksi saluran nafas pada        infeksi rotavirus sebanyak 10%-20%.(9)
bayi.(2)                                        Di Indonesia, penelitian tentang infeksi
                                                rotavirus belum begitu banyak, di


Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                    20

Yogyakarta (Juni 1978-Juni 1979)(7)             Ilmu Kesehatan Anak RSUP M Djamil
ditemukan infeksi rotavirus pada 38%            Padang.
kasus dan di Jakarta didapatkan 47%.(10)
     Di negara maju, penurunan angka            METODE PENELITIAN
kejadian diare erat kaitannya dengan                   Penelitian di lakukan secara cross
pemberian air susu ibu (ASI), kurangnya         sectional yang bersifat analitik dan
pencemaran air minum, tersedianya               dilakukan di unit rawat inap SMF Ilmu
sarana air bersih dan kebersihan                Kesehatan Anak RSUP M. Djamil
lingkungan yang baik. Menurut hasil             Padang selama 6 bulan, mulai 1 Juni
SKRT 1992,(2) di Indonesia hampir dua           1998 - 30 November 1998. Penderita
pertiga (63,7%) bayi hanya mendapat             yang dimasukkan ke dalam penelitian
ASI sampai umur 3 bulan dan 32,3%               adalah semua penderita diare cair
bayi, hanya mendapat ASI saja sampai            (watery diarrhea) yang berumur 1 bulan
umur 11 bulan. Risiko untuk sering kali         sampai 5 tahun. Pemilihan sampel
menderita diare beberapa kali lebih besar       dilakukan secara Consecutive sampling.
pada bayi yang tidak di beri ASI di
banding bayi yang di beri ASI penuh.(1)         Kriteria inklusi
     Tatalaksana penyakit diare akut                 Semua penderita diare akut berumur
yang utama adalah mengembalikan                 1 bulan - 5 tahun yang menjalani rawat
keseimbangan cairan dan elektrolit yang         inap dari tanggal 1 Juni 1998-30
hilang akibat diare. Makanan diteruskan         November 1998, mendapat izin dari
selama anak diare, bahkan harus                 orang     tua    penderita.   Diagnosis
ditingkatkan sekurangnya 2 minggu               dikonfirmasikan dengan uji gumpal
setelah diare berhenti untuk mencegah           lateks.
gangguan gizi. Pemberian anti biotika
dan anti parasit tidak ada manfaatnya,          Kriteria eksklusi
namun sayangnya para Dokter masih                   Tidak ada izin orang tua, penderita
tetap menulis resep atau memberikan             dengan penyakit penyerta, sudah
obat-obatan pada semua penderita                mendapat anti biotika atau tidak lengkap
diare.(11-15)                                   datanya.
     Obat-obatan yang diberikan tersebut            Untuk mendeteksi adanya Rotavirus
pada umumnya tidak efektif, di samping          pada tinja penderita dilakukan dengan
harganya      yang      mahal,      sering      teknik Latex Agglutination memakai alat
menimbulkan efek samping yang                   Virotect-Rota yang di produksi oleh
memperburuk keadaan penderita serta             Merck.
munculnya resistensi.(11-13)
     Tujuan penelitian ini adalah untuk         Analisis data
mengetahui kejadian infeksi rotavirus,               Hasil penelitian di susun dalam
distribusi umur, status gizi penderita dan      bentuk tabel dan di analisis secara
pemberian makanan pendamping pada               statistik. Hubungan antara variabel di
bayi dan anak penderita diare akut umur         analisis dengan Chi-square test dengan
1 bulan - 5 tahun di ruang rawat inap           batas kemaknaan p < 0,05. Semuanya




Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                      21

dikerjakan   dengan     menggunakan              bulan sebanyak 6 (85,7%) dan umur 1-5
program komputer EPI INFO 6.                     bulan 5 (83,3%) seperti terlihat pada
                                                 tabel 1.
HASIL PENELITIAN
Analisis Deskriptif                              Gambaran klinis
Karakteristik penderita                          diare akut rotavirus
     Dalam kurun waktu penelitian                    Gejala klinis yang ditemukan pada
didapatkan sampel sebanyak 50 orang              penderita diare akut pada penelitian ini
bayi dan anak, terdiri dari 31(62%) orang        adalah tinja cair pada semua penderita,
laki-laki dan 19(38%) orang perempuan.           demam pada 19 (52,8%) dan muntah
Umur terbanyak dengan infeksi rotavirus          23(50%) penderita rotavirus positif,
adalah kelompok umur 12-23 bulan yaitu           sedangkan pada rotavirus negatif demam
70%, sedangkan rotavirus negatif                 17(47,2%) dan muntah 23(50%). Tinja
                            Tabel 1. Karakteristik Penderita.
 Karakteristik                                   Rotavirus
                                         Positif        Negatif Total
 Jenis kelamin :
         Laki-laki                      14(45,2)         17(54,8)      31(100)
         Perempuan                      11(57,9)           8(42,1)     19(100)
 Umur (bulan)
         1–5                             1(16,7)          5(83,3)        6(100)
         6 – 11                          9(52,9)          8(47,1)       17(100)
         12 – 23                         14(70)            6(30)        20(100)
         24 – 60                          1(14,3)          6(85,7)       7(100)
 Daerah tempat tinggal
         Desa                           13(52)           12(48)          25(100)
         Kota                           12(48)           13(52)          25(100)

kelompok umur 24-60 bulan 85,7%.                 berlendir terdapat pada 7(38,9%)
Hampir separoh penderita dengan infeksi          penderita rotavirus positif dan 11(61,1%)
rotavirus positif tinggal di kota (tabel         pada rotavirus negatif. Tidak ditemukan
1).                                              darah pada tinja penderita rotavirus
                                                 positif, sedangkan pada rotavirus negatif
 Angka kejadian                                  ditemukan 3 (100%).
    Dari 50 penderita yang di teliti                  Dehidrasi dapat ditemukan dari
didapatkan 50% mempunyai hasil uji               tingkat yang ringan sampai berat,
rotavirus positif.                               dehidrasi berat terdapat pada 13(59%)
                                                 penderita rotavirus positif dan 9(41%)
Distribusi umur                                  rotavirus negatif. Satu (16,7%) penderita
        Umur terbanyak rotavirus positif         rotavirus positif mengalami kejang dan
adalah 12-23 bulan yaitu 14 (70%), di            5(83,3%) pada rotavirus negatif (tabel 2).
ikuti oleh umur 6-11 bulan sebanyak 9            Rata-rata penderita mengalami 1,18 kali
(52,9%). Sedangkan pada rotavirus                diare pada rotavirus positif dan 1,25 kali
negatif umur terbanyak adalah 24-60              pada rotavirus negatif. Lama sakit adalah


Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                         22

5,84 hari dan lama rawat 3,72 hari pada           2. ANALISA UNIVARIAN
rotavirus positif, sedangkan pada                 Faktor risiko
rotavirus negatif adalah 5,76 hari dan            Status gizi
3,56 hari. Anti biotika diberikan pada
6(35,3%) penderita dengan rotavirus                       Tabel 3. Hubungan status
positif dan 11(64,7%) rotavirus negatif,                gizi dengan infeksi rotavirus.
karena ditemukannya lekosit tinja yang            Status gizi              Rotavirus
positif (tabel 2)                                                Positif Negatif    Total
                                                  Gizi kurang 15(71,8) 6(28,2) 21(42)
 Tabel 2. Distribusi gejala klinis, hasil         Baik        10(34,5) 19(65,5) 29(58)
  pemeriksaan laboratorium tinja di               Total       25(50.0) 25(50)    50(100)
hubungkan dengan hasil uji rotavirus.               2
                                                  X = 6,65 df = 1 p = 0,009
Gejala       klinis/Rotavirus laboratorium
Positif           Negatif         Total
                                                     Sebanyak 71,8% penderita dengan
Demam            19(52,8) 17(47,2) 36(100)        status gizi kurang mempunyai hasil uji
Muntah         23(50) 23(50)           46(100)    rotavirus yang positif, sedangkan pada
Tinja cair      25(50) 25(50)          50(100)    penderita dengan status gizi baik hanya
Tinja lendir 7(38,9) 11(61,1) 18(100)             34,5% hasil uji rotavirus positif.
                                                  Hubungan status gizi penderita dengan
Tinja darah      0(0)      3(100)       3(100)
                                                  infeksi rotavirus bermakna secara
Dehid. berat 13(59)        9(41)    22(100)       statistik (p < 0,05, tabel 3).
Dehid ringan 12(42,9) 16(57,1) 28(100)
Kejang        1(16,7) 5(83,3) 6(100)              Pemberian ASI
Episode diare 1,18       1,25     1,21             Tabel 4. Hubungan pemberian ASI
Lama sakit (rata-rata dalam hari)                      dengan infeksi rotavirus.
                 5,84        5,76         5,80    ASI                 Rotavirus
                                                          Positif     Negatif     Total
Lama perawatan (rata-rata dalam hari)
                                                  Ya     14(50)1   4(50)      28(65,1)
                 3,72        3,56         3,64    Tidak 10(66,7)   5(33,3)   15(34,9)
Lekosit (++) pada tinja                           Total   24(55,8) 19(44,2) 43(100)
                 6(35,3)    11(64,7)    17(100)     2
                                                  X = 1,10 df = 1 p = 0,294

                                                     Dari 43 penderita yang berumur di
                                                  bawah 2 tahun terdapat 28 penderita
                                                  yang mendapat ASI, setengah di
                                                  antaranya mempunyai hasil uji rotavirus
                                                  yang positif, sedangkan pada penderita
                                                  yang tidak mendapat ASI 66,7% dengan
                                                  hasil uji rotavirus positif. Hubungan
                                                  pemberian ASI dengan infeksi rotavirus
                                                  tidak bermakna secara statistik (p > 0,05,
                                                  tabel 4).



Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                     23

Makanan pendamping                              September dan Oktober di Bangladesh.
   Dari 22 penderita yang berumur di            Champsaur H dkk,(33) menemukan
bawah 1 tahun, 13 penderita mendapat            adanya ekskresi rotavirus pada 43% anak
makanan pendamping yang cepat dan               berumur di bawah 2 tahun yang
44,5% mempunyai hasil uji rotavirus             menderita diare dan 24% anak tanpa
positif. Sedangkan dari 9 penderita yang        diare yang berobat ke bangsal anak di
mendapat makanan pendamping sesuai              Paris dengan menggunakan mikroskop
anjuran.                                        elektron (ME) dan pemeriksaan ELISA.
                                                   Untuk kasus yang terjadi di poliklinik
     Tabel 5. Hubungan umur saat                pada anak berumur di bawah 2 tahun,
   pemberian makanan pendamping                 Mata L dkk,(5.6) mendapatkan bahwa
       dengan infeksi rotavirus.                rotavirus merupakan agen tersering, yaitu
Makanan                Rotavirus                45,3% dari penyebab diare.
Pendamping Positif Negatif Total                   Pickering LK dkk,(27) dalam suatu
Cepat         6(44,5) 7(55,5) 13(59)            penelitian prospektif pada anak berumur
Normal        4(44,5) 5(55,5)    9(41)          di bawah 3 tahun di tempat penitipan
Total       10(45,5) 12(54,5) 22(100)           anak      menemukan        50%      anak
x2 = 0,01 df = 1 p = 0,937                      mengekskresikan       rotavirus   secara
                                                asimptomatik sehari sebelum munculnya
     Hubungan pemberian makanan                 serangan diare.
pendamping dengan infeksi rotavirus
tidak bermakna secara statistik (p > 0,05,      Distribusi umur
tabel 5).                                           Pada penelitian ini ditemukan infeksi
                                                rotavirus terbanyak terjadi pada umur 12
PEMBAHASAN                                      – 23 bulan sebanyak 14 (70%) di ikuti
Kejadian rotavirus                              oleh umur 6-11 bulan 52,9%. Djoko Y,
   Kejadian rotavirus yang didapatkan           Suharyono W menemukan infeksi
pada penelitian ini adalah 50%. Hasil           rotavirus terbanyak pada umur 6 - 24
penelitian ini sesuai dengan hasil yang di      bulan.(10) Huilan S dkk,(8) mendapatkan
dapat pada fase akut oleh Djoko Yuwono          umur tersering infeksi rotavirus adalah 6
& Suharyono W di Jakarta.(10) dan lebih         – 11 bulan yang merupakan 20% dari
tinggi dari yang ditemukan Sunarto Y            seluruh kasus. Di tempat-tempat
dkk,(7) pada anak berumur di bawah 12           penitipan anak, Pickering LK dkk,(27)
tahun di Yogyakarta yaitu 38%.                  menemukan insiden tertinggi pada umur
Sedangkan penelitian multi senter pada          di bawah 3 tahun. Champsaur H dkk,(33)
anak berumur di bawah 2 tahun di Cina,          mendapatkan adanya ekskresi rotavirus
India, Meksiko, Myanmar dan Pakistan            tanpa diare pada 71% neonatus, 50%
menemukan infeksi rotavirus pada 16%            pada bayi 1 – 6 bulan dan 26% pada
kasus dan 2% pada kontrol.(8) Ahmed             umur       7–24    bulan.      Hal     ini
MU dkk,(9) menemukan peningkatan                memperlihatkan bahwa infeksi rotavirus
proporsi rotavirus positif pada spesimen        tanpa      gejala   sering    ditemukan.
tinja penderita diare anak dan dewasa           Sedangkan respon serologis yang di teliti
mencapai 54% dan 45% pada bulan                 secara prospektif oleh Champsaur H


Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                      24

dkk,(8) memperlihatkan infeksi rotavirus        di dapat pada 1(100%) penderita dengan
tanpa gejala muncul pada 2% neonatus,           kemungkinan adanya infeksi campuran
20% bayi umur 1 – 6 bulan dan 37%               ini.
pada umur 7 – 24 bulan. Sedangkan                    Dagan R dkk,(24) menemukan lekosit
Bartlett dkk,(57) menemukan bahwa tidak         dalam tinja pada 35% dari 36 penderita
ada perbedaan yang bermakna distribusi          dengan infeksi rotavirus tanpa adanya
umur pada anak yang mengekskresikan             kuman        penyebab      lain     yang
rotavirus tanpa gejala dengan yang              teridentifikasi, sehingga di ambil
mengalami diare di tempat penitipan             kesimpulan bahwa gejala klinis serta
anak.                                           bentuk tinja tidak membantu dalam
    Perbedaan hasil yang ditemukan dari         meramalkan akan adanya rotavirus
berbagai penelitian ini disebabkan              dalam tinja penderita. Champsaur H
berbedanya cara deteksi rotavirus yang          dkk,(33) menemukan hubungan yang
digunakan dan kelompok umur yang di             bermakna secara statistik (p<0,001)
teliti.                                         antara ekskresi rotavirus dengan kasus
                                                diare yang di sertai demam dan muntah
Gejala klinis                                   (diarrhea, fever, and vomite syndrome =
   Gejala klinis yang muncul pada               DFV syndrome). Carr ME dkk,(20)
penderita diare rotavirus adalah adanya         mendapatkan gejala klinis yang khas dari
diare dengan tinja cair pada seluruh            100 bayi yang di teliti adalah adanya
penderita, disertai lendir 7 (38,9%).           demam yang tinggi antara hari ke 2 - hari
Dehidrasi dapat ditemukan dari tingkat          ke 5, disertai dengan diare atau muntah
yang ringan sampai berat, demam                 atau keduanya. Gejala awal adalah
terdapat pada 19(52,8%) penderita               demam dengan suhu  40oC di ikuti
dengan suhu badan dapat mencapai                dengan diare pada 36 pasien, muntah-
40oC, di ikuti oleh muntah-muntah pada          muntah terjadi pada 58 pasien.
23(50%) penderita dan pada 1(16,7%)             Sedangkan diare dan muntah ditemukan
penderita mengalami kejang, yaitu               pada 4 pasien dan muntah saja tanpa
kelompok umur 1 – 5 tahun.                      diare pada 2 pasien. Bardhan PK dkk(35)
   Pada penelitian ini ditemukan adanya         melihat bahwa mual dan muntah sering
lekosit positif pada 6 (35,3%) penderita        kali ditemukan pada penderita diare
rotavirus positif, hal ini kemungkinan          rotavirus.
disebabkan karena adanya infeksi
campuran       dengan     kuman      lain.      Status gizi
Kelemahan dari penelitian ini adalah            Dari 50 penderita yang di teliti, terdapat
tidak dilakukannya pemeriksaan kultur           21(44%) orang penderita dengan status
tinja sehingga kuman penyebab lain tidak        gizi kurang, 15(71,8%) memperlihatkan
dapat di deteksi. Gejala klinis yang            hasil uji rotavirus yang positif.
ditimbulkan oleh infeksi campuran ini           Sedangkan pada penderita dengan status
lebih berat, pada seluruh (100%)                gizi baik 24,5% penderita dengan hasil
penderita ditemukan demam, muntah dan           uji rotavirus positif. Hasil penelitian ini
tinja berlendir. Dehidrasi berat di dapat       memperlihatkan         hubungan       yang
pada 5(83%) penderita dan gejala kejang


Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                     25

bermakna antara status gizi dengan              pada anak-anak yang mendapat susu
infeksi rotavirus (p < 0,05).                   botol. Cushing AH dkk,(32) juga
    Dagan R dkk menyatakan bahwa                mendapatkan bahwa tidak ada perbedaan
gangguan gizi merupakan indikator               yang bermakna antara kelompok ASI dan
penting terhadap berat ringannya                non ASI.
penyakit.(24) Hal ini dapat menerangkan
tingginya morbiditas dan mortalitas             Makanan pendamping
karena rotavirus pada anak-anak di                  Di antara 19 penderita yang berumur
negara sedang berkembang. Soenarto Y            di bawah 1 tahun di lihat hubungan
dkk,(7)     dalam      penelitiannya   di       pemberian makanan pendamping dengan
Yogyakarta tidak menemukan hubungan             infeksi rotavirus. Ternyata dari 10
antara status gizi dengan insiden               penderita yang mendapatkan makanan
rotavirus.                                      pendamping cepat, 6(44,5%) penderita
    Uhnoo IS dkk,(21) pada percobaan            mempunyai hasil uji rotavirus positif,
terhadap      binatang    memperlihatkan        angka ini sama dengan yang di dapat
bahwa infeksi rotavirus yang terjadi            pada penderita yang mendapat makanan
bersamaan dengan gangguan gizi akan             pendamping sesuai anjuran. Hasil uji
menyebabkan         peningkatan      yang       statistik memperlihatkan tidak terdapat
bermakna permeabilitas usus terhadap            hubungan yang bermakna antara
adanya bahan dengan molekul besar.              pemberian makanan pendamping yang
                                                cepat dengan infeksi rotavirus (p > 0,05).
Pemberian ASI                                   Belum di dapat laporan penelitian
    Dari 50 pasien yang di teliti, 28           tentang hubungan pemberian makanan
(65,1%) penderita masih mendapat ASI            pendamping dengan infeksi rotavirus.
saat di teliti dan pada setengah di
antaranya (50%) ditemukan rotavirus             KESIMPULAN
dalam spesimen tinjanya. Sedangkan                  Kejadian infeksi rotavirus terbanyak
pada 19(34,9%) penderita yang tidak             di dapat pada anak berumur di bawah 2
mendapat ASI, ditemukan adanya                  tahun, umur puncak kejadian infeksi
rotavirus pada 10 (66,7%) penderita.            rotavirus adalah umur 12 – 23 bulan
Hasil uji statistik X2 memperlihatkan           dengan gambaran klinis infeksi rotavirus
tidak terdapat hubungan yang bermakna           yang tidak khas Keadaan kurang gizi
dengan p > 0,05.                                dapat meningkatkan risiko infeksi
    Mata L dkk,(33) di Costa Rica               rotavirus, sedangkan pemberian ASI dan
menemukan bahwa episode diare                   makanan pendamping tidak mempunyai
berkurang      pada   populasi       yang       pengaruh terhadap kemungkinan risiko
mendapatkan ASI, sedangkan Djoko Y              infeksi rotavirus.
& Suharyono W,(10) dalam penelitiannya              Perlu dilakukan penelitian dengan
mendapatkan hasil analisis statistik yang       sampel yang lebih besar pada seluruh
tidak    bermakna    (p>0,05),      tetapi      kelompok umur, mulai dari neonatus
memperlihatkan perbedaan persentase             yang menjalani rawat inap maupun yang
yang cukup tinggi yaitu 32,6% pada              datang ke rawat jalan sehingga di dapat
pasien yang mendapat ASI dan 45,8%              data yang lebih lengkap.


Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                      26

KEPUSTAKAAN                                          Bulletin of the World          Health
1.   Departemen Kesehatan RI. Direktorat             Organization 1991;69:549-55.
     Jendral     Pemberantasan    Penyakit
     Menular dan Penyehatan Pemukiman.          9.   Ahmed MU, Urasawa S, Taniguchi K,
     Buku Ajar Diare. Jakarta : DepKes RI,           et al. Analysis of human rotavirus
     1995 ; 3-16.                                    strains prevailing in Bangladesh in
                                                     relation to nation wide floods brought
2.   Badan Penelitian dan Pengembangan               by the 1988 Monsoon. J Clin Microbiol,
     Kesehatan Depatemen Kesehatan dan               1991;29:2273-9.
     Biro Pusat Statistik. Survei Kesehatan
     Rumah Tangga. Jakarta : DepKes RI,         10. Yuwono D, Suharyono W. Infeksi
     1994 ; 36 –45.                                 rotavirus dan kaitannya dengan cara
                                                    pemberian air susu pada penderita akut
3.   Ho MS, Glass RI, Pinsky PF, Anderson           gastroenteritis. Medika,1985;12:1170-3.
     LJ. Rotavirus as a cause of diarrheal
     morbidity and mortality in United          11. Warsa UC. Perkembangan resistensi
     States. J Infect Dis, 1988;5:1112-6.           bakteri  di    masyarakat.    Majalah
                                                    Kedokteran Indonesia 1992;42:437.
4.   Le Baron CW, Lew J, Glass RI, Weber
     JM, Ruiz-Palacios GM. Annual               12. WHO. The rational use of drugs in the
     rotavirus epidemic patterns in North           management of acute diarrhea in
     America. JAMA, 1990;264:983-8.                 children. WHO Geneva 1990.

5.   Kapikian      AZ,    Chanock     RM.       13. Dialogue on diarrhoea, 42. Drugs and
     Rotaviruses. Dalam: Fields, BN, Knipe          childhood     diarrhoea.    London:
     DM, Howley PM et al, penyunting.               AHRTAG, 1990.
     Fields     Virology,    edisi    ke-3.
     Philadelphia:        Lippincot-Raven,      14. Sunoto. Penyakit radang usus: infeksi.
     1996;1657-1708.                                Dalam : Markum AH, Ismael S, Alatas
                                                    H,    Akib    A,     Firmansyah    A,
6.   Beards GM, Desselberger U, Flewett             Sastroasmoro S, penyunting. Buku Ajar
     TH. Temporal and geographical                  Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Balai
     distributions of human rotavirus               Penerbit FKUI, 1991; 448 – 71.
     serotypes, 1983 to 1988. J Clin
     Microbiol, 1989;27:2827-33.                15. Noerasid H, Suraatmadja S, Oemi PA.
                                                    Gastroenteritis (diare) akut. Dalam:
7.   Sunarto Y, Sebodo T, Ridho R, dkk.             Suharyono, Boediarso A, Halimun EW,
     Acute diarrhea and rotavirus infection         Eds. Gastroenterologi anak praktis,
     in newborn babies and children in              edisi ke-2. Jakarta: Balai Penerbit
     Yogyakarta Indonesia from June 1978            FKUI, 1994 ; 51-76.
     to June 1979. J Clin Microbiol 1981;
     14: 123-9.                                 16. Ansari SA, Sattar Sa, Springtharpe VS,
                                                    Wells GA, Tostowaryk W. In vivo
8.   Huilan S, Zhen LG, Mathan MM, et al.           protocol for testing efficacy of hand
     Etiology of acute diarrhea among               washing agents against viruses and
     children in developing countries: A            bacteria : experiments with rotavirus
     multicentre study in five countries.



Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                        27

     and escherichia coli. J Microbiol,             and possible role of malnutrition in
     1989;55:3113-8.                                severity of illness. Pediatr Infect Dis
                                                    1990;9:314-21.
17. Ansari SA, Springtharpe VS, Sattar SA.
    Survival and vehiculum spread of            25. Ward RL, Bernstein DI, Young EC,
    human rotavirus: possible relation to           Sherwood JR, Knowlton DR, Schiff
    session of outbreaks. Rev Infect Dis,           GM. Human rotavirus studies in
    1991;13:448-62.                                 volunteers : Determination of infectious
                                                    dose and serological response to
18. Holmes IH, Ruck BJ, Bishop RF,                  infection. J Infect Dis,1986;154:871-82.
    Davidson GP. Infantile enteritis virusses
    : Morphogenesis and morphology. J           26. Bishop RF, Davidson GP, Holmes IH,
    Virol, 1975;16:937-43.                          Ruck BJ. Virus particles in epithelial
                                                    cells of duodenal mucosa from children
19. Urasawa S, Urasawa T, taniguchi K, et           with acute non-bacterial gastroenteritis.
    al. Survey of human rotavirus serotypes         Lancet, 1973;12:1281-3.
    in different locales in Japan by enzyme-
    linked immunosorbent assay with             27. Pickering LK, Bartlett AV, Woodward
    monoclonal antibodies. J Infect Dis,            WE. Acute infectious diarrhea among
    1989;60:44-51.                                  children in day care : Epidemiology and
                                                    control. Rev Infect Dis, 1986;8:539-47.
20. Carr ME, Mc Kendrick DW, Spyndakis
    T. The clinical features of infantile       28. Pickering LK, Bartlett AV, Reves RR,
    gastroenteritis due to rotavirus. Scand J       Morrow A. Asymptomatic excretion of
    Infect Dis, 1976;8:241-3.                       rotavirus before and after rotavirus
                                                    diarrhea in children in day care centers.
21. Uhnoo IS, Freihorst, Riepenhoff-Talty           J Pediatr, 1988;112:361-5.
    M, Fisher JE, Ogra PL. Effect of
    rotavirus infection and malnutrition on     29. Guerrant RL, Hughes JM, Limn NL,
    uptake of a dietary antigen in the              Crane J. Diarrhea in developed and
    intestine. Pediatr Res, 1990;27:153-60.         developing countries : Magnitude
                                                    special settings, and etiologies. Rev
22. Mavromichalis J, Evans N, Mc Neish              Infect Dis, 1990;12:41-50.
    As, ET AL. Intestinal damage in
    rotavirus and adenovirus gastroenteritis    30. Champsaur H, Questiaux E, Prevot J, et
    assesed by D-xylose malabsorption.              al. Rotavirus carriage : asymptomatic
    Short reports:589-91.                           infection, and disease in the first two
                                                    years of life. J Infect Dis,
23. Holm S, Anderson Y, Gothefors L,                1984;149:667-74.
    Lindberg     T.    Increased     protein
    absorption after acute gastroenteritis in   31. Eiden JJ, Verleur DG, Vonderfecht SL,
    children. Acta Paediatr, 1992;81:585-8.         Yolken RH. Duration and pattern of
                                                    asymptomatic rotavirus shedding by
24. Dagan R, Bar-David Y, Sarov B, et al.           hospitalized children. J Pediatr Infect
    Rotavirus diarrhea in Jewish and                Dis , 1988;7:564-9.
    Bedouin children in the Neger region of
    Israel : Epidemiology, clinical aspects



Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                         28

32. Butz AM, Fosarelli P, Dick J, Cusack T,         in pediatric stool samples. J Clin
    Yolken R. Prevalence of rotavirus on            Microbiol, 1988;26:1189-43.
    high-risk fomites in day care facilities.
    Pediatr, 1993;92:202-5.                     40. Dennehy PH, Gauntett DR, tente WE.
                                                    Comparison of nine commercial
33. Cushing AH, Anderson L. Diarrhea in             immunoassays for detection of rotavirus
    breast-fed and non-breast-fed infants.          in fecal specimens. J Clin Microbiol,
    Pediatr, 1982;70:921-5.                         1988;26:1630-4.

34. Mata L, Jimerez P, Allen MA, et al.         41. Doern GV, Herrmann JE, Henderson P,
    Diarrhea and malnutrition: breast               Stobbs-Walro D, Perron DM, Blacklow
    feeding intervention in a transitional          NR. Detection of rotavirus with a new
    population. Dalam : Holme T, holmgren           polyclonal     antibody        enzyme
    J, Merson MH, Mollby R, penyunting.             immunoassay (Rotazyme II) and a
    Acute enteric infections in children.           commercial latex agglutination test
    New Prospects for treatment and                 (Rotalex):   Comparison     with    a
    prevention. Elsevier: North Holland             monoclonal      antibody       enzyme
    Biomedical, 1981:233-51.                        immunoassay. J Clin Microbiol,
                                                    1986;23:226-9.
35. Hopkins RS, Gaspard GB, William FP,
    Karlin RJ, Cukor G, Blacklow NR. A          42. Wilde J, Van R, Pickering L, Eiden J,
    community waterborne gastroenteritis            Volken R. Detection of Rotaviruses in
    out break : Evidence for rotavirus as the       the daycare environment by reverse
    agent.    Am     J    Public     Health,        transcriptase polymerase chain reaction.
    1984;74:263-5.                                  J Infect Dis 1992;166:507-11.

36. Bardhan PK, salam MA, Malta AM.             43. Xu L, Harbour , Mc Crae MA. The
    Gastric emptying of liquid in children          application of polymerase chain
    suffering     from      acute   rotaviral       reaction to the detection of Rotaviruses
    gastroenteritis. Gut, 1992;33:26-9.             in faeces.J Virol Method1990;27:29-38.

37. Davidson GP, Gall DG, Petric M,             44. Guarino A, Canani RB, Russo S, et al.
    Butler DG, Hamilton JR. Human                   Oral immunoglobulins for treatment of
    rotavirus   enteritis  induced   in             acute rotaviral gastroenteritis. Pediatr,
    conventional Piglets. J Clin Inves,             1994;94:12-6.
    1977;60:1402-9.
                                                45. Guarino A, Guandalini S, Albano F,
38. Suharyono.        Cara       pemeriksaan        Mascia A, De Ritis G, Rubino A.
    Rotavirus.       Dalam:       Suharyono,        Enteral immunoglobulins for treatment
    Boediarso A, Halimun EW, Eds.                   of proctacted rotaviral diarrhea. J Peditr
    Gastroenterologi anak praktis, edisi ke-        Infect Dis, 1991;10:612-4.
    2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 1994 ;
    371-7.                                      46. Ward RG, Bernstein DI, Knowlton DR,
                                                    et al. Prevention of surface to human
39. Thomas EE, Puterman ML, Kawano E,               transmission of rotaviruses by treatment
    Curran M. Evaluation of seven                   with disinfectan spray. J Clin Microbiol,
    immunoassays for detection of rotavirus         1991;29:1991-6.



Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998
Infeksi Rota Virus Pada Bayi dan anak
                                                                                        29

47. Bishop RF, Barnes GL, Cipriani E,               and young children in Venezuela. N
    Lund JS. Clinical immunity after                Engl J Med, 1997;337:1181-7.
    neonatal rotavirus infection. N Engl J
    Med, 1983;309:72-6.                         56. Coffin SE, Mosr CA, Cohen S, Clark
                                                    HF, Offit PA. Immunologic correlates
48. Bhan Mk, Lew JF, Srizawal S, Das BK,            of protection against rotavirus challenge
    Gentsch JR, Glass RI. Protection                after intramuscular immunization of
    conferred by neonatal rotavirus                 mice. J Virol, 1997;71:7851-6.
    infection against subsequent rotavirus
    diarrhea. J Infect Dis, 1993;168:282-7.     57. Mata L, Simhon A, Padilla R, et al.
                                                    Diarrhea associated with Rotavirus
49. Bernstein DI, Sander DS, Smith VE,              enterotoxigenic    Escherichia   coli,
    Schiff GM, Ward RL. Protection from             Campylobacter, and ather agent in
    rotavirus   reinfection: 2     years            Costarican children, 1976-1981. Am J
    prospective study. J Infect Dis,                Trop Med Hyg 1983; 32:146-53.
    1991;164:277-83.
                                                58. Bartlett III AV, Reves RR, Pickering
50. Vesikari T. Clinical trials of live             LK. Rotavirus in infant toddler daycare
    rotavirus    vaccines:   The     finish         centers : Epidemiology relevant to
    experience. Vaccine, 1993;11:255-61.            disease control strategies. J Pediatr
                                                    1988;113:435-41.
51. Kapikian AZ, Hoshino Y. Current
    topics in Microbilogy and Immunology,
    volume 185. Heidelberg: Spriger
    Verlag, 1994 ; 179-227.

52. Kapikian AZ, Flores J, Hoshino Y, et al.
    Rotavirus : The major etiologic agent of
    severe infantile diarrhea may be
    controllable by a ‘Jennerian’ aproach to
    vaccination. J Infect Dis1986;153:815-2

53. Chen SC, Fynan EF, Robinson HL, et
    al. Protective immunity induced by
    rotavirus DNA vaccines. Vaccine,
    1997;15:899-902.

54. Ward RL, Knowlton DR, Zito ET,
    Davidson BL, Rappaport R, Mack ME.
    Serologic correlates of immunity in
    tetravalent reassortant rotavirus vaccine
    trial. J Infect Dis, 1997;176:570-7.

55. Perez-Schael I, Guntinas MJ, Perez Met
    al. Efficacy of the Rhesus rotavirus-
    based quadrivalent vaccine in infants




Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No. 1. Januari – Juni 1998

				
DOCUMENT INFO