Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Get this document free

KONSEP DASAR ADMINISTRASI

VIEWS: 2,284 PAGES: 14

									                            KONSEP DASAR ADMINISTRASI DAN
                                   SUPERVISI PENDIDIKAN




A. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DAN SUPERVISI PENDIDIKAN


   I. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
          Kata “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrate. Kata ad
     mempunyai arti yang sama dwngan kata to dalam bahasa inggris , yang berarti “ke” atau
     “kepada” dan ministrate sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti”
     melayani”, “membantu”, “mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula
     mengatur , memelihara (to after) dan mengarahkan (Drs. The Liang Gie, 1978, Pengertian
     Kedudukan dan Perincian Ilmu Administrasi. Karya Kencana, Yogyakarta, hal: 9)
          Jadi kata “Administrasi”dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu,
     melayani, mengarahkan, atau mengatur suatu kegiatan didilam mencapai suatu tujuan.
          Administrasi pendidikan dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan atau usaha yang
     intinya adalah kegiatan rutin catat mencatat, mendekomentasikan kegiatan, menyelenggarakan
     surat menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.
          Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan
     penggintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual maupun material yang bersangkut paut
     dengan pencapaian tujuan pendidikan. (Drs. M. Ngalim Purwanto, MP.,Administrasi dan
     Supervisi Pendidikan, PT.Remaja Rosdakarya, Bandung, hal ;1 dan 3)
           Beberapa rumusan tentang pengertian administrasi pendidikan dikemukakan antara lain;
     1.   Monre (1952), administrasi pendidikan adalah pengarahan, pengawasan, pengelolaan, segala
          hal yang berkaitan dengan sekolah, termasukadministrasi pembiayaan. Dalam arti segala
          aspek yang berkaitan dengan sekolah harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan
          pendidikan.
     2.   Roring (1966), administrasi pendidikan dapat diartikan pula sebagai pelaksanaan pimpinan
          yang mewujudkan aktivitas kerja sama yang efektif bagi tercapainya tujuan pendidikan.
     3.   Nasution (1972), administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, semua kegiatan,
          bependidikan adalah proses memanfaatkan sumber daya pendidikan melalui kerjasama
          sejumlah orang dengan melaksanakan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, untuk
          mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
     4.   Kurikulum SMP (1975), administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama untuk
          mendayagunakan semua sumber (personal maupun materil) secara efesien guna menunjang
          tercapainya tujuan pendidikan .
  5.   Nawawi (1983), administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses
       pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara
       berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa
       lembaga pendidikan formal.
  Sumber : (S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi
             pendidikan)


II. PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN
      Arti morfologis
       Supervisi berasal dari bahasa inggris “ supervision” yang tersdiri dari dua perkataan “suoer”
       dan “vision”.super berarti atas atau , sedangkan vision berarti melihat atau meninjau .
      Arti semantic
       Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan kearah
       perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan pada mutu mengajar dan
       belajar pada khususnya.


  Beberapa pendapat pakar tentang pengertian supervisi antara lain :
  1.   Menurut Purwanto (1987) Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan
       untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka
       secara efektif.
  2.   Dalam Dictionary of Education (Good, 1973), merumuskan “ Supervision all efforts
       designated school afficials directed toward providing leadership to teachers in the
       improvement of instruction”. Rumusan ini mengandung makna bahwa nsupervisi merupakan
       usaha yang dilakukan oleh para Pembina pendidikan dengan maksud menumbuhkan
       kepemimpinan guru sebagai usaha perbaikan pengajaran.
  3.   Sedangkan menurut Sutisna (1987), Supervisi ialah suatu bentuk pelayanan, bantuan
       provisional, atau bimbingan bagi guru-guru dan dengan melalui pertumbuhan kemampunan
       guru hendaknya meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.
  4.   Menurut Kimball Wiles, (Bafadal . . . .), Supervisi pendidikan itu adalah serangkaian
       kegiatan   membantu       kepala   sekolah   mengembangkan      kemampuannya       mengelolah
       sekolahnya, atau membantu guru         mengembangkan kemampuannya mengelolah proses
       belajar mengajar. Dijelaskan bahwa situasi belajar mengajar di sekolah akan lebih baik
       tergantung kepada keterampilan supervisor sebagai pemimpin.
  Sumber : (S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi
             pendidikan)
B.    PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN
      1. Prinsip ilmiah
         Prinsip ilmiah mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
         a. Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan
            pelaksanaan proses belajar mengajar
         b. Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data, seperti angket, observasi,
            percakapan pribadi, dst.
         c. Setiap kegiatan supervisi dilaksanakn secara sistematis, berencana dan kontinu.


      2. Prinsip demokratis
               Service dan bantuian yang diberikam kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan
         yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya.
              Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat giru, bukan
         berdasarkan atasan atau bawahan tapi bersasarkan kesejawatan.


      3. Prinsip kerjasama
               Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi sharing of idea, sharing of
         experience, member support, mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa bersama.


      4. Prinsip konstruktif dan edukatif
               Setiap guru akan termotifasi dalam mengembangkan potensi kreatifitas kalau supervise
         mampu menciptakan suasana kerja yag menyenangkan, bukan melalui cara-cara menakutkan.
     Sumber : (Prof. Drs. Piet A. Sehartian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam
               Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, 2008, Rhineka Cipta, Jakarta, hal 52-129)


C. TUJUAN SUPERVISI PENDIDIKAN
            Supervisi yang baik akan menghasilkan pola kinerja yang baik, jika supervise dilakukan
      dengan cara dan metode yang benar pula, tentu ini menuntut pengetahuan yang benar pula bagi para
      supervisi dalam melaksanakan tugasnya.
     1. Tujuan Umum Supervisi pendidikan
          Berdasarkan Tujuan Umum Pendidikan :
            Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia “dewasa” yang sanggup         berdiri
            sendiri.
          Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional
            Yaitu membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia-manusia pembangunan yang
            dewasa dan pancasilais.
       Berdasarkan Tujuan Supervisi sendiri
           Agar tercapai perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan
           mutu mengajar pada khususnya


  2. Tujuan Khusus Supervisi Pendidikan
      Meliputi :
      a)    Membantu guru-guru untuk lebih memahami tujuan yang sebenarnya dari      pendidikan dan
            perencanaan sekolah dalam usaha mencapai tujuannya.
      b)    Membantu guru-guru untuk dapat lebih menyadari dan memahami kebutuhan-       kebutuhan
            dan kesulitan-kesulitan murid dan menolong mereka untuk mengatasinya.
      c)    Memperbesar kesanggupan guru-guru untuk memperlengkapi dan mempersiapkan murid-
            muridnya menjadi anggota masyrakat yang efektif.
      d)    Membantu guru-guru mengadakan diagnose secara kritis aktivitas-aktivitasnya, serta
            kesulitan- kesulitan mengajar dan belajar murid-muridnya, dan menolong mereka
            merencanakan perbaikan.
      e)    Membantu guru-guru untuk dapat menilai aktivitas-aktivasnya dalam rangka         tujuan
            perkembangan anak didiknya.
      f)    Memperbesar kesadaran guru-guru terhadap tata kerja yang demokratis dan guru dapat
            mempelajari bersama catatan-catatan tentang kemajuan murid guna menilai keefektivan
            program yang disusun.
      g)    Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu karyanya secara maksimal dalam
            bidang profesi (keahlianya).
      h)    Membantu guru-guru untuk dapat lebih memamfaatkan pengalaman-pengalamannya sendiri.
      i)    Membantu untuk lebih mempopulerkan sekolah kepada masyarkat agar bertambah simpati
            dan kesedian masyarakat untuk menyokong sekolah.
      j)    Memperkenalkan guru-guru atau karyawan baru kepada situasi sekolah profesinya.
      k)    Melindungi guru-guru dan karyawan terhadap tuntutan-tuntutan yang tak wajar dan kritik-
            kritik yang tak sehat dari masyarkat.
      l)    Mengembangkan “profesionalisme esprit e corps” guru-guru.
      Sumber: Borneoneo2008(Online)http://borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-
      supervisi/


D. FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
   a. Penelitian
      Proses dari penelitian ini meliputi beberapa tahapan
      1) Perumusan dari pokok masalah yang akan diteliti/diselidiki.
      2) Pengumpulan data.
       3) Pengolahan data
       4) Konklusi hasil penelitian
   b. Peniliaian
       Mengevaluasi pada aspek-aspek positif dan aspek-aspek negative guna menemukan dan
       mengembangkan kemajuan yang telah dicapai.
  a. Perbaikan
       Supervisi mengetahui keadaan umum dan situasi dalam pendidikan guna mengadakan perbaikan,
       jika belum baik atau belum memuaskan agar segera diperbaiki.
  b. Peningkatan
       Peningkatan disini supervisor meningatkan apa-apa yang sudah baik dan mengembangkan lagi
       agar lebih maju lagi. Serta mengintergrasikan antara pembinaan dan supervisi terhadap
       pembinaan dari orang-orang yang disuvervisi.
  Sumber:         Borneoneo2008(Online)http://borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-
  supervisi/


  Swearingen dalam bukunya “ Supervision of instruction” (Sahertian Mataheru, 1981) mengemukakan
  delapan fungsi supervisi pendidikan, sebagai berikut :
  1. Mengkoordinir semua usaha sekolah
  2. Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
  3. Memperluas pemgalaman guru-guru
  4. Menstimulir usaha-usaha yang kreatif
  5. Memberikan fasilitas dan penilaian yang kontinu
  6. Menganalisis situasi belajar-mengajar
  7. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf
  8. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-
      guru.
  Sumber : (S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan)


E. TEHNIK-TEHNIK SUPERVISI PENDIDIKAN
           Untuk mempermudah kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan supervisi diperlukan teknik-
  teknik supervisi. Para ahli berbeda-beda dalam merumuskan tahapan teknik-teknik supervisi akan
  tetapi pada dasarnya tetap sama. Secara garis besar teknik supervisi dibedakan menjadi dua bagian,
  yaitu:
  1. Teknik Perseorangan dan
  2. Teknik Kelompok.
1)   Teknik perseorangan
     Yang dimaksud teknik persorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, beberapa
     kegiatan yang dilakukan antara lain:
     a)   Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation), Kepala sekolah datang ke kelas untuk
          mengobservasi bagaimana guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan
          atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki.
     b)   Mengadakan kunjungan observasi (observation visits), Guru-guru ditugaskan untuk
          mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata
          pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan
          mengadakan kunjungan ke sekolah lain.
     c)   Membimbing guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa atau mengatasi problema
          yang dialami siswa.
     d)   Membimbing guru dalam hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah,
          antara   lain:   menyusun      program   semester,    membuat   program   satuan     pelajaran,
          mengorganisasi      kegiatan   pengelolaan   kelas,   melaksanakan   teknik-teknik    evaluasi
          pembelajaran, menggunakan media dan sumber dalam proses belajar mengajar, dan
          mengorganisasi kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler.


2) Teknik kelompok
     Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok, beberapa kegiatan yang dapat
     dilakukan antara lain:
     a)   Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting), Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya
          berdasarkan rencana yang telah disusun. Termsuk mengadakan rapat-rapat secara periodik
          dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi.
     b)   Mengadakan diskusi kelompok (group discussions), Diskusi kelompok dapat diadakan
          dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi,
          supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat dan
          saran-saran yang diperlukan.
     c)   Mengadakan penataran-penataran (inservice-training), Teknik ini dilakukan melalui
          penataran-penataran, misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa
          penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala
          sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil
          penataran.
      Dengan demikian teknik supervisi sangat penting untuk dikuasai oleh kepala sekolah, tanpa
penguasaan teknik dalam pelaksanaanya tidak akan berjalan baik. Dengan demikian seorang kepala
sekolah tidak akan efektif kegiatan supervisinya sebelum menguasai teknik dalam bidang supervisi.
Teknik supervisi akan lebih memudahkan pencapaian sasaran-sasaran dari tujuan yang telah
  ditetapkan, oleh sebab itu penerapan teknik dari supervisi merupakan wujud dari kemajuan sekolah
  untuk berkembang.
  Sumber: Purwanto, M.Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung:Remaja Rosdakarya,
            2005


F. METODE SUPERVISI PENDIDIKAN
  1. Metode langsung            : Alat yang digunakan mengenai sasaran supervisi
  2. Metode tak langsung        : Mempergunakan berbagai alat perantara (media)


  METODE YANG LAIN
  1. Kunjungan sekolah (school visit)
     Akan memberikan pengatahuan yang lengkap tentang situasi sekolah sehingga program akan lebih
     efektif.
  2. Kunjungan kelas (class visit)
     Merupakan suatu metode supervise yang “to the point” kena sasaran
  3. Pertemuan individual
     Setelah suatu kunjungan berakhir, hendaklah diadakan pembicaraan langsung dan pribadi tentang
     hasil kunjungan dengan orang yang dikunjungi.
  4. Rapat sekolah
     Untuk membicarakan kepentingan murid dan sekolah dan hal-hal yang berhubungan dengan
     sekolah
  5. Pendidikan in service
     Untuk kepentingan mutu mrngajar dan belajar, maka guru perlu mengembangkan pengetahuan
     sesuai dengan profesinya dengan berbagai cara. Misalnya : study individual, study grops,
     menghadiri ceramah, mengadakan intervisitasi dsb.
  6. Workshop (musyawarah kerja_muker)
     Untuk mengembangkan professional karyawan (in-service)
  7. Intervisitas
     Saling kunjung-memgunjungi sesama guru untuk mengobservasi situasi belajar masing-masing
  8. Demonstrasi mengajar
     Metode ini dapat dilakukan oleh supervisor sendiri atau oleh guru yang ahli untuk memperkenalkan
     metode mengajar yang efektif.
  9. Bulletin supervisi
     Bulletin berkala dapat dimanfaatkan untuk perbaikan program pendidikan dan penngajaran, bisa
     mingguan atau bulanan.
  10. Bulletin bord
            Pengumuman administrative
            Pengunguman supervise
            Pengunguman untuk murid
            dsb
  11. Kunjungan rumah
       Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi hidup orang yang disupervisi di rumah terutama
       meneliti masalah-masalah yang secara langsung atau tak langsung mempengaruhi tugas/kewajiban
       orang yang disupervisi itu
  Sumber      :    supi   pauzi2008   (online)    http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi
                  pendidikan/


G. PROGRAM SUPERVISI PEDIDIKAN
        Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbsikan pendidikan dan
  pengajaran.


  1.    Perancanaan
        Perancaan adalah pemikiran dan perumusan tentang apa, bagaimana, mengapa, siapa, kapan dan
        dimana.
        a) Prinsip-prinsip : kooperatif, kreatif, komprehensif, flexible, kontinu
        b) Syarat-syarat :
            tilikan jelas tentang tujuan pendidikan
            pengetahuan tentang mengajar yang baik
            pengetahuan tentang pengalaman belajar murid
            pengetahuan tentang guru-guru
            pengetahuan tentang murid-murid
            pengaetahuan tentang masyarakat
            pengetahuan tentang sumber-sumber fisik
            factor biaya
            factor waktu
        c) proses : merumuskan what, why, how, who, when, where


  2.    Organisasi program
        a. Pola-pola :
             Horizontal
             Vertical
     b. langkah-langkah mengorganisir program :
        persiapakan suasana
        pertimbangan situasi
        penyusunan program
        pembagian tanggung jawab
        perwujudan program
        pembinaan perkembangan program
        integrasikan program dengan masyarakat
        persiapan program evaluasi


3.   Evaluasi
     Evaluasi dalam hubungannya dengan pendidikan adalah menentukan sampai dimana tujuan-
     tujuan pendidikan yang ditetapkan telah tercapai.
     a. Prinsip-prinsip
        rencana harus komprehensif
        penyusunan harus kooperatif
        program harus kontinu dan berinteraksi dengan kurikulum
        lebih menggunakan data yang objektif daripada yang subyektif
        menghargai para participant
     b. Proses
        merumuskan tujuan evaluasi
        menyeleksi alat-alat evaluasi
        menyusun alat-alat evaluasi
        menerapkan alat-alat evaluasi
        mengelola hasil
        menyimpulkan
     c. Aspek-aspek yang dievaluasi :
        peronil → murid, guru, karyawan, wali murid, kepsek, supervise
        materiil → kurikulum, perlengkapan sekolah, administrasi, perlengkapan murid
        operational → proses kepemimpinan, proses mengajar, usaha kesejahtraan personil, usaha
           integrasi sekolah dan masyarakat


4. Alat-alat :
     a. Objektif :
        ujian karangan (essay examination)
        ujian objektif
      b. Lebih ke subjektif
         observasi
         wawancara
         angket
         checklist dan rating-scale
         laporan pribadi dan tekhnik projektif
         catatan-catatan anekdot
         catatan-catatan komulatif
         case study
         sosiometri
         laporan stenografis
         buku-buku catatan
         kotak saran
         rapat-rapat supervisi
 Sumber : supi pauzi2008 (online) http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi-pendidikan/


H. PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN
   Cara Melaksanakan Supervisi
   Salah satu cara melakukan supervisi yang baik adalah dengan cara demokratis, ciri-cirinya adalah:
  1.Pengawasan dijalankan secara gotong-royong atau kooperatif, tidak ditangan seorang raja, yaitu
    kepala sekolah
  2.Pengawasan dijalankan terang-terangan, diketahui oleh semua petugas yaitu guru-guru, tidak secara
    sembunyi-sembunyi seperti pengawasan polisi resersir.
  3.Pengawasan dijalankan kontinu dan bersifat Tutwuri Handayani (bersifat pembimbing) seperti
    dikehendaki oleh pemerintah kita.
   Sumber; Abdul Rohman2009(online) http://www.docstoc.com/docs/19005424/Administrasi-dan-
             Supervisi-Pendidikan


   Dalam melaksanakan supervisi pendidikan yang perlu dilakukan adalah antara lain :
  a. Observasi Kelas
      Observasi kelas merupakan salah satu cara yang paling baik dlam melaksanakan supervisi, karena
      dengan melaksanakan observasi kita dapat melihat kegiatan guru, murid, dan masalah yang
      timbul dalam proses belajar mengajar.
b. Saling Mengunjungi
   Dalam pelaksanaan ini supervisi pendidikan dikaitkan dengan kegiatan belajar mengajar yang di
   dalamnya terdapat wadah dari sebuah kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
   kemampuan pembelajaran guru – guru
c. Demonstrasi Mengajar
   Demonstrasi mengajar sangat diperlukan dalam pelaksanaan supervisi karena demonstrasi
   mengajar sangat sukar untuk menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar.
d. Supervisi Klinis
   Supervisi klinis salah satu aspek kajian dalam bidang supervisi pengajaran yang banyak
   memberikan kontribusi dalam rangka pembimbingan, pembinaan, dan pengembangan
   professional guru sehingga permasalahan apapun yang muncul di bidang supervise pengajaran
   dapat ditangani dan diatasi secara optimal.
   Ciri-ciri supervisi klinis seperti yang dikemukakan oleh Nurochmah (2004) adalah sebagai
   berikut :
   1. Bimbingan yang diberikan kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi
      sehingga prakarsa dan tanggung jawab mengembangkan diri tetap ditangan guru sendiri
   2. Meskipun digunakan berbagai keterampilan mengajar secara terintegrasi, tetapi sasaran
      supervise tetap dibatasi hanya pada satu atau dua keterampilan saja.
   3. Saraan supervise diajukan oleh guru, atau dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan
      (kontrak)
   4. Instrument observasi dikaji dan ditetapkan dalam pertemuan antara superfisor dengtan guru
      dan pengembangannya didasarkan atas sasaran latihan.
   5. Balikan yang objektif dan spesifik diberikan dengan segera.
   6. Analisin dan interprestasi data hasil observasi dilakukan bersama, dimana supervisor lebih
      banyak bertanya dari pada mengarahkan.
   7. Supervise berlangsung dalam satu tatap muka yang terbuka dan intim.
   8. Supervisi berlangsung dalam satu siklus : pertemuan awal (perencanaan), observasi, dan
      pertemuan akhir. Kesimpulan dan tindak lanjut dari latihan sebelumnya akan menjadi
      masukan untuk perencanaan latihan selantjutnya.
e. Kajian Tindak
   Fokus utama kajian tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat dalam
   praktek penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipake sendiri oleh peneliti dan orang lain yang
   membutuhkan.
   Sumber: Purwanto, M.Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung:Remaja
               Rosdakarya, 2005
                                DAFTAR PUSTAKA

 Soepardi (1988:25) (Online) http://definisi pengertian.blogspot.com/2010/03/pengertian-

   administrasi-pendidikan.html.

 Khoirul Huda 2008 ( Online ) http :// constitutionlaw. blogspot.com

 supi pauzi2008 (online) http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi pendidikan/

 Abdul         Rohman2009(online)     http://www.docstoc.com/docs/19005424/Administrasi-dan-

   Supervisi-Pendidikan

 Borneoneo2008(Online)http://borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-

   supervisi/

 S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan

 Purwanto, M.Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung:Remaja Rosdakarya,

   2005

 Prof. Drs. Piet A. Sahertian. Kopnsep dasar dan Teknik supervisi pendidikan dalam rangka

   pengembangan sumber daya menusia. 2008, Rhinneka cipta, Jakarta, Hal 52-129
Tugas Kelompok


           MANAJEMEN PENDIDIKAN TENTANG
              ADMINISTRASI PENDIDIKAN




                             Di susun oleh
                             Kelompok III


              SRI WAHYUNI              K 10 5400472910   (19)
              ARIFAH                   K 10 5400473010   (20)
              ARIEF RAHMAN             K 10 5400473110   (21)
              RINA FRATIWI             K 10 5400473210   (22)
              PRATANITA AMALIA         K 10 5400473310   (23)
              SURYANI ARSYAD           K 10 5400473410   (24)
              MARWATI                  K 10 5400473510   (25)
              HASNIATI                 K 10 5400473610   (26)
              SANGKALA, S              K 10 5400473710   (27)




      FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
       UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
                      2010

								
To top