Budget Penjualan by yoo19224

VIEWS: 991 PAGES: 22

More Info
									Matakuliah   : F0262/Penganggaran
Tahun        :2005




      PERENCANAAN &PENGENDALIAN
    Biaya Overhead Pabrik, Biaya
 Kualitas Produksi, Biaya Penjualan &
             Administrasi
            Pertemuan ke-10



                                    1
              Sistem Akuntasi
           Pertanggungjawaban
• Pelaksanaan Program PPL Komprehensif memerlukan Sistem
  Akuntansi Pertanggungjawaban (responsibility accounting
  system)
• Setiap Pusat Pertanggungjawaban selalu memiliki sasaran-
  sasaran dan sumber-sumber budget
• Setiap pusat pertanggungjawaban merupakan suatu sub-unit
  perusahaan dan berada dibawah pengawasan seorang manajer
• Dengan membandingkan realisasi dengan budget, seorang ma
  najer yang memimpin suatu Pusat Pertanggungjwaban dapat
  mengetahui apakah sub-unitnya telah mencapai sasaran secara
  efektip dan telah menggunakan sumber-2 secara efisien
                                                             2
                 Perilaku Biaya
• Pemahaman mengenai perilaku biaya sangat diperlukan da -
  lam penyusunan budget
• Jika jumlah produksi meningkat, maka biaya bahan baku, bia-
  ya tenaga kerja langsung dan beberapa biaya lainnya (misal :
  Biaya pemeliharaan) juga akan meningkat
• Meskipun demikian, ada beberapa biaya lain (misal : biaya
  penyusutan, gaji manager pabrik) tidak akan berubah meski -
  pun volume produksi meningkat
• Ada 3 kategori biaya yang berbeda dalam hubungannya deng-
  an perubahan -perubahan output, yaitu :
  1. Biaya Tetap
  2. Biaya Varariabel
  3. Biaya Semi Variabel
                                                            3
1. Biaya Tetap :
• Adalah biaya yang secara total tidak berubah meskipun tingkat kegi- atan
  berubah dalam jangkauan kegiatan tertentu
• Biaya tetap sering disebut biaya kapasitas (capacity cost) karena peru
  sahaan harus mengeluarkan biaya ini untuk menyediakan kapasitas yang
  dibutuhkan untuk proses produksi
• Contoh biaya-biaya tetap a.l sewa gedung, penyusutan, PBB dan gaji para
  manajer
2. Biaya Variabel :
• Adalah biaya yang berubah karena perubahan tingkat kegiatan
• Jumlah biaya variabel meningkat sebanding dengan perubah - an pada
  volume kegiatan
• Contoh biaya variabale a.l adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
  langsung
3. Biaya Semi Variabel :
• Biaya Semi Variabel tidak termasuk sebagai biaya tetap maupun se - bagai
  biaya variabel, karena biaya Semi Variabel memiliki kedua si -fat, baik
  tetap maupun variabel
• Perubahan biaya Semi Variabel tidak proporsional dengan perubah - an
  output                                                                  4
Biaya Terkendali & Tak Terkendali
Biaya Terkendali (controrable) :
Adalah biaya yang dapat dikendalikan atau dipengaruhi pada
suatu tingkat pertanggungjawaban tertentu,
Biaya Tak Terkendali (non-controrable) :
Adalah biaya yang tidak dapat dikendalikan pada tingkat pertang-
gungjawaban tertentu
• Berdasarkan akuntansi pertanggungjawaban, tidak ada suatu
  biayapun yang tidak dapat dikendalikan
• Semua biaya atau semua kegiatan yg menimbulkan biaya ha -
  rus mendapat otorisasi dari orang-2 yg bertanggungjawab pada
  kegiatan tersebut
• Oleh karena itu semua biaya dapat dikendalikan pada tingkat
  manajemen tertentu dan pada waktu tertentu
                                                              5
• Jika suatu biaya tidak dapat dikendalikan pada tingkat mana -
  jemen tertentu, maka biaya tsb. harus dapat dikendalikan oleh
  tingkat manajemen yang lebih tinggi

• Gaji supervisor bagian produksi merupakan biaya tak terken -
  dali, tetapi menjadi biaya terkendali untuk pimpinan bagian
  produksi

• Demikian juga untuk biaya penyusutan, biaya ini dalam jang
  ka pendek merupakan biaya tak terkendali, namun terkendali
  untuk jangka panjang.

• Berdasarkan kebijakan manajemen puncak, penggantian mesin
  lama dengan mesin baru akan menentukan perubahan besarnya
  biaya penyusutan


                                                             6
• Berdasarkan konsep pengendalian biaya, setiap pos
  biaya pada suatu departemen atau unit organisasi
  harus diklasifikasikan dan ditentukan secara jelas
  sebagai Biaya Terkendali dan Biaya Tak Terkendali
  pada setiap Pusat Pertanggungjawaban tertentu
• Penentuan secara tegas ini sangat penting terutama
  dalam pe - ngendalian biaya untuk Laporan Kinerja/
  Pelaksanaan, yang didalamnya membandingkan
  antara realisasi dengan yang di - budgetkan
• Laporan tersebut berupa tolok ukur keberhasilan
  pelaksanaan kerja setiap unit pertangungjawaban dan
  manajer yang membawahinya.
                                                   7
   Pengurangan & Pengendalian Biaya

• Pengurangan biaya (cost reduction) dan Pengendalian Biaya
  (cost control) merupakan dua konsep yang perlu mendapat
  perhatian secara serius
Pengurangan Biaya (cost reduction) :
• Program-2 pengurangan biaya ditujukan pada usaha-2
  tertentu untuk mengurangi atau menekan biaya melalui
  penyempurnaan metoda-2 yg digunakan, pendekatan-2 baru
  dan pengaturan kerja yg lebih baik agar diperoleh hasil
  produksi yg bermutu.




                                                              8
Pengendalian Biaya (cost control) :
• Dalam arti luas cost control meliputi pengurangan
  biaya. Sedang dalam arti sempit cost control
  dipandang sebagai usaha manajemen untuk
  mencapai sasaran biaya dalam lingkup kegiatan
  tertentu.
• Pengendalian biaya (cost control) dapat dilakukan
  dengan berbagai cara, misalnya melalui program-2
  pengurangan tenaga kerja, peren - canaan biaya dan
  perhatian yg terus menerus ter hadap keputusan-2
  biaya yang diambil dalam kaitannya dengan
  pengeluaran biaya
                                                       9
             Perencanaan Biaya
• Didalam penyusunan rencana laba taktis, semua biaya pada
  setiap Pusat pertanggungjawaban harus direncanakan seca-
  ra cermat
• Sesuai dengan partisipasi, perencanaan biaya harus melibat
  kan semua tingkatan manajemen sehingga budget-2 biaya
  yang realistis dapat disusun untuk masung-2 Pusat
  Pertanggungjawaban .
• Dalam perencanaan biaya bagi setiap Pusat Pertanggung -
  jawaban, output atau kegiatan-2 harus direncanakan lebih
  dahulu. Misalnya untuk menyusun rencana biaya dari De-
  partemen Pembangkit Tenaga, besarnya pernintaan tenaga
  listrik harus diestimasi lebih dahulu

                                                               10
Untuk menyusun Rencana Produksi yang harus dimasukkan keda
lam Rencana Laba Jk. Pendek, urutan ini perlu diperhatikan :

1. Budget Bahan Baku dan Budget T.K Langsung.
   Budget-2 ini disusun setelah Budget Produksi selesai dibuat
   dan menapat persetujuan tentatif.
2. Budget Overhead
   Budget ini segera disusun setelah Budget Produksi yang telah
   mendapat persetujuan tentatif dijabarkan menjadi output untuk
   setiap departemen produksi dan departemen jasa dalam pabrik
3. Budget Biaya Distribusi .
   Budget ini disusun bersamaan dengan Budget Penjualan kare -
   na keduanya saling tergantung
4. Budget Biaya Administrasi.
   Budget ini disusun setelah Budget Penjualan disetujui dan dija-
   barkan menjadi kegiatan-2 yang diharapkan
                                                              11
       Perencanaan Biaya Overhead Pabrik
• Setelah Rencana Produksi disusun, budget-2 biaya harus
  disusun untuk setiap Pusat Pertanggungjawaban.
• Budget tsb. harus dirinci menurut periode tertentu (bulan-
  triwulan) dan berdasarkan kategori biaya, yaitu Biaya Ba -
  han Baku, Biaya TK Langsung dan Biaya Overhead Pabrik
• Budget-2 biaya pada umumnya disusun secara serentak, ke
  mudian dikonsolidasikan dalam satu budget yang disebut
  Budget Biaya Produksi. Bugdet ini membedakan mana
  yang termasuk biaya langsung dan mana termasuk biaya
  pembebanan pada masing-2 produk.
• Biaya Overhead Pabrik merupakan bagian dari keseluruhan
  biaya produksi yang tidak dapat ditelusuri pada produk atau
  kegiatan tertentu.
                                                               12
• Biaya Overhead Pabrik terdiri dari Bahan Pembantu, TK Tak
  Langsung (misal : gaji) dan biaya -2 produksi lainnya (misal :
  PBB, premi asuransi , penyusuatan , pemeliharaan dll.)


• Berkaitan dengan penyusunan budget dan Perhitungan Harga
  Pokok Produksi, ternyata Baiya Overhead Pabrik menimbul
  kan masalah ganda sbb. :
   1. Pengendalian Biaya Overhead Pabrik
   2. Pembebanan Biaya Overhead Pabrik pada setiap produk




                                                             13
  Penyusunan Budget Overhead Pabrik
• Penyusunan Budget Overhead Pabrik melalui beberapa tahap -
  an yang akan djelaskan dengan contoh
• Diasumsikan bahwa Rencana Produksi, Budget Bahan Baku
  dan Budget TK. Langsung telah dibuat oleh PT. Utama
• Rencana Produksi yang telah disetujui secara tentatif adalah
  sbb. :
  Produk                      Rencana Produksi
      A                             7.000 ton
      B                             4.000 ton
• Masalah yang dihadapi adalah penyusunan Budget Overhead
  setiap Departemen
• Perusahaan ini mempunyai satu departemen jasa (repair dan
  pemeliharaan) dan dua departemn produksi (Dept. 1 dan 2)
• Departemen Produksi 1 hanya memproses produk A dan De
  partemen Produk 2 memproses Produk A dan Produk B
                                                           14
Activity Base yang telah disetuji untuk dipilih adalah sbb. :
   Departemen                     Activity Base
         1                      Unit Produk A
         2                      Direct machine Haours (DMH)
  Jasa (R & P)                  Direct Repair Hours (DRH)

• Langkah pertama penyusunan Budget Overhead Pabrik adalah
  menjabarkan kebutuhan-2 yang dirinci dalam Rencana Produk
  si menjadi output kegiatan pada setiap Departemen.
  Dua input telah dibuat untuk tujuan :
   1. Standar DMH per unit pada Dept. 2 untuk Produk A adalah
      4 DMH dan untuk Produk B adalah 3 DMH
  2. Standar DRH pada Dept. 1 adalah 0,20 DRH untuk setiap
      Produk A dan pada Dept. 2 adalah 0,07 DRH untuk setiap
      DMH
                                                            15
Dengan data tsb. diatas dapat dihitung volume kegiatan yang di-
direncanakan untuk setiap Departemen sbb. :
                                   Rencana Kegiatan Departemen
Depart.        Perhitungan         Activy Base         Kuantitas

  1.    Diambil dari Rencna produksi       Unit Produk A        7.000 ton
  2.    Prod. A : 7.000 x 4 DMH = 28.000
        Prod. B : 4.000 x 3 DMH = 12.000      DMH              40.000 ton
R&P     Dept. 1 : 7.000 x 0,20 = 1.400
        Dept. 2 : 4.000 x 0,07 = 2.800        DRH               4.200 ton


Setelah setiap Manajer Departemen mengetahui rencana volume kegiatan
depertemen masing-2, mereka dapat menyusun Biaya Overhead untuk se-
tiap departemen sbb. :
                           Rencana Volume       Rencana Biaya-Biaya
 Departemen                    Kegiatan              Overhead

   1                                7.000 unit A           Rp 26.000
   2                               40.000 DMH                 16.000
  R&P                               4.200 DRH                  6.000
                                                                       16
Dengan data tsb. diatas, selanjut dapat dihitung tarif Biaya Overhead
pabrik setiap Departemen sbb. :

                                           Dept.Prod. 1     Dept.Prod. 2
Rencana Biaya Overhead Departemen            Rp 26.000        Rp 16.000
Alokasi Biaya R & P berdasarkan DRH :
(1.400 : 4.200) x Rp 6.000                         2.000
(2.800 : 4.200) x Rp 6.000                                           4.000

Jumlah Biaya Overhead yang dialokasikan      Rp 28.000        Rp 20.000
Rencana output (activy base) :
  Dept. Produksi 1 adalah unit produk A            7.000
  Dept. Produksi 2 adalah DMH                                       40.000
Tarif Overhead :
  Dept. Produksi 1 per-unit produk A          Rp    4,00
  Dept. Produksi 2 per DMH                                     Rp    0.50




                                                                        17
Selanjutnya dapat dihitung Harga Pokok produksi sbb. :

                                    Prod. A (7.000 ton)  Prod. B (4.000 ton)
Perhitungan                         Jumlah      Biaya     Jumlah      Biaya
                                     Biaya      per-unit   Biaya     per-unit

Biaya Bahan Baku (rencana)            Rp 70.000 Rp 10,00 Rp 60.000 Rp 15,00
Biaya TK Langsung (rencana)               35.000     5,00    14.000     3,50
  Jumlah Biaya Langsung               Rp 105.000 Rp 15,00 Rp 74.000 Rp 18,50
Produk A :
Dept. 1 : 7.000 x Rp 4,00 = Rp 28.000
Dept. 2 : 7.000 x 4 DHM x Rp 0,50
                         = Rp 14.000      42.000     6,00
Produk B :
Dept. 2 : 4.000 x 3 DMH x Rp 0,50 =                          6.000     1,50

Rencana Harga Pokok Produksi      Rp 147.000   Rp 21,00 Rp 80.000 Rp 20,00



                                                                          18
                 Perencanaan
          Biaya Distribusi (Penjualan)

• Biaya Distribusi (penjualan) bukan merupakan bagian dari
  Harga Pokok Produksi. Oleh karena itu, biaya distribusi (pen-
  jualan) tidak dibebankan pada Harga Pokok Produk.
• Biaya Distribusi terdiri dari semua biaya yang berhubungan
  dengan penjualan, distribusi dan pengiriman produk kepada
  konsumen.
• Pada beberapa perusahaan, jumlah Biaya Distribusi cukup
  besar jika dihitung dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan
  oleh perusahaan.
• Perencanaan Biaya Distribusi yang dilakukan secara cermat
  akan berpengaruh besar pada potensi laba perusahaan
                                                            19
Dua aspek utama dalam perenecanaan Biaya Distribusi sbb. :
1. Aspek Perencanaan & Koordinasi :
   Dalam penyusunan Rencana Laba Taktis, fungsi perencanaan
   dan koordinasi sangat penting untuk mencapai keseimbangan
   ekonomis antara usaha-2 penjualan (expense) dengan hasil-2
   penjualan (revenue)
2. Aspek Pengendalian Biaya-2 Distribusi :
   Selain perencanaan, pengendalian Biaya Dsitribusi juga perlu
   mendapat perhatian. Pengendalian dianggap penting, karena :
   a. Biaya Distribusi seringkali merupakan jumlah yang sangat
       besar dari seluruh biaya.
   b. Manajemen dan personalia penjualan cenderung meremeh-
      kan biaya-biaya ini, misalnya biaya untuk entertainment
   Pengendalian Biaya Distribusi meliputi prinsip-2 yang ssma
   dengan prinsip -2 pada pengendalian Biaya Overhead Pabrik.
   Pengendalian harus dilakukan dengan konsep Pusat-2 Pertang
   gungjawaban dan tujuan-2 biaya                             20
  Perencanaan Biaya Administrasi
• Biaya Adminsitrasi meliputi biaya-2 operasional yg bukan
  merupakan Biaya Produksi atau Biaya Distribusi
• Pada umumnya Biaya Administrasi dikeluarkan dalam rang
  ka pengawasan dan pemberian jasa kepada semua fungsi
  utama perusahaan dan bukan dalam rangka pelaksanaan
  salah satu fungsi tertentu.
• Oleh karena itu, sebagain besar Biaya Administrasi merupa
  kan Biaya Tetap dan bukan Variabel, sehingga dikatakan
  bahwa Biaya Administrasi tidak dapat dikendalikan (non -
  controllable)
• Biaya Administrasi harus dikaitkan secara langsung dengan
  suatu Pusat Pertanggungjawaban tertentu, sehingga manajer
  ybs. bertanggungjawab atas perencanaan dan pengendalian
  Biaya Adminsitrasi tersebut.                              21
• Dasar pengendalian seperti itu sangat penting
  karena adanya kecenderungan yang kuat untuk
  tidak menunjukkan secara jelas siapa yang
  bertanggungjawab atas biaya yang sebagian besar
  dikeluarkan oleh pucuk pimpinan perusa - haan
• Berdasarkan alasan tersebut, banyak perusahaan
  mengang- gap perlunya membuat klasifikasi Biaya
  Administrasi sebagai Biaya Tetap dan Biaya
  Variable.
• Biaya ini cenderung menekankan, bahwa jika
  volume pen- jualan turun, biaya Administrasi juga
  turun.

                                                      22

								
To top