pemuda

W
Shared by: zmikin
-
Stats
views:
68
posted:
1/8/2011
language:
Indonesian
pages:
2
Document Sample
scope of work template
							                                                 Sekretariat Negara Republik Indonesia


Tantangan Pemuda Masa Kini
Kamis, 15 Januari 2009


Anas Urbaningrum


Pegiat politik di Partai Demokrat




  Pada peringatan hari Sumpah Pemuda ke-80, Presiden SBY menegaskan hal yang mendasar tentang posisi pemuda
sebagai subyek sejarah Indonesia. Pemuda harus menjadi pelaku aktif dan kritis guna mewujudkan Indonesia menjadi
negara maju dan disegani negara lain. Pemuda musti mempersiapkan diri dengan memperbanyak ilmu pengetahuan,
memperkuat mental, fisik, serta menciptakan karakter kepribadian yang kuat agar dapat menjaga persatuan, kesatuan,
dan martabat bangsa.



  Penegasan presiden tersebut adalah harapan dan sekaligus pengakuan bahwa eksistensi, kemampuan, kiprah, dan
peran pemuda sangat menentukan masa depan bangsa. Wajah Indonesia masa depan sebagian tergambar pada potret
para pemuda masa kini. Eksistensi Indonesia masa depan sangat tergantung pada kekuatan kolektif pundak para
pemuda untuk memanggulnya. Itulah posisi strategis pemuda dalam arus sejarah bangsa.



  Jelas bahwa eksistensi pemuda tidak hadir pada ruang yang kosong. Kiprah dan peran pemuda adalah produk
interaksi dengan realitas dan tantangan faktual yang dihadapi masyarakatnya. Karena itu, pemuda harus melawan
jeratan mitos-mitos kebesaran, bahwa perannya selalu penting, tinggi dan berada di puncak-puncak kejadian penting
sejarah perjalanan bangsa. Pemuda harus secara sadar keluar dari sosok mitologis itu.



  Sejarah memang penting. Bangga kepada masa silam adalah sesuatu yang seharusnya dan menjadi bagian dari rasa
hormat kepada para pendahulu. Tetapi yang lebih penting adalah melanjutkan sejarah dengan pahatan-pahatan sejarah
baru yang lebih baik dan mengesankan. Para pemuda harus menjadi sosok historis yang mau dan mampu menjadi aktor
perputaran kemajuan bangsa, guna melanjutkan etape-etape perjalanan bangsa yang telah dirintis oleh para pendahulu.
Rintisan sejarah, tumpahan keringat, darah dan air mata pada pendahulu musti dilanjutkan dengan penuh kesungguhan
dan tanggung jawab.



  Bagaimana mampu menjadi sosok historis itu? Tentu dengan membekali diri secara cukup untuk mampu tampil
sebagai sosok pemuda Indonesia masa kini. Pertama, menjadi generasi yang berkomitmen kepada rakyat, bangsa, dan
negara. Komitmen itu dilandasi oleh idealisme, cita-cita, dan militansi untuk menjadi anak-anak bangsa yang terbaik dan
berfaedah bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Para pemuda adalah generasi yang tidak memikirkan
dirinya sendiri, tetapi memikirkan dan memerankan tanggung jawab sebagai anak-anak rakyat dan putra-putra bangsa
yang sejati. Peran dan tanggung jawab sosialnya tampak nyata dan dirasakan orang banyak.



  Kedua, menjadi generasi yang berkompeten. Tantangan dunia baru yang penuh dengan kompetisi hanya bisa dijawab
dengan kompetensi: kemampuan dan kesanggupan untuk mendapatkan peran berdasarkan prestasi dan karya nyata.
Bukan bersandar dan bergantung kepada para senior dan orang tua. Para pemuda adalah generasi baru yang mampu
menghadapi persaingan dengan bekal kemampuan pribadi yang cukup dan prestasi yang obyektif. Prestasi lebih
menonjol ketimbang askripsi.



  Ketiga, menjadi generasi yang tetap menjunjung tinggi pluralisme. Para pemuda bukan saja tetap menyadari dan
menghormati realitas keindonesiaan yang majemuk dan penuh dengan kepelbagaian, tetapi bahkan makin sanggup
untuk hidup dalam damai, harmoni, serta penuh dengan kerjasama dan kebersamaan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika
tetap dipegang teguh sebagai panduan dalam pergaulan nasional. Para pemuda adalah genenasi baru yang
kepribadiannya tidak akan pernah terbelah oleh realitas dan tantangan kemajemukan Indonesia, dan justru malah
menjadi salah satu tali kesadaran yang mengikat keindonesiaan kita.
http://www.setneg.go.id                          Sekretariat Negara Republik Indonesia        5 September, 2010, 15:08
                                                Sekretariat Negara Republik Indonesia




  Keempat, menjadi generasi yang optimis. Para pemuda bukan saja perlu konsisten dengan orientasi dan
berpandangan jauh ke depan, tetapi juga memegang teguh optimisme. Pesimisme adalah halangan mentalitas bagi
kemajuan bangsa, dan bahkan bisa menjadi beban. Bangsa yang bercita-cita terus maju menjadi maju, modern dan
bermartabat perlu menata konstruksi mentalitas positif, yakni optimisme. Dengan optimisme, sebagian masalah sudah
terjawab. Sebaliknya, dengan pesimisme, peluang sebaik apapun tidak akan dapat didayagunakan. Para pemuda
adalah generasi baru yang menatap dan berjuang untuk masa depan dengan berani dan penuh optimisme. Tidak ada
halangan dan tantangan yang tidak sanggup dijawab.



  Kelima, menjadi generasi yang berakhlak dan relijius. Para pemuda bukan saja dituntut untuk berkomitmen kepada
bangsa, berkompetensi tinggi, berpendirian pluralis dan selalu dipandu dengan optimism, tetapi juga membutuhkan
bangunan akhlak pribadi yang baik dan berketuhanan. Akhlak sosial dalam bentuk peduli dan bertanggung jawab
kepada rakyat, bangsa dan negara juga perlu dibarengi dengan akhlak pribadi yang terpuji. Basis dari akhlak pribadi dan
akhlak sosial itu adalah nilai-nilai relijius yang dipegang oleh rakyat Indonesia, serta bukan generasi yang sekuler.
Sekulerisme harus dijauhkan dari kehidupan generasi muda bangsa. Para pemuda adalah generasi baru yang percaya
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kemudian mendirikan nilai-nilai Ketuhanan itu dalam pribadinya dan kehidupan
sehari-hari.



  Lima hal pokok itulah yang sekurang-kurangnya harus menjadi potret pemuda Indonesia masa kini dan masa depan.
Dengan demikian, para pemuda bukan menjadi pemuja sejarah kebesaran, tetapi menjadi pelanjut sejarah bangsa yang
makin maju dan bermartabat. Para pemuda adalah sosok historis yang sanggup menjadi turbin besar penggerak
kemajuan menuju Indonesia yang makin aman dan damai, adil dan demokratis, serta sejahtera. Wallahu a’lam [] Â




http://www.setneg.go.id                         Sekretariat Negara Republik Indonesia        5 September, 2010, 15:08

						
Related docs
Other docs by zmikin
9622545
Views: 68  |  Downloads: 0
Dialog Peradaban NASR
Views: 329  |  Downloads: 4
PRAPERADILAN ABB KAPOLRI II ss (DOC)
Views: 28  |  Downloads: 1
Aqidah-Sepuluh Hal Pembatal Keislaman kita
Views: 3  |  Downloads: 0
Aqidah-Bidahkah ucapan Shodaqallahul adzim
Views: 1  |  Downloads: 0
perpajakan
Views: 745  |  Downloads: 14
Untuk Sekedar Renungan Sahabat
Views: 204  |  Downloads: 3