muslim

					Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2005032414413290:1576 ;          Thu, 24 Mar 2005 14:41:32 +0700
$MessageID: <3810-22005342474022991@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: taslim@indofood.co.id
Subject: Kepemimpinan : Samudera Bernama Hati Nurani
PostedDate: 03/24/2005 02:40:23 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/24/2005 02:41:33 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:00 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:00 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: D2D5ED8A1ED5DD7947256FCE002A41B4
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/24/2005 02:41:33 PM-03/24/2005 02:41:34 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/24/2005 02:41:34 PM

Samudera Bernama Hati Nurani

Seorang penjahat yang telah membunuh banyak orang tertangkap dan dibawa ke
hadapan seorang hakim yang jujur dan dikenal memiliki integritas yang
tinggi. Setelah mempelajari kasusnya hakim ini pun mengambil keputusan
yang tegas: menghukum mati si penjahat. Ini menimbulkan kegembiraan
masyarakat. Hakim ini pun menjadi buah bibir dan pembicaraan di mana-mana.

Namun, selang beberapa waktu kemudian terungkaplah sebuah fakta baru.
Ternyata si hakim telah mengenal si penjahat sejak 10 tahun yang lalu dan
mereka berdua terlibat cinta segitiga. Cinta segitiga ini dimenangkan oleh
si penjahat. Dialah yang menikahi wanita pujaan si hakim. Inilah yang
membuat si hakim tetap ''hidup sendiri'' hingga sekarang.

Apa yang ada dalam pikiran Anda membaca cerita di atas? Menurut Anda, apa
yang membuat hakim itu menjatuhkan hukuman mati? Sebuah pertimbangan hati
nuranikah? Atau semata-mata pemenuhan sebuah kepentingan?

Pertanyaan seperti inilah yang perlu kita tanyakan kepada diri kita
masing-masing setiap saat. Apalagi dalam situasi pemilu seperti sekarang
di mana setiap kandidat menyerukan masyarakat agar mengikuti suara hati
nuraninya. Tapi, masalahnya kenapa suara hati nurani itu bisa
berbeda-beda? Orang yang mendukung seorang koruptor maupun pelanggar HAM
juga berdalih mengikuti hati nurani. Bahkan, kata-kata ''mengikuti hati
nurani'' kini telah menjadi merek dagang yang bisa ditafsirkan sesuai
dengan kepentingan masing-masing

Padahal, suara hati nurani itu adalah satu. Hati nurani bersifat universal
melintasi batas suku, ras, agama, dan golongan. Ia tidak pernah mengacu
pada seseorang. Tapi, pada sejumlah karakter seperti kebenaran, kejujuran,
ketulusan, dan integritas. Hati nurani adalah kemampuan terdalam yang
dimiliki setiap orang untuk menemukan kebenaran. Hati nurani juga adalah
samudera terdalam yang melintasi kendala ruang dan waktu. Di dalam
samudera hati nurani, kita bukan lagi makhluk fisik tetapi makhluk
spiritual. Di sinilah tempat kita berkomunikasi tanpa suara, tanpa sepatah
kata. Kita berbicara dalam keheningan tetapi semuanya dapat dimengerti
dengan mudah. Tak ada salah paham, tak ada perselisihan, tak ada
perdebatan. Segalanya sederhana dan indah. Percakapan terjadi melampaui
batas kata-kata. Bukankah sesuatu yang indah itu tak tak dapat dilukiskan
dengan kata-kata?

Hati nurani bukanlah segumpal daging yang berada di rongga dada kita. Ia
tak dapat digambarkan karena memang bersifat spiritual. Ia berada jauh di
bawah kesadaran kita. Kita tak tahu dimana persisnya ia berada. Kita hanya
tahu ''pintu'' yang bisa digunakan untuk menuju kesana. Pintu tersebut
berada dalam otak kita. Inilah yang disebut Danar Zohar dan Ian Marshal
dengan titik Tuhan (God Spot) yang terdapat di bagian lobus temporal di
otak kita.

Penelitian Zohar dan Marshal menunjukkan bahwa bagian ini akan bercahaya
begitu kita melakukan aktivitas yang bersifat spiritual. Inilah yang
disebut sebagai spiritual quotient (SQ). Pada saat kita beribadah, ataupun
melakukan meditasi, sebenarnya kita tengah masuk ke dalam samudera hati
nurani ini. Kita menyatukan hati nurani kita bersama hati nurani semua
manusia yang ada di jagat raya. Kita memasuki samudera diri kita yang
sejati. Pada saat beribadah (bila dilakukan secara khusus) kita sebenarnya
sedang melakukan mi'raj. Ini karena kita melepaskan semua kepentingan kita
di bumi menuju samudera yang jauh tempat berkumpulnya semua nurani dengan
Diri Sejati kita.

Walaupun merupakan potensi yang dimiliki semua orang, tak semua orang
mampu menemukan hati nurani karena terhalang oleh kepentingan. Bahkan,
kalau tidak berhati-hati, bisa-bisa kita menganggap bahwa kepentingan
itulah hati nurani kita. Dunia politik adalah dunia kepentingan. Anda
tentu pernah mendengar adagium berikut: ''Tak ada sahabat sejati, tak ada
musuh abadi. Yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.'' Karena itu, demi
kepentingan kita bisa mengatakan yang salah itu benar, yang benar itu
salah, menutupi fakta, memanipulasi hasil survei, dan sebagainya.

Kepentingan bisa menjadi begitu besar bagi mereka yang berorientasi jangka
pendek. Orang-orang seperti ini memandang dunia sebagai satu-satunya
tempat memperoleh kenikmatan. Mereka bisa saja bergelar kyai, atau ahli
agama. Padahal, mereka sesungguhnya tidak yakin pada kenikmatan yang bisa
dicapai secara jangka panjang di alam yang abadi nanti. Karena itu, mereka
tidak mau melewatkan kenikmatan jangka pendek. Kalau Daniel Goleman
mengatakan bahwa kemampuan menunda kenikmatan adalah ciri orang ber-EQ
tinggi, saya ingin mengatakan bahwa hal tersebut juga merupakan ciri orang
yang ber-SQ tinggi.

Dengan berfungsinya hati nurani tidaklah berarti bahwa kita tidak memiliki
kepentingan sama sekali. Kita tetap memiliki kepentingan. Bedanya,
kepentingan itu kini jauh mengecil. Jauh lebih kecil dari diri kita.
Bahkan jauh lebih kecil dari hidup itu sendiri.

Oleh: Arvan Pradiansyah, managing director Institute for Leadership & Life
Management (ILM), dan penulis buku Life is Beautiful


Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2005032414072235:1517 ;          Thu, 24 Mar 2005 14:07:22 +0700
$MessageID: <3810-2200534247612602@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: taslim@indofood.co.id
Subject: Tanya Jawab dengan Quraish Shihab
PostedDate: 03/24/2005 02:06:12 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/24/2005 02:07:22 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:00 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:00 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 8B5EF310D6D5382447256FCE002720C5
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/24/2005 02:07:22 PM-03/24/2005 02:07:24 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/24/2005 02:07:24 PM

Allah Bersumpah dengan Namanya

Assalamu'alaikum wr wb,
Pak Quraish,
Terjemahan Alquran surat An Nahl ayat 63 berbunyi: "Demi Allah,
sesungguhnya kami telah mengutus (Rasul-rasul), kepada umat sebelum kamu,
lalu setan menjadikan kepada mereka memandang baik terhadap perbuatan
mereka (yang buruk), maka setan (mejadi) pemimpin mereka di hari itu dan
bagi mereka azab yang sangat pedih."
Mohon penjelasan Bapak tentang mengapa Allah bersumpah dengan atas nama
Tuhan?
Semoga keterangan Bapak dapat menentramkan hati saya. Terima kasih

Wassalamu'alaikum,
Hilal Badri

Sdr. Hilal,
Dalam Alquran Allah menggunakan nama atau sifat-Nya atau makhluk-Nya untuk
bersumpah. Pemilihan apa yang digunakan-Nya bersumpah itu disesuaikan
dengan kandungan atau tujuan sumpah-Nya. Ketika bersumpah tentang kerugian
semua manusia --kecuali yg beriman dan beramal shaleh--Allah bersumpah
dengan Wal Asher yang antara lain bermakna masa/waktu atau masa menjelang
terbenamnya matahari. Ini karena siapa yang menyia-nyiakan waktunya
pastilah rugi, dan waktu tidak dapat terganti, berbeda dengan yang rugi
harta. Disisi lain, biasanya kerugian baru sangat terasa pada akhir umur
seseorang menjelang terbenamnya matahari hidupnya.

Dalam QS. An-Nahl ayat 63, Allah bersumpah dengan menyebut diri-Nya dan
dengan menggunakan huruf ta' yakni Ta Allah. Pemilihan kata Allah karena
ayat sebelumnya berbicara tentang kaum musyrik yang menetapkan bagi Allah
apa yang mereka tidak sukai, dan lidah mereka mengucapkan kedustaan bahwa
sesungguhnya bagi merekalah kebaikan. Di sisi lain sikap kaum musyrik yang
disebut pada ayat yang lalu sangat aneh. Dan perlu diketahui bahwa huruf
ta' merupakan salah satu dari tiga huruf yang digunakan untuk bersumpah.
Hanya saja huruf ta' selalu digunakan bergandengan dengan kata Allah dan
digunakan untuk menggambarkan keanehan satu sikap. Dari sinilah maka
sumpah pada ayat 63 itu menggunakan kata Allah, karena Allah yang
dibicarakan sebelumnya, dan dia menggunakan huruf ta' untuk menggambarkan
keanhen itu.

Sikap dan ucapan kaum musyrik itu sungguh menyakitkan hati Nabi Muhammad
SAW. Maka ayat 63 di atas ini menenangkan dan menghibur beliau dengan
menegaskan bahwa Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul
Kami kepada umat-umat sebelummu, seperti kaum 'Ad, Tsamud, dan juga kepada
kaum Musa dan Isa as, sebagaimana Kami mengutusmu -- wahai Nabi Muhammd --
kepada umatmu. Tetapi, setan memperindah buat mereka yakni umat-umat
terdahulu itu perbuatan-perbuatan mereka yang buruk sebagaimana yang setan
lakukan juga kepada para pendurhaka umatmu. Maka setan menjadi pemimpin
mereka ketika itu, sebagaimana dia pun menjadi pemimpin kaum durhaka
kaummu di hari ini. Dan bagi mereka semua, setan dan para pendurhaka yang
dahulu, kini dan masa datang semuanya mendapat azab yang sangat pedih
kelak di hari kemudian.



---------------------

Donor Darah

Assalaamu 'alaikum wr wb,
Saya sudah pernah donor darah sebanyak empat kali, namun sampai sekarang
saya belum tahu hukumnya halal atau haram. Mohon penjelasan Ustadz.

Wassalam,
Dwijaya, Mampang

Mendonorkan darah merupakan salah satu amal kebajikan yang sangat terpuji.
Karena ia digunakan untuk menolong dan menyambung nyawa sesama manusia.
Allah memerintahkan kita untuk tolong menolong dalam kebajikan (QS
Al-Maidah [5]:2) dan menegaskan bahwa: ''Barangsiapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan
manusia semuanya.'' (QS Al-Maidah [5]:32).

Meniru Masjidil Haram

Assalaamu 'alaikum wr wb,
Demi mempersatukan umat, warga di desa kami sepakat untuk membangun masjid
bergaya arsitektur Masjidil Haram, Makkah lengkap dengan maktab, pasar
seng (warung serba ada/waserda), dan tempat parkir. Bolehkah kami
membangun masjid bergaya arsitektur Masjidil Haram?

Wassalam,
HM Isa Anwari BAH dan H Aziz Djamhur Badri Desa Pagerageung, Ciawi,
Tasikmalaya

Ajaran Islam tidak menyakralkan bentuk tertentu. Yang ditekankannya adalah
substansi sesuatu. Karena itu, mode pakaian misalnya diserahkan kepada
selera dan perkembangan budaya manusia. Yang dipentingkan dalam hal
pakaian adalah tertutupnya aurat dengan cara dan model apapun. Demikian
juga halnya dengan masjid. Yang ditekankan adalah arahnya dalam shalat
yakni ke Ka'bah. Bentuk Masjid al-Haram dewasa ini sungguh berbeda dengan
keadaannya pada masa Nabi Muhammad SAW.

Telah banyak perubahan. Ka'bah pun pada masa beliau tidak berselubung,
bahkan satu ketika pernah ditinggikan, walau dirobohkan lagi
ketinggiannya. Dengan demikian, tidak ada halangan membangun masjid di
manapun dengan bergaya arsitektur Masjidil Haram. Namun demikian, saya
ingatkan agar pembangunannya jangan mubazir/berlebih-lebih, atau
memaksakan diri membangunnya, atau memprioritaskan gaya dan keindah an
padahal ada selainnya yang lebih penting. Demikian Wa Allah A'lam.

------------------------------

Bersambung......


Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005032315195452:1152 ;          Wed, 23 Mar 2005 15:19:54 +0700
$MessageID: <3810-22005332381846315@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: taslim@indofood.co.id
Subject: Kepemimpinan : Sebuah Renungan Akhir Tahun
PostedDate: 03/23/2005 03:18:46 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/23/2005 03:19:55 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:00 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:00 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 50731B553226FA3D47256FCD002DC4DC
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/23/2005 03:19:55 PM-03/23/2005 03:19:56 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/23/2005 03:19:56 PM

Sebuah Renungan Akhir Tahun

Seorang pejabat keluar dari sebuah hotel mewah. Ia baru saja
menyelenggarakan seminar dan malam amal untuk mencari dana bagi anak-anak
miskin yang berkeliaran di jalan. Ketika akan masuk ke mobil mewahnya,
seorang anak jalanan mendekatinya dan merengek, ''Pak, minta uang
sekadarnya. Sudah dua hari saya tidak makan.'' Pejabat itu terkejut dan
melompat menjauhi anak itu. ''Dasar anak keparat yang tak tahu diri!''
teriaknya. ''Tak tahukah kamu bahwa sepanjang hari saya sudah bekerja
sangat keras untukmu?

Pembaca yang budiman, kalau Anda ingin melakukan renungan di penghujung
tahun ini, saya anjurkan Anda untuk merenungkan satu hal saja: ''Seberapa
besar tingkat kepedulian Anda kepada sesama?'' Dari skala 1 (sangat buruk)
sampai dengan 5 (sangat baik), dimanakah posisi Anda? Jawabannya tak perlu
Anda kemukakan, tapi cukup disimpan untuk diri Anda sendiri.

Mengapa saya menganjurkan Anda melakukan hal ini? Ini tak lain untuk
kepentingan diri Anda sendiri. Selama Anda masih berkutat dengan diri
sendiri, selama itu pula jiwa Anda tak akan pernah tumbuh. Kita hanya akan
mengalami transformasi yang luar biasa begitu kita mulai memikirkan orang
lain. Seorang pengarang, Joseph Campbell, mengatakan, ''Pada saat kita
berhenti berpikir tentang diri kita sendiri, kita sebenarnya tengah
mengalami perubahan hati nurani yang sungguh heroik.''

Hal ini mudah diucapkan tetapi amat sulit dilakukan. Para politisi kita
amat royal melontarkan kata-kata ''demi kepentingan rakyat.'' Seorang
pejabat yang mengaku paling dekat dengan wong cilik kenyataannya malah
menyakiti hati rakyat dengan tanpa malu-malu menghadiahkan dirinya sendiri
rumah senilai 20 miliar. Para politisi lain juga tanpa malu -malu
berlomba-lomba meluncurkan buku biografi politik yang dipenuhi kata-kata
''demi kepentingan rakyat.'' Buku-buku biografi semacam ini sebenarnya
merupakan ''pelecehan intelektual'' belaka. Kenyataannya, amat sulit bagi
kita menemukan kontribusi mereka bagi orang banyak.
Memikirkan orang lain memang sangat sulit dilakukan, apalagi di zaman
sekarang. Setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan yang tak
habis-habisnya. Namun sekadar memperhatikan diri Anda sendiri akan
menghasilkan kesulitan yang cukup serius dalam jangka panjang. Anda akan
mengalami hambatan dalam pertumbuhan spiritual Anda. Banyak orang yang
beranggapan bahwa hal ini adalah kewajiban. Mereka salah besar!
Memperhatikan orang lain adalah kebutuhan Anda untuk menikmati hidup yang
penuh makna. Memperhatikan orang lain adalah cara terbaik untuk mencapai
hakikat kemanusiaan yang sejati.

Seorang filsuf terkemuka pernah mengatakan, ''Manusia dilahirkan dalam
kondisi telanjang, dan ketika meninggal ia dibungkus kain kafan. Apakah
hanya itu keuntungan yang ia dapatkan sepanjang hidupnya?'' Sayangnya
dunia kita sekarang telah begitu materialistisnya, sehingga banyak orang
beranggapan bahwa perhatian tersebut bisa digantikan dengan uang. Padahal
walaupun uang memang penting, ia tak akan pernah dapat menggantikan
perhatian, pengertian, kehadiran dan kasih sayang.

Betapa banyak contoh yang bisa kita ambil dari kehidupan kita sehari-hari.
Banyak anak yang tumbuh tanpa perhatian yang semestinya dari orang tua
mereka. Banyak orang tua yang berdalih bahwa quality time jauh lebih
penting ketimbang quantity time. Padahal, kasih sayang dan pengertian
hanya akan terbina melalui proses yang perlahan-lahan dan membutuhkan
banyak waktu. Betapa banyak para profesional yang cukup puas dengan
memberikan sejumlah uang kepada orang tua mereka tanpa pernah mau tahu
mengenai keadaan mereka yang sesungguhnya. Orang-orang seperti ini telah
salah kaprah dalam memahami hidup seolah-olah segala sesuatunya bisa
dibeli dengan uang.

Kahlil Gibran pernah mengatakan, ''Bila engkau memberi dari hartamu, tiada
banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian
yang penuh arti.'' Memberi tidak harus bernuansa materi. Bahkan memberikan
perhatian sebenarnya jauh lebih berarti ketimbang memberikan materi yang
sifatnya amat terbatas.

Cara menunjukkan kepedulian kita adalah dengan mendengarkan. Seorang anak
pernah mengungkapkannya dengan sangat baik, ''Di masa pertumbuhanku,
ayahku selalu menghentikan apa yang sedang dia kerjakan dan mendengarkanku
saat aku begitu bersemangat menceritakan apa yang telah aku alami
seharian.'' Mendengarkan dengan benar adalah melupakan diri sendiri dan
memberikan perhatian lahir dan batin yang tulus. Dengan mendengarkan kita
dapat menangkap bukan hanya apa yang dikatakan tetapi juga apa yang
dirasakan.

Mendengarkan amat penting untuk bisa memberikan sesuatu yang benar-benar
dibutuhkan orang lain, bahkan sekalipun mereka tidak mengatakannya. Kahlil
Gibran pernah mengatakan, ''Adalah baik untuk memberi ketika diminta, tapi
jauh lebih baik lagi jika memberi tanpa harus diminta.''

Kepemimpinan
Oleh: Arvan Pradiansyah, direktur pengelola Institute for Leadership &
Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful
e-mail: arvan@ilm.co.id, kepemimpinan_probis@yahoo.com
faksimile: 021-7983623


Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2005032315180813:1094 ;          Wed, 23 Mar 2005 15:18:08 +0700
$MessageID: <3810-22005332381659952@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: taslim@indofood.co.id
Subject: Kepemimpinan : Tiga Syukur Setiap Hari
PostedDate: 03/23/2005 03:17:00 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/23/2005 03:18:08 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:00 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:00 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 26026388498A9E6347256FCD002D9B4A
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/23/2005 03:18:08 PM-03/23/2005 03:18:09 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/23/2005 03:18:09 PM

Tiga Syukur Setiap Hari

Seorang wanita yang baru saja meninggal ternyata merindukan kehidupan yang
baru saja ditinggalkannya. Ia berharap bisa ''mengunjungi'' kembali salah
satu hari yang ''tidak penting'' yang pernah terjadi dalam hidupnya.
Ketika harapannya dikabulkan, ia menyadari betapa selama ini ia menjalani
hidupnya tanpa rasa syukur, seakan-akan semua itu sudah selayaknya menjadi
miliknya.

Akhirnya kunjungannya itu menjadi beban berat yang tak tertanggungkan
olehnya. ''Saya tidak menyadari,'' katanya dengan penuh sesal, ''Semua
yang terjadi tak pernah kita sadari benar. Selamat tinggal, rumahku. suami
dan putri kesayanganku.... Ibu dan ayah.... Selamat tinggal detak jam
dinding dan bunga-bunga yang indah di pekarangan. Dan makanan dan kopi.
Dan baju-baju yang baru diseterika dan air mandi hangat .... dan saat-saat
tidur dan terjaga. Oh hidup, kau terlalu mengagumkan hingga orang tak
menyadari betapa mengagumkannya engkau.''

Itulah salah satu adegan yang cukup menyentuh dalam sebuah drama karya
Thornton Wilder - seorang pengarang Amerika -- berjudul Our Town. Wilder
nampaknya ingin mengingatkan kita untuk senantiasa menikmati hari dengan
penuh rasa syukur. Setiap hari sebetulnya adalah istimewa. Sayang, kita
sering tak menyadarinya karena ''mata'' kita tertutup. Melalui tulisan ini
saya ingin berbagi satu kiat untuk menikmati hidup yang indah. Saya
menyebutnya ''Tiga Syukur Setiap Hari.''

Kiat ini sangat sederhana dan dapat Anda terapkan mulai hari ini juga.
Menjelang tidur setiap malam, cobalah Anda cari tiga hal yang pantas Anda
syukuri hari ini sebagai rahmat dan anugerah dari Tuhan. Tiga hal saja.
Tidak sulit bukan?

Kalau kebetulan hari ini Anda mendapatkan berbagai ''kabar baik'' tentunya
tak sulit melakukannya. Tapi, bagaimana kalau hari ini berlalu dengan
berbagai kesulitan bahkan musibah: anak Anda sakit, dompet Anda hilang,
Anda baru dimarahi atasan, mobil Anda ditabrak orang, atau orang tua Anda
dirawat di rumah sakit. Kalau demikian apa yang harus kita syukuri?

Kalau pertanyaan itu yang Anda ajukan, nampaknya kita perlu memahami tiga
hal berikut. Pertama, bersyukur sebetulnya tidaklah hanya dapat kita
lakukan di saat senang, tetapi juga di saat susah. Kita perlu menyadari
bahwa setiap musibah selalu mengandung 'rahmat' yang terselubung. Musibah
adalah alat yang sangat ampuh untuk membuka mata kita pada banyaknya
kenikmatan yang telah kita lupakan.

Kedua, dalam menerima musibah kita perlu senantiasa bersyukur bahwa hal
itu tidaklah terlalu buruk. Falsafah Jawa mengenal istilah ''Masih
untung.'' Ini sebuah cara pandang yang sangat spiritual. Belum lama ini
anak saya yang berusia 3 tahun jatuh di kamar mandi sehingga kepalanya
harus dijahit di rumah sakit. Sudah tentu kami sekeluarga sangat sedih dan
prihatin. Tapi, malam itu saya masih bisa bersyukur karena ternyata luka
yang dialaminya tak terlalu parah dan akan membaik dalam beberapa hari ke
depan.

Paradigma ''Masih untung'' ini bukanlah sekadar untuk menghibur dan
menyenang-nyenangkan diri. Sikap ini didasari oleh keyakinan mendalam
bahwa Tuhan senantiasa melindungi kita. Bahwa rahmat selalu ada di sekitar
kita betapa pun kecilnya. Ini akan mengubah penolakan menjadi penerimaan,
kekacauan menjadi keteraturan, dan kekeruhan menjadi kejernihan. Lebih
dari itu hidup kita akan senantiasa diliputi perasaan penuh. Apapun yang
sudah kita miliki menjadi cukup, bahkan berlebih.

Ketiga, kita seringkali tak dapat menemukan hal-hal yang patut disyukuri
karena kita sering merasa bahwa sesuatu itu sudah semestinya terjadi.
Padahal, segala sesuatu tidak terjadi begitu saja. Semuanya karena rahmat
Tuhan. Mungkin Anda tidak merasa mendapatkan hal istimewa pada suatu hari.
Tapi, bukankah hari itu kita dan seluruh anggota keluarga sampai di rumah
dengan selamat? Bukankah kita masih bisa menikmati makanan yang lezat?
Bukankah jantung kita masih terus berdetak, nafas kita pun tak pernah
berhenti? Bukankah kita masih dapat melihat, mendengar, berjalan, dan
bekerja?

Hal-hal yang saya sebut di atas seringkali kita anggap sebagai sesuatu
yang remeh, dan terjadi begitu saja. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Coba Anda saksikan acara Tali Kasih yang dipandu Dewi Hughes di sebuah
televisi swasta. Anda akan sadar, bahkan mungkin sambil meneteskan air
mata menyaksikan betapa banyaknya orang yang tak dapat menikmati hal-hal
yang kita anggap remeh tadi. Menyaksikan acara-acara seperti ini akan
membuka mata hati kita akan betapa banyaknya rahmat yang sering kita
lupakan dalam hidup ini.

Pembaca yang budiman, mulai nanti malam cobalah kiat sederhana ini. ''Tiga
Syukur Setiap Hari'' akan mengubah cara pandang Anda terhadap hidup.
Dengan demikian Anda akan merasakan hidup yang begitu indah, penuh rahmat,
berkecukupan, dan berkelimpah-ruahan.

Kepemimpinan
Oleh: Arvan Pradiansyah, direktur pengelola Institute for Leadership &
Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful
e-mail: kepemimpinan_probis@yahoo.com
faksimile: 021-7983623

Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005032214515499:868 ;          Tue, 22 Mar 2005 14:51:54 +0700
$MessageID: <3810-22005322275045682@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: taslim@indofood.co.id
Subject: MQ : Titik Balik Perbaikan Diri
PostedDate: 03/22/2005 02:50:45 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/22/2005 02:51:55 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:00 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 176D7853F5504F4947256FCC002B34C7
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/22/2005 02:51:55 PM-03/22/2005 02:51:56 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/22/2005 02:51:56 PM

Titik Balik Perbaikan Diri

Sebagian saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara, tengah diuji dengan
musibah, kesedihan, dan kekurangan. Tapi tahukah bahwa ujian berupa
musibah yang menimpa mereka jauh lebih menyelamatkan dibanding ujian
berupa kenikmatan dan kesenangan? Tatkala kita berduka dengan bencana yang
menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara, sesungguhnya
ujian terbesar tatkala kita diberikan kemudahan, kelapangan, dan
kedudukan, dan semua itu tidak membuat kita ingat pada Allah Swt.

Hendaknya kita sadar bahwa hidup adalah lahan ujian, entah itu kesusahan
maupun kesenangan. Harta, pangkat, jabatan, dan popularitas tidak identik
dengan kemuliaan. Tidak sedikit orang yang kedudukannya meningkat, tapi
kezalimannya pun meningkat. Tidak sedikit orang yang kekuasaannya
meningkat, dan kejahatannya pun makin bertambah.

Momentum Arafah seharusnya mulai menyadarkan kita bahwa hidup adalah
ujian. Tidak berlalu sedetik pun hidup kita, kecuali di dalamnya terdapat
ujian.

Saudaraku, pulangnya kita ke Tanah Air selepas ibadah haji akan menjadi
ujian berat bagi kita. Bila sebelum berhaji kita berbuat salah, orang
masih memaklumi. Tapi bila setelah berhaji kita menjadi contoh buruk,
berarti kita telah menghinakan apa-apa yang telah dimuliakan Allah. Kalau
sepulang haji kita masih korup, dan mencuri, berarti kita telah menistakan
apa-apa yang telah diangkat Allah. Kalau sepulang haji masih berzina, maka
kita telah menistakan apa yang telah disucikan Allah. Kalau sepulang haji
kita masih berdusta, maka kita telah mengkufuri semua yang telah
dikaruniakan Allah.

Saudaraku, berkumpul di Arafah adalah saat-saat yang amat dirindukan orang
beriman. Dan alhamdulillah, kita sudah mendapatkannya, maka janganlah ia
disia-siakan. Kita tidak tahu apakah Allah akan mengizinkan kita kembali
ke tempat ini tahun depan. Yang pasti, tempat ini akan menjadi saksi kita
di akhirat kelak. Betapa orang-orang berlumur dosa seperti kita, telah
dijamu oleh Allah di tempat semulia Arafah ini.

Wukuf seharusnya menjadi titik balik dalam kehidupan kita. Bila kita
seorang kepala rumahtangga, maka jangan bangga memiliki keluarga. Karena
keluarga adalah cobaan. Jangan bangga memiliki anak, kalau kita tidak bisa
menjadi contoh yang baik bagi mereka. Wahai para suami, bertekadlah untuk
menjadi ayah bertanggung jawab. Sepulangnya dari tempat ini, berusahalah
agar anak-anak kita tahu siapa Tuhannya, tahu bagaimana hidup di jalan
Tuhannya. Kita harus bertanggung jawab akan hari akhir mereka.

Wahai para Muslimah, bertekadlah untuk menjadi hajjah yang mabrur. Jadilah
istri shalihah. Jadilah seperti Siti Khadijah, walau tubuhnya semakin tua
bahkan lebih tua dari suaminya; tapi cinta Nabi kepadanya tidak akan
lekang dimakan zaman, selalu dikenang kebaikannya. Begitu anggun dan mulia
akhlaknya, begitu cemerlang budi pekertinya. Jangan biarkan suami jadi
tergelincir, karena istri yang tidak shalihah, yang tidak menjadi sumber
ketenangan di rumah.

Jadilah sosok ibu yang di sayang anak-anak. Jangan biarkan anak lebih
betah dengan teman-temannya yang suka memperturutkan nafsu, karena kita
tidak tahu bagaimana menjadi ibu yang baik, bagaimana mengurus dan
membesarkan mereka. Tanggung jawab seorang Ibu tidak sekadar melahirkan,
tapi juga membimbing anak-anak selamat dunia akhirat. Karena itu, jadilah
ibu yang menjadi sumber kebanggan dan sumber keteladanan bagi suami dan
anak-anaknya.

Saudaraku,ketahuilah bahwa kesuksesan kita tidak dilihat dari banyaknya
pujian dari orang yang jauh dengan kita. Kesuksesan sebenarnya adalah
tatkala kita mendapatkan penghargaan dan limpahan cinta yang tulus dari
orang-orang yang dekat dengan kita. Apa artinya kita dipuji di masyarakat,
tapi kita tidak dihargai di rumah.

Semoga pula Allah menggolongkan kita menjadi anak-anak yang selalu berbuat
untuk membahagiakan orangtua kita. Bagaimana pun kita tidak akan pernah
bisa membalas kebaikan mereka. Maka, jadikanlah sisa usia kita, menjadi
saat yang paling bersungguh-sungguh dalam memuliakan mereka. Haji yang
mabrur adalah haji yang tahu bakti dan tahu balas budi.

Terakhir, kemuliaan di sisi Allah bukan dari apa yang kita miliki, tapi
dari nilai manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Sebaik-baik
manusia adalah mereka yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Haji
yang mabrur tidak dilihat dari seberapa banyak ia memiliki uang, tapi dari
seberapa banyak uang yang telah ia nafkahkan di jalan Allah. Haji yang
mabrur adalah haji yang selalu memberi manfaat bagi sebanyaknya orang.

Saudaraku, tidak ada amal yang kecil di hadapan Allah. Karena itu, selagi
ada waktu, muliakanlah orang-orang di sekitar kita. Berbuat baiklah
selalu; kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun, sehingga kita puas
berbuat kebaikan tatkala pulang menghadap Allah. Ingatlah, kita tidak akan
pulang membawa harta yang kita miliki. Kita akan pulang hanya dengan
membawa amal-amal yang telah kita lakukan. Wallahu a'lam bish-shawab.
(disarikan dari Khutbah Arafah Aa Gym 1425 H)
( KH Abdullah Gymnastiar )


Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005032214441167:654 ;          Tue, 22 Mar 2005 14:44:11 +0700
$MessageID: <3810-2200532227432376@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: taslim@indofood.co.id
Subject: MQ : Hikmah dari Bencana Aceh
PostedDate: 03/22/2005 02:43:02 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/22/2005 02:44:12 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:01 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: C860D3ED7850C2BA47256FCC002A7FCB
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/22/2005 02:44:12 PM-03/22/2005 02:44:12 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/22/2005 02:44:12 PM

Hikmah dari Bencana Aceh

Dan sesungguhnya Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan
sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Sesungguhnya kami
adalah kepunyaan Allah, dan kepada-Nya kami akan kembali." (QS Al Baqarah
[2]: 155-156)

Sudah merupakan janji Allah bahwa manusia akan ditimpa sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Tapi, di balik ujian
tersebut, Allah pun memberikan janji berupa kebahagiaan bagi orang-orang
yang menyikapi ujian tersebut dengan kesabaran. Siapakah mereka? Mereka
adalah umatnya yang dengan keyakinan penuh mengatakan: Innalillahi wa inna
ilaihi rajiiun, sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan akan kembali
kepada Allah.

Salah satu janji Allah tersebut, dalam skala besar telah menimpa
saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara pada 26 Desember 2004
lalu. Puluhan ribu orang meninggal tersapu air laut, ratusan ribu rumah
hancur, dan entah berapa jumlah kerugian material yang diderita. Karena
itu, sangat wajar bila kita berduka atas terjadinya bencana tersebut.
Walaupun demikian, jangan sampai peristiwa sedahsyat itu tidak membawa
perbaikan bagi diri dan masyarakat kita. Sangat rugi bila momentum seperti
itu lolos begitu saja.

Lalu, apa hikmah yang dapat kita ambil dari bencana Aceh tersebut dalam
konteks negara? Pertama, peristiwa ini adalah peringatan yang sangat keras
atas segala kesombongan yang kita lakukan. Sementara ini begitu mudahnya
kita merendahkan saudara-saudara kita, mengabaikan perintah Allah, atau
bangga dengan kemaksiatan. Padahal, di hadapan Allah SWT, manusia tidak
ada apa-apanya. Tidak ada yang namanya orang hebat, tidak berarti sedikit
pun kekuatan senjata, otot yang kuat, tatkala dihadapkan pada air yang
menjulang empat sampai sepuluh meter. Inilah saatnya hati kita luluh dan
menjadi orang yang tawadhu.

Kedua, selama ini kita selalu ribut, berselisih, dan saling bunuh antara
satu sama lain. Dengan peristiwa ini Allah mempersatukan kita semua.
Betapa tidak, semua elemen bangsa mengatakan hal yang sama, bahwa duka
Aceh adalah duka kita semua. Boleh jadi, di balik bencana Aceh ada
keberuntungan yang Allah tampakkan, yaitu bersatunya bangsa kita.

Ketiga, hampir setiap waktu kita menyaksikan lewat televisi korban-korban
yang bergelimpangan dan kerusakan yang sangat parah. Rasanya tidak ada
satu pun di antara kita yang tidak luluh hatinya menyaksikan semua itu,
sehingga banyak air mata yang tertumpah melihat kenyataan tersebut. Saya
yakin bahwa Allah SWT telah mendisain peristiwa ini agar nurani kita hidup
kembali.

Hikmah keempat adalah bahwa rakyat Aceh sudah sekian lama menderita,
karena peperangan dan konflik yang tak berkesudahan. Inilah kesempatan di
mana rakyat Aceh bisa merasakan kehangatan, perhatian, dan pengorbanan
saudara-saudara lainnya di Indonesia. Karena itu, semiskin apapun kita,
sangat layak bagi kita untuk memberikan sesuatu kepada saudara kita di
sana. Bila tak sanggup dengan harta, maka berikanlah tenaga, pikiran, atau
seungkap doa. Wallahu a'lam bish-shawab.
( KH Abdullah Gymnastiar )


Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005032113413072:358 ;          Mon, 21 Mar 2005 13:41:30 +0700
$MessageID: <3820-2200531216402286@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <otong_kartiman@indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: MQ : Meningkatkan Kualitas Keyakinan Diri
PostedDate: 03/21/2005 01:40:22 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/21/2005 01:41:31 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:01 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: otong_kartiman@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: A69EB605FB2CCE6947256FCB0024C29E
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/21/2005 01:41:31 PM-03/21/2005 01:41:31 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/21/2005 01:41:31 PM

Meningkatkan Kualitas Keyakinan Diri

"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan kepada-Ku untuk berbuat
zalim, dan mengharamkan pula kepada kalian perbuatan zalim. Karena itu,
janganlah kalian saling menganiaya diri kalian. Wahai hamba-Ku, kalian
seluruhnya sesat kecuali orang yang telah Aku beri hidayah. Karena itu,
mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya kalian akan Aku beri petunjuk, dengan
keyakinan bahwa Allah akan memberikan apa saja jika kita yakin memintanya,
tanpa sedikit pun keraguan dalam dirinya." (HR Muslim, Ibnu Hibban, dan
Hakim).

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia sedang menzalimi diri dan
penciptanya; Allah Azza wa Jalla. Ia terus meminta kesuksesan dan
kebahagiaan dalam hidup, tanpa disertai keyakinan bahwa Allah akan
memberikan apa yang dimintanya.

Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang yakin akan
pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan pula Allah akan
menolongnya. Seorang hamba yang yakin bahwa doanya akan dikabulkan, maka
Allah akan mengabulkan doa-doanya tersebut lebih dari yang ia minta.

Andaikan seorang ragu akan pertolongan Allah, dan lebih yakin akan
kemampuan diri atau pertolongan makhluk, maka yakinlah bahwa hidup orang
tersebut akan penuh dengan kekecewaan. Siapa saja yang hidupnya ingin
selalu dilindungi dan dimudahkan semua urusannya, namun ia tak pernah
bersungguh-sungguh meningkatkan mutu keyakinannya pada Allah, maka
keinginannya tersebut hanya angan-angan belaka.

Bagaimana cara kita meningkatkan keyakinan diri? Ada tiga tahapan yang
harus kita lewati dalam usaha meningkatkan kualitas keyakinan diri.
Pertama, 'ilmul yaqin. Yaitu meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu atau
pengetahuan. Misal, di Makah ada Kabah. Kita percaya saja karena teorinya
seperti itu.
Kedua, 'ainul yaqin. Yaitu keyakinan yang timbul karena kita telah
melihatnya dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah menunaikan ibadah
haji sangat yakin bahwa Kabah itu ada karena ia telah melihatnya.
Keyakinan karena melihat, kualitasnya akan lebih baik dibandingkan dengan
keyakinan karena ilmu.

Ketiga adalah haqqul yaqin. Orang yang telah haqqul yakin akan memiliki
keyakinan yang dalam dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan
nikmatnya thawaf, berdoa di Multazam, merasakan ijabahnya doa, akan
memiliki keyakinan yang jauh lebih mendalam dari dua keyakinan sebelumnya.
Inilah tingkat keyakinan tertinggi yang akan sulit diruntuhkan dan dicabut
dari hati orang yang memilikinya.

Cara meningkatkan kualitas keyakinan diri, sejatinya harus melalui proses
dan tahapan-tahapan, mulai dari 'ilmul yaqin, 'ainul yaqin, hingga haqqul
yakin.

Mengenal tingkat keyakinan diri
Semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Maka, rugilah orang-orang
yang hatinya bergantung pada selain Allah. Yakinlah, bahwa Allah adalah
Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Sayangnya, kita sering mengatakan bahwa
Allah itu Mahakaya, tapi kita sering takut tidak mendapatkan rezeki. Kita
tahu bahwa Allah itu Maha Menentukan segala sesuatu, yang Menciptakan
manusia berpasang-pasangan, tapi kita sering risau tidak mendapatkan
pasangan hidup. Bila demikian, kita masih berada dalam tingkat 'ainul
yaqin dan belum sampai ke tingkat haqqul yaqin.

Mengapa ada orang yang keluar dari Islam (murtad)? Sebabnya, keyakinan
yang ia miliki baru sebatas 'ilmul yaqin; sebatas tahu. Ternyata, yakin
kepada Allah hanya sebatas ilmu tidak cukup untuk membuat kita istikamah.
Keyakinan kita harus benar-benar meresap ke dalam sanubari. Cahaya
keyakinan yang tersimpan di dalam hati seorang hamba ternyata datang dari
khazanah kegaiban Allah Azza wa Jalla. Alam semesta ini terang benderang
karena cahaya dari benda-benda langit yang diciptakan-Nya. Sedangkan
cahaya yang menerangi hati manusia berasal dari cahaya Ilahi.

Ibnu Atha'illah dalam Hikam bertutur, "Nur yang tersimpan di dalam hati,
datang dari cahaya yang langsung dari khazanah-khazanah kegaiban. Nur yang
memancar dari panca indramu berasal dari ciptaan Allah; dan cahaya yang
memancar dari hatimu berasal dari sifat-sifat Allah".

Dengan demikian, keterbukaan hati dalam menerima cahaya inilah yang harus
selalu kita jaga. Mulailah kita usahakan untuk selalu dapat mengenal
hikmah di balik setiap kejadian. Jangan hanya melihat setiap kejadian
dengan mata lahir saja, tapi gunakan mata hati kita. Namun, mata hati
tidak akan berfungsi dengan baik, kalau selalu dikotori dengan kemaksiatan
dan dosa. Wallahu a'lam bish-shawab.
( KH Abdullah Gymnastiar )

Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005032113383836:334 ;          Mon, 21 Mar 2005 13:38:38 +0700
$MessageID: <3820-22005312163729718@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <otong_kartiman@indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 03/21/2005 01:37:29 PM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/21/2005 01:38:38 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:01 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: otong_kartiman@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: RESENSI : Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisas (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 896953D84FCD09D847256FCB00247F48
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/21/2005 01:38:38 PM-03/21/2005 01:38:39 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/21/2005 01:38:39 PM

ANEH, INTELEKTUAL MUSLIM DUKUNG KRISTENISASI (Resensi)
Oleh : Erros Jafar 31 Jan, 05 - 11:20 am

Siapa dia ?? Baca di Artikel 1001 Cara Kristenisasi
Judul Buku: Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi
Penulis: Hartono Ahmad Jaiz
Penerbit: Darul Haq Jakarta
Tebal: 249 hlm
Cetakan I, Juli 2004

Tokoh Islam men-dukung Kristenisasi? Aneh! Ungkapan seperti inilah yang
pertama kali terlontar ketika kita pertama kali mendengar judul bukunya.
Kedengarannya memang aneh dan janggal. Semestinya, tokoh Islam mendukung
dakwah Islam. Atau, sangat wajar bila yang mendukung Kristenisasi adalah
tokoh Kristen sendiri.

Tapi hal yang tidak wajar ini benar-benar terjadi, lengkap dengan fakta
dan datanya.

Seorang Kiai asal Cirebon kaliber nasional yang tersohor sebagai pengurus
pusat ormas Islam terbesar di Indonesia, mem-berikan kata pengantar pada
buku Kristiani yang ditulis oleh Bambang Noorsena, pendeta dari Kristen
Ortodoks Syria (KOS). KOS adalah sekte Kristen yang penampilan zahir-nya
seperti umat Islam. Dalam buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam, sang
Kiai asal Cirebon itu menyatakan bahwa Tauhid Islam dan Kristen itu tidak
memiliki perbedaan yang berarti (sama saja). Demikian petikan kutipannya:

―Dari ketiga macam tauhid di atas (tauhid ar-rububiyah, al-uluhiyah dan
asma` wa shifat), tauhid Kanisah Ortodoks Syria tidak memiliki perbedaan
yang berarti dengan Islam. Secara al-rububiyah, Kristen Ortodoks Syria
jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah.
Secara al-uluhiyah ia juga telah mengikrar­kan Laa ilaaha illallah: ―Tiada
tuhan (ilah) selain Allah,‖ sebagai ungkapan ketauhidan-nya. Sementara
dari sisi tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh
berbeda.... Walhasil, keyakinan Kristen Ortodoks Syria dengan Islam
(Sunni), walaupun berbeda dalam hal peribadatan (syari‘ah), pada
hakikatnya memiliki persamaan yang sangat sub-stansial dalam bidang
tauhid‖ (hlm. 163 & 166).

Pernyataan kiai ini sungguh aneh. Karena dalam buku yang sama, pada buku
yang sama, pada halaman 167-169 dilam-pir-kan kutipan credo Kristen
Ortodoks sebagai berikut:

―(Dan kami beriman kepada satu-satu-nya Tuhan [Rabb] yaitu Isa Almasih
[Yesus Kristus], Putra Allah Yang Tunggal, yang dilahir-kan dari Bapa
sebelum segala abad, Terang yang keluar dari sumber Terang, [firman] Allah
yang keluar dari [Wujud] Allah, dilahir-kan dan bukan dicipta-kan, yang
satu dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, yang melalui-Nya segala sesuatu
diciptakan. Untuk kita manusia dan demi kesela-matan kita, telah nuzul
dari surga.... dan dari perawan Maryam yang suci, ibunya Tuhan [walidatul
ilah]).‖

Kasus di atas adalah seba-gian kecil dari banyaknya jejak tokoh
intelektual Islam dalam Kristenisasi. Masih banyak para tokoh yang
terjerumus dalam Kristeni-sasi. Siapa saja para tokoh yang terjerumus
dalam proses Kristenisasi? Terlalu panjang bila ditampilkan di sini. Simak
langsung buku yang ditulis oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. Beliau adalah
penulis produktif yang spesialis membantah kesesatan sem-palan-sempalan
Islam.

Majalah Tabligh

Lihat Situs Bambang Noorsena di
http://www.iscs.or.id/modules.php?name=News&file=article&sid=28

Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 - jejak_tokoh_islam.jpg
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005031815143987:296 ;          Fri, 18 Mar 2005 15:14:39 +0700
$MessageID: <3820-22005351881325858@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <otong_kartiman@indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Artikel Sabili : ULAMA DIZALIMI, JANGAN PUASKAN ASING, BBM NAIK,
SERANGAN KRISTENISASI INTERNASIONAL
PostedDate: 03/18/2005 03:13:26 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/18/2005 03:14:40 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:01 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: otong_kartiman@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 2ADEF51A0681D22547256FC8002D49E9
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/18/2005 03:14:40 PM-03/18/2005 03:14:41 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/18/2005 03:14:41 PM

sabili - Telaah Utama

ULAMA DIZALIMI
Majelis hakim Pengadlian Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis dua
tahun enam bulan penjara kepada Ustadz Abu Bakar Ba‘asyir. Namun pembela
Ba‘asyir menilai dasar pemikiran hakim sangat lemah.

Waktu menunjukkan pukul 11.35 WIB. Dari pengeras suara yang memang sengaja
dipasang di luar gedung Auditorium Departemen Pertanian (Deptan), Ragunan,
Jakarta Selatan meluncur sebuah kalimat: dua tahun enam bulan. Mendengar
vonis hakim itu, spontan saja ribuan massa yang sejak pagi menanti putusan
hakim sambil menahan terik sang surya, memekikkan takbir seraya mengangkat
tangan. Lafadz takbir pun membahana di gedung milik pemerintah itu.

Kekecewaan nampak jelas dari raut wajah mereka. Ribuan massa pendukung
Ustadz Ba‘asyir jelas tak menerima Ustadz sepuh yang dikenal santun itu
harus memperpanjang masa ‗tinggal‘nya di penjara selama dua tahun enam
bulan, dipotong waktu penahanan. Sikap emosional memang sempat muncul,
namun sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi, sejumlah ustadz
menenangkan. Mereka pun kembali tenang seperti sediakala.

Setelah mendengar orasi beberapa ustadz yang dilanjutkan doa, massa
meninggalkan gedung Deptan dengan membawa lara, namun sedikit pun mereka
tidak melakukan kekerasan dan perusakan.

Kekecewaan ribuan massa itu wajar saja terjadi. Sebab sebelum hakim
menjatuhkan vonis, mereka yakin betul bahwa Ustadz Ba‘asyir tidak bersalah
dan majelis hakim akan membebaskannya.

Namun anggapan itu ternyata bertolak belakang dengan putusan majelis hakim
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel). Majelis hakim yang diketuai
Soedarto SH itu, menyatakan Ustadz Ba‘asyir terbukti melakukan tindak
pidana terkait peledakan bom Bali 12 Oktober 2002.
Hakim berpendapat, Ustadz Ba‘asyir telah melanggar dakwaan kedua lebih
subsidair karena secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana
pemufakatan jahat dengan sengaja, menimbulkan kebakaran atau ledakan yang
membahayakan nyawa orang lain dan menyebabkan matinya orang.

Sementara itu dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyangkut tindak
pidana perencanaan turut serta melakukan, menyuruh, melakukan pemufakatan
dan menyembunyikan informasi terhadap tindak pidana terorisme dalam kasus
peledakan bom Marriott, tidak terbukti. Dakwaan kedua primair dan
subsidair juga tidak terbukti. Dakwaan yang terbukti, yaitu dakwaan kedua
lebih subsidair pasal 187 jo pasal 187 ketiga KUHP.

Satu-satunya dasar majelis hakim saat membuktikan bahwa Ustadz Ba‘asyir
melakukan pemufakatan jahat dalam kasus bom Bali adalah adanya pertemuan
pada bulan Agustus 2002 antara Ba‘asyir, Amrozi dan Mubarok di rumah
Ustadz Ba‘asyir di Surakarta.

Saat pertemuan itu, Amrozi mengatakan, ‖Bagaimana kalau teman-teman
mengadakan acara di Bali.‖ Lalu jawaban Ustadz Ba‘asyir saat itu,‖
Terserah pada kalian yang tahu situasi di sana.‖

Majelis hakim berpendapat, setelah pertemuan itu, Amrozi dan Mubarok
ternyata ikut aksi peledakan bom Bali, bersama Noordin M Top dan Dr
Azahari, Imam Samudra, Mukhlas dan teman-temannya. Dari situlah majelis
hakim berpendapat bahwa pembicaraan antara Ustadz Ba‘asyir dan Amrozi
dianggap sebagai bentuk pemufakatan.

Palu godam hakim memang sudah diketuk. Vonis kepada Ustadz Ba‘asyir juga
sudah dikeluarkan majelis hakim. Namun pertemuan antara Ustadz Ba‘asyir
dan Amrozi di Surakarta yang dijadikan dasar majelis hakim memvonisnya,
justru disoal tim pengacara.

Adalah Mohammad Assegaf, salah seorang tim pembela Ustadz Ba‘asyir, yang
menyatakan kekecewaannya pada SABILI. Pengaitan Ustadz Ba‘asyir dengan
peledakan bom Bali, menurut Assegaf, menunjukkan bahwa majelis hakim tidak
konsisten dengan pikirannya sendiri. Selain tidak konsisten, dalam
beberapa kali persidangan sebelumnya, lanjut Assegaf, Ustadz Ba‘asyir
menyangkal keras adanya pertemuan dengan Amrozi tersebut.

Keterangan adanya pertemuan yang disangkal oleh Ustadz Ba‘asyir itu pun,
menurut Assegaf, tidak bisa dijadikan dasar hukum karena hanya datang dari
satu orang saksi saja. Selain samar-samar, kalimat yang disampaikan saksi
itu di persidangan juga tidak tegas karena kalimatnya mengambang. ―Masak
hakim memutuskan perkara berdasarkan keterangan satu orang saksi yang
kalimatnya mengambang. Ini tak masuk akal,‖ kata pengacara senior ini,
geram.

Kekecewaan terhadap vonis hakim juga datang dari kolega Assegaf di tim
pengacara Ba‘asyir, Mahendradatta. Pengacara yang kerap membela para
aktivis Islam ini bahkan mencurigai vonis majelis hakim itu sudah
disetting sejak awal untuk tujuan melegitimasi penahanan yang dilakukan
pihak kepolisian. ―Saya menduga demikian,‖ ujarnya, kecewa.

Ia pun heran karena yang dihadirkan majelis hakim malah Ali Imran dan
Mubarok, yang secara langsung tidak ada kaitannya dengan pertemuan antara
Ustadz Ba‘asyir dengan Amrozi. ―Berkali-kali, kami meminta Amrozi
dihadirkan ke persidangan sebagai saksi, namun selalu dicegah,‖ ujarnya.

Soal vonis dua tahun enam bulan, Mahendradatta punya analisa lain.
Menurutnya, hukuman dua tahun enam bulan sengaja diambil majelis hakim
agar pas dengan penahanan yang dilakukan polisi, jaksa dan pengadilan
sendiri. Agar keputusan nya masuk akal dan tidak bertentangan dengan UU
Antiterorisme, majelis hakim sengaja mendrop semua tuduhan yang terkait
dengan UU Antiterorisme. Apalagi di dalam UU Antiterorisme tersebut
hukuman minimal adalah tiga tahun.

―Master plan proyek ini adalah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, seperti
Australia dan lainnya. Pemerintah Indonesia sebagai pimpronya. Sementara
polisi, jaksa dan hakim hanyalah pelaksana harian,‖ kata Habib yang
organisasi di bawah kepemimpinanya, FPI, pernah dituding Barat sebagai
bagian dari teroris ini.

―Jika ulama dituduh teroris dan dizalimi, seperti Ustadz Ba‘asyir, bencana
akan datang. Jika ulama dizalimi, Allah tidak akan tinggal diam. Ane
yakin, Allah akan kirim tentara kepada siapa saja yang menzalimi ulama,‖
tegasnya, dengan logat Betawi yang khas.

Kekecewaan banyak pihak terhadap vonis hakim tentu saja beralasan,
terutama jika mencermati jalannya persidangan selama ini. Karena, tak
sedikit muncul berbagai kejanggalan saat persidangan. Misalnya, untuk
membuktikan Ba‘asyir sebagai Amir Jamaah Islamiyah (JI), hakim
mendatangkan saksi dari Malaysia: Nasir Abbas. Saksi yang disetting
memberatkan Ba‘asyir ini ternyata hanya mampu mengatakan bahwa Ustadz Abu
sebagai Amir JI itu pun adalah kata Hambali. Hambali, orang yang ditahan
oleh tentara AS di Yordan, mamang, tidak pernah dihadirkan ke pengadilan.

Dalam kesaksiannya, Nasir membantah tentang kehadiran Ustadz Ba‘asyir di
Kamp Hudaibiyah di Mindanao, Filipina Selatan pada 5 April 2000 juga tidak
terbukti. Sejumlah saksi yang dihadirkan ke pengadilan, seperti Mustofa,
Sutikno dan Ziyad yang juga menjadi panitia pelatihan militer di kamp
tersebut, membantah pula.

Kuatnya dugaan intervensi asing dalam persidangan Ba‘asyir malah datang
dari mantan penerjemah Deplu AS Fred Burks. Sebagai saksi yang langsung
didatangkan dari AS, Fred mengakui AS telah mengorder Ustadz Ba‘asyir ke
Presiden Megawati. Hal itu kata Fred, terjadi dalam sebuah pertemuan
sangat rahasia di kediaman Presiden Megawati tanggal 16 September 2002.

Kesaksian Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Syafi‘i Ma‘arif yang membocorkan
permintaan Duta Besar AS Ralph Boyce kepadanya untuk melobi petinggi MA
dan Kapolri agar tetap menahan Ba‘asyir, makin menambah kuat aroma
intervensi asing dalam kasus Ba‘asyir.

Belajar dari kasus ini, jika Indonesia mau menjadi bangsa yang berharkat,
bermartabat dan berkedaulatan, seyogianya pemerintah mempunyai itikad baik
dengan menolak segala intervensi asing. Di samping itu, pemerintah juga
semestinya menghormati para ulama karena ulama adalah pewaris para nabi.
Jika tidak ingin mendapat musibah, bencana dan azab, jangan zalimi ulama!

Rivai Hutapea

-----------------------

sabili - Telaah Khusus

SERANGAN KRISTENISASI INTERNASIONAL
Ribuan Muslim Iran dimurtadkan. Ikhwanul Muslimin di Mesir juga jadi
incaran Kristenisasi. Ancaman besar untuk umat Islam.

Seorang pastur di Iran, Hormoz Shariat, pertengahan tahun lalu, Juni 2004
mengeluarkan klaim yang sangat mengejutkan rakyat dan pemerintahan Iran.
Menurut Hormoz, hanya dalam hitungan dua tahun, dengan program Televisi
Satelit yang di-launching tahun 2000, sebanyak 50.000 rakyat Iran berhasil
dimurtadkan. Berpindah dari Muslim menjadi Kristen.

―Ini sukses besar. Sebab, sepanjang tahun 1830 sampai 1979, gerakan
misionaris harusnya mampu mengkristenkan 3.000 orang dari jumlah penduduk
Iran yang 50 juta,‖ ujar Hormoz dengan bangga.

Hormoz adalah seorang Iran asli yang menikah dengan perempuan asal
Amerika. Awalnya, perempuan Amerika bernama Donnel tersebut, memeluk Islam
saat ia bersama Hormoz di Iran pada tahun 1979. Tapi, tak lama setelah itu
keduanya berangkat ke Amerika. Dan di waktu yang sama, kekuatan Revolusi
Islam mulai menampakkan pamornya di negeri Persia itu.

Gejolak politik yang diwarnai oleh agama yang terjadi dinegaranya,
membuatnya mencari-cari jawaban atas sesuatu yang mengganjal hatinya. Dan
Bible menjadi satu diantara pelabuhan yang ia singgahi. Dan sejak itu,
Hormoz kian akrab dengan agama barunya.

Pada akhir 1980-an, Hormoz menyelesaikan studinya tentang agama baru yang
ia anut. Dan tahun 1988, ia mendirikan sebuah gereja. Tahun 1991,
diberitakan, Hormoz menarik 100 Muslim untuk murtad. Dan tahun 1997, ia
mulai merintis siaran agama Kristen di televisi lokal dengan durasi 30
menit. Dan tahun 2000, tiba-tiba, sebuah televisi satelit beroperasi di
Iran dan memungkinkan Hormoz bersiaran dalam bahasa Persia selama yang ia
inginkan. Dan kini, setiap pekan ia siaran selama delapan jam. Dari sana
pula ia mengklaim, 50.000 Muslim telah dimurtadkan dan masuk agama baru
mereka. Menjadi Kristen.

Kejadian di Iran, tepat seperti digambarkan Asywik Kolin Yanik, seorang
mantan petinggi dewan gereja untuk wilayah Afrika dan Timur Tengah.
Berbeda dengan Hormoz, Asywik yang kini memeluk dan menemukan kebenaran
dalam Islam, membeberkan strategi dan langkah-langkah gereja untuk menarik
sebesar-besarnya pengikut mereka. ―Pada prinsipnya ada dua hal yang akan
gereja lakukan. Pertama memurtadkan dan mengkristenkan, tentu saja dengan
berbagai cara. Kedua, menjauhkan agama Islam dari pemeluknya. Merusak
nilai-nilai Islam dan mengaburkan pengertiannya yang mulia,‖ tutur Asywik
seperti dikutip majalah berbahasa Arab, Al Mujtama, yang terbit di Kuwait,
beberapa waktu lalu.

Asywik menerangkan, agenda kerja gereja untuk tahun-tahun belakangan ini
memang fokus pada negara-negara Arab atau Islam, dan juga gerakan-gerakan
Islam yang dinilai sebagai rintangan paling besar bagi cita-cita gereja.
Agenda kerja tersebut menghalalkan berbagai cara, mulai dari menunggangi
isu perang dan kemanusiaan seperti yang terjadi di Afghanistan, Irak dan
juga Aceh.

Salah satu gerakan Islam yang menjadi incaran gerakan kristenisasi
internasional ini adalah, Ikhwanul Muslimin. Asywik Kolin Yanik mengakui,
pada tahun-tahun ia menjadi motor gerakan kristenisasi di Sudan dan
Afrika, ia menerima jutaan dolar untuk pembiayaan menyerang kader-kader
Ikhwanul Muslimin di Mesir. (Baca: Agenda Sapu Bersih untuk Ikhwah)

Selain program pemurtadan yang terang-terangan ini, ada gerakan lain yang
sebetulnya punya agenda yang sama, menjauhkan Muslim dari Islam. Dalam
catatan Abu Deedat, gerakan Kristenisasi mempunyai dua agenda dan harapan.
Target minimal dan target maksimal.

―Target minimal, paling tidak mereka ingin umat Islam tidak peduli pada
agamanya. Mereka tidak akan melarang Muslim shalat, tidak melarang berhaji
dan sebagainya. Tapi mereka, sekali-kali tidak akan membiarkan Muslim
menjadikan Islam sebagai ideologi dan tuntutan hidup kita!‖ terang Abu
Deedat yang paham betul seluk beluk gerakan Kristenisasi di Indonesia.

Sedangkan target maksimal, tentu perpindahan agama yang diharapkan. Selain
itu, ada variable target lain yang juga tak kalah bahayanya. Koalisi
Kristen dan Yahudi menghasilkan target yang lain itu. Perusakan moral,
rendahnya akhlak, tidak berbudi luhur dan rancunya pemikiran
generasi-generasi Islam adalah hal yang paling diinginkan.

Adian Husaini, pemikir muda yang sedang mendalami studi pemikiran Islam di
Malaysia didatangkan untuk memberi pemaparan atas ancaman liberalisasi
tersebut. Satu persatu, Adian yang juga duduk sebagai anggota komisi antar
umat beragama di Majelis Ulama Indonesia membeberkan betapa
pemikiran-pemikiran liberal telah merasuk jauh dalam tubuh umat dan
gerakan Islam.

Beberapa yang mendapat sorotan Adian adalah, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah
dan perguruan-perguruan tinggi Islam. Jamaah nampak serius mendengarkan
nama satu persatu seperti disebut Adian. Misalnya saja ada Abdurahman
Wahid di NU yang sudah cukup lama dikenal sebagai pengusung paham
liberalisme dalam Islam. Bahkan saat menjadi presiden, Abdurrahman Wahid
sempat menyampaikan pernyataan yang kontroversi tentang natal.

Kala itu, 27 Desember 1999, Gus Dur, begitu cucu pendiri NU ini disapa,
mengatakan, jika umat Islam percaya pada maulid sebagai hari kelahiran
Nabi Muhammad, sudah seharusnya pula umat Islam konsekuen dan mengakui 25
Desember sebagai hari natal, kehaliran Isa. Pesan terselubung dari
fenomena ini adalah pengakuan dan perayaan Natal merupakan pluralisme
agama.

Padahal, dalam tubuh umat kristiani sendiri, tentang 25 Desember sebagai
hari kelahiran Yesus Kristus masih menjadi perdebatan panjang hingga kini.
Misalnya saja Kristen Ortodoks Rusia yang menolak dan mengakui bahwa 7
Januari adalah kelahiran Isa Almasih. Ini belum lagi ditambah dengan
keterangan tentang 25 Desember sesungguhnya adalah peringatan atas dewa
matahari dari kaum pagan yang diadopsi Kristen untuk menarik kaum pagan
memeluk agama ini.

Masih di NU, tokoh lain yang begitu radikal dan militan mengusung paham
liberal adalah Ulil Absar Abdalla, Koordinator Jaringan Islam Liberal yang
juga pentolan Lakpesdam NU. Aksi terakhir yang terekam dari Ulil adalah
klaimnya bahwa tak ada hukum Tuhan. Dan penerapan syariat seperti Jilbab
adalah kepatutan umum yang tak ada kaitan sama sekali dengan Islam.

Di Muhammadiyah, Adian menyebut tokoh seperti Amin Abdullah punya peran
besar dalam gerakan ini. Dan ada pula Sukidi, yang menggawangi pusat
kajian pemikiran di Muhammadiyah yang berpendapat semua agama adalah sama.
Gerakan lain yang harus dirisaukan umat Islam, menurut Adian adalah,
gerilya pemikiran liberal ke lembaga pendidikan tinggi Islam dan
pesantren-pesantren di seluruh Indonesia. Salah satu ide dan pemikiran
yang sedang dijajakan adalah Metode Hermeneutika. Motede ini mereka sebut
metode yang seharusnya digunakan oleh kalangan pemikir Islam sebagai alat
untuk membedah dan menafsirkan al-Qur‘an.

Beberapa IAIN, sekarang banyak yang telah menjadi UIN, bahkan menjadikan
mata kuliah hermaneutika sebagai mata kuliah wajib untuk mahasiswanya.
Satu di antaranya adalah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,
Jakarta. Berbagai pesantren pun tak luput dari incaran dagangan
hermeneutika ini.

Salah satu ide dasar gagasan hermanuetika adalah, setiap Muslim harusnya
berposisi netral saat membedah dan menyikapi al-Qur‘an. Tak boleh
meyakini, apalagi mengimani al-Qur‘an sebagai kebenaran mutlak yang turun
dari Allah. Hanya dengan cara itulah, disebutkan oleh para pengasong ide
ini, seorang Muslim bisa obyektif membaca al-Qur‘an. Usaha mengritisi
al-Qur‘an pun besar-besar dilakukan. Mulai dari menggugat sejarah
penyusunan Mushaf Utsmani sampai dengan menyebut al-Qur‘an telah banyak
terkontaminasi.

Jika kini ada usaha menjadikan hermeneutika sebagai satu cara membedah al-
Qur‘an, maka tidak berlebihan gagasan ini adalah kepanjangan tangan dari
usaha-usaha Kristenisasi dan menghancurkan nilai-nilai Islam. Sama
berbahayanya dengan Kristenisasi, gerakan pemikiran seperti di atas juga
mengancam umat Islam. Ironisnya, para pelaku adalah saudara Muslim dan
tokoh-tokoh dari kalangan Islam sendiri dengan dukungan dana yang sangat
besar dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan Islam.

Jika Kristenisasi mencabut akidah dan memurtadkan kaum Muslim, maka
gerakan pemikiran liberal merusak dan menjauhkan Muslim dari agamanya,
Islam. Lewat jalur pemikiran dan juga lewat berbagai kajian. Semoga Allah
melindungi dan menjauhkan kita dari orang-orang yang sesat.

Herry Nurdi

---------------------------

sabili - Indonesia Kita

JANGAN PUASKAN ASING, BBM NAIK
Semua bilang berpihak pada rakyat, tapi justru rakyat juga yang pertama
mengeluh. DPR mengajukan hak angket. SBY akan bernasib seperti
pendahulunya, karena tak lagi didukung rakyat?

Begitu pemerintah berniat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) aksi
unjuk rasa dan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) berlomba jadi
pemberitaan. ―Berat sekali untuk rakyat kecil seperti saya, apalagi saya
sendirian menanggung tiga orang anak, suami sudah meninggal,‖ begitulah
keluhan Wagiyem, pemilik warung tegal di sekitar Otista.

Menteri Negara/Kepala Bappenas Sri Mulyani, membeberkan kompensasi
kenaikan harga BBM untuk masyarakat miskin. Tidak semua dari 60 juta
penduduk miskin di Indonesia bakal mendapat jatah. Prioritasnya untuk
kalangan prasejahtera. ―Memang tidak nyaman. Ini pilihan berat tapi
tepat,‖ ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan, kenaikan 29 persen ini, pemerintah masih
memsubsidi BBM sekitar Rp 39,8 trilyun. Untuk rakyat miskin pemerintah
mengalokasikan dana konpensasi Rp 17, 8 trilyun.

Pengamat ekonomi Revrisond Baswir turutmenolak kenaikan harga BBM.
Kebijakan itu hanya memuaskan investor asing yang ingin bermain di sektor
minyak.

Dengan prinsip ekonomi neo-liberal, membuka peluang bagi pemodal
mendirikan stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Indonesia.
―Pemain asing menolak masuk jika harga (BBM) tidak dinaikkan,‖ ungkap
Baswir.

Dalam pertemuannya dengan Presiden SBY, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid malah
mengatakan, BBM tak seharusnya naik. ―Cukup kembalikan uang rakyat yang
dikorupsi, perekonomian Indonesia akan beres,‖ kata Hidayat Nur Wahid.
Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil mengatakan, Sudah saatnya
kita memikirkan penggunaan energi alternatif. Kalau tidak ditemukan
cadangan baru, dalam 11 tahun lagi akan habis. Setelah itu, kita akan
menjadi importer. Sedangkan gas yang ditemukan sekarang itu masih 31 tahun
lagi. Daerah-daerah potensil minyak, semua sudah habis dibor.
Mengenai subsidi, tahun lalu mencapai Rp 74 trilyun, 82 % dinikmati oleh
orang kaya. Orang yang paling miskin merasakan BBM hanya 7 %, jadi sama
sekali tidak adil, demikian Sofyan Djalil.

Eman Mulyatman


Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from 10.126.30.29 ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005031815051916:271 ;          Fri, 18 Mar 2005 15:05:19 +0700
$MessageID: <3820-220053518845182@10.126.30.29>
Organization: Komunitas Muslim Indofood
From: "KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD" <otong_kartiman@indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 03/18/2005 03:04:05 PM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 03/18/2005 03:05:21 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:01 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: otong_kartiman@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: AS Dibalik Musibah Tsunami? Antara Ada Dan Tiada (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 547E59EEB69CB37F47256FC8002C6F60
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 03/18/2005 03:05:21 PM-03/18/2005 03:05:22 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 03/18/2005 03:05:22 PM

AS Dibalik Musibah Tsunami? Antara Ada Dan Tiada
Oleh : Redaksi 18 Mar, 05 - 6:30 am
image

Judul tulisan diatas mungkin terlihat sangat provokatif . Bahkan oleh
sebagian orang (mereka yang menolak teori konspirasi) pasti akan
menolaknya. Argumentasinya, tidak berdasarkan fakta, cenderung
mengada-ngada, terlalu meng-imajinasi, cenderung menyalahkan pihak luar
dan lari dari kenyataan (eskapis). Tetapi jika kita baca di banyak grup
diskusi di internet, sejumlah analisis bahwa Amerika berada dibalik
bencana Tsunami banyak bermunculan. Sebuah analisis yang mungkin bisa
membuat tertawa banyak orang.


Mencurigai AS

Di sebuah Tabloid nasional, dimuat sebuah pesan pendek (SMS) yang
dikirimkan oleh salah satu tokoh nasional yang sering juga berhubungan
dengan intel, tak lama setelah kedatangan tentara AS di perairan Aceh.
Bunyinya, ―Tsunami datang dan pergi. Paman Sam datang, dan tak akan pergi.
Selamat tinggal Serambi Mekkah, selamat datang Serambi Las Vegas‖.

Kedatangan tentara asing dalam jumlah ribuan, memang membuat rasa curiga
yang tinggi serta penolakan keras dikalangan masyarakat muslim Indonesia.
Maklumlah, jumlah tentara asing itu ribuan. Amerika Serikat saja, mengirim
tak kurang dari 17 ribu personelnya. Bahkan hampir setiap hari kapal induk
nuklir Amerika, USS Abraham Lincoln, menurunkan 7000 personel (jumlah ini
setara dengan seluruh jumlah personel Kopassus) ke daratan Aceh. Selain
itu, AS juga dikenal sebagai negara yang sering mempertontonkan kebiadaban
pada negara lain, khususnya kaum muslim. Oleh karena itu dalam Islam,
negara seperti ini terkategori ―kafir harbi muhariban fi‘lan‖ (negara
kafir yang harus diperangi disebabkan memerangi Islam).
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar sendiri pernah
mengungkapkan rasa syak wasangka itu. Syamsir menilai, personel militer
asing, terutama AS dan Australia, memanfaatkan kehadiran mereka untuk
kepentingan tertentu. ―Itu sudah pasti (ada kepentingan tertentu).
Alangkah bodohnya kalau tidak seperti itu‖ ujarnya pada Rapat Kerja dengan
Komisi I DPR 20 Januari. Sebelumnya, Amerika juga pernah beberapa kali
menginginkan dapat ikut mengontrol selat Malaka. Amerika beralasan, selat
ini adalah salah satu jalur subur bagi para teroris. Karena itu, mereka
memandang penting untuk ikut menempatkan armadanya di selat paling sibuk
di dunia itu. Keinginan Amerika ini ditolak Indonesia dan Malaysia. Adapun
Singapura cenderung menerimanya.

Karena itulah, rasa curiga bahwa Amerika dibalik musibah tsunami semakin
menguat. Salah satunya diungkapkan oleh media lokal India Daily Editorial
tanggal 29 Desember 2004, dengan memberikan pertanyan terbuka tentang
kejadian itu, ―Apakah ini merupakan pameran kekuatan suatu negara kepada
suatu daerah?‖

Memang, pertanyaan yang muncul kemudian adalah, sedemikian hebatkah negara
Paman Sam hingga mampu menciptakan ―kiamat kecil‖ ini ? Benarkah Wall
Street (New York) merupakan pemrakarsa bencana 26 Desember?

Untuk menjawab analisis ini, ada fakta-fakta berikut ini. Pertama,
mengenai letak epicentrum (pusat gempa pada permukaan bumi). Australia
merekam magnitudo dan posisi episentrum sesuai dengan yang ditentukan oleh
kantor Geofisika Jakarta, yaitu gempa berukuran 6,4 skala richter menimpa
utra pulau Sumatera. Titik gempa berada di 155 mil Selatan-Tenggara
provinsi Aceh.

Lokasi ini berbeda 250 mil dari posisi yang ditentukan oleh NOAA Amerika,
yang menyatakan bahwa episentrum berada di Barat daya Aceh. Mereka juga
mengatakan bahwa kekuatan gempa adalah 8,0 skala richter, dan kemudian
terus memperbaiki laporan dengan meningkatkan skala richter yang ada
menjadi 8,5 lalu 8,9 sampai akhirnya 9,0. Maka, keanehan pertama adalah
informasi oleh NOAA Amerika, yang tiba-tiba menemukan puncak gelombang
―fleksibel‖, yang bahkan jauh lebih besar dari yang dirasakan oleh
Jakarta. Padahal, Jakarta terletak jauh lebih dekat ke titik pusat gempa
dibandingkan AS.

Dalam catatan sejarah, tidak pernah ada yang namanya pusat gempa
―fleksibel‖, pada umumnya hanya akan ada satu titik gempa saja, itupun
akan tercatat oleh lusinan seismograf di Indonesia dan India. Kedua,
selain perbedaan yang begitu jauh dalam nilai skala richter, Indonesia dan
India juga mendapatkan keanehan lain. Di saat pusat gempa mulai bergetar
dan mengirimkan peringatan adanya gempa kepada semua seismograf dalam
bentuk gelombang transversal (tegak). Jika gelombang yang diterima oleh
seismograf adalah gelombang P, maka yang terjadi adalah gelombang akibat
gempa bawah tanah atau bawah laut. Nyatanya, gelombang P inilah yang
diterima oleh Indonesia dan India. Gelombang ini secara mengejutkan sangat
mirip dengan gelombang yang dihasilkan beberapa tahun lalu oleh senjata
nuklir skala besar dibawah tanah di Nevada Amerika.

Ketiga, adanya tanda dari India. India segera ―sadar‖ bahwa gempa ini
bukanlah gempa ―normal‖. Sehari setelah bencana, Senin 27 Desember 2004
mereka memutuskan untuk menolak bergabung dalam rencana Amerika yang akan
menarik semua kekuatan nuklir di Asia. Dan keesokan harinya pemerintah
India menyatakan tidak akan menerima bantuan dari Amerika sekaligus
meminta agar militer Amerika menjauhi wilayah kekuasaan India.

Keempat, Pada 27 Desember pagi, sehari setelah bencana, media Australia
(yang dimiliki oleh New York) menyatakan bahwa negara yang paling parah
terkena tsunami adalah Sri Langka, yang juga adalah anggota persemakmuran
Inggris, seperti Australia juga. Tim Costello, Kepala Yayasan dana amal
terbesar di Australia, segera mempersiapkan diri untuk menuju daerah
bencana sambil mengumpulkan bantuan. Sedangkan Little Jhony (orang kuat
Wall Street) melakukan tindakan berbeda, yang nampaknya diberitahukan
kepadanya melalui hubungan telepon pribadi. Dengan cara yang sangat
rahasia, Little Jhony mengirimkan dua Hercules RAAF yang dipenuhi dengan
suplai ke Malaysia, dalam posisi ―stand by‖ dan mengarahkan dua pesawat
lainnya ke Darwin Australia.

Yang aneh disini adalah, bahwa jika benar Little Jhony memiliki rasa
kemanusiaan, maka ia akan segera mengirim keempat pesawat itu ke Sri
Langka, tetapi nyatanya tidak. Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya
Little Jhony menunggu perintah khusus dari New York. Tak lama kemudian
setelah pesawat pengintai menyatakan bahwa landasan di Medan aman, maka
keempat pesawat Hercules RAAF lengkap dengan pasukan, senapan dan
perlengkapan lain segera ―menyerbu‖ Aceh. Perlu diingat bahwa ketika
keempat pesawat itu mendarat di Medan, publik Australia belum banyak yang
menyadari apa yang terjadi. Maka terlihat bahwa Jhony sedang membantu
atasannya untuk mempersiapkan Asia (Aceh) menjadi basis baru, setelah
rencana terhadap Iraq gagal total.

Tidak perlu diragukan lagi bahwa Australia hanyalah ―pasukan awal‖ yang
akan segera diikuti oleh militer AS yang lebih siap dan lebih lengkap
perlengkapannya. Dan terbukti, dalam sekejap Pentagon mengirimkan dua
kelompok tempur untuk segera berlayar hanya dengan modal pemberitahuan
mendadak dari Hong Kong dan Guam, padahal hari itu hari libur Natal dan
Tahun Baru. Sepertinya pasukan ini memang sudah disiagakan sejak awal.

Dari Hong Kong, bertolaklah kapal induk USS Abraham Lincoln. Dari Guam,
tak mau ketinggalan bertolaklah USS Bonhomme Richard (kapal angkut tempur
amphibi penuh dengan marinir yang dikenal dengan nama ―Expeditionary
Strike Group 5‖).

Semua skenario diatas, masih menurut analisis yang sama, adalah untuk
memaksakan agar Asia ―menyerah‖ dan supaya dapat mengamankan kontak besar
dalam usaha pembangunan ulang Aceh, yang paling mudah dilakukan adalah
membuat tsunami dengan target negara tertentu. Cara ini, pernah dirancang
baik oleh Rusia, Amerika untuk saling merebut kekuasaan di kota pesisir
mereka. Cara ini cukup efektif dan bersih, sehingga penyerang dapat segera
mengambil alih tanah dan bangunan yang tersisa dalam waktu singkat. Jika
semua sesuai rencana, maka Indonesia, Sri Langka kecuali India harus
berhutang sekali lagi kepada IMF dan Bank Dunia, untuk 30 tahun lagi.
Waktu yang cukup untuk menunggu harga minyak turun setelah kegagalan
besar-besaran di Irak.

Walhasil, AS dibelakang musibah tsunami ini memang antara ada dan tiada.
Namun, sebetulnya kita tidak mempersoalkan apakah musibah tsunami memang
ulah AS atau ―tsunami normal‖. Yang jelas, seluruh elemen masyarakat dan
pemerintah mesti selalu waspada terhadap kepentingan lain Amerika dan
negara asing. Apalagi, saat ini Indonesia, masuk sebagai negara target
operasi intelijen Amerika. (Oleh: Amin RH/hayatulislam.net)
----------------
Bersambung.....

Salam,
O K A R T I E
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ANDA MENERIMA EMAIL INI KARENA TERDAFTAR SEBAGAI MEMBER PADA SITUS
"KOMUNITAS MUSLIM INDOFOOD". NEWSLETTER INI DIKIRIM SEBAGAI SARANA DAKWAH
KITA. KALAU ADA WAKTU SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITUS "KOMUNITAS MUSLIM
INDOFOOD" DI http://10.126.30.132/muslim atau http://10.126.30.132/aceh
SEMOGA BERMANFAAT....
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 - tsunami-Xfile1.exe
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011915592782:272 ;          Wed, 19 Jan 2005 15:59:27 +0700
$MessageID: <380-2200513198585239@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Khutbah Idul Adha : BERTAUBAT DITENGAH PERINGATAN
PostedDate: 01/19/2005 03:58:05 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/19/2005 03:59:28 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:01 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:01 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 5B4E488CCF2CB6F747256F8E003163F4
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/19/2005 03:59:28 PM-01/19/2005 03:59:28 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/19/2005 03:59:28 PM

BERTAUBAT DITENGAH PERINGATAN

Laa tahzan Janganlah sedih (Don't be Sad)
walaa takhaaf... dan janganlah takut... Mengadulah Pada Kekasihmu...!

Saudara saudara kaum muslimin rahimakumullah
Allahu akbar, Allah Maha Besar, Tidak ada Tuhan selain Allah dan tiada
Dzat yang disembah kecuali hanya kepada NYA.

Alhamdulillah, kita panjatkan puji hanya kepada-Nya, Karena segala
keutamaan, kemuliaan dan kebaikan adalah milik-Nya. Selain Allah adalah
makhluq ciptaan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah Sang Maha
Pencitpta, Penguasa Alam semesta yang menggenggam segala makhluk
ciptaan-Nya. Tidak ada daya dan upaya melainkan semuanya hanya dari Allah.

Saudara saudara kaum muslimin rahimakumullah
Gema takbir yang menunjukkan keagungan Allah akan tetap abadi, dan akan
selalu nampak terbaca dan terasa pada setiap lembaran sejarah, tersurat
pada setiap fenomena yang bicara tanpa aksara dan kata kata, tetapi sarat
dengan makna, sekalipun orang orang kafir dan dzalim mengingkarinya.

Gema takbir akan merontokan pilar pilar keangkuhan dan menghancurkan stiap
bentuk kedzaliman. Kesombongan science dan teknologi ternyata tidak
berdaya berhadapan dengan percikan keagungan-Nya. Diakui atau tidak
kenyataannya memaksa dia tunduk dan bertekuk lutut mengakui betapa besar
dan agung kekuasaan-Nya.

Di hari Iedul Adha ini mari kita sejenak merenung terhadap berbagai
peristiwa dahsyat yang erjadi mengiringi awal abad milenium ketiga ini.

Di beberapa negeri, banyak gunung gunung meletus, lahar panas melindas apa
dan siapa saja tanpa ampun. Seolah olah manunjukkan kemurkaannya terhadap
manusia yang selalu membuat dosa.

Sementara di tempat lain, air bah melanda kampung, sawah dan ladang,
membawa korban jiwa dan harta. Bumi pun berkali kali bergoncang dengan
guncangan dahsyat yang hanya dengan hitungan detik saja mampu meluluh
lantakan apa dan siapa saja, termasuk kota kebanggaan pusat teknologi
rancang bangun anti gempa yang sangat dibanggakan pun pernah hancur luluh
dalam hitungan detik saja.

Kini gelombang laut Tsunamipun ikut menunjukkan kemurkaannya naik ke darat
hingga setinggi 5 sampai 30 meter kemudian menyeret,menghempaskan dan
menghancurkan apa saja yang ada di permukaan tanah. Seperti yang kita
saksikan beberapa pekan yang lalu di Aceh dan Sumatera Utara, bahkan
melanda Thaialnd, Srilangka, India, sampai ke Afrika.

Puluhan ribu mayat bergelimpangan menjadi korban dan entah berapa trilirun
harta benda hancur luluh di telan dan di gulung gelombang Tsunami. Kita
dibuatnya terperangah dan tak berdaya betapa dahsyatnya kuasa Allah.

Allahu Akbar!!

• INDONESIA MENANGIS, hiruk pikuk kota dan desa menjadi sunyi, tangis duka
menyayat nyayat hati, jerit tangis anak kehilangan ibu dan ayahnya, suami
kehilangan isteri dan seluruh keluarganya, pilu, sedih, ketakutan dan
histeris, mengharu biru menjadi satu.

• Bendera setengah tiang dikibarkan, do‘a dan ratapan, tangis duka penuh
harapan menggema, lagu-lagu sendu dan lantunan duka mengalun setiap waktu,
Ebit pun turut bersenandung :

― Mengapa di tanahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat
tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dengan dosa-dosa …‖


Astaghfirullahal ‗adzim, astaghfirullahal ‗adzim. . . . .

Saudara-sudaraku kaum muslimin rahimakumullah !

imageMungkin ada benarnya mengapa Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
menurunkan bencana ini. Ternyata memang benar, masih banyak prilaku kita
yang arogan, sombong dan maksiat. Agama ( Islam ) di tepiskan dan nafsu
yang di kedepankan, penumpahan darah antar sesama manusia terjadi setiap
saat, nyawa manusia menjadi sangat murah, perjudian, perampokan terjadi
dimana-mana, pemerasan dan penindasan terhadap yang lemah disana-sini.
Gelaktawa orang menari diatas penderitaan orang lain makin nyaring
terdengar. Sementara disisi lain kaum sekuler yang materialistic dan
hedonistic masih lantang menyuarakan tuntutan kebebasan, bebas dari norma
dan agama, akibatnya muncul budya urakan, pergaulan bebas ( free sex ),
berpakaian seronok mengumbar aurat setengah telanjang, alkohol dan narkoba
pun marak dikota dan didesa, pornografi dan pornoaksi seolah-olh menjadi
perangkat dan lambang kehidupan modern.

Belum lagi gaya hidup yang serakah dan tamak menjadi dorongan melakukan
tindakan tidak punya malu, anehnya justru di lakukan oleh petiggi Negara,
kalangan intelektual dan orang-orang ―terhormat‖yang sebenarnya sudah
lebih dari cukup, sehingga Indonesia kini punya julukan baru Negara
terkorup no 2 di dunia, dan kejahatan lain yang tidak mungkin di ungkap
satu persatu di sini.

Mungkin karena itu Allah menjadi murka kepada kita, berubi-ubi kita
dihantam bencana, silih bergani tidak ada henti-hentinya, masihkah
gelombang tsunami yang dahsyat ini belum menyadarkan kita semua untuk
segera bertobat? Apakah kita menunggu tsunami yang lebih dahsyat lagi,
yang akan menenggelamkan kita semua ? Na‘udzu billahi min dzalik !
Saudara-saudaraku kaum muslimin rahimakumullah !

Mari kita istighfar, jadikan pristiwa demi perisiwa, bencana demi bencana
menjadi pelajaran yang berharga bagi keselamatan kita semua dari murka
Allah subhanahu wata‘ala. Sekalipun kali ini bencana itu menimpa Aceh dan
Sumut tetapi hakikatnya adalah peringatan untuk kita semua bangsa
Indonesia dan bahkan peringatan untuk semua orang di muka bumi ini agar
tidak takabbur dan melakukan kedzaliman dengan semena-mena. Dan ingat
bencana , adzab yang berupa gempa, tsunami, badai dan sebagainya bisa
menimpa siapa saja, bagsa apapun di dunia ini, kapan saja bila Allah
menghendaki.

Tapi mengapa bencana itu menimpa Aceh yang di kenal dengan Negeri Serambi
Mekkah ? Kita mencoba menguak mesteri ini dengan mencari cari jawabannya,
mungkin perilaku masyarakat Aceh yang belum sesuai dengan namanya sebagai
negeri serambi Mekkah,mungkin masih banyak perilaku umatnya yang
menyimpang dari syareat agamanya, kemusyrikan misalnya,atau kemunafikan
dan kemaksiatan dan lain sebagainya. Tetapi yang jelas, jika Allah
menurunkan bencana, maka tidak hanya menimpa orang-orang yang jahat dan
dzolim saja, semua akan terkena, hanya Allah akan tetap membedakan dan
memisahkan berdasarkan kepada keadaan hati (iman) dan amalnya.

Maka bencana gelombang tsunami yang menimpa Aceh dan Sumatra Utara
mengandung hikmah antara lain :
a. Sebagai peringatan bagi yang hidup agar menjadi pelajaran supaya
manusia menjadi sadar dan kembali kepada ( ajaran ) Allah dengan
bertaubat, tunduk dan patuh pada kehendak Allah yakni melaksanakan syari‘
at Islam agamanya, menjauhi dan menghentikan segala kejahatan dan
kedzaliman yang membuat kerusakan di muka bumi.

b. Percepatan masuk ke dalam syurga bagi orang-orang yang beriman, ikhlas,
dan ridho kepada-Nya, orang-orang yang ahli ibadah, tulus hatinya dan baik
amalnya, karena mereka masuk dalam kategori syhuhada‘ yakni meninggal
karena benturan ( keruntuhan ) benda keras atau mati karena tenggelam.
Justru mereka lebih bahagia sebab telah dibebaskan dari carut-marut dan
kesusahan dunia. Dan suatu kemuliaan bagi mereka karena ketika maut datang
sebelumnya telah ditunjukkan kepadanya syurga yang indah penuh kebahagiaan
sebagai tempat kembalinya, sehingga mereka amat sangat gembiranya dan
bebas dari rasa takut. Kemudian mereka tidak merasakan sakit ketika di
cabut nyawanya kecuali hanya seperti di gigit semut belaka, kemudian
beserta tetesan darah pertama yang mengalir di ampuni dan diangkatlah
segala dosa-dosanya.

c. Merupakan ADZAB dan malapetaka bagi mereka yang kufur, sombong dan
dzalim, karena mereka telah disiksa terlebih dahulu sebelum mereka di
adzab didalam kubur dan di neraka.

d. Bagi mereka yang selamat tetapi mereka kehilangan orang-orang yang di
cintai, harta benda, dan lain-lain, semua tidak akan sia-sia di sisi
Allah, semua akan menjadi pembersih dari segala dosa dan dilimpahkan
pahala sesuai dengan duka dan derita yang dialaminya, mulia di sisi Allah
dan insya Allah semua yang hilang akan di ganti oleh Allah subhanahu wa ta‘
ala dengan ganti yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Tentu saja syaratnya bila mereka beriman dan ridho atas segala cobaan yang
menimpanya.

e. Peristiwa yang amat dahsyat itu menjadi ujian bagi kita sebagai sesama
muslim sejauh dimana kita memiliki kepekaan ukhuwwah ( solidaritas )
sesama muslim dan sekaligus membei kesempatan beramal dan berbuat untuk
menolong dan membantu saudara-saudara kita yang sedang di timpa musibah
tersebut. Semoga Allah memasukkan mereka yang syahid ke dalam syurga, di
terima amal baiknya dan di ampuni segala dosanya. Amin.



Terhadap mereka yang selamat semoga Allah memantapkan imannya, di tabahkan
hatinya dan segera menggatikan sesuatu yang hilang dengan yang lebih baik.
Amin ya robbal ‗alamin.

Saudara-saudaraku kaum muslimin rahimakumullah !

Melewati khutbah Idul Adha ini mari sejenak kita merenung dan tafakur,
kita mengevaluasi diri terhadap semua peristiwa yang terjadi hendaknya
menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga, khususnya kita sebagai umat
Islam yang belum dapat membuktikan bahwa Islam adalah agama yang
semestinya mampu memberikan kontribusi positif terhadap krisis peradaban.
Islam adalah agama yang bisa membawa arah dan corak kehidupan yang
rahmatan lil ‗alamin. Tetapi kenyataan masih terus -menerus di timpa
kerendhan dan kehinaan. Tentu saja ada yang tidak pas pada kita dalam
melaksanakannya.

Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah !

Sebenarnnya kita mempunyai aqidah dan qaidah hidup dengan prinsip-prinsip
hidup yang jelas. Islam agama yang di turunkan Allah untuk seluruh umat
dan segala bangsa, agama lngkap dan sempurna mencakup segala aspek hidup,
baik aqidah, ubudiyah maupun ijtima‘iyyah. Dan dalam hal ini Allah
memerintahkan agar kita melaksanakan Islam secara kaaffah (keseluruhan )
tidak sepotong-sepotong. Sebagaimana firman Nya;
Artinya ; ―Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.‖ ( Al-Baqarah : 208 )

Satu hal yang sangat prinsipil dan merupakan pilar tegaknya Islam telah
lama di tinggalkan yang menjadi sebab hilang sibghoh dan wijhah (warna dan
arah) yaitu sistem dan pola hidup ber jama‘ah dan ber imamah.

Aqidah yang kuat dan qaidah Islam yang benar pasti akan melahirkan pola
hidup berjama‘ah dan berimamah. Itu pola dan fitrah kita sebagai muslim,
teladan sunnah dan pola nubuwwah. Sistem dan pola yang telah ditempuh dan
dijalankan oleh para Anbiya dan Auliya.

Selama umat Islam di seluruh dunia idak merupakan umat jama‘ah dan imamah,
selama itu pula mereka hanya menjadi objek permainan orang, mutunya
lenyap, nilainya enteng, harga dirinya rendah, pribadinya murah !

Kaum anti Islam selalu beruaha sejak dulu agar umat Islam tidak bersatu,
dengan segala daya dan dana agar umat Islam tidak mewujudkan kesatuan jama‘
ah dan kesatuan imamah.

Mereka tidak rela jika Islam kuat dan bersatu, mereka ketakutan berlebihan
terhadap Islam, dengan ketakutan yang tidak beralasan sama sekali, mereka
terkena paranoid, seolah-olah bersatunya Islam akan mengancam terhadap
existensi mereka. Tentu ini pemikiran kerdil yang harus diluruskan sebab
besar dan bersatunya Islam dalam Jama‘ah Muslimin dan Imaam bagi mereka
bagai pohon besar yang akan menjadi tempat bernaung yang sejuk dan nyaman
bahkan akan memberikan konstribusi positif terhadap siapapun dan bangsa
manapun. (Baca QS. Al-Fath 29) Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi
alam semesta. Sebagaimana firman ALLAH ;
Artinya ; ―Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam..‖(QS. Al-Anbiya : 107)
Islam tidak pernah memaksakan kehendak bahkan Allah sendiri menegaskan ―La
ikraha fidin― tidak ada paksaan dalam beragama, ―Lakum dinukum waliyaddin―
.Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

Saudara-saudaraku,

Melewati khutbah Idul Adha ini, dengan semangat talbiyyah dan tauhid yang
sama, dengan kebersamaan pakaian ihrom yang sama, dengan putaran thawaf
yang sama dan semangat wukuf umat seluruh dunia yang beraneka warna kulit
dan bahasa membahana melantunkan dzikir dan pujian yang sama. Kita sadari
bahwa hal ini mengisyaratkan kita sebagai umat yang satu, satu aqidah satu
jama‘ah dan satu imamah.

Rasulullah shallallahu ‗laihi wasallam bersabda :
Artinya : ―Dari ibnu umar r.a. berkata, Umar bin khattab di jabiyah,
beliau berkata: ―Hai manusia sesungguhnya aku berdiri dihadapanmu
sebagaimana berdirinya Rasulullah berdiri di hadapan kami, beliau
bersabda; ―Wajib atas kamu berjama‘ah dan jauhilah firqah, karena
sesungguhnya syetan bersama orang yang menyendiri dan ia dari dua orang
lebih jauh. Barangsiapa yang ingin bertempat tinggal di dalam syurga maka
tetapilah Al-jama‘ah, barangsiapa yang kebaikannya menggembirakannya dan
kejahatannya menyusahkan ( hati ) nya, maka itu adalah mukmin.‖ ( H.R. At-
Tirmidzi IV/465-466 ).

Perjuangan besar untuk mengamalkan kembali jama‘ah dan imamah ini, hanya
bisa terlaksana dengan kekuatan bersama, kekuatan aqidah untuk berjuang
menyongsong masa depan umat yang gemilang dan cemerlang.

Hanya dengan mengikhlaskan niat dan tekad serta semangat berjuang, mari
kita bergerak maju dengan derap langkah yang sama, satu aqidah dan satu
qaidah dengan satu jama‘ah dan imamah kita tegakkan bersama kalimah Allah
di muka bumi ini. Sebab hanya dengan wahyu ALLAH Ta‘ala bumi dan kehidupan
ini akan menjadi barokah.

Saudara-saudaraku,

Mari dengan aqidah dan semangat ukhuwwah, kita selesaikan bersama berbagai
problema dan masalah umat.
Mari kita akhiri hidup berpecah-belah dan berfirqah-firqah, kita sudahi
hidup tanazu‘ dan tafarruq karena hanya akan menjadikan kita menjadi
lemah, hina dan tak berdaya.

Mari dengan semangat berqorban kita berjuang dan kita bina hidup berjama‘
ah dan berimamah sesuai dengan teladan sunnah dan khiththah nubuwwah.

Mari kita satukan barisan, luruskan shaf. Dan dengan Al-qur‘an kita
buktikan bahwa Islam mampu memberi jawaban dan solusi terhadap krisis
peradaban yang sedang melanda umat manusia di abad ini!

Kaum muslimin dan muslimat sekalian
Mari kita panjatkan do‘a dan munajat pada Allah swt dengan segala
kerendahan hati.

Wahai Tuhan kami

Tiada seorangpun jua dapat bersukur semesinya kepada-Mu, sebab kebaikan-Mu
tidak terbatas.

Tiada seorangpun jua dapat thaat setimpal dengan haq-Mu, meskipun sepenuh
kekuatannya ia melakukan kehaatan itu.
Apabila Engkau memeberikan ridlo dan maghfirah dan ridlo Engkau kepada
seseorang, yang demikian itu hanyalah semata mata karunia-Mu belaka.

Karena karunia-Mu sajalah Engkau memberi pahala kepada hamnba-Mu yang tha‘
at.

Yang demikian itu karena Engkau Tuhan Maha Pemurah dan Maha Pengampun.

Seluruh isi alam ini mengakui dan merasakan keadilan dan nikmat karunia-Mu.

Seandainya tidak ada setan menggoda, maka tidak akan ada pendurhaka di
muka bumi ini.

Jika tidak ada penguasa durjana dan orang-orang dzalim di atas bumi
Engkau, sudah lama bani Adam ini hidup bahagia dan bercahaya.

Jelas kemurahan Engkau terhadap orang orang yang that maupun orang orang
yang durhaka.

Kepada orang orang ynag that Kau beri pahala berlipat ganda, padahal tiada
berjasa.

Kepada orang orang yang durhaka Kau beri tempo , padahal tiada berhak.
Pahala besar Engkau berikan kepada 0rang orang yang thaat untuk amal tak
berarti, justru dikala ia masih banyak berutang karena karunia-Mu melimpah
ruah.

Orang orang durhaka tiada kau balas serta merta, Kau beri dia tempo untuk
taubat dan kembali tha‘at.

Siapa gerangan lebih pemurah dari pada Engkau, wahai Tuhan Ghafurur Rahim!

Siapa gerangan yang lebih celaka daripada manusia durhaka, meski luas dan
besar kemurahan-Mu sekalipun. Tidak, tidak seorang pun jua.

Hanya kebaikan dan keadilan sajalah daripada-Mu, rahmat dan sejahtera
daripada-Mu, limpahkanlah kiranya ya Allah kepada Muhammad dan umatnya.

Berilah kami apa yang kami cita citakan, perkuatlah hidayah Mu kepada
kami, sehingga tercapai kiranya keridaan –Mu, ya Allah Maha Pemurah dan
Maha Penyayang.

Berilah kami izzah, inayah dan hidayah.

Buatlah kami ini menjadi umat jamaah dan imaamah karena kesatuan aqidah.

Kepada Engkau sajalah kami mempercayakan diri kami.

Jangan Engkau membiarkan kami berjalan sendiri, dan lindungilah kami agar
tidak menjadi umpan prmainan musuh-musuh Engkau.

Wahai Tuhan kami !

Kepada Engkau sajalah Umat ini mengadukan kelemahan dirinya, dan tak
adanya harga mereka dalam pandangan manusia, wahai Tuhan Yang Maha
Penyayang dari segala yang kasih sayang.

Wahai Tuhan kami !

Engkau adalah Tuhan dari kaum yang lemah, Tuhan bagi manusia yang
tertindas dibumi. Engkau adalah Tuhan kami, pelindung dan pembela kami
dunia dan akhirat.

Kepada siapa Engkau hendak menyerahkan diri kami ?
Apakah kepada kaum yang penuh dendam dan benci kepada kami, yang hendak
melemparkan kami ke lembah kemusuhan dan kehancuran ?

Wahai Tuhan kami !

Jika ujian dan derita ini bukan karena murka-Mu kepada kami, legalah hati
kami dan lapanglah dada kami.

Cukuplah iu unuk menguatkan jiwa kami dalam menahan ujian dan
menanggungkan penderitaan ini.

Jika Engkau murka kepada kami, kami insaf, bahwa kemurkan Engkau adalah
karena kesalahan kami. Tidak ada jalan dan pilihan bagi kami, hanya
bertaubat kembali kepada Engkau, kecuali kembali mngharapkan ampunan,
gelimang sayang dan curahan kasih dari pada Engkau semata.

Kami berlindung kepada nur-wajah Engkau Yang Maha Karim, yang menyinari
langit dan bumi dan memecahkan kegelapan demi kegelapan, dan memperbaiki
segala urusan kami didunia dan diakhirat.

Semoga engkau tidak murka kepada kami, mudah-mudahan Engkau tidak memarahi
kami.

Hanyalah kepada Engkau kami menyerahkan segala cacat dan cela diri kami,
sehingga Engkau berkenan mnerima kami dalam pangkuan ridho-Mu.

Kalau tidak kepada Engkau O Tuhan kepada siapa lagi kami hendak mengadukan
nasib kami !

Kalau tidak kepada Engkau ya Ilaahy, kepada siapa lagi kami hendak
memulangkan urusan ini !

Kalau tidak kepada Engkau wahai Rabby, kepada siapa lagi kami hendak
memulangkan persoalan kami !

Rabbana, wahai Tuhan kami, ini Umat Tauhid datang menghadap kepada-Mu.
Kaki yang lemah dan muka yang penuh dosa dan noda ini hendak datang juga
mendekati Engkau.

Bukalah pintu maghfirah dan ampunan engkau karena kami hendak masuk
kedalamnya.

Masukkanlah kami kedalam hidayat-Mu, gelimangilah kami dengan kasih
sayang-Mu, curahilah kami dengan kasih-Mu !

Lepaskan kami ke tengah dunia sebagai ummat yang beraqidah, berjama,ah,
dan berimamah yang Engkau ridhoi.

Berikan kami ruang hidup yang bebas di dunia ini guna menegakkan
kalimah-Mu.

Kami yang miskin dan papa ini, hari ini sujud berlutut di bawah duli
kebesaran Engkau, mohon di terima menjadi hamba yang Engkau rahmati dengan
perkenan ridho-Mu.

Tidak ada daya dan upaya, tak ada tenaga dan kekuatan, hanyalah datangnya
dari pada Engkau jua.
Wahai Tuhan kami !

Jangan Engkau menurunkan siksa dan bencana karena kelalaian dan kealpaan
kami.

Jangan Engkau menimpakan adzab dan hukuman seperti yang pernah Engkau
turun-turunkan kepada Ummat yang terdahulu. Ampunilah segala dosa kami. Ma‘
afkanlah kami , santunilah kami. Engkau adalah Tuhan dan Penolong
kami.Tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir itu.Amin ya Rabbal ‗Alamin.



Assalamu‘laikum Warahmatullahi wa barakatuhu
Cileungsi, 08 Dzulhijjah 1425 H

20 Januairi 2005 M


Majlis Dakwah Pusat
Jama‘ah Muslimin (Hizbullah)
Jl. Pondok Pesantren ―Al-Fatah‖ Pasirangin 1 Rt/Rw: 02/05 PO Box 28
Cileungsi 16820 Bogor, Jawa Barat
Telp/Fax : (021) 82498932, http://www.khilafah.or.id e-mail:
wahyuis@plasa.com

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011915560749:172 ;          Wed, 19 Jan 2005 15:56:07 +0700
$MessageID: <380-22005131985445112@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Muhasabah : IBLIS
PostedDate: 01/19/2005 03:54:45 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/19/2005 03:56:08 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 01E11508C4A118DE47256F8E003115A0
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/19/2005 03:56:08 PM-01/19/2005 03:56:09 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/19/2005 03:56:09 PM

Muhasabah

IBLIS
Ternyata, sebagai bangsa, kita masih gagal memahami makna solidaritas,
kepedulian dan kemanusiaan. Banyak di antara kita yang tak cukup sensitif
dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera
Utara. Itu terjadi, khususnya menjelang tutup tahun 2004 lalu, dimana
sejumlah kalangan mendesak pemerintah agar melarang pesta perayaan tahun
baru. Malaysia yang jumlah korban gempa tsunaminya ‗hanya‘ sekitar 60
orang, perdana menterinya tegas melarang pesta tahun baru.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono tak melarang, cuma
mengimbau agar perayaan itu dilakukan untuk penggalangan dana. Padahal
jumlah korbannya terbesar dan hingga hari ini belum diketahui angka
pastinya.

Di Surabaya, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo prihatin saat warganya
merayakan tahun baru dalam suasana hura-hura. Dengan menggunakan mobil dan
motor, sebagian warga melakukan arak-arakan di sepanjang jalan utama kota
Surabaya. Mesin sepeda motor meraung-raung, saring knalpot sengaja
dilepas, lalu beratraksi di atas motor tanpa helm. Kondisi ini dibuat
makin ramai oleh panggung hiburan yang berlangsung di beberapa tempat di
Kota Pahlawan itu. Tak ada suasana prihatin. Tak punya rasa kemanusiaan.

Suasana Surabaya tak jauh beda dengan di Yogya. Di beberapa sudut kota,
sejumlah panggung musik digelar. Di Yogja Expo Center, misalnya, sejak
pukul 21.00 WIB (Jumat, 31/12) telah dipadati pengunjung. Tak
tanggung-tanggung, panggung ini menampilkan 100 band Yogya. Sekitar 5000
pengunjung larut dalam hura-hura.

Di Bandung setali tiga uang. Imbauan walikotanya untuk tidak
menyelenggarakan acara tahun baru tak digubris warganya. Tempat hiburan,
hotel dan warga tetap berpesta pora. Aksi orasi peduli Aceh yang dilakukan
Keluarga Mahasiswa ITB di kawasan Dago, kalah ramai dengan pesta
hura-hura. Imbauan tak mempan. Protes tak didengar. Jingkrak-jingkrak dan
pesta pora tetap berlangsung. Musibah Aceh dan Sumut terpinggirkan.

Di Bali, dengan dalih sudah dirancang sejak beberapa bulan lalu, beberapa
hotel tetap menggelar pesta tahun baru. Harga tiketnya Rp 1.485.000!

Di Jakarta, meski pesta kembang api di Ancol dilarang, tapi panggung musik
tetap berlangsung dengan bumbu jingkrak-jingkrak. Ternyata kembang api
masih menyala. Gubernur Sutiyoso ikut meniup terompet.

Perayaan tahun baru yang digelar sebuah stasiun televisi swasta di Hotel
Grand Hyatt pun tetap diwarnai aksi tiup terompet. Padahal, sang MC, Nico
Siahaan, meminta hadirin tak meniup terompet. ―Kita ingin menunjukkan
keprihatinan kepada saudara-saudara kita di Aceh.‖ Tapi peringatan
tersebut tak digubris. Sebagian besar hadirin yang membawa terompet justru
meniupkan terompetnya dengan kencang. Bahkan, saat Tamara, yang juga
menjadi MC, meminta pengunjung hening sejenak untuk menghormati korban
bencana Aceh, hadirin tetap tak peduli.

Di Semarang, pesta pora tahun baru malah mendapat support pemkot. ―Berapa
banyak dana yang dihabiskan untuk membangun panggung, mengundang grup
musik dan para penyanyi. Pemerintah Kota sangat tidak empatik terhadap
bencana Aceh,‖ ujar Humas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Semarang
sebagaimana dikutip detikcom, (31/12). Menurutnya, semestinya pemerintah
mengimbau warganya untuk introspeksi diri, bukan malah memfasilitasi
warganya untuk berpesta di tengah musibah yang diderita warga Aceh dan
sekitarnya.

Permintaan sejumlah elemen masyarakat agar perayaan tahun baru dibatalkan,
diabaikan pemerintah. Dengan dalih acara sudah dirancang dan dana sudah
dikeluarkan, Menteri Budaya dan Pariwisata mengimbau pihak penyelenggara
tetap melaksanakan perayaan tahun baru, dengan catatan menyelipkan doa
untuk Aceh.

Amien Rais, Pjs Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring, Pengasuh Ponpes Daarut
Tauhiid Aa Gym dan seniman Jajang C Noer, termasuk yang meminta agar
perayaan malam pergantian tahun dibatalkan. Amien meminta pemerintah
mengeluarkan instruksi khusus agar melarang perayaan di tempat terbuka.
Jajang lebih lugas lagi. ―Jangan dirayakan,‖ katanya. ―Tidak usah
dilakukan perayaan malam tahun baru. Saya saja yang doyan dansa sangat
nggak pingin. Apa yang ada sekarang ini menunjukkan bahwa kita tidak punya
sense of crisis. Kita tidak punya hati. Saya sudah nggak bisa ngomong
apa-apa lagi,‖ tambah Jajang, jengkel.

Saat berada di Banda Aceh, Aa Gym meminta agar kita memperhatikan
saudara-saudara kita yang sedang kesusahan. ―Tolong, saudara-saudara kita
di sini sedang kesusahan. Kalau ada yang menari di atas penderitaan
saudara kita, itu berarti bukan manusia, tapi iblis,‖ kata Aa Gym. Mengapa
iblis?

Iblis adalah sosok makhluk aba was takbara (pembangkang dan sombong).
Mirip dengan kelompok yang tak peduli alias membangkang, sehingga acara
pesta tahun baru tetap diadakan. Padahal semestinya, tanpa dilarang pun,
semua orang sadar untuk tidak berpesta tahun baru. Itu artinya, watak dan
karakter iblis tetap bercokol dalam jiwa mereka yang tak tahan tanpa pesta.

Orang yang membangkang dan enggan taat tak pernah peduli, tak punya rasa
sensitif. Sudah dilarang, tetap melakukan. Apalagi jika tidak dilarang.
Itu sombong! Karena, sombong menurut Rasulullah saw, adalah batharul haq
wa ghamthun-naas—menolak kebenaran dan meremehkan orang lain (HR Muslim).

Iblis merasa dirinya paling segalanya, karena dijadikan dari api. Lalu ia
menganggap remeh Adam alaihissalam lantaran diciptakan dari tanah. Fir‘aun
menganggap dirinya tuhan (ana rabbakumul a‘la—aku adalah tuhanmu yang
paling tinggi), lalu bertindak kasar dan merendahkan manusia.

Jadi, orang-orang yang menolak kebenaran selalu menyimpan watak
merendahkan sesama. Mereka sangat minim, bahkan mungkin tidak memiliki
rasa kepedulian terhadap penderitaan orang lain. Kalaupun itu ada—ini yang
lebih parah—hanya sekadar agar enak dilihat oleh orang lain. Pura-pura.

Merayakan tahun baru, justru di saat jutaan saudara-saudara kita tengah
tertimpa bencana, merupakan potret kerapuhan kemanusiaan yang dimiliki
bangsa ini. Jika tak mampu bersimpati—apalagi empati—setidaknya ikut
prihatin. Jika kematian ratusan ribu jiwa, gempa, badai tsunami yang
dahsyat, tangisan korban dan keluarganya, tak lagi mampu menggelitik
nurani kita, lantas makhluk seperti apakah kita ini?

M.U. Salman

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011509573751:993 ;          Sat, 15 Jan 2005 09:57:37 +0700
$MessageID: <380-22005161525614655@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 01/15/2005 09:56:14 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/15/2005 09:57:39 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Anthony Charles George Herbert jews Walker's Bush (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 84B4B593E946D58047256F8A001043AD
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/15/2005 09:57:39 AM-01/15/2005 09:57:40 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/15/2005 09:57:40 AM

Anthony Charles George Herbert jews Walker's Bush

―Mereka (kaum Muslim) dengki kepada kita karena dengki dengan peradaban,
pola kehidupan, kebebasan, dan demokrasi kita.‖

Kiranya perlu saya ulang kembali Benyamin Franklin bekas imagePresiden
Amerika dalam suatu pidatonya di hadapan Konggres Amerika, mengingatkan
para pendiri negara AS sebagai berikut ;
―Dulu, orang-orang yahudi masuk ke negeri ini sebagai imigran dekil.
Kemudian mereka menguasai potensi-potensi alam kita. Sekarang, mereka
begitu sombong kepada kita dengan memonopoli kekayaan alam kita. Mereka
adalah iblis-iblis jahannam dan kelelawar penghisap darah rakyat Amerika.
Tuan-tuan, usir gembel laknat itu dari negeri ini sebelum terlambat, demi
melindungi kepentingan rakyat kita dan generasi medatang.

Kalau tidak Tuan-tuan akan melihat dalam satu abad mendatang mereka akan
menjadi tantangan yang lebih besar daripada apa yang sekarang ini tuan
pikirkan. Tiba-tiba, tuan akan menyaksikan mereka menguasai negeri dan
bangsa ini. Mereka akan menghancurkan segala sesuatu yang telah kita
bangun dengan darah kita. Percayalah, mereka tidak akan memiliki
belas-kasihan kepada anak cucu kita nanti. Bahkan, tidak mustahil, mereka
akan memperbudak kita demi mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. Mereka
akan berada dalam kantor-kantor sambil berfoya-foya untuk mentertawakan
kebebalan, kebodohan dan kedunguan kita. Tuan-tuan yakinlah, Jika
tuan-tuan tidak segera mengambil tindakan, niscaya ketika
generasi-generasi mendatang tengah terinjak-injak sepatu mengkilat Yahudi,
mereka akan melaknat kebijaksanaan kita sekarang ini.‖

PROLOG
Lihat file swf di attachment****

MENGAPA MEREKA MEMBENCI KITA ?

imageSesaat setelah Peristiwa 11 September Bush (baca AS) langsung
mengaitkannya dengan kaum Muslim. Ia beralasan, ―karena mereka membenci
kita.‖ Perkataan itu pun dibenarkan oleh bangsa Amerika. Cap teroris lalu
dilekatkan kapada kaum Muslim. Hal itu juga diamini dan didukung oleh
Gerhard Schroeder (Kanselir Jerman), Tony Blair (PM Inggris), Berlusconi
(PM Italia), serta para pemimpin, politisi, akademisi dan banyak
masyarakat Barat.

Richard P. dalam New York Observer 17 September 2001 menulis:
Sungguh, Amerika adalah imperium kapitalisme demokrasi....Setiap orang di
dunia yang tidak bernasib baik memperhatikan kita sebagai negeri dan
kebudayaan. Ia melihat kita berada dalam kemuliaan. Jika dalam dirinya
terdapat ketamakan, ia akan berusaha mendatangi kita atau akan mengekor
kita. Jika dalam dirinya terdapat pola pikir tertindas, ia akan
menyerahkan kepemimpian kepada kita. Jika dia memiliki sumber yang cukup
atau yang seimbang, ia akan berupaya memerangi kita....Sesunguhnya
orang-orang yang gagal di dunia membenci kita, karena kita kuat, kaya, dan
berada dalam kebaikan.

imageBush juga pernah berkata, ―Mereka (kaum Muslim) dengki kepada kita
karena dengki dengan peradaban, pola kehidupan, kebebasan, dan demokrasi
kita.‖

Ungkapan itu merupakan klaim bahwa kaum Muslim membenci Barat (AS) karena
tsaqâfah (budaya) kaum Muslim itu kuno dan rusak, sementara tsaqâfah
mereka modern dan penuh kebaikan; karena kaum Muslim iri dengan kekuatan
dan kehebatan mereka; karena kaum Muslim itu fundamentalis, radikal, dan
teroris.

Benarkah klaim mereka itu? Benarkah tsaqâfah mereka maju dan penuh
kebaikan? Benarkah kehidupan mereka mulia? Benarkah kaum Muslim pantas iri
terhadap ideologi dan kehidupan mereka?

Kemajuan yang bisa mereka banggakan—meskipun diselimuti cacat—sesungguhnya
hanyalah kemajuan sains dan teknologi, tidak lebih. Sayangnya, kemajuan
itu mereka monopoli demi kesejahteraan mereka endiri—bukan untuk
kemaslahatan seluruh manusia—dan untuk mengeksploitasi bangsa lain. Bangsa
dan umat lain hanya mereka jadikan sebagai pembeli produk teknologi mereka
tanpa diberi kesempatan untuk mempelajari sains dan teknologi itu sendiri.
Mereka tidak mengenal konsep penyebaran sains dan alih teknologi kepada
manusia lain.

Selain itu, apa yang dimiliki Barat (dan AS) yang mereka klaim membuat
dengki dan melahirkan kebencian kaum Muslim, tidak lain hanyalah sejumlah
cacat dan aib kehidupan dan sistem hidup yang buruk. Di antara aib itu
adalah:

1) Perilaku konsumtif sebagai cara hidup.
2) Konsepsi kebebasan yang menjadi keyakinan dan pilar sistem mereka.
3) Konsepsi individualis yang sangat menonjol.
4) Mereka tidak beragama dalam berinteraksi dengan orang lain maupun dalam
bermasyarakat.
5) Angka perceraian yang sangat tinggi dan rusaknya ikatan keluarga.

Ideologi Kapitalisme dengan demokrasi yang mereka banggakan tidak lain
merupakan ideologi dan konsepsi yang dipenuhi kerakusan, keserakahan,
nafsu penjajahan dan perbudakan, serta kebohongan. Kebohongan-kebohongan
Bush dan penguasa Barat lainnya sejak dulu sampai sekarang dalam ideologi
Kapitalis adalah hal yang biasa terjadi.

Mereka mengklaim, dengan demokrasi rakyatlah yang memerintah. Hal itu
hanyalah bualan kosong belaka. Faktanya, yang berkuasa di tengah mereka
adalah sekelompok birokrat yang berkoalisi dengan para kapitalis pemilik
modal. Mereka beraktivitas bukan demi rakyatnya, tetapi demi kepentingan
mereka sendiri dan para kapitalis itu.

Walter Lippman mengungkapkan:
Masyarakat sesungguhnya telah dibagi pada mayoritas, yaitu mayoritas orang
awam dipimpin oleh ―kelas khusus‖ dari orang-orang istimewa. Mereka adalah
orang-orang yang memegang kekuasaan. Merekalah yang menetapkan
kemaslahatan masyarakat. Mereka ini menjadi kaum birokrat murni yang
mengabdi secara khusus kepada para kapitalis pemilik modal. Hanya saja,
hakikat interaksi birokrat dan kapitalis itu tidak boleh tersebar kepada
mayoritas masyarakat awam, karena mereka tidak akan dapat memahami
perkara. Atas dasar ini, mayoritas masyarakat awam beranggapan bahwa
mereka mengelola kekuatan demokrasinya. Kaum birokrat itu wajib menjadi
perekayasa anggapan ini (‗Abd al-Hayyi Zalûm, Imbratûriyyah asy-Syarr
al-Jadîdah (Imperium Keburukan Baru).

imageSementara itu, kehidupan masyarakat Barat (khususnya AS) adalah
cermin kehidupan yang sangat buruk. Bahkan AS menjadi negara dengan angka
kriminalitas nomor satu di dunia. Departemen Kehakiman AS melaporkan bahwa
antara 1964-1994 telah terjadi 25 juta kasus kriminal. Laporan FBI
menyatakan, pada tahun 2001 di AS terjadi 6.6 juta kejahatan; 1,3 juta
(20%) di antaranya berupa kejahatan rasial (karena perbedaan warna kulit).
Menurut Departemen Kehakiman AS, pada th. 2002, jumlah narapidana 6.6 juta
orang. Asosiated Press melaporkan, di AS terjadi pembunuhan setiap 22
menit, pemerkosaan setiap 5 menit, dan pencurian setiap 49 detik. Karena
itu, berdasarkan survei Associated Press, 52% laki-laki dan 68 % wanita di
AS merasa khawatir akan menjadi korban kejahatan. Artinya, separuh lebih
dari masyarakat AS hidup dengan dibayangi ketakutan akan ancaman
kejahatan. Ini adalah kehidupan yang sangat tidak mengenakkan. Seperti
itulah cermin kehidupan di AS, ―tanah kebebasan‖. Sungguh aneh kalau ada
orang yang merasa iri dengan kehidupan seperti itu.

Dari sisi kehidupan keluarga, angka berikut menjelaskan buruknya kehidupan
keluarga di AS. Angka perceraian th. 1997: 1,164 juta dan th. 1998: 1,94
juta. Th. 1999 jumlah laki-laki yang dicerai 8,57 juta (8,3%) dan wanita
11,3 juta (10,2%). Besarnya angka perceraian ini mengakibatkan banyak anak
yang tumbuh di luar pengasuhan kedua orangtuanya. Akibatnya, dari hasil
penelitian yang dilakukan di seluruh wilayah AS dan dimuat di
http:www.divorcemagazine.com terungkap: 63% pembunuhan di usia remaja, 90%
anak yang melarikan diri, 85% anak yang memiliki masalah perilaku, dan 85%
anak yang dipenjara berasal dari anak dengan orang tua tunggal (bapak atau
ibu saja) atau yang diasuh di panti asuhan. Keburukan itu belum ditambah
lagi dengan jutaan kasus HIV dan AIDS, masalah lesbianisme dan
homoseksual, pengabaian terhadap orangtua, serta segudang masalah keluarga
dan sosial lainnya

imageJelas, tidak ada satupun hal dari kehidupan di Barat (khususnya AS)
yang bisa membuat kaum Muslim iri. Orang yang sehat akal tidak akan
mengangan-angankan kehidupan seperti kehidupan Barat (AS) itu. Oleh karena
itu, klaim Bush bahwa kaum Muslim membenci mereka karena iri terhadap
ideologi, demokrasi, dan kehidupan mereka jelas tidak berdasar. Semua itu
hanyalah bualan Bush. Jadi sebenarnya, siapa yang membenci siapa?

Ideologi Kapitalisme dengan demokrasi yang mereka banggakan tidak lain
merupakan ideologi dan konsepsi yang dipenuhi kerakusan, keserakahan,
nafsu penjajahan dan perbudakan, serta kebohongan. Kebohongan-kebohongan
Bush dan penguasa Barat lainnya sejak dulu sampai sekarang dalam ideologi
Kapitalis adalah hal yang biasa terjadi.

Mereka mengklaim, dengan demokrasi rakyatlah yang memerintah. Hal itu
hanyalah bualan kosong belaka.

Faktanya, yang berkuasa di tengah mereka adalah sekelompok birokrat yang
berkoalisi dengan para kapitalis pemilik modal. Mereka beraktivitas bukan
demi rakyatnya, tetapi demi kepentingan mereka sendiri dan para kapitalis
itu.

Walter Lippman mengungkapkan:
Masyarakat sesungguhnya telah dibagi pada mayoritas, yaitu mayoritas orang
awam dipimpin oleh ―kelas khusus‖ dari orang-orang istimewa. Mereka adalah
orang-orang yang memegang kekuasaan. Merekalah yang menetapkan
kemaslahatan masyarakat. Mereka ini menjadi kaum birokrat murni yang
mengabdi secara khusus kepada para kapitalis pemilik modal. Hanya saja,
hakikat interaksi birokrat dan kapitalis itu tidak boleh tersebar kepada
mayoritas masyarakat awam, karena mereka tidak akan dapat memahami
perkara. Atas dasar ini, mayoritas masyarakat awam beranggapan bahwa
mereka mengelola kekuatan demokrasinya. Kaum birokrat itu wajib menjadi
perekayasa anggapan ini (‗Abd al-Hayyi Zalûm, Imbratûriyyah asy-Syarr
al-Jadîdah (Imperium Keburukan Baru).

Sementara itu, kehidupan masyarakat Barat (khususnya AS) adalah cermin
kehidupan yang sangat buruk. Bahkan AS menjadi negara dengan angka
kriminalitas nomor satu di dunia. Departemen Kehakiman AS melaporkan bahwa
antara 1964-1994 telah terjadi 25 juta kasus kriminal. Laporan FBI
menyatakan, pada tahun 2001 di AS terjadi 6.6 juta kejahatan; 1,3 juta
(20%) di antaranya berupa kejahatan rasial (karena perbedaan warna kulit).
Menurut Departemen Kehakiman AS, pada th. 2002, jumlah narapidana 6.6 juta
orang. Asosiated Press melaporkan, di AS terjadi pembunuhan setiap 22
menit, pemerkosaan setiap 5 menit, dan pencurian setiap 49 detik. Karena
itu, berdasarkan survei Associated Press, 52% laki-laki dan 68 % wanita di
AS merasa khawatir akan menjadi korban kejahatan. Artinya, separuh lebih
dari masyarakat AS hidup dengan dibayangi ketakutan akan ancaman
kejahatan. Ini adalah kehidupan yang sangat tidak mengenakkan. Seperti
itulah cermin kehidupan di AS, ―tanah kebebasan‖. Sungguh aneh kalau ada
orang yang merasa iri dengan kehidupan seperti itu.

Dari sisi kehidupan keluarga, angka berikut menjelaskan buruknya kehidupan
keluarga di AS. Angka perceraian th. 1997: 1,164 juta dan th. 1998: 1,94
juta. Th. 1999 jumlah laki-laki yang dicerai 8,57 juta (8,3%) dan wanita
11,3 juta (10,2%). Besarnya angka perceraian ini mengakibatkan banyak anak
yang tumbuh di luar pengasuhan kedua orangtuanya. Akibatnya, dari hasil
penelitian yang dilakukan di seluruh wilayah AS dan dimuat di
http:www.divorcemagazine.com terungkap: 63% pembunuhan di usia remaja, 90%
anak yang melarikan diri, 85% anak yang memiliki masalah perilaku, dan 85%
anak yang dipenjara berasal dari anak dengan orang tua tunggal (bapak atau
ibu saja) atau yang diasuh di panti asuhan. Keburukan itu belum ditambah
lagi dengan jutaan kasus HIV dan AIDS, masalah lesbianisme dan
homoseksual, pengabaian terhadap orangtua, serta segudang masalah keluarga
dan sosial lainnya

Jelas, tidak ada satupun hal dari kehidupan di Barat (khususnya AS) yang
bisa membuat kaum Muslim iri. Orang yang sehat akal tidak akan
mengangan-angankan kehidupan seperti kehidupan Barat (AS) itu. Oleh karena
itu, klaim Bush bahwa kaum Muslim membenci mereka karena iri terhadap
ideologi, demokrasi, dan kehidupan mereka jelas tidak berdasar. Semua itu
hanyalah bualan Bush. Jadi sebenarnya, siapa yang membenci siapa?

image

Barat (AS)-lah yang Membenci Islam dan Kaum Muslim
Realita yang sesungguhnya menunjukkan bahwa Barat (AS)-lah yang membenci
Islam dan kaum Muslim. Merekalah yang merasa iri dengan kehidupan kaum
Muslim. Mereka merasa iri ketika melihat keluarga kaum Muslim diikat oleh
ikatan kasih sayang penuh kehangatan. Anak memuliakan orangtua, orangtua
memelihara urusan anak-anaknya. Dalam kehidupan kaum Muslim, silaturahmi
menjadi sesuatu yang suci; berbakti kepada orangtua menjadi kewajiban suci
para anak; para wanita menaati suaminya; para suami senantiasa
memperhatikan dan melindungi para istri; peka dan perhatian terhadap
tetangga menjadi ketentuan syariat; dan masih banyak lagi aturan-aturan
interaksi sosial di tengah kaum Muslim. Semua itu terpelihara dalam
kehidupan kaum Muslim dan—sebaliknya—hilang dari kehidupan mereka.

Mereka juga dengki terhadap berbagai kekayaan alam yang dianugerahkan
Allah, yang terhampar di bumi kaum Muslim. Hal itu mencuatkan kerakusan
dan ketamakan mereka. Jadilah mereka ―para perompak‖ yang merampok
kekayaan negeri-negeri Muslim, dibantu oleh kaki tangan mereka. Namun
sebenarnya, kerakusan dan ketamakan mereka itu bukan sekadar karena iri
terhadap kaum Muslim, tetapi merupakan implikasi ideologi Kapitalisme yang
mereka yakini. Penjajahan merupakan metode baku penyebaran ideologi
Kapitalisme ini. Ideologi Kapitalisme secara mendasar melekatkan sifat
rakus, serakah, nafsu menjajah dan memperbudak manusia lain dalam diri
setiap penganutnya; apalagi seperti AS yang menjadi pengemban aktif dan
pemimpin ideologi ini.

Atas dorongan ideologi Kapitalisme dengan dasar akidah sekular itulah
kebencian mereka tehadap kaum Muslim dan Islam meraksasa. Kebencian
ideologis ini sarat dengan nafsu bumi hangus melengkapi nafsu menjajah dan
memperbudak yang sudah include dalam diri mereka.
Akidah sekular yang menjadi landasan ideologi Kapitalisme mendoktrinkan
keyakinan untuk memisahkan agama dari pengaturan kehidupan. Akidah ini
juga mendapat pembenaran spiritual melalui ungkapan Bible yang menyatakan,
―Render unto Caesar what is Caesar‘s and unto God what is God‘s‖. Jelas
keyakinan ini bertentangan sepenuhnya dengan Islam. Akidah Islam
menghendaki pengaturan kehidupan dilakukan menggunakan sistem dan aturan
yang berasal dari Allah Swt.

Dengan demikian, secara ideologis dan spiritual, Barat (AS) memang
membenci Islam dan Kaum Muslim.
Bush, pasca II September, serta-merta tanpa investigasi lebih dulu
langsung menuduh pelakunya adalah kaum Muslim. Begitu juga dengan sangat
jelas ia menyatakan WoT (War on Terrorism) sebagai Crussade (Perang Salib)
baru.

Karen Amstrong menyatakan:
Kami di barat mempunyai sejarah yang panjang dalam bentuk kebencian dan
permusuhan terhadap Islam. Akan tetapi, kebencian terus nampak menonjol
dan bertambah kuat di seputar Atlantik. Tidak ada sesuatu pun yang
menghalangi manusia untuk menyerang agama ini (Islam) hingga sekalipun
mereka tidak mengetahui secuil pun tentangnya.

Prof. Peters B. dari Conecticut College juga berkata, ―Sungguh, kultur
bangsa Amerika terus dipengaruhi oleh jiwa Perang Salib. Hal itu
menjadikan mereka memandang Islam sebagai sumber ancaman.‖

Bernard Lewis pada th. 1990, dalam tulisannya, ―Roots of Muslim Rage‖
(Akar-akar Amarah Kaum Muslim), secara ideologis juga telah menempatkan
Islam dan kaum Muslim sebagai lawan bagi Barat dan Kapitalisme.
Hal itu semakin diperkuat oleh Huntington dengan ―Clash of Civilization‖
-nya yang sangat mempengaruhi para politikus Barat (AS), yang semakian
menempatkan Islam dan kaum Muslim sebagai lawan tunggal bagi Kapitalisme
setelah runtuhnya komunisme.
Belakangan, Will Hutton juga berkata, ―Islam radikal merepresentasikan
tantangan terbesar bagi peradaban Barat setelah runtuhnya fasisme dan
Komunisme.‖

Banyak analis di Barat meyakini bahwa War on Terrorism (WoT) adalah babak
lanjutan dari perang ideologi Kapitalisme: pertama menghadapi fasisme,
kemudian Komunisme, dan sekarang melawan apa yang mereka percayai sebagai
terorisme Islam. Lebih dari itu Prof. Chris Brown menyifati WoT dengan
ungkapan, ―Apa yang kita punya adalah perang antara dua konsepsi yang
berbeda tentang tatacara hidup yang seharusnya.‖
Sasaran WoT adalah seluruh Dunia Islam. Afganistan dan Irak telah menjadi
sasaran invasi militer AS.
Berikutnya adalah Iran dan Syiria. Dalam hal ini, Pejabat Sekretaris
Negara AS Jhon R. Bolton menyatakan pada akhir Oktober lalu, ―Presiden
Bush memutuskan untuk berusaha mencari solusi diplomatik dan damai untuk
isu tersebut, namun diisyaratkan bahwa semua opsi, termasuk penggunaan
kekuatan, tetap terbuka.‖

Berikutnya, George Friedman, penulis ―America‘s Secret War,‖ menulis bahwa
AS telah memplot untuk menginvasi Pakistan, kemudian Sudan, Indonesia,
Nigeria, dan Turki.

Jadi, bukan kaum Muslim yang membenci AS. Akan tetapi, AS (Barat)-lah yang
membenci Islam dan kaum Muslim dengan kebencian yang sangat dalam.
Meskipun begitu, kaum Muslim dengan Khilafah yang, insya Allah, akan
segera berdiri, tidak akan membumihanguskan mereka, tetapi akan
membebaskan mereka dari kehidupan dan sistem mereka yang buruk dan penuh
kezaliman; kemudian memberikan kepada mereka kehidupan yang sejahtera,
penuh keadilan dan kebaikan.

Wallâh a‗lam bi ash-shawâb.

Oleh: Yahya ‗Abdurrahman
www.hizbut-tahrir.or.id
syabab muslim


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - 14-01-2005-005_files.zip
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011416191843:716 ;          Fri, 14 Jan 2005 16:19:18 +0700
$MessageID: <380-22005151491753432@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Stop Tayangan Pusar (Sumber : www.sabili.co.id)
PostedDate: 01/14/2005 04:17:53 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/14/2005 04:19:19 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: C56051F0A723F90847256F8900333538
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/14/2005 04:19:19 PM-01/14/2005 04:19:20 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/14/2005 04:19:20 PM

Stop Tayangan Pusar

Presiden memberi warning tayangan pornografi. Ketua MPR mengisyaratkan
finalisasi RUU Pornografi dan Pornoaksi oleh legislatif. Tapi, warning itu
justru ditentang (oleh kebanyakan) aktivis perempuan. Lho?

Ada yang istimewa di Hari Ibu kali ini. Pornografi yang identik dengan
eksploitasi terhadap perempuan mendapat sorotan tajam. Yang menarik, si
penyorot adalah Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Ia mengatakan tayangan
itu tidak patut ditonton anak-anak serta keluarga.

―Gadis-gadis kita yang cantik, perempuan yang berbudi luhur harus
dibebaskan dari kebiasaan mempertontonkan perut atau pusar mereka,‖ kata
presiden di Istana Negara, saat peringatan Hari Ibu ke-76, Rabu (22/12) .
Presiden juga mengingatkan para pengelola televisi untuk tidak lagi
membuat tayangan-tayangan perempuan pamer perut dan pusar.

Sebelumnya, melalui Menko Kesra Alwi Shihab, usai shalat Jum‘at (17/12),
kerisauan presiden itu diungkapkan kepada wartawan di Masjid Baiturrahim
di Komplek Istana Kepresidenan. ―Nanti sampaikan kepada teman-teman bahwa
saya sangat risau terhadap tayangan-tayangan yang seronok. Seakan-akan
kita sudah kehilangan norma, jati diri, dan moralitas.‖ Pernyataan
tersebut, terang Alwi, pertama kali disampaikan SBY kepada Alwi, Kamis
(16/12). Ketika itu Alwi tengah melaporkan hasil pertemuannya dengan para
menteri terkait, LSM dan pengelola stasiun TV swasta, di Kantor Menko
Kesra, untuk membahas masalah tayangan pornografi-pornoaksi. Dalam
pertemuan itu, mereka bersepakat mendorong pembentukan lembaga pengawas.
Mereka juga ingin Lembaga Sensor Film (LSF) berbobot dan menggunakan
giginya untuk mengatasi dua penyakit masyarakat itu.

Senyampang dengan itu Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid mengisyaratkan RUU
Anti Pornografi dan Pornoaksi akan segera difinalkan pada 10 Januari 2005.
Hal itu dikatakannya di sela-sela silaturahim dengan unsur masyarakat dan
Pemkot Padang, Ahad (26/12). Doktor Hidayat mengungkapkan bahwa masyarakat
perlu menuntut DPR RI untuk segera memprioritaskan RUU itu, karena korban
utama pornografi-pornoaksi adalah kaum wanita dan generasi muda. RUU itu
dipastikan akan segera dituntaskan DPR, apalagi presiden telah memberi
warning soal ini dengan keras.

Mantan Presiden PK Sejahtera itu menambahkan, pada akhirnya yang
diuntungkan dari pemberantasan pornografi-pornoaksi yang merupakan bagian
dari aksi kemaksiatan itu, adalah publik. Menurutnya, berbagai masukan
tentang materi RUU Pornografi dan Pornoaksi sudah dihimpun dari berbagai
kalangan, ulama, MUI, pemerintah dan definisi-denifisi yang termuat dalam
KUHP. ―Saya pastikan RUU itu tidak terjadi revisi mendasar, tetapi
finalisasinya saja.‖

Pornografi dan pornoaksi memang sudah terlanjur membanjiri ruang-ruang
publik di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini. Kegelisahan
masyarakat, khususnya Muslim disebabkan oleh pornografi yang makin
menggerogoti sendi-sendi akhlak umat. Berbagai lembaga seperti Masyarakat
Tolak Pornografi dan Aliansi Masyarakat Tolak Pornografi dan Pornoaksi,
dibentuk. Beragam aksi penolakan maraknya pornografi pun digalang di
Jakarta dan daerah-daerah. Sementara, RUU Pornografi (dan Pornoaksi) yang
sangat dibutuhkan untuk menghadangnya, tak kunjung disahkan.

Pernah suatu kali Meneg Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa di
tahun 2001 bertemu Kapolri Jenderal (Pol.) S. Bimantoro. Khofifah
mengutarakan soal keresahan di masyarakat yang telah memuncak terhadap
pornografi dan kekerasan yang marak di berbagai media. Kapolri saat itu
mempersilakan LSM dan LSF yang turut hadir dalam pertemuan untuk membuat
RUU Pornografi yang memuat ketentuan baru definisi pornografi dan
kekerasan. Menurutnya, definisi pornografi belum ada kesamaan, hingga
kerja polisi belum bisa optimal.

Kini bola di tangan DPR. Dua RUU yaitu RUU Anti-Pornografi dan RUU
Anti-Pornoaksi diwadahi dalam satu RUU. Ketua Badan Legislasi DPR Zain
Badjeber pernah mengungkapkan, ide untuk menyusun RUU Anti Pornoaksi
muncul dari para pimpinan fraksi di DPR dalam rapat Pansus, karena RUU
Anti Pornografi belum cukup komprehensif mengatasi pornoaksi. Pada
perkembangannya, RUU Pornoaksi (9 bab dan 45 pasal) itu disampaikan ke
pimpinan DPR pada 27 Februari 2004. Salah satu pokok pikiran yang
melandasi pengajuan RUU itu yakni penilaian bahwa perundang-undangan yang
ada, belum secara tegas mendefinisikan pornoaksi dalam upaya penegakan
hukum untuk melestarikan tatanan kehidupan masyarakat.

Kalangan Muslim sangat menantikan RUU itu segera disahkan dan
diberlakukan. Namun, para penentang RUU tersebut juga tak mau diam. Para
penentang itu di antaranya, justru dari kalangan aktivis perempuan. Kok
bisa? Anggota DPR Yoyoh Yusroh pernah bercerita, ketika dirinya dan
anggota dewan lain memperjuangkan RUU itu, merekalah yang turut menentang.
Aktivis perempuan, lanjutnya, biasanya berdalih kalau UU diberlakukan, toh
kaum perempuan sendiri yang bakal dirugikan.

Kini, dengar alasan aktivis perempuan yang alergi UU anti ―percabulan‖
itu. Satu di antaranya terungkap dari mulut Gadis Arivia, Board Of
Director Jurnal Perempuan dalam acara peluncuran Jurnal Perempuan edisi 38
tentang Pornografi di Jakarta, Rabu (22/12). Ia menyoroti keprihatinan
presiden soal tayangan pusar dan keinginan mempercepat pengesahan RUU
terkait. ―Biasanya pemerintahan yang gagal selalu akan mengandalkan
persoalan seksualitas, karena itu adalah persoalan yang lebih tidak
terukur kinerjanya dan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan
kelompok-kelompok tertentu terutama kelompok konservatif,‖ ujar Gadis.
Siapa yang dimaksud kelompok konservatif, tentu bisa ditebak.

Apapun ceritanya dan siapapun yang alergi dengan UU anti ―setan cabul‖
itu, tak usah dihiraukan, jika niat kita serius ingin menyelamatkan akhlak
bangsa ini. Kini, tinggal menunggu keseriusan DPR dan pemerintah untuk
menyediakan perangkat hukum dan penegakan hukum yang benar-benar mampu
menjawab krisis moral itu. Nah, tunggu apa lagi?

Hery D. Kurniawan

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011416041349:616 ;          Fri, 14 Jan 2005 16:04:13 +0700
$MessageID: <380-2200515149248621@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Pemimpin Lembaga Gereja Siap Tindak Pelaku Kristenisasi
PostedDate: 01/14/2005 04:02:48 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/14/2005 04:04:14 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: C83948D1BBFEB3CD47256F890031D38B
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/14/2005 04:04:14 PM-01/14/2005 04:04:15 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/14/2005 04:04:15 PM

Pemimpin Lembaga Gereja
Siap Tindak Pelaku Kristenisasi

Pemimpin lembaga gereja di Sumatera Utara, masingmasing: Persekutuan
Gereja Indonesia (PGI), Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)
SumutNAD, Persatuan Injil Indonesia (PII) Medan menyatakan siap menindak
oknumoknum yang melakukan Kristenisasi pasca bencana gempatsunami di NAD
dan Sumut. Pdt Paul F Wakkary, STh, Ketua PGPI SumutNAD kepada wartawan di
Balai Kota Medan, Selasa (4/1), seusai mengadakan pertemuan dengan
Walikota Medan, Kapoltabes MS Kombes Drs Bagus Kurniawan, SH, Dandim 02/01
BS Letkol Inf Wiyarto, S. Sos mengatakan jika ada yang menemukan pelaku
Kristenisasi diminta untuk menginformasikan kepada mereka agar diambil
tindakan.

Dalam memberikan keterangan, Wakkary didampingi Rajamin Sirait, SE,
sekretaris PGI Sumut, Pdt DR Langsung Sitorus, MTh, Bendahara Umum PII
Medan Pdt Lukas Timotius, MA, Ketua PGPI Sumut Pdt Marlin Hutajulu, STh
serta Pdt Ir Ezron Purba, PII Medan.

Menurut Wakkary, motivasi pemberian bantuan murni tindakan kemanusian dan
tidak ada niat pengkristenan. Karena itu, katanya, semua lapisan
masyarakat tidak terprovokasi oleh dugaandugaan orang yang menyebar isu
sesat adanya pengkristenan itu.

'' Kita juga berusaha agar orang Kristen yang menjadi korban isu dapat
diteguhkan iman kristianinya.''

Dalam konteks itu, kata Wakkary, pimpinan lembagalembaga gereja di Sumut
mengimbau kepada seluruh umat Kristen seSumut agar memberikan bantuan
secara berkelanjutan sampai keadaan pulih kembali.

Menyikapai perkembangan di Aceh pasca gempatsunami, Pemimpin lembaga
gereja di Sumut melalui surat imbauan dan peryataannya mengatakan semua
rohaniah Kristen dan umat Kristiani turut berduka sedalam dalamnya atas
musibah bencana alam di NAD dan Sumut.
Semua umat Kristiani turun mersakan betapa penderitaan yang dialami
saudarasaudara se bangsa dan setanah air akibat gempatsunami, melalui
doadoa bersama dalam perayaan Natal bersama.

Selain itu didirong rasa duka cita yang mendalam, mereka memobilisasi
semua elemen masyarakat Kristen di dalam dan di luar negeri untuk
memberikan bantuan tanpa pamrih dengan tulus kepada semua yang menderita
di Aceh dan Nias tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan serta
warna kulit.

Sedang dalam menyalurkan bantuan, mereka menggalang kerja sama dengan
lembagalembaga non Kristen yang berada di lapangan untuk mengusahakan
bentuanbantuan benarbenar sampai ke tangan orang yang menjadi korban.
Untuk itu sukarelawan Kristen terus bekerja sama dengan relawan lainnya
untuk mengevakuasi mayat dan membantu korban.

Mereka juga membuati Posko ' Medan Peduli' yang bekerja sama dengan Posko
Nasinonal untuk mendistribusikan bantuan ke Aceh dan mendoakan pemerintah
dan semua apratur agar diberi kemampuan oleh Tuhan dalam menunaikan tugas
kemanusian di NAD dan Sumut pasca gempa dan tsunami.(c28) (sh/waspada)
Kristenisasi, Ini masalah serius…
Kemarin saya kebetulan datang ke tempat seorang kawan yang sedang pergi
haji (walimatussafar). Di sana ada pengajian untuk pelepasan ‘sang tamu
Allah‘ yang di isi oleh seorang ustaz. Saya tidak menduga, tiba-tiba dia
bilang: ―Hati-hati, sekarang ini orang non-muslim sedang mengorganisir
mengadopsi anak-anak Aceh. Mereka berdalih demi kemanusiaan, tapi
tujuannya untuk ‗menyesatkan akidah, supaya Aceh menjadi Kristen‖.
Orang-orang yang hadir di situ saya lihat manggut-manggut tanda setuju.
Namun saya kaget seperti disambar geledek di asing bolong. Saya tidak
menduga dan mental saya tidak cukup siap menerima perkataan itu di tengah
derita masyarakat Aceh.
Pagi harinya, saya jalan-jalan ke UIN Ciputat. Saya ketemu seorang dosen
muda, tiba-tiba dia bertanya: ―Mas apa bener sekarang ini orang Kristen
sedang melakukan kristenaisasi melalui adopsi anak-anak Aceh‖. Sekali lagi
saya merasa tertampar dan tidak mampu menjawab pertanyaan yang
menjengkelkan ini. Ini artinya, isu politisasi bencana Aceh menjadi isu
agama sudah cukup serius. Saya tidak tahu mesti diapakan ini. namun,
orang-orang yang waras, memang harus berpikir jenrnih mengenai hal ini.
Salam,

Putri
http://orchid.versalite.com/]http://orchid.versalite.com
--------------------------------
Klarifikasi PDS
Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Damai Sejahtera (PDS)
dalam email-nya yang diterima BPost, kemarin, membantah isu yang
berkembang bahwa PDS sedang melakukan upaya kristenisasi dengan bentuk
mengadopsi anak-anak korban bencana di Aceh.

Dikatakan, isu itu adalah upaya penyesatan dan cenderung mendiskreditkan
dan memprovokasi kelompok masyarakat yang sedang bahu membahu membantu
meringankan penderitaan masyarakat di daerah itu.

"Upaya yang dilakukan semua pihak saat ini adalah murni kemanusiaan
sebagai bentuk kepedulian tanpa dilatarbelakangi oleh motif lainnya,"
tulis pernyataan parpol yang ditandatangani ketua DPP PDS Ruyandi Hutasoit.

Pihaknya meminta semua pihak tidak terpancing dengan isu yang menyatakan
bahwa adanya organisasi yang mengimbau masyarakat untuk tidak menerima
bantuan dari orang kafir.
" DPP PDS meminta semua pihak melihat masalah yang dialami masyarakat Aceh
dan Sumut dengan lebih jernih sehingga penderitaan yang mereka rasakan
saat ini menjadi lebih ringan," kata Ruyandi. JBP/ewa/yat/afp
http://www.indomedia.com/bpost/012005/6/depan/utama1.htm
Umat Islam Harus Cegah Pemurtadan Anak-anak Aceh
JAKARTA -Rol -- Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Sam,
berharap tak ada organisasi yang berlabel agama selain Islam yang
melakukan adopsi anak-anak Aceh dengan tujuan pemurtadan. Sebab
berdasarkan UU anak yang beragama Islam hanya dapat diadopsi oleh orang
yang beragama Islam pula.

Ia menyatakan bahwa selama ini memang ada kekhawatiran dari umat Islam
bahwa bencana alam ini digunakan sebagai sarana untuk melakukan pemurtadan
dengan dalih melakukan adopsi terhadap anak-anak Aceh. Dalam hal ini, kata
dia, MUI akan selalu berhati-hati terkait dengan hal tersebut karena bila
benar-benar terjadi maka akan menjadi guncangan di dalam masyarakat.

Guna melakukan pencegahan MUI bekerja sama dengan sejumlah ormas Islam
mengirimkan tenaga dai untuk menenangkan kondisi mereka selain itu
anak-anaka yatim piatu itu juga diupayakan oleh MUI untuk berada di tempat
yang aman bagi perkembangan akidah mereka. Misalnya, kata dia, mereka
ditampung sementara di bangunan universitas milik Muhammadiyah.

Di sisi lain, ia pun berharap umat Islam tak hanya memiliki rasa khawatir
saja tetapi juga memiliki upaya agar pemurtadan tersebut tak terjadi.
Langkah-langka yang bisa mereka lakukan adalah dengan memberikan bantuan
kepada mereka baik dengan mengadopsinya bila memang diizinkan dan mampu
menghidupi mereka atau menyumbangkan sebagian hartanya untuk kepentingan
mereka (RioL). Kisihandi Ferry
Silang Sengkarut Meminta Korban
imageIsu jual-beli dan pemurtadan anak-anak Aceh merebak. Pasalnya, tidak
diketahui pasti, berapa jumlah anak-anak yang ikut mengungsi. Posko
penampungan yang terpencar-pencar membuat pendataan makin sulit. Situasi
kian runyam karena di masyarakat beredar isu jual-beli anak-anak Aceh.
Yang paling heboh adalah beredarnya pesan singkat (SMS) yang tidak jelas
asal-usulnya. Misalnya, "Dr. Irena Handoyo: Dibutuhkan orangtua muslim
untuk adopsi anak-anak yatim-piatu korban tsunami Aceh. Hubungi Tiara/Ina
di Sekretariat Gerakan Muslimat Indonesia 021-7261469. Tolong sebarkan ke
muslim lain karena gereja sudah bergerak untuk mengambil anak-anak muslim
tersebut...." SMS berantai dan maraknya selebaran itulah yang membetot
orang berbondong-bondong berniat jadi orangtua asuh. Apalagi, di
masyarakat beredar isu pemurtadan. Guna meredam itu, Minggu lalu, MUI
Pusat bersama MUI Sumatera Utara dan MUI NAD menyerukan agar masyarakat
muslim mau mengadopsi, mengasuh, dan menampung anak-anak korban tsunami
Aceh. Namun pemerintah menutup pintu bagi adopsi. Ribuan peminat gigit
jari. Korban sudah berjatuhan. Baca Lanjut
-----------------------------------
Selamatkan Anak-anak Aceh
JAKARTA --Presiden menegaskan tak semua pihak bisa mengadopsi. Selamatkan
anak-anak yatim piatu Aceh. Seruan itu disampaikan sejumlah kalangan agar
anak-anak korban gempa bumi dan tsunami itu tidak menjadi korban
perdagangan anak (child trafficking) atau diadopsi dengan maksud
pemurtadan.

Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD asal Nanggroe Aceh Darussalam
(NAD) meminta pemerintah segera melakukan pendataan atas keberadaan
anak-anak Aceh. Koordinator Forbes, Ahmad Farhan Hamid, mengatakan
pemerintah harus memberi perlindungan dan menjamin anak-anak itu tidak
dipungut sembarang orang.
''Kita tidak ingin mendengar mereka diperjualbelikan untuk menjadi budak
seksual. Atau, dimurtadkan dari akar mereka yang menganut Islam,'' kata
Farhan di Jakarta, Ahad (2/1). Majelis Ulama Indonesia (MUI), Partai
Keadilan Sejahtera (PKS), dan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA)
menyerukan hal senada.

Ketua Komnas PA, Seto Mulyadi, mengatakan perlindungan anak diperlukan
agar mereka tidak diperdagangkan dan maksud-maksud lain. Kondisi Aceh
memungkinkan munculnya praktik jual-beli anak. Perlindungan, kata Seto,
saat ini telah dilakukan pemerintah bersama Komnas PA.

Kemarin, Gerakan Muslimah Indonesia mensinyalir adanya upaya-upaya
pengambilan puluhan balita Aceh dari RS Adam Malik, Medan, Jumat (31/12).
Menurut Ketua Gerakan Muslimah Indonesia, Irena Handono, sekitar 40 balita
diambil dari RS itu dan 100 anak kecil diambil dari posko-posko bencana.

''Beberapa orang menyusup ke rumah sakit, mengaku orang tua bayi dan
mengambilnya. Ada yang mengaku dari yayasan tertentu yang bukan Islam,''
papar Irena. Selain di Medan, kata Irena, pengambilan bayi terjadi di
Meulaboh.

Namun, perawat di bangsal Rindu B-1 RS Adam Malik, Eti, menegaskan sampai
saat ini tidak ada balita atau anak-anak asal Aceh yang diambil dari rumah
sakit itu. ''Kita tidak bisa sembarangan menyerahkan anak-anak itu,''
tutur Eti. Anak-anak Aceh tersebut, jelasnya, didatangkan oleh perkumpulan
Aceh Sepakat yang dibentuk warga Aceh yang tinggal di Medan. Eti mengakui
banyak warga, khususnya Medan, yang hendak mengambil anak-anak itu.

Selain itu, kabar adanya adopsi dan pemurtadan tersebar di Aceh dan Medan
melalui pesan singkat (SMS). Isinya: ada kegiatan permutadan terhadap para
korban bencana Aceh. Itu dialami anak-anak yang kehilangan kedua orang
tuanya dan tidak memiliki kerabat.

Djamaluddin, Koordinator Informasi Posko Aceh Sepakat, membantah adanya
berita itu. ''Setelah kami selidiki, berita itu hanya isu yang sengaja
disebar oknum-oknum untuk tujuan memecah umat beragama,'' katanya. Memang,
tutur Djamaluddin, sejumlah yayasan dan rumah sakit keagamaan tertentu
memberikan perawatan gratis kepada anak-anak Aceh.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan agar anak-anak korban
bencana diberikan perhatian khusus. Hal itu perlu dilakukan, kata
Presiden, demi penyelamatan dan kesejahteraan mereka.

Terkait dengan adopsi, Presiden menegaskan tidak benar bahwa semua pihak
bisa melakukan itu. ''Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk
menyelamatkan dan menjamin masa depan mereka dengan sebaik-baiknya,'' kata
Presiden.

Mensos, Bachtiar Chamsyah, minta kepolisian untuk menangkap orang-orang
yang kedapatan memperjualbelikan anak korban bencana alam Aceh. Mensos
juga melarang pengambilan atau adopsi anak tanpa ada izin pemerintah,
dalam hal ini Kantor Departemen Sosial.

Bachtiar menegaskan saat ini anak-anak Aceh berada dalam perlindungan
pemerintah yang bekerja sama dengan Perkumpulan Aceh Sepakat. ''Lagi pula,
jika ada pihak yang ingin mengadopsi harus jelas statusnya,'' katanya.
Sementara, anak-anak itu ditampung di Panti Asuhan di Jl Pancing, Medan.

Selain menyerukan perlindungan, MUI, PKS, dan Forbes juga mengajak
masyarakat Muslim untuk mengadopsi anak-anak Aceh dan Sumut. Ketua MUI,
Amidhan, mengatakan adopsi itu tetap harus sesuai UU Perlindungan Anak dan
ketentuan pengasuhan menurut syariat Islam. Pernyataan perlunya adopsi
oleh umat juga diungkapkan Ketua Gerakan Persaudraan Muslim Indonesia
(GPMI), Ahmad Sumargono, anggota Fraksi PKS, Suryama M Sastra, dan Yayasan
Fajar Hidayah Jakarta. (Republika)
-----------------------------------
Adopsi Anak dalam UU
Pasal 37
Ayat 1 : Pengasuhan anak dilakukan oleh lembaga yang mempunyai kewenangan
untuk itu.
Ayat 2 : Dalam hal lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
berlandaskan agama, anak yang diasuh harus yang seagama dengan agama yang
menjadi landasan lembaga itu.
Pasal 39
Ayat 3 : Calon orang tua angkat seagama dengan agama yang dianut oleh
calon anak angkat.
Pasal 42
Ayat 2 : Setiap anak mendapat perlindungan untuk beribadah menurut
agamanya.
Ayat 3 : Sebelum anak dapat menentukan pilihannya, agama yang dipeluk anak
mengikuti agama orang tuanya.
Sumber: UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
----------------------------------------
Aceh Mulai Dimasuki Buku-buku Porno
Bencana di Aceh kemungkinan menghadapi masalah-masalah sosial baru, salah
satunya adalah ancaman pemurtadan dan masuknya buku-buku porno.

Demikian dikatakan oleh Dokter Madi Saputra, relawan dari Majelis
Mujahidin Indonesia (MMI) yang sekarang bertugas di Banda Aceh, Minggu
(9/1/05)

Berdasarkan temuan dokter Madi Saputra lapangan, di beberapa tempat di
Banda Aceh sudah ditemukan buku-buku porno. Masuknya buku porno ini akan
mengancam mental masyarakat Aceh, khususnya anak-anak. Selain ini
masyarakat Aceh juga menghadapi pemurtadan, akibat kehadiran misionaris
yang berkedok sebagai relawan

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011415422775:340 ;          Fri, 14 Jan 2005 15:42:27 +0700
$MessageID: <380-2200515148413474@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: AS Resmi Akui Tidak Temukan Senjata Pemusnah Massal di Irak
PostedDate: 01/14/2005 03:41:03 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/14/2005 03:42:28 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: C015A9D75BE552D947256F89002FD596
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/14/2005 03:42:28 PM-01/14/2005 03:42:30 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/14/2005 03:42:30 PM

AS Resmi Akui Tidak Temukan Senjata Pemusnah Massal di Irak
Oleh : Redaksi 13 Jan, 05 - 1:50 pm

Pembumihangusan Irak untuk alasan yang tidak terbuktieramuslim -
Pemerintah AS akhirnya mengakui tidak menemukan senjata pemusnah massal di
Irak dan menyatakan penghentian pencarian senjata pemusnah massal itu,
yang selama ini menjadi alasan invasi AS ke Irak dan menjatuhkan
pemerintah Saddam Hussein.

Meski demikian, juru bicara Presiden George W. Bush di Gedung Putih, Rabu
(12/01) mengatakan, Bush sama sekali tidak menyesal telah menginvasi Irak.
"Berdasarkan apa yang kita ketahui sekarang, Presiden tentu akan mengambil
tindakan serupa karena ini menyangkut perlindungan terhadap rakyat
Amerika," ujar Humas Gedung Putih, Scott McClellan.

Tim AS yang tergabung dalam Iraq Survey Group, terdiri dari sekitar 1.500
personil militer, pakar intelejen dan para staf, mengakhiri kegiatannya
meneliti sejumlah instalasi militer, pabrik-pabrik dan laboratorium yang
dicurigai sebagai tempat untuk memproduksi dan menyimpan senjata pemusnah
massal.

Secara resmi McClellan mengatakan, pencarian sudah dihentikan."Mungkin
masih ada beberapa orang yang masih berada di Irak," ujarnya seraya
mengatakan bahwa pihaknya akan membuat laporan tentang hal tersebut.

Lebih lanjut McClellan mengatakan, dalam pertemuan bulan Desember kemarin,
Presiden Bush menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Inspeksi
Senjata AS, Charles Duelfer yang rencananya akan menyampaikan laporan
akhirnya bulan Februari mendatang. McClellan mengatakan, laporan yang akan
disampaikan nanti kemungkinan besar tidak jauh berbeda dengan hasil-hasil
penemuan pada musim gugur kemarin.

Saat itu, Duelfer mengatakan bahwa Irak tidak punya senjata pemusnah
massal dan sudah tidak memproduksi jenis senjata itu sejak tahun 1991.
Meski demikian pemerintah Irak punya rencana untuk mengaktifkan kembali
program persenjataannya dan sejauh ini upaya itu dilakukan dengan cara
memanipulasi program PBB 'Minyak untuk Makanan' di Irak.

Dalam wawancara dengan ABC News hari Rabu (12/01) kemarin, Bush tetap
mempertahankan alasannya mengapa AS harus menginvasi Irak. "Saya merasa
akan menemukan senjata pemusnah massal di Irak, seperti yang dirasakan
banyak orang di sini, di AS dan di seluruh dunia," ujar Bush dalam
wawancara itu.

"Kami harus mencari tahu apa yang salah dari hasil-hasil penemuan
intelejen ...Saddam adalah orang yang berbahaya dan dunia lebih aman kalau
ia tidak berkuasa," tambah Bush.

Menanggapi keputusan pemerintah Bush itu, senator dari partai Demokrat
yang mewakili wilayah California, Nancy Pelosi mengatakan, Bush harus
menjelaskan pada rakyat AS kenapa ia bisa salah soal Irak, setelah sekian
lama, tentang alasannya memerangi Irak.

Sementara itu ditanya, apakah kegagalan AS menemukan senjata pemusnah
massal di Irakakan merusak kredibilitas AS dalam menghadapi ancaman di
masa depan, McClellan mengatakan Presiden akan terus menggalang kerjasama
dengan komunitas internasional, terutama melalui upaya diplomatik.
McClellan menambahkan, tindakan militer akan menjadi 'pilihan terakhir'
yang akan dilakukan.

David Kay, yang mengepalai Iraq Survey Group bulan Januari tahun lalu
menyatakan ia tidak heran dengan tim survei itu tidak menemukan senjata
pemusnah massal apapun di Irak. "Terus terang, siapapun yang mengikuti
perkembangan masalah ini, sejak tahun lalu sudah curiga bahwa senjata
pemusnah massal itu tidak ada. Masalahnya, tinggal kapan kejelasannya akan
diungkap," ujarnya.

Kay menyatakan, para analis intelejen yang bekerja di Irak sudah
menempatkan diri mereka dalam situasi yang berbahaya dan banyak di antara
mereka yang sudah menyimpulkan sejak 18 bulan yang lalu bahwa senjata
pemusnah massal itu tidak ada.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Richard Boucher menyatakan,
pemerintah AS sudah memberikan beasiswa untuk sekitar 120 ilmuwan Irak
yang pernah bekerja untuk program senjata di negeri 1001 malam itu. Mereka
saat ini bekerja sebagai peneliti selain bekerja untuk pengembangan
persenjataan.

Greg Thielmann, mantan Kepala Kantor Kementerian Luar Negeri AS, yang
menyelidiki isu-isu senjata kimia, biologi dan senjata nuklir mengatakan,
AS sudah memberikan energinya untuk para ilmuwan tersebut. "Siapa yang
tahu apa yang akan mereka lakukan di masa depan?" ujar Thielmann. "Orang
boleh bertanya apakah kita meningkatkan situasi keamanan dengan cara
invasi?" katanya. (ln/AP)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2005011409414935:149 ;          Fri, 14 Jan 2005 09:41:49 +0700
$MessageID: <380-22005151424026933@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 01/14/2005 09:40:27 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 01/14/2005 09:41:50 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Tim Pembela Abu Bakar Ba'asyir menghadirkan F. Burks & A. Syafi`i
Ma`arif sbg saksi meringankan (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: D7AEF239C2EFEEBA47256F89000ED13F
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/14/2005 09:41:50 AM-01/14/2005 09:41:52 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/14/2005 09:41:52 AM

Silahkan buka file attachmentnya.... selamat membaca ..

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - 14-01-2005-001.zip
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004122317411163:2132 ;          Thu, 23 Dec 2004 17:41:11 +0700
$MessageID: <381-220041242310401487@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Genderang Perang Salib Siluman
PostedDate: 12/23/2004 05:40:01 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/23/2004 05:41:12 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:02 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:02 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: EAF1A174807560BD47256F73003AB42C
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/23/2004 05:41:12 PM-12/23/2004 05:41:13 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/23/2004 05:41:13 PM

Genderang Perang Salib Siluman

Oleh : Fakta 23 Dec, 04 - 3:45 am

imageDalam sebuah University dinegara bagian Selatan, para Missionary
Kristen sedang dilatih untuk menjadi agen & mata mata umat Islam diseluruh
dunia guna memurtadkan umat Islam. Tujuan mereka JELAS. Untuk menghapus
Islam !!! (By Barry Yeoman)

Laporan majalah Mother Jones menyebutkan banyak muslim yang menjadi korban
misionaris. Mereka menyebutnya Stealth Crussade (Perang Salib Siluman)

―Berkedok sebagai guru bahasa Inggris, Rick Love salah seorang misionaris
kawakan melakukan aksinya di wilayah Bandung, Jawa Barat. Targetnya
orang-orang dari suku Sunda. Tak peduli tinggal di desa atau pun kota.‖
Demikian laporan majalah Mother Jones, edisi Juni 2002.

Mojo (begitu majalah ini biasa disebut-Red), memberitakan bahwa Rick Love
kini juga memberikan pengajaran mengenai cara-cara pemurtadan dengan jalan
menyamar menjadi berbagai profesi. Rick bahkan mendapat kelas khusus di
Columbia International University, Carolina Selatan Amerika Serikat.

Selain mengajar bagi para calon misionaris, Rick Love juga tercatat
menjadi pemimpin organisasi Kristen terbesar di dunia, Frontiers. Lembaga
yang dikelola Rick ini mengkhususkan diri dalam kegiatan pemurtadan umat
Muslim di seluruh dunia.

Disebut-sebut, Lembaga Frontiers saat ini sudah menyebarkan 800 misionaris
ke-50 negara Muslim. Wilayah garapannya membentang mulai dari Asia Pasifik
hingga Afrika Selatan. Mereka menyusup dan menyamar dengan berprofesi
sebagai guru, konsultan, akuntan, wartawan, aktivis LSM, juru rawat,
pengusaha, designer. Pokoknya, mereka tak pernah kehabisan topeng.

Mata kuliah yang diberikan Rick Love, hanya mengajarkan bagaimana cara
menyamar untuk kemudian menyebarkan ajaran Kristen, sehingga bisa
menggoyahkan keyakinan kaum Muslim. Hingga akhirnya kaum Muslimin murtad
atas kemauannya sendiri. Referensi Rick Love tak lain dari hasil
pengalaman lapangannya. Rick Love menjadikan sekolah sebagai basis utama,
dengan memilih profesi sebagai guru bahasa inggris. Dijelaskan juga,
dengan cara itu Rick Love memiliki alasan kuat untuk menetap di Indonesia.

Sementara itu kristolog Abu Deedat Shihab yang juga ketua tim anti
pemurtadan Fakta, menyatakan bahwa pemurtadan di Jawa Barat memang semakin
mengkhawatirkan. Ia membenarkan apa yang disampaikan oleh majalah itu,
saat ini memang sudah sangat banyak misionaris yang masuk ke dalam
wilayah-wilayah di Jawa Barat. ―Kedoknya berupa konsultan pertanian,
lingkungan hidup, kehutanan, konsultan pendidikan dan pemberdayaan
masyarakat.‖

Baik Abu Deedat ataupun majalah tersebut, menyatakan yang sedang
digalakkan Rick Love bersama kawan-kawan misionarisnya, merupakan bagian
dari apa yang pernah diberitakan majalah Times edisi 30 Juni 2003. Times
menulis kristenisasi global yang gencar di jalankan di seluruh
negara-negara Muslim.

Pemurtadan di bumi Pasundan bukan berjalan tanpa perencanaan matang. Usaha
mereka diback up lembaga yang lebih dulu meniliti tentang pola hidup dan
budaya suku Sunda. ―Lembaga Penelitian dan Pengembangan Budaya Sunda
(LPPBS), adalah bagian dari kegiatan formal yang mendukung kegiatan
pemurtadan itu,‖ papar Abu Deedat.

Mother Jones menjelaskan langkah-langkah seorang misionaris dalam
melakukan aksi pemurtadannya. Di situ Rick Love menjabarkan, pertama-tama
lakukan pendekatan dengan masyarakat atau tokoh lokal. Saat kepercayaan
mulai terbangun rapih dan baik, maka itulah saatnya menawarkan keyakinan
kristiani dan mendorong seorang Muslim untuk meninggalkan agamanya.
―Jangan kerjakan hal tersebut dengan terburu-buru‖, jelas Rick Love.

Abu Deedat mengungkapkan, kasus terbesar saat ini yang terjadi di wilayah
Jawa Barat ada di daerah Tasikmalaya. Program global mereka bernama
Sumbangan Nuansa Tasikmalaya, dan barnaung di bawah Yayasan Perisai Biru
yang berlokasi di Bandung. Salah satu tokohnya adalah, Deni Er Kusoi.
Sementara misionaris asingnya berasal dari Amerika, Inggris dan Selandia
Baru. ―Pendanaan kegiatan itu, datang dari lembaga Millenium Relief,‖
ungkap Abu Deedat.

Mother Jones menyebutkan, kegiatan misionaris-misionaris dalam rangka
memurtadkan umat Muslim kembali gencar dijalankan sejak awal tahun 1990.
Sampai hari ini sudah mencapai 30 ribu misionaris. Kebanyakan mereka
dikirim oleh lembaga Southern Baptist Conventon. Jaringan kerjasama antar
lembaga seperti Christar dengan beberapa organisasi Arab.

Meski Para misionaris menyadari, apa yang mereka kerjakan sangat
berbahaya, namun itu semua mereka lakukan demi melanjutkan perjalanan
sejarah perang salib. Mereka bertekad misi utamanya harus tetap dicapai.
Mereka sangat menginginkan merusak umat Islam di mana pun berada. ―Saya
yakin bahwa Islam bukan agama yang tepat, untuk itu saya sangat ingin
melihat agama tersebut hilang,‖ ujar Kim McHugh (36), salah seorang siswa
kelas khusus Rick Love yang dikutip Mother Jones. (Sabili)

Fadli Rahman

The Stealth Crusade

Baca di http://www.motherjones.com/magazine/MJ02/stealth.html
Inside one Southern university, Christian missionaries are being trained
to go undercover in the Muslim world and win converts for Jesus. Their
stated goal: to wipe out Islam.
By Barry Yeoman

May/June 2002 Issue
imageAt 8 o'clock on a warm Monday morning in January, 20 students file
into Rick Love's classroom at Columbia International University in South
Carolina. Eyes glassy from writing papers all weekend, they clutch
Styrofoam cups of Folgers as they settle into their seats. In front, an
overhead projector hums; it is hooked up to the instructor's laptop, ready
for a morning full of PowerPoint presentations.

Outside, CIU's piney campus is quiet. Most of the student body has not yet
returned from Christmas break. But these students, all evangelical
Christians, have arrived two weeks early for an intensive course on how to
win converts in Islamic countries. They're learning from the master: Love
is the international director of Frontiers, the largest Christian group in
the world that focuses exclusively on proselytizing to Muslims. With 800
missionaries in 50 countries, Frontiers' reach extends from the South
Pacific to North Africa, with every major Islamic region in between.

Love is 49, a black-leather-jacket-wearing whirlwind of a man with a
salt-and-pepper beard and a quick sense of humor. He's a chronic
multitasker, routinely praying aloud while drinking coffee and
simultaneously reviewing his lecture notes. Little known outside the
missionary world, he's an icon within it-an evangelistic entrepreneur who
wins admirers with what he calls his "middle linebacker" personality. His
seminars are usually closed to the media and the public.

This morning's lesson is about going undercover. Many of Love's students
are missionaries themselves, temporarily home from assignments in places
ranging from Kazakhstan to Kenya. They know firsthand that evangelism is
illegal in many Islamic nations, and they face expulsion if their true
intentions become known. Love's lesson for today is how to mask one's
identity while secretly working to convert Muslims. Evangelists, he
explains, should always have a ready, nonreligious explanation for their
presence in hostile areas.

Love fixes his gaze on a studious, spiky-haired missionary dressed in
Patagonia clothing. "If people ask you, 'Why are you here?'" he asks,
"what do you say?" The young man, on leave from Southeast Asia, squirms in
his chair. His jaw opens but nothing comes out. "Bingo!" Love says with a
smile. "You bite your fingernails, and people go, 'Of course he's not
hiding anything.'" Love notes that before he went to western Indonesia to
proselytize among Sundanese Muslims, he went back to school and earned his
credentials to become an English instructor. That way, he says, he had an
excuse to be in the country. "I could look someone in the eye and say, 'I
am an English teacher,'" he explains. "'I have a degree and I'm here to
teach.'"

That, he says, is the model for winning converts in the Islamic world:
Find another pretext to be in the country. Build friendships with the
locals. Once you've developed trust, then it's time to try to gain new
believers. But don't reveal your true purpose too early. "How did Jesus
explain why he was there?" Love asks the class. "Indirectly," volunteers a
veteran missionary. "He'd say, 'Why do you think I'm here?'"

"Did Jesus ever lie?" In unison, the class says, "No."

"But did Jesus raise his hand and say, 'I swear to tell the truth, the
whole truth, and nothing but the truth?'" Again, 20 voices call out, "No!"

There are lots of ways to camouflage yourself, Love tells the students. In
Indonesia, evangelists ran a quilt-making business to provide cover for
Western missionaries, allowing them to employ-and proselytize-scores of
Muslims.

The students nod thoughtfully; they agree that Muslims must be reached by
whatever means possible. Their zeal is helping to fuel the biggest
evangelical foray into the Muslim world since missionary pioneer Samuel
Zwemer declared Islam a "dying religion" in 1916 and predicted that "when
the crescent wanes, the Cross will prove dominant." Over the past decade,
evangelical leaders say, the number of missionaries trying to convert
Muslims has jumped fourfold, from several hundred in the early 1990s to
more than 3,000 today. Many are sent by the Southern Baptist Convention,
with the rest coming from a network of church-supported groups with names
like Christar and Arab World Ministries.

Missionaries work in remote villages in Afghanistan and Pakistan; former
Soviet republics like Kazakhstan and Uzbekistan; Middle Eastern hot spots
like Iraq, Syria, and Yemen; and African countries like Somalia and
Algeria.

"We see Islam as the final frontier," says David Cashin, a professor of
Intercultural Studies at CIU who used to don Muslim clothing and pursue
converts in the tea shops of Kaliakoir, Bangladesh. Like many of his
fellow evangelicals, Cashin regards the Islamic world as a hinterland that
must be penetrated before the Messiah can return. "History is coming to an
end," he says. "If you believe Christ is coming back, why has he delayed
2,000 years? We haven't finished the task he set out to do." That task, he
says, is to win converts among all the world's ethnic groups.

The growing movement to hunt souls in Muslim lands-by missionaries who
often pass as aid workers, teachers, or business owners-has raised hackles
outside the evangelical world. Missionaries themselves acknowledge that
their work endangers the lives of converts, and critics charge that it
disrupts the delivery of humanitarian aid and fuels resentment of
Westerners during one of the most dangerous moments in recent history. But
to those at the heart of the movement, including Rick Love's students, any
damage done by their work is outweighed by the importance of their
mission: to wipe out Islam. "I believe it's a false religion, and I'd like
to see it be gone," says Kim McHugh, a 36-year-old CIU student who is
training to convert Iranian refugees in Turkey. Her husband Brent agrees.
"If they don't have a chance to experience Jesus," he says, "they're going
to hell."

For most Americans, the first glimpse into Muslim-world evangelism came
last November, when the Taliban created heroes out of two fresh-faced
missionaries named Dayna Curry and Heather Mercer. Incarcerated for three
months on charges of spreading Christianity, the women made headlines
after U.S. Special Forces helicopters whisked them away from a prison
outside Ghazni, Afghanistan. "They had a calling to serve the poorest of
the poor," President Bush said at a White House ceremony shortly after the
Hollywood-style rescue. "Their faith was a source of hope that kept them
from being discouraged." But Curry and Mercer were doing more than relief
work: Once home, they admitted to violating Afghan law by showing "part of
a Jesus film" and giving a Christian storybook to a Muslim family. Another
missionary from their organization, John Weaver, also garnered wide-spread
media attention for his refusal to leave Afghanistan despite the growing
anti-American tensions.
Like many missionaries in Islamic countries, Weaver trained at CIU, one of
three schools in the United States with a degree program specifically
devoted to converting Muslims. A campus of boxy brick buildings located at
the end of a wooded boulevard in Columbia, South Carolina, CIU has the
look of a second-tier state college. But rather than publicizing frat
parties and rock concerts, the colorful posters on its walls and bulletin
boards announce prayer services and opportunities for overseas missions.
In the student center, next to a wide-screen TV, a book provides Christian
reviews of Hollywood movies. (Harry Potter? Amistad? Billy Elliot? All
rated "very offensive.") Faculty and some 1,000 students eat together in
the cafeteria, praying over smothered chicken and talking spiritedly about
lessons from the New Testament.

During this two-week "winterim" session, it's hard to find anyone of
traditional college age. Many of the students are from the front lines of
missionary work, men and women who have spent years in Muslim countries.
Christian Dedrick is squeezing in some additional schooling before
returning to the field next year. A lanky 33-year-old with thick blond
sideburns, a pageboy haircut, and oval, horn-rimmed glasses, he has an
easygoing style and an enthusiasm for challenging conversation. Pass him
on the street, and the first impression would be tweedy intellectual.

For two years, Dedrick worked in a small port city in Kazakhstan, teaching
English and living with a local family, sleeping on a cotton bedroll in a
sparsely furnished room he shared with his host's two sons. Although the
family were devout Muslims-the father considered it a sin to leave the
faith-Dedrick spent much of his time trying to persuade them to convert to
Christianity. He read them the Bible and showed them a Kazakh translation
of the "Jesus film," a Campus Crusade for Christ movie that graphically
depicts the crucifixion of a blue-eyed Jesus. "We wrestled over that a few
times," he remembers. "I'd say, 'I have to tell you what changed my life.
You don't have to accept it, but I have to tell it.'" While the family
didn't convert, neither did it evict the American, whose $50 in rent
represented a sizable chunk of the monthly household income.

Like the other missionaries who have come to CIU, Dedrick is constantly
reevaluating his evangelical technique. He rejects his old attitude as
"pretty paternalistic," saying he'll ask more questions before making
judgments about what he sees when he returns to Central Asia next year.
But he still believes Islam is the work of the devil. "People cheer at
baseball games," Dedrick says. "I cheer at worship services. And when I go
to a culture 10,000 miles away and don't see that righteousness, that
holiness, reflected in that culture, I get sad. Satan has deceived them
away from a relationship with their creator God."

For all their work, Dedrick and his fellow missionaries win few new
believers. That doesn't seem to faze them. "My goal is not to convert a
Muslim," says Al Dobra, a 45-year-old with a gravelly voice and military
haircut who befriends Muslim businessmen in Nairobi, Kenya, and then tries
to convince them of Islam's fallacies. "My goal is to plant a tiny seed
that will fester and gnaw and grow, so that eventually they will begin to
question their religion. My prayer is that they will become restless
sleepers and troubled by what they hear. That's a horrible thing to wish
on someone."

That absolute certainty that Christianity is the only truth-and that other
religions are satanically inspired-runs throughout the two weeks of Rick
Love's course. One morning Tom Seckler, a dark-haired missionary with a
bland face and thick black mustache, tacks the Cambodian flag to the
classroom bulletin board and lays a map of the country on the overhead
projector. Seckler's mission agency, World Team, has targeted the Western
Cham, an impoverished Muslim minority group in Cambodia that was massacred
by the thousands by the Khmer Rouge in the 1970s. Despite World Team's
efforts, Seckler estimates there are only about 25 Christian converts,
some of whom meet Tuesday nights in Phnom Penh. "Please pray for the Cham
people," he asks his classmates. "There's a degree of self-righteousness
among the Cham. They think they're okay. We don't see a big spiritual
hunger among them."

The class begins to worship, eyes closed, each person offering a
spontaneous request. "Lord, we come into your presence and we ask that you
would give us a fresh sense of your burden and your love for Muslim
people, especially the Cham," says Love. He falls silent, and then Brent
McHugh takes over: "I pray, Lord, that the Cham people do hunger, and
realize what they're missing in Christ."

The anti-Islam prayers reflect CIU's official attitude toward what it
considers a competitor religion. Prominent on the university's Web site is
an essay posted shortly after September 11. "To claim that 'Islam' means
'peace' is just one more attempt to mislead the public," it reads. "Muslim
leaders have spoken of their goal to spread Islam in the West until Islam
becomes a dominant, global power." The essay was written by Warren Larson,
who directs the university's Muslim Studies program and served as a mentor
to John Weaver, the Afghanistan missionary. A former missionary himself,
Larson fears that Christianity might be losing the race for world
domination. "Islam is biologically taking over the world," he says.
"They're having babies faster than we are."

Before coming to CIU, Larson worked for 23 years in Dera Ghazi Khan,
Pakistan, trying to convert Muslims to Christianity. He and his wife
hosted prayer meetings, Bible studies, and informal gatherings where
Muslims came for tea and Coke. Many of their neighbors showed up-some to
learn about their religion, but most for more practical reasons. "People
had the idea that foreigners have money," Larson says. "A lot of them
would come because you might be able to help them get to America. Or they
would come asking for help: 'My father, he's sick. Can you write a letter
of introduction to the hospital?' Some of them would be willing to talk
about Christianity. Most would not."

Larson was indeed rich by local standards. Not only did he hire Muslims
for domestic help, but he also owned household luxuries like a
refrigerator. And while the Larsons often engaged in community
service-visiting widows, taking people to the doctor-they were still seen
by some neighbors as the embodiment of the West. One morning, 200 armed
Muslims stormed Larson's home, throwing bricks at his ministry's two Land
Rovers, kicking down his door, and setting fire to religious literature.
After that, Larson says, "whenever we would hear something that sounded
like a riot, it would scare us."

The attack on Larson's home came in the midst of fierce anti-U.S.
sentiment in the Muslim world, which culminated in the takeover of the
American embassy in Iran in 1979. Now, in the wake of September 11, some
critics say evangelists are again fueling distrust and resentment toward
Westerners. Last October, Islamic militants opened fire on a church built
by missionaries in Pakistan, killing 16 Christians, and Muslim rebels
threatened to execute two missionaries kidnapped in the Philippines.

"The issue is the disproportional power relationship," says Ibrahim
Hooper, a spokesman for the Council on American-Islamic Relations, a
Washington, D.C.-based organization that works to promote a positive image
of Muslims. "They use their resources to coerce people to do what they
want them to do." Hooper remembers reviewing a proposal by a Christian
agency to send veterinarians to help impoverished Fulani cattle herders in
West Africa. But the plan had a caveat: "You don't get the veterinarian
unless you take the missionary," he says. "When people are in desperate
circumstances, they'll do things they otherwise wouldn't do."

Robert Macpherson, security director for the aid group care, remembers
serving as a U.S. Marine in Somalia during the early 1990s, when some 200
organizations were working to stave off famine in the war-ravaged country.
"It was dangerous, dangerous, dangerous," he recalls. Evangelicals only
made matters worse, he says, by showing up at food-distribution sites and
handing out Christian literature, giving the impression that food aid was
contingent on conversion to Christianity. "The next thing we know, they
got themselves in the middle of a riot," Macpherson recalls. Angered by
the missionaries, Somalis climbed over one another to steal food and set
trucks on fire. "They were desperate," he says. "They were dying. This was
an emergency."

At CIU, missionaries-in-training learn to try to avoid such hostility by
blending into the cultures they visit. In class one morning, Rick Love
opens his Bible to the book of Acts, in which the apostle Paul takes on a
disciple named Timothy. Before the two men go out to proselytize among the
Jews, Paul takes Timothy to have his foreskin cut. "He says, 'Yo, Tim, you
wanna join my team? You gotta get circumcised,'" Love tells his students.
"How's that for high standards? Wow!"

Love is hardly suggesting that his male students undergo the knife. He's
making a bigger point: To win converts in a foreign culture, you must take
on the behaviors of that culture, even adopting the rituals of another
religion. The practice is called "contextualization," and it's one of the
hottest topics among missionaries. The idea is to get away from the
old-fashioned practice of importing American-style Christianity, complete
with wooden pews and Western hymns. Instead, missionaries today are more
likely to take on Muslim names, dress in veils and other local clothing,
prostrate themselves during prayer, and even fast during Ramadan. "We must
become Muslims to reach Muslims," says Cashin, the CIU professor.

If a first-century evangelist can undergo circumcision to win converts,
how far can a 21st-century missionary go? At lunch, Christian Dedrick
takes a spoonful of his wife's homemade broccoli soup and ponders the
question aloud. "Should we call ourselves Muslims?" he asks. "The old
meaning of the word is 'one who submits.' In Jordan, the missionaries had
'Jesus mosques.' They called themselves 'Muslims of the Messiah.' We
wrestled with that. We wanted to call God 'Allah' so we could be on that
relational level with Muslims."

Dedrick drew the line at appearing too Muslim-but others haven't. "One
team in the Middle East has a policy of not allowing missionaries to
identify themselves as Christians," reports the journal Evangelical
Missions Quarterly. Another team "called themselves Jesus-ists" and
presented themselves as "one of many Sufi or dervish mystical orders." The
journal Missiology says that missionaries urge Palestinian students to
adopt Christian beliefs-but to still call themselves Muslim.

When pressed, evangelicals acknowledge that they often blur the
distinctions between the two religions and fail to disclose their
intentions. "The line between guile and withholding information is very,
very thin," says one missionary at CIU who asked not to be identified for
security reasons. He admits that he rarely tells his Muslim neighbors why
he's living among them-demurely calling himself a "language student"-and
that he's been forced to terminate friendships with those who ask too many
questions. "To have integrity in that is a challenge," he says.
Many Islamic and Christian leaders alike believe that evangelical groups
often fail the integrity challenge. "Once you have this kind of sneaky
way, the respect for the holy is gone," says Sayyid Syeed, secretary
general of the Islamic Society of North America. Sacred rituals, such as
prostration and the Ramadan fast, are used to lure people away from their
own religion. "The missionary," says Syeed, "is seen as someone who is
stabbing you in the back."

For Donna Derr, the honesty issue is not an abstract one. She's the
associate director of international emergency response for Church World
Service, which provides aid in more than 80 countries while barring
outright proselytizing. From her perspective, Christian
evangelizing-particularly by missionaries who masquerade as humanitarian
workers-makes it harder for legitimate aid organizations to relieve
poverty, malnutrition, and disease. "Groups that have the need to
proselytize color us all with the same brush," says Derr. As a result, she
says, it's harder to win the trust of those communities her group is
trying to serve. She recalls one Southeast Asian nation where rural
families suffer from debilitating diseases. "It was difficult to get the
local governments to allow us to come in," Derr says, "because they had
somebody in the past who tried to start a Christian church. They'd say,
'Oh, your name is Church World Service. You're going to do the same
thing.'" In other cases, she adds, evangelicals provoked so much
resentment "that the other groups doing aid had to pull out, simply
because it was too dangerous."

Derr and others note that there is another model for missionary work, one
followed by many mainline Christians: serving those in need without
actively recruiting new believers. For example, Catholic Relief Services
delivers food and blankets to Afghanistan, builds drinking-water systems
in Morocco, and promotes small-business development among Egyptian
women-all without trying to recruit Muslims to Catholicism. "We reflect
our beliefs in our actions, in our relations, in our respect for people,"
says Ken Hackett, the agency's director. "We don't ask even our own staff
to convert. If you're a good Muslim, you're a good Muslim."

Rick Love admits that some evangelical groups "are unwise in how they
share their faith." But even if it takes some stretching of the truth, he
adds, it would be wrong to ignore the call to share the Word. "That is
what the Bible teaches," he says, "so I could never be part of an
organization that focuses on deed only." As Love sees it, the lack of
religious freedom in many Islamic countries forces missionaries to conceal
their intentions. "I want the freedom to share my faith with you and not
be persecuted," he says, "and I want you to have the same with me. It
should be a matter of persuasion, and not political power."

On the last day of the "winterim" session, things turn decidedly somber in
Love's classroom. It's the lesson in which the instructor reminds his
students that their work can have dire-even deadly-consequences for the
people they try to convert. He refers to Curry and Mercer, the two
Americans who were airlifted from a Taliban prison two months earlier.
"What happened with Dayna and Heather is not typical," he says. "We do
have people imprisoned, but usually you're asked to leave. We get a ticket
out of the country-but the new believers, what do they face? Loss of job,
children taken away, imprisonment, torture, even martyrdom."

Of all the criticisms launched at Christian evangelists, this is the one
that's least disputed: Missionary work often puts local believers in
serious danger. "It is common for mission agencies to be expelled from
countries awash with persecution," reports an internal study by the
Southern Baptist Convention based on 300 interviews in 45 countries.
"Virtually overnight, local believers are left destitute and exposed." The
study cites Indonesia, Bangladesh, Afghanistan, and Pakistan as
particularly repressive. In one East African community, it reports,
converts were "systematically hunted down and martyred by adherents to
Islam. Other believers are displaced; they live in refugee camps; they
reside in adjacent countries, or in the West." The common thread among the
victims? "All those martyred had a relationship to expatriate Christians
that contributed to their deaths." In another country unnamed in the
report, "significant numbers of Muslim-background believers were arrested
and tortured due to their relationship to the expatriate missionary."

Tahir Lavi converted to Christianity during secret midnight Bible-study
sessions at a madrassah in Kashmir where he was studying the Koran. His
parents disowned him, and he was forced to flee after a group of men
threatened to kill him. For the past 13 years, he has lived in exile in a
small house at the end of a narrow lane in a north Delhi slum. But despite
the risks, he continues to preach to other Muslims, exhorting them in the
words of Jesus: "Take up your cross and follow me."

Indeed, evangelical leaders encourage missionaries to continue
proselytizing, even though converts might be tortured or killed.
"Missionaries need maturity and spiritual toughness so that when the
fruits of their witness are required to walk through the fire, the
missionary does not automatically attempt to rescue them," the Southern
Baptist study urges. "Persecution is Biblically and historically normative
for the emerging church; it cannot be avoided or eliminated.... To avoid
persecution is to hamper the growth of the kingdom of God."

In the end, say evangelicals, the earthly suffering of Christians pales
before the eternal hell to which Muslims are sentenced. "It's hard for me
to say, 'I have a passport out of here if things get out of hand, but you
have to stay here and take it,'" says Raymond Weiss, a former missionary
in Bahrain. "But that's what Jesus says: Sometimes it will be fathers and
mothers against each other for his sake. If Jesus is cosmically,
ultimately true, then whatever cost in this world is nothing."

With that shared assumption, Rick Love's students are returning to the
field, to share the New Testament in the places they're least wanted. The
class at CIU has inspired them to renew their efforts to save Muslims from
what they consider a false religion. "Some Christians have said to us,
'They have their own faith; why do you need to reach them?'" says Brent
McHugh, the evangelist bound for Turkey. "But if you lean your ladder
against the wrong wall and you spend your life climbing up that ladder,
when you get to the top, you'll find there's nothing there." What do you
think?

Stealth Funding

The House just gave defense contractor Northrop Grumman the go-ahead to
build nine more stealth bombers. Of course, Northrop Grumman's money did
most of the deciding. By Jamie C. Trost

Once again, a congressional decision has shown that money talks -- or in
this case, flies. The House recently voted down Rep. Ron Dellums'
(D-Calif.) proposal to eliminate $331.2 million in funding for nine B-2
stealth bombers to be built by defense contractor Northrup Grumman -- nine
bombers, that is, that the Pentagon and President Clinton never asked for
in the first place.

This deal didn't just fall into Northrop Grumman's lap, though. The
contractor had to buy its way in. In the last election, Northrop Grumman
stealthfully carpeted federal candidates and parties with nearly $900,000
in PAC and soft money donations, according to a study by the Center for
Responsive Politics. House National Security Committee members, who
proposed the additional bomber funding, got an average of $2,705 from the
contractor's PAC. On the whole, the contractor's PAC dropped $2,378 on
Representatives who voted for stealth funding, ten times more those who
voted against it. In the first five months of this year, the contractor's
PAC dropped $84,500 on House members, two-thirds of them Republicans.



What American say about this ?

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004122315495988:1856 ;          Thu, 23 Dec 2004 15:49:59 +0700
$MessageID: <381-220041242384850154@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 12/23/2004 03:48:50 PM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/23/2004 03:50:04 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:03 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:03 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: IBLIS ITU BERNAMA HOMOSEKSUAL (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 8C446FB78F6EF07D47256F730030876B
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/23/2004 03:50:04 PM-12/23/2004 03:50:05 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/23/2004 03:50:05 PM

Please find the file attachment... Selamat Membaca & Semoga bermanfaat ...

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - 23122004-2.zip
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004122315432840:1756 ;          Thu, 23 Dec 2004 15:43:28 +0700
$MessageID: <381-220041242384218641@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Koreksi Terhadap Kelompok Kajian Utan Kayu (Islam Liberal)
PostedDate: 12/23/2004 03:42:18 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/23/2004 03:43:28 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:03 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:03 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 3CC7A57EC6335A3047256F73002FED0A
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/23/2004 03:43:28 PM-12/23/2004 03:43:30 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/23/2004 03:43:30 PM

Koreksi Terhadap Kelompok Kajian Utan Kayu (Islam Liberal)

Oleh: Dr. Sanihu Munir, MPH
(Direktur Eksekutif Moslem Information & Training Centre Pusat Kendari)

Sudah sejak beberapa waktu yang lalu saudara-saudaraku muslim dari
berbagai daerah, terutamanya di Pulau Jawa mempertanyakan kepada saya
tentang pandangan-pandangan Islam liberal yang dimotori oleh Komunitas
Islam Utan Kayu (KIUK). Secara kebetulan pada hari Ahad 6 Januari 2002
lalu di Harian Jawa Pos kelompok ini mengupas berbagai isu yang berkaitan
dengan Islam Radikal, Islam Liberal, Teologi Inklusif, Eksklusif, dan
Pluralis.

Setelah membaca kupasan dua penulis masing-masing Saudara Budhy
Munawar-Rachman dan Syafii Anwar, saya merasa perlu untuk memberikan
komentar atas tulisan mereka. Saudara Budhy mempertanyakan, "Adakah dasar
theologis yang diperlukan untuk suatu basis kerukunan hidup beragama?"

Saudara Budhy, sejak Islam masuk ke Indonesia sekitar 800 tahun yang lalu,
adakah masalah yang diciptakan oleh umat Islam di Indonesia dalam hal
kerukunan hidup beragama? Marilah kita sejenak menengok perjalanan sejarah
Indonesia. Apakah Islam yang hadir di Indonesia ini yang kemudian menjadi
besar dan mayoritas pernah mendzalimi dan membantai umat Kristen atau umat
Hindu karena mereka Kristen atau Hindu?

Bayangkan saudara Budhy, 350 tahun umat Islam Indonesia dijajah
orang-orang Kristen Belanda, dan selama itu pula para syuhada Muslim silih
berganti datang dan pergi berjihad mengusir penjajah Belanda dari bumi
Indonesia tercinta. Sepengetahuan saya umat Islam Indonesia tidak pernah
melakukan balas dendam atas perlakuan orang-orang Kristen Belanda dengan
melampiaskannya kepada umat Kristen Indonesia walaupun agamanya sama
dengan penjajah.

Apakah dari contoh ini umat Islam tidak toleran?
Perhatikan bagaimana mayoritas umat Islam mengelola negeri ini. Adakah
salah satu kantor pemerin-tah yang melarang umat Kristen menjadi
pegawainya? Atau memba-tasi umat Kristen melaksanakan ibadah? Atau adakah
salah satu Lembaga Perguruan Tinggi Umum di Indonesia ini yang melarang
umat Kristen mendaftar masuk? Atau adakah suatu sistem baik
terang-terangan atau terselubung yang menganaktirikan, mendzalimi atau
menindas mahasiswa Kristen? Apakah dari contoh ini umat Islam tidak
toleran?

Dalam bernegara, kita umat Islam di Indonesia ini tidak memerlukan teori
atau definisi yang muluk-muluk seperti Teologi Pluralis, Teologi Inklusif
atau Islam Liberal untuk bertoleransi. Sesungguhnya pertanyaan yang perlu
dan mendesak untuk dijawab adalah: "Mengapa umat Islam Indonesia yang
sedemikian santun dan lemah lembut selama lebih dari 800 tahun yang lalu,
tiba-tiba menjadi garang?"

Saudara Budhy menyinggung memudarnya kerukunan hidup beragama di Indonesia
dengan mengambil contoh Maluku (Ambon & Tobelo) serta Sulawesi Tengah
(Poso). Saudara Budhy, mungkin saudara tidak pernah melihat dengan mata
kepala sendiri pembantaian umat Islam di Ambon, Tobelo dan Poso. Saya
sendiri pernah ikut serta mengungsikan sisa-sisa pembantaian umat Islam
dari Tobelo dan Galela pada tanggal 2 Januari 2000 yang lalu.

Semua persoalan, baik di Ambon, Tobelo maupun Poso selalu diawali dengan
pembantaian yang dilakukan orang-orang Kristen terhadap umat Islam.
Mengapa ribuan umat Islam dibantai di setiap daerah kerusuhan?

Ini karena umat Islam di daerah-daerah tersebut toleran, lugu dan penuh
dengan prasang-ka baik. Percayalah saudara Budhy, umat Islam baik di
Ambon, Tobelo maupun Poso tidak pernah memba-yang-kan sedikitpun bahwa
manusia ciptaan Tuhan yang beragama Kristen di tiga daerah tersebut akan
tega dan sampai hati membantai saudara dan tetangga mereka, hanya
gara-gara saudara dan tetangga mereka tersebut beragama Islam.

Saudara tidak percaya? Silakan datang dan wawancarai lebih 100.000 orang
eksodus muslim pembantaian Ambon yang saat ini mengungsi ke propinsi saya
Sulawesi Tenggara.

Ketika mereka sedang mensyukuri Lebaran Idul Fitri sesudah berpuasa selama
sebulan penuh, tiba-tiba mereka harus menghadapi kenyataan pahit yang
sangat memi-lu-kan; harta benda mereka musnah terbakar, nyawa mereka dan
saudara mereka melayang. Bahkan saudara dan anak gadis mereka harus
mengalami pemerkosaan terlebih dahulu sebelum dibantai.

Penyerang datang dengan persenjataan lengkap di bawah sistem komando yang
rapi. Bendera dan simbol-simbol yang ingin memecah belah keutuhan Negara
Kesa-tuan Republik Indonesia dipegang dan diteriakkan di berbagai tempat.

Dalam kebrutalan seperti ini, menurut saudara Budhy, toleransi seperti apa
yang harus diberikan dan kerukunan seperti apa yang harus diperlihatkan
oleh umat Islam?

Dalam Kitab Injil umat Kristen, Matius 5:39, Yesus mengajarkan: "Janganlah
kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang
menampar pipi kananmu, berikan juga kepadanya pipi kirimu".

Namun apa yang terjadi? Orang-orang Kristiani yang tidak putus-putusnya
meneriakkan nama "Tuhan Yesus", bukannya tidak melawan karena didzalimi
umat Islam, tetapi malah sebaliknya memban-tai umat Islam yang tidak
pernah mengganggu mereka. Suatu tindakan yang benar-benar bertolak
belakang dengan ajaran orang yang mereka pertuhankan.
Lalu setelah mereka membantai, memerangi dan mendzalimi umat Islam, apa
yang harus dilakukan oleh umat Islam? Bila umat Kristen keluar dari ajaran
kasih dalam Alkitab serta meninggalkan ajaran moral Yesus, tidak demikian
dengan umat Islam. Sebagai umat yang memiliki tuntunan, saudara-saudara
Muslim lalu membuka Kitab Suci Al-Qur'an.

Bila Al-Qur'an mengatakan: "Kasihilah orang yang membantaimu, dan kalau
ibu bapakmu dibantai, berikan lagi anak-anakmu", barangkali umat Islam
tidak bisa berbuat banyak. Namun hal ini tentu tidak mungkin terjadi,
karena ajaran Islam adalah ajaran yang seja-lan dengan fitrah manusia.
Jangankan manusia, binatangpun bila dianiaya akan membalas. Lalu apa kata
Al-Qur'an?

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi
jangan kamu melampaui batas. Dan perangilah mereka sehingga tidak ada
fitnah lagi".(Al Baqarah:190-193)

Ini adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat Islam
menghadapi kedzaliman perbuatan fitnah yang merusak.

Dalam negara yang namanya Indonesia, umat Islam menjalankan peran ini
dengan membayar pajak untuk menggaji polisi dan tentara, memerangi mereka
yang berbuat fitnah. Namun pada saat aparat keamanan yang sudah digaji
dengan uang pajak umat Islam tidak dapat berbuat apa-apa, atau malah ada
yang ikut serta berbuat fitnah dan aniaya, maka tugas memerangi fitnah
terhadap umat Islam otomatis kembali ke pundak umat Islam, ke pundak saya,
ke pundak saudara Budhy, saudara Syafii Anwar, malah ke pundak Cak Nur
sekalipun.

Ingat, umat Islam tidak memusuhi atau membenci umat Kristen, yang dibenci
umat Islam adalah kedzaliman dan fitnah terhadap umat manusia yang
dilakukan oknum/kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu saya sangat malu terhadap Laskar Jihad dari berbagai
daerah di Indonesia yang datang berbekal semangat jihad fi sabilillah
untuk melindungi dan menyelamatkan umat Islam di Maluku dan Poso dari
kepunahan. Mereka dengan gagah berani mengambil alih tugas yang dibebankan
Allah Ta‘ala ke pundakku, ke pundak saudara Budhy, Syafii Anwar, Cak Nur
dan lain-lain.

Ketika kita sibuk berteori membahas Islam Liberal, Islam Radikal, Teologi
Inklusif, Eksklusif dan Pluralis di ruang ber-AC dengan segepok honor yang
akhirnya tidak memberikan arti apa-apa untuk menyelamatkan mereka yang
berdarah-darah di Maluku, Laskar Jihad justru langsung meninggalkan
hangatnya pelukan istri dan kebahagiaan bersama anak-anak tercinta. Mereka
terjun menyabung nyawa, mengambil alih tugas yang ada di pundak umat
Islam, di pundak kita yang tidak sempat ke sana.

Saya heran dengan pernyataan kritik saudara Syafii Anwar, yang
kewajibannya membela umat Islam yang dianiaya dan dibantai di Maluku,
dengan ikhlas diambil alih oleh Laskar Jihad. "Sekarang ini, ada satu
berita yang berkembang bahwa kelompok Laskar Jihad di Ambon dan Poso,
misalnya menggunakan kekerasan untuk melawan orang-orang Kristen".

Saudara Syafii, pernyataan saudara ini dapat menyesatkan pembaca. Saudara
mengatakan bahwa Laskar Jihad menggunakan kekerasan untuk melawan
orang-orang Kristen. Ini tidak benar! Walaupun kami umat Islam, termasuk
Laskar Jihad - tetapi tidak termasuk saudara-saudara dari KIUK- mengetahui
bahwa ajaran Kristen itu sesat, tetapi jelas Laskar Jihad tidak memusuhi
atau membenci orang-orang Kristen, tetapi kedzaliman dan kemungkaran.
Andaikata Laskar Jihad ingin melakukan kekerasan terhadap umat Kristen,
mengapa mereka harus susah-susah pergi ke Ambon? Di daratan Jawa saja ada
jutaan orang-orang Kristen. Namun orang-orang Kristen yang ada di Jawa
umumnya tidak membuat kemungkaran dan kedzaliman terhadap umat Islam
seperti yang kita saksikan di Ambon, Tobelo dan Poso. Jadi sekali lagi,
Laskar Jihad ke Maluku dan Poso bukan untuk mencari dan memerangi umat
Kristen. Mereka kesana untuk melindungi umat Islam yang didzalimi dan
dibantai orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang kebetulan beragama
Kristen.

Al-Qur'an dan terjemahannya terbitan Madinah tahun 1413 H, pada catatan
kakinya No. 117 hal. 46 tentang kata "fitnah" menjelaskannya sebagai;
menimbulkan kekacauan, seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya,
merampas harta mereka dan menyakitinya.

Nah, ketika fitnah terjadi maka umat Islam berkewajiban untuk
memeranginya. Resiko perang adalah melumpuhkan atau dilumpuhkan, sampai
fitnah berhenti. Adakah pertempuran yang tidak keras?

Sesungguhnya persoalannya tidak akan serumit saat ini andaikata aparat
keamanan bertindak cepat dan tegas. Namun sampai pun dalang kerusuhan
sudah diketahui malah membuat pernyataan-pernyataan yang ingin
mencabik-cabik keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, aparat
keamanan tidak bertindak.

Andaikata Laskar Jihad tidak turun tangan langsung, mungkin umat Islam di
Ambon tinggal nama dan kenangan. Buktinya di Tobelo umat Islam nyaris
punah setelah sekitar 4000-an dibantai secara sadis. Jadi saya tidak habis
pikir ketika saudara Syafii Anwar menyatakan:

"Menurut saya, kalau kita menggunakan kekerasan, kita justru melakukan
distorsi terhadap ajaran Islam".

Saudara Syafii! Tentu saudara sudah membaca Al-Qur'an. Ajaran Islam itu
tidak semuanya lembut. Bila semuanya lembut, itu tidak Islami. Kekerasan
bukanlah distorsi dalam Islam, tetapi merupakan titik lain dari kontinum
lembut-keras dalam Islam. Dan ini alami. Perhatikan firman Allah berikut
ini (yang artinya):

"Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah
lembut terhadap orang-orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap
orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah". (Al Maidah:54).

Ini persis seperti apa yang dilakukan seluruh umat manusia di dunia. Lihat
apa yang dilakukan polisi di manapun di dunia. Mereka lemah lembut
terhadap rakyat yang taat, namun bertindak keras dan tegas terhadap para
pembuat kejahatan. Jadi saudara Syafii Anwar yang tidak sempat ke Ambon
untuk mengemban tugas dari Allah melindungi umat Islam yang didzalimi,
harap tidak menghujat Laskar Jihad dengan menuduh mereka telah melakukan
distorsi terhadap ajaran Islam. Malah justru mereka telah memperlihatkan
diri sebagai seorang Muslim yang bertanggung jawab dan taat pada perintah
Allah. Mereka pun memperlihatkan diri sebagai warga negara yang baik
dengan berusaha melumpuhkan mereka yang ingin mencabik-cabik keutuhan NKRI.

Diakhir tulisannya saudara Syafii menyatakan: "Apalagi dengan kekalahan
Taliban seperti sekarang ini. Tidak ada yang bisa dijadikan model lagi".

Saudara Syafii, umat Islam itu punya harga diri, punya martabat dan punya
nilai yang perlu dipertahankan. Nilai-nilai ini sesungguhnya adalah nilai
yang universal. Nilai yang dirasakan oleh mereka yang tertindas dan
tereksploitasi tanpa memperdulikan golongan agama, ras dan lain-lain.

Betapa banyak negara di dunia ini yang menjadi sapi perahan IMF. Bukannya
ekonomi membaik, tetapi malah terus terpuruk dalam hutang yang tiada
berujung termasuk Indonesia.

Bagaimana Amerika dan antek-anteknya memusuhi Islam dengan menyatakan
Islam sebagai musuh nomor satu setelah rontoknya Uni Soviet, sementara
umat Islam tidak memusuhi Amerika. Secara sistematis mereka merusak citra
Islam melalui berbagai media. Mereka mendzalimi umat Islam di Palestina
dengan terus menerus mendukung tindakan brutal Israel.

Ketika kesombongan dan perbudakan ini merajalela, siapa di dunia
orang-orang tertindas ini yang punya nyali untuk "menegur" Amerika
Serikat? Ternyata beberapa orang dengan gagah berani pada tanggal 11
September 2001 yang lalu "menjewer" Amerika agar menyadari kesombongannya.

Jadi kalau Taliban melakukan tindakan "menjewer" Amerika, andaikata
benar-benar dibuktikan bahwa Taliban yang melakukan-nya, bukan berarti
bahwa Taliban adalah model untuk Islam radikal, tetapi sekedar mewakili
orang-orang tertindas di dunia ini yang tidak punya nyali untuk bersuara,
apalagi berbuat.

Muslim yang baik tidak harus menjadikan Taliban sebagai model, karena
dalam Islam model itu sudah ada.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu". (Al Ahzab:21)

Model yang terbaik ini terangkum dalam tiga sifat :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada
Allah". (Ali Imran:110)

Dengan ayat-ayat ini umat Islam sudah memiliki model yang baku untuk
berfikir, berakhlak, bersikap, bertingkah laku dan bertindak.

Oleh karena itu Taliban sendiri, belum tentu memerankan model yang
diinginkan Al Qur'an secara benar. Ketiga sifat diatas adalah universal
dan alami. Saya kira tidak seorangpun manusia waras di muka bumi ini yang
menolak kriteria sifat-sifat baik diatas.

Ketika seorang Laskar Jihad, seorang polisi, seorang ayah, atau seorang
hakim ingin menerapkan sifat-sifat baik diatas, maka berlakulah
tindakan-tindakan yang bergerak dalam kontinum lembut-keras. Perhatikan
salah satu contoh tindakan dalam kontinum lemah-lembut, sebagaimana
diajarkan Rasulullah:

"Manakala engkau melihat kemungkaran, perbaikilah dengan tanganmu, kalau
tidak sanggup, perbaikilah dengan hatimu, dan kalaupun ini kamu tidak
sanggupi, robahlah dengan hatimu; walaupun ini adalah selemah-lemahnya
Iman".

Makanya di dunia ini ada penjara. Makanya polisi dan tentara dibekali
bedil, supaya mereka yang tidak bisa dinasehati dan diperbaiki, bisa saja
di "dor". Ini Islami!! Mana ada perampok atau pemerkosa yang disambut
dengan kalungan bunga dan pesta pora. Ini ajaran sinting!

Dalam tulisan di bawah subjudul Teologi Eksklusif atau Teologi Pluralis,
Saudara Budhy menyitir pendapat Ajith Fernando yang menjelaskan bahwa
doktrin eksklusifitas agama berprinsip bahwa agama sayalah yang paling
benar, agama lain sesat dan menyesatkan.

Tetapi, Saudara Budhy, rupanya Teologi Eksklusif yang Saudara kemukakan
ini sudah ketinggalan zaman. Berikut ini saya akan kutipkan beberapa
pendapat pakar sejarah dan teolog Kristen.

1. Uskup John Shelby Spong dalam bukunya Why Christianity Must Change or
Die (1998). (Mengapa agama Kristen Harus Berubah (keimanannya) atau akan
Mati).

"Kita harus membebaskan Yesus dari kedudukannya sebagai Jurusalamat…Ajaran
ini harus dicabut dan dibuang"

2. Reverend DR Charles Francis Potter dalam bukunya The Lost Years of
Jesus Revealed (1992).

"Para pemuka agama Kristen tidak dapat dimaafkan untuk (mempertuhankan
Yesus) dengan memanfaatkan keterbatas­an… berfikir orang-orang Palestina
2000 tahun yang lalu"

3. John Davidson dalam bukunya The Gospel of Jesus (1995).

"Barangkali kita (umat Kristen) telah tersesat selama 2000 tahun"

Ketiga contoh diatas memperlihatkan bahwa ketiga pakar di atas bukannya
mengatakan bahwa agama mereka, Kristen, adalah agama yang paling benar,
tetapi malah sebaliknya mengakui bahwa agama mereka ternyata adalah agama
yang salah dan menyesatkan.

Selanjutnya saudara mengutip Karl Rahner tentang Teologi Inklusif yang
sekarang mulai dianut oleh Vatikan: "Agama lain adalah bentuk implisit
dari agama kita". Hal ini tidak berlaku untuk agama Islam dan Kristen
sebagaimana yang dibeberkan oleh Pakar sejarah Max I. Dimont dalam bukunya
Jews, God and History (1994).

"Pemisahan antara Kristen dan Yahudi terjadi setelah tahun 50-an, setelah
sekte Kristen dibawa ke penyembahan berhala dan menjadikannya agama dunia"

Dari pernyataan Max I. Dimont ini, jelas terlihat bahwa Islam sebagai
agama wahyu bukan merupakan bentuk implisit dari agama dunia (Kristen).

Demikian pula ketika saudara mengutip John Hick dan John B. Cobb Jr. yang
mengatakan bahwa "Agama berbeda-beda tetapi semuanya benar", ini dibantah
kembali oleh John Shelby Spong dalam bukunya Rescuing the Bible from
Fundamentalism (1991) dengan mengatakan:

"Dia (Paulus) tidak menulis firman Allah. Yang dia tulis adalah
kata-katanya sendiri yang khusus, penuh keterbatasan serta memiliki
berbagai kelemahan sebagai ciri seorang manusia"

Saudara Budhy, saya heran dengan pandangan saudara! Ketika para pakar
teolog Kristen mengakui bahwa agama Kristen berbeda dengan Islam karena
Kristen adalah penyimpangan dari ajaran Yesus yang diselewengkan oleh
Paulus, sementara Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‗alaihi
wa sallam , kok malah saudara ngotot bahwa Islam sama saja dengan Kristen.

Oleh karena itu, ketika saudara mengutip ayat-ayat Kitab Suci Al Qur'an,
saya sangat berkepentingan untuk meluruskannya. Kalau tidak, umat Muslim
dapat saja tergelincir dalam kemusyrikan.
Saudara mengutip Al Qur'an surat Ali Imran:19, yang artinya:

"Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam". Lalu
kemudian mengutip surat Ali Imran :85 yang artinya:

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, sekali-kali tidak akan
diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi".

Dengan ayat-ayat ini saudara menuduh umat Islam berpikir eksklusif bahwa
agama Kristen tidak termasuk agama yang diterima dan diridhai Allah. Lalu
Saudara mengajukan penafsiran inklusif sebagai penafsiran yang "lebih baik
dan benar" untuk memasukkan agama Kristen sebagai agama yang juga diterima
dan diridhai Allah karena menurut saudara merekapun pasrah sepenuhnya
(kepada Allah).

Namun sebelum semuanya kita terima atau kita tolak, baiklah kita tengok
definisi saudara setelah diterapkan pada agama Islam dan Kristen. Islam =
berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Kristen = berserah diri sepenuhnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru
Selamat.

Saudara Budhy, dari definisi Saudara sendiri, ternyata Islam tidak sama
dengan Kristen. Masih kabur? Camkanlah pernyataan sejarawan Edward Gibbon
dalam bukunya The Decline and Fall of the Roman Empire ( 1974), hal 656.

"Namun Yesus hanyalah manusia biasa, dan di hari kiamat (nanti),
kesaksiannya akan mengutuk baik umat Yahudi yang menolak kerasulannya,
maupun umat Kristen yang menyembahnya sebagai Anak Allah"

Ketika manusia di permukaan bumi dicekoki dengan penyem-bah-an kepada
berhala-berhala selain Allah, maka sudah saatnya Allah mengutus Nabi
Muhammad Shallallahu ‗alaihi wa sallam untuk meluruskan kembali Jalan
Lurus yang dibengkokkan Paulus dan para pendukung-pendukungnya.

"Yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan
menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok".(Al A'raaf :45)

Untuk inilah kita diperintahkan Allah untuk menjalankan dakwah,
mengeluarkan umat Kristen dari kesesatan dan kegelapan, akibat perbuatan
para pemimpin mereka yang menyeret serta membiarkan mereka berada dalam
lembah kegelapan.

"Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan
Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok
padahal kamu menyaksikan?" (Ali Imran:99) (#)



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004122015122945:1551 ;          Mon, 20 Dec 2004 15:12:29 +0700
$MessageID: <381-220041212081117735@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 12/20/2004 03:11:17 PM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/20/2004 03:12:32 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:03 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:03 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: The complete X Files : JI (Jewish Intelligent) dibalik Bom Kuningan
(No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 2B155C04B6AA0ED347256F70002D17B3
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/20/2004 03:12:32 PM-12/20/2004 03:12:33 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/20/2004 03:12:33 PM

Silahkan buka/launch file attachmentnya... Selamat Membaca....


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - bomkuningan.exe
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004121413595299:1251 ;          Tue, 14 Dec 2004 13:59:52 +0700
$MessageID: <381-220041221465840710@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: ―SKB 1/1969 dan Kepekaan Kaum Muslim‖
PostedDate: 12/14/2004 01:58:40 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/14/2004 01:59:53 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:03 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:03 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F24658D76ACB558A47256F6A0026712C
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/14/2004 01:59:53 PM-12/14/2004 01:59:54 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/14/2004 01:59:54 PM

Sumber : http://www.hidayatullah.com

―SKB 1/1969 dan Kepekaan Kaum Muslim‖


Ketua PGI Pendeta Nathan Setiabudi yang meminta SKB dicabut agar
memudahkan kalangan Kristen mendirikan rumah ibadah. Tapi umat Islam masih
belum peka. Baca CAP Adian Husaini, MA ke 81

Akhir-akhir ini, masalah SKB No 1/1969 mencuat kembali dan menjadi
perdebatan ramai di berbagai media massa, menyusul pernyataan Ketua
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt. Nathan Setiabudi setelah diterima
Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, beberapa hari lalu. Kita pernah
mengangkat masalah ini dalam CAP ke-58. Ketika itu, ketika akan bergabung
dengan kubu Megawati-Hasyim Muzadi, Partai Damai Sejahtera (PDS)
mengajukan sejumlah syarat, antara lain pencabutan SKB Menteri Dalam
Negeri dan Menteri Agama Nomor 1/1969 dan UU Sisdiknas. SKB 1/1969 ini
berisi antara lain: setiap pendirian rumah ibadat perlu mendapatkan izin
dari kepala daerah atau pejabat pemerintahan di bawahnya yang dikuasakan
untuk itu.

Rupanya, meskipun Mega-Hasyim gagal meraih kursi kepresidenan RI, suara
kalangan Kristen untuk menuntut pencabutan SKB 1/1969 tetap berjalan.
Mereka biasanya beralasan bahwa Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri
Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 1969, itu adalah
"bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Tap MPRS No XX/MPRS/1966, Hak
Asasi Manusia untuk beribadah, menafikan kebebasan beribadah umat Kristen
dan Katolik di Indonesia, serta menumbuhkan fanatisme sempit pada umat
beragama lain."

Sejak lahirnya, SKB No 1 tahun 1969 sudah menjadi bulan-bulanan pihak
Kristen, seperti halnya SK Menteri Agama No 70 tahun 1978 yang mengatur
tentang Pedoman Penyiaran Agama. SK Menteri Agama No 70 itu misalnya
menetapkan, bahwa penyiaran agama tidak dibenarkan untuk (1) ditujukan
terhadap orang-orang yang telah memeluk agama lain, (2) dilakukan dengan
menggunakan bujukan/pemberian materiil, uang, pakaian, makanan/minuman,
obat-obatan dan lain-lain agar supaya orang tertarik memeluk sesuatu
agama, (3) dilakukan dengan cara-cara penyebaran panflet, buletin,
majalah, buku-buku dan sebagainya di daerah-daerah/ di rumah-rumah
kediaman umat/orang yang beragama lain, (4) dilakukan dengan cara-cara
masuk keluar dari rumah ke rumah orang yang telah memeluk agama lain
dengan dalih apa pun.

SKB No 01/BER/MDN-MAG/1969 itu adalah SKB tentang "Pelaksanaan Tugas
Aparatur Pemerintahan dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan
Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-Pemeluknya". SKB No 1/1969
ditetapkan tanggal 13 September 1969 dan ditandatangani oleh Menteri Agama
KH Moh. Dahlan dan Menteri Dalam Negeri Amir Machmud.

Soal yang berkaitan dengan pembangunan gereja diatur dalam pasal 4 SKB
tersebut.

(1) Setiap pendirian rumah ibadah perlu mendapatkan izin dari Kepala
daerah atau Pejabat Pemerintah di bawahnya yang dikuasakan untuk itu.

(2) Kepala Daerah atau pejabat yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini
memberikan izin yang dimaksud setelah mempertimbangkan (a) pendapat Kepala
Perwakilan Departemen Agama setempat, (b) planologi (c) kondisi dan
keadaaan setempat.

(3) Apabila dianggap perlu, Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuknya
itu dapat meminta pendapat dari organisasi-organisasi keagamaan dan
ulama/rohaniawan setempat.

Gugatan keras terhadap SKB 1/1969 misalnya pernah datang dari JE Sahetapy,
seorang tokoh PDIP. Tokoh Kristen yang juga pakar hukum dari Unair
Surabaya ini mengaitkan maraknya aksi pembakaran dan perusakan gereja
dengan keberadaan SKB No 1/1969. JE Sahetapy menulis soal ini, "… sejak
tahun 1969 umat Kristiani telah diviktimisasi, antara lain, melalui SKB
Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 1969, dan yang
kemudian dilanjutkan dengan berbagai surat instruksi dan surat radiogram,
yang pada intinya, bagaimana mendiskreditkan dan memojokkan kehidupan
beragama/bergereja umat Kristiani."

SKB 1/1969 dikatakan Sahetapy telah memasung kebebasan HAM. Berdasarkan
pasal 29 UUD 1945 dan penjelasannya, Sahetapy menyimpulkan, secara
legalistik positivistik, maka tidak mungkin kebebasan beragama secara
diskriminatif dipasung dengan suatu produk hukum yang tidak dikenal dan
tidak berjiwa Pancasila dan serta tidak sesuai dengan Tap MPRS No XX Tahun
1966. SKB Nomor 1 tahun 1969 juga disebut Sahetapy sebagai bentuk
"penjajahan terselubung" yang bertentangan dengan makna "kemerdekaan"
sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, "Bahwa sesungguhnya
kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan
di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan
dan perikeadilan."

Dari uraian Sahetapy dapat disimpulkan betapa jengkelnya kaum Kristen
dengan keberadaan SKB No 1 tahun 1969 tersebut. Bahkan, Sahetapy dengan
tegas menyatakan, SKB itu dengan sendirinya batal hukum. Artinya, sesuai
pandangan Sahetapy dan berbagai kelompok Kristen lainnya, SKB yang sudah
berumur 30 tahun itu dianggap tidak ada oleh kaum Kristen di Indonesia.
Apa artinya? Tidak lain, kecuali, kaum Kristen enggan menerima
aturan-aturan yang "mengatur" soal pembangunan gereja. Mereka mau jalan
sendiri, tanpa aturan, dengan alasan kebebasan dan HAM.

Mungkin, karena menganggap sepi SKB Nomor 1 tahun 1969 itulah, maka
persoalan gereja di Indonesia tidak pernah tuntas. Sebab, pihak Kristen
menganggap, untuk membangun gereja tidak perlu melalui prosedur izin
sesuai SKB Nomor 1 tahun 1969. Sementara pemerintah dan kaum Muslim
Indonesia menilai SKB itu adalah peraturan yang sah dan berlaku di negara
hukum Indonesia.

Jika logika dan pendapat Sahetapy soal SKB Nomor 1 tahun 1969 tetap
dipegang teguh oleh kaum Kristen Indonesia, sementara pihak Muslim dan
pemerintah RI tetap berpegang teguh pada SKB Nomor 1 tahun 1969 itu, maka
"sudah sewajarnya" jika konflik antara kaum Muslim dan kaum Kristen dalam
soal gereja akan terus berlangsung dan tidak pernah berakhir.

Tuntutan pihak Kristen untuk mencabut SKB No 1/1969 dengan alasan HAM
sangatlah tidak masuk akal. Di belahan mana pun di dunia ini, masalah
pembangunan rumah ibadah pasti mendapat perhatian dan aturan serius. Kaum
Muslim juga harus berjuang keras melalui berbagai persyaratan administrasi
yang berat, ketika hendak mendirikan masjid di negara-negara Kristen
Eropa. Tidak mungkin, dengan alasan HAM dan kebebasan, maka kaum Muslim
bebas begitu saja mendirikan masjid. Kaum Muslim di Roma, misalnya, harus
berjuang puluhan tahun untuk dapat mendirikan sebuah masjid. Pada dekade
1930, kaum Muslim pernah meminta ijin kepada Mussolini untuk mendirikan
Masjid, tetapi dijawab Mussolini: ―No! When we can build a Roman Catholic
church in Mecca, you can build a mosque in Roma.‖ Permintaan Mussolini
tentu mustahil dipenuhi kaum Muslim, sebab Kota Suci Mekkah memang hanya
dikhususkan untuk dihuni oleh kaum Muslim.

Kini, jika SKB 1/1969 itu dicabut, kita bertanya kepada pihak Kristen,
apakah mereka akan dengan seenaknya sendiri mendirikan gereja di
mana-mana? Bukankah hal ini akan semakin memperkeruh situasi hubungan
antar agama di Indonesia? Inikah yang diinginkan PDS, PGI, dan
kelompok-kelompok Kristen lain di Indonesia?

Kaum Muslim Indonesia telah terbukti memberikan sikap toleransi yang
tinggi terhadap kehidupan keagamaan kaum Kristen. Ratusan, bahkan ribuan
Gereja berdiri di mana-mana, dengan atau tanpa ijin. Kadangkala, Gereja
itu sengaja didirikan dengan sangat mencolok di tengah komunitas Muslim.
Tengoklah, misalnya, sebuah Gereja yang amat sangat megah dan mewah yang
dibangun di depan Komplek Kopassus AD, Cijantung. Di depan Markas Brimob
kelapa Dua, sebuah Gereja Megah didirikan. Di tengah penderitaan bangsa
Indonesia, kelompok Kristen justru mau membangun sebuah Menara Doa Jakarta
senilai Rp 2,5 trilyun. Itu semua didirikan ketika SKB 1/1969 masih
berlaku.

SKB No 1/1969 sebenarnya masih ideal. Seperti usul mantan Menteri Agama
Tarmizi Taher, masalah ini sebaiknya dibicarakan secara terbatas. SKB itu
bukan hanya berlaku untuk kaum Kristen, tetapi juga untuk kaum Muslim yang
tinggal di daerah mayoritas Kristen seperti NTT, Papua, dan sebagainya.
Aturan semacam ini sangat diperlukan untuk mencegah semakin memburuknya
hubungan antar-agama, karena sikap agresif sebagian kaum Kristen dalam
menyebarkan agamanya terhadap kaum Muslim di Indonesia. Kaum Kristen tidak
dilarang membangun Gereja, tetapi perlu dicermati, apakah Gereja itu
dibangun untuk keperluan ibadah mereka atau berfungsi sebagai pusat dan
alat misi Kristen untuk memurtadkan kaum Muslim.

Sebab, harus diakui, di kalangan kaum Kristen, semangat untuk
mengkristenkan orang Islam masih sangat besar. Kita ingat, wawancara
pendeta Suradi dengan Majalah GATRA, (20 Maret 2001) yang bersemangat
mengatakan, bahwa yang dilakukan kaum Kristen bukanlah ―Kristenisasi‖,
tetapi ''selametisasi'', yaitu membawa berita keselamatan. Maksudnya,
supaya orang mendapat berita keselamatan. ―Manusia itu mau selamat atau
tidak?,‖ kata Suradi.
Yang sangat bersemangat dalam mengupayakan pencabutan SKB 1/1969 ini
tampaknya dari kalangan Protestan. Jika ditelusuri sejarahnya, tokoh
Kristen Protestan seperti Martin Luther, memang memiliki pandangan yang
sangat buruk terhadap Islam, dan agama lain. Luther misalnya, menyatakan,
bahwa Kristus akan datang di Hari Akhir dan menghancurkan semua musuhnya,
yaitu kaum Muslim (dia sebut dengan istilah ‗the Turks‘), Yahudi, Paus,
dan sebagainya. Kata Luther: ―We know that Christ will come on the Last
Day and will destroy all His enemies: the Turk, the Jews, the pope, the
cardinals, the bishops, and whatever ungodly men they are…‖ (Lihat,
Jaroslav Pelikan (ed), Luther‘s Works, Vol. 2, Lectures on Genesis
Chapters 6-14, (Missouri: Concordia Publishing House, 1960), hal. 256.
Luther, juga menggambarkan Nabi Muhammad saw sebagai laki-laki hina dan
cabul yang melakukan studi dari tempat tidur perempuan pelacur, serta
bangga karena diberi kekuatan fisik oleh Tuhan sehingga mampu tidur dengan
40 wanita sehari. (Vol. 15, hal. 342). Senada dengan Luther, Pdt Suradi
juga menyatakan, bahwa orang Islam menyembah hajar aswad (batu hitam), dan
suara yang didengar Nabi Muhammad saw di Goa Hira adalah suara setan.
Menyebarnya buku Robert A. Morey ―The Islamic Invasion‖ di kalangan Gereja
juga menunjukkan bahwa serangan terhadap Islam, baik ajaran maupun
pemeluknya, masih hidup subur di kalangan Kristen. Albert Hourani, dalam
bukunya, Europe and the Middle East (London: The Macmillan Press Ltd,
1980), mengakui bahwa pandangan dasar Luther terhadap Islam memang
mengerikan. Meksipun, Luther juga memuji kesederhanaan peribadahan dan
tradisi Muslim dibandingkan Katolik.

Hal-hal seperti inilah yang mestinya diselesaikan oleh PGI terlebih dahulu
sebelum membicarakan soal SKB 1/1969. Konon, banyak pendeta yang tidak
sejalan dengan Suradi dan sejenisnya, namun, belum tampak ada keseriusan
PGI dalam mengatasi kelompok-kelompok agresif Kristen yang melakukan
serangan terhadap Islam. Jika masalah-masalah ini bisa diatasi, masalah
SKB 1/1969 adalah masalah yang lebih kecil, dan masalah hubungan
antar-agama dapat didiskusikan dalam situasi dan kondisi yang lebih baik.

Pada sisi lain, dari sudut kaum Muslim, kita   patut bersyukur, bahwa kaum
Muslim masih cukup peka melihat permasalahan   SKB 1/1969. Banyak yang
meributkan dan memberikan respon. Sayangnya,   kepekaan ini masih sebatas
hal-hal yang bersifat superfisial dan tampak   di permukaan.

Di masa sekarang, kepekaan pada batas ini masih belum mencukupi, khususnya
bagi para cendekiawan dan ulamanya. Kaum Muslim ribut ketika PDS muncul,
begitu juga ketika SKB 1/1969 diusik. Tetapi tidak ribut ketika sejumlah
lembaga dan tokoh Islam justru mengadopsi metode Kristen dalam studi
al-Quran. Para cendekiawan Muslim terkemuka tidak ribut ketika Paramadina
menerbitkan buku Fiqih Lintas Agama. Tokoh Paramadina, Nurcholish Madjid
tetap diagungkan sebagai cendekiawan Muslim terkemuka. Padahal,
serangan-serangan dari dalam seperti ini justru lebih serius dampaknya
terhadap kaum Muslim.

Pada 29 November lalu, ada sebuah artikel di Republika berjudul ―Pengaruh
Metodologi Bible Terhadap Studi Al-Qur'an‖ yang ditulis oleh Adnin Armas
dari ISTAC. Artikel ini menunjukkan, bagaimana sesungguhnya para
Orientalis – Yahudi dan Kristen -- seperti Ignaz Goldziher (m. 1921),
Theodor Nöldeke (m. 1930), Friedrich Schwally (m. 1919), Edward Sell (m.
1932), Gotthelf Bergsträsser (m.1933), Leone Caentani (m. 1935), Alphonse
Mingana (m. 1937), Otto Pretzl (m. 1941), Arthur Jeffery (m. 1959), John
Wansbrough (m. 2002) dan muridnya Prof. Andrew Rippin, serta Christoph
Luxenberg (nama samaran) dan masih banyak lagi yang lain, membawa
pandangan hidup (worldview) mereka ketika mengkaji Islam.

Mereka mengadopsi metodologi Bible ketika mengkaji al-Qur'an. Ironisnya,
metode Bible itu justru kini dipeluk dan diajarkan di berbagai perguruan
tinggi Islam. Para intelektual dari kalangan Muslim itu tidak segan-segan
dan malu-malu untuk mengadopsi dan menjiplak metode Bible untuk melakukan
studi al-Quran. Mohammed Arkoun, misalnya, menegaskan bahwa studi
al-Qur'an sangat ketinggalan dibanding dengan studi Bible (Quranic studies
lag considerably behind biblical studies to which they must be compared).
(Mohammed Arkoun, The Unthought in Contemporary Islamic Thought, London:
Saqi Books, 2002).

Menurut Arkoun, metodologi John Wansbrough, memang sesuai dengan apa yang
selama ini ingin Ia kembangkan. Dalam pandangan Arkoun, intervensi ilmiah
Wansbrough cocok dengan framework yang Ia usulkan. Framework tersebut
memberikan prioritas kepada metode-metode analisa sastra yang, seperti
bacaan antropologis-historis, menggiring kepada pertanyaan-pertanyaan dan
sebuah refleksi yang bagi kaum fundamentalis saat ini tidak terbayangkan.
(Mohammed Arkoun, "Contemporay Critical Practices and the Qur'an", di
dalam Encyclopaedia of the Qur'an, Editor Jane Dammen McAuliffe, Leiden:
Brill, 2001).

Padahal John Wansbrough, yang menerapkan analisa Bible, yaitu ―form
Criticism‖ dan ―redaction criticism‖ kepada al-Qur'an, menyimpulkan bahwa
teks al-Qur'an yang tetap ada baru ada setelah 200 tahun wafatnya
Rasulullah saw. Menurut John Wansbrough lagi, riwayat-riwayat mengenai
al-Qur'an versi `Uthman adalah sebuah fiksi yang datang kemudian,
direkayasa oleh komunitas Muslim supaya asal-muasal al-Qur'an dapat di
lacak ke Hijaz (Issa J. Boullata, "Book Reviews: Qur'anic Studies: Sources
and Methods of Scriptural Interpretation", The Muslim World 67: 1977).

Contoh lain adalah apa yang dilakukan oleh Nasr Hamid Abu Zayd, seorang
intelektual asal Mesir. Arkoun menyayangkan sikap para ulama Mesir yang
menghakimi Nasr Hamid. Padahal metodologi Nasr Hamid memang sangat layak
untuk diaplikasikan kepada al-Qur'an. Nasr Hamid berpendapat bahwa
al-Quran sebagai sebuah teks dapat dikaji dan ditafsirkan bukan hanya oleh
kaum Muslim, tapi juga oleh Kristen maupun ateis. Al-Qur'an adalah teks
liguisitk-historis-manusiawi. Al-Quran adalah hasil budaya Arab.
Popularitas Nasr Hamid di Indonesia saat ini sangat tinggi, dan banyak
yang menyebarkan pandangannya.

Bahkan, sejumlah professor dan tokoh organisasi Islam secara
terang-terangan menyebarkan pandangan Nasr Hamid.

Padahal, menurut Adnin Armas, adopsi metodologi Bible yang dilakukan
sarjana Muslim terhadap al-Qur'an sangat disayangkan. Jika adopsi ini
diamini, maka hasilnya fatal sekali. Otentisitas al-Qur'an sebagai kalam
Allah akan tergugat. Al-Qur'an akan diperlakukan sama dengan teks-teks
yang lain. Ia akan menjadi teks historis, padahal sebenarnya ia adalah
Tanzil (trans-historis). Ia jelas berbeda dengan sejarah Bible. Sumbernya
juga berbeda. Setting sosial dan budaya juga berbeda. Bahkan Bahasa asli
Bible sudah tidak banyak lagi digunakan oleh penganut Kristen. Sangat
berbeda dengan kaum Muslimin, yang dari dulu telah, sekarang masih, dan
akan datang terus membaca dan menghafal al-Qur'an dalam bahasa Arab. Oleh
sebab itu, mengadopsi metodologi Bible terhadap al-Qur'an adalah adopsi
dan metodologi yang salah kaprah.

Tantangan dan dampak yang ditimbulkan dari adopsi metode Bible dalam studi
Islam, apalagi dilakukan oleh para cendekiawan dan perguruan Islam, jauh
lebih besar dibandingkan dengan masalah SKB 1/1969. Tetapi, hingga kini,
kita patut bertanya, seberapa besar perhatian kaum Muslim terhadap
tantangan serius yang sudah menghunjam jauh ke jantung umat Islam
Indonesia ini? Seberapa besar perhatian organisasi Islam, partai Islam,
pengusaha Muslim, dan para aktivis Islam terhadap masalah ini? Wallahu a‘
lam. (KL, 9 Desember 2004).



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004121413452862:1150 ;          Tue, 14 Dec 2004 13:45:28 +0700
$MessageID: <381-220041221464416377@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Halusinasi Penentang Syariat Islam
PostedDate: 12/14/2004 01:44:16 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/14/2004 01:45:29 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:04 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: A94541FD04F97D7847256F6A00251F8C
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/14/2004 01:45:29 PM-12/14/2004 01:45:30 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/14/2004 01:45:30 PM

Halusinasi Penentang Syariat Islam

Irfan S Awwas
Upaya dekonstruksi syariat Islam dari politik dan lembaga negara, kini
telah melibatkan kalangan pemikir dari berbagai disiplin ilmu. Ahmad Najib
Burhani, dosen di Universitas Paramadina, melontarkan opini berjudul
''Ratu Adil Bernama Syariat Islam'' (Republika, 19/11/2004).

Dikatakan bahwa: "Tuntutan sebagian Islam radikal terhadap penerapan
syariat Islam itu dilandasi oleh keyakinan bahwa syariat Islam akan
berfungsi seperti sosok Ratu Adil atau Mesiah. Syariat, misalnya,
dipandang sebagai total solution terhadap segala problema yang dihadapi
bangsa Indonesia. Gagasan ini, katanya lagi, hanya lahir dari komunitas
masyarakat miskin, tersisihkan, dan putus asa yang menunggu-nunggu
hadirnya makhluk yang mampu mengangkat derajat hidup mereka."

Pemikiran normatif sekularisme seperti ini muncul dari seorang dosen
Muslim, terasa agak aneh. Cara berpikir demikian, pernah berkembang pesat
di zaman Lenin dalam wujud pemikiran anti Tuhan dan anti agama (ateis).
Leninisme berkeyakinan, tanpa agama kehidupan menjadi lebih cerah.
Kebencian pada agama, akhirnya melahirkan halusinasi (membayangkan segala
hal buruk) terhadap segala yang berkaitan dengan syariat Allah.

Halusinasi para penentang syariat Islam, bertolak dari pemikiran tentang
perlunya memberikan jawaban atas berbagai problema masyarakat modern yang
menyangkut kehidupan publik. Terhadap syariat Islam, sayangnya, keinginan
itu kemudian dirumuskan dalam bingkai apriori, bahwa ajaran Islam sama
sekali tidak menyentuh realitas sosial masyarakat yang sudah berkembang
sedemikian pesat. Ajaran Islam dirasakan tidak akan mampu mengantisipasi
perkembangan zaman karena sifatnya yang statis dan final dengan selesai
turunnya wahyu.

Benarkah mereka yang memandang syariat Islam sebagai total solution
merupakan orang-orang yang putus asa, termarginalkan, dan melarat?
Meyakini syariat Islam sebagai total solution adalah bagian dari keimanan
Islam. Sebab, segala kebaikan yang diajarkan Islam sesuai dengan fitrah
manusia. Siapapun yang menerapkan prinsip-prinsip kehidupan Islam, seperti
komitmen terhadap janji, jujur, kerja keras, disiplin dan tepat waktu,
adil dalam menjalankan kekuasaan, kesediaan menerima kontrol masyarakat
dalam menjalankan kepemimpinan negara, dan ramah terhadap orang lain. Dia
pasti akan mendapatkan manfaat, baik dia Muslim atau non Islam, di negara
Islam maupun sekuler.

Namun demikian, membandingkan antara Muslim yang meyakini syariat Islam
sebagai total solution, atau dalam ungkapan Roger Graudy, hillun wahidun
lil mustaqbalil alam (solusi tunggal bagi problem dunia kontemporer);
dengan Amerika Serikat yang memandang demokrasi sebagai obat mujarab atau
Mesiah modern bagi seluruh problem manusia, sebagaimana dikatakan Najib
Burhani, jelas tidak relevan. AS kini memperalat demokrasi sebagai alasan
pembenaran untuk menjajah bangsa Irak, membunuh ribuan Muslim, memperkosa
wanita, dan menghancurkan sejumlah masjid bersejarah. Menyejajarkan
demokrasi, sekularisme, dan isme-isme turunannya dengan syariat Islam
adalah kriminalitas berpikir, merendahkan martabat Allah, dan menghina
Rasulullah SAW.

Demokrasi ataupun sekularisme, bukan saja ideologi yang bersifat man-made,
tidak punya nabi dan kitab suci. Tetapi juga, seperti dikatakan Moh Natsir
di hadapan sidang pleno Konstituante, 12 November 1957, adalah ideologi
la-diniyyah, tanpa agama. Tidak memiliki tujuan hidup, dan kosong dari
orientasi ukhrawi. Setinggi-tinggi tujuan hidup manusia yang bisa
diberikan demokrasi, paling-paling penghargaan pada mayoritas dan
membiarkan tiap golongan masyarakat memanifestasikan diri secara bebas dan
merdeka. Sedangkan sekularisme, selain tidak dapat memberikan dasar dan
arah bagi kehidupan individu maupun masyarakat, kata beliau, konsepsinya
tidak akan melebihi apa yang disebut humanity (perikemanusiaan). Karena
itu, berpedoman pada demokrasi atau sekularisme, ibarat menelan makanan
yang tercemar, tidak pernah bisa memberikan makanan yang bergizi, bahkan
sebaliknya meracuni pikiran dan hati.

Adapun agama Islam, memiliki sumber dan dasar berpijak yang jelas, yaitu
Tauhidullah. Tujuannya, mengarahkan manusia supaya selamat hidupnya di
dunia dan akhirat. Untuk itu manusia diberi manhajul hayah (pedoman hidup)
bernama syariat Islam. Tidak ada satu sudut pun dari areal kehidupan
manusia yang tidak diatur dalam Islam. Komitmen Natsir dalam
memperjuangkan formalisasi syariat Islam di lembaga negara, terbukti tidak
membuatnya terhina, apalagi putus asa. Ia berpulang ke rahmatullah dengan
terhormat. Justru, mereka yang menolak syariat Islam adalah orang-orang
yang tidak mampu membebaskan diri dari hegemoni Barat. Orang-orang yang
mengidap inferiority complex, yang malu melihat wajahnya sendiri, yang
biasa mengidentifikasikan dirinya dengan kemauan asing, sehingga takut
berkata: "Isyhadu bianna muslimun."


Akibat menolak syariat

"Di antara manusia ada yang mempergunakan kata-kata hampa tanpa ilmu untuk
menyesatkan orang dari jalan Allah dan menjadikan jalan Allah itu senda
gurau. Mereka akan menderita azab yang menghinakan." (Qs. Lukman, 31: 6).

Manusia yang berperilaku, sebagaimana tersebut di dalam ayat di atas, kini
jumlahnya semakin banyak. Secara formal, mereka ada yang beragama Islam,
namun dalam praktiknya, mereka justru melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan agamanya. Mereka menggunakan label demokrasi, hak asasi, liberalis,
pluralis, inklusifis, kesetaraan gender, dan sebagainya. Dari komunitas
inilah munculnya "fikih lintas agama" yang menyatakan shalat tidak wajib,
wanita bukan saja boleh menjadi presiden, bahkan sebagai khatib atau imam
shalat di hadapan makmum laki-laki juga sah. Padahal, yang mereka serukan
adalah kebatilan, membuat aturan agama tanpa syariat, dan mengakui adanya
Tuhan tanpa agama.

Ada pula yang berambisi merevisi sejumlah ayat al-Quran yang dianggapnya
diskriminatif terhadap kaum perempuan. Melalui "Counter Legal Draft
Kompilasi Hukum Islam (KHI)" tim pengarus-utamaan gender bentukan
Departemen Agama mengusulkan supaya peraktik poligami dilarang, karena
eksesnya buruk. Wanita boleh menikahkan dirinya sendiri, membolehkan
perkawinan kontrak dengan batas waktu tertentu alias mut'ah. Untungnya,
draf ini dibatalkan oleh Menag, Maftuh Basuni. Jika tidak, usulan itu bisa
memotivasi masyarakat untuk mengingkari nilai-nilai syariat, dan menjadi
alasan legalisasi prostitusi di Indonesia.

Mengapa untuk syariat Islam mereka cenderung berpikir negatif dan tidak
demokratis? Ketika sekularisme merasa hebat, dan para penguasa
menyingkirkan peran agama dari kekuasaannya, yang terjadi adalah bencana.
Musollini dengan fasismenya di Italia, Stalin dan Vladimir Ilyic Ulyanov
Lenin dengan komunisme-bolsheviknya di Rusia, Adolf Hitler dengan
Nazismenya di Jerman, Sukarno dengan Nasakom, Soeharto dengan asas tunggal
Pancasila, Abdurrahman Wahid dengan dekonstruksi syariatnya. Semuanya
berakhir tragis. Kekuasaan dan paham yang mereka tinggalkan tidak
mewariskan apa pun, selain kerusakan. Rakyat kian miskin akibat
keserakahan sebagian orang, moral menjadi rusak karena mengabaikan agama,
semakin banyak anak jalanan yang telantar, hubungan sosial hancur, negara
berjibun hutang, pelacuran dan perjudian merajalela. Sedangkan korupsi,
bagai gurita raksasa memangsa harta negara, akibat tidak adanya rasa
tanggung jawab pada Tuhan. Mereka gagal menciptakan kondisi sosial yang
adil dan sejahtera.

Di kalangan pemikir Islam yang menentang syariat Islam, akhir hidupnya
amat memilukan. Nasib mereka haruslah menjadi pelajaran bagi generasi
Islam bahwa, "orang-orang yang menghina syariat Islam, pasti akan
dihinakan oleh Allah." (RioL)

Aktivis Majelis Mujahidin Indonesia

--------------------------------------------

Ratu Adil Bernama Syariat Islam

Ahmad Najib Burhani
Ide tentang Ratu Adil umumnya muncul ketika suatu kelompok masyarakat
berada dalam kondisi ekonomi dan politik yang menyedihkah dan secara
psikologis tak punya lagi harapan untuk bangkit bila hanya dengan
menyandarkan pada kekuatan yang ada pada diri mereka sendiri. Menurut
Fiona Bowie (The Coming Deliverer, 1997), ide ini merupakan bagian dari
ajaran orthodox semua agama. Aktif dan tidaknya ajaran ini sangat
bergantung pada tingkat kesengsaraan yang dialami oleh suatu umat.

Ratu Adil biasanya dipersonifikasikan dalam wujud sesosok individu penuh
kharisma, dengan kekuatan supranatural dan aura kenabian atau ketuhanan
yang mampu menolong umat keluar dari krisis dan penderitaan. Dalam teologi
Syiah, dan juga sebagian umat Islam lain, gagasan tentang kedatangan
Al-Mahdi al-Muntadzar (yang ditunggu-tunggu) seringkali tumbuh ketika
mereka berada dalam situasi dan kondisi yang sangat tak berdaya.

Sebelum Revolusi Iran 1979, harapan akan kehadiran Al-Mahdi pada
masyarakat Syiah Iran begitu luas tersebar. Al-Mahdi ini diyakini akan
berperan sebagai sosok pembebas umat Islam dari kondisi keterpurukan dan
keteraniayaan. Dalam agama Kristen, konsep tentang kehadiran Kristus
(Messiah) untuk yang keduakalinya juga memiliki penjabaran yang mirip.
Gagasan ini berkembang pada masyarakat miskin, tersisihkan, dan putus asa
yang menunggu-nunggu hadirnya makhluk yang mampu mengangkat derajat hidup
mereka.

Pada awal abad ke-20, bagi sebagian masyarakat Indonesia, HOS
Tjokroaminoto sering dianggap sebagai sosok Ratu Adil. Nama Tjokroaminoto
dihubung-hubungkan dengan tokoh yang dinanti-nantikan kehadiranya di
tengah rakyat Indonesia yang sengsara, Prabu Heru Tjokro. Menurut
pengamatan sejarawan Bernhard Dahm, melejitnya Sarikat Islam (SI) di era
Perang Dunia I di antaranya adalah karena demam mesianis ini. Seabad
sebelumnya, Pangeran Diponegoro menggunakan gelar Sultan Herutjokro atau
Ratu Adil ketika ia memobilisasi para petani dan memimpin Perang Jawa
1825-1830. Presiden pertama Indonesia, Sukarno, oleh para pengikut
militannya ketika itu juga sering diangap sebagai pengejawantahan Ratu
Adil.


Pergeseran makna

Bila dahulu Ratu Adil atau The Saviour atau The Just King itu selalu
identik dengan person atau tokoh, maka wacana yang berkembang pada Islam
radikal di Indonesia belakangan ini menunjukkan adanya pergeseran
pemaknaan konsep Ratu Adil atau Al-Mahdi. Bila pada tahun-tahun dahulu,
umat Islam, terutama di Jawa, selalu mengharap kehadiran Ratu Adil bila
mereka tertimpa krisis besar, maka pada krisis multidimensi yang terjadi
di Indonesia pada tahun-tahun terakhir dari abad ke-20 yang bekasnya masih
terasa hingga saat ini, harapan terhadap munculnya Ratu Adil dalam arti
sosok individu mengalami ketergusuran, kalau tidak kepunahan. Harapan yang
sering dikemukakan oleh Islam radikal untuk mengatasi krisis di Indonesia
adalah sebuah konsep yang bernama syariat Islam.

Berbagai penelitian yang dilakukan baik oleh individu maupun lembaga,
seperti penelitian Islam and Peace Building oleh ICIP-JICA (2004),
menunjukkan bahwa tuntutan sebagian Islam radikal terhadap penerapan
syariat Islam itu dilandasi oleh keyakinan bahwa syariat Islam akan
berfungsi seperti sosok Ratu Adil. Jargon-jargon yang ditampilkan dalam
melihat peran syariat memperlihatkan bagaimana syariat betul-betul
menempati posisi sebagai Messiah. Syariat, misalnya, dipandang sebagai
total solution atau obat mujarab terhadap segala problem yang dihadapi
oleh bangsa ini. Krisis ekonomi, politik, moral, sosial, dan sebagainya
adalah disebabkan karena bangsa ini menerapkan sistem sekular, sistem
buatan manusia yang penuh kekurangan. Karena itu, sistem buatan manusia
itu harus diganti dengan sistem milik Tuhan yang bernama syariat yang
diyakini bersifat sempurna.

Tuntutan penerapan syariat Islam di berbagai daerah di Indonesia
belakangan ini adalah sejalan dengan pemikiran bahwa syariat sebagai total
solution bagi bangsa Indonesia. Tuntutan yang terjadi di Sulawesi, Sumatra
Barat, Madura, Banten, Flores, Sumba, dan Cianjur memang memiliki latar
belakang yang beragam, seperti kepentingan politik atau ekonomi. Namun
secara umum, di antara pandangan yang sering dikemukakan tentang alasan
dari tuntutan ini adalah bahwa syariat Islam akan mampu membawa rakyat di
daerah itu menuju kepada keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan. Gagasan
tentang syariat Islam sebagai perwujudan Ratu Adil ini sebetulnya tidak
terlalu jauh bila dibandingkan dengan gagasan tentang demokrasi bagi
Amerika Serikat. Sebagaimana kelompok Islam radikal memandang syariat
Islam, AS memandang demokrasi sebagai obat mujarab atau Messiah modern
bagi seluruh problem manusia.
Demokrasi versus syariat

Demokrasi, menurut Olivier Roy dalam bukunya The Failure of Political
Islam (1994), adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang diakui dalam
skema dunia modern. Demokrasi adalah obat mujarab untuk segala problem
kemanusiaan. Demokrasi adalah The Saviour bagi Amerika Serikat, dan karena
itu mereka merasa berkewajiban memaksakan sistem ini ke seluruh dunia,
seperti yang terjadi di Irak dan Afganistan. Selain demokrasi, tidak ada
sistem pemerintahan yang saat ini diakui mampu menawarkan kemajuan dan
kesejahteraan bagi umat manusia. Kekuasaan dari sistem ini begitu
hegemoniknya sehingga dunia saat ini seakan tertutup terhadap adanya
kemungkinan sistem lain.

Seperti umumnya sistem yang hegemonik, ia tentu secara otomatis melahirkan
lawan-lawan yang selalu menantang eksistensinya. Bila sebelum tahun
1990-an sistem sosialisme selalu menjadi contender atau tawaran
alternatif, maka dalam konteks kekinian sistem syariat sering dianggap
oleh berbagai kelompok Islamis sebagai alternatif terhadap demokrasi.
Tentu saja, seperti dikemukakan oleh Roy, bila melihat syariat dengan
kacamata demokrasi, maka yang akan tampak adalah absence dan lack. Sistem
syariat berbeda dari sosialisme yang ketika dihadapkan pada demokrasi
memiliki poin-poin perbandingan. Syariat tidak bisa disandingkan dengan
demokrasi sebagai sebuah perbandingan. Justru karena kesulitan untuk
menyejajarkan itulah maka, barangkali, beberapa aktivis gerakan syariat
lantas menawarkannya sebagai challenger dari demokrasi.

Akhirnya, seperti yang dkemukakan oleh Fiona Bowie, sebagai ajaran
orthodox dari semua agama (bahkan mungkin semua peradaban), gagasan
tentang Ratu Adil itu tidak pernah punah. Dia bisa berbentuk sosok dan
juga bisa berupa konsep. Demokrasi, syariat Islam, Marxisme, atau
isme-isme lain bisa menjadi Ratu Adil bagi masyarakat yang sedang
mengalami keterpinggiran dan tak berdaya. Gagasan Ratu Adil ini akan
meredup bila masyarakat hidup pada kondisi yang aman, adil, dan sejahtera.
Karena itu, salah satu solusi yang mesti diambil oleh pemerintahan baru di
bawah kepemimpinan SB Yudhoyono-Jusuf Kalla untuk mengatasi "hantu" Ratu
Adil adalah menciptakan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi rakyat
Indonesia. (rioL)

Laporan : Ahmad Najib Burhani
Dosen di Universitas Paramadina dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
(Uhamka)



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004121314375339:872 ;          Mon, 13 Dec 2004 14:37:53 +0700
$MessageID: <381-220041211373632349@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ulil Abshar berulah lagi : ―1,4 milyar, Tapi Itu Kecil‖
PostedDate: 12/13/2004 02:36:32 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/13/2004 02:37:53 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:04 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 08D7F4E2D7753FA547256F690029EBE2
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/13/2004 02:37:53 PM-12/13/2004 02:37:55 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/13/2004 02:37:55 PM

Sumber : http://www.swaramuslim.net
-----------------------------------

Ulil Abshar berulah lagi : ―1,4 milyar, Tapi Itu Kecil‖

Kronik Liberalisme Oleh : Redaksi 07 Dec 2004 - 12:20 am

Wawancara Hidayatullah dengan Ulil Abshar Abdalla (Koordinator Jaringan
Islam Liberal)
Gemerincing dollar di balik program Liberalisasi Islam di Indonesia sering
hanya menjadi gosip. Tapi, tokoh JIL, Ulil Abshar Abdala mengaku jujur
pada Hidayatullah tentang isu itu

Benarkah JIL didanai oleh The Asia Foundation? Benar, berapa jumlahnya?

Setiap tahun kami mendapat sekitar Rp 1,4 milyar. Selain itu, JIL juga
mendapatkan dana dari sumber-sumber domestik, Eropa, dan Amerika. Tapi
yang paling besar dari TAF. Tapi dana itu jauh lebih kecil daripada dana
yang diperoleh ormas-ormas Islam lainnya.

Ormas mana?

Selain kami ada juga ormas Islam yang menerima dana dari TAF program Islam
and Civil Society. Mereka itu adalah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas
Muhammadiyah Solo, dan Departemen Agama. Dana yang diterima JIL jauh lebih
kecil daripada mereka.

Ormas-ormas tersebut dipandang menggulirkan isu yang sejalan dengan JIL?

Tidak juga, justru bermacam-macam. Ada isu toleransi, kesetaraan gender,
demokrasi, dan pluralisme.

TAF menjalin kerjasama dengan Yahudi dan CIA. Berarti JIL sesungguhnya
menjalankan agenda mereka?
Ini cara berpikir orang yang dibingkai dalam kerangka berpikir teori
konspirasi. Seolah ada agenda besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Perlu Anda tahu bahwa orang-orang kaya, baik Yahudi maupun non-Yahudi,
punya tradisi yang sama, yaitu menyumbangkan sebagian kekayaannya kepada
kegiatan sosial. Mereka akan dibebaskan dari pajak dan memperoleh reputasi
lebih tinggi karena telah berbuat baik untuk masyarakat. Hal ini sangat
menakjubkan dibanding dunia Islam.

Apa yang dilakukan TAF dan Yahudinya itu tidak akan bermasalah?

Saya tidak keberatan mendapatkan dana dari Yahudi atau CIA. Memangnya
kenapa? Sepanjang mereka tidak mempengaruhi kebijakan internal organisasi
saya dan selama saya tidak diintervensi, tak masalah buat saya.

Tetapi tentu saja mereka tidak akan memberi bantuan secara cuma-cuma kan?

Sudah tentu mereka akan mendanai kegiatan-kegiatan yang punya satu visi
dengan mereka. Tidak mungkin mereka mendanai kegiatan organisasi yang
bersifat fanatisme agama. Kami, seperti JIL, NU, IAIN, Muhamammadiyah,
juga tidak mungkin mencetak buku-buku Wahabi walau diiming-imingi oleh,
misalnya, Arab Saudi.

Kami punya ideologi tertentu, dan kami tidak bisa menerima uang dari orang
yang tidak seideologi dengan kami. Kalau Pemerintah Arab Saudi akan
membiayai kegiatan JIL, fine (baik). Tapi kalau mereka menyuruh saya untuk
mengadakan kegiatan yang anti Islam liberal, anti Islam progresif,
menyebarkan Islam yang konservatif, ya saya tidak mau.

Pendapat Anda seringkali kontroversial dan berbeda dengan para ulama.
Kenapa begitu?

Kontroversi itu bukan tujuan saya. Kontroversi itu akibat yang tak
terelakkan. Saya mengemukakan pendapat tentang Islam yang berbeda dengan
orang banyak. Otomatis, kalau pendapat Anda berbeda dan perbedaan itu
sangat prinsip, yaitu agama, maka sudah tentu akan menimbulkan
kontroversi. Jadi, kontroversi itu akibat, bukan sebab.

Secara jujur saya katakan, pandangan-pandangan saya itulah iman saya
tentang Islam. Saya merasa tenteram dengan pemahaman saya itu.

Kalau boleh tahu, bagaimana dengan kehidupan keagamaan Anda sehari-hari?

Soal shalat, saya tetap shalat dengan cara seperti orang Islam yang lain.
Soal puasa, saya tetap puasa seperti orang Islam lain. Karena bagi saya,
soal ritual itu sudah selesai. Itu saya anggap bagian dari agama yang
tidak perlu dipersoalkan. Saya merumuskan pandangangan yang liberal
berkaitan dengan hal-hal di luar ritual. Pandangan tentang nikah beda
agama, bagi saya, itu bukan ritual.

Anda setuju dengan pernikahan beda agama. Bagaimana jika suatu saat
pernikahan beda agama itu terjadi pada anak Anda?

Saya harus menanggung, karena itu pandangan saya. Meskipun berat. Jadi,
kalau saya ditantang seperti itu, secara rasional saya akan menyatakan
boleh. Tetapi secara hati saya tidak mau munafik, saya mengatakan berat.
Tetapi itu manusiawi.

Ada beberapa lembaga yang punya visi yang sama dengan JIL, seperti Majalah
Syir'ah, ICRP, Radio 68H, dan lainnya. Ada hubungan apa?
Mereka teman seperjuangan kami. Dalam LSM itu ada yang disebut culture
network (budaya jaringan). Jaringan ini bukan hanya di Indonesia, tapi
global. Kami punya teman-teman di luar negeri yang punya visi yang sama,
dan kami saling share (berbagi).* (Ahmad Damanik/Hidayatullah)

----------------------------------------------------
―Kebangkitan Islam‖ atau ―Kebangkrutan Islam‖?

Kronik Liberalisme Oleh : Redaksi 04 Dec 2004 - 2:00 am

Menurut Azyumardi Azra, ―Kebangkitan Islam'' ditandai dengan toleransi dan
gagasan pluralisme. Islam gaya Timur Tengah justru 'ancaman Islam'. Sikap
―cari muka‖ terhadap Barat?.

Pada tanggal 2 Desember 2004, Prof. Azyumardi Azra, Rektor Universitas
Islam Negeri (UIN) Jakarta, menulis satu di kolom Resonansi, di Harian
Republika, berjudul ―Memahami Kebangkitan Islam.‖ Kolom ini perlu kita
cermati karena memuat banyak hal yang perlu diklarifikasi. Sejumlah
istilah yang digunakan Azyumardi memiliki makna yang rancu dan menunjukkan
kuatnya hegemoni Barat dalam kajian tentang Islam, umat Islam, dan dunia
Islam. Sehingga, ilmuwan sekaliber Prof. Azyumardi Azra (AA) harus
―menelan mentah-mentah‖ istilah dan sekaligus wacana yang dijejalkan oleh
Barat ke dunia Islam. Karena itu, muncul paradoks, bahwa sesuatu yang
mestinya diprihatinkan, justru dibangga-banggakan.

Tulisan AA diawali dengan cerita, bahwa pada Hari Selasa (30/11/2004) ia
didatangi setidaknya oleh tiga kalangan pejabat tinggi dari negara-negara
Barat. Seperti banyak tamu lainnya, mereka mengajak AA berdiskusi sejak
dari perkembangan dan dinamika Islam, politik Indonesia pascapilpres dan
terbentuknya pemerintah baru, sampai pada kemungkinan keterlibatan NGO
dalam persidangan CGI yang akan datang di Jakarta. Berikut ini kutipan
tulisan AA lebih lengkapnya:

Seperti biasa juga, pertanyaan-pertanyaan paling rinci dari mereka adalah
tentang dinamika Islam, baik dalam bidang politik maupun sosial-keagamaan.
Misalnya saja, apakah pemerintahan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla
mampu bersikap lebih tegas terhadap kelompok-kelompok radikal; atau, pada
segi lain, bisa mendapat tekanan-tekanan tertentu dari kekuatan-kekuatan
politik Islam mainstream yang, pada gilirannya, dapat mengubah lanskap
politik di negeri ini.

Tentu saja sangat sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, yang
sering didasari kerangka hipotetis belaka daripada gejala aktual yang
terjadi. Pada segi sosial keagamaan, pertanyaan yang mereka ajukan, juga
masih seperti dulu; apakah gejala ''kebangkitan Islam'' yang berlangsung
dalam satu atau dua dasawarsa terakhir ini akan mengubah lanskap
sosial-keagamaan dan politik di Indonesia. Apa yang mereka sebut sebagai
''kebangkitan Islam'' adalah meningkatnya pemakaian jilbab di kalangan
wanita, adanya suara-suara dan aspirasi di kalangan Muslim untuk penegakan
''syariah'', dan bertahannya lembaga-lembaga pendidikan Islam, khususnya
madrasah dan pesantren. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini
juga tidak mudah. Tetapi, biasanya saya menjawab, tidak ada yang perlu
dikhawatirkan dengan semua gejala yang disebut sebagai ''Islamic revival''
tersebut. Memang, semakin banyak Muslim yang kian rajin beribadah, dan
juga semakin banyak wanita yang menggunakan jilbab. Tetapi, parpol-parpol
Islam tetap gagal meraih suara terbanyak dalam pemilu. Jadi, peningkatan
kesalehan keagamaan tidak merupakan garis lurus.

Karena itulah pendapat Giora Eliraz, guru besar Hebrew University
Yerusalem dan dosen tamu pada Australian National University, dalam buku
yang baru saja beredar dan selesai saya baca, Islam in Indonesia:
Modernism, Radicalism, and the Middle East Dimension (Brighton: Sussex
Academic Press, 2004) menjadi sangat menarik. Menurut Eliraz, watak
kebangkitan Islam di Indonesia adalah unik, terutama jika dibandingkan
dengan Islam di Timur Tengah. Jika di Timur Tengah umumnya ''kebangkitan
Islam'' itu ditandai dengan peningkatan kesalehan dan konservatisme
berbarengan dengan penguatan Islam politik dengan ideologi fundamentalis
dan bahkan militansi dan radikalisme-- maka ''kebangkitan Islam'' di
Indonesia ditandai dengan peningkatan toleransi dan penerimaan yang kian
meluas atas gagasan-gagasan dasar tentang pluralisme keagamaan.‖

Demikian kutipan tulisan AA dalam Harian Republika tersebut.

Dari tulisan itu, kita bisa menangkap cerita faktual, bahwa mitos tentang
―ancaman Islam‖ (Islamic Threat) di kalangan pemimpin-pemimpin dan
tokoh-tokoh Kristen-Yahudi masih hidup subur. Meskipun negara-negara Barat
saat ini memiliki kekuatan yang dahsyat dalam berbagai bidang kehidupan –
politik, ekonomi, militer, informasi, pemikiran, pendidikan, dan
sebagainya – ternyata mental ―ketakutan‖ itu masih saja hidup subur.
Akar-akar ketakutan terhadap Islam memang sangat mendalam di Barat. Edward
Gibbon, misalnya, dalam buku terkenalnya, The Decline and Fall of The
Roman Empire, (New York: The Modern Library, 1974, III:56) membuat mitos
populer tentang ancaman Islam, bahwa Nabi Muhammad – dengan masing-masing
tangannya memegang al-Quran dan pedang mendirikan kekuasaannya di atas
reruntuhan Kristen. (Mohammed, with the sword in one hand and the Koran in
the other, erected his throne on the ruins of Christianity and of Rome).

Buku John L. Esposito, The Islamic Threat, Myth or Reality, (New York:
Oxford University Press, 1993), menggambarkan fenomena ketakutan itu di
kalangan masyarakat Barat. Dalam sejarahnya yang panjang, mitos tentang
ancaman Islam di kalangan masyarakat Kristen juga sudah digambarkan dengan
baik oleh Norman Daniel, Islam and The West: The Making of an Image,
(Oxfordneworld Publications, 1997). David R. Blank, dalam sebuah
tulisannya berjudul ―Western Views of Islam in the Premodern Period‖
mencatat bahwa meskipun secara keseluruhan tidak ada bukti kuat antara
sikap ―prejudis‖ terhadap Islam antara zaman pra-modern dengan zaman
modern, namun ada garis-garis pemikiran tertentu yang terus berlanjut,
yang mencitrakan Islam sebagai ―kafir raksasa‖ (gigantic heresy), seperti
garis pemikiran Peter the Vunerable – Raymund Lull-Martin Luther—Samuel
Zwemmer.

Zwemmer adalah   misionaris Kristen terkenal. Martin Luther, sebagaimana
banyak pendeta   Kristen di zaman itu, percaya bahwa kaum Muslim (yang
disebut dengan   istilah ―Turks‖) adalah masyarakat yang dikutuk oleh Tuhan
(The Turks are   the people of the wrath of God).

Kita masih ingat, bahwa Paus Urbanus II, ketika memprovokasi Perang Salib
juga menyatakan, bahwa kaum Muslim adalah monster jahat yang tidak
bertuhan. Membunuh makhluk semacam itu merupakan tindakan suci dan
kewajiban kaum Kristen. (Killing these godless monsters was a holy act).

Di masa lalu, ketakutan terhadap kekuatan Islam memang beralasan, sebab
memang hanya peradaban Islam yang mampu menaklukkan Kristen Eropa selama
ratusan tahun. Tetapi, sekarang? Jelas-jelas kaum Muslim terpecah belah,
dan terus-menerus dalam kondisi dilemahkan. Namun, toh, orang-orang Barat,
seperti yang datang ke AA itu, tetap saja melihat Islam sebagai ―momok‖.
Bagaimana menghadapi kaum yang ―hidup dalam mitos‖ atau ―paranoid‖ semacam
ini?

Pada satu sisi, ketakutan Barat itu menunjukkan, bahwa memang Islam –
bagaimana pun kondisinya – tidak dipandang sebelah mata. Kaum Muslim tetap
diperhitungkan. Seyogyanya, kaum Muslim melakukan instrospeksi atas
kondisinya dan tidak terlalu menunjukkan sikap ―cari muka‖ terhadap Barat.

Dalam beberapa aspek, nuansa ―cari muka‖ itu tampak pada tulisan AA.
Misalnya, karena begitu takutnya Barat pada ―Islam politik‖, maka banyak
cendekiawan yang ikut-ikutan membenci Islam politik. Menurut mereka, Islam
harus dijauhkan dari kekuasaan. Penguasa kolonial Belanda dulu -- atas
nasehat Snouck Hurgronje – membagi masalah Islam ke dalam tiga ketegori:
(1) bidang agama murni dan ibadah, (2) bidang sosial kemasyarakatan, (3)
bidang politik. Masing-masing bidang mendapat perlakuan yang berbeda.
Resep Snouck Hurgronje inilah yang dikenal sebagai ―Islam Politiek‖, atau
kebijakan pemerintah kolonial untuk menangani masalah Islam di Indonesia.

Dalam bidang agama murni atau ibadah, pemerintah kolonial pada dasarnya
memberikan kemerdekaan kepada umat Islam untuk melaksanakan ajaran
agamanya, sepanjang tidak mengganggu kekuasaan pemerintah Belanda. Dalam
bidang kemasyarakatan, pemerintah memanfaatkan adat kebiasaan yang berlaku
dengan cara menggalakkan rakyat agar mendekati Belanda, dan bahkan
membantu rakyat menempuh jalan tersebut. Dan dalam bidang politik,
pemerintah harus mencegah setiap usaha yang akan membawa rakyat kepada
fanatisme dan Pan-Islam.

Jawaban AA terhadap orang-orang Barat, ―Tetapi, biasanya saya menjawab,
tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan semua gejala yang disebut
sebagai ''Islamic revival'' tersebut. Memang, semakin banyak Muslim yang
kian rajin beribadah, dan juga semakin banyak wanita yang menggunakan
jilbab. Tetapi, parpol-parpol Islam tetap gagal meraih suara terbanyak
dalam pemilu. Jadi, peningkatan kesalehan keagamaan tidak merupakan garis
lurus.‖

Cara pandang seperti itu sebenarnya aneh, untuk seorang ilmuwan yang
sering berbicara tentang demokrasi seperti AA. Seolah-olah kekalahan
parpol Islam atas Golkar dan PDIP patut disyukuri demi untuk menghibur dan
menyenangkan hati (cari muka) terhadap Barat. Lebih aneh lagi, jika kita
telaah pandangan AA terhadap sebuah buku yang ditulis Giora Eliraz, guru
besar Hebrew University Yerusalem dan dosen tamu pada Australian National
University. Buku itu berjudul ―Islam in Indonesia: Modernism, Radicalism,
and the Middle East Dimension (Brighton: Sussex Academic Press, 2004).‖

Menurut Eliraz, watak kebangkitan Islam di Indonesia adalah unik, terutama
jika dibandingkan dengan Islam di Timur Tengah. Jika di Timur Tengah
umumnya ''kebangkitan Islam'' itu ditandai dengan peningkatan kesalehan
dan konservatisme berbarengan dengan penguatan Islam politik dengan
ideologi fundamentalis dan bahkan militansi dan radikalisme-- maka
''kebangkitan Islam'' di Indonesia ditandai dengan peningkatan toleransi
dan penerimaan yang kian meluas atas gagasan-gagasan dasar tentang
pluralisme keagamaan.

Jika dicermati, pendapat ilmuwan dari Hebrew University yang dipuji oleh
AA itu mengandung sejumlah kerancuan ilmiah dan ―racun pembunuh‖
pemikiran. Dengan bahasa yang halus, umat Islam di Indonesia dipuji-puji,
lebih hebat, lebih bagus, dan lebih menyenangkan Barat, karena tidak
―radikal‖, tidak ―militan‖, tidak ―fundamentalis‖. Tanpa sadar, dengan
ungkapan semacam itu, sebenarnya kita telah dipecah belah, masuk dalam
―politik belah bambu‖, satu diinjak, satu diangkat. Dengan bahasa yang
sederhana, menurut ilmuwan dari Israel itu, kebangkitan Islam di Timur
Tengah jelek dan jahat, berbeda dengan kebangkitan Islam di Indonesia.
Dengan memberikan stigma negatif terhadap wajah Islam ―Timur Tengah‖
semacam itu, dampak berikutnya adalah munculnya sikap negatif terhadap
saudara-saudara kita Muslim di Timur Tengah, sehingga memudahkan untuk
memindahkan kiblat pemikiran Islam ke Barat.
Deskripsi ilmuwan dari Israel itu juga memberi gambaran yang mengerikan
tentang ―Islam politik‖, seperti Snouck Hurgronje dulu. Ironisnya,
ketakutan semacam ini disebarluaskan oleh sebagian ilmuwan di kalangan
Muslim. Hal lain yang ditelan mentah-mentah oleh AA adalah istilah dan
wacana tentang ―fundamentalisme‖ dan ―radikalisme‖ yang juga tidak lepas
dari agenda Barat dalam mencitrakan Islam sebagai ―momok‖ dan musuh baru
pasca Perang Dingin. Buku-buku tentang masalah ini sangat melimpah ruah,
bagaimana wacana ini terus digulirkan untuk mengacaukan persepsi kaum
Muslim dan dunia internasional. Apalagi ketika wacana fundamentalisme,
radikalisme, militan, dikaitkan dengan terorisme.

Kita patut mencermati ungkapan ilmuwan dari Israel tentang kebangkitan
Islam di Indonesia yang juga dipuji oleh AA. Bahwa ''kebangkitan Islam''
di Indonesia ditandai dengan peningkatan toleransi dan penerimaan yang
kian meluas atas gagasan-gagasan dasar tentang pluralisme keagamaan.‖

Pendapat inilah yang sebenarnya merupakan ―racun pembunuh‖. Sebab,
kebangkitan Islam dikaitkan dengan penyebaran paham ―pluralisme agama‖
yang memang merupakan mesin pembunuh agama-agama, sebagaimana kita bahas
beberapa kali dalam catatan ini. AA tidak membedakan antara pluralitas,
yang mengakui keragaman, dengan pluralisme agama, yang merupakan paham
tentang realitas. Paham pluralisme agama berupaya membentuk satu ‗teologi
baru‘ yang berbeda dengan teologi agama-agama yang ada. Biasanya mereka
sebut semacam ‗universal theology of religion‘. Karena itu tidak
berlebihan jika dikatakan, pluralisme agama sebenarnya merupakan ‗jenis
agama baru‘, yang menciptakan ‗kitab suci‘ dan ‗nabi‘-nya sendiri.

Tokoh paham ini adalah pendiri Islamic Studies di McGill University,
Wilfred Cantwell Smith. Ia mengaku dirinya merupakan pendukung gagasan ―a
universal theology of religion‖. Satu lagi, tokoh paham ini adalah John
Hick. Jika ditelaah, perjalanan intelektual John Hick, akan tampak ia
sampai pada paham ini setelah melakukan penghancuran secara mendasar
terhadap teologi Kristen. John Hick, seorang profesor teologi Kristen,
melakukan pembongkaran terhadap konsep dasar teologi Kristen melalui
bukunya ―The Myth of God Incarnate‖ (1977). Buku ini memuat tiga tema
utama: (1) Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa dia adalah ‗inkarnasi
Tuhan‘. (2) Adalah mustahil melacak perkembangan doktrin inkarnasi dalam
Bible yang yang sebenarnya dirumuskan dalam Konsili Nicea dan Chalcedon.
(3) Bahasa yang digunakan Bible dalam soal ‗inkarnasi ketuhanan‘ adalah
bersifat metaforis, bukan literal. Buku Hick memunculkan kehebohan besar
di kalangan kaum Kristen Berminggu-minggu media massa keagamaan
mendikusikan masalah ini. Hick memang melakukan kritik tajam terhadap
doktrin trinitas. Ia menyatakan, bahwa doktrin Trinitas bukanlah bagian
dari ajaran Yesus tentang Tuhan. Yesus sendiri, katanya, mengajarkan Tuhan
dalam persepsi monoteistik Yahudi ketika itu. (Lihat, Adnan Aslan,
Religious Pluralism in Christian and Islamic Philosophy: The Thought of
John Hick and Seyyed Hossein Nasr, (Richmond Surrey: Curzon Press, 1998).

Paham ―Pluralisme Agama‖ adalah produk sejarah perjalanan peradaban Barat
yang traumatik terhadap ―teologi eksklusif Gereja‖, problema teologis
Kristen, dan realitas teks Bible. Seyogyanya adopsi paham ini ke dalam
Islam perlu dikaji dengan mendalam dan dibandingkan dengan cermat dengan
sejarah, tradisi, konsep teologis Islam, dan realitas teks al-Quran.
Masing-masing peradaban memiliki pandangan hidup (worldview) yang khas.
Disamping WC Smith dan John Hick, sejarah perjalanan Kristen Barat juga
telah melahirkan seorang filosof terkenal bernama Bertrand Russell yang
menulis sebuah buku ―Why I am not A Christian‖ (Mengapa Saya bukan Seorang
kristen?) Ia menjelaskan dua hal: mengapa dia tidak percaya kepada Tuhan
dan kepada keabadian (immortality). Kedua, mengapa dia tidak memandang
bahwa Christ (Kristus) adalah manusia terbaik dan paling bijaksana. Bahkan
Russell juga menjelaskan mengapa ia keluar dari Kristen, dengan
menyatakan, bahwa agama Kristen, sebagaimana yang diatur dalam
Gereja-gerejanya, merupakan musuh mendasar dari kemajuan moral di dunia.
(I say quite deliberately that the Christian Religion, as organized in its
Churches, has been and still is the principal enemy of moral progress in
the world).

Karena itu, adalah sangat memprihatinkan, jika penyebaran paham
―pluralisme agama‖ dikatakan sebagai ―kebangkitan Islam‖, sebagaimana
dikatakan Prof. Giora Eliraz, ilmuwan dari Israel tersebut. Lebih ajaib
lagi, ada ilmuwan Muslim yang menelan begitu saja pendapat itu. Penyebaran
paham pluralisme agama di kalangan kaum Muslim sama sekali tidak bisa
dikatakan sebagai satu ―kebangkitan Islam‖, tetapi justru ―kebangkrutan
Islam‖. Wallahu a‘lam. (KL, 2 Desember 2004/Hidayatullah.com).




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004121312115422:770 ;          Mon, 13 Dec 2004 12:11:54 +0700
$MessageID: <381-220041211351033905@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Agama
PostedDate: 12/13/2004 12:10:34 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/13/2004 12:11:54 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:04 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 3DC0E208A017D1CB47256F69001C8E80
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/13/2004 12:11:54 PM-12/13/2004 12:11:55 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/13/2004 12:11:55 PM

Agama

oleh Hamid Fahmy Zarkasyi *

Defenisi agama di Barat terus menjadi polemik. Di Indonesia, para santri
sudah mengatakan, "Semua Agama Sama". Boleh jadi, besuk akan ada kiai yang
mengatakan, "Yesus Tuhan kita juga"

Di pinggir jalan kota Manchester Inggris terdapat papan iklan besar
bertuliskan kata-kata singkat ‘s like Religion‖. iklan itu tidak ada
hubungannya dengan agama atau kepercayaan apapun. Di situ terpampang
gambar seorang pemain bola dengan latar belakang ribuan supporter nya yang
fanatic. Saya baru tahu kalau itu iklan klub sepakbola setelah membaca
tulisan di bawahnya Manchester United Sepak bola dengan supporter fanatik
itu biasa, tapi tulisan it‘s lake religion itu cukup mengusik pikiran
saya. Kalau iklan itu dipasang di jalan Thamrin Jakarta ummat beragama
pasti akan geger. Ini pelecehan terhadap agama. Tapi di Barat agama bisa
difahami seperti itu.

Agama adalah fanatisme, kata para sosiolog. Bahkan ketika seorang
selebritinya mengatakan My religion is song, sex, sand and champagne juga
masih dianggap waras. Mungkin ini yang disinyalir al-Qur‘an ara‘ayta man
ittakhadna ilaahahu hawaahu (QS.25:43).

Pada dataran diskursus akademik, makna religion di Barat memang
problematik. Bertahun-tahun mereka mencoba mendefinisikan religion tapi
gagal. Mereka tetap tidak mampu menjangkau hal-hal yang khusus.

Jikapun mampu mereka terpaksa menafikan agama lain. Ketika agama
didefinisikan sebagai kepercayaan, atau kepercayaan kepada yang Maha Kuasa
(Supreme Being), kepercayaan primitif di Asia menjadi bukan agama. Sebab
agama primitif tidak punya kepercayaan formal, apalagi doktrin.

F. Schleiermacher kemudian mendefinisan agama dengan tidak terlalu
doktriner, agama adalah ―rasa ketergantungan yang absolut‖ (feeling of
absolute dependence). Demikian pula Whitehead, agama adalah ―apa yang kita
lakukan adalah kesendirian‖. Di sini faktor-faktor terpentingnya adalah
emosi, pengalaman, intuisi dan etika. Tapi definisi ini hanya sesuai untuk
agama primitif yang punya tradisi penuh dengan ritus-ritus, dan tidak
cocok untuk agama yng punya stuktur keimanan, ide-ide dan doktrin-doktrin.

Tapi bagi sosiolog dan antropolog memang begitu. Bagi mereka religion sama
sekali bukan seperangkat ide-ide, nilai atau pengalaman yang terpisah dari
matrik kultural. Bahkan, kata mereka, beberapa kepercayaan, adat istiadat
atau ritus-ritus keagamaan tidak difahami kecuali dengan matrik kultural
tersebut. Emile Durkheim malah yakin bahwa masyarakat itu sendiri sudah
cukup sebagai faktor penting bagi rasa berkebutuhan dalam jiwa. (Lihat The
Elementary Forms of the Religious Life, New York, 1926, 207). Tapi bagi
pakar psikologi agama justeru harus diartikan dari faktor kekuatan
kejiwaan manusia ketimbang faktor sosial dan intelektual.

Para psikolog Barat nampaknya trauma dengan makna agama yang doktriner,
sehingga tidak peduli dengan aspek ekstra-sosial, ekstra-sosiologis
ataupun ekstra psikologis. Aspek immanensi lebih dipentingkan daripada
aspek transendensi.

Sejatinya, akar kebingungan Barat mendefinisikan religion karena konsep
Tuhan yang bermasalah. Agama Barat –Kristen– kata Amstrong dalam History
of God justeru banyak bicara Yesus Kristus ketimbang Tuhan.

Padahal, Yesus sendiri tidak pernah mengklaim dirinya suci, apalagi Tuhan.
Dalam hal ini kesimpulan Profesor al-Attas sangat jitu ‗Islam, sebagai
agama, telah sempurna sejak diturunkan‘. Konsep Tuhan, agama, ibadah,
manusia dan lain-lain telah jelas. Konsep-konsep selanjutnya hanyalah
penjelasan dari konsep-konsep itu tanpa merubah konsep asalnya. Sedang di
Barat konsep Tuhan mereka sejak awal bermasalah sehingga perlu direkayasa
agar bisa diterima akal manusia.

Kita mungkin akan tersenyum membaca judul buku yang baru terbit di Barat,
Tomorrow‘s God (Tuhan Masa Depan), karya Neale Donald Walsch. Tuhan
agama-agama yang ada tidak lagi cocok untuk masa kini. Tuhan haruslah
seperti apa yang digambarkan oleh akal modern. Manusia makhluk berakal
(rational animal) terpaksa menggusur manusia makhluk Tuhan. Pada puncaknya
nanti manusialah yang menciptakan Tuhan dengan akalnya.

Kata-kata Socrates: ‖Wahai warga Athena! Aku percaya pada Tuhan, tapi
tidak akan berhenti berfilsafat‖, bisa berarti ―Saya beriman tapi saya
akan tetap menggambarkan Tuhan dengan akal saya sendiri‖. Wilfred Cantwell
Smith nampaknya setuju. Dalam makalahnya berjudul Philosophia as One of
the Religious Tradition of Mankind, ia mengkategorikan tradisi intelektual
Yunani sebagai agama. Akhirnya, sama juga mengamini Nietzche bahwa Tuhan
hanyalah realitas subyektif dalam fikiran manusia, alias khayalan manusia
yang tidak ada dalam realitas obyektif. Konsep Tuhan inilah yang justeru
menjadi lahan subur bagi atheisme. Sebab Tuhan bisa dibunuh.

Jika Imam Al-Ghazzali dikaruniai umur hingga abad ini mungkin ia pasti
sudah menulis berjilid-jilid Tahafut.

Sekurang-kurangnya ia akan menolak jika Islam dimasukkan ke dalam devinisi
religion versi Barat dan Allah disamakan dengan Tuhan spekulatif. Jika
konsep Unmoved Mover Aristotle saja ditolak, kita bisa bayangkan apa
reaksi al-Ghazzali ketika mengetahui tuhan di Barat kini is not longer
Supreme Being (Tidak lagi Maha Kuasa).

Konsep Tuhan di Barat kini sudah hampir sepenuhnya rekayasa akal manusia.
Bukti Tuhan ‗harus‘ mengikuti peraturan akal manusia. Ia ‗tidak boleh‘
menjadi tiran, ‗tidak boleh‘ ikut campur dalam kebebasan dan kreativitas
manusia. Tuhan yang ikut mengatur alam semesta adalah absurd. Tuhan yang
personal dan tiranik itulah yang pada abad ke19 ‗dibunuh‘ Nietzche dari
pikiran manusia. Tuhan Pencipta tidak wujud pada nalar manusia produk
kebudayaan Barat. Agama disana akhirnya tanpa Tuhan atau bahkan Tuhan
tanpa Tuhan.

Disini kita baru faham mengapa Manchester United dengan penyokongnya itu
like religion. Malu mengatakan it‘s really religion but without god.

Kini di Indonesia dan di negeri-negeri Muslim lainnya cendikiawan Muslim
mulai ikut-ikutan risih dengan konsep Allah Maha Kuasa (Supreme Being).
Tuhan tidak lagi mengatur segala aspek kehidupan manusia. Bahkan kekuasaan
Tuhan harus dibatasi. Benteng pemisah antara agama dan politik dibangun
kokoh. Para kyai dan cendekiawan Muslim seperti berteriak ‖politik Islam
no‖ tapi lalu berbisik ―berpolitik yes‖…‖money politik la siyyana‖

Tapi ketika benteng pemisah agama dan politik dibangun, tiba-tiba tembok
pemisah agama-agama dihancurkan. ―Ini proyek besar bung!‖ kata fulan
berbisik. ―Ini zaman globalisasi‖ kata Profesor pakar studi Islam.
Santri-santri diajari berani bilang ―ya Akhi tuhan semua agama itu sama,
yang beda hanya namaNya‖.

‖Gus! maulud Nabi sama saja dengan maulud Isa atau Natalan‖. Mahasiswa
Muslimpun diajari logika realitas ―jangan ada yang menganggap agamanya
paling benar‖. Para ulama diperingati ―jangan mengatasnamakan Tuhan‖. Kini
semua orang ―harus‖ menerima pluralitas dan pluralisme sekaligus,
pluralisme seperi juga sekularisme dianggap hukum alam. Samar-samar
seperti ada suara besar mengingatkan ―kalau Anda tidak pluralis pasti anda
teroris‖.

Kini agar menjadi seorang pluralis kita tidak perlu meyakini kebenaran
agama kita. Kata-kata Hamka ―yang bilang semua agama sama berarti tidak
beragama‖ mungkin dianggap kuno. Kini yang laris manis adalah konsep
global theology—nya F. Schuon. Semua agama sama pada level esoteris. Di
negeri Muslim terbesar di dunia ini, lagu-lagu lama Nietzche tentang
relativisme dan nihilisme dinyanyikan mahasiswa Muslim dengan penuh emosi
dan semangat. ―Tidak ada yang absolut selain Allah‖ artinya ‗tidak ada
yang tahu kebenaran selain Allah‘. Syari‘ah, fiqih, tafsir wahyu, ijtihad
para ulama adalah hasil pemahaman manusia, maka semua relatif. Walhal,
Tuhan tidak pernah meminta kita memahami yang absolut apalagi menjadi
absolut. Yang relatif pun bisa mengandung yang absolut. Secara kelakar
seorang kawan me mbayangkan di Jakarta nanti ada papan iklan besar
bergambar seorang kyai dengan latar belakang ribuan santri dengan tulisan
singkat ―Yesus Tuhan kita juga‖.*

*) Pemimpin Redaksi ISLAMIA, majalah pemikiran dan peradaban Islam.
Penulis kini menyelesaikan S3 nya di ISTAC (International Islamic Thought
and Civilization), KL. Artikel ini diambil dari Jurnal ISLAMIA edisi
terbaru, 3 September-Nopember 2004
Hidayatullah.com

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004121014270373:573 ;          Fri, 10 Dec 2004 14:27:03 +0700
$MessageID: <381-22004125107255134@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Jamaah Islamiyah dan China Policy
PostedDate: 12/10/2004 02:25:51 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/10/2004 02:27:04 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:04 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: DCA3C5E946BCDFFD47256F660028EE4D
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/10/2004 02:27:04 PM-12/10/2004 02:27:06 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/10/2004 02:27:06 PM

Jamaah Islamiyah dan China Policy

Alur Laut dan Faktor Cina
Setelah naiknya Presiden Bush, kelompok "rajawali" di bawah pimpinan Paul
Wolfowitz melakukan upaya keras agar pelibatan Amerika Serikat di Asia
Tenggara ditempatkan pada prioritas yang lebih ke depan, dengan argumen
Washington memiliki kepentingan yang krusial di bidang politik maupun
ekonomi.

Tekanan terutama diletakkan pada pelibatan kekuatan militer Amerika yang
dikaitkan dengan "ancaman" dari Cina, sebagaimana dapat dibaca dalam
laporan utama The Council For Foreign Relations (CFR) bulan Mei 2001, yang
ditujukan kepada Presiden Bush. "Kini saatnya yang tepat memfokuskan
perhatian ke kawasan ini yang selama ini acap kali menghilang dari layar
radar kita, yang ujung-ujungnya selalu menjadi bahaya (peril) terhadap
kepentingan kita." (CFR, hlm 1)

Pemikiran untuk membuka "front kedua" di Asia Tenggara itu
dilatarbelakangi oleh makin mundurnya pengaruh Amerika Serikat di kawasan
ini. Dokumen CFR itu menunjuk pada arti strategis kawasan ini "yang
memiliki arti geopolitik penting pada persimpangan alur laut yang paling
kritis di dunia". Lebih dari 1,2 triliun dolar AS barang dagangan diangkut
melalui Selat Malaka dan Selat Lombok pada 1999 saja -- nyaris separo dari
nilai perdagangan dunia.

Termasuk pasokan minyak dari Teluk Persia ke Jepang, Korea Selatan, dan
Cina. Oleh karena itu, "harus ada upaya untuk mencegah gangguan oleh
kekuasaan lain". Kontrol atas "choke points" pada alur laut di Asia
Tenggara akan menempatkan Washington pada suatu posisi untuk menekan Cina.
Dengan memperkuat kehadiran militernya di kawasan ini, Amerika Serikat
akan mampu menghadapi tantangan klaim Cina atas pulau-pulau yang
disengketakan -- Spratley dan Paracel -- yang diduga memendam cadangan
minyak bumi cukup besar.

Pada urutan paling atas dari daftar usulannya, dokumen itu menekankan
perlunya Amerika memperkuat kehadiran militernya di kawasan Asia Tenggara,
"The administration should preserve a credible military presence and a
viable regional training and support infrastructure" dan menekankan secara
spesifik pada "high priority efforts" di bidang-bidang "latihan militer
secara gabungan dan bersama".


China policy

Kesimpulan yang sama dengan saran CFR juga keluar dalam suatu studi oleh
RAND Corporation tahun 2000, berjudul, "The Role of South East Asia in the
US Strategy Toward China". Laporan itu secara eksplisit meminta perhatian
akan bahaya Cina terhadap kepentingan Amerika di Asia Tenggara dan
menyarankan untuk mengembangkan suatu strategi yang mereka sebut "strategi
pagar" (hedging strategy) guna memperkuat kehadiran dan akses militer
Amerika Serikat atas berbagai fasilitas yang diperlukan.

Laporan itu pada bagian pembukaannya menyebutkan, "Munculnya Cina sebagai
'major regional power' dalam tempo 10 sampai 15 tahun ke depan akan
meningkatkan persaingan antara Amerika lewat Cina di kawasan Asia Tenggara
dan dengan itu meningkatkan potensi konflik bersenjata .... Pertumbuhan
ekonomi di Asia Pasifik, yang penting bagi keamanan ekonomi dan
kesejahteraan Amerika dan negara-negara sekutu lainnya, akan bergatung
pada kehadiran (militer) dan pengaruh Amerika di kawasan ini dengan akses
ke alur laut tanpa restriksi."

Laporan itu menganjurkan untuk membangun hubungan yang kuat dengan
negara-negara ASEAN, Singapura, Filipina, dan "mungkin Vietnam", yang
diduga memiliki posisi untuk mengepung Cina, diidentifikasikan sebagai
daerah-daerah kunci, khususnya bagi angkatan udara Amerika Serikat.
Sementara Singapura yang berlokasi sangat ideal untuk menguasai "choke
points'' seperti Selat Malaka, dan membuka akses menuju Vietnam dan
Filipina "akan sangat membantu membangun superioritas udara di atas
alur-alur di Laut Cina Selatan.

" Berdasarkan saran tersebut pada pertemuan para menteri pertahanan
se-Asia Tenggara di Singapura medio Januari 2003 yang lalu, deputi menteri
pertahanan Paul Wolfowitz telah mendesak beberapa negara Asia Tenggara
(Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam) untuk menyediakan
pangkalan-pangkalan bagi militer Amerika di negara-negara yang
bersangkutan (Peter Symonds, op.cit).


'Perang Membasmi Terorisme' di Asia Tenggara.

Hanya beberapa bulan setelah kekuatan mesin perang   Amerika melibas
Afghanistan dan menggulingkan pemerintahan Taliban   di negeri miskin itu,
Pemerintahan Bush segera mengambil peluang membuka   apa yang disebutnya
"front kedua" di Asia Tenggara dalam rangka perang   membasmi terorisme".

Sejak Januari 2003 Amerika Serikat telah mengirimkan tidak kurang dari 660
orang serdadu (sekarang telah meningkat di atas 2.000-an orang special
forces dan marinir) sebagai kontingen awal untuk suatu "tugas latihan" ke
Filipina Selatan.

Bersamaan dengan itu, Amerika mendorong Singapura dan Malaysia untuk lebih
giat memburu, konon kaum militan 'fundamentalis Islam', dan menekan
Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Kegiatan ini disusul oleh arus
para pejabat senior Pentagon, Deplu, dan direktur FBI berdatangan ke
kawasan ini. Presiden Megawati dan Arroyo kemudian diundang berkunjung ke
Washington, menyusul Perdana Menteri Mahathir.
Pernyataan tentang "front kedua" ini didukung oleh serangkaian artikel di
dalam media pers Amerika, diawali oleh Time, edisi Februari 2003, yang
memberikan dasar motif, yaitu "(Jaringan) teroris telah berhasil dibongkar
di seluruh Asia Tenggara dengan rencana-rencana jahat, serangan bom, dan
koneksi penuh teka-teki." Berita itu tidak disertai dengan bukti-bukti
konkret, kecuali yang berasal dari pernyataan aparat keamanan dan sumber
intelijen yang tidak dapat ditelusuri pembuktiannya.

Kesibukan Amerika menjadikan Asia Tenggara sebagai mandala kedua bagi
"perang membasmi terorisme" mengundang banyak kritikan dan kecurigaan.
Majalah Far Eastern Economic Review, Hong Kong, menurunkan artikel dengan
judul 'Wrong Target'. Profesor Lee Poh Peng, dari Universitas Kebangsaan
Malaysia menyatakan kepada majalah ini, "Kampanye Amerika sehubungan
dengan terorisme di Asia Tenggara itu sungguh tidak masuk akal ...
kemungkinan ada motif lain, yaitu untuk memulihkan kembali pancangan
kakinya setelah terusir dari pangkalan mereka di Filipina satu dasawarsa
yang lalu."

Kecurigaan itu bukan dibuat-buat. Sejumlah dokumen yang dikeluarkan oleh
"think-tank" di Washington memperbincangkan kebutuhan akan perlunya
intervensi yang lebih agresif di rantau ini (Peter Symonds, "Why Has South
East Asia Become The Second?", 31 August, 2003).

Sesudah peristiwa 11 September, Pemerintahan Bush dengan sigap mengambil
kesempatan memenuhi saran-saran yang diajukan oleh think-tank seperti RAND
dan CFR. "Perang membasmi teroris global" ternyata merupakan sarana
par-excellence tatkala menghadapi permasalaan yang terkait dengan
kebutuhan untuk meningkatkan kehadiran militer Amerika Serikat di Asia
Tenggara sehubungan dengan kebangkitan Cina sebagai 'regional major power'.

Dengan tekanan dari Washington, satu demi satu para pemimpin nasional di
Asia Tenggara terpaksa memberikan dukungan mereka, termasuk penggunaan
fasilitas persiapan dan pangkalan bagi angkatan laut dan angkatan udara
dalam rangka "perang membasmi terorisme" termasuk pemberian hak
overflights atas pasukan Amerika yang menuju Afghanistan.

Keputusan Bush untuk membuka "front kedua" di Asia Tenggara bukanlah
sekadar sikap reaktif. Peristiwa 11-9 telah membuat Gedung Putih dan
Pentagon mengambil peluang untuk melaksanakan rencana yang telah lama
dipikirkan dalam upaya membalik kemunduran Amerika Serikat di kawasan ini.
(Peter Symonds, op.cit).

Dalam situasi tekanan inilah muncul fenomena Jamaah Islamiyah (JI), yang
menurut pengakuan Umar Al-Farouq yang menjadi "narasumber awal" tentang
JI, konon bertujuan untuk membangun suatu negara federasi Islam di Asia
Tenggara yang terdiri atas bagian-bagian dari Indonesia, Malaysia,
Thailand Selatan, Kamboja, dan Mindanao Selatan, serta "bergiat dalam
aksi-aksi terorisme yang ditujukan kepada kepentingan Amerika Serikat di
kawasan ini" (Time, edisi September 2002).

Peristiwa "bom Bali" pada 12 Oktober 2002 yang menimbulkan korban 202
orang tewas dan 184 orang luka parah, tanpa ada seorang pun warga negara
Amerika yang jadi korban, oleh Amerika telah ditampilkan sebagai dalih
adanya jaringan kelompok teroris internasional Jamaah Islamiyah di
Indonesia. Setelah peristiwa 12-10 itu lengkaplah sudah, seluruh kawasan
Asia Tenggara siap berada di bawah komando Amerika untuk "membasmi
terorisme".

"Perang" yang patut dicurigai sebagai akal sangat cerdik menggiring
bangsa-bangsa Asia Tenggara menjadi pagar dalam 'hedging strategy',
istilah baru bagi 'containment strategy' yang lama, untuk mengepung Cina.
Ancaman kepada kita, "if you're not with us, you're against as" patut
direnungkan kembali, bila kita tetap ingin berdiri tegak melaksanakan
amanah politik luar negeri yang bebas aktif, yang didasarkan pada strategi
yang telah teruji efektif, "confidence building measure, inter-active
cooperation, dan ''dialogue'', tanpa terjebak ke dalam perangkap ambisi
'global hegemony' suatu kekuasaan angkara murka.

maulani syndicate features (sumber Republika)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004120709084576:267 ;          Tue, 7 Dec 2004 09:08:45 +0700
$MessageID: <381-2200412272733299@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: TV misionaris segera mengudara di Indonesia
PostedDate: 12/07/2004 09:07:33 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/07/2004 09:08:46 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:04 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: B0BF7DAAFE1FB3B147256F63000BCA23
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/07/2004 09:08:46 AM-12/07/2004 09:08:48 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/07/2004 09:08:48 AM

TV misionaris segera mengudara di Indonesia

---------------------------------------------------------------------------
-----
Berkoalisi dengan Pat Robertson, pimpinan Koalisi Kristen dan jaringan
televisi misionaris terbesar di dunia proyek besar James T Riady akan
membuat TV misionaris yang segera mengudara di Indonesia

Proyek Mega-Kristenisasi James T Riady tentu bukan sebuah pekerjaan
main-main. Perlu didukung dana dan jaringan yang luar biasa. Urusan dana,
tak jadi kendala. Keluarga Riady adalah pengendali bisnis raksasa yang
bergerak di bidang perbankan, TV kabel, telepon selular, online shopping,
jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan bidang lainnya. Konon
total asetnya mencapai USD 12 milyar.


Namun dana besar saja tidak cukup. Perlu digerakkan oleh ‗mesin‘ yang
taktis dan berjaringan luas. Karena itulah James T Riady menggandeng World
Harvest Global (WHG) dan American Institute for Maghrib Studies (AIMS)
untuk menyukseskan proyeknya.

WHG adalah pusat misionaris dunia yang bermarkas di California, AS.
Berdiri tahun 1989 sebagai bagian dari program Koalisi Kristen yang
dirintis evangelis terkenal, Pat Robertson. Cabangnya sudah bertebaran di
banyak negara antara lain Jepang, Malaysia, Indonesia Jerman, dan Belanda.

Di Indonesia, markas WHG ada di Lippo Karawaci. Motor penggeraknya adalah
sang boss Lippo Group, James T Riady. Tetapi namanya agak berbeda, yaitu
World Harvest Center (WHC). Aktivitas sehari-harinya dikomandani oleh
pendeta Dr Jimmy Oentoro.

Sedangkan AIMS adalah lembaga studi pemikiran dan kebudayaan Yahudi di AS.
Institusi ini merupakan mitra utama Christian Coalition (Koalisi Kristen).

Hadirnya WHC di Indonesia tak lepas dari eratnya persahabatan spiritual
antara James T Riady dan pendeta Pat Robertson. Konon mereka mulai saling
kenal tatkala keduanya terlibat dalam ―misi khusus‖ tim sukses Presiden
AS. Mula-mula era George Bush Sr, kemudian Bill Clinton, dan akhirnya
George W Bush. Selain aktif sebagai tele-evangelis di Christian
Broadcasting Network (CBN) dan Christian Coalition, Pat Robertson memang
menjadi tim inti kampanye kepresidenan keluarga George Bush.

Keluarga Riady pernah bikin heboh karena terlibat skandal keuangan dalam
kampanye presiden Bill Clinton (1992). Saat itu, Pat Robertson tampil
sebagai saksi meringankan keluarga Riady. Pada program ―The 700 Club‖ di
CBN, dia berkata, ―James Riady dan ayahnya (Mokhtar Riady, red) adalah
teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali dalam Kristen. James telah
menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris. Orang Asia perlu
diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan.‖

Keterlibatan James dalam misi Kristen diakui sebagai bagian dari
pertaubatannya. James juga menyebut Pat Robertson sebagai orang yang telah
menyadarkannya kembali ke ‗jalan terang‘. ―Dialah guru spiritual saya,‖
ucap putra mahkota raja bisnis Lippo Group, Mochtar Riady ini.

Tampaknya hubungan Pat Robertson dengan keluarga Riady memang sangat
dekat. Tahun 2002, dalam menyukseskan Proyek Misi 2002, Pat Robertson
datang ke WHC di Lippo Karawaci Tangerang.

Persahabatan kedua ‗gembala‘ itu juga merambah dunia bisnis serta berbagai
proyek dan agenda misi Kristen global. Keduanya melihat Indonesia bisa
menjadi salah satu pusat misi Kristen yang prospektif. Maka, berdirilah
WHC di kawasan bisnis Lippo beserta sejumlah sarana penunjangnya. Ada
lembaga pendidikan, seminari, rumah sakit, rumah produksi (production
house), dan lembaga misi berkedok sosial lainnya.

Televisi Misionaris

Sejak tahun 1998, James dan Pat secara khusus berkongsi mengembangkan
International Family Entertainment (IFE) dengan investasi USD 10 juta. IFE
bersama Lippo Group dan Malayan United Industries Bhd kemudian membeli 80%
saham Chinese Entertainment Broadcast Ltd yang mengelola jasa layanan TV
satelit 24 jam. Stasiun TV misionaris itu punya target menyergap 1,25
milyar audiens berbahasa Mandarin dan Melayu di kawasan Asia Pasifik.

Saat ini, keduanya sedang merancang sebuah televisi misionaris di
Indonesia. Namanya belum pasti. Kabarnya, CahayaTV, Gospel Overseas TV,
atau HarvestTV. Kru televisi itu kini tengah belajar dan magang di CBN,
jaringan televisi misonaris terbesar di AS (mungkin juga dunia) yang
didirikan oleh Pat Robertson.

CahayaTV —atau apapun namanya— bakal tampil menjadi andalan proyek
misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan
Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T Riady sebelumnya,
seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan
terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang
menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya
memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.

Tentang tekad James Riady untuk tampil all-out dalam gerakan kristenisasi,
pernah dipaparkannya dalam wawancara dengan majalah Fortune pada 23 Juli
2001. James akan berkonsentrasi mengembangkan sekolahnya yang mewah di
kawasan bisnis Lippo, serta proyek besar industri media. Dia juga akan
membuka 1.000 sekolah Kristen di desa-desa miskin di seluruh Indonesia.
James juga memaparkan bagaimana dia bersama Pat Robertson terobsesi untuk
membuka jaringan Kristen di Indonesia dengan WHC sebagai markas utamanya.*
( (Hidayatullah, edisi bulan Agustus 2004)
)hidayatullah.com

---------------------------------------------------------------------------
-----

KOMENTAR :

«« Kembali
Dikirim Oleh dame pada 11 November, 2004
"Itu" ada panggilan jiwanya James Ryadi, bukan bisnis. Sah2 saja di
melakukan itu. Agama apapun punya kebebasan melakukan misionaris/berdakwah
sebab semua agama punya pilihan untuk melakukan itu. kalau idielogi kita
kita anggap benar, kenapa harus takut?



Dikirim Oleh PAIDIN pada 10 November, 2004
ayo bergerak demi dakwah, walau hanya secuil tapi bergerak jangan diam,



Dikirim Oleh Cermin Hidup [website] pada 09 November, 2004
Assalamu'alaikum wr.wb.

Tidakkah kita sadar bahwa selama ini Kristen lebih pintar memanfaatkan
kondisi Indonesia, sehingga perkembangan Kristen lebih cepat daripada
Islam yang cuma ekspansi ke dalam? Orang Islam Indonesia terlalu toleran,
sampai suatu saat Kristen menjadi agama terbesar di Indonesia. Barulah
kita sadar... Tapi itu sudah terlambat.
Selama ini pun, Kristen menguasai semua aspek kehidupan di Indonesia. Di
media massa, Kristen menguasai televisi (SCTV, Indosiar, dan TP7) dan
koran (Kompas, Sinar Harapan). Mall-mall hampir seluruhnya dimiliki oleh
orang Kristen. Apalagi Lippo Karawaci yang dimiliki oleh James T Riady
yang Kristen Fanatik.
Sampai kapan umat Islam sadar? Jangan terlalu berharap pada NU atau
Muhammadiyah. Orang-orang Islam di Indonesia malah sibuk menghujat
saudaranya sendiri. Gereja-gereja Katolik di Indonesia (dan di seluruh
dunia), materi kotbah-nya dikirim langsung dari Vatican. Gereja tinggal
menterjemahkan ke bahasa masing-masing. Bagaimana dengan Islam? Uh... jauh
panggang dari api. Ibarat dalam lomba lari, Kristen sudah jauh di muka.
Orang Islam masih santai... bahkan mungkin terlena dalam kebesaran Islam
jaman Rasulullah dulu.
Saya capek mikirin nasib Islam di Indonesia. Ulama-ulamanya saja seakan
tidak mikirin. Capek.. Capek!

Semoga Allah melindungi kita dan membukakan mata para ulama dan ninik
mamak kita. Amin!



Dikirim Oleh H Jayasuria pada 09 November, 2004
dulu dengan cara supermi dan diam-diam (terselubung) dalam melaksanakan
misi agamanya.sekarang ...... Marilah kita selalu memohon kepada Allah
SWT, semoga kita sebagai Umat Nabi Muhammad SAW selalu diberikan petunjuk,
kekuatan, bimbingan dan keselamatan dunia akherat, amin ya robbal 'alamin.



Dikirim Oleh Ashadi pada 09 November, 2004
Ass Wr Wb.
Bagaimana dengan TV Islami. Kapan bisa diadakan? Pengusaha muslim
Indonesia yang sukses kan juga cukup banyak, teknologi TV juga tidak susah
sudah banyak TV swasta di Indonesia.
Masalah Perijinan? kalau mereka bisa mendapatkan mengapa kita tidak.

Sudah jenuh kita melihat acara-acara TV swasta di Indonesia yang secara
sadar atau tidak juga mengandung permurtadan ataupun melemahkan akidah
umat.
Tayangan yang berbau Hedonisme, Materialisme, Syirik, Erotisme, Kekerasan,
Kecurangan dan lain sebagainya mewarnai TV swasta kita.

Saya hanya bisa berharap akan muncul TV yang bernuansa islami. Diharapkan
ada pengusaha muslim yang mempunyai visi seperti James ini.
Jangan takut merugi...(James juga tidak bangkrut karena ini), umat Islam
di Indonesia cukup banyak, dan tiap tahun yang berangkat haji terus
bertambah..., bukankah mereka juga mengharapkan informasi ataupun hiburan
islami?
Sedangkan saat ini saja sudah banyak produk yang mentargetkan umat Islam
sebagai sasaran marketnya; seperti shampoo untuk muslimah (berjilbab) dan
lain sebagainya.

Moga-moga ada yang terdorong hatinya untuk mewujudkan TV Islami.

Wass Wr Wbr



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004120709052637:167 ;          Tue, 7 Dec 2004 09:05:26 +0700
$MessageID: <381-2200412272413792@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Al Furqon Al Haq (The True Furqon) : Sebuah Kedustaan & Pengakuan
Kegagalan
PostedDate: 12/07/2004 09:04:13 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/07/2004 09:05:26 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:04 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 6792B905D51E351647256F63000B7C14
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/07/2004 09:05:26 AM-12/07/2004 09:05:27 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/07/2004 09:05:27 AM

Al Furqon Al Haq (The True Furqon) : Sebuah Kedustaan & Pengakuan Kegagalan

Oleh : Fakta 11 Nov, 04 - 1:45 am

M. Syamsi Ali
"Sungguh besar kalimat (dusta) yang mengalir dari mulut-mulut mereka,
namun tak lain apa yang diucapkan kecuali kebohongan" (S. Al Kahf: 5)

Akhir-akhir ini ummat Islam di berbagai belahan dunia kembali diresahkan
oleh penulisan sebuah buku yang kemudian diklaim sebagai "tandingan" Al
Qur'an. Judul buku tersebut juga diambil dari salah satu sifat Al Qur'an,
yaitu "Al Furqaan" (pembeda antara kebenaran dan kebatilan). Saya sendiri
menerima buku ini sekitar Juli 2001 lalu dan pada awalnya saya
menganggapnya sesuatu yang tidak berharga. Sebagai seorang Muslim yang
hidup di tengah-tengah non Muslim, propaganda murahan seperti ini
merupakan hal biasa. Membaca, menyaksikan dan bahkan mengalami kebohongan
seperti ini sudah merupakan santapan sehari-hari. Sikap saya ini juga
merupakan sikap sebagian besar pemimpin komunitas Muslim di AS, yang
menganggapnya sebagai pembuktian ayat Allah: "Meraka hendak memadamkan
(cahaya agama) Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tetap
menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membenci" (Ash Shaff:
8).

Dalam pengantarnya di buku tersebut, kedua penulis yang tidak pernah
menyebutkan nama lengkapnya, Al Saffee dan Al Mahdy, tidak menyebutkan
buku ini sabagai tandingan Al Qur'an dan hanya menyatakan seruannya:
"Kepada bangsa-bangsa Arab khususnya dan ummat Islam umumnya di seluruh
dunia: Salam sejahtera dan rahmat Allah Yang Berkuasa atas segala
sesuatu". Namun dalam pengatarnya di Amazon.com, penulis dengan terus
terang mengatakan bahwa buku ini adalah "the most plausible challenge to
the Arabic Quran in history" (Tantangan yang paling nyata terhadap Al
Qur'an berbahasa Arab dalam sejarah)?

Bagi penulis, buku ini ditujukan kepada ummat Islam dan ummat Kristiani
sekaligus, untuk tujuan berbeda. Untuk ummat kristiani ditujukan agar
mereka mendapatkan bukti-bukti substansial akan kebenaran kitab injil,
sekaligus mendapatkan tanda tanya besar akan kesahihan Al Qur'an.
Sementara untuk umat Islam ditujukan agar mereka mendapatkan pelajaran dan
pengalaman bercahaya. Dalam "press release" yang dikeluarkan oleh Baptist
Press tanggal 27 Mei 1999, ketika awal penerbitan buku yang dipersiapkan
selama tujuh tahun ini, Al Mahdy mengatakan dengan penuh optimisme:
"Hendaknya ummat Kristiani di seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri
untuk menyambut kehadiran ummat Islam yang akan murtad ke tengah-tengah
mereka".

Setelah membaca sekali lagi buku tersebut, ternyata sangkaan saya selama
ini semakin kuat bahwa buku ini sesungguhnya tidak lebih dari sebuah
"sampah" yang tidak berharga. Ditinjau dari segi bahasa apalagi dari segi
substansi, buku ini hanya menggambarkan iri hati dan kebencian yang sangat
terhadap kebenaran, yang oleh Al Qur'an digambarkan sebagai "hasadan min
'indi anfusihim" (dengki dari dalam diri mereka sendiri).

Buku ini sesungguhnya membuka "borok lama" bahwa memang ada di antara
manusia yang senang mencipta buku, yang kemudian diakui sebagai wahyu
Tuhan. Dengan terbitnya buku al furqaan al haq ini, terbukti pula satu
ayat Al Qur'an yang menyatakan "mereka menulis kitab dengan tangan-tangan
mereka, kemudian mengatakan bahwa ini (kitab)dari sisi Allah. (Yang
dengannya), mereka membelih ayat-ayat Allah dengan harga yang murah".
Kitab ini, diakui penulis, bukan Al Qur'an dan bukan pula Injil. Melainkan
ciptaan baru yang diakui sebagai petunjuk (wahyu) untuk menerangi jalan
manusia. Dengan demikian, ini merupakan pembuktian karakter dasar mereka
yang senang mencipta-cipta buku dan diakui sebagai wahyu dari Allah.
Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa kitab suci yang mereka yakini saat
ini adalah juga ciptaan manusia seperti ini?

Penulis secara jujur mengakui ketinggian bahasa Al Qur'an. Namun sangat
keliru ketika mengatakan bahwa bahasa buku ini menyerupai bahasa Al
Qur'an. Kutipan ayat-ayat Al Qur'an secara sepotong-sepotong dalam buku
ini, dapat dirasakan dengan "dzawq lughawi" (rasa bahasa), betapa berbeda
dengan kata-kata sisipan dari penulis. Secara gramatik misalnya, penulis
sesungguhnya tidak menyadari bahwa penyerupaan "BismillahirRahmaniRahim"
dengan "Bismilaab-alkalimah-ar ruuh-al ilaah al waahid al awhad" merupakan
pengingkaran terhadap keyakinan dasar mereka sendiri. Karena kata benda
dalam kalimat ini hanya "Aab" saja. Sementara semua kata selanjutnya
adalah kata sifat dari Aab. Tanpa disadari penulis telah mengingkari
konsep trinitas yang meyakini Bapak sebagai Dzat (benda), anak sebagai
dzaat (benda) dan Roh kudus sebagai dzaat (benda). Sementara dalam kalimat
ini, hanya Aab (bapak) saja sebagai benda, selebihnya hanya sifat dari Aab
(tuhan bapak).

Sangat disayangkan, di tengah gencarnya upaya-upaya mengharmoniskan
hubungan antar pemeluk agama, saat ini masih ada orang yang tidak jujur
pada dirinya sendiri. Justifikasi kebenaran dengan kedustaan merupakan
sebuah kanaifan akan kebenaran itu sendiri. Justifikasi kebenaran kitab
suci dengan kedustaan hanyalah indikasi akan kenaifan kitab suci itu
sendiri dalam kebenarannya. Saya menilai, buku ini sesungguhnya adalah
sebuah pengkhianatan terhadap injil. Karena kenaifan injil inilah maka
diperlukan kitab lain untuk menunjuki jalan manusia.

Akhirnya, saya menghimbau kiranya semua ummat beragama perlu menanamkan
kejujuran pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Anda dapat mengajak
kepada keimanan, sementara anda menebarkan kedustaan? Saya sepertinya bisa
memahami sikap Salman Rusydi karena dia memang tidak meyakini sebuah
agama. Tapi saya justeru terheran dengan sikap pemimpin agama yang berjiwa
kerdil.
Bagi ummat Islam, anggap saja kasus ini sebagai krikil kecil dalam
perjuangan, yang justeru mempertebal keimanan. Percayalah, kebenaran Kalam
Allah tak akan ternodai secuil pun dengan kedustaan para pendusta:
"Sungguh Kami menunrunkan "Dzikra (Al Qur'an) ini, dan sungguh Kami pula
yang menjaganya" dan "Katakanlah: Sesungguhnya walau manusia dan jin
berkumpul untuk membuat yang tulisan yang menyerupai Al Qur'an ini,
niscaya mereka tidak akan bisa membuat yang serupa dengannya, walaupun di
antara mereka saling membantu (dalam kebatilan)" demikian jaminan Allah.

Wassalam,
M. Syamsi Ali

Cek situsnya di : http://islam-in-focus.com/TheTrueFurqan.htm

---------------------------------------------------------------------------
-----

Date: Wed, 20 Mar 2002 16:16:58 EST
From: MSali95949@aol.com
To: , ,
Assalamualaikum Wr.Wb.

Seperti yang dilaporkan oleh majalah Tempo edisi minggu ini, 18-24 Maret,
saat ini sedang beredar sebuah buku dengan judul "The True Furqan". Buku
ini memang ditulis dengan sengaja untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin
terhadap Kitab Suci yang sesungguhnya dan yang palsu. Hal ini dibuktikan
dengan pengantar yang menyebut "Kitab ini ditujukan secara khusus kepada
kaum Muslimin dan Arab".

Saya pribadi telah menerima buku ini sejak sekitar 3 bulan silam. Buku ini
diterbitkan tanpa menyebutkan nama penerbit, namun menyertakan alamat pos
dan tanpa nomor telepon. Setelah mengecek lebih jauh, ternyata sosok utama
di balik dari terbitnya buku ini adalah Dr. Shorrosh, lawan debat Ahmad
Deedat tentang Ketuhanan Jesus pada masa lalu. Jika anda membuka alamat di
bawah ini, anda dapati siapa dan bagaiamana awal dari tumbuhnya buku
tersebut.

Yang pasti, buku ini memang ditujukan sebagai pemalsuan Kitab Suci Al
Qur'an. Berbagai surah dinamai dengan surah-surah Al Qur'an seperti An
Nur, Al Fatihah, dll. "Bismillah" pada setiap surah diganti dengan "Bismil
Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds" (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).

Untuk itu, bersama ini saya himbau kepada semua untuk berhati-hati. Saya
yakin, terbitnya buku ini tak lebih dari sebuah pembuktian akan tantangan
Allah "dan jika kami ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami,
maka datanglah satu surah (pada ayat lain 10 surah, dan pada ayat lain
disebutkan semisal) yang serupa, dan ajaklah seluruh pembantumu selain
Allah, jika kami jujur". Dan sudah pasti, jika anda tahu bahasa Arab
dengan grammar (nahwu sharaf dan balaghah) serta mempergunakan logika
serta "common sense" saja, anda akan menemui buku ini tak lebih dari
"rabbish" yang sudah kumuh di pinggir jalan.

Sayang sekali, pada website Sorrosh ditemukan komentar-komentar, entah
direkayasa, bahwa buku ini seolah lebih baik dari Al Qur'an. Padahal, di
antara komentator tersebut terdapat pastor terkenal, seperti Billy Graham.
Namun memang, logika seringkali tersembunyi di balik "dendam" terhadap nur
Ilahi yang semakin menyilaukan mata-mata hati manusia, khususnya di bagian
barat bumi ini.

Coba buka alamat ini, dan pastikan bahwa anda cukup landasan untuk
memahami tulisan-tulisan Shorrosh. Lihat di bagian bawah website ini, ada
"project khusus" untuk mengaburkan Islam yang sesungguhnya para politisi
Amerika dengan nama "Project Informing Washington" on the truth of Islam.
Ternyata, dalam tulisan-tulisan Shorrosh disebutkan bahwa tanpa disengaja,
saat ini kita (Amerika) telah kedatangan invasi yang membahayakan. Itulah
"ru'bah" (ketakutan) dan "hasadan" (dengki) yang telah tertanam dalam
dirinya terhadap kebenaran ini.

http://islam-in-focus.com/TheTrueFurqan.htm

Akhirnya, "mereka ingin memadamkan cahaya Allah, namun Allah menolak
hingga cahayaNya terang benderang, walau orang-orang musyrik itu membenci".

---------------------------------------------------------------------------
-----


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004112508293867:732 ;          Thu, 25 Nov 2004 08:29:38 +0700
$MessageID: <381-220041142512818463@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Tadabbur : Menuju Kesempurnaan Ibadah
PostedDate: 11/25/2004 08:28:18 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/25/2004 08:29:39 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:04 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 1454910F8F6F66D847256F5700083538
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/25/2004 08:29:39 AM-11/25/2004 08:29:40 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/25/2004 08:29:40 AM

Tadabbur
Oleh: Aus Hidayat Nur, Pembina dakwah kampus
Menuju Kesempurnaan Ibadah

―Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami
mohon pertolongan,‖ (QS al-Fatihah: 5)

Seorang hamba yang kecil, lemah dan hina kini tengah beraudiensi di
hadapan Rabbnya. Tanpa perantara, tanpa satu pun garis batas. Ia berdiri
menghadap ke arah kiblat dengan badan tegak. Matanya hanya menatap tempat
sujud. Pikirannya terkonsentrasi pada keagungan Allah yang tengah ia
hadapi. Jiwanya merasakan kehadiran Pencipta alam semesta. Raja Yang Maha
Berkuasa tengah memperhatikan tiap gerak hati dan pikirannya.

Hati dan kedua lisannya melantunkan kata-kata sanjungan dan pujian kepada
Rabb-Nya. Sang hamba membesarkan Asma Allah dengan bertakbir, mengakui
dosa dan kelemahannya melalui bacaan iftitah shalatnya. Selanjutnya, ia
menyanjung, mengagungkan dan memuliakan Allah dengan membaca ayat-ayat-Nya
yang tertuang dalam surah Al-Fatihah.

―Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala
puji milik Allah Rabb seru sekalian alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Raja di hari pembalasan....‖ (QS al-Fatihah: 1-3).

Itulah keadaan setiap hamba Muslim ketika membaca Surat al-Fatihah dalam
shalatnya. Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa al-Fatihah merupakan
―rahasia al-Qur‘an‖. Dan ―rahasia al-Fatihah‖ terdapat pada ayat

―Iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘iin‖ (Hanya kepada Engkaulah kami
beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan).

Penggalan pertama, ―Hanya kepada Engkaulah kami beribadah‖ adalah bentuk
penyucian dari kemusyrikan. Sedang penggalan kedua, ―Hanya kepada
Engkaulah kami memohon pertolongan‖ merupakan penyucian dari upaya, usaha
dan kekuatan, selanjutnya menyerahkan segalanya kepada Allah Yang Maha
Mulia lagi Maha Agung.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas ra menjelaskan ayat ini. Katanya,
―Hanya kepada Engkaulah kami beribadah‖, berarti hanya kepada Engkaulah
kami mengesakan, takut dan berharap, bukan kepada selain Engkau. Dan
―Hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan untuk menaati-Mu dan
menyelesaikan seluruh persoalan kami.‖

―Iyyaka na‘budu‖ didahulukan daripada ―Iyyaka nasta‘iin‖ karena ibadah
merupakan tujuan. Sedang memohon pertolongan merupakan sarana untuk
mencapai ibadah. Ibadah adalah dasar keyakinan yang merupakan ushuluddin
yaitu ―Tauhidullah‖. Sedang ―istiianah‖ (memohon pertolongan) merupakan
realisasi dari ibadah yang menyangkut masalah cabang dalam syariat yang
tentu saja tak kurang pentingnya sehingga memerlukan pengkhususan.

―Iyyaka‖ merupakan obyek yang didahulukan supaya tujuan pembicara terfokus
pada apa yang hendak dilakukan. ―Hanya kepada-Mu kami beribadah‖ dalam
arti kami tidak beribadah kecuali hanya kepada-Mu. Kami pun tidak berserah
diri kecuali kepada-Mu. Ini merupakan kesempurnaan ketaatan yang didasari
cinta, takut sekaligus harapan.

Susunan penyebutan ―Iyyaka‖ yang diulang dua kali mengandung pelajaran
untuk mendahulukan melaksanakan kewajiban daripada menuntut hak, yang
keduanya terealisasikan dalam hubungan interaksi dengan Allah.

Secara bahasa, ibadah berarti ―ketundukan dan kerendahan‖. Seorang hamba
adalah sosok yang senantiasa menghambakan diri dan menghinakan diri dengan
ketundukan, rasa takut, harapan dan kecintaan yang sempurna kepada Allah
Ta‘ala. Penghambaan kepada Allah adalah hak mutlak Allah sekaligus
kewajiban bagi setiap hamba ciptaan-Nya (QS al-Bayyinah: 5).

Ibadah yang suci dan diterima Allah adalah yang bersih dari noda syirik,
jauh dari mempersekutukan sesuatu dengan Allah. Tidak boleh
mempersekutukan pengabdian kepada Allah dengan yang lainnya. Ini berlaku
pada seluruh pengertian ibadah atau penghambaan meskipun lewat ungkapan
lisan.

Allah telah mengutus para Rasul dan Nabi untuk menjelaskan batas-batas
aturan penghambaan agar hamba-hamba-Nya tidak sesat. ―Dan sesungguhnya
Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘
Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu‘, maka di antara umat itu
ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya
orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di
muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang
mendustakan (rasul-rasul),‖ (QS al-An‘aam:36).

Penjelasan para Rasul tentang Tauhidullah, tak diragukan lagi, merupakan
bimbingan yang gamblang dan jelas agar hidup manusia hanya mengarah kepada
Allah, bukan kepada selain-Nya. Manusia dilarang menyembah thagut.
Pengertian ―thagut‖ adalah ―segala sesuatu yang disembah selain Allah‖.
Karena itu, kewajiban setiap orang yang bertauhid untuk mengingkari
thagut. ―Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman
kepada Allah, maka sesunguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui,‖ (QS. al-Baqarah: 256).

Perintah suci ini disambut oleh kaum Mukminin dengan penuh kesadaran.
Menghamba kepada-Nya, menegakkan tauhidullah dalam dirinya dan menjalankan
agama dalam seluruh gerak hidupnya.

Menjalankan agama berarti menundukkan diri hanya kepada-Nya secara total
tanpa reserve, tanpa penolakan, dengan penuh keyakinan—tanpa sedikit pun
keraguan. Tentu saja tidak terbatas dalam shalat lima waktu, berpuasa,
membayar zakat atau ibadat-ibadat khusus yang tata caranya dicontohkan
oleh Nabi Muhammad saw. Tetapi juga meliputi seluruh aspek hidupnya. Semua
itu mengikuti aturan hidup, manhaj asasi Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.
Karena itu ungkapan ―Iyyaka na‘budu‖ mengandung makna pernyataan al-Qur‘
an, ―Katakanlah: ‗Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam‘,‖ (QS. al-An‘am: 162).

Mukmin memohon sesuatu yang dia sendiri berusaha melakukannya dalam rangka
menaati Allah. Dia memohon pertolongan, bukan meminta Allah menurunkan
hujan emas. Dia sadar bahwa memohon tanpa berusaha adalah kesia-siaan yang
bisa mengundang datangnya kemurkaan, ―Hai orang-orang yang beriman
jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar,‖ (QS al-Baqarah: 153).



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004112508251259:464 ;          Thu, 25 Nov 2004 08:25:12 +0700
$MessageID: <381-220041142512352400@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ibroh : Jalin Hubungan Ulama dan Umara
PostedDate: 11/25/2004 08:23:52 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/25/2004 08:25:13 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 2E539294899496AE47256F570007CD4D
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/25/2004 08:25:13 AM-11/25/2004 08:25:14 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/25/2004 08:25:14 AM

Ibroh

Jalin Hubungan Ulama dan Umara

Suatu hari Abdul Malik bin Marwan, khalifah Kelima Daulah Umayyah mengutus
asy-Sya‘bi, seorang tabiin di masanya, menemui Raja Romawi. Setelah tiba,
asy-Sya‘bi segera menemui sang raja dan mendengarkan serta memperhatikan
yang disampaikannya. Asy-Sya‘bi pun menyampaikan pesan sang Khalifah
kepadanya dengan kemampuan diplomasi yang tinggi. Raja Romawi begitu kagum
dengan ketajaman berpikirnya dan heran akan keluasan pandangan serta
kemampuan menjelaskannya. Atas kelebihannya itu, Raja Romawi meminta agar
menetap beberapa hari di istananya.

Namun asy-Sya‘bi menolak. Setelah sedikit memaksa, akhirnya sang raja
mengizinkannya kembali ke Damaskus. Sebelum meninggalkan istana, Raja
Romawi bertanya, ―Apakah engkau dari keluarga kerajaan?‖

―Bukan, saya hanya salah seorang dari kaum Muslimin,‖ jawab asy-Sya‘bi.

Setelah sang raja Romawi memberikan izin untuk kembali, ia berkata kepada
asy-Sya‘bi, ―Kalau engkau sudah kembali menemui khalifah Abdul Malik,
sampaikan kepadanya semua yang ingin diketahuinya. Lalu berikan surat ini
kepadanya.‖

Setelah asy-Sya‘bi kembali ke Damaskus, ia langsung menemui Abdul Malik
dan memberitahukan semua yang dilihat dan didengarnya serta menjawab semua
yang ditanyakan kepadanya. Ketika Amirul Mukminin bangkit akan pergi, ia
berkata, ―Wahai Amirul Mukminin, Raja Romawi menitipkan surat kepada saya
untukmu.‖ Lalu ia menyerahkan surat itu kepada khalifah dan berlalu dari
hadapannya.

Setelah Abdul Malik membacanya, ia berkata kepada beberapa pesuruhnya,
―Panggil asy-Sya‘bi dan suruh menghadapku.‖ Lalu para pesuruh itu
memanggil asy-Sya‘bi.
―Apakah engkau tahu isi surat ini, wahai asy-Sya‘bi?‖ tanya khalifah
setelah asy-Sya‘bi menghadap.

―Tidak, wahai Amirul Mukminin,‖ jawab asy-Sya‘bi cepat.
―Raja Romawi menulis surat kepada saya yang isinya seperti berikut. Aku
sangat heran kepada orang Arab. Mengapa mereka mengangkat orang lain
sebagai raja, bukan pemuda ini (maksudnya asy-Sya‘bi)?‖

Dengan segera asy-Sya‘bi menjawab, ―Dia (Raja Romawi) berkata seperti itu
karena tak mengetahui Amirul Mukminin secara langsung. Seandainya dia
melihatmu secara langsung, wahai Amirul Mukminin, tentu dia takkan berkata
seperti itu.‖

―Apakah kamu tahu, untuk apa Raja Romawi menulis surat begini kepadaku?‖

―Tidak, wahai Amirul Mukminin,‖ jawab asy-Sya‘bi polos.

―Sebenarnya dia menulis kepadaku seperti itu karena ingin menghasutku
untuk membencimu. Dia ingin menyuruhku untuk membunuh dan melenyapkanmu,‖
kata Abdul Malik.

Peristiwa yang dialami asy-Sya‘bi dan Abdul Malik bin Marwan dalam kisah
di atas menggambarkan betapa musuh kaum Muslimin tak pernah diam. Mereka
tak mau melihat adanya jalinan erat antara ulama dan umara. Pada kisah di
atas, Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah umara sedangkan Amir bin
Syurahbil al-Himyari adalah seorang ulama. Antara keduanya terjalin
hubungan erat.

Keadaan itu tentu saja tak menyenangkan hati Raja Romawi. Apalagi setelah
ia mengetahui watak dan kadar keilmuan asy-Sya‘bi yang kala itu sangat
berperan bagi Abdul Malik dalam menentukan kebijakan. Dalam suratnya itu,
Raja Romawi mempunyai dua target. Pertama, seandainya surat itu dibaca
oleh asy-Sya‘bi, tentu akan membuat sang ulama bangga diri dan merasa
―besar‖ di depan khalifahnya. Namun, target ini tak tercapai karena
asy-Sya‘bi tak membuka surat, tapi langsung menyerahkannya pada sang
khalifah.

Kedua, seandainya surat itu dibaca oleh sang khalifah, tentu akan
menimbulkan rasa dengki di hatinya dan ada kemungkinan muncul keinginan
untuk melenyapkan asy-Sya‘bi dari lingkungan istana. Namun, lagi-lagi
terget ini gagal. Khalifah Abbul Malik bukanlah orang yang mudah diadu
domba. Selain itu, ia juga sudah sangat mengetahui watak asy-Sya‘bi
sehingga tak perlu ada yang dikhawatirkan.

Di era ulama (baca: orang yang mempunyai latar belakang ilmu syariah)
sudah banyak yang duduk di kursi parlemen, tuntutan agar hubungan antara
ulama dan umara dipererat, kian dibutuhkan. Untuk itu, kematangan berpikir
para ulama dan umara sangat dituntut.

Eratnya hubungan antara ulama dan umara ini menjadi momok menakutkan bagi
musuh-musuh Islam. Mereka sangat khawatir, jika dua pihak ini bergandengan
tangan, akan mempersulit gerak mereka. Sebaliknya, bagi umat Islam,
terjalinnya hubungan antara ulama dan umara secara baik merupakan modal
utama melakukan pembangunan. Karenanya, sejarah kejayaan umat Islam tak
bisa dilepaskan begitu saja dengan keeratan jalinan ulama dan umara.

Baik di masa pemerintahan Daulat Umayyah maupun Abbasiyah, hubungan ulama
dan umara berjalan baik. Para khalifah kedua kerajaan itu, biasa memanggil
ulama untuk minta nasihat. Sebaliknya, para ulamanya pun tak segan-segan
memberikan nasihat pada para penguasa.
Adanya para ulama yang bisa mendampingi umara tak lahir begitu saja. Ia
dibesarkan oleh iklim ilmu dan lingkungan yang baik. Asy-Sya‘bi, tabiin
yang lahir di Kufah enam tahun setelah khalifah Umar bin Khaththab wafat
ini, merupakan pembelajar yang luar biasa. Meskipun lahir dan dewasa di
Kufah, namun Madinah al-Munawarah menjadi dambaan hatinya.

Asy-Sya‘bi diberi kemudahan oleh Allah untuk bertemu dengan lima ratus
sahabat Rasulullah saw. Ia meriwayatkan hadits dari sebagian besar para
sahabat senior, seperti Ali bin Abi Thalib, Saad bin Abi Waqqash, Zaid bin
Tsabit, Ubadah bin Shamit, Abu Musa al-Asy‘ari, Abu Said al-Khudhri, Nu‘
man bin Basyir, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Adi bin Hatim, Abu
Hurairah, Aisyah, dan lain-lain.

Asy-Sya‘bi sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia mempunyai halaqah
(majelis pengajian) di Masjid Kufah. Para pengikutnya mengelilinginya
secara berkelompok. Para sahabat Rasulullah yang masih hidup kala itu
sering menghadiri majelisnya. Abdullah bin Umar pernah hadir. Ketika itu,
asy-Sya‘bi menceritakan beberapa peperangan dalam Islam secara rinci di
depan para jamaahnya. ―Saya benar-benar telah menyaksikan dengan mata
kepala sendiri sebagian yang diceritakannya. Saya mendengarkannya langsung
dengan kedua telinga saya, tetapi dia tetap lebih baik daripada saya dalam
menceritakannya,‖ ujar Abdullah bin Umar.

Gambaran di atas membuktikan keluasan ilmu asy-Sya‘bi dan ketajaman
ingatannya. Ulama seperti inilah yang bisa menjadi pendamping para
penguasa. Ia lahir dan besar bersama ilmu dan pengetahuan.

Hepi Andi



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004112508223741:364 ;          Thu, 25 Nov 2004 08:22:37 +0700
$MessageID: <381-220041142512117217@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Tarqiyyah : Berusahalan dan Berdoa
PostedDate: 11/25/2004 08:21:17 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/25/2004 08:22:37 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 97F37327F07E252547256F57000790A9
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/25/2004 08:22:37 AM-11/25/2004 08:22:38 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/25/2004 08:22:38 AM

Tarqiyyah

Berusahalan dan Berdoa

Usaha dan doa ibarat mata keping uang yang tak bisa dipisahkan.
Keduanyalah yang melahirkan keberhasilan.

Doa adalah senjata orang beriman. Ia tak mungkin dikalahkan oleh sekuat
apa pun musuh. Doa tak hanya melahirkan optimisme dan harapan, tapi juga
mengokohkan langkah dan rencana. Ketika seorang Mukmin tak memiliki apa
pun, doa bisa menjadi pupuk bagi keimanannya. Doa bisa menjadi bahan bakar
bagi semangatnya. Kaidah inilah yang menjelaskan, walaupun telah mendapat
jaminan ampunan dan pertolongan dari Allah, para Nabi tetap melantunkan
doa.

Misalnya, ketika melanggar larangan Allah dan diturunkan ke bumi, Nabi
Adam berdoa, ―Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan
jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
kami termasuk orang-orang yang merugi,‖ (QS al-A‘raf: 23).

Begitu pun Nabi Nuh. Ketika mendapatkan anaknya tenggelam dalam banjir
besar, ia pun berdoa, ―Ya Tuhanku, sesungghnya anakku termasuk
keluaargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau
adalah Hakim yang seadil-adilnya,‖ (QS Huud: 45).

Saat menghadapi kaumnya yang tak mau dinasihati, Nabi Luth pun berdoa, ―Ya
Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat
kerusakan,‖ (QS al-Ankabut; 30).

Nabi Ibrahim tidak ketinggalan. Ketika bapak para Nabi ini begitu berharap
agar keturunannya menjadi orang-orang yang taat, Ibrahim pun berdoa, ―Ya
Allah, jadikan aku dan anak cucuku orang-orang yang mendirikan shalat. Ya
Tuhan kami, perkenankanlah doaku,‖ (QS Ibrahim: 40).

Lihat juga Nabi Zakaria. Di tengah usianya yang senja, ia tak pernah putus
asa berdoa agar dikarunia keturunan. ―Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku
telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa
dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku,‖ (QS Maryam: 4).

Dengarkan juga doa Nabi Ya‘kub ketika kehilangan putranya, Yusuf, dengan
penuh ketulusan Ya‘kub berdoa, ―Dan Allah sajalah yang dimohon
pertolongan-Nya,‖ (QS Yusuf: 18).

Begitu juga Nabi Yusuf. Ketika diangkat menjadi pembesar Mesir, dia
melantunkan doa, ―Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan
kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta‘bir
mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia
dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dab gabungkanlah aku
bersama orang-orang shalih,‖ (QS Yusuf: 101).
Nabi Musa pun demikian. Setelah membunuh salah seorang pengikut Fir‘aun
dan menjadi buronan kerajaan, ia pun melantunkan doanya, ―Ya Tuhanku,
selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,‖ (QS al-Qashash: 21).

Simak juga doa Nabi Yunus ketika ia berada dalam perut ikan, ―Tiada Tuhan
selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang
zalim,― (QS al-Anbiya‘: 87).

Demikian juga Rasulullah saw. Ketika mengetahui jumlah lawan pada perang
Badar lebih banyak, Rasulullah saw berdoa dengan khusyu‘nya. Sambil
menengadahkan kedua tangannya, beliau berdoa, ―Ya Allah, tunaikanlah
janjimu untukku. Ya Allah, jika Engkau kalahkan jumlah kami ini, Engkau
tidak akan disembah di muka bumi ini.‖

Rasulullah saw terus berdoa sampai selendangnya jatuh. Abu Bakar
mengambilnya dan meletakkannya kembali di atas pundak Rasulullah saw.
―Cukup wahai Rasulullah saw. Pasti Allah akan memenuhi janji-Nya untukmu,‖
ujar Abu Bakar. Tapi Rasulullah saw terus berdoa. Pada banyak kesempatan,
Rasulullah saw selalu mewarnai ibadahnya dengan doa.

Begitulah para Nabi. Begitu juga para sahabat. Baik dalam keadaan senang
maupun susah, mereka tetap melantunkan doa. Jika para Nabi saja selalu
melantunkan doa, apalagi kita, seharusnya!

Ada kaitan cukup erat antara doa dan puasa. Ayat yang memerintahkan kaum
Muslimin untuk berpuasa terdapat pada surah al-Baqarah ayat 183 sampai
187. Ada yang menarik dari rentetan firman Allah ini. Jika kita
perhatikan, ayat 183 sampai 187 semua berbicara tentang puasa kecuali ayat
186. Ayat ini berbunyi, ―Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaku, maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran,‖ (QS al-Baqarah:
186).

Ini menunjukkan betapa erat hubungan antara doa dan puasa. Hal ini sangat
bisa dipahami. Ketika sedang berpuasa, hubungan antara kaum Muslimin
dengan Allah sangat dekat. Saat itulah ibadah seorang hamba meningkat.
Shalat malam yang mungkin biasanya hanya dilakukan pada malam-malam
tertentu saja, di bulan Ramadhan hal itu dikerjakan hampir setiap malam.
al-Qur‘an yang biasanya hanya dibaca pada hari-hari tertentu saja, di
bulan suci ini banyak di antara kamu Muslimin yang mengkhatamkan satu juz
perhari. Hal inilah yang menjelaskan mengapa doa orang yang berpuasa
begitu mustajab.

Berdoa saja, tak cukup. Ia harus dibarengi dengan usaha. Karenanya,
kendati mendapat jaminan dari Allah dan doa mereka pasti dikabulkan, para
nabi tetap berusaha.

Keberhasilan Rasulullah saw menyelamatkan diri dari kepungan dan kejaran
orang-orang yang ingin membunuhnya, tak cukup dijelaskan semata karena
pertolongan Allah. Meski itu yang paling utama, tapi sisi usaha Rasulullah
saw sebagai seorang manusia pun sangat nyata. Bahkan, pertolongan Allah
itu muncul dan menjadi kunci keberhasilan setelah segenap usaha dilakukan.

Tak hanya pada peristiwa hijrah hal ini terjadi. Menghadapi pasukan Ahzab
yang jumlahnya berlipat ganda, Rasulullah saw dan kaum Muslimin sudah
berusaha semaksimal mungkin. Untuk membentengi diri dari serbuan musuh,
kaum Muslimin sudah menggali parit yang mengitari hampir setengah keliling
Madinah. Rasulullah saw pun menyuruh Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mengintai
keadaan lawan. Beliau juga membolehkan Nuaim bin Mas‘ud untuk memecah
belah pasukan musuh. Namun, bukan itu yang membuat lawan kalah. Bukan itu
yang menyebabkan lawan tercerai berai. Itu hanyalah usaha manusia. Yang
memenangkan pertempuran adalah Allah. Dengan hanya mengirimkan angin,
Allah membuat pasukan Ahzab kocar kacir. Mereka lari tunggang langgang
meninggalkan medan pertempuran dengan rasa takut yang mencekam.

Begitulah perjuangan. Ia tak hanya cukup dengan kerja keras dan maksimal,
tapi juga memerlukan bantuan dari Allah. Sebaliknya, bantuan dari Allah
tak bisa turun begitu saja. Ia memerlukan usaha yang maksimal. Dua faktor
ini ibarat mata keping uang yang tak bisa dipisahkan. Keduanyalah yang
menyebabkan lahirnya keberhasilan.

Dalam konteks sekarang, dua faktor itu tak bisa diabaikan. Kalau musuh
sudah mengerahkan segala dayanya untuk memusnahkan umat Islam, seharusnya
kaum Muslimin pun demikian. Menghadapi beragam serbuan dari pihak musuh,
diperlukan strategi jitu, kecerdasan otak dan usaha yang besar. Kemenangan
memang akan menjadi milik umat Islam. Tapi, bukan tugas kita untuk
menunggu. Tugas kita berusaha.

Karenanya, datangnya pertolongan Allah itu bersyarat. Ia hanya akan datang
kepada mereka yang sudah berusaha menolong agama-Nya. Allah berfrman, ―Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu,‖ (QS Muhammad: 7). Jadi,
berusahalah dan berdoa.

Hepi Andi



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004112416584713:96 ;          Wed, 24 Nov 2004 16:58:47 +0700
$MessageID: <381-220041132495727376@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Mengenal aliran sesat Jaringan Islam Liberal
PostedDate: 11/24/2004 04:57:27 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/24/2004 04:58:47 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: A571CC0702CC97CB47256F560036D23B
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/24/2004 04:58:47 PM-11/24/2004 04:58:48 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/24/2004 04:58:48 PM

Mengenal aliran sesat Jaringan Islam Liberal

Sumber : http://www.swaramuslim.net

Senandung Liberasi Berirama Ancaman Mati
"Pada akhir zaman, akan muncul sekelompok anak muda usia yang bodoh
akalnya.
Mereka berkata menggunakan firman Allah, padahal mereka telah keluar dari
Islam, bagai keluarnya anak panah dari busurnya. Iman mereka tak melewati
tenggorokan. Di mana pun kalian jumpai mereka, bunuhlah mereka. Orang yang
membunuh mereka akan mendapat pahala di hari kiamat."

KUTIPAN bernada provokatif di atas terpampang sebagai moto sebuah buku
mungil yang judulnya menyiratkan peringatan keras: Bahaya Islam Liberal.
Buku saku setebal 100 halaman itu ditulis Hartono Ahmad Jaiz, 50 tahun,
seorang mantan wartawan. Meski kecil, buku tersebut bisa berdampak besar
karena mengandung pesan "penghilangan nyawa".

Moto itu   bukan sembarang untaian kata. Melainkan terjemahan hadis Nabi
Muhammad   SAW, yang tersimpan dalam kitab Al-Jami' al-Shahih karya Imam
Bukhari.   Mayoritas kaum muslim menilai hadis hasil seleksi Bukhari
memiliki   kadar kesahihan amat tinggi. Jadi, perintah membunuh dalam hadis
itu bisa   dipahami sebagai kewajiban syar'i (bemuatan agama) yang bernilai
ibadah.

Buku itu terbit Januari 2002, bersamaan dengan maraknya pemberitaan
tentang komunitas anak muda yang menamakan diri Jaringan Islam Liberal
(JIL). Penempatan hadis riwayat Ali bin Abi Thalib tersebut sebagai moto
buku mengundang pertanyaan: apakah Islam liberal yang dikupas buku itu,
dengan demikian, sudah masuk kriteria kelompok yang dimaksud isi hadis,
sehingga wajib dibunuh?

Sang penulis tak menjawab ya atau tidak. "Itu harus diputuskan lewat
mekanisme hukum," ujar Hartono. Hadis tersebut, kata alumnus IAIN
Yogyakarta ini, bersifat umum. Karena itu, Hartono menyadari, penerapannya
bisa menimbulkan fitnah dan perselisihan. Maka perlu pelibatan aparat
hukum untuk meredam sengketa. Sesuai dengan kaidah fikih: hukm al-hakim
yarfa'u al-khilaf (putusan pihak berwenang berfungsi menyudahi polemik).

Pada akhir buku, Hartono menyerukan pengadilan atas Islam Liberal yang ia
nilai "jauh dari kebenaran". Namun, secara tersirat, ia tetap menyarankan
sanksi bunuh, ketika menutup buku dengan menampilkan kisah Umar bin
Khattab yang membunuh orang yang menolak berhukum dengan syariat Islam. Di
antara dosa JIL, di mata Hartono, juga menolak syariat Islam.

Ibn Hajar al-Asqalani, dalam bukunya, Fathul Bari --sebuah elaborasi
(syarah) atas Shahih Bukhari-- menjelaskan, hadis tersebut diwartakan Ali
ketika hendak menumpas pembangkangan kaum Khawarij (Haruriyah). Yakni
kelompok yang sangat literal memahami Al-Quran dan menilai Ali telah kafir.

Khawarij dikenal mudah mengafirkan sesama muslim, dan tak segan membunuh
muslim yang mereka vonis kafir. Komunitas jenis inilah yang dimaksud hadis
tersebut saat itu. Pada awal 2002, Hartono memakai hadis itu untuk buku
tentang komunitas liberal, bukan kelompok literal sejenis Khawarij.

Dengan demikian, berita gempar fatwa mati yang pernah menimpa JIL pada
akhir 2002 telah mendapat pengantar "akademik" dari buku Hartono, 11 bulan
sebelumnya. Bila di awal 2002 Hartono mewacanakan eksekusi bunuh terhadap
Islam liberal, menjelang akhir tahun, lontaran itu mengkristal dalam
bentuk "fatwa mati".

Sejumlah agamawan yang tergabung dalam Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI),
pada 30 November 2002, berkumpul di Masjid Al-Fajar, Bandung, dan
mengeluarkan pernyataan berisi fatwa itu. Pernyataan FUUI berbunyi,
"Menuntut aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan dan kegiatan yang
secara sistematis dan masif melakukan penghinaan terhadap Allah,
Rasulullah, umat Islam, dan para ulama."

Mereka terpicu tulisan provokatif Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL, di
Kompas, 18 November 2002, berjudul "Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam" ,
yang dirujuk sebagai contoh penghinaan agama. FUUI menyatakan, "Menurut
syariat Islam, oknum yang menghina dan memutarbalikkan kebenaran agama
dapat diancam dengan hukuman mati."

Menurut Ketua FUUI, KH Athian Ali, fatwanya tak hanya untuk Ulil. "Terlalu
kecil jika kami hanya menyorot Ulil. Kami ingin membongkar motif di balik
Jaringan Islam Liberal yang dia pimpin," kata Athian. Sepanjang 2002,
karena itu, menjadi tahun seruan kematian atas JIL.

Fatwa itu menyulut kontroversi luas. Sikap FUUI menuai banyak kecaman.
Inti kecaman itu: berbeda pendapat boleh, tapi jangan menebar maut.
Cukuplah sejarah memberi pelajaran pahit: dari Al-Hallaj (Baghdad), Siti
Jenar (Demak), Hamzah Fansuri (Aceh), Farag Faudah (Mesir), sampai Mahmoud
Taha (Sudan) yang kehilangan nyawa karena pikiran berbeda.

Akhirnya FUUI mengklarifikasi: mereka tak mengeluarkan "fatwa mati". "Kami
hanya menuntut proses hukum," kata Athian. Ia membuktikan ucapannya dengan
mengadukan Ulil ke Mabes Polri, sepekan kemudian. FUUI memang tak menyebut
kata "fatwa mati", tapi Athian menyatakan, dasar hukum sikapnya terhadap
JIL sama dengan sikap kepada Pendeta Suradi. Pada Februari 2001, FUUI
terang-terangan memakai kata "fatwa mati" untuk Suradi.

Komunitas macam apa sebenarnya JIL ini? Mengapa sampai ada kelompok lain
yang menyerukan kematiannya? Setarakah "bahaya Islam Liberal" dengan
jargon "bahaya narkoba" atau "bahaya laten komunis" yang pelakunya juga
kerap diganjar hukuman mati? GATRA pernah dua kali menggali tuntas
komunitas ini: Laporan Khusus Islam "Liberal Hadang Fundamentalisme" (8
Desember 2001) dan Laporan Utama "Fatwa Mati Islam Liberal" (21 Desember
2002). Anggapan dan ancaman terhadap JIL itu agaknya berlebihan.

Kemunculan JIL berawal dari kongko-kongko antara Ulil Abshar Abdalla
(Lakpesdam NU), Ahmad Sahal (Jurnal Kalam), dan Goenawan Mohamad (ISAI) di
Jalan Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur, Februari 2001. Tempat ini kemudian
menjadi markas JIL. Para pemikir muda lain, seperti Lutfi Asyyaukani,
Ihsan Ali Fauzi, Hamid Basyaib, dan Saiful Mujani, menyusul bergabung.
Dalam perkembangannya, Ulil disepakati sebagai koordinator.

Gelora JIL banyak diprakarsai anak muda, usia 20-35-an tahun. Mereka
umumnya para mahasiswa, kolomnis, peneliti, atau jurnalis. Tujuan
utamanya: menyebarkan gagasan Islam liberal seluas-luasnya. "Untuk itu
kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun
partai politik," tulis situs islamlib.com. Lebih jauh tentang gagasan JIL
lihat: Manifesto Jaringan Islam Liberal.

JIL mendaftar 28 kontributor domestik dan luar negeri sebagai "juru
kampanye" Islam liberal. Mulai Nurcholish Madjid, Djohan Effendi,
Jalaluddin Rakhmat, Said Agiel Siradj, Azyumardi Azra, Masdar F. Mas'udi,
sampai Komaruddin Hidayat. Di antara kontributor mancanegaranya: Asghar
Ali Engineer (India), Abdullahi Ahmed an-Na'im (Sudan), Mohammed Arkoun
(Prancis), dan Abdallah Laroui (Maroko).

Jaringan ini menyediakan pentas --berupa koran, radio, buku, booklet, dan
website-- bagi kontributor untuk mengungkapkan pandangannya pada publik.
Kegiatan pertamanya: diskusi maya (milis). Lalu sejak 25 Juni 2001, JIL
mengisi rubrik Kajian Utan Kayu di Jawa Pos Minggu, yang juga dimuat 40-an
koran segrup. Isinya artikel dan wawancara seputar perspektif Islam
liberal.

Tiap Kamis sore, JIL menyiarkan wawancara langsung dan diskusi interaktif
dengan para kontributornya, lewat radio 68H dan 15 radio jaringannya. Tema
kajiannya berada dalam lingkup agama dan demokrasi. Misalnya jihad,
penerapan syariat Islam, tafsir kritis, keadilan gender, jilbab, atau
negara sekuler. Perspektif yang disampaikan berujung pada tesis bahwa
Islam selaras dengan demokrasi.

Dalam situs islamlib.com dinyatakan, lahirnya JIL sebagai respons atas
bangkitnya "ekstremisme" dan "fundamentalisme" agama di Indonesia. Seperti
munculnya kelompok militan Islam, perusakan gereja, lahirnya sejumlah
media penyuara aspirasi "Islam militan", serta penggunaan istilah "jihad"
sebagai dalil kekerasan.

JIL tak hanya terang-terangan menetapkan musuh pemikirannya, juga lugas
mengungkapkan ide-ide "gila"-nya. Gaya kampanyenya menggebrak,
menyalak-nyalak, dan provokatif. Akumulasi gaya ini memuncak pada artikel
kontroversial Ulil di Kompas yang dituding FUUI telah menghina lima pihak
sekaligus: Allah, Nabi Muhammad, Islam, ulama, dan umat Islam. "Tulisan
saya sengaja provokatif, karena saya berhadapan dengan audiens yang juga
provokatif," kata Ulil.

Dengan gaya demikian, reaksi bermunculan. Tahun 2002 bisa dicatat sebagai
tahun paling polemis dalam perjalanan JIL. Spektrumnya beragam: mulai
reaksi ancaman mati, somasi, teguran, sampai kritik berbentuk buku.
Teguran, misalnya, datang dari rekomendasi (taushiyah) Konferensi Wilayah
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, 11-13 Oktober 2002.

Bunyinya: "Kepada PWNU Jawa Timur agar segera menginstruksikan kepada
warga NU mewaspadai dan mencegah pemikiran Islam Liberal dalam masyarakat.
Apabila pemikiran Islam Liberal dimunculkan oleh Pengurus NU (di semua
tingkatan) diharap ada sanksi, baik berupa teguran keras maupun sanksi
organisasi (sekalipun dianulir dari kepengurusan)."

Somasi dilancarkan Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin
Indonesia, Fauzan al-Anshari, kepada RCTI dan SCTV, pada 4 Agustus 2002,
karena menayangkan iklan "Islam Warna-warni" dari JIL. Iklan itu pun
dibatalkan. Kubu Utan Kayu membalas dengan mengadukan Fauzan ke polisi.

Sementara kritik metodologi datang, salah satunya, dari Haidar Bagir,
Direktur Mizan, Bandung. Ia menulis kolom di Republika, 20 Maret 2002:
"Islam Liberal Butuh Metodologi". JIL dikatakan tak punya metodologi.
Istilah ''liberal'', Haidar menulis, cenderung menjadi ''keranjang yang ke
dalamnya apa saja bisa masuk''. Tanpa metodologi yang jelas akan
menguatkan kesan, Islam liberal adalah ''konspirasi manipulatif untuk
menggerus Islam justru dengan meng-abuse sebutan Islam itu sendiri''.

Reaksi berbentuk buku, selain karya Hartono tadi, ada pula buku Adian
Husaini, Islam Liberal: Sejarah Konsepsi, Penyimpangan dan Jawabannya
(Jakarta, Juni 2002). Ada tiga agenda JIL yang disorot: pengembangan
teologi inklusif-pluralis dinilai menyamakan semua agama dan mendangkalkan
akidah; isu penolakan syariat Islam dipandang bagian penghancuran global;
upaya penghancuran Islam fundamentalis dituding bagian proyek Amerika atas
usulan zionis Israel.

Buku lain, karya Adnin Armas, Pengaruh Kristen-Orientalis terhadap Islam
Liberal (Jakarta, Agustus 2003). Isinya, kumpulan perdebatan Adnin dengan
para aktivis JIL di milis Islam liberal. Energi personel JIL akhirnya
memang tersedot untuk meladeni berbagai reaksi sepanjang 2002 itu. Mulai
berbentuk adu pernyataan, debat ilmiah, sampai balasan mengadukan Fauzan
ke polisi. Tapi, semuanya justru melejitkan popularitas kelompok baru ini.

Menjelang akhir 2003 ini, hiruk-pikuk kontroversi JIL cenderung mereda.
Nasib aduan FUUI dan aduan JIL terhadap Fauzan ke Mabes Polri menguap
begitu saja. Dalam suasana lebih tenang, JIL mulai menempuh fase baru yang
lebih konstruktif, tak lagi meledak-ledak.

"Tahap awal yang menggebrak, kami kira sudah cukup. Kini kami konsentrasi
mengembangkan jaringan antarkampus," kata Nong Darol Mahmada, Wakil
Koordinator JIL. Misinya, membendung laju skripturalisme Islam sejenis
Hizbut Tahrir yang merasuki kampus-kampus umum. Ada 10 kampus di Jawa yang
dimasuki jaringan. Agustus lalu, JIL mengelar SWOT untuk mengevaluasi
kinerja dan merumuskan agenda ke depan.

Ramadan ini, JIL mengisi waktu dengan mengkaji kitab-kitab ushul fiqh
klasik ala pesantren. Seperti Ar-Risalah karya Imam Syafi'i, Al-Muwafaqat
karya Al-Syatibi, tulisan lepas Najmuddin Al-Thufi dan Jam'ul Jawami'
karya Al-Subkhi. Acara bertajuk "Gelar Tadarus Ramadan: Kembali ke Islam
Klasik" ini berlangsung di Gedung Teater Utan Kayu. Usai diskusi, acara
dilanjutkan dengan tarawih bersama.

Di atas segalanya, aksi-reaksi yang mengiringi perjalanan JIL telah
menguakkan kenyataan bahwa JIL mempunyai "konstituen" tersendiri yang
justru mendapat pencerahan spiritual dari Islam ala JIL ini.

Misalnya, saat berlangsung talk show radio bersama Prof. Hasanuddin A.F.
tentang pidana mati dalam Islam, Desember 2002. Seorang penanya bernama
Henri Tan mengeluh akan keluar lagi dari Islam, bila Ulil diancam-ancam
fatwa mati. "Islam model Ulil ini yang membuat saya tertarik masuk Islam.
Kalau model ini mau dimatikan, lebih baik saya keluar lagi dari Islam,"
katanya.
Fakta serupa muncul dalam bedah buku Syariat Islam Pandangan Muslim
Liberal di Universitas Negeri Jakarta, Juni 2003. Seorang peserta, sebut
saja Djohan, menyesalkan fatwa mati atas Ulil. "Saya meninggalkan Kristen
dan masuk Islam justru karena keislaman model Mas Ulil. Dia bukan
pendangkal akidah, malah menguatkan akidah saya," kata Djohan. Tuduhan
bahwa JIL mendangkalkan akidah, dengan fakta ini, perlu diuji kembali.

Ketika digelar jumpa pers JIL menanggapi fatwa FUUI, di Utan Kayu,
Jakarta, Desember 2002, ada seorang penanggap yang mengaku berislam secara
"minimal", alias abangan. Tadinya ia merasa terasingkan dari wadah
mayoritas umat Islam, tapi kehadiran JIL seolah merangkulnya, dan
mengakuinya sebagai muslim. Ia pun terdorong meningkatkan kualitas
keislamannya.

Lepas dari beragam kontroversinya, bagaimanapun, ada segmen masyarakat
tertentu yang membutuhkan Islam model JIL dalam merawat spiritualitas
mereka. Tentu mereka bukan hanya kalangan mualaf dan abangan, juga para
akademisi, peneliti, aktivis, dan mahasiswa yang berpikir kritis,
pluralis, dan menjunjung kebebasan. Maka, biarkan JIL melayani
konstituennya. (GTR)


Akar Islam Liberal

"Kita tidak perlu menghiraukan nomenklatur. Tetapi jika sebuah nama harus
diberikan padanya, marilah kita sebut itu 'Islam liberal'.‖ ( Asaf 'Ali
Asghar Fyzee [India, 1899-1981] ).

PERKENALAN istilah "Islam liberal" di Tanah Air terbantu oleh peredaran
buku Islamic Liberalism (Chicago, 1988) karya Leonard Binder dan Liberal
Islam: A Source Book (Oxford, 1998) hasil editan Charles Kurzman.
Terjemahan buku Kurzman diterbitkan Paramadina Jakarta, Juni 2001. Versi
Indonesia buku Binder dicetak Pustaka Pelajar Yogyakarta, November 2001.

Sebelum itu, Paramadina menerjemahkan disertasi Greg Barton di Universitas
Monash, berjudul Gagasan Islam Liberal di Indonesia, April 1999. Namun,
dari ketiga buku ini, tampaknya buku Kurzman yang paling serius melacak
akar, membuat peta, dan menyusun alat ukur Islam liberal. Para aktivis
Jaringan Islam Liberal (JIL) juga lebih sering merujuk karya Kurzman
ketimbang yang lain.

Kurzman sendiri meminjam istilah itu dari Asaf 'Ali Asghar Fyzee,
intelektual muslim India. Fyzee orang pertama yang menggunakan istilah
"Islam liberal" dan "Islam Protestan" untuk merujuk kecenderungan tertentu
dalam Islam. Yakni Islam yang nonortodoks; Islam yang kompatibel terhadap
perubahan zaman; dan Islam yang berorientasi masa depan, bukan masa silam.

"Liberal" dalam istilah itu, menurut Luthfi Assyaukanie, ideolog JIL,
harus dibedakan dengan liberalisme Barat. Istilah tersebut hanya
nomenklatur (tata kata) untuk memudahkan merujuk kecenderungan pemikiran
Islam modern yang kritis, progresif, dan dinamis. Dalam pengertian ini,
"Islam liberal" bukan hal baru. "Fondasinya telah ada sejak awal abad
ke-19, ketika gerakan kebangkitan dan pembaruan Islam dimulai," tulis
Luthfi.

Periode liberasi itu oleh Albert Hourani (1983) disebut dengan "liberal
age" (1798-1939). "Liberal" di sana bermakna ganda. Satu sisi berarti
liberasi (pembebasan) kaum muslim dari kolonialisme yang saat itu
menguasai hampir seluruh dunia Islam. Sisi lain berarti liberasi kaum
muslim dari cara berpikir dan berperilaku keberagamaan yang menghambat
kemajuan.

Luthfi menunjuk Muhammad Abduh (1849-1905) sebagai figur penting gerakan
libaral pada awal abad ke-19. Hassan Hanafi, pemikir Mesir kontemporer,
menyetarakan Abduh dengan Hegel dalam tradisi filsafat Barat. Seperti
Hegel, Abduh melahirkan murid-murid yang terbagi dalam dua sayap besar:
kanan (konservatif) dan kiri (liberal).

Ada dua kelompok yang dikategorikan "musuh" utama Islam liberal. Pertama,
konservatisme yang telah ada sejak gerakan liberalisme Islam pertama kali
muncul. Kedua, fundamentalisme yang muncul akibat pergesekan Islam dan
politik setelah negara-negara muslim meraih kemerdekaannya.

Bila Luthfi mengembalikan semangat liberal pada abad ke-19, aktivis JIL
yang lain, Ahmad Sahal, menariknya pada periode sahabat. Rujukannya Umar
bin Khattab. Dialah figur yang kerap melakukan terobosan ijtihad. Umar
beberapa kali meninggalkan makna tekstual Al-Quran demi kemaslahatan
substansial. Munawir Sjadzali juga kerap merujukkan pikirannya kepada Umar
ketika memperjuangkan kesetaraan hak waris anak laki-laki dan perempuan.

Umar menjadi inspirator berkembangnya mazhab rasional dalam bidang fikih
yang dkenal sebagai madrasatu ra'yi. Dengan demikian, Sahal menyimpulkan,
Islam liberal memiliki genealogi yang kukuh dalam Islam. Akhirnya, Islam
liberal adalah juga anak kandung yang sah dari Islam.


Manifesto Jaringan Islam Liberal

NAMA "Islam liberal" menggambarkan prinsip yang kami anut, yaitu Islam
yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur
sosial-politik yang menindas. Kami percaya, Islam selalu dilekati kata
sifat, sebab kenyataannya Islam ditafsirkan berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir --dengan demikian
juga memilih satu kata sifat-- yaitu "liberal". Untuk mewujudkan Islam
liberal, kami membentuk "Jaringan Islam Liberal". Landasan penafsiran kami
adalah:

1. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.
Kami percaya, ijtihad (penalaran rasional atas teks-teks keislaman) adalah
prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bertahan dalam segala cuaca.
Penutupan pintu ijtihad, baik terbatas atau keseluruhan, adalah ancaman
atas Islam, sebab Islam akan mengalami pembusukan. Kami percaya ijtihad
bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik muamalat (interaksi sosial),
ubudiyyat (ritual), maupun ilahiyyat (teologi).

2. Mengutamakan semangat religio-etik, bukan makna literal teks.
Ijtihad yang kami kembangkan berdasarkan semangat religio-etik Quran dan
Sunnah Nabi, bukan semata makna literal teks. Penafsiran literal hanya
akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran berdasarkan semangat
religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi
bagian peradaban kemanusiaan universal.

3. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.
Kami mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran
keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab penafsiran adalah kegiatan
manusiawi yang terkungkung konteks tertentu; terbuka, sebab setiap
penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural,
sebab penafsiran adalah cermin kebutuhan penafsir pada masa dan ruang yang
terus berubah.

4. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.
Kami berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kaum minoritas tertindas
dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek
ketidakadilan atas minoritas berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas
dipahami dalam makna luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, gender,
budaya, politik, dan ekonomi.

5. Meyakini kebebasan beragama.
Kami yakin, urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang
harus dihargai dan dilindungi. Kami tidak membenarkan penganiayaan
(persekusi) atas dasar pendapat atau kepercayaan.

6. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.
Kami yakin, kekuasaan agama dan politik harus dipisahkan. Kami menentang
negara agama (teokrasi). Kami yakin, bentuk negara yang sehat bagi
kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang
tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan
publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk
kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus
diselenggarakan melalui proses konsensus. (GTR)
(diolah dari hasil SWOT JIL di Ancol, Jakarta, Agustus 2003)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004111014554712:740 ;          Wed, 10 Nov 2004 14:55:47 +0700
$MessageID: <381-220041131075419341@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Penemuan Naskah Kuno Laut Mati (Dead Sea Scroll)
PostedDate: 11/10/2004 02:54:19 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/10/2004 02:55:47 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: DEA909270C6D9F5047256F48002B8F68
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/10/2004 02:55:47 PM-11/10/2004 02:55:48 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/10/2004 02:55:48 PM

Penemuan Naskah Kuno Laut Mati (Dead Sea Scroll)
Oleh : Redaksi Swaramuslim - 10 Nov, 04 - 5:47 am

Assalamu' alaikum wr wb.
Pak Ustadz, saya membaca mengenai penemuan Naskah Kuno Laut Mati (Dead Sea
Scrolls) di daerah Qumran-Palestina yang kini telah menjadi warisan
sejarah dunia. Dalam galian di beberapa gua di daerah tsb, ditemukan
ribuan naskah kuno yang diselidiki berasal dari tahun 68 SM (Sebelum
Masehi). Pada gua yang ke-4 ditemukan setiap Kitab nabi dari Kitab
Perjanjian Lama (Bible perjanjian lama orang Nasrani yang sekarang).

Pertanyaan saya:
1. Setelah diselidiki dan dibandingkan dengan Bible kaum Nasrani yang
sekarang, selain daripada sedikit perbedaan ejaan bahasa, disimpulkan
bahwa tidak ada satu kata pun yang telah berubah dari Naskah tersebut. Hal
ini menjadikan Bible nya orang Nasrani yang sekarang adalah sama dan tidak
berubah dengan naskah tersebut yang umurnya lebih tua 2000 tahun Pak
Ustadz, bagaimana kita kaum Muslim menyikapi hal ini, karena kita
berpendapat bahwa Kitab Kaum Nasrani telah dirubah oleh mereka?

2. Naskah tersebut berumur 68 tahun sebelum lahirnya nabi Isa SAW. Pada
salah satu naskahnya diceritakan mengenai akan datangnya seorang
Mesias/Al-Maseh (Isa SAW) yang akan menderita dan akan mati di kayu salib
(naskah Nubuatan Isiah). Bagaimana kita menyikapi hal ini karena
berdasarkan Quran Nurkarim, dinyatakan bahwa Isa SAW tidak mati di kayu
salib, melainkan diangkat oleh Allah.

Terima Kasih dan mohon penjelasannya.

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Dedy Awaluddin

Hegarmanah - Bandung
2003-10-21 10:51:54
Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil
Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
Apa yang Anda sampaikan itu bisa kita cermati dan kita buat beberapa
tanggapan sebagai berikut :


1. Keshahihan inormasi.

Informasi yang Anda terima itu biar bagaimana perlu untuk dichek ulang
keshahihannya. Karena peristiwa mengklaim bahwa ditemukan ini atau itu
yang intinya menjadi hujjah buat kalangan non Islam untuk menyalahkan
Islam bukanlah hal yang asing.

Yang paling jelas di depan mata adalah kebohongan publik tentang teori
evolusi Darwin yang ternyata bohong belaka. Hampir semua penemuan fosil
tentang manusia purba menunjukkan bahwa ada sejuta kebohongan yang secara
sistematis ditutupi oleh mereka sekedar untuk memenangkan teori Darwin
itu. Dan hari ini, sedikit dmei sedikit terungkaplah kebohongan itu di
mata publik.

Dan kalangan evolusionis itu harus menanggung malu berkepanjangan atas
semua kebohongan yang mereka lakukan. Dan semua terjadi akibat kita
terlalu percaya dengan klaim-klaim yang mereka rilis, padahal kejujuran
orang barat itu sangat tipis dan antara jujur dengan bohong hanya dibatasi
oleh sebuah garis tipis saja.

Hari ini, hampir semua fakta ilmiyah yang selama ini mereka dengungkan
terungkap kebohongannya. Bukan oleh kalangan muslim, namun oleh kalangan
mereka sendiri yang tidak tahan atas kebohongan publik yang memalukan itu.


2. Perjanjina Lama Yang Mana ?

Dan sebagai sebuah tes kecil-kecilan, kalau dikatakan bahwa isi naskah
kuno itu sama dengan Perjanjian Lama yang ada sekarang, maka Perjanjian
Lama versi yang mana yang sama ? Padahal hari ini kita punya sekian ribu
versi Perjanjian Lama yang isinya saling berbeda satu dengan lainnya.
Sehingga tidak perlu dibandingkan dengan versi tahun 68 SM yang
informasinya belum jelas itu, dengan sebuah logika sederhana saja pun
sudah bisa disimpulkan. Bahwa di antara ribu sekian versi Perjanjian Lama
itu tidak mungkin semuanya benar. Pasti hanya ada satu yang benar atau
malah semuanya tidak ada yang benar.


3. Perjanjian Lama Versi Tahun 68 SM Tidak Ototmatis Asli

Anda sebutkan bahwa ada kesamaan antara Perjanjian Lama di masa sekarang
ini dengan yang ditemukan di gua itu yang ditulis pada 68 tahun sebelum
lahirnya nabi Isa.

Fakta ini sama sekali tidak membuktikan bahwa Perjanjian Lama yang ada
sekarang itu asli atau benar. Karena kalau sekedar sama dengan versi yang
ditulis pada tahun 68 sebelum masehi, maka pemalsuan dan campur tangan
kalangan petinggi agama sudah terjadi sejak turunnya wahyu kepada Nabi
Musa as.
Padahal kitab yang turun kepada Nabi Musa yang oleh sebagian mereka
diklaim sebagai perjanjian lama adalah kitab yang turun di zaman beliau
hidup, yaitu sekitar tahun 1527 s/d -1408 SM. Jadi kalau ada kitab yang
ditemukan tahun 68 sebelum masehi, kemungkinan bahwa kitab itu palsu juga
sangat besar.

Jangankan terpaut masa 1500-an tahun, bahkan ketika masih diturunkan pun,
orang yahudi saat itu sudah mengingkarinya dan berusaha untuk
memalsukannya. Mereka hanya mau menjalankan apa-apa yang sesuai dengan
selera mereka dan membuang apa-apa yang tidak sesuai.

Para pengikut Nabi Musa as sejak ketika beliau masih hidup adalah tipe
orang yang kerjaanya mengubah ayat Allah SWT dan menulis sendiri karya
mereka lalu diakui sebagai ayat yang turun dari Allah SWT. Betapa nista
dan hina apa yang mereka lakuikan itu. Lihatlah surat Al-Baqarah yang
menelanjangi perilaku meniympang mereka itu :
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal
segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya
setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. Al-Baqarah :
75).

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab
dengan tangan mereka sendiri , lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk
memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan
yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka
sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka
kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 79)

Jadi kalau Anda menemukan sebuah kitab yang ditulis di zaman Nabi Musa
sekalipun, belum tentu bisa dipercaya. Pertama, karena tidak ada
pembuktian ilmiyah bahwa kitab itu memang ditulis dimasa itu. Katakanlah
Anda punya mesin waktu dan bisa menyelinap masuk ke masa Nabi Musa hidup
lalu mencuri salah satu kitab yang ada pada masa itu, tapi ini pun masih
belum bisa dipertanggungjawabkan. Kenapa ? Karena karakteristik mereka
memang tukang palsu yang kerjanya memalsukan ayat Allah SWT. Jadi sejak
masa itu sudah beredar kitab-kitab palsu buatan tangan mereka sendiri.

Anda hanya bisa memastikan bahwa kitab itu benar kalau Anda dalam
petualangan Anda itu Anda berhasil bertemu langsung dengan Nabi Musa dan
bertanya kepadanya , ―Wahai Nabi Musa, benarkah kitab yang barusan saya
curi ini asli dan sesuai dengan wahyu yang Allah SWT turunkan kepada Anda
?‖. Kalau beliau menjawab benar, maka barulah Anda boleh percaya. Tapi
kalau Cuma katanya dan katanya, tidak ada satu pun yang berhak dipercayai.

Karena generasi yang ditinggalkan oleh Nabi Musa tidaklah seperti genarasi
shahabat Rasulullah SAW yang oleh Al-Quran Al-Karim dipastikan sebagai
orang-orang yang tisqah dan adil, dimana Allah SWT telah ridha kepada
mereka.

Generasi di zaman nabi Musa tidak lain hanyalah kelompok penentang
ayat-ayat Allah SWT dan tidak pernah ada jaminan kemurnian aqidah dan
syariah mereka. Tidak ada jaminan keaslian kitab sucinya dan tidak ada
jaminan kekalnya ajaran mereka hingga akhir zaman sebagaimana Islam.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

http://www.syariahonline.com/konsultasi/?act=view&id=3210


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110914550593:463 ;          Tue, 9 Nov 2004 14:55:05 +0700
$MessageID: <381-22004112975339453@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Kemungkinan Sakit Parah Arafat karena Diracun ??
PostedDate: 11/09/2004 02:53:39 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/09/2004 02:55:06 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: EA669C2C776E41B647256F47002B7F52
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/09/2004 02:55:06 PM-11/09/2004 02:55:07 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/09/2004 02:55:07 PM

Kemungkinan Sakit Parah Arafat karena Diracun

Sumber-sumber Palestina yang dekat dengan Arafat mengemukakan bahwa para
pejabat tinggi Perancis telah menyampaikan keterangan kepada para pejabat
Palestina yang mendampingi Arafat di Paris tentang diagnosa medis yang
telah dilakukan atas Arafat yang menunjukkan bahwa Arafat menderita
keracunan secara perlahan. Seperti dikatakan kepada islamonline, Kamis
(4/11), sumber-sumber itu mengatakan, tim dokter sampai saat ini belum
dapat mengidentifikasi jenis racun yang meracuni Arafat. Selain itu,
Arafat sejak beberapa saat lalu hilang kesadarannya, bahkan mungkin dalam
keadaan koma.

Masih menurut sumber-sumber yang tak mau nama-nama mereka diungkap, saat
ini instrumen-instrumen keamanan Palestina tengah mengadakan penyelidikan
intensif dari mana sumber racun itu sehingga bisa masuk ke makanan Arafat
dan kemungkinan adanya konspirasi untuk mengenyahkan Arafat, terlebih
presiden Palestina itu pernah mendapatkan 13 kali usaha percobaan
pembunuhan dan 3 di antaranya dengan cara meracuninya.

Sementara itu dokter pribadi Arafat Asyraf Al-Kurdi mengatakan, kerusakan
saluran darah yang diderita Arafat dapat saja diakibatkan oleh racun,
kendati demikian kesimpulan itu belum dapat diumumkan secara resmi atau
secara detil.

Di lain pihak, sejumlah negara-negara Arab seperti Mesir, Arab Saudi,
Yordania dan Qatar terus mengadakan kontak intensif dengan pihak-pihak
Palestina. Mereka meminta agar pihak-pihak Palestina dapat menahan diri
dalam menghadapi berbagai kemungkinan di saat Arafat meninggal dunia.

Selain itu mereka juga menegaskan tentang perlunya kesepakatan tertentu
dalam peralihan tampuk kekuasaan secara damai dan menjaga kesatuan bangsa
Palestina dengan melibatkan semua elemen dalam mengatasi krisis ini, yaitu
dengan mendudukan Mahmud Abbas Abu Mazin, mantan perdana menteri
Palestina, sebagai pengganti Arafat untuk rentang waktu satu tahun, lalu
pelaksanaan pemilu pascapenarikan diri Israel dari Jalur Ghaza pada
Desember 2005, untuk menentukan format pemerintahan dan kepemimpinan
Palestina.

Negara-negar Arab itu tak lupa mengingatkan atas upaya-upaya busuk Israel
yang akan memanfaatkan iklim krisis itu, yaitu dengan menebar benih-benih
perpecahan di antara kelompok-kelompok Palestina dari dalam sebagai alasan
Israel untuk tidak menarik diri secara sepihak seperti yang sudah
disiapkan Ariel Sharon, atau tak adanya Peta Jalan Damai di Timur
Tengah.(lys/aljzr/eramuslim)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110909192848:357 ;          Tue, 9 Nov 2004 09:19:28 +0700
$MessageID: <381-2200411292181846@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Dunia Berduka, Pemimpin Palestina Yasser Arafat Wafat
PostedDate: 11/09/2004 09:18:02 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/09/2004 09:19:29 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: D52A35103D917DBC47256F47000CC534
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/09/2004 09:19:29 AM-11/09/2004 09:19:29 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/09/2004 09:19:29 AM

Dunia Berduka, Pemimpin Palestina Yasser Arafat Wafat

Innalillahi wa'inna Ilaihi Rojiuun

Para dokter di Rumah Sakit Militer Perancis, tempat Yasser Arafat
menjalani perawatan memastikan bahwa pemimpin Palestina itu sudah
meninggal dunia, hari Minggu (7/11). Kepastian tersebut disampaikan ke
istri Arafat dan para pejabat Palestina yang mendampingi Arafat selama
menjalani perawatan di Perancis.

Situs Islamonline yang dekat dengan sumber Palestina menyebutkan, para
dokter Perancis di rumah sakit tersebut menyatakan, alat bantu medis yang
dipasanguntuk mempertahankan hidup Arafat sudah tidak berguna lagi. Mereka
menambahkan, bahwa para pejabat PA dan Fatah meminta Perancis agar
merahasiakan dulu infromasi seputar wafatnya Arafat dan memberi mereka
waktu 36 jam untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Sumber di rumah sakit menyatakan bahwa istri Arafat Suha, sudah
menyerahkan pada Komite Sentral Fatah untuk memberikan keputusan akhir,
ketika peralatan medis yang selama ini digunakan untuk mempertahankan
hidup Arafat akan dilepas. Suha juga menyerahkan pada Komite Sentral Fatah
untuk mengumumkan tentang wafatnya Arafat. (ln/iol/eramuslim)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110416340926:80 ;          Thu, 4 Nov 2004 16:34:09 +0700
$MessageID: <381-22004114493243863@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 11/04/2004 04:32:44 PM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/04/2004 04:34:10 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Suara Pembaca : Warga menolak YAYASAN SANG TIMUR (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 8FBD2299CDBE802F47256F4200349103
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/04/2004 04:34:10 PM-11/04/2004 04:34:11 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/04/2004 04:34:11 PM

Please fine the File Attachments

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Suara Pembaca oleh Fakta.doc
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110316520852:528 ;          Wed, 3 Nov 2004 16:52:08 +0700
$MessageID: <381-22004113395041640@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Sekelumit Gundah di Perempatan Pramuka
PostedDate: 11/03/2004 04:50:41 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/03/2004 04:52:09 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:05 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:05 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 756E7FA5950A7A2147256F410036369E
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/03/2004 04:52:09 PM-11/03/2004 04:52:10 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/03/2004 04:52:10 PM

Sekelumit Gundah di Perempatan Pramuka

Oleh : Fakta 01 Nov, 04 - 4:20 am

"Yah rese deh... kena lampu merah lagi...!"
Benar juga. Belum dua menit yang lalu kena lampu merah, kini aku lagi-lagi
harus menginjak rem motor dalam-dalam untuk menyambut si bohlam bulat
merah di depan. Desah kesal bercampur "gerundel" kecil menghiasi telingaku
saat ini. Apalagi saat kulihat beberapa motor dengan enaknya melanjutkan
perjalanan, mentang-mentang tak ada polisi berjaga di sana. Maju....
enggak ah.. maju... ah enggak jadi ah.... ah maju aahh.... eh kendaraan
dari sisi kanan sudah melaju... Telat !!! Aihh... masa mesti melabas lampu
merah lagi.... hehe...

Sambil melihat-lihat ulah anak-anak kecil penjaja suara menunggu receh
diulurkan dari para pengendara 2 buah mobil didepanku, pandanganku
tertumbuk pada sesosok bapak yang menjajakan sebuah gambar berukuran
sedang dan sebuah hiasan meja. Oh! Gambar berpigura yang diapit tangan
kanan itu ternyata gambar Yesus, dan hiasan meja yang digenggam oleh
tangan kiri adalah salib. Ah.. biasa saja. Mau jual apapun, itu hak siapa
saja. Aku tak ambil pusing. Rasa kagetku muncul saat melihat hiasan kepala
yang digunakan si bapak penjaja itu.... Dia memakai pici haji !! Loh...
kok... gimana sih... apa maksudnya?

Ahah... si bapak kini mendekati aku... Kesempatan berburu informasi nih!
Kubuka helm yang sedari tadi melindungi kepalaku dengan setia, dan
memegangnya dengan tangan kiri. Tangan kanan kini sibuk menggaruk-garuk
kepalaku yang sebenarnya tak begitu gatal. Aku penasaran betul, ingin
berbicara barang sedikit dengan bapak itu.

"Malem Pak.... wah... malam-malam begini, masih jualan juga Pak? Belum
pulang?" tanyaku sambil tak lupa mengulum senyum manis ... *taelaa*

"Oh, hehe... belum mas....", jawab si bapak tak kalah ramah. Usianya belum
terlalu tua, walau tak bisa dibilang muda juga. "Biasanya bapak pulang jam
11-an". Kulongok jam tanganku, oh... sekarang baru jam 10 malam.

"Dagangannya laku berapa Pak hari ini?". Aku kembali bertanya, sambil
melihat-lihat pigura bergambar Yesus dan hiasan salib keramik yang
dibawanya.

Si Bapak menjawab sambil mengangkat sedikit salib keramik itu. "Yah...
yang salib sih laku 1 biji. Yang gambar ini... belum laku mas. Mas mau
beli?"

Aku tersenyum getir... walau tetap berusaha tampil manis. "Hehe... saya...
saya muslim Pak. Maaf yah..."

"Oh.. mas muslim thoo... Waduh saya yang minta maaf nih..." Hihi.. si
bapak jadi salah tingkah begitu..

"Nggak apa-apa Pak. Ohya Pak.... mm.. maaf nih sebelumnya... Bapak...
pakai pici haji tuh... bapak muslim juga kah? Maaf sebelumnya looo
Paak...."

"Oh, mas perhatian juga rupanya. Mm.. iya, saya muslim."

Heh? Bener dugaanku. Wah... Ada yang nggak bener negh...

"Bapak Muslim? Lalu... mm... kenapa bapak jualan beginian?" tanyaku dengan
hati-hati.

"Ya.. sebenarnya bapak juga ndak suka, mas. Makanya bapak tetap memakai
pici haji."

"Lho.. kalo ndak suka, kenapa tetap jualan Pak?"

"Ya.. mas pasti tahu lah.... biasa mas... urusan perut...". jawab si bapak.

I knew it !! Kulihat raut wajahnya kini agak "mendem". Waduh, jadi gak
enak nih....

"Trus Pak... tadi bapak bilang, hari ini baru laku 1 biji, yang salib itu
tuh. Trus berapa untungnya? Apa cukup keuntungan 1 dagangan itu untuk
kebutuhan sehari, Pak?"

Si bapak bergeser, pindah posisi ke bagian depan motorku. Ia memandangi
hiasan salib keramik itu beberapa detik.

"Mm... sebenarnya, laku nggak laku, nggak jadi soal mas."

"Nggak jadi soal bagaimana pak?"

"Ya.. setiap hari, asal saya mau menjajakan ini, laku nggak laku, saya
dikasih 25 ribu rupiah per hari. Kalau dagangannya laku, semua uangnya ya
buat saya... Tiap hari ada yang ngasih uang ke saya. Kalo dagangannya
habis, saya dikasih lagi. Begitu terus mas...."

DEZIIGHH!!! Aku bener-bener kaget sekarang. Masya Allah....
astaghfirullah.... Aku kini terdiam.

"Ya gimana ya mas... Klo ada yang bisa ngasih pekerjaan yang baik, yang
layak, saya udah pasti ndak mau jalanin ini, mas. Tapi gimana lagi... mau
dikasih makan apa anak istri saya mas... Saya tahu ini nggak halal, saya
juga tahu ini uang nggak baek, karena bisa jadi, saya ngegadain agama
saya, mas. Tapi... ya itulah mas... klo gak begini... kami sekeluarga
makan apa....."

Aku masih terdiam. Aku sampai tak sadar, bahwa mesin motorku mati, kalau
saja bapak itu tidak mengingatkan.

"Tapi mas boleh percaya, saya tetap muslim mas, gusti Allah tetep Tuhan
saya. Kalau ada kerjaan yang lebih baik dan hasilnya cukup untuk keluarga,
saya pasti gak jualan beginian mas... percaya mas..."

"Iya Pak. Mm.. apa bapak belum pernah coba jualan yang lainnya, gitu?"

"Iya, pernah...jualan koran, makanan kecil dan rokok, tapi hasilnya gak
cukup mas, boro-boro sisa, buat makan aja kurang, lebih-lebih bayar biaya
sekolah anak .... jauh lah ama yang sekarang ini mas....".

TIINN!! TIIN !! Pengemudi mobil di belakang sudah membunyikan klakson dan
menyalakan lampu dimnya. Kulihat ke depan, ternyata lampu merah sudah
padam, berganti hijau, entah sejak kapan, sampai kendaraan di belakang
saya ngomel-ngomel.

"Oke pak... makasih banyak yah Pak.... maaf sebelumnya. Assalamu'alaykum!"
Tak sempat menunggu jawaban si bapak, aku bergegas menarik gas motorku,
melewati perempatan pramuka yang saat itu sudah mulai sepi.

Sepanjang perjalanan Rawasari - Sumur Batu, aku betul-betul gundah. Kurang
ajar misionaris itu !! Kampungan banget seh cara yang mereka tempuh !!
Umpatan demi umpatan silih berganti memenuhi relung hatiku saat itu. Tapi
mendadak aku tersadar. Hey... ini bukan salah misionaris itu ! Mereka
hanya memanfaatkan situasi yang ada ! Situasi dimana umat Islam kini sudah
betul-betul lemah dalam hal ekonomi. Situasi di mana umat Islam tak lagi
peduli pada saudara seagamanya yang dhu'afa. Situasi di mana Rasululah
pernah ungkapkan 14 abad silam, bahwa umat Islam yang mayoritas, tak
ubahnya seperti buih di lautan. Tak berkekuatan. Tak berwibawa. Tak
bergigi. Tak berpengaruh. Antara ada-tiada. Innaa lillaah...

Apa yang bisa aku lakukan? Apa yang bisa aku sumbangkan? Apa yang bisa aku
bantu? Lagi-lagi berondongan pertanyaan menghujani pikiranku. Ahh...
pusing...

Hari itu aku tidur dengan suasana hati yang sedikit tak enak. Tapi toh
akhirnya tertidur juga.

Peristiwa itu ternyata betul-betul terlupakan... sampai tadi aku
menyaksikan acara di sebuah televisi swasta, yang menayangkan profil kaum
dhu'afa, seorang bapak penjual kerupuk. Mendadak aku teringat pada si
bapak penjual hiasan di perempatan Pramuka. Apa kabarnya sekarang? Apakah
di bulan Ramadhan ini beliau tetap berjualan seperti biasanya? Ah... ingin
rasanya memacu motor bebekku menemuinya. Tapi hm... sudah malam. Bapak itu
berjualan sampai jam 11 malam. Sekarang sudah hampir jam 11.30 malam.

Ya Allah, semoga ini adalah teguran darimu, betapa kesadaran kami akan
pentingnya saling tolong menolong pada sesama saudara segama, masih belum
terpatri dengan baik, masih belum menjadi hiasan akhlak kami dalam
menapaki hidup ini.

Ya Rabb, berikanlah kami kekuatan, karuniakanlah kami kesadaran, sinarilah
hati kami dengan pancaran kasih dan sayangMu, sehingga kami bisa berusaha
semaksimal mungkin menyayangi dan mengasihi sesama kami. Ya Rahmaan, yaa
Rahiim.

Di luar sana banyak saudara-saudara kami yang mendapatkan nafkah melalui
cara yang mungkin tidak Engkau ridhai, karena kondisi yang memaksa mereka.
Berilah mereka ampunan, berilah mereka hidayah, maafkanlah ketidaktahuan
mereka, ya Rabb. Tuntunlah mereka menuju jalan yang Engkau ridhai, dan
tuntunlah kami untuk membantu mereka.....

Aamiin....

MyRoom, 3 Ramadhan 1424, pukul 12.58 dini hari.
Ahmad Syauqieahmadsyauqie@telkom.net (eramuslim)

---------------------------

Demo Kecam Praktik Pemurtadan

Oleh : Fakta 02 Nov, 04 - 1:23 pm

Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Divisi Anti Pemurtadan Badan
Koordinasi Umat Forum Ulama Ummat Indonesia (DAP BKU-FUUI) mendatangi
Gedung DPRD Jabar di Jln. Diponegoro Bandung, Kamis (28/10). Mereka
mengecam praktik permurtadan yang dinilai gencar dilakukan terhadap umat
Islam, serta menuntut anggota DPRD yang baru dilantik untuk menekan
pemerintah melakukan upaya preventif dan perlindungan terhadap umat dari
praktik "pemindahan agama" itu.

Para pengunjuk rasa melakukan aksi long march dari Sekretariat DAP di
Jln.Situsari Bandung menuju gedung parlemen Jabar. Selain meneriakkan gema
takbir dan orasi menentang pemurtadan, dalam aksinya mereka juga membawa
bermacam spanduk berisikan gugatan terhadap praktik yang mereka anggap
sebagai pelanggaran terhadap peraturan.

Beberapa spanduk itu antara lain berbunyi "Jangan Biarkan Kami Bergerak
Sendirian Hadapi Pemurtadan", "Jangan Tukar Akidah dengan Sembako",
"Untukmu Agamamu Untukku Agamaku", "Masih Adakah Masyarakat yang Peduli
pada Pemurtadan", dll.

Ketua DAP BKU-FUUI, Erwin Mustofa menegaskan, berdasarkan bukti-bukti di
lapangan pemurtadan terhadap umat Islam terus dilakukan secara gencar.
"Hal itu dilakukan tanpa memerhatikan etika sosial dan peraturan yang
berlaku. Pemurtadan terhadap umat Islam telah mulai menggunakan cara-cara
kriminal dan cara-cara yang melanggar hukum," ungkap Mustofa.

Selain itu, lanjutnya, kampanye anti-Islam yang mengatasnamakan Islam yang
dilakukan oleh kalangan hipokrit, termasuk yang dilakukan Jaringan Islam
Liberal (JIL), Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG) Depag, serta oknum
penghujat yang menyusup ke IAIN Sunan Gunung Djati adalah upaya pemurtadan.

"Kami juga menuntut pemerintah untuk menegaskan apakah peraturan-peraturan
mengenai penyebaran agama masih berlaku? Jika tidak, kami akan bersikap
reaktif terhadap semua upaya yang bermaksud memurtadkan umat Islam,
termasuk melaksanakan dakwah Islam terhadap semua umat non-Islam,
sebagaima yang mereka lakukan selama ini terhadap Islam," tuturnya.

Aturan yang dimaksud itu antara lain SKB 2 Menteri No.01/BER/MDN-MAG/1969,
Radiogram Mendagri No. 264/RWT/DITPUM/1975, Keputusan Menteri Agama No.
70/1978, dan Instruksi Gubernur Jabar No. 28/1990.


Dibentuk tim

Sebanyak 20-an perwakilan pengunjuk rasa diterima anggota DPRD gabungan
dari beberapa fraksi, antara lain Syaiful Islam Mubarak (Fraksi Keadilan
Sejahtera), Basuki Suparno (FPDIP), dll.

"Seharusnya yang berwenang menerima aspirasi seperti yang dikemukakan
teman-teman dari FUUI. Namun, karena komisi sebagai alat kelengkapan DPRD
belum terbentuk, kami perwakilan fraksi yang akan menerima. Namun, setelah
ada komisi yang dibentuk kami akan menindaklanjutinya," kata Basuki
Suparno.

Pada pertemuan itu, para pengunjuk rasa membeberkan indikasi adanya peta
pemurtadan di Kota Bandung dan Jabar. Mereka menunjukkan beberapa desa di
wilayah Ciranjang Cianjur, Sukabumi, Ciamis, Cidaun, dll. "Mereka
menggunakan modus memanfaatkan kemiskinan ekonomi di daerah-daerah
tersebut," ujarnya.

Setelah melakukan pembicaraan, disepakati akan dibentuk tim untuk
menindaklanjuti persoalan itu. "Aspirasi yang disampaikan akan kami
tampung dan menjadi agenda pembahasan di Komisi E. Kemungkinan bisa saja
dibentuk tim yang terdiri dari eksekutif, legislatif, LSM, dan unsur
terkait lainnya untuk menindaklanjuti persoalan ini agar ditemukan solusi
yang efektif dan tidak menimbulkan gejolak," kata Syaiful Islam Mubarak.
(A-64)***

Berita Lain :
http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=177022&kat_id=89


Perlu Tim Antisipasi Pemurtadan

BANDUNG -- Puluhan pendemo dari Divisi Anti Pemurtadan (DAP) Badan
Koordinasi Umat (BKU), Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dan Ikatan Pemuda
dan Mahasiswa Masjid (Imajid) Jabar, Kamis (28/10), mendatangi DPRD Jabar.
Mereka menuntut dewan untuk membentuk tim antisipasi pemurtadan yang
akhir-akhir ini marak terjadi.

Kedatangan mereka diterima oleh Fraksi Keadilan Sejahtera, Fraksi Golkar,
Fraksi Demokrat, dan Fraksi PDIP. Dalam kesempatan itu, mereka juga
meminta, agar semua peraturan mengenai penyebaran agama ditegakkan oleh
pemerintah. Sehingga, kasus pemurtadan tidak akan terjadi lagi di
masyarakat.

Dari pemantauan Republika, para pendemo itu membawa berbagai poster yang
bertuliskan agar semua pihak memberantas berbagai bentuk pemurtadan dan
menyelesaikan berbagai kasus pemurtadan yang terjadi. Tulisan tersebut di
antaranya, 'Bersihkan kampus dari pemurtadan', 'Jangan biarkan Allah dan
Rasul-Nya dihina oleh mereka', 'Masih adakah muslim yang peduli terhadap
pemurtadan, dan 'Jangan biarkan kami bergerak sendiri menghadapi
pemurtadan'.

Ketika melakukan audensi dengan DPRD Jabar, Ketua DAP BKU FUUI, Erwin
Mustofa, menuturkan, berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan pihaknya,
pemurtadan terhadap umat Islam telah dilakukan secara gencar tanpa
memperhatikan etika sosial dan peraturan. Bahkan, kata dia menegaskan,
bentuk pemurtadan itu bukan hanya dilakukan oleh non Islam saja tetapi
juga orang-orang Islam.

Padahal, kata Erwin menegaskan, sebenarnya sudah ada peraturan yang
mengatur mengenai penyebaran agama, tapi tidak ditegakkan. Peraturan itu,
misalnya surat keputusan bersama (SKB) dua menteri No 01/BER/MDN-MAG/1969,
radiogram Mendagri Nomor 246/RWT/DITPUM/1975, Keputusan Menteri Agama No
70 tahun 1978 dan Instruksi Gubernur Jabar No 28 tahun 1990.
'
'Kami menuntut agar peraturan tersebut ditegakkan oleh seluruh aparat.
Kalau tidak, kami akan melaksanakan dakwah Islamiyah terhadap semua orang
non-muslim seperti yang mereka lakukan,'' katanya menegaskan.

Menurut anggota Fraksi PDIP, H Basuki Suparno, usulan pembentukan tim
untuk mengantisipasi pemurtadan, merupakan usulan yang sangat baik.
Pasalnya, kata dia, kasus-kasus pemurtadan tersebut memang sudah banyak
terjadi di masyarakat Jabar.

Sedangkan menurut Syaiful Islam Mubarak Lc, anggota Fraksi Keadilan
Sejahtera, tim antisipasi pemurtadan, perlu dibentuk dengan mengambil
anggota yang berasal dari eksekutif, legislatif, dan LSM. ''Tim ini tidak
hanya mengumpulkan fakta, tapi harus mengkaji proses dari pemurtadan
itu,'' katanya menegaskan.



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110316320311:262 ;          Wed, 3 Nov 2004 16:32:03 +0700
$MessageID: <381-22004113393036437@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Misionaris Asal Korea Selatan Mendominasi Pemurtadan di Negara-Negara
Arab
PostedDate: 11/03/2004 04:30:36 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/03/2004 04:32:03 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 02D907DBE553F84447256F4100345F7F
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/03/2004 04:32:03 PM-11/03/2004 04:32:04 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/03/2004 04:32:04 PM

Misionaris Asal Korea Selatan Mendominasi Pemurtadan di Negara-Negara Arab

Aktivitas pemurtadan di negara-negara Arab, kini makin agresif. Kelompok
misionaris yang sekarang memegang peran penting dalam aktivitas pemurtadan
itu adalah kelompok misionaris dari Korea Selatan. Mereka terutama
mengincar para pengungsi Irak yang berada di Yordania. Mereka melakukan
dengan cara yang hati-hati dengan dukungan dana yang besar.

Harian New York Times yang memuat artikel tentang aktivitas pemurtadan itu
menuliskan bahwa umat Islam adalah kelompok yang paling sulit untuk
dimurtadkan. Itulah sebabnya, Misionaris dari Korea Selatan ini
memfokuskan kegiatannya ke negara-negara Arab, khususnya Yordania dan Iraq.

―Misionaris Kristen di Korea Selatan tumbuh dengan cepat dan menjadi
negara kedua terbesar di dunia yang paling banyak sumber daya manusianya
untuk kegiatan pemurtadan, setelah AS dan Inggris. Dalam kurun waktu dua
dekade ini, sekitar 12.000 orang misionaris kini bertugas di luar negeri,‖
tulis New York Times.

Dalam melaksanakan misinya, para misionaris asal Korea Selatan ini
menggunakan bahasa Inggris atau bahasa negara tempat mereka beroperasi.
Begitu agresifnya kegiatan pemurtadan yang mereka lakukan, sampai seorang
misionaris mengungkapkan pepatah yang dikutip New York Times. Bunyinya,‖
Kalau ada orang Korea datang ke suatu tempat maka ia akan mendirikan
gereja, orang China akan membuka restoran dan orang Jepang akan membangun
pabrik.‖

Seorang misionaris yang beberapa tahun   ini menjalankan aktivitasnya di
Amman Yordania mengungkapkan bagaimana   cara mereka mendekati orang Islam
yang akan dimurtadkan. Misionaris yang   tidak mau disebut namanya dengan
alasan keamanan itu mengatakan, mereka   menjalankan aktivitasnya dengan
‗bijaksana dan suara yang pelan‘.

Biasanya para misionaris mengundang makan 3 atau 4 orang Muslim, kemudian
mereka akan mengarahkan obrolan mereka ke soal Yesus. Istilah misionaris
tidak pernah mereka gunakan.

―Muslim yang sudah pindah ke agama Kristen, biasanya menyembunyikan status
agamanya demi keselamatan mereka. Karena di kalangan masyarakat Amman
masih berlaku tradisi membunuh demi kehormatan, kalau mengetahui salah
seorang anggota keluarganya keluar dari Islam,‖ ujar misionaris itu.

Negara-negara Islam dan Arab, sebenarnya sangat ketat dalam memberikan
visa. Apalagi untuk kegiatan misonaris. Namun hal itu bukan penghalang
bagi para evangelis atau misionaris untuk menjalankan misi pemurtadannya.
Mereka selalu bisa mencari jalan agar misinya sukses.

Menurut New York Times, para misionaris ini datang ke negara-negara di
Timur Tengah dengan berkedok pelajar atau pengusaha. ―Ada banyak jalan
untuk melakukan misi kami. Seperti yang dilakukan misionaris Amerika, kami
mendirikan sekolah, rumah sakit dan sebagainya,‖ kata seorang misionaris
yang bekerja di sebuah gereja di Amman dan biasa menyampaikan khutbahnya
dalam bahasa Arab.

―Para pengungsi Irak adalah target utama kami. Mereka datang ke Yordania,
mereka mengalami kelelahan secara phisik dan mental. Mereka kesepian dan
membutuhkan pertolongan. Mereka sadar bahwa mereka ditolong oleh orang
Kristen dan mereka mulai bertanya soal Yesus,‖ tambahnya.

Para misionaris itu mengaku menemui kesulitan untuk melakukan misinya di
Irak dan Yordania, namun mereka tetap optimis dan berusaha mendirikan saru
gereja dalam jangka waktu tertentu.

Saat ini ada sekitar 30 keluarga misionaris yang tinggal di Amman.
Kelompok misionaris lainnya sedang menunggu di tempatkan di Irak sambil
menunggu situasi keamanan di Irak membaik. Misi agama Kristen di Irak
menemui kendala sejak invasi AS ke negara 1001 malam itu. Karena invasi
tersebut disebut-sebut sebagai misi perang salib. Sejumlah misionaris
Korea Selatan yang bekerja di Timur Tengah, bahkan sudah ada yang
dimasukkan dalam daftar hitam dan dideportasi,(ln/iol/eramuslim)

--------------------------------------

www.irena-center.org Wadah Pembinaan Mualaf

Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf. Padahal sebagai Muslim baru,
mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing.
Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman yang
dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga.

''Perpindahan agama bukanlah perkara sederhana. Peristiwa ini bukan hanya
melibatkan sebuah pribadi tapi juga sanak keluarga dan lingkungan
sekitar,'' kata Ketua Gerakan Muslimah, Ustadzah Irena Handono.

Biasanya, kata Irena, para mualaf mengikrarkan keislamannya diantar oleh
seseorang di sebuah masjid dan mendapatkan sertifikat dari masjid
tersebut. Proses pengislaman berhenti begitu saja tanpa tindak lanjut.

Padahal, ungkap mantan biarawati itu, mualaf perlu bantuan dari saudara
seakidahnya yang sudah lebih dulu menjadi Muslim. Dan di antara mereka,
yang sangat perlu dibina adalah yang hijrah lantaran pernikahan. Padahal
jumlah ini di Indonesia juga cukup besar.

Secara ekonomi para mualaf cukup banyak yang mapan. Bagi mereka bantuan
finansial dalam artian penerima zakat tidak lagi diperlukan. Namun
dukungan moral atau psikologis memasuki lingkungan baru sangat penting.

Irena mengakui pentingnya keberadaan lembaga pembinaan mualaf seperti
AMMA, Yayasan Karim Oei, PITI, dan Gerakan Muslimah. Namun lembaga ini
seolah bergerak sendiri. Pembinaannya pun menjadi parsial. Bila seperti
ini, dia khawatir pemahaman Islam yang sampai ke tangan mualaf menjadi
tidak utuh.

Atas dasar itulah, maka Hj Irena Handono lantas berinisiatif mendirikan
lembaga khusus pembinaan mualaf yang dia beri nama Irena Center. Lembaga
ini yang bergerak dalam bidang dakwah Islam sebagai organisasi independen
dan non pemerintah.

Irena Center berasaskan Islam, tepatnya berdiri pada tanggal 27 Rajab 1425
H / 12 September 2004 dimuat dalam akta Notaris No 1 tertanggal 4 Oktober
2004 dibuat dihadapan H Syarif Siangan Tanudjaya SH, untuk jangka waktu
yang tidak ditentukan lamanya.

"Visi kami adalah guna terwujudnya umat Islam yang berkualitas yang selalu
menyeru kepada Allah, bermanfaat bagi semseta alam dan terwujudnya
generasi Qurani," tegas Irena.

Peresmian Irena Center dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 3 Oktober 2004
lalu bertempat di Masjid Raya Pondok Indah. Hadir pada kesempatan itu
antara lain Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Husein Umar;
Ketua Dewan Masjid, H Sutarmadi, KH Khalil Ridwan dari MUI, dan sejumlah
artis.

Berlokasi di Perumahan Taman Villa Baru Blok A/26 Bekasi Selatan, Irena
Center memiliki kegiatan beragam, baik yang dilakukan di kantor tersebut
dan juga di luar kantor. Seperti misalnya kegiatan dakwah oleh Hj Irena
Handono ke daerah-daerah yang mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan
jadwal waktu hampir setiap hari.

Ada pula aktivitas mengisi ceramah Ramadhan di beberapa masjid dan mushola
di sekitar kantor Irena Center di Bekasi. Di samping itu bedah buku yang
sejak diresmikan sudah diadakan dua kali bedah buku, yang pertama di
Islamic Center Bekasi dan yang kedua di masjid Al-Murasalah komplek TTC
(Telkom Training center) Bandung.

Kegiatan cukup penting dilaksanakan di sini yakni pengkajian Islam dan
perbandingan agama yang pada sekarang lebih difokuskan kepada agama Yahudi
dan Kristen. Tentu tak ketinggalan pembinaan muallaf berupa konsultasi
keagamaan dan umum hingga pemberian bantuan materi.

Menurut Hj Irena, sampai sekarang ada 15 orang mualaf yang dibina oleh
Irena Center. Kini Irena Center tengah berupaya untuk lebih mengembangkan
kegiatan pembinaan ini dengan mengusahakan pengadaan sarana dan dana yang
lebih memadai, semacam gedung serta dana pengoperasiannya.

"Kami juga mengadakan, mengoperasikan dan mengembangkan Situs Internet
dengan alamat www.irena-center.org ," imbuhnya. Selain berita, situs ini
memuat beberapa rubrik seperti: islamologi, kristologi, ensiklopedi
istilah Islam, dan renungan.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa fokus pembinaan mualaf diarahkan pada empat
hal. Pertama adalah sterilisasi akidah dari pemahaman yang menodai fitrah.
Kedua, sinkronisasi penyampaian pesan wahyu. Ketiga, stabilisasi
menyampaikan ajaran Islam dengan metode dan cara penyampaian yang dapat
dinalar dan diterima oleh hati nurani dan kelima. standarisasi pengamalan
wahyu.
Pada bagian lain, Hj Irena mengungkapkan, dasar didirikannya lembaga ini
adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi antar umat Islam terutama
bagi pemeluk baru agama Islam (mualaf) tanpa membedakan status sosial,
suku, bangsa, warna kulit dan bahasa, yang menitik beratkan pada tanggung
jawab perkembangan Islam secara kaffah.

Munculnya fenomena dan problematika umat Islam yang terjadi akibat
perbedaaan sudut pandang dalam mensikapi permasalahan umat dapat
menimbulkan perselisihan dan perpecahan ukhuwah Islamiyah, pun dijadikan
salah satu pegangan Irena Center. "Memperjuangkan persatuan, perdamaian
dan kesejahteraan Islam merupakan tujuan yang akhirnya kita harapkan
bersama," ungkapnya lagi.

Saat ini Irena Center sedang memproses penerbitan album lagu-lagu Islami
oleh Hasan El Makmuri dan komik perang salib. Adapun produk yang sudah
dihasilkan antara lain video CD berjudul Strategi Pemurtadan Umat,
Kebangkitan Umat, dan serial Kristologi oleh Hj Irena Handono.

Mualaf dalam arti harfiah berarti lemah. Istilah itu lantas disandarkan
pada mereka yang baru saja berhijrah ke dalam Islam. Maknanya pun sama.
Mualaf adalah mereka yang masih lemah pemahaman Islamnya. Oleh karenanya,
tukas Hj.Irena, mualaf perlu mendapatkan pembinaan dari Muslim lainnya
sehingga akan semakin mantap keyakinan mereka terhadap Islam. Ini
merupakan tanggung jawab semua umat Islam.

Seperti tertuang dalam QS Al-Mumtahanah ayat 8 berbunyi :"Allah tiada
melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang orang
yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari
negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

Rencananya pada ba'da Dzuhur tanggal 31 Oktober nanti, Irena Center
kembali mengadakan acara Ramadhan Bersama Mualaf di Masjid Agung al-Azhar
Kebayoran Baru. Sejumlah tokoh serta artis akan hadir antara lain
Shalahudin Wahid dan penyair WS Rendra. (RioL)



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110310055752:162 ;          Wed, 3 Nov 2004 10:05:57 +0700
$MessageID: <381-2200411333433390@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 11/03/2004 10:04:33 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/03/2004 10:05:58 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Aa Gym Meluncurkan Produk Qolbu Cola (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 278A0801B5245BB347256F41001106AD
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/03/2004 10:05:58 AM-11/03/2004 10:05:59 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/03/2004 10:05:59 AM

Aa Gym Meluncurkan Produk Qolbu Cola

Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Ust. Abdullah Gymnastiar kembali
meluncurkan produk baru berupa minuman ringan bernama 'Qolbu Cola'
menyusul Mekka Cola dan Qiblat Cola

Da'i muda Abdullah Gymnastiar atau kerap dipanggil Aa Gym kembali
mengembangkan sayap usahanya terbaru. Setelah meluncurkan MQTV beberapa
waktu lalu, pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini kembali
meluncurkan produk baru berupa minuman ringan berkarbonasi, Sabtu (9/11),
di halaman studio MQTV.

Minuman yang dikemas dalam kaleng itu diberi merek Qolbu Cola. Tidak
kurang Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian, Perdagangan, dan
UKM Dipo Alam ikut menghadiri peluncuran minuman ringan itu.

"Cola kini sudah menjadi trendsetter di seluruh dunia. Prancis, misalnya,
punya Qiblat Cola, Inggris memiliki Mekka Cola. Kenapa kita tidak mencoba
membuatnya?" kata Dipo Alam.

Aa Gym tentu saja menyambut gembira kehadiran minuman ringan produksi
dalam negeri itu. "Saya berharap produk ini mampu membuka lahirnya
lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga mampu mengangkat martabat
mereka," tutur Direktur Utama Manajemen Qolbu (MQ) Corporation dikutip
TVRI.

Sebagian kecil (Rp100) dari hasil penjualan setiap kaleng minuman itu
disumbangkan untuk para guru dan korban perang di Aceh. Tentang hal ini,
Aa Gym berujar, "Jadi, sambil kita menikmati produk itu, sekaligus kita
juga beramal bagi saudara-saudara kita di Aceh."

Dengan peluncuran Qolbu Cola ini, unit usaha yang dikembangkan Aa Gym
dengan MQ-nya kini mencapai 19 unit.
Usaha itu memiliki keragaman produk, dari radio, televisi, penerbitan
buku, perumahan, hingga minuman ringan tadi.

"Asal berbisnis dengan jujur dan menggunakan hati, kita akan mendapatkan
keuntungan. Dan, keuntungan yang paling utama bukanlah pada harta,
melainkan keuntungan bisa beribadah untuk diri kita dan orang lain,"
terang Aa Gym mengomentari bisnisnya. (tvri/Hidayatullah.com)

Keluarga Muslim Cola Lainnya

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - muslim-drink.jpg
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110211474966:992 ;          Tue, 2 Nov 2004 11:47:49 +0700
$MessageID: <381-22004112244622843@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Mengapa Minder terhadap Barat?
PostedDate: 11/02/2004 11:46:23 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/02/2004 11:47:50 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 26F367826A6D56E147256F40001A5A3B
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/02/2004 11:47:50 AM-11/02/2004 11:47:51 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/02/2004 11:47:51 AM

Mengapa Minder terhadap Barat?


Kebanyakan sikap sinis dan hujatan terhadap Islam belakangan ini terjadi
akibat kebodohan, kesilauan rasa minder terhadap peradaban Barat. Baca CAP
Adian Husaini, MA ke 75

(Eksposisi Tesis Prof. Naquib al-Attas tentang Islam dan Barat)

Pada tanggal 23-26 Oktober 2004, saya bersama beberapa peneliti INSISTS
menyampaikan presentasi dalam sejumlah workshop tentang pemikiran Islam
dan Barat di Solo dan Yogya. Ada sejumlah fenomena dan cerita menarik yang
perlu kita telaah. Ada berita, bahwa seorang dosen wanita di satu
perguruan Islam, menjadi imam salat bagi suami dan anak-anaknya, karena ia
lebih baik bacaan Qur‘annya, dibandingkan suaminya. Ini adalah pengaruh
dari paham gender equality. Ada dosen yang berbicara di depan kelas, bahwa
kita perlu al-Quran baru. Menurut mereka, metode Hermeneutika sudah
menjadi harga mati untuk diterapkan dalam penafsiran al-Quran, sehigga
tidak perlu digugat lagi. Kucuran dana dari Amerika Serikat untuk proyek
liberalisasi Islam sungguh luar biasa. Ada seorang hakim agama bercerita
bahwa training-training tentang kesetaraan gender terus-menerus diadakan
untuk mengubah pemikiran mereka. Selain dilakukan di hotel-hotel
berbintang, peserta pun dibayar. Fenomena westernisasi dalam pemikiran dan
studi Islam begitu kental dan menggejala serta ngetrend.

Disamping dampak serius dari penggunaan metode liberal dalam studi Islam,
yang juga memprihatinkan adalah kualitas ilmiah dari penyebaran-penyebaran
paham itu. Paham ini disebarkan dalam bentuk dogma, tidak diikuti sikap
kritis yang memadai ketika mengadopsi teori-teori Barat. Sebaliknya, sikap
kritis dan hujatan sering ditujukan kepada ilmuwan-ilmuwan besar Islam,
seperti Imam Syafii, al-Ghazali, dan sebagainya. Kebanyakan, sikap sinis
dan hujatan terhadap ilmuwan-ilmuwan muslim, terjadi akibat kebodohan,
ketidaktahuan, dan kesilauan terhadap kemajuan material yang dicapai
peradaban Barat sekarang ini.
Soal kemajuan Barat dalam bidang sains dan teknologi serta perlunya kaum
Muslim belajar tentang hal itu, tidaklah diragukan. Sejak awal-awal
kelahirannya, Islam sudah bersentuhan dengan peradaban besar ketika itu,
yaitu Romawi dan Persia. Tetapi, peradaban Islam tumbuh sebagai satu
peradaban yang khas yang berbeda dengan peradaban besar sebelumnya. Islam
menyerap dan mengadopsi sebagian unsur peradaban asing, namun sekaligus
melakukan seleksi, filterisasi, dan adapsi terhadap nilai dan unsure asing
itu. Jika kita cermati sejarah perjalanan Islam, maka tampak, bahwa kaum
Muslim ketika itu memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak minder
dalam menghadapi peradaban lain.

Apa yang terjadi saat ini sungguh memprihatinkan. Hegemoni Barat bukan
hanya menonjol dalam bidang politik, ekonomi, dan social, tetapi juga
dalam pemahaman keagamaan. Metode kajian Islam diubah mengikuti tradisi
Yahudi dan Kristen. Jejak kaum Yahudi-Kristen yang meliberalkan agamanya
diikuti oleh para sarjana dari kalangan umat Muslim. Anehnya, semua itu
tampak dilakukan dengan semangat dan kurang kritis. Misalnya, satu
organisasi Islam mengadopsi metode tafsir al-Jabiri, tetapi tidak
melakukan kajian kritis terhadap teori itu sendiri. Padahal, puluhan buku
telah terbit di Timur Tengah yang mengkritik metode al-Jabiri.

Ironisnya lagi, jika kita kritik, dan kita ingatkan, bahwa metode yang
diterapkan adalah metode asing yang digunakan kaum Yahudi dan Kristen
terhadap agama mereka, maka tidak jarang kita dituduh anti-Barat dan
fundamentalis, sehingga seolah-olah kita adalah makhluk yang pantas
dimusnahkan dari muka bumi, karena tidak mengikuti jejak mereka. Semua itu
sebenarnya bermula dari cara pandang yang keliru terhadap Islam dan Barat.
Tidak sedikit juga yang tergiur dengan iming-iming duniawi yang
menggiurkan jika mau memeluk paham dan pandangan hidup Barat, seperti
sekularisme, dengan konsekuensi meninggalkan pandangan hidup Islam.

Oleh sebab itu, dalam beberapa kesempatan Catatan Akhir Pekan, kita akan
menampilkan dengan lebih jelas, pandangan cendekiawan Muslim Prof. Dr.
Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang Islam dan Barat. Naquib al-Attas
saat ini merupakan satu diantara ilmuwan terbesar di dunia Islam yang
pendapatnya tentang Barat menjadi kajian ilmiah di dunia internasional.
Hal itu bisa dilihat dari karya-karya ilmiah dan perjalanan intelektualnya.

Prof. Naquib Al-Attas lahir di Bogor, Jawa Barat, tahun 1931, dan
menjalani pendidikan dasar di Sukabumi dan Johor Baru. Lalu, menempuh
pendidikan di The Royal Military Academy, Sandhurst, England, lalu ke
University of Malaya, Singapura. Gelar master diraihnya di McGill
University, Montreal, Canada, dan PhD di University of London, London,
Inggris, dengan konsentrasi bidang ‗Islamic philosophy‘, ‗theology‘ dan
‗metaphysics‘.

Berbagai jabatan penting dalam dunia pendidikan yang dialaminya, antara
lain: ketua Department of Malay Language and Literature, Dekan the Faculty
of Arts, dan pemegang pertama ‗the Chair of Malay Language and
Literature‘, dan Direktur pertama The Institute of Malay Language,
Literature and Culture, yang ia dirikan tahun 1973. Ia juga mengetuai The
Division of Literature di Department of Malay Studies, University of
Malaya, Kuala Lumpur. Juga, ia pernah memegang posisi UNESCO expert on
Islamics; Visiting Scholar and Professor of Islamics at Temple University
and Ohio University, distinguished Professor of Islamic Studies and the
first holder of the Tun Abdul Razak Distinguished Chair of Southeast Asian
Studies at the American University, Washington, Ibn Khaldun Chair of
Islamic Studies (1986), dan Life Holder Distinguished Al-Ghazali Chair of
Islamic Thought, International Institute of Islamic Thought and
Civilization (ISTAC), 1993.
Professor al-Attas telah memberikan kuliah di berbagai belahan dunia dan
menulis lebih dari 30 buku dan berbagai artikel tentang Islam, menyangkut
masalah filsafat Islam, teologi, metafisika, sejarah, sastra, agama, dan
peradaban. Beberapa bukunya yang ditulis dalam bahasa Melayu dan Inggris
telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Persia, Turki, Urdu, Jerman,
Italia, Rusia, Bosnia, Albania, Jepang, Korea, India, dan Indonesia. Atas
jasanya yang besar dalam pengembangan bidang comparative philosophy, ‗The
Empress of Iran‘ mengangkatnya sebagai Fellow di Imperial Iranian Academy
of Philosophy tahun 1975. Presiden Pakistan memberikan penghargaan ‗Iqbal
Medal‘ tahun 1979. Sejak tahun 1974, Marquis Who's Who in the World telah
memasukkan Al-Attas ke dalam daftar nama orang-orang yang menunjukkan
prestasi istimewa dalam bidangnya.

Al-Attas dikenal sebagai pelopor konseptualisasi Universitas Islam, yang
ia formulasikan pertama kalinya pada saat acara ‗First World Conference on
Muslim Education‘, di Makkah (1977). Tahun 1987, ia mewujudkan gagasannya
dengan mendirikan The International Institute of Islamic Thought and
Civilization (ISTAC). Ia merancang dan membuat arsitektur sendiri bangunan
ISTAC, merancang kurikulum, dan membangun perpustakaan ISTAC yang kini
tercatat salah satu perpustakaan terbaik di dunia dalam Islamic Studies.
Raja Hussein mengangkatnya sebagai ‗Member of the Royal Academy of Jordan
(1994). The University of Khartoum menganugerahinya ‗Degree of Honorary
Doctorate of Arts (D.Litt.), 1995. The Organization of Islamic Conference
(OIC), atas nama dunia Islam, melalui ‗The Research Centre for Islamic
History, Art and Culture (IRCICA) menganugerahi Al-Attas ‗The IRCICA
Award‘ atas kontribusi besarnya terhadap peradaban Islam (2000); The
Russian Academy of Science memberikan kehormatan kepada al-Attas untuk
memberikan ‗Special Presentation‘ kepada para akademisi di Moskow (2001).
Pemerintah Iran, melalui lembaganya, ‗Society for the Appreciation of
Cultural Works and Dignitaries‘, memberikan penghargaan kepada al-Attas ‗a
special Award of Recognition‘ (2002).

Disamping itu, Prof. al-Attas juga anggota ‗The Advisory Board of Al-Hikma
Islamic Translation Series, Institute of Global Cultural Studies,
Binghamton University, SUNY, Brigham Young University; anggota ‗The
Advisory Board of the Royal Academy for Islamic Civilization Research,
Encyclopaedia of Arab Islamic Civilization, Amman, Jordan; dan anggota
‗The Assembly of the Parliament of Cultures, International Cultures
Foundation‘, Turki.

Tentang sifat asasi dan perjalanan sejarah peradaban Islam dan Barat,
al-Attas mengungkapkan bahwa antara peradaban Barat dan peradaban Islam
akan terjadi apa yang ia sebut sebagai satu ―permanent confrontation‖
(konfrontasi permanen), atau konflik abadi. Al-Attas mengungkap teorinya
itu sejak awal dekade 1970-an, jauh dari hingar-bingar politik
internasional, ketika Perang Dingin masih berlangsung, dan secara
politis-militer, Barat masih menjadikan komunis sebagai musuh utamanya.
Setelah menyelam jauh ke dalam lubuk peradaban Barat, selepas meraih gelar
PhD dari University of London, pada awal tahun 1970-an, Al-Attas mulai
aktif menulis dan berceramah tentang tantangan dan ancaman peradaban Barat
terhadap kaum Muslim dan dunia Islam, khususnya dalam bidang keilmuan dan
kebudayaan. Ia kemudian dikenal luas sebagai cendekiawan yang sangat
kritis dalam menyorot masalah sekularisme dan menulis satu buku yang
sangat terkenal di dunia internasional yaitu buku ―Islam and Secularism‖.

Tentang konflik abadi Islam-Barat ini, Naquib al-Attas mencatat dalam buku
‗klasik‘-nya, Islam and Secularism, bahwa konfrontasi antara peradaban
Barat dengan Islam telah bergerak dari level sejarah keagamaan dan militer
ke level intelektual; dan bahwasanya, konfrontasi itu secara histories
bersifat permanent. Islam dipandang Barat sebagai tantangan terhadap
prinsip yang paling asasi dari pandangan hidup Barat. Islam bukan hanya
tantangan bagi Kekristenan Barat tetapi juga prinsip-prinsip
Aristotellianisme dan epistemologi serta dasar-dasar filosofi yang
diwarisi dari pemikiran Greek-Romawi. Unsur-unsur itulah yang membentuk
komponen dominan yang mengintegrasikan elemen-elemen kunci dalam berbagai
dimensi pandangan hidup Barat.

(The confrontation between Western culture and civilization and Islam,
from the historical religious and military levels, has now moved on to the
intellectual level; and we must realize, then, that this confrontation is
by nature a historically permanent one. Islam is seen by the West as
posing a challenge to its very way of life; a challenge not only to
Western Christianity, but also to Aristotelianism and the epistemological
and philosophical principles deriving from Graeco-Roman thought which
forms the dominant component integrating the key elements in dimensions of
the Western worldview).‖

Untuk menyadarkan kaum Muslim akan tantangan besar yang mereka hadapi,
khususnya dari peradaban Barat, al-Attas memberikan banyak ceramah dan
menulis berbagai buku dan risalah. Salah satu kumpulan ceramahnya pada
tahun 1973 kemudian dibukukan dalam sebuah buku berjudul ―Risalah untuk
Kaum Muslimin‖. Ia menyeru kaum Muslimin agar benar-benar mengenal
peradaban Barat, sebab peradaban inilah yang kini sedang menguasai dan
tidak henti-hentinya melakukan serangan terhadap Islam.

―Seperti juga dalam ilmu peperangan kau harus mengenali siapakah dia
seterumu itu; di manakah letaknya kekuatan dan kelemahan tenaganya; apakah
helah dan tipu muslihatnya bagi mengalahkanmu; bagaimanakah cara dia
menyerang dan apakah yang akan diserangnya; dari jurusan manakah akan
serangan itu didatangkan; siapakah yang membantunya, baik dengan secara
disedari mahupun tiada disedari – dan sebagainya ini, maka begitulah kau
akan lebih insaf lagi memahami nasib serta kedudukan Islam dank au sendiri
dewasa ini apabila penjelasan mengenai seterumu itu dapat dipaparkan
terlebih dahulu.‖

Dalam pandangan Al-Attas, kedatangan Islam, sejak awal memang telah
memberikan tantangan yang sangat fundamental terhadap sendi-sendi utama
agama Kristen yang merupakan suatu unsur penting bagi peradaban Barat.
Islam menjelaskan bahwa agama Kristen yang dikenal sekarang bukanlah agama
yang ditanzilkan oleh Allah SWT, dan bukan agama yang mendapat pengesahan
daripada-Nya. Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah yang diperintahkan
membetulkan semula penyelewenangan agama Yahudi dan menyampaikan khabar
baik tentang kedatangan Nabi Muhammad saw. Jadi, Nabi Isa a.s. tidaklah
diutus untuk membawa agama baru yang kemudian dikenal dengan nama Kristen.
Allah berfirman:

―Wahai Bani Israel, aku ini adalah utusan Allah yang diutus kepadamu bagi
mengesahkan semula Taurat yang telah datang sebelumku dan untuk
menyampaikan kabar baik tentang seorang Rasul yang akan datang sesudahku
bernama Ahmad.‖ (QS al-Shaff: 6).

Karena itu, dalam memandang agama Kristen sekarang, al-Attas mempunyai
pandangan yang jelas:

―Maka agama Kristian, agama Barat –sebagaimana juga agama-agama lain yang
bukan Islam– adalah agama kebudayaan, agama ‗buatan‘ manusia yang terbina
dari pengalaman sejarah, yang terkandung oleh sejarah, yang dilahirkan
serta dibela dan diasuh dan dibesarkan oleh sejarah.‖
(Hidayatullah/bersambung)
+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110211120796:892 ;          Tue, 2 Nov 2004 11:12:07 +0700
$MessageID: <381-22004112241041764@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 11/02/2004 11:10:42 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/02/2004 11:12:08 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Barbie VS Razzane (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 4467EE64464F6C6B47256F40001715AC
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/02/2004 11:12:08 AM-11/02/2004 11:12:10 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/02/2004 11:12:10 AM

Please fine the file attachment.


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Barbie vs Razzane.doc
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110208303380:524 ;          Tue, 2 Nov 2004 08:30:33 +0700
$MessageID: <381-22004112212910469@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ibroh : Ramadhan dan Fasilitas Negara
PostedDate: 11/02/2004 08:29:10 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/02/2004 08:30:34 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F2064057C437BA5347256F4000084AC0
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/02/2004 08:30:34 AM-11/02/2004 08:30:35 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/02/2004 08:30:35 AM

IBROH

Ramadhan dan Fasilitas Negara

Suatu hari di pagi yang dingin, Thawus bin Kaisan dan Wahab bin Munabbih,
tokoh tabiin terkemuka di masanya, menghadap Muhammad bin Yusuf, gubernur
setempat. Setelah duduk di tempat masing-masing, Thawus mulai memberikan
nasihat kepada Muhammad bin Yusuf. Di sekelilingnya banyak orang ikut
mendengarkan.

Kemudian gubernur berkata kepada salah seorang penjaga, ―Hai penjaga,
ambilkan thailasan (jubah hijau yang biasa dipakai oleh ulama Persia) dan
selubungkanlah di pundak Aba Abdirrahman (nama panggilan yang lain untuk
Thawus bin Kaisan)!‖

Penjaga itu mengambil sebuah jubah yang mahal harganya, lalu diselubungkan
ke pundak Thawus. Thawus masih tetap memberikan nasihat-nasihatnya sambil
menggerak-gerakan pundaknya dengan perlahan hingga akhirnya jubah itu
terlepas. Setelah itu Thawus berdiri dan pergi meninggalkan jubah mahal
yang tergeletak di lantai.

Bukan main murkanya Muhammad bin Yusuf melihat sikap Thawus. Tetapi ia
tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Ketika Thawus dan sahabatnya
berada di luar, Wahab berkata, ―Demi Allah, kita tidak perlu membangkitkan
kemarahannya. Apa salahnya kalau jubah itu engkau ambil lalu engkau jual.
Kemudian hasilnya engkau sedekahkan kepada fakir dan miskin?‖

Thawus menjawab, ―Pendapatmu‘ memang benar. Tetapi aku khawatir, para
ulama sesudahku akan berkata, ‗Mari kita ambil seperti apa yang diambil
oleh Thawus.‘ Tapi mereka tidak berbuat terhadap apa yang mereka ambil itu
seperti apa yang engkau katakan.‖

Rupanya Muhammad bin Yusuf ingin membalas perbuatan Thawus. Ia pun
memasang perangkap dengan menyiapkan satu kantung penuh berisi tujuh ratus
dinar uang emas. Kemudian ia memilih salah seorang pegawainya yang paling
cerdik, seraya berpesan, ―Pergilah! Berikan kantung ini kepada Thawus bin
Kaisan, dan upayakan agar ia mau menerimanya. Kalau berhasil, aku akan
memberi hadiah yang banyak kepadamu. Aku akan naikkan pangkatmu!‖

Sambil membawa kantung uang tersebut, pegawai itu pergi ke rumah Thawus,
yang ketika itu tinggal di sebuah desa dekat Shan‘a bernama Janad. Begitu
tiba, ia memberi salam kepada Thawus dan mengucapkan kata-kata ramah,
―Wahai Aba Abdirrahman, ini sekantung uang yang dikirimkan gubernur untuk
tuan!‖

Thawus menjawab, ―Saya tidak membutuhkannya.‖ Orang itu berupaya dengan
segala cara supaya Thawus mau menerima uang itu, tapi Thawus tetap tidak
mau. Walaupun pegawai itu mengemukakan beragam alasan, namun Thawus tetap
menolak. Akhirnya tak ada jalan lain baginya, kecuali mencari saat
lalainya Thawus. Ia melemparkan kantung uang itu ke sebuah lubang angin
yang terdapat pada dinding rumah Thawus.

Kemudian ia kembali pulang menemui gubernur, lalu berkata, ―Kantung itu
telah diambil Thawus!‖ Mendengar laporan itu, Muhammad bin Yusuf sangat
senang.

Beberapa hari kemudian, gubernur mengutus dua orang prajurit disertai oleh
orang pertama yang membawa kantung semula menuju rumah Thawus. Setibanya
di rumah Thawus, kedua orang itu menyampaikan perkataan yang telah diatur
oleh gubernur, ―Beberapa waktu lalu, utusan gubernur menyerahkan kantung
uang kepada tuan. Sebenarnya, uang itu dikirim untuk diserahkan kepada
orang lain. Karena itu, kami ingin memintanya kembali dari tuan, untuk
diberikan kepada yang berhak.‖

Thawus menjawab, ―Saya tak pernah menerima uang sama sekali. Bagaimana
mungkin saya dapat mengembalikannya?‖
Kedua orang itu bersikeras, ―Tuan memang telah mengambilnya!‖

Thawus berpaling kepada orang yang membawa kantung beberapa hari lalu,
seraya bertanya, ―Apakah memang saya telah mengambil sesuatu darimu?‖

Orang itu menjawab ketakutan, ―Tidak. Saya meletakkan uang itu di lubang
angin ketika tuan lalai!‖ Thawus berkata, ―Kalau begitu, periksalah lubang
angin itu!‖

Ketika mereka memeriksa lubang angin tersebut, ternyata kantung uang itu
masih berada di sana tertutup sarang laba-laba. Kemudian mereka pun
mengambilnya dan membawanya kembali kepada gubernur.

Sikap Thawus bin Kaisan dalam kisah di atas patut menjadi renungan kita.
Di tengah segala impitan ekonomi, menjauhi tawaran harta dan jabatan
menjadi sangat sulit. Tapi itu harus tetap menjadi sikap seorang Muslim,
khususnya ulama yang menjadi pusat sorotan masyarakat.

Mungin banyak yang berpendapat seperti ungkapan Wahab bin Munabbih pada
Thawus. ―Ambil saja jabatan atau harta itu, dan kita gunakan untuk
kebaikan.‖ Demikian kira-kira pendapat sebagian orang. Permasalahannya
tidak segampang itu. Mungkin yang bersangkutan mampu menjaga diri dan
benar-benar menyampaikannya pada orang yang berhak. Tapi, seperti
dikatakan Thawus, itu akan menjadi catatan sejarah. Tindakannya mengambil
jabatan atau harta akan menjadi pembenaran bagi orang lain.

Inilah yang menjelaskan mengapa Imam Ahmad bin Hanbal, tak mau mengakui
bahwa al-Qur‘an adalah makhluk meskipun itu ―boleh‖ dilakukan karena dalam
keadaan terpaksa. ―Saya khawatir tindakanku akan menjadi alasan pembenaran
bagi generasi berikutnya dan menjadi contoh bagi mereka.‖
Sikap pimpinan MPR yang menolak fasilitas negara, layak mendapat dukungan.
Seperti dikatakan pengamat politik Fachry Ali, terobosan itu akan
mempunyai efek positif. ―Nilai penghematannya tidak terlalu besar. Tapi,
efek moralnya itu akan berpengaruh bila disosialisasikan pada masyarakat,‖
papar Fachry (Republika 14/10).

Bulan Ramadhan merupakan momen paling tepat untuk memulai hidup sederhana.
Prinsip hidup sederhana sejatinya dimulai dari ―atas‖, dari kalangan
pejabat. Sebaliknya, menikmati kesejahteraan dimulai dari ―bawah‖. Inilah
makna ungkapan Umar bin Khaththab, ―Kalau rakyat mendapatkan kekenyangan,
sayalah orang terakhir yang menikmatinya. Sebaliknya, kalau rakyat dilanda
kelaparan, sayalah orang pertama yang merasakannya.‖

Ramadhan mengajarkan si kaya untuk merasakan kesusahan si miskin. Ini
menjadi inti utama pelajaran Ramadhan bagi para pejabat dan ulama. Wallahu
a‘lam.

Hepi Andi


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110116105552:261 ;          Mon, 1 Nov 2004 16:10:55 +0700
$MessageID: <381-2200411119923540@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ramadhan Bulan Kemenangan
PostedDate: 11/01/2004 04:09:23 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/01/2004 04:10:56 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 5C6156157AA7EA6947256F3F00327086
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/01/2004 04:10:56 PM-11/01/2004 04:10:57 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/01/2004 04:10:57 PM

Tarqiyah
Ramadhan Bulan Kemenangan
Menjadi fakta sejarah, bulan Ramadhan merupakan bulan kemenangan bagi umat
Islam. Beragam kemenangan diraih pada bulan ini. Bermula dari kemenangan
di medan Badar hingga Perang Arab-Israel Oktober 1973.

Di antara makna puasa adalah menahan diri dari makan dan minum. Secara
lahiriyah, akibat langsung dari ibadah ini adalah menurunnya kekuatan
fisik orang yang berpuasa. Mereka yang biasanya makan tiga kali sehari
semalam, di bulan Ramadhan kebiasaan itu berkurang. Makan hanya dilakukan
sebelum matahari terbit dan setelah terbenam. Hal ini tentu akan
berpengaruh pada kekuatan fisik seseorang. Logikanya, dalam keadaan
seperti ini, orang yang berpuasa tidak akan produktif dan tak bisa
melakukan banyak hal. Namun kenyataan tidak demikian. Berbagai kemenangan
dan prestasi, justru banyak diraih oleh kaum Muslimin di bulan Ramadhan.

Perang Badar, misalnya. Menurut Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya, perang Badar
terjadi pada bulan Ramadhan dan merupakan kemenangan pertama yang
menentukan kedudukan umat Islam dalam menghadapi kekuatan kemusyrikan dan
kebatilan. Allah SWT mengutus malaikat untuk membantu kaum Muslimin.

Enam tahun kemudian, di bulan yang sama pada 8 Hijriyah, kaum Muslimin
berhasil menaklukkan Makkah. Sebuah peristiwa yang menjadi titik tolak
kemenangan besar umat Islam pada masa selanjutnya. Pada peristiwa ini,
lebih dari 2000 orang memeluk Islam yang sebelumnya merupakan musuh utama
kaum Muslimin.

Perang Tabuk juga terjadi pada bulan Ramadhan 9 Hijriyah. Penyebaran Islam
ke Yaman di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib juga terjadi pada Ramadhan
10 Hijriyah. Beberapa peristiwa lainnya juga terjadi di bulan suci ini. Di
antaranya, kemenangan tentara Islam di Pulau Rhodes (Ramadhan 53
Hijriyah), pendaratan pasukan Islam di Pantai Andalusia Spanyol (Ramadhan
91 Hijriyah), dan kemenangan Panglima Thariq bin Ziyad atas Raja Frederick
dalam Perang Fashillah (Ramadhan 92 Hijriyah).
Pada Ramadhan 584 Hijriyah, panglima tentera Islam, Shalahuddin al-Ayyubi,
mendapat kemenangan besar. Tentara Islam menguasai daerah-daerah yang
sebelumnya dikuasai oleh tentara Salib dan menguasai Benteng Shafad yang
kuat. Pada Ramadhan 658 Hijriyah, Kerajaan Tartar hancur dan pasukannya
ditahan di pintu gerbang Mesir di kota ‗Ain Jalut. Tentara Tartar
sebelumnya telah menguasai sebagian wilayah Islam.

Kemenangan bangsa Arab dalam perang melawan Israel pada 1973, juga terukir
pada bulan Ramadhan. Hanya dalam beberapa jam setelah perang meletus, 200
pesawat terbang Israel dapat dirontokkan dan 800 tanknya dilumpuhkan.
Israel sudah di ambang kehancuran. Kalau tidak dibantu Amerika Serikat,
niscaya Israel benar-benar sudah hancur saat itu.

Penarikan mundur pasukan Rusia dari Afghanistan juga terjadi pada bulan
Ramadhan. Berhentinya peperangan di Bosnia-Herzegovina, sehingga umat
Islam dapat hidup relatif tenang, pun terjadi pada bulan Ramadhan.
Proklamasi negara kita, Republik Indonesia, pun terjadi pada 17 Agustus
1945.

Kemenangan umat Islam yang sering terjadi pada di bulan Ramadhan tentu
menuntut penjelasan tersendiri. Sebab, secara lahiriyah hal ini bertolak
belakang dengan hukum alam. Ketika berpuasa, keadaan kaum Muslimin
seharusnya lemah secara fisik, tapi justru mereka berhasil merengkuh
beragam kemenangan.

Di antara penjelasannya, pada bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan
ibadah puasa sebagai bukti keimanan. Ketika berpuasa, umat Islam mampu
mengendalikan diri (self control) untuk senantiasa berbuat amal shalih dan
menghindari kemaksiatan. Amal shalih itulah yang mengundang datangnya
pertolongan Allah SWT. Jika pertolongan Allah sudah tiba, maka tak ada
yang bisa menghalanginya, walaupun jumlah pasukan musuh jauh lebih banyak.
Inilah yang mendatangkan kemenangan.

Berbagai kemenangan umat Islam pada bulan Ramadhan juga menjelaskan,
kemenangan adalah milik orang-orang mukmin yang memiliki akidah kokoh,
kebersihan diri, dan ruhul jihad yang membara demi menggapai keridhaan
Allah semata.

Kepribadian Muslim dibentuk dengan ibadah puasa. Hakikat puasa adalah
meninggalkan keinginannya untuk menjalankan perintah Allah atau
menanggalkan kehendak diri dan menjalankan kehendak-Nya. Puasa bukan hanya
menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari semua
dorongan hawa nafsu.

Dengan demikian, umat Islam akan jaya dan memperoleh kemenangan jika
berjuang penuh keimanan, keikhlasan, kesucian hati dan diri, sehingga
pertolongan Allah pun tiba sebagaimana dijanjikan-Nya. Kemenangan adalah
milik mereka yang mengabdikan kehidupannya kepada Allah SWT, dengan
mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaidah ini diperjelas oleh pengalaman para pendahulu kita. Satu ketika
seorang tawanan Romawi yang sedang dalam penjagaan kaum Muslimin berhasil
meloloskan diri. Raja Heraklius bertanya kepadanya mengenai keadaan
orang-orang Islam.

Tawanan ini menerangkan, pasukan Islam adalah ahli ibadah waktu malam dan
kesatria pada siang harinya. Jika mereka berjumpa, mereka memberi dan
menjawab salam. ―Jika laporan itu benar dan tepat, mereka akan menjadi
raja-raja bagi kerajaan Heraklius,‖ ujar sang Kaisar.

Heraklius mempunyai jumlah tentara yang sangat banyak sedangkan jumlah
orang-orang Islam sangat terbatas. Amr bin Ash memberitahu Abu Bakar
ash-Shiddiq mengenai keadaan tersebut. Sebagai jawabannya, Abu Bakar
menulis, ―Kamu orang-orang Islam tidak akan dapat dikalahkan karena jumlah
yang kecil. Kamu pasti dapat dikalahkan walaupun mempunyai jumlah yang
banyak melebihi jumlah musuh jika kamu terlibat di dalam dosa-dosa‖.

Ketika Heraklius tiba di Antakia setelah pasukan Romawi dikalahkan pasukan
Muslim, dia bertanya, ―Beritahukan kepadaku tentang orang-orang yang
menjadi lawan kalian dalam peperangan. Bukankah mereka manusia seperti
kalian?‖ Mereka menjawab, ―Ya‖.

―Apakah kalian yang lebih banyak jumlahnya ataukah mereka?‖
―Kamilah yang lebih banyak jumlahnya di manapun kami saling berhadapan‖

―Lalu mengapa kalian bisa dikalahkan?‖
Seseorang yang dianggap paling tua menjawab, ―Karena mereka biasa shalat
di malam hari, berpuasa di siang hari, menepati janji, menyuruh kepada
kebajikan, mencegah dari kemungkaran dan saling berbuat adil di antara
sesamanya. Sementara kami suka minum arak, berzina, melakukan hal-hal yang
haram, melanggar janji, suka marah, berbuat semena-mena, menyuruh kepada
kebencian, melarang hal-hal yang diridhai Allah dan berbuat kerusakan di
bumi‖

Akhirnya, kemenangan dan prestasi tak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik
dan kuantitas. Tapi, ditentukan juga oleh kedekatan seorang hamba pada
Allah. Inilah yang bisa menjadi pintu gerbang merengkuh beragam kemenangan.

Hepi Andi



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110116034824:160 ;          Mon, 1 Nov 2004 16:03:48 +0700
$MessageID: <381-2200411119216275@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Sabili : Benih Anti Islam dari Bandung
PostedDate: 11/01/2004 04:02:16 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/01/2004 04:03:48 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: D77FE005AF49954947256F3F0031C993
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/01/2004 04:03:48 PM-11/01/2004 04:03:49 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/01/2004 04:03:49 PM

Benih Anti Islam dari Bandung

Ada mahasiswa IAIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung mengajak zikir ―Anjing
hu akbar‖. Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) menemukan fakta lembaga ini
telah disusupi benih anti Islam dan komunisme. Keracunan filsafat?

Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) yang bermarkas di Bandung, KH
Athian Ali M Da‘i, MA dibuat kaget ketika bertemu 119 mahasiswa IAIN Sunan
Gunung Djati (SGD) Bandung belum lama ini. Pasalnya, para mahasiswa itu
menyampaikan surat pengaduan kepada FUUI mengenai keresahan yang mereka
alami selama ini. Mereka melaporkan telah terjadi penghinaan terhadap Dzat
Allah dalam bentuk ajakan dzikir ―Anjing hu Akbar‖. Selain itu, acara
Kuliah Ta‘aruf di kampus mereka tak lagi bernuansa akademis tapi malah
menjadi ajang hujatan kepada Tuhan. Tak berhenti sampai di situ, sejumlah
mahasiswa juga mengajak adik-adik yang baru duduk di bangku kuliah ke arah
pemikiran sesat dan bertentangan dengan akidah dan kaidah Islam.

Hal ini semakin dipertegas dari hasil investigasi Tim Investigasi Aliran
Sesat (TIAS) FUUI. Hedi Muhamad dari TIAS-FUUI, mengungkap beberapa kasus
yang terjadi satu tahun lalu. Satu kasus di antaranya terekam, seorang
mahasiswa mengatakan, ―Allah kita telah mati.‖ Saat itu memang tak ada
tindakan, tapi muncul inisiatif membentuk tim khusus yang beranggotakan 4
orang mahasiswa IAIN SGD sendiri. Puncaknya terjadi 27 Agustus 2004, di
hadapan ratusan mahasiswa baru, Farid Yusuf, Presiden Mahasiswa HMJ Aqidah
Filsafat mengajak seluruh mahasiswa untuk berdzikir ―Anjing hu Akbar‖.
Kejadian ini direkam dalam bentuk VCD sebagai bukti.

―Yang bersangkutan bisa dikenakan delik pasal 156a dan pasal 156b,‖ kata
HM Rizal Fadillah, SH, Ketua Badan Advokasi FUUI kepada SABILI. Masih
menurutnya, yang diadukan adalah mahasiswa IAIN bukan institusinya, namun
tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan bagi pelaku penghujat lain
sesuai dengan bukti-bukti yang ada.

Pihak IAIN SGD, saat dikonfirmasi soal pengaduan itu diwakili Dekan
Fakultas Ushuluddin, Dr Abdul Rozak, M.Ag. Ia mengatakan, kalau secara
personal, kasus ini akan diserahkan kepada pihak berwajib. Dia yakin,
polisi pun tentu tak kan gegabah begitu saja. ―Setidaknya mereka akan
melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan MUI atau Depag,‖ katanya.

Abdul Rozak menambahkan, di lembaga ilmiah seperti IAIN sangatlah wajar
kalau terjadi diskusi-diskusi yang ―menggugat‖ bentuk-bentuk yang sudah
mapan untuk menemukan bentuk yang baru. IAIN adalah lembaga resmi negara.
Oleh sebab itu diberi wewenang untuk mengembangkan pemikiran Islam agar
masyarakat Indonesia menjadi masyarakat plural dan inklusif. Ketika
dikembangkan, butuh sarana-sarana seperti ilmu-ilmu yang berkaitan dengan
hal tersebut. Persoalannya, sejumlah kalangan mempertanyakan, apakah yang
namanya lembaga ilmiah dalam rangka menemukan bentuk baru tersebut, harus
menggugat dan menghujat Allah?

Soal ungkapan yang dilontarkan mahasiswanya, Abdul Rozak mengatakan
―anjing hu akbar‖ itu merupakan sebuah shock terapi, karena ada masyarakat
Muslim kelakuannya justru tidak mengacu kepada Allahu Akbar. Hari-harinya
dilalui dengan shalat, zakat atau haji namun mentalnya bertentangan dengan
hukum Allah dan sifatnya justru seperti binatang. ―Mungkin di sinilah yang
harus diinterpretasikan secara luas dan mendalam,‖ ujarnya kepada SABILI.

Sebaliknya Kepala Kantor Wilayah Agama Jawa Barat, Drs Iik Makib Lc,
sangat menyayangkan jika benar ada sekelompok mahasiswa yang berpandangan
demikian. ―Bagaimanapun juga lembaga seperti IAIN yang sarat dengan dunia
pendidikan Islam tentu menyeleksi calon mahasiswanya secara ketat,‖ tegas
Iik.

Ketua FUUI, KH Athian Ali Da‘i menegaskan, FUUI selaku institusi keislaman
merasa peduli terhadap IAIN yang merupakan aset umat. Athian berharap,
IAIN Bandung, bisa membersihkan anasir-anasir yang dapat mencoreng
citranya. Selain itu, penting pula upaya penyelamatan akidah umat,
terutama di kalangan mahasiswa IAIN SGD dari pengaruh yang dihembuskan
sekelompok orang yang mengusung atheisme atau aktivitas yang mendangkalkan
akidah. ―Tidak ada tendensi lain,‖ ungkapnya penuh perhatian.

FUUI sendiri telah mengeluarkan maklumat bahwa tindakan penghinaan atau
penodaan terhadap Islam, menurut hukum Islam, dapat dikenakan hukuman mati
bagi pelakunya. Athian meminta kepada pihak IAIN SGD agar mensterilkan
kampusnya dari berbagai paham yang dapat menyesatkan. Pihaknya mengimbau
kepada orang tua agar berhati-hati memasukkan anaknya atau yang terlanjur
sudah di sana sebelum kampus bersih dari paham-paham yang dimaksud.

Tapi lain Athian, lain IAIN. Menurut Abdul Rozak, di IAIN SGD tak ada
paham atheis atau yang lainnya. Yang ada hanyalah pengembangan pemikiran
dalam kontruksi ilmiah. ―Selama dalam koridor yang benar, mengapa mesti
dipermasalahkan,‖ kata Rozak.

―Anjing hu Akbar‖, tentu saja kalimat ini menyakitkan umat Islam. Hal ini
merupakan persoalan umat yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Perlu
kiranya dari semua pihak untuk bersama menyelesaikannya. Tak pantas bagi
lembaga pendidikan seperti IAIN, penghuninya mengucapkan kalimat itu.
Bukankah IAIN lembaga ilmiah?

Deffy Ruspiyandy (Bandung)



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102910122026:7897 ;          Fri, 29 Oct 2004 10:12:20 +0700
$MessageID: <381-220041052931056553@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/29/2004 10:10:56 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/29/2004 10:12:21 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:06 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Sebagai Aksi Balas Dendam, Kelompok Pejuang Muslim Thailand Ancam Akan
Bumi Hanguskan Bangkok (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 70E06126F128536347256F3C00119C3C
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/29/2004 10:12:21 AM-10/29/2004 10:12:22 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/29/2004 10:12:22 AM

Sebagai Aksi Balas Dendam, Kelompok Pejuang Muslim Thailand Ancam Akan
Bumi Hanguskan Bangkok

Muslim Cleansing & Jihad Oleh : Redaksi 28 Oct 2004 - 4:51 pm

Kekerasan yang menyebabkan 84 warga Muslim di Thailand tewas, mengundang
reaksi dari komunitas Muslim negara tetangga Thailand, Malaysia. Partai
Politik Islam di Malaysia menyebut peristiwa itu sebagai pembunuhan massal
dan bisa memicu pemberontakan di selatan Thailand. Mereka mengatakan, ‖
Kasus ini akan menimbulkan ketidakstabilan dan ketidakpuasan. Dan kami
sangat khawatir warga akan makin menentang pemerintah‖.

Sementara itu, kelompok Muslim di Thailand, hari Rabu kemarin menegaskan
akan melakukan balas dendam pada pemerintah atas kasus ini. ―Kami akan
membumihanguskan ibukota seperti mereka membumihanguskan Pattani,‖ seperti
diungkapkan oleh Pattani United Liberation Orgnization dalam pernyataanya
yang dimuat disebuah situs internet.

―Kami bersumpah demi Allah, kami akan buat orang-orang kafir itu tidak
bisa tidur. Kami akan hancurkan harta benda mereka yang mereka rampok dari
kami dan mereka akan merasakan akibat dari dosa yang mereka lakukan,‖
tegas kelompok itu.

―Darah mereka akan tumpah ke tanah dan terbawa air. Senjata kami hanya api
dan minyak, api dan minyak, api dan minyak.‖


Dunia Internasional Desak Pembentukan Tim Penyelidik Independen

Dunia internasional mengecam kekerasan yang dilakukan aparat keamanan
Thailand, yang menyebabkan 84 warga Muslim negara Gajah Putih itu tewas.
Dari 84 orang yang tewas, 78 diantaranya tewas dalam tahanan polisi.
Organisasi HAM yang berbasis di London, Amnesty International mendesak
adanya penyelidikan oleh tim independen atas peristiwa tersebut. Mereka
menilai sikap pemerintah Thailand terhadap warga Muslim disana sudah
kelewat batas. Dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan pada kantor
berita Malaysia, Bernama, Deputi Direktur Amnesty International untuk
Asia, Natalie Hill mengatakan,‖Mereka yang dicurigai bertanggung jawab
atas peristiwa itu harus dibebastugaskan, diproses secara hukum dan
diadili‖.

Hal serupa juga diungkapkan Organisasi HAM yang berbasis di Hongkong,
Asian Human Right Commission (AHRC) yang menilai peristiwa kekerasan di
Thailand sebagai kasus yang terburuk dan tidak bisa dimaafkan.

―Jatuhnya korban yang begitu banyak menunjukkan bahwa mereka yang
melakukan operasi ini tidak memiliki profesionalisme dan penghormatan
terhadap jiwa manusia,‖ demikian bunyi pernyataan AHRC. AHRC juga
menyatakan, bukan hanya warga Muslim di wilayah Selatan, tapi seluruh
rakyat Thailand kini harus menghadapi konsekuensi dari peristiwa itu.

Anggota senat Thailand, Senator Kaewsan Atipho meminta pemerintah
memberikan penjelasan atas tewasnya 78 orang yang berada dalam tahanan
polisi dalam perjalanan dari Takbai. ―Kalau dilihat dari faktanya, bahwa
tangan mereka diikat kebelakang dan dijejalkan ke dalam truk-truk,
pemerintah jelas bersalah. Pemerintah harus memberikan keadilan bagi para
keluarga korban,‖ katanya.

Athipo juga menyerukan agar aparat berwenang segera membebaskan 1.200
orang yang saat ini masih ditahan atau menyediakan kuasa hukum buat
mereka. Kalaupun mereka yang ditangkap akan diproses ke pengadilan, aparat
harus memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan keluarganya.
Menurut undang-undang darurat sipil di Thailand, batas penahanan terhadap
orang-orang yang diduga bersalah hanya 7 hari.

Sementara itu, Komisi Hak Asasi Manusia Thailand sudah mengirim tim
pencari fakta yang beranggotakan 4 orang ke Narathiwat. Komisi itu juga
sudah melayangkan surat protes kepada Perdana Menteri Thailand.

Dalam surat protesnya, Komisi Hak Asasi Manusia Thailand menyatakan,
penggunaan kekuatan militer sudah berlebihan dan harus ada orang yang
bertanggung jawab.

―Kami sudah menganalisa bahwa yang menjadi kunci munculnya persoalan warga
Muslim di Thailand adalah kebijakan pemerintah. Kami sudah menyampaikan
surat yang berisi saran pada pemerintah, tapi sepertinya pemerintah tidak
tertarik,‖ kata Saneh Jamarik, anggota Komisi HAM Thailand.

Ditengah-tengah kecaman dunia dan tekanan dari dalam negeri, Perdana
Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, hari Rabu (27/10) menyatakan
pemerintahnya akan menyelidiki peristiwa bentrokan yang menyebabkan 84
orang tewas itu. Namun Thaksin tidak menjelaskan siapa saja orang yang
akan terlibat dalam tim penyelidik tersebut. (ln/iol/eramuslim)


―Apa salah mereka? Mereka tak bersenjata. Mereka hanya mempertanyakan
kebenaran! Mengapa orang-orang itu mengotori bulan suci kami‖.

Demikian teriakan suara wanita Muslimah Thailand yang tengah diterpa
nestapa yang tak terperikan. Sesekali ia mengusap lelehan tetes air
matanya yang mengiba. Seorang familinya adalah termasuk dari 84 korban
tewas aksi pembantaian tentara teroris paganisme Thailand terhadap
komunitas Muslim di Tak Bai, Provinsi Narathiwat, selatan Thailand.

Awalnya adalah aksi protes yang digelar 2000 Muslim Thailand di depan
kantor polisi Tai Bai, Provinsi Narathiwat, Senin (26/10), pukul 09.00
waktu setempat. Mereka hendak menanyakan apa pasal 6 rekan mereka ditahan.
Tapi bagaimanakah jawaban para teroris militer Thailand itu? Ternyata para
peserta aksi itu dibalas dengan gas air mata dan guyuran timah panas tanpa
ampun. Alhasil, 6 Muslim Thailand gugur, ratusan orang luka-luka dan
ribuan ditahan. Lalu, mereka digiring ke atas truk layaknya ikan asin yang
ditumpuk dengan tangan terikat ke atas. Mereka tak bisa bernafas dan
akhirnya….78 Muslim gugur. Sungguh sadis.

Bagaimanakah komentar PM Thailand Thaksin Shinawatra atas tragedi
kemanusiaan di atas? Dengan entengnya Thaksin mengatakan, ―Ini biasa
seperti ini.‖

Ya, memang Muslim Thailand terlampau biasa ditekan, diancam dan dibunuhi
oleh anak buah Thaksin. Sebuah pengakuan yang mudah dipahami. Mirisnya
lagi, Thaksin lantas menyalahkan puasa. Ia mengatakan, ―Ini mengenai
tubuh-tubuh yang dibuat lemah karena puasa. Tak ada yang melukai mereka!!‖

Sebenarnya aksi genosida atas Muslim Thailand di atas bukan untuk pertama
kali. Pada April lalu gerombolan militer Thailand mengamuk dengan
menembakki sebuah masjid. Hasilnya, 108 Muslim Thailand gugur. Sejak
Januari 2004 tercatat pemerintah Thailand membantai 400 Muslim.

Dan tampaknya kita patut bertanya, sampai kapankah nyawa-nyawa Muslim
terenggut tanpa pernah tahu kenapa mereka dibunuh? Semoga foto-foto korban
Muslim Narathiwat ini dapat menggugah nurani dunia meski telah lama
mati!(lys/iol/afp/aljzr/eramuslim)

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - thailand_riot4.jpg
 - r3525153697.jpg
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102910033248:7797 ;          Fri, 29 Oct 2004 10:03:32 +0700
$MessageID: <381-2200410529328684@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: JIL, CIA, Asia Foundation dan Imperialisme Barat
PostedDate: 10/29/2004 10:02:09 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/29/2004 10:03:33 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:06 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 6CEC65B8FF5242F047256F3C0010CE2D
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/29/2004 10:03:33 AM-10/29/2004 10:03:34 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/29/2004 10:03:34 AM

JIL, CIA, Asia Foundation dan Imperialisme Barat

Kritik & Investigasi Oleh : Redaksi 29 Oct 2004 - 4:30 am

Dari segi ide besarnya, JIL lebih mirip kepanjangan imperalisme Barat atas
dunia Islam yang dicarikan bentuk pembenarannya dari khazanah Islam. Dasi
segi politis, ada benang merah dengan CIA. Benarkah?

Setelah sekian taun JIL (Jaringan Islam Liberal) mendeklarasikan
keberadaanya --didirikan sekitar Maret 2001—kini, mulai nampak tanda-tanda
keberhasilannya. Setidaknya, fenomena-fenomena baru yang sangat gamblang
--yang semula nampak dengan ‗malu-malu‘—kini sudah banyak dirasakan. Salah
satu impact penting yang timbul dari lahirnya gudang pemikiran itu adalah
lahirnya atmosfir ‗konyol‘ yang oleh kebanyakan pengikutnya disebut dengan
istilah ―kekritisan berfikir‖.

Atmosfir baru sebagian kaum terpelajar muslim, kini, seakan-akan ada
perubahan mendadak. Terutama cara mereka berfikir, berargumen.

Tiba-tiba mereka terlihat begitu semangat ‗mengkritisi‘ Al-Qur‘an, menolak
beberapa nash hadits-hadish shahih, serta menuduh para ulama‘ sebagai
kelompok konserfatif. Anak-anak muslim ‗terpelajar‘ itu juga terlihat
sangat antusias berbicara, berdiskusi, mengadakan seminar, workshop,
lokakarya untuk membahas tema-tema demokrasi, kebebasan berekspresi,
skularisasi, pluralisme, dan kesetaraan gender. Mereka bahkan teramat
sibuk bergelut dengan referensi-referensi liberal. Bacaan-bacaan wajib
mereka, kini Tahrirul Mar‘ah milik Qasim Amin, The Spirit of Islam-nya
Amir Ali, serta Al Islam wa Ushul Al Hukmi yang sesungguhnya hanya
jiplakan dari tulisan orientalis Inggris Thomas W. Arnold. Nama-nama
semisal, Sayid Ahmad Khand, Arkeun, Ali Abdul Razik, Charles Kuzman,
Fatimah Marnissi, Nasir Hamid Abu Zaid dan Fadzlurrahman seolah-olah
―kitab suci‖ baru yang kini melekat di otak mereka. Di saat yang sama,
mereka mulai tampak malas menelaah Al-Qur‘an, bahkan boleh jadi mules
(muak, red) jika mendengar dalil-dalil dari hadits. Yang jelas, mereka
begitu percaya diri dengan identitas itu, dan begitu bangga disebut
liberal.

Sebuah pertanyaan penting yang kerap ada dalam kepala orang adalah;
―Apakah program-program JIL perpanjangan imperialisme barat? Apakah
identitas Islam hanya kedok untuk meloloskan ideologi kapitalis?. Sudah
barangtentu akan banyak dalih yang mereka kemukakan.


Perpanjangan Imperialis

Kalau boleh jujur, sebenarnya, ide-ide besar JIL dapat dipahami dalam
kerangka kepanjangan imperalisme Barat atas Dunia Islam, yang pada
gilirannya, dicari-cari bemtuk pembenarannya dari khazanah Islam.

Kalau kita mengamati dengan seksama tentang agenda-agenda JIL, maka kita
akan menemukan korelasi antara imperialisme barat dan agenda JIL. Luthfi
Asy-Syaukanie, salah satu motor JIL pernah menyebut dengan jujur empat
agenda utama lahirnya Islam Liberal. Pertama, agenda politik, Kedua,
agenda toleransi agama, Ketiga, agenda emansipasi wanita, dan Keempat,
agenda kebebasan berekpresi.

Dalam agenda politik, misalnya, kaum muslimin ―diarahkan‖ oleh JIL untuk
mempercayai sekularisme, dan menolak sistem pemerintahan Islam (Khilafah).
Dalam agenda plurarisme, kelompok ini menyeru bahwa semua agama adalah
benar, tidak boleh ada truth claim. Agenda emansipasi wanita, seperti
menyamaratakan secara absolut peran atau hak pria dan wanita tanpa
kecuali, dan agenda kebebasan berekspresi, seperti hak untuk tidak
beragama, tak jauh bedanya dengan agenda politik di atas. Semua ide-ide
ini pada ujung-ujungnya, pada muaranya, kembali kepada ideologi dan
kepentingan imperialis.


Karena itu, sulit sekali-untuk untuk tidak mengatakan --minimal mustahil--
mencari akar pemikiran-pemikiran tersebut dari Islam itu sendiri secara
murni, kecuali setelah melalui pemerkosaan teks-teks Al-Qur‘an dan
As-Sunnah. Misalnya teologi pluralisme yang menganggap semua agama benar,
sebenarnya berasal dari hasil Konsili Vatikan II 1963-1965) yang merevisi
prinsip extra ecclesium nulla salus (di luar Katolik tak ada keselamatan)
menjadi teologi inklusif-pluralis, yang menyatakan keselamatan
dimungkinkan ada di luar Katolik. (Islam Liberal: "Sejarah, Konsepsi dan
Penyimpangannya", Adian Husaini dan Nuim Hidayat).

Selain itu, dari kerangka ideologi, ide-ide JIL sendiri, dapatlah kiranya
dinyatakan sebagai ide-ide kapitalisme. Luthfi Asy-Syaukanie dalam bukunya
Wajah Liberal Islam di Indonesia (2002) telah berhasil menyajikan
deskripsi dan peta ide-ide JIL. Jika dikritisi, kesimpulannya adalah di
sana ada banyak contekan sempurna terhadap ideologi kapitalisme. Tentu ada
kreativitas dan modifikasi. Khususnya pencarian ayat atau hadits atau
preseden sejarah yang kemudian ditafsirkan secara paksa agar cocok dengan
kapitalisme. Ide-ide besar kapitalisme itu antara lain; (1) sekularisme,
(2) demokrasi, dan (3) kebebasan. Dukungan kepada sekularisme --pengalaman
partikular Barat-- nampak begitu getolnya mereka melakukan penolakan
terhadap bentuk sistem pemerintahan Islam (khilafah), dan penolakan yang
begitu bersemangat terhadap syariat Islam. Tetapi mereka menerima begitu
saja semua gagasan demokrasi tanpa ada nalar kritis. Istilahnya, mereka
cepat-cepat ‗melek‘ (terbelalak) jika mengkritisi Islam, tapi buru-buru
buta (pura-pura tak melihat) jika sumber-sumber itu datangnya dari Barat.

Kentalnya ide-ide pokok kapitalisme dan berbagai derivatnya ini, masih
ditambah dengan suatu metode berpikir yang kapitalistik pula, yaitu
menjadikan ideologi kapitalisme sebagai standar pemikiran. Meminjam bahasa
Al Jawi, ide-ide kapitalisme diterima lebih dulu secara taken for granted
dan dianggap benar secara absolut, tanpa pemberian peluang untuk didebat
(ghair qabli li an-niqasy) dan tanpa ada kesempatan untuk diubah (ghair
qabli li at-taghyir). Lalu ide-ide kapitalisme itu dijadikan cara pandang
(dan hakim!) untuk menilai dan mengadili Islam.


JIL Asia Foundation dan CIA

The Asia Foundation adalah LSM raksasa yang markas besarnya di San
Fransisco. LSM ini memiliki 17 kantor cabang di seluruh Asia, termasuk
Washington, D.C. Tahun 2003 kemarin, The Asia Foundation mengucurkan
bantuan sebesar 44 juta USD dan mendistribusikan 750 ribu buku dan materi
pendidikan yang nilainya berkisar mencapai 28 juta USD di seluruh wilayah
Asia.

Sebagaimana dikutip situs resmi pemerintah AS, http://usinfo.state.gov,
Oktober lalu –beberapa hari menjelang Pemilu di Afghan-- lalu, The Asia
Foundation, membikin program The Mobile Theater Project, sebuah bioskop
keliling. Dengan alasan pendidikan demokrasi --atau lebih tepat kampanye
pemaksaan demokrasi— mereka berkeliling kampung untuk memutar film dengan
ditonton sekitar 430.000 pemirsa.

Di Indonesia, dalam Pemilu 2004 kemarin, seperti diakuinya di situs
http://www.asiafoundation.org/, lembaga ini ikut mendanai JPPR (JPPR atau
Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat) dengan mempekerjakan 141.000
relawan dan melakukan training kurang lebih 70 ribu orang. Mereka bisa
memanfaatkan radio dengan asumsi 25 juta pendengar, memanfaatkan TV yang
ditonton 74 juta pemirsa, juga menguasai media cetak dengan perkiraan
dibaca 3 juta orang.

Di Indonesia, keberadaanya sudah ada sejak tahun 1970. Mereka berdiri di
balik program-program bernama; training keagamaan, studi gender, HAM dalam
Islam, civic education di lembaga-lembaga Islam, pusat pembelaan perempuan
untuk Islam (Muslim Women Advocacy), dan isu-isu pluralisme, paralalel
dengan program-program JIL.

Jika dilihat berbagai agenda dan kegiatannya selama ini, ada korelasi
antara agenda-agenda JIL dengan LSM Raksasa bernama The Asia Foundation.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan kelompok ini amat tergantung pada
kucuran dana dari The Asia Foundation. Dan karena donor yang amat besar
dari LSM ini, maka JIL dalam waktu yang relatif singkat sudah bisa
mendirikan Radio satelit pertama di Indonesia, Radio 68H, yang siarannya
direlai puluhan pemancar radio di Indonesia, mampu membeli satu halaman
penuh koran Jawa Pos, bahkan mampu menayangkan iklan-iklan di televisi
dengan durasi yang panjang, semisal iklan ―Islam Warna-Warni‖ yang
akhirnya berhenti tayang karena somasi MMI, bahkkan bisa menghidupi
kegiata-kegiatan mereka yang membutuhkan biaya besar. Jika ditilik dari
sponsor utama (sebut The Asia Foundation) yang selama ini menjadi
‗penyangga‘ utama pendanaan JIL, bisa ditarik kesimpulan bahwa The Asia
Foundation adalah jaringan ‗induk‘nya. Dengan bahasa lain, JIL adalah
‗karyawan‘ The Asia Foundation yang bertugas di lapangan, untuk
menjalankan proyek-proyek besarnya.

The Asia Foundation, yayasan ini ditengarai banyak mendanai
kegiatan-kegiatan dalam rangka penyebaran paham kapitalisme dan
sejenisnya. Yang paling nampak mencolok keterlibatan The Asia Foundation
bagaimana dia mem-back up Tim Pengarasutaman Gender (PUG) bentukan
Departemen Agama, yang kemudian berhasil menyusun draf Kompilasi Hukum
Islam yang isinya kemudian menimbulkan kontroversial.
Merujuk sebuah makalah yang berjudul CIA's Hidden History in the
Philippines, Roland G. Simbulan, yang disampaikan pada ceramahnya di
University of The Philipinnes (18 Agustus, 2000), mengutip dari tulisan
seorang sosiolog Amerika, James Petras, yang dimuat dalam Journal of
Contemporary Asia, menggambarkan, bagaimana LSM yang besar bisa
dikendalikan --jika tidak didukung oleh pemerintah Amerika-- atau
perusahaan raksasa yang dikendalikan agen-agen rahasia atau CIA yang ingin
memanfaatkannya sebagai sarana penyamaran. Yang dimaksud Petras, hal itu
untuk mengelabuhi dan menghindari konflik yang diakibatkan benturan
langsung terhadap struktur resmi pemerintahan. Serta menghindari class
analysis adanya penjajahan dan eksploitasi kapitalis.

Roland G. Simbulan juga menjelaskan bahwa yang memainkan peran CIA yang
paling menonjol di Manila adalah The Asia Foundation. Pernyataan ini
dinilai cukup valid, karena didasari oleh pernyataan seorang anggota
Departemen Birokrasi Amerika, William Blum. Dalam sebuah resensi buku yang
berjudul Asia Foundation is the principal CIA front, dalam salah satu buku
seorang jurnalis investigasi majalah Times, Raymond Bonner, yang berjudul:
Waltzing with a Dictator: The Marcoses and the Making of American Policy,
menyatakan bahwa ―Asia Foundation adalah bentukan dan kedok CIA!‖. Ini
semakin diperkuat oleh interview Roland G. Simbulan dengan seorang mantan
mata-mata CIA yang beroperasi di Philipina pada tahun 1996, dimana ia
aktif menggunakan yayasan ini (The Asia Foundation) sebagai agen. Bahkan
secara terang-terangan pula diungkapkan dalam laporan tahunan The Asia
Foundation, tahun1985, yang menyebutkan di dalamnya pernyataan Victor
Marchetti, salah satu dari pimpinan deputy CIA, bahwa ―Asia Foundation
didirikan oleh CIA dan sampai 1967 mendapat subsidi darinya.‖ (Asia
Foundation Annual Report, 1985). Jelas, bahwa LSM The Asia Foundation
memang bentukan CIA, didirikan sebagai alat, dan sarana untuk memperluas
dan mempermudah proses imperialisme Amerika Serikat terhadap Negara-negara
lain di kawasan Asia Pasifik dengan cara non konfrontatif.

Dari sini pulahlah, boleh jadi, JIL --setelah dilihat dari substansi ide
yang diusung, serta pertnershipnya-- bahwa sesungguhnya aktifitasnya tidak
ada hubungannya dengan Islam, tidak pula ada sangkut-pautnya dengan
perbedaan metode penafsiran nash, pembaharuan, pencerahan, atau sifat
kritis. Aktifitas JIL, sekali lagi --boleh jadi-- tak lain, merupakan
kemungkinan aktivitas intelejen asing yang hendak menancapkan kuku-kuku
imperialismenya di bumi umat Islam, umumnya dan Indonesia, pada khususnya.
Benarkah demikian? Wallahu a‘lam.

Oleh: Thoriq*
*) Penulis adalah mahasiswa Syari'ah Islamiyah Universitas Al Azhar Cairo
Mesir

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102908245676:7530 ;          Fri, 29 Oct 2004 08:24:56 +0700
$MessageID: <381-220041052912333238@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/29/2004 08:23:33 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/29/2004 08:24:57 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Dasar-dasar memahami tauhid (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: EDFCB87D1199B98947256F3C0007C74A
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/29/2004 08:24:57 AM-10/29/2004 08:24:59 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/29/2004 08:24:59 AM

Please fine file attachment.

Gunakan acrobat reader untuk membacanya....Selamat membaca semoga
bermanfaat.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Dasar Memahami Tauhid.pdf
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102809382157:7410 ;          Thu, 28 Oct 2004 09:38:21 +0700
$MessageID: <381-220041042823658961@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/28/2004 09:36:58 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/28/2004 09:38:22 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Bentrokan di Thailand, 84 Muslim Tewas dalam Tahanan Polisi (No Virus
Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F283D104B4943BE947256F3B000E7FC2
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/28/2004 09:38:22 AM-10/28/2004 09:38:23 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/28/2004 09:38:23 AM

Silahkan baca file attachment menggunakan acrobat reader

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Bentrokan di Thailand.pdf
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102808272178:7154 ;          Thu, 28 Oct 2004 08:27:21 +0700
$MessageID: <381-220041042812559346@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/28/2004 08:25:59 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/28/2004 08:27:23 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Membongkar Mega Proyek James Riady (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: E2D256677DA9580C47256F3B00080010
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/28/2004 08:27:23 AM-10/28/2004 08:27:23 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/28/2004 08:27:23 AM

Please fine file attachment....

Selamat Membaca semoga bermanfaat

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Membongkar Megaproyek Kristenisasi James Riady.doc
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102716501338:7054 ;          Wed, 27 Oct 2004 16:50:13 +0700
$MessageID: <381-220041032794843822@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: 19 Tanda Gagal Ramadhan
PostedDate: 10/27/2004 04:48:44 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/27/2004 04:50:14 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 64716E16EFF6D4F547256F3A00360999
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/27/2004 04:50:14 PM-10/27/2004 04:50:14 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/27/2004 04:50:14 PM

19 Tanda Gagal Ramadhan


Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka
lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah
ini kiat-Kiat menghindarinya gagalnya Ramadhan


1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya‘ban.

Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat
tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya‘ban, sebagaimana
telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu ‗alaihi wa sallam. Dalam hadits
Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu ‗anha berkata, ‖Saya tidak
pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan,
dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya‘
ban.‖


2. Gampang mengulur shalat fardhu.

―Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan
shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui
kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih.‖ (Maryam:
59)

Menurut Sa‘id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat
(meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada
waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar
menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang
waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang
yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena
nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.
3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan diri
kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang
yang shalih.

―Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan
perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan
cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu‘ kepada Kami.‖
(Al-Anbiya:90)

―Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah
sunnah, sampai Aku mencintainya.‖ (Hadits Qudsi)


4. Kikir dan rakus pada harta benda.

Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah tandanya.
Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu mengendalikan sifat
rakus pada makan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat
kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering
membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya.

Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa ta‘ala, akan menguatkan sifat utama
kemanusiaan (Insaniyah).


5. Malas membaca Al-Qur‘an.

Ramadhan juga disebut Syahrul Qur‘an, bulan yang di dalamnya diturunkan
Al-Qur‘an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik
siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur‘an.

―Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Qur‘an.‖ (HR Baihaqi)

Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak
mungkin kemuliaan Al-Qur‘an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini
harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan
latihan di bulan suci.


6. Mudah mengumbar amarah.

Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: ―Orang kuat bukanlah
orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah
orang yang bisa menguasai diri ketika marah.‖

Dalam hadits lain beliau bersabda: ―Puasa itu perisai diri, apabila salah
seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan
membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka
katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa.‖ (HR. Bukhari dan Muslim
dari Abu Hurairah)


7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.

―Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, maka
Allah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun, maka
tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan minumnya.‖ (HR
Bukhari dari Abu Hurairah)
Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih
lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn Khattab Ra
berkata: ―Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja,
akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang
sia-sia.‖ (Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan
kerap berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang
secara masak: ―Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu,
disaring, baru diucapkan.‖


8. Memutuskan tali silaturrahim.

Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda: ―…Barangsiapa
menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan
menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan
di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa
dengan-Nya…‖ Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih
sayang dan tali cinta.

Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan,
diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada atau
tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan
persaudaraan, itu tanda kegagalan.


9. Menyia-nyiakan waktu.

Al-Qur‘an mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang
menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main.

―Allah bertanya: ‗ Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?‘

Mereka menjawab: ‗Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka
tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.‘

Allah berfirman: ‗Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja, kalau
kamu sesungguhnya mengetahui. "Maka apakah kamu mengira sesungguhnya Kami
menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan
kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan
yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai ‗Arsy yang mulia.‖
(Al-Mu‘minun: 112-116)

Termasuk gagal dalam ber-Ramadhan orang yang lalai atas karunia waktu
dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin
waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta
ketertiban dan keteraturan.


10. Labil dalam menjalani hidup.

Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam
menjalani hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah Saw:

―Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah
memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga,
dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada
suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan
kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya.‖ (HR
Ahmad, Nasa‘i, Baihaqi dari Abu Hurairah)

Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya
tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.


11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.

Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat taqwa
yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat ialah
semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan ‗amar ma‘ruf nahiy munkar
dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan
iman sebagaimana dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal lah Ramadhan
seseorang.


12. Khianat terhadap amanah.

Shiyam adalah amanah Allah yang harus dipelihara (dikerjakan) dan
selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.

Shiyam itu ibarat utang yang harus ditunaikan secara rahasia kepada Allah.
Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia) tentu akan
lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia
maupun yang nyata. Sebaliknya orang yang gagal Ramadhan mudah mengkhianati
amanah, baik dari Allah maupun dari manusia.


13. Rendah motivasi hidup berjama‘ah.

Frekuensi shalat berjama‘ah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan.
Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap
kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai
hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjama‘ah, yang saling menguatkan.

―Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya
dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang
tersusun kokoh.‖ (Ash-Shaf: 4) Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi
untuk hidup berjama‘ah.


14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.

Hawa nafsu dan syahwat yang digembleng habis-habisan selama bulan Ramadhan
merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika
jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah
Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq. Orang
yang tunduk dan taat kepada Allah lebih mulia dari mereka yang tunduk
kepada makhluk.


15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.

Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara kafir
berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler itu dan
penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan. Di tengah
gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin berani unjuk gigi, para
alumni akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih dan strategis dalam
membela dan menegakkan kebenaran. Jika bulan suci ini tidak memberi bekal
perjuangan baru yang bernilai spektakuler, maka kemungkinan besar ia telah
meninggalkan kita sebagai pecundang.


16. Tidak mencintai kaum dhuafa.
Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di
bulan ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra.
Shiyam Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang
paling lemah di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan
mereka yang hidup dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka
seharusnya bertambah. Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah bulan
suci ini, berarti Anda perlu segera instrospeksi.


17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.

Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya
mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah,
karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang
pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya
kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri.

―Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap
diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan
bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.‖ (Al-Hasyr: 18)


18. Sibuk mempersiapkan Lebaran.

Kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan logistik
menjelah Iedul Fitri. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan
saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam
bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati.

Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan
kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa
seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.


19. Idul Fitri dianggap hari kebebasan.

Secara harfiah makna Idul Fitri berarti ―hari kembali ke fitrah‖. Namun
kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka
dari ―penjara‖ Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan
meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali,
syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Iedul
Fitri seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk
menjalankan peran khalifah dan abdi Allah secara lebih profesional.

Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada
pada puncaknya saat Iedul Fitri, dan bukan sebaliknya.*Hidayatullah)

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102708193761:6796 ;          Wed, 27 Oct 2004 08:19:37 +0700
$MessageID: <381-220041032711815571@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/27/2004 08:18:15 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/27/2004 08:19:39 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Artikel Ramadhan AAGYM (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 36AD58527DC37FF947256F3A00074AC6
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/27/2004 08:19:39 AM-10/27/2004 08:19:40 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/27/2004 08:19:40 AM

Gunakan Acrobat Reader untuk membaca artikel ini.

Selamat Membaca Semoga bermanfaat.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - artikel_ramadhan.pdf
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102611404880:6688 ;          Tue, 26 Oct 2004 11:40:48 +0700
$MessageID: <381-220041022643927402@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Mualaf : Lee Kang Hyun : Belajar Agama Melalui Korespondensi (Direktur
Samsung Electronics Indonesia)
PostedDate: 10/26/2004 11:39:27 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/26/2004 11:40:48 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 10F442E12CF97A5E47256F390019B5A3
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/26/2004 11:40:48 AM-10/26/2004 11:40:50 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/26/2004 11:40:50 AM

Lee Kang Hyun : Belajar Agama Melalui Korespondensi

Beragam alasan mualaf menemukan kebenaran Illahiah melalui Islam. Bagi Lee
Kang Hyun, Direktur PT Samsung Elektronic Indonesia, Islam dipilih karena
dinilai sebagai agama yang mengajarkan keramahan dan solidaritas kepada
sesama. Sekitar 10 tahun pria kelahiran Seoul Korea Selatan ini telah
menjadi Muslim. Dan sepanjang waktu itu pula, dia merasa dorongan untuk
beramal kian membesar.

Di tengah kesibukan sebagai orang nomor satu di perusahaan elektronik
papan atas ini, ia menyempatkan diri untuk mengajarkan Islam pada kedua
anaknya. ''Kegiatan itu cukup menyita waktu. Namun dengan demikian,
sekaligus akan berarti saya juga terus belajar tentang Islam,'' bilang Lee.

Mulai tertarik Islam sejak bersahabat dengan orang Indonesia pada
penghujung 1980-an, Lee beruntung memiliki ayah mertua yang cukup banyak
mengetahui Islam. Maka korespodensi hingga diskusi soal agama selalu
mengisi waktunya bila dia bertemu mertua.

Kesan Islam sebagai agama damai, menurut Lee, dia dapatkan saat mulai
lebih banyak belajar tentang Indonesia. Semakin dia ingin mengetahui soal
Indonesia, kian terasakan betapa bangsa ini merupakan komunitas yang
beragam namun memiliki semangat bersama dan saling berbagi.

Lee menjadi lebih dalam memperhatikan Islam, setelah dia mengenal keluarga
Roshim Hamzah, mantan pejabat BNI, yang dilihatnya amat tekun beribadah.
Yang dia ingat, bapak angkatnya itu selalu menjalankan shalat tepat waktu,
dan membaca Alquran usai shalat. ''Selesai shalat atau membaca Quran,
bapak itu rona mukanya terlihat amat segar dan tenang. Sepertinya membaca
Alquran itu sebagai obat. Paling tidak obat stress karena pekerjaan,''
kenang Lee.

Sejak 1988, Lee memang sering bertandang ke Indonesia. Awalnya kedatangan
itu karena korespondensi dengan tamannya yang kebetulan mahasiswa
Universitas Indonesia. Dia bahkan sempat tinggal beberapa minggu di rumah
karibnya itu, Novianto. Dari persahabatan itu, dan pengalamannya
mendatangi sejumlah tempat di Indonesia, keramahan dan keakraban
masyarakat Indonesia amat membekas di dalam hatinya.

Situasi ini diakuinya, seperti kondisi Korea Selatan pada era 1970-an,
saat ia masih anak-anak. Ketertarikannya kepada kehidupan masyarakat
Indonesia yang kemudian semakin membuatnya tertarik ingin lebih tahu agama
paling besar di sini, Islam.

Lee tak menyangka jika di kemudian hari, kedekatan batinnya dengan
Indonesia mengantarnya untuk menduduki posisinya sekarang. Usai
menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Hankuk University Korea
Selatan pada 1991, dia kemudian bergabung dengan perusahaan elektronik
terbesar di negaranya, Samsung.

Dua tahun menekuni bidang ekspor, diapun mendapat promosi jabatan. Karena
dinilai banyak mengetahui Indonesia, maka penugasan berikutnya yang
membawanya kembali ke Indonesia pada 1993. ''Saat itu adalah kali
kedelapan saya ke Indonesia. Walaupun senang tapi tak terlalu surprise,''
ujarnya.

Namun, lanjut pria ini, pada kesempatan ke Indonesia yang kedelapan itu
dirinya memiliki beban psikologis lebih tinggi. Kalau sebelumnya, datang
ke Indonesia karena berlibur dan belajar banyak hal, pada 1993 dia datang
ke Indonesia dengan tanggung jawab lebih besar. Ini karena Lee ditunjuk
sebagai Menejer Ekspor-Impor di PT Samsung Electronic Indonesia.

Walaupun berurusan dengan soal ekspor-impor, Lee juga mencoba dekat dengan
para karyawannya. Terutama, ia ingin mendorong etos kerja buruh menjadi
lebih baik. Ia pun menjadi 'pengamat'. Dilihatnya, terdapat korelasi
signifikan antara agama dengan prestasi kerja. ''Mereka yang tekun dan
disiplin shalat ternyata adalah karyawan yang bisa berprestasi,'' ujarnya.

Maka rasa ketertarikan kepada Islam pun kian menari dalam sanubarinya.
Diakuinya pula, keinginan memeluk Agama Illahi yang paling sempurna itu
juga karena keinginan lebih dekat dengan lebih 2.000 karyawan di pabrik
Samsung di Cikarang Jawa Barat. ''Bukan karena unsur lain. Tapi memang
kalau saja saya Islam, maka bila harus menyatukan diri dengan para
karyawan, saya bakal lebih diterima. Namun intinya bukan karena mayoritas
Islam terus saya jadi Islam. Bukan karena itu,'' tegasnya.

Pria kelahiran 16 Juli 1966 ini mengaku sempat gamang dalam perjalanan
menemukan kebenaran Islam. Perasaan itu justru kian menjadi setelah
keinginannya memeluk Islam kian besar.

Beruntung, ia mendapat teman diskusi yang mumpuni, salah satunya Roshim
Hamzah, mantan pejabat BNI yang berdarah Aceh. ''Pak Roshim tak pernah
memaksakan kehendak. Dia malah lebih banyak hanya memberi contoh bagaimana
bisa taat beragama dengan tetap bisa berkarya secara profesional,'' kenang
Lee. Maka belum setahun berkarya di Indonesia keputusan berislam pun
diputuskan. Pada tahun 1994, Lee Kang Hyun resmi memeluk Islam setelah
bersyahadat di Masjid Sunda Kelapa Jakarta.

Sebagai Muslim, ia mengaku masih banyak 'bolong'-nya. Diakuinya, belum
semua ketentuan waktu shalat diikutinya. ''Tapi setiap hari saya pasti
shalat, walaupun memang belum lima waktu.'' Shubuh adalah waktu shalat
yang paling sering terlewatkan. Soalnya kebiasan tidur menjelang fajar
menjadikan sulitnya dia terbangun di pagi hari.

Soal larangan mengonsumsi daging babi, menurut Lee, amat mudah dia
tinggalkan selekas masuk Islam. Namun soal minuman beralkohol, belum
sepenuhnya ditinggalkan, terutama saat 'puulang kampung' ke Korea. ''Minum
Soju itu identik dengan budaya Korea dan rasa penghormatan terhadap semasa
manusia. Maka jujur saja, saya belum bisa mencari jalan keluar untuk
meninggalkan budaya itu. Tapi suatu sat saya yakin bisa,'' ujarnya. Asal
tahu saja, di Korea, Islam masih dianggap sebagai sekte aneh'.

Dua tahun ber-Islam, Lee mengaku mendapat berkah paling besar dengan
menemukan jodohnya, wanita asal Sumedang, Jawa Barat. Mereka dikaruniai
dua anak laki-laki, Bonny Lee (7) dan Boran Lee (2). Seiring pertumbuhan
buah hatinya, ia makin terketuk untuk makin mendalami Islam. ''Soalnya
bagaimana saya bisa mendidik anak dalam soal agama dengan baik, kalau saya
sendiri pengetahuan Islamnya masih perlu diperdalam,'' katanya.

Maka Allah pun memberi jalan mudah. Sang ayah mertua merelakan waktunya
untuk berbagi pengetahuan Islam kepada menantunya yang masih berbangsa
Korea ini. Sekarang, setiap Sabtu, dia selalu menerima surat dari ayah
mertuanya yang berisikan topik bahasan Islam. ''Selain surat, ayah sering
mengirimkan pula data-data dan dokumen lain soal Islam. Lalu saya selalu
meluangkan waktu untuk mendiskusikannya dengan Bonny, yang sekarang mulai
besar,'' ceritanya.

Seiring dengan perjalanan karier Lee yang terus menanjak, hingga sekarang
dipercaya menempati posisi Direktur PT Samsung Eelectronic Indonesia,
kebiasaan 'menyebar' uang dan berbagi rezeki kepada kaum dhuafa terus
menjadi kesehariannya. Namun ia menolak membicarakan hal itu. ''Saya hanya
ingin berbagi dan mendidik anak-anak supaya tahu kewajiban saling membantu
sesama,'' tukasnya.

Satu lagi yang masih menjadi cita-citanya, pergi ke Tanah Suci untuk
berhaji. ''Saya ingin ke Mekkah untuk berhaji. Tapi sampai sekarang belum
mendapat izin cuti lebih sebulan,'' tuturnya.


Nama: Lee Kang Hyun
Tempat tanggal lahir: Seoul, 16 Juli 1966
Status pernikahan : Menikah dengan dua anak

Pendidikan :
1991: Sarjana Manajemen Ekonomi Hankuk University (Korea), * 2000:
Mendalami E-commerce di Carnegie Mellon University, Pittsburgh - USA

Pengalaman kerja:
* 1986 - 1988 : Military training requirement
* 1991: Samsung Electronics, Ltd (Export Team Audio-Video)
* 1993 : manajer ekspor-impor Samsung Electronics Indonesia
* 1998 - 2002 : Export-Import, Project General Manager
* 1999 - 2002 : General manager marketing Samsung Electronics Indonesia
* 2003 - sekarang : Direktur Samsung Electronics Indonesia


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102608153889:6432 ;          Tue, 26 Oct 2004 08:15:38 +0700
$MessageID: <381-220041022611418323@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/26/2004 08:14:18 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/26/2004 08:15:41 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Artikel Islam (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 97230DF95B35487647256F390006EDCC
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/26/2004 08:15:41 AM-10/26/2004 08:15:42 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/26/2004 08:15:42 AM

Gunakan Acrobat Reader utk membaca file ini.

Selamat Membaca Semoga Bermanfaat.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - artikel_islam.pdf
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102213280491:6320 ;          Fri, 22 Oct 2004 13:28:04 +0700
$MessageID: <381-220041052262640311@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Al - A'war, Setan Penyeru Zina
PostedDate: 10/22/2004 01:26:40 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/22/2004 01:28:05 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: D67DFEB9708961E547256F35002387DA
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/22/2004 01:28:05 PM-10/22/2004 01:28:06 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/22/2004 01:28:06 PM

Al - A'war, Setan Penyeru Zina

Memoles kesesatan agar tampak baik dan menarik hati adalah jurus abadi
iblis dan antek-anteknya. Bahkan inilah jurus pertama iblis sebelum
menggoda manusia untuk bergumul dengan dosa. Allah berfirman:
?Iblis berkata: ?Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku
sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat)
di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,? (Al-Hijr 39)

Maka setan menghiasi perbuatan keji terlebih dahulu, baru dilanjutkan
dengan menyesatkan manusia. Ibnul Qayyim mengomentari ayat tersebut: ?Di
antara strategi iblis adalah menyihir akal secara kontinyu hingga
terpedaya, tidak ada yang selamat darinya kecuali yang dikehendaki Allah.

Dia menghiasi perbuatan yang hakekatnya menimbulkan madharat sehingga
tampak sebagai perbuatan yang paling bermanfaat. Begitupun sebaliknya, dia
mencitrakan buruk perbuatan yang bermanfaat sehingga nampak mendatangkan
madharat??


Komandan Setan Penyeru Zina

Strategi yang sama ditempuh oleh iblis laknatullah ?alaih untuk
menyebarkan luaskan perbuatan zina yang merupakan dosa besar di dalam
Islam. Tidak hanya itu, iblis menjadikan hal ini sebagai target utama,
sehingga dia melakukan sayembara bagi setan manapun yang mampu
menjerumus-kan manusia kepada zina, maka iblis akan memakaikan mahkota di
kepalanya sebagai tanda jasa.

Rasululah bersabda tentang hal ini:
?Jika datang pagi hari, Iblis menyebar para tentaranya ke muka bumi lalu
berkata, ?Siapa di antara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku
kenakan mahkota di kepalanya.? Salah satu tentaranya menghadap dan
berkata, ?Aku terus menggoda si fulan hingga mau menceraikan istrinya.?
Iblis berkata: ?Ah, bisa jadi dia akan menikah lagi.? Tentara yang lain
menghadap dan berkata: ?Aku terus menggoda si fulan hingga ia mau
berzina.? Iblis berkata: ?Ya, kamu (yang mendapat mahkota)!? (HR Ahmad dan
Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1280)

Iblis juga menyiapkan pasukan khusus yang dikomandani oleh anaknya sendiri
bernama Al-A?war. Mujahid bin Jabr, murid utama Ibnu Abbas menyebutkan
bahwa Iblis memiliki 5 anak, satu di antaranya bernama Al-A?war. Dia
memiliki tugas khusus menyeru orang untuk berbuat zina dan menghiasinya
agar nampak baik dalam pandangan manusia. (Talbisul Iblis, Ibnu Al-Jauzy
hal. 41)

Al-A?war juga merekrut para setan dari golongan manusia sebagai tim sukses
untuk mengkampanyekan perbuatan zina. Segala cara ditempuh, segala sarana
dan media digunakan.


Memasang Banyak Umpan

Sebagaimana seorang pemancing, dia harus memasang umpan agar ikan mau
mendekati kailnya. Maka setan memasang umpan agar si korban mau mendatangi
perangkapnya. Umpan tersebut berupa ?Nisa?un kaasiyat ?ariyat?, wanita
yang berpakaian telanjang, pornografi, porno aksi dan perangkatnya.

Umpan tersebut dipasang di tempat-tempat yang strategis, sehingga
memungkinkan bagi mangsa untuk melihatnya. Di antara tempat strategis
tersebut adalah televisi dan media cetak. Maka jika kita lihat di televisi
kita banyak berjejal wanita yang berpakaian tapi telanjang, lagu dan
tarian erotis, film-film jorok yang bisa disaksikan oleh semua orang. Itu
pertanda setan Al-A?war telah berhasil merekrut banyak orang untuk dia
jadikan sebagai umpannya. Demikian pula dengan tabloid, koran dan
majalah-majalah berjenis kelamin ?XXX? yang menjadikan pornografi sebagai
menu utama.


Dibumbui Dengan Istilah Penyedap Rasa

Al-A?war tidak membiarkan umpan-umpan itu menyebar begitu saja. Karena
masih banyak orang-orang waras yang akan merusak umpannya. Akan banyak
orang-orang sehat yang akan menegur, mencela dan memusuhinya. Untuk itu,
dia menciptakan istilah dan kilah sebagai penyedap rasa. Sehingga yang
antipati menjadi netral, yang netral menjadi simpati, yang simpati menjadi
bala-tentaranya.

Di antara istilah yang diilhamkan Al-A?war kepada para anteknya dari
golongan manusia adalah menamakan budaya telanjang sebagai bentuk
kemajuan, pacaran sebagai upaya penjajakan dan persiapan, nyanyian jorok
dan tarian erotis sebagai seni dan porno aksi disebut sebagai kebebasan
berekspresi.

Bisa dibilang bahwa menamakan perbuatan keji dengan istilah yang berasumsi
baik adalah jurus tersendiri di antara jurus iblis yang diwariskan kepada
generasinya. Seperti ketika dia membujuk Adam dengan perkataannya:
?Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: ?Hai
Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang
tidak akan binasa?? (Thaha: 120)

Dia menyebut pohon yang dilarang dimakan buahnya dengan pohon Khuldi,
pohon yang apabila dimakan buahnya menyebabkan dia kekal di jannah.

Tidak berbeda dengan yang dilakukan setan hari ini, mereka memberi istilah
perbuatan keji dengan nama yang disukai hati.
Informasi yang menyesatkan diiringi dengan gambar yang menggiurkan jika
datang secara bertubi-tubi akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa, atau
seakan kebenaran yang layak untuk dibela. Sebagaimana yang telah dimaklumi
bahwa dengan pemberitaan yang terus menerus, berita dusta dianggap fakta,
kesesatan menjelma sebagai kebenaran dalam pandangan manusia. Konon media
barat tidak mengenal berita yang benar atau yang salah, tetapi berita
cerdas atau bodoh. Berita cerdas adalah yang dikemas sehingga tak nampak
kedustaannya sedangkan berita bodoh adalah berita yang tampak kedustaannya.

Nampaknya usaha Al-A?war dan bala tentaranya betul-betul menuai panen
raya. Begitu banyak generasi kita yang jatuh ke dalam pelukannya. Mereka
mengikuti bujuk rayu Al-A?war, mendatangi umpannya, lalu menelan kailnya.
La haula walaa quwwata illa billah.

Akan tetapi, tidak sepantasnya kita berputus asa, karena betapapun
gigihnya usaha setan, bagi orang yang beriman dan konsisten dengan
keimanannya, tipu daya setan itu lemah:
?Karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.? (An-Nisa?: 76)

Menjauhi umpan setan, merusaknya hingga nampak maksud jahatnya di hadapan
manusia adalah sebagian solusi dan benteng bagi kita dan umat Islam dari
serangan Al-A?war dan bala tentaranya, Wallahul muwaffiq. (Majalah Ar
Risalah)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102209012738:6064 ;          Fri, 22 Oct 2004 09:01:27 +0700
$MessageID: <381-2200410522204500@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Seri Tauhid : Barangsiapa Mentaati Ulama dan Umara‘ Dalam Mengharamkan
Apa Yang Dihalalkan Allah....
PostedDate: 10/22/2004 09:00:04 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/22/2004 09:01:27 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 2F436CB93ABBD92347256F35000B1ED1
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/22/2004 09:01:27 AM-10/22/2004 09:01:29 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/22/2004 09:01:29 AM

Barangsiapa Mentaati Ulama dan Umara‘ Dalam Mengharamkan Apa Yang
Dihalalkan Allah, Atau Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Allah, Berarti Ia
Telah Mempertuhankan Mereka
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
---------------------------------------------------------------------------
-----
Ibnu 'Abbas berkata:
"Aku khawatir bila kalian ditimpa hujan batu dari langit. Aku menuturkan:
"Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam", tetapi kalian
malah mengatakan: "Kata Abu Bakar dan 'Umar"."

Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan:

"Aku merasa heran dengan orang-orang yang tahu tentang isnad hadits dan
keshahihannya, tapi mereka menjadikan pendapat Sufyan sebagai acuannya,
padahal Allah Ta'ala telah berfirman (artinya): "Maka hendaklah
orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa fitnah atau
ditimpa siksa yang pedih." (An-Nur: 63)

Tahukah kamu apa pengertian fitnah disini. Yaitu: Syirik. Bisa jadi
apabila dia menolak sabda beliau, akan terjadi dalam hatinya suatu
kesesatan, sehingga celakalah dia."

Diriwayatkan dari 'Adiy bin Hatim bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta'ala:

"Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai
tuhan-tuhan selain Allah ..." (Bara'ah/At-Taubah: 31)

Tutur 'Adiy kemudian: Maka aku berkata kepada beliau: "Sungguh kami
tidaklah menyembah mereka." Beliau bertanya: "Tidakkah mereka itu
mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, lalu kamu pun
mengharamkannya; dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang telah
diharamkan Allah, lalu kamu pun menghalalkannya?" Aku menjawab: "Ya." Maka
beliau bersabda: "Itulah ibadah (penyembahan) kepada mereka." (HR Imam
Ahmad dan At-Tirmidzi dengan menyatakan hasan)

Kandungan tulisan ini:

1. Tafsiran ayat dalam surah An-Nur. Ayat ini mengandung suatu peringatan
supaya kita jangan sampai menyalahi Kitab dan Sunnah.

2. Tafsiran ayat dalam surah Bara'ah. Ayat dalam surah Bara'ah menunjukkan
bahwa barangsiapa mentaati seseorang dengan menyalahi hukum yang telah
ditetapkan Allah berarti telah mengangkatnya sebagai tuhan selain Allah.

3. Perlu diperhatikan arti "ibadah", yang sebelumnya diingkari oleh 'Adiy.

4. Contoh kasus yang dikemukakan Ibnu 'Abbas dengan menyebut Abu Bakar dan
'Umar; dan yang dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dengan menyebut
Sufyan.

5. Hal tersebut telah berkembang sedemikian rupa, sehingga terjadi pada
kebanyakan orang penyembahan orang-orang shaleh yang dianggap sebagai amal
afdhal dan dipercayai sebagai wali (yang dapat mendatangkan suatu manfaat
atau mara bencana) serta penyembahan orang-orang alim melalui ilmu
pengetahuan dan fiqh (dengan diikuti apa saja yang mereka katakan, baik
sesuai dengan firman Allah dan sabda Rasul-Nya atau tidak).

6. Hal ini pun kemudian berkembang lebih parah lagi, sehingga disembah
pula orang-orang yang tidak shaleh (dengan dipercayai sebagai wali meski
perbuatannya melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya) dan disembah juga
orang-orang bodoh yang tidak berilmu (dengan dipatuhi saja pendapatnya,
bahkan bid'ah dan syirik yang mereka lakukan juga diikuti).
--------------------------
Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102208511666:5964 ;          Fri, 22 Oct 2004 08:51:16 +0700
$MessageID: <381-22004105221495462@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Anti Jilbab, Sebuah Konspirasi & Serangan Terhadap Islam
PostedDate: 10/22/2004 08:49:54 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/22/2004 08:51:17 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:07 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: E8D66E83F61EABA347256F35000A3060
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/22/2004 08:51:17 AM-10/22/2004 08:51:18 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/22/2004 08:51:18 AM

Anti Jilbab, Sebuah Konspirasi & Serangan Terhadap Islam

Akhir-akhir ini, jilbab telah menjadi satu topik yang ramai dibicarakan di
Perancis. Pada awal dekade 1990-an, Menteri Dalam Negeri Perancis telah
memerintahkan pelarangan penggunaan pakaian Islami oleh para pelajar
muslimah di sekolah-sekolah Perancis. Ketika itu, program anti jilbab
hanya dilakukan dalam bentuk surat perintah kepada kepala-kepala sekolah
dan keputusan akhir terletak pada kepala sekolah tersebut. Dengan cara
ini, ada kemungkinan kepala sekolah tetap mengizinkan pelajar muslimah
untuk tetap melanjutkan pelajaran mereka dengan mengenakan jilbab. Tetapi
akhir-akhir ini, program anti jilbab telah meluas hingga melakukan
pengusiran muslimah berjilbab dari tempat kerja mereka di pusat
pemerintahan dan pendidikan Perancis. Dari Perancis diberitakan bahwa
seorang anggota tim juri pengadilan kota Bubini, Paris, telah dipecat dari
pekerjaannya atas perintah Jaksa Agung Perancis karena muslimah tersebut
mengenakan jilbab.

Menteri Sosial Perancis, Francois Fillon dalam masalah ini menyatakan,
―Secara pribadi saya menyokong penuh pengesahan undang-undang yang
melarang penggunaan simbol agama apapun di sekolah-sekolah. Para imigran
Perancis haruslah secara menerima undang-undang republik ini dan kebijakan
sekularismenya secara mutlak.‖ Pernyataan Menteri Sosial Perancis ini
jelas aneh, karena dalam pandangannya, simbol agama hanyalah jilbab.
Sementara topi khas Yahudi atau kalung salib yang banyak dipakai
pelajar-pelajar di Perancis sama sekali diabaikan dan bukan dianggap
sebagai simbol agama.

Saat ini, terdapat sekitar lima juta penduduk muslim di Perancis dan umat
Islam merupakan kelompok agama terbesar urutan kedua di negara ini,
setelah Kristen. Sementara itu, kaum Yahudi di Perancis hanya berjumlah
setengah juta orang. Pemerintah Perancis sama sekali tidak menghiraukan
hak-hak warganya yang berjumlah besar itu, malah mengistimewakan
segelintir umat Yahudi. Pemerintah Perancis mengizinkan ribuan orang
Yahudi, untuk memakai jas dan celana hitam serta topi khusus yang menjadi
lambang agama mereka di berbagai tempat di negara ini. Parlemen Perancis
bahkan mengesahkan undang-undang yang memberikan hukuman keras terhadap
berbagai bentuk penghinaan atas kaum Yahudi di Perancis. Semua ini bisa
terjadi tentu saja karena besarnya lobi politik dan ekonomi umat Yahudi.

Poin menarik dari pengusiran para pelajar berjilbab di Perancis adalah
bahwa tindakan tersebut justru bertentangan dengan undang-undang negara
ini. Berlandaskan kepada undang-undang Perancis, belajar adalah hak
seluruh warga negara ini dan bahkan bila orang tua atau pihak lain
melarang anak-anak dan remaja bersekolah, mereka akan dikenakan sanksi.

Menurut para pengamat, reaksi ekstrim terhadap jilbab yang ditunjukkan
oleh pemerintah Perancis sesungguhnya dimaksudkan untuk menutup-nutupi
krisis-krisis politik dan sosial lainnya di Perancis. Francois Fillon yang
sepatutnya memerangi ketidakadilan dalam pelayanan pendidikan, kebobrokan
moral, dan kekosongan jiwa pelajar Perancis, malah menentang jilbab yang
menurutnya adalah sebuah simbol agama. Selain bahwa sebenarnya jilbab
bukan hanya sekedar simbol agama, melainkan sebuah tindakan yang amat
bermanfaat bagi ketenteraman sosial, sesungguhnya pemakaian jilbab adalah
hak pribadi seseorang dan menurut asas kebebasan di Perancis, pemakaian
jilbab sama sekali tidak melanggar hak orang lain dan karenanya, boleh
dipakai oleh siapa saja di negara ini.

Lucette Valensi, dosen perempuan di sekolah tinggi ilmu sosial Paris
mengatakan, ―Perintah Al Quran untuk menjaga kemuliaan dan pakaian
ditujukan baik kepada lelaki, maupun perempuan. Perintah ini sangat jelas
tercantum dalam Al-Quran, dimana perempuan mukmin tidak dibenarkan untuk
memperlihatkan perhiasannya kecuali beberapa bagian tertentu. Sementara
itu, kaum laki-laki yang beriman juga diperintahkan untuk menahan
pandangannya dan memelihara dirinya. Jilbab merupakan semacam pelindung
bagi kaum perempuan untuk menjaga harga dirinya sendiri dan harga diri
keluarganya.‖

Valensi menambahkan, ―Al Quran juga menyatakan bahwa wanita tidak perlu
senantiasa berjilbab. Mereka boleh tidak berjilbab ketika bersama suami,
ayah, ayah mereka, putera-putera, dan saudara lelaki, putera-putera
saudara lelaki, atau saudara perempuan mereka, dan juga di depan anak-anak
lelaki yang belum baligh.‖

Fatimah Lensel, seorang pakar Islam Austria berkata, ―Penggunaan jilbab
bagi wanita muslimah merupakan sebuah nilai dan sebuah pilihan yang
murni.‖ Fatimah Harnesi, salah seorang wanita Austria yang baru memeluk
agama Islam berkata, ―Keterbatasan jilbab, merupakan nilai yang lebih
tinggi dari kebebasan biasa manusia, karena pakaian agama merupakan kunci
kebebasan dari penjara hawa nafsu bagi perempuan dan masyarakat. Hari ini
saya memahami bahwa jilbab merupakan pelindung perempuan. Jilbab
menghalangi penjualan harga diri dan menghalangi diri dari tatapan atau
perhatian orang asing. Kenyataannya, jilbab yang tidak memperdagangkan
fisik perempuan, merupakan perhiasan nilai bagi jiwa dan kemanusiaan
seseorang. Karena itu, jilbab sesungguhnya adalah pakaian yang mulia dan
terpuji.‖

Sebagian pengamat mensinyalir bahwa kebijakan pelarangan jilbab di
Perancis ada hubungannya dengan aksi global pendiskreditan Islam pasca
Tragedi 11 September. Sebagaimana kita ketahui, setelah peledakan gedung
kembar WTC di AS itu, umat Islam di Amerika dan Eropa, termasuk Perancis,
terpaksa berhadapan dengan berbagai tekanan politik, psikologis, dan
sosial. Penggunaan istilah teror, pembunuhan, dan kekerasan yang ditujukan
dalam menggambarkan umat Islam telah menimbulkan pemahaman yang tidak
benar terhadap penganut ajaran agama Nabi Muhammad ini di Barat. Media
massa Barat dengan berbagai metode propaganda, berusaha untuk mengubah
kepercayaan rakyat Barat mengenai Islam dan umat Islam.
Namun, kenyataan di tengah masyarakat justru berbicara lain. Profesor
Leggenhousen dosen filsafat di Universitas Texas Amerika menyatakan,
―Manusia moderen Barat telah lelah dengan materialisme dan mereka mencari
perlindungan di bawah naungan agama. Ketertarikan mereka kepada Islam
merupakan suatu harapan yang manis buat mereka. Selepas peristiwa 11
September, propaganda anti Islam di Barat justru meninggalkan dampak yang
bertolak-belakang. Para pemuda Kristen malah cenderung dan tertarik kepada
agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa selepas peristiwa ini,
Quran menjadi sebuah buku yang paling laris terjual di Barat. Kini, banyak
wanita Barat yang berjilbab dan kami menilai hal ini sebagai sebuah hal
yang positif.‖

Michelle Lulun, seorang pendeta Perancis berkata, ―Sebagian dari analis
sekular sangat gencar memperkenalkan agama sebagai kendala bagi kemajuan
dan kebebasan. Umat Islam dan Kristen sesungguhnya mampu mewujudkan
keadilan, solidaritas, dan perdamaian di antara bangsa-bangsa. Saya
sebagai seorang pemeluk Kristen percaya bahwa dikarenakan nilai-nilai
akhlaknya yang istimewa, umat Islam harus diberikan kebebasan agama dan
harus diberi tempat yang layak dalam kehidupan sosial Perancis.‖


Larangan Berjilbab: Sebuah Serangan Terhadap Islam

Parlemen Perancis akhirnya pada tanggal 10 Februari lalu mengesahkan
undang-undang larangan berjilbab terhadap para muslimah di negara itu.
Larangan berjilbab ini, dalam bentuk lain, juga diberlakukan di berbagai
kawasan Eropa lainnya dan Amerika. Fenomena ini menunjukkan adanya
konspirasi yang telah direncanakan sebelumnya. Larangan berjilbab di
Perancis itu disahkan oleh parlemen negara ini tanpa menghiraukan protes
dan demonstrasi penentangan dari umat Islam seluruh dunia. Berbagai
organisasi hukum dan lembaga internasional pun turut memberikan reaksi
mereka terhadap masalah ini dan mengecam Perancis sebagai pelanggar
hak-hak asasi umat Islam.

Menurut pandangan para praktisi hukum, undang-undang yang akan
diberlakukan di sebuah negara haruslah bersesuaian dengan sejumlah faktor
dan parameter dasar undang-undang internasional dan hak-hak asasi yang
diakui secara umum. Faktor atau parameter tersebut di antaranya adalah
kesesuaian dengan fitrah dan esensi manusia, akal dan logika, dan bisa
mengikuti perkembangan zaman. Tetapi mengenai jilbab, parameter dasar
penetapan undang-undang ini sama sekali tidak dihiraukan. Penutup tubuh,
pada dasarnya membedakan manusia dan hewan dan merupakan satu peraturan
yang telah diterima dunia. Sejak dimulainya sejarah, ketelanjangan mutlak
tidak diterima oleh masyarakat kecuali di lingkungan yang terbatas sebab
manusia secara naluri cenderung untuk menutup anggota badan mereka.
Meskipun cara berpakaian terkait dengan prinsip keluarga, individu,
budaya, serta nilai-nilai sebuah masyarakat, namun berpakaian adalah
sebuah nilai universal yang dianut umat manusia seluruh dunia.

Di pihak lain, pengadilan di Eropa dan AS dalam berbagai kasus seputar
penggunaan jilbab, berkali-kali telah memberikan keputusan untuk
memberikan kebebasan penggunaan jilbab. Artinya, menurut undang-undang
yang dianut oleh negara-negara Barat tersebut, penggunaan jilbab bukanlah
sebuah tindak kriminal yang melanggar aturan negara. Bila ditinjau menurut
akal sehat, pakaian bukanlah ancaman terhadap sistem masyarakat dan
keamanan sebuah negara. Bahkan sejarah membuktikan, bila dalam sebuah
masyarakat kaum perempuannya menggunakan pakaian yang sopan dan memiliki
keterikatan terhadap aturan akhlak dan kemuliaan, masyarakat tersebut jauh
dari kekacauan dan tindakan asusila.
Dewasa ini, kaum perempuan di negara-negara industri dan maju sebagian
besarnya tidak lagi memiliki keamanan individu dan sosial yang diperlukan.
Sekjen Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO pada tahun 1997 secara resmi
menyebutkan bahwa di negara-negara maju, dari setiap lima perempuan,
seorang di antaranya pernah mengalami pelecehan seksual. Beberapa
penelitian yang dilakukan secara terpisah di Amerika menunjukkan data
bahwa 20 persen perempuan Amerika telah mengajukan tuntutan ke pengadilan
negara ini atas kasus pelecehan seksual. Dari fakta ini bisa disimpulkan
bahwa jika sebuah negara memang benar-benar ingin menjamin keamanan sosial
warganya, undang-undang yang terlebih dahulu harus dibuat adalah aturan
berpakaian kaum perempuan yang sesuai dengan fitrah manusia.

Sesungguhnya, masalah utama di balik keluarnya undang-undang pelarangan
jilbab ialah ketakutan pemerintah negara-negara Barat terhadap semakin
berkembangnya Islam. Negara-negara Barat senantiasa berusaha untuk
memburukkan citra Islam, di antaranya dengan menggambarkan bahwa Islam
mengekang kaum muslimah dengan aturan-aturan agama yang ketat. Namun kini,
kaum muslimah telah mampu tampil ke tengah masyarakat di berbagai bidang.
Kaum muslimah berhasil membuktikan bahwa kepatuhan terhadap aturan-aturan
agama Islam, termasuk aturan berjilbab, sama sekali tidak menghalangi
mereka untuk beraktivitas dan mengembangkan potensi semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa pelarangan jilbab di Perancis dan
negara-negara Barat lainnya, merupakan usaha Barat untuk memaksa umat
Islam agar melanggar hukum agama mereka sendiri. Oleh karena itu,
undang-undang larangan berjilbab di Perancis merupakan sebuah ujian bagi
umat Islam. Jika undang-undang ini berhasil dilaksanakan dan kaum muslimah
Perancis bersedia melepaskan jilbab mereka, gerakan anti jilbab ini akan
semakin meluas ke seluruh negara-negara Barat. Bagi pemerintah
negara-negara Barat, yang menjadi masalah sesungguhnya bukanlah jilbab
yang merupakan aturan Islam, melainkan keberadaan agama Islam itu sendiri.

Dewasa ini, tingkat kecenderungan terhadap Islam di dalam masyarakat Barat
semakin tinggi. Selama tiga dasawarsa lalu, anak-anak muda Barat memegang
ideologi nihilisme atau ateisme, dan mereka menjalani kehidupan
berdasarkan ideologi tersebut. Namun zaman membuktikan bahwa kehidupan
dengan ideologi nihilisme hanya berujung pada kesia-siaan dan
keputus-asaan. Karena itulah, kaum muda di Barat kini tengah berusaha
mencari jalan hidup baru yang bisa membawa mereka kepada kebahagiaan.
Islam dengan ajarannya yang mulia dan suci, menawarkan jalan hidup yang
benar kepada pemeluknya, yang menjamin kebahagiaan hidup di dunia dan
akhirat. Ketertarikan masyarakat Barat terhadap Islam ini membuat
pemerintah mereka merasa terancam karena Islam adalah ajaran yang
menentang penyelewengan kekuasaan dan moral, sesuatu penyelewengan yang
selama ini selalu dipraktekkan oleh pemerintah Barat.

Samuneh Fur, seorang wanita Perancis berusia 65 tahun yang memeluk agama
Islam pada tahun 1964 mengatakan, ―Undang-undang larangan berjilbab
ditetapkan untuk menghalangi meluasnya pengaruh Islam di Perancis. Anak
muda muslim di Eropa kini menyambut jilbab dengan lebih baik dibandingkan
dari waktu-waktu yang lampau dan hal ini menimbulkan ketakutan pada
masyarakat Eropa.‖

Muhammad Abu Athrus dari Strasbourg menyatakan, ―Perancis adalah sebuah
negara yang harus menghormati kebebasan individu. Jilbab merupakan sebuah
pilihan pribadi dan setiap orang harus memiliki kebebasan dalam membuat
keputusan. Pengesahan undang-undang larangan berjilbab di Perancis
membuktikan adanya masalah yang lebih penting dan lebih dalam dari sekedar
penggunaan jilbab, yaitu ketakutan mereka terhadap infiltrasi budaya
Islam.‖
Abu Athrus yang telah tinggal selama 40 tahun di Perancis dan mempunyai
anak-anak yang berkewarganegaraan Perancis, selanjutnya berkata, ―Anak
saya pergi ke sekolah dengan menggunakan jilbab karena itulah yang
diperintahkan oleh Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada undang-undang yang
bisa menolak pakaian ini dan kami akan tetap melaksanakan aturan Tuhan
ini.‖

Abdul Salam Banesh, seorang warga Perancis warga asal Maroko yang
merupakan imam masjid, mengatakan, ―Sebenarnya, Islamlah yang menjadikan
sasaran dalam pengesahan undang-undang larangan berjilbab ini. Islam
selama ini telah diperkenalkan sebagai musuh Barat, namun kini
perkembangan Islam di Barat malah semakin meluas karena Islam merupakan
agama yang komprehensif dan mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan.
Perkembangan Islam inilah yang membuat pemerintah Barat ketakutan.‖

Mehrshad Shababi, Ketua ―Organisasi Perempuan Pencinta Perdamaian dan
Kebebasan‖, dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa dengan pengesahan
undang-undang larangan berjilbab itu, Eropa berkeinginan untuk
mengeluarkan kaum muslimah dari aktivitas kemasyarakatan dan untuk
melecehkan ajaran agama Islam, dengan tujuan agar bisa melakukan pelecehan
di bidang yang lain terhadap Islam. Selain itu, Barat juga menginginkan
agar umat Islam tidak lagi mempunyai simbol agama apapun dalam masyarakat.
Namun dalam hal ini, sejarah Islam membuktikan bahwa para musuh Islam sama
sekali tidak pernah bisa memadamkan cahaya Ilahi.‖


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102208193601:5790 ;          Fri, 22 Oct 2004 08:19:36 +0700
$MessageID: <381-220041052211813529@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: 'Islam' dalam Buku Baru Huntington "Who Are We"
PostedDate: 10/22/2004 08:18:13 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/22/2004 08:19:36 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:07 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 39410C91110B3EB647256F35000749E4
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/22/2004 08:19:36 AM-10/22/2004 08:19:37 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/22/2004 08:19:37 AM

'Islam' dalam Buku Baru Huntington "Who Are We"
oleh : Adian Husaini (Hidayatullah.com)

Nama Samuel P Huntington identik dengan wacana clash of civilizations,
meskipun wacana ini sudah diluncurkan oleh Bernard Lewis, melalui
artikelnya berjudul The Roots of Muslim Rage di jurnal Atlantic Monthly,
September 1990. Artikel Lewis ini merupakan persiapan untuk menentukan
siapa ''musuh baru'' Barat pasca Perang Dingin.

Huntington kemudian mempopulerkan wacana Lewis. Pemikirannya tentang clash
of civilizations khususnya antara Islam dengan Barat masih terus menjadi
perbincangan luas. Bukan karena kualitas ilmiah wacana populer tersebut,
tetapi karena banyaknya kecocokan antara pemikiran dan saran Huntington
dengan perkembangan politik global saat ini. Khususnya, kebijakan politik
Barat (terutama AS) terhadap Islam.

Buku terkenalnya, The Clash of Civilizations and the Remaking of World
Order, lebih ditujukan sebagai bahan nasihat bagi pengambil kebijakan
politik Barat, khususnya AS, dan bukan untuk satu kajian ilmiah dalam ilmu
sosial.

Ia menulis dalam pengantar bukunya: This book is not intended to be a work
of sosial science. It is instead meant to be an interpretation of the
evolution of global politics after the Cold War. It aspires to present a
framework, a paradigm, for viewing global politics that will be meaningful
to scholars and useful to policymakers.

Kini, Huntington kembali meluncurkan buku barunya, berjudul Who Are We?:
The Challenges to America's National Identity (New York: Simon&Schuster,
2004). Huntington adalah ilmuwan politik dari Harvard University yang juga
dikenal sebagai penasihat politik kawakan Gedung Putih. Di samping pernah
menduduki jabatan-jabatan prestisius di bidang akademis, Huntington juga
aktif terlibat dalam perumusan kebijakan luar negeri AS. Tahun 1977-1978
ia bekerja di Gedung Putih sebagai Coordinator of Security Planning for
the National Security Council.
Jika di dalam The Clash of Civilizations Huntington masih tidak terlalu
tegas menyebut ''Islam'' sebagai alternatif musuh baru bagi Barat, maka
dalam bukunya, Who Are We? ia menggunakan bahasa yang lebih lugas, bahwa
musuh utama Barat pasca Perang Dingin adalah Islam yang ia tambah dengan
predikat ''militan''. Namun, dari berbagai penjelasannya, definisi ''Islam
militan'' melebar ke mana-mana, ke berbagai kelompok dan komunitas Islam,
sehingga definisi itu menjadi kabur.

Dalam Who Are We? Huntington menempatkan satu sub-bab berjudul Militant
Islam vs America, yang menekankan, bahwa saat ini, Islam militan telah
menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS. (This new war
between militant Islam and America has many similarities to the Cold War).
Jadi, Huntington memang menggunakan istilah ''perang'' (war) antara AS
dengan Islam militan. Jika saat berperang dengan Uni Soviet yang memiliki
persenjataan seimbang dengan AS, masih digunakan istilah ''Perang Dingin''
maka sekarang predikat ''Dingin'' sudah tidak ada lagi.

Penggunaan istilah war merupakan refleksi kebijakan baru politik AS
sebagaimana disarankan Huntington. Saat berdialog dengan Anthony Giddden,
pada late spring 2003, Huntington mendukung dilakukannya preemptive strike
terhadap kaum militan. Nasihat Huntington memang telah dijalankan. Pada
awal Juni 2002, doktrin preemptive strike (serangan dini) dan defensive
intervention (intervensi defensif) secara resmi diumumkan. Melalui doktrin
ofensifnya yang baru ini, AS telah mengubah secara radikal pola
''peperangan'' melawan ''musuh''. Sebelumnya, di masa Perang Dingin saat
menghadapi komunis, AS menggunakan pola containtment (penangkalan) dan
deterrence (penangkisan). Kini menghadapi musuh baru yang diberi nama
Islam militan AS menggunakan pola preemptive strike dan defensive
intervention.

Dari kasus doktrin preemptive strike ini tampak bagaimana pola pikir
''bahaya Islam'' atau ''ancaman Islam'' yang dikembangkan ilmuwan seperti
Huntington, berjalan cukup efektif. Dengan doktrin itu, AS dapat melakukan
berbagai serangan ke sasaran langsung, meskipun tanpa melalui persetujuan
PBB. Pola pikir Huntington, bahwa ''Islam'' lebih berbahaya dari
''komunis'' juga tampak mewarnai kebijakan politik dan militer AS tersebut.

Tentu saja, yang penting kemudian adalah pendefinisian siapa yang dimaksud
sebagai ''musuh baru yang lebih bahaya dari komunis?'' Dalam Who Are We?
Huntington menyebut, yang disebut sebagai Islam militan bukan hanya Usamah
bin Ladin atau kelompok Alqaidah. Tetapi, banyak kelompok lain yang
bersifat negatif terhadap AS. Kata Huntington, sebagaimana dilakukan oleh
Komunis Internasional dulu, kelompok-kelompok Islam militan melakukan
protes dan demonstrasi damai, dan partai-partai Islam ikut bertanding
dalam pemilihan umum. Mereka juga melakukan kerja-kerja amal sosial.

Dengan definisi dan penggambaran seperti itu, banyak kelompok Islam yang
dimasukkan ke dalam kategori militan, dan layak diserang secara dini.
Tanpa menampilkan sebab-sebab dan fakta yang komprehansif, misalnya,
Huntington menulis, bahwa selama beberapa dekade terakhir, kaum Muslim
memerangi kaum Protestan, Katolik, Kristen Ortodoks, Hindu, Yahudi, Budha,
atau Cina. (In recent decades, Muslims have fought Protestan, Catholic,
and Orthodox Christians, Hindus, Jews, Buddhists, and Han Chinese). Ia
tidak menjelaskan, apakah dalam kasus-kasus itu kaum Muslim diperangi dan
dizalimi, atau Muslim yang memerangi. Dalam menyinggung kasus Bosnia,
misalnya, dia tidak memaparkan bagaimana kaum Muslim menjadi korban
kebiadaban yang tiada tara di Bosnia. Dan ketika itu, AS dan sekutunya
menjadi penonton yang baik pembasmian umat Muslim.

Samantha Power, dalam bukunya A Problem from Hell: America and The Age of
Genocide (London: Flamingo, 2003), membongkar habis-habisan sikap tidak
peduli AS terhadap praktik pembasmian umat manusia di berbagai tempat,
termasuk di Bosnia. Buku ini memenangkan hadiah Pulitzer tahun 2003. Dalam
kasus Bosnia, tulis Samantha, AS bukan hanya tidak berusaha menghentikan
pembasmian etnis Muslim, tetapi malah memberi jalan kepada Serbia untuk
melaksanakan kebiadaban mereka. (Along with its European allies, it
maintained an arms embargo against the Bosnian Muslims from defending
themselves). Untuk Bosnia, Samanta yang menjadi saksi berbagai kebiadaban
Serbia di Bosnia, menulis judul Bosnia: No More than Witnesses at a
Funeral.

Sebagaimana ilmuwan ''neo-orientalis'' lainnya, seperti Bernard Lewis,
Huntington juga tidak mau melakukan kritik internal terhadap kebijakan AS
yang imperialistik sebagaimana banyak dikritik oleh ilmuwan-ilmuwan
seperti Noam Chomsky, Paul Findley, dan Edward Said. Ia tidak mengakui
bahwa kebijakan AS yang membabi buta mendukung kekejaman dan penjajahan
Israel adalah keliru dan menjadi satu sebab penting tumbuhnya
ketidakpuasan dan kemarahan kaum Muslim dan umat manusia. Ia hanya mau
menunjukkan bahwa Islam adalah potensi musuh besar dan bahaya bagi Barat
dan AS khususnya. Ia menampilkan polling di sejumlah negeri Islam yang
menunjukkan, sebagian besar kaum Muslim sangat tidak menyukai kebijakan
AS. Misal, sebuah polling di sembilan negara Islam, antara Desember
2001-Januari 2002, menampilkan realitas opini di kalangan Muslim, bahwa AS
adalah ''kejam, agresif, sombong, arogan, mudah terprovokasi dan bias
dalam politik luar negerinya.''

Tetapi, Huntington tidak mau menampilkan fakta bahwa kebencian masyarakat
Barat (Eropa dan rakyat AS sendiri) terhadap kebijakan-kebijakan politik
AS juga sangat besar. Bahkan, jauh lebih besar dari apa yang terjadi di
kalangan Muslim. Di dunia Islam, tidak ada demonstrasi besar-besaran
diikuti ratusan ribu sampai jutaan orang dalam menentang AS seperti yang
terjadi di berbagai negara Eropa dan di dalam AS sendiri. Banyak ilmuwan
dan tokoh AS, seperti Chomsky, William Blum, yang tanpa ragu-ragu memberi
julukan AS sebagai a leading terrorist state, atau a rogue state. Karena
itu, sangatlah naif, bahwa ilmuwan seperti Huntington ini justru mencoba
menampilkan fakta yang tidak fair dan sengaja membingkai Islam sebagai
musuh baru AS. Bahkan ia menyatakan, The rhetoric of America's ideological
war with militant communism has been transferred to its religious and
cultural war with militant Islam.

Huntington, Bernard Lewis, dan kawan-kawannya terus berkampanye agar
negara-negara Barat lain juga mengikuti jejak AS dalam memperlakukan Islam
sebagai alternatif musuh utama Barat, setelah komunis. John Vinocur, dalam
artikelnya berjudul Trying to Put Islam on Europe's Agenda, (International
Herald Tribune, 21 September 2004), mencatat, But Huntington insists
Europe's situation vis-a-vis Islam is more acute. Skenario inilah yang
dirancang kelompok ''neo-konservatif'' di AS, yang beranggotakan
Yahudi-Zionis, Kristen fundamentalis, dan ilmuwan konfrontasionis. (Lihat
buku The High Priests of War (Washington DC: American Free Press, 2004),
karya Michel Colin Piper).

Tanpa pendefinisian yang jelas terhadap ''Islam militan'', maka itu akan
menyeret kaum Muslim lainnya. Itu, misalnya, menimpa Thariq Ramadhan dan
Yusuf Islam, yang dilarang memasuki AS. Begitu juga ribuan warga Muslim
yang menerima perlakuan tidak manusiawi. Dalam sub-bab berjudul The Search
for an Enemy, Huntington mencatat, bahwa pasca Perang Dingin, AS memang
melakukan pencarian musuh baru, yang kemudian menemukan musuh baru bernama
''Islam militan'', setelah peristiwa WTC. Huntington menulis: Some
Americans came to see Islamic fundamentalist groups, or more broadly
political Islam, as the enemy, epitomized in Iraq, Iran, Sudan, Libya,
Afghanistan under Taliban, and to lesser degree other Muslim states, as
well as in Islamic terrorist groups such as Hamas, Hezbollah, Islamic
Jihad, and the al-Qaeda networkThe cultural gap between Islam and
America's Christianity and Anglo-Protestanism reinforces Islam's enemy
qualifications. And on September 11, 2001, Osama bin Laden ended America's
search. The attacks on New York and Washington followed by the wars with
Afghanistan and Iraq and more diffuse war on terrorism make militant Islam
America's first enemy of the twenty-first century.

Di sini, tampak, bahwa sangatlah sulit dunia Islam menerima standar AS
dalam soal Islam militan. Dunia Islam, misalnya, tetap menolak memasukkan
Hamas atau Jihad Islam di Palestina, sebagai kelompok teroris, sebab
mereka melakukan perjuangan membebaskan negeri mereka dari penjajahan
Israel. Buku Who Are We? memang masih merupakan kelanjutan garis berpikir
Huntington dalam soal Islam dari buku The Clash of Civilizations.
Sebagaimana Lewis, Huntington sudah jauh-jauh hari mengingatkan Barat agar
mereka waspada terhadap perkembangan Islam. Sebab, Islam adalah
satu-satunya peradaban yang pernah menggoyahkan dan mengancam peradaban
Barat. (Islam is the only civilization which has put the survival of the
West in doubt, and it has done at least twice).

Karena itulah, Huntington memperingatkan, pertumbuhan penduduk Muslim
merupakan satu faktor destabilitas terhadap masyarakat Muslim dan
lingkungannya. Jumlah besar kaum muda Muslim dengan pendidikan menengah
akan terus memperkuat kebangkitan Islam dan militansi Islam, militerisme,
dan imigrasi. Hasilnya, pada awal-awal abad ke-21, Barat akan menyaksikan
kebangkitan kekuatan dan kebudayaan non-Barat dan sekaligus benturan
antar-masyarakat non-Barat atau dengan Barat.

Sebagaimana buku The Clash of Civilizations, buku Who Are We? perlu
dicermati dalam konteks skenario politik global terhadap Islam, yang
sebenarnya merupakan satu upaya ''viktimisasi Islam'' untuk menutupi
berbagai kesalahan kebijakan AS. Apakah John Kerry jika menang Pemilu
Presiden AS mampu keluar dari ''skenario Huntington''? Biasanya sulit.
Tapi, siapa tahu? (RioL)

* (Mahasiswa ISTAC-IIUM Kuala Lumpur)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102208114765:5564 ;          Fri, 22 Oct 2004 08:11:47 +0700
$MessageID: <381-220041052211025176@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Membongkar Fanatisme Anti-Muslim
PostedDate: 10/22/2004 08:10:25 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/22/2004 08:11:48 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 7085C57E4C6CF74447256F35000692D7
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/22/2004 08:11:48 AM-10/22/2004 08:11:49 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/22/2004 08:11:49 AM

Membongkar Fanatisme Anti-Muslim

Lagu mengembuskan ''kekuatan'' mempengaruhi opini publik. Itulah yang
ditakuti sebagian politisi Amerika Serikat (AS) ketika mereka menonton
video klip Cinnamon Girl yang dinyanyikan sang bintang musik rock negeri
Paman Sam, Prince. ''Cinnamon Girl of mixed heritage, never knew the
meaning of color lines,'' demikian lirik lagu yang dapat diartikan sebagai
si gadis keturunan campuran, yang tak tahu-menahu sistem masyarakat yang
terkotak-kotak.

Sesekali, Prince memainkan gitar sebagai bagian dari atraksinya. Lagu itu
berkisah tentang seorang gadis keturunan Arab-Amerika. Serangan 11
September 2001 silam telah mengubah hidupnya. Ia pun ikut tersudut dan
mengalami diskriminasi dari teman-teman sekolahnya.

Dalam rasa tak berdaya, ia pulang dari sekolah dengan berurai air mata.
Suatu hari si gadis pulang dan menemukan dinding rumahnya penuh dengan
coretan grafiti oleh para ''musuh teroris'', sebuah tuduhan yang menohok
hati si anak dara. Sementara sang ibu yang berkerudung berusaha keras
menutupi segala tulisan berbahasa Arab. Dengan air mata membanjiri pipi,
si gadis pun berdoa. Ia tak tahan lagi menghadapi hujan tudingan berbau
rasial, di mana pun ia berada.

''Cinnamon Girl...Don't cry, don't shed no tears/One night won't make us
feel cause we know how this movie's ending,'' lagu Prince pun berlanjut.
Gadis kecil, jangan menangis, jangan lagi kau tumpahkan air mata. Didera
putus asa, si Cinnamon Girl memutuskan untuk meledakkan diri di sebuah
bandar udara. Namun ia tertegun. Ia menyaksikan anak-anak yang tengah
memeluk ayah mereka dengan penuh kerinduan dan kasih. Di penghujung rasa
tertegunnya, ia pun membatalkan niatnya.

Si gadis Cinnamon dimainkan oleh salah satu nominator piala Oscar, Keisha
Castle Hughes pemeran film Whale Rider. Pesawat tempur AS jenis F-16,
agen-agen FBI, serta menara masjid ditampilkan dalam latar belakang klip
berdurasi empat menit ini. Tampil pula asap tebal yang mengepul di atas
kota ang dilanda pertempuran, sebagai gambaran dari invasi pimpinan AS ke
Irak. Video klip ini pun langsung mengundang reaksi. Tak dipungkiri, video
dan lirik lagu ini membongkar fenomena di AS: kebijakan Presiden George W
Bush seusai 11 September 2001 telah memojokkan sekitar enam juta Muslim
yang hidup di negeri Paman Sam serta invasi ke Irak.

Para penulis sayap kanan dan politisi di AS bak kebakaran jenggot.
Televisi MSNBC pun membahas kontroversi video klip ini dalam acara mereka,
''Today Show''. Michelle Malkin, penulis In Defense of Internment: The
Case for Racial Profiling in World War II and the War on Terror ini,
menuding Prince mengeksploitasi alasan pembenaran yang digunakan keturunan
Arab-Amerika untuk menarik simpati pada aksi ''teror dan pembunuhan''.
Itulah kekuatan sebuah lagu. Bagi penggemar Prince, cap ''kontroversial''
dinilai sebagai alasan dibuat-buat. Produser video klip tersebut, Phil
Harder dari Harder-Fuller Films, mengatakan, ''Prince berniat untuk
mencuatkan semacam dialog.''

Sebenarnya karya Prince bukanlah yang pertama kalinya mengungkap kedok di
balik anti-teror yang digagas AS. Apalagi dalih anti-teror itu berlanjut
pada invasi ke Irak yang berujung pada tewasnya puluhan ribu warga sipil
Irak. Laporan pada Mei 2004 oleh Kantor Riset Senat AS menyimpulkan bahwa
warga Arab Amerika dan masyarakat Muslim di AS telah memikul beban
berbagai undang-undang khusus yang konon diciptakan lembaga federal untuk
pengamanan dalam negeri pasca-11 September, salah satunya Patriot Act.
Lebih dari 1.200 Muslim dan Arab Amerika ditahan sejak serangan 11
September tersebut. Tak jarang di antaranya ditahan dengan alasan tak
jelas.

Sedangkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) semisal Amnesty International
berulang kali mengatakan bahwa diskriminasi ras oleh badan penegakan hukum
AS telah meningkat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Perbandingan
pada orang-orang terjaring tersebut mencapai satu dari sembilan warga
Amerika. LSM itu menegaskan, sebagian besar dari sasarannya adalah Muslim.
Hebatnya lagi, kebijakan anti-teror pemerintahan Bush diterjemahkan ke
dalam pula pada kebijakan luar negeri. Invasi Irak adalah salah satu
wujudnya.

Padahal lebih dari 650 ahli kebijakan luar negeri AS sendiri telah
mengirim surat terbuka kepada Bush. Isinya menyebutkan bahwa invasi ke
Irak adalah perang yang ''paling salah sasaran'' sejak perang Vietnam
terjadi. Invasi itu, tulis mereka, didasari oleh klaim ''palsu''. Delapan
belas bulan setelah invasi --terjadi pada Maret 2003, Sekretaris Jenderal
PBB, Kofi Annan, akhirnya buka suara. Ia mengatakan bahwa invasi yang
digagas AS itu ''ilegal'' dan bertentangan dengan Piagam PBB.

Untuk menambah daftar tersebut, tercatat pula laporan ketua tim AS yang
bertugas memeriksa senjata di Irak, Charles Duelfer. Menurutnya, sebelum
invasi AS, Irak tak memiliki senjata pemusnah massal. Rupanya, fenomena
inilah yang ditangkap Prince. Meski disayangkan bahwa gambaran yang
ditangkapnya pun belum utuh. Kisah seorang gadis yang ingin meledakkan
diri rasanya berlebihan. Dari gambaran Prince, seseorang menjadi
''martir'' --meski kemudian batal-- karena terpojok, apalagi sasarannya di
bandara. Mengacu pada perjuangan di Palestina, misalnya, tak semudah itu
seseorang memutuskan menjadi ''martir''. (RioL)


Cinnamon Girl :: Prince

As war drums beat in Babylon
Cinnamon girl starts 2 pray
Eye've never heard a prayer like this 1
Never b4 that day

Tearful words of love 4 people she had never met b4
Asking God 2 grant them mercy in this face of a holy war

Cinnamon Girl

Cinnamon Girl of mixed heritage
Never knew the meaning of color lines
911 turned that all around
When she got accused of this crime

So began the mass illusion, war on terror alibi
What's the use when the god of confusion keeps on telling the same lie?

Cinnamon Girl

Don't cry, don't shed no tears
1 night won't make us feel
Cause we know how this movie's ending

Cinnamon Girl

As war drums beat in Babylon
And scorch the blood red sky
Militants bomb the foreign gun
Both sides truly die

Cinnamon girl opens the book she knows will settle all the scores
Then she prays after the war that there will not b anymore

Cinnamon Girl


You can watch the video at:
http://music.channel.aol.com/artist/main.adp?tab=av&artistid=5182



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102208094385:5464 ;          Fri, 22 Oct 2004 08:09:43 +0700
$MessageID: <381-22004105221821408@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: "Crusade Modern" yang sangat berbahaya
PostedDate: 10/22/2004 08:08:21 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/22/2004 08:09:44 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: B4109992E3E0C90047256F3500066285
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/22/2004 08:09:44 AM-10/22/2004 08:09:45 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/22/2004 08:09:45 AM

"Crusade Modern" yang sangat berbahaya

Kapitalisme, Demokrasi, Pluralisme, HAM, dan Politik pasar bebas

Setelah lebih 79 tahun berlalu (sejak runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah di
Turki pada Maret 1924) umat Islam di seluruh dunia bak anak ayam yang
kehilangan ibunya (Daulah Khilafah).

Umat Islam di mana pun mereka berada tergapai-gapai mencari secuil simpati
akibat penindasan dan permasalahan yang datang secara bertubi-tubi dan tak
kunjung henti-hentinya setelah ‗ibu‘ mereka telah tiada. Penduduk bumi
yang sebelah Barat sana telah membawa pisau (yang digunakan untuk
menyembelih dan membunuh ibu mereka) kepada kaum muslimin yang berlumuran
darah dengan titisan darah ‗ibu‘ mereka. Yang kemudian dengan arah yang
tak menentu orang-orang Muslim berjabat tangan dengan pembunuh yang
memegang pisau yang masih menitiskan darah ibu mereka tanpa mereka sadari
bahwa jabatan tangan itu jualah yang bakal menghancurkan mereka.

Barat yang diketuai oleh Amerika Serikat sebenarnya masih takut untuk
melihat Islam itu bangkit kembali. Oleh yang demikian itu mereka dengan
segala daya dan upaya untuk mencoba meraih perhatian kaum muslimin dan
menjauhkan kaum muslimin dari pada pegangan Islam yang dibawa oleh
Rasulullah saw. Untuk itu mereka telah melancarkan berbagai macam serangan
demi serangan untuk mencapai hasrat mereka.

Untuk melancarkan serangannya terhadap Dunia Islam, Amerika Serikat
menyandarkan dirinya pada dasar-dasar sebagian utama di antranya berikut
di bawah ini:

Pertama, Posisi Amerika Serikat dalam politik antara bangsa dan
pengaruhnya yang kuat terhadap Dunia Islam. Keadaan ini terwujud setelah
Perang Teluk II dan III yang telah menghasilkan keuntungan-keuntungan
politik bagi AS, yaitu pemantapan hegemoninya di dunia Islam secara
keseluruhan. Akibat adanya posisi dan pengaruh Amerika Serikat itu, Dunia
Islam menjadi pihak yang paling banyak menerima tekanan-tekanan AS dan
menjadi sasaran serangan AS yang bertujuan untuk menghancurkan Islam
dengan cara memimpin dan mengajak kaum muslimin untuk menganut Kapitalisme
yang demokratis.

Kedua, Kepemimpinan AS ke atas negara-negara kapitalis lain yang
bercita-cita untuk turut serta dalam serangan yang dilancarkan AS. Selain
itu, AS juga telah melemahkan pengaruh negara-negara kapitalis tadi dan
menundukkan agen-agennya di dunia Islam demi kelancaran serangannya.
Meskipun demikian, negara-negara kapitalis tadi sebenarnya tak berbeda
dengan AS dalam pandangannya terhadap Islam, yakni Islam dianggap sebagai
bahaya laten yang mengancam negara-negara Kapitalis berikut seluruh
pengaruh dan kepentingannya.

Ketiga, AS mempunyai legislatif dan alat antara bangsanya, yaitu PBB dan
Piagam PBB, termasuk berbagai badan dan organisasi yang menginduk kepada
PBB. Semua alat ini telah dikendalikan oleh AS untuk menjalankan
strateginya dan memberikan legitimasi antara bangsa terhadap segala
tindakan yang dianggap perlu dan menguntungkan bagi Amerika Serikat, baik
tindakan dalam bidang politik, ekonomi, kemiliteran, dan yang lainnya.

Keempat, Sarana-sarana media massa antara bangsa telah dikuasai oleh
Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, kemudian dijadikan senjata paling
mematikan untuk melancarkan serangan. Sarana-sarana itu dimanfa‘atkan AS
untuk menjajakan slogan-slogan yang mereka gunakan dalam serangan itu.
Melalui saranan-sarana ini,AS menggambarkan citra buruk mengenai Islam
serta membangkitkan rasa benci dan permusuhan dunia terhadap orang-orang
yang berpegang teguh pada Islam.

Mereka yang konsisten terhadap Islam ini telah dilabel dan dicaci maki
dengan bermacam-macam predikat: fundamentalis, radikalis, ekstrimis,
teroris, dan sejenisnya. Tidak diragukan lagi, senjata mereka ini
sangatlah berbahaya, terutama setelah adanya revolusi komunikasi dan
informasi yang berlangsung pada abad saat berjalan ini, sehingga dunia
seakan-akan telah berubah menjadi sebuah desa kecil. Akibatnya,
hampir-hampir tidak ada satu rumah pun di dunia ini yang tidak dimasuki
oleh arus informasi, baik informasi yang dapat dibaca maupun yang bersifat
audio visual. Kelima, Dasar yang paling berbahaya ialah para penguasa yang
menjadi agen AS dan sekutu-sekutunya, termasuk orang-orang yang ada di
sekitar para penguasa tersebut. Orang-orang yang rapat dengan para
penguasa ini terdiri dari para penjilat hina yang munafik, orang-orang
lemah yang pragmatis dan para intelektual yang kenyang dengan kebudayaan
Barat yang menjadi kafir dan tertipu oleh metode kehidupan mereka.
Termasuk juga dalam kategori ini sebahagian orang yang pura-pura membela
Islam, seperti para ulama pendukung penguasa, individu-individu tertentu
yang ditonjol-tonjolkan sebagai intelektual muslim dan beberapa tokoh
harakah (gerakan) Islam.

Pada hakikatnya, mereka ini tak lebih hanyalah orang-orang sekular yang
mempropagandakan pemisahan agama dari kehidupan. Semua pihak yang tersebut
di atas telah berkomplot dan berkhidmat demi menyenangkan dan menjayakan
serangan Amerika, yang sesungguhnya bertujuan menuntun kaum muslimin agar
membuang ideologi Islam dan kemudian memeluk ideologi kapitalisme. Dalam
hal ini qaidah dan sarana yang digunakan oleh para penguasa dan para
pecundangnya adalah dalam berbagai cara, di antaranya:
1. Menyesatkan umat Islam melalui berbagai macam media massa.
2. Memanipulasi pemahaman, pemikiran dan hukum Islam.
3. Menerapkan peraturan-peraturan yang menjadi kufur dan melegislasi
berbagai hukum dan undang-undang untuk menerapkan peraturan kufur itu.
4. Mengadakan berbagai perjanjian dan kesepakatan agar negara-negara di
Dunia Islam tetap lestari berada di bawah telapak kaki orang-orang kafir
dan cengkeramannya.
5. Menjalankan rencana dan skenario yang dikarang oleh kaum kafir, yang
bertujuan untuk menghina dinakan umat Islam dengan cara memusnahkan
nilai-nilai luhur dalam ajaran Islam.
6. Menumpas secara paksa dan kejam terhadap para pejuang Islam yang telah
sadar dan ikhlas dari kalangan putera-puteri umat Islam, dengan tujuan
untuk membungkam mulut mereka dan menyebarkan rasa ngeri sekaligus
melancarkan kejahatan terhadap rakyatnya sendiri. Dengan demikian, para
penguasa itu berharap agar tiada seorang pun yang berani menyuarakan
kebenaran secara terang-terangan, sehingga mereka akan lebih mudah
menginjak-injak umat dan memimpin mereka agar rela/ridha meyakini
kekufuran itu dan ikhlas diinjak-injak kaum kafir.

Kelima, dasar inilah merupakan dasar-dasar utama yang digunakan oleh AS
untuk melancarkan serangannya melawan kaum muslimin. Serangan ini
bertujuan untuk menghancurkan Islam dengan cara menggiring kaum muslimin
untuk memeluk dan menganut ideologi Kapitalisme.

Serangan AS itu terwujud dalam empat slogan yang sebenarnya merupakan
cabang ideologi Kapitalisme, yaitu: demokrasi, pluralisme, hak asasi
manusia, dan politik pasar bebas.

Dasar (asas) slogan-slogan ini adalah aqidah Kapitalisme, yaitu aqidah
pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme). Aqidah ini, sebenarnya
bukanlah hasil proses berfikir. Bahkan, tidak dapat dikatakan sebagai
pemikiran yang logik. Aqidah pemisahan agama dari kehidupan tak lain
hanyalah penyelesaian yang berkecenderungan ke arah jalan tengah atau
bersikap moderat, antara dua pemikiran yang kontradik.

Kedua pemikiran ini, yang pertama adalah pemikiran yang diserukan oleh
tokoh-tokoh gereja di Eropah sepanjang abad Pertengahan (abad 5 – 15 M),
yakni keharusan menundukkan segala urusan dalam kehidupan menurut
ketentuan agama. Sedangkan yang kedua, adalah pemikiran sebagian pemikir
dan filosof yang mengingkari keberadaan Al-Khaliq.

Jadi, pemikiran pemisahan agama dari kehidupan merupakan jalan tengah di
antara dua sisi pemikiran tadi. Penyelesaian jalan tengah, sebenarnya
mungkin terwujud di antara dua pemikiran yang berbeda (tapi masih
mempunyai asas yang sama). Namun penyelesaian seperti itu tak mungkin
terwujud di antara dua pemikiran yang kontradik (membantah). Sebab dalam
hal ini hanya ada dua kemungkinan. Pertama, ialah mengakui kewujudan
Al-Khaliq (Tuhan) yang menciptakan manusia, alam semesta, dan kehidupan.
Kedua, ialah mengingkari keberadaan Al-Khaliq. Dan dari sinilah dapat
ditarik suatu kesimpulan, bahwa agama tidak perlu lagi dipisahkan dari
kehidupan, tapi bahkan harus dibuang dari kehidupan.

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa keberadaan Al-Khaliq tidaklah lebih
penting dari pada ketiadaanNya, maka ini adalah suatu ide yang tidak
memuaskan akal dan tidak menenteramkan jiwa. Jadi, berdasarkan fakta bahwa
aqidah Kapitalisme adalah jalan tengah di antara pemikiran-pemikiran
kontradiktif yang mustahil diselesaikan dengan jalan tengah, maka sudah
cukuplah bagi kita untuk mengkritik dan membatalkan aqidah ini. Tidak ada
bedanya apakah aqidah ini dianut oleh orang yang mempercayai keberadaan
Al-Khaliq atau yang mengingkari keberadaanNya. Tetapi dalam hal ini dalil
aqli (dalil yang berlandaskan keputusan akal) yang qath‘i (yang tidak
diragukan lagi kebenarannya), membuktikan bahwa Al-Khaliq itu ada dan
DIALAH yang menciptakan manusia, alam semesta, dan kehidupan. Dalil
tersebut juga membuktikan bahwa Al-Khaliq ini telah menetapkan suatu
peraturan bagi manusia dalam kehidupannya, dan bahwasanya DIA akan
menghisab manusia setelah mati mengenai keterikatannya terhadap peraturan
Al-Khaliq tersebut.
Kendatipun demikian, pembahasan ini bukan untuk melakukan pembahasan
mengenai kewujudan Al-Khaliq atau mengenai peraturan yang ditetapkan
Al-Khaliq untuk manusia. Namun yang menjadi fokus pembahasan ini ialah
aqidah Kapitalisme itu sendiri dan penjelasan mengenai kebathilannya. Dan
kebathilan Kapitalisme cukup dibuktikan dengan menunjukkan bahwa aqidah
Kapitalisme tersebut merupakan jalan tengah antara dua pemikiran yang
kontradik, dan bahwa aqidah tersebut tidak dibangun atas dasar pembahasan
akal.

Dengan merobohkan aqidah Kapitalisme ini, sesungguhnya sudah cukup untuk
merobohkan ideologi Kapitalisme secara keseluruhan. Sebab, seluruh
pemikiran cabang yang dibangun di atas landasan yang bathil pada
hakikatnya adalah bathil juga. Dan ini berarti, tidak perlu lagi dibahas
ide-ide pokok dalam Kapitalisme satu per satu secara terperinci. Namun,
pembahasan secara terperinci terhadap ide-ide pokok itu kini telah menjadi
satu keharusan, karena sebagian ide-ide tersebut telah dipasarkan secara
universal dan diterima oleh sebahagian kaum muslimin.
Selain itu, ide-ide tadi ternyata telah menjelma menjadi slogan-slogan
yang digunakan Amerika untuk menyerang Islam dan umatnya dengan suatu
serangan yang sangat ganas dan berbahaya. Oleh kerana itu, ide-ide pokok
tadi harus dibahas secara terperinci, kemudian diterangkan kekeliruannya
dan pertentangannya dengan Islam. Dengan demikian, diharapkan kaum
muslimin akan mengetahui bahwa mereka diharamkan untuk mengambil ide-ide
tersebut.
Lebih dari itu, mereka bahkan diwajibkan membuang sama sekali semua
ide-ide itu dan menentang serta melawan siapa pun yang berusaha
menjajakannya. Seruan Kepada Kaum Muslimin Menghadapi niyat jahat Amerika
Serikat terhadap kita semua kaum muslimin, kita harus selalu waspada dan
memahami hakikat berbagai perencanaan licik kaum kafir dan konco-konconya
yang diarahkan kepada kita.

Kita saat ini diseru untuk membela aqidah dan agama kita. Kita saat ini
diseru untuk membela keberadaan kita sebagai sebuah umat, sebab sebuah
umat akan tetap wujud dengan lestarinya ideologi mereka. Dan sebaliknya,
umat itu akan hancur dengan punahnya ideologi mereka.

Saat ini adalah detik-detik kritikal yang akan menjadi pemisah antara
perkara yang haq dengan yang bathil, antara kejayaan dan kebinasaan.

Sadarilah, bahwa Amerika Serikat dan Barat yang kafir, juga para penguasa
berserta pembela-pembelanya; yaitu orang-orang yang terpengaruh oleh
Kapitalisme dan tertipu oleh metode hidupnya, para ahli politik,
intelektual, ekonom, tokoh, juga para propaganda Demokrasi, Pluralisme,
HAM, Politik Pasar Bebas; semuanya berada dalam satu barisan, yaitu
barisan pembela kebathilan.

Sementara itu, para pengembang da‘wah yang penuh kesadaran dan keikhlasan
dan juga siapa saja dari kalangan putera-puteri umat ini yang masih
memiliki ghirah (semangat) membela agama Allah, semuanya berada pada
barisan yang sama, yaitu barisan pembela kebenaran.

Sadarilah pula, bahwa pertempuran hidup mati ini akan menentukan nasib
kita semua. Sebab sesudah pertempuran itu hanya ada dua pilihan:
kemenangan dan kemuliaan di dunia dan akhirat; atau kebinasaan dan
kehinaan di dunia dan akhirat. Na‘udzubillah min dzalik.

Maka dari itu, setiap individu muslim dan mu‗min yang beriman kepada Allah
dan RasulNya serta beriman kepada agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad
saw, saat ini benar-benar dituntut untuk bergabung dengan barisan pembela
kebenaran.
Sungguh, tidak ada pilihan lain saat ini, sebab tidak boleh lagi ada
seorang muslim pun yang hanya menonton pertempuran hidup mati yang
menentukan nasib kita semua ini. Bahaya kemusnahan, tak diragukan lagi
akan terus mengancam kita, selama kita tetap hidup seperti sekawanan
ternak yang tersesat tanpa penggembala yang dapat menjaga dan membelanya
dari segala bahaya yang mengancam. Sedangkan, Islam telah mewajibkan
adanya seseorang yang bertugas bagaikan penggembala bagi kita, yaitu
seorang Khalifah yang akan kita bai‘at untuk mengamalkan Kitabullah dan
Sunnah RasulNya. Benar-benar telah terlalu lama kita hidup tanpa Khalifah
itu.

79 Tahun! Sungguh, ini adalah kema‗siyatan yang sangat besar di sisi Allah
Azza wa Jalla.
Bukankah Rasulullah saw telah bersabda:
―Siapa saja yang mati dan di pundaknya tidak ada bai‘at (untuk Khalifah),
bererti dia telah mati jahiliyah.‖ (HSR. Muslim)

Hanya Khalifah yang akan sanggup mempersatukan umat Islam. Dia tidak akan
menyia-nyiakan atau membiarkan umatnya. Bahkan dia akan melawan dan
menyerangnya segala gangguan dan kejahatan yang mengancam umat. Dialah
yang akan mengembalikan umat kepada sifatnya yang asal —seperti yang
dikehendaki Allah SWT atas umatNya— yaitu sebagai umat terbaik yang
dilahirkan untuk umat manusia. Dan demi Allah, kita umat Islam sebenarnya
mampu untuk melepaskan diri dari segala gelimang dosa dan belenggu
penderitaan yang saat ini terjadi, jika kita semua berniyat secara ikhlas
dan bertekad dengan benar untuk berjuang! Orang-orang kafir dan
konco-konconya —yang senantiasa menyerukan kesesatan— telah menyadari
kemampuan kita.

Oleh karena itu, para penguasa kita terus menyebarkan rasa takut dan
pesimis di antara kita serta terus melancarkan kejahatan terhadap umatnya.
Mereka bermaksud agar kita semakin tidak berani menyampaikan kebenaran
secara terang-terangan, dan agar kita ridha menerima kekufuran dan ikhlas
diinjak-injak kaum kafir. Kita perlu diingat, bahwa Allah SWT telah
memerintahkan kita untuk tidak takut kepada mereka dan hanya takut kepada
Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman yang mafhumnya:
[i][color=#00cc66]―Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan
yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik),
karena itu janganlah kamu takut kepada mereka (orang-orang kafir), tetapi
takutlah kalian kepadaKu, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.‖ (Ali
‘Imran: 175)

Selain itu, Allah SWT juga telah berjanji kepada ummatNya bahwa Dia akan
memberi pertolongan kepada ummat yang sekiranya ia mengerjakan perintah
Allah. Allah SWT berfirman:
―Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya
Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.‖ (Muhammad: 7)

Yakinlah, bahwa Allah tidak akan mengingkari janjiNya. Maka dari itu,
bangkitlah segera untuk mematuhi perintahNya dan menolong agamaNya dengan
jalan memusnahkan dan mencampakkan ideologi Kapitalisme yang kufur itu dan
ide apa pun yang dikatakan oleh Kapitalisme; seperti Demokrasi,
Pluralisme, Hak Asasi Manusia, dan Politik Pasaran Bebas. Dan kita pun
wajib menentang dan melawan siapa saja yang berupaya menjajakan dan
menggembar-gemborkan ide-ide kufur itu. Namun, hendaklah kalian menyadari
bahwa perjuangan kita itu tak akan sempurna, kecuali berjuang bersama-sama
dengan para pengembang da‘wah yang ikhlas, untuk menegakkan Khilafah yang
akan menjadi benteng sejati bagi kita sebagai pelindung dari segala
ancaman dan bahaya kekufuran, perpecahan, gangguan dan kejahatan. Wahai
kaum muslimin! Marilah kita bersama-sama berjuang untuk menegakkan agama
Allah SWT!
―Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul
apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada
kamu.‖ (Q.S. Al-Anfaal: 24)

Maksud dari ayat ini adalah, menyeru kamu berperang untuk meninggikan
kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta menghidupkan Islam dan
Muslimin. Lagi pula bisa diartikan, menyeru kamu kepada iman, petunjuk,
jihad dan selaga yang ada hubungannya dengan kebahagiaan hidup di dunia
dan di akhirat. Wallahu a‘lam.


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102108482877:5215 ;          Thu, 21 Oct 2004 08:48:28 +0700
$MessageID: <381-22004104211477687@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
PostedDate: 10/21/2004 08:47:07 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/21/2004 08:48:29 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 449511E042D89E9A47256F340009EEAC
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/21/2004 08:48:29 AM-10/21/2004 08:48:30 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/21/2004 08:48:30 AM

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan,
Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah
'azimat' Nabi tatkala memasuki Ramadhan

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa
berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah
malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling
utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan
oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,
amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah
Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu
untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.
Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah
kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang
muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu
dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa
yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya
dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari
dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu
karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla
memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika
mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan
mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka
bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban
(dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta‘ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia
tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan
mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb
al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang
mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan
membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Sahabat-sahabat lain bertanya: ―Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu
berbuat demikian.‖

Rasulullah meneruskan: ―Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya
dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan
seteguk air.‖

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya
(pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan
pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan
ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang
siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada
hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan
(silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya
pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di
bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa
dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan
menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat
fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan
memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa
di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti
mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan
pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia
tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: ―Aku berdiri
dan berkata: ―Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?‖
Jawab Nabi: ―Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah
menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah‖.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa
besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam
yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan
puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu‘.‖

―Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan
kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu
fardhu di dalam bulan yang lain.‖

―Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya
surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah )
dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.‖

―Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah
yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan
dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala
seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.‖
Para sahabat berkata, ―Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan
berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah
saw, ―Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma,
atau seteguk air, atau sehirup susu.‖

―Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak
sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni
dosanya dan memerdekakannya dari neraka.‖

―Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua
perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu
sangat menghajatinya.‖

―Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak
ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu
sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.‖

―Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah
memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia
tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.‖
(HR. Ibnu Huzaimah). (Bul/Hidayatullah)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102108333928:5115 ;          Thu, 21 Oct 2004 08:33:39 +0700
$MessageID: <381-220041042113218228@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: 16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan
PostedDate: 10/21/2004 08:32:18 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/21/2004 08:33:39 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 55210EF1D6F66B7647256F3400089333
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/21/2004 08:33:39 AM-10/21/2004 08:33:40 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/21/2004 08:33:40 AM

16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan

Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci
Ramadhan yang kini ‗menyapa‘ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan
umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan

Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas
menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin.
―Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari
puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka‖. (HR. Ibnu Majah & Nasa‘i)

Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa
ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin
kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar
umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini,
lebih paripurna dan bermakna.


1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci
Ramadhan

Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa
payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik
dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya,
sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun.
Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki
daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar
dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang
dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.

Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo &
malas dan tidak berlindung di balik kata ―Aku sedang puasa‖.


2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu
Ini penyakit yang --diakui atau tidak-- menghinggapi sebagian umat Islam,
mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa
mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan
puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu
paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya
dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat ―Muslim‖ dari dirinya.


3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan
berbuka serta sahur

Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi
puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan
puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung
berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat ―balas dendam‖ atas
segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya,
tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa
kemarin sore.


4. Berpuasa tapi juga melakukan ma‘siat

Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam
Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang
diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita
dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum,
berhubungan suami-istri di siang hari.

Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal
yang haram, jelas lebih dilarang.

Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita
menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol,
dsb.

―Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta, ghibah,
namimah dll.) dan perbuatan dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya
(pahala puasanya tertolak).


5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka
sehingga melupakan shalat maghrib

Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa ? Sebab
cara pandang mereka terhadap puasa tak lebih dari ; ―Agar badan saya tetap
fit dan kuat selama puasa, maka saya harus makan banyak, minum banyak,
tidur banyak sehingga saya tak loyo‖. Kecenderungan terhadap hak-hak badan
yang over (berlebihan).


6. Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah)

Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala kerendahan hati,
akan mampu menyingkap hijab ketinggian hati dan kesombongan sehingga
seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan tuntutan agama
ini dengan hati yang lapang. Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah
direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari
sifat-sifat nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap
sah, Ramadhan serba tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya,
inilah sebuah contoh pemahaman agama yang parsial (setengah-setengah),
tidak utuh.


6. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihan

Barangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah
hadits Rasul yang berbunyi ―Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah‖
Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman
hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits
diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar
menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar
bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini
bermental loyo saat berpuasa Ramadhan.

Lebih tepat bila hadits diatas difahami dengan; Aktifitas tidur ditengah
puasa yang berpahala ibadah adalah bila ;

Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik
kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara
khusyu‘ dsb.

Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail
(menghidupkan saat malam hari dengan ibadah)

Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang –bila tidak tidur-
dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah
(menggunjing), menonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan
untuk cuci mata dsb.

Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang
menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak
misk (wangi) disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan
pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan
aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena
ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang
berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor
alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi
tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi
saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)


7. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halangan

Benar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila dikaji secara lebih
seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan minus shalat
tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah di
bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.


8. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjama‘ah tanpa
udzur/halangan ( terutama untuk laki-laki muslim )

Hukum shalat fardhu secara berjama‘ah di masjid di kalangan para fuqaha‘
adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah
fardhu ‗ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan bahwa
beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat
berjama‘ah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang
dalam atas kengganan umatnya pergi ke masjid.


9. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah
Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan

Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit
lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka Hanya beribadah di
bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih,
dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya.


10. Semakin jarang membaca Al Qur'an dan maknanya



11. Semakin jarang bershadaqah



12. Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan



13. Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul Qadar


Poin nomor 8, 10, 11, 12 dan 13 secara umum, adalah indikasi-indikasi
kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap
bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi seseorang
kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya selama
Ramadhan.


14. Biaya belanja & pengeluaran ( konsumtif ) selama bulan Ramadhan lebih
besar & lebih tinggi daripada pengeluaran di luar bulan Ramadan (kecuali
bila biaya pengeluaran itu untuk shadaqah)


15. Lebih menyibukkan diri dengan belanja baju baru, camilan &
masak-memasak untuk keperluan hari raya pada 10 hari terakhir bulan
Ramadhan



16. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa


Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya dibanding memikirkan
apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Ta‘aala atau tidak
Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 14, 15 dan 16 adalah
orang-orang yang tertipu oleh ―fatamorgana Ramadhan‖, betapa tidak ? Pada
hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan
keluarganya dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan
diri, justru membongkar jati diri mereka yang sebenarnya, pribadi-pribadi
―produk Ramadhan‖ yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang
mereka mampu beli. Tak terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir
begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga
sentilan yang menyatakan bahwa orang Islam tidak konsisten dengan
agamanya, karena di bulan Ramadhan yang seharusnya bersemangat menahan
diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat konsumerisme dan
cenderung boros, dapat menggugah kita dari ―fatamorgana Ramadhan‖.

Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu
menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas
umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul,
insya Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, wallaahu a‘
lam bis shawaab. (Ahmad Rizal, Alumni STAIL, dan KMI
Gontor-Ponorogo/Hidayatullah)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102017224252:4889 ;          Wed, 20 Oct 2004 17:22:42 +0700
$MessageID: <381-2200410320102121458@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Globalisasi: Skenario Mutakhir Kapitalisme
PostedDate: 10/20/2004 05:21:21 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/20/2004 05:22:43 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: E2BDF5052EA4AFEB47256F33003902FE
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/20/2004 05:22:43 PM-10/20/2004 05:22:44 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/20/2004 05:22:44 PM

Globalisasi: Skenario Mutakhir Kapitalisme

Oleh: Ahmad al-Khatib

Globalisasi bukan sekedar slogan ekonomi kapitalis dan bukan pula salah
satu fenomena dalam ideologi kapitalisme yang beraneka ragam. Globalisasi
adalah sebuah pemikiran ideologi Kapitalisme yang komprehensif dan
meliputi segenap aspek kehidupan, kendatipun yang menonjol adalah aspek
ekonomi. Globalisasi merupakan serangan total peradaban kapitalis yang
melanda seluruh pelosok dunia —termasuk dunia Islam— dan merupakan
serangan yang sangat ganas dan mematikan dengan senjata modal —yang memang
sangat vital bagi roda kehidupan— untuk melumpuhkan seluruh bangsa di
dunia, termasuk kaum muslimin.

Hampir tak ada perlawanan apa pun terhadap ide globalisasi ini dari para
penguasa kaum muslimin dan kawan-kawan dekat mereka yang oportunis, yang
telah bersekutu dengan kaum kafir dalam penjajahan gaya baru mereka. Para
penguasa dan sekutu mereka malah mempromosikan penjajahan tersebut kepada
rakyat mereka dan menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat membanggakan.

Kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah, universal.
Jadi globalisasi maksudnya adalah universalisasi ideologi kapitalisme,
atau menjadikan kapitalisme sebagai satu-satunya ideologi dan peradaban
dunia. Monopoli kata ―universal‖ di sini yang dikhususkan hanya untuk
ideologi kapitalisme, sesungguhnya adalah suatu keangkuhan dan
kesombongan, serta merupakan hinaan terhadap ideologi lain yang bersifat
universal. Hal ini mencerminkan sikap tidak mau terhadap eksistensi
ideologi lain tersebut. Sikap ini sama halnya dengan monopoli kata
―demokrasi‖ hanya untuk kapitalisme. Padahal demokrasi secara bersamaan
dianut pula oleh ideologi atau filsafat non-kapitalisme.

Globalisasi adalah suatu ungkapan yang berarti penyatuan (integrasi) dan
penundukan perekonomian lokal ke dalam perekonomian dunia, dengan cara
memaksakan penerapan format ekonomi swasta ke dalam struktur perekonomian
dunia, serta menjadikan ekspor setiap negara ditujukan untuk pasar dunia,
selain untuk pasar regional.

Semua ini mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap
arus modal, barang, dan jasa. Jadi pasar dan perekonomian dunia itu tentu
bukanlah perekonomian yang tertutup atau terproteksi, melainkan
perekonomian terbuka, atau apa yang disebut dengan pasar yang terbuka
terhadap segala kekuatan ekonomi.

Istilah globalisasi pertama kali mengemuka pada bulan Nopember 1992 di
majalah Criminal Politics Magazine terbitan Amerika di bawah rubrik
Globalology. Majalah tersebut mempublikasikan sebuah artikel berjudul The
Carrol Quigley-Clinton Connection (Hubungan Presiden Clinton dengan
Profesor Carrol Quigley). Profesor ini dulu adalah dosen Clinton di
Universitas Georgetown, yang mengasuh beberapa mata kuliah mengenai
ekonomi-strategis pada salah satu program pasca sarjana universitas.
Tulisan itu menyebutkan, Profesor Quigley pernah mengizinkan Clinton untuk
―mengintip‖ kebijakan-kebijakan yang bersifat rahasia, serta meminta
Clinton untuk mempelajarinya dan ikut serta mempersiapkan kajan-kajian
yang dapat menguntungkan pemerintah Amerika. Clinton terus melakukan
kajian dan persiapannya selama 20 tahun, dan akhirnya berhasil menelorkan
ide-ide ekonomi yang berhubungan dengan Tata Dunia Baru. Sejak awal dia
telah meletakkan asas-asas kajian dan penelitiannya. Hal ini dibuktikan
dengan pernyataannya,‖Tidaklah mudah menciptakan tata aturan dunia yang
didasarkan pada dominasi perekonomian internasional sebagai satu kesatuan.
Oleh karena itu, bank-bank sentral di berbagai negara harus dimanfaatkan
sesuai dengan perjanjian-perjanjian rahasia yang ditetapkan dalam berbagai
pertemuan, perundingan, dan konferensi.‖

Ide-ide tersebut terkristalisasi dengan sempurna dan mulai muncul ke
permukaan pada awal dasawarsa 90-an. Ide-ide tersebut semakin matang
dengan runtuhnya Uni Soviet, berakhirnya masa komunisme, dan keluarnya
sosialisme dari medan internasional. Ini mengharuskan adanya introduksi
dan perencanaan strategi ekonomi dalam skala luas untuk melemahkan dan
kemudian menghancurkan sisa-sisa sosialisme secara total, untuk kemudian
digantikan dengan persepsi-persepsi kapitalis, termasuk ide globalisasi,
ekonomi pasar, dan perdagangan bebas, sebagai ide-ide yang diklaim paling
aktual dan paling relevan dengan abad ke-21.

Semua ini membutuhkan perwujudan ide globalisasi dan perekrutan
tokoh-tokohnya. Maka, muncullah istilah globalisasi, dan Clinton-lah yang
menjadi perintisnya mengingat istilah ini muncul berbarengan dengan awal
masa pemerintahannya.

Tapi karena kapitalisme merupakan kumpulan dari beraneka macam madzhab dan
aliran pemikiran, maka dilakukanlah seleksi untuk mencari aliran pemikiran
terunggul yang akan diadopsi Amerika. Pada masa sebelumnya, telah ada
kapitalisme Adam Smith dan David Ricardo yang memberikan otoritas besar
pada hak milik pribadi dan memperkokoh feodalisme dan monopoli raksasa,
sehingga menimbulkan berbagai kecaman dan revolusi terhadap kapitalisme,
karena masyarakat sangat marah dan jengkel menghadapi dominasi
individu-individu secara sewenang-wenang terhadap rakyat kecil yang hidup
serba susah.

Kondisi ini akhirnya membidani lahirnya ide-ide sosialisme dan komunisme
serta ide tentang hak milik umum. Kapitalisme mau tak mau meluruskan
kekeliruannya tentang ide hak milik pribadi, memasukkan revisi-revisi ke
dalam ideologi kapitalisme, dan beradaptasi sesuai dengan kenyataan baru
yang ada. Ini sesungguhnya merupakan koreksi terhadap kapitalisme, sebab
dia telah mentolerir masuknya ide-ide sosialisme ke dalam kerangka
ideologi kapitalisme. Inilah awal munculnya ide sosialisme negara dan ide
pemberian peran yang besar kepada sektor publik (hak milik umum), untuk
meringankan kezhaliman yang ditimbulkan oleh hak milik pribadi (swasta).

Namun setelah sosialisme redup dan komunisme runtuh, ada semacam keharusan
untuk kembali kepada kapitalisme yang asli, serta menutupinya dengan baju
baru supaya tidak menjadi bahan cacian untuk kedua kalinya dan supaya
tidak ada revolusi-revolusi lagi untuk menentang kapitalisme. Maka
kemudian dicanangkanlah dengan seksama ide globalisasi yang mengubah
kembali sektor publik menjadi sektor swasta, sehingga negara dapat
berlepas diri dari tanggung jawabnya. Padahal kebijakan ini terkadang
menimbulkan akibat-akibat yang destruktif.

Di samping itu Amerika memang mempunyai keunggulan internasional di bidang
ekonomi dan menguasai komoditas- komoditas produk yang terpenting —
terutama peralatan militer— serta memonopoli beberapa komoditas strategis
seperti komputer dan informasi. Amerika juga jauh dari berbagai pergolakan
dan perang yang direkayasanya di Eropa untuk saling membenturkan
kekuatan-kekuatan ekonomi yang ada, yang pada gilirannya akan melemahkan
dan menghilangkan kesatuan Eropa.

Faktor-faktor tersebut membuat Amerika menjadi satu- satunya negara yang
mampu melestarikan ideologi kapitalisme yang tidak dipengaruhi oleh
ide-ide sosialisme, baik yang lama maupun yang baru. Inilah yang membuat
sebagian besar negara-negara di dunia merasa bahwa sistem ekonomi Amerika
merupakan bentuk ideal yang wajib dijadikan teladan.

Amerika kemudian mendapatkan kesempatan emas pada awal dekade 90-an,
setelah adanya perubahan konstelasi politik internasional dan pelontaran
ide globalisasi yang termasuk dalam paket ide Tata Dunia Baru, untuk
menghancurkan sisa-sisa ide sosialisme, proteksi ekonomi, dan sektor
publik, yang masih diterapkan di berbagai negara di dunia, terutama di
negara-negara Eropa.

Agar globalisasi dapat terwujud sebagai realitas universal, Amerika segera
melancarkan tekanan kepada berbagai negara di dunia khususnya
negara-negara kuat Eropa untuk mengubah GATT —yang tugasnya hanya membahas
masalah tarif— menjadi lembaga internasional yang berhak memaksakan
undang-undang globalisasi atas Dunia. Maka lenyaplah kemudian
hambatan-hambatan, pajak-pajak, dan bea-bea masuk, serta hilang pula
ketentuan-ketentuan mengenai proteksi dan monopoli perekonomian negara.
Semua ini membuka peluang bagi masuknya modal dan produk Amerika yang
besar ke pasar-pasar yang sebelumnya terproteksi dan tertutup, seperti
pasar negara-negara persemakmuran (commonwealth) Inggris, negara-negara
francophone (yang berbahasa Perancis), dan negara-negara bekas Uni Soviet,
dengan cara memaksakan penerapan undang-undang internasional tersebut.

Amerika juga melakukan upaya untuk membentuk blok-blok ekonomi yang lemah,
kemudian dia ikut serta di dalamnya dan sekaligus memaanfaatkannya untuk
berkompetisi dengan blok kesatuan Eropa. Amerika menghimpun negara-negara
Atlantik Utara dalam kelompok NAFTA dan negara-negara Asia Pasifik ke
dalam APEC. Amerika sebelumnya juga telah menghimpun negara-negara Asia
Tenggara ke dalam ASEAN. Selain itu, Amerika juga berupaya untuk
memasukkan Rusia ke dalam kelompok APEC dan mengikat China dalam suatu
bentuk hubungan khusus dengan Amerika. Dengan demikian, tak ada satu
negara atau perkumpulan apa pun yang mampu menyaingi Amerika. Bahkan
negara-negara Uni Eropa pun tak mampu menyaingi Amerika setelah Amerika
berhasil menghimpun sebagian besar negara di dunia di bawah kendalinya.

Untuk mensukseskan ide globalisasi tersebut, Amerika menggunakan
elemen-elemen utama sebagai berikut:
1. Swastanisasi

Swastanisasi adalah pengubahan sektor publik menjadi sektor sektor pribadi
(swasta). Alasan untuk menjustifikasi swastanisasi ialah kurang efisiennya
sektor publik, produktivitasnya yang rendah, dan kinerja pengelolanya yang
payah.


2. Korporatisme

Korporatisme adalah pandangan bahwa negara merupakan sekumpulan lembaga
(korporasi/institusi/badan) dan pemerintah tiada lain adalah satu lembaga
ekonomi kecil, kalau pun bukan yang terkecil. Pemerintah merupakan lembaga
yang tugasnya hanya melaksanakan kegiatan diplomasi, dengan angkatan
bersenjata yang kecil serta beberapa lembaga keama- nan dan dewan
penasihat, yang semuanya bergerak untuk melayani kepentingan sektor
swasta. Jika pemerintah hendak menjalankan suatu usaha bisnis, maka dia
wajib diperlakukan sama dengan lembaga mana pun yang lain. Jadi pemerintah
diperlakukan sama dengan swasta. Contoh tentang hal ini, adalah lembaga
Forum yang dikelola oleh 40 ribu ahli yang menyusun program dan
memperhitungkan segala potensi Amerika, yang diperkirakan akan melampaui
negara mana pun.

Dari sinilah, maka segala sesuatunya harus disesuaikan dengan paham
korporatisme, yaitu bahwa pemerintah adalah salah satu lembaga negara yang
khusus dan tugas utamanya adalah menjalankan kekuasaan. Pemerintah
menjalankan kekuasaan tapi tidak menguasai/memiliki. Sementara
lembaga-lembaga lain menguasai tapi tidak menjalankan kekuasaan.


3. Perusahaan-Perusahaan

Perusahaan-perusahaan merupakan lembaga ekonomi utama yang menguasai
ekonomi secara nyata. Kini terdapat ribuan perusahaan di dunia —di
antaranya ada 200 perusahaan raksasa— yang mendominasi sebagian besar
perekonomian dunia. Dari jumlah itu ada 172 perusahaan yang dimiliki lima
negara, yaitu Amerika, Jepang, Perancis, Jerman, dan Inggris. Pemerintah
masing-masing membantu perusahaan-perusahaan ini untuk menembus dan
menguasai perekonomian internasional.


4. Bank-Bank

Bank merupakan penyokong perusahaan —terutama perusahaan raksasa— dan
merupakan sekutu perusahaan untuk menguasai perekonomian negara-negara
lemah. Di samping itu, bank itu sendiri sebenarnya juga suatu perusahaan.


5. Pasar-Pasar Modal

Pasar-pasar modal ini berupa pasar-pasar saham, surat berharga, dan mata
uang. Pasar-pasar ini menjadi alat kriminal para investor raksasa untuk
meraup keuntungan besar tanpa usaha nyata dan tanpa investasi yang riil.
Kegiatan perekonomiannya adalah sektor ekonomi non-riil, yang bertumpu
pada kompetisi tidak-seimbang yang mirip dengan perjudian, undian, dan
penipuan.

Pasar-pasar modal ini sangat penting untuk mengglobalkan perekonomian
regional. Bukti-bukti untuk hal ini antara lain pernyataan Clinton pada
KTT Vancouver (Kanada) untuk negara-negara anggota APEC, ―Sesungguhnya
prioritas kita adalah memperkokoh pasar-pasar modal di Asia.‖ Sementara
itu Hashimoto, PM Jepang, menyifati peran Amerika tersebut sebagai
pengkerdilan Asia dan sekaligus promosi globalisasi. Mahathir Mohamad, PM
Malaysia, menyatakan, ―Negeri mana pun yang mendapatkan bantuan IMF, dapat
dipastikan akan membuka pasar modalnya.‖ Untuk membantu Korea Selatan
mengatasi krisis-krisisnya belakangan ini, IMF telah mensyaratkan
pembukaan pasar-pasar surat berharga terhadap persaingan pihak asing.


6. Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas merupakan salam satu asas ekonomi pasar dan salah satu
landasan globalisasi. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah memaksakan
syarat bagi negara-negara di dunia yang hendak menjadi anggota WTO, agar
membuka pasar-pasarnya terhadap barang-barang asing. Sejumlah 21 negara
telah mengikuti KTT Vancouver (Kanada) mengenai perdagangan bebas terhadap
9 jenis komoditas baru. Topik ini sudah dianggap wajar dalam KTT itu,
sehingga tak ada satu negara pun yang dapat menolaknya. Inilah yang
membuat Amerika dan negara-negara industri lainnya mampu mendominasi
perdagangan internasional dan dapat melemahkan daya saing negara-negara
yang kecil.


7. Pemaksaan Ide-Ide Dan Nilai-Nilai Peradaban Kapitalisme Kepada Seluruh
Dunia

Pemaksaan ini terjadi tatkala negara-negara Barat mensyaratkan penerimaan
demokrasi terhadap negara-negara di dunia baik secara total maupun tidak.
Tetapi akhir-akhir ini Amerika telah mulai memaksakan pengambilan
sekumpulan ide-ide tertentu sebagai syarat mendasar untuk memasuki era
globalisasi. Ide-ide tersebut antara lain adalah sekularisme,
rasionalisme, kesepahaman/perdamaian antar bangsa, kebebasan, pembatasan
kelahiran, pluralisme, supremasi hukum, pengembangan masyarakat sipil
(civil society), perubahan kurikulum pendidikan, penyelesaian pengangguran
dan inflasi dengan cara tertentu, dan sebagainya. Semua ide ini tak lain
adalah nilai dan gaya hidup peradaban Barat yang dianggap sebagai
budaya/kultur luhur yang baru, serta dipandang lebih unggul daripada semua
ideologi dan peradaban. Inilah penafsiran terhadap beberapa pernyataan
para penguasa di banyak negara-negara lemah —seperti Dunia Islam— yang
berfokus pada ide-ide tersebut dan propaganda-propagandanya. Yang terakhir
adalah pernyataan Presiden Iran Khatami mengenai kehidupan harmonis antar
bangsa dan persahabatan antara Iran dan Amerika, serta mengenai pemantapan
supremasi hukum dan penumbuhan masyarakat sipil (civil society).


8. Pemantapan Ide-Ide Separatisme Dan Pemecah-Belahan Negara

Hal ini nampak tatkala Amerika berupaya menyelesaikan masalah-masalah
separatisme dan melakukan campur tangan untuk memecah-belah sebuah negara
menjadi dua negara atau lebih jika memungkinkan, seperti yang sudah
terjadi di Bosnia, Irak, Sudan, Afghanistan, dan lain-lain. Tujuannya
adalah untuk membuat kekacauan nasional, pertentangan antar suku, dan
kelumpuhan kawasan, yang semuanya merupakan alasan-alasan kuat untuk
menerima globalisasi Amerika sebagai suatu kekuatan yang tak dapat ditolak
lagi. Globalisasi akhirnya dianggap sebagai kereta api cepat untuk
memasuki abad mendatang. Barang siapa yang tidak menaikinya, maka dia akan
terisolir, terpinggirkan, atau akan menjadi hina dina dan mengalami
kehancuran.

Dengan demikian, nyatalah bahwa globalisasi adalah anak panah beracun yang
telah diluncurkan kapitalisme ke arah kita. Globalisasi adalah senjata
mematikan yang telah dihunus oleh Amerika di hadapan wajah-wajah kita.
Seharusnya kita menghadapi dan menantang semua ini dengan segala kekuatan
yang miliki. Tetapi sayang, para penguasa kita —dan kawan-kawan dekatnya
yang telah cenderung kepada Amerika— serta banyak orang bodoh malah
mempropagandakan globalisasi seolah-olah globalisasi adalah vonis yang
sudah mutlak atas mereka dan tak dapat diganggu gugat lagi. Mereka
berupaya untuk menyesuaikan segala sesuatunya agar sejalan dengan wabah
globalisasi ini, yang menurut mereka harus disambut sebaik-baiknya
seakan-akan wabah itu merupakan obat yang manjur untuk mengobati luka-luka
rakyat mereka.

Banyak ahli ekonomi —termasuk yang di Barat sendiri— telah memahami bahaya
globalisasi atas dunia dan telah menyimpulkan satu hal yang mereka
sepakati, yaitu penerapan globalisasi akan semakin memperlebar jurang
pemisah antara yang miskin dengan yang kaya. Abid Al Jabiri —seorang ahli
ekonomi Maroko— pada salah satu konferensi tentang globalisasi menyatakan
bahwa globalisasi mempunyai tiga segi negatif:

1. Semakin lebarnya kesenjangan antara orang kaya dengan orang miskin
secara berlebihan, sehingga kehidupan modern di setiap negeri akan
diwarnai dengan dikotomi miskin-kaya dan ketidak-solidan dalam bidang
ekonomi, sosial, dan budaya.

2. Semakin lebarnya jurang pemisah antara anak-anak orang kaya dengan
anak-anak orang miskin, yang akan melahirkan generasi yang terbelah
menjadi dua golongan dengan dunianya sendiri-sendiri.

3. Merintangi dan melenyapkan kreativitas manusia dalam kegiatan
perdagangan dan usaha, serta mengokohkan prinsip menghalalkan segala cara.

Akibat-akibat ini —dan akibat lainnya— merupakan konsekuensi logis dari
ide-ide kufur yang telah diskenariokan oleh kapitalisme. Hakikatnya,
globalisasi adalah bencana masa depan yang akan terus menerus membayangi
dunia. Bila tidak ada kekuatan yang bisa menghadapinya, maka seluruh dunia
akan terjerumus ke dalam penderitaan yang mengerikan dan kesengsaraan yang
tiada taranya.

Tidak akan ada yang mampu menghentikan globalisasi ini, kecuali dengan
berdirinya Khilafah Islamiyah sebagai satu-satunya kekuatan yang akan
menyetop globalisasi yang hanya didasarkan pada kekuasaan modal dan harta
benda —tak mengenal kekuasaan lainnya— serta tak mengenal pertimbangan
akal, diskusi, dan perdebatan. Khilafah Islamiyah-lah satu-satunya
kekuatan yang akan mampu menyelamatkan umat manusia dari bahaya-bahaya
kelaparan, kebinasaan, dan kehancuran yang dihasilkan oleh
skenario-skenario kapitalisme yang kafir.


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004102017185007:4789 ;          Wed, 20 Oct 2004 17:18:50 +0700
$MessageID: <381-2200410320101728974@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ahli Zikir
PostedDate: 10/20/2004 05:17:29 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/20/2004 05:18:50 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:08 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 803A0A8FFC68371647256F330038A816
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/20/2004 05:18:50 PM-10/20/2004 05:18:51 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/20/2004 05:18:51 PM

Ahli Zikir
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Seorang hamba ahli zikir bertumpu pada keyakinan yang benar, mendalam, dan
mantap kepada Allah SWT sehingga ia senantiasa menjadikan Allah sebagai
tumpuan harapan, kerinduan, pertolongan, dan tujuan dari setiap aktivitas
dan amal-ibadahnya. Apa pun yang terjadi baginya sama sekali tidak akan
mengurangi keyakinannya pada Allah dan bahkan ia akan selalu ridha akan
ketentuan-Nya.Seorang hamba ahli zikir akan tercermin pula dari ibadah
kesehariannya yang dilakukan secara benar, sungguh-sungguh, dan istiqomah.

Berikut ini adalah penjelasan lebih detail dari sebagian tanda-tanda
sebagai perwujudan dari seorang hamba ahli zikir yang benar.

a. Ikhlas
Ciri utama dari seorang hamba ahli zikir adalah sangat menjaga keikhlasan
dari amalnya, buah dari tingkat keyakinan yang begitu mendalam kepada
Allah. Ia yakin bahwa Allah-lah yang menciptakan dirinya, dan hanya
Allah-lah yang menguasai segala-galanya temasuk dirinya, masa depannya,
hidup dan matinya. Sehingga tujuan hidupnya sangat jelas dan pasti, yaitu
menjadikan seluruh aktivitas hidupnya semata-mata sebagai pengabdian
kepada Allah SWT. Semuanya dilakukan dalam rangka mengejar kasih sayang,
keridhaan, dan indahnya bertatapan dengan Dzat Yang Mahadirindukan, yaitu
Allah Azza wa Jalla.

Sungguh bagi pribadi seorang hamba ahli zikir akan memancarkan cahaya
keikhlasan dari setiap tindakan yang dilakukannya, sangat jauh dari sifat
pamrih, rekayasa, popularitas, serta menjaga diri dari sifat tamak akan
kedudukan, jabatan, pujian, penghargaan, dan kerinduan balas budi.
Kepuasan yang tertanam jauh di lubuk hatinya hanyalah jika amalnya
diterima oleh Allah, sehingga baginya cukuplah pandangan dan balasan dari
Allah saja

b. Zuhud
Karena sangat yakin akan kebesaran dan keagungan Allah, dan sangat sadar
akan kecil dan sangat tiada artinya dunia ini bagi Allah SWT, maka bagi
seorang hamba ahli zikir walaupun kesehariannya lekat dengan kesibukan dan
gelimang duniawi namun ternyata keadaan duniawinya sangat bersahaja. Sama
sekali tidak ada kebanggaan dan cinta terhadap materi, tidak tamak, tidak
serakah dan sangat jauh dari bermegah-megahan, atau bahkan bergelimang
menikmati kemegahan. Setiap harta duniawi yang dicari dan yang telah
dimilikinya selalu diperhitungkan dengan baik agar dapat
dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah, serta dapat memberi manfaat yang
besar bagi dunia dan akhirat dirinya dan juga orang lain.

Seorang hamba ahli zikir pastilah seorang ahli zuhud, yakni lebih yakin
dengan apa yang ada di "tangan" Allah daripada dengan apa yang ada di
tangannya. Dengan demikian seorang ahli zikir akan memiliki pribadi yang
sangat khas, yakni sangat ringan dan menikmati dalam menafkahkan
rezekinya, sangat dermawan, dan tidak mengenal kikir.

c. Berkepribadian tenang dan mantap
Keyakinan yang mendalam terhadap janji-janji Allah yang mustahil
dipungkiri-Nya, serta tidak akan pernah meleset walau barang sedikitpun
membuat kondisi mental yang sangat mantap dan stabil di dalam menghadapi
situasi apa pun. Di dalam lubuk hatinya tertanam keyakinan bahwa hanya
Allah-lah satu-satunya pemberi jalan keluar yang Mahaberkuasa atas
segala-galanya sehingga mampu mengusir sifat was-was, gelisah, cemas
terhadap urusan duniawi yang telah dijanjikan Allah.

Satu-satunya yang membuat gelisah dan cemas dirinya adalah pengingkaran
terhadap segala hal yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya kepada
Allah SWT, juga atas segala nikmat dan amanat yang dikaruniakan-Nya.

d. Waro
Dengan meyakini kemahacermatan serta kemahatelitian Allah SWT terhadap
segala hal sehalus apa pun jua, dan juga keyakinan yang mendalam bahwa
segala perbuatan pasti akan mendapat balasan. Maka, seorang hamba ahli
zikir akan sangat teliti dan berhati-hati dengan segala tindakannya agar
benar-benar terbebas dari segala yang diharamkan oleh Allah SWT. Juga dari
segala yang subhat (meragukan) sehingga dapat dipastikan segala yang
dimiliki dan yang dimakannya benar-benar hallalan thoyiban. Hal ini
menjadikan seorang ahli zikir adalah seorang yang sangat terpercaya.

e. Qolbunsalim
Kesadaran bahwa di antara kunci pembuka kedekatan dengan Allah SWT dan
keselamatan di dunia dan akhirat kelak adalah menjaga kebeningan hati
(qolbun salim), dan ditambah dengan keyakinan bahwa Allah
Mahamengamat-amati seluruh makhluk-nya, siang maupun malam, terang ataupun
gelap, terang-terangan ataupun tersembunyi, maka akan menjadikan diri
seorang ahli zikir senantiasa menjaga kesucian hatinya, tidak pernah mau
mengotori hati dengan segala kebusukan, buruk sangka, kedengkian,
kebencian, dan kedendaman, atau aneka perasaan rencana buruk lainnya,
benar-benar dijaga kecemerlangan kalbunya yang akan tampak terpancar dari
segala perilakunya yang tulus, indah, dan mulia.

f. Optimis
Seorang ahli zikir memahami benar bahwa hidup di dunia ini hanya satu
kali. Hidup yang satu-satu kalinya ini merupakan ladang berbekal untuk
kehidupan di akhirat yang pasti dijalani di kemudian hari. Semudera
kehidupan ini disadarinya akan penuh dengan aneka gelombang masalah dan
persoalan, namun keyakinan akan pertolongan Allah Yang Mahakuasa atas
segalanya membuatnya selalu optimis.

Seorang hamba ahli zikir selalu bersemangat menggebu, pantang mengeluh,
pantang putus asa dalam menghadapi pelbagai tantangan, rintangan, dan
kesulitan sepelik apa pun masalah yang dihadapi. Sama sekali ia tidak
mengenal pesimis karena yang diandalkan bukan kemampuan diri melainkan
pertolongan Allah yang Mahadekat dan Mahacepat pertolongan-Nya dan yang
tidak terhalangi oleh apa pun dan siapa pun.

g. Energik (penuh semangat menggebu
Menyadari bahwa umur (waktu) adalah modal yang sangat penting untuk
taqorrub (mendekat) kepada Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Maka,
setiap ahli zikir selalu memperhitungkan pemanfaatan detik demi detik yang
dilaluinya dengan mahacermat dan maksimal untuk menjadi ladang pengabdian
terbaiknya kpada Allah SWT.

Akhirnya, ia benar-benar menjadi seorang yang terus menerus bergelora
semangat juangnya untuk mengisi setiap detik yang dimilikinya dengan
amal-amal dan karya terbaiknya. Semua dilakukan dengan niat
setulus-tulusnya, tanpa kenal lelah, baginya rezeki terbesarnya adalah
ketika dituntun dan diberi kemampuan oleh Allah untuk dapat melakukan amal
terbaiknya dengan ikhlas bukan hanya masalah imbalan dan balasan.

h. Tawadhu
Ciri lain yang sangat khas bagi seorang ahli zikir adalah ketawadhuan,
yaitu pribadi yang sangat rendah hati (bukan rendah diri), dengan
kesadaran penuh bahwa segala apa pun kelebihan atau keutamaan yang ada
pada dirinya mutlak adalah milik Allah yang dititipkan sejenak, dan
semuanya adalah karunia Allah semata. Maka, baginya tidak ada celah
sedikit pun yang dapat menjadikan segala amal, prestasi, atau pujian yang
dapat membuatnya menjadi ujub maupn takabur. Dia sangat meyakini hanya
Allah-lah satu-satunya yang layak dipuja dan dipuji. Dia sangat sadar
bahwa pujian yang ditujukan pada dirinya adalah pertanda bahwa Allah telah
menutupi aib dan kekurangannya.

i. Akhlakul Kharimah
Kombinasi perilaku buah dari keyakinan yang mendalam akan terpancar dalam
gerak-gerik, tutur kata, pengambilan keputusan, ide-ide dan gagasan,
penyelesaian masalah, yang keseluruhannya benar-benar menjadikan ia
seorang sosok pribadi yang indah, seimbang, adil, terpercaya penuh
kharisma dan wibawa yang berdampak pada segala sikapnya yang memiliki
nilai manfaat yang besar baik bagi diri pribadi, bagi umat, bagi dunia,
dan akhiratnya. Subhanallah. Wallahu a'lam.


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101908482705:4233 ;          Tue, 19 Oct 2004 08:48:27 +0700
$MessageID: <381-22004102191477345@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Sukses Dunia Akhirat
PostedDate: 10/19/2004 08:47:07 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/19/2004 08:48:27 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:08 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 0617018A9962F23A47256F320009EE13
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/19/2004 08:48:27 AM-10/19/2004 08:48:28 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/19/2004 08:48:28 AM

Tarqiyyah
Sukses Dunia Akhirat

―Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,
dan peliharalah kami dari siksa neraka,‖ (QS al-Baqarah: 201).

Siapa pun pasti ingin sukses. Tak ada yang mau gagal. Kesuksesan
berimpitan langsung dengan kebahagiaan. Sebaliknya, kegagalan sangat akrab
dengan kesedihan dan kekecewaan. Dari sini lahirlah beragam konsep sukses.
Ada yang mencoba mendekatkannya dengan kekayaan, jabatan dan ketenaran.
Orang dikatakan sukses manakala hidupnya berlimpah harta, menjadi orang
ternama dan menduduki jabatan tinggi.

Inikah defenisi sukses? Ternyata tak selalu tepat. Apalagi jika kesuksesan
disandingkan dengan kebahagiaan. Ternyata tak selalu orang kaya yang
terkenal dan menduduki jabatan tinggi, hidupnya senang. Banyak orang yang
sering gelisah, sedih atau tak merasa bahagia justru karena harta,
popularitas dan kedudukan yang dimilikinya. Sebaliknya, tak sedikit juga
orang yang hidup sederhana, tapi bahagia.

Menjadikan kekayaan, popularitas dan kedudukan sebagai salah satu indikasi
kesuksesan tidak selalu salah. Namun, ketiga komponen itu saja tidak
cukup. Defenisi sukses tak bisa dijabarkan hanya dengan ketiga hal
tersebut. Justru orang yang menganggap ketiga hal itu sebagai satu-satunya
indikator kesuksesan, bisa berakibat fatal.

Kekayaan, ketenaran dan kedudukan adalah sesuatu yang langka. Tak   semua
orang bisa menikmatinya. Karenanya, orang perlu bersaing untuk
mendapatkannya. Mereka yang menganggap kesuksesan ditandai dengan   ketiga
hal ini, akan berusaha mendapatkannya dengan segala cara. Dia tak   peduli
caranya halal atau tidak. Inilah yang menyebabkan orang melakukan   apa saja.

Selain itu, karena jabatan, kekayaan dan ketenaran itu langka, maka mental
orang yang mengejarnya akan menjadi egois dan sombong. Ia hanya akan
mementingkan dirinya sendiri dan tak peduli dengan orang lain. Ia akan
mengabaikan tuntutan lain yang tidak mendukung upayanya mewujudkan harta,
ketenaran dan jabatan.

Karenanya, tak heran kalau orang yang terlalu sibuk mencari harta,
mengabaikan keluarganya. Orang yang tamak ingin mendapatkan jabatan,
menjadi tega menyikut temannya sendiri. Orang yang ingin tenar, rela
menyerahkan kehormatan dan jati dirinya. Padahal, keluarga, teman dan
kehormatan, sangat bermakna dalam hidupnya. Tapi semuanya ia korbankan
demi mendapatkan kekayaan, jabatan dan ketenaran.

Mereka yang menganggap jabatan, ketenaran dan kekayaan sebagai puncak dan
lambang kesuksesan, akan sulit menikmati hidupnya. Sebab, ia menganggap
ketiganya adalah puncak kesuksesan. Sehingga, ketika ketiganya sudah
didapat, tak ada lagi yang ingin direngkuhnya. Ibarat pelari, ia sudah
mencapai garis finish. Karenanya, tak heran kalau mereka yang sudah
memiliki ketiganya, banyak yang bingung. Bingung harus berbuat apa lagi
karena ―kesuksesan‖ menurutnya sudah dicapai. Akhirnya, untuk menikmati
―kesuksesan‖ itu, tak sedikit yang pergi ke kafe-kafe dan menghabiskan
waktunya dengan wanita penghibur.

Islam tak melarang meraih kekayaan, ketenaran dan kedudukan. Tapi,
ketiganya bukan satu-satunya indikasi kesuksesan. Ketiganya hanya salah
satu dari sarana menjadi sukses.

Dalam Islam, kesuksesan tak bisa ditandai dengan kebahagiaan di dunia
saja, tapi juga kebahagiaan di akhirat. Inilah cita-cita yang selalu
terlantunkan dalam doa, ―Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka,‖ (QS
al-Baqarah: 201).
Paling tidak ada beberapa hal yang menandai kesuksesan seorang Muslim.
Pertama, hidupnya berguna bagi orang lain. Hal ini sejalan dengan apa yang
disampaikan Rasulullah saw, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang
bermanfaat bagi orang lain.

Secara umum, di antara sifat manusia adalah dia ingin mengaktualisasikan
dirinya. Memberi manfaat bagi orang lain adalah bentuk aktualisasi diri
yang paling tinggi. Orang yang biasa memberi dengan ikhlas akan merasa
bahagia. Ia akan mendapatkan kepuasan luar biasa. Di sinilah letak
kesuksesan itu.

Agar bisa memberi, kita harus memiliki. Di sinilah jabatan, kekayaan dan
ketenaran berkumpul dan menemukan muaranya. Orang yang mempunyai tiga hal
itu, akan menemukan kebahagiaan manakala ia mau memberi manfaat bagi orang
lain dengan ikhlas. Jika tidak, pemberiannya takkan melahirkan kepuasan
dan kebahagiaan. Ia belum sukses meskipun kaya, tenar dan mempunyai
kedudukan.

Inilah yang menjelaskan mengapa para sahabat Rasulullah saw semisal Utsman
bin Affan dan Abdurahman bin Auf mampu merasakan kebahagiaan. Kuncinya,
mereka kaya, punya jabatan, terkenal dan bermanfaat bagi orang lain.

Tentu saja, yang bisa membuat orang bermanfaat bukan hanya harta, jabatan
dan ketenaran. Ilmu dan moral yang baik, juga bisa membuat seseorang
berguna. Dengan ilmunya, seseorang bisa memberikan ide, nasihat dan
pemikiran. Dengan moralnya yang baik, seseorang bisa memberikan
keteladanan. Keduanya berguna bagi orang lain. Dan, keduanya bisa membuat
orang sukses.

Kedua, mengutamakan proses dan menikmati keberhasilan. Kebahagiaan tak
mungkin menghampiri orang yang tak pernah bercita-cita. Tapi, ia juga tak
mungkin mendekati para pemimpi. Kendati sering bersinggungan, tapi
cita-cita dan mimpi adalah dua hal berbeda. Seorang Muslim harus mempunyai
cita-cita tinggi walaupun tak mesti tercapai. Cita-cita itulah yang akan
menjadi kompas sekaligus penggerak hidup seseorang. Lalu, di manakah letak
kebahagiaan itu? Kebahagiaan terletak pada proses mencapai cita-cita itu.
Orang yang sukses adalah mereka yang bisa menikmati upaya mewujudkan
keinginannya dan mampu menikmati hasilnya apa pun yang terjadi, tak mesti
sesuai dengan yang diinginkan.

Ketiga, hidup seimbang. Ini di antara ajaran penting Islam, dan ini juga
merupakan hukum alam. Alam dan isinya diciptakan penuh keseimbangan.
Makhluk diciptakan berpasang-pasangan agar seimbang. Jika ada gunung, maka
ada lembah. Jika ada hitam, maka ada putih. Orang yang hidupnya tak
seimbang, akan mengalami ketidaknyamanan, gelisah dan keluh kesah. Mereka
yang bekerja tanpa istirahat, akan merasakan tubuhnya penat, capek dan
lesu. Sebaliknya, orang yang terlalu banyak istirahat pun akan merasakan
tubuhnya kaku, lemah dan tidak bergairah. Begitulah hidup ini. Ia harus
seimbang.

Islam mengajarkan keseimbangan pemenuhan kebutuhan duniawi dan ukhrawi.
Kita banyak menemukan banyak ayat al-Qur‘an dan hadits yang memerintahkan
untuk menjaga keseimbangan. Perintah mendirikan shalat Jum‘at diiringi
dengan perintah untuk mencari rezeki. Allah berfirman, ―Apabila telah
ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah
karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung,‖
(QS al-Jumu‘ah: 10). Perintah untuk mengejar kehidupan akhirat juga
dibarengi dengan perintah untuk tidak melupakan dunia. Allah berfirman,
―Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah padamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari
(kenikmatan) duniawi,‖ (QS al-Qashash: 77).

Kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya pun mencerminkan
keseimbangan. Mereka para ahli zuhud, tapi mereka juga adalah saudagar
kaya. Mereka adalah ahli tahajud, tapi mereka juga mujahid perang. Mereka
ruhbaanun fil lail wa fursaanun fin nahaar (ahli ibadah di malam hari, dan
mujahid perang di siang hari).

Keempat, husnul khatimah. Kesuksesan tak ditentukan pada awal perjalanan
hidup. Ibarat pedagang, rugi dan untung hanya bisa diketahui di akhir
penjualan. Begitulah hidup ini. Sukses dan tidaknya kehidupan seseorang
terlihat di akhir hayatnya. Tak sedikit orang yang semula dipuja bak
pahlawan, tapi matinya dihujat orang. Mereka yang semula kaya raya,
terkenal dan punya kedudukan terpuji, tapi akhirnya meninggal dalam
keadaan terhina.

Melihat keempat hal tersebut, ternyata untuk merengkuh kesuksesan tak
sesulit yang kita bayangkan. Tapi tentu saja tak semudah membalikkan
telapak tangan. Ternyata, untuk menjadi orang sukses dunia akhirat, tak
mesti kaya, tenar atau mempunyai kedudukan tinggi. Ternyata, kuncinya cuma
satu. Rengkuh kebahagiaan, itulah makna sukses sesungguhnya.

Hepi Andi



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101908350278:4133 ;          Tue, 19 Oct 2004 08:35:02 +0700
$MessageID: <381-22004102191334398@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ramadhan Bersama Al-qur'an
PostedDate: 10/19/2004 08:33:43 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/19/2004 08:35:03 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:09 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 09C516373DE1F12047256F320008B3CF
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/19/2004 08:35:03 AM-10/19/2004 08:35:04 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/19/2004 08:35:04 AM

Tadabbur
Ramadhan Bersama Al-qur'an

Oleh: Ahmad Kusyairi Suhail, MA Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI)

―Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)
al-Qur‘an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) …‖ (QS
al-Baqarah: 185).

Bulan Ramadhan dikenal juga sebagai Syahr al-Qur‘an, bulan al-Qur‘an.
Sebabnya, karena bulan suci ini dipilih oleh Allah SWT untuk menurunkan
al-Qur‘an secara keseluruhan dari al-Lauh al-Mahfuzh ke Bait al-‗Izzah, di
langit dunia.

Menurut Ibnu Abbas ra, seorang ahli tafsir terkemuka dari kalangan
sahabat, peristiwa itu terjadi pada malam Lailatul Qadr yang terdapat
dalam bulan Ramadhan. Allah menyebut malam ini lebih baik dari 1000 bulan
(QS al-Qadr: 1). Di lain tempat, Allah menyebutnya sebagai malam yang
diberkahi (QS ad-Dukhaan: 3).

Selanjutnya, Allah SWT menurunkan al-Qur‘an melalui perantara malaikat
Jibril alaihissalam kepada Rasulullah saw secara berangsur-angsur sesuai
dengan peristiwa atau kebutuhan yang ada (Tafsir ath-Thabari II/150-151).

Turunnya al-Qur‘an ke dunia ini telah menjadi pelita kehidupan bagi umat
manusia. Ketika al-Qur‘an turun, umat manusia hidup dalam dekadensi moral
yang amat parah. Penyembahan kepada selain Allah, seperti berhala dan
lainnya, yang lazim disebut paganisme, telah menjadi tren masyarakat
jahiliyah. Berbagai bentuk kezaliman dalam seluruh aspek kehidupan telah
mengakar dan menstruktur. Kemungkaran dan kekejian merajalela bak cendawan
di musim hujan.

Dalam suasana yang begitu kacau itulah, Allah SWT menurunkan al-Qur‘an
―sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) …‖ (QS al-Baqarah: 185).
Melalui al-Qur‘an, Allah mengeluarkan manusia dari beragam bentuk
kegelapan yang terjadi di seluruh aspek kehidupan menuju cahaya yang
terang-benderang. Allah berfirman, ―(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan
kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari zhulumat (gelap gulita)
kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju
jalan Tuhan Yang Maha Perkasa Lagi Maha Terpuji,‖ (QS. Ibrahim: 1).

Dalam ayat tersebut Allah SWT menggunakan ungkapan ―zhulumat‖, kegelapan
yang banyak. Dia menggunakan bentuk jamak, yang menurut ulama bahasa Arab
berfungsi sebagai taktsir, penyebutan banyak ragam. Sebab yang terjadi
kemudian, al-Qur‘an telah mengeluarkan manusia dari kegelapan ideologi,
ekonomi, sosial, politik dan lain-lain. Dengan al-Qur‘an, umat manusia
keluar dari jahiliyah menuju hidayah, dari syirik menuju tauhid, dari
penyembahan kepada sesama hamba (ibaadatul ibaad) menuju penyembahan
kepada Rabb-nya hamba (‗ibaadati rabbil ‗ibaad).

Terjadilah perubahan signifikan pada kondisi bangsa Arab yang lebih dulu
memeluk Islam. Dari umat yang lemah menjadi umat yang kuat. Dari umat yang
hidup penuh ketakutan menjadi umat yang penuh rasa aman dan tentram. ―Dan
sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi yang membawa al-Qur‘an) mereka
adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata,‖ (QS. Ali Imran: 164).

Perubahan positif itu terjadi disebabkan komitmen dan konsistensi generasi
awal umat ini untuk berpegang teguh pada al-Qur‘an. Al-Qur‘an telah
mewarnai seluruh sendi kehidupan mereka. Karena itu, jika kita ingin
meraih kemajuan, kejayaan dan zaman keemasan seperti yang pernah digapai
salaf ash-shalih (generasi terdahulu umat ini), kita harus meningkatkan
kua-ntitas dan kualitas interaksi kita dengan al-Qur‘an.

Rasulullah saw telah menjelaskan dalam se-buah hadits riwayat Ali bin Abi
Thalib, bahwa pangkal sekaligus sumber fitnah dalam semua aspek ke-hidupan
adalah jauhnya umat dari al-Qur‘an. Dalam hadits riwayat Tirmidzi (Juz
V/158-159, no. 2906), be-liau mengingatkan, ―Ingat-lah akan terjadi
fitnah!‖ Ali bertanya, ―Apa jalan keluar dari fitnah itu, wahai
Rasulullah?‖ Beliau menjawab, ―Kitabullah. Di dalamnya terdapat peristiwa
sebelum kalian dan kabar berita yang akan terjadi sesudah kalian....‖

Penyebutan ―fitnah‖ dengan bentuk nakirah dalam hadits tersebut mengandung
makna variasi (tanwi‘). Krisis multidimensi yang menimpa bangsa ini
termasuk bagian dari fitnah beragam itu. Realitanya, pejabat sampai rakyat
di negeri Muslim terbesar di dunia ini berlomba-lomba menjauh dari al-Qur‘
an. Ibnul Qayyim, seorang ulama yang banyak menulis masalah hati,
menyebutnya sebagai fenomena ―Hajrul Qur‘an‖ (memboikot al-Qur‘an).

Mengapa memboikot? Sebab, masih banyak di antara kita yang tak pernah
membaca seluruh al-Qur‘an, apalagi menelaah dan merenungkan. Sebagian kita
hanya membacanya dalam shalat saja. Sebagian lagi membacanya dan tak
mengamalkannya. Bahkan, masih ada yang mendustakan sebagian ayat al-Qur‘an
dan mengimani sebagiannya. Akibatnya, mereka tak pernah sepenuh hati
merespon pesan-pesan spiritual al-Qur‘an. Telinga kita lebih akrab
mendengar lantunan ‗ayat-ayat syetan‘.

Karena itu, Ramadhan hendaknya menjadi titik tolak (nuqthah al-inthi-laq)
berinteraksi dengan al-Qur‘an. Memperbanyak membaca, menghafal,
mentadabburi dan meng-amalkan al-Qur‘an meru-pakan agenda utama ge-nerasi
terdahulu umat ini. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan,
Rasulullah saw selalu bertadarrus al-Qur‘an ber-sama malaikat Jibril
setiap malam Ramadhan. Bah-kan pada tahun beliau wafat, malaikat Jibril
memperdengarkan al- Qur‘an sampai dua kali. Karena itu, ketika bulan
Ramadhan datang, Imam az-Zuhri selalu mengatakan, ―Sesungguhnya inilah
saatnya banyak membaca al-Qur‘an dan memberi makan (bersedekah).‖ Imam
Malik meliburkan majelis haditsnya dan ber-konsentrasi membaca al-Qur‘an
di bulan Ramadhan.

Dikisahkan pula, Imam Qatadah mengkhatamkan al-Qur‘an setiap tiga hari
pada bulan Ramadhan. Bahkan ketika memasuki sepuluh terakhir Ramadhan ia
mengkhatamkannya setiap malam. Bahkan lagi , Imam Syafi‘i pernah
mengkhatamkan al-Qur‘an sebanyak 60 kali selama bulan Ramadhan. Wallahu
al-Muwaffiq.



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101908255925:3915 ;          Tue, 19 Oct 2004 08:25:59 +0700
$MessageID: <381-220041021912439617@toshibatecra>
From: "Komunitas Muslim Indofood" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ba'asyir dan Konspirasi Menuju Invasi
PostedDate: 10/19/2004 08:24:39 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/19/2004 08:25:59 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:09 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: DA7C6C9BF21A453247256F320007DF9F
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/19/2004 08:25:59 AM-10/19/2004 08:26:00 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/19/2004 08:26:00 AM

Ba'asyir dan Konspirasi Menuju Invasi

Tanda-tanda invasi Amerika Serikat ke Indonesia makin menguat. Bangsa
Indonesia, terutama umat Islam, harus bersiap menghadapi semua
kemungkinan. )Yang terburuk sekali pun.

Umat Islam Indonesia semestinya bergembira menyambut da tangnya bulan suci
Ramadhan dalam beberapa hari lagi. Tapi Kenyamanan umat terusik. Salah
satu sebabnya adalah penyanderaan dua orang WNI oleh pasukan bersenjata di
Irak. Kamis (30/9), televisi Aljazirah menayangkan penyanderaan sepuluh
orang, termasuk dua orang WNI, oleh kelompok bersenjata Irak.

Suatu keanehan terjadi. Dua hari kemudian, Sabtu (2/10), kelompok
bersenjata yang menamakan dirinya Tentara Islam di Irak itu mengajukan
syarat pembebasan dua WNI. Mereka akan membebaskan dua tawanan asal
Indonesia itu, asalkan Ustadz Abu Bakar Ba‘asyir (ABB) yang mendekam di LP
Cipinang dibebaskan. Apa hubungan para penyandera dengan ABB?

Kontan saja peristiwa yang menghebohkan ini mengundang reaksi keras banyak
pihak. Sesaat setelah mendengar kabar penyanderaan dua WNI yang dikaitkan
dengan namanya, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu langsung
beristighfar. Tampak mimik wajahnya berubah. ―Astaghfirullah, fitnah apa
lagi yang akan datang sekarang,‖ katanya.

Secara tegas, ustadz yang dikurung dengan tuduhan terlibat jaringan
terorisme internasional ini menolak namanya dikaitkan dengan kelompok
penyandera dua WNI itu. ABB mengecam kelompok bersenjata yang menawan dua
warga Indonesia tersebut. Ini memang janggal. Selama ini Indonesia
mengecam invasi AS ke Irak, tapi mengapa justru warganya disandera
kelompok bersenjata Irak? Permainan apa lagi yang disuguhkan musuh-musuh
Islam?

ABB pun mengatakan, cara-cara yang dilakukan kelompok bersenjata di Irak
itu tak sesuai dengan Islam. Untuk itu, ia meminta mereka segera
melepaskan dua sandera WNI tersebut. ―Saya mengimbau kepada penyandera,
jika benar, untuk segera melepaskan dua Muslimah Indonesia yang mereka
sandera,‖ ujarnya. Belakangan dua sandera WNI tersebut dikabarkan telah
dibebaskan.

Kuasa Hukum ABB, M Assegaf, mengaku telah menemui Ba‘asyir di LP Cipinang
untuk mengonfirmasi peristiwa ini. ―Beliau menolak kalau namanya
dihubungkan dengan kelompok penyandera itu. Ustadz Ba‘asyir juga
menegaskan tidak ada hubungan sama sekali antara dirinya dengan kelompok
penyandera,‖ jelasnya.

Bahkan Ba‘asyir meragukan jika kelompok penyendera itu adalah kelompok
Muslim. Sebab, ujarnya, tidak logis kalau seorang Muslim menculik seorang
Muslim, kemudian digunakan untuk menebus Muslim lain. ―Bagi Ba‘asyir
perbuatan itu tidak diajarkan dalam Islam,‖ jelas Assegaf.

Karena begitu banyak ditemukan kejanggalan, spontan saja kasus ini
mengundang banyak spekulasi. Dari pola yang ada, kata Assegaf, penculikan
itu merupakan skenario besar Amerika Serikat (AS) untuk memojokkan Ustadz
Ba‘asyir. Kasus ini terkesan memberi pesan khusus pada presiden dan wakil
presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Muhammad Jusuf Kalla
(MJK) agar mewaspadai Ustadz Ba‘asyir.

―Mereka ingin membuat citra buruk pada Ustadz Ba‘asyir. Targetnya mereka
mengharap SBY-MJK mengecap Ustadz Ba‘asyir sebagai orang yang paling
berbahaya dan paling perlu diwaspadai pada pemerintahan SBY-MJK ke depan,‖
ujarnya.

MMI, institusi pimpinan Ustadz Ba‘asyir dalam salah satu poin siaran
persnya juga mencurigai aksi penyanderaan dua WNI ini sebagai grand design
dari konspirasi tingkat tinggi pihak asing. Tujuannya untuk justifikasi
(pembenaran) bahwa ustadz yang berpenampilan kalem ini adalah tokoh
teroris yang memiliki jaringan internasional.

Selain menuding pihak asing, MMI mencurigai keterlibatan polisi Indonesia.
Karena selama ini polisi tidak mempunyai alasan kuat untuk menahan Ustadz
Ba‘asyir terus-menerus, maka dicarikanlah alasan pembenar. Salah satunya
dengan membuat skenario penyanderaan.

Adanya grand design ini bukan omong kosong. Ada kejanggalan pada identitas
penyandera. Sampai hari ini, tidak pernah jelas siapa penyandera dua WNI
di Irak itu. Seperti dilansir televisi Aljazirah, para penyandera hanya
mencantumkan nama saja, yakni Tentara Islam di Irak. Siapa Tentara Islam
Irak itu? Mau apa mereka? Apa target mereka? Tidak pernah dijelaskan.

Fakta ini agak bertolak belakang dengan fenomena penyanderaan yang terjadi
di dunia. Coba saja buka-buka buku sejarah, jika terjadi penyanderaan,
maka identitas para penyandera selalu jelas. Jika benar pejuang, mereka
biasanya tak sungkan-sungkan menyebut identitasnya. Bahkan mereka pun tak
segan menyebut maksud dan tujuan perjuangannya.

Kekaburan dan ketidakjelasan identitas para penyandera dua   WNI di Irak itu
memunculkan tanda tanya besar di banyak kalangan. Benarkah   mereka
pelakunya? Atau mereka hanya sekadar pion yang dikorbankan   untuk
kepentingan master mind sesungguhnya? Siapa di balik teror   ini?

Menurut pengamat intelijen Soeripto, setiap ada teror canggih biasanya
dilakukan oleh state terorism (negara teroris). Mereka mampu melakukannya
karena memiliki organisasi intelijen yang canggih dan rapi. Mereka juga
memiliki peralatan propaganda canggih untuk melakukan black propaganda.
―Jadi pelaku teror canggih adalah state terorism,‖ jelas anggota DPR ini.
Identitas sandera yang kerap berubah-ubah makin membuat kecurigaan
sendiri. Saat pertama kali kasus ini muncul ke permukaan, dua WNI itu
disebut bernama Rosidah binti Anom dan Rafikah binti Aming. Sementara itu
Migrant Care, lembaga nonpemerintah yang memusatkan kegiatannya pada
perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri menyebutkan, bahwa ada
kemungkinan nama yang benar adalah Rosidah binti Tohir Ahim dan Rafikah
binti Nasim.

Namun data itu tak sesuai dengan keterangan PT Graha Indowihana,
perusahaan yang memberangkatkan Rafikah binti Aming. Mereka mengaku
memberangkatkan Rafikah binti Nasim Nawawi ke Kuwait yang saat ini masih
ada di sana dalam keadaan sehat.

Adapun kepastian bahwa yang disandera bukan Rosidah binti Tohir
disampaikan Ayid Muhammad Khalaf, bekas majikannya di Yordania. Rosidah,
katanya, sudah kembali ke Indonesia, 25 September lalu. Keluarga Rosidah
di Cianjur Jawa Barat membenarkan informasi itu. Kemarin Rosidah malah
diberangkatkan kembali ke Jakarta untuk memberikan klarifikasi ke Migran
Care dan Departemen Luar Negeri.

Kejanggalan ini makin terasa jika dikaitkan dengan hasil penelitian
Depnakertrans RI. Dirjen Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar
Negeri (PPTKLN) Depnakertrans, I Gusti Made Arka mengatakan, WNI yang
disandera di Irak bernama Istiqomah dan Novitasari.

Disebut-sebut Istiqomah dikirim oleh PJTKI PT Sabrina. Arka membenarkan
bahwa PT Sabrina mengaku mengirim lima orang TKI ke luar negeri, tapi
tidak ada satu pun yang dikirim ke Irak. ―Mungkin saja dikirim ke negara
di luar Irak lalu Irak merupakan negara ketiga yang mereka datangi. Jadi
tidak secara langsung,‖ duga Arka. Namun belakangan keterangan ini
dibantah PT Sabrina.

Identitas para sandera yang berubah-ubah mengingatkan kita pada kasus
peledakan menara kembar World Trade Center (WTC), 11 September 2001, di
New York. Beberapa saat setelah luluh lantaknya menara WTC, televisi CNN
langsung menyebut dua Muslim keturunan Arab, yakni Adnan Bukhari dan
adiknya Ameer Abbas sebagai tersangka peledakan.

Namun belakangan setelah diinterogasi FBI, keduanya dianggap tidak
terlibat. Adnan diberitakan masih berada di Florida. Sementara Ameer
Bukhari, ternyata sudah tewas dalam kecelakaan pesawat kecil 11 September
2000, persis setahun sebelum luluh lantaknya WTC.

Hal serupa juga dilakukan penyidik AS (FBI). Setelah kejadian, FBI menuduh
Abdul Alomari, seorang Muslim keturunan Arab sebagai salah satu pembajak
pesawat American Airlines Boeing 767 yang menabrak menara utara WTC.
Belakangan diketahui, pemilik nama tersebut masih hidup di Saudi Arabia.

Tertuduh yang bernama asli Abdelaziz al-Omari itu, saat kejadian bekerja
di kantor telekomunikasi Saudi Arabia di Riyadh. Adanya kesamaan pola
antara kasus penyanderaan WNI di Irak dengan kasus peledakan gedung WTC
memantik pertanyaan sendiri. Kenapa polanya mirip? Apakah memang pelakunya
pihak yang sama?

Sekum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Hussein Umar tidak menampik
kemungkinan ada rekayasa asing di balik kasus penyanderaan WNI di Irak.
Bahkan ia menyebut sejak beberapa waktu lalu Indonesia sudah menjadi
target untuk dihancurleburkan.

―Dengan berbagai rekayasa kejinya, saya kira bukan tidak mungkin
negara-negara adidaya, seperti AS akan menginvasi Indonesia. Meskipun
menurut hemat saya hal itu masih sangat jauh. Jika Invasi AS ke Indonesia
terjadi, maka ia tidak lagi dapat disebut sebagai negara beradab,‖ jelas
Bang Hussein.

Pengiriman pasukan militer AS ke Indonesia, seperti dikatakan Hussein
Umar, bukan tidak mungkin terjadi. Maraknya kasus peledakan bom di
Indonesia, seperti bom Bali, Marriott dan terakhir Kuningan yang belum
berhasil diungkap polisi bisa jadi pintu masuk invasi AS ke Indonesia.
Jika itu terjadi, mereka telah menjadi negara penjajah yang melanggar
kedaulatan Indonesia.

Dengan alasan memburu jaringan terorisme yang sampai saat ini belum
berhasil ditangkap polisi, Pemerintah George W Bush selanjutnya akan
mengirim pesawat tempur, kapal induk dan tank antitempur ke Indonesia.
Jika AS benar-benar menginvasi Indonesia, dampaknya sudah bisa
dibayangkan. Selain kehancuran peradaban, ratusan, bahkan ribuan
masyarakat boleh jadi akan menemui ajalnya diterjang peluru tentara AS.

Kejadian di sejumlah negara dunia dapat dijadikan pelajaran berarti bagi
Indonesia. Kasus Irak misalnya. Sebelum menginvasi Irak, AS melemparkan
sejumlah tudingan miring kepadanya. Bush menuding Irak menyimpan uranium
yang dibeli dari Nigeria dan kepemilikan senjata pemusnah massal weapon of
mass destruction (WMD).

Namun ironisnya, tanpa memperhatikan masukan dari negara lain dan hasil
penelitian tim penyidik senjata pemusnah massal yang diterjunkan ke Irak,
Bush memborbardir Irak secara membabi-buta. Akibatnya ribuan rakyat
meregang nyawa. Ribuan orang luka-luka berat. Itu dilakukan tanpa
mengindahkan rasa perikemanusiaan.

Belakangan tudingan miring tersebut tak pernah terbukti. Tim penyidik
senjata pemusnah massal pimpinan Davis Kay yang dibentuk Pemerintah AS
sendiri tidak menemukan indikasi bahwa negeri seribu satu malam itu
menyimpan senjata pemusnah massal seperti tudingan AS. Jika itu tidak
terbukti, lalu untuk apa AS menyerang Irak?

Lantas, dalam sejumlah kasus teror bom dan pengaitannya dengan ABB,
termasuk dengan dua sandera Muslimah Indonesia di Irak, apakah itu
menunjukkan AS tak puas dengan penanganan teror di Indonesia? Dan, untuk
itu kah AS perlu menginvasi Indonesia? Atase Pers Kedubes AS di Jakarta,
Max Kwak, membantah. ―Itu tidak masuk akal. Pemerintah Bush tidak akan
melakukan invasi ke Indonesia,‖ ujarnya. Soal tudingan bahwa AS berada di
balik penyanderaan dua WNI di Irak, Kwak juga membantahnya. ―Itu tidak
benar,‖ tegasnya.

Benar atau tidak, yang jelas bangsa Indonesia harus tetap waspada atas
kemungkinan buruk itu. Namun Ustadz Ba‘asyir mengaku, belum punya firasat
bahwa AS akan menginvasi Indonesia. Kalaupun itu terjadi, jelas rakyat
Indonesia, tak tinggal diam.

―Bila AS menyerang secara politis, maka harus dilawan dengan politis pula.
Namun bila AS melakukan invasi, maka umat Islam harus melawannya dengan
senjata yang setimpal pula,‖ jelas Ba‘asyir. Ini dalam rangka menegakkan
izzah (harga diri) sebagai bangsa yang mayoritas Muslim.

Rivai Hutapea


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101813205822:3815 ;          Mon, 18 Oct 2004 13:20:58 +0700
$MessageID: <381-220041011861937964@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Polisi AS Masuk Indonesia
PostedDate: 10/18/2004 01:19:38 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/18/2004 01:20:58 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:09 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 4A4988B5CF2EEA7147256F310022E12F
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/18/2004 01:20:58 PM-10/18/2004 01:21:00 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/18/2004 01:21:00 PM

Polisi AS Masuk Indonesia

Bermula dari bait puisi yang bernada miring tentang AS dan pejabat
pemerintahnya, seorang dosen STT Telkom Bandung didatangi polisi AS. Siapa
yang paranoid?

Mochamad D. Ichdajanto tak menyangka kebiasaan uniknya mengirimkan surat,
kartu pos, novel dan kaos yang berisi kecaman terhadap pejabat dan
pemerintah AS akhirnya berbuah ‗interogasi‘. Kamis (16/9) ia kedatangan
tamu istimewa. Seorang polisi AS, George F.Kalb dari Departement of
Homeland Security US Secret Service yang berkedudukan di Bangkok,
didampingi salah seorang staf kedubes AS. Sementara Ichdajanto didampingi
3 orang rekannya yang sengaja mendampingi sebagai saksi. Pertemuan itu
dilakukan di sebuah gedung pertemuan.

Pertemuan di kampus STT Telkom, Dayeuhkolot, Bandung yang berlangsung
hampir satu setengah jam itu memang tak jelas apa maksudnya. Yang jelas
Mister George memberondong sang dosen dengan berbagai pertanyaan.
Kedatangan George ke Indonesia terkait dengan bait puisi yang tertulis
pada kaos yang dikirimkan Ichdajanto. Di sana tertulis lyncing yang
artinya gantung. Jadi George menyimpulkan ada rencana akan membunuh
Condolissa Rice, penasihat keamanan Presiden George Bush. Selain soal itu,
polisi AS itu pun menanyakan pula tentang keluarga Ichdajanto, apa
aktivitas dirinya, apa terlibat gerakan Muslim, bahkan ditanya pula apa ia
pernah memegang senjata, bisa menjalankan pesawat terbang dan apa ia
terlibat drug? Tentu saja semua itu dijawab, ―Tidak!‖

―Justru, anehnya   pertanyaan itu malah diarahkan ke persoalan yang seolah
ancaman, padahal   yang dikirim tidak dia saja. Dick Cheney, Colin Powell
atau George Bush   sendiri telah dikirimi,‖ urai Ichdajanto kepada SABILI
tanpa didampingi   pengacara.

Menurut Ichdayanto, pengiriman barang-barang tersebut hanyalah sebuah
eksperimen dan menggunakan modal pribadi. Setiap kiriman menggunakan jasa
pengiriman pos. Hal itu telah dilakukannya sejak Bill Clinton berkuasa
tetapi tak pernah mendapat tanggapan apapun. Anehnya justru baru kali ini
ia kedatangan polisi AS. Kejadian ini bermula dari staf administrasi STT
Telkom yang menerima telepon dari seseorang yang mengaku polisi. Orang
tersebut mengatakan bahwa akan ada polisi AS datang untuk menemui
Ichdajanto. Tapi, tidak dijelaskan apa agenda dari pertemuan itu.

Kebiasaan Pak Dosen ini dipicu oleh kondisi yang terjadi. Dia meyakini
saat ini tengah berlangsung perang pemikiran dan perang informasi. Dengan
alasan tersebut dia mencoba melakukan eksperimen itu. Pada setiap
pengiriman, Ichdajanto tak luput memakai identitas pribadi dan instansi
secara jelas, sehingga tentu saja mudah dikenali dan gampang sekali dicari
alamatnya. ―Setiap pengiriman tentu saja tak pernah menyembunyikan
identitas. Ya buat apa sembunyi-sembunyi, saya gentle saja melakukannya,‖
katanya.

Ichdajanto tak luput pula dari teror. Beberapa kali ia mendapat telepon
dari nomor telepon yang tidak dikenalnya. Tidak itu saja, beberapa waktu
lalu di tempat tinggalnya di kawasan Bandung Timur, sekretaris RT
setempat, pernah ditanyai seseorang yang tidak dikenal tentang Ichdajanto,
apa aktivitasnya, dengan siapa dia berteman, dari mana asalnya dan ke mana
saja ia pergi. ―Saya sendiri tak habis pikir, mengapa ada orang
tanya-tanya seperti itu. Memang saya ini siapa pake diinteli segala?‖
ujarnya tak habis pikir.

Dari nama-nama yang pernah dikirimi Ichdajanto tercatat nama Dick Cheney,
Harold Crouch, John Naissbit, Bilver Singh dan Kalman Sutanik, Vice
President The World Jewish Congress, di New York City, NY, USA. Tentu saja
pengiriman itu dilakukan berulangkali dan dalam setiap pengiriman ia
selalu mencatat kejadiannya.

Ichdajanto mengaku tak bermaksud menciptakan sentimen anti AS tetapi ia
lebih bertumpu pada soal kebenaran karena pejabat dan pemerintah AS banyak
melakukan kekeliruan. ―Ya polisi AS itu boleh curiga dengan apa yang saya
lakukan. Rupanya akan ada follow up setelah pertemuan ini karena Mister
George minta nomor handphone saya,‖ tandas Pak Dosen.

Ketika dikonfirmasi SABILI, Ketua STT Telkom, Harsono, sekretarisnya
mengatakan sang ketua tak mau memberi tanggapan mengenai soal itu.

Pihak kedutaan Amerika yang diwakili Atase Persnya, Max Kwak, melalui juru
bicaranya, Novita, mengatakan bahwa kedutaan Amerika tidak mengetahui
kunjungan polisi rahasia George F. Kalb ke STT Telkom Bandung, dalam
rangka interogasi terhadap salah satu dosennya, Ichdajanto. ―Kami belum
bisa memberi komentar sesuatu yang kami tidak tahu,‖ jelas Novita.

Mengapa polisi AS begitu mudah masuk Indonesia, sementara polisi kita
untuk menemui Hambali saja sangat sulit?

Deffy Ruspiyandy


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101811552522:3597 ;          Mon, 18 Oct 2004 11:55:25 +0700
$MessageID: <381-22004101184545344@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Sabili : Membedah Kepala Imam Samudra
PostedDate: 10/18/2004 11:54:05 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/18/2004 11:55:25 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:09 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 2EBEEDD3E50FB7B747256F31001B0C29
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/18/2004 11:55:25 AM-10/18/2004 11:55:26 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/18/2004 11:55:26 AM

Membedah Kepala Imam Samudera

Sebuah buku terbit tentang dan ditulis oleh Imam Samudra. Bagaimana ia
menjadi seperti ini? Apakah ada generasi-generasi lain yang berperilaku
lain? Apakah semua yang pernah bersentuhan dengan Perang Afghanistan punya
prinsip yang sama dengan Imam Samudra?

Dalam sebuah pertemuan silaturahim antara Habib Rizieq Syihab, ketua Front
Pembela Islam (FPI) dan Ustadz Abu Bakar Ba‘asyir di Penjara Cipinang, ada
pembicaraan yang menarik antara keduanya. Dalam obrolannya, kedua tokoh
yang pernah menghuni Rumah Tahanan Salemba itu membahas buku yang ditulis
oleh Imam Samudra dari bilik penjara di Gerobokan, Pulau Bali.

Abu Bakar Ba‘asyir meminta kepada Habib Rizieq untuk segera mendapatkan
buku tersebut dan melakukan kajian atas buku yang diberi judul: Imam
Samudra. Aku Melawan Teroris. Dengan serius, ABB, begitu nama ustadz
pimpinan Pesantren Al Mukmin Ngruki ini sering disingkat, meminta agar
Habib Rizieq sesegera mungkin membaca dan mengkaji isi buku yang ditulis
oleh Abdul Azis alias Qudamah alias Imam Samudra tersebut.

Tapi sayangnya, sejak usai pertemuan dengan Abu Bakar Ba‘asyir tersebut,
Habib Rizieq yang sehari-hari tinggal di daerah Petamburan, Jakarta Pusat,
dalam kondisi tak sehat. Bahkan saat ditemui SABILI, pria yang senantiasa
berjubah ini masih terlihat sakit. ―Ane belum baca buku itu. Tapi ane udah
denger isinye. Sayang ane belum dapet, seminggu ini ane sakit, tidak enak
badan,‖ ujarnya dalam dialek Betawi yang kental, khas Habib Rizieq.

Meski dengan suara lemah, Habib Rizieq dengan nada tegas menandaskan
sikapnya, khususnya tentang buku yang membuat kisah perjalanan Imam
Samudra tersebut. ―Apapun yang dilakukan oleh Imam Samudra di Bali, itu
masalah pribadi dia. Orang-orang tak bisa mengaitkan hal tersebut dengan
majelis, pengajian, taklim atau ustadz yang pernah diikuti oleh Imam
Samudra,‖ sergah Habib Rizieq.

Menurut Habib Rizieq, sudah sewajarnya seorang Muslim mengikuti pengajian
dan khutbah-khutbab para ulama di masjid-masjid. ―Siapa sih yang nggak
pernah ikut khutbah Jum‘at di masjid? Jadi kalau tiba-tiba salah seorang
jamaah melakukan sesuatu yang terkait dengan bom, kekerasan atau yang
lainnya dan dikaitkan dengan khutbah, ya, repot. Berapa juta penjahat di
dunia ini yang pernah ikut shalat Jum‘at dan pengajian juga?‖ ujarnya
memberikan pembatas dan panduan.

Benarkah pengajian dan taklim-taklim yang diikuti oleh Imam Samudra yang
telah membentuk dirinya seperti saat ini? Ataukah ladang jihad, negeri
Afghanistan yang mengubahnya?
Imam Samudra mengawali penuturan dalam buku yang ia tulis dengan
kisah-kisah masa kecilnya. Ada kisah yang lucu, haru, romantis, kecerdasan
dan nyaris tak ada cerita tentang kenakalan. Lucu, saat ia menuturkan
kisahnya sebagai seorang siswa SMP yang ―ultranasionalis‖ karena ikut dan
menang lomba penataran P-4. Cerdas, karena ia berkali-kali menjadi juara
umum dan memenangkan lomba. Sampai ia akhirnya bosan menerima penghargaan
atas prestasinya. Juga romantis, karena di usia ini pula ia mengenal
seorang gadis yang merebut hatinya dan akhirnya sang gadis kini menjadi
ibu dari anak-anaknya. Dalam buku yang ia sebut sebagai biografi setengah
hati ini pula Imam Samudra menceritakan perjalanan spiritualnya. Sebuah
perjalanan panjang, berliku dan sarat misteri. Sebuah perjalanan yang
mengantar Imam Samudra menuju dan meniti jalan pedang.

Imam Samudra menggambarkan dirinya semasa kecil adalah anak yang cerdas,
berkali-kali juara umum di kelas, juga sekolah. Menang pula lomba baca
puisi, pidato, P-4, shalih, rajin belajar, tak pernah meninggalkan shalat,
tapi juga sekaligus seorang bocah yang rendah hati.

Salah satu momen yang menggambarkan kerendahan hatinya adalah saat ia
menjadi murid sebuah SMP Negeri 4, Serang. Ia duduk di sebuah kelas,
tempat semua anak berprestasi disatukan dan berkumpul. Dan masing-masing
memperkenalkan diri dan prestasinya. Sampai giliran Abdul Azis kecil, ia
hanya menyebut nama dan asal sekolahnya dan kembali duduk di bangku.
Teman-temannya yang lain menganggapnya curang karena tidak membebarkan
identitasnya sebagai murid teladan. Sang guru pun menahannya untuk duduk
dan memintanya melengkapi perkenalan.

―Yah..., terpaksa dengan nyengir kuda kuceritakan juga sedikit pengalaman
eS-De,‖ demikian tulisnya. Salah satu alasannya tak membeberkan jati diri
adalah, ia bosan jadi ketua kelas dan ketua regu Rajawali dalam kegiatan
Pramuka.

Ramadhan yang Mengubah

Perkenalan Abdul Azis dengan sesuatu yang ia anggap lebih besar dari
sebelumnya bermula pada semua acara Pesantren Ramadhan seusai Evaluasi
Belajar Akhir Semester (EBAS). Saat pesantren tersebut, seorang ustadzah
memancing para santri untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah seharusnya
laki-laki dan perempuan berjalan di jalan raya. Abdul Azis yang telah
diberi pelajaran tentang hal ini oleh guru di sekolahnya langsung menjawab
lantang. Bahwa laki-laki harus berjalan di sebelah kanan dan perempuan di
sebelah kiri.

Tapi sang ustadzah memberikan jawaban lain. Laki-laki dan perempuan yang
berjalan beriringan, baik di sebelah kiri atau sebelah kanan, dua-duanya
hukumnya haram dan dilarang dalam Islam. Sang ustadzah pun memberikan
keterangan lengkap dengan hadits dan ayat-ayat al Qur‘an.

―Uraian beliau membuatku benar-benar kaget, sedih dan sejuta perasaan
lain. Kurasa, itulah konflik batin pertama yang kualami,‖ anggap Abdul
Azis.
Dan ia pun terkenang masa-masa yang lalu. Saat siswi-siswi berebut
memasang dasi kupu-kupu di kerah leher dan topi ketika ia mendapat tugas
membaca doa di depan peserta upacara. Lalu mereka tertawa riang menikmati
masa-masa remaja. ―Musibah!‖ begitu Imam Samudra mengenang masa kecilnya.

Pesantren Ramadhan itu mengubah dirinya. Ia menangis sepanjang malam
setelah itu, menyesali waktu yang telah berlalu. Ia membenci teman-teman
wanitanya yang kecil-kecil sudah menyanyikan lagu cinta, ia bahkan
membenci dirinya sendiri karena masuk sekolah ―Belanda‖. Bahkan ketika ia
dinyatakan sebagai juara dari kelasnya ia maju ke depan dengan tertunduk
lesu dan tak bangga. ―Aku juara sekuler!‖ Batinnya menjerit.

Singkat cerita, Abdul Azis bertambah besar dan dewasa dengan itu semua.
Sampai ia kemudian berkenalan dengan sebuah buku, yang juga membawa
perubahan penting dalam perjalanan hidup seorang Abdul Azis. Buku itu tak
lain adalah Ayatur Rahman fii Jihadi‘l Afghan, karya DR Abdullah Azzam.
Buku ini menceritakan tanda-tanda kebesaran Allah dalam jihad di
Afghanistan.

―Mereka yang sempat membaca buku ini, insya Allah akan tergerak hatinya
untuk berjihad mengangkat senjata ke Afghanistan. Tapi waktu itu umurku
masih 16 tahun, baru bisa membayangkan, menghayati dan kemudian
melamunkan,‖ ujar Imam Samudra.

Buku itu berkali-kali ia baca dan selalu di akhir halaman yang melantunkan
doa, agar Allah menyampaikan Abdul Azis yang masih berusia 16 tahun itu ke
negeri para syuhada, negeri penghuni surga, Afghanistan. Bahkan ia
menempelkan peta Afghanistan di pintu bagian dalam kamarnya. Sejak itu
pula ia selalu berdoa dan berusaha meninggalkan semua kesenangan. Ia
berhenti mendengar musik, berhenti menonton TV dan sebagai gantinya ia
melahap buku-buku agama dan tangan tak pernah melepas al-Qur‘an sebagai
bahan bacaan.

Sampai kemudian ia bertemu dengan seorang yang ia kenal bernama Jabir di
Masjid Al Furqan, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jl. Kramat
Raya 45, Jakarta. Ia pun akhirnya diminta untuk mengumpulkan uang sebesar
Rp 300.000 saja sebagai persiapan berangkat ke medan jihad. Berbekal sisa
tabungan dari honor menulis di Majalah Panji Masyarakat dan juga tambahan
dana dari Ibunda, ia menyisir Sumatera, masuk Malaysia dan terbang bersama
Malaysian Air System menuju India.

Singkat cakap, Abdul Azis masuk juga di Afghanistan. Sebuah fase kehidupan
baru. Kehidupan di antara desing mortir dan peluru. Bau darah dari mesiu.
Nasyid pembangkit semangat dan lantunan ayat-ayat al-Qur‘an menjadi musik
yang indah di bawah langit Afghanistan.

―Mereka yang datang ke tempat ‗aneh‘ seperti ini adalah mereka yang siap
membunuh atau dibunuh kafir, siap berjihad dan menegakkan kalimat Allah,‖
tulisnya di halaman 48.

Macam-macam perasaan yang dialami oleh Abdul Azis di negeri para mullah
ini. Mulai dari perasaan rindu pada syahid, sampai rindu pada seorang
gadis, mantan Ketua OSIS yang mengisi satu sudut hatinya.

Saat hujan salju mengguyur tanah penggunungan Khost, saat malam dengan
langit yang cerah, berhias bintang Cassiopia, ingatan Abdul Azis melayang
jauh dari tempat kakinya berpijak. ―Tiba-tiba ingatakanku jauh terlempar
ke alam sana. Di sebuah benua bernama Asia, terus terlempar ke Asia
Tenggara dan terus ke sebuah negara dengan ibukota bernama Jakarta. Di
sebelah baratnya ada kota bernama Kalideres, diteruskan lagi ke arah
Barat. Satu jam kemudian tiba di terminal yang disebut Ciceri. Berjalan
saja ke utara yang sekitar 1000 meter. Maka tibalah di sebuah tempat
bernama Cinanggung. Ada sebuah rumah, Blok F 140, duh, ternyata disitulah
rumah seorang wanita yang tempo hari kukirim post card,‖ kenangnya.

Sepuluh tahun yang lalu, Imam Samudra meninggalkan bumi Afghanistan yang
belum lagi kering dari luka parah. Tangis-tangis di sudut desa belum lagi
reda. Dengan selimut tipis, di antara gelegar petir yang sesekali
terdengar, dan di antara buncahan baraan, hujan es, seorang pemuda dengan
topi pakool, topi khas Afghanistan dan juga baju panjang khas Afghan-Paki
bersiap-siap melakukan perjalanan yang lain lagi. Pemuda kurus berjenggot
tipis itu menyalami para mujahidin Afghan dan Arab.

Tiada ucapan berpisahan atau peluk selamat tinggal. Sebab pemuda itu tak
meninggalkan siapa-siapa, hatinya telah tertanam bersama kapas-kapas salju
yang meresap dalam kerasnya batu-batuan pegunungan Khost, dan menyusup
dalam tanah-tanah Jalalabad, mengalir dalam sungai-sungai kecil di Kunar.
Pemuda kecil itu hanya berpindah ladang jihad. Dan Abdul Azis pun sudah
hilang, berganti dan melebur dalam diri seorang pemuda yang kini bernama
Qudama, the Pioneer.

Kelak, pemuda itu memang membuktikan dirinya tak meninggalkan perang yang
ia jalani dulu. Bahkan, ia telah memindahkan perang itu. Memindahkannya
dengan tangan sendiri ke sebuah pulau bernama Bali dengan sebuah bom yang
meledak di hampir larut malam. Sebuah bom yang mengubah segalanya di
Indonesia.

Sebuah bom yang ia anggap sebagai laku jihad. Sebuah pembalasan atas
ribuan umat Islam tak bersalah di Afghanistan yang dibantai oleh Amerika
di pertengahan Ramadhan, 2001. Tapi di lain pihak ―jihad‖ yang ia lakukan
itu menuai kutuk dari saudara yang lain, yang berbeda, yang tak setuju
dengan cara dan pola pikir yang diambil oleh Abdul Azis alias Qudama alias
Imam Samudra.

Cerita Lain Sebuah Perjalanan
Mari beralih tokoh. Peran utama kali ini dimainkan oleh seorang, sebut
saja namanya Abdurrahman. Ia nyaris punya perjalanan yang sama dengan apa
yang dialami oleh Abdul Azis alias Imam Samudra.

Abdurrahman kecil adalah seorang anak yang cerdas. Di sebuah SMP Negeri di
Jakarta Timur, ia selalu masuk dalam ranking tiga besar. Pandai mengaji,
rajin shalat, juara cerdas cermat. Jika Imam Samudra sampai pada tingkat
Kabupaten, Abdurrahman bahkan juara pada tingkat nasional.

Di sekolah tempatnya belajar, ia termasuk siswa yang selalu tepat untuk
masuk mushalla sekolah menunaikan kewajiban. Sampai akhirnya seniornya
merekrut ia untuk menjadi pengurus mushalla. Dan dari sana perubahan demi
perubahan dimulai.

Bertambah umur, Abdurrahman memasuki fase yang lain. Kala itu perang
Afghanistan pecah dan menjadi daya magnet yang menarik pemuda-pemuda dari
berbagai penjuru dunia untuk berjihad, tak terkecuali Abdurrahman.
Beberapa orang temannya telah berangkat. Dan kisah-kisah dari pengajian
satu ke pengajian lainnya menceritakan ulang tanda-tanda kebesaran
syuhada. Bahkan seorang temannya yang telah syahid di Afghan telah pula
membangkitkan semangatnya untuk pergi ke negeri para lelaki itu. Padahal
waktu itu, buku yang ditulis oleh DR Abdullah Azzam yang mempengaruhi
banyak orang, termasuk Imam Samudra, belum lagi beredar di Indonesia.

Dalam hati ia selalu menanyakan ulang, apa betul niatnya tentang jihad?
Apa benar ia telah cukup ilmu untuk sampai pada fase itu? Apa sudah cukup
imannya? Bukankah dalam ilmu fiqih sebelum sampai pembahasan pada jihad,
terlebih dulu kita semua harus mengenal masalah-masalah tentang thaharah,
mensucikan diri, meningkatkan ibadah dan ilmu.

Akhirnya, Abdurrahman memang tak berangkat ke Afghanistan. Tapi bukan
berarti ia kehilangan militansi untuk memperjuangkan Islam. Hingga kini ia
masih menjadi aktivis dakwah yang selalu berjuang dan berbuat untuk umat,
insya Allah. Ia juga berperang, tapi perang yang lain. Perang fikrah,
perang budaya, perang intelektual yang juga tak ada habis dan tak kalah
besarnya.

Abu Salim Nomor Satu
Salah seorang yang disedot oleh jihad Afghan adalah Abdul Wahid Kadungga.
Tak perlu cerita detil hingga masa kecil. Yang jelas, sejak muda Abdul
Wahid Kadungga adalah seorang yang cukup cerdas, organisator yang baik,
dan tentu saja shalih, insya Allah.

Ia termasuk sedikit dari orang-orang Indonesia yang bergabung di
Afghanistan. Jika Abdurrahman dan Imam Samudra bersentuhan dengan semangat
Afghan pada usia yang masih belia, tapi tidak dengan Kadungga. Ustadz
bertubuh mungil ini berusia 40 tahun ketika perang Afghanistan pecah.
Meski tergolong sepuh dan bertubuh kecil tak berarti Kadungga tidak
memiliki keberanian yang besar.

Tahun 1980 ia masuk ke Afghanistan. Satu tahun setelah perang pecah di
tahun 1979. ―Semua yang datang pada saat itu untuk berperang. Saya bertemu
dengan anak-anak muda. Semuanya muda, berumur 20 tahunan. Sedangkan saya
sudah 40 tahun,‖ kenang Kadungga.

Di pegunungan Khost, ia berlatih memegang senjata dan berlatih siasat
perang gerilya. Berhari-hari jalan dari gunung ke gunung dengan senjata
lengkap dan peluru yang melilit tubuh, Kadungga selalu berhasil
mengalahkan anak-anak muda yang dua kali lebih muda usianya. Ia mendaki
lebih cepat. Ia berlari lebih cepat.

Untuk kali kedua, Kadungga masuk kembali ke Afghanistan pada tahun 1985.
Jihad ternyata membuatnya dirundung rindu. Pada perjalanannya yang kedua
ini, ia telah banyak bertemu dengan anak-anak dari Indonesia. Sebagian
besar mereka memang tergugah setelah membaca buku Ayatur Rahman fii Jihadi‘
l Afghan.

Beberapa waktu setelah peristiwa Bom Bali terjadi, Kadungga sempat menjadi
salah seorang yang dicurigai. Polisi sempat menahannya pada Desember 2002,
tapi kemudian ia dilepas kembali karena tak terbukti. Atas peristiwa Bom
Bali sendiri, Kadungga yang kenyang makan pahit getirnya jalan dakwah,
percaya betul bahwa Imam Samudra dan kawan-kawan adalah korban juga. ―Bom
yang anak-anak punya (Imam Samudra dkk, red) adalah yang di Paddie‘s Club.
Sedang bom yang di Sari Club adalah rancangan mereka,‖ tandas Kadungga.

Siapa mereka? Sebagai seorang yang pernah bersentuhan dengan amunisi dan
bahan peledak saat berada di Afghanistan, Kadungga menyebut, ledakan yang
menghasilkan asap cendawan hanya bisa dibuat oleh kekuatan milik empat
negara besar. ―Amerika, Rusia, Inggris dan Rusia. Bom itu sangat berbahaya
dan selalu dikontrol. Imam Samudra beli? Omong kosong!‖

Imam Samudra, Abdurrahman dan Abdul Wahid Kadungga, adalah tiga fenomena
yang berbeda, meski masing-masing bersentuhan dengan dunia yang sama:
Jihad Afghanistan.

Sepulang dari Afghan, Imam Samudra membawa perangnya kemana pun ia pergi
dan berada. Abdurrahman yang batal berangkat memilih langkah untuk bergiat
dalam dakwah mendidik umat. Dan Abdul Wahid Kadungga, semangatnya tetap
meletup-letup sepulang dari tanah jihad. Semangat itu pula yang ia kelola
menjadi kekuatan dakwah dan selalu tetap siaga.

Menjelang tulisan ini selesai ditulis, lewat sebuah cara, sebuah pesan
masuk ke redaksi dari Ustadz Abu Bakar Ba‘asyir. Dalam pesannya, ABB
mengatakan bahwa ia sudah mendapat dan membaca buku Imam Samudra. Dan
menurutnya, buku itu mempunyai nilai positif, setidaknya mampu menjadi
stimulan agar kaum Muslimin Indonesia tidak terjangkit penyakit wahn.
Cinta dunia dan takut mati.

Ustadz Abu mengatakan, meski dirinya berpikiran positif tentang Imam
Samudra, ia tidak sependapat dengan cara-cara perlawanan yang dilakukan
oleh Imam Samudra dan kawan-kawan. Membawa cara bom dan senjata pada
wilayah yang tidak semestinya, hanya akan menguntungkan musuh Islam untuk
memerangi umat ini.

Tanpa bermaksud mengadili, kisah perjalanan Imam Samudra, Abdurrahman dan
Kadungga, sungguh memberikan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
Khususnya bagi darah-darah muda, yang selalu dipenuhi dengan gejolak tak
terkendali dalam dadanya. Semoga kita menjadi seorang yang mampu
mewujudkan Islam sebagai rahmat seluruh alam.

Herry Nurdi


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101808113326:3439 ;          Mon, 18 Oct 2004 08:11:33 +0700
$MessageID: <381-220041011811013916@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Upaya Mengkristenkan Yasser Arafat
PostedDate: 10/18/2004 08:10:14 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/18/2004 08:11:33 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:09 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: B812FDB419113FAB47256F3100068D4F
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/18/2004 08:11:33 AM-10/18/2004 08:11:35 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/18/2004 08:11:35 AM

Upaya Mengkristenkan Yasser Arafat

Adian Husaini

Majalah Rohani Populer (Krisren), BAHANA, edisi XXXXV, Februari 2004,
menulis satu berita menarik tentang usaha mengkristenkan Presiden
Palestina Yasser Arafat. (lihat: http://www.bahana-magazine.com)/
Diceritakan, seorang Pengajar Injil bernama R.T. Kendall, bertemu untuk
kedua kalinya dengan Yasser Arafat di kediamannya di Ramallah.

"Rais [sebutan presiden dalam bahasa Arab],‖ kata Kendall, ―Saya ingin
mengatakan sesuatu untuk direnungkan. Ada yang mengatakan pada saya bahwa
Yesus Kristus sangat berkesan bagi Anda." Arafat segera menjawab, "Oh ya,
sangat, sangat penting."

Kendall yang setiap hari sejak tahun 1982 selalu mendoakan Arafat ini tahu
bahwa Arafat pernah bermimpi tentang Yesus.

Arafat lalu menceritakan mimpinya, ketika tentara Israel menyerang dan
mengebomi kediaman Arafat, tahun 2002. "Pada hari ketiga pengepungan
itu.....seekor domba menuntun saya ke Betlehem," kata Kendall menirukan
kembali ucapan Arafat. "Di sana saya melihat bunda Maria sedang
menggendong bayi Yesus.

Saya mencium Yesus. Ketika saya bangun, saya kaget karena saya
memerintahkan domba itu disembelih dan diserahkan kepada para imam di
Gereja tempat kelahiran Yesus di Betlehem supaya mereka berpesta."

Kendall lalu berkata, "Saya minta Anda mau mengakui bahwa Yesus
benar-benar mati bagi dosa Anda. Dia bukan diselamatkan dari salib itu,
melainkan Dia benar-benar mati." Ketika Kendall sedang berbicara tentang
'panggilan untuk bertobat' itu, tiba-tiba penerjemahnya menyela. "Tetapi
Arafat menaruh tangannya pada penerjemah itu untuk memberi isyarat bahwa
saya boleh meneruskan kata-kata saya," ucap Kendall.
Setelah menjelaskan pada Arafat apa saja keuntungan menjadi orang Kristen,
Kendall memperhatikan bahwa penerjemah itu keberatan lagi ketika Kendall
sekali lagi melakukan 'panggilan untuk bertobat'. "Saya berkata, 'Saya
hanya berusaha agar publik tahu apa yang diyakini Arafat,'" kata Kendall
(67 th) "Saya berkata pada Arafat, 'Tidak ada lagi yang bisa dilakukan.
Perdamaian [di Timur Tengah] tidak bisa tercipta melalui jalur militer
atau politik,'" lanjut Kendali.

Setelah itu, Kendall minta Arafat supaya bersedia merenungkan hal ini.
Arafat setuju. Di akhir pertemuan, Kendall berdoa bagi Arafat dan
memberikan buku "Total Forgiveness," yang dia tulis. "Saya tidak tahu
apakah dua kunjungan saya ini berdampak baik atau tidak," kata Kendall
kepada Charisma News Service ," tapi yang penting saya telah berusaha
keras untuk membawa seseorang kepada Yesus Kristus.

Begitulah berita tentang usaha pengkristenan Yaser Arafat yang dilakukan
oleh Kendall, sebagaimana diceritakan Majalah BAHANA. Sebagai berita,
tentu saja, cerita ini sulit dipercaya kebenarannya, karena belum ada
konfirmasi dari pihak Arafat. Apakah cerita Kendall itu betul atau ngibul?
Kita tidak tahu pasti.

Yang penting dari cerita itu adalah paparan tentang kegigihan seorang
mionaris Kristen (yang sudah tua, berumur 67 tahun) masih begitu
bersemangat untuk meng-Kristenkan seorang tokoh dunia bernama Arafat, yang
jelas-jelas dikenal publik internasional sebagai seorang Muslim. Simaklah
kata-kata Kendall: ―Tapi yang penting saya telah berusaha keras untuk
membawa seseorang kepada Yesus Kristus.‖ Semangat misionaris Kendall itu
sangat luas biasa. Adakah tokoh Islam yang berusaha mengislamkan Bush,
Kofi Annan, dan berbagai pemimpin dunia lainnya, sebagaimana yang dulu
dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabat beliau yang mulia?

Dalam soal misi Kristen, ada ayat Bible yang biasanya banyak dikutip
misionaris Kristen dan dijadikan pijakan misinya. Misalnya, dalam Matius
28:19 dikatakan: ―Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.‖

Dulu, para pemuka agama dan penguasa Kristen melakukan tindakan
pembaptisan paksa terhadap semua manusia. Siapa yang menolak dibaptis,
maka akan disiksa atau dibunuh. Sebagai contoh, di Spanyol, berdasarkan
hasil The Third Council of Toledo (589), maka Katolik dijadikan sebagai
agama negara, dan ditetapkan sejumlah keputusan terhadap kaum Yahudi: (1)
larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen, (2)
keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa, (3) budak-budak
Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi (4) Yahudi harus dikeluarkan dari
semua kantor publik, (5) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka
saat upacara kematian.

Dalam periode 612-620, banyak kasus tejadi dimana Yahudi dibaptis secara
paksa. Ribuan Yahudi melarikan diri ke Perancis dan Afrika. Pada 621-631,
di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan Yahudi agak lebih lunak.
Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan mereka yang
dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi. Tetapi, Swinthila
ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan praktik pembaptisan
paksa. Pada masa pemerintahan Chintila (636-640), dibuatlah keputusan
dalam The Six Council of Toledo (638), bahwa selain orang Katolik dilarang
tingal di wilayahnya. Euric (680-687) membuat keputusan: seluruh Yahudi
yang dibaptis secara paksa ditempatkan di bawa pengawasan khusus pejabat
dan pemuka gereja. Raja Egica (687-701) membuat keputusan: semua Yahudi di
Spanyol dinyatakan sebagai budak untuk selamanya, harta benda mereka
disita, dan mereka diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga mereka
tersebar ke berbagai profinsi. Upacara keagamaan Yahudi dilarang keras.
Lebih dari itu, anak-anak Yahudi, umur 7 tahun keatas diambil paksa dari
orang tuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen. (Lihat, Max L.
Margolis dan Alexander Marx, A History of the Jewish People, hal. 304-306).

Misi Kristen terus berjalan, berangkat dari doktrin, bahwa ―di luar Gereja
tidak ada keselamatan‖. (Extra ecclesiam nulla salus). Sebagian kalangan
Kristen berusaha mendobrak doktrin itu dan melakukan liberalisasi teologi
yang kemudian dikenal sebagai teologi pluralis, yang menganggap bahwa
semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran. Itu klaim
mereka. Kasus Arafat dan masih bergiatnya kegiatan misionaris Kristen di
seluruh dunia menunjukkan, bahwa semangat pembaptisan itu masih terus
bercokol dan berjalan. Hingga, mereka memandang perlu untuk mengkristenkan
seorang Yasser Arafat.

Untuk apa? Mengapa mereka tidak berusaha mengkristenkan Ariel Sharon?
Sejarah mencatat betapa misi Kristen telah memakan begitu banyak korban.
Di Spanyol, misalnya, Mahkamah Inquisisi secara resmi dibentuk oleh Paus
Sixtus IV pada November 1478, dan baru berakhir pada 1820.

Pembentukan ini dipicu oleh laporan bahwa para Yahudi dan Muslim yang
dipaksa memeluk Kristen (dikenal sebagai conversos dan marranos) masih
tetap mempraktikkan ritualitas agama lama mereka. Pada tahun 1480, dimulai
satu penyelidikan dan pengadilan terhadap mereka di sebuah jalan utama di
Kota Barcelona, yang dikenal sebagai Ramblas. Di sini, semua korban
disiksa. Kaum Kristen yang berasal dari Yahudi, misalnya, dicap sebagai
heretics karena masih mempraktikkan tradisi Yahudi, seperti mengenakan
baju linen setiap Hari Sabtu, atau tidak mau memakan babi.

Dalam setahun saja, sebanyak 300 orang telah dibakar hidup-hidup. Kondisi
kaum Yahudi dan Muslim menjadi lebih buruk setelah Tomas de Torquemada
diangkat sebagai ―inquisitor general‖ untuk Castil dan Aragon, tahun 1483.
Jumlah yang dibakar hidup-hidup semakin banyak. Tidak puas dengan
membantai para ―Yahudi tersembunyi‖ (crypto-Jews), Torquemada kemudian
berusaha mengusir seluruh Yahudi dari Spanyol. Upaya ini kemudian
berhasil, dengan dikeluarkannya perintah pengusiran Yahudi dari Spanyol
oleh Ferdinand dan Isabella, yang dikenal dengan General Edict on the
Expulsion of the Jews from Aragon and Castile. (Martin Gilbert (ed), Atlas
of The Jewish People, hal. 61-64.)

Selain bermotif keagamaan, pengusiran kaum Yahudi dan Muslim dari Spanyol
oleh Ferdinand dan Isabella juga memberikan banyak kekayaan kepada para
penguasa Kristen Spanyol. Dengan pengusiran itu, mereka berhasil menguasai
seluruh kekayaan Yahudi dan Muslim dan menjual mereka sebagai budak.
Bahkan, diantara mereka yang diusir itu, mereka dirampok di tengah jalan
dan sering dibedah perutnya untuk mencari emas yang diduga disembunyikan
dalam perut kaum yang terusir itu. Masa kekuasaan Ferdinand -- The King of
Aragon -- dan Isabella -- the Queen of Castile–dicatat sebagai puncak
persekusi kaum Yahudi dan Muslim di Spanyol. Keduanya dikenal sebagai ―the
Catholic Kings‖, yang dipuji sebagai pemersatu Spanyol.

Masa kekuasaan Kristen itu memang telah berakhir di Barat. Masyarakat
Kristen Barat sendiri mengalami trauma dengan kekejaman-kekejaman yang
dilakukan oleh tokoh Gereja dengan mengatasnamakan wakil Kristus. Karena
itu, kemudian merek tidak memberi tempat lagi kepada institusi Gereja
untuk berkuasa dalam semua bidang, seperti di zaman pertengahan Eropa.
Hanya saja, mereka pun tetap memanfaatkan misi Kristen untuk kepentingan
kolonialisme dan imperialisme mereka.

Kasus Kendall yang mencoba mengkristenkan Yasser Arafat sebenarnya hal
yang ―mengherankan‖ jika kaum Kristen sendiri mau mengkaji dengan cermat
problema teologi dan teks Bible sendiri. Jika para misionaris mengajak
manusia untuk mempercayai dan mengakui bahwa kematian Jesus di Tiang Salib
adalah untuk menebus dosa manusia, maka hingga kini, para teolog Kristen
sendiri masih terus berdebat tentang hal itu. Heboh Film 'The Passion of
the Christ' karya Mel Gibson menunjukkan bagaimana kontroversialnya cerita
tentang penyaliban Jesus itu sendiri. Paus Yohanes Paulus II menyetujui
film itu dan menyatakan, bahwa film itu adalah apa adanya, sesuai dengan
cerita Bible. Namun, seorang tokoh Kristen membuktikan, banyak gambaran
dalam film itu yang tidak sesuai dengan Bible. Misalnya digambarkan, bahwa
Iblis menemui Yesus di Getsemane, padahal Bible menyebut Malaekat yang
menemui Yesus (Luk.22:43).

Film ini juga secara khas model ‗Perjanjian Baru‘ yang menggambarkan,
bahwa Yahudi bertanggung jawab atas kematian Jesus itu. Tetapi, John
Dominic Crossan, professor dalam Biblical Studies di DePaul University
Chicago, menulis sebuah buku berjudul Who Killed Jesus? yang isinya
membuktikan bahwa pemahaman tradisional terhadap terbunuhnya Jesus, yang
digambarkan sebagai perbuatan kaum Yahudi, sebagaimana dipaparkan dalam
Perjanjian Baru, bukan hanya salah, tetapi juga berbahaya. Ia juga
mempertanyakan berbagai persoalan teologis yang mendasar, seperti
―benarkah Jesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia?‖ juga ―apakah
keimanan kita sia-sia jika tidak ada kebangkitan tubuh Jesus?‖ (Lihat,
John Dominic Crossan, Who Killed Jesus (New York: HarperCollins
Publishers, 1995). Perdebatan seputar Jesus bahkan pernah menyentuh aspek
yang lebih jauh lagi, yakni mempertanyakan, apakah sosok Jesus itu
benar-benar ada atau sekedar tokoh fiktif dan simbolik? Pendapat seperti
ini pernah dikemukakan oleh Arthur Drews (1865-1935) dan seorang
pengikutnya William Benjamin Smith (1850-1934). (Lihat, Howard Clark Kee,
Jesus in History, (New York: Harcourt, Brace&World Inc, 1970), hal. 29.

Konsep ketuhanan Jesus itu sendiri baru diputuskan secara resmi pada
Konsili Nicea tahun 325 M. Sebuah buku berjudul ―The Messianic Legacy‖
mencatat: ―At Nicea Jesus‘s divinity, and the precise nature of his
divinity, were established by means of a vote. It is fair to state that
Christianity as We know It today derives ultimately not from Jesus‘s time,
but from the Council of Nicea.‖ Jadi, konsep Ketuhanan Jesus dan hakikat
alamiahnya ditetapkan dalam Konsili tersebut, melalui cara voting. Maka,
kata buku ini, adalah fair untuk menyatakan, bahwa Kekristenan yang
dikenal saat ini diturunkan bukan dari zaman Jesus, tetapi dari Konsili
Nicea.

Maka, sejak awal mula perkembangan Kristen, banyak sekali aliran yang
tidak mengakui Ketuhanan Jesus. Contohnya, adalah satu kelompok yang
bernama Cathary yang hidup di Selatan Perancis. Kelompok Cathary adalah
penganut Catharism, satu kelompok heresy radikal di Zaman Pertengahan.
Cathary percaya bahwa karena daging adalah jahat, maka Kristus tidak
mungkin menjelma dalam tubuh manusia. Karena itu, Kristus tidaklah disalib
dan dibangkitkan. Dalam ajaran Cathary, Jesus bukanlah Tuhan, tapi
Malaikat. Untuk memperhambakan manusia, tuhan yang jahat menciptakan
gereja, yang mempertontonkan ―sihirnya‖ dengan mengejar kekuasaan dan
kekayaan. Ketika kaum ini tidak dapat disadarkan dengan persuasif, Paus
Innocent III menyerukan kepada raja-raja untuk memusnahkan mereka dengan
senjata, sehingga ribuan orang dibantai.

Lebih pelik lagi jika kaum Kristen mau menelaah dengan serius problema
yang dihadapi Kitab agama mereka sendiri, yaitu Bible. Begitu banyak
kajian ilmiah yang membuktikan bahwa Bible memang bermasalah. Richard
Elliot Friedman, dalam bukunya, Who Wrote the Bible, menulis, bahwa hingga
kini siapa yang sebenarnya menulis Kitab ini masih merupakan misteri. (It
is a strange fact that we have never known with certainty who produced the
book that has played a central role in our civilization). Ia mencontohkan,
the Book of Torah, atau The Five Book of Moses, diduga ditulis oleh Moses.
Book of lamentation ditulis Nabi Jeremiah.

Separoh Mazmur (Psalm) ditulis King David. Tetapi, kata Friedman, tidak
seorang pun tahu, bagaimana penyandaran itu memang benar. The Five Book of
Moses, kata Friedman, merupakan teka-teki paling tua di dunia (It is one
of the oldest puzzles in the world). Tidak ada satu ayat pun dalam Torah
yang menyebutkan, bahwa Moses adalah penulisnya. Sementara di dalam
teks-nya dijumpai banyak kontradiksi. Hasil penelaahan serius oleh Prof.
Bruce M. Metzger, guru besar The New Testament di Princeton Theological
Seminary, menunjukkan, bahwa sekarang mungkin saja untuk menghadirkan
edisi lain dari The New Testament.

(the way is open for the possible edition of another book or epistle to
the New Testament canon). (Lihat, Bruce M. Metzger, The Canon of the New
Testament: Its Origin, Development, and Significance, (Oxford:Clarendon
Press, 1987), hal. 273).

Kristen adalah agama yang dibentuk dan disusun teologi dan ritualitasnya
oleh perkembangan sejarah. Ini sangat berbeda dengan Islam, yang merupakan
satu-satunya agama, yang namanya sudah diberikan oleh Allah, melalui Kitab
Suci al-Quran. Nama ―Islam‖ sudah built-in sejak awal. Konsep teologi dan
ritual pokok dalam Islam pun sudah sempurna sejak awal mula.

(al-Yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‗alaikum ni‘maty, wa radhiitu
lakumul Islama diinaa). Tidak ada satu pun agama yang memiliki sifat dan
karakteristik seperti Islam itu, sehingga pendiri Islamic Studies di
MacGill University, Wilfred Cantwell Smith, dalam bukunya The Meaning and
End of Religion, menampatkan satu bab khusus ―The Special Case of Islam‖.
Meskipun dalam buku ini ia mereduksi makna Islam hanya sekedar ―submission
to God‖ atau ―pasrah kepada Tuhan‖.

Maka, kisah Kendall dan Arafat itu seyogyanya dapat menjadi pelajaran bagi
kaum Muslim. Bahwa, meskipun secara konseptual teologis dan kitab
Kitab-nya masih dipersoalkan, namun Kendall begitu bersemangat
mengkristenkan Yasser Arafat. Jika kaum Muslim yakin bahwa Islam adalah ya‘
luu wa laa yu‘laa ‗alaihi, maka adalah sangat aneh, jika semangat kaum
Muslim dalam ―melakukan Islamisasi‖ jauh lebih rendah daripada Kendall.
Wallahu a‘lam. (Kuala Lumpur, 18 Maret 2004). (Hidayatullah)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101808093060:3341 ;          Mon, 18 Oct 2004 08:09:30 +0700
$MessageID: <381-22004101181811119@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Kisah Mualaf : Tamara Bleszynski
PostedDate: 10/18/2004 08:08:11 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/18/2004 08:09:31 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:09 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:09 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 160E77F75B0F784447256F3100065D4D
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/18/2004 08:09:31 AM-10/18/2004 08:09:32 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/18/2004 08:09:32 AM

Tamara Bleszynski

Bulan Sabit dan Bintang Mengantarkan Saya kepada Islam
Suatu senja di Australia, saat saya sedang berkumpul bersama teman-teman
di halaman sekolah, saya melihat bulan sabit dan bintang berdekatan. Tak
lama kemudian, setelah saya renungkan, saya baru sadar bahwa pemandangan
yang amat menakjubkan itu seringkali saya saksikan di Tanah Air. Tapi,
dimana ya ?

Saya baru ingat bahwa itu adalah lambang yang terdapat di kubah atau
menara masjid. Pemandangan inilah yang mengantarkan saya kepada Islam.
saya bersyukur dapat hidayah-Nya justru ketika berada jauh di negeri orang.

Sejak kejadian itu saya tertarik untuk mengetahui Islam labih dalam. Saya
sering mengamati perilaku umat Islam di Australia.

Para pemeluk Islam ini sangat taat beribadah, terutama shalat lima waktu.
Bahkan, disuruh tidak makan pun (puasa) mereka mau. Sungguh Islam
merupakan agama yang sarat dengan nilai-nilai filosofi.

Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski, itulah nama lengkap saya.
Tapi saya lebih dikenal dengan nama Tamara Bleszynski. Papa saya berasal
dari Polandia, Eropa Timur. Ia beragama Kristen Katolik. Sekangkan mama
bernama Farida Gasik, orang jawa Barat, beragama Islam. Karena orang tua
saya bercerai, akhirnya saya ikut papa dan sekaligus mengikuti agamanya.

Ketertarikan saya pada agama Islam, juga terpaut pada sisi ketaatan
pemeluknya. Hal semacam ini menurut saya jauh berbeda dibanding dengan
keyakinan saya yang lama. Saya juga penasaran dengan gambaran sosok Tuhan
dan nabi dalam Islam. Saya mengamati, dalam agama lain, sosok Tuhan dan
nabi digambarkan secara konkret. Walau pun demikian Tuhan dan Nabi sangat
dekat dengan mereka, lebih dekat dari urat leher manusia.

Berawal dari rasa penasaran dan ketertarikan itulah saya mulai mempelajari
beberapa buku mengenai Islam. Saya juga membaca Al-Qur'an untuk mengetahui
dan membandingkan ajaran yang saya peluk dahulu. Ternyata ajaran-ajaran Al
Kitab itu ada juga dalam AlQur'an, seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an
lebih komplit, dan sisi pandangannya berbeda dengan keyakinan yang selama
ini saya anut. Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama
beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam.


Masuk Islam

Keinginan saya untuk masuk Islam saya sampaikan kepada mama. Keputusan itu
membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan saya itu. Papa pun tak
menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami keputusan saya. Keluarga
kami memang sangat demokratis.
Walaupun papa seorang Katolik, toh ia sudah tinggal di Indonesia selama 40
tahun, dan memahami budaya kaum muslim. Papa sering menyumbang untuk
pembangunan masjid, dan pada bulan puasa papa suka menyediakan makanan
berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal inilah yang membuat saya bangga
kepada papa. Singkat cerita, pada tahun 1995 lalu saya mengucapkan ikrar
dua kalimat syahadat.

Selanjutnya, dalam proses perpindahan agama, awalnya saya akui cukup berat
melakukan penyesuaian dengan agama baru itu. Berbagai cara saya lakukan
untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca berbagai
buku yang berisi tuntunan shalat.
Saya juga menggunakan kaset penduan shalat. Mula-mula saya shalat memakai
earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder. Tak sampai satu
bulan saya sudah hafat semua bacaan dan gerakan shalat. Alhamdulillah,
saya sudah dapat menjalankan shalat lima waktu.

Setelah masuk Islam saya merasakan berbagai perubahan yang mencolok dalam
hidup saya. Pikiran saya lebih tenang dan terbuka, karena saya punya
pedoman dalam menilai yang benar dan salah, yang haram dan halal, juga
yang baik dan yang buruk.


Mendapat Jodoh

Perubahan yang mencolok saya akui pada perubahan rezeki. Saya merasa
rezeki yang diberikan Allah SWT setelah masuk Islam, lebih memadai. Inilah
yang patut saya syukuri. Dan terbesar yang saya dapatkan adalah jodoh yang
sesuai dengan doa saya selama ini.
Saya berdoa agar dapat jodoh yang seiman dan mampu membimbing saya dalam
beragama. Ternyata Allah mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan seorang
pemuda muslim dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Namanya Teuku Rafli
Pasha, 24 tahun, anak kedua dari lima saudara. Rafli anak dari Teuku
Syahrul, mantan anggota DPR RI dan Ibu Cut Ida Syahrul. Saya tak menyesal
kawin muda, karena itu ibadah. Dan, suami saya ini sangat berperan dalam
memberikan pemahaman tentang Islam kepada saya.

Saya dan Rafli akhirnya melangsungkan pernikahan di Tanah Suci Mekah
dengan restu orang tua kami, setelah kami selesai melakukan Ibadah Umrah.
Akad nika berlangsung di Masjidil Haram, disaksikan mama, serta H. Cecep,
guru ngaji saya selama ini.

Saya dan Rafli sudah lama saling mengenal. Waktu itu kami bertemu di
sebuah restoran di Jakarta. Sejak perkenalan itu, dalam tempo satu bulan
kami mulai akrab, dan berusaha untuk lebih mengenal satu sama lain.

Akhirnya kami saling mencintai, dan juga mendapat restu dari orang tua
kami, sehingga kami memutuskan untuk sekalian meresmikan pernikahan
menjadi suami istri di Tanah Suci. Saya mendapatkan figur Rafli seorang
yang ulet bekerja walau ia adalah lulusan Nortuidge Military College dia
meraih gelar master dari Boston University, Amerika Serikat Tapi ia sangat
taat beribadah. Ini yang saya dambakan . Kini suami saya bekerja di Uninet
Jakarta.

Suami saya menyadari bahwa saya yang dipersunting telah memiliki karir
yang cukup mapan sebagai model, model iklan, dan bintang sinetron,
sehingga ia tidak melarang karier yang sedang saya jalani ini. Walaupun
demikian, saya harus membatasi diri. Apa yang baik atau tidak baik untuk
keluarga. Untuk itu saya memohon doa dari para pembaca, semoga saya
menjadi muslimah yang baik dan dapat membina keluarga yang sakinah. (Agus
Salam/Albaz)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004101516310823:3184 ;          Fri, 15 Oct 2004 16:31:08 +0700
$MessageID: <381-220041051592946838@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Cina
PostedDate: 10/15/2004 04:29:47 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/15/2004 04:31:08 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:10 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 1C4E77932E69D2DF47256F2E00344A32
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/15/2004 04:31:08 PM-10/15/2004 04:31:09 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/15/2004 04:31:09 PM

Cina

Islam sampai ke Cina pada masa Thai Zhang (628 - 649 M), Kaisar ke-II pada
Dinasti Tang. Pada tahun 651 M, sejumlah besar kaum muslimin berdatangan
ke Cina bersamaan dengan menetapnya pedagang-pedagang Arab di beberapa
daerah pesisir selatan, terutama di daerang Qhuang Dong. Populasi kaum
muslimin kian bertambah dan mulai menampakkan perannya pada masa Dinasti
Sung, di mana beberapa ilmu keislaman menampakkan kegemilangannya, di
samping mulai terkenalnya ilmu kedokteran, astronomi, matematika dan optik.

Bersamaan dengan runtuhnya Dinasti Ming, kaum muslimin kehilangan sebagian
besar kedudukan mereka, bahkan mereka menerima siksaan pada masa
kekaisaran Dinasti Manchu hingga berdirinya negara Republik Rakyat Cina
oleh Dr. Shin Yat Sun pada awal Januari 1912 M.

Setelah runtuhnya Dinasti Ming, Islam masuk ke pulau Taiwan. Jumlah
penduduk muslim di pulau tersebut kian bertambah dengan berdatangannya
orang-orang dari daratan Cina pada tahun 1945 M dan berkuasanya
orang-orang komunis di pusat.

Pada tahun 1949 M, pulau ini menjadi tujuan hijrah bagi orang-orang yang
menolak aturan komunis, sebagian besar dari mereka terdiri dari
pegawai-pegawai pemerintahan dan tentara.

Saat ini (tahun 2002), jumlah kaum muslimin di Taiwan sekitar 60.000 jiwa,
mayoritas menetap di Taipeh, mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan
keagamaan dan mendirikan shalat di masjid-masjid yang ada di sana. Masjid
Taipeh adalah masjid terbesar di Taiwan, masjid ini didirikan pada tahun
1960 M atas bantuan pemerintah dan beberapa negara Arab dan Islam.

Keadaan kaum muslimin Taiwan sama seperti warga Taiwan lainnya yang tidak
menderita kemiskinan, mereka semua tergolong warga yang berpenghasilan
menengah atau yang berpenghasilan tinggi. Karenanya, mereka mengkhususkan
penyaluran zakat untuk pemeliharaan dan pembinaan anak-anak kecil dan
pemuda agar dapat mempelajari dasar-dasar agama Islam dan menghafal
al-Quran, di samping untuk pembiayaan penyelenggaraan beberapa seminar,
kamp-kamp dakwah dan penertiban kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan
keilmuan.

Kaum muslimin Taiwan dapat melakukan kegiatan-kegiatan mereka dengan
kebebasan penuh, karena semua agama dan kepercayaan diberikan kebebasan
dan penghormatan, bahkan dapat hidup berdampingan dengan serasi dan
toleransi. Pada bulan Ramadhan, kaum muslimin menyelenggarakan
jamuan-jamuan berbuka di setiap masjid dan mereka juga berantusias dalam
menunaikan shalat Tarawih. Di samping itu, Chinese Islamic Association
(Organisasi Islam Cina/OIC) mengadakan penyelenggaraan ibadah haji.
Organisasi ini juga berusaha menyebarkan dan memperkuat
pendukung-pendukung Islam melalui berbagai sarana. Organisasi ini mengajak
masyarakat memeluk Islam dan menyebarkan bulletin-bulletin dan buku-buku
Islami secara cuma-cuma di semua masjid Taiwan, serta menjalankan
kewajiban-kewajiban agama lainnya sesuai dengan syariat Islam.

Secara berangsur-angsur kaum muslimin mengirim beberapa pelajar untuk
mempelajari ilmu-ilmu syariat di beberapa negara Islam seperti Arab Saudi,
Mesir dan Libya. Dan hasilnya, saat ini sebagian besar imam masjid terdiri
dari lulusan-lulusan tersebut, bahkan sebagian dari pelajar-pelajar
tersebut memperoleh nilai yang tinggi pada ijazah mereka. Kegiatan mereka
tidak hanya sebatas kegiatan-kegiatan keagamaan saja, melainkan mereka
juga menyelenggarakan berbagai kegiatan keilmuan yang beraneka ragam dan
mereka telah mencetak beberapa buku tentang sirah, hadis nabawi, aqidah
dan rukun Islam. Semua ini menciptakan kehidupan baru bagi masyarakat
muslim di Taiwan.

Setelah menjadi bangunan yang memiliki pengaruh di tahun lalu, masjid
Taipeh banyak dikunjungi oleh para peziarah, khususnya dari para pelajar
beberapa sekolah dan universitas. Para peziarah tersebut menerima
penjelasan ringkas tentang Islam dan sejarah kemunculannya di Cina.
Penjelasan-penjelasan ini mendapatkan respon positif, hal ini terbukti
dengan diumumkannya keislaman beberapa orang dari mereka.

Termasuk kegiatan-kegiatan OIC adalah memperhatikan segala problematika
kaum muslimin dan mengusahakan bantuan-bantuan yang bersifat mendesak
untuk mereka berlandaskan firman Allah SWT "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman itu adalah saudara", karenanya kaum muslimin tidak merasa
termarjinalkan dengan pengasingan dan pengumbaran di Taiwan. (IINA)

sumber: majalah Dakwah edisi 013


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101516240044:3085 ;          Fri, 15 Oct 2004 16:24:00 +0700
$MessageID: <381-22004105159223993@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Menyegarkan Kembali Pemahaman "Islam" Kita
PostedDate: 10/15/2004 04:22:39 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/15/2004 04:24:00 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:10 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 437843BAF052834C47256F2E0033A316
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/15/2004 04:24:00 PM-10/15/2004 04:24:01 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/15/2004 04:24:01 PM

Menyegarkan Kembali Pemahaman "Islam" Kita

oleh: Syamsi Ali

Sdr. Ulil Abshar-Abdala, dalam sebuah artikelnya yang dimuat harian Kompas
beberapa waktu lalu, menyampaikan ide-ide yang dianggapnya baru dan segar.
Seolah pemikiran yang berseberangan dengan idenya adalah ide mati (monumen
mati), sementara ide Ulil adalah ide yang hidup.

Pada tataran ini saja sebenarnya, terlihat sebuah arogansi dan penghakiman
terhadap pihak lain, oleh justeru orang menganggap dirinya menghormati
proses demokrasi dalam dunia intelektualitas. Saya yakin, pada sikap dan
cara berfikir Ulil telah terjadi kontradiksi yang jelas, sehingga dengan
sendirinya hanya menggambarkan "keputusasaan" dan sebenarnya "tingkat
emosional" yang cukup tinggi.

Kita sadari, sejak awal 70-an pun golongan yang merasa Muslim liberal di
negara kita telah melakukan berbagai upaya untuk mengkampanyekan ide dan
pemikiran mereka. Barangkali polemik antara Prof. Harus Nasution dengan
Prof. Rasyidi, juga lemparan ide-ide yang mengejutkan dari Nurcholis
Majid, Abdurrahman Wahid serta Munawir Syadzali, dll., merupakan contoh
kongkrit dari upaya-upaya terdahulu itu.

Gebrakan-gebrakan Nurchalis Majid di tahun 80-an sebenarnya memiliki
nuansa politis yang cukup besar ketika itu. Bahwa di satu sisi dengan ide
demikian, beliau berhasil melunakkan atau mungkin upaya menghindarkan
"tabrakan" antara pergerakan Islam dengan kekuasaan Orba di bawah kendali
Kelompok anti Islam. Pada sisi lain juga dimaksudkan sebagai upaya pribadi
Cak Nur untuk mendapat "legalisasi" (pengakuan) bagi diri dan kelompoknya.

Sementara itu, Gus Dur sendiri melakukan kampanye-kampanye pemikiran
liberalis untuk tujuan sekali mendayung dua pulau yang dituju. Bahwa dalam
kerangka legalisasi pribadi dan kelompoknya, juga ditujukan untuk
memberikan "kesenangan" kepada mereka yang kurang senang dengan pergerakan
Islam saat itu. Maka seringkali di satu sisi Gus Dur nyolonong ke
kuburan-kuburan keramat, duduk dengan kyai yang bersorban dan bersarung
dengan sandal jepit, namun di satu sisi juga bergandengan tangan dengan
jenderal yang tangannya berlumuran dengan darah umat Islam.

Posisis Gus Dur sendiri dalam kaitan ini sangat aneh. Bahwa di satu sisi
mendakwahkan "sekularisme" dengan terang-terangan, namun dalam melakukan
gebrakan politiknya tidak tanggung-tanggung menggunakan symbol-simbol
keagamaan. Barangkali kita masih diingatkan oleh semangat 'jihad' untuk
membela Gus Dur jika dijatuhkan dari kedudukannya sebagai Presiden RI.
Sebuah sikap dan realita yang kontradiktif, karena jihad adalah
"terminologi agama" yang dipakai untuk kepentingan politik. Hal ini
sekaligus menyatakan bahwa pendukung "ide sekularisme" sebenarnya setengah
hati dan tergantung kemanfaatan/interest duniawi

Fakta di atas mengingatkan saya, bahwa ketika seorang muda semacam Ulil
bersemangat seperti ini, juga tidak terlepas dari kepentingan duniawi di
belakangnya. Mungkin saya tidak perlu mendetailkan, apa dan bagaimana
"interests" tersebut, tapi pada tataran filosofis sekalipun mengatakan
demikian (lihat Al Qur'an: 45-35). Betapa kecenderungan untuk tidak
menseriusi agama ini banyak terkait oleh motivasi duniawi.

Tuduhan Ulil yang mengatakan bahwa para penganut faham "Islam sempurna"
selalu menawarkan hitam putih "take it or leave it" adalah dakwaan yang
diada-diadakan. Sebab jika terjadi demikian, bukannya Ulil yang perlu
menentang sikap dan cara berfikir demikian, melainkan Allah sendiri yang
melakukannya. Al Quran sendiri dalam berbagai tempat dan cara selalu
menantang alam intelektualitas Muslim dalam upaya memahami ajarannya. Kata
terbanyak dalam Al Qur'an setelah kata "Allah" itu sendiri adalah kata
"ilmu" dalam berbagai bentuknya. Sehingga konsekwensi wajar dari semua itu
adalah bahwa Islam hanya bisa "diambil" atau diamalkan jika didasarkan
kepada pemahaman yang benar dan sejati.

Barangkali sejarah membuktikan, Rasulullah SAW telah merubah perilaku jiwa
dan raga pengikutnya ketika itu dengan sebuah pendekatan yang "Rabbany"
yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran individual (al wa'yul fardy),
sehingga pada tataran implementasi hukum semua berjalan atas dasar
"volunteerism". Kisah perempuan yang berzina dan menghadap Rasulullah
untuk dirajam barangkali contoh kongkrit dari semua ini. Kisah pengharaman
"minuman keras" juga menjadi catatan sejarah yang agung.

Dengan demikian, tuduhan bahwa dalam upaya mengamalkan Islam secara
konsisten, paripurna dan sungguh-sungguh sekarang ini ditempuh dengan
cara-cara "otoriter" adalah keliru. Walau mungkin dalam prakteknya ada
yang memperlihatkan cara-cara demikian, tapi wajarkah kemudian Islamnya
sendiri yang dikorbankan? Kecenderungan memaksa, otoriter dalam bersikap
adalah perilaku individu yang mungkin banyak dilatar belakangi oleh
kecenderungan-kecenderungan eksternal. Tapi Islam sendiri tidak pernah
mengajarkan "hitam putih" sebagaimana klaim Ulil tersebut.

Pemaksaan tidak pernah dikenal Islam dan tanpa didahului dengan
upaya-upaya pendekatan Rabbany (biasa diistilahkan kelompok Ulil sebagai
pendekatan humanis) terlebih dahulu. Bagaimanapun kita sadar, hirarki
penyampaian Islam ini melalui tiga tahap yang tidak terpisahkan; tabligh,
takwin dan tanfidz. Proses tabligh adalah proses yang berputar-putar di
tempat jika tidak ditindak lanjuti dengan proses takwin. Sementara
pelaksanaan Islam (tanfidz) adalah sesuatu yang absurd jika tidak
didahului oleh upaya "pentakwinan". Proses inilah yang telah ditempuh oleh
Rasulullah SAW. Dan proses inilah yang memperlihatkan buah generasi
Qur'ani dengan peradaban Qur'ani, yang buah-buahnya masih dicicipi oleh
umat manusia di dunia barak khususnya saat ini.
Isu Pertama: Penafsiran non-literal Saya setuju dengan Ulil bahwa
penafsiran harus non-literal sifatnya. Kata tafsir itu sendiri mengandung
makna "pemahaman dari sebuah teks" dan bukan makna teks itu sendiri.
Dengan demikian, ketika Ulil mengatakan penafsiran non-literal, sebenarnya
terjadi "pengulangan dua kata" (redundant), karena tafsir berarti
"pemahaman non-literal".

Dengan demikian kata "tafsir" itu sendiri sudah mengindikasikan makna
"non-literal". Menafsirkan artinya memahami "wujuuh al ma'aany" dari teks
yang berupaya difahami. Sehingga "wujuuh" (kemungkinan-kemungkinan) makna
sudah menjelaskan dengan sendirinya posibilitas perbedaan pemahaman dari
mereka yang berupaya memahaminya. Dan inilah nilai dasar demokrasi dalam
Islam, yang sejak zaman dulupun telah dipraktekkan dengan penuh kesadaran
oleh para sahabat Rasulullah SAW.

Namun demikian, perlu disadari bahwa Islam selain memiliki pintu-pintu
"pemahaman" yang beragam, juga terdapat "pintu utama" (main gate)
pemahaman yang mengikat pintu-pintu yang lain. Artinya, silahkan memakai
"pintu" samping, kanan,kiri, belakang, dll., tapi tetap menuju kepada
ruang yang diperbolehkan. Jangan memasuki pintu belakang misalnya, tapi
bertujuan memasuki "private room" karena anda mungkin justru melakukan
pelanggaran yang luar biasa.

Amerika Serikat adalah negara demokrasi yang memberikan peluang sama
kepada imigran untuk datang ke negara ini. Tapi untuk masuk ke negara AS,
perlu persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Artinya, kebebasan dan
demokrasi tidak akan pernah disamakan dengan "seenak perut" dalam
melakukan apa saja.

Realita ini juga berlaku dalam upaya memahami ajaran agama ini. Semua
manusia, baik yang mengimaninya atau yang mengkafirinya, memiliki hak dan
kebebasan untuk memahaminya. Dan pendekatan yang dipakai pun boleh
bermacam-macam, termasuk pendekatan spiritualistic oleh kalangan ahli
tasawuf, pendekatan rasionalitas oleh para cendekiawan, pendekatan hukum
formal oleh para ahli fiqh, dll. Namun pemahaman dengan berbagai ragam
cara ini, tetap mengacu pada "main gate" Islam, yaitu tidak
menginjak-injak kesempurnaan ajaran Islam itu sendiri. Atau yang lebih
tragis, dengan menafikan eksistensi ayat-ayat Al Qur'an itu sendiri,
sehingga cenderung dilihat sebagai tulisan yang sebenarnya hanya "valued"
dalam peradaban padang pasir.

Kita ambil kasus jilbab misalnya. Masalahnya jelas, karena secara tekstual
disebutkan secara gamblang dalam Al Qur'an. Hadits Rasulullah juga
menjelaskan hal ini, khususnya kasus Asma datang kepada Rasulullah SAW.
Walau tidak mengikat, khususnya bagi kaum liberalis, semua ulama terdahulu
mewajibkannya. Lalu bagaimana kita menyikapinya? Akankah difahami dengan
pemahaman yang beragam? Silahkan, asal jangan menafikan adanya kewajiban
tersebut, karena kewajiban memakai jilbab adalah "main gate" dari memahami
ayat tersebut. Keragaman pemahaman tetap mengacu pada "main gate" yaitu
kewajiban memakainya. Keragaman faham berkisar pada teknis pelaksanaannya,
semisal bentuk, warna, model, dll. Menafikannya berarti telah meniadakan
kemungkinan "berbeda faham", sebab apa yang diperbedakan jika telah
ditiadakan seperti keinginan Ulil?

"Public decency" atau kepatutan umum yang disampaikan Ulil terlalu "naïf",
karena kalau semua memakai standar "public decency", maka tentu akan
membawa kepada situasi "chaotic" yang tak berujung. Saya masih ingat, dua
tahun lalu di Kanada kaum wanita protes karena mereka diharuskan memakai
BH ketika berada di tempat-tempat publik pada musim panas, sementara kaum
pria tidak. Untuk itu, mereka meminta agar mereka juga diizinkan bisa
berjalan di pinggir pantai, di jalanan raya, di toko-toko tanpa BH. Kalau
seandainya diizinkan oleh pengambil kebijakan ketika itu, lalu menjadi
praktek umum, akankah hal ini dianggap sebagai "kepatutan umum" oleh Ulil?

Dalam sebuah "Springer show" diperlihatkan seorang ibu menangisi anaknya
karena masih berumur 8 tahun, namun pakaiannya dan penampilannya menjadi
atraksi yang memalukan. Namun anak itu dengan sigap mengatakan bahwa "what
is wrong with that?. Is there any rule forbids me to wear such dress?".

Dalam sebuah instansi, pemerintahan atau swasta misalnya, mengharuskan
pegawainya memakai pakaian tertentu. Anda ingat, betapa gerahnya seseorang
executive muda di Jakarta naik bus umum tanpa AC dengan dasi di lehernya.
Namun karena hal itu adalah sebuah kewajaran dari proses kemasyarakat
hukum, maka ia mesti memakainya. Bahkan sebuah perusahaan mengharuskan
pegawai wanitanya untuk memakai pakaian yang setengah "you can see",
karena itulah cara untuk menarik para costumer/pelanggan.

Untuk mendekatkan pemahamannya Ulil, konon kabarnya isterinya adalah
seorang anak Kyai yang cukup terkenal lagi beragama. Apakah cara
berpakaian isterinya Ulil yang cukup sopan karena "standar" kepatutan
setempat, atau memang karena sebuah kesadaran akan nilai religiusitas.
Alangkah risinya seorang isteri atau anak kyai memakai pakaian yang hanya
relatif menutupi "genital" di jalanan umum. Akankah dikatakan "pantas"
secara sosial, jika isteri Ulil jalan-jalan di pusat pertokoan Jakarta
dengan hanya memakai celana dalam, walau itu misalnya sudah menjadi
"trendy" atau patut secara sosial. Demikian seterusnya, dapat dikembalikan
pada kesadaran dan hati nurani sebenarnya.

Dengan demikian, sebuah aturan itulah yang seharusnya menjadi ukuran
"kepatutan umum". Manusia pada dasarnya memerlukan aturan, dan aturan
itulah yang menentukan kepatutan umum baginya. Sesuatu yang menyalahi
aturan, sesungguhnya tidak patut dikatakan sebagai "public decency" tapi
sebaliknya dilihat sebagai sebuah pelanggaran publik. Untuk itu, aturan
pakaian bagi wanita Muslimah dengan jilbab adalah standar kepatutan umum
di masyakat Muslim. Kalau sekiranya ada yang masih belum memakai, hal ini
bukanlah alasan untuk menafikannya dari status hukum, melainkan karena
kelemahan kita masing-masing. Toh, shalat saja yang merupakan Rukun Islam
kedua masih banyak yang belum melakukannya secara konsisten.

Sekali lagi, ijtihad yang diperbolehkan adalah ijtihad untuk mencari
formula teknis, termasuk cara pemakaian, model, warna, dll. Namun ijtihad
dalam upaya "menafikan"nya dari standar hukum bukanlah sebuah ijtihad,
melainkan upaya perusakan "standar" kepatutan umum (hukum). Sebuah upaya
pemahaman yang tidak bertanggung jawab, sekaligus penempatan kepintaran
pada tempat yang melanggar. Sekali lagi, penafsiran dalam Islam tidak
pernah ditujukan sebagai tujuan untuk "menafikan" eksistensi aturan yang
ada alias "pengingkaran".

Isu Kedua: Islam antara Nilai Dasar dan Kreasi Budaya Lokal Islam hanya
satu. Islam dalam istilah Al Qur'an adalah "Laa syarqiyah laa gharbiyah".
Celupan Islam untuk kehidupan itu adalah yang terbaik (Wa man ahsanu
minallahi Shibghah?). Barangkali yang dimaksudkan oleh Ulil adalah "metode
pendekatan" itu bisa beragam, namun Islam itu adalah agama universal yang
tidak terkotak-kotak dengan pengkotakan etnik dan nasionalitas.

Pertanyaan mendasar sebenarnya adalah, bagaimana kita menempatkan Islam
ini dalam kerangka budaya lokal. Islam adalah "muhaemin" (wa muhaeminun
'alaihi), artinya bahwa Islam itu datang untuk menundukkan semua bentuk
"perilaku manusia" yang kerap disebut tradisi dan budaya, jika ternyata
tradisi dan budaya tersebut menentang ajaran Islam yang datang. Bukan
sebaliknya, justeru Islam dianggap sebagai sumber budaya/tradisi lokal itu
sendiri.
Rasanya terlalu naif bagi Allah untuk menurunkan ayat-ayat Al Qur'annya,
dan kemudian ternyata apa yang dikandung oleh ayat-ayat itu hanya sebuah
ekspresi budaya lokal. Pemahaman ini sekaligus menentang tabiat Islam yang
universal dan ditujukan untuk seluruh umat manusia. Akan terlalu kecil
"tugas" dan "tujuan suci" Al Qur'an kalau hanya datang dengan pesan-pesan
lokal.

Contoh-contoh yang disebutkan oleh Ulil menunjukkan ketidak peduliannya
terhadap agamanya itu sendiri. Sebab pemberian contoh tidak
membeda-bedakan mana sesungguhnya yang diwajibkan secara fundamental, dan
mana yang memang tradisi lokal. Kasus jilbab tidak mungkin disamakan
dengan kasus memakai jubah bagi lelaki, karena memang statusnya hukumnya
dalam agama berbeda. Demikian pula masalah-masalah hukum pidana adalah
"ceroboh" jika didudukkan dengan hukum memelihara jenggot misalnya.
Pencampuradukkan ini sesungguhnya menunjukkan betapa Ulil memang sudah
tidak peduli dengan masalah-masalah agama. Ulil hanya bersemangat
menjustifikasi apa yang dilihat oleh orang lain sebagai "kebekuan". Jadi
sebenarnya Ulil sendiri sepertinya hanya penyambung lidah dari orang lain
(???).

Masalah-masalah hukum pidana (qishas, potong tangan disebutkan oleh ayat
al Qur'an dan rajam oleh hadits, kecuali bahwa penzinah yang belum nikah
dihukum dengan didera), adalah masalah-masalah yang jelas. Sebagai seorang
Muslim yang sejati, ijtihad dalam hal-hal yang digariskan oleh al Qur'an
adalah wajar, tapi bukan untuk mengingkarinya. Malainkan mencari formulasi
praktis dalam upaya melakukannya. Sangat disayangkan Ulil dan pengikut
madzhabnya berijtihad justeru untuk menafikan eksistensinya. Dan inilah
bentuk ijtihad yang tidak bertanggung jawab karena ditempatkan pada tempat
yang tidak proporsional.

Memang sekarang ini terasa, seolah upaya penegakan Syariat Islam ternyata
hanya dikaitkan dengan masalah-masalah pidana. Seolah Syariat Islam itu
hanya menyentuh potong tangan, rajam, qishas, dll. Padahal,
masalah-masalah pidana dalam Islam adalah masalah-masalah yang datang
kemudian. Artinya, terjadinya potong tangan itu karena kegagalan dalam
"mempraktekkan" Syariat Islam dalam kehidupan masyarakat. Jika
perekonomian "dzalim" yang diterapkan, di mana si miskin semakin miskin,
si kaya dan kuat semakin semena-mena, maka Syariat Islam pasti
meng-address masalah-masalah ini terdahulu. Ingat, pada zaman Umar seorang
perempuan (janda) miskin yang banyak anak mencuri. Umar justeru memarahi
tetangganya yang mampu tapi tidak memberi perhatian. Beliau justeru
memberikan "support" agar bisa menghidupi keluarganya tanpa melakukan
pelanggaran. Inilah wajah syariat Islam sesungguhnya. Persepsi orang
banyak, termasuk Ulil, tentang Syariat islam menunjukkan "ketidak
pedulian" atau memang "kejahilan" akan agamanya sendiri.

Masalah jilbab barangkali sudah saya jelaskan terdahulu. Namun masalah
baju jubah (tentunya untuk lelaki) adalah masalah memang tidak pernah
dilihat dalam Islam sebagai suatu keharusan. Memakai janggut adalah
"sunnah" sesuai tingkatan perintahnya. Memakainya adalah "kerelaan" untuk
mendapatkan nilai pahala yang lebih, jika mampu. Yang salah dalam masalah
sunnah kalau itu ditingkatkan kepada tingkat "kewajiban". Atau menilai
ketakwaan seseorang dari lebat tidak janggutnya. Masalahnya memang, jangan
semrawut dalam menempatkan "masalah-masalah" umat, di mana janggut kadang
dilihat lebih penting dari "menyelamatkan" seorang pelacur dari pelacuran
dengan membangun sistim perekonomian yang adil.

Saya menilai bahwa keresahan Ulil dan groupnya, karena disangka dengan
memberlakukan Syariat Islam akan membawa kepada keterbelakangan dan
keterkungkungan. Pada dasarnya, jika pelaksanaan semua aturan dilakukan
secara proporsional, tepat dan sesuai prosedur hukum itu sendiri pasti
tidak akan dirasakan sebagai suatu beban. Aturan-aturan Islam bukan
bertujuan untuk memberatkan, justeru dihadirkan sebagai "solusi" terhadap
berbagai kebekuan hukum manusia yang ada. Hukum Islam dilandaskan pertama
kali kepada "keimanan". Dan keimanan itu adalah kesadaran tertinggi
(highest consciousness) yang dimiliki seseorang. Untuk itu, persepsi
"keterpaksaan" dalam melaksanakan ajaran Allah, memakai jilbab misalnya,
adalah persepsi yang misguided. Seharusnya jika non Muslim menilai
pelaksanaan hukum Islam sebagai keterpaksaan, mungkin masih bisa difahami,
karena mereka memang "ignorants" dengan ajaran ini. Tapi kalau yang
berpersepsi demikian adalah Ulil, tentu dipertanyakan sampai di mana dia
memahami "nature" ajaran agama ini.

Isu Ketiga: Universalisme Manusia Di sini sekali lagi terlihat sikap
kontradiktif dari Ulil. Di satu sisi mengkampanyekan "keragaman" dan
"perbedaan-perbedaan" dalam kerangka universalisme, namun di satu sisi
seolah mengingkari adanya perbedaan dalam universalitas manusia. Manusia
itu satu dan bersumber dari Yang Satu melalui satu manusia (Adam). Tapi Al
Qur'an kemudian menyampaikan kenyataan, "dan Kami jadikan kamu
bersuku-suku dan berbangsa", suatu bentuk keragaman pada masa itu.
Artinya, tanpa melupakan "nature" universalisme tersebut, namun juga perlu
diakui adanya perbedaan-perbedaan di antara manusia itu sendiri.

Perbedaan bukan diciptakan untuk bermusuhan dan membenci. Tapi diciptakan
untuk kerangka menejemen kehidupan, menuju kepada arah yang lebih baik.
Salah satu bentuk perbedaan itu, sebagai salah satu kerangka kedinamisan
hidup, adalah perbedaan agama dan keyakinan. Pada semua agama dan
keyakinan, ada aturan-aturan formal yang harus dipegangi sehingga agama
dan keyakinan tersebut lestari eksistensinya. Jika tidak, maka sebuah
agama akan lebur dan akhirnya tidak memiliki eksistensi, walau barangkali
masih dianggap esksis di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, dalam perkawinan misalnya, pada agama Katolik tidak
diperkenankan untuk menikahi pasangan dari agama lain, baik itu seorang
pria menikahi wanita beragama lain ataupun seorang wanita menerima lamaran
dari pria beragama lain. Aturan ini juga sebenarnya ada pada agama Yahudi
misalnya, dan seterusnya. Masalahnya, dari sekian banyak agama yang
menganut aturan ini, nampaknya Islamlah yang konsisten dengan aturannya.

Apakah aturan ini melanggar nilai "universalisme" manusia? Saya yakin
tidak sama sekali. Sedangkan pada tataran logika manusia saja, mencari
pasangan itu tidak lepas dari pertimbangan-pertimbangan masa depan.
Seorang Muslim sadar, menjaga generasi agar tetap Muslim itu adalah
sesuatu yang harus. Anak adalah "amanah" yang harus dijaga agar tetap
Muslim di masa depan. Untuk itu, adalah sangat logis jika seorang pasangan
akan mencari pasangannya dengan "wawasan" penjagaan generasi tersebut.
Akankah Ulil rela anaknya yang selama ini telah diajar Al Qur'an, shalat,
serta ibadah lainnya dinikahi oleh seorang pria katolik misalnya. Akankah
Ulil sudih melihat cucu dari anaknya yang selama ini diajarkan shalat,
kini ikut beribadah setiap minggu di gereja misalnya? Saya mengajak Ulil
untuk kembali ke nuraninya.

Manusia sesungguhnya bisa dinilai sebagai manusia karena 3 hal; fisikal,
spiritual, dan intelektual. Dalam hal fisik, keragaman juga terjadi.
Sehingga secara sosial, jika jujur diakui, lelaki putih lebih tertarik
juga pada wanita berkulit putih, demikian sebaliknya. Walau ada
pengecualian, tapi secara umum dikaui demikian. Demikian pula dalam
masalah spiritual, akan menjadi "guncangan batin" bagi pasangan yang
berbeda keyakinan, karena disadari atau tidak akan terjadi
"gesekan-gesekan" dalam rumah tangga. Dari gesekan ini, yang paling
visible untuk menjadi korban (victims) adalah anak-anak itu sendiri. Untuk
itulah, jalan terakhir untuk menyelamatkan anak dari gesekan-gesekan ini
adalah dengan memberikan kebebasan pilihan. Masalahnya, nurani Ulil
akankah melihat cara ini sebagai sebuah "responsibilitas" keagamaan dari
sang orang tua?

Isu Keempat: Pemisahan Politik dari Agama (Secularism) Ulil mengulangi
klaim lama bahwa agama hanyalah urusan pribadi, sedangkan kehidupan publik
adalah sepenuhnya hasil kesepakatan masyarakat lewat proses demokrasi.
Selanjutnya dengan "arogan" dinyatakan bahwa "Hukum Tuhan" itu tidak ada,
walau tentunya yang dimaksud di sini adalah hukum-hukum Tuhan dalam
masalah-masalah mu'amalah. Yang ada menurutnya, hanya prinsip-prinsip umum
yang dikenal dalam kajian hukum Islam sebagai "maqashid as syari'ah".

Saya dalam hal ini tidak sepenuhnya bertentangan dengan Ulil. Namun
kelihatannya Ulil kebablasan dengan mengatakan secara lantang bahwa "hukum
Tuhan" itu tidak ada. Dalam banyak ayat, Allah menegaskan: "Alaa innal
hukma lillah", "afahukmul jaahiliyah yabghuun?", dst. Artinya, bahwa pada
tataran filosfis, hukum Tuhan itu adalah acuan dalam segala perilaku
hamba-hambaNya. Sehingga walaupun tataran praktek, manusia akan mencari
formulasi yang tepat bagi urusan duniawi mereka (antum a'lamu bi umuri
dunyakum), namun mereka akan selalu mengacu pada "kesucian" perilaku serta
merasa diikat oleh nilai-nilai ketuhanan tersebut. Jika tidak, sejujurnya
manusia tidak akan pernah bisa diatur. Manusia bisa menciptakan aturan,
tapi manusia lebih pintar mencari dalih untuk melanggar aturan tersebut.
Namun jika diikat oleh nilai-nilai ilahiyah, maka sebenarnya rasa
"accountability" yang diwujudkan dalam bentuk "responsibility" akan lebih
mudah terjadi.

Untuk itu, ada aturan-aturan umum yang sebenarnya secara "nature" manusia
menyetujuinya. Misalnya, dalam berdagang tidak "menipu", tidak "monopoli",
tidak melakukan transaksi "riba" dll. Aturan-aturan umum inilah yang
kemudian mengikat aturan-aturan praktis yang boleh jadi dilahirkan oleh
manusia itu sendiri. Dalam upaya mendapatkan profit yang besar misalnya,
tidak perlu melakukan "penipuan dan monopoli" atau melakukan
transaksi-transaksi ribawi. Kiranya keterikatan dengan Allah tadi menjadi
aturan yang mengilhami semua perilaku bisnis selanjutnya. Demikian
seterusny.

Dengan demikian, hukum atau aturan Allah tetap menjadi "acuan"
(hudan/petunjuk) dalam proses-proses kehidupan antar manusia maupun dengan
alam sekitarnya. Kenyataan ini adalah kenyataan yang tidak perlu
diingkari, karena di AS sendiri nilai Ilahiyah dalam segala hal menjadi
"source of guidance". Sebagai negara sekuler, AS secara formal tidak
memperkenankan beribadatan di tempat-tempat umum, apalagi pemerintahan.
Tapi kenyataaanya, semua unsure pemerintahan mempunyai "chaplainship",
atau bimbingan kerohaniaan. Bagi saya, hanya sikap "malu-malu kucing" saja
yang menjadikan orang mengatakan bahwa agama tidak diperlukan dalam dunia
sosial, karena agama adalah masalah pribadi dengan Tuhan.

Sangat riskan pernyataan Sdr. Ulil tentang tidak adanya hukum Allah dalam
masalah-masalah mu'amalah ini. Makan dan minum adalah bagian mu'amalah.
Hubungan antar manusia secara umum adalah bagian mu'amalah. Lalu masuk
akalkah jika petunjuk Allah datang untuk mengatur manusia, tapi dalam
melakukan hubungan di antara manusia itu sendiri Al Qur'an tidak
memberikan perhatian? Bagaimana Ulil Akan mendudukkan hukum "makan daging
babi", minum khamar, penyelewengan seksual, dll?

Sebagai ilustrasi, kalau seandainya isteri Ulil menyeleweng dengan seorang
pria lain. Bagaimanakah Ulil menyikapi hal ini? Akankah Ulil memakai adat
Makasar, dengan tusukan badik misalnya? Atau mengikut kepada "public
opini" barat yang asal tidak mengganggu orang ketiga? Atau mungkin Ulil
akan terlibat dalam faham "poliyarisme" atau faham "unlimited love".
Artinya, nggak apa-apa asal dilakukan suka sama suka saja. Bukankah ini
sudah menjadi "public decency?" Sekali lagi, saya hanya ingin mengajak
Ulil untuk kembali ke nuraninya. (bersambung…!)

*) Pemerhati masalah keislaman yang tinggal di New York. Tulisan ini
diambil dari milis Isnet



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101516071710:2930 ;          Fri, 15 Oct 2004 16:07:17 +0700
$MessageID: <381-22004105159555801@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: ―Kampanye Mengkritik al-Quran‖
PostedDate: 10/15/2004 04:05:56 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/15/2004 04:07:17 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:10 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F043C1AAD4F4EC8547256F2E00321B3B
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/15/2004 04:07:17 PM-10/15/2004 04:07:18 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/15/2004 04:07:18 PM

Hidayatullah.com, Sabtu, 09 Oktober 2004

―Kampanye Mengkritik al-Quran‖

Di Indonesia, belakangan banyak orang keranjingan Abu Zayd. Mereka seperti
istri Aladdin, menukar lampu lama dengan lampu "si tukang sihir". CAP
ke-73 Adian Husaini, MA

Entah nasib apa yang menimpa Dunia Islam dan umat Islam Indonesia
khususnya pada hari-hari ini. Serangan dan kritikan bertubi-tubi terhadap
Islam, Kitab Sucinya, dan umatnya bukan saja datang dari mereka yang
secara logika sepatutnya membenci dan memusuhi Islam. Tetapi, kadangkala,
serangan dan kritik itu justru dari kalangan kaum Muslim sendiri. Bahkan,
dari mereka yang mengaku sebagai intelektual Muslim dari satu organisasi
Islam tertentu.

Senin, 04 Oktober 2004, seorang yang menyebut dirinya dari ―Presidium
Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah‖ menulis artikel di Harian
Republika, dengan judul ―Islam dan Pertarungan Rezim Intelektual‖. Pada
umumnya, tulisan itu mendukung gagasan Nasr Hamid Abu Zayd tentang
penggunaan hermeneutika untuk al-Quran. Berikut ini kutipan sebagian
artikel tersebut: ―Di mata kalangan Islam ortodoks, al-Quran adalah sabda
Tuhan yang abadi. Dia selalu ada sebagai sifat Tuhan, dan tidak pernah
diciptakan, karena sifat Tuhan adalah sesuatu yang melekat dalam diri
Tuhan dan Tuhan tidak menciptakan sifat-sifat itu. Bahwa teks abadi ini
telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad pada abad ke-7 masyarakat Arab sama
sekali tidak memiliki kemampuan untuk menampakkan makna al-Quran, yang
merupakan sebuah kitab yang harus dibaca secara literal dan selalu benar
di sepanjang masa. Akibatnya, tidak ada tradisi kritisisme tekstual
terhadap al-Quran yang sama dengan Bibel Hebrew dan Perjanjian Baru (New
Testament).‖

Jika dicermati, tulisan itu rancu, secara intelektual. Solah-olah, orang
Islam yang tidak mengikuti tradisi kritisisme tekstual terhadap al-Quran
adalah Islam ortodoks, karena tidak mau mengikuti jejak Yahudi dan
Kristen. Jadi, yang mengikuti jejak Yahudi dan Kristen bukan Muslim
ortodoks. Lalu, orang Islam yang mengikuti jejak Yahudi dan Kristen itu
disebut apa? Muslim yang maju? Muslim yang modern? Muslim yang terbuka?
Muslim yang progresif? Atau apa? Kata ortodoks, sebenarnya berasal dari
bahasa Yunani ―orthodoxos‖, yang artinya ―having the right opinion‖ atau
―mempunyai pendapat yang benar‖. (orthos: straight, correct). Tapi, kata
ini sekarang dipersepsikan sebagai ―kolot, anti-kemajuan‖, dan sejenisnya.

Diskusi tentang al-Quran, kalam Allah, dan sifat Allah telah menjadi
perdebatan sengit antara Mu‘tazilah dan Ahlu Sunnah. Mu‘tazilah
berpendapat, bahwa al-Quran adalah makhluk, sebagai bagian dari konsep
mereka tentang penyucian Allah dari sifat tasybih, yaitu menyerupakan Dzat
dan sifat Allah dengan makhluk-Nya. Dengan demikian pemikiran khalq al-Qur‘
an Mu‘tazilah sebenarnya untuk memperkuat konsep tanzih yang menyangkal
keberbilangan Yang Qadim. Konsep Mu'tazilah sebenarnya merupakan respon
yang menyangkal ekstrimitas madhhab tasybih. Namun, pada akhirnya mereka
juga terjebak dalam bentuk ekstrimitas yang lain. Sebab, konsep ini telah
menafikan keberadaan sifat, ketika mereka menyatukannya dengan dzat
(al-sifat ‗ainu al-dzat). (Lihat artikel ―Studi Komparatif: Konsep
al-Quran Nasr Hamid dan Mu‘tazilah‖, Majalah Islamia No 2).

Konsep al-Quran Mu‘tazilah itu sama sekali berbeda dengan konsep al-Quran
sebagai ―produk budaya‖ Abu Zayd. Sebab, konsep Abu Zayd, adalah konsep
yang jauh lebih ekstrim dari Mu‘tazilah dan mendekati konsep kaum Kristen
terhadap Bible mereka. Dari konsep Kitab Suci sesuai Bible ini, maka akan
berkembang pula konsep penafsiran metode hermeneutika yang juga berkembang
dalam tradisi Kristen. Fenomena ini tidak kita jumpai dalam perjalanan
tradisi intelektual Mu‘tazilah. Mu‘tazilah tidak mengembangkan tradisi
kritik teks al-Quran (naqd al-khithab), sebagaimana dilakukan kaum Yahudi
dan Kristen terhadap Kitab Suci mereka. Masalah ini perlu ditekankan, agar
kita tidak terjebak dengan anggapan sepintas, seolah-olah pemikiran Abu
Zayd tentang ―textual criticism‖ terhadap al-Quran adalah kelanjutan dari
tradisi pemikiran di kalangan Muslim. Dulu, di zaman Khalifah al-Ma‘mun,
Imam Ahmad bin Hanbal menjadi tokoh Ahlu Sunnah yang rela dipenjara dan
disiksa karena menentang konsep Mu‘tazilah yang dipaksakan penguasa.

Saat ini, seluruh umat manusia juga dipaksa oleh ―penguasa dunia‖ (negara
adidaya) untuk menerapkan sekularisme - ideologi Nasr Hamid Abu Zayd.
Sekedar menyegarkan ingatan kita, salah satu gagasan sentral Abu Zayd yang
kontroversial adalah konsepnya tentang al-Quran, yang ia tekankan sebagai
―produk budaya‖, ―teks historis‖, ―teks linguistik‖, atau ―teks
manusiawi‖. Meskipun tidak menafikan unsur ilahiah (divinity) al-Quran,
Abu Zayd memandang teks al-Quran sudah ―memanusiawi‖ dan masuk dalam
kerangka teks historis dan budaya Arab. Abu Zayd masuk dalam diskursus
teks, sebab sebagai hermeneut (pengaplikasi hermeneutik) dalam
interpretasi al-Quran, ia harus melakukan ―dekonstruksi‖ dan
―deabsolutisasi‖ konsep al-Quran sebagai ―the word of God‖ (dei verbum),
yang menjadi mainstream pemikiran Muslim (ahlu sunnah). Ia tulis buku-buku
yang mengupas persoalan teks dan kritik terhadapnya, seperti ―Mafhum
al-Nash al-Dirasah fi Ulum al-Quran‖ dan ―Naqd al-Khithab al-Dini‖.

Di sinilah Abu Zayd kemudian menempatkan Nabi Muhammad saw -- penerima
wahyu -- pada posisi semacam ―pengarang‖ al-Quran. Ia menulis dalam
bukunya, Mafhum al-Nash, bahwa al-Quran diturunkan melalui Malaikat Jibril
kepada seorang Muhammad yang manusia, dan merupakan bagian dari sosial
budaya dan sejarah masyarakatnya.

Dalam tradisi hermeneutika Bible, analisis terhadap kondisi psiko-sosial
penulis Bible memang memungkinkan. Sebab, masing-masing Bible memang ada
penulisnya. Tetapi, siapakah pengarang al-Quran? Dalam konsep Islam, Nabi
Muhammad saw, sebagai seorang ‗ummiy, adalah penerima pasif wahyu. Konsep
bahwa teks al-Quran adalah ―spirit wahyu dari Tuhan‖ identik dengan konsep
teks Bible, bahwa ―The whole Bible is given by inspiration of God‖.
Pendapat Abu Zayd, menurut Dr. Gerard R. Wiegers, dosen Universitas
Leiden, memang melewati batas pemahaman al-Quran yang mapan.

Konsep Abu Zayd tentang al-Quran berdampak pada metode penafsiran al-Quran
yang dia ajukan, yang menggunakan pendekatan historisitas-budaya. Ia
berupaya menjebol konsep dan metode tafsir al-Quran Ahlu-Sunnah. Ia
mencatat: ―Kekeliruan yang mendasar pada sikap Ahlussunnah, dulu dan
sekarang, adalah usaha mereka mengaitkan ‗makna teks‘ dan ‗dalalah-nya‘
dengan masa kenabian, risalah, dan turunnya wahyu. Ini bukan saja
kesalahan ‗pemahaman‘, tetapi juga merupakan ekspresi sikap ideologisnya
terhadap realitas -- suatu sikap yang bersandar pada keterbelakangan,
antikemajuan dan anti- progresivitas. Oleh karena itu kaum Ahlu Sunnah
menyusun sumber-sumber utama penafsiran al-Quran pada empat hal:
penjelasan Rasulullah saw, sahabat, tabi‘in, dan terakhir yaitu tafsir
bahasa.‖

Benarkah Ahlu Sunnah mendukung keterbelakangan dan antikemajuan, seperti
klaim Abu Zayd? Pendapat Abu Zayd seperti itu tentu saja bukan pendapat
ilmiah yang didukung oleh data-data yang kuat. Selama ratusan tahun, kaum
Muslim mengalami zaman keemasan dan mencapai kemajuan di berbagai bidang
justru ketika mereka menganut pola pemahaman Ahlu Sunnah. Upaya untuk
meruntuhkan konsep Ahlu Sunnah dilakukan Abu Zayd dengan menyerang
sejumlah tokoh utamanya, seperti Imam al-Shafii, al-Ash‘ari, dan
al-Ghazali. Imam al-Syafii dituduhnya mengubah teks primer (al-Quran)
menjadi teks sekunder (al-hadits), dan sebaliknya.

Abu Zayd, yang mengaku seorang sekular, bukan orang baru dalam membongkar
konsep al-Quran. Arkoen dan Fazlur Rahman, sudah melakukan itu. Rahman
menyatakan, dalam bukunya, ―Islam‖, bahwa ―the Quran is entirely the Word
of God and, in an ordinary sense, also entirely the word of Muhammad.‖
Arkoun, dalam bukunya ―Rethinking Islam Today‖, menyayangkan sarjana
Muslim yang tidak mau mengikuti jejak kaum Kristen dalam melakukan kritik
folosofis terhadap teks suci al-Quran. Pada 1927, pendeta Kristen Prof.
Alphonse Mingana, menyatakan, ―Sudah tiba saatnya untuk melakukan kritik
teks terhadap al-Qur‘an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci
Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa
Yunani (The time has surely come to subject the text of the Kur‘an to the
same criticism as that to which we subject the Hebrew and Aramaic of the
Jewish Bible, and the Greek of the Christian scriptures).‖

Memang, studi kritik teks al-Quran tidak berkembang di kalangan Muslim.
Bahkan, setelah Abu Zayd menulis buku ―Kritik terhadap Teks Keagamaan‖
(Naqd al-Khithab al-Dini). Ini berbeda dengan pesatnya studi kritis teks
Bible. Dr. Ernest C. Colwell, dari School of Theology Claremont, misalnya,
selama 30 tahun menekuni studi ini, dan menulis satu buku berjudul
―Studies in Methodology in Textual Criticism on the New Testatement‖.
Buku-buku karya Prof. Bruze M. Metzger, guru besar The New Testament di
Princeton Theological Seminary, menunjukkan, bagaimana kuatnya tradisi
kajian kritis terhadap Teks Bible. Juga, Werner Georg Kume, The New
Testament: The History of the Investigation of Its Problem, (Nashville:
Abingdon Press, 1972). Ini bisa dipahami, sebab Bible menyimpan
problematika tekstualitas yang rulit. Richard Elliot Friedman, dalam
bukunya, Who Wrote the Bible, menulis, bahwa hingga kini siapa yang
sebenarnya menulis Kitab (The Old Testament) ini masih misterius. The Five
Book of Moses, kata Friedman, merupakan teka-teki paling tua di dunia (It
is one of the oldest puzzles in the world).

Fenomena dalam tradisi Kristen itu sangat berbeda dengan apa yang terjadi
dalam tradisi Islam. Kaum Muslim, sepanjang sejarahnya, tidak pernah
menggugat atau mempersoalkan otentisitas teks al-Quran-- termasuk Mu‘
tazailah. Karena itulah, secara prinsip, teks al-Quran tidak mengalami
problema sebagaimana problema teks Bible. Norman Daniel dalam bukunya,
Islam and The West: The Making of an Image, menegaskan: ―The Quran has no
parallel outside Islam.‖

Di kalangan Kristen, hanya kelompok fundamentalis saja yang masih percaya
Bible sebagai ―dei verbum‖. Sebab itu, sangatlah aneh, jika ada sebagian
kalangan Muslim yang membawa nama Muhammadiyah kemudian dengan bangganya
mengecam kaum Muslim yang tidak mau mengkritisi al-Quran, sebagaimana kaum
Yahudi dan Kristen mengkritisi Bible mereka.

Untuk memperjelas siapa dan bagaimana hubungan konsep Abu Zayd dengan
konsep-konsep dalam tardisi Kristen-Barat, berikut ini beberapa kutipan
dari buku ―Meretas Kesarjanaan Kritis al-Quran: Teori Hermeneutika Nasr
Abu Zayd‖ (2003), yang ditulis oleh seorang murid Abu Zayd di Universitas
Leiden:

―Dia telah mengkritik para Muslim konservatif seperti Al-Imam al-Syafi‘i,
Al-Imam al-Asy‘ari, Abu Hamid al-Ghazali (dari periode klasik), dan Sayyid
Quthub, Hasan al-Banna, Muhammad al-Ghazali, Fahmi Huwaydi, Muhammad
al-Baltaji, dan Ab al-Shabur Syahin (dari periode modern), dan juga para
Muslim rasionalis klasik seperti Mu‘tazilah dan Ibnu Rusyd (Averoisme),
serta para Muslim liberal modern seperti Hasan Hanafi dan Muhammad
Shahrour. Abu Zayd berupaya untuk memformulasikan sebuah perangkat
metodologis yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi pembacaan-pembacaan
ideologis atas teks-teks keagamaan. Dalam hal ini, pendapat Abu Zayd yang
berkaitan dengan pembacaan ideologis mengingatkan kita kepada ―hermeneutic
of innocent‖ nya E.D. Hirsch, Jr, walaupun tak persis sama, yang
sesungguhnya, menurut saya, tidak dapat lagi dipertahankan pada era
pascaGadamer-- tokoh yang dianggap justru banyak mempengaruhinya.

Abu Zayd secara berulan-ulang mengatakan bahwa sebuah pembacaan ideologis
dan subjektif atas al-Quran tidak lebih daripada manipulasi makna, yang
bertentangan dengan objektivitas ilmiah. Bahkan, ideologi itu sendiri,
menurutnya, adalah sebuah ‗penyakit‘ yang harus diberantas. Pada titik
ini, pengaruh konsep Marxis tentang ideologi, sebagaimana disinyalir oleh
para penentangnya, bagaimana pun terbukti adanya. Para Marxis melihat
ideologi sebagai sebuah ‗distorsi‘ realitas, dan mereka juga
mengkontraskannya dengan ―kesadaran sejati‖ (true consciousness)
―Kesadaran akan subjektivitas dan kecenderungan ideologis ini, menurut
hemat saya, haruslah dimasukkan dalam asumsi-asumsi epistemologis.
Subjektivisme dan kecenderungan ideologis bukanlah hal yang harus
disingkirkan, namun malah harus dimasukkan sebagai faktor penting dalam
membangun sebuah teori hermeneutika. Pada tingkat ini, kesadaran itu telah
bekerja dalam level yang lebih riil, yakni level epistemologis. Upaya
semacam ini tampaknya absen di dalam karya-karyanya‖.

―Meskipun Abu Zayd sangat kritis terhadap pembacaan-pembacaan ideologis
atas teks-teks keagamaan, sebagian besar tulisannya, pada kenyataannya,
bersifat ideologis pula. Ada dua ideologi penting yang mendasari
karya-karyanya, yaitu sekularisme dan akademisme, dengan tanpa mengatakan
bahwa kedua ideologi ini, dan pengaruh dari keduanya, berdampak negatif.
Saya hanya bermaksud menunjukkan bahwa, secara sadar atau tidak ideologi
dan subjektivitas Abu Zayd hadir dalam tulisan-tulisannya.

Artinya, ‗klaim ideologis‘ itu dapat dikenakan kepada siapa saja, karena
‗klaim‘ itu sendiri merefleksikan ideologi tertentu. Sebagaimana tertulis
dalam bab pertama, Abu Zayd memosisikan dirinya sebagai seorang
intelektual Muslim sekularis. Meskipun dia mendefinisikan sekularisme
sebagai sebuah ―interpretasi sejati dan ilmiah atas Agama‖, tidaklah
berarti bahwa sekularisme bukan sebuah ideologi ―Kepercayaan Abu Zayd akan
otoritas nalar, objektivitas, dan akademisme membimbingnya untuk menjadi
wakil sah dari pengikut rasionalis pencerahan modern. Namun, fakta bahwa
dia terkadang mengadopsi konsep-konsep posmodernisme tidaklah
terbantahkan. Fouad Ajami, misalnya, mengatakan, bahwa Abu Zayd sangat ―at
home dengan metode dan bahasa Michel Foucault dan Antonio Gramsci‖, dan
Edward Said mengatakan, bahwa ―utang terhadap Foucoult adalah jelas‖
ketika Abu Zayd menggunakan konsep ―wacana‖ dalam (buku) ―Naqd al-Khithab
al-Dini‖ (Kritik atas Wacana Keagamaan). Namun, tidak dapat dikatakan
bahwa Abu Zayd bekerja dalam kerangka posmodernisme, yang justru menolak
sentralitas nalar, objektivitas, dan akademisme, hal yang justru paling
dibela Abu Zayd.

Lagi pula, dia tidak pernah menyatakan dukungannya terhadap posmodernisme,
dan tidak pernah mengutip karya-karya posmodernis, meskipun, sebagaimana
yang diakuinya, dia membaca beberapa karya itu.‖ (hal.158-161).

Salah satu produk hasil penggunaan metode hermeneutika ala Abu Zayd,
misalnya, adalah pendapatnya, bahwa jin dan setan tidak ada dalam realitas
dan hanya ada dalam mitos. Karena melihat wahyu sebagai proses evolusioner
transformasi dari sebuah pandangan dunia mitologis kepada pandangan dunia
rationalistik, maka di akhir analisisnya tentang jin, setan, sihir, dan
hasad, Abu Zayd berkesimpulan, bahwa semua itu pada hekikatnya bersifat
mitologis, ―hidup‖ dalam konsep mental saja, dan tidak ada dalam realitas.
(hal. 119). ―Pengaruh Ferdinad de Saussure jelas dalam interpretasi
tentang kekuatan-kekuatan jahat di atas, khususnya yang terkait dengan
tanda-tanda linguistik. De Saussure berpendapat bahwa ―tanda-tanda
linguistik bukanlah hubungan (link) antara sebuab benda dengan sebuah
nama, namun antara sebuah konsep dengan sebuah pola suara.‖ (hal. 126).

Membaca kesimpulan dan analisis murid Abu Zayd di Leiden tersebut, maka
tidaklah berlebihan jika Dr. Syamsuddin Arif dalam artikelnya di Harian
Republika (30 September 2004), yang berjudul ―Kisah Intelektual Nasr Hamid
Abu Zayd‖ menulis: ―Terus-terang saya tidak begitu tertarik oleh teori dan
ide-idenya mengenai analisis wacana, kritik teks, apalagi hermeneutika.

Sebabnya, saya melihat apa yang dia lontarkan kebanyakan -- untuk tidak
mengatakan seluruhnya -- adalah gagasan-gagasan nyeleneh yang diimpor dari
tradisi pemikiran dan pengalaman intelektual masyarakat Barat‖. Orang
macam Abu Zayd ini cukup banyak. Ia jatuh ke dalam lubang rasionalisme
yang digalinya sendiri. Ia seperti istri Aladdin, menukar lampu lama
dengan lampu baru yang dijajakan oleh si tukang sihir.‖ Wallahu a‘lam.
(KL, 7 Oktober 2004).



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004101508580479:2711 ;          Fri, 15 Oct 2004 08:58:04 +0700
$MessageID: <381-22004105151564461@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/15/2004 08:56:44 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/15/2004 08:58:05 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:10 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: PENGHAPUS DOSA (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F47037AFA2BF1C9F47256F2E000ACFB9
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/15/2004 08:58:05 AM-10/15/2004 08:58:06 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/15/2004 08:58:06 AM

Silahkan baca artikel pada file attachments di bawah ini.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Penghapus_dosa.zip
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004101508483443:2557 ;          Fri, 15 Oct 2004 08:48:34 +0700
$MessageID: <381-220041051514713731@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Artikel Kisah Islami : Untuk Apa Kelezatan, Terminalnya Neraka?
PostedDate: 10/15/2004 08:47:14 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/15/2004 08:48:35 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:10 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 57D13EB984EE4A0147256F2E0009F0F4
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/15/2004 08:48:35 AM-10/15/2004 08:48:35 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/15/2004 08:48:35 AM

Artikel Kisah Islami :

Untuk Apa Kelezatan, Terminalnya Neraka?

Abu al-Faraj, Ibn al-Jawziy dan ulama selainnya menyebutkan bahwa ada
seorang wanita cantik tinggal di Mekkah dan dia telah bersuami. Suatu
ketika, dia melihat paras cantiknya di depan cermin lalu berkata kepada
sang suami,
―Apakah menurutmu ada orang yang tidak tergoda sedikitpun melihat paras
cantikku ini?‖
―Ya, ada.‖ Jawab sang suami
―Siapa orangnya?.‖ Tanyanya penasaran
―‘Ubaid bin ‗Umair.‖ Jawab suaminya
―Izinkan aku untuk menggodanya.‖ Pintanya
―Ya, aku izinkan.‖ Jawab suaminya

Lalu isterinya mendatangi orang tersebut dan menyamar sebagai seorang
wanita yang meminta fatwa. Akhirnya orang tersebut menyendiri bersamanya
di sebuah pojok Masjid Haram, lalu si wanita itu menampakkan wajahnya yang
bagaikan belahan rembulan.
Seketika orang itu berkata kepadanya,
―Wahai hamba Allah, tutuplah dirimu!.‖
―Aku terpikat padamu.‖ Kata wanita cantik itu

―Aku akan bertanya padamu satu hal, bila kamu jujur, maka aku akan
mempertimbangkan untuk menerimamu.‖ katanya
―Tidak ada satu pertanyaanpun yang engkau tanyakan kepadaku melainkan akan
aku jawab dengan sejujur-jujurnya.‖ Jawab wanita itu

―Tolong beritahukan kepadaku, andaikata sekarang malaikat maut datang
kepadamu untuk mencabut nyawamu, apakah menyenangkanmu bila aku
mengabulkan permohonanmu ini?.‖ Tanyanya
―Jelas, tidak.‖ Jawab si wanita

―Kalau begitu, kamu sudah berkata jujur.‖ Kata orang itu
Orang itu melanjutkan, ―Andaikata engkau masuk kuburmu, lalu didudukkan
lalu ditanyai; apakah menyenangkanmu bila aku mengabulkan permohonanmu
ini.?‖
―Jelas, tidak.‖ Jawab si wanita itu lagi

―Kalau begitu, kamu sudah berkata jujur lagi.‖ Katanya
Lalu orang itu melanjutkan,
―Bertakwalah kepada Allah sebab Allah telah memberikan nikmat dan berbuat
baik kepadamu.!!‖

Lalu wanita itu pulang menghadap suaminya. Sang suami bertanya kepadanya,
―Apa yang telah engkau lakukan.?‖
―Kamu itu seorang yang banyak menganggur dan kita semua orang-orang
pengangguran.!‖ Jawabnya

Setelah kejadian itu, si wanita ini mulai rajin shalat, puasa dan
beribadah. Suaminya selalu berkata kepadanya,
―Apa gerangan yang terjadi antara aku dan si ‗Ubaid bin ‗Umar sehingga dia
berhasil mempengaruhi isteriku. Dulu isteriku adalah pengantinku di malam
hari, namun sekarang dia sudah berubah menjadi Râhibah (makna aslinya
adalah biarawati/suster di biara, ungkapan ini adalah sebagai bahasa
kiasan terhadap orang yang memfokuskan diri untuk beribadah total –red.,).‖

CATATAN:
Kisah ini diketengahkan karena mengandung pelajaran yang berharga dan
memang sudah terjadi -bila valid-. Jadi, bukan sebagai pembenaran atas
sikap seorang isteri yang melakukan hal seperti itu -red

(SUMBER: al-Maw‘id:Jannât an-Na‘îm karya Ibrahim bin ‗Abdullah al-Hâzimy,
hal.88-89)




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100909554718:2184 ;          Sat, 9 Oct 2004 09:55:47 +0700
$MessageID: <382-22004106925425835@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Faktor Yang Menyebabkan Manusia Menjadi Kafir & Meninggalkan Agama
Mereka, Yaitu: Sikap Yang Berlebihan Kepada Orang-orang Shaleh
PostedDate: 10/09/2004 09:54:26 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/09/2004 09:55:47 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:10 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F1018FC09C8D23FC47256F2800101827
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/09/2004 09:55:47 AM-10/09/2004 09:55:48 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/09/2004 09:55:48 AM

Faktor Yang Menyebabkan Manusia Menjadi Kafir & Meninggalkan Agama Mereka,
Yaitu: Sikap Yang Berlebihan Kepada Orang-orang Shaleh
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
---------------------------------------------------------------------------
-----
Firman Allah 'Azza wa Jalla (artinya):
"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas (yang telah ditentukan
Allah) dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali
yang benar..." (An-Nisa': 171)

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, tafsiran dari Ibnu 'Abbas
Radhiyallahu 'anhuma mengenai firman Allah Ta'ala (artinya):

"Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata: 'Janganlah sekali-kali kamu
meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu, dan (terutama) janganlah
sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq
maupun Nasr'." (Nuh: 23)

Ia mengatakan: "Ini adalah nama-nama orang shaleh dari kaum Nabi Nuh.
Tatkala mereka meninggal, syaitan membisikkan kepada kaum mereka:
"Dirikanlah patung-patung pada tempat yang pernah diadakan pertemuan di
sana oleh mereka, dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka."
Orang-orang itupun melaksanakan bisikan syaitan tersebut, tetapi
patung-patung mereka ketika itu belum disembah. Hingga setelah orang-orang
yang mendirikan patung itu meninggal dan ilmu agama dilupakan orang,
barulah patung-patung tadi disembah."

Ibnu Qayyim (Abu 'Abdillah: Muhammad bin Abu Bakr bin Ayyub bin Sa'd
Az-Zur'i Ad-Dimasyqi, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Seorang ulama besar dan
tokoh gerakan da'wah Islamiyah; murid Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah.
Mempunyai banyak karya ilmiyah. Dilahirkan th. 691 H (1292 M) dan
meninggal th. 751 H (1350 M)) mengatakan: "Banyak kalangan salaf yang
berkata: 'Setelah mereka itu meninggal, orang-orang pun sering mendatangi
kuburan mereka, lalu membikin patung-patung mereka; kemudian, setelah masa
demi masa berlalu, akhirnya disembahlah patung-patung tersebut'."

Diriwayatkan dari 'Umar bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:

"Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani
telah berlebih-lebihan memuji ('Isa) putera Maryam. Aku hanyalah seorang
hamba, maka katakanlah 'Abdullah wa Rasuluhu' (Hamba Allah dan
Rasul-Nya)." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan, karena sesungguhnya sikap
berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu." (HR
Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu
'anhuma)

Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda: "Binasalah orang-orang yang berlebihan tindakannya."
(Beliau sebutkan kalimat ini sampai tiga kali)

Kandungan tulisan ini:

1. Bahwa orang yang memahami bab ini dan kedua bab berikutnya, akan jelas
baginya keterasingan Islam; dan akan melihat betapa kuasa Allah itu untuk
merubah hati manusia.

2. Mengetahui bahwa mula pertama syirik yang terjadi di muka bumi ini
adalah karena sikap yang tidak benar terhadap orang-orang shaleh. .
Mengetahui apa yang pertama kali diperbuat orang-orang sehingga ajaran
para Nabi menjadi berubah, dan apa faktor penyebabnya? Padahal para nabi
itu, sebagaimana diketahui, adalah utusan Allah.

3. Diterimanya hal-hal bid'ah, padahal syari'at Ilahi dan fitrah murni
manusia menolaknya.

4. Faktor yang menyebabkan itu semua adalah pencampuradukan antara al-haq
dengan al-bathil. Adapun yang pertama ialah: rasa cinta kepada orang-orang
shaleh; sedang yang kedua ialah: tindakan yang dilakukan sejumlah orang
berilmu dan beragama dengan maksud untuk suatu kebaikan, tetapi
orang-orang yang datang sesudah mereka menduga bahwa apa yang mereka
maksudkan bukanlah hal itu.

5. Tafsiran ayat dalam surah Nuh. Ayat ini menunjukkan bahwa sikap yang
berlebihan dan melampaui batas terhadap orang-orang shaleh adalah yang
menyebabkan terjadinya syirik dan tuntunan agama para nabi ditinggalkan.

6. Watak manusia bahwa al-haq yang ada dalam dirinya bisa berkurang,
sedangkan al-bathil malah bisa bertambah.

7. Bab ini mengandung suatu bukti bagi kebenaran pernyataan kaum Salaf
bahwa bid'ah adalah penyebab kekafiran, dan lebih disenangi oleh Iblis
daripada maksiat, karena maksiat masih bisa diampuni, sedangkan bid'ah
tidak.

8. Syaitan mengetahui tentang dampak yang diakibatkan oleh bid'ah,
sekalipun maksud pelakunya adalah baik.

9. Mengetahui kaidah umum, yaitu bahwa sikap berlebihan dalam agama
dilarang; dan mengetahui pula apa dampak yang diakibatkannya.
10. Bahaya dari perbuatan sering berdiam diri di kuburan dengan niat untuk
suatu amal shaleh.

11. Larangan adanya patung-patung, dan hikmah dalam pemusnahannya (untuk
menjaga kemurnian tauhid dan mengikis kemusyrikan).

12. Kisah tentang kaum Nabi Nuh tersebut mengandung maksud besar, dan
diperlukan sekali, meskipun sudah dilalaikan.

13. Hal yang paling mengherankan, bahwa mereka (ahli bid'ah) telah membaca
kisah ini dalam kitab-kitab tafsir dan hadits, dan mengerti arti
kalimatnya; tetapi Allah menutup hati mereka, sehingga mereka mempunyai
keyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh adalah amal ibadah
yang terbaik, maka merekapun berkeyakinan bahwa apa yang dilarang Allah
dan Rasul-Nya adalah kekafiran yang menghalalkan darah dan harta.

14. Dinyatakan bahwa sikap kaum Nabi Nuh yang berlebihan terhadap
orang-orang shaleh tiada lain karena mengharapkan syafa'at mereka.

15. Mereka menduga bahwa inilah maksud orang-orang berilmu yang mendirikan
patung-patung itu.

16. Pernyataan penting yang termuat dalam sabda Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam: "Janganlah kamu berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana
orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ('Isa) putera Maryam..."
Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada beliau, yang
telah menyampaikan risalah dengan sebenar-benarnya.

17. Ketulusan hati beliau kepada kita dengan memperingatkan bahwa akan
binasa orang-orang yang berlebihan tindakannya.

18. Dinyatakan dalam kisah bahwa patung-patung itu baru disembah setelah
ilmu (agama) dilupakan. Dengan demikian, dapat diketahui nilai keberadaan
ilmu ini dan bahayanya apabila hilang.

19. Bahwa sebab hilangnya ilmu adalah matinya para ulama.

------------------------
Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100814122696:1873 ;          Fri, 8 Oct 2004 14:12:26 +0700
$MessageID: <382-2200410587113464@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: RAJA` BIN HAIWAH (Ketika Penasehat Sang Penguasa Adalah Seorang Yang
Shalih)
PostedDate: 10/08/2004 02:11:03 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/08/2004 02:12:27 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:10 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 8F44C07DFDBFEBE047256F27002797AA
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/08/2004 02:12:27 PM-10/08/2004 02:12:28 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/08/2004 02:12:28 PM

Artikel Tokoh Islam :

RAJA` BIN HAIWAH (Ketika Penasehat Sang Penguasa Adalah Seorang Yang
Shalih)

―Sesungguhnya pada suku Kindah terdapat tiga orang yang melalui doa
mereka, Allah turunkan hujan dan menangkan atas musuh, salah satunya
adalah Raja‘ bin Haiwah‖ (Maslamah bin ‗Abdul Malik)

Pada masa Tabi‘in ada tiga orang yang oleh orang-orang zaman itu tidak ada
tandingan dan duanya.

Mereka seakan bertemu dalam satu janji; saling berwasiat dalam berbuat
kebenaran dan bersabar, saling berikrar untuk berbuat kebaikan dan
kebajikan, mewakafkan diri mereka untuk selalu berbuat ketakwaan dan
mencari ilmu serta menjadikan diri mereka sebagai pelayan Allah,
Rasul-Nya, kaum awam maupun kalangan khusus orang-orang beriman. Mereka
itu adalah: Muhammad bin Sîrîn di ‗Iraq, al-Qâsim bin Muhammad bin Abu
Bakr di Hijaz dan Rajâ` bin Haiwah di Syam.

Mari kita ikuti untuk beberapa saat yang diberkahi ini kisah orang ke-tiga
dari ke-tiga orang-orang pilihan lagi berbakti tersebut, yaitu Rajâ` bin
Haiwah.

Rajâ` bin Haiwah dilahirkan di Bîsân, sebuah kawasan di ranah Palestina,
pada penghujung kekhilafahan ‗Utsman bin ‗Affan atau sekitar itu.

Dia berafiliasi kepada kabilah Kindah yang terkenal. Dengan demikian,
Rajâ` bertempat lahir di Palestina, asal Arab dan bermarga Kindi.

Sejak dari kecilnya, pemuda Kindi ini sudah tumbuh dalam keta‘atan kepada
Allah sehingga Allah mencintainya, demikian juga, dia dicintai makhluk-Nya.

Sejak kecil pula, dia sudah begitu menggebu-gebu dalam menuntut ilmu
sehingga seakan ilmu telah mendapatkan ladang subur dan kosong sebagai
tempat berdomisili dan menetap di dalamnya.

Dia menjadikan hobi utamanya adalah mendalami Kitabullah dan berbekal diri
dengan hadits Rasulullah. Karenanya, pemikirannya disinari oleh Nur al-Qur‘
an, mata batinnya disoroti oleh petunjuk Nubuwwah dan dadanya disesaki
oleh wejangan dan hikmah. Siapa saja orang yang mendapatkan hikmah, maka
berarti dia telah diberi kebaikan yang banyak.

Beruntung dia mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu dari sebagian
besar para pemuka shahabat seperti Abu Sa‘id al-Khudry, Abu ad-Dardâ`, Abu
Umâmah, ‗Ubadah bin ash-Shâmit, Mu‘âwiyah bin Abu Sufyân, ‗Abdullah bin
‗Amr bin al-‗?sh, an-Nawwâs bin Sam‘ân dan para shahabat lainnya.

Merekalah yang menjadi lentera hidayah dan obor ilmu pengetahuan baginya.

Pemuda yang beruntung ini telah meletakkan sebuah Dustur (konstitusi) bagi
dirinya untuk berkomitmen dengannya dan mengulangi-ulanginya selama hayat
dikandung badan. Dia sering berkata,
―Alangkah indahnya Islam bila dihiasi dengan keimanan,
Alangkah indahnya Keimanan bila dihiasi dengan ketakwaan,
Alangkah indahnya ketakwaan bila dihiasi dengan ilmu,
Alangkah indahnya ilmu bila dihiasi dengan amal,
Dan alangkah indahnya amal bila dihiasi dengan kelemah-lembutan‖

Rajâ` bin Haiwah telah beberapa kali menempati posisi Wazîr (menteri) bagi
sebagian khalifah dari kalangan Bani Umayyah, mulai dari ‗Abdul Malik bin
Marwân hingga ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz.

Akan tetapi interaksinya dengan Sulaiman bin ‗Abdul Malik bin Marwân dan
‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz melebihi interaksinya dengan selain mereka berdua.

Beliau menempati kedekatan khusus di hati para Khalifah kalangan Bani
Umayyah karena ketajaman pandangannya, ketulusan logatnya, keikhlasan
niatnya, hikmahnya di dalam menyelesaikan berbagai urusan. Kemudian hal
itu semua dimahkotai oleh kezuhudannya terhadap perhiasan dunia yang
mereka miliki, yang biasanya karena itu banyak orang datang
berdesak-desakan.

Interaksi beliau dengan para khalifah Bani Umayyah tersebut merupakan
rahmat yang agung dari Allah dan pemuliaan-Nya terhadap mereka.

Beliau telah mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan menunjuki mereka
jalan-jalannya.

Beliau telah menjauhkan mereka dari kejahatan dan menutup pintu-pintunya
terhadap mereka. Sehingga, beliau mempu menampakkan kebenaran kepada
mereka dan merayu mereka untuk mengikutinya. Membelalakkan mata mereka
terhadap kebatilan dan membuat mereka tidak suka untuk melakukannya.

Dengan begitu, beliau telah melakukan nasehat untuk Allah, Rasul-Nya, para
pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang awam mereka.

Terjadi suatu kisah yang berhasil menyinari jalannya di dalam pergaulannya
dengan para khalifah dan menentukan perannya bersama mereka. Kisah ini
dituturkan sendiri oleh Rajâ`,
―Tatkala aku berdiri bersama Sulaiman bin ‗Abdul Malik (Salah seorang
pembesar khalifah Bani Umayyah, dialah yang membangun kota Ramallah di
Palestina, memerangi kaum Bizantium dan mengepung Konstantinopel) yang
berada di sela-sela khalayak manusia, tiba-tiba aku melihat seorang
laki-laki menuju ke arah kami di tengah keramaian. Dia soerang yang
berwajah ganteng, gerak-geriknya begitu agung. Dia terus merangsak di
tengah barisan. Aku tidak meragukan lagi kalau dia ingin bertemu khalifah
hingga ia berada sejajar denganku lalu berhenti di sampingku, kemudian
memberi salam kepadaku seraya berkata,

‗Wahai Rajâ`, sesungguhnya engkau telah diuji dengan orang ini –sembari
menunjuk ke arah khalifah-. Sesungguhnya mendekatinya akan membuahkan
kebaikan yang banyak ataupun keburukan yang banyak. Maka, jadikanlah
kedekatamu itu sebagai kebaikan bagimu, baginya dan bagi manusia.

Dan ketahuilah wahai Rajâ`, siapa saja yang memiliki kedudukan di mata
seorang penguasa lalu dia dapat mengangkat hajat seorang yang lemah, yang
dia tidak mampu melakukannya sendiri maka kelak pada hari pertemuan
dengan-Nya, dia akan bertemu dengan Allah dalam kondisi telah dimudahkan
baginya menghadapi hari perhitungan (Hisab).
Ingatlah wahai Rajâ`, bahwa siapa saja yang menolong hajat saudaranya
sesama Muslim, maka Allah akan menolong hajatnya.

Ketahuilah wahai Rajâ`, bahwa di antara amalan-amalan yang paling dicintai
Allah adalah memasukkan kegembiraan ke dalam hati seorang Muslim.‘

Dan saat aku memperhatikan ucapannya dan menunggu-nunggu dia menambah lagi
nasehatnya, tiba-tiba khalifah memanggil seraya berujar,
‗Dimana Rajâ`?‘
Lalu aku menoleh ke arahnya seraya menjawab,
‗Ini aku, wahai Amirul Mukminin.‘

Kemudian dia bertanya sesuatu kepadaku dan begitu aku hampir usai
menjawabnya dan menoleh lagi ke temanku tadi, aku sudah tidak mendapatinya
lagi.

Lantas aku berkeliling ke sana ke mari untuk mencarinya namun tidak
berhasil menemukan satu jejaknya pun di tengah-tengah orang-orang tadi.

Rajâ` bin Haiwah juga memiliki beberapa sikap yang tulus bersama para
khalifah Bani Umayyah yang masih terus didokumentasikan oleh sejarah dalam
lembaran-lembarannya yang paling cemerlang dan masih terus dinukil oleh
generasi muda dari generasi tua.

Di antaranya, suatu ketika dia berada di majlis ‗Abdul Malik bin Marwan,
lalu disinggunglah seseorang yang bersikap kurang baik terhadap Bani
Umayyah. Dikatakan kepadanya, ‗Sesungguhnya dia (orang tersebut) membela
‗Abdullah bin az-Zubair (yang merupakan saingan berat ‗Abdul Malik dalam
memperebutkan khilafah) dan menyokongnya.‘

Si pencerita ini menyebutkan tingkah laku dan perkataan-perkataan orang
tersebut yang membangkitkan emosi khalifah. Maka serta-merta dia berkata,
‗Demi Allah, bila aku dapati orang tersebut, niscaya aku akan melakukan
begini dan begitu terhadapnya serta akan kutebas batang lehernya.‘

Tak berapa lama dari itu, orang tersebut berhasil ditangkap lalu digiring
kepada beliau. Tatkala melihatnya, hampir saja melampiaskan kemarahannya
dan ingin segera melaksanakan janjinya. Namun cepat-cepat Rajâ`
mencegahnya seraya berkata,
‗Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta‘ala membuat kekuasaan
untukmu sesuai yang engkau sukai, maka perbuatlah untuk Allah ma‘af yang
disukai-Nya.‘

Maka tenanglah jiwa sang khalifah dan redalah emosinya sehingga orang
tersebut dima‘afkan dan dilepasnya bahkan diperlakukannya dengan baik.
Dan, pada tahun 91 H, al-Walîd bin ‗Abdul Malik melakukan ibadah haji
didampingi Rajâ` bin Haiwah.

Tatkala tiba di Madinah, mereka berdua mengunjungi majid Nabawi didampingi
juga oleh ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz.

Nampaknya al-Walîd ingin sekali melihat ke dalam lokasi al-Haram an-Nabawy
secara teliti dan seksama. Sebab, dia telah bertekad kuat untuk melakukan
perluasan hingga menjadi 200 hasta x 200 hasta.

Karena itu, orang-orang yang berada di dalam masjidpun dikeluarkan agar
sang khalifah bisa mengamatinya sehingga tidak ada seorangpun lagi yang
tersisa kecuali Sa‘id bin al-Musayyab karena para penjaga tidak berani
mengeluarkannya.

Lalu ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz –yang saat itu baru menjabat gubernur Madinah-
mengutus seseorang untuk menemuinya. Lalu dia berkata,
―Sudilah kiranya tuan keluar juga dari masjid ini seperti yang dilakukan
orang-orang.‖

―Aku tidak akan meninggalkan masjid ini kecuali pada waktu yang biasa
meninggalkannya setiap harinya.‖ Jawab Sa‘id
Lalu dia ditanyai lagi,
―Sudilah kiranya tuan berdiri untuk memberi salam kepada Amirul Mukminin.‖

―Aku datang ke sini hanya untuk berdiri menghadap Rabb semesta ini.‖
Jawabnya.

Tatkala ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz mengetahui pembicaraan yang berlangsung
antara utusannya dan Sa‘id bin al-Musayyab dia menjauhkan khalifah dari
tempat di mana Sa‘id berada.

Sementara Rajâ` melengahkannya dengan pembicaraan karena kedua orang ini
mengetahui benar tabi‘at khalifah yang temperamental.

Al-Walîd berkata kepada keduanya,
―Siapa si syaikh itu? Bukankah dia Sa‘id bin al-Musayyab.?‖

―Benar, wahai Amirul Mukminin‖ Kata keduanya

Keduanya lalu menjelaskan secara panjang-lebar mengenai agama, ilmu,
keutamaan dan ketakwaannya.

Kemudian mereka berdua menimpali lagi,
―Andaikata keduanya tahu tempat di mana Amirul Mukminin berada, tentulah
dia akan bangkit dan memberi salam kepada anda namun sayang penglihatannya
sudah lemah.‖

―Sesungguhnya aku sudah mengetahui kondisinya sebagaimana yang kalian
sebutkan itu. Karena itu, adalah lebih pantas bila kita yang mendatangi
dan memberi salam kepadanya.‖ Kata al-Walîd

kemudian khalifah berkeliling di seputar masjid hingga mendatanginya dan
berdiri di hadapannya lalu memberi salam kepadanya seraya berkata,
―Bagaimana kabarmu, wahai syaikh.?‖

―Atas nikmat Allah, bagi-Nya segala pujian dan banyak pujian. Bagaimana
pula kabar Amirul Mukminin? Semoga Allah memberinya taufiq terhadap hal
yang dicintai dan diridlai-Nya.‖ Jawabnya tanpa beranjak dari tempatnya

Setelah itu, al-Walîd berpaling seraya berkata,
―Inilah sisa manusia ini. Inilah sisa Salaf umat ini.‖

Tatkala kekhilafahan beralih kepada Sulaiman bin ‗Abdul Malik, maka Rajâ`
memiliki kedudukan yang istimewa sekali di sisinya melelebihi yang
didapatnya dari para khalifah terdahulu.

Sulaiman menaruh kepercayaan yang begitu besar terhadapnya, amat
bergantung kepadanya serta begitu antusias untuk mengambil pendapatnya
dari hal yang sekecil-kecilnya hingga yang sebesar-besarnya.

Sikap-sikap yang ditunjukkan Rajâ` bersama Sulaiman begitu banyak dan amat
menggugah hati.

Hanya saja peran besar dan paling serius yang dimainkannya untuk
kepentingan Islam dan kaum Muslimin adalah sikapnya terhadap urusan yang
terkait dengan putra mahkota dan pengaruhnya terhadap pembai‘atan ‗Umar
bin ‗Abdul ‗Azîz.

Mengenai hal ini, Rajâ` bercerita,
―Pada Jum‘at pertama di bulan Shafar tahun 99 H, kami bersama Amirul
Mukminin, Sulaiman bin ‗Abdul Malik di Dâbiq. (Sebuah kampung dekat Halab
di Syria yang biasa disinggahi Bani Umayyah bila melakukan perang terhadap
negeri-negeri Romawi dan di sanilah terdapat makam Sulaiman bin ‗Abdul
Malik)

Beliau telah mengirimkan pasukan besar ke Konstantinopel di bawah komando
saudaranya, Maslamah bin ‗Abdul Malik, yang disertai putranya bernama
Dâwûd serta sebagian besar dari keluarga besarnya.

Beliau telah bersumpah bahwa akan tetap tinggal di padang rumput Dâbiq
hingga Allah menganugerahi penaklukan Konstantinopel atau dia mati
karenanya.

Tatkala sudah dekat waktu shalat Jum‘at, beliau berwudlu secara sempurna,
kemudian memakai pakaian kebesarannya berwarna hijau dan syal (sorban)
berwarna hijau juga. Beliau mamandang dirinya di cermin dengan pandangan
berbangga pada dirinya dan masa mudanya. Usianya masih sekitar 40-an tahun.

Kemudian beliau keluar untuk melaksanakan shalat Jum‘at bersama umat dan
tidak pulang dari masjid kecuali keadaan demam.

Hari demi hari sakitnya bertambah berat. Karena itu, beliau meminta
kepadaku agar ‗standby‘ di sisinya.

Suatu ketika, aku mengunjunginya lalu mendapatinya sedang menulis surat
(wasiat). Maka, aku bertanya,
―Apa yang sedang engkau perbuat, wahai Amirul Mukminin?.‖

―Aku sedang menulis surat wasiat untuk menyerahkan kekhilafahan nantinya
kepada anakku, Ayyûb.‖ Jawabnya

―Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya hal yang dapat menjaga khalifah di
kuburnya dan membebaskannya dari beban (tanggungan diri) di sisi Rabbnya
adalah agar yang menjadikan seorang yang shalih sebagai khalifah umat. Dan
putramu, Ayyûb masih kanak-kanak yang belum mencapai usia baligh serta
belum dapat dibedakan antara keshalihan dan ke-thalih-an
(ketidakshalihan)nya.‖ Kataku

Akhirnya beliau tidak jadi menulisnya dan berkata lagi,
―Sesungguhnya itu tadi adalah kitab wasiat yang telah aku tulis dan aku
ingin memohon pilihan baik (shalat istikharah) kepada Allah mengenainya
namun aku masih belum memastikan.‖ Lalu beliau merobeknya.

Hal itu berselang selama satu atau dua hari, kemudian beliau memanggilku
lagi seraya berkata,
―Bagaimana pendapatmu mengenai putraku (yang lain), Dâwûd, wahai Abu
al-Miqdâm (Kun-yah Rajâ`-red.,).?‖

―Dia sedang tidak ada dan masih bersama pasukan kaum Muslimin di
Konstantinopel. Jadi, engkau tidak tahu sekarang apakah dia masih hidup
atau sudah meninggal?.‖ Jawabku

―Kalau begitu, siapa yang pantas menurutmu, wahai Rajâ`.?‖ Tanyanya

―Yang berhak mengemukakan pendapat hanyalah engkau, wahai Amirul
Mukminin.‖ Jawabku

Sebenarnya aku ingin melihat siapa saja yang disebutnya agar aku
mengeliminasi (menggugurkan)nya satu per-satu hingga sampai kepada ‗Umar
bin ‗Abdul ‗Azîz.
―Bagaimana pendapatmu terhadap ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz.?‖ Tanyanya

―Demi Allah, yang aku ketahui bahwa dia hanyalah seorang yang mulia,
sempurna, berakal dan sangat agamis.‖ Jawabku

―Engkau benar. Demi Allah sesungguhnya dia memang demikian.‖ Katanya

―Akan tetapi, jika aku mengangkatnya dan mengabaikan putra-putra ‗Abdul
Malik, pastilah akan terjadi fitnah dan mereka selamanya tidak akan
membiarkannya berkuasa atas mereka.‖ Sambungnya

―Kalau begitu, sertakan bersamanya salah seorang dari mereka dan jadikan
posisinya setelahnya (sebagai penggantinya nanti).‖ Kataku

―Tepat sekali, sebab hal itu akan menentramkan hati mereka serta membuat
mereka rela.‖ Katanya

Kemudian dia mengambil kitab wasiat lalu menulis dengan tangannya,
bunyinya:
―Bismillâhirrahmânirrahîm, ini adalah wasiat dari hamba Allah, Sulaiman
bin ‗Abdul Malik, Amirul Mukminin kepada ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz.
Sesungguhnya aku telah mengangkatnya menjadi khalifah sepeninggalku dan
menjadikan Yazîd bin ‗Abdul Malik sebagai khalifah selanjutnya. Maka,
dengarkanlah perintahnya, patuhlah dan bertakwalah kalian kepada Allah
serta janganlah berselisih sehingga kalian dimanfa‘atkan oleh kerakusan
orang-orang rakus.‖ Kemudian beliau membubuhkan khatam padanya lalu
menyerahkannya kepadaku.

Selanjutnya beliau meminta agar Ka‘b bin Hâmiz, kepala polisi (bagian
keamanan) dipanggil dan setelah datang, beliau berkata kepadanya,
―Tolong panggilkan keluarga besarku agar segera berkumpul dan
beritahukanlah kepada mereka bahwa kitab wasiat yang berada di tangan
Rajâ` bin Haiwah adalah kitab wasiatku serta suruhlah mereka agar membai‘
at siapa saja yang ditunjuk di dalamnya.‖

Rajâ` melanjutkan kisahnya,
―Tatkala mereka sudah berkumpul, aku berkata kepada mereka, ‗Ini adalah
kitab wasiat Amirul Mukminin, isinya pelimpahan kekhalifahan kepada
khalifah pengganti beliau. Dan beliau telah memerintahkanku agar mengambil
bai‘at kalian kepada siapa saja yang telah diangkatnya.‘

‗Kami akan mendengar terhadap perintah Amirul Mukminin dan patuh terhadap
khalifah penggantinya.‘ Kata mereka

Lalu mereka meminta agar aku mengizinkan mereka menemui Amirul Mukminin
untuk memberi salam kepadanya.
‗Baiklah.‘ Kataku

Tatkala sudah masuk, Amirul Mukminin berkata kepada mereka,
‗Sesungguhnya kitab wasiat yang berada di tangan Rajâ` bin Haiwah ini
adalah kitab wasiatku, isinya pengangkatanku terhadap khalifah yang akan
menggantikanku. Karena itu, dengarkan dan patuhlah terhadap siapa saja
yang telah aku angkat serta bai‘atlah siapa yang aku sebut di dalam kitab
wasiat ini.‘
Merekapun mulai membai‘t satu demi satu.

Kemudian aku keluar membawa kitab wasiat itu yang sudah distempel. Tidak
seorangpun yang mengetahui isinya selain diriku dan Amirul Mukminin.

Ketika orang-orang sudah berpencar, ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz menemuiku
seraya berkata,
‗Wahai Abu al-Miqdâm, sesungguhnya Amirul Mukminin adalah orang yang
sangat berbaik sangka terhadapku. Dia telah banyak sekali memberikanku
pemberiaan berkat kemuliaannya dalam berbuat baik dan kasih sayangnya yang
tulus. Dan aku khawatir bilamana beliau telah melimpahkan sesuatu dari
urusan ini kepadaku. Aku tegaskan kepadamu, demi Allah dan melalui
kehormatan dan kasihsayangku aku memohon kepadamu agar memberitahuku
bilamana di dalam kitab wasiat Amirul Mukminin itu ada sesuatu yang
spesial buatku supaya aku segera menanggalkannya sebelum terlambat.‘

‗Demi Allah, aku tidak akan memberitahumu walaupun satu huruf dari apa
yang engkau mohonkan padaku.‘ Jawabku
Dia berpaling dariku dengan emosi.

Kemudian tak berapa lama, datang pula Hisyâm bin ‗Abdul Malik menemuiku
seraya berkata,
‗Wahai Abu al-Miqdâm, sesungguhnya aku memiliki kehormatan, kasih sayang
yang lama di sisimu dan aku amat berterimakasih sekali padamu. Karena itu,
beritahukanlah kepadaku mengenai isi kitab wasiat Amirul Mukminin. Bila
urusan ini diserahkan kepadaku, aku akan diam dan bila kepada orang
selainku, aku akan bicara sebab orang sepertiku tidak patut disingkirkan
dari urusan ini. Dan aku berjanji kepada Allah untuk tidak menyebut namamu
selamanya.‘

‗Demi Allah, aku tidak akan memberitahukan kepadamu satu huruf pun hal
yang telah dirahasiakan Amirul Mukminin kepadaku.‘ Jawabku

lalu dia pergi dengan memukul telapak tangannya sembari berucap,
‗Kepada siapa urusan ini diserahkan bila aku disingkirkan? Apakah khilafah
akan lepas dari tangan Bani ‗Abdul Malik? Demi Allah, sesungguhnya aku
adalah penghulu dan sebaik-baik keturunan ‗Abdul Malik.‘

Kemudian aku menemui Sulaiman bin ‗Abdul Malik, ternyata dia sudah akan
menghadapi Sakratul Maut, karena itu aku alihkan ke arah kiblat, lalu dia
berkata kepadaku dalam kondisi berat sekali, ‗Belum lagi saatnya, wahai
Rajâ`.‘

Hingga akhirnya aku melakukan hal itu dua kali, dan ketika untuk yang
ketiga kalinya, beliau berkata,
‗Sekarang waktunya wahai Rajâ`, jika engkau ingin melakukan sesuatu
silahkan. Asyhadu An Lâ ilâha Illallâh Wa Anna Muhammadan Rasûlullah. ‘

Lalu aku alihkan ke arah kiblat, maka tak berapa lama beliaupun
menghembuskan nafas terakhir dengan tenang.

Ketika itu, aku pejamkan kedua matanya dan tutup dengan sepotong kain
berwarna hijau, lalu kukunci pintunya lantas keluar.

Lalu datang utusan isteri beliau datang kepadaku menanyakan perihalnya dan
meminta agar diperkenankan melihat. Lalu aku buka pintunya dan berkata
kepada utusannya tersebut,
‗Lihatlah, dia telah terlelap sekarang in setelah lama bergadang (susah
tidur), karena itu biarkanlah dia.‘

Maka utusan itupun kembali dan memberitahukan kondisinya sehingga diapun
menerima dan yakin bahwa suaminya memang sedang tidur.

Kemudian aku tutup pintu rapat-rapat dan menempatkan seorang pengawal
kepercayaanku di situ seraya berpesan kepadanya agar tidak beranjak dari
tempatnya itu hingga aku kembali dan tidak memberi izin kepada siapapun
untuk masuk menemui khalifah.

Aku pergi dan bertemu dengan orang-orang yang bertanya,
‗Bagaimana kondisi Amirul Mukminin?.‘

‗Semenjak sakit, baru kali inilah beliau lebih tenang dan damai.‘ Jawabku
‗Alhamdulillah.‘ Kata mereka

kemudian aku mengutus Ka‘b bin Hâmiz, kepala polisi untuk mengumpulkan
seluruh keluar besar Amirul Mukminin di Masjid Dâbiq. (Setelah mereka
berkumpul) aku berkata,
‗Bai‘atlah siapa saja yang tertera dalam kitab wasiat Amirul Mukminin
ini.!‘

‗Kami susah membai‘atnya apakah harus dibai‘at untuk kedua kalinya.?‘
Tanya mereka

‗Ini perintah Amirul Mukminin. Bai‘atlah atas apa yang diperintahkannya
dan siapa saja yang disebutkan dalam kitab wasiat yang distempel ini!‘
Tegasku
lalu merekapun melakukan bai‘at, satu per-satu.

Tatkala merasa sudah dapat mengendalikan suasana, aku berkata,
‗Sesungguhnya khalifah telah wafat, Innâ Lillâhi Wa Innâ Ilaihi Râji‘ûn.‘

Lalu aku bacakan kitab wasiat tersebut kepada mereka, dan tatkala sampai
kepada nama ‗Umar bin ‗Abdul ‗Azîz, Hisyâm bin ‗Abdul Malik berkata,
‗Kami tidak akan pernah mau berbai‘at kepadanya.!‘

‗Demi Allah, kalau begitu aku akan memenggal lehermu.! Bangun dan berbai‘
atlah.!‘ Kataku

Lalu dia bangkit sambil menyeret kedua kakinya dan tatkala sampai ke
hadapan ‗Umar, dia berkata,
‗Innâ Lillâhi Wa Innâ Ilaihi Râji‘ûn.‘ (Dia mengucapkannya karena
kekhilafahan berpindah ke tangan ‗Umar bukan ke tangannya ataupun salah
seorang dari saudara-saudaranya, keturunan ‗Abdul Malik)

‗Umar pun menjawabnya,
‗Innâ Lillâhi Wa Innâ Ilaihi Râji‘ûn.‘ (Dia mengucapkannya atas
berpindahnya kekhilafahan ke tangannya padahal dia amat tidak menyukainya)

Demikianlah, akhir suatu bai‘at yang dengannya Allah perbarui kembali masa
muda Islam dan mengangkat menara agama.
Beruntunglah khalifah kaum Muslimin, Sulaiman bin ‗Abdul Malik… Dia telah
melepaskan tanggungan dirinya di hadapan Allah dengan mengangkat seorang
laki-laki yang shalih.

Selamat buat seorang Wazîr (menteri) yang tulus, Rajâ` bin Haiwah… Dia
telah melakukan nasehat untuk Allah, Rasul-Nya dan pemimpin kaum Muslimin…

Semoga Allah membalas para pembantu penguasa (pengawal dan menteri) yang
shalih dan berbuat kebajikan dengan mengganjar pahala buat mereka… Dengan
kecemerlangan pendapat mereka, para penguasa pilihan yang beruntung dan
diberi taufik mendapatkan petunjuk.

CATATAN:
sebagai bahan rujukan mengenai biografi Rajâ` bin Haiwah, silahkan baca,

1- ath-Thabaqât al-Kubra, karya Ibnu Sa‘d, Jld.V, h. 335-339; 395,407
2- Shifah ash-Shafwah, karya Ibn al-Jawziy, jld.IV, h.213
3- Hilyah al-Awliyâ`, karya al-Ashfahaniy, Jld.V, h.315-316
4- al-Bayân Wa at-Tabyîn, karya al-Jahizh, Jld. I, h.397; II, h.107-322
5- Tahdzîb at-Tahdzîb, karya Ibn Hajar, Jld.III, h.265
6- Târîkh ath-Thabariy, karya Ibn Jarîr ath-Thabariy, Jld.VI, h.365-370
7- Wafayât al-A‘yân, karya Ibn Khalakân, Jld.I, h.430; II, h.301-303; VII,
h.316..
8- Târîkh Khalîfah, karya Ibn Khayyâth, h. 357
9- al-Iqd al-Farîd, karya Ibn ‗Abd Rabbih, Jld.II, h.50, 82, 235; III,
h.86, 105, 306; IV, h. 156,219; V, h.139, 166; VII, h.96
10- at-Tamtsîl Wa al-Muhâdlarah, karya ats-Tsa‘labiy, h. 171.




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100814023375:1776 ;          Fri, 8 Oct 2004 14:02:33 +0700
$MessageID: <382-2200410587110411@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Etika Memakai Sandal Dan Sepatu
PostedDate: 10/08/2004 02:01:10 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/08/2004 02:02:34 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 1F9DA7438203D24F47256F270026B00F
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/08/2004 02:02:34 PM-10/08/2004 02:02:35 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/08/2004 02:02:35 PM

Etika Memakai Sandal Dan Sepatu

Mukaddimah

Islam adalah satu-satunya agama yang banyak sekali memperhatikan aspek
akhlaq dan etika, dari hal yang sebesar-besarnya hingga sekecil-kecilnya.
Oleh karena itu, pantaslah pula apa yang dikatakan 'Aisyah radliyallâhu
'anha ketika ditanya tentang akhlaq Rasulullah bahwa akhlaq beliau adalah
al-Qur'an.

Bila kita mengamati kandungan al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi, maka
sangat sulit kita untuk tidak mengatakan bahwa di dalamnya selalu terkait
dengan akhlaq dan etika itu.
Salah satu hal yang nampaknya sepele tetapi besar artinya yang diberikan
perhatian oleh Islam adalah masalah etika memakai sandal atau sepatu.
Nah, apa urgensinya? Bagaimana etikanya?…Pada kajian kali ini, kita akan
membahasnya, Insya Allah.


Naskah Hadits

Dari Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallâhu
'alaihi Wa Sallam bersabda, "Bila salah seorang diantara kamu memakai
sandal, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kanan dan bila dia
melepasnya, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kiri. Jadikanlah
kaki kanan yang pertama dari keduanya dipakai dan yang terakhir dari
keduanya yang dilepas (dicopot)." (HR.Bukhari)


Kandungan Hadits

Terdapat hadits yang diriwayatkan 'Aisyah di dalam kitab ash-Shahîhain
bahwasanya Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam sangat suka menganan
(memakai dengan memulai yang kanan), baik ketika memakai sandal atau
sepatu (atau sandal dan yang semaknanya), menyisir, bersuci dan seluruh
urusannya. Beliau Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam senantiasa memulai dengan
kanan dan mendahulukannya terhadap sesuatu yang baik dan mengakhirkannya
terhadap yang selain itu. bila memakai sandal, beliau mendahulukan kaki
kanan; bila memakai pakaian, beliau mendahulukan sebelah kanan dan bila
masuk masjid, beliau mendahulukan kaki kanan.
Beliau mendahulukan yang kiri untuk selain hal itu; ketika masuk WC,
keluar dari Masjid, melepas kedua sandal, pakaian dan semisalnya.


Beliau mengkhususkan yang kanan di dalam makan, minum, berjabat tangan dan
mengambil sesuatu yang baik. Dan beliau mengkhususkan yang kiri terhadap
kotoran dan sesuatu yang tidak disukai. Inilah sunnah Rasulullah
Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam yang beliau sukai dan senang melakukannya.


Di dalam masalah thaharah (bersuci), beliau mendahulukan untuk mencuci
tangan kanan dan kaki kanan. Ketika mencukur di dalam manasik haji, beliau
mendahulukan bagian sebelah kanan dari kepalanya atas bagian kirinya,
demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.


Menurut syari'at, akal dan estetika bahwa mendahulukan yang kanan terhadap
sesuatu yang baik dan mengkhususkannya serta mengkhususkan yang kiri
terhadap sesuatu yang tidak disukai adalah lebih utama. Oleh karena itu,
kaidah syari'at yang kemudian diambil dari sunnah beliau Shallallâhu
'alaihi Wa Sallam adalah mendahulukan yang kanan terhadap setiap sesuatu
yang pernah beliau lakukan dalam rangka memuliakan beliau dan yang selain
itu, dianjurkan untuk memulainya dengan yang kiri.


Ibn al-'Arabi (bukan Ibn 'Arabi, tokoh Sufi yang sesat-red.,) berkata,
"Memulai dengan yang kanan disyari'atkan terhadap semua amal shalih karena
keutamaannya secara estetika lebih kuat dan secara syari'at lebih
dianjurkan untuk mendahulukannya."


al-Hulaimi berkata, "Sesungguhnya memulai dengan yang kiri ketika melepas
(sandal atau sepatu-red.,) karena memakai itu adalah suatu kehormatan dan
juga karena ia (dalam posisi) menjaga (melindungi). Manakala yang kanan
lebih mulia dan terhormat daripada yang kiri, maka dimulailah dengannya
ketika memakai dan dikemudiankan ketika melepas (mencopot) sehingga
kehormatannya tetap ada dan jatahnya dari hal itu lebih banyak."

(SUMBER: Tawdlîh al-Ahkâm Min Bulûgh al-Marâm, karya Syaikh.'Abdullah
al-Bassam, jld.VI, h.233-234)

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100813545118:1565 ;          Fri, 8 Oct 2004 13:54:51 +0700
$MessageID: <382-22004105865327806@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Etika Menjadi Majikan
PostedDate: 10/08/2004 01:53:28 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/08/2004 01:54:51 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 179120188FDCCCF447256F270025FB46
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/08/2004 01:54:51 PM-10/08/2004 01:54:52 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/08/2004 01:54:52 PM

Etika Menjadi Majikan


Mukaddimah

Maraknya kasus penyiksaan terhadap para tenaga kerja kita di dalam maupun
luar negeri, secara khusus yang bekerja di luar negeri akibat ulah para
majikan yang tidak bertanggung jawab perlu pula menjadi perhatian kita
secara serius. Sebab, banyak umat Islam yang terlibat di dalamnya baik
sebagai pihak yang mempekerjakan ataupun dipekerjakan.

Kami tidak ingin menyoroti permasalahan itu secara lebih spesifik dan
tidak pula memasuki wilayah lain, yaitu tentang hukum nakerwan-nya yang
bepergian untuk bekerja di luar negeri sana tanpa mahram sebab hal ini
sudah sama-sama dimaklumi pada dasarnya.

Dalam kajian ini, sedikit sumbangsih pemikiran mengenai bagaimana
permasalahan seperti itu sebenarnya menurut nash-nash Islam, dalam hal ini
hadits Rasulullah.

Rasulullah adalah suri teladan kita, karena itu sebenarnya
kejadian-kejadian seperti itu tidak akan pernah terjadi oleh para majikan
(pihak yang mempekerjakan yang beragama Islam) bilamana mereka mengetahui
ajaran agama dengan baik, khususnya terkait dengan hal itu.

Untuk itulah, dalam kajian ini, kami ketengahkan sedikit hadits dan
bahasan singkat mengenainya, semoga saja bermanfa‘at bagi kita semua dan
menjadi amal jariah penulis. Wallahu a‘lam…


Dari Abu Hurairah RA., dari Nabi SAW., (beliau bersabda), ―Jika pelayan
salah seorang di antara kamu membawakan makanan untuknya; maka jika tidak
mengajaknya duduk bersamanya, cukup memberinya satu suap atau dua suap.‖
(Hadits ini disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim, dan lafazh ini berasal
dari shahih al-Bukhari)
Penjelasan Global

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, at-Turmudzy dan Abu Daud
dengan redaksi yang tidak berbeda jauh.

Imam al-Bukhari memuat hadits ini di dalam bab: ―Bila pelayan salah
seorang di antara kamu membawakan makanan untuknya.‖

Sedangkan Imam Muslim memuatnya di dalam bab: ―Memberi makan hamba
(sekarang: pelayan)‖ dengan lafazh, ―Bila pelayan salah seorang di antara
kamu membuatkan makanan untuknya, kemudian dia membawanya padahal ia sudah
merasakan panas dan asapnya; maka hendaklah dia mengajaknya duduk
bersamanya, lalu makan. Jika makanannya sedikit, maka hendaklah dia
menaruh di tangannya (pelayan) satu suap atau dua suap.‖

Di dalam bab itu juga terdapat hadits-hadits lain yang bernuansa sama
dengan hal itu, yakni perlakuan seorang tuan terhadap pembantunya (dulu
budak). Dalam hal ini, beliau (Imam Muslim) memuat juga hadits mengenai
Abu Dzarr yang membalas umpatan seseorang -yang kebetulan seorang budak-
terhadapnya dengan mengumpati juga kedua orangtuanya di mana ibunya adalah
seorang wanita asing. Ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi SAW., beliau
mencela dan mengecam tindakan Abu Dzarr ini dengan mengatakan,
―Sesungguhnya, engkau ini seorang yang masih memiliki fanatisme
Jahiliyyah.‖

Di antaranya lagi, hadits yang berbunyi, ―Seorang budak memiliki (hak)
makan dan pakaian, dan hendaknya dia tidak dibebani suatu pekerjaan
kecuali sesuai dengan kemampuannya.‖

Imam at-Turmudziy juga memuat hadits mengenai hal ini di dalam kitabnya
Sunan at-Turmudzy dengan lafazh yang tidak jauh berbeda dengan riwayat
Imam Muslim. Di dalam bab: ―Hadits-hadits mengenai makan bersama budak dan
keluarga.‖ Di dalamnya terdapat tambahan,- setelah kalimat, maka hendaklah
dia mengajaknya duduk bersamanya, yaitu bila dia menolak, maka …‖

Mengenai makna ―sesuap atau dua suap…‖ Ibn Hajar berkata –sebagai dinukil
oleh pengarang buku ―Tuhfah al-Ahwadziy‖-, ―kata penghubung ―atau‖
maksudnya adalah pembagiannya, yaitu disesuaikan dengan kondisi makanan
dan pembantunya.‖ (artinya, bila makanannya banyak maka dikasih banyak,
demikian juga, bila pembantunya banyak makan, maka dikasih lebih
banyak-red.,)

Pengarang buku tersebut juga mengatakan, ―Di dalam hadits riwayat Imam
Muslim terdapat persyaratan, yaitu bilamana makanan (yang diberikan kepada
majikan-red.,) itu hanya sedikit…artinya, bilamana makanannya banyak; maka
si majikan itu boleh mengajaknya duduk bersamanya (untuk makan) atau
memberikannya bagian yang lebih banyak.‖

Beberapa Pesan Hadits

Di antara pesan hadits tersebut:
1. Anjuran agar berakhlaq mulia dan saling mengajak (mengundang) di dalam
urusan makanan apalagi terhadap orang yang membuat atau membawanya sebab
dia merasakan panas dan asapnya, bernafsu juga terhadapnya serta mencium
baunya. Hal ini semua (hadits terkait dengan itu) hukumnya dianjurkan.

2. Di antara petunjuk Islam adalah persamaan hak antara si kaya dan si
miskin, si kuat dan lemah, si terhina dan bermartabat sehingga tidak boleh
ada kelas-kelas ataupun rasialisme. Semua orang beriman pada prinsipnya
adalah bersaudara.
3. Islam menganjurkan akhlaq mulia seperti itu agar masyarakat Islam
menjadi satu kesatuan umat, adapun kemudian terkait dengan masalah
pekerjaan dan bakat, maka semua itu tergantung kepada anugerah yang telah
diberikan Allah kepada masing-masing. Pekerja kecil bila dia telah
menjalankan pekerjaannya, maka sama seperti pekerja besar. Jadi,
masing-masing saling melengkapi.

4. Sebaiknya, tuan rumah mengajak makan pembantu, budak dan tamu-tamu
kecilnya bersama-sama. Karena itu, tidak boleh dia merasa lebih tinggi
derajatnya dan sombong dengan tidak mau makan atau bergaul bersama mereka.
Hendaklah hal itu dilakukan dengan jiwa yang suci dan rasa malu yang
tinggi. (Ahs)


REFERENSI:

-   Shahih al-Bukhariy
-   Shahih Muslim dan Syarahnya, Syarh an-Nawawy
-   Sunan at-Turmudziy dan syarahnya, Tuhfah al-Ahwadziy
-   Tawdlîh al-Ahkâm Min Bulûgh al-Marâm karya Syaikh. ‗Abdullah al-Bassâm



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100714564354:1465 ;          Thu, 7 Oct 2004 14:56:43 +0700
$MessageID: <382-22004104775522203@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Kemusyrikan dan Ziarah Kubur
PostedDate: 10/07/2004 02:55:22 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/07/2004 02:56:44 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 20BFC94F47690B5347256F26002BA57C
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/07/2004 02:56:44 PM-10/07/2004 02:56:45 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/07/2004 02:56:45 PM

Kemusyrikan dan Ziarah Kubur

Menziarahi kubur orang Islam itu disyari'atkan bahkan disunnahkan. Karena
Nabi shallallahu 'alaihi wasalam menziarahi kuburan di Baqi' (kuburan kaum
muslimin di Madinah), dan demikian pula kuburan para syuhada' perang Uhud.
Nabi Nabi shallallahu 'alaihi wasalam berkata:

artinya:"Semoga keselamatan (dilimpakan) atas kalian wahai penghuni kubur
dari orang-orang Mukmin dan Muslim, sedangkan kami insya Allah akan
menyusul kalian, kami mohon kepada Allah (semoga) untuk kami dan kalian
(diberi) afiat. " (Hadits dikeluarkan oleh Muslim 975 dari Buraidah).

Pada mulanya dulu Nabi shallallahu 'alaihi wasalam melarang ziarah kubur,
kemudian beliau membolehkannya dengan sabdanya:

artinya: "Dahulu saya telah melarang kalian ziarah kubur, maka (kini)
ziarahlah kalian padanya karena sesungguhnya itu mengingatkan kematian."
(HR Muslim 977, At-Tirmidzi 1054, At-Thayalisi 807, Ibnu Hibban 3168,
Al-Hakim 12/375, Abu Daud 3235, dan Ahmad 5/359).

Dan dalam riwayat yang lain:
artinya:"...maka (kini) ziarahlah kalian padanya karena sesungguhnya
(ziarah kubur) itu menzuhudkan (menjauhkan diri dari kecintaan) terhadap
dunia dan mengingatkan akhirat." (HR Ibnu Majah dalam sunannya, nomor
1571).

Hadits-hadits tentang ziarah kubur itu diriwayatkan dalam kitab Shahihain —
Al-Bukhari dan Muslim—, Sunan At-Tirmidzi dan lainnya. Kese-luruhan
hadits-hadits tersebut ada di kitab Misykatul Mashabih 1/154.
Ziarah kubur itu ada dua macam: Syar'iyah (di-syari'atkan) dan syirkiyah
(termasuk kemusyrikan).

Ziarah kubur yang Syar'iyah

Ziarah kubur yang disyari'atkan dalam Islam adalah berziarah ke kubur
Muslimin, dan mengucapkan salam atas mereka, mendo'akan untuk mereka agar
diberi ampunan dan maghfirah, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits.
Dan hendaklah kamu mengambil pelajaran (i'tibar) dengan keadaan mereka
dahulunya bahwa mereka dulu begini dan begitu, mereka adalah nabi -nabi,
wali-wali, orang-orang shalih, raja-raja, umara' (pemimpin pemerintahan)
dan orang-orang kaya. Mereka telah mati, telah dipendam, telah menjadi
tanah, dan mereka telah menjumpai apa yang telah mereka perbuat baik
berupa kebaikan atau keburukan.
Jadi, ziarah kubur itu tidak untuk mengambil pelajaran dan menebalkan
sikap meterialistis yang mementingkan kehidupan dunia ini. Karena
kehidupan di dunia ini adalah tipuan dan tidak kekal, sedangkan kita semua
akan mati dan akan dikubur. Maka sebaiknya kita tidak tertipu oleh gebyar
dan kesenangan dunia. Inilah hakikat ziarah kubur yang syar'i itu.

Ziarah kubur yang syirkiyah

Adapun ziarah kubur yang syirkiyah atau menyekutukan Allah dan sangat
dilarang dalam Islam adalah apabila peziarah menciumi kuburan, atau sujud
di atasnya, atau mengusap-usapnya, atau memanggil-manggil penghuninya,
atau minta pertolongan padanya (istighatsah dengan kubur), atau minta
keselamatan (istinjad) padanya, atau bernadzar (misalnya kalau sukses
usahanya maka akan mengadakan penyembelihan) untuk kubur, atau menyangka/
meyakini bahwa (mayit) yang dikubur itu bisa memberi manfaat atau mudharat
padanya.
Ziarah kubur yang model ini adalah bertentangan dengan hikmah
disyari'atkannya ziarah kubur itu sendiri. Bahkan itu adalah kenyataan
yang dulunya diperbuat oleh ahli jahiliyah. Oleh karena itu dulu Nabi
shallallahu 'alaihi wasalam melarang ziarah kubur.

Menjauhi syirik itu mutlak

Allah memerintahkan semua manusia agar memurnikan ibadahnya hanya untuk
Allah, sedang Dia menciptakan seluruh manusia hanyalah untuk beribadah
kepadaNya dengan ikhlas. Sebagaimana Allah firmankan, artinya: "Dan Aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu."
(Adz-Dzaariyaat/ 51:56).

Ketahuilah bahwa ibadah itu tidak sah kecuali bersama tauhid (mengesakan
Allah ¥?). Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali beserta thaharah
(suci) dan wudhu'. Maka apabila kemusyrikan masuk ke dalam ibadah pasti
rusaklah ibadah itu, seperti halnya hadats apabila masuk ke dalam wudhu'
maka rusaklah wudhu'nya.
Syirik itu jika mencampuri ibadah maka merusak ibadah , dan menghapus
pahala ketaatan, hingga pelakunya termasuk penghuni neraka yang kekal di
dalamnya.

Ketahuilah bahwa di antara hal-hal penting yang wajib diketahui adalah:
mengetahui syirik. Siapa yang tidak tahu syirik boleh jadi dia terjatuh di
dalam kemusyrikan, sedangkan dia tidak tahu! Allah Ta'ala berfirman,
artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang
dikehendakiNya." (QS An-Nisaa': 48, 116).
Dalam ayat tersebut Allah Ta'ala menjelaskan bahwa Dia tidak mengampuni
hamba yang mati dalam keadaan musyrik. Dan Dia mengampuni dosa selain
syirik bagi hambaNya yang Ia kehendaki.

Ayat di atas menunjukkan bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa. Karena
Allah menjelaskan bahwa Dia tidak mengampuni dosa syirik bagi orang yang
belum bertobat (sebelum kematiannya). Sedangkan dosa selain syirik maka
ada di bawah kehendak Allah, jika Dia berkehendak, maka Dia akan
mengampuni, dan jika Dia berkehendak, Dia akan menyiksanya karena dosanya
itu. Dengan demikian wajib bagi setiap hamba untuk takut pada kemusyrikan
yang merupakan dosa terbesar itu.

Wajib sama sekali atas setiap Muslim mengetahui dan menghindari syirik
itu. Untuk mengetahuinya di antaranya hendaklah dibaca risalah
Al-Ushuuluts Tsalaatsah (sudah diterjemahkan dengan penjelasannya,
berjudul Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama), dan Kitab Tauhid karangan
Syaikh Muhammad At-Tamimi (keduanya diterbitkan oleh Darul Haq).
Dalam buku itu disebutkan firman Allah, artinya: "Sesungguhnya barangsiapa
menyekutukan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan
tempatnya adalah neraka, dan tidak ada seorang pun penolong bagi
orang-orang yang dhalim." (QS Al-Maidah: 72).

Nabi bersabda: "Dosa terbesar adalah engkau menjadikan tandingan (sekutu)
bagi Allah sedangkan Dia lah yang menciptakanmu." (HR Al-Bukhari dan
Muslim).
Syaikh Muhammad Al-Utsaimin menjeaskan firman Allah yang artinya: "Dan
sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu pun."
(An-Nisaa': 36).

Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar manusia beribadah kepadaNya serta
melarang berbuat syirik. Dan ini mengandung pengertian bahwa penyembahan
itu hanyalah milik Allah semata.
Barangsiapa tidak menyembah Allah maka dia kafir dan sombong.
Barangsiapa menyembah Allah tetapi juga menyembah selainNya, maka dia
kafir dan musyrik.
Barangsiapa menyembah Allah saja, maka dia orang Muslim yang sesungguhnya.

Syirik ada dua macam: besar dan kecil.

Syirik besar yaitu menyekutukan Allah dengan selainNya yang menyebabkan
pelakunya keluar dari agama Islam. Lebih jelasnya, syirik akbar (besar)
yaitu menjadikan tandingan atau sekutu terhadap Allah dalam hal beribadah,
berdoa, atau mengharapkan, atau takut, atau cinta, dalam memperlakukan
tandingan itu seperti memperlakukannya kepada Allah. Atau memperlakukan
tandingan itu dengan perlakuan jenis ibadah. Itulah syirik yang Allah
haramkan atas pelakunya untuk masuk surga, sedang tempatnya adalah neraka.

Syirik kecil adalah setiap pekerjaan: ucapan atau tindakan yang dinyatakan
oleh syara' bahwa termasuk perbuatan syirik, namun tidak menyebabkan
pelakunya keluar dari agama Islam. Lebih jelasnya, syirik ashghar (kecil)
adalah seluruh perkataan dan perbuatan yang menjadi perantara kepada
syirik besar, seperti bersumpah dengan selain Allah, riya' , beramal tidak
ikhlas karena Allah. Riya' yaitu menampak-nampakkan (pamer) kebaikan agar
dipuji orang. Nabi n mengungkapkan kekhawa-tirannya terhadap sahabatnya
akan adanya riya' pada mereka, karena riya' itu paling banyak dan
disenangi oleh jiwa manusia dan paling mudah dilakukan. Kalau sahabat yang
imannya sangat tebal saja diperingatkan dengan kekhawatiran Nabi n akan
adanya syirik kecil (riya') itu pada mereka, maka umat Islam hendaknya
lebih khawatir adanya syirik besar dan kecil karena lemahnya iman.
Sedangkan berziarah kubur yang sampai memberlakukan kuburan sebagai jenis
yang diibadahi dan dimintai tolong itu jelas satu jenis kemusyrikan. Maka
apakah tidak pantas untuk dikhawatiri.

Syirik yang kecil (ashghar) pun sangat ditekankan untuk dihindari, apalagi
syirik besar (akbar). Maka perbuatan yang menjurus kepada kemusyrikan
wajib dihindari. Demikian pula ziarah kubur yang menjurus kepada
kemusyrikan, wajib pula dihindari. Ketegasan Nabi SAW yang pernah melarang
ziarah kubur itu kaitannya adalah dengan dosa yang paling besar yakni
syirik. Selama seseorang belum bisa membersihkan dirinya dari kemusyrikan
dalam hal ziarah kubur, maka larangan berziarah kubur tetap berlaku pada
orang itu. Dan dia baru tidak dilarang bila memang sudah jelas ziarah
kuburnya itu tanpa tercampuri kemusyrikan sedikitpun.

(Hartono).

Sumber:

Ajwibah al masaail atstsamaan fis sunnah wal bid'ah walkufr wal iimaan,
oleh Al-'allamah as-syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma'shumi.
Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih
Al-Utsaimin.
Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad At Tamimi.
Al-Jami' Al-Farid lil as-ilah wal ajwibah 'ala kitab at Tauhid, oleh
Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al Jarullah.


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100714500446:1254 ;          Thu, 7 Oct 2004 14:50:04 +0700
$MessageID: <382-22004104774843149@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Ilmu Laduni, Antara Hakikat dan Khurafat
PostedDate: 10/07/2004 02:48:43 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/07/2004 02:50:05 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F51C4B486041A9CA47256F26002B09A0
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/07/2004 02:50:05 PM-10/07/2004 02:50:06 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/07/2004 02:50:06 PM

Ilmu Laduni, Antara Hakikat dan Khurafat

Manusia dilahirkan di bumi ini dalam keadaan bodoh, tidak mengerti
apa-apa. Lalu Allah mengajarkan kepadanya berbagai macam nama dan
pengetahuan agar ia bersyukur dan mengabdikan dirinya kepada Allah dengan
penuh kesadaran dan pengertian. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar
kamu bersyukur." (An-Nahl: 78)

Pada hakikatnya, semua ilmu makhluk adalah "Ilmu Laduni" artinya ilmu yang
berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Para malaikat-Nya pun berkata:
"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah
Engkau ajarkan kepada kami." (Al-Baqarah: 32). Ilmu laduni dalam
pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat
tanpa belajar (wahbiy ). Kedua, ilmu yang didapat karena belajar (kasbiy).

Bagian pertama (didapat tanpa belajar) terbagi menjadi dua macam:

1. Ilmu Syar'iat
yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan
kepada para Nabi dan Rasul melalui jalan wahyu (wahyu tasyri'), baik yang
langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril.
Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam
alaihissalam hingga nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah
ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidlir .
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Khidhir: "Yang telah Kami
berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan
kepadanya ilmu dari sisi Kami." (Al-Kahfi: 65)

Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidlir alaihissalam berkata kepada
Nabi Musa alaihissalam: "Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari
ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak
mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang
Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga."
Ilmu syari'at ini sifatnya mutlak kebenarannya, wajib dipelajari dan
diamalkan oleh setiap mukallaf (baligh dan mukallaf) sampai datang ajal
kematiannya.

2. Ilmu Ma'rifat (hakikat)
yaitu ilmu tentang sesuatu yang ghaib melalui jalan kasyf (wahyu
ilham/terbukanya tabir ghaib) atau ru'ya (mimpi) yang diberikan oleh Allah
kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih. Ilmu kasyf inilah yang
dimaksud dan dikenal dengan julukan "ilmu laduni" di kalangan ahli
tasawwuf. Sifat ilmu ini tidak boleh diyakini atau diamalkan manakala
menyalahi ilmu syari'at yang sudah termaktub di dalam mushaf Al-Qur'an
maupun kitab-kitab hadits. Menyalahi di sini bisa berbentuk menentang,
menambah atau mengurangi.

Bagian Kedua
Adapun bagian kedua yaitu ilmu Allah yang diberikan kepada semua
makhluk-Nya melalui jalan kasb (usaha) seperti dari hasil membaca,
menulis, mendengar, meneliti, berfikir dan lain sebagainya.

Dari ketiga ilmu ini (syari'at, ma'rifat dan kasb) yang paling utama
adalah ilmu yang bersumber dari wahyu yaitu ilmu syari'at, karena ia
adalah guru. Ilmu kasyf dan ilmu kasb tidak dianggap apabila menyalahi
syari'at. Inilah hakikat pengertian ilmu laduni di dalam Islam.

Khurafat Shufi
Istilah "ilmu laduni" secara khusus tadi telah terkontaminasi (tercemari)
oleh virus khurafat shufiyyah. Sekelompok shufi mengatakan bahwa:


"Ilmu laduni" atau kasyf adalah ilmu yang khusus diberikan oleh Allah
kepada para wali shufi. Kelompok selain mereka, lebih-lebih ahli
hadits(sunnah), tidak bisa mendapatkannya.


"Ilmu laduni" atau ilmu hakikat lebih utama daripada ilmu wahyu
(syari'at). Mereka mendasarkan hal itu kepada kisah Nabi Khidlir
alaihissalam dengan anggapan bahwa ilmu Nabi Musa alaihissalam adalah ilmu
wahyu sedangkan ilmu Nabi Khidhir alaihissalam adalah ilmu kasyf
(hakikat). Sampai-sampai Abu Yazid Al-Busthami (261 H.) mengatakan:
"Seorang yang alim itu bukanlah orang yang menghapal dari kitab, maka jika
ia lupa apa yang ia hapal ia menjadi bodoh, akan tetapi seorang alim
adalah orang yang mengambil ilmunya dari Tuhannya di waktu kapan saja ia
suka tanpa hapalan dan tanpa belajar. Inilah ilmu Rabbany."


Ilmu syari'at (Al-Qur'an dan As-Sunnah) itu merupakan hijab (penghalang)
bagi seorang hamba untuk bisa sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Dengan ilmu laduni saja sudah cukup, tidak perlu lagi kepada ilmu wahyu,
sehingga mereka menulis banyak kitab dengan metode kasyf, langsung didikte
dan diajari langsung oleh Allah, yang wajib diyakini kebenarannya. Seperti
Abd. Karim Al-Jiliy mengarang kitab Al-Insanul Kamil fi Ma'rifatil Awakhir
wal Awail. Dan Ibnu Arabi (638 H) menulis kitab Al-Futuhatul Makkiyyah.


Untuk menafsiri ayat atau untuk mengatakan derajat hadits tidak perlu
melalui metode isnad (riwayat), namun cukup dengan kasyf sehingga terkenal
ungkapan di kalangan mereka
"Hatiku memberitahu aku dari Tuhanku." Atau
"Aku diberitahu oleh Tuhanku dari diri-Nya sendiri, langsung tanpa
perantara apapun."

Sehingga akibatnya banyak hadits palsu menurut ahli hadits, dishahihkan
oleh ahli kasyf (tasawwuf) atau sebaliknya. Dari sini kita bisa mengetahui
mengapa ahli hadits (sunnah) tidak pernah bertemu dengan ahli kasyf
(tasawwuf).

Bantahan Singkat Terhadap Kesesatan di atas

Kasyf atau ilham tidak hanya milik ahli tasawwuf. Setiap orang mukmin yang
shalih berpotensi untuk dimulyakan oleh Allah dengan ilham. Abu Bakar
radhiallahu anhu diilhami oleh Allah bahwa anak yang sedang dikandung oleh
isterinya (sebelum beliau wafat) adalah wanita. Dan ternyata ilham beliau
(menurut sebuah riwayat berdasarkan mimpi) menjadi kenyataan. Ibnu Abdus
Salam mengatakan bahwa ilham atau ilmu Ilahi itu termasuk sebagian balasan
amal shalih yang diberikan Allah di dunia ini. Jadi tidak ada dalil
pengkhususan dengan kelompok tertentu, bahkan dalilnya bersifat umum,
seperti sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasalam:
"Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah mewariskan
kepadanya ilmu yang belum ia ketahui." (Al-Iraqy berkata: HR. Abu Nu'aim
dalam Al-Hilyah dari Anas radhiallahu anhu, hadits dhaif).


Yang benar menurut Ahlusunnah wal Jama'ah adalah Nabi Khidhir alaihissalam
memiliki syari'at tersendiri sebagaimana Nabi Musa alaihissalam. Bahkan
Ahlussunnah sepakat kalau Nabi Musa alaihissalam lebih utama daripada Nabi
Khidhir alaihissalam karena Nabi Musa alaihissalam termasuk Ulul 'Azmi
(lima Nabi yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran yang tinggi, yaitu
Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad).


Adapun pernyataan Abu Yazid, maka itu adalah suatu kesalahan yang nyata
karena Nabi shallallahu 'alaihi wasalam hanya mewariskan ilmu syari'at
(ilmu wahyu), Al-Qur'an dan As-Sunnah. Nabi mengatakan bahwa para ulama
yang memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itulah pewarisnya, sedangkan anggapan
ada orang selain Nabi shallallahu 'alaihi wasalam yang mengambil ilmu
langsung dari Allah kapan saja ia suka, maka ini adalah khurafat sufiyyah.


Anggapan bahwa ilmu syari'at itu hijab adalah sebuah kekufuran, sebuah
tipu daya syetan untuk merusak Islam. Karena itu, tasawwuf adalah
gudangnya kegelapan dan kesesatan. Sungguh sebuah sukses besar bagi iblis
dalam memalingkan mereka dari cahaya Islam.


Anggapan bahwa dengan "ilmu laduni" sudah cukup adalah kebodohan dan
kekufuran. Seluruh ulama Ahlussunnah termasuk Syekh Abdul Qodir Al-Jailani
mengatakan: "Setiap hakikat yang tidak disaksikan (disahkan) oleh syari'at
adalah zindiq (sesat)."


Inilah penyebab lain bagi kesesatan tasawwuf. Banyak sekali kesyirikan dan
kebid'ahan dalam tasawwuf yang didasarkan kepada hadits-hadits palsu. Dan
ini pula yang menyebabkan orang-orang sufi dengan mudah dapat mendatangkan
dalil dalam setiap masalah karena mereka menggunakan metode tafsir bathin
dan metode kasyf dalam menilai hadits, dua metode bid'ah yang menyesatkan.

Tiada kebenaran kecuali apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam. Beliau bersabda:
"Wahai manusia belajarlah, sesungguhnya ilmu itu hanya dengan belajar dan
fiqh (faham agama) itu hanya dengan bertafaqquh (belajar ilmu agama/ilmu
fiqh). Dan barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka ia akan
difaqihkan (difahamkan) dalam agama ini." (HR. Ibnu Abi Ashim, Thabrani,
Al-Bazzar dan Abu Nu'aim, hadits hasan). (Abu Hamzah As-Sanuwi).

Maraji':

Al-Fathur Rabbaniy, Abdul Qadir Al-Jailani (hal. 159, 143, 232).

Al-Fatawa Al-Haditsiyah, Al-Haitamiy (hal. 128, 285, 311).

Ihya' Ulumuddin, Al-Ghazali (jilid 3/22-23) dan (jilid 1/71).

At-Tasawwuf, Muhammad Fihr Shaqfah (hal. 26, 125, 186, 227).

Fathul Bariy, Ibnu Hajar Al-Asqalaniy (I/141, 167).

Fiqhut Tasawwuf, Ibnu Taimiah (218).

Mawaqif Ahlusunnah, Utsman Ali Hasan (60, 76).
Al-Hawi, Suyuthiy (2/197).


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100714474225:1157 ;          Thu, 7 Oct 2004 14:47:42 +0700
$MessageID: <382-22004104774620905@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Bahaya Tumbal dan Sesajen
PostedDate: 10/07/2004 02:46:21 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/07/2004 02:47:42 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F6F868E5FCA0E60E47256F26002AD1FB
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/07/2004 02:47:42 PM-10/07/2004 02:47:44 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/07/2004 02:47:44 PM

Bahaya Tumbal dan Sesajen

Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, tumbal adalah sesuatu yang digunakan
untuk menolak penyakit dan sebagainya, atau tolak bala. Sedangkan sajen
merupakan makanan atau bunga-bungaan dan sebagainya yang disajikan kepada
orang (makhluk) halus dan semisalnya.

Tumbal, dalam prakteknya lebih khusus atau identik dengan sembelihan dan
kurban, sedangkan sesajen biasanya berbentuk makanan yang siap dihidangkan
seperti: Jenis-jenis bubur; Buah; Daging atau Ayam yang telah dimasak, dan
dilengkapi dengan berbagai macam bunga serta terkadang uang logam.

Sesajen merupakan warisan buda-ya Hindu dan Budha yang biasa dilakukan
untuk memuja para dewa, roh tertentu atau penunggu tempat (pohon, batu,
persimpangan) dan lain-lain yang mereka yakini dapat mendatangkan
keberuntungan dan menolak kesialan. Seperti: Upacara menjelang panen yang
mereka persembahkan kepada Dewi Sri (dewi padi dan kesuburan) yang mungkin
masih dipraktekkan di sebagian daerah Jawa, upacara Nglarung (membuang
kesialan) ke laut yang masih banyak dilakukan oleh mereka yang tinggal di
pesisir pantai selatan pulau Jawa tepatnya di tepian Samudra Indonesia
yang terkenal dengan mitos Nyi Roro Kidul.

Ada pula jenis lain dari sesajen, yaitu menyediakan berbagai jenis tanaman
dan biji-bijian seperti padi, tebu, jagung dan lain-lain yang masih utuh
dengan tangkainya, kemu-dian di letakkan pada tiang atau kuda-kuda rumah
yang baru dibangun supaya rumah tersebut aman, tentram dan tidak membawa
sial.

Adapun tumbal dilakukan dalam bentuk sembelihan, seperti: Menyem-belih
ayam dengan ciri-ciri khusus untuk kesembuhan penyakit atau untuk menolak
kecelakaan; Menyem-belih kerbau atau sapi, lalu kepalanya di tanam ke
dalam tanah yang di atasnya akan dibangun sebuah gedung atau proyek,
supaya proyek pemba-ngunan berjalan lancar dan bangunan-nya membawa berkah.

Jadi pada intinya tumbal dan sesajen adalah mempersembahkan sesuatu kepada
makhluk halus (roh, jin, lelembut, penunggu, dll) dengan harapan agar yang
diberi persembah-an tersebut tidak mengganggu atau mencelakakan, lalu
berharap dengan-nya keberuntungan dan kesuksesan.

Di dalam Islam, gangguan, sakit, kecela-kaan, bencana dan sebagainya di
sebut dengan istilah madharat. Sedangkan kesuksesan, keberuntungan,
kebahagiaan disebut dengan manfa‘at. Dan selu-ruh umat manusia pasti
berharap agar terlepas dari mudharat dan memperoleh manfa‘at, dengan
berbagai upaya dan usaha yang mereka lakukan. Dan Islam mengajarkan, bahwa
yang dapat mendatangkan manfa‘at dan madharat di alam ini hanyalah Allah
saja, sehingga tidak boleh meminta perlindungan, keselamatan, kelancaran
rizki kepada selain Allah. Demikian pula berlindung dari bahaya, kesialan,
kecelakaan dan lain-lain juga hanya kepada Allah saja.

Al-Qur'an telah mensinyalir adanya orang yang mencari manfa‘at dan
me-nolak madharat kepada selain Allah, seperti yang telah dilakukan oleh
orang-orang musyrik di masa jahiliyah, sebagaimana difirmankan Allah,

―Kemudian mereka mengambil ilah-ilah selain Dia (untuk disembah), yang
tidak menciptakan sesuatu apa pun, bahkan mereka sendiri pun diciptakan
dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan
tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa'atan dan tidak kuasa
mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) mem-bangkitkan.‖ (QS. 25:3)

Padahal Allah telah memperingat kan, bahwa berhala atau dewa-dewa mereka
sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikit pun,
―Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai
apa-apa walau pun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka
tiada mendengar seruanmu dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat
memperkenankan permintaanmu. Dan di Hari Kiamat mereka akan mengingkari
kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu
seperti yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui‖. (QS. 35:13-14)

Tumbal dan Sesajen adalah Syirik.

Tumbal dan sesajen merupakan warisan kepercayaan animisme dan dinamisme,
yaitu kepercayaan bahwa benda-benda atau tempat tertentu di alam raya ini
memiliki kekuatan ghaib (magic) yang dapat mencelakai seseorang atau
menolong serta memenuhi hajatnya. Agar penguasa tempat atau benda tersebut
tidak mengganggu, maka harus diberi persembahan, baik tumbal atau sesajen,
yang itu jelas merupakan ibadah atau masuk di dalam lingkupnya. Sedangkan
di dalam Islam, memalingkan peribadatan, do‘a, pengharapan (raja'), takut
(khauf), sembelihan, nadzar, isti'anah, istigha-tsah dan sebagainya kepada
selain Allah adalah syirik. Jika yang melakukan tadinya adalah orang
Islam, maka keislamannya menjadi batal dengan sebab semua itu.

Allah Ta'ala memerintahkan kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam
untuk menyelisihi orang-orang musyrik yang beribadah dan menyembelih
karena selain Allah, Dia berfirman,
―Katakanlah, "Sesungguhnya shalat-ku, ibadatku, hidupku dan matiku
hanya-lah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; Dan
demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS. 6:162-163)
Di dalam surat al-Kautsar Allah Subhannahu wa Ta'ala juga berfirman,
―Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah.‖ (QS. 108:2)

Kedua ayat ini menunjukkan, bahwa shalat dan penyembelihan binatang
(kurban) adalah ibadah yang harus didasari niat hanya untuk Allah semata.
Orang yang memalingkan atau menyimpangkan persembahan kurban atau
penyembelihan kepada selain Allah adalah musyrik, sama saja statusnya
dengan shalat, ruku‘ dan sujud untuk selain Allah.
Masuk Neraka karena Lalat

Mungkin saja sebagian orang yang melakukan tumbal dan sesajen ber-alasan,
bahwa yang dipersembahkan bukanlah nyawa manusia yang konon pernah terjadi
di zaman dulu, namun hanya sekedar binatang yang keberadaannya memang
untuk dimanfa‘atkan manusia. Hitung-hitung sedekah lah, sedekah alam,
sedekah bumi, laut atau gunung, demikian sebagian di antara mereka
beralasan.

Perlu diketahui, bahwa permasalahannya tidak sesederhana itu, sebab ini
menyangkut tauhid dan syirik yang berkaitan dengan status keislaman
seseorang serta ancaman Allah terhadap para musyrikin. Jika apa yang
mereka lakukan adalah memang bentuk sedekah, maka tentu Allah dan
Rasulullah akan membiarkan orang-orang jahiliyah mengerjakan hal semacam
itu, sebab mereka masih mengakui rububiyah Allah. Letak permasalahannya
bukanlah pada apa yang mereka sembelih atau mereka sede-kahkan (menurut
mereka), namun pada tujuan untuk siapa sembelihan dan persembahan itu
dilakukan.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah mengisahkan seseorang yang
masuk neraka karena seekor lalat, dan masuk surga karena seekor lalat.
Beliau bersabda,
"Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang masuk
neraka karena seekor lalat pula." Para shahabat bertanya," Bagaimana hal
itu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ada dua orang berjalan melewati
suatu kaum yang memiliki berhala. Tak seorang pun dapat melewati berhala
itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu berkatalah
mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut,"Persembahkanlah
korban kepadanya." Dia menjawab,"Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat
kupersembahkan kepadanya." Mereka pun berkata kepadanya lagi,"
Persembahkan meskipun seekor lalat." Lalu orang tersebut mempersembahkan
seekor lalat dan mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan
perjalanan, maka dia masuk neraka karenanya. Kemudian mereka berkata
kepada yang lain," Persembahkanlah korban kepadanya." Dia menjawab" Tidak
patut bagiku mempersembahkan sesuatu kepada selain Allah Azza wa Jalla."
Kemudian mereka memenggal lehernya. Karenanya orang ini masuk surga."

Perhatikan bagaimana kondisi orang yang melakukan persembahan kepada
selain Allah di dalam hadits di atas. Dia tidak dengan sengaja meniatkan
persembahan itu, sekedar untuk melepaskan diri dari perlakuan buruk para
pemuja berhala itu, dan hanya persembahan seekor lalat, namun ter-nyata
telah menjerumuskannya ke dalam neraka.

Jika demikian, maka bagaimana halnya dengan yang mela-kukan penyembelihan
untuk selain Allah, lebih dari seekor lalat atas ke-mauan dan niat sendiri?

Bahaya Tumbal Dan Sesajen

Tumbal dan sesajen adalah syirik dan berbahaya, sama bahayanya dengan
kemusyrikan yang lain, di antara bahaya itu adalah:

1. Merupakan Pelecehan Terhadap Martabat Manusia

Apabila seseorang menyembah kepada sesama makhluk, yang tidak dapat
memberikan manfa‘at dan menimpakan bahaya, maka berarti telah menjatuhkan
martabat kemanusiaannya ke tempat yang terendah. Allah telah memuliakan
manusia dan menga-runiai akal kepada mereka, maka apakah layak dan pantas
seorang yang berakal dan terhormat menyembah dan merendahkan diri di
hadapan patung, pohon, jin, khadam, keris, batu dan yang semisalnya. Maka
tidak ada pelecehan terhadap martabat manusia yang lebih parah daripada
kemusyrik-an.

2. Membenarkan Khurafat

Dari keyakinan syirik inilah muncul berbagai khurafat yang tersebar di
masyarakat, mitos dan legenda yang penuh dengan takhayul, kisah-kisah yang
sama sekali tidak bisa diterima oleh akal sehat dan tidak dapat dibenarkan
oleh hati nurani manusia.

3. Syirik adalah Kezhaliman Terbesar.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,
"Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim." (al-Baqarah: 254)
Juga firman-Nya yang lain,
"Sesungguhnya kemusyrikan itu adalah kezhaliman yang besar." (Lukman: 13)

Adakah kazhaliman yang lebih besar daripada sikap seseorang yang
diciptakan oleh Allah tetapi justru menyembah kepada selain Allah? Atau
orang yang diberi rizki oleh Allah namun justru bersyukur dan memuja
kepada selain Allah?

4. Syirik Menimbulkan Rasa Takut

Orang musyrik tidak memiliki keteguhan dan rasa percaya kepada Allah,
sehingga hidupnya penuh dengan kegelisahan, jiwanya labil dipermainkan
oleh klenik, khurafat dan takhayul. Dia selalu diliputi ketakutan, takut
akan segala-galanya dan terhadap segala-galanya, dan inilah kehidupan yang
sangat buruk.

5. Menjerumuskan ke Neraka

Kemusyrikan merupakan penyebab utama untuk masuk neraka, Allah Subhannahu
wa Ta'ala berfirman,
―Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka
pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,
tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.‖ (QS. 5:72)
Firman-Nya yang lain, artinya,
―Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya‖ (an-Nisa: 48)
Wallahu a‘lam bish shawab.

Bahan bacaan: Ma la Yasa‘ul Muslima Jahluhu, terjemah Kitab Tauhid




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100711300479:946 ;          Thu, 7 Oct 2004 11:30:04 +0700
$MessageID: <382-2200410474284496@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Survey: Satu dari Empat Orang Amerika Bersikap Anti Islam
PostedDate: 10/07/2004 11:28:44 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/07/2004 11:30:05 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 87CDF2B9956C0D4947256F260018BA59
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/07/2004 11:30:05 AM-10/07/2004 11:30:06 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/07/2004 11:30:06 AM

Survey: Satu dari Empat Orang Amerika Bersikap Anti Islam

Satu dari empat orang Amerika ternyata bersikap anti Muslim. Mereka
memandang Islam sebagai agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan.
Ini terungkap dari hasil survey yang dilakukan oleh kelompok advokasi
Islam yang dirilis baru-baru ini.

Survey dilakukan melalui telepon dengan metode random sample terhadap
1.000 warga Amerika usia dewasa. Hasil survey menunjukkan bahwa satu dari
empat warga orang Amerika menyatakan setuju dengan sejumlah pandangan
tentang agama Islam. Misalnya pandangan bahwa agama Islam mengajarkan
kekerasan dan kebencian (26 persen setuju), kehidupan warga Muslim lebih
rendah dari warga lainnya (27 persen setuju) dan Muslim ingin mengubah
gaya hidup orang Amerika ( 29 persen setuju)

Seperti diketahui, sikap anti Islam meluas di negeri Paman Sam itu setelah
peristiwa 11 September. Pandangan buruk terhadap Islam terus berlanjut
dengan terjadinya sejumlah serangan teroris lainnya, seperti pembunuhan
terhadap sandera warga negara asing di Irak serta peristiwa penyanderaan
di sebuah sekolah di Beslan di Rusia yang berakhir tragis.

"Orang menuding serangan teroris itu dilakukan untuk Islam, padahal semua
peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan Islam," kata Omar Ahmad, ketua
Dewan Hubungan Islam Amerika.

Survey yang dilakukan oleh Dewan Hubungan Islam Amerika itu, menunjukkan
bahwa sebagain besar orang Amerika masih memiliki pandangan yang positif
tentang Islam, tapi jumlah responden yang menyatakan tidak punya pendapat
juga cukup subtansial mencapai 30 persen dari jumlah responden.

Sekitar empat dari sepuluh responden menyatakan tidak setuju dengan
pernyataan bahwa Islam berada dibalik serangan-serangan teroris itu dan
pernyataan bahwa orang Islam tidak jujur.

Jumlah responden yang mengakui bahwa Islam menghargai nilai-nilai keluarga
juga cukup besar dengan perbadingan 6:10. Sementara itu, 2 dari 3
respondeng berpendapat 'orang yang mengatasnamakan Islam untuk melakukan
kekerasan adalah orang yang salah menafsirkan ajaran Islam.'

Hasil polling juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang memilik
pandangan negatif terhadap Islam adalah responden laki-laki, berkulit
putih, kurang berpendidikan dan tinggal di wilayah Selatan.

Untuk mengantisipasi hal ini, Dewan Hubungan Muslim Amerika rencananya
akan membuat program yang bernama 'Berbagi di Bulan Ramadhan', dengan
acara buka puasa bersama sepanjang bulan Ramadhan.(ln/cbsnews/eramuslim)


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100711200307:735 ;          Thu, 7 Oct 2004 11:20:03 +0700
$MessageID: <382-22004104741842811@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Mengebiri Nurani Demi Kepentingan
PostedDate: 10/07/2004 11:18:43 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/07/2004 11:20:03 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:11 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 82144F5ED7FF617147256F260017CF3D
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/07/2004 11:20:03 AM-10/07/2004 11:20:04 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/07/2004 11:20:04 AM

Muhasabah

Mengebiri Nurani Demi Kepentingan

Dua hari setelah bom Kuningan meledak (9/9), sepasang suami istri warga
Australia di Jakarta yang berprofesi sebagai wartawan mendapat simpati
dari tetangganya yang pribumi. Si tetangga menyampaikan belasungkawa dan
duka cita yang mendalam atas meledaknya bom di depan Kedutaan Besar
Australia, Jl HR Rasuna Said. Ucapan ini terasa janggal mengingat korban
sebenarnya adalah warga negara Indonesia sendiri. Belum lagi gedung-gedung
perkantoran yang hancur. Tak ada korban jiwa dari pihak Australia.
Kerusakan di kedubes juga tak begitu parah dibanding gedung-gedung di
sebelahnya.

Sudahlah. Siapa pun korbannya, yang pasti negeri kita kembali jadi korban
teror. Tiga tahun berturut-turut negeri kita dihantam teror bom besar,
sejak Bom Bali, Bom Marriot hingga Bom Kuningan, yang dilakukan oleh
orang-orang yang tidak berperikemanusiaan.

Mengapa warga yang tidak tahu apa-apa jadi sasaran? Siapa sebenarnya
pelaku, dan yang terpenting lagi, dalang peledakan itu? Tak peduli
pelakunya warga pribumi atau asing, tapi di manakah akal dan nurani
kemanusiaan diletakkan?

Memang, tak berapa lama, muncul pengakuan sebuah kelompok melalui sebuah
website berbahasa Arab, yang menyatakan bertanggungjawab atas peledakan di
kawasan bisnis Jakarta itu.

Alasannya, mereka jengkel terhadap Australia yang mendukung Amerika
Serikat dalam menginvasi Irak. Anehnya, jika kesal pada Australia, mengapa
Indonesia yang jadi sasaran? Nggak nyambung!

Siapapun otak dan operatornya mereka jelaslah teroris biadab! Apapun
alasannya, Islam tak pernah menolerir perbuatan mencederai apalagi
membunuh manusia tanpa alasan yang dibenarkan. Sebagaimana dikemukakan
oleh banyak cendekiawan Muslim, antara lain Dr Yusuf Qaradhawi atau Sayyid
Sabiq, Islam melarang umatnya memerangi pihak asing di sebuah negara aman.
Bahkan saat berperang pun, Islam melarang seorang Muslim membunuh wanita,
anak-anak dan orang-orang yang tidak ikut angkat senjata. Membakar pohon
dan rumah ibadah pun dalam kondisi perang atau di luar perang amat sangat
dikutuk dalam Islam.

Berbeda dengan negeri lain, seperti Sudan, Yaman, Pakistan dan lainnya
dimana pelaku ledakan ditengarai dilakukan oleh orang asing, di negeri ini
operatornya selalu mengarah pada orang Indonesia sendiri. Anggaplah itu
benar, namun untuk siapakah operator bom itu bekerja?

Jika benar para pelakunya Muslim, kita ingin mengetuk sepotong nurani
mereka yang berhasil ―direkrut‖—meminjam ungkapan polisi—untuk menjadi
operator dan eksekutor peledakan. Islam tak membenarkan kita mengebom
dengan alasan pihak yang dibom memusuhi atau memerangi umat Islam di
negara lain. Jika ingin dan mampu berperang, pergilah ke wilayah perang.
Bukan mengacau di wilayah aman yang sama sekali tak berhubungan.

Sulit dipungkiri, ada secuil kalangan yang berpendapat bahwa orang-orang
asing yang ada di Indonesia, termasuk pejabat dan staf kedutaan asing
seperti Amerika Serikat, Australia dan Inggris, harus diperangi.
Alasannya, negara dan pemerintah mereka terlibat dalam memerangi kaum
Muslimin di Irak, Afghanistan dan Palestina.

Pendapat ini jelas tak dapat diterima, selain terkesan absurd dan
mengada-ada. Selain tak satu pun argumen syariah yang membenarkannya, tak
satu pun maslahat yang dihasilkan. Bagaimana perasaan kita jika
saudara-saudara kita sesama Muslim yang bermukim di Negeri Paman Sam
disiksa dan dibunuhi dengan alasan yang sama? Ini membuktikan, sekali
lagi, jika dengan asumsi bahwa pelakunya Muslim, dangkalnya pemahaman
mereka tentang Islam, bahkan sembrono dan ngawur.

Status non-Muslim di sebuah negara Islam selain Kafir Harby (kafir yang
memerangi kaum Muslimin dan berasal dari negara yang sedang terlibat
perang dengan negara Muslim dan tidak terikat perjanjian apa pun),
terdapat Ahludz Dzimmah, Muahad dan Musta‘min. Yang pertama, warga
non-Muslim yang tinggal di bawah perlindungan (protektorat) pemerintahan
kaum Muslimin. Hak-haknya dijunjung tinggi, termasuk kebebasan beragama
dan beribadah.

Mu‘ahad, adalah non-Muslim yang negaranya terikat perjanjian dengan negara
Muslim. Dan terakhir, Musta‘min atau non-Muslim yang mengunjungi wilayah
Islam dan terjamin dengan permohonan perlindungan keamanan dari negara
setempat. Dalam konteks bom Kuningan, tindakan ini jelas tidak punya
tujuan yang dibenarkan.

Karena itu, siapa pun pelakunya, yang direkrut maupun yang diradikalkan,
sadarlah! Tindakan Anda hanya melekatkan citra buruk terhadap keluarga
Anda dan saudara Anda sesama Muslim. Bayangkan kezaliman yang menimpa para
aktivis Islam akibat kezaliman dan kebiadaban yang Anda lakukan. Dakwah
menjadi sempit, keluarga mereka pun terlunta-lunta.

Anda hanya menerima kutukan dari manusia, tak peduli apa pun agama mereka.
Dan kezaliman, sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw, akan dibalas, tak
peduli yang jadi korban itu seorang kafir sekalipun. Sebuah kezaliman
bertingkat yang entah sampai kapan akibat buruknya berakhir.

Sayangnya hingga kini, aparat belum juga berhasil mengungkap siapa otak
sesungguhnya tiga kali pengeboman besar yang terjadi di negara kita. Dr
Azahari dan Nurdin Moh Top, dua warga negara Malaysia yang disebut-sebut
mendalangi serangkaian bom di Tanah Air, hingga tulisan ini dibuat, toh
masih tak kelihatan batang hidungnya. Dengan yakinnya polisi menyatakan,
setengah jam sebelum aparat sampai ke rumah sewaan Azahari cs di
Cengkareng, kelompok ini telah buron. Kok bisa?

Jadi, lagi-lagi kita disuguhi para pelaku di lapangan, bukan otaknya.
Korbannya adalah warga yang tak bersalah. Lantas, siapa yang diuntungkan?
Tentu saja mereka yang telah menggadaikan nurani dan kemanusiaannya demi
kepentingan sesaat.

M.U. Salman



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100211033935:612 ;          Sat, 2 Oct 2004 11:03:39 +0700
$MessageID: <382-2200410624216677@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: ENAM MAKNA ISLAM
PostedDate: 10/02/2004 11:02:16 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/02/2004 11:03:39 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:11 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F5475DBFA7EFBB1247256F2100164EE6
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/02/2004 11:03:39 AM-10/02/2004 11:03:40 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/02/2004 11:03:40 AM

ENAM MAKNA ISLAM

Oleh : Aus Hidayat Nur

Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya. Berbeda dengan agama
lain, nama agama ini bukan berasal dari nama pendirinya atau nama tempat
penyebarannya. Tapi, menunjukkan sikap dan sifat pemeluknya terhadap
Allah. Yang menamakan Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu
masyarakat, tapi Allah Ta'ala, Pencipta alam semesta dan segala isinya.
Jadi, Islam sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw.
dengan nama yang diberikan Allah.

Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam (artinya, tunduk atau
patuh) selain yaslamu salaam (yang berarti selamat, sejahtera atau damai).
Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul
wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah QS. 4:125), istislama (tunduk
secara total kepada Allah QS. 3:83), salaamah atau saliim (suci dan bersih
QS. 26:89), salaam (selamat sejahtera QS. 6:54), dan silm (tenang dan
damai QS. 47:35).

Secara rinci Islam dapat kita artikan: tunduk dan menerima segala perintah
dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan Allah kepada
para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam Alquran dan Sunnah. Manusia
yang menerima ajaran Islam disebut muslim. Seorang muslim mengikuti ajaran
Islam secara total dan perbuatannya membawa perdamaian dan keselamatan
bagi manusia. Dia terikat untuk mengimani, menghayati, dan mengamalkan
Alquran dan Sunnah.

Kalimatul Islam (kata Al-Islam) me-ngandung pengertian dan prinsip-prinsip
yang dapat didefinisikan secara terpisah.

Dan, bila dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.

1. Islam adalah Ketundukan
Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai
hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi
dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha
mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah berinteraksi
dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai Tuhannya
sehingga mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang menduga-duga
sehingga banyak di antara mereka yang tersesat. Ajaran yang benar adalah
ikhlas berserah diri kepada Pencipta alam yang kepadaNya alam tunduk patuh
berserah diri. (QS. 4:125) Maka, Islam identik dengan ketundukan kepada
sunnatullah yang terdapat di alam semesta (tidak tertulis) maupun
Kitabullah yang tertulis (Alquran).

2. Islam adalah Wahyu Allah

Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada
manusia. Tujuanya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang
benar menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan:
politik, hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia
akan tenteram dan damai, hidup rukun dan bahagia dengan sesamanya dalam
naungan ridha Tuhannya. (QS. Al-Baqarah: 38) Karena kebijaksanaanNya,
Allah tidak menurunkan banyak agama. Dia hanya menurunkan Islam. Agama
selain Islam tidak diakui di sisi Allah dan akan merugikan penganutnya di
akhirat nanti. Sebagaimana firman Allah, "Sesungguhnya Ad-Dien yang
diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. 3:19)

Sebab, Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu
Allah secara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini
adalah wahyu yang Allah turunkan kepada para RasulNya terdahulu. Dengan
kata lain, setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada
pun agama-agama yang lain seperti Yahudi dan Nasrani adalah penyimpangan
dari ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.

3. Islam adalah Agama Para Nabi dan Rasul

Perhatikan kesaksian Alquran bahwa Nabi Ibrahim adalah muslim, bukan
Yahudi atau pun Nasrani. (QS. 2:132)

Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka
mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja,
dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi
Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama.
Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus
syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru. (QS.
3: 84)

Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah
penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini
sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang
diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam
yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani
Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para
pendeta dan ajarannya ditinggalkan.

4. Islam adalah Hukum-hukum Allah di dalam Alquran dan Sunnah

Orang yang ingin melihat Islam hendaknya melihat Kitabullah Alquran dan
Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan sumber hukum ajaran
Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku penganut-penganutnya,
kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para sahabat beliau. Nabi
Muhammad saw. bersifat ma'shum (terpelihara dari kesalahan) dalam
mengamalkan Islam.
Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat Nabi
Muhammad yang langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan RasulNya.
Jadi, para sahabat Nabi tidaklah ma'shum bagaimana Nabi, tapi mereka
istimewa karena merupakan pribadi-pribadi didikan langsung Nabi Muhammad.
Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, ruhani dan amal,
Alquran dan pedang sebagaimana telah dibuktikan dalam hidup Nabi, para
sahabat, dan para pengikut mereka yang setia sepanjang zaman.

5. Islam adalah Jalan Allah Yang Lurus

Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim. Baginya,
tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini merupakan jalan
Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh
Allah. (QS. 6:153; 45:18)

6. Islam Pembawa Keselamatan Dunia dan Akhirat

Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam menyelamatkan
hidup manusia di dunia dan di akhirat.

Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan
jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut Daarus
Salaam.

Allah menyeru (manusia) ke Daarus Salaam (surga), dan menunjuki orang yang
dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. 10:25)

Dengan enam prinsip di atas kita dapat memahami kemuliaan dan keagungan
ajaran agama Allah ini. Nabi Muhammad saw. bersabda, "Islam itu tinggi dan
tidak ada kerendahan di dalamnya." Sebagai ajaran, Islam tidak terkalahkan
oleh agama lain. Maka, setiap muslim wajib meyakini kelebihan Islam dari
agama lain atau ajaran hidup yang lain. Allah sendiri memberi jaminan.
(QS. 5:3)




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100108410572:398 ;          Fri, 1 Oct 2004 08:41:05 +0700
$MessageID: <382-22004105113944681@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: ENAM MAKNA ISLAM
PostedDate: 10/01/2004 08:39:44 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/01/2004 08:41:06 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 4C7254C740F38BB947256F200009419C
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/01/2004 08:41:06 AM-10/01/2004 08:41:07 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/01/2004 08:41:07 AM

ENAM MAKNA ISLAM

Oleh : Aus Hidayat Nur

Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya. Berbeda dengan agama
lain, nama agama ini bukan berasal dari nama pendirinya atau nama tempat
penyebarannya. Tapi, menunjukkan sikap dan sifat pemeluknya terhadap
Allah. Yang menamakan Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu
masyarakat, tapi Allah Ta'ala, Pencipta alam semesta dan segala isinya.
Jadi, Islam sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw.
dengan nama yang diberikan Allah.

Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam (artinya, tunduk atau
patuh) selain yaslamu salaam (yang berarti selamat, sejahtera atau damai).
Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul
wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah QS. 4:125), istislama (tunduk
secara total kepada Allah QS. 3:83), salaamah atau saliim (suci dan bersih
QS. 26:89), salaam (selamat sejahtera QS. 6:54), dan silm (tenang dan
damai QS. 47:35).

Secara rinci Islam dapat kita artikan: tunduk dan menerima segala perintah
dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan Allah kepada
para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam Alquran dan Sunnah. Manusia
yang menerima ajaran Islam disebut muslim. Seorang muslim mengikuti ajaran
Islam secara total dan perbuatannya membawa perdamaian dan keselamatan
bagi manusia. Dia terikat untuk mengimani, menghayati, dan mengamalkan
Alquran dan Sunnah.

Kalimatul Islam (kata Al-Islam) me-ngandung pengertian dan prinsip-prinsip
yang dapat didefinisikan secara terpisah.

Dan, bila dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.

1. Islam adalah Ketundukan
Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai
hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi
dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha
mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah berinteraksi
dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai Tuhannya
sehingga mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang menduga-duga
sehingga banyak di antara mereka yang tersesat. Ajaran yang benar adalah
ikhlas berserah diri kepada Pencipta alam yang kepadaNya alam tunduk patuh
berserah diri. (QS. 4:125) Maka, Islam identik dengan ketundukan kepada
sunnatullah yang terdapat di alam semesta (tidak tertulis) maupun
Kitabullah yang tertulis (Alquran).

2. Islam adalah Wahyu Allah

Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada
manusia. Tujuanya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang
benar menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan:
politik, hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia
akan tenteram dan damai, hidup rukun dan bahagia dengan sesamanya dalam
naungan ridha Tuhannya. (QS. Al-Baqarah: 38) Karena kebijaksanaanNya,
Allah tidak menurunkan banyak agama. Dia hanya menurunkan Islam. Agama
selain Islam tidak diakui di sisi Allah dan akan merugikan penganutnya di
akhirat nanti. Sebagaimana firman Allah, "Sesungguhnya Ad-Dien yang
diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. 3:19)

Sebab, Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu
Allah secara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini
adalah wahyu yang Allah turunkan kepada para RasulNya terdahulu. Dengan
kata lain, setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada
pun agama-agama yang lain seperti Yahudi dan Nasrani adalah penyimpangan
dari ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.

3. Islam adalah Agama Para Nabi dan Rasul

Perhatikan kesaksian Alquran bahwa Nabi Ibrahim adalah muslim, bukan
Yahudi atau pun Nasrani. (QS. 2:132)

Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka
mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja,
dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi
Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama.
Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus
syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru. (QS.
3: 84)

Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah
penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini
sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang
diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam
yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani
Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para
pendeta dan ajarannya ditinggalkan.

4. Islam adalah Hukum-hukum Allah di dalam Alquran dan Sunnah

Orang yang ingin melihat Islam hendaknya melihat Kitabullah Alquran dan
Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan sumber hukum ajaran
Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku penganut-penganutnya,
kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para sahabat beliau. Nabi
Muhammad saw. bersifat ma'shum (terpelihara dari kesalahan) dalam
mengamalkan Islam.
Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat Nabi
Muhammad yang langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan RasulNya.
Jadi, para sahabat Nabi tidaklah ma'shum bagaimana Nabi, tapi mereka
istimewa karena merupakan pribadi-pribadi didikan langsung Nabi Muhammad.
Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, ruhani dan amal,
Alquran dan pedang sebagaimana telah dibuktikan dalam hidup Nabi, para
sahabat, dan para pengikut mereka yang setia sepanjang zaman.

5. Islam adalah Jalan Allah Yang Lurus

Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim. Baginya,
tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini merupakan jalan
Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh
Allah. (QS. 6:153; 45:18)

6. Islam Pembawa Keselamatan Dunia dan Akhirat

Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam menyelamatkan
hidup manusia di dunia dan di akhirat.

Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan
jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut Daarus
Salaam.

Allah menyeru (manusia) ke Daarus Salaam (surga), dan menunjuki orang yang
dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. 10:25)

Dengan enam prinsip di atas kita dapat memahami kemuliaan dan keagungan
ajaran agama Allah ini. Nabi Muhammad saw. bersabda, "Islam itu tinggi dan
tidak ada kerendahan di dalamnya." Sebagai ajaran, Islam tidak terkalahkan
oleh agama lain. Maka, setiap muslim wajib meyakini kelebihan Islam dari
agama lain atau ajaran hidup yang lain. Allah sendiri memberi jaminan.
(QS. 5:3)




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004100108284444:300 ;          Fri, 1 Oct 2004 08:28:44 +0700
$MessageID: <382-22004105112723465@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 10/01/2004 08:27:23 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 10/01/2004 08:28:45 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Refreshing : "Buku Risalah Ramadhan & Panduan Zakat" (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 6D33AB22526A843F47256F2000082032
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 10/01/2004 08:28:45 AM-10/01/2004 08:28:47 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 10/01/2004 08:28:47 AM

Please find File Attachments .

Selamat Membaca & Semoga Bermanfaat.

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - ris-ramadhan.zip
 - zakat.zip
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004093008550359:86 ;          Thu, 30 Sep 2004 08:55:03 +0700
$MessageID: <382-22004943015343122@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Antara Fikih Dan Syariat Islam
PostedDate: 09/30/2004 08:53:43 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/30/2004 08:55:04 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 93AFB731751F179F47256F1F000A88E4
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/30/2004 08:55:04 AM-09/30/2004 08:55:04 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/30/2004 08:55:04 AM

Antara Fikih Dan Syariat Islam
Oleh: Syamsuddin Ramadlan

hayatulislam.net - Pengantar Redaksi:

Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang Barat kafir untuk
menghancurkan Islam. Salah satunya adalah dengan membedakan istilah fikih
dengan syariat. Fikih dianggap relatif dan nisbi, sedangkan syariat
dianggap mutlak dan permanen. Fikih dianggap tak lebih sebagai
interpretasi manusia atas syariat —yang banyak dipengaruhi oleh latar
belakang ideologi dan kondisi sosio-psikologisnya— dan bukan syariat itu
sendiri. Dengan kata lain, syariat adalah hukum Tuhan, yang hanya Tuhan
sendirilah yang paham, sedangkan fikih sekadar penafsiran manusia atas
hukum Tuhan itu, yang bisa berbeda-beda dan beraneka ragam. Itulah
beberapa pemahaman dari sebagian kaum Muslim yang sudah ter-Barat-kan
dalam memandang fikih dan syariat Islam. Betulkah demikian?

Telaah Kitab kali ini bermaksud meluruskan kembali makna fikih dan
syariat, dengan merujuk pada penjelasan yang ada dalam kitab,
Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, jilid III, karya Syaikh Taqiyuddin
an-Nabhani, di samping yang terdapat dalam beberapa kitab ushul fikih
karya para ulama yang lain. Selamat membaca!



Pemahaman Keliru Tentang Fikih Dan Syariat Islam

Pertama, fikih dianggap sebagai hukum syariat yang bisa berubah-ubah
sesuai dengan kondisi, waktu, dan tempat. Di antara argumentasi yang
dijadikan dalih untuk mendukung anggapan ini adalah adanya qawl qadîm dan
qawl jadîd-nya Imam asy-Syafi‘i serta adanya perbedaan fatwa hukum yang
dikeluarkan oleh para ulama dalam kasus yang sama pada tempat, kondisi,
dan waktu yang berbeda. Kenyataan ini dianggap sebagai bukti bahwa fikh
bisa berubah karena perubahan tempat, kondisi, dan waktu.
Kedua, fikih dianggap berbeda dengan syariat. Fikih digali dari nash yang
dzanni, bisa disesuaikan dengan kondisi dan fakta, sedangkan syariat
digali dari dalil yang qath‘i. Pemahaman fikih semacam ini telah
menempatkan fikih pada kondisi interpretasi, sedangkan syariat pada
kondisi yang tidak diinterpretasi. Bahkan, sebagian orang menganggap
syariat itu hanya diketahui oleh Allah SWT, sedangkan manusia hanya
mengetahui fikih belaka. Karena itu, jargon penerapan syariat Islam yang
dipropagandakan sebagian gerakan Islam mereka anggap sebagai propaganda
dangkal yang tidak sejalan dengan akal sehat. Menurut mereka, yang benar
adalah menerapkan fikih Islam bukan menerapkan syariat Islam. Sebab, masih
menurut mereka, kebenaran syariat itu bersifat mutlak, dan hanya diketahui
oleh al-Khaliq. Atas dasar itu, perjuangan menerapkan syariat Islam sama
artinya dengan memperjuangkan sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan
oleh manusia.

Ketiga, dari sisi metodologi, sebagian orang menganggap bahwa fikih
sah-sah saja digali berdasarkan fakta, kondisi, dan momentum yang sedang
berkembang. Lebih dari itu, muncul anggapan bahwa dalil untuk masalah
fikih tidak harus didasarkan pada dalil-dalil syariat. Fikih bersifat
fleksibel dan dinamis, tidak sebagaimana syariat. Akibatnya, perkara yang
sudah jelas hukumnya bisa diinterpretasi ulang berdasarkan realitas dan
kenyataan. Misalnya, keharaman kepemimpinan wanita dalam institusi negara
bisa diubah menjadi halal –dengan dalih fikih— sesuai dengan konteks
realitas dan kepentingan politik. Anggapan semacam ini telah mereduksi
fikih pada tataran yang sangat rendah, bahkan cenderung melecehkan fikih
itu sendiri. Sebab, mereka telah mensejajarkan fikih dengan pendapat yang
lahir dari hawa nafsu dan kepentingan politik. Lahirlah kemudian, ‗fikih
realitas‘ (fiqh al-wâqi‘), ‗fikih keseimbangan‘ (fiqh al-muwâzanah),
‗fikih gerakan‘, dan sebagainya, yang digali berdasarkan realitas dan
kenyataan, serta menggunakan metodologi istinbâth (penggalian hukum) yang
serampangan. Akhirnya, fikih Islam hanya digunakan sebagai penjustifikasi
fakta rusak yang bertentangan dengan syariat Islam.

Inilah beberapa anggapan keliru mengenai fikih dan syariat. Anggapan
seperti di atas hampir telah menjadi mainstream berpikir mayoritas kaum
Muslim. Ironisnya, asumsi-asumsi salah di atas justru digulirkan oleh
sebagian kaum Muslim dengan dalih ‗pencerahan dan pembaruan‘ agama.
Padahal, yang terjadi bukanlah pencerahan dan pembaruan, tetapi pembusukan
dan penghancuranan Islam.

Sudah semestinya kita meletakkan kembali garis lurus di antara garis-garis
yang bengkok agar umat selalu berjalan di atas jalan yang lurus dan benar,
dan agar mereka tidak mudah berpaling pada propaganda-proganda murahan.


Menelusuri Kembali Makna Fikih Dan Syariat

Al-Ghazali berpendapat bahwa secara literal, fikih (fiqh) bermakna al-‗ilm
wa al-fahm (ilmu dan pemahaman) (Imam al-Ghazali, Al-Mustashfâ fî ‗Ilm
al-Ushûl, hlm. 5. Lihat juga: Imam al-Razi, Mukhtâr ash-Shihâh, hlm. 509;
Imam asy-Syaukani, Irsyâd al-Fuhûl, hlm. 3; Imam al-Amidi, Al-Ihkâm fî
Ushûl al-Ahkâm, I/9). Sedangkan menurut Taqiyyuddin al-Nabhani, secara
literal, fikih bermakna pemahaman (al-fahm) (Taqiyyuddin an-Nahbani,
Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, III/5).

Sementara itu, secara istilah, para ulama mendefinisikan fikih sebagai
berikut:

1. Fikih adalah pengetahuan tentang hukum syariat yang bersifat praktis
(‗amaliyyah) yang digali dari dalil-dalil yang bersifat rinci (tafshîlî)
(An-Nabhani, ibid., III/5).
2. Fikih adalah pengetahuan yang dihasilkan dari sejumlah hukum syariat
yang bersifat cabang yang digunakan sebagai landasan untuk masalah amal
perbuatan dan bukan digunakan landasan dalam masalah akidah (Al-Amidi,
op.cit., I/9).

3. Fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang digali dari
dalil-dalil yang bersifat rinci (Asy-Syaukani, op.cit., hlm.3).

Sedangkan syariat/syariah (syarî‘ah) didefinisikan oleh para ulama ushul
sebagai berikut:

1. Syariat adalah perintah Asy-Syâri‘ (Pembuat hukum) yang berhubungan
dengan perbuatan-perbuatan hamba dan berkaitan dengan iqtidhâ‘
(ketetapan), takhyîr (pilihan), atau wadh‘i (kondisi) (khithâb asy-Syâri‘
al-muta‘alliq bi af‘âl al-‗ibâd bi al-iqtidhâ‘ aw al-takhyîr, aw al-wadl‘
i) (An-Nabhani, op.cit., III/31).

2. Syariat adalah perintah Asy-Syâri‘ (Pembuat hukum) yang berhubungan
dengan perbuatan mukallaf (khithâb asy-Syâri‘ al-muta‘allaq bi af‘âl
al-mukallafîn) (Al-Amidi, op.cit.)

3. Syariat adalah perintah Asy-Syâri‘ (Pembuat hukum) yang berhubungan
dengan perbuatan-perbuatan hamba (khithâb asy-Syâri‘ al-muta‘allaq bi af‘
âl al-‗ibâd) (Al-Amidi, ibid., I/70-71).

4. Syariat adalah perintah Asy-Syâri‘ (Pembuat hukum) yang berhubungan
dengan perbuatan-perbuatan mukallaf dan berkaitan dengan iqtidhâ‘
(ketetapan), takhyîr (pilihan), atau wadh‘i (kondisi) (khithâb asy-Syâri‘
al-muta‘allaq bi af‗âl al-‗ibâd bi al-iqtidhâ‘ aw al-takhyîr, aw al-wadl‘
i) (Asy-Syaukani, op.cit., hlm. 7).

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa fikih dan syariat
adalah dua sisi yang tidak bisa dipisah-pisahkan meskipun keduanya bisa
dibedakan. Keduanya saling berkaitan dan berbicara pada aspek yang sama,
yakni hukum syariat.

Baik fikih maupun syariat harus digali dari dalil-dalil syariat: al-Qur‘
an, Sunnah, Ijma Shahabat, dan Qiyas. Keduanya tidak boleh digali dari
fakta maupun kondisi yang ada. Keduanya juga tidak bisa diubah-ubah maupun
disesuaikan dengan realitas yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
Sebaliknya, realitas masyarakat justru harus disesuaikan dengan keduanya.
Istilah fikih digunakan oleh para ulama kalau membicarakan pengetahuan
tentang hukum-hukum syariat yang bersifat praktis, yang didasarkan pada
dalil-dalil rinci (kasus-perkasus), seperti wajibnya sholat, syarat sahnya
sholat, keharaman riba, wajibnya shaum, dan lain-lain.


Syariat Dan Fikih Harus Ditetapkan Berdasarkan Dalil Syariat

Kesalahan anggapan pertama.

Tidak benar jika dinyatakan bahwa fikih bersifat fleksibel dan bisa
disesuaikan dengan kondisi, tempat, dan waktu; sedangkan syariat tidak.
Sebab, baik fikih maupun syariat adalah hukum yang digali (di-istinbâth)
dari dalil-dalil syariat untuk menghukumi sebuah fakta. Dengan kata lain,
fikih dan syariat harus ditetapkan berdasarkan dalil syariat (al-Qur‘an,
Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas), bukan didasarkan pada kenyataan. Fikih
dan syariat harus lahir melalui proses penggalian (istinbâth) terhadap
dalil, bukan lahir dari fakta dan kenyataan yang ada.
Perbedaan fatwa dan pendapat yang dikeluarkan oleh Imam Syafi‘i dalam
kasus yang sama karena adanya perbedaan tempat dan kondisi tidak
serta-merta menunjukkan bahwa beliau telah menjadikan fakta dan kondisi
sebagai mashdar al-hukm (sumber hukum), tetapi harus dipahami bahwa
hakikat permasalahannya berbeda, tidak sama persis. Akibatnya, hukum yang
ditetapkan untuk fakta tersebut adalah berbeda. Bahkan, Imam Syafi‘i
sendiri telah mengkritik dengan keras siapa saja yang berdalil dengan
istihsân (menetapkan mana yang lebih baik dengan lebih mempertimbangkan
akal dan bukan berdasarkan dalil). Beliau menyatakan, ―Siapa saja yang
melakukan istihsân, maka ia telah membuat syariat, dan siapa saja yang
telah membuat syariat, maka sesungguhnya ia telah kafir.‖

Kesalahan anggapan kedua.

Fikih memang berbeda dengan syariat, tetapi substansi pembahasannya adalah
sama, yakni hukum. Dengan kata lain, baik fikih dan syariat sama-sama
harus lahir dari dalil syariat, bukan dari fakta atau realitas yang ada.
Pendapat yang menyatakan bahwa fikih bisa disesuaikan dengan fakta harus
ditolak. Sebab, sumber dari fikih adalah al-Qur‘an, Sunnah, Ijma Sahabat,
dan Qiyas. Namun demikian, tatkala seorang fakih hendak menghukumi sebuah
fakta, ia tidak cukup hanya memahami nash-nash syariat belaka, tetapi juga
harus memahami realitas. Ini ditujukan agar hukum dan realitas yang
dihukumi sesuai dan sejalan. Sebab, realitas yang berbeda memiliki hukum
yang berbeda. Dengan kata lain, pada tiap realitas ada hukum syariat yang
berlaku atasnya secara spesifik.

Anggapan bahwa syariat hanya diketahui oleh Allah SWT saja adalah anggapan
yang sangat keliru dan dangkal. Bahkan, asumsi semacam ini telah
menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memahami fikih dan syariat secara
mendalam. Sebab, dalam banyak ayat al-Qur‘an, Allah SWT telah
memerintahkan kaum Muslim untuk berhukum dengan hukum Allah (syariat).
Lantas, bagaimana mungkin Allah SWT memerintahkan kepada kita sesuatu yang
kita sendiri tidak bisa memahaminya? Mahasuci Allah dari kesia-siaan.
Allah SWT berfirman:

Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa saja yang diturunkan Allah,
mereka adalah orang-orang kafir. (Qs. al-Mâ‘idah [5]: 44).

Demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan
yang kamu berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya. (Qs. an-Nisâ‘
[4]: 65).

Karena itu, propaganda penerapan syariat Islam adalah propaganda benar dan
perjuangan yang realistis, tidak utopis. Dan secara praktis pernah
dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam perjalanan dakwah beliau hingga
wafat.

Kesalahan anggapan ketiga.

Dari sisi metodologis (istinbâth), syariat harus digali dari al-Qur‘an,
Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas. Syariat tidak boleh lahir dari fakta atau
bisa dipengaruhi dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Karena
perbincangan fikih adalah hukum syariat, maka kaidah istinbâth syar‘iyyah
juga berlaku di dalam masalah fikih. Tidak benar jika sebagian kaum Muslim
menyatakan bahwa persoalan fikih bisa diotak-atik berdasarkan kondisi,
waktu, dan tempat. Sebab, ketetapan hukum apapun harus lahir dari dalil
syariat, bukan dari fakta maupun kepentingan politik sesaat.
Khatimah

Sesungguhnya, di balik pendistorsian makna fikih dan syariat ada
maksud-maksud politis tertentu, yakni menjadikan realitas
sekularistik-kapitalistik ini sebagai sumber untuk menetapkan hukum.
Padahal, hukum harus digali berdasarkan al-Qur‘an, Sunnah, Ijma Shahabat,
dan Qiyas; bukan berdasarkan fakta yang ada. Kedudukan realitas hanyalah
sebagai obyek yang dihukumi (manâth al-hukmi), bukan sebagai sumber hukum
(mashdar al-hukm). Fakta harus tunduk dan disesuaikan dengan syariat,
bukan sebaliknya.

Motif lain dari upaya pendistorsian makna fikih ini adalah untuk
melanggengkan rejim sekularistik-kapitalistik yang kufur ini. Dengan
mengatasnamakan fikih, mereka berusaha merusak dan menghancurkan kesucian
syariat Islam. Syariat Islam hanya mereka gunakan sebagai alat untuk
menjustifikasi fakta rusak akibat diterapkannya sistem sekular yang kufur
ini.

Untuk itu, umat Islam harus segera sadar dan bangkit, bahwa upaya-upaya
untuk merusak dan menghancurkan kesucian ajaran Islam mulai masuk di
jantung pertahanan kaum Muslim, yakni merusakan pemahaman umat terhadap
akidah dan hukum Islam.

Wallâhu a‘lam. [Majalah al-wa'ie, Edisi 49]




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004092814005624:4537 ;          Tue, 28 Sep 2004 14:00:56 +0700
$MessageID: <382-22004922865936430@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Topik "Tauhid" di Situs Komunitas Muslim Indofood
PostedDate: 09/28/2004 01:59:36 PM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/28/2004 02:00:56 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 4F091B98A8B8664547256F1D002689ED
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/28/2004 02:00:56 PM-09/28/2004 02:00:57 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/28/2004 02:00:57 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Pada hari ini anda bisa mengakses topik baru di Situs Komunitas Muslim
Indofood.

Silahkan klik URL di bawah ini atau copy paste pada Browser Internet
Explorer anda di :

http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=News&file=categories&op=newind
ex&catid=17

Selamat Membaca, semoga menambah wawasan dan penggetahuan kita tentang
Tauhid.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
--------------------------

Tauhid; Hakekat Dan Kedudukannya
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta'ala:
"Aku menciptakan jin dan manusia, tiada lain hanyalah untuk beribadah
kepada-Ku." (Adz-Dzariat: 56).
Ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah Ta'ala dengan mentaati segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan inilah
hakekat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada
Allah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya dengan
penuh rasa rendah diri dan cinta.

Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun
batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal diterima oleh
Allah sebagai suatu ibadah apabila diniati ikhlas, semata-mata karena
Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk
menyerukan): Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut."
(An-Nahl: 36)

Thaghut yaitu setiap yang diagungkan -selain Allah- dengan disembah,
ditaati, atau dipatuhi, baik yang diagungkan itu berupa batu, manusia,
ataupun syetan. Menjauhi thaghut yaitu mengingkari, membencinya, tidak mau
menyembah dan memujanya dalam bentuk dan dengan cara apapun.

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali
hanya kepada-Nya, dan
hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika
salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka, serta
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu
kepada mereka berdua dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: Wahai
Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka keduanya telah
mendidikku waktu kecil." (Al-Isra': 23-24)

"Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah (saja) dan janganlah berbuat
syirik sedikitpun kepada-Nya." (An-Nisaa': 36)

Syirik yaitu memperlakukan sesuatu -selain Allah- sama dengan Allah dalam
hal yang merupakan hak khusus bagi-Nya.

"Katakanlah (Muhammad): Marilah kubacakan apa yang diharamkan kepadamu
oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya,
berbuat baiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah kamu membunuh
anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu
dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang
keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu
membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan sesuatu (sebab) yang
benar. Demikianlah yang diwasiatkan Allah kepadamu, supaya kamu
memahami(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan
cara yang lebih bermanfaat, hingga ia mencapai kedewasaannya, dan
sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan
beban kepada seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Dan apabila kamu
berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah
kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diwasiatkan
Allah kepadamu, agar kamu ingat. Dan (kubacakan): Sungguh inilah jalan-Ku,
berada dalam keadaan lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu
mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu akan
menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Allah
kepadamu agar kamu bertakwa." (Al An'am: 151-153).

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
"Barang siapa yang ingin melihat wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam, yang tertera diatasnya cincin stempel milik beliau, maka supaya
membaca firman Allah Ta'ala:...(surah Al-An'am 151-153, seperti tersebut
di atas)."

Mu'adz bin Jabal, radhiyallahu 'anhu, menuturkan:
"Aku pernah diboncengkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas seekor
keledai. Lalu beliau bersabda kepadaku: Hai Mu'adz, tahukah kamu apakah
hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya dan apa hak para hamba
yang pasti dipenuhi Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui. Beliaupun bersabda: Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh
hamba-Nya adalah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat
syirik sedikitpun kepada-Nya, sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi
Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat
syirik sedikitpun kepada-Nya. Aku bertanya: Ya Rasulullah, tidak perlukah
aku menyampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang? Beliau menjawab:
Janganlah kamu menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka, sehingga
mereka nanti akan bersikap menyandarkan diri." (HR Bukhari dan Muslim
dalam shahih mereka)

Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.



+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004092808315377:4328 ;          Tue, 28 Sep 2004 08:31:53 +0700
$MessageID: <382-22004922813034492@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 09/28/2004 08:30:34 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/28/2004 08:31:54 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Global 12 Project : Metode Mutakhir kristenisasi sistim multilevel (No
Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 32EC10E80E7C419847256F1D00086A05
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/28/2004 08:31:54 AM-09/28/2004 08:31:56 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/28/2004 08:31:56 AM

Globa l 12 Project : Metode Mutakhir kristenisasi sistim multilevel

Oleh : Fakta Jul 21, 04 | 11:21 am

MANDAT PENGINJILAN ATAUKAH KRISTENISASI?
Masih ingat kasus menghebohkan pembangunan "Menara Doa Jakarta" dengan
anggaran trilyunan ? Ibarat pepatah buah akan jatuhnya tidak jauh dari
pohonnya. Ternyata proyek yang di prakarsai oleh kelompok Kristen
Protestan Bethany tersebut tidaklah berdiri sendiri.

Selain saudara seperjuangannya Daolos yang dipimpin oleh RM.Hutasoit,
kelompok ini tergolong radikal dalam melakukan misi misinya dan dengan
kekuatan modal yang besar berbagai cara mereka tempuh termasuk taktik
menggunakan attribut Islam untuk mengkristenkan umat Islam di Indonesia.

Kegiatan Pemurtadan (d/h Kristenisasi) oleh kelompok Bethany ini adalah
bagian dari Global12 Project yang berinduk di Amerika. Target mereka
Planting Church sebanyak banyaknya diseluruh dunia.

G12 STRATEGY

Dinegara The G12 Strategy is simply to build a network of apostolic
leaders working together to plant churches. There are twelve zones, each
with an apostolic leader who is mentoring and partnering with another
twelve leaders. Each leader continues to help develop another 12 leaders
in cell principles and apostolic vision. The secret is the "Principle of
12" which is multiplying leadership at a phenomenal rate. Each leader is
helping develop and partner with his 12 to reach into the unreached areas
of the world. The goal is to multiply and train leadership until every
Unreached People Group of the world has a church planted among them.

Pastor Larry Stockstill has found twelve fine men with apostolic
anointing. Hundreds of churches are being planted with this team all over
the world, and hundreds of thousands will be planted as the vision
multiplies leadership globally.

The Diagram to right is a picture of the Global Network of G12 leaders
with the 144 level. Each leader is mentoring and partnering with his team
of 12 to raise up leaders and plant churches all over the world. As you
can see every generation of leaders multiplies the number of pastors
partnering together to reach the Unreached People Groups of the world.

As the generations of leaders grow, you can see the possibility of
TOUCHING THE WORLD. The secret is to stay focused on your 12 and help them
be fruitful as you work together with them, strategizing for harvest.

1st   Generation   12
2nd   Generation   144
3rd   Generation   1,728
4th   Generation   20,736
5th   Generation   248,832
6th   Generation   2,985,984
7th   Generation   35,831,808
8th   Generation   429,981,696
9th   Generation   5,159,780,352

Please find File Attachments.


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - kristologi1.htm
 - kristologi2.htm
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004092808254856:4233 ;          Tue, 28 Sep 2004 08:25:48 +0700
$MessageID: <382-22004922812429267@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Membongkar Konspirasi AS Sepanjang Masa
PostedDate: 09/28/2004 08:24:29 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/28/2004 08:25:49 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: F5F08F259E92616F47256F1D0007DB68
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/28/2004 08:25:49 AM-09/28/2004 08:25:50 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/28/2004 08:25:50 AM

Sumber : sabili

Membongkar Konspirasi AS Sepanjang Masa

Amerika punya jejak yang berdarah-darah dalam sejarah dunia. Konspirasi
dan pembunuhan mewarnai perjalanan kekuasaan negara adikuasa ini.

Maret 2001, Rand Corporation, sebuah lembaga think tank terkemuka
pemerintah Amerika Serikat menyelesaikan sebuah laporan sekaligus
rekomendasi yang cukup mengejutkan. Laporan tersebut diberi judul
Operations Againts Enemy Leaders, Operasi Melawan Pemimpin-pemimpin Musuh.
Sebuah laporan yang keluar tujuh bulan sebelum peristiwa 11 September.
Peristiwa yang mengubah total kondisi dunia internasional. Laporan ini
begitu dahsyat karena memuat sejarah, rencana pembunuhan dan pelumpuhan
pemimpin-pemimpin musuh Amerika sejak Perang Dunia II hingga sekarang.
Bahasa yang digunakan memang tidak pembunuhan dan pelumpuhan, tapi
menetralisir. Lihat saja daftar para pemimpin, baik negara maupun kelompok
yang dikategorikan sebagai musuh Amerika Serikat.

Pada masa Perang Dunia II, Amerika lewat berbagai usaha mencoba untuk
menghilangkan, mulai dari Admiral Isoroku Yamamoto di Jepang, Mussolini di
Italia, Hitler di Jerman, Kaisar Hirohito di Jepang lagi dan Enver Hoxha
pada tahun 1950 di Albania. Lalu ada pula Mossadeg di Iran, Jacobo Arbenz
di Guetemala, Ahmad bin Bella di Aljazair, Ngo Dinh Diem di Vietnam,
bahkan Soekarno di Indonesia. Pada masa Perang Dingin, daftar nama dan
daftar musuh juga berubah.

Daftar terus bertambah dan diperbarui, mulai dari Dos Santos di Angola,
Qaddafi di Libya, Sandinista di Nicaragua, Noriega di Panama, Mohammad
Faraf Aideed di Somalia sampai Saddam Hussein di Irak, Dzokar Dudayev di
Chechnya dan Usamah bin Ladin di Afghanistan. Pasca Perang Dingin, ada
perubahan yang signifikan terhadap kategorisasi penentuan musuh dan
ancaman. Jika pada Perang Dunia II yang masuk dalam kategori musuh adalah
para diktator dan penguasa seperti Hitler dan Mussolini, lalu di Perang
Dingin musuh menjadi semua pendukung haluan komunis, mulai dari Castro,
bahkan Soekarno dimasukkan dalam kategori ini.

Pasca Perang Dingin, musuh Amerika banyak dikategorikan dari kalangan yang
mewakili dunia Islam. Ada pejuang Palestina yang disebut teroris,
mujahidin Afghanistan, Farah Aideed, Muamar Qaddafi, Saddam Hussein,
Dzokar Dudayev, sampai Usamah bin Ladin.

Tak ayal lagi, laporan ini bisa dan layak disebut sebagai catatan
konspirasi yang dilakukan Amerika pada banyak pemimpin di seluruh belahan
dunia.

Pembuatan laporan ini sebetulnya disusun berdasarkan order proyek dari
Angkatan Udara Amerika Serikat. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui
seberapa efektif serangan udara yang dilakukan oleh Amerika selama ini.
Penyerangan terhadap para pemimpin negara yang dianggap sebagai musuh oleh
Amerika terbagi setidaknya atas empat aksi.

Aksi pertama adalah melakukan serangan secara langsung. Kedua, merekayasa
dan mendukung kudeta. Ketiga, mendukung dan menyuplai pemberontakan di
wilayah musuh. Dan yang terakhir, menurunkan pemimpin musuh dengan cara
melakukan invasi langsung seperti yang terjadi beberapa waktu terhadap
Saddam Hussein dan Irak.

Untuk aksi pertama sampai ketiga disebutkan, hasil yang sangat
menyedihkan. Sebab sangat mengandalkan operasi intelijen yang benar-benar
akurat untuk membunuh target. Target-target yang berhasil lolos dalam aksi
penyerangan langsung, kudeta dan pemberontakan itu misalnya Fidel Castro,
Muammar Qaddafi, Saddam Hussein, Mohammad Farah Aideed, Usamah bin Ladin
dan Slobodan Milosevic.

Menurut analisa Rand Corp, kegagalan itu terjadi karena beberapa faktor.
Faktor pertama karena orang-orang di atas secara rutin dan ketat dikawal,
sehingga tidak memungkinkan ruang untuk menyusupkan agen intelijen yang
berhasil memetakan waktu dan pelaku. Faktor kedua, mereka selalu
berpindah-pindah dan sering membangun ―safe house‖—sebutan untuk mencari
tempat di antara pemukiman para penduduk. Tak jarang juga karena mereka
tinggal di lokasi yang sulit dan berat untuk dilalui para agen intelijen
tanpa diketahui sebagaimana dilakukan Usamah bin Ladin di pegunungan
Afghanistan. Faktor lain yang sering membuat usaha konspirasi gagal adalah
tekanan dan perlindungan politik legal dari gerakan hak asasi manusia,
juga negara-negara lain di dunia.

Meski kadang berhasil, operasi-operasi tersebut mendapatkan ―kesuksesan‖
yang tidak diharapkan. Laporan tersebut menyatakan, hal ini seringkali
terjadi di Palestina dan Chechnya. Pembunuhan pemimpin perjuangan di kedua
daerah jihad tersebut seringkali tak berpengaruh apa-apa, bahkan hanya
menambah gencar serangan balasan yang dilakukan oleh rakyat Chechnya dan
Palestina.

Tak hanya itu, bahkan seringkali serangan dan konspirasi seperti di atas
justru kontra-produktif. Seperti pengeboman yang dilakukan oleh Amerika di
Hotel Imperial Palace, Tokyo, dengan terget membunuh Kaisar Hirohito
tercatat sebagai salah satu faktor pemicu Perang Dunia II. Begitu juga
pembajakan yang dilakukan oleh Prancis atas pemimpin Front de Liberation
Nationale, Ahmad bin Bella di Aljazair, justru menghasilkan blunder yang
besar. Seperti menguatnya militansi para pendukung Ahmad bin Bella baik di
dalam gerakan Front de Liberation Nationale maupun yang di luarnya.
Contoh hasil yang kontra-produktif lainnya nampak pada kasus serangan
udara dari helikopter Amerika pada 12 Juli 1993 di Mogadishu, Somalia,
yang ditujukan untuk membunuh Jenderah Mohammad Farah Aideed. Serangan
tersebut gagal total bahkan memicu sentiman anti-Amerika. Seperti pernah
diberitakan di seluruh dunia, setelah kasus tersebut rakyat Somalia seolah
berlomba membunuh balik tentara-tentara Amerika. Kasus ini pernah
difilmkan dan dikemas sangat provokatif, sehingga memunculkan kesan rakyat
Somalia-lah yang sadis. Tak berhenti di situ, Islam pun dihina dalam film
The Black Hawk Down dan Rules of Engagement yang dibintangi Samuel L
Jackson, yang bercerita tentang konsipirasi di Yaman.

Indonesia sendiri, pada masanya pernah pula mengalami hal yang sama.
Dijadikan target konspirasi oleh Amerika. Soekarno yang dianggap lebih
dekat dengan poros Beijing dan Moskow dinyatakan sebagai pemimpin yang
berbahaya dan berpotensi untuk menjadi musuh besar. Dalam laporan tersebut
dicatat, pada musim panas tahun 1957, CIA diam-diam mulai mendukung
gerakan-gerakan perlawanan yang sebagian besar ada di Pulau Sulawesi dan
Sumatera.

Gerakan perlawanan yang disebut oleh CIA sebagai ―Revolusi Kolonel‖
tersebut mendapatkan dukungan berupa senjata, peralatan perang dan
informasi intelijen. Gerakan Revolusi Kolonel ini memang dimotori oleh
para perwira berpangkat kolonel yang tak setuju demokrasi terpimpin
Soekarno memberikan peluang Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk turut
berkuasa. Bahkan, pemerintahan Amerika yang dipimpin oleh Presiden
Eisenhower kala itu disebutkan, memberikan informasi-informasi penting
tentang pertumbuhan komunis di Pulau Jawa.

Dukungan Amerika tersebut meliputi dana, senjata bahkan kadang
perlindungan serangan udara, termasuk pesawat bomber B-26 dengan
pilot-pilot kontrak yang ditempatkan di Asia Tenggara. Salah satu pilot
yang tertangkap adalah Allan Pope, setelah Pasukan Angkatan Laut TNI
menembak jatuh pesawatnya di atas kepulauan Maluku.

Usaha pembunuhan langsung bahkan pernah dilakukan atas Soekarno lewat
Peristiwa Cikini. Sebuah granat tangan dilemparkan saat Soekarno tengah
berada di Perguruan Cikini yang dirancang oleh Kolonel Zulkifli, salah
seorang perwira yang dikenal juga sebagai pendiri intelijen Indonesia.
Peristiwa yang terjadi 30 November 1957 ini menewaskan 11 orang dan
melukai 30 lainnya, termasuk anak-anak.

Meski penyelidikan mendapatkan hasil bahwa Kolonel Zulkifli sendiri yang
merancang serangan ini, Seokarno yakin bahwa percobaan pembunuhan atas
dirinya tersebut diorganisir oleh CIA. Dan terbukti, pada tahun 1975 saat
digelar penyelidikan atas kasus ini oleh senat Amerika, Richard Bissel Jr,
mantan Wakil Direktur bidang Perencanaan CIA pada masa Allan Dulles
mengakui bahwa ada beberapa ―target‖ yang sedang dibidik. Ia menyebutkan
sejumlah nama kepala negara yang dipertimbangkan untuk dibunuh.

Bahkan beberapa bulan setelah Peristiwa Cikini, terjadi kesibukan
luarbiasa pada pangkalan militer Amerika di Teluk Subic, Filipina.
Laksamana Felix Stump, panglima tertinggi Angkatan Laut AS di Pasifik
mengirimkan radiogram yang memerintahkan satuan tugas di Teluk Subic harus
sudah berada di perairan Indonesia hanya dalam tempo empat jam setelah
radiogram dikeluarkan. ―Keadaan di Indonesia akan menjadi lebih kritis,‖
begitu salah satu bunyi radiogram Felix Stump.

Kapal penjelajah Princenton sudah mengangkat jangkar dan langsung berlayar
membawa pasukan tempur dari Divisi Marinir II dan mengangkut sedikitnya 20
helikopter perang. ―Jangan berlabuh di pelabuhan mana pun,‖ begitu pesan
Stump saat memerintahkan kapal penjelajah dan kapal perusak untuk lari
dengan kecepatan penuh.

Tak banyak orang Indonesia yang mengetahui geger internasional yang hampir
saja meledakkan perang setelah kemerdekaan. Peristiwa ini dipicu oleh
perpecahan dalam tubuh Angkatan Darat yang dipimpin oleh Jenderal AH.
Nasution dengan kelompok pro-Soekarno. Setengah tahun kemudian, 1958,
Gedung Putih mengakui kegagalan mereka ―membendung‖ komunisme di
Indonesia. Bahkan, Jenderal AH. Nasution yang diharapkan akan bisa
berkolaborasi bertindak tidak sesuai yang diharapkan oleh Amerika. Dan
semua rencana akhirnya berantakan. Nasution mengerahkan pasukan
besar-besaran untuk menaklukkan gerakan Revolusi Kolonel yang juga
didukung oleh CIA.

Begitulah Amerika dengan kebijakannya yang bermuka ganda. Konspirasi ada
di mana-mana, dan rencana pembunuhan yang disebut dengan agenda
menetralisir pemimpin-pemimpin musuh terus menemukan nama baru. Selama
lebih dari 50 tahun, diakui oleh Rand Corp, Amerika nyaris tak bisa
disebut sukses menghadapi musuh-musuhnya dengan cara serangan langsung.
Sedangkan dari gerakan merekayasa kudeta dan membantu pemberontakan, meski
sukses tapi tidak memberikan hasil yang memuaskan. Satu-satunya cara yang
berhasil dan sukses secara maksimal adalah invasi dan okupasi secara
langsung dengan angkatan perang besar-besaran, seperti yang terjadi di
Irak beberapa waktu lalu.

Lewat operasi militer dalam perang besar ini, pasca Perang Dunia II dan
lumpuhnya kekuatan-kekuatan musuh Amerika setelah perang tersebut, negara
adikuasa ini berhasil menaklukkan tiga negara. Negara-negara yang dicatat
dalam buku ini menyebut invasi di Granada pada 1983, Panama tahun 1989 dan
Haiti tahun 1994. Tapi jika ditambah dengan perkembangan terakhir, akan
dimasukkan Afghanistan dan Irak sebagai jumlah kesuksesan pula.

Ternyata, dalam penegakan demokrasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat
aktivitas membunuh seperti mencatat daftar membeli belanjaan. Soekarno
sudah? Sudah! Hirohito sudah? Sudah! Hitler sudah? Sudah! Mussolini sudah?
Sudah! Saddam Hussein sudah? Sudah! Slobodan Milosevic sudah? Sudah!
Usamah bin Ladin sudah? Belum!

Ya, persis seperti membeli daftar belanja. Saus tomat sudah? Sudah. Kecap
sudah? Sudah! Sayur sudah? Sudah. Garam? Belum.

Dalam sebuah wawancaranya dengan majalah Time beberapa waktu lalu, George
W. Bush, Presiden Amerika mengatakan sebuah sinyal akan terjadi perubahan.
Menurutnya, penyebutan Perang Melawan Terorisme ini tidak tepat benar.
Yang benar adalah Perang Mempertahankan Demokrasi. Demokrasi macam apa
yang dimaksudkan oleh Bush jika perjalanan Amerika selalu diwarnai
pembunuhan dan konspirasi? Dan lebih menakutkan lagi, Perang
Mempertahankan Demokrasi ini lebih berbahaya daripada penyebutan
sebelumnya. Sebab, siapapun atau ideologi apapun yang menjadi oposan dari
paham demokrasi, akan menjadi lawan. Apapun ideologinya, siapapun
pelakunya, jika demikian, akan menjadi musuh Amerika. Dan Islam serta
Muslim, masuk menjadi salah satu daftarnya. Hati-hati!

Herry Nurdi


+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004092808152703:4027 ;          Tue, 28 Sep 2004 08:15:27 +0700
$MessageID: <382-2200492281147733@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Bom Untuk Presiden Baru
PostedDate: 09/28/2004 08:14:07 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/28/2004 08:15:27 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:12 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: DEBF7E5B69CFC66C47256F1D0006E89A
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/28/2004 08:15:27 AM-09/28/2004 08:15:28 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/28/2004 08:15:28 AM

Bom Untuk Presiden Baru

Presiden baru harus mampu menyelesaikan berbagai teror bom di Tanah Air,
sekaligus menangkap para master mind yang berada di balik aksi biadab yang
meresahkan masyarakat itu. Berbagai penuntasan ‗bom‘ lainnya yang langsung
menyentuh kepentingan rakyat, juga menanti! Mampukah presiden baru?

―Saya berharap, presiden terpilih lebih mengedepankan kepentingan rakyat
ketimbang kepentingan pribadi dan golongan. Jangan sampai rakyat kecil
seperti kami dikorbankan hanya untuk kepentingan pribadi. Apa tega
presiden terpilih melihat hidup rakyatnya menderita, sementara hidupnya
penuh dengan kesenangan,‖ kata Rahmat (45 tahun) saat ditanya SABILI
setelah keluar dari bilik suara, Senin (20/11) lalu.

Menurut pengakuan ayah dua anak yang sehari-harinya menjajakan
barang-barang kelontongan di depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur ini,
keputusannya mendatangi bilik suara, disebabkan panggilan nurani dan
kepeduliannya akan perbaikan Indonesia ke depan, terutama situasi keamanan
negara yang diguncang berbagai teror bom.

―Pemilu kali ini sangat berbeda dengan pemilu sebelumnya. Saat ini, rakyat
memiliki peranan besar dalam memilih pemimpin mendatang karena dilakukan
secara langsung. Baik atau buruknya kondisi Indonesia ke depan sangat
ditentukan oleh rakyat. Oleh karena itu, rakyat dapat mengadakan perubahan
jika mau. Kalau tidak kita yang memilih, siapa lagi yang merubah kondisi
bangsa yang sudah sangat amburadul ini?‖ tambah Rahmat dengan nada optimis.

Lain lagi dengan Nasihin (19 tahun). Bagi pria yang baru saja mengenyam
bangku kuliah ini, motivasinya mendatangi bilik suara dilandasi kesadaran
akan pentingnya perubahan. Anak pertama dari pasangan Arif dan Weni ini
mengharapkan presiden dan wakil presiden terpilih memperhatikan
perkembangan dunia pendidikan ke depan.

―Saya melihat saat ini pendidikan dinomorduakan. Pendidikan tidak dianggap
sebagai aset penting untuk perkembangan Indonesia ke depan. Ironisnya,
dari hari ke hari biaya pendidikan makin melangit, bahkan hampir tidak
terjangkau, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Sementara di sisi
lain, yang bisa memasuki pendidikan tinggi kebanyakan berasal dari
orang-orang yang berduit tebal alias kalangan the have. Apakah pendidikan
hanya untuk kalangan berduit saja? Kalau itu yang terjadi, maka yang akan
terjadi adalah kesenjangan sosial yang makin lama makin melebar. Saya
berharap besar presiden baru memperhatikan segi pendidikan,‖ ujar Nasihin.

Rahmat dan Nasihin adalah dua orang dari ratusan juta masyarakat Indonesia
yang berharap besar presiden terpilih mampu menangani berbagai problem
yang sedang melilit bangsa. Salah satunya adalah penuntasan berbagai aksi
peledakan bom yang melanda Indonesia, terutama bom Kuningan yang terjadi
baru-baru ini. Harus disadari, betapapun teror dan bom yang banyak memakan
korban jiwa, telah membuat rakyat takut. Jelas, dengan tiadanya rasa aman,
akan sangat berdampak pada kehidupan, termasuk kehidupan ekonomi.

Rasa takut dan was-was, apalagi hingga kini polisi belum juga berhasil
menangkap otak pelaku—bahkan dalang sesungguhnya—jelas membuat rakyat
merasa tak aman. Anehnya, seperti terjadi pada kasus bom sebelumnya,
dengan cepat telunjuk kepolisian diarahkan kepada dua warga Malaysia,
yakni Dr. Azahari Husen dan Noor Din M Top. Kalau sejak dulu diyakini
merekalah otak pelakunya, mengapa polisi belum juga berhasil menangkap
mereka, padahal keduanya masih berada di dalam negeri? Padahal terhadap
pelaku lainnya polisi dengan mudah mencekok dan menciduknya? Padahal
polisi menyatakan berkali-kali mereka orang yang sangat berbahaya? Haah…!
Glap!

Saat ditemui usai shalat Jum‘at di masjid Al Ikhlas Mabes Polri Jalan
Trunojoyo, Jakarta, Jum‘at (17/9) lalu, Kepala Kepolisian RI (Kapolri)
Jenderal Da‘i Bachtiar mengatakan, aksi teror dan peledakan bom masih
terus akan terjadi sepanjang dua orang yang sangat berbahaya itu masih
bebas berkeliaran. ―Ancaman bom mungkin akan berhenti bila Dr. Azahari
Husein, selaku ahli meracik bom dan Noor Din M Top yang ahli merekrut
orang, bisa ditangkap,‖ katanya.

Untuk membenarkan alibinya, kecurigaan kepolisian mengarah pada pengikut
Dr. Azahari dan Noor Din M Top. Mereka, antara lain, Hasan alias Pur dan
Jabir alias Nanang dan Rois. Ironisnya, untuk menangkap para tersangka
polisi membuat sebuah sayembara. Apakah, itu berarti polisi mengibarkan
bendera putih tanda tak mampu, sehingga memerlukan bantuan masyarakat?
Meski Kapolri membantah tudingan ini, toh keseriusan polisi dalam memburu
orang yang diduga kuat sebagai perakit dan perekrut pelaku bom itu
dipertanyakan berbagai kalangan. Seberapa lihaikah dua orang ini, sehingga
polisi terus kalah gerak, termasuk katanya, jika ini memang benar, saat
Azahari dan Top, keburu meninggalkan tempat kontrakannya di Cengkareng?
Mereka yang lihai atau kerja polisi yang belum maksimal, ataukah ada
sesuatu di balik ini semua?

Lalu, atas dasar kelihaian keduanyakah atau ada faktor lain, polisi
menggelar sayembara? Seperti diberitakan, masyararakat ataupun aparat yang
bisa menunjukkan keberadaan para tersangka peledakan bom, polisi akan
memberikan imbalan uang sebesar 500 juta rupiah per kepala. Sedangkan
kepada Azahari dan Noor Din, polisi menghargai masing-masing sebesar satu
miliar rupiah.

Tidak hanya itu, dengan dalih penyelidikan, kepolisian leluasa bergerak
menginterogasi dan menginteli sejumlah aktivis Islam di berbagai daerah.
Bahkan untuk keperluan pengumpulan data, polisi tak sungkan-sungkan
melakukan penangkapan kepada aktivis pengajian. Kasus Syaifudin Umar
adalah yang teranyar. Ironis, memang (Lihat: Dalih Polisi Menjaring
Aktivis).
Benarkah tudingan kepolisian bahwa Dr. Azahari Husen dan Noor Din M Top
adalah dalang dari serentetan kasus bom yang pernah terjadi di Indonesia?
Apakah tidak menutup kemungkinan ada pihak tertentu yang menjadi master
mind dari segala kekacauan dan kekerasan yang terjadi di negeri ini?

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Irfan S Awwas
meragukan. Salah satu kecurigaan Irfan adalah keterangan salah seorang
pentolan kepolisian yang menyatakan sudah tahu terlebih dahulu akan adanya
ledakan bom. ―Kalau polisi sudah mengetahui sebelumnya kenapa bertindaknya
setelah pengeboman terjadi? Inikan tidak masuk akal,‖ katanya. Seperti
diberitakan, bermula dari keterangan Menteri Luar Negeri Australia
Alexander Downer beberapa saat setelah ledakan dahsyat di depan Kedubes
Australia di Kuningan terjadi, bahwa polisi sudah mendapat info akan ada
bom.

Setelah menerima kabar ledakan bom di depan Kedubes Australia dari
sejumlah stafnya, Kamis (9/11), Downer menyatakan bom itu adalah aksi
serangan kelompok terorisme yang ditujukan kepada Australia.

Bahkan dalam keterangan persnya, Jum‘at (10/11), Downer mengungkapkan
bahwa aparat kepolisian Indonesia sebenarnya sudah menerima teks yang
berisi teror bom empat puluh lima menit sebelum ledakan itu terjadi.
Belakangan pernyataan Downer itu dibantah kepolisian RI.

Masih kata Irfan, kejanggalan pun terjadi dalam proses investigasi para
korban. Tak masuk dalam pikiran Irfan, kenapa test DNA dari daging yang
berserak di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung diteskan pada keluarga
tertentu, yakni keluarga Jabir dan Hasan.

Atas dasar itu, Irfan mencurigai polisi telah mengirimi intel-intel
khusus, terutama warga Malaysia yang pernah ditangkap polisi untuk
menginteli para aktivis Islam. ―Dari mana polisi tahu. Saya menduga polisi
sudah menyebarkan intel khusus sebelumnya,‖ katanya.

Mengenai intel-menginteli itu, salah seorang pentolan MMI ini mempunyai
pengalaman menarik. Beberapa waktu lalu sebelum ledakan bom Kuningan, saat
berceramah di daerah Jawa Barat, Irfan bertemu dengan salah seorang dari
lima orang warga Malaysia yang dulu pernah ditangkap pihak kepolisian,
antara lain, Amran, Nasir Abbas, Ja‘far dan Syamsul.

Menurut cerita Irfan, salah seorang di antara mereka yang hadir dalam
pengajian Irfan mengatakan bahwa mereka sudah dilepas dan sekarang
berdomisili di Jakarta. Selama di Jakarta, segala keperluan mereka
dipenuhi dengan syarat harus berkoordinasi dengan Komandan Satgas Bom
Gorries Mere.

―Ini yang mencurigakan. Apakah pihak kepolisian sengaja membuat skenario
ini sebagai bagian dari pembenaran terhadap upaya-upaya pengeboman yang
dilakukan Jamaah Islamiyah (JI) yang dianggap sebagai kelompok terorisme
nomor wahid di dunia ini?‖ tanya Irfan.

Kapolri Da‘i Bachtiar menepis kemungkinan Polri berada di balik ledakan
bom Kuningan. ―Tudingan itu tidak berdasar. Sejauh ini saya tidak melihat
dan tak ada bukti ada anggota membocorkan penyidikan, menyembunyikan para
tersangka atau merekayasa,‖ kata Da‘i.

Toh keraguan akan kinerja kepolisian diperkuat pengamat intelijen
Soeripto. Ia tak terlalu yakin, dua warga Malaysia yang paling dicari-cari
polisi Indonesia, Azahari dan Noor Din, adalah otak dari berbagai
peledakan yang terjadi di Indonesia, termasuk Bom Kuningan.
Menurut pengamatannya, Dr. Azahari hanyalah sebatas ahli (expert) membuat
dan meracik bom dan Noor Din hanya sebatas ahli merekrut orang dan
pengikut yang siap melakukan bom bunuh diri. Sementara penyedia dana dari
serangkaian aksi atau yang sering disebut master mind datang dari pihak
lain. ―Ini skenario oleh master mind yang canggih dan tak mungkin
dilakukan oleh jaringan JI. Memang segala kemungkinan bisa saja terjadi,
tapi mereka adalah orang-orang yang secara tak sadar dikorbankan dan
diperalat oleh skenario besar tadi,‖ ujar mantan Sekjen Dephutbun ini.

Soeripto menambahkan, sepanjang polisi tidak menangkap siapa master mind
dari serentetan bom di tanah air ini, maka kita tak kan mengetahuinya.
Sebaliknya, Soeripto mencurigai, berbagai aksi bom itu dilakukan dengan
tujuan untuk menimbulkan kekacauan, kepanikan dan tujuan strategi yang
lebih besar lagi, yakni agar Indonesia dimasukkan ke dalam negara yang
gagal (failed state).

―Jika suatu negara tergolong failed state, maka sangat berbahaya bagi
kepentingan negara-negara besar, seperti Amerika Serikat. Dengan dalih
negara gagal, maka AS ‗wajib‘ menginvasinya dengan cara memberi bantuan
ekonomi, militer dan lainnya kepada negara tersebut,‖ tambah Soeripto.

Berdasarkan analisa deduktifnya, Soeripto menduga teror yang tergolong
canggih itu hanya bisa dilakukan oleh state terorism (negara teroris).
―Itu hanya dapat dilakukan oleh negara yang memiliki organisasi intelijen
yang bagus, rapi, dengan peralatan canggih, untuk melakukan black
propaganda. Selanjutnya didukung juga oleh dana yang sangat besar,‖
katanya.

Soal keterlibatan state terorism ini tak mustahil. Dugaan itu diperkuat
dengan keterangan salah seorang pelajar Indonesia yang saat itu sedang
mengurus visa di Kedubes Australia untuk program pertukaran pelajar.
Menurut pelajar tersebut, saat ledakan bom terjadi, para staf Kedubes
Australia terlihat tidak terlalu panik.

―Sepertinya, mereka sudah sangat terlatih menghadapi teror bom tersebut.
Kemungkinan bisa jadi ini yang menyebabkan kenapa tidak ada seorang staf
Kedubes Australia pun yang terkena ledakan karena mereka telah terlatih
untuk meninggalkan kantor Kedubes dari belakang apabila ada ledakan bom,‖
katanya, seperti dilansir dari salah satu surat kabar nasional yang terbit
di Jakarta.

Dari jenis bom yang meledak, menunjukkan tak sembarang orang bisa
mendapatkan bahan dan melakukan peledakan, sebagaimana dipaparkan Dr Yazid
Bindar. Ahli kimia asal Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan,
dampak bunyi ledakan bom di Kuningan, mengganggu 137 desibel (dB). Pada
0,1 Psig, kaca-kaca yang berada di sekelilingnya mulai berpecahan. Kalau
posisi gedung berada pada 0,5 Psig, maka seluruh kaca akan pecah.

Dampak bom itu, bisa memecahkan kaca yang jaraknya 500 meter dari pusat
ledakan. Jika bom itu menggunakan 500 kg TNT equivalent, maka dapat
menghancurkan orang yang berada pada jarak radius 100 meter. Pada jarak
tersebut, orang itu akan hancur berkeping-keping atau tulangnya remuk.

Hanya saja, lanjut Yazid, bom berjenis ledak high explosive, seperti TNT,
RDX serta C-4 ini sangat sulit dijumpai di Indonesia. Bahkan sangat sulit
mencari link untuk mendapatkannya. ―RDX dan TNT susah didapat. Bahkan C-4
hanya dimiliki negara-negara kuat, seperti Amerika Serikat, Inggris dan
Israel. Itu tak mungkin ada di Indonesia,‖ ujarnya.
Secara implisit, AS membantah tudingan miring tersebut. Sebaliknya,
pemerintah AS mengutuk keras aksi yang meresahkan masyarakat tersebut.
―Ini merupakan serangan terhadap warga sipil. Kami mengutuk aksi keji
tersebut dan menegaskan kembali solidaritas kami dengan pemerintah
Indonesia dan Australia,‖ kata Presiden AS George W Bush seperti dilansir
AP dan CNN, Jum‘at (10/11). Melalui keterangan yang dirilis ke berbagai
media massa, Atase Pers Kedubes AS menyatakan hal serupa.

Siapa master mind di balik serentetan bom di Tanah Air memang perlu
dibuktikan lebih lanjut. Tugas utama dan pertama presiden terpilih adalah
mengusut tuntas berbagai kasus yang meresahkan bangsa ini, sekaligus
menyeret aktor intelektual di balik aksi bom berkekuatan tinggi tersebut
ke meja hijau. Jika keamanan negara terpelihara, maka sektor-sektor
lainnya, seperti ekonomi, pendidikan, budaya dan lainnya juga akan ikut
terpelihara.

Jika urusan teror dan bom ini tak juga tuntas, presiden baru tak pernah
bisa menuntaskan problem yang hingga kini masih mengganjal Indonesia:
korupsi, penegakan hukum, ekonomi, pengangguran, pendidikan, dan sederet
persoalan lainnya. Itu lebih dahsyat dari bom besar yang sudah tiga kali
meledak dalam tiga tahun terakhir ini. Ia akan jadi ‗bom waktu‘ dan
bisa-bisa memaksa rakyat untuk menurunkannya dari kursi panas presiden.
Bukan apa-apa, rakyat sudah bosan dengan penantian yang tak kunjung tiba,
yakni goodwill untuk menyejahterakan rakyat!

Rivai Hutapea




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004092109014543:3895 ;          Tue, 21 Sep 2004 09:01:45 +0700
$MessageID: <382-2200491202025669@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 09/20/2004 09:00:25 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/21/2004 09:01:46 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:12 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:13 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Kisah Hidup Nabi Muhammad (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 4DBD72A7DB03EF9C47256F16000B2626
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/21/2004 09:01:46 AM-09/21/2004 09:01:48 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/21/2004 09:01:48 AM

Silahkan buka file attachment yang dikirimkan.

Selamat Membaca & Semoga Bermanfaat

+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 - Kisah_Muhammad_SAW.zip
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004092108463168:3696 ;          Tue, 21 Sep 2004 08:46:31 +0700
$MessageID: <382-2200491201451225@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
Subject: Damaskus Tetap Hangat Tanpa Mcdonals
PostedDate: 09/20/2004 08:45:12 AM
MIME_Version: 1.0
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/21/2004 08:46:32 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:13 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:13 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 3A95AE20F05D26FD47256F160009C0F0
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/21/2004 08:46:32 AM-09/21/2004 08:46:33 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/21/2004 08:46:33 AM

Damaskus Tetap Hangat Tanpa Mcdonals

Kota yang pernah 100 tahun menjadi pusat khilafah ini, warganya terkenal
ramah dan santun. Meski tidak kaya secara ekonomi, kuliah Islam di sini
serba gratis S esungging senyum dari wajah Arab-Kaukasia, jabatan tangan
hangat, dan sebait ucapan akrab— ―Rumah saya rumah Anda juga, masjid saya
masjid Anda juga, negeri saya negeri Anda juga, ahlan wa sahlan!‖ Ini akan
terjadi minimal sekali dalam sehari, bila Anda berada di Damaskus, ibukota
Suriah.

Kehangatan orang-orang Damaskus (dalam bahasa Inggris disebut Damascends)
telah membuat betah David dan Wendy dari Kentucky, Maria dari Swedia,
Mujib dari New York, Rachid dari Zurich, Jean-Noel dari Prancis, Joseph
dari Boston, Nicholas dari London, Israel Gomez dari Brazil, Irham dari
Bandar Lampung, dan banyak lagi. Datang dari latar belakang dan usia yang
berbeda, mereka sepakat tentang satu hal, keakraban dan kerendahatian
orang-orang Damaskus.

Dikelilingi oleh wilayah-wilayah konflik Palestina, Irak, Lebanon dan
Kurdistan, apa yang dirasakan rakyat Suriah sering mencerminkan perasaan
bangsa Arab secara keseluruhan. ―Waktu Baghdad diserang oleh rudal-rudal
Amerika, saya tak menemukan satu pun wajah yang tersenyum di kota ini.
Hari-hari itu terasa berat bagi kami,‖ kata Ghazwan Ahmad, seorang pemuda
yang lancar berbahasa Inggris.

Dinding-dinding kota ini juga banyak ditempeli poster para pemimpin HAMAS
(Gerakan Perlawanan Islam Palestina) yang syahid diterjang rudal
helikopter Israel buatan AS: Syeikh Ahmad Yasin dan Dr Abdul Aziz
Al-Rantissi. Hand-set telepon seluler bergambar kedua tokoh ini pun banyak
diminati.

David dan Wendy menyebut dirinya sebagai ―penganut Kristen yang tidak
taat‖ karena jarang pergi ke gereja, tapi keduanya merasa nyaman berada di
negeri yang 60% penduduknya Muslimin. Di Kentucky, kampungnya, mereka
sama-sama sedang kuliah master di bidang Hubungan Internasional. Mereka
merasa perlu memperdalam bahasa Arab yang merupakan bahasa utama di
kawasan yang semakin menjadi pusat pergolakan militer dan diplomatik dunia
ini. ―Negeri favorit saya Hungaria, tapi saya merasa aman dan nyaman
berada di negeri ini,‖ kata David.

Mujib yang berjenggot lebat, lahir dari keluarga India yang menetap di New
York, sering menerima tatapan heran dari orang-orang Damaskus setiap kali
mengatakan, ―Saya dari Amerika.‖ Namun beberapa saat kemudian, setelah
sedikit penjelasan dan penegasan bahwa dirinya seorang Muslim, biasanya
mereka saling tersenyum. Ia bertekad menghabiskan liburan musim panasnya
di Damaskus sampai lancar bicara dan menulis Arab. Di New York, Mujib
masih kuliah kedokteran dan bahasa Jepang sekaligus.

Maria datang ke Damaskus karena ingin merasakan ―Arab yang sesungguhnya‖
sesudah dua tahun belajar bahasa Arab di universitas di negeri
kelahirannya, Swedia. Semampai, pirang dan murah senyum, lucu juga
mendengar Maria bicara dalam bahasa Arab yang lancar dengan makhraj yang
pas. Maria senang dipanggil dengan nama Islam, Maryam, ia belum
bersyahadat. Gadis ini mengaku menikmati ratusan bangunan peninggalan
Romawi dan Yunani di Damaskus dan Palmyra (kota kedua terbesar), tapi
berniat menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang-orang Damaskus. Dia
ingin melahap semua pengalaman berbahasa baik ‗ammiyah (bahasa Arab
sehari-hari) maupun fushah (bahasa formal).

Biaya hidup dan kursus bahasa Arab di Damaskus memang murah dibandingkan
dengan negara-negara Arab lainnya. Dengan 150-250 dolar AS seorang siswa
sudah bisa mencukupi kebutuhan makan dan tinggalnya. Kursus private yang
ditawarkan Arabesk, sebuah agen wisata yang mengundang orang dari berbagai
negara untuk belajar bahasa Arab di Suriah harganya agak lebih tinggi,
namun pendekatan yang digunakan juga lebih intensif dan pribadi. Kantor
mereka yang mungil berada di tengah pasar kota Damaskus Lama, dipimpin
seorang blasteran Spanyol-Prancis, Muhammad Iskandar, 31 tahun. Ia
berpartner dengan dua orang sahabatnya yang asli Suriah, Abdul Rahman,
importir benang dan katun, dan Ghazwan Ahmad, yang sejak empat tahun silam
jadi iparnya.

―Kami mengundang semua orang lewat internet, Muslim dan non-Muslim, untuk
lebih mengenal peradaban Suriah dan Islam. Biasanya mereka terkejut begitu
tiba di sini, apa yang mereka temukan sama sekali berbeda dengan gambaran
yang mereka dapatkan dari media Barat,‖ kata Ghazwan saat menjemput SABILI
di bandar udara internasional Damaskus.

Rachid, pemuda berusia 21 tahun asal Zurich, punya cara yang unik untuk
menggambarkan kunjungannya selama setahun di Damaskus. ―Waktu tiba di sini
Ramadhan tahun lalu, saya seorang pemuda tersesat. Saya ingin belajar
bahasa Arab sebagai identifikasi kultural karena ayah saya aslinya dari
Maroko, sedangkan ibu saya dari Switzerland,‖ tuturnya.

Rachid belajar bahasa Arab di Ma‘had Al-Fatah, salah satu ma‘had (lembaga
pendidikan Islam) tertua dan terbaik di kota ini. Dia juga rutin
menghadiri berbagai majlis ta‘lim yang diisi ulama-ulama terkemuka di
masjid-masjid besar. Di Suriah, tradisi keilmuan Islam yang klasik masih
sangat terjaga. Misalnya, kita masih bisa menemui ulama-ulama yang hafalan
Qur‘an-nya masih bisa dilacak sanad-nya sampai ke Nabi Muhammad
Shallallaahu ‗alaihi wa sallam. Bukan saja menghafal dari mushaf.

Rachid menganggap dirinya telah berubah banyak dalam setahun ini.
Menurutnya hal itu banyak dipengaruhi oleh akhlaqul karimah orang Damaskus
yang ditemuinya sehari-hari. ―Kini saya seorang Muslim yang lebih baik.
Tiga hari lagi saya akan pulang. Di Swiss, banyak anak muda seperti saya
yang mencari makna hidup, tapi tak menemukan apa-apa, karena tak ada yang
membimbing. Lalu mereka frustrasi. Mereka adalah tanggung jawab dakwah
bagi saya.‖

Irhamuddin, juga, punya pegalaman yang mirip tentang kehangatan dan
keakraban orang-orang Damaskus, khususnya kepada pelajar dan mahasiswa.
―Seringkali, saat kita berbelanja, begitu pemilik toko tahu kita pelajar
langsung digratisin-nya barang-barang yang kita mau beli,‖ kisah Irham
saat ditemui di apartemen tua tempat ia berbagi dengan enam kawan lainnya.
Tidak jarang juga, uang sewa apartemen itu dibebaskan oleh induk
semangnya. ―Malahan kadang kita dikasih uang saku oleh pemilik tempat
ini,‖ kata Dumyati, kawan serumah Irham.

Berinfaq untuk pelajar dan pendidikan sudah seperti tradisi yang digemari
orang Suriah. Terutama di bulan Ramadhan. Jika Anda belajar di ma‘had-ma‘
had diniyah, sudah pasti gratis. Berbeda dengan negeri-negeri kaya seperti
Kuwait atau Saudi, di negeri ini bukan pemerintahnya yang mendanai
pendidikan, melainkan infaq dari rakyatnya sendiri. Malahan banyak juga
ulama yang justeru membiayai pendidikan para mahasiswanya, bukan malah
menuntut bayaran ini itu.

Para ahli antropologi berteori tentang mengapa orang-orang Damaskus
terkenal ramah dan santun. Di antaranya diduga karena kota ini sudah
berusia sangat tua, bahkan diyakini sebagai salah satu kota tertua dalam
peradaban manusia. Tempat ini sudah mulai dibangun menjadi kota sejak
sekitar 8.500 tahun sebelum Masehi. Khusus bagi kaum Muslimin, kota ini
merupakan jantung dari wilayah yang dahulu disebut Syam. Suatu wilayah
yang dulu meliputi sungai Eufrat, Irak di sebelah timur, Yordania di
sebelah Selatan, Palestina dan Lebanon di sebelah barat, dan sebagian
kecil Turki dan Kurdistan di sebelah utara.

Di masa remaja hingga sebelum menjadi nabi, pemuda Muhammad sering datang
dari Makkah ke Syam untuk berdagang. Para Mufassir menyebutkan, tanah yang
diberkahi dalam ayat al-Quran tentang peristiwa Isra‘ Mi‘raj-nya
Rasulullah adalah Syam. Jerusalem di Palestina juga dulu bagian dari Syam.
Syam juga merupakan gudangnya ulama sejak dulu hingga sekarang. Ibnu
Taimiyah, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, Imam Nawawi, Said Hawa semua
berkampung di negeri ini. Said Ramadhan al-Buthy dan Syekh Wahbah
Al-Zuhaili yang kini masih hidup pun tinggal dan mengajar di negeri ini.

Israel Gomez dos-Santos, seorang bekas pendeta di lima gereja evangelis di
Brazil, bersyahadat sembilan tahun yang lalu. Waktu ditemui SABILI bulan
Juni lalu di Damaskus, namanya sudah berganti jadi Haji Ismail. Dia dan
istrinya, Khadija, hanya bisa berbahasa Porto dan merasa sangat susah
belajar bahasa Arab di usia mereka yang sudah 50-an. Namun begitu, setiap
jam tujuh pagi pasangan ini meninggalkan flat kecilnya di lereng gunung
Qassiyun menuju Ma‘had Syekh Ahmad Kuftaro, yang jaraknya sekitar 10
kilometer, untuk belajar bahasa Arab. Semangat kakek berbadan tegap ini
luar biasa. Waktu ditanya, kapan rencananya akan kembali ke Brazil dia
menjawab, ―Kalau saya pulang, hanya ada dua kemungkinan: Saya sudah bisa
menterjemahkan Al-Qur‘an, atau saya pulang dalam peti mati.‖

Seperti Ismail, banyak Muslimin pendatang dari berbagai negara percaya,
meskipun puluhan tahun mengalami sekularisasi, Suriah sedang mengalami
gairah baru Islam. Lebih banyak wanita yang kini menutup aurat dengan
baik, majelis-majelis agama juga semakin ramai dihadiri orang.

Syam pernah mengalami dijajah oleh berbagai negara superpower macam
Yunani, Romawi, Persia. Syam dibebaskan oleh Islam dari penjajah Romawi di
zaman Khalifah ‗Umar bin Khaththab, lewat armada yang dipimpin duet
panglima Abu Ubadah dan Khalid bin Walid. Menurut riwayat, rakyat Syam
langsung jatuh cinta pada Islam begitu melihat akhlaq pasukan Muslimin.
Mereka berbalik membantu mengenyahkan Romawi dari negerinya.

Di masa modern, Suriah (bersama dengan tetangganya, Lebanon) dijajah oleh
Prancis sampai mereka merdeka pada tanggal 17 April 1946. Penduduk Suriah
kini 18 juta jiwa. Sekitar 4 juta tinggal di Damaskus. Bahasa Arab adalah
lingua franca, tetapi bahasa Prancis juga masih diajarkan di
sekolah-sekolah. Tidak sedikit juga tentara dan birokrat yang masih pandai
berbahasa Russia. Di masa Perang Dingin, negeri ini merupakan sekutu utama
Uni Soviet Komunis. Bahkan sampai sekarang banyak produk utama Amerika
yang masih dilarang beredar. Seperti Coca Cola, MacDonald‘s atau Kentucky
Friend Chicken.

Secara fisik, kesederhanaan Damaskus mirip kota-kota blok Timur
peninggalan Perang Dingin seperti Berlin Timur, Warsawa, atau Praha. Tapi
tidak seperti kebanyakan kota besar dunia, Damaskus masih mengembuskan
hawa keakrabannya yang tulus dan santun.

Wisnu Pramudya
Penulis adalah wartawan independen yang bulan Juni lalu mengunjungi
Damaskus selama sebulan.




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters.
---------------------------------------------------------
Untuk menjadi members situs silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++++++++++++
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004092108294071:3600 ;          Tue, 21 Sep 2004 08:29:40 +0700
$MessageID: <382-2200491201282141@toshibatecra>
From: "o k a r t i" <okarti@Indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 09/20/2004 08:28:21 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 09/21/2004 08:29:43 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:13 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:13 PM
SMTPOriginator: okarti@Indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Buku Karya Hartono Ahmad Jaiz (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 8716AC6834A45A4A47256F16000836C0
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 09/21/2004 08:29:43 AM-09/21/2004 08:29:46 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 09/21/2004 08:29:46 AM

ISBN 979-592-184-3

Judul Buku:

Bahaya Islam Liberal

Sekular dan Menyamakan Islam dengan Agama Lain

Penulis:

Hartono Ahmad Jaiz

Penyunting: H. Abduh Zulfidar Akaha, Lc.

Pewajah Isi: Taufiq Sholehudin

Pewajah Sampul: DEA Grafis

||

Cetakan:

Pertama, Januari 2002

Kedua, Februari 2002

||

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Jl. Kebon Nanas Utara II/12

Jakarta Timur 13340
Tel. (021) 8199992, Fax (021) 8517706

E-mail: kautsar@centrin.net.id

http: //www.kautsar.co.id

Anggota IKAPI DKI

||

Hak Cipta dilindungi Undang-undang

Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi

buku ini ke dalam bentuk apa pun, secara elektronik

maupun mekanis, tanpa izin tertulis dari penerbit.

All Rights Reserved.

Daftar Isi Bahaya Islam Liberal:



1.
M O T T O-

2.
Pengantar Penulis-

3.
BAHAYA ISLAM LIBERAL-

4.
Islam Liberal Dimasyhurkan dengan Sebutan Pembaharu-

5.
Orang Nyeleneh Dianggap sebagai Pembaharu-

6.
Memuktazilahkan IAIN-

7.
Islam Liberal di Indonesia Berbahaya karena "Sederhana"-

8.
Sama dengan Darmogandul dan Gatoloco dalam Menolak Syari'at Islam-

9.
Kelemaham Pokok Islam Liberal-

10.
Ahmad Wahib Menafikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai Dasar Islam-

11.
Tokoh-tokoh Islam Liberal-

12.
Dikenal Nyeleneh-

13.
Bantahan terhadap Faham Pluralis -Islam Liberal-

14.
Akhirul Kalam-

15.
Daftar Pustaka-

16.
Riwayat Hidup Penulis-

17.
Buku-buku Karya Penulis-

---------------------------------------
JUDUL BUKU : MENANGKAL BAHAYA JIL (Jaringan Islam Liberal ) dan FLA (Fiqih
Lintas Agama).

Isi Buku
Dustur Ilahi … vii
Pengantar Penerbit … ix
Pengantar Penulis … xi

Orang Liberal Indonesia-Malaysia Berhadapan dengan Ulama dan Umat Islam … 1

Jaringan Menghina Allah, Rasul-Nya, Ulama, dan Umat Islam … 4
Jaringan Islam Liberal (JIL) Dikoordinasikan Ulil Sejak Awal 2001 … 8
Ulil Lebih Bandel … 10
Sisi Kedua Adalah Kevulgaran dalam Menohok Islam … 16
Islam di Antara Agama-agama Lain … 17
Kawin Beda Agama … 17
Tidak Ada Hukum Tuhan … 17
Merusak Islam … 18
Penjahat Akan Terdukung Kejahatannya … 21

Bila Orang Liberal Mencomot Dalil … 27

Pemikiran Ulil dan JIL Tidak Berstandar Islam … 27
Masalah Pluralisme Agama … 30
Mencampur Aduk Aneka Kerancuan … 36
Dalil-dalil yang Menyanggah Faham Pluralisme Agama … 38
Masalah Menghina Islam dan Hukum Bunuh … 42
Dibunuh Karena Pendapatnya Merusak Islam … 46
Masalah Menggunakan Dalil … 48
Sejarah Tahapan Menyikapi Orang Kafir … 50

Lontaran-lontaran Para Tokoh Liberal Menghancurkan Islam … 53

Islam Liberal Meruntuhkan dasar Islam … 54
Program Liberalisasi Islam (Dr. Greg Barton) … 55
Tokoh-tokoh Awal Islam Liberal di Indonesia (Greg Barton) … 55
Ungkapan-ungkapan Nyeleneh Orang Liberal dan Bantahannya … 56

Syaikh Muhammad Al-Ghazali: ―Orang Sekular Itu Murtad‖ … 73

Tokoh Sekuler, Dr. Faraq Fouda Dibunuh … 74
Kronologi Debat dengan Dr. Nurcholish Madjid (Pertama) … 79
Debat dengan Dr. Nurcholish Madjid di Jalan (Kedua) … 81

Orang JIL, Paramadina, dan Oknum UIN Berbahaya bagi Islam … 87
Nurcholish Menikahi Wanita Konghucu di Paramadina … 87
Ulil, JIL, Kiprah dab ―Fatwanya‖ … 90
Ulama dan Umat Islam Tersinggung Berat … 92
Lelaki Muslim Menikahi Wanita Konghucu di Paramadina … 93
Kecaman … 94
Antek Yahudi dan Nasrani Memreteli Islam … 98
Inti Ajaran Ulil, Menyejajarkan Bualan dengan Al-Qur‘an dan As-Sunnah … 100

Masdar dan Zuhairi Diancam Mati, Swaramuslim Mensyukuri … 105

Gertak Mati Pengawal Akidah … 107

Fikih Lintas Agama Dikecam di Mana-mana … 115

Teologi Pluralis Keyakinan Kafir … 115
Tidak Ilmiah … 116
Memperkosa Ayat dan Hukum Islam … 118
Teologi Pluralisme Itu Kafir … 120

Masalah Ijtihad; Ijtihad Istinbathi dan Ijtihad Tathbiqi … 127

Pendahuluan … 127
Ijtihad … 129
Ijtihad Istinbahi dan Ijtihad Tathbiqi … 131
Lapangan Ijtihad … 132
Ijtihad Terhadap Hukum yang Sudah Ada Nash Qath‘inya Itu Dilarang … 133
Syarat-syarat Ijtihad … 134
Jenis-jenis Ijtihad Dilihat dari Tingkatannya … 136
Ijtihad Tathbiqi … 138
Kesimpulan … 142

Nurcholish Madjid Cs Memperkosa Ushul Fikih Demi Kepuasan Syahwat
Pluralisme Agamanya … 143

Provokasi Kebencian Terhadap Imam Asy-Syafi‘i … 146
Kerja Maraton Menggembosi Fikih di Kalangan Kiai-kiai NU … 149
Desain Besar: Menghadang Formalisasi Syari‘at, Aqidah, dan Jihad … 153
Sama dengan Darmogandul dan Gatoloco dalam Menolak Syari‘at Islam … 158
Nafsu Besar Tenaga Kurang … 160
Penyelewengan Terang-terangan … 161
Memperkosa Ushul Fikih Demi Kepuasan Syahwat Pluralisme Agama … 165

Fikih Paramadina Mengusung ―Hak‖ Kafirin Menghadang Syari‘at … 167

Membatalkan Hadits, Membolehkan Kafir Mewaris Harta Muslim … 168
Kesalahan Fatal, Mengebiri Hadits Demi Membela Kafirin … 172
Membatalkan Hukum Islam dengan Logika Qiyas Sekenanya … 175
Dialog Antar Agama Menirukan Kafir Quraisy … 178
Mencela Imam Asy-Syafi‘i dan Menggugat Fikih Jihad … 182
Adab Jihad; Yang Tidak Boleh Dibunuh dan Larangan Melampaui Batas … 184
Melandasi Kecaman dengan Celoteh Musuh Agama … 186

Kafir Ada Tiga Jenis … 189

Agama Islam dan Syir‘at Setiap Umat … 197
Memelintir Ibnu Taimiyah … 202
Para Filosuf dan Teolog … 213

Wijhah, Kiblat Masing-masing Umat … 219

Titik Pusat Ajaran Pluralitas dalam Al-Qur‘an? … 219
Penjelasan Ibnul Qayyim tentang Wijhah … 222

Teologi Pluralis Propaganda Kekafiran Berkedok Al-Qur‘an dan As-Sunnah …
231

Merangkul Teman dari Agama Lain, Membuat Musuh di Agama Sendiri … 237

Memainkan Ayat, Menirukan Nasrani … 245

Jihad Melawan Nasrani … 251

Sunnu Bihim Sunnata Ahlil Kitab … 255

FLA Memlintir Pernyataan Ibnu Taimiyah … 255
Langkah-langkah untuk Menyamakan Semua Agama dan Praktek Fikihnya … 256
Menaikkan Majusi Jadi Ahli Kitab dengan Memlintir Ibnu Taimiyah … 258
Ibnu Taimiyah; Majusi Jelas Bukan Ahli Kitab … 263

Masalah Nikah Beda Agama

Lelaki Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) Haram Menikahi Muslimah … 272
Mencari Celah dengan Memlintir Imam Ath-Thabari … 274
Istri Masuk Islam … 280
Masalah Menikahi Wanita Muhshanat dari Kalangan Ahli Kitab … 284
Wanita Kitabiyah Hanya Yahudi dan Nasrani … 286
Puncak Pembatalan Syari‘at Allah … 288

Penutup … 291
Daftar Pustaka … 299
Buku-buku karya Hartono Ahmad Jaiz … 303
Riwayat Hidup Penulis … 305




+++++++++++++++++++++++++++++++
Salam,
okarti@indofood.co.id
Anda menerima email ini karena anda terdaftar dan menjadi member pada
situs INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY. Mudah-mudahan email ini tidak mengganggu
anda. Email ini dikirim sebagai SYIAR DAKWAH ISLAM. Kalau ada waktu
sempatkan anda berkunjung ke INDOFOOD MOESLIM COMMUNITY di
http://10.126.30.132/muslim dan Beritahu teman anda jika seandainya ini
bermanfaat. Newsletter ini dikirim melalui scanning Norton Anti Virus
Server 2004 (Bebas Virus). Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
lebih memberikan yang terbaik buat netters. Untuk menjadi members situs
silahkan klik address ini
http://10.126.30.132/muslim/modules.php?name=Your_Account&op=new_user dan
masukan alamat email indofood anda dengan benar, bila anda memasukan
address email diluar indofood misalnya (@yahoo.com, @hotmail.com, dll)
user anda secara otomatis akan di delete oleh server kami.
+++++++++++++++++++++
 - setup.exe
Principal: okarti@indofood.co.id
$FILE:
$LangPrincipal:
$AltPrincipal: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
AltFrom: CN=otong Kartiman/OU=BDG/O=INDOFOOD
Logo: StdNotesLtr23
useApplet: True
Sign: 0
DefaultMailSaveOptions: 1
Query_String:
SendTo:
CN=Suroso/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Taslim/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD
CopyTo:
InetSendTo: Suroso@indofood.co.id,Taslim@indofood.co.id
InetCopyTo:
$StorageTo: 1,1
$Mailer: Lotus Notes Release 5.0.12    February 13, 2003
$INetPrincipal: okarti@indofood.co.id
$MessageID: <OF9B688B45.FB6F7905-ON47256FAC.0007C2E4-
47256FAC.0007D721@LocalDomain>
From: CN=otong Kartiman/OU=BDG/O=INDOFOOD
INetFrom: okarti@indofood.co.id
PostedDate: 02/18/2005 08:24:55 AM
Encrypt:
$UpdatedBy: CN=otong Kartiman/OU=BDG/O=INDOFOOD,CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Fw: SUMANTI DI THAILAND = SUMANTO DI INDONESIA (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 9B688B45FB6F790547256FAC0007C2E4
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 02/18/2005 08:24:55 AM-02/18/2005 08:24:57 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 02/18/2005 08:24:57 AM

OK@RTI
Technology and Engineering Department
PT. GIZINDO PRIMANUSANTARA
JL. RAYA CARINGIN 353 PADALARANG BANDUNG 40553
Phone : 022-6809811 to 16 ext. 240


__________________

Nugraha Gautama
Personnel Dept.
PT Gizindo Primanusantara
Jl. Raya Caringin 353 Padalarang
Telp. (022) 6809812-16 Ext. 111
----- Forwarded by Nugraha Gautama/BDG/INDOFOOD on 17/02/2005 15:31 -----

      Yanti Ratna
      17/02/2005 12:47
             To: Nanik Susilowati/BDG/INDOFOOD@INDOFOOD, Tri
Handayani/BDG/INDOFOOD@INDOFOOD, Imam Gozali/BDG/INDOFOOD@INDOFOOD, Mini
Suwasti/BDG/INDOFOOD@INDOFOOD, Cucu Sugiarti/BDG/INDOFOOD@INDOFOOD,
Nugraha Gautama/BDG/INDOFOOD@INDOFOOD
             cc:
                Subject: Fw: SUMANTI DI THAILAND = SUMANTO DI INDONESIA (No Virus
Found)


----- Forwarded by Yanti Ratna/BDG/INDOFOOD on 17-02-2005 12:41 PM -----

----- Forwarded by Rosilawati/JKT/INDOFOOD on 02/17/05 09:23 AM -----

         Noviani
         02/16/05 04:46 PM

             To: Rosilawati/JKT/INDOFOOD@INDOFOOD, rina@pepsi.co.id,
taty@abacus-ind.co.id, Ari Ratmono/JKT/INDOFOOD@INDOFOOD
             cc:
             Subject: Fw: SUMANTI DI THAILAND = SUMANTO DI INDONESIA



Note : kalo gak kuat, jangan dilihat yah…serem deh!




___________________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary,
or otherwise private information. If you have received it in error,
please notify the sender
and delete the message immediately. Any other use of the email is
prohibited.


___________________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary,
or otherwise private information. If you have received it in error,
please notify the sender
and delete the message immediately. Any other use of the email is
prohibited.



___________________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary,
or otherwise private information. If you have received it in error,
please notify the sender
and delete the message immediately. Any other use of the email is
prohibited.
Principal: okarti@indofood.co.id
$LangPrincipal:
$AltPrincipal: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
AltFrom: CN=otong Kartiman/OU=BDG/O=INDOFOOD
Logo: StdNotesLtr23
useApplet: True
Sign: 0
Encrypt: 0
DefaultMailSaveOptions: 1
Query_String:
Subject: Dibalik Misi Kemanusiaan Aceh
SendTo:
CN=Sumarsono/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Sarjono/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN
=Nugraha
Gautama/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Taslim/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Cucu
Sugiarti/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Ira
Puspita/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Tri
Handayani/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Imam
Gozali/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Somadi/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Riyadi
Novendia/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Sri
Hartati/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Tita
Rostita/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Deny
Erland/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Rukman/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD,CN=Hariya
nto Foc/OU=BDG/O=INDOFOOD@INDOFOOD
CopyTo:
InetSendTo:
Sumarsono@indofood.co.id,Sarjono@indofood.co.id,Nugraha.Gautama@indofood.co.id,T
aslim@indofood.co.id,CucuSugiarti@indofood.co.id,IraPuspita@indofood.co.id,TriHa
ndayani@indofood.co.id,ImamGozali@indofood.co.id,Somadi@indofood.co.id,riyadi.no
vendia@indofood.co.id,SriHartati@indofood.co.id,TitaRostita@indofood.co.id,DenyE
rland@indofood.co.id,Rukman@indofood.co.id,Hariyanto.Foc@indofood.co.id
InetCopyTo:
$StorageTo: 1,1,1,1,1,1,1,1,1,1,1,1,1,1,1
$Mailer: Lotus Notes Release 5.0.2b (Intl) 16 December 1999
$INetPrincipal: okarti@indofood.co.id
$MessageID: <OFAAE2B5CA.DDC89343-ON47256F88.00064031@LocalDomain>
From: CN=otong Kartiman/OU=BDG/O=INDOFOOD
INetFrom: okarti@indofood.co.id
PostedDate: 01/13/2005 08:10:26 AM
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: AAE2B5CADDC8934347256F8800064031
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 01/13/2005 08:10:26 AM-01/13/2005 08:10:27 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 01/13/2005 08:10:27 AM

OK@RTI
Technology and Engineering Department
PT. GIZINDO PRIMANUSANTARA
JL. RAYA CARINGIN 353 PADALARANG BANDUNG 40553
Phone : 022-6809811 to 16 ext. 240


__________________

Subject: Dibalik Misi Kemanusiaan Aceh
Date: Tue, 11 Jan 2005 11:50:24 +0700
From: "Pamuji"

Hidayatullah.Com-- Demikian dikatakan oleh Dokter Madi Saputra, relawan
dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang sekarang bertugas di Banda
Aceh, Minggu (9/1/05)

 Berdasarkan temuan dokter Madi Saputra di lapangan, di beberapa tempat
di
Banda Aceh sudah ditemukan buku-buku porno di tempat-tempat
 pengungsian. Masuknya buku porno ini akan mengancam mental masyarakat
Aceh, khususnya anak-anak.

 Salah satu sumber ancaman itu adalah dari relawan asing. Sebagaimana
diketahui di Banda Aceh saat ini dipenuhi oleh relawan asing. Mereka
berasal daei beberapa unsur, antara lain tentara, tim rescue dan tenaga
medis.

 Mereka ternyata tidak hanya melakukan rescue tadi juga membawa perilaku
negatif. "Di satu sisi kita memang butuh bantuan mereka, tapi sisi yang
lain timbul dampak negatif atas kehadiran mereka," tambah dr. Madi
Saputra.

 Temuan ini juga diperkuat dengan kesaksian Tim Medis dari Mer C yang
mengadakan pengobatan di kawasan Mata Ie, Aceh. Di Kawasan sekitar Mata
Ie ini ada beberapa titik yang menjadi tempat pengungsian. Di kawasan
juga relawan dari Prancis membuat Posko untuk tempat tinggal mereka. MMI
menemukan para pengungsi ada yang memegang buku-buku porno. "Kami juga
mendapat laporan yang sama dari relawan yang berasal dari UNS Solo,"
tambah Haikal salah seorang relawan dari MMI.

 Selain munculnya buku-buku porno, masyarakat Aceh di pengungsian juga
menghadapi pemurtadan akibat kehadiran misionaris yang berkedok sebagai
relawan.

 Sebagaimana yang ditulis Hidayatullah.com sebelumnya,seorang pastur
Australia, Chris Riley, berencana membangun tenda penampungan untuk
anak-anak di Aceh. Rencana itu terungkap dalam wawancara khusus stasiun
televisi Channel 9 dengan sang pastur, Selasa (4/1) waktu Brisbane.
Riley
akan berangkat ke Aceh pada 5 Januari 2004. Menurutnya,
 tenda-tenda penampungan sementara itu akan dibangun permanen di masa
mendatang.

 "Kami sudah menemukan cerita Nabi-nabi yang diterbitkan dalam versi
kristen. Beberapa anak Aceh nampak asyik menikmati cerita dari buku yang
merupakan bantua itu," tambah Haikal.

 "Situasi yang saat ini di berkembang di Aceh, dimana setiap warga
memerlukan uluran tangan dari orang luar, sangat memungkinkan infiltrasi
budaya, termasuk di dalamnya adalah pemurtadan," kata dokter Madi. (Har)


_________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information.
 If you have received it in error, please notify the sender and delete the
message immediately. Any other use of the email is prohibited.
___________________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary,
or otherwise private information. If you have received it in error,
please notify the sender
and delete the message immediately. Any other use of the email is
prohibited.
Received: from [10.126.30.175] ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)           with ESMTP id
2004122417205252:2164 ;          Fri, 24 Dec 2004 17:20:52 +0700
$MessageID: <41CBED3B.806@indofood.co.id>
PostedDate: 12/24/2004 05:19:39 PM
From: okarti <okarti@indofood.co.id>
User_Agent: Mozilla Thunderbird 1.0 (Windows/20041206)
X_Accept_Language: en-us, en
MIME_Version: 1.0
SendTo: jimmy_wiryanto@indofood.co.id
CopyTo:
cucu_sugiarti@indofood.co.id,suparmi@indofood.co.id,gibson_hutagalung@indofood.c
o.id,sumeh_jarwanto@indofood.co.id,suroso@indofood.co.id,heras_oktananto@indofoo
d.co.id,taslim@indofood.co.id
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 12/24/2004 05:20:54 PM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:13 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:15 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: T-code YR84 untuk mengetahui PR yang sudah dibuat . (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 3786B9DDCBE1DEE147256F740038D880
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 12/24/2004 05:20:54 PM-12/24/2004 05:20:56 PM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 12/24/2004 05:20:57 PM

Dear P Jimmy, Mba Cucu


P' Jimmy ini ada t-code baru YR84 untuk mengetahui Purchase Requestion
(PR) yang dibuat oleh pihak teknik.
Dibawah ini contoh data PR yang sudah di download dan mandatori yang harus
diisi.

Rgds,

O' Kartiman

[IMAGE]

[IMAGE]
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)          with ESMTP id
2004110808321860:88 ;          Mon, 8 Nov 2004 08:32:18 +0700
$MessageID: <381-22004111813052905@toshibatecra>
Organization: Komunitas Islam Indofood
From: "okarti" <okarti@indofood.co.id>
SendTo: "taslim" <taslim@indofood.co.id>
PostedDate: 11/08/2004 08:30:53 AM
MIME_Version: 1.0
$FILE:
$MIMETrack: Itemize by SMTP Server on BFDBDGM02/SVR/INDOFOOD(Release 5.0.12
|February 13, 2003) at 11/08/2004 08:32:20 AM,MIME-CD by Notes Client on
xxx/xxx(Release 6.5.1|January 21, 2004) at 06/28/2005 10:04:15 PM,MIME-CD
complete at 06/28/2005 10:04:15 PM
SMTPOriginator: okarti@indofood.co.id
$UpdatedBy: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
Subject: Selamat Idul Fitrei 1425H (No Virus Found)
scanned: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
$$$StopEMHANDLER: $$$StopEMHAND
$Orig: 0CBCB75C24D8C0EB47256F460008741A
Categories:
$Revisions:
RouteServers: CN=BFDBDGM02/OU=SVR/O=INDOFOOD
RouteTimes: 11/08/2004 08:32:20 AM-11/08/2004 08:32:21 AM
$MsgTrackFlags: 0
DeliveredDate: 11/08/2004 08:32:21 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebelum cahaya padam, sebelum hidup ini berakhir,
sebelum pintu taubat tertutup, dan sebelum Ramadhan
selesai, mohon kiranya diberikan maaf atas segala
salah dan khilaf. Sebulan penuh kita berpuasa,
memperkaya iman & taqwa. Kini tiba saatnya kita
memperkaya tali silaturahim. Semoga Allah SWT selalu
memberikan nikmat kehidupan hingga Ramadhan yang akan
datang.

Ada ucapan dan tindakan yang mungkin telah menggores
dan meninggalkan luka yang membekas. Maka dalam
kesempatan baik ini, dengan segala kerendahan hati,
mohon kiranya dibukakan pintu maaf yang
sebesar-besarnya…

SELAMAT IDUL FITRI
1 Syawal 1425 H
―Taqobballohu Minna Wa Minkum. Wa Taqobbal Yaa
Kariim‖.

Semoga Allah SWT menerima amal dan ibadah
kita semua dan Semoga tali silaturahmi kita tetap
terjaga.... Amiin.




Salam,
okarti@indofood.co.id
 - E-card.exe
Received: from toshibatecra ([10.126.30.175])           by
SMTPJKT01.INDOFOOD.CO.ID (Lotus Domino Release 5.0.12)