MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI by zmikin

VIEWS: 3,761 PAGES: 8

									                      MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI
                                          Oleh: Dadi Ahmad Fauzi


A. PENDAHULUAN
       Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan
dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin
mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mencapai tujuan itu manusia harus
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.
       Oleh karena manusia secara kodrat terbatas kemampuannya maka untuk mencapai tujuannya,
manusia memerlukan bantuan dari manusia lainnya. Untuk itu manusia harus bekerja dalam mencapai
tujuannya atau berorganisasi.
        Dalam organisasi diperlukan manajemen yaitu sushi untuk mengatur, mengkoordinasikan
semua tugas yang dilakukan oleh orang-orang dan mengarahkannya kepada tujuan yang hendak
dicapai. Supaya unsur-unsur manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkan, maka
manajemen harus ada yang mengatur yaitu seorang pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya
melalui intruksi dan persuasi.
B. KEPEMIMPINAN
1.Definisi kepemimpinan          :
       Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tujuan-tujuan.
2.Tujuan Kepemimpinan
       Tujuan kepemimpinan dalam suatu organisasi          adalah menciptakan organisasi (tata kerja
bidang) yang dinamis, terkendali guna mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
3. Fungsi Kepemimpinan
       Kepemimpinan dalam suatu organisasi merupakan hal yang paling vital, oleh sebab itu seorang
pimpinan harus mengetahui fungsi kepemimpinan. Adapun fungsi kepemimpinan yaitu:
      a. mengkoordinasikan para anggotanya.
      b. membuat keputusan dan membuat kebijakan.
      c. mengadakan hubungan kerja/komunikasi dengan baik dan benar ke dalam maupun ke luar.
      d. penghubung antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.
      e. sebagai konseptor, penggerak. pengarah, pengatur dan pengawas.
      f. pembinaan kerja.


                                                                                                  1
4. Unsur-unsur kepemimpinan
      a. Adanya pemimpin
         Unsur pertama dari kepemimpinan adalah adanya pemimpin; yakni seseorang yang mendorong
         dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain. Sehingga tercipta hubungan kerja
         yang serasi dan menguntungkan untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai
         tujuan yang diinginkan.
      b. Adanya pengikut
         Adanya pengikut; yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat dorongan atau
         pengaruh sehingga bersedia dan dapat melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai
         tujuan yang telah ditetapkan.
      c. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu
         Adanya sifat ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh pemimpin yang dapat dimanfaatkan
         untuk mendorong dan ataupun mempengaruhi seseorang atau se kelompok orang.
      d. Adanya situasi dan kondisi tertentu
         Adanya situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan terlaksananya kepemimpinan. Situasi
         dan kondisi yang dimaksud dibedakan atas dua macam: pertama, situasi dan kondisi yang
         terdapat didalam organisasi; kedua, situasi dan kondisi yang terdapat di luar organisasi yakni
         lingkungan secara keseluruhan.


5. Syarat-syarat Kepemimpinan
      Konsepsi mengenai kepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting, yaitu:
 a.      Kekuasaan
       Kekuasaan adalah kekuataan, otoritas, dan legalitas yang memberikan kewenangan kepada
       pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakan bawahan agar berbuat sesuatu.
 b.      Kewibawaan
       Kewibawaan adalah kelebihan, keunggulan/superioritas, keutamaan, sehingga ia mampu
       mengatur orang lain; dan orang lain akan patuh pada ke-pemimpin-annya, kemudian bersedia
       melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.
 c.      Kemampuan
       Kemampuan adalah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan, keterampilan teknis
       maupun sosial, yang dianggap melebihi atau lebih unggul dari kemampuan angota biasa.




                                                                                                     2
6. Gaya Kepemimpinan.
      Kepemimpinan dipengaruhi oleh sifat dan prilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat
dan prilaku seseorang tidak akan persis sama, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh
seorang pemimpin dapat berbeda antara satu pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Dari berbagai
gaya kepimpinan, dapatlah disederhanakan atas empat macam:
   a. Gaya Kepemimpinan Diktator
      Pada gaya kepemimpinan ini upaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan
      serta ancaman hukuman, bawahan hanya dianggap sebagai pelaksana dan pekerja saja.
   b. Gaya Kepemimpinan Autokratis
      Gaya kepemimpinan ini segala keputusan berada di tangan pemimpin. Pendapat atau kritik dari
      segala keputusan berada ditangan pemimpin.
   c. Gaya Kepemimpinan Demokratis
      Pada gaya ini ditemukan peran serta bawahan dalam pengambilan keputusanyang dilakukan
      secara musyawarah. Hubungan dengan bawahan dibangun dan dipelihara dengan baik.
   d. Gaya Kepemimpinan Santai
      Pada gaya ini hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Setiap
      angota organisasi dapat melakukan kegiatan masing-masing sesuai dengan kehendak.
7. Tipe Kepemimpinan
   a. Tipe deserter
         Sifatnya: bermoral rendah, tidak memiliki rasaketerlibatan, tanpa pengabdian,        tanpa
         loyalitas,dan ketaatan, sukar diramalkan.
   b. Tipe birokrat
         Sifatnya:korektif, patuh pada peraturan dan norma-norma, manusia organisasi, tepat, akurat/
         cermat, keras, berdisiplan.
   c. Tipe missionary
         Sifatnya: terbuka penolong, lembut hati, ramah-tamah, alim, religius.
   d. Tipe developer
         Sifatnya; kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik,
         menaruh kepercayaan pada bawahan.
   e. Tipe otokrat
         Sifatnya: keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong, bandel.
   f. Benevolent autocrat
         Sifatnya: lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri.
                                                                                                  3
   g. Tipe compromiser
          Sifatnya: plintat-plintut, selalu mengikuti angin, tanpa pendirian, tidak mempunyasi
          keputusan, berpandangan pendek, tak punya kepribadian kuat.
   h. Tipe eksekutif
          Sifatnya: bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.
C. MANAJEMEN
1. Pengertian Manajemen
       Manajemen berasal dari kata “to manage” yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan
melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi          manajemen. Jadi manajemen
merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Berikut beberapa pengertian
menurut pakar:
a. Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya mnusia dan
   sumberdayalainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.(Drs. H. Malayu
   SP Hasibuan)
b. Manajemen adalah usaha mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.Dengan demikian
   manager mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan,
   pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengendalian.( Harold Koontz & Cyril
   O’Donnel)
2. Tujuan Manajemen
  Tujuan manajemen adalah terciptanya pengelolaan semua program-program secara baik dan
  teratur berdasarkan urutan-urutan kebutuhan dan waktu pelaksanaan.
3. Fungsi Manajemen
   Untuk mengelola semua program-program kegiatan yang kemudian teraplikasi kedalam planning,
   organizing, actuating dan controling.
a. Planing
   Menetapkan apa yang harus dilaksanakan oleh anggota-anggota untuk menyelesaikan pekerjaan,
dalam fase pertama ini perlu juga ditetapkan oleh manajer bila dan bagaimana pekerjaan harus
diselesaikan.
b. Organizing
   Mendistribusikan    atau   mengalokasikan     tugas-tugas   kepada    para   anggota   kelompok,
mendelegasikan wewenang dan menetapkan hubungan kerja antar anggota kelompok.




                                                                                                     4
c. Actuating
         Setelah kegiatan planning dan organizing manajer perlu dapat menggerakan kelompok secara
efesien dan efektif kearah pencapaian tujuan. Dalam menggerakan kelompok ini manajer menggunakan
pelbagai sarana misalnya komunikasi, kepemimpinan, perundingan-perundingan, pemberian intruksi
dan lain-lain. Kegiatan manajer yang menyebabkan organisasi bergerak atau berjalan lazim disebut
penggerakan (actuating).
d. Controling
         Pada organisasi bergerak atau berjalan manajer harus selalu mengadakan pengawasan atau
pengendalian agar gerakan atau jalannya organisasi benar-benar sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan baik mengenai arahnya atau caranya. Dengan rangkaian kegiatan di atas, seorang manajer
diharapkan dapat membawa organisasi yang dipimpinnya kearah pencapain tujuan.
4. Unsur-unsur Manajemen
 a.       Input
         Yang dimaksud dengan input/masukan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat
 melaksanakan pekerjaan manajemen.
      b. Proses
         Yang dimaksud dengam proses dalam manajemen adalah langkah-langkah yang harus
 dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan..
 c.        Output
         Yang dimaksud dengan keluaran adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen.
  d.       Target
         Yang dimaksud dengan sasaran/target adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan ditujukan.
 e.        dampak
         Yang dimaksud dengan dampak adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran.
5. Asas-Asas Manajemen
         Asas merupakan suatu pernyatan fundamental atau kebenaran umum yang dapat dijadikan
pedoman pemikiran dan tindakan. Asas-asas muncul dari hasil penelitian dan pengalaman. Asas ini
sifatnya permanen umum dan setiap ilmu pengetahuan memiliki asas yang mencerminkan intisari
kebenaran-kebenaran dasar dalam ilmu tersebut
6. Sistem-Sistem Manajemen
       a. Manajemen Bapak ( paternalistic management)




                                                                                                       5
           Diartikan bahwa setiap usaha dan aktivitas organisasi para pengikut / bawahan selalu
  mengikuti jejak bapak. Apa yang dikatakan atau diperintahkan bapak itulah yang benar. Dalam hal
  ini tidak ada alternative lain kecuali mengikuti bapak.
  b. Manajemen Tertutup (Closed Management)
  Manajer tidak memberitahukan/menginformasikan keadaan perusahaan pada para bawahannya
  walaupun dalam batas-batas tertentu saja. Keputusan-keputusan diambilnya tanpa melibatkan
  partisipasi para bawahannya dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
  c. Manajemen Terbuka (Opened Managenet)
  Diterapkan dengan cara sebagai berikut :
  -    Manajer     (atasan)   banyak   menginformasikan     keadaan   (rahasia)   organisasi   kepada
  anggotanya,Sehingga anggota nya dalam batasa-batasan tertentu mengetahui keadaan organisasi.
  - Seorang manajer sebelum mengambil keputusan, terlebih dahulu memberi kesempatan kepada
  para anggotanya untuk mengemukakan saran-saran dan pendapat-pendapatnya. Tegasnya, manajer
  mengajak para anggotanya untuk berpartisipasi dalam memecahkan masalah-masalah yang
  dihadapi. Keputusan terakhir berada ditangan manajer.
  d.   Manajemen Demokrasi
       Pelaksanaan manjemen demokrasi hampir sama dengan manajemen terbuka, khususnya dalam
  proses pengambilan keputusan, dimana para anggota diajak dan ikut sertakan berpartisipasi
  memberikn saran-saran,pemikiran-pemikiran dan cara-cara pemecahan terhadap masalah-maslah
  yang dihadapi.
       Manajer/pemimpin selalu terbuka untuk dikritik, menerima saran dan pendapat dari para
  anggotanya, selalu bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi.


D. ORGANISASI
  1. Pengertian Organisasi
              Organisasi dapat diartikan sebagai “ Kerja sama orang-orang atau sekelompok orang
       dengan menggunakan dana, alat-alat dan teknologi, serta mau terikat dengan          peraturan-
       peraturan dan lingkungan tertentu supaya dapat mengarah pada pencapaian tujuan yang
       diinginkan”.




                                                                                                   6
2. Tujuan Organisasi


   Tujuan organisasi secara universal adalah tercapainya semua program-program kerja yang telah
ditetapkan bersama.
3. Fungsi Organisasi
   Fungsi organisasi adalah sebagai wadah atau media untuk menyusun program kerja, menyusun
taktik, sebagai perkaderan, sebagai sosial-kemasyarakatan, sebagai pembinaan, penggalangan masa.
4. Bentuk-Bentuk Organisasi
   a. Organisasi Lini
          Bentuk organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas
   antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pemimpin sangat dominan, dimana semua kekuasaan
   di tangan pemimpin.


   b. Organisasi Staf
          Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf
   pelaksanaan. Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan, namun staf berperan
   sebagai pembantu pimpinan.
   c. Organisasi Lini dan Staf
          Organisasi ini merupakan gabungan kedua jenis organisasi yaitu lini dan staf. Dalam
   organisasi ini staf bukan sekadar pelaksana tugas tetapi juga diberikan wewenang untuk
   memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga pimpinan tidak
   sekedar memberi perintah atau nasihat, tetapi juga bertanggung jawab atas perintah atau nasihat
   tersebut.


5. Struktur Organisasi
   a. Struktur Sederhana
          Bentuk ini dipakai untuk organisasi-organisasi yang baru berdiri, organisasi-organisasi
   tersebut dikelola oleh ketua, sekretaris, dan bendahara.
   b. Membagi Struktur Fungsional
          Bentuk ini membagi tanggung jawab atas dasar bidang-bidang kebutuhan, stuktur
   fungsional memungkinkan organisasi mendapatkan keuntungan dari keahlian masing-masing
   bidang yang tercipta dari profesionalisme diantara ketua bidang.
   c. Struktur Desentralisasi
                                                                                                7
              Pada saat organisasi berkembang, baik anggota ataupun lembaga-lembaga yang ada
           bertambah, maka organisasi dapat berkembang sesuai dengan lembaga yang dikelolanya,
           tetapi masih dalam satu wadah.
       d. Struktur Matrik
              Bentuk ini adalah bentuk yang paling rumit dan yang paling kompleks disbanding
           dengan bentuk lainnya. Kerumitan dari struktur matrik tersebut berasal dari ketergantungan
           secara vertical dan horizontal aliran dari wewenang dan komunikasi
E. PENUTUP
       Seorang pemimpin merupakan elemen yang sangat vital dalam menentukan maju mundurnya
sebuah organisasi, sebab sebesar apapun sebuah organisasi kalau tidak dipimpin oleh seorang
pemimpin yang mempunyai otoritas, legalitas dan kredibilitas yang bagus akan mengalami
perkembangan yang mandul (statis).
       Adapun hal lainnya yang sangat mendukung perkembangan sebuah organisasi adalah
manajemen, yakni bagaimana seorang pemimpin dapat memahami dan mempengaruhi anggotanya
untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan dan semua unsur-unsur dalam sebuah organisasi
       Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa kepemimpinan merupakan inti dari
manajemen. Melalui manajemen semua kegiatan dikoordinir dan diarahkan menuju kepada tujuan yang
telah ditetapkan dalam organisasi. Oleh karena itu, manajemen ada pada setiap tingkat organisasi




                                                                                                   8

								
To top