; kepemimpinan_ akseptabilitas publik_ dan fenomena demokrasi lokal
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

kepemimpinan_ akseptabilitas publik_ dan fenomena demokrasi lokal

VIEWS: 72 PAGES: 1

  • pg 1
									Kepemimpinan, Akseptabilitas Publik, dan Fenomena Demokrasi Lokal

Dalam pelbagai literatur kepemimpinan (leadership) aspek yang paling disoroti dan
sejatinya menjadi issu yang selalu enak untuk dibahas adalah aspek pengaruh
(impact). Parameter kepemimpinan sekaligus keberhasilannya selalu saja dinilai
dengan menggunakan acuan sejauh mana pengaruh yang dimiliki seorang pemimpin
mampu mengorganisir komunitas yang dipimpinnya agar bertindak optimal mencapai
apa yang telah menjadi tujuannya sejak tujuan itu digulirkan. Termasuk deviasi
deviasi yang muncul dalam pencapaian tujuan tadi sejauh mana telah tereliminir
dengan tindakan yang mewujud dari pengaruh tersebut. Komunikasi-komunikasi yang
dibangun secara sadar yang melahirkan relasi sinergis juga menjadi aksesoris yang
mennyuplai harga sebuah kepemimpinan menjadi marketable dan akseptable di mata
komunitas yang di pimpinnya.
Harga sebuah kepemimpinan di manapun dan kapanpun selalu dibarter (ditukar)
dengan loyalitas komunitasnya. Proses barter antara harga sebuah kepemimpinan
dengan loyalitas terlepas dari apakah pemimpin itu eksis dengan kepemimpinan
positif atau negatifnya tetapi yang jelas kepemimpinan akan selalu disandingkan
dengan barter loyalitas. Dalam standar barter ini maka seseorang yang pemimpin
dalam komunitas religi bisa saja diungguli oleh seseorang yang memimpin dalam
komunitas non religi. Karena bisa jadi loyalitas yang terbangun dalam kominitas religi
itu merupakan implikasi dari keyakinan emosional yang secara taken for granted
diadopsi sebagai regulasi dari sesuatu yang transendensi. Berbeda dengan kominitas
non religi yang mencoba membangun loyalitas secara rasional, realistis, dan humanis.
Tapi apapun yang mendasarinya harga sebuah kepemimpinan adalah loyalitas
(loyality).
Dalam terminologi Islam harga sebuah kepemimpinan jelas terukur sejak saat di mana
seorang pemimpin baru ada (terpilih). Hal ini dapat dilihat dengan adanya mekanisme
baiat (sumpah setia) dari seorang atau beberapa orang pengikut yang mendeklarasikan
loyalitasnya terhadap seseorang yang menjadi pemimpinnya. Umar Ibn Khatab
merupakan salah seorang yang berjanji setia (menyatakan loyalitasnya) kepada Abu
Bakar sesaat setelah Beliau terpilih menjadi khalifah yang pertama. Perbuatan umar
ini kemudian diikuti pula oleh beberapa sahabat lainnya.

Akseptabilitas Publik
Pergantian kepemimpinan atau yang bisa juga dikatakan sebagai sirkulasi elit baik di
tingkat nasional mauipun lokal telah melahirkan fenomena

								
To top