asfiksia

Document Sample
asfiksia Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                               PENDAHULUAN


I.1.Latar belakang
       Dewasa ini telah menyongsong tahap tinggal landas yang mana segala upaya
dicoba untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia terutama
dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.
       Keadaan neonatal saat itu masih cukup memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat
dari angka kematian neonatal yang masih tinggi. Dimana penyebab terbanyak adalah
BBLR, Asfiksia dan hipothermi.
       Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian bayi terjadi
dalam periode neonatal. kurang baiknya penanganan BBL akan menyebabkan
kelainan-kelainan bahkan kematian.
       Maka penulis sebagai bidan yang akan berkecimpung dalam masyarakat
sangat berkeinginan untuk mengetahui penyebab kematian neonatal beserta
penanggulangannya sehingga penulis dapat memberikan penyuluhan pada masyarakat
dalam upaya meningkatkan angka kematian dan kesakitan neonatal.


I.2. Tujuan Penulisan
   1. Tujuan umum
       Mampu menerapkan manajemen kebidanan secara sistematis sesuai dengan
       masalah kesehatan yang ditemukan.
   2. Tujuan Khusus
       a. Mampu melaksanakan pengkajian pada neonatus anak dari Ny.N, Ny.Y,
            Ny.R, Ny.F, Ny.K
       b. Dapat membuat diagnosa pada neonatus anak dari Ny.N, Ny.Y, Ny.R,
            Ny.F, Ny.K
       c.   Dapat membuat diagnosa potensial pada neonatus anak dari Ny.N, Ny.Y,
            Ny.R, Ny.F, Ny.K
       d. Dapat melaksanakan tindakan segera pada neonatus anak dari Ny.N,
            Ny.Y, Ny.R, Ny.F, Ny.K




                                        1
      e. Dapat membuat rencana tindakan pada neonatus anak dari Ny.N, Ny.Y,
          Ny.R, Ny.F, Ny.K
      f. Dapat melaksanakan rencana yang telah dibuat pada neonatus anak dari
          Ny.N, Ny.Y, Ny.R, Ny.F, Ny.K
      g. Dapat melakukan evaluasi pada neonatus anak dari Ny.N, Ny.Y, Ny.R,
          Ny.F, Ny.K


I.3.Ruang Lingkup pembahasan
      Dalam laporan kasus ini penulis membuat manajemen kebidanan pada bayi
baru lahir di Klinik Rizky Perjuangan. Penulis akan membatasi masalah yang akan
dibahas dengan menggunakan langkah-langkah manajemen kebidanan yaitu :
          1.Pengkajian
          2.Diagnosa kebidanan
          3.Antisipasi diagnosa / masalah potensial
          4.Tindakan segera
          5.Perencanaan
          6.Pelaksanaan
          7.Evaluasi


I.4. Metode penulisan
      Dalam penulisan laporan kasus ini, penulis menggunakan metode studi kasus
dengan menggunakan teknik :
  1. Studi kepustakaan yaitu dengan mempelajari buku-buku dan diktat yang
     berhubungan dengan laporan kasus ini
  2. Observasi dan partisipasi yaitu pengamatan dan keterlibatan langsung terhadap
     kondisi pasien dalam penerapan manajemen kebidanan
  3. Studi dokumentasi yaitu mempelajari dokumen pasien yang berhubungan
     dengan laporan kasus ini.




                                        2
I.5. Sistematika penulisan
        Laporan kasus ini terdiri dari 5 BAB dengan sistematika penulisan sebagai
berikut :
    BAB I     :   Pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan, ruang lingkup,
                  metode penulisan dan sistematika penulisan.
    BAB II    :   Tinjauan teoritis terdiri dari teoritis medis dan teoritis manajemen
                  kebidanan
    BAB III   :   Pelaksanaan manajemen kebidanan terdiri dari pengkajian,
                  diagnosa, antisipasi diagnosa/ masalah potensial, tindakan segera,
                  perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta data perkembangan,
                  dokumentasi kebidanan.
    BAB IV :      Pembahasan terdiri dari pengkajian, diagnosa, antisipasi diagnosa /
                  masalah potensial, tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan,
                  evaluasi.
    BAB V     :   Kesimpulan dan saran
    DAFTAR PUSTAKA




                                         3
                                       BAB II
                              TINJAUAN TEORITIS


II.1. Teoritis Medis
    1. Defenisi BBL
        Adalah bayi yang lahir secara aterm (37-40 minggu) dengan berat badan
        normal (2500 – 4000 gr)
    2. Klasifikasi BBL (Neonatus)
         a. Neonatus dini yaitu BBL sampai umur 7 hari
         b. Neonatus yaitu BBL sampai umur 28 hari
    3. Ciri BBL Normal
         a. BB Normal                        j. Ada lanugo
         b. Aterm                            k. Ada Verniks caseosa
         c. PB 45 – 53 cm                    l. Labia mayor menutupi labia minor
                                               (Wanita)
         d. Lingkar kepala 33-35 cm          m. Testis sudah turun ke dalam
                                                 scrotum (Laki-laki)
         e. Lingkar dada 30-38 cm            n. Refleks : Positif
         f. HR 120-160xli                    o. Kuku agak panjang dan lembek
         h. Suhu 36,5-37,20C
         i. Kulit kemerahan


    4. APGAR SCORE
   APGAR SCORE                  1                   1                       2
  Warna                 Biru / Pucat      Tubuh merah           Seluruh tubuh
                                          Extremitas biru       Merah
  DJJ                   Tidak ada         < 100 x/i             > 100 x/i
  Reflex                Tidak ada         Menyeringai           Bersih / Batuk,
  Activitas             Tidak ada         Extremitas            Menarik kaki
                                          Sedikit flexi         Gerak aktif
  Pernapasan            Tidak ada         Lemah dan             Menangis kuat dan
                                          Tidak teratur         teratur




                                         4
5. Perubahan-perubahan pada BBL :
   a. Perubahan sistem pernapasan
         Setelah lahir BBL harus beradaptasi dari keadaan yang sangat
   bergantung menjadi mandiri secara fisiologis saat ini bayi harus mendapat
   oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri yang baru,
   mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang
   cukup. Periode adaptasi terhadap kehidupan luar berlangsung hingga satu
   bulan atau lebih setelah kelahiran bayi.
   Dua faktor yang berperan pada rangsangan napas pertama bayi :

      Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan rahim

      Tekanan terhadap rongga dada
  b. Perubahan sistem peredaran darah
         Setelah lahir darah BBL harus melewati paru-paru untuk mengambil
   O2 dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh. Perubahan sirkulasi ini terjadi
   akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh darah. Dengan
   pernapasan, kadar oksigen dalam darah meningkat. Oksigen pada pernapasan
   pertama ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya sistem pembuluh darah
   paru-paru. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru mengakibatkan peningkatan
   volume darah dan tekanan pada atrium kanan. Dengan peningkatan pada
   atrium kanan ini dan penurunan tekanan pada atrium kiri, foramen ovale
   secara fungsional menutup.
  c. Kenaikan BB rata-rata pada tahun pertama
  Umur                                        BB Rata-rata / Bulan
  1 – 3 bulan (triwulan I)                    700 gr
  4 – 6 bulan (triwulan II)                   600 gr
  7 – 9 bulan (triwulan III)                  400 gr
  10 - 12 bulan (triwulan IV)                 300 gr
  5 bulan                                     2 x BB lahir
  1 tahun                                     3 x BB lahir
  2,5 tahun                                   4 x BB lahir
  3 tahun                                     14,5 kg
  4 tahun                                     16 kg
  5 tahun                                     5 x BB lahir
  6 tahun                                     7 x BB lahir




                                     5
II.2. Teoritis Management Kebidanan
     1.Defensi asuhan BBL
        Adalah asuhan yang diberikan pada bayi pada jam pertama kelahiran,
        dilanjutkan sampai 24 jam setelah kelahiran
     2. Langkah-langkah manajemen kebidanan pada BBL yaitu :
        a. Pengkajian
          Ini bertujuan mengkaji adaptasi BBL dari kehidupan dalam kehidupan
          luar uterus yaitu dengan penilaian APGAR pengkajian sudah dimulai
          sejak kepala tampak divulva.
        b. Diagnosa, masalah dan kebutuhan
           Melakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa masalah
           berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah
           dikumpulkan.
           Diagnosa, masalah dan kebutuhan BBL tergantung hasil pengkajian
           terhadap bayi.
        c. Diagnosa dan masalah potensial
           Mengidentifikasi diagnosa, masalah potensial yang mungkin akan
           terjadi berdasarkan masalah atau diagnosa yang sudah diidentifikasi
        d. Identifikasi tindakan segera
           Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter atau
           dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan
           yang lain sesuai dengan kondisi bayi.
        e. Rencana Asuhan
           Merencanakan asuhan menyeluruh yang rasional sesuai dengan temuan
           dari langkah sebelumnya
        f. Pelaksanaan Asuhan
           Mengarahkan atau melaksanakan rencana asuhan secara efisien dan
           aman
        g. Evaluasi
           Mengevaluasi keefektifan asuhan yang sudah diberikan.           Ulangi
           kembali proses management dengan benar terhadap setiap aspek asuhan
           yang dilaksanakan tetapi belum efektif




                                          6
                                           BAB III
     MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU
                               LAHIR/NEONATUS


I.   PENGUMPULAN DATA
     1.   IDENTITAS / BIODATA
          Nama Bayi          : a/d Ny. N
          Umur Bayi          : 1 hari
          Tgl./jam/lahir     : 01 Mei 2008/ 00.30 Wib
          Jenis Kelamin      : Laki-laki
          Berat Badan        : 3200 gr
          Panjang Badan      : 50 cm


          Nama Ibu           : Ny. N                Nama Ayah      : Tn. A
          Umur               : 29 tahun             Umur           : 30 tahun
          Suku/Kebang.       : Batak/Indonesia      Suku/Kebang.   : Batak / Indonesia
          Agama              : Kristen Protestan    Agama          : Kristen Protestan
          Pendidikan         : SMA                  Pendidikan     : SMA
          Pekerjaan          : Wiraswsta            Pekerjaan      : Wiraswasta
          Alamat Rumah       : Jl. Air Bersih       Alamat Rumah   : Jl. Air Bersih




     2.   ANAMNESA (DATA SUBYEKTIF)
     Pada Tanggal              : 01 Mei 2008 Pukul : 02.30 wib
1.   Riwayat Penyakit Kehamilan
     * Perdarahan                       : Tidak ada
     *    Pre ekslampsia                : Tidak ada
     *    Penyakit kelamin              : Tidak ada
     *    Lain-lain                     : Tidak ada
2.   Kebiasaan Waktu Hamil
     *    Makanan                       : Tidak ada
     *    Obat-obatan                   : Tidak ada
     *    Merokok                       : Tidak ada
     *    Lain-lain                     : Tidak ada




                                                7
        3.    Riwayat Persalinan Sekarang
              a.     Jenis persalinan          : Spontan
              b.     Ditolong oleh             : Bidan
              c.     Lama Persalinan           : 11 jam
                     Kala I                    : 10 jam       30 menit
                     Kala II                   : 30 menit
              d.     Ketuban pecah             : Spontan           Lamanya : 1 jam sebelum bayi lahir
                     Warna                     : putih keruh,          bau     : amis,   jumlah:1000 cc
              e.     Komplikasi persalinan
                     * Ibu                  : Tidak ada
                     * Bayi                 : Tidak ada
              f.     Keadaan bayi baru lahir
                     * Nilai Apgar          : 1–5=9            6– 10 : 10
             Tanda                0                           1                          2
Menit        Frekuensi jantung    (     ) tak ada             ( ) < 100                  ( 2 ) > 100
Ke 1         Usaha bernafas       (     ) tak ada             ( ) lambat tak teratur     ( 2 ) menangis kuat
             Tonus otot           (     ) Lumpuh              ( ) Exl. Flexi sedikit     ( 2 ) Gerakan aktif
             Reflex               (     ) tak bereaksi        ( 1 ) gerakan sedikit      ( ) menangis
             Warna                (     ) biru pucat          ( ) tubuh kemerahan        ( 2 ) kemerahan
                                                                   tangan & kaki biru
Menit        Frekuensi jantung    (     ) tak ada             ( ) < 100                  ( 2 ) < 100
Ke 5         Usaha bernafas       (     ) tak ada             ( ) lambat tak teratur     ( 2 ) menangis kuat
             Tonus otot           (     ) Lumpuh              ( ) Exl. Flexi sedikit     ( 2 ) Gerakan aktif
             Reflex               (     ) tak bereaksi        ( ) gerakan sedikit        ( 2 ) menangis
             Warna                (     ) biru pucat          ( ) tubuh kemerahan        ( 2 ) kemerahan
                                                                   tangan & kaki biru




        Sidik Telapak Kaki Kiri Bayi                          Sidik Telapak Kaki Kanan Bayi




        Sidik Telapak Kaki Kiri Ibu                           Sidik Telapak Kaki Kanan Ibu




                                                          8
     Resusitasi
     Pengisapan               : Tidak                            Rangsangan : Tidak
     Ambu                     : Tidak                            Lamanya      : -
     Massage jantung          : Tidak                            Lamanya      : -
     Intubasi Endotracheal    : Tidak                            Lamanya      : -
     Oksigen                  : Tidak                            Lamanya      : -
     Therapi                  : -
     Keterangan               : -


3.   PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBYEKTIF)
     * Keadaan Umum             : Baik
                                        0
     * Suhu                     : 37        C / Rectal           Pukul     : 01.05 Wib
     * Pernapasan               : 40 x/menit, Teratur            Pukul     : 01.05 Wib
     * HR                       : 78 x/menit, Teratur            Pukul     : 01.05 Wib
     * Berat badan sekarang     : 3200 gr
     Pemeriksaan Fisik secara Sistematis :
     * Kepala                   : Bulat tidak terdapat caput atau cepal
     * Ubun-ubun                : UUB terbuka rata, UUK tertutup, tidak terdapat
                                    moulase
     * Muka                     : Normal, tidak ada oedema
     * Mata                     : Simetris kanan/kiri, tidak ada pus
     * Telinga                  : Simetris kanan/kiri, sejajar dengan alis mata
     * Mulut                    : Tidak terjadi labioschizy, palatum
     * Hidung                   : Tidak ada kelainan
     * Leher                    : Tidak ada pembengkakan
     * Dada                     : Simetris kanan/kiri
     * Tali pusat               : Tidak terjadi perdarahan
     * Punggung                 : Tidak ada kelainan
     * Ekstremitas              : Kanan/kiri aktif bergerak, tidak terdapat
                                    Polidaptili dan sindaptili
     * Genitalia                : Labia mayora menutupi labia minora
     * Anus                     : Berlubang




                                              9
   Refleks
   * Refleks Moro                   :     Positif
   * Refleks Rooting                :     Positif
   * RefleksWalking                 :     Negatif
   * Refleks Graphs / plantar       :     Positif
   * Refleks Sucking                :     Positif
   * Refleks Tonic Neck             :     Negatif
   Antropometri
   * Lingkar Kepala                 :     33 cm
   * Lingkar dada                   :     35 cm
   * Lingkar lengan atas            :     11 cm
   Eliminasi
   * Miksi            :    Sudah    Warna : Jernih kekuningan
                           Tanggal 01 Mei 2008 Pkl : 03.30 Wib
   * Meconeum         :    Sudah    Warna :         Hitam kehijauan
                           Tanggal 01 Mei 2008 Pkl : 03.30 Wib


II. INTERPRETASI DATA
   Identifikasi Diagnosa, masalah dan kebutuhan
   Diagnosa           :    Bayi baru lahir normal, cukup bulan (aterm) usia 1 hari
   Dasar              :    Bayi lahir spontan tanggal 01 Mei 2008
                           Pukul : 00.30 Wib
                           HPHT : 30-07-2007 TTP : 06-05-2008
                           Kulit Kemerahan
                           Nilai APGAR 9/10
                           Bayi segera menangis
                           KU bayi baik, BB : 3200 gr
                                             PB : 50 cm
                           Vital sign, TD       : 120/80 mmHg
                                        HR      : 78 x/i
                                        RR      : 24 x/i
                                        Temp : 37 ºC
                           Lanugo : ada
                           Verniks caseosa : ada
   Masalah        :   Tidak ada
   Kebutuhan      :   - Mempertahankan suhu tubuh bayi




                                          10
                         - Melakukan rooming-in
                         - Lakukan perawatan mata dan tali pusat
   Dasar           :     Bayi baru lahir hari 1


III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
   Tidak ada


IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
   Tidak ada


IV. PERENCANAAN
   1.    Pantau K/U bayi
   2.    Informasikan kepada ibu dan keluarga tentang keadaan bayi saat ini
   3.    Berikan vitamin K
   4.     Beri obat tetes / salep mata
   5.    Pasang Identitas bayi
   6.    Periksa tali pusat setiap 15 menit
   7.    Pertahankan suhu tubuh bayi
   8.    Lakukan rooming-in
   9.    Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya


VI. PELAKSANAAN
   1. Memantau KU bayi : Baik
        Kulit bayi : tampak kemerah-merahan
        Ekstremitas :aktif bergerak
        Vital sign, TD      : 120/80 mmHg
                   HR       : 78 x/i
                   Temp : 37 ºC
                   RR       : 24 x/i
   2.    Informasikan pada ibu dan keluarga tentang keadaan bayi saat ini baik
   3.    Memberikan vitamin K pada BBL dengan dosis 1 mg/hari untuk
         mencegah terjadinya perdarahan.
   4.    Memberikan obat tetes /salep mata yaitu eritromisin 0,5 % atau tetrasiklin
         1 % untuk mencegah penyakit mata karena klamidia (PMS).
   5.    Memasang identitas pada ibu dan bayi.
         Alat pengenal perlu dipasang untuk memudahkan identifikasi pada bayi




                                           11
          (Nama bayi, Jenis kelamin, Nomor bayi). Alat pengenal efektif harus
          diberikan kepada setiap BBL dan harus tempatkan sama dengan waktu bayi
          dipulangkan.Keterangan yang sama diikatkan pada pergelangan tangan ibu.
        6. Memeriksa tali pusat setiap 15 menit untuk melihat apakah terjadi
          perdarahan. Apabila terjadi perdarahan, maka dapat dilakukan pengikatan
          ulang yang lebih ketat dan hindarkan dari infeksi
        7. Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan menjaga bayi agar tetap hangat
         dan kering
          a. Pastikan bayi tetap hangat dan letakkan pada ruangan tidak dingin
          b. Gantikan baju bayi yang basah dan membungkus bayi dengan selimut
            untuk menjegah kedinginan pada bayi
        8. Melakukan rooming-in dengan cara menempatkan bayi dalam satu ruangan
          yang sama agar hubungan kasih sayang antar ibu dan bayi dapat terjalin
        9. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya dan jangan paksakan bayi
          untuk disusui apabila tidak mau atau sudah kenyang


VII.    EVALUASI        Tanggal 01-05-2008        Pkl 03.00 Wib
  1.    Keadaan umum bayi baik dimana;
        Kulit : tampak kemerahan
        Ekstermitas : aktif bergerak
        Vital sign, TD      : 120/80 mmHg
                      HR    : 78 x/i
                      Temp : 37 ºC
                      RR    : 24 x/i
  2.    Pemberian vitamini K dan obat tetes/salep mata telah dilakukan.
  3.   Pada pemeriksaan tali pusat setiap 15 menit tidak terjadi perdarahan
  4.   Pemasangan identitas pada ibu dan bayi telah dilakukan
  5.   Bayi telah dibungkus dengan kain kering dan hangat dan ditempatkan pada
       ruangan yang suhunya baik pada bayi
  6.   Rooming-in telah dilakukan
  7.   Ibu telah menyusui bayinya atau kontak dini antara ibu dan bayi telah
       dilakukan




                                          12
                 DATA PERKEMBANGAN HARI KE- 2


Tanggal : 02-05-2008                                          Pukul : 10.00 Wib


      I. PENGKAJIAN


      Data Subjektif     :   - Ibu mengatakan bayi tampak haus
                             - Ibu mengatakan bayi menangis kuat


      Data Objektif      :   * Bayi lahir spontan tanggal : 01-05-2008
                             * K/U bayi : baik
                             * Vital sign, TD : 120/80, HR : 78 x/i
                                             Temp : 37ºC
                                              RR   : 24 x/i
                             * BB : 31200 gr
                             * PB : 50 cm
                             * APGAR SCORE : 9/10
                             * Kulit : kemerahan
                             * Tali pusat : baik dan dibungkus dengan kasa alkohol
                             * Lanugo : ada
                             * Verniks caseosa : ada
                             * Kuku : panjang dan lembek
                             * Antropoemetri :     Lingkar kepala        : 33 cm
                                                   Lingkar dada          : 35 cm
                                                   Lingkar lengan        : 11 cm


II.   INTERPRETASI DATA
      Identisifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan
      Diagnosa        : - Bayi baru lahir normal, cukup bulan (aterm) usia 2 hari
      Dasar           : - Bayi lahir spontan tanggal : 01-05-2008, pukul : 00.30 Wib
                       - HPHT : 30-07-2007
                       - TTP     : 06-05-2008
                       - Kulit : kemerahan
                       - Lanugo : ada
                       - Verniks Caseosa : ada
                       - Kuku panjang dan lembek




                                             13
                        - KU bayi : baik
                        - Vital sign, HR : 78 x/i         Temp : 37ºC
                                      RR : 24 x/i,        TD : 120/80 mmHg
                     - BB : 3200 gr
                     - PB : 50 cm


       Masalah      :     Bayi rewel dan gelisah
       Dasar        :     Bayi kekurangan ASI
       Kebutuhan    :     Mempertahankan suhu tubuh bayi
                          Pemberian ASI
                          Perawatan tali pusat
       Dasar        :     Bayi kehausan
                          ASI penting untuk BBL


III.   ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
       Tidak ada


IV.    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
       Tidak ada


V.     PERENCANAAN
       1. Pantau K/U bayi
       2. Informasikan kepada ibu dan keluarga tentang kondisi bayi saat ini
       3. Timbang BB bayi
       4. Lakukan perawatan tali pusat
       5. Beri penkes pada ibu tentang : a. Cara pemberian ASI
                                           b. Cara memandikan bayi
                                           c. Cara menyusuibayi
                                           d. Cara merawat bayi
                                           e. Imunisasi
                                           f. Tanda-tanda bahaya pada bayi
       6. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya
       7. Lakukan pemberian imunisasi
       8. Anjurkan pada ibu untuk membawa bayinya kembali jika terdapat tanda-
          tanda bahaya pada bayi




                                           14
VI.   PELAKSANAAN
      1. Memantau K/U bayi
         KU bayi : baik
         Vital sign, HR   : 78 x/i      Temp    : 37 ºC
                    RR    : 24 x/i      TD      : 120/80 mmHg
      2. Menginformasikan kepada ibu dan keluarga bahwa bayi dalam keadaan
         baik tetapi bayi kehausan
      3. Melakukan penimbangan BB pada bayi untuk mengetahui apakah terjadi
         kenaikan atau penurunan BB bayi
      4. Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kain kasa alkohol
         untuk mencegah terjadinya infeksi. Mengganti kasa alkohol pada tali pusat
         sewaktu bayi selesai dimandikan dan tali pusat dikeringkan dengan baik
      5. Memberikan penkes pada ibu tentang cara :
         a. Cara pemberian ASI :
               Berikan ASI sesering keinginan bayi dan kebutuhan ibu (jika
                payudaranya penuh menyusui secara bergantian dari payudara yang
                satu ke payudara yang lain.
               Pastikan bahwa bayi menyusui paling tidak setiap 4 jam biasanya
                bayi baru minum setiap 2 – 3 jam
               Pastikan bahwa bayi mendapat cukup ASI selama 24 jam pertama.
                ASI pertama memberikan perlindungan terhadap infeksi dan
                membantu pengeluran meconium.
               Berikan ASI saja, susu formula atau makanan lain membuat hisapan
                bayi melemah akan menyebabkan produksi ASI berkurang .
         b. Cara memandikan bayi :
           Persiapan :
         * Cuci tangan dengan sabun dan air
         * Alat : - Pakaian bersih
                  - Popok
                  - Kain kasa alkohol
                  - Sabun
                  - Handuk
                  - Selimut
         * Pastikan ruangan dalam keadaan bersih
         * Siapkan air hangat dalam bak mandi
         * Lepaskan pakaian bayi




                                        15
   * Bersihkan tinja dari daerah bokong sebelum dimandikan agar air
      tetap segar
   * Sanggahlah kepala bayi sambil mengusapkan air ke muka, tali
      pusat dan tubuh bayi
   * Letakkan bayi pada perlak
   * Sabuni seluruh badan bayi (jangan beri sabun pada muka)
   * Cuci tali pusat dengan air bersih dan sabun bersihkan dan
      keringkan seluruhnya
   * Tempatkan bayi kedalam bak mandi sambil menjaga kepala dan
      punggungnya. Bilaslah sabun dengan cepat dengan menggunakan air
      hangat tersebut
   * Setelah selesai, keringkan betul-betul bayi pada sebuah handuk yang
      hangat tersebut
   * Bungkus tali pusat dengan kain kasa alkohol
   * Kenakan pakaian bayi dan popoknya dan setelah selesai beri pada
      ibunya untuk disusui.


c. Cara menyusui bayi :
  o Sentuhkan puting susu atau ujung jari anda ke bibir bayi sehingga ia mau
      membuka mulutnya.
  o Segera masukkan puting susu kedalam mulut bayi. Mulut bayi harus
      mencakup seluruh puting susu dan sebagian besar areola (bagian sekitar
      puting susu yang berwarna hitam).
  o Posisi duduk sambil memangku bayi mungkin merupakan cara yang
      paling banyak dilakukan. Ibu dapat menyandarkan lengannya pada bantal
      sehingga tidak perlu menahan seluruh berat badan bayinya, lengan
      bawah ibu melingkari pinggang bayi.
  o Pada posisi ini, bayi diletakkan disisi tubuh ibu dengan kaki mengarah
      kebelakang punggung bayi disandarkan pada tungkai ibu dengan diganjal
      beberapa bantal.
  o Setelah atau selama disusui, bayi harus di beri kesempatan untuk
      mengeluarkan gas (yang ikut tertelan bersama ASI) dari lambungya agar
      tidak kembung. Oleh karena itu, bayi harus disandarkan dengan posisi
      tegak pada bahu ibunya sambil punggungnya ditepuk-tepuk perlahan
      sampai bayi bersendawa.




                                  16
     o Jika bayi tidak mau lagi menyusui atau sudah tertidur, jangan langsung
          melepaskan puting anda dari mulut bayi, karena tindakan ini dapat
          menyebabkan cedera pada puting. Sebaiknya, lepaskan puting secara
          perlahan dengan memasukkan ujung jari kelingking anda ke dalam mulut
          bayi.


d. Cara merawat bayi :
           - Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2 – 3 jam (paling
             sedikit setiap 4 jam) mulai dari hari pertama
           - Pertahankan agar bayi selalu dengan ibu
           - Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan mengganti
             popok dan selimut sesuai dengan keperluan.
           Pastikan bayi tidak terlalu dingin atau panas. Jaga tali pusat dalam
           keadaan bersih dan kering
           - Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi
           - Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan minta bantuan jika
             diperlukan
           - Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit / infeksi
           - Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit


   e. Imunisasi
      Menginformasikan pada ibu bahwa dalam waktu 24 jam sebelum ibu dan
      bayi dan bayi pulang ke rumah, bayi diberikan imunisasi yaitu, Polio oral,
      Hepatitis B. Menjelaskan pada ibu bahwa pemberian imunisasi pada bayi
      sangat penting untuk mencegah bayi dari penyakit.


   f. Tanda-tanda bahaya BBL :
      -    Pernapasan sulit atau lebih dari 60 x/i
      -    Kehangatan        : terlalu panas > 38 0C atau terlalu dingin < 36 0C
      -    Warna             : kuning (terutama 24 jam pertama), biru atau
                              pucat memar
      -    Pemberian ASI : sulit, hisapan melemah, ngantuk berlebihan,
                              banyak muntah
      -    Tali pusat        : merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk, berdarah
      -    Infeksi           : suhu meningkat, merah, bengkak, berdarah




                                        17
       -    Tidak berkemih : dalam 24 jam, tinja lembek, sering hijau tua, ada
                                lendir atau darah pada tinja
       -    Menggigil, atau tangis tidak biasa, lemas, mengantuk, lunglai,
            kejang halus, menangis terus.


  6. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya untuk memenuhi nutrisi dan
       cairan bayi dan pemberian ASI harus dilakukan secara eksklusif atau terus-
       menerus (on demand)
  7. Melakukan imunisasi pada BBL untuk menambah kekebalan
       pada BBL yaitu :
            - Polio                   :   diberi secara oral dosis 2 tetes
            - Hepatitis B             :   diberi secara IM dengan dosis 0,5 mg dan
                                          setelah pemberian anak bisa demam
  8. Menganjurkan ibu untuk datang kembali dengan membawa bayinya bila
       terdapat tanda-tanda bahaya pada bayi tersebut




VII.       EVALUASI
TANGGAL 02-05-2008                             PKL 11.00 WIB
  1. Ibu telah mengetahui keadaan bayinya dalam keadaan baik dengan,
       Vital sign, HR      : 78 x/i            Temp        : 37ºC
                      RR   : 24 x/i            TD          : 120/80 mmHg
  2. BB bayi telah ditimbang dengan BB 3200 gr
  3. Perawatan pada tali pusat telah dilakukan
  4. Ibu tampak kooperatif dengan penkes yang telah diberikan
  5. Ibu telah menyusui bayinya dan bayi tidak kehausan lagi
  6. Pemberian imunisasi Polio dan Hepatitis B telah dilakukan
  7. Ibu berjanji akan membawa bayinya kembali bila terdapat tanda-tanda
       Bahaya
  8. Ibu akan segera pulang pada pukul 16.00 Wib




                                          18
                  DOKUMENTASI KEBIDANAN HARI I


Data Subjektif :       Nama Bayi             : a/d Ny. N
                       Umur                  : 1hari
                       Tgl./jam lahir        : 01-05-2008/00.30 Wib
                       Nama Ibu              : Ny. N
                       Umur                  : 29 tahun
                       Suku/kebangsaan : Batak/Indonesia
                       Agama                 : Kristen Protestan
                       Pendidikan            : SMA
                       Pekerjaan             : IRT
                       Alamat                : Jl. Air Bersih
                       Ibu mengatakan bayinya telah BAB dan BAK
                       Ibu mengatakan bayinya telah dapat menyusui dan
                       bayi mau disusui
                       Ibu mengatakan kulit bayi tampak kemerahan, tumbuh
                       bulu-bulu halus dan ada seperti lemak bewarna putih
                       pada kulitnya


Data Objektif :        * Bayi lahir spontan tanggal 01-05-2008, pkl. 00.30 Wib
                       * HPHT : 30-07-2007
                       * TTP       : 06-05-2008
                       * Kulit kemerahan
                       * Bayi segera menangis
                       * APGAR SCORE : 9/10
                       * K/U bayi : baik
                       * Vital sign, HR : 78 x/i                Temp   : 37 ºC
                                        RR : 24 x/i             TD     : 120/80 mmHg
                       * BB        : 3200 gr
                       * PB        : 50 cm
                       * Lanugo : ada
                       * Verniks caseosa : ada
                       * Antropometri : Lingkar kepala                 : 33 cm
                                             Lingkar dada              : 35 cm
                                             Lingkar lengan            : 11 cm




                                        19
Analisa : Bayi baru lahir normal, cukup bulan (aterm) usia 1 hari


Planning : * Pantau K/U bayi
           * Informasikan kepada ibu dan keluarga tentang keadaan bayi saat ini
           * Berikan vitamin K pada bayi
           * Beri obat tetes / salep mata
           * Pasang identitas pada ibu dan bayi
           * Periksa tali pusat setiap 15 menit
           * Pertahankan suhu tubuh bayi
           * Lakukan rooming-in
           * Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya




                                            20
                  DOKUMENTASI KEBIDANAN HARI II


Data Subjektif : - Ibu mengatakan bayi menangis kuat
                      - Ibu mengatakan bayi tampak haus


Data Objektif     :
                - Bayi lahir spontan tanggal : 01-05-2008, pukul : 00.30 Wib
                - K/U bayi : baik
                - Vital sign, HR : 78 x/i         Temp : 37 ºC
                               RR : 24 x/i        TD     : 120/80 mmHg
                - BB           : 3200 gr
                - PB           : 50 cm
                - APGAR SCORE : 9/10
                - Kulit : kemerahan
                - Tali pusat : baik dan dibungkus dengan kasa alkohol
                - Lanugo : ada
                - Verniks caseosa : ada
                - Antropometri: Lingkar kepala         : 33 cm
                                  Lingkar dada         : 35 cm
                                  Lingkar lengan       : 11 cm
Analisa    :      Bayi baru lahir normal, cukup bulan (aterm) usia 2 hari
Planning   :      * Pantau K/U bayi
                  * Informasikan kepada ibu dan keluarga tentang kondisi bayi
                  * Timbang BB bayi
                  * Lakukan perawatan tali pusat
                  * Beri penkes pada ibu tentang : a. Cara pemberian ASI
                                                       b. Cara memandikan bayi
                                                       c. Cara menyusui bayi
                                                       d. Cara merawat bayi
                                                       e. Imunisasi
                                                       f. Tanda-tanda bahaya pada bayi
                  * Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya
                  * Lakukan pemberian imunisasi
                  * Anjurkan pada ibu untuk membawa bayinya kembali jika terdapat
                      tanda-tanda bahaya pada bayi




                                             21
                                     BAB IV
                                 PEMBAHASAN


        Dalam bab ini penulis akan membahas mengenai manajemen kebidanan pada
neonatus.
        Penulis akan membandingkan antara teori dan hasil pelaksanaan manajemen
kebidanan yang telah dilaksanakan. Dari segi medis maupun manajemen kebidanan
yang telah penulis temukan, penulis mendapatkan gambaran bahwa antara kasus yang
diamati dengan tinjauan kepustakaan mempunyai dampak persamaan.
        Sesuai tahapan manajemen kebidanan maka penulis akan mengemukakan
pembahasan langkah-langkah manajemen sebagai berikut :


I.    Pengkajian
      Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode observasi langsung,
pemeriksaan fisik, wawancara. Adapun penilain-penilaian yang penulis temukan pada
kasus sama dengan teori.


II. Identifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan
      Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dan ditentukan diagnosa, kebidanan,
sesuai dengan data yang dapat.
      Diagnosa yang penulis temukan pada neonatus terdiri dari 1 diagnosa yaitu bayi
baru lahir normal sesuai dengan usia kehamilan


III. Identifikasi diagnosa / masalah potensial
      Ini penting diantisipasi untuk mencegah terjadinya komplikasi diagnosa.


IV.    Identifikasi Kebutuhan akan tindakan segera.
       Ini merupakan tahapan keempat management kebidanan. Tindakan segera ini
harus segera dilakukan apabila dijumpai adanya komplikasi diagnosa.


V.     Perencanaan
       Rencana manajemen yang penulis susun sesuai dengan diagnosa manajemen
kebidanan. Tahap ini sangat penting karena perencanaan akan menentukan
keberhasilan manajemen kebidanan yang diberikan.




                                          22
VI.   Pelaksanaan
      Pelaksanaan manajemen kebidanan merupakan perwujudan dari rencana
tindakan yang telah disusun. Penulis melaksanakan manajemen kebidanan selama 2
hari, bekerjasama dengan pemilik RSB dan pasien itu sendiri serta keluarganya.


VII. Evaluasi
      Evaluasi merupakan tindakan untuk mengetahui keberhasilan manajemen yang
telah diberikan sesuai teori. Dalam pelaksanaan manajemen penulis tidak menemukan
adanya masalah tetapi kebutuhan pasien dapat dipenuhi karena adanya kerjasama
dengan keluarga pasien.
      Pada saat penulis melaksanakan manajemen kebidanan pada BBL anak dari
Ny. N, Ny.Y, Ny.R, Ny.F, Ny.K tidak ditemukan masalah baru.




                                        23
                                         BAB V
                           KESIMPULAN DAN SARAN


V.1. Kesimpulan
        Setelah penulis melaksanakan management kebidanan pada neonatus di klinik
bersalin Rizky Perjuangan. Maka penulis dapat membuat kesimpulan dan saran
sebagai berikut :
     1. Salah satu upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian neonatal adalah
            memberikan manajemen kebidanan.
     2. Pada tahap pengkajian penulis tidak menemukan adanya keluhan.
     3. Rumusan diagnosa disusun berdasarkan prioritas kebutuhan pasien
     4. Tahap perencanaan diarahkan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan
            yang timbul pada pasien.
     5. Pelaksanaan asuhan dalam mengatasi masalah kesehatan pasien dilakukan
            sesuai dengan rencana asuhan kebidanan
     6. Pengevaluasian terhadap asuhan didasarkan pada tingkat keberhasilan yang
            dicapai oleh penulis bersama keluarga pasien.


V.2. Saran
     Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai
berikut :
     1. Bagi pasien dan keluarga
            a.Agar dapat berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya masalah
            b.Supaya ibu mampu merawat bayinya.


     2. Bagi tenaga kesehatan
            a.Agar dapat meningkatkan tindakan septik dan antiseptik dalam pelayanan
            kesehatan.
            b.Dapat meningkatkan profesionalitas dalam pemberian pelayanan kesehatan
            c.Agar membuat manajemen pada setiap pasien.




                                            24
                            DAFTAR PUSTAKA


Wiknjosastro Hanifa, DSOG, Prof. dr. Ilmu Kebidanan, Edisi 3 yayasan Bina pustaka
Sarwono Prawihardjo ; Jakarta, 1999


Bobak M. Irene dan Jensen D. Margaret, Perawatan Maternitas dan Ginekologi,
Volume 1 ; Bandung 2000


Saifuddin Bari Abdul, Prof. Dr. SPOG, MPH. Buku panduan praktis pelayanan
kesehatan maternal dan neonatal edisi 1, Yayasan Bina pustaka Sarwono Prawihardjo
; Jakarta 2001


Saifuddin Bari Abdul, Prof. Dr. SPOG, MPH. Buku panduan praktis pelayanan
kesehatan maternal dan neonatal edisi 1, Yayasan Bina pustaka Sarwono Prawihardjo
; Jakarta 2002
Buku Pusat Pengembangan keperawatan CAROLUS


Manuaba Gde bagus Ida, memahami kesehatan reproduksi wanita ; Jakarta, Arcan,
1999.




                                       25

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:847
posted:1/8/2011
language:Indonesian
pages:25