Docstoc

Budaya 5R

Document Sample
Budaya 5R Powered By Docstoc
					PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                               B U D A Y A 5R

                                    Disusun oleh :
   Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, Ahli K3




                                         5R
                                           RINGKAS
                                             RAPI
                                            RESIK
                                            RAWAT
                                             RAJIN



                                              Page 1 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                           01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                           BUDAYA 5R
1.       Pendahuluan

         Semua organisasi didirikan dengan suatu tujuan atau sasaran yang ingin dihasilkan sedangkan risiko
         dapat mengancam aktifitas suatu organisasi dalam mencapai tujuan tersebut yang akan mengakibatkan
         organisasi tersebut akan gagal memenuhi janji atau visi dan misi yang telah dibuatnya. Dengan kata lain
         risiko adalah suatu faktor penting yang harus selalu dapat dikendalikan oleh organisasi bila tujuan yang
         ingin dicapai dapat berhasil sesuai rencana. Perlu kita ingat risiko adalah sesuatu yang tidak
         direncanakan dan tidak menyenangkan namun terjadi pada perusahaan, terjadi secara tiba-tiba dan
         mengakibatkan kerusakan serta kerugian

         Suatu Organisasi sangat membutuhkan suatu manajemen yang menangani risiko yaitu untuk
         memastikan adanya suatu infrastruktur formal di seantero perusahaan yang menangani berbagai
         ancaman yang dihadapi perusahaan yang dapat membahayakan kelangsungan aktivitas perusahaan.

         Banyak pihak manajemen yang punya anggapan salah bahwa kerugian akibat suatu accident hanya
         ibarat puncak gunung es yang nampak dipermukaan lautan (biaya eksplisit) saja, tanpa memperhatikan
         berapa kali lebih besar nilai kerugian yang ada didalam lautan ( biaya implisit ), sebagai contoh berapa
         biaya dikeluarkan untuk dapat beroperasi kembali normal, berapa pengeluaran yang dibutuhkan untuk
         mendapatkan kembali pelanggan, atau dapatkah kita membayangkan berapa banyak biaya yang harus
         dikeluarkan untuk memperbaiki nama baik yang rusak akibat suatu accident

         Suatu perusahaan harus melindungi dari kerusakan atau kerugian atas suatu konsekwensi kegagalan
         dari hal-hal sebagai berikut :

         a).      Keselamatan Karyawan & Tamu:
                                  Lingkungan kerja yang dapat melindungi karyawan dan tamu dari
                                  kecelakaan atau gangguan criminal yang dilakukan pihak ketiga atau oleh
                                  orang yang dikenal.

                                      Lingkungan Kerja yang dapat melindungi karyawan dan tamu dari luka,
                                      contohnya perokok pasip, stress, mengganggu dan lainnya

                                      Kurang pengetahuan untuk mengurangi kecelakaan kerja ditempat kerja,

                  Prosedur penerimaan karyawan kurang memadai, kurang diberikan latihan dapat berbahaya
                  terhadap teman sejawat dan Tamu. Perusahaan sangat membutuhkan ketersediaan tenaga kerja
                  yang terlatih baik individu atau team

                  Staff dalam perjalanan dinas keluar daerah / negeri.

         b).      Asset Perusahaan:
                  -       Balance sheet assets, Harta perusahaan yang tercantum didalam neraca termasuk
                          asset milik orang lain yang dipercayakan kepada perusahaan, misalnya : uang,
                          bangunan, perabotan, kendaraan, dll


                                              Page 2 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                         01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


                  -        Off balance sheet assets
                           Mengcover asset-asset yang tidak termasuk dalam balance sheet assets (neraca),
                           seperti :
                           *       Intelektual assets berupa informasi
                           *       Reputasi: kepercayaan terhadap perusahaan
                           *       Jaringan dari pemasok utama
                           *       Sistem distribusi
                           *       Pelanggan (customers base)

                  -        Revenue dan cash flow
                           Mencakup       : * kontrol keuangan termasuk kontrol kredit
                                          * pemasukan

         c).      Kepercayaan dalam berbisnis dan nilai dari merek / cap perusahaan
                  -      Khususnya pelanggan potensial memerlukan jaminan organisasi yang stabil atau
                         kualitas dan keamanan produknya, misalnya perusahaan penerbangan, perusahaan
                         asuransi, bank, pabrik makanan, pusat kontrol penerbangan, dll. Walaupun masih
                         banyak perusahaan yang mengabaikan perlunya reputasinya.
                  -      Bilamana Perusahaan kehilangan kepercayaan di pasar dan menderita kerugian besar.
                         banyak yang tidak kembali ke pasar dengan kekuatan yang sama, banyak yang tutup
                         karenanya.
                  -      Kepercayaan dapat diserang secara khusus bila perusahaan menderita suatu kerugian
                         atau sakit maka stakeholder mempertimbangkannya salah satunya dengan
                         mengabaikan manajemen yang baik atau dengan cara lain akan menunjuk seorang
                         anggota manajemen untuk memanage risiko yang secara effektif

         d).      Menghindari biaya-biaya litigasi (Proses pengadilan)
                  -      Perijinan dan kepatuhan peraturan yang ada
                  -      Kontrak kerja
                  -      Tanggung jawab terhadap lingkungan
                  -      Denda dan sanksi hukum
                  -      Biaya pengadilan dari persilihan dengan karyawan dan pihak ketiga
                  -      Tanggung jawab menurut undang-undang

         e).      Kemampuan beroperasi untuk melanjutkan
                  Dalam memanage perusahaan secara efektif dan memenuhi janji-janji dan kontrak (kualitas
                  dan waktu)
                  -       Kemampuan memenuhi kontrak kerja yang ada.
                  -       Kemampuan memenuhi kontrak tersebut secepatnya setelah risiko terjadi
                  -       Kemampuan melanjutkan usaha setelah risiko terjadi

2.       Killer Risks
         Killer Risks adalah risiko-risiko yang dapat mengancam kelangsungan perusahaan secara keseluruhan.
         Setiap perusahaan mempunyai killer Risks yang berbeda-beda tergantung jenis dan lingkungan
         usahanya. Namun demikian ada beberapa risiko yang secara umum dapat mempengaruhi suatu
         Perusahaan, yaitu:




                                              Page 3 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                       01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


         a.       Kehilangan ijin usaha.
                  Kesalahan pengelolahan usaha dapat menyebabkan ijin usaha suatu organisasi dicabut oleh
                  pihak yang berwenang. Seorang anggota manajemen harus memastikan bahwa pengelolaan
                  usaha yang ada dapat tetap terkendali dengan benar.
                  Kehilangan izin usaha dari regulator juga terkadang memiliki dampak yang sangat berat
                  karena mungkin saja izin itu tidak mungkin lagi dimiliki

         b.       Nama baik Merk dagang dan nama perusahaan beserta produk-produknya
                  Dampak suatu peristiwa sangat menjadi perhatian bagi suatu perusahaan dimana sangat
                  tergantung pada nama baik perusahaan, kwalitas produk, serta pelayanannya, karena suatu
                  peristiwa yang berdampak buruk pada nama baik perusahaan atau produk atau layanan, akan
                  sangat mempengaruhi usaha dan masa depan usaha.


         c.       Fasilitas-fasilitas pendukung
                  Manajemen Perusahaan harus memastikan bahwa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas
                  fasilitas-fasilitas pendukung usaha seperti komputer, mesin-mesin produksi, Intelektual asset,
                  misalnya Informasi dan intelektual properti lain yang digunakan mempunyai nilai yang sangat
                  penting, dapat berupa kertas atau data telah diantisipasi dengan baik

         d.       Sumber Daya Manusia
                  Manajemen harus mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang mengancam
                  kelangsungan sumber-sumber daya yang memiliki keahlian yang diperlukan serta memiliki
                  moral yang baik.

         e.       Kemampuan financial Perusahaan
                  Laporan keuangan kadang menyajikan narasi tentang aktivitas perusahaan, menguraikan
                  keberhasilan dan kegagalan dalam area khusus, memuat projek-projek baru yang dikerjakan
                  dan yang terhenti., memuat sasaran direksi untuk manajemen saat ini dan yang akan datang
                  Seberapa kaya perusahaan, bagaimana kekayaan tersebut disimpan, dan berapa banyak
                  kekayaan tersebut disimpan dalam masing-masing bentuk (kas, atau properti, atau peralatan)

         f.       Kekuatan Kompetitor atau pesaing
                  Ada pepatah yang berbunyi; "Orang ceroboh perang dulu untuk mengejar kemenangan.
                  Orang bijak menganalisis kemenangan dulu sebelum berperang." Pepatah ini menegaskan
                  pentingnya berpikir strategis dalam pengambilan keputusan maupun tindakan.
                  Perusahaan harus sangat waspada dalam memetakan kekuatan lawan. Manajemen harus
                  menggunakan daya pikir kita menganalisis peluang kemungkinan kemenangan perusahaan.
                  Manajemen yang bijak tidak akan mengambil keputusan bertindak jika berdasarkan analisisnya
                  tindakan tersebut justru mendatangkan kerugian atau kebangkrutan

         g.       Kehilangan bisnis serta kontrol keuangan dalam perusahaan
                  Aset paling besar dan utama suatu perusahaan adalah Pelanggan, tidak artinya suatu
                  perusahaan mempunyai modal yang besar serta dengan tenaga paling ahli kalau produk yang
                  dihasilkan tidak mempunyai Pelanggan
                  Jumlah kas atau uang yang dapat segera tersedia untuk dipakai, atau dapat diupayakan, oleh
                  perusahaan. Dibutuhkan untuk membayar biaya dan ongkos perusahaan, apabila Perusahaan
                  yang kehabisan uang tunai akan cepat mengalami kesulitan dalam perdagangan


                                              Page 4 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                         01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


3.       Penerapan sistem manajemen mutu

         Penerapan sistem manajemen mutu tidak terlepas dari budaya kerja perusahaan yang bersangkutan.
         Semakin baik budaya kerja perusahaan tersebut, semakin efektif sistem manajemen mutu yang
         diterapkan, Sebaliknya juga benar, semakin efektif sistem manajemen mutu yang diterapkan pada suatu
         perusahaan, semakin baik budaya kerja dalam perusahaan tersebut.

         5R, yaitu: Ringkas-Rapi-Resik-Rawat-Rajin, atau Dalam bahasa Jepang 5S berarti Seiri, Seiton, Seiso,
         Seiketsu, Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai 5R yang berarti Ringkas, Rapi,
         Resik, Rawat, Rajin. 5S / 5R ada juga perusahaan menggunakan 5K Berarti: Kebersihan,
         Keteraturan, Kerapihan , Keselamatan Keamanan, dirancang untuk menghilangkan pemborosan
         dengan mengutamakan perilaku positif dari setiap orang dalam organisasi

         5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila
         tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan
         dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan
         keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai.
         5R, merupakan suatu program terstruktur yang secara sistematis menciptakan ruang kerja (workplace)
         yang bersih, teratur dan terawat dengan baik. Lebih jauh lagi, di Jepang, 5R merupakan suatu filosofi
         dan suatu cara mengorganisasikan dan mengelola ruang kerja dengan menghilangkan pemborosan
         (waste). 5R juga bertujuan meningkatkan moral karyawan, kebanggaan dalam pekerjaan mereka serta
         rasa kepemilikan dan tanggung jawab mereka.

         Target utama dari 5R adalah moral dan efisiensi di ruang kerja. Prinsip 5R adalah mencegah
         pemborosan akibat kesulitan mencari dan mendapatkan suatu part atau komponen dalam suatu
         rangkaian proses produksi dengan cara mendesain ruang kerja sedemikian rupa sehingga hanya part
         atau komponen terkait saja yang ada di ruang kerja tersebut, dan ditempatkan secara rapi dan teratur
         sehingga mudah dicari dan dikembalikan lagi ke tempatnya semula.

         Pelaku 5R percaya bahwa manfaat dari metode tersebut diperoleh dari keputusan terhadap apa yang
         harus ditempatkan, dimana seharusnya itu ditempatkan, dan bagaimana itu disimpan. Proses
         pengambilan keputusan itu selanjutnya akan mengarah pada suatu dialog yang akan memperjelas
         pemahaman diantara karyawan mengenai bagaimana suatu pekerjaan seharusnya dilakukan.

         Hal ini akan secara sistematis akan menanamkan rasa kepemilikan karyawan terhadap proses yang
         dilakukan. Sebagai hasilnya, setahap demi setahap akan menciptakan kebiasaan kerja, kemudian
         menjadi standard kerja, dan akhirnya menjadi suatu budaya kerja.
4.       Tehnik pelaksanaan 5R

         Gemba kaizen adalah satu upaya pendekatan dengan akal sehat dan biaya yang rendah untuk mengelola
         tempat kerja. Dengan komponen utama total quality management, total productive maintenance,
         management just in time, gugus kendali mutu dan lainnya.

         Beberapa prinsip kaizen yang bisa diterapkan adalah:
         a.       Pelaksanaan 3 aturan dasar Kaizen :
                  i.      Penataan / 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat & Rajin) guna mengembangkan
                          kedisiplinan karyawan
                  ii.     Penghapusan Pemborosan bagi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah.
                                              Page 5 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                        01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


                  iii.     Standarisasi guna merumuskan cara baku terbaik dalam melaksanakan tugas.

         b.       Menerapkan konsep utama kaizen:
                  i.    Menerapkan fungsi perbaikan dan pemelihraan dalam menajemen
                  ii.   Menekankan pola pikir berorientasi proses yang harus disempurnakan untuk
                        meningkatkan hasil
                  iii.  Menerapkan siklus PDCA (Plan Do Check Act) pada perbaikan dan SDCA
                        (Standardize Do Check Act) pada pemeliharaan
                  iv.   Mengedepankan kualitas sebagai prioritas tertinggi
                  v.    Mengumpulkan data sebagai dasar pemecahan masalah
                  vi.   Menerapkan proses berikutnya pada konsumen internal maupun eksternal
         c.       Menerapkan Sistem utama kaizen:
                  i.       Total quality control, proses pengendalian kinerja untuk mencapai kualitas
                  ii.      Just in time, menghapus segala jenis kegiatan tak bernilai tambah dan mencapai
                           system produksi yang ramping dan luwes dalam menampung fluktuasi dari
                           permintaan dan pesanan konsumen
                  iii      Total Productive maintenance, memfokuskan pada peningkatan kualitas peralatan
                  iv       Penjabaran kegiatan perusahaan, untuk memberikan arahan dan sasaran yang focus
                           kepada seluruh level serta memberikan control.
                  iv.      Sistem saran, untuk meningkatkan moral serta memperbesar manfaat positif dari
                           partisipatif karyawan.
                  vi.      Kegiatan kelompok kecil, yaitu gugus tugas untuk melakukan tugas secara kelompok
                           spesifik
5        Makna dan langkah-langkah Penerapan 5R di Perusahaan

         a        Seiri : Ringkas

                  Prinsip RINGKAS adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan
                                  yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang
                                  tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara
                                  menyimpan supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi
                                  sebuah perusahaan.
                                       Langkah awal dari 5R, yaitu menempatkan hanya material, part atau
                                       komponen yang diperlukan di ruang kerja, serta membuang segala
                  material, part atau komponen yang tidak diperlukan lagi dari ruang kerja tersebut. Orang yang
                  terlibat dalam langkah ini tidak perlu merasa bersalah karena membuang barang-barang yang
                  tidak diperlukan.

                  Gagasannya adalah untuk memastikan bahwa hanya barang yang diperlukan yang ada di ruang
                  kerja. Bahkan jumlahnyapun harus berada dalam batas minimalnya. Karena itu, dengan
                  langkah ini, efektivitas penggunaan ruangan, dan pembelian material akan mengarah pada
                  kanban (just in time).
                  Berarti mengatur segala sesuatu, memilah sesuatu dengan aturan atau prinsip tertentu.
                  Membedakan yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, mengambil keputusan yang tegas
                  dan menerapkan manajemen stratifikasi untuk membuang yang tidak diperlukan.
                  Langkah melakukan RINGKAS :
                  i.      Eks-barang yang berada di area masing-masing.
                                              Page 6 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                        01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


                  ii.      Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan dan yang tidak digunakan.
                  iii.     Beri label warna merah untuk barang yang tidak digunakan
                  iv.      Siapkan tempat untuk menyimpan / membuang /memusnahkan barang-barang yang
                           tidak digunakan.
                  v.       Pindahkan barang-barang yang berlabel merah ke tempat yang telah ditentukan.
         b.       Seiton : Rapi

                  Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal
                                 mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya
                                 kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-
                                 asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk
                                 mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut.

                                   Berarti menyimpan barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang
                                   benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Ini berguna
                  untuk menghilangkan proses pencarian. Jika segala sesuatu di simpan di tempatnya, maka
                  tempat kerja menjadi rapi.
                  Langkah ini merupakan peningkatan efisiensi karena dengan menempatkan segala sesuatu
                  secara teratur sehingga mudah dan cepat diperoleh dan juga dikembalikan lagi ketempatnya
                  semula. jika setiap orang dapat secara mudah dan cepat mengambil dan mengembalikan
                  barang ke tempatnya, maka dengan sendirinya aliran proses menjadi lebih cepat dan
                  produktivitas meningkat.

                  Langkah melakukan RAPI :
                  i.       Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan
                          saat dibutuhkan
                  ii.     Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan
                          disediakan
                  iii.    Beri label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke
                          tempat semula.
         c.       Seiso : Resik

                  Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-
                                barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan
                                dan dibiasakan oleh setiap orang dari CEO hingga pada tingkat office boy.

                                   Berarti membersihkan barang - barang dari kotoran atau tempat kerja dari
                                   barang - barang yang tidak diperlukan.
                                   Langkah ini menyatakan bahwa setiap orang adalah petugas kebersihan, mulai
                                   dari operator hingga manajer. Resik berarti membersihkan hingga berkilau.
                  Tidak ada area dalam suatu pabrik yang luput dari kebersihan. Setiap karyawan mesti melihat
                  ruang kerjanya dari mata seorang pengunjung, dan selalu berpikir bahwa makin bersih dan
                  berkilau maka makin berkesan.
                  Langkah melakukan RESIK :
                  i.       Penyediaan sarana kebersihan,
                  ii.      Pembersihan tempat kerja,
                  iii.     Peremajaan tempat kerja, dan
                  iv.      Pelestarian RESIK.
                                              Page 7 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                      01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


         d.       Seiketsu : Rawat

                  Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada 3R sebelumnya dengan
                  membakukannya (standardisasi).

                                           Berarti memelihara barang - barang atau tempat kerja agar teratur,
                                           rapi dan bersih, termasuk pada aspek personal dan kaitannya dengan
                                           polusi / limbah pabrik.
                                           Langkah ini merupakan langkah menstandardisasikan kebersihan,
                                           baik personal maupun lingkungan. Setiap orang mesti merawat
                                           kerapihan dan kebersihan diri sendiri. Manajemen visual merupakan
                  hal yang penting disini. Penerapan warna, kode dan simbol dari area pabrik bertujuan untuk
                  memudahkan setiap orang mengetahui secara cepat ketidaksesuaian yang terjadi.

                  Langkah melakukan RAWAT :
                  i.      Tetapkan standar kebersihan, penempatan, penataan
                  ii.     Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja
         e.       Shitsuke : Rajin

                  Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan
                                       meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja
                                       berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang
                                       sudah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip
                                       RAJIN di tempat kerja adalah “LAKUKAN APA YANG HARUS
                                       DILAKUKAN DAN JANGAN MELAKUKAN APA YANG
                                       TIDAK BOLEH DILAKUKAN”

                                              Berarti kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang
                                              benar sebagai suatu kebiasaan.

                  Ini merupakan langkah terakhir yang bertujuan memelihara standard begitu ke-4R lainnya
                  telah tertanam. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan
                  kebiasaan buruk karyawan dan menjaga secara konsisten, standar kebersihan dan kerapihan
                  terus dijalankan. Pada tahap ini, kebersihan dan keteraturan telah menjadi kebiasaan dan
                  budaya kerja sepanjang waktu, tanpa perlu diingatkan lagi oleh manajemen
                  Langkah melakukan RAJIN :
                  i.      Target bersama,
                  ii      Teladan atasan
                  iii.    Hubungan/komunikasi di lingkungan kerja
                  iv      Kesempatan belajar

6.       Keuntungan dari penerapan 5S / 5R adalah :
               Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikan berkesinambungan).
               5S / 5R sebagai barometer manajemen : perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap
                orang.
               Perusahaan sebagai alat penjualan : promosi bukan dengan kata - kata tetapi dengan
                penampakan di lingkungan kerja.
               5S / 5R sebagai ilmu perilaku : perbuatan lebih meyakinkan daripada kata - kata.
                                              Page 8 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                      01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KODYA JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


                 Menggunakan pengalaman di perusahaan untuk membersihkan batin : mengubah cara berpikir
                  dan perilaku pribadi.
                 Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja.

         Kesimpulan bahwa tujuan dari masing-masing langkah adalah:
         (1)    Ringkas          : Biaya/cost
         (2)    Rapi             : Proses & delivery
         (3)    Resik            : Quality & safety
         (4)    Rawat            : Sistem & standar
         (5)    Rajin            : Budaya & sikap.


Bilamana Anda yang kurang faham mengenai :
1.     MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DENGAN LOW COST (5R)
2.     HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESMENT CONTROL (HIRAC)
3.     HAZARD OPERABILITY STUDIES (HAZOPS)
4      JOS SAFETY ANALYSIS AND JOB SAFETY OBSERVATION (JSA / JSO)
5.     KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) ./ HEALTH SAFETY ENVIRONMENT
       (HSE)
       Khusus . Kebakaran. Listrik, Petir

Silahkan hubungi : Ir.Sudarnohs@Yahoo.co.id




                                              Page 9 of 9

DIKLAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA                                                  01/07/11
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346