Docstoc

Ejaan Yang Disempurnakan

Document Sample
Ejaan Yang Disempurnakan Powered By Docstoc
					KEMAMPUAN MENGGUNAKAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN
DALAM PENULISAN CERITA SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG 3
KECAMATAN BENDO KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2006/2007




                             SKRIPSI




    Diajukan kepada IKIP PGRI Madiun untuk Memenuhi Salah Satu
       Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata 1
                Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia




                              OLEH
                             PARNO
                        NPM. 05.311.246/P




                                 i
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
        FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
                  IKIP PGRI MADIUN
                      April 2007




                          ii
Skripsi oleh Parno ini telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.




Madiun, 20 April 2007

Pembimbing I,




Drs. V. Teguh Suharto, M.Pd.
NIP. 131 846 601




Madiun, 20 April 2007

Pembimbing II,




Panji Kuncoro Hadi, S.S.
NIY. 130.152




                                           iii
Skripsi oleh Parno ini telah dipertahankan di depan panitia penguji pada hari Selasa,

tanggal 26 Juni 2007



Panitia Penguji




Drs. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd.                  Ketua
NIDY. 070680301299




Hj. Yuentie Sova Puspidalia, S.Pd., M.Pd.             Sekretaris
NIY. 130.140




Drs. V. Teguh Suharto, M.Pd.                          Anggota
NIP. 131 846 601




Panji Kuncoro Hadi, S.S.                              Anggota
NIY. 130.152




                                         iv
Mengetahui,                                 Mengesahkan,
Kaprodi PBSI                                Dekan FPBS




Hj. Yuentie Sova Puspidalia, S.Pd., M.Pd.   Drs. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd.
NIY. 130.140                                NIDY. 070680301299




                                      v
                                    ABSTRAK



Parno. 2007. Kemampuan Menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan Dalam
             Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 3, Kecamatan
             Bendo, Kabupaten Magetan, Tahun 2006/2007. Pendidikan Bahasa
             dan Sastra Indonesia, FPBS, IKIP PGRI Madiun. Pembimbing (I)
             Drs. V. Teguh Suharto, M.Pd., (II) Panji Kundoro, S.S.

Kata Kunci : Kemampuan, Ejaan yang Disempurnakan, Penulisan Cerita



          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menggunakan ejaan
yang disempurnakan dalam penulisan cerita siswa kelas 6 SDN Kinandang 3,
Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Tahun 2006/2007.
          Penelitian ini meneliti seluruh populasi. Oleh karena itu, penelitian ini
disebut penelitian total sampling. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 6
SDN Kinandang 3, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, tahun pelajaran
2006/2007 yang berjumlah 16 siswa.
          Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Selanjutnya,
pengumpulan data yang digunakan adalah teknis tes. Setelah data terkumpul,
kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan rumus
prosentase.
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan menggunakan huruf
kapital memperoleh hasil baik dengan nilai rata-rata sebesar 8,0. 2) Kemampuan
menggunakan kata depan memperoleh hasil cukup dengan nilai rata-rata sebesar 6,8.
3) Kemampuan menggunakan partikel memperoleh hasil baik dengan nilai rata-rata
sebesar 7,1. 4) Kemampuan menggunakan tanda baca memperoleh hasil baik dengan
nilai rata-rata sebesar 7,3.




                                         vi
                                        MOTTO




Wahai manusia,
Ketika   kamu    lahir,   orang-orang    di
sekelilingmu tertawa riang, sedangkan
kamu menangis keras
Berusahalah untuk dirimu,
Ketika   orang-orang      di   sekelilingmu
menangisi kematianmu, kamu tersenyum
gembira melihat syurga di depanmu




                                                Skripsi ini kupersembahkan kepada :
                                          Istriku tercinta, Halimah, serta anak-anakku
                                                  tersayang, 1) Norma Puspita Dewi,
                                                                  2) Silvia Novitasari




                                          vii
                              KATA PENGANTAR



        Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena

atas rahmat dan petunjuk-Nya, penelitian yang berjudul "Kemampuan Menggunakan

Ejaan Yang Disempurnakan Dalam Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang

3, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Tahun 2006/2007" dapat penulis

laksanakan dan penulis laporkan hasilnya dalam bentuk skripsi ini.

        Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini dapat

diselesaikan karena adanya bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak.

Oleh sebab itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Parji, M.Pd., Rektor IKIP PGRI Madiun.

2. Bapak Drs. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd., Dekan Fakultas Pendidikan

   Bahasa dan Seni IKIP PGRI Madiun.

3. Ibu Yuentie Sova Puspidalia, S.Pd., M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa dan

   Sastra Indonesia FPBS IKIP PGRI Madiun.

4. Bapak Drs. V. Teguh Suharto, M.Pd., Pembimbing I.

5. Bapak Panji Kuncoro, S.S., Pembimbing II.

6. Bapak Muljono, A.Ma.Pd., Kepala SDN Kinandang 3, Kecamatan Bendo,

   Kabupaten Magetan yang telah mengizinkan penulis untuk melaksanakan

   penelitian di sekolah yang dipimpinnya.

7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.




                                        viii
          Penulis juga menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Karena

itulah, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi

kesempurnaan skripsi ini.

          Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengajaran sastra

Indonesia, terutama dalam pengajaran ejaan yang disempurnakan dalam penulisan

cerita.




                                                          Madiun, 4 April 2007

                                                                 Penulis,




                                          ix
                                                   DAFTAR ISI

                                                                                                                Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................................................                 i

LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ....................................                                              ii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI ...........................                                                iii

ABSTRAK .......................................................................................................      iv

MOTTO DAN KATA PERSEMBAHAN ......................................................                                     v

KATA PENGANTAR .....................................................................................                 vi

DAFTAR ISI ....................................................................................................     viii

DAFTAR TABEL ............................................................................................             x

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................                xi

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................                xii

BAB I            PENDAHULUAN .........................................................................                1

                A. Latar Belakang Masalah ..........................................................                  1

                B. Identifikasi Masalah ................................................................              4

                C. Batasan Masalah .......................................................................            5

                D. Rumusan Masalah ...................................................................                5

                E. Tujuan Penelitian ......................................................................           6

                F. Kegunaan Penelitian .................................................................              6

BAB II           KAJIAN PUSTAKA ......................................................................                8

                A. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ........................                                 8

                B. Penulisan Cerita .......................................................................          21

                C. Cerita .......................................................................................    25



                                                             x
               D. Kemampuan Penggunaan Ejaan ..............................................                        28

BAB III        METODE PENELITIAN ..............................................................                    31

               A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................                    31

               B. Metode dan Desain Penelitian .................................................                   31

               C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel ..............                                   32

               D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian .........................                              33

               E. Teknik Analisis Data ...............................................................             35

BAB IV         HASIL PENELITIAN ...................................................................                38

               A. Deskripsi Data .........................................................................         38

               B. Interpretasi Data Penelitian ......................................................              43

               C. Diskusi Hasil Penelitian ..........................................................              44

BAB V          PENUTUP .....................................................................................       46

               A. Simpulan ..................................................................................      46

               B. Saran ........................................................................................   46

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................              48

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .......................................................                                49

LAMPIRAN-LAMPIRAN ...............................................................................                  50

DAFTAR RIWAYAT HIDUP .........................................................................                     58




                                                           xi
                                       DAFTAR TABEL



                                                                                               Halaman

Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Huruf

        Kapital Dalam Penulisan Cerita ................................................             38

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Kata Depan

        Dalam Penulisan Cerita ............................................................         40

Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Partikel

        Dalam Penulisan Cerita ............................................................         41

Tabel 4 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Tabda Baca

        Dalam Penulisan Cerita .............................................................        42

Tabel 5 Perbandingan Rata-rata (Mean) Kemampuan Menggunakan

        Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan .........................                         43




                                                  xii
                                      DAFTAR GAMBAR



                                                                                                   Halaman

Gambar 1   Histogram Kemampuan Menggunakan Huruf Kapital

           Dalam Penulisan Cerita .........................................................             39

Gambar 2   Histogram Kemampuan Menggunakan Kata Depan Dalam

           Penulisan Cerita ....................................................................        40

Gambar 3   Histogram Kemampuan Menggunakan Partikel Dalam

           Penulisan Cerita ....................................................................        41

Gambar 4   Histogram Kemampuan Menggunakan Tanda Baca Dalam

           Penulisan Cerita ....................................................................        43




                                                   xiii
                                   DAFTAR LAMPIRAN



                                                                                                   Halaman

Lampiran 1   Daftar Nama Respondensiswa Kelas 6 SDN Kinandang

             03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Tahun

             Pelajaran 2006/2007 ..........................................................             50

Lampiran 2   Soal        Kemampuan               Menggunakan               Ejaan         yang

             Disempurnakan dalam Penulisan Cerita Siswa Kelas 6

             SDN Kinandang 3, Kecamatan Bendo Kabupaten

             Magetan Tahun 2006/2007 ...............................................                    51

Lampiran 3   Nomor Responden, Skor Tingkat Kesalahan dan Nilai

             Kemampuan Siswa Menggunakan Huruf Kapital dalam

             Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 3,

             Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran

             2006/2007..........................................................................        52

Lampiran 4   Nomor Responden, Skor Tingkat Kesalahan dan Nilai

             Kemampuan Siswa Menggunakan Kata Depan dalam

             Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 3,

             Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran

             2006/2007..........................................................................        53

Lampiran 5   Nomor Responden, Skor Tingkat Kesalahan dan Nilai

             Kemampuan             Siswa       Menggunakan              Partikel       dalam

             Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 3,



                                                   xiv
             Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran

             2006/2007..........................................................................   54

Lampiran 5   Nomor Responden, Skor Tingkat Kesalahan dan Nilai

             Kemampuan Siswa Menggunakan Tanda Baca dalam

             Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 3,

             Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran

             2006/2007..........................................................................   55

Lampiran 6   Surat Permohonan Penelitian dari IKIP PGRI Madiun ...                                 56

Lampiran 7   Surat Ijin Penelitian dari Sekolah .....................................              57

Lampiran 8   Daftar Riwayat Hidup ......................................................           58




                                                   xv
                                      BAB I

                                PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

          Melalui pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, siswa diharapkan dapat

   memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia, mampu mengapresiasi, bersikap

   positif terhadap nilai bahasa Indonesia dan dapat mencintai bahasa Indonesia

   sebagai salah satu bagian dari budaya bangsa.

          Guna mewujudkan hal di atas, telah ditempuh atau dilakukan beberapa

   hal. Misalnya, usaha-usaha pembinaan dan pengembangan dalam bidang

   kurikulum, seminar-seminar, penataran-penataran, sarasehan-sarasehan mengenai

   pengajaran bahasa Indonesia. Dalam pengembangan kurikulum, telah diupayakan

   penyempurnaan dan pembaharuan. Misalnya, dalam kurikulum 1975 materi

   pengajaran bahasa Indonesia yang masih menekankan pada segi pengetahuan,

   dalam kurikulum 1984/1994 dan kurikulum yang berlaku setelah itu, materi

   pengajaran bahasa Indonesia sudah menekankan pada bidang keterampilan atau

   apresiasi bahasa Indonesia secara langsung. Kemudian pada kurikulum berbasis

   kompetensi, materi pengajaran bahasa Indonesia menekankan pada penerapan

   pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).

          Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sampai dengan sekarang

   belum diketahui secara pasti apakah harapan di atas telah tercapai atau belum.

   Demikian pula dengan masalah pelaksanaan kurikulum, apakah pengajaran

   bahasa Indonesia di sekolah dasar telah dilaksanakan secara efektif atau belum.



                                        48
       Pengajaran bahasa Indonesia yang hanya menekankan pada segi

pengetahuan belum memberikan harapan tercapainya tujuan pengajaran bahasa

Indonesia. Pengajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya lebih menekankan pada

segi apresiasi, yaitu agar siswa mampu memahami dan menghayati bahasa

Indonesia yang dibacanya. Pembinaan apresiasi bahasa Indonesia dapat dilakukan

melalui beberapa kegiatan, antara lain membaca karya sastra, mempelajari teori

yang berkenaan dengan bahasa, mempelajari esai dan kritik bahasa Indonesia,

serta mempelajari sejarah bahasa Indonesia. Berdasarkan pendapat tersebut,

siswa tidak cukup hanya diberi pengetahuan tentang membaca dan menulis yang

benar, tetapi siswa langsung dihadapkan pada karya cipta bahasa Indonesia dalam

penulisan cerita, penggunaan ejaan yang tepat dalam menulis, dan lain

sebagainya.

       Banyak pihak yang menyatakan bahwa pengajaran yang menekankan

pada bahasa Indonesia khususnya menulis bahasa Indonesia saat ini kurang

memuaskan. Hal itu disebabkan siswa belum dibiasakan akrab dengan aktivitas

menulis. Siswa belum dilatih secara maksimal untuk menggunakan/menerapkan

ejaan yang disempurnakan dalam menulis cerita. Didorong oleh keadaan anak

yang beraneka macam, anak belum mampu menerapkan ejaan yang

disempurnakan dan menulis cerita secara benar. Akrab atau tidaknya siswa

terhadap aktivitas menulis tidak dapat terlepas dari peran guru. Guru memegang

peran yang sangat penting dalam pengajaran apresiasi bahasa Indonesia. Hal-hal

yang harus diperhatikan oleh seorang guru adalah bagaimana ia memilih bahan

atau materi yang cocok, bagaimana mengembangkan bahan atau materi, dan



                                    49
bagaimana pula menjelaskan materi itu kepada siswa secara efektif dan objektif.

Dengan demikian, pengajaran bahasa Indonesia tidak hanya mengajarkan

pengetahuan semata-mata. Faktor guru sangat besar perannya dalam mencapai

tujuan pengajaran yang diharapkan.

       Menurut pengamatan penulis, ada beberapa hambatan yang muncul dalam

pelaksanaan pengajaran menulis di sekolah dasar. Beberapa hambatan tersebut

antara lain kurang tersedianya buku-buku panduan mengenai membaca dan

menulis yang benar dan sistem evaluasi yang masih menitikberatkan pada segi

pengetahuan atau teori membaca dan menulis yang benar.

       Dalam mengajarkan pelajaran bahasa Indonesia diperlukan buku-buku

panduan yang relevan sehingga buku-buku tersebut akan dapat menunjang proses

belajar mengajar. Untuk mewujudkan hal tersebut tidak mudah, sebab di samping

memerlukan dana yang tidak kecil juga diperlukan adanya kebijakan yang

mendukung dan mendorong tercapainya tujuan itu.

       Pengajaran menulis merupakan bagian dari pengajaran bahasa Indonesia

di sekolah dasar. Dalam pengajaran bahasa, guru hendaknya mengadakan

penulisan dengan saksama lebih dahulu tentang amanat apa yang tersurat dan

tersirat dalam pengajaran bahasa Indonesia. Sudah sesuaikah hal itu diajarkan

kepada para siswa, serta bagaimanakah gaya dan cara mengajarkannya, dengan

demikian, kunci keberhasilan proses belajar mengajar membaca itu terletak pada

kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk memiliki pengalaman dalam hal

menulis secara benar. Memiliki pengalaman menulis dapat diperoleh melalui




                                     50
   analisis dan kesediaan guru dalam memberikan peluang yang leluasa untuk

   menemukan masalah beserta pemecahannya.

             Sekalipun sudah ada upaya demi tercapainya tujuan pengajaran bahasa

   Indonesia di sekolah, sampai dengan sekarang belum diketahui apakah

   pengajaran bahasa Indonesia di sekolah benar-benar sudah memenuhi harapan

   sebagaimana yang telah ditentukan dalam kurikulum.

             Pada kesempatan ini peneliti ingin melakukan penelitian mengenai

   “Kemampuan Menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan dalam Penulisan Cerita

   Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan,

   Tahun Pelajaran 2006/2007”. Hal itu dilakukan penulis karena selama ini belum

   ada pihak yang melakukan penelitian di lembaga tersebut dengan topik yang

   sama.

B. Identifikasi Masalah

             Masalah-masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah sebagai

   berikut

   1. Ada beberapa kelemahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah

       dasar, antara lain :

       a. Terbatasnya kemampuan siswa dalam menulis dengan ejaan yang

             disempurnakan.

       b. Kurangnya keterampilan siswa dalam menulis terutama penulisan cerita.

       c. Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

       d. Kurangnya guru memberikan dorongan kepada siswa untuk aktif menulis

             kepada siswa selama dalam proses belajar mengajar di sekolah.



                                         51
       e. Terbatasnya buku dan bacaan di sekolah yang berkaitan dengan

           keterampilan menulis cerita.

   2. Siswa sekolah dasar terutama di daerah pedesaan memiliki kemampuan pikir,

       kondisi   ekonomi,     lingkungan    belajar   yang   berbeda-beda.   Hal   ini

       menyebabkan kemampuan belajar bahasa mereka beragam.

C. Batasan Masalah

          Sesuai dengan identifikasi masalah dalam penelitian ini, penulis

   membatasi masalah yang muncul sebagai berikut

   1. Kemampuan menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam menulis siswa

       kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Tahun

       Pelajaran 2006/2007.

   2. Ketrampilan menulis dibatasi pada menulis cerita.

D. Rumusan Masalah

          Sesuai dengan identifikasi masalah dan batasan masalah, dirumuskan

   masalah penelitian, sebagai berikut

   1. Bagaimanakah kemampuan menggunakan huruf kapital pada karangan cerita

       siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan?

   2. Bagaimanakah kemampuan menggunakan kata depan pada karangan cerita

       siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan?

   3. Bagaimanakah kemampuan menggunakan partikel pada karangan cerita

       siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan?

   4. Bagaimanakah kemampuan menggunakan tanda baca pada karangan cerita

       siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan?



                                           52
E. Tujuan Penelitian

          Setelah   permasalahan    dirumuskan,    langkah    berikutnya   adalah

   menentukan tujuan yang akan dicapai. Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai

   berikut.

   1. Untuk mengetahui kemampuan menggunakan huruf kapital pada karangan

       cerita siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten

       Magetan?

   2. Untuk mengetahui kemampuan menggunakan kata depan pada karangan

       cerita siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten

       Magetan?

   3. Untuk mengetahui kemampuan menggunakan partikel pada karangan cerita

       siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan?

   4. Untuk mengetahui kemampuan menggunakan tanda baca pada karangan

       cerita siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten

       Magetan?

F. Kegunaan Penelitian

   1. Diperolehnya paparan secara objektif tentang kemampuan menggunakan

       ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita siswa kelas 6 SDN

       Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

   2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada guru

       yang bersangkutan bahwa dalam mengajarkan bahasa Indonesia hendaknya

       berpedoman pada hakikat tujuan pengajaran bahasa Indonesia yang benar.




                                       53
3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada kepala

   sekolah   di   tempat   penelitian    ini   dilaksanakan   guna   menentukan

   kebijaksanaan dalam upaya meningkatkan mutu pengajaran bahasa Indonesia

   di sekolah.

4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi motivasi kepada siswa untuk

   aktif dalam kegiatan belajar mengajar serta memiliki kemampuan menulis

   sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.




                                    54
                                    BAB II

                             KAJIAN PUSTAKA



G. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

          Perjalanan sejarah ejaan dalam bahasa Indonesia berawal sejak tahun

   1901, yaitu dengan penerapan Ejaan Melayu dengan huruf Latin yang dirancang

   Ch. A. van Ophusyen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan

   Moehammad Taib Soetan Ibrahim, dan penyempurnaannya telah berkali-kali

   diusahakan. Pada tahun 1938, pada saat Kongres Bahasa Indonesia yang pertama

   di Solo, disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalisasikan.

   (Depdikbud, 1996:ix).

          Pada tahun 1947, dengan Keputusan Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan
   Kebudayaan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku lebih disederhanakan dengan
   nama Ejaan Republik. Dalam perkembangannya, pada tahun 1959, bekerjasama
   dengan pemerintahan Malaysia mempersamakan ejaan bahasa kedua negara itu.
   Hasil dari konsep ejaan bersama itu kemudian dikenal dengan nama Ejaan
   Melindo (Melayu-Indonesia), tetapi perkembangan politik selama tahun-tahun
   berikutnya mengurungkan peresmian ejaan tersebut.


          Setelah melalui berbagai perubahan-perubahan, disusunlah konsep yang

   merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. Konsep itu

   diperkenalkan secara luas pada tahun 1972 dengan Keputusan Presiden No. 57

   tahun 1972 dengan nama Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagai

   patokan pemakaian ejaan yang baku.




                                        55
       Adapun beberapa unsur yang ditetapkan oleh ejaan bahasa Indonesia yang

disempurnakan, yaitu : huruf, pemenggalan kata, pemakaian huruf kapital/miring,

dan lain-lain. Berikut akan disajikan kajian dari masing-masing.

1. Pemakaian Huruf

              Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri dari huruf

    berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya.

              Huruf            Nama              Huruf        Nama           Huruf              Nama
          A           a         a            J           j      je       S           s           es
          B           b         be           K           k      ka       T           t           te
          C           c         ce           L           l      el       U           u           u
          D           d         de       M               m     em        V           v           ve
          E           e         e            N           n      en       W           w           we
          F           f         ef           O           o      o        X           x          eks
          G           g         ge           P           p      pe       Y           y           ye
          H           h         ha           Q           q      qi       Z           z           zet
          I           i         i            R           r      er


2. Huruf Vokal

              Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri dari

    huruf a, e, i, o, dan u.

                                                 Contoh Pemakaian dalam Kata
         Huruf Vokal
                                     Di Awal                 Di Tengah           Di Akhir
                A                      api                     padi                      lusa
                e*                    enak                     petak                     sore
                                      emas                     kena                      tipe
                i                      itu                    simpan                 murni
                o                     oleh                     kota                  radio



                                                 56
           u               ulang             bumi               ibu


* Dalam pengajaran lafal kata, dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata

  menimbulkan keraguan.

Misalnya

       Anak-anak bermain di teras (teras)

       Kami menonton film seri (seri)




                                   57
3. Huruf Konsonan

           Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri

   atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

                                               Contoh Pemakaian dalam Kata
         Huruf Konsonan
                                        Di Awal           Di Tengah            Di Akhir
                  b                      bahasa               sebut               adab
                  c                       cakap               kaca                  -
                  d                        dua                 ada                abad
                  f                       fakir              kafan               maaf
                  g                       guna                tiga               gudeg
                  h                        hari              saham                tuah
                  j                       jalan              manja               mikraj
                  k                       kami               paksa               politik
                  l                       lekas               alas               kesal
                 m                        maka                kami               diam
                  n                       nama                anak                daun
                  p                      pasang                apa                siap
                  q                       quran              furqan                 -
                  r                        raih               bara               putar
                  s                      sampai                asli              lemas
                  t                        tali               mata               rapat
                  v                       varia               lava                  -
                 w                       wanita               hawa                  -
                  x                      xenon                  -                   -
                  y                       yakin             payung                  -
                 Z                         zeni              lazim                 juz


4. Huruf Diftong




                                          58
       Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan

dengan ai, au, dan oi.

                                      Contoh Pemakaian dalam Kata
       Huruf Diftong
                           Di Awal            Di Tengah       Di Akhir
             ai               ain               syaitan        pandai
             au              aula               saudara       harimau
             oi                   -             boikot         amboi




                             59
5. Gabungan Huruf Konsonan

          Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang

   melambangkan konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy. Masing-masing

   melambangkan satu bunyi konsonan.

                                           Contoh Pemakaian dalam Kata
         Huruf Diftong
                                  Di Awal          Di Tengah        Di Akhir
              kh                   khusus              akhir         tarikh
              ng                   ngilu             bangun         senang
              ny                   nyata             hanyut              -
               sy                  syarat            isyarat             -


6. Pemenggalan Kata

   a. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

      1) Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu

          dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

          Misalnya

                     ma-in, sa-at, bu-ah

          Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah diceraikan sehingga

          pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu.

          Misalnya

                     au-la      bukan a-u-la

      2) Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf

          konsonan, di antara dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan

          sebelum huruf konsonan.

          Misalnya


                                    60
                  ba-pak, ba-rang, su-lit, la-wan, de-ngan, ke-nyang

   3) Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan,

       pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.

       Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan.

       Misalnya

                  man-di, som-bong, swas-ta, cap-lok, ap-ril, bang-sa

   4) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih,

       pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan

       huruf konsonan yang kedua.

       Misalnya

                  in-stru-men, ul-tra, in-fra, bang-krut, ben-trok, ikh-las

b. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami

   perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan

   kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.

   Misalnya

              makan-an, me-rasa-kan, mem-bantu, pergi-lah

   Perlu diperhatikan bahwa

   1) Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.

   2) Akhiran –i tidak dipenggal.

   3) Pada kata yang berimbuhan sisipan, pemenggalan kata dilakukan

       sebagai berikut.

       Misalnya, te-lun-juk, si-nam-bung, ge-li-gi




                                  61
   c. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu

       dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di

       antara unsur-unsur itu, atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan

       kaidah di atas.

       Misalnya

             bio-grafi, bi-o-gra-fi

             foto-grafi, fo-to-gra-fi

7. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring

   a. Huruf Kapital atau Huruf Besar

       1) Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata

           pada awal kalimat.

           Misalnya

                  Dia mengantuk.

                  Apa maksudnya?

       2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

           Misalnya

                  Adik bertanya,”Kapan kita pulang?”

                  “Besok pagi,” kata Ibu, “dia akan berangkat”.

       3) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang

           berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti

           untuk Tuhan.

           Misalnya

                  Allah, Yang Mahakuasa, Alkitab, Quran, Weda, Islam



                                        62
         Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-

         Nya.

4) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,

   keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

   Misalnya

         Mahaputra, Yamin, Sultan Hasanuddin, Imam Syafii

5) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan

   pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai

   pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

   Misalnya

         Wakil Presiden Adam Malik, Perdana Menteri Nehru,

         Profesor Supomo, Laksamana Muda Udara Husein

   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan

   pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama

   tempat.

   Misalnya

         Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?

6) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama

   orang.

   Misalnya

         Amir Hamzah, Dewi Sartika, Wage Rudolf Supratman

   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang

   digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.



                           63
   Misalnya

         mesin diesel, 10 volt, 5 ampere

7) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku

   bangsa, dan bahasa.

   Misalnya

         bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris

   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa,

   suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

   Misalnya

         mengindonesiakan kata asing

8) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari,

   hari raya, dan peristiwa sejarah.

   Misalnya

         bangsa Hijriah, tarikh Masehi, bulan Agustus

   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah

   yang tidak dipakai sebagai nama.

   Misalnya

         Soekarno     dan    Hatta     memproklamasikan   kemerdekaan

         bangsanya.

9) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

   Misalnya

         Asia Tenggara, Banyuwangi, Bukit Barisan, Cirebon




                             64
   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi

   yang tidak menjadi unsur nama diri.

   Misalnya

         berlayar ke teluk, mandi di kali, menyeberangi selat

10) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama

   negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama

   dokumen resmi kecuali kata seperti dan.

   Misalnya

         Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat

   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata bukan nama

   resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta

   nama dokumen resmi.

   Misalnya

         Menjadi sebuah republik, menurut undang-undang

11) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk

   ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah

   dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.

   Misalnya

         Perserikatan Bangsa-Bangsa, Undang-Undang Dasar Republik

         Indonesia

12) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk

   unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat




                            65
   kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang,

   untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

   Misalnya

         Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke

         Roma.

13) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama

   gelar, pangkat, dan sapaan.

   Misalnya

         Dr.     doktor

         M.A. master of arts

         S.E.    sarjana ekonomi

         S.Pd. sarjana pendidikan

         Tn.     Tuan

         Sdr.    saudara

14) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan

   kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman

   yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

   Misalnya

         “Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto.

         Silakan duduk, Dik!” kata Ucok.

   Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk

   hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau

   penyapaan.



                             66
       Misalnya

            Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

            Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

   15) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.

       Misalnya

            Sudahkah Anda tahu?

            Surat Anda telah kami terima.

b. Huruf Miring

   1) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku,

       majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

       Misalnya

            Majalah Bahasa dan Kesusastraan, buku Negarakertagama

            karangan Prapanca

   2) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau

       mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.

       Misalnya

            Huruf pertama kata abad ialah a.

            Dia bukan menipu, tetapi ditipu.

   3) Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama

       ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.

       Misalnya

            Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.

            Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.



                                67
           Tetapi

                 Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.

       Catatan: selengkapnya dapat dilihat pada buku Pedoman Ejaan Bahasa

       Indonesia yang Disempurnakan.

8. Pemakaian Tanda Baca

   a. Tanda titik (.)

       1) Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau

           seruan.

           Misalnya

                 Ayahku tinggal di Solo.

                 Biarlah mereka duduk di sana.

       2) Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan,

           ikhtisar, atau daftar.

           Misalnya

                 a. III. Departemen Dalam Negeri

                 1.1 Isi Karangan

           Catatan tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam

           suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang

           terakhir dalam deretan angka atau huruf.

       3) Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak

           berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam

           daftar pustaka.

           Misalnya



                                    68
            Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden Balai

            Pustaka.

   4) Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal

       surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

       Misalnya

            Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)

            Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)

b. Tanda koma (,)

   1) Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau

       pembilangan.

       Misalnya

            Saya membeli kertas, pena, dan tinta.

   2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian

       lain dalam kalimat.

       Misalnya

            Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”

   3) Tanda koma dipakai di antara nama orang tua dan gelar akademik

       yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri,

       keluarga, dan marga.

       Misalnya

            B. Ratulangi, S.E.




                                 69
           4) Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari

                 bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung

                 itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

                 Misalnya

                      “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim.

           Catatan: selengkapnya dapat dilihat pada buku Pedoman Ejaan Bahasa

           Indonesia yang Disempurnakan.

H. Penulisan Cerita

   1. Pengertian Menulis

              Menurut Henry Guntur Tarigan (1991:21) menulis ialah menurunkan

       atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa

       yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang lain dapat membaca

       lambang-lambang       grafik    tersebut.      Menulis    merupakan   keterampilan

       berbahasa (writing skills) yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara

       tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain.

              Kemudian menurut Morsey (dalam Henry Guntur Tarigan, 1991:4)

       menulis     dipergunakan       orang        terpelajar   untuk   mencatat/merekam,

       meyakinkan, melaporkan/memberitahukan, dan mempengaruhi; dan maksud

       serta tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang

       yang dapat menyusun pikirannya dan mengutarakannya dengan jelas.

       Kejelasan tersebut tergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata,

       dan struktur kalimat. Penulis harus menguasai prinsip-prinsip menulis dan




                                              70
berpikir, yang akan menolongnya mencapai maksud dan tujuannya. Yang

terpenting di antara prinsip-prinsip itu adalah penemuan, susunan, dan gaya.




                                 71
2. Fungsi Tulisan

          Pada prinsipnya, fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat

   komunikasi yang tidak langsung (Henry Guntur Tarigan, 1991:22).

   Mengingat fungsi di atas maka seorang penulis dituntut mampu berpikir

   secara kritis, merasakan dan menikmati hubungan-hubungan kalimat,

   memperdalam persepsi, membuat susunan dan gaya bahasa yang menarik

   sesuai dengan alur yang dikehendaki.

          Penulis yang baik adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi

   yang tepat dalam merangkai tulisannya, meliputi

   a. maksud dan tujuan penulis (perubahan yang diharapkannya akan terjadi

       pada diri pembaca),

   b. pembaca atau pemirsa (apakah pembaca itu orang tua, kenalan, atau

       teman penulis),

   c. waktu     dan      kesempatan        (keadaan-keadaan   yang   melibatkan

       berlangsungnya suatu kejadian tertentu, waktu, tempat, dan situasi yang

       menuntut perhatian langsung, masalah yang memerlukan pemecahan,

       pertanyaan yang menuntut jawaban, dan sebagainya) (D’angelo dalam

       Henry Guntur Tarigan, 1991:22).

          Dengan demikian, penulis akan mendapatkan respons atau jawaban

   yang diharapkan penulis dari pembaca. Respon atau umpan balik dari

   pembaca, baik negatif maupun positif, menunjukkan keberhasilan penulis

   dalam menuangkan tulisannya.




                                      72
3. Tujuan Penulisan

          Tujuan penulisan sesuatu tulisan menurut Hugo Hartig (dalam Henry

   Guntur Tarigan, 1991:24) sebagai berikut.

   a. Tujuan penugasan (assignment purpose)

       Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali.

       Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri.

       Misalnya, para siswa yang diberi tugas merangkumkan buku, sekretaris

       yang ditugaskan membuat laporan, notulen rapat).

   b. Tujuan altruistik (altruistic purpose)

       Penulis bertujuan untuk menyengkan para pembaca, menghindarkan

       kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami,

       menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para

       pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu.

       Seseorang tidak akan dapat menulis secara tepat guna kalau dia percaya,

       baik secara sadar maupun secara tidak sadar bahwa pembaca atau

       penikmat karyanya itu adalah lawan atau musuh. Tujuan altruistik adalah

       kunci keterbacaan sesuatu tulisan.

   c. Tujuan persuasif (persuasive purpose)

       Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran

       gagasan yang diutarakan.

   d. Tujuan informasional, tujuan penerangan (informational purpose)

       Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/ penerangan

       kepada para pembaca.



                                     73
   e. Tujuan pernyataan diri (self expressive purpose)

        Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri penulis

        kepada para pembaca.

   f.   Tujuan kreatif (creative purpose)

        Tujuan ini erat berhubungan dengan tujuan pernyataan diri. Tujuan yang

        bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.

   g. Tujuan pemecahan masalah (problem-sovling purpose)

        Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang

        dihadapi.

4. Klasifikasi Tulisan

           Menurut Weaver (dalam Henry Guntur Tarigan, 1991:27) membagi

   tulisan berdasarkan bentuknya sebagai berikut.

   a. Eksposisi, yang mencakup

        1) Definisi

        2) Analisis

   b. Deskripsi, yang mencakup

        1) Deskripsi ekspositori

        2) Deskripsi literer

   c. Narrasi, yang mencakup

        1) Urutan waktu

        2) Motif

        3) Konflik

        4) Titik pandangan



                                       74
                5) Pusat minat

         d. Argumentasi, yang mencakup

                1) Induksi

                2) Deduksi

              Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menulis

     membutuhkan keterampilan yang selalu di asah untuk memperoleh kemampuan

     yang optimal. Semakin sering seorang penulis berlatih maka semakin terasah

     keterampilan menulisnya.

I.   Cerita

              Cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu

     hal (peristiwa, kejadian dan sebagainya).

              Narasi adalah penceritaan suatu cerita atau kejadian, cerita atau deskripsi

     dari suatu kejadian atau peristiwa; kisahan; tema suatukarya seni; menyajikan

     sebuah kejadian yang disusun berdasarkan urutan waktu.

              Persamaan cerita dan narasi terletak sama-sama mendeskripsikan suatu

     kejadian atau peristiwa.

              Beberapa unsur yang harus dipenuhi dalam menulis cerita adalah sebagai

     berikut.

     1. Alur

                  Istilah lain yang sama maknanya dengan alur atau plot ini adalah trap

         atau dramatic conflict. Keempat istilah ini bermakna struktur gerak atau laku

         dalam suatu fiksi atau drama (Brooks and Warren, dalam Henry Guntur

         Tarigan, 1991:150).



                                            75
       Menurut Lubis (dalam Henry Guntur Tarigan, 1991:150) setiap cerita

biasanya dpat dibagi atas lima bagian, meliputi hal-hal sebagai berikut.

a. Situation (pengarang mulai melukiskan suatu keadaan atau situasi).

b. Generating circumstance (peristiwa yang bersangkut-paut, yang berkait-

    kaitan mulai bergerak).

c. Rising action (keadaan mulai memuncak).

d. Climax (peristiwa-peristiwa mencapai klimaks).

e. Denouement (pengarang memberikan pemecahan soal dari semua

    peristiwa).

       Kemudian pola yang digunakan dalam penyusunan alur dengan pola

tradisional dengan unsur-unsur terlihat sebagai berikut.

a. Exposition pengenalan tokoh, pembukaan hubungan-hubungan, menata

    adegan, menciptakan suasana, penyajian sudut pandang.

b. Complication       mempertinggi/meningkatkan perhatian kegembiraan,

    kehebohan, atau keterlibatan pada saat bertambahnya kesukaran-

    kesukaran atau kendala-kendala.

c. Turning point krisis atau klimaks, titik emosi, dan perhatian yang paling

    besar serta mendebarkan, apabila kesukaran atau masalah dihadapi dan

    diselesaikan.

d. Ending penjelasan peristiwa-peristiwa, bagaimana caranya para tokoh

    itu dipengaruhi, dan apa yang terjadi atas diri mereka masing-masing

    (Adelstein & Pival, dalam Henry Guntur Tarigan, 1991:151)




                                  76
           Dari uraian di atas maka alur cerita mempengaruhi hidup tidaknya

   suatu cerita.

2. Tokoh

           Penokohan atau karakterisasi adalah proses yang dipergunakan oleh

   seseorang pengarah untuk menciptakan tokoh-tokoh fiksinya. Tokoh fiksi

   harus dilihat sebagai yang berada pada suatu masa dan tempat tertentu dan

   haruslah pula diberi motif-motif yang masuk akal bagi segala sesuatu yang

   dilakukannya. Tugas pengarang ialah membuat tokoh itu sebaik mungkin,

   seperti yang benar-benar ada. Cara untuk mencapai tujuan ini tentu beraneka

   ragam, termasuk pemerian atau analisis, apa yang dikatakan atau yang

   dilakukan oleh para tokoh. Cara mereka mereaksi dalam situasi-situasi

   tertentu, apa yang dikatakan oleh tokoh lain terhadap mereka atau bagaimana

   mereka bereaksi terhadapnya.

           Perlu dipahami, bahwa pengarang adalah pencipta, tetapi dunia sastra

   yang mereka ciptakan haruslah kira-kira sama dengan dunia nyata. Untuk

   mencapai sasaran di atas, perlu memunculkan tokoh dalam penulisan cerita,

   meliputi

   a. tokoh utama, tokoh pusat (central character),

   b. tokoh penunjang (supporting character),

   c. tokoh latar belakang (background character).

           Kesusastraan memang mengesankan bagi para tokoh yang telah

   menjelajahi halaman demi halaman sampai masuk ke dalam kesadaran

   budaya pembacanya.



                                    77
             Karakter tokoh dalam cerita, biasanya memiliki ciri-ciri yang mudah

      diserap pembaca, sebagaimana tokoh Brutus dalam Juleus Caesar (Adelstein

      & Pival, dalam Henry Guntur Tarigan, 1991:145) dengan ciri-ciri

      a. tolol, kekanakan-kanakan, atau naif (dikelabui oleh Cassius, ditipu oleh

          Antony);

      b. dihormati (semua komplotan pada dasarnya menaruh kepercayaan dan

          memberi penghormatan kepadanya, menjadi pemimpin);

      c. lekas marah (bertengkar dengan Cassius, jengkel dan marah kepada

          penyair);

      d. sabar, lembut, baik hati (mencintai Portia, penuh perhatian pada Lucius);

      e. idealistis (taat pada Republik, tidak ada rencana menggantikannya).

J. Kemampuan Penggunaan Ejaan

   1. Pengertian Kemampuan

      a. Pengertian

                 Kemampuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:553)

          adalah kesanggupan; kecakapan; kekuatan; kita berusaha dengan diri

          sendiri. Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa kemampuan

          berkaitan dengan potensi yang dapat diusahakan dan ditingkatkan oleh

          seseorang.

                 Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa setiap orang

          memiliki kemampuan yang berbeda-beda

      b. Ciri orang yang mampu

          1) Sanggup



                                       78
      2) Cakap

      3) Kuat

      4) Berusaha dengan diri sendiri

2. Pengukuran/Penilaian Kemampuan

   a. Pengertian Pengukuran/Penilaian Kemampuan

             Tuckman (dalam Burhan Nurgiyantoro, 1987:5) mengartikan

      penilaian sebagai suatu proses untuk mengetahui (menguji) apakah suatu

      kegiatan, proses kegiatan, keluaran suatu program telah sesuai dengan

      tujuan atau kriteria yang telah ditentukan. Kemudian Cronbach (dalam

      Burhan Nurgiyantoro, 1987:6) memberikan definisi bahwa penilaian

      adalah proses pengumpulan dan penggunan informasi yang dipergunakan

      sebagai dasar pembuatan keputusan tentang program pendidikan.

             Untuk memberikan penilaian secara tepat, diperlukan data-data

      yang akurat. Untuk mendapatkan data-data yang akurat, diperlukan alat

      berupa pengukuran. Melalui kegiatan pengukuran dapat diketahui

      informasi yang dibutuhkan dalam penilaian. Sedang pengukuran

      (measurement) hanyalah bagian atau alat penilaian saja misalnya, berupa

      skor-skor siswa (Tuckman, dalam Burhan Nurgiyantoro (1987:5).

   b. Cara-cara mengukur kemampuan

      1) Pemberian tes lisan

      2) Pemberian tes tulis (paper and pencil test)

      3) Pemberian tes perbuatan (performance test) (Depdiknas, 2003:17-21)




                                   79
      Dengan pemberian tes akan diketahui kemampuan masing-

masing siswa pada kompetensi yang dikehendaki.




                           80
                                                        BAB III

                                          METODE PENELITIAN



K. Tempat dan Waktu Penelitian

   1. Tempat Penelitian

   Peneliti memilih tempat penelitian di SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo,

   Kabupaten Magetan. Tempat tersebut dipilih sebagai tempat penelitian karena

   pertimbangan di tempat tersebut belum pernah ada penelitian dengan masalah

   yang sama seperti yang dilakukan peneliti.

   2. Waktu Penelitian

   Dalam penelitian ini, peneliti membutuhkan waktu selama 4 bulan, yakni mulai

   bulan Januari 2007 sampai dengan bulan April 2007.

L. Metode dan Desain Penelitian
   Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hal ini sesuai dengan tujuan
   penelitian yaitu memperoleh paparan yang objektif mengenai kemampuan menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam
   penulisan cerita siswa kelas VI SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

   Sehubungan dengan penelitian deskriptif ini, ada dua jenis penelitian menurut proses sifat dan analisis datanya, yaitu

   1.     riset deskriptif yang bersifat eksploratif, yakni bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena;

   2.     riset deskriptif yang bersifat developmental, yakni riset deskriptif yang digunakan untuk menemukan suatu model

          atau prototype, dan bisa digunakan untuk segala jenis bidang (Arikunto, 2002:194-196).

   Atas dasar uraian tersebut, jelaslah bahwa penelitian ini termasuk desain penelitian deskriptif. Desain penelitian deskriptif
   mempunyai ciri-ciri tertentu. Surahmad (2003:132) menyatakan bahwa desain penelitian deskriptif memiliki ciri-ciri : (1)
   memusatkan pada pemecahan masalah yang ada sekarang, (2) data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan,
   kemudian dianalisis,          (3) menjelaskan dengan teliti dan terinci, baik mengenai dasar-dasar metodologinya maupun
   mengenai detail teknis secara khusus, (4) menjelaskan prosedur pengumpulan data, pengawasan dan penilaian terhadap
   data, serta      (5) memberikan alasan yang kuat tentang penggunaan teknik tertentu dan teknik lainnya.

   Berdasarkan teori di atas, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini berupaya memperoleh
   data secara sahih, cermat, akurat, dan lengkap. Dari data yang terkumpul kemudian diperiksa, diklasifikasikan, dianalisis,
   dan dideskripsikan. Hasil analisisnya merupakan deskripsi mengenai kemampuan menggunakan ejaan yang disempurnakan




                                                             81
   dalam penulisan cerita siswa kelas 6 SDN Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan tahun pelajaran
   2006/2007.

M. Populasi, Sampel, Teknik Pengambilan Sampel

   1. Populasi

                     Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002:102).

         Sesuai dengan pengertian ini maka populasi dalam penelitian ini adalah

         siswa-siswi kelas 6 SDN

         Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan tahun pelajaran

         2006/2007. Adapun siswa-siswi kelas VI SDN Kinandang 03, Kecamatan

         Bendo, Kabupaten Magetan berjumlah 16 orang.

   3. Sampel

   Oleh karena keterbatasan jumlah subjek, penelitian ini merupakan penelitian

   populasi, yaitu menggunakan seluruh dari populasi sebagai subjek penelitian. Hal

   ini mengingat jumlah populasinya tidak melebihi 100, seluruh populasi, peneliti

   jadikan sampel atau total sampling yaitu 16 siswa.

B. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

   1. Pengumpulan Data

                     Pengumpulan data diperoleh dengan jalan memberikan tes kepada

         responden. Tes adalah yang dipergunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran

         yang telah diberikan oleh guru kepada murid-muridnya, atau oleh dosen

         kepada mahasiswa, dalam jangka waktu tertentu (Ngalim Purwanto,

         1990:33). Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan peneliti setelah

         mendapat izin dari Kepala Sekolah.




                                                        82
        Adapun prosedur pelaksanaan pengumpulan data adalah sebagai

berikut : (1) mengatur persiapan dan menertibkan teste, (2) memberikan

petunjuk cara pengerjaan soal dan mengadakan pembetulan jika ada

kesalahan pengetikan, (3) membagikan lembar soal berupa perintah untuk

membuat cerita.




                              83
2. Instrumen Penelitian

Dalam instrumen penelitian ini, untuk mengukur kemampuan siswa dengan

menggunakan soal tes dalam bentuk cerita dengan tema “Liburan Ke Rumah

Nenek”. Dengan memberi waktu penulisan cerita selama 40 menit, kemudian

hasil pekerjaan siswa dikumpulkan untuk dianalisa tingkat kemampuan

penggunaan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita siswa kelas 6 SDN

Kinandang 03, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan tahun pelajaran

2006/2007.

             Skala penilaian digunakan untuk mengukur penampilan atau

    perilaku orang/individu lain oleh seseorang, melalui pernyataan perilaku

    individu pada suatu titik kontinue atau suatu kategori yang bermakna nilai

    (Nana Sudjana, 2001:112). Titik atau kategori diberi nilai rentangan mulai

    dari yang tertinggi sampai terendah. Rentangan ini bisa dalam bentuk huruf

    (a, b, c d) atau angka (4, 3, 2, 1). Sedangkan menurut Yatim Riyanto

    (2001:101) bahwa score yang diberikan pengamat/peneliti merupakan

    judment (kebijakan) pengamat/peneliti itu sendiri.

Pemberian skor atau penilaian diukur dengan ketentuan sebagai berikut.




                                     84
      a. Nilai 10, bila tidak ada kesalahan

      b. Nilai 9, bila tingkat kesalahan antara 1 sampai dengan 3

      c. Nilai 8, bila tingkat kesalahan antara 4 sampai dengan 5

      d. Nilai 7, bila tingkat kesalahan antara 6 sampai dengan 7

      e. Nilai 6, bila tingkat kesalahan antara 8 sampai dengan 9

      f.   Nilai 5, bila tingkat kesalahan diatas 10

C. Analisis Data

           Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi sesuai dengan tingkat

   kesalahan dalam penggunaan ejaan yang disempurnakan. Kemudian dari data

   tersebut, peneliti membuat tingkat kemampuannya dengan indikator tingkat

   kesalahan sebagai ketentuan pada instrumen penelitian di atas dengan

   menggunakan rumus prosentase.


           P=
                 F x100 %
                  N

   Keterangan :

   P = Prosentase

   F = Tingkat kesalahan

   N = Jumlah responden

           Kecuali itu, peneliti mencari nilai mean, median, modus, SD,

   kemencengan        poligon,   histogram,        dan   poligon.   Adapun   rumus   yang

   dipergunakan ialah:

   1. Menentukan Nilai Rata-rata (Mean)

                Dalam menentukan nilai rata-rata (Mean) digunakan rumus :


                                              85
   Mean =
             fi.xi (Sudjana, 1996:67)
             fi
   Keterangan :

    fi   = jumlah frekuensi

   xi     = titik tengah interval

2. Median

   Rumus yang dipakai untuk menentukan median ialah :

               1 n F
   Me = b + p  2      (Sudjana, 1996:79)
               f     

   Keterangan :

   b    = batas bawah kelas median

   p    = panjang kelas interval

   n    = banyak sampel

   F    = jumlah semua frekuensi sebelum kelas median

   f    = frekuensi kelas median

3. Menentukan Modus (Mo)

   Dalam menentukan modus (Mo) dipakai rumus :

               b1 
                        
   Mo = b + p  b1  b 2  (Sudjana, 1996:79)

   Keterangan :

   b    = batas bawah kelas median

   p    = panjang kelas interval

   b1 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas modal terdekat

          sebelumnya.

                                     86
   b2 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas terdekat berikutnya.

4. Menentukan Standar Deviasi (SD)

   Rumus yang digunakan untuk menentukan standar deviasi atau simpangan

   baku (SD) ialah :


            fi xi  x 
                        2



   SD =        n 1         (Sudjana, 1996:94)

   Keterangan :

    fi    = jumlah frekuensi

   xi      = titik tengah interval

    x      = nilai rata-rata

   n       = banyaknya data

5. Menentukan Kecondongan Poligon

   Rumus untuk menentukan kecondongan poligon ialah :

             x  Mo
   Rumus =          (Sudjana, 1996:94)
                S

   Keterangan :

    x   = nilai rata-rata atau Mean

   Mo = modus/harga tengah

   S    = simpangan baku




                                       87
                                        BAB IV

                                  HASIL PENELITIAN



       Hasil penelitian ini akan dilaporkan secara deskriptif yang dilengkapi dengan

tabel frekuensi, poligon, dan histogram. Berdasarkan variabel-variabelnya, maka hasil

penelitian ini dilaporkan sebagai berikut :

A. Deskripsi Data

    1. Kemampuan menggunakan huruf kapital.

           Dengan bantuan komputer menggunakan program Microsoft Excel 2003,

   nilai-nilai yang didapatkan yaitu: n sebanyak 16; nilai minimum sebesar 6,0; nilai

   maksimum sebesar 9,0; mean (Mn) sebesar 8,0; median (Me) sebesar 8; modus

   (Mo) sebesar 9,0, simpangan baku (SD) sebesar 1,1.

           Berdasarkan data tersebut dibuat tabel distribusi frekuensi kemampuan

   menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita.

        Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Huruf Kapital
                Dalam Penulisan Cerita

                          Nilai                    Frekuensi
                            6                         2
                            7                         3
                            8                         4
                            9                         7


    Berdasarkan tabel 1 tersebut, dibuat grafik histogram sebagai berikut.




                                              88
    8
                                                               7
    7

    6

    5
                                               4
    4
                               3
    3
               2
    2

    1

    0
               6               7               8               9



    Keterangan : SD: 1,1; Mo:9,0; Me:8,0; Mn:8,0; Min:6,0; Max:9,0; n:nilai;
                   f:frekuensi; Poligon condong kiri (-0,9)


    Gambar 1       Histogram Kemampuan Menggunakan Huruf Kapital Dalam
                   Penulisan Cerita


2. Kemampuan menggunakan kata depan.

        Dengan bantuan komputer menggunakan program Microsoft Excel 2003,

nilai-nilai yang didapatkan yaitu: n sebanyak 16; nilai minimum sebesar 5,0; nilai

maksimum sebesar 9,0; mean (Mn) sebesar 6,8; median (Me) sebesar 7,0; modus

(Mo) sebesar 7,0, simpangan baku (SD) sebesar 1,2.

        Berdasarkan data tersebut dibuat tabel distribusi frekuensi kemampuan

menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita.



                                      89
    Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Kata Depan Dalam
            Penulisan Cerita

                     Nilai                    Frekuensi

                       5                          4
                       6                          1
                       7                          7
                       8                          3
                       9                          1


Berdasarkan tabel 2 tersebut, dibuat grafik histogram sebagai berikut.

   8
                                       7
   7

   6

   5
             4
   4
                                                      3
   3

   2
                           1                                    1
   1

   0
             5             6          7               8         9


    Keterangan : SD: 1,2; Mo:7,0; Me:7,0; Mn:6,8; Min:5,0; Max:9,0; n:nilai;
                  f:frekuensi; Poligon condong kiri (-0,2)


    Gambar 2      Histogram Kemampuan Menggunakan Kata Depan Dalam
                  Penulisan Cerita


3. Kemampuan menggunakan partikel.




                                      90
        Dengan bantuan komputer menggunakan program Microsoft Excel 2003,

nilai-nilai yang didapatkan yaitu: n sebanyak 16; nilai minimum sebesar 5,0; nilai

maksimum sebesar 9,0; mean (Mn) sebesar 7,1; median (Me) sebesar 7,0; modus

(Mo) sebesar 7,0, simpangan baku (SD) sebesar 1,4.

        Berdasarkan data tersebut dibuat tabel distribusi frekuensi kemampuan

menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita.

    Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Partikel Dalam
            Penulisan Cerita

                      Nilai                    Frekuensi

                        5                         2
                        6                         3
                        7                         6
                        8                         1
                        9                         4


Berdasarkan tabel 3 tersebut, dibuat grafik histogram sebagai berikut.
    7

                                       6
    6


    5

                                                                4
    4

                            3
    3

             2
    2

                                                      1
    1


    0
             5              6          7              8         9




                                      91
    Keterangan : SD: 1,4; Mo:7,0; Me:7,0; Mn:7,1; Min:5,0; Max:9,0; n:nilai;
                  f:frekuensi; Poligon condong kanan (0,1)


    Gambar 3      Histogram     Kemampuan       Menggunakan      Partikel   Dalam
                  Penulisan Cerita



4. Kemampuan menggunakan tanda baca.

       Dengan bantuan komputer menggunakan program Microsoft Excel 2003,

nilai-nilai yang didapatkan yaitu: n sebanyak 16; nilai minimum sebesar 5,0; nilai

maksimum sebesar 9,0; mean (Mn) sebesar 7,3; median (Me) sebesar 7,0; modus

(Mo) sebesar 7,0, simpangan baku (SD) sebesar 1,4.

       Berdasarkan data tersebut dibuat tabel distribusi frekuensi kemampuan

menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan cerita.

    Tabel 4 Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggunakan Tabda Baca Dalam
            Penulisan Cerita

                      Nilai                    Frekuensi

                        5                         2
                        6                         2
                        7                         5
                        8                         3
                        9                         4


Berdasarkan tabel 4 tersebut, dibuat grafik histogram sebagai berikut.




                                      92
    6
                                      5
    5
                                                                  4
    4
                                                   3
    3
             2           2
    2

    1

    0
             5           6            7            8              9


    Keterangan : SD: 1,4; Mo:7,0; Me:7,0; Mn:7,3; Min:5,0; Max:9,0; n:nilai;
                  f:frekuensi; Poligon condong kanan (0,2)

    Gambar 4      Histogram Kemampuan Menggunakan Tanda Baca Dalam
                  Penulisan Cerita
5. Perbandingan Rata-rata Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia

    yang Disempurnakan

        Setelah dikelompok-kelompokkan sesuai dengan rancangan penelitian,

maka rata-rata (mean) Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan sebagai berikut.

    Tabel 5 Perbandingan Rata-rata (Mean) Kemampuan Menggunakan Ejaan
            Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

                                              Aspek Ejaan
                      Huruf Kapital       Kata Depan   Partikel       Tanda Baca
        Kemampuan            8,0             6,8            7,1          7,3




                                      93
B. Interpretasi Data Penelitian

          Setelah dilakukan perhitungan secara deskriptif, diperoleh kenyataan

   bahwa rata-rata kemampuan penggunaan ejaan jika ditinjau dari empat aspek

   yang diteliti, kemampuan menggunakan huruf kapital menduduk prestasi yang

   paling tinggi (rata-rata 8,0), kemudian menggunakan tanda baca (7,3), kemudian

   penggunaan partikel (7,1), dan yang paling rendah yaitu kemampuan

   menggunakan kata depan (6,8).

          Berdasarkan pada hasil kemampuan di atas, dapat diinterpretasikan bahwa

   kemampuan menggunakan huruf kapital menduduki prestasi yang paling tinggi

   disebabkan bahwa pemahaman siswa terhadap huruf kapital seperti dipakai

   sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat, huruf pertama petikan langsung,

   huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab

   suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan, huruf pertama nama gelar kehormatan,

   keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang, huruf pertama unsur nama

   jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti

   nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat sudah banyak dipahami

   oleh siswa. Hal ini disebabkan pemakaian huruf kapital sudah lazim dibaca di

   tempat-tempat umum seperti papan nama, reklame, surat-surat dinas, majalah,

   koran dan sebagainya.

          Sedangkan untuk kemampuan menggunakan kata depan menduduki

   kemampuan paling rendah disebabkan kerancuan pemahaman bahwa kata depan

   harus dipisah dengan kata berikutnya, seperti penulisan di atas, di bawah, di

   samping, dan sebagainya.



                                       94
C. Diskusi Hasil Penelitian

          Dari hasil komputasi diperoleh kenyataan bahwa dari empat kemampuan

   dalam menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan diperoleh

   ketuntasan belajar yang memuaskan dengan rata-rata nilai di atas 7 untuk empat

   aspek, yaitu kemampuan menggunakan huruf kapital, partikel, dan tanda baca.

   Sedangkan satu aspek, yaitu kemampuan menggunakan kata depan memperoleh

   nilai rata-rata cukup yaitu 6,8.

          Dari uraian di atas, menunjukkan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia di

   SDN Kinandang 3, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan tergolong baik. Hal

   ini ditunjukkan dari keluaran (output) berupa kemampuan siswa dalam

   mengapresiasi Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan mendapatkan nilai

   rata-rata yang memuaskan yaitu di atas nilai 7.

          Walaupun dalam penelitian tidak dimunculkan kemampuan siswa dalam

   menulis cerita, seperti alur, plot, setting, karakter tokoh dalam cerita tersebut,

   menurut pengamatan penulis, dari waktu yang disediakan yaitu selama 40 menit,

   siswa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan. Bahkan, beberapa siswa telah

   menyelesaikan sebelum waktu yang disediakan berakhir.




                                         95
                                     BAB V

                            SIMPULAN DAN SARAN



A. Simpulan

           Berdasarkan pembahasan pada bab IV, kemampuan menggunakan ejaan

   yang disempurnakan pada penulisan cerita dapat disimpulkan sebagai berikut.

   1. Kemampuan menggunakan huruf kapital memperoleh hasil baik dengan nilai

       rata-rata sebesar 8,0.

   2. Kemampuan menggunakan kata depan memperoleh hasil cukup dengan nilai

       rata-rata sebesar 6,8.

   3. Kemampuan menggunakan partikel memperoleh hasil baik dengan nilai rata-

       rata sebesar 7,1.

   4. Kemampuan menggunakan tanda baca memperoleh hasil baik dengan nilai

       rata-rata sebesar 7,3.

B. Saran

           Berdasarkan pembahasan pada bab empat, kemampuan menggunakan

   ejaan yang disempurnakan pada penulisan cerita dapat disimpulkan sebagai

   berikut.

   1. Guru mata pelajaran bahasa Indonesia hendaknya lebih sering lagi melatih

       anak   didiknya     dalam   penggunaan   ejaan   Bahasa   Indonesia   yang

       disempurnakan dalam penulisan cerita.

   2. Guru mata pelajaran bahasa Indonesia hendaknya pandai-pandai memilih

       bahan pengajaran, maksudnya cerita-cerita yang menarik, cocok dan disukai



                                       96
   anak didiklah yang dipilih sebagai bahan pengajaran.

3. Dalam pelaksanaan pengajaran, guru hendaknya dapat            menyajikan

   pembelajaran dengan menarik. Dengan teknik penyajian yang menarik,

   diharapkan anak didik termotivasi dan tertarik dengan bahan pengajaran

   tersebut, sehingga hasil pembelajaran diharapkan sesuai dengan tujuan yang

   dikehendaki.

4. Perpustakaan sekolah hendaknya menyediakan buku-buku yang cukup

   terutama buku cerita, sehingga mendorong siswa untuk lebih banyak

   membaca dan mengapresiasi cerita tersebut.




                                    97
                               DAFTAR PUSTAKA




Burhan Nurgiyantoro. 1988. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.
           Yogyakarta: BPFE IKIP Yogyakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
       Jakarta: Depdiknas.

Direktorat Pembinaan TK/SD. 2006. Program Pembinaan TK dan SD Tahun 2006:
           Kebijakan tentang KTSP dan Silabus di SD. Jakarta: Dinas Pendidikan
           Nasional.

Henry Guntur Tarigan. 1991. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
       Bandung: Penerbit Angkasa.

Nana Sudjana. 2001. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Jakarta: Sinar Baru
       Algensindo.

Ngalim Purwanto. 1990. Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja
       Rosda Karya.

Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa
       Indonesia. Jakarta: PT. Balai Pustaka.

_______. 1996. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
       Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sudjana, MS. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis.
       Jakarta: PT. Rineka Cipta.




                                         98
Winarno Surachmad. 2003. Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar, Dasar dan Teknik
       Metodologi Pengajaran. Bandung: Tarsito.

Yatim Riyanto. 2001. Metode Penelitian Pendidikan. Surabaya : Penerbit SIC.




                                        99
                      PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN




Yang bertanda tangan di bawah ini:

       Nama                     : Parno

       NPM                      : 05.311.246/P

       Program Studi            : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

       Fakultas                 : Pendidikan Bahasa Indonesia.

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar

merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau

pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.



Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini plagiat, saya

bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.




                                                 Madiun, 20 April 2007

                                                Yang membuat pernyataan,




                                                          Parno




                                          100
LAMPIRAN 1


                       DAFTAR NAMA RESPONDEN
        SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG KECAMATAN BENDO
         KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007


No   No Induk             Nama Siswa / Responden   Jenis Kelamin

1     2345      Agung Puji                              L

2     2346      Tri Wahyuni                             P

3     2347      Tri Tobat Budi S                        L

4     2349      Amirudin Mahmud                         L

5     2351      Aji Ryan Pranata                        L

6     2352      Eriska Devi DC                          P

7     2353      Lely Rusiana                            P

8     2355      Miftahul Hadi                           L

9     2361      Nampi Sri Wahyuni                       P

10    2363      Rifki Siti Mutmainah                    P

11    2364      Ririn Pramita S                         P

12    2366      Sigit Budi Santoso                      L

13    2369      Umul Mahmudah                           P

14    2370      Yuliani Dwi Astuti                      P




                                       101
15        2371    Frudita Nur                                    P

16        2373    Burhanudin S                                   L



Sumber:     Buku Leger Kelas VI SDN Kinandang, Kecamatan Bendo, Kabupaten
            Magetan




                                    102
LAMPIRAN 2


                                       SOAL
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN DALAM
 PENULISAN CERITA SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG 3 KECAMATAN
              BENDO KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2006/2007




Perintah:

       Buatlah karangan dengan tema “Liburan Ke Rumah Nenek” dengan ketentuan

sebagai berikut.

1. Karangan terdiri dari 3 paragraf.

2. Lama menulis karangan 40 menit.

3. Tulislah nama dan nomor absen di pojok kanan atas.

       Agar dalam penulisan karangan tidak mengalami kesulitan, buatlah kerangka

karangan terlebih dahulu.



                               Selamat mengerjakan !




                                        103
LAMPIRAN 3


      NOMOR RESPONDEN, SKOR TINGKAT KESALAHAN DAN NILAI
      KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL DALAM
           PENULISAN CERITA SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG 3,
               KECAMATAN BENDO, KABUPATEN MAGETAN
                          TAHUN PELAJARAN 2006/2007


                            Tingkat Kesalahan
 No Resp                                               Nilai   Keterangan
              Alinea 1     Alinea 2   Alinea 3   Jml
      1          0             1         3       4      8        Baik
      2          2             1         3       6      7        Cukup
      3          2             1         0       3      9        Baik
      4          3             2         3       8      6        Cukup
      5          2             1         2       5      8        Baik
      6          0             2         0       2      9        Baik
      7          2             1         3       6      7        Cukup
      8          0             2         0       2      9        Baik
      9          2             1         3       6      7        Cukup
      10         0             2         0       2      9        Baik
      11         2             1         0       3      9        Baik
      12         0             2         3       5      8        Baik
      13         2             1         2       5      8        Baik
      14         3             3         2       8      6        Cukup
      15         2             1         0       3      9        Baik
      16         0             2         1       3      9        Baik
Jml             22             24       25       71    128
                         Rata-rata                     8.0       Baik
                         Max                           9.0
                         Min                           6.0



                                         104
                         SD                              1.1
                         Mo                              9.0
                         Median                          8.0
                         Mean                            8.0
                         Kecondongan grafik              -0,9     (Negatif)
Penghitungan dengan menggunakan bantuan komputer program Ms. Excel 2003


Keterangan:
Tidak ada kesalahan             : nilai 10
Tingkat kesalahan 1 – 3         : nilai 9
Tingkat kesalahan 4 – 5         : nilai 8
Tingkat kesalahan 6 – 7         : nilai 7
Tingkat kesalahan 8 – 9         : nilai 6
Tingkat kesalahan > 9           : nilai 5




LAMPIRAN 4


      NOMOR RESPONDEN, SKOR TINGKAT KESALAHAN DAN NILAI
         KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN KATA DEPAN DALAM
          PENULISAN CERITA SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG 3,
               KECAMATAN BENDO, KABUPATEN MAGETAN
                          TAHUN PELAJARAN 2006/2007


                           Tingkat Kesalahan
 No Resp                                                 Nilai   Keterangan
              Alinea 1     Alinea 2    Alinea 3    Jml
     1            2             5            3     10     5        Cukup
     2            6             3            4     13     5       Kurang
     3            1             3            3     7      7        Cukup
     4            2             2            3     7      7        Cukup



                                             105
     5            2            2             2      6     7      Cukup
     6            1            1             2      4     8       Baik
     7            0            3             6      9     6      Cukup
     8            3            2             2      7     7      Cukup
     9            5            3             5     13     5      Kurang
    10            2            3             2      7     7      Cukup
    11            1            0             1      2     9       Baik
    12            2            2             3      7     7      Cukup
    13            2            1             2      5     8       Baik
    14            1            3             1      5     8       Baik
    15            3            4             3     10     5      Cukup
    16            2            1             4      7     7      Cukup
    Jml          35            38            46    119   108
                        Rata-rata                        6.8     Cukup
                        Max                              9.0
                        Min                              5.0
                        SD                               1.2
                        Mo                               7.0
                        Median                           7.0
                        Mean                             6.8
                        Kecondongan grafik               -0,2    Negatif
Penghitungan dengan menggunakan bantuan komputer program Ms. Excel 2003


Keterangan:
Tidak ada kesalahan             : nilai 10
Tingkat kesalahan 1 – 3         : nilai 9
Tingkat kesalahan 4 – 5         : nilai 8
Tingkat kesalahan 6 – 7         : nilai 7
Tingkat kesalahan 8 – 9         : nilai 6
Tingkat kesalahan > 9           : nilai 5



                                             106
LAMPIRAN 5


    NOMOR RESPONDEN, SKOR TINGKAT KESALAHAN DAN NILAI
 KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN PARTIKEL DALAM PENULISAN
  CERITA SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG 3, KECAMATAN BENDO,
        KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007


                      Tingkat Kesalahan
  No                                             Nilai   Keterangan
         Alinea 1    Alinea 2   Alinea 3   Jml
   1         2            1        3       6      7        Cukup
   2         2            1        3       6      7        Cukup
   3         2            1        3       6      7        Cukup
   4         3            2        3       8      6        Cukup
   5         2            1        2       5      8        Baik
   6         0            2        0       2      9        Baik
   7         2            1        3       6      7        Cukup
   8         0            2        0       2      9        Baik
   9         2            5        3       10     5        Cukup
  10         0            2        0       2      9        Baik
  11         2            5        3       10     5        Cukup
  12         2            5        2       9      6        Cukup
  13         2            3        2       7      7        Cukup
  14         3            3        2       8      6        Cukup
  15         2            1        0       3      9        Baik
  16         3            2        2       7      7        Cukup
  Jml        29           37      31       97    114
                    Rata-rata                    7.1       Baik
                    Max                          9.0
                    Min                          5.0
                    SD                           1.4



                                   107
                        Mo                             7.0
                        Median                         7.0
                        Mean                           7.1
                        Kecondongan grafik             0,1        Positif
Penghitungan dengan menggunakan bantuan komputer program Ms. Excel 2003


Keterangan:
Tidak ada kesalahan            : nilai 10
Tingkat kesalahan 1 – 3        : nilai 9
Tingkat kesalahan 4 – 5        : nilai 8
Tingkat kesalahan 6 – 7        : nilai 7
Tingkat kesalahan 8 – 9        : nilai 6
Tingkat kesalahan > 9          : nilai 5




                                            108
LAMPIRAN 6


    NOMOR RESPONDEN, SKOR TINGKAT KESALAHAN DAN NILAI
    KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN TANDA BACA DALAM
         PENULISAN CERITA SISWA KELAS 6 SDN KINANDANG 3,
             KECAMATAN BENDO, KABUPATEN MAGETAN
                        TAHUN PELAJARAN 2006/2007


                          Tingkat Kesalahan
   No                                                Nilai   Keterangan
             Alinea 1    Alinea 2   Alinea 3   Jml
    1           3           1          3       7      7        Cukup
    2           1           1          3       5      8        Baik
    3           2           1          3       6      7        Cukup
    4           3           2          3       8      6        Cukup
    5           2           1          2       5      8        Baik
    6           1           2          0       3      9        Baik
    7           3           1          3       7      7        Cukup
    8           0           2          0       2      9        Baik
    9           2           5          3       10     5        Cukup
   10           0           2          0       2      9        Baik
   11           2           5          3       10     5        Cukup
   12           2           1          2       5      8        Baik
   13           2           3          2       7      7        Cukup
   14           3           3          2       8      6        Cukup
   15           2           1          0       3      9        Baik
   16           3           2          2       7      7        Cukup
   Jml         31           33        31       95    117
                    Rata-rata                        7.3       Baik
                    Max                              9.0
                    Min                              5.0



                                      109
                        SD                             1.4
                        Mo                             7.0
                        Median                         7.0
                        Mean                           7.3
                        Kecondongan grafik             0,2        Positif
Penghitungan dengan menggunakan bantuan komputer program Ms. Excel 2003


Keterangan:
Tidak ada kesalahan            : nilai 10
Tingkat kesalahan 1 – 3        : nilai 9
Tingkat kesalahan 4 – 5        : nilai 8
Tingkat kesalahan 6 – 7        : nilai 7
Tingkat kesalahan 8 – 9        : nilai 6
Tingkat kesalahan > 9          : nilai 5




                                            110
                            PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN

                                   DINAS PENDIDIKAN
                  SEKOLAH DASAR NEGERI KINANDANG 3
                       Alamat : Desa Kinandang Nomor : ___ Telp. : ________
                                       KECAMATAN BENDO




                            SURAT KETERANGAN
                              Nomor : 02/400/416/105.16/07




       Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala SDN Kinandang 3, Kecamatan
Maospati, Kabupaten Magetan menerangkan bahwa :
       nama                    :   Parno
       NPM                     :   05.311.246/P
       program studi           :   Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
       fakultas                :   Pendidikan Bahasa dan Seni
       semester / jenjang      :   VII / Sarjana Strata 1
benar-benar telah melaksanakan penelitian di sekolah kami guna keperluan penyusunan
skripsi dengan judul: Kemampuan Menggunakan Ejaan yang Disempurnakan dalam
Penulisan Cerita Siswa Kelas 6 SDN Kinandang 3, Kecamatan Bendo, Kabupaten
Magetan Tahun 2006/2007.
       Demikian surat keterangan ini dibuat, agar dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.




                                                   Kinandang, 14 April 2007


                                                            Kepala Sekolah




                                            56
     MULJONO, A.Ma.Pd.
       NIP. 130405798




57
                         DAFTAR RIWAYAT HIDUP



       Parno, dilahirkan di Desa Carikan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan

pada tanggal 16 Juni 1963. Pendidikan Dasar di Kecamatan Bendo, tamat SDN

Carikan tahun 1976, SMP Bendo tahun 1980, SPGN Madiun tahun 1983.

       Pendidikan berikutnya ditempuh di Universitas Terbuka lulus tahun 1998,

kemudian ia melanjutkan ke Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Madiun sampai sekarang.

Mengajar di SDN Kinandang 3 tahun 2001 sebagai guru sampai sekarang.




                                       58

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5712
posted:1/7/2011
language:Indonesian
pages:81