Karya Tulis Studi tour smpn 1 slawi

Document Sample
Karya Tulis Studi tour smpn 1 slawi Powered By Docstoc
					MAKALAH KARYA TULIS
        STUDI TOUR
  SMP NEGERI 1 SLAWI




            Disusun oleh :


1. Ardha Nur Majida          (04)
2. Arief Nur Adianto         (05)
3. Balqis Kusumawardhani     (11)
4. Eko Fajar Setiawan        (14)
5. Sonni Irfan Maulana       (34)


             Kelas IX-5



                  1
                                    Tahun Pelajaran 2010/2011




                                                  DAFTAR ISI


Halaman Judul.........................................................................................           1
Daftar Isi....................................................................................................   3
Undang- Undang Hak Cipta.....................................................................                    4
Kata Pengantar..........................................................................................         5


BAB I : Pendahuluan.................................................................................             6
           1.1 Latar Belakang........................................................................            6
           1.2 Tujuan Penulisan.....................................................................             6
           1.3 Metode Penulisan.....................................................................             6
           1.4 Sistematika Penulisan..............................................................               7
BAB II : Isi................................................................................................     8
           2.1 Perjalanan Study Tour.............................................................                8
           2.2 Puspa IPTEK Padalarang........................................................                    9
                      2.2.1 Sejarah Puspa IPTEK Padalarang............................                           9
                      2.2.2 Definisi Puspa IPTEK Padalarang...........................                           10
                      2.2.3 Letak Puspa IPTEK Padalarang ..............................                          11
           2.3 Kebun Raya Bogor.................................................................                 11
                      2.3.1 Definisi kebun Raya Bogor.....................................                       11
                      2.3.2 Sejarah Kebun Raya Bogor.....................................                        11
                      2.3.3 Koleksi Pohon dan Tumbuhan...............................                            15
                      2.3.4 Galeri Kebun Raya Bogor......................................                        15
                      2.3.5 Tugu Peringatan Reinwardt....................................                        17
                      2.3.6 Kunjungan..............................................................              18
           2.4 Museum Zoologi....................................................................                18



                                                              2
                     2.4.1 Sejarah Museum Zoologi........................................                18
                     2.4.2 Definisi Museum Zoologi........................................               19
                     2.4.3 Letak Museum Zoologi.............................................. 19
                     2.4.4 Transportasi................................................................. 19
          2.5 Monumen Nasional (MONAS).................................................. 20
                     2.5.1 Sejarah Monumen Nasional (MONAS)...................... 20
                     2.5.2 Definisi Monumen Nasional (MONAS)..................... 20
                     2.5.3 Letak Monumen Nasional (MONAS)......................... 20
          2.6 Gelanggang Samudra Ancol...................................................... 21
                     2.6.1 Sejarah Gelanggang Samudra Ancol.......................... 21
                     2.6.2 Wahana Gelanggang Samudra Ancol......................... 22
                               2.6.2.1 Pentas Lumba-lumba................................... 24
                               2.6.2.2 Museum Air Tawar...................................... 25
                               2.6.2.3 Pentas Aneka Satwa..................................... 26
          2.7 Dunia Fantasi.............................................................................. 26
                     2.7.1 Wahana Dunia Fantasi................................................ 26
                               2.7.1.1 Balada Kera.................................................. 26
                               2.7.1.2 Maxima........................................................ 26
                               2.7.1.3 Istana Boneka............................................... 27
                               2.7.1.4 Niagara-gara................................................ 27
                               2.7.1.5 Arung jeram................................................. 28
                               2.7.1.6 Perang Bintang............................................ 28
                               2.7.1.7 Kora-kora..................................................... 28
                               2.7.1.8 Trangga-trangga.......................................... 29
                               2.7.1.9 Halilintar...................................................... 29
                               2.7.1.10 Kicir-kicir.................................................... 30
                               2.7.1.11Tornado....................................................... 31
BAB III: Penutup........................................................................................ 32
          3.1 Kesimpulan............................................................................... 32
          3.2 Kritik dan Saran........................................................................ 32
Daftar Pusataka........................................................................................... 34



                                                         3
            UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
                       NOMOR 19 TAHUN 2002
                        TENTANG HAK CIPTA
                               PASAL 72
         KETENTUAN PIDANA SANKSI PELANGGARAN


1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau
   memperbanyak suatu Ciptaan atau memberikan izin untuk itu, dipidana
   dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda Rp
   1.000.000,00 (satu juta rpiah), atau pidana paling lama 7 (tujuh) tahun dan/
   atau denda paling banyak Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah).


2) Barang Siapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan, memamerkan,
   mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil
   pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat
   (1) dipidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda
   paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)




                                    4
                         KATA PENGANTAR


       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya pada kita semua sehingga kami bisa menyelesaikan tugas
karya tulis ilmiah ini dengan baik dan lancar, untuk melengkapi nilai tugas
Bahasa Indonesia dan mengembangkan kemampuan menulis kami.
       Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:
   1. Bapak Slamet,S.Pd. selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Slawi.
   2. Ibu Eriana Thamrin,S.Pd. selaku wali kelas IX-5, guru Bahasa Indonesia
       dan guru pembimbing 1.
   3. Ibu Diah Estuning,S.Pd. selaku guru pembimbing 2.
   4. Teman-teman kelas IX.
   5. Semua pihak yang telah mendukung kami.
       Semoga karya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi
para pembacanya.
       Kami menyadari dalam karya tulis ilmiah ini masih banyak kekurangan,
sehingga saran dan kritik yang membangun sangat kami butuhkan dalam
penyempurnaan karya tulis ini. Atas saran,kritik maupun bantuanya kami ucapkan
terima kasih.




                                      5
                                       BAB I
                                PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
         SMPN 1 Slawi tahun pelajaran 2010/2011 mengadakan karya wisata ke
Bandung, Bogor dan Jakarta untuk menambah wawasan. Kami mengunjungi
Gasibu Bandung supaya mengetahui kegiatan jual beli. Untuk memperagakan
berbagai alat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi, kami mengunjungi Puspa
Iptek Padalarang. Kami juga mengunjungi Kebun Raya Bogor untuk mengetahui
berbagai jenis tumbuhan dan bangunan-bangunan bersejarah. Sedangkan untuk
menuntaskan rasa ingin tahu kami tentang dunia hewan, kami mengunjungi
Museum Zoologi. Kami mengunjungi Monumen Nasional Indonesia untuk
mengetahui peristiwa penting dalam mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia.
Sebagai hiburan, kami mengunjungi Gelanggang Samudra Ancol dan Dunia Fan-
tasi yang menyuguhkan berbagai permainan yang menarik.
1.2    Tujuan Penulisan
      Tujuan disusunnya karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
      o Melatih dan mengembangkan kemampuan dan ketrampilan dalam
         menulis.
      o Mengenal beberapa objek wisata yang ada di Bandung, Bogor dan Jakarta.
      o Menambah wawasan tentang berbagai jenis flora dan fauna.
      o Mengetahui bagaimana keadaan alam di muka bumi.
      o Mengetahui peranan IPTEK yang semakin maju.
1.3    Metode Penulisan
      Metode yang kami gunakan untuk mencari informasi sebagai bahan karya tulis
ilmiah ini adalah sebagai berikut:
      1. Metode pustaka
         Dalam pembuatan karya tulis ini kami mendapat data dari media buku
         yang berhubungan dengan objek wisata yang kami kunjungi.




                                          6
      2. Metode Observasi
         Kami melakukan pengamatan terhadap objek wisata yang kami kunjungi
         secara langsung.
      3. Metode Online
         Kami mencari data yang berhubungan dengan objek wisata yang kami
         kunjungi melalui media internet.
1.4      Sistematika Penulisan
         Bab I Pendahuluan yang berisi tentang hal-hal yang menjadi latar belakang
penulisan karya tulis ilmiah ini, tujuan, dan metode yang digunakan dalam
penulisan karya tilis ilmiha ini.Bab II Isi yang berisi tentang uraian kegiatan dan
objek-objek wisata yang kami kunjungi.Bab III Penutup yang berisi tentang
kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran untuk pihak yang terkait dalam
pelaksanaan karya wisata ini.




                                     BAB II
                                        ISI




                                            7
2.1   Perjalanan Study Tour
      Siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Slawi tahun pelajaran 2009/2010 telah
melaksanakan Study Tour ke Bandung, Bogor , dan Jakarta pada tanggal 3-5 April
2010. Siswa-siswi dan para pembimbing berangkat pada hari Sabtu, 3 April 2010
pukul 21.00 WIB. Kami berangkat menggunakan Bus Sahabat yang berjumlah
enam buah. Pada tanggal 4 April 2010 pukul 04.00 WIB kami sampai di RM.Suka
Hati Bandung untuk sarapan dan bersih diri. Pada pukul 06.30 WIB kami menuju
Gasibu Bandung dan dilanjutkan menuju Puspa IPTEK Padalarang pada pukul
09.30 WIB. Kemudian pukul 13.00 WIB kami makan siang di bawah rimbunnya
pohon-pohon di sekitar Puspa IPTEK Padalarang, lalu kami melanjutkan
perjalanan menuju Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi. Sekitar pukul 17.30
kami menuju Islamic Center Bekasi untuk makan malam dan melepas lelah.
      Tanggal 5 April 2010 kami berangkat menuju Museum Nasional Indonesia
pada pukul 08.00 WIB. Kemudian pukul 09.30 WIB kami menuju Gelanggang
Samudra Ancol. Kami menikamati makan siang sekitar pukul 13.15 WIB di RM.
Laut Biru. Perjalanan kami lanjutkan menuju Dunia Fantasi pada pukul 14.15
WIB. Setelah puas menikmati permainan yang menarik, kami menuju
RM.Simpang Raya untuk makan malam pada pukul 17.00 WIB. Kami
melanjutkan perjalanan menuju ITC Cempaka Mas pada pukul 18.30 WIB.
Setelah puas berbelanja oleh-oleh, kami melanjutkan perjalanan menuju Slawi.
Kami sampai di halaman SMP Negeri 1 Slawi pada tanggal 6 April 2010 pukul
05.00 WIB dengan selamat.




2.2 Puspa IPTEK Padalarang ( Gedung Sundial )




                                       8
                      Gambar 2.2.1 Pintu masuk IPTEK Padalarang



2.2.1 Sejarah Puspa IPTEK Padalarang ( Gedung Sundial )
       Gedung Sundial nama yang terkesan aneh. Arti Sundial adalah jam
matahari. Karena itu, jangan heran bila bentuk arstitektur pada bangunan tersebut
juga mengacu dari bentuk jam matahari. Barangkali bentuk serupa itu yang
membuatnya terkesan aneh. Paling tidak, itu karena berbeda dengan pola
arsitektural gedung-gedung pada umumnya.
       Batangan besi panjang yang posisinya seperti merebah merupakan salah
satu perangkat yang digunakan sebagai penunjuk waktu. Ia dipasang dengan arah
hadap sejajar dengan sumbu bumi, menunjuk ke arah kutub-kutub langit. Di
bawahnya ada bidang bertanda atau bidang dial dengan tanda garis. Ketika sundial
terkena sinar matahari, bayang-bayang perangkat yang jatuh di bidang dial dapat
dibaca sebagai penunjuk waktu.
       Gedung penunjuk waktu tersebut dikenal dengan The Biggest Sundial
itulah yang dijadikan maskot oleh Puspa Iptek. Puspa Iptek Padalarang dibangun
pada April 2002 dengan tujuan sebagai tempat wisata ilmu pengetahuan dan
teknologi.


2.2.2 Definisi Puspa IPTEK Padalarang ( Gedung Sundial )



                                        9
       Merupakan sebuah kawasan yang menyerupai taman, ada sebuah gedung
kokoh berdiri. Dari kejauhan, bentuk arsitekturalnya terlihat begitu aneh.
Setengah bagiannya berbentuk lonjong, sedangkan setengahnya lagi segiempat.
Sementara atapnya yang mengerucut, dipuncaki oleh besi panjang yang merebah.
Besi itu tampak sangat menonjol ketika sebagian panjangnya melebihi batas atap.
       Tak hanya jam matahari yang bisa dinikmati di Puspa Iptek Sundial. Ada
begitu banyak perangkat atau alat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi yang
tersuguh di dalam Puspa Iptek Padalarang.
       Puspa Iptek Padalarang sendiri dibangun dengan pola tiga lantai. Lantai
paling atas merupakan tempat untuk menyaksikan sekaligus membuktikan
keberadaan jam matahari. Sedangkan dua lantai di bawahnya digunakan untuk
peragaan beragam sains dan teknologi. Ketiga lantai tersebut masing-masing
dihubungkan dengan anak tangga.
       Kalau dihitung, jumlah alat peraga yang ada mendekati ratusan.
Kebanyakan memang difungsikan untuk memeragakan percobaan yang berakaitan
dengan ilmu fisika. Ada pula alat peraga bidang ilmu lain seperti biologi yang
juga terdapat di dalam gedung yang ukurannya memang lumayan luas tersebut.
Peragaan-pergaan tersebut menggunakan instrumen mekanik, elektronik, optik,
audio, biologis, dan lain sebagainya.
       Di dekat pintu masuk misalnya, di sana ada alat peraga untuk
membuktikan teori keseimbangan yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Alatnya
cukup unik. Untuk membuktikannya pengunjung harus menaiki sepeda angin di
atas seutas tali yang ditempatkan cukup tinggi. Dengan melewati tali tersebut, kita
akan bisa menguji apa yang dinamakan keseimbangan.
       Sementara di salah satu sudut, kami melihat beberapa pengunjung yang
tengah menggoyang-goyangkan sebuah baskom berisi air. Ketika melihat
bagaimana airnya bergoyang, baskomnya memang seperti digoyang. Tapi
sebenarnya tidak. Sebab gerakan air itu ternyata dari gagang baskom yang terbuat
dari besi yang digosok-gosok dengan tangan. Inilah yang disebut gaya magnetik.
       Di Sundial kita juga bisa menguji konsentrasi. Dengan menggunakan alat
berbentuk spiral, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk uji



                                        10
konsentrasi. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pancaindra yang
memang sangat dibutuhkan.
       Di sudut lainnya, ada terapan ilmu mengenai gelombang suara. Yang
hanya menggunakan alat tersebut, komunikasi antara dua orang pada jarak
tertentu dapat terdengar tanpa bantuan kabel atau alat elektronik yang lain.
       Tentu masih banyak lagi peragaan yang lain, yang disebut Try Science
Around the World. Di situ ada perangkat komputer. Komputer itu dihubungkan
dengan internet dan peranti lunak yang bisa mengungkapkan mengenai beragam
percobaan ilmu dan teknologi. Dengan menggunakan alat tersebut, pengunjung
bisa melakukan eksperimen, sekaligus melakukan petualangan ke berbagai masa
dan ruang dengan menu-menu khusus.




                Gambar 2.2.2.1 Tampak samping IPTEK Padalarang



2.2.3 Letak Puspa IPTEK Padalarang ( Gedung Sundial )
       Puspa IPTEK Padalarang berada di Jalan Raya Padalarang 427 Bandung.
2.3 Kebun Raya Bogor
2.3.1 Definisi Kebun Raya Bogor
       Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun
botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektar
dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya
Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu.
Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium
Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan Pustaka.




                                        11
                     Gambar 2.3.1.1 Taman Kebun Raya Bogor



2.3.2 Sejarah Kebun Raya Bogor

       Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan
buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri
Baduga    Maharaja (Prabu     Siliwangi,     1474-1513)      dari Kerajaan   Sunda,
sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk
keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-
benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di




                       Gambar 2.3.2.1 Tugu Olivia Rafles


perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian
dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga
Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah
satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

       Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang
mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik
mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik.



                                        12
Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew
Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya
Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

       Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas
Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia.
Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.
       Ide pendirian Kebun       Raya    bermula dari    seorang ahli      biologi
yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der
Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah
yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan
koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.
       Prof. Caspar      Georg       Karl      Reinwardt adalah          seseorang
berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani
dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu
pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman
yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua
tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor,                yang saat itu
disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti "tidak perlu khawatir").
Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian
dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
       Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard
Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan
nama s'Lands    Plantentuinte    Buitenzorg.   Pendiriannya    diawali     dengan
menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda
dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh
Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani
Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).
       Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan
lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya
dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan
tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi


                                        13
pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu
diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
       Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh
Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang
tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat
sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini
pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi
oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur
Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia
melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan
menurut suku (familia).
       Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan
Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh
Prof. Dr. Melchior Treub.
       Pendirian     Kebun      Raya       Bogor       bisa   dikatakan        mengawali
perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi
ilmu   pengetahuan     lain,   seperti Bibliotheca      Bogoriensis (1842), Herbarium
Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884),
dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
       Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah
pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.
       Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan
bagi   tanaman      perkebunan      yang        akan    diperkenalkan     ke     Hindia-
Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai
wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 - 1905).
       Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di
bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan
Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann
dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior
Treub (1881),      Dr. Jacob     Christiaan        Koningsberger (1904), Van         den
Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang



                                           14
Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf
internasional.
       Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan
pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap
tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51
spesies Monocotyledonae dan 2200 spesiesDicotyledonae, usaha pengenalan
tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang
berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah
perca, tebu, ubi                                kayu, jagung dari Amerika, kayu
besi dari Palembang danKalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal
di Kebun Raya yaitu:
      Herbarium
      Museum
      Laboratorium Botani
      Kebun Percobaan
      Laboratorium Kimia
      Laboratorium Farmasi
      Cabang       Kebun     Raya       di Sibolangit,   Deli     Serdang dan
       di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
      Perpustakaan Fotografi dan Tata Usaha
      Pendirian Kantor Perikanan dan Akademi Biologi (cikal bakal IPB).
      Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai
       nama dan julukan, seperti
      s'Lands Plantentuin
      Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
      Botanical Garden of Buitenzorg
      Botanical Garden of Indonesia
      Kebun Gede
      Kebun Jodoh.
      Kebun tete



                                        15
2.3.3 Koleksi Pohon dan Tumbuhan
       Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah bunga
bangkai (Amorphophalus titanum) karena saat-saat mendekati mekar akan
mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2m
dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia
tumbuhan.




                        Gambar 2.3.3.1 Bunga Bangkai


       Pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup sampai
sekarang.
Pada tanggal 19 Desember 1992, ditanamlah bunga bangkai jenis bunga bangkai
Amorphophalus titanum Becc. (Araceae atau suku talas-talasan). Bunga ini
berasal dariMuara Aimat - Jambi, dengan berat umbi 30 kg.
       Pada tanggal 5 Februari 1994, muncul tunas bunga, kemudian pada
tanggal 9 Maret 1994 tingginya telah mencapai 1 meter. Lima hari kemudian
tinggi tanaman ini bertambah menjadi 1,5 meter. Karena tanaman ini termasuk
langka, maka tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang dilindungi dan
dikembangbiakkan.
       Terdapat juga Nepenthes Spathulata. Tanaman karnivora ini termasuk
tanaman langka yang dilindungi, hal tersebut dikarenakan Nepenthes / kantong
semar semakin langka karena adanya pembukaan hutan dan banyaknya orang
yang memburu keberadaannya, tanpa mencoba untuk melestarikannya.




                                      16
                Gambar 2.3.3.2 Tanaman Nepenthes Spathulata


2.3.4   Tugu Peringatan Reinwardt

        Pada 16 Mei 2006, memperingati 189 tahun Kebun Raya Bogor (KRB),
Kedutaan     Besar Jermanbersama        dengan Lembaga          Ilmu   Pengetahuan
Indonesia (LIPI), meresmikan Tugu Peringatan Reinwardt di dalam kompleks
kebun. Monumen sederhana di seberang kolam depan Istana Bogor tersebut
diresmikan oleh Kepala LIPI Umar Anggara Jenie dan Duta Besar Jerman untuk
Indonesia, Joachim Broudré-Gröger.




                     Gambar 2.3.4.1 Tugu Peringatan Reinwartd

        Peringatan ulang tahun ini juga dimeriahkan dengan acara "ASEAN-China
Workshop Botanical Garden on Management and Plant Conservation".
Selain Cina, kegiatan ini diikuti oleh negara anggota ASEAN seperti Malaysia
Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Brunei
Darussalam. Lokakarya itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di bidang
perkebunan dan konservasi tumbuhan di kawasan ASEAN-Tiongkok.
Puncak acara peringatan ulang tahun ditandai dengan penanaman bibit pohon oleh
sepuluh Menteri Lingkungan Hidup ASEAN yang hadir dalam rangka acara
"ASEAN Environmental Year" di Indonesia. Acara tersebut merupakan yang



                                        17
ketiga kalinya setelah yang pertama di Brunei Darussalam pada 2000 dan yang
kedua di Kamboja pada 2003
2.3.5 Kunjungan

       Pada hari Minggu dan hari libur kebun raya sangat ramai dengan
pengunjung

Kebun Raya Bogor dibuka setiap hari dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore.
Harga tanda masuk Rp.9500
Mobil Roda 4 Rp. 15.000 dan Motor Rp. 3000
Pintu gerbang utama ada di sebelah Selatan, sedangkan pintu-pintu yang lain
hanya dibuka pada hari Minggu dan libur.
Untuk masuk ke rumah anggrek di dalam KBR, penungunjung dikenakan
tambahan Rp.1000.




                      Gambar 2.3.5.1 Peta Kebun Raya Bogor


2.4 Museum Zoologi
2.4.1 Sejarah Museum Zoologi
       Berdirinya museum ini merupakan gagasan dari Dr. JC Koningsberger, dia
adalah seorang ahli botani yang sedang berkunjung ke Kota Bogor pada Agustus
1894. Pada saat itulah museum yang luasnya 402m2 ini mulai dibangun hingga
selesai akhir Agustus 1901, lalu saat itu diberi nama Landbouw Zoologisch
Museum.




                                       18
       Kemudian pada 1906 namanya berubah menjadi Zoologisch Museum.
Empat tahun kemudian namanya berubah kembali menjadi Zoologisch Museum
en Laboratorium. Setelah sempat tidak berkembang karena pergolakan politik
dunia pada masa penjajahan Jepang, lalu museum ini berganti nama lagi menjadi
Museum Zoologicum Bogoriense di antara tahun 1945-1947. Hingga kini nama
tersebut terus digunakan, kemudian sering disebut Museum Zoologi Bogor.
2.4.2 Definisi Museum Zoologi
       Museum Zoologi memiliki luas ruangan 1.500m2. Disini kita akan
menemukan koleksi beragam fauna yang diawetkan. Banyak pengetahuan yang
didapat jika kita berkunjung ke museum yang awalnya berfungsi sebagai
Laboratorium Zoologi untuk memberi wadah penelitian yang berkaitan dengan
pertanian dan binatang hama ini.
       Kita akan berdecak kagum dengan koleksi jutaan spesimen yang terdiri
dari puluhan ribu jenis fauna. Diantaranya 650 jenis binatang mamalia
(menyusui), 1100 jenis burung yang berasal berbagai wilayah di Indonesia, 600
jenis reptil dan ikan, moluska yang terdiri dari 2300 jenis, 10.000 jenis serangga
serta 700 jenis invertebrata lainnya, tidak hanya itu disini juga terdapat kerangka ikan
paus biru (Balanoptera musculus) terbesar di Indonesia.
       Selain menampilkan koleksi fauna yang diawetkan, museum ini juga
menjadi sebuah lembaga besar yang meliputi penelitian zoologi. Bahkan sejak
Agustus 1997 museum yang dibawah naungan Pusat Penelitian Biologi-LIPI ini
sudah memiliki Gedung Widyasatwaloka di Cibinong, yang merupakan gedung
untuk penelitian satwa.
2.4.3 Letak Museum Zoologi
       Museum Zoologi yang ada di jalan Ir. H. Juanda No. 9, Bogor. Telp. 0251-
8387182
2.4.4 Transportasi
Jarak tempuh dari Bandar Udara : 70 km
Jarak tempuh dari pelabuhan : 50 km
Jarak tempuh dari terminal : 3 km (terminal bus Bogor, Baranangsiang)
Jarak dari stasiun KA : 3 km (stasiun KA Bogor)



                                          19
Sementara untuk harga tiket masuk sekira Rp. 1.000 (seribu rupiah) untuk anak-
anak dan dewasa dan rombongan.
2.5 Monumen Nasional ( MONAS )
2.5.1 Sejarah Monumen Nasinal (MONAS)
       Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan
Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban
dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden
Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
       Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan
perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar
terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
       Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal
dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali
menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian
menjadi Taman Monas.

2.5.2 Definisi Monumen Nasional ( MONAS )




                           Gambar 2.5.2.1 Strukrur MONAS



       Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh
bangunan ini dilapisi oleh marmer.




                                       20
       Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari
perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton.
Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian
yang disatukan.
       Pelataran puncak luasnya 11 x 11 m. Untuk mencapai pelataran puncak,
pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di
sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung
bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara
cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa
dengan Kepulauan Seribu.
       Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran
bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas
yang merupakan hutan kota yang indah.
       Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum
Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan
Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80 x 80 m. Pada keempat sisi
museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah
Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga
G30S PKI.
       Selain itu direncanakan untuk ditampilkan bendera pusaka dan naskah
proklamasi yang asli di dalam bangunan Monas. Di sini juga ditampilkan rencana
pembangunan kota Jakarta.
Kita juga dapat menghilangkan rasa jenuh Anda dengan menikmati Taman
Monas, yaitu sebuah hutan kota yang dirancang dengan taman yang indah.

       Di taman ini kita dapat bermain bersama kawanan rusa yang sengaja
didatangkan dari Istana Bogor untuk meramaikan taman ini. Selain itu kita juga
dapat berolahraga di taman ini bersama teman maupun keluarga.

       Taman Monas juga dilengkapi dengan kolam air mancur menari.
Pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik untuk ditonton pada malam
hari. Air mancur akan bergerak dengan liukan yang indah sesuai alunan lagu yang



                                        21
dimainkan. Selain itu ada juga pertunjukkan laser berwarna-warni pada air mancur
ini.

        Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan, selain berolahraga di Taman
Monas, kita pun dapat melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini
disediakan batu-batuan yang cukup tajam untuk Anda pijak sambil dipijat refleksi.
Di taman ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan basket yang bisa
digunakan siapapun.

        Jika Anda lelah berjalan kaki di taman seluas 80 hektar ini, Anda dapat
menggunakan kereta wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan terbuka
secara gratis untuk umum.




                            Gambar 2.5.2.2 Taman MONAS


2.5.3 Letak Monumen Nasional (MONAS)

       Untuk mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat kita
gunakan. Jika kita pengguna kereta api, kita dapat menggunakan KRL
Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Kita pun dapat
menggunakan fasilitas transportasi Bus Trans Jakarta. Jika kita menggunakan
kendaraan pribadi, tersedia lapangan parkir khusus IRTI, atau kita dapat memarkir
kendaraan kita di Stasiun Gambir.




                                       22
     Untuk dapat masuk ke bangunan Monas, kita dapat melalui pintu masuk di
sekitar patung Pangeran Diponegoro. Lalu kita akan melalui lorong bawah tanah
untuk masuk ke Monas. Kita pun dapat melalui pintu masuk di pelataran Monas
bagian utara. Jam buka Monas adalah jam 9.00 pagi hingga jam 16.00 sore.

     Monas dapat menjadi salah satu pilihan untuk berwisata bersama keluarga
dan tempat mendidik anak-anak untuk lebih mengenal sejarah Indonesia. Kita pun
dapat menikmati udara segar dari rindangnya pepohonan di Monas. Dan jangan
lupa untuk menjaga kebersihan Taman Monas agar tetap indah untuk dinikmati
siapapun.

2.6 Gelanggang Samudra Ancol

2.6.1 Sejarah Gelanggang Samudra Ancol

       Sejak awal berdirinya di tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa
disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh
Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda
DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan
(BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan
perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.

       Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat di
tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah
menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan akta perubahan No. 33
tanggal 10 Juli 1992 sehingga terjadi perubahan kepemilikan dan prosentase
kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80%
dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.

       Pada 2 Juli 2004 Ancol melakukan “go public” dan mengganti statusnya
menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dengan kepemilikan saham 72% oleh
Pemda DKI Jakarta dan 18% oleh PT Pembangunan Jaya dan 10% oleh
masyarakat. Langkah “go public” ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja
perusahaan, karena akan lebih terkontrol, terukur, efisien dan efektif dengan



                                      23
tingkat profesionalisme yang tinggi serta menciptakan sebuah Good & Clean
Governance. Kinerja dan citra yang positif ini akan menjadikan perusahaan terus
tumbuh dan berkembang secara sehat di masa depan.

       PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk juga melakukan upaya repositioning
dengan diluncurkannya logo Ancol yang baru pada 10 Juli 2005. Perubahan
tersebut tidak semata mengganti logo perusahaan, tetapi juga untuk memacu
semangat dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

4.6.2 Wahana Gelanggang Samudra Ancol

4.6.2.1 Pentas Lumba-lumba

       Pentas mamalia paling cerdas ini memiliki kapasitas 2000 orang. Pentas
Lumba-lumba yang dibuka sejak 1974 ini selalu menghadirkan lumba-lumba jenis
hidung botol (Tursiops aduncus) yang merupakan hewan asli Indonesia. Seperti di
habitat aslinya di laut lepas, Lumba-lumba sangat terkenal suka bermain-main,
berenang dan melompat saat berpapasan dengan kapal nelayan. Sehingga tidak
heran apabila di Gelanggang Samudra, lumba-lumba juga suka memberi salam
sambutan kepada penonton dengan lompatan-lompatan tangkas dan pintar. Selain
itu kita juga dapat kesempatan berinteraksi dengan lumba-lumba seperti dicium
lumba-lumba, membelai & memberi makan lumba-lumba dan bahkan dapat
berenang bersama lumba-lumba, apabila anda mengikuti program khusus seperti
kegiatan pendidikan anak sekolah Behind The Scene maupun program Swimming
With Dolphin. Dapatkan memorable experience yang edukatif hanya di
Gelanggang Samudra.
       Waktu Pementasan
Pentas Lumba-lumba     11.30 14.00 16.45




                                      24
                  Gambar 2.6.2.1.1 Pentas Lumba-lumba



2.6.2.2 Museum Air Tawar
      Di museum air tawar kita dapat menyaksikan pesona perairan air tawar
seperti sungai dan danau dengan aneka ikan air tawar seperti Ikan Lele
macan,ikan sumatera, ikan balashark, ikan klemak, ikan rainbow merah, ikan
palmas, ikan belida, ikan Arwana dan masih banyak lagi. Ada juga ikan paling
ganas yaitu piranha juga menghuni aquarium air tawar. Dilengkapi dengan
worksheet explore and enjoy, adik-adik grup sekolah dapat mengetahui semua
informasi tentang dunia perairan sungai dan danau dan keanekaragaman hayati
yang terkandung di dalamnya.




                 Gambar 2.6.2.2.1 Akuarium Air Tawar



                                       25
2.6.2.3 Pentas Aneka Satwa




                      Gambar 2.6.2.3.1 Pentas Aneka Satwa


       Satwa yang dihadirkan dalam pentas satwa ini antara lain : Lingsang,
Beruang Madu dan Kuda Nil. Semua satwa -satwa ini akan memberikan atraksi-
atraksi yang pastinya akan membuat anda tertawa. Pentas Aneka Satwa akan
melengkapi kegembiraan anda dan keluarga.


2.7 Dunia Fantasi
2.7.1 Wahana Dunia Fantasi
2.7.1.1 Balada kera
Teater animatronik Balada Kera yang menghadirkan 23 boneka binatang khas
benua hitam ( Afrika ) yaitu Gorila dan Simpanze. Balada kera akan
menghadirkan cerita tentang keserakahan sifat binatang yang diiringi oleh sajian
musik operet karikatural.
2.7.1.2 Maxima
       Merupakan panggung pertunjukan dimana biasanya para musisi,
koreografer, serta dramawan terkenal menggelar pertunjukan.




                                         26
2.7.1.3 Istana Boneka




                         Gambar 2.7.1.3.1 Istana Boneka


       Istana Boneka     ini dirancang bernuansa gabungan 10 gaya bangunan
arsitektur Indonesia, yang distilir hingga menjadi sebuah bangunan baru,
berwarna-warni sehingga memberi kesan semarak dan unik. Di dalamnya, sambil
berperahu kita diajak menjelajahi dan merasakan beragam budaya etnik seluruh
nusantara maupun berbagai bangsa, diiringi lagu rakyat setempat yang
mengesankan. Anda akan terbuai menikmati aksi 600 boneka animatronik.
2.7.1.4 Niagara – gara




                         Gambar 2.7.1.4.1 Niagara-gara



                                        27
       Wahana cukup mendebarkan, kereta luncur Niagara gara, yaitu perahu
berbentuk balok kayu yang meluncur bertualang mengikuti arus air. Kemudian,
pada klimaksnya, naik setinggi 30 meter dan terjun seolah-olah mencebur
mengikuti air terjun sungai-sungai di Amerika. Basah kuyup, mendebarkan,
namun lepas dan surprise.
2.7.1.5 Arung Jeram
       Ketegangan berarung jeram tak perlu jauh-jauh untuk memperolehnya.
Disini kita dapat menikmati sepuasnya. Kita akan dibawa oleh derasnya air yang
mengalir seakan dari pegunungan.
2.7.1.6 Perang Bintang
       Merupakan wahana yang diciptakan dengan latar belakang masa depan.
Pengunjung diajak mengarungi angkasa luar dengan mneggunakan kendaraan
serupa piring terbang yang dilengkapi laser sebagai senjata.
2.7.1.7 Kora – kora




                        Gambar 2.7.1.7.1 Kora-kora

       Tidak kalah seru, Perahu Ayun Kora Kora. Tongkang bergaya Korea ini
berayun-ayun amat tinggi, sangat mendebarkan, sekaligus dapat dijadikan media
melepas stres, membuang segala kepenatan dengan teriakan-teriakan lepas.




                                         28
2.7.1.8 Trangga-trangga




                      Gambar 2.7.1.8.1 Trangga-trangga


       Inilah wahana yang akan menyambut Anda saat pertama kali memasuki
Dunia Fantasi. Wahana komedi yang di datangkan dari Texas, USA ini dilengkapi
dengan 40 kuda tunggangan dan dihiasi dengan ribuan taburan lampu warna-
warni yang meriah.
2.7.1.9 Halilintar




                          Gambar 2.7.1.9.1 Halilintar




                                       29
       Puncak dari segala petualangan yang ada di Dunia Fantasi, ada di kawasan
hikayat ini.Yaitu permainan yang sangat mendebarkan, ngebut, naik turun,
menikung tajam, berputar, seakan-akan mau terjun menjadi satu, itulah favorit
remaja yang berani dan menyegarkan, Halilintar.
2.7.1.10 Kicir – kicir




                         Gambar 2.7.1.10.1 Kicir-kicir

       Berputar 360 derajat, melintir sambil meluncur. Kicir-kicir wahana yang
didatangkan dari Zamperia Italia pada tahun 2002 ini siap menanti kedatangan
Anda untuk berputar, terbalik bersama. Wahana dengan nama lain Power Surge
ini bisa Anda nikmati di Kawasan Eropa Dunia Fantasi.
2.7.1.11 Tornado




                           Gambar 2.7.1.11.1 Tornado




                                          30
        Gila, Seru, Menegangkan! Inilah puncak kengerian kedua setalah
Halilintar di Dunia Fantasi. Rasakan derasnya pacuan adrenalin dalam tubuh saat
tubuh kita diputar, di banting dan meluncur turun dengan cepat. Siapkan penuh
adrenalinmu saat menaiki wahana tornado ini di Kawasan Indonesia Dunia
Fantasi.




                                  BAB III
                                PENUTUP
3.1 Kesimpulan
    Dari semua yang telah kami tulis, kami dapat menyimpulkan bahwa semua
objek-objek wisata yang kami kunjungi, yaitu Lapangan Gasibu Bandung, Puspa
IPTEK Padalarang, Kebun Raya Bogor, Museum Zoologi, Monumen Nasional,
Gelanggang Samudra Ancol dan Dunia Fantasi memiliki keindahan yang luar
biasa, serta sangat menarik untuk di kunjungi. Adapun kesimpulan dari kami
antara lain:
3.2 Kritik dan Saran
    Setelah kami menyelesaikan laporan kunjungan ini. Kami menyimpulkan
bahwa dalam perjalanan kami, tampak beberapa kekurangan yang harus
diperbaiki oleh semua pihak. Maka dari itu, untuk lebih menyempurnakan
kegiatan kunjungan yang akan datang. Kami memberikan berberapa kritik dan
saran, diantaranya :




                                      31
1. Kebersihan dan keamanan di dalam bus masih kurang terjamin. Mengenai hal
   ini, sebaiknya perlu dijadikan sebagai rambu oleh semua pihak baik oleh pihak
   penyedia jasa wisata, Murid-murid dan Bapak ibu guru pendamping. Karena,
   kenyamanan dan keselamatan adalah hal yang perlu diutamakan dalam setiap
   berwisata maupun bepergian.
2. Masalah waktu. Mungkin, masalah ini sudah tidak asing lagi di dalam setiap
   pelaksanaan studi tour. Apa yang menyebabkan terjadinya masalah waktu ?
   Mungkin, kurang terjadinya kordinasi dan kurang disiplinnya semua pihak
   dalam menyusun jadwal pemberangkatan ataupun jadwal pemberhentian.
   Kemudian, apa saja bentuk masalah waktu tersebut ? masalah waktu tersebut
   diantaranya : tenggang waktu untuk makan terlalu pendek, tenggang waktu di
   daerah transit terlalu lama sehingga menunda waktu pemberangkatan
   selanjutnya, selain itu juga tenggang waktu di Dufan terlalu lama sehingga
   menunda jadwal pemberangkatan ke ITC yang seketika itu hampir tutup.
   Bijaknya, dalam pelaksanaan studi tour Kita semua harus sepandai- pandainya
   mengatur    waktu    baik   itu   jadwal   pemberangkatan    maupun    jadwal
   pemberhentian.
3. Agro Wisata yang kami kunjungi, misalnya Museum Zoologi, Iptek
   Padalarang, dan Museum Geologi masih terdapat beberapa kekurangan.
   Kekurangannya       yaitu   kurang   kreatifnya   penyedia    wisata   dalam
   menyampaikan informasi.
4. Pemerintah hendaknya lebih meningkatkan mutu dan keamanan dari objek
   wisata.
5. Benda-benda di museum hendaknya ditingkatkan perawatannya supaya
   wisatawan bisa tetap menikmati keaslian benda-benda tersebut.
6. Bus PO. Sahabat sebaiknya lebih meningkatkan kenyamanan dan keselamatan
   para penumpangnya.

   Demikianlah kritik dan saran yang dapat kami sampaikan. Semoga saran dan
kritik yang kami berikan dapat bermanfaat untuk semua pihak.




                                        32
                      DAFTAR PUSTAKA
   Zoologi,Museum.2010.Buku Panduan Museum Zoologi.Bogor:Museum
    Zoologi
   http://www.wikipedia.com/lapangangasibubandung        download     30
    November 2010
   http://www.google.com/iptekpadalarang download 30 November 2010
   http://www.bogorbotanicalgarden.org/kebunrayabogor     download    30
    November 2010
   http://id.wikipedia.org/wiki/museumzoologi download 30 November 2010
   http://id.wikipedia.org/wiki/monas download 30 November 2010
   http://www.google.com/gelanggangsamudraancol download 30 November
    2010
   http://www.google.com/ancol/duniafantasi download 30 november 2010




                                 33

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:33222
posted:1/7/2011
language:Indonesian
pages:33
Description: Makalah Karya Tulis Studi Tour. Laporan hasil kunjungan ke Bandung, Bogor dan Jakarta