AMBALAN AKIHADE by kakdidik_89

VIEWS: 744 PAGES: 7

									                   GERAKAN PRAMUKA
    GUGUS DEPAN BOJONEGORO 15025 / 15026
    MADRASAH ALIYAH ”NURUL ULUM” PURWOSARI


                  SANDI AMBALAN
         KI HAJAR DEWANTARA

Hai .......Ksatria sejati
Sadarlah, kehormatan itu suci
Jaga..jangan sampai ternodai
Oleh sikap dan perbuatan NISTA
Tenang dalam menghadapi segala masalah

         Sabar dan tabah menghadapi musibah
         Tak pernah mengeluh dalam keadaan susah
         Agar tercapai suatu amanah yang membawa berkah
         Tak kenal lelah dan putus asa dalam berkarya
         Dan mewujudkan masa depan yang mulia

Hargai segala yang ada
Tanpa membedakan mana si miskin dan si kaya
Bersikap ramah, sopan dan dermawan
Jadikanlah sebagai pegangan
Untuk mempererat tali persaudaraan

         Tegak tubuhnya teguh imannya
         Pandai mensyukuri nikmat
         Pandai membagi dan memanfaatkan waktu
         Gesit, lincah dan tidak suka menganggur
         Agar tercapai cita-cita yang luhur

Ing ngarsa... sung tuladha
Ing madya... mangun karsa
Tut wuri handayani
Satya bakti..... darma bakti
AMBALAN KI HAJAR DEWANTARA
                        POLA PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK
                          AMBALAN KI HAJAR DEWANTARA
                       GUGUS DEPAN BOJONEGORO 15025 – 15026
                           MA “NURUL ULUM” PURWOSARI

Adanya perkembangan psikologi peserta didik (anggota muda), menyebabkan munculnya suatu
pemikiran untuk mengembangkan Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak yang
berpangkalan di MA “Nurul Ulum" yang disesuaikan dengan perkembangan jiwa dan rohani peserta
didik serta kondisi lingkungan di Gugus Depan. Berdasarkan SK. Kwarnas No.080 tahun 1988
tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega bahwa Golongan Pramuka
Penegak yang berusia antara 16 - 20 tahun dalam sistem pembinaannya lebih banyak diperankan
kepada peserta didik (75%) sedangkan peran yang diberikan Pembina lebih sedikit (25%), sehingga
pembinaan Pramuka Golongan Penegak lebih banyak mengutamakan pemberdayaan Peserta Didik
(subjek).

Adapun Pola Pembinaan Pramuka Penegak yang diterapkan di Gugus Depan Bojonegoro 15025 –
15026 Ambalan Ki Hajar Dewantara pangkalan MA “Nurul Ulum” Purwosari adalah dengan
mengutamakan penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, seperti :
1. Sistem Satuan Terpisah antara Pramuka Putra dan Pramuka Putri
2. Sistem Berkelompok / beregu dengan adanya Sangga-sangga
3. Pentahapan jenjang kenaikan Tingkat yang meliputi :
    a. MASA PERKENALAN selama (1 bln) sebagai TAMU AMBALAN.
    b. MASA ORIENTASI selama (6 bln) sebagai CALON PENEGAK
    c. MASA LATIHAN selama (12 bln ) sebagai PENEGAK BANTARA
    d. MASA PEMANTAPAN selama (12 bln) sebagai PENEGAK LAKSANA jika ada dan
       berminat
4. Pentahapan jenjang kenaikan tingkat disesuaikan dengan Sistem Pendidikan Nasional
    yang berlaku disekolah tingkat SMU yang menggunakan sistem semester.
5. Pelaksanaan sistem pembinaan melalui pola pentahapan jenjang kenaikan tingkat
   dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi dilapangan, yaitu :
         a. MASA PERKENALAN dilaksanakan dengan perkenalan antara Tamu Ambalan dengan
    Pembina Gudep, Pembina Penegak, Pembantu Pembina Penegak, Dewan Ambalan, dan Anggota
    Ambalan serta Purna Anggota Ambalan. Selain itu juga Tamu Ambalan diperkenalkan dengan
    Adat Istiadat Ambalan yang berkaitan dengan Sejarah berdirinya Ambalan. Materi tersebut dapat
    dilakukan oleh Dewan Ambalan atau Pemangku Adat.
         b.MASA ORIENTASI dilaksanakan dengan pemberian informasi (materi) mengenai Adat
    Istiadat Ambalan, Sejarah Kepramukaan, Organisasi Pramuka, Dewan Ambalan dan Materi yang
    disyaratkan dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara serta materi pengujian
    SKU tingkat Penegak Bantara. Materi Adat Istiadat Ambalan dapat dilakukan oleh Pemangku
    Adat, dan Materi lainnya yang bersifat Tehnik Kepramukaan dapat diberikan oleh Dewan
    Ambalan sedangkan Materi Pengujian SKU harus dilakukan oleh Pembina Penegak atau
    Pembantu Pembina Penegak.
         c.MASA LATIHAN dilaksanakan dengan pemberian materi kepenegakan yang
    berorientasikan pada pengembangan jiwa kepemimpinan (Leadership), Kemampuan
    berorganisasi, Manajemen Satuan, Manajemen Kegiatan, Penguasaan Teknologi, Ketrampilan
    Kewirausahaan serta pengamalan prinsip Pramuka Penegak yang tercermin pada pola TRI BINA
    ( Bina Diri, Bina Satuan, Bina Masyarakat ). Materi dapat diberikan/dilakukan oleh Dewan
    Ambalan dan bila tidak memungkinkan dapat diberikan oleh Pembina atau Pembantu Pembina.
         d.MASA PEMANTAPAN dilaksanakan dengan pola pendidikan sosial kemasyarakatan
    berupa pelaksanaan kegiatan bakti sosial seperti ( Donor Darah, Pramuka Peduli Narkoba,
    Pramuka Peduli Sampah, Pramuka Peduli Banjir, dll).
              STRUKTURISASI POLA PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK
                      AMBALAN KI HAJAR DEWANTARA
                   GUGUS DEPAN BOJONEGORO 15025 – 15026
                       MA ”NURUL ULUM” PURWOSARI

1. Dewan Ambalan
Dewan Ambalan (DA) Penegak merupakan salah satu wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak
dalam mengelola aktifitas Pramuka Penegak di Gugus Depan. Mengacu pada Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, Dengan berpegang pada motto Penegak " Dari Penegak,
Oleh Penegak, Untuk Penegak ", maka Pramuka Penegak mempunyai kebebasan dalam
mengekspresikan dan mengembangkan kreatifitasnya dalam mengelola kegiatan dibawah
pengawasan orang dewasa ( Pembina ). Dalam hal ini Peranan Dewan Ambalan mendapat porsi
yang lebih besar (75%) dalam segi pembinaan kepada anggotanya. Peranan pembina lebih banyak
sebagai pendamping dan konsultan yang bersikap tut wuri handayani ( Sistem Among ).
Teknis kePramukaan diserahkan/ dipercayakan kepada Dewan Ambalan, sedangkan yang bersifat
kejiwaan dalam usaha pembentukan watak dan pribadi, tetap ditangani Pembina. Bimbingan
pembina lebih banyak ditujukan kepada Dewan Ambalan bukan kepada anggotanya.
2. Pembantu Pembina
     Merupakan anggota dewasa atau minimal Pramuka Pandega yang telah menempuh Kursus
Mahir Dasar yang dapat secara langsung memberikan bimbingan atau pembinaan kepada peserta
didik. Dalam hal ini Pembantu Pembina menempatkan diri sebagai Pendamping.
3. Pembina Penegak
    Merupakan seorang anggota dewasa yang telah memenuhi persyaratan sebagai Pembina
Golongan Penegak (Mahir Penegak) yang memberikan bimbingan kepada Pramuka Penegak yang
bersifat mental spiritual, pengembangan jiwa kepemimpinan dan karakter serta psikologi peserta
didik.
4. Pembina Gudep
      Pembina Gugus Depan ( Gudep ) merupakan penanggung jawab atas kelangsungan hidup
gudep dimana seluruh aktifitas dan kegiatan Gudep harus sepengetahuan Pembina Gudep. Pembina
Gudep harus dapat menempatkan posisinya dan memperlakukan Peserta Didik sebagai "Mitra
Kerja" (subjek pendidikan). Dalam hal ini Peranan Pembina Gudep hanya 25% dalam memberikan
Pembinaan kepada Peserta Didik.
5. Mabigus
      Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) merupakan salah satu unsur penting dalam
pembinaan Gugus Depan, dimana peranan Mabigus lebih mengarah pada pemberian bantuan yang
bersifat moril maupun materil. Dan kepengurusan Mabigus di Gugus Depan yang berpangkalan di
MA ”Nurul Ulum” Purwosari biasanya dipimpin oleh Kepala Sekolah.
6. Purna Ambalan Ki Hajar Dewantara
     Merupakan suatu perkumpulan diluar struktur yang secara formal tidak aktif sebagai anggota
Pramuka namun secara informal sangat berperan penting dalam memberikan bimbingan dan bantuan
dalam pengembangan Gugus Depan Bojonegoro 15025 - 15026 yang berpangkalan di MA ”Nurul
Ulum” Purwosari sebagai suatu wujud sumbangsih dan darma baktinya kepada Sekolah (almamater)
maupun kepada Gerakan Pramuka (Gudep).
                              ADAT ISTIADAT
                      AMBALAN KI HAJAR DEWANTARA
                    GUGUS DEPAN BOJONEGORO 15025 – 15026
                       MA ”NURUL ULUM” PURWOSARI

1. Upacara Pembukaan Latihan
· Kerapihan Pembukaan Latihan
· Sangga Kerja menyiapkan kelengkapan Upacara
· Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentuk barisan bersaf
· Laporan Pemimpin Sangga kepada Pradana
· Pada waktu Pemimpin Sangga meninggalkan tempat wakil Pemimpin Sangga pindah ke
tempat Pemimpin Sangga
· Para Pemimpin Sangga sesudah laporan mengambil tempat di sebelah kanan barisan
· Pradana menjemput Pembina dan mengantarinya ke sebelah kanan para Pemimpin
Sangga
· Pradana mengambil tempat di depan barisan sesuai dengan Adat Ambalan yang berlaku
· Petugas Bendera mengibarkan Sang Merah Putih, Pradana memimpin penghormatannya
· Pembacaan Dasa Dharma atau Sandi Ambalan oleh Petugas
· Pembina membaca teks Pancasila diikuti oleh anggota Ambalan
· Pengumuman dari Pradana/Pembina
· Pradana memimpin do'a sesuai dengan agama masing-masing
· Barisan dibubarkan oleh Pradana dilanjutkan dengan acara latihan

2. Upacara Penutupan Latihan
· Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentuk barisan bersaf
· Pemimpin Sangga menempati tempat di sebelah kanan barisan dan Wakil Pemimpin
Sangga pindah ke tempat Pemimpin Sangga
· Pradana menjemput Pembina dan mengantarinya ke sebelah kanan para Pemimpin
Sangga
· Pradana mengambil tempat di depan barisan sesuai dengan Adat Ambalan yang berlaku
· Petugas Bendera menurunkan Sang Merah Putih dengan Pradana memimpin
penghormatannya
· Pembacaan Renungan atau Sandi Ambalan oleh Petugas
· Pengumuman tentang sangga kerja untuk latihan yang akan datang, dll
· Pradana memimpin do'a sesuai dengan agama masing-masing
· Laporan Pradana kepada Pembina Penegak
· Barisan dibubarkan oleh Pradana

3. Upacara Penerimaan Tamu Ambalan
· Tamu Ambalan mengambil tempat di sebelah kiri Pradana atau Pembina
· Pradana atau Pembina memperkenalkan tamu kepada anggota Ambalan
· Pradana atau Pembina memberi kesempatan kepada tamu untuk mengikuti kegiatan
Ambalan
· Barisan di bubarkan, dilanjutkan dengan acara latihan

4. Upacara Penerimaan Calon Penegak kepada Ambalan (dilaksanakan sesudah
upacara latihan)
· Pradana mengumpulkan anggota Ambalan
· Tamu Ambalan berada di tempat yang disediakan
· Pembacaan Surat Keputusan Pembina Gudep
· Tamu Ambalan didampingi oleh Pradana dan Pemangku Adat untuk dihadapkan kepada
Pembina Gugus Depan
· Laporan Pemangku Adat dan Pradana, dan mundur satu langkah dari Calon Penegak
· Bendera Merah Putih memasuki tempat pelantikan dan anggota yang lain memberi
hormat
· Pengantar kata dari Pembina Gugus Depan
· Tanya Jawab tentang keadaan pribadi tamu yang akan diterima sebagai calon Penegak
· Tamu Ambalan yang akan dilantik menjadi calon Penegak dipersilakan berdo`a sesuai
dengan agamanya masing-masing
· Calon Penegak paling kanan memegang ujung bendera Merah Putih dan meletakkan
didadanya, calon penegak yang lain memegang pundak calon penegak disebelah
kanannya.
· Pengucapan Ulang Janji (Tri Satya) oleh Pembina Gudep diikuti oleh Tamu Ambalan,
dan peserta upacara memberi hormat
· Bendera Merah Putih meninggalkan tempat pelantikan
· Penyematan Setangan Leher/Pita Leher kepada Tamu Ambalan yang telah dilantik oleh
orang tua peserta didik
· Pembacaan Sandi Ambalan Balaputera Dewa - Pramodhawardani, bagi putra sikap
berdiri tegak dengan tangan kanan dikepal dan diletakkan didada sebeleh kiri sedangkan
untuk putri sikap berdiri tegak dengan kedua telapak tangan menyatu erat dan
diletakkan didada
· Laporan Pemangku Adat dan Pradana, dan membawa Calon Penegak kebarisan anggota
Ambalan
· Pembacaan Do`a oleh Pembina Gudep/Petugas
· Ucapan selamat dari anggota Ambalan, Pembina dan orang tua peserta didik
dilanjutkan dengan acara Adat Ambalan

5. Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara (Upacara ini tidak boleh
dihadiri oleh Calon Penegak)

· Calon Penegak yang akan dilantik diantar oleh Pendamping Kanan dan Pendamping Kiri
ke hadapan Pembina
· Laporan Pendamping Kanan dan Pendamping Kiri kepada Pembina Gudep
· Pembina minta penjelasan kepada pendamping kanan dan pendamping kiri, mengenai
watak dan kecakapan calon
· Pendamping kanan dan pendamping kiri mundur satu langkah dari Calon Penegak yang
akan dilantik
· Sang Merah Putih di bawa oleh Petugas ke sebelah kanan Calon Penegak yang akan
dilantik, anggota Ambalan menghormat dipimpin oleh Pradana
· Tanya Jawab tentang SKU antara pembina dengan Calon Penegak
· Penyucian Diri Calon Penegak yang akan dilantik dengan membasuh tangan dan wajah
dengan air kembang sebagai suatu simbol membersihkan diri dari segala pikiran kotor
dan perbuatan yang tidak baik, dilanjutkan dengan mengusap tangan dan wajah dengan
handuk putih bersih dan membuang handuk tersebut kebelakang sejauh-jauhnya sebagai
suatu simbol menjauhkan segala kotoran pisik maupun jiwa. (Adat Ambalan)
· Pembina memimpin doa sesuai dengan agama masing-masing
· Pengucapan Ulang Janji Tri Satya yang dituntun oleh Pembina Gudep, dengan jalan
memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan pada dada
kiri, tepat pada jantungnya; peserta upacara memberikan penghormatan.
· Bendera Merah Putih meninggalkan tempat pelantikan, anggota Ambalan memberi
hormat
· Penyematan Tanda Kecakapan Umum (TKU) Penegak Bantara oleh Anggota sendiri.
· Pembacaan Sandi Ambalan Balaputera Dewa - Pramodhawardani, bagi putra sikap
berdiri tegak dengan tangan kanan dikepal dan diletakkan didada sebeleh kiri sedangkan
untuk putri sikap berdiri tegak dengan kedua telapak tangan menyatu erat dan
diletakkan didada
· Laporan Pendamping Kanan dan Pendamping Kiri, dan membawa Calon Penegak
kebarisan anggota Ambalan
· Pembacaan Do`a oleh Pembina/Petugas
· Ucapan selamat dari anggota Ambalan, Pembina dan orang tua peserta didik
dilanjutkan dengan acara Adat Ambalan

6. Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana
· Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantar oleh Pendampingnya ke hadapan
Pembina
· Pembina minta penjelasan kepada pendamping, mengenai perkembangan watak dan
kecakapan yang bersangkutan
· Para Pendamping kembali ke tempat
· Tanya Jawab tentang SKU antara pembina dengan Penegak Bantara yang akan naik
tingkat
· Sang Merah Putih di bawa oleh Petugas ke sebelah kanan depan Pembina, anggota
Ambalan menghormat dipimpin oleh Pradana
· Pembina memberikan bendera Sang Merah Putih kepada Penegak yang bersangkutan
· Pembina melepas tanda Penegak Bantara diserta pesan seperlunya
· Penegak yang bersangkutan mengulang janji Tri Satya yang dituntun Pembina, dengan
memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan pada dada
kiri, tepat pada jantungnya; peserta upacara memberikan penghormatan.
· Tanda Penegak Laksana di pasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan
· Pembacaan Sandi Ambalan Balaputera Dewa - Pramodhawardani, bagi putra sikap
berdiri tegak dengan tangan kanan dikepal dan diletakkan didada sebeleh kiri sedangkan
untuk putri sikap berdiri tegak dengan kedua telapak tangan menyatu erat dan
diletakkan didada
· Pembina memimpin doa sesuai dengan agama masing-masing
· Ucapan selamat dari anggota Ambalan
· Pembina menyerahkan Ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara


7. Upacara Pindah Golongan dari Penegak ke Pandega
· Pradana/Pembina Penegak mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentuk barisan
bersaf
· Penegak yang akan pindah golongan dipanggil kehadapan Pembina Penegak
· Penjelasan Pembina atas kepindahan golongan
· Penegak yang akan pindah minta diri kepada Anggota Ambalan
· Pembina menyerahkan Penegak yang bersangkutan kepada Pembina Gudep
· Pembina Gudep menerimanya sesuai dengan adat yang berlaku

8. Upacara Pelepasan Penegak yang akan terjun ke Masyarakat
· Penjelasan Pembina
· Penegak yang bersangkutan minta diri
· Sambutan wakil anggota Ambalan
· Kata Pelepasan dari Pembina Penegak dan Penyerahan surat Keterangan
· Pemberian kenangan kepada Penegak yang akan meninggalkan Ambalan
· Berdo'a dipimpin oleh Pembina Penegak
· Ramah Tamah diakhiri dengan membuat rangkaian persaudaraan

9. Upacara Pelantikan Dewan Ambalan
· Pengurus Dewan Ambalan yang akan dilantik menempatkan diri ke hadapan Pembina
· Pembacaan Surat Keputusan Pembina Gudep
· Sang Merah Putih di bawa oleh Petugas ke sebelah kanan Dewan Ambalan yang akan
dilantik, anggota Ambalan menghormat
· Tanya Jawab Pembina Gudep dengan Dewan Ambalan
· Pembina memimpin doa sesuai dengan agama masing-masing
· Pengucapan Ulang Janji Tri Satya yang dituntun oleh Pembina Gudep, dengan jalan
memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan pada dada
kiri, tepat pada jantungnya; peserta upacara memberikan penghormatan.
· Bendera Merah Putih meninggalkan tempat pelantikan, anggota Ambalan memberi
hormat
· Penyematan Tanda Jabatan Dewan Ambalan oleh Pembina
· Serah Terima Jabatan Dewan Ambalan lama kepada Dewan Ambalan Baru dengan
penandatanganan Piagam Serah Terima Jabatan serta penyerahan Panji Ambalan
· Pembacaan Sandi Ambalan Balaputera Dewa - Pramodhawardani, bagi anggota Ambalan
putra sikap berdiri tegak dengan tangan kanan dikepal dan diletakkan didada sebeleh kiri
sedangkan untuk putri sikap berdiri tegak dengan kedua telapak tangan menyatu erat dan
diletakkan didada. Bagi Dewan Ambalan yang dilantik (khusus Pradana Putra) memegang
Panah dan Busur/Kapak sebagai simbol senjata untuk berjuang dan (khusus Pradana Putri)
memegang Sekuntum Bunga Mawar sebagai simbol cinta kasih yang abadi.
· Pembacaan Do`a oleh Petugas
· Ucapan selamat dari anggota Ambalan, Pembina dan orang tua peserta didik

								
To top