PENGARUH SIKAP ILMIAH SISWA TERHADAP

					PENGARUH SIKAP ILMIAH SISWA TERHADAP
  HASIL BELAJAR MATERI BANGUN RUANG
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 SEMARANG
                          SKRIPSI
     Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika
              pada Universitas Negeri Semarang




                           Oleh
                  Duri Dyah Purwaningsih
                           NIM




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
          UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                       2007
                                   ABSTRAK

   Duri Dyah Purwaningsih. Pengaruh Sikap Ilmiah Siswa Terhadap Hasil
Belajar Materi Bangun Ruang Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang .
Skripsi. Program Pendidikan Matematika Transfer, Matematika, FMIPA,
Universitas Negeri Semarang.


    Matematika merupakan dasar pelajaran yang lain, tetapi justru matematika
merupakan pelajaran yang kurang diminati oleh siswa, dalam belajar pun siswa
lebih banyak pasif, sehingga sikap ilmiah siswa kurang bisa berkembang, yang
berakibat pada hasil belajar siswa yang cenderung menurun. Begitu pula di SMP
Negeri 16 Semarang terkadang sikap ilmiah siswa menunjukkan kurang kearah
positif, sehingga guru matematika selalu berusaha untuk mengembangkan metode
pembelajaran guna meningkatkan sikap ilmiah siswa, yang berdampak kepada
hasil belajar siswa. Pernyataan tersebut menarik peneliti untuk mengambil
permasalahan adakah pengaruh sikap ilmiah terhadap hasil belajar siswa kelas
VIII SMP Negeri 16 Semarang materi bangun ruang sisi lengkung.
    Tujuan penelitian ingin mengetahui adakah pengaruh sikap ilmiah terhadap
hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang. Mafaat penelitian bagi
peneliti menambah pengetahuan dalam pembelajaran matematika khususnya
mengembangkan sikap ilmiah, melatih peneliti untuk berfikir kritis, dan sebagai
bahan pertimbangani guru agar lebih memperhatikan sikap ilmiah siswa.
    Populasi yang diambil adalaha kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang, dengan
sampel penelitian sebanyak 42 siswa kelas VIII D. Varibel penelitian variabel
bebas (X) sikap Ilmiah dan variabel terikat (Y) hasil belajar. Teknik pengumpulan
data sikap ilmiah dengan menggunakan angket dan lembar observasi. Data hasil
belajar menggunakan tes. Analisis datanya menggunakan regresi linier sederhana,
yang dihitung dengan menggunakan SPSS.
    Setelah diuji keberartian koefisien regresi dan kelinieran model regresi di
dapat pengaruh sikap ilmiah (X) terhadap hasil belajar (Y), sesuai dengan
persamaan regresi Y = 0,109 + 0,138 X . Untuk pengujian koefisien keberartian
                      ˆ
regresi diperoleh t hitung 5,177 diatas t tabel yaitu 2,02, maka Ho ditolak yang
artinya koefisien regresi signifikan. Uji kelinieran diperoleh F hit 26,801 diatas
Ftabel 4,08, dan signifikan 0,00 <0,05, maka Ho ditolak yang artinya ada
hubungan secara linier sikap iliah dan hasil belajar. Jadi dapat dismpulkan ada
pengaruh sikap ilmiah terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16
semarang.
    Kesimpulan ada perngaruh sikap imiah siswa terhadap hasil belajar siswa kelas
VIII SMP Negeri 16 Semarang. Sikap ilmiah merupakan salah satu faktor dari
dalam diri individu yang mempengaruhi hasil belajar.Saran-saran yang
disampaikan peneliti agar guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengembangkan sikap ilmiah, guru dapat memilih pembelajaran yang lebih baik,
serta siswa lebih berusaha mengembangkan sikap ilmiah yang dimiliki, sehingga
hasil belajar lebih baik.


                                        ii
                                   MOTTO


Sesungguhnya Sesudah Kesukaran Ada Kemudahan (Q. S Al Insyirah; 7).

Jika kau melangkah ingin raih permatamu dan dalam langkahmu berhadapan

dengan jurang, maka terjanglah jurang itu sebenarnya jurang adalah bukan

penghalang melainkan ketakutan diri sendiri. ( John Chammbell).

Jika ingin Sukses maka langgarlah rasa ketakutanmu. (Albert Einsten).

Kekuasaan dimasa depan adalah kekuatan pikiran. ( Sir Winston Chruchill).




                            PERSEMBAHAN

Kupersembahkan tugas akhir ini sebagai hadiah kasih sayangku kepada : 

 

  Bapak, ibu, dan adikku ( Sari dan Yusuf), alm ( mbah kung, mbah uti, 
   mbah Raswat, mbah Sus kakung), mbah Kusni dan mbah Sus putri 
                                 tercinta. 
Sahabatku ( Nina, Yuli, Thia, Tuti, Ariani, Yani, Peni, teman‐teman Batari, 
  teman‐teman PPL SMP 16 Semarang, Diah, Adisti ( alm ),  dan  Aan,). 
                             Sandi Zagianata 
                              Almamaterku. 




                                       iii
                           KATA PENGANTAR




Assalamu alaikum wr. wb.

       Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karenaNya penulis

dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Adapun maksud dan tujuan dari penulis

adalah sebagai prasarat dalam mendapatkan gelar strata satu pada program studi

Pendidikan Matematika Transfer Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang.

       Dalam penyelesaian laporan ini penulis tak lepas dari bantuan berbagai

pihak, maka dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih

kepada:

   1. Prof. DR. H. Sudijono Sastroadmojo, M,Si Rektor Universitas Negeri

       Semarang

   2. Drs. Kasmadi Imam S.,M.S Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang.

   3. Drs. Supriyono, M.Si Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas

       Negeri Semarang.

   4. Drs.Wardono, M.Si . Dosen Pembimbing I.

   5. Dra. Endang Retno Winarti, M.Pd Dosen Pembimbing II.

   6. Drs. Sutrisno, S.Pd, M.M Kepala Sekolah SMP Negeri 16 Semarang.

   7. Sudarno S. Pd Guru pengampu pelajaran matematika .

   8. Siswa kelas VIII ( D dan F) SMP Negeri 16 Semarang.

   9. Bapak dan ibu, serta adikku tersayang yang mencurahkan kasih sayang.

   10. Teman-teman Pendidikan Matematika Transfer.



                                      iv
   11. Dan berbagai pihak yang tak mungkin disebutkan satu persatu.

Semoga semua pihak mendapatkan imbalan dari Allah SWT.

       Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menyadari banyak kekurangan,

oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun,

sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahunan dan semua pihak.

Wassalamu alaikum wr. wb.



                                                     Semarang, Januari 2007

                                                             Penulis




                                      v
                                                 DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ..........................................................................................i

ABSTRAK .........................................................................................................ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................................................iii

KATA PENGANTAR .......................................................................................iv

DAFTAR ISI ......................................................................................................vi

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................ix

DAFTAR TABEL ..............................................................................................x

BAB I         PENDAHULUAN

              A. Latar Belakang Masalah ..............................................................1

              B. Rumusan Masalah........................................................................2

              C. Tujuan Penelitian..........................................................................3

              D. Manfaat Penelitian........................................................................3

              E. Penegasan Istilah ..........................................................................4

              F. Sistematika Penulisan ..................................................................5

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTEIS

             A.      Landasan Teori

                     1. Pengertian Belajar ................................................................. 6

                     2. Hasil Belajar..........................................................................10

                     3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ...................10

                     4. Pengertian Sikap Ilmiah ........................................................14

                     5. Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung



                                                          vi
                              a. Tabung ............................................................... 18

                              b. Kerucut .............................................................. 21

      B.     Kerangka Berfikir ....................................................................... 24

      C.     Hipotesis ..................................................................................... 25

BAB III METODELOGI PENELITIAN

       A. Populasi dan sampel ..................................................................... 26

       B. Variabel penelitian........................................................................ 27

       C. Metode Pengumpulan Data .......................................................... 27

       D. Metode penyusunan perangkat ..................................................... 28

       E. Penskoran instrumen untuk pengambilan data

                    a. Penskoran angket dan lembar observasi........................ 28

                    b. Penskoran Hasil belajar ................................................. 29

       F. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen

                      1. Reliabilitas .................................................................. 29

                      2. Validitas...................................................................... 30

                      3. Taraf Kesukaran ......................................................... 31

                      4. Daya Beda................................................................... 31

       G. Analisis Data

                     1. Uji Normalitas.............................................................. 34

                     2. Regresi ......................................................................... 34

BABIV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

       A. Hasil Penelitian............................................................................. 41

       B. Pembahasan .................................................................................. 47



                                                 vii
BAB V PENUTUP

             A. Kesimpulan................................................................................... 50

             B. Saran ............................................................................................. 50

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 51

LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................. 53




                                                        viii
                                         DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Uji Normalitas ................................................................................ 53

Lampiran 2. Kisi-kisi ......................................................................................... 54

Lampiran 3. Soal Tes .......................................................................................... 60

Lampiran 4. Angket ............................................................................................ 63

Lampiran 5. Lembar Observasi........................................................................... 68

Lampiran 6. Hasil Uji Coba ................................................................................ 72

Lampiran 7. Keterangan Hasil Uji Coba Yang Dipakai ..................................... 75

Lampiran 8. Hasil Eksperimen ........................................................................... 77

Lampiran 9. Kunci tes ......................................................................................... 81

Lampiran 10 Rata-rata Sikap Ilmiah ................................................................... 88

Lampiran 11 Nilai Hasil tes ................................................................................ 89

Lampiran 12. Perhitungan Regresi...................................................................... 90

Lampiran 13. Nama siswa................................................................................... 92

Lampiran 14. Surat Penelitian ............................................................................ 93




                                                        ix
                                              DAFTAR TABEL

1. Tabel Chi Kuadrat ......................................................................................... 98

2. Tabel t ........................................................................................................... 99

3. Tabel F .......................................................................................................... 100




                                                            x
                                   BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Alasan Pemilihan Judul

      Pelajaran matematika merupakan dasar dari pelajaran-pelajaran yang lain,

   seperti ekonomi, bahasa Indonesia, sejarah, olahraga dan lain-lain. Hal ini

   dikarenakan   dalam    penerapannya,   pelajaran-pelajaran   tersebut   sering

   menggunakan unsur matematika, seperti bilangan, nilai hitung dan sebagainya.

       C. F. Gauss juga menyatakan demikan bahwa matematika adalah ratu dari

   ilmu dan aritmatika adalah ratu dari matematika (Husein Tampomas, 2002:

   209). Bahkan sejak usia dini pun orang tua sudah mengenalkan bilangan

   kepada anaknya. Misalnya belajar menghafalkan bilangan satu sampai dengan

   sepuluh. Menurut pakar psikologi anak J. Champbell (2004) menyatakan

   bahwa pelajaran matematika dapat menggali potensi anak.

      Menurut Sapari (2005), pandangan siswa secara umum mengenai pelajaran

   matematika, bahwa matematika merupakan pelajaran yang susah dimengerti

   dan kurang diminati.

      Hal inilah yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa, walaupun

   disisi lain ada sebagian siswa menganggap bahwa matematika merupakan

   pelajaran yang mudah dimengerti dan mengasyikkan, sehingga hasil belajar

   siswa menjadi meningkat.

      Perasaan kurang minat dan susah mengerti akan pelajaran matematika

   yang dialami oleh siswa, dikarenakan anggapan siswa terhadap pelajaran



                                      1
                                                                            2



matematika dengan rumus yang cukup beragam dan rumit, serta kurangnya

rasa keingintahuan dan kurang kritisnya siswa dalam mempelajari matematika.

Ini mengakibatkan siswa pasif dalam belajar matematika. Kurangnya rasa

ingin tahu dan krekritisan yang terdapat dalam diri siswa, dan kecenderungan

siswa belajar hanya dengan menghafal rumus saja tanpa mengetahui darimana

rumus tersebut diperoleh, serta sikap siswa yang terkadang kurang jujur dalam

belajar, ini kurang bisa mendorong sikap ilmiah siswa kearah positif.

   Menurut Ardhana dan Willis yang dikutib oleh Rica Rahim (2006), hasil

belajar siswa ditentukan oleh beberapa faktor. Diantaranya faktor yang

dimaksud adalah faktor dari dalam individu (sikap ilmiah) dan faktor dari luar

individu ( yang berupa tersedianya bahan ajar yang memberi kemudahan bagi

individu untuk mempelajari, serta serta gaya belajar).

   SMP Negeri 16 Semarang merupakan Sekolah Menengah Pertama yang

beralamat di Jalan Raya Ngaliyan. Di SMP Negeri 16 Semarang Berdasarkan

cerita guru matematika kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang permasalahan

diatas masih sering terjadi. Sikap ilmiah siswa masih menunjukkan kurang

kearah positif seperti siswa terkadang masih menunggu perintah dari guru,

kurang disertai rasa keingintahuan, dan kekritisan siswa dalam belajar

matematika. Siswapun terkadang kurang jujur kepada guru, sehingga kurang

adanya keluwesan dalam kegiatan belajar. Hasil belajar yang diperoleh oleh

siswa masih kurang dengan nilai rata-ratanya adalah 64. Guru pun setelah

diadakannya penelitian pada pembelajaran matematika materi bangun ruang

sisi lengkung mencoba menggunakan alat peraga untuk mengembangkan
                                                                            3



   sikap ilmiah siswa, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa akan

   meningkat.

      Dari latar belakang inilah penulis merasa perlukan mengadakan sebuah

   penelitian di SMP Negeri 16 Semarang dan mengambil judul “ Apakah ada

   pengaruh sikap Ilmiah siswa terhadap hasil belajar pada materi bangun ruang

   siswa SMP Negeri 16 Semarang Kelas VIII?”.



B. Rumusan Masalah

      Bardasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka permasalahan

   dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh sikap Ilmiah siswa

   terhadap hasil belajar pada materi bangun ruang siswa SMP Negeri 16

   Semarang Kelas VIII?”



C. Tujuan Penelitian

     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh sikap ilmiah

   siswa terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun ruang siswa SMP

   Negeri 16 Semarang kelas VIII .



D. Manfaat Penelitian

      Manfaat dari penelitian ini adalah :

      1. Bagi Peneliti

                a. Menambah pengetahuan khususnya dalam pembelajaran

                  Matematika, guna meningkatkan sikap ilmiah
                                                                             4



             b. Melatih peneliti guna berfikir kritis dalam belajar matematika

                 dan pada KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar ).

      2. Bagi guru

             Guru dapat menjadikan bahan pertimbangan untuk meningkatkan

          sikap ilmiah khususnya dalam belajar matematika.

      3. Bagi Siswa

            Siswa dapat mengembangkan sikap ilmiahnya terutama dalam

          belajar matematika.



E. Penegasan Istilah

   1) Sikap Ilmiah

         Sikap    ilmiah   merupakan    perbuatan   yang     berdasarkan   pada

      pendirian/pendapat/ keyakinan . Dalam penelitian ini sikap ilmiah yang

      dimaksud adalah sikap atau perbuatan siswa berdasarkan keyakinan,

      pendapat dalam pelajaran matematika yang diditunjukkan dalam angket

      dan lembar observasi.



   2) Hasil belajar

          Hasil belajar matematika merupakan kemampuan seseorang untuk

      mempelajari matematika yang diperoleh secara maksimal, ditunjukkan

      dengan nilai tes atau angka yang diberikan guru. Hasil belajar yang

      dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai yang diperoleh siswa setelah

      mengikuti tes materi bangun ruang sisi lengkung.
                                                                               5



F. Sistematika Skirpsi

      Secara garis besar skripsi ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian awal,

   bagian isi dan bagian akhir. Bagian awal berisi halaman judul, abstrak,

   halaman pengesahan, halaman motto, dan persembahan, kata pengantar, daftar

   isi dan daftar lampiran. Bagian isi terdiri atas lima bab yaitu pendahuluan,

   landasan teori dan hipotesis, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan

   dan penutup.

      Bab I pendahuluan. Pendahuluan ini berisi alasan pemilihan judul,

   rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, penegasan istilah , dan

   sistematika skipsi.

      Bab II landasan teori dan hipotesis, dalam bab ini berisi mengenai kajian

   untuk menjawab permasalahan secara teoritis seperti pengertian belajar, hasil

   belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, pengertian sikap dan

   sikap ilmiah, kerangka berfikir, dan perumusan hipotesis yang akan diuji.

      Bab III metode penelitian, dalam metode penelitian ini berisi mengenai

   populasi dan sampel, variabel penelitian, metode pengumpulan data, metode

   penyusunan perangkat, penskoran instrumen untuk pengambilan data, analisis

   hasil uji coba dan analisis data.

      Bab IV hasil penelitian dan pembahasan. Bab ini meliputi hasil penelitian

   yang telah dianalisis beserta pembahasan yang dilakukan.

      Bab V penutup. Penutup yang berisi mengenai kesimpulan apa yang

   diperoleh selama penelitian dan saran-saran.
                                                                             6



    Bagian akhir, pada bagian akhir penulisan skripsi ini adalah daftar pustaka

dan lampiran-lampiran berupa instrumen-instrumen, perhitungan statistik, dan

surat ijin penelitian.
                                    BAB II

                    LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS



A. Landasan Teori

   1. Pengertian Belajar

         Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian, atau ilmu, berlatih

      dan berubah tingkah laku ( KBBI, 2002 : 35). Menurut Anni, Catharina Tri

      ( 2004: 24), disebutkan bahwa pengertian dari belajar adalah proses

      tingkah laku manusia dan mencakup segala sesuatu yang dikerjakan.

         Menurut Sugandi, Achmad ( 2004: 10), dalam teori humanistik, belajar

      merupakan kebebasan untuk memperoleh sesuatu sesuai dengan minat dan

      kemampuannya. Sehingga belajar bertujuan memanusiakan manusia,

      sehingga dalam teori ini menyebutkan bahwa anak yang berhasil dalam

      belajar adalah anak yang mampu mengaktualisasikan dirinya dengan

      lingkungan dan pengalaman .

         Menurut Edmund ( 2005: 1-2), berpendapat bahwa belajar merupakan

      bagian dari proses untuk memaksimalkan bakat yang dimiliki oleh

      seseorang. Bagian dari proses yang dimaksud Edmund disini adalah

      perolehan pengetahuan dan pengalaman. Jadi belajar yang dimaksudkan

      oleh Edmund tersebut merupakan proses perolehan pengetahuan dan

      pengalaman guna mengembangkan bakat yang dimiliki oleh seseorang.

      Proses perolehan ini pun tidak dapat secara langsung melainkan secara

      bertahap.



                                     7
                                                                          8



  Menurut Natawijaja (1979 : 9), belajar merupakan proses perubahan

yang terjadi pada diri seseorang. Perubahan tersebut dapat terjadi dalam

bidang, keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan atau appresiasi.

Belajar juga merupakan perubahan tingkah laku manusia (individu) yang

terjadi secara sadar dan disengaja. Perubahan tingkah laku ini bersifat

permanen, dan bukan hasil dari kematangan, keadaan sementera, atau

kelelahan.

   Jadi belajar merupakan proses perubahan tingkah laku untuk

memperoleh kepandaian dari sesuatu yang telah dikerjakan.

 Prinsip-prinsip belajar menurut Dimyati dan Mudjiono ( 1994) adalah:

     a.   Perhatian Dan Motivasi

             Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan

          belajar. Bahkan menurut Gagne dan Berliner (1984), tanpa

          adanya perhatian tidak ada belajar. Perhatian akan timbul pada

          siswa jika bahan ajar sesuai dengan kebutuhannya. Motivasi

          merupakan tenaga penggerak untuk mengarahkan ke aktivitas

          sesorang. Motivasi dapat bersifat internal ( yang datang dari diri

          sendiri) dan bersifat eksternal ( datang dari orang lain: guru,

          orangtua dan sebagainya). Motivasi juga dibedakan motif

          intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan

          yang dilakukan. Sedang motif ekstrinsik adalah tenaga

          pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukan, akan

          tetapi hanya sebagai penyerta saja.
                                                                 9



b. Keaktifan Siswa

     Menurut teori kognitif belajar menunjukkan adanya jiwa yang

   sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang diterimadan tidak

   sekedar menyimpannya saja. Dalam teori ini anak yang memilki

   sifat aktif, konstruktif, mampu merencanakan sesuatu. Anak

   mampu mencari dan menemukan fakta dan menggunakan

   pengetahuannya yang diperoleh.

      Dalam setiap kegiatan belajar selalu menampakkan keaktifan

   siswa. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari

   bentuk fisik sampai kegiatan psikis yang diamati.

c. Keterlibatan langsung/ berpengalaman

     Sesuatu hal apabila siswa melakukan sendiri akan memberi

   hasil belajar yang lebih mendalam, karena dalam belajar melalui

   pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati tetapi harus

   menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan dan bertanggung

   jawab terhadap hasilnya.

      Keterlibatan siswa didalam belajar tidak diartikan dengan

   keterlibatan fisik semata melainkan adalah keterlibatan mental

   emosional,   keterlibatan   dalam    kegiatan   kognitif   dalam

   pencapaian dan perolehan pengetahuan, dalam penghayatan dan

   internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilai saat

   mengadakan latihan dalam pembentukan keterampilan.
                                                                 10



d. Pengulangan

    Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan

   dikemukakan oleh teori psikologi Daya, dimana belajar melatih

   daya-daya yang ada pada manusia, yang terdiri atas daya

   mengamat, menganggap, mengingat, menghayal, merasakan,

   berfikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka

   daya-daya tersebut akan berkembang.

      Teori yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori

   Psikologi Asosiasi atau Koneksionisme. Berangakat dari salah

   satu hukum belajar ”law of exercise” oleh Thorndike,

   mengemukakan       bahwa    belajar   merupakan     pembentukan

   hubungan antara stimulus dan respon, dengan pengulangan

   terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang

   timbulnya respon benar. Psikologi Conditioning yang merupakan

   perkembangan lebih lanjut dari koneksionisme juga menekankan

   pentingnya pengulangan dalam belajar. Pada koneksionisme

   belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons,

   maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan

   saja oleh stimulus , tetapi stimulus yang dikondisikan

      Pengulangan dalam belajar dari ketiga teori tersebut tujuannya

   dilakukan untuk melatih daya-daya tujuan yang berbeda, seperti

   melatih daya jiwa, membentuk respon yang benar, serta

   membentuk kebiasaan–kebiasaan. Walau kita tidak dapat
                                                                11



   menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang

   dikemukakan ketiga teori tersebut, karena tidak dapat dipakai

   untuk menerangkan semua bentuk belajar, namun prinsip

   pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. Dalam

   belajar masih diperlukan pengulangan/latihan. Metode drill dan

   stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip

   pengulangan.

e. Tantangan

      Tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam belajar membuat

   siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang baru,

   yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan

   membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. Pelajaran yang

   memberikan kesempatan kepada siswa turut menemukan konsep-

   konsep, prinsip, dan generalisasi akan menyebabkan        siswa

   berusaha mencari dan menemukan suatu konsep-konsep dari

   prinsip dan generalisasi tersebut.

f. Balikan dan Penguatan

     Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan

   ditekankan pada teori belajar Operant Condition , bahwa kondisi

   adalah stimulusnya, maka kondisi diperkuat dengan responnya.

   Kunci dari teori ini adalah ” law of effect”. Siswa akan belajar

   lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil
                                                                             12



            yang baik.     Hasil yang baik akan merupakan balikan yang

            menyenagkan dan berpengaruh baik.

        g. Perbedaan Individual

               Siswa merupakan individual yang unik artinya tidak ada dua

            orang sama persis, tiap siswa memiliki perbedaan satu dengan

            yang lain. Perbedan itu terdapat pada karateristiknya psikis,

            kepribadian sifat-sifatnya. Perbedaan individu berpengaruh

            terhadap cara dan hasil belajar. Karena adanya perbedaan

            individu perlu diperhatikan guru dalam upaya pembelajaran.

2. Hasil Belajar

      Hasil belajar berasal dari dua kata hasil dan belajar. Untuk hasil sendiri

   artinya sesuatu yang diadakan, atau juga akibat dari sesuatu, sedangkan

   belajar adalah perubahan tingkah laku, atau berusaha memperoleh

   kepandaian ( KBBI, 2002).

     Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang sebagai

   proses belajar, ataupun merupakan penguasaan pengetahuan keterampilan

   yang dikembangkan oleh mata pelajaran, yang biasanya ditunjukkan

   dengan nilai tes atau nilai yang diberikan guru. Jadi yang dimaksudkan

   adalah nilai tes matematika yang diberikan guru sebagai hasil penguasaan

   pengetahuan dan keterampilan.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

     Menurut psikologi pendidikan yaitu Gagne dalam bukunya Condition Of
   Learning yang dikutip Natawidjaja, Rochman ( 1979), bahwa kondisi
   belajar sangat mempengaruhi perbuatan belajar, diantaranya :
         a. Kondisi belajar intern
                                                            13



1. Kematangan Belajar

      Kematangan belajar ini sangat berhubungan dengan

   kondisi biologis anak, misalnya anak yang ada dalam masa

   pertumbuhan belum tiba pada suatu tahap untuk belajar

   sesuatu, jangan dipaksakan untuk mempelajarinya, karena

   ini akan sukar untuk anak dalam menerimanya.

2. Belajar untuk belajar,

      Belajar untuk belajar merupakan suatu kegiatan untuk

   mempelajari sesuatu, dimana sebelumnya telah menguasai

   dasar-dasar kemampuan maka daya yang ada didalam diri

   kita akan lebih mendorong untuk lebih cepat belajar. Jadi

   nampak jelas suatu kegiatan yang diperhadapkan kepada

   siswa, dikarenakan adanya daya belajar-untuk-belajar maka

   kecepatan mengerjakan soal lain yang sejenis akan

   meningkat.

3. Kemampuan belajar

      Kemampuan belajar ini dapat mengetahui adanya anak

   yang belajarnya cepat, belajarnya sedang maupun lambat

   dengan    adanya    abilitas   belajar   maka   anak   dapat

   memecahkan masalah.

4. Kumpulan presepsi dan pengertian dasar,

      Kumpulan presepsi dalam belajar berasal dari kumpulan

   pengalaman anak dalam belajar yang tidak hilang,
                                                                    14



         kumpulan presepsi ini sering disebut pra-kemampuan. Pra-

         kemampuan ini adalah dasar anak untuk mempelajar

         sesuatu pengalaman yang baru.

b. Kondisi belajar ekstern

     1. Kontiguitas,

            Kontiguitas merupakan unsur yang mempengaruhi

         belajar, dengan peristiwa yang terjadi hampir serentak

         antara rangsangan ( stimuli) dan respon. Prinsip kontiguitas

         ini didasarkan apada alat peraga, misalnya peta, gambar,

         model,    dan    sebagainya.    Prinsip     kontiguitas    ini

         menunjukkan bahwa belajar dengan alat akan jauh lebih

         berhasil dibandingkan belajar tanpa alat.

     2. Latihan

            Latihan merupakan pengulangan respon sewaktu adanya

         stimuli. Mengulang hubungan stimuli–respon maksudnya

         membuat apa yang dipelajari akan bertahan lama,

         sebaliknya    latihan   mengulang     secara    lama      akan

         menimbulkan kebosanan.

     3. Penguatan,

            Penguatan merupakan unsur yang penting dalam belajar,

         misalnya dengan pujian, dan pemberian hadiah. Respon

         yang dihargai cenderung diulang pada situasi tertentu,

         sedang respon yang tidak diberi penghargaan cenderung
                                                                           15



               untuk tidak diulang. Jadi pemberian penghargaan dalam

               proses belajar sangat penting guna keberhasilan belajar.

  Menurut Ardhana dan Willis yang dikutip oleh Rica Rahim(2006),

bahwa hasil belajar dipengaruhi beberapa faktor yang mempengaruhinya,

diantaranya faktor dari dalam individu yang berupa sikap ilmiah, dan

faktor dari luar individu yang berupa bahan ajar dan gaya belajar siswa.

   Proses belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (1994: 228), yaitu

kegiatan yang dialami siswa dan dihayati oleh siswa sendiri. Kegiatan atau

proses belajar ini terpengaruh oleh sikap, motivasi, konsentrasi, mengolah,

menyimpan, menggali, dan unjuk berprestasi. Sesudah belajar merupakan

tahap unjuk prestasi hasil belajar. Proses belajar merupakan kegiatan

mental mengolah bahan belajar atau pengalaman belajar yang lain.



   Mudzakir, Ahmad dan Joko Sutrisno (1996), Agar memperoleh hasil

yang diingikan secara baik dalam proses belajar, perlu menerapkan prinsip

psikologi, dengan mengakui adanya perbedaan-perbedaan individual yang

dimiliki setiap individu. Perbedaan-perbedaan itu meliputi kecerdasan,

bakat, minat, sikap, harapan dan aspek kepribadian lainnya, sehingga

perbedaan ini memberi pengaruh bagi hasil belajar.



   Mudzakir, Ahmad dan Joko Sutrisno (1996: 155), berpendapat

mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar digolongkan menjadi

dua, yaitu
                                                                          16



         a. Faktor Intern ( faktor dari diri manusia), meliputi :

               1. Faktor fisiologi

               2. Faktor psikologi

         b. Faktor Ekstern (faktor dari luar manusia), meliputi :

               1. Faktor-faktor non sosial

               2. Faktor- faktor sosial

   Menurut Anonim (1989 :155), hasil belajar yang akan dicapai siswa

dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

    1. Faktor Internal yaitu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar

       yang berasal dari dalam diri siswa yang sedang belajar. Faktor-

       faktor tersebut adalah :

           a. Kondisi Fisiologis

               Kondisi fisiologis merupakan kondisi fisik seseorang yang

               meliputi     panca      indra   terutama   pengelihatan    dan

               pendengarann, keutuhan tubuh serta keadaan jasmani.

           b. Kondisi psikologis

               Beberapa      kondisi     psikologis   yang    utama,     yang

               mempengaruhi proses dan hasil belajar, yaitu :

                     1. Kecerdasan

                          Kecerdasan berperan bersar dalam keberhasilan

                          belajar. Orang cerdas akan cepat menguasai

                          pelajaran dibanding dengan orang yang kurang
                                                        17



   cerdas   meskipun      fasilitas   dan     waktu   yang

   digunakan untuk mempelajari materi sama.

2. Bakat

   Belajar pada bidang yang sesuai dengan bakat

   yang dimiliki akan memperbesar kemungkinan

   berhasilnya belajar.

3. Minat

   Minat      seseorang     terhadap        sesuatu   akan

   berpengaruh      terhadap      kesungguhan         untuk

   menggelutinya.

4. Motivasi

   Motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak

   didalam diri seseorang demi mencapai tujuan

   tertentu yang sudah menjadi aktif pada saat

   melaksanakan suatu perbuatan. Motivasi ada dua

   macam, yaitu :

     a. Motivasi Intrinsik

        Motivasi ini merupakan motivasi yang

        timbul dan dalam diri sendiri yang tidak

        dipengaruhi oleh sesuatu diluar dirinya.

     b. Motivi Ekstrinsik
                                                                       18



                          Motivasi ini merupakan motivasi yang

                          timbul    dalam     dari     seseorang,   karena

                          pengaruh rangsangan luar.

                5. Emosi

                    Keadaan emosi yang labil, seperti mudah marah,

                    mudah tersinggung, tertekan, merasa tidak aman,

                    dapat mengganggu keberhasilan belajar.

                6. Kemampuan kognitif

                    Kemampuan        kognitif        adalah     kemampuan

                    penalaran      yang     dimiliki     oleh    seseorang

                    kemampuan penalaran yang tinggi memungkinkan

                    seseorang dapat belajar lebih baik. Kemampuan

                    kognitif akan berkembang baik jika seseorang

                    melakukan tindak belajar.

2. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yang

   dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar, faktor-faktor tersebut

   adalah sebagai berikut :

     a. Faktor lingkungan

           1. Lingkungan alami yaitu kondisi alam yang dapat

              berpengaruh terhadap proses hasil belajar. Lingkungan

              alami antara lain: suhu udara, kelembapan, musim, serta

              kejadian alam yang ada.
                                                                         19



                 2. Lingkungan sosial, baik yang berupa manusia maupun

                     yang lainnya yang langsung berpengaruh terhadap

                     proses    pembelajaran.   Lingkungan   sosial     yang

                     dimaksud adalah tempat tinggal siswa yakni rumah

                     orang tua atau dipondok pesantren.

            b. Faktor instrumental

               Faktor instrumental merupakan faktor yang adanya dan

               penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang

               diharapkan sehingga dapat dimanipulasi.

               Faktor instrumental antara lain :

               1. Kurikulum yang mantap.

               2. Program pendidikan yang telah dimiliki dalam suatu

                   kegiatan yang jelas, akan memudahkan siswa dalam

                   merencanakan      dan   mempersiapkan    untuk    program

                   tersebut.

               3. Guru/tenaga pengajar. Jumlah dan kualitas guru dapat

                   mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.

               4. Sarana dan prasarana. Keadaan gedung atau tempat

                   belajar siswa yang nyaman akan memperlancar kegiatan

                   pembelajaran, sehingga akan menghasilkan proses dan

                   hasil belajar yang diharapkan.

4. Pengertian Sikap Ilmiah
                                                                        20



   Menurut Gagne dan Briggs, yang dikutip Annie, Catharina Tri (2004 :

25) mengklasifikasikan tujuan pembelajaran ke dalam lima kategori adalah

: kemahiran intelektual ( intelectual skill ), strategi kognitif ( cognitif

strategies ), informasi verbal ( verbal information ), kemahiran motorik (

motor sklills), dan sikap ( attitudes).

   Sikap menurut Gagne ini adalah suatu kondisi yang internal. Sikap

mempengaruhi pilihan untuk bertindak. Kecenderungan untuk memilih

obyek terdapat pada diri pembelajar , bukan kinerja yang spesifik.

   Sikap juga merupakan kemampuan internal yang berperan             dalam

mengambil tindakan. Dimana tindakan yang akan dipilih, tergantung pada

sikapnya terhadap penilaian akan untung atau rugi, baik atau buruk,

memuaskan atau tidak, dari suatu tindakan yang dilakukannya.

    Sikap merupakan kecenderungan pembelajaran untuk memilih

 sesuatu. Efek sikap ini dapat diamati dalam reaksi pembelajar ( positif

 atau negatif). Sikap juga merupakan salah satu dari enam faktor yang

 memotivasi belajar.

    Sikap dalam hal ini adalah suatu kombinasi, informasi, dan emosi

 yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang, kelompok,

 gagasan, peristiwa, atau obyek tertentu secara menyenangkan atau tidak

 menyenangkan.

    Sikap mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku dan belajar

 siswa, karena sikap itu membantu siswa dalam merasakan dunianya dan

 memberikan pedoman kepada prilaku yang dapat membantu dalam
                                                                      21



menjelaskan dunianya. Sikap juga membantu seseorang merasa aman di

suatu lingkungannya yang pada mulanya tampak asing.

  Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang

untuk mereaksikan secara lebih otomatis. Sikap akan membuat kehidupan

lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsur-

unsur kepada kehidupannya sehari-hari yang bersifat unik.

  Sikap merupakan produk dari kegiatan belajar. Sikap diperoleh

melalui proses seperti pengalaman, pembelajaran, identifikasi, perilaku

peran ( guru-murid, orang tua-anak). Karena sikap itu dipelajari, sikap

juga dapat dimodivikasi dan diubah. Pengalaman baru secara konstan

mempengaruhi sikap, membuat sikap berubah, intensif, lemah, ataupun

sebaliknya.

  Sikap merupakan proses yang dinamik, sehingga media, dan

kehidupan seseorang akan mempengaruhinya. Sikap dapat membantu

personal karena berkaitan dengan harga diri yang positif, atau dapat juga

merusak personal karena adanya intensitas perasaan gagal. Sikap berada

disetiap orang sepanjang waktu dan secara konstan sikap memepengaruhi

prilaku dan belajar.

  Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak

mengandung resiko karena kadang-kadang tidak menentu. Dan dari

sikap tersebut siswa dapat membuat penilaian mengenai guru, mata

pelajaran, situasi pembelajaran, dan harapan personalnya untuk sukses.
                                                                      22



    S. Karim A. Karhami ( 2005), berpendapat bahwa sikap juga

merupakan suatu kecenderungan untuk bertindak (tendency to behave).

Menurut R. T White (1988), wilayah attitude mencakup juga wilayah

kognitif, anak dapat membatasi atau mempermudah untuk menerapkan

suatu keterampilan dan pengetahuan yang dikuasainya. Anak juga

berusaha untuk memahami suatu konsep, jika dia tidak memiliki

kemauan untuk itu.

   Menurut Yul, Iskandar ( 2004 : 9) Sikap adalah sebuah trait yang

selain aktif mempelajarinya, tetapi telah ditampilkan dengan perubahan

tingkah laku yang sesuai. Biasanya sikap memerlukan bakat, minat, dan

aktif yang merubah perilaku. Sikap pada umumnya merupakan hasil dari

learning dan praktis dan pula hasil dari perpaduan berbagai trait dan

ability.

    Sikap Ilmiah menurut Mulyono, Anton yang dikutip oleh Suyitno,

Amin (1997: 2), sikap yang disiapkan bertindak untuk perbuatan yang

berdasarkan pada pendirian/ pendapat/keyakinan. Sedangkan Menurut

Allen Ledward yang dikutip Suyitno, Amin adalah “An attitude as degree

of positive or negatif affect associated with some pychological objects”.

Dimana Sikap berkaitan dengan obyek yang disertai dengan perasaan

posititif ( favourable) atau perasaan negatif ( unfavorable). Jadi sikap

ilmiah adalah “ Scientific attitude” ( Sikap keilmuan).
                                                                    23



   Kurniadi (1988) dikutip dari pendapat M. O. Edward yang

merumuskan perilaku kreatif sikap ilmiah dari kata-kata ide ( gagasan )

berikut :

    I : Imagination ( imajinasi ).
    D : Data ( Fakta ).
    E : Evaluation ( evaliuasi ).
    A : Action ( tindakan ).
   Seorang yang kreatif adalah seseorang yang mampu mengumpulkan

data, berimajinasi dalam aksinya juga membuat evaluasi.

  Didalam jurnal yang ditulis oleh S. Karim A. Karhami (2005), sikap

ilmiah yang cenderung dikembangkan di berbagai sekolah adalah :

      a. Curiosity ( Sikap ingin tahu)

              Ditandai dengan tingginya minat siswa. Di sini anak juga

            sering mencoba pengalaman-pengalaman baru. Curiosity

            sering diawali dengan pengajuan pertanyaan .

      b. Flekxibility ( Sikap luwes)

               Sikap anak dalam memahami konsep baru, pengalaman

            baru, sesuai dengan kemampuannya tanpa ada kesulitan. Dan

            biasanya pemahaman ini berlangsung secara bertahap.

      c. Critical reflektion (sikap kritis)

               Kebiasaan anak untuk merenung dan mengkaji kembali

            kegiatan yang sudah dilakukan.

      d. Sikap Jujur

              Kejujuran siswa kepada diri sendiri dan orang lain dalam
                                                                         24



                 menyelesaikan atau mencoba pengalaman yang baru.

             Menurut Renzuli yang dikutip oleh Supriyadi, (1994: 224), siswa

        yang mempunyai sikap ilmiah yang tinggi akan memiliki kelancaran

        dalam berfikir sehingga siswa akan termotivasi untuk selalu

        berprestasi dan memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai

        keberhasilan dan keunggulan.

5. Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung ( Luas Permukaan Kerucut dan

   Tabung)

    a. Tabung

             Nugroho ( 2004: 55) menyatakan bahwa tabung adalah bangun

       ruang yang dibatasi oleh dua lingkaran kongruen yang berhadapan

       sejajar, dan titik pada kedua lingkaran yang bersesuaian saling

       dihubungkan dengan garis lurus. Terdiri dari sisi bawah ( alas), sisi

       atas ( tutup), selimut. Alas dan tutup berbentuk lingkaran yang

       kongruen, sedangkan selimut berbentuk persegi panjang.

                        Gambar tabung beserta jaring-jaringnya

           A                              B
                                                      2πr


                                      t
       C            O         D


      OD = Jari-jari alas tabung      r

      CD = Diameter alas tabung

      AC = BD = Tinggi
                                                                             25



              r = jari-jari lingkaran pada tabung

              Tampomas ( 2002 :17) menyatakan bahwa selimut tabung

              adalah bidang lengkung yang terdapat pada tabung.

                   Sugiyono Cholik (2004: 101-107), untuk mencari rumus

              luas permukaan tabung adalah sebagai berikut

                   panjang selimut tabung = keliling lingkaran

                                           = 2π r

                   Lebar selimut tabung = tinggi tabung

                   Luas selimut tabung = luas persegi panjang

                                           =pxl

                                           = (2 π r ) × t

                                           = 2 π rt

                   Luas lingkaran          = π r      2



                   Jadi Luas seluruh permukaan tabung dapat di peroleh

                          = Luas sisi alas + luas sisi atas + luas selimut

                          = π r 2 + π r 2 + 2π rt
                          = 2 (π r 2 ) + 2π rt
                          = 2π r ( r + t )

     Contoh Soal

1. Sebuah tabung, alasnya yang berbentuk lingkaran mempunyai diameter 42
   satuan dan tinggi 20 satuan
   Hitunglah :     a)     luas lingkaran
                   b)     luas selimut tabung
                   c)     luas permukaan tabung
   Penyelesaian:
                                                                                26



   Diketahui : d = 42 satuan, jadi r = 21 satuan
                t = 20 satuan
   a) Luas lingkaran = π × r × r
                            22
                        =      × 212
                            7
                        = 1386 satuan luas
       Jadi luas lingkaran adalah 1386 satuan luas
   b) Luas selimut           =   2×π × r × t
                                    22
                            = 2×       × 21 × 20
                                    7
                            = 2640 satuan luas
       Jadi luas selimut tabungnya adalah 2640 satuan luas
   c) Luas permukaan tabung = luas selimut + luas atap + luas alas
                                       = luas selimut + 2 ( luas lingkaran) ,
       ( karena atap dan alas berbentuk lingkaran, )
                                       = 2640 + 2 (1386)
                                       = 5412 satuan luas
   Jadi luas permukaan tabungnya adalah 5412 satuan luas


2. Suatu tabung yang mempunyai tinggi 24 cm dan jari-jari alasnya adalah 11
   cm hitunglah luas permukaan tabung?
   Penyelesaian:
   Diketahui:
            t = 24cm,
            r = 11cm
   Ditanya luas permukaan tabung?
   Jawab:
   Luas permukaan            = 2πrt + πr 2 + πr 2

                             = 2 π rt + 2 π r
                                              2


                             = 2πr (r + t )
                             = 2 × 3,14 × 11(11 + 24)
                                                                           27



                                = 2417, 8 cm2
     Jadi luas permukaan tabungnya adalah 2417, 8 cm2


3. Jika sebuah drum minyak tanah yang mempunyai tinggi 250 cm dan jari-
     jari alasnya 49 cm ( drum tersebut tanpa tutup ). Tentukan luas permukaan
     tabung?
     Penyelesaian:
     Diketahui :
               t = 250cm,
               r = 49cm
     Ditanya Luas permukaan?
     Jawab :
     Luas permukaan drum = 2πrt + πr 2
                                = πr (r + 2t )
                                    22
                                =      × 49(49 + 2 × 250)
                                    7
                                = 84546 cm2
     Jadi luas permukaan drum adalah 84546 cm2


b.    Kerucut

                            T                               A




                                          T



           A                              B
                                                            B
                          Gambar Kerucut beserta jaring-jaringnya
                                                                   28



   Husein Tampomas (2002:18), kerucut adalah bangun ruang yang

dibatasi oleh bidang lengkung dan bidang dasar yang berbentuk

lingkaran.

   Kerucut terdiri atas selimut yang merupakan sebuah juring lingkaran

dan lingkaran sebagai alas.
                                                                     29



 TB = TA = s pada gambar merupakan garis pelukis (jari-jari pada

juring lingkaran). Sedangkan jari-jari pada alas adalah r.




  Tampomas (2002: 41), untuk mencari rumus luas permukaan Kerucut

adalah sebagai berikut:

     1. Mencari Selimut kerucut

               Selimut kerucut ditentukan dengan perbandingan luas

           juring dan perbandingan panjang busur.

                                                   γ
           panjang busur AA' pada gambar =           × 2π s
                                               360 0
           (s merupakan jari - jari pada juring TAA' )
           panjang busur AA' = keliling lingkaran pada alas = 2π r
                 γ
           ⇔             × 2π s = 2π r
               360 0
                 γ
           ⇔             ×s = r
               360 0
                 γ           r
           ⇔         0
                         =
               360           s
                     r
           ⇔γ =        × 360 0
                     s
                                                                               30



                       Maka untuk luas selimut dapat diperoleh :

          2. Luas Permukaan Kerucut

                   Luas sisi kerucut       = Luas Selimut + Luas Alas

                                           = π r 2 + π rs

                                           = πr (r + s)

                      Jadi rumus luas permukaan kerucut adalah π r ( r + s )

Contoh Soal :


                   Luas selimut kerucut = Luas Juring TAA'
                                           γ
                                       =       0
                                                   × πs 2
                                  360
                                  r
                                    × 3600
                                =s         × πs 2
                                    3600
                                  r
                                = × πs 2
                                  s
                                = πrs
 1. Sebuah kerucut mempunyai panjang jari-jari alasnya adalah 7 cm dan

     tingginya 24 cm. Hitunglah : Luas permukaan kerucut !

     Penyelesaian :

     Diketahui :

     t = 24cm,
     r = 7cm

     Untuk mencari garis pelukisnya dapat dilakukan dengan cara

     s = r 2 + t 2 = 7 2 + 24 2 = 25 cm

     Ditanya Luas permukaan kerucut?

     Jawab :
                                                                            31



                Luas permukaan kerucut    = π r 2 + π rs

                                          = πr (r + s)

                                              22
                                          =      × 7(7 + 25)
                                              7

                                          = 704 cm2

                 Jadi luas permukaan kerucut adalah 704 cm2



B. Kerangka Berfikir

    Sikap merupakan kemampuan internal yang berperan           dalam mengambil

   tindakan. Tindakan dalam hal ini adalah mengekspresikan sesuatu

   keterampilan yang berupa kreativitas. Sikap yang terjadi pada siswa adalah

   merupakan penilaian terhadap pada guru, mata pelajaran maupun kondisi

   belajar, sikap yang terjadi pada mata pelajaran ini dapat mengevaluasi untuk

   menguangkan ide, ataupun kekritisan dalam bentuk sikap ilmiah. Sikap ilmiah

   dalam belajar ini dapat mempengaruhi siswa ataupun sebaliknya.

      Jadi sikap ilmiah yang dimiliki oleh siswa akan berpengaruh terhadap

   hasil belajar siswa dalam belajar matematika, baik berupa positif maupun

   berupa negatif.


        Minat        Curiosity   Luwes        Kritis




                Sikap Ilmiah              Hasil Belajar Siswa
                siswa
                                                                               32



C.   Hipotesis

       Dari kerangka berfikir diatas dapat dibuat hipotesis penelitian yaitu, “Ada

     pengaruh sikap Ilmiah siswa terhadap hasil belajar pada materi bangun

     ruang siswa SMP Negeri 16 Semarang Kelas VIII”
                                  BAB III

                         METODE PENELITIAN



A. Populasi dan Sampel

   1) Populasi

            Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 16

      Semarang, sebanyak 252 orang siswa, yang terbagi menjadi 6 kelas,

      dengan perincian sebagai berikut:

                  Kelas A sebanyak 42 siswa

                  Kelas B sebanyak 42 siswa

                  Kelas C sebanyak 42 siswa

                  Kelas D sebanyak 42 siswa

                  Kelas E sebanyak 42 siswa

                  Kelas F sebanyak 42 siswa

   2) Sampel

            Sampel diambil dari populasi dengan teknik random sampling,

      dengan mendapat peluang yang sama untuk menjadi sampel bukan siswa

      secara individual melainkan siswa yang terhimpun dalam kelas. Hal ini

      dilakukan karena di dalam SMP Negeri 16 Semarang tidak mengenal

      kelas unggulan atau favorit, maka setiap unit populasi berpeluang sama

      untuk dipilih. Data diasumsikan homogen. Asumsi ini didasarkan pada

      ciri relatif sama yang dimiliki populasi antara lain:




                                      33
                                                                              34



                     a. Siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang

                         sama.

                     b.Mendapatkan waktu pembelajaran yang sama.

                     c. Guru yang mengajarnya pun sama.

            Peneliti mengambil sampel untuk kelas ujicoba satu kelas,

      sebanyak 42 siswa, yaitu kelas F. Untuk kelas eksperimen peneliti

      menggunakan satu kelas yaitu kelas D, dengan banyaknya siswa 42

      siswa.

B. Variabel Penelitian

        Variabel adalah suatu konsep yang memiliki nilai ganda atau dengan

   perkataan lain suatu faktor yang diukur akan menghasilkan skor yang

   bervariasi. Adapun jenis variabel dilihat peranannya adalah variabel bebas

   dan variabel terikat.( Riyanto, Yatim, 1996: 9-11)

        Dalam hal ini variabel bebas (X) adalah sikap ilmiah siswa SMP kelas

   VIII, sedangkan variabel terikat (Y) adalah Hasil belajar SMP kelas VIII

   pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang.

C. Metode Pengumpulan Data

        Dalam hal ini ada beberapa metode yang digunakan peneliti guna

   memperoleh data antara lain :

       1)   Sikap ilmiah

                  Untuk memperoleh data mengenai sikap ilmiah siswa peneliti

            mengambil      data    melalui   observasi   dan   angket.   Peneliti

            menggunakan dua cara tersebut agar kelemahan antara angket dan
                                                                              35



             observasi saling menutupi, untuk memperoleh data yang lebih baik.

             Pengukurannya menggunakan skala rating dalam bentuk kuantitas .

                   Adapun lembar angket dan lembar observasi dapat dilihat di

             lampiran 4 halaman 62 untuk angket, dan lampiran 5 halaman 68

             untuk lembar observasi.

       2)    Hasil belajar

                   Hasil belajar matematika tentang materi bangun ruang yang

             diukur dengan menggunakan tes. Adapun lembar soal tesnya

             terdapat pada lampiran 3 halaman 60

D. Metode Penyusunan Perangkat Penelitian

   Ada beberapa penyusunan instrumen yang baik :

            a. Perencanaan, meliputi perumusan tujuan, penentuan variabel.

            b. Penulisan butir soal, atau item kuesioner, penyusunan skala.

            c. Penyuntingan, melengkapi dengan pedoman mengerjakan, surat

               pengantar, kunci jawaban, dan lain-lain yang perlu.

            d. Uji Coba

            e. Penganalisaan hasil, analisis item, melihat pola jawaban,

               peninjauan saran-saran.

            f. Mengadakan revisi terhadap item-item yang dirasa kurang baik

               dengan mendasarkan diri pada data yang diperoleh sewaktu

               ujicoba.

E. Penskoran Instrumen Untuk Pengambilan Data

   1. Penskoran Angket dan Lembar Observasi
                                                                           36



         Dalam penskoran angket dan observasi peneliti menggunakan

   interval 1-5. Khusus untuk angket didalam penskorannya antara positif

   dan    negatif      berbeda,   untuk   aturan   yang   positif   penskoran

   multiplecoicenya adalah : a (1 ), b(2), c(3), d(4), e(5), sedangkan untuk

   aturan yang negatif penskoran multiplecoicenya adalah : a (5 ), b(4),

   c(3), d(2), e(1).

          Lembar observasi didalam penskorannya berbeda dengan angket,

   sesuai dengan item penilaiannya. Untuk item penilaian a (5), b (4), c (3),

   d (2), e (1).

         Skor sikap ilmiah siswa dapat diperoleh dengan jumlah skor

   angket ditambah dengan skor angket dibagi dua.

2. Penskoran hasil belajar

          Dalam mencari data hasil belajar peneliti menggunakan tes.

   Penskoran yang digunakan didalam tes adalah untuk jawaban yang salah

   maka akan mendapat skor 0, sedangkan jawaban yang benar mendapat

   skor 1, dan dalam pengolahan nilai yang diperoleh siswa dari tes hasil

   belajar matematika materi tentang bangun ruang, dapat diperoleh dengan

   :

             b
       N =     x2
             3

   Keterangan :

   b : jumlah jawaban betul.

       Untuk hasil belajar siswa ini nilai tertinggi siswa menunjukan nilai 10

   dan nilai terendah 0.
                                                                                  37



F. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen

   1. Reliabilitas

              Sebelum     mengadakan        penelitian   peneliti   terlebih   dahulu

      mengadakan uji coba terlebih dahulu untuk mengetahui reliabilitas dan

      validitas soal.

              Untuk mengukur reliabilitas angket dan observasi menurut

      Arikunto (1996 :180-196) yang menggunakan skala rating, dalam

      pengujiannya menggunakan rumus alpha.

                ⎛ n ⎞⎛ ST − ∑ S i      ⎞
                           2      2

          r11 = ⎜       ⎟⎜             ⎟
                ⎝ n − 1 ⎠⎜
                         ⎝   ST 2      ⎟
                                       ⎠

                Sedangkan untuk tes yang digunakan adalah rumus KR-20,

         karena dalam tes ini skornya berupa dikotomi (0-1).


          r          n      ST 2 − ∑ pq
           11 = (        )(             )
                    n −1       ST 2

              Menurut Triton (2006) kreteria yang dipakai dalam menentukan

      ada tidaknya reliabel pada soal dapat dianalisis dengan cara

      mengkonsultasikan r11 (r hitung) nilai alpha. Dengan ketentuan tingkat

      Reliabiltas nilai Alpha adalah :

              0,00 ≤ r ≤ 0,20 : Kurang Reliabel
              0,20 < r ≤ 0,40 : Agak Reliabel
              0,40 < r ≤ 0,60 : Cukup Reliabel
              0,60 < r ≤ 0,80 : Reliabel
              0,80 < r ≤ 1,00 : Sangat Reliabel

   2. Validitas Butir
                                                                           38



               Arikunto     (2003    :158-174),    dalam   perhitungan   untuk

      menentukan validitas butir menggunakan dengan rumus product

      moment.

                          N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y )
      rXY =
                {N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2

      dengan kreteria yang dipakai untuk mengetahui validitas adalah:

      rxy > rtabel , maka akan valid

3. Taraf Kesukaran

         Dalam menguji coba selain untuk mengetahui reliabilitas dan

   validitas instrumen, khusus untuk tes dilakukan analisis soal terlebih

   dahulu untuk mengetahui taraf kesukaran dan daya pembeda.

         Menurut Arikunto (2002 : 210), taraf kesukaran ini digunakan

   untuk mengetahui apakah soal tersebut terlalu mudah ataupun sukar ,

   dengan rumus:

                B
         P=
                JS

   Keterangan :

         P = Indeks kesukaran.

         B = Banyakanya siswa yang menjawab dengan betul.

         JS = Jumlah seluruh Siswa peserta tes.

   Dengan ketentuan indeks kesukaran sering diklasifikasikan sebagai

   berikut :

           Soal dengan 0,0 ≤ P ≤ 0,3 adalah Sukar
                                                                      39



             Soal dengan 0,3 < P ≤ 0,7 adalah Sedang.

             Soal dengan 0,7 < P ≤ 1 adalah Mudah

4. Daya Beda

         Daya beda menurut Arikunto (2002 :218),         untuk mengetahui

   apakah siswa tersebut pandai ataupun tidak. Cara menentukan daya

   pembeda ini terlebih dahulu membagi kelompok kecil dan kelompok

   kurang. kemudian ditentukan dengan rumus :

         B A BB
    D=      −
         JA JB



         Keterangan :

         D     = Indeks Daya Pembeda.

         JA     = Banyaknya peserta kelompok atas.

         JB     = Banyaknya peserta kelompok bawah.

         BA     = Banyaknya peserta kelompok atas menjawab benar.

         BB     = Banyaknya peserta kelompok bawah menjawab benar.

         Klasifikasi daya pembedanya adalah :

         0 ,00 ≤ D ≤ 0 , 20 : Jelek
         0 , 20 < D ≤ 0 , 40 : Cukup
         0 , 40 < D ≤ 0 ,70 : Baik
         0 ,70 < D ≤ 1,00 : Baik Sekali

I. Hasil uji coba tes

         Dari tes yang di ujicobakan dengan 20 soal, diperoleh:

                    a)   Daya Pembeda .
                                                                     40



                   Dari daya beda diperoleh soal yang mempunyai

             kualitas jelek adalah no 3, 5, 10, 14, 16, 18,

             sedangkan yang mempunyai kualitas baik adalah 1, 2,

             4, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 15, 17, 19, dan 20.

           b) Tingkat Kesukaran

                     Tingkat kesukaran ini diperoleh soal yang

               mudah no 1, 2, 9, 15, soal yang mempunyai

               tingkatan sedang adalah no 3, 4, 6, 7, 8, 11, 12, 13,

               17, 19, dan 20, sedangkan yang tingkatan sukar

               adalah 3, 5, 10, 14, 16, dan 18.

         c) Reliabilitas

                   Reliabilitas    yang      diperoleh        0,8   yang

             dibandingkan dengan r tabel product moment 0,308,

             dimana 0,8 > 0,308 jadi soal ini reliabel.

         d) Validitas

                   Dalam perhitungan validitas ini diperoleh

             bahwa soal yang tidak valid adalah 3, 5, 10, 14, 16,

             18, sedang yang valid adalah 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12,

             13, 15, 17, 19, dan 20.

      Jadi dapat diperoleh kesimpulan soal yang tidak dipakai

adalah 3, 5, 10, 16, 18, dan yang dipakai 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 11, 12,

13, 15, 17, 19, dan 20, dan untuk no 14 direvisi dan soalnya untuk

digunakan dalam penelitian.
                                                                         41



                   Instrument tes yang dipakai pada penelitian terdapat pada

            lampiran 7 halaman 75

   II. Hasil uji coba angket.

             Angket yang diujikan ada 30 soal, dari angket ini koefisien

      reliabilitasnya 0,9336 dan dibandingkan dengan r tabel adalah 0,308,

      maka reliabel sedangakan untuk yang tidak valid hanya ada 1 yaitu no

      26. dan yang lain valid. Jadi yang terpakai hanya no 26. Perhitungan

      hasil uji coba angket halaman 73-74. Keterangan Angket terdapat pada

      lampiran 7 halaman 75.




G. Analisis Data

   1. Uji Normalitas

            Sebelum mengadakan penelitian, peneliti terlebih dahulu menguji

      Normalitas. Uji Normalitas ini dilakukan agar pengujian hipotesis dan

      pembuatan selang kepercayaan dapat dilakukan.

            Untuk Normalitas peneliti menggunakan chi-kuadrat, dengan

      rumus sebagai berikut:

                        k
                              (Oi − Ei ) 2
                χ2 = ∑
                       i =1       Ei

            Untuk keterangan :
                                                                                       42



               χ 2 = harga Chi-kuadrat

               Oi = Frekuensi hasil pengamatan

               Ei = Frekuensi yang diharapkan.

                     Perhitungan ini dikonsultasikan dengan            χ2   tabel   , jika

   harga χ 2   hitung   ≤ χ 2 tabel dengan taraf signifikansi 5% berarti berasal dari

   populasi yang berdistribusi normal. (Sudjana 1992 : 273).

2. Analisis Regresi.

          Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara

   variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X)., maka untuk mengetahui

   adakah pengaruh antara sikap ilmiah terhadap hasil belajar, didalam hal

   ini peneliti menggunakan regresi linier sederhana. Pengolahan data di

   atas menggunakan program SPSS.

          Menurut Sudjana (1996 : 312), model persamaan regresi linier

   sederhana adalah :

         Y = a + bX
          ˆ

         Keterangan :

         Y = Hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

         X = Sikap ilmiah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

         Menurut R.K. Sembiring (1989: 40-51), dari model persamaan

   regresinya dapat diperoleh dengan :

                     (∑ yi )(∑ xi )
        ∑ y i xi −
   b=                 n               , dan
                  (∑ xi )2
           ∑ xi −
              2

                     n
                                                                   43



     ∑ yi    ∑ xi
a=        −b
      n       n

a. Uji Korelasi

             Uji korelasi ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua

   variabel ( sikap ilmiah dengan hasil belajar) ada hubungan atau

   tidak..

  Hipotesis:

      Ho : Tidak ada hubungan antara sikap ilmiah dengan hasil belajar

              siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

      Ha : Ada hubungan antara sikap ilmiah dengan hasil belajar

              siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.



   Menurut Sudjana (1996:379-380), untuk mengetahui apakah antara

   dua variabel ada hubungan yang independen atau tidak, maka

   diperlukan pengujian independen, dan hipotesis yang harus diuji

   adalah:

   Ho : ρ ≡ 0
   H1 : ρ ≠ 0

   Taraf kepercayaan yang dipakai adalah α = 5% .

   Untuk pengujian diatas, jika sampel acak berdistribusi normal

   bervariabel dua itu berkuran n dan memiliki koefisien korelasi r,

   maka mengunakan statistik t.
                                                                                     44



   Untuk kreteria yang dipakai, hipotesis akan diterima jika

    −t      1      <t <t      1      , dimana distribusi t mempunyai dk = (n – 2).
         (1− α )           (1− α )
            2                 2


   Atau menurut Sudjana (1996 :368-369), garis linier yang terbaik

   untuk sekumpulan data berbentuk linier, derajat hubungannya akan

   dinyatakan dengan r dan sering disebut koefisien korelasi. Dengan

   rumus r adalah:

                           N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y )
    rXY =
                   {N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2

   Dan rumus t adalah:

          r n −1
   t=
            1− r2

b. Uji Keberartian koefisien regresi

            Ho : Koefisien regresi tidak berarti

            H1 : Koefisien regresi berarti

      Dengan pengambilan kepercayaan adalah 5 %

     Menurut Sudjana (2003 :18) dalam penelitian ingin mengetahui

     apakah koefisien regresi berarti ataukah tidak, maka pengujiannya

     menggunakan statistik F yang dibentuk oleh perbandingan dua KT.

     Dalam pengujiannya                     kreteria yang dipakai untuk menolak

     hipotesis adalah Fhit ≥ F(1−α )(1,n − 2) .
                                                                                     45



                                                        2
                                                      S reg
     Untuk perhitungan statistik Fhit =                 2
                                                              , dan selanjutnya dengan
                                                      S sis

     distribusi F beserta tabelnya dengan dk pembilang satu dan

     penyebut (n – 2).

c. Uji kelinieran model regresi

         Menurut Sudjana (2003 : 18) uji kelinieran regresi ini

   dilakukan untuk mengetahui apakah model linier yang dipakai cocok

   ataukah tidak Dalam hal ini hipotesis yang dipakai adalah:

         Ho : Koefisien regresi tidak linier

         H1 : Koefisien regresi linier.

         Untuk tingkat kepercayaan yang dipakai adalah 5%.

         Pengujian ini membandingkan pula dua KT dengan statistik

         yang dipakai adalah staistik F.

         Untuk kreterianya adalah tolak hipotesis model regresi linier

         jika Fhit ≥ F(1−α )( k − 2,n − k ) .

                                                                   2
                                                                 S TC
         Perhitungan statististiknya adalah Fhit =                  2
                                                                      , yang selanjutnya
                                                                 SG

         digunakan           distribusi         F   beserta    tabelnya    dengan    dk

         pembilangnya adalah (k-2) dan dk penyebutnya adalah ( n-k ).
                                                                                    46



     Dengan tabel analisis varian adalah

       Sumber              JK (Jumlah                 Dk (derajat           KT      F hitung

                            Kuadrat)                kebebasan)
        Variasi


     Total                     ∑ Yi 2                        N             ∑ Yi 2        -

     Regresi(a)     (∑ Yi )2                              (∑ Yi )2
                                                                             1

                       n                                     n
                                                                                        2
     Regresi(b/a)   JK reg = JK (b / a)                                      1        S reg
                                            S   2
                                                    reg    = JK (b / a)                 2
                                                                                      S res
                               (
                    JK res = Yi − Yˆ    )
                                        2
                                                              (
                                                        ∑ Yi − Yˆ      )
                                                                       2
     Residu                                 S   2
                                                      =                     n-2
                                                          n−2
                                                res




     Tuna cocok             JK(TC)                           JK (TC )       k-2
                                            S TC =
                                              2

                                                              k −2                     2
                                                                                      STC
     kekeliruan                JK(E)                         JK (E )        n-k
                                                                                      S e2
                                                 S e2 =
                                                              n−k



     Tingkat kepercayaan yang dipakai dalam pengujian regresi ini

     peneliti menggunakan α = 5% .

  Untuk pengolahannya peneliti menggunakan SPSS 10. Menurut Triton

( 2005:117-132) dalam pengolahan yang menggunakan SPSS dilakukan

dengan langkah sebagai berikut:

 (1.) Ketik data dalam data editor SPSS

 (2.) Untuk menlakukan analisis klik Analyze

 (3.) Klik Regression

 (4.) Klik Linier
                                                                         47



 (5.) Pindahkan variabel yang akan dianalisis, seperti variabel Y untuk

       Dependent dalam hal ini adalah hasil belajar, dan variabel X

       untuk Independent adalah sikap ilmiah siswa.

 (6.) Untuk Case Label diabaikan, karena tidak variabel diluar hasil

       belajar dan sikap ilmiah.

 (7.) Method        atau   cara    memasukkan   seleksi   variabel.   Untuk

       keseragaman, pilih dfault yang ada, Enter, yaitu prosedur

       pemilihan variabel yang mana semua variabel dalam blok

       dimasukkan dalam perhitungan.

 (8.) Option, pada Stepping Method Creteria gunakan uji F yang

       mengambil standar probabilitas 5 % yang terdapat pada kotak entry

       .05, Include Constant In equation tetap dipilih. Missing Values

       gunakan Exclude cases listwise. Lalu klik continue.

 (9.) Klik Statistic, klik Descriptive serta aktifkan Model Fit. Residual

       klik pada Casewise diagnostics dan selanjutnya pilih all cases.

       Kemudian klik Continue

 (10.) Klik OK.

Untuk keterangan hasil dari pengolahan SPSS adalah:

   Persamaan regresi yang diperoleh Y = a + bX , didalam SPSS terdapat
                                     ˆ

dalam tabel coefficient, kolom B.

  1. Uji Korelasi

     Hipotesisnya:
                                                                   48



   Ho : Tidak ada hubungan antara sikap ilmiah dengan hasil belajar

             siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

      Ha : Ada hubungan antara sikap ilmiah dengan hasil belajar

             siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

   Uji korelasi ini menggunakan Korelasi Pearson dengan ketentuan

   kreterianya adalah :

   Perhitungan signifikansi > 0,05. Maka Ho diterima

2. Uji Keberartian Regresi

     Hipotesis:

        Ho : Koefisien regresi tidak berarti

        H1 : Koefisien regresi berarti

   Uji keberartian dalam output terdapat pada tabel coefficient, untuk

   pengujian kreterianya membandingkan thitung dengan ttabel, serta

   membandinkan signifikansi dengan 0,05. Dengan ketentuan :

         t hitung > t tabel , maka Ho ditolak

        atau

        berdasarkan probabilitas menurut Triton (2005: 131) :

        Jika probabilitas/ signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak.

3. Uji Kelinieran

     Hipotesis :

        Ho : Koefisien regresi tidak linier

        H1 : Koefisien regresi linier.
                                                                       49



   Untuk     uji   kelinieran     terdapat   pada   tabel   Anova   dengan

membandingkan F hitung dan Ftabel, serta membandingkan probabilitas

signifikansi dengan signifikansi α yang diambil dan dalam hal ini adalah

0,05. Untuk ketentuan statistiknya adalah

Fhitung > Ftabel, atau Signifikan < 0,05
                                si

Maka Ho ditolak.
                                     BAB IV

                 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

      Penelitian ini dilakukan uji persyaratan analisis dengan menguji normalitas.

   Uji yang dipakai peneliti dengan rumus chi square menggunakan SPSS, dari

   perhitungan uji normalitas dengan jumlah sampel sebanyak 42 siswa, dengan

   hipotesis yang digunakan adalah

   Ho : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi Normal.

   H1 : sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.

   Dengan taraf kepercayaan 5 %, diuji dengan menggunakan perbandingan

   statistik χ hitung dengan χ tabel . Dari perhitungan melalui SPSS diperoleh
               2                2




   bahwa χ hitung = 10,476
           2
                             dan   χ tabel = 41,337 .
                                      2
                                                        Berdasarkan   kreteria   jika

   χ hitung < χ tabel , maka Ho diterima, dikarenakan dari perhitungan dengan
     2           2




   menggunakan SPSS diperoleh bahwa χ hitung < χ tabel maka Ho diterima, jadi
                                      2           2




   dapat diperoleh kesimpulan bahwa data berasal dari distribusi normal, hal

   tersebut juga ditunjukkan dalam signifikansinya yang menunjukkan 0,999,

   yang mana lebih dari 0,05. Untuk perhitungan lebih lanjut dapat dilihat dalam

   lampiran 1 halaman 53.

      Setelah data diuji normalitas, maka akan di analisis menggunakan regresi

   linier sederhana, dalam mengalisis data adakah pengaruh sikap ilmah siswa




                                        50
                                                                           51



terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran matematika materi

bangun ruang SMP Negeri 16 Semarang.



 a.    Regresi linier sederhana

          Variabel X merupakan variabel bebas dan variabel Y merupakan

       variabel terikat. Variabel-variabelnya sebagai berikut:

            X: Sikap ilmiah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang

            Y: Hasil Belajar Siswa kelas VIII SMP 16 Semarang

       Besarnya koefisien a = 0,138, dan koefisien b = 0,109, sehingga dari

       persamaan Y = a + bX, diperoleh hasil persamaan sebagai berikut :

             Y = 0,138 + 0,109X

       Nilai X diperoleh dari rata-rata dari observasi dan angket.

 b.    Statistik Diskriptif

          Didalam analisis regresi perhitungannya menggunakan SPSS,

       dengan sampel sebanyak 42 siswa, diperoleh rata-rata skor sikap

       ilmiah siswa 7,095 dengan simpangan baku untuk sikap ilmiah

       siswa1,13888. Rata-rata hasil belajar adalah 64, sedangkan simpangan

       baku hasil belajar adalah 6,63601.

          Nilai R 0,633 dan R square = 0,401(diperoleh dari 0,633 x 0,633).R

       square ini bisa bisa disebut sebagai koefisien determinasi, dalam hal

       ini menunjukkan bahwa 40,1 % hasil belajar siswa dipengaruhi sikap

       ilmiah, dan sisanya 59,9% dipengaruhi oleh sebab-sebab yang lain.
                                                                                      52



       Standar eror estimasinya 0.89223 lebih kecil dari standar deviasinya,

     yaitu 1,13888. Karena standar eror estimasinya lebih kecil dari standar

     deviasinya, maka model regresi layak digunakan

c.   Uji Koefisien korelasi

       Korelasi ini untuk menentukan apakah kedua variabel saling

     berhubungan atau tidak, dengan hipotesis sebagai berikut:

           Ho: Tidak ada hubungan antara sikap ilmiah dengan hasil belajar

                    siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

           H1: Ada hubungan antara sikap ilmiah dengan hasil belajar siswa

                    kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

          Taraf kepercayaan yang digunakan untuk mengetahui adakah

     hubungan tersebut adalah 5 %, dimana dalam pengujian korelasinya

     sambel sebanyak 42 siswa, dengan membandingkan statistik t, dari

     koefisien korelasi r.

          Kreteria yang dipakai adalah hipotesis akan diterima apabila

     −t      1      <t <t      1      , dimana distribusi t mempunyai dk = (n – 2).
          (1− α )           (1− α )
             2                 2


      Perhitungan korelasi antara sikap ilmiah dengan hasil belajar

      diperoleh hasil koefisien korelasinya adalah 0,633-1,00. Hal ini

      menunjukkan hubungan cukup kuat diantara sikap ilmiah siswa dan

      hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang. Arah

      hubungan yang diperoleh adalah positif ( tidak ada tanda negatif

      pada angka 0,633) yang menunjukkan semakin besar sikap ilmiah
                                                                          53



      yang dimiliki siswa semakin meningkat pula hasil belajar siswa yang

      diperoleh. Demikian untuk sebaliknya.

          Pengujian statistik yang menggunakan koefisien korelasi dalam

      menentukan ada atau tidaknya hubungan antara sikap ilmiah dan

      hasil belajar siswa untuk t hitungnya diperoleh 5,177 , sedangkan t

      tabelnya 2,02. Disini terlihat jelas bahwa t tabel nilainya kurang dari

      t hitungnya, begitu pula tingkat signifikansi koefisien       korelasi

      adalah 0,00 jauh dibawah taraf kepercayaan yaitu 0,05.

          Dari perhitungan perbandingan statistik hitungnya dan tingkat

      signifikansi koefisien korelasinya menunjukan bahwa Hipotesis

      diterima , yang artinya ada hubungannya antara sikap ilmiah siswa

      dengan hasil belajar kelas VIII SMP Negeri 16 Semarang.

d.   Uji Keberartian Koefisien Regresi

        Dari hasil perhitungan SPSS ini dapat di lihat koefisiennya

     menyatakan bahwa nilai B konstanta 0,138 yang menyatakan bahwa

     jika sikap ilmiah siswa diabaikan, maka rata-rata hasil belajar siswa

     adalah 0,138.

        Nilai B Sikap ilmiah siswa menunjukkan 0,109, dimana

     menyatakan bahwa setiap skor sikap ilmiah siswa meningkat 1, maka

     rata-rata hasil belajar siswa akan meningkat 0,109.

        Untuk menguji keberatian koefisien regresi dalam perhitungan

     SPSS menggunakan statistik t. Hipotesis pengujian sebagai berikut:

        Ho      : Koefisien regresi tidak berarti (signifikan)
                                                                       54



         H1     : Koefisien regresi berarti ( signifikan).

        Taraf pengambilan kepercayaan adalah 5%, dengan pengambilan

     keputusannya membandingkan statistik t hitung dengan statistik t

     tabel.

     Dasar pengambilan keputusanya jika statistik t hitung < statistik t

     tabel, maka Ho diterima, atau apabila Ho ditolak akan sebaliknya.

     Berdasarkan probabilitasnya juga dapat diambil keputusan jika

     signifikansinya > 0,05, maka Ho diterima.

        Perhitungan koefisien konstanta, diperoleh t hitung 5,177. Pada

     derajat kebebasan N-2 = 42 – 2 = 40, dengan tingkat signifikansi

     kepercayaannya adalah 5%, sehingga diperoleh t tabelnya adalah 2,02.

     Sedangkan berdasarkan probabilitasnya diperoleh bahwa perhitungan

     signifikansinya adalah 0,000.

        Oleh dikarenakan t hitung konstanta lebih dari t tabel, dan

     probabilitasnya jauh dibawah 0,05, maka Ho diterima yang artinya

     koefisien regresi signifikan untuk konstantanya.

e.   Uji kelinieran model regresi

        Melalui perhitungan dengan SPSS diperoleh hasil jumlah kuadrat

     regresinya adalah 21,336, sedangkan Jumlah kuadrat sisanya adalah

     31,843. Jumlah kuadrat regresinya 21,336, dan jumlah kuadrat sisanya

     31,843, sehingga jumlah kuadrat totalnya adalah 53,179, Rataan

     kuadrat regresinya adalah 21,336, dan rataan kuadrat residunya adalah

     0,796.
                                                                         55



        Berdasarkan   perhitungan   maka    langkah     selanjutnya   adalah

   melakukan uji nyata tidaknya model regresi linier dengan mengambil

   hipotesis :

     Ho : Sikap ilmiah siswa dengan hasil belajar tidak ada hubungan

            secara linier

     H1 : Sikap ilmiah siswa dengan hasil belajar ada hubungan secara

            linier.

        Dalam perhitungan ini untuk mencari uji kelinieran regresi

   menggunakan tingkat kepercayaan 5%, dengan menggunakan statistik

   F.

        Kreteria penolakan, Fhit > F(1−α )(1.n − 2) , atau jika menggunakan

   probalitasnya jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak.

                                                     21,336
        Pada Anova akan diperoleh F hitungnya               sejumlah 26,801,
                                                     0,796

   dan F tabelnya 4,08. Atau pada probabilitasnya dengan tingkat

   signifikansinya 0,00.

        Dari perhitungan ini terlihat bahwa F hitung nilainya lebih dari F

   tabel (26.801 > 4,08), serta signifikansi dibawah 0,05 ( 0,00 < 0,05),

   maka Hipotesis ditolak, yang artinya terdapat hubungan secara linier

   antara sikap ilmiah siswa dengan hasil belajar.

f. Kesimpulan

        Penelitian yang mempunyai hipotesis adakah pengaruh antara sikap

   ilmiah siswa terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16
                                                                            56



         Semarang”. Setelah diadakan beberapa pengujian yang menggunakan

         regresi linier sederhana, dengan hasil sebagai berikut:

           1. Pengujian Keberartian koefisien regresi

                 Hasil dari uji keberartian regresi menunjukkan regresi

              signifikan ( berarti)

           2. Pengujian Koefisien korelasi.

                 Hasil dari uji koefisien korelasi ini menyatakan ada hubungan

              antara sikap ilmiah siswa dengan hasil belajar.

           3. Pengujian kelinieran regresi

                 Hasil dari uji kelinieran ini menunjukkan bahwa regresinya

              dapat dipakai untuk meprediksi sikap ilmiah siswa terhadap hasil

              belajar, yang artinya regresinya adalah linier.

                Maka dari ketiga hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan

            bahwa sikap ilmiah siswa berpengaruh terhadap hasil belajar pada

            siswa kelas VIII, dengan taraf kepercayaan 95 %.

            Untuk perhitungan regresi dengan SPSS terdapat pada lampiran 12

            halaman 90.

B. Pembahasan

     Penelitian yang dilakukan peneliti untuk mengetahui adakah pengaruh

  sikap ilmiah siswa terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16

  Semarang yang telah diuji keberartian, model regresinya dan korelasinya

  menunjukkan bahwa ada hubungan sikap ilmiah siswa dengan hasil belajar

  dari siswa kelas VIII. Hubungan yang terjadi antara sikap ilmiah dengan hasil
                                                                        57



belajar ini menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan saling

mempengaruhi, dimana sikap ilmiah siswa mempengaruhi hasil belajar siswa,

ataupun sebaliknya. Jadi semakin      tinggi sikap ilmiah siswa semakin

meningkat pula hasil belajar siswa, begitu pula sebaliknya semakin rendah

sikap ilmiah yang terdapat pada diri siswa hasil belajar siswa semakin

menurun pula. Besarnya pengaruh sikap ilmiah terhadap hasil belajar dapat

dilihat dari koefisien korelasinya dan R2      sebesar 40% sikap ilmiah

mempengaruhi hasil belajar, sedang 60% lainnya adalah komponen

pendukung lainnya, khususnya dalam pelajaran matematika. Hal tersebut

dapat terjadi, dikarenakan sikap ilmiah yang terdapat pada diri siswa

merupakan sikap yang tidak dipaksakan seseorang untuk bertindak dalam

mempelajari sesuatu melainkan muncul dari diri siswa itu sendiri, sehingga

mendorong siswa untuk mencapai tujuan belajar yaitu hasil yang tinggi dan

maksimal.

  Sikap ilmiah yang dimiliki siswa akan memungkinkan kondisi siswa dalam

menyikapi berbagai macam ilmu, khususnya dalam belajar matematika,

karena membentuk pandangan siswa dalam belajar matematika harus dapat

dipelajari dan dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam

pelajaran matematika, sikap ilmiah ini tercermin dengan keingintahuan siswa

untuk mengetahui darimana suatu rumus itu diperoleh, dan bagaimana rumus

tersebut dapat diterapkan. Selain keingintahuan siswa mempelajari sesuatu,

sikap ilmiah siswa juga tercermin dari tindakan kejujuran siswa dalam dalam

belajar. Misalnya dalam mengerjakan suatu soal siswa selalu berusaha
                                                                          58



menyelesaikan sendiri, tanpa harus menyontek pekerjaan milik temannya.

Kekritisan siswa dalam mempelajari sesuatu, juga merupakan bagian sikap

ilmiah siswa. Siswa dalam hal ini akan berusaha mengevaluasi pekerjaan.

Siswa juga berusaha untuk mengkritisi jawaban yang dikerjakannya maupun

yang dikerjakan temannya.

   Sikap ilmiah siswa yang berasal dari keingintahuan siswa, kejujuran siswa,

serta sikap kekritisan siswa dalam mempelajari suatu pelajaran, khususnya

pelajaran matematika menjadikan siswa dalam belajar matematika akan

bersungguh-sungguh tanpa ada paksaan dari pihak lain. Sikap ilimiah siswa

inilah siswa akan menyenangi pelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh

siswa akan baik.

   Jadi dalam hal ini belajar matematika     guru tidak boleh memaksakan

kehendaknya kepada siswa, tetapi guru membantu siswa untuk menemukan

sikap ilmiah yang terdapat dalam diri siswa, serta mengembangkan sikap

ilmiah yang dimiliki oleh siswa. Dengan demikian siswa akan leluasa belajar

khususnya belajar matematika.

   SMP Negeri 16 dalam belajar matematika guru selalu memberikan

kepercayaan kepada siswa untuk mengembangkan idenya dalam menemukan

sebuah rumus, guru juga mengajak siswa untuk selalu bersikap jujur kepada

siswa dalam mengerjakan ulangan ataupun ujian, serta mengajarkan siswa

untuk selalu mengevaluasi hasil pekerjaannya. Dengan demikian siswa selalu

diberi kesempatan untuk mengembangkan sikap ilmiahnya. Hal tersebut
                                                                        59



sangat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam mengerjakan soal khususnya

materi bangun ruang yang cukup signifikan.

   Jadi semakin tinggi sikap ilmiah siswa dalam belajar matematika, maka

hasil belajar matematika semakin baik pula. Sebaliknya semakin rendah sikap

ilmiah siswa dalam belajar, maka hasil belajar siswa semakin menurun.
                                   BAB V

                                 PENUTUP

A. Kesimpulan

      Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah ada pengaruh yang

   positif sikap ilmiah terhadap hasil belajar dalam materi bangun ruang pada

   siswa SMP Negeri 16 Semarang kelas VIII.

B. Saran-saran

   Berdasarkan dari kesimpulan yang ada diajukan saran-saran sebagai berikut:

          1. Guru memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan sikap

             ilmiah siswa dalam belajar, agar dapat meningkatkan hasil belajar

             siswa.

          2. Guru dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih baik, agar

             siswa luwes dalam menghadapi pelajaran, khususnya matematika.

          3. Dalam     belajar   matematika    siswa    harus   berusaha   lebih

             mengembangkan sikap ilmiah yang dimilikinya sehingga hasil

             belajar yang diperoleh siswa lebih baik.




                                      60
                                                                              61



                             DAFTAR PUSTAKA



Anni, Catharina Tri. 2005.Psikologi Pendidikan. Semarang : UPT MKK UNNES.

Anom, 1989. Psikologi belajar. Semarang : IKIP Semarang Press.

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian. Jakarta : RINEKA CIPTA

-----------------------.2003.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
         Aksara.

Cholik, Sugiyono. 2004. Matematika Kelas VIII. Jakarta : Erlangga.

Dimyati, Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Direktorat Jendral
      Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mudzakar, Ahmad dan Joko Sutrisno. 1995. Psikologi Pendidikan. Jakarta:
     Pustaka Setia.

Natawidjaja, Rochman. 1979. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Arief Jaya.

Riyanto, Yatim. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya : SIC

Santoso, Singgih. 2002. SPSS Versi 10. Jakarta: Gramedia.

Sembiring,RK. 1989. Analisis Regresi. Bandung: ITB.

Singarimbun, Masri dan Sofien Efendi. 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta:
        LP3ES.

Soejati, Zanzawi. 1996. Metode Statistika. Jakarta : UT.

Subagyo, Pangestu. 1986. Forecasting Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta : BPFE.

Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung : TARSITO.

---------. 2003. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi Bagi Para Peneliti. Bandung
           : TARSITO.

Supranto, J.1997. Metode Riset. Jakarta : Rineka Cipta

Suyitno, Amin. 1997. Pengukuran Skala Sikap Seseorang Terhadap Mata
       Pelajaran Matematika. Semarang: FMIPA IKIP Semarang.
                                                                                 62



-----------------.2004. Dasar-Dasar Dan Proses Pembelajran Matematika 1.
         Semarang: Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Tampomas, Husein. Matematika SMP kelas 3 . Jakarta : Yudistira

-----------------.2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Triton, PB. 2006. SPSS 13.0 Terapan Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta :
        Andi Yogyakarta

Yul, Iskandar. 2004. Tes, Bakat, Minat, Sikap dan Personality MMPI-DG, Jakarta
        : Yayasan Darma Graha.

www.digmenum.co.id

www.kompas.com

www.depdiknas.go.id/jurnal/27/Sikap_ilmiah_sebagai wahana_peng.htm

www.depdiknas.go.id/jurnal/32/pemberdayaan_mata_pembelajaran_ipa.htm
                                                                                63



Lampiran 1

NPar Tess

                           One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

                                                     D          E       F
  N                                                     42         42      42
  Normal Parameters a,b        Mean                  76.50      76.14   75.90
                               Std. Deviation        3.678      3.167   3.214
  Most Extreme                 Absolute               .197       .161    .158
  Differences                  Positive               .197       .161    .158
                               Negative              -.111      -.095   -.088
  Kolmogorov-Smirnov Z                               1.276      1.042   1.027
  Asymp. Sig. (2-tailed)                              .077       .227    .242
      a. Test distribution is Normal.
      b. Calculated from data.




NPar Tess

Friedman Tes

         Ranks

            Mean Rank
  D               2.00
  E               2.14
  F               1.86



        Test Statisticsa
  N                       42
  Chi-Square           1.895
  df                       2
  Asymp. Sig.           .388
      a. Friedman Test
             64



lampiran 3

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3791
posted:1/6/2011
language:Indonesian
pages:74