ptk keterampilan menulis paragraf
Document Sample


PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI
MELALUI METODE SUGESTI-IMAJINASI
DENGAN MEDIA LAGU SISWA KELAS XA SMA NEGERI 2 BLORA
SKRIPSI
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
pada Universitas Negeri Semarang
Disusun oleh :
Rachma Dian K.K.B.
2101403517
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2007
SARI
Dian, Rachma. 2007. Peningkatan Keterampilan melalui Metode Sugesti-
Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa Kelas XA SMA Negeri 2 Blora. Jurusan
Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Drs. Wagiran, M.Hum., Pembimbing II: Dr.
Subyantoro, M.Hum.
Kata Kunci: keterampilan menulis, paragraf deskripsi, metode sugesti-imajinasi,
media lagu.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis, keterampilan menulis
paragraf deskripsi kelas XA SMA Negeri 2 Blora masih rendah. Rendahnya
kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi disebabkan oleh faktor intern
dan ekstern. Faktor intern berasal dari siswa, sedangkan faktor ekstern, salah
satunya berasal dari metode guru dalam melaksanakan pembelajaran dan
minimnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Pemilihan metode dan
penggunaan media berdasarkan tuntutan KBK ini memberi kebebasan kepada
guru untuk memilih metode dan menggunakan media yang beragam, sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengkaji 2 masalah yaitu (1)
bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada siswa kelas XA SMA Negeri 2
Blora setelah mengikuti pembelajaran dan (2) bagaimanakah perubahan perilaku
siswa setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Blora setelah mengikuti pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah
(1) mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora, setelah dilakukan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dan (2)
mendeskripsi perubahan tingkah laku siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora,
setelah dilakukan pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap siklus I dan tahap
siklus II. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Penelitian ini menggunakan
dua variabel, yaitu peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi dan
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Pengumpulan data pada penelitian
ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa hasil tes keterampilan
menulis paragraf deskripsi. Dan untuk teknik nontes berupa data perilaku siswa
dari hasil observasi, jurnal siswa, jurnal guru, wawancara, dan dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Kedua
teknik tersebut dianalisis dengan membandingkan hasil tes siklus I dan siklus II.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Nilai rata-rata kelas pada tahap pratindakan sebesar 62,1 dan mengalami
peningkatan sebesar 3,1 poin menjadi sebesar 65,2. Selanjutnya pada siklus II
i
nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 72,22. Setelah menggunakan metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu juga terjadi perubahan tingkah laku siswa.
Siswa yang sebelumnya merasa kurang antusias terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi menjadi antusias, senang, dan tertarik setelah mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada guru
agar menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Bagi peneliti disarankan agar
melakukan penelitian yang sama tetapi dengan menggunakan metode dan media
pembelajaran yang lain.
ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang
Panitia Ujian Skripsi.
Semarang, Juli 2007
Pembimbing I, Pembimbing II,
Drs. Wagiran, M.Hum. Dr. Subyantoro, M.Hum.
NIP. 132050001 NIP. 132005032
iii
PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Panitia Ujian Skripsi Jurusan Bahasa
dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
Hari : Senin
Tanggal : 13 Agustus 2007
Panitia Ujian
Ketua, Sekretaris,
Prof. Dr. Rustono, M.Hum. Drs. Muh Doyin, M.Si.
NIP. 131281222 NIP. 132106367
Penguji I, Penguji II, Penguji III,
Dra. Suprapti, M.Pd. Dr. Subyantoro, M.Hum. Drs.Wagiran, M.Hum.
NIP. 130806403 NIP. 132005032 NIP. 132050001
iv
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil
karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau
seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini
dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Semarang, Juli 2007
Rachma Dian K.K.B.
v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
• Masa depan belum tentu milik kita, jadi jangan sia-siakan waktu sekarang dengan
hal yang tak berguna (Cocoby)
• Hiduplah kamu dengan jutaan cinta, karena cinta akan selalu ada buat kita
(Cocoby)
• Jangan biarkan masa sulit menjatuhkanmu, belajar untuk bangkit kembali dari
kegagalan merupakan nilai yang berharga (Lauren Fox)
Skripsi ini kupersembahkan untuk:
1. Abi dan Umi yang selalu berikan cinta,
kasih, sayang dan semangat dengan tulus;
2. Kakakku Suzan, Adikku Intan, Berlian,
Allvan, dan Insan yang selalu berikan tawa
dan warna indah dalam hidupku;
3. Guru-guruku yang telah memberikan ilmu;
4. Almamaterku
vi
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang dapat terangkai untuk mewakili sebuah perasaan saat
menyelesaikan skripsi ini kehadirat Allah S.W.T. Segenap upaya, usaha, dan kerja
keras yang dilakukan penulis tidak akan membuahkan hasil tanpa kehendak dan
keinginan-Nya. Segala halangan dan rintangan tidak akan mampu dilalui tanpa jalan
terang yang ditunjukkan dan digariskan-Nya. Atas rahmat-Nyalah sebagai penulis
mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis
Paragraf Deskripsi melalui Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa
Kelas XA SMA Negeri 2 Blora”. Skripsi ini sebagai akhir untuk memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan.
Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai
pihak yang sangat berguna bagi penulis. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Rustono, M. Hum., Dekan FBS, UNNES yang telah memberikan
izin penelitian;
2. Drs. Mukh Doyin, M. Si., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang
telah memberikan izin dalam penyusunan skripsi ini;
3. Drs. Wagiran, M. Hum., dosen pembimbing I dan Drs. Subyantoro, M. Hum.,
dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan
dalam penyusunan skripsi ini;
vii
4. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah
memberikan bekal ilmu dan pengetahuan sehingga penulis mampu
menyelesaikan penyusunan skripsi ini;
5. Drs. Teguh Sutrisno, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Blora dan Dra. Dwi
Suryanti, guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XA SMA
Negeri 2 Blora yang telah memberikan izin penelitian;
6. Siswa-siswi kelas XA SMA Negeri 2 Blora; dan
7. Seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu.
Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna
penyempurnaan skripsi ini.
Selanjutnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi
pembaca.
Semarang, Juli 2007
Rachma Dian K.K.B.
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN
SARI ... .......................................................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ......................................................................... iii
PENGESAHAN KELULUSAN... ............................................................................. iv
PERNYATAAN ... ...................................................................................................... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... ......................................................................... vi
KATA PENGANTAR ... ........................................................................................... vii
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL... ................................................................................................. xiii
DAFTAR GAMBAR... ............................................................................................. xv
DAFTAR LAMPIRAN... ................................................................................. ... xviii
BAB I PENDAHULUAN... .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... ..................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... ........................................................................... 7
1.3 Pembatasan Masalah ... .......................................................................... 8
1.4 Rumusan Masalah... ............................................................................... 9
1.5 Tujuan Penelitian ................................................................................... 9
1.6 Manfaat Penelitian ................................................................................. 9
BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN ................... 11
2.1 Kajian Pustaka ... .................................................................................. 11
2.2 Landasan Teoretis ................................................................................ 15
2.2.1 Hakikat Menulis ... ...................................................................... 15
2.2.2 Tujuan Menulis ... ....................................................................... 17
2.2.3 Hakikat Paragraf ......................................................................... 19
2.2.4 Syarat-syarat Paragraf... .............................................................. 20
2.2.5 Hakikat Paragraf Deskripsi ... ..................................................... 23
2.2.6 Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi ... ....................... 26
ix
2.2.7 Metode Sugesti-Imajinasi ... ....................................................... 29
2.2.7.1 Kelebihan dan Kelemahan Penerapan Metode Sugesti
Imajinasi ... ..................................................................... 30
2.2.8 Hakikat Media Lagu ... ............................................................... 31
2.3 Kerangka Berpikir ... ............................................................................ 33
2.4 Hipotesis Tindakan ... .......................................................................... 35
BAB III METODE PENELITIAN ... ...................................................................... 37
3.1 Desain Penelitian ... ............................................................................. 37
3.1.1 Prosedur Tindakan pada Siklus I ... .......................................... 38
3.1.1.1 Perencanaan ... .................................................................. 38
3.1.1.2 Tindakan ........................................................................... 39
3.1.1.3 Observasi ... ....................................................................... 40
3.1.1.4 Refleksi ... ......................................................................... 41
3.1.2 Prosedur Tindakan pada Siklus II ... ......................................... 41
3.1.2.1 Perencanaan ... .................................................................. 42
3.1.2.2 Tindakan ........................................................................... 42
3.1.2.3 Observasi ... ....................................................................... 44
3.1.2.4 Refleksi ... ......................................................................... 45
3.2 Subjek Penelitian ... ............................................................................. 45
3.3 Variabel Penelitian ... ........................................................................... 46
3.3.1 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi melalui
Metode Sugesti-Imajinasi ... ..................................................... 47
3.3.2 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi dengan
Media Lagu ... ........................................................................... 47
3.4 Instrumen Penelitian ... ........................................................................ 48
3.4.1 Instrumen Tes ... ......................................................................... 48
3.4.2 Instrumen Nontes ... .................................................................... 56
3.4.2.1 Observasi ... ....................................................................... 56
3.4.2.2 Jurnal ... ............................................................................. 56
x
3.4.2.3 Wawancara ... .................................................................57
3.4.2.4 Dokumentasi ... ...............................................................58
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... ...........................................................58
3.5.1 Teknik Tes ... ...........................................................................59
3.5.2 Teknik Nontes ... ......................................................................59
3.5.2.1 Observasi ... ....................................................................59
3.5.2.2 Jurnal ... ..........................................................................60
3.5.2.3 Wawancara ... .................................................................60
3.5.2.4 Dokumentasi ... ...............................................................61
3.6 Teknik Analisis Data ... ....................................................................61
3.6.1 Teknik Kuantitatif ... ................................................................62
3.6.2 Teknik Kualitatif ... ..................................................................62
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... .................................. 64
4.1 Hasil Penelitian .................................................................................64
4.1.1 Hasil Prasiklus ... .....................................................................64
4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I ... .......................................................66
4.1.2.1 Hasil Tes ... .................................................................66
4.1.2.2 Hasil Nontes ... ...........................................................90
4.1.2.3 Refleksi ... ................................................................ 110
4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II... ................................................... 112
4.1.3.1 Hasil Tes ... .............................................................. 113
4.1.3.2 Hasil Nontes ... ........................................................ 139
4.1.3.3 Refleksi ... ................................................................ 160
4.2 Pembahasan... ................................................................................. 162
4.2.1 Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi melalui
Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa
Kelas XA SMA Negeri 2 Blora ... .......................................... 167
4.2.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas XA SMA Negeri 2 Blora
terhadap Pemelajaran Menulis Paragraf Deskripsi melalui
Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu ... .................. 185
xi
BAB V PENUTUP ... ............................................................................................. 198
5.1 Simpulan ... ......................................................................................... 198
5.2 Saran ... ............................................................................................... 199
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 201
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... .................................................................................. 20
xii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Skor Penilaian... .......................................................................................... 48
Tabel 2 Kriteria Penilaian Paragraf Deskripsi ... ..................................................... 48
Tabel 3 Penilaian Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi... .............................. 55
Tabel 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Prasiklus... ............. 64
Tabel 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I... ............... 67
Tabel 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek
Penilaian Siklus I ... .................................................................................... 68
Tabel 7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan Pancaindra
72
Tabel 8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi............................. 74
Tabel 9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup... ................... 76
Tabel 10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek yang
Ditulis... ...................................................................................................... 78
Tabel 11 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul dengan
Isi... ............................................................................................................. 80
Tabel 12 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
82
Tabel 13 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian pada
Objek yang Ditulis... .................................................................................... 83
Tabel 14 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata ... .............. 85
Tabel 15 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca 87
Tabel 16 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan ... .......... 88
Tabel 17 Hasil Observasi Siklus I... ........................................................................... 91
Tabel 18 Hasil Jurnal Siswa Siklus I ... ..................................................................... 97
Tabel 19 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus II... ............ 114
Tabel 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek
Penilaian Siklus II... ................................................................................. 115
Tabel 21 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan Pancaindra
120
xiii
Tabel 22 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek imajinasi ... ...................... 122
Tabel 23 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup... ................ 124
Tabel 24 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek yang
Ditulis... .................................................................................................... 126
Tabel 25 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul dengan
Isi... ........................................................................................................... 128
Tabel 26 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
130
Tabel 27 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian pada
Objek yang Ditulis.................................................................................... 132
Tabel 28 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata ... ............ 134
Tabel 29 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca 136
Tabel 30 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan ... ........ 138
Tabel 31 Hasil Observasi Siklus II ... ...................................................................... 140
Tabel 32 Hasil Jurnal Siswa Siklus II... ................................................................... 145
Tabel 33 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I dan Siklus II... ............... 168
Tabel 34 Peningkatan Hasil Observasi dari siklus I ke Siklus II... ......................... 188
Tabel 35 Perubahan Hasil Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II................................ 192
xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Penelitian Tindakan Kelas ... .................................................................... 36
Gambar 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Prasiklus... 65
Gambar 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I ... 71
Gambar 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Keterlibatan Pancaindra Siklus I ... ....................................................... 73
Gambar 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi
Siklus I... ................................................................................................ 75
Gambar 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan
Hidup Siklus I... ..................................................................................... 77
Gambar 7 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus I... ........................................ 79
Gambar 8 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Kesesuaian Judul dengan Isi Siklus I ... ................................................ 81
Gambar 9 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi
dan Koherensi Siklus I... ........................................................................ 82
Gambar 10 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus I... ..................... 84
Gambar 11 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan
Kata Siklus I ... ........................................................................................... 86
xv
Gambar 12 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan
Tanda Baca Siklus I... ............................................................................ 87
Gambar 13 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian
Tulisan Siklus I... ................................................................................... 89
Gambar 14 Guru Memberikan Apersepsi Pembelajaran kepada Siswa ... ............ 105
Gambar 15 Siswa Melakukan Diskusi kelompok... ............................................... 106
Gambar 16 Siswa Membacakan Hasil Diskusi Kelompok... ................................. 107
Gambar 17 Siswa Menyimak Lagu... ..................................................................... 108
Gambar 18 Siswa Menulis Paragraf Deskripsi... .................................................... 109
Gambar 19 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi siklus II ... ............................... 118
Gambar 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Keterlibatan Pancaindra Siklus II... .................................................... 121
Gambar 21 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi
Siklus II ... ............................................................................................ 123
Gambar 22 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan
Hidup Siklus II ... ................................................................................. 125
Gambar 23 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II... ...................................... 127
Gambar 24 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II... ...................................... 129
Gambar 25 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi
dan Koherensi Siklus II ...........................................................................131
xvi
Gambar 26 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus II... .................. 133
Gambar 27 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan
Kata Siklus II... .................................................................................... 135
Gambar 28 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan
Tanda Baca Siklus II ... ........................................................................ 137
Gambar 29 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian
Tulisan Siklus II ... ............................................................................... 139
Gambar 30 Kegiatan diskusi kelompok.................................................................. 156
Gambar 31 Membacakan Hasil Diskusi Kelompok... ............................................ 157
Gambar 32 Siswa menyimak lagu ... ...................................................................... 158
Gambar 33 Kegiatan Siswa Menuliskan Gagasan... .............................................. 159
Gambar 34 Siswa praktik Menulis Paragraf Deskripsi... ....................................... 160
Gambar 35 Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I dan
Siklus II ... ............................................................................................ 179
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Rencana Pembelajaran Siklus I... .................................................... 204
Lampiran 2 Rencana Pembelajaran Siklus II... ................................................... 211
Lampiran 3 Hasil Tes Prasiklus... ....................................................................... 218
Lampiran 4 Hasil Tes Siklus I ... ......................................................................... 220
Lampiran 5 Hasil Tes Siklus II... ........................................................................ 222
Lampiran 6 Instrumen Tes Siklus I... .................................................................. 224
Lampiran 7 Instrumen Tes Siklus II ................................................................... 225
Lampiran 8 Pedoman Observasi Siklus I dan Siklus II ... .................................. 226
Lampiran 9 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II... ............................... 227
Lampiran 10 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II ... ............................... 229
Lampiran 11 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II... ................................ 231
Lampiran 12 Teks Lagu Siklus I... ........................................................................ 232
Lampiran 13 Teks Lagu Siklus II ... ...................................................................... 233
Lampiran 14 Teks Lagu Diskusi Kelompok Siklus II ... ...................................... 234
Lampiran 15 Hasil Observasi Siklus I .................................................................. 235
Lampiran 16 Hasil Observasi Siklus II... .............................................................. 236
Lampiran 17 Rekapitulasi Hasil Observasi Siklus I ... ......................................... 237
Lampiran 18 Rekapitulasi Hasil Observasi Siklus II... ......................................... 238
Lampiran 19 Hasil Jurnal Siswa Siklus I... ........................................................... 239
Lampiran 20 Rekapitulasi Hasil Jurnal Siswa Siklus I... ...................................... 243
Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II... .......................................................... 244
Lampiran 22 Rekapitulasi Hasil Jurnal Siswa Siklus II... ..................................... 248
Lampiran 23 Hasil Jurnal Guru Siklus I ............................................................... 249
Lampiran 24 Hasil Jurnal Guru Siklus II... ............................................................ 251
Lampiran 25 Hasil Wawancara Siklus I ... ............................................................ 253
Lampiran 26 Hasil Wawancara Siklus II... ........................................................... 256
Lampiran 27 Daftar Nama Siswa Kelas XA... ...................................................... 259
xviii
Lampiran 28 Hasil Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Siklus I... ......................... 260
Lampiran 29 Hasil Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Siklus II ... ....................... 262
Lampiran 30 Penetapan Dosen Pembimbing... ..................................................... 264
Lampiran 31 Surat Permohonan Izin Penelitian... ................................................. 265
Lampiran 32 Surat Keterangan Selesai Penelitian... ............................................. 266
xix
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kualitas pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan untuk menghadapi era
globalisasi yang penuh dengan persaingan dan pasar bebas. Masalah-masalah
yang menyangkut usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
merupakan hal yang sangat menarik untuk ditelaah.
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sejak tahun 2004
merupakan salah satu bentuk upaya konkret pemerintah Indonesia dalam
menyikapi permasalahan pendidikan nasional, terutama mengenai input dan
output pendidikan. Kurikulum tersebut membekali peserta didik dengan berbagai
kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan reformasi guna
menjawab tantangan arus globalisasi.
Tujuan utama Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah memandirikan atau
memberdayakan sekolah dalam mengembangkan kompetensi yang akan
disampaikan kepada peserta didik sesuai dengan kondisi lingkungan (Mulyasa
2004: 10).
Kurikulum Berbasis Kompetensi memberi kebebasan kepada guru untuk
memilih metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Kebebasan tersebut
diberikan dengan alasan agar guru lebih kreatif dalam mengolah pembelajaran
sehingga dapat mengembangkan seluruh potensi, menanamkan kehidupan yang
demokratis, dan menjadikan masalah sebagai sumber belajar.
1
2
Selain itu, pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi menuntut guru
bukan hanya sekadar sebagai sumber informasi, guru juga harus dapat memberi
semangat pada siswa agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Ketika
proses belajar mengalami kejenuhan dan siswa mulai merasa bosan, seorang guru
harus dapat memberi inovasi metode pembelajaran yang dapat membangkitkan
kembali minat siswa tentang pelajaran yang dipelajarinya.
Pembicaraan mengenai pendidikan, tidak akan terlepas dari proses dan
hasil. Pendidikan dikatakan bermutu apabila pembelajaran berlangsung secara
efektif, peserta didik memperoleh pengalaman yang bermakna bagi dirinya, dan
hasil pendidikan merupakan individu-individu yang bermanfaat bagi masyarakat
dan pembangunan bangsa.
Untuk mewujudkan proses dan hasil tersebut, kemampuan
mendayagunakan metode atau cara mengajar sangat diperlukan swadaya dan
swakarsa peserta didik yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Salah satu metode pembelajaran yang memenuhi kebutuhan tersebut
adalah metode sugesti-imajinasi. Metode pembelajaran menulis dengan cara
memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang imajinasi siswa (Petrus 2005:
3).
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik
yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang sehingga
orang lain dapat membaca dan memahami lambang-lambang grafik itu (Tarigan
1985: 21). Menulis deskripsi adalah menulis yang bertujuan menimbulkan
3
imajinasi bagi pembacanya seakan ikut merasakan seperti apa yang diungkapkan
penulis dalam tulisannya.
Menulis paragraf deskripsi merupakan salah satu kompetensi dasar yang
menjadi bagian dalam standar kompetensi kemampuan berbahasa kelas X Sekolah
Menengah Atas Kurikulum 2004. Indikator yang akan dicapai adalah (1) mampu
menunjukkan karakteristik paragraf deskripsi, (2) mampu mendaftar topik-topik
yang dapat dikembangkan menjadi tulisan yang berciri deskripsi, (3) mampu
menyusun paragraf deskripsi tentang benda atau manusia berdasarkan pengamatan
dan pendengaran, (4) mampu menyusun paragraf deskripsi berdasarkan tema atau
topik tertentu, (5) mampu menyunting paragraf deskripsi yang ditulis teman
(Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia SMA dan MA 2004: 21).
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap guru dan
siswa di kelas XA SMA Negeri 2 Blora, menunjukkan bahwa proses belajar
mengajar dengan kompetensi dasar menulis paragraf deskripsi kurang berhasil.
Informasi tersebut diperoleh dari guru bahasa dan sastra Indonesia kelas XA
dengan menunjukkan daftar nilai siswa, diketahui bahwa nilai tertinggi yaitu 74
diperoleh 1 siswa, nilai 71 diperoleh 4 siswa, nilai 69 diperoleh 2 siswa, nilai <68
diperoleh 32 siswa.
Hasil observasi terhadap suasana pembelajaran menulis paragraf deskripsi
di kelas XA SMA Negeri 2 Blora yang dilakukan oleh guru kurang menarik bagi
siswa. Hal ini, terlihat dari 10 menit setelah pembelajaran menulis paragraf
deskripsi dimulai siswa asyik bercerita sendiri dengan teman sebangkunya dan
tidak memperhatikan penjelasan dari guru di depan kelas. Aktivitas siswa dalam
4
kelas ketika menulis paragraf deskripsi kurang, terbukti hanya beberapa siswa
yang benar-benar melakukan tugas yang diberikan guru dari LKS. Bahkan, ada
beberapa siswa yang sudah dengan sengaja menulis paragraf deskripsi di rumah
sesuai tugas di LKS dan siswa tersebut ketika di dalam kelas bercerita dengan
teman sebangkunya di kelas.
Sebagian besar dari tulisan paragraf deskripsi hasil siswa tersebut
menunjukkan bahwa siswa belum mampu menyusun paragraf deskripsi tentang
benda atau manusia berdasarkan pengamatan, pendengaran, topik atau tema
tertentu dengan baik, sehingga keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa
kelas XA SMA Negeri 2 Blora perlu ditingkatkan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa yang mendapat nilai tertinggi
mereka merasa senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi, walaupun
mereka masih merasa kesulitan untuk mengemukakan gagasan yang ada di dalam
pikiran ke dalam bentuk kalimat. Sedangkan, hasil wawancara dengan siswa yang
mendapat nilai terendah yaitu nilai 56 merasa tidak senang dengan pembelajaran
bahasa dan sastra Indonesia karena mereka merasa bosan dengan metode yang
digunakan guru dan mereka harus membuat kalimat yang panjang setiap kali
pertemuan.
Selain itu pula, setelah dilakukan wawancara dengan beberapa siswa,
diketahui bahwa di antara keterampilan menulis lainnya, keterampilan menulis
paragraf deskripsi yang mereka rasa paling banyak kesulitan karena harus
membuat paragraf yang menggambarkan sesuatu, walaupun mereka hanya
menulis sebuah paragraf.
5
Menurut salah satu siswa yang mendapat nilai 60, mereka bisa menulis
kalimat jika ada musik yang mengiringinya dan perasaan hatinya senang.
Sehingga pada saat pembelajaran menulis paragraf deskripsi di kelas, mereka
menulis paragraf deskripsi tanpa adanya ide di dalam pikiran dan mengakibatkan
hasil tulisan mereka tidak maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh suasana hati dan
lingkungan mereka pada saat itu, kondisi demikian dapat dilihat melalui hasil
tulisan mereka.
Salah satu faktor yang melatarbelakangi rendahnya keterampilan menulis
paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora adalah rendahnya minat
siswa untuk mengikuti pelajaran bahasa dan sastra Indonesia terutama dalam
pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi. Hal ini disebabkan oleh
rendahnya tingkat penguasaan kosakata siswa sebagai akibat rendahnya minat
baca, kurangnya kemampuan siswa dalam keterampilan mikrobahasa, seperti
penggunaan tanda baca, kaidah-kaidah penulisan, penyusunan klausa dan kalimat
dengan struktur yang benar, sampai penyusunan paragraf.
Selain hal tersebut, tidak ada penggunaan media yang seharusnya
mendukung pembelajaran menulis paragraf deskripsi, masalah penilaian yang
hanya menekankan pada hasil pembelajaran kurang sesuai digunakan dalam
pembelajaran menulis paragraf deskripsi, karena dengan hanya menilai hasilnya saja
guru tidak dapat mengetahui perubahan tingkah laku dan proses belajar siswa yang
seharusnya dapat dipantau melalui penilaian proses.
Kondisi demikian menggugah peneliti untuk meningkatkan keterampilan
menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora, dengan
6
menerapkan metode pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya kompetensi dasar menulis
paragraf deskripsi.
Alasan peneliti menggunakan metode pembelajaran sugesti-imajinasi
dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi, karena
metode pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu menawarkan
pembelajaran yang menekankan pada proses dan hasil sehingga cocok digunakan
dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Media pembelajaran lagu dapat
dieksploitasi untuk membantu peningkatan kemampuan menulis paragraf
deskripsi. Dengan metode sugesti-imajinasi, lagu tidak hanya digunakan untuk
menciptakan suasana yang nyaman tetapi juga memberikan sugesti yang
merangsang berkembangnya imajinasi siswa.
Pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan metode sugesti-imajinasi
juga menuntut siswa untuk selalu aktif membayangkan, atau menciptakan
gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu yang didengar dan guru juga harus
mengetahui setiap perkembangan kemampuan siswa dalam menulis paragraf
deskripsi, yang semuanya itu dapat diterapkan menggunakan metode
pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2
Blora masih kurang berhasil. Hal ini disebabkan dalam pembelajaran menulis
paragraf deskripsi guru menggunakan metode ceramah dan tidak memanfaatkan
media yang ada, sehingga siswa tidak tertarik mengikuti pembelajaran menulis
paragraf deskripsi dan hasil menulis paragraf deskripsi kurang maksimal.
7
Alasan tersebut yang menggugah peneliti untuk meningkatkan
keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora,
dengan menerapkan metode pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu.
1.2 Identifikasi Masalah
Pembelajaran kompetensi dasar menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan oleh munculnya
permasalahan kekurangmampuan sebagian besar siswa dalam menulis paragraf
deskripsi. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut,
yaitu faktor yang berasal dari guru dan siswa.
Faktor yang berasal dari guru, berupa penggunaan metode pembelajaran
yang kurang variatif, tidak adanya media yang digunakan dalam pembelajaran,
penilaian yang tidak tepat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf
deskripsi. Selama ini dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi guru hanya
menggunakan metode ceramah, sehingga kemampuan siswa dalam menyusun
paragraf deskripsi berdasarkan pengamatan, pendengaran dan tema atau topik
tertentu kurang. Untuk mengatasi hal tersebut, hendaknya guru memilih metode
pembelajaran dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi
pelajaran. Guru juga harus memilih metode dan media yang mampu membuat
siswa aktif dan partisipatif mengikuti pembelajaran, salah satunya yaitu dengan
menggunakan metode pembelajaran sugesti-imajinasi media lagu.
Sementara itu, permasalahan yang berasal dari siswa berupa rendahnya
minat siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Paragraf deskripsi yang dibuat
8
siswa cenderung belum mampu menciptakan gambaran atau kejadian berdasarkan
pengamatan, pendengaran sesuai dengan tema tertentu dengan baik. Bahasa yang
digunakan kurang sesuai sehingga gambaran atau kejadian yang diungkapkan
kurang menarik. Rendahnya minat siswa untuk menulis paragraf deskripsi
disebabkan siswa tidak mengetahui manfaat dan tujuan menulis paragraf
deskripsi. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan minat siswa dalam menulis
paragraf deskripsi guru dapat memotivasi siswa dengan menyebutkan manfaat
menulis paragraf deskripsi. Selain itu, untuk mengatasi ketidakmampuan siswa
dalam menciptakan gambaran atau kejadian berdasarkan pengamatan,
pendengaran sesuai dengan tema tertentu dengan baik, memilih bahasa yang
menarik, guru perlu mengondisikan siswa untuk terbiasa menulis paragraf
deskripsi setiap hari berdasarkan pengamatan dan pendengaran atau kejadian
tertentu yang dialami siswa.
1.3 Pembatasan Masalah
Masalah dalam skripsi ini difokuskan pada upaya meningkatkan
keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora
menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
9
1.4 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.4.1 Apakah keterampilan dalam menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora mengalami peningkatan setelah dilakukan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu?
1.4.2 Bagaimanakah perubahan perilaku dalam pembelajaran menulis paragraf
deskripsi menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada
siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora?
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.5.1 Mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa
kelas XA SMA Negeri 2 Blora, setelah dilakukan pembelajaran menulis
paragraf deskripsi menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media
lagu.
1.5.2 Mendeskripsi perubahan perilaku siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora,
setelah dilakukan pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
1.6 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis maupun
secara praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat menambah khasanah
10
pengetahuan mengenai metode sugesti-imajinasi dengan media lagu sebagai
metode pembelajaran dalam menulis paragraf deskripsi.
Secara praktis, hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru, siswa, peneliti
dan penyelenggara pendidikan. Bagi guru, hasil penelitian ini bermanfaat untuk
memberikan alternatif metode pembelajaran dan penggunaan media dalam
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya kompetensi dasar menulis
paragraf deskripsi.
Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk membantu pencapaian
indikator kompetensi dasar menulis paragraf deskripsi dan untuk meningkatkan
minat siswa dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya dalam
pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Bagi peneliti, penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan metode
dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, sehingga lebih bervariasi. Bagi
penyelenggara pendidikan, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas
atau mutu sekolah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORETIS
2.1 Kajian Pustaka
Penelitian di bidang pendidikan telah banyak dilakukan oleh beberapa
peneliti termasuk juga penelitian tentang kemampuan siswa menulis. Beberapa
peneliti yang membahas mengenai kemampuan siswa menulis paragraf deskripsi
yaitu Supriatijah (2000), Suhartono (2001), Djuhartini (2001), Musodik (2005).
Supriatijah (2000) menulis skripsi yang berjudul Peningkatan
Keterampilan Menulis Wacana Deskripsi dengan Teknik Menghadirkan Model di
Kelas pada Siswa Kelas IIF SLTP Negeri 14 Semarang. Dia menyimpulkan
bahwa alat peraga dalam pembelajaran bermanfaat untuk memudahkan
pemahaman atau bahkan mempercepat proses pembelajaran. Hasil tes awal
diketahui bahwa siswa yang dapat menyusun wacana deskripsi dengan baik sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan sebesar 40% dengan nilai rata-rata 40,16.
Penerapan teknik menghadirkan model di kelas terbukti dapat meningkatkan
kemampuan siswa dalam menulis wacana deskripsi. Hasil tes pada siklus I dengan
nilai rata-rata 77,75 dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 86,41. Dengan
demikian, perolehan hasil tes secara klasikal menunjukkan adanya peningkatan
sebesar 37,59% dari tes awal.
Kelebihan dari teknik menghadirkan model di kelas adalah siswa lebih
tertarik dengan model yang dihadirkan oleh guru secara langsung. Sedangkan,
11
12
kelemahan dari teknik ini adalah guru harus pandai-pandai dalam memilih model
untuk menarik perhatian siswa.
Suhartono (2001) menulis skripsi yang berjudul Peningkatan
Keterampilan Menulis Deskriptif melalui Analisis Catatan Harian Siswa Kelas IIE
SLTP 2 Kaliwungu Kabupaten Kudus. Dari hasil penelitian ini diperoleh
simpulan bahwa melalui analisis catatan harian siswa dapat meningkatkan
keterampilan menulis deskripsi. Secara kuantitatif, hasil penelitian melalui dua
siklus ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,57% dari siklus I ke siklus II
kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi.
Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi alternatif pembelajaran
menulis paragraf deskripsi saja tetapi, siswa juga memberikan respon positif
dalam pembelajaran menulis melalui analisis catatan harian. Respon positif yang
ditunjukkan adalah mereka merasa senang.
Kelemahan dari penelitian yang dilakukan oleh Suhartono adalah
ketertarikan siswa terhadap kegiatan menulis paragraf deskripsi tidak sepenuhnya. Hal
ini disebabkan faktor dari dalam diri siswa, yaitu tidak semua siswa dalam
kehidupannya membuat catatan harian sehingga dalam mengungkapkan
pengalaman atau kegiatan di catatan harian kurang baik. Pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui analisis catatan harian membutuhkan waktu yang lama
karena siswa harus membuat catatan harian terlebih dahulu.
Penelitian Djuhartini (2001) yang berjudul Peningkatan Kemampuan
Menulis Paragraf Deskripsi melalui Penyajian Gambar pada Siswa Kelas IA
SLTP 23 Semarang, menunjukkan bahwa pembelajaran menulis paragraf deskripsi
13
melalui penyajian gambar berhasil meningkatkan kemampuan siswa menulis
paragraf deskripsi bagi siswa SLTP 23 Semarang kelas IA.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata skor hasil tes diujikan
pada siswa kelas IA SLTP 23 Semarang. Rata-rata skor hasil tes menulis paragraf
deskripsi pada siklus I mencapai 6,58. Rata-rata skor siklus II mencapai 7,02.
Dengan demikian, pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui penyajian
gambar berhasil meningkatkan kemampuan menulis siswa sebesar 0,44.
Kelemahan penelitian Djuhartini adalah membutuhkan kecermatan siswa
dalam memperhatikan gambar yang disajikan. Gambar yang disajikan juga harus
dapat memperlihatkan situasi sesungguhnya sehingga kegiatan menulis paragraf
deskripsi dapat terwujud dengan baik.
Penelitian Djuhartini ini memberikan alternatif pembelajaran dalam
meningkatkan kemampuan siswa menulis. Selain itu, siswa merasa senang dengan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui penyajian gambar, karena
gambar yang disajikan sangat menarik.
Musodik (2005) dalam skripsinya yang berjudul Peningkatan
Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dengan Teknik Pemetaan Pikiran
pada Siswa kelas II3 SMA Don Bosko Semarang, menemukan bahwa teknik
pemetaan pikiran dapat membantu siswa dalam menata gagasan sebelum menulis.
Hal ini dapat membuat siswa lebih mudah untuk menulis karangan deskripsi.
Perolehan nilai secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 24,53%.
Kegiatan menulis dengan teknik pemetaan pikiran menjadi lebih
menyenangkan dan tidak membosankan. Perubahan perilaku siswa ini
14
membuktikan teknik pemetaan pikiran dapat membantu siswa dalam kegiatan
menulis. Sayangnya, peran serta guru dalam pembelajaran ini masih
mendominasi.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa penelitian mengenai
keterampilan siswa menulis paragraf deskripsi sudah banyak dilakukan.
Penelitian-penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis
paragraf deskripsi siswa. Para peneliti telah menggunakan teknik atau media yang
bervariasi untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis paragraf deskripsi
baik dari tingkat SMP maupun SMA.
Meskipun penelitian mengenai keterampilan menulis paragraf deskripsi
telah banyak dilakukan, peneliti tetap menganggap bahwa penelitian sejenis masih
perlu dilakukan untuk menemukan berbagai alternatif teknik dan media dalam
membelajarkan keterampilan menulis paragraf deskripsi kepada siswa. Hal ini
mengingat kenyataan bahwa keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi
masih rendah, belum memuaskan, dan masih perlu dicarikan teknik-teknik yang
efektif dan media yang mendukung untuk membelajarkan keterampilan siswa
dalam menulis paragraf deskripsi.
Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi telah dilakukan
dengan menggunakan metode menghadirkan model di kelas, media gambar,
analisis catatan harian, dan pemetaan pikiran. Penggunaan metode sugesti
imajinasi dengan media lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf
deskripsi belum diteliti sehingga kedudukan penelitian ini sebagai pelengkap dari
15
penelitian-penelitian sebelumnya. Peneliti berharap hasil penelitian ini bermanfaat
untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
2.2 Landasan Teoretis
Landasan teori dalam penelitian ini adalah hakikat menulis, tujuan
menulis, hakikat paragraf, syarat-syarat paragraf, hakikat paragraf deskripsi,
langkah-langkah menulis paragraf deskripsi, metode sugesti-imajinasi dan hakikat
media lagu.
2.2.1 Hakikat Menulis
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik
menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang, sehingga orang-orang
lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami
bahasa dari gambaran grafik itu. Menulis merupakan representasi bagian dari
kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa (Lado dalam Tarigan 1983: 21)
Keterampilan menulis memiliki peran yang sangat penting bagi siswa
karena setiap tugas yang diberikan guru dapat dilakukan dengan baik apabila
siswa memiliki kemampuan menulis yang baik.
Menurut Akhadiah (1988: 22) menulis merupakan suatu proses, yaitu
proses penulisan. Ini berarti bahwa kita melakukan kegiatan itu dalam beberapa
tahap yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi.
Tulisan yang baik dapat menghubungkan antara penulis sebagai pemberi
pesan dan pembaca sebagai penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan harus
16
ditulis secara sistematis agar pembaca dapat menangkap pesan dengan jelas dan
tidak menimbulkan salah penafsiran.
Enre (1988: 8) menyatakan bahwa tulisan yang baik harus dapat
berkomunikasi secara efektif kepada siapa tulisan itu ditujukan. Keefektifan
tersebut dapat dilihat dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam tulisan tersebut.
Penggunaan kalimat yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk
menyampaikan gagasan dalam menulis, kalimat yang baik dapat meninggalkan
kesan pada benak pembaca. Pembaca akan merasa senang dan menikmati tulisan
yang disusun dengan kalimat-kalimat yang efektif dan bermakna.
Tulisan mempunyai teknis pengungkapan yang komunikatif dan
menunjukkan kerangka berpikir rasional. Kegiatan menulis sangat mementingkan
unsur pikiran, penalaran, dan data faktual karena itu wujud yang dihasilkan berupa
tulisan ilmiah atau nonfiksi.
Keterampilan menulis sangat diperlukan oleh siswa untuk menyelesaikan
tugas dan kewajiban yang bersifat tertulis. Hal ini perlu diwujudkan dengan
pembelajaran bahasa yaitu, pembelajaran mengenai semua aspek kebahasaan dan
kegiatan berbahasa yang bertujuan agar siswa terampil berbahasa. Kebutuhan
yang termasuk di dalamnya adalah ketatabahasaan, perbendaharaan bahasa
dengan segala ragamnya, dan menulis.
Dari teori hakikat menulis di atas maka dapat diketahui bahwa
keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang dalam melahirkan pikiran,
perasaan, dan kehendak kepada pembaca dengan kalimat yang efektif dan
bermakna sehingga dimengerti oleh pembaca. Keterampilan menulis sangat
17
diperlukan siswa untuk memenuhi tugas-tugasnya sebagai seorang pelajar. Oleh
karena itu, perlu upaya untuk melatih dan meningkatkan keterampilan menulis
pada siswa. Keterampilan menulis memerlukan latihan yang konsisten agar tulisan
yang dihasilkan semakin berkualitas. Kemampuan menulis yang baik dan
berkualitas berbanding lurus terhadap keberhasilan siswa di sekolah.
2.2.2 Tujuan Menulis
Menulis mempunyai tujuan yang khusus seperti menginformasikan,
melukiskan, dan menyarankan. Tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu
mengenai diri seseorang ke dalam sepenggal tulisan. Penulis memegang suatu
peranan tertentu, dalam tulisan mengandung nada yang sesuai dengan maksud dan
tujuannya.
Menurut Tarigan (1983: 23-24) setiap jenis tulisan mengandung beberapa
tujuan, tetapi karena tujuan itu sangat beraneka ragam. Bagi penulis yang belum
berpengalaman ada baiknya memperhatikan tujuan menulis, yaitu
memberitahukan (informative), menyakinkan (persuasive), menghibur (literaly),
mengekspresikan perasaan dan emosi (ekspresive).
Tujuan menulis menurut Hugo (dalam Tarigan 1983: 24-25) adalah
sebagai berikut: (1) Assignment purpose (tujuan penugasan), penulis menulis
sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri; (2) Altruistic purpose
(tujuan altruistik), penulis bertujuan menyenangkan para pembaca,
menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca,
memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para
pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu; (3)
18
Persuasive purpose (tujuan persuasif), tulisan yang bertujuan menyakinkan para
pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan; (4) Informational purpose
(tujuan informasional, tujuan penerangan), tulisan yang bertujuan memberi
informasi atau keterangan penerangan kepada para pembaca; (5) Self-ekspressive
purpose (tujuan pernyataan diri), tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau
menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca; (6) Creative purpose
(tujuan kreatif), tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai
kesenian; (7) Problem solving purpose ( tujuan pemecahan masalah), tujuan
penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi dengan cara menjelaskan,
menjernihkan, menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan
gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para
pembaca.
Keraf (1995: 6-7) mengatakan bahwa sebuah wacana yang utuh dapat
dibagi-bagi berdasarkan tujuan umum yang tersirat di balik wacana tadi.
Berdasarkan tujuan penulisannya karangan dapat dibedakan menjadi eksposisi,
argumentasi, persuasi, deskripsi dan narasi.
Pembelajaran menulis bertujuan untuk meningkatkan berpikir dan bernalar
serta kemampuan memperluas wawasan. Selain itu juga, diarahkan untuk
mempertajam kepekaan perasaan siswa. Siswa tidak hanya mampu memahami
informasi yang disampaikan secara lugas atau langsung melainkan juga yang
disampaikan secara terselubung atau secara tidak langsung (Kurikulum Berbasis
Kompetensi 2002: 6).
19
Dari teori di atas maka tujuan menulis adalah assignment purpose (tujuan
penugasan), altruistic purpose (tujuan altruistik), persuasive purpose (tujuan
persuasif), informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan), self-
ekspressive purpose (tujuan pernyataan diri), creative purpose (tujuan kreatif),
problem solving purpose ( tujuan pemecahan masalah). Tujuan penulisan
menyatakan maksud dan pengarang itu menulis atau mengarang. Paling tidak
pokok bahasan atau tujuan penulisan dan karangan itu harus ada dan hidup
terusmenerus dalam pikiran penulis dan pengarang.
2.2.3 Hakikat Paragraf
Istilah paragraf mempunyai acuan yang bermacam-macam. Paragraf
adalah sekumpulan kalimat yang merupakan pengembangan dan ilustrasi dari
sebuah pikiran atau gagasan utama.
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan
(Akhadiah 1988: 144). Paragraf juga dapat dikatakan karangan yang paling
pendek (singkat). Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu
gagasan mulai dan berakhir.
Ahmadi (1991: 1) menyatakan paragraf adalah suatu satuan pikiran atau
perasaan, suatu satuan susunan teratur, satuan-satuan yang lebih kecil
(kalimatkalimat) dan berfungsi sebagai bagian dari suatu satuan yang lebih
besar (keseluruhan komposisi).
Lain halnya dengan Keraf yang menyebut paragraf dengan alinea.
Menurut Keraf (1993: 62) alinea adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan
yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Alinea merupakan himpunan dari
20
kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah
gagasan.
Wiyanto (2004: 15) menyatakan paragraf adalah sekelompok kalimat yang
saling berhubungan dan bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran untuk
mendukung buah pikiran yang lebih besar, yaitu buah pikiran yang diungkapkan
dalam seluruh tulisan.
Paragraf menurut Mustakim (1994: 112) adalah suatu bentuk
pengungkapan gagasan yang terjalin dalam rangkaian beberapa kalimat. Dalam
paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat
dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat
topik, kalimat-kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.
Jadi paragraf adalah sekelompok kalimat yang tersusun dalam membuat
gagasan atau pikiran utama yang dikembangkan oleh penulis untuk mencapai
suatu kejelasan tertentu bagi pembacanya.
2.2.4 Syarat-Syarat Paragraf
Paragraf sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan. Menurut Akhadiah
(1988: 148) dalam pengembangan paragraf, harus menyajikan dan
mengorganisasikan gagasan menjadi suatu paragraf yang memenuhi persyaratan.
Persyaratan itu ialah sebagai berikut pertama adalah kesatuan, tiap paragraf hanya
mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi paragraf ialah
mengembangkan topik tersebut. Oleh sebab itu, dalam pengembangannya tidak
boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau
gagasan pokok tersebut. Jadi, satu paragraf hanya boleh mengandung satu gagasan
21
pokok atau topik. Semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan gagasan
pokok tersebut. Paragraf dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat
dalam paragraf itu tidak terlepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.
Semua kalimat terfokus pada topik dan mencegah masuknya hal-hal yang tidak
relevan.
Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah paragraf ialah koherensi
atau kepaduan. Satu paragraf bukanlah merupakan kumpulan atau tumpukan
kalimat yang mesing-masing berdiri sendiri atau terlepas, tetapi dibangun oleh
kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang
teratur, akan memperlihatkan adanya kepaduan. Jadinya, kepaduan atau koherensi
dititikberatkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat.
Syarat ketiga adalah kelengkapan, suatu paragraf dikatakan lengkap, jika
berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat
topik atau kalimat utama. Sebaliknya suatu paragraf dikatakan tidak lengkap, jika
tidak dikembangkan atau hanya diperluas dengan pengulangan-pengulangan.
Menurut Sakri (1992: 2) ada tiga sifat yang harus dimiliki oleh sebuah
paragraf agar dapat menyampaikan gagasan dengan baik. Tiga sifat yang harus
dipenuhi sebuah paragraf adalah (1) paragraf harus memiliki kesatuan yang
artinya, seluruh uraiannya terpusat pada satu gagasan saja; (2) paragraf harus
memiliki kesetalian yang artinya, kalimat di dalamnya berhubungan sesamanya
dengan bermakna bagi pembaca; (3) paragraf harus memiliki isi yang memadai
yakni memiliki sejumlah rincian yang terpilih dengan patut sebagai pendukung
gagasan utama paragraf.
22
Syarat-syarat pembentukan alinea menurut Keraf (1993: 67) adalah (1)
kesatuan, kesatuan dalam alinea adalah bahwa semua kalimat yang membina
alinea itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu; (2)
koherensi, koherensi yang dimaksud di sini adalah kekompakan hubungan antara
sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu; (3)
perkembangan alinea, perkembangan alinea ini adalah penyusunan atau perincian
daripada gagasan-gagasan yang membina alinea itu.
Lain halnya dengan Mustakim (1994: 115) sebuah paragraf yang baik
hendaknya dapat memenuhi dua kriteria atau persyaratan, yaitu kesatuan (kohesi),
sebuah paragraf harus memiliki sebuah kesatuan. Kesatuan menyangkut keeratan
hubungan makna antar gagasan dalam sebuah paragraf. Sebuah paragraf hanya
mengandung satu gagasan utama, yang diikuti oleh beberapa gagasan
pengembang atau penjelas. Oleh karena itu, rangkaian kalimat yang terjalin dalam
sebuah paragraf hanya mempersoalkan satu masalah atau satu gagasan utama.
Dengan demikian, jika dalam satu paragraf terdapat dua gagasan utama itu
seharusnya dituangkan dalam paragraf yang berbeda. Sebaliknya, jika dua buah
paragraf hanya mengandung satu gagasan utama, kedua paragraf itu seharusnya
digabungkan menjadi satu.
Kriteria kedua adalah kepaduan (koherensi), sebuah paragraf harus
memiliki sebuah kepaduan. Kepaduan sebagai suatu bentuk pengungkapan
gagasan sebuah paragraf juga harus memperlihatkan kepaduan hubungan
antarkalimat yang terjalin di dalamnya. Kepaduan paragraf dapat diketahui dari
susunan kalimat yang sistematis, logis, dan mudah dipahami.
23
Jadi syarat paragraf yang baik adalah suatu paragraf yang di dalamnya
terdapat kesatuan (kohesi), kepaduan (koherensi), dan kesesuaian dalam
pengembangan gagasan dengan rincian gagasan yang ada.
2.2.5 Hakikat Paragraf Deskripsi
Ahmadi (1991: 21) menyatakan bahwa paragraf deskripsi adalah paragraf
yang melukiskan, menggambarkan, mempertunjukkan. Dalam paragraf ini detail
penunjang pada susunan deskripsi disusun agar pembaca mendapatkan gambaran
yang jelas mengenai objek yang dideskripsikan.
Keraf (1995: 16) menyatakan bahwa deskripsi adalah semacam bentuk
wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa
sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca seakan-akan
pembaca melihat sendiri objek itu. Deskripsi memberi suatu citra mental
mengenai suatu benda, pemandangan, orang atau sensasi.
Menulis paragraf deskripsi adalah menulis yang bertujuan menimbulkan
imajinasi bagi pembacanya seakan ikut merasakan seperti apa yang diungkapkan
penulis dalam tulisannya.
Tujuan menulis paragraf deskripsi adalah dapat menumbuhkan daya
khayal bagi pembaca meskipun dalam pemakaian sehari-hari terdapat juga
deskriptif yang mungkin tidak menimbulkan daya khayal, kesan atau sugesti
tersebut.
Berdasarkan tujuannya, sekurang-kurangnya harus dibedakan dua macam
deskripsi yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis. Deskripsi sugestif, penulis
bermaksud menciptakan sebuah pengalaman pada diri pembaca, karena
24
diperkenalkan dengan objek secara langsung. Pengalaman atas objek itu harus
menciptakan sebuah kesan atau interpretasi.
Sasaran deskripsi sugestif adalah dengan perantaraan tenaga rangkaian
kata-kata yang dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, dan watak
dari objek tersebut. Deskripsi sugestif berusaha untuk menciptakan suatu
penghayatan terhadap objek tersebut melalui imajinasi para pembaca.
Deskripsi teknis atau ekspositoris bertujuan untuk memberikan identifikasi
atau informasi mengenai objeknya, sehingga pembaca dapat mengenalnya bila
bertemu atau berhadapan dengan objek tadi. Ia tidak berusaha untuk menciptakan
kesan atau imajinasi pada diri pembaca (Keraf 1984: 94).
Paragraf deskripsi berusaha menyajikan suatu objek sedemikian rupa
sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan oleh
penulis. Objek tulisan deskripsi dapat berupa benda, pemandangan, orang, atau
sensasi yang dialami penulis.
Secara garis besar dapat dibedakan dua macam deskripsi yaitu deskripsi
ekspositoris dan deskripsi impresionistik. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah
memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat, mendengar,
merasakan apa yang dideskripsikan itu. Tujuan deskripsi impresionistik atau
stimulatif adalah membuat pembaca mempancaindrakannya dan membuat ia
bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan (Parera 1993: 10).
Deskripsi ekspositoris pada umumnya bersifat logis. Ia disusun seperti satu
katalog dalam urutan yang logis. Misalnya, orang mendeskripsikan satu gedung
tinggi mulai dari bawah ke atas atau vise versa. Deskripsi sebuah kereta api akan
25
mulai dari depan ke belakang atau dari kiri ke kanan. Pemilihan detail-detail itu
menunjukkan ketelitian pengindraan pengarang.
Deskripsi impresionistik berlangsung lain, karena pengarang ingin
mendapatkan jawaban atau reaksi pembaca, maka pertama kali yang harus
dilakukan pengarang harus menentukan dulu jawaban atau reaksi apa yang
dikehendaki. Misalnya, ia ingin mendeskripsikan sebuah kamar tidur dengan
tujuan untuk mencirikan pribadi yang mendiaminya. Hal ini menyebabkan
timbulnya pertanyaan. Akan tetapi, ia tidak mempunyai pola untuk
mendeskripsikannya dalam urutan logis. Pengarang mungkin mulai dari yang
menonjol atau dari kesan yang terkuat seperti bau dari kamar tersebut atau
pengarang akan menyusunnya dalam bentuk klimaks.
Paragraf deskripsi merupakan penggambaran suatu keadaan dengan
kalimat-kalimat, sehingga menimbulkan kesan yang hidup. Penggambaran atau
lukisan itu harus disajikan sehidup-hidupnya, sehingga apa yang dilukiskan itu
hidup di dalam angan-angan pembaca.
Menurut Sirait, dkk (1985: 20) paragraf deskripsi adalah salah satu jenis
paragraf yang melukiskan suatu objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, mencium secara
imajinatif apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicium oleh penulis tentang
objek yang dimaksud.
Deskripsi lebih menekankan pengungkapannya melalui rangkaian kata-
kata. Walaupun untuk membuat dekripsi yang baik penulis harus mengadakan
identifikasi terlebih dahulu, namun pengertian deskripsi hanya menyangkut
26
pengungkapan melalui kata-kata. Dengan mengenal ciri-ciri obyek garapan,
penulis dapat menggambarkan secara verbal obyek yang ingin diperkenalkan
kepada para pembaca.
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan suatu objek sehingga
pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan hal-hal yang ditulis penulis.
Menulis paragraf deskripsi dapat menumbuhkan kreativitas siswa dalam
menggambarkan hal-hal konkret sebelum menuliskan hal-hal yang akan abstrak.
Sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi, siswa dituntut untuk
lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Seseorang dikatakan berhasil dalam
menulis, jika ia dapat mengkomunikasikan gagasannya secara tertulis kepada
pembaca dan dapat memahami tujuan penulis dalam menuliskan gagasannya.
Jadi paragraf deskripsi adalah suatu paragraf yang didalamnya
memberikan perincian yang mendetail tentang objek sehingga seakan-akan
pembaca melihat, mendengar atau mengalami langsung tentang objek tersebut.
Tujuan dari tulisan deskripsi adalah menciptakan gambaran objek kepada
pembaca agar seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan penulis. Objek
paragraf deskripsi dapat berupa benda, orang, peristiwa, suasana dan lainnya.
2.2.6 Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi
Sebelum menulis paragraf deskripsi, seharusnya penulis mengetahui dan
memahami langkah-langkah dalam penulisan paragraf deskripsi. Langkah-langkah
dalam menulis paragraf deskripsi adalah (1) mengamati objek, (2) menentukan
tujuan penulisan, dan (3) memproses data-data yang diperoleh untuk
menghasilkan deskripsi yang dimaksud (Sudiati, 2005: 11-16).
27
Menulis paragraf deskripsi memerlukan tahapan atau langkah-langkah.
Langkah pertama hingga terakhir merupakan satu rangkaian yang harus
diperhatikan dan perlu dikerjakan secara urut. Langkah-langkah yang dimaksud
adalah sebagai berikut, langkah pertama ialah menetapkan tema tulisan. Langkah
kedua, menerapkan tujuan menulis deskripsi. Langkah ketiga adalah
mengumpulkan tulisan. Langkah keempat, menyiapkan kerangka tulisan.
Kerangka tulisan disusun berdasarkan bahan-bahan tulisan yang telah terkumpul.
Langkah kelima adalah mengembangkan tulisan, pengembangan tulisan
dikerjakan setelah kerangka tulisan atau kerangka paragraf disiapkan (Gunawan
1997: 16).
Langkah-langkah menulis paragraf deskripsi menurut Akhadiah (1988)
adalah sebagai berikut.
(1) Menentukan Tema
Kegiatan yang mula-mula dilakukan jika akan menulis suatu
paragraf ialah menentukan tema. Tema adalah gagasan pokok yang hendak
disampaikan di dalam penulisan. Gagasan atau ide pokok dapat diperoleh
dari pengalaman, hasil penelitian, beberapa sumber, pandat, dan
pengamatan. Pernyataan tema mungkin sama saja dengan judul, tetapi
mungkin juga tidak.
(2) Menentukan Tujuan Penulisan
Setiap penulis harus mengungkapkan dengan jelas tujuan penulisan
yang akan dilaksanakannya. Perumusan tujuan penulisan sangat penting
dan harus ditentukan lebih dahulu karena hal ini merupakan titik tolak
28
dalam seluruh kegiatan menulis selanjutnya. Tujuan merupakan penentu
yang pokok dan akan mengarahkan serta membatasi paragraf. Kesadaran
mengenai tujuan selama proses penulisan akan menjaga keutuhan tulisan.
(3) Mengumpulkan Bahan
Pada waktu memilih dan membatasi topik kita hendaknya sudah
memperkirakan kemungkinan mendapatkan bahan. Dengan membatasi
topik, kita telah memusatkan perhatian pada topik yang terbatas itu, serta
mengumpulkan bahan yang khusus pula. Bahan penulisan ini dapat
dikumpulkan pada tahap prapenulisan dan dapat pula pada waktu
penulisan berlangsung.
(4) Membuat Kerangka Paragraf
Agar organisasi paragraf dapat ditentukan, sebelumnya kita harus
menyusun kerangka paragraf. Menyusun kerangka paragraf merupakan
satu cara untuk menyusun suatu rangkaian yang jelas dan terstruktur yang
teratur dari paragraf yang akan ditulis. Kerangka paragraf merupakan
suatu rencana kerja yang dapat digunakan sebagi garis besarnya dalam
mengarang.
(5) Mengembangkan Kerangka Paragraf
Langkah selanjutnya setelah menyusun kerangka paragraf adalah
mengembangkan kerangka paragraf menjadi suatu paragraf atau tulisan
yang utuh.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah
menulis paragraf deskripsi adalah menentukan tujuan dari menulis paragraf
29
deskripsi, menentukan tema, mengemukakan ide pokok untuk menggambarkan
suatu objek, dan mengembangkan ide pokok menjadi paragraf deskripsi.
2.2.7 Metode Sugesti-Imajinasi
Metode sugesti-imajinasi adalah metode pembelajaran menulis dengan
cara memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang imajinasi siswa (Petrus
2005: 3).
De Porter dan Hernacki (dalam Abdurrahman 2005: 191) mengatakan
bahwa untuk mengubah kalimat-kalimat yang kering menjadi deskripsi yang
menakjubkan kita harus menggunakan imajinasi “menunjukkan bukan
memberitahukan (show not tell)”.
Penggunaan metode sugesti-imajinasi dapat mengoptimalkan kerja
belahan otak kanan sehingga para siswa dapat mengembangkan imajinasinya
secara leluasa.
Efek positif dari optimalisasi kerja belahan otak kanan adalah rangsangan atau
dorongan bagi kerja belahan otak kiri sehingga pada saat yang bersamaan para
siswa juga dapat mengembangkan logikanya. Keseimbangan kinerja otak kanan
dan kiri ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
memperoleh informasi, pembuatan outline, dan akhirnya menuliskan informasi
tersebut dalam bentuk tulisan atau karangan yang baik.
Metode sugesti-imajinasi menurut Tarigan (1991: 95) merupakan suatu
metode yang melibatkan pengisian/pemuatan bank-bank memori dengan memori-
memori atau ingatan-ingatan yang diinginkan dan yang memberi kemudahan.
30
Dalam hal ini, musik dan lagu digunakan sebagai pencipta sugestif,
stimulus, dan sekaligus menjadi jembatan bagi siswa untuk membayangkan atau
menciptakan gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu. Respons yang
diharapkan muncul dari para siswa berupa kemampuan melihat gambaran-
gambaran kejadian tersebut dengan imajinasi-imajinasi dan logika yang dimiliki
lalu mengungkapkan kembali dengan menggunakan simbol-simbol verbal.
2.2.7.1 Kelebihan dan Kelemahan Penerapan Metode Sugesti-Imajinasi
Penerapan pembelajaran menulis dengan metode sugesti-imajinasi
memiliki kelebihan dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan
keterampilan menulis. Pemilihan lagu yang bersyair puitis membantu para siswa
memperoleh model dalam pembelajaran kosakata. Pengembangan kosakata di sini
mengandung pengertian lebih dari sekadar penambahan kosakata baru, tetapi lebih
pada penempatan konsep-konsep baru dalam tatanan yang lebih baik atau ke
dalam susunan-susunan tambahan (Tarigan 1985: 22).
Pemberian apersepsi tentang keterampilan mikrobahasa yang dilanjutkan
dengan pembelajaran menulis menggunakan metode sugesti-imajinasi dapat
diserap dan dipahami dengan lebih baik oleh para siswa. Situasi emosional yang
terolah membantu keberhasilan komunikasi dan interaksi guru dan siswa.
Sugesti yang diberikan melalui pemutaran lagu dapat merangsang dan
mengkondisikan siswa sedemikian rupa sehingga siswa dapat memberikan
respons spontan yang bersifat positif.
Penggunaan metode sugesti-imajinasi tidak cukup efektif bagi kelompok
siswa dengan tingkat keterampilan menyimak yang rendah. Stimulus yang
31
disampaikan secara lisan menghendaki adanya keterampilan menyimak yang baik.
Dengan demikian, komunikasi yang terjalin bisa diarahkan menuju target yang
hendak dicapai yaitu sugesti untuk membangun imajinasi siswa.
Metode sugesti-imajinasi sulit digunakan bila siswa cenderung pasif.
Metode ini mensyaratkan adanya keaktifan dari pihak siswa. Siswa harus aktif
menerima stimulus dan memberikan respons dalam bentuk simbol-simbol verbal.
2.2.8 Hakikat Media Lagu
Media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk
menyampaikan pesan (message) atau informasi dari suatu sumber (resoursce)
kepada penerimanya (receiver) (Soeparno 1988: 1).
Pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang
kemampuan manusia untuk merasakan sesuatu (mendengar, mencium, melihat,
melihat dan sebagainya). Media ini merupakan peralatan yang digunakan untuk
membantu atau mempermudah proses pembelajaran. Menurut Briggs (dalam
Sadiman, dkk 2003: 6), media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan
pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Menurut Sadiman, dkk (2003: 6) media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi.
Media merupakan sarana untuk mengantarkan informasi kepada siswa.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan untuk
32
merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong
proses belajar pada diri siswa.
Dengan demikian sebenarnya, guru, buku ajar, dan lingkungan sekolah
adalah media. Setiap media adalah sarana untuk menuju suatu tujuan. Di dalam
media terkandung informasi yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
Informasi ini dapat diperoleh dalam buku, rekaman, peta, gambar, film dan
sebagainya.
Lagu adalah salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran
menulis. Di dalam lagu tersebut terdapat tulisan-tulisan yang bermakna. Kata-kata
tersebut diciptakan oleh pengarang dengan tujuan tertentu.
Media lagu merupakan alternatif media pembelajaran bahasa dan sastra
Indonesia. Lagu dapat dieksploitasi untuk membantu peningkatan kemampuan
menulis (Petrus 2005: 4).
Media lagu ini jarang digunakan oleh guru karena guru kurang mengetahui
fungsi lagu. Lagu tidak hanya digunakan untuk menciptakan suasana yang
nyaman tetapi juga memberikan sugesti yang merangsang berkembangnya
imajinasi siswa. Melalui lagu orang dapat berimajinasi dengan ide-ide yang ada
dalam pikirannya.
Penggunaan media bertujuan untuk meningkatkan dan melancarkan
tercapainya hasil belajar siswa. Fungsi media adalah memberikan kesempatan
kepada siswa untuk berlatih secara mandiri di dalam maupun di luar kelas,
meringankan/membantu/melengkapi peranan guru dan untuk memberi motivasi
kepada siswa.
33
Lagu dapat menjadi media yang efektif dalam pembelajaran menulis.
Efektivitas lagu sebagai media dimaksimalkan dengan prinsip link and match
(hubungan dan kesesuaian).
Jadi media lagu merupakan salah satu alternatif media pembelajaran
bahasa dan sastra Indonesia yang dapat dieksploitasi untuk membantu
meningkatkan dan melancarkan tercapainya hasil belajar siswa dalam
pembelajaran menulis.
2.3 Kerangka Berpikir
Prestasi belajar menulis sebagai salah satu kompetensi dasar dalam
pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang perlu ditingkatkan. Untuk itu,
penyajian materi dengan metode yang tepat perlu terus diupayakan, salah satunya
metode tersebut adalah sugesti-imajinasi media lagu. Metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu merupakan salah satu metode yang memanfaatkan lagu
sebagai media pembelajaran. Metode sugesti-imajinasi adalah metode
pembelajaran yang dapat menuntun siswa berekspresi. Hal ini terjadi karena
melalui lagu, pikiran siswa akan terangsang untuk menggambarkan sesuatu yang
terdapat pada imajinasi siswa di dalam lagu tersebut. Penggunaan media dalam
metode ini dimaksudkan agar siswa tersugesti dan berimajinasi dari lagu yang
diputarkan dalam menuliskan gagasan yang ada sebelum kegiatan menulis
paragraf deskripsi.
34
Dengan dasar tersebut diharapkan dengan penerapan metode
sugestiimajinasi dengan media lagu akan dapat menuntun pikiran siswa dalam
menyusun paragraf deskripsi sehingga dapat menghasilkan tulisan yang baik.
Keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2
Blora belum memuaskan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor
itu di antaranya dari siswa itu sendiri maupun dari guru yang kurang kreatif dalam
pemilihan metode pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran. Pemilihan
metode pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran adalah salah satu
faktor yang berpengaruh besar dalam keberhasilan suatu pembelajaran selama ini.
Selama ini pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang dilakukan oleh
guru masih dengan metode ceramah dan pemberian tugas melalui LKS tanpa
adanya penjelasan lengkap dari guru. Oleh karena itu, siswa menjadi kurang
terampil dalam menuangkan ide dan gagasannya. Kurangnya penjelasan, latihan,
bimbingan, pemilihan metode yang tidak tepat dan jarangnya penggunaan media
pembelajaran dari guru mengakibatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran
menulis paragraf deskripsi menjadi kurang maksimal.
Berdasarkan beberapa alasan tersebut maka diadakanlah penelitian ini
sebagai tindakan perbaikan pada pembelajaran sebelumnya. Penelitian ini dapat
tercapai dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Keterampilan menulis
paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora akan mengalami
peningkatan apabila pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi
dilaksanakan melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Salah satu
metode pembelajaran yang memenuhi kebutuhan tersebut adalah metode sugesti-
35
imajinasi. Metode pembelajaran menulis dengan cara memberikan sugesti lewat
lagu untuk merangsang imajinasi siswa (Petrus 2005: 3). Kendala-kendala yang
dihadapi siswa dalam menulis paragraf deskripsi diharapkan dapat teratasi dengan
metode sugesti-imajinasi media lagu dan hasil yang dicapai lebih optimal.
2.4 Hipotesis Tindakan
Hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah terjadi peningkatan
keterampilan menulis paragraf deskripsi dan perubahan tingkah laku pada siswa
kelas XA SMA Negeri 2 Blora setelah mengikuti pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
BAB III
METODE PENELITIAN
Dalam bab ini yang dibahas adalah (1) desain penelitian, (2) subjek penelitian,
(3) variabel penelitian, (4) instrumen penelitian, (5) teknik pengumpulan data, dan (6)
teknik analisis data.
3.1 Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK)
yang merupakan bentuk kajian yang sistematis reflektif, dilakukan oleh pelaku
tindakan (guru), dan dilakukan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran (Depdiknas
2004:7). Penelitian tindakan kelas terdiri atas dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II,
seperti dalam gambar berikut.
Perencanaan Perencanaan Ulang
Refleksi Siklus I Siklus II
Refleksi Tindakan
Tindakan
Pengamatan Pengamatan
Gambar 1 Penelitian Tindakan Kelas
36
37
Tindakan dalam penelitian ini, rencananya akan dilakukan dalam dua siklus.
Siklus I yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi merupakan
awal kegiatan penelitian untuk mengetahui kondisi awal siswa mengenai kemampuan
siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu. Dengan adanya refleksi yang meliputi analisis
dan penilaian pada proses tindakan pada siklus I, akan muncul penilaian baru guna
mengatasi permasalahan tersebut sehingga memerlukan perencanaan ulang, tindakan
ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang pada siklus II.
Siklus I bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis paragraf deskripsi
siswa, kemudian dipakai sebagai refleksi untuk melakukan siklus II. Pada siklus II
bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu setelah dilakukan perbaikan
terhadap proses pembelajaran yang didasarkan pada refleksi siklus I.
3.1.1 Prosedur Tindakan pada Siklus I
Prosedur tindakan pada siklus I terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi,
dan refleksi.
3.1.1.1 Perencanaan
Pada tahap ini peneliti menyiapkan perencanaan yang matang untuk mencapai
pembelajaran yang diinginkan oleh peneliti. Perencanaan ini dilakukan dari awal
sampai akhir penelitian dengan demikian, hasil dari penelitian ini sesuai dengan yang
diharapkan oleh peneliti. Dalam tahap perencanaan ini peneliti mempersiapkan proses
38
pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi media lagu dengan langkah-langkah (1) menyusun rencana pembelajaran
yang berhubungan dengan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu, (2) menyusun instrumen tes dan nontes.
Instrumen yang berupa tes menulis paragraf deskripsi beserta penilaiannya. Instrumen
nontes yaitu lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi
foto, dan (3) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan
teman sejawat tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3.1.1.2 Tindakan
Tindakan yang akan dilakukan harus sesuai dengan perencanaan. Pada tahap ini
guru melakukan tindakan dalam proses pembelajaran. Tindakan yang dilakukan dalam
tahap ini terdiri atas pendahuluan, inti, dan penutup.
(1) Pendahuluan
Pada tahap pendahuluan, peneliti mengkondisikan siswa agar siap untuk
mengikuti pembelajaran keterampilan menulis dengan menanyakan keadaan siswa,
memilih dan menyiapkan kondisi media lagu yang akan digunakan dalam
pembelajaran, dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum yaitu keterampilan
menulis paragraf deskripsi.
(2) Inti
Pada tahap inti peneliti menjelaskan tentang menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dan menyajikan contoh paragraf
39
deskripsi. Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok. Siswa diminta untuk
mendiskusikan contoh paragraf deskripsi yang ditampilkan di LCD. Kemudian, siswa
diminta untuk mendiskusikan karakteristik paragraf deskripsi dan topik-topik yang
dapat dijadikan paragraf deskripsi, yang kemudian dipresentasikan di depan kelas.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan individu yaitu kegiatan yang terdapat dalam
proses sugesti-imajinasi. Guru membagikan teks lagu yang diputarkan untuk
membantu siswa dalam menyimak lagu. Siswa diminta menyimak lagu. Selama
kegiatan menyimak berlangsung siswa diminta untuk berimajinasi dan menuliskan
gagasan yang muncul ketika lagu tersebut diputarkan. Siswa diminta untuk menulis
paragraf deskripsi sesuai tema lagu dan tema pembelajaran hari itu. Hasil tersebut
dijadikan sebagai data dari hasil menulis paragraf deskripsi secara individu.
(3) Penutup
Pada tahap penutup, peneliti bersama siswa melaksanakan refleksi terhadap
pembelajaran yang telah berlangsung. Peneliti membagikan lembar jurnal kepada
siswa untuk diisi mengenai tanggapan, kesan, dan saran siswa terhadap pembelajaran
keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Pada akhir pembelajaran peneliti bersama siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari hari itu.
3.1.1.3 Observasi atau Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti, teman sejawat, dan guru mata pelajaran
bahasa dan sastra Indonesia selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat
40
dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara, atau menggunakan jurnal.
Peneliti mencatat siswa yang aktif, yang meremehkan pembelajaran, yang kurang
memperhatikan, yang bercakap-cakap sendiri dan lain-lain dalam proses
pembelajaran menulis. Tahap ini sangat penting dan membutuhkan pengamatan yang
teliti dan sabar demi memberikan masukan pada perbaikan siklus selanjutnya.
3.1.1.4 Refleksi
Pada tahap refleksi ini peneliti akan melihat hasil dari tahap tindakan dan
pengamatan pada siklus I. Dari hasil tersebut jika masih banyak siswa yang bersikap
negatif terhadap proses pembelajaran atau kekurangan seperti yang dijelaskan dalam
hasil observasi, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk tindakan pada
siklus II. Hasil yang positif dalam siklus I akan dipertahankan pada siklus II. Dari
faktor sikap siswa dalam kegiatan menulis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
proses pembelajaran pada siklus II misalnya, sikap siswa yang meremehkan kegiatan
menulis. Dari hasil evaluasi yang dapat dijadikan refleksi adalah pengungkapan
kelebihan dan kekurangan metode dan media yang digunakan guru dalam proses
pembelajaran, (2) pengungkapan hasil pengamatan peneliti, (3) pengungkapan
tindakan yang telah dilakukan oleh siswa, dan (4) pengungkapan tindakan-tindakan
yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Apabila pada siklus I
ditemukan kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh
siswa dan peneliti dalam kegiatan pembelajaran menulis paragraf deskripsi, pada
siklus II akan ditindak lanjuti dan dilakukan dengan tindakan untuk memperbaiki.
41
3.1.2 Prosedur Tindakan pada Siklus II
Setelah melakukan evaluasi pada siklus I, peneliti mengambil strategi pada
siklus II sebagai berikut.
3.1.2.1 Perencanaan
Perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II merupakan
penyempurnaan dari perencanaan siklus I. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
tahap perencanaan siklus II adalah (1) menyusun perbaikan rencana pembelajaran
keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu, dan (2) menyusun perbaikan instrumen yang berupa data nontes, yaitu
lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi foto. Instrumen
yang berupa tes yaitu perintah menulis paragraf deskripsi beserta kriteria
penilaiannya, dan (3) dalam berkolaborasi peneliti lebih sering berdiskusi dengan
guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan teman sejawat.
3.1.2.2 Tindakan
Tindakan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah tindakan yang
merupakan perbaikan dari siklus I, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan
perilaku-perilaku yang menjadi penghambat kegiatan menulis paragraf deskripsi,
memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh siswa pada pembelajaran siklus I,
dan peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II. Tindakan
yang dilakukan dalam tahap ini terdiri atas pendahuluan, inti, dan penutup.
42
(1) Pendahuluan
Pada tahap pendahuluan, peneliti menanyakan keadaan siswa, mengondisikan
siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran keterampilan menulis dengan
menanyakan kembali materi yang telah diberikan peneliti pada pertemuan yang lalu.
Peneliti meminta siswa untuk lebih konsentrasi dalam kegiatan menulis. Peneliti
memotivasi siswa agar dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf deskripsi.
(2) Inti
Pada tahap inti siklus II, peneliti hanya melakukan perbaikan kegiatan pada
siklus I seperti: menjelaskan kembali materi menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, menyajikan contoh paragraf deskripsi
yang lebih baik, siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan
melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu. Setelah itu, siswa diminta
untuk menulis paragraf deskripsi berdasarkan tema lagu. Siswa mempresentasikan
hasil diskusi kelompok di depan kelas kemudian ditanggapi kelompok lain. Hasil
diskusi kelompok dijadikan sebagai data dari hasil menulis. Kegiatan selanjutnya
adalah kegiatan kelompok. Siswa melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media
lagu yaitu siswa melakukan proses menyimak lagu, selama kegiatan menyimak lagu
siswa berimajinasi, mencari gagasan, dan mencatat gagasan yang muncul. Kemudian
siswa melakukan pengelompokan gagasan untuk membuat kerangka paragraf. Siswa
diminta untuk menyusun paragraf deskripsi berdasarkan tema lagu dan tema
pembelajaran hari itu.
43
(3) Penutup
Pada tahap ini peneliti bersama siswa mengadakan refleksi terhadap
pembelajaran yang berlangsung dan membuat simpulan terhadap pembelajaran
keterampilan menulis paragraf deskripsi. Siswa diminta untuk mengisi lembar jurnal
yang telah dipersiapkan oleh peneliti, yang berisi mengenai tanggapan, kesan, dan
saran terhadap pembelajaran hari itu.
3.1.2.3 Observasi atau Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah mengamati
perubahan tindakan dan sikap siswa pada proses pembelajaran berlangsung dengan
membuat catatan penting yang dapat digunakan sebagai data. Pengamatan dilakukan
terhadap siswa yang daya menyimaknya rendah karena dapat berpengaruh dalam
pengungkapan gagasan dalam menulis paragraf deskripsi dan siswa yang daya
menyimak dan menulis paragraf deskripsi tinggi pada siklus I, yaitu pengamatan
melalui observasi langsung, wawancara langsung dengan siswa tersebut serta melalui
jurnal guru dan siswa dengan tujuan agar kelemahan atau hambatan yang terjadi pada
siklus I tidak terjadi lagi pada siklus II.
Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan secara
langsung terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus
II. Wawancara dilakukan terhadap siswa yang memiliki daya menyimak dan menulis
paragraf deskripsi yang rendah, siswa yang memiliki daya menyimak dan menulis
paragraf deskripsi yang sedang dan siswa yang memiliki daya menyimak dan menulis
44
paragraf deskripsi tinggi. Pertanyaan dalam wawancara ini sudah dipersiapkan oleh
peneliti mengenai sebab-sebab lemahnya siswa dalam kegiatan menulis paragraf
deskripsi. Pengamatan melalui jurnal bertujuan untuk refleksi bagi peneliti sehingga
dapat digunakan untuk menerapkan metode sugesti-imajinasi pada pembelajaran
menulis paragraf deskripsi dengan media lagu. Dan dengan jurnal dapat diketahui
tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu yang diberikan oleh peneliti selama proses
pembelajaran.
3.1.2.4 Refleksi
Refleksi pada siklus II ini dimaksudkan untuk membuat simpulan dari
pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap yang terjadi selama pembelajaran pada
siklus II. Pada bagian ini peneliti diharapkan dapat mengetahui jawaban tentang
peningkatan dan perubahan tingkah laku siswa terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
3.2 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Blora. Peneliti memilih subjek penelitian keterampilan siswa dalam menulis
paragraf deskripsi melalui penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu
karena menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dari empat
45
keterampilan yang ada. Oleh karena itu, peneliti memilih materi menulis paragraf
deskripsi sebagai satu cara untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis
yang sesuai dengan kompetensi dasar pada kurikulum 2004 kelas X. Dipilihnya
metode sugesti-imajinasi media lagu dimaksudkan sebagai alternatif untuk
mendorong siswa agar lebih mudah dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam
bentuk tulisan.
Kelas X di SMA Negeri 2 Blora terbagi menjadi 7 kelas, yaitu kelas XA,
kelas XB, kelas XC, kelas XD, kelas XE, kelas XF, dan kelas XG. dari 7 kelas
tersebut, peneliti mengambil subjek penelitian pada siswa kelas XA yang terdiri atas
40 siswa, yaitu 18 siswa putri dan 22 siswa putra. Peneliti memilih keterampilan
menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora sebagai subjek
penelitian karena (1) berdasarkan observasi langsung ke SMA tersebut dan
wawancara langsung dengan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan
siswa menunjukkan bahwa kelas XA memiliki rata-rata nilai yang rendah dalam
pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi yang rendah dan keterampilan
menyimak yang tinggi dibandingkan dengan kelas X yang lain sehingga kelas ini
digunakan sebagai subjek penelitian, (2) siswa kurang antusias dalam mengikuti
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya pembelajaran menulis, (3)
penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang membutuhkan siswa dalam
praktik penelitian.
46
Permasalahan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA SMA Negeri 2
Blora perlu segera diatasi dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal
pemilihan metode dan media pembelajaran sehingga siswa mampu mengembangkan
keterampilan menulis khususnya menulis paragraf deskripsi.
3.3 Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
3.3.1 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi
Variabel keterampilan menulis paragraf deskripsi merupakan merupakan
keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dalam menulis paragraf deskripsi.
Keterampilan menulis paragraf deskripsi yang dilakukan oleh siswa siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora dapat diperoleh dari hasil siswa ketika siswa melaksanakan
tugas yang diberikan oleh peneliti yaitu menulis paragraf deskripsi. Target tingkat
keberhasilan dari setiap siswa ditetapkan jika siswa mampu menyusun paragraf
deskripsi dengan baik. Peningkatan ini dibandingkan antara hasil menulis siklus I dan
siklus II. Target keberhasilan nilai rata-rata kelas pada proses pembelajaran tiap
siklus adalah nilai 65.
3.3.2 Variabel Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu
Variabel metode sugesti-imajinasi dengan media lagu merupakan sebuah
metode pembelajaran dengan cara memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang
47
imajinasi siswa. Di dalam kegiatan ini guru harus benar-benar memahami dan
menciptakan prinsip yang terkandung dalam metode sugesti-imajinasi. Guru harus
ahli dalam memilih lagu yang sesuai dan diminati oleh siswa. Lagu disini sebagai
penjembatan stimulus siswa agar dapat tersugesti dari lagu yang diputarkan.
3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan instrumen tes
dan nontes. Instrumen tes berisi perintah menyusun paragraf deskripsi. Instrumen nontes
yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara, jurnal, dan
dokumentasi foto.
3.4.1 Instrumen Tes
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menulis paragraf deskripsi
yang berbentuk esai. Guru menggunakan bentuk esai agar siswa dapat menyusun
paragraf deskripsi dengan bahasa mereka sendiri.
Tes ini digunakan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam
mendeskripsikan objek yang ditulis dalam paragraf deskripsi, keterampilan menyusun
organisasi isi paragraf deskripsi, keterampilan menggunakan bahasa dan EYD.
Ada sepuluh aspek pokok yang dijadikan kriteria penilaian, yaitu keterlibatan
aspek pancaindra, imajinasi, kesan hidup, menunjukkan objek yang ditulis,
kesesuaian isi dengan judul, kohesi dan koherensi, memusatkan uraian pada objek
yang ditulis, pemilihan kata, ejaan dan tanda baca, dan kerapian tulisan.
48
Tabel 1 Skor Penilaian
No. Aspek penilaian Skor Maksimal
A. Pendeskripsian
1. Keterlibatan aspek pancaindra 15
2. Imajinasi 20
3. Kesan hidup 15
4. Menunjukkan objek yang ditulis 15
B. Organisasi Isi
1. Kesesuaian judul dengan isi 4
2. Kohesi dan koherensi 4
3. Memusatkan uraian pada objek yang 15
ditulis
C. Penggunaan Bahasa dan EYD
1. Pemilihan kata 4
2. Ejaan dan tanda baca 4
3. Kerapian tulisan 4
Jumlah 100
Aspek-aspek yang dinilai dengan rentangan skor dan kategori penilaian dapat
dilihat pada tabel 2 berikut.
Tabel 2 Kriteria Penilaian Paragraf Deskripsi
No. Aspek Penilaian Rentangan Skor Kategori
A. Pendeskripsian
1. Keterlibatan aspek pancaindra
a. melibatkan semua indra 15 Sangat baik
b. melibatkan dua indra 10 Baik
c. melibatkan satu indra 5 Cukup
49
d. tidak melibatkan indra 0 Kurang
2. Imajinasi
a. kualitas pengolahan idenya 16-20 Sangat baik
sangat baik.
b. kualitas pengolahan idenya 11-15 Baik
baik
c. kualitas pengolahan idenya 6-10 Cukup
cukup
d. kualitas pengolahan idenya 0-5 Kurang
kurang
3. Kesan hidup
a. melukiskan objek tulisan secara 12-15 Sangat baik
nyata, kesan hidup objek
tulisan benar-benar terasa
b. melukiskan objek kurang 8-11 Baik
sempurna, kesan hidup objek
tulisan cukup terasa
c. melukiskan objek tidak secara 4-7 Cukup
keseluruhan, kesan hidup objek
tulisan kurang terasa
d. melukiskan objek tulisan tidak 0-3 Kurang
secara lugas, kesan hidup objek
tulisan tidak terasa
4. Menunjukkan objek yang ditulis
a. menunjukkan objek secara 12-15 Sangat baik
keseluruhan
50
b. menunjukkan letak, situasi, dan 8-11 Baik
kondisi objek
c. menunjukkan letak dan situasi 4-7 Cukup
objek
d. menunjukkan letak objek 0-3 Kurang
B. Organisasi isi
1. Kesesuaian judul dengan isi
a. sesuai 4 Sangat baik
b. cukup sesuai 3 Baik
c. kurang sesuai 2 Cukup
d. tidak sesuai 1 Kurang
2. Kohesi dan koherensi
a. jelas 4 Sangat baik
b. cukup jelas 3 Baik
c. kurang jelas 2 Cukup
d. tidak jelas 1 Kurang
3. Memusatkan uraian pada objek
yang ditulis
a. uraian terpusat pada objek yang 12-15 Sangat baik
ditulis
b. sedikit melibatkan objek yang 8-11 Baik
lain
c. setengah tulisan melibatkan 4-7 Cukup
objek yang lain
d. uraian terpusat pada objek yang 0-3 Kurang
lain
51
C. Penggunaan Bahasa dan EYD
1. Pemilihan kata
a. sesuai 4 Sangat baik
b. cukup sesuai 3 Baik
c. kurang sesuai 2 Cukup
d. tidak sesuai 1 Kurang
2. Ejaan dan tanda baca
a. sangat sempurna 4 Sangat baik
b. sedikit kesalahan 3 Baik
c. banyak kesalahan 2 Cukup
d. salah semua 1 Kurang
3. Kerapian tulisan
a. jelas terbaca dan bersih 4 Sangat baik
b. terbaca dan cukup bersih 3 Baik
c. terbaca dan tidak bersih 2 Cukup
d. tidak terbaca dan tidak bersih 1 Kurang
Keterangan pedoman penilaian paragraf deskripsi sebagai berikut.
A. Pendeskripsian
3.4.1.1 Keterlibatan aspek pancaindra, kriteria penilaiannya sebagai berikut:
a. melibatkan semua aspek pancaindra: melibatkan indra penglihatan,
pendengaran, dan perasaan;
b. melibatkan 2 indra: melibatkan indra penglihatan dan perasaan;
c. melibatkan 1 indra: melibatkan indra penglihatan;
d. tidak melibatkan indra: tidak melibatkan indra dalam tulisan.
52
3.4.1.2 Imajinasi, kriteria penilaiannya adalah sebagai berikut:
a. kualitas pengolahan idenya sangat baik: dapat mengolah ide dengan sangat
baik sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan hal-
hal yang ditulis;
b. kualitas pengolahan idenya baik: dapat mengolah ide dengan baik sehingga
pembaca seolah-olah melihat dan merasakan hal-hal yang ditulis;
c. kualitas pengolahan idenya cukup baik hanya membuat pembaca seolah-olah
melihat hal yang ditulis;
d. kualitas pengolahan idenya kurang: pengolahan idenya kurang hanya
menceritakan objek tetapi tidak menunjukkan.
3.4.1.3 Kesan hidup, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:
a. melukiskan objek tulisan secara nyata: melukiskan objek sesuai dengan
keadaannya sehingga kesan hidup itu benar-benar terasa;
b. melukiskan objek kurang sempurna: melukiskan keadaan objek kurang
sempurna sehingga kesan hidup objek tulisan cukup terasa;
c. melukiskan objek tidak secara keseluruhan: melukiskan sebagian keadaan
objek sehingga kesan hidup objek tulisan kurang terasa;
d. melukiskan objek tulisan secara lugas: hanya menceritakan objek tanpa
dilukiskan sehingga kesan hidup tidak terasa.
3.4.1.4 Menunjukkan objek yang ditulis, memiliki kriteria penilaian sebagai
berikut:
53
a. menunjukkan objek secara keseluruhan: menunjukkan letak, kondisi, dan
kebersihan objek
b. menunjukkan sebagian objek: menunjukkan letak dan kondisi objek
c. menunjukkan letak dan kebersihan objek: hanya menunjukkan letak dan
kebersihan objek
d. menunjukkan letak objek: hanya menunjukkan letak objek
B. Organisasi isi
3.4.1.5 Kesesuaian judul dengan isi, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:
a. sesuai: isi paragraf sesuai dengan judul
b. cukup sesuai: isi paragraf dengan judul tidak jauh menyimpang
c. kurang sesuai: isi paragraf dan judul kurang sesuai
d. tidak sesuai: isi paragraf dan judul tidak sesuai
3.4.1.6 Kohesi dan koherensi, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:
a. jelas: keterpaduan antarkalimat dalam paragraf jelas.
b. cukup jelas: keterpaduan isi antarkalimat cukup jelas
c. kurang jelas: keterpaduan isi antarkalimat kurang jelas
d. tidak jelas: keterpaduan isi antarkalimat tidak jelas
3.4.1.7 Memusatkan uraian pada objek yang ditulis, memiliki kriteria penilaian
sebagai berikut:
a. uraian terpusat pada objek yang ditulis: memusatkan uraian pada hal-hal yang
berhubungan dengan objek tulisan;
54
b. sedikit melibatkan objek: sedikit melibatkan objek yang tidak berkaitan
dengan objek yang ditulis;
c. setengah tulisan melibatkan objek yang lain: dalam tulisan melibatkan objek
lain yang tidak berhubungan dengan objek tulisan;
d. uraian terpusat pada objek yang lain: uraian terpusat pada hal-hal yang tidak
berhubungan dengan objek tulisan.
C. Penggunaan Bahasa dan EYD
3.4.1.8 Pemilihan kata, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:
a. sesuai: pilihan kata sesuai dengan situasi yang diceritakan;
b. cukup sesuai: pilihan kata cukup sesuai dengan situasi yang diceritakan;
c. kurang sesuai: pilihan kata kurang sesuai dengan situasi yang diceritakan;
d. tidak sesuai: pilihan kata tidak sesuai dengan situasi yang diceritakan.
3.4.1.9 Ejaaan dan tanda baca, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:
a. sangat sempurna: jumlah kesalahan antara 1 sampai 5;
b. sedikit kesalahan: jumlah kesalahan 6 sampai 10;
c. banyak kesalahan: jumlah kesalahan 11 sampai 15;
d. salah semua: semua pengguanaan ejaan dan tanda baca salah.
3.4.1.10 Kerapian tulisan, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:
a. jelas terbaca dan bersih: tulisan jelas dan tidak ada coretan;
b. terbaca dan cukup bersih: tulisan terbaca dan ada coretan 1-3;
c. terbaca dan tidak bersih: tulisan terbaca dan ada coretan 4-6;
55
d. tidak terbaca dan tidak bersih: tulisan sulit dibaca dan ada coretan lebih dari 6.
Dari pedoman penilaian di atas, guru dapat mengetahui kemampuan siswa
dalam menulis paragraf deskripsi berhasil mencapai kategori sangat baik, baik, cukup
dan kurang.
Tabel 3 Penilaian Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi
No. Kategori Skor
1. Sangat baik 85-100
2. Baik 70-84
3. Cukup 55-69
4. Kurang 0-54
3.4.2 Instrumen Nontes
Instrumen nontes yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi,
jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto.
3.4.2.1 Pedoman Observasi
Pedoman observasi ini digunakan untuk mengamati perilaku siswa pada saat
proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti imajinasi
dengan media lagu berlangsung. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, misalnya
perhatian siswa terhadap materi yang diberikan oleh peneliti, sikap dan aktivitas
siswa dalam kegiatan menyimak lagu dan menulis paragraf deskripsi, sikap positif
dan negatif terhadap pembelajaran keterampilan menulis, dan tanggapan siswa
terhadap proses sugesti-imajinasi dalam kegiatan menulis paragraf deskripsi.
56
3.4.2.2 Pedoman Jurnal
Jurnal digunakan dalam rangka untuk mendapatkan data kualitatif, yaitu
berupa jurnal peneliti atau guru dan jurnal siswa yang diperoleh pada akhir
pembelajaran. Jurnal peneliti atau guru berisi catatan mengenai kegiatan
pembelajaran, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis gagasan
paragraf deskripsi, perilaku siswa selama kegiatan menyimak lagu, pemahaman siswa
dalam kegiatan menulis paragraf deskripsi. Jurnal siswa berisi tentang (1) perasaan
siswa selama mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (2) penjelasan guru
terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu; (3) ketertarikan siswa terhadap pelaksanaan
proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf deskripsi, (4) sulit tidaknya
siswa melakukan proses imajinasi; (5) proses sugesti-imajinasi yang paling mudah
dilakukan oleh siswa; (6) proses sugesti-imajinasi yang paling sulit dilakukan oleh
siswa; (7) perasaan siswa setelah melakukan proses sugesti-imajinasi; (8) pesan,
kesan, dan saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Jurnal tersebut dibuat setiap akhir
pembelajaran dan ditulis dalam selembar kertas siswa tinggal mengisinya.
3.4.2.3 Wawancara
Pedoman ini digunakan untuk mendapatkan data kualitatif. Pedoman
wawancara dibuat oleh peneliti dan ditujukan kepada siswa yang berkaitan dengan
variabel penelitian yaitu proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
57
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Wawancara ini tidak dilakukan terhadap
semua siswa tetapi terhadap siswa yang mendapat nilai baik, nilai sedang dan nilai
yang tidak baik. Hal-hal yang diungkapkan dalam wawancara adalah (1) Apakah
siswa tertarik dan senang terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu; (2) Bagaimanakah penjelasan guru
mengenai proses sugesti-imajinasi; (3) apakah siswa tertarik terhadap proses
sugestiimajinasi; (4) apakah siswa merasa kesulitan ketika melakukan proses
sugestiimajinasi; (5) proses sugesti-imajinasi apa yang yang menurut siswa paling
mudah dan paling sulit dilakukan; (6) bagaimana perasaan siswa setelah melakukan
proses sugesti-imajinasi; (7) saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
3.4.2.4 Dokumentasi
Dokumentasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini
berupa dokumentasi foto. Pengambilan data dengan dokumen foto ini digunakan
untuk memperoleh gambaran secara visual tentang pembelajaran yang dilakukan.
Penggunaan dokumentasi melalui pertimbangan bahwa suatu penelitian memerlukan
bukti nyata selain data, agar penelitian tersebut menjadi sebuah penelitan yang akurat.
Dokumentasi juga memiliki fungsi untuk menjelaskan keruntutan sebuah
proses penelitian dari awal sampai akhir, sehingga penelitian tersebut bisa
dipertanggungjawabkan. Dokumentasi kegiatan berisi sejumlah foto aktivitas
58
pembelajaran siswa dari awal sampai akhir. Yang didokumentasikan dalam
penelitian ini adalah saat guru memberikan apersepsi pembelajaran, diskusi
kelompok, siswa membacakan hasil diskusi kelompok, kegiatan dalam proses sugesti
imajinasi dengan media lagu seperti, menyimak lagu dan siswa praktik menulis
paragraf deskripsi. Dalam pengambilan gambar (foto) untuk penelitian ini, peneliti
dibantu oleh seorang teman dengan kondisi siswa maupun peneliti dengan sewajarnya
tidak dibuat-buat, sehinggga pengambilan gambar (foto) dapat terlaksana dengan
baik.
3.5 Tenik Pengumpulan Data
Teknik yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah tes dan nontes untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti imajinasi dengan media lagu.
3.5.1 Teknik Tes
Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes. Tes dilakukan
sebanyak dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II dengan tujuan untuk mengukur
keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Pada hasil tes siklus I dianalisis, dari hasil analisis akan diketahui
kelemahan siswa dalam menulis paragraf deskripsi, yang selanjutnya sebagai dasar
untuk menghadapi tes pada siklus II, yang pada akhirnya setelah dianalisis hasil tes
59
siklus II dapat diketahui peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu siswa.
3.5.2 Teknik Nontes
Teknik nontes dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, jurnal, dan
dokumentasi.
3.5.2.1 Teknik Observasi
Teknik observasi dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran berlangsung
dengan membuat catatan khusus mengenai perilaku siswa dalam kegiatan menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi media lagu. Observasi
dipergunakan untuk memperoleh data tentang perilaku siswa selama pembelajaran
berlangsung pada siklus I dan siklus II. Peneliti sebelumnya mempersiapkan lembar
observasi untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan data. Observasi atau
pengamatan dilakukan oleh peneliti, dibantu oleh guru mata pelajaran dan teman
sejawat. Dalam observasi ini ketiga orang ini mengamati perilaku siswa selama
pembelajaran berlangsung dengan mencatat semua kejadian-kejadian selama
pembelajaran berlangsung. Proses observasi dan pengamatan segera mungkin
direkam dalam benak peneliti dengan teliti dengan membuat catatan-catatan khusus
mengenai perilaku-perilaku yang terjadi selama pembelajaran berlangsung atau
dengan memberikan tanda cek pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh
peneliti.
60
3.5.2.2 Teknik Jurnal
Teknik jurnal dalam penelitian ini ada dua, yaitu jurnal siswa dan jurnal guru.
Untuk jurnal siswa, siswa diminta untuk memberi tanggapan, kesan, kritikan terhadap
pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti
imajinasi dengan media lagu, yaitu cara peneliti menyampaikan materi, tema lagu
yang dipilih, metode dan media yang digunakan. Dengan demikian akan terungkap
kekurangan dan kelebihan pembelajaran yang telah berlangsung. Hal ini sangat
dibutuhkan peneliti untuk mengevaluasi dan merefleksi. Jurnal siswa ini diberikan
pada siswa setelah pembelajaran siklus I berakhir. Jurnal guru berisi catatan-catatan
mengenai perilaku siswa, respon siswa, keaktifan siswa pada saat pembelajaran
keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu berlangsung.
3.5.2.3 Teknik Wawancara
Teknik wawancara dipergunakan untuk memperoleh data secara langsung
tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Data yang diambil mengenai
kesan, pesan, dan pendapat siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terhadap siswa yang mempunyai nilai
rendah, sedang, dan siswa yang memiliki nilai tinggi dengan menggunakan lembar
wawancara yang sudah dipersiapkan peneliti. Dalam melakukan wawancara, peneliti
membawa walkman. Walkman tersebut digunakan untuk merekam pada waktu
61
wawancara berlangsung. Proses wawancara dilakukan setelah hasil tes pembelajaran
siklus I diketahui, jika masih terdapat hambatan atau kekurangan pada kegiatan
menulis maka kekurangan ini akan diperbaiki pada pembelajaran siklus II.
3.5.2.4 Teknik Dokumentasi
Teknik dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data
nontes yang berupa gambar (foto) yang diambil peneliti pada proses pembelajaran
siklus I maupun siklus II berlangsung. Yang perlu dijadikan dokumentasi dalam
penelitian ini yaitu pada kegiatan apersepsi, diskusi kelompok, inti kegiatan yaitu
proses sugesti imajinasi dengan media lagu seperti, menyimak lagu, imajinasi dan
menulis paragraf deskripsi yang diberikan oleh peneliti, dan kegiatan-kegiatan yang
dianggap perlu untuk dijadikan sebagai data. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti
bahwa penelitian peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu benar-benar dan nyata dilakukan oleh
peneliti.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kuantitatif dan
kualitatif.
62
3.6.1 Teknik Kuantitatif
Teknik kuantitatif ini dipakai untuk menganalisis data kuantitatif. Data
kuantitatif tersebut diperoleh dari hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I
dan siklus II.
Analisis data tes secara kuantitatif dihitung dengan cara persentase melalui
langkah-langkah: (1) merekap nilai yang diperoleh siswa, (2) menghitung nilai
kumulatif, (3) menghitung nilai rata-rata, dan (4) menghitung persentase.
Rumus nilai persentasenya adalah NP = x 100
Keterangan:
NP : Nilai Persentase
∑ Nilai Total : Jumlah nilai keseluruhan yang diperoleh siswa
∑ Nilai Maksimal : Jumlah nilai total maksimal
Hasil perhitungan persentase menulis paragraf deskripsi siswa dari hasil tes
siklus I dan siklus II dibandingkan. Hasil dari perbandingan tersebut akan diketahui
persentase mengenai peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
3.6.2 Teknik Kualitatif
Teknik kualitatif untuk memberi gambaran perubahan perilaku siswa dalam
pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
63
imajinasi dengan media lagu dan mengacu pada data nontes yang ada yaitu berupa
observasi, wawancara, jurnal dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II dibandingkan dengan cara
melihat hasil tes dan nontes, sehingga akan dapat diketahui adanya perubahan
perilaku siswa dan peningkatan pembelajaran keterampilan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
BAB 1V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4. 1 Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang diuraikan pada bagian ini meliputi hasil tes dan
nontes, baik siklus I maupun siklus II. Hasil tes berupa penilaian hasil menulis
paragraf deskripsi, sedangkan hasil nontes berupa hasil lembar observasi, jurnal,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang berupa tes diuraikan dalam
bentuk data kuantitatif, sedangkan hasil penelitian nontes diuraikan dalam bentuk
deskriptif data kualitatif.
4.1.1 Hasil Prasiklus
Sebelum melakukan tindakan siklus I dan siklus II, peneliti melakukan
observasi dan wawancara dengan guru bahasa dan sastra Indonesia untuk
mengetahui nilai rata-rata tes menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan oleh
guru. Nilai tersebut digunakan sebagai nilai awal untuk membandingkan dan
menentukan standar ketuntasan pada siklus I dan siklus II. Berikut ini hasil tes
menulis paragraf deskripsi prasiklus.
Tabel 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Prasiklus
No. Kategori Nilai F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 85-100 0 0 0% = x 100
baik
2. Baik 70-84 5 358 12,5% =
3. Cukup 55-69 35 2126 87,5%
4. Kurang 0-54 0 0 0% = 62, 1 (cukup baik)
Jumlah 40 2484 100%
64
65
Berdasarkan tabel 4 tersebut dapat diketahui bahwa hasil rata-rata tes
menulis paragraf deskripsi pada prasiklus mencapai 62,1. Hasil tersebut belum
menunjukkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan
siklus I sebagai perbaikan hasil tes menulis paragraf deskripsi. Rata-rata nilai pada
prasiklus ini digunakan untuk menentukan standar ketuntasan nilai tes menulis
paragraf deskripsi pada siklus I dan II. Berikut ini diagram pie hasil tes
keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siklus I siswa kelas XA.
Gambar 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi
Prasiklus
Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa antara 85-100
atau berkategori sangat baik belum ada yang mencapainya. Nilai antara 70-84 atau
berkategori baik dicapai oleh 12,5% dari jumlah siswa. Sebanyak 87,5% siswa
mencapai nilai antara 55-69 dengan kategori baik. Untuk rentang nilai 0-54 atau
berkategori kurang baik, siswa tidak ada yang mencapainya.
Dengan demikian, keterampilan menulis paragraf deskripsi perlu
ditingkatkan lagi, karena pada hasil yang dicapai pada pembelajaran yang telah
dilakukan guru atau prasiklus masih belum memuaskan. Perlu sekali adanya
66
perbaikan, agar siswa mampu menulis paragraf deskripsi. Untuk itu, harus ada
perbaikan tindakan yang akan dilakukan peneliti pada siklus I.
4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I
Siklus I ini merupakan tindakan awal penelitian menulis paragraf deskripsi
menggunakan metode sugesti-imajinasi melalui media lagu “Yogyakarta”. Siklus
I ini sebagai upaya untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menulis paragraf
deskripsi. Adapun pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf deskripsi siklus I
terdiri atas tes dan nontes. Hasil tes pada siklus I adalah hasil tes keterampilan
menulis paragraf deskripsi dan hasil nontes yang terdiri atas hasil observasi,
jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil kedua data tersebut diuraikan
secara rinci sebagai berikut.
4.1.2.1 Hasil Tes
Pelaksanaan siklus I dilakukan selama tiga jam pelajaran. Sebelum
melaksanakan pembelajaran, peneliti melakukan apersepsi dan menjelaskan
tujuan pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada hari itu. Dilanjutkan dengan
memberikan contoh paragraf deskripsi baik melalui LCD maupun membagikan
secara langsung kepada siswa. Guru memberikan sedikit penjelasan mengenai
materi menulis paragraf deskripsi. Setelah itu, siswa secara berkelompok
mendiskusikan beberapa contoh yang disajikan untuk menemukan ciri-ciri,
pengertian paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi
paragraf deskripsi. Secara berkelompok siswa menyampaikan hasil diskusi untuk
ditanggapi kelompok lain.
67
Langkah selanjutnya, Pada siklus I siswa menyimak lagu “Yogyakarta”
yang diputar melalui LCD (Liquid Compact Disk), peneliti membagikan teks lagu
untuk dipahami siswa. Peneliti memutarkan lagu Yogyakarta beserta foto melalui
LCD kepada siswa. Siswa disuruh menyimak lagu yang diputarkan sambil melihat
tampilan gambar pada LCD. Kegiatan selanjutnya, siswa diminta berimajinasi,
mencari gagasan, menulis gagasan dan mengelompokkan gagasan dengan diiringi
lagu “Yogyakarta”. Siswa diminta untuk membuat paragraf deskripsi sesuai tema
pembelajaran hari itu yaitu “Pariwisata di Yogyakarta” dan tema lagu. Pada
kegiatan menulis paragraf deskripsi tersebut, diiringi pemutaran lagu
“Yogyakarta”. Hasil tes menulis paragraf deskripsi siklus I adalah sebagai berikut.
Tabel 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I
No. Kategori Nilai F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 85-100 0 0 0% = x 100
Baik
2. Baik 70-84 11 818 27,5% =
3. Cukup 55-69 29 1790 72,5% = 65, 2 (cukup baik)
4. Kurang 0-54 0 0 0%
Jumlah 40 2608 100%
Data pada tabel 5 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menulis
paragraf deskripsi siswa kelas XA secara klasikal mencapai nilai rata-rata 65,2
atau berkategori cukup baik. Terdapat 11 siswa atau 27,5% yang berhasil meraih
predikat baik dengan nilai tertinggi 82. Selanjutnya 29 siswa atau 72,5%
memperoleh nilai cukup baik. Kategori sangat baik dan kurang baik tidak ada
yang mencapainya. Nilai terendah pada siklus I adalah 56 yang dicapai oleh
seorang siswa.
68
Masih minimnya nilai tes keterampilan menulis paragraf deskripsi pada
siklus I ini, kemungkinan disebabkan siswa kurang berlatih dan media lagu belum
pernah digunakan sehingga bagi siswa sebagai suatu proses awal penggunaan
media untuk menyesuaikan diri dalam pembelajaran.
Nilai tes siklus ini, merupakan penjumlahan skor dari sepuluh aspek
penilaian menulis paragraf deskripsi, meliputi : (1) keterlibatan aspek pancaindra;
(2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis; (5) kesesuaian
judul dengan isi; (6) kohesi dan koherensi; (7) memusatkan uraian pada objek
yang ditulis; (8) pemilihan kata; (9) ejaan dan tanda baca; (10) kerapian tulisan.
Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan
melalui siklus I pada siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora mencapai hasil yang
baik. Berikut ini tabel dan penjelasan hasil tes menulis paragraf deskripsi pada
tiap aspek penilaian siswa kelas XA.
Tabel 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek
Penilaian Siklus I
No. Aspek penilaian Nilai Rata-
Rata Kelas
Pendeskripsian
1. Keterlibatan aspek pancaindra 71,66
2. Imajinasi 53,5
3. Kesan hidup 64,33
4. Menunjukkan objek yang ditulis 56,33
69
Organisasi isi
5. Kesesuaian judul dengan isi 83,12
6. Kohesi dan koherensi 78,12
7. Memusatkan uraian pada objek yang ditulis 67,5
Penggunaan bahasa dan EYD
8. Pemilihan kata 78,12
9. EYD dan tanda baca 77,5
10. Kerapian tulisan 71,25
Jumlah 701,43
Rata-rata nilai 65,2
Tabel 6 tersebut menunjukkan bahwa secara klasikal nilai rata-rata hasil
tes keterampilan menulis paragraf deskripsi yang dicapai oleh siswa pada siklus I
adalah 65,2 atau berkategori cukup baik. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan
melalui akumulasi dari beberapa aspek penilaian yang ada. Penilaian paragraf
deskripsi pada siklus I ini, terbagi atas tiga kelompok yaitu (1) pendeskripsian; (2)
organisasi isi; dan (3) bahasa dan EYD. Pada kelompok pendeskripsian terbagi
menjadi empat aspek penilaian yang meliputi (1) keterlibatan aspek pancaindra;
(2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis.
Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus I mencapai nilai rata-rata 71,66
atau berkategori baik. Aspek imajinasi pada siklus I ini mencapai 53,5. Rata-rata
tersebut masih dalam kategori kurang baik. Aspek kesan hidup pada siklus I ini
secara klasikal mencapai nilai rata-rata 64,33 atau berkategori cukup baik. Pada
aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai siswa secara
klasikal adalah 56,33 atau berkategori cukup baik.
70
Hasil penilaian kelompok pendeskripsian menunjukkan nilai rata-rata
tertinggi yang dicapai siswa terdapat pada aspek keterlibatan pancaindra dengan
nilai 71,66 atau berkategori baik. Nilai rata-rata terendah terdapat pada aspek
imajinasi dengan nilai 53,55 atau berkategori kurang baik.
Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)
kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian
pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai
yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 83,12 atau berkategori baik.
Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus I ini mencapai rata-rata 78,12 atau
berkategori baik. Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata
nilai pada siklus I ini adalah 67,5 atau berkategori cukup baik.
Kelompok organisasi isi mencapai nilai rata-rata tertinggi sebesar 83,12
atau berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek
kesesuaian judul dengan isi. Nilai rata-rata terendah sebesar 67,5 dengan kategori
cukup baik. Nilai rata-rata tersebut terdapat pada aspek memusatkan perhatian
pada objek yang ditulis.
Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)
pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada aspek
pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 78,12 atau
berkategori baik. Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I
mencapai 77,5 atau berkategori baik. Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian
tulisan. Pada aspek ini, rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal
sebesar 71,25 atau berkategori baik.
71
Nilai rata-rata tertingggi pada kelompok bahasa dan EYD sebesar 78,12
atau berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek
pemilihan kata. Sedangkan, nilai rata-rata terendah 71,25 atau berkategori baik.
Nilai rata-rata tersebut dicapai pada aspek kerapian tulisan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus I hasil tes menulis
paragraf deskripsi siswa kelas XA sudah mencapai kategori cukup baik. Secara
keseluruhan nilai rata-rata tiap aspek sudah cukup baik, tetapi untuk nilai rata-rata
aspek imajinasi masih kurang. Hal ini perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada
siklus II.
Berikut ini diagram pie hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi
pada siklus I siswa kelas XA.
Gambar 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi
Siklus I
Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa antara 70-84
atau berkategori baik dicapai oleh 11 siswa atau sebesar 27,5%. Nilai antara 55-69
atau berkategori cukup baik dicapai oleh 29 siswa atau 72,5%. Untuk rentang nilai
72
85-100 atau berkategori sangat baik dan rentang nilai 0-54 atau berkategori
kurang baik siswa tidak ada yang mencapainya.
Dengan demikian, keterampilan menulis paragraf deskripsi perlu
ditingkatkan lagi, karena pada siklus I hasil yang dicapai masih belum
memuaskan walaupun sudah sesuai dengan yang ditargetkan. Perlu sekali adanya
perbaikan agar siswa mampu mendapatkan hasil yang lebih baik lagi oleh karena
itu, harus ada tindakan siklus II sebagai perbaikan dari siklus I dan diharapkan
dapat meningkatkan nilai dan merubah perilaku siswa ke arah positif terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
4.1.2.1.1 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan
Pancaindra
Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan
pancaindra dapat dilihat pada tabel 7 berikut.
Tabel 7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan
Pancaindra
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 15 6 90 15% = x 100
baik
2. Baik 10 34 340 85% = x 100
3. Cukup 5 0 0 0 = 71,66
4. Kurang 0 0 0 0
Jumlah 40 430 100%
Pada tabel 6 di atas menunjukkan bahwa keterampilan menulis paragraf
deskripsi aspek keterlibatan pancaindra untuk kategori sangat baik dicapai oleh 6
siswa dengan skor 15. Kategori baik dengan nilai 10 dicapai oleh 34 siswa.
73
Kategori cukup dan kurang tidak ada yang mencapainya. Jadi nilai rata-rata secara
klasikal menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan pancaindra sebesar 71,66
atau berkategori baik.
Berikut ini diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek
keterlibatan pancaindra pada siklus I siswa kelas XA.
Gambar 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Keterlibatan Pancaindra Siklus I
Diagram tersebut menunjukkan bahwa skor 15 atau berkategori sangat
baik sebanyak 15% siswa sudah mampu melibatkan perasaan, indra pendengaran
dan indra penglihatan dalam paragraf deskripsi yang ditulis. Sebanyak 85% siswa
baru mampu melibatkan indra penglihatan dan pendengaran saja. Penjelasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai yang dicapai siswa sudah menggambarkan
pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi yaitu keterlibatan aspek pancaindra
dalam penulisan paragraf deskripsi sangat penting. Siswa sudah menjelaskan
dengan baik, runtut dan jelas mengenai Yogyakarta sehingga terdapat keterlibatan
74
aspek pancaindra. Media lagu di sini sangat membantu siswa dalam menuangkan
ide dan gagasan sehingga kegiatan menulis dapat berjalan dengan baik.
4.1.2.1.2 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi
Penilaian aspek imajinasi difokuskan pada kualitas pengolahan ide dalam
menulis paragraf deskripsi. Aspek imajinasi bertujuan untuk mengetahui
kemampuan siswa dalam mengolah ide yang ada setelah melakukan proses
imajinasi. Hasil penilaian tes aspek imajinasi dalam menulis paragraf deskripsi
dapat dilihat pada tabel 8 berikut.
Tabel 8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi
No Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 16-20 0 0 0% = x 100
baik
2. Baik 11-15 17 204 42,5% =
3. Cukup 6-10 23 224 57,5% = 53,5 (kurang baik)
4. Kurang 1-5 0 0 0%
Jumlah 40 428 100%
Pada tabel 8 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi
aspek imajinasi untuk kategori sangat baik tidak ada yang mencapainya. Kategori
baik dengan skor 11-15 dicapai oleh 17 siswa. Pada kategori tersebut siswa sudah
dapat mengolah ide dengan baik sehingga pembaca seolah-olah melihat dan
merasakan hal yang ditulis. Kategori cukup baik dengan rentang skor 6-10 dicapai
oleh 23 siswa. Pada kategori tersebut siswa hanya mampu membuat pembaca
seolah-olah melihat hal yang ditulis. Kategori kurang dengan rentang skor 1-5
tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal hasil tes menulis paragraf
75
deskripsi aspek imajinasi mencapai 53,5 atau berkategori kurang baik. Berikut ini
disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek imajinasi pada
siswa kelas XA.
Gambar 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Imajinasi Siklus I
Dari diagram batang di atas dapat diketahui sebanyak 42,5% siswa
menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan aspek imajinasi dengan baik.
Sedangkan, 57,5% siswa baru mampu menggunakan aspek imajinasi dengan
kategori cukup baik. Kategori sangat baik dan kurang, tidak ada satupun siswa
yang mencapainya. Hal ini menunjukkan siswa masih belum bisa menggunakan
aspek imajinasi dalam paragraf deskripsi. Dapat disimpulkan siswa masih kurang
baik dalam mengolah ide ke dalam bentuk paragraf. Pengolahan idenya belum
mampu menimbulkan daya imajinasi dengan baik bagi pembaca.
76
4.1.2.1.3 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup
Penilaian dalam menulis paragraf deskripsi pada aspek kesan hidup
difokuskan pada pelukisan objek secara nyata yang dibuat oleh siswa. Berikut ini
tabel 9 hasil menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup.
Tabel 9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat baik 12-15 8 97 20% = x 100
2. Baik 8-11 22 219 55%
3. Cukup 4-7 10 70 25% =
4. Kurang 0-3 0 0 0
= 64,33 (cukup baik)
Jumlah 40 386 100%
Pada tabel 9 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi
aspek kesan hidup untuk kategori sangat baik yaitu dengan rentang skor 12-15
dicapai oleh 8 siswa. Kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 22
siswa. Kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dicapai oleh 10 siswa.
Kategori kurang baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, setelah dilakukan
penghitungan rata-rata nilai siswa pada aspek kesan hidup dalam menulis paragraf
deskripsi mencapai 64,33 atau berkategori baik. Dengan demikian, dapat
dikatakan siswa sudah mencapai rata-rata nilai dengan kategori baik. Berikut ini
disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup pada
siswa kelas XA.
77
Gambar 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan
Hidup Siklus I
Berdasarkan diagram batang di atas pada kategori sangat baik sebanyak
20% siswa sudah dapat melukiskan objek sesuai dengan keadaannya. Pada
kategori baik sebanyak 55% siswa hanya dapat melukiskan keadaan objek kurang
sempurna. Kategori cukup baik dicapai 25% siswa, pada kategori ini siswa hanya
melukiskan sebagian keadaan objek. Kategori kurang baik, siswa tidak ada yang
mencapainya. Dapat disimpulkan bahwa siswa sudah cukup paham dalam
melukiskan objek tulisannya.
4.1.2.1.4 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek
yang Ditulis
Penilaian aspek menunjukkan objek yang ditulis dalam menulis paragraf
deskripsi difokuskan pada letak, kondisi dan kebersihan objek yang
dideskripsikan sesuai tema lagu. Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi
aspek menunjukkan objek yang ditulis dapat dilihat pada tabel 10 berikut ini.
78
Tabel 10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek
yang Ditulis
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 12-15 1 12 2,5% = x 100
baik
2. Baik 8-11 17 173 42,5% =
3. Cukup 4-7 22 153 55%
4. Kurang 0-3 0 0 0% = 56,33 (cukup baik)
Jumlah 40 338 100%
Berdasarkan tabel 10 tersebut dapat dideskripsikan hasil tes menulis
paragraf deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis untuk kategori sangat
baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh seorang siswa. Selanjutnya, untuk
kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 17 siswa. Kategori cukup
baik dengan rentang skor 4-7 dicapai oleh 22 siswa. Kategori kurang baik tidak
ada yang mencapainya. Jadi, hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek
menunjukkan objek yang ditulis secara klasikal mencapai 56,33 dengan kategori
cukup baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis pada siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Blora.
79
Gambar 7 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus I
Diagram batang di atas menunjukkan, kategori sangat baik dicapai 2,5%.
Pada kategori tersebut siswa sudah dapat menunjukkan letak, kondisi dan
kebersihan objek dengan baik. Pada kategori baik dicapai 42,5% siswa.
Kemampuan siswa pada kategori ini sudah dapat menunjukkan letak dan kondisi
objek. Sebesar 55% siswa mencapai kategori cukup baik dengan kemampuan
hanya menunjukkan letak dan kebersihan objek. Selanjutnya untuk kategori
kurang baik, siswa tidak ada yang mencapainya. Dari penjelasan di atas dapat
dikatakan siswa masih kurang detail dalam menunjukkan objek yang ditulis. Hal
ini dikarenakan siswa pada kegiatan menyimak tidak melakukannya dengan baik
sehingga hasil menulis paragraf deskripsi pada aspek menunjukkan objek yang
ditulis belum memuaskan.
80
4.1.2.1.5 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul
dengan isi
Penilaian aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf
deskripsi dapat dilihat pada tabel 11 berikut ini.
Tabel 11 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul
dengan Isi
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 13 52 32,5% = x 100
baik
2. Baik 3 27 81 67,5% =
3. Cukup 2 0 0 0%
4. Kurang 1 0 0 0% = 83, 12 (baik)
Jumlah 40 131 100%
Data pada tabel 11 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf
deskripsi aspek kesesuaian judul dengan isi untuk kategori sangat baik yaitu
dengan skor 4 dicapai oleh 13 siswa atau 32,5%. Pada kategori ini siswa membuat
judul yang sesuai dengan isi paragraf. Kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 27
siswa atau 67,5%. Selanjutnya, untuk kategori cukup dan kurang tidak ada yang
mencapainya. Jadi, setelah dilakukan penghitungan rata-rata nilai siswa pada
aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf deskripsi mencapai
83,12 atau berkategori baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil tes menulis
paragraf deskripsi aspek kesesuaian judul dengan isi pada siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Blora.
81
Gambar 8 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Kesesuaian Judul dengan Isi Siklus I
Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa pada kategori sangat baik
dicapai 32,5% siswa. Pada kategori tersebut, siswa sudah mampu membuat judul
paragraf yang sudah sangat sesuai dengan isi paragraf. Sebanyak 67,5% siswa
mencapai kategori baik, artinya siswa dalam membuat judul paragraf deskripsi
sudah sesuai dengan isi paragraf deskripsi tersebut atau judul yang dibuat oleh
siswa tidak menyimpang dengan isi paragraf deskripsi. Kategori cukup baik dan
kurang baik pada aspek kesesuaian judul dengan isi, siswa tidak ada yang
mencapainya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu
menulis judul paragraf yang sesuai dengan isi paragraf. Siswa memberikan judul
paragraf yang berbeda-beda sesuai dengan isi paragraf deskripsi yang ditulisnya.
4.1.2.1.6 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
Penilaian aspek kohesi dan koherensi dalam menulis paragraf deskripsi
difokuskan pada keterpaduan antarkalimat dalam paragraf jelas artinya
pengorganisasian satuan-satuan kalimat yang tergabung membentuk satuan
82
paragraf. Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan
koherensi dapat dilihat pada tabel 12 berikut ini.
Tabel 12 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 5 20 12,5% = x 100
baik
2. Baik 3 35 105 87,5% =
3. Cukup 2 0 0 0%
4. Kurang 1 0 0 0% = 78, 12 (baik)
Jumlah 40 125 100%
Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa pada tes aspek kohesi dan
koherensi untuk kategori sangat baik dicapai oleh 5 siswa dengan skor 4.
Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 35 siswa. Kategori
cukup baik dan kurang baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal
hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan koherensi mencapai 78,12
atau berkategori baik. Berikut ini disajikan diagram batang untuk aspek tersebut.
Gambar 9 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi
dan Koherensi Siklus I
83
Dari diagram batang tersebut diketahui sebanyak 12,5% siswa sudah
mampu menyusun paragraf deskripsi yang padu dengan kategori sangat baik.
Selanjutnya kategori baik dicapai 87,5% siswa. Untuk kategori cukup baik dan
kurang sudah tidak ada siswa yang mencapainya. Dapat disimpulkan siswa sudah
baik dalam organisasi kalimat pada paragraf deskripsi yang ditulis siswa.
4.1.2.1.7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian
Pada Objek yang Ditulis
Penilaian aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dalam menulis
paragraf deskripsi difokuskan pada pemusatan uraian kaitannya dengan hal-hal
yang berhubungan dengan objek tulisan. Hasil penilaian tes menulis paragraf
deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dapat dilihat pada
tabel 13 berikut.
Tabel 13 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian
Pada Objek yang Ditulis
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 12-15 11 135 27,5% = x 100
baik
2. Baik 8-11 24 235 60% =
3. Cukup 4-7 5 35 12,5%
4. Kurang 0-3 0 0 0% = 67, 5 (baik)
Jumlah 40 405 100%
Berdasarkan data pada tabel 13 menunjukkan hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis untuk kategori sangat
baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh 11 siswa. Kategori baik dengan
rentang skor 8-11 dicapai oleh 24 siswa. Selanjutnya, kategori cukup baik dicapai
84
oleh 5 siswa dengan rentang skor 4-7. Kategori kurang baik dengan rentang skor
0-3 tidak ada yang mencapainya. Nilai rata-rata siswa pada aspek memusatkan
uraian pada objek yang ditulis sudah mencapai 67,5 atau berkategori cukup baik.
Hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek memusatkan uraian pada
objek yang ditulis tersebut juga dijelaskan melalui diagram batang berikut ini.
Gambar 10 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus I
Diagram batang tersebut merupakan diagram hasil menulis paragraf
deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis. Pada diagram
tersebut sebanyak 27,5% siswa mendapat skor 12-15 dengan kategori sangat baik.
Pada kategori ini siswa sudah mampu memusatkan uraian pada hal-hal yang
berhubungan dengan objek tulisan. Kategori baik dengan rentang skor 8-11
dicapai oleh 60% siswa. Pada kategori ini, siswa sedikit melibatkan objek yang
tidak berkaitan objek yang ditulis. Selanjutnya, kategori cukup baik dicapai 12,5%
siswa dengan rentang skor 4-7. Pada kategori cukup baik ini, setengah tulisan
85
siswa melibatkan objek lain yang tidak berhubungan dengan objek tulisan.
Kategori kurang baik dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang mencapainya. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah cukup bisa dalam memusatkan uraian
pada objek yang ditulis, walaupun hasilnya masih dalam kategori cukup baik.
4.1.2.1.8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata
Penilaian aspek pemilihan kata dalam menulis paragraf deskripsi
difokuskan pada pilihan kata yang digunakan dalam menulis paragraf deskripsi.
Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata dapat dilihat
pada tabel 14 berikut.
Tabel 14 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat baik 4 7 28 17,5% = x 100
2. Baik 3 31 93 77,5%
3. Cukup 2 2 4 5% =
4. Kurang 1 0 0 0%
= 78,12 (baik)
Jumlah 40 125 100%
Pada tabel 14 menunjukkan bahwa hasil tes pada aspek pemilihan kata
untuk kategori sangat baik yaitu dengan skor 4 dicapai oleh 7 siswa. Selanjutnya,
untuk kategori baik dicapai oleh 31 siswa, sedangkan untuk kategori cukup hanya
dicapai 2 siswa dengan skor 2. Kategori kurang tidak ada yang mencapainya.
Secara klasikal hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata
mencapai nilai rata-rata 78,12 atau berkategori baik. Berikut ini diagram batang
hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata pada siklus
I siswa kelas XA.
86
Gambar 11 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Pemilihan Kata Siklus I
Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah skor 4 termasuk dalam
kategori sangat baik dicapai 17,5% siswa. Kategori baik dicapai 77,5% siswa
dengan skor 3. Kategori cukup baik dengan skor 2 dicapai 5% siswa dan untuk
kategori kurang baik tidak ada yang mencapainya. Pada siklus I ini merupakan
hasil yang memuaskan. Dengan demikian, dapat dikatakan siswa sudah memilih dan
menggunakan kata untuk membangun paragraf deskripsinya. Kata-kata yang dipilih
sudah sesuai dengan isi paragraf.
4.1.2.1.9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca
Fokus penilaian aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf
deskripsi adalah ketepatan penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis
paragraf deskripsi. Hasil tes aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf
deskripsi dapat dilihat pada tabel 15 berikut.
87
Tabel 15 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 10 40 25% = x 100
baik
2. Baik 3 24 72 60% =
3. Cukup 2 6 12 15% = 77,5 (baik)
4. Kurang 1 0 0 0%
Jumlah 40 124 100%
Data pada tabel 15 dapat dideskripsikan bahwa hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek EYD dan tanda baca untuk kategori sangat baik dengan skor 4
dicapai oleh 10 siswa. Selanjutnya kategori baik dicapai oleh 23 siswa dan
kategori cukup hanya dicapai seorang siswa. Pada kategori kurang tidak ada siswa
yang mencapainya. Dengan demikian, hasil tes menulis paragraf deskripsi secara
klasikal mencapai 77,5 atau berkategori baik. Hasil keterampilan menulis paragraf
deskripsi aspek penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf
deskripsi tersebut juga dijelaskan melalui diagram batang berikut ini.
Gambar 12 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD
dan Tanda Baca Siklus I
88
Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf
deskripsi pada aspek EYD dan tanda baca sudah baik. Hal ini dilihat dari
sebanyak 25% siswa memiliki kesalahan antara 1-5 dalam penulisan EYD dan
tanda baca atau berkategori sangat baik. Sedangkan, 60% siswa mencapai kategori
baik dengan jumlah kesalahan antara 6-10. Kategori cukup baik dicapai 15%
siswa dengan jumlah kesalahan antara 11-15. Letak kesalahan siswa beraneka
ragam. Sebagian besar kesalahan yang dilakukan siswa adalah penggunaan huruf
kapital, penulisan kata depan serta penulisan kata dengan singkatan-singkatan,
contohnya yang ditulis yg, dapat ditulis dengan dpt dan lain sebagainya. Dari hasil
tersebut dapat disimpulkan siswa sudah baik dalam menggunakan EYD dan tanda
baca dalam paragraf deskripsi yang ditulis.
4.1.2.1.10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan
Penilaian aspek kerapian tulisan dengan menulis paragraf deskripsi
difokuskan pada kerapian, kebersihan tulisan serta kemudahan untuk dibaca. Hasil
tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan dapat dilihat pada tabel 16
berikut ini.
Tabel 16 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 0 0 0 = x 100
baik
2. Baik 3 34 102 85% =
3. Cukup 2 6 12 15%
4. Kurang 1 0 0 0 = 71,25 (baik)
Jumlah 40 114 100%
89
Berdasarkan tabel 16 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil tes
menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai kategori baik. Adapun
hasilnya, untuk kategori sangat baik dengan skor 4 belum ada yang mencapainya.
Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 34 siswa. Kategori
cukup dicapai oleh 6 siswa, sedangkan kategori kurang baik dengan skor 1 tidak ada
yang mencapainya. Pada aspek ini sebagian besar siswa tulisannya kurang rapi
dan kurang bersih, untuk aspek keterbacaan tulisan siswa dapat dibaca. Secara
klasikal, hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai
71,25. Berikut ini diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek
kerapian tulisan siswa kelas XA pada siklus I.
Gambar 13 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Kerapian Tulisan Siklus I
Diagram batang di atas menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf
deskripsi aspek kerapian tulisan untuk kategori sangat baik dengan skor 4, belum
ada yang mencapainya. Kategori baik dengan skor 3 dicapai 85% siswa. Pada
kategori ini tulisan siswa dapat dibaca dengan coretan antara 1-3. Selanjutnya,
kategori cukup baik dengan skor 2 dicapai 15% siswa, kategori ini tulisan siswa
90
dapat dibaca dengan jumlah coretan antara 4-6. Sedangkan kategori kurang baik,
tidak ada siswa yang mencapainya. Dengan demikian, dapat dikatakan hasil
tulisan siswa sudah rapi, bersih dan mudah dibaca.
4.1.2.2 Hasil Nontes
Hasil penelitian nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi,
jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil selengkapnya dijelaskan pada
uraian berikut.
4.1.2.2.1 Observasi
Pengambilan data observasi dilakukan selama proses pembelajaran
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu
pada siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora berlangsung. Pelaksanaan observasi
dilakukan selama penelitian berlangsung. Pada siklus ini seluruh perilaku siswa
selama proses pembelajaran berlangsung terdeskripsi melalui observasi. Objek
sasaran yang diamati terangkum dalam delapan pernyataan meliputi perilaku
siswa baik yang positif maupun negatif yang muncul pada saat pembelajaran
berlangsung.
Pada siklus ini melalui observasi, peneliti dapat mendeskripsikan beberapa
perilaku siswa selama pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu. Berikut ini tabel 17 dan deskripsi hasil
observasi siklus I.
91
Tabel 17 Hasil Observasi Siklus I
No. Aspek Observasi Persentase
Hasil
1. Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dan 32,5%
melakukan kegiatan yang tidak perlu (bicara
sendiri, melamun, mengganggu teman).
2. Siswa aktif bertanya, memberi tanggapan mengenai 25%
materi paragraf deskripsi yang sedang diajarkan.
3. Siswa tidak melakukan diskusi dengan baik (bicara 30%
sendiri, melamun, mengganggu teman).
4. Siswa meremehkan kegiatan menyimak. 12,5%
5. Siswa meremehkan kegiatan imajinasi. 22,5%
6. Siswa mengganggu teman lain pada saat pencarian 15%
gagasan.
7. Siswa mengikuti proses penulisan gagasan dengan 72,5%
baik.
8. Siswa menulis paragraf deskripsi dengan baik dan 77,5%
penuh konsentrasi.
Berdasarkan data pada tabel 16 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil
observasi pada siklus I sebanyak 32,5% siswa tidak memperhatikan penjelasan
guru. Mereka bicara sendiri, melamun dan mengganggu teman. Sedangkan 67,5%
siswa sudah memperhatikan penjelasan guru. Mereka sangat antusias
mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan. Sebagai hasil observasi awal,
hal ini sudah baik. Perhatian siswa sudah menunjukkan ketertarikan siswa
terhadap materi pembelajaran.
92
Pada siklus I ini, keaktifan bertanya siswa terhadap materi paragraf
deskripsi sangat sedikit sekali. Sebanyak 25% atau 10 siswa menunjukkan
keaktifannya mengenai paragraf deskripsi, sedangkan 75% atau 30 siswa memilih
pasif.
Respon yang diberikan siswa, ketika peneliti meminta untuk membentuk
kelompok sangat baik, karena mereka jarang diminta untuk berkelompok oleh
guru. Pada saat kegiatan diskusi kelompok, 30% siswa masih kurang
berpartisipasi dalam kelompok. Mereka berbicara sendiri, melamun dan asyik
bercerita. Hampir seluruh siswa sudah melaksanakan tugas dalam diskusi
kelompok dengan baik, yaitu sekitar 70%. Mereka berdiskusi membahas tugas
yang disampaikan oleh guru. Secara tepat waktu siswa sudah dapat
menyelesaikannya dengan baik.
Hasil dari observasi kegiatan menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah selama proses sugesti-imajinasi
berlangsung sebagian besar siswa sudah melaksanakan sesuai dengan petunjuk
dan penuh antusias, walaupun tidak semua siswa mengikutinya dengan baik
Pelaksanaan proses sugesti-imajinasi meliputi kegiatan menyimak lagu,
pencarian gagasan, penulisan dan pengelompokan gagasan, serta menulis paragraf
deskripsi. Kegiatan pertama yaitu menyimak lagu, pada kegiatan tersebut 87,5%
siswa melakukan dengan penuh perhatian dan baik. Sebagian besar siswa
melakukan sesuai dengan petunjuk yang diminta oleh peneliti. Sedangkan 12,5%
siswa mereka bermain sendiri atau berbicara sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa
siswa tertarik pada media lagu yang digunakan.
93
Pada proses selanjutnya, proses imajinasi sebanyak 22,5% siswa tidak
melaksanakannya dengan baik. Sebanyak 77,5% siswa melaksanakan proses
imajinasi sesuai dengan perintah guru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa
memahami jalannya proses sugesti-imajinasi. Selain itu, pada proses pencarian
gagasan sebanyak 15% siswa mengganggu temannya dan 85% siswa melakukan
dengan penuh konsentrasi. Hasil dari kegiatan pencarian gagasan ini yang
nantinya menjadi dasar penulisan paragraf deskripsi, hal ini menyebabkan siswa
melaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Perolehan hasil observasi siswa mengenai proses penulisan gagasan
menunjukkan 72,5% siswa dapat melakukannya dengan baik. Terdapat sekitar
27,5% siswa tidak melaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan proses
sugestiimajinasi sebelumnya mereka tidak melakukannya dengan baik. Beberapa
siswa bertanya pada temannya mengenai gagasan yang akan ditulis.
Hasil observasi pada saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir
yaitu menulis paragraf deskripsi menunjukkan hasil yang baik, sebesar 77,55
sudah menunjukkan sikap yang baik selama menulis paragraf deskripsi. Siswa
tenang dan serius menulis paragraf deskripsi yang ditugaskan oleh guru.
Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa siswa berantusias mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Umumnya para siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
dari awal hingga akhir. Hal ini ditunjukan dengan antusias mereka mulai dari
apersepsi, pembentukan kelompok, pemutaran media berupa lagu, kegiatan
94
menyimak, kegiatan imajinasi, kegiatan pencarian gagasan, kegiatan penulisan
gagasan dan menulis paragraf deskripsi berdasarkan tema pembelajaran dan lagu.
Meskipun proses pembelajaran kurang kondusif dengan adanya beberapa
siswa yang berbicara dengan teman sekelompok, namun hasil yang dicapai siswa
sudah cukup baik dan siswa masih antusias dalam mengikuti pembelajaran
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Antusias siswa ini diketahui dari respon atau ekspresi sebagian besar siswa.
Perilaku siswa dalam melaksanakan proses sugesti-imajinasi selama pembelajaran
menulis paragraf deskripsi berlangsung ditunjukkan oleh sikap yang positif dan
sikap negatif. Perilaku positif tampak pada sikap siswa yang antusias selama
mengikuti kegiatan menulis paragraf deskripsi. Hal ini terlihat dari siswa yang
merasa senang dengan menampakkan ekspresi kagum terhadap metode mengajar
dan media yang peneliti gunakan, karena pembelajaran menulis deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu memberikan pengalaman baru yang
bermakna bagi siswa.
Berdasarkan pengamatan peneliti selama pembelajaran menulis paragraf
deskripsi dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa masih ada selama
pembelajaran berlangsung. Sikap negatif dimungkinkan karena siswa belum dapat
menyesuaikan diri terhadap pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru.
Keadaan ini merupakan masalah besar yang harus dipecahkan oleh peneliti.
Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan agar dapat mengurangi dan
menghilangkan sikap negatif siswa pada saat pemelajaran berlangsung. Hal ini
menjadi tugas guru pada siklus II untuk melakukan suatu cara agar perilaku
95
negatif tersebut dapat dikurangi. Rencana pembelajaran pada siklus II tentunya
harus lebih matang dan lebih baik lagi agar perilaku belajar siswa yang negatif
menjadi positif.
4.1.2.2.2 Hasil Jurnal
Jurnal yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas jurnal siswa dan
jurnal guru. Kedua jurnal ini berisi ungkapan, perasaan, tanggapan, kesan dan
pesan terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
4.1.2.2.2.1 Jurnal Siswa
Jurnal siswa diberikan setelah siswa selesai menulis paragraf deskripsi.
Jurnal siswa harus diisi oleh siswa tanpa terkecuali. Tujuannya yaitu untuk
mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat pembelajaran menulis paragraf
deskripsi berlangsung dan untuk mengungkap pendapat siswa mengenai
kemudahan dan kesulitan, kekurangan dan kelebihan, serta pesan dan kesan siswa
terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu. Lagu yang digunakan pada siklus I adalah
Yogyakarta oleh Kla Project. Adapun hal-hal yang ditanyakan dalam jurnal siswa
meliputi: (1) perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran menulis paragraf
deskripsi; (2) penjelasan guru terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti imajinasi dengan media lagu; (3)
ketertarikan siswa terhadap pelaksanaan proses sugesti-imajinasi pada kegiatan
menulis paragraf deskripsi, (4) sulit tidaknya siswa melakukan proses imajinasi;
(5) proses sugesti-imajinasi yang paling mudah dilakukan oleh siswa; (6) proses
sugesti-imajinasi yang paling sulit dilakukan oleh siswa; (7) perasaan siswa
96
setelah melakukan proses sugesti-imajinasi; (8) pesan, kesan, dan saran siswa
terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu. Berikut deskripsi hasil jurnal siswa pada siklus I.
Pada saat pembagian jurnal siswa sangat mengesankan. Siswa sangat
antusias dan terlihat bersemangat untuk mendapatkan jurnal dan ingin segera
mengisinya. Keadaan ini dapat dipahami dan dimaklumi karena bagi siswa hal ini
merupakan pengalaman pertama melakukan pengisian jurnal di akhir
pembelajaran. Setelah jurnal dibagikan, dan semua siswa sudah mendapatkan
jurnal, siswa segera mengisi jurnal tersebut dengan situasi yang tenang. Hasil
jurnal siswa dapat diuraikan sebagai berikut.
Hasil jurnal yang ditulis oleh siswa pada umumnya menunjukkan semua
siswa merasa tertarik dan senang terhadap pembelajaran keterampilan menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Pernyataan siswa tersebut merupakan respons positif terhadap pembelajaran
menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan. Pernyataan tersebut merupakan
bukti bahwa mereka tertarik dan menyukai pembelajaran menulis paragraf
deskripsi yang diajarkan oleh guru. Siswa memberikan tanggapan yang baik
terhadap proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan siswa senang dengan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Alasan siswa senang dengan pembelajaran ini karena metode dan
media yang digunakan adalah hal baru. Selama ini dalam mengajar menulis guru
tidak pernah menggunakan media dan metode yang menarik sehingga siswa
mengalami kejenuhan dalam mengikuti proses pembelajaran.
97
Adapun hasil jurnal siswa secara keseluruhan menyimpulkan bahwa siswa
senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu “Yogyakarta”. Mereka beranggapan dengan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi ini dapat mengenal lebih dalam tentang
paragraf deskripsi. Selain itu, siswa juga berpendapat senang dengan lagu yang
dipilih guru karena sesuai dengan tema pembelajaran dan siswa mudah
berimajinasi tentang Yogyakarta. Siswa merasa lebih terbantu dalam
menuangkan ide dan gagasannya. Lagu dianggap sebagai sumber inspirasi mereka
untuk mengungkapkan gagasan yang ada, sehingga siswa lebih berminat dalam
menulis paragraf deskripsi. Berikut ini tabel hasil jurnal siswa beserta
deskripsinya.
Tabel 18 Hasil Jurnal Siswa Siklus I
No. Pertanyaan Jurnal Persentase
Hasil
1. Apakah Anda tertarik dan senang dengan 80%
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu?
2. Apakah penjelasan guru mengenai pelaksanaan 72,5%
proses sugesti-imajinasi pada pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu?
3. Apakah Anda tertarik dengan pelaksanaan proses 67,5%
sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu?
4. Apakah Anda merasa kesulitan ketika melakukan 62,5%
98
proses imajinasi pada proses sugesti-imajinasi?
5. Dari kelima proses sugesti-imajinasi, mana menurut
Anda proses yang paling mudah dilakukan pada
kegiatan menulis paragraf deskripsi?
• Menyimak lagu 70%
• Pencarian gagasan 30%
6 Proses sugesti-imajinasi mana pula yang menurut
Anda paling sulit dilakukan pada kegiatan menulis
paragraf deskripsi?
• Proses imajinasi 77,5%
• Menulis paragraf deskripsi 22,5%
7. Bagaimana perasaan Anda setelah melakukan proses
sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu?
Senang 75%
Biasa saja 25%
8. Tuliskan pesan, kesan, dan saran penggunaan metode -
sugesti-imajinasi dalam pembelajaran menulis
paragraf deskripsi dengan media lagu?
Aspek tertarik dan tidaknya siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yaitu 80% atau 32
siswa tertarik pada pembelajaran tersebut. Sedangkan, 20% atau 8 siswa
menyatakan biasa saja. Alasan yang digunakan siswa sangat beragam untuk
menunjukkan ketertarikannya, diantaranya menyenangkan, menarik, menambah
wawasan, tidak membosankan, lebih mudah untuk dipahami dan lebih jelas.
99
Aspek yang kedua adalah mengenai penjelasan guru terhadap pelaksanaan
proses sugesti-imajinasi, 29 siswa atau 72,5% siswa mengatakan jelas, sekitar
27,5% atau 11 siswa menyatakan tidak jelas. Ketidakjelasan ini disebabkan waktu
guru memberikan penjelasan siswa tersebut berperilaku negatif, seperti bercerita
sendiri, mengganggu teman, dan lain sebagainya.
Aspek ketiga adalah tertarik dan tidaknya siswa terhadap pelaksanaan
proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf deskripsi sebanyak 67,5%
siswa menyatakan tertarik pada pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Alasan yang diberikan siswa adalah dengan proses sugesti-imajinasi
dengan media lagu memudahkan siswa menyampaikan gagasannya ke dalam
paragraf deskripsi dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Sisanya
sekitar 13 siswa atau 32,5% berpendapat cukup menarik. Alasannya, pada saat
proses menyimak lagu beberapa siswa bercerita sendiri sehingga mengganggu
konsentrasi. Sehingga dapat disimpulkan, melalui metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu siswa menjadi lebih senang dan terbantu untuk menulis
paragraf deskripsi.
Pada aspek yang keempat yaitu kesulitan siswa melakukan imajinasi
dengan media lagu adalah 15 siswa atau 37,5% berpendapat bahwa proses
imajinasi mudah dilakukan. Sekitar 25 siswa atau 62,5% siswa menyatakan
mengalami kesulitan. Kesulitan-kesulitan tersebut adalah pada waktu kegiatan
menyimak lagu mereka tidak melakukan dengan baik sehingga untuk
mengorganisasikan pengalaman hidup mereka kesulitan. Hal ini menyebabkan
100
kesulitan mengikuti proses selanjutnya. Hal ini, menjadi tugas peneliti untuk
mencari solusi pemecahannya di siklus berikutnya.
Aspek yang kelima dan enam adalah proses sugesti-imajinasi yang
dianggap oleh siswa paling mudah dan paling sulit. Sebanyak 28 siswa atau 70%
menyatakan proses menyimak adalah proses yang paling mudah dilakukan.
Sedangkan sebanyak 30% atau 12 siswa menyatakan proses menulis paragraf
deskripsi yang paling mudah dilakukan. Proses sugesti-imajinasi yang paling sulit
dilakukan adalah sekitar 25 siswa atau 62,5% berpendapat proses imajinasi yang
paling sulit dilakukan. Sekitar 15 siswa atau 37,5% menyatakan menulis paragraf
deskripsi adalah proses yang paling sulit dilakukan. Hal ini menjadi tugas peneliti
untuk mencari solusi pemecahannya di siklus II.
Terdapat 75% atau 30 siswa berpendapat merasa senang setelah
melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu. Sedangkan, sebanyak
25% atau 10 siswa merasa biasa saja tanpa memberikan alasan. Alasan mereka
merasa senang adalah suasana pembelajaran menulis paragraf deskripsi berbeda
dari biasanya dan siswa menjadi lebih tahu tentang ciri-ciri paragraf deskripsi,
pengertian paragraf deskripsi dan objek yang dapat dikembangkan menjadi
paragraf deskripsi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi telah
mampu menarik perhatian siswa.
Aspek yang terakhir adalah pesan, kesan, dan saran siswa terhadap
pemelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu, yaitu pesan dari sebagian besar siswa yaitu 80% siswa memberi pesan
101
agar dalam pembelajaran menulis lebih sering menggunakan metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu karena pembelajaran terasa lebih santai dan
menyenangkan. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat baik.
Pembelajaran terasa tidak membosankan dan siswa menjadi lebih paham tentang
paragraf deskripsi.
Selain itu, siswa juga memberikan saran terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yang telah
dilaksanakan. Adapun saran atau masukan yang diberikan siswa diantaranya
adalah mengenai lagu yang disajikan dan pengelolaan kelas. Siswa menyarankan
agar tampilan lagu di LCD tidak hanya berupa gambar tetapi video agar dalam
kegiatan selanjutnya hasilnya lebih maksimal. Pengelolaan kelas perlu lebih
ditingkatkan lagi karena masih ada beberapa siswa yang membuat suasana gaduh
di kelas sehingga siswa lain merasa terganggu. Hal ini dijadikan peneliti sebagai
bahan pertimbangan untuk kegiatan pada siklus selanjutnya.
4.1.2.2.2.2 Jurnal Guru
Jurnal guru ini diisi oleh guru yang menyampaikan materi pembelajaran,
dalam hal ini adalah peneliti sendiri. Jurnal guru berisi pendapat guru mengenai
kejadian-kejadian yang terlihat oleh guru selama melaksanakan proses
pembelajaran. Menurut pendapat guru, siswa sudah aktif mengikuti pembelajaran
yang disampaikan oleh guru. Kondisi kelas sangat kondusif selama pembelajaran
walaupun pembelajaran berlangsung di lantai. Siswa tidak malu berpendapat,
bertanya dan menjawab petanyaan.
102
Tanggapan siswa mengenai media lagu yang disajikan oleh guru sangat
positif. Siswa sangat tertarik dan senang pada saat media lagu disajikan melalui
LCD. Mereka senang dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Siswa
sangat berkonsentrasi ketika mendapat tugas untuk menulis paragraf deskripsi
berdasarkan tema lagu yang disajikan. Hal ini membuktikan pembelajaran
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi tidak menjemukan
siswa melainkan siswa menjadi lebih bersemangat mengikuti pembelajaran.
4.1.2.2.3 Hasil Wawancara
Wawancara pada siklus 1 dilakukan pada siswa yang mendapat nilai
tinggi, nilai sedang, dan nilai rendah. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran keterampilan menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Pertanyaan yang disusun peneliti meliputi (1) Apakah siswa tertarik dan senang
terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu; (2) Bagaimanakah penjelasan guru mengenai proses
sugesti-imajinasi; (3) apakah siswa tertarik terhadap proses sugesti-imajinasi; (4)
apakah siswa merasa kesulitan ketika melakukan proses sugest-imajinasi; (5)
proses sugesti-imajinasi apa yang yang menurut siswa paling mudah dan paling
sulit dilakukan; (6) bagaimana perasaan siswa setelah melakukan proses sugesti-
imajinasi; (7) saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Data yang diperoleh setelah melakukan wawancara terhadap 3 siswa yang
mendapat nilai tertinggi, sedang, dan rendah yaitu untuk pertanyaan pertama
103
apakah siswa tertarik dan senang terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi. Ketiga siswa tersebut menjawab
tertarik dan senang mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, karena menulis melalui media lagu
dengan metode sugesti-imajinasi lebih mudah dipahami karena dalam belajar kita
dapat melihat gambar dan mendengarkan lagu sehingga perasaan kita senang.
Dari pertanyaan-pertanyaan selanjutnya untuk siswa yang mendapatkan
nilai tinggi pertanyaan mengenai penjelasan guru untuk pelaksanaan proses
sugesti-imajinasi dapat dipahami, sehingga tertarik dan dapat mengikuti proses
tersebut dengan baik. Untuk semua proses sugesti-imajinasi yaitu: menyimak,
imajinasi, pencarian gagasan, penulisan gagasan dan pengelompokan gagasan,
serta penulisan gagasan ke dalam paragraf deskripsi. Dari kelima proses tersebut
siswa yang mendapat nilai tertinggi menyatakan bahwa semua proses tersebut
dapat diikuti sehingga saat menulis paragraf deskripsi dapat melaksanakan dengan
baik. Perasaan siswa tersebut ketika proses menyimak dan imajinasi menyatakan
merasa senang melakukan proses tersebut. Saran yang diberikan terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu yaitu agar pembelajaran seperti itu sering dilakukan dan diterapkan
pada mata pelajaran yang lain.
Siswa yang mendapat nilai sedang secara keseluruhan dapat mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu dengan baik. Siswa tersebut dapat memahami dan mengikuti
penjelasan guru mengenai proses sugesti-imajinasi dengan baik. Siswa tersebut
104
merasa senang mengikuti proses sugesti-imajinasi melalui media lagu dalam
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Dari lima proses sugesti-imajinasi siswa
tersebut merasa kesulitan ketika proses imajinasi, karena ketika kegiatan
menyimak dia tidak menyimak dengan baik. Hal ini menyebabkan proses sugesti-
imajinasi yang selanjutnya tidak dapat berjalan dengan baik. Proses sugesti-
imajinasi yang dianggap paling mudah adalah proses menyimak. Perasaan siswa
yang mendapat nilai sedang ketika mengikuti pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat
senang. Saran yang diberikan adalah penjelasan mengenai proses sugesti-
imajinasi agar lebih ditingkatkan lagi. Saran tersebut menjadikan bahan masukan
bagi peneliti untuk lebih jelas dalam menjelaskan proses sugesti-imajinasi untuk
pembelajaran siklus II.
Siswa yang mendapat nilai terendah secara keseluruhan dapat mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi metode sugesti-imajinasi melalui media
lagu dengan baik, hanya saja siswa tersebut mengalami kesulitan ketika
melakukan proses imajinasi dan ketika menulis ide ke dalam paragraf. Ketika
melakukan proses imajinasi dan menulis paragraf deskripsi siswa tersebut
mengalami kesulitan sehingga siswa tersebut mendapat nilai rendah. Namun,
ketika ditanya mengenai perasaannya pada saat melakukan proses sugesti-
imajinasi, siswa tersebut menjawab senang terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu karena
kegiatan baru kali ini pembelajaran menulis dengan menggunakan media lagu.
Saran yang diberikan siswa yang mendapat nilai terendah adalah pembelajaran
105
menulis dengan media lagu sebaiknya sering dilakukan agar kita dapat
menyampaikan gagasan yang ada ke dalam kalimat. Alasan siswa tersebut adalah
perasaan senang dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran paragraf deskripsi
membuat dia lebih semangat.
4.1.2.2.4 Hasil Dokumentasi Foto
Hasil penelitian berupa dokumentasi foto merupakan bukti visual terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Pengambilan dokumentasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran
menulis paragraf deskripsi siklus I berlangsung. Gambar yang diambil meliputi
pada saat guru memberikan apersepsi pembelajaran, diskusi kelompok, siswa
membacakan hasil diskusi kelompok, kegiatan menyimak lagu dan siswa praktik
menulis paragraf deskripsi. Deskripsi gambar pada siklus I selengkapnya
dipaparkan sebagai berikut.
Gambar 14 Guru Memberikan Apersepsi Pembelajaran kepada Siswa
Gambar 14 tersebut merupakan kegiatan awal pembelajaran dalam
penelitian menulis paragraf deskripsi ini. Pada kegiatan ini guru memberikan
106
apersepsi pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang akan dilaksanakan. Guru
menjelaskan tentang ilustrasi tujuan dan manfaat pembelajaran yang akan dicapai
pada hari itu yaitu ilustrasi mengenai pembelajaran menulis paragraf deskripsi dan
ilustrasi tentang metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Siswa
mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Setelah itu, guru
melanjutkan dengan pemberian materi menulis paragraf deskripsi dan diskusi
kelompok. Gambar mengenai kegiatan siswa dalam diskusi kelompok dapat
dilihat pada gambar 15 berikut.
Gambar 15 Siswa Melakukan Diskusi kelompok
Pada kegiatan ini guru menyuruh siswa untuk berdiskusi kelompok.
Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa. Guru memberikan perintah
untuk mencari ciri-ciri paragraf deskripsi, pengertian paragraf deskripsi dan
mencari topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskripsi.
Kemudian, perwakilan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi
kelompok untuk ditanggapi oleh kelompok lain. Melalui kegiatan diskusi
107
kelompok ini, siswa menjadi tahu mengenai ciri-ciri paragraf deskripsi, pengertian
paragraf deskripsi, dan mampu mencari topik-topik yang dapat dikembangkan
menjadi paragraf deskripsi. Selama kegiatan diskusi kelompok ini, guru selalu
memberikan pengarahan dan bimbingan. Kegiatan selanjutnya adalah siswa
menyampaikan hasil diskusi. Berikut ini gambar 15 beserta deskripsi kegiatan
tersebut.
Gambar 16 Siswa Membacakan Hasil Diskusi Kelompok
Setelah siswa selesai berdiskusi, guru menyuruh siswa untuk
menyampaikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Terlihat pada gambar
salah satu kelompok membacakan hasil diskusinya. Hasil diskusi yang telah
dibacakan oleh siswa kemudian ditanggapi oleh kelompok lain. Guru selalu
membimbing siswa pada saat melakukan diskusi. Setelah itu, siswa bersama guru
membahas hasil diskusi kelompok.
Guru memberikan penjelasan lebih detail mengenai ciri-ciri paragraf
deskripsi, pengertian paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan
menjadi paragraf deskripsi. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan
108
guru dengan baik. Guru selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk
bertanya. Melalui kegiatan tersebut, siswa menjadi lebih paham mengenai
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Kegiatan selanjutnya, siswa menyimak
lagu.
Gambar 17 Siswa Menyimak Lagu
Gambar 17 di atas adalah kegiatan siswa menyimak lagu “Yogyakarta”
yang diikuti pemutaran gambar tempat wisata di Yogyakarta yang diputar melalui
LCD. Di sini guru (peneliti) meminta siswa agar menyimak lagu dengan sungguh-
sungguh. Pada gambar di atas terlihat siswa sedang menyimak media
pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Selama kegiatan menyimak lagu
berlangsung, guru mengamati perilaku siswa selama menyimak lagu. Hal ini
bertujuan untuk mengetahui apakah ada perilaku siswa yang positif dan perilaku
siswa yang negatif selama kegiatan menyimak berlangsung. Jika terdapat perilaku
siswa yang negatif, guru dan observer segera mencatat siswa yang berperilaku
negatif tersebut. Kemudian catatan tersebut masuk ke dalam lembar observasi
109
yang sudah dipersiapkan oleh guru (peneliti). Kegiatan di atas merupakan
kegiatan awal siswa dalam melakukan proses sugesti-imajinasi, yaitu proses
menyimak. Sebelumnya, guru telah menjelaskan bahwa pembelajaran hari itu
adalah pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu. Pada kegiatan ini siswa menyimak lagu yang diputarkan
melalui LCD. Kegiatan selanjutnya adalah siswa menulis paragraf deskripsi.
Gambar 18 Siswa Menulis Paragraf Deskripsi
Gambar 18 tersebut menunjukkan situasi kegiatan siswa saat menulis
paragraf deskripsi. Pada gambar terlihat jelas bahwa siswa menulis paragraf
deskripsi dengan serius tapi santai. Guru meminta pada siswa dalam menulis
paragraf deskripsi alat indra kita harus berfungsi, hal ini dimaksudkan agar
paragraf deskripsi yang ditulis tidak datar-datar saja. Gambar tersebut merupakan
kegiatan siswa saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir yaitu menulis
paragraf deskripsi.
110
Setelah siswa selesai menulis paragraf deskripsi, mereka mengumpulkan
hasilnya kepada guru. Kemudian siswa bersama guru merefleksi pembelajaran
menulis paragraf deskripsi hari itu sehingga siswa menjadi lebih paham mengenai
materi paragraf deskripsi. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi diakhiri
dengan kegiatan pengisian jurnal siswa.
Dari hasil menulis paragraf deskripsi akan dapat diketahui bahwa siswa
yang mendapat nilai baik berarti siswa tersebut melakukan proses
sugestiimajinasi dengan baik. Sebaliknya, bagi siswa yang mendapat nilai rendah
berarti siswa tersebut tidak melakukan proses sugesti-imajinasi dengan baik. Dari
akhir proses sugesti-imajinasi pada siklus I akan dapat diketahui nilai dan
perilaku ssiswa dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
4.1.2.3 Refleksi
Hasil tes menulis paragraf deskripsi siklus I mencapai rata-rata 65,2 atau
berkategori cukup baik. Permasalahan ini disebabkan karena siswa kurang
memahami materi menulis paragraf deskripsi. Siswa tidak mengetahui cara
menulis paragraf deskripsi yang benar. Aspek pendeskripsian belum begitu
dikuasai, seperti keterlibatan aspek pancaindra, imajinasi, kesan hidup,
menunjukkan objek yang ditulis, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan juga
karena siswa masih jarang berlatih menulis paragraf, sehingga pengetahuan
mengenai materi menulis paragraf tersebut kurang dikuasai.
Pada data nontes siklus I yang berupa observasi dapat diketahui bahwa
siswa senang dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru melalui metode
111
sugesti-imajinasi dengan media lagu. Melalui lagu dapat diatasi masalah yang
dihadapi oleh siswa. Namun demikian, pada siklus I ini masih ada beberapa siswa
yang berperilaku negatif selama pembelajaran berlangsung. Mereka ada yang
masih ramai sendiri, melamun, dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Selain itu,
masih banyak siswa yang bersikap pasif. Mereka malu dan takut menanggapi.
Mereka mau menanggapi kalau ditunjuk saja.
Melalui jurnal siswa siklus I diketahui bahwa beberapa siswa masih
mengalami kesulitan dalam proses imajinasi dan menulis paragraf deskripsi. Hal ini
sebagai bukti bahwa pembelajaran belum mencapai hasil yang diharapkan. Lagu
yang digunakan belum secara maksimal dapat membantu siswa dalam menulis
paragraf deskripsi. Walaupun menurut pendapat siswa, mereka senang dengan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang dilakukan oleh guru melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap tiga siswa pada
siklus I, masing-masing memberikan keterangan yang berbeda. Siswa yang
mendapat nilai tinggi mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi kesulitan dalam
melakukan proses sugesti-imajinasi untuk menulis paragraf deskripsi. Tetapi,
siswa yang mendapat nilai sedang dan rendah mengaku masih mengalami
kesulitan dalam menulis paragraf deskripsi. Namun kesulitan itu, sedikit terbantu
dengan adanya media lagu. Ketiga siswa tersebut mengatakan bahwa dengan
penggunaan media lagu dapat membantu siswa dalam mencari dan menuangkan
ide dan gagasannya. Paragraf yang dibuat menjadi lebih menarik. Mereka
menyatakan bahwa media lagu yang digunakan sudah sangat tepat dan menarik.
112
Hal ini menjadikan siswa menjadi lebih tertarik pada materi menulis paragraf
deskripsi. Masing-masing siswa memberikan saran agar dalam pembelajaran
menulis menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Selain itu,
siswa menyarankan agar tampilan lagu tidak hanya berupa gambar tetapi video
sehingga proses imajinasi yang dilakukan siswa lebih mudah. Hasil wawancara
tersebut sebagai bukti bahwa pada siklus I pembelajaran belum mencapai hasil
yang maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pada siklus II.
Hasil dokumentasi foto menyebutkan bahwa pada proses pembelajaran
masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif. Hal ini terlihat dari gambar
yang diambil pada waktu pembelajaran berlangsung. Kondisi kelas masih terlihat
kurang kondusif. Oleh karena itu, pada siklus II perlu sekali adanya pengelolaan
kelas agar lebih kondusif.
Hasil refleksi baik dari data tes maupun nontes pada siklus I belum
mencapai hasil yang maksimal. Hasil refleksi tersebut sebagai acuan untuk
memperbaiki hasilnya pada siklus II. Sehingga, hasil yang dicapai lebih
maksimal.
4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II
Tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari tindakan siklus I. tindakan
ini dilaksanakan karena pada siklus I hasil keterampilan menulis paragraf
deskripsi pada siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora masih dalam kategori yang
cukup baik yaitu dengan nilai rata-rata 65,2. Selain itu, perubahan tingkah laku
dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi masih tergolong normal belum
113
tampak perubahan yang berarti. Dengan demikian, tindakan siklus II dilakukan
untuk memperbaiki hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I.
Pada siklus II, penelitian dilaksanakan dengan rencana yang lebih matang
daripada siklus I. Salah satunya adalah berkaitan dengan rencana pembelajaran
yang akan dilaksanakan dan lagu yang akan diputarkan. Melalui usaha tersebut,
maka hasil penelitian yang berupa nilai tes menulis paragraf deskripsi siswa dapat
meningkat dari kategori cukup baik ke kategori baik. Meningkatnya hasil tes ini
diikuti pula dengan perubahan dan peningkatan perilaku siswa yaitu lebih aktif
dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu. Hasil selengkapnya mengenai hasil tes dan nontes
menulis paragraf deskripsi pada siklus II ini diuraikan secara rinci berikut ini.
4.1.3.1 Hasil Tes
Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus II merupakan perbaikan dari
hasil tes siklus I. Pada pembelajaran ini, peneliti masih menggunakan media lagu.
Namun, lagu yang digunakan berbeda dengan lagu pada siklus I. Lagu yang
digunakan berupa lagu “Titip Rindu Buat ayah” oleh Ebiet G.Ade dan lagu
“Berita Kepada Kawan” oleh Ebiet G.Ade.
Kriteria penilaian pada siklus II ini masih sama seperti pada siklus I,
meliputi 10 aspek penilaian yaitu : (1) keterlibatan aspek pancaindra; (2)
imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis; (5) kesesuaian
judul dengan isi; (6) kohesi dan koherensi; (7) memusatkan uraian pada objek
yang ditulis; (8) pemilihan kata; (9) ejaan dan tanda baca; (10) kerapian tulisan.
114
Secara umum, hasil tes menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu pada siklus II dapat dilihat pada tabel 19 berikut.
Tabel 19 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus II
No. Kategori Nilai F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat Baik 85-100 3 257 7,5% = x 100
2. Baik 70-84 19 1449 47,5%
3. Cukup 55-69 18 1183 45% =
4. Kurang 0-54 0 0 0%
= 72,22 (baik)
Jumlah 40 2889 100%
Data pada tabel 19 menunjukkan bahwa keterampilan siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora dalam menulis paragraf deskripsi sudah mencapai kategori
baik yaitu, dengan rata-rata nilai secara klasikal mencapai 72,22. Dari jumlah
keseluruhan siswa yaitu 40 siswa, 3 siswa diantaranya 7,5% mencapai kategori
sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Kategori baik dicapai oleh 19 siswa atau
47,5% dengan rentang nilai 70-84. Kategori cukup baik dengan rentang nilai
antara 55-69 dicapai oleh 18 siswa atau 45% dan untuk kategori kurang baik tidak
ada yang mencapainya. Dengan demikian, secara klasikal sudah mencapai 55%
siswa yang mencapai nilai di atas nilai minimal. Hal ini membuktikan bahwa
siswa sudah mencapai ketuntasan dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora dikarenakan oleh dua faktor yang melingkupinya, yaitu
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dalam penelitian ini adalah
keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi yang semakin meningkat.
Hal ini sebagai bukti bahwa siswa mulai paham dengan pembelajaran yang
115
dilakukan oleh guru, sehingga dapat mengubah perilaku terhadap pembelajaran
menulis paragraf deskripsi ke arah yang positif. Selain itu, terdapat juga faktor
eksternal yang mempengaruhi keberhasilan penelitian ini. Faktor eksternal itu
adalah pemilihan dan penggunaan media lagu yang digunakan selama penelitian. Di
samping itu, guru juga menerapkan metode sugesti-imajinasi sehingga
pembelajaran terkesan santai, alamiah dan mampu meningkatkan pemahaman
siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Hasil rata-rata yang telah dicapai yang sangat memuaskan ini, merupakan
keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Dapat disimpulkan
bahwa dengan menggunakan media lagu melalui metode sugesti-imajinasi dapat
meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi, sehingga
siswa juga mengalami perubahan perilaku dalam pembelajaran menulis paragraf
deskripsi. Berikut ini tabel dan penjelasan hasil tes menulis paragraf deskripsi
siklus II pada tiap aspek penilaian siswa kelas XA.
Tabel 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek
Penilaian Siklus II
No. Aspek penilaian Nilai Rata-
rata kelas
Pendeskripsian
1. Keterlibatan aspek pancaindra 80,83
2. Imajinasi 60,25
3. Kesan hidup 69,66
4. Menunjukkan objek yang ditulis 65,33
116
Organisasi isi
5. Kesesuaian judul dengan isi 91,87
6. Kohesi dan koherensi 81,87
7. Memusatkan uraian pada objek yang ditulis 73
Penggunaan bahasa dan EYD
8. Pemilihan kata 90
9. EYD dan tanda baca 81,87
10. Kerapian tulisan 76,25
Jumlah 770,93
Rata-rata nilai 72,22
Tabel 20 di atas menunjukkan bahwa secara klasikal nilai rata-rata hasil
tes keterampilan menulis paragraf deskripsi yang dicapai oleh siswa pada siklus II
adalah 72,22 atau berkategori baik. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan melalui
akumulasi dari beberapa aspek penilaian yang ada. Penilaian paragraf deskripsi
pada siklus II ini masih sama dengan siklus I, terbagi atas tiga kelompok yaitu (1)
pendeskripsian; (2) organisasi isi; dan (3) bahasa dan EYD. Pada kelompok
pendeskripsian terbagi menjadi empat aspek penilaian yang meliputi (1)
keterlibatan aspek pancaindra; (2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan
objek yang ditulis.
Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus II mencapai nilai rata-rata 80,83
atau berkategori baik. Aspek imajinasi pada siklus II ini mencapai 60,25. Ratarata
tersebut sudah termasuk dalam kategori cukup baik. Aspek kesan hidup pada siklus
I ini secara klasikal mencapai nilai rata-rata 69,66 atau berkategori cukup baik.
Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai siswa
secara klasikal adalah 65,33 atau berkategori cukup baik.
117
Hasil penilaian kelompok pendeskripsian menunjukkan nilai rata-rata
tertinggi yang dicapai siswa terdapat pada aspek keterlibatan pancaindra dengan
nilai 80,83 atau berkategori baik. Nilai rata-rata terendah terdapat pada aspek
imajinasi dengan nilai 60,25 atau berkategori cukup baik.
Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)
kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian
pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai
yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 91,87 atau berkategori sangat
baik. Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus II ini mencapai rata-rata 81,87
atau berkategori baik. Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis ratarata
nilai pada siklus I ini adalah 73 atau berkategori baik.
Kelompok organisasi isi mencapai nilai rata-rata tertinggi sebesar 91,87
atau berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek
kesesuaian judul dengan isi. Nilai rata-rata terendah sebesar 73 dengan kategori
baik. Nilai rata-rata tersebut terdapat pada aspek memusatkan perhatian pada
objek yang ditulis.
Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian
yaitu (1) pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada
aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 90
atau berkategori sangat baik. Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca
pada siklus II mencapai 81,87 atau berkategori baik. Aspek yang terakhir adalah
aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa
secara klasikal sebesar 76,25 atau berkategori baik.
118
Nilai rata-rata tertingggi pada kelompok bahasa dan EYD sebesar 90 atau
berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek pemilihan
kata. Sedangkan, nilai rata-rata terendah 76,25 atau berkategori baik. Nilai ratarata
tersebut dicapai pada aspek kerapian tulisan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus II hasil tes
menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA sudah mencapai kategori baik. Secara
keseluruhan nilai rata-rata tiap aspek sudah baik. Hal ini menunjukkan bahwa
secara klasikal hasil tes keterampilan siswa menulis paragraf deskripsi mengalami
peningkatan dari kategori cukup baik menjadi kategori baik.
Berikut ini diagram pie hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi
pada siklus II siswa kelas XA.
Gambar 19 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi siklus II
Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa antara 85-100
termasuk dalam kategori sangat baik dicapai oleh 3 siswa diantaranya 7,5%
mencapai kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Kategori baik dicapai
oleh 19 siswa atau 47,5% dengan rentang nilai 70-84. Kategori cukup baik dengan
119
rentang nilai antara 55-69 dicapai oleh 18 siswa atau 45% dan untuk kategori
kurang baik tidak ada yang mencapainya. Pada siklus II ini kategori sangat baik
yang semula tidak ada yang mencapainya, sudah dicapai oleh 3 siswa.
Dengan demikian, hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa
kelas XA sudah dapat dikatakan memuaskan. Hasil tersebut sudah mencapai
target minimal ketuntasan secara klasikal. Sekitar 55% siswa mencapai nilai di
atas nilai minimal. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran menulis paragraf
deskripsi telah berhasil.
Hasil rata-rata yang telah meningkat ini dibuktikan pula melalui hasil
penilaian tiap aspek yang meningkat. Berikut ini hasil penilaian tiap aspek dalam tes
keterampilan menulis paragraf deskripsi kelas XA.
4.1.3.1.1 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan
Pancaindra
Penilaian aspek keterlibatan pancaindra difokuskan pada keterlibatan
aspek pancaindra dalam paragraf deskripsi. Pada siklus II, lagu yang digunakan
berbeda dengan lagu pada siklus I. Lagu yang digunakan untuk tugas individu
pada siklus II adalah “Berita Kepada Kawan” oleh Ebiet G.Ade dengan pemutaran
video tsunami. Hal ini berdasarkan kesimpulan dari pendapat dan saran siswa
melalui jurnal siswa dan wawancara. Hasil penilaian tes menulis paragraf
deskripsi aspek keterlibatan pancaindra dapat dilihat pada tabel 21 berikut.
120
Tabel 21 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan
Pancaindra
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 15 17 255 42,5% = x 100
baik
2. Baik 10 23 230 57,5% = 485 x 100
3. Cukup 5 0 0 0% 600
4. Kurang 0 0 0 0% = 80, 83 (baik)
Jumlah 40 485 100%
Berdasarkan pada tabel 21 dapat dideskripsikan bahwa secara klasikal
rata-rata hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan pancaindra
mencapai 80,83 dengan kategori baik. Pemerolehan nilai tiap kategori secara rinci
dapat diuraikan sebagai berikut. Data pada tabel menunjukkan hasil tes menulis
paragraf deskripsi aspek keterlibatan aspek pancaindra. Pada aspek tersebut,
kategori sangat baik dicapai oleh 17 siswa dengan skor 15. Kategori baik dicapai
oleh 23 siswa dengan skor 10. Kategori cukup baik dan kurang tidak ada yang
mencapainya. Dengan demikian, data tersebut sudah membuktikan bahwa
keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan
pancaindra sudah baik. Berikut ini diagram batang hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek keterlibatan pancaindra pada siklus II siswa kelas XA.
121
Gambar 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Keterlibatan Pancaindra Siklus II
Diagram tersebut menunjukkan bahwa skor 15 atau berkategori sangat
baik sebanyak 47,5% siswa sudah mampu melibatkan perasaan, indra
pendengaran dan indra penglihatan dalam paragraf deskripsi yang ditulis.
Sebanyak 57,5% siswa baru mampu melibatkan indra penglihatan dan
pendengaran saja. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai yang
dicapai siswa sudah menggambarkan pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi
yaitu keterlibatan aspek pancaindra dalam penulisan paragraf deskripsi sangat
penting. Siswa sudah menjelaskan dengan baik, runtut dan jelas mengenai
“Gempa Tsunami” sehingga terdapat keterlibatan aspek pancaindra. Media lagu di
sini sangat membantu siswa dalam menuangkan ide dan gagasan sehingga
kegiatan menulis dapat berjalan dengan baik. Hal ini membuktikan siswa sudah
paham mengenai pentingnya keterlibatan aspek pancaindra dalam menulis
paragraf deskripsi.
122
4.1.3.1.2 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi
Penilaian aspek imajinasi difokuskan pada kualitas pengolahan ide dalam
menulis paragraf deskripsi. Aspek imajinasi bertujuan untuk mengetahui
kemampuan siswa dalam mengolah ide yang ada setelah melakukan proses
imajinasi. Hasil penilaian tes aspek imajinasi dalam menulis paragraf deskripsi
dapat dilihat pada tabel 22 berikut.
Tabel 22 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 16-20 2 34 5% = x 100
baik
2. Baik 11-15 30 368 75% =
3. Cukup 6-10 8 80 20%
4. Kurang 1-5 0 0 0% = 60, 25 (baik)
Jumlah 40 482 100%
Pada tabel 22 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi
aspek imajinasi untuk kategori sangat baik dengan rentang skor 16-20 dicapai
oleh 2 siswa. Pada kategori tersebut, siswa sudah dapat mengolah idenya dengan
sangat baik sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan
hal yang ditulis. Kategori baik dengan skor 11-15 dicapai oleh 30 siswa. Pada
kategori tersebut siswa sudah dapat mengolah ide dengan baik sehingga pembaca
seolah-olah melihat dan merasakan hal yang ditulis. Kategori cukup baik dengan
rentang skor 6-10 dicapai oleh 8 siswa. Pada kategori tersebut siswa hanya
mampu membuat pembaca seolah-olah melihat hal yang ditulis. Kategori kurang
dengan rentang skor 1-5 tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal hasil
123
tes menulis paragraf deskripsi aspek imajinasi mencapai 60,25 atau berkategori
baik. Berikut ini diagram batang hasil menulis paragraf deskripsi aspek imajinasi
pada siswa kelas XA siklus II.
Gambar 21 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Imajinasi Siklus II
Dari diagram batang di atas dapat diketahui 5% siswa menulis paragraf
deskripsi dengan menggunakan aspek imajinasi dengan sangat baik. Artinya
kualitas pengolahan idenya sangat baik, sehingga pembaca seolah-olah melihat,
mendengar dan merasakan hal-hal yng ditulis. Sedangkan, 75% siswa sudah
mampu menggunakan aspek imajinasi dengan kategori baik. Kategori kurang,
tidak ada satupun siswa yang mencapainya. Hal ini menunjukkan siswa cukup
dapat menggunakan aspek imajinasi dalam penulisan paragraf deskripsi. Dapat
disimpulkan siswa sudah cukup baik dalam mengolah ide ke dalam bentuk
paragraf. Pengolahan idenya belum mampu menimbulkan daya imajinasi dengan
baik bagi pembaca.
124
4.1.3.1.3 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup
Penilaian dalam menulis paragraf deskripsi pada aspek kesan hidup
difokuskan pada pelukisan objek secara nyata yang dibuat oleh siswa. Berikut ini
tabel 23 hasil menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup.
Tabel 23 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 12-15 10 125 25% = x 100
baik
2. Baik 8-11 30 293 75% =
3. Cukup 4-7 0 0 0%
4. Kurang 0-3 0 0 0% = 69, 66 (baik)
Jumlah 40 418 100%
Pada tabel 23 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi
aspek kesan hidup untuk kategori sangat baik yaitu dengan rentang skor 12-15
dicapai oleh 10 siswa. Kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 30
siswa. Kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dan kategori kurang baik
dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang mencapainya. Jadi, setelah setelah
dilakukan penghitungan rata-rata nilai siswa pada aspek kesan hidup dalam
menulis paragraf deskripsi mencapai 69,66 atau berkategori baik. Berikut ini
disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup
pada siswa kelas XA.
125
Gambar 22 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Kesan Hidup Siklus II
Berdasarkan diagram batang di atas pada kategori sangat baik sebanyak
25% siswa sudah dapat melukiskan objek sesuai dengan keadaannya. Pada
kategori baik sebanyak 75% siswa hanya dapat melukiskan keadaan objek kurang
sempurna. Kategori cukup baik dan kurang baik, siswa tidak ada yang
mencapainya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa sudah paham
dalam melukiskan objek tulisannya dan dapat dikatakan siswa sudah mencapai
rata-rata nilai dengan kategori baik.
4.1.3.1.4 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek
yang Ditulis
Penilaian aspek menunjukkan objek yang ditulis dalam menulis paragraf
deskripsi difokuskan pada letak, kondisi dan kebersihan objek yang
dideskripsikan sesuai tema pembelajaran hari itu dan tema lagu. Hasil penilaian tes
menulis paragraf deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis dapat dilihat pada
tabel 24 berikut ini.
126
Tabel 24 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek
yang Ditulis
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 12-15 10 120 25% = x 100
baik
2. Baik 8-11 26 244 65% =
3. Cukup 4-7 4 28 10%
4. Kurang 0-3 0 0 0% = 65, 33 (baik)
Jumlah 40 392 100%
Berdasarkan tabel 24 tersebut dapat dideskripsikan hasil tes menulis
paragraf deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis untuk kategori sangat
baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh 10 siswa. Kategori tersebut siswa
sudah dapat menunjukkan letak, kondisi dan kebersihan objek dengan baik.
Selanjutnya, untuk kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 26 siswa.
Hal ini menunjukkan bahwa siswa baru dapat menunjukkan letak dan kondisi
objek. Kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dicapai oleh 4 siswa dengan
kemampuan hanya menunjukkan letak dan kebersihan objek. Kategori kurang
baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek
menunjukkan objek yang ditulis secara klasikal mencapai 65,33 dengan kategori
cukup baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis pada siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Blora.
127
Gambar 23 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II
Berdasarkan diagram batang di atas, kategori sangat baik dicapai 25%.
Pada kategori tersebut siswa sudah dapat menunjukkan letak, kondisi dan
kebersihan objek dengan baik. Pada kategori baik dicapai 65% siswa.
Kemampuan siswa pada kategori ini sudah dapat menunjukkan letak dan kondisi
objek. Sebesar 10% siswa mencapai kategori cukup baik dengan kemampuan
hanya menunjukkan letak dan kebersihan objek. Selanjutnya untuk kategori
kurang baik sama seperti pada siklus I, siswa tidak ada yang mencapainya. Dari
penjelasan di atas dapat dikatakan siswa masih sudah baik dalam menunjukkan
objek yang ditulis. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil menulis paragraf
deskripsi pada aspek menunjukkan objek yang ditulis dari siklus I ke siklus II.
Dapat dikatakan siswa sudah paham dalam menunjukkan objek yang ditulis pada
paragraf deskripsi.
128
4.1.3.1.5 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul
dengan isi
Penilaian aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf
deskripsi dapat dilihat pada tabel 25 berikut ini.
Tabel 25 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul
dengan Isi
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 27 108 67,5% = x 100
baik
2. Baik 3 13 39 32,5% =
3. Cukup 2 0 0 0%
4. Kurang 1 0 0 0% = 91,87 ( sangat baik)
Jumlah 40 147 100%
Data pada tabel 25 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf
deskripsi aspek kesesuaian judul dengan isi untuk kategori sangat baik yaitu
dengan skor 4 dicapai oleh 27 siswa. Pada kategori ini siswa membuat judul yang
sesuai dengan isi paragraf. Kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 13 siswa.
Pada kategori ini judul yang dibuat oleh siswa tidak jauh menyimpang dengan isi
paragraf deskripsi. Selanjutnya, untuk kategori cukup dan kurang tidak ada yang
mencapainya. Jadi, setelah dilakukan penghitungan rata-rata nilai siswa pada
aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf deskripsi mencapai
91,87 atau berkategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
siswa sudah mampu menulis judul paragraf yang sesuai dengan isi paragraf. Siswa
memberikan judul paragraf yang berbeda-beda sesuai dengan isi paragraf
129
deskripsi yang ditulisnya. Berikut ini disajikan diagram batang untuk aspek
tersebut.
Gambar 24 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II
Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa pada kategori sangat baik
dicapai 67,5% siswa. Pada kategori tersebut, siswa sudah mampu membuat judul
paragraf yang sudah sangat sesuai dengan isi paragraf. Sebanyak 32,5% siswa
mencapai kategori baik, artinya siswa dalam membuat judul paragraf deskripsi
sudah sesuai dengan isi paragraf deskripsi tersebut atau judul yang dibuat oleh
siswa tidak menyimpang dengan isi paragraf deskripsi. Kategori cukup baik dan
kurang baik pada aspek kesesuaian judul dengan isi, siswa tidak ada yang
mencapainya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu
menulis judul paragraf yang sesuai dengan isi paragraf. Siswa memberikan judul
paragraf yang berbeda-beda sesuai dengan isi paragraf deskripsi yang ditulisnya.
130
4.1.3.1.6 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
Penilaian aspek kohesi dan koherensi dalam menulis paragraf deskripsi
difokuskan pada keterpaduan antarkalimat dalam paragraf jelas artinya organisasi
satuan-satuan kalimat yang tergabung membentuk satuan paragraf. Hasil penilaian
tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan koherensi dapat dilihat pada tabel
26 berikut ini.
Tabel 26 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 11 44 27,5% = x 100
baik
2. Baik 3 29 87 72,5% =
3. Cukup 2 0 0 0%
4. Kurang 1 0 0 0% = 81,87 (baik)
Jumlah 40 131 100%
Data pada tabel 26 menunjukkan bahwa pada tes aspek kohesi dan
koherensi untuk kategori sangat baik dicapai oleh 11 siswa dengan skor 4.
Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 29 siswa. Kategori
cukup baik dan kurang baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal
hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan koherensi mencapai 81,87 atau
berkategori baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil menulis paragraf
deskripsi aspek kohesi dan koherensi.
131
Gambar 25 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Kohesi dan Koherensi Siklus II
Dari diagram batang tersebut diketahui sebanyak 27,5% siswa sudah
mampu menyusun paragraf deskripsi yang padu dengan kategori sangat baik.
Selanjutnya kategori baik dicapai 72,5% siswa. Untuk kategori cukup baik dan
kurang sudah tidak ada siswa yang mencapainya. Dapat disimpulkan siswa sudah
baik dalam organisasi kalimat pada paragraf deskripsi yang ditulis siswa.
4.1.3.1.7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian
Pada Objek yang Ditulis
Penilaian aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dalam menulis
paragraf deskripsi difokuskan pada pemusatan uraian kaitannya dengan hal-hal
yang berhubungan dengan objek tulisan. Hasil penilaian tes menulis paragraf
deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dapat dilihat pada
tabel 27 berikut.
132
Tabel 27 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian
Pada Objek yang Ditulis
No. Kategori Rentang F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Skor Nilai (%)
1. Sangat 12-15 15 181 37,5% = x 100
baik
2. Baik 8-11 25 257 62,5% =
3. Cukup 4-7 0 0 0%
4. Kurang 0-3 0 0 0% = 73 (baik)
Jumlah 40 438 100%
Berdasarkan data pada tabel 27 menunjukkan hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis untuk kategori sangat
baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh 15 siswa. Pada kategori ini siswa
sudah mampu memusatkan uraian pada hal-hal yang berhubungan dengan objek
tulisan. Kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 25 siswa. Pada
kategori ini siswa sedikit melibatkan objek yang tidak berkaitan objek yang
ditulis. Selanjutnya, kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dan kategori
kurang baik dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang mencapainya. Secara klasikal
hasil menulis paragraf deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis
mencapai 73 atau berkategori baik. Hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi
aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis tersebut juga dijelaskan melalui
diagram batang berikut ini.
133
Gambar 26 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus II
Diagram batang tersebut merupakan diagram hasil menulis paragraf
deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis. Pada diagram
tersebut sebanyak 37,5% siswa mendapat skor 12-15 dengan kategori sangat baik.
Pada kategori ini siswa sudah mampu memusatkan uraian pada hal-hal yang
berhubungan dengan objek tulisan. Kategori baik dengan rentang skor 8-11
dicapai oleh 62,5% siswa. Pada kategori ini, siswa sedikit melibatkan objek yang
tidak berkaitan objek yang ditulis. Selanjutnya, kategori cukup baik dengan
rentang skor 4-7 dan kategori kurang baik dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang
mencapainya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah cukup bisa dalam
memusatkan uraian pada objek yang ditulis, walaupun hasilnya masih dalam
kategori cukup baik.
134
4.1.3.1.8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata
Penilaian aspek pemilihan kata dalam menulis paragraf deskripsi
difokuskan pada pilihan kata yang digunakan dalam menulis paragraf deskripsi.
Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata dapat dilihat
pada tabel 28 berikut.
Tabel 28 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 24 96 60% = x 100
baik
2. Baik 3 16 48 40% =
3. Cukup 2 0 0 0%
4. Kurang 1 0 0 0% = 90 (sangat baik)
Jumlah 40 144 100%
Pada tabel 28 menunjukkan bahwa hasil tes pada aspek pemilihan kata
untuk kategori sangat baik yaitu dengan skor 4 dicapai oleh 24 siswa atau 60%.
Selanjutnya, untuk kategori baik dicapai oleh 16 siswa atau 40%, sedangkan
untuk kategori cukup baik dan kategori kurang baik tidak ada yang mencapainya.
Secara klasikal hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata
mencapai nilai rata-rata 90 atau berkategori sangat baik. Berikut ini diagram
batang hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata
pada siklus II siswa kelas XA.
135
Gambar 27 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Pemilihan Kata Siklus II
Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah skor 4 termasuk dalam
kategori sangat baik dicapai 60% siswa. Kategori baik dicapai 40% siswa dengan
skor 3. Kategori cukup baik dengan skor 2 dan kategori kurang baik dengan skor 1
tidak ada yang mencapainya. Pada siklus II ini merupakan hasil yang
memuaskan. Dengan demikian, dapat dikatakan siswa sudah memilih dan
menggunakan kata untuk membangun paragraf deskripsinya. Kata-kata yang
dipilih sudah sesuai dengan isi paragraf.
4.1.3.1.9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Ejaan dan Tanda Baca
Fokus penilaian aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf
deskripsi adalah ketepatan penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis
paragraf deskripsi. Hasil tes aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf
deskripsi dapat dilihat pada tabel 29 berikut.
136
Tabel 29 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat 4 11 44 27,5% = x 100
baik
2. Baik 3 29 87 72,5% =
3. Cukup 2 0 0 0%
4. Kurang 1 0 0 0% = 81,87 (baik)
Jumlah 40 131 100%
Data pada tabel 29 dapat dideskripsikan bahwa hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek EYD dan tanda baca untuk kategori sangat baik dengan skor 4
dicapai oleh 11 siswa atau 27,5%. Selanjutnya kategori baik dicapai oleh 29 siswa
atau 72,5%. Pada kategori cukup dan kurang tidak ada yang mencapainya.
Dengan demikian, hasil tes menulis paragraf deskripsi secara klasikal mencapai
81,87 kategori baik. Hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek
penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf deskripsi pada siswa
kelas XA SMA Negeri 2 Blora tersebut juga dijelaskan melalui diagram batang
berikut ini.
137
Gambar 28 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD
dan Tanda Baca Siklus II
Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf
deskripsi pada aspek EYD dan tanda baca sudah baik. Hal ini dilihat dari
sebanyak 27,5% siswa memiliki kesalahan antara 1-5 dalam penulisan EYD dan
tanda baca atau berkategori sangat baik. Sedangkan, 72,5% siswa mencapai
kategori baik dengan jumlah kesalahan antara 6-10. Kategori cukup baik dan
kategori kurang baik siswa tidak ada yang mencapainya. Dari hasil tersebut dapat
disimpulkan siswa sudah baik dalam menggunakan EYD dan tanda baca dalam
paragraf deskripsi yang ditulis.
138
4.1.3.1.10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan
Penilaian aspek kerapian tulisan dengan menulis paragraf deskripsi
difokuskan pada kerapian, kebersihan tulisan serta kemudahan untuk dibaca. Hasil
tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan dapat dilihat pada tabel 30
berikut ini.
Tabel 30 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan
No. Kategori Skor F Jumlah Persen Rata-rata Nilai
Nilai (%)
1. Sangat baik 4 3 12 7,5% = x 100
2. Baik 3 36 108 90%
3. Cukup 2 1 2 2,5% =
4. Kurang 1 0 0 0%
=76, 25 (baik)
Jumlah 40 122 100%
Berdasarkan tabel 30 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil tes
menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai kategori baik. Adapun
hasilnya, untuk kategori sangat baik dengan skor 4 dicapai oleh 3 siswa.
Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 36 siswa. Kategori
cukup dicapai oleh 1 siswa atau 2,5%, sedangkan kategori kurang baik dengan
skor 1 tidak ada yang mencapainya. Secara klasikal, hasil tes menulis paragraf
deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai 76,25. Berikut ini diagram batang hasil
tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan siswa kelas XA pada siklus
II.
139
Gambar 29 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
Kerapian Tulisan Siklus II
Diagram batang di atas menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf
deskripsi aspek kerapian tulisan untuk kategori sangat baik dengan skor 4, dicapai
7,5% siswa. Pada kategori ini tulisan siswa dapat dibaca, rapi dan bersih. Kategori
baik dengan skor 3 dicapai 90% siswa. Pada kategori ini tulisan siswa dapat
dibaca dengan coretan antara 1-3. Selanjutnya, kategori cukup baik dengan skor 2
dicapai 2,5% siswa, kategori ini tulisan siswa dapat dibaca dengan jumlah coretan
antara 4-6. Sedangkan kategori kurang baik, tidak ada siswa yang mencapainya.
Dengan demikian, dapat dikatakan hasil tulisan siswa sudah rapi, bersih dan
mudah dibaca.
4.1.3.2 Hasil Nontes
Hasil penilaian nontes pada siklus II ini didapatkan dari data observasi,
wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Berikut ini akan diuraikan keempat
hasil penelitian nontes tersebut.
140
4.1.3.2.1 Hasil Observasi
Observasi pada siklus II masih sama dengan observasi pada siklus I.
observasi ini bertujuan untuk menilai perilaku siswa baik yang positif maupun
yang negatif selama pembelajaran berlangsung. Terdapat delapan aspek yang
diamati dalam observasi. Aspek dalam observasi tersebut dijadikan sebagai acuan
dalam menilai kegiatan siswa dalam pemelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Berikut ini tabel 31 hasil
observasi siklus II.
Tabel 31 Hasil Observasi Siklus II
No. Aspek Observasi Persentase
Hasil
1. Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dan 15%
melakukan kegiatan yang tidak perlu (bicara
sendiri, melamun, mengganggu teman).
2. Siswa aktif bertanya, memberi tanggapan mengenai 47,5%
materi paragraf deskripsi yang sedang diajarkan.
3. Siswa tidak melakukan diskusi dengan baik (bicara 7,5%
sendiri, melamun, mengganggu teman).
4. Siswa meremehkan kegiatan menyimak. 10%
5. Siswa meremehkan kegiatan imajinasi. 15%
6. Siswa mengganggu teman lain pada saat pencarian 7,5%
gagasan.
7. Siswa mengikuti proses penulisan gagasan dengan 80%
baik.
8. Siswa menulis paragraf deskripsi dengan baik dan 90%
penuh konsentrasi.
Berdasarkan data pada tabel 31 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil
observasi pada siklus II yaitu sebanyak 15% siswa tidak memperhatikan
141
penjelasan guru. Mereka bicara sendiri, melamun dan mengganggu teman.
Sedangkan 85% siswa sudah memperhatikan penjelasan guru. Mereka sangat
antusias mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan. Sebagai hasil
observasi awal, hal ini sudah baik. Perhatian siswa sudah menunjukkan
ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran.
Pada siklus II ini, keaktifan bertanya siswa terhadap materi paragraf
deskripsi sangat sedikit sekali. Sebanyak 47,5% atau 19 siswa menunjukkan
keaktifannya bertanya mengenai paragraf deskripsi, sedangkan 52,5% atau 21
siswa memilih pasif.
Siswa sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan diskusi kelompok.
Pada saat kegiatan diskusi kelompok, 7,5% siswa masih kurang berpartisipasi
dalam kelompok. Mereka berbicara sendiri, melamun dan asyik bercerita. Hampir
seluruh siswa sudah melaksanakan tugas dalam diskusi kelompok dengan baik,
yaitu sekitar 92,5%. Respon siswa terhadap lagu yang diputarkan sangat
meningkat. Mereka sangat tertarik dengan lagu yang digunakan.
Hasil dari observasi kegiatan menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah selama proses sugesti-imajinasi
berlangsung sebagian besar siswa sudah melaksanakan sesuai dengan petunjuk
dan penuh antusias, walaupun tidak semua siswa mengikutinya dengan baik
Pelaksanaan proses sugesti-imajinasi meliputi kegiatan menyimak lagu,
pencarian gagasan, penulisan dan pengelompokan gagasan, serta menulis paragraf
deskripsi. Kegiatan pertama yaitu menyimak lagu, pada kegiatan tersebut 90%
siswa melakukan dengan penuh perhatian dan baik. Sebagian besar siswa
142
melakukan sesuai dengan petunjuk yang diminta oleh peneliti. Sedangkan 10%
siswa mereka bermain sendiri atau berbicara sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa
siswa tertarik pada media lagu yang digunakan.
Pada proses selanjutnya, proses imajinasi sebanyak 15% siswa tidak
melaksanakannya dengan baik. 85% siswa melaksanakan proses imajinasi sesuai
dengan perintah guru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah memahami
jalannya proses sugesti-imajinasi. Selain itu, pada proses pencarian gagasan
sebanyak 7,5% siswa mengganggu temannya dan 92,5% siswa melakukan dengan
penuh konsentrasi. Hasil dari kegiatan pencarian gagasan ini yang nantinya
menjadi dasar penulisan paragraf deskripsi, hal ini menyebabkan siswa
melaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Perolehan hasil observasi siswa mengenai proses penulisan gagasan
menunjukkan 80% siswa dapat melakukannya dengan baik. Terdapat sekitar 20%
siswa tidak melaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan proses sugesti-
imajinasi sebelumnya mereka tidak melakukannya dengan baik. Pada proses
penulisan gagasan ini siswa sudah menunjukkan keseriusannya. Hal ini
membuktikan bahwa pada siklus II perilaku negatif pada saat penulisan gagasan
mulai berkurang.
Hasil observasi pada saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir
yaitu menulis paragraf deskripsi menunjukkan hasil yang baik, sebesar 90% sudah
menunjukkan sikap yang baik selama menulis paragraf deskripsi. Siswa terlihat
lebih tenang dan serius menulis paragraf deskripsi yang ditugaskan oleh guru.
143
Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa siswa berantusias mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Umumnya para siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
dari awal hingga akhir. Hal ini ditunjukan dengan antusias mereka mulai dari
apersepsi, pembentukan, pemutaran media berupa lagu, kegiatan menyimak,
penulisan gagasan dalam paragraf deskripsi berdasarkan tema lagu yang ada.
Hasil yang dicapai siswa sudah baik dan siswa masih antusias dalam
mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu. Antusias siswa ini diketahui dari respon atau
ekspresi sebagian besar siswa. Perilaku siswa dalam melaksanakan proses sugesti-
imajinasi selama pembelajaran menulis paragraf deskripsi berlangsung
ditunjukkan oleh sikap yang positif dan sikap negatif. Perilaku positif tampak
pada sikap siswa yang antusias selama mengikuti kegiatan menulis paragraf
deskripsi. Hal ini terlihat dari siswa yang merasa senang dengan menampakkan
ekspresi kagum terhadap metode mengajar dan media yang peneliti gunakan,
karena pembelajaran menulis deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu memberikan pengalaman baru yang bermakna bagi siswa.
Berdasarkan pengamatan peneliti selama pembelajaran menulis paragraf
deskripsi dapat disimpulkan bahwa pada siklus II perilaku negatif siswa sudah
mulai berubah dengan perilaku positif selama pembelajaran berlangsung. Hal ini
berbeda sekali dengan hasil siklus I. Peningkatan perilaku siswa dari perilaku
negatif ke perilaku positif merupakan hal yang sangat diharapkan, karena guru
144
sudah berusaha secara maksimal untuk merubah pola pembelajaran agar lebih
disukai oleh siswa dan sebagai perbaikan dari siklus I.
Selain pelaksanaan metode sugesti-imajinasi dan penggunaan media lagu
yang lebih baik, guru juga mempersiapkan rencana pembelajaran yang lebih
matang dan melalui tahapan ini, diharapkan dapat lebih baik dalam pengelolaan
kelas.
4.1.3.2.2 Hasil Jurnal
Jurnal yang digunakan dalam tindakan siklus II ini masih sama seperti
pada siklus I, yaitu terdiri atas jurnal siswa dan jurnal guru. Jurnal tersebut berisi
ungkapan perasaan, tanggapan, pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi dari siswa maupun guru selama pembelajaran menulis paragraf
deskripsi berlangsung.
4.1.3.2.2.1 Jurnal Siswa
Jurnal siswa diisi oleh masing-masing siswa pada akhir pembelajaran.
Tujuan dilakukannya pengisian jurnal siswa ini adalah untuk mengetahui segala
sesuatu yang terjadi pada saat pembelajaran menulis paragraf deskripsi
berlangsung. Adapun hal-hal yang ditanyakan dalam jurnal siswa meliputi: (1)
perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (2)
penjelasan guru terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti imajinasi dengan media lagu; (3) ketertarikan siswa
terhadap pelaksanaan proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi, (4) sulit tidaknya siswa melakukan proses imajinasi; (5) proses sugesti-
imajinasi yang paling mudah dilakukan oleh siswa; (6) proses sugesti-imajinasi
145
yang paling sulit dilakukan oleh siswa; (7) perasaan siswa setelah melakukan
proses sugesti-imajinasi; (8) pesan, kesan, dan saran siswa terhadap pembelajaran
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Pada saat dibagikan lembar jurnal siswa, siswa sudah tidak lagi merasa
heran karena pengisian jurnal ini sudah pernah dilakukan pada saat siklus I. Siswa
sangat antusias pada saat pengisian jurnal dilakukan. Siswa mengisi jurnal sesuai
dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang baru saja dilakukan. Hasil
jurnal yang telah dianalisis selengkapnya diuraikan melalui tabel 32 dan deskripsi
sebagai berikut.
Tabel 32 hasil Jurnal Siswa Siklus II
No. Pertanyaan Jurnal Persentase
Hasil
1. Apakah Anda tertarik dan senag dengan 87,5%
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu?
2. Apakah penjelasan guru mengenai pelaksanaan 85%
proses sugesti-imajinasi pada pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu?
3. Apakah Anda tertarik dengan pelaksanaan proses 90%
sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu?
4. Apakah Anda merasa kesulitan ketika melakukan 20%
proses imajinasi pada proses sugesti-imajinasi?
5. Dari kelima proses sugesti-imajinasi, mana menurut
Anda proses yang paling mudah dilakukan pada
146
kegiatan menulis paragraf deskripsi?
• Menyimak lagu 80%
• Pencarian gagasan 20%
6 Proses sugesti-imajinasi mana pula yang menurut
Anda paling sulit dilakukan pada kegiatan menulis
paragraf deskripsi?
• Menulis paragraf deskripsi 10%
• Tidak ada -
7. Bagaimana perasaan Anda setelah melakukan proses
sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu?
Senang 90%
Biasa saja 10%
8. Tuliskan pesan, kesan, dan saran penggunaan metode -
sugesti-imajinasi dalam pembelajaran menulis
paragraf deskripsi dengan media lagu?
Pada umumnya sebagian besar siswa menanggapi senang dengan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Aspek tertarik dan tidaknya siswa terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yaitu
87,5% atau 35 siswa tertarik pada pembelajaran tersebut. Sedangkan, 12,5% atau
5 siswa menyatakan biasa saja. Alasan yang digunakan siswa sangat beragam
untuk menunjukkan ketertarikannya, diantaranya menyenangkan, menarik,
menambah wawasan, tidak membosankan, lebih mudah untuk dipahami dan lebih
jelas. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tanggapan siswa terhadap
147
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu.
Aspek yang kedua adalah mengenai penjelasan guru terhadap pelaksanaan
proses sugesti-imajinasi, 34 siswa atau 85% siswa mengatakan jelas, sekitar 15%
atau 6 siswa menyatakan tidak jelas. Ketidakjelasan ini disebabkan waktu guru
memberikan penjelasan siswa tersebut berperilaku negatif, seperti bercerita
sendiri, mengganggu teman, dan lain sebagainya.
Aspek ketiga adalah tertarik dan tidaknya siswa terhadap pelaksanaan
proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf deskripsi sebanyak 90%
siswa menyatakan tertarik pada pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dengan
media lagu. Alasan yang diberikan siswa adalah dengan proses sugesti-imajinasi
dengan media lagu memudahkan siswa menyampaikan gagasannya ke dalam
paragraf deskripsi dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Sisanya
sekitar 4 siswa atau 10% berpendapat cukup menarik. Alasannya, pada saat proses
menyimak lagu beberapa siswa bercerita sendiri sehingga mengganggu
konsentrasi. Sehingga dapat disimpulkan, melalui metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu siswa menjadi lebih senang dan terbantu untuk menulis
paragraf deskripsi.
Pada aspek yang keempat yaitu kesulitan siswa melakukan imajinasi
dengan media lagu adalah 32 siswa atau 80% berpendapat bahwa proses imajinasi
mudah dilakukan. Sekitar 8 siswa atau 20% siswa menyatakan mengalami
kesulitan. Kesulitan-kesulitan tersebut adalah pada waktu kegiatan menyimak
lagu mereka tidak melakukan dengan baik sehingga untuk mengorganisasikan
148
pengalaman hidup mereka kesulitan. Hal ini menyebabkan kesulitan mengikuti
proses selanjutnya. Dari deskripsi tersebut diketahui bahwa tanggapan mengenai
sulitnya proses imajinasi sudah berkurang dibandingkan dengan siklus I.
Aspek yang kelima dan enam adalah proses sugesti-imajinasi yang
dianggap oleh siswa paling mudah dan paling sulit. Sebanyak 32 siswa atau 80%
menyatakan proses menyimak adalah proses yang paling mudah dilakukan.
Sedangkan sebanyak 20% atau 10 siswa menyatakan proses menulis paragraf
deskripsi yang paling mudah dilakukan. Proses sugesti-imajinasi yang paling sulit
dilakukan adalah sekitar 4 siswa atau 10% berpendapat menulis paragraf deskripsi
adalah proses yang paling sulit dilakukan. 90% atau 36 siswa tidak merasa
kesulitan dalam proses sugesti-imajinasi.
Terdapat 90% atau 36 siswa berpendapat merasa senang setelah
melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu. Sedangkan, sebanyak
10% atau 4 siswa merasa biasa saja tanpa memberikan alasan. Alasan mereka
merasa senang adalah suasana pembelajaran menulis paragraf deskripsi berbeda
dari biasanya dan siswa lebih terbantu dalam menyampaikan gagasan ke dalam
paragraf deskripsi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi telah
mampu menarik perhatian siswa. Dengan demikian guru telah berhasil merubah
perilaku negatif siswa menjadi perilaku positif. Selain itu guru juga telah berhasil
membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran dan menciptakan proses
belajar mengajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
149
Aspek yang terakhir adalah pesan, kesan, dan saran siswa terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu, yaitu pesan dari sebagian besar siswa yaitu 90% siswa memberi pesan
agar dalam pembelajaran menulis lebih sering menggunakan metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu karena pembelajaran terasa lebih santai dan
menyenangkan. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat baik.
Pembelajaran terasa tidak membosankan dan siswa menjadi lebih paham tentang
paragraf deskripsi.
Selanjutnya, masing-masing siswa memberikan saran terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Sebagian besar siswa menyarankan agar
pembelajaran menulis paragraf deskripsi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan
terus ditingkatkan lagi. Siswa merasa lebih berkesan dengan pembelajaran yang
menggunakan media seperti pembelajaran menulis deskripsi ini. Alasan siswa
senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi karena siswa dapat
belajar sambil mendengarkan lagu, dapat berimajinasi, dapat mengingat
pengalaman hidup. Pendapat lainnya merasa senang karena media lagu sangat
menarik dan jarang digunakan dalam pembelajaran. Siswa merasa lebih berkesan
dengan pembelajaran yang menggunakan media. Hal ini merupakan pengalaman
baru bagi siswa dalam mengikuti pemelajaran. Penerapan metode sugesti-
imajinasi dan penggunaan media lagu telah berhasil memberikan pengalaman
yang bermakna bagi siswa, sehingga siswa menjadi lebih senang mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
150
4.1.3.2.3 Hasil Jurnal Guru
Jurnal guru ini diisi oleh guru yang menyampaikan materi pembelajaran,
dalam hal ini adalah peneliti sendiri. Jurnal guru berisi enam pernyataan mengenai
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Pernyataan tersebut antara lain (1)
kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi; (2) keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (3)
tanggapan siswa terhadap proses sugesti-imajinasi dengan media lagu
pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (4) tingkah laku siswa selama
pembelajaran; (5) suasana selama pembelajaran berlangsung.
Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, diikuti oleh siswa dengan
antusias karena pada pada pertemuan siklus I peneliti menjelaskan bahwa
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya adalah menulis paragraf deskripsi
melalui media lagu.
Pada umumnya siswa sudah aktif mengikuti pembelajaran menulis
paragraf deskripsi. Siswa sudah tidak malu lagi untuk tampil dan bertanya. Hal ini
menandakan bahwa perilaku siswa sudah berubah ke arah yang positif. Selama
pembelajaran siswa bertingkah laku baik. Hal ini menyebabkan Susana kelas lebih
kondusif.
Tanggapan siswa terhadap proses sugesti-imajinasi dengan media lagu
sangat baik. Siswa sangat aktif dalam pembelajaran. Mereka sangat antusias
mengikuti proses tersebut. Keantusiasan dan keseriusan siswa ini sebagai
151
tanggapan yang baik dari siswa terhadap pelaksanaan proses sugesti-imajinasi
dengan media lagu.
Tingkah laku siswa dalam pembelajaran adalah baik. Mereka melakukan
tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh konsentrasi dan serius, namun
masih ada yang berperilaku negatif tetapi hanya beberapa siswa saja.
Suasana pembelajaran adalah kondusif. Hal ini sebagai bukti bahwa
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu sangat diterima oleh siswa. Hal ini dapat membuktikan bahwa
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu dapat menghidupkan suasana kelas, sehingga siswa menjadi lebih
bersemangat mengikuti pembelajaran.
Keberhasilan pembelajaran ini tidak lepas dari usaha guru dalam
mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan penelitian ini. Persiapan
tersebut termasuk pemilihan lagu dan tampilan yang menarik media, metode
sugesti-imajinasi yang digunakan guru, serta rencana pembelajaran yang dibuat
lebih matang. Hal ini yang membuat siswa merespons positif terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu yang digunakan oleh guru.
4.1.3.2.4 Hasil Wawancara
Wawancara pada siklus II ini dilakukan kepada tiga orang siswa yang
mendapat nilai tertinggi, sedang, dan rendah pada hasil tes siklus II. Wawancara
dilakukan setelah pembelajaran berakhir. Tujuan dilakukannya wawancara pada
siklus II ini adalah untuk mengetahui sejauhmana tanggapan siswa terhadap
152
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu ini. Teknik dan pelaksanaan wawancara pada siklus II masih sama
dengan wawancara siklus I, yaitu siswa menjawab pertanyaan yang dilontarkan
menurut pendapat mereka. Pertanyaan yang digunakan oleh guru masih sama
dengan pertanyaan pada siklus I. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada
siswa semuanya seputar pemelajaran menulis paragraf deskripsi yang telah
berlangsung.
Adapun pertanyaan tersebut meliputi (1) Apakah siswa tertarik dan senang
terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugestiimajinasi dengan media lagu; (2) Bagaimanakah penjelasan guru mengenai
proses sugesti-imajinasi; (3) apakah siswa tertarik terhadap proses sugesti-imajinasi;
(4) apakah siswa merasa kesulitan ketika melakukan proses sugesti-imajinasi; (5)
proses sugesti-imajinasi apa yang yang menurut siswa paling mudah dan paling
sulit dilakukan; (6) bagaimana perasaan siswa setelah melakukan proses
sugestiimajinasi; (7) saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Siswa merasa sangat senang dengan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yang dilaksanakan
oleh guru. Alasannya pembelajaran seperti ini baru pertama kali dilaksanakan,
sehingga bagi siswa ini menjadi pengalaman baru dalam mengikuti pembelajaran.
Pembelajaran yang disampaikan oleh guru sangat menarik, terutama pada
penggunaan media lagu dengan metode sugesti-imajinasi. Siswa menjadi lebih
bersemangat untuk belajar karena pembelajaran yang dilakukan tidak monoton
153
dan tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Kenyataan seperti ini memang
suatu hal yang sangat diharapkan oleh peneliti. Tujuan seperti inilah yang ingin
dicapai dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Respons siswa yang baik terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi menandakan siswa sangat menerima dan menikmati. Respons positif
siswa dibuktikan selama pembelajaran berlangsung hingga pembelajaran berakhir.
Siswa serius mengikuti proses sugesti-imajinasi, siswa aktif bertanya, berpendapat
dan menanggapi pembelajaran yang telah dilakukan.
Penggunaan media lagu melalui metode sugesti-imajinasi ini memang
suatu terobosan baru dalam kegiatan pembelajaran. Melalui metode
sugestiimajinasi dengan media lagu ini, telah mampu merubah sikap siswa ke
arah positif. Siswa yang awalnya tidak suka, acuh, ramai sendiri, melamun
dalam pembelajaran, pada siklus II ini sudah tidak dijumpai lagi.
Menurut ketiga responden, hal ini sangat berbeda dengan pembelajaran
sebelumnya ketika guru mengajar tanpa menggunakan media. Perilaku negatif
seringkali dijumpai selama proses pembelajaran dilaksanakan. Sebelum
diterapkan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu ini, siswa kurang
bersemangat dan cenderung malas dengan pembelajaran menulis. Mereka
beralasan guru kurang jelas dalam menyampaikan materi bahkan terkadang tidak
dijelaskan hanya disuruh mengerjakan latihan yang ada di LKS. Hal ini yang
menyebabkan siswa merasa kesulitan.
Ketidakjelasan materi ini juga disebabkan metode yang digunakan
ceramah dan tidak menggunakan media. Guru kurang kreatif, sehingga
154
pembelajaran sangat membosankan. Selain itu, tugas yang diberikan guru tidak
jelas bagaimana cara menilainya. Tugas siswa tersebut dikumpulkan dan hanya
diberikan paraf, hal ini membuat siswa merasa kurang dihargai hasil karyanya.
Siswa yang mendapat nilai terendah secara keseluruhan dapat mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi metode sugesti-imajinasi melalui media
lagu dengan baik, hanya saja siswa tersebut mengalami kesulitan ketika
melakukan proses imajinasi dan ketika menulis ide ke dalam paragraf. Ketika
melakukan proses imajinasi dan menulis paragraf deskripsi siswa tersebut
mengalami kesulitan sehingga siswa tersebut mendapat nilai rendah. Namun,
ketika ditanya mengenai perasaannya pada saat melakukan proses sugesti-
imajinasi, siswa tersebut menjawab senang terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu karena
kegiatan baru kali ini pembelajaran menulis dengan menggunakan media lagu.
Ketiga responden menyatakan bahwa mereka sangat senang dengan media
lagu yang digunakan guru. Lagu tersebut sangat memberikan manfaat dan
perubahan perilaku yang positif bagi siswa. Siswa berpendapat hal ini karena
adanya perubahan cara guru mengajar. Perubahan ini terdapat pada pengelolaan
kelas yang baik, walaupun terkesan santai namun tetap serius dan kondusif.
Suasana seperti inilah yang membuat siswa menjadi tertarik terhadap
pembelajaran.
Selain pengelolaan kelas yang baik, keberhasilan pembelajaran ini juga
disebabkan oleh penggunaan media lagu yang masih jarang digunakan. Menurut
155
pendapat ketiga responden, lagu merupakan media yang sangat menarik, dekat
dengan siswa dan dapat mengikuti perkembangan zaman.
Media lagu sangat membantu siswa dalam mencari dan menuangkan
gagasannya. Melalui lagu, siswa dapat menggali pengalaman hidup,
mengorganisasikannya, dan memberikan tanggapan dalam bentuk simbol-simbol
verbal sehingga hasilnya lebih baik.
Hal ini berbeda dengan pendapat salah seorang siswa yang mendapat nilai
rendah. Mereka masih menemui kesulitan dalam menulis paragraf deskripsi.
Kesulitan tersebut berkaitan dengan pengolahan ide dalam kaitannya aspek
imajinasi, pelukisan objek dan pemusatan uraian pada objek yang ditulis.
Oleh karena itu, pada siklus II guru sebelumnya menjelaskan kembali
mengenai materi dan aspek penilaian paragraf deskripsi, sebelum siswa praktik
menulis paragraf deskripsi. Siswa sangat antusias dan selalu bertanya mengenai
materi yang dijelaskan guru, sehingga siswa menjadi lebih paham dan
kesulitankesulitan siswa dapat diatasi.
Melalui beberapa jawaban siswa, kesimpulannya mereka sangat senang
dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi
dengan media lagu. Metode dan teknik yang digunakan sangat baik, sehingga
mampu menarik siswa untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu pembelajaran
yang dilaksanakan juga santai tapi tetap serius sehingga tidak membosankan bagi
siswa. Guru bersikap ramah, baik, perhatian pada siswa dan selalu memberikan
penguatan sebagai bukti penghargaan kepada hasil karya dan pendapat siswa.
156
4.1.3.2.5 Hasil Dokumentasi Foto
Dokumentasi pada penelitian ini bukti visual terhadap pembelajaran
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Pengambilan dokumentasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran menulis
paragraf deskripsi siklus II berlangsung. Gambar yang diambil meliputi pada saat
siswa diskusi dan proses sugesti imajinasi berlangsung yaitu siswa melakukan
diskusi kelompok, siswa membacakan hasil diskusi kelompok, siswa menyimak
lagu, siswa berimajinasi, siswa mencari gagasan dan menulis gagasan, siswa
menulis paragraf deskripsi. Gambar yang diambil merupakan gambar siswa pada
saat melakukan proses sugesti-imajinasi pada pembelajaran siklus II. Berikut
gambar-gambar yang merupakan dokumentasi foto pada pembelajaran siklus II
beserta uraian masing-masing gambar 30.
Gambar 30 Kegiatan diskusi kelompok
157
Gambar tersebut menggambarkan kegiatan diskusi kelompok. Masing-
masing kelompok terdiri atas lima siswa. Pada gambar terlihat guru mengawasi
jalannya diskusi. Siswa diminta untuk membuat paragraf deskripsi sesuai dengan
lagu yang telah diputarkan. Kemudian perwakilan masing-masing kelompok
membacakan hasil diskusi kelompok yang berupa paragraf deskripsi. Kelompok
lain memberikan tanggapan dan penilaian secara lisan sesuai dengan kriteria
penilaian yang sudah dijelaskan oleh guru. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada
gambar 31 berikut.
Gambar 31 Membacakan Hasil Diskusi Kelompok
Gambar tersebut merupakan kegiatan siswa pada saat membacakan hasil
diskusi. Masing-masing kelompok secara perwakilan membacakan hasil diskusi
mereka berupa paragraf deskripsi. Kelompok lain mendengarkan dengan baik
untuk memberikan tanggapan dan penilaian secara lisan sesuai dengan kriteria
penilaian yang sudah dijelaskan oleh guru. Kemudian, guru membahas hasil
diskusi siswa serta memberikan penguatan terhadap siswa atas hasil kerja dan
158
tanggapan yang diberikan oleh siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa menjadi
paham mengenai paragraf deskripsi dan mengetahui letak kesalahannya. Kegiatan
selanjutnya adalah proses sugesti-imajinasi yang harus dilakukan siswa yaitu
menyimak lagu.
Gambar 32 Siswa menyimak lagu
Gambar 32 tersebut merupakan kegiatan awal dalam proses sugesti-
imajinasi. Pada kegiatan tersebut siswa terlihat sangat antusias dan serius dalam
menyimak lagu dan video yang ditayangkan melalui LCD. Setelah kegiatan
tersebut selesai siswa diminta untuk berimajinasi. Dalam melakukan imajinasi
tersebut diiringi lagu tanpa tayangan video tsunami. Kegiatan selanjutnya adalah
pencarian gagasan dan penulisan gagasan. Kegiatan penulisan gagasan dapat
dilihat pada gambar berikut.
159
Gambar 33 Kegiatan Siswa Menuliskan Gagasan
Gambar 33 di atas menunjukkan situasi kelas saat siswa melakukan
kegiatan penulisan gagasan. Dalam kegiatan tersebut siswa benar-benar aktif
dalam menuliskan gagasan setelah proses imajinasi dan pencarian gagasan
berlangsung. Sebagian besar siswa terlihat bersemangat dan serius dalam proses
penulisan gagasan. Dalam kegiatan tersebut, guru (peneliti) berusaha memantau
kegiatan penulisan gagasan yang sedang berlangsung. Setelah ditulis, gagasan
yang muncul dikelompokkan agar terdapat kesinambungan gagasan. Guru juga
mengamati perilaku siswa ketika proses penulisan gagasan berlangsung. Kegiatan
selanjutnya adalah siswa praktik menulis paragraf deskripsi secara individu.
Berikut ini merupakan gambar dan deskripsi kegiatan tersebut.
160
Gambar 34 Siswa praktik Menulis Paragraf Deskripsi
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan siswa praktik menulis paragraf
deskripsi secara individu. Kegiatan ini merupakan akhir dari proses sugesti-
imajinasi dan kegiatan inti dalam pembelajaran. Terlihat pada gambar siswa
sangat serius dalam menulis paragraf deskripsi sesuai dengan tema lagu yang
diputarkan. Pada kegiatan ini siswa diputarkan lagu yang sama pada kegiatan
menyimak. Lagu ini berbeda dengan siklus I dan kegiatan diskusi kelompok.
Suasana kelas sangat tenang dan kondusif. Siswa sangat bersungguh-sungguh
dalam menulis paragraf deskripsi. Mereka mencoba untuk mengembangkan ide
dan gagasannya lebih baik lagi agar hasilnyapun menjadi lebih baik.
4.1.3.3 Refleksi
Hasil keterampilan tes menulis paragraf deskripsi pada siklus II telah
mengalami peningkatan dari siklus I. Hasil tersebut sudah mencapai rata-rata
72,22 atau berkategori baik. Hasil tersebut sudah mencapai target yang
diharapkan.
161
Pada siklus II ini siswa sudah dapat mendeskripsikan objek yang ditulis
dengan lebih detail, jelas dan lengkap. Selain itu, pada aspek pendeskripsian siswa
juga sudah baik. Pada aspek organisasi isi, siswa sudah dapat mengorganisasikan
gagasan ke dalam paragraf sehingga terdapat kesinambungan isi dengan baik.
Selanjutnya, aspek bahasa dan EYD siswa sudah dapat memahaminya. Paragraf
deskripsi yang ditulis oleh siswa pada siklus II sudah lebih baik daripada siklus I.
Hal ini merupakan hasil yang sangat menggembirakan, karena berdasarkan hasil
nontes pada siklus II, terlihat juga adanya perubahan perilaku siswa ke arah
positif.
Pada tahap observasi, terlihat siswa yang melakukan perilaku negatif
mulai berkurang. Siswa mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir dengan
sikap yang baik. Hal ini dibuktikan melalui hasil observasi yang menunjukkan
adanya peningkatan persentase perilaku positif siswa pada hasil observasi siklus
II.
Pada kegiatan pengisian jurnal, terlihat sekali adanya perubahan pada
sikap siswa. Siswa yang pada siklus I mengisi jurnal dengan tidak serius, pada
siklus II sudah mulai menunjukkan adanya keseriusan pada siswa. Siswa
menanggapi dengan positif terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru.
Mereka senang dengan media lagu yang diputarkan. Hampir sebagian besar siswa
menyatakan pembelajaran ini sangat menyenangkan. Hal ini sebagai bukti adanya
perubahan perilaku siswa yang positif.
Adapun mengenai hasil nontes yang berupa dokumentasi foto dapat
diketahui pembelajaran terlihat semakin kondusif. Siswa sangat aktif mengikuti
162
pembelajaran. Siswa sudah tidak malu lagi untuk bertanya, menjawab pertanyaan, dan
mengungkapkan pendapatnya. Selain itu, pada kegiatan diskusi kelompok siswa
terlihat semakin aktif. Mereka bekerja sama menyelesaikan tugas yang diberikan
oleh guru. Selama pembelajaran siswa sangat aktif dari awal hingga akhir
pembelajaran. Kegiatan ini semua tergambar dalam foto sebagai bukti visual untuk
menguatkan data-data nontes lainnya.
Siswa sudah semakin aktif mengikuti pembelajaran. Mereka sudah tidak
malu lagi untuk mengungkapkan pendapat kepada guru. Hal ini, merupakan bukti
perubahan perilaku siswa ke arah yang positif.
4. 2 Pembahasan
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang
terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus melalui beberapa
tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Pada
siklus II, tahap-tahap tersebut dilaksanakan dengan perbaikan dari pembelajaran
siklus I.
Hasil penelitian ini diperoleh dari data tes dan nontes, baik pada siklus I
maupun siklus II. Hasil pada kedua siklus tersebut digunakan untuk mengetahui
peningkatan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu dan untuk mengetahui perubahan perilaku
siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Berikut ini uraian pelaksanaan
perolehan data pada prasiklus, siklus I, dan siklus II.
163
Kegiatan prasiklus ini dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa dan
sastra Indonesia sendiri. Peneliti hanya melihat nilai hasil menulis paragraf siswa,
wawancara dengan guru dan siswa. Hal ini dilakukan peneliti untuk mengetahui
kemampuan dasar siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Nilai rata-rata yang
diperoleh siswa adalah 60,57. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, siswa
kurang berminat mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Alasan
siswa karena pembelajaran menulis membosankan sehingga siswa banyak yang
berperilaku negatif.
Kegiatan siklus I sebagai kegiatan awal dalam penelitian menulis paragraf
deskripsi ini. Melalui kegiatan siklus I ini, peneliti mendapatkan hasil penelitian
berupa hasil tes dan nontes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes
hasil karya (produk) yang berupa paragraf deskripsi. Siswa menulis paragraf
deskripsi sesuai dengan tema pembelajaran hari itu dan tema lagu yang diputarkan
oleh guru. Musik dan lagu digunakan sebagai pencipta sugestif, stimulus, dan
sekaligus menjadi jembatan bagi siswa untuk membayangkan atau menciptakan
gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu. Adapun hasil nontes diperoleh dari
kegiatan observasi, wawancara, jurnal siswa, dan dokumentasi foto. Masing-
masing data hasil nontes tersebut kemudian dideskripsikan secara jelas sebagai
pelengkap hasil tes.
Pada siklus I, proses pembelajaran diawali dengan mengkondisikan siswa
agar siap untuk mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan
menanyakan keadaan siswa, menyiapkan kondisi media yang akan digunakan
dalam pembelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran menulis paragraf
164
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Kegiatan
selanjutnya materi menulis paragraf deskripsi. Guru bertanya jawab dengan siswa
mengenai paragraf deskripsi. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih ingatan siswa
mengenai materi menulis paragraf deskripsi. Setelah itu guru menjelaskan segala
kegiatan yang akan dilakukan selama 3 jam pelajaran.
Kegiatan inti pada siklus I ini diawali dengan guru membagikan contoh
paragraf deskripsi pada siswa. Contoh paragraf deskripsi tersebut juga
ditampilkan guru melalui LCD. Tujuan menampilkan contoh paragraf deskripsi
ini adalah sebagai bahan kegiatan diskusi kelompok. Guru menjelaskan aturan
dalam diskusi kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa. Guru
memberikan tugas pada siswa untuk mencari ciri-ciri paragraf deskripsi, hakikat
paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf
deskripsi.
Perwakilan masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi. Secara
bergantian siswa membacakan hasilnya. Kelompok lain diminta untuk
memberikan tanggapan atau pendapat. Kegiatan diskusi ini berakhir dengan guru
menegaskan dan menjelaskan mengenai ciri-ciri paragraf deskripsi, hakikat
paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf
deskripsi.
Kegiatan selanjutnya adalah pemutaran lagu dan penyajian gambar
“Yogyakarta” melalui LCD. Sebelumnya guru mengajak siswa mengkondisikan
diri pada kenyamanan posisi. Kegiatan dilanjutkan dengan siswa melakukan
proses sugesti-imajinasi yaitu menyimak lagu dan gambar yang disajikan,
165
berimajinasi, mencari gagasan yang sesuai tema lagu, menulis gagasan dan
menulis paragraf deskripsi.
Kegiatan inti pembelajaran dalam pembelajaran ini adalah proses sugesti-
imajinasi. Kegiatan inti ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman
siswa terhadap materi menulis paragraf deskripsi. Secara individu, siswa menulis
paragraf deskripsi sebagai hasil tes menulis yang berupa produk siswa selama
pembelajaran.
Siswa sangat antusias dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui media lagu. Bagi siswa ini merupakan hal yang sangat baru. Lagu yang
sebelumnya hanya sebagai hiburan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Lagu yang dipilih guru juga sudah sesuai dengan tema pembelajaran hari itu.
Siswa melakukan proses sugesti-imajinasi dan menulis paragraf deskripsi
berdasarkan tema pembelajaran hari itu dan lagu yang diputar.
Kegiatan selanjutnya adalah merefleksi pembelajaran dan pengisian jurnal
siswa. Masing-masing siswa mendapatkan jurnal siswa. Jurnal ini berisi ungkapan
pendapat siswa mengenai pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang baru saja
dilakukan. Terdapat delapan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. Kegiatan
ini merupakan akhir proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siklus I.
Melalui hasil tes dan nontes pada siklus I, peneliti berusaha melakukan
perbaikan untuk kegiatan siklus II agar lebih baik lagi. Siklus II ini merupakan
kelanjutan dari siklus I. Pada siklus II ini mengalami beberapa perubahan seperti
rencana pembelajaran dan media lagu yang akan digunakan. Tujuannya adalah
166
untuk merubah perilaku siswa ke arah positif terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi.
Kegiatan pada siklus II hampir sama dengan siklus I. Kegiatan diawali
dengan mengkondisikan siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran menulis
paragraf deskripsi. Guru menyampaikan apersepsi pembelajaran menulis paragraf
deskripsi pada hari itu. Kemudian guru memberi tahu mengenai hasil tes menulis
paragraf deskripsi pada siklus I. Guru juga menjelaskan beberapa kesalahan yang
banyak dilakukan siswa pada hasil pekerjaan siswa menulis paragraf deskripsi.
Selain itu, guru menjelaskan kembali mengenai aspek penilaian yang digunakan
dalam menulis paragraf deskripsi. Siswa yang belum paham diberi kesempatan
untuk bertanya. Kesempatan ini tidak dibiarkan begitu saja oleh siswa. Siswa
banyak bertanya mengenai pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dan aspek
penilaian yang digunakan dalam menilai paragraf deskripsi.
Kegiatan dilanjutkan dengan siswa melakukan diskusi kelompok seperti
pada siklus I. Masing-masing kelompok masih tetap lima siswa. Siswa diminta
untuk melakukan proses sugesti-imajinasi yang hasil dari proses ini nanti berupa
paragraf deskripsi. Lagu yang diputarkan adalah “Titip Rindu Buat Ayah” oleh
Ebiet G.Ade. secara berkelompok siswa menulis paragraf deskripsi dengan
memperhatikan aspek penilaian yang telah dijelaskan. Setelah selesai, perwakilan
masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi yaitu berupa paragraf
deskripsi. Secara bergantian, kelompok lain menanggapi dan menilai secara lisan
sesuai dengan aspek penilaian yang sudah dijelaskan oleh guru. Guru selalu
membimbing jalannya diskusi.
167
Kegiatan selanjutnya adalah proses sugesti-imajinasi dengan media lagu
yang ditampilkan melalui LCD. Pada siklus II ini lagu yang diputarkan berbeda
dengan lagu sebelumnya yaitu “Berita Kepada kawan” oleh Ebiet G.Ade. Pada
siklus II ini tampilan yang disajikan untuk tugas individu berupa rekaman video
tsunami bukan berupa foto seperti pada siklus I. Guru mengajak siswa untuk
melakukan proses sugesti-imajinasi dengan baik. Pada kesempatan ini, siswa
tampak lebih serius dan konsentrasi dalam mengikuti proses sugesti-imajinasi.
Tahapan dalam proses sugesti-imajinasi dilakukan dengan baik. Pada kegiatan
menulis paragraf deskripsi siswa terlihat lebih konsentrasi dan serius.
Pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siklus II ini diakhiri dengan
pengisian jurnal siswa. Pertanyaan yang diajukan dalam jurnal masih tetap sama
seperti pada siklus I.
4.2.1 Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi melalui Metode
Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa Kelas XA SMA
Negeri 2 Blora
Hasil tes menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan melalui siklus I
dan siklus II pada siswa kelas XA mencapai hasil yang cukup memuaskan. Nilai
rata-rata pada siklus I mengalami peningkatan pada siklus II. Hasil tersebut
sebagai bukti keberhasilan tindakan yang dilakukan. Peningkatan ini dipengaruhi
oleh persiapan yang lebih matang pada siklus II. Berikut ini tabel dan penjelasan
peningkatan hasil tes menulis paragraf deskripsi tiap siklus pada siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora.
168
Tabel 33 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I dan Siklus II
No. Aspek Penilaian Nilai rata-rata kelas Peningkatan
Prasiklus Siklus I Siklus II (%)
1. Keterlibatan aspek - 71,66 80,83 12,79%
pancaindra
2. Imajinasi - 53,5 60,25 11,20%
3. Kesan hidup - 64,33 69,66 8,28%
4. Menunjukkan objek yang - 56,33 65,33 15,97%
ditulis
5. Kesesuaian judul dengan - 83,12 91,87 10,52%
isi -
6. Kohesi dan koherensi 78,12 81,87 4,80%
7. Memusatkan uraian pada - 67,5 73 8,14%
objek yang ditulis
8. Pemilihan kata - 78,12 90 15,20%
9. EYD dan tanda baca - 77,5 81,87 5,63%
10. Kerapian tulisan - 71,25 76,25 7,01%
Jumlah - 701,43 770,93 99,54%
Rata-rata nilai 62,1 65,2 72,22 10,76
Melalui tabel tersebut dapat diketahui bahwa hasil tes pada prasiklus
mencapai rata-rata kelas 62,1. Nilai tersebut berasal dari nilai tes menulis paragraf
deskripsi yang dilakukan oleh guru sebelumnya. Rata-rata nilai yang telah dicapai
pada prasiklus ini masih di bawah standar ketuntasan belajar yaitu 65. Oleh
karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki nilai rata-rata tersebut.
Nilai yang berasal dari guru ini, digunakan sebagai pembanding pada siklus I dan
siklus II. Selain itu, digunakan juga untuk menentukan standar ketuntasan dalam
pembelajaran paragraf deskripsi pada siklus I dan siklus II.
Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes keterampilan menulis paragraf
deskripsi dari siklus I dan siklus II yang terdapat pada tabel 31. Dapat dijelaskan
bahwa keterampilan menulis paragraf deskripsi setiap aspek mengalami
peningkatan. Berikut ini hasil deskripsi tabel secara rinci.
169
Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I dengan rata-rata nilai
secara klasikal mencapai 65,2 berkategori cukup baik, karena masih berada pada
rentang 55-69. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan melalui akumulasi dari beberapa
aspek penilaian yang ada.
Penilaian paragraf deskripsi ini terbagi atas tiga kelompok yaitu (1)
pendeskripsian; (2) organisasi isi; dan (3) bahasa dan EYD. Pada kelompok
pendeskripsian terbagi menjadi empat aspek penilaian yang meliputi (1)
keterlibatan aspek pancaindra; (2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan
objek yang ditulis.
Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus I ini mencapai 71,66 atau
berkategori baik. Rata-rata tersebut sudah baik pada siklus I. hal ini menunjukkan
pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi yaitu keterlibatan pancaindra dalam
penulisan paragraf deskripsi baik.
Aspek imajinasi pada siklus I ini mencapai 53,5. Rata-rata tersebut masih
dalam kategori kurang baik. Hal ini membuktikan bahwa siswa masih belum
paham dengan pentingnya imajinasi dalam paragraf deskripsi. Kualitas
pengolahan ide siswa masih pada sebatas menunjukkan atau memperlihatkan hal
yang ditulis. Oleh karena itu, perlu sekali adanya peningkatan hasil pada siklus II.
Aspek kesan hidup pada siklus I ini secara klasikal mencapai nilai rata-rata
64,33 atau berkategori cukup baik. Hal ini membuktikan pemahaman siswa dalam
melukiskan objek tulisan sudah cukup baik. Sebagian besar siswa hanya
melukiskan sebagian keadaan objek.
170
Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai
siswa secara klasikal adalah 56,33 atau berkategori cukup baik. Dengan demkian,
dapat disimpulkan paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek
menunjukkan objek yang ditulis kurang memuaskan. Siswa belum begitu paham
mengenai cara mendeskripsikan objek yang ditulis. Pada aspek ini yang dinilai
tidak hanya menunjukkan secara lugas objek tulisan melainkan cara menunjukkan
letak, kondisi dan kebersihan objek juga dinilai. Hal ini membuktikan bahwa
siswa masih kurang paham cara menunjukkan objek yang ditulis. Oleh karena itu,
perlu sekali untuk ditingkatkan hasilnya pada siklus II.
Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)
kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian
pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai
yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 83,12 atau berkategori baik. Hal
ini dikarenakan siswa kelas XA sudah mampu membuat judul yang sesuai dengan
isi paragraf yang ditulis. Hasil tersebut merupakan hasil yang sangat baik pada
siklus I.
Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus I ini mencapai rata-rata 78,12
atau berkategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan paragraf deskripsi
yang ditulis oleh siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah memuaskan.
Siswa sudah paham mengenai kohesi dan koherensi dalam paragraf deskripsi.
Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada
siklus I ini adalah 67,5 atau berkategori cukup baik. Hal ini menunjukkan siswa
belum terlalu paham mengenai pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan
171
dengan objek tulisan deskripsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
paragraf deskripsi yang ditulis siswa pada aspek memusatkan perhatian pada
objek cukup memuaskan walaupun masih perlu diperbaiki pada siklus II.
Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)
pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada aspek
pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 78,12 atau
berkategori baik. Siswa sudah paham menggunakan kata dalam paragraf
deskripsinya. Hal ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan paham mengenai
pemilihan kata yang sesuai.
Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I mencapai
77,5. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa
siswa sudah paham mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil
menulis paragraf deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan
tanda baca.
Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-
rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 71,25 atau berkategori
baik. Pada aspek penilaian kerapian tulisan yang dinilai tidak hanya keindahan
tulisannya saja melainkan kebersihan dan kemudahan untuk dibaca. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian
tulisan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus I hasil tes menulis
paragraf deskripsi siswa kelas X.A sudah mencapai kategori cukup baik. Hasil
tersebut diperoleh dari nilai rata-rata tiap aspek yang kemudian diakumulasikan.
172
Pada aspek keterlibatan aspek pancaindra, kesesuaian judul dengan isi,
kohesi dan koherensi, pemilihan kata, ejaan dan tanda baca, kerapian tulisan
sudah menunjukkan hasil yang baik. Masing-masing aspek tersebut sudah
mencapai kategori baik. Pada aspek kesan hidup, menunjukkan objek yang ditulis,
dan memusatkan uraian pada objek yang ditulis sudah menunjukkan kategori
cukup baik. Tetapi pada aspek imajinasi masih dalam kategori kurang baik. Hal
ini perlu ditingkatkan pada siklus II. Berikut ini deskripsi hasil tes keterampilan
menulis paragraf deskripsi pada siklus II beserta peningkatannya.
Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siklus II secara
klasikal mencapai nilai 72,22 dengan rentang nilai 70-84 atau berkategori baik.
Pencapaian nilai tersebut berarti sudah memenuhi target yang diharapkan bahkan
melampaui target yang ditentukan. Dengan demikian, hasil tes keterampilan
menulis paragraf deskripsidapat dikatakan telah berhasil. Penjelasan nilai
masingmasing aspek diuraikan sebagai berikut.
Penilaian paragraf deskripsi pada siklus II ini masih sama pada siklus I,
terbagi atas tiga kelompok yaitu (1) pendeskripsian; (2) organisasi isi; dan (3)
bahasa dan EYD. Pada kelompok pendeskripsian terbagi menjadi empat aspek
penilaian yang meliputi (1) keterlibatan aspek pancaindra; (2) imajinasi; (3) kesan
hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis.
Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus II ini mencapai 80,83 atau
berkategori baik. Rata-rata tersebut sudah baik pada siklus II. Hasil tersebut
mengalami peningkatan sebesar 12,79%. Hal ini menunjukkan tingkat
173
pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi yaitu keterlibatan pancaindra dalam
penulisan paragraf deskripsi sudah baik.
Aspek imajinasi pada siklus II ini mencapai 60,25. Rata-rata tersebut
sudah pada kategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar
11,20%. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah cukup paham dengan
pentingnya imajinasi dalam paragraf deskripsi. Kualitas pengolahan ide siswa
sudah cukup baik walaupun sebagian siswa masih sebatas menunjukkan atau
memperlihatkan hal yang ditulis dan merasakannya secara biasa.
Aspek kesan hidup pada siklus II ini secara klasikal mencapai nilai rata-
rata 69,66 atau berkategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan
sebesar 8,28%. Hal ini membuktikan pemahaman siswa dalam melukiskan objek
tulisan sudah cukup baik. Sebagian besar siswa hanya melukiskan sebagian
keadaan objek.
Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai
siswa secara klasikal adalah 65,33 atau berkategori cukup baik. Pada aspek ini
mengalami peningkatan sebesar 15,97%. Dengan demkian, dapat disimpulkan
paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek menunjukkan objek yang
ditulis cukup memuaskan. Siswa sudah cukup paham mengenai cara
mendeskripsikan objek yang ditulis.
Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)
kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian
pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai
yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 91,87 atau berkategori sangat
174
baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 10,52%. Hal ini dikarenakan
siswa kelas XA sudah mampu membuat judul yang sesuai dengan isi paragraf
yang ditulis. Hasil tersebut merupakan hasil yang sangat memuaskan pada siklus
II.
Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus II ini mencapai rata-rata
81,87 atau berkategori baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar
4,80% dibandingkan hasil tes pada siklus I. Dengan demikian, dapat disimpulkan
paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah
baik. Siswa sudah paham mengenai kohesi dan koherensi dalam paragraf
deskripsi.
Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada
siklus II ini adalah 73 atau berkategori baik. Pada aspek ini mengalami
peningkatan sebesar 8,14%. Hal ini menunjukkan siswa sudah paham mengenai
pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan dengan objek tulisan deskripsi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paragraf deskripsi yang ditulis siswa
pada aspek memusatkan perhatian pada objek sudah baik.
Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian
yaitu (1) pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada
aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 90
atau berkategori sangat baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar
11,20% siswa sudah paham menggunakan kata dalam paragraf deskripsinya. Hal
ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan paham mengenai pemilihan kata yang
sesuai.
175
Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus II mencapai
81,87. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Pada aspek ini mengalami
peningkatan sebesar 5,63%. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah paham
mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil menulis paragraf
deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan tanda baca.
Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-
rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 76,25 atau berkategori
baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 7,01%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian
tulisan.
Peningkatan-peningkatan yang terjadi tiap aspek memang suatu hal yang
membanggakan dan diharapkan. Hal inilah yang sangat diharapkan oleh peneliti
sebagai hasil dari siklus II. Hasil tersebut merupakan target yang ingin dicapai
dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siklus II. Keberhasilan
pencapaian target ini membuktikan bahwa tindakan pada siklus II sudah berhasil
dengan baik. Hasil tersebut juga dijelaskan pada diagram yang mengalami
peningkatan persentase tiap aspek penilaian.
Diagram pie pada siklus I menunjukkan hasil tes menulis paragraf
deskripsi. Pada siklus I, rentang nilai antara 70-84 atau berkategori baik dicapai
oleh 11 siswa atau sebesar 27,5%. Nilai antara 55-69 atau berkategori cukup baik
dicapai oleh 29 siswa atau 72,5%. Untuk rentang nilai 85-100 atau berkategori
sangat baik dan rentang nilai 0-54 atau berkategori kurang baik siswa tidak ada
176
yang mencapainya. Secara klasikal rata-rata nilai pada siklus I mencapai 65,2 atau
berkategori cukup baik dengan berada pada posisi rentang nilai 55-69.
Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada diagram pie siklus II
menunjukkan hasil jumlah nilai siswa antara 85-100 termasuk dalam kategori
sangat baik dicapai oleh 3 siswa diantaranya 7,5%. Kategori baik dicapai oleh 19
siswa atau 47,5% dengan rentang nilai 70-84. Kategori cukup baik dengan rentang
nilai antara 55-69 dicapai oleh 18 siswa atau 45% dan untuk kategori kurang baik
tidak ada yang mencapainya. Pada siklus II ini kategori sangat baik yang semula
tidak ada yang mencapainya, sudah dicapai oleh 3 siswa. Pada siklus II ini nilai
rata-rata kelas secara klasikal adalah 72,22 atau berkategori baik, karena berada
pada rentang 70-84. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan antara siklus
I dengan siklus II. Peningkatan tersebut sebesar 10,76%. Hasil ini merupakan
bukti keberhasilan penelitian menulis paragraf deskripsi pada siklus II.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh ketertarikan siswa terhadap media lagu
dan video tsunami yang ditayangkan melalui LCD. Pada siklus II ini, guru
mencoba mencari lagu yang sesuai dengan tema pemelajaran dan lagu yang dapat
menarik perhatian siswa. Pemilihan lagu dan tampilannya tersebut berdasarkan
keinginan siswa pada hasil jurnal dan wawancara siklus I. Jadi,secara tidak
langsung siswa menjadi lebih menyukai pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Secara keseluruhan, hasil tindakan pada siklus I dan siklus II masing-
masing aspek dapat disimpulkan sebagai berikut. Pada aspek keterlibatan
pancaindra siklus I mencapai nilai rata-rata klasikal sebesar 71,66 dengan kategori
baik. Pada siklus II hasil tersebut mengalami peningkatan menjadi 80,83 atau
177
berkategori baik. Melalui pencapaian nilai rata-rata tersebut terdapat peningkatan
sebesar 12,79. Peningkatan ini memang tidak begitu besar bila dilihat kategori
nilai, tetapi bila dilihat dari persentase nilai maka peningkatan ini cukup besar.
Pencapaian nilai aspek imajinasi pada siklus I mengalami peningkatan
pada siklus II sebesar 11,20%. Pada siklus I, nilai rata-rata secara klasikal 53,5
atau berkategori kurang baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan menjadi
60,25 atau termasuk dalam kategori cukup baik. Peningkatan tersebut sudah baik,
karena pada siklus I kemampuan siswa dalam imajinasi pada kategori kurang baik
dapat berubah menjadi kategori cukup baik. Hal ini membuktikan bahwa siswa
dapat mengolah idenya dengan baik sehingga pembaca seolah-olah melihat dan
merasakan hal-hal yang ditulis.
Peningkatan untuk aspek kesan hidup pada siklus I ke siklus II sebesar
8,28%. Pada siklus I aspek kesan hidup nilai rata-rata sebesar 64,33 atau
berkategori cukup baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II
menjadi 69,66 atau berkategori cukup baik. Peningkatan tersebut dapat
menunjukkan bahwa siswa sudah cukup paham mengenai pelukisan objek dalam
paragraf deskripsi.
Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis mengalami peningkatan
sebesar 15,97%. Aspek menunjukkan objek secara langsung menunjukkan nilai
rata-rata sebesar 56,33 atau berkategori cukup baik. Pada siklus II mengalami
peningkatan menjadi 65,33 atau berkategori cukup baik. Hal ini menunjukkan
bahwa adanya peningkatan pada pemahaman siswa mengenai penunjukan objek
yang ditulis dalam paragraf deskripsi.
178
Peningkatan aspek kesesuaian judul dengan isi mengalami peningkatan
sebesar 10,52%. Pada siklus I, nilai rata-rata mencapai 83,12 atau berkategori
baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II menjadi sebesar 91,87
atau berkategori sangat baik. Peningkatan tersaebut menunjukkan bahwa siswa
sudah paham mengenai ejaan dan tanda baca.
Pencapaian nilai pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus I mengalami
peningkatan pada siklus II. Rata-rata nilai pada aspek kohesi dan koherensi yang
dicapai pada siklus I mencapai 78,12 atau berkategori baik. Nilai tersebut
mengalami peningkatan sebesar 4,80% pada siklus II menjadi 81,87 atau
berkategori baik. Walaupun perubahan tidak terlalu besar, namun hasil tersebut
sudah membuktikan bahwa pemahaman siswa mengenai kohesi dan koherensi
meningkat.
Peningkatan aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis. Dari siklus
I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,14%. Pada siklus I, nilai rata-rata
mencapai 67,5 atau berkategori cukup baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan
pada siklus II menjadi sebesar 73 atau berkategori baik. Hal ini membuktikan
bahwa siswa sudah paham dalam memusatkan uraian pada objek yang ditulis.
Aspek pemilihan kata pada siklus II mengalami peningkatan sebesar
15,20%. Pada aspek siklus I aspek pemilihan kata mencapai nilai rata-rata 78,17
atau berkategori baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II
menjadi 90 atau berkategori sangat baik. Hasil tersebut merupakan hasil yang
memuaskan dan menunjukkan bahwa siswa sudah mampu memilih kata sesuai
dengan situasi yang diceritakan.
179
Pada aspek ejaan dan tanda baca mengalami peningkatan sebesar 5,63%.
Aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I menunjukkan hasil nilai rata-rata
mencapai 77,5 atau berkategori baik. Pada siklus II mengalami peningkatan
menjadi 81,87 atau termasuk dalam kategori baik. Peningkatan tersebut
membuktikan bahwa siswa sudah lebih paham mengenai ejaan dan tanda baca
pada penulisan paragraf deskripsi.
Aspek terakhir adalah kerapian tulisan. Aspek kerapian tulisan mengalami
peningkatan sebesar 7,01%. Pada siklus I rata-rata nilai secar klasikal mencapai
71,25 atau berkategori baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II
menjadi sebesar 76,25 atau berkategori baik. Hal tersebut sudah membuktikan
bahwa tulisan siswa sudah semakin rapi, jelas, mudah dibaca dan bersih.
Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi tersebut juga dijelaskan pula
melalui diagram batang berikut ini.
Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi
Tiap Aspek Penilaian
100
80
60
Nilai
40 Siklus I
20 Siklus II
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Aspek Penilaian
Gambar 35 Diagram Batang Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf
Deskripsi Siklus I dan Siklus II
180
Diagram batang tersebut merupakan diagram peningkatan hasil tes
menulis paragraf deskripsi siklus I dan siklus II. Pada diagram tersebut tampak
adanya peningkatan rata-rata nilai tes menulis paragraf deskripsi pada tiap
aspeknya. Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I menunjukkan hasil
yang belum memuaskan. Hal ini terlihat dari diagram masih ada beberapa aspek
yang belum mencapai nilai baik.
Pada siklus I hasil tes menulis paragraf deskripsi mencapai rata-rata nilai
secara klasikal 65,2 berkategori cukup baik, karena masih berada pada rentang
nilai 55-69. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan melalui akumulasi dari beberapa
aspek penilaian yang ada.
Pada aspek penilaian keterlibatan pancaindra nilai rata-rata mencapai
71,66 dengan kategori baik. Hal ini dikarenakan siswa kelas XA sudah mampu
melibatkan aspek pancaindra dalam tulisan deskripsinya. Hasil tersebut
merupakan hasil yang baik pada siklus I.
Nilai rata-rata klasikal aspek imajinasi pada siklus I mencapai rata-rata
53,5. Rata-rata tersebut masih dalam kategori kurang baik. Dalam tulisan
deskripsinya, siswa hanya mengajak pembaca untuk melihat objek yang ditulis.
Hal ini membuktikan bahwa siswa masih belum dapat mengolah ide dengan baik.
Oleh karena itu perlu sekali adanya peningkatan hasil pada siklus II.
Aspek kesan hidup pada siklus I mencapai 64,33 atau berkategori cukup
baik. Rata-rata tersebut menunjukkan siswa belum cukup paham melukiskan
objek tulisan deskripsinya. Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis pada
siklus I mencapai nilai rata-rata 56,33 atau berkategori cukup baik. Hal ini
181
menunjukkan bahwa siswa belum mampu menunjukkan objek tulisan deskripsi
secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu sekali ditingkatkan hasilnya pada siklus
II.
Rata-rata nilai untuk aspek kesesuaian judul dengan isi mencapai 83,12
atau berkategori baik. Dengan demikian, siswa sudah dapat menyesuaikan judul
dengan isi paragraf. Pada aspek kohesi dan koherensi rata-rata siswa mencapai
78,12 atau berkategori baik. Hal ini membuktikan paragraf deskripsi yang ditulis
siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah baik.
Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada
siklus I ini adalah 67,5 atau berkategori cukup baik. Hal ini menunjukkan siswa
belum terlalu paham mengenai pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan
dengan objek tulisan deskripsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
paragraf deskripsi yang ditulis siswa pada aspek memusatkan perhatian pada
objek cukup memuaskan walaupun masih perlu diperbaiki pada siklus II.
Pada aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai
siswa adalah 78,12 atau berkategori baik. Siswa sudah paham menggunakan kata
dalam paragraf deskripsinya. Hal ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan
paham mengenai pemilihan kata yang sesuai.
Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I mencapai
77,5. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa
siswa sudah paham mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil
menulis paragraf deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan
tanda baca.
182
Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-
rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 71,25 atau berkategori
baik. Pada aspek penilaian kerapian tulisan yang dinilai tidak hanya keindahan
tulisannya saja melainkan kebersihan dan kemudahan untuk dibaca. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian
tulisan.
Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siklus II secara
klasikal mencapai nilai 72,22 terdapat pada rentang nilai 70-84 atau berkategori
baik. Pencapaian nilai tersebut berarti sudah memenuhi target yang diharapkan.
Bahkan melebihi target yang diharapkan. Dengan demikian, hasil tes keterampilan
menulis paragraf deskripsi dapat dikatakan telah berhasil. Penjelasan nilai
masingmasing aspek penilaian diuraikan sebagai berikut.
Pada aspek keterlibatan pancaindra siklus I mencapai nilai rata-rata
klasikal sebesar 71,66 dengan kategori baik. Pada siklus II hasil tersebut
mengalami peningkatan menjadi 80,83 atau berkategori baik. Melalui pencapaian
nilai rata-rata tersebut terdapat peningkatan sebesar 12,79. Hasil ini menunjukkan
bahwa siswa semakin paham melibatkan aspek pancaindra dalam paragraf
deskripsinya.
Aspek imajinasi mencapai nilai rata-rata 60,25. Rata-rata tersebut sudah
pada kategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 11,20%.
Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah cukup paham dengan pentingnya
imajinasi dalam paragraf deskripsi.
183
Aspek kesan hidup secara klasikal mencapai nilai rata-rata 69,66 atau
berkategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 8,28%.
Hal ini membuktikan pemahaman siswa dalam melukiskan objek tulisan sudah
cukup baik. Sebagian besar siswa hanya melukiskan sebagian keadaan objek.
Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai
siswa secara klasikal adalah 65,33 atau berkategori cukup baik. Pada aspek ini
mengalami peningkatan sebesar 15,97%. Dengan demikian, dapat disimpulkan
paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek menunjukkan objek yang
ditulis cukup memuaskan. Siswa sudah cukup paham mengenai cara
mendeskripsikan objek yang ditulis.
Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai yang dicapai siswa
secara klasikal adalah sebesar 91,87 atau berkategori sangat baik. Pada aspek ini
mengalami peningkatan sebesar 10,52%. Hal ini dikarenakan siswa kelas XA
sudah mampu membuat judul yang sesuai dengan isi paragraf yang ditulis.
Pada aspek kohesi dan koherensi mencapai nilai rata-rata 81,87 atau
berkategori baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 4,80%
dibandingkan hasil tes pada siklus I. Dengan demikian, paragraf deskripsi yang
ditulis oleh siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah baik. Siswa sudah
paham mengenai kohesi dan koherensi dalam paragraf deskripsi.
Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada
siklus II ini adalah 73 atau berkategori baik. Pada aspek ini mengalami
peningkatan sebesar 8,14%. Hal ini menunjukkan siswa sudah paham mengenai
pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan dengan objek tulisan deskripsi.
184
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paragraf deskripsi yang ditulis siswa
pada aspek memusatkan perhatian pada objek sudah baik.
Aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa
adalah 90 atau berkategori sangat baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan
sebesar 11,20% siswa sudah paham menggunakan kata dalam paragraf
deskripsinya. Hal ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan paham mengenai
pemilihan kata yang sesuai.
Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus II mencapai
81,87. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Pada aspek ini mengalami
peningkatan sebesar 5,63%. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah paham
mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil menulis paragraf
deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan tanda baca.
Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-
rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 76,25 atau berkategori
baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 7,01%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian
tulisan.
Peningkatan-peningkatan yang terjadi tiap aspek memang suatu hal yang
sangat membanggakan. Hal inilah yang sangat diharapkan oleh peneliti sebagai
hasil pada siklus II. Hasil tersebut merupakan target yang ingin dicapai dengan
pembelajaran menulis paragraf deskripsi siklus II. Keberhasilan pencapaian target
ini membuktikan bahwa tindakan pada siklus II sudah berhasil dengan
memuaskan.
185
Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan
sebesar 10,76% dari siklus I. Sebagaimana diungkapkan Petrus (2005: 3)
penggunaan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dapat mengoptimalkan
kerja belahan otak kanan sehingga para siswa dapat mengembangkan
imajinasinya secara leluasa. Hasil kerja belahan otak kanan adalah keseimbangan
kinerja otak kanan dan kiri yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
memperoleh informasi, pengorganisasian informasi dan akhirnya menuliskan
informasi tersebut dalam bentuk tulisan yang baik.
Hasil tersebut sebagai bukti keberhasilan pada siklus II, karena telah nilai
rata-rata 72,22. Nilai tersebut sudah di atas target yang ingin dicapai. Sekitar 7,5%
siswa atau 3 siswa mencapai nilai dengan kategori sangat baik. Sekitar 19 siswa
atau 47,5% sudah mencapai nilai dengan kategori baik. Sedangkan 18 siswa atau
45% mencapai nilai dengan kategori baik. Dari pemaparan di atas dapat diketahui
sekitar 55% siswa telah mencapai nilai di atas standar minimal ketuntasan yang
telah ditentukan.
4.2.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas XA SMA Negeri 2 Blora terhadap
Pembelajaran Menulis Paragraf Deskripsi melalui Metode Sugesti
Imajinasi dengan Media Lagu
Berdasarkan serangkaian analisis data baik tes dan nontes dalam
pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu dapat dijelaskan bahwa perilaku siswa dalam belajar
menunjukkan adanya perubahan. Perubahan ini mengarah pada perubahan
186
perilaku siswa ke arah positif. Suasana kelas yang semula kurang kondusif
berganti dengan suasana kelas yang nyaman, menyenangkan dan kondusif. Siswa
semakin serius dalam mengikuti proses sugesti-imajinasi. Dalam pembelajaran,
siswa yang dulunya pasif menjadi siswa yang aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran.
Perubahan perilaku ke arah positif ini dibuktikan melalui hasil tes pada
siklus II yang semakin meningkat dibandingkan siklus I. Rata-rata nilai menulis
paragraf deskripsi yang semula pada siklus I mencapai nilai 65,2 atau berkategori
cukup baik meningkat menjadi 72,22 atau berkategori baik. Meningkatnya hasil
rata-rata nilai dan berubahnya kategori tersebut membuktikan bahwa siswa
semakin paham dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA
ini memuaskan. Sebelum dilakukan tindakan siklus I maupun siklus II,
keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi masih kurang. Hal ini sangat
berbeda setelah dilakukan tindakan siklus I dan siklus II pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Melalui
tindakan ini, keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi mengalami
peningkatan. Dengan demikian, penggunaan metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu mampu membantu siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Selain itu,
pemahaman siswa terhadap materi menulis paragraf deskripsi juga semakin
bertambah. Oleh karena itu, melalui tindakan ini dapat merubah perilaku siswa ke
arah yang positif.
187
Kehadiran media lagu dan penerapan metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora mampu membantu kelancaran pembelajaran, menggali
kreativitas dan pengetahuan siswa. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang
terkesan menjemukan dan membosankan menjadi menyenangkan dengan
penerapan metode sugesti-imajinasi dan penggunaan media lagu.lagu ini telah
mampu memberikan sugesti pada siswa sehingga pembelajaran lebih menarik,
menyenangkan, santai, dan lebih bermakna bagi siswa.
Dikatakan lebih bermakna, karena pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugest-imajinasi dengan media lagu mampu merubah
perilaku siswa ke arah yang positif. Hal ini dibuktikan dengan sikap siswa dalam
menanggapi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Melalui lagu siswa
memperoleh sugesti yang dapat digunakan untuk merangsang imajinasi siswa.
Imajinasi yang terbangun membantu siswa dalam menggali pengalaman hidup,
mengorganisasikannya, dan memberikan respons dalam bentuk simbol-simbol
verbal yang baik. Oleh karena itu hasil tes menulis paragraf deskripsi semakin
baik dan meningkat.
Hasil tersebut dibuktikan juga melalui hasil nontes seperti observasi,
wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Melalui observasi dapat diketahui sikap
siswa selama pembelajaran dilaksanakan. Hampir perilaku negatif pada siklus II
sudah tidak dijumpai lagi berubah menjadi perilaku positif. Siswa mengikuti
pembelajaran dengan aktif dan serius. Berikut ini tabel data peningkatan hasil
observasi.
188
Tabel 34 Peningkatan hasil observasi dari siklus I ke siklus II
No. Aspek Observasi Siklus I Siklus II Peningkatan
(%) (%) (%)
1. Siswa tidak memperhatikan penjelasan 32,5% 15% -17,5%
guru dan melakukan kegiatan yang
tidak perlu (bicara sendiri, melamun,
mengganggu teman).
2. Siswa aktif bertanya, memberi 25% 47,5% 22,5%
tanggapan mengenai materi paragraf
deskripsi yang sedang diajarkan.
3. Siswa tidak melakukan diskusi dengan 30% 7,5% -22,5%
baik (bicara sendiri, melamun,
mengganggu teman).
4. Siswa meremehkan kegiatan 12,5% 10% -2,5%
menyimak.
5. Siswa meremehkan kegiatan 22,5% 15% -7,5%
imajinasi.
6. Siswa mengganggu teman lain pada 15% 7,5% -7,5%
saat pencarian gagasan.
7. Siswa mengikuti proses penulisan 72,5% 80% 7,5%
gagasan dengan baik.
8. Siswa menulis paragraf deskripsi 77,5% 90% 12,5%
dengan baik dan penuh konsentrasi.
Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa hasil observasi pada tindakan
siklus I mengalami perubahan pada tindakan siklus II. Perubahan ini disebabkan
berkurangnya perilaku negatif siswa dalam pembelajaran.
Pada hasil observasi siklus I, perolehan hasil rata-rata untuk aspek siswa
tidak memperhatikan penjelasan guru sebesar 32,5%. Aspek keaktivan siswa
189
bertanya dan memberi tanggapan mengenai materi paragraf deskripsi yang sedang
diajarkan hanya mencapai 25%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih pasif
dan malas bertanya atau memberi tanggapan mengenai materi menulis paragraf
deskripsi. Mereka hanya mau berbicara apabila ditunjuk oleh guru.
Rata-rata hasil observasi untuk aspek sikap negatif siswa dalam kegiatan
diskusi mencapai 30%. Dalam kegiatan diskusi kelompok masih ada beberapa
siswa yang tidak aktif. Mereka asyik bercerita, melamun dan bermain sendiri.
Rata-rata untuk aspek meremehkan kegiatan menyimak sebesar 12,5%.
Pada aspek ini masih terdapat siswa yang acuh dalam menyimak. Siswa seolah
tidak tertarik dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf
deskripsi.
Perolehan hasil rata-rata untuk aspek meremehkan kegiatan imajinasi
sebesar 22,5%. Beberapa siswa meremehkan kegiatan imajinasi karena mereka
pada saat kegiatan menyimak lagu tidak melakukannya dengan baik. Hal ini yang
membuat pelaksanaan proses imajinasi terganggu.
Sekitar 15% siswa mengganggu teman lain pada saat pencarian gagasan.
Hasil observasi siklus I pada aspek mengikuti proses penulisan gagasan dengan
baik sebesar 77,5%. Sikap siswa pada saat menulis paragraf deskripsi sudah
menunjukkan sikap yang baik dalam menulis paragraf deskripsi. Hasil tersebut
termasuk dalam kategori baik.
Pada hasil observasi siklus II, mengalami peningkatan. Perilaku positif
siswa semakin ditunjukkan selama pembelajaran. Perilaku negatif siswa pada
aspek tidak memperhatikan penjelasan guru dan melakukan kegiatan yang tidak
190
perlu (bicara sendiri, melamun, mengganggu teman) mulai berkurang. Pada aspek
ini terjadi pengurangan sikap negatif siswa sebesar 17,5%. Pada aspek ini masih
ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru sebesar 15%.
Keaktifan siswa dalam bertanya dan memberi tanggapan mengenai materi
menulis juga mengalami peningkatan. Peningkatan ini sebesar 22,5% dari siklus I
menjadi 47,5%. Hasil tersebut belum begitu memuaskan, karena masih ada
beberapa siswa yang masih ragu-ragu atau belum berani untuk mengungkapkan
pendapatnya. Oleh karena itu, guru selalu memberikan penguatan pada setiap
pendapat maupun jawaban siswa sebagai penghargaan terhadap siswa.
Perubahan sikap siswa ke arah positif juga ditunjukkan dengan
berkurangnya aspek siswa tidak melakukan diskusi dengan baik (bicara sendiri,
melamun, mengganggu teman) sebesar 22,5% dari siklus I menjadi 7,5%. Pada
siklus II ini, partisipasi aktif siswa terlihat semakin baik. Mereka bekerjasama
menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
Pelaksanaan proses sugesti-imajinasi meliputi kegiatan menyimak lagu,
pencarian gagasan, penulisan dan pengelompokan gagasan, serta menulis paragraf
deskripsi. Pada aspek siswa meremehkan kegiatan menyimak terjadi perubahan
sikap siswa ke arah positif sebesar 2,5%. Pada kegiatan tersebut 90% siswa
melakukan dengan penuh perhatian dan baik. Sebagian besar siswa melakukan
sesuai dengan petunjuk yang diminta oleh peneliti. Sedangkan 10% siswa mereka
bermain sendiri atau berbicara sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tertarik
pada media lagu yang digunakan.
191
Pada proses selanjutnya, proses imajinasi sebanyak 15% siswa tidak
melaksanakannya dengan baik. 85% siswa melaksanakan proses imajinasi sesuai
dengan perintah guru. Hasil tersebut menunjukkan terjadi pengurangan sikap
negatif siswa sebesar 7,5% dari siklus I. Dengan demikian, siswa sudah
memahami jalannya proses sugesti-imajinasi.
Selain itu, pada proses pencarian gagasan sebanyak 7,5% siswa
mengganggu temannya dan 92,5% siswa melakukan dengan penuh konsentrasi.
Terjadi peningkatan sikap positif siswa dengan berkurangnya sikapa negatif siswa
sebesar 7,5%. Hasil dari kegiatan pencarian gagasan ini yang nantinya menjadi
dasar penulisan paragraf deskripsi, hal ini menyebabkan siswa melaksanakan
dengan sungguh-sungguh.
Perolehan hasil observasi siswa mengenai proses penulisan gagasan
mengalami peningkatan sebesar 7,5% dibanding siklus I. Sebesar 80% siswa
dapat melakukannya dengan baik. Terdapat sekitar 20% siswa tidak melaksanakan
dengan baik. Hal ini disebabkan proses sugesti-imajinasi sebelumnya mereka
tidak melakukannya dengan baik. Pada proses penulisan gagasan ini siswa sudah
menunjukkan keseriusannya. Hal ini membuktikan bahwa pada siklus II perilaku
negatif pada saat penulisan gagasan mulai berkurang.
Hasil observasi pada saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir
yaitu menulis paragraf deskripsi menunjukkan hasil yang baik, sebesar 90% sudah
menunjukkan sikap yang baik selama menulis paragraf deskripsi. Terjadi
peningkatan sebesar 12,5% dari siklus I yang hanya mencapai 77,5%. Siswa
192
terlihat lebih tenang dan serius menulis paragraf deskripsi yang ditugaskan oleh
guru
Perubahan sikap siswa ke arah positif juga dibuktikan pula melalui hasil
jurnal siswa. Menurut hasil jurnal siswa dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh
siswa tertarik dan senang terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Siswa merasa hal ini adalah
pengalaman baru bagi mereka. Lagu telah mampu membangkitkan semangat dan
keaktifan siswa pada pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Berikut ini tabel
perubahan jurnal dari siklus I ke siklus II.
Tabel 35 Perubahan Hasil Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II
No. Pertanyaan Jurnal Siklus I Siklus II Perubahan
(%) (%) (%)
1. Apakah Anda tertarik dan senang 80% 87,5% 7,5%
dengan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu?
2. Apakah penjelasan guru mengenai 72,5% 85% 12,5%
pelaksanaan proses sugesti-imajinasi
pada pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu?
3. Apakah Anda tertarik dengan 67,5% 90% 22,5%
pelaksanaan proses sugesti-imajinasi
pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu?
4. Apakah Anda merasa kesulitan ketika 62,5% 20% 42,5%
193
melakukan proses imajinasi pada
proses sugesti-imajinasi?
5. Dari kelima proses sugesti-imajinasi,
mana menurut Anda proses yang paling
mudah dilakukan pada kegiatan
menulis paragraf deskripsi?
• Menyimak lagu 70% 80% 10%
• Pencarian gagasan 30% 20% 10%
6. Proses sugesti-imajinasi mana pula
yang menurut Anda paling sulit
dilakukan pada kegiatan menulis
paragraf deskripsi?
• Proses imajinasi 77,5% 10% 67,5%
• Menulis paragraf deskripsi 22,5% -
7. Bagaimana perasaan Anda setelah
melakukan proses sugesti-imajinasi
pada kegiatan menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu?
Senang 75% 90% -15%
Biasa saja 25% 10% 15%
8. Tuliskan pesan, kesan, dan saran - - -
penggunaan metode sugesti-imajinasi
dalam pemelajaran menulis paragraf
deskripsi dengan media lagu?
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil jurnal pada
siklus I mengalami perubahan pada siklus II. Pendapat siswa mengenai tertarik
dan senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
194
sugesti-imajinasi dengan media lagu mengalami peningkatan sebesar 7,5% dari
hasil pada siklus I yaitu dari 80% menjadi 87,5%. Siswa berpendapat tertarik dan
senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugestiimajinasi dengan media lagu.
Pendapat siswa tentang kejelasan terhadap penjelasan guru mengenai
pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu meningkat. Peningkatan
ini sebesar 12,5% dari siklus I sebesar 72,5% menjadi 85%. Siswa merasa
penjelasan yang diberikan guru sudah jelas adapun ada beberapa siswa yang
nenyatakan tidak jelas, halini disebabkan siswa tersebut tidak memperhatikan.
Sekitar 90% siswa merasa tertarik dengan pelaksanaan proses sugesti-
imajinasi dengan media lagu. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan sebesar 22,
5% dari siklus I yaitu 67,5%. Dengan demikian terlihat jelas siswa sudah
antusias dalam mengikuti proses sugesti-imajinasi.
Sekitar 25 siswa atau 62,5% menyatakan merasa kesulitan dalam proses
imajinasi. Hal ini dianggap sulit oleh siswa karena siswa masih belum terbiasa
melakukan proses imajinasi. Pada siklus II tanggapan mengenai sulitnya proses
imajinasi sudah berkurang sebesar 42,5% dibandingkan dengan siklus I.
Aspek yang kelima adalah proses sugesti-imajinasi yang dianggap oleh
siswa paling mudah. Sebanyak 32 siswa atau 80% menyatakan proses menyimak
adalah proses yang paling mudah dilakukan. Sedangkan sebanyak 20% atau 10
siswa menyatakan proses penulisan gagasan yang paling mudah dilakukan. Hal ini
menunjukkan perubahan pendapat pada sebesar 10% dibanding dengan siklus II.
195
Aspek keenam adalah proses sugesti-imajinasi yang dianggap oleh siswa
paling sulit. Proses sugesti-imajinasi yang paling sulit dilakukan adalah sekitar 4
siswa atau 10% berpendapat menulis paragraf deskripsi adalah proses yang paling
sulit dilakukan. 90% atau 36 siswa tidak merasa kesulitan dalam proses sugesti-
imajinasi. Hal ini menunjukkan terjadi perubahan anggapan sekitar 67,5% ke arah
positif.
Pada aspek selanjutnya terdapat 90% atau 36 siswa berpendapat merasa
senang setelah melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Sedangkan, sebanyak 10% atau 4 siswa merasa biasa saja tanpa memberikan
alasan. Alasan mereka merasa senang adalah suasana pembelajaran menulis
paragraf deskripsi berbeda dari biasanya dan siswa lebih terbantu dalam
menyampaikan gagasan ke dalam paragraf deskripsi. Hal ini menunjukkan bahwa
penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran
menulis paragraf deskripsi telah mampu meningkatkan perasaan senang siswa
sekitar 15% dari siklus I sebesar 15%. Dengan demikian, guru juga telah berhasil
membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran dan menciptakan proses
belajar mengajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Aspek yang terakhir adalah pesan, kesan, dan saran siswa terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu, yaitu pesan dari sebagian besar siswa yaitu 90% siswa memberi pesan
agar dalam pembelajaran menulis lebih sering menggunakan metode sugesti-
imajinasi dengan media lagu karena pemelajaran terasa lebih santai dan
menyenangkan. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
196
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat baik.
Pembelajaran terasa tidak membosankan dan siswa menjadi lebih paham tentang
paragraf deskripsi.
Selanjutnya, masing-masing siswa memberikan saran terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Sebagian besar siswa menyarankan agar
pembelajaran menulis paragraf deskripsi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan
terus ditingkatkan lagi. Siswa merasa lebih berkesan dengan pembelajaran yang
menggunakan media seperti pembelajaran menulis deskripsi ini. Alasan siswa
senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi karena siswa dapat
belajar sambil mendengarkan lagu, dapat berimajinasi, dapat mengingat
pengalaman hidup. Pendapat lainnya merasa senang karena media lagu sangat
menarik dan jarang digunakan dalam pembelajaran. Siswa merasa lebih berkesan
dengan pembelajaran yang menggunakan media. Hal ini merupakan pengalaman
baru bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penerapan metode sugesti-
imajinasi dan penggunaan media lagu telah berhasil memberikan pengalaman
yang bermakna bagi siswa, sehingga siswa menjadi lebih senang mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
Selain melalui jurnal siswa, dibuktikan pula melalui hasil wawancara yang
dilakukan oleh peneliti kepada enam responden. Keenam responden berpendapat
senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugestiimajinasi dengan media lagu. Mereka merasa senang dan terbantu dengan
lagu yang digunakan untuk pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh siswa merasa
lebih mudah dalam menuangkan ide atau gagasan.
197
Perubahan perilaku siswa yang positif dibuktikan juga melalui gambar
pada dokumentasi foto selama pembelajaran berlangsung. Melalui dokumentasi
foto dapat dilihat keantusiasan siswa selama mengikuti pembelajaran.
Dokumentasi ini sebagai bukti visual keberhasilan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Pada siklus II
siswa semakin berkonsentrasi mengikuti pembelajaran dibandingkan pada siklus
I. Suasana kelas sangat kondusif hingga akhir pembelajaran.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu telah
berhasil meningkatkan keterampilan siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora dalam
menulis paragraf deskripsi. Hal ini telah merubah perilaku siswa ke arah yang
positif dengan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis paragraf
deskripsi yang diperoleh melalui tindakan siklus I dan siklus II.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini dapat disimpulkan
sebagai berikut.
1. Keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora
mengalami peningkatan setelah dilakukan penelitian tindakan kelas menulis
paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Peningkatan
keterampilan menulis paragraf deskripsi tersebut diketahui dari hasil tes siklus I dan
siklus II. Nilai rata-rata tes menulis paragraf deskripsi setelah dilakukan tindakan
siklus I mencapai 65,2 dengan kategori cukup baik. Pada siklus II, nilai rata-rata
tersebut mengalami peningkatan sebesar 10,76% menjadi 72,22 dengan kategori
baik.
2. Terjadi perubahan positif perilaku siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Peningkatan ini
disebabkan oleh siswa tertarik terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Ketertarikan siswa ini
dibuktikan oleh hasil observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto.
Berdasarkan hasil observasi pada siklus I dan siklus II, siswa terlihat sangat aktif
dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Berdasarkan hasil
wawancara pada siklus I dan siklus II mereka merespons positif terhadap
198
199
pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Siswa sangat tertarik dengan
penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis
paragraf deskripsi. Selain itu, peningkatan dan perubahan sikap siswa terhadap
pembelajaran menulis paragraf deskripsi dibuktikan juga melalui gambar pada
dokumentasi foto. Dokumentasi foto ini merupakan bukti visual yang dapat diambil
selama pembelajaran dilaksanakan.
Dengan demikian, pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
sugestiimajinasi dengan media lagu telah berhasil meningkatkan keterampilan
menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora. Hal ini
membuktikan adanya perubahan perilaku yang positif melalui pemahaman siswa
terhadap materi pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan hasil tindakan tersebut, penulis menyampaikan saran
sebagai berikut.
1. Guru sebaiknya memberikan variasi-variasi dalam pembelajaran, yaitu dengan
penerapan metode pembelajaran yaitu sugesti-imajinasi dan penggunaan media lagu
dalam pembelajaran menulis untuk menumbuhkan minat dan ketertarikan siswa
dalam pembelajaran menulis seperti melalui metode sugesti-imajinasi dengan media
lagu yang dapat dijadikan alternatif untuk membelajarkan keterampilan menulis
deskripsi.
200
2. Bagi peneliti lain dan mahasiswa yang menekuni bidang bahasa dan sastra Indonesia
diharapkan melakukan penelitian di bidang menulis dari aspek yang lain. Sehingga,
dapat menambah hasil penelitian yang bermakna bagi peneliti-peneliti berikutnya.
3. Para praktisi atau peneliti di bidang pendidikan dan bahasa dapat menggunakan
penelitian ini sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian yang lain dengan
metode dan media pembelajaran yang berbeda sehingga didapatkan berbagai
alternatif metode dan media pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Muhsin. 1991. Penyusunan dan Pengembangan Paragraf serta
Penciptaan Gaya Bahasa Karangan. Malang: YA3.
Akhadiah, Sabarti. 1986. Menulis I. Jakarta: Karunika.
Akhadiah, Sabarti, dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa
Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Arsyad, Azhar. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Atas dan Madrasah
Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum Depdiknas.
De Porter, Bobbi and Mike Hernacki (dalam terjemahan Abdurrahman). 2005.
Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan
Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Djuhartini, Hetty. 2001. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi
Melalui Penyajian Gambar pada Siswa Kelas I.A SLTP 23 Semarang.
Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Enre, Fachrudin Ambo. 1988. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Jakarta:
Depdikbud.
Keraf, Gorys. 1983. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.
Keraf, Gorys. 1993. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores:
Nusa Indah.
201
202
Keraf, Gorys. 1995. Eksposisi. Jakarta: Gramedia.
Mustakim. 1994. Membina Kemampuan Berbahasa Panduan ke Arah
Kemahiran Berbahasa. Jakarta: Gramedia.
Musodik, Amar. 2005. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan
Deskripsi dengan Teknik Pemetaan Pikiran pada Siswa kelas II.3 SMA
Don Bosko Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang,
Semarang.
Nurgiyantoro. Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.
Yogyakarta: PT. BPFE.
Parera, Jos Daniel. 1993. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.
Petrus, Trimantara. 2005. http://www1.bpkpenabur.or.id/jurnal/05/001-
014.Pdf//.
Rohani, Ahmad. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Sadiman, Arief S, dkk. 2003. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan,
dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sakri, Adjat. 1992. Bangun Paragraf Bahasa Indonesia. Bandung: ITB.
Sirait, Bistok, dkk. 1985. Pedoman Karang Mengarang. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.
Soenardji. 1998. Asas-Asas Menulis. Semarang: IKIP Semarang Press.
Soeparno, Drs. 1988. Media Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: PT. Intan
Pariwara.
Sudiati, Dra. Vero, dkk. 2005. Kiat Menulis Deskripsi dan Narasi.
Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
203
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Suhartono. 2001. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskriptif Melalui
Analisis Catatan Harian Siswa Kelas IIE SLTP 2 Kaliwungu
Kabupaten Kudus. Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Supriatijah. 2000. Peningkatan Keterampilan Menulis Wacana Deskripsi
dengan Teknik Menghadirkan Model di Kelas pada Siswa Kelas IIF
SLTP Negeri 14 Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang,
Semarang.
Tarigan, Djago. 1995. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan
Pengembangannya. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1983. Menulis: sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1991. Metodologi Pengajaran Bahasa. Bandung:
Angkasa.
Wiyanto, Asul. 2004. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.
Get documents about "