Docstoc

ptk keterampilan menulis paragraf

Document Sample
ptk keterampilan menulis paragraf Powered By Docstoc
					PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI
          MELALUI METODE SUGESTI-IMAJINASI
 DENGAN MEDIA LAGU SISWA KELAS XA SMA NEGERI 2 BLORA




                             SKRIPSI
 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
                 pada Universitas Negeri Semarang




                          Disusun oleh :
                        Rachma Dian K.K.B.
                            2101403517
               Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia




              FAKULTAS BAHASA DAN SENI
            UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                         2007
                                     SARI

Dian, Rachma. 2007. Peningkatan Keterampilan melalui Metode Sugesti-
Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa Kelas XA SMA Negeri 2 Blora. Jurusan
Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I: Drs. Wagiran, M.Hum., Pembimbing II: Dr.
Subyantoro, M.Hum.
Kata Kunci: keterampilan menulis, paragraf deskripsi, metode sugesti-imajinasi,
             media lagu.

        Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis, keterampilan menulis
paragraf deskripsi kelas XA SMA Negeri 2 Blora masih rendah. Rendahnya
kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi disebabkan oleh faktor intern
dan ekstern. Faktor intern berasal dari siswa, sedangkan faktor ekstern, salah
satunya berasal dari metode guru dalam melaksanakan pembelajaran dan
minimnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Pemilihan metode dan
penggunaan media berdasarkan tuntutan KBK ini memberi kebebasan kepada
guru untuk memilih metode dan menggunakan media yang beragam, sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
        Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengkaji 2 masalah yaitu (1)
bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada siswa kelas XA SMA Negeri 2
Blora setelah mengikuti pembelajaran dan (2) bagaimanakah perubahan perilaku
siswa setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada siswa kelas XA SMA
Negeri 2 Blora setelah mengikuti pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah
(1) mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA
SMA Negeri 2 Blora, setelah dilakukan pembelajaran menulis paragraf
deskripsi menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dan (2)
mendeskripsi perubahan tingkah laku siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora,
setelah dilakukan pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu.
        Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap siklus I dan tahap
siklus II. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi
melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Penelitian ini menggunakan
dua variabel, yaitu peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi dan
metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Pengumpulan data pada penelitian
ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa hasil tes keterampilan
menulis paragraf deskripsi. Dan untuk teknik nontes berupa data perilaku siswa
dari hasil observasi, jurnal siswa, jurnal guru, wawancara, dan dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Kedua
teknik tersebut dianalisis dengan membandingkan hasil tes siklus I dan siklus II.
        Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan
menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
Nilai rata-rata kelas pada tahap pratindakan sebesar 62,1 dan mengalami
peningkatan sebesar 3,1 poin menjadi sebesar 65,2. Selanjutnya pada siklus II


                                        i
nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 72,22. Setelah menggunakan metode
sugesti-imajinasi dengan media lagu juga terjadi perubahan tingkah laku siswa.
Siswa yang sebelumnya merasa kurang antusias terhadap pembelajaran menulis
paragraf deskripsi menjadi antusias, senang, dan tertarik setelah mengikuti
pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
media lagu.
        Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada guru
agar menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada
pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Bagi peneliti disarankan agar
melakukan penelitian yang sama tetapi dengan menggunakan metode dan media
pembelajaran yang lain.




                                     ii
                         PERSETUJUAN PEMBIMBING



       Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang

Panitia Ujian Skripsi.




                                              Semarang, Juli 2007

Pembimbing I,                                 Pembimbing II,




Drs. Wagiran, M.Hum.                          Dr. Subyantoro, M.Hum.
NIP. 132050001                                NIP. 132005032




                                   iii
                        PENGESAHAN KELULUSAN



Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Panitia Ujian Skripsi Jurusan Bahasa
dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
                             Hari                 : Senin
                             Tanggal              : 13 Agustus 2007




                             Panitia Ujian




       Ketua,                                                   Sekretaris,




Prof. Dr. Rustono, M.Hum.                                   Drs. Muh Doyin, M.Si.
NIP. 131281222                                              NIP. 132106367




    Penguji I,                      Penguji II,                       Penguji III,




Dra. Suprapti, M.Pd.         Dr. Subyantoro, M.Hum.               Drs.Wagiran, M.Hum.
NIP. 130806403               NIP. 132005032                       NIP. 132050001




                                          iv
                                PERNYATAAN



       Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil

karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau

seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini

dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.




                                                     Semarang, Juli 2007



                                                     Rachma Dian K.K.B.




                                          v
                         MOTTO DAN PERSEMBAHAN



• Masa depan belum tentu milik kita, jadi jangan sia-siakan waktu sekarang dengan

   hal yang tak berguna (Cocoby)

• Hiduplah kamu dengan jutaan cinta, karena cinta akan selalu ada buat kita

   (Cocoby)

• Jangan biarkan masa sulit menjatuhkanmu, belajar untuk bangkit kembali dari

   kegagalan merupakan nilai yang berharga (Lauren Fox)



                                    Skripsi ini kupersembahkan untuk:

                                    1. Abi dan Umi yang selalu berikan cinta,

                                       kasih, sayang dan semangat dengan tulus;

                                    2. Kakakku Suzan, Adikku Intan, Berlian,

                                       Allvan, dan Insan yang selalu berikan tawa

                                       dan warna indah dalam hidupku;

                                    3. Guru-guruku yang telah memberikan ilmu;

                                    4. Almamaterku




                                         vi
                            KATA PENGANTAR



       Tiada kata yang dapat terangkai untuk mewakili sebuah perasaan saat

menyelesaikan skripsi ini kehadirat Allah S.W.T. Segenap upaya, usaha, dan kerja

keras yang dilakukan penulis tidak akan membuahkan hasil tanpa kehendak dan

keinginan-Nya. Segala halangan dan rintangan tidak akan mampu dilalui tanpa jalan

terang yang ditunjukkan dan digariskan-Nya. Atas rahmat-Nyalah sebagai penulis

mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis

Paragraf Deskripsi melalui Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa

Kelas XA SMA Negeri 2 Blora”. Skripsi ini sebagai akhir untuk memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan.

       Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai

pihak yang sangat berguna bagi penulis. Oleh karena itu, penulis mengucapkan

terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Rustono, M. Hum., Dekan FBS, UNNES yang telah memberikan

   izin penelitian;

2. Drs. Mukh Doyin, M. Si., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang

   telah memberikan izin dalam penyusunan skripsi ini;

3. Drs. Wagiran, M. Hum., dosen pembimbing I dan Drs. Subyantoro, M. Hum.,

   dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan

   dalam penyusunan skripsi ini;




                                       vii
4. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah

   memberikan bekal ilmu dan pengetahuan sehingga penulis mampu

   menyelesaikan penyusunan skripsi ini;

5. Drs. Teguh Sutrisno, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Blora dan Dra. Dwi

   Suryanti, guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XA SMA

   Negeri 2 Blora yang telah memberikan izin penelitian;

6. Siswa-siswi kelas XA SMA Negeri 2 Blora; dan

7. Seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat

   penulis sebutkan satu persatu.

       Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna

penyempurnaan skripsi ini.

       Selanjutnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi

pembaca.




                                                           Semarang, Juli 2007



                                                           Rachma Dian K.K.B.




                                      viii
                                                       DAFTAR ISI


                                                                                                                HALAMAN
SARI ... .......................................................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ......................................................................... iii
PENGESAHAN KELULUSAN... ............................................................................. iv
PERNYATAAN ... ...................................................................................................... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... ......................................................................... vi
KATA PENGANTAR ... ........................................................................................... vii
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL... ................................................................................................. xiii
DAFTAR GAMBAR... ............................................................................................. xv
DAFTAR LAMPIRAN... ................................................................................. ... xviii
BAB I          PENDAHULUAN... .................................................................................... 1


               1.1 Latar Belakang Masalah ... ..................................................................... 1
               1.2 Identifikasi Masalah ... ........................................................................... 7
               1.3 Pembatasan Masalah ... .......................................................................... 8
               1.4 Rumusan Masalah... ............................................................................... 9
               1.5 Tujuan Penelitian ................................................................................... 9
               1.6 Manfaat Penelitian ................................................................................. 9
BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN ................... 11
               2.1 Kajian Pustaka ... .................................................................................. 11
               2.2 Landasan Teoretis ................................................................................ 15
                     2.2.1 Hakikat Menulis ... ...................................................................... 15
                     2.2.2 Tujuan Menulis ... ....................................................................... 17
                     2.2.3 Hakikat Paragraf ......................................................................... 19
                     2.2.4 Syarat-syarat Paragraf... .............................................................. 20
                     2.2.5 Hakikat Paragraf Deskripsi ... ..................................................... 23
                     2.2.6 Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi ... ....................... 26




                                                                 ix
                2.2.7 Metode Sugesti-Imajinasi ... ....................................................... 29
                        2.2.7.1 Kelebihan dan Kelemahan Penerapan Metode Sugesti
                                   Imajinasi ... ..................................................................... 30
                2.2.8 Hakikat Media Lagu ... ............................................................... 31
           2.3 Kerangka Berpikir ... ............................................................................ 33
           2.4 Hipotesis Tindakan ... .......................................................................... 35
BAB III METODE PENELITIAN ... ...................................................................... 37
           3.1 Desain Penelitian ... ............................................................................. 37
                 3.1.1 Prosedur Tindakan pada Siklus I ... .......................................... 38
                      3.1.1.1 Perencanaan ... .................................................................. 38
                      3.1.1.2 Tindakan ........................................................................... 39
                      3.1.1.3 Observasi ... ....................................................................... 40
                      3.1.1.4 Refleksi ... ......................................................................... 41
                 3.1.2 Prosedur Tindakan pada Siklus II ... ......................................... 41
                      3.1.2.1 Perencanaan ... .................................................................. 42
                      3.1.2.2 Tindakan ........................................................................... 42
                      3.1.2.3 Observasi ... ....................................................................... 44
                      3.1.2.4 Refleksi ... ......................................................................... 45
           3.2 Subjek Penelitian ... ............................................................................. 45
           3.3 Variabel Penelitian ... ........................................................................... 46
                 3.3.1 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi melalui
                         Metode Sugesti-Imajinasi ... ..................................................... 47
                 3.3.2 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi dengan
                         Media Lagu ... ........................................................................... 47
           3.4 Instrumen Penelitian ... ........................................................................ 48
                3.4.1 Instrumen Tes ... ......................................................................... 48
                3.4.2 Instrumen Nontes ... .................................................................... 56
                      3.4.2.1 Observasi ... ....................................................................... 56
                      3.4.2.2 Jurnal ... ............................................................................. 56




                                                         x
                   3.4.2.3 Wawancara ... .................................................................57
                   3.4.2.4 Dokumentasi ... ...............................................................58
         3.5 Teknik Pengumpulan Data ... ...........................................................58
             3.5.1 Teknik Tes ... ...........................................................................59
             3.5.2 Teknik Nontes ... ......................................................................59
                   3.5.2.1 Observasi ... ....................................................................59
                   3.5.2.2 Jurnal ... ..........................................................................60
                   3.5.2.3 Wawancara ... .................................................................60
                   3.5.2.4 Dokumentasi ... ...............................................................61
         3.6 Teknik Analisis Data ... ....................................................................61
            3.6.1 Teknik Kuantitatif ... ................................................................62
            3.6.2 Teknik Kualitatif ... ..................................................................62
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... .................................. 64
        4.1 Hasil Penelitian .................................................................................64
             4.1.1 Hasil Prasiklus ... .....................................................................64
             4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I ... .......................................................66
                       4.1.2.1 Hasil Tes ... .................................................................66
                       4.1.2.2 Hasil Nontes ... ...........................................................90
                       4.1.2.3 Refleksi ... ................................................................ 110
             4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II... ................................................... 112
                       4.1.3.1 Hasil Tes ... .............................................................. 113
                       4.1.3.2 Hasil Nontes ... ........................................................ 139
                       4.1.3.3 Refleksi ... ................................................................ 160
        4.2 Pembahasan... ................................................................................. 162
             4.2.1 Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi melalui
                       Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa
                       Kelas XA SMA Negeri 2 Blora ... .......................................... 167
             4.2.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas XA SMA Negeri 2 Blora
                       terhadap Pemelajaran Menulis Paragraf Deskripsi melalui
                       Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu ... .................. 185




                                                    xi
BAB V PENUTUP ... ............................................................................................. 198
            5.1 Simpulan ... ......................................................................................... 198
            5.2 Saran ... ............................................................................................... 199
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 201
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... .................................................................................. 20




                                                           xii
                                                 DAFTAR TABEL
                                                                                                                     Halaman
Tabel 1 Skor Penilaian... .......................................................................................... 48
Tabel 2 Kriteria Penilaian Paragraf Deskripsi ... ..................................................... 48
Tabel 3 Penilaian Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi... .............................. 55
Tabel 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Prasiklus... ............. 64
Tabel 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I... ............... 67
Tabel 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek
             Penilaian Siklus I ... .................................................................................... 68
Tabel 7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan Pancaindra
                                                                                                                               72
Tabel 8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi............................. 74
Tabel 9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup... ................... 76
Tabel 10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek yang
             Ditulis... ...................................................................................................... 78
Tabel 11 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul dengan
             Isi... ............................................................................................................. 80
Tabel 12 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
                                                                                                                               82
Tabel 13 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian pada
            Objek yang Ditulis... .................................................................................... 83
Tabel 14 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata ... .............. 85
Tabel 15 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca                                                          87
Tabel 16 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan ... .......... 88
Tabel 17 Hasil Observasi Siklus I... ........................................................................... 91
Tabel 18 Hasil Jurnal Siswa Siklus I ... ..................................................................... 97
Tabel 19 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus II... ............ 114
Tabel 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek
             Penilaian Siklus II... ................................................................................. 115
Tabel 21 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan Pancaindra
                                                                                                                             120


                                                              xiii
Tabel 22 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek imajinasi ... ...................... 122
Tabel 23 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup... ................ 124
Tabel 24 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek yang
            Ditulis... .................................................................................................... 126
Tabel 25 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul dengan
            Isi... ........................................................................................................... 128
Tabel 26 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
                                                                                                                            130
Tabel 27 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian pada
            Objek yang Ditulis.................................................................................... 132
Tabel 28 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata ... ............ 134
Tabel 29 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca                                                      136
Tabel 30 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan ... ........ 138
Tabel 31 Hasil Observasi Siklus II ... ...................................................................... 140
Tabel 32 Hasil Jurnal Siswa Siklus II... ................................................................... 145
Tabel 33 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I dan Siklus II... ............... 168
Tabel 34 Peningkatan Hasil Observasi dari siklus I ke Siklus II... ......................... 188
Tabel 35 Perubahan Hasil Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II................................ 192




                                                             xiv
                                            DAFTAR GAMBAR



                                                                                                                  Halaman

Gambar 1 Penelitian Tindakan Kelas ... .................................................................... 36

Gambar 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Prasiklus...                                                     65

Gambar 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I ...                                                     71

Gambar 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

                Keterlibatan Pancaindra Siklus I ... ....................................................... 73

Gambar 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi

                Siklus I... ................................................................................................ 75

Gambar 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan

                Hidup Siklus I... ..................................................................................... 77

Gambar 7 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

                Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus I... ........................................ 79

Gambar 8 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

                Kesesuaian Judul dengan Isi Siklus I ... ................................................ 81

Gambar 9 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi

                dan Koherensi Siklus I... ........................................................................ 82

Gambar 10 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

                Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus I... ..................... 84

Gambar 11 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan

                Kata Siklus I ... ........................................................................................... 86




                                                            xv
Gambar 12 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan

               Tanda Baca Siklus I... ............................................................................ 87

Gambar 13 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian

               Tulisan Siklus I... ................................................................................... 89

Gambar 14 Guru Memberikan Apersepsi Pembelajaran kepada Siswa ... ............ 105

Gambar 15 Siswa Melakukan Diskusi kelompok... ............................................... 106

Gambar 16 Siswa Membacakan Hasil Diskusi Kelompok... ................................. 107

Gambar 17 Siswa Menyimak Lagu... ..................................................................... 108

Gambar 18 Siswa Menulis Paragraf Deskripsi... .................................................... 109

Gambar 19 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi siklus II ... ............................... 118

Gambar 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Keterlibatan Pancaindra Siklus II... .................................................... 121

Gambar 21 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi

               Siklus II ... ............................................................................................ 123

Gambar 22 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan

               Hidup Siklus II ... ................................................................................. 125

Gambar 23 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II... ...................................... 127

Gambar 24 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II... ...................................... 129

Gambar 25 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi

               dan Koherensi Siklus II ...........................................................................131




                                                          xvi
Gambar 26 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus II... .................. 133

Gambar 27 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan

               Kata Siklus II... .................................................................................... 135

Gambar 28 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan

               Tanda Baca Siklus II ... ........................................................................ 137

Gambar 29 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian

               Tulisan Siklus II ... ............................................................................... 139

Gambar 30 Kegiatan diskusi kelompok.................................................................. 156

Gambar 31 Membacakan Hasil Diskusi Kelompok... ............................................ 157

Gambar 32 Siswa menyimak lagu ... ...................................................................... 158

Gambar 33 Kegiatan Siswa Menuliskan Gagasan... .............................................. 159

Gambar 34 Siswa praktik Menulis Paragraf Deskripsi... ....................................... 160

Gambar 35 Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I dan

               Siklus II ... ............................................................................................ 179




                                                         xvii
                                       DAFTAR LAMPIRAN



                                                                                                    Halaman
Lampiran 1 Rencana Pembelajaran Siklus I... .................................................... 204
Lampiran 2 Rencana Pembelajaran Siklus II... ................................................... 211
Lampiran 3 Hasil Tes Prasiklus... ....................................................................... 218
Lampiran 4 Hasil Tes Siklus I ... ......................................................................... 220
Lampiran 5 Hasil Tes Siklus II... ........................................................................ 222
Lampiran 6 Instrumen Tes Siklus I... .................................................................. 224
Lampiran 7 Instrumen Tes Siklus II ................................................................... 225
Lampiran 8 Pedoman Observasi Siklus I dan Siklus II ... .................................. 226
Lampiran 9 Pedoman Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II... ............................... 227
Lampiran 10 Pedoman Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II ... ............................... 229
Lampiran 11 Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II... ................................ 231
Lampiran 12 Teks Lagu Siklus I... ........................................................................ 232
Lampiran 13 Teks Lagu Siklus II ... ...................................................................... 233
Lampiran 14 Teks Lagu Diskusi Kelompok Siklus II ... ...................................... 234
Lampiran 15 Hasil Observasi Siklus I .................................................................. 235
Lampiran 16 Hasil Observasi Siklus II... .............................................................. 236
Lampiran 17 Rekapitulasi Hasil Observasi Siklus I ... ......................................... 237
Lampiran 18 Rekapitulasi Hasil Observasi Siklus II... ......................................... 238
Lampiran 19 Hasil Jurnal Siswa Siklus I... ........................................................... 239
Lampiran 20 Rekapitulasi Hasil Jurnal Siswa Siklus I... ...................................... 243
Lampiran 21 Hasil Jurnal Siswa Siklus II... .......................................................... 244
Lampiran 22 Rekapitulasi Hasil Jurnal Siswa Siklus II... ..................................... 248
Lampiran 23 Hasil Jurnal Guru Siklus I ............................................................... 249
Lampiran 24 Hasil Jurnal Guru Siklus II... ............................................................ 251
Lampiran 25 Hasil Wawancara Siklus I ... ............................................................ 253
Lampiran 26 Hasil Wawancara Siklus II... ........................................................... 256
Lampiran 27 Daftar Nama Siswa Kelas XA... ...................................................... 259



                                                     xviii
Lampiran 28 Hasil Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Siklus I... ......................... 260
Lampiran 29 Hasil Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Siklus II ... ....................... 262
Lampiran 30 Penetapan Dosen Pembimbing... ..................................................... 264
Lampiran 31 Surat Permohonan Izin Penelitian... ................................................. 265
Lampiran 32 Surat Keterangan Selesai Penelitian... ............................................. 266




                                                 xix
                                       BAB I

                               PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

       Kualitas pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan untuk menghadapi era

globalisasi yang penuh dengan persaingan dan pasar bebas. Masalah-masalah

yang menyangkut usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia

merupakan hal yang sangat menarik untuk ditelaah.

       Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sejak tahun            2004

merupakan salah satu bentuk upaya konkret pemerintah Indonesia dalam

menyikapi permasalahan pendidikan nasional, terutama mengenai input dan

output pendidikan. Kurikulum tersebut membekali peserta didik dengan berbagai

kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan reformasi guna

menjawab tantangan arus globalisasi.

       Tujuan utama Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah memandirikan atau

memberdayakan sekolah dalam mengembangkan kompetensi yang akan

disampaikan kepada peserta didik sesuai dengan kondisi lingkungan (Mulyasa

2004: 10).

       Kurikulum Berbasis Kompetensi memberi kebebasan kepada guru untuk

memilih metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Kebebasan tersebut

diberikan dengan alasan agar guru lebih kreatif dalam mengolah pembelajaran

sehingga dapat mengembangkan seluruh potensi, menanamkan kehidupan yang

demokratis, dan menjadikan masalah sebagai sumber belajar.



                                         1
                                                                               2




       Selain itu, pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi menuntut guru

bukan hanya sekadar sebagai sumber informasi, guru juga harus dapat memberi

semangat pada siswa agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Ketika

proses belajar mengalami kejenuhan dan siswa mulai merasa bosan, seorang guru

harus dapat memberi inovasi metode pembelajaran yang dapat membangkitkan

kembali minat siswa tentang pelajaran yang dipelajarinya.

       Pembicaraan mengenai pendidikan, tidak akan terlepas dari proses dan

hasil. Pendidikan dikatakan bermutu apabila pembelajaran berlangsung secara

efektif, peserta didik memperoleh pengalaman yang bermakna bagi dirinya, dan

hasil pendidikan merupakan individu-individu yang bermanfaat bagi masyarakat

dan pembangunan bangsa.

       Untuk     mewujudkan       proses    dan    hasil    tersebut,   kemampuan

mendayagunakan metode atau cara mengajar sangat diperlukan swadaya dan

swakarsa peserta didik yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi.

       Salah satu metode pembelajaran yang memenuhi kebutuhan tersebut

adalah metode sugesti-imajinasi. Metode pembelajaran menulis dengan cara

memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang imajinasi siswa (Petrus 2005:

3).

       Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik

yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang sehingga

orang lain dapat membaca dan memahami lambang-lambang grafik itu (Tarigan

1985: 21). Menulis deskripsi adalah menulis yang bertujuan menimbulkan
                                                                                 3




imajinasi bagi pembacanya seakan ikut merasakan seperti apa yang diungkapkan

penulis dalam tulisannya.

       Menulis paragraf deskripsi merupakan salah satu kompetensi dasar yang

menjadi bagian dalam standar kompetensi kemampuan berbahasa kelas X Sekolah

Menengah Atas Kurikulum 2004. Indikator yang akan dicapai adalah (1) mampu

menunjukkan karakteristik paragraf deskripsi, (2) mampu mendaftar topik-topik

yang dapat dikembangkan menjadi tulisan yang berciri deskripsi, (3) mampu

menyusun paragraf deskripsi tentang benda atau manusia berdasarkan pengamatan

dan pendengaran, (4) mampu menyusun paragraf deskripsi berdasarkan tema atau

topik tertentu, (5) mampu menyunting paragraf deskripsi yang ditulis teman

(Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia SMA dan MA 2004: 21).

       Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap guru dan

siswa di kelas XA SMA Negeri 2 Blora, menunjukkan bahwa proses belajar

mengajar dengan kompetensi dasar menulis paragraf deskripsi kurang berhasil.

Informasi tersebut diperoleh dari guru bahasa dan sastra Indonesia kelas XA

dengan menunjukkan daftar nilai siswa, diketahui bahwa nilai tertinggi yaitu 74

diperoleh 1 siswa, nilai 71 diperoleh 4 siswa, nilai 69 diperoleh 2 siswa, nilai <68

diperoleh 32 siswa.

       Hasil observasi terhadap suasana pembelajaran menulis paragraf deskripsi

di kelas XA SMA Negeri 2 Blora yang dilakukan oleh guru kurang menarik bagi

siswa. Hal ini, terlihat dari 10 menit setelah pembelajaran menulis paragraf

deskripsi dimulai siswa asyik bercerita sendiri dengan teman sebangkunya dan

tidak memperhatikan penjelasan dari guru di depan kelas. Aktivitas siswa dalam
                                                                            4




kelas ketika menulis paragraf deskripsi kurang, terbukti hanya beberapa siswa

yang benar-benar melakukan tugas yang diberikan guru dari LKS. Bahkan, ada

beberapa siswa yang sudah dengan sengaja menulis paragraf deskripsi di rumah

sesuai tugas di LKS dan siswa tersebut ketika di dalam kelas   bercerita dengan

teman sebangkunya di kelas.

       Sebagian besar dari tulisan paragraf deskripsi hasil siswa tersebut

menunjukkan bahwa siswa belum mampu menyusun paragraf deskripsi tentang

benda atau manusia berdasarkan pengamatan, pendengaran, topik atau tema

tertentu dengan baik, sehingga keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa

kelas XA SMA Negeri 2 Blora perlu ditingkatkan.

       Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa yang mendapat nilai tertinggi

mereka merasa senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi, walaupun

mereka masih merasa kesulitan untuk mengemukakan gagasan yang ada di dalam

pikiran ke dalam bentuk kalimat. Sedangkan, hasil wawancara dengan siswa yang

mendapat nilai terendah yaitu nilai 56 merasa tidak senang dengan pembelajaran

bahasa dan sastra Indonesia karena mereka merasa bosan dengan metode yang

digunakan guru dan mereka harus membuat kalimat yang panjang setiap kali

pertemuan.

       Selain itu pula, setelah dilakukan wawancara dengan beberapa siswa,

diketahui bahwa di antara keterampilan menulis lainnya, keterampilan menulis

paragraf deskripsi yang mereka rasa paling banyak kesulitan karena harus

membuat paragraf yang menggambarkan sesuatu, walaupun mereka hanya

menulis sebuah paragraf.
                                                                              5




       Menurut salah satu siswa yang mendapat nilai 60, mereka bisa menulis

kalimat jika ada musik yang mengiringinya dan perasaan hatinya senang.

Sehingga pada saat pembelajaran menulis paragraf deskripsi di kelas, mereka

menulis paragraf deskripsi tanpa adanya ide di dalam pikiran dan mengakibatkan

hasil tulisan mereka tidak maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh suasana hati dan

lingkungan mereka pada saat itu, kondisi demikian dapat dilihat melalui hasil

tulisan mereka.

       Salah satu faktor yang melatarbelakangi rendahnya keterampilan menulis

paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora adalah rendahnya minat

siswa untuk mengikuti pelajaran bahasa dan sastra Indonesia terutama dalam

pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi. Hal ini disebabkan oleh

rendahnya tingkat penguasaan kosakata siswa sebagai akibat rendahnya minat

baca, kurangnya kemampuan siswa dalam keterampilan mikrobahasa, seperti

penggunaan tanda baca, kaidah-kaidah penulisan, penyusunan klausa dan kalimat

dengan struktur yang benar, sampai penyusunan paragraf.

       Selain hal tersebut, tidak ada penggunaan media yang seharusnya

mendukung pembelajaran menulis paragraf deskripsi, masalah penilaian yang

hanya menekankan pada hasil pembelajaran kurang sesuai digunakan dalam

pembelajaran menulis paragraf deskripsi, karena dengan hanya menilai hasilnya saja

guru tidak dapat mengetahui perubahan tingkah laku dan proses belajar siswa yang

seharusnya dapat dipantau melalui penilaian proses.

       Kondisi demikian menggugah peneliti untuk meningkatkan keterampilan

menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora, dengan
                                                                           6




menerapkan metode pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam

pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya kompetensi dasar menulis

paragraf deskripsi.

       Alasan peneliti menggunakan metode pembelajaran sugesti-imajinasi

dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi, karena

metode pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu menawarkan

pembelajaran yang menekankan pada proses dan hasil sehingga cocok digunakan

dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Media pembelajaran lagu dapat

dieksploitasi untuk membantu peningkatan kemampuan menulis paragraf

deskripsi. Dengan metode sugesti-imajinasi, lagu tidak hanya digunakan untuk

menciptakan suasana yang nyaman tetapi juga memberikan sugesti yang

merangsang berkembangnya imajinasi siswa.

       Pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan metode sugesti-imajinasi

juga menuntut siswa untuk selalu aktif membayangkan, atau menciptakan

gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu yang didengar dan guru juga harus

mengetahui setiap perkembangan kemampuan siswa dalam menulis paragraf

deskripsi, yang semuanya itu dapat diterapkan menggunakan metode

pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu.

       Keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2

Blora masih kurang berhasil. Hal ini disebabkan dalam pembelajaran menulis

paragraf deskripsi guru menggunakan metode ceramah dan tidak memanfaatkan

media yang ada, sehingga siswa tidak tertarik mengikuti pembelajaran menulis

paragraf deskripsi dan hasil menulis paragraf deskripsi kurang maksimal.
                                                                               7




       Alasan tersebut yang menggugah peneliti untuk meningkatkan

keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora,

dengan menerapkan metode pembelajaran sugesti-imajinasi dengan media lagu.



1.2 Identifikasi Masalah

       Pembelajaran kompetensi dasar menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA

SMA Negeri 2 Blora perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan oleh munculnya

permasalahan kekurangmampuan sebagian besar siswa dalam menulis paragraf

deskripsi. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi permasalahan tersebut,

yaitu faktor yang berasal dari guru dan siswa.

       Faktor yang berasal dari guru, berupa penggunaan metode pembelajaran

yang kurang variatif, tidak adanya media yang digunakan dalam pembelajaran,

penilaian yang tidak tepat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf

deskripsi. Selama ini dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi guru hanya

menggunakan metode ceramah, sehingga kemampuan siswa dalam menyusun

paragraf deskripsi berdasarkan pengamatan, pendengaran dan tema atau topik

tertentu kurang. Untuk mengatasi hal tersebut, hendaknya guru memilih metode

pembelajaran dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi

pelajaran. Guru juga harus memilih metode dan media yang mampu membuat

siswa aktif dan partisipatif mengikuti pembelajaran, salah satunya yaitu dengan

menggunakan metode pembelajaran sugesti-imajinasi media lagu.

       Sementara itu, permasalahan yang berasal dari siswa berupa rendahnya

minat siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Paragraf deskripsi yang dibuat
                                                                         8




siswa cenderung belum mampu menciptakan gambaran atau kejadian berdasarkan

pengamatan, pendengaran sesuai dengan tema tertentu dengan baik. Bahasa yang

digunakan kurang sesuai sehingga gambaran atau kejadian yang diungkapkan

kurang menarik. Rendahnya minat siswa untuk menulis paragraf deskripsi

disebabkan siswa tidak mengetahui manfaat dan tujuan menulis paragraf

deskripsi. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan minat siswa dalam menulis

paragraf deskripsi guru dapat memotivasi siswa dengan menyebutkan manfaat

menulis paragraf deskripsi. Selain itu, untuk mengatasi ketidakmampuan siswa

dalam menciptakan gambaran atau kejadian berdasarkan pengamatan,

pendengaran sesuai dengan tema tertentu dengan baik, memilih bahasa yang

menarik, guru perlu mengondisikan siswa untuk terbiasa menulis paragraf

deskripsi setiap hari berdasarkan pengamatan dan pendengaran atau kejadian

tertentu yang dialami siswa.



1.3 Pembatasan Masalah

       Masalah dalam skripsi ini difokuskan pada upaya meningkatkan

keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora

menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
                                                                               9




1.4 Rumusan Masalah

       Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.4.1 Apakah keterampilan dalam menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA

     SMA Negeri 2 Blora mengalami peningkatan setelah dilakukan

     pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan metode sugesti-

     imajinasi dengan media lagu?

1.4.2 Bagaimanakah perubahan perilaku dalam pembelajaran menulis paragraf

     deskripsi menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada

     siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora?



1.5 Tujuan Penelitian

       Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.5.1 Mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa

     kelas XA SMA Negeri 2 Blora, setelah dilakukan pembelajaran menulis

     paragraf deskripsi menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media

     lagu.

1.5.2 Mendeskripsi perubahan perilaku siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora,

     setelah dilakukan pembelajaran menulis paragraf deskripsi menggunakan

     metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.



1.6 Manfaat Penelitian

       Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis maupun

secara praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat menambah khasanah
                                                                            10




pengetahuan mengenai metode sugesti-imajinasi dengan media lagu sebagai

metode pembelajaran dalam menulis paragraf deskripsi.

       Secara praktis, hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru, siswa, peneliti

dan penyelenggara pendidikan. Bagi guru, hasil penelitian ini bermanfaat untuk

memberikan alternatif metode pembelajaran dan penggunaan media dalam

pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya kompetensi dasar menulis

paragraf deskripsi.

       Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk membantu pencapaian

indikator kompetensi dasar menulis paragraf deskripsi dan untuk meningkatkan

minat siswa dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya dalam

pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

       Bagi peneliti, penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan metode

dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, sehingga lebih bervariasi. Bagi

penyelenggara pendidikan, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas

atau mutu sekolah.
                                        BAB II

              KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORETIS



2.1 Kajian Pustaka

        Penelitian di bidang pendidikan telah banyak dilakukan oleh beberapa

peneliti termasuk juga penelitian tentang kemampuan siswa menulis. Beberapa

peneliti yang membahas mengenai kemampuan siswa menulis paragraf deskripsi

yaitu Supriatijah (2000), Suhartono (2001), Djuhartini (2001), Musodik (2005).

        Supriatijah    (2000) menulis skripsi yang berjudul Peningkatan

Keterampilan Menulis Wacana Deskripsi dengan Teknik Menghadirkan Model di

Kelas pada Siswa Kelas IIF SLTP Negeri 14 Semarang. Dia menyimpulkan

bahwa alat peraga dalam pembelajaran bermanfaat untuk memudahkan

pemahaman atau bahkan mempercepat proses pembelajaran. Hasil tes awal

diketahui bahwa siswa yang dapat menyusun wacana deskripsi dengan baik sesuai

dengan kriteria yang telah ditetapkan sebesar 40% dengan nilai rata-rata 40,16.

Penerapan teknik menghadirkan model di kelas terbukti dapat meningkatkan

kemampuan siswa dalam menulis wacana deskripsi. Hasil tes pada siklus I dengan

nilai rata-rata 77,75 dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 86,41. Dengan

demikian, perolehan hasil tes secara klasikal menunjukkan adanya peningkatan

sebesar 37,59% dari tes awal.

        Kelebihan dari teknik menghadirkan model di kelas adalah siswa lebih

tertarik dengan model yang dihadirkan oleh guru secara langsung. Sedangkan,




                                           11
                                                                                12




kelemahan dari teknik ini adalah guru harus pandai-pandai dalam memilih model

untuk menarik perhatian siswa.

       Suhartono     (2001) menulis skripsi yang berjudul Peningkatan

Keterampilan Menulis Deskriptif melalui Analisis Catatan Harian Siswa Kelas IIE

SLTP 2 Kaliwungu Kabupaten Kudus. Dari hasil penelitian ini diperoleh

simpulan bahwa melalui analisis catatan harian siswa dapat meningkatkan

keterampilan menulis deskripsi. Secara kuantitatif, hasil penelitian melalui dua

siklus ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,57% dari siklus I ke siklus II

kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi.

       Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi alternatif pembelajaran

menulis paragraf deskripsi saja tetapi, siswa juga memberikan respon positif

dalam pembelajaran menulis melalui analisis catatan harian. Respon positif yang

ditunjukkan adalah mereka merasa senang.

       Kelemahan dari penelitian yang dilakukan oleh Suhartono adalah

ketertarikan siswa terhadap kegiatan menulis paragraf deskripsi tidak sepenuhnya. Hal

ini disebabkan faktor dari dalam diri siswa, yaitu tidak semua siswa dalam

kehidupannya membuat catatan harian sehingga dalam mengungkapkan

pengalaman atau kegiatan di catatan harian kurang baik. Pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui analisis catatan harian membutuhkan waktu yang lama

karena siswa harus membuat catatan harian terlebih dahulu.

       Penelitian Djuhartini     (2001) yang berjudul Peningkatan Kemampuan

Menulis Paragraf Deskripsi melalui Penyajian Gambar pada Siswa Kelas IA

SLTP 23 Semarang, menunjukkan bahwa pembelajaran menulis paragraf deskripsi
                                                                          13




melalui penyajian gambar berhasil meningkatkan kemampuan siswa menulis

paragraf deskripsi bagi siswa SLTP 23 Semarang kelas IA.

       Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata skor hasil tes diujikan

pada siswa kelas IA SLTP 23 Semarang. Rata-rata skor hasil tes menulis paragraf

deskripsi pada siklus I mencapai 6,58. Rata-rata skor siklus II mencapai 7,02.

Dengan demikian, pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui penyajian

gambar berhasil meningkatkan kemampuan menulis siswa sebesar 0,44.

       Kelemahan penelitian Djuhartini adalah membutuhkan kecermatan siswa

dalam memperhatikan gambar yang disajikan. Gambar yang disajikan juga harus

dapat memperlihatkan situasi sesungguhnya sehingga kegiatan menulis paragraf

deskripsi dapat terwujud dengan baik.

       Penelitian Djuhartini ini memberikan alternatif pembelajaran dalam

meningkatkan kemampuan siswa menulis. Selain itu, siswa merasa senang dengan

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui penyajian gambar, karena

gambar yang disajikan sangat menarik.

       Musodik     (2005) dalam skripsinya yang berjudul Peningkatan

Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dengan Teknik Pemetaan Pikiran

pada Siswa kelas II3 SMA Don Bosko Semarang, menemukan bahwa teknik

pemetaan pikiran dapat membantu siswa dalam menata gagasan sebelum menulis.

Hal ini dapat membuat siswa lebih mudah untuk menulis karangan deskripsi.

Perolehan nilai secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 24,53%.

       Kegiatan menulis       dengan teknik pemetaan pikiran menjadi lebih

menyenangkan dan tidak membosankan. Perubahan perilaku siswa ini
                                                                               14




membuktikan teknik pemetaan pikiran dapat membantu siswa dalam kegiatan

menulis. Sayangnya, peran serta guru dalam pembelajaran ini masih

mendominasi.

       Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa penelitian mengenai

keterampilan siswa menulis paragraf deskripsi sudah banyak dilakukan.

Penelitian-penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis

paragraf deskripsi siswa. Para peneliti telah menggunakan teknik atau media yang

bervariasi untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis paragraf deskripsi

baik dari tingkat SMP maupun SMA.

       Meskipun penelitian mengenai keterampilan menulis paragraf deskripsi

telah banyak dilakukan, peneliti tetap menganggap bahwa penelitian sejenis masih

perlu dilakukan untuk menemukan berbagai alternatif teknik dan media dalam

membelajarkan keterampilan menulis paragraf deskripsi kepada siswa. Hal ini

mengingat kenyataan bahwa keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi

masih rendah, belum memuaskan, dan masih perlu dicarikan teknik-teknik yang

efektif dan media yang mendukung untuk membelajarkan keterampilan siswa

dalam menulis paragraf deskripsi.

       Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi telah dilakukan

dengan menggunakan metode menghadirkan model di kelas, media gambar,

analisis catatan harian, dan pemetaan pikiran. Penggunaan metode sugesti

imajinasi dengan media lagu untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf

deskripsi belum diteliti sehingga kedudukan penelitian ini sebagai pelengkap dari
                                                                              15




penelitian-penelitian sebelumnya. Peneliti berharap hasil penelitian ini bermanfaat

untuk meningkatkan kualitas pendidikan.



2.2 Landasan Teoretis

       Landasan teori dalam penelitian ini adalah hakikat menulis, tujuan

menulis, hakikat paragraf, syarat-syarat paragraf, hakikat paragraf deskripsi,

langkah-langkah menulis paragraf deskripsi, metode sugesti-imajinasi dan hakikat

media lagu.

2.2.1 Hakikat Menulis

       Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik

menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang, sehingga orang-orang

lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami

bahasa dari gambaran grafik itu. Menulis merupakan representasi bagian dari

kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa (Lado dalam Tarigan 1983: 21)

       Keterampilan menulis memiliki peran yang sangat penting bagi siswa

karena setiap tugas yang diberikan guru dapat dilakukan dengan baik apabila

siswa memiliki kemampuan menulis yang baik.

       Menurut Akhadiah (1988: 22) menulis merupakan suatu proses, yaitu

proses penulisan. Ini berarti bahwa kita melakukan kegiatan itu dalam beberapa

tahap yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi.

       Tulisan yang baik dapat menghubungkan antara penulis sebagai pemberi

pesan dan pembaca sebagai penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan harus
                                                                             16




ditulis secara sistematis agar pembaca dapat menangkap pesan dengan jelas dan

tidak menimbulkan salah penafsiran.

        Enre (1988: 8) menyatakan bahwa tulisan yang baik harus dapat

berkomunikasi secara efektif kepada siapa tulisan itu ditujukan. Keefektifan

tersebut dapat dilihat dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam tulisan tersebut.

Penggunaan kalimat yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk

menyampaikan gagasan dalam menulis, kalimat yang baik dapat meninggalkan

kesan pada benak pembaca. Pembaca akan merasa senang dan menikmati tulisan

yang disusun dengan kalimat-kalimat yang efektif dan bermakna.

        Tulisan mempunyai teknis pengungkapan yang komunikatif dan

menunjukkan kerangka berpikir rasional. Kegiatan menulis sangat mementingkan

unsur pikiran, penalaran, dan data faktual karena itu wujud yang dihasilkan berupa

tulisan ilmiah atau nonfiksi.

        Keterampilan menulis sangat diperlukan oleh siswa untuk menyelesaikan

tugas dan kewajiban yang bersifat tertulis. Hal ini perlu diwujudkan dengan

pembelajaran bahasa yaitu, pembelajaran mengenai semua aspek kebahasaan dan

kegiatan berbahasa yang bertujuan agar siswa terampil berbahasa. Kebutuhan

yang termasuk di dalamnya adalah ketatabahasaan, perbendaharaan bahasa

dengan segala ragamnya, dan menulis.

        Dari teori hakikat menulis di atas maka dapat diketahui bahwa

keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang dalam melahirkan pikiran,

perasaan, dan kehendak kepada pembaca dengan kalimat yang efektif dan

bermakna sehingga dimengerti oleh pembaca. Keterampilan menulis sangat
                                                                                  17




diperlukan siswa untuk memenuhi tugas-tugasnya sebagai seorang pelajar. Oleh

karena itu, perlu upaya untuk melatih dan meningkatkan keterampilan menulis

pada siswa. Keterampilan menulis memerlukan latihan yang konsisten agar tulisan

yang dihasilkan semakin berkualitas. Kemampuan menulis yang baik dan

berkualitas berbanding lurus terhadap keberhasilan siswa di sekolah.

2.2.2 Tujuan Menulis

       Menulis mempunyai tujuan yang khusus seperti menginformasikan,

melukiskan, dan menyarankan. Tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu

mengenai diri seseorang ke dalam sepenggal tulisan. Penulis memegang suatu

peranan tertentu, dalam tulisan mengandung nada yang sesuai dengan maksud dan

tujuannya.

       Menurut Tarigan (1983: 23-24) setiap jenis tulisan mengandung beberapa

tujuan, tetapi karena tujuan itu sangat beraneka ragam. Bagi penulis yang belum

berpengalaman      ada    baiknya     memperhatikan       tujuan       menulis,   yaitu

memberitahukan (informative), menyakinkan (persuasive), menghibur (literaly),

mengekspresikan perasaan dan emosi (ekspresive).

       Tujuan menulis menurut Hugo         (dalam Tarigan 1983: 24-25) adalah

sebagai berikut: (1) Assignment purpose (tujuan penugasan), penulis menulis

sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri; (2) Altruistic purpose

(tujuan altruistik), penulis bertujuan menyenangkan para pembaca,

menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca,

memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para

pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu; (3)
                                                                              18




Persuasive purpose (tujuan persuasif), tulisan yang bertujuan menyakinkan para

pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan; (4) Informational purpose

(tujuan informasional, tujuan penerangan), tulisan yang bertujuan memberi

informasi atau keterangan penerangan kepada para pembaca; (5) Self-ekspressive

purpose (tujuan pernyataan diri), tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau

menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca; (6) Creative purpose

(tujuan kreatif), tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai

kesenian; (7) Problem solving purpose ( tujuan pemecahan masalah), tujuan

penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi dengan cara menjelaskan,

menjernihkan, menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan

gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para

pembaca.

       Keraf (1995: 6-7) mengatakan bahwa sebuah wacana yang utuh dapat

dibagi-bagi berdasarkan tujuan umum yang tersirat di balik wacana tadi.

Berdasarkan tujuan penulisannya karangan dapat dibedakan menjadi eksposisi,

argumentasi, persuasi, deskripsi dan narasi.

       Pembelajaran menulis bertujuan untuk meningkatkan berpikir dan bernalar

serta kemampuan memperluas wawasan. Selain itu juga, diarahkan untuk

mempertajam kepekaan perasaan siswa. Siswa tidak hanya mampu memahami

informasi yang disampaikan secara lugas atau langsung melainkan juga yang

disampaikan secara terselubung atau secara tidak langsung (Kurikulum Berbasis

Kompetensi 2002: 6).
                                                                                 19




       Dari teori di atas maka tujuan menulis adalah assignment purpose (tujuan

penugasan), altruistic purpose (tujuan altruistik), persuasive purpose (tujuan

persuasif), informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan), self-

ekspressive purpose (tujuan pernyataan diri), creative purpose (tujuan kreatif),

problem solving purpose ( tujuan pemecahan masalah). Tujuan penulisan

menyatakan maksud dan pengarang itu menulis atau mengarang. Paling tidak

pokok bahasan atau tujuan penulisan dan karangan itu harus ada dan hidup

terusmenerus dalam pikiran penulis dan pengarang.

2.2.3 Hakikat Paragraf

       Istilah paragraf mempunyai acuan yang bermacam-macam. Paragraf

adalah sekumpulan kalimat yang merupakan pengembangan dan ilustrasi dari

sebuah pikiran atau gagasan utama.

       Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan

(Akhadiah 1988: 144). Paragraf juga dapat dikatakan karangan yang paling

pendek (singkat). Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu

gagasan mulai dan berakhir.

       Ahmadi (1991: 1) menyatakan paragraf adalah suatu satuan pikiran atau

perasaan, suatu satuan susunan teratur, satuan-satuan yang lebih kecil

(kalimatkalimat) dan berfungsi sebagai bagian dari suatu satuan yang lebih

besar (keseluruhan komposisi).

       Lain halnya dengan Keraf yang menyebut paragraf dengan alinea.

Menurut Keraf (1993: 62) alinea adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan

yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Alinea merupakan himpunan dari
                                                                                  20




kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah

gagasan.

       Wiyanto (2004: 15) menyatakan paragraf adalah sekelompok kalimat yang

saling berhubungan dan bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran untuk

mendukung buah pikiran yang lebih besar, yaitu buah pikiran yang diungkapkan

dalam seluruh tulisan.

       Paragraf menurut Mustakim            (1994:   112) adalah suatu bentuk

pengungkapan gagasan yang terjalin dalam rangkaian beberapa kalimat. Dalam

paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat

dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat

topik, kalimat-kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.

       Jadi paragraf adalah sekelompok kalimat yang tersusun dalam membuat

gagasan atau pikiran utama yang dikembangkan oleh penulis untuk mencapai

suatu kejelasan tertentu bagi pembacanya.

2.2.4 Syarat-Syarat Paragraf

       Paragraf sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan. Menurut Akhadiah

(1988: 148)    dalam     pengembangan        paragraf,   harus   menyajikan       dan

mengorganisasikan gagasan menjadi suatu paragraf yang memenuhi persyaratan.

Persyaratan itu ialah sebagai berikut pertama adalah kesatuan, tiap paragraf hanya

mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi paragraf ialah

mengembangkan topik tersebut. Oleh sebab itu, dalam pengembangannya tidak

boleh terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau

gagasan pokok tersebut. Jadi, satu paragraf hanya boleh mengandung satu gagasan
                                                                            21




pokok atau topik. Semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan gagasan

pokok tersebut. Paragraf dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat

dalam paragraf itu tidak terlepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.

Semua kalimat terfokus pada topik dan mencegah masuknya hal-hal yang tidak

relevan.

       Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah paragraf ialah koherensi

atau kepaduan. Satu paragraf bukanlah merupakan kumpulan atau tumpukan

kalimat yang mesing-masing berdiri sendiri atau terlepas, tetapi dibangun oleh

kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang

teratur, akan memperlihatkan adanya kepaduan. Jadinya, kepaduan atau koherensi

dititikberatkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat.

       Syarat ketiga adalah kelengkapan, suatu paragraf dikatakan lengkap, jika

berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat

topik atau kalimat utama. Sebaliknya suatu paragraf dikatakan tidak lengkap, jika

tidak dikembangkan atau hanya diperluas dengan pengulangan-pengulangan.

       Menurut Sakri (1992: 2) ada tiga sifat yang harus dimiliki oleh sebuah

paragraf agar dapat menyampaikan gagasan dengan baik. Tiga sifat yang harus

dipenuhi sebuah paragraf adalah (1) paragraf harus memiliki kesatuan yang

artinya, seluruh uraiannya terpusat pada satu gagasan saja; (2) paragraf harus

memiliki kesetalian yang artinya, kalimat di dalamnya berhubungan sesamanya

dengan bermakna bagi pembaca; (3) paragraf harus memiliki isi yang memadai

yakni memiliki sejumlah rincian yang terpilih dengan patut sebagai pendukung

gagasan utama paragraf.
                                                                            22




        Syarat-syarat pembentukan alinea menurut Keraf (1993: 67) adalah (1)

kesatuan, kesatuan dalam alinea adalah bahwa semua kalimat yang membina

alinea itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu; (2)

koherensi, koherensi yang dimaksud di sini adalah kekompakan hubungan antara

sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu; (3)

perkembangan alinea, perkembangan alinea ini adalah penyusunan atau perincian

daripada gagasan-gagasan yang membina alinea itu.

       Lain halnya dengan Mustakim (1994: 115) sebuah paragraf yang baik

hendaknya dapat memenuhi dua kriteria atau persyaratan, yaitu kesatuan (kohesi),

sebuah paragraf harus memiliki sebuah kesatuan. Kesatuan menyangkut keeratan

hubungan makna antar gagasan dalam sebuah paragraf. Sebuah paragraf hanya

mengandung satu gagasan utama, yang diikuti oleh beberapa gagasan

pengembang atau penjelas. Oleh karena itu, rangkaian kalimat yang terjalin dalam

sebuah paragraf hanya mempersoalkan satu masalah atau satu gagasan utama.

Dengan demikian, jika dalam satu paragraf terdapat dua gagasan utama itu

seharusnya dituangkan dalam paragraf yang berbeda. Sebaliknya, jika dua buah

paragraf hanya mengandung satu gagasan utama, kedua paragraf itu seharusnya

digabungkan menjadi satu.

       Kriteria kedua adalah kepaduan       (koherensi), sebuah paragraf harus

memiliki sebuah kepaduan. Kepaduan sebagai suatu bentuk pengungkapan

gagasan sebuah paragraf juga harus memperlihatkan kepaduan hubungan

antarkalimat yang terjalin di dalamnya. Kepaduan paragraf dapat diketahui dari

susunan kalimat yang sistematis, logis, dan mudah dipahami.
                                                                                23




        Jadi syarat paragraf yang baik adalah suatu paragraf yang di dalamnya

terdapat kesatuan (kohesi), kepaduan (koherensi), dan          kesesuaian dalam

pengembangan gagasan dengan rincian gagasan yang ada.

2.2.5 Hakikat Paragraf Deskripsi

        Ahmadi (1991: 21) menyatakan bahwa paragraf deskripsi adalah paragraf

yang melukiskan, menggambarkan, mempertunjukkan. Dalam paragraf ini detail

penunjang pada susunan deskripsi disusun agar pembaca mendapatkan gambaran

yang jelas mengenai objek yang dideskripsikan.

        Keraf (1995: 16) menyatakan bahwa deskripsi adalah semacam bentuk

wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa

sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca seakan-akan

pembaca melihat sendiri objek itu. Deskripsi memberi suatu citra mental

mengenai suatu benda, pemandangan, orang atau sensasi.

        Menulis paragraf deskripsi adalah menulis yang bertujuan menimbulkan

imajinasi bagi pembacanya seakan ikut merasakan seperti apa yang diungkapkan

penulis dalam tulisannya.

        Tujuan menulis paragraf deskripsi adalah dapat menumbuhkan daya

khayal bagi pembaca meskipun dalam pemakaian sehari-hari terdapat juga

deskriptif yang mungkin tidak menimbulkan daya khayal, kesan atau sugesti

tersebut.

        Berdasarkan tujuannya, sekurang-kurangnya harus dibedakan dua macam

deskripsi yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis. Deskripsi sugestif, penulis

bermaksud menciptakan sebuah pengalaman pada diri pembaca, karena
                                                                                24




diperkenalkan dengan objek secara langsung. Pengalaman atas objek itu harus

menciptakan sebuah kesan atau interpretasi.

       Sasaran    deskripsi sugestif adalah dengan perantaraan tenaga rangkaian

kata-kata yang dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, dan watak

dari objek tersebut. Deskripsi sugestif berusaha untuk menciptakan suatu

penghayatan terhadap objek tersebut melalui imajinasi para pembaca.

       Deskripsi teknis atau ekspositoris bertujuan untuk memberikan identifikasi

atau informasi mengenai objeknya, sehingga pembaca dapat mengenalnya bila

bertemu atau berhadapan dengan objek tadi. Ia tidak berusaha untuk menciptakan

kesan atau imajinasi pada diri pembaca (Keraf 1984: 94).

       Paragraf deskripsi berusaha menyajikan suatu objek sedemikian rupa

sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan oleh

penulis. Objek tulisan deskripsi dapat berupa benda, pemandangan, orang, atau

sensasi yang dialami penulis.

       Secara garis besar dapat dibedakan dua macam deskripsi yaitu deskripsi

ekspositoris dan deskripsi impresionistik. Tujuan deskripsi ekspositoris adalah

memberikan informasi dan menimbulkan pembaca melihat, mendengar,

merasakan apa yang dideskripsikan itu. Tujuan deskripsi impresionistik atau

stimulatif adalah membuat pembaca mempancaindrakannya dan membuat ia

bereaksi secara emosional akan apa yang dideskripsikan (Parera 1993: 10).

       Deskripsi ekspositoris pada umumnya bersifat logis. Ia disusun seperti satu

katalog dalam urutan yang logis. Misalnya, orang mendeskripsikan satu gedung

tinggi mulai dari bawah ke atas atau vise versa. Deskripsi sebuah kereta api akan
                                                                            25




mulai dari depan ke belakang atau dari kiri ke kanan. Pemilihan detail-detail itu

menunjukkan ketelitian pengindraan pengarang.

       Deskripsi impresionistik berlangsung lain, karena pengarang ingin

mendapatkan jawaban atau reaksi pembaca, maka pertama kali yang harus

dilakukan pengarang harus menentukan dulu jawaban atau reaksi apa yang

dikehendaki. Misalnya, ia ingin mendeskripsikan sebuah kamar tidur dengan

tujuan untuk mencirikan pribadi yang mendiaminya. Hal ini menyebabkan

timbulnya pertanyaan. Akan tetapi, ia tidak mempunyai pola untuk

mendeskripsikannya dalam urutan logis. Pengarang mungkin mulai dari yang

menonjol atau dari kesan yang terkuat seperti bau dari kamar tersebut atau

pengarang akan menyusunnya dalam bentuk klimaks.

       Paragraf deskripsi merupakan penggambaran suatu keadaan dengan

kalimat-kalimat, sehingga menimbulkan kesan yang hidup. Penggambaran atau

lukisan itu harus disajikan sehidup-hidupnya, sehingga apa yang dilukiskan itu

hidup di dalam angan-angan pembaca.

       Menurut Sirait, dkk (1985: 20) paragraf deskripsi adalah salah satu jenis

paragraf yang melukiskan suatu objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, mencium secara

imajinatif apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicium oleh penulis tentang

objek yang dimaksud.

       Deskripsi lebih menekankan pengungkapannya melalui rangkaian kata-

kata. Walaupun untuk membuat dekripsi yang baik penulis harus mengadakan

identifikasi terlebih dahulu, namun pengertian deskripsi hanya menyangkut
                                                                                26




pengungkapan melalui kata-kata. Dengan mengenal ciri-ciri obyek garapan,

penulis dapat menggambarkan secara verbal obyek yang ingin diperkenalkan

kepada para pembaca.

       Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan suatu objek sehingga

pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan hal-hal yang ditulis penulis.

Menulis paragraf deskripsi dapat menumbuhkan kreativitas siswa dalam

menggambarkan hal-hal konkret sebelum menuliskan hal-hal yang akan abstrak.

       Sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi, siswa dituntut untuk

lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Seseorang dikatakan berhasil dalam

menulis, jika ia dapat mengkomunikasikan gagasannya secara tertulis kepada

pembaca dan dapat memahami tujuan penulis dalam menuliskan gagasannya.

       Jadi paragraf deskripsi adalah suatu paragraf yang didalamnya

memberikan perincian yang mendetail tentang objek sehingga seakan-akan

pembaca melihat, mendengar atau mengalami langsung tentang objek tersebut.

Tujuan dari tulisan deskripsi adalah menciptakan gambaran objek kepada

pembaca agar seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan penulis. Objek

paragraf deskripsi dapat berupa benda, orang, peristiwa, suasana dan lainnya.

2.2.6 Langkah-langkah Menulis Paragraf Deskripsi

       Sebelum menulis paragraf deskripsi, seharusnya penulis mengetahui dan

memahami langkah-langkah dalam penulisan paragraf deskripsi. Langkah-langkah

dalam menulis paragraf deskripsi adalah (1) mengamati objek, (2) menentukan

tujuan penulisan, dan (3) memproses data-data yang diperoleh untuk

menghasilkan deskripsi yang dimaksud (Sudiati, 2005: 11-16).
                                                                                27




       Menulis paragraf deskripsi memerlukan tahapan atau langkah-langkah.

Langkah pertama hingga terakhir merupakan satu rangkaian yang harus

diperhatikan dan perlu dikerjakan secara urut. Langkah-langkah yang dimaksud

adalah sebagai berikut, langkah pertama ialah menetapkan tema tulisan. Langkah

kedua, menerapkan tujuan menulis deskripsi. Langkah ketiga adalah

mengumpulkan tulisan. Langkah keempat, menyiapkan kerangka tulisan.

Kerangka tulisan disusun berdasarkan bahan-bahan tulisan yang telah terkumpul.

Langkah kelima adalah mengembangkan tulisan, pengembangan tulisan

dikerjakan setelah kerangka tulisan atau kerangka paragraf disiapkan (Gunawan

1997: 16).

       Langkah-langkah menulis paragraf deskripsi menurut Akhadiah (1988)

adalah sebagai berikut.

       (1) Menentukan Tema

               Kegiatan yang mula-mula dilakukan jika akan menulis suatu

       paragraf ialah menentukan tema. Tema adalah gagasan pokok yang hendak

       disampaikan di dalam penulisan. Gagasan atau ide pokok dapat diperoleh

       dari pengalaman, hasil penelitian, beberapa sumber, pandat, dan

       pengamatan. Pernyataan tema mungkin sama saja dengan judul, tetapi

       mungkin juga tidak.

       (2) Menentukan Tujuan Penulisan

               Setiap penulis harus mengungkapkan dengan jelas tujuan penulisan

       yang akan dilaksanakannya. Perumusan tujuan penulisan sangat penting

       dan harus ditentukan lebih dahulu karena hal ini merupakan titik tolak
                                                                                28




       dalam seluruh kegiatan menulis selanjutnya. Tujuan merupakan penentu

       yang pokok dan akan mengarahkan serta membatasi paragraf. Kesadaran

       mengenai tujuan selama proses penulisan akan menjaga keutuhan tulisan.

       (3) Mengumpulkan Bahan

              Pada waktu memilih dan membatasi topik kita hendaknya sudah

       memperkirakan kemungkinan mendapatkan bahan. Dengan membatasi

       topik, kita telah memusatkan perhatian pada topik yang terbatas itu, serta

       mengumpulkan bahan yang khusus pula. Bahan penulisan ini dapat

       dikumpulkan pada tahap prapenulisan dan dapat pula pada waktu

       penulisan berlangsung.

       (4) Membuat Kerangka Paragraf

              Agar organisasi paragraf dapat ditentukan, sebelumnya kita harus

       menyusun kerangka paragraf. Menyusun kerangka paragraf merupakan

       satu cara untuk menyusun suatu rangkaian yang jelas dan terstruktur yang

       teratur dari paragraf yang akan ditulis. Kerangka paragraf merupakan

       suatu rencana kerja yang dapat digunakan sebagi garis besarnya dalam

       mengarang.

       (5) Mengembangkan Kerangka Paragraf

              Langkah selanjutnya setelah menyusun kerangka paragraf adalah

       mengembangkan kerangka paragraf menjadi suatu paragraf atau tulisan

       yang utuh.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah

menulis paragraf deskripsi adalah menentukan tujuan dari menulis paragraf
                                                                                 29




deskripsi, menentukan tema, mengemukakan ide pokok untuk menggambarkan

suatu objek, dan mengembangkan ide pokok menjadi paragraf deskripsi.

2.2.7 Metode Sugesti-Imajinasi

        Metode sugesti-imajinasi adalah metode pembelajaran menulis dengan

cara memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang imajinasi siswa (Petrus

2005: 3).

        De Porter dan Hernacki (dalam Abdurrahman 2005: 191) mengatakan

bahwa untuk mengubah kalimat-kalimat yang kering menjadi deskripsi yang

menakjubkan kita harus menggunakan imajinasi “menunjukkan bukan

memberitahukan (show not tell)”.

        Penggunaan metode sugesti-imajinasi dapat mengoptimalkan kerja

belahan otak kanan sehingga para siswa dapat mengembangkan imajinasinya

secara leluasa.

        Efek positif dari optimalisasi kerja belahan otak kanan adalah rangsangan atau

dorongan bagi kerja belahan otak kiri sehingga pada saat yang bersamaan para

siswa juga dapat mengembangkan logikanya. Keseimbangan kinerja otak kanan

dan kiri ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam

memperoleh informasi, pembuatan outline, dan akhirnya menuliskan informasi

tersebut dalam bentuk tulisan atau karangan yang baik.

        Metode sugesti-imajinasi menurut Tarigan (1991: 95) merupakan suatu

metode yang melibatkan pengisian/pemuatan bank-bank memori dengan memori-

memori atau ingatan-ingatan yang diinginkan dan yang memberi kemudahan.
                                                                          30




       Dalam hal ini, musik dan lagu digunakan sebagai pencipta sugestif,

stimulus, dan sekaligus menjadi jembatan bagi siswa untuk membayangkan atau

menciptakan gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu. Respons yang

diharapkan muncul dari para siswa berupa kemampuan melihat gambaran-

gambaran kejadian tersebut dengan imajinasi-imajinasi dan logika yang dimiliki

lalu mengungkapkan kembali dengan menggunakan simbol-simbol verbal.

2.2.7.1 Kelebihan dan Kelemahan Penerapan Metode Sugesti-Imajinasi

       Penerapan pembelajaran menulis dengan metode sugesti-imajinasi

memiliki kelebihan dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan

keterampilan menulis. Pemilihan lagu yang bersyair puitis membantu para siswa

memperoleh model dalam pembelajaran kosakata. Pengembangan kosakata di sini

mengandung pengertian lebih dari sekadar penambahan kosakata baru, tetapi lebih

pada penempatan konsep-konsep baru dalam tatanan yang lebih baik atau ke

dalam susunan-susunan tambahan (Tarigan 1985: 22).

       Pemberian apersepsi tentang keterampilan mikrobahasa yang dilanjutkan

dengan pembelajaran menulis menggunakan metode sugesti-imajinasi dapat

diserap dan dipahami dengan lebih baik oleh para siswa. Situasi emosional yang

terolah membantu keberhasilan komunikasi dan interaksi guru dan siswa.

       Sugesti yang diberikan melalui pemutaran lagu dapat merangsang dan

mengkondisikan siswa sedemikian rupa sehingga siswa dapat memberikan

respons spontan yang bersifat positif.

       Penggunaan metode sugesti-imajinasi tidak cukup efektif bagi kelompok

siswa dengan tingkat keterampilan menyimak yang rendah. Stimulus yang
                                                                              31




disampaikan secara lisan menghendaki adanya keterampilan menyimak yang baik.

Dengan demikian, komunikasi yang terjalin bisa diarahkan menuju target yang

hendak dicapai yaitu sugesti untuk membangun imajinasi siswa.

        Metode sugesti-imajinasi sulit digunakan bila siswa cenderung pasif.

Metode ini mensyaratkan adanya keaktifan dari pihak siswa. Siswa harus aktif

menerima stimulus dan memberikan respons dalam bentuk simbol-simbol verbal.

2.2.8 Hakikat Media Lagu

        Media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk

menyampaikan pesan (message) atau informasi dari suatu sumber (resoursce)

kepada penerimanya (receiver) (Soeparno 1988: 1).

        Pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang

kemampuan manusia untuk merasakan sesuatu (mendengar, mencium, melihat,

melihat dan sebagainya). Media ini merupakan peralatan yang digunakan untuk

membantu atau mempermudah proses pembelajaran. Menurut Briggs (dalam

Sadiman, dkk 2003: 6), media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan

pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

        Menurut Sadiman, dkk (2003: 6) media adalah segala sesuatu yang dapat

digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat

merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa

sehingga proses belajar terjadi.

        Media merupakan sarana untuk mengantarkan informasi kepada siswa.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan untuk
                                                                            32




merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong

proses belajar pada diri siswa.

       Dengan demikian sebenarnya, guru, buku ajar, dan lingkungan sekolah

adalah media. Setiap media adalah sarana untuk menuju suatu tujuan. Di dalam

media terkandung informasi yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain.

Informasi ini dapat diperoleh dalam buku, rekaman, peta, gambar, film dan

sebagainya.

       Lagu adalah salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran

menulis. Di dalam lagu tersebut terdapat tulisan-tulisan yang bermakna. Kata-kata

tersebut diciptakan oleh pengarang dengan tujuan tertentu.

       Media lagu merupakan alternatif media pembelajaran bahasa dan sastra

Indonesia. Lagu dapat dieksploitasi untuk membantu peningkatan kemampuan

menulis (Petrus 2005: 4).

       Media lagu ini jarang digunakan oleh guru karena guru kurang mengetahui

fungsi lagu. Lagu tidak hanya digunakan untuk menciptakan suasana yang

nyaman tetapi juga memberikan sugesti yang merangsang berkembangnya

imajinasi siswa. Melalui lagu orang dapat berimajinasi dengan ide-ide yang ada

dalam pikirannya.

       Penggunaan media bertujuan untuk meningkatkan dan melancarkan

tercapainya hasil belajar siswa. Fungsi media adalah memberikan kesempatan

kepada siswa untuk berlatih secara mandiri di dalam maupun di luar kelas,

meringankan/membantu/melengkapi peranan guru dan untuk memberi motivasi

kepada siswa.
                                                                          33




       Lagu dapat menjadi media yang efektif dalam pembelajaran menulis.

Efektivitas lagu sebagai media dimaksimalkan dengan prinsip link and match

(hubungan dan kesesuaian).

       Jadi media lagu merupakan salah satu alternatif media pembelajaran

bahasa dan sastra Indonesia yang dapat dieksploitasi untuk membantu

meningkatkan dan melancarkan tercapainya hasil belajar siswa dalam

pembelajaran menulis.



2.3 Kerangka Berpikir

       Prestasi belajar menulis sebagai salah satu kompetensi dasar dalam

pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang perlu ditingkatkan. Untuk itu,

penyajian materi dengan metode yang tepat perlu terus diupayakan, salah satunya

metode tersebut adalah sugesti-imajinasi media lagu. Metode sugesti-imajinasi

dengan media lagu merupakan salah satu metode yang memanfaatkan lagu

sebagai media pembelajaran. Metode sugesti-imajinasi adalah metode

pembelajaran yang dapat menuntun siswa berekspresi. Hal ini terjadi karena

melalui lagu, pikiran siswa akan terangsang untuk menggambarkan sesuatu yang

terdapat pada imajinasi siswa di dalam lagu tersebut. Penggunaan media dalam

metode ini dimaksudkan agar siswa tersugesti dan berimajinasi dari lagu yang

diputarkan dalam menuliskan gagasan yang ada sebelum kegiatan menulis

paragraf deskripsi.
                                                                               34




       Dengan     dasar   tersebut   diharapkan       dengan   penerapan     metode

sugestiimajinasi dengan media lagu akan dapat menuntun pikiran siswa dalam

menyusun paragraf deskripsi sehingga dapat menghasilkan tulisan yang baik.

       Keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2

Blora belum memuaskan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor

itu di antaranya dari siswa itu sendiri maupun dari guru yang kurang kreatif dalam

pemilihan metode pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran. Pemilihan

metode pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran adalah salah satu

faktor yang berpengaruh besar dalam keberhasilan suatu pembelajaran selama ini.

       Selama ini pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang dilakukan oleh

guru masih dengan metode ceramah dan pemberian tugas melalui LKS tanpa

adanya penjelasan lengkap dari guru. Oleh karena itu, siswa menjadi kurang

terampil dalam menuangkan ide dan gagasannya. Kurangnya penjelasan, latihan,

bimbingan, pemilihan metode yang tidak tepat dan jarangnya penggunaan media

pembelajaran dari guru mengakibatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran

menulis paragraf deskripsi menjadi kurang maksimal.

       Berdasarkan beberapa alasan tersebut maka diadakanlah penelitian ini

sebagai tindakan perbaikan pada pembelajaran sebelumnya. Penelitian ini dapat

tercapai dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Keterampilan menulis

paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora akan mengalami

peningkatan apabila pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi

dilaksanakan melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Salah satu

metode pembelajaran yang memenuhi kebutuhan tersebut adalah metode sugesti-
                                                                            35




imajinasi. Metode pembelajaran menulis dengan cara memberikan sugesti lewat

lagu untuk merangsang imajinasi siswa (Petrus 2005: 3). Kendala-kendala yang

dihadapi siswa dalam menulis paragraf deskripsi diharapkan dapat teratasi dengan

metode sugesti-imajinasi media lagu dan hasil yang dicapai lebih optimal.



2.4 Hipotesis Tindakan

       Hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah terjadi peningkatan

keterampilan menulis paragraf deskripsi dan perubahan tingkah laku pada siswa

kelas XA SMA Negeri 2 Blora setelah mengikuti pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
                                           BAB III

                                   METODE PENELITIAN



           Dalam bab ini yang dibahas adalah (1) desain penelitian, (2) subjek penelitian,

   (3) variabel penelitian, (4) instrumen penelitian, (5) teknik pengumpulan data, dan (6)

   teknik analisis data.



   3.1 Desain Penelitian

           Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK)

   yang merupakan bentuk kajian yang sistematis reflektif, dilakukan oleh pelaku

   tindakan (guru), dan dilakukan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran (Depdiknas

   2004:7). Penelitian tindakan kelas terdiri atas dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II,

   seperti dalam gambar berikut.

                   Perencanaan                               Perencanaan Ulang




Refleksi          Siklus I                                        Siklus II
                                               Refleksi                               Tindakan
                                      Tindakan


                Pengamatan                                        Pengamatan


                             Gambar 1 Penelitian Tindakan Kelas



                                              36
                                                                                 37




        Tindakan dalam penelitian ini, rencananya akan dilakukan dalam dua siklus.

Siklus I yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi merupakan

awal kegiatan penelitian untuk mengetahui kondisi awal siswa mengenai kemampuan

siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu. Dengan adanya refleksi yang meliputi analisis

dan penilaian pada proses tindakan pada siklus I, akan muncul penilaian baru guna

mengatasi permasalahan tersebut sehingga memerlukan perencanaan ulang, tindakan

ulang, pengamatan ulang, dan refleksi ulang pada siklus II.

        Siklus I bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis paragraf deskripsi

siswa, kemudian dipakai sebagai refleksi untuk melakukan siklus II. Pada siklus II

bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu setelah dilakukan perbaikan

terhadap proses pembelajaran yang didasarkan pada refleksi siklus I.

3.1.1 Prosedur Tindakan pada Siklus I

        Prosedur tindakan pada siklus I terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi,

dan refleksi.

3.1.1.1 Perencanaan

        Pada tahap ini peneliti menyiapkan perencanaan yang matang untuk mencapai

pembelajaran yang diinginkan oleh peneliti. Perencanaan ini dilakukan dari awal

sampai akhir penelitian dengan demikian, hasil dari penelitian ini sesuai dengan yang

diharapkan oleh peneliti. Dalam tahap perencanaan ini peneliti mempersiapkan proses
                                                                                  38




pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi media lagu dengan langkah-langkah (1) menyusun rencana pembelajaran

yang berhubungan dengan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu, (2) menyusun instrumen tes dan nontes.

Instrumen yang berupa tes menulis paragraf deskripsi beserta penilaiannya. Instrumen

nontes yaitu lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi

foto, dan (3) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan

teman sejawat tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3.1.1.2 Tindakan

           Tindakan yang akan dilakukan harus sesuai dengan perencanaan. Pada tahap ini

guru melakukan tindakan dalam proses pembelajaran. Tindakan yang dilakukan dalam

tahap ini terdiri atas pendahuluan, inti, dan penutup.

(1) Pendahuluan

           Pada tahap pendahuluan, peneliti mengkondisikan siswa agar siap untuk

mengikuti pembelajaran keterampilan menulis dengan menanyakan keadaan siswa,

memilih dan menyiapkan kondisi media lagu yang akan digunakan dalam

pembelajaran, dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum yaitu keterampilan

menulis paragraf deskripsi.

(2) Inti

           Pada tahap inti peneliti menjelaskan tentang menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dan menyajikan contoh paragraf
                                                                                    39




deskripsi. Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok. Siswa diminta untuk

mendiskusikan contoh paragraf deskripsi yang ditampilkan di LCD. Kemudian, siswa

diminta untuk mendiskusikan karakteristik paragraf deskripsi dan topik-topik yang

dapat dijadikan paragraf deskripsi, yang kemudian dipresentasikan di depan kelas.

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan individu yaitu kegiatan yang terdapat dalam

proses sugesti-imajinasi. Guru membagikan teks lagu yang diputarkan untuk

membantu siswa dalam menyimak lagu. Siswa diminta menyimak lagu. Selama

kegiatan menyimak berlangsung siswa diminta untuk berimajinasi dan menuliskan

gagasan yang muncul ketika lagu tersebut diputarkan. Siswa diminta untuk menulis

paragraf deskripsi sesuai tema lagu dan tema pembelajaran hari itu. Hasil tersebut

dijadikan sebagai data dari hasil menulis paragraf deskripsi secara individu.

(3) Penutup

        Pada tahap penutup, peneliti bersama siswa melaksanakan refleksi terhadap

pembelajaran yang telah berlangsung. Peneliti membagikan lembar jurnal kepada

siswa untuk diisi mengenai tanggapan, kesan, dan saran siswa terhadap pembelajaran

keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Pada akhir pembelajaran peneliti bersama siswa menyimpulkan materi

yang telah dipelajari hari itu.

3.1.1.3 Observasi atau Pengamatan

        Pengamatan dilakukan oleh peneliti, teman sejawat, dan guru mata pelajaran

bahasa dan sastra Indonesia selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat
                                                                                   40




dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara, atau menggunakan jurnal.

Peneliti mencatat siswa yang aktif, yang meremehkan pembelajaran, yang kurang

memperhatikan, yang bercakap-cakap sendiri dan lain-lain dalam proses

pembelajaran menulis. Tahap ini sangat penting dan membutuhkan pengamatan yang

teliti dan sabar demi memberikan masukan pada perbaikan siklus selanjutnya.

3.1.1.4 Refleksi

       Pada tahap refleksi ini peneliti akan melihat hasil dari tahap tindakan dan

pengamatan pada siklus I. Dari hasil tersebut jika masih banyak siswa yang bersikap

negatif terhadap proses pembelajaran atau kekurangan seperti yang dijelaskan dalam

hasil observasi, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk tindakan pada

siklus II. Hasil yang positif dalam siklus I akan dipertahankan pada siklus II. Dari

faktor sikap siswa dalam kegiatan menulis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam

proses pembelajaran pada siklus II misalnya, sikap siswa yang meremehkan kegiatan

menulis. Dari hasil evaluasi yang dapat dijadikan refleksi adalah pengungkapan

kelebihan dan kekurangan metode dan media yang digunakan guru dalam proses

pembelajaran, (2) pengungkapan hasil pengamatan peneliti, (3) pengungkapan

tindakan yang telah dilakukan oleh siswa, dan (4) pengungkapan tindakan-tindakan

yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Apabila pada siklus I

ditemukan kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh

siswa dan peneliti dalam kegiatan pembelajaran menulis paragraf deskripsi, pada

siklus II akan ditindak lanjuti dan dilakukan dengan tindakan untuk memperbaiki.
                                                                              41




3.1.2 Prosedur Tindakan pada Siklus II

        Setelah melakukan evaluasi pada siklus I, peneliti mengambil strategi pada

siklus II sebagai berikut.

3.1.2.1 Perencanaan

        Perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II merupakan

penyempurnaan dari perencanaan siklus I. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam

tahap perencanaan siklus II adalah (1) menyusun perbaikan rencana pembelajaran

keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu, dan (2) menyusun perbaikan instrumen yang berupa data nontes, yaitu

lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi foto. Instrumen

yang berupa tes yaitu perintah menulis paragraf deskripsi beserta kriteria

penilaiannya, dan (3) dalam berkolaborasi peneliti lebih sering berdiskusi dengan

guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan teman sejawat.

3.1.2.2 Tindakan

        Tindakan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah tindakan yang

merupakan perbaikan dari siklus I, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan

perilaku-perilaku yang menjadi penghambat kegiatan menulis paragraf deskripsi,

memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh siswa pada pembelajaran siklus I,

dan peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II. Tindakan

yang dilakukan dalam tahap ini terdiri atas pendahuluan, inti, dan penutup.
                                                                                    42




(1) Pendahuluan

           Pada tahap pendahuluan, peneliti menanyakan keadaan siswa, mengondisikan

siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran keterampilan menulis dengan

menanyakan kembali materi yang telah diberikan peneliti pada pertemuan yang lalu.

Peneliti meminta siswa untuk lebih konsentrasi dalam kegiatan menulis. Peneliti

memotivasi siswa agar dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf deskripsi.

(2) Inti

           Pada tahap inti siklus II, peneliti hanya melakukan perbaikan kegiatan pada

siklus I seperti: menjelaskan kembali materi menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, menyajikan contoh paragraf deskripsi

yang lebih baik, siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan

melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu. Setelah itu, siswa diminta

untuk menulis paragraf deskripsi berdasarkan tema lagu. Siswa mempresentasikan

hasil diskusi kelompok di depan kelas kemudian ditanggapi kelompok lain. Hasil

diskusi kelompok dijadikan sebagai data dari hasil menulis. Kegiatan selanjutnya

adalah kegiatan kelompok. Siswa melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media

lagu yaitu siswa melakukan proses menyimak lagu, selama kegiatan menyimak lagu

siswa berimajinasi, mencari gagasan, dan mencatat gagasan yang muncul. Kemudian

siswa melakukan pengelompokan gagasan untuk membuat kerangka paragraf. Siswa

diminta untuk menyusun paragraf deskripsi berdasarkan tema lagu dan tema

pembelajaran hari itu.
                                                                               43




(3) Penutup

        Pada tahap ini peneliti bersama siswa mengadakan refleksi terhadap

pembelajaran yang berlangsung dan membuat simpulan terhadap pembelajaran

keterampilan menulis paragraf deskripsi. Siswa diminta untuk mengisi lembar jurnal

yang telah dipersiapkan oleh peneliti, yang berisi mengenai tanggapan, kesan, dan

saran terhadap pembelajaran hari itu.

3.1.2.3 Observasi atau Pengamatan

        Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah mengamati

perubahan tindakan dan sikap siswa pada proses pembelajaran berlangsung dengan

membuat catatan penting yang dapat digunakan sebagai data. Pengamatan dilakukan

terhadap siswa yang daya menyimaknya rendah karena dapat berpengaruh dalam

pengungkapan gagasan dalam menulis paragraf deskripsi dan siswa yang daya

menyimak dan menulis paragraf deskripsi tinggi pada siklus I, yaitu pengamatan

melalui observasi langsung, wawancara langsung dengan siswa tersebut serta melalui

jurnal guru dan siswa dengan tujuan agar kelemahan atau hambatan yang terjadi pada

siklus I tidak terjadi lagi pada siklus II.

        Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan secara

langsung terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus

II. Wawancara dilakukan terhadap siswa yang memiliki daya menyimak dan menulis

paragraf deskripsi yang rendah, siswa yang memiliki daya menyimak dan menulis

paragraf deskripsi yang sedang dan siswa yang memiliki daya menyimak dan menulis
                                                                               44




paragraf deskripsi tinggi. Pertanyaan dalam wawancara ini sudah dipersiapkan oleh

peneliti mengenai sebab-sebab lemahnya siswa dalam kegiatan menulis paragraf

deskripsi. Pengamatan melalui jurnal bertujuan untuk refleksi bagi peneliti sehingga

dapat digunakan untuk menerapkan metode sugesti-imajinasi pada pembelajaran

menulis paragraf deskripsi dengan media lagu. Dan dengan jurnal dapat diketahui

tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu yang diberikan oleh peneliti selama proses

pembelajaran.

3.1.2.4 Refleksi

        Refleksi pada siklus II ini dimaksudkan untuk membuat simpulan dari

pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap yang terjadi selama pembelajaran pada

siklus II. Pada bagian ini peneliti diharapkan dapat mengetahui jawaban tentang

peningkatan dan perubahan tingkah laku siswa terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.



3.2 Subjek Penelitian

       Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu pada siswa kelas XA SMA

Negeri 2 Blora. Peneliti memilih subjek penelitian keterampilan siswa dalam menulis

paragraf deskripsi melalui penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu

karena menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dari empat
                                                                               45




keterampilan yang ada. Oleh karena itu, peneliti memilih materi menulis paragraf

deskripsi sebagai satu cara untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis

yang sesuai dengan kompetensi dasar pada kurikulum 2004 kelas X. Dipilihnya

metode sugesti-imajinasi media lagu dimaksudkan sebagai alternatif untuk

mendorong siswa agar lebih mudah dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam

bentuk tulisan.

        Kelas X di SMA Negeri 2 Blora terbagi menjadi 7 kelas, yaitu kelas XA,

kelas XB, kelas XC, kelas XD, kelas XE, kelas XF, dan kelas XG. dari 7 kelas

tersebut, peneliti mengambil subjek penelitian pada siswa kelas XA yang terdiri atas

40 siswa, yaitu 18 siswa putri dan 22 siswa putra. Peneliti memilih keterampilan

menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora sebagai subjek

penelitian karena (1) berdasarkan observasi langsung ke SMA tersebut dan

wawancara langsung dengan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan

siswa menunjukkan bahwa kelas XA memiliki rata-rata nilai yang rendah dalam

pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi yang rendah dan keterampilan

menyimak yang tinggi dibandingkan dengan kelas X yang lain sehingga kelas ini

digunakan sebagai subjek penelitian, (2) siswa kurang antusias dalam mengikuti

pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia khususnya pembelajaran menulis, (3)

penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang membutuhkan siswa dalam

praktik penelitian.
                                                                                46




        Permasalahan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA SMA Negeri 2

Blora perlu segera diatasi dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal

pemilihan metode dan media pembelajaran sehingga siswa mampu mengembangkan

keterampilan menulis khususnya menulis paragraf deskripsi.



3.3 Variabel Penelitian

        Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

3.3.1 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi

        Variabel keterampilan menulis paragraf deskripsi merupakan merupakan

keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dalam menulis paragraf deskripsi.

Keterampilan menulis paragraf deskripsi yang dilakukan oleh siswa siswa kelas XA

SMA Negeri 2 Blora dapat diperoleh dari hasil siswa ketika siswa melaksanakan

tugas yang diberikan oleh peneliti yaitu menulis paragraf deskripsi. Target tingkat

keberhasilan dari setiap siswa ditetapkan jika siswa mampu menyusun paragraf

deskripsi dengan baik. Peningkatan ini dibandingkan antara hasil menulis siklus I dan

siklus II. Target keberhasilan nilai rata-rata kelas pada proses pembelajaran tiap

siklus adalah nilai 65.

3.3.2 Variabel Metode Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu

        Variabel metode sugesti-imajinasi dengan media lagu merupakan sebuah

metode pembelajaran dengan cara memberikan sugesti lewat lagu untuk merangsang
                                                                                     47




imajinasi siswa. Di dalam kegiatan ini guru harus benar-benar memahami dan

menciptakan prinsip yang terkandung dalam metode sugesti-imajinasi. Guru harus

ahli dalam memilih lagu yang sesuai dan diminati oleh siswa. Lagu disini sebagai

penjembatan stimulus siswa agar dapat tersugesti dari lagu yang diputarkan.



3.4 Instrumen Penelitian

       Instrumen pada penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan instrumen tes

dan nontes. Instrumen tes berisi perintah menyusun paragraf deskripsi. Instrumen nontes

yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara, jurnal, dan

dokumentasi foto.

3.4.1 Instrumen Tes

       Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menulis paragraf deskripsi

yang berbentuk esai. Guru menggunakan bentuk esai agar siswa dapat menyusun

paragraf deskripsi dengan bahasa mereka sendiri.

       Tes    ini   digunakan     untuk    mengetahui     keterampilan      siswa   dalam

mendeskripsikan objek yang ditulis dalam paragraf deskripsi, keterampilan menyusun

organisasi isi paragraf deskripsi, keterampilan menggunakan bahasa dan EYD.

       Ada sepuluh aspek pokok yang dijadikan kriteria penilaian, yaitu keterlibatan

aspek pancaindra, imajinasi, kesan hidup, menunjukkan objek yang ditulis,

kesesuaian isi dengan judul, kohesi dan koherensi, memusatkan uraian pada objek

yang ditulis, pemilihan kata, ejaan dan tanda baca, dan kerapian tulisan.
                                                                                       48




                                  Tabel 1 Skor Penilaian

   No.                       Aspek penilaian                      Skor Maksimal
   A.     Pendeskripsian
            1.   Keterlibatan aspek pancaindra                             15
            2.   Imajinasi                                                 20
            3.   Kesan hidup                                               15
            4.   Menunjukkan objek yang ditulis                            15
    B.    Organisasi Isi
            1.   Kesesuaian judul dengan isi                                4
            2.   Kohesi dan koherensi                                       4
            3.   Memusatkan uraian pada objek yang                         15
                 ditulis
    C.    Penggunaan Bahasa dan EYD
            1.   Pemilihan kata                                             4
            2.   Ejaan dan tanda baca                                       4
            3.   Kerapian tulisan                                           4
          Jumlah                                                           100


         Aspek-aspek yang dinilai dengan rentangan skor dan kategori penilaian dapat

dilihat pada tabel 2 berikut.

                           Tabel 2 Kriteria Penilaian Paragraf Deskripsi
   No.               Aspek Penilaian               Rentangan Skor           Kategori
   A.     Pendeskripsian
          1. Keterlibatan aspek pancaindra
           a. melibatkan semua indra                       15         Sangat baik
           b. melibatkan dua indra                         10         Baik
           c. melibatkan satu indra                        5          Cukup
                                                                49




d. tidak melibatkan indra                   0     Kurang
2. Imajinasi
a. kualitas      pengolahan      idenya   16-20   Sangat baik
    sangat baik.
b. kualitas      pengolahan      idenya   11-15   Baik
    baik
c. kualitas      pengolahan      idenya   6-10    Cukup
    cukup
d. kualitas      pengolahan      idenya    0-5    Kurang
    kurang
3. Kesan hidup
a. melukiskan objek tulisan secara        12-15   Sangat baik
    nyata, kesan hidup objek
    tulisan benar-benar terasa
b. melukiskan       objek        kurang   8-11    Baik
    sempurna, kesan hidup objek
    tulisan cukup terasa
c. melukiskan objek tidak secara           4-7    Cukup
    keseluruhan, kesan hidup objek
    tulisan kurang terasa
d. melukiskan objek tulisan tidak          0-3    Kurang
    secara lugas, kesan hidup objek
    tulisan tidak terasa
4. Menunjukkan objek yang ditulis
a. menunjukkan objek secara               12-15   Sangat baik
keseluruhan
                                                                50




     b. menunjukkan letak, situasi, dan   8-11    Baik
         kondisi objek
     c. menunjukkan letak dan situasi      4-7    Cukup
         objek
     d. menunjukkan letak objek            0-3    Kurang
B.   Organisasi isi
     1. Kesesuaian judul dengan isi
        a. sesuai                          4      Sangat baik
        b. cukup sesuai                    3      Baik
        c. kurang sesuai                   2      Cukup
        d. tidak sesuai                    1      Kurang
     2. Kohesi dan koherensi
     a. jelas                              4      Sangat baik
     b. cukup jelas                        3      Baik
     c. kurang jelas                       2      Cukup
     d. tidak jelas                        1      Kurang
     3. Memusatkan uraian pada objek
       yang ditulis
     a. uraian terpusat pada objek yang   12-15   Sangat baik
         ditulis
     b. sedikit melibatkan objek yang     8-11    Baik
         lain
     c. setengah tulisan melibatkan        4-7    Cukup
         objek yang lain
     d. uraian terpusat pada objek yang    0-3    Kurang
         lain
                                                                                     51




   C.    Penggunaan Bahasa dan EYD
         1. Pemilihan kata
          a. sesuai                                        4           Sangat baik
          b. cukup sesuai                                  3           Baik
          c. kurang sesuai                                 2           Cukup
          d. tidak sesuai                                  1           Kurang
         2. Ejaan dan tanda baca
          a. sangat sempurna                               4           Sangat baik
          b. sedikit kesalahan                             3           Baik
          c. banyak kesalahan                              2           Cukup
          d. salah semua                                   1           Kurang
         3. Kerapian tulisan
          a. jelas terbaca dan bersih                      4           Sangat baik
          b. terbaca dan cukup bersih                      3           Baik
          c. terbaca dan tidak bersih                      2           Cukup
          d. tidak terbaca dan tidak bersih                1           Kurang



        Keterangan pedoman penilaian paragraf deskripsi sebagai berikut.

A. Pendeskripsian

 3.4.1.1 Keterlibatan aspek pancaindra, kriteria penilaiannya sebagai berikut:

    a. melibatkan semua aspek pancaindra: melibatkan indra penglihatan,

        pendengaran, dan perasaan;

    b. melibatkan 2 indra: melibatkan indra penglihatan dan perasaan;

    c. melibatkan 1 indra: melibatkan indra penglihatan;

    d. tidak melibatkan indra: tidak melibatkan indra dalam tulisan.
                                                                             52




3.4.1.2 Imajinasi, kriteria penilaiannya adalah sebagai berikut:

   a. kualitas pengolahan idenya sangat baik: dapat mengolah ide dengan sangat

      baik sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan hal-

      hal yang ditulis;

   b. kualitas pengolahan idenya baik: dapat mengolah ide dengan baik sehingga

      pembaca seolah-olah melihat dan merasakan hal-hal yang ditulis;

   c. kualitas pengolahan idenya cukup baik hanya membuat pembaca seolah-olah

      melihat hal yang ditulis;

   d. kualitas pengolahan idenya kurang: pengolahan idenya kurang hanya

      menceritakan objek tetapi tidak menunjukkan.

3.4.1.3 Kesan hidup, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:

   a. melukiskan objek tulisan secara nyata: melukiskan objek sesuai dengan

      keadaannya sehingga kesan hidup itu benar-benar terasa;

   b. melukiskan objek kurang sempurna: melukiskan keadaan objek kurang

      sempurna sehingga kesan hidup objek tulisan cukup terasa;

   c. melukiskan objek tidak secara keseluruhan: melukiskan sebagian keadaan

      objek sehingga kesan hidup objek tulisan kurang terasa;

   d. melukiskan objek tulisan secara lugas: hanya menceritakan objek tanpa

      dilukiskan sehingga kesan hidup tidak terasa.

3.4.1.4 Menunjukkan objek yang ditulis, memiliki kriteria penilaian sebagai

       berikut:
                                                                                     53




    a. menunjukkan objek secara keseluruhan: menunjukkan letak, kondisi, dan

       kebersihan objek

    b. menunjukkan sebagian objek: menunjukkan letak dan kondisi objek

    c. menunjukkan letak dan kebersihan objek: hanya menunjukkan letak dan

       kebersihan objek

    d. menunjukkan letak objek: hanya menunjukkan letak objek

B. Organisasi isi

 3.4.1.5 Kesesuaian judul dengan isi, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:

    a. sesuai: isi paragraf sesuai dengan judul

    b. cukup sesuai: isi paragraf dengan judul tidak jauh menyimpang

    c. kurang sesuai: isi paragraf dan judul kurang sesuai

    d. tidak sesuai: isi paragraf dan judul tidak sesuai

 3.4.1.6 Kohesi dan koherensi, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:

    a. jelas: keterpaduan antarkalimat dalam paragraf jelas.

    b. cukup jelas: keterpaduan isi antarkalimat cukup jelas

    c. kurang jelas: keterpaduan isi antarkalimat kurang jelas

    d. tidak jelas: keterpaduan isi antarkalimat tidak jelas

 3.4.1.7 Memusatkan uraian pada objek yang ditulis, memiliki kriteria penilaian

         sebagai berikut:

    a. uraian terpusat pada objek yang ditulis: memusatkan uraian pada hal-hal yang

       berhubungan dengan objek tulisan;
                                                                                       54




    b. sedikit melibatkan objek: sedikit melibatkan objek yang tidak berkaitan

       dengan objek yang ditulis;

    c. setengah tulisan melibatkan objek yang lain: dalam tulisan melibatkan objek

       lain yang tidak berhubungan dengan objek tulisan;

    d. uraian terpusat pada objek yang lain: uraian terpusat pada hal-hal yang tidak

       berhubungan dengan objek tulisan.

C. Penggunaan Bahasa dan EYD

 3.4.1.8 Pemilihan kata, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:

    a. sesuai: pilihan kata sesuai dengan situasi yang diceritakan;

    b. cukup sesuai: pilihan kata cukup sesuai dengan situasi yang diceritakan;

    c. kurang sesuai: pilihan kata kurang sesuai dengan situasi yang diceritakan;

    d. tidak sesuai: pilihan kata tidak sesuai dengan situasi yang diceritakan.

 3.4.1.9 Ejaaan dan tanda baca, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:

    a. sangat sempurna: jumlah kesalahan antara 1 sampai 5;

    b. sedikit kesalahan: jumlah kesalahan 6 sampai 10;

    c. banyak kesalahan: jumlah kesalahan 11 sampai 15;

    d. salah semua: semua pengguanaan ejaan dan tanda baca salah.

 3.4.1.10 Kerapian tulisan, memiliki kriteria penilaian sebagai berikut:

    a. jelas terbaca dan bersih: tulisan jelas dan tidak ada coretan;

    b. terbaca dan cukup bersih: tulisan terbaca dan ada coretan 1-3;

    c. terbaca dan tidak bersih: tulisan terbaca dan ada coretan 4-6;
                                                                                        55




    d. tidak terbaca dan tidak bersih: tulisan sulit dibaca dan ada coretan lebih dari 6.

         Dari pedoman penilaian di atas, guru dapat mengetahui kemampuan siswa

dalam menulis paragraf deskripsi berhasil mencapai kategori sangat baik, baik, cukup

dan kurang.

                   Tabel 3 Penilaian Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi

   No.                        Kategori                                Skor
    1.    Sangat baik                                                85-100
    2.    Baik                                                       70-84
    3.    Cukup                                                      55-69
    4.    Kurang                                                      0-54




3.4.2 Instrumen Nontes

         Instrumen nontes yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi,

jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto.

3.4.2.1 Pedoman Observasi

         Pedoman observasi ini digunakan untuk mengamati perilaku siswa pada saat

proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti imajinasi

dengan media lagu berlangsung. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, misalnya

perhatian siswa terhadap materi yang diberikan oleh peneliti, sikap dan aktivitas

siswa dalam kegiatan menyimak lagu dan menulis paragraf deskripsi, sikap positif

dan negatif terhadap pembelajaran keterampilan menulis, dan tanggapan siswa

terhadap proses sugesti-imajinasi dalam kegiatan menulis paragraf deskripsi.
                                                                                   56




3.4.2.2 Pedoman Jurnal

       Jurnal digunakan dalam rangka untuk mendapatkan data kualitatif, yaitu

berupa jurnal peneliti atau guru dan jurnal siswa yang diperoleh pada akhir

pembelajaran. Jurnal peneliti atau guru berisi catatan mengenai kegiatan

pembelajaran, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis gagasan

paragraf deskripsi, perilaku siswa selama kegiatan menyimak lagu, pemahaman siswa

dalam kegiatan menulis paragraf deskripsi. Jurnal siswa berisi tentang (1) perasaan

siswa selama mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (2) penjelasan guru

terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu; (3) ketertarikan siswa terhadap pelaksanaan

proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf deskripsi, (4) sulit tidaknya

siswa melakukan proses imajinasi; (5) proses sugesti-imajinasi yang paling mudah

dilakukan oleh siswa; (6) proses sugesti-imajinasi yang paling sulit dilakukan oleh

siswa; (7) perasaan siswa setelah melakukan proses sugesti-imajinasi; (8) pesan,

kesan, dan saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Jurnal tersebut dibuat setiap akhir

pembelajaran dan ditulis dalam selembar kertas siswa tinggal mengisinya.

3.4.2.3 Wawancara

       Pedoman ini digunakan untuk mendapatkan data kualitatif. Pedoman

wawancara dibuat oleh peneliti dan ditujukan kepada siswa yang berkaitan dengan

variabel penelitian yaitu proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
                                                                                      57




metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Wawancara ini tidak dilakukan terhadap

semua siswa tetapi terhadap siswa yang mendapat nilai baik, nilai sedang dan nilai

yang tidak baik. Hal-hal yang diungkapkan dalam wawancara adalah (1) Apakah

siswa tertarik dan senang terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu; (2) Bagaimanakah penjelasan guru

mengenai proses sugesti-imajinasi; (3) apakah siswa tertarik terhadap proses

sugestiimajinasi; (4) apakah siswa merasa kesulitan ketika melakukan proses

sugestiimajinasi; (5) proses sugesti-imajinasi apa yang yang menurut siswa paling

mudah dan paling sulit dilakukan; (6) bagaimana perasaan siswa setelah melakukan

proses sugesti-imajinasi; (7) saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.



3.4.2.4 Dokumentasi

       Dokumentasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini

berupa dokumentasi foto. Pengambilan data dengan dokumen foto ini digunakan

untuk memperoleh gambaran secara visual tentang pembelajaran yang dilakukan.

Penggunaan dokumentasi melalui pertimbangan bahwa suatu penelitian memerlukan

bukti nyata selain data, agar penelitian tersebut menjadi sebuah penelitan yang akurat.

       Dokumentasi juga memiliki fungsi untuk menjelaskan keruntutan sebuah

proses penelitian dari awal sampai akhir, sehingga penelitian tersebut bisa

dipertanggungjawabkan. Dokumentasi kegiatan berisi sejumlah foto aktivitas
                                                                                  58




pembelajaran siswa dari awal sampai akhir.           Yang didokumentasikan dalam

penelitian ini adalah saat guru memberikan apersepsi pembelajaran, diskusi

kelompok, siswa membacakan hasil diskusi kelompok, kegiatan dalam proses sugesti

imajinasi dengan media lagu seperti, menyimak lagu dan siswa praktik menulis

paragraf deskripsi. Dalam pengambilan gambar (foto) untuk penelitian ini, peneliti

dibantu oleh seorang teman dengan kondisi siswa maupun peneliti dengan sewajarnya

tidak dibuat-buat, sehinggga pengambilan gambar (foto) dapat terlaksana dengan

baik.



3.5 Tenik Pengumpulan Data

        Teknik yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini

adalah tes dan nontes untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti imajinasi dengan media lagu.

3.5.1 Teknik Tes

        Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes. Tes dilakukan

sebanyak dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II dengan tujuan untuk mengukur

keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Pada hasil tes siklus I dianalisis, dari hasil analisis akan diketahui

kelemahan siswa dalam menulis paragraf deskripsi, yang selanjutnya sebagai dasar

untuk menghadapi tes pada siklus II, yang pada akhirnya setelah dianalisis hasil tes
                                                                                59




siklus II dapat diketahui peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu siswa.

3.5.2 Teknik Nontes

        Teknik nontes dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, jurnal, dan

dokumentasi.

3.5.2.1 Teknik Observasi

        Teknik observasi dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran berlangsung

dengan membuat catatan khusus mengenai perilaku siswa dalam kegiatan menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi media lagu. Observasi

dipergunakan untuk memperoleh data tentang perilaku siswa selama pembelajaran

berlangsung pada siklus I dan siklus II. Peneliti sebelumnya mempersiapkan lembar

observasi untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan data. Observasi atau

pengamatan dilakukan oleh peneliti, dibantu oleh guru mata pelajaran dan teman

sejawat. Dalam observasi ini ketiga orang ini mengamati perilaku siswa selama

pembelajaran berlangsung dengan mencatat semua kejadian-kejadian selama

pembelajaran berlangsung. Proses observasi dan pengamatan segera mungkin

direkam dalam benak peneliti dengan teliti dengan membuat catatan-catatan khusus

mengenai perilaku-perilaku yang terjadi selama pembelajaran berlangsung atau

dengan memberikan tanda cek pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh

peneliti.
                                                                                 60




3.5.2.2 Teknik Jurnal

       Teknik jurnal dalam penelitian ini ada dua, yaitu jurnal siswa dan jurnal guru.

Untuk jurnal siswa, siswa diminta untuk memberi tanggapan, kesan, kritikan terhadap

pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti

imajinasi dengan media lagu, yaitu cara peneliti menyampaikan materi, tema lagu

yang dipilih, metode dan media yang digunakan. Dengan demikian akan terungkap

kekurangan dan kelebihan pembelajaran yang telah berlangsung. Hal ini sangat

dibutuhkan peneliti untuk mengevaluasi dan merefleksi. Jurnal siswa ini diberikan

pada siswa setelah pembelajaran siklus I berakhir. Jurnal guru berisi catatan-catatan

mengenai perilaku siswa, respon siswa, keaktifan siswa pada saat pembelajaran

keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu berlangsung.

3.5.2.3 Teknik Wawancara

       Teknik wawancara dipergunakan untuk memperoleh data secara langsung

tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Data yang diambil mengenai

kesan, pesan, dan pendapat siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terhadap siswa yang mempunyai nilai

rendah, sedang, dan siswa yang memiliki nilai tinggi dengan menggunakan lembar

wawancara yang sudah dipersiapkan peneliti. Dalam melakukan wawancara, peneliti

membawa walkman. Walkman tersebut digunakan untuk merekam pada waktu
                                                                              61




wawancara berlangsung. Proses wawancara dilakukan setelah hasil tes pembelajaran

siklus I diketahui, jika masih terdapat hambatan atau kekurangan pada kegiatan

menulis maka kekurangan ini akan diperbaiki pada pembelajaran siklus II.

3.5.2.4 Teknik Dokumentasi

        Teknik dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data

nontes yang berupa gambar (foto) yang diambil peneliti pada proses pembelajaran

siklus I maupun siklus II berlangsung. Yang perlu dijadikan dokumentasi dalam

penelitian ini yaitu pada kegiatan apersepsi, diskusi kelompok, inti kegiatan yaitu

proses sugesti imajinasi dengan media lagu seperti, menyimak lagu, imajinasi dan

menulis paragraf deskripsi yang diberikan oleh peneliti, dan kegiatan-kegiatan yang

dianggap perlu untuk dijadikan sebagai data. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti

bahwa penelitian peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu benar-benar dan nyata dilakukan oleh

peneliti.



3.6 Teknik Analisis Data

        Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kuantitatif dan

kualitatif.
                                                                                 62




3.6.1 Teknik Kuantitatif

        Teknik kuantitatif ini dipakai untuk menganalisis data kuantitatif. Data

kuantitatif tersebut diperoleh dari hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I

dan siklus II.

        Analisis data tes secara kuantitatif dihitung dengan cara persentase melalui

langkah-langkah: (1) merekap nilai yang diperoleh siswa, (2) menghitung nilai

kumulatif, (3) menghitung nilai rata-rata, dan (4) menghitung persentase.

        Rumus nilai persentasenya adalah NP =                      x 100



Keterangan:

        NP                    : Nilai Persentase

        ∑ Nilai Total         : Jumlah nilai keseluruhan yang diperoleh siswa

        ∑ Nilai Maksimal      : Jumlah nilai total maksimal

        Hasil perhitungan persentase menulis paragraf deskripsi siswa dari hasil tes

siklus I dan siklus II dibandingkan. Hasil dari perbandingan tersebut akan diketahui

persentase mengenai peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

3.6.2 Teknik Kualitatif

        Teknik kualitatif untuk memberi gambaran perubahan perilaku siswa dalam

pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-
                                                                           63




imajinasi dengan media lagu dan mengacu pada data nontes yang ada yaitu berupa

observasi, wawancara, jurnal dan dokumentasi.

       Data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II dibandingkan dengan cara

melihat hasil tes dan nontes, sehingga akan dapat diketahui adanya perubahan

perilaku siswa dan peningkatan pembelajaran keterampilan menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.
                                        BAB 1V

                   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN




4. 1 Hasil Penelitian

        Hasil penelitian yang diuraikan pada bagian ini meliputi hasil tes dan

nontes, baik siklus I maupun siklus II. Hasil tes berupa penilaian hasil menulis

paragraf deskripsi, sedangkan hasil nontes berupa hasil lembar observasi, jurnal,

wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang berupa tes diuraikan dalam

bentuk data kuantitatif, sedangkan hasil penelitian nontes diuraikan dalam bentuk

deskriptif data kualitatif.

4.1.1 Hasil Prasiklus

         Sebelum melakukan tindakan siklus I dan siklus II, peneliti melakukan

observasi dan wawancara dengan guru bahasa dan sastra Indonesia untuk

mengetahui nilai rata-rata tes menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan oleh

guru. Nilai tersebut digunakan sebagai nilai awal untuk membandingkan dan

menentukan standar ketuntasan pada siklus I dan siklus II. Berikut ini hasil tes

menulis paragraf deskripsi prasiklus.

Tabel 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Prasiklus

  No.     Kategori      Nilai    F      Jumlah   Persen       Rata-rata Nilai
                                         Nilai    (%)
  1.     Sangat         85-100   0        0       0%      =               x 100
         baik
  2.     Baik           70-84     5       358    12,5%    =
  3.     Cukup          55-69    35      2126    87,5%
  4.     Kurang          0-54     0        0      0%      = 62, 1 (cukup baik)

  Jumlah                         40      2484    100%



                                          64
                                                                                65


       Berdasarkan tabel 4 tersebut dapat diketahui bahwa hasil rata-rata tes

menulis paragraf deskripsi pada prasiklus mencapai 62,1. Hasil tersebut belum

menunjukkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan

siklus I sebagai perbaikan hasil tes menulis paragraf deskripsi. Rata-rata nilai pada

prasiklus ini digunakan untuk menentukan standar ketuntasan nilai tes menulis

paragraf deskripsi pada siklus I dan II. Berikut ini diagram pie hasil tes

keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siklus I siswa kelas XA.




       Gambar 2 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi

                    Prasiklus

       Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa antara 85-100

atau berkategori sangat baik belum ada yang mencapainya. Nilai antara 70-84 atau

berkategori baik dicapai oleh 12,5% dari jumlah siswa. Sebanyak 87,5% siswa

mencapai nilai antara 55-69 dengan kategori baik. Untuk rentang nilai 0-54 atau

berkategori kurang baik, siswa tidak ada yang mencapainya.

       Dengan demikian, keterampilan menulis paragraf deskripsi perlu

ditingkatkan lagi, karena pada hasil yang dicapai pada pembelajaran yang telah

dilakukan guru atau prasiklus masih belum memuaskan. Perlu sekali adanya
                                                                             66


perbaikan, agar siswa mampu menulis paragraf deskripsi. Untuk itu, harus ada

perbaikan tindakan yang akan dilakukan peneliti pada siklus I.

4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I

        Siklus I ini merupakan tindakan awal penelitian menulis paragraf deskripsi

menggunakan metode sugesti-imajinasi melalui media lagu “Yogyakarta”. Siklus

I ini sebagai upaya untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menulis paragraf

deskripsi. Adapun pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf deskripsi siklus I

terdiri atas tes dan nontes. Hasil tes pada siklus I adalah hasil tes keterampilan

menulis paragraf deskripsi dan hasil nontes yang terdiri atas hasil observasi,

jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil kedua data tersebut diuraikan

secara rinci sebagai berikut.

4.1.2.1 Hasil Tes

        Pelaksanaan siklus I dilakukan selama tiga jam pelajaran. Sebelum

melaksanakan pembelajaran, peneliti melakukan apersepsi dan menjelaskan

tujuan pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada hari itu. Dilanjutkan dengan

memberikan contoh paragraf deskripsi baik melalui LCD maupun membagikan

secara langsung kepada siswa. Guru memberikan sedikit penjelasan mengenai

materi menulis paragraf deskripsi. Setelah itu, siswa secara berkelompok

mendiskusikan beberapa contoh yang disajikan untuk menemukan ciri-ciri,

pengertian paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi

paragraf deskripsi. Secara berkelompok siswa menyampaikan hasil diskusi untuk

ditanggapi kelompok lain.
                                                                                      67


        Langkah selanjutnya, Pada siklus I siswa menyimak lagu “Yogyakarta”

yang diputar melalui LCD (Liquid Compact Disk), peneliti membagikan teks lagu

untuk dipahami siswa. Peneliti memutarkan lagu Yogyakarta beserta foto melalui

LCD kepada siswa. Siswa disuruh menyimak lagu yang diputarkan sambil melihat

tampilan gambar pada LCD. Kegiatan selanjutnya, siswa diminta berimajinasi,

mencari gagasan, menulis gagasan dan mengelompokkan gagasan dengan diiringi

lagu “Yogyakarta”. Siswa diminta untuk membuat paragraf deskripsi sesuai tema

pembelajaran hari itu yaitu “Pariwisata di Yogyakarta” dan tema lagu. Pada

kegiatan menulis paragraf deskripsi tersebut, diiringi pemutaran lagu

“Yogyakarta”. Hasil tes menulis paragraf deskripsi siklus I adalah sebagai berikut.

 Tabel 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I

  No.    Kategori     Nilai     F     Jumlah     Persen         Rata-rata Nilai
                                       Nilai      (%)
  1.    Sangat       85-100     0       0         0%       =                x 100
        Baik
  2.    Baik         70-84     11       818      27,5%     =
  3.    Cukup        55-69     29      1790      72,5%     = 65, 2 (cukup baik)
  4.    Kurang        0-54      0        0        0%
  Jumlah                       40      2608      100%


        Data pada tabel 5 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menulis

paragraf deskripsi siswa kelas XA secara klasikal mencapai nilai rata-rata 65,2

atau berkategori cukup baik. Terdapat 11 siswa atau 27,5% yang berhasil meraih

predikat baik dengan nilai tertinggi 82. Selanjutnya 29 siswa atau 72,5%

memperoleh nilai cukup baik. Kategori sangat baik dan kurang baik tidak ada

yang mencapainya. Nilai terendah pada siklus I adalah 56 yang dicapai oleh

seorang siswa.
                                                                                     68


       Masih minimnya nilai tes keterampilan menulis paragraf deskripsi pada

siklus I ini, kemungkinan disebabkan siswa kurang berlatih dan media lagu belum

pernah digunakan sehingga bagi siswa sebagai suatu proses awal penggunaan

media untuk menyesuaikan diri dalam pembelajaran.

       Nilai tes siklus ini, merupakan penjumlahan skor dari sepuluh aspek

penilaian menulis paragraf deskripsi, meliputi : (1) keterlibatan aspek pancaindra;

(2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis; (5) kesesuaian

judul dengan isi; (6) kohesi dan koherensi; (7) memusatkan uraian pada objek

yang ditulis; (8) pemilihan kata; (9) ejaan dan tanda baca; (10) kerapian tulisan.

       Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan

melalui siklus I pada siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora mencapai hasil yang

baik. Berikut ini tabel dan penjelasan hasil tes menulis paragraf deskripsi pada

tiap aspek penilaian siswa kelas XA.

Tabel 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek

         Penilaian Siklus I

         No.                  Aspek penilaian                    Nilai Rata-
                                                                 Rata Kelas
               Pendeskripsian
         1.    Keterlibatan aspek pancaindra                     71,66
         2.    Imajinasi                                         53,5
         3.    Kesan hidup                                       64,33
         4.    Menunjukkan objek yang ditulis                    56,33
                                                                                 69



               Organisasi isi
        5.     Kesesuaian judul dengan isi                     83,12
        6.     Kohesi dan koherensi                            78,12
        7.     Memusatkan uraian pada objek yang ditulis       67,5
               Penggunaan bahasa dan EYD
        8.     Pemilihan kata                                  78,12
        9.     EYD dan tanda baca                              77,5
        10.    Kerapian tulisan                                71,25


               Jumlah                                          701,43
               Rata-rata nilai                                 65,2


       Tabel 6 tersebut menunjukkan bahwa secara klasikal nilai rata-rata hasil

tes keterampilan menulis paragraf deskripsi yang dicapai oleh siswa pada siklus I

adalah 65,2 atau berkategori cukup baik. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan

melalui akumulasi dari beberapa aspek penilaian yang ada. Penilaian paragraf

deskripsi pada siklus I ini, terbagi atas tiga kelompok yaitu (1) pendeskripsian; (2)

organisasi isi; dan (3) bahasa dan EYD. Pada kelompok pendeskripsian terbagi

menjadi empat aspek penilaian yang meliputi (1) keterlibatan aspek pancaindra;

(2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis.

       Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus I mencapai nilai rata-rata 71,66

atau berkategori baik. Aspek imajinasi pada siklus I ini mencapai 53,5. Rata-rata

tersebut masih dalam kategori kurang baik. Aspek kesan hidup pada siklus I ini

secara klasikal mencapai nilai rata-rata 64,33 atau berkategori cukup baik. Pada

aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai siswa secara

klasikal adalah 56,33 atau berkategori cukup baik.
                                                                               70


       Hasil penilaian kelompok pendeskripsian menunjukkan nilai rata-rata

tertinggi yang dicapai siswa terdapat pada aspek keterlibatan pancaindra dengan

nilai 71,66 atau berkategori baik. Nilai rata-rata terendah terdapat pada aspek

imajinasi dengan nilai 53,55 atau berkategori kurang baik.

        Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu       (1)

kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian

pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai

yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 83,12 atau berkategori baik.

Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus I ini mencapai rata-rata 78,12 atau

berkategori baik. Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata

nilai pada siklus I ini adalah 67,5 atau berkategori cukup baik.

       Kelompok organisasi isi mencapai nilai rata-rata tertinggi sebesar 83,12

atau berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek

kesesuaian judul dengan isi. Nilai rata-rata terendah sebesar 67,5 dengan kategori

cukup baik. Nilai rata-rata tersebut terdapat pada aspek memusatkan perhatian

pada objek yang ditulis.

       Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)

pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada aspek

pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 78,12 atau

berkategori baik. Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I

mencapai 77,5 atau berkategori baik. Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian

tulisan. Pada aspek ini, rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal

sebesar 71,25 atau berkategori baik.
                                                                                 71


        Nilai rata-rata tertingggi pada kelompok bahasa dan EYD sebesar 78,12

atau berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek

pemilihan kata. Sedangkan, nilai rata-rata terendah 71,25 atau berkategori baik.

Nilai rata-rata tersebut dicapai pada aspek kerapian tulisan.

        Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus I hasil tes menulis

paragraf deskripsi siswa kelas XA sudah mencapai kategori cukup baik. Secara

keseluruhan nilai rata-rata tiap aspek sudah cukup baik, tetapi untuk nilai rata-rata

aspek imajinasi masih kurang. Hal ini perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada

siklus II.

        Berikut ini diagram pie hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi

pada siklus I siswa kelas XA.




         Gambar 3 Hasil Tes Keterampilan Menulis                Paragraf Deskripsi

                      Siklus I

        Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa antara 70-84

atau berkategori baik dicapai oleh 11 siswa atau sebesar 27,5%. Nilai antara 55-69

atau berkategori cukup baik dicapai oleh 29 siswa atau 72,5%. Untuk rentang nilai
                                                                                   72


85-100 atau berkategori sangat baik dan rentang nilai         0-54 atau berkategori

kurang baik siswa tidak ada yang mencapainya.

       Dengan demikian, keterampilan menulis paragraf deskripsi perlu

ditingkatkan lagi, karena pada siklus I hasil yang dicapai masih belum

memuaskan walaupun sudah sesuai dengan yang ditargetkan. Perlu sekali adanya

perbaikan agar siswa mampu mendapatkan hasil yang lebih baik lagi oleh karena

itu, harus ada tindakan siklus II sebagai perbaikan dari siklus I dan diharapkan

dapat meningkatkan nilai dan merubah perilaku siswa ke arah positif terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi.


4.1.2.1.1 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan

          Pancaindra

       Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan

pancaindra dapat dilihat pada tabel 7 berikut.

Tabel 7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan
           Pancaindra

 No.     Kategori     Skor     F      Jumlah     Persen        Rata-rata Nilai
                                       Nilai      (%)
  1.  Sangat           15      6        90        15%     =                x 100
      baik
  2. Baik              10      34       340       85%     =     x 100
  3. Cukup              5       0        0         0      = 71,66
  4. Kurang             0       0        0         0
    Jumlah                     40       430      100%

       Pada tabel 6 di atas menunjukkan bahwa keterampilan menulis paragraf

deskripsi aspek keterlibatan pancaindra untuk kategori sangat baik dicapai oleh 6

siswa dengan skor 15. Kategori baik dengan nilai 10 dicapai oleh 34 siswa.
                                                                              73


Kategori cukup dan kurang tidak ada yang mencapainya. Jadi nilai rata-rata secara

klasikal menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan pancaindra sebesar 71,66

atau berkategori baik.

       Berikut ini diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek

keterlibatan pancaindra pada siklus I siswa kelas XA.




Gambar 4 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

             Keterlibatan Pancaindra Siklus I


       Diagram tersebut menunjukkan bahwa skor 15 atau berkategori sangat

baik sebanyak 15% siswa sudah mampu melibatkan perasaan, indra pendengaran

dan indra penglihatan dalam paragraf deskripsi yang ditulis. Sebanyak 85% siswa

baru mampu melibatkan indra penglihatan dan pendengaran saja. Penjelasan

tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai yang dicapai siswa sudah menggambarkan

pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi yaitu keterlibatan aspek pancaindra

dalam penulisan paragraf deskripsi sangat penting. Siswa sudah menjelaskan

dengan baik, runtut dan jelas mengenai Yogyakarta sehingga terdapat keterlibatan
                                                                               74


aspek pancaindra. Media lagu di sini sangat membantu siswa dalam menuangkan

ide dan gagasan sehingga kegiatan menulis dapat berjalan dengan baik.


4.1.2.1.2 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi

        Penilaian aspek imajinasi difokuskan pada kualitas pengolahan ide dalam

menulis paragraf deskripsi. Aspek imajinasi bertujuan untuk mengetahui

kemampuan siswa dalam mengolah ide yang ada setelah melakukan proses

imajinasi. Hasil penilaian tes aspek imajinasi dalam menulis paragraf deskripsi

dapat dilihat pada tabel 8 berikut.

Tabel 8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi

  No    Kategori    Rentang      F    Jumlah   Persen        Rata-rata Nilai
                     Skor              Nilai    (%)
  1.   Sangat        16-20       0      0       0%      =                 x 100
       baik
  2.   Baik           11-15      17    204     42,5%    =
  3.   Cukup           6-10      23    224     57,5%    = 53,5 (kurang baik)
  4.   Kurang          1-5        0     0       0%
  Jumlah                         40    428     100%


        Pada tabel 8 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi

aspek imajinasi untuk kategori sangat baik tidak ada yang mencapainya. Kategori

baik dengan skor 11-15 dicapai oleh 17 siswa. Pada kategori tersebut siswa sudah

dapat mengolah ide dengan baik sehingga pembaca seolah-olah melihat dan

merasakan hal yang ditulis. Kategori cukup baik dengan rentang skor 6-10 dicapai

oleh 23 siswa. Pada kategori tersebut siswa hanya mampu membuat pembaca

seolah-olah melihat hal yang ditulis. Kategori kurang dengan rentang skor 1-5

tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal hasil tes menulis paragraf
                                                                             75


deskripsi aspek imajinasi mencapai 53,5 atau berkategori kurang baik. Berikut ini

disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek imajinasi pada

siswa kelas XA.




Gambar 5 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

            Imajinasi Siklus I

       Dari diagram batang di atas dapat diketahui sebanyak       42,5% siswa

menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan aspek imajinasi dengan baik.

Sedangkan, 57,5% siswa baru mampu menggunakan aspek imajinasi dengan

kategori cukup baik. Kategori sangat baik dan kurang, tidak ada satupun siswa

yang mencapainya. Hal ini menunjukkan siswa masih belum bisa menggunakan

aspek imajinasi dalam paragraf deskripsi. Dapat disimpulkan siswa masih kurang

baik dalam mengolah ide ke dalam bentuk paragraf. Pengolahan idenya belum

mampu menimbulkan daya imajinasi dengan baik bagi pembaca.
                                                                                      76



4.1.2.1.3 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup

       Penilaian dalam menulis paragraf deskripsi pada aspek kesan hidup

difokuskan pada pelukisan objek secara nyata yang dibuat oleh siswa. Berikut ini

tabel 9 hasil menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup.

Tabel 9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup

 No.      Kategori    Rentang      F   Jumlah    Persen           Rata-rata Nilai
                       Skor             Nilai     (%)
 1.    Sangat baik     12-15       8      97      20%         =               x 100
 2.    Baik             8-11      22     219      55%
 3.    Cukup             4-7      10      70      25%         =
 4.    Kurang            0-3       0      0        0
                                                              = 64,33 (cukup baik)

 Jumlah                           40     386      100%

       Pada tabel 9 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi

aspek kesan hidup untuk kategori sangat baik yaitu dengan rentang skor 12-15

dicapai oleh 8 siswa. Kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 22

siswa. Kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dicapai oleh 10 siswa.

Kategori kurang baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, setelah dilakukan

penghitungan rata-rata nilai siswa pada aspek kesan hidup dalam menulis paragraf

deskripsi mencapai 64,33 atau berkategori baik. Dengan demikian, dapat

dikatakan siswa sudah mencapai rata-rata nilai dengan kategori baik. Berikut ini

disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup pada

siswa kelas XA.
                                                                                77




Gambar 6 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan

             Hidup Siklus I

       Berdasarkan diagram batang di atas pada kategori sangat baik sebanyak

20% siswa sudah dapat melukiskan objek sesuai dengan keadaannya. Pada

kategori baik sebanyak 55% siswa hanya dapat melukiskan keadaan objek kurang

sempurna. Kategori cukup baik dicapai 25% siswa, pada kategori ini siswa hanya

melukiskan sebagian keadaan objek. Kategori kurang baik, siswa tidak ada yang

mencapainya. Dapat disimpulkan bahwa siswa sudah cukup paham dalam

melukiskan objek tulisannya.

4.1.2.1.4 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek

          yang Ditulis

       Penilaian aspek menunjukkan objek yang ditulis dalam menulis paragraf

deskripsi difokuskan pada letak, kondisi dan kebersihan objek yang

dideskripsikan sesuai tema lagu. Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi

aspek menunjukkan objek yang ditulis dapat dilihat pada tabel 10 berikut ini.
                                                                             78


Tabel 10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek

            yang Ditulis

 No.    Kategori     Rentang   F    Jumlah Persen        Rata-rata Nilai
                       Skor          Nilai    (%)
 1.    Sangat         12-15    1      12     2,5%    =               x 100
       baik
 2.    Baik           8-11     17    173     42,5% =
 3.    Cukup           4-7     22    153      55%
 4.    Kurang          0-3      0     0        0%  = 56,33 (cukup baik)

 Jumlah                        40    338     100%


       Berdasarkan tabel 10 tersebut dapat dideskripsikan hasil tes menulis

paragraf deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis untuk kategori sangat

baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh seorang siswa. Selanjutnya, untuk

kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 17 siswa. Kategori cukup

baik dengan rentang skor 4-7 dicapai oleh 22 siswa. Kategori kurang baik tidak

ada yang mencapainya. Jadi, hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek

menunjukkan objek yang ditulis secara klasikal mencapai 56,33 dengan kategori

cukup baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis pada siswa kelas XA SMA

Negeri 2 Blora.
                                                                        79




Gambar 7 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

             Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus I

       Diagram batang di atas menunjukkan, kategori sangat baik dicapai 2,5%.

Pada kategori tersebut siswa sudah dapat menunjukkan letak, kondisi dan

kebersihan objek dengan baik. Pada kategori baik dicapai 42,5% siswa.

Kemampuan siswa pada kategori ini sudah dapat menunjukkan letak dan kondisi

objek. Sebesar 55% siswa mencapai kategori cukup baik dengan kemampuan

hanya menunjukkan letak dan kebersihan objek. Selanjutnya untuk kategori

kurang baik, siswa tidak ada yang mencapainya. Dari penjelasan di atas dapat

dikatakan siswa masih kurang detail dalam menunjukkan objek yang ditulis. Hal

ini dikarenakan siswa pada kegiatan menyimak tidak melakukannya dengan baik

sehingga hasil menulis paragraf deskripsi pada aspek menunjukkan objek yang

ditulis belum memuaskan.
                                                                                    80


4.1.2.1.5 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul

           dengan isi


        Penilaian aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf

deskripsi dapat dilihat pada tabel 11 berikut ini.

Tabel 11 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul

           dengan Isi

 No.    Kategori     Skor      F     Jumlah      Persen        Rata-rata Nilai
                                      Nilai       (%)
 1.     Sangat          4      13      52        32,5%    =                 x 100
        baik
 2.     Baik            3      27       81       67,5%    =
 3.     Cukup           2       0        0        0%
 4.     Kurang          1       0        0        0%      = 83, 12 (baik)

 Jumlah                        40      131       100%


        Data pada tabel 11 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf

deskripsi aspek kesesuaian judul dengan isi untuk kategori sangat baik yaitu

dengan skor 4 dicapai oleh 13 siswa atau 32,5%. Pada kategori ini siswa membuat

judul yang sesuai dengan isi paragraf. Kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 27

siswa atau 67,5%. Selanjutnya, untuk kategori cukup dan kurang tidak ada yang

mencapainya. Jadi, setelah dilakukan penghitungan rata-rata nilai siswa pada

aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf deskripsi mencapai

83,12 atau berkategori baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil tes menulis

paragraf deskripsi aspek kesesuaian judul dengan isi pada siswa kelas XA SMA

Negeri 2 Blora.
                                                                                   81




Gambar 8 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

              Kesesuaian Judul dengan Isi Siklus I

       Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa pada kategori sangat baik

dicapai 32,5% siswa. Pada kategori tersebut, siswa sudah mampu membuat judul

paragraf yang sudah sangat sesuai dengan isi paragraf. Sebanyak 67,5% siswa

mencapai kategori baik, artinya siswa dalam membuat judul paragraf deskripsi

sudah sesuai dengan isi paragraf deskripsi tersebut atau judul yang dibuat oleh

siswa tidak menyimpang dengan isi paragraf deskripsi. Kategori cukup baik dan

kurang baik pada aspek kesesuaian judul dengan isi, siswa tidak ada yang

mencapainya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu

menulis judul paragraf yang sesuai dengan isi paragraf. Siswa memberikan judul

paragraf yang berbeda-beda sesuai dengan isi paragraf deskripsi yang ditulisnya.

4.1.2.1.6 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi

       Penilaian aspek kohesi dan koherensi dalam menulis paragraf deskripsi

difokuskan pada keterpaduan antarkalimat dalam paragraf jelas artinya

pengorganisasian satuan-satuan kalimat yang tergabung membentuk satuan
                                                                                        82


paragraf. Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek                 kohesi dan

koherensi dapat dilihat pada tabel 12 berikut ini.

Tabel 12 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi

No.      Kategori    Skor      F    Jumlah       Persen           Rata-rata Nilai
                                     Nilai        (%)
1.    Sangat           4       5      20         12,5%       =                  x 100
      baik
2.    Baik             3      35      105        87,5%       =
3.    Cukup            2       0       0          0%
4.    Kurang           1       0       0          0%         = 78, 12 (baik)

Jumlah                        40      125            100%

         Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa pada tes aspek kohesi dan

koherensi untuk kategori sangat baik dicapai oleh           5 siswa dengan skor 4.

Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 35 siswa. Kategori

cukup baik dan kurang baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal

hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan koherensi mencapai 78,12

atau berkategori baik. Berikut ini disajikan diagram batang untuk aspek tersebut.




Gambar 9 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi

              dan Koherensi Siklus I
                                                                                    83


         Dari diagram batang tersebut diketahui sebanyak       12,5% siswa sudah

mampu menyusun paragraf deskripsi yang padu dengan kategori sangat baik.

Selanjutnya kategori baik dicapai 87,5% siswa. Untuk kategori cukup baik dan

kurang sudah tidak ada siswa yang mencapainya. Dapat disimpulkan siswa sudah

baik dalam organisasi kalimat pada paragraf deskripsi yang ditulis siswa.

4.1.2.1.7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian

            Pada Objek yang Ditulis

         Penilaian aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dalam menulis

paragraf deskripsi difokuskan pada pemusatan uraian kaitannya dengan hal-hal

yang berhubungan dengan objek tulisan. Hasil penilaian tes menulis paragraf

deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dapat dilihat pada

tabel 13 berikut.

Tabel 13 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian

             Pada Objek yang Ditulis

No.      Kategori   Rentang      F     Jumlah    Persen         Rata-rata Nilai
                     Skor               Nilai     (%)
1.    Sangat         12-15      11       135     27,5%    =                 x 100
      baik
2.    Baik            8-11      24      235       60%     =
3.    Cukup            4-7       5       35      12,5%
4.    Kurang           0-3       0        0        0%     = 67, 5 (baik)

Jumlah                          40      405      100%

         Berdasarkan data pada tabel 13 menunjukkan hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis untuk kategori sangat

baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh 11 siswa. Kategori baik dengan

rentang skor 8-11 dicapai oleh 24 siswa. Selanjutnya, kategori cukup baik dicapai
                                                                                  84


oleh 5 siswa dengan rentang skor 4-7. Kategori kurang baik dengan rentang skor

0-3 tidak ada yang mencapainya. Nilai rata-rata siswa pada aspek memusatkan

uraian pada objek yang ditulis sudah mencapai 67,5 atau berkategori cukup baik.

Hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek memusatkan uraian pada

objek yang ditulis tersebut juga dijelaskan melalui diagram batang berikut ini.




Gambar 10 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

             Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus I

       Diagram batang tersebut merupakan diagram hasil menulis paragraf

deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis. Pada diagram

tersebut sebanyak 27,5% siswa mendapat skor 12-15 dengan kategori sangat baik.

Pada kategori ini siswa sudah mampu memusatkan uraian pada hal-hal yang

berhubungan dengan objek tulisan. Kategori baik dengan rentang skor 8-11

dicapai oleh 60% siswa. Pada kategori ini, siswa sedikit melibatkan objek yang

tidak berkaitan objek yang ditulis. Selanjutnya, kategori cukup baik dicapai 12,5%

siswa dengan rentang skor 4-7. Pada kategori cukup baik ini, setengah tulisan
                                                                                  85


siswa melibatkan objek lain yang tidak berhubungan dengan objek tulisan.

Kategori kurang baik dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang mencapainya. Hasil

tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah cukup bisa dalam memusatkan uraian

pada objek yang ditulis, walaupun hasilnya masih dalam kategori cukup baik.

4.1.2.1.8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata

        Penilaian aspek pemilihan kata dalam menulis paragraf deskripsi

difokuskan pada pilihan kata yang digunakan dalam menulis paragraf deskripsi.

Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata dapat dilihat

pada tabel 14 berikut.

Tabel 14 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata

  No.      Kategori      Skor   F    Jumlah    Persen        Rata-rata Nilai
                                      Nilai     (%)
  1.    Sangat baik       4      7     28      17,5%     =                x 100
  2.    Baik              3     31     93      77,5%
  3.    Cukup             2      2      4       5%       =
  4.    Kurang            1      0      0       0%
                                                         = 78,12 (baik)
  Jumlah                        40    125      100%


        Pada tabel 14 menunjukkan bahwa hasil tes pada aspek pemilihan kata

untuk kategori sangat baik yaitu dengan skor 4 dicapai oleh 7 siswa. Selanjutnya,

untuk kategori baik dicapai oleh 31 siswa, sedangkan untuk kategori cukup hanya

dicapai 2 siswa dengan skor 2. Kategori kurang tidak ada yang mencapainya.

Secara klasikal hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata

mencapai nilai rata-rata 78,12 atau berkategori baik. Berikut ini diagram batang

hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata pada siklus

I siswa kelas XA.
                                                                          86




Gambar 11 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Pemilihan Kata Siklus I


        Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah skor 4 termasuk dalam

kategori sangat baik dicapai 17,5% siswa. Kategori baik dicapai 77,5% siswa

dengan skor 3. Kategori cukup baik dengan skor 2 dicapai 5% siswa dan untuk

kategori kurang baik tidak ada yang mencapainya. Pada siklus I ini merupakan

hasil yang memuaskan. Dengan demikian, dapat dikatakan siswa sudah memilih dan

menggunakan kata untuk membangun paragraf deskripsinya. Kata-kata yang dipilih

sudah sesuai dengan isi paragraf.


4.1.2.1.9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca


        Fokus penilaian aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf

deskripsi adalah ketepatan penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis

paragraf deskripsi. Hasil tes aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf

deskripsi dapat dilihat pada tabel 15 berikut.
                                                                                 87



Tabel 15 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca

 No.    Kategori     Skor     F     Jumlah    Persen          Rata-rata Nilai
                                     Nilai     (%)
  1.  Sangat           4      10      40       25%      =                x 100
      baik
  2. Baik              3      24      72        60%     =
  3. Cukup             2       6      12        15%     = 77,5 (baik)
  4. Kurang            1       0       0         0%
 Jumlah                       40     124       100%


       Data pada tabel 15 dapat dideskripsikan bahwa hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek EYD dan tanda baca untuk kategori sangat baik dengan skor 4

dicapai oleh 10 siswa. Selanjutnya kategori baik dicapai oleh 23 siswa dan

kategori cukup hanya dicapai seorang siswa. Pada kategori kurang tidak ada siswa

yang mencapainya. Dengan demikian, hasil tes menulis paragraf deskripsi secara

klasikal mencapai 77,5 atau berkategori baik. Hasil keterampilan menulis paragraf

deskripsi aspek penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf

deskripsi tersebut juga dijelaskan melalui diagram batang berikut ini.




Gambar 12 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD

              dan Tanda Baca Siklus I
                                                                              88


        Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf

deskripsi pada aspek EYD dan tanda baca sudah baik. Hal ini dilihat dari

sebanyak 25% siswa memiliki kesalahan antara 1-5 dalam penulisan EYD dan

tanda baca atau berkategori sangat baik. Sedangkan, 60% siswa mencapai kategori

baik dengan jumlah kesalahan antara 6-10. Kategori cukup baik dicapai 15%

siswa dengan jumlah kesalahan antara 11-15. Letak kesalahan siswa beraneka

ragam. Sebagian besar kesalahan yang dilakukan siswa adalah penggunaan huruf

kapital, penulisan kata depan serta penulisan kata dengan singkatan-singkatan,

contohnya yang ditulis yg, dapat ditulis dengan dpt dan lain sebagainya. Dari hasil

tersebut dapat disimpulkan siswa sudah baik dalam menggunakan EYD dan tanda

baca dalam paragraf deskripsi yang ditulis.


4.1.2.1.10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan


        Penilaian aspek kerapian tulisan dengan menulis paragraf deskripsi

difokuskan pada kerapian, kebersihan tulisan serta kemudahan untuk dibaca. Hasil

tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan dapat dilihat pada tabel 16

berikut ini.


Tabel 16 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan

  No.      Kategori   Skor     F   Jumlah Persen          Rata-rata Nilai
                                    Nilai    (%)
   1.    Sangat         4      0     0        0      =                x 100
         baik
   2.    Baik           3     34     102      85%    =
   3.    Cukup          2      6      12      15%
   4.    Kurang         1      0      0        0     = 71,25 (baik)

  Jumlah                      40     114      100%
                                                                                  89


       Berdasarkan tabel 16 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil tes

menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai kategori baik. Adapun

hasilnya, untuk kategori sangat baik dengan skor 4 belum ada yang mencapainya.

Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 34 siswa. Kategori

cukup dicapai oleh 6 siswa, sedangkan kategori kurang baik dengan skor 1 tidak ada

yang mencapainya. Pada aspek ini sebagian besar siswa tulisannya kurang rapi

dan kurang bersih, untuk aspek keterbacaan tulisan siswa dapat dibaca. Secara

klasikal, hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai

71,25. Berikut ini diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek

kerapian tulisan siswa kelas XA pada siklus I.




   Gambar 13 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

                    Kerapian Tulisan Siklus I

       Diagram batang di atas menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf

deskripsi aspek kerapian tulisan untuk kategori sangat baik dengan skor 4, belum

ada yang mencapainya. Kategori baik dengan skor 3 dicapai 85% siswa. Pada

kategori ini tulisan siswa dapat dibaca dengan coretan antara 1-3. Selanjutnya,

kategori cukup baik dengan skor 2 dicapai 15% siswa, kategori ini tulisan siswa
                                                                             90


dapat dibaca dengan jumlah coretan antara 4-6. Sedangkan kategori kurang baik,

tidak ada siswa yang mencapainya. Dengan demikian, dapat dikatakan hasil

tulisan siswa sudah rapi, bersih dan mudah dibaca.

4.1.2.2 Hasil Nontes

        Hasil penelitian nontes pada siklus I ini diperoleh dari hasil observasi,

jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil selengkapnya dijelaskan pada

uraian berikut.

4.1.2.2.1 Observasi

        Pengambilan data observasi dilakukan selama proses pembelajaran

menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu

pada siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora berlangsung. Pelaksanaan observasi

dilakukan selama penelitian berlangsung. Pada siklus ini seluruh perilaku siswa

selama proses pembelajaran berlangsung terdeskripsi melalui observasi. Objek

sasaran yang diamati terangkum dalam delapan pernyataan meliputi perilaku

siswa baik yang positif maupun negatif yang muncul pada saat pembelajaran

berlangsung.

        Pada siklus ini melalui observasi, peneliti dapat mendeskripsikan beberapa

perilaku siswa selama pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu. Berikut ini tabel 17 dan deskripsi hasil

observasi siklus I.
                                                                              91



                        Tabel 17 Hasil Observasi Siklus I

   No.                     Aspek Observasi                       Persentase
                                                                      Hasil
    1.    Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dan         32,5%
          melakukan kegiatan yang tidak perlu         (bicara
          sendiri, melamun, mengganggu teman).
    2.    Siswa aktif bertanya, memberi tanggapan mengenai      25%
          materi paragraf deskripsi yang sedang diajarkan.
    3.    Siswa tidak melakukan diskusi dengan baik (bicara     30%
          sendiri, melamun, mengganggu teman).
    4.    Siswa meremehkan kegiatan menyimak.                   12,5%
    5.    Siswa meremehkan kegiatan imajinasi.                  22,5%
    6.    Siswa mengganggu teman lain pada saat pencarian       15%
          gagasan.
    7.    Siswa mengikuti proses penulisan gagasan dengan       72,5%
          baik.
    8.    Siswa menulis paragraf deskripsi dengan baik dan      77,5%
          penuh konsentrasi.


         Berdasarkan data pada tabel 16 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil

observasi pada siklus I sebanyak 32,5% siswa tidak memperhatikan penjelasan

guru. Mereka bicara sendiri, melamun dan mengganggu teman. Sedangkan 67,5%

siswa sudah memperhatikan penjelasan guru. Mereka sangat antusias

mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan. Sebagai hasil observasi awal,

hal ini sudah baik. Perhatian siswa sudah menunjukkan ketertarikan siswa

terhadap materi pembelajaran.
                                                                           92


         Pada siklus I ini, keaktifan bertanya siswa terhadap materi paragraf

deskripsi sangat sedikit sekali. Sebanyak 25% atau 10 siswa menunjukkan

keaktifannya mengenai paragraf deskripsi, sedangkan 75% atau 30 siswa memilih

pasif.

         Respon yang diberikan siswa, ketika peneliti meminta untuk membentuk

kelompok sangat baik, karena mereka jarang diminta untuk berkelompok oleh

guru. Pada saat kegiatan diskusi kelompok, 30% siswa masih kurang

berpartisipasi dalam kelompok. Mereka berbicara sendiri, melamun dan asyik

bercerita. Hampir seluruh siswa sudah melaksanakan tugas dalam diskusi

kelompok dengan baik, yaitu sekitar 70%. Mereka berdiskusi membahas tugas

yang disampaikan oleh guru. Secara tepat waktu siswa sudah dapat

menyelesaikannya dengan baik.

         Hasil dari observasi kegiatan menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah selama proses sugesti-imajinasi

berlangsung sebagian besar siswa sudah melaksanakan sesuai dengan petunjuk

dan penuh antusias, walaupun tidak semua siswa mengikutinya dengan baik

         Pelaksanaan proses sugesti-imajinasi meliputi kegiatan menyimak lagu,

pencarian gagasan, penulisan dan pengelompokan gagasan, serta menulis paragraf

deskripsi. Kegiatan pertama yaitu menyimak lagu, pada kegiatan tersebut 87,5%

siswa melakukan dengan penuh perhatian dan baik. Sebagian besar siswa

melakukan sesuai dengan petunjuk yang diminta oleh peneliti. Sedangkan 12,5%

siswa mereka bermain sendiri atau berbicara sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa

siswa tertarik pada media lagu yang digunakan.
                                                                          93


       Pada proses selanjutnya, proses imajinasi sebanyak 22,5% siswa tidak

melaksanakannya dengan baik. Sebanyak 77,5% siswa melaksanakan proses

imajinasi sesuai dengan perintah guru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa

memahami jalannya proses sugesti-imajinasi. Selain itu, pada proses pencarian

gagasan sebanyak 15% siswa mengganggu temannya dan 85% siswa melakukan

dengan penuh konsentrasi. Hasil dari kegiatan pencarian gagasan ini yang

nantinya menjadi dasar penulisan paragraf deskripsi, hal ini menyebabkan siswa

melaksanakan dengan sungguh-sungguh.

       Perolehan hasil observasi siswa mengenai proses penulisan gagasan

menunjukkan 72,5% siswa dapat melakukannya dengan baik. Terdapat sekitar

27,5% siswa tidak melaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan proses

sugestiimajinasi sebelumnya mereka tidak melakukannya dengan baik. Beberapa

siswa bertanya pada temannya mengenai gagasan yang akan ditulis.

       Hasil observasi pada saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir

yaitu menulis paragraf deskripsi menunjukkan hasil yang baik, sebesar 77,55

sudah menunjukkan sikap yang baik selama menulis paragraf deskripsi. Siswa

tenang dan serius menulis paragraf deskripsi yang ditugaskan oleh guru.

       Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa siswa berantusias mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Umumnya para siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran

dari awal hingga akhir. Hal ini ditunjukan dengan antusias mereka mulai dari

apersepsi, pembentukan kelompok, pemutaran media berupa lagu, kegiatan
                                                                                 94


menyimak, kegiatan imajinasi, kegiatan pencarian gagasan, kegiatan penulisan

gagasan dan menulis paragraf deskripsi berdasarkan tema pembelajaran dan lagu.

       Meskipun proses pembelajaran kurang kondusif dengan adanya beberapa

siswa yang berbicara dengan teman sekelompok, namun hasil yang dicapai siswa

sudah cukup baik dan siswa masih antusias dalam mengikuti pembelajaran

menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

Antusias siswa ini diketahui dari respon atau ekspresi sebagian besar siswa.

Perilaku siswa dalam melaksanakan proses sugesti-imajinasi selama pembelajaran

menulis paragraf deskripsi berlangsung ditunjukkan oleh sikap yang positif dan

sikap negatif. Perilaku positif tampak pada sikap siswa yang antusias selama

mengikuti kegiatan menulis paragraf deskripsi. Hal ini terlihat dari siswa yang

merasa senang dengan menampakkan ekspresi kagum terhadap metode mengajar

dan media yang peneliti gunakan, karena pembelajaran menulis deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu memberikan pengalaman baru yang

bermakna bagi siswa.

       Berdasarkan pengamatan peneliti selama pembelajaran menulis paragraf

deskripsi dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif siswa masih ada selama

pembelajaran berlangsung. Sikap negatif dimungkinkan karena siswa belum dapat

menyesuaikan diri terhadap pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru.

Keadaan ini merupakan masalah besar yang harus dipecahkan oleh peneliti.

       Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan agar dapat mengurangi dan

menghilangkan sikap negatif siswa pada saat pemelajaran berlangsung. Hal ini

menjadi tugas guru pada siklus II untuk melakukan suatu cara agar perilaku
                                                                                   95


negatif tersebut dapat dikurangi. Rencana pembelajaran pada siklus II tentunya

harus lebih matang dan lebih baik lagi agar perilaku belajar siswa yang negatif

menjadi positif.

4.1.2.2.2 Hasil Jurnal

       Jurnal yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas jurnal siswa dan

jurnal guru. Kedua jurnal ini berisi ungkapan, perasaan, tanggapan, kesan dan

pesan terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

4.1.2.2.2.1 Jurnal Siswa

       Jurnal siswa diberikan setelah siswa selesai menulis paragraf deskripsi.

Jurnal siswa harus diisi oleh siswa tanpa terkecuali. Tujuannya yaitu untuk

mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat pembelajaran menulis paragraf

deskripsi berlangsung dan untuk mengungkap pendapat siswa mengenai

kemudahan dan kesulitan, kekurangan dan kelebihan, serta pesan dan kesan siswa

terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu. Lagu yang digunakan pada siklus I adalah

Yogyakarta oleh Kla Project. Adapun hal-hal yang ditanyakan dalam jurnal siswa

meliputi: (1) perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran menulis paragraf

deskripsi; (2) penjelasan guru terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti imajinasi dengan media lagu; (3)

ketertarikan siswa terhadap pelaksanaan proses sugesti-imajinasi pada kegiatan

menulis paragraf deskripsi, (4) sulit tidaknya siswa melakukan proses imajinasi;

(5) proses sugesti-imajinasi yang paling mudah dilakukan oleh siswa; (6) proses

sugesti-imajinasi yang paling sulit dilakukan oleh siswa; (7) perasaan siswa
                                                                                   96


setelah melakukan proses sugesti-imajinasi; (8) pesan, kesan, dan saran siswa

terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu. Berikut deskripsi hasil jurnal siswa pada siklus I.

       Pada saat pembagian jurnal siswa sangat mengesankan. Siswa sangat

antusias dan terlihat bersemangat untuk mendapatkan jurnal dan ingin segera

mengisinya. Keadaan ini dapat dipahami dan dimaklumi karena bagi siswa hal ini

merupakan pengalaman pertama melakukan pengisian jurnal di akhir

pembelajaran. Setelah jurnal dibagikan, dan semua siswa sudah mendapatkan

jurnal, siswa segera mengisi jurnal tersebut dengan situasi yang tenang. Hasil

jurnal siswa dapat diuraikan sebagai berikut.

       Hasil jurnal yang ditulis oleh siswa pada umumnya menunjukkan semua

siswa merasa tertarik dan senang terhadap pembelajaran keterampilan menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

Pernyataan siswa tersebut merupakan respons positif terhadap pembelajaran

menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan. Pernyataan tersebut merupakan

bukti bahwa mereka tertarik dan menyukai pembelajaran menulis paragraf

deskripsi yang diajarkan oleh guru. Siswa memberikan tanggapan yang baik

terhadap proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan siswa senang dengan

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Alasan siswa senang dengan pembelajaran ini karena metode dan

media yang digunakan adalah hal baru. Selama ini dalam mengajar menulis guru

tidak pernah menggunakan media dan metode yang menarik sehingga siswa

mengalami kejenuhan dalam mengikuti proses pembelajaran.
                                                                              97


         Adapun hasil jurnal siswa secara keseluruhan menyimpulkan bahwa siswa

senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu “Yogyakarta”. Mereka beranggapan dengan

pembelajaran menulis paragraf deskripsi ini dapat mengenal lebih dalam tentang

paragraf deskripsi. Selain itu, siswa juga berpendapat senang dengan lagu yang

dipilih guru karena sesuai dengan tema pembelajaran dan siswa mudah

berimajinasi tentang Yogyakarta. Siswa merasa lebih terbantu dalam

menuangkan ide dan gagasannya. Lagu dianggap sebagai sumber inspirasi mereka

untuk mengungkapkan gagasan yang ada, sehingga siswa lebih berminat dalam

menulis paragraf deskripsi. Berikut ini tabel hasil jurnal siswa beserta

deskripsinya.

                          Tabel 18 Hasil Jurnal Siswa Siklus I
    No.                     Pertanyaan Jurnal                    Persentase
                                                                   Hasil
    1.     Apakah Anda tertarik dan senang dengan                  80%
           pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
           metode sugesti-imajinasi dengan media lagu?
    2.     Apakah penjelasan guru mengenai pelaksanaan            72,5%
           proses sugesti-imajinasi pada pembelajaran menulis
           paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi
           dengan media lagu?
    3.     Apakah Anda tertarik dengan pelaksanaan proses         67,5%
           sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
           deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
           media lagu?
    4.     Apakah Anda merasa kesulitan ketika melakukan          62,5%
                                                                               98



           proses imajinasi pada proses sugesti-imajinasi?
    5.     Dari kelima proses sugesti-imajinasi, mana menurut
           Anda proses yang paling mudah dilakukan pada
           kegiatan menulis paragraf deskripsi?
               • Menyimak lagu                                         70%
               • Pencarian gagasan                                     30%
    6      Proses sugesti-imajinasi mana pula yang menurut
           Anda paling sulit dilakukan pada kegiatan menulis
           paragraf deskripsi?
               • Proses imajinasi                                      77,5%
               • Menulis paragraf deskripsi                            22,5%
    7.     Bagaimana perasaan Anda setelah melakukan proses
           sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
           deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
           media lagu?
           Senang                                                      75%
           Biasa saja                                                  25%
    8.     Tuliskan pesan, kesan, dan saran penggunaan metode            -
           sugesti-imajinasi     dalam    pembelajaran       menulis
           paragraf deskripsi dengan media lagu?


         Aspek tertarik dan tidaknya siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yaitu 80% atau 32

siswa tertarik pada pembelajaran tersebut. Sedangkan, 20% atau 8 siswa

menyatakan biasa saja. Alasan yang digunakan siswa sangat beragam untuk

menunjukkan ketertarikannya, diantaranya menyenangkan, menarik, menambah

wawasan, tidak membosankan, lebih mudah untuk dipahami dan lebih jelas.
                                                                           99


       Aspek yang kedua adalah mengenai penjelasan guru terhadap pelaksanaan

proses sugesti-imajinasi, 29 siswa atau 72,5% siswa mengatakan jelas, sekitar

27,5% atau 11 siswa menyatakan tidak jelas. Ketidakjelasan ini disebabkan waktu

guru memberikan penjelasan siswa tersebut berperilaku negatif, seperti bercerita

sendiri, mengganggu teman, dan lain sebagainya.

       Aspek ketiga adalah tertarik dan tidaknya siswa terhadap pelaksanaan

proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf deskripsi sebanyak 67,5%

siswa menyatakan tertarik pada pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Alasan yang diberikan siswa adalah dengan proses sugesti-imajinasi

dengan media lagu memudahkan siswa menyampaikan gagasannya ke dalam

paragraf deskripsi dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Sisanya

sekitar 13 siswa atau 32,5% berpendapat cukup menarik. Alasannya, pada saat

proses menyimak lagu beberapa siswa bercerita sendiri sehingga mengganggu

konsentrasi. Sehingga dapat disimpulkan, melalui metode sugesti-imajinasi

dengan media lagu siswa menjadi lebih senang dan terbantu untuk menulis

paragraf deskripsi.

       Pada aspek yang keempat yaitu kesulitan siswa melakukan imajinasi

dengan media lagu adalah     15 siswa atau   37,5% berpendapat bahwa proses

imajinasi mudah dilakukan. Sekitar    25 siswa atau 62,5% siswa menyatakan

mengalami kesulitan. Kesulitan-kesulitan tersebut adalah pada waktu kegiatan

menyimak lagu mereka tidak melakukan dengan baik sehingga untuk

mengorganisasikan pengalaman hidup mereka kesulitan. Hal ini menyebabkan
                                                                             100


kesulitan mengikuti proses selanjutnya. Hal ini, menjadi tugas peneliti untuk

mencari solusi pemecahannya di siklus berikutnya.

       Aspek yang kelima dan enam adalah proses sugesti-imajinasi yang

dianggap oleh siswa paling mudah dan paling sulit. Sebanyak 28 siswa atau 70%

menyatakan proses menyimak adalah proses yang paling mudah dilakukan.

Sedangkan sebanyak 30% atau 12 siswa menyatakan proses menulis paragraf

deskripsi yang paling mudah dilakukan. Proses sugesti-imajinasi yang paling sulit

dilakukan adalah sekitar 25 siswa atau 62,5% berpendapat proses imajinasi yang

paling sulit dilakukan. Sekitar 15 siswa atau 37,5% menyatakan menulis paragraf

deskripsi adalah proses yang paling sulit dilakukan. Hal ini menjadi tugas peneliti

untuk mencari solusi pemecahannya di siklus II.

       Terdapat 75% atau 30 siswa berpendapat merasa senang setelah

melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu. Sedangkan, sebanyak

25% atau 10 siswa merasa biasa saja tanpa memberikan alasan. Alasan mereka

merasa senang adalah suasana pembelajaran menulis paragraf deskripsi berbeda

dari biasanya dan siswa menjadi lebih tahu tentang ciri-ciri paragraf deskripsi,

pengertian paragraf deskripsi dan objek yang dapat dikembangkan menjadi

paragraf deskripsi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi telah

mampu menarik perhatian siswa.

       Aspek yang terakhir adalah pesan, kesan, dan saran siswa terhadap

pemelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu, yaitu pesan dari sebagian besar siswa yaitu 80% siswa memberi pesan
                                                                           101


agar dalam pembelajaran menulis lebih sering menggunakan metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu karena pembelajaran terasa lebih santai dan

menyenangkan. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat baik.

Pembelajaran terasa tidak membosankan dan siswa menjadi lebih paham tentang

paragraf deskripsi.

       Selain itu, siswa juga memberikan saran terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yang telah

dilaksanakan. Adapun saran atau masukan yang diberikan siswa diantaranya

adalah mengenai lagu yang disajikan dan pengelolaan kelas. Siswa menyarankan

agar tampilan lagu di LCD tidak hanya berupa gambar tetapi video agar dalam

kegiatan selanjutnya hasilnya lebih maksimal. Pengelolaan kelas perlu lebih

ditingkatkan lagi karena masih ada beberapa siswa yang membuat suasana gaduh

di kelas sehingga siswa lain merasa terganggu. Hal ini dijadikan peneliti sebagai

bahan pertimbangan untuk kegiatan pada siklus selanjutnya.


4.1.2.2.2.2 Jurnal Guru

       Jurnal guru ini diisi oleh guru yang menyampaikan materi pembelajaran,

dalam hal ini adalah peneliti sendiri. Jurnal guru berisi pendapat guru mengenai

kejadian-kejadian yang terlihat oleh guru selama melaksanakan proses

pembelajaran. Menurut pendapat guru, siswa sudah aktif mengikuti pembelajaran

yang disampaikan oleh guru. Kondisi kelas sangat kondusif selama pembelajaran

walaupun pembelajaran berlangsung di lantai. Siswa tidak malu berpendapat,

bertanya dan menjawab petanyaan.
                                                                              102


       Tanggapan siswa mengenai media lagu yang disajikan oleh guru sangat

positif. Siswa sangat tertarik dan senang pada saat media lagu disajikan melalui

LCD. Mereka senang dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Siswa

sangat berkonsentrasi ketika mendapat tugas untuk menulis paragraf deskripsi

berdasarkan tema lagu yang disajikan. Hal ini membuktikan pembelajaran

menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi tidak menjemukan

siswa melainkan siswa menjadi lebih bersemangat mengikuti pembelajaran.

4.1.2.2.3 Hasil Wawancara

       Wawancara pada siklus 1 dilakukan pada siswa yang mendapat nilai

tinggi, nilai sedang, dan nilai rendah. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk

mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran keterampilan menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

Pertanyaan yang disusun peneliti meliputi (1) Apakah siswa tertarik dan senang

terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu; (2) Bagaimanakah penjelasan guru mengenai proses

sugesti-imajinasi; (3) apakah siswa tertarik terhadap proses sugesti-imajinasi; (4)

apakah siswa merasa kesulitan ketika melakukan proses sugest-imajinasi; (5)

proses sugesti-imajinasi apa yang yang menurut siswa paling mudah dan paling

sulit dilakukan; (6) bagaimana perasaan siswa setelah melakukan proses sugesti-

imajinasi; (7) saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

       Data yang diperoleh setelah melakukan wawancara terhadap 3 siswa yang

mendapat nilai tertinggi, sedang, dan rendah yaitu untuk pertanyaan pertama
                                                                            103


apakah siswa tertarik dan senang terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi. Ketiga siswa tersebut menjawab

tertarik dan senang mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, karena menulis melalui media lagu

dengan metode sugesti-imajinasi lebih mudah dipahami karena dalam belajar kita

dapat melihat gambar dan mendengarkan lagu sehingga perasaan kita senang.

       Dari pertanyaan-pertanyaan selanjutnya untuk siswa yang mendapatkan

nilai tinggi pertanyaan mengenai penjelasan guru untuk pelaksanaan proses

sugesti-imajinasi dapat dipahami, sehingga tertarik dan dapat mengikuti proses

tersebut dengan baik. Untuk semua proses sugesti-imajinasi yaitu: menyimak,

imajinasi, pencarian gagasan, penulisan gagasan dan pengelompokan gagasan,

serta penulisan gagasan ke dalam paragraf deskripsi. Dari kelima proses tersebut

siswa yang mendapat nilai tertinggi menyatakan bahwa semua proses tersebut

dapat diikuti sehingga saat menulis paragraf deskripsi dapat melaksanakan dengan

baik. Perasaan siswa tersebut ketika proses menyimak dan imajinasi menyatakan

merasa senang melakukan proses tersebut. Saran yang diberikan terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu yaitu agar pembelajaran seperti itu sering dilakukan dan diterapkan

pada mata pelajaran yang lain.

       Siswa yang mendapat nilai sedang secara keseluruhan dapat mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu dengan baik. Siswa tersebut dapat memahami dan mengikuti

penjelasan guru mengenai proses sugesti-imajinasi dengan baik. Siswa tersebut
                                                                           104


merasa senang mengikuti proses sugesti-imajinasi melalui media lagu dalam

pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Dari lima proses sugesti-imajinasi siswa

tersebut merasa kesulitan ketika proses imajinasi, karena ketika kegiatan

menyimak dia tidak menyimak dengan baik. Hal ini menyebabkan proses sugesti-

imajinasi yang selanjutnya tidak dapat berjalan dengan baik. Proses sugesti-

imajinasi yang dianggap paling mudah adalah proses menyimak. Perasaan siswa

yang mendapat nilai sedang ketika mengikuti pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat

senang. Saran yang diberikan adalah penjelasan mengenai proses sugesti-

imajinasi agar lebih ditingkatkan lagi. Saran tersebut menjadikan bahan masukan

bagi peneliti untuk lebih jelas dalam menjelaskan proses sugesti-imajinasi untuk

pembelajaran siklus II.

       Siswa yang mendapat nilai terendah secara keseluruhan dapat mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi metode sugesti-imajinasi melalui media

lagu dengan baik, hanya saja siswa tersebut mengalami kesulitan ketika

melakukan proses imajinasi dan ketika menulis ide ke dalam paragraf. Ketika

melakukan proses imajinasi dan menulis paragraf deskripsi siswa tersebut

mengalami kesulitan sehingga siswa tersebut mendapat nilai rendah. Namun,

ketika ditanya mengenai perasaannya pada saat melakukan proses sugesti-

imajinasi, siswa tersebut menjawab senang terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu karena

kegiatan baru kali ini pembelajaran menulis dengan menggunakan media lagu.

Saran yang diberikan siswa yang mendapat nilai terendah adalah pembelajaran
                                                                           105


menulis dengan media lagu sebaiknya sering dilakukan agar kita dapat

menyampaikan gagasan yang ada ke dalam kalimat. Alasan siswa tersebut adalah

perasaan senang dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran paragraf deskripsi

membuat dia lebih semangat.

4.1.2.2.4 Hasil Dokumentasi Foto

       Hasil penelitian berupa dokumentasi foto merupakan bukti visual terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Pengambilan dokumentasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran

menulis paragraf deskripsi siklus I berlangsung. Gambar yang diambil meliputi

pada saat guru memberikan apersepsi pembelajaran, diskusi kelompok, siswa

membacakan hasil diskusi kelompok, kegiatan menyimak lagu dan siswa praktik

menulis paragraf deskripsi. Deskripsi gambar pada siklus I selengkapnya

dipaparkan sebagai berikut.




       Gambar 14 Guru Memberikan Apersepsi Pembelajaran kepada Siswa

       Gambar 14 tersebut merupakan kegiatan awal pembelajaran dalam

penelitian menulis paragraf deskripsi ini. Pada kegiatan ini guru memberikan
                                                                            106


apersepsi pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang akan dilaksanakan. Guru

menjelaskan tentang ilustrasi tujuan dan manfaat pembelajaran yang akan dicapai

pada hari itu yaitu ilustrasi mengenai pembelajaran menulis paragraf deskripsi dan

ilustrasi tentang metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Siswa

mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Setelah itu, guru

melanjutkan dengan pemberian materi menulis paragraf deskripsi dan diskusi

kelompok. Gambar mengenai kegiatan siswa dalam diskusi kelompok dapat

dilihat pada gambar 15 berikut.




               Gambar 15 Siswa Melakukan Diskusi kelompok

       Pada kegiatan ini guru menyuruh siswa untuk berdiskusi kelompok.

Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa. Guru memberikan perintah

untuk mencari ciri-ciri paragraf deskripsi, pengertian paragraf deskripsi dan

mencari topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskripsi.

Kemudian, perwakilan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

kelompok untuk ditanggapi oleh kelompok lain. Melalui kegiatan diskusi
                                                                            107


kelompok ini, siswa menjadi tahu mengenai ciri-ciri paragraf deskripsi, pengertian

paragraf deskripsi, dan mampu mencari topik-topik yang dapat dikembangkan

menjadi paragraf deskripsi. Selama kegiatan diskusi kelompok ini, guru selalu

memberikan pengarahan dan bimbingan. Kegiatan selanjutnya adalah siswa

menyampaikan hasil diskusi. Berikut ini gambar 15 beserta deskripsi kegiatan

tersebut.




            Gambar 16 Siswa Membacakan Hasil Diskusi Kelompok

        Setelah siswa selesai berdiskusi, guru menyuruh siswa untuk

menyampaikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Terlihat pada gambar

salah satu kelompok membacakan hasil diskusinya. Hasil diskusi yang telah

dibacakan oleh siswa kemudian ditanggapi oleh kelompok lain. Guru selalu

membimbing siswa pada saat melakukan diskusi. Setelah itu, siswa bersama guru

membahas hasil diskusi kelompok.

        Guru memberikan penjelasan lebih detail mengenai ciri-ciri paragraf

deskripsi, pengertian paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan

menjadi paragraf deskripsi. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan
                                                                          108


guru dengan baik. Guru selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk

bertanya. Melalui kegiatan tersebut, siswa menjadi lebih paham mengenai

pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Kegiatan selanjutnya, siswa menyimak

lagu.




                      Gambar 17 Siswa Menyimak Lagu

        Gambar 17 di atas adalah kegiatan siswa menyimak lagu “Yogyakarta”

yang diikuti pemutaran gambar tempat wisata di Yogyakarta yang diputar melalui

LCD. Di sini guru (peneliti) meminta siswa agar menyimak lagu dengan sungguh-

sungguh. Pada gambar di atas terlihat siswa sedang menyimak media

pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Selama kegiatan menyimak lagu

berlangsung, guru mengamati perilaku siswa selama menyimak lagu. Hal ini

bertujuan untuk mengetahui apakah ada perilaku siswa yang positif dan perilaku

siswa yang negatif selama kegiatan menyimak berlangsung. Jika terdapat perilaku

siswa yang negatif, guru dan observer segera mencatat siswa yang berperilaku

negatif tersebut. Kemudian catatan tersebut masuk ke dalam lembar observasi
                                                                             109


yang sudah dipersiapkan oleh guru      (peneliti). Kegiatan di atas merupakan

kegiatan awal siswa dalam melakukan proses sugesti-imajinasi, yaitu proses

menyimak. Sebelumnya, guru telah menjelaskan bahwa pembelajaran hari itu

adalah pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi

dengan media lagu. Pada kegiatan ini siswa menyimak lagu yang diputarkan

melalui LCD. Kegiatan selanjutnya adalah siswa menulis paragraf deskripsi.




                 Gambar 18 Siswa Menulis Paragraf Deskripsi

       Gambar 18 tersebut menunjukkan situasi kegiatan siswa saat menulis

paragraf deskripsi. Pada gambar terlihat jelas bahwa siswa menulis paragraf

deskripsi dengan serius tapi santai. Guru meminta pada siswa dalam menulis

paragraf deskripsi alat indra kita harus berfungsi, hal ini dimaksudkan agar

paragraf deskripsi yang ditulis tidak datar-datar saja. Gambar tersebut merupakan

kegiatan siswa saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir yaitu menulis

paragraf deskripsi.
                                                                           110


       Setelah siswa selesai menulis paragraf deskripsi, mereka mengumpulkan

hasilnya kepada guru. Kemudian siswa bersama guru merefleksi pembelajaran

menulis paragraf deskripsi hari itu sehingga siswa menjadi lebih paham mengenai

materi paragraf deskripsi. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi diakhiri

dengan kegiatan pengisian jurnal siswa.

       Dari hasil menulis paragraf deskripsi akan dapat diketahui bahwa siswa

yang mendapat nilai baik berarti siswa tersebut melakukan proses

sugestiimajinasi dengan baik. Sebaliknya, bagi siswa yang mendapat nilai rendah

berarti siswa tersebut tidak melakukan proses sugesti-imajinasi dengan baik. Dari

akhir proses sugesti-imajinasi pada siklus I akan dapat diketahui nilai dan

perilaku ssiswa dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

4.1.2.3 Refleksi

       Hasil tes menulis paragraf deskripsi siklus I mencapai rata-rata 65,2 atau

berkategori cukup baik. Permasalahan ini disebabkan karena siswa kurang

memahami materi menulis paragraf deskripsi. Siswa tidak mengetahui cara

menulis paragraf deskripsi yang benar. Aspek pendeskripsian belum begitu

dikuasai, seperti keterlibatan aspek pancaindra, imajinasi, kesan hidup,

menunjukkan objek yang ditulis, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan juga

karena siswa masih jarang berlatih menulis paragraf, sehingga pengetahuan

mengenai materi menulis paragraf tersebut kurang dikuasai.

       Pada data nontes siklus I yang berupa observasi dapat diketahui bahwa

siswa senang dengan pembelajaran yang dilakukan oleh guru melalui metode
                                                                            111


sugesti-imajinasi dengan media lagu. Melalui lagu dapat diatasi masalah yang

dihadapi oleh siswa. Namun demikian, pada siklus I ini masih ada beberapa siswa

yang berperilaku negatif selama pembelajaran berlangsung. Mereka ada yang

masih ramai sendiri, melamun, dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Selain itu,

masih banyak siswa yang bersikap pasif. Mereka malu dan takut menanggapi.

Mereka mau menanggapi kalau ditunjuk saja.

       Melalui jurnal siswa siklus I diketahui bahwa beberapa siswa masih

mengalami kesulitan dalam proses imajinasi dan menulis paragraf deskripsi. Hal ini

sebagai bukti bahwa pembelajaran belum mencapai hasil yang diharapkan. Lagu

yang digunakan belum secara maksimal dapat membantu siswa dalam menulis

paragraf deskripsi. Walaupun menurut pendapat siswa, mereka senang dengan

pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang dilakukan oleh guru melalui

metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

       Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap tiga siswa pada

siklus I, masing-masing memberikan keterangan yang berbeda. Siswa yang

mendapat nilai tinggi mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi kesulitan dalam

melakukan proses sugesti-imajinasi untuk menulis paragraf deskripsi. Tetapi,

siswa yang mendapat nilai sedang dan rendah mengaku masih mengalami

kesulitan dalam menulis paragraf deskripsi. Namun kesulitan itu, sedikit terbantu

dengan adanya media lagu. Ketiga siswa tersebut mengatakan bahwa dengan

penggunaan media lagu dapat membantu siswa dalam mencari dan menuangkan

ide dan gagasannya. Paragraf yang dibuat menjadi lebih menarik. Mereka

menyatakan bahwa media lagu yang digunakan sudah sangat tepat dan menarik.
                                                                             112


Hal ini menjadikan siswa menjadi lebih tertarik pada materi menulis paragraf

deskripsi. Masing-masing siswa memberikan saran agar dalam pembelajaran

menulis menggunakan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Selain itu,

siswa menyarankan agar tampilan lagu tidak hanya berupa gambar tetapi video

sehingga proses imajinasi yang dilakukan siswa lebih mudah. Hasil wawancara

tersebut sebagai bukti bahwa pada siklus I pembelajaran belum mencapai hasil

yang maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pada siklus II.

       Hasil dokumentasi foto menyebutkan bahwa pada proses pembelajaran

masih ada siswa yang melakukan perilaku negatif. Hal ini terlihat dari gambar

yang diambil pada waktu pembelajaran berlangsung. Kondisi kelas masih terlihat

kurang kondusif. Oleh karena itu, pada siklus II perlu sekali adanya pengelolaan

kelas agar lebih kondusif.

       Hasil refleksi baik dari data tes maupun nontes pada siklus I belum

mencapai hasil yang maksimal. Hasil refleksi tersebut sebagai acuan untuk

memperbaiki hasilnya pada siklus II. Sehingga, hasil yang dicapai lebih

maksimal.

4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II

       Tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari tindakan siklus I. tindakan

ini dilaksanakan karena pada siklus I        hasil keterampilan menulis paragraf

deskripsi pada siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora masih dalam kategori yang

cukup baik yaitu dengan nilai rata-rata 65,2.    Selain itu, perubahan tingkah laku

dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi masih tergolong normal belum
                                                                                    113


tampak perubahan yang berarti. Dengan demikian, tindakan siklus II dilakukan

untuk memperbaiki hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I.

        Pada siklus II, penelitian dilaksanakan dengan rencana yang lebih matang

daripada siklus I. Salah satunya adalah berkaitan dengan rencana pembelajaran

yang akan dilaksanakan dan lagu yang akan diputarkan. Melalui usaha tersebut,

maka hasil penelitian yang berupa nilai tes menulis paragraf deskripsi siswa dapat

meningkat dari kategori cukup baik ke kategori baik. Meningkatnya hasil tes ini

diikuti pula dengan perubahan dan peningkatan perilaku siswa yaitu lebih aktif

dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu. Hasil selengkapnya mengenai hasil tes dan nontes

menulis paragraf deskripsi pada siklus II ini diuraikan secara rinci berikut ini.

4.1.3.1 Hasil Tes

       Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus II merupakan perbaikan dari

hasil tes siklus I. Pada pembelajaran ini, peneliti masih menggunakan media lagu.

Namun, lagu yang digunakan berbeda dengan lagu pada siklus I. Lagu yang

digunakan berupa lagu “Titip Rindu Buat ayah” oleh Ebiet G.Ade dan lagu

“Berita Kepada Kawan” oleh Ebiet G.Ade.

       Kriteria penilaian pada siklus II ini masih sama seperti pada siklus I,

meliputi 10 aspek penilaian yaitu : (1) keterlibatan aspek pancaindra; (2)

imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis; (5) kesesuaian

judul dengan isi; (6) kohesi dan koherensi; (7) memusatkan uraian pada objek

yang ditulis; (8) pemilihan kata; (9) ejaan dan tanda baca; (10) kerapian tulisan.
                                                                                    114


Secara umum, hasil tes menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu pada siklus II dapat dilihat pada tabel 19 berikut.

Tabel 19 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siklus II

No.       Kategori     Nilai      F     Jumlah     Persen         Rata-rata Nilai
                                         Nilai       (%)
1.       Sangat Baik   85-100     3       257       7,5%     =                x 100
2.       Baik          70-84     19      1449      47,5%
3.       Cukup          55-69    18      1183       45%      =
4.       Kurang         0-54      0        0         0%
                                                             = 72,22 (baik)

Jumlah                           40      2889       100%

          Data pada tabel 19 menunjukkan bahwa keterampilan siswa kelas XA

SMA Negeri 2 Blora dalam menulis paragraf deskripsi sudah mencapai kategori

baik yaitu, dengan rata-rata nilai secara klasikal mencapai 72,22. Dari jumlah

keseluruhan siswa yaitu 40 siswa, 3 siswa diantaranya 7,5% mencapai kategori

sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Kategori baik dicapai oleh 19 siswa atau

47,5% dengan rentang nilai 70-84. Kategori cukup baik dengan rentang nilai

antara 55-69 dicapai oleh 18 siswa atau 45% dan untuk kategori kurang baik tidak

ada yang mencapainya. Dengan demikian, secara klasikal sudah mencapai 55%

siswa yang mencapai nilai di atas nilai minimal. Hal ini membuktikan bahwa

siswa sudah mencapai ketuntasan dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

          Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA

SMA Negeri 2 Blora dikarenakan oleh dua faktor yang melingkupinya, yaitu

faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dalam penelitian ini adalah

keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi yang semakin meningkat.

Hal ini sebagai bukti bahwa siswa mulai paham dengan pembelajaran yang
                                                                           115


dilakukan oleh guru, sehingga dapat mengubah perilaku terhadap pembelajaran

menulis paragraf deskripsi ke arah yang positif. Selain itu, terdapat juga faktor

eksternal yang mempengaruhi keberhasilan penelitian ini. Faktor eksternal itu

adalah pemilihan dan penggunaan media lagu yang digunakan selama penelitian. Di

samping itu, guru juga menerapkan metode sugesti-imajinasi sehingga

pembelajaran terkesan santai, alamiah dan mampu meningkatkan pemahaman

siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

       Hasil rata-rata yang telah dicapai yang sangat memuaskan ini, merupakan

keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Dapat disimpulkan

bahwa dengan menggunakan media lagu melalui metode sugesti-imajinasi dapat

meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi, sehingga

siswa juga mengalami perubahan perilaku dalam pembelajaran menulis paragraf

deskripsi. Berikut ini tabel dan penjelasan hasil tes menulis paragraf deskripsi

siklus II pada tiap aspek penilaian siswa kelas XA.

Tabel 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Tiap Aspek

          Penilaian Siklus II

         No.                  Aspek penilaian              Nilai Rata-
                                                           rata kelas
               Pendeskripsian
         1.    Keterlibatan aspek pancaindra                80,83
         2.    Imajinasi                                    60,25
         3.    Kesan hidup                                  69,66
         4.    Menunjukkan objek yang ditulis               65,33
                                                                             116



               Organisasi isi
         5.    Kesesuaian judul dengan isi                   91,87
         6.    Kohesi dan koherensi                          81,87
         7.    Memusatkan uraian pada objek yang ditulis     73
               Penggunaan bahasa dan EYD
         8.    Pemilihan kata                                90
         9.    EYD dan tanda baca                            81,87
         10.   Kerapian tulisan                              76,25
               Jumlah                                        770,93
               Rata-rata nilai                               72,22


       Tabel 20 di atas menunjukkan bahwa secara klasikal nilai rata-rata hasil

tes keterampilan menulis paragraf deskripsi yang dicapai oleh siswa pada siklus II

adalah 72,22 atau berkategori baik. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan melalui

akumulasi dari beberapa aspek penilaian yang ada. Penilaian paragraf deskripsi

pada siklus II ini masih sama dengan siklus I, terbagi atas tiga kelompok yaitu (1)

pendeskripsian; (2) organisasi isi; dan (3) bahasa dan EYD. Pada kelompok

pendeskripsian terbagi menjadi empat aspek penilaian yang meliputi            (1)

keterlibatan aspek pancaindra; (2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan

objek yang ditulis.

       Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus II mencapai nilai rata-rata 80,83

atau berkategori baik. Aspek imajinasi pada siklus II ini mencapai 60,25. Ratarata

tersebut sudah termasuk dalam kategori cukup baik. Aspek kesan hidup pada siklus

I ini secara klasikal mencapai nilai rata-rata 69,66 atau berkategori cukup baik.

Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai siswa

secara klasikal adalah 65,33 atau berkategori cukup baik.
                                                                            117


        Hasil penilaian kelompok pendeskripsian menunjukkan nilai rata-rata

tertinggi yang dicapai siswa terdapat pada aspek keterlibatan pancaindra dengan

nilai 80,83 atau berkategori baik. Nilai rata-rata terendah terdapat pada aspek

imajinasi dengan nilai 60,25 atau berkategori cukup baik.

        Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu     (1)

kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian

pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai

yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 91,87 atau berkategori sangat

baik. Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus II ini mencapai rata-rata 81,87

atau berkategori baik. Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis ratarata

nilai pada siklus I ini adalah 73 atau berkategori baik.

        Kelompok organisasi isi mencapai nilai rata-rata tertinggi sebesar 91,87

atau berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek

kesesuaian judul dengan isi. Nilai rata-rata terendah sebesar 73 dengan kategori

baik. Nilai rata-rata tersebut terdapat pada aspek memusatkan perhatian pada

objek yang ditulis.

        Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian

yaitu (1) pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada

aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 90

atau berkategori sangat baik. Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca

pada siklus II mencapai 81,87 atau berkategori baik. Aspek yang terakhir adalah

aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-rata nilai yang dicapai oleh siswa

secara klasikal sebesar 76,25 atau berkategori baik.
                                                                               118


       Nilai rata-rata tertingggi pada kelompok bahasa dan EYD sebesar 90 atau

berkategori baik. Nilai rata-rata tertinggi tersebut, dicapai pada aspek pemilihan

kata. Sedangkan, nilai rata-rata terendah 76,25 atau berkategori baik. Nilai ratarata

tersebut dicapai pada aspek kerapian tulisan.

       Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus II hasil tes

menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA sudah mencapai kategori baik. Secara

keseluruhan nilai rata-rata tiap aspek sudah baik. Hal ini menunjukkan bahwa

secara klasikal hasil tes keterampilan siswa menulis paragraf deskripsi mengalami

peningkatan dari kategori cukup baik menjadi kategori baik.

       Berikut ini diagram pie hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi

pada siklus II siswa kelas XA.




          Gambar 19 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi siklus II


       Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah nilai siswa antara 85-100

termasuk dalam kategori sangat baik dicapai oleh 3 siswa diantaranya 7,5%

mencapai kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Kategori baik dicapai

oleh 19 siswa atau 47,5% dengan rentang nilai 70-84. Kategori cukup baik dengan
                                                                               119


rentang nilai antara 55-69 dicapai oleh 18 siswa atau 45% dan untuk kategori

kurang baik tidak ada yang mencapainya. Pada siklus II ini kategori sangat baik

yang semula tidak ada yang mencapainya, sudah dicapai oleh 3 siswa.

        Dengan demikian, hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa

kelas XA sudah dapat dikatakan memuaskan. Hasil tersebut sudah mencapai

target minimal ketuntasan secara klasikal. Sekitar 55% siswa mencapai nilai di

atas nilai minimal. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran menulis paragraf

deskripsi telah berhasil.

        Hasil rata-rata yang telah meningkat ini dibuktikan pula melalui hasil

penilaian tiap aspek yang meningkat. Berikut ini hasil penilaian tiap aspek dalam tes

keterampilan menulis paragraf deskripsi kelas XA.

4.1.3.1.1 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan

            Pancaindra

        Penilaian aspek keterlibatan pancaindra difokuskan pada keterlibatan

aspek pancaindra dalam paragraf deskripsi. Pada siklus II, lagu yang digunakan

berbeda dengan lagu pada siklus I. Lagu yang digunakan untuk tugas individu

pada siklus II adalah “Berita Kepada Kawan” oleh Ebiet G.Ade dengan pemutaran

video tsunami. Hal ini berdasarkan kesimpulan dari pendapat dan saran siswa

melalui jurnal siswa dan wawancara. Hasil penilaian tes menulis paragraf

deskripsi aspek keterlibatan pancaindra dapat dilihat pada tabel 21 berikut.
                                                                                  120



Tabel 21 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Keterlibatan

            Pancaindra

No.   Kategori    Rentang     F Jumlah       Persen           Rata-rata Nilai
                   Skor          Nilai        (%)
1.   Sangat         15       17   255        42,5%      =                 x 100
     baik
2.   Baik            10      23     230       57,5%     = 485 x 100
3.   Cukup            5       0      0         0%          600
4.   Kurang           0       0      0         0%       = 80, 83 (baik)
   Jumlah                    40     485       100%


       Berdasarkan pada tabel 21 dapat dideskripsikan bahwa secara klasikal

rata-rata hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan pancaindra

mencapai 80,83 dengan kategori baik. Pemerolehan nilai tiap kategori secara rinci

dapat diuraikan sebagai berikut. Data pada tabel menunjukkan hasil tes menulis

paragraf deskripsi aspek keterlibatan aspek pancaindra. Pada aspek tersebut,

kategori sangat baik dicapai oleh 17 siswa dengan skor 15. Kategori baik dicapai

oleh 23 siswa dengan skor 10. Kategori cukup baik dan kurang tidak ada yang

mencapainya. Dengan demikian, data tersebut sudah membuktikan bahwa

keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi aspek keterlibatan

pancaindra sudah baik. Berikut ini diagram batang hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek keterlibatan pancaindra pada siklus II siswa kelas XA.
                                                                        121




Gambar 20 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

              Keterlibatan Pancaindra Siklus II

       Diagram tersebut menunjukkan bahwa skor 15 atau berkategori sangat

baik sebanyak 47,5% siswa sudah mampu melibatkan perasaan, indra

pendengaran dan indra penglihatan dalam paragraf deskripsi yang ditulis.

Sebanyak 57,5% siswa baru mampu melibatkan indra penglihatan dan

pendengaran saja. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai yang

dicapai siswa sudah menggambarkan pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi

yaitu keterlibatan aspek pancaindra dalam penulisan paragraf deskripsi sangat

penting. Siswa sudah menjelaskan dengan baik, runtut dan jelas mengenai

“Gempa Tsunami” sehingga terdapat keterlibatan aspek pancaindra. Media lagu di

sini sangat membantu siswa dalam menuangkan ide dan gagasan sehingga

kegiatan menulis dapat berjalan dengan baik. Hal ini membuktikan siswa sudah

paham mengenai pentingnya keterlibatan aspek pancaindra dalam menulis

paragraf deskripsi.
                                                                               122



4.1.3.1.2 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi


       Penilaian aspek imajinasi difokuskan pada kualitas pengolahan ide dalam

menulis paragraf deskripsi. Aspek imajinasi bertujuan untuk mengetahui

kemampuan siswa dalam mengolah ide yang ada setelah melakukan proses

imajinasi. Hasil penilaian tes aspek imajinasi dalam menulis paragraf deskripsi

dapat dilihat pada tabel 22 berikut.

Tabel 22 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Imajinasi

 No. Kategori       Rentang      F     Jumlah   Persen       Rata-rata Nilai
                     Skor               Nilai    (%)
 1.     Sangat       16-20       2       34      5%      =                 x 100
        baik
 2.     Baik          11-15      30     368     75%      =
 3.     Cukup          6-10       8      80     20%
 4.     Kurang          1-5       0       0      0%      = 60, 25 (baik)

 Jumlah                          40     482     100%


       Pada tabel 22 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi

aspek imajinasi untuk kategori sangat baik dengan rentang skor 16-20 dicapai

oleh 2 siswa. Pada kategori tersebut, siswa sudah dapat mengolah idenya dengan

sangat baik sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan

hal yang ditulis. Kategori baik dengan skor 11-15 dicapai oleh 30 siswa. Pada

kategori tersebut siswa sudah dapat mengolah ide dengan baik sehingga pembaca

seolah-olah melihat dan merasakan hal yang ditulis. Kategori cukup baik dengan

rentang skor 6-10 dicapai oleh 8 siswa. Pada kategori tersebut siswa hanya

mampu membuat pembaca seolah-olah melihat hal yang ditulis. Kategori kurang

dengan rentang skor 1-5 tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal hasil
                                                                           123


tes menulis paragraf deskripsi aspek imajinasi mencapai 60,25 atau berkategori

baik. Berikut ini diagram batang hasil menulis paragraf deskripsi aspek imajinasi

pada siswa kelas XA siklus II.




Gambar 21 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Imajinasi Siklus II

       Dari diagram batang di atas dapat diketahui 5% siswa menulis paragraf

deskripsi dengan menggunakan aspek imajinasi dengan sangat baik.         Artinya

kualitas pengolahan idenya sangat baik, sehingga pembaca seolah-olah melihat,

mendengar dan merasakan hal-hal yng ditulis. Sedangkan, 75% siswa sudah

mampu menggunakan aspek imajinasi dengan kategori baik. Kategori kurang,

tidak ada satupun siswa yang mencapainya. Hal ini menunjukkan siswa cukup

dapat menggunakan aspek imajinasi dalam penulisan paragraf deskripsi. Dapat

disimpulkan siswa sudah cukup baik dalam mengolah ide ke dalam bentuk

paragraf. Pengolahan idenya belum mampu menimbulkan daya imajinasi dengan

baik bagi pembaca.
                                                                                     124



4.1.3.1.3 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup

         Penilaian dalam menulis paragraf deskripsi pada aspek kesan hidup

difokuskan pada pelukisan objek secara nyata yang dibuat oleh siswa. Berikut ini

tabel 23 hasil menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup.

Tabel 23 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesan Hidup
No.      Kategori   Rentang     F     Jumlah      Persen           Rata-rata Nilai
                     Skor              Nilai       (%)
1.    Sangat         12-15     10    125         25%           =                 x 100
      baik
2.    Baik             8-11    30    293         75%           =
3.    Cukup             4-7    0     0           0%
4.    Kurang            0-3    0     0           0%            = 69, 66 (baik)

Jumlah                         40    418         100%

         Pada tabel 23 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf deskripsi

aspek kesan hidup untuk kategori sangat baik yaitu dengan rentang skor 12-15

dicapai oleh 10 siswa. Kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 30

siswa. Kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dan kategori kurang baik

dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang mencapainya. Jadi, setelah setelah

dilakukan penghitungan rata-rata nilai siswa pada aspek kesan hidup dalam

menulis paragraf deskripsi mencapai 69,66 atau berkategori baik. Berikut ini

disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kesan hidup

pada siswa kelas XA.
                                                                             125




Gambar 22 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Kesan Hidup Siklus II

        Berdasarkan diagram batang di atas pada kategori sangat baik sebanyak

25% siswa sudah dapat melukiskan objek sesuai dengan keadaannya. Pada

kategori baik sebanyak 75% siswa hanya dapat melukiskan keadaan objek kurang

sempurna. Kategori cukup baik dan kurang baik, siswa tidak ada yang

mencapainya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa sudah paham

dalam melukiskan objek tulisannya dan dapat dikatakan siswa sudah mencapai

rata-rata nilai dengan kategori baik.

4.1.3.1.4 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek

           yang Ditulis

        Penilaian aspek menunjukkan objek yang ditulis dalam menulis paragraf

deskripsi difokuskan pada letak, kondisi dan kebersihan objek yang

dideskripsikan sesuai tema pembelajaran hari itu dan tema lagu. Hasil penilaian tes

menulis paragraf deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis dapat dilihat pada

tabel 24 berikut ini.
                                                                             126


Tabel 24 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Menunjukkan Objek
            yang Ditulis
 No.    Kategori    Rentang    F    Jumlah    Persen       Rata-rata Nilai
                     Skor            Nilai     (%)
 1.    Sangat        12-15    10      120      25% =                     x 100
       baik
 2.    Baik           8-11    26      244      65%     =
 3.    Cukup           4-7     4       28      10%
 4.    Kurang          0-3     0        0       0%     = 65, 33 (baik)

 Jumlah                       40      392      100%

       Berdasarkan tabel 24 tersebut dapat dideskripsikan hasil tes menulis

paragraf deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis untuk kategori sangat

baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh 10 siswa. Kategori tersebut siswa

sudah dapat menunjukkan letak, kondisi dan kebersihan objek dengan baik.

Selanjutnya, untuk kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 26 siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa baru dapat menunjukkan letak dan kondisi

objek. Kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dicapai oleh 4 siswa dengan

kemampuan hanya menunjukkan letak dan kebersihan objek. Kategori kurang

baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek

menunjukkan objek yang ditulis secara klasikal mencapai 65,33 dengan kategori

cukup baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek menunjukkan objek yang ditulis pada siswa kelas XA SMA

Negeri 2 Blora.
                                                                           127




Gambar 23 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

              Menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II

       Berdasarkan diagram batang di atas, kategori sangat baik dicapai 25%.

Pada kategori tersebut siswa sudah dapat menunjukkan letak, kondisi dan

kebersihan objek dengan baik. Pada kategori baik dicapai 65% siswa.

Kemampuan siswa pada kategori ini sudah dapat menunjukkan letak dan kondisi

objek. Sebesar 10% siswa mencapai kategori cukup baik dengan kemampuan

hanya menunjukkan letak dan kebersihan objek. Selanjutnya untuk kategori

kurang baik sama seperti pada siklus I, siswa tidak ada yang mencapainya. Dari

penjelasan di atas dapat dikatakan siswa masih sudah baik dalam menunjukkan

objek yang ditulis. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil menulis paragraf

deskripsi pada aspek menunjukkan objek yang ditulis dari siklus I ke siklus II.

Dapat dikatakan siswa sudah paham dalam menunjukkan objek yang ditulis pada

paragraf deskripsi.
                                                                                  128


4.1.3.1.5 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul

           dengan isi

         Penilaian aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf

deskripsi dapat dilihat pada tabel 25 berikut ini.

Tabel 25 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kesesuaian Judul

           dengan Isi

No.      Kategori    Skor      F     Jumlah     Persen         Rata-rata Nilai
                                      Nilai      (%)
1.    Sangat            4     27       108      67,5%    =                x 100
      baik
2.    Baik              3     13        39       32,5%   =
3.    Cukup             2      0         0        0%
4.    Kurang            1      0         0        0%     = 91,87 ( sangat baik)

Jumlah                        40       147       100%


         Data pada tabel 25 menunjukkan bahwa pada tes menulis paragraf

deskripsi aspek kesesuaian judul dengan isi untuk kategori sangat baik yaitu

dengan skor 4 dicapai oleh 27 siswa. Pada kategori ini siswa membuat judul yang

sesuai dengan isi paragraf. Kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 13 siswa.

Pada kategori ini judul yang dibuat oleh siswa tidak jauh menyimpang dengan isi

paragraf deskripsi. Selanjutnya, untuk kategori cukup dan kurang tidak ada yang

mencapainya. Jadi, setelah dilakukan penghitungan rata-rata nilai siswa pada

aspek kesesuaian judul dengan isi dalam menulis paragraf deskripsi mencapai

91,87 atau berkategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

siswa sudah mampu menulis judul paragraf yang sesuai dengan isi paragraf. Siswa

memberikan judul paragraf yang berbeda-beda sesuai dengan isi paragraf
                                                                               129


deskripsi yang ditulisnya. Berikut ini disajikan diagram batang untuk aspek

tersebut.




Gambar 24 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek
              menunjukkan Objek yang Ditulis Siklus II

        Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa pada kategori sangat baik

dicapai 67,5% siswa. Pada kategori tersebut, siswa sudah mampu membuat judul

paragraf yang sudah sangat sesuai dengan isi paragraf. Sebanyak 32,5% siswa

mencapai kategori baik, artinya siswa dalam membuat judul paragraf deskripsi

sudah sesuai dengan isi paragraf deskripsi tersebut atau judul yang dibuat oleh

siswa tidak menyimpang dengan isi paragraf deskripsi. Kategori cukup baik dan

kurang baik pada aspek kesesuaian judul dengan isi, siswa tidak ada yang

mencapainya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu

menulis judul paragraf yang sesuai dengan isi paragraf. Siswa memberikan judul

paragraf yang berbeda-beda sesuai dengan isi paragraf deskripsi yang ditulisnya.
                                                                               130



4.1.3.1.6 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi

         Penilaian aspek kohesi dan koherensi dalam menulis paragraf deskripsi

difokuskan pada keterpaduan antarkalimat dalam paragraf jelas artinya organisasi

satuan-satuan kalimat yang tergabung membentuk satuan paragraf. Hasil penilaian

tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan koherensi dapat dilihat pada tabel

26 berikut ini.

Tabel 26 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kohesi dan Koherensi
No.      Kategori   Skor     F    Jumlah     Persen         Rata-rata Nilai
                                   Nilai      (%)
1.    Sangat          4     11      44       27,5%    =                x 100
      baik
2.    Baik            3     29          87   72,5%    =
3.    Cukup           2      0           0    0%
4.    Kurang          1      0           0    0%      = 81,87 (baik)

Jumlah                      40      131      100%

         Data pada tabel 26 menunjukkan bahwa pada tes aspek kohesi dan

koherensi untuk kategori sangat baik dicapai oleh     11 siswa dengan skor 4.

Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 29 siswa. Kategori

cukup baik dan kurang baik tidak ada yang mencapainya. Jadi, secara klasikal

hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek kohesi dan koherensi mencapai 81,87 atau

berkategori baik. Berikut ini disajikan diagram batang hasil menulis paragraf

deskripsi aspek kohesi dan koherensi.
                                                                             131




Gambar 25 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Kohesi dan Koherensi Siklus II

        Dari diagram batang tersebut diketahui sebanyak        27,5% siswa sudah

mampu menyusun paragraf deskripsi yang padu dengan kategori sangat baik.

Selanjutnya kategori baik dicapai 72,5% siswa. Untuk kategori cukup baik dan

kurang sudah tidak ada siswa yang mencapainya. Dapat disimpulkan siswa sudah

baik dalam organisasi kalimat pada paragraf deskripsi yang ditulis siswa.

4.1.3.1.7 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian

           Pada Objek yang Ditulis

        Penilaian aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dalam menulis

paragraf deskripsi difokuskan pada pemusatan uraian kaitannya dengan hal-hal

yang berhubungan dengan objek tulisan. Hasil penilaian tes menulis paragraf

deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis dapat dilihat pada

tabel 27 berikut.
                                                                               132


Tabel 27 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Memusatkan Uraian
            Pada Objek yang Ditulis
No.      Kategori   Rentang   F       Jumlah   Persen        Rata-rata Nilai
                     Skor              Nilai    (%)
1.    Sangat         12-15    15        181    37,5%    =               x 100
      baik
2.    Baik            8-11    25       257     62,5%    =
3.    Cukup            4-7     0        0       0%
4.    Kurang           0-3     0        0       0%      = 73 (baik)

Jumlah                        40       438     100%

         Berdasarkan data pada tabel 27 menunjukkan hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis untuk kategori sangat

baik dengan rentang skor 12-15 dicapai oleh 15 siswa. Pada kategori ini siswa

sudah mampu memusatkan uraian pada hal-hal yang berhubungan dengan objek

tulisan. Kategori baik dengan rentang skor 8-11 dicapai oleh 25 siswa. Pada

kategori ini siswa sedikit melibatkan objek yang tidak berkaitan objek yang

ditulis. Selanjutnya, kategori cukup baik dengan rentang skor 4-7 dan kategori

kurang baik dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang mencapainya. Secara klasikal

hasil menulis paragraf deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis

mencapai 73 atau berkategori baik. Hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi

aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis tersebut juga dijelaskan melalui

diagram batang berikut ini.
                                                                          133




Gambar 26 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

              Memusatkan Uraian Pada Objek yang Ditulis Siklus II

       Diagram batang tersebut merupakan diagram hasil menulis paragraf

deskripsi aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis. Pada diagram

tersebut sebanyak 37,5% siswa mendapat skor 12-15 dengan kategori sangat baik.

Pada kategori ini siswa sudah mampu memusatkan uraian pada hal-hal yang

berhubungan dengan objek tulisan. Kategori baik dengan rentang skor 8-11

dicapai oleh 62,5% siswa. Pada kategori ini, siswa sedikit melibatkan objek yang

tidak berkaitan objek yang ditulis. Selanjutnya, kategori cukup baik dengan

rentang skor 4-7 dan kategori kurang baik dengan rentang skor 0-3 tidak ada yang

mencapainya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah cukup bisa dalam

memusatkan uraian pada objek yang ditulis, walaupun hasilnya masih dalam

kategori cukup baik.
                                                                            134



4.1.3.1.8 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata

         Penilaian aspek pemilihan kata dalam menulis paragraf deskripsi

difokuskan pada pilihan kata yang digunakan dalam menulis paragraf deskripsi.

Hasil penilaian tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata dapat dilihat

pada tabel 28 berikut.

Tabel 28 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Pemilihan Kata

No.      Kategori   Skor     F    Jumlah   Persen         Rata-rata Nilai
                                   Nilai    (%)
1.    Sangat             4   24     96      60%     =               x 100
      baik
2.    Baik               3   16    48      40%      =
3.    Cukup              2    0     0       0%
4.    Kurang             1    0     0       0%      = 90 (sangat baik)

Jumlah                       40    144     100%

         Pada tabel 28 menunjukkan bahwa hasil tes pada aspek pemilihan kata

untuk kategori sangat baik yaitu dengan skor 4 dicapai oleh 24 siswa atau 60%.

Selanjutnya, untuk kategori baik dicapai oleh 16 siswa atau 40%, sedangkan

untuk kategori cukup baik dan kategori kurang baik tidak ada yang mencapainya.

Secara klasikal hasil tes menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata

mencapai nilai rata-rata 90 atau berkategori sangat baik. Berikut ini diagram

batang hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek pemilihan kata

pada siklus II siswa kelas XA.
                                                                          135




Gambar 27 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Pemilihan Kata Siklus II

        Diagram tersebut menunjukkan bahwa jumlah skor 4 termasuk dalam

kategori sangat baik dicapai 60% siswa. Kategori baik dicapai 40% siswa dengan

skor 3. Kategori cukup baik dengan skor 2 dan kategori kurang baik dengan skor 1

tidak ada yang mencapainya. Pada siklus II ini merupakan hasil yang

memuaskan. Dengan demikian, dapat dikatakan siswa sudah memilih dan

menggunakan kata untuk membangun paragraf deskripsinya. Kata-kata yang

dipilih sudah sesuai dengan isi paragraf.

4.1.3.1.9 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Ejaan dan Tanda Baca

        Fokus penilaian aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf

deskripsi adalah ketepatan penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis

paragraf deskripsi. Hasil tes aspek EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf

deskripsi dapat dilihat pada tabel 29 berikut.
                                                                             136



Tabel 29 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD dan Tanda Baca

No.     Kategori   Skor    F    Jumlah     Persen         Rata-rata Nilai
                                 Nilai      (%)
1.   Sangat          4     11     44       27,5%    =                x 100
     baik
2.   Baik            3     29      87      72,5%    =
3.   Cukup           2      0       0       0%
4.   Kurang          1      0       0       0%      = 81,87 (baik)
Jumlah                     40     131      100%

        Data pada tabel 29 dapat dideskripsikan bahwa hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek EYD dan tanda baca untuk kategori sangat baik dengan skor 4

dicapai oleh 11 siswa atau 27,5%. Selanjutnya kategori baik dicapai oleh 29 siswa

atau 72,5%. Pada kategori cukup dan kurang tidak ada yang mencapainya.

Dengan demikian, hasil tes menulis paragraf deskripsi secara klasikal mencapai

81,87 kategori baik. Hasil keterampilan menulis paragraf deskripsi aspek

penggunaan EYD dan tanda baca dalam menulis paragraf deskripsi pada siswa

kelas XA SMA Negeri 2 Blora tersebut juga dijelaskan melalui diagram batang

berikut ini.
                                                                           137




Gambar 28 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek EYD

             dan Tanda Baca Siklus II

       Diagram batang tersebut menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf

deskripsi pada aspek EYD dan tanda baca sudah baik. Hal ini dilihat dari

sebanyak 27,5% siswa memiliki kesalahan antara 1-5 dalam penulisan EYD dan

tanda baca atau berkategori sangat baik. Sedangkan, 72,5% siswa mencapai

kategori baik dengan jumlah kesalahan antara 6-10. Kategori cukup baik dan

kategori kurang baik siswa tidak ada yang mencapainya. Dari hasil tersebut dapat

disimpulkan siswa sudah baik dalam menggunakan EYD dan tanda baca dalam

paragraf deskripsi yang ditulis.
                                                                                  138



4.1.3.1.10 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan

         Penilaian aspek kerapian tulisan dengan menulis paragraf deskripsi

difokuskan pada kerapian, kebersihan tulisan serta kemudahan untuk dibaca. Hasil

tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan dapat dilihat pada tabel 30

berikut ini.

Tabel 30 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Aspek Kerapian Tulisan

No.      Kategori    Skor     F    Jumlah       Persen          Rata-rata Nilai
                                    Nilai         (%)
1.    Sangat baik      4       3      12         7,5%      =                x 100
2.    Baik             3      36     108         90%
3.    Cukup            2       1       2         2,5%      =
4.    Kurang           1       0       0          0%
                                                           =76, 25 (baik)

Jumlah                        40     122        100%

         Berdasarkan tabel 30 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil tes

menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai kategori baik. Adapun

hasilnya, untuk kategori sangat baik dengan skor 4 dicapai oleh 3 siswa.

Selanjutnya, untuk kategori baik dengan skor 3 dicapai oleh 36 siswa. Kategori

cukup dicapai oleh 1 siswa atau 2,5%, sedangkan kategori kurang baik dengan

skor 1 tidak ada yang mencapainya. Secara klasikal, hasil tes menulis paragraf

deskripsi aspek kerapian tulisan mencapai 76,25. Berikut ini diagram batang hasil

tes menulis paragraf deskripsi aspek kerapian tulisan siswa kelas XA pada siklus

II.
                                                                             139




Gambar 29 Hasil Tes Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Aspek

               Kerapian Tulisan Siklus II

        Diagram batang di atas menunjukkan bahwa hasil menulis paragraf

deskripsi aspek kerapian tulisan untuk kategori sangat baik dengan skor 4, dicapai

7,5% siswa. Pada kategori ini tulisan siswa dapat dibaca, rapi dan bersih. Kategori

baik dengan skor 3 dicapai 90% siswa. Pada kategori ini tulisan siswa dapat

dibaca dengan coretan antara 1-3. Selanjutnya, kategori cukup baik dengan skor 2

dicapai 2,5% siswa, kategori ini tulisan siswa dapat dibaca dengan jumlah coretan

antara 4-6. Sedangkan kategori kurang baik, tidak ada siswa yang mencapainya.

Dengan demikian, dapat dikatakan hasil tulisan siswa sudah rapi, bersih dan

mudah dibaca.


4.1.3.2 Hasil Nontes

        Hasil penilaian nontes pada siklus II ini didapatkan dari data observasi,

wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Berikut ini akan diuraikan keempat

hasil penelitian nontes tersebut.
                                                                            140



4.1.3.2.1 Hasil Observasi

         Observasi pada siklus II masih sama dengan observasi pada siklus I.

observasi ini bertujuan untuk menilai perilaku siswa baik yang positif maupun

yang negatif selama pembelajaran berlangsung. Terdapat delapan aspek yang

diamati dalam observasi. Aspek dalam observasi tersebut dijadikan sebagai acuan

dalam menilai kegiatan siswa dalam pemelajaran menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Berikut ini tabel 31 hasil

observasi siklus II.

                       Tabel 31 Hasil Observasi Siklus II
   No.                      Aspek Observasi                    Persentase
                                                                 Hasil
    1.    Siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dan      15%
          melakukan kegiatan yang tidak perlu        (bicara
          sendiri, melamun, mengganggu teman).
    2.    Siswa aktif bertanya, memberi tanggapan mengenai    47,5%
          materi paragraf deskripsi yang sedang diajarkan.
    3.    Siswa tidak melakukan diskusi dengan baik (bicara   7,5%
          sendiri, melamun, mengganggu teman).
    4.    Siswa meremehkan kegiatan menyimak.                 10%
    5.    Siswa meremehkan kegiatan imajinasi.                15%
    6.    Siswa mengganggu teman lain pada saat pencarian     7,5%
          gagasan.
    7.    Siswa mengikuti proses penulisan gagasan dengan     80%
          baik.
    8.    Siswa menulis paragraf deskripsi dengan baik dan    90%
          penuh konsentrasi.


         Berdasarkan data pada tabel 31 tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil

observasi pada siklus II yaitu sebanyak 15% siswa tidak memperhatikan
                                                                          141


penjelasan guru. Mereka bicara sendiri, melamun dan mengganggu teman.

Sedangkan 85% siswa sudah memperhatikan penjelasan guru. Mereka sangat

antusias mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan. Sebagai hasil

observasi awal, hal ini sudah baik. Perhatian siswa sudah menunjukkan

ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran.

       Pada siklus II ini, keaktifan bertanya siswa terhadap materi paragraf

deskripsi sangat sedikit sekali. Sebanyak 47,5% atau 19 siswa menunjukkan

keaktifannya bertanya mengenai paragraf deskripsi, sedangkan 52,5% atau 21

siswa memilih pasif.

       Siswa sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan diskusi kelompok.

Pada saat kegiatan diskusi kelompok, 7,5% siswa masih kurang berpartisipasi

dalam kelompok. Mereka berbicara sendiri, melamun dan asyik bercerita. Hampir

seluruh siswa sudah melaksanakan tugas dalam diskusi kelompok dengan baik,

yaitu sekitar 92,5%. Respon siswa terhadap lagu yang diputarkan sangat

meningkat. Mereka sangat tertarik dengan lagu yang digunakan.

       Hasil dari observasi kegiatan menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah selama proses sugesti-imajinasi

berlangsung sebagian besar siswa sudah melaksanakan sesuai dengan petunjuk

dan penuh antusias, walaupun tidak semua siswa mengikutinya dengan baik

       Pelaksanaan proses sugesti-imajinasi meliputi kegiatan menyimak lagu,

pencarian gagasan, penulisan dan pengelompokan gagasan, serta menulis paragraf

deskripsi. Kegiatan pertama yaitu menyimak lagu, pada kegiatan tersebut 90%

siswa melakukan dengan penuh perhatian dan baik. Sebagian besar siswa
                                                                                142


melakukan sesuai dengan petunjuk yang diminta oleh peneliti. Sedangkan 10%

siswa mereka bermain sendiri atau berbicara sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa

siswa tertarik pada media lagu yang digunakan.

       Pada proses selanjutnya, proses imajinasi sebanyak        15% siswa tidak

melaksanakannya dengan baik. 85% siswa melaksanakan proses imajinasi sesuai

dengan perintah guru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah memahami

jalannya proses sugesti-imajinasi. Selain itu, pada proses pencarian gagasan

sebanyak 7,5% siswa mengganggu temannya dan 92,5% siswa melakukan dengan

penuh konsentrasi. Hasil dari kegiatan pencarian gagasan ini yang nantinya

menjadi dasar penulisan paragraf deskripsi, hal ini menyebabkan siswa

melaksanakan dengan sungguh-sungguh.

       Perolehan hasil observasi siswa mengenai proses penulisan gagasan

menunjukkan 80% siswa dapat melakukannya dengan baik. Terdapat sekitar 20%

siswa tidak melaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan proses sugesti-

imajinasi sebelumnya mereka tidak melakukannya dengan baik. Pada proses

penulisan gagasan ini siswa sudah menunjukkan keseriusannya. Hal ini

membuktikan bahwa pada siklus II perilaku negatif pada saat penulisan gagasan

mulai berkurang.

       Hasil observasi pada saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir

yaitu menulis paragraf deskripsi menunjukkan hasil yang baik, sebesar 90% sudah

menunjukkan sikap yang baik selama menulis paragraf deskripsi. Siswa terlihat

lebih tenang dan serius menulis paragraf deskripsi yang ditugaskan oleh guru.
                                                                             143


       Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa siswa berantusias mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Umumnya para siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran

dari awal hingga akhir. Hal ini ditunjukan dengan antusias mereka mulai dari

apersepsi, pembentukan, pemutaran media berupa lagu, kegiatan menyimak,

penulisan gagasan dalam paragraf deskripsi berdasarkan tema lagu yang ada.

       Hasil yang dicapai siswa sudah baik dan siswa masih antusias dalam

mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu. Antusias siswa ini diketahui dari respon atau

ekspresi sebagian besar siswa. Perilaku siswa dalam melaksanakan proses sugesti-

imajinasi selama pembelajaran menulis paragraf deskripsi berlangsung

ditunjukkan oleh sikap yang positif dan sikap negatif. Perilaku positif tampak

pada sikap siswa yang antusias selama mengikuti kegiatan menulis paragraf

deskripsi. Hal ini terlihat dari siswa yang merasa senang dengan menampakkan

ekspresi kagum terhadap metode mengajar dan media yang peneliti gunakan,

karena pembelajaran menulis deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu memberikan pengalaman baru yang bermakna bagi siswa.

       Berdasarkan pengamatan peneliti selama pembelajaran menulis paragraf

deskripsi dapat disimpulkan bahwa pada siklus II perilaku negatif siswa sudah

mulai berubah dengan perilaku positif selama pembelajaran berlangsung. Hal ini

berbeda sekali dengan hasil siklus I. Peningkatan perilaku siswa dari perilaku

negatif ke perilaku positif merupakan hal yang sangat diharapkan, karena guru
                                                                                  144


sudah berusaha secara maksimal untuk merubah pola pembelajaran agar lebih

disukai oleh siswa dan sebagai perbaikan dari siklus I.

         Selain pelaksanaan metode sugesti-imajinasi dan penggunaan media lagu

yang lebih baik, guru juga mempersiapkan rencana pembelajaran yang lebih

matang dan melalui tahapan ini, diharapkan dapat lebih baik dalam pengelolaan

kelas.

4.1.3.2.2 Hasil Jurnal

         Jurnal yang digunakan dalam tindakan siklus II ini masih sama seperti

pada siklus I, yaitu terdiri atas jurnal siswa dan jurnal guru. Jurnal tersebut berisi

ungkapan perasaan, tanggapan, pesan dan kesan terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi dari siswa maupun guru selama pembelajaran menulis paragraf

deskripsi berlangsung.

4.1.3.2.2.1 Jurnal Siswa

         Jurnal siswa diisi oleh masing-masing siswa pada akhir pembelajaran.

Tujuan dilakukannya pengisian jurnal siswa ini adalah untuk mengetahui segala

sesuatu yang terjadi pada saat pembelajaran menulis paragraf deskripsi

berlangsung. Adapun hal-hal yang ditanyakan dalam jurnal siswa meliputi: (1)

perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (2)

penjelasan guru terhadap pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti imajinasi dengan media lagu; (3) ketertarikan siswa

terhadap pelaksanaan proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf

deskripsi, (4) sulit tidaknya siswa melakukan proses imajinasi; (5) proses sugesti-

imajinasi yang paling mudah dilakukan oleh siswa; (6) proses sugesti-imajinasi
                                                                                 145


yang paling sulit dilakukan oleh siswa; (7) perasaan siswa setelah melakukan

proses sugesti-imajinasi; (8) pesan, kesan, dan saran siswa terhadap pembelajaran

menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

         Pada saat dibagikan lembar jurnal siswa, siswa sudah tidak lagi merasa

heran karena pengisian jurnal ini sudah pernah dilakukan pada saat siklus I. Siswa

sangat antusias pada saat pengisian jurnal dilakukan. Siswa mengisi jurnal sesuai

dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang baru saja dilakukan. Hasil

jurnal yang telah dianalisis selengkapnya diuraikan melalui tabel 32 dan deskripsi

sebagai berikut.

                   Tabel 32 hasil Jurnal Siswa Siklus II
    No.                      Pertanyaan Jurnal                    Persentase
                                                                     Hasil
    1.     Apakah Anda tertarik dan senag dengan                    87,5%
           pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui
           metode sugesti-imajinasi dengan media lagu?
    2.     Apakah penjelasan guru mengenai pelaksanaan               85%
           proses sugesti-imajinasi pada pembelajaran menulis
           paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi
           dengan media lagu?
    3.     Apakah Anda tertarik dengan pelaksanaan proses            90%
           sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
           deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
           media lagu?
    4.     Apakah Anda merasa kesulitan ketika melakukan             20%
           proses imajinasi pada proses sugesti-imajinasi?
    5.     Dari kelima proses sugesti-imajinasi, mana menurut
           Anda proses yang paling mudah dilakukan pada
                                                                                146



           kegiatan menulis paragraf deskripsi?
              • Menyimak lagu                                        80%
              • Pencarian gagasan                                    20%
    6      Proses sugesti-imajinasi mana pula yang menurut
           Anda paling sulit dilakukan pada kegiatan menulis
           paragraf deskripsi?
              • Menulis paragraf deskripsi                           10%
              • Tidak ada                                              -
    7.     Bagaimana perasaan Anda setelah melakukan proses
           sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf
           deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan
           media lagu?
           Senang                                                    90%
           Biasa saja                                                10%
    8.     Tuliskan pesan, kesan, dan saran penggunaan metode          -
           sugesti-imajinasi     dalam   pembelajaran    menulis
           paragraf deskripsi dengan media lagu?



         Pada umumnya sebagian besar siswa menanggapi              senang dengan

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Aspek tertarik dan tidaknya siswa terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yaitu

87,5% atau 35 siswa tertarik pada pembelajaran tersebut. Sedangkan, 12,5% atau

5 siswa menyatakan biasa saja. Alasan yang digunakan siswa sangat beragam

untuk menunjukkan ketertarikannya, diantaranya menyenangkan, menarik,

menambah wawasan, tidak membosankan, lebih mudah untuk dipahami dan lebih

jelas. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan tanggapan siswa terhadap
                                                                         147


pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu.

       Aspek yang kedua adalah mengenai penjelasan guru terhadap pelaksanaan

proses sugesti-imajinasi, 34 siswa atau 85% siswa mengatakan jelas, sekitar 15%

atau 6 siswa menyatakan tidak jelas. Ketidakjelasan ini disebabkan waktu guru

memberikan penjelasan siswa tersebut berperilaku negatif, seperti bercerita

sendiri, mengganggu teman, dan lain sebagainya.

       Aspek ketiga adalah tertarik dan tidaknya siswa terhadap pelaksanaan

proses sugesti-imajinasi pada kegiatan menulis paragraf deskripsi sebanyak 90%

siswa menyatakan tertarik pada pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dengan

media lagu. Alasan yang diberikan siswa adalah dengan proses sugesti-imajinasi

dengan media lagu memudahkan siswa menyampaikan gagasannya ke dalam

paragraf deskripsi dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Sisanya

sekitar 4 siswa atau 10% berpendapat cukup menarik. Alasannya, pada saat proses

menyimak lagu beberapa siswa bercerita sendiri sehingga mengganggu

konsentrasi. Sehingga dapat disimpulkan, melalui metode sugesti-imajinasi

dengan media lagu siswa menjadi lebih senang dan terbantu untuk menulis

paragraf deskripsi.

       Pada aspek yang keempat yaitu kesulitan siswa melakukan imajinasi

dengan media lagu adalah 32 siswa atau 80% berpendapat bahwa proses imajinasi

mudah dilakukan. Sekitar 8 siswa atau 20% siswa menyatakan mengalami

kesulitan. Kesulitan-kesulitan tersebut adalah pada waktu kegiatan menyimak

lagu mereka tidak melakukan dengan baik sehingga untuk mengorganisasikan
                                                                              148


pengalaman hidup mereka kesulitan. Hal ini menyebabkan kesulitan mengikuti

proses selanjutnya. Dari deskripsi tersebut diketahui bahwa tanggapan mengenai

sulitnya proses imajinasi sudah berkurang dibandingkan dengan siklus I.

       Aspek yang kelima dan enam adalah proses sugesti-imajinasi yang

dianggap oleh siswa paling mudah dan paling sulit. Sebanyak 32 siswa atau 80%

menyatakan proses menyimak adalah proses yang paling mudah dilakukan.

Sedangkan sebanyak 20% atau 10 siswa menyatakan proses menulis paragraf

deskripsi yang paling mudah dilakukan. Proses sugesti-imajinasi yang paling sulit

dilakukan adalah sekitar 4 siswa atau 10% berpendapat menulis paragraf deskripsi

adalah proses yang paling sulit dilakukan. 90% atau 36 siswa tidak merasa

kesulitan dalam proses sugesti-imajinasi.

       Terdapat 90% atau 36 siswa berpendapat merasa senang setelah

melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu. Sedangkan, sebanyak

10% atau 4 siswa merasa biasa saja tanpa memberikan alasan. Alasan mereka

merasa senang adalah suasana pembelajaran menulis paragraf deskripsi berbeda

dari biasanya dan siswa lebih terbantu dalam menyampaikan gagasan ke dalam

paragraf deskripsi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi telah

mampu menarik perhatian siswa. Dengan demikian guru telah berhasil merubah

perilaku negatif siswa menjadi perilaku positif. Selain itu guru juga telah berhasil

membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran dan menciptakan proses

belajar mengajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
                                                                          149


       Aspek yang terakhir adalah pesan, kesan, dan saran siswa terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu, yaitu pesan dari sebagian besar siswa yaitu 90% siswa memberi pesan

agar dalam pembelajaran menulis lebih sering menggunakan metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu karena pembelajaran terasa lebih santai dan

menyenangkan. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat baik.

Pembelajaran terasa tidak membosankan dan siswa menjadi lebih paham tentang

paragraf deskripsi.

       Selanjutnya,    masing-masing       siswa   memberikan   saran   terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Sebagian besar siswa menyarankan agar

pembelajaran menulis paragraf deskripsi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan

terus ditingkatkan lagi. Siswa merasa lebih berkesan dengan pembelajaran yang

menggunakan media seperti pembelajaran menulis deskripsi ini. Alasan siswa

senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi karena siswa dapat

belajar sambil mendengarkan lagu, dapat berimajinasi, dapat mengingat

pengalaman hidup. Pendapat lainnya merasa senang karena media lagu sangat

menarik dan jarang digunakan dalam pembelajaran. Siswa merasa lebih berkesan

dengan pembelajaran yang menggunakan media. Hal ini merupakan pengalaman

baru bagi siswa dalam mengikuti pemelajaran. Penerapan metode sugesti-

imajinasi dan penggunaan media lagu telah berhasil memberikan pengalaman

yang bermakna bagi siswa, sehingga siswa menjadi lebih senang mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi.
                                                                               150



4.1.3.2.3 Hasil Jurnal Guru

       Jurnal guru ini diisi oleh guru yang menyampaikan materi pembelajaran,

dalam hal ini adalah peneliti sendiri. Jurnal guru berisi enam pernyataan mengenai

pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Pernyataan tersebut antara lain (1)

kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis paragraf

deskripsi; (2) keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (3)

tanggapan siswa terhadap proses sugesti-imajinasi dengan media lagu

pembelajaran menulis paragraf deskripsi; (4) tingkah laku siswa selama

pembelajaran; (5) suasana selama pembelajaran berlangsung.

       Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu, diikuti oleh siswa dengan

antusias karena pada pada pertemuan siklus I peneliti menjelaskan bahwa

pembelajaran pada pertemuan selanjutnya adalah menulis paragraf deskripsi

melalui media lagu.

       Pada umumnya siswa sudah aktif mengikuti pembelajaran menulis

paragraf deskripsi. Siswa sudah tidak malu lagi untuk tampil dan bertanya. Hal ini

menandakan bahwa perilaku siswa sudah berubah ke arah yang positif. Selama

pembelajaran siswa bertingkah laku baik. Hal ini menyebabkan Susana kelas lebih

kondusif.

       Tanggapan siswa terhadap proses sugesti-imajinasi dengan media lagu

sangat baik. Siswa sangat aktif dalam pembelajaran. Mereka sangat antusias

mengikuti proses tersebut. Keantusiasan dan keseriusan siswa ini sebagai
                                                                            151


tanggapan yang baik dari siswa terhadap pelaksanaan proses sugesti-imajinasi

dengan media lagu.

       Tingkah laku siswa dalam pembelajaran adalah baik. Mereka melakukan

tugas yang diberikan oleh guru dengan penuh konsentrasi dan serius, namun

masih ada yang berperilaku negatif tetapi hanya beberapa siswa saja.

       Suasana pembelajaran adalah kondusif. Hal ini sebagai bukti bahwa

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu sangat diterima oleh siswa. Hal ini dapat membuktikan bahwa

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu dapat menghidupkan suasana kelas, sehingga siswa menjadi lebih

bersemangat mengikuti pembelajaran.

       Keberhasilan pembelajaran ini tidak lepas dari usaha guru dalam

mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan penelitian ini. Persiapan

tersebut termasuk pemilihan lagu dan tampilan yang menarik media, metode

sugesti-imajinasi yang digunakan guru, serta rencana pembelajaran yang dibuat

lebih matang. Hal ini yang membuat siswa merespons positif terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu yang digunakan oleh guru.

4.1.3.2.4 Hasil Wawancara

       Wawancara pada siklus II ini dilakukan kepada tiga orang siswa yang

mendapat nilai tertinggi, sedang, dan rendah pada hasil tes siklus II. Wawancara

dilakukan setelah pembelajaran berakhir. Tujuan dilakukannya wawancara pada

siklus II ini adalah untuk mengetahui sejauhmana tanggapan siswa terhadap
                                                                                152


pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu ini. Teknik dan pelaksanaan wawancara pada siklus II masih sama

dengan wawancara siklus I, yaitu siswa menjawab pertanyaan yang dilontarkan

menurut pendapat mereka. Pertanyaan yang digunakan oleh guru masih sama

dengan pertanyaan pada siklus I. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada

siswa semuanya seputar pemelajaran menulis paragraf deskripsi yang telah

berlangsung.

       Adapun pertanyaan tersebut meliputi (1) Apakah siswa tertarik dan senang

terhadap    pembelajaran      menulis    paragraf     deskripsi   melalui     metode

sugestiimajinasi dengan media lagu; (2) Bagaimanakah penjelasan guru mengenai

proses sugesti-imajinasi; (3) apakah siswa tertarik terhadap proses sugesti-imajinasi;

(4) apakah siswa merasa kesulitan ketika melakukan proses sugesti-imajinasi; (5)

proses sugesti-imajinasi apa yang yang menurut siswa paling mudah dan paling

sulit dilakukan; (6) bagaimana perasaan siswa setelah melakukan proses

sugestiimajinasi; (7) saran siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

       Siswa merasa sangat senang dengan pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu yang dilaksanakan

oleh guru. Alasannya pembelajaran seperti ini baru pertama kali dilaksanakan,

sehingga bagi siswa ini menjadi pengalaman baru dalam mengikuti pembelajaran.

Pembelajaran yang disampaikan oleh guru sangat menarik, terutama pada

penggunaan media lagu dengan metode sugesti-imajinasi. Siswa menjadi lebih

bersemangat untuk belajar karena pembelajaran yang dilakukan tidak monoton
                                                                               153


dan tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Kenyataan seperti ini memang

suatu hal yang sangat diharapkan oleh peneliti. Tujuan seperti inilah yang ingin

dicapai dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

        Respons siswa yang baik terhadap pembelajaran menulis paragraf

deskripsi menandakan siswa sangat menerima dan menikmati. Respons positif

siswa dibuktikan selama pembelajaran berlangsung hingga pembelajaran berakhir.

Siswa serius mengikuti proses sugesti-imajinasi, siswa aktif bertanya, berpendapat

dan menanggapi pembelajaran yang telah dilakukan.

        Penggunaan media lagu melalui metode sugesti-imajinasi ini memang

suatu   terobosan    baru   dalam     kegiatan    pembelajaran.     Melalui   metode

sugestiimajinasi dengan media lagu ini, telah mampu merubah sikap siswa ke

arah positif. Siswa yang awalnya tidak suka, acuh, ramai sendiri, melamun

dalam pembelajaran, pada siklus II ini sudah tidak dijumpai lagi.

        Menurut ketiga responden, hal ini sangat berbeda dengan pembelajaran

sebelumnya ketika guru mengajar tanpa menggunakan media. Perilaku negatif

seringkali dijumpai selama proses pembelajaran dilaksanakan. Sebelum

diterapkan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu ini, siswa kurang

bersemangat dan cenderung malas dengan pembelajaran menulis. Mereka

beralasan guru kurang jelas dalam menyampaikan materi bahkan terkadang tidak

dijelaskan hanya disuruh mengerjakan latihan yang ada di LKS. Hal ini yang

menyebabkan siswa merasa kesulitan.

        Ketidakjelasan materi ini juga disebabkan metode yang digunakan

ceramah dan tidak menggunakan media. Guru kurang kreatif, sehingga
                                                                                154


pembelajaran sangat membosankan. Selain itu, tugas yang diberikan guru tidak

jelas bagaimana cara menilainya. Tugas siswa tersebut dikumpulkan dan hanya

diberikan paraf, hal ini membuat siswa merasa kurang dihargai hasil karyanya.

       Siswa yang mendapat nilai terendah secara keseluruhan dapat mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi metode sugesti-imajinasi melalui media

lagu dengan baik, hanya saja siswa tersebut mengalami kesulitan ketika

melakukan proses imajinasi dan ketika menulis ide ke dalam paragraf. Ketika

melakukan proses imajinasi dan menulis paragraf deskripsi siswa tersebut

mengalami kesulitan sehingga siswa tersebut mendapat nilai rendah. Namun,

ketika ditanya mengenai perasaannya pada saat melakukan proses sugesti-

imajinasi, siswa tersebut menjawab senang terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu karena

kegiatan baru kali ini pembelajaran menulis dengan menggunakan media lagu.

       Ketiga responden menyatakan bahwa mereka sangat senang dengan media

lagu yang digunakan guru. Lagu tersebut sangat memberikan manfaat dan

perubahan perilaku yang positif bagi siswa. Siswa berpendapat hal ini karena

adanya perubahan cara guru mengajar. Perubahan ini terdapat pada pengelolaan

kelas yang baik, walaupun terkesan santai namun tetap serius dan kondusif.

Suasana seperti inilah yang membuat siswa menjadi tertarik terhadap

pembelajaran.

       Selain pengelolaan kelas yang baik, keberhasilan pembelajaran ini juga

disebabkan oleh penggunaan media lagu yang masih jarang digunakan. Menurut
                                                                             155


pendapat ketiga responden, lagu merupakan media yang sangat menarik, dekat

dengan siswa dan dapat mengikuti perkembangan zaman.

       Media lagu sangat membantu siswa dalam mencari dan menuangkan

gagasannya. Melalui lagu, siswa dapat menggali pengalaman hidup,

mengorganisasikannya, dan memberikan tanggapan dalam bentuk simbol-simbol

verbal sehingga hasilnya lebih baik.

       Hal ini berbeda dengan pendapat salah seorang siswa yang mendapat nilai

rendah. Mereka masih menemui kesulitan dalam menulis paragraf deskripsi.

Kesulitan tersebut berkaitan dengan pengolahan ide dalam kaitannya aspek

imajinasi, pelukisan objek dan pemusatan uraian pada objek yang ditulis.

       Oleh karena itu, pada siklus II guru sebelumnya menjelaskan kembali

mengenai materi dan aspek penilaian paragraf deskripsi, sebelum siswa praktik

menulis paragraf deskripsi. Siswa sangat antusias dan selalu bertanya mengenai

materi yang dijelaskan guru, sehingga siswa menjadi lebih paham dan

kesulitankesulitan siswa dapat diatasi.

       Melalui beberapa jawaban siswa, kesimpulannya mereka sangat senang

dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi

dengan media lagu. Metode dan teknik yang digunakan sangat baik, sehingga

mampu menarik siswa untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu pembelajaran

yang dilaksanakan juga santai tapi tetap serius sehingga tidak membosankan bagi

siswa. Guru bersikap ramah, baik, perhatian pada siswa dan selalu memberikan

penguatan sebagai bukti penghargaan kepada hasil karya dan pendapat siswa.
                                                                          156



4.1.3.2.5 Hasil Dokumentasi Foto

       Dokumentasi pada penelitian ini bukti visual terhadap pembelajaran

menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu.

Pengambilan dokumentasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran menulis

paragraf deskripsi siklus II berlangsung. Gambar yang diambil meliputi pada saat

siswa diskusi dan proses sugesti imajinasi berlangsung yaitu siswa melakukan

diskusi kelompok, siswa membacakan hasil diskusi kelompok, siswa menyimak

lagu, siswa berimajinasi, siswa mencari gagasan dan menulis gagasan, siswa

menulis paragraf deskripsi. Gambar yang diambil merupakan gambar siswa pada

saat melakukan proses sugesti-imajinasi pada pembelajaran siklus II. Berikut

gambar-gambar yang merupakan dokumentasi foto pada pembelajaran siklus II

beserta uraian masing-masing gambar 30.




                   Gambar 30 Kegiatan diskusi kelompok
                                                                          157


       Gambar tersebut menggambarkan kegiatan diskusi kelompok. Masing-

masing kelompok terdiri atas lima siswa. Pada gambar terlihat guru mengawasi

jalannya diskusi. Siswa diminta untuk membuat paragraf deskripsi sesuai dengan

lagu yang telah diputarkan. Kemudian perwakilan masing-masing kelompok

membacakan hasil diskusi kelompok yang berupa paragraf deskripsi. Kelompok

lain memberikan tanggapan dan penilaian secara lisan sesuai dengan kriteria

penilaian yang sudah dijelaskan oleh guru. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada

gambar 31 berikut.




              Gambar 31 Membacakan Hasil Diskusi Kelompok


       Gambar tersebut merupakan kegiatan siswa pada saat membacakan hasil

diskusi. Masing-masing kelompok secara perwakilan membacakan hasil diskusi

mereka berupa paragraf deskripsi. Kelompok lain mendengarkan dengan baik

untuk memberikan tanggapan dan penilaian secara lisan sesuai dengan kriteria

penilaian yang sudah dijelaskan oleh guru. Kemudian, guru membahas hasil

diskusi siswa serta memberikan penguatan terhadap siswa atas hasil kerja dan
                                                                           158


tanggapan yang diberikan oleh siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa menjadi

paham mengenai paragraf deskripsi dan mengetahui letak kesalahannya. Kegiatan

selanjutnya adalah proses sugesti-imajinasi yang harus dilakukan siswa yaitu

menyimak lagu.




                           Gambar 32 Siswa menyimak lagu


       Gambar 32 tersebut merupakan kegiatan awal dalam proses sugesti-

imajinasi. Pada kegiatan tersebut siswa terlihat sangat antusias dan serius dalam

menyimak lagu dan video yang ditayangkan melalui LCD. Setelah kegiatan

tersebut selesai siswa diminta untuk berimajinasi. Dalam melakukan imajinasi

tersebut diiringi lagu tanpa tayangan video tsunami. Kegiatan selanjutnya adalah

pencarian gagasan dan penulisan gagasan. Kegiatan penulisan gagasan dapat

dilihat pada gambar berikut.
                                                                        159




                  Gambar 33 Kegiatan Siswa Menuliskan Gagasan


       Gambar 33 di atas menunjukkan situasi kelas saat siswa melakukan

kegiatan penulisan gagasan. Dalam kegiatan tersebut siswa benar-benar aktif

dalam menuliskan gagasan setelah proses imajinasi dan pencarian gagasan

berlangsung. Sebagian besar siswa terlihat bersemangat dan serius dalam proses

penulisan gagasan. Dalam kegiatan tersebut, guru (peneliti) berusaha memantau

kegiatan penulisan gagasan yang sedang berlangsung. Setelah ditulis, gagasan

yang muncul dikelompokkan agar terdapat kesinambungan gagasan. Guru juga

mengamati perilaku siswa ketika proses penulisan gagasan berlangsung. Kegiatan

selanjutnya adalah siswa praktik menulis paragraf deskripsi secara individu.

Berikut ini merupakan gambar dan deskripsi kegiatan tersebut.
                                                                       160




              Gambar 34 Siswa praktik Menulis Paragraf Deskripsi

       Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan siswa praktik menulis paragraf

deskripsi secara individu. Kegiatan ini merupakan akhir dari proses sugesti-

imajinasi dan kegiatan inti dalam pembelajaran. Terlihat pada gambar siswa

sangat serius dalam menulis paragraf deskripsi sesuai dengan tema lagu yang

diputarkan. Pada kegiatan ini siswa diputarkan lagu yang sama pada kegiatan

menyimak. Lagu ini berbeda dengan siklus I dan kegiatan diskusi kelompok.

Suasana kelas sangat tenang dan kondusif. Siswa sangat bersungguh-sungguh

dalam menulis paragraf deskripsi. Mereka mencoba untuk mengembangkan ide

dan gagasannya lebih baik lagi agar hasilnyapun menjadi lebih baik.


4.1.3.3 Refleksi

       Hasil keterampilan tes menulis paragraf deskripsi pada siklus II telah

mengalami peningkatan dari siklus I. Hasil tersebut sudah mencapai rata-rata

72,22 atau berkategori baik. Hasil tersebut sudah mencapai target yang

diharapkan.
                                                                              161


           Pada siklus II ini siswa sudah dapat mendeskripsikan objek yang ditulis

dengan lebih detail, jelas dan lengkap. Selain itu, pada aspek pendeskripsian siswa

juga sudah baik. Pada aspek organisasi isi, siswa sudah dapat mengorganisasikan

gagasan ke dalam paragraf sehingga terdapat kesinambungan isi dengan baik.

Selanjutnya, aspek bahasa dan EYD siswa sudah dapat memahaminya. Paragraf

deskripsi yang ditulis oleh siswa pada siklus II sudah lebih baik daripada siklus I.

Hal ini merupakan hasil yang sangat menggembirakan, karena berdasarkan hasil

nontes pada siklus II, terlihat juga adanya perubahan perilaku siswa ke arah

positif.

           Pada tahap observasi, terlihat siswa yang melakukan perilaku negatif

mulai berkurang. Siswa mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir dengan

sikap yang baik. Hal ini dibuktikan melalui hasil observasi yang menunjukkan

adanya peningkatan persentase perilaku positif siswa pada hasil observasi siklus

II.

           Pada kegiatan pengisian jurnal, terlihat sekali adanya perubahan pada

sikap siswa. Siswa yang pada siklus I mengisi jurnal dengan tidak serius, pada

siklus II sudah mulai menunjukkan adanya keseriusan pada siswa. Siswa

menanggapi dengan positif terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Mereka senang dengan media lagu yang diputarkan. Hampir sebagian besar siswa

menyatakan pembelajaran ini sangat menyenangkan. Hal ini sebagai bukti adanya

perubahan perilaku siswa yang positif.

           Adapun mengenai hasil nontes yang berupa dokumentasi foto dapat

diketahui pembelajaran terlihat semakin kondusif. Siswa sangat aktif mengikuti
                                                                              162


pembelajaran. Siswa sudah tidak malu lagi untuk bertanya, menjawab pertanyaan, dan

mengungkapkan pendapatnya. Selain itu, pada kegiatan diskusi kelompok siswa

terlihat semakin aktif. Mereka bekerja sama menyelesaikan tugas yang diberikan

oleh guru. Selama pembelajaran siswa sangat aktif dari awal hingga akhir

pembelajaran. Kegiatan ini semua tergambar dalam foto sebagai bukti visual untuk

menguatkan data-data nontes lainnya.

        Siswa sudah semakin aktif mengikuti pembelajaran. Mereka sudah tidak

malu lagi untuk mengungkapkan pendapat kepada guru. Hal ini, merupakan bukti

perubahan perilaku siswa ke arah yang positif.



4. 2 Pembahasan

        Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang

terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus melalui beberapa

tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Pada

siklus II, tahap-tahap tersebut dilaksanakan dengan perbaikan dari pembelajaran

siklus I.

        Hasil penelitian ini diperoleh dari data tes dan nontes, baik pada siklus I

maupun siklus II. Hasil pada kedua siklus tersebut digunakan untuk mengetahui

peningkatan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugesti-imajinasi dengan media lagu dan untuk mengetahui perubahan perilaku

siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Berikut ini uraian pelaksanaan

perolehan data pada prasiklus, siklus I, dan siklus II.
                                                                              163


       Kegiatan prasiklus ini dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa dan

sastra Indonesia sendiri. Peneliti hanya melihat nilai hasil menulis paragraf siswa,

wawancara dengan guru dan siswa. Hal ini dilakukan peneliti untuk mengetahui

kemampuan dasar siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Nilai rata-rata yang

diperoleh siswa adalah 60,57. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, siswa

kurang berminat mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Alasan

siswa karena pembelajaran menulis membosankan sehingga siswa banyak yang

berperilaku negatif.

       Kegiatan siklus I sebagai kegiatan awal dalam penelitian menulis paragraf

deskripsi ini. Melalui kegiatan siklus I ini, peneliti mendapatkan hasil penelitian

berupa hasil tes dan nontes. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes

hasil karya (produk) yang berupa paragraf deskripsi. Siswa menulis paragraf

deskripsi sesuai dengan tema pembelajaran hari itu dan tema lagu yang diputarkan

oleh guru. Musik dan lagu digunakan sebagai pencipta sugestif, stimulus, dan

sekaligus menjadi jembatan bagi siswa untuk membayangkan atau menciptakan

gambaran dan kejadian berdasarkan tema lagu. Adapun hasil nontes diperoleh dari

kegiatan observasi, wawancara, jurnal siswa, dan dokumentasi foto. Masing-

masing data hasil nontes tersebut kemudian dideskripsikan secara jelas sebagai

pelengkap hasil tes.

       Pada siklus I, proses pembelajaran diawali dengan mengkondisikan siswa

agar siap untuk mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan

menanyakan keadaan siswa, menyiapkan kondisi media yang akan digunakan

dalam pembelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran menulis paragraf
                                                                          164


deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Kegiatan

selanjutnya materi menulis paragraf deskripsi. Guru bertanya jawab dengan siswa

mengenai paragraf deskripsi. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih ingatan siswa

mengenai materi menulis paragraf deskripsi. Setelah itu guru menjelaskan segala

kegiatan yang akan dilakukan selama 3 jam pelajaran.

        Kegiatan inti pada siklus I ini diawali dengan guru membagikan contoh

paragraf deskripsi pada siswa. Contoh paragraf deskripsi tersebut juga

ditampilkan guru melalui LCD. Tujuan menampilkan contoh paragraf deskripsi

ini adalah sebagai bahan kegiatan diskusi kelompok. Guru menjelaskan aturan

dalam diskusi kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa. Guru

memberikan tugas pada siswa untuk mencari ciri-ciri paragraf deskripsi, hakikat

paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf

deskripsi.

       Perwakilan masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi. Secara

bergantian siswa membacakan hasilnya. Kelompok lain diminta untuk

memberikan tanggapan atau pendapat. Kegiatan diskusi ini berakhir dengan guru

menegaskan dan menjelaskan mengenai ciri-ciri paragraf deskripsi, hakikat

paragraf deskripsi dan topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf

deskripsi.

       Kegiatan selanjutnya adalah pemutaran lagu dan penyajian gambar

“Yogyakarta” melalui LCD. Sebelumnya guru mengajak siswa mengkondisikan

diri pada kenyamanan posisi. Kegiatan dilanjutkan dengan siswa melakukan

proses sugesti-imajinasi yaitu menyimak lagu dan gambar yang disajikan,
                                                                               165


berimajinasi, mencari gagasan yang sesuai tema lagu, menulis gagasan dan

menulis paragraf deskripsi.

       Kegiatan inti pembelajaran dalam pembelajaran ini adalah proses sugesti-

imajinasi. Kegiatan inti ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman

siswa terhadap materi menulis paragraf deskripsi. Secara individu, siswa menulis

paragraf deskripsi sebagai hasil tes menulis yang berupa produk siswa selama

pembelajaran.

       Siswa sangat antusias dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi

melalui media lagu. Bagi siswa ini merupakan hal yang sangat baru. Lagu yang

sebelumnya hanya sebagai hiburan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Lagu yang dipilih guru juga sudah sesuai dengan tema pembelajaran hari itu.

Siswa melakukan proses sugesti-imajinasi dan menulis paragraf deskripsi

berdasarkan tema pembelajaran hari itu dan lagu yang diputar.

       Kegiatan selanjutnya adalah merefleksi pembelajaran dan pengisian jurnal

siswa. Masing-masing siswa mendapatkan jurnal siswa. Jurnal ini berisi ungkapan

pendapat siswa mengenai pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang baru saja

dilakukan. Terdapat delapan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. Kegiatan

ini merupakan akhir proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siklus I.

       Melalui hasil tes dan nontes pada siklus I, peneliti berusaha melakukan

perbaikan untuk kegiatan siklus II agar lebih baik lagi. Siklus II ini merupakan

kelanjutan dari siklus I. Pada siklus II ini mengalami beberapa perubahan seperti

rencana pembelajaran dan media lagu yang akan digunakan. Tujuannya adalah
                                                                          166


untuk merubah perilaku siswa ke arah positif terhadap pembelajaran menulis

paragraf deskripsi.

       Kegiatan pada siklus II hampir sama dengan siklus I. Kegiatan diawali

dengan mengkondisikan siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran menulis

paragraf deskripsi. Guru menyampaikan apersepsi pembelajaran menulis paragraf

deskripsi pada hari itu. Kemudian guru memberi tahu mengenai hasil tes menulis

paragraf deskripsi pada siklus I. Guru juga menjelaskan beberapa kesalahan yang

banyak dilakukan siswa pada hasil pekerjaan siswa menulis paragraf deskripsi.

Selain itu, guru menjelaskan kembali mengenai aspek penilaian yang digunakan

dalam menulis paragraf deskripsi. Siswa yang belum paham diberi kesempatan

untuk bertanya. Kesempatan ini tidak dibiarkan begitu saja oleh siswa. Siswa

banyak bertanya mengenai pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dan aspek

penilaian yang digunakan dalam menilai paragraf deskripsi.

       Kegiatan dilanjutkan dengan siswa melakukan diskusi kelompok seperti

pada siklus I. Masing-masing kelompok masih tetap lima siswa. Siswa diminta

untuk melakukan proses sugesti-imajinasi yang hasil dari proses ini nanti berupa

paragraf deskripsi. Lagu yang diputarkan adalah “Titip Rindu Buat Ayah” oleh

Ebiet G.Ade. secara berkelompok siswa menulis paragraf deskripsi dengan

memperhatikan aspek penilaian yang telah dijelaskan. Setelah selesai, perwakilan

masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi yaitu berupa paragraf

deskripsi. Secara bergantian, kelompok lain menanggapi dan menilai secara lisan

sesuai dengan aspek penilaian yang sudah dijelaskan oleh guru. Guru selalu

membimbing jalannya diskusi.
                                                                           167


        Kegiatan selanjutnya adalah proses sugesti-imajinasi dengan media lagu

yang ditampilkan melalui LCD. Pada siklus II ini lagu yang diputarkan berbeda

dengan lagu sebelumnya yaitu “Berita Kepada kawan” oleh Ebiet G.Ade. Pada

siklus II ini tampilan yang disajikan untuk tugas individu berupa rekaman video

tsunami bukan berupa foto seperti pada siklus I. Guru mengajak siswa untuk

melakukan proses sugesti-imajinasi dengan baik. Pada kesempatan ini, siswa

tampak lebih serius dan konsentrasi dalam mengikuti proses sugesti-imajinasi.

Tahapan dalam proses sugesti-imajinasi dilakukan dengan baik. Pada kegiatan

menulis paragraf deskripsi siswa terlihat lebih konsentrasi dan serius.

Pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siklus II ini diakhiri dengan

pengisian jurnal siswa. Pertanyaan yang diajukan dalam jurnal masih tetap sama

seperti pada siklus I.

4.2.1 Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi melalui Metode

       Sugesti-Imajinasi dengan Media Lagu pada Siswa Kelas XA SMA

       Negeri 2 Blora

       Hasil tes menulis paragraf deskripsi yang telah dilakukan melalui siklus I

dan siklus II pada siswa kelas XA mencapai hasil yang cukup memuaskan. Nilai

rata-rata pada siklus I mengalami peningkatan pada siklus II. Hasil tersebut

sebagai bukti keberhasilan tindakan yang dilakukan. Peningkatan ini dipengaruhi

oleh persiapan yang lebih matang pada siklus II. Berikut ini tabel dan penjelasan

peningkatan hasil tes menulis paragraf deskripsi tiap siklus pada siswa kelas XA

SMA Negeri 2 Blora.
                                                                                 168



Tabel 33 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi Siklus I dan Siklus II

No.         Aspek Penilaian                  Nilai rata-rata kelas      Peningkatan
                                      Prasiklus Siklus I Siklus II          (%)
1.    Keterlibatan aspek                   -         71,66      80,83   12,79%
      pancaindra
2.    Imajinasi                            -         53,5      60,25    11,20%
3.    Kesan hidup                          -         64,33     69,66     8,28%
4.    Menunjukkan objek yang               -         56,33     65,33    15,97%
      ditulis
5.    Kesesuaian judul dengan              -         83,12     91,87    10,52%
      isi                                  -
6.    Kohesi dan koherensi                           78,12     81,87     4,80%
7.    Memusatkan uraian pada               -         67,5      73        8,14%
      objek yang ditulis
8.    Pemilihan kata                       -         78,12     90       15,20%
9.    EYD dan tanda baca                   -         77,5      81,87     5,63%
10.   Kerapian tulisan                     -         71,25     76,25     7,01%

Jumlah                                    -        701,43      770,93   99,54%
Rata-rata nilai                          62,1      65,2        72,22    10,76


        Melalui tabel tersebut dapat diketahui bahwa hasil tes pada prasiklus

mencapai rata-rata kelas 62,1. Nilai tersebut berasal dari nilai tes menulis paragraf

deskripsi yang dilakukan oleh guru sebelumnya. Rata-rata nilai yang telah dicapai

pada prasiklus ini masih di bawah standar ketuntasan belajar yaitu 65. Oleh

karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki nilai rata-rata tersebut.

Nilai yang berasal dari guru ini, digunakan sebagai pembanding pada siklus I dan

siklus II. Selain itu, digunakan juga untuk menentukan standar ketuntasan dalam

pembelajaran paragraf deskripsi pada siklus I dan siklus II.

        Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes keterampilan menulis paragraf

deskripsi dari siklus I dan siklus II yang terdapat pada tabel 31. Dapat dijelaskan

bahwa keterampilan menulis paragraf deskripsi setiap aspek mengalami

peningkatan. Berikut ini hasil deskripsi tabel secara rinci.
                                                                                  169


       Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I dengan rata-rata nilai

secara klasikal mencapai 65,2 berkategori cukup baik, karena masih berada pada

rentang 55-69. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan melalui akumulasi dari beberapa

aspek penilaian yang ada.

       Penilaian paragraf deskripsi ini terbagi atas tiga kelompok yaitu           (1)

pendeskripsian; (2) organisasi isi; dan     (3) bahasa dan EYD. Pada kelompok

pendeskripsian terbagi menjadi empat aspek penilaian yang meliputi                 (1)

keterlibatan aspek pancaindra; (2) imajinasi; (3) kesan hidup; (4) menunjukkan

objek yang ditulis.

       Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus I ini mencapai           71,66 atau

berkategori baik. Rata-rata tersebut sudah baik pada siklus I. hal ini menunjukkan

pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi yaitu keterlibatan pancaindra dalam

penulisan paragraf deskripsi baik.

       Aspek imajinasi pada siklus I ini mencapai 53,5. Rata-rata tersebut masih

dalam kategori kurang baik. Hal ini membuktikan bahwa siswa masih belum

paham dengan pentingnya imajinasi dalam paragraf deskripsi. Kualitas

pengolahan ide siswa masih pada sebatas menunjukkan atau memperlihatkan hal

yang ditulis. Oleh karena itu, perlu sekali adanya peningkatan hasil pada siklus II.

       Aspek kesan hidup pada siklus I ini secara klasikal mencapai nilai rata-rata

64,33 atau berkategori cukup baik. Hal ini membuktikan pemahaman siswa dalam

melukiskan objek tulisan sudah cukup baik. Sebagian besar siswa hanya

melukiskan sebagian keadaan objek.
                                                                            170


        Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai

siswa secara klasikal adalah 56,33 atau berkategori cukup baik. Dengan demkian,

dapat disimpulkan paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek

menunjukkan objek yang ditulis kurang memuaskan. Siswa belum begitu paham

mengenai cara mendeskripsikan objek yang ditulis. Pada aspek ini yang dinilai

tidak hanya menunjukkan secara lugas objek tulisan melainkan cara menunjukkan

letak, kondisi dan kebersihan objek juga dinilai. Hal ini membuktikan bahwa

siswa masih kurang paham cara menunjukkan objek yang ditulis. Oleh karena itu,

perlu sekali untuk ditingkatkan hasilnya pada siklus II.

        Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu     (1)

kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian

pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai

yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 83,12 atau berkategori baik. Hal

ini dikarenakan siswa kelas XA sudah mampu membuat judul yang sesuai dengan

isi paragraf yang ditulis. Hasil tersebut merupakan hasil yang sangat baik pada

siklus I.

        Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus I ini mencapai rata-rata 78,12

atau berkategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan paragraf deskripsi

yang ditulis oleh siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah memuaskan.

Siswa sudah paham mengenai kohesi dan koherensi dalam paragraf deskripsi.

        Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada

siklus I ini adalah 67,5 atau berkategori cukup baik. Hal ini menunjukkan siswa

belum terlalu paham mengenai pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan
                                                                                   171


dengan objek tulisan deskripsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

paragraf deskripsi yang ditulis siswa pada aspek memusatkan perhatian pada

objek cukup memuaskan walaupun masih perlu diperbaiki pada siklus II.

           Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian yaitu (1)

pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada aspek

pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 78,12 atau

berkategori baik. Siswa sudah paham              menggunakan kata dalam paragraf

deskripsinya. Hal ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan paham mengenai

pemilihan kata yang sesuai.

           Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I mencapai

77,5. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa

siswa sudah paham mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil

menulis paragraf deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan

tanda baca.

           Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-

rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 71,25 atau berkategori

baik. Pada aspek penilaian kerapian tulisan yang dinilai tidak hanya keindahan

tulisannya saja melainkan kebersihan dan kemudahan untuk dibaca. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian

tulisan.

           Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus I hasil tes menulis

paragraf deskripsi siswa kelas X.A sudah mencapai kategori cukup baik. Hasil

tersebut diperoleh dari nilai rata-rata tiap aspek yang kemudian diakumulasikan.
                                                                              172


       Pada aspek keterlibatan aspek pancaindra, kesesuaian judul dengan isi,

kohesi dan koherensi, pemilihan kata, ejaan dan tanda baca,         kerapian tulisan

sudah menunjukkan hasil yang baik. Masing-masing aspek tersebut sudah

mencapai kategori baik. Pada aspek kesan hidup, menunjukkan objek yang ditulis,

dan memusatkan uraian pada objek yang ditulis sudah menunjukkan kategori

cukup baik. Tetapi pada aspek imajinasi masih dalam kategori kurang baik. Hal

ini perlu ditingkatkan pada siklus II. Berikut ini deskripsi hasil tes keterampilan

menulis paragraf deskripsi pada siklus II beserta peningkatannya.

       Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siklus II secara

klasikal mencapai nilai 72,22 dengan rentang nilai 70-84 atau berkategori baik.

Pencapaian nilai tersebut berarti sudah memenuhi target yang diharapkan bahkan

melampaui target yang ditentukan. Dengan demikian, hasil tes keterampilan

menulis paragraf deskripsidapat dikatakan telah berhasil. Penjelasan nilai

masingmasing aspek diuraikan sebagai berikut.

       Penilaian paragraf deskripsi pada siklus II ini masih sama pada siklus I,

terbagi atas tiga kelompok yaitu (1) pendeskripsian; (2) organisasi isi; dan (3)

bahasa dan EYD. Pada kelompok pendeskripsian terbagi menjadi empat aspek

penilaian yang meliputi (1) keterlibatan aspek pancaindra; (2) imajinasi; (3) kesan

hidup; (4) menunjukkan objek yang ditulis.

       Aspek keterlibatan pancaindra pada siklus II ini mencapai 80,83 atau

berkategori baik. Rata-rata tersebut sudah baik pada siklus II. Hasil tersebut

mengalami peningkatan sebesar 12,79%. Hal ini menunjukkan tingkat
                                                                             173


pemahaman siswa tentang paragraf deskripsi yaitu keterlibatan pancaindra dalam

penulisan paragraf deskripsi sudah baik.

       Aspek imajinasi pada siklus II ini mencapai 60,25. Rata-rata tersebut

sudah pada kategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar

11,20%. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah cukup paham dengan

pentingnya imajinasi dalam paragraf deskripsi. Kualitas pengolahan ide siswa

sudah cukup baik walaupun sebagian siswa masih sebatas menunjukkan atau

memperlihatkan hal yang ditulis dan merasakannya secara biasa.

       Aspek kesan hidup pada siklus II ini secara klasikal mencapai nilai rata-

rata 69,66 atau berkategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan

sebesar 8,28%. Hal ini membuktikan pemahaman siswa dalam melukiskan objek

tulisan sudah cukup baik. Sebagian besar siswa hanya melukiskan sebagian

keadaan objek.

       Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai

siswa secara klasikal adalah 65,33 atau berkategori cukup baik. Pada aspek ini

mengalami peningkatan sebesar 15,97%. Dengan demkian, dapat disimpulkan

paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek menunjukkan objek yang

ditulis cukup memuaskan. Siswa sudah cukup paham mengenai cara

mendeskripsikan objek yang ditulis.

       Pada kelompok organisasi isi meliputi tiga aspek penilaian yaitu       (1)

kesesuaian judul dengan isi; (2) kohesi dan koherensi; dan (3) memusatkan uraian

pada objek yang ditulis. Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai

yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 91,87 atau berkategori sangat
                                                                            174


baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 10,52%. Hal ini dikarenakan

siswa kelas XA sudah mampu membuat judul yang sesuai dengan isi paragraf

yang ditulis. Hasil tersebut merupakan hasil yang sangat memuaskan pada siklus

II.

          Pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus II ini mencapai rata-rata

81,87 atau berkategori baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar

4,80% dibandingkan hasil tes pada siklus I. Dengan demikian, dapat disimpulkan

paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah

baik. Siswa sudah paham mengenai kohesi dan koherensi dalam paragraf

deskripsi.

          Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada

siklus II ini adalah 73 atau berkategori baik. Pada aspek ini mengalami

peningkatan sebesar 8,14%. Hal ini menunjukkan siswa sudah paham mengenai

pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan dengan objek tulisan deskripsi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paragraf deskripsi yang ditulis siswa

pada aspek memusatkan perhatian pada objek sudah baik.

          Kelompok ketiga yaitu bahasa dan EYD, meliputi tiga aspek penilaian

yaitu (1) pemilihan kata; (2) ejaan dan tanda baca; dan (3) kerapian tulisan. Pada

aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 90

atau berkategori sangat baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar

11,20% siswa sudah paham menggunakan kata dalam paragraf deskripsinya. Hal

ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan paham mengenai pemilihan kata yang

sesuai.
                                                                             175


           Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus II mencapai

81,87. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Pada aspek ini mengalami

peningkatan sebesar 5,63%. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah paham

mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil menulis paragraf

deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan tanda baca.

           Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-

rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 76,25 atau berkategori

baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 7,01%. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian

tulisan.

           Peningkatan-peningkatan yang terjadi tiap aspek memang suatu hal yang

membanggakan dan diharapkan. Hal inilah yang sangat diharapkan oleh peneliti

sebagai hasil dari siklus II. Hasil tersebut merupakan target yang ingin dicapai

dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siklus II. Keberhasilan

pencapaian target ini membuktikan bahwa tindakan pada siklus II sudah berhasil

dengan baik. Hasil tersebut juga dijelaskan pada diagram yang mengalami

peningkatan persentase tiap aspek penilaian.

           Diagram pie pada siklus I menunjukkan hasil tes menulis paragraf

deskripsi. Pada siklus I, rentang nilai antara 70-84 atau berkategori baik dicapai

oleh 11 siswa atau sebesar 27,5%. Nilai antara 55-69 atau berkategori cukup baik

dicapai oleh 29 siswa atau 72,5%. Untuk rentang nilai 85-100 atau berkategori

sangat baik dan rentang nilai 0-54 atau berkategori kurang baik siswa tidak ada
                                                                                 176


yang mencapainya. Secara klasikal rata-rata nilai pada siklus I mencapai 65,2 atau

berkategori cukup baik dengan berada pada posisi rentang nilai 55-69.

       Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada diagram pie siklus II

menunjukkan hasil jumlah nilai siswa antara 85-100 termasuk dalam kategori

sangat baik dicapai oleh 3 siswa diantaranya 7,5%. Kategori baik dicapai oleh 19

siswa atau 47,5% dengan rentang nilai 70-84. Kategori cukup baik dengan rentang

nilai antara 55-69 dicapai oleh 18 siswa atau 45% dan untuk kategori kurang baik

tidak ada yang mencapainya. Pada siklus II ini kategori sangat baik yang semula

tidak ada yang mencapainya, sudah dicapai oleh 3 siswa. Pada siklus II ini nilai

rata-rata kelas secara klasikal adalah 72,22 atau berkategori baik, karena berada

pada rentang 70-84. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan antara siklus

I dengan siklus II. Peningkatan tersebut sebesar 10,76%. Hasil ini merupakan

bukti keberhasilan penelitian menulis paragraf deskripsi pada siklus II.

       Peningkatan ini dipengaruhi oleh ketertarikan siswa terhadap media lagu

dan video tsunami yang ditayangkan melalui LCD. Pada siklus II ini, guru

mencoba mencari lagu yang sesuai dengan tema pemelajaran dan lagu yang dapat

menarik perhatian siswa. Pemilihan lagu dan tampilannya tersebut berdasarkan

keinginan siswa pada hasil jurnal dan wawancara siklus I. Jadi,secara tidak

langsung siswa menjadi lebih menyukai pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

       Secara keseluruhan, hasil tindakan pada siklus I dan siklus II masing-

masing aspek dapat disimpulkan sebagai berikut. Pada aspek keterlibatan

pancaindra siklus I mencapai nilai rata-rata klasikal sebesar 71,66 dengan kategori

baik. Pada siklus II hasil tersebut mengalami peningkatan menjadi 80,83 atau
                                                                                     177


berkategori baik. Melalui pencapaian nilai rata-rata tersebut terdapat peningkatan

sebesar 12,79. Peningkatan ini memang tidak begitu besar bila dilihat kategori

nilai, tetapi bila dilihat dari persentase nilai maka peningkatan ini cukup besar.

        Pencapaian nilai aspek imajinasi pada siklus I mengalami peningkatan

pada siklus II sebesar 11,20%. Pada siklus I, nilai rata-rata secara klasikal 53,5

atau berkategori kurang baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan menjadi

60,25 atau termasuk dalam kategori cukup baik. Peningkatan tersebut sudah baik,

karena pada siklus I kemampuan siswa dalam imajinasi pada kategori kurang baik

dapat berubah menjadi kategori cukup baik. Hal ini membuktikan bahwa siswa

dapat mengolah idenya dengan baik sehingga pembaca seolah-olah melihat dan

merasakan hal-hal yang ditulis.

       Peningkatan untuk aspek kesan hidup pada siklus I ke siklus II sebesar

8,28%. Pada siklus I aspek kesan hidup nilai rata-rata sebesar 64,33 atau

berkategori cukup baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II

menjadi 69,66 atau berkategori cukup baik. Peningkatan tersebut dapat

menunjukkan bahwa siswa sudah cukup paham mengenai pelukisan objek dalam

paragraf deskripsi.

        Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis mengalami peningkatan

sebesar 15,97%. Aspek menunjukkan objek secara langsung menunjukkan nilai

rata-rata sebesar 56,33 atau berkategori cukup baik. Pada siklus II mengalami

peningkatan menjadi 65,33 atau berkategori cukup baik. Hal ini menunjukkan

bahwa adanya peningkatan pada pemahaman siswa mengenai penunjukan objek

yang ditulis dalam paragraf deskripsi.
                                                                             178


       Peningkatan aspek kesesuaian judul dengan isi mengalami peningkatan

sebesar 10,52%. Pada siklus I, nilai rata-rata mencapai 83,12 atau berkategori

baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II menjadi sebesar 91,87

atau berkategori sangat baik. Peningkatan tersaebut menunjukkan bahwa siswa

sudah paham mengenai ejaan dan tanda baca.

       Pencapaian nilai pada aspek kohesi dan koherensi pada siklus I mengalami

peningkatan pada siklus II. Rata-rata nilai pada aspek kohesi dan koherensi yang

dicapai pada siklus I mencapai 78,12 atau berkategori baik. Nilai tersebut

mengalami peningkatan sebesar       4,80% pada siklus II menjadi       81,87 atau

berkategori baik. Walaupun perubahan tidak terlalu besar, namun hasil tersebut

sudah membuktikan bahwa pemahaman siswa mengenai kohesi dan koherensi

meningkat.

       Peningkatan aspek memusatkan uraian pada objek yang ditulis. Dari siklus

I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,14%. Pada siklus I, nilai rata-rata

mencapai 67,5 atau berkategori cukup baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan

pada siklus II menjadi sebesar 73 atau berkategori baik. Hal ini membuktikan

bahwa siswa sudah paham dalam memusatkan uraian pada objek yang ditulis.

       Aspek pemilihan kata pada siklus II mengalami peningkatan sebesar

15,20%. Pada aspek siklus I aspek pemilihan kata mencapai nilai rata-rata 78,17

atau berkategori baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II

menjadi 90 atau berkategori sangat baik. Hasil tersebut merupakan hasil yang

memuaskan dan menunjukkan bahwa siswa sudah mampu memilih kata sesuai

dengan situasi yang diceritakan.
                                                                             179


       Pada aspek ejaan dan tanda baca mengalami peningkatan sebesar 5,63%.

Aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I menunjukkan hasil nilai rata-rata

mencapai 77,5 atau berkategori baik. Pada siklus II mengalami peningkatan

menjadi 81,87 atau termasuk dalam kategori baik. Peningkatan tersebut

membuktikan bahwa siswa sudah lebih paham mengenai ejaan dan tanda baca

pada penulisan paragraf deskripsi.

       Aspek terakhir adalah kerapian tulisan. Aspek kerapian tulisan mengalami

peningkatan sebesar 7,01%. Pada siklus I rata-rata nilai secar klasikal mencapai

71,25 atau berkategori baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan pada siklus II

menjadi sebesar 76,25 atau berkategori baik. Hal tersebut sudah membuktikan

bahwa tulisan siswa sudah semakin rapi, jelas, mudah dibaca dan bersih.

Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi tersebut juga dijelaskan pula

melalui diagram batang berikut ini.


                 Hasil Tes Menulis Paragraf Deskripsi
                         Tiap Aspek Penilaian

                100
                 80
                 60
          Nilai
                 40                                              Siklus I
                 20                                              Siklus II
                  0
                      1   2 3 4 5 6 7 8           9 10
                                Aspek Penilaian


Gambar 35 Diagram Batang Peningkatan Hasil Tes Menulis Paragraf

              Deskripsi Siklus I dan Siklus II
                                                                               180


       Diagram batang tersebut merupakan diagram peningkatan hasil tes

menulis paragraf deskripsi siklus I dan siklus II. Pada diagram tersebut tampak

adanya peningkatan rata-rata nilai tes menulis paragraf deskripsi pada tiap

aspeknya. Hasil tes menulis paragraf deskripsi pada siklus I menunjukkan hasil

yang belum memuaskan. Hal ini terlihat dari diagram masih ada beberapa aspek

yang belum mencapai nilai baik.


       Pada siklus I hasil tes menulis paragraf deskripsi mencapai rata-rata nilai

secara klasikal 65,2 berkategori cukup baik, karena masih berada pada rentang

nilai 55-69. Nilai rata-rata tersebut dihasilkan melalui akumulasi dari beberapa

aspek penilaian yang ada.

       Pada aspek penilaian keterlibatan pancaindra nilai rata-rata mencapai

71,66 dengan kategori baik. Hal ini dikarenakan siswa kelas XA sudah mampu

melibatkan aspek pancaindra dalam tulisan deskripsinya. Hasil tersebut

merupakan hasil yang baik pada siklus I.

       Nilai rata-rata klasikal aspek imajinasi pada siklus I mencapai rata-rata

53,5. Rata-rata tersebut masih dalam kategori kurang baik. Dalam tulisan

deskripsinya, siswa hanya mengajak pembaca untuk melihat objek yang ditulis.

Hal ini membuktikan bahwa siswa masih belum dapat mengolah ide dengan baik.

Oleh karena itu perlu sekali adanya peningkatan hasil pada siklus II.

       Aspek kesan hidup pada siklus I mencapai 64,33 atau berkategori cukup

baik. Rata-rata tersebut menunjukkan siswa belum cukup paham melukiskan

objek tulisan deskripsinya.     Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis pada

siklus I mencapai nilai rata-rata 56,33 atau berkategori cukup baik. Hal ini
                                                                             181


menunjukkan bahwa siswa belum mampu menunjukkan objek tulisan deskripsi

secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu sekali ditingkatkan hasilnya pada siklus

II.

       Rata-rata nilai untuk aspek kesesuaian judul dengan isi mencapai 83,12

atau berkategori baik. Dengan demikian, siswa sudah dapat menyesuaikan judul

dengan isi paragraf. Pada aspek kohesi dan koherensi rata-rata siswa mencapai

78,12 atau berkategori baik. Hal ini membuktikan paragraf deskripsi yang ditulis

siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah baik.

       Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada

siklus I ini adalah 67,5 atau berkategori cukup baik. Hal ini menunjukkan siswa

belum terlalu paham mengenai pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan

dengan objek tulisan deskripsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

paragraf deskripsi yang ditulis siswa pada aspek memusatkan perhatian pada

objek cukup memuaskan walaupun masih perlu diperbaiki pada siklus II.

       Pada aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai

siswa adalah 78,12 atau berkategori baik. Siswa sudah paham menggunakan kata

dalam paragraf deskripsinya. Hal ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan

paham mengenai pemilihan kata yang sesuai.

       Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus I mencapai

77,5. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa

siswa sudah paham mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil

menulis paragraf deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan

tanda baca.
                                                                             182


           Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-

rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 71,25 atau berkategori

baik. Pada aspek penilaian kerapian tulisan yang dinilai tidak hanya keindahan

tulisannya saja melainkan kebersihan dan kemudahan untuk dibaca. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian

tulisan.

           Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siklus II secara

klasikal mencapai nilai 72,22 terdapat pada rentang nilai 70-84 atau berkategori

baik. Pencapaian nilai tersebut berarti sudah memenuhi target yang diharapkan.

Bahkan melebihi target yang diharapkan. Dengan demikian, hasil tes keterampilan

menulis paragraf deskripsi dapat dikatakan telah berhasil. Penjelasan nilai

masingmasing aspek penilaian diuraikan sebagai berikut.

           Pada aspek keterlibatan pancaindra siklus I mencapai nilai rata-rata

klasikal sebesar 71,66 dengan kategori baik. Pada siklus II hasil tersebut

mengalami peningkatan menjadi 80,83 atau berkategori baik. Melalui pencapaian

nilai rata-rata tersebut terdapat peningkatan sebesar 12,79. Hasil ini menunjukkan

bahwa siswa semakin paham melibatkan aspek pancaindra dalam paragraf

deskripsinya.

           Aspek imajinasi mencapai nilai rata-rata 60,25. Rata-rata tersebut sudah

pada kategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 11,20%.

Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah cukup paham dengan pentingnya

imajinasi dalam paragraf deskripsi.
                                                                              183


       Aspek kesan hidup secara klasikal mencapai nilai rata-rata 69,66 atau

berkategori cukup baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 8,28%.

Hal ini membuktikan pemahaman siswa dalam melukiskan objek tulisan sudah

cukup baik. Sebagian besar siswa hanya melukiskan sebagian keadaan objek.

       Pada aspek menunjukkan objek yang ditulis, rata-rata nilai yang dicapai

siswa secara klasikal adalah 65,33 atau berkategori cukup baik. Pada aspek ini

mengalami peningkatan sebesar 15,97%. Dengan demikian, dapat disimpulkan

paragraf deskripsi yang ditulis oleh siswa untuk aspek menunjukkan objek yang

ditulis cukup memuaskan. Siswa sudah cukup paham mengenai cara

mendeskripsikan objek yang ditulis.

       Pada aspek kesesuaian judul dengan isi rata-rata nilai yang dicapai siswa

secara klasikal adalah sebesar 91,87 atau berkategori sangat baik. Pada aspek ini

mengalami peningkatan sebesar 10,52%. Hal ini dikarenakan siswa kelas XA

sudah mampu membuat judul yang sesuai dengan isi paragraf yang ditulis.

       Pada aspek kohesi dan koherensi mencapai nilai rata-rata      81,87 atau

berkategori baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar              4,80%

dibandingkan hasil tes pada siklus I. Dengan demikian, paragraf deskripsi yang

ditulis oleh siswa untuk aspek kohesi dan koherensi sudah baik. Siswa sudah

paham mengenai kohesi dan koherensi dalam paragraf deskripsi.

       Aspek memusatkan perhatian pada objek yang ditulis rata-rata nilai pada

siklus II ini adalah 73 atau berkategori baik. Pada aspek ini mengalami

peningkatan sebesar 8,14%. Hal ini menunjukkan siswa sudah paham mengenai

pemusatan uraian pada hal-hal yang berhubungan dengan objek tulisan deskripsi.
                                                                             184


Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paragraf deskripsi yang ditulis siswa

pada aspek memusatkan perhatian pada objek sudah baik.

           Aspek pemilihan kata secara klasikal nilai rata-rata yang dicapai siswa

adalah 90 atau berkategori sangat baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan

sebesar 11,20% siswa sudah paham             menggunakan kata dalam paragraf

deskripsinya. Hal ini menunjukkan siswa sudah mengerti dan paham mengenai

pemilihan kata yang sesuai.

           Rata-rata nilai untuk aspek ejaan dan tanda baca pada siklus II mencapai

81,87. Rata-rata tersebut masih dalam kategori baik. Pada aspek ini mengalami

peningkatan sebesar 5,63%. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah paham

mengenai ejaan dan tanda baca. Hal ini ditunjukkan pada hasil menulis paragraf

deskripsi yang ditulis siswa sudah memperhatikan ejaan dan tanda baca.

           Aspek yang terakhir adalah aspek kerapian tulisan. Pada aspek ini, rata-

rata nilai yang dicapai oleh siswa secara klasikal sebesar 76,25 atau berkategori

baik. Pada aspek ini mengalami peningkatan sebesar 7,01%. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa siswa sudah berada pada kategori baik pada aspek kerapian

tulisan.

           Peningkatan-peningkatan yang terjadi tiap aspek memang suatu hal yang

sangat membanggakan. Hal inilah yang sangat diharapkan oleh peneliti sebagai

hasil pada siklus II. Hasil tersebut merupakan target yang ingin dicapai dengan

pembelajaran menulis paragraf deskripsi siklus II. Keberhasilan pencapaian target

ini membuktikan bahwa tindakan pada siklus II sudah berhasil dengan

memuaskan.
                                                                               185


       Hasil tes keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan

sebesar 10,76% dari siklus I. Sebagaimana diungkapkan Petrus (2005: 3)

penggunaan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dapat mengoptimalkan

kerja belahan otak kanan sehingga para siswa dapat mengembangkan

imajinasinya secara leluasa. Hasil kerja belahan otak kanan adalah keseimbangan

kinerja otak kanan dan kiri yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam

memperoleh informasi, pengorganisasian informasi dan akhirnya menuliskan

informasi tersebut dalam bentuk tulisan yang baik.

       Hasil tersebut sebagai bukti keberhasilan pada siklus II, karena telah nilai

rata-rata 72,22. Nilai tersebut sudah di atas target yang ingin dicapai. Sekitar 7,5%

siswa atau 3 siswa mencapai nilai dengan kategori sangat baik. Sekitar 19 siswa

atau 47,5% sudah mencapai nilai dengan kategori baik. Sedangkan 18 siswa atau

45% mencapai nilai dengan kategori baik. Dari pemaparan di atas dapat diketahui

sekitar 55% siswa telah mencapai nilai di atas standar minimal ketuntasan yang

telah ditentukan.

4.2.2 Perubahan Perilaku Siswa Kelas XA SMA Negeri 2 Blora terhadap

      Pembelajaran Menulis Paragraf Deskripsi melalui Metode Sugesti

      Imajinasi dengan Media Lagu

      Berdasarkan serangkaian analisis data baik tes dan nontes dalam

pembelajaran keterampilan menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu dapat dijelaskan bahwa perilaku siswa dalam belajar

menunjukkan adanya perubahan. Perubahan ini mengarah pada perubahan
                                                                           186


perilaku siswa ke arah positif. Suasana kelas yang semula kurang kondusif

berganti dengan suasana kelas yang nyaman, menyenangkan dan kondusif. Siswa

semakin serius dalam mengikuti proses sugesti-imajinasi. Dalam pembelajaran,

siswa yang dulunya pasif menjadi siswa yang aktif dalam mengikuti proses

pembelajaran.

       Perubahan perilaku ke arah positif ini dibuktikan melalui hasil tes pada

siklus II yang semakin meningkat dibandingkan siklus I. Rata-rata nilai menulis

paragraf deskripsi yang semula pada siklus I mencapai nilai 65,2 atau berkategori

cukup baik meningkat menjadi 72,22 atau berkategori baik. Meningkatnya hasil

rata-rata nilai dan berubahnya kategori tersebut membuktikan bahwa siswa

semakin paham dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

       Peningkatan keterampilan menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA

ini memuaskan. Sebelum dilakukan tindakan siklus I maupun siklus II,

keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi masih kurang. Hal ini sangat

berbeda setelah dilakukan tindakan siklus I dan siklus II pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Melalui

tindakan ini, keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi mengalami

peningkatan. Dengan demikian, penggunaan metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu mampu membantu siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Selain itu,

pemahaman siswa terhadap materi menulis paragraf deskripsi juga semakin

bertambah. Oleh karena itu, melalui tindakan ini dapat merubah perilaku siswa ke

arah yang positif.
                                                                          187


       Kehadiran media lagu dan penerapan metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi pada siswa kelas XA

SMA Negeri 2 Blora mampu membantu kelancaran pembelajaran, menggali

kreativitas dan pengetahuan siswa. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi yang

terkesan menjemukan dan membosankan menjadi menyenangkan dengan

penerapan metode sugesti-imajinasi dan penggunaan media lagu.lagu ini telah

mampu memberikan sugesti pada siswa sehingga pembelajaran lebih menarik,

menyenangkan, santai, dan lebih bermakna bagi siswa.

       Dikatakan lebih bermakna, karena pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugest-imajinasi dengan media lagu mampu merubah

perilaku siswa ke arah yang positif. Hal ini dibuktikan dengan sikap siswa dalam

menanggapi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Melalui lagu siswa

memperoleh sugesti yang dapat digunakan untuk merangsang imajinasi siswa.

Imajinasi yang terbangun membantu siswa dalam menggali pengalaman hidup,

mengorganisasikannya, dan memberikan respons dalam bentuk simbol-simbol

verbal yang baik. Oleh karena itu hasil tes menulis paragraf deskripsi semakin

baik dan meningkat.

       Hasil tersebut dibuktikan juga melalui hasil nontes seperti observasi,

wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Melalui observasi dapat diketahui sikap

siswa selama pembelajaran dilaksanakan. Hampir perilaku negatif pada siklus II

sudah tidak dijumpai lagi berubah menjadi perilaku positif. Siswa mengikuti

pembelajaran dengan aktif dan serius. Berikut ini tabel data peningkatan hasil

observasi.
                                                                               188



             Tabel 34 Peningkatan hasil observasi dari siklus I ke siklus II

No.                Aspek Observasi               Siklus I   Siklus II   Peningkatan
                                                   (%)        (%)           (%)
1.    Siswa tidak memperhatikan penjelasan       32,5%        15%         -17,5%
      guru dan melakukan kegiatan yang
      tidak perlu (bicara sendiri, melamun,
      mengganggu teman).
2.    Siswa aktif bertanya, memberi               25%        47,5%        22,5%
      tanggapan mengenai materi paragraf
      deskripsi yang sedang diajarkan.
3.    Siswa tidak melakukan diskusi dengan        30%        7,5%         -22,5%
      baik     (bicara sendiri,      melamun,
      mengganggu teman).
4.    Siswa        meremehkan         kegiatan   12,5%        10%         -2,5%
      menyimak.
5.    Siswa        meremehkan         kegiatan   22,5%        15%         -7,5%
      imajinasi.
6.    Siswa mengganggu teman lain pada            15%        7,5%         -7,5%
      saat pencarian gagasan.
7.    Siswa mengikuti proses penulisan           72,5%        80%          7,5%
      gagasan dengan baik.
8.    Siswa menulis paragraf deskripsi           77,5%        90%         12,5%
      dengan baik dan penuh konsentrasi.


       Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa hasil observasi pada tindakan

siklus I mengalami perubahan pada tindakan siklus II. Perubahan ini disebabkan

berkurangnya perilaku negatif siswa dalam pembelajaran.

       Pada hasil observasi siklus I, perolehan hasil rata-rata untuk aspek siswa

tidak memperhatikan penjelasan guru sebesar 32,5%. Aspek keaktivan siswa
                                                                               189


bertanya dan memberi tanggapan mengenai materi paragraf deskripsi yang sedang

diajarkan hanya mencapai 25%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih pasif

dan malas bertanya atau memberi tanggapan mengenai materi menulis paragraf

deskripsi. Mereka hanya mau berbicara apabila ditunjuk oleh guru.

       Rata-rata hasil observasi untuk aspek sikap negatif siswa dalam kegiatan

diskusi mencapai 30%. Dalam kegiatan diskusi kelompok masih ada beberapa

siswa yang tidak aktif. Mereka asyik bercerita, melamun dan bermain sendiri.

       Rata-rata untuk aspek meremehkan kegiatan menyimak sebesar 12,5%.

Pada aspek ini masih terdapat siswa yang acuh dalam menyimak. Siswa seolah

tidak tertarik dengan media yang digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf

deskripsi.

       Perolehan hasil rata-rata untuk aspek meremehkan kegiatan imajinasi

sebesar 22,5%. Beberapa siswa meremehkan kegiatan imajinasi karena mereka

pada saat kegiatan menyimak lagu tidak melakukannya dengan baik. Hal ini yang

membuat pelaksanaan proses imajinasi terganggu.

       Sekitar 15% siswa mengganggu teman lain pada saat pencarian gagasan.

Hasil observasi siklus I pada aspek mengikuti proses penulisan gagasan dengan

baik sebesar 77,5%. Sikap siswa pada saat menulis paragraf deskripsi sudah

menunjukkan sikap yang baik dalam menulis paragraf deskripsi. Hasil tersebut

termasuk dalam kategori baik.

       Pada hasil observasi siklus II, mengalami peningkatan. Perilaku positif

siswa semakin ditunjukkan selama pembelajaran. Perilaku negatif siswa pada

aspek tidak memperhatikan penjelasan guru dan melakukan kegiatan yang tidak
                                                                           190


perlu (bicara sendiri, melamun, mengganggu teman) mulai berkurang. Pada aspek

ini terjadi pengurangan sikap negatif siswa sebesar 17,5%. Pada aspek ini masih

ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru sebesar 15%.

       Keaktifan siswa dalam bertanya dan memberi tanggapan mengenai materi

menulis juga mengalami peningkatan. Peningkatan ini sebesar 22,5% dari siklus I

menjadi 47,5%. Hasil tersebut belum begitu memuaskan, karena masih ada

beberapa siswa yang masih ragu-ragu atau belum berani untuk mengungkapkan

pendapatnya. Oleh karena itu, guru selalu memberikan penguatan pada setiap

pendapat maupun jawaban siswa sebagai penghargaan terhadap siswa.

       Perubahan sikap siswa ke arah positif juga ditunjukkan dengan

berkurangnya aspek    siswa tidak melakukan diskusi dengan baik (bicara sendiri,

melamun, mengganggu teman) sebesar 22,5% dari siklus I menjadi 7,5%. Pada

siklus II ini, partisipasi aktif siswa terlihat semakin baik. Mereka bekerjasama

menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

       Pelaksanaan proses sugesti-imajinasi meliputi kegiatan menyimak lagu,

pencarian gagasan, penulisan dan pengelompokan gagasan, serta menulis paragraf

deskripsi. Pada aspek siswa meremehkan kegiatan menyimak terjadi perubahan

sikap siswa ke arah positif sebesar 2,5%. Pada kegiatan tersebut 90% siswa

melakukan dengan penuh perhatian dan baik. Sebagian besar siswa melakukan

sesuai dengan petunjuk yang diminta oleh peneliti. Sedangkan 10% siswa mereka

bermain sendiri atau berbicara sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tertarik

pada media lagu yang digunakan.
                                                                          191


       Pada proses selanjutnya, proses imajinasi sebanyak   15% siswa tidak

melaksanakannya dengan baik. 85% siswa melaksanakan proses imajinasi sesuai

dengan perintah guru. Hasil tersebut menunjukkan terjadi pengurangan sikap

negatif siswa sebesar 7,5% dari siklus I. Dengan demikian, siswa sudah

memahami jalannya proses sugesti-imajinasi.

       Selain itu, pada proses pencarian gagasan sebanyak        7,5% siswa

mengganggu temannya dan 92,5% siswa melakukan dengan penuh konsentrasi.

Terjadi peningkatan sikap positif siswa dengan berkurangnya sikapa negatif siswa

sebesar 7,5%. Hasil dari kegiatan pencarian gagasan ini yang nantinya menjadi

dasar penulisan paragraf deskripsi, hal ini menyebabkan siswa melaksanakan

dengan sungguh-sungguh.

       Perolehan hasil observasi siswa mengenai proses penulisan gagasan

mengalami peningkatan sebesar 7,5% dibanding siklus I. Sebesar 80% siswa

dapat melakukannya dengan baik. Terdapat sekitar 20% siswa tidak melaksanakan

dengan baik. Hal ini disebabkan proses sugesti-imajinasi sebelumnya mereka

tidak melakukannya dengan baik. Pada proses penulisan gagasan ini siswa sudah

menunjukkan keseriusannya. Hal ini membuktikan bahwa pada siklus II perilaku

negatif pada saat penulisan gagasan mulai berkurang.

       Hasil observasi pada saat melakukan proses sugesti-imajinasi terakhir

yaitu menulis paragraf deskripsi menunjukkan hasil yang baik, sebesar 90% sudah

menunjukkan sikap yang baik selama menulis paragraf deskripsi. Terjadi

peningkatan sebesar 12,5% dari siklus I yang hanya mencapai 77,5%. Siswa
                                                                             192


terlihat lebih tenang dan serius menulis paragraf deskripsi yang ditugaskan oleh

guru

        Perubahan sikap siswa ke arah positif juga dibuktikan pula melalui hasil

jurnal siswa. Menurut hasil jurnal siswa dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh

siswa tertarik dan senang terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi

melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Siswa merasa hal ini adalah

pengalaman baru bagi mereka. Lagu telah mampu membangkitkan semangat dan

keaktifan siswa pada pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Berikut ini tabel

perubahan jurnal dari siklus I ke siklus II.

         Tabel 35 Perubahan Hasil Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II

No.               Pertanyaan Jurnal             Siklus I   Siklus II   Perubahan
                                                  (%)        (%)         (%)
1.     Apakah Anda tertarik dan senang           80%        87,5%        7,5%
       dengan pembelajaran menulis paragraf
       deskripsi melalui metode sugesti-
       imajinasi dengan media lagu?
2.     Apakah penjelasan guru mengenai          72,5%        85%        12,5%
       pelaksanaan proses sugesti-imajinasi
       pada pembelajaran menulis paragraf
       deskripsi melalui metode sugesti-
       imajinasi dengan media lagu?
3.     Apakah     Anda      tertarik   dengan   67,5%        90%        22,5%
       pelaksanaan proses sugesti-imajinasi
       pada kegiatan menulis paragraf
       deskripsi melalui metode sugesti-
       imajinasi dengan media lagu?
4.     Apakah Anda merasa kesulitan ketika      62,5%        20%        42,5%
                                                                               193


     melakukan     proses     imajinasi      pada
     proses sugesti-imajinasi?
5.   Dari kelima proses sugesti-imajinasi,
     mana menurut Anda proses yang paling
     mudah dilakukan pada kegiatan
     menulis paragraf deskripsi?
         • Menyimak lagu                              70%     80%     10%
         • Pencarian gagasan                          30%     20%     10%
6.   Proses sugesti-imajinasi mana pula
     yang menurut Anda paling sulit
     dilakukan pada kegiatan menulis
     paragraf deskripsi?
         • Proses imajinasi                           77,5%   10%    67,5%
         • Menulis paragraf deskripsi                 22,5%    -
7.   Bagaimana perasaan Anda setelah
     melakukan     proses        sugesti-imajinasi
     pada     kegiatan      menulis      paragraf
     deskripsi    melalui     metode      sugesti-
     imajinasi dengan media lagu?
     Senang                                           75%     90%     -15%
     Biasa saja                                       25%     10%     15%
8.   Tuliskan pesan, kesan, dan saran                   -      -           -
     penggunaan     metode        sugesti-imajinasi
     dalam    pemelajaran     menulis     paragraf
     deskripsi dengan media lagu?


       Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan bahwa hasil jurnal pada

siklus I mengalami perubahan pada siklus II. Pendapat siswa mengenai tertarik

dan senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode
                                                                                194


sugesti-imajinasi dengan media lagu mengalami peningkatan sebesar 7,5% dari

hasil pada siklus I yaitu dari 80% menjadi 87,5%. Siswa berpendapat tertarik dan

senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugestiimajinasi dengan media lagu.

       Pendapat siswa tentang kejelasan terhadap penjelasan guru mengenai

pelaksanaan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu meningkat. Peningkatan

ini sebesar 12,5% dari siklus I sebesar 72,5% menjadi 85%. Siswa merasa

penjelasan yang diberikan guru sudah jelas adapun ada beberapa siswa yang

nenyatakan tidak jelas, halini disebabkan siswa tersebut tidak memperhatikan.

       Sekitar 90% siswa merasa tertarik dengan pelaksanaan proses sugesti-

imajinasi dengan media lagu. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan sebesar 22,

5% dari siklus I yaitu 67,5%. Dengan demikian terlihat jelas siswa sudah

antusias dalam mengikuti proses sugesti-imajinasi.

       Sekitar 25 siswa atau 62,5% menyatakan merasa kesulitan dalam proses

imajinasi. Hal ini dianggap sulit oleh siswa karena siswa masih belum terbiasa

melakukan proses imajinasi. Pada siklus II tanggapan mengenai sulitnya proses

imajinasi sudah berkurang sebesar 42,5% dibandingkan dengan siklus I.

       Aspek yang kelima adalah proses sugesti-imajinasi yang dianggap oleh

siswa paling mudah. Sebanyak 32 siswa atau 80% menyatakan proses menyimak

adalah proses yang paling mudah dilakukan. Sedangkan sebanyak 20% atau 10

siswa menyatakan proses penulisan gagasan yang paling mudah dilakukan. Hal ini

menunjukkan perubahan pendapat pada sebesar 10% dibanding dengan siklus II.
                                                                             195


           Aspek keenam adalah proses sugesti-imajinasi yang dianggap oleh siswa

paling sulit. Proses sugesti-imajinasi yang paling sulit dilakukan adalah sekitar 4

siswa atau 10% berpendapat menulis paragraf deskripsi adalah proses yang paling

sulit dilakukan. 90% atau 36 siswa tidak merasa kesulitan dalam proses sugesti-

imajinasi. Hal ini menunjukkan terjadi perubahan anggapan sekitar 67,5% ke arah

positif.

           Pada aspek selanjutnya terdapat 90% atau 36 siswa berpendapat merasa

senang setelah melakukan proses sugesti-imajinasi dengan media lagu.

Sedangkan, sebanyak 10% atau 4 siswa merasa biasa saja tanpa memberikan

alasan. Alasan mereka merasa senang adalah suasana pembelajaran menulis

paragraf deskripsi berbeda dari biasanya dan siswa lebih terbantu dalam

menyampaikan gagasan ke dalam paragraf deskripsi. Hal ini menunjukkan bahwa

penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran

menulis paragraf deskripsi telah mampu meningkatkan perasaan senang siswa

sekitar 15% dari siklus I sebesar 15%. Dengan demikian, guru juga telah berhasil

membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran dan menciptakan proses

belajar mengajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

           Aspek yang terakhir adalah pesan, kesan, dan saran siswa terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan

media lagu, yaitu pesan dari sebagian besar siswa yaitu 90% siswa memberi pesan

agar dalam pembelajaran menulis lebih sering menggunakan metode sugesti-

imajinasi dengan media lagu karena pemelajaran terasa lebih santai dan

menyenangkan. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf
                                                                          196


deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu adalah sangat baik.

Pembelajaran terasa tidak membosankan dan siswa menjadi lebih paham tentang

paragraf deskripsi.

       Selanjutnya,    masing-masing       siswa   memberikan   saran   terhadap

pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Sebagian besar siswa menyarankan agar

pembelajaran menulis paragraf deskripsi seperti ini dapat terus dilaksanakan dan

terus ditingkatkan lagi. Siswa merasa lebih berkesan dengan pembelajaran yang

menggunakan media seperti pembelajaran menulis deskripsi ini. Alasan siswa

senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi karena siswa dapat

belajar sambil mendengarkan lagu, dapat berimajinasi, dapat mengingat

pengalaman hidup. Pendapat lainnya merasa senang karena media lagu sangat

menarik dan jarang digunakan dalam pembelajaran. Siswa merasa lebih berkesan

dengan pembelajaran yang menggunakan media. Hal ini merupakan pengalaman

baru bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penerapan metode sugesti-

imajinasi dan penggunaan media lagu telah berhasil memberikan pengalaman

yang bermakna bagi siswa, sehingga siswa menjadi lebih senang mengikuti

pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

       Selain melalui jurnal siswa, dibuktikan pula melalui hasil wawancara yang

dilakukan oleh peneliti kepada enam responden. Keenam responden berpendapat

senang dengan pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode

sugestiimajinasi dengan media lagu. Mereka merasa senang dan terbantu dengan

lagu yang digunakan untuk pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh siswa merasa

lebih mudah dalam menuangkan ide atau gagasan.
                                                                          197


       Perubahan perilaku siswa yang positif dibuktikan juga melalui gambar

pada dokumentasi foto selama pembelajaran berlangsung. Melalui dokumentasi

foto dapat dilihat keantusiasan siswa selama mengikuti pembelajaran.

Dokumentasi ini sebagai bukti visual keberhasilan pembelajaran menulis paragraf

deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Pada siklus II

siswa semakin berkonsentrasi mengikuti pembelajaran dibandingkan pada siklus

I. Suasana kelas sangat kondusif hingga akhir pembelajaran.

       Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis

paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu telah

berhasil meningkatkan keterampilan siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora dalam

menulis paragraf deskripsi. Hal ini telah merubah perilaku siswa ke arah yang

positif dengan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menulis paragraf

deskripsi yang diperoleh melalui tindakan siklus I dan siklus II.
                                         BAB V

                              SIMPULAN DAN SARAN



5.1 Simpulan

       Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini dapat disimpulkan

sebagai berikut.

1. Keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora

   mengalami peningkatan setelah dilakukan penelitian tindakan kelas menulis

   paragraf deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Peningkatan

   keterampilan menulis paragraf deskripsi tersebut diketahui dari hasil tes siklus I dan

   siklus II. Nilai rata-rata tes menulis paragraf deskripsi setelah dilakukan tindakan

   siklus I mencapai 65,2 dengan kategori cukup baik. Pada siklus II, nilai rata-rata

   tersebut mengalami peningkatan sebesar 10,76% menjadi 72,22 dengan kategori

   baik.

2. Terjadi perubahan positif perilaku siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf

   deskripsi melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Peningkatan ini

   disebabkan oleh siswa tertarik terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi

   melalui metode sugesti-imajinasi dengan media lagu. Ketertarikan siswa ini

   dibuktikan oleh hasil observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto.

   Berdasarkan hasil observasi pada siklus I dan siklus II, siswa terlihat sangat aktif

   dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Berdasarkan hasil

   wawancara pada siklus I dan siklus II mereka merespons positif terhadap




                                          198
                                                                                199



   pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Siswa sangat tertarik dengan

   penerapan metode sugesti-imajinasi dengan media lagu dalam pembelajaran menulis

   paragraf deskripsi. Selain itu, peningkatan dan perubahan sikap siswa terhadap

   pembelajaran menulis paragraf deskripsi dibuktikan juga melalui gambar pada

   dokumentasi foto. Dokumentasi foto ini merupakan bukti visual yang dapat diambil

   selama pembelajaran dilaksanakan.

   Dengan demikian, pembelajaran menulis paragraf deskripsi melalui metode

   sugestiimajinasi dengan media lagu telah berhasil meningkatkan keterampilan

   menulis paragraf deskripsi siswa kelas XA SMA Negeri 2 Blora. Hal ini

   membuktikan adanya perubahan perilaku yang positif melalui pemahaman siswa

   terhadap materi pembelajaran menulis paragraf deskripsi.



5.2 Saran

       Berdasarkan simpulan hasil tindakan tersebut, penulis menyampaikan saran

sebagai berikut.

1. Guru sebaiknya memberikan variasi-variasi dalam pembelajaran, yaitu dengan

   penerapan metode pembelajaran yaitu sugesti-imajinasi dan penggunaan media lagu

   dalam pembelajaran menulis untuk menumbuhkan minat dan ketertarikan siswa

   dalam pembelajaran menulis seperti melalui metode sugesti-imajinasi dengan media

   lagu yang dapat dijadikan alternatif untuk membelajarkan keterampilan menulis

   deskripsi.
                                                                                      200



2. Bagi peneliti lain dan mahasiswa yang menekuni bidang bahasa dan sastra Indonesia

   diharapkan melakukan penelitian di bidang menulis dari aspek yang lain. Sehingga,

   dapat menambah hasil penelitian yang bermakna bagi peneliti-peneliti berikutnya.

3. Para praktisi atau peneliti di bidang pendidikan dan bahasa dapat menggunakan

   penelitian ini sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian yang lain dengan

   metode dan media pembelajaran yang berbeda sehingga didapatkan berbagai

   alternatif metode dan media pembelajaran.
                            DAFTAR PUSTAKA



Ahmadi, Muhsin. 1991. Penyusunan dan Pengembangan Paragraf serta

       Penciptaan Gaya Bahasa Karangan. Malang: YA3.

Akhadiah, Sabarti. 1986. Menulis I. Jakarta: Karunika.

Akhadiah, Sabarti, dkk.    1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa

       Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Arsyad, Azhar. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo

       Persada.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran

       Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Atas dan Madrasah

       Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum Depdiknas.

De Porter, Bobbi and Mike Hernacki (dalam terjemahan Abdurrahman). 2005.

       Quantum       Learning:     Membiasakan           Belajar   Nyaman   dan

       Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Djuhartini, Hetty. 2001. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi

       Melalui Penyajian Gambar pada Siswa Kelas I.A SLTP 23 Semarang.

       Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Enre, Fachrudin Ambo. 1988. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Jakarta:

       Depdikbud.

Keraf, Gorys. 1983. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.

Keraf, Gorys. 1993. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores:

       Nusa Indah.

                                       201
                                                                              202




Keraf, Gorys. 1995. Eksposisi. Jakarta: Gramedia.

Mustakim. 1994. Membina Kemampuan Berbahasa Panduan ke Arah

       Kemahiran Berbahasa. Jakarta: Gramedia.

Musodik, Amar.        2005. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan

       Deskripsi dengan Teknik Pemetaan Pikiran pada Siswa kelas II.3 SMA

       Don Bosko Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang,

       Semarang.

Nurgiyantoro. Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.

       Yogyakarta: PT. BPFE.

Parera, Jos Daniel. 1993. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.

Petrus, Trimantara.      2005.    http://www1.bpkpenabur.or.id/jurnal/05/001-

       014.Pdf//.

Rohani, Ahmad. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Sadiman, Arief S, dkk. 2003. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan,

       dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sakri, Adjat. 1992. Bangun Paragraf Bahasa Indonesia. Bandung: ITB.

Sirait, Bistok, dkk. 1985. Pedoman Karang Mengarang. Jakarta: Pusat

       Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.

Soenardji. 1998. Asas-Asas Menulis. Semarang: IKIP Semarang Press.

Soeparno, Drs. 1988. Media Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: PT. Intan

       Pariwara.

Sudiati, Dra. Vero, dkk.      2005. Kiat Menulis Deskripsi dan Narasi.

       Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
                                                                          203




Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.

       Remaja Rosdakarya.

Suhartono. 2001. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskriptif Melalui

       Analisis Catatan Harian Siswa Kelas IIE SLTP             2 Kaliwungu

       Kabupaten Kudus. Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Supriatijah. 2000. Peningkatan Keterampilan Menulis Wacana Deskripsi

       dengan Teknik Menghadirkan Model di Kelas pada Siswa Kelas IIF

       SLTP Negeri 14 Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang,

       Semarang.

Tarigan, Djago.    1995. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan

       Pengembangannya. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur.      1983. Menulis: sebagai Suatu Keterampilan

       Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1991. Metodologi Pengajaran Bahasa. Bandung:

       Angkasa.

Wiyanto, Asul. 2004. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6096
posted:1/6/2011
language:Indonesian
pages:223