PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN
Document Sample


PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENDAHULUAN
Kegiatan Pengembangan Profesi Guru adalah kegiatan Guru dalam rangka pengamalan
ilmu dan pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses
belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya, maupun dalam rangka
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan. Terdapat lima macam
kegiatan Guru yang termasuk kegiatan Pengembangan Profesi :
1. Membuat Karya Tulis Ilmiah di bidang pendidikan
2. Menemukan Teknologi Tepat Guna
3. Membuat alat peraga atau alat bimbingan
4. Menciptakan karya seni
5. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum
Macam karya tulis/karya ilmiah yang dapat dibuat Guru:
Karya tulis ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survai, dan atau evaluasi di bidang
pendidikan.
Karya tulis atau makalah yang berisi tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri
dalam bidang pendidikan.
Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan dan kebudayaan yang disebarluaskan
melalui media massa.
Prasaran yang berupa tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam
pertemuan ilmiah.
Buku pelajaran atau modul.
Diktat pelajaran
Karya penerjemahan buku pelajaran/karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan.
Karya tulis ilmiah yang berupa laporan hasil penelitian, harus memenuhi kriteria APIK :,
Maksudnya adalah
A : Asli: karya asli penyusun, bukan plagiat, jiplakan atau disusun dengan tidak jujur.
P : Perlu: permasalahan memang perlu, mempunyai manfaat, tidak mengada-ada.
I : Ilmiah: penelitian dilakukan sesuai kaidah kebenaran ilmiah.
K : Konsisten: sesuai dengan bidang keilmuan Guru.
Apa Penelitian Tindakan Kelas?
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut juga dengan Classroom Action Research (CAR)
adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik
pembelajaran di kelas. Fokus PTK adalah pada siswa atau pada proses belajar mengajar yang
terjadi di kelas. Hasil dari PTK ini dapat ditulis sebagai karya tulis ilmiah.r\VII (tujuh)/Semester 1
RANCANGAN PEMBELAJARAN BESARAN DAN SATUAN
Mata Pelajaran : IPA Fisika
Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan
menggunakan peralatan.
Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya.
Indikator :
1. Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari
lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan besaran turunan.
2. Menggunakan Satuan Internasional dalam pengukuran.
3. Mengkonversi satuan panjang, massa dan waktu secara sederhana.
4. Menggunakan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengantar
Buku teks pelajaran fisika ini ditulis untuk membantu proses belajar mengajar guru siswa
untuk satuan pendidikan SMA kelas X. Buku Fisika berdasarkan kurikulum Revisi 2006 yang
menyempurnakan Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari kurikulum 2004.
Diterbitkannya buku teks pelajaran fisika ini juga bertujuan untuk memberikan bahan bacaan
untuk memahami fisika bagi para siswa baik ketika berada di sekolah maupun ketika sudah
berada di rumah.
Dengan demikian buku teks pelajaran fisika ini ditulis untuk dapat dipelajari dengan
mudah oleh para siswa dengan atau tanpa adanya guru. Sistematika buku ini menyajikan konsep-
konsep fisika yang kontekstual dengan memberikan contoh-contoh yang dapat dimengerti
dengan mudah oleh para siswa. Analisa, latihan dan tugas diberikan agar lebih memantakan para
siswa mendalami deskripsi konseptual fisika. Untuk keperluan itu beberapa pengerjaan boleh
berkelompok namun penilaian tetap bersifat individual. Di akhir tiap-tiap bab terdapat soal
latihan akhir bab dimana untuk lebih merangsang para siswa mengerjakannya disajikan pula
kunci jawabannya.
Soal Latihan blok disajikan untuk mengukur kompetensi siswa setelah mendalami beberapa bab.
Soal semester disajikan untuk mengukur kompetensi siswa setelah satu semester mempelajari
fisika.
Kegiatan Percobaan dalam buku ini dapat dilakukan di laboratorium atau di dalam kelas oleh
para siswa bersama bimbingan guru dan diakhiri dengan pembuatan laporan oleh para siswa
secara individual
Akhirnya cara paling tepat mempelajari buku ini adalah membacanya dengan alur yang runtut
bukan dibaca cepat atau terpisah-pisah. Itulah cara belajar fisika yang benar : membaca buku
teks fisika dengan penuh nikmat.
BESARAN DAN SATUAN
Pengertian Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan
mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus
mempunyai 3 syarat yaitu
1. dapat diukur atau dihitung
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat
dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari
pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa
merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak
diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika
adalah Jumlah.
Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2
1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para
ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa
(kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat
(mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran
langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.
2. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada
banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa,
panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang, dan
lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran
langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari
besaran pokok.
Saat membahas bab Besaran dan Satuan maka kita tidak akan lepas dari satu kegiatan yaitu
pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran
sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Pengertian Satuan
Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap
besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda
mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan
sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai
satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda
tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya. Untuk melihat berbagai rumus
dalam bab besaran dan satuan
Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam
1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh besaran
kecepatan, percepatan dan lain-lain.
2. Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan,
perlajuan dan lain-lain.
Besaran Turunan dan Satuannya Dalam Ilmu Fisika
Besaran Turunan adalah besaran yang terbentuk dari satu atau lebih besaran pokok yang
ada. Besaran adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan dapat dinyatakan dengan
angka.Misalnya adalah luas yang merupakan hasil turunan satuan panjang dengan satuan meter
persegi atau m pangkat 2 (m^2). Luas didapat dari mengalikan panjang dengan panjang.Berikut
ini adalah berbagai contoh besaran turunan sesuai dengan sistem internasional / SI yang
diturunkan dari sistem MKS (meter - kilogram - sekon/second) :
- Besaran turunan energi satuannya joule dengan lambang J
- Besaran turunan gaya satuannya newton dengan lambang N
- Besaran turunan daya satuannya watt dengan lambang W
- Besaran turunan tekanan satuannya pascal dengan lambang Pa
- Besaran turunan frekuensi satuannya Hertz dengan lambang Hz
- Besaran turunan muatan listrik satuannya coulomb dengan lambang C
- Besaran turunan beda potensial satuannya volt dengan lambang V
- Besaran turunan hambatan listrik satuannya ohm dengan lambang ohm
- Besaran turunan kapasitas kapasitor satuannya farad dengan lambang F
- Besaran turunan fluks magnet satuannya tesla dengan lambang T
- Besaran turunan induktansi satuannya henry dengan lambang H
- Besaran turunan fluks cahaya satuannya lumen dengan lambang ln
- Besaran turunan kuat penerangan satuannya lux dengan lambang
Guru sebagai pelaksana dan pengembang pembelajaran harus mampu memilih dan
menetapkan berbagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa. Hasil
observasi awal diketahui bahwa pembelajaran IPA siswa kelas VII belum menggunakan metode
dan media pembelajaran yang tepat, sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai
kriteria ketuntasan belajar individu yang ditetapkanyaitu skor 70. Hasil belajar yang diperoleh
pada mata pelajaran IPA semester I. Berdasarkan hal itu maka media pembelajaran benda kongrit
dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran, karena siswa dapat melihat
dan mencoba secara langsung media pembelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran dapat
menyenangkan dan meningkatkan aktivitas siswa.
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah:
(1) Untuk mendiskripsikan pemanfaatan media pembelajaran benda kongkrit dalam
meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII
(2) Untuk mendiskripsikan dampak pemanfaatan media benda kongkrit dalam pembelajaran
IPA terhadap aktivitas belajar siswa kelas VII
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), siklus tindakan ini
dihentikan jika telah mencapai kriteria ketuntasan belajar individu dengan skor 70. Subyek
penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII Kejayan Kabupaten Pasuruan. Sedangkan
instrument penelitian yang digunakan berupa panduan observasi mengenai : aktivitas siswa
dalam pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran benda kongrit, kemampuan guru dalam
pelaksanaan pembelajaran, dan soal-soal tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam
pembelajaran IPA dengan memanfaatkan media pembelajaran benda kongrit.
Dari hasil analisis data pada siklus I dan siklus II dalam pembelajaran IPA dengan
memanfaatkan media pembelajaran benda kongkrit menunjukkan bahwa : (1) Aktivitas siswa
dalam pembelajaran hanya sebagian kecil siswa yaitu 3 siswa(16,6%) yang yang belum
mendapatkan kriteria baik dan pada siklus II mengalami peningkatan sebanyak 18 siswa (99,9%)
siswa sudah mendapatkan kriteria baik. (2) Kemampuan guru dalam proses pembelajaran pada
siklus I mendapatkan kriteria cukup (57,6%) dengan kategori C dan mengalami peningkatan
pada siklus II dengan mendapatkan kriteria baik (80,7%) dengan kategori baik. (3). Pemanfaatan
media benda kongrit dalam pembelajaran pada siklus I hanya mencapai 71,4% dan mengalami
peningkatan pada siklus II mencapai 100%. (4) Hasil belajar pada pra tindakan dengan rata-rata
kelas 57,22 tergolong rendah mengalami peningkatan pada siklus I dengan rata-rata kelas 66,6
dan mengalami peningkatan lagi pada siklus II dengan rata-rata kelas 77,77, meskipun ada 2
siswa yang belum dapat mencapai kriteria ketuntasan belajar individu dengan skor 70 yang
disebabkan oleh beberapa faktor.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) pemanfaatan media benda kongrit juga telah
berhasil meningkatkan perolehan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti sebanyak 16 siswa telah
mencapai kriteria ketuntasan belajar yang diharapkan yaitu skor 70, sementara ada 2 siswa yang
belum bisa mencapai kriteria ketuntasan belajar disebabkan beberapa faktor. (2) Dampak
pembelajaran dengan memanfaatkan media benda kongrit pada siswa kelas V SDN Benerwojo
Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan telah berdampak positif terhadap aktivitas belajar
siswa dalam pembelajaran. Hal ini terbukti semua siswa(99,9%) telah mencapai kriteria yang
diharapkan.
Selanjutnya peneliti menyarankan untuk para guru agar dapat memanfaatkan media
pembelajaran benda kongrit yang ada disekitar siswa dan menyesuikannya pada setiap proses
pembelajaran, sehingga hasil belajar diharapkan akan lebih baik. Sekolah diharapkan dapat
menyediakan media pembelajaran yang dibutuhkan agar pembelajaran berlangsung
menyenangkan bagi siswa. Kepala Sekolah hendaknya selalu memberikan dukungan dan
motivasi kepada para guru untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Get documents about "