Docstoc

Profesi Pendidikan

Document Sample
Profesi Pendidikan Powered By Docstoc
					         TUGAS PRIBADI
      PROFESI PENDIDIKAN
            mengenai
   RANGKUMAN BAB I – BAB XIII




              Oleh:
        Andrico Toppriady
           57584 / 2010




PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
      FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
             2010
                                           BAB I
                         KONSEP DASAR PROFESI KPENDIDIKAN


A. Pendahuluan
      Pendidikan mempunyi peran yang amt strategis untuk mempersipkan generasi muda yang
   memiliki keberdayaan, kecerdsan emosional yang tinggi, dan mengusai meg skill yang
   mantap.
            Michael J. Marquard 1996 (dalam mohd. Surya, 1997) mengemukakan ada berbagai
   perubahan:
   1. Lingkungan ekonomi sosial
   2. Lingkungan dunia kerja
   3. Harapan konsumen dan pelnggan
   4. Harpan Pekerja
   Makagiansar mengemukakan pendidikan akan mengalami pergeseran perubahan paradigma:
   1. Belajar terminal ke belajar sepanjang hayat
   2. Belajar yang berfokus penguasaan pengethuan ke belajar holistic
   3. Dari citra hubungan guru murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan
   4. Dari pengajaran pengetahuan skolastik (akademik) ke penekanan keseimbangan focus
      pendidikan nilai
   5. Dari kampanye melawan buta aksara ke kampanye melawan buta teknologi
   6. Dari penampilan guru yang terisolasi kepenampiln tim kerja
   7. Dari konsentrasi ekslusif pada kompetensi ke orientasi kerja sama
            Menurut Pict A Sehartian 1994 umumnya dianggap sebagai “penceramah zaman” ia
   punya kesan tersendiri bagi generasi pada masa manapun. Jabatan guru ini penuh keunikan,
   mulia bahkan diberi label “pahlawan tanpa tanda jasa”, namun kurang dipedulikan banyak
   orang.
B. Penyajian
   1. Hakekat Profesi Kependidikan
                Tenaga kependidikan adalah orang-orang yang berkecimpung dengan peserta
      didik dan peduli dengan maslah-masalah kependidikan serta memiliki tugas dan
      wewenang tertentu dibidang kependidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
              Berdasarkan pasal 1 dan pasal 3 peraturan pemerintah no 38/1992 tersebut jelas
      bahwa yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah: orang yang memiliki tugas
      dan wewenang tertentu dibidang pendidikan sesuai dengn peraturan yang berlaku.
      Artinya seseorang yang disebut berprofesi sebagai tenaga kependidikan adalah mereka
      yang bertugas sebagai guru, pembimbung, pelatih, pengelola satuan pendidikan, penulis,
      pengawas, peneliti dan pengembang dibidang pendidikan, pustakawn, laboran, teknisi,
      sumber belajar dan penguji dimana tugas, wewenang dan tanggung jawab dan keberadaan
      mereka diakui sesuai ketentuan yang berlaku.
   2. Harapan dan Tantangan Profesi Kependidikan
              Salah satu ciri profesi adalah kontrol yang ketat atas para anggotanya. Profesi
      dalam dirinya mengandung pengertian penyerahan pengabdian penuh pada suatu jenis
      pekerjaan yang mengimplikasikan tanggung jwab pada diri sendiri, orang lain dan
      profesi.
              Ada beberapa hal yang menyebabkan profesi mengajr/keguruan, kependidikan
      sulit menggapai posisi tangguh dan terhormat:
          -      Sulit sekali didefinisikan apa sesungguhnya profesi mengajar itu dan apa bidang
                 garapannya yang khas serta tingkat keahlian.
          -      Sejarah mengajar dan guru memang kabur.
          -      Penambahan jumlah guru yang besar-besaran membuat sulitnya standar mutu
                 guru yang dikontrol dan dijaga.
          -      PGRI cenderung bergerak dipertengahan antara pemerintah dan guru-guru
          -      Tuntutan masyarakat yang meningkat dan berubah membuat guru makin
                 tertentang
          -      Soal sikap ini harus jujur diakui bahwa gelar latar belakang calon guru ( juga
                 guru-guru yang sudah bekerja) umumnya tidak terlalu baik
C. Pengertian Profesi
          Profesi pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau suatu janji terbuka menyatakan
   bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pda sutu jabatan atau pelayanan karena orang
   tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu.
          Dedi Supriadi,(75:1997) tanpa guru menguasai bahan pelajaran dan strategi belajar
   mengajar tanp mereka dapt mendorong siswa untuk mencapai prestasi yng tinggi maka
   segala upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan mencapai hasil yang
   maksimal.


D. Ciri-Ciri Guru Profesional
             Profesionalisme seseorang ditunjang dalam 3 hal: Keahlian, komitmen, skill. Menurut
   Jurnal (dalam Dedi Supriadi,1998) untuk menjadi seorng guru yang professional memiliki 5
   hal:
   1. Guru mempunyai komitmen pada murid dan proses belajarnya
   2. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkanny serta cara
          mengajarkannya kepada para siswa.
   3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar murid melalui berabagai teknik evaluasi
          , mulai cara pengamatan murid sampai dengan hasil belajar.
   4. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari
          penglamannya
   5. Guru seyogyanya merupkan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.


E. Profesionalisasi guru
             Yang menentukan guru professional adalah sejauh manakah ia menguasai prinsip-
   prinsip pedagogi secara umum maupun didaktik metodik secara khusus yang beralku pada
   setiap mata pelajaran.
                                               BAB II
                                    GURU SEBAGAI PROFESI


       Guru yang ideal atau professional merupakan dambaan setiap insan pendidikan, sebab
dengan guru professional diharapkan pendidikan menjadi lebih berkulitas. Inti dari pendidikan
adalah interaksi antara pendidik (guru) dengan peserta didik (siswa) dalam mencapai tujuan-
tujuan pendidikan. Pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan adalah komponen-komponen
pendidikan yang esensial (utama).
Raths (1964) mengemukakan sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh guru:
       a. Explaining, informing, showing how
       b. Initiating, directing and administrating
       c. Unifying the group
       d. Giving security
       e. Clarifying attitudes, beliefs, problems
       f. Dignosing learning problem
       g. Making curricukukm materials
       h. Evaluating, recording, reporting
       i. Enriching community activities
       j. Organizing nd rranging classroom
       k. Participating in school activities
       l. Participating in professional and civic life
Sahertin 1994 yang menyebutkan 6 kompetensi guru         yang dikembangkan oleh Callifornia
Council on Education adalah:
       a. Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan belajar siswa
       b. Membimbing siswa agar mereka dapt mengerti diri mereka sendiri
       c. Menolong siswa mengerti dan mewujudkan nilai-nilai budaya bangsa sendiri
       d. Membantu memelihara hubungan antara sekolah dan masyarakt
       e. Bekerja atas dasr tingkat professional
Depdikbud (1980) merumuskan kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompokkannya
atas tiga dimensi umum:
a. Kemampuan professional
b. Kemampuan social
c. Kemampuan personal
Kompetensi pertama yang harus dimiliki seorang guru adalah kompetensi professional yaitu:
1) Pemahaman guru tentang landasan pendidikan seperti filsfat dan tujuan pendidikan
2) Pemhaman guru tentang psikologi pendidikan
3) Kemampuan guru melaksnkan teknis edukatif dan administrative.


1. Organisasi Professional Keguruan
    a. Fungsi Organisasi Professional Keguruan
       Salah satu tujuan dari PGRI adalah mempertinggi kesadaran, sikap, mutu dan
       kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejhteraan mereka (Basuni, 1986)
       menguraikan empat misi utama PGRI yakni: misi poloiti ideologis, misi persatuan
       organisasi, misi profesi, misi kesejahteraan.
    b. Jenis-Jenis Organisasi Keguruan
       Disamping PGRI sebagai stu-stunya oraganissi guru sekolah yang dikui pemerintah
       saat ini ad organisasi guru yang disebut Musyawrah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
       Ada juga Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia(ISPI), Asosiasi Bimbingan dan
       Konseling       Indonesia(ABKIN),          Himpunan      Sarjana      Administarsi
       Indonesia(HISAPIN), Himpunan Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia(HSPBI).
2. Kode Etik Guru
    a. Pengertian Kode Etik
       Menurut undang-undang no 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian, pasal
       28 undang-undang ini menyatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode
       etik sebagai pedoman sikp, tingkah laku dan perbuatan yang didalam dan diluar
       kedinasan.
    b. Tujuan Kode etik
       Menurut Hermawan (1989) tujun danya kode etik adalah:
        1) Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
        2) Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
        3) Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
       4) Untuk meningkatkan mutu profesi
       5) Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
   c. Sanksi Pelanggaran Kode Etik
       Kode etik pada umumnya landasan moral, pedoman sikap, tingkah laku dan
       perbuatan, maka sanksi atas pelanggran kode etik adalah sanksi moral
   d. Kode Etik Guru Indonesia
       1) Guru berbakti membimbing peserta didik membentuk manusia seutuhnya yang
          berjiwa pancasila
       2) Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional
       3) Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan
          melakukan bimbingan dan pembinaan
       4) Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya
          proses belajar mengajar
       5) Guru memelihara baik hubungan dengan orang tua murd dan masyarakat
          sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap
          pendidikan
       6) Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu
          dan martabat profesi
       7) Guru    memelihara      hubungan   seprofesi,   semangat    kekeluargaan   dan
          kesetiakawanan social
       8) Guru secar bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI
          sebagai sarana penunjang dan pengabdian
       9) Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.


A. Sasaran Sikap Professional Guru
          Guru sebagai pendidik yang professional mempunyai citra yang baik
   dimasyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi
   panutan atau teladan bgi mayarakat sekitarnya. Guru harus memiliki sikap profedional
   terhadap:
   a. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-Undangan
   Kebijaksanaan pendidikan dipegang oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen
   Pendidikan Nasional (Depdiknas)dalam rangka pembangunan dibidag pendidikan ,
   depdiknas mengeluarkan ketentuan0ketentuan        dan peraturan-peraturan     yang
   merupakan    kebijaksanaan     yang akan   dilaksanakan   oleh   aparatnya   antara
   lain:pembangunan gedung-gedung pendidikan, pemerataan kesempatan belajar
   melalui wajib belajar, peningkatan mutu pendidikan, pembinaan generasi muda,
   karang taruna dan lain-lain.
b. Sikap Terhadap Organisasi Profesi
   Dasar ini sangat tegas mewajibkan kepada seluruh anggota profesi guru untuk selalu
   meningkatkan mutu dan martabat profesi guru itu sendiri. Untuk meningkatkan mutu
   suatu profesi, dilakukan dengan berbagai car seperti dengan melakukan penataran,
   loka karya, pendidikan lanjutan, pendidikan dalam jabatan, studi komparatif dan
   berbagai kegiatan lainnya.
c. Sikap Terhadap Teman Sejawat
   Guru hendaklah menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam
   lingkungan kerjanya, guru hendaklah memelihara semangat kekeluargaan didalam
   dan lingkungan kerjanya
d. Sikap Terhadap Anak Didik
   Dasar ini mengandung pengertian bahwa guru dalam mendidik anak tidak hanya
   mengutamakan pengembangan pengetahuan atau intelektualnya saja tetapi juga harus
   memperhatikan perkembanganseluruh pribadi peserta didik baikjasmani maupun
   rohani, social maupun yang lainnya sesuai hakekat pendidikan.
e. Sikap Terhadap Tempat Kerja
   Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ada duahal yang harus diperhatikan:
   Guru sendiri, hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. Oleh
   sebab itu guru harus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengan berbagai cara ,
   baik dengan menggunakan metode mengajar yang sesuai, maupun dengan
   menyediakan alat belajar yang cukup serta pengaturan organisasi kelas yang mantap
   ataupun pendekatan lainnya.
f. Sikap Terhadap Pimpinan
   Kerjasama yang dituntut oleh pimpinan bias berupa kepatuhan dalam melaksanakan
   arahan dan petunjuk yang diberikannya
g. Sikap Terhadap Pekerjaan
   Kesabaran dan ketelatenan oleh guru sangatlah diperlukan dalam melayani anak
   didiknya yang beragam sifat dan karakternya.
   Idealisme menjadi guru tidak dapat di pisahkan dengan imbalan (gaji) atau
   penghargaan yang diperoleh oleh guru. Di negara-negara maju pekerjaan guru
   menjadi    pilihan      utamakarena   pekerjaan   ini   menghasilkan   uang   yang
   memadai,sementara di Indonesia menjadi guru menjadi pilihan terakhir karena gaji
   kecil,hidup kekurangan dan masih harus menjadi guru „terbang‟
   Profesi guru sebenarnya merupakan profesi yang sangat di hargai masyarakat, karena
   profesi ini merupakan pekerjaan yang mulia, berhubungan dengan proses
   pemanusian manusia. Oleh karna itu, guru di tuntut untuk mempunyai banyak
   kelebihan atau keterampilan dibandingkan dengan manusia pada umumnya.
   Kemudian profesi guru itu kadang luntur karna penghargaan masyarakat terhadap
   guru relatif rendah,sehingga kehidupan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
   Sebagai akibat dari hal itu,pilihan menjadi guru bukan merupakan pilihan pertama
   putra terbaik bangsa.
   Apabila kondisi di atas diperbaiki, maka nasib pendidikan dan bahkan masa depn
   bangsa Indonesia tidak akan mencapai yang di inginkan.
                                          BAB IV
                       WAWASAN BIMBINGAN DAN KONSELING


A. Pengertian Bibingan Dan Konseling
         Bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi dalam
   keseluruhan proses mengajar. Prinsipnya bimbingan merupakan bantuan yang diberikan
   pada individu atau kelompok agar mereka dapat mandiri, melalui bahan interaksi, nasehat,
   gagasan, alat dan asuhan yang didasarkan atas norma atau nilai-nilai yang berlaku.
          Sedangkan konseling sebagai suatu usaha untuk memperoleh konsep diri. Konsep
   diri meliputi konsep tentang diri orang lin tentang diri,tejuan (harapan,kepercayaan
   diri)norma yang berlaku di lingkungan dan masyarakat.Ada 4 bidang bimbingan dan
   konseling:
  1. Bidang bimbingan pribadi
  2. Bidang bimbingan sosial
  3. Bidang bimbingan belajar
  4. Bimbingan karir.
  Ada tujuh layanan yang diberikan kepada siswa yaitu:
  1. Layanan Orientasi
                Layanan orientasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penyesuaian
      diri siswa terhadap lingkungan sekolah atau komponen penidikan lainnya yang baru
      dimasuki siswa.
  2. Lanyanan informasi
                Lanyanan informasi bertujuan untuk membekali siswa dengan berbagai
      pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri,
      merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebgai siswa anggota keluarga dan
      masyarakat.
  3. Layanan Penempatan dan Penyaluran
                Layanan penempatan dan penyaluran bertujuan untuk memberikan layanan
      tenteng berbgai hal seperti keampuan bakat, dan minat siswa yang belum tersalurkan
      secara tepat.
  4. Layanan Pembelajaran
              Layanan pembelajaran bertujuan untuk memgkinkan siswa memahami dan
       mengembangkan siksp dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar
       yang cocok dengan kecepatab dan kesulitan belajarnya, serta kemampuan yang berguna
       untuk kehidupan dan perkembangan.
   5. Layanan Konselig Perorangan
              Melalui layanan koseling perorangan ini dapat di pecahkan berbagai masalah
       siswa dan dapat dilaksanakan untuk segenap masalah siswa secara perorangan baik dala
       bidang pribadi, sosial, belajar dan karir.
   6. Layanan Bimbingan Kelompok
              Dengan layanan bimbingan kelompok memumkinkan sisw secara bersama-sama
       memperoleh berbagai bahan dari nara sumber (terutama guru pembimbing) yang
       bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik secara individu, pelajar, keluarga,dan
       masyarakat.
   7. Layanan Konseling Kelompok
          Dengan layanan konseling kelompok memungkinkan siswa memperoleh kesempatan
       untuk membalas dan mengentaskan masalah melalui dinamika kelompok.


Menurut Prayitno kegiatan pendukung dalam bimbingan konseling (1997) adalah:
1. Aplikasi Instrumentasi Bimbingan dan Konseling
    Aplikasi insturumentasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan tentang siswa.
2. Konfersi Kasus
    Dalam konfersi kasus ini secara spesifik dibahas permasalahan yang dialami siswa dalam
    suatu forim diskusi yang di hadiri pihak-pihak terkait yaitu guru pembimbing, wali kelas,
    guru mata pelajaran / praktik kepala sekolah dan orang tua siswa /wali.
3. Kunjungan Rumah
    Kegiatan kunjungan rumah bertujuan untuk memperoleh keterangan yang di perlukan dalam
    pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa dan untuk pembahasan dan pengetaskan
    permasalahan siswa.
4. Alih Tangan Kasus
    Alih tangan kasus dapat terjadi dari guru, wali kelas.atau orang tua ke guru pembimbing
    atau sebaliknya.
B. Latar Belakang Perlunya Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan
         Latar belakang perlunya bimbingan dan konseling dalam pendidikan di lihat dari
   uraian berikut:
   1. Latar Belakang Sosial Kulturil
   2. Latar Belakang Pendidikan
             Sekolah sebagai suatu lembaga yang bersifat formal mempunyai peranan yang
      amat pentang dalam usaha mendewasakan siswa sebagai anggota masyarakat. Untuk itu
      sekolah mempunyai 3 bidang kegiatan:
      a. Bidang pengajaran dan kurikulum
      b. Bidang administrasi dan kepemimpinan
      c. Bidang pembinaan pribadi siswa
   3. Latar Belakang Psikologis
             Latar belakang psikologis bimbingan dan konseling di sekolah menyangkut
     masalah perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu dan
     penyesuaian diri serta masalah belajar. Masalah psikologis siswa ini dapat berupa:
     a. Masalah perkembangan individu
         Sekolah harus memperhatikan prinsip-prinsip perkembangan yaitu:
         -   Hasil proses belajar tergantung pada tingkat kemantngan yang telah dicapai
         -   Tempo perkembangan berlangsung cepat pada tahun pertama
         -   Setiap individu memiliki tempo dan irama perkembangan masing-masing
         -   Pembawaan dan lingkungan sama-sama berpengaruh
         -   Perkembangan dapat mengalami kemunduran dan dapat pula di percepat
         -   Perkembangan menuju kearah integrasi
     b. Masalah Perbedaan Individu
     c. Masalah Penyesuaian diri dan Kelainan Tingkah Laku
     d. Masalah Belajar.
                                          BAB III
                PROFESI GURU SEBAGAI JABATAN FUNGSIONAL


A. Guru Yang Ideal
         Guru yang ideal adalah guru yang menguasai kompetensinya sebagai guru. Beberapa
   kompetensi dasar yang harus dimiliki guru:
   a. Menguasai bahan pelajaran
   b. Mengelilla-ovambel-armm
   c. Mengelola kelas
   d. Menggunakan media/sumber belajar
   e. Menguasai landasan-landasan kependidikan
   f. Mengelola interaksi belajar mengajar
   g. Menilai prestasi peserta didik untu kepentingan pengajaran
   h. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan konseling disekolah
   i. Mengenal dan menyelenggarakan adminisytrasi sekolah
   j. Memahami prinsip-prinsip dan menjelaskan hasil-hasil penelitian


B. Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Guru
   Adapun tugas pokok dan tanggung jawab guru adalah:
   1. Menyusun program pengajaran, menyajikan program penganjaran, evaluasi belajar,
     analisis hasil belajar, serta menyusun program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta
     didikyang menjadi tanggung jawabnya.
   2. Menyusun program bimbingan, evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis pelaksanaan
     bimbingan, dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang
     menjadi tanggung jawabnya.
   3. Tanggung jawab guru dalah: menyelesaikan tugas sebgai tenaga pengajar atau
     pembimbing sesuai dengan tujuan pendidikan yang dibebanan kepadanya.


C. Jabatan Fungsional Guru
   Bidang kegiatan yang dilakukan guru misalnya:
   1. Pendidikan
   2. Proses belajar mengajar atau bimbingan
   3. Pengembangan profesi
   4. Pengembang proses belajar mengajar atau bimbingan.


D. Penghargaan masyarakat terhadap guru Indonesia
         Guru yang profesional merupakan dambaan setiap insan pendidikan, dikarenakan
   dengan guru professional diharapkan pendidikan menjadi lebih berkualitas. Apabila
   penghargaan tersebut tidak memadai maka harapan atau idealisme diatas hanya menjadi
   utopia untuk mendapatkan berpuluh predikat peran guru tersebut diatas bukan pekerjaan
   yang mudah. Hal ini sangat berkait dengan penghargaan masyarakat atau Negara terhadap
   profesi itu. Profesi guru sebenarnya merupakan profesi yang sangat dihargai masyarakat
   karena profesi itu merupakan pekerjaan yang mulia berhubungan dengan proses
   kemanusiaan manusia. Kemuliaan rofesi itu kadang luntur karena pengahargaan ( misalnya
   system penggajian) masyarakat terhadap guru relative rendah, sehingga kehidupan guru
   bukan menjadi idealism masyarakat secara utuh, dan bahkan muncul pribahasa “ guru adalah
   pahlawan tanpa tanda jasa” sebagai akibat dari hal itu, pilihan menjadi guru bukan pilihan
   pertama putra terbaik bangsa.
                                        BAB IV
                   WAWASAN DAN BIMBINGAN KONSELING


A. Pengertian Bimbingan Konseling
   Bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan
proses belajar mengajar. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu atau
kelompok agar mereka dapat mandiri, melalui bahan interaksi, nasehat, gagasan, alat dan
asuhan yang didasarkan atas norma, nilai yang berlaku. Konseling merupakan Suatu uasaha
untuk memperoleh konsep diri pada individu siswa. Konsep diri meliputi tentang diri, orang
lain, pendapat orang lain tentang diri, tujuan, harapan serta dapat menyesuaikan diri dengan
norma yang berlaku dilingkungan dan masyarakat.
   Disekolah telah ditetapkan ada 4 bidang bimbingan dan konseling diantaranya:
a. Bidang bimbingan pribadi
   Bertujuan untuk membantu siswa menemukan dan mengembangkan diri, yang beriman
   dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa.
b. Bidang Bimbingan Sosial
   Bertujuan untuk mebantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya
   yang dilandasi budi pekerti yang luhur, tanggung jawab kemasyarakatan dan negara.
c. Bidang Bimbingan Belajar
   Bertujuan untuk membantu siswa mengenal , menumbuhkan dan mengembangkan diri,
   sikap dan kebiasaan belajar yang baik, untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan
   dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
d. Bidang Bimbingan Karir
     Bertujuan untuk membantu siswa mengenal potensi diri yang dapat dikembangkan
     sebagai bekal untuk berkarir dimasa depan.
     Untuk melaksanakan ke empat bidang bimbingan tersebut ada tujuh layanan yang
     diberikan kepada siswa:
 1. LayananOrientasi
 bertujuan untuk memberikan pemahan dan penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan
 sekolah dan komponen pendidikan lainnya yang baru dimasuki siswa.
 2. Layanan Informasi
     Bertujuan untuk membekali siswa dngan berbagai pengetahuan, pemahaman tentang
     berbagai hal dan berguna mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola
     kehidupan sebagai siswa.
   3.    Layanan Penempatan dan Penyaluran
   Bertujuan untuk memberikan layanan tentang berbagai hal seperti kemampuan, bakat dan
   minat siswa yang belum tersalurkan secara tepat.
     4. Layanan Pembelajaran
     Bertujuan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan
     kebiasaan belajar yang baik , keterampilan dan materi pembelajaran yang cocok, dengan
     kecepatan dan kesulitan belajarnya.
     5. Layanan Konseling Perorangan
     Bertujuan untuk agar dapat memecahkan berbagai masalah siswa dan dapat untuk masalah
     siswa secara pribadi, sosial, belajar dan karir.
     6. Layanan Bimbingan Kelompok
     Bertujuan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sma berbagai bahan pelajaran dari
     nara sumber yang bermanfaat untuk sehari-hari pelajar, keluarga dan masyarakat.
     7. Layanan Konseling Kelompok
     Bertjuan untuk memungkinkan siswa memperoleh membahas atau mengentaskan masalah
     melalui dinamika kelompok.
     Agar terlaksananya kegiatan bimbingan konseling dengan baik maka disekolah diperlukan
     kegiatan pendukung diantaranya:
     1. Aplikasi Instrumentasi Bimbingan Dan Konseling
     2. Konferensi Kasus
     3. Kunjungan Rumah
     4. Alih Tangan Kasus
   B. Latar Belakang Perlunya Bimbingan Dan Konseling dalam Pendidikan
        1. Latar Belakang Sosial Kulturil
               Perkembangan dan perubahan sosial sangat cepat dalam kehidupan manusia saat
ini, terutama dengan adanya globalisasi. Dalam situasi demikian diperlukan bimbingan dan
konseling sebagi sarana untuk memberikan pelayanan yang baik yang berhubungan dengan
pengembangan diri siswa maupun untuk personil sekolah lainnya.
         2.     Latar Belakang Pendidikan
                Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan mempunyai peran yang amat sangat
penting, untuk itu sekolah memiliki 3 bidang kegiatan :
   a. Bidang Pengajaran dan Kurikulum
   b.Bidang administrasi dan Kepemimpinan
   c. Bidang pembinaan Pribadi siswa
   3.Latar Belakang Psikologis
   Masalah psikologis siswa dapat berupa:
   a. Masalah perkembangan individu
   b.Masalah perbedaan individu
   c. Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku
   d.Masalah belajar


   C. Tujuan Bimbingan Dan Konseling
   Tujuan bimbingan kepada siswa tidak terbatas pada siswa-siswa tetapi mencakup
   keseluruhan masyarakat sekolah pada umumnya untuk kepentingan:
           a. Tujuan bimbingan dan konseling untuk kepentingan sekolah
                   Menyusun dan menyesuaikan data tentan siswa
                   Sebagi penengah antara sekolah dan masyarakat
                   Menyelenggarakan program tes
           b.   Tujuan bimbingan dan konseling untuk siswa
                   Membantu siswa mengembangkan diri sesuai dengan bakat yang dimiliki
                   Membantu siswa untuk mengembangkan motif dan motivasi belajar
                   Membantu siswa dalam memahami tingkah laku manusia
           c. Tujuan bimbingan dan konseling untuk guru
                   Membantu guru dalam keseluruhan program pendidikan
                   Membantu guru dalam usaha memahami perbedaan siswa
                   Membantu guru dalam berkomunikasi dengan siswa
           d. Tujuan bimbingan dan konseling untuk orang tua siswa
                   Membantu orang tua dalam menghadapi masalah hubungan antara siswa
                    dengan keluarga
                Membantu dalam memperoleh pengertian tentang masalah siswa serta bantuan
                 yang diberikan
                Membina hubungan baik antara keluarga dengan sekolah
D. Fungsi Bimbingan Dan Konseling
Tujuan bimbingan konseling adalah untuk mengoptimalkan setiap siswa dengan kemampuan
minat, dan nilai yang dipunyai siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut maka ada beberapa
fungsi:
1.Fungsi Pemahaman
2.Fungsi Pencegahan
3.Fungsi Pemeliharaan
4.Fungsi Pengembangan
5.Fungsi Pengentasan
E. Prinsip- Prinsip Bimbingan Dan Konseling
          a. Prinsip Umum
                Sikap dan tingkah laku individu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang
                 unik
                Pengenalan dan pemahaman tentang perbedaan individu merupakan suatu
                 keharusan
                Bimbingan berpusat pada individu siswa
                Bimbingan harus fleksibel
          b. Prinsip khusus yang berhubungan dengan siswa
                Pelayanan ditujukan untuk seluruh siswa
                Ada kriteria tertentu untuk menentukan prioritas
                Keputusan terakhir terletak pada individu siswa
          c. Prinsip yang berhubungan dengan guru pembimbing
                Guru pembimbing harus mampu melakukan tujuan sesuai dengan
                 kemampuannya
                Guru pembimbing hendaklah dipelihara atas kualifikasi pendidikan,
                 kepribadian, pengalaman, dan kemampuan
          d. Prinsip yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi bimbingan
                Bimbingan dilakukan secara kontiniu
             Tersedianya kartu pelayanan pribadi
             Program disesuaikan dengan program sekolah
F. Azas – Asas Bimbingan Dan Konseling
1.Azas Kerahasiaan
2.Azas Kesukarelaan
3.Azas Keterbukaan
4.Azas Kemandirian
5.Azas Kegiatan
6.Azas Kedinamisan
7.Azas Keterpaduan
8.Azas Kenormatifan
9.Azas Keahlian
10. Azas Alih Tangan
11. Azas Tut Wuri Handayani
                                       BAB V
      PELAYANAN KONSELING DAN PENGEMBANGAN DIRI SISWA


A. Program Pelayanan dan Bimbingan di Sekolah
          Menurut Prayitno (2000) makna program bimbingan konseling adalah satuan
   rencana kegiatan BK yang dilaksanakan pada waktu periode tertentu. Program BK adalah
   serangkaian kegiatan pelayanan yang terencana, diorganisir secara baik dalam
   pelaksanaannya dikoordinir dengan penuh tanggung jawab.
          Tujuan penyusunan program BK disekolah adalah : Agar kegiatan BK disekolah
   terlaksana dengan lancar, efektif dan efisien, hasil pelaksanaan kegiatan dapat dinilai,
   akuntabilitas BK dapat ditegakkan
   Jenis dan Komponen / Unsur-Unsur Program untuk Masing-Masing Jenis
   a. Program Tahunan
   b. Program semesteran
   c. Program Bulanan
   d. Program Mingguan
   e. Program Harian
   Unsur-Unsur yang termuat dalam program
          a. Program Tahunan
              (1). Nama Sekolah
              (2). Kelas
              (3). Tahun Ajaran
              (4). Nama Konselor/guru pembimbing
              (5). Kegiatan
              (6). Bidang Pengembangan
              (7). Materi Bidang Pengembangan
          b. ProgramSementara
              (1). Nama Sekolah
              (2). Kelas
              (3). Tahun Ajaran
              (4). Nama Konselor/Guru Pembimbing
   (5). Kegiatan
   (6). Bidang Pengembangan
   (7). Materi Bidang Pengembangan
   (8). Semesteran
c. Program Bulanan
   (1). Nama Sekolah
   (2). Kelas
   (3). Tahun Ajaran
   (4). Nama Konselor/Guru Pembimbing
   (5). Kegiatan
   (6). Bidang Pengembangan
   (7). Materi Bidang Pengembangan
   (8). Semesteran
   (9). Bulan
d. Program Mingguan
   (1). Nama Sekolah
   (2). Kelas
   (3). Bulan
   (4). Minggu
   (5). Tahun Ajaran
   (6). Nama Konselor/Guru Pembimbing
   (7). Kegiatan
   (8). Bidang Pengembangan
   (9). Materi Bidang Pengembangan
e. Program Harian
   (1). Nama Sekolah
   (2). Kelas
   (3). Bulan
   (4). Minggu
   (5). Tahun Ajaran
   (6). Nama Konselor/Guru Pembimbing
             (7). Tanggal/Waktu
             (8). Jam Bimbingan
             (9). Sasaran Kegiatan
             (10)Kegiatan Layanan/Pendukung
             (11)Materi kegiatan
             (12)Alat Bantu
             (13)Tempat
             (14)Pelaksana
             (15)Keterangan


B. Penyusunan program
   1. Program Pelayanan Bimbingan konseling di susun berdasarkan kebutuhan peserta
      didik (need assessment) yang di peroleh melalui aplikasi instrument
   2. Substansi program pelayanan bimbingan konseling meliputi keempat bidang
      pengembangan,9 jenis layanan dan 6 kegiatan pendukung,format kegiatan,sasaran
      pelayanan dan volume/beban tugas konselor


C. Pelaksanaan Program
   1. Di dalam jam pelajaran sekolah
      a. Kegiatan      tatap   muka    secara   klasikal   dengan   peserta   didik   untuk
         menyelenggarakan layanan informasi,penempatan dan penyaluran penguasaan
         konten,kegiatan instrumentasi serta layanan/kegiatan lain yang dapat di lakukan di
         dalam kelas
      b. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 dua jam perkelas perminggu dan
         dilaksanakan secara terjadwal.
      c. Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan
         konsultasi,konfrensi    khusus,himpunan      data,kunjungan   rumah,pemamfaatan
         kepustakaan dan ahli tangan kasus.
2. Diluar Jam Pelajaran Sekolah
   a. Kegiatan tatap muka edngan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan
      orientasi,konseling perorangan bimbingan kelompok,konseling kelompok,mediasi
      serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan diluar kelas.
   b. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam
      pelajaran ekuvalen dengan 2 (dua) jam pelajaran tatap muka dalam kelas
   c. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pelajaran sekolah maksimum 50% dari
      seluruh kegiatan pelayanan konseling diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan
      sekolah


Bidang Pengembangan Pelayanan Bimbingan Konseling
a. Bidang Pengembangan Kehidupan Pribadi
   Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami,menilai dan
   mengembangkan potensi dan kecakapan,bakat dan minat,serta kondisi sesuai
   karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistic
b. Bidang Pengembangan Kehidupan Sosial
   Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai
   serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan
   teman sebaya,anggota keluarga dan warga lingkungan sosial yang lebih luas
c. Bidang Pengembangan Kemampuan Belajar
   Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan
   belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah dan belajar secara mandiri
d. Bidang Pengembangan Karir
   Yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai
   informasi,serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Jenis Layanan Bimbingan Konseling
a. Layanan Orientasi
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru,terutama
   lingkungan sekolah dan objek-objek yang di pelajari untuk menyesuaikan diri serta
   mempermudah dan memperlancar peran peserta didik dilingkungan yang baru
b. Layanan Informasi
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai
   informasi diri,sosial,belajar,karir /jabatan,dan pendidikan
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran
   yang tepat di dalam kelas,kelompok belajar,jurusan/program studi,program
   latihan,magang dan kegiatan ekstra kurikuler.
d. Layanan Penguasaan konten
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu,terutama
   kopetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah,keluarga dan
   masyarakat.
e. Layanan Konseling Perorangan
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah
   pribadinya.
f. Layanan Kelompok
   Yaitu   layanan     yang    membantu      peserta    didik    dalam   mengembangkan
   pribadi,kemampuan hubungan sosial,kegiatan belajar,karir,jabatan dan pengambilan
   keputusan,serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
g. Layanan Konseling Kelompok
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan danm pengentasan
   masalah pribadi melalui dinamika kelompok
h. Layanan Konsultasi
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik atau pihak lain dalam memperoleh
   wawasan,pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani
   kondisi dan atau masalah peserta didik atau pihak ketiga
i. Layanan Mediasi
   Yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan
   memperbaiki hubungan antar mereka.


Kegiatan Pendukung Pelayanan Bimbingan Konseling
a. Aplikasi instrument
   Yaitu      kegiatan   mengumpulkan     data    tentang   diri   pesrta   didik   dan
   lingkungannya,melalui aplikasi berbagai instrumen,baik yang berbentuk tes maupun
   non tes.
b. Himpunan Data
   Yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan mengembangkan
   pesertadidik,yang menyelenggarakan secara
   berkelanjutan,sistematis,komperhensif,terpadu dan bersifat rahasia.
c. Konfrensi Kasus
   Yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang
   dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberi data.
                                           BAB VI
                PERANAN GURU DALAM PROGRAM BK DI SEKOLAH


       Makna Program Bimbingan dan Konseling adalah satuan rencana kegiatan Bimbingan
dan Konseling yang terencana, terorganisir dan terkoordinasi yang dilaksanakan selama atau
pada periode waktu tertentu.
       Tujuan dari adanya program Bimbingan dan Konseling sendiri adalah agar kegiatan BK
disekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif dan efisien serta hasil-hasilnya dapat dinilai
demi tercapainya tujuan dari program BK pada khususnya dan tujuan sekolah pada umumnya
serta akan menegakkan akuntabilitas BK di sekolah.
Keuntungan program BK bagi sekolah:
a. Memungkinkan para petugas menghemat waktu, usaha, biaya dan menghindari kesalahan-
    kesalahan dan usaha coba-coba yang menguntungkan.
b. Memungkin siswa untuk menapat layanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh, baik
    dalam hal kesempatan ataupun dalam jenis bimbingan yang diperlukan.
c. Memungkin setiap petugas mengetahui dan memahami peranannya masing-masing dan
    mengetahui bagaimana dan di mana mereka harus melakukan upaya secara tepat.
d. Memungkinkan para petugas untuk menghayati pengalaman yang sangat barguna untuk
    kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan para siswa yang dibimbingnya.


1. Unsur-unsur Program Bimbingan Konseling
           Adapun unsure-unsur yang harus diperhatikan dan menjadi isi program BK di
    sekolah adalah sebagai berikut:
       a. Jumlah siswa yang dibimbing
       b. Waktu pelaksanaan kegiatan
       c. Unsur “BK-Pola 17”, yaitu:
            1) Bidang-bidang bimbingan
            2) Jenis-jenis layanan
            3) Kegiatan pendukung
       d. Volume kegiatan BK di sekolah
       e. Frekuensi pelaksanaan layanan terhadap siswa mengikuti rumus 3 x 3 x 5 yang
           berarti setiap siswa menerima layanan bimbingan dan konseling minimal dalam
           setiap cawu selama tiga tahun di satu jenjang sekolah.
       f. Setiap kali kegiatan BK berlangsung sekitar dua jam
       g. Pada caturwulan pertama wajib dilaksanakan layanan operasi.


   2. Penyusunan Program
              Tujuan penyusunan program BK sendiri setiap guru pembimbing mengenal betul
       kegiatan yang hendak dilaksanakan sesuai dengan periode satuan waktu tertentu.
       Program-program tersebut adaah:
       a. Program harian, yaitu program yang langsung dilakukan pada hari-hari tertentu
           dalam satu minggu
       b. Program mingguan, yaitu program yang dilakukan satu minggu penuh dalam satu
           bulan
       c. Program bulanan, yaitu program yang dilakukan secara penuh dalam satu bulan
           tertentu dalam satu catur wulan.
       d. Program catur wulan, yaitu program yang akan dilaksanakan secra penuh dalam satu
           catur wulan dalam satu tahun ajaran
       e. Program tahunan, yaitu program yang akan dilaksanakan secara penuh dalam satu
           tahun ajaran dalam satu jenjang sekolah.


   3. Pelaksanaan Program
              Pelaksanakan program BK harus berkaitan dengan lima tahap kegiatan BK yakni,
       penyusunan program, pelaksanaan programpenilaian layanan, analisis hasil layanan dan
       tindak lanjut. Penilaian hasil layanan BK baik yang bersifat segera, penilaian jangka
       pendek dan penilaian jangka panjang. Dan setiap akhir catur wulan guru melakukan
       penilaian menyeluruh.


A. Bidang dan Jenis Layanan
   Adapun bidang dan jenis layanan dari Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut:
   1. Bidang-bidang bimbingan:
    a. Bidang bimbingan pribadi, yaitu pelayanan BK untuk membantu siswa menemukan
       dan mengembangkan pribadi.
    b. Bidang bimbingan social, yaitu pelayanan BK agar siswa mengenal dan berhubungan
       dengan lingkungan sosialnya.
    c. Bidang bimbingan belajar, yaitu pelayanan BK di mana siswa di arahkan agar
       mampu mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar untuk menguasai
       pengetahuan dan keterampilan serta mempersiapkan diri untuk ke jenjang pendidikan
       yang lebih tinggi bahkan dunia kerja.
    d. Bidang bimbingan karir, yaitu pelayanan BK yang bertujuan untuk membantu siswa
       dalam merencanakan dan mengembangkan masa depan karir.
2. Jenis-jenis layanan BK:
    a. Layanan orientasi, tujuannya adalah agar siswa baru atau pihak lain seperti orang tua
       agar siswa tersebut mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah,
       kehidupan sosial dan kegiatan belajar serta kegiatan lain yang dapat mendukung
       keberhasilan siswa.
    b. Layanan informasi, tujuannya adalah membekali siswa dengan pengetahuan dan
       pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenali diri, merencanakan
       dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan
       masyarakat.
    c. Layanan penempatan/penyaluran, tujuannya adalahmenempatkan dan menyalurkan
       kemampuan, bakat, dan minat siswa agar berada pada posisi dan pilihan yang tepat
       berkenaan dengan penjurusan, kelompok belajar, karir, ekskul, program latihan dan
       perguruan tinggi.
    d. Layanan    pembelajaran,    tujuannya    memungkinkan      siswa   memahami      dan
       mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi
       belajar yang cocok bagi siswa tersebut demi kehidupan dan perkembangannya di
       masa depan.
    e. Layanan konseling perorangan; memungkinkan siswa mendapatkan layanan
       langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan
       mengentaskan masalah.
       f. Layanan bimbingan kelompok bertujuan agar siswa secara bersama-sama
            memperoleh bahan dari narasumber yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
       g. Layanan konseling kelompok memungkinkan siswa membahas permasalahan setiap
            anggota secara bersama-sama dengan memanfaat suasanana yang berkembang dalam
            kelompok.
    3. Kaitan Jenis Layanan BK dengan Bidang Bimbingan
                                                          Bidang Bimbingan

                                                                     Bimbingan
            Jenis Layanan                 Bimbingan     Bimbingan                Bimbingan
                                                                      Belajar
                                          Pribadi (A)   Sosial (B)               Karir (D)
                                                                        (C)

Orientasi                                     1A           1B           1C          1D

Informasi                                     2A           2B           2C          2D

1. Penempatan/Penyaluran                      3A           3B           3C          3D
2. Pembelajaran
                                              4A           4B           4C          4D
3. Konseling Perorangan
4. Bimbingan Kelompok                         5A           5B           5C          5D
5. Konseling Kelompok
                                              6A           6B           6C          6D

                                              7A           7B           7C          7D



       Pada matriks di atas tergambar bahwa setiap jenis layanan BK yang akan dilaksanakan
dapat dikaitkan dengan bidang bimbingan yang dikehendaki. Dengan kata lain ke tujuh
bimbingan dan layanan dapat dihubungkan sehingga menghasilkan 28 kegiatan.


B. Peran Personil Sekolah dalam Manajemen BK di Sekolah
   Berikut adalah peran personil sekolah dalam manajemen BK:
    1. Kepala Sekolah, perannya adalah:
       a. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah
   b. Menyediakan prasarana, tenaga, sarana dan berbagai kemudahan dalam pelaksanaan
       program
   c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan pelaksanaan program,
       penilaian, upaya dan tindak lanjutnya.
   d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan program kepada Kanwil/Kandep.
2. Wakil Kepala Sekolah, perannya adalah sabagai pembantu kepala sekolah dalam
   melaksanakan tugasnya.
3. Koordinator BK, tugasnya adalah:
   a. Mengkoordinator bimbingan dan konseling dalam:
        1) Memasyarakatkan program BK kepada segenap warga sekolah
        2) Menyusun program kegiatan BK
        3) Melaksanakan program BK
        4) Mengadministrasikan program BK
        5) Menilai hasil pelaksanaan program BK
        6) Menganalisis hasil program BK
        7) Memberikan tindak lanjut terhadap hasil analisis program BK
   b. Mengusulkan kepada Kepala Sekolah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga,
       prasarana dan sarana alat dan perlengkapan pelayanan BK
4. Guru Pembimbing adalah pelaksana utama, tenaga inti dan ahli program serta
   penanggung jawab tugas dan kegiatan BK
5. Guru Mata Pelajaran dan Guru Praktek: sebagai personil yang sehari-hari langsung
   berhubungan dengan siswa peran guru mata pelajaran dan guru praktek adalah:
   a. Memasyarakatkan program BK kepada siswa
   b. Membantu guru pembimbing mengidentifikasi siswa-siswa yang membutuhkan
       layanan BK
   c. Mengalih tangankan siswa yang membutuhkan bimbingan kepada guru pembimbing
   d. Menerima alih tangan dari guru pembimbing bagi siswa yang membutuhkan
       pelayanan pengajaran latihan khusus
   e. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan siswa dan guru dan hubungan
       antar siswa
   f. Member kesempatan dan kemudahan bagi siswa yang membutuhkan bimbingan
    g. Berpatisipasi dalam khusus penanganan masalah
    h. Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam penilaian pelayanan BK
       serta upaya tindak lanjutnya
6. Wali kelas, tugasnya adalah:
    a. Membantu guru pembimbing melaksanakan tugasnya khusus di kelas yang menjadi
       tanggung jawabnya
    b. Membantu guru mata pelajaran/guru praktek dalam melaksanakan layanan BK
    c. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa kelasnya untuk
       menjalani kegiatan BK
    d. Berpatisipasi aktif dalam kegiatan khusus BK
    e. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan BK kepada guru pembimbing.


                 ORGANISASI PELAYANAN BK DI SEKOLAH


                                  KANWIL/KANDEP


                                  KEPALA SEKOLAH


                           WAKIL KEPALA SEKOLAH


                   BP3                                 TATA USAHA


      Guru Pelajaran/Praktek          Wali Kelas         Koordinator Guru
                                                           Pembimbing


                                        SISWA


  Keterangan:
1. Unsur Kanwil/Kandep adalah personil yang bertugas melakukan pengawasan dan
   pembinaan terhadap penyelenggaraan pelayanan BK di sekolah
   2. Kepala Sekolah bersama dengan wakil kepala sekolah adalah penanggung jawab
       pendidikan disatuan pendidikan secara keseluruhan, termasuk pelaksanaan pelayanan BK
   3. Coordinator BK bersama guru pembimbing adalah pelaksana utama program BK di
       sekolah
   4. Guru mata pelajaran/praktik adalah pelaksanaan pengajaran/latihan di sekolah
   5. Wali kelas adalah guru yang diugasi secara khusus mengelola satu kelas tertentu
   6. Siswa adalah peserta didik yang menerima pelayanan pengajaran latihan dan BK
   7. Tata usaha adalah pembantu kepala sekolah dalam penyelenggaraan ketatausahaan di
       sekolah
   8. BP3 (Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan) adalah organisasi orang tua siswa
       yang berperanmembantu penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan.


       Peranan tersebut akan semakin tampak bila dikaitkan dengan kebijaksanaan dan program
pembangunan dalam pendidikan dewasa ini yaitu berkenaan dengan peningkatan mutu dan
relevansi pendidikan yang diarahkan pada mutu lulusan atau hasil pendidikan itu sendiri. Dalam
keadaan demikian guru mengemban sekurang-kurangnya tiga tugas pokok sehubungan dengan
kualifikasi dan tugasnya:
   1. Tugas profesional (profesional task), yaitu tugas yang berkenaan dengan profesinya
       mencakup tugas mendidik (mengembangkan pribadi siswa), mengajar (mengembangkan
       kemampuan intelektual siswa), melatih (mengemngkan keterampilan siswa) dan
       mengelola ketertiban sekolah.
   2. Tugas manusiawi (human responsibility), yaitu tugasnya sebagai manusia yakni bertugas
      mewujudkan dirinya, dalam arti mereliasasikan seluruh potensi dimilikinya, melakukan
      auto-identifikasi dan auto-pengertian untuk dapat menempatkan dirinya di dalam
      keseluruhan kemanusiaan, sesuai dengan martabat manusia.
   3. Tugas kemasyarakatan (civic mission), yaiu tugas guru sebagai anggota masyarakat dan
      warga negara. Artinya guru bertugas membimbing siswa menjadi warga negara yang
      baik, sesuai dengan kaidah-kaidah yang terdapat dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar
      1945, dan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Dalam hal ini guru berfungsi
      sebagai peracang masa depan, dan penggerak kemajuan.
C. Kerjasama Guru mata Pelajaran Wali Kelas dan Guru Pembimbing
       Beberapa pertimbangan mengapa guru juga harus melaksanakan kegiatan bimbingan
   dalam proses pembelajaran:
   1. Proses belajar mengajar akan lebih efektif bila bahan yang dipelajari dikaitkan langsung
       dengan tujuan pribadi siswa
   2. Guru yang selalu berhubungan dengan siswa biasanya lebih memahami siswa dan
       masalah-masalah yang dihadapinya serta lebih peka terhadap hal-hal yang dapat
       mengganggu kelancaran proses belajar.
   3. Guru memiliki waktu yang lebih banyak dalam memantau perkembangan masalah siswa.
              Kerjasama guru pembimbing dan wali kelas sebagai pengelola kelas amat besar
       sekali pengaruhnya dalam kelancaran program BK. Dengan kata lain wali kelas harus
       membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugasnya dalam kegiatan BK di
       sekolah.
                                           BAB VII
                              ADMINISTRASI PENDIDIKAN


       Administrasi Pendidikan Menurut Gie adalah segenap rangkaian kegiatan penataan
terhadap pekerjaan poko yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai
tujuan tertentu.
Administrasi pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek:
   1) Aspek Kerja Sama
       Administrasi pendidikan dapat diartikan kerja sama diantara orang-orang personil
sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
   2) Administrasi pendidikan adalah proses pencapaian tujuan pendidikan yang dimulai dari
       proses perencanaan, pengorganisasian, pengrahan, penentuan dan evaluasi dalam
       mencapai tujuan pendidikan.
   3) Administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi kerangka berpikir sistem. Sistem adalah
       keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi satu sama lain dalam
       proses pengolahan pemasukan dan pengeluaran.
   4) Administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi manajemen .
   5) Administrasi kependidikan dapat dilihat dari segi kepemimpinan yaitu proses
       mempengaruhi menggerakkan orang lain bekerja lebih giat kearah pencapaian tujuan.
   6) Administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi proses pengambilan keputusan
   7) Administrasi pendidikan dapat dilihat dari segi komunikasi
   8) Administrasi pendidikan sering diartikan dalam pengertian sempit yaitu ketata usahaan
       yang intinya adalah kegiatan catat mencatat , mendokumentasikan kegiatan, mengelola
       surat menyurat dan segala aspeknya.


A. Perlunya administrasi pendidikan
     Administrasi pendidikan merupakan sub sistem pendidikan disekolah yang bertujuan untuk
mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efiasien. Berdasarkan hal – hal tersebut, guru
sebagai tenaga pengajar harus memperoleh latar belakang pengetahuan dan keterampilan dalam
administrasi pendidikan.
B. Fungsi Administrasi Pendidikan
   a. Perencanaan: merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan dalam administrasi
   sekaligus sebagai persiapan sebelum suatu usaha dilakukan.
   b. Pengorganisasian disekolah sebagai keseluruhan pengaturan kekeuasaan, wewenang,
   pekerjaan, tanggung jawab, satu sama lain dalam upaya mencapai tujuan.
   c. Pengarahan adalah usaha memberikan bimbingan dan pengarahan yang diberikan
   sebelum suatu kegiatan pelaksanaan dilakukan untuk memelihara, menjaga, dan memajkan
   organisasi.
   d. Pengkoordinasiaan adalah usaha untuk mengatur pendidikan kegiatan dari berbagai
   individu atau unit sekolah agar kegiatan berjalan selaras, dengan anggota lainnya dalam
   usaha mencapai tujuan.
   e. Pengawasan( controlling) adalah suatu proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh
   kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan
   berjalan sesuai dengan rencana ynag telah ditentukan sebelumnya.


C. Tujuan Administrasi Pendidikan
    a. Tujuan Jangka Pendek
    b. Tujuan Jangka Menengah
    c. Tujuan Jangka Panjang


    Bidang Garapan Administrasi
    a. Bidang Kurikulum
    b. Bidang Kesiswaan
    c. Bidang Sarana Prasarana
    d. Bidang Personalian Pendidikan
    e. Bidang Keuangan Pendidikan
    f. Bidang Ketata Usahaan
    g. Bidang Hubungan Sekolah dan Masyarakat
    h. Bidang Layanan Khusus
                                         BAB VIIII
                   ADMINISTRASI KURIKULUM DAN KESISWAAN


          Kurikulum diartikan semua pengalaman belajar yang diberikan sekolah kepada siswa
   selama mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan suatu
   komponen yang sangat penting dalam menentukan penyelenggaraan pendidikan.


A. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum
   1.Perencanaan Kurikulum
    Penyusunan kurikulum dan kelengkapannya terdiri atas:
          -   Landasan, program dan pengembangan kurikulum
          -   Garis- garis besar program pengajaran
          -   Pedoman pelaksanaan kurikulum
    Penyusunan Pedoman Teknis pelaksanaan kurikulum
    2.Pengembangan Kurikulum
                 Prosedur pembahasan materi kurikulum
                 Penambahan mata pelajaran yang sesuai dengan lingkungan sekolah
                 Penjabaran dan penambahan bahan kajian mata pelajaran


B. Pelaksanaan Kurikulum
          Kurikulum disusun dengan baik dan sempurna tidak akan mempunyai arti apa-apa
   bila tidak di implementasikan dengan baik dikelas, dalam pengimplementasian kurikulum ini,
   peranan guru sangat penting. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan
   kurikulum disekolah adalah:
              a. Penyusunan program pengajaran semester/caturwulan
              b. Penyusunan persiapan pengajaran
              c. Pelaksanaan proses belajar mengajar
              d. Kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler
              e. Evaluasi hasil belajar dan program pengajaran
C. Pengertian Administrasi Kesiswaan
          Administrasi kesiswaan dilakukan agar transformasi siswa menjadi lulusan yang
   dikehendaki oleh tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat berjalan secar langsung
   efektif dan efisien. Tujuan administrasi pendidikan kesiswaan adalah untuk mengatur semua
   kegiatan yang berkaitan dengankesiswaan agar proses belajar mengajar disekolah
   berlangsung lancar, tertib, teratur, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif
   dan efisien.


D. Perencanaan dan Penerimaan Siswa Baru
   Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam penerimaan siswa baru :
   a. Penetapan daya tampung sekolah
   b. penetapan syarat calon siswa ,
   c. pembentukan panitia penerimaan siswa baru.,
   d. orientasi siswa baru,
   e. memperkenalkan program sekolah,
   f. pengaturan disiplin dan tata tertib.


E. Pembinaan Kesiswaan
   Pembinaan kesiswaan adalah upaya sekolah melalui kegiatan-kegiatan siswa diluar jam
   pelajaran dikelas untuk mengusahakan agar siswa dapat bertumbuh dan berkembang sebagai
   manusioa seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
   Jalur Pembinaan Kesiswaan
         Organisasi Kesiswaan
         Latihan Kepemimpinan
         Kegiatan Ekstrakurikuler
         Kegiatan Wawasan Wiyata Mandala


F. Intrumen Pengelolaan Siswa
   Dalam melakukan pencatatan data tentang siswa diperlukan beberapa instrumen:
   a. Buku Induk Siswa
   b.Buku Klaper
   c. Daftar Keadaan Siswa
   d.Buku Mutasi Siswa
   e. Pencatatan Kehadiran Siswa


G. Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan
   a. Dalam penerimaan siswa para guru dapat dilibatkan untuk ambil bagian , diantara mereka
      dapat ditunjuk sebagai panitia yang dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan teknis
   b. Dalam masa orientasi tugas guru adalah membuat agar siswa cepat beradaptasi dengan
      lingkungan sekolah barunya.
   c. Untuk mengatur kehadiran siswa dikelas
   d. Memotivasi siswa untuk berprestasi tinggi
   e. Dalam menciptakan kedisiplinan sekolah atau kelas yang baik, guru sangat penting
      karena guru dapat jadi model untuk membuat siswa disiplin yang tinggi.
                                           BAB IX
             ADMINISTRASI PERSONALIA SARANA DAN PRASARANA


     Adalah serangkaian proses kerja sama mulai dari perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan dalam bidang personalia dengan mendaya gunakan sumber yang
ada secara efektif dan efisien sehingga semua personil sekolah menyumbang secara optimal bagi
pencapaian tujuan pendidikan sekolah yang telah ditetapkan.


Perencanaan Personil
  Langkah- langkah dalam perencanaan personil adalah:
   a. Analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan, pemeriksaan dan pengorganisasian semua
       aktivitas-aktivitas kerja pokok didalam suatu organisasi beserta kualifikasi yang
       diperlukan untuk melaksanakan aktivitas tersebut.
   b. Penentuan Formasi adalah Jumlah dan susunan pangkat pegawai yang diperlukan dalam
       suatu organisasi untuk melaksanakan tuga pokoknya dalam jangka waktu tertentu
   c. Penetuan Kebutuhan dimulai dari kegiatan inventarisasi personil yaitu pencatatan atau
       pendataan ulang yang sudah ada.
Pengadaan Personil
   a. Perencanaan pengadaan personil
   b. Pengumuman
   c. Syarat – syarat yang harus dipenuhi oleh pelamar
   d. Lamaran
   e. Penyaringan / Seleksi
   f. Pengangkatan sebagai calon PNS.
   g. Pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil


Pemanfaatan, Pengembangan dan Pembinaan Personil
       Pemanfaatan personil merupakan upaya perlibatan secara aktif personil dalam kegiatan
penyelenggaraan kerja untuk mencapai tujuan lembaga. Pengembangan personil dalah upaya
untuk meningkatkan kemampuan personil melaksanakan tugas- tugasnya dalam rangka mencapai
tujuan lembaga. Pembinaan personil adalah kegiatan yang diarahkan untuk menjamin
penyelenggaraan tugas –tugas lemabaga dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil
guna.
              Kegiatan- kegiatan administrasi personalia
         a.       Orientasi personil
         b.       Pendidikan dan pelatihan
         c.       Penggajian dan kenaikan gaji personil
         d.       Kenaikan pangkat
         e.       Cuti
         f.       Kesejahteraan personil
         g.       Pemindahan, mutasi dan promosi
         h.       Penilaian pelaksanaan pekerjaan
         i.       Pemberhentian
         j.       Pensiunan PNS
        Administrasi sarana dan prasarana Pendidikan
         1. Pengertian
              Adalah serangkaian kegiatan mulai dari Perencanaan kebutuhan, pengadaan,
              penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, penghapusan dan pengawasan semua
              peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk menunjang perencanaan
              pendidikan sehingga tujuan pendidikan sekolah dapat dicapai secara efektif dan
              efisien.
        2. Perencanaan Kebutuhan Sarana dan Prasarana
              Langkah –langkah penyusunan sarana dan prasarana:
              a. Analisis kebutuhan
              b. Mengumpulkan data dan informasi sekolah yang ada
              c. Penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan
        3. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan
                     Pengadaan adalah kegiatan untuk menyediakan sarana dan prasarana
              pendidikan yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas disekolah.
              Pengadaan sarana dan prasaran disamping itu memperhatikan aspek kuantitas dan
              kualitas seperti yang direncanakan juga perlu memperhatikan aspek hukum yang
   berlaku dalam prosedur pengadaan tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah
   dikemudian hari.
4. Penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan
             Penyimpanan adalah kegiatan pengurusa, penyelenggaraan dan pengaturan
   sarana dan prasarana yang ada dalam ruangan penyimpanan atau gudang.
5. Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan
             Inventarisasi ialah kegiatan mencatat dan menyusun daftar sarana dan prasaran
   yang secara teratur menurut ketentuan yang berlaku kedalam suatu daftar inventaris
   barang.
6. Pemeliharaan/perawatan sarana dan prasarana pendidikan
             Pemeliharaan adalah kegiatan penjagaan dan pencegahan barang dari
   kerusakan sehingga barang tersebut dalam kondisi baik dan siap pakai serta dapat
   diperhunakan dalam jangka waktu yang lama.
7. Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan
             Penghapusan adalah kegiatan mengeluarkan barang-barang milik negara /
   sekolah/daerah dari daftar inventaris berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
   berlaku.
8. Pengawasan sarana dan prasarana pendidikan
             Adalah kegiatan pengamatan, pemeriksaan dan penilaian terhadap pelaksanaan
   administrasi sarana dan prasarana pendidikan disekolah untuk menghindari
   penyimpangan, pemggelapan atau penyalah gunaan.
                                           BAB X
       ADMINISTRASI KEUANGAN SEKOLAH, HUBUNGAN SEKOLAH DAN
                       MASYARAKAT DAN LAYANAN KHUSUS


       Pengelolaan keuangan sekolah mencakup kegiatan perencanaan, penggunaa, pencatatan,
pelaporan dan pertanggung jawaban keuangan sekolah yang sudah dialokasikan untuk
pembiayaan kegiatan sekolah selama periode tertentu. Pada dasarnya memuat tentang berbagai
program   atau kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah, selama satu kegiatan yang akan
dilaksanakan sekolah keuangan untuk membiayai program tersebut selama satu tahun anggaran.
Penyusunan RAPBS dapat menempuh beberapa langkah:
a. Penetapan tujuan
b. Penjabaran tujuan kedalam program pendidikan
c. Penentuan sumber daya manusia dan materi
d. Pembuatan perkiraan anggaran belanja dengan teliti
Penggunaan keuangan sekolah
       Tertib administrasi keuangan sekolah ditentukan oleh penggunaan keuangan yang rapi
dan teliti. Depdagri dan Depdikbud menyatakan bahwa dalam administrasi keuangan harus ada
pemisahan tugas antara fubgsi otorisator, ordonator dan bendaharawan. Otorisator adalah pejabat
yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan terjadinya penerimaan
pengeluaran keuangan. Ordonator adalah pejabat yang berwewenang melakukan pengujian dan
memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang
telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwewenang melakukan penerimaan dan
pengeluaran uang atau surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang dan dapat
diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggung jawaban.
Pertanggung Jawaban Keuangan Sekolah
       Penggunaan keuangan sekolah selama satu tahun harus dapat dipertanggung jawabkan
oleh kepala sekolah. Pertanggung jawaban dapat disampaikan kepada pemimpin, sumber
pemberi dana maupun kepada personil sekolah untuk diketahui bersama. Oleh karena itu
pertanggung jawaban keuangan sekolah harus diuraikan dengan jelas sumber keuangan, jumlah
dana, rincian penggunaan dilengkapi dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah.
Administrasi Hubungan dengan Masyarakat
       Pengertian Husemas adalah proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk
meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta
mendorong minat dan kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan
sekolah.
Tujuan hubungan sekolah dengan mayarakat
       Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antar pemerintah , mayarakat dan orang
tua murid. Karena itu ketiga unsur tersebut harus dapat bekerja sama sedemikian rupa sehingga
proses dari belajar anak didik dapat berjalan dengan baik. Tiga tujuan utama dari hubungan
sekolah dan masyarakat adalah:
   a.To prevent mis understanding
   b. To secure financial support
   c. To secure cooperation I policy making
   Menurut Hagman ( Ametembun, 1973:156) mengemukakan 6 tujuan hubungan sekolah
   dengan masyarakat:
       a. Untuk memperoleh bantuan masyarakat, khususnya bantuan finansial dan
           perlengkapan fasilitas lainnya untuk keperluan sekolah.
       b. Untuk melaporkan perkembangan sekolah
       c. Untuk memajukan program pendidikan
       d. Untuk memperbaiki masyarakat
       e. Untuk mengembangkan partnership
       f. Untuk membina kepemimpinan sekolah.
       Dari pendapat diatas terlihat bahwa tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat bukan
       hanya bagi sekolah saja tetapi juga mempunyai arti bagi orang tua dan masyarakat pada
       umumnya.
   1.Prinsip-Prinsip hubungan sekolah masyarakat:
       a. Prinsip otoritas yaitu bahwa husemas harus dilakukan oleh orang yang mempunyai
           otoritas, karena pengetahuan dan pertanggunga jawabannya terhadap sekolah.
       b. Prinsip kesederhanaan yaitu bahwa program hubungan sekolah dan mayarakat harus
           jelas
  c. Prinsip sentivitas yaitu bahwa dalam menangani masalah-masalah yang berhubungan
        dengan masyarakat sekolah harus sensitif terhadap kebutuhan serta harapan
        masyarakat.
  d. Prinsip kejujuran yaitu bahwa apa yang disampaikan kepada masyarakat haruslah
        sesuatu apa adanya disampaikan secara jujur.
  e. Prinsip ketepatan yaitu bahwa apa yang disampaikan sekolah kepada masyarakat
        harus tepat baik dilihat dari segi isi, waktu, media yang digunakan serta tujuan yang
        dicapai.
2. Teknik hubungan sekolah dan masyarakat
Dalam menciptakan kerja sama dengan masyarakat ada beberapa teknik yang digunakan:
   a. Publikasi       sekolah   merupakan    kegiatan   yang    dilakukan   sekolah     untuk
        memperkenalkan serta memberi informasi tentang program-program sekolah
   b. Pertemuan Tatap Muka merupakan pertemuan yang berlangsung dua orang antara
        guru-guru dengan orang tua muris atau antara guru dengan pemuka masyarakat atau
        antara kepala sekolah dengan pemuka masyarakat.
   c. Pertemuan Tatap muka adalah pertemuan anatara personil sekolah dengan orang tua
        murid atau pemuka masyarakat
   d. Laporan kepada orang tua murid: lapoaran yang diberikan sekolah kepada orang tua
        murid adapat berupa buku raport, dapat berupa buku data pribadi siswa atau segala
        sesuatu yang berkenaan dengan perkembangan pribadi anak dalam belajar disekolah.
   e. Kunjungan sekolah nadalah kun jungan yang dilakukan anggota masyarakat
        kesekolah. Hal ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung aktivitas anak didik
        sekolah , baik dikelas, laboratorium, maupun diluar kelas.
3. Pelaksanaan program hubungan sekolah dengan masyarakat
   a.      Perencanaan program
   Perencanaan program hubungan sekolah dengan masyarakat harus memperhatikan dana
   yang tersedia, ciri masyarakat, daerah jangkauan, sarana dan prasarana yang tersedia dan
   teknik yang akan digunakan.
   b.      Pelaksanaan program
   Dalam pelaksanaan program hubungan sekolah dengan masyarakat yang telah
   dirumuskan diperlukan adanya koordinasi kerja dari personil-personilyang terlibat.
c.     Evaluasi program hubungan sekolah dan masyarakat
Untuk melihat efektifitas dan efisiensi program hubungan sekolah dengan masyarakat
diperlukan evaluasi. Evaluasi adalah merupakan suatu proses kegiatan penilaian
terhadap kegiatan – kegiatan yang berjalan dan terhadap hasil yang di capai. Hasil
evaluasi dapat menjadi umpan balik bagi kepala sekolah dan stafnya untuk
penyempurnaan program hubungan sekolah dan masyarakat dimasa yang akan datang
beserta dengan mekanisme pelaksanaannya.


     III. Administrasi Khusus
     1.Pengertian
       Layanan Khusus adalah Suatu usaha yang tidak secara langsung berkenaan
     dengan proses belajar mengajar dikelas tetapi secara khusus yang diberikan oleh
     pihak sekolah kepada para siswanya agar mereka lebih optimal dalam melaksanakan
     proses belajar.
     1. Perpustakaan sekolah
       Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah,
     dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan untuk mencapai tujuan khusus
     sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya.
       a.       Fungsi Perpustakaan
               Fungsi Pendidikan
               Fungsi Informasi
               Fungsi Rekreasi
               Fungsi Penelitian
               Fungsi Penyaluran Hobi
               Fungsi penanaman rasa tanggung jawab
       b.       Pengelolaan Bahan Pustaka
               Klasifikasi
               Katalogisasi
               Pemberian stempel
               Pemberian nomor buku
        c.      Peranan Guru dalam Administrasi perpustakaan sekolah
       Memperkenalkan buku-buku kepada siswa atau guru – guru
       Memilih buku-buku dan bahan pustaka lainnya yang akan di beli
       Mempromosikanperpustakaan baik untuk pemakaian maupun pembinaan
3. Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS)
  a.         Tujuan UKS
   Memiliki pengetahuan sikap, keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup
  sehat
   Sehat dalam arti fisik , mental maupun sosial
   Memiliki daya hayat dan daya tanggal tehadap pengaruh buruk, penyalah
  gunaan narkotika, obat dan bahan berbahaya, alkohol, rokok dan sebagainya.
  b. Ruang Lingkup UKS
       Pendidikan Kesehatan
       Pelayanan kesehatan
       Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat
  c. Peranan guru dalam UKS
            Memberikan peranan kesehatan kepada siswa baik oleh guru pendidikan
             jasmani maupun wali kelas
            Melakukan pemeriksaan rutin terhadap siswa sekali seminggu.
            Melakukan pemeriksaan sesuai dengan kartu menuju sekali empat bulan.
 4.    Kafetaria
  a. Tujuan pengadaan kafetaria
        Menyediakan tempat ajan yang terjamin kebersihannya dan makanan yang
            bergizi
        Sebagai alat pencegah murid jajan keluar sekolah yang belum tentu terjamin
            kebersihan dan gizinya
        Sebagai alat peningkatan gizi
  b. Persayaratan kantin/warung sekolah
            Warung hendaknya jauh dari sumber pencemaran seperti wc, sampah,
             genangan air
      Makanan yang dijual hendaknya makanan yang bergizi tinggi dan
       terhindar dari bahan-bahan kimia
      Ruangan tempat berjualan haruslah bersih
      Warung hendaknya menyediakan air bersih untuk mencuci tangan


c. Peranan guru dalam pengelolaan kafetaria
   Guru dan kepala sekolah tidak harus secara langsung terlibat dalam
pengelolaan kafetaria. Keterlibatan guru dan kepala sekolah terutama dalam
mengawasi penyelenggaraan warung sekolah baik dari segi kebersihan, gizi yang
terkandung pada makanan yang dijual serta kemungkinan dijadikannya warung
sebagai tempat bersembunyi bagi siswa yang terlambat masuk sekolah atau siswa
yang malas mengikuti pelajaran.
                                              BAB XI
                           ADMINISTRASI KETATAUSAHAAN DAN
                            STRUKTUR ORGANISASI DEPDIKNAS
A.      Pengertian
        Bidang lain garapan administrasi pendidikan adalah administrasi ketata usahaan. Bidang ini
memiliki peranan yang sangat penting. The Liang Gie (1998:16) merumuskan pengertian tata
usaha sebagai segenap rnagkaian aktivitas enghimpun, mencatat, mengolah, mengganda,
mengirim, dan menyimpan keteranganketerangan yang diperlukan dalam setiap organisasi.
        Enam Pola kegiatan tata usaha:
        a.   Menghimpun segala keterangan yang diperlukan baik yang belum ada maupun yang
        masih berserakan
        b.   Mencatat berbagai keterangan baik dalam bentuk tulisan maupun audio visual secara
        manual maupun elektronik sehingga dapat dibaca, dikirim dan disimpan
        c.   Mengolah berbagai keterangan-keterangan yang telah dihimpun untuk dapat disajikan
        menjadi informasi yang berguna
        d.   Menggandakan berbagai keterangan untuk didistribusikan maupun pendokumentasian
        e.   Mengirimkan berbagai keterangan untuk dipergunakan pihak lain
        f.   Menyimpan berbagai keterangan untuk dapat digunakan pada saat yang lain.
             Ada ciri utama dalam kegiatan tata usaha yaitu pelayanan, merembes segenap bagian
dalam organisasi dan dilaksanakan oleh semua pihak organisasi. Namun kegiatan pelayanan tata
usaha merupakan bagian kegiatan yang ikut menunjang terlaksananya kegiatan operasional yang
baik.
             Kegiatan usaha seperti yang diunggapkan oleh The Liang Gie (1998) mempunyai 3
peranan pokok:
         a. Melayani pelaksanaan pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan organisasi
         b. Menyediakan keterangan bagi pimpinan untuk membuat keputusan atau melakukan
             tindakan yang tepat
         c. Membantu kelancaran perkembangan organisasi sebai suatu keseluruhan
             Implikasi dalam dunia pendidikan , peran melayani pelaksana pekerjaan operatif untuk
mencapai tujuan organisasi diantaranya, penyediaan informasi siswa yang dapat berguna bagi
guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar dikelas dengan baik, informasi siswa yang
bermasalah untuk dilakukan bimbingan dan konseling serta guru yang mengalami masalah
pelaksanaan pengajaran untuk dilakukan supervise pengajaran oleh kepala sekolah.
B. Penataan Surat
         a. Pengertian Surat
            Menurut kepmen Depdikbud nomor 091/U/1995 surat adalah sarana komunikasi
            yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh satu pihak ke pihak
            lain.
         b. Jenis Surat
            Surat menurut jenisnya ada 12 jenis uaitu:
            1.      Surat Dinas
            2.      Nota Dinas
            3.      Memo
            4.      Surat Pengantara
            5.      Surat Kawat atau telegram
            6.      Surat Keputusan
            7.      Surat edaran
            8.      Surat Undangan
            9.      Surat Tugas
            10. Surat Kuasa
            11. Surat Pernyataan
            12. Berita Acara
         c. Sifat dan derajat surat
            1.      Suart sangat rahasia
            2.      Surat rahasia
            3.      Surat terbatas
            4.      Surat biasa
            Derajat surat dikelompokkan atas tiga derajat:
           1.       Kilat
           2.       Segera
           3.       Bisa
         d. Pencatatan alamat surat
          Alamat surat dicantumkan pada dua tempat yaitu sampul, dan surat. Alamat pada
samapul surat terdiri dari atas “ Kepada Yth: nama, jabatan, unit kerja dan alamat lengkap
sedangkan alamat pada surat terdiri atas kata Yth: nama, jabatan, unit kerja dan alamat lengkap.
         e. Kode Surat
          Kode surat dibedakan atas dua kategori yaitu:
          1. Kode Jabatan merupakan tanda jabatan dari pejabat yang menadatangani surat
          2. Kode unit merupakan tanda dari unit kerja yang membuat / mengeluarkan surat.
         f. Cap Jabatan dan cap Dinas
                      Sehubungan dengan pelaksanaan tugas dan organisasi pendidikan dikenal
             dua jenis cap yaitu cap jabatan dan cap dinas. Cap jabatan merupakan cap/stempel
             yang dipergunakan oleh pejabat tertentu untuk memenuhi keabsahan suatu surat
             dalam melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya. Cap dinas merupakan
             cap/stempel yang dipergunakan oleh setiap pejabat untuk memenihi keabsahan surat
             pada unit organisasi , unit pelaksana teknis, dan lain-lain.
         g. Prosedur Penguasaan Surat
             Setiap unit organisasi harus ada komponen pengelola surat yang terdiri dari:
                        1. Penerima Surat
                        2. Pengirim surat
                        3. Pencatat Surat
                        4. Pengarah Surat
                        5. Pengelolaan Surat
 C. Penataan Arsip
          Arsip adalah dokumen seperti naskah, buku, foto, microfilm, rekaman suara, gambar
     peta, gambar bagan yang dibuat dan diterima oleh lembaga dalam bentuk dan corak apapun
     (asli ataupun duplikat) baik dalam keadaan tunggal maupun kelompok dalam pelaksanaan
     kegiatan lembaga tersebut.
         a. Asas Penataan Arsip
             Asas dalam penataaan arsip dikategorikan atas asas-asas:
                1. Asas sentralisasi
                2. Asas desentralisasi
                3. Asas gabungan
b. Sistem penataan arsip:
      1.    Sistem Penataan berdasarkan masalah ( subjek fillingg system)
      2.    Sistem Penataan berdasarkan abjad ( alphabetic filling system)
      3.    Sistem Penataan berdasarkan tanggal ( chronological filling system)
      4.    Sistem Penataan berdasarkan nomor ( numeric filling system)
      5.    Sistem Penataan berdasarkan wilayah ( geographic filling system)
c. Prosedur Penataan Arsip
      1.    Meneliti arsip yang akan disimpan apakah sudah ada tanda disposisi dari
      pimpinan unit kerja yang bersangkutan meyatakan bahwa arsip yang
      bersangkutan boleh disimpan
      2.    Mengelompokkan arsip surat masuk dan arsip surat keluar yang saling
      berhubungan dikelompokkan menjadi Satu
      3.    Meneliti kesesuaian lampiran dengan jumlah yang disebutkan dalam surat
      4.    Mengklasifikasikan arsip yang akan disimpan sesuai dengan pola
      klasifikasi dan mengisi dan men cantumkan kode arsip
      5.    Mengindeks arsip dengan cara member cirri kas atau tanda suatu arsip
      untuk mengetahui tempat okumen itu dimasukkan
      6.    Menyusun arsip sesuai dengan tempat penyimpanan menurut pola
      klasifikasi kedalam peralatan yang tersedia
d. Peralatan dalam penataan arsip
      1.    Filling Cabinet : lemari yang terdiri atas laci
      2.    Sekat penunjuk yaitu alat pennjuk dan pemisah
      3.    Tab sejenis map atau map piñata arsi
      4.    Folder yaitu sejenis map atau tempat menata arsip didalam filling cabinet
      5.    Kotak ( box)
      6.    Rak Arsip
e. Peminjaman arsip
            Peminjaman arsip merupakan kegiatan menemukan kembali arsip yang
   telah ditata untuk suatu keperluan tertentu. Kegiatan peminjaman arsip dilakukan
   secara terkoordinasi dengan menggunkana formulir lembar peminjaman arsip.
f. Penyusutan Arsip
            Penyusutan arsip merupakan kegiatan pengurangan arsip. Dapat dilakukan
   dengan kegiatan:
      1.    Pemindahan arsip
      2.    Pemusnahan arsip
      3.    Menyerahkan arsip statis dari unit kearsipan ke arsip nasional yang berada
      di pusat.
g. Pemelihraan arsip
            Pemeliharaan    arsip    merupakan   kegiatan   mencegah    kemungkinan
   hilangnya informasi yang terkandung didalam setiap arsip serta menjaga
   kerahasiaan dan keutuhan arsip. Kegiatan pemeliharaan meliputi tempat, peralatan,
   cara menangani arsip yang rusak, dan pembuatan duplikat arsip secara fotografis,
   atau rekaman dan data computer.
   Struktur Organisasi
   A. Pengertian Struktur Organisasi
            Pengertian organisasi dapat ditinjau dari batasan organissi dan
      pengorganisasian. Mengorganisasi merupakan kegiatan menyusun struktur dan
      membentuk hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan
      bersama. Suatu organisasi memiliki prinsip dasar adalah:
      1.    Perumusan tujuan secara jelas
      2.    Anggota organisasi harus selalu memenuhi dan menjiwai tujuan yang akan
      dicapai
      3.    Adanya pembagian kerja yang sedemikian rupa yang dilakukan atas dasar
      perbedaan kemampuan dan minat angota organisasi
      4.    Pelimpahan wewenang sesuai dengan tanggung jawab
      5.    Hirarki wewenang dari atas sampai kebawah hanya dilakukan tegas agar
      dapat memberikan gambaran pola hubungan kerja yang perlu dipelihara
      6.    Kesatuan arah dari pelaksanaan kegiatan dan pendayagunaan suber
      organisasi
      7.    Adanya kesatuan perintah diantar pemimpin an anggota organisasi
      8.    Susunan struktur organisasi
        9.    Pola dasar organisasi hendaknya relative permanen
Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai: mekanisme-mekanisme formal dengan
mana organisasi dikelola . struktur orgaisasi menunjukkan
                                          BAB XII
                                SUPERVISI PENDIDIKAN


A. Pengertian dan Latar Belakang
    Menurut Glickman (1981) supervise pengajaran merupakan serangkaian kegiatan membantu
    guru meningkatkan kemampuannya mengelola proses belajar mengajar. Sedangkan Adam
    (1959) berpendapat, supervise pendidikan merupakan program perbaikan pengajaran. Dan
    dapat disimpulkan bahwa supervise pendidikan adalah usaha supervisor dalam membantu
    guru-guru untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola proses belajar
    mengajar.
    Supervisi pengajaran diperlukan karena:
       1. Hakekat Individu
       2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
       3. Pertumbuhan Jabatan
Tujuan supervise dapat dibedakan atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum supervise
adalah untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan yang ditetapkan
bagi murid-muridnya.
Tujuan khusus supervise menurut Rivai (1982) adalah sebagai berikut:
   a. Membantu guru agar dapat lebih mengerti tujuan-tujuan pendidikan di sekolah, dan
       fungsi sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan.
   b. Membantu guru agar lebih menyadari dan mengerti kebutuhan-kebutuhan siswa serta
       masalah yang dihadapinya.
   c. Melaksanakan kepemimpinan efektif secara demokratis dalam rangka meningkatkan
       kegiatan professional di sekolah dan hubungan kreatif untuk meningkatkan kemampuan
       masing-masing.
   d. Menemukan        kemampuan    dan   kelebihan   tiap   guru   dan   memanfaatkan   dan
       mengembangkan kemampuan tersebut.
   e. Membantu guru meningkatkan kemampuan mengajar di depan kelas.
   f. Membantu guru baru dalam masa orientasinya supaya cepat dapat menyesuaikan diri
       dengan tugasnya dan dapat mendayagunakan kemampuannya secara maksimal.
    g. Membantu guru menemukan kesulitan belajar siswa dan menukan tindakan
        perbaikannya.
Prinsip-prinsip suprvisi pendidikan dapat dibagi atas 2 jenis, yaitu prinsip positif dan prinsip
negative.
Prinsip positif :
       Supervisi harus konstruktif dan kreatif
       Supervise harus berasal dari sumber-sumber kolektif
       Supervise harus didasarkan atas hubungan professional
       Supervise harus dapat mengembangkan segi-segi kelebihan yang dipimpin
       Supervise harus dapat memberikan perasaan aman pada anggota kelompoknya
       Supervise hendaklah progresif
       Supervise hendaklah memperhatikan kesejahteraan anggotanya
       Supervise hendaklah didasarkan pada keadaan yang riil dan sebenarnya
       Supervise hendaklah sederhana dan informal
       Supervise hendaklah objektif dan sanggup mengevaluasi diri
Prinsip negative :
       Tidak boleh bersikap otoriter
       Tidak boleh mencari kesalahan guru
       Supervisor bukanlah inspektur yang mencari-cari kesalahan
       Supervisor tidak boleh menganggap dirinya lebih baik dari guru
       Tidak boleh focus pada hal-hal kecil
       Supervisor tidak boleh mudah putus asa.


B. Proses Supervisi Pendidikan
        Menurut Rifai (1982) supervise merupakan suatu proses, yaitu seangkaian kegiatan yang
teratur dan beraturan serta berhubungan satu sama lain dan di arahkan pada satu tujuan. Kegiatan
dalam proses supervise sendiri adalah:
    1. Perencanaan proses supervise pendidikan
    2. Pelaksanaan Supervisi Pendidikan, mencakup: pengumpulan data, Penilaian, deteksi
        kelemahan, memperbaiki kelemahan, bimbingan dan pengembangan
   3. Evaluasi


C. Teknik-teknik Supervisi Pendidikan
Dilihat dari jumlah orang yang disupervisi, supervise dibagi atas dua yaitu teknik individual dan
teknik kelompok.
Teknik individual diantaranya:
   1. Kunjungan kelas; baik itu direncanakan maupun tidak.
   2. Observasi kelas
   3. Percakapan pribadi
   4. Saling mengunjungi kelas
   5. Menilai diri sendiri
Teknik kelompok, diantaranya:
   1. Fase perencanaan
   2. Fase pelaksanaan
   3. Fase evaluasi
                                            BAB XIII
                         KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN


Pengertian kepemimpinan dari berbagai sudut pandang:
   1. Kepemimpinan sebagai focus proses-proses kelompok
   2. Kepemimpinan sebagai suatu kepribadian dan akibatnya
   3. Kepemimpinan sebagai suatu seni mempengaruhi orang lain
   4. Kepemimpinan sebagai penggunaan pengaruh
   5. Hubungan saling mempengaruhi atas 2 orang atau lebih
   6. Kpemimpinan sebagai tindakan atau tingkah laku
   7. Kepemimpinan sebagai bentuk persuasi
   8. Kepemimpinen sebagai alat mencapai tujuan
   9. Kepemimpinan sebagai akibat interaksi
   10. Kepmimpinan sebagai pembedaan peran
   11. Kepemimpinan sebagai inisiasi struktur


Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang
mempengaruhi perilaku orang lain untuk berfikir dan berperilaku dalam rangka perumusan dan
pencapaian tujuan organisasi di dalam situasi tertentu.
Kepemimpinan pendidikan menurut Soeptopo (1985:4) merupakan suatu kemampuan dan proses
mempengaruhi, membmbing, mengkoordinir dan menggerakkan orang lain yang ada hubungan
dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agar supaya
efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran.


Unsur pokok dari kepemimpinan:
   1. Pemimpin
   2. Yang dipimpin
   3. Adanya proses mempengaruhi
   4. Adanya tujuan yang diingini.


Faktor-faktor yang menentukan prilaku kepemimpinan pendidikan:
   1. Faktor yang berasal dari pemimpin itu sendiri
   2. Factor yang berasal dari kelompok yang dipimpin
   3. Factor lembaga dan organisasi yang dipimpin
   4. Factor-faktor legal
   5. Factor lingkungan social
   6. Factor perubahan dan pembaharuan dalam teori dibidang pendidikan.


Fungsi kepemimpinan dalam pendidikan:
   1. Mendefenisikan misi dan peran organisasi
   2. Mengejawantahkan tujuan organisasi
   3. Mempertahankan keutuhan organisasi
   4. Mengendalikan konflik internal yag terjadi di dalam organisasi.


Gaya kepemimpinan:
Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku pemimpin dalam melaksanakan tugas atau fungsi-
fungsi kepemimpinan atau mempengaruhi para anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.


Dasar gaya kepemimpinan dikelompokkan menjadi 2:
   1. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas
   2. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia/bawahan.
Gaya kepemimpinan juga dapat dikategorikan menjadi tipe authoritarian, demokratis, laizes
faire, dan pseudo demokratis (Soetopoe, 1984:7).


Berdasarkan kematangan anggota kelompok organisasi dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
   1. K1: orang yang kurang kemampuan dan kemauannya
   2. K2: orang yang kemampuan tinggi kemauannya
   3. K3: orang yang tinggi kemampuannya kurang kemauannya
   4. K4: orang yang tinggi kemampuan dan kemauannya.
Tingkah laku kepemimpinan yang efektif dalam pengambilan keputusan dapat dibedakan
menjadi 4, yaitu:
   1. Direktif untuk K1
   2. Konsultif untuk K2
   3. Partisipatif untuk K3
   4. Delegatif untuk K4.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:8061
posted:1/4/2011
language:Indonesian
pages:59
Description: Resume Buku Profesi Pendidikan UNP