Diagnosis Kehamilan by Suky_Ryariz

VIEWS: 1,849 PAGES: 4

									                                Diagnosis Kehamilan
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, adalah kira-kira 280 hari (40
minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan,
triwulan I dimulai dari konsepsi sampai 12 minggu, triwulan II dari 12 sampai 28 minggu dan
triwulan III dari 28 sampai 40 minggu.
Diagnosis kehamilan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan klinis
berdasarkan tanda dan gejala kehamilan.

Tanda dan Gejala Kehamilan
   1. Tanda mungkin hamil
   2. Tanda tidak pasti hamil
   3. Tanda pasti hamil

Tanda Mungkin Hamil
    Amenorhea – Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut.
    Nausea (mual) dan emesis (muntah) -Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8
      minggu. Mual-mual pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat dari pengaruh
      hormon progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan.
    Mastodynia – Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena
      pengaruh hormon estrogen pada ductus mammae dan progesteron pada alveoli.
    Quickening – Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20 (primigravida)
      dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Gerakan janin pertama kali dapat
      digunakan untuk menentukan umur kehamilan.
    Miksi – Wanita hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus
      yang gravid mendesak vesica urinaria.
    Konstipasi – Kesulitan buang air besar karena pengaruh hormon progesteron yang
      menghambat peristaltik usus dan karena perubahan pola makan.
    Weight gain – Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan
      pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur 20
      minggu.Umumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 8-14 kg.
    Fatigue – Perasaan lelah pada ibu hamil sulit diterangkan, namun kerja jantung dirasakan
      lebih berat pada umur 32 minggu.
    Nail sign – Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih
      tipis.
    Mengidam – Ingin makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi pada bulan-bulan
      pertama.
    Sinkope (pingsan) – Adanya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) sehingga
      menyebabkan iskemik susunan saraf pusat.
    Pigmentasi kulit – Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, sering dijumpai pada muka
      (chloasma gravidarum), dinding perut (striae gravidarum = suatu perubahan warna seperti
      jaringan parut), leher dan sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae, puting susu
      menonjol, kelenjar montgomery menonjol, pembuluh darah menifes).
    Epulis – Hipertropi papilla ginggivae (gusi berdarah).
    Varises – Pemekaran vena-vena, dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva. Biasanya
      dijumpai pada triwulan akhir.
Tanda tidak pasti
    Perut membesar
      Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan.
      Tanda Chadwicks, mukosa vagina berwarna kebiruan karena hipervaskularisasi hormon
       estrogen.
    Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon estrogen dan
       progesteron.
    Tanda Goodell, portio teraba melunak.
    Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.
    Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya
       ditemukan saat umur 10 minggu.
    Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada umur 16-
       20 minggu.
    Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa
       nyeri.
    Reaksi kehamilan positif
Tanda pasti
    Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-
       bagian janin.
    Terdengar denyut jantung janin secara auskultasi – Dapat didengar dengan stetoscop
       monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf dan dilihat pada USG.
    Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen – rongten sudah tidak disarankan.
Differential Diagnosa Kehamilan
   1. Pseudosiesis – Terdapat amenorea, perut membesar, uterus sebesar biasa, tanda kehamilan
       negatif.
   2. Mioma uteri – Perut membesar, rahim membesar teraba padat kadang berbenjol-benjol,
       tanda kehamilan negatif, perdarahan banyak saat menstruasi.
   3. Kistoma ovarii – Mungkin ada menopause, perut membesar tapi pada periksa dalam
       uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif, lamanya pembesaran perut dapat
       melampaui umur kehamilan.
   4. Retensio urine – Uterus sebesar biasa, tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.
   5. Menopause – Terdapat amenorea, umur wanita kira-kira diatas 43 tahun, uterus sebesar
       biasa, tanda dan reaksi kehamilan negatif.
   6. Hematometra – Terdapat amenorea yang dapat melampaui umur kehamilan, perut terasa
       sakit setiap bulan, terjadi penumpukan darah dalam rahim, reaksi kehamilan negatif. Hal
       ini disebabkan oleh himen imperforata.
Tabel 1. Perbandingan Antara Primipara Dan Multipara

               Primipara                     Multipara
Perut          Tegang                        Longgar, terdapat striae
Pusat          Menonjol                      Dapat datar
Rahim          Tegang                        Agak lunak
Payudara       Tegang, tegak                 Menggantung, agak lunak, terdapat striae
Labia          bersatu                       Agak terbuka
Himen          Koyak beberapa tempat         Karankula himenalis
Vagina         Sempit dengan rugae utuh      Lebar, rugae berkurang
Serviks        Licin, lunak, tertutup        Sedikit terbuka, teraba bekas robekan persalinan
Pembukaan      Mendatar lalu membuka         Membuka dan mendatar
Perineum       Masih utuh                    Bekas luka episiotomi
                               DAFTAR ISI
1. Diagnosis Kehamilan
   a. Tanda dan Gejala Kehamilan

2. Tanda Mungkin Hamil

      Amenorhea
      Nausea (mual) dan emesis (muntah
      Mastodynia
      Quickening
      Miksi
      Konstipasi
      Weight gain
      Fatigue
      Nail sign
      Mengidam
      Sinkope (pingsan)
      Pigmentasi kulit
      Epulis
      Varises

3. Tanda tidak pasti

4. Tanda pasti

      Differential Diagnosa Kehamilan
      Menopause
      Mioma uteri
      toma ovarii
      Retensio urine
      Hematometra
      Pseudosiesis

 5. Tabel 1. Perbandingan Antara Primipara Dan Multipara
Referensi

Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga
Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.

Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC. Jakarta.

Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal.

Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Scott, J. 2002. Buku Saku Obstetri Ginekologi. Jakarta: Widya Medika.

								
To top