Docstoc

TUGAS AKSIOLOGI 21

Document Sample
TUGAS AKSIOLOGI 21 Powered By Docstoc
					                                     PENDAHULUAN

       Rasa keingintahuan manusia ternyata menjadi titik-titik perjalanan manusia yang
takkan pernah usai. Hal inilah yang kemudian melahirkan beragam penelitian dan hipotesa
awal manusia terhadap inti dari keanekaragaman realitas. Proses berfilsafat adalah titik awal
sejarah perkembangan pemikiran manusia dimana manusia berusaha untuk mengorek,
merinci dan melakukan pembuktian-pembuktian yang tak lepas dari lingkungannya.

       Kemudian dirumuskanlah sebuah teori pengetahuan dimana pengetahuan menjadi
terklasifikasi menjadi beberapa bagian. Melalui pembedaan inilah kemudian lahir sebuah
konsep yang dinamakan ilmu. Pengembangan ilmu terus dilakukan, akan tetapi disisi lain.
Pemuasan dahaga manusia terhadap rasa keingintahuannya seolah tak berujung dan menjebak
manusia ke lembah kebebasan tanpa batas. Oleh sebab itulah dibutuhkan adanya pelurusan
terhadap ilmu pengetahuan agar tidak terjadi kenetralan tanpa batas dalam ilmu. Karena
kenetralan ilmu pengetahuan hanyalah sebatas metafisik keilmuan.Sedangkan dalam
penggunaannya diperlukan adanya nilai-nilai moral.

       Ketika manusia membutuhkan nilai-nilai moral itu dalam tatanan hidupnya,maka
manusia mulai berfilsafat.Sehingga lahirlah cabang filsafat Aksiologi.Menurut Wibisono
aksiologi adalah nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika dan moral sebagai dasar
normative penelitian dan penggalian, serta penerapan ilmu.Sedangankan Menurut Kamus
Bahasa Indonesia (1995:19) aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan
manusia, kajian tentang nilai-nilai khususnya etika. Jadi Aksiologi adalah bagian dari filsafat
yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and
wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and and). Adapun tujuan kami membuat
makalah yakni untuk mengetahui dan memahami mengenai bagaimana nilai –nilai sebagai
tolak ukur kebenaran dalam aksiologi serta etika dan moral sebagai dasar normative
penelitian dan penggalian serta dalam penerapan ilmu.itu penjelasan lebih lanjut dapat di lihat
dalam uraian pembahasan berikut ini.
                                      PEMBAHASAN

   1. Pengertian Aksiologi

         Aksiologi berasal dari kata axios (Yunani) yang berarti nilai dan logos yang berarti
ilmu atau teori.Aksiologi sebagai cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara
umum.Sebagai landasan ilmu,aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa
ilmu itu di pergunakan?bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-
kaidah moral?bagaimana kaitan antara teknik ,prosodural yang merupakan operasionalisasi
metode       ilmiah      dengan      norma-norma         moral     atau      profesional?(jujun
S.Suriassumantri,1985,hlm.34-35)

         Pada dasarnya permasalahan utama dalam aksiologi yaitu mengenai nilai.Nilai yang
dimaksud adalah sesuatu yang dimilki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan
tentang apa yang dinilai.Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permaslahan etika
dan estitika.Makna etika dipakai dalam dua bentuk arti pertama etika merupakan suatu
kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan-perbuatan manusia.Seperti
ungkapan saya pernah belajar etika..Arti kedua merupakan suatu predikat yang dipakai untuk
membedakan hal-hal,perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia yang lainnya.Seperti
ungkapan ia bersifat etis atau seorang yang jujur atau pembunuhan merupakan sesuatu yang
tidak susila.Etika menilai perbuatan manusia atau etika itu mempelajari tingkah laku manusia
ditinjau dari segi baik dan tidak baik.Sedangkan estitika berkaitan dengan nilai tentang
pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena
disekelilingnya.

   2. Ilmu dan moral

         Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia. Karena dengan ilmu
semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah.
Dan merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat
berhutang kepada ilmu. Singkatnya ilmu merupakan sarana untuk membantu manusia dalam
mencapai tujuan hidupnya.

         Kemudian timbul pertanyaan,apakah ilmu selalu merupakan berkah dan penyelamat
bagi   kehidupan      manusia?Dan     memang     sudah     terbukti,dengan   kemajuan     ilmu
pengetahuan,manusia dapat menciptakan berbagai bentuk teknologi.Misalnya pembuatan
bom yang pada awalnya untuk memudahkan kerja manusia namun kemudian dipergunakan
untuk hal-hal yang bersifat negatif yang menimbulkan malapetaka bagi manusia itu sendiri,
seperti yang terjadi di Bali.Di sinilah ilmu harus diletakkan secara profosional dan memihak
pada nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan.Sebab jika ilmu tidak berpihak kepada nilai-
nilai,maka yang terjadi adalah bencana dan malapetaka.

        Setiap ilmu pengetahuan akan menghasilkan teknologi yang kemudian akan
diterapkan pada masyarakat. Proses ilmu pengetahuan menjadi sebuah teknologi yang benar-
benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tentu tidak terlepas dari sisi ilmuawannya.Seorang
ilmuwan akan dihadapkan pada kepentingan-kepentingan pribadi ataukah kepentingkan
masyarakat akan membawa pada persoalaan etika keilmuan serta masalah bebas nilai.Untuk
itulah tanggung jawab seorang ilmuawan haruslah dipupuk dan berada pada tempat yang
tepat ,tanggung jawab akademis dan tangung jawab moral.

   3. Fungsi Aksiologi

   Aksilogi ilmu pengetahuan sebagai starategi untuk mengantisipasi perkembangan
kehidupan manusia yang negative sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK tetap
berjalan pada jalur kemanusiaan.Oleh karena itu ,daya kerja aksiologi yaitu:

   1.    Menjaga dan memberi arah agar proses keilmuan dapat menemukan kebenaran
         hakiki ,maka prilaku keilmuana perlu dilakukan dengan penuh kejujuran dan tidak
         berorientasi pada kepentingan langsung.
   2.    Dalam pemilihan objek penelaahan dapat dilakukan secara etis yang tidak merubah
         kodrat   manusia,tidak    merendahkan      martabat    manusia,tidak   mencampuri
         permasalahan kehidupan dan netral dari nilai-nilai yang bersifat dogmaik,organsi
         kekuasaan dan kepentingan politik.
   3.    Pengembangan ilmu pengetahuan diarahkan untuk dapat meningkatkan taraf hidup
         yang memperhatikan kodrat dan martabat manusia serta keseimbangan,kelestarian
         alam lewat pemanfaatan ilmu dan temuan-temuan universal.
   4.    Kategori dasar aksiologi

Terdapat dua kategori dasar aksiologi :

   1. Objectivism, yaitu penilaian terhadap sesuatu yang dilakukan apa adanya sesuai
        keadaan objek yang dinilai.

        Nilai itu objektif jika ia tidak tergantung pada subjek atau kesadaran menilai.Nilai
   objektif muncul karena adanya pandangan dalam filsafat tentang objektivitisme.
   objektivitisme ini beranggapan pada tolak ukur suatu gagasan berada pada
   objeknya,sesuatu yang memiliki kadar secara realitas benar-benar ada Misalnya
   kebenaran tidak tergantung pada pendapat individu ,melainkan pada objektivitas
   fakta,kebenaran tidak diperkuat atau diperlemah oleh prosodur-prosodur.

   2. Subjectivism, yaitu penilaian terhadap sesuatu dimana dalam proses penilaian terdapat
        unsur intuisi (perasaan).

        Nilai akan menjadi subjektif apabila subyek sangat berperan dalam segala
   hal,kesadaran manusia menjadi tolak ukur segalanya.,atau eksitensinnya ,maknanaya dan
   validitasnnya tergantung pada reaksi subyek yang melakukan penilaian tanpa
   mempertimbangkan apakah ini bersifat psikis ataupun fisis.Dengan demikian nilai
   subjektif akan selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi
   manusia,seperti perasaan,intelektualitas dan hasil nilai subjektif selalu akan mengarah
   pada suka atau tidak suka,senang atau tidak senang.Contohnya seorang melihat matahari
   yang sedang terbenam di sore hari.akibatnya yang dimunculkan adalah menimbulkan rasa
   senang karena melihat betapa indahnya matahari terbenam.Ini merupakan nilai subjektif
   dari seseorang dengan orang lain akan memiliki kualitas yang berbeda.




   5.    Sikap ilmiah yang harus di miliki Ilmuan

        Sikap seorang ilmuwan menghadapi cara berfikir yang keliru pada hakikatnya adalah
manusia yang biasa berfikir dengan teratur dan teliti. Bukan saja jalan pikirannya yang
mengalir melalui pola-pola yang teratur namun juga segenap materi yang menjadi bahan
pemikirannya dikaji dengan teliti. Disinilah kelebihan seorang ilmuwan dibandingkan dengan
cara berfikir orang awam.
       Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap ilmuan.Hal ini di sebabkan oleh sikap ilmiah
adalah suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat
objektif.Sikap ilmiah bagi seorang ilmuan bukanlah membahas tentang tujuan dari
ilmu,melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka
pribadi dan dapat dipertangungjawabkan secara sosial untuk melestarikan keseimbangan
alam semesta ini serta dapat dipertangungjawabkan kepada Tuhan.Artinya selaras dengan
manusia dan dengan kehendak Tuhan.




                                        PENUTUP




       Aksiologi adalah nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika dan moral sebagai
dasar normative penelitian dan penggalian, serta penerapan ilmu..Aksiologi sebagai cabang
filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum.Jadi Aksiologi adalah bagian dari
filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah
(right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and and).

        Sebagai landasan ilmu,aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang
berupa ilmu itu di pergunakan?bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan
kaidah-kaidah moral?.

       Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan
manusia.Dalam hal ini,ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat               dalam
meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia,martabat
manusia,dan kelestarian dan keseimbangan alam oleh karenanya di butuhkan aksiologi untuk
menjaga agar ilmu-ilmu tersebut tidak disalahgunakan.

       Demikianlah makalah ini kami buat kami sebagai pemakalah berharap kepada
pembaca agar dapat memahami dan mengerti maksud dari isi makalah kami sehingga dapat
diterapkan dan amalkan dalam kehidupan.Selain itu juga sebagai pemakahkami minta maaf
apabila dalam pembuatan makalah terdapat banyak kesalahan karena kami masih tahap
pembelajaran.Agar keleknya tidak terjadi kesalahan yang sama.Demikialah makalah ini kami
buat semoga bermanfaat.




                                  DAFTAR PUSTAKA

Surajiyo.2007.Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di indonesia.Jakarta:Bumi Aksara

Ihsan,Fuad H.A.Filsafat Ilmu.Jakarta:Rineka Cipta

www.google.com / pengertian filsafat ilmu /html
FILSAFAT ILMU

  AKSIOLOGI




DI SUSUN OLEH
          1. VERA PUSPASARI        (06081003012)
          2. ARIANTO               (06081003034)
          3. RINDI                 (06071003013)
          4.   NURFITRIANA         (06071003019)




               DOSEN PENGASUH :
               Dr.Riswan Djaenudin,MPd




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

     FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

               UNIVERSITAS SRIWIJAYA

                       2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1483
posted:1/4/2011
language:Indonesian
pages:8