Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

HELMINTHOLOGI by mclaren90

VIEWS: 7,004 PAGES: 65

HELMINTHOLOGI

More Info
									HELMINTHOLOGI
Dr.Magdalena L.J.Sp ParK
Parasitologi :
 Ilmu yang mempelajari jasad-jasad hidup,
 untuk sementara atau tetap, pada permukaan
 atau di dalam jasad hidup lain, dengan
 maksud untuk mengambil makanan dan
 mempelajari hubungan antara jasad-jasad
 dengan hospesnya.
Parasitologi kedokteran :
 mempelajari zoo-parasit yang penting untuk
 ilmu kedokteran mengenai distribusi
 geografik, morfologi, daur hidup, patologi,
 gejala klinik, cara diagnosa, pengobatan,
 prevalensi dan epidemiologi.
  Pembagian parasit :                         Parasit


            Zooparasit                     Fitoparasit            Virus


   Protozoa          Metazoa       Bakteri               Fungus



        Helminthes             Arthropoda

          (cacing)             (serangga)


Nemathelminthes       Platyhelminthes
  (cacing gilik)         (cacing pipih)



 Nematoda      Trematoda                   Cestoda
              (cacing daun)               Cacing pita
Simbiosis :
  Hubungan permanen antara kedua jasad
  yang tidak dapat hidup terpisah

Mutualisme :

  Hubungan jasad yang saling
  menguntungkan kedua jasad
Komensalisme :

  Hubungan yang menguntungkan satu jasad,
  tapi yang lain tidak dirugikan

Parasitisme :
 Hubungan yang menguntungkan satu jenis
 jasad, tapi yang lain dirugikan
Parasit dapat bersifat sebagai :
1. Ektoparasit (infestasi) atau
   endoparasit (infeksi)
2. Obligasi atau fakultatif
3. Monoksen atau poliksen
4. Permanen atau temporer
Hospes :
  Jasad tempat hidup parasit


Hospes definitif :
  Hospes tempat parasit tumbuh menjadi dewasa dan
  berkembang biak secara seksual.


Hospes perantara :
  Hospes tempat parasit tumbuh menjadi bentuk infektif yang
  siap ditularkan kepada manusia (hospes)
Hospes reservoar :
  Hewan yang mengandung parasit yang merupakan sumber
  infeksi bagi manusia.


Hospes paratenik :
  Hewan yang mengandung stadium infektif (tanpa menjadi
  dewasa), dapat ditularkan dan menjadi dewasa pada hospes
  definitif


Vektor :
  Satu jasad (biasanya serangga) yang dapat menularkan
  parasit pada manusia dan binatang.
  Contoh :        Anopheles    →malaria
                  Culex        →Filariasis
Zoonosis :
  penyakit binatang yang dapat ditularkan pada
  manusia.
  Contoh : Balantidiasis coli


  Stadium :
         - dewasa
         - telur
         - larva
NEMATODA
Dibagi:
Nematoda usus: - Soil transmitted helminth
               - Oxyuris vermicularis
               - Trichinella spiralis

Nematoda jaringan: - Wuchereria bancrofti
                   -   Brugia malayi
                   -   Brugia timori
                   -   Loa-loa
                   -   Onchocerca volvulus
Anisakis sp
Angiostrongylus cantonensis
Capillaria philippinensis
Gnathostoma sp
Soil transmitted Helminths
-Geohelmin
-cacing yg ditularkan melalui tanah

  Ascaris lumbricoides
  Cacing tambang
  Strongyloides stercoralis
  Trichostrongylus sp
  Trichuris trichiura
Tempat hidup cacing
Nematoda
 Usus halus:   1. Ascaris lumbricoides
               2. Cacing tambang
               3. Strongyloides stercoralis
               4. Trichostrongylus spp
               5. Trichinella spiralis
               6. Capillaria philippinensis
Usus besar:
 Trichuris trichiura
 Enterobius vermicularis

Darah:    Mikrofilaria
 Wuchereria bancrofti
 Brugia malayi
 Brugia timori
 Loa-loa
 Dipetalonema perstans
Jaringan limfe: stadium dewasa
  Wuchereria bancrofti
  Brugia malayi
  Brugia timori

Jaringan subkutan
  Wuchereria bancrofti
  Brugia malayi
  Loa-loa
  Onchocerca volvulus
  Mansonella ozzardi
  Larva cacing tambang
  Gnathostoma spinigerum
Lambung :
  Anisakis
  Gnathostoma spinigerum

Mata:
- Trichinella spiralis
- Angiostrongylus cantonensis
Testis:
  Wuchereria bancrofti

Sistim saraf:
  Angiostrongylus cantonensis
  Toxocara sp

Otot:
  Trichinella spiralis
Paru-paru:
 Ascaris lumbricoides
 Strongyloides stercoralis
 Cacing tambang
 Toxocara sp
 Wuchereria bancrofti
 Brugia malayi
CARA INFEKSI ;
 Melalui makanan:
  Daging : Trichinella spiralis
  Keong ; Angiostrongylus cantonensis
  Ikan :air laut: Anisakis
       air tawar: Capillaria philippinensis
                   Gnathostoma spinigerum
  Sayuran: - Semua Soil Transmitted Helminth
             - Angiostrongylus cantonensis
Melalui larva
 Cacing tambang
 Strongyloides stercoralis
 Enterobius vermicularis
 Gnathostoma
Autoinfeksi:
- Strongyloides stercoralis
- Capillaria philippinensis
- Enterobius vermicularis
GEJALA PENYAKIT
 ANEMIA:
  Infeksi Cacing tambang
  Trikuriasis berat

 PROLAPS REKTUM
   Trikuriasis

 LIMFADENOPATI:
   Filariasis
Gangguan usus
- Ascaris lumbricoides
- Ancylostoma ceylanicum
- Strongyloides stercoralis
- Trichuris trichiura
- Trichinella spiralis
- Anisakis
- Capillaria philippinensis
Gejala paru
- Ascaris lumbricoides (sindroma Loeffler)
- Ancylostoms duodenale
- Strongyloides stercoralis
- Trichinella spiralis
- Toxocara sp
- Anisakis sp

Hepatomegali
- Visceral larva migrans/VLM (Toxocara sp)
KULIT
- Ulkus: Dracunculus medinensis

- Eritema: - Cacing tambang
           - Strongyloides stercoralis
           - Onchocerca volvulus
BENJOLAN:
    Loa-loa
    Onchocerca volvulus
    Gnathostoma (ber-pindah2)



  MYALGIA:
   Trichinella spiralis
Mata:
 Loa-loa
 Onchocerca volvulus
 Angiostrongylus cantonensis
 Gnathostoma spinigerum
 Toxocara sp
Eosinophilic meningitis:
 Angiostrongylus cantonensis
 Gnathostoma

Gejala neurologi
 Toxocara sp
DIAGNOSIS
Pemeriksaaan:

 TINJA:      telur
    - Geohelmin
    - Capillaria philippinensis

 DARAH:       mikrofilaria
CAIRAN OTAK: -Angiostrongylus cantonensis
            -Gnathostoma

USAP ANUS:     telur
              Enterobius vermicularis

SEROLOGI :    - Sindr. Loeffler
              - Visceral larva migrans
              - Trichinosis
              - Filariasis
LARVA MIGRANS
 CUTANEUS LARVA MIGRANS:
   Ancylostoma caninum
   Ancylostoma brazilienze

   VISCERAL LARVA MIGRANS:
   Toxocara sp
CACING TAMBANG
(HOOKWORM)

Ancylostoma duodenale
Necator americanus          pada manusia
Ancylostoma braziliense
Ancylostoma ceylanicum anjing dan kucing
Ancylostoma caninum
  CACING
TREMATODA
CACING TREMATODA
(cacing daun, flukes)
 Trematoda darah: -Schistosoma japonicum
                   -Schistosoma mansoni
                   -Schistosoma haematobium
 Trematoda usus: - Fasciolopsis buski
                 - Echinostoma lindoense
                  - Echinostoma ilocanum
                  - Heterophyidae
Trematoda hati: - Clonorchis sinensis
                - Opistorchis felineus
                - Opistorchis viverrini
                - Fasciola hepatica
                - Fasciola gigantica

Trematoda Paru: Paragonimus westermani
TEMPAT HIDUP TREMATODA
 V.vesica urinaria: Schistosoma haematobium
 V.mesenterica sup: Schistosoma japonicum
 V.mesenterica inf: Schistosoma mansoni

 Usus halus: - Fasciolopsis buski
             - Heterophyes
             - Metagonimus yokogawai
             - Echinostoma
Hati/sal.empedu: - Clonorchis sinensis
                 - Opistorchis felineus
                 - Opistorchis viverrini
                 - Fasciola hepatica
                 - Fasciola gigantica

Paru: Paragonimus westermani
CARA INFEKSI
 Melalui makanan : metaserkaria
 1.Tumb.air,water chest nut: Fasciolopsis buski
   selada air                  Fasciola
 2. Ikan : - Clonorchis sinensis
           - Opistorchis felineus
           - Opistorchis viverrini
           - Echinostoma
           - Hetrophyidae
3. Ketam, udang batu: Paragonimus westermani
Melalui kulit : - Schistosoma japonicum
                - Schistosoma mansoni
                - Schistosoma haematobium
DIAGNOSIS
  Dengan pemeriksaan
1.Menemukan telur pada tinja:
  - Schistosoma
  - Trematoda usus
  - Trematoda hati
  - Trematoda paru
  - Fasciolopsis buski
2. Menemukan telur pada cairan duodenum:
  - Opistorchis felineus
  - Opistorchis viverrini
  - Fasciola hepatica

3. Menemukan telur pada cairan empedu:
  - Fasciola hepatica
  - Fasciola gigantica
4. Menemukan telur pada sputum:
    Paragonimus westermani

5. Menemukan telur pada urine:
    Schistosoma haematobium

6. Serologi:
    - Schistosoma
    - Fasciola hepatica
    - Paragonimus westermani
GEJALA KLINIK
Anemia
 Schistosoma japonicum
 Echinostoma spp
 Clonorchis sinensis
 Opistorchis felineus / Opistorchis viverrini
 Fasciola hepatica / Fasciola gigantica
Hepatomegali
  Schistosoma japonicum
  Schistosoma mansoni
  Schistosoma haematobium
  Clonorchis sinensis
  Opistorchis felineus / Opistorchis viverrini
  Fasciola hepatica / Fasciola gigantica

Splenomegali
  Schistosoma japonicum
Gastrointestinal:
 Schistosoma japonicum
 Schistosoma mansoni
 Schistosoma haematobium
 Trematoda usus

Paru:
 Paragonimus westermani
Gejala neurologis:
 - Schistosoma japonicum
 - Paragonimus westermani

Hematuri
 - Schistosoma haematobium
Trematoda darah

Pada manusia 3 spesies penting :

1.Schistosoma japonicum
   V.mesenterica sup: V.porta intra hepatik
   V.mesentrika ileosekal,Pleksus V.hemorrhoidalis

2.Schistosoma mansoni
   v.mesenterica inf: V. mesenterika rektosigmoid
   Cabang-cabang intrahepatik vena porta

3.Schistosoma haematobium
      (Vena panggul, kandung kemih, prostat, uterus)
Pengecualian Schistosoma :
 Tidak hermaprodit
 Telur tidak mempunyai operkulum, berspina
 Tidak mempunyai HP II
 Bentuk infektif : serkaria
 Cara infeksi : serkaria menembus kulit
 Ekor serkaria bercabang (Furcosercus
 cercaria)
CESTODA
CESTODA , CACING PITA
Pseudophyllidae:
   - Diphyllobothrium latum
Cyclophyllidae
   - Taenia saginata
   - Taenia solium
   - Hymenolepis nana
   - Hymenolepis diminuta
   - Echinococcus granulosus
   - Echinococcus multilocularis
   - Dipylidium caninum
   - Multiceps
     Manusia hospes cestoda dalam bentuk :
A.   Cacing dewasa:- Diphyllobothrium latum
                   - Taenia saginata
                   - Taenia solium
                   - Hymenolepis nana
                   - Hymenolepis diminuta
                   - Dipylidium caninum
Larva: - Diphyllobothrium mansoni
      - Taenia solium
      - Echinococcus granulosus
      - Echinococcus alveolaris
      - Multiceps multiceps
TEMPAT HIDUP CESTODA
 Intestinal / Usus halus: Cacing dewasa
     - Diphyllobothrium latum
     - Taenia saginata
     - Taenia solium
     - Hymenolepis nana
     - Echinococcus granulosus

 Hati: - Echinococcus granulosus
       - Echinococcus alveolaris
Otot:
  Taenia solium (cysyicercosis)

Kulit & jaringan subkutan;
  Sparganum

Sistim saraf:
  Taenia solium
  Echinococcus granulosus
Extra intestinal
Larva   Visceral larva migrans

 Bawah kulit :   Sparganum

 Mata        : - Cysticercus cellulosae

 Otak        : - Cysticercus cellulosae
               - Coenurus
               - Kista hidatid
CARA INFEKSI
 Menelan telur:
   - Sparganum
   - Taenia solium
   - Echinococcus granulosus
   - Hymenolepis nana
Melalui makanan:
   - Ikan : Diphyllobothrium latum
   - Kodok: Sparganum
   - Daging sapi: Taenia saginata
   - Daging babi: Taenia solium
Melalui serangga:
- Cyclops/Diaptomus: Diphyllobothrium latum
- Tenebrio: Hymenolepis diminuta

Auto infeksi:
- Taenia solium
- Hymenolepis nana
GEJALA KLINIK
 Anemia :      Deff vit. B12
 - Diphyllobothrium latum

 Ileus obstruksi:
 - Diphyllobothrium latum
 - Taenia saginata

 Appendicitis:
 - Taenia saginata
Gangguan G I tract / diare:
- Diphyllobothrium latum
- Taenia saginata
- Taenia solium (dpt peritonitis)
- Hymenolepis nana

Gangguan neurologis
- Echinococcus granulosus
- Multiceps multiceps
- Cysticercus cellulose
DIAGNOSIS
 Menemukan telur/proglotid pd tinja:
 - Diphyllobothrium latum
 - Taenia solium
 - Taenia saginata
 - Hymenolepis nana
 - Hymenolepis diminuta
 - Dipylidium caninum
Proglotid keluar secara aktif
- Taenia saginata
- Dipylidium caninum

Serologi:
- Sparganum
- Echinococcus granulosus
- Echinococcus alveolaris
- Taenia solium (Cysticercus cellulose)
- Multiceps multiceps

								
To top