Radang (Inflamasi) by mclaren90

VIEWS: 5,189 PAGES: 46

More Info
									RADANG & PENYEMBUHAN

Inflamasi        Repair
FLAME



DEFINISI
RADANG :
 Reaksi jaringan hidup tubuh
  manusia terhadap cedera yang
  bersifat setempat / lokal.
           ETIOLOGI RADANG

I.   BENDA FISIK :
A.   Benda-benda Traumatik :
      a)       Jarum
      b)       Pisau
      c)       Kapak


      d)       Tombak
      e)       Panah




      a)       Binatang buas.
     - Cakar                    - Gigi              - Tanduk




B.   Suhu :
     tinggi       bulla(e)               rendah   frost-bite
C.        Listrik :
          - Voltase tinggi



D.        Radiasi :
          - Sinar X

          - Nuklir



II.       BAHAN KIMIAWI YANG
          KOROSIF / TOKSIK :
      •    HNO3 ,
      •    H2SO4
          Toksin : Bisa Ular /
           Kalajengking /
                Rabies
III.   BENDA INFEKTIF

1.     Bakteri / Kuman / Basil
       A. Golongan Kokus :
       •   Stafilokokus
       •   Streptokokus
       •   Meningokokus
       •   Pneumokokus
       •   Diplokokus

       B. Golongan Virus :
       •   RNA : Polio, Rabies
       •   DNA : HIV
       C. Golongan Ricketssia
       D. Golongan Klamidia
       E. Golongan Mikobakterium :
       •   KP
       •   MH
       E. Golongan Parasit
       •   Malaria
       •   Sifilis / Lues
       •   Kencing Tikus
       •   Cacing :
       * Keremi            * Pita

       * Tambang             * Cacing Gelang


       •   Elephanthiasis
       F. Golongan Jamur-jamur
       •   Kandida sp
       •   Kriptokokus neoformans
       •   Epidermophyta
       •   Aspergyllus sp.
       •   Tinea : Ingunialis, Kapitis,
           versikolor

IV.   VASKULAR / HORMON
     TANDA – TANDA RADANG
    TANDA-TANDA MAKROSKOPIK
     “CARDINAL – SIGNS”
       ( Celsus )
    RUBOR
    TUMOR
    KALOR
    DOLOR
-------------------------------------
    FUNCTIO LAESA

    TANDA–TANDA MIKROSKOPIK
     FENOMENA – VASKULER
A.   Vasodilatasi
B.   Eksudasi
C.   Emigrasi Lekosit
         SEL-SEL RADANG

-   POLIMORFONUKLEUS :
    * Lekosit :
     • Eosinofil

     • Basofil

     • Netrofil  Batang
                 Segmen

-   MONONUKLEUS :
    * Limfosit
     ________________________________



    HITUNG JENIS     .
                                : ∑ 100
    DIFERRENTIAL COUNT
          SEL-SEL RADANG
  PENTINGNYA YAITU UNTUK PROSES
  FAGOSITOSIS (dari yang gesit sampai
  yang lamban)

A. MIKROFAG : Lekosit Netrofil
B. MAKROFAG :
   1. Histiosit
   2. Sel Kupffer
   3. Sel Datia :
        - Benda asing
        - Langhans
        - Neoplastik
   4. Sel-sel Radang lain

C. LIMFOSIT
   - Limfosit T =
   - Limfosit B =

D. FIBROSIT + FIBRINOGEN
     MEDIATOR KIMIAWIK

   HISTAMIN




   SEROTONIN



   BRADIKININ



   PROSTAGLANDIN
KHEMOTAKSIS


   Pergerakan sel radang ke tempat
    yang cedera
 Vasodilatasi
 Eksudasi
 Emigrasi   lekosit
      PEMBAGIAN RADANG

   BERDASARKAN CEPAT /
    LAMBATNYA

A. Radang Akut / Radang Eksudasi
  * Lekosit netrofil
    contoh : Boil (tanpa jaringan parut)

B. Radang Kronik / Radang Proliferasi
  * Limfosit
    contoh : TBC (dengan jaringan parut)
   BERDASARKAN KEKHASAN
    ETIOLOGINYA

   Radang Spesifik / Radang Kronik
    Granulamatosa :
    * Terbentuk jaringan Granulasi yang
      khas/spesifik.
      Contoh : - TBC
               - LEPRA
               - LUES/SIFILIS
               - Rympho Granuloma-Inguimale
                      - Jamur Subkutan
               - Brucellosis
               - Berryllosis
               - Sarcoidosis
               - Mycotic Infections
               - Reactive to Irritant Lipid

   Radang Non Spesifik
JARINGAN GRANULASI
JARINGAN YANG MENGANDUNG
  :
KAPILER-KAPILER
FIBROBLAS
SEL-SEL RADANG AKUT

GRANULOMA
JARINGAN GRANULASI YANG :
MEMBENTUK MASSA
  MENYERUPAI TUMOR
MENGANDUNG SEL-SEL RADANG
  KRONIK
DENGAN  1 – 2 mm
    BERDASARKAN MACAM
     EKSUDAT
a.   Serosa :


b.   Purulenta


c.   Kataralis
     -
     -

d.   Fibrinosa :

e)   Pseudomembranosa :

f)   Hemoragik
     -
                  TRANSUDAT       EKSUDAT      PURULENTA
                                  SEROSA


STERILITAS        STERIL       TIDAK STERIL    TIDAL STERIL
                               (ADA INFEKSI)   (ADA INFEKSI)




KADAR PROTEIN              +         ++              ++++
`(TEST RIVALTA)


WARNA             JERNIH       JERNIH AGAK     KUNING MUDA-
                  SEKALI           KUNING         TUA (PUS)


KEKENTALAN        ENCER/       AGAK SEDIKIT    KENTAL
                  CAIR            KENTAL       (CPT
                                                   MENGGUMPA
                                                   L)
          AKHIR RADANG

A.    FAKTOR-FAKTOR HOST /
      TUBUH
      Usia :      - Muda
             - Remaja
             - Tua
      Gizi : Kwasiorkor

      Penyakit-penyakit : DM, KP



B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
    Virulensi

    Sifat-sifat / kekhasan :

      Streptokokus 
        hyaluronidase, ensim
        proteolitik
         ISTILAH - ISTILAH
  HIPERTROFI
 HIPERPLASI

 PROLIFERASI

--------------------------------------------------
 BAKTERIEMIA

 VIREMIA

 SEPSIS

 SEPTIKEMIA

 SYOK / RENJATAN

--------------------------------------------------
 VESIKEL

 PUSTULA

 PUS

 PURULENTA

 SUPURATIVA
  PETECHIAE
 ERITEMIA
 BULE
 RASH
 PURPURA
 EKHIMOSIS
---------------------------------------------------
 ERISIPELAS
 FLEGMON
 KARBUNKEL
 SELULITIS
 FISTULA
--------------------------------------------------
 TRANSUDAT
 EKSUDAT
--------------------------------------------------
  REGENERASI
 NEKROSIS
 GANGREN
 FIBROSIS
--------------------------------------------------
 SIKATRIKS
 STRIKTUR
 KONTRAKTUR
--------------------------------------------------
 VASODILATASI
 MARGINASI
 PAVEMENTING OF THE
   LACOSIT
 EMIGRASI LEKOSIT
 EKSUDASI
 FAGOSITOSIS
--------------------------------------------------
 GRANULASI
 GRANULOMA
                PENYEMBUHAN
                   REPAIR

RADANG AKUT :             RADANG KRONIK :
RADANG EKSUDATIF          RADANG PROLIFERATIF




   REGENERASI
                                FIBROSIS
PARENCHYMAL REPAIR
                        CONNECTIVE TISSUE REPAIR




SANATIO PER PRIMAM       SANATIO PER SCUNDUM
DEFINISI
REGENERASI/PARENCHYMAL REGENERATION :
DIGANTINYA JARINGAN RUSAK DENGAN JENIS
  JARINGAN YANG SAMA.
FAKTOR-TERPENTING : JENIS JARINGAN YAITU :
     - MAKIN TINGGI FUNGSI JARINGAN
     - MAKIN RENDAH DAYA REGENERASI


ROBIN MEMBAGI MENJADI 3 SEL :
1. SEL LABIL : SELALU MENGADAKAN PROLIFERASI
   CONTOH : EPITEL PERMUKAAN
            JARINGAN LIMFOID &
            HAEMOPOETIK

2. SEL STABIL : TIDAK BERPROLIFERASI
   CONTOH : JARINGAN KELENJAR & DERIVAT
   MESENKHIM

3.SEL PERMANEN : SAMA SEKALI TIDAK
   MEMPUNYAI DAYA REGENERASI
   CONTOH :
   - NEURON….DIGANTI OLEH NEUROGLIA
   - MIOKARD … DIGANTI OLEH JARINGAN IKAT
PENYEMBUHAN/REPAIR
DIGANTINYA JARINGAN MATI DENGAN
  JARINGAN SEHAT DENGAN :
REGENERASI/PARENCHYMAL REPAIR
FIBROSIS/CONNECTIVE TISSUE REPAIR

JADI SETIAP KERUSAKAN,DIGANTI
  DENGAN CARA :
REGENERASI SAJA : RESTITUTIO AD
  INTEGRIM
REGENERASI + FIBROSIS
FIBROSIS SAJA 
  SIKATRIKSDEFORMITAS /
  KONTRAKTURFUNCTIO LAESA
MEKANISME PENYEMBUHAN
PADA SETIAP KERUSAKAN JARINGAN,
  LEBIH-LEBIH SESUDAH PERADANGAN
  TIMBUL : PROLIFERASI FIBROBLAS &
  PEMBENTUKAN KAPILER-KAPILER
  BARU.
JARINGAN SEMACAM INI DISEBUT :
  JARINGAN GRANULASI
LAMA-LAMA, SEL RADANG HILANG,
  KAPILER-KAPILER BARU HILANG,
  FIBROBLAS MENJADI
  FIBROSIT,TERJADILAH JARINGAN
  IKAT DEWASA (COLLAGEN FIBERS)
  DISEBUT : FIBROSIS
MUNGKIN JARINGAN IKAT INI
  MENGADAKAN RETRAKSI,
 MENIMBULKAN :
DEFORMITAS/KONTRAKTUR SENDI
STRIKTUR URETHRA
PERLEKATAN PLEURA : - V
  SCHWARTE
                     - P
   LUKA BERADANG AKAN SEMBUH
    DENGAN SIKATRIK, TERJADI
    PENYEMBUHAN PER-SEKUNDUM.
   INI MEMERLUKAN WAKTU LEBIH
    LAMA, KARENA :
   LEBIH BANYAK JARINGAN YANG
    MATI
   WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK
    MEMBERSIHKAN JARINGAN
    NEKROTIK
   PEMBENTUKAN JARINGAN
    GRANULASI HARUS LEBIH BANYAK
    UNTUK MENUTUP LUKANYA.

   CONTOH : ABSES, ULKUS.
   LUKA DAN
    PERDARAHANBEKUKRUSTA
   FUNGSI KRUSTA :
   MENSTOP EKSUDASI
   BARIKADE SERBUAN KUMAN LAIN.
   LUKA OPERASI YANG STERIL,
    SEMBUH TANPA BANYAK
    BEKAS (PENYEMBUHAN PER-
    PRIMAM)
   WAKTU INSISI : SEL EPITEL +
    DERMIS + JARINGAN IKAT :
    BANYAK YANG RUSAK/MATI
   RUANG AKIBAT INSISI DIISI
    GUMPALAN DARAH YANG
    DALAM 24 JAM MENGALAMI
    RADANG AKUT.
   EKSUDAT DALAM 2-3 HARI BER-
    RESOLUSI & PROLIFERASI
    FIBROBLAS MULAI TERJADI
   DALAM 3-4 HARI TERJADI
    ORGANISASI GUMPALAN DARAH.
   PADA HARI KE 7 & 8 → LUKA
    AKAN SEMBUH.
KORTIKOSTEROID / KORTISON
SEBAGAI ANTI – PHLOGISTIK :

    MENGHAMBAT PROSES RADANG :
   EKSUDAT RADANG

   PROLIFERASI FIBROBLAS

   PROLIFERASI KAPILER

   MIGRASI LEKOSIT

   PEMBENTUKAN SEL DATIA

   PEMBENTUKAN ADHESI /
    FIBROSIS
   KORTISON
   EFEK SAMPING :
   RETENSI H2O  - MOON
    FACE/BUFFALO NECK
               - HIPERTENSI
   GLUCOCORTICOID  KADAR
    GLUKOSA DARAH ↑ : DIABETES
    MELLITUS
   IRITASI LAMBUNG  ULCUS
    PEPTIKUM
   STRIAE
   ACNE
KEKEBALAN
I. BAWAAN / NATURAL :
     ASAL : - TIDAK DIKETAHUI PASTI
            - TRANSPLASENTAL DARI
               SI IBU.

II.  DIDAPAT / ACQUIRED :
A.KEKEBALAN AKTIF :
   INFEKSI KLINIK/SUB KLINIK
       CONTOH : MUMPS/CHICKEN-
       POX VARICELLA
   PENYUNTIKAN DENGAN MIKRO
       ORGANISME
    HIDUP YANG TELAH DILEMAHKAN
     ATAU DIMATIKAN (VAKSINASI)
      CONTOH : - BCG/(BACILLUS
                 CALMETTE GEURIN)/
        CHOTYPHA/DPT/POLIO
      PENYUNTIKAN DENGAN VARIAN
          PRODUK-BAKTERIAL
        CONTOH : TOXOID-TETANUS (TT)
B. KEKEBALAN PASIF :
  PEMBERIAN SUNTIKAN SERUM –
    IMUN
     CONTOH : A.T.S.
              A.D.S.

 TRANSPLASENTAL/COLOSTRUM
LIMFOSIT – B : HUMORAL
    KORTEKS DARI: - KELENJAR
     LIMFE
                    - LIMPA
    DIFUS PADA SUMSUM-
     TULANG
LIMFOSIT – T : SELULER
    SUBKORTIKAL -- KELENJAR
     KELENJAR GETAH BENING
    PARAKORTIKAL
    PERI-ARTERIOLER : LIMPA
    INNATE    –     IMMUNITY    :
    (BAWAAN)       (KEKEBALAN)

    KEMAMPUAN ORGANISMAUNTUK
    MELINDUNGI DIRINYA TERHADAP MIKRO-
    ORGANISMA DISEKITARNYA YANG DAPAT
    MEMBAHAYAKAN.SEJAK DILAHIRKANTIDAK
    SPESIFIK
 DIPENGARUHI :
           SIFAT-SIFAT GENETIK, BERVARIASI PADA
            SPESIES & STRAIN, SERTA INDIVIDU
            MASING-MASING.
           USIA, KELAMIN & HORMONAL : SEDIKIT
            PENGARUHNYA.
 CONTOH :
               TIKUS    : DIPHTHERIA (-)
               ANJING : INFLUENSA (-)
               ANAK-ANAK & ORANG TUA :
                PENYAKIT INFEKSI → LEBIH BERAT
** 5 – 10 TAHUN : RESISTEN TERHADAP TBC
** DEWASA : RESISTEN TERHADAP GO : ESTROGEN
    ↑ : - KORNIFIKASI
        - KEASAMAN
               HEPATITIS & PERTUSIS : ♀ > ♂
               COCCIDIOIDOMYCOSIS : RAS WARNA
                > PUTIH.
                    RADANG DIFUS   RADANG SUPURATIF



        EPIDERMIS   ERYSIPELAS     CARBUNCLE
KUTIS               ETIOLOGI : ?     DM : +
           DERMIS
SUBKUTIS
JARINGAN IKAT        CELLULITIS      PHLEGMONE

								
To top