Docstoc

Pengantar Patologi Anatomi

Document Sample
Pengantar Patologi Anatomi Powered By Docstoc
					PATOLOGI ANATOMI

Dr. Chandra S. Pratama, MM.




                              1
          PENDAHULUAN

• Patologi anatomi adalah ilmu (=logos)
 yang mempelajari perubahan struktur
 dan fungsi dari sel, jaringan dan organ
 akibat penyakit (=patos).

• Meliputi pengetahuan dan pemahaman
 dari perubahan fungsi dan struktur
 pada penyakit, mulai tingkat molekuler
 sampai pengaruhnya pada setiap
 individu.
                                           2
Mempunyai tujuan utama yaitu :
 untuk mengidentifikasi sebab dari suatu
 penyakit (etiologi), diagnosa penyakit (jenis
 penyakit), terapi (pengobatan), prognosa
 (ramalan tentang berakhirnya suatu
 penyakit).
 Prognosa ada tiga yaitu:
         Dubia/meragukan
         Malam/Pesim/Jelek
         Bonam/baik
 Pada akhirnya akan diberikan petunjuk dasar
 pada program pencegahan suatu penyakit

                                                 3
        P.A. DIBAGI ATAS
1.Patologi Anatomi Umum
  – Mempelajari reaksi dasar dari sel dan
    jaringan terhadap stimulasi/ rangsangan
    abnormal yang merupakan dasar dari
    semua penyakit.

2.Patologi Anatomi Khusus :
  – Mempelajari respon spesifik dari jaringan
    dan organ tertentu terhadap stimulasi /
    rangsangan yang diketahui.
                                                4
Empat aspek proses terjadinya penyakit yang
   menjadi dasar dari patologi adalah :
  1.   Etiologi / penyebab
          Faktor penyebab penyakit dibagi dalam 2 golongan :
         a. Intrinsik atau genetik
         b. Acquired/ Acquisita atau didapat,
           Misalnya :     - Infeksi kuman, Virus
                          - Nutrisi
                          - Kimiawi
                          - Fisik

  2.   Patogenesis/mekanisme dari perjalanan penyakit
       yaitu rangkaian kejadian sebagai reaksi dari sel
       atau jaringan terhadap faktor etiologi, mulai dari
       stimulus pertama sampai bentuk akhir dari suatu
       penyakit.
                                                               5
3. Perubahan morfologi :
   menunjukan perubahan struktur dari
   sel atau jaringan yang khas pada
   suatu penyakit.
4. Gejala Klinik: perubahan fungsi akibat
   dari perubahan morfologi
   Perubahan morfologi dari jaringan/
   organ yang berbeda akan
   menyebabkan gangguan fungsi
   normal dari organ dan timbul gejala
   klinik
                                        6
Bila 1 – 4 telah kita kuasai, maka kita
akan dapat menentukan diagnosa
penyakit yaitu menentukan jenis
penyakit seseorang, terapi
(pengobatan) dan prognosa dari
penyakit tersebut.




                                          7
        Autopsi/ Abduksi
Autopsi yaitu bedah mayat klinik dan
 merupakan tugas dari bagian P.A.
Kita dapat mengenal penyakit-penyakit baru
 yang sebelumnya belum dapat diketahui
 dan dengan autopsi dapat ditentukan
 penyakitnya.
Merupakan cara terbaik dengan deteksi
 kesalahan diagnosa dan supaya kesalahan
 tidak terulang lagi.


                                         8
    Autopsi Kehakiman

Dilakukan oleh ahli kedokteran forensik
Untuk menyelidiki kasus – kasus yang
 mencurigakan, kematian yang tidak wajar
 atau kematian yang berlatar belakang
 kriminal.




                                           9
       CARA-CARA PEMERIKSAAN
     YANG DIGUNAKAN DI BAGIAN P.A.

1. Makroskopik/Gross.
   Yaitu cara memeriksa perubahan-
   perubahan dengan mata telanjang dan
   dengan meraba.
   Organ :- Ukuran: membesar/ mengecil
           - Konsistensi: lunak, keras,
                     padat, rapuh
           - Warna : pucat, kuning


                                          10
2. Mikroskopik/Histopatologik.
   Yaitu cara memeriksa dengan
   menggunakan mikroskop sinar biasa.
   - Dapat dibantu dengan pewarnaan
     histokimia atau imunohistokimia
     untuk menunjukkan zat kimia
     tertentu dalam sel atau jaringan.
   - Memeriksa perubahan struktur
     dalam sel/jaringan yang disebabkan
     karena penyakit tertentu.

                                      11
3. Sitologi.
  Yaitu ilmu yang mempelajari perubahan
  yang terjadi dalam sel.
   Pemeriksaan sitologik : mencari dan
  menilai perubahan struktur dari setiap
  sel yang ditemukan.
  - Untuk deteksi kanker, misalnya pap
      test/pap smear/Papanicolaou test/
      cervical smear yaitu deteksi Dini
      Kanker Leher Rahim.
  - Kelainan genetik
  - Kelainan hormonal.
                                       12
4. Mikroskop Elektron
   yaitu alat untuk melihat/meneliti
   perubahan-perubahan organel
   ultrastruktural di dalam sel, biasanya
   digunakan untuk penelitian.




                                            13
   BAHAN-BAHAN PEMERIKSAAN DI
 LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI
1.Histopatologi / P.A.
     Sediaan dapat berasal dari :
    • Biopsi yaitu potongan kecil jaringan
      yang di dapat dari penderita untuk
      menegakkan diagnosa penyakit. Bahan
      biopsi diperoleh dari berbagai cara,
      misalnya eksisi, endoskopi, sistoskopi.
    • Hasil operasi misalnya appendix,
      ovarium, mamma.

                                                14
Ekstirpasi : misalnya pengambilan
 kelenjar getah bening untuk melihat
 kelainan-kelainan: radang, keganasan
 (fiksasi: formalin 10%).

Kerokan/Kuretage :
 Khusus untuk kelainan di endometrium,
 serviks dan uterus misalnya : abortus,
 mola hidatidosa, kelainan hormonal,
 karsinoma.
 (Fiksasi : Formalin 10%)
                                        15
2. Sitologi :   a. Ginekologik
                b. Non Ginekologik
 2.a. Sitologi Ginekologik :
      hapusan dari dinding lateral
      vagina, serviks dan endometrium.
 2.b. Sitologi Non Ginekologik
      tergantung dari organ yang akan
      diperiksa, misal: sputum untuk
      paru-paru, cairan ascites, cairan
      pleura.

                                          16
 PROTOKOL PENGIRIMAN BAHAN

A. Cairan Fiksasi
A.1. Histopatologi
    1.Cairan Fiksasi formalin 10%
    2.Sediaan dimasukkan ke dalam cairan
     fiksasi dengan kondisi seluruh jaringan
     terendam dalam cairan.
    3.Bila jaringan besar sebaiknya dilakukan
     irisan dengan jarak 5 cm agar cairan
     masuk ke jaringan.
                                            17
A.2. Sitologi
      1.Cairan fiksasi alkohol 95% untuk pap smear.
      2.Setelah sediaan apus dibuat, sewaktu sekret
        masih segar masukkan segera sediaan ke cairan
        fiksasi 95% dan waktu fiksasi minimal selama 30
        menit.
      3.Sputum
        * Fiksasi alcohol 95% dikirim 3x, 3 hari berturut-
              turut
        * Dapat dikirim dalam bentuk sediaan apus
              dengan prosedur seperti sitologi pap-smear.
      4.Urine/cairan rongga tubuh (cairan pleura, ascites)
        * Dapat dikirim dalam bentuk sediaan apus
              endapan dari hasil centrifuge cairan dan
              dimasukkan dalam botol yang berisi cairan
              fiksasi alkohol 95%.
        * Urine/cairan pleura/ascites sebanyak 100 – 200
          cc dengan fiksasi alcohol 50% a.a.              18
A.3. FNAB (Fine Needle Aspiration
 Biopsy) / BAJAH
 Fiksasi kering : sediaan apus
 dikeringkan di udara terbuka tanpa
 fiksasi, lalu kirim ke lab.




                                      19
CARA PENGIRIMAN SEDIAAN
1. Mengisi formulir pengiriman bahan dengan
   lengkap
      - Formulir PA & Sitologi non ginekologi
      - Formulir untuk pemeriksaan pap-
            smear

2. Sediaan jaringan dikirim dalam keadaan
   seluruh jaringan terendam dalam cairan
   fiksasi formalin 10%.

                                                20
21
22
                 SITOLOGI
Sitologi berasal dari kata cytos (sel) dan logos
  (ilmu pengetahuan atau pelajaran)
Sitologi – eksfoliatif : ilmu atau pengetahuan
  tentang tumpukan sel-sel, yang digunakan
  untuk diagnosa dini penyakit kanker.
Eksfoliasi spontan terjadi karena sel-sel
  dewasa diganti oleh sel-sel yang lebih muda,
  merupakan sifat/tanda dari sel epitel/jaringan
  yang menutupi permukaan.

                                                   23
A. Struktur Sel
• Sel adalah struktur dasar yang
  penting dari semua jasad hidup.
• Bentuk sel berbeda-beda tergantung
  dari fungsinya.
• Sel dari berbagai jaringan tubuh
  masing-masing mempunyai sifat-sifat
  essensiil yang tertentu.




                                        24
B. Struktur Jaringan
 Suatu jaringan terdiri dari kumpulan
 padat sel-sel sejenis.

 Di dalam pap-smear (apusan serviks)
 ditemukan bermacam-macam sel yang
 berasal dari berbagai jenis jaringan dari
 saluran alat kelamin wanita.



                                         25
1. Epitel bertatah : melapisi vagina dan
     ektoserviks
     a. Sel superfisial
     b. Sel intermedia
     c. Sel parabasal
     d. Sel basal

2. Epitel silinder dari saluran endoserviks
    Fungsi : membuat dan mengedarkan
               mukus.

3. Epitel silinder dari endometrium.
    Lokasi : melapisi rongga uterus/cavum
               uteri
                                              26
C. Sel Non Epitel didalam hapusan
   serviks
  1. Sel darah
  2. Histiosit
  3. Sel Radang : - PMN : Polimorfonuklear
                  - MN   : Mononuklear
  4. Spermatozoa
  5. Enterobius – Vermicularis : Cacing kremi
  6. Mukus



                                            27
   SITOLOGI GINEKOLOGIK
KEGUNAAN:
1. Evaluasi hormonal
2. Deteksi kanker dini
3. Pemeriksaan radang
Sediaan diambil dari sediaan apus:
   - dinding lateral vagina 1/3 bagian
     dalam
   - serviks
   - endometrium
                                         28
 PAP-SMEAR/CERVICAL SMEAR
1. Definisi
    Adalah pemeriksaan untuk
    mendeteksi adanya kelainan dari
    serviks terutama kanker serviks.
    Sediaan Pap smear diambil dari
    daerah forniks posterior/ squamo-
    columnar junction.


                                        29
2. Langkah-langkah Prosedur Pengambilan
  Pap-Smear
     i. Persiapan penderita :
  - diluar waktu haid
  - malamnya jangan berhubungan seksual
  - dalam posisi litotomi
     ii. Persiapan pemeriksa :
  - meja ginekologi dan lampu
  - spekulum
  - spatel ayre, brush/sikat
  - sarung tangan
  - kaca objek
  - botol isi larutan fiksasi
                                          30
  - cairan pembersih vulva
• Bahan fiksasi:
  – Alkohol 95% - eter anestesi a.a
  – Alkohol 95%
  – Cytospray, dry fix, cytotrep, hair spray

• Pewarnaan Papanicolaou t.d. zat warna:
  - Harris hematoxilin
  - Orange G
  - Polychrome (EA 50)

                                               31
Alat dan Cara Pengambilan Pap-Smear
                                      32
33
34
3. Sediaan Pap-smear representatif bila ada
 sel epitel skuamous dan sel endoserviks.
* Hasil sediaan tidak representatif bila:
  1. Terlalu sedikit bahan.
  2. Terlalu banyak bahan, apusan menjadi
     terlalu tebal dan masing-masing sel tak
     dapat diteliti dengan baik.
  3. Terlalu banyak darah yang akan
     menggelapkan pandangan.
  4. Fiksasi yang jelek.
  5. Tidak ada sel endoserviks.
                                               35
Hasil pap-test:
1. Radang
   Penyebab : - bakteri
              - trichomonas
              - monilia/candida albicans
              - gardnerella/haemophyllus
                vaginalis
              - leptotrix
              - cacing (helmintiasis)
              - virus (HSV II, HPV 16,18)

                                            36
2. Keganasan
Displasia ringan (CIN I)

Displasia sedang (CIN II)

Displasia berat/ Carcinoma insitu (CIN III/CIS)

Carcinoma invasif

                                            37
Jenis-jenis keganasan:
  - epidermoid carcinoma/squamous cell
  carcinoma
  - adenocarcinoma
  - adenosquamous carcinoma




                                     38
                  SEQUENCE OF EVENTS IN CARCINOGENESIS
                           OF UTERINE CERVIX

                            Return to normal




 CIN I, II, III                  CIN I                  CIN I, II, III
keratinizing            ( incl. flat condilomas )    Non keratinizing
Squamous                Transformation zone         Endocervical canal
epithelium
portio




                          Invasive carcinoma


                                                                         39
   Kelainan lain: radang, infeksi

1. Perubahan sel epitel pada radang
a. Degenerasi pada Sitoplasma
   -  Batas sel kurang jelas
   -  Warna berubah-ubah lebih acidofilik
   -  Vakuolisasi

b. Degenerasi pada inti
   -  Inti sel menjadi piknotik (lebih kecil dan gelap)
   -  Kariorheksis : kondensasi kromation menjadi
      masa bulat dan gelap
   -  Kariolisis; tidak berstruktur.
                                                          40
c. Regenerasi
  - Inti sel aktif : membesar, hiperkromatik
  - Anak inti/nukleoli bertambah nyata
  - Vakuolisasi

d. Metaplasia
  - Adalah penggantian satu jenis epitel
     menjadi jenis epitel lainnya.
  - Misalnya: perubahan epitel endoserviks
     menjadi epitel skwamosa

                                               41
2. Perubahan sel epitel pada keganasan
   a. Kromatin tidak rata.
   b. Perbandingan inti-sitoplasma berubah;
       pembesaran inti tanpa disertai
       pembesaran sitoplasma.
   c. Hiperkromatik : inti lebih gelap karena
       bertambahnya kromatin.
   d. Variasi ukuran inti.
   e. Variasi bentuk inti / pleomorfik.
    f. Anak inti/ nukleolus tidak ada.


Pemeriksaan hormonal : sediaan apus diambil
      dari daerah dinding lateral vagina.
                                                42
 SITOLOGI NON – GINEKOLOGI
1. Traktus Respiratorius
   Sitologi paru
   - Sputum – fiksasi Alkohol 90%, dikirim 3x,
      3 hari berturut-turut
   - Bronchoscopi - Cucian/ Sikatan
                            bronchus
                       - Aspirasi
2. Traktus digestivus
   - Cairan lambung dengan endoskopi
   - Colon/ Rektum - Kolonoskopi/ rektoskopi
3. Traktus Urinarius – Sitologi Urine.
                                             43
4.–   Rongga Pleura
  –   Rongga Pericard
  –   Rongga Sinovia
  –   Rongga Abdomen (asites)
  -   Cairan serebro spinalis




                                44
5. Biopsi Aspirasi Jarum Halus       : BAJAH
   Fine Needle Aspiration Biopsi     : FNAB
   Fine Needle Aspiration Cytology   : FNAC

  - Pewarnaan : PAP, HE, MGG(May Greenwald Giemsa)
  - Aplikasi : Bajah pada organ Superfisial dan organ
              dalam.
        Organ Superfisial :
               - Kelenjar limfe       - Pleura
               - Mamma                - Peritoneum
               - Tiroid               - Sinovia
               - Lesi paru perifer    - Tumor superficial

      Organ dalam : - Lesi paru dalam
                    - Hepar
                    - Ginjal
                    - Prostat
                                                     45
      SITOLOGI IMPRINT
Dilakukan pada waktu operasi,
 bersamaan dengan frozen section.
Jaringan yang diambil ditempelkan
 pada kaca benda, kemudian diwarnai
 dan di diagnosa.



                                  46
  Frozen – section / Potong Beku
Yaitu pemeriksaan histopatologi yang dila-
 kukan pada waktu penderita dioperasi.
 Untuk mengetahui ganas/tidaknya
 kelainan atau tumor, yang kemudian
 untuk menentukan terapi selanjutnya.
 Waktu operasi  kelainan/tumor yang
 mencurigakan ganas  langsung dibawa
 ke bagian PA untuk di diagnosa.
  Proses untuk pemeriksaan PA dengan
    memakai gas CO2  diwarnai dengan
    H.E. (Hematoxylin–Eosin).
                                        47
Alat untuk mengambil sediaan FNAB/FNAC

                                         48
Sel endoserviks normal   49
50
51
52
53
Herpes Simplex
Primary Infection
                    54
Terjadi pembesaran inti ringan,
tidak rata dan
Hiperklomasia, maturasi
sitoplasma normal


                                  55
56
Inti dengan hiperkromasia berat,
pembesaran dan bentuk tidak rata


                                   57
58
59
60

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:17302
posted:1/3/2011
language:Indonesian
pages:60
Description: Pengantar Patologi Anatomi