Docstoc

makalah wisnu

Document Sample
makalah wisnu Powered By Docstoc
					                     Sertifikasi Kompetensi LPTK
         pada Era Globalisasi, Otonomi, dan Kebutuhan Daerah

                     Wisnu Djatmiko, dan Muhammad Yusro
   Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika

 Makalah telah disampaikan pada Konvensi Nasional III APTEKINDO & Temu Karya XIV
 FT/FPTK/JPTK Universitas se-Indonesia 23 Gorontalo 15 -17 Pebruari 2006. Pembahasannya
 menyangkut tentang kompetensi tenaga kependidikan kejuruan, sertifikasi di LPTK, dan peningkatan
 mutu LPTK pada Era Otonomi Daerah.




Pendahuluan
Adanya kebijakan peningkatan jaminan                 kreativitas, dan kemandirian sesuai
kualitas membawa konsekuensi di                      dengan bakat, minat, dan perkembangan
bidang     pendidikan,      antara    lain           fisik serta psikologis peserta didik.
perubahan         dari        pendekatan             Dengan demikian guru diharapkan
pembelajaran berbasis isi (content-                  mampu memberikan dorongan dan
based instruction) ke pendekatan                     mengembangkan sikap positif siswa
pembelajaran berbasis kompetensi                     untuk mengembangkan diri sesuai
(competency-based            instruction).           dengan potensi yang dimilikinya. Guru
Pembelajaran berbasis kompetensi                     diharapkan      mampu       mengajarkan
menuntut perubahan desain kurikulum,                 bagaimana siswa bisa memecahkan
dari model lama yang berisi uraian mata              masalah yang dihadapi. Melalui
pelajaran ke dalam desain kurikulum                  kegiatan belajar interaktif memperoleh
yang berisi pernyataan seperangkat                   pengetahuan, memperluas dan meng-
kompetensi.      Hal    ini     membawa              haluskan         pengetahuan,       dan
konsekuensi bahwa proses pembelajaran                menggunakan pengetahuan secara ber-
harus berorientasi pada pencapaian                   makna      diharapkan     siswa   dapat
kompetensi. Dengan demikian, guru                    mengembangkan          potensi     yang
dituntut memiliki kemampuan untuk                    dimilikinya, sehingga dapat menjadikan
memilih model-model pembelajaran dan                 siswa mampu berpikir kreatif, inovatif
mampu merancang pembelajaran yang                    dan produktif.
sesuai    dengan      kompetensi      dan            Dengan adanya UU Guru dan Dosen,
karakteristik siswa.                                 kedudukan guru dan dosen sebagai
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun                  tenaga profesional akan berfungsi untuk
2005      tentang    Standar   Nasional              meningkatkan martabat dan peran guru
Pendidikan, Pasal 19 Ayat (1)                        sebagai agen pembelajaran sehingga
menyebutkan          bahwa        proses             pada gilirannya nanti akan berfungsi
pembelajaran pada satuan pendidikan                  meningkatkan       mutu      pendidikan
diselenggarakan      secara   interaktif,            nasional. Diantara butir dalam UU
inspiratif, menyenangkan, menantang,                 Guru     dan    Dosen     ini    adalah
memotivasi peserta didik untuk                       pemberdayaan profesi guru dan dosen
berpartisipasi aktif, serta memberikan               yang      diselenggarakan       melalui
ruang yang cukup bagi prakarsa,                      pengembangan diri yang dilakukan

                    Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,                23
                  dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                         24
secara demokratis, dan berkelanjutan               yang      baru      mulai     dengan
dengan menjunjung tinggi hak asasi                 pembangunan industrinya akan segera
manusia, nilai keagamaan, dan kode etik            dengan mudah mengambil alih.
profesi untuk menjadi guru dan dosen               Ketergantungan teknologi luar negeri
yang memiliki kompetensi. Pengakuan                harus secara terencana dikurangi dengan
kedudukan guru dan dosen sebagai                   menumbuhkan kemampuan di dalam
tenaga profesional akan dibuktikan                 negeri.    Untuk     dapat    mengatasi
dengan sertifikat pendidik. Sedangkan              tantangan dan kendala tersebut di atas,
sertifikasi pendidik menurut pasal 11              kualitas SDM harus segera ditingkatkan,
UU Guru dan Dosen diselenggarakan                  baik untuk tenaga profesional untuk
oleh perguruan tinggi yang memiliki                penerapan iptek maupun tenaga ahli
program         pengadaan        tenaga            yang      berkemam       puan     untuk
kependidikan yang terakreditasi.                   mengembangkan iptek.
Khusus bagi tenaga kependidikan                    Penguasaan teknologi yang dibutuhkan
lembaga Pendidikan Teknologi dan                   industri menjadi sangat penting dalam
Kejuruan (LPTK) dituntut memiliki dua              proses globalisasi, di mana persaingan
kompetensi yakni sebagai pendidik dan              ekonomi sangat ketat dan tidak lagi
sebagai pelatih yang profesional                   mengenal         batas-batas     negara.
disamping sikap yang peka terhadap                 Penguasaan harus pula disertai dengan
inovasi. Dari banyak penelitian yang               kemampuan untuk mengembangkan,
dilakukan terungkap bahwa tingkat                  agar selalu dapat menghasilkan produk
partisipasi guru dan dosen LPTK dalam              dengan kualitas yang lebih baik, harga
upaya pembaharuan pendidikan selama                lebih murah, proses lebih aman dan
ini relatif rendah, rasa mampu diri dan            dampak terhadap lingkungan yang lebih
keyakinan tentang keuntungan dan                   kecil. Untuk mencapai hal tersebut,
kerugian, akan dialami sebagai dampak              perlu tersedia tenaga pelaksana dan
dari suatu inovasi itu. Salah satu faktor          peneliti, yang sesuai dalam jumlah, jenis
penting LPTK adalah profesionalisme                dan tingkat kemampuan dengan
dari tenaga kependidikannya.                       kebutuhan pembangunan.
Di samping hal-hal tersebut di atas,               Pengembangan kemampuan penguasaan
globalisasi   akan     semakin     besar           iptek ini akan menghadapi berbagai
dampaknya pada berbagai bidang                     hambatan karena bangsa-bangsa yang
kehidupan; sosial budaya, politik,                 maju ingin tetap mempertahankan
maupun      ekonomi.      Salah     satu           dominasinya dalam persaingan dengan
diantaranya yang perlu kita waspadai               berbagai macam cara, termasuk
adalah semakin terbuka dan semakin                 pembatasan akses terhadap pendidikan,
ketatnya persaingan antar bangsa. Hasil            hasil-hasil penelitian maupun teknologi
berbagai pertemuan internasional telah             kunci yang mereka kuasai. Kesenjangan
menghasilkan berbagai kesepakatan                  kemampuan antara negara maju dengan
perdagangan bebas, yang memberi kita               negara berkembang akan semakin besar,
peluang maupun tantangan baru. Dari                tanpa upaya khusus yang dilakukan oleh
segi ekonomi, kita harus meningkatkan              negara berkembang dalam meningkat
daya saing industri serta diorientasikan           kan kualitas SDM.
ke arah ekspor agar dapat mengambil                Proses sertifikasi kompetensi Lembaga
manfaat globalisasi. Tenaga kerja murah            Pendidikan      Teknologi      Kejuruan
tidak lagi dapat digunakan sebagai                 idealnya     harus     berdasar    pada
tumpuan usaha, karena negara-negara                kompetensi      tenaga     kependidikan
Asia lain seperti Vietnam, Kambodia                kejuruan, sertifikasi LPTK, kualitas


24                        Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
LPTK, pendidikan kejuruan di era                  dapat    menunjukkan      performance
otonomi daerah, Upaya Meningkatkan                apabila     memiliki      kompetensi.
Profesional Dosen LPTK, Strategi                  Kompetensi guru dapat dilihat dari
Pelaksanaan, Peningkatan Mutu LPTK                penampilannya      ketika   mengajar.
pada Era Otonomi Daerah, dan Potensi              Menurut Suwarno, dkk. (2005) ada
dan kebutuhan daerah yang ada                     sepuluh kompetensi guru yaitu (1)
disekitar lembaga pendidikan teknologi            Kompetensi menguasai bahan,        (2)
kejuruan tersebut.                                Kompetensi mengelola program, (3)
                                                  Kompetensi mengelola kelas, (4)
                                                  Kompetensi menggunakan media /
Kompetensi Tenaga Kependidikan                    sumber, (5) Kompetensi menggunakan
Kejuruan                                          landasan pendidikan, (6) Kompetensi
Pendidikan merupakan wahana untuk                 mengelola interaksi belajar mengajar,
meningkatkan       kemampuan         dan          (7) Kompetensi menilai prestasi siswa
kapasitas    peserta      didik   untuk           untuk kepentingan pengajaran, (8)
memahami serta mengikuti tata nilai               Kompetensi         mengenal       dan
kemasyarakatan        yang      berlaku.          menyelenggarakan administrasi sekolah,
Pendidikan merupakan usaha sadar dan              (9) Kompetensi mengenal fungsi dan
terencana untuk mewujudkan suasana                program layanan bimbingan, dan (10)
belajar agar peserta didik secara aktif           Kompetensi memahami prinsip-prinsip
dapat mengembangkan potensi dirinya.              dan hasil penilaian pendidik guna
Dalam konteks perkembangan ilmu                   keperluan pengajaran.
pengetahuan dan teknologi serta                   Kompetensi pendidik       sebagai agen
perubahan masyarakat dan lingkungan               pembelajaran termuat dalam PP RI No
global, pendidikan adalah usaha                   19 Th 2005 tentang Standar Nasional
penyiapan peserta didik yang terencana,           Pendidikan Bab IV disebutkan bahwa
sistemik    dan      sistimatik   untuk           Standar     pendidik     dan     tenaga
menghadapi tantangan kehidupan.                   kependidikan       meliputi       empat
Kompetensi      tenaga    kependidikan            kompetensi yaitu : (a) kompetensi
terutama guru bersifat kompleks.                  paedagogik:    meliputi     pemahaman
Kompetensi merupakan satu kesatuan                terhadap peserta didik, perancangan,
utuh yang menggambarkan potensi,                  pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran,
pengetahuan, keterampilan, sikap, dan             pengembangan        pendidikan,     (b)
nilai yang dimiliki guru terkait dengan           kompetensi kepribadian terkait dengan
profesinya, terkait dengan kemampuan              pribadi mantap dan stabil, dewasa, arif,
mengaktualisasikan atau mewujudkan                berwibawa dan memiliki akhlak mulia,
dalam bentuk perilaku, tindakan atau              (c) kompetensi profesional ditunjukkan
kinerja untuk menjalankan profesi.                dengan menguasai keilmuan bidang
Kualifikasi profesional merupakan                 studi dan mampu mengkaji secara kritis
bentuk perwujudan kompetensi yang                 untuk mendalami bidang studi, dan (d)
dimililiki guru terutama yang menjadi             kompetensi sosial terkait dengan
tenaga kependidikan kejuruan.                     kemampuan berkomunikasi dan bergaul
                                                  dengan peserta didik, kolega dan
Kompetensi mengandung unsur-unsur                 masyarakat.
yang dapat ditampilkan dan yang tidak
dapat ditampilkan. Manifestasi yang               Dengan mempertimbangkan kajian
dapat ditampilkan dan nampak secara               tentang   berbagai   konsep,  maka
lahiriah disebut performance. Seseorang           kompetensi guru, minimal dirangkum


                  Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,         25
                dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                        26
ke dalam empat bidang yaitu :                     (b) menguasai karakteristik potensi
                                                  peserta didik, (c) memiliki komitmen
1. Penguasaan Bidang Studi
                                                  terhadap hak dan kewajiban peserta
2. Pemahaman Peserta Didik                        didik, (d) mengenal dan memanfaatkan
3. Penguasaan     Pembelajaran      yang          lingkungan peserta didik, (e) menguasai
   Mendidik                                       cara belajar peserta didik, (f) bersikap
                                                  dan berperilaku empati terhadap anak
4. Pengembangan Kepribadian          dan          didik    dan        (g)    membimbing
   Keprofesionalan                                pengembangan karir peserta didik.
Penguasaan bidang studi merupakan                 Penguasaan      pembelajaran       yang
kemampuan          untuk      memahami            mendidik merupakan kemampuan untuk
karakteristik dan substansi ilmu sumber           memahami konsep dasar serta proses
bahan ajaran, memahami disiplin ilmu              pendidikan      dan      pembelajaran,
yang bersangkutan dalam konteks yang              memahami konsep dasar dan proses
lebih luas, menggunakan metodologi                pembelajaran bidang studi yang
ilmu      yang    bersangkutan     untuk          bersangkutan, serta mampu menerapkan
memverifikasi       dan    memantapkan            dalam pelaksanaan dan pengembangan
pemahaman konsep yang dipelajari, dan             proses pembelajaran yang mendidik.
mampu menyesuaikan substansi ilmu                 Performance yang ditampilkan adalah
yang bersangkutan dengan tuntutan dan             (a) merencanakan dan merancang
ruang gerak kurikuler, serta memahami             pembelajaran yang mendidik, (b)
tata kerja dan cara pengamanan kegiatan           menguasai pendekatan, metode dan
praktek. Performance yang ditampilkan             media pembelajaran, (c) melaksanakan
adalah (a) menguasai substansi bidang             pembelajaran yang mendidik, (d)
studi, (b) mampu mengaitkan dan                   mengenal prinsip dan prosedur asesmen
mengaplikasikan bidang studi dan                  proses dan hasil belajar peserta didik,
materi kurikulum bidang studi yang                (e) merencanakan dan melaksanakan
berlaku sesuai dengan konteks atau                asesmen proses dan hasil belajar peserta
lingkungan,           (c)        mampu            didik, (f) memanfaatkan hasil asesmen,
mengembangkan           konsep     ilmu,          dan       (g)    merencanakan       dan
teknologi dan seni, (d) menguasai                 melaksanakan penelitian dalam rangka
stuktur dan materi kurikulum diklat, (e)          meningkatkan mutu pembelajaran.
mampu menyesuaikan materi keilmuan
dengan perkembangan siswa, f)                     Pengembangan        kepribadian      dan
merencanakan        dan     membimbing            keprofesionalan merupakan kemampuan
keselamatan dan kesehatan peserta didik           mengembangkan intuisi keagamaan dan
dalam tempat kerja, dan (g) mampu                 kebangsaan      yang     religius    dan
mengelola tempat kerja ( unit produksi,           berkepribadian, memiliki sikap dan
laboratorium).                                    kemampuan aktualisasi diri, serta
                                                  memiliki sikap dan kemampuan
Pemahaman peserta didik merupakan                 mengambangkan             profesionalitas
kemampuan untuk memahami berbagai                 kependidikan.     Performance       yang
ciri peserta didik, memahami tahap-               ditampilkan     adalah    (a)     mampu
tahap perkembangan anak didik dalam               menyesuaikan diri dengan lingkungan
berbagai aspek dan penerapannya dalam             kerja, (b) mampu menilai kinerjanya
mengoptimalkan perkembangan dan                   sendiri, (c) mampu bekerja mandiri dan
pembelajaran        peserta      didik.           bekerja sama dengan orang lain, (d)
Performance yang ditampilkan adalah               mampu mencari sumber-sumber baru
(a) mampu mengidentifikasi potensi                dalam bidang studinya, (e) memiliki
peserta didik yang perlu dikembangkan,


26                       Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
komitmen terhadap profesi dan tugas                meliputi     kompetensi     pedagogik,
profesional, (f) mampu berkomunikasi               kompetensi kepribadian, kompetensi
dengan teman sejawat dan peserta didik,            sosial dan kompetensi profesional yang
dan (g) mampu meningkatkan diri                    diperoleh melalui pendidikan profesi.
dalam kinerja profesinya.                          Kompetensi guru atau dosen adalah
                                                   seperangkat pengetahuan, ketrampilan,
                                                   dan prilaku yang dimiliki, dihayati, dan
Sertifikasi
                                                   dikuasai oleh guru atau dosen dalam
Istilah sertifikasi biasanya dipakai untuk         melaksanakan                       tugas
memberi penghargaan pada prestasi                  keprofesionalannya.           Dokumen
seseorang sesuai dengan kemampuan                  Penyusunan Standar Kompetensi Guru
profesi yang diembannya. Apabila                   saat ini disiapkan oleh Depdiknas yang
diterjemahkan secara populer, kata                 mencakup (1) Organisasi penyelenggara
sertifikasi     adalah     suatu    proses         standarisasi;            (2)Mekanisme
pemberian sertifikat yang mengandung               penyelenggaraan; (3) Koordinasi dan
makna bukti formal sebagai pengakuan               Bimbingan Teknis; dan (4) Pengawasan
yang diberikan kepada seseorang                    dan Pelaporan.
sebagai tenaga profesional. Sertifikat
                                                   Pembahasan        mengenai       kepuasan
pendidik pada guru dan dosen seperti
                                                   layanan pendidikan, sudah pasti terkait
yang akan diatur dalam UU tentang
                                                   dengan mutu atau kualitas layanan
guru dan dosen adalah bukti formal
                                                   pembelajaran dan hasil pendidikan.
pengakuan kedudukan guru dan dosen
                                                   Kualitas     seringkali     dilihat    dari
sebagai tenaga profesional.
                                                   kesesuaian tujuan dan penggunaan yang
Tujuan     dari    sertifikasi   adalah            dibandingkan dengan rencana atau
memberikan kepuasan bagi yang                      spesifikasi yang telah ditetapkan
memperolehnya. Oleh sebab itu,                     sebelumnya.       Kualitas      pendidikan
pemberian sertifikasi pada seseorang               hendaklah sesuai dengan standar,
atau lembaga biasanya ditandai dengan              harapan      kastamer      atau     semua
pengakuan bentuk moral dan insentif.               karakteristik produk pendidikan dan
Pada proses pendidikan, sertifikasi                layanan pendidikan yang memenuhi
diukur dari kepentingan kastamer                   persyaratan dan harapan.
(pengguna atau pelanggan) jasa
                                                   Kualitas ini harus merupakan unjuk
pendidikan yang terdiri dari kastamer
                                                   kerja yang memenuhi standar atau
internal dan eksternal (Sallis dalam
                                                   kriteria yang telah ditetapkan tadi.
Satori,1997). Kastamer internal primer
                                                   Pandangan kualitas ini sering disebut
meliputi para pendidik dan staf
                                                   kualitas sebenarnya (quality in fact)
pendukung,      sedangkan      kastamer
                                                   yang merupakan dasar dari sistem
eksternal primer yaitu peserta didik,
                                                   jaminan kualitas yang ditemukan dalam
kastamer eksternal sekunder adalah
                                                   ”The British Standard Institution in BS
orang tua, pemerintah, dan empoyers
                                                   5750”atau”The Identical International
sedangkan kastamer eksternal tersier
                                                   Standard Organization ISO 9000” (
yaitu pasaran kerja, pemerintah, dan
                                                   Satori, 1997).
masyarakat. Sertifikasi ini selalu
didahului dengan proses penilaian                  Dalam      konteks     jaminan     mutu
menurut kriteria yang telah ditetapkan             pendidikan,        akreditasi      telah
atas kesepakatan bersama. Misalnya                 dikembangkan      untuk      meyakinkan
bagi guru diukur dari profesional                  tercapainya standarisasi. Salah satu
keguruan (kompetensi guru) yang                    kegiatan akreditasi adalah sertifikasi

                   Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,            27
                 dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                        28
yang bertujuan menjamin adanya                    perkembangan pendidikan teknologi
standarisasi kinerja sekolah atau tenaga          dan kejuruan. Oleh sebab itu perlu
kependidikan        termasuk      tenaga          adanya kerja sama antara kedua
pendukung        untuk       mendukung            lembaga        dalam        perencanaan,
terwujudnya kondisi kondisi yang                  pelaksanaan,      evaluasi      program
diperlukan bagi kepentingan mutu.                 pendidikan di LPTK. Menurut Syarif
                                                  (1999) bahwa dengan adanya kerjasama
                                                  ini, tentu kedua institusi akan memetik
Sertifikasi di LPTK                               manfaatnya. Dunia industri/usaha akan
Tujuan Pendidikan Teknologi dan                   memperpendek umur pendidikan yang
Kejuruan yaitu menghasilkan lulusan               sesuai dengan kebutuhan mereka, dan
yang memiliki kemampuan akademik                  berarti memperkecil pengeluaran dalam
dan     profesional    sebagai  tenaga            melatih karyawannya. Dunia pendidikan
kependidikan pada sekolah sekolah                 dapat manfaat untuk mengidentifikasi
kejuruan teknologi dan sebagai tenaga             kebutuhan      dunia     usaha    dalam
non kependidikan di dunia industri dan            mengembangkan program studi yang
dunia usaha. Sehubungan dengan itu,               dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu
misi utama PTK diharapkan dapat                   pendidikan      di      LPTK       perlu
menerjemahkan       kebutuhan   tenaga            memperhatikan perkembangan ilmu
pemakainya.         Dalam       proses            pengetahuan dan teknologi pada saat ini
pembelajaran terdapat dua bidang                  untuk mengantisipasi masa yang akan
terintegrasi yang harus dikuasai oleh             datang.
mahasiswa         yakni      memahami             Seiring dengan pesatnya kemajuan
perkembangan teknologi dan bersikap               teknologi      pembelajaran,       teknik
sebagai pendidik.                                 mengajar perlu dikembangkan dengan
Tujuan pendidikan teknik menurut                  metode dan teknik penyampaian yang
pandangan industri dan dunia usaha                lebih efektif dan efisien. Dosen dituntut
adalah pencapaian mobilitas yang tinggi           mau      mengembangkan        profesional
dengan kemampuan profesional awal                 mengajarnya dengan             mengikuti
yang cukup (Hernaut dalam Mardapi,                program-program pendek dan studi
1994). Mobilitas profesional akan                 lanjut. Untuk memudahkan mahasiswa
terjadi bila tenaga kerja memiliki                belajar, dosen bersama-sama mahasiswa
kemampuan      yang    cukup     untuk            diharapkan mau melakukan penelitian
menyesuaikan diri dengan tuntutan                 kolaborasi dalam bentuk eksperimen
kebutuhan kemampuan industri. LPTK                atau penelitian tindakan kelas dan pada
harus mampu membekali mahasiswa                   tingkat yang lebih besar dengan mem
dengan pengetahuan dasar yang tidak               perhatikan karakteristik mahasiswa.
cepat usang terhadap kemajuan dan                 Sikap profesional dosen perlu pula
perkembangan teknologi yang begitu                dikembangkan       untuk menciptakan
pesat. Dengan demikian lulusan LPTK               iklim     belajar    yang    kondusif.
dapat mengembangkan potensinya dan                Karakteristik dosen LPTK tidak hanya
siap masuk dunia kerja untuk                      memiliki keahlian how to transfer
kepentingan kehidupan dan untuk                   knowledge tetapi harus menguasai dasar
peningkatan produksi.                             dasar kependidikan, metode mengajar,
Untuk mencapai tujuan tersebut di atas            memahami        berbagai   pendekatan
diperlukan dana yang besar dan                    pembelajaran, mampu menggunakan
keterlibatan industri dan dunia pemakai           media pembelajaran, teknik efaluasi
lainnya      yang      aktif    terhadap          khususnya evaluasi hasil belajar



28                       Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
keterampilan kejuruan, dan mampu                  program secara berkesinambungan agar
mengorganisasi kelas.                             dapat ditemukan kendala kendala yang
                                                  dihadapi. Upaya meningkatkan kinerja
Era globalisasi dan perdagangan bebas
                                                  dosen perlu pula dilakukan, penilaian
menuntut perubahan yang cepat di
                                                  kinerja    dengan   cara   pemberian
berbagai bidang kehidupan. Akibatnya,
                                                  sertifikasi yang bertujuan untuk
persaingan dalam mencari pekerjaan
                                                  meningkatkan kompetensi profesional
bagi lulusan LPTK menjadi semakin
                                                  sebagai    seorang   pendidik    pada
ketat,        sedangkan          sturktur
                                                  Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.
ketenagakerjaan selalu berkembang
berdasarkan        pendidikan       yang
dipengaruhi      oleh      pemberdayaan
                                                  Kualitas Pendidikan Kejuruan di Era
teknologi        modren.         Industri
                                                  Otonomi Daerah
membutuhkan tenaga tenaga kerja
terdidik yang terampil dan profesional,           Terwujudnya       lembaga      pendidikan
adaptif terhadap kemajuan teknologi,              kejuruan yang menghasilkan sumber
memiliki kemampuan komunikasi, dan                daya manusia berkelas dunia serta
dapat bekerja secara kelompok. Dalam              perluasan layanan pendidikan berbasis
rangka      itulah,     LPTK        perlu         keunggulan lokal menurut Undang-
dipersiapankan       untuk     mendidik           undang No. 20 Tahun 1999 tentang
mahasiswanya         agar       memiliki          Sistem Pendidikan Nasional Pasal 21
kompetensi kerja yang dikehendaki oleh            menyebutkan        bahwa       pendidikan
pasar kerja. Dampak dari perdagangan              kejuruan merupakan jenjang pendidikan
bebas akan membuat persaingan pencari             menengah yang bertujuan             untuk
kerja antar bangsa semakin ketat dan              mengembangkan kepribadian dan sikap,
bebas, produk-produk baru teknologi               pemahaman ilmu dan pengetahuan serta
akan memunculkan profesi profesi yang             teknologi,     apresiasi     seni,    dan
menuntut kompetensi sesuai dengan                 keterampilan hidup untuk mampu hidup
kebutuhan (Hanoto, 2002). Untuk                   mandiri atau mengikuti pendidikan
menjawab tuntutan tersebut diperlukan             lebih lanjut. Pendidikan kejuruan
sumber daya manusia yang memiliki                 bertujuan mengembangkan potensi anak
kompetensi       tinggi     dibidangnya.          didik    sehingga      dapat     memiliki
Selanjutnya         Mardapi       (1994)          keterampilan pada suatu pekerjaan atau
menyatakan bahwa LPTK melalui                     karier tertentu serta agar peserta didik
Fakultas Pendidikan Teknologi dan                 memiliki keterampilan dan kemampuan
Kejuruan tidak saja harus dipekerjakan            untuk hidup. Pendidikan kejuruan
tetapi juga bisa membuat lapangan                 terkait dengan perkembangan jenis
pekerjaan baru, seperti wirausaha yang            pekerjaan dan profesi yang sangat luas
sesuai dengan keahliannya.                        di        masyarakat.          Sedangkan
                                                  perkembangan macam dan jenis profesi
Upaya untuk mencapai maksud diatas,               sejalan dengan perkembangan teknologi
akhirnya terpulang pada pelaksana                 dan kebutuhan masyarakat. Menurut
pendidikan sebagai ujung tombak                   Sukamto (1998) eksistensi pendidikan
mensukseskan program pembelajaran.
                                                  kejuruan memiliki empat landasan
Upaya yang dilakukan harus meliputi               yaitu: (1) pendidikan dan asumsi anak
pengembangan potensi sumber daya                  didik, (2) kontek sosial pendidikan
manusia yang memiliki dan perbaikan               kejuruan,     (3)    dimensi     ekonomi
sasaran yang dituju. Untuk itu                    pendidikan      kejuruan,      dan     (4)
diperlukan penelitian dan evaluasi                ketenagakerjaan.

                  Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,           29
                dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                         30
Desentralisasi dan otonomi daerah yang            Pendidikan masih cenderung dilihat
berhembus sejak reformasi dimulai,                dengan       sebelah     mata,      hanya
membawa implikasi perubahan pada                  diperhatikan       waktu       anak-anak
tatanan politik, sosial, ekonomi.                 memerlukan kelanjutan studi. Tentu saja
Kebijakan desentralisasi dan otonomi              kelemahan atau kekurangan juga dapat
daerah,    menyebabkan      kekuasaan,            terjadi di sekolah, oleh karena itu sektor
kebijakan pembangunan, dan kekayaan               pendidikan dan sekolah melakukan
ekonomi untuk sebagian besar akan                 analisis introspeksi dan ekstrospeksi
bertumpu di daerah. Dengan mengkaji               agar dapat mengenal permasalahan
Undang-undang No. 22 dan 25 tahun                 pokoknya dan mencarikan jalan keluar
1999 tentang Perimbangan Pusat dan                yang tepat dan strategis untuk
Daerah, maka setiap daerah dapat                  meningkatkan       akses     dan     mutu
mengidentifikasi keseluruhan sumber-              pendidikan.
sumber dana yang dapat dihimpun                   Peningkatan akses dan mutu pendidikan
untuk membangun potensi daerah dalam              keduanya sangat penting dalam bidang
bidang     pendidikannya      termasuk            pendidikan di daerah. Keduanya
pendidikan kejuruan. Hal ini juga akan            merupakan suatu paradoks karena tidak
berdampak        pada      peningkatan            bisa dicapai secara berbarengan. Akses
pendidikan meliputi akses, mutu,                  atau pemerataan pendidikan khususnya
kesejahteraan, pengembangan karier                harus bisa menampung secara maksimal
yang beragam sesuai dengan kebutuhan              peserta didik, yang artinya sebanyak
masyarakat yang semula dikelola pusat             mungkin anak-anak lulusan SMP dapat
ke pemerintah daerah kabupaten/kota.              masuk ke sekolah menengah kejuruan
Adanya      otonomi     daerah     yang           (SMK), anak-anak SLTA dapat masuk
berdampak pada pengelolaan keuangan               ke jenjang DI, D2, D3 dan D4, serta
dan anggaran belanja pendidikan, lebih            ketersediaan tempat       kursus-kursus
didominasi oleh anggaran belanja                  vokasi. Begitu pula mutu pendidikan
daerah dengan sebagian dibantu oleh               kejuruan dalam menghasilkan proses
subsidi dari pemerintah pusat, sehingga           dan hasil belajar      harus memiliki
proses pengambilan keputusan terutama             relevansi yang tinggi dengan kebutuhan
terkait dengan akses dan mutu                     pengguna di pasar kerja.
pendidikan lebih bergantung pada                  Kualitas pendidikan sampai dengan
keputusan pemkab/pemkot masing-                   tahun 2004 juga dinilai masih rendah
masing.      Yang     menjadi     fokus           karena belum sepenuhnya mampu
permasalahan      adalah     bagaimana            memberikan kompetensi sesuai dengan
mengembangkan sistem pembiayaan                   tahap pendidikan yang dijalani peserta
pendidikan daerah untuk menjamin                  didik. Hal tersebut terlihat juga pada
pemerataan dan keadilan dalam                     pencapai nilai ujian nasional SMP 2005
penyediaan kesempatan pendidikan bagi             yang masih sangat bervariasi antar
masyarakat daerah tersebut, sehingga              propinsi. Lalu apa yang harus
dana yang dihimpun itu dapat                      dilakukan, karena akses maupun mutu
dialokasikan dengan tepat dan dikelola            pendidikan kedua-duanya penting.
dengan efisien.                                   Kalau mau akses pendidikan merata
Pendidikan dan pembangunan daerah                 mutu tidak bisa tercapai dengan baik,
perlu membangun hubungan resiprokal,              dan begitu pula sebaliknya mutu
saling mempercayai, dan saling                    pendidikan        diutamakan      akses
memberikan manfaat. Selama ini belum              pendidikan tidak bisa tercapai secara
terwujud hubungan yang demikian.                  merata. Oleh karena itu diperlukannya



30                       Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
model kebijakan evaluasi potensi dan              yang sehat, yang menuju pada
kebutuhan daerah agar pendirian                   peningkatan mutu pekerjaan/ pelayanan.
maupun      pengembang     pendidikan             Untuk mendapat jaminan pelaksanaan
kejuruan                   diharapkan             pendidikan memenuhi mutu minimal,
penyelenggaraannya     harus     tepat            maka telah ditentukan jumlah minimal
jurusannya, tepat kualifikasinya, dan             serta kualifikasi staf pengajar tetap yang
tepat jumlahnya.                                  harus dimiliki LPTK. Tentu saja
                                                  penyelenggara pendidikan memerlukan
                                                  tambahan staf pengajar, diatas ketentuan
Kualitas LPTK
                                                  minimun tersebut. Hal ini dapat
LPTK     sebagai    sebuah     lembaga            dilakukan melalui pengangkatan tenaga
pelayanan jasa pendidikan yang di                 pengajar tidak tetap, dengan senantiasa
dalam melaksanakan kegiatannya harus              memperhatikan                  dipenuhinya
selalu berupaya memenuhi keinginan                persyaratan-persyaratan yang ada yang
pelanggan. Pelanggan adalah kelompok              berlaku bagi staf pengajar serta
orang/masyarakat yang mempunyai                   diperolehnya       kesanggupan       dalam
kepentingan baik langsung maupun                  jangka panjang. Persyaratan ketentuan
tidak langsung, atas pelaksanaan                  jabatan akademik bagi staf pengajar
pendidikan maupun hasil-hasilnya:                 LPTK mencakup berbagai macam
meliputi    mahasiswa,     orang    tua           kegiatan/ aktivitas staf pengajar yang
mahasiswa, staf peguruan tinggi,                  meliputi pendidikan, penelitian dan
masyarakat dan pemerintah. Berbagai               pengabdian kepada masyarakat, maka
kepentingan    yang     berbeda    dari           masing-masing               penyelenggara
pelanggan tersebut harus menjadi acuan            pendidikan harus pula memberikan
utama dalam merencanakan maupun                   peluang yang cukup. Hal ini
melaksanakan pendidikan. Kualitas                 memerlukan tersedianya waktu serta
pendidikan adalah sesuatu yang tidak              dana bagi kegiatan penelitian, studi
mudah diukur, karena menyangkut                   lanjut,    program       pelatihan    serta
pandangan pihak yang menghasilkan                 keikutsertaan dalam kegiatan temu
dan pihak yang menggunakan hasil                  ilmiah.
pendidikan. Kedua pihak perlu sepakat
atas ukuran-ukuran yang digunakan
untuk menetapkan kualitas.                        Upaya Meningkatkan            Profesional
Staf LPTK adalah pelaksana-pelaksana              Dosen LPTK.
pendidikan yang terdiri dari staf                 Tidak dapat disangkal bahwa dosen
pengajar dan staf administrasi, yang              adalah sentral dari upaya peningkatan
menentukan keberhasilan pendidikan.               mutu pendidikan di perguruan tinggi.
Hanya melalui suasana kerja yang                  Maka,untuk      membenahi      sistem
kondusif dapat diharapkan terjadi proses          pendidikan     haruslah    melibatkan
pendidikan yang bermutu dan efisien.              penataan dan pembinaan dosen.
Suasana kerja yang kondusif berarti               Menurut Sucipto (1999) bahwa ada lima
pula kepastian masa depan bagi tenaga             topik pembahasan isu-isu yang saling
pelaksana. Perlu ditumbuhkan pola                 terkait untuk pemberdayaan guru dan
pengembangan karir yang terbuka dan               tenaga kependidikan yang perlu
transparan, dengan sistem insentif dan            diperhatikan yaitu (1) Kesejahteraan
penghargaan bagi staf yang benar-benar            guru; (2) Pendidikan calon guru dan
dapat menunjukkan kinerja yang baik.              tenaga kependidikan; (3) Seleksi,
Perlu diupayakan suasana "persaingan"             pengangkatan dan penempatan; (4)

                  Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,            31
                dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                        32
Pembinaan mutu guru; dan (5)                       1.     Dosen hendaknya memberi
Pengembangan kerier guru dan tenaga                teladan pada mahasiswa dan sesama
kependidikan.                                      kolega bahwa ia dapat memiliki sikap
                                                   profesional interaktif.
Pengamatan di lapangan menunjukkan
bahwa      perubahan     apapun     yang           2.    Setiap saat mau mengembangkan
dilaksanakan di persekolahan akan                  kompetensi kependidikannya secara
sangat tergantung pada sikap, pola                 baik dan berperan aktif dalam kegiatan
berfikir, kreatifitas dan tindakan staf            pengembangan karir dan diskusi ilmiah
pengajar atau guru disamping tentu saja            guna keperluan pembelajaran dan
kepemimpinan kepala sekolah. Dari                  pengmbangan program pendidikan.
uraian ini jelaslah LPTK sebagai                   3.     Aktif      dalam       kegiatan
penghasil lulusan yang dapat berperan              peningkatan mutu dan pengembangan
ganda yaitu tenaga teknisi dan tenaga              profesi yang dilaksanakan oleh asosiasi
kependidikan harus memiliki tenaga                 profesi.
pendidik yang profesional. Menurut
Sukamto (1994), yang diperlukan LPTK
adalah profesionalisme interaktif seperti          Di dalam proses pembelajaran, dosen
yang dikutip dari Fullan menyatakan                atau guru harus dapat menciptakan
bahwa interactive professionalism yaitu            suasana belajar yang menarik dan
menempatkan guru sebagai ”continous                menyenangkan sehingga apa yang
learners in a community of interactive             dipelajari dapat dicapai pembelajar
professionals”. Kebekuan dalam pola                dengan pemahaman yang mendalam.
sikap dan prilaku mengajar digantikan              Degeng (2006) menyatakan bahwa guru
oleh keaktifan memberi sumbang saran               yang profesional dalam pembelajaran
dan menerima ide dari luar secara                  mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1)
kolaborasi untuk mencapai hasil yang               selalu menggubah belajar-mengajar
lebih baik.                                        yang dinamis; 2) menggubah suasana
Menurut Pakpaham (1999), Sikap                     yang     menggairahkan;     3)   selalu
profesional adalah sesuatu yang                    menggubah interaksi guru-siswa yang
tertanam dalam diri seseorang yang                 optima; 4) selalu menggubah kondisi
mempengaruhi prilaku, peduli pada                  terbaik untuk belajar,dan 5) selalu
mutu (tidak asal jadi); bekerja cepat,             menggubah penumbukan keterampilan
tepat dan efisien diawasi atau tidak               belajar.
diawasi orang lain, menghargai waktu               Guna mengembangkan mutu pendidikan
dan menjaga reputasi. Sikap semacam                dan profesional dosen pada LPTK, ada
ini sangat diperlukan oleh dunia kerja             beberapa pemecahan yang dapat
terutama dunia usaha dan dunia industri.           dilakukan     yaitu      pemberdayaan,
Sikap profesional haruslah dibentuk                pemotivasian,     dan    pendampingan
melalui proses pembiasaan yang                     dosen; peningkatan kesejhteraan dosen;
memerlukan        waktu    lama      dan           memberi kebebasan dosen berkreasi dan
terinternalisasi dengan nilai-nilai yang           berinovasi     dalam      pembelajaran;
dianggap baik dan menguntungkan bagi               prosedur penghitungan kredit poin yang
dirinya.                                           menjadi dasar kenaikan          jabatan
Paling tidak LPTK harus mampu                      akademik perlu dikaji ulang untuk lebih
memfungsikan diri sebagai pusat                    disempurnakan         dengan      lebih
pengembangan profesional bagi para                 menekankan kesederhanaan prosedur
lulusannya. Untuk itu diperlukan sikap             namun efektif; dan perlu dikembangkan
para pendidiknya sebagai berikut :                 budaya kerja berorientasi profesional


32                        Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
dan     nilai-nilai   profesi     yang            dunia kerja.
mengutamakan                 kejujuran.           5.     Personal yang ditunjuk sebagai
(Sucipto,1999 dan Kistono,2002)                   pelaksana sertifikasi atau asesor perlu
                                                  dipilih melalui seleksi yang pantas
                                                  sehingga tercapai ”the right man in the
Strategi Pelaksanaan
                                                  right place”.
Guna meningkatkan mutu pendidikan
                                                  6.      Mengoptimalkan fungsi lembaga
dan profesional tenaga dosen PTK
                                                  penjamin mutu, lembaga penelitian, dan
melalui program sertifikasi, maka
                                                  asosiasi profesi atau unit aplikasi
tulisan ini ingin mengemukakan
                                                  sebagai sarana pengembangan keahlian,
beberapa      hal    yang    perlu
                                                  magang, kerjasama antara lembaga
dipertimbangkan. Hal hal itu dapat
                                                  terkait untuk pengembangan profesional
dilakukan dengan strategi sebagai
                                                  tenaga kependidikan.
berikut:
                                                  7.     Secara        kultural       harus
1.      Agar program sertifikasi dapat
                                                  dikembangkan budaya kerja berorientasi
dijalankan dengan baik, perlu dibentuk
                                                  mutu, budaya pembelajaran berorientasi
satu tim yang handal dan profesional
                                                  profesional, dan nilai nilai profesi yang
terdiri dari unsur masyarakat pemakai,
                                                  mengutamakan kejujuran.
industri,    orang   tua   mahasiswa,
pemerintah dan pelaksana pendidikan
dalam hal ini lembaga PTK.
                                                  Peningkatan Mutu LPTK pada Era
2.      Perlu   dilakukan    pengkajian           Otonomi Daerah
materi yang sungguh sungguh untuk                 Mengingat keterbatasan sumber daya
menetapkan kompetensi apa yang                    yang kita punyai dan besarnya
diperlukan      dalam       pelaksanaan           tantangan yang dihadapi, perguruan
sertrifikasi        yaitu        dengan           tinggi harus dapat dikelola secara
mempertimbangkan          keseimbangan            sangkil     (efisien) dan menjawab
antara       kompetensi      pedagogik,
                                                  kebutuhan yang ada. Suatu perguruan
kompetensi profesional ,kompetensi                tinggi dapat dipandang sebagai sebuah
akademik / kejuruan, kompetensi sosial            organisasi profesional, yang hasil dan
dan kompetensi kepribadian.                       dampaknya bagi masyarakat sangat
3.     Pelaksanaan           sertifikasi          ditentukan oleh kemampuan dan kinerja
hendaknya dilakukan secara lebih                  sivitas akademika yang ditandai oleh
interaktif   dialogis   terbuka     dan           kreativitas dan ingenuitas. Hal tersebut
penyediaan option yang cukup untuk                memerlukan adanya suasana yang
diajukan kepada calon pendidik.                   berbeda dari industri manufaktur
                                                  misalnya, dimana kualitas kerja sangat
4.     Perlu adanya koordinasi yang
                                                  ditentukan oleh ketepatan melaksanakan
baik antara masyarakat terinstitusi yang
                                                  prosedur yang menyangkut cara, urutan
terdiri dari asosiasi profesi, industri,
                                                  dan waktu. Penelaahan dan pengalaman
departemen tenaga kerja (BSNP), dan
                                                  lapangan       menyimpulkan       bahwa
lembaga pemakai pendidikan (BNSP),
                                                  kreativitas, ingenuitas dan produktivitas
karena PTK menghasilkan lulusan yang
                                                  yang profesional lebih terangsang oleh
mengutamakan keseimbangan antara
                                                  pola kerja yang luwes dan mandiri
kemampuan pengetahuan, ketrampilan
                                                  daripada pola kerja yang berstruktur
dan sikap yang membentuk suatu
                                                  secara kaku. Oleh sebab itu perguruan
kompetensi untuk masuk ke dalam
                                                  tinggi lebih tepat dikelola berdasarkan

                  Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,          33
                dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                       34
azas otonomi.                                     mengembangkan perangkat aturan,
                                                  peraturan dan kesepakatan yang
Dalam sistem pendidikan nasional, asas
                                                  mengikat bagi keseluruhan sivitas
otonomi dengan kebebasan akademik
                                                  akademika, agar menghasilkan kinerja
secara resmi dinyatakan dalam Undang-
                                                  yang serasi dengan tuntutan masyarakat.
Undang No. 2 tahun 1989 serta PP No.
                                                  Bagi setiap perguruan tinggi berlaku
30 tahun 1990. Dalam aktualisasinya
                                                  bahwa      penyelenggaraan      kegiatan
hal ini bukan suatu kebebasan yang
                                                  fungsional (Tridarma Perguruan Tinggi)
tidak terbatas, tetapi tetap harus
                                                  ditujukan      untuk       kesejahteraan
memperhatikan moral dan tata nilai
                                                  masyarakat dan umat manusia serta
sebagai rambu-rambu dan pemandu
                                                  mengacu pada ilmu pengetahuan dan
perkembangan masyarakat Indonesia.
                                                  teknologi yang senantiasa berkembang.
Selain daripada itu berlaku pula
                                                  Masyarakat      sebagai      penyandang
kesepakatan serta kelaziman yang
                                                  sumberdaya      yang     memungkinkan
berlaku di dunia pendidikan tinggi pada
                                                  terselenggaranya perguruan tinggi,
umumnya. Azas otonomi dalam
                                                  berhak untuk memperoleh informasi
pengelolaan perguruan tinggi antara lain
                                                  dan menuntut kualitas kinerja perguruan
tercermin dalam kebebasan untuk: (1)
                                                  tinggi. Untuk hal tersebut diperlukan
memilih staf akademik yang sesuai
                                                  adanya suatu badan yang secara mandiri
dengan tujuan memilih dan menetapkan
                                                  dapat menilik dan mem-"verifikasi"
mahasiswanya; (2) menetapkan standar
                                                  kinerja setiap perguruan tinggi. Untuk
akademik serta kurikulum bagi program
                                                  maksud itulah, di Indonesia sejak
studi yang diselenggarakannya; (3)
                                                  Desember 1994 telah dibentuk Badan
menetapkan program penelitian yang
                                                  Akreditasi Nasional (BAN). Pada saat
dilakukan civitas akademika dalam
                                                  ini BAN telah mengembangkan
batas    tertentu;  (4)    pemanfaatan
                                                  peraturan dan kriteria yang sama untuk
sumberdaya secara mandiri dalam
                                                  melakukan evaluasi/akreditasi bagi PTN
penyelenggaraan fungsionalnya
                                                  dan PTS, yang akan diterapkan dalam
Meskipun       dikelola    berdasarkan            tahun 1996 ini. Hasil akreditasi ini
otonomi, namun perguruan tinggi                   selain merupakan informasi kepada
sebagai bagian dari masyarakat,                   masyarakat mengenai kualitas kinerja
pelaksanaannya harus disertai per-                perguruan tinggi yang bersangkutan,
tanggungjawaban atau akuntabilitas.               juga merupakan dasar pembinaan bagi
Secara harafiah, pertanggungjawaban               pemerintah agar selalu diperoleh
tersebut    menyangkut       bagaimana            peningkatan         kualitas        yang
sumberdaya yang diterima oleh                     berkelanjutan.
perguruan tinggi dimanfaatkan dalam
                                                  Sebagai    langkah     strategi    dalam
upaya dan kegiatan untuk mencapai
                                                  menghadapi persaingan yang sangat
tujuannya.         Pertanggungjawaban
                                                  ketat maka setiap perguruan tinggi
menyangkut       derajat    kehematan,
                                                  diharapkan     selalu     dikembangkan
kesesuaian dengan norma dan peraturan
                                                  berdasarkan     prinsip      peningkatan
yang berlaku umum serta keterbukaan
                                                  kualitas yang berkelanjutan. Hal ini
terhadap penilikan dan pemantauan oleh
                                                  hanya dapat terjadi bila program
pihak yang berkepentingan mengenai
                                                  pengembangan       direncanakan      dan
penyelenggaraan Tridarma perguruan
                                                  dilaksanakan berdasarkan kemampuan
tinggi.
                                                  dan kemauan yang sepadan serta
Dalam pengelolaan suatu perguruan                 senantiasa     disesuaikan        dengan
tinggi,   seyogyanya    akuntabilitas             kebutuhan yang ada. Oleh sebab itu
digunakan sebagai acuan dasar untuk               setiap perguruan tinggi harus dapat


34                       Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
melakukan     evaluasi    diri    atau             Oleh karena itu, evaluasi harus dapat
pengenalan diri mengenai kualitas                  mengungkap hal-hal yang dapat
kinerjanya.   Evaluasi   diri    dapat             digunakan sebagai ukuran kualitas
dinyatakan   sebagai    upaya    yang              perguruan tinggi, antara lain : (1)
sistematik    untuk      menghimpun,               Ketergayutan (relevansi) tujuan dan
menyusun dan mengolah data serta                   sasaran, dalam arti derajat kesesuaian
informasi yang handal dan sahih, yang              antara tujuan dan sasaran perguruan
dapat digunakan sebagai landasan                   tinggi dengan aspirasi semua pihak yang
tindakan manajemen untuk mengelola                 berkepentingan serta dengan keperluan
kelangsungan     lembaga       maupun              nyata      masyarakat,     industri      dan
program.                                           pemerintah. (2) Kesangkilan (efisiensi),
                                                   dalam arti derajat kehematan dalam
Kemampuan melakukan evaluasi harus
                                                   penggunaan          sumberdaya         untuk
dikembangkan bagi setiap lembaga,
                                                   mencapai        tujuan    dan       sasaran
fakultas, jurusan, laboratorium maupun
                                                   (keterkaitan antara masukan proses).
pribadi anggota sivitas akademika. Pada
                                                   (3) Produktivitas, dalam arti kuantitas
seluruh tingkat kegiatan dari suatu
                                                   keluaran (dalam hal ini hasil, karena
perguruan tinggi perlu dilakukan
                                                   dampak          sukar       dikuantifikasi)
evaluasi     yang menyangkut        segi
                                                   diperhitungkan terhadap satuan sumber
kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif
                                                   daya tertentu yang digunakan (seperti:
merupakan evaluasi yang jelas nyata
                                                   lulusan per satuan waktu; penelitian
dan      obyektif,    karena    melalui
                                                   yang dipublikasi per staf akademik yang
pengamatan dan perhitungan yang
                                                   berkualifikasi tertentu; konsultasi pada
dinyatakan dalam nilai atau numerik.
                                                   industri per satuan waktu dan lain-lain
Sebaliknya kualitas merupakan evaluasi
                                                   yang menunjukkan keterkaitan antara
yang dipengaruhi oleh faktor subyektif,
                                                   aproses dan keluaran). (4) Efektivitas,
karena pernyataan kualitas selalu
                                                   dalam arti derajat kesesuaian antara
mengacu kepada pengalaman, harapan,
                                                   tujuan dan sasaran dengan keluaran
kegunaan, keperluan, cipta rasa serta
                                                   (hasil      dengan      memperhitungkan
faktor sikap yang lain.
                                                   dampak). (5) Akuntabilitas, dalam arti
Upaya menetapkan kualitas suatu hasil              per-tanggungjawaban perguruan tinggi
tidak mudah, karena adanya pihak yang              (pimpinan        dan    pribadi       sivitas
menghasilkan        dan     pihak    yang          akademika) mengenai segala sesuatu
menggunakan hasil. Kedua pihak perlu               yang       dilakukan     dalam       rangka
mempunyai kesepakatan mengenai                     pendidikan, penelitian dan pengabdian
atribut dan standar yang digunakan                 kepada                        masyarakat.
dalam penetapan kualitas. Untuk                    Pertanggungjawaban tersebut mengacu
perguruan tinggi banyak pihak yang                 kepada : peraturan yang berlaku secara
berkepentingan, antara lain pimpinan               umum (di masyarakat)dan khusus (di
perguruan tinggi, staf akademik,                   lingkungan perguruan tinggi). kejujuran
mahasiswa, orang tua, pemerintah,                  dan kebenaran akademik dan profesi,
industri serta pengguna hasil pendidikan           tata nilai,moral dan etika yang dianut di
tinggi lainnya, baik berupa lulusan, hasil         masyarakat.       (6) Pengelolaan sistem
penelitian,     jasa    konsultasi,   dan          dalam arti kemampuan perguruan tinggi
sebagainya. Masing-masing pihak akan               menyesuaikan diri/mengadaptasi diri
menekankan          kepentingan      yang          terhadap perubahan yang terjadi di
digunakan sebagai          acuan untuk             masyarakat (lingkungan kerja, sosial,
menetapkan kualitas.                               ekonomi, budaya, dan lain-lain). (7)

                   Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,              35
                 dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                         36
Suasana akademik atau kesehatan                   prinsip-prinsip manajemen modern
organisasi, dalam arti derajat motivasi           yang berorientasi pada mutu/kualitas.
dan kepuasan kerja sivitas akademika              Bagi para pemilik dan pengelola
dalam pelaksanaan fungsi pendidikan,              Perguruan Tinggi, sistem manajemen
penelitian dan pengabdian pada                    mutu pada hakekatnya berinti pada
masyarakat.                                       perbaikan      terus    menerus    untuk
                                                  memperkuat dan mengambangkan mutu
Kemampuan melaksanakan evaluasi diri
                                                  tersebut. Krisis ekonomi dan moneter
ini harus dikembangkan di seluruh unit
                                                  serta pasar bebas telah menuntut kita
kerja LPTK tersebut, dari tingkat
                                                  untuk lebih cermat dalam menentukan
Universitas/Institut, Fakultas, Jurusan,
                                                  wawasan kedepan yang didasarkan atas
sampai tingkat laboratorium. Dengan
                                                  pertimbangan potensi, kendala, peluang
demikian setiap unit kerja dapat
                                                  dan ancaman yang menuntut kita lebih
mengenali     dirinya,     potensi   dan
                                                  efektif dan efisien dalam bertindak.
kelemahannya, kinerja yang telah
dilakukan sehingga dapat menyusun                 Kita ketahui bahwa era globalisasi
program berikutnya merujuk proses                 adalah era persaingan mutu atau
peningkatan          kualitas      yang           kualitas. Maka perguruan tinggi di era
berkelanjutan. Hasil evaluasi diri                globalisasi harus berbasis pada mutu,
tersebut dapat pula dipergunakan                  bagaimana perguruan tinggi dalam
sebagai bahan akreditasi yang kelak               kegiatan jasa pendidikan maupun
akan dilakukan oleh Badan Akreditasi              pengembangan Sumber Daya manusia
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).               yang memiliki keunggulan-keunggulan.
Oleh sebab itu didalam mempersiapkan              Para mahasiswa yang sedang menuntut
proses akreditasi yang akan datang telah          ilmu di perguruan tinggi sesungguhnya
pula dilakukan uji coba yang antara lain          mengharapkan hasil dari komunikasi
proses evaluasi diri pada beberapa                dan motivasi ganda yaitu ilmu
perguruan tinggi.                                 pengetahuan,     gelar,     ketrampilan,
                                                  pengalaman, keyakinan dan perilaku
Sebagaimana diketahui, sejak tahun
                                                  luhur serta dalam arti seimbang.
1975 Direktorat Jenderal Pendidikan
                                                  Semuanya itu diperlukan sebagai
Tinggi      menerbitkan     Kerangka
                                                  persiapan memasuki dunia kerja dan
Pengembangan Pendidikan Tinggi
                                                  atau persiapan membuka lapangan kerja
Jangka Panjang (KPPT-JP) setiap 10
                                                  dengan mengharapkan kehidupan yang
tahun. Pada bulan Januari 1996 terbit
                                                  baik dan kesejahteraan lahir.
KPPT-JP ketiga untuk kurun waktu
1995-2005. Perencanaan memuat secara              Perguruan tinggi sebagai wadah untuk
garis besar arah dan program                      menggodog kader-kader pemimpin
pengembangan untuk kurun waktu 10                 Bangsa      memerlukan        suatu   cara
tahun, terbagi atas dua Repelita.                 pengelolaan yang berbeda dengan
Diharapkan setiap LPTK dapat pula                 pengelolaan instansi non pendidikan,
mengeluarkan rencananya yang serupa               karena dalam wadah ini berkumpul
dengan mengacu dokumen tersebut.                  orang-orang yang berilmu dan bernalar.
Hanya dengan proses evaluasi diri yang            Tanggung jawab pendidikan tidak saja
benar, rencana pengembangan dapat                 beban pemerintah namun oleh seluruh
disusun secara baik.                              lapisan masyarakat. Masalah penting
                                                  yang      harus     diperhatikan    adalah
Peningkatan      kemampuan        untuk
                                                  bagaiman manajemen perguruan tinggi
mengelola     dan     mengembangkan
                                                  diatur dalam suatu administrasi yang
perguruan tinggi sudah sangat dirasakan
                                                  rapi, efisien dan transparan.
perlu, termasuk untuk menggunakan


36                       Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
Peraturan-peraturan akademik dan                  menjadi      dasar     diselenggrakannya
administrasi mempunyai tata kerja                 Otonomi Daerah, justifikasi eksistensi
membentuk suatu sistem yang harus                 pendidikan kejuruan diperoleh tidak
ditaati dengan disiplin dan dedikasi              hanya      dari    masyarakat      karena
semua pihak. Dengan sistim seperti ini            terbukanya kesempatan bekerja pada
maka ada jaminan penuh bahwa perahu               sektor industri di kota-kota besar.
akan melaju kearah yang sudah                     Justifikasi lebih kuat justru datang dari
ditentukan     kalaupun    nakhodanya             kepentingan       pemerintah      daerah,
berganti ditengah perjalanan. Prasarana           terutama terkait dengan pengembangan
dan sarana akademik harus diciptakan              SDM        yang     dibutuhkan      untuk
sebagai landasan berpijak, disamping              mengembangkan potensi perekonomian
landasan mutu perguruan tinggi ini                daerah. Pendidikan kejuruan pada masa
terutama sangat ditentukan oleh peran             mendatang           harus         mampu
tenaga-tenaga pengajar yang berkualitas           mengakomodasi kepentingan daerah,
dan berbobot.                                     menjalin kerjasama dan bersinergi
                                                  dengan          pemerintah         daerah
                                                  mengembangkan dan mewujudkan misi
Potensi dan kebutuhan daerah.                     pemerintah daerah dan misi pendidikan
        Untuk mewujudkan pendirian                kejuruan yang sejalan dengan konteks
dan      penyelenggaraan    pendidikan            dan kebutuhan daerah.
kejuruan yang tepat jurusan, tepat                Untuk memacu pengembangan seluruh
kualifikasi dan tepat jumlahnya                   potensi perekonomian yang dimiliki
diperlukan berbagai upaya terobosan               daerah    terutama    terkait    dengan
untuk mewujudkannya. Upaya tersebut               pengembangan SDM yang dibutuhkan,
terkait dengan berbagai aspek di dalam            perlu dilakukan pemetaan berdasarkan
sistem pendidikan antara lain analisis            evaluasi antara lain pencapaian APK
kondisi setiap komponen sistem                    dari masing-masing daerah. Semakin
pendidikan, kondisi ideal untuk setiap            tinggi jenjang pendidikan semakin
komponen dan alternatif yang mungkin              rendah       angka       partisipasinya.
diterapkan untuk mengatasi masalah                Berdasarkan data pada program
tersebut dalam menuju pendidikan                  pendidikan      nasional      (Propenas)
kejuruan yang bermutu. Perwujudan                 ketersediaan pelayanan pendidikan
pendidikan kejuruan yang bermutu                  menengah yang sebagian baru mencapai
hendaknya mempersiapkan peserta                   daerah perkotaan berdampak pada
didik untuk dapat hidup di masa                   rendahnya angka melanjutkan lulusan
sekarang dan masa yang akan datang.               SMP/MTs ke jenjang menengah dan
Untuk itu pendidikan kejuruan sudah               disimpulkan pula bahwa belum seluruh
harus mulai menata kembali program                kecamatan di Indonesia mampu
pendidikannya        dengan        cara           memberikan pelayanan pendidikan
menyelenggarakan bidang kejuruan                  menengah.
yang dibutuhkan masyarakat dan
                                                  Pencapai Nilai Ujian Nasional SMP
bidang-bidang yang akan dapat
                                                  Tahun 2005 untuk masing-masing
mendorong berkembangnya berbagai
                                                  propinsi masih sangat bervariasi, oleh
sektor     perekonomian    masyarakat,
                                                  karena itu penyelenggaraan pendidikan
seperti sektor informal, kewirausahaan
                                                  kejuruan perlu menyesuaikan dengan
dan sebagainya.
                                                  potensi SDM dan problematika
Diberlakukannya Undang-Undang No.                 pendidikan di daerahnya.
22 dan No. 25 Tahun 1999 yang

                  Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,          37
                dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                        38
                                                    pendidikan tentunya akses dan mutu
                                                    pencapaiannya tidak bisa beriring
Kesimpulan
                                                    bersamaan meskipun kedunya sama-
Dari berbagai uraian di depan dapat                 sama penting. Model pendidikan yang
disimpulkan         bahwa,      upaya               dapat memberikan manfaat tentunya
penyempurnaan pengelolaan perguruan                 harus menyesuaikan dengan potensi dan
tinggi dalam menghdapi era globalisasi,             kebutuhan daerahnya, agar relevan
perlu memperhatikan beberapa aspek,                 dengan penggunanya. Oleh karenanya,
yaitu: kualitas, otonomi, akuntabilitas             perlu dilakukan pemetaan potensi dan
(pertanggungjawaban), akreditasi dan                kebutuhan secara cermat dan teliti,
evaluasi. Kelima komponen tersebut                  menggunakan akronim PERDA. Jangan
harus dapat dijabarkan menjadi                      terpacu      pada     bentuk       dan
seperangkat peraturan dan kesepakatan               pengelolaannya, akan tetapi harus
yang dapat digunakan sebagai acuan                  bertumpu pada relevansi dan kebutuhan.
dan panduan dalam penyelenggaraan
                                                    Daerah yang secara demografis
pendididkan tinggi.
                                                    merupakan daerah pantai tentunya dapat
LPTK harus mampu menetapkan tujuan                  mengembangkan pendidikan kejuruan
dan sasaran yang rinci dan jelas                    Perikanan dan Kelautan dengan binaan
mengenai apa yang ingin dicapai pada                pemerintah provinsi atau kabupaten.
akhir suatu siklus program. Evaluasi                Harapannya lulusan dari pendidikan
dilakukan       dengan      pengumpulan,            kejuruan tersebut memiliki kemampuan
penyusunan dan pengolahan data serta                yang relevan dengan kebutuhan
informasi terhadap masukan, proses dan              daerahnya, mereka akan menjadi orang
keluaran,     dengan      membandingkan             terpelajar tapi mau berkreasi mengolah
terhadap persyaratan minimal (ambang).              sumber daya alam tanpa tergila-gila
Hasil pengolahan data dan informasi                 akan gelar akademik. Daerah yang
tersebut        dimanfaatkan         untuk          SDM berpotensi dalam bidang industri
mengungkap indikator kinerja, yang                  kecil dalam bentuk industri rumah
terdiri atas keterkaitan antara komponen            tangga tentunya untuk pengembangan
yaitu:       efisiensi,     produktivitas,          SDM penyelenggaraannya bisa dalam
efektivitas; serta keadaan organisasi               bentuk kursus-kursus singkat misalnya
yang         melaksanakan          seperti:         industri sepatu di Cibaduyut atau
akuntabilitas, inovasi, dan suasana                 industri tas di Tanggulangin.
akademik. Dengan demikian indikator
                                                    Peningkatan dan pengembangan mutu
kinerja dapat bersifat kuantitatif dan
                                                    profesionalitas tenaga         pendidik
kualitatif, dan secara keseluruhan
                                                    bukanlah pekerjaan yang mudah dan
merupakan         ukuran      keberhasilan
                                                    dapat dilakukan dalam jangka waktu
pencapaian tujuan atau kualitas dalam
                                                    yang pendek, tetapi perlu dipersiapkan
upaya mewujudkan perguruan tinggi
                                                    secara matang dan sungguh sungguh.
dalam asas otonomi dan berkelanjutan.
                                                    Meningkat mutu pendidikan LPTK,
        Penyelenggaraan    pendidikan               pengembangan mutu pendidik sebagai
kejuruan sudah saatnya menawarkan                   tenaga profesional dimaksudkan untuk
model pendidikan yang menjanjikan                   meningkatkan martabat serta peran guru
kecakapan secara nyata untuk menarik                dan dosen sebagai agen pembelajaran
minat SDM yang ada di wilayahnya. Di                yang sekaligus        berfungsi untuk
tengah tingginya tuntutan masyarakat                meningkatkan       mutu     pendidikan
akan pembuktian manfaat pendidikan,                 nasional. Ini berarti bahwa dengan
pendidikan kejuruan menjadi solusi                  profesionalitas, guru dan dosen akan
alternatifnya. Dalam penyelenggaraan


38                         Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
berperan sebagai ”agen of change ”                 prediket Baik. Apakah asessor dan
dalam pendidikan khususnya dalam                   perangkat lainnya sudah dipersiapkan
pembelajaran    dan    sekali     gus              oleh    lembaga    sertifikasi  yang
meningkatkanharkatnya         sebagai              bersangkutan.
pendidik.                                          Pendidikan Nasional adalah wahana
Pengakuan kedudukan guru dan dosen                 untuk mengembangkan sumberdaya
sebagai tenaga profesional perlu                   manusia Indonesia sehingga memiliki
dibuktikan      dengan       kepemilikan           daya saing tinggi dalam konteks global.
sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik           Guru sebagai bagian dari tenaga
untuk guru dan dosen dapat diterbitkan             kependidikan kejuruan merupakan pilar
dan diberikan setelah memenuhi                     utama bagi terselenggaranya sistem
persyaratan tertentu; misalnya telah               pendidikan       guna      menghasilkan
memiliki pengalaman kerja sebagai                  sumberdaya manusia berkualitas yang
pendidik minimal selama kurun waktu                dibutuhkan pada era global . Guru akan
tertentu, dan juga telah lulus sertifikasi         mengahasilkan sumberdaya manusia
yang dilakukan oleh perguruan tinggi               berkualitas jika dalam bekerja dilakukan
yang menyelenggarakan           program            secara profesional dengan mengacu
pengadaan tenaga kependidikan pada                 pada standar kompetensi guru yang
perguruan tinggi yang ditetapkan                   diukur dan diakui. Standar kompetensi
Pemerintah. Penyelenggaraan sertifikasi            guru menyangkut empat hal, yakni
kompetensi pendidik dapat dilakukan                penguasaan       isi    bidang      studi,
melalui kerjasama LPTK dengan semua                pemahaman karakteristik peserta didik,
lembaga yang terkait. Oleh karena itu,             kemampuan melakukan pembelajaran
semua unsur yang terlibat dalam                    yang mendidik , serta kemampuan
program ini harus bersinergi dan                   mengembangkan         kepribadian     dan
mempunyai          komitmen         untuk          keprofesionalannya.
meningkatkan serta mengembangkan                   Sesuai      dengan     persyaratan     dan
mutu pendidikan Pendidikan Teknologi               tanggung       jawab       guru      dalam
dan Kejuruan.                                      mengemban        tugas,     maka     untuk
Menyonsong pelaksanaan sertifikasi                 menjamin profesionalitasnya perlu
kompetensi pendidik yang berlandaskan              diberlakukan       akuntabilitas    publik
dasar hukum Undang Undang tentang                  dengan        sertifikasi      kompetensi.
Guru dan Dosen yang menunuggu                      Sertifikasi        kompetensi         dapat
pengesahannya dari Presiden RI itu,                dipergunakan       sebagai     representasi
seharusnya LPTK sudah mengambil                    proses yang sistimatis dan independent
ancang-ancang        dalam     persiapan           untuk memberikan jaminan bahwa
penyelenggaraannya. Sebab pertanyaan               kinerja guru sudah memenuhi standart
yang akan muncul dari calon pemohon                yang      ditetapkan       baik      dalam
sertifikasi pendidik adalah sudah sejauh           perancanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
mana       kesiapan      LPTK     dalam            pembelajaran. Sertifikasi kompetensi
melaksanakan fungsi dan perannya bila              dapat ditetapkan sebagai wujud
memang nanti diserahi tugas oleh                   penjaminan mutu profesionalitas guru
Pemerintah. Apakah semua program                   dalam konteks          global.    Idealnya
studi yang memiliki program pengadaan              profesionalitas guru diikuti oleh
tenaga kependidikan atau yang ada                  perbaikan sistim imbalan               dan
dalam lingkungan Fakultas atau Jurusan             penjenjangan karier dengan mem-
dari LPTK sudah terakreditasi dengan               perhitungkan imbalan progresif secara


                   Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi,            39
                 dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
                                                                                     40
wajar sehingga dapat menigkatkan                       dan Daerah
harkat dan martabat guru sebagai tenaga           Undang-Undang No. 2 tahun 1989 serta
kependidikan teknologi kejuruan di                   PP No. 30 tahun 1990
Indonesia.
                                                  Pakpahan, J.1997. Permasalahan dan
          Daftar Pustaka                              Pembaruan Pendidikan Kejuruan
Suwarno dkk. 2005. Pengajaran Mikro,                  dalam       Menghadapi        Era
   pendekatan Praktis Menyiapkan                      Globalisasi. Makalah disampaikan
   Pendidik Profesional. Yogyakarta:                  pada Seminar Nasional dengan
   Tiara Wacana                                       tema:    Kontribusi    Pendidikan
                                                      Teknologi dan Kejuruan dalam
PP Republik Indonesia Nomor 19                        Pembangunan Industri Nasional
   Tahun 2005 tentang Standar                         Menjelang Tahun 2020 di FPTK
   Nasional Pendidikan                                IKIP Malang, tanggal 15 Desember
Satori. 1997. Pengembangan Sistem                     1997.
    ”Quality Assurance” pada Sekolah.             Sucipto.   1999.     Rekomendasi    –
    Naskah akademik sebagai bahan                     Rekomendasi untuk Pemberdayaan
    bahasan dalam upaya peningkatan                   Guru      (Ringkasan    Eksekutif
    mutu pendidikan di sekolah.                       Kelompok        Kerja     Tenaga
    Bandung.                                          Kependidikan ). Disampaikan pada
Mardapi Djemari. 1994. Refleksi                       Konprensi Pendidikan Indonesia di
   Pendidikan Tenaga Kependidikan                     Jakarta tanggal 23 -24 Februari
   Kejuruan pada Era Lepas Landas:                    1999.
   Masalah      dan     Tantangan.                Sukamto. 1994. Model Penyeleng
   Disampaikan     pada    Seminar                    garaan      dan     Pengembangan
   Nasional Tenaga Kependidikan                       Pendidikan      Guru     Kejuruan.
   Kejuruan Menyonsong Era Lepas                      Makalah disampaikan pada Temu
   Landas tanggal 23 -24 September                    Karya Forum Komunikasi FPTK
   1994 di FPTK IKIP Padang.                          IKIP se Indonesia di Surabaya pada
Syarif Aljufri.B. 1999. Pendidikan                    tanggal 28 – 30 Nopember 1994.
    Kejuruan     :   Harapan      dan             Kistono AR. 2002. “Peningkatan
    Kenyataan. Makalah disampaikan                    Profesionalitas   Guru      untuk
    pada Seminar Pengkajian Peraturan                 Memasuki Abad Pengetahuan”,
    Perundangan Pendidikan dalam                      Jurnal Gentengkali, Vol. 4, No. 5
    rangka      Reformasi     Bidang                  dan 6.
    Pendidikan di Padang, tanggal 20
    Februari 1999.
Hanoto. 2002. ”Problem dan Tantangan
   Pendidikan Profesional Bidang
   Keteknikan di Indonesia”, Buletin
   Pendidikan Profesional, Vol 4,
   Desember 2002 hal 12 – 15.
Undang-undang No. 20 Tahun 1999
   tentang    Sistem  Pendidikan
   Nasional
Undang-undang No. 22 dan 25 tahun
   1999 tentang Perimbangan Pusat


40                       Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:597
posted:1/2/2011
language:Indonesian
pages:18