Modul Kuliah Sistem Basis Data by jbintarto

VIEWS: 1,060 PAGES: 19

									Modul Kuliah Sistem Basis Data
Oleh Joko Bintarto S.kom
Konsep Basis Data
Konsep Database Administrator
Back – Up Basis Data
Aspek konkurensi Basis Data
Manajemen Transaksi Basis Data
Replikasi Basis Data
Konsep Datawarehouse
Manajemen Datawarehouse
UAS
                   Konsep Basis Data
Basis data terdiri dari 2 kata, yaitu basis & data. Basis dapat diartikan
sebagai markas / gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data adalah
fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan
peristiwa, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka,
huruf simbol, teks gambar, bunyi atau kombinasinya.
Basis data sendiri dapat di definisikan dalam sejumlah sudut pandang
seperti :
     himpunan kelompok data / arsip yang saling berhubungan yang
     diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan
     kembali dengan cepat & mudah.
     Kumpulann data yang saling berhubungan yang disimpan secara
     bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan/ penumpukan
     (redundansi), untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
     Kumpulan file/ tabel /arsip yang saling berhubungan yang disimpan
     dalam media penyimpanan elektronis.
          Konsep Basis Data

Gambaran kerja antara lemari arsip dengan
                         aplikasi datanase



            MAP                       FILE
                        Disk
       Konsep Database Administrator
Database Administrator
Salah satu komponen utama DBMS ( Database Management Sistem ) yang berfungsi
sebagai pengelola basis data.

  ( User Database ) pengguna basis data dapat digolongkan menjadi 3 :
  1. Pengguna akhir / end user.
     Dapat dibagi menjadi 2 :
    pengguna aplikasi : adalah orang yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat
    oleh pemrogram aplikasi.
    pengguna interaktif : adalah orang yg dpt memberikan perintah-perintah pada antar
    muka basisdata, misalnya SELECT, INSERT dsb.
  2. Pemrogram aplikasi, adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan
  basisdata.
  3.Administrator database / DBS (database administrator), adalah orang yang
  bertanggungjawab terhadap pengelolaan basisdata. Tugas DBA :
  Mendefinisikan dan Modifikasi Skema , mendefinisikan dan Modifikasi dalam DDL
  Menentukan struktur penyimpanan dan metode akses
  Memberikan otoritas untuk akses data ( Sekuriti basis data )
  Perawatan rutin seperti Backup, Upgrade Ruang disk
BACKUP DATABASE
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola
database untuk melakukan penyalinan sistem, data dan aplikasi. Backup data harus
dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan sistem dari luar ataupun dari
dalam sistem, yang disengaja atau pun tidak disengaja.
Jenis – Jenis Backup
1. Backup Logika vs backup Physic
Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari struktur database dan isinya yang
direpresentasikan dalam perintah SQL. Seperti CREATE DATABASE, CREATE TABLE
dan INSERT DATA.
Backup fisik adalah mengambil datatabase dalam bentuk fisik, untuk database yang
menggunakan Appserv secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\
2. Backup online vs backup offline
Backup online dilakukan saat server Databse sedang berjalan sedangkan backup
offline dilakukan saat server sedang dihentikan.
Metoda Backup Online mempunyai karakteristik :
• Lebih sedikit mengganggu klien lain karena dapat menggunakan mysql server tanpa
harus menghentikan pekerjaan selama proses backup.
• Backup data hanya dilakukan pada data yang tidak sedang terlibat dalam transaksi.
Metoda Backup Offline mempunyai karakteristik :
• Mempengarui klien yang kurang baik sebab server tidak berjalan selama proses
berlangsung.
• Backup lebih sederhana memeriksa prosedur sebab tidak ada kemungkinan
gangguan campur tangan dari aktifitas klien.
BACKUP DATABASE

3. Backup local vs backup remote
Suatu backup local dilakukan pada host yang sama pada server Database yang sedang
running, sedangkan suatu backup remote diaktifkan dari suatu host yang berbeda.

4. Snapshot Backup
Beberapa file system implementasi memungkinkan snapshot untuk diambil. Ini
menyediakan salinan logika menyangkut file system pada titik yang telah ditentukan
waktunya, tanpa keharusan untuk secara fisik mengcopy seluruh file system.

5. Backup penuh vs Backup bertambah sebagian
Suatu backup penuh meliputi semua data yang diatur oleh suatu Database Server pada
titik ditentukan pada waktunya. Suatu incremental backup terdiri dari perubahan pada
data sesuai dengan log pada server.

 6. Point in time recovery
Metoda lain menggunakan log binary untuk mencapai point in time recovery. Ini
dilaksanakan dengan recovery yang pertama dari backup yang pertama dan
merecovery seperti semula dan memodifikasi prosesnya sampai waktu yang kita
tentukan.
BACKUP DATABASE
7. Backup scheduling, compression dan encryption
Backup scheduling adalah suatu yang penting untuk otomatisasi prosedur backup.
Proses ini bisa menghindari proses hacking yang dilakukan diinternet sehingga data
selalu terjaga. Proses ini biasa diterapkan pada system online yang mengcover banyak
data pada transaksi.

8. Table Maintenance
Integritas data dapat disepakati jika table mengalami corrupt. My SQL menyediakan
program untuk memeriksa table dan perbaikan jika terdapat masalah yang ditemukan,
program ini biasa diterapkan pada table MyIsam.

SQL Server Backup and Recovery
Konsep mengenai backup dan recovery telah diuraikan secara jelas diatas, SQL server
memiliki dua buah sarana yang dirancang untuk menjalankan salinan backup dari
database dan komponen komponennya. Sarana sarana ini sangat penting untuk
kesinambungan operasi database apabila ada kegagalan pada perangkat keras,
penghapusan tabel secara tidak sengaja atau bahkan kehilangan data pada server.
SQL server mengijinkan 2 jenis backup yaitu :
  Backup Lengkap : merupakan gambaran lengkap dari database.
  Backup diferensial : merupakan salinan perubahan yang dilakukan pada database
semenjak proses
  backup terakhir dilakukan.
Dengan kedua metoda backup ini anda bisa membuat mekanisme backup yang aman
untuk mengoptimalkan ruang dan waktu akses disk.
Sebagai contoh, kita bisa melakukan backup lengkap dipagi hari dan backup diferensial
pada siang hari dan diakhir hari.
Aspek konkurensi Basis Data

Proses-Proses yang disebut konkurensi apabila proses-proses (lebih dari satu
proses) berada pada saat yang sama. Karena proses tersebut bisa saja tidak saling
bergantung tetapi saling berinteraksi.

PERMASALAHAN KONKUNRENSI
1. Lost update/kehilangan modifikasi.
Masalah operasi update yg sukses dari seorang pengguna kemudian ditimpali oleh
operasi update dari pengguna lain
2. Uncommited dependency/ketergantungan pada saat belum commit
Permasalahan timbul pada saat transaksi dibiarkan melihat hasil dari transasksi lain
yang belum commit.
3. Inconsistent analysis/analisis yang tidak konsisten
Permasalahan timbul apabila suatu transaksi membaca beberapa nilai tetapi
transasksi berikutnya memodifikasi salah satu nilai.
Aspek konkurensi Basis Data
ALASAN PENGONTROLAN KONKURENSI
•   Lebih dari satu pengguna (pada DBMS terpusat) dapat melakukan operasi
    pada basis data secara simultan
•   Jika tidak dikontrol, hal ini dapat menyebab kan interferensi satu sama lain
    sehingga basis data menjadi tidak konsisten
•   Untuk mencegahnya, DBMS mengimple-mentasikan pengontrolan
    konkurensi
•   Implementasi pengamanan sangat penting untuk menjamin sistem tidak
    diinterupsi dan diganggu
•   Proteksi dan pengamanan terdapat perangkat keras dan sistem operasi
    yang sama pentingnya
•   Keamanan Sistem Operasi merupakan bagian masalah keamanan sistem
    komputer secara tetap
•   Pengamanan secara fisik dengan membatasi pengaksesan fisik secara
    langsung dengan fasilitas sistem komputer dilakukan juga
Manajemen Transaksi Basis Data

Transaksi adalah satu unit pekerjaan lojik yang terdiri dari serangkaian aksi atau
operasi, dengan keseluruhan aksi atau operasi tersebut harus sukses dijalankan
atau gagal seluruhnya.

Di dalam DBMS, transaksi terdiri dari pernyataan DML yang membuat perubahan
konsisten pada suatu data. Misalkan, dalam kegiatan transfer dana dari rekening A
terhadap rekening B . Maka yang seharusnya terjadi adalah proses pengurangan
dana pada rekening A dan proses penambahan dana dengan jumlah yang sama
pada rekening B.

Sebuah transaksi basisdata terdiri dari:
1.Pernyataan-pernyataan DML yang menyebabkab satu perubahan konsisten pada
data (Data Manipulation Language)
2. Satu pernyataan DDL (Data Definition Language)
3. Satu pernyataan DCL (Data Control Language)
Manajemen Transaksi Basis Data

Untuk menjamin integritas data, sangat diharuskan bagi sistem basis untuk tetap
menjaga properti-properti berikut pada transaksi:

Atomicity. Basisdata harus mencerminkan dengan benar seluruh operasi transaksi
atau tidak sama sekali. Dari contoh diatas, yaitu transaksi transfer antar dua rekening,
jika proses pengurangan rekening A telah dieksekusi dan kemudian terjadi kegagalan
sehingga penambahan rekening di B belum dieksekusi, maka proses pengurangan
dana di rekening A dibatalkan dan dianggap proses transaksi tersebut tidak dilakukan
sama sekali.
Consistency. Segala perubahan yang konsisten pada basisdata mencerminkan dan
sesuai dengan yang seharusnya terjadi dalam dunia nyata.
Isolation. Walaupun beberapa transaksi dieksekusi secara hampir bersamaan, sistem
harus menjamin bahwa proses transaksi yang satu tidak mengganggu proses transaksi
yang lainnya. Sehingga seolah-olah transaksi satu dieksekusi setelah transaksi lain
berakhir dieksekusi.
Durability. Setelah transaksi selesai dengan sukses, maka perubahan data dalam
basisdata adalah permanen, walaupun terjadi kegagalan.
Manajemen Transaksi Basis Data

DDL ( Data definition Language )
Sebuah skema database dibuat berdasarkan sekumpulan definisi-definisi yang
diekspresikan dalam sebuah bahasa khusus yang disebut dengan data definition
Language (DDL)
Hasil kompilasi DDL dapat berupa tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut
data dictionary atau data directory.
Data directory merupakan sebuah file yang berisi metadata yaitu data tentang data.
Maksudnya  data akan diperiksa (validasi) sebelum data dibaca atau dimodifikasi di
dalam sistem database.
Data Manipulation Language ( DML )
Memanipulasi data berarti :
      1. Retrieval  mengambil informasi dari database
      2. Insertion  menambahkan data baru ke database
      3. Deletion  menghapus data dari database
      4. Modification  mengubah data dalam database
DML terdiri dari dua jenis :
      1. Prosedural yaitu DML meminta user untuk menentukan data “apa” yang
          dibutuhkan dan “bagaimana” mendapatkannya.
      2. Non Prosedural yaitu DML meminta user untuk menentukan data “apa” yang
          dibutuhkan tanpa menjelaskan cara mendapatkannya.
Replikasi Basis Data

Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data
dan objek database dari satu database ke database lain yang lokasinya
terpisah secara fisik melalui jaringan komputer

Jenis Replikasi
Replikasi Synchronous
Proses dilakukan secara real-time antara server dengan slave
Keseluruhan proses penulisan pada disk master dan slave harus selesai
terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi selanjutnya
Kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan
Keuntungan : menyediakan recovery yang konsisten karena sinkonisasi data
terjaga
Replikasi Asynchronous
Proses terjadi setelah transaksi di master selesai
Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer
kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave
Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami
crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan
Keuntungan : efektifitas biaya proses transaksi
Replikasi Basis Data
Model Replikasi dapat dilihat pada gambar berikut :




                                                      One master to one slave
     One master to one slave
                                                      Circular relationship




      One master to many slave




                                                      Master/slave daisy chain
DataWareHouse
Datawarehouse adalah kumpulan macam-macam data yang subject oriented,
integrated, time variant, dan nonvolatile. dalam mendukung proses pembuatan
keputusan. Inmon and Hackathorn (1994).
Data subject oriented adalah data yang berfokus pada model dan analisis pada data
untuk membuat keputusan, jadi bukan pada setiap proses transaksi
Data Integrate adalah data yang dibangun dengan menggabungkan/menyatukan data
yang berbeda. relational databse, flat file, dan on-line transaction record. Menjamin
konsistensi dalam penamaan, struktur pengkodean, dan struktur atribut diantara data
satu sama lain
Data time variant adalah data disimpan untuk menyediakan informasi dari perspektif
historical, data yang tahun-tahun lalu/ 4-5 thn. Waktu adalah elemen kunci dari suatu
datawarehouse/ pada saat pengcapture-an
 Data nonvolatile adalah data tidak akan berubah pada setiap pembaharuian proses

Datawarehouse sering diintegrasikan dengan berbagai sistem aplikasi untuk mendukung
proses laporan dan analisis data dengan menyediakan data histori, yang menyediakan
infrastruktur bagi EIS dan DSS.
DataWareHouse
Arsitektur Datawarehouse ,Maksudnya adalah bagaimana datawarehouse
dibangun, arsitektur tidak ada yang benar dan salah tetapi suatu arsitektur dibangun
tergantung situasi dan kondisi. Arsitektur datawarehouse akan berpengaruh pada
penggunaan dan pemeliharaan.

Lapisan-lapisan arsitektur datawarehouse :
1. Operational database layer / Lapisan basis data operasional
   a. Sumber data (source) untuk datawarehouse
   b. Data lengkap, Data hari ke hari
   c. Mempunyai nilai saat ini/ data berarti.
   d. Tingkat kemungkinan data besar.
2. Data Access Layer/ Lapisan Akses Data
   a. Tools untuk mengekstrak, mengubah dan mengambil(load) data.
   b. Meliputi karakteristik datawarehouse.
3. Metadata Layer / Lapisan Metadata
  a. File data tersimpan / Direktori
  b. Lebih detil dari direktori data sistem, maksudnya lebih mendalam dari file data yang
tersedia sebelumnya.
  c. Ada pentunjuk untuk keseluruhan warehouse dan ada petunjuk data yang dapat diakses
report khusus untuk di analisis.
DataWareHouse
4. Informational access layer (lapisan akses informasi)
   a. Akses data dan juga tool untuk laporan dan analisis.
   b. Tools Business Intelligence masuk ke tahap ini.

Tujuan Akhir menggunakan Datawarehouse
  Menyediakan data organisasi yang mudah diakses oleh manager.
  Data yang berada di datawarehouse bersifat konsisten, dan merupakan
   kebenaran.
  Datawarehouse merupakan tempat, dimana data yang telah digunakan di
   publikasikan.
  Kualitas data di datawarehouse dapat diandalkan.
KISI – KISI UTS
•   Konsep Database Administrator
•   Proses Backup & Recovery
•   Preoses Konkurensi dan Transaksi
•   Proses Replikasi Basis Data
•   Konsep Datawarehouse

								
To top