konsep-dasar-action-research-edit1

W
Categories
Tags
-
Stats
views:
51
posted:
1/2/2011
language:
Indonesian
pages:
12
Document Sample
scope of work template
							Bahan Kuliah PGMI
Fak. Ilmu Tarbiyah & Keguruan
UIN Jakarta




                     KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN

                                     Oleh
                                     Maifalinda Fatra




  1/2/2011             Pertemuan 2
       Kurang dilibatkannya guru dalam kegiatan penelitian
        pendidikan
       Penelitian pendidikan selama ini kurang banyak bermanfaat
        karena bersifat abstrak dan teoritik
       Rendahnya tradisi melakukan PTK mengakibatkan guru kurang
        mendapatkan feedback
       Pemecahan masalah tidak berbasis konteks
       Sistem pelatihan guru yang lebih mengedepankan guru pasif
       Melakukan penelitian merupakan bagian integral dari tugas
        profesional guru


1/2/2011              Pertemuan 2
 Peranan penelitian dalam upaya perbaikan
  pendidikan (pengembangan ilmu -----
  perbaikan pembelajaran)
 Guru bukan objek pembaharuan, tetapi turut
  bertanggung jawab dalam mengembangkan
  keterampilan pembelajaran
 Penelitian pendidikan umumnya dilakukan
  pakar/peneliti sehingga permasalahan
  kurang dihayati oleh guru
 Publikasi hasil penelitian kepada praktisi
  memakan waktu yang sangat panjang
GURU SEBAGAI PENDIDIK PROFESIONAL

GURU YANG PROFESIONAL MEMILIKI KEMAMPUAN:
1. MERENCANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
2. MELAKSANAKAN DAN MEMIMPIN KBM
3. MENILAI KEMAJUAN KBM, DAN
4. MENAFSIRKAN SERTA MEMANFAATKAN HASIL PENILAIAN
   KEMAJUAN KBM
GURU PROFESIONAL SELALU MELAKUKAN REFLEKSI TERHADAP
   PRAKTEK PEMBELAJARAN YANG TELAH DILAKUKANNYA
KOMPETENSI PENGEMBANGAN PROFESI: MELAKUKAN
   PENELITIAN SEDERHANA DALAM RANGKA MENINGKATKAN
   KUALITAS PEMBELAJARAN
Perkembangan AR
  Pada permulaan AR berkembang, para peneliti sosial bersama para profesional praktisioner
   bekerja bersama mengupayakan cara-cara baru dalam menelaah masalah sosial. Tujuan AR
   adalah untuk mendukung intervensi, menyajikan informasi yang relevan terhadap perubahan
   yang perlu diadakan bagi para praktisi yang memerlukannya. Lama kelamaan para peneliti nset
   sosial memisahkan din dan pam praktisi. Para praktisi kini makin terlatih dalam ketrampilan
   riset sosial dan memiliki akses Iebih baik terhadap laporan niset dan sumber-sumber yang dapat
   memberikan saran terhadap bagaimana caranya menerapkan riset (how to do research). Berbagai
   pelatihan yang diadakan lebih menekankan pada pentingnya menggunakan bukti (evidence) dari
   praktik riset berdasarkan bukti (evidence based practice).

  Perkembangan berikutnya menunjuk AR yang tidak lagi menggunakan “jasa” para peneliti sosial,
   juga karena para praktisi profesional ingin menghindari expertise para peneliti sosial dan merasa
   mampu menangani masalah sosial sendiri dengan ketrampilan mereka yang makin terasa kuat,
   meskipun hal itu diragukan para peneliti sosial tersebut. Para peneliti sosial murni (pure
   researcher) dan para praktisi profesional kerap kali saling mengkritisi. Peneliti sosial murni,
   sering dikritik karena pendekatannya terlalu akademis, teoretis dan tidak terlibat secara personal
   dalam masalah-masalah sosial.


1/2/2011                   Pertemuan 2
Pengertian AR
    Elliot (1982 dalam Mc Niff, 1992) merumuskan AR : “Situasi sosial
    dengan pandangan untuk meningkatkan kualitas tindakan di
    dalamnya …, seluruh proses, revieu, diagnosis, rancangan,
    implementasi, efek monitoring yang menghadirkan hubungan
    (link) antara pengembangan profesional dan evaluasi diri
    (refleksi)”.




1/2/2011            Pertemuan 2
Lanjutan : Pengertian AR
  Stephen Kemmis dari Deakin University, bersama Wilf Carr dari University College of North
   Wales, mengemukakan bahwa “Action research adalah suatu bentuk penelitian refleksi-diri
   yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah misalnya) dalam situasi
   sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki (a) praktek-praktek sosial atau pendidikan
   yang dilakukannya sendiri, (b) pengertian mengenai praktek-prakter tersebut, dan (c) situasi-
   situasi (dan lembaga-lembaga) di mana praktek tersebut dilaksanakan”. (Carr dan Kemmis, 1996)
  Istilah guru sebagai peneliti (teacher as researcher) sejak tahun (1975) oleh Lawrence Stenhouse
   telah dipopulerkan tatkala beliau mengembangkan proyek kurikulum dalam perspektif
   humanistik. Menurutnya bahwa classroom action research dalam tradisi pendidikan merupakan
   penelitian kelas yang bertumpu pada karya guru, kajian atas tindakan (action) lewat refleksi diri
   atau dilakukan secara kolaboratif bersama rekan sejawat, guna meningkatkan profesionalitas
   guru dan pada gilirannya dapat meningkatkan mutu pendidikan (Hitchock, G. & Hughes, D.,
   1995).
  Ditegaskan pula oleh Shirley Grundy (1995) bahwa classroom action research adalah suatu kaji-
   tindak yang dilakukan secara kolaboratif antara guru peneliti dan rekan sejawat sebagai
   kolaborator akan memberikan makna kritis atas perubahan yang dikehendaki dalam suatu fokus
   tertentu karena dapat menginvestigasi berbagai kekurangan yang dilakukan guru-peneliti.


1/2/2011                   Pertemuan 2
    Pengertian PTK

           PTK merupakan suatu bentuk penelitian
           yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan
           untuk meningkatkan kemampuan
           profesional, memperbaiki kondisi yang tidak
           kondusif, memecahkan masalah yang
           dihadapi guru dan meningkatkan mutu
           pembelajaran


1/2/2011           Pertemuan 2
Pengertian PTK
     Penelitian Tindakan Kelas (PTK):
     penelitian yang dilakukan oleh guru di
     dalam kelasnya sendiri melalui refleksi
     diri, dengan tujuan untuk memperbaiki
     kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil
     belajar siswa menjadi meningkat

1/2/2011       Pertemuan 2
Pengertian Kunci CAR
  merupakan studi situasi sosial yang bersifat sfesifik dalam skala
   mikro di kelas, melalui diagnosis masalah dan cara
   pemecahannya secara praktis, kini dan segera;
  merupakan penelitian yang bersifat kasus dalam situasi kelas
   dan tidak melakukan generaliasi pada situasi yang lebih luas;
  merupakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan
   mutu pembelajaran di kelas dan mutu sekolah, melalui
   peningkatan (improvement) profesi;



1/2/2011          Pertemuan 2
Lanjutan : Pengertian Kunci CAR
  merupakan penelitian self-reflective yang bertumpu pada
   keterlibatan (involvement) secara kental dari guru-peneliti
   (teacher-reseacher) dalam memecahkan masalah ;
  merupakan penelitian yang dilakukan secara simultatif,
   bersiklus dan berkesinambungan dalam rangkaian pemecahan
   suatu masalah hingga mencapai titik peningkatan yang optimal.
  Merupakan penelitian terapan (applied research) yang tidak
   mencari hubungan antar variabel namun lebih pada
   pemecahan masalah dari suatu kasus, terutama yang terjadi di
   kelas.

1/2/2011         Pertemuan 2
KARAKTERISTIK PTK
 PERMASALAHAN PRAKTIS DI KELAS
 KOLABORASI
 ADA UPAYA PERBAIKAN/PENINGKATAN
 EFEKTIVITAS METODE/TEKNIK/PROSES
  PEMBELAJARAN
 TIDAK UNTUK DIGENERALISASIKAN
 TIDAK PERLU POPULASI ATAU SAMPEL
 TIDAK MENGENAL KELOMPOK EKSPERIMEN DAN
  KONTROL
 PROSES PENELITIAN MELALUI SIKLUS

						
Related docs
Other docs by Iyandri_TilukWahyono