Docstoc

Bagian-1-PTK-sebagai-Kegiatan-Pengembangan-Profesi-Guru

Document Sample
Bagian-1-PTK-sebagai-Kegiatan-Pengembangan-Profesi-Guru Powered By Docstoc
					Topik 1
Penelitian Tindakan
Kelas
sebagai kegiatan
Pengembangan Pro-
fesi Guru
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT PROFESI PENDIDIK
2007


Materi TOT pada kegiatan pelatihan PTK dan Penu-
lisan Laporan Penelitian sebagai Karya Tulis Ilmiah
dalam kegiatan pengembangan profesi guru, Ja-
karta, awal Agustus 2007
Tujuan:
Pada akhir pelatihan, peserta akan


Mempunyai pemahaman sama dan mampu menje-
laskan kepada para guru tentang makna dan apa
yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas
sebagai bagian kegiatan pengembangan profesi
guru
Bab 1
Keterkaitan KTI dengan Kegiatan Pen-
gembangan Profesi guru
1.1. Bagaimana keterkaitan Pengembangan Pro-
fesi dengan Karya Tullis Ilmiah ?
Macam kegiatan pengembangan profesi yang dapat dila-
kukan oleh guru, widyaiswara atau pengawas berbeda-
beda. Hal itu karena berbedanya tugas dan tang-
gung jawab mereka. Sebagai gambaran, berikut
disajikan ringkasan macam kegiatan pengemban-
gan profesi dari para guru dan pengawas, yang di-
tetapkan berdasar peraturan yang berlaku seat ini.
                         guru
   1. membuat Karya Tullis Ilmiah (KTI),
   2. menemukan Teknologi Tepat Guna,
   3. membuat alat peraga/bimbingari,
   4. menciptakan karya seni, dan
   5.   mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.


Dari tabel di atas tampak, bahwa
membuat KayaTulis Ilmiah (KTI)       Menyusun Karya
                                    Tulis Ilmiah (KTI)
merupakan salah satu bentuk dari
                                    merupakan salah
kegiatan pengembangan profesi        satu bentuk dari
yang dapat dilakukan baik para      kegiatan pengem-
guru, widyaiswara rnaupun pen-        bangan profesi
gawas.
1.2. Karya Tulis Ilmiah, Apa Dan Bagaimana?
Karya tulis banyak macamnya, salah satu di antaranya
adalah Karya Tulis ilmiah (KTI). Adanya tambahan
kata "ilmiah" menjadikan KTI sebagai karya tulis yang
berciri khusus. KTI, itu narus bersifat dan memenuhi
presyaratan kegiatan ilmiah.
Kegiatan ilmiah di antaranya adalah berupa ke-
giatan penelitian, pengembangan dan evaluasi. Dan,
laporan tertulis dari kegiatan ilmiah tersebut umum
disebut sebagai Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Karena kegiatan ilmiah berbeda-beda, maka
K T I j u g a beraqam bentuknya. Ada yang berbentuk lapo-
ran penelitian, ungkapan gagasan, skripsi, tulisan ilmiah
Populer, buku, diktat dan lain-lain.
Wujud fisik KTI dengan demikian juga berbeda-beda, t e r -
gantung kepada media pemuat dan juga tujuan
penulisannya. Pada umumnya, jurnal ilmiah, panitia semi-
nar, perguruan tinggi, memberikan pedoman dan
tatacara penulisan bagi K T I yang diterbitkan olehnya.
Meskipun berbeda macam (dan juga besaran angka kre-
ditnya), semua KTI selalu mempunyai kesamaan, yaitu:
•   hal yang dipermasalahkan berada pada kawa-
    san pengetahuan keilmuan
•   kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah
•   kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode
    ilmiah
•   tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penuilsan
    karya
1.3. Bagaimana Hubungan KTI dengan Kegia-
tan Penelitian?
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah. Sehingga, laporan
hasil penelitian juga merupakan Karya Tulis Ilmiah.
Bahkan, KTI yang merupakan laporan hasil peneli-
tian, merupakan bagian penting dari macam KTI yang
dapat dibuat oleh guru, sebagaimana tampak pada tabel
berikut.
        1.   KTI hasil penelitian
        2.   KTI tinjauan/ulasan ilmiah
        3.   Tulisan Ilmiah Populer
        4.   Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah
        5.   Buku
        6.   Diktat
        7.   Karya terjemahan

Tabel di atas terlihat bahwa KTI yang berupa laporan hasil
penelitian dapat dipakai sebagai salah satu macam kegia-
tan pengembangan profesi tenaga pendidik.
Bahkan, akhir-akhir ini kegiatan membuat KTI yang beru-
pa laporan hasil penelitian, menunjukan jumlah yang ma-
kin meningkat.
1.4. Mengapa KTI Hasil Penelitian Makin Dirninati?
Dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi ter-
dapat kecenderungan KTI hasil penelitian menjadi pilihan
utama dari sebagian besar tenaga pendidik. Mengapa?
KTI hasil penelitian cenderung diminati dalam kegiatan
pengembangan profesi guru, di antaranya karena:
1. Para guru memahami bahwa salah satu tujuan kegia-
   tan pengembangan profesi adalah dilakukannya ke-
    giatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk
    meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran-
    nya. Bagi sellbaLpaf; besar guru, melakukan kegiatan
    seperti itu, sudah terbiasa dilakukan
2. Kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan meng-
   gunakan kaidah-kaidah ilmiah, karena hanya dengan
   cara itu mereka akan dapat mengembangkan profe-
   sinya.
3. Kegiatan itu dapat berupa pelaksanaan penelitian tin-
   dakan di dalam kelas yang diyakini makin layak, untuk
   menjadi prioritas Pada kegiatan pembelajaran, tin-
   dakav, yang dapat dilakukan untuk, mening-
   katkan mutu pembelajaran adalah dengan "menguji
   atau mlenerapkan hal-hal "baru" dalam praktik pembe-
   lajarannya.
4. Banyak, inovasi barn dalam pembelajaran, terutama
   dalam p r a k t i k p e m b e l a j a r a n ( m i s a l n y a p e n e -
   r a p a n t e o r i konstruktivistik dalam upaya mendu-
   kung pelaksanaan KBK) memerlukan verifikasi
   maupun penerapan dalam proses pembelajaran.
1.5. Mengapa PTK Disarankan Sebagai Kegia-
tan Pengembangan Profesi ?
Berbagai kegiatan pengembangan profesi yang dilakukan
dengan melibatkan para siswanya, dapat dilakukan oleh
guru. Di antaranya, melakukan penelitian di kelasnya. Ada
dua macam penelitian yang dapat dilakukan di dalam ke-
las, yaitu: (a) penelitian eksperimen dan (b) penelitian
tindakan kelas (PTK).
Penelitian PTK, lebih diharapkan dilakukan guru dalam
upayanya menulis KTI, karena:
(a) KTI tersebut merupakan laporan dari kegiatan nyata
    yang d i l a k u k a n p a r a g u r u d i k e l a s n y a d a l a m
    u p a y a meningkatkan mutu pembelajarannya (ini
    tentunya berbeda dengan KTI yang berupa lapo-
    ran penelitian korelasi, penelitian diskriptif, ataupun
    ungkapan gagasan, yang umumnya tidak memberikan
    dampak langsung pada proses pembelajaran di ke-
    lasnya),
(b) Masalah penelitian PTK diangkat dari permasalahan
    yang terjadi di kelas dan paling merisaukan dari ke-
    giatan sehari-hari yang dirasakan oleh guru, dan
(c) Dengan melakukan kegiatan penelitian tersebut, maka
    para guru telah melakukan salah satu tugasnya dalam
    kegiatan pengembangan profesionnya.
Laporan penelitian yang dila-
kukan dengan baik dan benar              PTK disarankan karena
akan dapat penghargaan be-                  KTI yang dihasilkan
rupa angka kredit. Selanjut-               akan berupa laporan
nya angka kredit tersebut                   dari kegiatan nyata
dapat dipakai untuk meleng-                yang telah dilakukan
kapi persyaratan kenaikan go-            guru dalam upaya me-
longan kepangkatannya.                   ningkatkan mutu pem-
Dengan demikian disamping                  belajarannya, hal itu
bermanfaat untuk pen-                     juga berarti guru telah
gembangan profesi guru                    melakukan salah satu
juga dapat memperbaiki                     tugas kegiatan pen-
proses pembelajaran serta                   gembangan profesi
memperbaiki hasil belajar
siswa.
Bab 2
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
2.1. Apa Arti Penelitian Tindakan Kelas (PTK)?
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tinda-
kan (action research) yang dilakukan dengan tujuan
memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya.
PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar-
mengajar yang terjadi di kelas, dan bukan pada input ke-
las (silabus, materi, dll) ataupun output (hasil belajar).
PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di
dalam kelas.
Suharsimi (2002) menjelaskan PTK melalui paparan ga-
bungan definisi dari ketiga kata "Penelitian + Tindakan +
Kelas" sebagai berikut:


•   Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek,
    menggunakan aturan meto-
    dologi tertentu untuk mempe-      PTK adalah peneli-
    roleh data atau informasi yang     tian tindakan yang
    bermanfaat untuk rnening-          dilakukan di Kelas
    katkan mutu suatu hal yang dengan tujuan mem-
    menarik minat dan penting                 perbai-
    bagi peneliti.                   ki/meningkatkan mu-
                                     tu praktik pembelaja-
•   Tindakan adalah sesuatu ge-                 ran
    rak kegiatan yang sengaja
    dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam peneli-
    tian berbentuk rangkaian siklus kegiatan, dan
•   Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu
    yang sama menerima pelajaran yang sama dari seo-
    rang guru.


2.2. Apa Makna "Kelas" dalam PTK?
Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta
didik yang sedang belajar. Siswa yang belajar itu ti-
dak hanya terbatas di dalam sebuah ruangan tertutup
saja, tetapi dapat juga ketika anak sedang melaku-
kan karyawisata di objek wisata, di laboratorium, di
rumah, atau di tempat lain, ketika siswa sedang menge-
dakan tugas yang diberikan oleh guru.
Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji
melalui penelitian tinddakan adalah pada:
• siswa, dapat dicermati objeknya ketika siswa
    yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses
    pembelajaran di kelas/lapangan/laboratorium atau
    bengkel, maupun ketika sedang asyik mengerja-
    kan pekerjaan rumah di malam hari, atau ketika
    mereka sedang mengikuti kerja bakti di sekolah.
• guru, dapat dicermati ketika yang bersangkutan
    sedang mengajar di kelas, sedang membimbing
    siswa-siswa yang sedang berdarmawisata, atau ketika
    guru sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa,
• materi pelajaran, dapat dicermati ketika guru se-
    dang mengajar atau sebagai bahan yang ditu-
    gaskan kepada siswa,
• peralatan atau sarana pendidikan, dapat dicermati ke-
    tika guru sedang mengajar dengan tujuan meningkatkan
    mutu hasil belajar yang diamati dapat guru, siswa, atau
    keduanya
• hasil pembelajaran, merupakan produk yang
  haius ditingkatkan, pasti terkait dengan tindakan
  unsur lain, yaitu proses pembeiajaran, peralatan
  atau sarana pendidikan, guru, atau siswa sendiri,
• lingkungan, baik lingkungan siswa di kelas, se-
  kolah, maupun yang melingkungi siswa di ru-
  mahnya, pada penelitian tindakan, bentuk perlakuan
  atau tindakan yang dilakukan adalah mengubah kon-
  disi lingkungan menjadi lebih kondusif, dan
• Pengelolaan,    merupakan kegiatan yang se-
  dang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa da-
  lam bentuk tindakan. Unsur pengelolaan, yang jelas-
  jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah
  diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan.
  Yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan
  misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru
  memberikan tugas, pengaturan urutan jadwal, pen-
  gaturan, tempat duduk siswa, penempatan pap an
  tulis, penataan p eralatan milik sis wa dan se-
  bagainya.


2.3. Permasalahan Apa yang Dapat Dikaji Melalui
PTK?
Karena makna "kelas" dalam PTK adalah sekelompok
peserta didik yang sedang belajar, maka permasalahan
PTK cukup luas, di antaranya adalah:
   •   Masalah belajar siswa di sekolah, seperti misalnya
       permasalahan belajar di kelas, kesalahan-
       kesalahan pembelajaran, miskonsepsi, mis strate-
       gi, dll.
   •   Pengembangan profesionalisme guru dalam pe-
    ningkatan mutu perancangan, pelaksanaan dan
    evaluasi program pengajaran.
•   Pengelolaan dan pengendalian, misalnya pengena-
    lan teknik modifikasi perilaku, teknik memoti-
    vasi, dan teknik Pengembangan potensi diri
•   Desain dan strategi pembelajaran di kelas, misal-
    nya masalah pengelolaan dan prosedur pembelaja-
    ran, implementasi dan inovasi dalam metode pem-
    belajaran (misalnya penggantian metode menga-
    jar tradisional dengan metode mengajar baru),
    interaksi di dalam kelas (misalnya penggunaan
    strategi pengajaran yang didasarkan pada pende-
    katan terpadu)
•   Penanaman dan pengembangan sikap serta nilai-
    nilai, misalnya pengembangan pola berpikir ilmiah
    dalam diri siswa, keberanian berpendapat.
•   Alat bantu, media dan sumber belajar, misal-
    nya masalah penggunaan media, perpusta-
    kaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas.
•   Sistem asesmen dan evaluasi proses dan
    hasil pembelajaran, seperti misalnya masalah eva-
    luasi awal dan hasil pembelajaran, Pengemban-
    gan instrumen asesmen berbasis kompetensf,
    atau penggunaan alat, metode evaluasi tertentu
•   Masalah kurikulum, misalnya implementasi
    KBK, urutan penyajian materi pokok, interaksi
    guru-siswa, siswa-materi ajar, dan siswa-
    lingkungan belajar
2.4. Apa Tujuan PTK?
Tujuan uLama PTK adalah untuk memecahkan permasa-
lahan nyata yang terjadi di dalam kelas.
Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk meme-
cahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah
mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan
yang dilakukan.
PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata
guru dalam pengembangan profesionalnya.
Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai
persoalan nyata dan praktis dalam peninqkatan mutu
pembelajaran di kelas, yang dialami langsung dalam inte-
raksi antara guru dengan siswa yang sedang belaiar.
    Secara lebih rinci, tujuan PTK antara lain:
•   Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan
    hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
•   Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya
    dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidi-
    kan di dalam dan luar kelas.
•   Meningkatkan sikap profesional pendidilk dan tenaga
    kependidikan.
•   Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkun-
    gan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di
    dalam melahikan perbaikan mutu pendidikan dan
    pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable).
2.5. Apa Luaran Penelitian Tindakan Kelas?
Luaran yang diharapkan dihasilkan dari PTK adalah pe-
ningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembela-
jaran yang antara lain meliputi hal-hal sebagai berikut.
•   Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar
    siswa di sekolah.
•   Peningkatan atau perbaikan                   terhadap        mutu
    proses pembelajaran di kelas.
•   Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas peng-
    gunaan media, alat bantu belajar, dan somber belajar
    lainnya.
•   Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas pro-
    sedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengu-
    kur proses dan hasil belajar siswa.
•   Peningkatan atau perbaikan terhadap                     masalah-
    masalah pendidikan anak di sekolah.
•   Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penera-
    pan kurikulum dan pengembangan kompetensi
    siswa di sekolah.


2.6. Baqaimana Ciri Penelitian Tindakan Kelas ?
Sebagaimana telah dijelaskan, PTK merupakan bagian
dari penelitian tindakan.
Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action)
yang nyata. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami
(bukan dalam l a b o r a t o r i u m ) d a n d i t u j u k a n u n t u k
m e m e c a h k a n permasalahan-permasalahan praktis.
Tindakan tersebut adalah merupakan sesuatu ke-
giatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan ter-
tentu. Pada penelitian tindakan kegiatan tersebut di-
lakukan dalam rangkaian siklus kegiatan.
Masih ada keunikan dari PTK, di antaranya adalah
•   PTK merupakan kegiatan peneliltian, yang tidak
    saja berupaya untuk memecahkan masalah, tetapi
    sekaligus juga mencari dukungan ilmiahnya. PTK me-
    rupakan bagian penting dari upaya pengemban-
    gan profesional guru (tumbuhnya sikap profesional
    dalam diri guru) karena PTK mampu membelajarkan
    guru untuk berpikir kritis dan sistematis, mampu
    mebiasakan-membelajaran guru untuk menulis dan
    membuat catatar.
•   Hal yang diperrnasalahkan bukan dihasilkan dari
    kajian teoritik atau dari hasil penelitian terdahu-
    lu,`tetapi berasal dari adanya permasalahan yang
    nyata dan aktual yang terjadi dalam, pembelajaran
    di kelas. Dengan kalimat lain, PTK berfokus pada,
    masalah praktis bukan, problem teoritis atau bersifat
    bebas konteks
•   PTK hendakny dimulai dari permasalahan yang se-
    derha, nyata, jeias dan tajam mengenai hal-haI yang
    terjadi di dalam kelas.
•   Adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi
    (guru, kepala sekolah, siswa, dll) dan peneliti dalam
    pemahama kesepakatan tentang permasalahan, pen-
    gambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesa-
    maan tindakan (action).
•   Di samping itu, PTK dilakukan hanya bila ada (1) ke-
    putusan kelompok dan komitmen untuk pengemban-
    gan, (2) bertujuan meningkatkan profesionalisme guru,
    (3) alasan pokok: ingin tahu, ingin, membantu,
    ingin meningkatkan, dan (4) bertujuan memperoleh
   pengetahuan dan atau sebagai pemecahan masalah.
Sesuai dengan prinsip bahwa ada tindakan yang diran-
cang sebelumnya maka objek penelitian tindakan kelas
harus merupakan sesuatu yang aktif dan dapat dikenai
aktivitas.
Di samping itu PTK, karena menggunakan kegiatan nyata
di kelas, menuntut etika, antara lain:
   a) tidak boleh mengganggu tugas proses pembelaja-
      ran dan tugas mengajar guru.
   b) jangan terla!u menyita banyak waktu (dalam pen-
      gambilan data, dll).
   c) Masalah yang dikaji harus merupakan masalah
      yang benar-benar ada dan dihadapi oleh guru.
   d) dilaksanakan dengan selalu memegang etika kerja
      (minta ijin, membuat laporan, dll).


2.7. Mengapa Kolaborasi Merupakan Hal Penting
dalam PTK?
Salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi
(kerjasama) antara praktisi (guru, kepala sekolah, siswa,
dlI) dan peneliti (dosen, widyaiswara) dalam pemaha-
man, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan
keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan
(action).
Dalam pelaksanaan tindakan di dalam kelas, maka kerja-
sama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti menjadi hal
sangat sangat penting. Melalui kerjasama inilah, mereka
bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata
yang dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah.
Sebagai penelitian yang bersifat kolaboratif, maka
harus secara jelas diketahui peranan dan tugas yang ha-
rus dilakukan di antara, guru dengan peneliti.
Dalam PTK kedudukan pe-
                                    kerjasama (kolaborasi
neliti (dosen/widyaiswara)
                                 antara guru dengan pe-
setara dengan guru, dalam
                                 nelit) sangat penting da-
arti masing-masing mem-
                                  lam bersarna menggali
punyai peran dan tang-
                                 dan mengkaji permasa-
gungjawab yang saling
                                   lahan nyata yang diha-
rnembutuhkan dan saling
                                  dapi terutama pada ke-
melengkapi untuk menca-
                                giatan mendiagnosis ma-
pai tujuan
                                 salah menyusun usulan,
Peran kerjasarna (kolabo-        meIaksanakan tindakan,
rasi) sangat rnenentukan          menganalisis data, me-
keberhasilan PTK terutama         nyeminarkan hasil, dan
pada kegiatan: mendiagno-        menyusun laporan akhir
sis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian
(melaksanakan tindakan, observasi, merekam data, eva-
luasi dan refleksi), menganalisis data, menyeminarkan ha-
sil, dan menyusun laporan akhir.
2.8. Bagaimana Bila PTK Tanpa Kolaborasi Dengan
Peneliti?
Sering terjadi PTK dilaksanakan sendiri oleh guru. Guru
melakukan PTK tanpa kerjasama dengan peneliti. Dalam
hal ini guru berperan sebagai peneliti yang sekaligus juga
sebagai praktisi pembelajaran.
Menurut Suharsimi (2002), pada kedaaan seperti ini, ma-
ka guru melakukan sendiri pengamatan terhadap diri sen-
diri ketika sedang melakukan tindakan. Untuk itu guru ha-
rus mampu melakukan pengamatan diri secara objekf;
agar kelemahan yang terjadi dapat terlihat dengan wajar,
tidak harus ditutup-tutupi.
Guru yang professional, memang seharusnya mampu
mengajar sekaligus meneliti. Di samping itu dengan mela-
lui PTK seperti itu, guru dapat
  a) mengkaji/meneliti sendiri praktik pembelajarannya,
  b) melakukan PTK dengan tanpa mengganggu tugas-
     nya
  c) mengkaji permasalahan yang dialami dan yang
     sangat dipahami, dan
  d) melakukan kegiatan guna mengembang-
     kan profesionalismenya.
Jadi boleh saja guru melakukan PTK tanpa kolaborasi
dengan peneliti, namun perhatikan kritik berikut ini.
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru tanpa
kerjasama dengan peneliti, mempunyai kelemahan karena
para praktisi umumnya (dalam hal ini adalah guru)
kurang akrab dengan teknik-teknik dasar penelitian, Di
samping itu, guru umumnya tidak cukup waktu untuk me-
lakukan penelitian sehubungan padatnya kegiatan penga-
jaran yang dilakukannya. Akibatnya, hasil PTK menjadi
kurang memenuhi kriteria validitas metodologi ilmiah.
Kepustakaan
Keputusan Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur
  Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional
  Guru dan Angka kreditnya
Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan kebu-
  dayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993,
  nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksa-
  naan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
  Nomor 025/0/1993
Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. (1996). Pedoman Penyu-
  sunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan
  Angka Kredit Pengembangan Profesi Widyaiswara,
  Jakarta: Depdibud, Dikdasmen.
Suhardjono (2003) Penelitian Tindakan Kelas. Makalah
  pada Diklat Pengembangan Profesi bagi Jabatan
  Fungsional Guru, Direktorat Tenaga Kependidikan
  Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendi-
  dikan) Dasar dan Menengah Departemen Pen-
  didikan Nasional.
Suhardjono, (2005), Laporan Penelitian Eksperimen dan
  Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada
  pelatihan peningkatan mutu guru di Makasar,
  Jakarta tahun 2005.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, (2006) Pe-
  neilitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bina Aksara
Supardi, (2003), Memahami Penelitian Tindakan Ke-
  las, makalah Diklat Pengembangan profesi Wi-
  dyaiswara, Direktorat Pendidik dan Tenaga Ke-
  pendidikan DItjen Pendidikan Dasar dan Menen-
  gah, Departemen Pendidikan Nasional.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:257
posted:1/2/2011
language:Indonesian
pages:18