FIKIH MUAMALAT (PowerPoint) by dhudunk

VIEWS: 1,277 PAGES: 29

									 Kuliah Non-Kurikuler Ekonomi Islam 2010


     FIKIH MUAMALAT
          pengantar
               Dumairy


Shari’a Economics Forum (SEF) FEB UGM
        SYARIAT dan FIKIH

SYARIAT                              FIKIH
Ketentuan2 hukum         Ilmu hukum agama,
dalam agama Islam.         ilmu hukum Islam.

Syariat merupakan pedoman kehidupan bagi
setiap muslim; berisi aturan2 kewajiban dan
larangan serta yang berstatus di antaranya.

wajib — sunnat — makruh — mubah — haram
         Ke-Kaffah-an Ajaran Islam
                      ISLAM


  Aqidah              Syariat              Akhlaq


          Muamalah              Ibadah


Sosial      Budaya       Ekonomi         Politik



           produksi      distribusi      konsumsi
Ilmu2 tentang Syariat Islam

     AL QUR’AN           AL HADITS



     ILMU-ILMU           ILMU-ILMU
     AL QUR’AN             HADITS



             USHUL FIQH



                 FIKIH
         Sejarah Syariat Islam

Syariat (dalam arti: ajaran) Islam, termasuk yang
menyangkut muamalat, sesungguhnya sudah
difirmankan Tuhan sejak rasul pertama (Nabi Adam
a.s.), kemudian mulai tersistematisasi melalui kitab
suci pertama (Taurat, Perjanjian Lama), dan
disempurnakan di dalam Al-Quran.
Q; al-Maidah, ayat 3:
Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama (Islam)
untuk kalian, dan Ku-cukupkan nikmat-Ku, serta Ku-
ridhai Islam sebagai agama kalian.
          Sejarah Fikih Islam

Kesempurnaan syariat Islam semakin lengkap,
khususnya dalam urusan muamalat, dengan tuntunan
kehidupan yang diteladankan oleh Rasulullah melalui
hadits/sunnah (sabda, sikap, dan perbuatan) beliau.
Fikih Islam (ilmu tentang hukum Islam sbg agama yg
sudah sempurna) bermula pada masa kenabian
Muhammad s.a.w. manakala para sahabat mulai turut
mensyiarkan ajaran Islam yang diemban Rasulullah.
Kemapanan Fikih Islam mewujud manakala mulai
terdapat perbedaan praktik ajaran Islam sepeninggal
Rasulullah.
          Lingkup Fikih Islam

Muatan inti fikih adalah ketentuan2 mengenai ritus
ibadah, aturan2 praktis tentang tatacara persembahan
kepada Allah s.w.t.
[Persembahan = pemujaan + pernyataan syukur +
permohonan ampun + pemanjatan doa]
Akan tetapi cakupan materi fikih sesungguhnya juga
meliputi semua dimensi dan aspek totalitas ajaran
Islam; yakni dimensi aqidah (keimanan, tauhid, ber-
sifat transendental, hablum minAllah), dimensi akhlaq
(adab diri pribadi, bersifat personal), serta aspek
muamalat (kehidupan bermasyarakat, bersifat
horizontal, hablum minannas).
        Bidang Fikih Islam
         (yang sudah mapan)

Aturan bersuci-diri
Penegakan shalat
Penunaian zakat
Pelaksanaan puasa
Penunaian ibadah haji
                Perkawinan
                Waris dan wakaf
                Pengurusan jenazah
                Perniagaan
  Prinsip Hukum dalam Muamalah


              Hukum Asal


     Ibadah            Muamalah

Semua tidak boleh     Semua boleh
   kecuali yang
 diwajibkan (ada      kecuali yang
  ketentuannya)         dilarang
Strata Rujukan Hukum Islam

• Al-Quran
• Hadits/Sunnah
• Ijtihad
  metode:
      » qiyas
      » mashlahah mursalah
      » istihsan
      » istsh-hab
      » pengakuan atas ‘urf
           Metode2 Ijtihad

Qiyas
  menetapkan hukum berdasarkan adanya per-
  samaan ‘illat (causa prima)
Mashlahah mursalah
 menetapkan hukum berdasarkan pertimbangan
 kepentingan manfaat bagi masyarakat luas
Istihsan
  menetapkan hukum berdasarkan pertimbangan
  kebaikan atau manfaat sesuatu
            Metode2 Ijtihad

Istsh-hab
  melangsungkan keberlakuan sesuatu sepanjang
  belum ada ketentuan syariat yang mengubah
  atau membatalkannya
Pengakuan atas ‘urf
  melangsungkan keberlakuan suatu adat atau
  kebiasaan sepanjang tidak bertentangan dengan
  ketentuan syariat dan akal sehat
          AKAR PERMASALAHAN
      KEGIATAN EKONOMI/BISNIS
               DALAM ISLAM


Dipraktikkan dan terkandungnya unsur2 yang
terlarang/haram dalam berbagai kegiatan
ekonomi dan transaksi bisnis.
Praktik dan unsur2 yang terlarang itu adalah
(terutama) Maysir, Gharar, Riba, dan Bathil.
Di lain pihak, sering terjadi unsur yg seharus-
nya diterapkan justru tidak terkandung atau
tidak terlaksana.
  PENYEBAB TRANSAKSI DILARANG
Penyebab Dilarangnya Suatu Kegiatan
   Ekonomi atau Transaksi Bisnis

 [1]          [2]                 [3]
Haram     Haram selain        Tidak sah
zatnya      zatnya            akadnya

                         1. Rukunnya tidak
                            terpenuhi
         1. Maysir
                         2. Syarat tidak
         2. Gharar          terpenuhi
         3. Riba         3. Rukun dan Syarat
                            tidak terpenuhi
        Larangan “MaGhRib”

Maysir
 transaksi yang mengandung unsur judi
Gharar
 perbuatan curang atau spekulatif yang
 menyebabkan kerugian pihak lain
Riba
  tambahan atas pengembalian pokok utang yang
  ditetapkan sebelumnya
                             RIBA

     RIBA UTANG-PIUTANG                  RIBA JUAL-BELI


   Riba Qardh   Riba Jahiliyyah     Riba Fadhl    Riba Nasi'ah


RQ: kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap
     pengutang.
RJ : utang yg dibayar melebihi pokoknya karena
     tidak lunas tepat waktu.
RF: pertukaran antarbarang sejenis dgn kadar
     atau takaran yang berbeda (lebih besar)
RN: penambahan jumlah atas penyerahan-
     tangguh.
   Larangan Tadlis dan Ihtikar

Tadlis
  tindakan penyembunyian informasi (atau
  sebagian informasi) dalam berniaga/berdagang,
  asymmetric information.
Ihtikar
  penimbunan barang dagangan untuk tujuan
  pelonjakan harga
Al Musyarakah (Kerjasama Modal Usaha)


NASABAH                             BANK SYARIAH
  parsial                                  parsial
Asset Value                              Pembiayaan
                Projek / Usaha


                  Keuntungan

                Bagihasil keuntungan
   sesuai dengan porsi kontribusi modal (nisbah)
             AL MUDHARABAH

             PERJANJIAN BAGIHASIL

NASABAH                                  BANK
(Mudharib)                          (Shahibul Maal)


                Projek / Usaha


             Pembagian Keuntungan


                   MODAL
Murabahah
     dongeng kelahiran (asbabun nuzul)
 Ekonomika (Ilmu Ekonomi, Economics)
Kebutuhan manusia cenderung tak berbatas
Manusia senantiasa tidak pernah merasa puas
     barang          jumlah (quantity)
     jasa            mutu (quality)


Kelangkaan                                Prinsip
                  Optimalisasi
 (scarcity)                              Ekonomi


Sumberdaya pemuas kebutuhan relatif terbatas
Sumberdaya diperoleh tidak dengan cuma-cuma
Isu kelangkaan merupakan premis ilmu
atau teori-teori ekonomi konvensional.

Premis: keyakinan mendasar tentang
sesuatu dan menjadi titik-tolak bagi
sebuah sikap atau tindakan.

Teori2 dalam ekonomika konvensional
dibangun/dirumuskan berdsrkan keya-
kinan mendasar bhw kebuthn manusia
tdk terbatas dan sumberdaya pemuas
kebuthn terbatas.
          Prinsip Ekonomi

manfaat maksimal               pengorbanan tertentu
Meraih manfaat maksimal dengan pengorbanan tertentu.
Dengan pengorbanan tertentu meraih manfaat maksimal.


manfaat tertentu              pengorbanan minimal
Meraih manfaat tertentu dengan pengorbanan minimal.
Dengan pengorbanan minimal meraih manfaat tertentu.

BUKAN:
Meraih manfaat maksimal dengan pengorbanan minimal !
      DAMPAK PRINSIP EKONOMI
      thd Perilaku para Pelaku Ekonomi

Landasan Kegiatan                     Efisiensi

Suasana Kegiatan                   Persaingan

Muara Suasana            Survival of the fittest

Sikap Pribadi                   Individualistis

Kriteria Kinerja                 Fisis-Materiil
EKONOMIKA ISLAMI
    (IQTEESHAD)
 [ISLAMONOMICS]
     DEFINISI EKONOMIKA ISLAMI
Ilmu ekonomi yg diturunkan dari ajaran Al-Qur’an
   dan hadits [Hasanuzzaman]
Implementasi sistem etika Islam dlm kegiatan ekn yg
  ditujukan utk pengemb moral masy. [MA Mannan]
Representasi perilaku ekonomi ummat muslim utk
 melaksanakan ajaran Islam secara kaffah [Naqvi]
Pengeth utk merealisasikan kesejahteraan manusia
  melalui alokasi dan distribusi sumberdaya seirama
  dgn maqasiq syariah [Umer Chapra]
LANDASAN EKONOMI ISLAM

LANDASAN AKIDAH
 Ridha Allah SWT
LANDASAN SYARIAH
 Al-Qur’an
 Hadits
 Ijtihad
LANDASAN AKHLAK
 Kejujuran
 Keadilan
 Kerja sama
  PILAR-PILAR EKONOMI ISLAM

1. Larangan Riba
2. Kewajiban Zakat
3. Larangan Berjudi
   (termasuk berspekulasi)
4. Keharusan Sukarela
5. Larangan Swa-Aniaya
   (apalagi menganiaya orang/pihak lain)
6. Pembolehan Peranserta Pemerintah
         Falsafah Ekonomi Syariah

                      Falah
          Kesejahteraan dunia dan akhirat

  Keadilan        Keseimbangan          Kemaslahatan
 menghindari       Riil-Finansial         Iman/taqwa
 hal-hal yang:      Risiko-Hasil          Regenerasi
 Riba, Maysir      Bisnis-Sosial             Jiwa
Gharar, Dzalim,   Material-Spiritual        Harta
  dan Haram          Kini-Kelak              Akal
                    UKHUWAH
        SYARIAH                        AKHLAQ
                      AQIDAH

								
To top