statistik - DOC by sena25

VIEWS: 1,645 PAGES: 15

									HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN HASIL BELAJAR
  SISWA PADA MATA PELAJARAN QUR’AN HADIST
 DENGAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN BELAJAR
BERBASIS PENEMUAN (INQUIRY-BASED LEARNING )
 DI MADRASAH ALIYAH ASYIFA’ MUHAMMADIYAH
              BAMBANGLIPURO


   Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas akhir Statistik Pendidikan I



               Dosen Pembimbing : Drs. Dwi Santoso, M. Pd




                    Disusun oleh : Sena ( 20090720057 )



    JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
              FAKULTAS AGAMA ISLAM
  UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYA
A. Rumusan Masalah.
          Apakah implementasi pendekatan belajar berbasis penemuan ( Inquiry-Based
  Learning ) bisa meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadis di
  Madrasah Aliyah Asyifa’ Muhammadiyah Bambanglipuro ?
B. Landasan Teori
  1 . Pengertian Belajar

              Belajar merupakan tindakan perilaku siswa yang berubah ke arah yang lebih
  baik. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri.            Siswalah
  yang menentukan          terjadi atau tidak terjadi proses belajar.
          Adapun     pengertian belajar secara umum            menurut     Tim MKDK IKIP
  Semarang (2000: 3-4) antara lain sebagai berikut.
        a. Belajar adalah perubahan yang menetap dalam kehidupan seseorang
           yang tidak diwariskan secara genetis;
        b. Pada dasarnya         belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasi
           langsung dari pengalaman dan bukan akibat hubungan-hubungan dalam
          sistem syaraf yan dibawa sejak lahir;
        c. Belajar dapat didefinisikan sebagai proses yang menimbulkan atau
           merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman;
        d. Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam
          interaksi aktif dengan       lingkungan yang        menghasilkan perubahan dalam
          pengetahuan-        pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap.
              Jadi, belajar adalah suatu proses aktif            yang disengaja     sehingga
  menyebabkan          perubahan         tingkah laku menuju        ke arah yang         lebih
  sempurna.     Kegiatan       dan   usaha   untuk mencapai      perubahan     tingkah   laku
  merupakan          proses     belajar. Sedang   perubahan      tingkah     laku itu sendiri
  merupakan        hasil belajar, dengan demikian belajar akan menyangkut proses
  belajar dan hasil belajar.
  2. Hasil Belajar
         Ada dua faktor yang mempengarui hasil belajar siswa yaitu faktor dari dalam
  diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (faktor lingkungan).                Faktor dari
dalam       diri siswa    yang      paling      mendominasi      yaitu kemampuan          yang
dimilikinya.     Faktor kemampuan            siswa     mempunyai pengaruh yang cukup besar
terhadap hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa tersebut. Faktor dalam yang lain
meliputi     motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar,
ketekunan,      sosial ekonomi,        faktor    fisik dan psikis. Sedangkan faktor        luar
(faktor     lingkungan)       yang     dominan         adalah      kualitas pengajarannya. Tipe
hasil belajar     yang diharapkan dapat dicapai siswa penting diketahui                   oleh
guru dalam proses belajar mengajar,                  agar guru dapat merancang/mende sain
pengajaran     yang tepat dan penuh             arti. Menurut Kingsley (Nana Sudjana,1989),
membagi tiga macam hasil belajar sebagai berikut.
  a. keterampilan dan kebiasaan,
  b. pengetahuan dan pengertian, dan
  c. sikap dan cita-cita yang masing- masing golongan dapat diisi dengan
       bahan yang ditetapkan dalam kurikulum sekolah.
3. Pendekatan Belajar Berbasis Pene muan ( Inquiry -Based Learning )
           Pendekatan belajar ekspository – guru telah menyusun bahan ajar secara
mendetail kemudian menyampaikan bahan ajar tersebut di kelas dinilai kurang
mengasah daya kreatif dan daya kritis siswa. Memang, di sisi lain pendekatan
ekspository dapat membuat pembelajaran di kelas lebih tuntas dan lebih terarah.
          Oleh karena itu perlu ada terobosan pendekatan belajar yang lebih bisa
mengasah daya kreatif dan daya kritis siswa, karena di abad modern ini dunia sangat
membutuhkan insan yang memiliki daya kreasi dan daya kritis yang tinggi. Pendekatan
yang diyakini bisa meningkatkan daya kreasi dan daya kritis siswa adalah pendekatan
belajar berbasis penemuan ( Inquiry-Based Learning ).
           Menurut        Bruner,    pembelajaran         penemuan ( Inquiry-Based Learning
menekankan pengalaman-pengalaman                   pembelajaran        berpusat   pada siswa.
Dari      pengalaman itu siswa menemukan ide- ide sendiri dan menurunkan makna oleh
mereka      sendiri. Menurut Piaget, paedagogi           yang baik harus melibatkan siswa
dalam eksperimen dalam arti yang paling luas mencoba melihat apa yang terjadi,
memanipulasi tanda dan simbol, mengajukan                       pertanyaan   dan menemukan
jawabannya,       mencocokkan          apa      yang ditemukan pada suatu saat dengan
yang ditemukan pada saat lain, serta membandingkan dengan temuan orang lain.
Pandangan     konstruktivis-kognitif   didasarkan    pada teori Piaget. Siswa
dalam segala usia secara aktif terlibat dalam proses perolehan informasi dan
membangun pengetahuan mereka sendiri. Pengetahuan ini tidak statis tetapi secara
terus menerus tumbuh dan berubah pada saat mereka menghadapi pengalaman
baru yang memaksa mereka membangun dan memodifikasi pengetahuan awal mereka.

     Menemukan        merupakan      bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis
CTL.    Pengetahuan      dan keterampilan       yang diperoleh siswa diharapkan
bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil menemukan sendiri.
Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan.

      Metode mengajar yang biasa digunakan guru dalam pendekatan ini antara   lain
metode       diskusi    dan pemberian      tugas.     Diskusi    untuk memecahkan
permasalahan dilakukan oleh sekelompok kecil (antara 3 – 5 orang) dengan arahan
dan bimbingan guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat tatap muka atau pada
saat kegiatan terjadwal. Dengan demikian dalam       pendekatan inquiry model
komunikasi       yang dilakukan    bukan komunikasi satu arah atau komunikasi aksi
tapi komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai tran-aksi. (Nana Sudjana,
1989:155).

    Langkah- langkah       kegiatan menemukan      (inquiry) adalah sebaga i berikut.
a. Merumuskan masalah.
b. Mengamati atau melakukan observasi.
  1) membaca buku atau sumber lain untuk mendapatkan informasi
     pendukung.
  2) mengamati      dan mengumpulkan         data sebanyak-banyaknya      dari
     sumber atau objek yang diamati.
c. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan,
  bagan, tabel, dan karya lainnya.
d. Mengkomunikasikan         atau menyajikan     hasil karya pada pembaca,
  teman sekelas, guru, atau audiens yang lain.
  1) karya siswa disampaikan teman sekelas atau kepada orang banyak
     untuk mendapatkan masukan.
  2) bertanya jawab dengan teman.
  3) memunculkan ide-ide baru.
  4) melakukan refleksi.
e. Menempelkan gambar, karya tulis, peta, dan sejenisnya di dinding
  kelas,     dinding sekolah,    majalah dinding, majalah sekolah, dan
  sebagainya.
4. Mata Pelajaran qur’an Hadist.

          Mata pelajaran al qur’an dan al hadis adalah sebuah bidang study yang
   mendalami ayat-ayat al qur’an dan hadist- hadist menyangkut tema tertentu
   sebagaimana yang telah ditetapkan oleh kurikulum. Mata pelajaran ini diajarkan
   dengan maksud untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran islam
   terutama yang berkaitan dengan akidah dan akhlak dengan memahami dalil-dalilnya
   yang terdapat dalam al qur’an dan al hadist.

 C. Metode Penelitian
     1. Subyek Penelitian
           a. Populasi
                 Populasi dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI MA Asy-syifa’
              Muhammadiyah Bambanglipuro tahun ajaran 2010/2011
           b. Sampel
                   Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas XI MA Asy-syifa’
            Muhammadiyah Bambanglipuro, mulai awal semester sampai dengan ujian
            tengah semester di ajar dengan     pendekatan belajar ekspository, kemudian
            setelah menempuh ujian tengah semester para siswa di ajar dengan
            pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
   2. Variabel Penelitian
      a. Variabel bebas
                 Variabel bebas dalam        penelitian ini adalah Implementasi
             Pendekatan Pembelajaran Berbasis Penemuan (inquiry-based learning).
      b. Variabel terikat
                 Variabel    terikat dalam     penelitian ini adalah Hasil Belajar
             Qur’an Hadis Siswa Kelas XI MA Asy-syifa’mMuhammadiyah
             Bambanglipuro tahun ajaran 2010/2011.
   3. Desain Penelitian
                Penelitian      ini diawali dengan melakukan observasi terhadap proses
     belajar mengajar dengan pendekatan belajar ekspository pada awal semester, dan
     mendokumentasikan nilai hasil ujian tengah semester. Kemudian setelah ujian
     tengah semester di kelas tersebut dilaksanakan proses belajar mengajar dengan
        pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ). Pada akhir
        semester dilakukan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa.
                 Langkah selanjutnya, hasil ujian semester dikorelasikan dengan hasil
        ujian tengah semester dengan menggunakan rumus korelasi produk momen,
        sebagaimana yang dituliskan di bawah ini :
                                  N∑XY-(∑X) (∑Y)
                  rxy =
                            √[N∑X2-(∑X)2][N∑Y2-(∑Y)2]
        Rxy      = Angka indeks korelasi “ r “ produk momen.
        N        = Number of Class
        ∑XY      = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y.
        ∑X       = Jumlah perkalian seluruh skor X
        ∑Y       = Jumlah perkalian seluruh skor Y


4. Hipotesis.
         Dalam tehnik analisis korelasional dikenal dua macam hipotesis, yakni hipotesis
nihil dan hipotesis alternative. Hipotesis Nihil ( HO ) mengandung pengertian tidak
terdapat korelasi positif yang signifikan antara variable X dan variable Y. Sementara
Hipotesis Altertatif ( HA ) mengandung pengertian terdapat korelasi positif yang
signifikan antara variable X dan variable Y.
         Kemudian jika hipotesis sebagaimana tersebut di atas diterapkan dalam analisis
korelasional dalam makalah ini maka akan tertulis sebagai berikut :
         Hipotesis Nihil ( HO ) : Tidak terdapat korelasi positif yang signifikan antara
peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadist dengan implementasi
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
         Hipotesis Alternatif ( HA ) : Terdapat korelasi positif yang signifikan antara
peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadist dengan implementasi
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
5. Pelaksanaan Pe mbelajaran
         Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terbagi dalam 2
tahap        yaitu tahap eksperimen 1 dan tahap eksperimen 2. Kegiatan penelitian
dilaksanakan di MA Asy-syifa’ Muhammadiyah Bembanglipuro.              Sebelum kegiatan
penelitian dilaksanakan, peneliti menentukan materi pelajaran, pokok bahasan,
menyusun        rencana    pembelajaran,     dan lembar      observasi/pengamatan untuk
mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung.
          Pendekatan yang digunakan di kelas eksperimen tahap 1 yaitu pendekatan
belajar         ekspository     dan     di kelas eksperimen tahap 2     yaitu pendekatan
belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning )
  a. Pembelajaran pada Kelompok Eksperime n tahap 1
                Pada kelas eksperimen tahap 1diterapkan pendekatan belajar
      ekspository, guru telah menyiapkan bahan ajar qur’an hadist secara rinci dan
      mendetail kemudian menyampaikan bahan ajar tersebut di depasn para siswa.
      Pembelajaran diawali dengan guru menjelaskan tujuan dan model pembelajaran
      kepada siswa. Hal ini penting bagi siswa, karena dapat meningkatkan
      motivasi dan kesiapan      siswa untuk mengikuti pembelajaran. Kemudian
      guru memberikan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana tentang          materi
      yang     akan diajarkan        yaitu materi     pelajaran qur’an hadist. Guru
      menerangkan dan menyampaikan materi pelajaran di depan kelas dengan metode
      tanya jawab. Selanjutnya, guru memberikan contoh soal dan mengadakan
      tanya jawab pada siswa tentang materi. Guru memberikan                  latihan
      soal. Siswa      bersama       guru  membahas           soal dan     membuat
      kesimpulan. Selanjutnya, guru memberikan tugas rumah siswa.

 b. Pembelajaran pada kelas eksperimen tahap 2
                Pada kelas eksperimen tahap 2 diterapkan pendekatan belajar berbasis
      penemuan ( inquiry-based learning ) yaitu dengan mengorientasikan siswa pada
      masalah kemudian menemukan jawaban dari masalah tersebut. Pembelajaran
      diawali dengan guru menjelaskan tujuan dan model pembelajaran kepada
      siswa. Hal ini penting bagi siswa, karena dapat meningkatkan motivasi
      dan kesiapan siswa        untuk    mengikuti      pembelajaran. Kemudian      guru
      memberikan apersepsi       untuk     mengetahui      sejauh     mana   pengetahuan
      siswa    tentang materi yang akan diajarkan yaitu materi pelajarn qur’an hadist.
      Dengan menggunakan metode            ceramah,    diskusi, penemuan      terbimbing,
      dan pemberian       tugas, guru menjelaskan tentang permasalahan al qur’an dan al
      hadist. Setelah itu, guru melakukan fase-fase
      pembelajaran berbasis penemuan sebagai berikut.
      a) Fase I, guru mengorientasikan siswa pada masalah.
                Guru memberikan tema yang akan di bahas, kemudian menugaskan
           siswa untuk mencari dalil yang berhubungan dengan tema tersebut dari al
    qur’an dan al hadist. Untuk mencari dalil al qur’an dengan menggunakan
    mu’jam al qur’an atau bisa juga dengan menggunakan al qur’an digital.
    Sementara untuk mencari dalil-dalil dari hadist agar lebih mudah guru
    merekomendasikan agar siswa memanfaatkan cd kutubut tis’ah.
b) Fase II, guru mengorientasikan siswa untuk belajar.
            Karena       pada    pembelajaran     berbasis    penemuan         menggunakan
   sistem kerjasama             maka   dari 40 siswa         yang     ada dalam          kelas
   eksperimen tahap 2, terdapat 5 kelompok diskusi yang terdiri dari 8 siswa,
   dengan catatan dalam satu kelompok minimal harus terdapat satu siswa yang
   pandai. Dimana        masing- masing kelompok diberi             nama      sesuai dengan
   istilah yang ada dalam al qur’an atau al hadist.                 Setelah      itu     guru
   membagikan        seperangkat       pembelajaran yang meliputi mu’jam al qur’an (
   masing- masing kelompok mendapatkan sebuah mu’jam al qur’an ), cd kutubut
   tis’ah ( masing- masing kelompok mendapatkan 1 cd ) papan nama kelompok,
   kertas manila dan spidol. Guru           meminta      setiap      anggota      kelompok
   untuk        bekerja         sama, melakukan              pembagian          tugas,    dan
   mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara penyelesaian masalah
   tersebut.
c) Fase    III, guru membimbing penyelidikan           individual maupun kelompok.
            Guru memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah
   yang dipilihnya, setelah itu guru menjelaskan tata cara mencari ayat-ayat al
   qur’an dengan bantuan mu’jam atau al qur’an digital da n cara mencari hadist
   dengan menggunakan cd kutubut tis’ah. Dengan bimbingan dari guru, siswa
   mulai mencari dalil al qur’an dan al hadist dengan mempergunakan media yang
   telah dipersiapkan.
d) Fase IV, mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
            Guru membantu siswa             dalam    merencanakan dan            menyiapkan
   karya yang     sesuai seperti laporan penyajian           data dan membantu mereka
   untuk berbagi tugas dengan temannya. Guru meminta salah satu wakil dari
   masing- masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok
   dengan      arahan,     motivasi,     dan    bimbingannya. Setelah penyajian hasil
    diskusi selesai, siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi hasil
    presentasi.
 e) Fase    V, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan penemuan.
               Guru      membantu        siswa       dalam   mengkaji     ulang   hasil
    eksplorasi mereka terhadap al qur’an dan al hadist, melakukan refleksi atau
    evaluasi      terhadap   penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka
    gunakan. Setelah itu guru         memberikan penguatan terhadap hasil eksplorasi
    mereka.
 f) Fase VI, memberi penghargaan.
            Guru memberi penghargaan kepada siswa yang aktif dalam berdiskusi,
    paling bagus dalam presentasi, dan kelompok yang dapat mengemukakan
    pendapat dengan baik. Di akhir pelajaran, guru bersama              siswa membuat
    kesimpulan.          Setelah    itu guru memberikan           tugas rumah       dan
    meminta       siswa untuk       belajar    di rumah tentang materi yang akan
    dipelajari pada pertemuan        berikutnya.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan.
  a. Hasil Penelitian.
    Hasil dari penelitian tersebut diperoleh dari perolehan skor 40 siswa MA asy-
    syifa’ Muhammadiyah Bambanglipuro kelas XI pada ujian tengah semester dan
    ujian akhir semester. Adapun data skor sebagaimana tersebut di atas adalah
    sebagai berikut :
 1. Skor hasil ujian Tengah Semester ( Sebelum diterapkan pendekatan belajar
    inquiry atau inquiry-based learning.


    No Nama                                   Skor
    1      Tugiman                            40
    2      Bejo                               50
    3      Syaifudin                          55
    4      Amrullah                           56
    5      Saiful Amar                        85
    6      Nur Ichsan                         45
7    Nugraha                 75
8    Basuki                  76
9    Mario Ludianto          73
10   Ramadhan Gomes          79
11   Nazaruddin Lopes        81
12   Munajat Habibi          82
13   Sabilu Azmi Miftah      80
14   Komisi                  80
15   Yunus                   40
16   Yunan                   45
17   Al muhaimin             65
18   Santoso                 64
19   Tarsono                 63
20   Rian Adi Setiawan       61
21   Rian Rushandi           86
22   Wiyanto                 87
23   Suhaib                  90
24   Muh. Habib              70
25   Muh Iqbal               70
26   Satiyo                  59
27   Umbu Farhan Pua Hadar   58
28   Syahrudin               69
29   Nur Alim                68
30   Muh. Nuruddin           62
31   Teguh Restuono          61
32   Rizal                   61
33   Zainuddin               75
34   Aprilia Wisatanto       79
35   Zuhri Dawami            80
36   Yuni Suryono            83
37   Abdullah                81
   38    Apriyanto                       66
   39    Wantiyo                         67
   40    Wisto                           62


   Selanjutnya skor hasil ujian tengah semester di anggap mewakili hasil belajar
   siswa, yang kemudian disebut dependent veriable ( variabel yang dipengaruhi
   atau variabel terikat ). Variabel ini diberi lambang X.
2. Skor hasil ujian akhir semester ( Setelah diterapkan pendekatan belajar inquiry
   atau inquiry-based learning )


   No Nama                               Skor
   1     Tugiman                         45
   2     Bejo                            52
   3     Syaifudin                       56
   4     Amrullah                        57
   5     Saiful Amar                     87
   6     Nur Ichsan                      47
   7     Nugraha                         56
   8     Basuki                          78
   9     Mario Ludianto                  75
   10    Ramadhan Gomes                  73
   11    Nazaruddin Lopes                85
   12    Munajat Habibi                  85
   13    Sabilu Azmi Miftah              80
   14    Komisi                          80
   15    Yunus                           41
   16    Yunan                           42
   17    Al muhaimin                     67
   18    Santoso                         71
   19    Tarsono                         64
   20    Rian Adi Setiawan               61
  21   Rian Rushandi                   87
  22   Wiyanto                         85
  23   Suhaib                          89
  24   Muh. Habib                      75
  25   Muh Iqbal                       75
  26   Satiyo                          59
  27   Umbu Farhan Pua Hadar           69
  28   Syahrudin                       76
  29   Nur Alim                        76
  30   Muh. Nuruddin                   61
  31   Teguh Restuono                  62
  32   Rizal                           63
  33   Zainuddin                       78
  34   Aprilia Wisatanto               79
  35   Zuhri Dawami                    83
  36   Yuni Suryono                    82
  37   Abdullah                        80
  38   Apriyanto                       71
  39   Wantiyo                         61
  40   Wisto                           61


  Selanjutnya skor hasil ujian akhir semester di a nggap mewakili pendekatan
  belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ), yang kemudian disebut
  independent veriable ( variabel bebas ). Variabel ini diberi lambang Y.
b. Pembahasan.
  No    Subjek                         X      Y      XY         X2          Y2

  1     Tugiman                        40     45     1800       1600        2025
  2     Bejo                           50     52     2600       2500        2704
  3     Syaifudin                      55     56     3080       3025        3136
  4     Amrullah                       56     57     3192       3136        3249
  5     Saiful Amar                    85     87     7395       7225        7569
6    Nur Ichsan              45   47   2115   2025   2209
7    Nugraha                 75   56   4200   5625   3136
8    Basuki                  76   78   5928   5776   6064
9    Mario Ludianto          73   75   5475   5329   5625
10   Ramadhan Gomes          79   73   5767   6241   5329
11   Nazaruddin Lopes        81   85   6885   6561   7225
12   Munajat Habibi          82   85   6970   6724   7225
13   Sabilu Azmi Miftah      80   80   6400   6400   6400
14   Komisi                  80   80   6400   6400   6400
15   Yunus                   40   41   1640   1600   1681
16   Yunan                   45   42   1890   2025   1764
17   Al muhaimin             65   67   4355   4225   4489
18   Santoso                 64   71   4544   4096   5041
19   Tarsono                 63   64   4032   3969   4096
20   Rian Adi Setiawan       61   61   3721   3721   3721
21   Rian Rushandi           86   87   7482   7396   7569
22   Wiyanto                 87   85   7392   7569   7225
23   Suhaib                  90   89   8010   8100   7921
24   Muh. Habib              70   75   5250   4900   5625
25   Muh Iqbal               70   75   5250   4900   5625
26   Satiyo                  59   59   3481   3481   3481
27   Umbu Farhan Pua Hadar   58   69   4002   3364   4761
28   Syahrudin               69   76   5244   4761   5776
29   Nur Alim                68   76   5168   4624   5776
30   Muh. Nuruddin           62   61   3782   3844   3721
31   Teguh Restuono          61   62   3782   3721   3844
32   Rizal                   61   63   3843   3721   3969
33   Zainuddin               75   78   5850   5625   6084
34   Aprilia Wisatanto       79   79   6241   6241   6241
35   Zuhri Dawami            80   83   6640   6400   6889
36   Yuni Suryono            83   82   6806   6889   6724
37     Abdullah                        81      80     6480    6561     6400
38     Apriyanto                       66      71     4686    4356     5041
39     Wantiyo                         67      61     4087    4489     3721
40     Wisto                           62      61     3782    3844     3721
                                       2729 2774 195647       192989   199202
                                       ∑X      ∑Y     ∑XY     ∑X2      ∑Y2


Berdasarkan table di atas bias diketahui :
∑X     `= 2729
∑Y      = 2774
∑XY     = 195647
∑X2     = 192989
∑Y2     = 199202
N       = 40

Adapun rumus     r hitung ( r xy ) adalah sebagai berikut :
                              N∑XY-(∑X) (∑Y)
        rxy =
                    √[N∑X2-(∑X)2][N∑Y2-(∑Y)2]




                               40. 195647-(2729) (2774)
        rxy =
                    √[40.192989-(2729)2][40.199202-(2774)2]




                               7825880-7570246
        rxy =
                              √[272119][273004]




                                    255634
        rxy =
                              √[272119][273004]
                                      255634
              rxy =
                                  √74289575476


                                      255634
              rxy =
                                272561.140803306



              rxy =            0.9378959863705535

  c. Interpretasi.

            Interpretasi dengan menggunakan table nilai “r” : df = N-nr =40-2 = 38.
      Dengan memeriksa table nilai “r” produk momen ternyata df sebesar 38 tidak
      terdapat dalam table maka digunakan df serbesar 40, dengan df sebesar 40
      diperoleh “r” table (rt ) pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,304 sedang pada
      taraf signifikansi 1% sebesar 0,393. Ternyata “r” hitung ( ro ) sebesar 0,937
      jauh lebih besar dari pada “r” table baik pada taraf signifikansi 5% maupun
      1%. Dengan demikian Hipotesis Nihil ditolak sedang Hipotesis Alternatif
      diterima. Berarti terdapat korelasi positif yang signifikan antara peningkatan
      hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadist dengan implementasi
      pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).

D. Penutup
  1. Simpulan

      Berdasar hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan belajar
      berbasis penemuan ( inquiry-based learning ) memiliki pengaruh yang cukup
      besar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

  2. Rekomendasi.

      Berdasarkan hasil penelitian penulis merekomendasikan supaya guru, terutama
      guru mata pelajaran al qur’an dan al hadist menerapkan pendekatan belajar
      berbasis penemuan. Sehingga dengan demikian siswa akan lebih berkembang
      daya kreatif dan daya kritisnya.

								
To top