statistik - DOC
Document Sample


HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN HASIL BELAJAR
SISWA PADA MATA PELAJARAN QUR’AN HADIST
DENGAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN BELAJAR
BERBASIS PENEMUAN (INQUIRY-BASED LEARNING )
DI MADRASAH ALIYAH ASYIFA’ MUHAMMADIYAH
BAMBANGLIPURO
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas akhir Statistik Pendidikan I
Dosen Pembimbing : Drs. Dwi Santoso, M. Pd
Disusun oleh : Sena ( 20090720057 )
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYA
A. Rumusan Masalah.
Apakah implementasi pendekatan belajar berbasis penemuan ( Inquiry-Based
Learning ) bisa meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadis di
Madrasah Aliyah Asyifa’ Muhammadiyah Bambanglipuro ?
B. Landasan Teori
1 . Pengertian Belajar
Belajar merupakan tindakan perilaku siswa yang berubah ke arah yang lebih
baik. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswalah
yang menentukan terjadi atau tidak terjadi proses belajar.
Adapun pengertian belajar secara umum menurut Tim MKDK IKIP
Semarang (2000: 3-4) antara lain sebagai berikut.
a. Belajar adalah perubahan yang menetap dalam kehidupan seseorang
yang tidak diwariskan secara genetis;
b. Pada dasarnya belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasi
langsung dari pengalaman dan bukan akibat hubungan-hubungan dalam
sistem syaraf yan dibawa sejak lahir;
c. Belajar dapat didefinisikan sebagai proses yang menimbulkan atau
merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman;
d. Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam
interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam
pengetahuan- pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap.
Jadi, belajar adalah suatu proses aktif yang disengaja sehingga
menyebabkan perubahan tingkah laku menuju ke arah yang lebih
sempurna. Kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku
merupakan proses belajar. Sedang perubahan tingkah laku itu sendiri
merupakan hasil belajar, dengan demikian belajar akan menyangkut proses
belajar dan hasil belajar.
2. Hasil Belajar
Ada dua faktor yang mempengarui hasil belajar siswa yaitu faktor dari dalam
diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (faktor lingkungan). Faktor dari
dalam diri siswa yang paling mendominasi yaitu kemampuan yang
dimilikinya. Faktor kemampuan siswa mempunyai pengaruh yang cukup besar
terhadap hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa tersebut. Faktor dalam yang lain
meliputi motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar,
ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Sedangkan faktor luar
(faktor lingkungan) yang dominan adalah kualitas pengajarannya. Tipe
hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa penting diketahui oleh
guru dalam proses belajar mengajar, agar guru dapat merancang/mende sain
pengajaran yang tepat dan penuh arti. Menurut Kingsley (Nana Sudjana,1989),
membagi tiga macam hasil belajar sebagai berikut.
a. keterampilan dan kebiasaan,
b. pengetahuan dan pengertian, dan
c. sikap dan cita-cita yang masing- masing golongan dapat diisi dengan
bahan yang ditetapkan dalam kurikulum sekolah.
3. Pendekatan Belajar Berbasis Pene muan ( Inquiry -Based Learning )
Pendekatan belajar ekspository – guru telah menyusun bahan ajar secara
mendetail kemudian menyampaikan bahan ajar tersebut di kelas dinilai kurang
mengasah daya kreatif dan daya kritis siswa. Memang, di sisi lain pendekatan
ekspository dapat membuat pembelajaran di kelas lebih tuntas dan lebih terarah.
Oleh karena itu perlu ada terobosan pendekatan belajar yang lebih bisa
mengasah daya kreatif dan daya kritis siswa, karena di abad modern ini dunia sangat
membutuhkan insan yang memiliki daya kreasi dan daya kritis yang tinggi. Pendekatan
yang diyakini bisa meningkatkan daya kreasi dan daya kritis siswa adalah pendekatan
belajar berbasis penemuan ( Inquiry-Based Learning ).
Menurut Bruner, pembelajaran penemuan ( Inquiry-Based Learning
menekankan pengalaman-pengalaman pembelajaran berpusat pada siswa.
Dari pengalaman itu siswa menemukan ide- ide sendiri dan menurunkan makna oleh
mereka sendiri. Menurut Piaget, paedagogi yang baik harus melibatkan siswa
dalam eksperimen dalam arti yang paling luas mencoba melihat apa yang terjadi,
memanipulasi tanda dan simbol, mengajukan pertanyaan dan menemukan
jawabannya, mencocokkan apa yang ditemukan pada suatu saat dengan
yang ditemukan pada saat lain, serta membandingkan dengan temuan orang lain.
Pandangan konstruktivis-kognitif didasarkan pada teori Piaget. Siswa
dalam segala usia secara aktif terlibat dalam proses perolehan informasi dan
membangun pengetahuan mereka sendiri. Pengetahuan ini tidak statis tetapi secara
terus menerus tumbuh dan berubah pada saat mereka menghadapi pengalaman
baru yang memaksa mereka membangun dan memodifikasi pengetahuan awal mereka.
Menemukan merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis
CTL. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan
bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil menemukan sendiri.
Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan.
Metode mengajar yang biasa digunakan guru dalam pendekatan ini antara lain
metode diskusi dan pemberian tugas. Diskusi untuk memecahkan
permasalahan dilakukan oleh sekelompok kecil (antara 3 – 5 orang) dengan arahan
dan bimbingan guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat tatap muka atau pada
saat kegiatan terjadwal. Dengan demikian dalam pendekatan inquiry model
komunikasi yang dilakukan bukan komunikasi satu arah atau komunikasi aksi
tapi komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai tran-aksi. (Nana Sudjana,
1989:155).
Langkah- langkah kegiatan menemukan (inquiry) adalah sebaga i berikut.
a. Merumuskan masalah.
b. Mengamati atau melakukan observasi.
1) membaca buku atau sumber lain untuk mendapatkan informasi
pendukung.
2) mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari
sumber atau objek yang diamati.
c. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan,
bagan, tabel, dan karya lainnya.
d. Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca,
teman sekelas, guru, atau audiens yang lain.
1) karya siswa disampaikan teman sekelas atau kepada orang banyak
untuk mendapatkan masukan.
2) bertanya jawab dengan teman.
3) memunculkan ide-ide baru.
4) melakukan refleksi.
e. Menempelkan gambar, karya tulis, peta, dan sejenisnya di dinding
kelas, dinding sekolah, majalah dinding, majalah sekolah, dan
sebagainya.
4. Mata Pelajaran qur’an Hadist.
Mata pelajaran al qur’an dan al hadis adalah sebuah bidang study yang
mendalami ayat-ayat al qur’an dan hadist- hadist menyangkut tema tertentu
sebagaimana yang telah ditetapkan oleh kurikulum. Mata pelajaran ini diajarkan
dengan maksud untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran islam
terutama yang berkaitan dengan akidah dan akhlak dengan memahami dalil-dalilnya
yang terdapat dalam al qur’an dan al hadist.
C. Metode Penelitian
1. Subyek Penelitian
a. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas XI MA Asy-syifa’
Muhammadiyah Bambanglipuro tahun ajaran 2010/2011
b. Sampel
Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas XI MA Asy-syifa’
Muhammadiyah Bambanglipuro, mulai awal semester sampai dengan ujian
tengah semester di ajar dengan pendekatan belajar ekspository, kemudian
setelah menempuh ujian tengah semester para siswa di ajar dengan
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
2. Variabel Penelitian
a. Variabel bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Implementasi
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Penemuan (inquiry-based learning).
b. Variabel terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil Belajar
Qur’an Hadis Siswa Kelas XI MA Asy-syifa’mMuhammadiyah
Bambanglipuro tahun ajaran 2010/2011.
3. Desain Penelitian
Penelitian ini diawali dengan melakukan observasi terhadap proses
belajar mengajar dengan pendekatan belajar ekspository pada awal semester, dan
mendokumentasikan nilai hasil ujian tengah semester. Kemudian setelah ujian
tengah semester di kelas tersebut dilaksanakan proses belajar mengajar dengan
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ). Pada akhir
semester dilakukan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa.
Langkah selanjutnya, hasil ujian semester dikorelasikan dengan hasil
ujian tengah semester dengan menggunakan rumus korelasi produk momen,
sebagaimana yang dituliskan di bawah ini :
N∑XY-(∑X) (∑Y)
rxy =
√[N∑X2-(∑X)2][N∑Y2-(∑Y)2]
Rxy = Angka indeks korelasi “ r “ produk momen.
N = Number of Class
∑XY = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y.
∑X = Jumlah perkalian seluruh skor X
∑Y = Jumlah perkalian seluruh skor Y
4. Hipotesis.
Dalam tehnik analisis korelasional dikenal dua macam hipotesis, yakni hipotesis
nihil dan hipotesis alternative. Hipotesis Nihil ( HO ) mengandung pengertian tidak
terdapat korelasi positif yang signifikan antara variable X dan variable Y. Sementara
Hipotesis Altertatif ( HA ) mengandung pengertian terdapat korelasi positif yang
signifikan antara variable X dan variable Y.
Kemudian jika hipotesis sebagaimana tersebut di atas diterapkan dalam analisis
korelasional dalam makalah ini maka akan tertulis sebagai berikut :
Hipotesis Nihil ( HO ) : Tidak terdapat korelasi positif yang signifikan antara
peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadist dengan implementasi
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
Hipotesis Alternatif ( HA ) : Terdapat korelasi positif yang signifikan antara
peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadist dengan implementasi
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
5. Pelaksanaan Pe mbelajaran
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terbagi dalam 2
tahap yaitu tahap eksperimen 1 dan tahap eksperimen 2. Kegiatan penelitian
dilaksanakan di MA Asy-syifa’ Muhammadiyah Bembanglipuro. Sebelum kegiatan
penelitian dilaksanakan, peneliti menentukan materi pelajaran, pokok bahasan,
menyusun rencana pembelajaran, dan lembar observasi/pengamatan untuk
mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung.
Pendekatan yang digunakan di kelas eksperimen tahap 1 yaitu pendekatan
belajar ekspository dan di kelas eksperimen tahap 2 yaitu pendekatan
belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning )
a. Pembelajaran pada Kelompok Eksperime n tahap 1
Pada kelas eksperimen tahap 1diterapkan pendekatan belajar
ekspository, guru telah menyiapkan bahan ajar qur’an hadist secara rinci dan
mendetail kemudian menyampaikan bahan ajar tersebut di depasn para siswa.
Pembelajaran diawali dengan guru menjelaskan tujuan dan model pembelajaran
kepada siswa. Hal ini penting bagi siswa, karena dapat meningkatkan
motivasi dan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Kemudian
guru memberikan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana tentang materi
yang akan diajarkan yaitu materi pelajaran qur’an hadist. Guru
menerangkan dan menyampaikan materi pelajaran di depan kelas dengan metode
tanya jawab. Selanjutnya, guru memberikan contoh soal dan mengadakan
tanya jawab pada siswa tentang materi. Guru memberikan latihan
soal. Siswa bersama guru membahas soal dan membuat
kesimpulan. Selanjutnya, guru memberikan tugas rumah siswa.
b. Pembelajaran pada kelas eksperimen tahap 2
Pada kelas eksperimen tahap 2 diterapkan pendekatan belajar berbasis
penemuan ( inquiry-based learning ) yaitu dengan mengorientasikan siswa pada
masalah kemudian menemukan jawaban dari masalah tersebut. Pembelajaran
diawali dengan guru menjelaskan tujuan dan model pembelajaran kepada
siswa. Hal ini penting bagi siswa, karena dapat meningkatkan motivasi
dan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Kemudian guru
memberikan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan
siswa tentang materi yang akan diajarkan yaitu materi pelajarn qur’an hadist.
Dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, penemuan terbimbing,
dan pemberian tugas, guru menjelaskan tentang permasalahan al qur’an dan al
hadist. Setelah itu, guru melakukan fase-fase
pembelajaran berbasis penemuan sebagai berikut.
a) Fase I, guru mengorientasikan siswa pada masalah.
Guru memberikan tema yang akan di bahas, kemudian menugaskan
siswa untuk mencari dalil yang berhubungan dengan tema tersebut dari al
qur’an dan al hadist. Untuk mencari dalil al qur’an dengan menggunakan
mu’jam al qur’an atau bisa juga dengan menggunakan al qur’an digital.
Sementara untuk mencari dalil-dalil dari hadist agar lebih mudah guru
merekomendasikan agar siswa memanfaatkan cd kutubut tis’ah.
b) Fase II, guru mengorientasikan siswa untuk belajar.
Karena pada pembelajaran berbasis penemuan menggunakan
sistem kerjasama maka dari 40 siswa yang ada dalam kelas
eksperimen tahap 2, terdapat 5 kelompok diskusi yang terdiri dari 8 siswa,
dengan catatan dalam satu kelompok minimal harus terdapat satu siswa yang
pandai. Dimana masing- masing kelompok diberi nama sesuai dengan
istilah yang ada dalam al qur’an atau al hadist. Setelah itu guru
membagikan seperangkat pembelajaran yang meliputi mu’jam al qur’an (
masing- masing kelompok mendapatkan sebuah mu’jam al qur’an ), cd kutubut
tis’ah ( masing- masing kelompok mendapatkan 1 cd ) papan nama kelompok,
kertas manila dan spidol. Guru meminta setiap anggota kelompok
untuk bekerja sama, melakukan pembagian tugas, dan
mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara penyelesaian masalah
tersebut.
c) Fase III, guru membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
Guru memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah
yang dipilihnya, setelah itu guru menjelaskan tata cara mencari ayat-ayat al
qur’an dengan bantuan mu’jam atau al qur’an digital da n cara mencari hadist
dengan menggunakan cd kutubut tis’ah. Dengan bimbingan dari guru, siswa
mulai mencari dalil al qur’an dan al hadist dengan mempergunakan media yang
telah dipersiapkan.
d) Fase IV, mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan
karya yang sesuai seperti laporan penyajian data dan membantu mereka
untuk berbagi tugas dengan temannya. Guru meminta salah satu wakil dari
masing- masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok
dengan arahan, motivasi, dan bimbingannya. Setelah penyajian hasil
diskusi selesai, siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi hasil
presentasi.
e) Fase V, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan penemuan.
Guru membantu siswa dalam mengkaji ulang hasil
eksplorasi mereka terhadap al qur’an dan al hadist, melakukan refleksi atau
evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka
gunakan. Setelah itu guru memberikan penguatan terhadap hasil eksplorasi
mereka.
f) Fase VI, memberi penghargaan.
Guru memberi penghargaan kepada siswa yang aktif dalam berdiskusi,
paling bagus dalam presentasi, dan kelompok yang dapat mengemukakan
pendapat dengan baik. Di akhir pelajaran, guru bersama siswa membuat
kesimpulan. Setelah itu guru memberikan tugas rumah dan
meminta siswa untuk belajar di rumah tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan.
a. Hasil Penelitian.
Hasil dari penelitian tersebut diperoleh dari perolehan skor 40 siswa MA asy-
syifa’ Muhammadiyah Bambanglipuro kelas XI pada ujian tengah semester dan
ujian akhir semester. Adapun data skor sebagaimana tersebut di atas adalah
sebagai berikut :
1. Skor hasil ujian Tengah Semester ( Sebelum diterapkan pendekatan belajar
inquiry atau inquiry-based learning.
No Nama Skor
1 Tugiman 40
2 Bejo 50
3 Syaifudin 55
4 Amrullah 56
5 Saiful Amar 85
6 Nur Ichsan 45
7 Nugraha 75
8 Basuki 76
9 Mario Ludianto 73
10 Ramadhan Gomes 79
11 Nazaruddin Lopes 81
12 Munajat Habibi 82
13 Sabilu Azmi Miftah 80
14 Komisi 80
15 Yunus 40
16 Yunan 45
17 Al muhaimin 65
18 Santoso 64
19 Tarsono 63
20 Rian Adi Setiawan 61
21 Rian Rushandi 86
22 Wiyanto 87
23 Suhaib 90
24 Muh. Habib 70
25 Muh Iqbal 70
26 Satiyo 59
27 Umbu Farhan Pua Hadar 58
28 Syahrudin 69
29 Nur Alim 68
30 Muh. Nuruddin 62
31 Teguh Restuono 61
32 Rizal 61
33 Zainuddin 75
34 Aprilia Wisatanto 79
35 Zuhri Dawami 80
36 Yuni Suryono 83
37 Abdullah 81
38 Apriyanto 66
39 Wantiyo 67
40 Wisto 62
Selanjutnya skor hasil ujian tengah semester di anggap mewakili hasil belajar
siswa, yang kemudian disebut dependent veriable ( variabel yang dipengaruhi
atau variabel terikat ). Variabel ini diberi lambang X.
2. Skor hasil ujian akhir semester ( Setelah diterapkan pendekatan belajar inquiry
atau inquiry-based learning )
No Nama Skor
1 Tugiman 45
2 Bejo 52
3 Syaifudin 56
4 Amrullah 57
5 Saiful Amar 87
6 Nur Ichsan 47
7 Nugraha 56
8 Basuki 78
9 Mario Ludianto 75
10 Ramadhan Gomes 73
11 Nazaruddin Lopes 85
12 Munajat Habibi 85
13 Sabilu Azmi Miftah 80
14 Komisi 80
15 Yunus 41
16 Yunan 42
17 Al muhaimin 67
18 Santoso 71
19 Tarsono 64
20 Rian Adi Setiawan 61
21 Rian Rushandi 87
22 Wiyanto 85
23 Suhaib 89
24 Muh. Habib 75
25 Muh Iqbal 75
26 Satiyo 59
27 Umbu Farhan Pua Hadar 69
28 Syahrudin 76
29 Nur Alim 76
30 Muh. Nuruddin 61
31 Teguh Restuono 62
32 Rizal 63
33 Zainuddin 78
34 Aprilia Wisatanto 79
35 Zuhri Dawami 83
36 Yuni Suryono 82
37 Abdullah 80
38 Apriyanto 71
39 Wantiyo 61
40 Wisto 61
Selanjutnya skor hasil ujian akhir semester di a nggap mewakili pendekatan
belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ), yang kemudian disebut
independent veriable ( variabel bebas ). Variabel ini diberi lambang Y.
b. Pembahasan.
No Subjek X Y XY X2 Y2
1 Tugiman 40 45 1800 1600 2025
2 Bejo 50 52 2600 2500 2704
3 Syaifudin 55 56 3080 3025 3136
4 Amrullah 56 57 3192 3136 3249
5 Saiful Amar 85 87 7395 7225 7569
6 Nur Ichsan 45 47 2115 2025 2209
7 Nugraha 75 56 4200 5625 3136
8 Basuki 76 78 5928 5776 6064
9 Mario Ludianto 73 75 5475 5329 5625
10 Ramadhan Gomes 79 73 5767 6241 5329
11 Nazaruddin Lopes 81 85 6885 6561 7225
12 Munajat Habibi 82 85 6970 6724 7225
13 Sabilu Azmi Miftah 80 80 6400 6400 6400
14 Komisi 80 80 6400 6400 6400
15 Yunus 40 41 1640 1600 1681
16 Yunan 45 42 1890 2025 1764
17 Al muhaimin 65 67 4355 4225 4489
18 Santoso 64 71 4544 4096 5041
19 Tarsono 63 64 4032 3969 4096
20 Rian Adi Setiawan 61 61 3721 3721 3721
21 Rian Rushandi 86 87 7482 7396 7569
22 Wiyanto 87 85 7392 7569 7225
23 Suhaib 90 89 8010 8100 7921
24 Muh. Habib 70 75 5250 4900 5625
25 Muh Iqbal 70 75 5250 4900 5625
26 Satiyo 59 59 3481 3481 3481
27 Umbu Farhan Pua Hadar 58 69 4002 3364 4761
28 Syahrudin 69 76 5244 4761 5776
29 Nur Alim 68 76 5168 4624 5776
30 Muh. Nuruddin 62 61 3782 3844 3721
31 Teguh Restuono 61 62 3782 3721 3844
32 Rizal 61 63 3843 3721 3969
33 Zainuddin 75 78 5850 5625 6084
34 Aprilia Wisatanto 79 79 6241 6241 6241
35 Zuhri Dawami 80 83 6640 6400 6889
36 Yuni Suryono 83 82 6806 6889 6724
37 Abdullah 81 80 6480 6561 6400
38 Apriyanto 66 71 4686 4356 5041
39 Wantiyo 67 61 4087 4489 3721
40 Wisto 62 61 3782 3844 3721
2729 2774 195647 192989 199202
∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2
Berdasarkan table di atas bias diketahui :
∑X `= 2729
∑Y = 2774
∑XY = 195647
∑X2 = 192989
∑Y2 = 199202
N = 40
Adapun rumus r hitung ( r xy ) adalah sebagai berikut :
N∑XY-(∑X) (∑Y)
rxy =
√[N∑X2-(∑X)2][N∑Y2-(∑Y)2]
40. 195647-(2729) (2774)
rxy =
√[40.192989-(2729)2][40.199202-(2774)2]
7825880-7570246
rxy =
√[272119][273004]
255634
rxy =
√[272119][273004]
255634
rxy =
√74289575476
255634
rxy =
272561.140803306
rxy = 0.9378959863705535
c. Interpretasi.
Interpretasi dengan menggunakan table nilai “r” : df = N-nr =40-2 = 38.
Dengan memeriksa table nilai “r” produk momen ternyata df sebesar 38 tidak
terdapat dalam table maka digunakan df serbesar 40, dengan df sebesar 40
diperoleh “r” table (rt ) pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,304 sedang pada
taraf signifikansi 1% sebesar 0,393. Ternyata “r” hitung ( ro ) sebesar 0,937
jauh lebih besar dari pada “r” table baik pada taraf signifikansi 5% maupun
1%. Dengan demikian Hipotesis Nihil ditolak sedang Hipotesis Alternatif
diterima. Berarti terdapat korelasi positif yang signifikan antara peningkatan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran qur’an hadist dengan implementasi
pendekatan belajar berbasis penemuan ( inquiry-based learning ).
D. Penutup
1. Simpulan
Berdasar hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan belajar
berbasis penemuan ( inquiry-based learning ) memiliki pengaruh yang cukup
besar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
2. Rekomendasi.
Berdasarkan hasil penelitian penulis merekomendasikan supaya guru, terutama
guru mata pelajaran al qur’an dan al hadist menerapkan pendekatan belajar
berbasis penemuan. Sehingga dengan demikian siswa akan lebih berkembang
daya kreatif dan daya kritisnya.
Get documents about "