Diagram Sebab Akibat by bushido02

VIEWS: 2,891 PAGES: 9

									   DIAGRAM SEBAB AKIBAT (FISHBONE DIAGRAM)


Output atau hasil suatu proses dapat diatributkan dengan banyak factor dan hubungan
sebab akibat dapat ditemukan diantara faktor-faktor tersebut. Kita dapat menentukan
struktur atau hubungan sebab akibat yang berlipat dengan mengamati secara
sistematik. Sangat sulit memecahkan masalah yang kompleks tanpa memperhatikan
strukturnya, yang terdiri dari rantai sebab-akibat dan diagram sebab akibat adalah
metoda untuk menyatakan hal tersebut secara sederhana dan mudah.

Pada tahun 1953, Kaoru Ishikawa, professor University of Tokyo meringkas pendapat
para ahli pada sebuah pabrik dalam bentuk diagram sebab akibat waktu mereka
mendiskusikan masalah mutu. Dapat dikatakan pertama kali pendekatan ini
dipergunakan. Sebelumnya staf professor Ishikawa telah menggunakan metoda
pengaturan faktor dalam kegiatan penelitian mereka. Waktu diagram ini dapat
dipergunakan secara praktek maka terbukti sangat berguna dan segera dipergunakan
luas pada perusahaan-perusahaan diseluruh Jepang. Hal ini dimasukkan ke dalam JIS
(Japanese Industrial Standards) mengenai terminologi pada pengendalian mutu dan
didefinisikan sebagai berikut :

Diagram sebab akibat merupakan suatu diagram yang menunjukkan hubungan antara
karakteristik mutu dan faktor. Diagram ini sekarang dipergunakan tidak hanya untuk
diterapkan pada karakteristik mutu produk, tetapi juga pada bidang lain dan diterapkan
diseluruh dunia.

   1. Bagaimana membuat diagram sebab akibat
      Membuat diagram sebab akibat yang berguna bukanlah suatu tugas yang
      mudah. Maka dapat dikatakan dengan siapa yang sukses dalam pemecahan
      masalah dalam pengendalian mutu adalah orang yang sukses dalam membuat
      diagram sebab akibat yang berguna. Ada bermacam-maam jalan untuk membuat
      diagram ini tetapi ada dua metode yang sering digunakan.
      Diagram sebab akibat juga sering disebut dengan diagram tulang ikan karena
      seolah-olah seperti kerangka ikan. Adapun langkah-langkah pada pembuatan
      diagram sebab akibat untuk mengindentifikasikan sebab adalah sebagai berikut :
      a. Langkah 1.
         Tentukan karakteristik mutu.

      b. Langkah 2
         Pilihlah satu karakteristik mutu dan tulis pada sisi sebelah kanan lembaga
         kertas, gambar tulang belakang dari ke kiri ke kanan dan berilah kotak pada


                     property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   1
         karateristik mutu. Selanjutnya tulis sebab utama yang mempengaruhi
         karakteristik mutu sebagai tulang yang besar dan juga beri kotak.

     c. Langkah 3
        Tulislah sebab (sebab kedua) yang mempengaruhi tulang besar (sebab
        utama) sebagai tulang ukuran sedang, dan tulislah sebab (sebab ketiga) yang
        mempengaruhi tulang sedang sebagai tulang kecil.

     d. Langkah 4
        Tulislah kepentingan setiap factor dan tandai factor yang kelihatannya
        mempunyai pengaruh besar pada karakteristik mutu.

     e. Langkah 5
        Catat informasi yang diperlukan

                     Gambar 1. Struktur Diagram Sebab Akibat



                   TULANG BESAR                  TULANG BESAR

    TULANG KECIL

TULANG
SEDANG


  TULANG
                                                                              KARAKTERISTIK
 BELAKANG




                                                                              KARAKTERISTIK
                                                                                (AKIBAT)
                                  TULANG BESAR


                         FAKTOR (SEBAB)

  Sumber : Hitoshi Kume, 1989, Metode Statistik Untuk Peningkatan Mutu, Penerbit
                      Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.



                     property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   2
      Anda akan sering menemukan cara tersebut sulit dikerjakan bila anda latihan
      dengan menggunakan pendekatan ini. Metoda terbaik adalah dengan
      memperhatikan “variasi”

      Sebagai contoh, perhatikan variasi dalam karakteristik mutu bila anda berpikir
      tentang tulang besar. Bila data menunjukkan adanya variasi, perhatikan
      kenapa dapat muncul. Variasi dalam akibat harus disebabkan oleh variasi
      dalam faktor, pertukaran pikiran semacam ini sangat efektif.

      Bila membuat diagram sebab akibat sehubungan dengan rusak tertentu,
      sebagai contoh untuk menemukan terdapatnya variasi dalam sejumlah rusak
      yang terjadi pada hari yang berbeda dalam satu minggu. Bila menemukan
      bahwa rusak terjadi lebih sering pada hari senin daripada hari lain pada
      minggu itu, anda dapat mengubah pikiran sebagai berikut : “kenapa rusak
      dapat terjadi?” “Mengapa kerusakan terjadi lebih sering pada hari senin
      daripada hari-hari lain pada minggu itu? Hal ini akan mengarahkan untuk
      mencari faktor yang membuat Senin dan hari-hari lain berbeda dan akhirnya
      mengarahkan pada menemukan penyebab kerusakan.

      Dengan menggunakan metoda berpikir pada setiap tahap pengujian yang
      berhubungan antara karakteristik dan tulang besar, tulang sedang dan tulang
      kecil, maka diagram sebab akibat yang berguna dapat disusun berdasarkan
      logika.

      Setelah menyelesaikan diagram sebab akibat, tahap selanjutnya adalah
      menentukan tingkat kepentingan pada setiap faktor. Semua faktor dalam
      diagram tidak selalu berkaitan secara langsung dengan karakteristik. Tandai
      faktor yang kelihatan mempunyai pengaruh yang jelas pada karakteristik.
      Akhirnya, masukan informasi yang diperlukan dalam diagram seperti judul,
      nama produk, proses atau grup daftar yang ikut, tanggal dan sebagainya.

2. Cara membuat diagram sebab akibat oleh sebab yang terdaftar sistemik.
   Langkah 1.
      Tentukan karakteristik mutu.

   Langkah 2
      Temukan sebanyak mungkin sebab yang mempengaruhi karakteristik mutu.




                  property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   3
Langkah 3
   Carilah hubungan diantara sebab dan buat diagram sebab akibat dengan
   menghubungkan elemen-elemen tersebut dengan karakteristik mutu dengan
   hubungan sebab akibat

Langkah 4
   Tentukan kepentingan pada setiap faktor dan tandai faktor yang penting yang
   kelihatan mempunyai pengaruh jelas pada karakteristik mutu

Langkah 5
   Tulislah informasi-informasi yang diperlukan


Pendekatan dikarakteristikkan dengan menghubungkan dua kegiatan yang
berbeda, mengambil sebanyak mungkin sebab dan mengaturnya secara
sistematik.

Untuk mengambil sebab, diskusi terbuka dan aktif diperlukan dan metoda efektif
dengan mengadakan pertemuan untuk tujuan ini disebut tukar pikir
(brainstorming) ditemukan oleh A.F. Osborn di Amerika Serikat.

Dalam pembuatan diagram sebab akibat, sebab harus diatur sistematik dengan
mengolah dari tulang kecil ketulang sedang dan dari tulang sedang ke tulang
besar.

Beberapa anjuran pada pembuatan diagram sebab akibat adalah sebagai
berikut ;
   a. Identifikasikan semua faktor yang relevan melalui pengujian dan
       diskusi oleh banyak orang.
       Factor yang sangat kuat mempengaruhi karakteristik harus ditentukan dari
       yang terdaftar dalam diagram. Bila sebuah factor ditinggalkan pada awal
       diskusi sebelum diagram dibuat, maka tidak muncul pada tahap akhir.
       Konsekuensinya, diskusi oleh semua orang yang berkepentingan tidak
       boleh dihilangkan pada persiapan diagram yang lengkap yang tidak boleh
       gagal.

   b. Nyatakan karakteristik senyata mungkin
      Karakteristik yang dinyatakan secara abstrak hanya menghasilkan
      diagram sebab akibat yang berdasarkan terlalu umum. Walaupun diagram
      ini tidak akan berisi kesalahan mendasar dari pandangan hubungan

               property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   4
      sebab-akibat, tetapi tidak akab sangat berguna untuk memecahkan
      masalah yang nyata.

   c. Buatlah diagram sebab akibat yang berjumlah sama dengan jumlah
      karakteristik.
      Kesalahan dalam berat dan panjang pada produk yang sama akan
      mempunyai struktur sebab akibat yang berbeda, dan ini harus Dianalisa
      dalam dua diagram yang terpisah. Mencoba memasukkan segalanya
      dalam satu diagram akan menghasilkan diagram besar yang tidak
      terkelola dan ruwet dan membuat pemecahan masalah yang sulit.

   d. Pilihlah karakteristik dan faktor yang dapat diukur.
      Sesudah menyelesaikan diagram sebab akibat, perlu memahami
      kekuatan hubungan sebab akibat secara obyektif dengan menggunakan
      data. Untuk tujuan ini, kedua karakteristik dan faktor penyebab harus
      dapat diukur. Bila tidak mungkin mengukurnya, harus dicoba sebisa
      mungkin untuk dilakukan pengukuran atau mencari karakteristik yang
      dapat mengganti.

   e. Temukan faktor yang dapat diuji untuk diambil tindakan.
      Bila sebab yang telah anda diindentifikasikan tidak dapat dikerjakan,
      persoalan tidak dapat dipecahkan. Bila perbaikan dipengaruhi, sebab
      harus dipecah pada tingkat di mana hal tersebut dapat dikerjakan,
      kebalikannya mengindentifikasikan akan menjadi latihan yang tidak
      berarti.

Sementara itu pula terdapat beberapa anjuran dalam penggunaan Diagram
Sebab Akibat seperti :

a. Menentukan kepentingan pada setiap faktor secara obyektif dengan dasar
   data. Pengujian faktor dengan dasar keahlian dan pengalaman anda adalah
   sangat penting, tetapi hal itu berbahaya memberikan kepentingan dengan
   persepsi subyektif atau impresi sendiri. Kebanyakan masalah yang dapat
   dipecahkan dan konsekuensi pendekatan ini dapat telah dipecahkan dan
   konsekuensinya masalah tidak dapat dipecahkan dengan pendekatan ini.
   Menentukan kepentingan faktor secara obyektif dengan menggunakan data
   adalah lebih ilmiah dan lebih logis.

b. Mencoba mengembangkan diagram sebab akibat secara bersambung sambil
   menggunakannya. Sesungguhnya menggunakan diagram sebab akibat akan
   membantu dalam melihat bagian yang perlu diperiksa, dihilangkan atau

              property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   5
      dimodifikasikan dan juga menemukan bagian yang harus ditambah. Harus
      membuat usaha yang berulang untuk mengembangkan diagram anda dan
      akhirnya diagram sesungguhnya yang berguna akan didapat. Ini akan
      berguna dalam pemecahan masalah dan pada waktu yang sama akan
      membantu mengembangkan keahlihan dan menambah pengetahuan tentang
      teknologi yang baru.


3. Diagram Pareto dan diagram sebab akibat
   Macam-macam metoda harus diterapkan secara kombinasi dalam memecahkan
   masalah dan kombinasi diagram pareto dan diagram sebab akibat pada
   umumnya berguna. Berikut ini merupakan contoh khusus hal tersebut .
   a. Pemilihan masalah
      Di bawah ini menggambarkan pengujian ketidaksesuaian dalam proses
      manufakturing dengan menggunakan Diagram Pareto. Waktu data
      ketidaksesuaian dikumpulkan selama dua bulan telah diklasifikasikan dengan
      item yang tidak sesuai, maka ditemukan kerusakan dimensi dalam jumlah
      besar, meliputi 48% dari ketidaksesuaian total. Oleh sebab itu analisa ini
      berusaha megnurangi jumlah ketidaksesuaian dengan menekankan pada
      kerusakan dimensi.

   b. Analisa dan ukur banding
      Semua anggota bengkel mendiskusikan penyebab dari variasi dimensi dan
      membuat diagram sebab-akibat, selanjutnya dibuat dengan meneliti semua
      unit yang mempunyai variasi dimensi untuk menguji sampai seberapa jauh
      faktor ini mempengaruhi ketidak sesuaian. Dengan beberapa item tidak
      mungkin untuk menjelaskan penyebab ketidak sesuaian dan ini dikumpulkan
      dengan judul atau istilaj “Tidak Jelas”. Kita menemukan dari Diagram Pareto
      bahwa terjadinya kerusakan sangat besar dipengaruhi oleh posisi penyetelan.
      Walaupun posisi penyetelan telah dilakukan sesuai dengan standar operasi
      tradisional, metoda penyetelan standar tidak kelihatan. Hal ini mengarah
      pada variasi sisi penyetelan dan menghasilkan kerusakan dimensi. Anggota
      bengkel selanjutnya membuat desain penyetelan yang tepat yang berikutnya
      distandarkan dan ditambahkan pada standar operasi

   c. Pengaruh pengembangan
      Setelah pengembangan dijalankan, data dikumpulkan dan Diagram Pareto
      dibuat untuk membandingkan hasilnya, dua Diagram Pareto pada gambar 5
      dengan jelas menunjukkan kerusakan dimensi setelah diturunkan.



                 property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   6
                                                  Gambar 2. Diagram Pareto Item Yang Tidak Sesuai

                                   1 Juni 1985 – 31 Juli 1985
                                                                                                    100

                                                                                                    90

                                                                                                    80
                       150




                                                                                                                 Prosentase Kumulatif Total Rusak
                                                                                                    70
   Jumlah Item Cacat




                                                                                                                                                      A = Cacat dimensi          D = Retak
                                                                                                    60
                                                                                                                                                      B = Lubang Pen             E = Distorsi
                       100                                                                          50                                                C = Goresan

                                                                                                    40

                                                                                                    30
                       50
                                                                                                    20

                                                                                                    10


                               A           B            C          D          E        Lain-lain



                                           Gambar 3. Diagram Sebab Akibat pada kerusakan dimensi

                                                       OPERATOR                                          MESIN
                               Kecapaian
                                                                       Konsentrasi                                        Stabilitas
                         Kesehatan                                                    Semangat                                                                  Operasi
                                                                                             Komponen
                                               Sakit                    Perhatian
                                                         Latihan                                                                                    Tidak Seimbang
                                        Pendidikan                       Pemeriksaan                                                                   Deformasi
                                   Keahlian                                                                                                                       Jig dan Mata Pahat
                                                                                             Item Metoda

                                                   Pengalaman                                                                                            Abrasi
                                                                                                                                                                          VARIASI DIMENSI
                                                                                                                                                       Posisi
                                                       Posisi      Diameter         Tingkat Pengerasan                                                     Bahan Pengencang
                Komponen
                                                                         Dari                                                                       Cara Sudut
                                                                                  Setting
                                                            Dimensi                                                                                      Pekerjaan
Mutu Bahan
                                                                                            Order
                       Penyimpanan
                                                                                                                                         Kecepatan
                         KOMPONEN DAN BAHAN                                                 METODA OPERASI



                                                  property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010                                                          7
                                                           Gambar 4. Diagram Sebab Akibat oleh Penyebab
                                  100
                                            1 Juni 1985 – 31 Juli 1985
                                  90

                                  80

                                  70
             Jumlah Item Cacat




                                  60




                                                                                               Prosentase Total Rusak
                                  50
                                  40

                                  30

                                  20

                                  10


                                        V       W      X       Y     Z             Lain-lain
                                                                         Tidak Jelas



                                 Gambar 5. Perbandingan Diagram Pareto sebelum dan sesudah perbaikan

                                                                         100
                                    1 Juni 1985 – 31 Juli 1985
                                                                         90

                                                                         80                                                              Akibat Total
                        150
                                                                         70
Jumlah Item Cacat




                                                                                1 September 1985 – 31 Oktober 1985
                                                                         60                                                              100
                                                                                100
                        100                                              50
                                                                         40                                                              80

                                                                         30                                                              60
                                                                                 50                                                               Akibat
                        50
                                                                         20                                                              40

                                                                         10                                                              20


                                   A     B       C     D       E    Lain-lain           C         B                     A   D   E   Lain-lain
                                                       property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010                      8
Sumber Pustaka :

Hitoshi Kume, 1989, Metode Statistik Untuk Peningkatan Mutu, Penerbit Mediyatama
Sarana Perkasa, Jakarta.




                    property@Dino Rimantho/dhiyas.org | Diagram Sebab-Akibat/Dec.2010   9

								
To top