Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

SEJARAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

VIEWS: 1,424 PAGES: 12

									KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
                    Oleh : Winardi

  SEJARAH KESELAMATAN
  DAN KESEHATAN KERJA
• Dalam tahun 1760 sebelum Masehi Raja
  hammurabi, yang merupakan pendiri
  dynasti Babylonia, menyusun kumpulan
  undang-undang dan peraturan yang
  kemudian disebut Kode Hammurabi. Kode
  ini, telah diterima oleh raja dari dewa
  matahari, Shamash, yang memberikan
  prosedur mengenai hak-hak milik, hak
  perorangan, dan hutang-piutang. Ini
  diberikan antara lain untuk mengatur
  kerusakan yang disebabkan oleh
  pengabaian dalam berbagai perdagangan.
• Sebagai contoh, ini mengatur mengenai
  hal berikut :
   – Jika seorang pembangun membangun
     rumah untuk seseorang dan tidak
     membangunnya secara tepat, kemudian
     rumah tersebut runtuh dan menewaskan
     pemiliknya, maka pembangun harus
     dihukum mati
•   Hippocrates, ahli fisika Yunani yang terkenal,
    disebut sebagai bapak pengobatan. Sekitar
    tahun 400 SM dia berusaha menangani
    tetanus, membantu memeriksa wabah di
    sekitar Athena, serta memberikan panduan
    perawatan cidera di kepala yang disebabkan
    kecelakaan
•   Selama awal Abad Pertengahan berbagai
    bahaya diidentifikasi, termasuk efek-efek
    paparan timbal dan mercury, kebakaran
    dalam ruang terbatas, serta kebutuhan alat
    pelindung perorangan. Namun demikian,
    tidak ada standard atau persyaratan
    keselamatan yang terorganisasi dan
    ditetapkan pada saat itu. Para pekerja
    biasanya pengrajin independen atau bagian
    dari toko atau pertanian keluarga dan
    bertanggung jawab sendiri untuk
    keselamatan, kesehatan dan
    kesejahteraannya.
Revolusi Industri

Sejak revolusi industri, permesinan, alat mekanikal, listrik dan bahan-
bahan kimia telah menjadi bagian integral dengan kehidupan manusia.
Mekanisasi memberikan banyak keuntungan, tetapi diiringi pula dengan
meningkatnya resiko, penyakit, dan cedera.
•   Bahaya ditempat kerja telah mulai
    diidentifikasi oleh para ahli ilmu
    kedokteran sejak tahun 1800-an.
    Ramazzini (1633 – 1714) dikenal
    sebagai Bapak Pengobatan Kerja
    (Occupational Medicine). Kematian
    dan cacat akibat kerja saat itu
    memang dianggap biasa, terutama di
    bidang pertambangan dan pertanian.
    Ramazinni adalah orang yang
    merekomendasikan penyelidikan ke
    dalam sejarah kesehatan pasien.
•   Pada awal abad 18 dan pada saat
    terjadinya Revolusi Industri, Benardino
    Ramazzini menulis “Discourse on
    Disease of Workers”. Dikenal sebagai
    bapak pengobatan pekerja, dia
    menggambarkan penyebab dari
    penyakit akibat kerja yang terjadi pada
    kimiawan yang bekerja di laboratorium
• Namun demikian, perhatiannya
  yang besar pada kimiawan,
  membuatnya percaya harus ada
  perlindungan terhadap profesi
  mereka jika dia menyarankan
  intervensi keselamatan. Dia juga
  menggambarkan rasa sakit yang
  terjadi di tangan tukang ketik,
  yang mengawali pengetahuan kita
  mengenai cidera yang disebabkan
  gerakan berulang. Sebagai
  tambahan pada kuesioner
  standard sejarah pasien, dia juga
  menanyakan “Apa pekerjaan
  anda?”
• Pada akhir tahun 1700an, sistem
  pabrik memperkenalkan pekerja
  bahaya baru dan tidak diketahui.
  Perusahaan tekstil dijalankan dengan
  mesin pintal, gulungan kapas dan
  tumpukan benang, bersama dengan
  resiko yang berhubungan dengan
  mesin, kebisingan dan debu.
• Manajemen diperhadapkan dengan
  keuntungan dan kerugian. Kematian
  dan cidera diterima sebagai bagian
  dari bidang industri. Sekarang,
  mungkin rasa sakit dan kesakitan
  mungkin diperhatikan sebagai norma
  dan diterima dalam beberapa
  pekerjaan industri. Kemudian
  manajemen keselamatan dan
  kesehatan, tidak dipertimbangkan
  atau diperlukan. Buruh sangat banyak
  dan pekerja senang dengan hanya
  memperoleh pekerjaan
•   Pada awal tahun 1800an, Revolusi Industri
    melanda Amerika Serikat, menekankan
    pengurangan biaya, dan tenaga kerja
    menjadi makin banyak dengan buruh
    imigran dan buruh anak-anak.
•   Undang-undang yang umum pada saat itu
    menguntungkan para pengusaha dan
    manajer, dan nyatanya tidak ada
    kompensasi untuk penyakit atau cidera serta
    tidak ada standard yang disetujui untuk
    keselamatan tempat kerja.
•   Namun demikian, ketika cidera semakin
    meningkat, usaha pertama terhadap
    kompensasi dimulai di Massachusetts
    dengan Employer’s Liability Law pada tahun
    1887. Namun demikian pada banyak kasus,
    usaha kompensasi ditolak dengan berbagai
    alasan legal jika pengusaha dapat
    menunjukkan bahwa pekerja lalai atau
    memberikan kontribusi terhadap penyebab
    kecelakaan.
•   Abad duapuluh merupakan awal perhatian
    keselamatan kerja pada arena politik. Pada tahun
    1908, Theodore Roosevelt mengatakan : “Jumlah
    kecelakaan yang menyebabkan kematian pekerja
    .... semakin meningkat. Dalam beberapa tahun,
    ini meningkat dengan cepat dengan
    menyebabkan kematian yang lebih besar
    daripada perang besar.” Ini diikuti dengan
    penetapan persyaratan Workers Compensation
    secara federal serta di seluruh negara bagian.


•   Pada saat yang sama, standard-standard
    keselamatan mengenai pelindung mesin dan
    perusahaan baja serta rel kereta api memulai apa
    yang kita kenal sekarang sebagai program
    manajemen keselamatan kerja. Kebakaran pabrik
    Triangle Shirtwaist yang terkenal pada tahun
    1911, yang menyebabkan kematian pekerja
    garmen sebanyak 146 orang, membantu untuk
    menggabungkan usaha-usaha ini. National
    Safety Council dibentuk pada saat itu
•   Sampai tahun 1931, sebagian besar dari
    usaha-usaha intervensi keselamatan dan
    kesehatan diarahkan langsung untuk
    meningkatkan kondisi pabrik. Kemudian
    H.W. Heinrich menerbitkan buku yang
    berjudul Industrial Accident Prevention. Dia
    mengusulkan konsep bahwa tindakan-
    tindakan orang lebih besar menyebabkan
    kecelakaan daripada kondisi tempat kerja.
    Dia kadang-kadang disebut sebagai Bapak
    Safety Modern karena dia yang pertama
    mengusulkan prinsip-prinsip keselamatan
    kerja yang terorganisasi.
•   Prinsip-prinsip ini revolusioner pada saat itu.
    Prinsip-prinsip ini mencakup konsep bahwa
    kecelakaan disebabkan terutama karena
    unsafe acts dari pekerja, dan bahwa unsafe
    act yang sama mungkin terjadi lebih dari
    300 kali. Dia juga mengusulkan beberapa
    alasan mengapa orang-orang bertindak
    unsafe, metodologi dasar untuk mencegah
    kecelakaan, serta mengusulkan bahwa
    manajemen bertanggung jawab untuk
    melakukan pencegahan kecelakaan kerja
•   Dalam tahun 1970, Occupational Safety
    and Health Act (OSHA) yang bersejarah
    disahkan dan menjadi undang-undang
    federal yang efektif pada tahun 1971. Ini
    diikuti dengan beberapa kejadian, termasuk
    pembaharuan pada keselamatan
    kendaraan dengan buku Ralph Nader yang
    berjudul Unsafe at Any Speed.
•   Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi
    elemen penting pada sebagian besar
    industri manufakturing.
•   Standard-standard telah dimulai dan
    manajemen telah mengetahui bahwa
    keuntungan operasi secara langsung
    terpengaruh ketika pekerja mengalami lost
    time karena cidera yang disebabkan kerja.
       PENTINGNYA MANAJEMEN
         KESELAMATAN KERJA

• Alasan Hukum ( Legal
  Complience )

• Alasan Ekonomi (
  Business Reason )

• Alasan Moral ( Moral
  Complience )

								
To top