Docstoc

Desain Sistem Terinci

Document Sample
Desain Sistem Terinci Powered By Docstoc
					          NAMA ANGGOTA :

  1. Arvin wongsari wong ( 52008005 )

2. Melita eugenia jimantoro ( 51008025 )

    3. Novianti kandaw (51008030)




 STMIK KHARISMA MAKASSAR
             2009-2010
                                   DESAIN SISTEM TERINCI


1.1 Desain Output Terinci
       Pada tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk
menentukan kebutuhan output dari system baru. Output apa saja yang dibutuhkan oleh system
yang baru ? desain output secara umum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini.
Bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut ? desain output terinci
dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini.
1.1.1 Bentuk Laporan
       bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh system informasi, yang paling banyak
digunakan adalah dalam bentuk table dan berbentuk grafik atau bagan.


1.1.1.1 Laporan Berbentuk Tabel
               Berikut ini adalah macam-macam laporan yang berbentuk table yang
menekankan kualitas isi serta kegunaannya.
a. Notice Report
       notice report merupakan bentuk laporan yang memerlukan perhatian khusus. Laporan
ini harus dibuat sesederhana mungkin, tetapi jelas, karena dimaksudkan supaya permasalahan-
permasalahan yang terjadi tampak dengan jelas sehingga dapat langsung ditangani. Contoh dari
notice report sebagai berikut:
                                             PT.ARIEF KURNIAWAN


                                     LAPORAN PENURUNAN PENJUALAN
                                         MENURUT JENIS BARANG
                                             BULAN DESEMBER 1987


                                 DAERAH PENJUALAN                  %PENURUNAN


                                 YOGYAKARTA               10,00%
                                 SEMARANG                          45,00%
                                 SURAKARTA                         12,50%
b. Equipoised Report
          isi dari equipoised report adalah hal-hal yang bertentangan. Laporan ini biasanya
digunakan untuk maksud perencanaan. Dengan disajikannya informasi yang berisi hal -hal
bertentangan, maka dapat dijadikan sebagai dasar di dalam pengambilan keputusan. Contoh
dari equipoised report adalah sbb :
                                                     PT. ARIEF KERNIAWAN


                                 LAPORAN PERENCANAAN MEMASUKI PASAR YANG BARU
                                                       DAERAH SLEMAN
                                                 UNTUK TAHUN FISKAL 1989



                                                                     KEADAAN PASAR
                                                          JELEK                         BAIK
                           Penjualan                      Rp. 1.000.000                 1.750.000
                           Ha rga Pokok Penjualan                 600.000               1.050.000
                           Laba Kotor                     Rp. 400.000                     700.000
                           Bia ya Penjualan               Rp. 300.000                     350.000
                           Bia ya Administrasi Rp. 125.000                     150.000


                           Laba ( Rugi )                  (Rp.     25.000)                200.000

c. Variance Report
          Macam laporan ini menunjukkan selisih ( variance ) antara standar yang sudah
ditetapkan dengan hasil kenyataan atau sesungguhnya. Contoh dari variance report adalah
sebagai berikut :
                                                       PT. SEGAR BUGAR

                                        LAPORAN KINERJA DEPARTEMEN PEMBELIAN

                                                      BULAN MARET 2008




BARANG DIBELI     UNIT            HARGA                    HARGA             SELISIH           TUTAL
                  DIBELI      SESUNGGUHNYA                STANDAR            HARGA             SELISIH

IBM PC XT           10                  1.200.000           1.050.000        150.000           1.500.000   R
Moni tor Colour      8                    415.000             365.000         50.000             400.000   R
Ha rd Disk 512                                                                                             L
                    5                      595.000               625.000       30.000           150.000
MB
TOTAL                                                                        170.000           1.750.000   R
   d. Comparative Report
            Isi laporan ini adalah membandingkan antara satu hal dengan hal yang lainnya. Misalnya
   pada laporan laba/rugi atau neraca dapat membandingkan antara nilai-nilai elemen tahun
   berjalan dengan tahun-tahun sebelumnya. Contoh dari Comparative Report adalah sebagai
   berikut :
                                              PT. SEGAR BUGAR




                                                     NERACA

                                              31 DESEMBER 2008

                                           (DALAM RIBUAN RUPIAH)




AKTIVA                                  31-12-2007      31-12-2008             SELISIH

Akti va Lanca r                             45.000            75.000      30.000          66,67 %
Akti va Tetap                              155.000           225.000      70.000          45,16 %

Total Akti va                              200.000           300.000     100.000          50,00 %

Passi va
Hutang Lanca r                              10.000            15.000        5.000         50,00 %
Hutang jangka Panjang                       37.500            30.000      (7.500)        (20,00)%
Modal Saham                                130.000           200.000       70.000         53,85 %
Laba Di tahan                               22.500            55.000       32.500        144,44 %

Total Pasi va                              200.000           300.000     100.000          50,00 %



 1.1.1.2 Laporan Berbentuk Grafik

            Laporan yang berbentuk grafik atau bagan dapat diklasifikasikan diantaranya sebagai
   bagian garis (line chart), bagan batang (bar chart) dan bagan pastel (pie chart).

                90
                80
                70
                60
                                                                                                Jakarta
                50
                40                                                                              Depok
                30                                                                              Bogor
                20
                10
                 0                                                                   a. Bagan Batang
                        2005        2006              2007             2008
     100
       90
       80
       70
       60                                                                    Jakarta
       50                                                                    Depok
       40                                                                    Bogor
       30
       20
       10
        0
                 2005        2006             2007      2008




                                       b.Bagan Garis


                             Jakarta




                                                         2005
                                                         2006
                                                                    c. Bagan Pastel
                                                         2007
                                                         2008




BAGAN BATANG
       Nilai-nilai dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang -batang
vertical ataupun batang-batang horizontal. Kebaikan dari bagan batang adalah sebagai berikut :
      Baik untuk perbandingan
      Dapat menunjukkan nilai dengan tepat
      Mudah dimengerti
Kelemahannya :
      Terbatas hanya pada satu titik saja
      Spasi dapat menyesatkan


BAGAN BARIS
       Pada bagian baris (line chart), variasi dari data ditunjukkan dengan suatu garis atau
kurva. Bagian garis mempunyai beberapa kebaikan, yaitu :
    Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik
    Dapat menunjukkan beberapa titik
    Tingkat kecepatannya dapat diatur sesuai dengan skalanya.
    Mudah dimengerti
 Kelemahannya :
    Bila terlalu banyak garis atau kurva ( lebih dari 4 buah garis atau kurva), maka akan
      tampak rumit
    Hanya terbatas pada 2 dimensi
    Spasi dapat menyesatkan


 BAGAN PASTEL
      Bagan Pastel (Pie Chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaran menyerupai kue
 pastel (pie). Tiap-tiap potong dari pie dapat menunjukkan bagian dari data.
 Kebaikan dari bagan pastel adalah sebagai berikut :
     Baik untuk perbandingansebagian dari keseluruhannya
     Mudah dimengerti
 Kelemahannya :
     Penggunaannya terbatas
     Ketepatannya Kurang
     Tidak dapat menunjukkan hubungan bebapa titik
     Mudah dimengerti


1.1.2 Pedoman Desain Laporan
      1. Untuk laporan formal, sedapat mungkin dibagi menjadi tiga bagian utama,
      yaitu :
                • Judul laporan.
                • Tubuh laporan.
                • Catatan kaki laporan yang dapat berisi ringkasan, subtotal atau grandtotal.
2. Untuk laporan-laporan yang penting, gunakanlah kertas yang berkualitas baik, tidak
mudah sobek serta tidak mudah kotor.
3. Untuk tiap-tiap batas tepi laporan (margin), sebaiknya diberi jarak 2 1/2 cm, sehingga
bila pinggir laporan tersobek tidak akan mengenai isi laporannya.
4. Gunakanlah spasi baris yang cukup, sehingga laporan mudah dibaca.
5. Untuk hal-hal yang ingin ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf besar, tebal, atau
digaris-bawahi.
6. Gunakanlah bentuk huruf cetak yang jelas dan tidak membingungkan serta hindari
pengguanaan font yang sulit untuk dimengerti.
7. Jika isi laporan menjelaskan suatu daftar urutan, gunakanlah tanda "." atau "-". Bila
urutannya penting dapat dipergunakan tanda 1,2,3 dan seterusnya dan sajikan dalam
urutan yang terpenting.
8. Letakkanlah informasi yang mendetail di lampiran dan gunakanlah penunjuk yang
mudah dipahami untuk menjelaskan kepada pemakai laporan Ietak dari informasi detail
tersebut.
9. Usahakan di dalam laporan berisi keterangan-keterangan yang diperlukan yang
mungkin akan ditanyakan oleh pemakai laporan bila keterangan-keterangan tersebut
tidak ada.
10. Laporan untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi, sebaiknya lebih tersaring dan
untuk tingkat manajemen yang lebih rendah lebih terinci.
11. Laporan harus dibuat dan didistribusikan tepat pada waktunya.
12. Laporan harus sederhana tetapi jelas.
13. Laporan harus diungkapkan dalam bentuk dan Bahasa yang mudah dimengerti dan
dipahami oleh pemakainya.
14. Isi laporan harus akurat.
15. Laporan bilamana mungkin harus distandardisasi. Bentuk-bentuk laporan yang selalu
berubah akan menyebabkan kebingungan bagi mereka yang menggunakannya.
16. Laporan harus berguna
17. Biaya pembuatan laporan harus dipertimbangkan
1.1.3 Alat-alat Desain Output Terinci
               Dua buah alat desain sistem dapat digunakan untuk desain output terinci, yaitu
       sebagai berikut ini.
               1. Printer layout form atau printer spacing chart atau printer layout chart
       merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk dari
       output di printer.
               2. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus dari arus
       data. Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci.


1.1.4 Mengatur Tata Letak Isi Output
       Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output
untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain
yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai system maupun bagi programmer. Bagi
pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai
dengan yang dinginkan atau belum.
       Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk
menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhan desain output ini untuk
menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan suatu output. Pengaturan
tata letak isi output yang akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer
(printer layout chart) dan kamus data output.


1.1.5. Penjelasan Data di Kamus Data Output
       Desain output terinci ini selain dimaksudkan untuk user, juga terutama akan digunakan
oleh programmer di dalam membuat program. Programmer perlu diberi penjelasan yang lebih
terinci lagi tentangi isi dari output tersebut. Penjelasan data terinci ini dapat diperoleh di kamus
data output. Kamus data output dibuat berdasarkan kamus data arus data dan desain tata letak
di bagian tata letak printer.
1.2 Desain Input Terinci
       Masukan ( input ) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari
informasi adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Data
hasil dari transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi. Hasil dari sistem informasi
tidak lepas dari data yang dimasukkan. Sampah yang masuk sampah pula yang keluar ( garbage
in garbage out ).
Supaya tidak dihasilkan sampah, maka input yang masuk dalam sistem informasi harus tidak
boleh berupa sampah. oleh karena itu desain input harus berusaha membuat suatu sistem vang
dapat menerima input yang bukan sampah. Desain input terinci dimulai dari desain dokumen
dasar sebagai penangkap input yang pertama kali. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan
baik, kemungkinan input yang tercatat dapat salah bahkan kurang.


1.2.1 Dokumen Dasar
       Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk
menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat didokumen dasar kemudian
dimasukkan sebagai input ke system informasi untuk diolah. Dokumen dasar sangat penting
didalam arus data di system informasi. Dokumen dasar ini dapat membantu didalam
penanganan arus data sebagai berikut :
 1.    Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
 2.    Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.
 3.    Dapat mendorong, lengkapnya data, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu
       persatu didalam dokumen dasarnya.
 4.    Bertindak sebagai pendistribusian data, karena sejumlah tembusan dari formulir-
       formulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau departemen-
       departemen yang membutuhkannya.
 5.    Dokumen dasar dapat membantu didalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang
       sah, sehingga dapat berguna untuk audit trial (pelacakan pemeriksaan).
 6.    Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung (back up) dari file-
       file data dikomputer.
       Untuk mencapai maksud tersebut, dokumen dasar harus dirancang dengan baik, berikut
 ini merupakan petunjuk-petunjuk didalam perancangan dokumen dasar yang baik, sebagai
 berikut ini :

 1.    Kertas yang digunakan
 2.    Ukuran dari dokumen dasar
 3.    Warna yang akan digunakan
 4.    Judul dokumen dasar
 5.    Nomor dokumen dasar
 6.    Nomor urut dokumen dasar
 7.    Nomor dari jumlah halaman
 8.    Spasi
 9.    Pembagian area
 10. Caption
 11. Instruksi didalam dokumen dasar
 12. Jendela di amlpop
 13. Jumlah tembusan


1.2.2 Cara Mengurangi Jumlah Masukan
       Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah input yang akan
dimasukkan ke sistem tanpa mengurangi kelengkapannya. Cara-cara yang dapat dilakukan
adalah sebagai berikut ini.
1. Menggunakan kode
       Untuk hal-hal yang unik dapat dipergunakan kode. Pemakain kode akan membuat input
menjadi lebih pendek dan unik. Hal-hal yang dapat diwakili dengan kode misalnya adalah kode
rekening , kode barang, kode langganan,kode wilayah, kode pemasok, kode karyawan dan lain
sebagainya. Pemasukan data dengan menggunakan nama langganan akan sangat panjang dan
dapat menyebabkan input jadi salah, karena kemungkinan ada nama langganan yang sama. Bila
tiap-tiap langganan diwakili dengan satu kode langganan tertentu, maka pemasukan jumlah
data akan dapat lebih sedikit dan dapat dihindarinya kesalahan pemasukan data.
2. Data yang relatif konstan disimpan di file induk acuan
       Data yang relatif konstan dapat disimpan di file induk acuan (reference master file) dan
dapat diambil dengan menggunakan suatu kode tertentu, sehingga tidak perlu dimasukkan
sebagai input data.
3. Jam dan Tanggal dapat diambilkan dari system
       Umumnya sistem komputer sekarang menyediakan jam dan tanggal yang sifatnya
permanen, dan tetap akan bekerja walaupun aliran listrik komputer dimatikan. Sehingga jam
dan tanggal tidak perlu lagi diinputkan.
4. Rutin perhitungan dilakukan oleh sistem
       Perhitungan- perhitungan tidak perlu dihitung terlebih dahulu dan hasilnya diinputkan,
tetapi tugas ini dapat diserahkan oleh sistem komputer. Cara ini dapat menghemat dan
memudahkan pemasukan data.


1.2.3 Kode
       Kode dapat digunakan untuk tujuan mengkalsifikasikan data, memasukkan dat kedalam
 computer dan unutk mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya.
 Kode dapat dibentuk dari kumpulan angka, huruf dan karakter-karakter khusus. Angka
 Merupakan symbol yang banyak digunakan pada system kode. Akan tetapi kode yang
 berbentuk angka lebih dari 6 digit akan sangat sulit untuk diingat. Kode Numerik (Numeric
 Code) menggunakan 10 macam kombinasi angka didalam kode. Kode alphabetik (alphabetic
 code) menggunakan 26 kombinasi huruf untuk kodenya, Kode Alpha numeric (alphanumeric
 code) merupakan kode yang menggunakan gabungan angka, huruf, dan ka rakter-karakter
 khusus. Meskipun kode numerik, alphabetik dan alphanumeric merupakan kode yang paling
 banyak digunakan didalam sistem informasi, tetapi kode yang lain juga mulai banyak
 digunakan, seperti misalnya kode batang (bar code).
1.2.3.1 Petunjuk Pembuatan Kode
       Beberapa Kemungkinan susunan digit (angka),huruf dan karakter-karakter khusus dapat
dirancang kedalam bentuk kode. Di dalam merancang suatu kode harus diperhatikan beberapa
hal,yaitu sebagai berikut ini.
1. Harus mudah diingat
2. Harus unik
3. Harus fleksibel
4. Harus efisien
5. Harus konsisten
6. Harus distandarisasi
7. Spasi dihindari
8. Hindari karakter yang mirip
9. Panjang kode harus sama


1.2.3.1 Tipe Dari Kode
                Ada bebapa macam tipe dari kode yang dapat digunakan didalam sistem
 informasi, masing-masing tipe dari kode tersebut mempunyai kebaikan dan kelemahannya
 tersendiri. Dalam praktek tipe-tipe kode yang ada dapat dikombinasikan.
    Kode Mnemonik (mnemonik Code) di gunakan untuk tujuan supaya mudah diingat,
       dibuat dengan dasar singkatan atau mengambil sebagian karakter dari item yang
       mewakili.

    Kode Urut (sequentional code) disebut juga dengan kode seri (serial code) merupakan
       kode yang nilai urut antara yang satu kode dengan kode berikutnya.

    Kode Blok (block code) mengklasifikasikan item kedalam kelompok blok tertentu yang
       mencerminkan suatu klasifikasi tertent atas dasar pemakaian maksimum yang
       diharapkan.
    Kode Group (group code) merupakan kode yang berdasrkan field-field dan tiap-tiap field
       kode mempunyai arti.
    Kode Desimal (desimal code) mengklasifikasikan kode atas dasar 10 unit angka desimal
       dimulai dari angka 0 sampai dengan angka 9 atau dari 00 sampai dengan angka 99
       tergantung dari banyak kelompok.

1.3    Desain Dialog Layar Terminal
               Merupakan rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user)
       dengan komputer.
               1. Pedoman Desain Dialog
                       merupakan pedoman di dalam mendesain dialog layar teminal.
               2. Strategi Dialog
                       yaitu strategi untuk membuat dialog layar komputer. Beberapa strategi
                   yang dapat digunakan :
                   a. Menu
                   b. Kumpulan instruksi
                   c. Dialog Pertanyaan/jawaban

1.4 Desain Database Terinci
       Di tahap desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk
mengidentifikasikan kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem informasi saja.
Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan untuk mendefinisikan isi atau
struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasikan di desain secara umum.
       Elemen – elemen data di suatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan
suatu output. Demikian juga dengan input yang akan direkamkan di database,file-file database
harus mempunyai elemen-elemen           untuk menampung input yang dumasukkan. Dengan
demikian isi atau struktur dari suatu file database tergantung dari arus data masuk dan arus
data keluar ke atau file tersebut. Arus data dari suatu file database dapat dilihat pada diagram
arus data yang telah dibuat di desain model secara umum.
1.5 Desain Teknologi Terinci
          Desain dari tekonologi terinci sebenarnya telah dilakukan di tahap desain secara umum.
Pada desain secara umum ini telah dapat ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi yang akan
digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap desain secara umum adalah
kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas simpanan luar yang teah
didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu
berdasarkan pengalaman analis sistem.
          Setelah file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan
luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yang
dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file database yang
akan menyimpan data untuk satu periode tertentu. Dari kamus data untuk masing -masing
file,dapat dihitung besarnya file tersebut,yaitu sebesar panjang recordnya dikalikan dengan
volumenya tiap periode simpanan dikalikan lagi dengan kejadiannya. Sebagai misalnya adalah
file INDUK-KARYAWAN, besarnya file ini dapat dihitung sebesar :
Cntoh :
          Panjang record = 87 byte;
          Volume per periode simpanan = 300 karyawan
          Kejadian tiap karyawan = 1 kali
          Besarnya file database ini adalah = 300 x 1 x 87 byte = 26100 byte


          Disamping simpanan luar digunakan untuk merekamkan data, juga digunakan untuk
tempat simpanan perangkat lunak. untuk aplikasi yang kici1, besarnya simpanan untuk
perangkat lunak aplikasi ini sekitar 100 KB sampai dengan 5 MB. Untuk aplikasi yang cukup
besar, besarnya simpanan yang dibutuhkan untuk perangkat lunak sekitar 5 MB sampai dengan
10 MB. Untuk aplikasi yang besar, besarnya simpanan untuk perangkat lunak sekitar 10 MB
sampai dengan 20 MB. Jumlah keseluruhan kapasitas simpanan luar yang dibutuhkan untuk
contoh sebelumnya adalah :
- kapasitas simpanan untuk file data =         230.67 KB
- kapasitas simpanan untuk program =           100.00 KB   +
- total kapasitas simpanan luar diperlukan = 330,67 KB
Dengan demikian contoh aplikasi ini hanya cukup membutuhkan simpanan luar berupa diskette
dengan kapasitas 360 KB saja yang telah mampu merekam data karyawan sebanyak 250
karyawan dengan tiap-tiap perubahan golongannya.


1.6 Desain Model Dan Kontrol Terinci
        Model dari sistem secara fisik dan secara logika telah disesain pada tahap desain sistem
secara umum. Sistem secara fisik dapat digambarkan dengan bagan alir sistem atau dan bagan
alir dokumen. Sistem secara logika dapat digambarkan dengan Diagram Arus Data. Desain
model sistem ini secara umum hanya menggambarkan procedure dan metode pengolahan data
dari sistem informasi saja. Desain model terinci mendefinisikan secara rinci urut-urutan langkah
proses ini diwakili oleh suatu program komputer, dengan demikian desain model terinci ini juga
merupakan suatu desain program komputer.
1.6.1   Desain Program Komputer Secara Moduler
               Desain secara moduler dilakukan dengan cara memecah-mecah suatu masalah
        yang rumit yang akan diprogramkan ke dalam beberapa elemen yang nantinya akan
        diintregrasikan kembali menjadi suatu kesatuan untuk memenuhi kebutuhan sistem.
1.6.2 Alat-alat Desain Program Komputer
        Beberapa alat dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mendesain program komputer
adalah :
       Bagan terstruktur (structured chart)
       Structured english dan pseudocode
       Tabel keputusan (decision table)
       Bagan IPO (Input-Process-Output chart)
       Bagan alir program (program flowchart)
1.6.3 Metodologi Desain Program Komputer
               Beberapa metodologi juga tersedia yang menyediakan pedoman bagaimana
        mendesain suatu program komputer secara moduler. Metodologi-metodologi ini adalah
        sebagai berikut :
              Structured analysis and design
               Metodologi ini menggunakan alat bagan terstruktur dan juga menggunakan IPO
               chart
              HIPO
               Metodologi ini menggunakan alat HIPO diagram dan IPO chart
              Warnier / orr
               Metodologi ini menggunakan alat W/O diagram
              JSD
               Metodologi ini menggunakan alat Jackson diagram


1.6.4 Kualitas Desain Program Komputer
       Desain komputer secara moduler harus berkualitas baik. Kualitas desain ini dapat diukur
dengan coupling dan cohesion. Modul yang berkualitas baik harus berupa loosely coupled dan
highly cohesive. Modul yang bersifat loosely coupled merupakan modul yang independen atau
tidak tergantung dengan modul yang lainnya. Modul yang bersifat cohesive merupakan modul
yang berisi sejumlah instruksi yang mampu bekerja secara bersama-sama untuk memecahkan
suatu tugas tertentu. Seringkali konsep dari coupling dan cohesion digambarkan dengan
menggunakan bagan terstruktur


1.6.4.1 Coupling
               Merupakan suatu ukuran dari derajat independensi ( ketergantungan ) antara
modul-modul di dalam sistem. Derajat coupling yang rendah antar modul dari sistem akan
dihasilkan suatu desain yang baik. Modul yang bersifat loosely coupled merupakan modul yang
mempunyai coupling derajad rendah. Perubahan di modul yang independen tidak akan
mengakibatkan perubahan di modul yang lain. Modul yang mempunyai coupling derajad tinggi
merupakan modul yang independen terhadap modul yang lainnya. Modul seperti ini kurang
baik karena perubahan-perubahan yang dilakukan di dalam modul ini dapat menyebabkan
perubahan-perubahan pula di modul lainnya yang terpengaruh atau yang mempengaruhinya.
Oleh sebab itu desain suatu program komputer harus dihasilkan modul yang bersifat loosely
coupled, sehingga bila terjadi perubahan-perubahan di suatu modul tidak memaksa untuk
melakukan perubahan di modul lainnya dan pengetesan dan pelacakan kesalaha n suatu modul
akan dapat dilakukan dengan lebih mudah karena tidak melibatkan modul yang lainnya.
Coupling mempunyai beberapa macam tipe yaitu :
   1. Data Coupling
              Dikatakan mempunyai data coupling jika komunikasi modul-modul ini dilakukan
       lewat suatu data. Yang dimaksud dengan data adalah berupa sebuah item data tunggal
       atau elemn dari suatu larik program.
   2. Stamp Coupling
              Dua buah modul dari suatu sistem dikatakan stamp coupling jika kedia modul ini
       berkomunikasi lewat suatu group item data. Yang disebut dengan grup item data ini
       dapat berupa suatu record yang terdiri dari beberapa field atau larik yang terdiri dari
       beberapa elemen larik.
   3. Control Coupling
              Modul ini berkomunikasi lewat suatu informasi berupa flag.
   4. Common Coupling
               Modul ini menggunakan data yang disimpan di area memory yang sama
   5. Content Coupling
              Komunikasi antar modul harus sederhana dan mudah. Cara yang paling mudah
       dari komunikasi antar modul adalah lewat suatu . parameter yang dikirimkan sebagai
       data input untuk modul penerima


1.6.4.2 Cohesion
       Adalah ukuran dari tipe hubungan antara elemen-elemen dalam suatu modul, misalnya
kaitan antara statemen di dalam suatu modul.
Semakin kuat hubungan dalam suatu modul, maka modul ini semakin dapat dipandang sebagai
suatu unit yang tunggal, sebagai akibatnya hubungan antara statemen dalam suatu modul
menunjukkan gejala kohesi yan kuat. Dengan demikian kohesi yang lebih tinggi dii nginkan.
Macam-macam Cohesion :
   1. Functional Cohesion
              Suatu modul mempunyai kohesi fungsional jika modul ini hanya melakukan
       sebuah fungsi tunggal saja.
   2. Sequential Cohesion
              Suatu modul dikatakan sequential cohesion jika terdiri dari beberapa kegiatan
       dan output dari suatu kegiatan ini akan menjadi input untuk kegiatan lainnya secara
       berurutan.
   3. Communication Cohesion
              Suatu modul dikatakan communication cohesion jika modul terdiri dari beberapa
       fungsi dan fungsi-fungsi dalam modul ini beroperasi dengan menggunakan arus data
       yang sama sebagai inputnya.
   4. Temporal Cohesion
              Suatu modul dikatakan temporal cohesiob jika modul ini terdiri dari beberapa
       fungsi dan suatu fungsi atau elemen-elemen di dalam modul hanya dieksekusi pada satu
       titik waktu tertentu saja.
   5. Logical Cohesion
              Suatu modul dikatakan logical cohesion jika terdiri dari beberapa fungsi yang
       mempunyai tugas serupa, tetapi untuk maksud yang berbeda.
   6. Coincidental Cohesion
              Suatu modul dikatakan coincidental cohesion jika modul berisi dengan beberapa
       fungsi ataau elemen-elemennya yang tidak mempunyai huungan yang berate satu
       dengan lainnya.


1.6.5 Langkah Desain Program komputer Secara Moduler
              Proses-proses dari program komputer ditunjukkan oleh proses -proses di DAD.
Umumnya analisis sistem menggambarkan proses-proses di DAD tidak terlalu mendetail, hanya
sampai pada level 2 atau 3 saja.
       Adapun langka-langkah mendesain modul-modul program yang didasarkan dari proses
di DAD adalah sbb :
  1. Menentukan batas otomatis dari program di DAD
            Batas otomatis di DAD menujukkan satu atau lebih proses yang dapat dilakukan
     secara otomatis, tanpa adanya campur tangan dari luar proses ini.
  2. Menggambar bagan terstruktu
            Pecahlah tiap-tiap modul program dalam tiap-tiap batas otomatis ke dalam
     modul-modul program yang lebih kecil supaya mudah ditangani. Modul-modul program
     ini selanjutnya dapat digambarkan dengan menggunakan bagan terstruktur.
  3. Mengembangkan Algoritma Program Komputer
            Metodologi pengembangan sistem yang bersifat dekomposisi secara fungsional
     akan menghasilkan sejumlah modul-modul program. Masing-masing modul program ini
     mewakili sekumpulan langkah-langkah urutan proses dari program yang disebut dengan
     algoritma.


1.7 Membuat Laporan Hasil Desain Sistem Terinci
            Apa yang didesain secara terinci oleh analis sistem perlu di komunikasikan
     kembali kepada user dan programmer. Analis sistem dapat mengkomunikasikan hasil
     rancangannya melalui suatu laporan. Laporan hasil desain sistem terinci selain
     digunakan sebagai alat komunikasi, juga sangan penting sebagai dokumentasi sistem
     untuk keperluan mendatang. Karena kepentingan user dengan programmer berbeda
     dan hasil dari desain terinci ini biasanya banyak, maka laporan hasil desain sistem dapat
     dipecah ke dalam dua bentuk laporan. Laporan yang pertama dapat dimaksudkan untuk
     user yang lebih menekankan kepada bentuk input dan output yang akan digunakan atau
     yang akan dihasilkan oleh sistem. Laporan yang kedua dimaksudkan kepada
     programmer atau teknisi-teknisi lainnya. Laporan kedua ini lebih bersifat teknis sehingga
     sering disebut dengan technical manual. Desain terinci dari program komputer untuk
     semua modul-modulnya umumnya disajikan di technical manual.
Daftar Pustaka :
  1.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1628
posted:12/30/2010
language:Indonesian
pages:20
Description: Cara membuat sistem di atas kertas secara terperinci