Docstoc

perbedaan saham dan obligasi

Document Sample
perbedaan saham dan obligasi Powered By Docstoc
					            TUGAS M.K
     PERBEDAAN & PERSAMAAN
        SAHAM & OBLIGASI




              Dibuat oleh :
1.   HENDRA SETIAWAN          31.08.3429
2.   DWI DERMAWANTO           31.08.3458
3.   YUDI ADI PURNAMA         31.08.3444
4.   ANGGA EKO PURWANTO       31.08.3432




    FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
       BANYUWANGI
           2010
                                 SAHAM

A. DEFINISI SAHAM
         Saham adalah tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas seperti
  yang telah diketahui bahwa tujuan pemodal membeli saham untuk
  memperoleh penghasilan dari saham tersebut. Masyarakat pemodal itu
  dikategorikan sebagai investor dan speculator. Investor disini adalah
  masyarakat yang membeli saham untuk memiliki perusahaan dengan harapan
  mendapatkan deviden dan capital, gain dalam jangka panjang, sedangkan
  spekulator adalah masyarakat yang membeli saham untuk segera dijual
  kembali bila situasi kurs dianggap paling menguntungkan seperti yang telah
  diketahui bahwa saham memberikan dua macam penghasilan yaitu deviden
  dan capital gain.
         Ada berbagai definisi saham yang telah dikemukakan oleh para ahli
  maupun berbagai buku-buku teks, antara lain:
  a) Menurut Gitman:
     Saham adalah bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan
     perusahaan. (Gitman:2000, 7)
  b) Menurut Bernstein:
     Saham adalah selembar kertas yang menyatakan kepemilikan dari
     sebagian perusahaaan. (Bernstein:1995, 197)
  c) Menurut Mishkin:
     Saham adalah suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan
     dan asset sebuah perusahaan. Sekuritas sendiri dapat diartikan sebagai
     klaim atas pendapatan masa depan seorang peminjam yang dijual oleh
     peminjam kepada yang meminjamkan, sering juga disebut instrumen
     keuangan. (Mishkin:2001, 4).


B. JENIS SAHAM
  1. Saham Biasa (Common Stock)
           Saham biasa adalah efek dari penyertaan pemilikan (equity security)
     dari badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas. Saham biasa
   memberikan jaminan untuk turut serta dalam pembagian laba dalam
   bentuk deviden, apabila perusahaan tersebut memperoleh laba.
        Menurut Dahlan Siamat (1995:385), ciri – ciri dari saham biasa
   adalah sebagai berikut:
    Dividen dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba.
    Memiliki hak suara (one share one vote).
    Hak memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila bangkrut
      dilakukan setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi.


b. Saham Preferen (Preferred Stock)
          Merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi
   dan saham biasa.
          Adapun ciri – ciri dari saham preferen menurut Dahlan Siamat
   (1995:385)adalah:
    Memiliki hak paling dahulu memperoleh deviden.
    Tidak memiliki hak suara.
    Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam
      pencalonan pengurus.
    Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham
      lebih dahulu setelah kreditur apabila perusahaan dilikuidasi.
                                  OBLIGASI


A. DEFINISI OBLIGASI
         Obligasi adalah kontrak           keuangan.   Penerbit obligasi,   seperti
  perusahaan, akan membayar bunga kepada pembeli obigasi secara periodik.
  Kemudian, pada akhir waktu tertentu, penerbit obligasi membayar pokok
  obligasi yang biasa disebut nilai par.
         Obligasi biasanya dijual di pasar obligasi dan memiliki harga pasar
  yang dapat berubah setiap saat. Obligasi ini tidak menawarkan hak istimewa
  kepada pemilik perusahaan. Contohnya, 10 tahun obligasi AT & T
  memberikan hak untuk menerima pembayaran kupon atau bunga secara
  periodik dan pokok atau face value pada saat jatuh tempo. Pemegang obligasi
  tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan di perusahaan.


B. KARAKTERISTIK OBLIGASI
  1. Nilai obligasi (jumlah dana yang dipinjam)
     Dalam penerbitan obligasi,            maka perusahaan akan dengan jelas
     menyatakan jumlah dana yang dibutuhkan yang dikenal dengan istilah
     “jumlah emisi obligasi”. Penentuan besar kecilnya jumlah penerbitan
     obligasi berdasarkan aliran arus kas perusahaan, Kebutuhan, serta kinerja
     bisnis perusahaan.


  2. Jangka waktu obligasi
     Setiap obligasi mempunyai masa jatuh tempo atau berakhirnya masa
     pinjaman (maturity). Secara umum masa jatuh tempo obligasi adalah 5
     tahun. Ada yang 1 tahun, adapula yang 10 tahun. Semakin pendek jangka
     waktu obligasi maka akan semakin diminati oleh investor, karena
     dianggap risikonya kecil.


  3. Principal dan Coupon rate
     Nilai prinsipal obligasi adalah sejumlah uang yang disetujui oleh penerbit
     obligasi agar dibayarkan kepada pemegang obligasi pada masa jatuh
      tempo. Jumlah ini biasa berhubungan dengan redemption value, maturity
      value, par value or face value. Coupon rate juga disebut nominal rate,
      adalah tingkat bunga yang disetujui penerbit untuk dibayar kepada
      pemegang obligasi setiap tahun. Besarnya pembayaran bunga setiap tahun
      kepada pemilik obigasi selama jangka waktu obligasi dinamakan coupon.
              Tingkat persentase coupon         dikali   nilai prinsipal obligasi
      menghasilkan besarnya coupon. Contohnya, obligasi de ngan 8% coupon
      rate dan nilai par nya adalah $1,000 akan membayar bunga per tahun
      sebesar $80.


   4. Jadwal pembayaran
      Kewajiban pembayaran kupon obligasi oleh perusahaan penerbit,
      dilakukan secara berkala sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bisa
      dilakukan triwulan, semesteran, atau tahunan.


   5. Diterbitkan ole h pe rusahaan atau pemerintah.


C. Jenis-Jenis Obligasi
          Sekuritas pasar modal meliputi instrumen- instrumen yang lebih besar
   dari satu tahun dan isntrumen-instrumen yang tidak memiliki masa jatuh
   tempo. Secara umum, pasar ini terjadi karena adanya instrumen yang berisi
   sekumpulan aliran kas yang dijanjikan, atau menawarkan partisipasi untuk
   mendukung profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang. Dalam
   sekuritas pasar modal ni terdapat dua macam instrumen yaitu fixed income
   securities dan equity income securities.
   Fixed income securities terbagi dua kategori besar yaitu:
   1. Government Bond
              Seperti T-Bills, US Treasury Notes dan US Teasury Bond adalah
      sekuritas pemerintah yang digunakan untuk pendanaan dalam utang
      pemerintah.    Pembayaran      kuponnya    bersifat   semi-annual.   Ketika
      diterbitkan, US Treasury Notes memiliki masa jatuh tempo 2 (dua) sampai
      10 (sepuluh) tahun dan US Treasury-Bond memiliki masa jatuh temponya
   lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Jenis-jenis obligasi pemerintah yaitu
   pertama, Callable Bond yang biasanya dibeli kembali oleh penerbitnya
   pada harga tertentu di masa yang akan datang. Kedua, Federal Agency
   Bond. Ketiga, Municipal Bond, yang diterbitkan oleh pemerintah lokal
   untuk mendanai highways, sistem perairan pendidikan dan capital project
   lainya. Ada 2 (dua) tipe Multicipal Bond yaitu General Obligation Bond
   dan Revenue Bond. (Levy 40-41)


2. Corporate Bond
          Corporate Bond adalah sekuritas yang mencerminkan janji dari
   perusahaan yang menerbitkan untuk memberikan sejumlah pembayaran
   berupa pembayaran kupon dan pokok pinjaman kepada pemilik obligasi,
   selama jangka waktu tertentu. Perusahaan yang menerbitkan obligasi
   disebut debitur, sedangkan investor yang membeli obligasi disebut
   kreditur. (Timothy and Joseph 408).
   Jenis-jenis Corporate Bond adalah:
   -   Secured Bonds
       Secured Bonds adalah obligasi yang penerbitannya dijamin oleh
       sejumlah aset.
   -   Mortgage bonds
       Mortgage bonds adalah obligasi yang penerbitannya dijamin oleh aset
       riil (bukan dalam bentuk finansial).
   -   Unsecured bonds (Debentures)
       Unsecured bonds adalah obligasi yang penerbitannya tidak memiliki
       jaminan. Pembayaran sangat bergantung pada kemampuan dan
       kemauan dari perusahaan penerbit untuk memberikan bunga yang
       dijanjikan dan membayar pokok pinjaman sesuai dengan jadwal yang
       ditetapkan. Jika terjadi gagal bayar, maka pemegang obligasi akan
       menjadi unsecured creditors. Investor tidak memiliki hak atas harta
       perusahaan.
-   Convertible bonds
    Convertible bonds adalah salah satu jenis obligasi yang memiliki
    kekhususan. Obligasi ini dapat dikonversi ketika terdapat keputusan
    pemilik obligasi menjadi sejumlah sekuritas lain yang diterbitkan oleh
    perusahaan yang sama. Biasanya sekuritas lain tersebut adalah
    common stock.
-   Variable-Rate bonds
    Obligasi yang memberikan pembayaran kupon yang bervariasi
    mengikuti frekuensi bunga yang berlaku di pasar atau market rate
    index.
-   Putable bonds
    Putable bonds adalah obligasi yang dapat dicairkan sebelum jatuh
    tempo sesuai dengan keputusan dari pemilik obligasi.
-   Junk bonds
    Junk bonds biasanya dikenal dengan sebutan high- yield bonds, adalah
    obligasi yang memiliki peringkat dibawah investment grade. Disebut
    junk karena obligasi ini lebih berisiko dari obligasi yang berkategori
    investment grade.
-   International bonds
    International bonds adalah obligasi yang dijual di negara lain. Obligasi
    dapat diperdagangkan dalam satuan mata uang negara lain atau
    obligasi diperdagangkan di negara lain dalam mata uang perusahaan
    penerbit biasanya disebut Eurobonds.
-   Super Long-Term bonds
    Obigasi yang memiliki masa jatuh tempo lebih besar atau sama dengan
    100 tahun.
                       PERSAMAAN DAN PERBEDAAN


A. Persamaan Saham Preferen Dan Obligasi
   1. Ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya
   2. Selama masa saham berlaku dividen akan tetap
   3. Memiliki hak tebus dan dapat di tukar dengan saham biasa

B. Perbedaan Saham Dan Obligasi

                  SAHAM                                      OBLIGASI
   1. Tanda        bukti       kepemilika n 1. Merupakan           bukti     pengakuan
      perusahaan                                   utang
   2. Jangka waktu tidak terbatas                2. Jangka waktu terbatas, hari jatuh
   3. Pemegang saham memperole h                   tempo ditentukan
      penghasilan      disebut       divide n 3. Tingkat      bunga        dan   periode
      dengan frekuensi tidak menentu               pembayaran telah ditetapkan
   4. Dividen      dibayar      dari      laba 4. Baik perusahaan untung maupun
      perusahaan,          potensi        laba     rugi bunga dan pokok pinjaman
      perusahaan sulit ditaksir                    wajib dibayar
   5. Dari sisi perpajakan,            divide n 5. Bunga obligasi terlebih dahulu
      merupakan            bagian         laba     dikeluarkan      sebagai       biaya
      perusahaan setelah dikenai pajak             sebelum pajak diperhitungkan
   6. Harga saham sangat fluktuatif 6. Harga                obligasi   relatif    stabil
      dan     sangat   sensitif      terhadap      namun sensitif terhadap tingkat
      kondisi makro dan mikro                      bunga dan inflasi
   7. Pemegang saham memiliki hak 7. Pemegang obligasi tidak memiliki
      suara pada perusahaan (RUPS)                 hak suara pada perusahaan
   8. Jika terjadi likuidasi (pembubara n 8. Jika terjadi likuidasi (pembubaran
      perusahaan)      maka       pemegang         perusahaan) pemegang obligasi
      saham     memiliki      klaim      yang      memiliki klaim terlebih dahulu
      inferior (kebagian sisa-sisa hasil           terhadap assets perusahaan.
      pembubaran).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5282
posted:12/29/2010
language:Indonesian
pages:8