Docstoc

ANALISIS PARETO

Document Sample
ANALISIS PARETO Powered By Docstoc
					                           ANALISIS PARETO


Masalah mutu timbul dalam bentuk kerugian (item rusak dan biayanya). Amat sangat
penting untuk membuat jelas pola distribusi kerugian. Kebanyakan kerugian disebabkan
oleh tipe rusak dalam jumlah kecil dan kerusakan ini dapat didistribusikan menjadi
sejumlah kecil sebab. Jadi bila sebab rusak oleh sebab penting yang sedikit
diindentifikasikan, kita dapat menghilangkan hamper semua kerugian dengan
mengkonsentrasikan pada sebab-sebab ini dan meniadakan rusak oleh sebab tidak
penting yang banyak untuk sementara. Dengan menggunakan diagram pareto kita
dapat memecahkan masalah tipe ini dengan efisien.

Pada tahun 1897, ekonom italia V. Pareto mempresentasikan rumus yang menunjukkan
bahwa distribusi pendapatan adalah tidak sempurna. Teori yang sama juga disajikan
secara diagram oleh ekonom Amerika Serikat M.C. Lorenz pada tahun 1907. Kedua
mahaguru ini menunjukkan bahwa bagian terbesar pendapatan atau kesejahteraan
dipunyai oleh sejumlah kecil manusia. Disamping itu dalam bidang pengendalian mutu,
DR. J.M Juran menerapkan metoda Lorenz sebagai rumus dalam sebab penting yang
sedikit dan sebab tidak penting yang banyak dan menamakannya Analisa Pareto, ia
menunjukkan dalam banyak hal, kebanyakan rusak dan biaya yang timbul di peroleh
dari relative sejumlah kecil dari sebab.

Langkah pembuatan Diagram Pareto

   1. Langkah 1.
      a. Tentukan permasalahan apa yang akan diteliti dan bagaimana cara
         mengumpulkan data.
      b. Tentukan masalah yang akan diteliti, misalnya : item rusak, kerugian dalam
         arti moneter, kejadian kecelakaan.
      c. Tetapkan data apa yang diperlukan dan bagaimana mengklasifikasikannya,
         misalnya rusak berdasarkan tipe, lokasi, proses, mesin, pekerja dan metode.
         Sebagai catatan item yang jarang muncul diringkas dalam kategori “lain-lain”.
      d. Tetapkan metode pengumpulan data dan periode selama data dikumpulkan.
         Dianjurkan untuk menggunakan formulir penelitian yang dianjurkan.



   2. Langkah 2.
      Rencanakan lembaran catatan data yang mendaftar semua item, dengan
      menyediakan ruang untuk jumlah total. Seperti table di bawah ini :



                           Property@DinoRimantho/dhiyas.org | Analisis Pareto/Dec.2010   1
                                 Tabel 1. Lembaran Talli Data
        Tipe cacat                           Talli                                 Total
      Retak            ////   ////                                               10
      Goresan          ////   //// //// ////…//// //// //                        42
      Noda             ////   /                                                  6
      Regangan         ////   //// //// //// //// ////….//// ////                104
      Celah            ////                                                      4
      Lubang Pen       ////   //// //// ////                                     20
      Lain-lain        ////   //// ////                                          14
      Total                                                                      200


       Tabel 2. Lembaran Data untuk Diagram Pareto
  Tipe Cacat      Nama Cacat       Total   Prosentase Total                   Prosentase
                                 Kumulatif   Keseluruhan                       Kumulatif
Regangan          104          104         52                               52
Goresan           42           146         21                               73
Lubang pen        20           166         10                               83
Retak             10           176         5                                88
Noda              6            182         3                                91
Celah             4            186         2                                93
Lain-lain         14           200         7                                100
Total             200          -           100                              -


  3. Langkah 3.
     Isi lembaran catatan dan hitung jumlah total


  4. Langkah 4.
     Buat lembaran data Diagram Pareto yang mendaftar semua item masing-masing
     jumlah total, total kumulatif, prosentase terhadap total seluruhnya dan
     prosentase kumulatif seperti pada table di bawah ini :


  5. Langkah 5.
     Aturan item dalam urutan jumlah dan istilah lembaran data. Item “lain-lain” harus
     diletakkan pada garis terakhir tanpa mempermasalahkan besarnya. Hal ini
     disebabkan karena merupakan kumpulan grup item yang masing-masing lebih
     kecil yang dicatat sebagai individu.




                              Property@DinoRimantho/dhiyas.org | Analisis Pareto/Dec.2010   2
6. Langkah 6.
       Gambar dua sumbu vertikal dan sebuah sumbu horizontal.
       Sumbu vertikal kiri. Tanda sumbu ini dengan skala dari 0 sampai pada
        total seluruhnya.
       Sumbu vertikal kanan. Tandai sumbu ini dengan skala dari 0% sampai
        100%.
       Sumbu horizontal. Bagilah sumbu ini dengan jumlah intercal sampai
        jumlah item yang diklasifikasikan,


7. Langkah 7.
   Buatlah diagram balok.


                              Gambar 1. Diagram Pareto Berdasarkan Item Cacat


                             April 1985 – 30 Juni 1985
                       200                                                                 100
                                  Jumlah unit yang diteliti = 5000
                       180                                                                 90




                                                                                                   PROSENTASE KUMULATIF
                       160                                                                 80
   JUMLAH UNIT CACAT




                       140                                                                 70

                       120                                                                 60

                       100                                                                 50


                        80                                                                    40

                        60                                                                    30

                        40                                                                    20

                        20                                                                    10


                              D          B         F     A           C   E        LAIN-LAIN

                                         Property@DinoRimantho/dhiyas.org | Analisis Pareto/Dec.2010                 3
   8. Langkah 8.
      Gambar kurva kumulatif (Kurva Pareto)
      Tandai nilai komulatif (total kumulatif atau prosentase kumulatif) di atas interval
      kanan dari setiap item dan hubungkanlah titik tersebut dengan garis.


   9. Langkah 9
      Tulis item-item yang diperlukan pada diagram.
          Item yang berhubungan dengan diagram : judul, kuantitas sebenarnya,
              unit, nama penggambar.
          Item yang berhubungan dengan data ; periode, pokok dan tempat
              penelitian, jumlah total data.



Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya bahwa diagram Pareto adalah
metode untuk mengindentifikasikan sebab penting yang sedikit dan terdiri dari 2 (dua)
tipe, yaitu :

   1. Diagram Pareto Berdasarkan Gejala
      Diagram ini berhubungan dengan hasil yang tidak diinginkan berikut ini dan
      digunakan untuk menemukan masalah utama timbulnya permasalahan ini,
      seperti ;
          Mutu : rusak, salah, gagal, keluhan, item yang kembali, perbaikan.
          Biaya : jumlah kerugian, pengeluaran
          Pengiriman : kekurangan persediaan, kesalahan pembayaran, pengiriman
             yang tertunda.
          Keselamatan : kecelakaan, kesalahan, hancur

   2. Diagram Pareto Berdasarkan Penyebab
      Diagram ini berhubungan dengan sebab dalam proses dan dipergunakan untuk
      mencari sebab utama timbulnya permasalahan seperti ;
          Operator : shift, grup, umur, pengalaman, keahlian, individu perorangan.
          Mesin : mesin, peralatan, mata pahat, organisasi, model, alat ukur.
          Bahan baku ; pembuat, pabrik, lot, macam
          Metoda operasi : keadaan, perintah, pengaturan, metoda.

Beberapa saran atau anjuran yang umumnya disarankan pada pembuatan diagram
Pareto adalah :

      Teliti macam-macam klasifikasi dan buat bermacam-macam diagram Pareto.


                            Property@DinoRimantho/dhiyas.org | Analisis Pareto/Dec.2010   4
       Anda dapat memahami pokok permasalahan dengan mengamati dari berbafai
       sudut dan perlu untuk mencoba bermacam-macam metoda klasifikasi sampai
       anda dapat mengindentifikasikan sebab penting tetapi sedikit yang mana
       merupakan tujuan Analisa Pareto.

      Tidak diinginkan bahwa judul “lain-lain” menyatakan persentasi yang tinggi.
       Bila hal ini terjadi, maka disebabkan item yang diteliti tidak diklasifikasikan
       secara mendekat dan terlalu banyak item masuk ke dalam judul ini. Dalam hal
       ini, metoda klasifikasi lain dapat dipergunakan.

      Bilai nilai moneter dapat dimasukkan ke dalam data, sangat baik menggambar
       diagram Pareto dengan sumbu vertikal yang menunjukkan hal tersebut.
       Bila implikasi keuangan dari masalah tidak secara tepat diapresiasikan,
       penelitian itu sendiri menjadi akhir yang tidak efektif. Biaya merupakan skala
       penting dalam pengukuran bidang manajemen.



Beberapa anjuran dalam penggunaan diagram Pareto antara lain ;

      Bila item diharapkan untuk diarahkan pada jawab sederhana, maka harus
       ditangani dengan benar walaupun itu merupakan hal yang kurang penting.
       Karena diagram Pareto bertujuan pada pemecahan masalah secara efisien,
       pada dasarnya membutuhkan kita untuk menangani sebab penting tetapi sedikit.
       Bagaimanapun bila sebuah item muncul merupakan kepentingan yang relative
       kecil diharapkan dapat dipecahkan secara sederhana, maka akan dilayani
       seperti contoh pemecahan masalah yang efisien dan pengalaman, informasi dan
       insentif kemoral didapat melalui ini akan menjadi modal besar untuk pemecahan
       masalah yang akan datang.
      Jangan gagal membuat diagram Pareto karena sebab.
       Setelah mengindentifikasikan masalah dengan membuat diagram Pareto oleh
       gejala, maka perlu mengindentifikasikan sebab dalam hal pemecahan masalah.
       Oleh karena itu penting membuat diagram pareto oleh sebab bila setiap
       perbaikan dipengaruhi.



Sumber Pustaka :

Hitoshi Kume, 1989, Metode Statistik Untuk Peningkatan Mutu, Penerbit Mediyatama
Sarana Perkasa, Jakarta.



                            Property@DinoRimantho/dhiyas.org | Analisis Pareto/Dec.2010   5