Docstoc

Hukum Rekam Medis

Document Sample
Hukum Rekam Medis Powered By Docstoc
					      Hukum Rekam Medis (Menurut Permenkes
          No.269/2008 & UU No.29/2004)


       Rekam medis adalah berkas berisi catatan dan dokumen tentang pasien

yang berisi identitas, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis lain pada sarana

pelayanan kesehatan untuk rawat jalan, rawat inap baik dikelola pemerintah

maupun swasta.

       Setiap sarana kesehatan wajib membuat rekam medis, dibuat oleh dokter

dan atau tenaga kesehatan lain yang terkait, harus dibuat segera dan dilengkapi

setelah pasien menerima pelayanan, & harus dibubuhi tandatangan yang

memberikan pelayanan.

Tata Cara Penyelenggaraan

-   Pembetulan kesalahan dilakukan pada tulisan yang salah, diberi paraf oleh

    petugas yang bersangkutan.

-   Menghapus tulisan dengan cara apa pun juga tidak diperbolehkan

-   Penyimpanan lima tahun sejak pasien terakhir berobat, setelah lima tahun

    dapat dimusnahkan, sesuai tata cara pemusnahan ditetapkan oleh dirjen & tata

    cara pemusnahan arsip yang baku.

-   Dapat dilakukan penyimpanan khusus dan ditempatkan tersendiri

-   Rekam medis disimpan oleh petugas khusus yang ditunjuk oleh pempinan

    sarana kesehatan

-   Berkas rekam medis milik sarana kesehatan

-   Isi rekam medis milik pasien
-   Wajib dijaga kerahasiaannya

-   Pemaparan isi rekam medis hanya boleh dilakukan dengan izin tertulis dari

    pasien

-   Pimpinan sarana kesehatan bertanggungjawab atas kerusakan, kehilangan,

    pemalsuan, & penyalahgunaan oleh orang/badan yang tidak berhak



Pemanfaatan Rekam Medis

-   Dasar pemeliharaan kesehatan pasien

-   Bahan pembuktian dalam perkara hokum

-   Bahan penelitian & pendidikan

-   Dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan

-   Bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan



Isi rekam medis:

         Rawat jalan: Identitas; anamnese; diagnosis & tindakkan pengobatan

Rawat inap: identitas; anamnese; riwayat penyakit; hasil pemeriksaan laboratorik;

diagnosis; persetujuan tindakan medik; pengobatan; catatan perawat; catatan

observasi klinis & hasil pengobatan; resume akhir & evaluasi pengobatan



Pengorganisasian

- Pengelolaan rekam medis dilaksanakan sesuai dengan tata kerja organisasi

sarana                                                                 kesehatan

-         Pimpinan        sarana          kesehatan       wajib         membina
-                      Pengawasan                             oleh                       Dirjen

- Sanksi teguran sampai dengan pencabutan izin praktik

Wajib                     membuat                         Rekam                          Medis

- Sengaja tidak membuat rekam medis diancam dengan hukuman penjara maks 1

tahun                  atau                denda                       50                  juta

-   Harus     segera    dilengkapi      segera      setelah     selesai     tindakan     medis

-          Dibubuhan            nama,        waktu               dan           ditandatangani

- Wajib dijaga kerahasiaannya oleh dokter dan sarana kesehatan

Pelaksanaan                                  di                                        lapangan

-        Pasien        berhak        mendapatkan              copy          rekam        medis

- Dijaga kerahasiaannya, bahkan sampai pasien meninggal dunia. Jika pasien

meninggal dunia, maka keluarga tidak berhak untuk meminta rekam medis

- Untuk kepentingan penelitian, dapat diberikan, namun tanpa identitas

- Apabila sudah menjadi perkara baru dapat diberikan kepada penegak hukum

- Dasar dari pengaduan dan gugatan pasien hanya melalui rekam medis

- Pasien atau pengacara pasien sulit membaca rekam medis, harus dibaca oleh

dokter

- Belum tentu dokter lain juga dapat membaca rekam medis dari dokter

- Dokter menggunakan Rekam medis untuk pembuktian kasus yang menimpa

dirinya?                                 (rahasia                                      pasien?)

- Rekam medis lengkap dan tidak lengkap ukurannya adalah apabila semua yang

ditentukan                                telah                                     dilakukan.

- Berkas rekam medis hilang, maka yang bertanggungjawab adalah petugas yang
menjaga arsip rekam medis, sanksinya cukup berat, dapat dikatagorikan

menghilangkan                                         barang                                bukti

- Penghapusan rekam medis, dapat dikategorikan sebagai pemalsuan, jadi kalau

salah tulis hanya dapat dibetulkan pada saat itu, dengan cara mencoret yang salah

dan                                       dibubuhkan                                        paraf

Sekali          ditulis           tidak           dapat         diperbaiki             kemudian

- Pemeriksaan penunjang, selalu diberikan kepada pasien, karena adanya pendapat

itu                                           milik                                        pasien

Apabila dilakukan harus ditulis hasilnya diberikan kepada pasien. Masalah timbul

apabila pasien menghilangkan hasil pemeriksaan tersebut.

Berkas                 Rekam                   Medis               di                 Pengadilan

-              Rekam              medis                bukan            akta               otentik

-      Pembuktian         di      pengadilan,         masih     memerlukan            interpretasi

- Jadi rekam medis dapat digunakan untuk pembuktian, namun masih tetap saja

dapat                                                                              diperdebatkan

- Berguna untuk dokter, sedikit gunanya untuk pasien

Rahasia         Kedokteran/rahasia              jabatan        (Pasal         322          KUHP)

-        Hak      dokter          untuk         menolak        hadir          di      pengadilan

-               Pengajuan                     keberatan                pada                hakim

- Hakim memutuskan ditolak/dikabulkan

Arti                                          Rekam                                        Medis

-     Banyak     dokter        yang   tidak     menyadari      pentingnya          rekam    medis

- Harus disadari bahwa rekam medis harus dibuat dan tidak membuat rekam
medis                adalah             tindak              pidana               kejahatan

- Harus lengkap, sebab dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan

- Rekam medis yang tidak lengkap akan menyulitkan dokter dalam perkara

dengan      pasien      baik      di   luar      maupun      di      dalam     pengadilan

- Meskipun yang harus membuktikan pasien, apabila rekam medis tidak lengkap

dapat membuka interpretasi adanya kelalaian yang dilakukan oleh dokter

- Rekam medis diisi oleh banyak pihak, semua pihak harus menyadari pentingnya

rekam                     medis                    secara                      keseluruhan

- Selain berisi catatan, berkas rekam medis juga terdiri dari hasil pemeriksaan

penunjang

- Hasil pemeriksaan penunjang sebaiknya dijadikan satu dengan berkas rekam

medis,         kecuali             diminta          dengan            oleh          pasien

- Apabila pasien meminta, maka menjadi tanggungjawab pasien, hanya berkas

pendapat    ahli     (interpretasi)    harus     disimpan    oleh     sarana    kesehatan

- Berkas rekam medis yang lengkap sangat membantu dokter atau rumah sakit

dalam proses pembuktian perkara baik di luar pengadilan, mau pun di dalam

pengadilan, bahkan dapat membuat pasien mengerti akan semua tindakan medis

yang dilakukan oleh dokter.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2258
posted:12/28/2010
language:Indonesian
pages:5