Penulis (DOC)

					Penulis: Syaikh 'Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com
Article#GRV0300)
Hizbiyyah/Aliran, 20 - Juni - 2003, 07:06:37
===============================================
Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok
orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela Dien ini (yaitu Al Qur'an
dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka adalah
orang-orang yang mengadakan perbaikan. Padahal Allah telah berfirman tentang mereka,

"Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan
perbuatannya, mereka berkata 'tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan'. Tapi
sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya"
(Al Baqarah 11-12)

Mereka adalah orang-orang yang berbahaya, karena mereka menganggap diri mereka sebagai
orang-orang yang melakukan perbaikan padahal kenyataannya mereka adalah perusak agama.

Pada abad ke 20, yang merupakan akhir dari kerajaan 'Ustmani, banyak bermunculan kelompok-
kelompok atau organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam, yang menyatakan bahwa
masuk ke dalam dunia politik atau mengambil cara-cara politik adalah merupakan jalan atau cara
terbaik guna menjaga martabat Islam dan umat Islam. Namun mereka tidak menganggap bahwa
problem utama dari turunnya martabat Islam adalah kelemahan umat Islam. Kelompok-
kelompok ini mendasari pemikiran-pemikirannya dengan berdasarkan pada tekanan-tekanan dan
emosional, bukan dengan ilmu (agama), dan mereka tidak berusaha untuk mencari ilmu itu.
Tingkah laku mereka semrawut, sehingga dengannya tercipta kekacauan.

Usaha dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur'an dan As Sunnah tidaklah diambil dalam
manhaj mereka, kecuali bila situasi politik memperbaiki keadaan umat. Mereka berkata
"simpanlah dulu usaha-usaha dakwah semacam itu di rak-rak kalian sampai situasi politik kita
memperbaikinya". Padahal berjuta-juta orang menunggu pada dakwah al haq ini. Tapi mereka
hanyalah memprioritaskan dakwah mereka untuk kembali pada khilafah. Sampai-sampai mereka
menggantungkan semua hal dan tidak ada yang bisa dilakukan sampai khilafah kembali.
Sehingga ketika mereka menyikapi orang-orang kuffar, mereka berkata "biarkan mereka masuk
neraka", kenapa mereka berkata demikian? "Karena orang-orang kuffar itu telah merebut tanah-
tanah kaum muslimin", menurut mereka. Padahal dakwahnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam tidaklah demikian. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memprioritaskan dakwah kepada
tauhid kepada umat manusia, walaupun nantinya hanya satu orang yang mengikuti beliau.

Sebenarnya banyak dari musuh-musuh Islam yang menjadi pemimpin-pemimpin kaum Muslimin
(dikarenakan lemahnya pemahaman umat Islam akan dakwah al haq) , ini seharusnya tidak boleh
dilupakan oleh kita. Dan orang-orang kuffar menyadari hal ini, sehingga mereka mendukung
misionaris-misionaris agama mereka yang membuka jalan atau kesempatan untuk masuk ke
dalam komunitas muslimin. Dan seharusnya kitalah, Umat Islam, yang melakukan hal tersebut,
yaitu mendakwahi orang-orang kuffar itu sehingga mereka masuk Islam, yang dengan masuknya
ke dalam Islam ini dapat memasukkan dia ke dalam surga dan menyelamatlannya dari neraka.
Tapi para "politisi" kita, seperti Hizbut Tahrir dan yang lainnya, tidaklah menganggap hal ini
sebagai sesuatu yang harus dipertimbangkan.

Orang-orang (kelompok-kelompok) itu hanyalah berbicara tentang konspirasi-konspirasi yang
dilakukan barat, invasi kebudayaan, bagaimana umat Islam diserang oleh kaum kuffar lewat
buku-buku, sekolah-sekolah dan lain-lain. Padahal sebenarnya sudah ada jenis invasi lain yang
mengambil tempat di tengah-tengah muslimin, yang sudah terjadi mulai berabad-abad yang
lampau sampai sekarang, yaitu Sufisme dan Ilmul Kalam. Jenis invasi ini membajak agama yang
didalamnya terdapat kesesatan-kesesatan. Malah sekarang orang-orang mengajarkan kesesatan-
kesesatan ini di sekolah-sekolah Islam, bahkan ada yang menjadi sarjana di bidang ini dan lain-
lain. Maka invasi itu tidak hanya invasi kebudayaan dari barat saja, tapi kita pun harus
mengetahui jenis invasi ini.

Hal lain yang harus kita perhatikan adalah mencari sebab-sebab keruntuhan umat. Karena
keruntuhan umat itu tidaklah terjadi kecuali disebabkan oleh hal-hal tertentu yang menjadikan
kenapa hal ini terjadi. Tapi orang-orang ini berkata "Tidak ada yang salah padamu, ini semua
adalah tanggung jawab orang-orang kuffar sehingga semua ini terjadi, karena mereka menolak
hukum Allah". Padahal jika kita, umat Islam, pun tidak mematuhi hukum Allah, maka Allah pun
mempunyai hukum untuk menghukum kita.

Diantara kelompok-kelompok yang memakai cara-cara politik itu adalah Hizbut Tahrir. Mereka,
orang-orang Hizbut Tahrir, ini mempunyai ciri-ciri yang khas dalam setiap pembicaraannya,
diantaranya yaitu selalu mendengung-dengungkan masalah khilafah, Adzab Kubur dan Hadits
Ahad (maksudnya adalah mereka menolak adanya adzab kubur dan hadits ahad). Itulah ciri-ciri
khas dari Hizbut Tahrir. Mereka mengajarkan bahwa hal tersebut adalah merupakan sesuatu
yang harus prioritaskan. Mereka berkata "jika kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah,
maka kamu musyrik", apakah mereka berkata demikian? Ya, karena kamu tidak berusaha untuk
menegakkan khilafah!!!. Lalu apakah kaum muslimin pada masa kehidupan Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam berada di Makkah dan belum hijrah ke Madinah, mereka itu
musyrik?

Perlu diperhatikan sebelum kita masuk ke dalam permasalahan yang akan kita bicarakan ini.
Hendaknya diingat bahwa hal yang kita lakukan ini adalah dalam rangka perbaikan diri, terutama
pada diri-diri kita sendiri. Sebab kita memang membutuhkan koreksi. Oleh karena itu, hanyalah
orang-orang yang memerlukan pada perbaikan diri akan mendengarkan (membaca) penjelasan
ini, sedangkan orang-orang yang fanatik tidak akan mendengarkan dan menghiraukannya.

Ketika orang-orang sibuk melakukan bantahan terhadap syubhat-syubhat Hizbut Tahrir, ada satu
hal yang sering luput untuk diperhatikan dan tidak diketahui oleh mereka. Yaitu tentang aqidah
yang dianut pendiri Hizbut Tahrir ini. Pendiri kelompok ini adalah seorang yang beraqidah
asy'ariyah maturidiyah, dan dia menyatakan bahwa orang-orang asy'ariyah maturidiyah sebagai
Ahlut Tauhid wa Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Ini adalah salah satu yang harus kita bongkar
terlebih dahulu dari kelompok ini, bukan hanya membahas permasalahan-permasalahan mereka
dalam mengingkari hadits ahad dan adzab kubur atau dakwahnya kepada penegakkan khilafah
saja. Mereka mempunyai hal yang lebih sesat dari itu semua, seperti pemakaian ilmul kalam
dalam membahas setiap permasalahan agama. Padahal A'imah Ahlus Sunnah wal Jama'ah,
seperti Imam Asy Syafi'i dan Imam Abu Hanifah telah membantah ilmul kalam itu. Mereka
mencap orang-orang yang mempelajari ilmul kalam itu sebagai mubtadi', yang harus dihukum
cambuk dan dimasukkan ke penjara serta ditahdzir.

Pendiri Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin An Nabhani. Dia adalah merupakan salah satu cucu
dari Yusuf bin Isma'il An Nabhani, yang dia (Yusuf) ini adalah seorang yang sangat berlebihan
pada Sufisme. Yusuf Isma'il mempunyai (mengarang) banyak kitab, diantaranya adalah Jami'
Karamatul Awliya'. Kitab ini didalamnya berisi banyak cerita-cerita "yang lucu", salah satunya
adalah Ali Al Amali, jika kita membacanya maka kita akan tertawa sekaligus menangis.

Mereka (pengikut Hizbut Tahrir) menggelari Taqiyuddin sebagai mujtahid muthlaq, Apakah
kamu pernah mendengarnya? [ya]. Lalu apakah yang mereka katakan tentang Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam? Mereka katakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
tidak seharusnya berijtihad. Apakah kamu pernah mendengar hal ini? Bahwa beliau tidak
seharusnya berijtihad?.

Maka kita katakan pada mereka, siapa yang paling sempurna satu sama lain yang berhak untuk
melakukan ijtihad? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ataukah Taqiyuddin? Dia
(Taqiyuddin) adalah majhul atau tidak dikenal, dia bukanlah siapa-siapa. Lalu bagaimana hal itu
bisa dikatakan? Apakah kalian berpikir bahwa perbuatan kalian ini tidak akan diketahui? Allah
memelihara agama-Nya dan barang siapa yang melakukan kedustaan dan kesesatan maka akan
disingkapkan kedustaan dan kesesatannya itu dan dia akan dihukum. Pencuri, bagaimana
mungkin seseorang menawarkan bid'ah kepada umat dan menyatakan bahwa kebid'ahan itu
adalah sunnah, apakah dia tidak sadar dan takut akan dihukum? Allah lah yang akan
menghukumnya.

Taqiyuddin lahir di Ijzim, Palestina pada tahun 1909. Kemudian setelah dewasa, dia belajar
Universitas Al Azhar sampai lulus. Setelah dia lulus, dia pergi ke Libanon dan Yordania, dan
bekerja di universitas Islam sebagai tenaga pengajar sampai akhirnya dia mendirikan Hizbut
Tahrir. Dia wafat pada tahun 1977. Dia memiliki (menulis) banyak kitab, seperti Risalatul Arab
yang didalamnya terdapat kecenderungan pada nasionalisme, menunjukkan konsepnya tentang
nasionalisme dan lain-lain. Walaupun dia menyatakan menarik kembali konsepnya itu, namun
yang nyata bagi kami, dia tidak secara tegas menyatakan hal tersebut di kitab-kitabnya yang
terakhir. Karena kitab Risalatul Arab merupakan salah satu kitab pertama yang dia tulis.

Aqidahnya, seperti yang telah disinggung sebelumnya, adalah maturidiyah yang merupakan
sebuah pemahaman sebuah firqah yang dinisbahkan pada Abu Manshur Al Maturidi, yang
memiliki kesesatan yang lebih daripada Asy'ariyah. Dia menyebut a'imah dari firqah tersebut
sebagai "Ahlus Sunnah wal Jama'ah".

Dalam salah satu tulisannya, yang didalamnya terdapat pernyataan yang sebenarnya adalah
merupakan imitasi dari perkataannya Ar Razi (seorang tokoh dari ahlul kalam). Dia berkata
bahwa kita tidak bisa menerima Al Qur'an sampai terpenuhinya 10 syarat, dan salah satu
syaratnya itu adalah Al Qur'an itu harus disesuaikan dengan 'aql. Ini merupakan perkataannya Ar
Razi.

Dia juga menulis dalam kitabnya Asy Syakhsiyyah Al Islamiyyah III/132, yang tulisannya
membuktikan akan ke-maturidiyah-annya dan ke-asy'ariyah-annya. Dia men-ta'wilkan beberapa
sifat Allah, seperti tangan Allah yang dia artikan sebagai kekuatan atau kekuasaan. Padahal kita
temukan dalam kitab Syarhul Fiqhul Akbar Abu Hanifah halaman 33, disitu dikatakan bahwa
tidak boleh untuk men-ta'wilkan tangan Allah sebagai kekuatan atau kekuasaan. Dan juga dalam
kitab Tabyin Khadibul Muftari halaman 150, disana terdapat perkataan dari Imam Asy'ari (Abul
Hasan Al Asy'ari) sendiri bahwa tidak boleh menyatakan atau meng-qiyaskan tangan Allah itu
sehingga artinya adalah kekuatan atau kekuasaan. Sebab itu adalah perkataannya Mu'tazilah,
salah satu firqah yang paling sesat.

Jika kita membuka kitab Syarh Ushulul Khomsah Al Mu'tazilah halaman 228, disana akan
ditemukan perkataan salah satu imam dari mu'tazilah yaitu Al Qadhi 'Abdul Jabbar, yang berkata
bahwa manhaj "ahlus sunnah" adalah meyakini bahwa tangan Allah itu maksudnya adalah
kekuasaan atau kekuatan.

Maka permasalahan inilah yang harus kita bahas terlebih dahulu, janganlah kita berbicara
tentang syubhat-syubhat mereka tentang khilafah, hadits ahad, atau 'adzab kubur, tapi mari kita
bahas tentang at ta'wil yang mereka lakukan.

Imam Abu Ja'far Ath Thahawi (penulis kitab Aqidah Thahawiyah) mengatakan bahwa ta'wil
yang terbaik adalah meninggalkan ta'wil dan hanya mencukupkan pada nash (Al Qur'an dan As
Sunnah) dan apa yang ada (disepakati) oleh Jama'atul Muslimin. Lalu, bagaimana bisa mereka,
tukang ta'wil, dikatakan sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama'ah padahal ucapan mereka bertolak
belakang dengan ucapan Imam Ath Thahawi. Dan banyak lagi kesesatan lainnya. (bersambung
ke volume II)


Back to top



noor_al_maseeh          Posted: Tue Feb 06, 2007 7:55 pm     Post subject:
Lupa Diri
                    Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (II)
                    Penulis: Syaikh 'Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah
                    (www.salafipublications.com Article #GRV0300
                    Hizbiyyah/Aliran, 20 - Juni - 2003, 07:07:42
                    ===============================================
                    (Sambungan dari vol. I)..Mereka berkata bahwa khilafah itu harus segera
                    didirikan minimal dalam 13 tahun atau 25 tahun. Jika tidak mampu dalam
                    waktu tersebut maka akan gagal. Padahal telah ada contoh pasti yang
                    dilakukan oleh Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan hal ini dapat diketahui dari
Joined: 06 Feb 2007 tingkah laku mereka dalam melaksanakan sunnah. Ahlus Sunnah tidaklah
Posts: 1760         berkata (mengenai dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur'an dan
Topics: 207         As Sunnah), "Ini bukanlah saatnya untuk melakukan dakwah kepada hal
Location: Kuching tersebut sekarang". Janganlah kita lupa tentang dakwah kepada Tauhid,
(Malaysia)          sebab dengan hal inilah (tauhid) kita diciptakan, kita diciptakan untuk
                    mentauhidkan Allah.
Mereka telah membuat kesalahan besar. Mereka mengatakan bahwa
khilafah Islamiyyah itu runtuh pada tahun 1924, di abad ini. Ini adalah
kekeliruan. Sebab Khilafah Islamiyyah itu telah runtuh sejak berabad-abad
yang lalu. Sedangkan tahta 'Utsmani bukanlah Khilafah. Mereka (para
penguasanya) sendiri meyatakan bahwa diri mereka adalah raja, Sulthan
(seperti Sulthan Abdul Hamid, Sulthan 'Abdul Majid). Ini bukanlah
Khilafah Islamiyyah, ini adalah kerajaan biasa.

Kamu tidak akan melihat adanya jejak-jejak Sunnah pada mereka,
walaupun kau bertanya pada mereka "kenapa kami tidak melihat sunnah
atas kalian?". Kebanyakan dari mereka mencukur habis jenggotnya.
Mereka berkata "Hal terpenting sekarang adalah usaha untuk menegakkan
kembali khilafah, sedangkan memanjang jenggot adalah perkara qusyur
(kulit) yang dapat kita buang". Mereka menganggap bahwa amalan-
amalan Sunnah itu seperti kulit yang dapat kita buang. Lalu Sunnah
apakah yang akan mereka dakwahkan pada kaum Muslimin?

Mereka menjelaskan tentang nash (Al Qur'an dan Al hadits) dan mereka
pun membuat syubhat atas hal tersebut. Mereka mengatakan, "ini nash
yang qath'iy", "ini maknanya qath'iy" dan lain-lain. Walhasil, mereka
membuat bingung umat ini dengan penjelasan semacam itu. Mereka
berbicara dengan banyak teori, teori politik. Mereka menghafal banyak
teori-teori itu, tapi mereka tidak menghafal walaupun hanya 10 hadits atau
beberapa ayat dari Al Qur'an. Malah mereka membuat syubhat terhadap
nash.

Salah seorang dari mereka berkata "setiap nash yang ada dalam Al Qur'an
dan Al Hadits, maka tidaklah para ulama itu kecuali saling ber-ikhtilaf
dalam memahaminya". Apakah kalian pernah mendengar perkataannya
ini? Ya, pada setiap nash. Dan aku (Syaikh Abdurrahman) mendengar
sendiri perkataan ini dikatakan oleh pemimpin-pemimpin mereka, dan
Umar Bakri adalah merupakan salah satunya. Kemudian, aku telah
mendengar rekaman dialog mereka dengan Syaikh Al Albani
(rahimahullah) berjudul Munaqasyah Afraqul Mu'tazilah. Salah seorang
dari mereka mengatakan pada Syaikh perkataan di atas. Lalu apakah yang
dikatakan oleh Syaikh Al Albani pada mereka? Syaikh berkata "apakah
firman Allah itu mengandung keragu-raguan?", maka ketika mereka
mendengar ucapan syaikh, serta merta mereka pun merubah topik
pembicaraan.

Kebiasaan tergesa-gesa pada kelompok ini akan menyebabkan mereka
mati dengan cepat, mereka tidak mempunyai kesabaran dan
kebijaksanaan. Mereka tidak memikirkan bagaimana tahapan dakwah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mulai dari awal sampai akhir.
Mereka mengamil tahap akhir sebagai tahap awal. Apa yang akan terjadi
bila kalian meminta tahap akhir menjadi di awal? Apa yang akan terjadi?
Kalian akan habis.

Mereka mengadakan perjanjian dan bekerja sama dengan siapa saja, yang
sebenarnya ada diantaranya tidak boleh untuk bekerja sama dengannya,
seperti Syi'ah dan lain-lain. Seharusnya mereka memulai dakwahnya
dengan hal pertama dan terpenting (yaitu At Tauhid), maka hal ini lebih
arif daripada arif tapi dalam mengadakan perjanjian-perjanjian dengan
golongan-golongan yang Allah benci.

Dan qadarullah, hizb ini datang ke Inggris (dan ke negara lainnya di
dunia) dan menyebarkan banyak fitnah ketika mereka mengenalkan Islam
pada penduduk di sini. Mereka menyebarkan fitnah-fitnah itu di
universitas-universitas, dan lain-lain. Maka apa hasil yang didapat dari
perbuatan mereka itu? hasilnya adalah membuka peluang bagi orang-
orang kafir untuk menutup masjid, membubarkan halaqah ilmu dan lain-
lain. Lalu apa yang menjadi tuntutan dari hizb ini? mereka tidaklah
menuntut akan doktrin-doktrin aqidah dalam dakwahnya.

Mereka menafsirkan Al Qur'an dengan disesuaikan nafsunya, mereka
berkata "Dan tidaklah Allah menciptakan manusia dan jin
kecuali…..untuk menegakkan khilafah dan menegakkan hukum-hukum
Islam" dan "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum
sampai mereka…..menegakkan khilafah". Seolah-olah Allah lah yang
berfirman seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Padahal, Li ya'budun
(untuk beribadah pada-Ku), dengan kalimat inilah kami ingin mendakwahi
(kepada tauhid) orang-orang kafir sebelum terlambat.

Jika ada orang kafir datang kepada mereka, untuk meminta penjelasan
tentang Islam. Apakah yang akan mereka lakukan? Apakah mengambil
tangannya dan mendakwahinya atau meninggalkannya? Bagi mereka
maka lebih baik meninggalkan orang kafir tersebut. Padahal bila datang
orang-orang kafir kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka
beliau shallallahu 'alaihi wa sallam akan mengambil tangannya dan
mendakwahinya sampai dia menjadi muslim walaupun satu orang saja.
Sebab hal ini akan menyelamatkan dia dari api neraka dan
memasukkannya ke dalam surga. Tapi dakwahnya mereka, Hizbut Tahrir,
adalah menunda dakwah kepada Tauhid sampai khilafah tegak.

Satu bukti yang sangat jelas mengenai "kebenaran" dari sikap mereka
yang tidak memperdulikan akan aqidah, adalah mereka bersegera pergi ke
Iran (ketika terjadi revolusi Iran) dan mereka pun mengusulkan siapa yang
akan menjadi khalifah disana. Tahukah kamu siapa yang mereka usulkan?
Dia adalah Khomeini, mereka meminta Khomeini menjadi khalifah. Dan
hal ini mereka nyatakan dalam surat kabar mereka, Al Khilafah no.18,
jum'at, 2 januari 1410 H (1989 M).
Dalam surat kabar ini, kami menemukan sebuah artikel berjudul "Hizbut
Tahrir wal 'Imam' Khomeini". Dalam artikel itu mereka berkata "Kami
pergi ke Iran dan mengusulkan agar Khomeini menjadi khalifah umat ini".
Jadi dengan umat manakah yang mereka inginkan agar kita, kaum
muslimin, bekerja sama dan bila tidak bekerja sama maka dihukumi
musyrik? Lalu siapakah khalifahnya? Dia adalah Khomeini.

Dalam majalah mereka, Al Wa'ie, mereka mengatakan bahwa karangan
yang berkenaan dengan politik terbesar (terbaik) yang pernah ditulis
adalah Al Hukumah Al Islamiyyah, yang ditulis oleh Khomeini. Menurut
mereka, ini adalah karya terbesarnya khomeini, sebab dalam karangannya
itu dia menyerukan kepada syari'at dan menetapkan syari'at (menurut
versinya) itu, dan dia mengatakan bahwa tidak ada timur tidak ada barat,
tidak ada sunni tidak ada syi'i, yang ada adalah Islam. Dia membagi Islam
menjadi dua dekade (?), dan memberikan harapan akan hal tersebut
kepada kaum muslimin yang berada dalam keputus-asaan. Mereka (Hizbut
Tahrir) berkata "bukan berarti Khomeini itu tidak mempunyai kesalahan,
tapi sekarang ini bukanlah waktunya untuk membahas hal itu, tapi
pergunakanlah waktu itu untuk hal lain". Apakah yang lain itu? Yaitu
untuk menghantamkan kepala-kepala kaum muslimin dan mendakwahi
mereka pada kemusyrikan.

Mereka mengakui dan berkata "kami telah pergi menemui Khomeini dan
menyerukan padanya agar menjadi khalifah dan khomeini pun
mengatakan bahwa dia akan memberikan jawabannya pada kita, apakah
dia bersedia atau tidak" Lalu mereka berkata lagi "kami telah menunggu
untuk jawabannya itu, tetapi kami tidak mendapatkannya (dia tidak
memberikan jawaban)". Dan karena inilah mereka mengkritik penguasa
Iran itu. Mereka menyerukan agar Khomeini menjalankan khilafah
berdasarkan pada Al Qur'an dan As Sunnah. Apakah Khomeini menerima
Al Qur'an dan As Sunnah? Apakah orang-orang ini sedang bercanda?
Kenapa mereka tidak minta saja pada Clinton dan menyuruhnya untuk
melakukan hal yang sama!.

Mereka memuji kitabnya, Al Hukumah Al Islamiyyah, padahal
didalamnya dia mencaci Abu Bakar, Umar, Mu'awiyah dan lainnya. Dia
mencaci ipar laki-lakinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kenapa
hal ini tidak dipermasalahkan oleh mereka (Hizbut Tahrir)? Dia juga
mengatakan bahwa "imam-imam" kami berada pada tingkatan tertinggi,
yang tidak ada nabi ataupun malaikat yang dapat mencapainya (Al
Hukumah Al Islamiyyah, halaman 52). Bagaimana bisa dia berkata seperti
itu? Bagaimana mungkin imam-imamnya itu lebih baik daripada semua
nabi dan malaikat? Tapi hal itu bukanlah sesuatu yang hal yang
dipermasalahkan bai Hizbut Tahrir.
Hizbut tahrir dalam kegiatan dakwahnya tidaklah menyinggung
permasalahan-permasalahan yang dapat membuat "jatuhnya" umat, seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya. Padahal sebenarnya apa yang mereka
lakukan itu adalah melawan hukum Allah. Allah berfirman,

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai
kaum itu merubahnya (Ar Ra'd 11).

Mereka ingin merubah keadaan tapi tidak ingin umat ini berubah.

Mereka tidak akan mengatakan kepada umat apa yang menyebabkan umat
ini menjadi jatuh dan lemah. Mereka tidak akan berkata "Kami atau kita
umat Islam jatuh karena ketidakpatuhanmu pada Allah", "Kamu sudah
tidak tunduk lagi pada Allah", "Kamu tidak lagi menggambarkan nama
yang kamu sandang dibahumu", "Kamulah yang menyebabkan jatuhnya
umat ini", "Ini semua karena dosa-dosamu" dan perkataan lainnya.

Mereka tidak mengatakan hal itu, tapi mereka akan mengatakan pada umat
bahwa jatuhnya umat ini karena onspirasi musuh. Mereka tidak
memfokuskan dakwah mereka untuk memperbaiki apa-apa yang telah
dilanggar oleh umat, padahal inilah yang selalu menjadi musuh yang
sebenarnya. Dan kami pernah bertanya pada mereka, "Allah telah
menjanjikan kepada kita, umat Islam, kejayaan dan kemenangan. Lalu
kenapa setelah Dia memberikan hal itu kemudian menghancurkan kita?
Mereka tidak akan menjawabnya.

Mereka ingin agar kita meloncati tahapan awal dalam dakwah, yaitu
tarbiyah dan memulainya dengan khilafah sebagai tahapan yang paling
awal. Tapi mereka tidak akan berhasil, mereka akan gagal. Sebab tahapan
awal dalam berdakwah yang dilakukan oleh para shahabat adalah tarbiyah,
sebab membawa nama Islam di pundak kita membutuhkan kesabaran dan
lain-lain. Tapi hal yang dekat untuk dilakukan oleh mereka hanyalah
untuk menegakkan khilafah dan tidak berbicara tentang selainnya, seperti
membicarakan dosa dan lain-lain. Padahal Allah berfirman,

"Jika kalian bersabar dan bertaqwa, maka yang demikian itu sungguh
merupakan hal yang patut diutamakan" (Ali Imran 186)

Jika kamu bersabar dan takut pada Allah, maka makar musuh tidaklah
akan membuatmu merugi!!! Maka apakah kita akan merugi, apa yang
akan terjadi pada janji Allah kemudian bila kita bersabar dan bertaqwa
pada Allah? Ini adalah janji Allah, maka apa yang akan terjadi kemudian?
Dan Allah berfirman,

"Sembahlah Aku dan janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan
apapun" (An Nur 55)
Ada dua syarat disini, yaitu sabar dan takut serta tidak menyekutukan
Allah, jika kita berpegang pada dua hal ini maka kita tidak akan merugi.

Tapi mereka (Hizbut Tahrir) membolehkan seorang yang musyrik, yaitu
Khomeini, menjadi khalifah!!! Seseorang yang berkata "Ya Ali…dan lain-
lainnya yang mengandung kesyirikan. Benarkah orang-orang ini hanya
menyembah pada Allah saja? Tapi hal-hal ini bukanlah sesuatunyang
harus dipermasalahkan bagi mereka, sebab yang paling penting bagi
mereka adalah khilafah. Kalian tidaklah menerapkan tauhid dalam
dakwahmu, setiap kesyirikan adalah bukanlah masalah bagim,u, khilafah
yang penting penting. Masing-masing dari mereka tidak faham akan
syari'ah atau mereka mengabaikan hukum Allah. Seharusnya kita
mempelajari bagaimana cara mengahadapkan hati-hati kita kepada
Pencipta kita.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata "Ya Allah, jauhkanlah aku dari
setiap bala' yang timbul akibat dosa-dosa". Dan tidaklah hal ini dapat
dicapai kecuali dengan At Taubat. Apa yang dikatakan oleh Ibnu 'Abbas
menunjukkan adanya hukum Allah, tapi "hukum" Hizbut Tahrir tidaklah
menunjukkan adanya hukum Allah.

Mereka tidak keberatan untuk berbicara tentang permasalahan
imperialisme. Ya, Amerika adalah syaithan terbesar di dunia. Kita tidak
berpendapat tidak boleh mengatakan hal itu, tapi kita katakan "berhentilah
memakai hal-hal yang berbau emosional itu dalam berdakwah dan
mulailah untuk mengajari umat ini dengan apa yang harus pertama kali
mereka ketahui, yaitu At Tauhid".

Tapi jika Amerika itu adalah syaithan terbesar, seperti katamu, lalu kenapa
kalian mengatakan bahwa kita dibolehkan untuk meminta bantuan pada
syaithan-syaithan itu? Kenapa kalian katakan bahwa meminta bantuan
kepada kuffar itu adalah salah satu dari prinsip "kita"? Kalian meminta
bantuan kepada kuffar untuk melakukan apa? Untuk menegakkan
khilafah, apakah syaithan itu akan membantu kalian untuk menegakkan
khilafah? Kalian adalah satu-satunya yang berkata bahwa seseorang
dibolehkan untuk melakukan perjanjian damai dengan syaithan-syaithan
itu (itu yang pertama) dan yang lainnya, adalah kamu katakan bahwa
kalian berlepas diri dari hal itu. Lalu kenapa kalian katakan "pertama,
salah satu prinsip kami adalah mencari dukungan kepada kuffar agar
mereka memberikan bantuan kepada kita dalam menegakkan khilafah?
Maka pada tahun 1978, mereka meminta kepada Qaddafi agar
membantunya dalam menegakkan khilafah.

Kemenangan yang mendukung umat ini berbeda dengan kemenangan
yang diraih oleh berbagai macam negara. Perancis memukul mundur
                     jerman, Jerman memukul mundur Inggris, mereka mempunyai sistem
                     sendiri-sendiri. Tapi kita mempunyai hukum Allah. Kemenangan dalam
                     Islam itu berhubungan dengan ketundukan, ketaatan, berserah diri kepada
                     Allah dan inilah unsur-unsur sebenarnya dari kemenangan. Kemenangan
                     inilah yang dijanjikan oleh Allah, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya,
                     tapi janji-Nya itu mempunyai syarat-syarat.

                     Tidak seperti yang ada di orang-orang ini. Sebagian dari mereka ada yang
                     menunjukkan pahanya (memperlihatkan auratnya) dan yang lainnya ada
                     yang tidak sholat. Mereka berkata "Ini bukanlah masalah, selama dia
                     berkata La Ilaha Ilallah", mereka berkata "Baik, kita katakan pada mereka,
                     kau bersama kami, walaupun kau tidak shalat". Dan kami mengetahui
                     beberapa dari anggota Hizbut Tahrir di Yordania dan negara lainnya,
                     mereka tidak sholat. Tapi mereka katakan bahwa hal itu tidak apa-apa
                     selama orang-orang itu berteriak untuk menegakkan khilafah. Maka tidak
                     apa-apa kami (Hizbut Tahrir) bekerja sama dengan mereka. Dan mereka
                     menyatakan bahwa diri-diri mereka adalah yang paling mengetahui
                     tentang permasalahan politik. Salah satu bukti dari pekerjaan dan
                     pengetahuan mereka dalam masalah politik adalah mereka berteriak
                     kepada Saddam Husain (seorang komunis, yang telah membunuh ribuan
                     muslim dan melakukan kekejaman pada muslim), mereka berkata
                     tentangnya "Subhanallah, dia berjuang melawan syaithan terbesar, yaitu
                     Amerika, maka kami bersamanya" dan kesesatan-kesesatan lainnya.

                     Sekarang kita akan membahas beberapa fatwa mereka. Tentang Al Qadha
                     wal Qadar, mereka katakan bahwa kedua hal itu tidak dijelaskan dalam Al
                     Qur'an dan As Sunnah (Ad Dusiyah halaman 1).
                     Bersambung ke volume III...


Back to top



noor_al_maseeh        Posted: Tue Feb 06, 2007 8:00 pm     Post subject:
Lupa Diri
                    Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (III)
                    Penulis: Syaikh 'Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah
                    (www.salafipublications.com Article #GRV0300
                    Hizbiyyah/Aliran, 20 - Juni - 2003, 07:11:31
                    ===============================================
                    Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"kebanyakan
                    dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal
                    Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)" (HR. Al
                    Haitsami dalam Majma'uz Zawa'id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya
Joined: 06 Feb 2007 dalam Fathul Bari 10/167)
Posts: 1760
Topics: 207         Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut
Location: Kuching   Tahrir adalah bersadarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan
(Malaysia)          Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari
                    agama. Mereka berkata "kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami".
                    Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, adalah pernyataannya Umar
                    Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah
                    ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas
                    permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma'idah 5/29).

                    Mereka menjelaskan bahwa khilafah tidak akan tegak dengan berdasarkan
                    pada akhlaqul karimah, tetapi berdirinya khilafah adalah dengan
                    pengoreksian terhadap doktrin aqidah dan manhaj yang dibawa atau
                    dipraktekkan dalam Islam (At Taqatul Hizbi halaman 1).

                    Dan dikatakan oleh mereka bahwa dakwah pada akhlaqul karimah
                    tidaklah akan membuat masyarakat menjadi benar dan tidak akan
                    membuat tegaknya khilafah, tapi masyarakat itu akan tegak dikarenakan
                    adanya koreksi pada doktrin aqidah dan tidaklah dengan menyerukan pada
                    akhlaqul karimah (Manhaj Hizbut Tahrir fit Taghyir halaman 26-27).

                    Maka kita katakan "Masyarakat itu akan tegak dengan keduanya (aqidah
                    dan akhlaqul karimah), dan Islam menyerukan pada keduanya".

                    Taqiyuddin mengingkari adanya ikatan emosi pada jiwa manusia, tidak
                    ada ikatan bathin. Dia katakan tidak ada ikatan emosi pada jiwa manusia
                    dalam ajaran Islam. Karena pendapatnya inilah, kami melihat Hizbut
                    Tahrir tidak mempunyai kelemah-lembutan dan akhlaqul karimah dalam
                    menghadapi umat.

                    Dia berkata dalam Nizhamul Islam halaman 61 dan Al Fikrul Islami Al
                    Mu'asyir halaman 202 bahwa mereka-mereka (para ulama Ahlus Sunnah)
                    yang mengatakan bahwa wanita itu semuanya aurat, maka hal ini adalah
                    bukti dari keruntuhan, perusakan akhlaq, padahal sudah pasti bahwa laki-
                    laki dan perempua itu akan bertemu bersama-sama ketika melakukan
                    transaksi jual-beli.

                    Lalu dia katakan dalam An Nizham halaman 10 dan 12, bahwa berjabat
                    tangan dengan wanita yang bukan mahram itu tidak akan merusak akhlaq.
                    Dia mengatakan bahwa bila wanita itu berhijab maka hal itu adalah
                    keruntuhan dan perusakan akhlaq, tapi dia berkata bahwa berjabat tangan
                    dengan wanita bukan mahram itu tidak merusak akhlaq.

                    Mereka mengatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah merupakan sebuah
                    kelompok yang mengurusi masalah politik, seluruh kegiatannya adalah
                    berhubungan dengan politik, ini yang mereka katakan.
Kegiatan mereka bukan pada hal tarbiyah, bukan pula pada memberikan
targhib dan tarhib, namun semuanya hanyalah yang berikaitan dengan
politik (Manhaj Hizbut Tahrir Fit Taghyir halaman 28 dan 31, juga dalam
Hizbut Tahrir halaman 25).

Apakah kalian pernah mendengar apa yang mereka katakan itu? Itu yang
mereka nyatakan. Mereka berkata "Kami membolehkan orang-orang
untuk membentuk hizb-hizb, berdasarkan pada firman Allah,

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia yang menyeru
pada kebaikan dan melarang kejelekan serta beriman kepada Allah" (Ali
Imran 110)

Ini adalah dalil yang mereka pakai, padahal seperti yang mereka katakan,
bahwa kegiatan mereka seluruhnya hanya berkaitan dengan politik!!.

Maka kegiatan politik ini telah dijadikan sebagai aqidah bagi mereka, dan
karena hal inilah mereka melakukan tawar menawar dengan mubtadi' (dan
juga musyrikin) seperti Syi'ah, mereka mengatakan bahwa bekerja sama
dengan syi'ah adalah tidak apa-apa. Dan mereka melakukan hal tersebut
dengan kuffar Yahudi.

Mereka mengatakan dalam majalahnya, Al Wa'ie, nomor 75 halaman 23,
tahun 1993, bahwa tidak ada perbedaan antara madzhab Syafi'i dan
Hanafi, dan mereka telah salah karena mendalilkan hal ini untuk
menjelaskan yang berikutnya, begitu pula Ja'fari dan Zaidi.

Dan mereka berkata "dan inilah yang terjadi antara kalangan Sunni dengan
Syi'i, yang sebenarnya ada orang-orang yang berada di belakang
perpecahan ini (yang mempunyai maksud tertentu) dan kami harus
memerangi orang-orang itu, sebab tidak ada perbedaan antara keduanya,
dan siapa saja yang melakukan perbedaan itu maka akan kami lawan".

Orang-orang Hizbut tahrir sebenarnya mengetahui apa yang dinyatakan
oleh orang-orang syi'ah tentang 'Aisyah dan para shahabat, mereka
mendengarnya di Hyde Park (sebuah tempat di Inggris) dan tetap saja
mereka katakan tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syi'i.

Ketika Syi'ah mencaci maki para shahabat dan mengatakan bahwa para
shahabat telah merubah Al Qur'an, mencaci maki istri Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam, ummul mukminin, tapi bagi Hizbut Tahrir ini
adalah masalah kecil!! Kenapa bisa seperti itu? Karena berdasarkan pada
hal yang paling penting bagi mereka, yaitu permasalahan khilafah.

Mencaci maki para shahabat, mencaci maki para istri Rasul, menuduh para
shahabat telah merubah Al Qur'an adalah hal kecil dibandingkan dengan
permasalahan yang "paling besar", apakah itu? Masalah khilafah.

Itulah yang menyebabkan kenapa mereka mengatakan bahwa kitab yang
terbaik adalah Al Hukumah Al Islamiyyah padahal didalamnya terdapat
kekufuran dan pernyataan bahwa melawan Sunni adalah merupakan
aqidah bagi Syi'i, karena aqidah syi'i itu cocok dengan aqidahnya mereka.
Tapi Hizbut Tahrir tidak mau tahu tentang hal itu dan memilih untuk
mengabaikannya.

Oleh karena itu, mereka (Hizbut Tahrir) dapat ditemukan di Qum, tempat
dimana Khomeini hidup. Mereka mengira bahwa di sana dapat ditegakkan
khilafah.

Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, mereka mengatakan bahwa
Allah membolehkan umat Islam untuk mendirikan hizb-hizb, dengan
berdalil dengan surat Ali Imran ayat 110.

Tapi lihat apa yang mereka katakan "Sesungguhnya amar ma'ruf nahi
munkar tidak bisa dijalankan kecuali sebelumnya telah ditegakkan
khilafah dan hukum-hukum Islam" (Manhaj Hizbut Tahrir Fit Taghyir
halaman 21). Lalu andai amar ma'ruf nahi munkar itu tidak bisa dijadikan
sebagai suatu cara, kanapa kalian masih menukil ayat itu?.

Dan Umar Bakri pun mengatakan hal yang sama pada Tafsirnya Surat Al
Ma'idah 2/233. Mereka katakan bahwa kegiatan mereka total pada
permasalahan politik.

Maka kita katakan pada mereka. Apakah Salafus Shalih tidak pernah
mendengar ayat ini sebelumnya? Kalaupun mereka (Salafus Shalih)
mendengar, apakah mereka mendirikan kelompok sendiri-sendiri? Apakah
mereka memahami ayat itu seperti pemahamanmu? Tentu saja tidak,
sebaliknya pemahamanmu ini bukanlah dalam rangka memahami ayat,
tapi dalam rangka merusak ayat.

Kami pun mengetahui bahwa kelompok yang bergerak dalam
permasalahan politik bukan hanya Hizbut Tahrir saja, tapi juga ada
Ikhwanul Muslimin. Mereka juga mengatakan boleh untuk membuat
kelompok-kelompok dan mereka pun menukil ayat yang sama.

Mereka adalah biang pembuat perpecahan umat. Mereka masing-masing
membuat kelompok, lalu mereka pun berpecah belah dan akhirnya saling
benci satu sama lainnya. Ini adalah suatu pemahaman yang menyelisihi
Salaf.

Rasulullah berkata bahwa jika ada dua khalifah yang dibai'at, maka salah
satunya harus dibunuh. Tapi mereka katakan bahwa hadits ini ahad.
Siapakah yang memberitahumu bahwa para shahabat tidak menerima
hadits ahad?

Kita telah menjelaskan pada mereka (Hizbut Tahrir) tentang salahnya
pendapat ini selama bertahun-tahun. Maka berikanlah pada kami, ucapan-
ucapan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, shahabat, tabi'in dan
yang selainnya bahwa hadits ahad tidak bisa diambil dalam permasalahan
aqidah? Mereka katakan bahwa haram mengambil hadits ahad dalam
permasalahan aqidah tapi haram meninggalkan hadits ahad dalam
permasalahan ahkam!! Apakah ini bukan suatu pertentangan?

Maka disini ada pertanyaan penting yang harus ditujukan pada mereka.
Mereka sering mendengung-dengungkan ayat,

"Dan hendaklah ada di antara kamu, segolongan umat yang menyeru pada
kebajikan, menyeru yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka
lah orang-orang yang beruntung" (Ali Imran 104)

Lalu bagaimana bisa ayat ditafsirkan dan hendaklah ada segolongan dari
Hizbut Tahrir? Sekarang kita katakan, apakah umat ini ada sebelum
lahirnya Taqiyuddin An Nabhani? Tentu saja, umat ini sudah ada sejak
jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu kenapa kita perlu
pada Taqiyuddin dan Hizbut Tahrir?

Apakah merupakan suatu kebaikan jika membolehkan membentuk partai-
partai dalam Islam, di dalam umat ini sedangkan kalian melarangnya di
dalam tubuh kalian (di dalam Hizbut Tahrir)?

Dan sungguh menakjubkan orang-orang ini, yang mereka sebenarnya
mendakwahkan pada perpecahan. Mereka berteriak agar umat ini bersatu,
tapi mereka sendiri terpecah-belah.

Mereka seharusnya tidak boleh melakukan hal ini. Jika kalian ingin agar
umat ini bersatu, maka hal yang pertama yang harus kalian lakukan adalah
pergi dan kutuklah hizb kalian (dan membubarkannya), lalu setelah itu
barulah kalian berdakwah untuk bersatu.

Hal lainnya, adalah mereka selalu mendengung-dengungkan ayat di atas
(Ali Imran 104), tapi apakah mereka terlihat, secara dhahir, melakukan
amar ma'ruf nahi munkar? Tidak, mereka hanya melakukan hal itu untuk
kepentingan diri-diri mereka dan kelompoknya saja.

Seseorang yang tidak mempunyai sesuatu maka tidak akan dapat
memberikan apa pun. Jika aku tidak mempunyai uang maka tidak dapat
memberikan uang. Jika mereka (Hizbut Tahrir) tidak mempunyai sunnah,
maka sunnah apakah yang akan mereka berikan pada umat.
Menurut mereka, semua bagian dari dunia ini adalah darul kufr. Mereka
katakan bahwa tidak ada lagi wilayah Islam saat ini, sebab semuanya
adalah tempat kufr. Apakah benar mereka berkata seperti ini? apakah
kalian setuju dengan mereka?

Aku telah membaca tulisan mereka dalam kitab-kitab mereka, mereka
katakan "Tanah yang ditempati Muslimin sekarang adalah darul kufr,
walaupun orang-orang yang menempatinya muslim" (Hizbut Tahrir,
halaman 32 dan 103). Mereka tidak memasukkan Makkah dan Madinah
sebagai wilayah muslim!

Apakah mereka katakan padamu kecuali Makkah dan Madinah? Aku akan
memberikan pengalaman pribadiku, salah seorang dari mereka berkata
padaku, "semua orang selain yang tinggal di Makkah dan Madinah adalah
bukan muslim dan wilayah tempat tinggal mereka yang tinggali pun
bukanlah Darul Islam (Ad Daulah Islamiyyah halaman 55, Mitsaqul
Ummah halaman 14 dan 44, Manhaj Hizbut Tahrir halaman 10-11).

Dari semua sumber rujukan tersebut dikatakan bahwa semua tempat
adalah darul kufr dan semua masyarakatnya adalah kufr. Ini berarti tidak
ada muslimin!! Salah seorang dari saudara kita bertanya pada salah
seorang pemimpin mereka, "apakah ada pada saat ini darul Islam?", dia
(pemimpin Hizbut Tahrir) berkata "Tidak Ada", lalu saudara kita
berkata:"Tapi aku ingin hijrah" dia berkata "ini tidaklah mungkin". Lalu
dimanakah kemudian darul hijrah itu? Apakah Makkah dan Madinah
bukan tempat Islam? Lalu kenapa kalian (Hizbut Tahrir) pergi ke London?

Ada beberapa fatwa yang mereka berikan (Jawab wa sual, 24 rabi'ul awal
1390 dan juga 8 muharram 1390). Mereka menjelaskan bahwa laki-laki
dibolehkan untuk mencium wanita non muslim. Dan aku bersumpah
bahwa mereka menyetujui hal ini.

Salah seorang saudara kita yang baru masuk Islam diberikan penjelasan ini
bahwa dia boleh mencium wanita non muslim. Mereka berkata bahwa
boleh untuk melihat foto (gambar) wanita telanjang (b****l), mereka
katakan "Toh ini hanyalah gambar". Mereka katakan bahwa itu bukanlah
wanita tapi hanyalah gambar.

Kemudian mereka berkata bahwa dibolehkan untuk menjabat tangan
wanita lainnya, yaitu ketika melakukan bai'at, sebab tidak ada perbedaan
antara wanita dan pria dalam hal ini (Al Khilafah halaman 32).

Hal yang ingin saya jelaskan sekarang adalah, aku telah melihat mereka
dan datang ke tempatku. Dan mereka mengatakan tentang hadits dari
'Aisyah. 'Aisyah berkata "Tidak, Wallahi. Rasulullah tidak pernah
menyentuh tangan wanita (selain mahram)".

Dan mereka katakan bahwa "Tidak, dia ('Aisyah) telah salah". Aku telah
mendengarnya langusng dari Umar Bakri dan aku mempunyai
rekamannya. Dia katakan bahwa 'Aisyah telah salah, dia salah dalam
menyatakan hal ini". Maka manakah yang benar, apakah perkataan
'Aisyah atau dia?

Apakah kamu hidup di jaman Rasulullah? Bagaimana mungkin kau bisa
berkata seperti ini. Padahal hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari!!.
Mereka membantah perkataan 'Aisyah dengan perkataannya Ummu
'Athiyah bahwa Rasulullah memanjangkan tangannya dari luar rumah dan
para wanita memberikan padanya tangan-tangan mereka.

Tapi riwayat Ummu 'Athiyah ini adalah mursal, yang berarti dha'if. Hal ini
telah dijelaskan oleh An Nawawi (Syarh Shahih Muslim, 1/30) dan juga
Ibnu Hajar Al Asqalani (FatHul Bari 8/636). Beliau (Ibnu Hajar)
mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh 'Aisyah adalah merupakan
hujjah (bantahan) terhadap apa-apa yang diriwayatkan oleh Ummu
'Athiyah mengenai Rasulullah memanjangkan tangannya untuk berjabat
tangan dengan para wanita.

Apakah mereka (Hizbut Tahrir) tidaklah merasa cukup dengan hadits
Rasulullah "Aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita". Hadits ini
diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1597), An Nasa'i (7/149), Ibnu Majah
(2874). Tapi tetap saja hal ini tidak mencukupi mereka.

Apa yang akan aku katakan pada seorang wanita adalah sama dengan yang
akan aku katakan pada ratusan wanita tentang bai'at ini.

Bahwa Rasulullah tidak membai'at wanita kecuali dengan ucapan (bukan
berjabat tangan) (HR. Muttafaq 'alaih), dan juga perkataan beliau
"Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi,
maka itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tak halal
baginya" (HR. Al Baihaqi, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash
Shahihah no.226).

Kendati pun demikian, mereka tetap menyatakan boleh untuk berjabat
tangan dengan wanita yang bukan mahram!!

Maka aku katakan pada mereka, dengan menukil ucapan yang sering
mereka dengung-dengungkan pada penguasa, "Berhukumlah dengan apa
yang telah diturunkan oleh Allah!". Dan kami katakan pada mereka
"(salah satu) Hukum Allah adalah tidak berjabat tangan dengan wanita
bukan mahram, jika kalian tidak berhukum dengan hukum Allah, maka
kalian tidak akan bisa menegakkan hukum Allah".
                      Dan ini berarti bahwa kita harus bersikap tunduk, patuh dan ta'at pada
                      hukum Allah, dan jika kitatidak mendasarkan diri pada hukum Allah,
                      maka apa yang aka terjadi nantinya, bagaimana kita bisa mendakwahi
                      orang lain, bagaimana kita bisa mencapai keunggulan dan kepemimpinan.
                      Imam An Nawawi berkata "jika hal itu terlihat, maka haram untuk
                      menyentuhnya" (Syarhul Minhaj 6/195)


Back to top



noor_al_maseeh          Posted: Tue Feb 06, 2007 8:05 pm Post subject: Fatwa
Lupa Diri             tentang Kesesatan Hizbut Tahrir [exposed]

                      Fatwa ttg Kesesatan Hizbut Tahrir (I)
                      Penulis: Syaikh Al Albani
                      ===============================================
                      Pada suatu kesempatan ada dua pertanyaan yang keduanya bertemu pada
                      satu titik berkenaan dengan Hizbut Tahrir (selanjutnya disingkat HT).

                      Pertanyaan Yang Pertama :

Joined: 06 Feb 2007   Saya banyak membaca tentang Hizbut Tahrir dan saya kagum terhadap
Posts: 1760           banyak pemikiran-pemikiran mereka, saya ingin Anda menjelaskan atau
Topics: 207           memberikan faedah pada kami dengan penjelasan yang ringkas tentang
Location: Kuching     Hizbut Tahrir ini.
(Malaysia)
                      Pertanyaan Yang Kedua :

                      Sehubungan dengan permasalahan-permasalahan tadi akan tetapi si
                      penanya menghendaki dariku penjelasan yang sangat luas tentang Hizbut
                      Tahrir, sasaran, atau tujuan-tujuannya, serta pemikiran-pemikirannya, dan
                      apakah semua sisi negatifnya merembet ke dalam permasalahan akidah?

                      Saya (Syaikh Al Albani) menjawab atas dua pertanyaan tadi :

                      Golongan atau kelompok atau perkumpulan atau jamaah apa saja dari
                      perkumpulan Islamiyah, selama mereka semua tidak berdiri di atas
                      Kitabullah (Al Qur‟an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
                      Sallam serta di atas manhaj (jalan/cara) Salafus Shalih, maka dia
                      (golongan itu) berada dalam kesesatan yang nyata! Tidak diragukan lagi
                      bahwasanya golongan (hizb) apa saja yang tidak berdiri di atas tiga dasar
                      ini (Al Qur‟an, Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan
                      Manhaj Shalafus Shalih) maka akan berakibat atau membawa kerugian
                      pada akhirnya walaupun mereka itu (dalam dakwahnya) ikhlas.
Pembahasan saya kali ini tentang golongan-golongan Islamiyah yang
mereka semua harus ikhlas kepada Allah „Azza wa Jalla dan
menginginkan nasehat kebaikan bagi umat sebagaimana dalam hadits yang
shahih :

“Agama itu adalah nasehat”, kami (para shahabat) berkata : “Bagi siapa ya
Rasulullah?” (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam) bersabda : “Bagi
Allah dan bagi Kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi Imam-Imam kaum
Muslimin, dan mereka (kaum Muslimin) pada umumnya.” (Imam Muslim
menyendiri dalam lafadz hadits hadits ini dari hadits Tamim Ad Dari)

Karena Allah telah berfirman dalam Al Qur‟an tentang permasalahan ini :

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-
benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al
Ankabut : 69)

Maka barangsiapa yang jihadnya karena Allah „Azza wa Jalla dan
berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam serta di atas manhaj Salafus Shalih merekalah orang-orang yang
dimaksud dalam ayat :

“Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu.”
(QS. Muhammad : 7)

Manhaj Salafus Shalih ini adalah dasar yang agung maka dakwah setiap
golongan kaum Muslimin harus berada di atasnya. Berdasarkan
pengetahuan saya, setiap golongan atau kelompok yang ada di muka bumi
Islam ini, saya berpendapat sesungguhnya mereka semua tidaklah
berdakwah pada dasar yang ketiga, sementara dasar yang ketiga ini adalah
pondasi yang kokoh.

Mereka hanya menyeru kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saja, di sisi lain mereka tidak menyeru
(berdakwah) pada manhaj Salafus Shalih kecuali hanya satu jamaah saja.

Dan saya (Al Albani) tidak menyebut satu jamaah tadi sebuah hizb (sekte)
karena mereka tidak berkelompok dan tidak berpecah belah serta tidak
fanatik kecuali kepada Kitabullah, Sunnah Rasul, dan manhaj Salafus
Shalih, dan sungguh saya tahu persis tentang hal ini.Dan akan lebih jelas
bagi kita semua betapa pentingnya dasar yang ketiga ini dalam kaitannya
dengan nash syar‟i yang dinukil dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
baik yang berhubungan dengan Al Qur‟an maupun As Sunnah.

Pada kenyataannya, jamaah-jamaah Islamiyah sekarang ini, demikian pula
kelompok-kelompok Islamiyah sejak awal munculnya penyimpangan terus
merajalela serta menampakkan taringnya di antara jamaah-jamaah
Islamiyah yang pertama (yaitu mulai timbulnya Khawarij) pada masa
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, kemudian sejak
mulainya Jaad bin Dirham mendakwahkan (pemikiran) Mu‟tazilah dan
sejak munculnya firqah-firqah yang dikenal nama-namanya di zaman dulu
serta berhubungan dengan wajah-wajah baru di zaman sekarang dengan
nama-nama yang baru pula. Mereka itu baik yang dulu maupun yang
sekarang tidak terdapat padanya perbedaan, tak satupun di antara mereka
yang menyatakan dan mengumandangkan bahwasanya mereka di atas
manhaj Salafus Shalih.

Semua kelompok-kelompok ini dengan perselisihan yang ada pada
mereka, baik dalam masalah akidah, dasar-dasar atau permasalahan-
permasalahan hukum dan furu‟ (cabang-cabang), semuanya menyatakan
berada di atas Kitab dan Sunnah, akan tetapi mereka berbeda dengan kita,
karena mereka tidak mengatakan apa yang kita katakan, yang perkataan
itu merupakan kesempurnaan dakwah kita. Yakni (perkataan) berada di
atas manhaj Salafus Shalih.

Maka atas dasar ini, siapa yang menghukumi golongan-golongan ini, yang
mereka semua ber-intima‟ (menisbatkan diri) walaupun minimal secara
perkataan bahwa dakwahnya di atas Kitab dan Sunnah, dan bagaimana
hukum yang pasti (tentang mereka), karena mereka semua mengatakan
dengan perkataan yang sama?

Jawabannya, tidak ada jalan untuk menghukumi golongan-golongan di
antara mereka bahwa mereka di atas yang haq (benar), kecuali apabila
dibangun di atas manhaj Salafus Shalih. Sekarang pada diri kita timbul
satu pertanyaan : “Dari mana (atas dasar apa, pent.) kita mendatangkan
manhaj Salafus Shalih?”

Jawabannya, sesungguhnya kita mendatangkan dasar yang ketiga ini dari
Kitabullah dan hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan
sebagaimana yang telah ditempuh oleh Imam-Imam Salaf dari kalangan
shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan Ahlus
Sunnah wal Jamaah seperti halnya yang mereka katakan saat ini. Dalil
yang pertama adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya
dan mengikuti jalan selain jalannya orang-orang Mukmin, Kami palingkan
dia kemana dia berpaling dan Kami masukkan dia ke dalam Jahanam. Dan
Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa‟ : 115)

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala ((“Dan mengikuti jalan yang bukan
jalan orang-orang Mukmin”)) dihubungkan dengan firman Allah ((“Dan
barangsiapa menentang Rasul”)). Maka seandainya ayat ini berbunyi
((“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran
baginya, Kami palingkan dia kemana dia berpaling dan Kami masukkan
dia ke dalam Jahanam. Dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali”))
yakni tanpa firman Allah Subhanahu wa Ta'ala ((“Dan mengikuti jalan
yang bukan jalan orang-orang Mukmin”)) niscaya ayat ini menunjukkan
kebenaran dakwah golongan-golongan dari kelompok-kelompok tadi baik
yang di zaman dahulu maupun yang sekarang ini, karena mereka
mengatakan kami di atas Kitab dan Sunnah. Mereka tidak mengembalikan
permasalahan-permasalahan yang mereka perselisihkan kepada Kitab dan
Sunnah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“ … kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur‟an) dan Rasul-Nya (As Sunnah),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An
Nisa : 59)

Apabila Anda mengajak (berdakwah) kepada salah satu dari jumhur ulama
mereka dan salah satu dari da‟i mereka kepada Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka mereka akan berkata,
“Saya mengikuti madzhabku”, yang lain menyatakan, “madzhabku adalah
Hanafi”, yang lain menyatakan, “madzhabku adalah Syafi‟i”, dan
seterusnya.

Mereka taqlid kepada Imam-Imam mereka sebagaimana mereka
mengikuti Kitabullah dan Sunnah Rasul Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.
Maka apakah benar mereka mengamalkan ayat ini? Tidak sama sekali dan
sekali-kali tidak. Oleh sebab itu apa faedahnya pengakuan mereka
bahwasanya mereka di atas Kitab dan Sunnah selama mereka tidak
mengamalkan keduanya.

Dari contoh ini, tidaklah saya menghendaki untuk orang-orang yang taqlid
(awam, pent.) dari mereka, akan tetapi yang aku kehendaki dengannya
adalah para da‟i Islam yang seharusnya tidak menjadi orang yang taqlid
belaka, yang mengutamakan pendapat para Imam yang tidak ma‟shum
keadaannya.

Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah menyebutkan kalimat di
pertengahan ayat tadi secara sia-sia, hanya saja Allah Subhanahu wa
Ta'ala menginginkan dengannya menanamkan satu pokok yang sangat
penting, suatu patokan yang sangat kokoh yaitu tidak boleh kita semata-
mata bersandar pada akal dalam memahami Kitab Allah (Al Qur‟an) dan
Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Kaum Muslimin hanyalah dikatakan mengikuti Al Qur‟an dan As Sunnah
baik secara pokok-pokoknya dan patokan-patokannya, apabila di samping
berpegang pada Al Qur‟an dan Sunnah, mereka juga berpegang dengan
apa yang ditempuh oleh Salafus Shalih. Karena ayat di atas mengandung
nash yang jelas tentang dilarangnya kita menyelisihi jalannya para
shahabat.

Artinya wajib bagi kita mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam dan tidak menyelisihi (menentang) beliau, demikian pula wajib
bagi kita untuk mengikuti jalannya kaum Mukminin dan tidak
menyimpang darinya. Dari sini kita menyatakan bahwa wajib atas tiap
golongan/kelompok/jamaah Islamiyah untuk memperbaharui tolok ukur
mereka yakni agar mereka bersandar kepada Al Qur‟an dan Sunnah di atas
pemahaman Salafus Shalih.

Dan sangat kita sayangkan Hizbut Tahrir tidak berdiri di atas dasar yang
ketiga, demikian pula Ikhwanul Muslimin dan hizb-hizb Islamiyah
lainnya. Sedangkan kelompok-kelompok yang mengumandangkan perang
dengan Islam seperti partai Baats dan partai komunis, maka mereka tidak
(masuk) dalam pembicaraan kita sekarang ini.

Oleh karena itu seyogyanya seorang Muslim dan Muslimah hendaknya
mengetahui bahwa suatu garis kalau sudah bengkok pada awalnya
(pangkalnya) maka akan semakin jauh dari garis yang lurus. Dan setiap ia
melangkahkan kakinya akan semakin bertambahlah penyelewengannya.
Maka jelas yang lurus adalah sebagaimana yang disebutkan Allah
Subhanahu wa Ta'ala di dalam ayat Al Qur‟an :

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus,
maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al
An‟am : 153)

Ayat yang mulia ini jelas Qath‟iyyatul Ad Dalalah (pasti penunjukkan)
sebagaimana disukai dan biasa diucapkan oleh Hizbut Tahrir dan sekte-
sekte lain dalam dakwahnya, tulisan-tulisan dan khutbah-khutbahnya.
Dalil yang Qath‟iyyatul Ad Dalalah (pasti penunjukkan), karena ayat ini
menyatakan : “Sesungguhnya jalan yang bisa menuju pada Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah satu, dan jalan-jalan yang lain adalah jalan-
jalan yang menjauhkan kaum Muslimin dari jalan Allah Subhanahu wa
Ta'ala.

Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam juga menambahkan
keterangan dan penjelasan terhadap ayat ini sebagaimana keberadaan
Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam itu sendiri (menjelaskan
dan menerangkan Al Qur‟an, pent.). Allah Subhanahu wa Ta'ala
menyebutkan dalam Al Qur‟anul Karim kepada Nabi-Nya Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam :

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur‟an, agar kamu menerangkan
kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (QS. An
Nahl : 44)

Sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah penjelas yang
sempurna terhadap Al Qur‟an, sedangkan Al Qur‟an adalah asal
peraturan/undang-undang dalam Islam. Untuk memperjelas suatu
permasalahan pada kita agar lebih mudah untuk dipahami, saya (Syaikh Al
Albani) berkata : “Al Qur‟an bila diibaratkan dengan sistem peraturan
buatan manusia adalah seperti undang-undang dasar dan As Sunnah bila
diibaratkan dengan sistem peraturan buatan manusia adalah seperti
penjelasan terhadap undang-undang dasar tersebut.”

Oleh sebab itu sudah menjadi kesepakatan di kalangan kaum Muslimin,
yang pasti bahwa tidak mungkin bisa memahami Al Qur‟an kecuali
dengan penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan ini
adalah perkara yang telah disepakati.

Akan tetapi sesuatu yang diperselisihkan kaum Muslimin sehingga
menimbulkan berbagai pengaruh setelahnya yaitu bahwa semua firqah
sesat dahulu tidak mau memperhatikan dasar yang ketiga ini yaitu
mengikuti Salafus Shalih, maka mereka menyelisihi ayat yang aku
sebutkan berulang-ulang :

“ … dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang Mukmin.”
(QS. An Nisa : 115)

Mereka menyelisihi jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena jalan Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah satu yaitu sebagaimana yang disebut dalam
ayat terdahulu :

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus,
maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al
An‟am : 153)

Saya (Syaikh Al Albani) berpendapat, sesungguhnya Nabi Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam menambahkan penjelasan dan keterangan pada ayat ini
dari riwayat salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam yang terkenal faqih (fahamnya terhadap dien) yaitu Abdullah Ibnu
Mas‟ud radhiallahu 'anhu ketika beliau mengatakan :

Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam membuat satu
garis untuk kami, sebuah garis lurus dengan tangan beliau di tanah,
kemudian beliau menggaris disekitar garis lurus itu garis-garis pendek.
Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan
(menunjuk) pada garis yang lurus dan beliau membaca ayat (yang artinya :
“Dan bahwa (yang Kami perintah) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya”.

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sambil menunjuk
jarinya pada garis lurus, “ini adalah jalan Allah”, kemudian menunjuk
pada garis-garis yang pendek di sekitarnya (kanan-kirinya) dan bersabda,
“ini adalah jalan-jalan dan pada setiap pangkal jalan itu ada syaithan yang
menyeru manusia padanya.”

Hadits ini ditafsirkan dengan hadits lain yang telah diriwayatkan oleh
Ahlus Sunan seperti Abu Dawud, Tirmidzi, dan selain dari keduanya dari
Imam-Imam Ahlul Hadits dengan jalan yang banyak dari kalangan para
shahabat seperti Abu Hurairah, Muawiyah, Anas bin Malik, dan yang
selainnya dengan sanad yang jayyid. Sesungguhnya Nabi Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, dan Nashrani telah terpecah
menjadi 72 golongan, dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi
73 golongan, semuanya ada di neraka kecuali satu. Maka mereka (para
shahabat) bertanya : “Siapa dia ya Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Dia adalah apa yang aku dan shahabatku
berada di atasnya.”

Hadits ini menjelaskan kepada kita jalannya kaum Mukminin yang disebut
dalam ayat tadi. Siapakah orang-orang Mukmin yang disebutkan dalam
ayat itu? Meraka itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam pada hadits Al Firaq, ketika beliau ditanya tentang
Firqatun Najiah (golongan yang selamat), manhaj, sifat, dan titik tolaknya.
Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab, “apa yang aku
dan para shahabatku berada di atasnya.”

Maka jawaban ini wajib diperhatikan, karena merupakan jawaban dari
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Jika bukan wahyu dari Allah
Subhanahu wa Ta'ala maka itu adalah tafsir dari Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam terhadap jalannya orang-orang Mukmin yang terdapat
pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“Dan barangsiapa yang menentang Rasulullah sesudah jelas kebenaran
baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin.”

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tentang Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan jalannya orang-orang Mukmin.
Sementara itu (dalam hadits, pent.) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam menyebutkan tanda Firqatun Najiah yang tidak termasuk 72
golongan yang binasa. Sesungguhnya Firqatun Najiah adalah golongan
yang berdiri di atas apa yang ada pada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam dan para shahabat.

Maka pada hadits ini kita akan dapati apa yang kita dapati pula dalam
ayat. Sebagaimana ayat tidak membatasi penyebutan Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saja, demikian pula hadits tidak membatasi
penyebutan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saja. Di samping itu
ayat juga menyebutkan jalannya orang-orang Mukmin demikian pula
dalam hadits terdapat penyebutan “shahabat Nabi” maka bertemulah
hadits dengan Al Qur‟an. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam bersabda :

“Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, yang kalian tidak akan tersesat
selama berpegang teguh dengan keduanya, yakni Kitabullah dan
Sunnahku dan tidaklah terpisah keduanya (Al Qur‟an dan As Sunnah)
sampai keduanya datang kepadaku di Haudl.” (Diriwayatkan oleh Malik
dalam Muwatha‟-nya, Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dishahihkan
oleh Al Albani dalam Shahihul Jami‟ hadits nomor 2937)

Banyak golongan-golongan terdahulu maupun sekarang yang tidak berdiri
di atas dasar yang ketiga ini sebagaimana yang disebutkan di dalam Al
Qur‟an dan Hadits. Pada hadits di atas disebutkan tanda golongan yang
selamat yaitu yang berada di atas apa yang ada pada Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya. Semakna dengan
hadits ini adalah hadits Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu 'anhu yang
termasuk salah satu shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
dari kalangan Ahlus Shufah, yakni mereka dari kalangan fuqara‟ yang
tetap berada di Masjid dan menghadiri halaqah-halaqah (majelis taklim)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam secara langsung dan bersih.
Berkata Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu 'anhu :

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memberi nasehat kepada kami
yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami berlinang (karena
terharu). Kami berkata : “Ya Rasulullah seakan-akan ini adalah nasehat
perpisahan maka berilah kami wasiat.” Maka beliau bersabda : “Aku
wasiatkan kepada kamu sekalian untuk tetap bertakwa kepada Allah „Azza
wa Jalla dan senantiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin
kalian adalah seorang budak. Barangsiapa hidup (berumur panjang) di
antara kalian niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh
karena itu wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah
Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (yang datang) sesudahku,
gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian, dan jauhilah perkara-
perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama, pent.). Karena
                 sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid‟ah. Dan setiap bid‟ah itu
                 sesat dan setiap kesesatan itu di neraka.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi.
                 Berkata Tirmidzi, hadits ini hasan)Hadits ini merupakan (penguat)
                 bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak membatasi
                 perintahnya kepada umatnya untuk berpegang teguh dengan sunnahnya
                 saja ketika mereka berselisih akan tetapi beliau menjawab dengan
                 uslub/cara bijaksana, dan siapa yang lebih bijaksana dari beliau setelah
                 Allah? Oleh sebab itu tatkala Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
                 bersabda :

                 “Barangsiapa di antara kalian yang hidup (berumur panjang) setelahku
                 maka dia akan melihat perselisihan yang banyak.”

                 Beliau juga memberikan jawaban dari soal yang mungkin akan muncul
                 (dipertanyakan) : “Apa yang kita lakukan ketika itu wahai Rasulullah?”
                 Maka Rasulullah menjawab : “Wajib atas kalian mengikuti sunnahku.”
                 Dan Rasulullah tidak mencukupkan perintahnya terhadap mereka yang
                 hidup pada waktu terjadi perselisihan dengan hanya mengikuti sunnah
                 beliau, akan tetapi menggabungkannya dengan sabda beliau :

                 “ … dan sunnahnya Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk.”

                 Jika demikian halnya, maka seorang Muslim yang menginginkan kebaikan
                 pada dirinya dalam masalah akidah, dia harus kembali pada jalannya
                 orang-orang Mukmin (para shahabat) bersama dengan Kitab (Al Qur‟an
                 dan As Sunnah) yang shahih dengan dalil ayat dan hadits Al Firaq
                 (perpecahan) serta hadits dari Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu 'anhu.

                 Inilah kenyataan yang ada dan sangat disesalkan bahwasanya hal ini
                 banyak dilalaikan oleh semua hizbi-hizbi/sekte-sekte Islamiyah masa
                 sekarang ini sebagaimana keberadaan firqah-firqah yang sesat, khususnya
                 kelompok Hizbut Tahrir yang berbeda dengan sekte-sekte lainnya di mana
                 Hizbut Tahrir dalam melaksanakan Islam menggunakan akal manusia
                 sebagai tolok ukurnya. (Bersambung ke vol. II)


Back to top



noor_al_maseeh    Posted: Tue Feb 06, 2007 8:09 pm      Post subject:
Lupa Diri
                 Fatwa ttg Kesesatan Hizbut Tahrir (II)
                 Penulis: Syaikh Al Albani
                 ===============================================
                 Pada suatu kesempatan ada dua pertanyaan yang keduanya bertemu pada
                 satu titik berkenaan dengan Hizbut Tahrir (selanjutnya disingkat HT).
                      Pertanyaan Yang Pertama :

                      Saya banyak membaca tentang Hizbut Tahrir dan saya kagum terhadap
                      banyak pemikiran-pemikiran mereka, saya ingin Anda menjelaskan atau
                      memberikan faedah pada kami dengan penjelasan yang ringkas tentang
                      Hizbut Tahrir ini.

Joined: 06 Feb 2007   Pertanyaan Yang Kedua :
Posts: 1760
Topics: 207           Sehubungan dengan permasalahan-permasalahan tadi akan tetapi si
Location: Kuching     penanya menghendaki dariku penjelasan yang sangat luas tentang Hizbut
(Malaysia)            Tahrir, sasaran, atau tujuan-tujuannya, serta pemikiran-pemikirannya, dan
                      apakah semua sisi negatifnya merembet ke dalam permasalahan akidah?

                      Saya (Syaikh Al Albani) menjawab atas dua pertanyaan tadi :

                      Golongan atau kelompok atau perkumpulan atau jamaah apa saja dari
                      perkumpulan Islamiyah, selama mereka semua tidak berdiri di atas
                      Kitabullah (Al Qur‟an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
                      Sallam serta di atas manhaj (jalan/cara) Salafus Shalih, maka dia
                      (golongan itu) berada dalam kesesatan yang nyata!

                      Tidak diragukan lagi bahwasanya golongan (hizb) apa saja yang tidak
                      berdiri di atas tiga dasar ini (Al Qur‟an, Sunnah Rasulullah Shallallahu
                      'Alaihi Wa Sallam dan Manhaj Shalafus Shalih) maka akan berakibat atau
                      membawa kerugian pada akhirnya walaupun mereka itu (dalam
                      dakwahnya) ikhlas.

                      Pembahasan saya kali ini tentang golongan-golongan Islamiyah yang
                      mereka semua harus ikhlas kepada Allah „Azza wa Jalla dan
                      menginginkan nasehat kebaikan bagi umat sebagaimana dalam hadits yang
                      shahih :

                      “Agama itu adalah nasehat”, kami (para shahabat) berkata : “Bagi siapa ya
                      Rasulullah?” (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam) bersabda : “Bagi
                      Allah dan bagi Kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi Imam-Imam kaum
                      Muslimin, dan mereka (kaum Muslimin) pada umumnya.” (Imam Muslim
                      menyendiri dalam lafadz hadits hadits ini dari hadits Tamim Ad Dari).

                      Karena Allah telah berfirman dalam Al Qur‟an tentang permasalahan ini :

                      “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-
                      benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al
                      Ankabut : 69)
Maka barangsiapa yang jihadnya karena Allah „Azza wa Jalla dan
berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam serta di atas manhaj Salafus Shalih merekalah orang-orang yang
dimaksud dalam ayat :

“Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu.”
(QS. Muhammad : 7)

Manhaj Salafus Shalih ini adalah dasar yang agung maka dakwah setiap
golongan kaum Muslimin harus berada di atasnya. Berdasarkan
pengetahuan saya, setiap golongan atau kelompok yang ada di muka bumi
Islam ini, saya berpendapat sesungguhnya mereka semua tidaklah
berdakwah pada dasar yang ketiga, sementara dasar yang ketiga ini adalah
pondasi yang kokoh.

Mereka hanya menyeru kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saja, di sisi lain mereka tidak menyeru
(berdakwah) pada manhaj Salafus Shalih kecuali hanya satu jamaah saja.
Dan saya (Al Albani) tidak menyebut satu jamaah tadi sebuah hizb (sekte)
karena mereka tidak berkelompok dan tidak berpecah belah serta tidak
fanatik kecuali kepada Kitabullah, Sunnah Rasul, dan manhaj Salafus
Shalih, dan sungguh saya tahu persis tentang hal ini.

Dan akan lebih jelas bagi kita semua betapa pentingnya dasar yang ketiga
ini dalam kaitannya dengan nash syar‟i yang dinukil dari Nabi Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam baik yang berhubungan dengan Al Qur‟an maupun As
Sunnah.

Pada kenyataannya, jamaah-jamaah Islamiyah sekarang ini, demikian pula
kelompok-kelompok Islamiyah sejak awal munculnya penyimpangan terus
merajalela serta menampakkan taringnya di antara jamaah-jamaah
Islamiyah yang pertama (yaitu mulai timbulnya Khawarij) pada masa
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, kemudian sejak
mulainya Jaad bin Dirham mendakwahkan (pemikiran) Mu‟tazilah dan
sejak munculnya firqah-firqah yang dikenal nama-namanya di zaman dulu
serta berhubungan dengan wajah-wajah baru di zaman sekarang dengan
nama-nama yang baru pula.

Mereka itu baik yang dulu maupun yang sekarang tidak terdapat padanya
perbedaan, tak satupun di antara mereka yang menyatakan dan
mengumandangkan bahwasanya mereka di atas manhaj Salafus Shalih.

Semua kelompok-kelompok ini dengan perselisihan yang ada pada
mereka, baik dalam masalah akidah, dasar-dasar atau permasalahan-
permasalahan hukum dan furu‟ (cabang-cabang), semuanya menyatakan
berada di atas Kitab dan Sunnah, akan tetapi mereka berbeda dengan kita,
karena mereka tidak mengatakan apa yang kita katakan, yang perkataan
itu merupakan kesempurnaan dakwah kita.

Yakni (perkataan) berada di atas manhaj Salafus Shalih. Maka atas dasar
ini, siapa yang menghukumi golongan-golongan ini, yang mereka semua
ber-intima‟ (menisbatkan diri) walaupun minimal secara perkataan bahwa
dakwahnya di atas Kitab dan Sunnah, dan bagaimana hukum yang pasti
(tentang mereka), karena mereka semua mengatakan dengan perkataan
yang sama?

Jawabannya, tidak ada jalan untuk menghukumi golongan-golongan di
antara mereka bahwa mereka di atas yang haq (benar), kecuali apabila
dibangun di atas manhaj Salafus Shalih. Sekarang pada diri kita timbul
satu pertanyaan : “Dari mana (atas dasar apa, pent.) kita mendatangkan
manhaj Salafus Shalih?”

Jawabannya, sesungguhnya kita mendatangkan dasar yang ketiga ini dari
Kitabullah dan hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan
sebagaimana yang telah ditempuh oleh Imam-Imam Salaf dari kalangan
shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan Ahlus
Sunnah wal Jamaah seperti halnya yang mereka katakan saat ini. Dalil
yang pertama adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya
dan mengikuti jalan selain jalannya orang-orang Mukmin, Kami palingkan
dia kemana dia berpaling dan Kami masukkan dia ke dalam Jahanam. Dan
Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa‟ : 115)

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala ((“Dan mengikuti jalan yang bukan
jalan orang-orang Mukmin”)) dihubungkan dengan firman Allah ((“Dan
barangsiapa menentang Rasul”)). Maka seandainya ayat ini berbunyi
((“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran
baginya, Kami palingkan dia kemana dia berpaling dan Kami masukkan
dia ke dalam Jahanam. Dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali”))
yakni tanpa firman Allah Subhanahu wa Ta'ala ((“Dan mengikuti jalan
yang bukan jalan orang-orang Mukmin”)) niscaya ayat ini menunjukkan
kebenaran dakwah golongan-golongan dari kelompok-kelompok tadi baik
yang di zaman dahulu maupun yang sekarang ini, karena mereka
mengatakan kami di atas Kitab dan Sunnah. Mereka tidak mengembalikan
permasalahan-permasalahan yang mereka perselisihkan kepada Kitab dan
Sunnah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“ … kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur‟an) dan Rasul-Nya (As Sunnah),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An
Nisa : 59)

Apabila Anda mengajak (berdakwah) kepada salah satu dari jumhur ulama
mereka dan salah satu dari da‟i mereka kepada Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka mereka akan berkata,
“Saya mengikuti madzhabku”, yang lain menyatakan, “madzhabku adalah
Hanafi”, yang lain menyatakan, “madzhabku adalah Syafi‟i”, dan
seterusnya.

Mereka taqlid kepada Imam-Imam mereka sebagaimana mereka
mengikuti Kitabullah dan Sunnah Rasul Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.
Maka apakah benar mereka mengamalkan ayat ini? Tidak sama sekali dan
sekali-kali tidak. Oleh sebab itu apa faedahnya pengakuan mereka
bahwasanya mereka di atas Kitab dan Sunnah selama mereka tidak
mengamalkan keduanya.

Dari contoh ini, tidaklah saya menghendaki untuk orang-orang yang taqlid
(awam, pent.) dari mereka, akan tetapi yang aku kehendaki dengannya
adalah para da‟i Islam yang seharusnya tidak menjadi orang yang taqlid
belaka, yang mengutamakan pendapat para Imam yang tidak ma‟shum
keadaannya.

Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah menyebutkan kalimat di
pertengahan ayat tadi secara sia-sia, hanya saja Allah Subhanahu wa
Ta'ala menginginkan dengannya menanamkan satu pokok yang sangat
penting, suatu patokan yang sangat kokoh yaitu tidak boleh kita semata-
mata bersandar pada akal dalam memahami Kitab Allah (Al Qur‟an) dan
Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Kaum Muslimin
hanyalah dikatakan mengikuti Al Qur‟an dan As Sunnah baik secara
pokok-pokoknya dan patokan-patokannya, apabila di samping berpegang
pada Al Qur‟an dan Sunnah, mereka juga berpegang dengan apa yang
ditempuh oleh Salafus Shalih. Karena ayat di atas mengandung nash yang
jelas tentang dilarangnya kita menyelisihi jalannya para shahabat.

Artinya wajib bagi kita mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam dan tidak menyelisihi (menentang) beliau, demikian pula wajib
bagi kita untuk mengikuti jalannya kaum Mukminin dan tidak
menyimpang darinya. Dari sini kita menyatakan bahwa wajib atas tiap
golongan/kelompok/jamaah Islamiyah untuk memperbaharui tolok ukur
mereka yakni agar mereka bersandar kepada Al Qur‟an dan Sunnah di atas
pemahaman Salafus Shalih.

Dan sangat kita sayangkan Hizbut Tahrir tidak berdiri di atas dasar yang
ketiga, demikian pula Ikhwanul Muslimin dan hizb-hizb Islamiyah
lainnya. Sedangkan kelompok-kelompok yang mengumandangkan perang
dengan Islam seperti partai Baats dan partai komunis, maka mereka tidak
(masuk) dalam pembicaraan kita sekarang ini.

Oleh karena itu seyogyanya seorang Muslim dan Muslimah hendaknya
mengetahui bahwa suatu garis kalau sudah bengkok pada awalnya
(pangkalnya) maka akan semakin jauh dari garis yang lurus. Dan setiap ia
melangkahkan kakinya akan semakin bertambahlah penyelewengannya.
Maka jelas yang lurus adalah sebagaimana yang disebutkan Allah
Subhanahu wa Ta'ala di dalam ayat Al Qur‟an :

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus,
maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al
An‟am : 153)

Ayat yang mulia ini jelas Qath‟iyyatul Ad Dalalah (pasti penunjukkan)
sebagaimana disukai dan biasa diucapkan oleh Hizbut Tahrir dan sekte-
sekte lain dalam dakwahnya, tulisan-tulisan dan khutbah-khutbahnya.
Dalil yang Qath‟iyyatul Ad Dalalah (pasti penunjukkan), karena ayat ini
menyatakan : “Sesungguhnya jalan yang bisa menuju pada Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah satu, dan jalan-jalan yang lain adalah jalan-
jalan yang menjauhkan kaum Muslimin dari jalan Allah Subhanahu wa
Ta'ala.

Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam juga menambahkan
keterangan dan penjelasan terhadap ayat ini sebagaimana keberadaan
Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam itu sendiri (menjelaskan
dan menerangkan Al Qur‟an, pent.). Allah Subhanahu wa Ta'ala
menyebutkan dalam Al Qur‟anul Karim kepada Nabi-Nya Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam :

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur‟an, agar kamu menerangkan
kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (QS. An
Nahl : 44)Sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah penjelas
yang sempurna terhadap Al Qur‟an, sedangkan Al Qur‟an adalah asal
peraturan/undang-undang dalam Islam. Untuk memperjelas suatu
permasalahan pada kita agar lebih mudah untuk dipahami, saya (Syaikh Al
Albani) berkata : “Al Qur‟an bila diibaratkan dengan sistem peraturan
buatan manusia adalah seperti undang-undang dasar dan As Sunnah bila
diibaratkan dengan sistem peraturan buatan manusia adalah seperti
penjelasan terhadap undang-undang dasar tersebut.”

Oleh sebab itu sudah menjadi kesepakatan di kalangan kaum Muslimin,
yang pasti bahwa tidak mungkin bisa memahami Al Qur‟an kecuali
dengan penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan ini
adalah perkara yang telah disepakati. Akan tetapi sesuatu yang
diperselisihkan kaum Muslimin sehingga menimbulkan berbagai pengaruh
setelahnya yaitu bahwa semua firqah sesat dahulu tidak mau
memperhatikan dasar yang ketiga ini yaitu mengikuti Salafus Shalih, maka
mereka menyelisihi ayat yang aku sebutkan berulang-ulang :

“ … dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang Mukmin.”
(QS. An Nisa : 115)

Mereka menyelisihi jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena jalan Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah satu yaitu sebagaimana yang disebut dalam
ayat terdahulu :

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus,
maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al
An‟am : 153)

Saya (Syaikh Al Albani) berpendapat, sesungguhnya Nabi Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam menambahkan penjelasan dan keterangan pada ayat ini
dari riwayat salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam yang terkenal faqih (fahamnya terhadap dien) yaitu Abdullah Ibnu
Mas‟ud radhiallahu 'anhu ketika beliau mengatakan :

Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam membuat satu
garis untuk kami, sebuah garis lurus dengan tangan beliau di tanah,
kemudian beliau menggaris disekitar garis lurus itu garis-garis pendek.
Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan
(menunjuk) pada garis yang lurus dan beliau membaca ayat (yang artinya :
“Dan bahwa (yang Kami perintah) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya”.

Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sambil menunjuk
jarinya pada garis lurus, “ini adalah jalan Allah”, kemudian menunjuk
pada garis-garis yang pendek di sekitarnya (kanan-kirinya) dan bersabda,
“ini adalah jalan-jalan dan pada setiap pangkal jalan itu ada syaithan yang
menyeru manusia padanya.”

Hadits ini ditafsirkan dengan hadits lain yang telah diriwayatkan oleh
Ahlus Sunan seperti Abu Dawud, Tirmidzi, dan selain dari keduanya dari
Imam-Imam Ahlul Hadits dengan jalan yang banyak dari kalangan para
shahabat seperti Abu Hurairah, Muawiyah, Anas bin Malik, dan yang
selainnya dengan sanad yang jayyid. Sesungguhnya Nabi Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, dan Nashrani telah terpecah
menjadi 72 golongan, dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi
73 golongan, semuanya ada di neraka kecuali satu. Maka mereka (para
shahabat) bertanya : “Siapa dia ya Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Dia adalah apa yang aku dan shahabatku
berada di atasnya.”

Hadits ini menjelaskan kepada kita jalannya kaum Mukminin yang disebut
dalam ayat tadi. Siapakah orang-orang Mukmin yang disebutkan dalam
ayat itu? Meraka itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam pada hadits Al Firaq, ketika beliau ditanya tentang
Firqatun Najiah (golongan yang selamat), manhaj, sifat, dan titik tolaknya.
Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab, “apa yang aku
dan para shahabatku berada di atasnya.”

Maka jawaban ini wajib diperhatikan, karena merupakan jawaban dari
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Jika bukan wahyu dari Allah
Subhanahu wa Ta'ala maka itu adalah tafsir dari Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam terhadap jalannya orang-orang Mukmin yang terdapat
pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“Dan barangsiapa yang menentang Rasulullah sesudah jelas kebenaran
baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin.”

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tentang Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan jalannya orang-orang Mukmin.
Sementara itu (dalam hadits, pent.) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam menyebutkan tanda Firqatun Najiah yang tidak termasuk 72
golongan yang binasa. Sesungguhnya Firqatun Najiah adalah golongan
yang berdiri di atas apa yang ada pada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam dan para shahabat. Maka pada hadits ini kita akan dapati apa yang
kita dapati pula dalam ayat. Sebagaimana ayat tidak membatasi
penyebutan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam saja, demikian pula
hadits tidak membatasi penyebutan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam saja. Di samping itu ayat juga menyebutkan jalannya orang-orang
Mukmin demikian pula dalam hadits terdapat penyebutan “shahabat Nabi”
maka bertemulah hadits dengan Al Qur‟an.

Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, yang kalian tidak akan tersesat
selama berpegang teguh dengan keduanya, yakni Kitabullah dan
Sunnahku dan tidaklah terpisah keduanya (Al Qur‟an dan As Sunnah)
sampai keduanya datang kepadaku di Haudl.” (Diriwayatkan oleh Malik
dalam Muwatha‟-nya, Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dishahihkan
oleh Al Albani dalam Shahihul Jami‟ hadits nomor 2937)

Banyak golongan-golongan terdahulu maupun sekarang yang tidak berdiri
di atas dasar yang ketiga ini sebagaimana yang disebutkan di dalam Al
Qur‟an dan Hadits. Pada hadits di atas disebutkan tanda golongan yang
selamat yaitu yang berada di atas apa yang ada pada Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya.

Semakna dengan hadits ini adalah hadits Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu
'anhu yang termasuk salah satu shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam dari kalangan Ahlus Shufah, yakni mereka dari kalangan fuqara‟
yang tetap berada di Masjid dan menghadiri halaqah-halaqah (majelis
taklim) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam secara langsung dan
bersih. Berkata Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu 'anhu :

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memberi nasehat kepada kami
yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami berlinang (karena
terharu). Kami berkata : “Ya Rasulullah seakan-akan ini adalah nasehat
perpisahan maka berilah kami wasiat.” Maka beliau bersabda : “Aku
wasiatkan kepada kamu sekalian untuk tetap bertakwa kepada Allah „Azza
wa Jalla dan senantiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin
kalian adalah seorang budak. Barangsiapa hidup (berumur panjang) di
antara kalian niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh
karena itu wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah
Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (yang datang) sesudahku,
gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian, dan jauhilah perkara-
perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama, pent.). Karena
sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid‟ah. Dan setiap bid‟ah itu
sesat dan setiap kesesatan itu di neraka.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi.
Berkata Tirmidzi, hadits ini hasan)

Hadits ini merupakan (penguat) bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam tidak membatasi perintahnya kepada umatnya untuk berpegang
teguh dengan sunnahnya saja ketika mereka berselisih akan tetapi beliau
menjawab dengan uslub/cara bijaksana, dan siapa yang lebih bijaksana
dari beliau setelah Allah? Oleh sebab itu tatkala Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang hidup (berumur panjang) setelahku
maka dia akan melihat perselisihan yang banyak.”

Beliau juga memberikan jawaban dari soal yang mungkin akan muncul
(dipertanyakan) : “Apa yang kita lakukan ketika itu wahai Rasulullah?”
Maka Rasulullah menjawab : “Wajib atas kalian mengikuti sunnahku.”
Dan Rasulullah tidak mencukupkan perintahnya terhadap mereka yang
hidup pada waktu terjadi perselisihan dengan hanya mengikuti sunnah
beliau, akan tetapi menggabungkannya dengan sabda beliau :

“ … dan sunnahnya Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk.”
                    Jika demikian halnya, maka seorang Muslim yang menginginkan kebaikan
                    pada dirinya dalam masalah akidah, dia harus kembali pada jalannya
                    orang-orang Mukmin (para shahabat) bersama dengan Kitab (Al Qur‟an
                    dan As Sunnah) yang shahih dengan dalil ayat dan hadits Al Firaq
                    (perpecahan) serta hadits dari Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu 'anhu.

                    Inilah kenyataan yang ada dan sangat disesalkan bahwasanya hal ini
                    banyak dilalaikan oleh semua hizbi-hizbi/sekte-sekte Islamiyah masa
                    sekarang ini sebagaimana keberadaan firqah-firqah yang sesat, khususnya
                    kelompok Hizbut Tahrir yang berbeda dengan sekte-sekte lainnya di mana
                    Hizbut Tahrir dalam melaksanakan Islam menggunakan akal manusia
                    sebagai tolok ukurnya.


Back to top



noor_al_maseeh       Posted: Tue Feb 06, 2007 8:13 pm Post subject: Hizbut
Lupa Diri           Tahrir [HT] (friend or Foe in Islam)?????????

                    Siapakah Hizbut Tahrir ?
                    Penulis: Bagian Kedua - Kumpulan Risalah Ilmiah "Hizbut Tahrir
                    Mu‟tazilah Gaya Baru
                    Kitabah, 04 - Juli - 2003, 23:41:23

                    Mukadimah
                    Hizbut Tahrir didirikan oleh Taqiyuddin An Nabhani. Gerakan ini
                    berpusat di Yordania, Syiria, dan Libanon. Menyebarkan virusnya ke
Joined: 06 Feb 2007 seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.
Posts: 1760
Topics: 207         Dalam bukunya “Mengenal HT, 2001” disebutkan bahwa Hizbut Tahrir
Location: Kuching adalah parpol yang berideologi Islam, Hizbut Tahrir merupakan organisasi
(Malaysia)          politik, bukan organisasi kerohanian, bukan lembaga ilmiyah, bukan
                    lembaga pendidikan, dan bukan lembaga sosial.

                    Membahas tentang Hizbut Tahrir haruslah mengetahui tentang firqah
                    Mu‟tazilah. Hal ini penting karena golongan ini tidak segan-segan
                    melakukan penipuan besar-besaran dengan mengatakan bahwa manhaj
                    yang mereka tempuh adalah manhaj jumhur Ahlul Ilmi (Ahli Hadits).

                    Padahal kenyataannya, pernyataan para imam justru sebaliknya (akan
                    datang penjelasannya). Mu‟tazilah menyatakan bahwa hadits ahad tidak
                    bisa memberikan faedah apa-apa melainkan dzan (prasangka) belaka.

                    Padahal untuk menetapkannya sebagai akidah mestilah memerlukan dalil
yang Qath‟i (pasti). Jadi dasar pijakan Hizbut Tahrir sebenarnya
bersumber dari dasar pijakan kaum Mu‟tazilah yang telah menyimpang
dari pemahaman Salafus Shalih (Islam).

Maka janganlah tertipu dengan pengakuan mereka yang dusta. Mu‟tazilah-
lah nenek moyang dan pendahulu mereka!

Akidah Hizbut Tahrir
A. Kesesatan Akidah Hizbut Tahrir

Membahas Hizbut Tahrir haruslah mengetahui tentang Mu‟tazilah. Hal ini
penting karena firqah ini tidaklah segan-segan untuk berdusta dan berlaku
keji dengan menisbatkan diri bahwa manhaj yang mereka tempuh adalah
manhaj jumhur Ahlul Ilmi sebagaimana perkataannya : “Jumhur kaum
Muslimin baik dari kalangan shahabat, tabi‟in, tabi‟ut tabi‟in, serta ulama-
ulama setelah mereka baik dari kalangan muhadditsin, fuqaha, serta ulama
ushul sepakat bahwa hadits ahad hanya menghasilkan dzan (dugaan) saja,
tidak menghasilkan keyakinan.” (Syamsudin Ramadlan, Absahkah?
Berdalil Dengan Hadits Ahad Dalam Masalah Aqidah Dan Siksa Kubur,
halaman …, 2001)

Padahal kenyataannya, pernyataan para imam justru sebaliknya (akan
datang penjelasannya). Azas yang paling menonjol dari Mu‟tazilah yaitu
dalam memahami dan melaksanakan Islam, mereka menjadikan akal
sebagai hakim/tolok ukur kebenaran. Kedua (akibat dari prinsip pertama
tersebut) adalah menolak hadits ahad dalam masalah akidah. Hadits ahad
(menurut akal filsafat Mu‟tazilah) tidak bisa memberikan faedah apa-apa
kecuali dzan (dugaan) belaka. Sementara HT menyatakan bahwa : “Hadits
ahad tidak bisa memberikan faedah ilmu dan yakin, hal ini telah disepakati
oleh orang-orang yang berakal.” (Syamsudin Ramadlan, Absahkah?
Berdalil Dengan Hadits Ahad Dalam Masalah Aqidah Dan Siksa Kubur,
halaman …, 2001)

Sedangkan iman yang dibangun di atas dzan adalah kekufuran
(naudzubillah)!! berikut ucapan Abdurrahman Al Baghdadi (gembong HT
di Bogor) : “Sesungguhnya mengambil khabar ahad dalam masalah akidah
sama artinya telah mengambil dzan dan telah memperturutkan hawa nafsu.
Tentunya, hal semacam ini adalah perbuatan haram. Mengambil khabar
ahad dalam masalah akidah sama artinya dengan membangun akidah di
atas dzan. Iman yang dibangun di atas dzan tentu di dalamnya akan
dipenuhi oleh keraguan dan kontradiksi. Padahal ini adalah sebuah
kekufuran … .”

“Akhir kata, kegigihan untuk tetap mengambil khabar ahad dalam masalah
akidah, serta terus komitmen pada pendapat tersebut merupakan sikap
kepala batu.” (Syamsudin Ramadlan, Absahkah? Berdalil Dengan Hadits
Ahad Dalam Masalah Aqidah Dan Siksa Kubur, halaman …, 2001)

Ucapan Abdurrahman yang keji di atas mengandung takfir (pengkafiran)
terhadap Salafus Shalih dan kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Lihat betapa jahatnya penentangan dan permusuhan Hizbut Tahrir
terhadap manhaj Salafus Shalih yang menyatakan wajibnya mengimani
dan membenarkan hadits-hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang
rawinya terpecaya dan sampai kepada kita dengan sanad yang shahih, baik
itu berupa hadits ahad maupun mutawatir. Jadi dasar pijakan firqah Hizbut
Tahrir sebenarnya bersumber dari dasar pijakan kaum Mu‟tazilah yang
telah menyimpang dari pemahaman Salafus Shalih. Maka janganlah
tertipu dengan pengakuan-pengakuan mereka yang dusta. Mu‟tazilah-lah
nenek moyang dan pendahulu mereka!

Para ulama Ahlus Sunnah baik yang dahulu maupun pada masa sekarang
telah banyak menulis kitab yang memperingatkan kesesatan pemahaman
Mu‟tazilah dengan dalil-dalil dan keterangan-keterangan tentang wajibnya
berpegang dengan hadits ahad (yang shahih) baik dalam masalah hukum
maupun akidah. Salah satu dalil yang dibawakan oleh Syaikh Al Albani
rahimahullah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan
Imam Muslim dengan sanad shahih oleh Anas bin Malik radhiallahu 'anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ketika mengutus Muadz
radhiallahu 'anhu ke negeri Yaman, beliau bersabda kepadanya :

“Jadikanlah yang pertama engkau dakwahkan kepada mereka adalah
syahadat Laa Ilaaha Illallah (tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Allah).”

Siapakah Muslim yang ragu bahwa syahadat ini merupakan azas/pokok
Islam yang pertama kali? Artinya sebagai akidah pertama yang diatasnya
dibangun keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Malaikat-
Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, dan Rasul-Rasul-Nya? Sesungguhnya
Muadz telah pergi sendirian saja sebagai penyampai dan juru dakwah yang
menyeru kaum musyrikin agar mereka beriman kepada Dienul Islam.

Maka datanglah kaum filsafat ini dengan bukunya yang penuh kedustaan
dan pengkafiran terhadap Ahlus Sunnah yang berjudul Absahkah? Berdalil
Dengan Hadits Ahad Dalam Masalah Aqidah Dan Siksa Kubur§) untuk
membantah Syaikh Albani (menurut dzan mereka). Mereka datang dengan
membawa kilahnya orang yang sedang kebingungan dengan perkataannya
: “Hal-hal di atas sama sekali tidak menunjukkan bolehnya mengambil
khabar ahad untuk membangun pokok akidah, akan tetapi hanya
menunjukkan bolehnya menerima Tabligh Islam (baik tabligh dalam
masalah hukum maupun akidah) dengan khabar ahad. Penerimaan
terhadap Tabligh Islam tidaklah berarti menerima khabar ahad untuk
menetapkan akidah. Tabligh (penyampaian) berbeda dengan Itsbat
                      (penetapan). Seseorang boleh menolak Tabligh Khabar seseorang,
                      buktinya Umar bin Khattab menolak khabar yang disampaikan oleh
                      Hafshah tentang Al Qur‟an(?). Umar menolak tabligh, sebab dari sisi
                      itsbat berita riwayat itu tidak disandarkan pada bukti yang qath‟i … . Al
                      Qur‟an dari sisi itsbatnya adalah khabar mutawatir … . Meskipun Al
                      Qur‟an didakwahkan seorang diri kepada penduduk Jepang, tidak otomatis
                      bahwa Al Qur‟an menjadi riwayat ahad.” (Absahkah? Berdalil Dengan
                      Hadits Ahad Dalam Masalah Aqidah Dan Siksa Kubur, Syamsudin
                      Ramadlan, halaman 49-50, 2001)

                      Maka benarlah apa yang dikatakan Syaikh Albani : “Mengapa mereka jadi
                      begini? Sesungguhnya mereka telah datang dengan membawa filsafat,
                      kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung ke dalam
                      banyak filsafat. Akhirnya dengan filsafat tersebut mereka keluar dari jalan
                      lurus yang pernah ditempuh para shahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa
                      Sallam. Ucapan mereka yang bingung itu tidaklah menggugurkan
                      kenyataan bahwa Muadz radhiallahu 'anhu adalah da‟i Nabi Shallallahu
                      'Alaihi Wa Sallam di negeri Yaman. Akidah Islamiyah diajarkan dengan
                      khabar ahad Muadz radhiallahu 'anhu, sebagaimana Muadz radhiallahu
                      'anhu (dan para shahabat lainnya) menerima khabar tersebut dari
                      Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.


Back to top



noor_al_maseeh          Posted: Tue Feb 06, 2007 8:21 pm     Post subject: Hukuman
Lupa Diri             bagi Hizbut Tahrir (bidaah)

                      Hukuman Terhadap Ahli Bid‟ah (Hizbut Tahrir)
                      Penulis: Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur
                      Kitabah, 30 - Maret - 2004, 09:29:43
                      ===============================================
                      BAB 20
                      Hukuman Terhadap Ahli Bid‟ah

                      193. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan :
Joined: 06 Feb 2007   “Dan wajib dikenakan hukuman terhadap orang-orang yang menisbatkan
Posts: 1760           dirinya kepada ahli bid‟ah, membela dan memuji mereka atau menyanjung
Topics: 207           dan mengagungkan tulisan-tulisan mereka atau mengemukakan alasan
Location: Kuching     bahwa ucapan (bid‟ah) ini tidak dapat difahami apa maksudnya? Atau
(Malaysia)            mempertanyakan benarkah mereka yang menulis kitab ini? Dan alasan-
                      alasan yang seperti ini yang sesungguhnya tidak akan diucapkan kecuali
                      oleh orang yang jahil atau munafiq. Bahkan wajib pula dihukum setiap
                      orang yang sudah mengetahui keadaan mereka tetapi tidak membantu
                      menegakkan hukuman itu terhadap mereka (ahli bid‟ah) itu maka
sesungguhnya menegakkan hukuman terhadap orang-orang yang seperti
ini merupakan kewajiban yang sangat agung. Karena mereka merusak akal
dan agama seluruh makhluk dari kalangan masyayikh, para ulama, raja-
raja dan para pemimpin bahkan menyebarluaskan kerusakan di muka bumi
ini dan menghalangi manusia dari jalan Allah.” (Majmu‟ Fatawa 2/132)

194. Syaikh Bakr Abu Zaid mengomentari ucapan beliau dengan
mengatakan :
“Semoga Allah merahmati Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan
memberinya minum dari mata air Jannah Salsabil (Amiin). Sesungguhnya
ucapan beliau ini benar-benar berada pada puncak ketelitian dan urgensi
(kepentingan) yang sangat tinggi dan ini meskipun ditujukan khusus untuk
menghadapi orang-orang sesat dari kalangan Al Ittihadiyyah (paham
manunggaling kawulo gusti) namun ternyata berlaku juga terhadap seluruh
firqah sempalan (dahulu dan sekarang). Maka siapa pun yang mendukung
tindakan ahli bid‟ah, menghormatinya dan memuliakan karya-karya
mereka dan menyebarkannya di tengah-tengah kaum Muslimin dan
membanggakannya serta ikut menyiarkan bid‟ah dan kesesatan yang ada
di dalamnya dan tidak membongkar cacat dan (tidak pula menjelaskan)
penyimpangan aqidah yang terdapat di dalamnya (jika ia melakukan hal
ini) berarti ia meremehkan perintah ini. Wajib dihentikan kejahatannya itu
agar tidak menimpa (menular) kepada kaum Muslimin.

Dan kita pun telah diuji pada masa ini dengan (didatangkannya) orang-
orang yang berjalan di atas metode ini yakni mereka memuliakan ahli
bid‟ah (mubtadi‟) menyebarkan ucapan-ucapan mereka tanpa memberi
peringatan atas kekeliruan para mubtadi‟ tersebut juga kesesatan jalan
yang dilaluinya. (Bahkan di antara mereka ada yang menganggap ahli
bid‟ah dan pekerjaan-pekerjaan mereka mengandung kebaikan dan layak
untuk dibaca dan diperhatikan, pent.). Oleh sebab itu peringatkanlah untuk
menjauhi para pimpinan kebodohan pelaku bid‟ah (mubtadi‟) ini. Dan kita
berlindung kepada Allah dari kehinaan dan orang-orangnya.” (Hijrul
Mubtadi‟ 48-49)

195. Rafi‟ bin Asyras berkata :
“Hukuman orang fasiq yang (juga) mubtadi‟ adalah jangan menyebut
kebaikan-kebaikannya.” (Syarh Ilal At Tirmidzy 1/353)

196. Asy Syathibi berkata :
“Maka sesungguhnya golongan yang selamat --Ahlussunnah-- mereka
diperintah untuk menunjukkan permusuhan terhadap ahli bid‟ah, menjauhi
mereka, dan menjatuhkan sanksi terhadap orang-orang yang bergabung
dengan ahli bid‟ah dengan hukuman mati atau yang lebih rendah dari itu.
Sesungguhnya para ulama telah memperingatkan ummat agar jangan
berteman dan duduk dengan mereka karena hal itu merupakan sebab
timbulnya permusuhan dan kebencian. Akan tetapi tindakan demikian
                      hanya berlaku terhadap mereka yang menjadi sebab seseorang keluar dari
                      Al Jamaah dengan bid‟ahnya dan tidak mengikuti jalan kaum Mukminin
                      bukan karena permusuhan secara mutlak (umum). Bagaimana tidak? Kita
                      diperintah untuk memusuhi mereka dan sebaliknya mereka diperintah
                      untuk loyal (setia dan tunduk) kepada kita dan kembali kepada Al
                      Jamaah?!” (Al I‟tisham 158-159)

                      197. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :
                      “Adapun dai yang mengajak ummat menuju bid‟ah sangat pantas (berhak)
                      mendapat sanksi berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin dan sanksi itu
                      dapat berupa hukuman bunuh (diperangi) dan terkadang dapat pula dengan
                      selain itu. Dan apabila dengan pertimbangan tertentu seorang mubtadi‟
                      belum pantas diberi sanksi atau tidak mungkin mendapat hukuman maka -
                      -mau tidak mau-- haruslah dijelaskan kepada ummat kebida‟ahannya dan
                      mengingatkan mereka agar menjauhinya karena hal ini termasuk dalam
                      perbuatan amar ma‟ruf nahy munkar yang diperintahkan oleh Allah dan
                      Rasul-Nya.” (Majmu‟ Fatawa 35/414)



                             Transkrip Berita Siaran Malam

       Rahbar: Persatuan dan Konsistensi Adalah Senjata Perjuangan Dunia Islam

Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udlma Sayyid Ali Khamenei
menyatakan, di tengah kebangkitan Islam yang semakin meluas, dunia Islam akan mampu
menghadapi musuh-musuhnya dengan persatuan dan konsistensi. Pernyataan itu disampaikan
oleh Rahbar dalam acara peringatan bi‟tsah Nabi Muhammad saaw, di depan para pejabat tinggi
Iran dan berbagai lapisan masyarakat. Rahbar mengatakan, kekuatan arogan dunia telah
menyadari kebangkitan dunia Islam dari berbagai fakta yang ada dewasa ini.

Lebih lanjut Rahbar menjelaskan, dunia Islam menolak ketergantungan, keterbelakangan, dan
penjajahan. Oleh karena itu, kekuatan arogan dunia saat ini tengah mengerahkan seluruh fasilitas
dan kemampuan politik, miilter, ekonomi, dan infomasinya, guna membendung kebangkitan
dunia Islam. Menyikapi propaganda Barat, Rahbar menegaskan, bertentangan dengan
propaganda media massa Barat, dunia telah memahami bahwa mereka yang berbuat kejahatan di
Irak adalah para teroris yang berkedok Islam. Mereka itu anti Islam, bukannya simbol
kebangkitan Islam.



         Ayatullah Kashani: Setiap Aksi Teror di Irak Didukung Oleh Militer AS

Shalat Jum‟at di Teheran hari ini diimami oleh Ayatullah Imami Kashani. Dalam khutbahnya,
Ayatullah Kashani mengecam tragedi berdarah di kota Kadzimain seraya menuding Dinas
Rahasia AS (CIA) dan Israel (MOSSAD) sebagai otak di balik aksi teror tersebut. Beliau juga
menekankan bahwa seluruh peristiwa yang terjadi di Irak dalam beberapa waktu terakhir
mengindikasikan permusuhan kaum arogan dunia terhadap Islam dan muslimin.

Lebih lanjut Ayatullah Kashani menjelaskan, saat ini CIA, MOSSAD, dan antek-antek partai
Baats, bahu-membahu dalam melancarkan aksi teror di Irak. Hal itu dimaksudkan untuk
mengesankan peningkatan instabilitas di Irak yang berarti berlanjutnya pendudukan AS atas Irak.
Ayatullah Kashani juga menegaskan bahwa, segala bentuk aksi teror di Irak didukung oleh
Militer AS.

Sambil menyebut jaringan AlQaeda dan Partai Baats sebagai produk AS, Ayatullah Kashani juga
menilai kecaman yang dikeluarkan oleh pemerintah AS terhadap aksi teror di Irak merupakan
upaya mengelabui opini masyarakat internasional. Menurut beliau, warga dunia sudah lama
menyingkap seluruh politik dan tujuan busuk para politisi Gedung Putih.

Di bagian lain, Ayatullah Kasyani menambahkan, alih-alih menciptakan konflik dalam negeri di
Irak, aksi teror seperti yang terjadi di Kadzimain justru akan membangkitkan kesadaran,
persatuan, dan solidaritas masyarakat Irak. Di akhir khutbahnya, Ayatullah Kashani kembali
memperingatkan AS bahwa kemenangan akan berpihak pada bangsa Irak.



                               Tiga Tentara AS Tewas di Irak

Jumlah tentara AS yang tewas di Irak terus meningkat. Menurut laporan Kantor Berita Xinhua,
Militer AS di Irak hari ini kembali merilis pernyataan yang berisi keterangan mengenai tewasnya
dua marinir AS dalam insiden ledakan bom di Baghdad, Kamis kemarin. Seorang marinir AS
lainnya juga dinyatakan tewas dalam ledakan bom di wilayah Iskandariah di selatan Baghdad.

Berdasarkan data yang dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Pertahanan AS (Pentagon),
jumlah tentara AS yag tewas sejak bulan Maret tahun 2003 lalu, telah mencapai 1. 877 orang.
Jumlah tersebut sangat berbeda dengan data yang dirilis oleh situs Indymedia bahwa korban
tewas di pihak Militer AS di Irak sudah menembus angka 9.000 orang.

Dari kota Beiji diberitakan, Kamis kemarin aparat polisi Irak menemukan jenazah putra Direktur
Umum Distributor Produk Minyak Beiji, yang sehari sebelumnya diculik oleh sekelompok orang
tak dikenal.



                      Satu Tank AS Hancur di Afghanistan Tenggara

Juru Bicara Taleban, Latifullah Hakimi, melaporkan bahwa pasukan Taleban menghancurkan
sebuah tank milik militer AS di bagian tenggara Afganistan. Pernyataan itu disampaikan oleh
Hakimi dalam wawancaranya dengan Radio IRIB bahasa Pashtu. Hakimi menambahkan, tank
AS itu hancur akibat ledakan ranjau di kota Daila di Provinsi Paktika, Afganistan tenggara.
Namun, Hakimi menyatakan belum menerima keterangan mengenai kemungkinan jatuhnya
korban jiwa dalam insiden tersebut.

Di bagian lain, Hakimi juga menyinggung aksi pengeboman lain di Provinsi Paktika yang
menewaskan tiga tentara Afghanistan dan mencederai empat tentara lainnya. Namun Hakimi
enggan memberikan keterangan mengenai sumber pengoboman tersebut.



         Jepang Akan Tentukan Status Tentaranya di Irak Pasa Pemilu Parlemen

PM Jepang, Junichiro Koizumi menyatakan, pemerintah akan segera mengambil putusan
mengenai penarikan mundur pasukannya dari Irak pasca pemilu anggota parlemen Jepang dan
referendum UUD di Irak. Seperti dilaporkan Kantor Berita AFP, Koizumi mengatakan, hasil
pemilu parlemen Jepang dan referendum UUD di Irak akan sangat mempengaruhi kebijakan
pemerintah Tokyo dalam menentukan nasib personil militernya di Irak.

Sebelumnya, partai-partai oposisi Jepang menuntut penarikan mundur tentara Jepang dari Irak
secepat mungkin. Namun, Koizumi tetap bersikeras mempertahankan personil militernya di Irak.

Secara terpisah, Ketua Partai Oposisi Jepang, Katsuya Okada, optimis bahwa jika partainya
menang dalam pemilu anggota parlemen mendatang, tentara Jepang yang saat ini bertugas di Irak
akan ditarik mundur hingga akhir tahun ini. Menurut rencana, pemilu anggota Parlemen akan
digelar 11 September mendatang atau empat hari sebelum pelaksanaan referendum UUD Irak.



             Tanggal Pelaksanaan Perundingan Segi Enam Belum Dipastikan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan, tanggal pelaksanaan Perundingan Segi
Enam mengenai krisis nuklir di Semenanjung Korea masih belum dapat dipastikan. Seperti
dilaporkan Kantor Berita Xinhua, pejabat tinggi Cina itu mengatakan, belum ada kesepakatan
dari pihak-pihak perunding terkait penetapan tanggal pasti pelaksaaan Perundingan Segi Enam
putaran berikutnya.

Menurut rencana sebelumnya, sesi kedua Perundingan Segi Enam putaran keempat digelar
tanggal 29 Agustus lalu, namun Korut hanya menyepakati pelaksanaan proses perundingan pada
tanggal 12 September.

Sampai saat ini, telah digelar tiga putaran Perundingan Segi Enam di Beijing yang dihadiri oleh
para delegasi dari AS, Jepang, Korsel, Rusia, Cina, dan Korut. Namun perundingan tersebut
berakhir tanpa membuahkan hasil.



               Korsel dan Palestina Kecam Tragedi Berdarah di Kadzimain
Presiden Korea Selatan, Roh Moo-Hyun, mengecam aksi teror di kota Kadzimain yang
menewaskan 950 warga Irak. Seperti dilaporkan Kantor Berita IRNA, Roh Moo-Hyun Rabu
kemarin melayangkan surat resminya kepada PM Irak, Ibrahim Jafari, yang berisi ucapan
belasungkawa dan solidaritas dari pemeirntah dan masyarakat Korsel kepada pemerintah dan
masyarakat Irak khususnya keluarga korban.

Pernyataan belasungkawa serupa juga disampaikan Rabu Kamis kemarin oleh Pemimpin
Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, kepada Presiden Irak, Jalal Thalebanni. Dalam pesannya,
Mahmud Abbas menyatakan optimismenya bahwa masyarakat Irak tidak akan terjebak
propaganda musuh dan tetap menjaga solidaritas dan persatuan mereka.



    Pemerintah Bush Dikritik Karena Tak Mampu Salurkan Bantuan ke New Orlean

Maut masih membayangi warga New Orlean yang selamat dari badai Katrina, dan kini terlunta
tanpa air, makanan, dan obat-obatan. Kantor Berita Associated Press melaporkan, kondisi
mereka diperburuk lagi dengan jenazah-jenazah korban yang bergelimpangan hampir di setiap
sudut kota. Sumber tadi juga mengonfirmasikan meluasnya tindakan kejahatan di New Orleans
yang juga kian memperparah kondisi para korban. Untuk menangani hal tersebut, pemerintah AS
mengerahkan 1.400 personil Garda Nasionalnya ke New Orlean untuk menertibkan situasi.

Tindakan kejahatan di New Orlean itu telah mengakibatkan para regu penyelamat menggagalkan
upaya penyelamatan mereka karena alasan keamanan. Sementara itu, Ketua Operasi
Penyelamatan Darurat, Terry Ebbert, menyebut kelambanan pemerintah dalam menyalurkan
bantuan kepada para korban sebagai sebuah fenomena yang sangat memalukan bagi AS.

Di pihak lain, menanggapi berbagai kritik mengenai ketidakmampuan pemerintah dalam
menyalurkan bantuan dan menjamin keamanan para korban bencana, Presiden AS George Bush
mengatakan, proses pemulihan di wilayah tersebut akan memakan waktu bertahun-tahun.



                        HAMAS Kecam Pertemuan Kasuri- Shalom

Pertemuan antara Menlu Pakistan, Khurshid Mahmud Kasuri dan sejawatnya dari Rezim Zionis,
Silvan Shalom, kembali menuai kecaman yang kali ini dikemukakan oleh Juru Bicara Front
Perjuangan Islam Palestina, Sami Abu Zuhri. Seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Abu
Zurhi mengatakan, pemerintah Pakistan berniat menjalin hubungan diplomatik dengan Israel di
saat kawasan Palestina masih diduduki Rezim Zionis dan warga Palestina terus menjadi sasaran
brutalitas para serdadu Zionis.

Selanjutnya, Abu Zuhri mengimbau pemerintah Pakistan untuk tidak tertipu kesan cinta damai
Rezim Zionis yang telah mengosongkan permukiman warganya di Jalur Gaza. Karena menurut
Abu Zuhri, pembebasan Jalur Gaza adalah berkat pengorbanan ribuan syuhada Palestina.
Menlu Pakistan, Khurshid Kasuri, Kamis kemarin mengadakan dialog dan perundingan dengan
sejawatnya dari Isarel, Silvan Shalom, di Istanbul, Turki.



                               Transkrip Berita Siaran Pagi
                    Wapres Irak: Tragedi Kadzimain Adalah Hasil Konspirasi

Wapres Irak Ghazi al-Yawar menyatakan bahwa tragedi Kadzimain yang terjadi Rabu 31 Agustus lalu
adalah hasil konspirasi pihak-pihak tertentu. Dalam pernyataan di TV Irak Kamis 1 September kemarin
dia menegaskan, tragedi jembatan al-Aimmah, Kadzimain, Baghdad, terjadi karena ulah pihak-pihak
terselubung yang berniat memporak-porandakan persatuan bangsa Irak.

Seperti diketahui, jutaan kaum Syiah Rabu lalu tumpah ruah di Kadzimain untuk memperingati hari
syahidnya Imam Musa al-Kadhim yang dimakamkan di sana. Saat para peziarah itu sedang khusuk,
peluru mortir tiba-tiba menghantam makam suci Imam kaum Syiah tersebut mengakibatkan delapan
orang tewas dan beberapa orang lainnya menderita luka-luka. Peristiwa ini kemudian menimbulkan
kepanikan di sana-sini.

Dalam kondisi demikian, ribuan peziarah yang masih berada di atas di jembatan al-Aimmah tiba-tiba
dipanikkan oleh kabar akan ada serangan bom bunuh diri di tengah mereka. Massa yang semakin panik
berdesakan hebat dan membuat pagar jembatan runtuh. Lebih dari seribu orang tewas karena
berdesakan dan sebagian karena jatuh dan hanyut di sungai Tigris.

Berbagai kalangan di Irak meyakini eks enggota rezim Ba’ath Irak terguling serta agen-agen CIA dan
MOSSAD berada di balik tragedi di hari peringatan syahidnya Imam Musa al-Kadzim tersebut.




             Terkait Tragedi Kadzimain, Parlemen Irak Panggil Menhan dan Mendagri

Majlis Nasional Irak kemarin memanggil menteri pertahanan dan menteri dalam negeri Irak untuk
meminta keterangan tentang tragedi Kadzimain. Sebagian anggota parlemen Irak itu menginginkan
interpelasi terhadap dua menteri Irak tersebut karena dianggap tidak becus dalam upaya menjamin
keamanan masyarakat.

Sementara itu, Deputi Menkes Irak Jalil al-Shamri mengecam kebungkaman negara-negara Arab di
depan tragedi Kadzimain. Dalam wawancara dengan TV al-Arabiah dia menyayangkan sebagian besar
negara Arab yang sampai sekarang tidak melontarkan kecaman terhadap para pelaku teror Kadzimain,
padahal peristiwa ini adalah tragedi nasional Irak.

Di bagian lain, Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) merilis statemen menyatakan bahwa pasukan
pendudukan di Irak harus bertanggungjawab atas pecahnya tragedi tersebut. Menurut Pasdaran, tragedi
Kadzimain membuktikan lagi bahwa pasukan AS dan Inggris tidak layak berada di Irak, apalagi dengan
dalih menjaga keamanan. Pasukan asing itu selama ini berusaha mengesankan rakyat dan pemerintah
Irak tidak mampu menjaga keamanan negara ini, tetapi kenyataannya pasukan pendudukan itu justru
membuat Irak semakin kacau.




                  Ahmadinejad: Iptek Nuklir Iran Adalah Hasil Rasa Percaya Diri
Presiden Iran Mahmoud Ahamadinejad menilai prestasi Iran di bidang iptek nuklir sebagai hasil rasa
percaya diri bangsa Iran. Dalam pertemuan dengan sejumlah anggota Komunitas Insinyur Islam Iran
Kamis kemarin, Presiden Ahmadinejad menambahkan bahwa musuh-musuh Iran kecewa melihat bangsa
negara ini bisa sedemikian percaya diri dan kembali kepada identitasnya sebagai bangsa yang besar.

Presiden Iran juga menuturkan, “Kita meyakin bahwa cita-cita agung revolusi Islam memiliki audien di
seluruh dunia, karena cita-cita ini benar dan berlandaskan fitrah manusia.”




                             Komisi III DPR Minta Jaksa Agung Mundur

Anggota Komisi III DPR RI mendesak Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh agar meletakkan jabatan
karena kepemimpinannya dianggap gagal menjadikan Kejaksaan Agung sebagai lembaga yang
berwibawa dan disegani, khususnya dalam pembarantasan korupsi.

Seperti diberitakan Detikcom, hal itu disampaikan Anggota Komisi III FPDI-P Panda Nababan dalam
Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan Kejaksaan Agung RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta
Selatan. Panda Nabahan mengatakan, "Hendaknya jadi bahan perenungan. Ada dua pilihan, secara
terhormat mundur melihat beratnya pekerjaan atau pada bulan Oktober nanti diganti."

Menurut Panda, Arman dinilai tidak mengisi kekosongan jabatan secepatnya dan banyak jaksa yang
terlibat kasus narkoba di daerah-daerah. "Jaksa Agung tidak pernah inspeksi mendadak atau diskusi
dengan daerah-daerah," kata Panda.




                        Hubungan Pakistan Dengan Israel Menuai Kecaman

Berbagai kalangan di Palestina dan Pakistan mengecam upaya pemerintah Islamabad untuk menjalin
hubungan diplomatik dengan Rezim Zionis Israel. Front Rakyat Pembebasan Palestina (PLFP) menilai
upaya Islamabad itu menyalahi hak bangsa Palestina dan berbagai perjanjian internasional.

PLFP menambahkan, pertemuan menlu Pakistan dengan menlu Israel di Istanbul, Turki, merupakan
kemunduran diplomasi pemerintah Pakistan di depan Dunia Islam. Tindakan ini tak ubahnya dengan
membantu keinginan Israel untuk keluar dari keterkucilannya. Akan tetapi, lanjut PLFP, rakyat Pakistan
yang sejak dulu mendukung cita-cita rakyat Palestina tidak akan membiarkan normalisasi hubungan
Islamabad dengan Tel Aviv.

Secara terpisah, para tokoh Hamas mendesak Islamabad agar mempertimbangkan kembali rencana
pengadaan hubungan diplomatik Pakistan dengan Israel. Hamas mengecam keras rencana itu, terutama
di saat kaum Zionis Israel jelas-jelas semakin berani menghina Islam dan Kristen di kota Baitul Maqdis.

Sementara itu, Wakil PM Palestina Nabil Sha’ats menyatakan risau atas kemungkinan terjadinya
hubungan diplomatik Pakistan dengan Israel. Dia menegaskan, negara-negara Islam hanya patut
menjalin hubungan dengan Israel jika rezim Zionis ini bersedia mundur dari seluruh wilayah Jalur Gaza
dan Tepi Barat Sungai Jordan.

Menlu Pakistan Khurshid Kasuri mengadakan pertemuan dengan Menlu Israel Silvan Shalom di Istanbul,
Turki, Kamis 1 September kemarin. Itu adalah pertemuan tingkat tinggi pertama kalinya antara pejabat
Pakistan dan Israel.
Seperti yang bisa diduga, reaksi protes atas pertemuan itu juga bermunculan di dalam negeri Pakistan
sendiri. Sekjen Partai Jamaah Islam Pakistan, Munawar Hasan, menyatakan Islamabad harus bertahan
pada kebijakannya yang tidak mengakui eksistensi Israel. Pemerintah Pakistan tidak seharusnya
terkecoh pada keluarnya kaum Zionis dari Jalur Gaza, karena hal itu sebenarnya juga merupakan trik
Israel. Munawar memastikan masyarakat akan menyambut kedatangan Menlu Pakistan dari luar negeri
dengan bendera hitam.




                       Korban Badai Katrina di New Orleans Mencapai Ribuan

Korban tewas di kota New Orleans dan wilayah pesisir Teluk Mexico, AS, akibat badai Katrina yang
menerjang kawasan tenggara negara ini mencapai ribuan orang. Demikian diberitakan Reuters seraya
mengutip pernyataan Senator Mary Landrieu. “Kita tahu bahwa ribuan orang telah tewas di sana,”
ungkap senator dari Partai Demokrat tersebut.

Sementara itu, terkait soal bantuan untuk para korban badai Katrina, Jubir Komando Pusat AS Trey Cate
menyatakan, tidak akan perubahan besar pada tentara AS. Secara terpisah, Jeff Breslau, Jubir Angkatan
Laut AS, menyatakan pihaknya tidak akan mengerahkan kapal-kapal perangnya yang berada di kawasan
Teluk Persia untuk membantu para korban badai Katrina.




                                           LINTAS WARTA




                              Pembebasan Arroyo dari Semua Tuduhan

Komisi Hukum Parlemen Filipina menyatakan Gloriya Macapagal Arroyo, Presiden negara ini, terbebas
dari semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pada tanggal 31 Agustus, komisi ini mengadakan
sidang ynag dihadiri oleh para hakim dan senator, untuk menentukan pendapat tentang berkas tuduhan-
tuduhan terhadap Arroyo, dan mengumumkan hasilnya kepada publik. Pada akhirnya, dengan suara
mutlak dan positif 49 orang, menghadapi suara negatif satu orang, sidang tersebut menyatakan Arroyo
terbesar dari semua tuduhan. Sementara itu, sebelumnya, komisi hukum tersebut, menolak pengaduan
salah seorang pengacara terkenal yang berusaha membuktikan kelemahan menejemen Arroyo, dan
menilai pengaduan tersebut tidak lengkap.

Dikatakan bahwa Gloriya Arroyo dituduh dengan berbagai tuduhan, seperti mencurangi hasil pemilu
presiden tahun lalu, korupsi, melanggar hak kelompok minoritas, dan memberi peluang bagi suami dan
anggota keluarganya untuk menyalahgunakan harta rakyat. Sebelum ini, dengan mengangkat tuduhan-
tuduhan tersebut, para penentang Arroyo menuntut pengunduran diri Presiden Filipina ini, dan tidak
merasa puas hanya dengan permintaan maaf Arroyo berkenaan dengan kecurangan dalam pemilu dan
menerima suap dari pusat-pusat perjudian ilegal. Tekanan-tekanan para oposan Arroyo ini sedemikian
kuat, sehingga sejumlah senator dan para pejabat negara, termasuk Menetri Pertanian, mengundurkan
diri dari jabatan mereka. Dan oleh karena tekanan-tekanan yang berlanjut ini pulalah hampir saja Arroyo
menghadapi interpelasi.
Saat ini pun, sejumlah oposan Arroyo merasa yakin bahwa dalam proses pemungutan suara tersebut,
para hakim dan senator yang hadir dalam sidang itu mendapat tekanan, hingga akhirnya, mereka
memberikan suara yang menghasilkan pembebasan Arroyo dari semua tuduhan. Mereka mengatakan
bahwa diantara buktinya ialah sejumlah senator meninggalkan sidang tersebut dalam rangka memprotes
tata cara pengambilan suara itu. Akan tetapi realitas mengatakan bahwa begitu mendapat serangan
tuduhan-tuduhan tersebut, Arroyo telah mengambil langkah-langkah tertentu sehingga ia terselamatkan
dari pemecatan atau keharusan mengundurkan diri dari jabatannya. Program-program perdamaian
Arroyo untuk melanjutkan perundingan dengan para pemimpin MILF dengan bantuan Malaysia dan
Organisasi Konferensi Islam (OKI), pelaksanaan pemilu yang bebas dan jujur di Mindanao, tekad untuk
memberantas akar-akar kemiskinan terutama di wilayah selatan, dan berlanjutnya reformasi ekonomi,
adalah termasuk diantara langkah-langkah tersebut.

Selain itu, suara lebih dari 30 juta rakyat Filipina, jelas merupakan sandaran yang sangat kuat bagi
legalitas pemerintahan Arroyo. Poin penting lain ialah naiknya posisi Filipina sebagai ketua DK PBB,
baru-baru ini, yang sangat membantu kredibilitas pemerintahan negara ini dalam politik internal dan
eksternalnya.




                               Penentangan AS atas Reformasi di PBB

Koran The Washington Post memberitakan penentangan keras John Bolton, wakil tetap AS di PBB,
terhadap beberapa bagian dari reformasi yang telah diprediksikan sebelumnya di lembaga ini. Wakil tetap
AS ini menolak pemberlakuan batasan-batasan hukum untuk mencampuri masalah-masalah internal
negara lain. Washington Post menambahkan, Bolton mengirim surat-surat kepada berbagai kelompok
perunding tentang reformasi di PBB dan meminta kepada mereka untuk tidak mencabut alternatif
penggunaan kekuatan militer tanpa ijin PBB oleh AS dan negara lain.

Jeffrey Sachs, Penasehat khusus Sekjen PBB, menuduh AS berusaha menggembosi isi dokumen
reformasi ini, dengan cara mengajukan alasan baru setiap hari hingga saat-saat terakhir. Sementara itu,
Dr Nkosazana Dlamini Zuma, Menteri luar negeri Afrika Selatan, seraya menyinggung bahwa wakil tetap
AS di PBB, mengajukan usul setebal 700 halaman untuk mengubah teks usulan lembaga-lembaga
internasional, yang terdiri dari 38 halaman, tentang reformasi di PBB, mengatakan, "Dengan demikan
semuanya harus dimulai dari nol."

Menlu Afsel meyakini bahwa AS telah mengabaikan upaya masyarakat internasional untuk
menyukseskan program reformasi PBB. Sesungguhnya, sikap Bolton terhadap reformasi PBB,
merefleksikan penentangan lamanya terhadap kesepakatan-kesepakatan internasional. Bolton adalah
salah seorang anggota kelompok sayap kanan ekstrim dalam pemerintahan Bush, yang mendukung
serangan militer terhadap Irak tanpa ijin PBB. Hingga kini ia masih bergeming dengan sikapnya itu.

Realitas menunjukkan bahwa AS menentang segala bentuk perubahan struktur yang ada di PBB. Karena
perubahan-perubahan itu akan mengurangi kekuatan manuver AS di lembaga ini. Sebelum ini pun AS
menafsirkan pasal 51 piagam PBB tentang doktrin serangan preemtive, dengan penafsiran yang
mengutungkan dirinya, dan menuntut hak melancarkan serangan preemtive dan penguatan interfensi
politik negara-negara lain dalam bentuk pemberantasan pelanggaran HAM dan kejahatan perang. Hasil
penafsiran-penafsiran sepihak seperti ini membuat PBB kehilangan efektifitasnya, terutama dalam
perang Irak.

Keputusan-keputusan PBB seharusnya memiliki kekuatan untuk mengapresiasi kehendak internasional,
bukannya kemauan-kemauan tak logis AS. Lembaga ini harus berperan sebagai sumber untuk membela
kemerdekaan dan hak kedaulatan seluruh bangsa, dan menekan kesewenang-wenangan AS.
    Iran Khawatirkan sikap diskriminasi dalam program penumpasan terorisme14.Apr



Republik Islam Iran telah menyampaikan rasa kekhawatirannya atas keberlanjutan
pendudukan pasukan koalisi di Irak dan praktek diskriminatif dalam program
penumpasan terorisme, kepada para pejabat Inggris. Juru bicara departemen Luar Negeri
RII Hameed Reza Asifi Senin hari ini dalam sebuah jumpa pers mengatakan, dalam
perundingan dengan Mike Ubrine, wakil PM Inggris, di Tehran telah dibicarakan banyak
hal mengenai kebijakan Tehran dalam program pengembangan reaktor nuklirnya. Asifi
menambahkan dalam perundingan itu juga telah dibahas mengenai kerugian yang diderita
RII dalam perang yang dipaksakan rezim Irak dan ganti rugi perang yang seharusnya
dibayarkan oleh Irak kepada Iran. Asifi menjelaskan bahwa para pejabat tinggi Inggris
akan selalu memperhatikan kebijakan Iran menyangkut pembentukan pemerintahan baru
di Irak.

 Lebih lanjut juru bicara departemen luar negeri Iran mengatakan, jika para mantan
penguasa rezim Baats Irak secara ilegal melarikan diri ke Iran, Tehran akan menindak
dan mengadili mereka sebagai penjahat perang. Seraya menjelaskan bahwa perbatasan
Iran-Irak dijaga ketat, Asifi menandaskan, kami tidak pernah mengijinkan para penguasa
rezim Baats masuk ke dalam wilayah teritorial Iran.

__________________________________________________________________
_______

     Pesan Khatami telah diserahkan kepada John Howard14.Apr


                  Mohsen Amin Zadeh, Utusan khusus presiden RII Muhammad
                  Khatami, dalam pertemuannya dengan John Howard telah
                  menyerahkan pesan tertulis presiden RII kepada perdana menteri
                  Australia itu. IRNA melaporkan saat bertemu dengan Howard, Amin
                  Zadeh mengatakan, bahwa Iran menyambut baik penggulingan rezim
                  Saddam Husein yang telah banyak mengakibatkan penderitaan bagi
                  Iran, sekaligus menegaskan, bahwa Iran sangat mencemaskan dampak
                  buruk yang ditimbulkan oleh invasi sepihak terhadap Irak dan
                  menuntut agar pasukan koalisi segera angkat kaki dari Irak.

__________________________________________________________________
                             _______

   Pengepungan atas rumah kediaman Ayatullah Sistani telah berakhir14.Apr
Menyusul reaksi dan peringatan keras yang dikeluarkan oleh para pengikut Syiah di Iran,
Kuwait dan Lebanon, pengepungan atas rumah kediaman Ayatullah Sistani salah seorang
marji’ Syiah di kota suci Najaf, Irak, dilaporkan telah berakhir. Ahad kemarin,
sekelompok orang bersenjata dengan mengepung rumah sejumlah ulama besar Najaf
termasuk Ayatullah Sistani meminta para ulama tersebut untuk segera meninggalkan
Irak.

 Sementara itu, Riyadh Al-Nuori wakil dari Moqtada Muhammad Sadiq Shadr dan
pimpinan sekolah agama di Nafaj hari ini dalam wawancaranya dengan televisi Al-Jazeera
mengungkapkan bahwa isu yang menyebutkan aksi pengepungan atas rumah Ayatullah
Sistani oleh para pendukung Moqtada hanyalah berita bohong yang sengaja disebarkan
oleh BBC dan Reuters untuk memecahbelah persatuan yang ada dalam tubuh Syiah Irak.
Di saat yang sama, kantor resmi Ayatullah Sistani dalam wawancara dengan televisi Al-
Jazeera membantah berita pengepungan atas rumah Ayatullah Sistani dan menuduh
pihak-pihak yang bekerjasama dengan AS dan Inggris sengaja menyebarkan fitnah untuk
memecah belah persatuan yang ada.

Laporan terakhir dari Najaf menyebutkan bahwa kelompok suku-suku bersenjata di
Najaf berhasil menguasai kota suci itu dan memaksa para perusuh bersenjata untuk
meninggalkan kota itu.

__________________________________________________________________
                             _______

              Lima barel bahan kimia ditemukan di Baghdad14.Apr



Pasukan marinir AS melaporkan penemuan lima barel berisikan bahan-bahan kimia di
salah sebuah sekolah di kota Baghdad. Hal itu dilaporkan oleh AFP tanpa menyebutkan
nama lokasi maupun sekolah tersebut. Marinir AS juga mengklaim telah menemukan 279
peluru mortir yang mengandung bahan kimia. Komandan batalyon satu brigade lima
marinir AS, Kolonel Fred Padilla kepada AFP menjelaskan, setelah dilakukan tiga kali
ujicoba disimpulkan bahwa peluru-peluru tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.
Sebelum ini, menanggapi adanya klaim sepihak AS, presiden Rusia Vladimir Putin
mengatakan, klaim penemuan senjata pemusnah massal di Irak hanya bisa diterima jika
didukung oleh PBB. Sementara ketua Badan tenaga Atom Internasional, Muhamed Al-
Baradei mengemukakan bahwa semua senjata pemusnah massal yang ditemukan di Irak
harus diserahkan kepada PBB.

__________________________________________________________________
_______
                 Enam tentara AS cedera di Baghdad14.Apr


Aksi pelemparan granat yang dilakukan oleh seorang warga Irak di Baghdad mencederai
enam orang tentara AS, dengan kondisi dua diantaranya kritis. Reuters melaporkan,
peristiwa itu terjadi saat pasukan AS tengah memindahkan peluru-peluru mortir ke atap
sebuah bangunan di kawasan Mahmudiyyah di 25 kilometer selatan Baghdad. Sementara
itu, sekitar 40 orang tentara AS yang berada di kawasan tersebut mendapatkan serangan
dari tiga arah.

Di bagian lain, menurut laporan AFP, juru bicara partai Demokrat Kurdistan Irak,
Hushyar Zeibari membenarkan berita penangkapan Wathban Ibrahim, saudara tiri
Saddam Husein dan bekas menteri dalam negeri Irak di desa Rabiah, barat laut Mossul.
Seorang pejabat militer AS sebelum ini mengungkapkan bahwa Wathban ditangkap oleh
pasukan koalisi saat berniat melarikan diri ke Suriah.

__________________________________________________________________
_______

  AS kembali fungsikan pasukan keamanan rezim Baats Irak14.Apr


Salah seorang anggota majlis tinggi revolusi Islam Irak di London, Hamid Al-Bayati
menolak refungsionalisasi unsur-unsur rezim Baats dalam kesatuan polisi dan militer Irak,
seraya menyebutkan bahwa unsur-unsur itulah yang telah banyak melakukan tindak
kejahatan terhadap bangsa Irak. Mengenai kekacauan yang melanda Irak saat ini, Al-
Bayati dalam waancaranya dengan radio Iran berbahasa Arab menegaskan, berbeda
dengan klaim yang dikemukakan oleh para petinggi AS, kerusuhan justeru terjadi di
kawasan-kawasan tempat bercokolnya pasukan AS. Karena itu, keamanan seluruh
kawasan Irak harus diserahkan kepada rakyat negara ini.

__________________________________________________________________
_______

          Baghdad kembali menjadi arena demo anti AS14.Apr


Rakyat Irak di berbagai kota negara itu kembali menggelar demo anti AS. Para
demonstran menuduh pasukan AS dan Inggris sebagai dalang dari kekacauan yang terjadi
di Irak dalam beberapa hari belakangan. Reuters melaporkan, ratusan warga Irak hari ini
berkumpul di depan hotel Palestina yang dihuni oleh para wartawan asing di Baghdad dan
meluapkan protes atas kondisi yang ada di Irak saat ini. Para demonstran memprotes
kehadiran pasukan AS dan Inggris di negara itu dan menyatakan bahwa Irak adalah
sebuah negara Islam bukan negara model AS. Di kota-kota lain termasuk Najaf, warga
Irak juga menggelar demonstrasi serupa.

__________________________________________________________________
_______

    Barzani menolak pemerintah militer buatan AS di Irak14.Apr


Pemimpin partai Demokrat Kurdistan Irak Mas’od Barzani menolak pembentukan
pemerintahan militer oleh AS di Irak. IRNA melaporkan, hari ini Barzani dalam
wawancaranya dengan harian Al-Hayat yang terbit di London memprotes keras program
yang dicanangkan AS di Irak dan mengatakan, program itu hanya akan menempatkan
Irak dan negara-negara kawasan pada posisi yang sulit. Seraya menegaskan bahwa
pemerintahan Irak harus diserahkan kepada rakyat negara ini, Barzani menandaskan,
jika AS berniat untuk tinggal lama di Irak, maka Washington harus bersiap-siap
menghadapi perlawanan rakyat Irak.

Berita terakhir yang sampai ke meja kami menyebutkan bahwa Tokyo sangat berhasrat
untuk meningkatkan kerjasamanya dengan Tehran. IRNA dari Tokyo melaporkan,
Departemen luar negeri Jepang dalam sebuah statemennya pada perundingan babak
kesepuluh deputi menteri luar negeri Iran dan Jepang menegaskan, bahwa dialog Tehran-
Tokyo harus terus dilanjutkan. Dalam statemen itu disebutkan, signifikansi hubungan
Jepang-Iran bukan hanya dilandaskan pada kepentingan kedua negara, akan tetapi juga
didorong oleh pengaruh besar Tehran di kawasan Timur Tengah.

______________________________________________________________________________
_________

         Suriah Tuduh Sharon Manfaatkan Perang Irak14.Apr


Radio Suriah Ahad kemarin menuduh PM Israel Ariel Sharon sedang memanfaatkan
kesempatan untuk meningkatkan aksi pembantaian rakyat Palestina di saat perhatian
dunia sedang terfokus ke Irak. Menyinggung syarat-syarat yang diajukan kabinet Sharon
untuk prakarsa Peta Jalan Damai yang diajukan AS, Radio Suriah menyatakan adanya
kemungkinan lobi-lobi Zionis sedang menekan Gedung Putih agar menerima syarat-syarat
Israel dan mengupayakan pembentukan negara Palestina merdeka tetapi tanpa
kedaulatan dalam arti yang sebenarnya.
 Sementara itu, koran Al-Khalij terbitan Uni Emirat Arab hari ini melaporkan bahwa
Israel berusaha menjarah harta kekayaan Irak sebanyak milyaran USD dengan cara
mengajukan tuntutan ke Pengadilan Den Haag agar Irak membayar ganti rugi atas kasus
larinya kaum Yahudi Irak ke Israel. Menurut Israel, kaum Yahudi itu lari sambil
meninggalkan harta bendanya. Di Pengadilan Den Haag Israel sekarang menuntut ganti
rugi sebanyak 10 milyar USD.

__________________________________________________________
__________

    Para Politisi Palestina Pertikaikan Kabinet Abu Mazen14.Apr


Tiga orang menteri Palestina enggan terlibat dalam kabinet Palestina pimpinan Mahmud
Abbas alias Abu Mazen. Mengutip pernyataan sebuah sumber Palestina, AFP dari
Ramallah melaporkan bahwa tiga orang yang kini masih menjabat sebagai anggota
kabinet Yaser Arafat itu ialah Menteri Kebudayaan dan Penerangan Yaser Abed Rabo,
Menteri Dalam Negeri Saeb Erekat, serta Menteri Perdagangan dan Industri Mahir Al-
Misri. Sumber itu juga mengatakan bahwa perselisihan dalam tubuh gerakan Fatah
Palestina, khususnya dalam Komisi Pusat, masih berlanjut mengenai susunan kabinet Abu
Mazen. Menurut sumber itu, Komisi tersebut menunda sidang yang tadinya dijadwalkan
Ahad malam 13 April untuk membahas kabinet yang diajukan Abu Mazen. Beberapa
narasumber yang dekat dengan Arafat menyatakan bahwa Ketua Otoritas Palestina itu
juga menolak susunan kabinet yang diajukan Abu Mazen.

 _____________________________________________________________________________
______________

         Tel Aviv Persenjatai Warga Pemukiman Zionis14.Apr


Kementerian Pertahanan Israel akan menyerahkan lebih dari 10.000 pucuk senjata api
dari berbagai jenis kepada warga pemukiman Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan untuk
melawan serangan gerilyawan Palestina. Berita ini diumumkan sendiri oleh Kementerian
Pertahanan Israel Ahad kemarin. Dalam pengumuman itu disebutkan pula bahwa Israel
juga akan mempersenjatai warga pemukiman Zionis di Jalur Gaza dengan 2.500 pucuk
senjata api. Rencana itu terpaksa diumumkan Kementerian Pertahanan Israel atas
desakan para anggota Knesset dari Partai Meritz yang menentang pembagian senjata
tersebut dan menganggapnya sebagai tindakan yang sangat berbahaya.

******************************************************************************
**********
                                 LINTAS WARTA

                  (1) Tuduhan AS dan Israel Terhadap Iran
                                   25/01/1382 –14/04/2003

 Badai tuduhan negatif terhadap Iran kembali berhembus dari mulut penguasa
Washington dan Tel Aviv. Ahad 13 April kemarin, Menteri Pertahanan AS Colin Powell
menyatakan risau atas apa yang disebutnya sebagai tidak adanya demokrasi di Iran serta
upaya Teheran untuk meraih senjata destruksi massal dan dukungannya kepada
terorisme. Pernyataan senada juga keluar dari mulut PM Rezim Zionis Israel Ariel
Sharon.

 Agitasi anti Iran sedemikian rupa tentu bukan yang pertama dan bukan pula yang
terakhir dari pemerintah Washington dan Tel Aviv. Profokasi anti Iran sudah terlalu
sering dihembuskan AS dan Israel, dan itu bahkan sudah menjadi bagian dari agenda
utama kedua negara sejoli itu dalam berusaha menyukseskan segala ambisinya di Timteng
dengan cara menyulut krisis. Hanya saja, agitasi anti Iran itu kini memasuki babak baru
pasca invasi AS dan Inggris ke Irak yang berujung pada jatuhnya rezim Saddam.
Belakangan ini semakin menguat indikasi tentang misi baru Washington dan Tel Aviv
untuk menyukseskan ambisi-ambisinya di Timteng dengan cara mengembangkan skala
krisis.

 Sebagai sekutu utama Washington, Tel Aviv yang sudah menumpuk kejahatan perang di
Palestina dan bahkan sudah menjadi sarang terorisme, praktis tak pernah tersentuh oleh
kecaman AS, kendati negara adikuasa ini selalu berkoar tentang demokrasi, keadilan,
serta perang anti teror dan senjata destruksi massal. AS tidak pernah menyoal status
Israel yang memiliki 400 hulu ledak nuklir sebagai bahaya besar bagi keamanan Timteng.
Sebaliknya, yang dilakukan AS sekarang justru upaya menutupi kejahatannya di Irak dan
kejahatan kaum Zionis di Palestina.

 Namun, bisa dipastikan bahwa upaya itu sama sekali tidak akan membantu AS dan Israel.
Mengulang-ulang tuduhan kepada negara-negara lain adalah pekerjaan sia-sia yang justru
merugikan kepentingan nasional AS sendiri. Semua orang mengetahui bahwa dukungan
AS kepada Israel adalah tak ubahnya dengan dukungan kepada terorisme dan barbarisme
sehingga memperlihatkan kontradiksi antara ucapan dan tindakan yang dilakukan rezim
Washington.

Pada dasarnya, menyebarnya pengaruh lobi-lobi Zionis dalam tubuh pemerintah dan
Kongres AS sejak dulu telah menyulap Washington sebagai pusat pengambilan keputusan
kaum Zionis, dan ini merupakan ancaman serius bagi kepentingan rakyat AS sendiri.

          (2) Perundingan Teheran-London Mengenai Krisis Irak
                                   25/01/1382 –14/04/2003
 Menlu Iran Kamal Kharazi Ahad 13 April kemarin berunding dengan Wakil Menlu
Inggris urusan Timteng Mike Obrain tentang krisis Irak. Dalam perundingan yang
berlangsung di Teheran ini, Kamal Kharazi menegaskan harapan Iran agar kedaulatan
rakyat Irak diindahkan dalam penentuan masa depan Irak. Selain itu, Kharazi juga
menegaskan harapan Teheran agar pemerintahan Irak di masa mendatang bisa
membangun citra Irak sebagai negara yang ramah dan rukun dengan negara-negara
tetangganya.

 Menyangkut krisis Irak, pemerintah Iran dan Inggris memang sudah cukup lama
menjalin perundingan intensif. Namun, perundingan Ahad kemarin antara keduanya
terjadi di saat semakin banyak kalangan yang merasa prihatin menyaksikan kondisi Irak
yang belakangan ini kacau dan dirusuhkan oleh aksi penjarahan yang sengaja dibiarkan
oleh tentara asing yang menduduki Irak.

 Keprihatinan itu semakin membengkak setelah Irak ternyata juga sedang dicekam oleh
bayang-bayang konflik horisontal yang bermotifkan SARA dan mengancam keutuhan
Irak sebagai satu negara dan bangsa. Tak berhenti di situ, martabat bangsa Irak itu juga
semakin dilecehkan AS ketika Gedung Putih memastikan akan mendudukkan seorang
penguasa militer asal Amerika di Irak.

 Serangkaian faktor itu praktis memperkeruh situasi Irak. Menyaksikan kondisi itu, yang
cemas bukan hanya rakyat Irak, tetapi juga negara-negara sekitarnya, termasuk Iran
sehingga pemerintah Teheran menegaskan urgensi pemulihan situasi di Irak.

 Sebagai bangsa yang pernah menjadi korban gejolak ambisi rezim Saddam, rakyat dan
pemerintah Iran tentu gembira menyaksikan runtuhnya rezim diktator tersebut. Delapan
tahun rakyat dan pemerintah Iran mengenyam agresi tentara Saddam. Banyak kerugian
jiwa dan materi yang diderita Iran akibat agresi tersebut. Oleh sebab itu, wajar jika Iran
sekarang merasa was-was terhadap rezim yang akan tampil menggantikan kekuasaan
Partai Ba’ath. Di tengah kondisi harap-harap cemas itu, pemerintah Iran meminta
pasukan asing keluar dari Irak supaya kemudian PBB datang untuk menegakkan hak dan
kedaulatan rakyat Irak dalam menentukan masa depan negeri mereka sendiri.




                  Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
                   Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau
                                             wikifisasi artikel.
                                Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor
yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas
tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu
berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat
keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang
diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari
investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.


Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan
pertimbangan-pertimbangan tertentu karena didalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek
yang harus dikaji dan diteliti kelayakanya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk
memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan
dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan
melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing
seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.

Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi
yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah
studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada
laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa
dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.


PENGERTIAN

Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut
berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan
pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya,
dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan
untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan
bahkan ditadak dijalankan.


RUANG LINGKUP

Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek
yang sudah disebutkan di atas antara lain :


1. Aspek hukum

Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi
ketentuan hukum yang berlaku termasuk :

a. Perijinan :

i) Izin lokasi :

• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,

• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan

ii) Izin usaha :

• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.

• NPWP (nomor pokok wajib pajak)

• Surat tanda daftar perusahaan

• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat

• Surat tanda rekanan dari pemda setempat

• SIUP setempat

• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan


2. Aspek sosial ekonomi dan budaya

Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek
tersebut :

a. Dari sisi budaya

Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat,
kebiasaan adat setempat.

b. Dari sudut ekonomi

Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat.
Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah
rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

c. Dan dari segi sosial

Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancer,
adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.


Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat
apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau
pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.
3. Aspek pasar dan pemasaran

Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu
proyek tersebut :

• Potensi pasar

• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.

Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :

• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku,
kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.

• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar
potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya
market share.


4. Aspek teknis dan teknologi

Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai
dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.


5. Aspek manajemen

Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.


6. Aspek keuangan

Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan
tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Studi_kelayakan_bisnis"

Kategori: Artikel yang perlu dirapikan • Bisnis

Tampilan

      Artikel
      Pembicaraan
      Sunting
      ↑
          Versi terdahulu

Peralatan pribadi

          Masuk log / buat akun

http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama



 Back To
Index
Previous




RISALAH REVOLUSI

17. Imam Khomeini dan Kontinuitas Perjuangan 1350-1356 HS (1971-1977)

         Selama babak kedua tahun 1350 HS, pertikaian antara rezim Baats Iraq dan rezim Syah Iran
mencapai klimaksnya. Pertikaian ini berujung pada pengusiran dan hilangnya tempat tinggal orang-orang
Iran yang bermukim di Irak. Dalam sebuah telegraf kepada Presiden Irak, Imam Khomeini dengan keras
mengecam tindakan rezim Irak tersebut. Dalam memprotes keadaan yang terjadi, Imam Khomeini
memutuskan untuk meninggalkan Irak, namun penguasa negeri ini yang menyadari apa yang akan
terjadi apabila Imam meninggalkan Irak, tidak membiarkan Imam pergi.

        Di sisi lain, secara bersamaan dengan kenaikan harga dan produksi minyak semenjak tahun
1350 HS dan seterusnya, Syah merasa lebih kuat dan demikian juga pemberangusan terhadap oposisi
juga semakin bertambah. Rezim Iran dengan kalap mulai membeli peralatan tempur dan barang-barang
Amerika guna membangun basis militer di dalam negeri untuk kepentingan Amerika dan juga untuk
meningkatkan hubungan dagang dan militer dengan Israel. Perayaan legendaris dan yang tidak disangka-
sangka, dalam memperingati 2500 tahun monarki Iran, dihadiri oleh banyak kepala negara, dan
menggunakan biaya raksasa yang ditanggung oleh negara, merupakan sebuah pertunjukan kekuasaan
dan stabilitas rezim Syah.

   Dalam berbagai pesan, Imam Khomeini mengecam perayaan yang biayanya ditanggung oleh negara,
menyingkap kemunduran bangsa dan kenyataan hidup yang getir yang menguasai masyarakat Iran.

     Selama 4 tahun perang Arab-Israel, ketika Syah dipandang sebagai kekuatan pendukung Israel,
dalam sebuah pesannya yang keluar pada bulan Aban 1352 HS (November 1973) Imam Khomeini
mendesak bangsa Iran untuk bangkit melawan agresi rezim Zionis. Dalam pesan ini, Imam
mengeluarkan fatwa bahwa wajib bagi kaum muslimiin untuk membantu pejuang Palesitina baik secara
moral ataupun material. Imam juga memberi fatwa kepada kaum muslimin untuk melakukan donor
darah, memberikan bantuan berupa obat-obatan, senjata dan bahan makanan.[1] Dalam pesan yang
lain, Imam Khomeini menekankan, "Bangsa Islam, tidak akan memiliki hari gembira dan tenang hingga
dia dapat mencerabut nukleus korup (Israel) ini, dan Iran tidak akan memiliki hari kemerdekaan
sepanjang dinasti keji (Pahlevi) masih memegang tampuk kekuasaan."[2]
    Pada akhir-akhir bulan Isfand 1353 HS, Syah, dengan membentuk partai Keluarga Kerajaannya,
Rastakhiz, dan mengadakan sistem single-party (partai tunggal), melesakkan otokrasinya dan
memproklamasikannya pada sebuah siaran TV, bahwa seluruh rakyat harus menjadi anggota partai ini.
Dan siapa yang menentang akan mendapatkan passportnya dan meninggalkan Iran.[3] Dalam sebuah
fatwa, Imam Khomeini dengan segera menyatakan, "Dalam memandang oposisi partai ini terhadap Islam
dan kepentingan islami bangsa Iran, turut serta dalam partai ini bagi seluruh rakyat Iran adalah haram
dan berarti memberikan bantuan kepada kekejaman dan penindasan kaum muslimin dan melakukan
oposisi terhadap partai ini merupakan bantuan yang nyata dalam mencegah kejahatan." [4]

    Fatwa Imam Khomeini dan juga fatwa dari ulama Islam lainnya memberikan pengaruh yang cukup
efektif . Beberapa tahun berselang, rezim Syah, kendati dengan propaganda yang meluas, secara formal
mengumumkan kekalahan Partai Rastakhiz dan membubarkan partai tersebut. Dalam pesan yang sama,
Imam Khomeini menulis, "Di sini, di sudut isolasi, Aku menderita dengan keadaan menyedihkan yang
dihadapi bangsa Iran. Alangkah baiknya, sekiranya aku dapat bersama mereka dalam suasana sensitif ini,
dan bekerjasama dengan perjuangan suci mereka untuk menyelamatkan Islam dan Iran."[5]

         Pada hari peringatan 15 Khurdad pada tahun 1354 HS, Madrasah Faiziyah Qum kembali menjadi
saksi perjuangan revolusioner pelajar-ruhani. Yel-yel "Salam bagi Khomeini dan laknat atas Dinasti Syah,"
berlajut selama dua hari. Organisasi-organisasi gerilya dan partisan telah dibubarkan dan sosok-sosok
pejuang agama dan politik dipenjarakan oleh rezim. Gerakan revolusioner ini memberikan pukulan telak
kepada Syah dan Savaknya. Agen-agen kepolisian ditempatkan dan mengepung Madrasah Faiziyah.
Kemudian mereka mengadakan sebuah serangan brutal dalam bentuk penghajaran pelajar-ruhani dan
menangkap seluruh demonstran dan mengirim mereka ke penjara. Atas peristiwa ini, Imam Khomeini
memberikan kabar gembira, "Meski dengan semua petaka, bangsa Iran yang lemah telah tersadarkan
oleh harapan yang bergejolak. Tindakan oposisi berasal dari berbagai universitas dari seluruh penjuru
negeri, sebagaimana diakui oleh Syah, oposisi dari ulama besar (al-Uzma), dari para talabeh (pelajar
agama) dan dari berbagai strata dari masyarakat kita, seluruhnya membuat sebuah bentara untuk
kemerdekaan kita dan membebaskan dari belenggu penjajahan."[6]

   Dalam sebuah pesan tertanggal 2 Mehr 1354, Imam Khomeini menulis surat kepada Konggres
Tahunan Umat Islam Amerika dan Kanada, "Apa yang memberikanku harapan terhadap akhir hayatku
adalah keterjagaan dan kesiagaan generasi muda, dan gerakan kaum intelektual yang secara pesat
mengalami pertumbuhan, dan Insya Allah, pada akhirnya akan menuai tindakan tegas terhadap kaum
asing dan meluaskan keadilan Islam."[7]

         Pada bulan Isfand 1354 HS (Februari 1975), Syah dalam melanjutkan kebijakan anti-agamanya,
secara memalukan mengganti kalender resmi dari asas hijrah Nabi Saw kepada permulaan emperium
Achaemenian (penguasa emperium Persia Kuno, 553-331 SM, -penj .). Dengan sebuah reaksi yang
sangat keras Imam Khomeini melarang penggunaan tahun penanggalan Syahansahi yang tak-berdasar
itu. Sebagaimana pelarangan terhadap Partai Rastakhiz, Imam juga melarang penggunaan penanggalan
ini, dan mendapatkan sambutan hangat dari rakyat dan dua kejadian ini dipandang sebagai kehinaan
bagi rezim Syah yang, pada tahun 1357 HS, terpaksa harus membatalkan tahun penanggalan
Syahansahi.

   Penandatanganan Perjanjian Kesepakatan Aljazair pada tahun 1975 antara Syah dan Saddam Husain
(yang kemudian menjadi wakil presiden Irak), mengakhirkan untuk sementara dendam kesumat antara
dua rezim.

    Pada waktu itu, kelanjutan ketegangan antara Baghdad dan Teheran dipandang berbahaya bagi
stabilitas yang dihendaki oleh Amerika di Teluk Persia. Oleh karena itu, sebuah kesepakatan diraih
dengan mediasi Presiden Aljazair dan Anwar Sadat yang merupakan sahabat karib Syah. Persahabatan
antara penguasa Baghdad dan Teheran, bermakna sebagai keadaan yang lebih sukar bagi perjuangan
Imam Khomeini, namun tidak satu pun dari sandungan ini dapat menggoda Imam Khomeini untuk
menghentikan perjuangannya. Pada saat itu juga, duta besar Iran di Baghdad, menulis surat kepada
petinggi-petinggi Rezim Syah di Teheran, "Ayatullah Khomeini tidak duduk diam di Irak, dan bertindak
dengan tegas melawan rezim. Silahkan keluarkan instruksi sehingga tugas kami menjadi jelas." Dengan
marah pada laporan ini, Syah menulis, "Aku telah berkata berulang-kali, hentikan suara ini."[8] Tidak
banyak yang diketahui oleh Syah bahwa takdir Ilahi telah merancang misi dan nasib yang berbeda untuk
Imam Khomeini, "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan)
mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya." (Qs. ash-Shaff [61]:8)

          Pada tahun 1355 HS (1976), Partai Demokrat memasuki Gedung Putih. Bantuan finansial Syah
kepada Partai Republik tidak menolong mereka dalam pemilihan umum Amerika. Jimmy Carter telah
memenangkan pemilu dengan menggunakan motto hak asasi manusia dan pengurangan ekspor senjata.
Motto dan slogan ini dimaksudkan untuk mencegah perkembangan sentimen anti-Amerika di negara-
negara seperti Iran, dan menyediakan kedok untuk menutupi depresi ekonomi dalam negeri Amerika
serta menempatkan tekanan yang lebih kuat terhadap Uni Soviet untuk memberikan konsesi dalam
Negosiasi Kontrol Senjata Nuklir (SALT). Kemudian kebijakan-kebijakan Partai Demokrat Syah
mengumumkan "atmosfer politik terbuka di Iran" dan mempengaruhi perubahan-perubahan di
permukaan, serta mengalihkan beberapa pemegang posisi kunci. Kebijakan-kebijakan Amerika ihwal Iran,
diputuskan oleh Departemen Luar Negeri Amerika dan CIA, dan mengirimnya ke Kedutaan Amerika di
Teheran, yang kemudian dipublikasikan dengan kumpulan dokumen-dokumen dalam sarang mata-mata
Amerika menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada perubahan yang dibuat dalam prosedur dukungan
all-inclusive Amerika bagi Syah. Sebagaimana sebelumnya, Partai Demokrat menganggap elemen
esensial Syah untuk melindungi kepentingan Amerika di kawasan Teluk Persia dan atas alasan ini Iran
dibebaskan dari pembatasan ekspor senjata Amerika.

   Perjalanan Carter dan istrinya ke Teheran, ucapannya tentang dukungan tanpa syarat Gedung Putih
kepada Syah menunjukkan bahwa "Atmosfer Politik Terbuka" hanya merupakan pertunjukan dan teater
sementara.




[1] . Sahifeh-ye Nur, jil. 1, h. 209

[2]. Idem., h. 206

[3]. Kautsar, Syarh Weqaye'-e Inqilâb-e Islâmi, jil. 1, h. 273

[4] . Sahifeh-ye Nur, jil. 1, h. 211

[5] . Idem., jil. 1, h. 211

[6] . Idem., h. 215

[7] . Idem., h. 219
[8] . Kautsar Waqâye'-e Inqilâb-e Islâmi, jil. 1, h. 273 dan juga pada surat kabar Kaihân edisi 8/12/1357 HS

Back                                                                                                                To
Top
       Next


Muhtashami: Pejuang Hizbullah Lebih Hebat dari Guru
Iran-nya
Monday, August 07 2006



Jawab: Sampai Israel merasa putus asa untuk melucuti persenjataan Hizbullah. Saat ini sekitar 60% harapan
Israel telah pupus dan hanya tinggal 40%. Itupun karena adanya bantuan Amerika dan harapan dari rudal-
rudal mereka. Israel sangat berharap pada perang darat. Dan bila terjadi perang darat maka akan sangat memakan
waktu sangat lama karena Hizbullah juga tidak akan mudah menyerahkan teritorialnya kepada Israel.


Soal: Ada dua alasan sebab-sebab pemicu perang antara Libanon dan Israel; sebagian berpendapat bahwa
perang bermula ketika Hizbullah menawan dua tentara Israel, sementara yang lain menganggap bahwa perang
ini sudah dipersiapkan semenjak Israel terusir dari Libanon Selatan pada tahun 2000. Sejak itu Israel senantiasa
bersiap diri untuk menyerang Libanon. Apa pendapat Anda mengenai kapan bermula dan apa pemicu perang ini?

Jawab: Melihat kondisi lahiriahnya, perang Libanon-Israel bermula pada hari Rabu sekitar 20-an hari yang lalu.
Namun, bila melihat pada usaha yang dilakukan oleh Israel, maka perang ini kembali pada waktu yang lama.

Soal: Pada kenyataannya, Anda memilih pandangan kedua. Betulkah?

Jawab: Benar! Dan saya berkeyakinan bahwa Amerika memiliki peran yang sangat kuat dalam menciptakan kondisi
ini. Tentu saja tanpa melupakan bahwa para petinggi Israelpun setuju dengan agresi ini.

Soal: Alasan dan faktor-faktor apa saja hingga membuat Anda beralasan demikian?

Jawab: Untuk melihat masalah ini, kita perlu kembali melihat resolusi PBB bernomor 1559. Resolusi PBB tersebut
memiliki beberapa pasal yang berbeda-beda. Sebagian terkait dengan Syiria dan sebagian lainnya berhubungan
dengan Libanon. Dan pasal keduanya, yang terkait dengan Libanon, obyeknya adalah pelucutan senjata terhadap
Hizbullah dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina.

Soal: Apakah teror terhadap PM Rafiq Hariri juga bagian dari rencana tersebut?

Jawab: Teror terhadap Rafiq Hariri justru semakin mempertegas masalah ini. Kita dapat melihat bagaimana kondisi
setelah teror Rafiq Hariri itu terjadi, Syiria kemudian keluar dari Libanon. Dengan keluarnya Syiria dari Libanon itu,
maka sebagian dari resolusi PBB telah dilaksanakan, yang tertinggal adalah masalah pelucutan senjata Hizbullah.
Dan perlu saya tekankan disini bagaimana proses dan aksi-aksi politik protes di dalam negeri Libanon menolak atas
pelucutan senjata Hizbullah bahkan lebih dari itu, menganggap hal itu sebagai tindakan campur tangan asing. Setelah
itu ada beberapa kejadian penting yang terjadi di Libanon, di antaranya adalah pengunduran diri Umar Karami
dalam pemilihan Perdana Menteri yang tengah berjalan. Tekanan Amerika dalam proses pemilihan tersebut
menghasilkan pengunduran Umar Karami dan fraksi-fraksi pro Amerika berhasil menguasai sebagian besar kursi di
Parlemen. Dengan demikian Amerika beranggapan dengan keberhasilannya di medan politik ini, mereka dapat
melakukan apa saja, salah satunya adalah usaha mengisolir dan melucuti persenjataan Hizbullah. Namun, mereka
salah prediksi karena iklim politik di Libanon justru mendukung Hizbullah bahkan dari kalangan Kristenpun
memberikan dukungan sepenuhnya kepada Hizbullah. Dukungan dari berbagai pihak membuat misi Amerika untuk
kesekian kalinya gagal. Tentunya, tanpa melupakan kepiawaian dan kebijakan Sayyid Hasan Nasrullah yang dengan
cerdik melakukan manuver politik mencari dukungan. Pada intinya adalah usaha Amerika dan negara-negara pro
Israel gagal total. Untuk itu, mereka menyiapkan game lain dan itu adalah dengan memaksakan perang yang tidak
seimbang terhadap Hizbullah. Tujuan mereka adalah menekan semua fraksi dengan harapan Amerika bisa
melemahkan dukungan rakyat Libanon terhadap Hizbullah lalu memaksa Hizbullah meletakkan senjata. Dengan
alasan inilah kita lihat bagaimana serangan yang dilakukan oleh Israel dengan volume yang sangat tinggi ini,
menunjukkan bahwa perang terpaksa ini telah disiapkan sejak lama.

Soal: Dengan kata lain, apakah Anda tidak mempunyai keyakinan bahwa pada saat Hizbullah menawan dua
tentara Israel bukankah malam itu perang dimulai?

Jawab: Benar! Pasti itu. Keputusan untuk berperang bukanlah keputusan yang diambil sesaat atau sehari, mereka
harus menyiapkan pasukan untuk melakukan manuver (latihan perang) memerlukan sekurang-kurangnya beberapa
bulan. Bagaimana mungkin keputusan perang ini diambil dalam waktu sehari dengan menyertakan sistem militer
penuh dalam rangka perang yang sebenarnya. Tentunya mereka yang berkecimpung dalam dunia militer lebih
mengetahui masalah ini. Keputusan sehari untuk mengerahkan kekuatan angkatan darat, laut dan udara tidak
mungkin dapat disiapkan dalam waktu sehari. Dengan demikian, Israel dengan dibantu oleh Amerika telah
melakukan rencana agresi tersebut jauh sebelum kasus penangkapan dua tentara Israel di Libanon.

Soal: Mengapa Amerika ikut andil dalam perang ini? Bukankah perang ini hanya terbatas pada Libanon dan
Palestina?

Jawab: Selama ini semua rencana dan tujuan yang hendak dicapai oleh Amerika di Timur Tengah selalu menemui
kegagalan. Dan, tentunya ini berdampak pada opini umum masyarakat Amerika sendiri dan kesulitan Amerika untuk
menjawab pertanyaan kegagalan demi kegagalan ini. Intinya adalah Amerika tidak berhasil memuaskan publik
Amerika dengan petualangannya di Timur Tengah baik itu di Afghanistan di Irak begitu juga di Afrika, Somalia dan
Sudan, tujuan Amerika selalunya gagal. Karena kenyataan ini, Gedung Putih selalu mendapat kritikan dari
masyarakat Amerika sendiri. Kondisi yang demikian ini membuat posisi Bush dan partai Republik tertekan. Nah,
untuk keluar dari tekanan dan kritikan ini, dimulailah rencana untuk mengubah tatanan politik di Timur Tengah dan
mengusulkan Timur Tengah Baru.

Soal: Dulu pernah terjadi perang antara Israel dan negara-negara Arab, pada waktu itu Israel dengan waktu
yang sangat singkat dapat memenangkan peperangan, sementara pada perang antara Israel dan Hizbullah,
Israel belum juga meraih kemenangan. Apakah ini menunjukkan Israel semakin melemah ataukah Hizbullah lebih
tangguh dari negara-negara Arab?

Jawab: Saya tidak mengatakan bahwa Hizbullah lebih kuat dari pasukan negara-negara Arab pada perang waktu itu,
juga tidak menilai bahwa Israel telah melemah. Pada tahun 1967 Gamal Abdul Naser memimpin pasukan negara-
negara Arab, pasukan negara-negara Arab pada masa itu sangat kuat, baik dari sisi angkatan darat, laut maupun
udara. Israel juga tidak semakin melemah. Bahkan kekuatan militer Israel saat ini lebih perkasa dari semua pasukan
negara-negara Arab, dan untuk menghadapi Timur Tengah secara keseluruhanpun Israel telah siap, mereka memiliki
senjata-senjata yang canggih dari Amerika dan salah satunya adalah rudal Patriot yang saat ini dipakai juga dalam
perang.

Soal: Lantas, mengapa perang berkepanjangan?

Jawab: Hizbullah dengan segala kekuatannya telah berhasil mencapai suatu tahapan dalam perang gerilya yang
belum dicapai oleh pergerakan manapun dalam menghadapi Israel. Dulu, pejuang-pejuang Palestina adalah contoh
bagaimana organisasi pembebasan di Palestina menghadapi Israel. Pada tahun 1982 lebih dari tiga puluh gerilyawan
menjadi martir namun mereka tidak mampu menghadapi Israel. Saat ini, Hizbullah telah mencapai puncak
kematangan perjuangan dalam menghadapi agresor Israel.

Soal: Persenjataan apa saja yang dimiliki oleh Hizbullah sehingga dapat mencapai kondisi sekarang ini?

Jawab: Hizbulah mempersenjatai dirinya dengan dua senjata. Satu, senjata lahiriah berupa rudal-rudal yang
dimiliki.

Soal: Rudal-rudal seperti apa?

Jawab: Rudal-rudal yang dimiliki oleh Hizbullah dimulai dari Katyusha hingga Zilzal (gempa/guncangan). Rudal
yang terakhir ini, dapat mencapai titik sasaran manapun di Israel. Sederhana saja, karena luas Israel adalah 27 ribu
kilo meter dengan lebar 1112 dan panjang 200 kilo meter. Rudal Zilzal 2 milik Hizbullah memiliki jarak jelajah hingga
250 kilo meter. Dengan jarak jangkauan yang sedemikian ini, maka tidak ada tempat di Israel yang tidak dapat
dijangkau oleh rudal Zilzal 2 ini.

Soal: Lalu Senjata kedua Hizbullah yang Anda katakan itu apa?

Jawab: Keberanian...! Perlu diketahui, sangat mungkin sebagian negara memiliki sebuah senjata canggih namun
belum tentu memiliki keberanian untuk mempergunakannya. Hizbullah dari satu sisi memiliki senjata juga sekaligus
memiliki keberanian untuk mempergunakannya. Dari sisi keilmuan, Hizbullah memiliki kemampuan untuk
memproduksi senjata tersebut sekaligus mempergunakannya. Ini sangat fantastis!
Soal: Dari mana pengetahuan untuk memproduksi senjata itu mereka dapatkan?

Jawab: Sebagian mereka dapatkan dari eksperimen dan sebagian lainnya dari belajar.

Soal: Bagaimana itu.?

Jawab: Sebagian berasal dari pengetahuan yang mereka dapatkan ketika Hizbullah ikut dalam perang Iran-Irak.
Dengan kata lain, pasukan khusus Hizbullah yang ada sekarang ini adalah orang-orang yang pernah ikut dalam
perang 8 tahun antara Iran-Irak membela Iran. Saat mereka ikut perang itulah secara langsung maupun tidak
langsung mereka mempelajari banyak hal.

Soal: Apakah selain ikut langsung ke medan pertempuran mereka juga dilatih secara khusus?

Jawab: Sebagian latihan itu diajarkan di Libanon. Imam Khomeini ra. pada tahun 1982 menentang pengiriman
pasukan Iran ke Syiria dan Libanon. Lebih detail lagi, setelah pesawat kelima Iran yang terdiri dari Pasdaran, Basiji,
dan Brigade Zul Feqar diturunkan di Libanon, Imam Khomeini ra. menentang pengiriman pasukan ke Libanon dan
Syiria. Saya waktu itu berada di Syiria, masyarakat Syiria dan Libanon waktu itu kondisinya sangat
mengkhawatirkan, dari keamanan, keselamatan jiwa mereka kalau saja Iran tidak mengirim pasukannya untuk
bertempur dengan Israel di sana. Saat saya menemui Imam, dengan penuh perasaan dan semangat saya menanyakan
mengapa Imam menentang pengiriman tentara Iran..?. Imam kemudian menenangkan diri saya, sikap Imam waktu
menjelaskan sikapnya itu, ibarat seorang yang telah berpengalaman dan mahir dalam dunia kemiliteran. Beliau
berkata: “Pasukan yang akan dikirimkan ke medan pertempuran harus ada yang memback up. Yakni, di belakang
mereka harus ada pasukan yang kuat yang dapat membantu mereka, bagaimana mungkin kita mengirimkan pasukan
ke Syiria dan Libanon sementara jalur untuk memback up mereka adalah Turki dan Irak ?”, kedua negara itu tidak
memiliki hubungan yang baik dengan Iran. Irak berada dalam kekuasaan partai Baats sementara Turki adalah sekutu
Amerika dan anggota NATO. Beliau kemudian melanjutkan: “Satu-satunya jalan adalah pergilah kalian ke Libanon
dan latihlah mereka. Mereka harus kalian perlengkapi dengan kekuatan militer. Dengan demikian mereka dapat
mempertahankan negara mereka sendiri dari serangan Israel dan juga mereka dapat memenuhi hak-hak Libanon
dan Palestina.” Semenjak itu, sebuah babak baru dimulai. Latihan militer di Libanon dimulai yang akhirnya
menciptakan Hizbullah. Kita lihat bahwa setelah 18 tahun, Israel tidak mampu mengalahkan mereka bahkan untuk
pertama kalinya mereka mencicipi kekalahannya di Timur Tengah dan keluar dari Libanon dengan malu. Waktu itu
Media Massa barat memenuhi semua tempat di Libanon. Kanal-kanal televisi Israel, Jerman, Amerika,... setiap hari
aktif mengambil gambar para pengungsi Libanon dan bila mereka temukan ada seorang dari mereka yang membenci
Hizbullah, pasti akan mereka tayangkan berulang-ulang. Yang terjadi adalah mereka tidak menemukan seorangpun
yang membenci Hizbullah dan Sayyid Hasan Nasrullah. Argumentasinya sangat sederhana, karena nama Hizbullah
telah begitu melekat erat di hati masyarakat Libanon. Derajat kecintaan masyarakat Libanon terhadap Hizbullah
memaksa partai-partai politik yang ada di Libanon harus memilih diam. Bahkan kelompok paling membenci
Hizbullahpun harus tunduk dan mengikuti kebijakan Hizbullah.

Soal: Anda telah menjelaskan dengan jelas tentang masalah pengetahuan militer yang dimiliki Hizbullah yang
telah sampai pada kondisi dimana keadaan ini belum pernah dicapai oleh kelompok perjuangan anti Israel
manapun, pertanyaannya adalah kemampuan teknologi seperti apa yang dimiliki oleh Hizbullah?

Jawab: Hizbullah telah memiliki pengalaman 18 tahun berperang dengan Israel. Dan ini pengalaman yang luar
biasa. Karena itu Hizbullah telah mengenal dengan baik taktik perang Israel. Selama 65 tahun di setiap tempat
strategis yang Hizbullah temukan, disana selalu disiapkan berbagai senjata dan dibangun bungker-bungker yang
sesuai guna menghadapi kemungkinan serangan Israel. Saat ini, semua tempat di yang di huni oleh petinggi-petinggi
Hizbullah telah diratakan dengan tanah oleh Israel. Di Selatan Libanon semua jalan-jalan penghubung telah dirusak
dan semua pos-pos penjagaan terdepan rudal Hizbullah telah dimusnahkan oleh Israel. Israel sendiri pada empat
hari pertama peperangan telah mengumumkan bahwa sekitar 156 pos terdepan yang diisi oleh rudal-rudal Hizbullah
telah mereka ratakan dengan tanah. Tetapi, tidak menunggu waktu yang lama, dari tempat yang rata dengan tanah
itu pula Hizbullah menghujani Israel dengan rudal-rudalnya.

Soal: Bagaimana bisa begitu?

Jawab: Karena Hizbullah telah membangun bungker-bungker yang modern dan kuat di dalam gunung yang mampu
menahan serangan bom Israel. Salah satu kanal televisi memberitakan bagaimana Israel berhasil meratakan dengan
tanah sebuah bungker rudal Hizbullah. Namun setelah tiga kali bungker tersebut di bom, pada hari itu juga keluar
sekitar 35 buah rudal dan ditembakkan ke arah Israel dari bungker yang telah dibom tadi. Karena tidak berhasil lewat
udara, Israel bermaksud menurunkan kekuatan angkatan daratnya. Perbatasan Libanon dengan Israel adalah daerah
segi tiga yang dibatasi oleh Bintul Jubel, Marun ar-Ras dan Ain Tarun. Setidaknya Israel membutuhkan dua pekan
untuk mendesak masuk sejauh 5 kilo meter ke tanah Libanon dan berdiam di sana. Dalam perang darat, Israel
mengalami kekalahan yang sangat memalukan dan dari sana mereka mundur dan kembali mengulangi lagi serangan
udaranya.

Soal: Dari penjelasan Anda dapat diambil kesimpulan bahwa sejak lama kedua belah pihak telah memikirkan
bagaimana caranya menghadapi lawan masing-masing?

Jawab: Itu pasti. Israel setelah keluar dengan terhina dari Libanon Selatan bak hewan yang terluka dan ingin
memuntahkan racun yang dimilikinya. Hizbullah telah memikirkan itu dan mempersiapkan diri untuk menghadapi
peperangan yang lebih besar. Israel tidak menyangka Hizbullah sampai pada kondisi yang ada sekarang ini sehingga
menimbulkan kerugian yang sangat besar di pihak Israel. Sekitar 40 % perekonomian Israel lumpuh total.

Soal: Anda tentunya telah mendengar bahwa Hizbullah tidak akan sedemikian kuat tanpa bantuan Iran.
Bagaimana pendapat Anda?

Jawab: Benar. Mereka mengatakan bahwa yang berperang bukan Hizbullah tapi pasukan Iran. Amerika dan Israel
sengaja mengaburkan kekalahan beruntunnya dengan mengulang isu lama. Benar, bahwa pada awalnya pelatihan
militer Hizbullah di Iran dan Libanon yang dilatih oleh Pasdaran Iran. Namun, satu kenyataan yang harus diakui oleh
semua bahwa Hizbullah sekarang layaknya seorang murid yang telah mengalahkan gurunya bahkan sudah tidak bisa
dibandingkan lagi. Saat ini, Hizbullah telah menegaskan posisinya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di
dunia. Dari sisi pengetahuan, kekuatan dan pengalaman Hizbullah tidak lagi dapat dibandingkan dengan yang
lainnya.

Soal: Kapan berakhirnya pelatihan kekuatan Hizbullah oleh Pasdaran Iran?

Jawab: Sampai pada periode di mana saya berada di Syiria dan Libanon. Sekitar 30 periode dan setiap periode
diikuti sekitar 300 orang. Saya pikir, setelah itu masih ada periode lanjutan. Hizbullah sekarang berjumlah seratus
ribu orang yang dilatih baik secara langsung atau tidak. Pada mulanya, mayoritas mereka yang dilatih adalah para
sukarelawan yang kemudian secara praktis ikut dalam perjuangan Hizbullah.

Soal: Bukankah kekuatan Hizbullah yang selalu siap tempur setiap saat hanya sedikit jumlahnya? Apakah
Hizbullah sudah berpikir bahwa ketika mereka menawan dua orang Israel, pasti Israel akan melakukan agresi
terhadap Libanon?

Jawab: Saya tidak yakin Hizbullah punya anggapan yang seperti itu. Namun saya pikir, Hizbullah pasti telah
membayangkan bahwa dengan menawan dua tentara Israel, Israel pasti akan melakukan serangan cepat untuk
meringankan bebannya. Setelah serangan itu reda yang ada adalah menukar tawanan dengan mengikutkan negara
ketiga untuk melakukan perundingan atau lewat PBB.

Soal: Menurut Anda, apakah kemenangan ini berpihak kepada Hizbullah?

Jawab: Saat ini bukan tempatnya membicarakan bahwa kemenangan berpihak kepada Hizbullah atau kepada Israel.
Hizbullah mengumumkan bahwa buat kami perang ini adalah perang antara kehidupan dan kematian, begitu juga
Israel, sebagaimana yang disampaikan oleh Simon Perez. Hizbullah yakin bahwa baik mereka menawan dua tentara
Israel ataupun tidak, perang pasti akan terjadi. Oleh karenanya, Hizbullah terlebih dahulu menekan Israel dengan
menawan dua tentara. Karena dalam perang, pihak yang lebih dahulu melakukan serangan secara moral dan
kejiwaan akan berada di atas dan memenangkan peperangan. Jika Hizbullah tidak menawan dua tentara Israel dan
kemudian Israel melakukan penyerangan terlebih dahulu, sekalipun Hizbullah lebih kuat secara militer, maka
kondisinya akan lain. Saat ini kondisinya adalah Hizbullah memasuki perang murni. Hizbullah muncul sebagai
kekuatan militer bagi Libanon dan menyerang Israel. Dengan ditawannya dua tentara dan beberapa pasukannya yang
terbunuh dan terluka, Israel tidak lagi berurusan dengan masyarakat sipil. Bila Hizbullah tidak mempersiapkan
kekuatan militer jauh-jauh hari secara baik, maka Israel akan masuk menyerang Libanon, menguasai daerah Libanon
Selatan dan mendapatkan kembali dua tentara yang ditawan oleh Hizbullah. Akan tetapi, pada kenyataannya Israel
berperang bukan untuk melakukan pembebasan tawanan, mereka berperang dengan tujuan yang telah disiapkan
terlebih dahulu. Begitulah, ketika Hizbullah membela diri dan menyerang Israel, Israel seperti orang gila dan dengan
membabi buta memasuki medan perang. Sampai-sampai pasukan pemelihara perdamaian PBB-pun mereka serang.
Saya punya keyakinan bahwa pasukan perdamaian di bawah bendera PBB yang di tempatkan di Lebanon selama ini
juga berperan aktif sebagai agen mata-mata Israel, namun pada saat yang sama karena Israel sudah buta hatinya
merekapun diserang.

Soal: Anda katakan, kedua belah pihak berkeyakinan bahwa perang ini adalah perang antara hidup dan mati.
Bagaimana Anda memperkirakan akhir dari perang ini.?
Jawab: Pada prinsipnya, jika kondisi perang berlanjut seperti yang ada sekarang ini sampai nanti, maka
kemungkinan besar kemenangan berada di pihak Hizbullah.

Soal: Dengan kondisi yang ada sekarang ini, mungkinkah ada gencatan senjata?

Jawab: Iya. Bila gencatan senjata diumumkan sementara Israel tidak mampu menguasai sejengkalpun tanah
Libanon maka, kemenangan berada di pihak Hizbullah. Karena tidak ada tanah yang dikuasai oleh Israel juga Israel
tidak mampu melucuti persenjataan Hizbullah atau menguasai pos-pos penting Hizbullah.

Soal: Apakah Hizbullah akan menyetujui gencatan senjata?

Jawab: Hizbullah telah mengumumkan untuk gencatan senjata dan langsung melakukan perundingan untuk tukar-
menukar tawanan. Setelah itu Israel harus mundur dari daerah Syab’a. Saat ini seluruh dunia menyetujui syarat yang
telah ditentukan oleh Hizbullah, ini artinya kemenangan buat Hizbullah.

Soal: Dalam perundingan di Roma disebutkan adanya daerah pembatas sekitar 20 kilometer yang akan
ditempati oleh pasukan perdamaian dan Hizbullah harus mengosongkan daerah tersebut.

Jawab: Benar, sebagian negara-negara di dunia dan Israel menginginkan adanya kawasan pembatas antara Israel
dan Libanon. Kawasan 20 kilometer hingga Nahar Lithoni dan pasukan perdamaian yang telah diperkuat akan
menjaga kawasan ini hingga Hizbullah mengosongkan kawasan yang dimaksud.

Soal: Memangnya kehadiran Hizbullah di kawasan ini sangat berpengaruh?

Jawab: Iya sangat berpengaruh.

Soal: Apakah bila Hizbullah mundur dari kawasan tersebut dapat dikatakan telah terjadi pelucutan senjata
terhadap Hizbullah?

Jawab: Tidak. Pelucutan senjata yang diinginkan adalah kehadiran Hizbullah di mana saja tanpa senjata. Dengan
demikian Hizbullah hanya menjadi partisipan politik di Libanon dan senjatanya harus diserahkan ke militer Libanon.

Soal: Artinya, resolusi nomor 1559 terlaksana?

Jawab: Betul. Namun sampai saat ini tidak seorangpun di Libanon yang berani angkat bicara tentang masalah
pelucutan senjata Hizbullah. Dengan demikian, kawasan pembatas yang diusulkan di mana Hizbullah berada di balik
Kawasan Nahar Litani tidak bermakna pelucutan senjata. Yang disepakati bahwa di kawasan pembatas itu nantinya
akan diisi oleh pasukan perdamaian dan pasukan Libanon. Bila kondisi ini juga disetujui oleh Amerika dan Israel, ini
masih termasuk kemunduran mereka.

Soal: Mengapa kemunduran? Bukankah Anda mengatakan bahwa pasukan PBB juga melakukan tugas tambahan
sebagai agen Israel. Sementara sesuai dengan perundingan Roma, yang akan mengisi kawasan pembatas adalah
pasukan PBB dan tentara Libanon. Apakah bukan sebaliknya sebuah kemunduran bagi Hizbullah karena mereka
telah merelakan sepenggal tanah dan kedaulatan mereka?

Jawab: Sampai saat ini, masalah ini belum disepakati oleh Hizbullah. Israel mengklaim bahwa pos-pos pertahanan
Hizbullah berada di kawasan ini. Oleh karena itu mereka harus mundur dari kawasan tersebut. Keberadaan
Hizbullah di kawasan tersebut memudahkan mereka menembakkan rudal-rudal dengan sasaran Israel. Yang ingin
saya katakan adalah seandainya kita terima bahwa Hizbullah menyetujui hal itu dan berada di balik kawasan Nahar
Litani dengan memiliki rudal-rudal jarak jauh seperti Ra’d 1 dan 2 bahkan hanya dengan Katyusha mereka dapat
menjangkau jarak sekitar 30 kilo meter sasaran di Israel. Bahkan dengan rudal Khabar 1, 2 dan 3 mereka dapat
membombardir sasaran hingga 70, 120 dan 250 kilo meter. Apapun bentuk perang yang ada saat ini, bukanlah
bentuk yang diinginkan oleh Amerika dan Israel karena yang ada sampai saat ini hanyalah kekalahan mereka.

Soal: Bila memang demikian, mengapa para pemimpin negara-negara Arab tidak membela Hizbullah?

Jawab: Itulah yang patut disayangkan. Sebagian dari negara-negara Arab memiliki kebijakan politik yang searah
dengan Amerika. Mereka mengambil sikap negatif terhadap pemerintahan Ismail Haniyah dan Hizbullah. Kebijakan
politik Amerika tidak memihak kepada Hamas dan sebagian negara-negara Arab mengambil sikap yang sama.
Sementara itu negara-negara seperti Syiria, Sudan, Aljazair dan Libia membela Hizbullah dan menginginkan
gencatan senjata secepatnya.
Soal: Ada hal yang menarik sekaitan dengan hubungan Iran dan Hizbullah. Apakah tidak lebih baik jika
hubungan antara keduanya tidak transparan lagi, agar tidak ada kesempatan bagi negara lain untuk mencari
alibi campur tangan Iran di Libanon. Blak-blakan saja, sejak awal Hizbullah adalah anak maknawi dari Imam
Khomeini dan revolusi Islam Iran. Namun harus diyakini bahwa keduanya tidak benar-benar identik. Namun
bagaimanapun juga, Iran membantu rakyat Libanon dalam bentuk yang beragam. Dimulai dari pertanian, obat-
obatan, jihad pembangunan dan lain-lain. Bantuan ini juga tidak terbatas hanya kepada Syi’ah atau Sunni namun
kepada semua rakyat Libanon. Dengan melihat kondisi bahwa logistik dan persenjataan telah terbatas dan jalur-
jalur bantuan yang telah dikontrol, Anda melihat masa depan perjuangan Hizbullah seperti apa?

Jawab: Selama rakyat Libanon menginginkan, maka Hizbullah akan tetap berada di sana dan berperang dengan
agresor Israel. Sampai saat ini, tidak ada satu kekuatan militerpun yang dapat menjaga seluruh teritorial Libanon.
Sebelumnya pun militer Libanon tidak mampu menghadapi Israel. Sebab utama mengapa masyarakat Libanon
membela Hizbullah adalah karena Hizbullahlah satu-satunya yang menjaga dan melindungi harga diri dan
kehormatan mereka di hadapan Israel. Selama kondisi ini ada, maka pembelaan terhadap Hizbullah akan tetap
berlanjut.

Soal: Mengenai kekuatan finansial Hizbullah. Apakah Anda dapat memberikan informasi mengenai pendanaan
Hizbullah dari mana, karena kita ketahui mereka tidak mendapat dana dari pemerintah Libanon?

Jawab: Kecintaan terhadap Hizbullah telah menghancurkan sekat-sekat geografis. Banyak orang-orang kaya Saudi
Arabia, negara-negara Arab sekitar Teluk Persia, negara-negara Afrika yang berbahasa Arab yang tinggal di Eropa
dan Amerika memberikan sumbangan yang lebih besar dari Iran. Dengan perhitungan seperti ini, pendanaan
Hizbullah dapat dikatakan internasional. Bahkan lebih dari itu, mereka yang bukan muslimpun, karena kebencian
atas arogansi Amerika dan Israel menginginkan agar Hizbullah memenangkan perang ini. Jadi ada yayasan sosial
yang tugasnya mengumpulkan sumbangan untuk Hizbullah. Selain itu dari sumbangan tersebut mereka membangun
perusahaan-perusahaan profit guna mendanai Hizbullah. Saat ini, Hizbullah mendapat perhatian di mata
internasional. Dukungan materi melalui yayasan-yayasan seperti ini digunakan untuk pembangunan pusat-pusat
bisnis dan pabrik di berbagai negara.

Soal: Sebagai pertanyaan terakhir, menurut Anda perang akan berlanjut seberapa lama?

Jawab: Sampai Israel merasa putus asa untuk melucuti persenjataan Hizbullah. Saat ini sekitar 60% harapan Israel
telah pupus dan hanya tinggal 40%. Itupun karena adanya bantuan Amerika dan harapan dari rudal-rudal mereka.
Israel sangat berharap pada perang darat. Dan bila terjadi perang darat maka akan sangat memakan waktu sangat
lama karena Hizbullah juga tidak akan mudah menyerahkan teritorialnya kepada Israel.

Soal: Apakah ada kemungkinan Israel menggunakan senjata nuklir atau kimia?

Jawab: Kemungkinan ini sedang dibicarakan. Sampai saat ini, Israel telah mempergunakan senjata kimianya.
Namun untuk masalah penggunaan senjata nuklir saya merasa tidak yakin Israel akan menggunakannya. Dengan
menutup mata dari masyarakat internasional, yang pertama merasakan kerugian akibat penggunaan senjata nuklir
adalah Israel sendiri karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari Libanon. Setidak-tidaknya kawasan lingkungan
hidup Israel akan terkena radiasi nuklir yang ditembakkan dan memakan waktu lama untuk menghilangkan polusi
tersebut. Dengan alasan ini saya merasa merasa sangat jauh sekali Israel akan mempergunakan senjata nuklir.
Sementara senjata kimia telah mereka pergunakan dan akan tetap mereka pergunakan. Namun sampai saat ini tidak
ada dampaknya terhadap Hizbullah karena bungker-bungker yang dibuat oleh Hizbullah tidak mempan dengan bom-
bom yang dilepaskan oleh Israel.

Soal: Bila Israel mempergunakan senjata nuklir, kira-kira apa reaksi Hizbullah?

Jawab: Sangat mungkin sekali, dengan rudal-rudalnya dan senjata yang lebih modern Hizbullah akan memberikan
reaksi yang lebih keras lagi. (Saleh L)



BNU Kecam Pernyataan Bush Soal Hukuman Mati Saddam

Jakarta, 18 Januari 2007 01:34
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengecam
pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush soal hukuman mati
terhadap Saddam Hussein yang disebutnya sebagai `pembunuhan untuk balas
dendam`
sektarian.

Menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Rabu (18/1), Hasyim menyatakan,
tujuan
Bush mengagresi Irak itu ada tiga yakni membunuh Saddam, mendekonstruksi
Irak,
dan mengambil minyak negara itu.

"Kalau sekarang berlagak menyesal dengan teknik hukuman mati yang dilakukan
terhadap Saddam, itu kepura-puraan yang sempurna," tandas Hasyim.

Sebagaimana dilansir AFP, Bush kepada televisi PBS menyatakan bahwa
pelaksanaan
hukuman mati atas Saddam menyerupai `pembunuhan untuk balas dendam` sektarian
dan itu menambah sulit upaya menghentikan kekerasan maut di Irak.

"Ketika mengeksekusi Saddam, mereka terlihat seperti melakukan balas dendam.
Rakyat AS maupun masyarakat dunia mendapat kesan berbeda-beda," kata Bush.

Bush juga mengatakan, eksekusi itu memperkuat keragu-raguan atas ambisi
Perdana
Menteri Irak Nuri Al Maliki dalam meredakan kekerasan dan tentang apakah
pemerintah persatuan Irak merupakan pemerintah yang serius.

Hasyim menilai pernyataan Bush tersebut mengisyaratkan bahwa Bush tidak akan
keluar dari Irak dalam waktu dekat. "Bush tak akan keluar dari Irak sebelum
ada
jaminan minyak Irak sudah dalam penguasaannya," kata Hasyim.

Hasyim juga menyoroti isu yang dikembangkan bahwa pertikaian antara kelompok
Sunni dan Syiah di Irak yang disebutnya sebagai isu yang tidak realistis.
Alasannya, kata Hasyim, selama berabad-abad antara Sunni dan Syiah tidak
pernah
bentrok. Selain itu, orang Kurdi yang dibunuh Saddam juga beraliran Sunni.

"Bahwa Saddam itu Sunni, iya. Tapi dalam memerintah dia tidak menggunakan
Sunni-nya tetapi dengan kediktatoran gaya Partai Baats dan gaya Tikrit,"
katanya.

Oleh karena itu, tambah Hasyim, jika media global terus menyiarkan isu bahwa
yang terjadi di Irak adalah pertikaian antar-sekte, maka itu berarti turut
memelihara konflik.

Hasyim mengaku prihatin dengan umat dan negara Islam di Timur Tengah yang
mudah
dipecah-belah dan diadudomba. Dulu Saddam diperalat AS, dibiayai, dan
dipersenjatai, untuk memerangi orang Syiah. Sekarang orang Syiah diangkat
untuk
membunuh Saddam.

"Setelah itu AS akan memerangi orang Syiah baik yang ada di Irak maupun di
Iran. Kenapa umat Islam mau digilir untuk `dikerjai`," katanya.

Hasyim juga mengingatkan bahwa AS seringkali menyerang negara Islam dengan
menjadikan negara Islam lainnya sebagai pangkalan. "Oleh karena itu, umat
Islam
Indonesia harus mengambil pelajaran dari kasus di Timur Tengah. Jangan sampai
pecah sehingga nantinya bisa digilir untuk `dikerjai`," katanya. [EL, Ant]
biayai, dan
dipersenjatai, untuk memerangi orang Syiah. Sekarang orang Syiah diangkat
untuk
membunuh Saddam.

"Setelah itu AS akan memerangi orang Syiah baik yang ada di Irak maupun di
Iran. Kenapa umat Islam mau digilir untuk `dikerjai`," katanya.

Hasyim juga mengingatkan bahwa AS seringkali menyerang negara Islam dengan
menjadikan negara Islam lainnya sebagai pangkalan. "Oleh karena itu, umat
Islam
Indonesia harus mengambil pelajaran dari kasus di Timur Tengah. Jangan sampai
pecah sehingga nantinya bisa digilir untuk `dikerjai`," katanya. [EL, Ant]

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:43
posted:12/27/2010
language:Indonesian
pages:67