Docstoc

contoh-kasus-kasus-pelanggaran-hak-cipta

Document Sample
contoh-kasus-kasus-pelanggaran-hak-cipta Powered By Docstoc
					          Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta


   Kasus dalam UU. HAKI

   Beberapa kasus dibawah sudah didiskusikan dalam Perkuliahan MK HAKI Magister
   Hukum Bisnis UGM.walaupun masih banyak perdebatan panjang dan masih
   kontrofersial.

   1. PT. A sebuah perusahaan yang bergerak dibidang rekayasa genetika,
      berlangganan jurnal-jurnal asing dengan tujuan menyediakan fasilitas referensi
      kepada para penelitinya. Kebijakan PT. A tersebut berkaitan dengan research and
      depelopment (R&D)yang dilakukan oleh PT. A untuk memperoleh produk-
      produk yang unggul.

      Salah satu jurnal asing tersebut adalah science and technology yang diterbitkan
      oleh PT.B. PT. B adalah penerbit asing yang ada di Indonesia diwakili oleh agen
      penjualan khusus. Untuk mempermudah penggunaan referensi tersebut, para
      peneliti memperbanyak/ menggandakan artikel-artikel dsalam science dan
      tecknology tersebut dan membuat dokumentasi berdasarkan topik-topik tertentu.
      PT. B mengetahui perbanyakan yang dilakukan oleh para peneliti PT. A, dan PT.
      B berpendapat bahwa perbanyakan yang dilakukan oleh para peneliti P T. A telah
      melanggar hak cipta.




      Pertanyaan :

      Lakukan identifikasi dan analisis terhadap kasus diatas, untuk menjelaskan isu
      manakah dalam hak cipta yang merupakan isu utamakasus diatas yang dapat
      menjawab ada atau tidaknya pelanggaran hak cipta.




http://nanangchosin.wordpress.com                    Page 1                 12/24/2010
         Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta




      Jawaban :

      Identifikasi dalam kasus di atas adalah,

             PT. A adalah perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan referensi
             untuk para penelitinya untuk pengembangan pendidikan.
             PT. B adalah perusahaan yang memuat ilmu pengetahuan yang bisa
             dijadikan referensi ilmu pengetahuan.
             PT. B adalah perusahaan asing yang di Indonesia hanya diwakili oleh agen
             penjualan khusus.

      Isu utama dalam kasus di atas adalah,

             Penggandaan/ perbanyakan artikel-artikel dalam science and technology
      dyang diterbitkan PT. B oleh para peneliti P T. A untuk menghasilkan produk-
      produk unggul yang dalam melakukan penggandaan/ perbanyakan tersebut
      dengan dokumentasi pada topic-topik tertentu.

             Analisa terhadap kasus diatas yang hubungannya dengan ada tidaknya
      pelanggaran hak cipta adalah, dalam kasus d iatas menurut saya ada kemungkinan
      kasus diatas terjadi pelanggaran hak cipta, tapi juga bisa dimungkinkan tidak ada
      pelanggaran hak cipta. Dalam kasus ini cukup rumit, dimana penggandaan atau
      memperbanyak hak cipta untuk kepentingan komersial yaitu menghasilkan
      produk-produk unggul oleh PT. A adalah pelanggaran hak cipta, tapi apabila
      penggandaan atau memperbanyak dilakukan untuk kepentingan penelitian demi
      berkembangnya keilmuan menurut peraturan perundang-undangan di benarkan
      dengan cara     memberikan catatan/ dokumentasi dari          mana sumbernya.
      Penggandaan atau memperbanyak artikel-artikel diatas untuk kepentingan ilmu
      pengetahuan dan memberikan catatan sumbernya serta hal itu tidak merugikan



http://nanangchosin.wordpress.com                     Page 2                12/24/2010
         Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta


      pihak lain, maka tindakan dari para peneliti PT. A dapat dibenarka n oleh
      perundang-undangan. Hal ini bisa dilhat dalam pasal 15 huruf a UU. No 19 tahun
      2002.

              Tapi dari kedua pendapat tersebut menimbulkan celah hukum bagi pihak-
      pihak untuk melakukan interpretasi hukum demi kepentingannya sendiri.
      Pengacara dari Pihak PT A akan dengan mudah memberikan alasan hukum bahwa
      kliennya dalam posisi dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.Tapi pihak
      PT. B akan merasa dirugikan dengan apa yg dilakukan oleh PT. A, karena secara
      material sangat merugikan oleh apa yg dilakukan o leh PT. A. dan ini bisa dilihat
      dari apa yang dilakukan oleh PT. A untuk kepentingan produk-produk unggulan
      mereka yang ujung-ujungnya adalah kepentingan komersialisasi, kepentingan
      pendidikan yg berkedok kepentingan penelitian dan keilmuan. bisa dlihat da lam
      pasal 72 UU No.19 tahun 2002.




   2. PT. Hikayat Indah (PT.HI) menerbitkan buku kumpulan cerita rakyat untuk anak-
      anak dalam bahasa Indonesia. Buku itu dijual secara luas di masyarakat. Setahun
      kemudian, PT. Dongeng Abadi (PT.DA) juga menerbitkan buku kumpulan
      serupa. Judul buku dan perwajahan PT.DA mirip dengan buku PT.HI, susunan
      cerita keduanya tidak sama, dan dalam buku PT.DA terdapat ilustrasi gambar
      sementara di buku terbitan PT .HI tidak ada. PT. HI tidak mendaftarkan
      ciptaannya ke Direktorat jenderal HKI. PT. HI berniat menggugat PT. DA dengan
      alasan PT. DA melanggar hak ciptanya.




http://nanangchosin.wordpress.com                    Page 3                12/24/2010
         Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta


      Pertanyaan :

             Menurut Anda apakah terjadi pelanggaran hak cipta dalam kasus di atas
             dan apa yang harus Anda perhatikan untuk menentukan ada atau tidaknya
             pelanggaran hak cipta dalam kasus di atas? Berikan analisis Anda.
             Jelaskan apakah fakta tidak didaftarkannya ciptaan PT. HI mempengaruhi
             posisi PT. HI tentang kepemilikan hak cipta dalam kasus di atas. Berikan
             analisis Anda.




      Jawaban :

      a. Kasus diatas telah terjadi pelanggaran hak cipta. Hal ini dikarenakan adanya
         kemiripan hak cipta berupa judul buku dan perwajahan yang diterbitkan oleh
         PT. DA dengan yang diterbitkan oleh PT. HI dan sudah menimbulkan
         ketidak nyamanan oleh PT. HI sebagai penerbit buku lebih awal denga n judul
         dan perwajahan yg sama oleh oleh PT. DA.

         Identifikasi adanya pelanggaran hak cipta adalah sebagai berikut,

         1. Menurut pasal 11 ayat 2 UU. No 19/ 2002, menyebutkan bahwa ciptaan
             yang telah diterbitkan hak ciptanya dipegang oleh penerbit. Artinya PT. HI
             memegang hak cipta atas buku kumpulan cerita rakyat untuk anak-anak
             dalam bahasa Indonesia tersebut.

         2. Adanya kesamaan Judul buku dan perwajahan buku yang diterbitkan
             oleh PT.DA dengan yg diterbitkan oleh PT.HI.

         3. Pelanggaran hak cipta tidak harus terjadi secara keseluruhan tetapi juga
             terjadi apabila ada kesamaan sebagian.




http://nanangchosin.wordpress.com                     Page 4                 12/24/2010
         Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta


         4. Pelanggaran hak cipta berupa kesamaan Judul buku dan perwajahan buku
            yang diterbitkan oleh PT.DA dengan yg diterbitkan oleh PT.HI. adalah
            kesamaan inti dari sebuah hak cipta.

         5. Adanya kesamaan Judul buku dan perwajahan buku yang diterbitkan oleh
            PT.DA dengan yg diterbitkan oleh PT.HI. tanpa adanya komunikasi dan
            kontrak oleh pihak PT. DA kepada pihak PT. HI sebagai pemegang hak
            cipta buku yang Judul buku dan perwajahan buku yang sama tersebut.




      b. Fakta tidak didaftarkannya ciptaan PT. HI secara hukum tidak mempengaruhi
         posisi PT. HI tentang kepemilikan hak cipta. Karena hak cipta :

          1. Perlindungan hukum hak cipta dengan secara otomatis saat ekspresi
             terwujud atau lahir tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan
            perundang-undangan sesuai pasal 2 ayat 1 UU No.19 Tahun 2002.

           2. Tanpa pendaftaran, pendaftara hanya sebagai sarana           pembuktian
            kepemilikan sebagaimana disebutkan dalam pasal 5 ayat 1 huruf b dan
            pasal 12 ayat 2 & 3 pasal 35 ayat 4 UU No.19 Tahun 2002.

         3. Pembuktian oleh pengadilan bisa dilakukan dengan proses cetak dan
            penggunakan awal oleh publik/ masyarakat. Dimana masyarakat sudah
            menikmati hasil hak cipta terbitan buku oleh PT. HI. Walaupun ini akan
            membutuhkan ekstra perjuangan oleh pihak PT. HI untuk memberikan
            pembuktian akan kepemilikan hak cipta dari buku terbitannya.




http://nanangchosin.wordpress.com                    Page 5                12/24/2010
         Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta


   3. X telah bekerja selama 10 tahun di PT. Y, pemilik MORITA Store, sebagai
      penanggung jawab departemen seni di MORITA. MORITA menjual benda-
      benda, furniture, kerajinan dengan 25 tahun pengalaman dalam bisnis ini, serta
      telah menembus pasar luar negeri. PT. Y menggunakan merek MORITA yang
      telah terdaftar di beberapa Negara.

      Sejak 2 tahun yang lalu, X melakukan persiapan-persiapan untuk membuka show
      room-nya sendiri dan dalam mengiklankan usahanya tersebut, X menyebutkan
      bahwa dirinya telah berpengalaman.




      Pertanyaan :

      Lakukan identifikasi isu-isu/ permasalahan HAKI yang menurut analisis Anda
      berpotensi terjadi berdasarkan kasus di atas.




      Jawaban :

      Menurut saya, apabila melihat kasus di atas akan sangat berpotensi terjadi
      pelanggaran terhadap HAKI, dikarenakan :

             X telah melakukan persiapan-persiapan jauh sebelum X keluar dari PT. Y.
             (walau dalam kasus diatas tidak disebut bahwa X keluar dari PT. Y)
             X telah banyak tahu tentang produk yang dikeluarkan oleh PT. Y,
             MORITA Store sebagai pemiliknya.
             X tahu pasar dari produk yang dikeluarkan oleh PT. Y.
             X secara tidak langsung sebagai penanggung jawab departemen seni di
             MORITA akan banyak mempengaruhi hasil karyanya yang direncanakan
             ditampilkan di show room-nya sendiri. Dengan begitu, apabila dikemudian



http://nanangchosin.wordpress.com                     Page 6                 12/24/2010
         Contoh kasus-kasus pelanggaran hak cipta


            hari ada hal- hal yang ada kemiripan keseluruhan atau sebagian atau
            kontraproduct dari karya X dengan hak cipta MORITA, maka perlu
            diadakah penelitian/ audit menyeluruh terhadap karya X. contoh yg bisa
            dilakukan adalah sebagaimana kasus (Stepneygate) pelanggaran HAKI
            oleh Team McLaren terhadap Team Ferrari di dunia Olahraga F1.




http://nanangchosin.wordpress.com                   Page 7                 12/24/2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6150
posted:12/25/2010
language:Indonesian
pages:7