PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM SEJAK DINI

Document Sample
PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM SEJAK DINI Powered By Docstoc
					                    PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM SEJAK DINI

                                (Muhammad Shaleh)



PENDAHULUAN

      Allah swt telah menurunkan syariat Islam bagi umat manusia untuk
merealisasikan kepentingan mereka di dunia dan di akhirat. Semua yang berkaitan
dengan kepentingan manusia di dunia dan di akhirat telah digariskan syari’at Islam,
baik yang berkaitan dengan cara memperolehnya, cara memeliharanya, serta cara
menjaganya. Begitu juga dengan hal-hal yang merusak kehidupan manusia, Allah telah
memberikan petunjuknya kepada mereka agar menghindari dan menjauhkan diri
darinya. Semua itu untuk mengangkat martabat manusia menjadi khalifah Allah di
muka bumi sekaligus untuk kebahagiaannya.

       Untuk itu, Islam sangat memperhatikan terhadap perkembangan jiwa manusia,
terutama pengawasan yang menyeluruh terhadap pendidikan yang meliputi pendidikan
terhadap individu dan masyarakat. Juga tahap perkembangan manusia, yaitu sejak dari
masa konsepsi, kelahiran, masa tumbuh kembang, kanak-kanak, remaja, dewasa (awal),
hingga masa tua (dewasa menengah hingga akhir).

      Islam juga menjelaskan dengan tepat dan ketat tentang cara mendidik dan
mengajar, serta menetapkan bagi mereka yang mampu untuk melaksanakannya dengan
tanggung jawab penuh.

        Islam sangat memperhatikan secara khusus terhadap anak-anak dan pemuda,
karena mereka adalah subjek pendidikan serta mereka adalah anggota keluarga yang
berhak mendapatkan lebih banyak pendidikan dan pengajaran; untuk merealisasikan
cita-cita mereka dengan sempurna. Juga karena tanggung jawab terhadap pendidikan
serta pengajaran anak-anak berada di tangan keluarga yang lain. Juga karena anak anak
dan pemuda adalah generasi masa depan, dan harapan umat. Bantuan terhadap urusan
mereka akan mengarahkan perjalanan umat serta masyarakat, juga bangsa dan
kemanusiaan dalam kemajuan maupun kemunduran.

A. Pendidikan Islam Pada Tahap Remaja

       Secara garis besar buku yang berjudul “Pentingnya pendidikan Islam sejak Dini”
yang ditulis oleh Dr. Muhammad Zuhaili ini dapat di bagi menjadi dua bagian besar,
yaitu pendidikan Islam terhadap remaja dan pendidikan Islam terhadap pemuda.

      Anak adalah hadiah dari Allah swt. Anak adalah penerus kehidupan manusia di
muka bumi. Ia adalah cabang dari pohonnya, buah dari tanamannya. Sehingga
seseorang yang diharapkan untuk menjadi lebih baik darinya adalah anaknya sendiri.




                                          1
        Mereka juga amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mereka
titipan yang ditipkan selama beberapa waktu. Karena itu mereka para orang tua harus
menjaganya, memeliharanya dan mengarahkannya pada syari’at yang diperintahkan -
Nya. Inilah hak anak terhadap orang tua yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, para
orang tua wajib memberikan pendidikan yang baik, bimbingan, serta pengajaran untuk
anak-anaknya, mempersiapkan, membudayakan dan mengarahkan mereka kepada
jalan yang diridhai Allah swt. Sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi
mukmin yang shahih, sesuai dengan fitrahnya sebagaimana ketika mereka dahulu
dilahirkan.

       Pengaruh orang tua terhadap perkembangan Anak-anaknya sangatlah besar.
Terlebih ketika masih usia anak-anak sampai usia remaja. Di masa-masa ini, mereka
lebih banyak membutuhkan pengarahan, bimbingan serta kontrol dari mereka. Dan
yang tak kalah pentingnya adalah keteladanan dari para orang tua. Karena pada masa -
masa tersebut mereka lebih suka meniru dan kondisi mentalnya sangat labil, mudah
terbawa arus.

       Jika di masa-masa ini para orang tua tidak mengerahkan segala kemampuannya
untuk membimbing, memberi contoh yang baik, mendidiknya dengan pendidikan iman
yang sempurna, maka jangan salahkan mereka kalau kelak mereka menjadi musuh bagi
mereka para orang tua.

       Ibnu Qayyim Al-Jauziya pernah berkata: “siapa yang mengabaikan untuk
mendidik anak-anaknya dengan apa yang bermanfaat baginya, dan meninggalkannya
dalam kesia-siaan maka buruklah baginya seburuk-buruk keadaan. Kebanyakan anak
rusak karena kesalahan dan pengabaian orang tua, mereka tidak mengajarkan hal-hal
yang wajib dilakukan dalam agama juga hal-hal yang sunnah untuk dilakukan. Mereka
pun kehilangan anak-anaknya sejak saat mereka masih kecil. Mereka tidak berguna bagi
diri mereka sendiri. Orang tuanya pun tidak memetik manfaat dari mereka saat mereka
dewasa. Sebagian orang tua menyalahkan anak-anaknya karena membangkang mereka.
Maka berkatalah sang anak “ wahai orang tuaku! Engkau tidak menertibkanku waktu
aku kecil, maka jadilah aku pembangkang saat aku berebjak dewasa. Engkau tidak
menganggapku saat aku masih kecil, maka aku pun menyingkirkanmu saat engkau tua.”

       Oleh karena tujuan yang mulia inilah Islam memprogramkan program-program
dalam mendidik anak, yaitu: memilih pasangan hidup dengan baik, perawatan bayi yang
baru lahir,perawatan anak dari kecil, memulai pendidikan dan pengarahan anak dari
kecil, pengetahuan tentang halal dan haram, mempraktikkan ibadah, membangun
hubungan kemasyarakatan yang kuat, menghafal al-Qur’an, menyamaratakan anak-
anak, teladan yangbaik, bergantung hanya kepada Allah. Itulah beberapa program Islam
dalam mendidik anak yang perlu dilakukan oleh para orang tua.

      Setelah para orang tua telah melakukan kewajibannya, yaitu mendidik mereka
dengan baik, maka pendidikan selanjutnya harus diberikan oleh masyarakatnya. Peran
masyarakat tidak bisa diremehkan dalam memberikan pengaruh kepada mereka, sebab


                                         2
pengaruh yang besar terhadap moral anak justru didapatkan di masyarakat. Banyak
nilai-nilai yang sangat bertentangan dengan nilai-nila yang didapati dirumahnya. Di
sinilah akan menentukan keberhasilan pendidikan yang dilakukan oleh para orang tua
yang selama ini dilakukan di rumahnya. Ketika anak-anak tetap pada nilai-nilai Islam di
saat berhadapan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan yang diajarkan
dirumahnya, berarti pendidikan orang tuanya telah berhasil.

       Karena itu, syari’at Islam mendirikan dasar amar ma’ruf dan nahi mungkar
dalam kerangka individu maupun komunitas, pada tingkat khusus maupun umum,
untuk menjamin bimbingan yang benar dan menciptakan iklim yang kondusif.
Meyiapkan lingkungan yang subur, agar umat dan masyarakat melaksanakan tanggung
jawab pendidikan serta bimbingan menuju kebaikan, kebenaran dan kesadaran. Melihat
begitu pentingnya peran masyarakat dalam keajuan pendidikan ini, maka islam
menjadikan majid sebagai basis sentral untuk tempat pendidikan dan sekaligus sumber
penyebaran dan pengarahan.

       Sekolah sebagai pihak ketiga keluarga dan masyarakat, menempati posisi yang
penting dalam pendidikan anak. Bahkan hasil pendidikan di sekolah bisa lebih baek
atau sangat baek dari pendidikan di keluarga. Oleh Karena itu, sekolah juga memikul
tanggung jawab dalam mempersiapkan manusia yang shalih dan membangun generasi
yang lebih maju. Sekolah dapat melaksanakan tugas sucinya melalui kurikulum
pendidikan, buku-buku pendidikan, serta guru-guru yang menjadi pendidik mereka.

B. Pendidikan Islam Pada Pemuda

       Ketika masa kanak-kanak selesai, orang tua telah melaksanakan kewajibannya
dalam mendidik, mempersiapkan, dan mengarahkan anak-anak. Lalu anak- beranjak
dewasa dan mencapai tingkatan kesempurnaan, baik fisik maupun akalnya telah
matang. Ia menjadi pemuda yang kuat dan kokoh. Tanggung jawab dalam pendidikan
pun terbagi dengan sendirinya. Orang tua hanya sedikit menyisakan tanggung jawab
bagi mereka dalam mengikuti perjalanan pendidikannya. Ikut serta dalam bagian yang
lebih besar adalah peran sekolah, para guru dan masyarakat. Para orang tua atau orang
dewasa harus membimbing mereka dengan penuh kasih sayang.

      Pemuda itu sendiri memikul tanggungjawab di hadapan Allah swt. Dan di
hadapan masyarakat serta umat. Karena itu Islam mengutamakan bimbingan yang
sempurna untuk pemuda dan mengarahkan mereka secara langsung.

      Islam menjelaskan kepada mereka beberapa ketentuan khusus tentang mereka
dan menunjuki mereka kepada jalan kebaikan dan keutamaan. Memperingatkan
mereka dari kejahatan setan beserta sekutunya. Islam menampakkan celah berbahaya
yang membawa mereka dalam penyelewengan dan kerusakan, yaitu nafsu syahwat.

      Islam telah membimbing pemuda kepada ketaatan dan ibadah, untuk menjaga
mereka pada masa yang penting ini baik secara fisik, pemikiran, kejiwaan dan



                                           3
emosiaonal dari tergelincir kepada nafsu yang hina dan kerusakan, seperti yang tampak
pada masa sekarang ini. Waktu dan tempat mereka penuh dengan kemungkaran dan
kesia-siaan.

      Ibadah berfungsi menertibkan kehidupan pemuda dan menghadapkan
pemikirannya untuk tunduk serta taat hanya kepada penciptanya. Ia adalah sistem
pendidikan ilahi yang membantu pemuda untuk memanfaatkan waktu serta sumber
dayanya guna mewujudkan tujuan dan harapan tertinggi, juga ambisinya dalam
kehidupan.

       Dengan melihat kematangan seksualnya, kekuatan yang nyata padanya, dan
sumber daya yang dimilikinya, maka Islam mengarahkan sumber daya tersebut di jalan
yang benar yang sudah diatur yang tentu saja jalan tersebut akan mendatangkan
manfaat baik bagi individu pemuda maupun masyarakat secara keseluruhan, yaitu
“pernikahan”. Dengan metode ini, yaitu mengizinkan pemuda untuk menikah
merupakan tindakan yang mampu menjaga kukuatan dan sumber dayanya, serta
memelihara dalam waktu yang tepat.



PENUTUP

      Islam memerintahkan para orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan
pendidikan yang benar sebagaimana yang dituntunkan Islam. Mereka harus berusaha
keras mendidik anak-anak mereka agar kelak menjadi pemuda harapan semua umat.

       Islam memberikan banyak keutamaan bagi pemuda yang shalih, ta’at beragama.
Mengistimewakan mereka, menempatkan mereka di barisan yang terpilih disisi
Tuhannya (Bukhari-Muslim). Hal ini karena masa muda adalah masa yang menempati
posisi yang penting dalam kemajuan umat di masa yang akan datang, juga banyaknya
rintangan dan tantangan yang dihadapi oleh mereka. Di mana pada masa ini mereka
tidak sedikit yang melakukan penyimpangan-penyimpangan; baik penyimpangan pada
aspek pemikiran, perilaku seksual, keyakinan dll.

      Wallahu a’lam.

(Diresume dari buku Pentingnya pendidikan Islam Sejak Dini, karangan Dr. Muhammad
                                     Zuhaili)




                                          4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1191
posted:12/24/2010
language:Indonesian
pages:4