Docstoc

PERAWATAN PASIEN DENGAN WATER SEALD DRAINAGE (WSD

Document Sample
PERAWATAN PASIEN DENGAN WATER SEALD DRAINAGE (WSD Powered By Docstoc
					PERAWATAN PASIEN DENGAN
WATER SEALD DRAINAGE (WSD)


                   OLEH :
             NURUL LAILI, S. kep. Ns
Pengertian WSD

   Suatu alat / unit yang memungkinkan cairan atau
    udara keluar dari rongga pleura dan mencegah
    aliran balik ke pleura
   Tujuan pemasangan
    memungkinkan cairan (darah, efusi, pus) dan udara
    keluar dari kavum pleura
    Mencegah masuknya kembali udara ke kavum
    pleura
    Mempertahankan paru tetap mengembang
    Mempertahankan tekanan negatif pleura
Indikasi pemasangan

   Pneumo thorak
   Haematho thorak
   Fluido thorak
   Emphyema
   Pasca thoracotomy
   Pasca bedah jantung terbuka
Komplikasi pemasangan

   Perdarahan
   Emphysema subcutis
   Laserasi paru, lien hepar
   Infeksi
   Pneumo thorak
   Nyeri hebat post pemasangan
Tekhnik pemasangan

   Tekhnik Monaldi
    –   Insersi pada linea medio clavicularis ruang iga II-
        III ( jarang dipakai karena kenyamanan
        pasien/kosmetik)


   Tekhnik Buelau
    - insersi pada linea axillaris anterio ruang iga
    ke 4-5. ada yang menggunakan 5-7
Pemasangan Thorak Drain

   Prinsip : udara (pneumothorak):pemasangan di
    thorak bagian atas air/nanah . (empyema):
    pemasangan di thorak bagian bawah.
       Pada pneumo thorak (general-total) dipasang pada :
-   ICS 2-3/mid clavicula (monaldi)
-   ICS 4-5/anterior axiller line (buelau)
       Pada pneumothorak localized : ini tergantung pada foto
       thorak PA/lat
       Pada Enpyema :
       - ICS 6-7 atau 7-8 mid axiler line agak anterior
       - sudut bawah scapula
   Persiapan penderita

    - persiapan mental penderita jika sadar

  - atur posisi tidur semi fowler / supine
  - berikan penjelasan tentang tujuan pemasangan,
  dan berikan inform concent
 Persiapan alat²
  - thorak drain beserta botolnya
  - slang transparan
  - vena sectio set, kassa steril
  - sarung tangan steril, doek steril, klem, bengkok
  panjang
Continous suction. aktif
   Persiapan obat-obatan
    1. spuit dan jarum steril


    2.   Pehacain 2% untuk lokal anastesi
    3.   Bethadine dan alkohol
   Prosedur tindakan
    - penderita diberi tahu dengan alat2 didekatkan
    pada penderita
    - amati vital sign
    - pastikan penderita sudah dipasang IV line
    - atur posisi klien semi fowler / supine. Tangan
    pada isi yang akan dipasang , diangkat di atas
    kepala
   Pakai sarung tangan, lakukan desinfektan pada
    daerah yang akan di pasang



   Beritahu pasien kalau dokte akan melakukan anastesi
    lokal
   Anjurkan nafas panjang waktu dokter memasukkan
    troicard / klem bengkok
   Setelah dipasang langsung hubungkan dengan botol
    WSD / sontinous suction
   Tempat penusukan ditutup dengan kassa steril dan
    plester
   Drain di fiksasi dengan benar
Prosedur perawatan

   Atur penderita semi fowler
   Lakukan perawatan luka secara aseptik
   Seluruh perlengkapan drainage harus dalam
    keadaan rapi untuk memudahkan kita observasi
   Fiksasi thorak drain dengan plester lebar sehingga
    tidak dapat bergerak jika berubah posisi
   Usahakan selang transparan selalu dalam keadaan
    kosong, jika ada cairan dalam selang lakukan
    milking
•Mintakan control foto thorak untuk melihat
kondisi paru, posisi drain, dan kelainan klien

   Lakukan fisioterapi nafas
   Berikan terapi O2
   Kolaborasi penberian analgesik
   Ujung selang yang terendam ± 1-2,5 cm dari
    permukaan air
   Observasi botol WSD tentang jenis, jumlah, cairan
    tiap ½ jam, gelembung yang muncul dlm botol
   Bersihkan botol wsd dan ganti cairan desinfektan/hr
   Cegah decubitus
                  Follow Up



   Kaji suara nafas, RR, gerakan dada, dan adanya
    empysema subcutis sesudah pemasangan
    thorak draintiap 2-4 jam
   Observasi keadaan thorak drain, dan continous
    suction tiap 2-4 jam
   Lakukan milking secara berkala
   Pertahakan balance cairan seimbang
   Laporkan jika produksi drain ± 300 cc / jam
    selama 2 – 3 kali berturut-turut
• Lakukan rawat luka tiap hari
   Cek tekanan continous suction sesuai order
    - Dws : 18-20 cm H2O
    - Anak² : 8-10 cmH2O
   Observasi vital sign
   Kriteria pencabutan
-   produksi tidak haemorargis
    a. Dws : produksi <100cc / 24 jam
    b. anak : produksi 25cc-50 /24 jam
-   Paru mengembang, suaranya sama
-   klem 2x 24 jam bila produksi sedikit / <100 cc lakukan kontrol
    foto
-   Hasil foto baik siapkan aff WSD
Prosedur Pencabutan Thorak Drain

   Alat² di dekatkan ke pasien
   Px dibimbing latihan nafas dalam
   Balutan dibuka, desinfeksi daerah pemasangan
   Simpul hidup dibuka
   Pencabutan dilakukan akhir inspirasi
   Bekas thorak draini dirawat tutup kassa steril
   Cek ulang photo thorak 1 jam setelah pencabutan
   Evaluasi vital sign
   Alat2 dibersihkan
               Dokumentasi

   Catat kapan drainage dicabut dipasang
   Produksi drainage tiap 24 jam
   Catat tekanan yang akan diberikan
   Characteristik dari produksi drain
   Ukuran ches tube, lokasi chest tube

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:4323
posted:12/23/2010
language:Indonesian
pages:20