Daily Review Indosurya Securities 22 Des 2010
Shared by: spartaxslyman
Categories
Tags
-
Stats
- views:
- 69
- posted:
- 12/22/2010
- language:
- English
- pages:
- 4
Document Sample


C
INDOSURYA Morning Call 22-Dec-10
World Equity Index ∆% Currencies ∆% Commodities ∆%
JCI 3,637.45 1.92 USD 9,041.00 -0.04 Crude Oil (US$/barel) 89.58 1.80 `
DJIA 11,533.20 0.48 EUR 11,864.96 -0.24 Gold (US$/Troy Oz) 1,378.60 0.60
S&P 500 1,254.60 0.60 GBP 14,026.68 0.13 Natural Gas ($/mmBtu) 4.22 4.20
Nasdaq 2,667.61 0.68 AUD 8,970.95 0.41 Silver (US$/Troy Oz) 29.11 1.22
FTSE 100 5,951.80 1.02 CAD 8,880.72 -0.59 Tins (US$/Metric Ton) 26,245.00 0.08
Nikkei 225 10,370.53 1.51 JPY/100 10,791.37 0.30 Nickel (US$/Metric Ton) 24,880.00 0.75
Hang Seng 22,993.86 1.57 SGD 6,864.85 0.21
KOSPI 2,037.09 0.83
JCI Sectoral Index
Close ∆% Close ∆% Close ∆%
Agri 2,185.55 1.88 Property 200.36 0.81 LQ-45 651.98 2.15
Mining 3,132.32 3.07 Infrastructure 810.72 1.57 JII 521.24 1.94
Basic-Ind 385.79 1.22 Finance 467.65 2.06 MBX 1,039.59 2.04
Misc-Ind 937.82 2.31 Trade 460.26 0.39 DBX 534.72 1.08
Consumer 1,069.93 2.19 Manufacture 807.04 1.95
Total Transaksi Bursa ∆% Transaksi Asing ∆% Reksa Dana NAB/Unit 7D ∆% 30D ∆%
Market Cap (Rp. Tr) 3,189.17 2.05 Beli Vol. (M. Shares) 323.96 -24.27 Indosurya Balance Fund 1,328.41 -0.31 -2.45
Volume (M. Shares) 2,719.64 -29.24 Value (Rp. B) 1,094.34 155.81 Indosurya Equity Fund 1,359.87 2.05 -4.09
Value (Rp. B) 3,502.70 10.74 Jual Vol. (M. Shares) 285.37 -27.38
Value (Rp. B) 931.96 -15.08
Indosurya Global Analysis
Harga tembaga picu kenaikan bursa Eropa
Bursa saham Eropa mengalami kenaikan dipicu harga tembaga yang mendorong saham sektor pertambangan. Meski volume kecil tetapi masih berpotensi untuk membesar. Sentimen pasar yang positif dipicu
pernyataan China yang mendukung langkah otoritas Uni Eropa dalam mengatasi krisis utang. Selain itu juga dipicu sikap KorUt yang mengijinkan para inspektur PBB masuk memeriksa cadangan nuklir. Saham
unggulan di bursa Eropa mengalami kenaikan, tertinggi sejak September 2008 lalu. Ketegangan di Korea tampaknya telah mereda dan mungkin menambah sentimen pasar. Saat ini data ekonomi cukup positif di AS
dan laba perusahaan di atas ekspektasi. Tapi, investor tetap waspada terhadap perkembangan krisisi utang kawasan Eropa. Apalagi hari ini, Moody's menempatkan rating Portugal berpotensi downgrade.
Ketegangan Korea mereda, bursa Asia ditutup naik signifikan
Pada perdagangan kemarin, bursa saham Asia ditutup naik signifikan. Wall Street yang ditutup positif dan meredanya kekhawatiran investor terhadap krisis Korea menjadi pemicunya. Indeks Nikkei 225 ditutup tertinggi
selama 7 bulan yang dipicu rebound nya indeks Shanghai sehingga telah mendorong investor masuk pasar. Untuk saham di KOSPI naik, tertinggi selama 38 bulan sejak November 2007 setelah ketegangan di
Semenanjung Korea mereda. Kospi ditutup naik 0,83%. Sedangkan indeks Australia menguat 0,8% dipicu kenaikan harga logam dan merger beberapa perusahaan. Indeks Hang Seng dan Shanghai juga naik karena
saham sektor batubara. Memasuki musim dingin mendorong kenaikan permintaaan sehingga sahamnya diburu investor. Indeks Hang Seng naik 1,4% walaupun berada di level terendah selama 2 bulan akibat aksi
profit taking .
Laporan keuangan emiten angkat bursa AS
Saham-saham di bursa Wall Street ditutup menguat berkat positifnya laporan keuangan perusahaan dan juga adanya aktivitas merger. Hal itu membuat investor lebih optimistis untuk saham di tahun depan. Sektor finansial
memimpin kenaikan harga saham-saham sekaligus melanjutkan reli selama Desember setelah mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Para fund manager telah merelokasi dana-dana tunainya ke saham, dari pendapatan tetap
dan mengurangi posisi cash on hand . Namun menjelang akhir tahun, perdagangan saham masih tipis yakni hanya 6,26 miliar lembar saham, dibandingkan rata-rata volume perdagangan saham pada tahun lalu yang mencapai
9,65 miliar lembar.
Indosurya Market Analysis
IHSG naik picu kenaikan Rupiah
Melesatnya mayoritas indeks saham domestik membawa penguatan nilai tukar Rupiah. Dukungan China atas bailout Uni Eropa, turut memulihkan pasar. Ketertarikan pelaku pasar atas aset-aset berisiko yang
berimbal hasil tinggi, termasuk Rupiah, mendukung penguatan. Meskipun lebih stabil dibandingkan mata uang lain, penguatan Rupiah masih tipis. Kurs Rupiah di pasar spot valas kemarin ditutup menguat 5 poin
(0,05%) jadi 9.038/9.048 per US$ dari posisi sebelumnya 9.043/9.053. Pulihnya pasar, juga bisa dilihat dari positifnya kembali bursa saham Eropa. Selain ditopang naiknya harga minyak mentah, menjelang musim
salju, kenaikan harga komoditas sangat positif karena menopang sektor ekspor komoditas dari dalam negeri seperti batu bara. Akibatnya, permintaan akan Rupiah meningkat dan menjadikannya menguat. Di sisi lain,
US$ melemah terhadap mayoritas mata uang utama, termasuk Euro yang ditransaksikan turun ke level US$1,3138 dari posisi sebelumnya US$1,3130/Euro.
Curah hujan tinggi sebabkan harga cabai naik
Pemerintah mengaku tak kuasa atas naiknya harga cabai akhir-akhir ini, kecuali menjaga distribusinya tetap lancar. Kenaikan cabai seperti biasa terjadi karena curah hujan yang tinggi sehingga membuat produksi
cabai berkurang drastis. Cabai karena musim hujan mempengaruhi panen cabai dan tidak banyak yang bisa dilakukan untuk cabai. Kenaikan harga cabai ini terkait menjelang Natal dan Tahun Baru. Diharapkan
kenaikan harga cabai maupun beberapa kebutuhan pokok lainnya tidak berlangsung lama karena pengaruh Natal terhadap harga kebutuhan pokok tak separah pada saat puasa dan lebaran.
OP efektif turunkan harga beras
Pemerintah menyatakan operasi pasar (OP) yang digelar untuk beras premium telah menurunkan harga hingga Rp 300 per kg. Pemerintah berjanji akan terus menekan laju kenaikan harga beras menjelang akhir dan
awal tahun. Dalam rangka menekan kenaikan harga beras di pasar dalam negeri, Pemerintah melakukan penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) ke-13 di Desember 2010. Penyaluran ini lebih banyak dari
seharusnya yang hanya 12 bulan. Pemerintah, akan tetap menjaga stok beras di Bulog sedikitnya 1,5 juta ton sampai akhir tahun 2010 ini. Angka itu diperoleh melalui pengadaan beras Bulog dari petani lokal dan
impor beras yang saat ini masih terus dalam proses. Dikatakannya Bulog sudah mempunyai kontrak untuk impor 1 juta lebih ton beras dan masih akan diperhitungkan mempertahankan stok akhir tahun 1,5 juta ton.
BI dorong BPD masuk bursa saham
Bank Indonesia (BI) mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar melakukan IPO untuk meningkatkan permodalan dan likuiditasnya. BI sangat menyayangkan BPD yang hanya menempatkan dana masyarakatnya di
sejumlah instrumen moneter seperti SBI. Komitmen BI selaku regulator akan mengawasi dan memantau kinerja BPD yang disampingkan dengan permodalan yang baik. Oleh karena itu, BPD didesak untuk memberikan rencana
kerja konkrit atau action plan untuk menghadapi persaiangan kedepan. Hingga saat ini terdapat 11 BPD yang telah mengutarakan rencana aksi korporasi melalui penerbitan obligasi.
Daily Our View Stock Action
Code Open High Low Close S1 S2 S3 Pivot R1 R2 R3 ∆%
AALI 240,000 25,000 23,850 24,850 131,850 77,275 130,700 78,425 133,000 79,575 134,150 5.07
UNVR 15,650 16,100 15,550 15,900 15,500 15,250 14,950 15,800 16,050 16,350 16,600 1.60
BBCA 6,600 6,700 6,550 6,650 6,550 6,475 6,400 6,625 6,700 6,775 6,850 0.76
BYAN 12,950 14,200 12,800 14,200 12,875 12,138 11,475 13,538 14,275 14,938 15,675 10.08
INTP 16,350 16,450 16,200 16,350 16,225 16,088 15,975 16,338 16,475 16,588 16,725 0.31
ANTM 2,325 2,375 2,300 2,375 2,313 2,269 2,238 2,344 2,388 2,419 2,463 2.15
ITMG 51,100 52,950 50,900 51,000 50,025 49,438 47,975 51,488 52,075 53,538 54,125 0.00
ASII 51,250 52,650 51,250 52,450 51,150 50,500 49,750 51,900 52,550 53,300 53,950 2.34
BSDE 920 920 870 880 875 848 825 898 925 948 975 -3.30
UNTR 22,800 23,450 22,650 23,250 22,625 22,238 21,825 23,038 23,425 23,838 24,225 6.16
Investment Reza Priyambada Managing Research
& Marissa Rahmatwati Research Officer
Research manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
Division
T 021-57905068 PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the clients of PT Asjaya Indosurya
F 021-57905069 Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please learned of risk & return first before making an investment.
Your Investment Partner 1
INDOSURYA Morning Call
IHSG
IHSG berhasil mencetak rebound ke level 3.637 dengan mengoleksi penguatan 68 poin. Indeks mulai bangkit secara
perlahan setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam. Di awal sesi, IHSG naik 7,442 poin (0,21%) ke level 3.576,252. Indeks
mencoba bangkit setelah sebelumnya tertekan sentimen negatif konflik di semenanjung Korea. Pada penutupan
perdagangan Sesi I, IHSG melompat 66,035 poin (1,85%) ke level 3.634,845. Investor mulai memborong saham-saham
unggulan dengan memanfaatkan momentum harga murah setelah penurunan yang cukup signifikan di perdagangan
sebelumnya. Di akhir sesi, IHSG naik 68,636 poin (1,92%) ke level 3.637,446. Sementara Indeks LQ 45 naik 13,737 poin (2,15%)
ke level 651,981. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.543-3.590 dan resistance 3.663-3.688. MACD masih
bergerak melemah namun, mulai menunjukkan upaya reversal. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai berbalik arah setelah
menyentuh area oversold .
ASII
Berdasarkan data penjualan mobil periode Januari-November 2010 naik 35,7% sehingga berpengaruh positif dan
diperkirakan bisa mendorong kenaikan saham ASII. Ini otomatis memicu kenaikan profitable ASII. Sebesar 51% pangsa
pasar mobil nasional dikuasai ASII. Tahun 2010 optimistis target penjualan kendaraan bermotornya bisa tercapai. Hingga
November 2010, penjualannya sudah mencapai lebih dari 90% dari seluruh target tahun ini. Diperkirakan ASII akan berada
pada support 51.550-50.700 dan resistance 52.950-53.500. Candle telah membentuk three white soldiers . MACD berusaha
membentuk golden cross . RSI, Williams %R, dan Stochastic mulai reversal positif dan bergerak menuju area overbought.
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW
BBCA
BBCA kembali disorot seiring dengan masuknya pemilik Grup Djarum, R. Budi Hartono dan Michael Hartono, yang kini
menjadi penguasa saham BBCA setelah membeli saham senilai Rp 3,45 triliun. Dana Rp 3,45 triliun itu setara untuk
membeli 515 juta lembar saham BBCA atau sekitar 3,09% di harga Rp 6.700/lembar saham. Dengan adanya transaksi
tersebut, Grup Djarum menguasai 50,24% saham BBCA. Sebelum transaksi ini, komposisi kepemilikan saham di BCA adalah
Farindo Investment/Grup Djarum (47,15%), Anthony Salim (1,76%), Masyarakat (49,91%) dan Treasury Stock (1,18%). Belum
diketahui, saham milik siapa yang dibeli oleh Farindo. Sesuai dengan surat BI, pemegang saham pengendali FarIndo
Investments (Mauritius) Ltd adalah Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono yang merupakan pemilik grup Djarum.
Diperkirakan BBCA bergerak dengan support 6.450-6.550 dan resistance 6.700-6.750. MACD masih bergerak naik. RSI,
Stochastic, dan William's %R mulai mendekati area oversold .
SMCB
Beredar kabar SMCB akan membagikan dividen sebesar Rp 80 per saham. Hal ini tidak disia-siakan sejumlah investor yang
akan menggiring saham ini menuju Rp2.700. Berdasarka rumor yang beredar bahwa perseroan akan melakukan aksinya
tersebut pada 15 Januari 2011. Pembagian dividen ini disebutkan karena Perseroan telah berhasil melakukan kuasi
reorganisasi. Selain itu, Perseroan juga akan melakukan buyback saham dengan menunjuk UBS sebagai pelaksananya.
Diperkirakan SMCB bergerak dengan support 2.200-2.250 dan resistance 2.330-2.360. MACD masih bergerak turun. RSI,
Stochastic, dan William's %R mulai reversal setelah menyentuh area oversold.
MRAT
Rencana pencatatan saham perdana (IPO) PT Martina Berto, anak usaha Martha Tilaar Grup dikabarkan akan
dimanfatkan sejumlah investor dengan membawa saham PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) hingga ke level Rp 1.000. Selain itu,
dikabarkan bahwa perseroan juga tengah diincar mitra strategis asing dan lokal juga akan mendukung penguatan
saham ini. Diperkirakan MRAT berada pada support 610-630 dan resistance 670-690. MACD mulai bergerak flat setelah
mengalami kenaikan. RSI, Williams %R, dan Stochastic kembali reversal mendekati area oversold.
Your Investment Partner 2
INDOSURYA Morning Call
KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA
GOVERNMENT BOND INDEX ∆% bps
IGBI-Clean Price 115.7688 0.36 36.04
IGBI-Gross Price 118.2212 0.38 37.86
IGBI-Total Return 134.9306 0.38 37.86
GOVERNMENT YIELD INDEX ∆% bps
IGBI-Effective Yield 7.8768 -0.09 8.59
IGBI-Gross Yield 8.4183 -0.07 6.51
KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW
Sumber: www.ibpa.co.id
Harga Benchmark Obligasi Pemerintah Harga Obligasi Korporasi Teraktif
Seri Kupon (%) Harga ∆% Seri Harga Rating Maturity Kupon (%)
FR0027 9.50 109.90 0.08 Sub. Bank Panin III 2010 100.30 idAA- 09-Nov-17 10.05
FR0031 11.00 122.00 1.08 Sub. Bank CIMB I 2010 103.25 AA-(idn) 08-Jul-17 11.30
FR0040 11.00 115.50 0.30 Oto Multiartha VII C 2010 103.00 idAA- 08-Jun-13 10.05
FR0052 10.50 108.98 0.21 Telkom II A 2010 104.00 idAAA 06-Jul-15 9.60
FR0050 10.50 107.61 0.06 BCA Finance III D 2010 102.00 idAA 23-Mar-14 10.95
Indosurya Bond & Sukuk Market Analysis
Danareksa terbitkan obligasi seri V
PT Danareksa (Persero) kemarin menerbitkan obligasi V Danareksa tahun 2010 dengan tingkat bunga tetap. Obligasi senilai Rp 500 miliar ini terdiri dari 2 seri, seri A obligasi dengan tenor 3 tahun dan kupon bunga
8,875- 9,625% per tahun. Sementara obligasi seri B bertenor 5 tahun dengan kupon bunga 9,623-10,375%. Dana yang didapat dari penerbitan obligasi ini akan digunakan 66% untuk pendanaan kembali (refinancing)
utang yang akan jatuh tempo pada tahun 2011, 20% untuk pengembangan private equity/peningkatan investasi dan sisanya untuk penambahan modal kerja. Obligasi ini mendapatkan peringkat idA dengan outlook
stabil dari PEFINDO. Untuk penerbitan obligasi ini PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk akan menjadi penjamin pelaksana emisi. Sementara PT Bank Mega Tbk akan
dipercaya menjadi wali amanatnya.
Pemerintah kembali lakukan buy back SUN
Untuk mengurangi beban bunga pada SUN Pemerintah melakukan buy back SUN dua seri sekaligus dari pasar sekunder sebesar Rp 37,030 miliar. SUN yang dibeli kembali oleh Pemerintah terdiri atas 2 seri, yaitu
FR0017 sebesar Rp 22 miliar jatuh tempo 15 Januari 2012 dengan harga rata-rata tertimbang 107,3%, dan FR0048 sebesar Rp15,030 miliar jatuh tempo 15 September 2018 dengan harga 108,08%. Penyelesaian
hasil pelaksanaan transaksi langsung ini akan dilaksanakan pada 22 Desember 2010 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, pada 1 Desember 2010, Pemerintah melakukan pembelian surat utang
negara senilai Rp 360,78 miliar yang seharusnya jatuh tempo 2013 melalui pembelian secara langsung. SUN senilai Rp 360,78 miliar itu terdiri atas dua seri SUN yaitu FR0033 senilai Rp 252,03 miliar dengan harga
rata-rata tertimbang 114,40% yang jatuh tempo pada 15 Maret 2013. Langkah Pemerintah untuk melakukan buy back sudah tepat karena bisa mengurangi beban bunga. Dengan menyimpan SUN itu akan menambah
beban Pemerintah karena harus membayar bunga SUN.
Your Investment Partner 3
INDOSURYA Morning Call
Head Office :
Grha Surya
Komp. Taman Perkantoran Kuningan
Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
Telp : 021 – 5790 5068
Fax : 021 – 5790 4859
Website: www.indosurya.net
Branch Office :
Jakarta Branch : Medan Branch :
Grha Kencana Lt. 2 West Plaza Lt. 5
Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk. Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
Jakarta Barat Telp : 061 – 455 8545
Telp : 021 – 5365 0385 Fax : 061 – 457 5548
Fax : 021 – 5366 0695
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5 Surabaya Branch :
Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640 Indosurya Tower Lt. 2
Telp : 021 - 4288 3322 Jl. Basuki Rahmat 75. Surabaya
Fax : 021 - 4288 0268 Telp : 031 – 535 3333
Padang Branch : Solo Branch :
Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang Jl. Slamet Riyadi No. 401
Telp : 0751 – 841 845 Surakarta 57139
Fax : 0751 – 841 894 Telp : 0271 – 711 958
Fax : 0271 - 737 477
Palembang Branch :
Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
Telp : 0711 – 373 666
Fax : 0711 - 367 149
kkkkkkkkkkk Your Investment Partner 4
Get documents about "