Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

MENGENAL BAHAYA KEMASAN PLASTIK

VIEWS: 176 PAGES: 5

plastic emergent caution

More Info
									MENGENAL BAHAYA KEMASAN PLASTIK

                    Kantung
          plastik kresek dan kemasan
       dari plastik lainnya merupakan
           alat pengemas yang paling
         banyak dipergunakan karena
           murah, praktis dan mudah
           didapat. Tetapi sayangnya
         kemasan plastik dan kantung
          plastik kresek ternyata tidak
       selalu aman, bahkan berbahaya
       bagi kesehatan. Beberapa jenis
          kemasan plastik berpotensi
             menimbulkan gangguan
               kesehatan termasuk
          diantaranya kantung plastik
             “kresek” berwarna serta
      kemasan plastik berbahan dasar
       polistiren dan polivinil klorida
       (PVC). Juga berbagai kemasan
          dari plastik lainnya semisal
         botol plastik bekas minuman
          dan lainnya yang kita perlu
                  mengenalnya.
          Mbok Darmi, tetangga saya,
          seorang janda yang dulunya
         berprofesi sebagai distributor
            utama daun pisang untuk
           pembungkus untuk hampir
           seluruh pedagang di pasar
         tradisional dekat desa gulung
      tikar. Padahal usahanya ini dulu
               mampu menghidupi
           keluarganya hingga kedua
               anaknya lulus SMA.
          Mbok Darmi kalah bersaing
       dengan kantung plastik kresek
           berwarna yang dibuat dari
         plastik bekas dengan riwayat
           penggunaannya yang tidak
        jelas serta melalui proses daur
            ulang yang tidak terjamin
      kebersihannya. Bisa saja plastik
           tersebut berasal dari bekas
            wadah limbah berbahaya.
          Bahkan proses daur
    ulangnyapun menggunakan
  bahan kimia tertentu yang bisa
     membahayakan kesehatan.
    “Pantas saya kalah bersaing,
    Lha wong dia gak fair play,”
ujar Mbok Darmi sambil mecucu.
    Meskipun selama ini belum
     pernah ada pengaduan atau
    keluhan mengenai gangguan
   kesehatan akibat penggunaan
      kantung “kresek” sebagai
    wadah makanan, namun kita
   perlu berhati-hati. Kalau mau
 mewadahi makanan siap santap
 dengan plastik kresek sebaiknya
 dilapisi dulu dengan bahan yang
   aman seperti daun atau kertas.
  Selain plastik kresek, kemasan
plastik berbahan polivinil klorida
   (PVC) dan kemasan makanan
     “styrofoam” juga berisiko
   melepaskan bahan kimia yang
  bisa membahayakan kesehatan.
    Monomer styrene yang tidak
 ikut bereaksi dapat terlepas bila
  bereaksi dengan makanan yang
      berminyak/berlemak atau
    mengandung alkohol dalam
   keadaan panas. Meskipun bila
 residunya kecil tidak berbahaya.
  Secara umum, kemasan plastik
    diberikan label-label sebagai
                 berikut:
           1. PETE atau PET
              (polyethylene
         terephthalate) dengan
      berlabel angka 01 dalam
         segitiga biasa dipakai
       untuk botol plastik yang
           jernih/transparan/
       tembus pandang seperti
       botol air mineral. Botol-
        botol dengan bahan ini
      direkomendasikan hanya
     untuk sekali pakai. Jangan
 dipakai untuk menyimpan
  air hangat apalagi panas.
   2. HDPE (high density
   polyethylene) berlabel
  angka 02 dalam segitiga
 biasa dipakai untuk botol
 susu yang berwarna putih
  susu. Direkomendasikan
      hanya untuk sekali
          pemakaian.
 3. V atau PVC (polyvinyl
  chloride) berlabel angka
  03 dalam segitiga adalah
plastik yang paling sulit di
daur ulang. Plastik ini bisa
   ditemukan pada plastik
pembungkus (cling wrap),
        dan botol-botol.
Kandungan dari PVC yaitu
DEHA yang terdapat pada
     plastik pembungkus
 dapat bocor dan masuk ke
  makanan berminyak bila
       dipanaskan. PVC
    berpotensi berbahaya
    untuk ginjal, hati dan
          berat badan.
    4. LDPE (low density
   polyethylene) berlabel
  angka 04 dalam segitiga
     biasa dipakai untuk
    tempat makanan dan
 botol-botol yang lembek.
   Barang-barang dengan
 berkode ini dapat di daur
    ulang dan baik untuk
     barang-barang yang
  memerlukan fleksibilitas
tetapi kuat. Barang ini bisa
   dibilang tidak dapat di
   hancurkan tetapi tetap
      baik untuk tempat
           makanan.
   5. PP (polypropylene)
  berlabel angka 05 dalam
   segitiga adalah pilihan
      terbaik untuk bahan
    plastik terutama untuk
       yang berhubungan
     dengan makanan dan
  minuman seperti tempat
    menyimpan makanan,
        botol minum dan
   terpenting botol minum
  untuk bayi. Karakteristik
  botol ini transparan yang
 tidak jernih atau berawan.
6. PS (polystyrene) berlabel
  angka 06 dalam segitiga
    biasa dipakai sebagai
     bahan tempat makan
       styrofoam, tempat
  minum sekali pakai, dll.
   Bahan Polystyrene bisa
     membocorkan bahan
        styrine ke dalam
 makanan ketika makanan
    tersebut bersentuhan.
  Bahan Styrine berbahaya
    untuk otak dan sistem
   syaraf. Bahan ini harus
     dihindari dan banyak
 negara bagian di Amerika
         sudah melarang
       pemakaian tempat
       makanan berbahan
     styrofoam termasuk
          negara China.
       7. Other (biasanya
   polycarbonate) berlabel
  angka 07 dalam segitiga
 bisa didapatkan di tempat
   makanan dan minuman
     seperti botol minum
  olahraga. Polycarbonate
 bisa mengeluarkan bahan
         utamanya yaitu
    Bisphenol-A ke dalam
   makanan dan minuman
  yang berpotensi merusak
         sistem hormon.
             Kemasan
 plastik yang paling banyak dan
 paling aman digunakan adalah
 yang terbuat dari polyethylene
 (PE) dan polyprophylene (PP)
   yang dilabeli terkadang juga
  dilabeli dengan gambar gelas
    dan garpu atau ada tulisan
`untuk makanan` atau `for food
                use`.
    Sayangnya masih banyak
    barang plastik yang tidak
 mencantumkan simbol-simbol
   ini, terutama barang plastik
    buatan lokal. Pemerintah
      Indonesia sendiri baru
  berencana untuk mewajibkan
   produsen kemasan makanan
   melakukan penandaaan atau
   memberi label. Rencana ini
     mulai diterapkan bulan
      November mendatang.
Oleh karena itu, kalau anda ragu
          lebih baik tidak
     menggunakannya. Atau
 menyuruh Mbok Darmi untuk
   memulai kembali usahanya
sebagai distrubutor daun pisang.
Serta tinggalin kebiasaan teman
 saya yang biasa menggunakan
  botol bekas minuman mineral
    sebagai tempat air ketika
     muncak. Bahkan untuk
         menggodok kopi!

								
To top