suara muhammadiyah by kangsuryono

VIEWS: 6,943 PAGES: 57

More Info
									SALAM REDAKSI
SALA REDAKSI
SALAM REDAKSI
SALA REDAKSI
                                                                          TAJUK RENCANA                                                                                                                                                          SUARA PEMBACA


         MUKTAMAR JEMBATAN EMAS                                                                                                                                                              EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD

   M
             uktamar Muhammadiyah ke-46                dinyatakan muktamar jembatan emas.                           yang lahir dari gerakan dakwah dan tajdid
                                                                                                                                                                                                 Assalamu’alaikum wr. wb.
             dinyatakan sebagai Muktamar                   Muktamar Satu Abad sebagai jem-                          Muhammadiyah di bumi Indonesia terse-
                                                                                                                                                                                                 Pembaca yang terhormat, terbitan Suara Muhammadiyah kali ini istimewa. Kami menerbitkan
             Satu Abad. Muktamar yang                  batan emas tergambar dari tema yang                          but pada perkembangan yang lebih luas
                                                                                                                                                                                              Edisi Khusus Muktamar Satu Abad Muhammadiyah. Isi dan tampilan majalah ini berbeda dengan
   diselenggarakan tanggal 3 s/d 8 Juli 2010           diusung, yakni Gerak Melintasi Zaman,                        dapat menyinari kehidupan umat manusia
                                                                                                                                                                                              terbitan biasa. Tulisan berbobot dari para ahli dan aktivis Muhammadiyah kami tampilkan dengan
   bertepatan 20 s/d 25 Rajab 1431 H di                Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban                           secara universal, sebagai matarantai dari
                                                                                                                                                                                              tema menyambut Muktamar. Isinya tentang refleksi mendalam terhadap kehadiran Muhammadyah di
   Yogyakarta bersamaan dengan Muktamar                Utama. Sebagaimana dikandung dalam                           misi kerisalahan atau gerakan Islam yang
                                                                                                                                                                                              negeri ini dan luar negeri. Dua tema besar kami siapkan. Yang pertama menyangkut dakwah
   Aisyiyah dan Ikatan Pelajar Muhamma-                kerangka acuan Muktamar. Bahwa kalimat                       dibawa dan disebarluaskan Muham-
                                                                                                                                                                                              Muhammadiyah selama satu abad, dan kedua, tentang dinamika tajdid Muhammadiyah selama ini.
   diyah, merupakan muktamar yang mo-                  “Gerak Melintasi Zaman” mengandung                           madiyah untuk mewujudkan Islam sebagai
                                                                                                                                                                                                 Selain itu kami juga menampilkan laporan dari berbagai daerah. Ini kami lakukan untuk mengukur
   numental. Dikatakan monumental karena               dua makna. Pertama melewati, menjalani,                      agama rahmatan lil-‘alamin di muka bumi.
                                                                                                                                                                                              sejauh mana Muhamamdiyah berhasil dengan dakwahnya, dan bagaimana efektivitas langkah tajdid
   muktamar dilaksanakan dalam peralihan               menapaki, dan menghadapi masa atau                                 Demikian penting makna, pesan, spi-
                                                                                                                                                                                              Muhammadiyah dalam menjawab tantangan lokal, nasional, maupun global. Edisi khusus ini kami
   atau pergantian era dari abad pertama ke            keadaan sejak kelahirannya hingga usia                       rit, dan tujuan yang ingin diraih dari Muk-
                                                                                                                                                                                              lengkapi dengan sisipan tentang bagaimana memaknai satu abad Muhammadiyah dan bagaimana
   abad kedua perjalanan Muhammadiyah.                 ke-100 tahun. Kedua menyeberangi atau                        tamar Satu Abad Muhammadiyah itu ma-
                                                                                                                                                                                              memahami isu-isu strategis yang dihadapi Muhammadiyah satu abad ke depan.
   Lebih-lebih muktamar ke-46 itu dilak-               melintas-batas yakni memasuki fase baru                      ka sudah semestinya para anggota, peser-
                                                                                                                                                                                                 Demikianlah, selamat bermuktamar bagi peserta, peninjau, dan penggembira Muktamar
   sanakan di kota kelahirannya, Yogyakarta,           setelah usianya satu abad ke peralihan                       ta, dan seluruh komponen yang terlibat
   yang bersejarah dalam jejak gerak Mu-               abad selanjutnya. Adapun kalimat “Dak-                       dalam Muktamar Muhammadiyah, terma-
                                                                                                                                                                                              Muhammadiyah ke-46, Muktamar ‘Aisyiyah ke-46 dan Muktamar IPM ke-17. Selamat datang di ibukota
   hammadiyah.                                         wah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama”                       suk muktamirin Aisyiyah dan IPM, menja-
                                                                                                                                                                                              Muhammadiyah, Yogyakarta, untuk memeriahkan suasana Muktamar Satu Abad ini. Sampai jumpa
        Karenanya, bagi Muhammadiyah                   mengandung pengertian bahwa dalam                            dikan forum musyawaratan tertinggi dengan
                                                                                                                                                                                              pada edisi mendatang.Wassalamu’alaikum wr. wb. Redaksi
   dengan seluruh komponen gerakannya,                 melintasi zaman selama satu abad mau-                        komitmen, kesungguhan, kapasitas, dan
   muktamar ke-46 yang monumental dan                  pun untuk masa selanjutnya Muhamma-                          kualitas yang tinggi melampaui muktamar-
   bersejarah itu dapat dikatakan sebagai              diyah senantiasa hadir sebagai gerakan                       muktamar sebelumnya. Jauhkan hal-hal
   jembatan emas dalam perjuangan                      Islam yang senantiasa istiqamah me-                          yang dapat merugikan dan menurunkan                                                                                                 DAFTAR ISI
   gerakan Muhammadiyah. Muktamar ini                  ngemban misi dakwah dan tajdid untuk                         martabat Muktamar yang bersejarah ini apa
   menjadi penghubung yang menentukan                  mewujudkan peradaban yang utama.                             pun bentuk dan alasannya, sehingga forum                                                                                            SAJIAN UTAMA                                               7
   era masa lalu, masa kini, dan masa                      Sedangkan makna yang terkandung                          organisasi yang strategis ini selain tidak
   depan yang berkesinambungan dalam                   dari substansi “Peradaban Utama” yakni                       tercederai sekaligus menjadi muktamar                                                                                               BINGKAI                                                   15
   lintasan gerak Muhammadiyah. Harus                  peradaban Masyarakat Islam yang                              yang bersih, damai, produktif, cerdas, dan                                                                                          TANYA JAWAB AGAMA                                         17
   menunggu seratus tahun lagi jika peser-             sebenar-benarnya. Peradaban utama                            beradab. Inilah momentum bersejarah
                                                                                                                                                                                                                                                        TAFSIR                                                    19
   ta ingin mengikuti muktamar berdurasi               tersebut merupakan suatu peradaban                           Muktamar Satu Abad sebagai jembatan
   satu abad, yakni muktamar tahun 3012                khaira ummah (umat terbaik, umat pilih-                      emas dalam sejarah Muhammadiyah.                                                                                                    USHUL FIQIH                                               22
   yang akan datang. Jadi dari segi waktu              an) sebagai manifestasi objektif atau                        Selamat bermuktamar, semoga Allah                                                                                                   KHUTBAH                                                   25
   dan momentum, tanpa mengabaikan                     objektivasi dari kehidupan masyarakat                        melimpahkan berkah dan anugerah-Nya
   muktamar-muktamar yang lainnya, be-                 Islam yang sebenar-benarnya yang tum-                        menyertai perjalanan dan perjuangan                                                                                                 KHAZANAH                                                  29
   tapa bermaknanya Muktamar Satu Abad                 buh dan berkembang di Negara Kesatuan                        Muhammadiyah. Nashrun min Allah wa                                                                                                  TELAAH PENDIDIKAN                                         36
   ini bagi Muhammadiyah. Sehingga layak               Republik Indonesia. Peradaban utama                          Fathun qarib. HNs                                                     SAJIAN UTAMA. Bagaimana merumuskan agenda strategis
                                                                                                                                                                                          dan upaya transformasi ideologi gerakan Muhammadiyah          DI ANTARA KITA                                            43
                                                                                                                                                                                          memasuki abad kedua nanti?                                    DAKWAH                                                    48
                           PENASIHAT AHLI: H Din Syamsuddin, HM Amien Rais. PEMIMPIN UMUM: H Ahmad Syafii Maarif.                         Melaksanakan Dakwah Islamiyah Amar Makruf
                           WAKIL PEMIMPIN UMUM: HA Rosyad Sholeh. PEMIMPIN REDAKSI: H Haedar Nashir. WAKIL                                Nahi Munkar. Dirintis KHA. Dahlan sejak tahun
                                                                                                                                                                                          DAKWAH. Bisakah dakwah Muhammadiyah menembus                  WAWASAN MUHAMMADIYAH                                      56
                           PEMIMPIN REDAKSI: HM Muchlas Abror. PEMIMPIN PERUSAHAAN: Didik Sujarwo. DEWAN                                  1915 PENERBIT: Yayasan Badan Penerbit Pers
                                                                                                                                          "Suara Muhammadiyah" SIUPP: SK. Menpen RI
                           REDAKSI: HA Munir Mulkhan, Sjafri Sairin, HM Sukriyanto AR, Yusuf A Hasan, Immawan Wahyudi,
                                                                                                                                          No. 200/SK/Menpen/SIUPP/D.2/1986, tanggal
                                                                                                                                                                                          lapisan akar rumput seperti gerakan dakwah Wali Sanga dulu?   PERINTIS ZAMAN                                            62
                           M Izzul Muslimin. REDAKSI PELAKSANA: Mustofa W Hasyim. STAF REDAKSI: Amru HM, Ton                              26 Juni 1986, Anggota SPS No. 1/1915/14/D/
                           Martono, Asep Purnama Bahtiar, Deni Al-Asy'ari, Mu'arif. SEKRETARIS REDAKSI: Isngadi Marwah.                   2002 // ISSN: 0215-7381                                                                                       OPINI                                                     68
                           TATA LETAK/ARTISTIK: Dwi Agus M., Amin Mubarok, Elly Djamila. PENELITIAN DAN                                                                                   USHUL FIQH. Integrasi pendekatan bayani, burhani dan irfani
                           PENGEMBANGAN: Zuly Qodir, H Aulia Muhammad, A Nafian, EDITOR BAHASA: Imron Nasri, Ichwan
                                                                                                                                                                                          perlu dilakukan oleh Muhammadiyah dengan sebaik-baiknya.      KOLOM                                                     70
                           Abror PEMASARAN: Luthfi Effendi IKLAN: Ikhwan.
                                                                                                                              BANKERS:                                                    Caranya?
                           ALAMAT REDAKSI/TATAUSAHA: Jalan KH Ahmad Dahlan 43 Yogyakarta 55122 Telp. (0274) 376955
                                                                                                                              BNI Trikora Rek. No. 0030436020
                                                                                                                                                                                                                                                        DIALOG                                                    72
                           Fax. (0274)411306 SMS: 081904181912 E-mail: redaksi@suara-muhammadiyah.com,
                                                                                                                              BRI Katamso Rek. No. 0245.01.000264.30.7
                           redaksism@gmail.com Web: www.suara-muhammadiyah.com                                                                                                                                                                          PUSTAKA                                                   84
                           Terbit 2 kali sebulan. Harga langganan/eceran 1 nomor Rp. 12.500,- +ongkos kirim untuk:
                                                                                                                              BRI Cik Ditiro Rek. No. 0029.01.000537.30.6                 DI ANTARA KITA. Apa kabar terbaru Muhammadiyah di
                                                                                                                              Giro Pos Rek. No. 550 000200 1
                           - Sumatera dan Bali                      Rp.500,-
                                                                                                                              Bank Niaga Syariah Rek. No. 520-01-00185-00-4               daerah Maluku? Apakah makin menggeliat?                       WACANA                                                    89
                           - Kalimantan dan Sulawesi                Rp.1.500 ,-
                                                                                                                              BPD Rek. No. 001.111.000798
SM 13-2010                 - NTT, NTB, Maluku dan Indonesia Timur Rp.2.500,-
                           Berlangganan sekurang-kurangnya 3 bulan (6 nomor) bayar di muka.                                   BNI Syariah Rek. No. 009.2196765
   COVER: Amin M                                                                                                              Bank Muamalat Rek. No. 531.0000515
                           "SM" menerima sumbangan tulisan dari para pembaca. Panjang tulisan 3-7 hal A4, diketik dua spasi   Shar-E Rek. 902 69924 99 an. Drs. H Mulyadi
 FOTO: Isngadi Marwah
                           penulis harus mencantumkan alamat lengkap, no. telp., dan no. rekening. Semua naskah masuk
                           menjadi milik Suara Muhammadiyah dan tidak akan dikembalikan.                                      Dicetak: Cahaya Timur Offset Telp. (0274) 376730, 380372
                                                                                                                                                                                                                                                                  SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010        5
WARTAWAN "SUARA MUHAMMADIYAH" TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER
                                                                 SAJIAN UTAMA


MUHAMMADIYAH ABAD KEDUA
AGENDA STRATEGIS DAN TRANSFORMASI IDEOLOGI GERAKAN

Semua pimpinan, warga dan
simpatisan Muhammadiyah hendaknya
memperbanyak rasa syukur ke hadlirat
Allah SwT. Sebab, Muhammadiyah
telah mendapat anugerah yang besar
berupa usia yang melampaui seratus
tahun.



D
        alam usia seratus tahun ini Muhammadiyah telah dapat
        membuktikan dirinya sebagai gerakan dakwah dan
        gerakan tajdid yang terbesar di dunia. Sungguh tak
terbayangkan sebelumnya, Muhammadiyah yang lahir di
sebuah kampung di jantung Kota Yogyakarta sekarang
gerakannya telah demikian menasional dan mengglobal
sampai ke sudut-sudut dunia luas.
     Dalam gerak zaman selama seratus tahun itu Muham-
madiyah telah melahirkan karya nyata di bidang sosial, keaga-
maan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan budaya
yang tak terbantahkan lagi. Selama itu pula, Muhammadiyah
juga telah melahirkan kader-kader terbaiknya untuk bangsa
mulai dari presiden, perdana menteri, menteri, panglima besar,
                                                                                                                            ISNGADI MARWAH
perwira militer, Ketua MPR, sampai ke jabatan publik di
bawahnya. Juga banyak pejuang dakwah, pejuang sosial,            juang tajdid dari kalangan Muhammadiyah ini.
pejuang ekonomi, pejuang budaya dan pejuang politik lahir            Muhammadiyah tetap eksis ketika berhadapan dengan
dari rahim Muhammadiyah.                                         tantangan, dari soal kolonisasi penjajahan Belanda, Jepang
     Dengan demikian, peran Muhammadiyah di tengah tubuh         dan Portugis sampai penjajahan ideologi kiri (sosialisme
bangsa, negara dan rakyat Indonesia cukup signifikan. Ini yang   komunisme) dan misi Kristen yang dibawa kaum kolonialis.
menyebabkan tidak ada pemimpin nasional yang cerdas dan          Muhammadiyah tentu saja harus menyusun strategi jitu ketika
yang memahami hakikat masalah kebangsaan Indonesia yang          berhadapan dengan keadaan yang betapa pun beratnya,
berani meremehkan Muhammadiyah. Mereka menghargai dan            sehingga mampu bertahan dan terus maju dalam gelanggang
mengakui peran signifikan Muhammadiyah di Indonesia ini dan      kehidupan nyata ini.
selalu bersedia datang ketika diundang ke perhelatan akbar           Tentu saja, langkah Muhammadiyah makin lama makin tidak
Muhammadiyah.                                                    mudah. Kondisi masyarakat yang terus berubah juga dihadapi
     Muhammadiyah diakui sebagai gerakan Islam yang              Muhammadiyah, sehingga tidak mungkin untuk terus berkutat
dinamis, demikian kata Pater Blumberger SJ ketika memberi-       pada masalah-masalah dan pola lama dalam menggerakkan
kan penilaian atas Muhammadiyah diamatinya. Muhammadi-           roda organisasi. Muhammadiyah sangat membutuhkan ijtihad
yah mampu menempatkan diri sebagai ormas Islam yang sa-          yang kontekstual dan komprehensif memberikan respons atas
ngat (kelewat modern) untuk zamannya, sehingga kemudian          perubahan yang terus terjadi dan menghadang di depan hidung
banyak yang menyangsikan apakah ormas ini akan bertahan          Muhammadiyah. Untuk memasuki 100 tahun ke depan yang
ataukah segera berakhir kehadirannya di muka bumi. Tentu         berbeda dengan 100 tahun lalu, Muhammadiyah perlu
saja, kekhawatiran semacam itu menjadi tidak beralasan kalau     merumuskan agenda strategis baru dan melakukan transformasi
kita mampu menyelami jiwa dasar perjuangan Muhammadiyah,         ideologi gerakannya agar tidak ditinggalkan oleh umatnya.
dan mampu membaca gerak para pejuang dakwah dan pe-              Bahan dan tulisan: tof

                                                                            SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010              7
                                                                  SAJIAN UTAMA                                                                                                                        SAJIAN UTAMA

                                                                                                                                     Muhammadiyah memang dipraktikkan secara multiwajah.

    DAKWAH UNTUK PERADABAN UTAMA                                                                                                     “Dalam bahasa Arabnya disebut dzuu wujuh, dakwah
                                                                                                                                     multidimensi,” kata Prof. DR. HM Amien Rais dalam sebuah
                                                                                                                                     pengajian,” itulah yang harus kita teruskan memasuki abad
                             DAKWAH TANPA KEBENCIAN                                                                                  kedua Muhammadiyah ini.”
                                                                                                                                          Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. DR. Din
                                                                                                                                     Syamsuddin dengan ringkas menyebutkan, dakwah
Demi waktu                                                         baru. Hidup harus diisi dengan iman yang fungsional, dengan       Muhammadiyah itu dakwah yang menyelesaikan masalah.
                                                                   ilmu yang fungsional dan dengan karya atau kegiatan yang          Dakwah is solution karena Muhammadiyah memang diformat
Sesungguhnya manusia senantiasa                                    juga fungsional. Fungsional membebaskan manusia dari              sebagai bagian dari solusi, bukan berposisi bagian dari
berada dalam kerugian                                              kebodohan, kemelaratan dan keterbelakangan. Oleh karena           masalah. “Maka kelihatan sekali, tertulis dalam tinta sejarah,
                                                                   itu, KH Ahmad Dahlan sangat terbuka dan mudah menyerap            para tokoh Muhammadiyah selalu tampil untuk menyelesaikan
Kecuali orang-orang yang beriman,                                  masukan dari luar kemudian ia olah dengan cerdas menjadi          masalah bangsa dan menjadi penyelamat bangsa setiap negeri
yang mau beramal shalih dan mau                                    sesuatu yang baru.                                                ini mengalami krisis,” katanya dalam sebuah sambutan seminar
                                                                        Termasuk ketika dia melakukan pembaharuan dalam hal          pra muktamar.
saling mewasiati dengan kebenaran
                                                                   bentuk dan isi pengajian. Ketika ulama lain masih menerapkan           Bahkan menurut Prof. Din Syamsuddin, peran dakwah
dan kesabaran                                                      metode pengajian searah dan monoton, Kiai yang populer            yang solutif seperti ini nanti sangat dibutuhkan oleh dunia
(Al-Qur’an surat Al-‘Ashr 1-3)                                     disebut sebagai Ketib Amin ini justru menghadirkan pengajian      internasional. “Bersiap-siaplah Muhammadiyah untuk ikut
                                                                   yang bentuk dan isinya baru sama sekali. Ketib Amin tidak         memecahkan masalah global, misalnya masalah perdamaian,
                                                                   membiarkan para muridnya pasif selama pengajian. Dia justru       masalah pemanasan global, masalah ketimpangan kesehatan                                                                     MUSTHOFA WH




S
        elama tujuh bulan KH Ahmad Dahlan mengulang-ulang          merangsang para murid agar aktif berfikir, berpendapat dan        dan ekonomi dan masalah perdagangan manusia dan se-
        pengajian dengan materi surat Al ‘Ashr ini. Kiai Haji      berdebat selama pengajian.                                        macamnya,” tambahnya.                                            sampai ada kebencian atau permusuhan terpancar dalam
        Ahmad Dahlan mengajak warga Kauman dan sekitarnya               Para murid tidak diibaratkan botol kosong dan secara              Sosiolog Prof. DR. Abdul Munir Mulkhan yang meneliti        dakwah kita. Pokoknya jangan kenceng-kenceng yang
untuk membaca, memikirkan, dan mengerjakan pesan dari ayat-        sepihak diisi air oleh guru. Bentuk pengajian tidak dimulai       dengan cermat data, fakta dan dinamika Muhammadiyah              membuat umat justru ketakutan dan menjauhi kita,“ katanya
ayat itu.                                                          dengan uraian oleh Kiai, tetapi justru dimulai dengan tampilnya   periode awal di Yogyakarta, dan dinamika Muhammadiyah di         kepada SM dalam perbincangan di kantor PP Muhammadiyah..
     Menurut kesaksian Kiai Hadjid, selama tujuh bulan itu         murid lebih dahulu. Murid yang tampil ini dipersilahkan mengaji   Jawa Timur menyebutkan kalau pilihan dakwah Muham-                   Salah satu kelebihan dari orang Muhammadiyah dalam
timbul pembicaraan yang ramai dan sangat ramai tentang             lalu membahas arti dan tafsir ayat menurut kemampuannya.          madiyah sebagaimana digariskan oleh KHA Dahlan adalah            berdakwah adalah kemampuannya dalam memanfaatkan
kalimah atau istilah wasiat, nasehat, khutbah, dakwah, tabligh,    Murid lain boleh membantah, mendebat dan berbeda                  dakwah fungsional. Yaitu dakwah yang memproses agar              berbagai media. Kalau pada zaman KHA Dahlan dulu dan
amar ma’ruf nahi munkar dan jihad. Kalimat atau kata-kata itu      pendapat. Suasana pengajian pun menjadi lebih hidup karena        agama berfungsi nyata dalam kehidupan sehari-hari.               zaman sesudahnya para muballigih pandai berpidato, mahir
menjadi pembicaraan yang ramai di setiap ada pertemuan di          semua merasa terlibat. Kiai Dahlan menjadi pendamping bagi             Selain itu, Muhammadiyah juga dikenal memiliki kearifan     menulis, teguh pendirian dan lancar berdebat serta santun
antara orang-orang muda dan orang tua, antara kaum puteri          murid-muridnya. Dan dimana perlu, baru dia menguraikan            berdakwah. Kisah bagaimana dengan sabar Kiai Haji Ahmad          dalam memberi nasihat seperti dapat dilihat dari sosok Buya
dan pemudi-pemudi di kampung Kauman dan sekitarnya.                pandangannya. Ilmu yang diperoleh lewat proses interaktif         Dahlan menghadapi orang awam yang ingin shalat tetapi tidak      HAMKA maka para tokoh dan muballigh yang lahir dan
     Dengan cara mengulang-ulang dan mendalami maknanya,           seperti itu menjadi lebih mendalam dan berakar. Selain itu,       bisa berbahasa Arab dan untuk awalnya dipersilahkan              berproses sebagai kader Muhammadiyah sekarang pun tidak
dan dengan cara menghidupkan jiwa dari ayat-ayat itu timbul        model pengajian yang seperti ini justru dapat menghidupkan        menggunakan bahasa Jawa. Baru kemudian setelah mengaji           jauh berbeda.
gerakan pengajian-pengajian, kursus-kursus, madrasah-              jiwa perjuangan.                                                  dan mampu mengucapkan lafal bahasa Arab dia diminta untuk            Para tokoh dan muballigh Muhammadiyah yang asli
madrasah, dan langgar-langgar. Pidato-pidato diisi dengan               Pandangan Kiai Haji Ahmad Dahlan tentang dakwah              shalat dengan mempergunakan bahasa Arab.                         Muhammadiyah pun memiliki kualitas seperti itu. Mampu
tema dan materi surat Al ‘Ashr itu. Demikian juga pada resepsi     berbeda dengan ulama lain. Kalau pada zaman itu banyak                 Generasi sesudahnya juga memelihara kearifan dalam          memanfaatkan media panggung, media cetak, media auditif,
pengantin, pada siaran di majalah-majalah dan pertemuan            ulama memahami dakwah semata-semata sebagai proses                berdakwah ini. Buya Ahmad Syafii Maarif menyebutkan              media audio visual, media interaktif dan mampu memanfaatkan
pada perkumpulan lokal Islam modernis seperti Fatkhul Asror,       tabligh, maka Kiai Dahlan memandang dakwah sebagai                sebagai strategi dakwah menggarami bangsa. Tidak tampak          forum-forum dari yang lokal sampai forum nasional sampai
Miftahus-Sa’adah, Taqwimuddin dan sebagainya di kampung-           pengajian dan tabligh plus. Dakwah multiwajah itu yang            tetapi terasa sekali dampaknya. “Kalau tidak, maka posisi        forum global. Selain dikenal santun dalam berbicara, mereka
kampung. Bahkan kemudian ada pengajian sore diberi nama            diterapkan oleh KHA Dahlan. Kalau yang akan didakwahi lebih       dakwah kita hanya sekadar menjadi pembantu pemerintah            juga menghasilkan banyak buku-buku yang berkualitas.
pengajian Wal’Ashri.                                               membutuhkan santunan maka santunan ini yang lebih dahulu          belaka, tidak bisa lebih dari itu. Padahal potensi kita sangat       Tentu saja dalam menjalankan dakwahnya, Muhamma-
     Murid-murid sekolah Muhammadiyah tempo dulu, setiap           diberikan sebelum kemudian diajak untuk memahami agama            besar dan kalau diaktualkan secara optimal bisa dahsyat.”        diyah membutuhkan dukungan fisik. Maka setelah di Yog-
akan mengakhiri jam pelajarannya selalu membaca surat Al-          Islam dengan sebenar-benarnya. Kalau orang yang akan                   Ikon kearifan berdakwah yang dilakukan Muhammadiyah         yakarta berdiri Gedung Dakwah, Kantor PP Jakarta disebut
’Ashr ini secara bersama-sama. Ternyata, ayat-ayat Al-Qur’an       didakwahi sedang sakit, maka mereka diobati dulu. Kalau           dapat dilihat dari kepribadian dan cara Pak AR Fakhruddin        sebagai Gedung Pusat Dakwah, maka di hampir seluruh PWM
ini merupakan ayat favorit KH Ahmad Dahlan dan pernah dikaji       mereka yang didakwahi lebih membutuhkan sentuhan ilmu             dalam berdakwah. “Kalau berdakwah, hendaknya kita                dan PDM di Indonesia sekarang sudah memiliki Gedung Dak-
secara berulang-ulang sampai tujuh bulan terus-menerus             maka mereka diberi pendidikan dahulu. Kalau mereka yang           berdakwah dengan hati. Artinya, dakwah itu melakukan             wah. Bahkan akhirnya, banyak Ranting yang membangun
sehingga menggegerkan Kauman dan Yogyakarta.                       akan didakwahi menganggur dan tidak punya keterampilan            komunikasi dari hati ke hati. Gunakan bahasa yang santun         Gedung Dakwah. Tentu saja lewat Gedung-gedung Dakwah
     Sebagai pembaharu dalam praktik dan pemahaman                 kerja, maka mereka terlebih dahulu diberi keterampilan dan        dan tidak cenderung memvonis. Jauhi pergunjingan dalam           ini kegiatan dakwah dengan mendasarkan pada ajaran ke-
agama Islam, KH Ahmad Dahlan memandang hidup ini secara            pekerjaan, sebelum disuruh mendengarkan pengajian.                berdakwah. Pahamilah kondisi masyarakat setempat. Kalau          benaran, kesabaran dan kasih sayang akan terus berlangsung
baru, memandang agama secara baru, memandang murid-                     Prof. DR. Mitsuo Nakamura dalam penelitiannya tentang        dalam berdakwah kita harus memecahkan masalah maka               mencerahkan masyarakat sekitarnya. Yaitu dakwah menuju
muridnya secara baru dan memandang masyarakat secara               Muhammadiyah Kotagede, menemukan kalau dakwah                     pakailah cara-cara yang lembut, dengan dialog. Jangan            peradaban utama, tanpa kebencian. Bahan dan tulisan: tof

8      EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                             SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010           9
                                                                 SAJIAN UTAMA                                                                                                                       SAJIAN UTAMA


                 Tajdid Jilid II Muhammadiyah;                                                                                     menyebutkan bahwa kegiatan tajdid sangat diperlukan dalam
                                                                                                                                   kehidupan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan manusia
                                                                                                                                                                                                    kerusakan alam, dan masalah-masalah aktual lainnya.
                                                                                                                                                                                                         Maka untuk membangun kembali elan vital gerakan Tajdid
                                                                                                                                   dan masyarakat sebagai akibat dari kemajuan ilmu dan             Muhammadiyah, abad II gerakan Muhammadiyah membutuh-
                 Tantangan, Agenda, dan Strategi                                                                                   pengetahuan sehingga Islam sebagai rahmatan lil’alamin
                                                                                                                                   menjadi sebuah kenyataan.
                                                                                                                                                                                                    kan agenda dan strategi tajdid yang tepat, komprehensif dan
                                                                                                                                                                                                    kontekstual dalam menjawab persoalan dan tantangan yang
                                                                                                                                       Sebab, sebagaimana kita ketahui dewasa ini, perkem-          terjadi. Karena dengan segenap potensi yang dimiliki oleh Mu-


T
       anpa terasa, kini Muhammadiyah sudah memasuki usia                                                                          bangan kehidupan manusia, perubahan sosial dan kemajuan          hammadiyah, Persyarikatan ini mampu menjadi problem sol-
       1 abad. Sebuah usia yang cukup matang dan kaya akan                                                                         iptek yang merupakan bagian dari dinamika kehidupan dunia        ving atas permasalahan umat yang membelenggu. Maka dalam
       pengalaman sejarah dan perjuangan hidup. Banyak                                                                             telah memacu terjadinya perkembangan dan kemajuan                ranah pemikiran, sesuai hasil rekomendasi majelis tarjih dan
catatan sejarah yang telah ditoreh selama perjalanan 100 tahun                                                                     pemikiran-pemikiran serta aksi-aksi baru yang menyimpang         tajdid PP Muhammadiyah, Tajdid Muhammadiyah ke depan
Muhammadiyah di negeri ini, apalagi sebelum Republik Indone-                                                                       dari makna fungsional Islam sebagai furqan dan hudan. Ini        dalam aspek pemikiran perlu melakukan beberapa hal berikut,
sia terbentuk, dimana hampir seluruh dunia Muslim berada di                                                                        terjadi hampir dalam semua aspek, baik dalam ranah               pertama, melakukan kajian secara sungguh-sungguh dengan
bawah cengkeraman imperialisme dan kolonialisme Barat,                                                                             keagamaan, pemikiran, ekonomi, politik, sosial budaya dan        pendekatan interdisipliner terhadap sumber pokok ajaran
Muhammadiyah sudah berdiri dengan membawa ide pemba-                                                                               kehidupan manusia pada umumnya. Dalam ranah keagamaan            Islam, Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga diperoleh pemahaman
ruan dengan berbagai pemikiran, aktivitas dan amal sosialnya                                                                       misalnya, salah satu tantangan yang terbesar dihadapi Mu-        Islam yang utuh, benar, dan fungsional. Kedua, melakukan
sebagai jalan keluar atas krisis kemanusiaan yang terjadi pada                                                                     hammadiyah menurut Azyumardi Azra dalam seminar pra              kajian secara serius dengan pendekatan interdisipliner
saat itu. Dalam perjalanan 100 tahun ini pula, Muhammadiyah                                                                        muktamar di Jakarta adalah, semakin meningkatnya pola-pola       terhadap berbagai persoalan sebagai akibat perkembangan
telah membuktikan kekuatannya dan kematangan organisasi                                                                            radikalisme bahkan cara-cara terorisme dalam keagamaan.          kehidupan manusia, perubahan sosial, dan kemajuan iptek
dengan keberhasilannya melewati berbagai fase sejarah, mulai                                                                       Sementara dalam aspek pemikiran, muncul berbagai paham           untuk memperoleh pemahaman yang tepat sebagai landasan,
awal kemerdekaan, Era Orde Lama, Era Orde Baru, dan Era                                                                            pemikiran yang sering kebablasan, seperti paham sekulerisasi,    bimbingan dan pelurusan arah perkembangan kehidupan
Reformasi dengan selamat dan baik.                                                                                                 relativisme dan sebagainya yang mulai mengaburkan ajaran         manusia dan perubahan sosial sesuai dengan prinsip dan
     Tentu saja tidak banyak organisasi keagamaan di Negara-                                                                       dan nilai-nilai Islam yang fundamental.                          tujuan Islam.
negara lain yang mampu bertahan sebagaimana                                                                                            Sementara dalam ranah ekonomi, sosial dan politik,                Sementara dalam ranah kehidupan sosial pada umumnya,
Muhammadiyah. Prof. DR. Amin Abdullah, Rektor Universitas          DWI AGUS M
                                                                                                                                   problem dan tantangan yang terjadi begitu kompleks dan           Tajdid jilid II Muhammadiyah menurut menurut Ahmad Norma
Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mencontohkan di             masyarakat. Di antara contohnya adalah, Muhammadiyah            semakin tidak menentu. Misalnya saja budaya korupsi,             Permata, setidaknya perlu melakukan interpertasi dan pema-
Pakistan dan di Mesir misalnya, dimana organisasi keagamaan        melakukan terobosan untuk melakukan shalat Id di lapangan,      nepotisme, kolusi yang masih kuat di negeri ini, paham           haman ulang terhadap model dan implementasi amal shalih
di wilayah tersebut mengalami nasib pahit ketika berhubungan       mengelola pembayaran zakat dan qurban secara terorganisir,      ekonomi neoliberal yang begitu dominan, serta perilaku keke-     bagi kepentingan dan kesejahteraan umat. Kedua, melakukan
dan berhadapan dengan negara. “Namun Alhamdulillah, bagi           pengelolaan ibadah haji secara professional, dakwah keliling,   rasan antar sesama anak bangsa, amoral, free seks, HIV/AIDS,     pengembangan agama Islam untuk konteks Asia Tenggara.
Muhammadiyah kondisi dan tantangan ini mampu dilewati              dan sebagainya.                                                 narkoba, pengrusakan alam secara membabi buta, dan               “Sebab pasca perang dingin menunjukkan sebuah tren yang
dengan apik dan strategik,” tuturnya. Sehingga 100 tahun               Begitu pula, dalam aspek kebudayaan dan pendidikan,         sebagainya yang sudah begitu terbuka dan dipertontonkan          menarik, yaitu munculnya sebuah gejala regionalisme bahwa
perjalanannya, Muhammadiyah telah berhasil mengisi dan             Muhammadiyah adalah perintis pendidikan Islam modern yang       secara jelas dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu           negara-negara di dunia cenderung menyatu dan bekerjasama
membangun negeri ini dengan beragam bentuk amal sosial             memadukan antara pelajaran agama dengan kajian ilmu dan         fenomena kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan masih         dengan negara-negara dan bangsa-bangsa tetangga yang
seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga             teknologi. Hingga saat ini Muhammadiyah memiliki jumlah         saja menjadi bagian hidup yang belum usai dalam kehidupan        serumpun. Tren ini perlu menjadi perhitungan bagi Muham-
keuangan, dan lain sebagainya untuk kepentingan bangsa.            lembaga pendidikan modern mulai dari TK hingga perguruan        masyarakat kita. Namun solusi yang diharapkan muncul belum       madiyah dalam menyusun agenda tajdid Muhammadiyah jilid
     Salah satu kesuksesan Muhammadiyah ini tidak lepas dari       tinggi yang jumlahnya mencapai ribuan. Dalam bidang             begitu optimal.                                                  II ini,” ungkapnya dalam seminar Majelis Tarjih dan Tajdid PP
kemampuan Muhammadiyah dalam memperkuat dan me-                    kebudayaan, Muhammadiyah menjadikan gerakan kebuda-                 Bahkan jejak-jejak keberhasilan pembaruan yang               Muhammadiyah di UM Malang.
ngembangkan peran tajdid baik dalam bidang pemikiran               yaan sebagai sarana dakwah yang sangat fleksibel. Seperti       dilakukan oleh Muhammadiyah 100 tahun yang silam sedikit              Untuk mencapai agenda-agenda ini, Prof. Gumilar Rusliwa
maupun dalam bidang amal sosial lainnya. Dalam aspek pemi-         mendirikan pandu HW, bela diri Tapak Suci, organisasi perem-    demi sedikit mulai kehilangan elan vitalnya. Tidak sedikit       Soemantri, Rektor UI menyarankan diperlukan berbagai
kiran misalnya, tajdid Muhammadiyah berada di garda                puan dan remaja. Sementara dalam bidang ekonomi Muham-          pandangan dan kritik yang menyebutkan jika usia 100 tahun        pendekatan dan strategi yang dilakukan Muhammadiyah, yaitu,
terdepan dalam upaya melakukan demistifikasi (penghancuran         madiyah melakukan terobosan dengan menjadi pelopor penye-       Muhammadiyah seakan-akan menjalankan rutinitas semata,           pertama, mengembalikan Muhammadiyah sebagai gerakan
berpikir mistik) dengan gerakan rasionalisasinya yang tetap        lenggaraan kegiatan sosial ekonomi untuk meringankan beban      tanpa adanya terobosan-terobosan baru dalam menghadapi           pembebasan, Kedua, Muhammadiyah harus memiliki sikap
berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah. Kemudian Muhamma-              dan kesengsaraan umat.                                          dan menjawab tantangan zaman yang terjadi. Bahkan Ahmad          dan berpikir terbuka terhadap pemikiran-pemikiran progresif-
diyah mampu mendobrak taklid yang membabi buta, berpikir                                                                           Syafii Maarif menilai seperti adanya keterputusan sejarah        liberatif, sehingga tidak menjadikan ia sebagai organisasi Islam
feodal seperti pengkultusan individu yang bisa mematikan           Tajdid Jilid II dan Tantangan Zaman                             antara Muhammadiyah hari ini dengan Muhammadiyah ter-            yang eksklusif dan tekstualis. Ketiga, perlunya dialog lintas
ijtihad dan keterbukaan berpikir. Hal yang sama juga dilaku-           Potret di atas merupakan sebuah kilas balik dan rekam       dahulu. Hal ini tentu saja merupakan persoalan dan pekerjaan     generasi sebagai sarana untuk mencari titik terang perubahan
kan dalam bidang tajdid amal sosial, Muhammadiyah mampu            jejak Muhammadiyah dalam mengusung peran tajdid sekaligus       Muhammadiyah yang terbesar, yang harus segera diselesai-         Muhammadiyah. Keempat, meninggalkan model dan cara-cara
melakukan perubahan terhadap kebiasaan membaca Al-                 menunjukkan kepada umat Islam betapa pentingnya sebuah          kan. Sebab sebagaimana yang dikatakan oleh Haedar Nashir,        konservatif dalam merespon berbagai dinamika pemikiran dan
Qur’an yang sekedar membaca dan menghafal menjadi                  gerakan pembaruan dilakukan oleh sebuah gerakan                 Ketua PP Muhammadiyah, bahwa Muhammadiyah sebagai                dinamika sosial yang terjadi. Dengan berbagai upaya dan
sebuah gerakan amal, yang kemudian lahir berbagai institusi        keagamaan seperti Muhammadiyah dalam rangka menapaki            gerakan Islam yang menuntut kehadiran Islam dalam meme-          strategi yang dilakukan ini, maka peran dan fungsi tajdid
sosial Muhammadiyah. Di samping itu, menurut Ahmad Norma           kehidupan di dunia ini sekaligus menjawab tantangan dan         cahkan masalah kehidupan dituntut untuk memiliki sensitivitas,   Muhammadiyah abad II nanti setidaknya akan lebih dapat
Permata, Muhammadiyah juga menjadi pioner dalam kegiatan           persoalan zaman yang terjadi. Sebab menurut salah satu          kepedulian, dan tawaran jawaban atas persoalan-persoalan         menyentuh substansi persoalan keumatan dan masyarakat
dakwah untuk menghidupkan pengajaran agama dalam                   rekomendasi Munas Tarjih yang dilaksanakan di Malang            kemanusiaan universal seperti kemiskinan, kekerasan,             yang terjadi. D

10     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                            SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    11
                                                                  SAJIAN UTAMA                                                                                                                           SAJIAN UTAMA


  Gerakan Perempuan Muhammadiyah                                                                                                    madiyah) itu berdiri pada tahun 1912. Sebab Persyarikatan
                                                                                                                                    Muhammadiyah saat itu sudah berpandangan bahwa pelaku
                                                                                                                                    gerakannya harus melibatkan laki-laki maupun perempuan.
                                                                                                                                                                                                         “Dampak dari era global memunculkan berbagai efek
                                                                                                                                                                                                     negatif dalam masyarakat. Boncengan era global yang berupa
                                                                                                                                                                                                     paham neokapitalisme (menghalalkan semua cara demi
   Dalam Dinamika Perubahan Sosial                                                                                                  Demikianlah pandangan tentang pentingnya peran perempuan
                                                                                                                                    di Indonesia sudah mendapat ekspresinya pada masyarakat
                                                                                                                                                                                                     mendapat keuntungan materi dengan cara yang dapat
                                                                                                                                                                                                     dipandang kondusif) dan neoliberalisme (kebebasan
                                                                                                                                    sejak 1912, dan secara formal tahun 1917," tambahnya.            melakukan kegiatan dengan cara yang kontemporen)
                                                                                                                                        Oleh karena itu, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah           membuka dampak negatif yang tidak kecil. Besarnya jumlah
Dalam konteks zamannya (awal                                       (1917), organisasi perempuan Muhammadiyah ini sudah mampu        sama-sama memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan cita-         masyarakat yang miskin, di samping masyarakat the have yang
kelahiran dan pertumbuhannya), gerakan                             merintis lembaga pendidikan berupa Pendidikan Anak Usia Dini     cita Islam sebagai agama rahmat bagi sekalian alam. Maka         makin besar havenya, meningkatnya tingkat kriminalitas,
                                                                   (PAUD) yang kemudian berkembang menjadi Taman Kanak-             mau tidak mau, peran kedua gerakan ini harus saling bersinergi   meningkatnya jumlah dan macam pengganggu kesehatan,
perempuan Muhammadiyah atau yang                                   Kanak bernama TK Bustanul Athfal yang tersebar di seluruh        dan saling menopang dengan posisi yang sejajar.                  seperti gizi buruk, HIV/AIDS, merosotnya moralitas,
dikenal dengan Aisyiyah hadir sebagai                              Hindia Belanda. Di samping itu, Chamamah menambahkan                                                                              berkembangnya aneka paham tentang agama dan paham
obat penawar bagi kondisi perempuan                                bahwa Aisyiyah juga berhasil mendirikan perkumpulan murid-       Aisyiyah dan Perubahan Sosial                                    tetang hidup beragam, berkembangnya paham tentang Islam,
                                                                   murid perempuan yang diberi nama Siswa Praya Wanita. Yaitu           Taufik Abdullah, dalam                                                                           dan tajamnya konflik yang
yang tidak menguntungkan pada saat itu.                            suatu perkumpulan murid-murid puteri yang dilatih berdakwah      bukunya “Kilasan Sejarah                                                                             ditimbulkannya, besarnya
Ketika kebodohan, keterbelakangan,                                 di masyarakat, di luar sekolah. “Perkumpulan ini kemudian pada   Pergerakan Wanita Islam di                                                                           kebutuhan keterdidikan
kemiskinan dan kekerasan begitu akrab                              tahun 1931 berkembang menjadi Nasyi’atul ‘Aisyiyah (NA),”        Indonesia” menegaskan                                                                                masyarakat, masih kuatnya
                                                                   demikian tuturnya saat memberikan materi seminar pra             bahwa munculnya berbagai                                                                             pola pikir yang jumud, yang
dengan kehidupan perempuan, Aisyiyah                               muktamar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta baru-baru        organisasi wanita sepanjang                                                                          terikat kepada tradisi, dsb
yang dibidani oleh KH Ahmad Dahlan                                 ini.                                                             sejarah kebangsaan Indone-                                                                           adalah kenyataan riil atas
dan Nyai Walidah hadir sebagai garda                                                                                                sia merupakan artikulasi                                                                             perubahan sosial yang kini
                                                                   Spirit Gerakan Aisyiyah                                          politis perempuan yang                                                                               membutuhkan peran Aisyi-
terdepan dalam mengubah kultur yang                                     Sepak terjang organisasi perempuan Muhammadiyah ini         digambarkan sebagai tin-                                                                             yah,” kata Ketua Umum PP
tidak sehat kala itu, melalui gerakan                              lambat laun mampu menjadi bagian dari gerakan sosial yang        dakan sekaligus diskursus                                                                            Aisyiyah ini.
perempuan yang bermula dari                                        berperan penting dalam mengubah kultur dan struktur sosial       intelektual yang merupakan                                                                               Hal yang sama juga
                                                                   yang timpang dalam kehidupan perempuan maupun bangsa             reaksi positif terhadap situasi                                                                      diungkapkan oleh Esty
perkumpulan Sopo Tresno.                                           Indonesia pada saat itu. Keberhasilan Aisyiyah tersebut selain   yang berkembang dan merupakan pantulan dari hasrat               Martiana Rachmie, menurutnya, walaupun dulu
                                                                   didukung oleh faktor internal Aisyiyah, namun juga tidak         terwujudnya konsistensi logis antara pengetahuan dan             Muhammadiyah dianggap berhasil, namun bukan berarti


M
         eskipun Sopo Tresno itu sudah lama dipakai sebagai        terlepas dari spirit eksternal yang muncul dari organisasi       kesadaran yang dihayati dari kenyataan sosial dan pola           perjuangan hari ini telah selesai. “ Sebab tantangan terbesar
         sebutan perkumpulan perempuan yang kurang                 induknya Persyarikatan Muhammadiyah. Ketika kebanyakan           perilaku.                                                        yang dihadapi perempuan saat ini bukan lagi berupa kultur
         terorganisasi dengan baik. Namun kelompok yang            kaum pria mempertahankan dan melanggengkan budaya                    Maka sangat tidak logis jika gerakan perempuan               yang membelenggu gerak sehingga mengakibatkan
kemudian bernama Aisyiyah itu mampu menggerakkan kaum              patriarkhi, karena dianggap menguntungkan kaum laki-laki,        Muhammadiyah setelah hampir satu abad usianya, kemudian          keterbelakangan, tetapi banyak permasalahan lain yang
perempuan melakukan aksi non-domestik. Kemudian saat               namun KH Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyahnya menolak            justru mengalami kemandegan di tengah perubahan-                 muncul dan harus dihadapi perempuan seiring dengan
warga kawasan pinggiran dan sekitar bermigrasi mencari             dan melawan hal itu melalui pendirian organisasi perempuan       perubahan sosial yang terjadi. Walaupun di awal-awal             perkembangan zaman. Masalah-masalah kemiskinan,
pekerjaan ke kota Jogja, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah                Aisyiyah. KH Ahmad Dahlan sendiri berprinsip, bahwa              gerakannya Aisyiyah dibilang berhasil dalam mewujudkan           kebodohan, kesehatan dan masalah-masalah sosial lain,
mengumpulkan mereka untuk diberi bekal ilmu keagamaan              kemajuan sebuah bangsa dan kehidupan tidak bisa dilakukan        perannya sebagai gerakan perempuan, namun tentunya tiap          seperti bias gender, eksploitasi perempuan dan lain-lain
dan ilmu pekerjaan. Dari sini muncul antara lain pengajian Wal-    oleh satu pihak saja yaitu kaum laki-laki, namun harus           masa mempunyai tantangan menurut jamannya. Jika pada             menjadi pekerjaan rumah yang tiada habisnya,” tuturnya dalam
Ashri dan Kuliatul Muballighin yang hingga tahun 2000-an           dilakukan secara bersama-sama dengan kaum perempuan.             masa awal kelahirannya, Aisyiyah dihadapkan pada tantangan       seminar pra Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta.
masih ada di Kampung Suronatan yang kelak menjadi Fakultas              Ungkapan KH Ahmad Dahlan ini menunjukkan bahwa              berupa kultur yang tidak berpihak pada kaum perempuan dan            Jadi di tengah arus perubahan sosial, tidak ada pilihan
Dakwah, cikal bakal UMY.                                           posisi dan peran kaum perempuan dengan laki-laki memiliki        mengekang gerak-geriknya, sehingga kaum perempuan sulit          lain selain memperkuat kembali benteng kaderisasi dan peran-
    Apa yang dilakukan oleh Kiai dengan kaum perempuan             kesamaan dan keseimbangan. Sebab di dalam Islam sendiri,         menampilkan eksistensinya. Namun perjalanan waktu yang           peran sosial Aisyiyah. “Melihat tantangan ke depan yang kian
melalui Aisyiyah di awal abad ke-20 itu jauh melampaui             tidak ada yang membeda-bedakan antar satu golongan               disertai dengan berbagai perubahan tatanan dan kultur sosial     kompleks, maka proses pembinaan kaderisasi dalam tubuh
peradaban zamannya. Bahkan menurut Prof. Abdul Munir               dengan golongan lain, antar satu jenis kelamin dengan kelamin    masyarakat juga menuntut peran yang berbeda.                     gerakan perempuan Muhammadiyah harus diperkuat dan
Mulkhan, ketika Kiai dan Nyai Dahlan Menggerakkan organisasi       lain kecuali pada kualitas takwanya. Apalagi ketika Aisyiyah         Chamamah menjelaskan, bahwa keberhasilan gerakan             menjadi perhatian utama, sebab para kaderlah yang akan
perempuan, pada saat itu wacana feminisme masih diperdebat-        berdiri, tidak sedikit persoalan sosial seperti ketimpangan      Aisyiyah awal bukan menjadi alasan untuk menutup                 mendorong peran lebih gerakan Aisyiyah untuk menghadapi
kan di Eropa, dan sementara Nyai Dahlan di Indonesia sudah         sosial, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan dan seba-      progresifitas gerakan Aisyiyah, sebab saat ini masyarakat        berbagai tantangan dari perubahan sosial yang terjadi”
berada pada posisi setara dengan Kiai, mereka sering diundang      gainya yang menuntut gerak dan peran Aisyiyah. Atas dasar        Bangsa Indonesia yang menjadi sasaran dakwah Aisyiyah            demikian ungkapan Siti Noorjanah Djohantini di saat wawan-
ke luar kota bukan dengan Kiai. Dalam sidang ulama di Solo di      ini, menurut Siti Noorjanah Djohantini, Ketua PP Aisyiyah yang   tengah berada dalam perkembangan sosial yang pesat, yaitu        cara dikediaman beliau. Maka melalui Muktamar 1 abad
Masjid Kraton, Nyai Dahlan diundang dan datang sendiri.            membuat terjadinya proses ekselarasi gerakan Aisyiyah yang       dalam satu era yang disebut era global. Era yang melahirkan      Muhammadiyah di Yogyakarta ini, setidaknya akan menjadi
    Gebrakan organisasi perempuan Muhammadiyah kala itu            sangat dahsyat pada saat itu.                                    sejumlah bentukan-bentukan pandangan yang mendunia,              inspirasi sekaligus menjadi spirit sebagaimana spirit awal
menurut Prof. Chamamah Soeratno tidak hanya sampai disini,              “Jadi sebenarnya secara historis dapat disebutkan bahwa     yang membuka sejumlah dampak yang selain positif, juga           gerakan Aisyiyah dulu untuk melakukan perubahan-perubahan
Namun menurutnya, dua tahun setelah berdirinya Aisyiyah            embrio ‘Aisyiyah sudah ada sejak gerakan Islam (Muham-           dampak yang negatif.                                             kearah yang lebih baik, maju dan berperadaban. Semoga. D

12     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                             SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   13
                                                               SAJIAN UTAMA                                                                                                                                          BINGKAI


                         MENGULANG TAJDID;                                                                                                     Kekuatan Ruhaniah Muhammadiyah
          DAKWAH ISLAM YANG RAMAH PEREMPUAN                                                                                                          Memasuki Abad Kedua
S
        ejarah Muhammadiyah sebagai        mencari dan menyebarkan ilmu,               untuk memperbaiki hak-hak perempuan,                                                          DR. H HAEDAR NASHIR, M.SI.
        gerakan pembaharu Islam di         bekerja di wilayah yang oleh publik         termasuk usulan yang membahas


                                                                                                                                    H
        Indonesia merupakan kenyataan      umat dipandang haram, bepergian jauh        tentang prinsip pernikahan Islam yang                  idup di dunia ini tidak akan lepas dari masalah dan      Nabi. Di antara firman Allah dalam Al-Qur.an surat Hamim Sajdah
yang sulit dibantah hingga sekarang.       dari tempat tinggalnya, melewati waktu      monogami, dianggap sebagai upaya                        tantangan. Manusia hidup secara niscaya harus           yang dibacakan Nabi itu antara lain berbunyi sebagai berikut
Pada masa awal berdirinya. Gerakan         menembus siang atau malam. (A. Munir        ghazwul fikri.                                          menghadapi masalah dan tantangan seberat apa pun.       (artinya): Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang
Islam modernis yang dirintis Ahmad         Mulkhan; 2010)                                   Menapak satu abad usia Muham-           Tidak mungkin atau malah mustahil manusia hidup tanpa              manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya
Dahlan dari Yogyakarta telah meroboh-          Walau arus pembaruan Islam yang         madiyah, jarum pembaruan Muhamma-            masalah dan tantangan selama dia masih berada di dunia,            Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada
kan banyak tembok kejumudan dan            dirintis oleh Muhammadiyah dan Kiai         diyah khususnya dalam bidang memulia-        kecuali setelah mati dan hidup di akhirat kelak. Pasca kematian    jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun
pembodohan umat.                           Dahlan itu saat ini telah menjadi budaya    kan kaum perempuan ini tampaknya             pun manusia memiliki masalah dan agenda, yakni bagaimana           kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang
    Dibalik itu semua, Muhammadiyah        umum umat Islam masa sekarang. Se-          memasuki titik baliknya.                     menjalani hisab atas apa yang dilakukannya selama hidup di         mempersekutukan-Nya (Q.s. Fushilat [41]: 6).
juga harus dicatat sebagai gerakan         bagian umat Islam sekarang ini kembali           Di awal abad pertama Muhamma-           dunia. Lebih-lebih hidup dalam perjuangan menegakkan ajaran             Demikian pula dengan gerakan Muhammadiyah. Dalam
Islam pertama di dunia yang mendorong      mempermasalahkannya. Dengan dalih           diyah Kiai Dahlan mendorong dan              Islam, sebagaimana yang dilakukan Muhammadiyah dalam               memasuki abad baru yang kedua Muhammadiyah tidak akan
lahirnya gerakan kaum perempuan            menghadang gerakan feminisme sekuler,       menyemangati kaum perempuan untuk            ikhtiar mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.         lepas dari masalah dan tantangan yang harus dihadapi. Tugas
Islam. Dengan berbagai upayanya            kelompok ini mulai semakin gencar ber-      belajar naik sepeda agar bisa belajar ke     Perjuangan Muhammadiyah sepanjang zaman tidak lepas dari           anggota, lebih-lebih kader dan pimpinan Muhammadiyah, ialah
melalui kelompok pengajian kecil yang      kampanye di kalangan Muhammadiyah.          luar rumah dan mengembangkan karier-         penghadapan dengan masalah dan tantangan untuk dicarikan           bagaimana menghadapi masalah dan tantangan yang mengha-
bernama “Sapa Tresna” akhirnya pada        Hal ini diakui oleh DR. H. Agung Danarto    nya. Di awal abad ke duanya ini ada          jalan keluarnya dengan alternatif yang sebaik-baiknya.             dang di depan itu dengan mencari jalan keluar dan langkah yang
tahun 1917, lima tahun setelah Muham-      (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah        sekelompok kecil mubaligh Muham-                  Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah Islam akhir             terbaik disertai komitmen dan kegigihan yang tinggi
madiyah lahir, Muhammadiyah berhasil       DIY) yang dalam suatu seminar me-           madiyah yang menginginkan kaum               zaman yang dengan namanya Muhammadiyah menisbahkan                 sebagaimana uswah hasanah Nabi dalam menghadapi masalah
mendirikan Aisyiyah.                       ngungkapkan kalau sekarang ini memang       perempuan kembali ke rumah.                  diri sepanjang hayat dan perjuangannya tidak luput dari            dan tantangan dalam perjuangan Islam. Bukan menghindar,
     Apa yang dilakukan Kiai Dahlan de-    ada upaya pencitraan atau domestifikasi          Walaupun sekarang kelompok ini          masalah dan tantangan. Dalam babak sejarah yang paling kritis      menjauh, dan tunggang langgang dari masalah dan tantangan
ngan Muhammadiyahya saat itu dapat         peran perempuan terutama di lingkungan      masih minoritas, namun kalau tidak dian-     bahkan Nabi pernah mengalami apa yang disebut ‘am al-hazm          karena dirasa berat.
dikatakan sebagai ijtihad yang luar        Persyarikatan Muhammadiyah.                 tisipasi, kelompok ini cukup menggang-       atau tahun kesedihan. Ketika Nabi dan kaum Muslim tengah                Apa masalah dan tantangan yang dihadapi Muhamma-
biasa. Kiai Dahlan mendorong kaum              Gerakan ini menurut Agung Danarto       gu dan meresahkan kaum perempuan             gencar menyebarkan Islam di tengah gelombang intimidasi            diyah memasuki abad kedua perjalanannya? Muhammadiyah
perempuan Islam untuk belajar naik         sering kembali mempopulerkan bebera-        Muhammadiyah yang berkarier di luar          dan bahkan ancaman pembunuhan dari kaum kafir Quraisy,             tentu menghadapi masalah dan tantangan yang berat atau
sepeda dan belajar ke luar kampung-        pa hadits yang mencitrakan peran            rumah. Permasalahannya apakah saat           kala itu dua orang terkasih yang melindunginya yakni pertama-      kompleks seiring dengan kebesaran dirinya sekaligus dunia
nya. Sebuah anjuran yang (saat itu) ha-    perempuan di wilayah domestik. Ter-         ini Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah          tama Siti Hadijah sang istri tercinta dan pamannya Abu Thalib      yang saat ini berkembang di hadapan gerakan Islam ini.
rus dikatakan sebagai bentuk anjuran       masuk Hadits yang melarang perempuan        seutuhnya mendukung aktivitas kaum           dipanggil Tuhan. Namun Nabi tegar betapa pun beratnya              Pepatah menyatakan, pohon tinggi akan diterpa angin yang
yang melawan keumuman umat.                untuk shalat di masjid. Sebagai misal,      perempuan di luar rumah?                     masalah dan tantangan yang dihadapi, sehingga suatu waktu          besar. Demikian pula dengan perkembangan kehidupan dunia
Apapun anggapan umat saat itu, Dahlan      kelompok ini senang mengutip Hadits              Apakah Muhammadiyah dan Aisyi-          beliau pernah menyatakan kepada orang-orang Quraisy: “Jika         saat ini sungguh semakin kompleks. Kompleksitas masalah
dan Muhammadiyahnya tidak pernah           “Sebaik-baik shalat yang dilakukan bagi     yah sudah mewajibkan semua amal              sekiranya matahari diletakkan di atas tangan kananku dan           dan tantangan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini, lebih-
bisa dibendung.                            para perempuan adalah yang dilakukan        usahanya (yang mempekerjakan kaum            bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini            lebih dalam memasuki abad kedua, jauh melampaui masa awal
    Naisbitt boleh memperkenalkan          di sudut ruangan rumah mereka,”             perempuan) untuk melengkapi ruang            (menyebarkan agama Islam) maka aku tidak akan                      ketika gerakan Islam ini lahir di Kampung Kauman, Yogyakarta
tesis abad 21 sebagai abad wanita,             Sejarah Muhammadiyah (Kiai Dah-         peristirahatan bayi dan ruang menyusui,      melakukannya atau aku dibuatnya hancur binasa.”                    satu abad yang silam. Kompleksitas masalah dan tantangan
namun sebelum gagasan Naisbitt itu         lan) sebagai penganjur kebangkitan          sehingga ibu-ibu yang menyusui dapat              Nabi selain kebal dari ancaman dan tindakan kekerasan,        itu, baik secara khusus yang dihadapi atau menimpa umat
lahir, Kiai Dahlan sudah melakukan aksi    kaum perempuan Islam ini tampaknya          memberikan asinya secara utuh dua            pada saat yang sama juga tidak mempan dengan iming-iming           Islam di mana jama’ah Muhammadiyah berada secara integral
paling radikal sekaligus mendasar yaitu    ingin dihapus dari sejarah Muhamma-         tahun tanpa harus meninggalkan peker-        gemerlap keduniaan berupa harta, tahta, kehormatan, dan            di dalamnya, maupun yang dihadapi bangsa dan umat manusia
menggerakkan kaum perempuan untuk          diyah oleh sebagian mubaligh Muham-         jaannya?                                     fasilitas hidup lainnya yang ditawarkan kaum Quraisy agar beliau   dalam konteks nasional dan global saat ini dan ke depan.
masuk ke ruang publik dan melakukan        madiyah yang alergi pada gerakan                 Hal-hal dasar seperti ruang menyu-      menghentikan risalah dakwah Islam. Nabi selaku manusia biasa            Dalam konsep “Muhammadyah dan Isu-isu Strategis” yang
kegiatan-kegiatan non-domestik. Waktu      perempuan.                                  sui ini tampaknya harus segera diwu-         bukan tidak memerlukan hal-hal yang duniawi itu, tetapi jika       diajukan Pimpinan Pusat Muhammadiyah hasil godogan tim
itu (di awal abad ke-20) seseorang             Hal ini dapat dibaca di tulisan salah   judkan di seluruh amal usaha Muham-          harus mempertukarkannya dengan perjuangan menegakkan               Panitia Pengarah, terdapat sejumlah masalah-masalah strate-
yang sekadar berfikir tentang peran        seorang wakil Ketua sebuah Majelis di       madiyah dan Aisyiyah karena hal-hal da-      ajaran Islam, tentu wajib ditolaknya. Nabi diutus bukan untuk      gis yang dihadapi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal
publik perempuan saja sudah bisa           sebuah majalah Islam yang mengulas          sar inilah yang sering dijadikan “senjata”   mencari kesenangan duniawi, tetapi guna membawa umat               yang perlu menjadi perhatian dan penghadapan Muham-
dihukum pancung. Namun, Kiai Dahlan        Munas Tarjih Muhammadiyah ke-27             kelompok anti perempuan bekerja untuk        manusia selamat hidup di dunia dan akhirat. Dalam konteks          madiyah. Dalam aspek keumatan di lingkungan kaum Musli-
justru menggerakkan perempuan              tahun 2010, terutama ketika membahas        merumahkan seluruh kaum perempuan,           iming-iming duniawi yang menggiurkan itulah kemudian turun         min masalah-masalah strategis ialah kemiskinan kepemim-
keluar rumah, bergaul dengan beragam       Fiqih Perempuan. Seluruh gagasan            sebagaimana kaum Taliban yang mela-          Fushilat atau Hamim Sajdah yang dibacakan Nabi di hadapan          pinan (pemimpin miskin kealiman, visi, dan keteladanan),
orang yang bukan muhrim, untuk             yang sempat muncul yang beraroma            rang perempuan menuntut ilmu. isma           Walid bin Mughirah yang diutus kaum Quraisy untuk membujuk         komoditisasi agama (agama dijadikan barang jualan bisnis dan

14    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   15
                                                                                    BINGKAI
                                                                                    BINGKAI                                                                                  TANYA JAWAB AGAMA

politik), konservatifisme dan formalisasi agama (paham yang                Bagi Muhammadiyah untuk melangkah hari ini dan meretas
kolot dan serba verbal kehilangan substansi), kemajemukan              masa depan memerlukan ikhtiar atau langkah strategis. Ikhtiar    HUKUM PENYIMPANGAN SEGALA HAL
agama (keragaman keyakinan dan kepemelukan agama), dan                 dimulai dari ihtisab (mengevaluasi atau introspeksi diri) dan
soal keadilan gender (relasi sosial yang tidak adil dan ber-           ta’aqul atau tafakur (berpikir secara mendalam) untuk kemu-
martabat antara laki-laki dan perempuan). Masalah-masalah              dian menentukan langkah perbaikan, penataan, peningkatan,        Pertanyaan:                                   lingkuhan itu. Dari segi bahasa, ‘seling-
keumatan lainnya masih dapat didaftar, termasuk masalah                pembaruan, dan pengembangan. Muhammadiyah pun selaku                 Assalamu ‘alaikum wr. wb.                 kuh’ itu ternyata berasal dari bahasa Ja-
yang dihadapi umat di akar-rumput yang krusial seperti                 gerakan Islam dalam memasuki abad kedua perjalanannya                Saya salah satu murid SMA Muham-          wa. Arti selingkuh menurut Kamus
kemiskinan, fragmentasi sosial, dan lain-lain yang memerlukan          dituntut untuk mengerahkan segala kemampuan (badlul jihdi)       madiyah di Lampung, ingin bertanya dan        Umum Bahasa Indonesia ada empat: (1)              Artinya: “Hai orang-orang yang ber-
penghadapan secara tersistem.                                          agar masa lalu menjadi pelajaran dan modal gerakan, hari ini     mohon penjelasannya, bagaimana hu-            curang, (2) tidak jujur, (3) tidak berterus   iman, janganlah kamu mengkhianati
     Masalah kebangsaan yang bersifat strategis ialah revitali-        menjadi lebih baik, dan ke depan lebih baik lagi. Karena itu     kum dari perselingkuhan?                      terang, dan (4) korup. Dan menurut Ka-        Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga)
sasi karakter bangsa, pemberantasan korupsi, reformasi lem-            Muhammadiyah memerlukan identifikasi atas masalah dan tan-           Wassalamu ‘alaikum wr. wb.                mus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh         janganlah kamu mengkhianati amanat-
baga penegakan hukum, perlindungan dan kesejahteraan                   tangan yang dihadapinya dalam usia satu abad dan memasuki                                    JP, Lampung       berarti: (1) suka menyembunyikan se-          amanat yang dipercayakan kepadamu,
pekerja, sistem kepemimpinan nasional, reformasi birokrasi,            abad berikutnya.                                                 (Disidangkan pada hari Jum’at, 24 Ra-         suatu untuk kepentingan sendiri; tidak        sedang kamu mengetahui.” (Q.s. Al-
serta reforma agraria dan kebijakan pertanahan. Dalam kehi-                Kiai Ahmad Dahlan selaku pendiri dan pelopor gerakan         biul Akhir 1431 H / 9 April 2010)             berterus terang; tidak jujur; curang; se-     Anfal [8]: 27)
dupan politik agenda strategis adalah masalah kerancuan sis-           Muhammadiyah suka dengan pekerjaan menghisab dan                                                               rong; (2) suka menggelapkan uang; ko-             Dan firman Allah tentang isteri Nabi
tem ketatanegaraan/pemerintahan antara presidensial dan                berpikir secara mendalam. Tokoh utama Muhammadiyah               Jawaban:                                      rup; (3) suka menyeleweng.                    Nuh as dan isteri Nabi Luth as yang
parlementer, kelembagaan negara yang tidak efektif, sistem             sebagaimana dituturkan dan ditulis oleh Kiai Hajid (t.t.: 15)         Wa ‘alaikumus-salam Wr. Wb.                   Di dalam masyarakat kita dewasa ini,     mengkhianati suami mereka masing-ma-
multi partai yang bermasalah, dan pragmatisme politik elit mau-        menyatakan sebagai berikut: “Manusia perlu digolongkan men-           Saudara yang terhormat, terima ka-       perselingkuhan diartikan dengan kecu-         sing supaya hal itu tidak dicontoh:
pun partai politik. Dalam kehidupan ekonomi terdapat dualis-           jadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama memper-            sih atas pertanyaan yang disampaikan.         rangan dalam hubungan cinta antara se-
me sistem ekonomi, masalah kebijakan perbankan dan fiskal              gunakan akal fikirannya, untuk memikir, bagaimana sebenar-       Berikut ini jawaban atas pertanyaan ter-      seorang dengan pasangannya, Dan bia-
yang tidak pro rakyat, dan kesenjangan ekonomi. Dalam                  nya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah per-       sebut:                                        sanya perselingkuhan itu diikuti dengan
kehidupan sosial budaya terdapat masalah lemahnya kohesi               lunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan apa yang             Fenomena perselingkuhan di te-           perbuatan-perbuatan mendekati zina
dan solidaritas sosial, konflik sosial, krisis moral dan spirituali-   dituju? Manusia harus mempergunakan fikirannya untuk me-         ngah-tengah masyarakat akhir-akhir ini        bahkan perzinaan itu sendiri, dengan se-
tas, dan tumbuhnya mentalitas negatif dalam masyarakat.                ngoreksi soal i’tikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan       sungguh memprihatinkan. Meskipun per-         lingkuhannya.
     Masalah strategis pada ranah global adalah krisis                 tingkah-lakunya, mencari kebenaran sejati. Karena kalau hidup    selingkuhan merupakan masalah yang                 Menurut Wikipedia, perselingkuhan
kemanusiaan modern, krisis pangan dan energi, krisis ekonomi           di dunia hanya sekali ini sampai sesat, akibatnya akan celaka,   sangat privat namun media massa ter-          adalah hubungan antara individu baik la-
global, krisis lingkungan dan iklim global, Islamofobia, migrasi       dan sengsara selama-lamanya.”. Apa yang dinyatakan oleh          utama elektronik setiap hari membong-         ki-laki maupun perempuan yang sudah               Artinya: “Allah membuat isteri Nuh
global, serta dialog antaragama dan peradaban. Masalah-                pendiri Muhammadiyah tersebut merupakan dimensi ruhaniah         karnya terus-menerus. Perselingkuhan          menikah ataupun yang belum menikah            dan isteri Luth sebagai perumpamaan
masalah strategis di ranah global tersebut beriringan dengan           dalam perjuangan menegakkan Islam sebagaimana yang               tidak hanya terjadi di kota-kota besar, ta-   dengan orang lain yang bukan pasang-          bagi orang-orang kafir. Keduanya ber-
perkembangan globalisasi dan modernisasi tahap lanjut abad             diperankan Muhammadiyah.                                         pi juga di desa-desa dan kampung-kam-         annya. Walaupun demikian, pengertian          ada di bawah pengawasan dua orang
ke-21 yang sangat kompleks dan dinamis. Perkembangan                       Karena itu Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan           pung. Perselingkuhan bukan hanya dila-        ‘berselingkuh’ dapat berbeda tergantung       hamba yang saleh di antara hamba-
kehidupan di abad kedua dari perjalanan Muhammadiyah                   abad kedua selain memerlukan peta masa depan dengan segala       kukan oleh orang-orang yang berada, ta-       negara, agama, dan budaya. Pada za-           hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhia-
sungguh tidak sederhana karena di balik berbagai masalah besar         aspek dan rangkaiannya, tidak kalah pentingnya aspek ruhaniah    pi juga dilakukan oleh orang-orang yang       man sekarang, istilah perselingkuhan di-      nat kepada suaminya (masing-masing),
tersebut terdapat dinamika pemikiran dan lalu lintas seribu satu       yang menjadi fondasi gerakan. Gabungkan kekuatan intelektual,    tidak mampu dari segi finansial.              gunakan juga untuk menyatakan hu-             maka suaminya itu tiada dapat mem-
kepentingan dalam konstelasi antarbangsa, antarnegara, dan             pranata sosial, dan model amaliahnya dengan kekuatan                  Yang lebih memprihatinkan lagi, per-     bungan yang tidak setia dalam pacaran.        bantu mereka sedikit pun dari (siksa)
antarperadaban yang saling silang secara kompleks.                     ruhaniah seperti keikhlasan, komitmen, ketaatan, kesahajaan,     selingkuhan juga dilakukan oleh orang-        (http://id.wikipedia.org/wiki/Perseling-      Allah; dan dikatakan (kepada keduanya):
     Menghadapi masalah kemanusiaan global, keumatan, dan              integritas, solidaritas, dan pengkhidmatan yang utama dari       orang yang ada hubungan kekerabatan,          kuhan).                                       ‘Masuklah ke dalam Jahannam bersama
kebangsaan yang dinamik dan kompleks, bahkan diperkirakan              seluruh anggotanya lebih-lebih kader dan pimpinannya. Siapa      seperti perselingkuhan antara ayah/ibu             Dari pengertian perselingkuhan di        orang-orang yang masuk (jahannam)’.”
jauh lebih dinamik dan lebih kompleks, maka mau tidak mau              tahu selama ini Muhammadiyah terlampau mengandalkan diri         dengan anak tirinya, antara kakak dengan      atas dapat ditarik kesimpulan bahwa per-      (Q.s. At-Tahrim [66]: 10)
Muhammadiyah dituntut untuk mengantisipasi dan mengha-                 pada hal-hal yang berdimensi praktis-pragmatis yang serba        adiknya, antara adik ipar dengan kakak        selingkuhan itu merupakan kecurangan,             Rasulullah saw juga telah memper-
dapinya dengan strategi gerakan yang kokoh. Muhammadiyah               rasional, sehingga banyak hal yang sesungguhnya dapat            ipar. Selain itu, perselingkuhan juga dila-   penyelewengan dan pengkhianatan se-           ingatkan mengenai tanda-tanda orang
dalam menghadapi perkembangan dunia di abad kedua                      diwujudkan namun ternyata tidak menjadi kenyataan karena         kukan oleh seorang ayah/ibu dengan pa-        seorang terhadap pasangannya. Dan             munafik supaya kita menjauhinya.
perjalanan gerakannya sungguh memerlukan dayahadap ganda.              lemahnya kekuatan ruhaniah. Hal yang ruhaniah pun sebatas        car/teman akrab anaknya dan seorang           biasanya perselingkuhan itu dibarengi         Sabda beliau:
Di satu pihak berpijak pada landasan ke-Islaman, prinsip-prinsip       verbal dan tekstual, sehingga berkutat pada soal-soal sepele     laki-laki dengan tetangga wanitanya yang      dengan perzinaan atau paling tidak men-
gerakan, dan idealisme gerakan Muhammadiyah yang selama                dan tidak bersifat mencerahkan. Sungguh diperlukan kekuatan      telah berumah tangga. Perselingkuhan ju-      dekati perzinaan.
ini menjadi fondasi, bingkai, dan orientasi gerakannya. Di pihak       ruhaniah yang bersifat tanwir (pencerahan) yang membawa          ga dilakukan oleh orang-orang yang su-             Pada dasarnya, semua pengkhianat-
lain mampu menjawab tantangan dan masalah secara cerdas                pengaruh pada proses pembebasan, pemberdayaan, dan               dah bertahun-tahun membina mahligai           an, penyelewengan dan kecurangan
dan aktual sehingga kehadirannya benar-benar membumi                   pemajuan dengan fondasi idealisme ke-Islaman yang kokoh.         perkawinan maupun mereka yang baru            dilarang dalam agama kita. Di antara
sebagai gerakan Islam yang mengemban misi dakwah dan tajdid            Kekuatan ruhaniah yang berkarakter pencerahan sebagaimana        melangsungkan perkawinan.                     ayat dan hadis yang melarang hal-hal di
yang unggul. Di sinilah pentingnya transformasi gerakan menuju         dipelopori Kiai Haji Ahmad Dahlan dan generasi awal sungguh           Untuk mengetahui hukum perseling-        atas adalah firman Allah:                         Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hu-
masa depan sebagaimana menjadi komitmen Pernyataan                     menjadi sangat penting sebagai elemen fundamental dalam          kuhan, perlu kiranya diketahui terlebih                                                     rairah, dari Nabi saw beliau bersabda:
Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua.                                       gerakan Muhammadiyah pada abad kedua.                            dahulu hakikat atau pengertian perse-                                                       ‘Tanda orang munafik itu ada tiga: Jika

16     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                      SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    17
                                     TANYA JAWAB AGAMA                                                                                                                            TAFSIR AL-QURAN
berbicara ia berbohong, jika berjanji ia      meninggalkan rumah tanpa izin suami-           laupun manusia itu menurut tabiatnya ki-
mengingkari dan jika dipercaya ia ber-        nya, sedangkan nusyuz dari pihak suami         kir. Dan jika kamu bergaul dengan isteri-
khianat’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)        misalnya dari pihak suami ialah bersikap       mu secara baik dan memelihara dirimu
     Demikian pula, semua hal yang men-
jurus dan mengarah kepada perzinaan
                                              keras terhadap isterinya; tidak mau
                                              menggaulinya dan tidak mau memberi-
                                                                                             (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka
                                                                                             sesungguhnya Allah adalah Maha Me-
                                                                                                                                               ERDAKWAH        HATI
                                                                                                                                              BERDAKWAH DENGAN HATI
juga dilarang di dalam syariat Islam. Da-     kan haknya. Allah swt telah berfirman da-      ngetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.s.
lilnya antara lain firman Allah:              lam Q.s. An-Nisaa’ [4]: 34 dan 128:            An-Nisaa’ [4]: 128)
                                                                                                                                                                         PROF. DR. H MUHAMMAD CHIRZIN, M.AG.
                                                                                                Berdasarkan uraian di atas, dapat                            GURU BESAR UIN SUNAN KALIJAGA DAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
                                                                                             diambil kesimpulan sebagai berikut:
                                                                                             1. Dari segi bahasa, perkataan ‘seling-                                               dakwah berkata kepada dirinya sendiri,     dikatakan dengan terbuka dan apa
    Artinya: “Dan janganlah kamu men-                                                                                                                                              “Apa gunanya mengajar orang-orang          yang kamu rahasiakan dalam hatimu.
                                                                                                kuh’ itu berasal dari bahasa Jawa.
dekati zina; Sesungguhnya zina itu ada-                                                                                                                                            itu? Mereka sudah membuat keputusan        Aku tidak tahu, barangkali itu cobaan
                                                                                                Selingkuh mempunyai beberapa pe-
lah suatu perbuatan yang keji dan suatu                                                                                                                                            sendiri, atau mereka keras kepala.”        bagi kamu dan suatu kesenangan un-
                                                                                                ngertian negatif yaitu: (1) suka me-
jalan yang buruk.” (Qs. Al-Israa’ [17]: 32)                                                                                                                                        Hendaknya ia tidak menyerah kepada         tuk sementara.” Katakanlah, “Tuhan-
                                                                                                nyembunyikan sesuatu untuk kepen-
    Dan sabda Rasulullah saw:                                                                                                                                                      pikiran serupa itu. Siapa tahu, barang-    ku, berilah keputusan yang benar!”
                                                                                                tingan sendiri; tidak berterus terang;
                                                                                                tidak jujur; curang; serong; (2) suka                                              kali bibit firman Allah itu bersemai da-   “Tuhan kami Maha Penyayang, tem-
                                                                                                menggelapkan uang; korup; (3) suka           Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu       lam hati mereka. Bukan manusia yang        pat memohonkan segala pertolongan
                                                                                                menyeleweng.                             dengan bijaksana dan pesan yang ba-       akan melihat hasilnya; karena yang le-     atas segala apa yang kamu lukiskan!”
                                                   Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pe-                                               ik; dan pelajaran yang baik dan ban-      bih mengetahui isi hati manusia hanya      (Al-Anbiya` [21]: 107-112)
                                              mimpin bagi kaum wanita, oleh karena           2. Pada dasarnya, segala bentuk kecu-       tahlah mereka dengan cara yang ter-       Allah.                                          Al-Quran tidak mengenal soal ras
                                              Allah telah melebihkan sebahagian me-             rangan, korupsi, penyelewengan dan       baik. Tuhanmu lebih mengetahui siapa           Islam adalah agama dakwah.            atau bangsa, tidak ada “bangsa terpi-
                                              reka (laki-laki) atas sebahagian yang lain        pengkhianatan itu hukumnya haram.        yang sesat dari jalan-Nya dan siapa       Mengajak manusia ke jalan Allah. Ke-       lih” atau “anak cucu Ibrahim” atau
                                              (wanita), dan karena mereka (laki-laki)        3. Selingkuh berarti ketidakjujuran sua-    yang mendapat petunjuk. (An-Nahl          hadiran Islam bukan untuk dirinya sen-     “anak cucu Daud”; orang Hindu Arya-
                                              telah menafkahkan sebagian dari harta             mi atau istri dalam hubungan bersua-     [16]: 125)                                diri, tetapi untuk seluruh umat manu-      varta; orang Yahudi atau Gentile, orang
                                              mereka. Sebab itu maka wanita yang                mi istri/ ikatan perkawinan, yang di         Ayat yang sangat cemerlang ini te-    sia.                                       Arab atau orang Persia, orang Turki
     Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Ab-     saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi          masyarakat biasanya ditengarai de-       lah meletakkan dasar-dasar pengajaran                                                atau Tajikistan, orang Eropa atau Asia,
bas dari Nabi saw., beliau bersabda: ‘Ja-     memelihara diri ketika suaminya tidak             ngan adanya PIL (pria idaman lain)       agama, yang sungguh indah sepanjang                                                  orang kulit putih atau kulit berwarna;
nganlah seorang laki-laki berdua-duaan        ada, oleh karena Allah telah memelihara           atau WIL (wanita idaman lain)            zaman. Kita harus mengajak semua                                                     Arya, Semit, Mongol atau Afrika;
dengan seorang perempuan kecuali de-          (mereka). Wanita-wanita yang kamu                                                          orang ke jalan Allah serta ajarannya                                                 Amerika, Australia, atau Polinesia. Se-
ngan mahramnya’, maka ada seorang             khawatirkan nusyuznya, maka naseha-            4. Islam sebagai agama yang kompre-
                                                                                                                                         yang universal. Kita harus melakukan-                                                mua manusia dan makhluk-makhluk
laki-laki berdiri lalu berkata: ‘Wahai Ra-    tilah mereka dan pisahkanlah mereka di            hensif telah mengatur hubungan an-
                                                                                                                                         nya dengan bijaksana, menghadapi                                                     lain selain manusia yang mempunyai
sulullah, istriku mau pergi haji sementara    tempat tidur mereka, dan pukullah me-             tara laki-laki dan perempuan. Dan hu-
                                                                                                                                         mereka, sesuaikan dengan caranya dan                                                 tanggung jawab rohani, dasar-dasarnya
aku tercatat harus pergi perang ini dan       reka. Kemudian jika mereka mentaatimu,            bungan antara seorang laki-laki mau-
                                                                                                                                         yakinkan mereka dengan contoh-con-                                                   berlaku secara universal.
itu’. Maka beliau bersabda: ‘Pulanglah        maka janganlah kamu mencari-cari jalan            pun perempuan yang sudah menikah
                                                                                                                                         toh dari pengetahuan dan pengalaman                                                       ‘Bukan hanya Tuhanku saja, tetapi
lalu pergilah naik haji bersama istrimu’.”    untuk menyusahkannya. Sesungguhnya                ataupun yang belum menikah dengan
                                                                                                                                         mereka sendiri. Ajakan kita jangan                                                   Tuhanmu juga; Tuhan Yang Tunggal,
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)                   Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”               orang lain yang bukan pasangannya
                                                                                                                                         terlalu dogmatik, jangan mementingkan                                                Tuhan semesta alam, Yang mencipta-
                                              (Q.s. An-Nisaa’ [4]: 34)                          ada yang dibolehkan oleh syariat Is-
                                                                                                                                         diri, jangan mendesak, tetapi dengan                                                 kan, mengasihi dan memelihara se-
                                                                                                lam dan ada yang dilarang.
                                                                                                                                         lemah-lembut, penuh pengertian, dan                                                  muanya. Jika kamu tidak mau mengerti
                                                                                             5. Hubungan seorang laki-laki dengan        yang demikian akan menarik perhatian                                                 juga makna ajaran itu, setidak-tidak-
                                                                                                seorang perempuan yang dibenar-          mereka. Sikap kita dan alasan-alasan                                                 nya aku sudah menjalankan tugasku.
                                                                                                kan oleh syariat Islam adalah hu-        kita jangan sampai menyakiti, melain-        Kami utus engkau semata-mata se-        Aku menyampaikan berita gembira ke-
                                                                                                bungan yang jauh dari unsur-unsur        kan dengan teladan yang sopan dan         bagai rahmat bagi alam semesta. Ka-        pada orang yang berbuat amal kebaik-
    Artinya: “Rasulullah saw bersabda:                                                          perselingkuhan, perbuatan-perbua-        ramah. Dengan demikian pendengar          takanlah, “Apa yang diwahyukan             an, dan peringatan kepada mereka
‘Ingatlah, janganlah seorang laki-laki                                                          tan mendekati zina dan perzinaan.        mungkin akan berkata dalam hatinya,       kepadaku ialah bahwa Tuhan kamu            yang melakukan kezaliman, tanpa pilih
berdua-duaan dengan seorang perem-                                                              Adapun sebaliknya, yaitu hubungan        “Orang ini tidak hanya berpegang pa-      Tuhan Yang Tunggal. Bersiapkah ka-         bulu, dan tanpa mengurangi kebenaran
puan melainkan setan adalah pihak ke-                                                           seorang laki-laki dengan seorang pe-     da dialektika; ia tidak berusaha men-     mu tunduk kepada kehendak-Nya              itu sedikit pun, secara terbuka dan seju-
tiga mereka’.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu         Artinya: “Dan jika seorang wanita              rempuan yang dilarang dalam syariat      cari-cari kelemahan dan kesalahanku;      dalam Islam?” Tetapi bila mereka ber-      jurnya, untuk semua orang. Keputusan-
Hibban)                                       khawatir akan nusyuz atau sikap tidak             Islam adalah hubungan yang               ia benar-benar memperlihatkan ke-         paling, katakanlah, “Aku hanya me-         nya di tangan Allah semata; baik aku
    Perbuatan selingkuh dapat pula dise-      acuh dari suaminya, maka tidak menga-             mengandung unsur perselingkuhan,         imanan yang ada padanya, dan niatnya      nyampaikan kepada kamu ajaran yang         ataupun kamu tak ada yang tahu.’
jajarkan dengan perbuatan nusyuz, yaitu       pa bagi keduanya mengadakan perda-                perbuatan-perbuatan mendekati zi-        ialah mau mencintai manusia dan men-      sama; aku tidak tahu, sudah dekatkah            Ajaran Allah bebas dan tidak me-
perbuatan meninggalkan kewajiban sua-         maian yang sebenar-benarnya, dan per-             na dan perzinaan.                        cintai Allah.”                            apa yang dijanjikan kepadamu atau          mihak, mengajarkan semua orang ba-
mi istri. Nusyuz dari pihak istri seperti     damaian itu lebih baik (bagi mereka) wa-           Wallahu a‘lam bish-shawab. *mi).            Bolehjadi adakalanya seorang juru     masih jauh. Dia mengetahui apa yang        gaimana melaksanakan syariat Allah

18     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   19
                                       TAFSIR AL-QUR’AN                                                                                                               TAFSIR AL-QUR’AN
serta hidup dengan cara yang baik. Ka-     jauhi kebatilan serta mampu melihat       berpengalaman menghadapi suatu ba-         benar dan melarang perbuatan mun-                                                  betina dari Allah sebagai tanda untuk
lau ada di antara mereka bersifat muna-    bahwa kebatilan dan kezaliman akan        haya yang tidak diketahuinya; wajar        kar. Mereka itulah orang yang ber-                                                 kamu. Biarkanlah ia makan di bumi
fik dan menjadi anggota persaudaraan       kalah. Oleh karena itu, kehadiran Islam   buat orang yang dalam kehidupan ro-        untung. Dan janganlah seperti mereka                                               Allah, dan janganlah ia diganggu atau
umat dengan niat yang rendah dan bu-       bukan untuk dirinya sendiri, tetapi un-   haninya belum matang. Ketiga, takut        yang bercerai-berai dan berselisih pa-                                             kamu akan mendapat azab yang berat.
kan dengan niat murni demi cinta ke-       tuk seluruh umat manusia. Kalau Ahli      seseorang yang wajar karena ingin          ham sesudah menerima keterangan               Kami telah mengutus Nuh kepada       (Al-A’raf [7]: 73).
pada Allah, maka niat dan tingkah          Kitab sudah beriman, mereka akan          menjauhi yang akan merugikan dirinya       yang jelas. Mereka itulah yang menda-     kaumnya dengan perintah, “Berikan-           Bila utusan-utusan Kami menda-
lakunya itu akan dinilai oleh Allah,       menjadi Muslim, sebab mereka sudah        atau orang yang ingin dilindunginya;       pat azab yang berat. (Ali Imran [3]:      lah peringatan kepada kaummu sebe-       tangi Lut, ia merasa sedih dan tak ber-
bukan oleh manusia.                        memiliki persiapan ke arah Islam. Sa-     secara manusia perlu berhati-hati ter-     104-105).                                 lum datang kepada mereka azab yang       daya melindungi mereka. Ia berkata,
    Demikian juga, jika manusia yang       yang sekali tidak demikian, tetapi itu    hadap segala kejahatan yang selama itu         Kesabaran dalam berdakwah telah       berat.” Ia berkata, “Hai kaumku! Aku     “Sungguh ini adalah hari yang amat
masuk ke dalam persaudaraan ini de-        tidak akan merugikan orang yang           tak terkalahkan. Keempat, rasa hormat      dicontohkan oleh Nabi-nabi Allah ter-     hanya seorang pemberi peringatan         sulit!”Dan kaumnya datang berlari-
ngan niat yang bersih namun masih          membawa panji keimanan dan kebe-          yang sama dengan rasa cinta, sebab ra-     dahulu. Nabi Nuh berdakwah di tengah-     yang jelas dan terbuka. Supaya kamu      lari kepadanya, dan sebelum itu me-
merasa dirugikan karena dari segi kehi-    naran, yang akan selalu mendapat ke-      sa cinta itu takut berbuat sesuatu yang    tengah kaumnya tidak kurang dari 950      menyembah Allah; bertakwalah kepa-       reka sudah biasa melakukan per-
dupan dunia mereka yang berada di          menangan.                                 tidak akan menyenangkan sasaran            tahun lamanya. Sungguhpun begitu          da-Nya dan patuhilah aku. Dia akan       buatan-perbuatan keji. Ia berkata,
luar masih lebih baik, maka mereka sa-                                               yang dicintainya. Takut inilah yang        yang beriman dari kaumnya cuma sedi-      mengampuni segala dosamu dan             “Hai kaumku! Mereka puteri-
lah mengerti. Bolehjadi kesenangan                                                   mendatangkan ketakwaan. Orang yang         kit. Pengalaman yang sama dihadapi        memberi penangguhan sampai waktu         puteriku: mereka lebih Suci buat
yang fana di dunia ini hanya sebagai                                                 sudah matang imannya akan lebih me-        Nabi Shalih, Luth dan Syu’aib.            tertentu; sebab jika batas waktu yang    kamu, jika kamu kawin. Takutlah kamu
cobaan belaka, dan mereka harus ber-                                                 nyuburkan yang keempat. Pada tahap-                                                  diberikan telah datang tidak dapat       kepada Allah dan janganlah kamu
syukur dapat terhindar dari godaan itu.                                              tahap permulaan, takut yang ketiga dan                                               ditangguhkan, jika kamu tahu.” Dia       cemarkan namaku terhadap tamuku!
    Orang-orang beriman adalah umat                                                  kedua mungkin diperlukan. Mereka                                                     berkata, “Tuhanku! Aku sudah meng-       Tak adakah di antaramu orang yang
terbaik yang dilahirkan untuk segenap                                                takut, tetapi bukan dalam arti takut ke-                                             ajak kaumku siang dan malam, tetapi      bijaksana?” (Hud [11]: 77-78)
manusia. Mereka niscaya menyuruh                                                     pada Allah. Sedangkan takut yang per-                                                ajakanku hanya membuat mereka tam-           Dan kepada kaum Madyan Kami
orang berbuat benar dan melarang per-                                                tama adalah suatu perasaan yang setiap         Kami telah mengutus Nuh kepada        bah jauh dari kebenaran. Dan setiap      utus saudara mereka, Syu’aib. Ia ber-
buatan munkar serta beriman kepada                                                   orang harus merasa malu.                   kaumnya, dan ia tinggal bersama me-       waktu aku mengajak mereka supaya         kata, “Hai kaumku! Sembahlah Allah!
Allah.                                                                                   Seluruh wujud kita harus menyatu       reka seribu tahun kurang lima puluh       Engkau memberi ampunan, mereka           Tak ada tuhan selain Dia. Dan jangan-
                                                                                     dengan Islam, bukan hanya sekadar          tahun; kemudian banjir besar melan-       mencocokkan jari-jari di telinga, dan    lah kurangi takaran dan timbangan.
                                                                                     dilapisi atau menampakkan diri ke luar     da mereka, sementara mereka tetap         menutup badan dengan pakaian me-         Kulihat kamu dalam kemakmuran, dan
                                               Wahai orang yang beriman! Ber-        saja, seperti difirmankan Allah, Hai       berlaku zalim. (Al-‘Ankabuut [29]: 14).   reka; mereka tetap bersikukuh dan sa-    aku khawatir kamu akan ditimpa azab
                                           takwalah kamu kepada Allah dengan         orang yang beriman! Masuklah kamu                                                    ngat menyombongkan diri. Kemudian        suatu hari yang mengepungmu. Hai
                                           takwa yang sesungguhnya dan ja-           ke dalam Islam dengan utuh keselu-                                                   aku mengajak mereka dengan suara         kaumku! Tepatilah takaran dan tim-
                                           nganlah kamu mati kecuali dalam           ruhannya; dan janganlah mengikuti                                                    keras; lalu aku mengumumkan kepada       bangan dengan adil! Dan janganlah
                                           Islam. Dan berpegang teguhlah kamu        langkah-langkah setan; dia musuh                                                     mereka terang-terangan dan dengan        orang dirugikan apa yang sudah men-
                                           sekalian pada tali Allah yang diulur-     kamu yang sudah nyata. (Al-Baqarah                                                   secara pribadi diam-diam. Maka ka-       jadi haknyas; dan janganlah berbuat
    Kamu adalah umat terbaik dilahir-      kan kepadamu dan janganlah terpe-         [2]: 208)                                                                            taku, ‘Minta ampunlah kamu kepada        kejahatan di muka bumi dengan mem-
kan untuk segenap manusia, menyuruh        cah-belah. Ingatlah kamu akan nikmat          Mereka harus selalu ingat penga-                                                 Tuhan; Dia Maha Pengampun; Dia           buat kerusakan. (Hud [11]: 84-85)
orang berbuat benar dan melarang           Allah yang diberikan-Nya kepadamu         laman mendapat uluran pertolongan                                                    akan menurunkan hujan yang lebat
perbuatan mungkar serta beriman            tatkala kamu sedang saling bermu-         Allah dan menghindari perpecahan.                                                    dari langit untukmu. “Ia akan menam-         Masyarakat Muslim yang ideal ia-
kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab         suhan lalu Ia memadukan hatimu            Mereka harus senantiasa berpegang                                                    bahkan harta kekayaan dan putra-pu-      lah masyarakat yang diliputi kebaha-
beriman niscaya baiklah bagi mereka;       dengan rasa kasih sehingga dengan         teguh pada tali Allah yang kuat dan tak                                              tra kepadamu; dan memberikan ta-         giaan, tidak terganggu oleh per-
di antara mereka ada yang beriman          karunia-Nya kamu jadi bersaudara.         dapat putus untuk menyelamatkan                                                      man-taman surga dan memberikan su-       selisihan atau rasa curiga, punya ke-
tetapi kebanyakan mereka orang fasik.      Ketika itu kamu berada di tepi jurang     mereka.                                                                              ngai-sungai dengan air yang melim-       pastian, kuat, bersatu dan sejahtera; se-
(Ali Imran [3]: 110)                       api, lalu Ia menyelamatkan kamu dari                                                                                           pah. Mengapa kamu tidak meletakkan       bab semua itu mengajak orang kepada
    Evolusi sejarah agama ialah tidak      sana. Demikianlah, Allah menerang-                                                                                             harapan untuk kebajikan dan kesa-        semua yang baik; mengajak kepada ke-
berkelompok, tidak rasialis, tidak dok-    kan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya                                                                                              baran pada Allah,- padahal Dia telah     baikan dan mencegah segala kejahat-
trinal berkelompok dalam madzhab;          kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran                                                                                             menciptakan kamu dalam berbagai          an.
agama universal, Islam, penyerahan         [3]: 102-103).                                                                                                                 tingkat?” (Nuh [71]: 1-14)                   Dalam suasana demikian mereka
diri hanya kepada kehendak Allah. Ini          Seruan utama dakwah Islam ialah                                                                                                                                     dapat membayangkan terwujudnya
mengandung arti iman, berbuat baik,        mengajak manusia untuk bertakwa ke-                                                                                                Dan kepada kaum Samud Kami           idaman sebuah negeri yang makmur
menjadi contoh kepada yang lain untuk      pada Allah dan mati dalam Islam serta                                                                                          utus Shalih, saudara mereka sendiri;     dan bahagia penuh ampunan Tuhan.
melakukan perbuatan baik serta memi-       berpegang teguh pada tali Allah. Takut                                                                                         ia berkata, “Hai kaumku! Beribadah-      Negeri yang enak dilihat; rakyatnya se-
liki kemampuan melihat bahwa kebe-         ada beberapa macam. Pertama, takut                                                                                             lah kepada Allah. Kenapa kamu me-        nang dan makmur, dan mereka dapat
naran memang menang, menjauhkan            yang hina ialah pengecut; orang yang         Hendaklah di antara kamu sego-                                                    nyembah tuhan lain selain Dia. Seka-     menikmati karunia Allah Yang Maha
diri dari kebatilan, yang akan menjadi     memang sudah tak berguna. Kedua,          longan orang yang mengajak kepada                                                    rang datang kepadamu sebuah penje-       Penyayang. Baldatun thayyibatun wa-
contoh kepada yang lain untuk men-         takut seorang anak atau orang belum       kebaikan, menyuruh orang berbuat                                                     lasan dari Tuhanmu. Ini seekor unta      rabbun ghafur.

20    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                      SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   21
                                                      USHUL FIQH                                                                                                                               USHUL FIQH
                                                                                                                                             kata ‘arafa, yang semakna dengan ma‘-         amat mendalam, autentik, fithriy dan           tercampur dengan bid’ah dan khurafat.

       INTEGRASI PENDEKATAN BAYANI,                                                                                                          rifat. Dalam bahasa Arab, istilah al-‘irfan
                                                                                                                                             berbeda dengan kata al-‘ilm. Al-‘ilm me-
                                                                                                                                                                                           hampir-hampir tak terkatakan oleh logika
                                                                                                                                                                                           dan tak terungkapkan oleh bahasa inilah
                                                                                                                                                                                                                                          Hal demikian dapat menimbulkan
                                                                                                                                                                                                                                          sinkritisme, bercampur aduknya ibadah
                                                                                                                                             nunjukkan pemerolehan objek pengeta-          yang disebut direct experience, ilmu hu-       dan kepercayaan umat dengan hal-hal
            BURHANI, DAN IRFANI                                                                                                              huan (al-ma‘lumat) melalui transformasi
                                                                                                                                             (naql) ataupun rasionalitas (‘aql), se-
                                                                                                                                                                                           duriy dalam tradisi isyraqiyyah. Semua
                                                                                                                                                                                           pengalaman otentik tersebut dapat dira-
                                                                                                                                                                                                                                          yang tidak jelas dasar dan sumbernya
                                                                                                                                                                                                                                          dalam Islam. Untuk menghindari hal
                                                                                                                                             mentara‘irfan arau ma‘rifat berhubungan       sakan secara langsung tanpa harus me-          tersebut maka Islam harus digali dari
                                                  DR. H AFIFI FAUZI ABBAS, M.A.                                                              dengan pengalaman atau pengetahuan            ngatakannya terlebih dahulu lewat peng-        sumbernya yang asli yaitu Al-Qur’an dan
                                                                                                                                             langsung dengan objek pengetahuan.            ungkapan ‘bahasa’ atau ‘logika.’               Sunnah yang sahih.


K
         erangka dasar pemikiran                   mad Abid al-Jabiri, 199: 20), bahkan al-          Jika dibandingkan dengan bayaniy             Istilah tersebut digunakan untuk              Pendekatan irfani adalah pendekat-              Kedua, Islam harus dipelajari secara
         keagamaan Muhammadiyah                    Syâfi‘i meletakkan al-Ushul al-Bayaniy-      dan ‘irfaniy, di mana bayaniy menjadikan     membedakan antara pengetahuan yang            an pemahaman yang bertumpu pada                integral, tidak secara parsial, tekstual,
         adalah al-ruju’ila Al-Qur’an wa Al-       yah sebagai faktor penting dalam aturan      teks (nash), ijmak dan ijtihad sebagai       diperoleh melalui indera (sense; al-hissi)    pengalaman batin dan intuisi (zauq, qalb,      kontekstual dengan membangun pema-
Sunnah al-Maqbulah wa tajdid al-din.               penafsiran wacana. Maka berpikir atau        otoritas dasar dan bertujuan untuk mem-      dan akal atau keduanya dengan penge-          wijdan, bashirah). Pendekatan pengeta-         haman yang integratif dari pendekatan
Kerangka dasar tersebut belum sepe-                bernalar menurutnya adalah berpikir da-      bangun konsepsi tentang alam untuk           tahuan yang diperoleh melalui kasyf (ke-      huan ini menekankan hubungan antara            bayaniy, burhaniy dan ’irfaniy, artinya
nuhnya dikembangkan dalam bentuk                   lam kerangka nash.                           memperkuat akidah agama, yang dalam          tersingkapan), ilham, ‘iyan atau isy-         subjek dan objek berdasarkan penga-            Islam dipelajari secara menyeluruh se-
metodologi dan manhaj yang konkret da-                  Pendekatan Bayani merupakan studi       hal ini Islam. Sedang ‘irfaniy menjadikan    raq.‘Irfan dimengerti sebagai ketersing-      laman langsung dari seorang Muslim,            bagai suatu kesatuan yang bulat. Apabila
lam perkembangan pemikiran keagama-                filosofis terhadap sistem bangunan pe-       al-kasyf sebagai satu-satunya jalan          kapan lewat pengalaman intuitif akibat        tidak melalui medium bahasa atau logika        Islam dipelajari secara parsial, apalagi
an Muhammadiyah. Banyak cara, meto-                ngetahuan yang menempatkan teks              dalam memperoleh pengetahuan. Maka           persatuan antara yang mengetahui de-          rasional, sehingga objek menyatu dalam         bukan yang menjadi pokok ajarannya,
de, pendekatan yang dapat dilakukan                (wahyu) sebagai suatu kebenaran mu-          burhaniy lebih bersandar pada kekuatan       ngan yang diketahui (ittihadu’l ‘Arif wa’l    diri subjek. Pengetahuan irfani sesung-        hal ini biasanya mengundang khilafiyah
untuk memahami, memaknai Al-Qur’an                 tlak. Adapun akal hanya menempati ke-        natural manusia yang berupa indera, pe-      Ma‘ruf) yang telah dianggap sebagai           guhnya adalah pengetahuan pence-               dan dapat menimbulkan perpecahan
dan Al-Sunnah. Di antaranya adalah de-             dudukan sekunder, yang bertugas men-         ngalaman dan akal di dalam mencapai          pengetahuan tertinggi.                        rahan (illuminasi).                            umat. Akibat lain dari pendekatan par-
ngan cara tekstual/longitudinal/tahlily            jelaskan dan membela teks yang ada.          pengetahuan.                                      Bagi kalangan ‘irfaniyyun, penge-                                                       sial dapat menimbulkan sikap skeptis
dan kontekstual/tematik. Coraknya juga             Kekuatan pendekatan ini terletak pada                                                     tahuan tentang Tuhan (hakikat Tuhan)          Integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani          (ragu, bimbang) terhadap Islam. Untuk
                                                                                                     Pendekatan Burhani atau pende-
banyak; ada tafsir filologis, ahkam, his-          bahasa, baik pada tataran gramatikal,                                                     tidak diketahui melalui bukti-bukti empiris        Seyogianya ketiga pendekatan ter-         menghindari bahaya pendekatan seperti
                                                                                                katan rasional argumentatif melalui dalil-
toris, teologis, filosofis, mistis, ilmy, este-    struktur, maupun nilai sastranya.                                                         rasional, tetapi harus melalui penga-         sebut, jangan dibiarkan jalan sendiri-         itu maka Islam harus dipelajari secara
                                                                                                dalil logika, dalam hal ini ia menjadikan
tik, dan lain-lain. Di samping itu semua,               Bagi Muhammadiyah pendekatan                                                         laman langsung (mubasyarah). Untuk            sendiri (paralel), karena nilai manfaat        menyeluruh, utuh, bulat dan integra-
                                                                                                teks maupun konteks sebagai sumber
ada juga beberapa pendekatan yang da-              Bayani tetap sangat diperlukan dalam                                                      dapat berhubungan langsung dengan             yang dapat diraih akan minim sekali. Be-       tif, terutama yang pokok-pokok dan prin-
                                                                                                kajian. Dalam konteks ini metode ta’lili,
pat dilakukan untuk memaknai teks-teks             rangka menjaga komitmen Muhamma-                                                          Tuhan, seseorang harus mampu mele-            gitu juga jangan dibiarkan hubungan            sip-prinsip dasarnya.
                                                                                                pola penafsiran yang bertumpu pada           paskan dirinya dari segala ikatan dengan      antara yang satu dengan yang lainnya                 Ketiga, wawasan studi Islam dapat
Al-Qur’an dan Al-Sunnah, yaitu ada pen-            diyah yang selalu konsisten kepada teks,
dekatan bayani, burhani, dan irfany.               yaitu Al-Qur’an dan Al-Sunnah, meski-        ‘illah yang diyakini berada pada kan-        alam yang menghalanginya.                     bersifat linier, karena hanya memun-           dilakukan melalui wacana intel-ektual
                                                   pun dalam prakteknya tidak harus berle-      dungan ayat atau Hadits yang menjadi              Menurut konsep ‘irfaniy, Tuhan dipa-     culkan yang satu lebih unggul dari yang        Islam yang telah ditulis oleh ulama-ula-
Pendekatan Bayani                                  bihan. Untuk ini diperlukan penguasaan       tambatan ditetapkannya suatu norma,          hami sebagai realitas yang berbeda de-        lainnya. Akan lebih baik jika ketiga dijalin   ma dan cendekiawan Islam, yang salah
    Bayaniy (Arab) berarti penjelasan              Kaidah-kaidah Ushuliyyah dan Kaidah-         artinya lafal tidak cukup hanya difahami     ngan alam. Sedang akal, indera dan se-        berkelindan, saling melengkapi, fung-          satunya lahir dari pendekatan burhaniy.
(explanation) — menyingkap dan menje-              kaidah Fiqhiyyah.                            berdasarkan arti kebahasaannya, tetapi       gala yang ada di dunia ini merupakan          sional sehingga hubungannya bersifat           Karena manusia menangkap kenyataan
laskan sesuatu, yaitu menjelaskan mak-                                                          juga dilihat dalam perspektif sosio-his-     bagian dari alam, sehingga tidak mung-        spiral sirkuler, artinya ketiganya di-         dengan cara tertentu, ia juga membica-
sud suatu pembicaraan dengan meng-                 Pendekatan Burhani                           torisnya. Analisis pada metoda ini dapat     kin mengetahui Tuhan dengan sarana-           gunakan dengan penuh kesadaran bah-            rakannya dengan cara tertentu pula. Da-
gunakan lafaz yang paling baik (komu-                   Burhan (Arab) berarti “argument” (al-   dibedakan kepada penalaran qiyasi,           sarana tersebut. Satu-satunya sarana          wa masing-masing punya kelebihan dan           lam bahasa asing disebut discours, yang
nikatif). Ahli ushul memberikan penger-            hujjah) yang jelas (al-bayyinah; clear)      istihsani maupun ishtishlahy.                yang dapat digunakan untuk mengetahui         masing-masing juga punya kelemahan.            kadang juga diterjemahkan dengan dis-
tian, bahwa bayan adalah upaya me-                 dan dapat membedakan (distinc/al-                 Untuk itu, pemahaman terhadap rea-      hakikat Tuhan adalah melalui jiwa (nafs),          Untuk memahami Islam secara be-           kursus, terutama wacana intelektual Is-
nyingkap makna dari suatu pembicaraan              fashl); demonstration (Inggris), yang        litas sosial-keagamaan menjadi lebih         sebab ia merupakan bagian dari Tuhan          nar dan integratif setidaknya dapat dila-      lam abad klasik, dan modern, yang pen-
(kalam) serta menjelaskan secara terinci           mempunyai akar bahasa Latin: demons-         memadai apabila dipergunakan pende-          yang terpancar dari alam keabadian dan        kukan melalui beberapa tahapan. Per-           dekatannya lahir dari perpa-duan ilmu
hal-hal yang tersembunyi dari pembica-             tratio (memberi isyarat, sifat, keterangan   katan-pendekatan sosiologi (ijtima’iyah),    terpasung ke alam dunia. Ia akan kem-         tama, Islam harus dipelajari dari sumber-      yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan
raan tersebut kepada para mukallaf.                dan penjelasan). Dalam perspektif logika     antropologi (antrupulujiyah), budaya         bali kepada-Nya, jika sudah bersih dan        nya yang asli, yaitu Al-Qur’an dan Sun-        Sunnah Rasul serta praktik dan penga-
    Makna al-Bayan di sini mengandung              (almantiq), burhaniy adalah aktivitas ber-   (tsaqafiyah), dan sejarah (tarikhiyah).      terbebas dari kungkungan alam dunia.          nah Rasul, untuk ini pendekatan bayaniy        laman keberagamaan yang sarat de-
empat pengertian, yakni al-Fashl wa’l in-          pikir untuk menetapkan kebenaran suatu       Oleh karena itu, dalam model pende-               Jika sumber pokok (origin) dari ilmu     menjadi sangat signifikan. Kekeliruan          ngan tantangan.
fishal dan al-zhuhur wa’l izhhar, atau bila        premis melalui metode pengambilan ke-        katan Burhani keempat metode tersebut        pengetahuan dalam pendekatan baya-            memahami Islam dapat terjadi karena                  Pemahaman Islam melalui wacana
harus disusun secara hierarkis atas da-            simpulan (al-istintaj), dengan menghu-       berada dalam posisi saling berhubungan       niy adalah teks (wahyu), maka dalam           orang hanya mengenal Islam dari seba-          intelektual Islam ini, karena ia lahir dari
sar pemilahan antara metode (manhaj)               bungkan premis tersebut dengan premis        secara dialektik dan saling melengkapi       pendekatan ‘irfaniy ini, sumber pokoknya      gian ulama yang telah jauh dari bimbing-       hasil pemikiran, terdapat kemungkinan
dan visi (ru’yah) dalam epistemologi ba-           yang lain yang oleh nalar dibenarkan         membentuk jaringan keilmuan.                 adalah experience (pengalaman).               an Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Atau            adanya lebih dari satu pemahaman. Ini
yaniy, dapat disebutkan bahwa al-Bayan             atau telah terbuka kebenarannya. Se-                                                      Pengalaman hidup yang otentik, yang           kekeliruan dapat juga terjadi karena           adalah sebuah keniccayaan, bahwa
sebagai metode berarti al-Fashl wa’l In-           dang dalam pengertian umum, burhaniy         Pendekatan Irfany                            sesungguhnya, yang merupakan pela-            orang amat terikat dengan kitab-kitab          pendekatan burhaniy dapat melahirkan
fishal, sementara al-Bayan sebagai visi            adalah aktivitas nalar yang menetapkan          Irfaniy berasal dari kata ‘irfan (Arab)   jaran tak ternilai harganya                   fikih atau faham tasauf yang lahir dari        berbagai pandangan, dan hal ini sangat
berarti al-Zhuhur wa’l idzhar (Muham-              kebenaran suatu premis.                      merupakan bentuk dasar (mashdar) dari             Pengalaman-pengalaman batin yang         pendekatan ’irfaniy yang sebagian telah        tergantung dari konsep dan teori yang

22      EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                           SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010     23
                                                  USHUL FIQH                                                                                                                        khutbah jum’at
diusung. Coraknya ada yang normatif/               Tingkat ketiga, adalah apa yang dise-      mengetahui kekuatan dari agama
dogmatis dan ada pula yang bercorak
rasional ilmiyah. Inilah yang melahirkan
                                              but sebagai Islam harakah yang selalu
                                              berusaha menggerakkan individu dan
                                                                                              tersebut dalam periode tertentu dalam
                                                                                              menghadapi berbagai masalah.                          PERAN KEPEMIMPINAN DAKWAH
madzhab dan aliran pemikiran dalam Is-        masyarakat agar lebih berpegang kepa-                Di samping pendekatan sejarah,
lam pada masa lalu dan sekarang.              da Islam. Islam harakah biasanya tidak          akhir-akhir ini muncul pendekatan sosio-
    Perbedaan pemahaman bisa terjadi          pernah puas dengan hasil yang telah di-         logis dan fenomenologis. Pendekatan so-
                                                                                                                                                            DRS. RB. KHATIB PAHLAWAN KAYO / KETUA PWM SUMATERA BARAT
karena beberapa faktor, seperti misalnya      capai, karenanya ia selalu berusaha me-         siologis berkembang di Perancis dan Jer-
karena perbedaan wawasan, lingkungan,         nuju kesempurnaan. Namun yang patut             man. Semula hanya berkembang pene-                                                    dengan fungsinya untuk memberikan        mendidik bahkan diselingi
latar belakang sejarah, cara pandang ter-     disadari adalah bahwa biasanya Islam            rapan metode sosiologis umum seba-                                                    informasi, pendidikan dan hiburan;       pornografi dan pornoaksi yang
hadap nash dan lain-lain. Perbedaan itu       harakah ini sering berhubungan dengan           gaimana digariskan oleh Comte dan                                                     pada peringkat awal waktu baru           menjijikan.
hanya terjadi dalam rincian (furu’) dan       organisasi, jaringan, pengkaderan, pe-          Spencer dengan interpretasi ekonomis                                                  muncul sebenarnya cukup                      Kini tayangan pornografi dan
bukan dalam perbedaan prinsipil (al-ashl).    rombakan bahkan revolusi, sehingga le-          yang ditokohi oleh Lasalle dan Marx. Ke-                                              menggembirakan. Di samping ikut          pornoaksi tidak saja melalaui TV
Perbedaan tersebut menjadikan Islam           bih bernuansa politis.                          mudian dikoreksi oleh pendiri sosiologi                                               mewarnai indikator sebagai negara        tapi juga semakin berkembang dan
menjadi luwes dan luas cakupannya.                 Dalam konteks ke Indonesiaan misal-        agama modern, Fustel de Coulanges,                                                    yang sedang berkembang juga dapat        meluas menjadi konsumsi umum
                                                                                                                                                                                    memperpendek jarak dan                   tanpa control melalui berbagai media
    Prinsip keluwesan dan keluasan itu        nya, banyak sarjana-sarjana Belanda yang        Emile Durkheim, Max Weber dan lain-lain.
                                                                                                                                                                                    mempercepak proses arus informasi        seperti VCD/DVD bahkan ponsel
memungkinkan pula adanya perbedaan            menulis tentang Indonesia dan Islam, yang            Akhirnya, muncul lagi pendekatan fe-
                                                                                                                                                                                    dari pusat ke daerah, terutama yang      dan internet yang dengan mulusnya
dan variasi dalam suatu masyarakat. Bila      menurut Mukti Ali dapat dikelompokan            nomenologis terhadap agama. Pendiri                                                   diperlukan untuk merangsang              bebas meracuni otak generasi bangsa
didasari oleh semangat objektivitas dan       menjadi tiga. Kelompok pertama adalah           metode ini yaitu Edmund Husserl yang                                                  dinamika berpikir, mencerdaskan          mulai dari anak-anak tingkat SD
kesadaran akan kelemahan manusia da-          para penasehat tentang urusan-urusan            menganggap fenomenologis sebagai di-                                                  kehidupan bangsa serta memperluas        sampai orang dewasa.
lam memahami pesan Allah, maka prin-          dalam negeri, termasuk di dalamnya urus-        siplin falsafat murni dengan tujuan mem-                                              wawasan dan cakrawala. Namun                 Tayangan TV, VCD/DVD pasti
sip ini akan berdampak positif bagi pe-       an agama Islam. Karena kedudukannya se-         batasi dan menambah penjelasan-pen-                                                   karena landasan moral tempat             semakin laris dan banyak pemirsa
mikiran Islam. Pandangan yang berbeda         bagai penasehat pemerintah kolonial Be-         jelasan yang murni psikologis dari pro-                                               berpijak dan kualitas sebagian dari      bila dalam tayangannya diramaikan
dan bervariasi ini akan memperkaya wa-        landa, maka tulisan-tulisannya tentang Islam    ses pemikiran.                                                                        pengelola masih belum terbina,           oleh para perempuan yang semakin
cana intelektual Islam. Yang perlu dihin-     di Indonesia adalah juga untuk kepentingan           Pendekatan fenomenologis dalam               Kaum Muslimin sidang Jum’at         terutama dilihat dari sudut pandang      berani mempertontonkan bagian-
dari adalah pandangan yang kontrover-         kolonialisme Belanda. Kelompok kedua            studi agama diketengahkan oleh Rudolf         yang dirahmati Allah.                   jati-diri bangsa yang merdeka,           bagian terlarang dari tubuhnya.
                                                                                                                                                Sebagai umat yang beriman           berdaulat dan religius, maka yang        Mereka menjual murah harga dirinya
sial dan mengundang konflik                   adalah kelompok misionaris, baik Katholik       Otto, Joachim Wach, Jean Hering dan
                                                                                                                                            marilah kita tingkatkan ketakwaan       terjadi kemudian adalah                  dengan berpakaian sangat minim,
    Pandangan kontroversial dan meng-         maupun Protestan. Mereka ini memberikan         sebagainya. Pendekatan fenomenologis
                                                                                                                                            kita kepada Allah SwT. Bersamaan        perkembangan tayangan dan                tipis dan ketat.
undang konflik bisa terjadi karena bebe-      sumbangan yang penting dalam bidang             ini sering juga disebut dengan islamo-        dengan itu mari kita kembangkan         tontonan dari waktu ke waktu                 Dari tayangan dan tontonan yang
rapa faktor, antara lain:                     linguistik dan antropologik Indonesia, tetapi   logi. Tujuannya adalah untuk melihat ide-     pula kualitas kesyukuran kita dengan    kehilangan jati-diri dan nyaris tak      semakin miskin dari nilai-nilai moral
    Tingkat pertama, adalah karena pe-        tentang Islam sama sekali tidak. Mereka         ide agama, amalan-amalan dan lemba-           berbagai pemberdayaan hidup dan         jelas lagi visi dan misi yang            agama itu, telah dirasakan dampak
mahaman keagamaan yang bersifat indi-         melihat Islam di Indonesia sebagai masalah      ga-lembaganya dengan mempertim-               kehidupan yang memungkinkan             diembannya, karena semakin lari dari     negatif yang sangat signifikan
vidual untuk kebutuhan praktis, me-           misi. Mereka studi bahasa dan antropologi       bangkan tujuannya, tanpa menghubung-          eksistensi kemanusiaan kita semakin     kepribadian dan akhlaq bangsa yang       terhadap pertumbuhan dan
nyangkut sikap/etika tentang bagaimana        adalah sangat esensial bagi penyiaran Injil.    kan dengan teori-teori filosofis, teologis,   kuat dan bermakna. Shawalat dan         begitu agung dan mulia.                  perkembangan moral masyarakat
seseorang harus memperlakukan diri            Adapun tentang Islam mereka berusaha            metafisis ataupun psikologis. Jadi pen-       salam marilah kita mohonkan kepada           Yang menjadi tujuan bukan lagi      terutama dilihat dari aspek
sendiri, keluarga, tetangga, masyarakat,      untuk menunjukkan tentang “ajaran-ajaran        dekatan ini merupakan tambahan bagi           Allah untuk junjungan kita Nabi         pengembangan moral dan etika             keagamaan dan kemasyarakatan
dan peribadatannya kepada Allah. Ini          palsu dari Islam”.                              pendekatan yang murni historis, psik-         besar Muhammad saw. Mudah-              dalam bingkai pencerdasan dan            seperti:
                                                                                                                                            mudahan komitmen kita untuk             pencerahan yang bermartabat, akan        1. Dalam aspek akidah dan
merupakan fitrah manusia, yang ia akan             Kelompok ketiga adalah golongan aka-       ologis dan sosiologis.
                                                                                                                                            meneladani kepemimpinannya              tetapi yang dikedepankan mulai               ibadah, dampak yang dirasakan
berubah sesuai dengan lingkungan dan          demisi, yang bukan misionaris dan bukan              Bagi Mukti Ali, yang sentral adalah
                                                                                                                                            semakin kokoh untuk membawa dan         bergeser ke arah keuntungan                  adalah semakin dangkalnya
pengetahuan yang dimiliki oleh sese-          pula penasehat. Tulisan-tulisan mereka          Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, dan yang          membimbing umat bagi keselamatan        komersialnya, sehingga muncullah             pemahaman keyakinan hidup
orang. Semakin berkembang manusia             tentang Islam sebenarnya dapat diharapkan       periferal adalah terapan dari Al-Qur’an       dunia wal akhirah.                      bermacam tayangan dan tontonan               beragama (Islam) baik
baik secara spiritual maupun intelektual,     netral. Akan tetapi karena mereka dihinggapi    dan Sunnah Rasul tersebut, yang sentral                                               yang diadopsi dari luar negeri tanpa         dikalangan elit maupun awam.
maka akan semakin menyatu pema-               oleh rasa “superioritas etnis”, maka            adalah studi ayat-ayat Quraniyah, dan             Kaum Muslimin sidang Jum’at         filter akal sehat dan pikiran jernih.    2. Dalam aspek akhlak dan
hamannya tentang Islam.                       pandangan mereka tentang Indonesia dan          yang periferal adalah studi ayat-ayat         yang dirahmati Allah.                   Sedangkan produk dalam negeri                kepribadian, dampak yang sangat
    Tingkat kedua, adalah pemahaman           Islam menjadi bias juga.                        kauniyah. Jadi antara mempelajari ayat-           Arus informasi di era globalisasi   direkayasa sedemikian rupa hingga            menonjol adalah dalam bidang
resmi yang dianut oleh masyarakat atau             Selain pendekatan-pendekatan di            ayat Al-Qur’an dan mempelajari sejarah        yang mengalir seperti air bah dan       kebablasan baik dalam bentuk                 pakaian, pergaulan dan tutur
negara melalui lembaga-lembaga res-           atas, masih ada pendekatan lain yang            Islam, mempelajari yang tekstual dan          kemajuan iptek yang tak seimbang        sinetron maupun iklan yang barbau            bicara, terutama pada kawula
minya. Ia lebih bersifat idiologis yang me-   dapat dilakukan, misalnya pendekatan            kontekstual, mempelajari yang formal          dengan imtak, ternyata telah            tidak sedap bila diukur dengan               muda.
                                                                                                                                            membuka peluang yang sangat luas        norma dan moral bangsa yang                  Dalam razia Satpol PP di tempat-
nentukan perjalanan suatu masyarakat          sejarah. Pendekatan ini berusaha untuk          legalistik dan empirik fenomenologik,
                                                                                                                                            terhadap pengaruh tayangan dan          beragama. Tayangan dan tontonan              tempat hiburan, di hotel-hotel dan
dan bangsa. Yang perlu difahami adalah        menelusuri asal usul dan pertumbuhan            sama pentingnya. Antara keduanya ha-                                                  semakin sarat dengan muatan tindak           rumah-rumah kos, banyak
                                                                                                                                            tontonan yang merusak tatanan
mana pemahaman resmi untuk kebutuh-           ide-ide agama dan lembaga-lembaga-              rus ada sintesis agar kebenaran agama         kehidupan dalam keseharian kita,        kekerasan, kriminalitas, perjudian,          tertangkap yang sedang
an praktis dan mana pula pemahaman            nya dengan perantaraan periode-                 itu tampak dengan jelas.                      sehingga nilai-nilai moral makin        penjarahan, pembunuhan dan                   berselingkuh, mereka tidak saja
resmi untuk status quo dalam masya-           periode tertentu dari perkembangan                   Penulis adalah Anggota Majelis Tarjih    rapuh, hancur dan menjadi tak           sejenisnya yang dikemas dengan               dari kalangan yang tak terdidik,
rakat.                                        tertentu. Juga dimaksudkan untuk                dan Tajdid PP Muhammadiyah.                   bermakna. Tayangan TV sesuai            tampilan kasar, sadis dan tidak              tapi juga dari kalangan pelajar

24     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                               SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   25
                                            USHUL jum’at
                                          khutbahFIQH                                                                                                            khutbah jum’at

   dan mahasiswa, bahkan para               SwT, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah          Insya Allah negeri kita akan
   pegawai negeri dan swasta, dari
   kalangan pejabat, guru dan dosen
                                            Rasulullah saw. Dengan demikian
                                            harus dapat diyakinkan bahwa unsur
                                                                                    menjadi “Baldatun thayyibatun wa
                                                                                    Rabbun Ghafur” kalau upaya
                                                                                                                                                    SEMUA BERSAUDARA
   serta pemuka adat dan agama.             adat dan budaya yang diamalkan          penegakkan moral dan keperibadian
3. Dalam aspek sosial                       adalah yang sesuai dengan Islam,        bangsa benar-benar diprogramkan                             ISNGADI MARWAH ATMADJA / WAKIL KETUA PWPM DIY
   kemasyarakatan. Dampak yang              sementara yang berlawanan harus         dan dianggarkan lebih responsif dan
   dirasakan antara lain; pertama:          dibuang. Karena setiap adat dan         akomodatif dalam penyusunan
   Masyarakat semakin berpikir              budaya yang bersenyawa dengan           APBN dan APBD agar konsep-                                                   maupun pengrajin kain kelambu anti        orang yang paling mulia diantara
   individualis dan merasa lepas            agama itulah yang dinamakan adat        konsep pencerahan dan pencerdasan                                            nyamuk.                                   kamu disisi Allah ialah orang yang
   dari tanggung jawab sosial               dan budaya yang Islami, sementara       umat betul-betul mencapai sasaran,                                               Oleh karena itu, sungguh tidak        paling taqwa diantara kamu.
   kemasyarakatan. Kedua;                   yang bertentangan dengan Islam,         sehingga umat mampu memahami                                                 ada alasan bagi kita untuk tidak          Sesungguhnya Allah Maha
   kepedulian sosial semakin                disebut adat Jahili.                    dengan pengertian yang utuh bahwa                                            mensyukuri semua karunia Allah.           mengetahui lagi Maha Mengenal.
   menurun bahkan terkikis,                     Karenanya kita ingin                ajaran Islam cukup sempurna untuk                                            Sebagai hamba Allah yang berakal          (Q.s. Al-Hujurat [49]: 13)
   disebabkan segala sesuatu                menyampaikan apresiasi kepada           membimbing dan menyelamatkan                                                 budi, yang bisa berpikir dan belajar          Kalau kita membaca ayat tadi,
   standarnya adalah uang atau              semua pihak baik pemerintah             hidup manusia. Bila hal itu dapat                                            tidak ada alasan bagi kita untuk tidak    kita akan tahu bahwa keberagamaan
   materi. Waktu untuk sillaturrahim        maupun masyarakat yang secara           diwujudkan insya Allah pengaruh                                              mengingat semua nikmat yang telah         jenis dan suku bangsa manusia itu
   dan saling berkunjung di waktu           sadar mulai menerapkan prinsip          tayangan dan tontonan akan dapat                                             dilimpahkan Allah kepada kita yang        merupakan kehendak Allah agar kita
   suka dan duka semakin mahal              dakwah dan pendidikan Islam dalam       diterima dan diolah secara selektif                                          sungguh tiada terhitung banyaknya         saling kenal mengenal dan saling
   karena dianggap percuma tanpa            aktivitas sehari-hari, seperti          oleh umat dan masayarakat luas,                                              itu. Kalau kita pikir dan rasakan         mempelajari kebudayaan yang telah
   nilai materi. Ketiga; keikhlasan         penyediaan fasilitas ibadah (masjid/    sebagaimana firman Allah dalam                                               secar jujur sungguh firman firman-        tercipta dalam sejarah kebangsaan
   dalam berinfaq, bersedekah               mushalla) ditempat-tempat umum.         surat Az-Zumar: 18:                                                          Nya dalam surat An-Nahl ayat 18 itu       masing-masing.
   bahkan membayarkan zakat                 Seperti sekolah, hotel, pasar,                                                                                       sangatlah benar adanya:                       Keberanekaan jenis suku bangsa
   sekalipun semakin tercemar oleh          terminal dan berupaya                                                                                                                                          itu tidak layak untuk dijadikan sarana
   kesombongan dan keangkuhan,              memakmurkannya. Gerakan zakat,                                                                                                                                 untuk saling melecehkan dan
   karena dikaitkan dengan                  infak dan shadaqah serta gerakan                                                                                                                               menganggap suku bangsanya paling
   kebanggaan diri sebagai orang            tahfidz Al-Qur’an dan berjilbab atau                                                                                                                           unggul dibanding suku bangsa yang
   yang berpunya dan bergengsi.             busana Muslimah yang telah diterima                                                                                      Artinya: “Dan jika kamu               lain. Politik diskriminasi karena ras
                                            dan semakin luas diamalkan terutama          “...yang mendengarkan                                                   menghitung-hitung nikmat Allah,           dan warna kulit saat ini sudah
    Semua dampak negatif dari               di lembaga-lembaga pendidikan           perkataan lalu mengikuti apa yang                                            niscaya kamu tak dapat menentukan         dihapus oleh peradaban dunia.
tayangan-tayangan dan tontonan              mulai dari SLTP, SLTA dan               paling baik di antaranya. Mereka                                             jumlahnya. Sesungguhnya Allah             Negara yang masih mengunggulkan
tersebut yang semakin kentara               Perguruan Tinggi, bahkan karyawati      itulah orang-orang yang telah diberi                                         benar-benar Maha Pengampun lagi           ras tertentu akan menjadi sorotan
bahkan merisaukan seharusnya dapat          di kantor-kantor baik pemerintah        Allah petunjuk dan mereka itulah                                             Maha Penyayang.” (Q.s. An-Nahl            dunia.
menyadarkan para sutradara, artis           maupun swasta.                          orang-orang yang mempunyai akal”.                                            [16]: 18)                                     Jauh sebelum peradaban dunia
dan selebritis, para pelaku seni, serta         Kita juga bersyukur telah mulai         Khusus untuk organisasi dan                                                                                        mengenal Hak Asasi Manusia, Islam
para pengelola stasiun televisi, para       memasyarakatnya kalimah-kalimah         lembaga dakwah yang di sana                                                     Jamaah Jum’at yang                     telah melarang sikap diskriminasi ras
produsen VCD dan DVD, bahwa                 thayyibah seperti: bacaan salam,        dikembangkan kepemimpinan                  Jamaah Jum’at yang dirahmati      berbahagia.                               dan warna kulit. Dalam khutbah di
model tayangan dan tontonan                 basmallah, hamdalah dalam pidato        dakwah marilah bersama-sama kita       Allah.                                   Dalam mencipta manusia, Allah          Haji Wada’ Nabi Muhammad saw
tersebut bila diteruskan justru akan        dan ceramah serta tegur sapa waktu      tingkatkan upaya manajerial dalam          Allah telah menciptakan dunia     juga menciptakannya secara                telah mengingatkan bahwa semua
menambah beban berat moralitas              datang dan pergi dengan simbol          menjalin kerjasama untuk               beserta isinya dengan sangat          beragam, ada yang berkulit putih,         manusia itu pada dasarnya sama dan
bangsa yang sudah sedemikian                salam dan seterusnya.                   memperkuat benteng moral umat          lengkap. Allah juga telah memberi     ada pula yang berkulit hitam. Hal itu     bersaudara. Orang Arab tidak lebih
terpuruk.                                       Dengan peran kepemimpinan           agar bangsa kita menjadi kokoh dan     kesempatan hidup semua makhluk        sesuai dengan ayat 13 dari surat Al-      mulia dibanding orang non-Arab,
                                            dakwah yang solid dan berkualitas       dihargai oleh bangsa-bangsa lain.      yang diciptakannya dengan aneka       Hujurat yang khatib kutip di awal         orang Ajam (non Arab) juga tidak
    Kaum Muslimin yang dirahmati            kita berharap kontrol sosia lpun akan   Allah SwT telah mengingatkan           ragam bentuk. Semua itu, diciptakan   khutbah tadi                              lebih mulia daripada orang Arab.
Allah.                                      tegak dengan dukungan kewibawaan        bahwa:                                 hanya untuk manusia, makhluk                                                    Orang yang berkulit hitam tidak
    Di sinilah pentingnya                   serta keteladanan dari para pemimpin        “Sesungguhnya Allah tidak          paling sempurna yang Dia ciptakan.                                              lebih hina daripada yang berkulit
kepemimpinan dakwah ditingkatkan            baik formal dalam jajaran               merobah keadaan sesuatu kaum,              Kadang kita sering mengeluh                                                 putih dan yang berkulit sawo matang
peran aktifnya terutama merumuskan          pemerintahan dan DPR/DPRD               sehingga mereka merobah keadaan        ketika digigit nyamuk yang terasa                                               juga tidak lebih mulia dari yang
kembali tentang bagaimana                   maupun pemimpin informal di             yang ada pada diri mereka sendiri”,    gatal dan kadang membawa banyak                                                 berkulit merah. Semua manusia
memperkuat pemahaman masyarakat             masyarakat dan keluarga. Sehingga       (Q.s: 13:11). Insya Allah.             jenis penyakit menular. Tetapi,                                                 dipandang sama di hadapan Allah,
dan umat Islam terhadap keutamaan           generasi muda kita senantiasa                                                  benarkah nyamuk itu tidak ada                                                   yang membedakan hanya takwanya.
nilai ajaran Islam. Ingatan umat harus      mendapatkan bimbingan moral yang                                               gunanya bagi manusia. Tetap ada,         Artinya: Hai manusia,                      Oleh karena itu, sebagai orang
dibangun dan disegarkan kembali.            terarah dan punya komitmen kuat                                                kalau kita mau berpkiri di luar       Sesungguhnya kami menciptakan             yang beriman dan yakin pada
    Islam bukan hanya sekedar               untuk memahami dan melaksanakan                                                kepentingan kita sendiri keberdaan    kamu dari seorang laki-laki dan           kebenaran seluruh agama Islam, kita
simbol, tapi sekaligus juga simpul          hakekat ajaran Islam yang kaffah.                                              nyamuk itu sangat membantu banyak     seorang perempuan dan menjadikan          harus selalu meningkatkan
yang membingkai adat dan budaya                                                                                            manusia yang lain. Berapa juta        kamu berbangsa - bangsa dan               ketakwaan kita kepada Allah SwT,
dalam kehidupan sehari-hari yang               Kaum Muslimin sidang Jum’at                                                 manusia yang menggantungkan           bersuku-suku supaya kamu saling           karena hanya takwalah yang patut
harus dipandu oleh wahyu Allah              yang dirahmati Allah.                                                          hidupnya pada produk obat nyamuk      kenal-mengenal. Sesungguhnya              kita banggakan ketika kita

26     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                             SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   27
                                         khutbah jum’at                                                                                                                  KHazanah

                                                                                                                                                 AHASA
                                                                                                                                                BAHASA AL-QUR’AN
berhadapan dengan penguasa seluruh         selama ini kita kenal.
alam ini.                                      Dalam Islam, pemikiran
                                           keagamaan juga terus berkembang,           Jamaah sidang Jum’at yang
     Jamaah Jum’at yang berbahagia.        dalam fiqih ada qaul jadid ada qaul    berbahagia rahimakumullah.
                                                                                                                                                                    PROF. DRS. H SA’AD ABDUL WAHID
     Pada bulan ini, ada dua acara         qodim Imam Syafi’i, ada                    Ketika kita menonton siaran piala
yang menunjukkan bahwa manusia             Hambaliyah, ada juga Hanafiyah dan     dunia 2010 dari Afrika Selatan, kita


                                                                                                                           A
itu sangat beragam. Acara yang             lainnya. Dalam kalam juga              akan tahu betapa semaraknya                      llah tidak menurunkan wahyu       berbahasa Arab, agar kamu mema-           jar kepada orang asing tentang kitab-
pertama adalah pesta piala dunia           Asy’ariyah maupun Maturidiyah dan      kehidupan ini. Betapa banyaknya                  kepada utusan-Nya kecuali         haminya.” (Yusuf [12]: 2).                kitab terdahulu, padahal kitab-kitab
Sepak Bola di Afrika Selatan. Lepas        lainya lagi. Semua pemikiran Islam     budaya dan ras manusia yang telah                dalam bahasa kaumnya, agar            Karena Rasulullah saw adalah orang    terdahulu menggunakan bahasa asing,
dari nilai baik dan buruknya, sepak        memang terus berkembang untuk          dicipta oleh Allah SwT sesembahan        mereka cepat memahaminya, dan agar        Arab, dan kaumnya juga adalah orang       sedang Al-Qur’an dalam bahasa Arab
bola sebagai hasil kreasi budaya           menjawab tantangan zaman, inilah       tunggal kita.                            tidak ada alasan bagi mereka untuk me-    Arab, maka mereka dengan mudah            yang fasih, yang terang.
orang modern benar-benar telah             yang membuat kadang ada                    Ketika membaca buku dan kitab-       ngatakan “Kami tidak paham apa yang       memahami Al-Qur’an yang diturunkan            Mereka menggunakan kata “ba-
menyatukan semua suku bangsa yang          perbedaan taktik dan hiasan. Tapi,     kitab agama Islam, kita juga akan tahu   diperintahkan kepada kami,” sebagai-      dalam bahasa Arab, makna-makna dan        syar” (seseorang), tidak menjelaskan
ada di dunia ini.                          bagaimanapun juga corak dan            betapa luas dan beragamnya mazhab        mana ditegaskan dalam firman-Nya:         rahasia yang terkandung dalam bahasa      bahwa yang dimaksudkan adalah
     Acara yang kedua, adalah              langgamnya asalkan tidak               keilmuan yang pernah dan sedang                                                    Arab, yang tidak terdapat dalam bahasa    orang asing, dengan maksud untuk me-
Muktamar Muhammadiyah Satu Abad            meninggalkan Qur’an dan Sunnah         berkembang dalam khazanah agama                                                    lainnya. Sebab bahasa Arab adalah         nutupi kesalahannya. Kemudian Allah
di Yogyakarta. Pada tanggal 3-8 Juli       dalam berhujah semua masih berada      Islam. Dalam Muktamar                                                              bahasa yang paling fasih, paling jelas    SwT membuka kebatilan dan kebo-
2010 ini kita akan menyaksikan             dalam lingkungan Islam.                Muhammadiyah dan Muktamar Ormas                                                    dan paling luas cakupannya. Sebagian      hongan mereka, bahwa yang dimak-
seluruh warga Muhammadiyah akan                                                   Islam yang lain semua ragam ilmu             “Kami tidak mengutus seorang          ulama mengatakan: “Telah diturunkan       sudkan dengan “basyar” (seseorang)
berkumpul di Yogyakarta. Di ajang              Jamaah kaum Muslimin               Islam itu juga berdialog saling          Rasul pun, melainkan dengan bahasa        Kitab yang paling mulia, dengan bahasa    adalah orang asing yang bahasanya ti-
Muktamar Satu Abad ini seluruh             a’azzakumullah.                        memahami dan saling memberi nasehat      kaumnya supaya dia dapat memberi          yang paling mulia pula, kepada utusan     dak fasih dan tidak jelas, sedang Al-
warga Muhammadiyah baik yang                   Walau bermacam-macam jenis         untuk terus-menerus berjalan di jalan    penjelasan dengan terang kepada me-       yang mulia, dengan perantaraan            Qur’an yang mulia itu menggunakan
menjadi peserta maupun                     ras dan ragam pemikirannya, semua      yang benar dan di jalan yang sabar.      reka...”(lbrahim [14]: 4).                Malaikat yang paling mulia, di bumi       bahasa Arab yang fasih dan jelas. Ba-
penggembira akan berkesempatan             orang Islam adalah saudara. Dari           Akhirnya, marilah kita berdoa            Maka, tidaklah mungkin Allah SwT      yang paling mulia, dan pada bulan yang    gaimana mungkin orang asing itu dapat
bersilaturahim, saling mendengar dan       keberagaman yang ada itu, kita oleh    agar senantiasa bisa menerima            menurunkan wahyu dalam bahasa             paling mulia, yaitu bulan Ramadlan,       merasakan kefasihan Al-Qur’an, dan
belajar antar sesamanya tentang            Allah dianjurkan untuk saling          kebenaran dari manapun sumbernya         asing yang tidak dapat dipahami oleh      maka sempurnalah kemuliaan Kitab          ilmu-ilmu yang terkandung di dalam-
bagaimana memajukan dakwah Islam           mengenal dan dan saling belajar. Ada   dan semoga kita selalu terbimbing        kaumnya. Seandainya, Allah menurun-       tersebut dengan segala aspeknya. (Al-     nya, apalagi mengajarkan kitab kepada
yang berkemajuan.                          pepatah tidak kenal maka tidak         dalam jalan yang diridlai oleh Allah.    kan wahyu dalam bahasa asing niscaya      Qasimiy, 1978, IX: 187).                  Nabi Muhammad saw.
     Ajang silaturahim Muktamar            sayang. Karena kita tidak kenal maka                                            kaumnya akan minta supaya dijelaskan          Mungkin ada yang mengatakan:              Adapun sebab turun (sababun-nu-
Muhammadiyah yang akan datang              kita menyesatkan suatu pemikiran                                                secara rinci, sebagaimana diungkapkan     bahwa Al-Qur’an hanya untuk bangsa        zul) ayat tersebut, menurut Ibni Jarfr,
akan menyadarkan kita semua bahwa          yang ternyata setelah kita kenal dan                                            dalam firman-Nya:                         Arab, sebab Al-Qur’an diturunkan ha-      dengan sanad yang da’if, dari Ibni ‘Ab-
Muhammadiyah itu sangatlah besar.          pahami ternyata tidak sesat. Oleh                                                                                         nya dalam bahasa Arab. Pernyataan         bas, ia berkata: Rasulullah saw pernah
Muhammadiyah ternyata sudah                karena itu kita harus mengenal agar                                                                                       tersebut, sangat tidak relevan, bagai-    memberikan pelajaran kepada seorang
tersebar di seluruh sudut di Republik      terus mendapatkan pengetahuan baru                                                                                        mana mungkin Al-Qur’an diturunkan         hamba sahaya di Makkah yang ber-
ini. Yang berarti, umat Islam dari         dan saudara baru.                                                                                                         dalam berbagai bahasa, padahal Rasul      nama Bal’am, dia adalah seorang asing
kelompok manapun, kita harus                                                                                                   “Dan jikalau Kami jadikan Al-         yang diutus hanya satu orang.             yang tidak dapat berbahasa Arab. Ke-
merasa bersyukur, karena dakwah                                                                                            Qur’an itu sesuatu bacaan dalam ba-           Mengenai orang asing (non Arab),      tika itu orang-orang musyrik melihat
Islam masih akan terus menggelora di                                                                                       hasa selain bahasa Arab tentulah me-      tidaklah menjadi masalah sebab Al-        Rasulullah saw masuk dan keluar dari
negara Muslim terbesar di dunia ini.                                                                                       reka mengatakan: “Mengapa tidak di-       Qur’an dapat diterjemah ke dalam ber-     rumahnya. Kemudian mereka berkata:
                                                                                                                           jelaskan ayat-ayatnya?...” (Fushshilat    bagai bahasa di dunia ini, sebagaimana    Rasulullah saw diajari oleh Bal’am.
    Jamaah Jum’at yang dirahmati                                                                                           [41]: 44).                                kita saksikan sekarang, sehingga mere-    Lalu Allah menurunkan firman-Nya:
Allah,                                                                                                                         Allah SwT adalah Maha Bijaksana,      ka dapat memahaminya dengan baik.
    Mungkin kita semua sudah tahu                                                                                          maka dipilihlah sebagai Rasul-Nya         Menurut an-Nadawiy (1972), jumlah ba-
kalau manusia itu memang                            KHUTBAH KEDUA                                                          seorang yang paling bertakwa dan pa-      hasa yang menerjemah Al-Qur’an pada
diciptakan dalam kondisi yang                                                                                              ling dekat kepada-Nya, dan dipilihlah     tahun 1972, telah mencapai kurang lebih
sangat beragam. Pemikiran yang                                                                                             bahasa yang paling fasih dan paling       80 bahasa. Namun jika membaca                 “Dan sesungguhnya Kami menge-
disemai juga sangat bermacam-                                                                                              sempurna di masanya, yaitu Muham-         terjemah Al-Qur’an haruslah berhati-      tahui bahwa mereka berkata: Sesung-
macam tergantung dari proses belajar                                                                                       mad saw yang berbahasa Arab.              hati, terutama yang dilakukan oleh        guhnya Al-Qur’an itu diajarkan oleh
masing-masing. Namun, dalam                                                                                                    Maka diturunkanlah wahyu Allah        orang-orang orientalis, sebab di antara   seorang manusia kepadanya (Muham-
praktiknya banyak di antara kita yang                                                                                      dalam bahasa Arab, sebagaimana di-        mereka ada yang bertujuan untuk           mad)...” (An-Nahl [16]: 103).
sangat sulit menerima keberagaman                                                                                          ungkapkan dalam firman-Nya:               mendiskriditkan Islam, bahkan menusuk         Menurut Ibni Abi Hatim, dari
pemikiran yang ada. Banyak di                                                                                                                                        Islam dari dalam, sebab terjemahannya     Husain, dari ‘Abd Allah bin Muslim
antara kita yang masih sangat sulit                                                                                                                                  tidak dilakukan dengan baik, bahkan       al-Hadramiy, dia berkata: “Kami mem-
kritik dari pihak lain, di antara kita                                                                                                                               dengan sengaja disimpangkan.              punyai dua hamba sahaya, salah satu
masih banyak yang masih tidak bisa                                                                                                                                       Pada surat An-Nahl [16]: 103 di-      bernama Yasar dan yang lain bernama
menerima pemikiran dan pemahaman                                                                                              “Sesungguhnya Kami menurun-            jelaskan bahwa orang-orang musyrikin      Jabar, keduanya berkebangsaan Siqliy.
yang berbeda dengan pemikiran yang                                                                                         kannya berupa Al-Qur’an dengan            menuduh Nabi Muhammad telah bela-         Ketika keduanya membaca kitabnya

28    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                  SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   29
                                               khazanah
                                               USHUL FIQH OPINI                                                                 TELAAH PENDIDIKAN
dan mengajarkan ilmunya, Rasulullah        kan dalam bahasa Arab yang fasih dan       Muhammad saw dalam bahasa Arab
saw kebetulan melewatinya dan men-         tidak ada kekurangannya sedikit pun,       agar penduduk Makkah dan sekitarnya
dengarkannya. Lalu orang-orang             sehingga orang-orang musyrik tidak         memahami segala apa yang diperingat-
musyrik mengatakan: bahwa beliau be-       mampu menandinginya, sekalipun ha-         kan kepada mereka. Dimaksudkan de-
lajar kepada kedua hamba tersebut, ke-     nya satu ayat saja, dengan tujuan agar     ngan “man haulaha” (orang sekitarnya,
mudian Allah menurunkan ayat terse-        mereka bertaqwa kepada Allah SwT,          adalah seluruh manusia, bukan hanya
but. (as-Siyutty, 1954: 135).              dengan meninggalkan segala perbuat-        orang Arab saja, sebab Al-Qur’an dija-
    Dari sebab nuzul ayat tersebut, je-    an yang kotor dan menjaga diri dari        dikan sebagai rahmat bagi semesta
laslah bahwa orang-orang yang musy-        akhlak yang rendah.                        alam. (al-Qasimiy, 1978, XIV: 290).
rik memberitakan berita bohong yang            Pada surat Fushshilat [41]: 2-3, Al-       Ayat-ayat tersebut diperkuat oleh
tidak ada sumbernya. Berita bohong         lah menjelaskan, bahwa Al-Qur’an di-       ayat-ayat lainnya, seperti disebutkan
tersebut bertujuan untuk menyebarkan       turunkan dari Allah Yang Maha Pe-          pada surat Az-Zukhruf [43]: 3 dan
fitnah bahwa Al-Qur’an diturunkan          nyayang lagi Pemurah dalam bahasa          ayat-ayat lainnya, sekalipun tidak se-
bukan dalam bahasa Arab, tetapi Allah      Arab yang fasih, ada ayat-ayatnya telah    cara eksplisit.
SwT selalu menjaga keaslian Al-Qur-        dijelaskan secara rinci, agar manusia          Karena keindahan bahasa Arab itu-
’an, karena itulah Allah SwT langsung      mengetahui kandungannya. Sifat Ar-         lah Al-Qur’an dibaca oleh banyak
membantahnya dengan menurunkan             Rahman dan Ar-Rahim pada ayat ter-         orang, tidak hanya oleh orang-orang
ayat tersebut.                             sebut memberikan pengertian bahwa          Muslim saja, bahkan oleh orang-orang
    Pada surat Taha (20): 113 Allah me-    Al-Qur’an diturunkan adalah sebagai        non Muslim.
negaskan kembali, bahwa Al-Qur’an          rahmatan (rahmat, kemurahan) dari Al-          Dalam Ensiklopedi Britanika dise-
diturunkan dalam bahasa Arab, dan          lah, untuk kemaslahatan bagi seluruh       butkan, bahwa Al-Qur’an adalah suatu
menjelaskannya dengan berulang kali,       manusia, sebagaimana ditegaskan da-        kitab yang paling banyak dibaca orang
dengan pernyataan yang berbeda-beda,       lam firman-Nya:                            di muka bumi ini. (Britanika, di bawah
tentang ancaman Allah agar manusia                                                    kata Muhammad).
bertakwa kepada Allah dan agar Al-                                                        Kesimpulan: dari penjelasan terse-
Qur’an menjadi tuntutan bagi mereka.                                                  but dapatlah diambil kesimpulan bah-
    Pada surat Asy-Syu’araa’ [26]: 193-                                               wa Al-Qur’an diturunkan dalam baha-
195 Allah menjelaskan bahwa Al-Qur-           “Dan tidaklah Kami mengutus kamu,       sa Arab, bukan dalam bahasa lainnya,
’an diturunkan kepada Nabi Muham-          melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi      yang hingga kini belum pernah ber-
mad melalui perantaraan Malaikat Jibril    semesta alam”. (Al-Anbiyaa’ [21]: 107).    ubah satu huruf pun, sebab Allah selalu
secara langsung, tidak melalui seorang        Firman Allah “Qur’anan ‘Arabiy-         menjaganya, sebagaimana diungkap-
manusia pun, baik orang Arab maupun        yan” memberikan pengertian bahwa           kan dalam firman-Nya:
orang asing, dalam bahasa Arab yang        Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa
fasih dan jelas maknanya dan mudah         Arab yang memiliki kefasihan, kemu-
dipahami, serta dapat dijadikan hujjah     dahan dan keindahan, yang tidak di-
yang tidak dapat dipatahkan. (al-          miliki oleh bahasa lainnya.                   “Sesungguhnya Kamilah yang
Qasimiy, 1978, XIII: 44).                     Allah SwT menegaskan pula pada          menurunkan Al-Qur’an, dan sesung-
    Ditegaskan pula pada surat Az-Zu-      surat Asy-Syuuraa [42]: 7 bahwa Dia        guhnya Kami benar-benar memeliha-
mar (39): 28 bahwa Al-Qur’an diturun-      mewahyukan Al-Qur’an kepada Nabi           ranya.” (Al-Hijr [15]: 9).




30    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                    SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   31
                                                                                                  opini                                                                                                                                      opini

                                                                                                                                           atas ketiga kasus tersebut kesemuanya       punyai konsekuensi sosial.                       Dekonstruksi tersebut penulis tumbuh-
                                                                                                                                           tidak mengikuti sabda beliau. Sehingga          Dekonstruksi penulis adalah semua         kan kepada mahasiswa yang berfikirnya
                 STUDI ISLAM POSTMODERN;                                                                                                   Hadits yang disakralkan adalah Hadits
                                                                                                                                           yang tertuntun oleh wahyu.
                                                                                                                                                                                       Muslim mempunyai wajib ‘ain untuk be-
                                                                                                                                                                                       lajar ilmu dasar agama dan ilmu dasar
                                                                                                                                                                                                                                     sekuler atau terlalu scientific obyective.

                                                                                                                                                                                       umum; dan semua Muslim perlu menye-           Tuntutan Ilmi
         AGENDA MUHAMMADIYAH PASCA SATU ABAD                                                                                               Tasawuf filsafati, akhlaqi, dan amali       bar ke semua bidang ilmu dan semua                Ilmu pengetahuan menuntut penca-
                                                                                                                                               Kita umumnya sepakat bahwa syi’ah       sektor kehidupan sebagai wajib kifayah.       rian kebenaran empirik sekaligus dapat
                                                                                                                                           mengembangkan tasawuf filsafati, dan        Bila ada bidang ilmu atau sektor kehi-        dijelaskan rasionalitasnya.
                                                                           PROF. DR. H. NOENG MUHADJIR                                     sunni mengembangkan tawasuf akhlaqi.        dupan tiada Muslim yang menggarap,                Rasional yang paling elementer ada-
                                                                                                                                           Penulis mencermati ada karakteristik        secara sosial semua salah.                    lah dapat dijelaskan dengan bukti empirik
                                                                                                                                           Afrika Utara, termasuk Islam Andalusia          Muslim yang mayoritas di Indonesia        sebab-akibat, baik dalam makna faktual
                                          Studi Islam                                     sal belum dapat dilaksanakan. Diberikan
                                                                                                                                           Spanyol memiliki landasan tasawuf           perlu menyebar ke semua bidang ilmu           indrawi atau logik. Itulah positivisme. Ra-
                                              Studi Islam klasik mempelajari lima         hak sama antara pria pan wanita (era             amali. Islam Andalusia dengan filsafat      dan ke semua sektor kehidupan, agar           sional yang lebih tinggi adalah munculnya
                                          cabang, yaitu: ulumul Qur’an, ulumul            Makkah), tetapi dalam banyak sekali hal          peripathetiknya, dan An Naiem, dan juga     Muslim yang mayoritas bukan mayoritas         pemahaman kejadian empirik dengan
                                          Hadits, hukum Islam, ilmu kalam, dan            (pada era Madinah) wanita masih terting-         Hasan Hanafi adalah sosok-sosok yang        yang lemah, tetapi menjadi mayoritas          menggunakan values, seperti kemanu-
                                          tasawuf. Studi Islam berikut adalah studi       gal dari pria, sehingga butuh proteksi
                                                                                                                                           penulis klasifikasikan sebagai pengem-      yang dapat menyantuni dan melindungi          siaan dan keadilan. Pemahaman values
                                          Islam orientalis (Barat) yang historis kritis   pada wanita, serta ada pembatasan pa-
                                                                                                                                           bang tasawuf amali.                         yang minoritas.                               tersebut dapat diperluas pada values pro-
                                          (menolak yang bukan faktual obyektif),          da hak wanita. Juga ada proteksi pada
                                                                                                                                               Atau dengan kata lain, bahwa berfikir       Itu menjadi idealisme penulis bagi        duk budaya yang lain, seperti demokrasi,
                                          dilanjutkan yang phenomenologik ele-            yang lemah.
                                                                                                                                           dekonstruksi Postmodern dapat dicari        Universitas Ahmad Dahlan (dan tercan-         keindahan, sportivitas, dan lainnya. Ra-
                                          menter (dengan label Islamologi). Studi             Era sekarang wanita bepergian tidak
                                                                                                                                           landasannya mulai dari filsafat peri-       tum dalam Pembukaan Statuta UAD, dan          sional yang lebih tinggi tersebut penulis
                                          Islam berikut adalah studi Islam Modern,        perlu dengan muhrimnya, dapat menjadi
                                                                                                                                           pathetik Islam Andalusia.                   juga dituangkan dalam lambang UAD).           sebut sebagai rasional superhuman; arti-
                                          yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Islam           Presiden, hak waris sama. Yang lemah
                                                                                                                                                                                                                                     nya dibutuhkan kemampuan pemahaman
    Dengan anugerah Allah                 modern seperti Fajrul Rahman dan Al             (non Muslim) di negara mayoritas Mus-                                                        DEKONSTRUKSI FILSAFAT
                                                                                                                                           Dekonstruksi Imagi Bebas                                                                  superrasional dari manusia.
                                          Faruki. Studi ilmu pengetahuan diacu            lim perlu dilindungi. Yang Muslim di ne-                                                     UNTUK MENGINTEGRASIKAN
      dalam usia 80 tahun,                agar sinkron dengan moral Islam, de-            gara mayoritas non Muslim perlu dilin-
                                                                                                                                               Penulis mempromotori disertasi                                                            Dekonstruksi dari rasional elementer
                                                                                                                                           yang membuktikan tentang image bebas        ILMU DAN IMAN                                 ke rasional superhuman (yang masih da-
      penulis masih secara                ngan semboyannya Islamisasi ilmu pe-            dungi.                                           (mencakup berfikir dan berfantasi). Pro-                                                  lam dataran filsafat phenomenologik)
             interaktif dapat             ngetahuan.                                          Dengan demikian praktik kehidupan            movenda penulis minta mencermati ba-        Studi Islam Postmodern                        akan penulis pakai untuk jembatan
                                              Studi Islam yang akan penulis saji-         masa depan (dengan dekonstruksi An                                                               Studi Islam Postmodern memiliki
mencermati filsafat ilmu di                                                                                                                haya berimagi bebas, dengan bukti bah-                                                    menghubungkan dengan dekonstruksi
                                          kan adalah studi Islam Postmodern, de-          Naiem) perlu kembali mempraktikkan ke-                                                       karakteristik utama mendekonstruksi
                                                                                                                                           wa produk imagi bebas dapat tidak ter-                                                    metafisika Al Farabi ke filsafat empirisme
 S3 dan S2 Pasca Sarjana                  ngan karakter dasar mendekonstruksi             samaan hak pria-wanita, Muslim-
                                                                                                                                           kendali atas bukti dengan imagi bebas       berfikir ilmiah barat yang empirik obyektif   periphatetik Ibnu Rusyd.
  IAIN/UIN dan Pasca Sar-                 kemapanan konvensional.                         nonMuslim.                                                                                   dan sekaligus mendekonstruksi berfikir
                                                                                                                                           dapat menghasilkan berfikir Katholik
   jana lainnya sejak 1984                                                                                                                 Kirkeigard, berfikir atheis Sartre, dan     metafisik Islam, agar bertemu menjadi         Filsafat Metafisika Plato, Al Farabi,
                                          Operasional Studi Islam Postmodern              Dekonstruksi Hasan Hanafi                                                                    studi ilmu yang integratif dengan ke-
                                                                                                                                           berfikir Naziisme Nietze. Dan promoven-                                                   Descartes, dan Kant
sampai sekarang. Semoga                      Karakteristik studi Islam Postmodern             Dengan disertasinya Hasan Hanafi
                                                                                                                                           di menunjuk bahwa berimagi bebas itu        imanan.                                           Metafisika adalah filsafat yang meng-
penulis masih dapat mem-                  adalah mendekonstruksi pemikiran yang           memilahkan yang sakral dan yang tak
                                                                                                                                           berbahaya. Perlu dibatasi untuk berima-                                                   akui adanya kebenaran universal di atas
                                          sudah berjalan konvensional.                    sakral. Yang tidak sakral itu dapat dikritisi;                                               Dekonstruksi filsafat empirisine Barat
     beri urunan pemikiran                                                                                                                 gi bebas yang tidak menjangkau dzat Al-                                                   kebenaran empirik. Rumusan tersebut
                                                                                          adapun yang sakral diupayakan untuk              lah, yang ghaib, serta firmanNya.                Filsafat empirisme barat hanya           adalah rumusan metafisika Plato, Des-
     filosofik bagi pengem-               Dekonstruksi Makkiyah Madaniyah                 difahami dan dicari hikmahnya. Yang                                                          mengakuj kebenaran faktual obyektif.          cartes, dan Kant.
   bangan Muhammadiyah                        Pemaknaan konvensional para                 sakral adalah firman Allah. Adapun pen-          Dekonstruksi ‘Ain dan Kifayah               Penulis mendekonstruksi perlu disadar-            Metafisika Al Farabi, atau di Barat
                                          ulama menyebut bahwa ayat-ayat                  dapat para ulama, dan juga pendapat                                                          kan adanya sesuatu yang intensional, se-
          Pasca satu abad.                                                                                                                      Untuk empowering umat penulis                                                        disebut filsafat Neoplatonis, memasukkan
                                          Makkiyah adalah ayat-ayat akidah, dan           para ahli itu tidak sakral, dapat dikritisi.                                                 suatu yang maknawi. Pemaknaan demi-
                                                                                                                                           mendekonstruksi fardhu ‘ain fardhu kifa-                                                  keyakinan mistik dan keimanan dalam
                                          ayat-ayat Madaniyah adalah ayat-ayat                Bagaimana dengan Hadits Rasulul-                                                         kian adalah pemaknaan phenomenologik
                                                                                                                                           yah Al Gazali menjadi wajib ‘ain dan wa-                                                  bangunan kebenaran universal tersebut.
                                          muamalah. Mohammad Toha, dilanjut-              lah saw? Lewat diskusi di MPA IAIN dan                                                       Husserl. Dimasukkan values kemanu-
                                                                                                                                           jib kifayah Noeng Muhadjir.
                                          kan oleh An Naiem mendekonstruk pe-             lewat pemahaman pada mahasiswa                                                               siaan (sesudah pengalaman Perang
                                                                                                                                                Fardhu ‘ain Al Gazali adalah merupa-                                                 Dekonstruksi metafisika Al Farabi
                                          maknaan tersebut menjadi bahwa ayat-            Pasca IAIN/UIN, penulis tawarkan untuk                                                       Dunia II), dan values keadilan (sesudah
                                                                                                                                           kan keharusan setiap Muslim untuk bela-                                                       Keyakinan keimanan itu perlu diper-
                                          ayat Makkiyah adalah ayat-ayat univer-          dikembalikan pada sabda beliau. Ada hal                                                      banyak bukti kesenjangan ekonomi akhir
                                                                                                                                           jar agama, dan fardhu kifayah Al Gazali                                                   tahankan dalam bangunan yang mengin-
                                          sal, seruan bagi semua manusia, Muslim          yang beliau menyatakan: “Kamu lebih                                                          abad 20M).
                                                                                                                                           adalah bahwa belajar ilmu lain merupakan                                                  tegrasilkan ilmu dengan iman; tetapi perlu
                                          maupun non Muslim, pria maupun wani-            tahu duniamu” (kasus menyerbukkan                                                                 Dengan terbukanya discourses untuk
                                                                                                                                           kifayah, dan harus dikerjakan.                                                            diubah prosesnya dari keyakinan mistik
                                          ta untuk berbuat kebajikan dengan hak           korma), “itu pendapat saya” (kasus                    Penulis pilahkan antara fardhu ‘ain-   values kemanusiaan dan keadilan, kita         menjadi adanya bukti rasional empirik.
                                          yang sama. Adapun ayat-ayat Madani-             menggali oase tiruan), “itu saran” (kasus        kifayah Al Gazali dengan wajib ‘ain-        secara ilmiah menjadi mengakui adanya             Di dalam ilmu pengetahuan dituntut
                                          yah adalah ayat-ayat kasuistik, ayat-ayat       menyeyogyakan untuk tidak cerai                  kifayah dari penulis. Fardhu mempunyai      nilai humanistik di atas kebenaran faktual    bukti kebenaran yang empirik sekaligus
                                          untuk kasus-kasus, karena yang univer-          dengan suami yang masih budak). Dan                                                          obyektif.
                                                                                                                                           konsekuensi pahala, adapun wajib mem-                                                     dapat dijelaskan secara rasional. Telah

32   EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                         SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010     33
                                                                                                      opini                                                                                                       MOZAIK

penulis kenalkan rasional elementer dan       Filsafat empirisme Ibnu Rusyd                   kebenaran superhuman keadilan, kema-
rasional superhuman.                               Filsafat peripathetik Islam adalah         nusiaan, seni, dan lain-lain, atau me-
    Keyakinan keimanan adalah keyakin-
an bahwa Allah Maha Rahmah, Maha
Rakhim, penuh Maghfirah, dan lainnya
                                              filsafat empirisme Islam; yang mengem-
                                              bangkan ilmu lewat telaah kauniyah se-
                                              cara empirik eksperimental. Kita selalu
                                                                                              ngakui kebenaran values di atas kebenar-
                                                                                              an faktual obyektif. Dengan maksud lebih
                                                                                              dalam agar yang sekuler ataupun yang
                                                                                                                                                  Surat Kabar-Surat Kabar Muhammadiyah
(sesuai dengan asmaul husna). Kita men-       menyebut ada dua ilmu dalam Islam, yaitu        lemah keimanannya, menjadi terbuka
cermati empiri dan memahami rasionali-        Qauliyah dan kauniyah. Yang kauniyah            pada sesuatu yang terkait dengan values,


                                                                                                                                              D
tas yang berlandaskan keyakinan asmaul        dikembangkan intensif selama 6 abad di          yang selanjutnya dapat diajak berfikir
                                                                                                                                                       alam Statuten                                                   Bintang Islam. Majalah dwi
husna adalah penggunaan rasionalitas          dunia Islam Andalusia, dari abad 8 sampai       tentang values ajaran agama.
                                                                                                                                                       Muhammadiyah                                                mingguan metamorfosa Tjahja Islam
                                                                                                                                                       1912 (Besluit                                               (Solo). Terbit pertama kali pada Januari
Allah, dan dilihat dari segi manusia adalah   11 M. Produknya adalah ilmu empirik                  Dekonstruksi kedua adalah mengganti
                                                                                                                                              Gubernur Jenderal Hindia                                             1923 di Yogyakarta menggunakan
rasionalitas suprahuman, rasionalitas di      eksperimental dan teknologi. Sejarah            filsafat metafisika Al Farabi dengan filsafat
                                                                                                                                              Belanda tanggal 22 Agustus                                           bahasa Melayu. Majalah ini memuat
atas pemahaman manusia.                       Barat menyebut abad 8 sampai 14 M               empirisme peripathetik Islam Ibnu Rusyd.
                                                                                                                                              1914), salah satu misi                                               informasi kemajuan agama Islam di
    Dekonstruksi tersebut penulis lakukan     adalah abad gelap (dogmatik Katholik).          Atau dapat juga disebut tetap
                                                                                                                                              persyarikatan ini disebutkan:                                        tanah air, berita umat Islam di Eropa
dalam mempromotori setidaknya tiga            Sedangkan Islam pada abad tersebut              menggunakan filsafat metafisika Al Farabi
                                                                                                                                              “...menerbitkan serta                                                dan menyajikan kisah-kisah
disertasi. Bagi Muslim yang kuat keya-        sudah mengembangkan iptek, yang sejak           dengan tetap mempertahankan keimanan
                                                                                                                                              membantu terbitnya kitab-                                            kepahlawanan dalam Islam. Tiras
kinan agamanya, penulis bawa untuk            abad 15 M diadopsi menjadi iptek yang           tentang maghfirah Allah, rahmah Allah,
                                                                                                                                              kitab, kitab sebaran, kitab                                          Bintang Islam mencapai 1500
mendekonstruksi keyakinan keimanan-           berkembang sampai sekarang.                     dengan modifikasi yang mistik menjadi
                                                                                                                                              khutbah, surat kabar,                                                eksemplar. Jaringan pemasaran
nya menjadi yakin akan maghfirah Allah,            Islam sendiri? Sejak abad 13 M me-         dicari dan dikembangkan bukti empirik dan
                                                                                                                                              semuanya yang muat perkara                                           mencapai luar negeri. Selain di tanah
rahmah Allah, sekaligus mencermati dan        ngabaikan hasil karyanya dalam iptek, dan       pemahaman suprarasionalitas Allah
                                                                                                                                              ilmu agama Islam, ilmu                                               Jawa, majalah ini tersebar di Penang,
mengembangkan usaha dan bukti empirik         lebih mengembangkan filsafat metafisik Al       (sebagai the highest wisdom of Allah).
                                                                                                                                              ketertiban cara Islam.”                                              Singapura, Perak, dan Johor. Pemimpin
dan menggunakan rasionalitas supra-           Farabi. Umat Islam menjadi lemah dalam
                                                                                                                                              Setahun pasca keluar Besluit                                         redaksi pertama: M.A. Hamid. Jajaran
human (rasionalitas the highest wisdom        politik, ekonomi, dan militer pada waktu ini.   Penutup
                                                                                                                                              tahun 1914, Muhammadiyah                                             redaksi: H.M. Sjudjak, M.
of Allah) dalam mencari bukti kebenaran.                                                         Semoga penjelajahan penulis dalam
                                                                                                                                              mulai mengawali penerbitan                                           Soemodirdjo, dan M. Moechtar
Dengan cara tersebut mendorong ber-           Mengintegrasikan ilmu dan iman                  kehidupan keluarga dan kehidupan
                                                                                                                                              surat kabar.                                                         Boecari. Administrasi: Harsoloemekso.
kembangnya ilmu yang rasional empirik              Integrasi ilmu dan iman yang penulis       akademik penulis di lingkungan Muham-
                                                                                                                                                  Soewara Moehammadijah. Majalah bulanan             Pada tahun 1925, Mohammad Hatta dari Amsterdam
dalam upaya mengintegrasikan ilmu             tawarkan adalah pertama, dekonstruksi           madiyah dapat menambah makna Mu-
                                                                                                                                              terbit sejak tahun 1915. Pada nomor edisi ke-2 tahun   (Belanda),
dengan iman.                                  filsafat empirisme barat agar mengakui          hammadiyah pasca satu abad.
                                                                                                                                              pertama 1915 (1333 H) terbit menggunakan bahasa        membantu redaksi
                                                                                                                                              dan huruf Jawa. Materi tentang agama dan dakwah        Bintang Islam
                                                                                                                                                                              Islam. Tipografi       sebagai
                                                                                                                                                                              terbitan tahun         koresponden. (1931
                                                                                                                                                                              pertama masih          berhenti terbit).
                                                                                                                                                                              sederhana.                 Soeara Aisjijah.
                                                                                                                                                                              Pemimpin redaksi       Majalah bulanan
                                                                                                                                                                              pertama Suara          ini Isteri-Islam,
                                                                                                                                                                              Muhammadiyah:          lembaran khusus
                                                                                                                                                                              Haji Fachrodin.        wanita Islam di
                                                                                                                                                                              Jajaran redaksi: H.    Soeara
                                                                                                                                                                              Ahmad Dahlan,          Moehammadijah
                                                                                                                                                                              H.M. Hisyam, R.H.      terbit sejak awal
                                                                                                                                                                              Djalil, M. Siradj,     1925. Pada Oktober
                                                                                                                                                                              Soemodirdjo,           1926 terbit nomor
                                                                                                                                                                              Djojosugito, dan       perdana Soeara
                                                                                                                                                                              R.H. Hadjid.           Aisjijah. Pertama
                                                                                                                                                                              Pengelola              kali terbit, Soeara Aisjijah masih menggunakan
                                                                                                                                                                              administrasi: H.M.     bahasa Latin Jawa dengan moto: “Madjalah
                                                                                                                                                                              Ma’roef dibantu        boelanan kawekdalaken deneng Moehammadijah
                                                                                                                                                                              Achsan B. Wadana.      Djokjakarta.” Tiras 1000 eksemplar. Para pengelola
                                                                                                                                                                              Alamat redaksi dan     majalah Soeara Aisjijah yang pertama kali: Siti
                                                                                                                                                                              tata usaha di Jagang   Djoehainah (pimred), Siti Asminah, Siti Wakirah,
                                                                                                                                                                              Barat, Kauman,         Siti Hajinah, Siti Wardijah, Siti Barijah (redaksi).
                                                                                                                                              Yogyakarta. Terbitan tahun pertama dicetak di          Alamat redaksi majalah ini yang pertama kali di
                                                                                                                                              Percetakan Pakualaman. (Sekarang masih terbit).        Suronatan. (Sekarang masih terbit). rif

34     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                           SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   35
                                                   telaah pendidikan                                                                                                                telaah pendidikan

                                                                                                                                    kekuatan inisial yang cukup dahsyat di      Anda dapat menjadi pilihan utama             ada rapat, harus sudah mulai berani
                            SEKOLAH MUHAMMADIYAH                                                                                    kemudian hari yang menyatu dalam diri
                                                                                                                                    peserta didik.
                                                                                                                                                                                masyarakat sekaligus menjadi kebang-
                                                                                                                                                                                gaan bangsa ini? Sewaktu PWM Jatim
                                                                                                                                                                                                                             menata diri dengan target. Pengurus
                                                                                                                                                                                                                             Muhammadiyah yang hanya menjalan-

          SEBAGAI PUSAT PERUBAHAN                                                                                                        Di tingkat Menengah, sekolah
                                                                                                                                    Muhammadiyah telah berani mengukir
                                                                                                                                    lebih dalam untuk memasukkan the
                                                                                                                                                                                mengirim tiga kepala sekolah untuk
                                                                                                                                                                                magang di Sydney, Victoria, dan
                                                                                                                                                                                Melborne, banyak orang bertanya: apa
                                                                                                                                                                                                                             kan amanah sekadar kober (punya
                                                                                                                                                                                                                             waktu), harus mulai dibekali dengan
                                                                                                                                                                                                                             pinter (pintar), dan harus banter (cepat).
                                                       PROF.
                                         IMAM ROBANDI, PROF. DR.-ENG.                                                               values tadi ke dalam diri anak didik        yang dicari di sana? Atau kalau kita         Para kepala sekolah yang kerjanya
                                                                                                                                    melalui proses belajar dan berdidik.        setback ke zaman Nabi Muhammad saw,          hanya masih menghitung hari dalam
                                                                                                                                    Kematangan saat masuk sekolah               mengapa jauh-jauh mencari ilmu ke            setiap bulan, mulai sekarang harus


M
           uhammadiyah lahir pada 18         (measureable), dari yang tidak terkontrol   sampai SMA telah terkonsep secara          menengah ini akan menjadi sumber            negeri China? Apa di Jazirah Arab tidak      sudah mulai banyak menuntut ilmu dan
           November 1912, tidak begitu       menjadi terkontrol (controlable), dari      definitif sejak lama. Di tingkat TK,       kekuatan remaja Indonesia yang akan         ada ilmu?                                    sharing untuk berinovasi agar dapat
           jauh dari era modernisasi di      yang tidak teramati menjadi sistem yang     pendidikan yang memberi porsi terbesar     segera menghadapi tantangan sebenar-             Itu semua adalah tantangan makro        berlari kencang.
Jepang. Pada era Meiji 1887, Kekaisaran      teramati (observable). Itu semua adalah     pada ranah afektif melalui media           nya di tengah-tengah masyarakat. Di sini    (globalisasi) yang harus ditaklukkan.            Mengubah kurikulum bukan bid’ah,
Dai Nippon mendirikan 8 sekolah unggul,      variabel dasar dari manajemen yang          bermain sudah lama dikembangkan oleh       letak hakikat definisi perkaderan jangka    Muhammadiyah yang berkemajuan                mengubah seragam juga bukan dhalalah,
salah satunya adalah Daigo Koto Gakko        digunakan oleh KH Ahmad Dahlan untuk        TK Aisyiyah. Di tingkat SD yang masih      panjang yang telah dilakukan, sehingga      adalah Muhammadiyah yang adaptif             dan mengecat gedung dengan warna
yang berada di kota Kumamoto yang            membangun umat melalui sistem               menganut asas pendidikan bermain           jutaan manusia bintang telah dilahirkan     dengan segala perubahan. Ahli                selain biru juga bukan dosa besar. Ada
sekarang menjadi Kumadai. Delapan            pendidikan dengan Kurikulum Al-Maa’uun:     sambil berdidik dan belajar di kelas 1     oleh Muhammadiyah untuk bumi pertiwi        pencangkok hati tidak tinggal di             sekolah yang plafon dan ruang kelasnya
sekolah ini adalah sekolah elite yang        1-7 dan Ali Imran: 104. Sistem ini oleh     sampai dengan kelas 3; dan berdidik dan    ini. Ini adalah awal restorasi pendidikan   Indonesia, ahli software tidak menetap       dicat biru tua, sehingga cahaya diserap
dikembangkan sebagai pusat kaderisasi        para kalangan intelektual sering disebut    belajar sambil bermain di kelas 4 sampai   Indonesia di abad ke-20. Proses             di Surabaya, ahli pesawat terbang milik      semua oleh tembok dan plafon. Walhasil
dan pusat pencerahan peradaban bangsa        sebagai manajemen pendekatan                dengan kelas 6, sekolah Muham-             pencerahan peradaban skala besar            Boeing, ahli serat optik bertempat tinggal   anak didik tidak kebagian cahaya sedikit-
Nippon memasuki era modern yang              empirik-rasional.                           madiyah telah banyak mentransfer value     yang telah dibangun oleh KH Ahmad           di Yokohama, ahli microprocessor ada         pun, akhirnya tidak betah belajar di dalam
meng-copy paste sistem pembelajaran                                                      Al-Islam sebagai positioning tersendiri.   Dahlan.                                     di Tokyo, dan sebagainya. Toko-toko          kelas. Kepala sekolah tidak berani meng-
Perancis.                                    Makna Mendidik                                  Di situlah letak brand sekolah         Tantangan Hari Ini                          grosir ilmu pengetahuan menyebar di          ubah dengan cat yang lebih terang,
     Dari sekolah ini telah lahir para           Kita melihat bahwa kurikulum yang       Muhammadiyah sebenarnya. Nilai dasar            Apa yang kita pikirkan dan akan        seluruh penjuru bumi. Mungkin masih          karena takut dicap kurang loyal. Seragam
perdana menteri dan ilmuwan, serta           dikembangkan oleh KH Ahmad Dahlan           akidah, akhlak, dan ibadah diletakkan      kerjakan hari ini? Jika Anda adalah se-     ada yang alergi terhadap globalisasi,        sepatu hitam yang sering digunakan
telah memunculkan kader-kader hebat          adalah “kurikulum afektif”, menganut        pada peserta didik secara dini, sehingga   orang kepala sekolah Muhammadiyah,          sehingga di rumahnya tidak berani            sebagai seragam sekolah-sekolah
kelas dunia yang berimbas pada               asas perbaikan perilaku. Itu adalah         sekolah Muhammadiyah telah menjadi         atau seorang Ketua PCM, PDM, atau           mempunyai radio atau TV; dan masih           Muhammadiyah juga sering mendapat
kemakmuran Jepang, melalui simbol-           konsep pendidikan sebenarnya yang           pusat perkaderan sumberdaya manusia        bahkan PWM, konsep apa yang akan            ada juga yang tidak mau mempunyai            penolakan oleh ibu-ibu wali murid yang
simbol kendaraan: Honda, Yamaha,             mengacu pada ad-Dinu husnul khuluk.         sebenarnya. Pada usia dini ini the         dikembangkan agar sekolah-sekolah           handphone atau lampu listrik, karena         merupakan stakeholder kita, karena
Suzuki, Toyota, Subaru, Isuzu, Daihatsu,     Mendidik adalah proses mencetak             values of Islam menjadi sumber             Muhammadiyah di daerah atau wilayah         penemu lampu listrik adalah pak Edison       dianggap kumuh dan banyak mendatang-
Sumitomo, Komatsu, Hitachi, Toshiba,         manusia untuk menjadi manusia yang          DIDIK SUJARWO                                                                          yang bukan orang Indonesia.                  kan nyamuk, juga tidak pernah direspons
Sony, Sanyo, Mazda, Panasonic, Sharp;        berakhlak mulia. Mendidik bukan                                                                                                         Orangtua murid berharap, putera-        oleh para kepala sekolah.
dan olahraga: Judo, Karate, Kempo, dan       sekedar mendengar, membaca, dan                                                                                                    puterinya dapat bertarung secara global.         Pendek kata, pendidikan Muhamma-
lain-lain yang telah membanjiri jagad ini.   menghafal ayat. Mendidik adalah                                                                                                    Ingat, kompetitor kita adalah perubahan,     diyah akan mencerahkan dan menjadi
Semua produk mereka terlahir dari            mengamalkan ayat, menyebarkan, dan                                                                                                 sehingga sekolah yang tidak mau ber-         pusat perubahan kalau the owner dan
tangan-tangan manusia yang berkarak-         menghasilkan bacaan ayat.                                                                                                          ubah akan ditinggal oleh customer. Pusat     customer dapat match dalam satu equilib-
ter, yang telah mereka cetak melalui             Mendidik bukan mengajar, dan men-                                                                                              perubahan tidak terletak di sekitar kita,    rium point di setiap zamannya. Matching
sekolah-sekolah mereka yang terprog-         didik juga bukan melatih. Mendidik                                                                                                 pusat perubahan adalah sangat global.        bukan perkara mudah, tetapi juga bukan
ram dan terencana dengan baik untuk          adalah pekerjaan ranah afektif yang                                                                                                Jika jauh dari pusat perubahan, maka         berarti sulit. Dengan pengalaman seratus
masa depan yang panjang. Jepang hari         menjadi inti dari sistem dakwah Muham-                                                                                             akan menjadi ekor selamanya. Namun           tahun, tentu pendidikan Muhammadiyah
ini yang telah tercerahkan adalah produk     madiyah, sehingga muncul sistem                                                                                                    jika menghindar dari perubahan akan ter-     akan sangat mudah menghindar dari lu-
kurikulum 150 tahun yang silam. Mereka       pendidikan Muhammadiyah. Mendidik                                                                                                  gilas oleh perubahan itu sendiri dan akan    bang ranjau, tidak merasa berat jika
telah memulai dengan pendidikan yang         bukan sekedar bersandar pada nilai                                                                                                 menjadi penonton abadi. Oleh sebab itu,      menghadapi tanjakan dan selalu menjaga
selalu adaptif dengan zamannya.              kognitif, tetapi merupakan resultante                                                                                              jadikanlah sekolah-sekolah Muham-            rem saat meluncur ke bawah, sehingga
     Bagaimana dengan pendidikan di          semua komponen vektor kecerdasan                                                                                                   madiyah sebagai pusat perubahan.             seyogianya sekarang akan sangat pantas
Tanah Air? Pendidikan di Tanah Air yang      (multi--intelligence).                                                                                                                  Di sini peran Persyarikatan harus       kalau panen prestasi. Semoga, dan
zaman dulu hanya mengandalkan                    Sebelum Gardner dan McAshan                                                                                                    dapat dengan cepat menyesuaikan diri         selamat bermuktamar.
sekolah-sekolah pondok tradisional di        memperkenalkan konsep “triangle                                                                                                    dengan perubahan. Manajemen yang             ___________________________________
pelosok, beralih ke sistem sekolah mo-       afeksi, kognisi, dan psikomotorik”,                                                                                                masih sekadar jalan, harus mulai berani      Penulis adalah Ketua Majelis Dikdasmen
dern. Dari sistem manajemen kualitatif       sekolah-sekolah Muhammadiyah sudah                                                                                                 membuat schedule dengan waktu dan            PWM Jawa Timur dan Guru Besar In-
beralih menjadi kuantitatif, dari sistem     lebih awal memulainya. Pembagian tiga                                                                                              target yang tepat. Pengurus Majelis          stitut Teknologi Sepuluh Nopember
yang tidak terukur menjadi terukur           konsep triangle tersebut dari tingkat TK                                                                                           Dikdasmen yang kurang semangat kalau         (ITS), Surabaya.

36     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                               SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    37
                                                     telaah pendidikan                                                                                                              telaah pendidikan

                                                                                                                                      arah yang jelas sesuai dengan identitas gerakan dan prinsip           bukan saja original dari pikiran KH Ahmad Dahlan tetapi juga

       MENGGAGAS CETAK BIRU                                                                                                           nilai Persyarikatan. Sebagai akibatnya adalah raison d’etre
                                                                                                                                      perguruan Muhammadiyah terlupakan dari keberadaan
                                                                                                                                      Persyarikatan. Misalnya dengan keterkaitan ini semua
                                                                                                                                                                                                            merefleksikan kedalaman spiritualitas dan keluasan
                                                                                                                                                                                                            progresivitasnya. “Di antara pembaruan dalam agama dan
                                                                                                                                                                                                            pendidikan”, demikian Kuntowijoyo (1985), “barangkali
      PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH                                                                                                         sebetulnya perguruan Muhammadiyah memiliki tanggung
                                                                                                                                      jawab intrinsik sebagai institusi dakwah amar ma’ruf nahi
                                                                                                                                                                                                            Muhammadiyah menempati kedudukan tersendiri karena
                                                                                                                                                                                                            usahanya yang keras untuk memadukan iman dan kemajuan,
                                                                                                                                      munkar dan lembaga perkaderan (kaderisasi), serta desain              seperti juga Taman Siswa yang mencoba memadukan
                                               ASEP PURNAMA BAHTIAR                                                                   kurikulum yang merefleksikan nilai-nilai dan jiwa Islam.              Kebudayaan Barat dan Timur dalam filsafat pendidikannya.”
          Sekretaris Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah (2005-2010); Dosen Fakultas Agama Islam UMY.                                                                                                      Kedua, perkaderan yang intrinsik atau built in dalam sistem
                                                                                                                                      Tiga Poin CBPM                                                        pendidikan Muhammadiyah. Perkaderan dan pendidikan dalam


I
   stilah cetak biru (blue print) biasanya dipergunakan dalam        khusus mengenai arti penting pendidikan yang inovatif dan             Rumusan cetak biru pendidikan Muhammadiyah (CBPM)                satu tarikan nafas ini memiliki akar sejarah yang kuat, karena
   dunia arsitektur dan rekayasa mesin untuk menggambarkan           progresif bagi umat Islam tanpa harus kehilangan identitasnya.   tentu saja tidak bisa lepas dari latar historis didirikannya          ketika KH Ahmad Dahlan merintis cikal-bakal sekolah Muham-
   desain dan rancang detail mengenai gedung atau prototipe          Dalam konteks ini, Prof. DR. A. Mukti Ali menyebutnya dengan     lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah; visi dan ide                 madiyah terkandung maksud dan tujuan bukan hanya untuk
(misalnya kendaraan atau pesawat terbang) yang akan                  ungkapan “reformulasi ajaran dan pendidikan Islam”, atau         pembaruan yang dipancangkan KH Ahmad Dahlan; dinamika                 mencerdaskan umat semata tetapi juga guna menyiapkan
dibangun. Dalam Encarta Dictionary (2004) ada dua pengertian         menurut M. Basit Wahid, “memperbarui sistem pendidikan           perguruan Muhammadiyah dan konteks sekarang yang                      anak-anak muda terdidik sebagai kader dan generasi penerus
tentang blue print yang relevan dikutip di sini: 1. Print of plan:   Islam secara modern sesuai dengan kehendak dan kemajuan          melingkupinya; serta orientasi ke depan di tengah perubahan           gerakan pembaruan yang sudah dipancangkannya itu.
a photographic print of a technical drawing with white lines         zaman”.                                                          dunia yang tidak mudah untuk diperkirakan. Dengan kata lain,              Bukankah sudah lama disadari oleh banyak pihak, baik di
printed on a blue background, usually used as a reference                Dari perspektif sejarah sesungguhnya Muhammadiyah            cetak biru pendidikan Muhammadiyah bisa memberikan                    kalangan Pimpinan Persyarikatan maupun di lingkungan
before and during the building process. 2. Plan or guide: a          sudah lebih awal ikut merintis atau bahkan memelopori            gambaran dan arah berupa basik nilai dan idealisme                    keluarga besar Muhammadiyah, dalam sebuah pertanyaan
plan of action, or something already done that can be used as        pendidikan yang tersistem di Tanah Air. Bandingkan dengan        pembaruan ke arah kemampuan untuk mendesain pendidikan                bernada keluhan: “Dari sekian ribu sekolah dan seratus
a guide to doing something in the future.                            Taman Siswa di Yogyakarta (1922) dan INS Kayu Tanam di           yang sistemik dan paradigmatik guna pemekaran seluruh                 tujuhpuluhan perguruan tinggi Muhammadiyah itu, berapa
     Dengan merujuk pada pengertian leksikon tersebut terlihat       Sumatera Barat (1926). Karena itu aneh dan menjadi tanda         potensi warga didik dan pencapaian kemajuan dari zaman ke             persen dari alumninya yang menjadi kader Muhammadiyah
bahwa istilah blue print (seperti dalam pengertian kedua di          tanya besar, jika dalam kiprahnya di dunia pendidikan yang       zaman untuk kebajikan publik.                                         atau terpanggil untuk ikut mengembangkan Persyarikatan?”
atas) juga bisa diterapkan dalam menggagas cetak biru                sudah melampaui satu abad ini Muhammadiyah belum memiliki             Setidaknya ada tiga poin penting yang perlu memperoleh           Kalau saja masalah ini ditindaklajuti dengan kebijakan pro-
pendidikan Muhammadiyah. Istilah cetak biru yang dipinjam            cetak biru pendidikan.                                           highlight dalam rumusan cetak biru pendidikan Muhammadiyah            perkaderan dan konsepnya yang sistemik, bisa dibayangkan
untuk membincang ulang pendidikan Muhammadiyah ini                       Kedua, perkembangan pendidikan Muhammadiyah secara           ini. Pertama, formulasi iman dan kemajuan sebagai pancang             betapa dahsyatnya dinamika dan perkembangan
hubungannya bisa dilihat, baik secara fisik maupun non-fisik.        kuantitatif termasuk luar biasa. Dari tahun ke tahun terjadi     gerakan dan cita-cita yang harus diwujudkan bagi                      Muhammadiyah di seluruh penjuru Indonesia karena peran
    Secara fisik, cetak biru dimaksud bisa berkaitan dengan          penambahan jumlah sekolah atau perguruan tinggi di               kemaslahatan hidup umat manusia. Jauh-jauh hari Kuntowijoyo           dan kiprah alumni perguruan Muhammadiyah.
arsitektur bangunan sekolah atau kampus perguruan tinggi             lingkungan Persyarikatan. Sampai dengan bulan Mei 2010           sudah menggarisbawahi dua kosakata penting ini, karena                    Ketiga, pendidikan karakter harus kembali menjadi bagian
seperti apa yang layak dibangun sesuai dengan visi dan misi          jumlah perguruan Muhammadiyah (mulai SD sampai dengan                                                                  DIDIK SUJARWO   dari keunggulan dan kekhasan sekolah dan perguruan tinggi
Persyarikatan Muhammadiyah. Sedangkan secara non-fisik,              PT) tercatat sebagai berikut: SD/MI/MD sebanyak 2.563                                                                                  Muhammadiyah untuk membangun nilai-nilai utama. Dengan
cetak biru tersebut lebih banyak berhubungan dengan desain           buah; SMP/MTs sebanyak 1.685 buah; SMA/MA sebanyak                                                                                     prinsip iman dan kemajuan serta kesadaran mengenai urgensi
besar konsep dan formulasi sistem pendidikan ala                     747 buah; SMK sebanyak 396 buah; Madrasah Mu’allimin/                                                                                  perkaderan dalam pendidikan yang dituangkan dalam
Muhammadiyah, yang bisa memberikan karakter dan                      Mu’allimat sebanyak 25 buah; Pondok Pesantren sebanyak                                                                                 kurikulum pendidikan ala Muhammadiyah di semua jenjang
kekhasan yang berbeda dengan pendidikan yang dikelola oleh           101 buah; PTM sebanyak 172 buah.                                                                                                       perguruannya, maka upaya pendidikan karakter by design
pemerintah atau organisasi-organisasi lain.                              Jumlah perguruan Muhammadiyah dalam angka ribuan itu                                                                               akan dirasakan oleh warga didik dan menjadi nilai lebih ketika
                                                                     adalah asset organisasi bagi pengembangan sumberdaya                                                                                   mereka lulus dari perguruan Muhammadiyah; religiusitas,
Mengapa Cetak Biru?                                                  manusia dan wujud kongkret pengkhidmatan untuk                                                                                         integritas, kompetensi, cakap, mandiri, dan berbudaya unggul.
     Hemat penulis, cetak biru pendidikan Muhammadiyah               mencerdaskan kehidupan bangsa. Alangkah sayangnya bila                                                                                     Tanwir Muhammadiyah 2009 di Bandar Lampung sudah
(CBPM) ini sudah mendesak untuk dirumuskan dan menjadi               kuantitas yang membanggakan itu kehilangan dasar pijakan                                                                               menggarisbawahi kembali mengenai signifikansi pendidikan
kebijakan Persyarikatan untuk diterapkan di seluruh amal             dan visi dalam sebuah sistem pendidikan Muhammadiyah                                                                                   karakter ini dalam dua pernyataan: 1) “Membangun kultur
usaha bidang pendidikan, mulai SD sampai PT. Majelis                 karena tidak ada cetak biru pendidikannya. Selama ini—tanpa                                                                            sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk
Dikdasmen dan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah                  mengurangi rasa hormat atas usaha dan jerih payah para                                                                                 memekarkan karakter warga didik yang unggul dan
semestinya menjadi leading sector dalam perumusan CBPM               pengelola perguruan Muhammadiyah—sering terdengar                                                                                      berkemajuan dalam konteks kebangsaan dan keumatan”; 2)
ini. Paling tidak, ada tiga alasan dan sekaligus pertimbangan        bahwa setiap sekolah atau perguruan tinggi itu diurus                                                                                  Mentransformasikan pendidikan nasional sebagai strategi
untuk merumuskan cetak biru pendidikan Muhammadiyah.                 berdasarkan kebijakan-kebijakan yang lebih bersifat                                                                                    kebudayaan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya.
     Pertama, salah satu latar belakang KH Ahmad Dahlan              administratif dan teknis; serta tidak jarang dikelola dengan                                                                           Dalam hal ini pendidikan agama dan budi pekerti benar-benar
mendirikan Muhammadiyah (1912) berkaitan dengan gagasan              dominasi rasio instrumental sesuai keinginan atau hasrat                                                                               disinergikan secara holistik dengan pendidikan umum melalui
pemikirannya tentang sistem pendidikan yang semestinya bagi          masing-masing orang yang menjadi pemimpinnya, sehingga                                                                                 pendekatan yang lebih transformasional (agama dan moral
umat Islam sesuai dengan sumber ajarannya yang                       kerap muncul istilah plesetan “MBS” (management by selera).                                                                            sebagai nilai-nilai yang memberikan basis profetik, sublimatif,
memajukan. Sejak awal, bahkan sebelum mendirikan                         Ketiga, implikasinya adalah pengelolaan pendidikan di                                                                              integratif, kritis, liberatif dan kreatif).
Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan sudah menaruh perhatian                 Muhammadiyah seolah telah kehilangan dasar pijakan dan

38     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                    SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   39
                                                    telaah pendidikan                                                                                                                           telaah pendidikan


FORMULASI STRATEGIK
PERGURUAN TINGGI DI ERA GLOBAL
WIDODO
Penulis adalah Kepala Badan Penjaminan Mutu Universitas Ahmad Dahlan, kandidat doktor manajemen pendidikan Program
Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang.




P
        erguruan Tinggi (PT) saat ini        dupan manusia, termasuk PT. Hal ini              SWOT menurut Thomson dan Strickland.
        berada pada era dan lingkungan       memaksa setiap pengelola PT untuk ber-           Potensi kekuatan, misalnya: distinctive
        baru globalisasi. Globalisasi        fikir akomodatif, preventif, dan antisi-         competence, kecukupan sumberdaya
menuntut penguasaan ilmu pengeta-            patif.                                           dan lulusan berwawasan global yang
huan dan keterampilan peringkat inter-            Saat ini PT juga menghadapi berba-          mampu berkiprah secara global, keung-
nasional yang implikasinya perlu gelar       gai tantangan, misalnya tantangan pe-            gulan biaya (rendah), kemampuan pro-
akademik dan sertifikasi internasional.      ngelolaan dan kelangsungan hidup, tan-           mosi, kehandalan manajemen, kemam-
Perkembangan ilmu pengetahuan yang           tangan pada proses belajar mengajar,             puan inovasi produk, kemampuan ope-
pesat, IPTEK baru bermunculan yang           dan tantangan pada pendidikan nilai. La-         rasi, dan kemampuan SDM. Potensi kele-
menuntut long life education dan keman-      han pendidikan juga sudah dilirik oleh pa-       mahan, misalnya fasilitas out of date,
                                                                                                                                                                                                                                                                                DIDIK SUJARWO


dirian dalam pembelajaran. Teknologi         ra pengusaha bermodal besar yang se-             ketidakmampuan manajerial, ketidak-            metode tapi lambat dengan alasan meng-        mahasiswa tinggi/permintaan tinggi) perlu      laboratorium bersama), efisiensi biaya
pembelajaran semakin maju yang me-           belumnya hanya bergerak di luar pendi-           mampuan SDM, kelemahan pendanaan,              hindari resiko dan kesulitan, mengguna-       dipertahankan mutu penyelenggaraan             operasional, dan penggunaan ICT. (2)
nuntut perubahan paradigma pengelo-          dikan. Hal ini mengindikasikan bahwa             jenis jasa sedikit, kelemahan teknologi,       kan waktu untuk recovery dan konsoli-         dan popularitasnya, dipertahankan per-         Differentiation strategy, menawarkan
laan PT dan pola pembelajarannya.            pendidikan sudah menjadi lahan bisnis.           kelemahan inovasi produk/jasa, dan biaya       dasi, atau manajemen tidak punya per-         mintaan tinggi dengan promosi yang ter-        produk/jasa yang unik, PBM menggunakan
Jumlah PT yang semakin banyak me-            Pendidikan dikelola secara profesional,          relatif tinggi. Potensi peluang, misalnya      hatian terhadap arah strategi. Misalnya,      atur, atau ditingkatkan efisiensinya untuk     kemajuan ICT, perancangan kurikulum
nuntut pengelolaan yang semakin profe-       dan tidak mustahil bila pengelolaannya           melayani kelompok pelanggan tambah-            mempertahankan status quo jumlah fa-          memperbaiki mutu dan pelayanan. Prodi          muatan IT, dan kondisi dan suasana kam-
sional yang mampu menghasilkan mutu          pun berdasarkan manajemen bisnis.                an, memasuki segmen baru, memperluas           kultas, jumlah prodi, jumlah pusat, dan       dengan viabilitas tinggi (permintaan tinggi,   pus yang unik (misal di kampus berbahasa
unggulan secara menyeluruh. Biaya pe-             Salah satu kunci keberhasilan pe-           jenis produk/jasa, diversifikasi produk,       menerapkan penjaminan mutu. Startegi          jumlah mahasiswa rendah) perlu diting-         Inggris). (3) Focus strategy, melayani pasar
nyelenggaraan pendidikan yang sema-          ngembangan PT dalam perspektif global            pasar luar negeri, mempercepat pertum-         defensif melakukan harvest dengan me-         katkan daya tampung (ruangan, peralat-         yang spesifik, fokus melayani karyawan,
kin mahal menuntut kreativitas, inovasi,     adalah bagaimana merumuskan for-                 buhan pasar, dan memperoleh dana hi-           ningkatkan cashflow/profit jangka pendek,     an, SDM), dipertahankan permintaan ting-       fokus pada program S1, khusus untuk go-
dan kewirausahaan unggulan untuk di-         mulasi strategik PT yang pas dan sesuai.         bah. Potensi ancaman, misalnya pesaing         turnaround dengan mengantisipasi tren         gi dengan promosi yang teratur, atau di-       longan kaya, atau fokus pada program S2/
versifikasi sumber dana secara kreatif       Formulasi strategik PT sangat penting            dengan biaya lebih rendah, perubahan           pasar yang menurun, divestiture dengan        perpertahankan mutu penyelenggaraan-           S3 profesional.
agar dapat mempertahankan bahkan             karena tanpa formulasi strategik yang te-        kebutuhan pelanggan, dan perubahan             penciutan dan divestasi, bankruptcy (ke-      nya. Prodi dengan viabilitas moderat (per-
meningkatkan mutu akademik dan lu-           pat dan pas PT akan salah langkah. Be-           demografi.                                     pailitan), dan merger dengan usaha pa-        mintaan rendah, jumlah mahasiswa ting-         Formulasi strategi pada tingkat
lusannya.                                    rikut akan diuraikan bagaimana formu-                  Menyusun strategi. Formulasi level       tungan. Misalnya, PT masih memperta-          gi) perlu ditingkatkan permintaan (biaya       fungsional.
    Kompetisi global menuntut penge-         lasi strategik PT di era global ini. Keluar-     pertama adalah strategi tingkat (PT), yak-     hankan prodi meski tren menurun, tapi         rendah, promosi), perubahan nama prodi,            Sumber daya manusia, misalnya
lola PT pintar dan cermat menyesuaikan       an formulasi strategik ini adalah kepuas-        ni menyusun grand strategy. Ada 3 stra-        masih profit, penutupan pusat-pusat, pe-      dan diingkatkan mutu penyelenggara-            meningkatkan jumlah dosen kualifikasi
situasi dan kondisi yang cenderung fluk-     an stakeholders, proses yang efektif dan         tegi tipe generik yakni: pertumbuhan           nutupan PT untuk menghindari penumpu-         annya. Prodi dengan viabilitas rendah          S2/S3, memperbaiki sistem penghar-
tuatif. Keadaan fluktuatif bisa berma-       efisien, dan tim kerja yang termotivasi          (growth), stabilitas (stability), dan ber-     kan hutang dan dampak kepada individu,        (permintaan rendah, jumlah mahasiswa           gaan, dan downsizing. Keuangan, misal-
cam-macam, mulai dari naik turunnya          dan siap.                                        tahan (defensive). Strategi pertumbuhan        dan PT bergabung agar lebih kuat.             rendah) perlu ditutup, digabung (merger),      nya memperbaiki rasio dana pinjaman
lulusan PT yang dirindukan dunia usaha            Identifikasi visi, misi, dan tujuan stra-   berorientasi pada pengembangan pasar                Pada level universitas juga diterapkan   atau peningkatan mutu dan promosi.             dengan equitas meningkatkan pendana-
dan industri, regulasi dari pemerintah,      tegik. Para pengelola PT terlebih dahulu         dan pengembangan produk baru, divers-          portfolio strategy approaches. Pada port-                                                    an non SPP, memperbaiki kriteria alokasi
biaya operasional dan administrasi, ke-      harus mengidentifikasi visi, misi dan tuju-      ifikasi konsentrik dan horizontal. Misalnya,   folio strategy approaches PT menetapkan       Formulasi Strategi pada Tingkat                dana, dan kerjasama dengan perusaha-
majuan teknologi dan sebagainya. Para        an PT serta harus memahaminya. Visi se-          mendirikan prodi baru, pusat penelitian,       kebijakan bagi business level prodi dan       Prodi.                                         an peringkat dunia. Pemasaran, misal-
pengelola PT terutama PTS di era seka-       bagai pengarah, misi sebagai pemfokus            membuat program ekstensi, pendidikan           pusat. Ada 3 pendekatan yang sering               Pendekatan yang paling baik pada ting-     nya meningkatkan promosi pendidikan
rang ibarat naik arung jeram di sungai       apa yang akan ditempuh sekarang dan              profesional, memiliki SMA, lembaga pela-       digunakan, yakni: BCG Growth-Share            kat ini adalah strategi persaingan generik     professional, meningkatkan citra per-
dengan arus yang bergolak. Perguruan         yang akan datang, dan tujuan adalah se-          tihan dan asesmen SDM, memiliki unit           matrix, GE Business Screen, dan Pro-          Porter. (1) Cost leadership strategy, biaya    guruan tinggi, merancang harga jual
tinggi saat ini terbawa oleh arus globali-   suatu yang hendak dicapai.                       usaha, menambah program baru (riset,           duct/Market Evolution Matrix. PT bisa         rendah dibanding PT lain dengan mutu           prodi. Operasi, misalnya menerapkan
sasi yang tidak hanya menyangkut dan                                                          kerjasama profesional, graduate schools),      membuat matrik viabilitas prodi misalnya      minimal sama dengan meningkatkan jumlah        manajemen mutu dengan memperoleh
berdampak pada bidang ekonomi, tetapi        Analisis persaingan.                             pelatihan ICT. Strategi stabilitas memper-     dengan BCG Growrt-Share matric. Prodi         mahasiswa prodi, penggunaan fasilitas          sertifikasi, atau menerapkan peng-
juga pada hampir seluruh elemen kehi-          Secara umum digunakan analisis                 tahankan status quo dan meningkatkan           dengan viabilitas sangat tinggi (jumlah       secara efisien (ruang kuliah bersama,          gunaan knowledge management.

40     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                            SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010          41
                                                                       DI ANTARA KITA                                                                                                                     DI ANTARA KITA

                 Dialektika Historikal dan Sosial-intelektual                                                                                    Melirik Rahasia Kesuksesan
                       Muhammadiyah Kota Parepare
                                                         ABDUL HALIK                                                                             Panti Bayi Sehat Muhammadiyah
M
          uhammadiyah sebagai organisasi    akselerasi menjadi ‘embrio’ lahirnya               dan sebagainya. Kondisi ini menjadi mo-
                                                                                                                                                     BANDUNG. Panti Asuhan Mu-
          sosial, dakwah dan pendidikan     pengurus Ranting atau Cabang. Dalam                mentum Muhammadiyah Parepare dalam
                                                                                                                                                 hammadiyah sebagai gerakan
          telah menjadi bagian dari pem-    perkembangannya, di samping masjid                 mengembangkan dakwah di tengah
bangunan Kota Parepare. Muhammadiyah        sebagai pusat dakwah, juga didirikan               masyarakat yang terbuka dan bersifat
                                                                                                                                                 Amal Usaha berdiri sebagai wujud
berdiri di Parepare sejak tahun 1933 yang   Radio Amatir (Radam) yang dinamakan                positif terhadap pembaruan.                       kepedulian Persyarikatan Muham-
dideklarasikan oleh Tuan Tadi, Abd. Gani,   Harian Radio Suara Tarbiyah Muhamma-                    Secara internal intelektualisme kader        madiyah dalam menghadapi per-
dan M Yunus dengan pengurus pertama         diyah Parepare pada tanggal 22 Djuni               Muhammadiyah Parepare mengalami                   masalahan kemiskinan, pembo-
adalah H Bakoko dan beberapa kawan-         1969 (12 R. Achir 1389 H), untuk memper-           dinamika positif dalam mendialogkan an-           dohan dan meningkatnya jumlah
kawannya, dan kini tetap eksis dalam men-   luas akses syi’ar dakwah Islam Muham-              tara normatif dan historis. Kader Muham-          anak yatim piatu dan anak terlantar.
jalankan khittah perjuangannya.             madiyah Parepare. Radam tersebut me-               madiyah tampaknya fokus pada arus                 Dengan ber[ijak pada Al-Qur’an
    Geliat Muhammadiyah dalam dinami-       rupakan media Dakwah Muhammadiyah                  dinamika sosial dan kultural yang menun-          surat Al-Maau’un “ yadu’ul yatim, wa
ka sosial dan keagamaan di Kota Parepare    sebagai refleksi sikap inklusif terhadap           tut berdialektika untuk menjawab problem          tha’amulmiskin”, para pendahulu
cukup berperan aktif. Muhammadiyah          masyarakat. Sikap dan respon masyarakat            sosial.                                           Persyarikatan Muhammadiyah me-
menjadi bagian dari dimensi pem-            terhadap Muhammadiyah mempengaruhi                      Secara eksternal, Muhammadiyah               ngembangkan gerakan Amal Usa-
bangunan di Kota Parepare, seperti awal     pola dan pendekatan dakwah, dan sebalik-           mencoba membangun dialog dan kemit-               ha untuk memberikan pelayanan
pengembangannya di Parepare dimulai         nya, metodologi dakwah dapat mem-                  raan dengan Ormas Islam lain, karena              bagi anak yatim piatu dan terlantar
dengan pendirian lembaga pendidikan         bangun image positif masyarakat terhadap           melihat ada agenda besar yang harus               melalui lembaga Panti Asuhan.
misalnya pada tahun 1934, H Bakoko          Muhammadiyah. Dinamika inilah yang                 diselesaikan secara bersama, seperti me-          Panti Asuhan Muhammadiyah
bersama Said Ali mendirikan madrasah        memberi ‘tren’ kegiatan pergerakan dak-            ngawal umat dari jeratan pengaruh negatif         didirikan untuk membantu anak-
Ibtidaiyah dan Standar Shool, serta         wah Muhammadiyah di Parepare.                      globalisasi dan membangun citra Islam             anak yatim dan anak-anak terlantar
mendirikan sekolah menengah atau                Pada tahun 1990-an dibukalah babak             sebagai agama rahmatan lil Alamin di Kota         serta menanggung sebagian
Shakul Shool tahun 1937 dipimpin Nurdin     baru dalam metodologi dakwah                       Parepare.
                                                                                                                                                 kebutuhan-kebutuhan yang tidak
Sjahadat, menyelenggarakan pendidikan       Muhammadiyah di Parepare. Sebelumnya                    Muhammadiyah telah menunjukkan
                                                                                                                                                 dapat dipenuhinya. Atas dasar itu,
Taman Kanak-kanak sekitar tahun 1955,       metode dakwah dikembangkan cenderung               sebagai ‘miniatur’ pergerakan Islam ter-
                                                                                                                                                 maka pada tanggal 1 September 1960 Persyarikatan               yang menjadi pencapaian visi dan tujuan lembaga sosial
mendirikan Masjid Muhammadiyah              pada pendekatan struktural-formal kepada           modern di Indonesia, karena sikap istiqa-
                                                                                                                                                 Muhammadiyah Wilayah Bojonegoro menerima amanah dan            tersebut. Di antaranya adalah, 1) Kursus montir, menjahit,
sebagai pusat kegiatan dakwah dan           masyarakat, sehingga terkesan eksklusif            mah dalam membangun umat di segala
ibadah, pendirian balai pengobatan dan      dalam pergulatan sosial. Kehadiran gene-           bidang. Hal tersebut dapat dilihat dalam          tanggung jawab pengelolaan Yayasan Taman Bayi Sehat dari       desain grafis, komputer, tata rias kecantikan. 2) Kursus Bahasa
Rumah Sakit Halimatussa’diyah, dan Panti    rasi baru dalam kepemimpinan Muham-                partisipasi aktif terhadap pembangunan            Jawatan Sosial Kota Praja Bandung dan sejak itu pengelolaan    Inggris dan Bahasa Arab, 3) Bimbingan kesenian Group
Asuhan Abadi sekitar tahun 1962,            madiyah, mendorong terjadinya transfor-            kota Parepare dalam berbagai dimensi,             tempat penitipan Bayi Sehat Muhammadiyah berada pada           Paduan Suara, musik, gitar dan organ, 4) Latihan kepemim-
kemudian sekitar tahun 1965 mendirikan      masi paradigma dengan membuka diri                 yaitu dimensi sosial, keagamaan, pendi-           penyelenggaraan Pimpinan Muhammadiyah Cabang Sukajadi,         pinan 5) Bimbingan kepanduan dan konseling, 6) Pelayanan
perguruan tinggi FKIP dan Fakultas Eko-     dengan realitas sosiokultural masyarakat.          dikan, ekonomi, kesehatan, budaya, dan            Kota Bandung.                                                  dan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala serta
nomi sebagai mitra Unismuh Makassar,        Perubahan tersebut berimplikasi pada Mu-           sebagainya. Pengembangan civil society                Pembinaan anak-anak yang bermula hanya mengurus            penyaluran anak ke lapangan kerja.
dan sebagainya.                             hammadiyah yang tampak berkembang                  adalah hal yang urgen untuk dilakukan             anak bayi, mengalami perubahan pembinaan hingga anak               Berbagai program yang disusun oleh Panti Bayi Sehat
    Pada era awal Muhammadiyah di           dan mendapat tempat di ‘hati’ masyarakat           Muhammadiyah. Kontrol sosial dan politik          menjadi mandiri, kondisi perubahan ini mengingat latar         Muhammadiyah ini dikelola didukung dengan sumber daya
Parepare, apalagi sebelum masa kemer-       Parepare.                                          dikembangkan dalam upaya mewujudkan               belakang anak-anak yang beragam mulai dari yatim, yatim        yang memadai. Setidaknya untuk saat ini dengan berbagai
dekaan Republik Indonesia, pergerakan           Akselerasi sains dan teknologi yang            good governance. Good governance yang             piatu, yang ditelantarkan oleh orangtuanya dan diserahkan      kualifikasi, SDM panti bayi sehat Muhammadiyah tersedia
dakwah dilakukan dengan door to door,       berimplikasi pada globalisasi, dapat               menjadi harapan masyarakat yang                   begitu saja tanpa identitas sehingga diperlukan pembinaan      sebanyak 22 orang dengan bagian terbanyak terdapat pada
dari person ke person, dari rumah ke ru-    merubah mindset order social di segala lini.       berindikasi pada simptom transparansi,            berkelanjutan sesuai perkembangan usia dan pendidikan anak,    seksi pengasuh yaitu sebanyak 15 orang.
mah atau pengajian sederhana tiap ba’da     Fenomena kapitalisasi mewarnai dalam               akuntabilitas, dan demokratis.                    dan sekarang pembinaan yang dilakukan di Panti Asuhan              Sementara untuk jumlah anak asuh yang kini ditangani
shalat Maghrib di masjid. Masjid sebagai    transaksi politik dan interaksi sosial, mental          Bidang garapan Muhammadiyah                  Muhammadiyah dari usia bayi sampai dengan perguruan tinggi     oleh Panti Bayi Sehat Muhammadiyah ini sebanyak 123 orang
icon eksistensi umat, maka fokus utama      individualis dan pragmatis merebak akibat          Parepare semuanya mengarah kepada                 atau sampai anak itu mandiri.                                  dengan kualifikasi 64 orang perempuan dan 59 orang laki-
adalah meramaikan masjid dengan ibadah      gencarnya syiar sekularisasi ideologi tran-        pembangunan umat agar dapat maju dari                 Panti Bayi Sehat Muhammadiyah ini memiliki visi            laki. Melalui SDM serta pelaksanaan program unggulan yang
dan dakwah. Kemudian, dibangun masjid       sendent. Hal tersebut mendesak Muham-              segi intelektual, emosional, spiritual, sosial,                                                                  telah dirancang oleh pengurus Panti Bayi Sehat Muhamma-
                                                                                                                                                 terpenuhinya hak anak yang meliputi hidup, tumbuh kembang,
di mana ada pengurus Muhammadiyah           madiyah Parepare untuk berijtihad lebih            vokasional, dan sebagainya, sehingga
                                                                                                                                                 perlindungan dan partisipasi menjadi sarana dakwah             diyah, lembaga sosial Muhammadiyah yang dikepalai oleh H.
berdomisili dan ikhlas mewakafkan tanah-    intens dalam mereposisi pendekatan dak-            dapat terwujud masyarakat ‘Madinah’ –
                                                                                                                                                 Persyarikatan yang handal dan profesional berguna bagi Nusa,   Yanto Mulya Pibiwanto ini, pada tahun 2009 pernah mendapat
nya. Setelah masjid terbangun, maka di-     wah. Di sisi lain, ‘berkah’ globalisasi mem-       masyarakat profetik yang berada dalam
                                                                                                                                                 Bangsa dan Negara. Melalui visi tersebut, Panti Bayi Sehat     penghargaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
bentuklah pengajian dan diintensifkan       bawa masyarakat untuk bersikap propor-             baldatun tayyibatun warabbul ghafur.
                                                                                                                                                 Muhammadiyah mengembangkan program-program unggulan            sebagai panti sosial terbaik di Indonesia. D
kegiatan dakwah bagi jamaahnya, sebagai     sional, profesional, inklusif, objektif, ilmiah,   Wallahu A’lam bi Ash-Shawab.

42     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                        SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   43
                                                          DAKWAH                                                                                                                                 DAKWAH

Evaluasi Model Tabligh Muhammadiyah                                                                                                        diperoleh kecakapan dan keterampilan
                                                                                                                                           hidup yang didukung oleh moral (perila-
                                                                                                                                                                                        televisi yang membodohi masyarakat
                                                                                                                                                                                        dan bahkan menjadikan mereka hedonis
                                                                                                                                                                                                                                       tazkiyah — penyucian diri dan lingkungan
                                                                                                                                                                                                                                       (Q.s. Al-Baqarah [2]: 129, Ali ‘Imran [3]:
                                                                                                                                           ku yang terkendali). Ekonomi yang            dan konsumeristik. Terkait dengan ini          164, dan Al-Jumu‘ah [62]: 2), islâh —
     Dan Kemungkinan Pengembangannya Di Abad Kedua                                                                                         emansipatif bukanlah ekonomi yang            sudah saatnya Muhammadiyah me-                 humanisasi dan reformasi (sistem)
                                                                                                                                           mempertahankan piramida sosial yang          ngembangkan model tabligh rumah                sebagai objektivikasi dari amr ma‘rûf nahy
                                                                                                                                           timpang, namun ekonomi yang mem-             produksi yang akan melahirkan sinetron         munkar, iftâ’ — pemberian fatwa sebagai
                                          M ABDUL FATTAH SANTOSO                                                                           bangun struktur sosial belah ketupat         dan/atau film yang mendidik.                   objektivikasi dari tahlîl dan tahrîm, dan
          Ketua Majelis Tarjih dan tajdid PWM Jawa Tengah, Direktur Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS                            yang berkeadilan, setidaknya adil antara         Untuk melayani kebutuhan masyara-          tahrîr — pembebasan (beban dan
                                                                                                                                           jumlah kelompok kaya (segitiga atas)         kat informasi yang haus informasi, perlu       belenggu) sebagai objektivikasi dari wad‘il
                                                                                                                                           dan kelompok miskin (segitiga bawah).        dikembangkan model tabligh melalui pon-        isri wal aglâl (Q.s. Al-A‘raf [7]: 157).


S
         alah satu identitas Muham-              kan, sementara tarjih, yang semula me-        sosialnya lebih bercorak hirarkik: patron        Untuk merespon dampak masyara-          sel dan internet, seperti SMS kata-kata             Melalui model tabligh yang partisi-
         madiyah adalah bahwa dirinya            rupakan salah satu metode dalam mela-         dan klien. Model ceramah, lebih dari itu,   kat industri, seperti anomi, dehumanisasi    bijak, SMS fatwa keagamaan, situs Islam        patif dan interaktif, misalnya, dapat dila-
         merupakan gerakan dakwah,               kukan ijtihad hukum, telah meluas juga        digunakan juga untuk melayani kebutuh-      (penurunan martabat manusia hanya            (dalam paham Muhammadiyah), blog dan           kukan tilâwah, ta‘lîm, islâh (dalam makna
gerakan yang mengajak manusia untuk              maknanya menjadi serupa ijtihad. Kem-         an masyarakat industri dan bahkan           sebagai skrup dari mesin), dan kehidup-      chating untuk diskusi keagamaan, dan           humanisasi), sekaligus tazkiyah. Melalui
melakukan ma‘ruf (kebaikan) dan menjauhi         bali ke kata tabligh, makna apa yang          masyarakat informasi. Apakah masih          an yang cepat berubah, Muhammadiyah          bimbingan dan konseling keagamaan.             model tabligh yang menggunakan media
munkar (keburukan). Dalam perspektif             menjadi fokus dari tulisan ini? Tulisan ini   tepat penerapan model ceramah untuk         perlu mengembangkan model tabligh            Untuk melayani kebutuhan masyarakat            cetak (buku saku, novel, cergam) dan
strukturalisme sosiologis—meminjam               lebih difokuskan pada tabligh bil-lisan,      bertabligh pada masyarakat industri yang    yang interaktif, manusiawi dan memanu-       informasi yang mengalami pseudo-               media digital/audio-visual (VCD/DVD,
objektivikasi Kuntowijoyo (1997), gerakan        termasuk tabligh dengan tulisan dan           mengalami dehumanisasi dan masyara-         siakan, seperti pengajian interaktif, dis-   humanisasi, perlu dikembangkan model           SMS kata-kata bijak, blog, dan chating),
dakwah Muhammadiyah mewujud dalam                gambar/video, tanpa menafikan keber-          kat informasi yang mengalami psedo-         kusi keagamaan, bimbingan dan kon-           tabligh jejaring sosial face to face sebagai   dapat dilakukan tilâwah, ta‘lîm, iftâ’dan
bentuk: (1) emansipasi (penyamaan                singgungan dengan tabligh bil-hal.            humanisasi (seolah-olah memanusiakan        seling keagamaan, baik secara tatap          kelanjutan dari jejaring sosial dunia maya     tazkiyah. Melalui model tabligh rumah
derajat manusia) dari stratifikasi sosial yang       Untuk dapat memberikan masukan            manusia)? Sementara itu, media cetak,       muka maupun melalui media massa              untuk menumbuhkan keterampilan sosial          produksi, dapat dilakukan tilâwah, islâh
hirarkhik; (2) pembebasan manusia dari           kepada model-model tabligh yang sela-         yang relevan untuk bertabligh melayani      (radio, TV), dan kegiatan-kegiatan out-      di antara anggota jejaring.                    (dalam makna humanisasi), tahrîr dan
belenggu-belenggu sistem dan sub-sistem          ma satu abad ini telah berlangsung,           kebutuhan masyarakat industri, apakah       bound. Di samping itu, buku-buku saku,           Model-model tabligh di atas relevan        tazkiyah. Akhirnya melalui model tabligh
sosial yang menindas; sambil secara terus        perlu diperhatikan juga kondisi sasaran       tepat untuk bertabligh melayani kebutuh-    novel, cergam atau CD-CD yang mem-           dengan tugas-tugas utama dakwah                pemberdayaan masyarakat, dapat
menerus melakukan (3) transendensi,              tabligh, yaitu masyarakat Indonesia.          an masyarakat informasi?                    berikan pedoman, motivatif, dan men-         Rasul Muhammad saw. yang dideduksi             dilakukan islâh (dalam makna reformasi
yaitu menghadirkan kesadaran spiritual           Dengan berpijak pada teori gelombang              Memasuki abad ke-2nya, Muham-           cerahkan, tidak kalah penting untuk          dari Al-Qur’an, yaitu: tilâwah —pemba-         sistem/tatanan sosial) dan tahrîr (dalam
dalam kehidupan sehari-hari. Emansipasi          peradaban dari Alvin Toffler yang ter-        madiyah harus lebih jauh mengembang-        dikembangkan. Umat sering mengeluh           caan ayat-ayat (kauniyah), ta‘lîm —            makna pembebasan dari sistem/tatanan
adalah objektivikasi dari amar ma‘ruf,           kenal di dekade 1980-an dan 1990-an,          kan model tabligh yang sesuai dengan        tentang program sinetron dan film di         pengajaran ayat-ayat (qauliyah), dan           sosial yang menindas).
pembebasan adalah objektivikasi dari nahi        di mana peradaban manusia itu berevo-         corak masyarakatnya? Untuk melayani                                                                                                                                           MUSTHOFA WH

munkar, dan transendensi adalah                  lusi dari peradaban agrikultural (per-        kebutuhan masyarakat pertanian, perlu
objektivikasi dari iman kepada Allah (Q.s.       tanian) ke peradaban industri, lalu ke        dikembangkan model tabligh partisipatif
Ali ‘Imran [3]: 110).                            peradaban informasi, maka masyarakat          yang relevan dengan interaksi sosial
      Dengan demikian, tabligh, dalam            Indonesia, bila diamati secara seksama,       lainnya yang bercorak paguyuban, se-
maknanya yang etimologis, yaitu pe-              sebagian memang sudah berada pada             perti ketropak, wayang, dan seni per-
nyampaian sesuatu (ajaran atau pesan             peradaban industri bahkan informasi.          tunjukan lainnya. Masyarakat pertanian
agama) baik secara lisan maupun tulis-           Namun, sebagian masih ada dalam               lazimnya terkooptasi oleh sistem sosial
an, merupakan salah satu dari metode             peradaban pertanian. Keragaman tipe           yang menindas. Untuk itu, perlu dikem-
dakwah. Dari maknanya yang relatif               masyarakat Indonesia ini memerlukan           bangkan model tabligh yang mem-
sempit ini, kata tabligh di kalangan             metode tabligh yang relevan dengan            bebaskan warga masyarakat, seperti
Muhammadiyah menjadi bermakna luas,              karakteristik masing-masing.                  legislasi sistem sosial yang adil, manu-
mencakup juga penyampaian sesuatu                    Bila diamati secara seksama, model        siawi dan memanusiakan, dan program-
(ajaran atau pesan agama) melalui per-           tabligh Muhammadiyah pada abad per-           program pemberdayaan masyarakat.
buatan. Tabligh menjadi semakna                  tamanya, lebih terfokus melayani kebu-        Pemberdayaan masyarakat sebagai mo-
dengan dakwah, tidak hanya bil-lisan na-         tuhan masyarakat dengan peradaban             del tabligh bisa dilakukan melalui pen-
mun juga secara bil-hal. Dalam per-              pertanian dan/atau peradaban industri,        didikan dan ekonomi yang emansipatif.
jalanan satu abad Muhammadiyah,                  dan belum banyak melayani kebutuhan           Pendidikan yang emansipatif bukanlah
dijumpai setidaknya dua kata yang pada           masyarakat dengan peradaban informasi.        pendidikan yang mempertahankan
awalnya bermakna sempit, namun ke-               Model tabligh yang dimaksud adalah            status-quo, seperti tatanan sosial yang
mudian diberi makna luas. Dua kata itu           ceramah dan media cetak. Model cer-           tidak adil, tetapi pendidikan yang mem-
melekat pada nama majelis di Muham-              amah, misalnya, sangat cocok untuk            berikan kesempatan luas kepada warga
madiyah, yaitu tabligh dan tarjih.               melayani kebutuhan masyarakat per-            masyarakat untuk mengaktualisasikan
Perluasan makna tabligh telah dijelas-           tanian yang salah satu bentuk interaksi       daya dan potensi mereka sehingga

44      EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                        SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010         45
                                                                                                 ibrah



     AMANAT DARI UHUD
                                                  DR. H. HAEDAR NASHIR, M.SI


                                                                                          ngemban misi Muhammadiyah. Sering
Uhud memberi banyak                                                                       mudah diucapkan tetapi tidak gampang
pelajaran berharga. Pelajaran                                                             ditunaikan. Persis sama ketika banyak
tentang arti sebuah kekalahan                                                             orang bicara lantang tentang keikhlasan
dan bagaimana semestinya                                                                  dan mengajak untuk bersikap ikhlas,
bangkit dalam perjuangan di                                                               tetapi praktiknya tak semudah teorinya.
saat kritis.                                                                              Mengajak orang untuk menerapkan hidup
                                                                                          Islami tetapi hati, lisan, dan tindakan
                                                                                          sehari-hari jauh panggang dari api.
                                                                                          Telunjuk lurus ke depan, jari tengah dan


K
          ala perang yang kedua itu Nabi                                                  kelingking sesungguhnya menohok diri
          terluka dan pasukan Muslimin                                                    sendiri. Lisan manis beretorika tentang
          tengah kehilangan kepercayaan diri
akibat dipukul balik pasukan kafir yang tak
terduga. Nabi tak lama larut dalam situasi
                                                                                          serba kebaikan, tapi menurut istilah Prof.
                                                                                          Syafii Maarif, kata tak sejalan laku.
                                                                                              Niat awal ingin berkhidmat mengem-
                                                                                                                                             CTO
kritis, lalu berdiri tegak sambil mengacung-                                              ban misi, berjanji untuk menjalankan tu-
kan sebilah pedang. Man yahudu minni
hadza? Siapa yang sanggup mengambil
                                               dengan penuh kesungguhan, bila perlu
                                               dengan berkorban jiwa dan raga. Ber-
                                                                                          gas organisasi, setelah itu amanat surut
                                                                                          tak tertunaikan seiring dengan berjalan-
                                                                                                                                         FILE DARI INTI
pedang ini untuk menembus musuh.               juang menunaikan amanah di kala duka       nya waktu. Mobilitas tinggi memenuhi
Bangkitlah moral kaum Muslim, lantas           dan serba keterbatasan, selain di kala     hasrat dan keperluan diri, sedangkan misi
berebut untuk mengambil pedang Nabi.           suka dan serba ada. Dalam makna posi-      dan usaha organisasi sekadar for-
     Nabi tak serta merta menyerahkan          tif, ketika serba terbatas mampu ber-      malisasi. Banyak orang ingin berebut ja-
pedang dalam momentum yang sangat              juang dengan penuh amanah, lebih-lebih     batan, namun biasanya tidak banyak
krusial itu. Man yahudu minni bi-haqqihi?      dalam keadaan serba berkecukupan.          yang ringan hati untuk bertumpuk-lumus
Siapa yang berani mengambil dengan             Ujian amanah dan perjuangan menunai-       dalam menunaikan amanat, kecuali se-
pertanggungjawaban yang tinggi? Lalu,          kannya justru ketika sarat dengan          kadarnya. Sungguh, tak mudah beristiqa-
majulah seorang Abu Dujanah mengam-            masalah, kendala, dan tantangan.           mah dalam menunaikan amanat secara
bil pedang yang diamanatkan Rasulullah              Hai orang-orang yang beriman,         autentik. Lain janji, lain pula konsistensi.
itu. Dia lari ke tengah, menerobos pasu-       janganlah kamu mengkhianati Allah dan          Dari Uhud kita belajar tentang keka-
kan koalisi Quraisy, bertarung dan mati        Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah      yaan ruhani dalam menjalankan amanat
syahid. Kesyahidan Abu Dujanah kemu-           kamu mengkhianati amanat-amanat yang       di kala kritis, bukan ketika normal. Dari
dian membangkitkan moral perjuangan            dipercayakan kepadamu, sedang kamu         perang yang penuh pertaruhan di abad
kaum Muslimin, lalu bangkit memukul            mengetahui. Demikian peringatan Allah      ketiga hijriyah itu juga kita dapat belajar
pasukan koalisi.                               dalam Al-Qur’an (Q.s. Al-Anfal [8]: 27),   tentang komitmen, imamah, dan ketaatan
     Dari sepenggal peristiwa di Uhud          sebagai pertanda tentang beratnya per-     dalam perjuangan. Bahwa perjuangan
yang bersejarah itu, sesungguhnya              juangan menunaikan amanah. Peringat-       akan mengalami kekalahan manakala
dapat diambil pelajaran penting tentang        an Allah Yang Maha Rahman dan Maha         umat tidak lagi taat pada sistem dan pim-
sebuah amanah. Amanah dalam                    Rahim itu merupakan pembongkaran           pinan. Ketika komitmen pada misi meng-
perjuangan yang harus ditunaikan, yang         kesadaran, betapa manusia sering lalai     alami pelonggaran dan penghianatan.
uji konsistensinya di kala kritis.             dengan amanat yang melekat dengan          Lebih khusus lagi apabila ghanimah be-
     Bahwa amanah sebagai sebuah               dirinya.                                   rupa materi dan kesenangan duniawi
kepercayaan luhur dan utama dalam                   Amanat sebagai kepercayaan yang       menjadi perburuan yang membelokan diri
perjuangan Islam haruslah ditunaikan           melekat dalam diri, termasuk dalam me-     dari idealisme gerakan.


46     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   47
                                                     DAKWAH                                                                                                                              DAKWAH

                                                                                                                                     sebagai bid’ah, maka akan semakin sulit    muadzin adalah sebagian dari SDM               Pelayanan Kaum Marginal

      DAKWAH MUHAMMADIYAH                                                                                                            Muhammadiyah menembus masa akar
                                                                                                                                     rumput. Untuk hal ini sebenarnya konsep
                                                                                                                                                                                yang harus ada dalam masjid. Keadaan
                                                                                                                                                                                yang hampir merata di masjid Muham-
                                                                                                                                                                                                                                  Sentuhan Muhammadiyah terhadap
                                                                                                                                                                                                                              kaum marginal telah terekspresikan
                                                                                                                                     Dakwah Kultural yang telah dirumuskan      madiyah adalah tidak jelas siapa imam-        salah satunya melalui penyantunan

      MENEMBUS AKAR RUMPUT                                                                                                           dapat menjadi pegangan para juru dak-
                                                                                                                                     wah Muhammadiyah dalam melayani
                                                                                                                                                                                nya, muadzin yang suaranya tidak me-
                                                                                                                                                                                ngenakan telinga dsb. Maka umat seki-
                                                                                                                                                                                                                              terhadap anak yatim melalui lembaga
                                                                                                                                                                                                                              yang bernama PKO (Penolong Keseng-
                                                                                                                                     spiritualitas kaum awam. Kita sepakat      tar menjadi tidak mantap ketika akan          saraan Oemoem), sebuah lembaga
                                                          TAFSIR                                                                     untuk memberantas TBC, tetapi bukan        berjamaah sebab imam masjid hanya             yang berdiri tahun 1918 untuk menolong
                                                                                                                                     berarti dengan membabi buta mengang-       ditunjuk sekenanya dan kadang spontan         para korban meletusnya gunung Kelud.
                                                   Sekretaris PWM Jawa Tengah
                                                                                                                                     gap setiap budaya lokal adalah TBC.        siapa di antara jamaah yang mau jadi          Tahun 1921 lembaga ini menjadi bagian
                                                                                                                                     Harus dipahami bahwa dakwah adalah         imam.                                         dari Muhammadiyah yang tidak hanya


N
          abi Muhammad saw berhasil         Saksono, 1995). Terlepas bagaimana          lah Cabang dan yang Ranting terbanyak        aktivitas yang selalu berproses sebagai-        Jika situasi seperti di atas yang ter-   menangani bencana alam tetapi juga
          meng-Islamkan mayoritas jika      model ke-Islaman masyarakat Jawa,           di Indonesia. Jumlah Daerah: 35 dari 35      mana masyarakat yang selalu berpro-        jadi bagaimana mungkin komunitas akan         anak yatim (Deliar Noer, 1996 : 90).
          tidak dikatakan seluruh kawas-    nyatanya mereka telah memeluk Islam         Kabupaten/Kota (100%), Cabang : 521          ses. Harus dipahami juga berapa banyak     terbentuk, umat merasa tidak terlayani            Dalam perkembangannya, penyan-
an Arab dalam kurun waktu dua puluh         berkat dakwah yang dilakukan para           dari 563 kecamatan (92%), Ranting:           tradisi Arab pra-Islam yang                                                                                tunan anak yatim menjadi
tiga tahun, tiga belas tahun di Makkah      ulama terdahulu. Bukan pekerjaan            3.679 dari 8.553 kel/desa (42%) di Jawa      kemudian diadopsi dan                                                                                      lebih dominan dibanding-
dan sepuluh tahun di Madinah. Puncak        mudah mengubah agama seseorang              Tengah. Data di atas menunjukkan ada-        dilegitimasi oleh Al-Qur’an                                                                                kan penanganan keseng-
keberhasilannya ditandai dengan terjadi-    dari agama yang dipeluk sebelumnya.         nya kecenderungan (trend) bahwa sema-        dan Sunnah menjadi ajar-                                                                                   saraan yang lain. Hal ini
nya Fath al-Makkah (terbukanya kota             Mungkin saja kita terlalu berat untuk   kin ke bawah, prosentase persyarikatan       an Islam. Sebab tidak se-                                                                                  bisa jadi karena dalam Al-
Makkah), sebuah kota yang merupakan         dapat berhasil seperti Nabi Muhammad        semakin menurun. Ini artinya, Muham-         mua tradisi Arab pra-Islam                                                                                 Qur’an maupun Hadits
titik awal datangnya Islam. Namun kemu-     saw dalam mengembangkan Islam. De-          madiyah masih belum sepenuhnya me-           mengandung TBC.                                                                                            kata yatim paling banyak
dian ditinggalkannya dengan cara hijrah     mikian juga tidak mudah untuk menya-        masuki masyarakat di tingkat basis atau                                                                                                                 muncul dalam Al-Qur’an
ke Yatsrib yang kemudian berubah nama       mai Wali Songo yang telah berhasil me-      akar rumput, seperti di desa dan kelurah-    Masjid dan Massa Akar                                                                                      bahkan menjadi salah satu
menjadi Madinah lebih kurang selama         nawarkan Islam yang dapat diterima se-      an. Muhammadiyah masih hanya sebatas         Rumput                                                                                                     nama suratnya, yakni Al-
sepuluh tahun. Dalam hitungan sejarah       cara luas di kalangan masyarakat bukan      berdiri di tingkat atas. Artinya, dakwah         Basis massa tidak bisa                                                                                 Ma’un. Dari sini pula popu-
maupun sudut pandang sosiologis, me-        saja di tanah Jawa, tetapi seentaro         Muhammadiyah masih cenderung elitis.         maksimal hanya dengan                                                                                      ler istilah Teologi Al-Ma’un
ngubah sebuah peradaban hanya dalam         Nusantara.                                  Artinya, Muhammadiyah sebagai ormas          mengandalkan kampus,                                                                                       di Muhammadiyah.
kurun waktu dua puluh tiga tahun meru-          Muhammadiyah adalah bagian dari         belum sepenuhnya memiliki fundamental        sekolah, rumah sakit dan                                                                                        Kini komunitas umat
pakan prestasi yang luar biasa. Prestasi    corak atau model pemahaman Islam.           sosiologi yang kuat.                         panti asuhan. Media ini                                                                                    yang bisa kita kategorikan
inilah yang kemudian menempatkan            Apa yang ditawarkan Wali Songo                   Bisa jadi situasi seperti tersebut di   lebih tampil sebagai lem-                                                                                  sebagai kaum dlu’afa atau
Nabi Muhammad saw pada urutan               kepada masyarakat Jawa juga                 atas tidak hanya terjadi di Jawa Tengah      baga pelayanan ketim-                                                                                      marginal tak lagi sebatas
pertama di antara seratus tokoh paling      merupakan model atau corak                  tetapi merupakan gejala umum bagai-          bang membangun basis                                                                            DWI AGUS M
                                                                                                                                                                                                                                                anak yatim, tetapi telah
berpengaruh di dunia (The 100, a            pemahaman Islam. Jika Wali Songo            mana akar rumput belum sepenuhnya            massa. Tak mengherankan jika se-           oleh masjid milik Muhammadiyah. Bagi          sedemikian luas dan beragam. Sebab,
Ranking of the Most Influential Persons     mampu diterima dan menembus akan            berhasil ditembus oleh paham agama           demikian banyak jumlah anak didik,         masyarakat awam tertentu, bisa mak-           banyak komunitas sengsara yang kini
in History) versi Michael H. Harth.         rumput masyarakat Jawa, mengapa juru        menurut Muhammadiyah.                        pasien dan anak asuh tetapi hanya          mum dan mengucap amin kadang sudah            mendesak menunggu sentuhan tangan
Dengan Fath al-Makkah, Nabi                 dakwah Muhammadiyah sangat sulit                                                         dalam jumlah kecil di antara mereka        merupakan kepuasan spiritual tersendiri.      lembut Muhammadiyah. Anak jalanan,
Muhammad saw bukan hanya sebagai            melakukannya, pastilah ada yang tidak       Spiritualitas Kaum Awam                      menjadi anggota atau simpatisan Mu-        Tapi yang minimal seperti ini saja masjid     pengamen, kaum waria, PSK, narapi-
pemimpin umat Islam, tetapi telah           klop antara paham agama yang                    Sebagai paham agama yang mem-            hammadiyah. Mereka sekolah di Mu-          Muhammadiyah sudah tidak mampu                dana, korban narkoba, adalah sebagian
menjadi pemimpin Arab terbesar ketika       ditawarkan dengan keinginan mayoritas       bawa misi purifikasi (pemurnian) dengan      hammadiyah dengan motivasi hanya se-       melayani. Tidak mengherankan jika ke-         dari mereka yang belum sepenuhnya
itu. (Philip K. Hitti, 1970 : 121). Nabi    masyarakat.                                 cara kembali kepada Al-Qur’an dan            batas ingin belajar, bukan untuk menjadi   mudian masjid Muhammadiyah diambil            disentuh oleh dakwah Muhammadiyah.
Muhammad saw tidak sekedar sebagai               Kini, Muhammadiyah telah satu          Sunnah, maka dalam batas-batas terten-       keder Muhammadiyah.                        alih orang lain.                              Mereka adalah “orang-orang sakit” yang
seorang Rasul, tetapi juga sebagai          abad mewarnai pola keberagamaan             tu akan terjadi perbedaan selera dan             Media strategis membina akar rumput                                                  memerlukan pertolongan untuk sembuh
seorang negarawan (statesman).              umat Islam di Indonesia. Apakah pola        karakter spiritualitas kaum awam yang        adalah melayani kebutuhan spiritualitas    Media Dakwah yang Lebih Variatif              terbebas dari keterpinggirannya. Mereka
(Montgomery Watt, 1961).                    keberagamaan atau paham agama               merupakan gejala keberagamaan masa           kaum awam melalui masjid/mushalla.            Harus diakui, kaum modernis, ter-          tetaplah manusia yang berhak masuk
      Dalam konteks keindonesiaan, kita     model Muhammadiyah telah mampu              akar rumput. Apalagi jika yang dimaksud      Masjid benar-benar harus menjadi           masuk Muhammadiyah belum mampu                sorga dan Muhammadiyah pasti mampu
dapat bercermin kepada para ulama           menembus akar rumpus bangsa ini,            purifikasi adalah tekstualisasi, hampir      pelayan yang baik terhadap masyarakat      menciptakan media kultural keberaga-          membawanya dari kegelapan menuju
terdahulu yang sering disebut dengan        mungkin menarik untuk kita cermati.         pasti tak ada budaya Jawa yang tercan-       mulai dari ibadah, kajian sampai soaial.   maan yang mampu sedemikian me-                cahaya ilahi. Juru dakwah Muhammadi-
Wali Songo. Mereka telah mampu                  Kita coba simak apa kata data. Mu-      tum secara tekstual dalam Al-Qur’an dan      Sering terjadi masjid Muhammadiyah         ngakar di masyarakat sebagaimana              yah harus dapat menjadi bunga teratai
mengi-Islamkan tanah Jawa dari              hammadiyah Jawa Tengah dalam Angka          Sunnah yang muncul di Arab. Lebih pa-        tidak mampu memberi pelayanan mak-         yang diciptakan kaum tradisionalis. Oleh      yang walaupun di tengah comberan
masyarakat sebelumnya yang telah            akan menunjukan kepada kita tentang         rah lagi, kita dengan mudah memvonis         simal terhadap masyarakat karena pe-       karena itu diperlukan media dakwah            namun tetap tumbuh mekar dan bersih.
berpaham Hindu, Buddha, bahkan              situasi kuantitatif keadaan Muham-          segala tradisi atau budaya yang secara       rangkat masjid khususnya SDM yang          yang semakin variatif untuk lebih mampu       Mereka tidak boleh hanya berdiri enak
animisme dan dinamisme. (Widji              madiyah di Jawa Tengah memiliki jum-        tekstual tidak terdapat dalam keduanya       tidak memadai. Imam, khatib, guru ngaji,   menembus seluruh lini kehidupan.              dari mimbar ke mimbar.

48     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010       49
                                                                       DI ANTARA KITA


  EKSISTENSI MUHAMMADIYAH DI MALUKU
                                                    SAIDIN ERNAS



M
          uhammadiyah Maluku, selama 73 tahun telah me             bidang pendidikan berupa sekolah dan Madrasah yang terdiri
          warnai negeri para raja tersebut. Keberadaan Muham       dari semua tingkatan, dari tingkat dasar hingga sekolah
          madiyah di Maluku, tidak terlepas dari kegiatan dakwah   menengah atas. Sementara untuk pelayanan kesehatan
yang dilakukan oleh para ulama besar yang berasal Sulawesi,        Muhammadiyah Maluku baru memiliki satu unit klinik kesehatan
Jawa dan Suamtera. Berdasarkan keterangan ketua Muham-             yang terletak di kota Ambon.
madiyah Maluku Ir. Majid Makassar, ulama pertama yang berperan         Dengan potensi lembaga pendidikan dari tingkatan dasar,
mendirikan Muhammadiyah di Maluku adalah Ustadz Hamid bin          menengah hingga pendidikan tingkat atas, maka sejak tahun
Hamid sekitar tahun 1932. Ustadz Hamid kala itu yang cemas         2008 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku telah
terhadap sepak terjang kolonial Belanda dalam melakukan            merencanakan pendirian Universitas Muhammadiyah di Kota
kristenisasi di Maluku, memandang gerakan Muhammadiyah             Ambon. Universitas tersebut diharapkan akan menampung
dapat membentengi keimanan umat Islam Maluku.                      lulusan SMU, Aliyah dan SMK Muhammadiyah yang tersebar
    Menurut Ustadz Majid Makassar, kegiatan Muhammadiyah           di Maluku. Saat ini, Univesitas Muhammadiyah Maluku sudah
ketika itu telah berperan penting dalam menjaga dan mengawal       dalam tahap pengusulan dan menunggu izin operasional dari
akidah umat Islam Maluku dari berbagai gerakan pemurtadan          Kemendiknas.
yang disponsori oleh pemerintah Belanda. Ustadz Hamid bin              Selain itu, pimpinan Muhammadiyah Maluku juga merencana-
Hamid dan beberapa tokoh ulama pada saat itu berkeliling dari      kan pengembangan Klinik As-Syifa menjadi Rumah Sakit Umum
desa ke desa di Pulau Ambon hingga beberapa pulau terpencil        yang dapat melayani kepentingan kesehatan masyarakat Kota
di Maluku untuk menyampaikan dakwah Islam dan mengajak             Ambon. Demikian juga dengan berbagai kegiatan Dakwah dan
umat untuk waspada terhadap pengaruh Kristenisasi.                 Pengkajian Islam yang juga terus diintensifkan baik di tingkat
    Pasca kemerdekaan, para tokoh Muhammadiyah generasi            pengurus Wilayah, pengurus Ortom, Pengurus Cabang hingga
kedua seperti KH Ali Fauzi dan KH Abdul Wahab Pulpoke              Ranting. Salah satu kendala yang dihadapi umat Islam di Maluku
merupakan tokoh agama dan pendidik yang berperan dalam             adalah bagaimana mengatasi tinggi buta tulis di kalangan ma-
pendirian berbagai lembaga pendidikan Islam di Maluku. KH Ali      syarakat Muslim. Kebodohan diyakini sebagai sumber keterbela-
Fauzi merupakan seorang tokoh pendidik kharismatis lulusan         kangan dan kemiskinan. Oleh sebab itu, Muhammadiyah Maluku
Belanda yang banyak membina guru-guru agama di Maluku.             telah berkhitmad untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk
Beliau turut mendirikan Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA)        membangun kehidupan umat Islam menjadi lebih baik. Saat ini
yang dikemudian hari banyak melahirkan guru-guru agama yang        berbagai lembaga pendidikan milik Muhammadiyah tersebar di
mengabdi di berbagai pelosok Maluku.                               delapan kabupaten/kota. Bahkan sebagian berada di pelosok dan
    Saat ini Pengurus Muhammadiyah Maluku adalah kader             pulau-pulau kecil yang terpencil di Maluku. Perkembangan
Muhammadiyah generasi ketiga yang merupakan tokoh-tokoh            sekolah-sekolah Muhammadiyah tersebut telah menjadi kebang-
muda terpelajar. Mereka dipimpin Ust. Ir. Majid Makassar, se-      gaan warga Muhammadiyah. Salah satunya adalah SMU Muham-
orang tokoh muda yang sangat idealis dan berdedikasi untuk         madiyah Kota Ambon yang terletak di Jalan Talake Kota Ambon.
terus mengembangkan organisasi. Sedangkan sebagai                      Dalam pengembangan dakwah Islam tentu banyak meng-
sekretaris wilayah adalah Abdullah Marasabessy. Para pengurus      hadapi tantangan-tantangan. Sebab dakwah Islam Muham-
muda ini telah berhasil mengembangkan berbagai amal usaha          madiyah Maluku berhadapan dengan kondisi sosial, ekonomi,
Muhammadiyah, khsusunya di bidang dakwah, pendidikan dan           budaya dan politik masyarakat Maluku yang kompleks. Sebagai-
kesehatan.                                                         mana disampaikan Ustadz Majid Makasar, bahwa tantangan
    Jumlah jamaah Muhammadiyah Maluku pun terus berkem-            terbesar adalah bagaimana membangun komitmen, kesadaran,
bang dan telah mencapai hampir 10.000 orang. 1.000 orang           keikhlasan dan kepedulian pengurus dan aktivis Muham-
di antaranya adalah pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA).            madiyah Maluku untuk bekerja keras memajukan kehidupan
    Menurut penuturan Ketua Muhammadiyah Maluku Ustadz             umat Islam Maluku sebagaimana saudara-saudaranya di wilayah
Majid Makassar, saat ini Muhammadiyah Maluku telah memiliki        lain di Indonesia. Demikianlah sekelumit catatan tentang
berbagai amal usaha yang tersebar di delapan Kabupaten Kota        eksistensi Warga Muhammadiyah di Maluku. Semoga menjadi
di Maluku. Amal usaha Muhammadiyah di Maluku umumnya di            bahan informasi bagi semua pihak.

50     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
Suplemen Muktamar                                  Satu Abad Muhammadiyah                                                              Suplemen Muktamar                                      Satu Abad Muhammadiyah


                                                                                                                                       diketahui bahwa Muhammadiyah lahir                    Dalam pergerakan nasional Muham-         negara Indonesia. Tidak berlebihan jika
                                                                                                                                       pada tanggal 18 November 1912 Masehi/            madiyah juga proaktif dalam memobilisasi      Menteri Agama, Alamsjah Ratu Per-

     MEMAKNAI SATU ABAD                                                                                                                Miladiyah bertepatan dengan tanggal 8
                                                                                                                                       Dzulhijjah 1330 Miladiyah. Penyebutan
                                                                                                                                       tanggal dan tahun Miladiyah merujuk pada
                                                                                                                                                                                        umat Islam seperti memelopori aliansi umat
                                                                                                                                                                                        melalui Partai Islam Indonesia (PII) tahun
                                                                                                                                                                                        1937 dan Majelis Islam ‘Ala Indonesia
                                                                                                                                                                                                                                      wiranegara, meneyebutkan pengorbanan
                                                                                                                                                                                                                                      tokoh-tokoh Islam itu sebagai “hadiah
                                                                                                                                                                                                                                      terbesar umat Islam” untuk bangsa dan
                                                                                                                                       awal kelahiran ketika di berbagai dokumen        (MIAI) melalui ketokohan Kyai Mas             negara Indonesia.
                                         OLEH: DR. H. HAEDAR NASHIR
                                                                                                                                       termasuk dokumen pengajuan permoho-              Mansur yang kala itu menjabat sebagai              Muhammadiyah juga berkiprah besar
                                                                                                                                       nan idzin kepada pemerintah Kolonial             Ketua PB Muhammadiyah. Muham-                 dalam menyatukan dan memobilisasi
  Abad adalah masa atau                      Era kejayaan Islam juga dapat dikatakan                                                   Belanda, pada saat itu semua dokumen             madiyah dalam masa jelang kemerdekaan         kekuatan umat Islam untuk menjadi garda
                                             sebagai abad modern pada masanya.                                                         mencantumkan tanggal dan tahun                   tahun 1945 melalui para tokohnya selain       terdepan di Negara Kesatuan Republik
        atau jangka waktu                    Sosiolog Robert N. Bellah dan sejarawan                                                   Miladiyah. Kyai Haji Ahmad Dahlan se-            Mas Mansur yaitu Ki Bagus Hadikusuma          Indonesia itu. Setelah memelopori PII dan
 seratus tahun. Abad ke-                     Marshal G. S. Hodgson bahkan                                                              laku pendiri maupun para sahabatnya tentu        terlibat aktif dalam pembahasan dan           MIAI, pasca kemerdekaan Muham-
  20 dimulai sejak tahun                     menyebutkan kehadiran Islam di jazirah                                                    bukan tidak tahu tentang keberadaan              perdebatan tentang dasar negara dan           madiyah bersama kekuatan Islam lain
                                             Arab terlalu modern pada masanya, untuk                                                   tanggal dan tahun hijriyah, lebih-lebih beliau   format Indonesia yang akan merdeka.           mendirikan Partai Islam Majelis Syuro
     1901 sampai dengan                      menunjukkan betapa Islam itu melampaui           Artinya: Demi masa. Sesungguhnya         termasuk ahli ilmu falaq, sehingga pencan-       Mas Mansur dikenal sebagai salah satu         Muslimin Indonesia (MIAI) pada 17
       tahun 2000. Orang                     zaman dan memiliki watak dasar sebagai       manusia itu benar-benar dalam kerugian,      tuman tanggal dan tahun Miladiyah tersebut       tokoh Empat Serangkai bersama                 September 1945, yang didirikan dan
          menyebut “abad                     agama modern atau agama berkemajuan.         Kecuali orang-orang yang beriman dan         dilakukan secara wajar adanya.                   Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki              dideklarasikan di gedung Madrasah Mu’a-
                                                 Kehadiran suatu abad, termasuk di da-    mengerjakan amal saleh dan nasehat               Dalam perjalanan sejak kelahiran hing-       Hadjar Dewantara. Sedangkan Ki Bagus          llimin Muhammadiyah Yogyakarta.
  keemasan” (the golden                      lamnya pergantian abad, memiliki makna       menasehati supaya mentaati kebenaran         ga usia satu abad Muhammadiyah telah             memegang peran menentukan dalam               Peristiwa dan langkah Muhammadiyah
   age) maksudnya ialah                      spesifik bagi suatu bangsa atau peradaban.   dan nasehat menasehati supaya                melewati pergumulan sejarah yang penuh           perdebatan tentang dasar negara               tersebut sangatlah strategis karena mampu
         era kejayaan atau                   Demikian pula bagi Muhammadiyah              menetapi kesabaran (QS Al-Ashr [103]:        dinamika. Pada fase awal hingga tahun            khususnya dalam hal perumusan Piagam          menyatukan seluruh kekuatan umat Islam,
                                             sebagai gerakan Islam. Karena itu            1-3).                                        1945 Muhammadiyah berada dalam era               Jakarta dan Pembukaan UUD 1945 yang           sehingga Muhammadiyah menjadi
    kemajuan yang tinggi                     kehadiran dan pergantian abad bukanlah           Rasulullah s.a.w. pun bahkan meng-       kepeloporan, pembentukan, dan pertum-            sangat bersejarah itu.                        Anggota Istimewa Masyumi sampai partai
 yang dialami oleh suatu                     sekadar pergeseran atau peralihan waktu      ingatkan kaum muslimin tentang lima hal      buhan di tengah kungkungan kolonial                   Momentum sejarah tersebut sangat         Islam modern ini dibubarkan atau terpaksa
 bangsa atau peradaban,                      semata. Masa seratus tahun atau satu         yang berkaitan dengan waktu dan              Belanda. Muhammadiyah (1912) bersa-              penting, termasuk ketika Ki Bagus             harus dibubarkan tahun 1962 karena
                                             abad bukan sekadar bentangan perjalanan      pemanfaatkan kesempatan dalam hidup di       ma kekuatan bangsa yang lain seperti             Hadikusuma demi keutuhan dan                  tekanan dan sikap tangan besi rezim
      seperti era kejayaan                   waktu dari detik ke detik, menit ke menit,   dunia ini sebagaimana hadis yang populer     Boedi Oetomo (1909) dan Sarekat Islam            kepentingan bangsa yang baru satu hari        Soekarno kala itu. Sayang bahwa aliansi
     Islam selama sekitar                    jam ke jam, hari ke hari, minggu ke          berikut ini:                                 (1911) merupakan gerakan kebangkitan             merdeka (17 Agustus 1945) bersedia            politik umat Islam itu tidak berlangsung lama
   enam abad (abad ke-7                      minggu, bulan ke bulan, dan tahun ke                                                      Indonesia generasi awal yang mampu               merelakan dihapuskannya tujuh kata            karena pada tahun 1949 Sarekat Islam (SI)
                                             tahun. Di dalamnya terkandung perjalanan                                                  memobilisasi kekuatan umat dan akyat             dalam draf Pembukaan UUD 1945 tentang         melepaskan diri diikuti oleh Nahdlatul Ulama
   sampai ke-13 Masehi).                     peristiwa, keadaan, dan situasi yang penuh                                                sesuai dengan cara dan segmen sosial             “kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi    (NU) tahun 1952, yang keduanya kemudian
                                             makna dan pergumulan, termasuk dan                                                        masing-masing untuk bangkit melawan              pemeluk-pemeluknya” yang digantikan           menjadi partai politik sendiri-sendiri.
                                             bahkan tidak kalah pentingnya perjalanan                                                  penjajah dan bergerak untuk Indonesia            dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, yang          Langkah politik Muhammadiyah tersebut
                                             manusia atau komunitas manusia yang                                                       merdeka. Gerakan yang lain seperti               menjadi bagian penting dalam kandungan        tentu harus dibaca sebagai bentuk


A
       BAD kegelapan (the dark age)          menjalaninya sebagai pelaku sejarah.                                                      Taman Siswa (1922), Persatuan Islam              isi Pembukaan UUD 1945 sekaligus              tanggungjawab dan kiprah keumatan dan
        yaitu zaman kemunduran suatu         Bahkan soal waktu pun tentu ada                                                           (1923) bahkan Nahdlatul Ulama (1926)             menjadi Sila pertama Pancasila. Sebagian      kebangsaan yang tinggi, kendati Mu-
        peradaban bangsa, seperti di         maknanya sebagaimana pesan Surat Wa                                                       lahir pada dasawarsa berikutnya setelah          kalangan boleh berdebat dan memper-           hammadiyah secara organisasi dan ke-
Eropa Barat ketika umat Islam berada         al-‘Ashr (Demi Waktu) dalam Al-Quran.            Artinya: Gunakan lima perkara            Muhammadiyah, sehingga Muhammadi-                soalkan proses pergantian atau perubahan      lembagaan tetap merupakan Organisasi
dalam kejayaan, atau sebaliknya pada         Karena itu abad dalam bahasa Arab disebut    sebelum datang lima perkara lainnya,         yah termasuk gerakan Islam dan gerakan           tujuh kata itu, yang oleh sejumlah tokoh      Kemasyarakatan yang bersifat independen
masa umat Islam mundur ketika Barat          pula sebagai al-Ashr, yang menandakan        yakni: hidupmu sebelum datang                kebangkitan generasi awal. Tonggak seja-         Islam disebut sebagai “penghianatan” ter-     serta tidak menjelmakan diri menjadi partai
modern mulai muncul sebagai peradaban        kehadiran zaman baru yang dikenal            kematian, sehat sebelum sakit, senggang      rah tersebut menjadi penting untuk menun-        hadap aspirasi umat Islam. Tetapi hikmah,     politik sebagai SI dan NU.
baru. Abad pertengahan (the midle age)       dengan al-‘Ashariyyah atau abad              sebelum sibuk, muda sebelum tua, dan         jukkan kepelopran dan keperintisan Mu-           dampak, dan sumbangannya untuk                     Demikian pula dengan keterlibatan to-
adalah masa waktu dari tahun 500 sampai      kemoderenan. Artinya perjalanan waktu        kaya sebelum tiba miskin (HR Baihaqi dari    hammadiyah dalam pergerakan kebang-              bangunan negara dan bangsa Indonesia          koh-tokoh Muhammadiyah melalui
tahun 1500 dalam sejarah kebudayaan dan      pun bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri,   Ibn Abbas).                                  kitan nasional dan kebangunan umat Islam         sangatlah penting dan menentukan.             Masyumi dalam perdebatan di Konstituante
peradaban Barat khususnya di Eropa           tetapi senantiasa terkait dengan dinamika        Karena itu betapa penting dan menen-     jauh sebelum yang lain. Dalam meng-              Muhammadiyah melalui Ki Bagus                 tahun 1955-1959 tentang dasar negara,
Barat. Adapun abad modern (the modern        perjalanan manusia dengan kebudayaan         tukannya pergantian waktu satu abad, seba-   hadapi kolonial Muhammadiyah juga                Hadikusuma, Kasman Singodimedjo, dan          sebagaimana sebelum kemerdekaan
age) adalah masa peradaban baru di dunia     dan peradaban yang dibangun dan              gaimana sirkulasi waktu dalam rentangan      menunjukkan sikap keras ketika keluar            lain-lain telah berkorban yang sangat besar   tahun 1945 melalui BPUPKI (Badan
Barat setelah era kebangkitan kembali        menyertainya dalam rentang sejarah.          yang lain betapapun pendeknya jarak          kebijakan Ordonansi Goeroe tahun 1926,           demi tegaknya Negara Kesatuan Republik        Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
(renaisance) dan pencerahan (aufklarung)         Allah begitu banyak berfirman tentang    waktu itu. Bagi Muhammadiyah sebagai         yang merugikan pihak swasta dan umat             Indonesia (NKRI), yang di belakang hari       Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan
yang ditandai dengan kemajuan ilmu           waktu. Dalam Al-Quran yang sangat po-        gerakan Islam pergantian waktu satu abad     Islam, sekaligus menunjukkan sikap non-          menjadi tonggak bersejarah bagi keutuhan,     Kemerdekaan Indonesia). Muhamma-
pengetahuan dan teknologi hingga saat ini.   puler, Allah berfirman tentang waktu:        juga sangatlah bermakna. Sebagaimana         kooperasi.                                       persatuan, dan kelangsungan bangsa dan        diyah bersama kekuatan nasionalis Islam


IV         EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                         SUARA MUHAMMADIYAH              V
Suplemen Muktamar                                   Satu Abad Muhammadiyah                                                                Suplemen Muktamar                                      Satu Abad Muhammadiyah


lain mengajukan Islam sebagai dasar           pemikiran tentang politik dan kenegaraan     Muhammadiyah yang berorientasi pada            memberikan sumbangan positif bagi umat           Muhammadiyah mengembangkan tajdid            menujukkan Islam berhasil membangun
negara, sedangkan kelompok nasionalis         yang modern, selain memahami Islam           program-program pendidikan, kesehatan,         dan bangsa, bahkan bagi kemajuan umat            dan ijtihad, sehingga kembali pada Al-       kejayaan peradaban Islam sekitar enam
sekuler dan golongan kebangsaan lainnya       dalam konteks kekinian.                      kesejahteraan sosial, dan amal usaha           manusia pada umumnya. Kiprah                     Quran dan Sunnah Nabi bukan sekadar          abad lamanya. Tradisi tidak boleh
mengajukan Pancasila. Perdebatan                  Kelompok modernis selain paham ten-      kemasyarakatan lainnya. Pada periode           Muhammadiyah yang cukup menonjol                 mencari kemurnian semata (purifikasi)        mengekang dan memenjara umat atau
tersebut gagal mencapai mupakat karena        tang Islam, mereka juga paham tentang        inilah bertumbuhan amal usaha                  dalam dirasakan langsung oleh umat dan           tetapi sekaligus pembaruan yang bersifat     masyarakat dalam keterbelakangan.
tidak memenuhi suara terbanyak, se-           soal-soal kenegaraan dalam konteks           Muhammadiyah yang kemudian menjadi             masyarakat luas antara lain sebagai berikut:     dinamisasi (ishlah, tajdid) disertai         Muhammadiyah ingin umat Islam dan
kaligus karena dianggap deadlock kemu-        negara modern, sehingga mampu                kekuatan baru bagi gerakan Islam ini.               Pertama, memperbarui paham Islam.           pengayaan baik pada aspek pemurnian          masyarakat Indonesia keluar dari jeratan
dian diintervensi Soekarno, sehingga          berdialog dan berdebat dengan kalangan            Rezim Orde Baru tumbang tahun 1998        Muhammadiyah dengan semangat                     maupun pengembangan, untuk kemudian          tradisi yang mengawetkan keterbelakangan
keluarlah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang    nasionalis yang lain. Demikian pula ketika   dan reformasi hadir sebagai era baru yang      kembali pada Al-Quran dan Sunnah Nabi            membumikan Islam dalam realitas zaman        menuju kemajuan hidup di segala bidang.
antara lain membubarkan Konstituante dan      kelompok ini menguasai hampir banyak         lebih demokratis. Dalam peralihan rezim        (al-ruju’ ila al-Quran wa al-Sunnah) telah       sehingga Islam itu melahirkan kemajuan       Muhammadiyah karena keberhasilannya
menjadikan Piagam Jakarta menjadi jiwa        lembaga pemerintahan, merupakan              tersebut Muhammadiyah melalui tokohnya         berhasil meluruskan pemahaman agama              dan menjadi agama rahmatan lil-‘alamin.      melakukan pembaruan pemahaman
dari UUD 1945.                                konsekuensi logis dari kapasitas mereka      utamanya Prof. Dr. H. M.Amien Rais,            yang bersifat serba taklid dan bermuatan         Al-Quran dan Sunnah Nabi itu jangan          Islam dan membangun cara hidup yang
     Ada pandangan negatif yang muncul        dan bukan karena politik dominasi ingin      mengambil peranan yang besar, sehingga         kemusyrikan, tahayul, dan bid’ah ke              dibiarkan hanya menjadi kitab dan jejak      modern sepanjang kemauan ajaran Islam
kemudian, seolah keterlibatan para tokoh      menyingkirkan kelompok Islam lain.           Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah              pamah Islam yang otentik atau murni              risalah yang dogmatis, mati, dan sekadar     kemudian dijuluki atau diberi predikat oleh
Islam yang mengajukan Islam sebagai           Dalam konteks inilah maka peran para         tersebut dinobatkan sebagai Tokoh              bersumber pada Al-Quran dan Sunnah               dibaca atau dihapal tanpa diwujudkan         banyak pihak sebagai gerakan pembaruan
dasar negara itu sebagai bentuk dari          tokoh dan organisasi Islam modern dalam      Reformasi. Dilanjutkan oleh kepemimpinan       Nabi yang sakhihah/maqbulah. Bagi                dalam kehidupan nyata.                       Islam atau tajdid fi al-Islam, yang dalam
keinginan membentuk negara Islam dan          perdebatan soal dasar negara harus dibaca    Prof. Dr. A. Syafii Maarif yang tampil seba-   Muhammadiyah Islam tidak ada sumber                  Kedua, memperbaru alam pikiran ke        istilah kontemporer disebut pula sebagai
tidak menunjukkan nasionalisme.               dalam proses dinamika sejarah yang           gai sosok intelektual dan membawa Mu-          ajarannya yang otentik kecuali pada Al-          arah kemajuan atau kemoderenan.              gerakan reformisme Islam atau
Pandangan yang demikian keliru dalam          objektif dan bukan karena sikap separatis    hammadiyah ke ranah kultural sehingga          Quran dan Sunnah Nabi yang sahih atau            Ketika Muhammadiyah lahir umat Islam         modernisme Islam.
dua hal. Pertama, kala itu wacana dan         terhadap NKRI. Kelompok dan tokoh-tokoh      di belakang hari tokoh ini dikenal sebagai     yang dapat diterima. Adapun pandangan            khususnya dan masyarakat Indonesia                Ketiga, membangun sistem pendi-
perdebatan soal dasar negara memang           Islam ini justru dikenal loyal dan penuh     guru bangsa, semakin melengkapi ke-            madzhab, ulama, dan sejenisnya bersifat          berada dalam keadaan tradisional, yakni      dikan Islam modern. Muhammadiyah di-
dibuka secara sah dan konstitusional,         pengorbanan terhadap Negara Republik         beradaan dan peran Muhammadiyah                paham yang dasar dan substansi                   terkungkung oleh tradisi yang menun-         akui sebagai organisasi Islam yang paling
sehingga bukan merupakan tindakan ilegal      Indonesia, sehingga mereka layak disebut     dalam dinamika kebangsaan. Muham-              kebenarannya harus dirujuk dan diuji oleh        jukkan keadaan dan sikap yang tertinggal,    menonjol dalam amal usaha pendidikan.
dan separatis. Kedua, pengajuan Islam         sebagai wakil dari nasionalis muslim atau    madiyah hadir ke tengah dan ke depan           Al-Quran dan Sunnah Nabi, bukan                  terbelakang, dan jauh dari kemajuan. Umat    Pendidikan bahkan menjadi ciri penting bah-
sebagai dasar negara merupakan pilihan        muslim nasionalis yang otentik. Memang       dinamika nasional, sehingga menjadi            sebaliknya. Qaul atau pendapat ulama             Islam saat itu identik dengan kemiskinan,    kan melekat dengan gerakan Muham-
alternatif yang sah untuk ditawarkan dengan   para tokoh muslim modernis ini karena        kekuatan yang diperhitungkan dan               jangan sampai menguburkan dan menga-             kolot, dan anti kemajuan. Muhammadiyah       madiyah. Lembaga pendidikan dari tingkat
berbagai pandangan Islam yang maju atau       menyerap pemikiran modern sering vokal,      memperoleh kepercayaan masyarakat              burkan pandangan Al-Quran dan Sunnah             hadir melakukan modernisasi alam pikiran,    dasar hingga perguruan tinggi dimiliki Mu-
modern di tengah penduduk Indonesia           terbuka, dan apa adanya, sehingga tidak      luas di tubuh bangsa ini. Kendati dinamika     Nabi yang maqbulah, apalagi menempat-            memperbarui cara berpikir, bersikap, dan     hammadiyah, termasuk Taman Kanak-
yang mayoritas muslim. Karena itu             biasa memainkan peran dan sikap politik      politik ikut menyertai perjalanan              kannya sebagai kebenaran mutlak yang             bertindak yang mengarah pada kemajuan        Kanak Aisyiyah Busthanul Athfal yang
dinamika sejarah seperti itu tidak absah      yang meliuk-liuk bagaikan pohon yang         Muhammadiyah tetapi secara umum                harus diikuti secara taklid atau tanpa kritis.   hidup. Bahwa menjadi muslim itu harus        tersebar di seluruh tanah air. Ciri penting
manakala dievaluasi dalam konteks             mudah ditiup angin alias tidak dapat         gerakan Islam ini semakin memperkokoh          Hal demikian menjadi sangat penting              terbuka, maju, gagah, dan sejajar dengan     dan merupakan kepeloporan Muham-
pemikiran kekinian, lebih-lebih dengan        bersikap pragmatis dalam berpolitik yang     posisi dan perananya sebagai kekuatan          karena warisan ulama tersebut sering             bangsa lain yang telah maju. Hidup menjadi   madiyah dari lembaga pendidikan yang
pandangan yang cenderung sekularistik         kadang sering mudah menelan kekalahan        civil society yang memperoleh tempat           disakralkan, yang hingga saat ini ada            modern dengan tetap berkepribadian           dirintis dan dikembangkannya adalah
yang ingin memisahkan agama atau nilai-       dalam politik.                               khusus dalam kehidupan nasional.               sementara kalangan muda yang begitu              muslim merupakan hal positif dan bukanlah    sistem pendidikan Islam modern yang
nilai agama dari negara.                          Pasca kejatuhan Orde Lama tahun          Perkembangan yang positif ini menjadi          kritis bahkan berani melakukan                   meniru orang kafir hanya karena yang         terpadu atau holistik. Artinya pendidikan
     Demikian pula muncul pandangan           1965 Muhammadiyah berada dalam era           modal strategis bagi Muhammadiyah              dekonstruksi atau malah liberalisasi             modern itu Barat dan Barat itu dianggap      Islam yang diperkenalkan Muhammadiyah
yang memojokan kalangan Islam                 Orde Baru di bawah kepemimpinan              dalam memasuki era baru abad kedua             terhadap Islam tetapi tidak pernah kritis        kafir. Muhammadiyah mendobrak                memadukan pendidikan agama dan
modernis, seolah-olah golongan Islam ini      Soeharto. Selama era baru tersebut           perjalanannya sebagaimana memperoleh           apalagi berani mendekonstruksi terhadap          tradisionalitas yang membuat umat Islam      pendidikan umum dalam satu kesatuan
sejak sebelum hingga awal merdeka ingin       Muhammadiyah memiliki kesempatan             momentum penting melalui Muktamar ke-          pandangan dan madzhab ulama.                     dan masyarakat itu terkungkung dalam         sistem, baik dalam bentuk sekolah atau
menegakan negara Islam. Pandangan             untuk berkiprah lebih terfokus pada bidang   46 atau Muktamar Satu Abad yang                     Dalam kaitan ini Muhammadiyah               serba keterbelakangan. Tidak tepat           perguruan umum maupun madrasah dan
yang tendensius seperti itu selain bersifat   pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial,     diselenggarakan di Yogyakarta pada             benar-benar berhasil mendobrak kebe-             anggapan yang menuding Muham-                pondok pesantren.
subjektif juga menunjukkan ketidakobjek-      dan dakwah kemasyarakatan lainnya.           tanggal 3 s/d 8 Juli 2010 Miladiyah            kukan dalam paham keagamaan, sehing-             madiyah membabat hal-hal tradisional              Lembaga pendidikan Islam modern
tivan dalam membaca sejarah sebagai           Seiring dengan peneguhan dirinya sebagai     bertepatan dengan 20 s/d 25 Rajab 1431         ga Islam memiliki rujukan yang otentik.          seolah tanpa visi dan tujuan.                yang dipelopori Muhammadiyah sejak
suatu dinamika yang tidak linier. Bahwa       gerakan dakwah kemasyarakatan,               Hijriyah.                                      Bahwa sumber utama rujukan ajaran Islam              Ketika Muhammadiyah lahir kecende-       awal kelahirannya merupakan alternatif dari
para tokoh Islam dari kalangan modern         Muhammadiyah seolah memperoleh                    Jika dineraca dalam rentang satu abad     itu adalah Al-Quran dan Sunnah Nabi yang         rungan tradisionalitas memang identik de-    sistem pendidikan Islan tradisional yang
seperti Agus Salim, Muhammad Natsir,          ruang lebih leluasa untuk mengembangkan      Muhammadiyah telah berkiprah tak kenal         maqbulah, yang harus diyakini, dipahami,         ngan serba ketertinggalan, sehingga tidak    waktu itu hanya memperkenalkan
Mas Mansur, Ki Bagus Hadikusuma,              bidang-bidang garapannya, lebih-lebih        lelah dalam menjalankan misi dakwah dan        dan diamalkan secara mendalam dan luas           mungkin dibiarkan umat Islam terus           pendidikan agama secara khusus, yang
Kasman Singedimedjo, Kahar Muzakir,           dengan kebijakan Orde Baru yang ber-         tajdidnya di negeri tercinta ini. Dengan       pandangan sebagaimana fundamental dan            menerus dininabobokan oleh romantisme        tidak responsif terhadap tantangan dan
Hamka, Sjafruddin Perwiranegara, dan          konsentrasi pada pembangunan. Orientasi      mengakui sejumlah kelemahan dan                luasnya cakrawala Islam. Dalam                   tradisi yang tidak memberikan arah bagi      perkembangan zaman. Apa yang dirintis
lain-lain merupakan tokoh Islam yang          pada pembangunan yang dilakukan pe-          pasang-surutnya dalam perjalanan seratus       memperbarui paham Islam yang                     kemajuan. Islam itu agama berkemajuan        Muhammadiyah tersebut pada awalnya
memang memahami benar pemikiran-              merintah seakan beriringan dengan gerak      tahun itu, Muhammadiyah telah                  bersumber pada ajaran yang otentik itu,          (dia al-hadlarah) sebagaiaman sejarah        ditanggapi negatif oleh kalangan Islam


VI         EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                          SUARA MUHAMMADIYAH           VII
Suplemen Muktamar                                    Satu Abad Muhammadiyah                                                                 Suplemen Muktamar                                   Satu Abad Muhammadiyah


tradisional karena memakai sistem                  Kehadiran PKO sebagai wujud                dan cerdas. Gerakan inilah yang oleh Alwi     sosial dalam kehidupan masyarakat             demokratis dan berakhlaq utama.               tertentu. Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
sekolah model Barat, tetapi lama kelamaan      amaliah Al-Ma’un yang dipelopori Kyai          Shihab disebut dengan usaha                   Indonesia. Muhammadiyah telah                      Kepeloporan dan kiprah Muhammadi-        memiliki perspektif sendiri dalam me-
diterima secara luas bahkan di belakang        Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah             membendung arus. Dampak positif yang          memelopori perubahan sosial dari              yah dalam rentang satu abad itu masih         mandang dan memposisikan gerakan
hari ditiru dan menjadi sistem pendidikan      tersebut merupakan wujud dari dakwah           dilakukan Muhammadiyah ialah menjaga          masyarakat tradisional ke masyarakat mo-      dapat dirinci dalam sejumlah aspek seperti    perempuan sebagaimana Islam yang
yang berlaku umum di lingkungan umat           Islam yang bersifat transformasional atau      keberadaan umat Islam agar di satu pihak      dern, dari masyarakat yang tertinggal men-    tabligh, publikasi, mobilisasi zakat,         dipahaminya.
Islam. Dengan sistem pendidikan Islam          dakwah transformatif, yang melahirkan          tetap istiqamah dengan agamanya, tetapi       jadi berkemajuan, dan dari orientasi          pengorganisasian haji, memperkenalkan             Dari gambaran sekilas tentang perja-
modern tersebut Muhammadiyah                   gerakan pembebasan dan pemberdayaan            pada saat yang sama diperkuat dan diber-      kehidupan yang statis ke kehidupan yang       berbagai bentuk pengajian di ruang publik,    lanan Muhammadiyah dalam rentang satu
melahirkan generasi muslim terpelajar          ke arah kemajuan. Bahwa Islam sebagai          dayakan kehidupannya, sehingga lama           dinamis. Karena itu Dr. Alfian menyebut       perluasan kehadiran masjid dan mushalla       abad tersebut tergambar jelas bagaimana
yang kuat iman dan kepribadiannya selaku       agama rahmatan lil-‘alamin harus mampu         kelamaan tumbuh dan berkembang                Muhammadiyah sebgai agent of social           di berbagai lingkungan masyarakat,            kiprah kepeloporan gerakan Islam ini
muslim sekaligus memiliki kualitas             mengubah keadaan umat dan masyarakat           menjadi umat yang relatif kuat.               change, yakni kekuatan yang menjadi           mendorong lahirnya wiraswasta santri,         dalam mencerdaskan dan memajukan
intelektual dan kemampuan dalam                luas dari serba keterbelakngan pada                Sejarah menunjukkan bahwa sejak           perantara sekaligus pelaku perubahan          gerakan keluarga sakinah, dan lain-lain.      kehidupan umat dan bangsa, serta dalam
menghadapi kemajuan zaman. Bahwa kini          kemajuan hidup, dari miskin menjadi            zaman penjajahan Portugis hingga              sosial.                                       Kiprah Muhammadiyah tersebut didaftar         menampilkan Islam sebagai rahmatan lil-
banyak lembaga pendidikan Islam modern         sejahtera, dari bodoh menjadi terdidik, dari   Belanda sampai pada pasca kemer-                  Proses modernisasi sosial yang demi-      bukan untuk keperluan ria atau                alamin melalui gerakan pembaruannya
yang lebih maju ketimbang Muham-               tertutup menjadi terbuka, dari terjajah        dekaan umat Islam Indonesia harus ber-        kian merupakan tonggak pentin dalam se-       mengunggulkan diri sendiri, tetapi sebagai    yang monumental. Tentu saja kiprah yang
madiyah hal itu tentu tidak dapat dipungkiri   menjadi merdeka, dari tertindas menjadi        lomba menghadapi golongan agama lain          jarah perkembangan masyarakat Indo-           bentuk kesyukuran dan tahadust bi-nik-        penting dan strategis itu bagi Muham-
dan penting untuk menjadi peringatan bagi      berdaya, dan perubahan-perubahan               yang demikian ekspansif, yang sampai          nesia pada awal abad keduapuluh, ketika       mat (menyebarkan kabar anugerah Tuhan         madiyah masih dirasakan kurang, bahkan
penyelenggara pendidikan Muhamma-              lainnya yang bersifat membebaskan serta        batas tertentu masuk ke wilayah komunitas     bangsa Indonesia kala itu oleh Sutan Takdir   kepada pihak lain), sekaligus sebagai pen-    dalam sejumlah hal masih memiliki
diyah di seluruh jenjang, tetapi tidak         memberdayakan. Dakwah transformatif            muslim. Dalam konteks sosiologis hal          Alisyahbana disebut masih berada dalam        dorong bagi seluruh warga Muham-              kelemahan. Namun Muhammadiyah telah
menghapus jejak cemerlang yang dirintis        tersebut merupakan wujud dari dakwah bil-      demikian wajar adanya terjadi di seluruh      kebudayaan “pra Indonesia” alias tradisio-    madiyah untuk berkiprah lebih maju lagi       berusaha berkiprah tak kenal lelah dalam
dan dipelopori Muhammadiyah dalam              hal, yang menghadirkan ajaran Islam da-        belahan dunia mana pun dan oleh agama         nal yang jauh dari nilai-nilai kemajuan.      bagi kepentingan dan kemaslahatan umat,       mengemban misi dakwah dan tajdid yang
memperbarui sistem dan pandangan               lam berbagai bentuk amaliah yang mence-        mana pun terutama dari tiga agama yang        Melalui gerakan sosial kemasyarakatan         bangsa, dan dunia kemanusiaan saat ini        diperankannya. Adapun kekurangan dan
pendidikan Islam ke arah yang modern.          rahkan, membebaskan, dan memberda-             bercorak ekspansionistik (memiliki watak      dan kegemarannya dalam bekerja                maupun ke depan.                              kelemahannya menjadi tanggungjawab
    Keempat, gerakan Al-Ma’un dan pe-          yakan. Bukan Islam sekadar indah dalam         menyebar dan disebarkan) seperti Yahudi,      Muhammadiyah menurut Soekarno telah                Ketika kaum perempuan di Indonesia       bagi generasi baru Muhammadiyah untuk
nolong kesengsaraan umum. Muham-               lisan, tulisan, dan klaim normatif belaka.     Nasrani/Kristen, dan Islam. Dalam lalulitas   melakukan modernisasi sosial dalam            diposisikan secara marjinal dan diskri-       memperbaiki, menata ulang, mening-
madiyah termasuk organisasi Islam yang         Dalam hal ini Muhammadiyah berhasil            mobilitas agama-agama itu, Muhamma-           kehidupan masyarakat Indonesia.               minatif sebagaimana lama didengungkan         katkan, menyempurnakan, memperbarui,
menonjol dalam gerakan pelayanan sosial        memelopori gerakan Islam dalam bentuk          diyah tidak meratapi diri dengan menun-       Masyarakat diajak untuk berpikir rasional,    oleh R.A. Kartini, Rasuna Said, Cut Nyak      dan mengembangkannya ke arah yang
dan kesehatan, bahkan boleh dikatkan           amaliah yang tersistem dan membawa             jukkan sikap perlawanan yang konfrontatif,    bekerja keras, dan berbuat kebaikan,          Dien, dan pendekar-pendekar perempuan         lebih baik dan lebih maju lagi memasuki
sebagai pelopor. Tidak ada gerakan             kemaslahatan bagi masyarakat luas. Inilah      tetapi menghadapinya dengan sikap berani      sehingga mengalami kemajuan hidup.            Indonesia lainnya, Muhammadiyah me-           era baru abad kedua perjalanan gerakan
pembaruan Islam di dunia muslim yang           wujud dari pembaruan Islam dalam wujud         dan dewasa yakni melalui pembentengan         Muhammadiyah memberikan sum-                  nerobos kebekuan dengan memelopori            Islam ini.
merintis dan mengembangkan gerakan             amaliah, yang sangat penting bagi              akidah umat Islam sekaligus memperbarui       bangan berharga dalam memajukan kehi-         berdirinya gerakan perempuan muslim               Pemerintah Indonesia sendiri me-
pelayanan sosial dan kesehatan secara          kehidupan masyarakat. Islam justru             kondisi kehidupan mereka agar tidak rentan    dupan masyarakat.                             yakni ‘Aisyiyah secara konkret, bukan         ngakui kiprah dan sumbangsih Muham-
melembaga yang hingga kini terus               memperoleh wujud aktualisasinya hanya          secara ekonomi, politik, dan budaya yang          Ketujuh, memelopori kemajuan pe-          sekadar wacana. Perempuan didorong            madiyah untuk umat dan bangsa yang
berkembang kecuali Muhammadiyah.               dalam amaliah.                                 memberi peluang pada kerentanan akidah.       rempuan Islam ke ruang publik. Mu-            untuk mengecap pendidikan, melakukan          penting dan strategis tersebut. Pemerintah
Bagi Muhammadiyah amal usaha di bidang             Kelima, membentengi umat Islam             Dalam kondisi yang demikian maka kiprah       hammadiyah melalui gerakan ‘Aisyiyah          mobilitas sosial secara leluasa, menjadi      Republik Indonesia melalui Keputusan
pelayanan sosial dan kesehatan itu bukan       dari berbagai ancaman luar. Muhamma-           yang dilakukan Muhammadiyah justru            yang dilahirkannya pada tahun 1917 meru-      da’iyah atau mubaighat, menjadi pendidik,     Presiden Nomor 657 tanggal 27 Desember
sekadar karitatif atau kedermawanan, tetapi    diyah tanpa menggembor-gemborkan diri          dengan melakukan gerakan sosial               pakan satu-satunya gerakan pembaruan          menjalani profesi, dan memenuhi hak-hak       1961 (Hadikusuma, t.t: 10) menganugerahi
merupakan gerakan pemberdayaan                 melalui berbagai gerakan amal usaha dan        kemasyarakatan seperti membangun              Islam di dunia muslim yang berani mela-       dasarnya sebagaimana yang dimiliki kaum       Kyai Haji Ahmad Dahlan sebagai Pahlawan
sebagai perwujudan dari semangat teologi       pemberdayaannya secara langsung mau-           pendidikan, rumah sakit, pelayanan sosial,    kukan terobosan dengan menghadirkan           laki-laki. Jika ditakar dari pemikiran dan    Nasional atas kiprah monumentalnya
Al-Ma’un yang dilembagakan melalui             pun tidak langsung sebenarnya telah            pemberdayaan masyarakat, di samping           gerakan perempuan Islam ke ruang publik.      gerakan feminisme kontemporer apa yang        yakni: (1) KHA Dahlan telah memelopori
Penolong Kesengsaraan Omeom (PKO).             memagari atau membentengi umat dari            pembinaan aqidah, ibadah, dan akhlaq          Langkah terobosan tersebut dikatakan be-      dialkukan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah          kebangunan umat Islam Indonesia untuk
Bahwa melayani kaum miskin, anak yatim,        segala bentuk ancaman dari luar, termasuk      umat. Inilah jalan elegan dan objektif yang   rani karena seakan melawan dua arus,          itu dipandang masih kurang dan mungkin        menyadari nasibnya sebagai bangsa
dan kaum dhu’afa lainnya merupakan             ancaman pemurtadan atau perpindahan            dilakukan Muhammadiyah.                       yaitu paham keagamaan yang masih bias         berbeda perspektif, maka hal itu wajar        terjajah yang masih harus belajar dan
panggilan keagamaan sebagai wujud dari         agama. Namun langkah yang dilakukan                Keenam, memodernisasi kehidupan           jender terhadap perempuan dan budaya          adanya. Sebuah gerakan yang lahir di          berbuat; (2) Dengan organisasi
konsistensi menjalan agama, sebaliknya         Muhammadiyah bersifat elegan, yakni            masyarakat. Muhammadiyah melalui ge-          masyarakat yang menganut sistem               masa silam tidak objektif jika diperban-      Muhammadiyah yang didirikannya telah
menelantarkan dan tidak peduli dengan          tidak dengan cara konfrontasi dengan pihak     rakan pembaruan pemahaman dan peng-           patriakhi, yang melahirkan diskriminasi dan   dingkan dengan gerakan saat ini, selain itu   memberikan ajaran Islam yang murni
kaum lemah itu merupakan bentuk dari           lain. Muhammadiyah melakukannya                amalan Islam yang berorientasi pada ke-       dominasi terhadap perempuan. Muham-           perbedaan pandangn dan orientasi gerak-       kepada bangsanya; Ajaran yang menuntut
pendustaan terhadap agama Islam. Me-           dengan pendekatan kultural dan karya           majuan, amal usaha yang membawa               madiyah tanpa terjebak pada paham             an perempuan haruslah dipandang               kemajuan, kecerdasan dan beramal bagi
lalui Al-Ma’un dan PKO Muhammadiyah            nyata, sehingga tampil secara kompetitif       kemaslahatan secara nyata, dan berbagai       emansipasi yang sekuler-liberal, telah        sebagai keragaman, sebab jangan sampai        masyarakat dan umat, dengan dasar iman
menghadirkan Islam sebagai gerakan             dan objektif. Kyai Dahlan bahkan mengajak      langkah dakwah kemasyarakatan lainnya         menghadirkan pembaruan tatanan yang           perspektif dan orientasi gerakan              dan Islam; (3) Dengan organisasinya
pembebasan dan pemberdayaan masya-             pendeta untuk berdialog dan berdebat soal      secara langsung maupun tidak langsung         berkeadilan antara laki-laki dan perempuan    perempuan itu bersifat tunggal dan hanya      Muhammadiyah telah memelopori amal-
rakat.                                         kebenaran agama, dengan tetap santun           telah melakukan proses modernisasi            dalam sistem sosial muslim yang               berbasis pada paradigma peminisme             usaha sosial dan pendidikan yang amat


VIII       EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                          SUARA MUHAMMADIYAH           IX
Suplemen Muktamar                                   Satu Abad Muhammadiyah                                                                   Suplemen Muktamar                                    Satu Abad Muhammadiyah


diperlukan bagi kebangunan dan kemajuan       Muhammadiyah patut bersykur kepada            Apakah anggota, kader, dan pimpinan Mu-          efek positif dari gerakan Islam ini. Jangan   implementasi, komitmen perjuangan, dan           lebih-lebih dalam berjuang di jalan Allah.
bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan (4)     Allah dapat menapaki usia satu abad dan       hammadiyah saat ini telah bekerja                merasa berhasil terus kemudian melu-          dakwah atas afama Islam.                         Demikian pentingnya masa depan hingga
Dengan organisasinya Muhammadiyah             kini memasuki abad kedua dalam                sungguh-sungguh dan optimal dalam                pakan kelemahan, kekurangan, dan                                                               dalam Al-Quran Allah menyetarakan
bagian Wanita atau Aisyiyah telah             perjalanan menunaikan misi risalah Islam      membesarkan Muhammadiyah dan                     ketertinggalan untuk dikoreksi, diperbaiki,        Keempat, mentransformasikan dak-            ketaqwaan dengan kesadaran akan masa
memelopori kebangunan wanita bangsa           untuk mendakwahkan dan memajukan              membawanya menuju pencapaian tujuan              dan disempurnakan ke arah yang lebih          wah. Bahwa tugas utama Muhammadiyah              depan sebagaimana firman-Nya:
Indonesia untuk mengecap pendidikan           Islam di muka bumi ini. Selain Muham-         gerakan Islam ini? Bagaimana mengambil           maju lagi.                                    itu melaksanakan dakwah mengajak
dan berfungsi sosial, setingkat dengan        madiyah ada organisasi atau gerakan           teladan dari generasi awal agar                                                                kepada kebaikan, menyuruh pada yang
kaum pria. Pengakuan pemerintah tersebut      Islam lain yang seusia satu abad bahkan       Muhammadiyah saat ini dan ke depan jauh              Ketiga, melakukan tajdid. Satu abad       ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar
merupakan representasi dari penghargaan       lebih dulu seperti Sarekat Islam, tampaknya   lebih gemilang? Apakah Majelis, Lembaga,         merupakan momentum atau tonggak               (QS Ali Imran 104) sebagaimana yang
sekaligus bukti nyata dari keberhasilan dan   tidak seberuntung Muhammadiyah.               Organisasi Otonom, Amal Usaha, dan               penting bagi Muhammadiyah untuk               mendorong lahirnya Muhammadiyah.
sumbangsih Muhammadiyah di Republik           Muhammadiyah mampu bertahan hingga            institusi-institusi yang berada dalam struktur   melakukan pembaruan Islam, termasuk                Dakwah itu maknanya mengajak,
ini selama rentang perjalanan sejarahnya      usia seratus tahun dan insya Allah akan       organisasi Muhammadiyah telah bekerja            pembaruan gerakannya. Momentum                menyeru, dan menjamu, sehingga tidak                  Artinya: Hai orang-orang yang ber-
sebagai organisasi gerakan dakwah Islam.      terus menunaikan misi gerakan Islam           maksimal dalam melakukan usaha-usaha             penting tersebut jangan sampai terlewatkan    ada istilah dan kegiatan yang paling             iman, bertakwalah kepada Allah dan
     Kini ketika Muhammadiyah bermu-          untuk mengemban dakwah dan tajdid             menuju terwujudnya masyarakat Islam              begitu saja tanpa karya pembaruan. Jika       demokratis selain dakwah. Dakwah itu             hendaklah setiap diri memperhatikan apa
ktamar ke-46 yang disebut juga sebagai        hingga masa depan. Sebagai bukti ke-          yang sebenar-benarnya sebagaimana cita-          pada awal kelahiran Muhammadiyah              bukan mengancam, memusuhi, pepe-                 yang telah diperbuatnya untuk hari esok
Muktamar satu abad, sungguh diperlukan        syukuran, maka segenap anggota, kader,        cita Muhammadiyah? Memasuki abad ke-             melakukan tajdid yang bersifat reformasi      rangan (ghazwah, ghazwul), dan keke-             (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,
reorientasi atau pemaknaan ulang atas         dan pimpinan Muhammadiyah dituntut            dua Muhammadiyah mau dibawa ke                   atau modernisasi pemahaman dan                rasan. Dakwah itu dapat dilaksanakan de-         sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
rihlah atau perjalanan Muhammadiyah           untuk memanfaatkan anugerah Allah itu         mana?                                            pengamalan Islam dalam menghadapi tan-        ngan tulisan, lisan, dan tindakan sehingga       apa yang kamu kerjakan (QS Al-Hasyr
dengan segala kiprah dan sumbangsihnya        sebaik-baiknya dangan jalan mengerah-              Sederet pertanyaan yang bersifat            tangan zaman sehingga mengantarkannya         dikenal dengan istilah dakwah bilisan dan        [58]: 18).
di negeri tercinta ini.                       kan segala kemampuan agar Muham-              muhasabah atau evaluasi diri sangatlah           menjadi geraan modern Islam, maka me-         dakwah bil-hal. Muhammadiyah me-                      Dengan demikian Muktamar satu abad
     Dalam konteks Muktamar yang              madiyah semakin berkhidmat optimal            penting untuk ditanyakan dan memperoleh          masuki abad kedua harus ada pemikiran         lakukan keduanya di seluruh aspek                tersebut menjadi momentum dan titik
penting tersebut perlu dipahami bahwa satu    untuk kejayaan umat, bangsa, dan per-         jawaban dari segenap anggota, kader, dan         dan amal pembaruan dari rahim gerakan         kehidupan. Dakwah bukan sekadar tabligh,         penentu yang strategis dalam menam-
abad bagi Muhammadiyah bukanlah               adaban umat manusia sesuai dengan misi        pimpinan Muhammadiyah. Instrospeksilah           Islam ini. Nabi Muhammad melukiskan           tetapi seluruh proses dan aspek kegiatan         pilkan Muhammadiyah menghadapi tujuan
sekadar momentum waktu tetapi makna           Islam yang diembannya. Janji Allah            diri sendiri sebelum dievaluasi oleh orang       kehadiran abad baru dengan kelahiran          termasuk melalui amal usaha, sehingga            jangka panjang yang strategis, yakni
di balik semangat pergantian abad itu. Bagi   sangatlah jelas bagi hamba-hamba-Nya          lain, hasibu qoba ‘an tuhasabu, demikian         mujadid yang memperbarui agamanya             kerja-kerja mu’amalah dunyawiyah pun             semakin mendekatkan Muhammadiyah
Muhammadiyah, tentu saja dalam hal ini        yang bersyukur, yakni menambah nikmat         Sabda Nabi mengingatkan umatnya untuk            sebagaimana sabdanya:                         dakwah dan Islam.                                pada pencapaian tujuannya dengan aspek-
secara khusus bagi anggota, aktivis, kader,   itu menjadi lebih besar lagi sebagaimana      selalu waspada dan mengevaluasi diri.                                                               Karena kedalaman dan keluasan dak-          aspek dan kriteria keberhasilan sebagai-
dan para pimpinan Muhammadiyah di             firman-Nya dalam Al-Quran:                    Allah banyak mengingatkan para                                                                 wah yang dilakukan Muhammadiyah                  mana diamanatkan Muktamar ke-45 tahun
seluruh tingkatan dan lini organisasi                                                       hambanya yang muslim dan mukmin untuk                                                          maka sejak awal Muhammadiyah                     2005 lima tahun yang lalu.
termasuk di lingkungan amal usaha,                                                          menghisab diri, seperti salah satu firman-                                                     berkomitmen tinggi pada dakwah. Kini,                 Karenanya Muktamar yang monu-
bagaimana menjadikan pergntian abad dari                                                    Nya dalam Al-Quran:                                                                            ketika tantangan dan masalah baru di abad        mental itu meniscayakan niat yang tulus,
abad pertama sejak kelahiran Muham-                                                                                                                                                        ke-21 muncul baik dalam lingkup                  komitmen yang kuat, kesiapan yang
madiyah hingga memasuki abad yang ke-                                                                                                             Artinya: Sesungguhnya Allah akan         keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan            matang, dan keterlibatan yang sungguh-
dua benar-benar dijadikan momentum                Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala                                                     mengutus kepada umat manusia pada se-         universal maka dakwah Muhammadiyah               sungguh dari seluruh anggota Persyarikatan
untuk melakukan pemaknaan yang penting        Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya                                                             tiap penghujung abad yang akan memper-        harus ditransformasikan dalam seluruh            khususnya para musyawirin untuk
dan mendalam mengenai masa depan              jika kamu bersyukur, pasti Kami akan               Artinya: “Bacalah kitabmu, cukuplah         barui agamanya (HR Abu Dawud dari Abu         proses dan aspek yang penuh tantangan            menghasilkan keputusan yang terbaik dan
Muhammadiyah.                                 menambah (nikmat) kepadamu, dan jika          dirimu sendiri pada waktu ini sebagai            Hurairah).                                    itu. Dakwah Muhammadiyah harus menjadi           membawa Muhammadiyah ke abad kedua
     Dengan semangat wal-ashri (kesa-         kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka            penghisab terhadapmu (QS Al-Isra [17]:                Menurut Ibn Al-Atsir dan Adz-Dzahabi     agenda dan strategi pencerahan (tanwir),         menuju keunggulan. Jadikan Muktamar
daran tentang waktu) dan perjalanan           sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.            14).                                             kata “man” (siapa) dalam hadis tersebut       yakni proses yang membebaskan,                   satu abad itu sebagai muktamar yang elok,
sejarah Muhammadiyah maka pergantian          (QS. Ibrahim[14]: 7).                              Ayat ini berkaitan dengan hisab             dapat bermakna mufrad (tunggal) maupun        memberdayakan, dan memajukan ke-                 damai, ukhuwah, cerdas, produktif, dan ber-
abad hendaknya dijadikan momentum                                                           manusia di Yaum al-Akhir pada saat               jama’ (banyak). Sedangkan menurut Yusuf       hidupan sehingga Islam benar-benar me-           martabat layaknya muktamar sebuah
untuk sejumlah hal yang bermakna.                  Kedua, bermuhasabah. Usia satu           penghisaban, tetapi dapat dijadikan spirit       Al-Qaradhawi dapat terpersonifikasi           njadi rahmatan lil-‘alamin di muka bumi.         gerakan Islam yang terbesar. Insya Allah
                                              abad, lebih-lebih dalam bermuktamar,          untuk menghisab pekerjaan-pekerjaan              sebagai jama’ah atau mazhab pemikiran                                                          janji jika semua pihak bersungguh-sungguh
    Pertama, bersyukur kepada Allah. Se-      hendaknya dijadikan momentum untuk            keumatan dalam kehidupan di dunia ini,           dakwah, perjuangan, dan pendidikan, yang          Kelima, merancang masa depan.                menjadikan Muktamar Satu Abad itu
perti sering diungkapkan oleh Ketua Umum      mengevaluasi diri atau bermuhasabah.          termasuk dalam beramalah shaleh melalui          berjuang dalam satu atau beberapa bidang      Bahwa Muhammadiyah setelah mening-               sebagai wahana permusyawaratan untuk
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, usia             Apa yang telah dicapai Muhammadiyah?          Muhammadiyah. Bahwa bermuhamma-                  untuk memperbaiki masyarakat, meng-           galkan abad pertama dan memasuki abad            kejayaan umat, bangsa, dan dunia kema-
satu abad adalah momentum kesyukuran.         Apa yang belum tercapai dan harus             diyah sebagai wujud dari beramal shaleh,         ubah kondisi umat, dan memperbarui            kedua pada hakikatnya sedang melangkah           nusiaan sejagad maka Tuhan Yang Maha
Artinya sebagaimana makna syukur,             dicapai saat ini maupun ke depan? Apa         beribadah, dan menjalankan fungsi ke-            agama. Adapun yang dimaksud dengan            ke depan, bukan menengok ke belakang.            Rahman dan Rahim akan menolong dan
Muhammadiyah menerima dan                     kelemahan, kekurangan, dan ke-                khaliahan melalui kerja kolektif (berjam’iyah    kata “yujaddidu laha dinaha” (memperbarui     Kesadaran dan merancang masa depan               membuka jalan terbaik, sehingga
berterimakasih kepada Allah atas anugerah     tertinggalan Muhammadiyah di samping          dan berjama’ah) di muka bumi, haruslah           agama) menurut Al-Qaradhawi ialah             ke arah lebih baik itu sangatlah penting, baik   membuahkan keberhasilan. Nashrun min
nikmat-Nya hingga berusia satu abad.          kelebihan, kebaikan, dan keunggulannya?       dievaluasi seberapa jauh keberhasilan dan        memperbarui pemahaman, keimanan,              dalam perjuangan hidup setiap orang,             Allah wa Fathun qarib.•


X          EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                              SUARA MUHAMMADIYAH            XI
Suplemen Muktamar                                 Satu Abad Muhammadiyah                                                                Suplemen Muktamar                                    Satu Abad Muhammadiyah



                                                                                                                                        kemajemukan agama berdampak sikap yang tidak toleran,                    Dalam kehidupan bangsa Indonesia dijumpai kecenderungan
                  PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH:                                                                                          menafikan eksistensi pihak lain sehingga menimbulkan
                                                                                                                                        perpecahan di kalangan umat dan masyarakat.
                                                                                                                                                                                                             mentalitas yang tidak sejalan dengan etos kemajuan dan
                                                                                                                                                                                                             keunggulan peradaban seperti sifat malas, meremehkan mutu,
                                                                                                                                            Muhammadiyah menerima pluralitas agama tetapi menolak            suka menerabas (jalan pintas), tidak percaya pada diri sendiri;
   Isu-isu Strategis Keumatan,                                                                                                          pluralisme yang mengarah pada sinkretisme, sintesisme, dan
                                                                                                                                        relatifisme. Karena itu, umat Islam diajak untuk memahami kemaje
                                                                                                                                        mukan agama dan keberagamaan dengan mengembangkan
                                                                                                                                                                                                             tidak berdisiplin murni; suka mengabaikan tanggungjawab, berjiwa
                                                                                                                                                                                                             feodal, suka pada hal-hal beraroma mistik, mudah meniru gaya
                                                                                                                                                                                                             hidup luar dengan kurang selektif, gaya hidup mewah, dan lain-
         Kebangsaan, dan                                                                                                                tradisi toleransi dan ko-eksistensi. Setiap individu bangsa
                                                                                                                                        hendaknya menghindari segala bentuk pemaksaan kehendak,
                                                                                                                                                                                                             lain. Kendati kecenderungan mentalitas teresbut tidak bersifat
                                                                                                                                                                                                             menyeluruh tetapi manakala dibiarkan akan menjadi penyakit
                                                                                                                                        ancaman dan penyiaran agama yang menimbulkan konflik antar           mentalitas secara kesluruhan di tubuh bangsa ini.
     Kemanusiaan Universal                                                                                                              pemeluk agama. Pemerintah diharapkan memelihara dan
                                                                                                                                        meningkatkan kehidupan beragama yang sehat untuk
                                                                                                                                                                                                                 Karena itu Muhammadiyah memandang dan menuntut
                                                                                                                                                                                                             langkah pemecahan bahwa dalam memasuki dinamika kehidupan
                                                                                                                                        memperkuat kemajemukan dan persatuan bangsa.                         bangsa di tengah pergulatan dunia yang sarat tantangan diperlukan
                                                                                                                                                                                                             revitalisasi karakter bangsa ke arah pembentukan manusia
                                                                                                                                        5. Keadilan Gender                                                   Indonesia yang berkarakter kuat. Pendidikan nasional harus
   Bismillahirrahmanirrahim                                       melaksanakan shalat, membayar zakat, berpuasa di Bulan                    Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai            menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dan
   Muhammadiyah melalui Muktamar Satu Abad (Muktamar              Ramadhan dan menunaikan ibadah haji. Selain itu, kegiatan             makhluk yang sempurna dan terhormat. Laki-laki dan perempuan         strategis, bukan hanya menekankan pada sopan santun, tetapi
ke-46) tanggal 3 s/d 8 Juli 2010 M bertepatan dengan 20 s/d 25    keislaman seperti pengajian, dzikir, ziarah, dan festival keagamaan   memiliki kesamaan kedudukan di hadapan Allah, kesempatan             pendidikan karakter dalam aspek yang luas dan progresif. Bahwa
Raja 1431 H yang berlangsung di Yogyakarta setelah mengkaji       juga cukup semarak. Walaupun demikian, kesemarakan                    yang sama untuk beribadah, berperan dalam berbagai aspek             manusia yang berkarakter kuat dicirikan oleh kapasitas mental
secara seksama tentang isu-isu strategis yang berkaitan dengan    beragama ternyata belum diikuti oleh keluasan pemahaman,              kehidupan, dan berhak mendapat penghargaan yang adil sesuai          yang membedakan dari orang lain seperti keterpercayaan,
masalah keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal           kedalaman penghayatan, dan kerahmatan pengamalan Islam.               dengan amalnya. Tetapi, realitas kehidupan perempuan di              ketulusan, kejujuran, keberanian, ketegasan, ketegaran, kuat dalam
maka dengan ini menyampaikan pandangan dan rekomendasi            Selain itu juga terlihat fenomena deviasi keberagamaan dalam          kalangan umat masih jauh dari cita-ideal ajaran Islam. Perempuan     memegang prinsip, dan sifat-sifat khusus lainnya yang melekat
sebagai berikut.                                                  bentuk komodifikasi agama untuk kepentingan bisnis dan politik.       masih dipandang dan ditempatkan sebagai masyarakat kelas dua         dalam dirinya.
                                                                      Muhammadiyah memandang komoditisasi agama dapat                   sehingga banyak yang menjadi objek domestikasi, diskriminasi,
A. KEUMATAN                                                       merusak makna dan hakikat Islam. Karena itu, umat Islam dan           pelecehan seksual, kekerasan, perdagangan manusia dan tindak         2. Pemberantasan Korupsi
1. Kemiskinan Kepemimpinan                                        para muballigh dihimbau untuk dapat mengajarkan Islam dengan          kejahatan lainnya.                                                       Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa terhadap rakyat,
    Secara umum, umat Islam yang berbeda-beda organisasi,         pemahaman yang luas, melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan                Selain bertentangan dengan Islam dan Hak Azasi Manusia           pengkhiatan terhadap cita-cita kemerdekaan bangsa dan
madzhab dan afiliasi partai politik hidup dalam suasana damai     hanif serta membimbing umat dengan penuh keteladanan dan              (HAM), sikap merendahkan kaum perempuan juga bertentangan            kemunkaran terhadap negara. Korupsi di Indonesia terjadi bukan
dan semangat persaudaraan yang dewasa. Kerukunan internal         tanggung jawab.                                                       dengan realitas sosial, ekonomi, politik dan keagamaan.              semata-mata karena faktor kebutuhan untuk pemenuhan hajat
umat Islam cukup baik dan kondusif. Meskipun demikian, di dalam                                                                         Muhammadiyah mendukung usaha-usaha yang bertujuan untuk              hidup, tetapi juga kerakusan yang didorong oleh nafsu memperluas
tubuh umat Islam terdapat gejala meningkatnya ashabiyyah,         3. Konservatifisme dan Formalisme Agama                               meningkatkan kualitas, memberdayakan, memperluas dan                 dan memperkokoh kekuasaan. Kejahatan korupsi telah
banyaknya mobilisasi umat untuk kepentingan politik jangka            Konservatifisme agama adalah kecenderungan untuk                  memperkuat peran, serta memberikan penghargaan atas prestasi         berlangsung secara sistemik dan sistematis melibatkan jaringan
pendek dan melemahnya solidaritas antar umat. Gejala-gejala       mengembalikan praktik keagamaan pada tradisi masa lampau              kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan sesuai dengan            di eksekutif, pengadilan, parlemen, partai politik, lembaga
tersebut terjadi karena kemiskinan kepemimpinan umat yang         dengan menolak kemajuan. Konservatifisme agama potensial              ajaran Islam demi terciptanya masyarakat, umat dan bangsa yang       perbankan, termasuk lembaga pendidikan dan keagamaan. Jika
ditandai oleh terbatasnya jumlah pemimpin yang alim, visioner,    menimbulkan beberapa masalah keagamaan dan kebangsaan                 bermartabat.                                                         dibiarkan, korupsi tidak hanya merusak tetapi membunuh secara
bisa menjadi teladan dan mampu mempersatukan umat.                seperti kekeliruan identifikasi Islam dengan Arab, kekakuan                                                                                sistematis seluruh sendi kehidupan bangsa dan negara.
    Dalam pandangan Muhammadiyah, kemiskinan kepemim-             beragama yang menganggap diri dan kelompoknya sebagai                 B. KEBANGSAAN                                                            Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara sistemik dan
pinan merupakan masalah serius yang jika tidak segera diatasi     pemilik kebenaran tunggal, ekslusivisme dan formalisasi agama.        1. Revitalisasi Karakter Bangsa                                      komprehensif melalui jalur politik, hukum dan kebudayaan.
umat Islam bisa tercerai-berai dan semakin terpuruk dalam             Sejalan dengan paham Islam yang berkemajuan, kepada                   Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi        Presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan harus
keterbelakangan. Untuk itu diperlukan peningkatan dialog dan      umat Islam diajak untuk mengembangkan pemahaman agama                 sebuah bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan                memimpin pemberantasan korupsi dengan lebih tegas, konsisten,
kerjasama internal umat Islam untuk mempersempit khilafiyah-      yang luas dan mendalam, realistis terhadap masalah-masalah            bermartabat. Hal itu didukung oleh sejumlah fakta positif yang       transparan, akuntabel, adil, dan tidak diskriminatif. Muhammadiyah
furuiyyah, meningkatkan sikap saling menerima, toleransi dan      kekinian, menghargai rasionalitas, berorientasi ke masa depan,        dimiliki bangsa ini yakni posisi geopolitik yang sangat strategis,   mendesak para pemimpin lembaga pemberantasan korupsi untuk
bekerjasama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.       serta terbuka dan toleran terhadap perbedaan. Islam yang              kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, jumlah penduduk             bekerja lebih amanah, berani dan independen melalui kerjasama
Umat Islam perlu mengembangkan kepemimpinan kolektif              berkemajuan mendorong substansialisasi agama ke dalam                 yang besar, dan kemajemukan sosial budaya. Namun modal               yang erat dan kuat dengan pemerintah dan kekuatan masyarakat
transformatif sebagai penyempurnaan model kepemimpinan            perundang-undangan, sistem politik dan kehidupan kebangsaan-          dasar dan potensi yang besar itu tidak dikelola dengan optimal       madani. Muhammadiyah siap bergandeng tangan dengan semua
personal kharismatik yang tidak lagi relevan dalam konteks        kenegaraan.                                                           dan sering disia-siakan sehingga bangsa ini kehilangan banyak        pihak untuk membangun dan mengembangkan budaya anti
masyarakat yang terbuka dan rasional.                                                                                                   momentum untuk maju dengan cepat, sekaligus menimbulkan              korupsi melalui jalur pendidikan, sosial dan keagamaan.
                                                                  4. Kemajemukan Agama                                                  masalah yang kompleks. Di antara masalah yang menghambat
2. Komoditisasi Agama                                                 Kemajemukan agama adalah realitas obyektif dalam kehidupan        dan menjadi faktor krusial dalam kehidupan bangsa ini ialah          3. Reformasi Lembaga Penegakan Hukum
    Umat Islam Indonesia memiliki ketaatan yang tinggi dalam      sosial-keagamaan sebagai sunnatullah. Penolakan terhadap              lemahnya karakter bangsa.                                                Penegakan supremasi hukum masih terkendala oleh perilaku


XII       EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                       SUARA MUHAMMADIYAH          XIII
Suplemen Muktamar                                      Satu Abad Muhammadiyah                                                                       Suplemen Muktamar                                   Satu Abad Muhammadiyah



korup lembaga penegakan hukum seperti merebaknya makelar                bangsa Indonesia yang majemuk. Tetapi, demokrasi yang tidak                 madiyah akan melakukan pembelaan hak atas tanah dan                 2. Krisis Pangan dan Energi
kasus, mafia peradilan, manipulasi data, dan penegakan hukum            disertai dengan etika, supremasi hukum dan kepemimpinan yang                mendesak kepada pemerintah agar segera melakukan reforma                  Saat ini dunia mengalami ancaman ketahanan pangan (food
semu yang penuh tipu muslihat. Hal ini berdampak pada                   kuat akan menimbulkan anarki dan tirani kekuasaan, sehingga                 agraria dan kebijakan pertanahan yang adil untuk seluruh rakyat.    security) yang sangat serius karena terbatasnya ketersediaan
munculnya skeptisme, sinisme, delegitimasi kekuasan, hilangnya          yang terjadi adalah feodalisme dan oligarki politik.                                                                                            sumber-sumber dan bahan makanan karena keterbatasan lahan,
kepercayaan kepada keadilan dan meluasnya pembangkangan                      Karena itu, Muhammadiyah mengajak semua komponen                       C. KEMANUSIAAN UNIVERSAL                                            kekeringan dan ledakan jumlah penduduk. Krisis energi dan
sosial terhadap negara dan berkembangnya budaya amuk.                   bangsa untuk mengutamakan etika dan moralitas berdemokrasi,                 1. Krisis Kemanusiaan Modern                                        pangan yang berkelanjutan merupakan masalah yang sangat
Reformasi lembaga penegakan hukum merupakan prasyarat                   bukan ketamakan kekuasaan, siap menang tidak siap kalah.                         Kehidupan masyarakat modern abad ke-21 menujukan               mengancam masa depan umat manusia dan kemanusiaan.
dalam menyelesaikan berbagai masalah bangsa dan memberi                 Muhammadiyah berpendapat bahwa sudah waktunya bagi bangsa                   kemajuan yang luar biasa terutama di bidang pemikiran, ilmu         Semakin menipisnya ketersediaan sumber daya energi alam yang
harapan baru sebagai bangsa beradab.                                    Indonesia untuk memikirkan dan mempersiapkan sistem suksesi                 pengetahuan dan teknologi, dan aspek-aspek lainnya yang             tidak terbarukan, terutama minyak bumi, barubara dan gas telah
    Oleh karena itu, Muhammadiyah mendesak kepada                       kepemimpinan nasional dan alih generasi yang demokratis, damai,             mengantarkan manusia di planet ini berada dalam peradaban           menimbulkan kompetisi terhadap akses energi yang tidak sehat
pemerintah bersama-sama dengan lembaga-lembaga negara                   adil dan konstitusional.                                                    yang tinggi. Namun bersamaan dengan itu terjadi kecenderungan       sebagai salah satu penyulut ketegangan, konflik, peperangan dan
untuk menjadikan reformasi lembaga penegakan hukum sebagai                                                                                          hidup yang serba ekstrem yang melahirkan krisis kemanusiaan         hegemoni negara-negara kaya atas kedaulatan ekonomi dan politik
prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar lagi serta                6. Reformasi Birokrasi                                                      modern. Manusia modern mengalami lost of soul (kegersangan          negara-negara miskin.
melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan                             Birokrasi Indonesia selama ini masih belum beranjak dari                ruhani), disorientasi makna, anomali (penyimpangan moral dan              Muhammadiyah memandang masalah krisis energi dan
keteladanan. Muhammadiyah mengajak seluruh elemen                       kinerja yang tidak produktif, berbelit-belit, tidak disiplin, tidak ramah   sosial), kekerasan, dan future shock (kejutan masa depan).          pangan bukan semata-mata sebagai persoalan ekonomi dan politik,
masyarakat untuk melakukan gerakan moral yang lebih masif               karena lebih menempatkan dirinya sebagai alat kekuasaan                     Masalah-masalah tersebut timbul sebagai akibat dari orientasi       tetapi juga keagamaan dan kemusiaan. Karena itu, kedaulatan
demi terlaksananya reformasi lembaga penegakan hukum.                   daripada pelayan negara dan rakyat. Kondisi birokrasi yang                  hidup yang serba rasional-instrumental yang melahirkan manusia      energi dan pangan merupakan masalah azasi yang harus
                                                                        demikian berdampak pada inefisiensi dan pemborosan anggaran                 serba modular dan kehilangan makna-makna ruhaniah yang              diperjuangkan oleh semua pemerintah, tidak terkecuali pemerintah
4. Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja                               negara, semakin menumpuknya permasalahan bangsa, korupsi                    otentik. Bersamaan dengan itu kebudayaan modern memiliki sisi       Indonesia. Untuk mengatasi krisis energi dan pangan,
    Perlindungan dan kesejahteraan pekerja masih menjadi                yang merajalela, dan merosotnya kepercayaan masyarakat                      negatif berupa penghambaan yang berlebihan terhadap materi          Muhammadiyah mendesak pemerintah Indonesia dan negara-
masalah sosial yang serius seperti rendahnya upah, tidak adanya         kepada pemerintah dan negara.                                               (materialisme), kesenangan inderawi (hedonisme), dan peniadaan      negara industri agar lebih bersungguh-sungguh mengembangkan
jaminan sosial dan kesehatan, mudahnya PHK, lemahnya                        Muhammadiyah memandang birokrasi sebagai lembaga                        nilai-nilai (nihilisme).                                            dan mendorong usaha-usaha diversifikasi sumber-sumber energi
perlindungan hukum, sistem outsourcing yang merugikan pekerja,          negara yang penting dalam melayani, membantu, mempermudah                        Muhammadiyah memandang bahwa kehidupan manusia dan             yang terbarukan dan produk-produk teknologi yang hemat energi
serta eksploitasi dan ketidak adilan. Jika tidak dilakukan perbaikan,   dan menyelesaikan segala urusan masyarakat. Karena itu,                     masyarakat modern memerlukan fondasi dan bingkai ruhaniah           dan ramah lingkungan. Muhammadiyah mengajak seluruh
kondisi demikian bisa berdampak pada berkembangnya                      Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk menciptakan                          yang kokoh, yang bersumber pada agama sebagai kanopi suci           masyarakat untuk membangun budaya hemat energi khususnya
kesenjangan sosial yang mengancam keutuhan dan persatuan                tatakelola pemerintahan yang baik dengan menjadikan reformasi               (tha sacred canopy) dari segala problem atau krisis kemanusiaan     air, listrik dan bahan bakar yang tidak terbarukan. Sudah saatnya,
bangsa.                                                                 birokrasi sebagai prioritas utama melalui peningkatan kinerja dan           yang dihadapinya. Agama perlu ditransformasikan sebagai             Muhammadiyah mengembangkan gerakan budaya hidup hemat
    Muhammadiyah memandang kaum pekerja sebagai kaum                    kedisiplinan pegawai, perbaikan sistem pelayanan dan penerapan              kekuatan moral, spiritual, dan intelektual yang berfungsi sebagai   dengan menghentikan budaya konsumerisme sebagai wujud
dhuafa dan subyek yang harus mendapatkan perlindungan dan               meritokrasi yang adil.                                                      pemberi bimbingan, arahan, penyucian diri, integrasi, kritik, dan   pengamalan ajaran Islam melalui jalur pendidikan formal dan non-
pembelaan. Untuk memperbaiki nasib pekerja Indonesia,                                                                                               fungsi-fungsi kerisalahan serta kerahmatan lainnya yang             formal, media massa dan kegiatan keagamaan.
Muhammadiyah mengusulkan agar segera dilakukan review                   7. Reforma Agraria dan Kebijakan Pertanahan                                 menjadikan manusia atau masyarakat semakin berakal-budi
Undang-undang Ketenagakerjaan yang lebih memberikan jaminan                  Masalah agraria dan hak atas tanah merupakan masalah                   mulia. Agama dan pendidikan agama dituntut untuk menjadikan         3. Krisis Ekonomi Global
dan perlindungan HAM pekerja dengan menghapuskan sistem                 nasional yang rawan dan krusial. Pembangunan nasional selama                manusia tumbuh dan berkembang secara utuh selaku makhluk                Globalisasi ekonomi telah menyebabkan semakin tingginya
outsourcing dan menggantikannya dengan sistem full-employment           ini tidak diimbangi dengan penataan (reform) dan kebijakan                  Tuhan yang mulia, yang memiliki relasi kuat dan seimbang antara     tingkat keterkaitan ekonomi antar negara. Krisis keuangan tahun
yang memberi keadilan kepada pekerja.                                   pertanahan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil.                 hubungan dengan Tuhan (habl min Allah) dan hubungan dengan          2008-2009 yang berawal dari krisis kredit perumahan di Amerika
                                                                        Akibatnya terjadi ketidakadilan kepemilikan tanah; di satu pihak            sesama (habl min al-nas) dan lingkungan alam semesta.               Serikat telah menjalar ke hampir seluruh dunia. Untuk
5. Sistem Suksesi Kepemimpinan Nasional                                 jutaan rakyat menjadi tuna tanah (landless), di pihak lain segelintir            Pemerintah dan segenap kekuatan bangsa di berbagai belahan     menyelamatkan perekonomiannya, pada umumnya negara-
    Sejak reformasi politik 1998, Indonesia memasuki tonggak            orang menjadi tuan tanah (landlord). Masalah pertanahan semakin             dunia dituntut tanggungjawab moralnya untuk menjadikan              negara di dunia mengambil kebijakan ekonomi Keynesian yang
kehidupan kebangsaan yang demokratis dan terbuka. Transisi              kompleks karena selama ini pemerintah justeru memberikan                    kehidupan modern dengan segala perangkatnya mampu                   hampir mirip, dengan ciri: (1) segera memberikan bail-out kepada
demokrasi yang aman ditandai oleh pelaksanaan mekanisme                 fasilitas dan konsesi kepada sekelompok orang untuk mengusai                menjamin kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungan             perusahaan-perusahaan swata yang gagal, sebelum kegagalan
demokrasi dan politik yang baik mengangkat posisi Indonesia             jutaan hektar tanah. Jika tidak segera dilakukan langkah-langkah            tempat tinggalnya secara harmoni, memberikan keleluasaan            tersebut merembet secara sistemik ke perusahaan lain, dan (2)
sebagai negara demokrasi terbesar ke tiga di dunia. Walaupun            perbaikan, masalah agraria dan pertanahan akan menjadi bom                  tumbuhnya moral dan ruhani, serta lahirnya peradaban yang           memberikan stimulus fiskal kepada perekonomian dengan
demikian, demokrasi yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun           waktu yang dapat memicu keresahan, konflik dan kekacauan                    utama.                                                              harapan bisa merestorasi pertumbuhan ekonomi yang pada
belum mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang                    sosial.                                                                          Kekerasan, rasialisme, gonosida (pemusnahan bangsa lain),      umumnya sangat tertekan, bisa menciptakan pekerjaan baru untuk
sejahtera. Situasi politik dan budaya masyarakat semakin carut               Muhammadiyah memberikan perhatian yang serius terhadap                 diksriminasi, penindasan, dan berbagai bentuk kebiadaban oleh       mengkompensasi banyaknya pekerjaan yang hilang, dan bisa
marut. Penyebabnya bukanlah penerapan sistem demokrasi, tetapi          masalah agraria dan pertanahan dengan menjadikannya sebagai                 satu golongan, bangsa, dan negara terhadap lainnya haruslah         menghambat proses pemiskinan masyarakat terutama di tingkat
kepemimpinan nasional yang tidak transformatif dan alih generasi        kajian keilmuan dan kebijakan dari berbagai perspektif.                     dijadikan musuh bersama bangsa-bangsa beradab. Ekspansi             akar rumput. Kebijakan seperti itu memberikan tekanan fikal yang
yang lambat.                                                            Muhammadiyah memandang hak atas tanah sebagai pemberian                     budaya populer dan serba permisif melalui media massa dan           luar biasa sehingga banyak negara terpaksa menerapkan
    Muhammadiyah memandang sistem demokrasi sejalan                     Allah SWT kepada manusia dan hak dasar setiap warga negara                  jalur lainnya harus dieliminasi sedemikian rupa karena telah        kebijakan defisit anggaran yang teramat longgar disertai oleh
dengan Islam dan merupakan pilihan politik yang tepat untuk             yang dijamin oleh Undang-undang Dasar. Karena itu, Muham-                   membunuh benih-benih autentik (fitrah) dalam diri manusia.          meningkatnya utang negara relatif terhadap PDBnya. Akibat umum



XIV        EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                                 SUARA MUHAMMADIYAH           XV
Suplemen Muktamar                                    Satu Abad Muhammadiyah                                                             Suplemen Muktamar                                Satu Abad Muhammadiyah



dari krisis ini adalah (1) memburuknya kondisi fiskal negara, (2)    Bali, Kopenhagen dan kesepakatan internasional lainnya.            dan akulturasi budaya. Tetapi, lambat-laun, migrasi global      dan rasa tidak suka di antara pemeluk agama, khususnya pemeluk
krisis keuangan yang semula terjadi di sektor swasta merembet        Muhammadiyah mengajak komunitas beragama untuk                     menimbulkan perubahan komposisi penduduk yang langsung          agama besar dunia: Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha.
menggerogoti sektor negara, (3) peringkat kredit sektor swasta       melakukan aksi bersama (interfaith action) mengatasi masalah       atau tidak langsung menimbulkan masalah persatuan bangsa        Globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi yang
di banyak negara melorot tajam, yang karena kebijakan bail-out,      perubahan iklim melalui kegiatan-kegiatan yang terpadu berbasis    seperti sentimen antara pendatang dengan penduduk aseli,        menghilangkan batas-batas geografis antar negara membuat
menyebabkan peringkat kredit sektor negara pun ikut memburuk,        masyarakat.                                                        identitas kebudayaan, kewargaan dan masalah sosial-politik      “benturan” antar budaya dan peradaban tidak terhindarkan.
dan (4) memburuknya kinerja dan stabilitas ekonomi. Di banyak                                                                           lainnya.                                                        Fundamentalisme agama dan kebudayaan berkembang di hampir
negara, kesulitan ekonomi ini menjadi semakin pelik untuk            5. Islamofobia                                                         Muhammadiyah memandang migrasi global sebagai sesuatu       semua agama dan kebudayaan.
dipecahkan, ketika kesulitan ekonomi itu berinteraksi dengan             Pasca peristiwa “11 September 2001”, kaum muslimin di          yang alamiah dan sunnatullah karena Allah SWT menciptakan           Pada sisi lainnya, dialog dan kerjasama antar iman (interfaith)
permasalahan politik dalam negeri.                                   berbagai penjuru dunia menghadapi gelombang baru                   manusia yang berbeda-beda suku, bangsa dan warna untuk saling   dan antar peradaban (intercivilization) berkembang dengan baik
     Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah bahwa di   “Islamophobia” yang terus berkembang secara masif dan              mengenal dan bertebaran di muka bumi. Karena itu,               sebagai jawaban dan usaha positif memecahkan berbagai masalah
antara negara-negara yang menganut sistem pasar                      sistemik. Islamophobia adalah sebuah wawasan dan pandangan         Muhammadiyah mendesak agar semua negara membuka pintu           keagamaan dan kebudayaan. Muhammadiyah sangat
bebas, kesuksesan ekonomi tidak mudah untuk menjalar ke              dunia yang disebabkan oleh ketakutan dan kebencian tidak           imigrasi dan memberikan pelayanan dan perlindungan kepada       mendukung dan berperan serta dalam prakarsa dan kegiatan
negara lain, semenrara kegagalan ekonomi sangat mudah,               berdasar terhadap Islam, yang muncul melalui praktek-praktek       kaum migran dan pengungsi sebagai wujud tanggung jawab          dialog yang terbuka, tulus dan bersahabat. Muhammadiyah
bahkan tak tertahankan, untuk menjalar ke negara lain. Di samping    pengasingan dan diskriminasi terhadap kaum muslimin dalam          kemanusiaan dan komitmen terhadap aturan-aturan internasional   menghimbau agar dialog yang sudah diselenggarakan oleh negara
itu, kesuksesan sektor swasta tidak mudah untuk dirembetkan          berbagai bidang kehidupan. Secara ideologis, Islamophobia          yang berlaku.                                                   dan masyarakat dapat ditingkatkan ke arah kerjasama
manfaatnya ke sektor negara, tetapi kegagalan sektor swasta,         muncul dalam bentuk penilaian serta penggambaran negatif                                                                           kemanusiaan yang konkrit untuk menciptakan perdamaian,
terutama yang besar, sangat mudah menjadi tanggungan negara.         terhadap Islam yang dipersepsikan sebagai agama yang tidak         7. Dialog Antar Agama dan Peradaban                             keadilan dan kesejahteraan bersama (common good) tidak
     Muhammadiyah memandang perlunya disusun tata ekonomi            rasional, primitif, dan anti kemajuan hingga mengobarkan               Tidak dapat dipungkiri, kekerasan bernuansa agama yang      terbatas pada elit pemimpin agama tetapi juga masyarakat akar
dunia baru berkeadilan yang di satu sisi memfasilitasi perembetan    kekerasan dan mendukung atau apresiatif terhadap terorisme.        terjadi di berbagai kawasan dunia telah menimbulkan sentimen    rumput.
sukses ekonomi antar negara, dan di sisi lain menghambat             Islamophobia dimanifestasikan dalam bentuk miskonsepsi atau
perembetan kegagalan ekonomi antar negara. Pada tingkat              penyamaan makna jihad dengan terorisme, penggambaran negatif
domestik, perlu dilakukan sinkronisasi antara sistem ekonomi,        tentang ajaran Islam dan intoleransi ummat Islam di media massa,
sistem politik, dan sistem hukum agar penangan krisis ekonomi        pelecehan terhadap nabi dan kitab suci, kebijakan yang
tidak lagi ditangani secara ad hoc dan memunculkan banyak            diskriminatif terhadap imigran muslim, hingga semangat dan sikap
ketidak-adilan yang kemudian diatasi secara ad hoc pula.             rasisme anti-ummat Islam sebagai golongan minoritas yang
                                                                     berbeda dengan kelompok mayoritas.
4. Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim                                 Muhammadiyah memandang bahwa Islamophobia
    Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim berakibat pada          merupakan ancaman global yang mereduksi hakikat peradaban
menurunnya jumlah dan kualitas produksi hasil pertanian dan          dan keadaban ummat manusia, bertentangan dengan prinsip-
kelautan yang berdampak sistemik terhadap menurunnya                 prinsip hak asasi, serta berbahaya bagi terwujudnya perdamaian
pendapatan petani, nelayan dan masyarakat yang bekerja pada          dunia. Muhammadiyah menyerukan agar Islamophobia dengan
dua sektor tersebut. Jumlah penganggur dan orang miskin              segala bentuk dan manifestasinya yang muncul di sejumlah negara
bertambah. Kerusakan alam telah berdampak pada menurunnya            segera diakhiri dan diganti dengan dialog dan kerjasama antar
daya tahan tubuh, tingkat kesehatan dan penyebaran penyakit          peradaban yang kondusif serta menjunjung tinggi hakekat
endemi dan pandemi.                                                  kemanusiaan, semangat persaudaraan, prinsip kesetaraan, serta
    Meskipun kerusakan alam dan dampak kerusakan yang                komitmen terhadap keadilan dalam tatanan global dan dinamika
ditimbulkannya sudah terlihat jelas, pemahaman dan kesadaran         hubungan antar agama dan peradaban di dunia. Muhammadiyah
masyarakat masih sangat rendah karena kurangnya sosialisasi          sangat menghargai prakarsa dan peran serta pemerintah
oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan. Masalah               Indonesia dalam berbagai forum dialog. Sebagai negara
lingkungan hidup dan pemanasan global tidak hanya terbatas di        berpenduduk muslim terbesar, kiranya prakarsa dialog dengan
kalangan elit, bahkan telah menjadi ladang bisnis di kalangan elit   pemerintah berbagai negara, khususnya negara-negara Barat
dan negara. Karena itu Muhammadiyah mengajak kepada semua            dapat lebih ditingkatkan.
pihak, terutama pemerintah, untuk memperluas dan mempercepat
informasi tentang perubahan iklim kepada masyarakat melalui          6. Migrasi Global
jalur pendidikan formal, media massa dan organisasi-organisasi           Migrasi global merupakan fenomena sosial yang diakibatkan
sosial. Muhammadiyah mendesak para kepala negara dan                 oleh industrialisasi, kemajuan teknologi transportasi, keamanan
pemerintahan untuk mematuhi kesepakatan-kesepakatan tentang          dan kekerasan. Masyarakat bermigrasi dari satu negara ke
pengurangan emisi gas karbon, perdagangan karbon dan                 negara lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,
pengurangan konsumsi energi yang dihasilkan dalam forum              mendapatkan rasa aman dan mencari pengalaman. Secara
internasional perubahan iklim seperti Protokol Tokyo, Deklarasi      alamiah, migrasi global melahirkan percampuran etnis, akumulasi



XVI        EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH                                                                                                                                                                                  SUARA MUHAMMADIYAH        XVII
                                                  WAWASAN MUHAMMADIYAH                                                                                                              WAWASAN MUHAMMADIYAH


                                                                                                                                     peten, inovatif, berdaya saing, berwa-      ses menghadapi keadaan ini. Tapi, Al-        Muhammadiyah yang memenuhi per-

                                              Memaknai Muktamar                                                                      wasan ke depan dan memiliki solidaritas
                                                                                                                                     kolektif.
                                                                                                                                                                                 hamdullilah usaha menghela perubahan
                                                                                                                                                                                 globalisasi ini ke arah yang positif sudah
                                                                                                                                                                                                                              syaratan. Bab II : Syarat yang dapat di-
                                                                                                                                                                                                                              calonkan di antaranya : taat ibadah, setia

                                            1 Abad Muhammadiyah
                                                                                                                                         Al-Qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 11 di     lama dicanangkan sejak muktamar yog-         pada prinsip perjuangan Muhammadi-
                                                                                                                                     atas mengisyaratkan bahwa jiwa peru-        ya yang lalu. Sejak Majelis Tarjih dirubah   yah, dapat diteladani dan taan pada ga-
                                                                                                                                     bahan itu harus dimiliki oleh seluruh ka-   namanya menjadi Majelis Tarjih dan Pe-       ris kebijakan Muhammadiyah dll.
                                                                                             M.SUN’AN MISKAN                         um, umat, komunitas bukan perorang          mikiran Islam. Kemudian terakhir men-             Kedua hal itu dapat ditajamkan de-
                                                                                                                                     dalam menciptakan budaya utama un-          jadi Majelis Tarjih dan Tajdid.              ngan empat kriteria yang lebih jelas yaitu
                                                                                                        Ketua PWM DKI Jakarta
                                                                                                                                     tuk terciptanya perubahan yang positif.          Produk tarjih sendiri sudah tidak ha-   satu memiliki paham agama seperti pa-
                                                                                                                                     Sementara budaya atau kultur itu sarana     nya membicarakan bab TBC atau khi-           ham agama yang diajarkan Muhamma-
                                            aturan itu tertuang dalam Anggaran Da-       pelayanan kesehatan dan kesejahtera-        terbaiknya adalah melalui pendidikan,       lafiyah. Kalau kita lihat di pedoman hidup   diyah/Islam berkemajuan/antisipasi peru-
                                            sar Muhammadiyah BAB IX pasal : 22,          an, pembinaan kecerdasan dan kema-          dan pendidikan itu butuh waktu. Maka        Islami sudah ada bab Hubungan Islam          bahan/yang mensejajarkan hubungan
                                            jo : ART pasal 21 dan ART pasal 22 ten-      juan masyarakat, serta pembangunan          ke depan dunia pendidikan adalah harus      dan Pemerintahan. Kita diminta peduli        antara hablumminallah dan hablum-
                                            tang Muktamar luar biasa.                    moral politik dan integritas kebangsaan     tetap menjadi ikon dari amal usaha          pada masalah politik, peduli lingkungan      minannas/fiqh al ma’un. Yaitu mema-
                                                 Kedua, Kita punya budaya koperatif      dan peningkatan misi kemanusiaan uni-       Muhammadiyah.                               hidup, pengembangan profesi, apresiasi       dukan antara pemikiran bayani, burhani
                                            yaitu saat kita bermuktamar ego kita ma-     versal. Pada saat yang sama, Muham-             Peradaban itu seperti air bah yaitu     seni dan budaya.                             dan irfani. Dua, kader Persyarikatan yang
                                            sing-masing harus lebur di sana.             madiyah berikhtiar menjalankan peran-       mengalir dari yang kuat ke yang lemah.                                                   berideologi Muhammadiyah kuat dan
                                                 Muktamar satu abad di Yogyakarta        peran baru yang lebih dinamis dan stra-     Kita sebagai jamiyah mampukah mewar-        Kriteria Pemimpin Muhammadiyah               terbukti mampu membesarkan Mu-
    Bagi manusia ada malaikat-malaikat      kembali mengingatkan kita bahwa, di          tegis bagi kemajuan peradaban. Dalam        nai globalisasi ini ke arah perubahan       ke Depan                                     hammadiyah. Tiga, mau menyisihkan
yang selalu mengikutinya bergiliran, di     Yogyakarta di awal abad 20, ada gerakan      fase ini Muhammadiyah melakukan pe-         yang positif. Dari hasil seminar-seminar        Di samping memiliki persyaratan se-      waktu untuk Muhammadiyah dengan mo-
muka dan di belakangnya, mereka men-        perubahan. Gerak tajdid jilid I. Perubah-    ngembangan strategi gerakan dari re-        yang diadakan pra muktamar, rasanya         perti yang tercantum dalam SK PP no 94/      bilitas yang tinggi. Empat, tidak ashobiyah
jaganya atas perintah Allah. Sesung-        an atau tajdid itu sesuatu yang pasti, ka-   vitalisasi menuju tranformasi yang ber-     kita masih dalam tanda tanya untuk suk-     KEP/1.0/B/2009 : Bab I : Setiap anggota           Nasrun minallah wa fathun qorib.
guhnya, Allah tidak merubah keadaan         rena manusia terus berfikir dan berusaha     karakter mencerahkan, memberdayakan
sesuatu kaum sehingga mereka                untuk melahirkan kemajuan-kemajuan.          dan membebaskan.
merubah keadaan yang ada pada diri          Sentuhan sentuhan teknologi canggih              Peran transformasi Muhammadiyah
mereka sendiri. Dan apabila Allah           yang ia cipta akan membuat perubahan         pada abad ke dua diwujudkan dalam
menghendaki keburukan terhadap              itu sangat cepat.                            agenda strategis di antaranya: pertama,
sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat            Perubahan yang dikembangkan oleh        mendorong pandangan Islam berkema-
menolaknya, dan sekali-kali tak ada         manusia itu adakalanya menuju ke hal-        juan yang responsif terhadap problem-
pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.s.     hal yang positif baik dalam pemikiran        problem manusia kontemporer: keke-
Ar Ra’du; 11)                               maupun didalam aksinya. Tetapi ka-           ringan ruhani, kemiskinan, kerusakan
                                            dang-kadang perubahan itu menuju ke          ekologis, kekerasan dan konflik, keja-
                                            arah yang negatif. Rata-rata hasil pemi-     hatan kemanusiaan, teknologi dan etika
                                            kiran manusia itu hanya bertahan dan         kemanusiaan.
                                            uptodate untuk jangka waktu 25 tahun.            Kedua, memperkokoh integrasi
                                            Sebut saja dibidang sastra bahasa se-        bangsa, meningkatkan kualitas demo-
                                            bagai cermin sebuah zaman. Nampak            krasi dan kehidupan berpolitik, pening-
                                            di sana ada periodisasi sastra: ada sas-     katan tata kelola dan akuntabilitas pe-
    Artinya: Dari Abu Hurairah, dari Ra-    tra lama, pujangga baru, angkatan 45,        nyelenggara negara, penegakan keadil-
sulullah saw, beliau bersabda: Sesung-      angkatan 66.                                 an dan moralitas hukum menuju terwu-
guhnya Allah membangkitkan untuk                 Dengan usianya yang mencapai 100        judnya cita-cita reformasi kehidupan
umat ini pada ujung 100 tahunnya orang      tahun/satu abad, ke depannya Muham-          bangsa.
yang memperbaharui (urusan) agama-          madiyah ingin melakukan tajdid jilid II.         Itu semua menuntut empat kekuatan
nya. (Hadits riwayat Abu Dawud.)            Di antara konsep agendanya ialah me-         /keunggulan, yaitu pandangan Islam ber-
    Bermuktamar adalah pratanda kalau       nyambungkan kepeloporannya sebagai           kemajuan yang komprehensif dan inte-
kita masih punya peradaban utama, ka-       gerakan dakwah dan tajdid berusaha           gral, sistem gerakan yang kokoh, organi-
rena: pertama, kita masih ingin diatur      melakukan revitalisasi dalam pemurnian       sasi yang efektif serta kepemimpinan
oleh sistem bukan oleh apa maunya se-       dan pembaruan pemikiran Islam, pe-           yang inspiratif dan reformatif, serta SDM
orang tokoh yang diktator. Sistem dan       ngembangan pendidikan Islam modern,          yang militan, loyal, beretos kerja, kom-

56     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010     57
                                                   WAWASAN MUHAMMADIYAH                                                                                                                WAWASAN MUHAMMADIYAH



             KETIKA MUHAMMADIYAH                                                                                                       Merawat Persyarikatan
                                                                                                                                           Syarat minimal agar perkembangan suatu organisasi sosial
                                                                                                                                                                                                              Berdasarkan pengalaman tersebut ada dua catatan penting
                                                                                                                                                                                                          yang layak dipertimbangkan. Pertama, untuk merawat

             MELINTASI ZAMAN BARU
                                                                                                                                       kemasyarakatan itu sehat dan dinamis ada tiga, yaitu (1)           Persyarikatan warga Muhammadiyah harus melek perkem-
                                                                                                                                       pimpinan yang berwibawa, (2) cita-cita yang jelas, dan (3) alat/   bangan ilmu dan teknologi modern sehingga memungkinkan-
                                                                                                                                       organisasi yang dipergunakan untuk memperjuangkan ide itu          nya berinteraksi dengan dunia luar yang penuh nuansa. Kedua,
                                          MARPUJI ALI, Ketua PWM Jawa Tengah                                                           (Abdul Mukti Ali,1971: 5). Untuk dua syarat yang pertama           warga Muhammadiyah tidak mungkin lagi berada dalam
                                                                                                                                       sudah cukup jelas, sehingga bisa diabaikan dalam                   tempurung, yang merasa besar di dalam lingkungannya
                                                                                                                                       perbincangan ini. Syarat ketiga, yakni tentang bagaimana           sendiri. Warga Muhammadiyah ditantang oleh zaman untuk
     “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah        majelis ini penting sebagai modal sosial Muhammadiyah              menjadikan Persyarikatan Muhammadiyah bertumbuh dengan             berkompetisi secara sehat (fastabiqul khairat) dengan ormas
dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah              menghadapi berbagai tantangan yang semakin pelik dan               sehat. Sebagaimana tanaman, agar ia tumbuh subur perlu             dan yayasan lain yang belakangan ini tumbuh berkecambah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat /masa depan),                 kompleks. Formulasi baru itu dituntut canggih secara teoritis      dirawat dengan kesungguhan dan keikhlasan. Demikian pula           bak jamur di musim penghujan.
sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat” (Q.s.          dan fungsional sehingga mudah diimplementasikan di                 ketika merawat Persyarikatan Muhammadiyah, pun dibutuhkan              Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Muhammadiyah
Al-Hasyr [59]: 18).                                                 masyarakat.                                                        tangan-tangan dingin yang mampu merawatnya.                        secara nasional harus memiliki data base yang mampu
     Kalau tidak ada aral melintang, tanggal 3- 8 Juli mendatang        Mengingat begitu banyaknya ranah gerak Muhammadiyah                Mengingat begitu luasnya wilayah Jawa Tengah, maka             memberikan informasi yang rinci, bukan hanya tentang jumlah
Muhammadiyah bakal punya hajatan besar, yaitu Muktamar              yang perlu ditransformasikan, dengan penuh rendah hati             salah satu ikhtiar untuk memperkuat barisan dan merawat            rumah sakit ataupun sekolah yang dimiliki, tetapi juga jumlah
Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta. Namun, berbeda dengan             penulis tidak mampu menyahuti seluruh agenda tersebut,             Persyarikatan adalah dengan menghubungkan Pimpinan                 guru atau pun dokter Muhammadiyah se-Indonesia, yang pada
muktamar sebelumnya, muktamar kali ini terbilang spesial            apalagi dalam artikel yang singkat ini. Namun melalui tulisan      Daerah Muhammadiyah (PDM) melalui jaringan internet.               gilirannya dapat dihidupkan Organisasi Ikatan Guru
karena bertepatan dengan milad ke 100 tahun atau satu abad          pendek ini penulis berusaha memunculkan permasalahan               Dengan jaringan internet, diharapkan lalu-lintas komunikasi        Muhammadiyah (IGM), ataupun Ikatan Dokter Muhammadiyah
kehadiran Muhammadiyah. Tidak banyak ormas atau pun yayas-          seputar tata kelola Persyarikatan, terutama pada sistim            akan berjalan jauh lebih intesif dan tidak begitu membutuhkan      (IDM). Ikatan-ikatan profesi ini akan semakin penting di masa
an keagamaan yang mampu bertahan dan mengalami tumbuh-              pendataan. Titik lemah pada aspek pendataan ini dituding oleh      mobilitas secara fisik yang pada urutannya kinerja PWM             mendatang. Apakah kita rela guru-guru Muhammadiyah,
kembang sebagaimana kondisi Muhammadiyah saat ini. Oleh             banyak kalangan sebagai kelemahan mendasar yang pada               menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, harapan itu memudar      karena tidak ada ikatannya, kemudian bergabung dengan
karena itulah kita patut mensyukuri karunia Allah SwT ini. Salah    urutannya menyulut permasalahan-permasalahan lain sebagai          di tengah jalan. Berbagai hambatan muncul, meskipun                PGRI, misalnya. Padahal, secara ideologis belum tentu
satu wujud rasa syukur itu adalah dengan melihat kembali rekam      ikutannya.                                                         komputer telah tersedia di beberapa PDM tetapi                     sebangun dengan visi Muhammadiyah. Oleh karena itulah,
jejak sepanjang perjalanan dan mencoba mengevaluasinya                  Sebagai ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)              pengoperasiannya tidak selancar yang dibayangkan. Kendala          pembenahan dan modernisasi sistem pendataan Muham-
sebagai titik berpijak dalam menyikapi masa depan, sebuah           yang memiliki tugas melaporkan perkembangan Muhamma-               yang paling terasa adalah tidak tersedianya tenaga yang            madiyah rasa-rasanya sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.
masa tatkala Persyarikatan melintasi zaman baru. Inilah ciri khas   diyah di wilayahnya, sejak beberapa bulan terakhir kami sudah      memadai untuk melakukan kerja-kerja tersebut. Sebenarnya,          Setiap warga bisa berperanserta dengan cara mendokumen-
orang-orang beriman tatkala melihat perubahan zaman,                mulai mengumpulkan data-data terbaru terkait kemajuan              kalau proyek internetisasi PDM sukses persoalan pendataan          tasikan apa yang dilakukan Muhammadiyah di lingkungannya.
sebagaimana ditandaskan pada kutipan ayat di muka.                  organisasi dan amal usahanya selama 5 tahun terakhir. Setelah      tidak akan menjadi masalah yang gawat seperti saat ini.            Nashrun minallah wa fathun qarib.
     Untuk meneropong masa depan, sekaligus menjadi                 tim melangkah dan bekerja sekian bulan, ternyata belum
semacam panduan atau peta dalam gerak Muhammadiyah di               menunjukkan hasil yang memuaskan. Secara kasat mata,
abad kedua, Muktamar ke-46 ini mengusung tema “Gerak                perkembangan organisasi dan amal usaha bisa dirasakan
Melintasi Zaman, Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban                 langsung oleh umat dan warga Persyarikatan. Misalnya,
Utama”. Makna kalimat “gerak melintasi zaman” masih sangat          banyak berdiri Ranting baru, jumlah rumah sakit bertambah
abstrak dan memerlukan penerjemahan yang lebih aktual dan           dan kualitasnya cenderung semakin baik, demikian pula
membumi. Tanpa aktualisasi dan pembumian, makna kalimat             dengan perkembangan amal pendidikan berupa sekolah,
tersebut nampaknya ia akan menjadi pepesan kosong yang              pesantren dan perguruan tinggi, tidak ketinggalan jumlah tanah
tidak memiliki makna bagi transformasi gerak Persyarikatan          milik dan wakaf Muhammadiyah. Akan tetapi, ketika diperlukan
Muhammadiyah. Bahasa sederhananya, tidak akan ada                   data-data yang lebih rinci tentang seberapa banyak
perbedaan berarti antara gerak Muhammadiyah selama satu             pertambahannya dan aspek-aspek apa yang mengalami
abad yang lalu dengan gerakannya di abad kedua. Kalau hal           kemajuan ternyata tidak didapatkan data ataupun angka-angka
ini yang terjadi, kita menjadi kelompok atau kaum yang merugi       yang memadai.
karena kerja-kerja hari esok tidak menunjukkan kinerja yang             Padahal, seperti diketahui, dalam situasi sekarang ini data-
lebih baik tinimbang kinerja yang dilakukan di hari kemarin.        data nyata (real) sangat dibutuhkan sebagai cermin posisi
     Ketika melintasi zaman baru, idealnya setiap majelis, amal     aktual dan sekaligus menjadi titik-tolak untuk merancang masa
usaha, dan lembaga (pembantu) di lingkungan Persyarikatan           depan gerak Persyarikatan. Apalagi jika Muhammadiyah ingin
Muhammadiyah itu sudah atau minimal tengah berusaha keras           memasuki perlintasan dan pusaran pengembangan peradaban
untuk memetakan dan merumuskan arah geraknya di abad                utama, akurasi data tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab,
kedua dengan mengacu pada tema muktamar tersebut.                   peradaban pada hakikatnya adalah buah dari kerja-kerja
Dengan cara demikian, maka akan ditemukan dan dihasilkan            keilmuan. Sedangkan kerja keilmuan membutuhkan data-data
beragam formulasi baru dalam bidang tajdid, ekonomi,                yang akurat dan valid agar bangunan teori yang dikem-
kaderisasi, pendidikan, dan dakwah Muhammadiyah pada                bangkannya bisa dipertanggungjawabkan secara teoritik
abad kedua. Formulasi baru dan penajaman gerak tiap-tiap            maupun empirik.

58     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                 SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   59
                                                  WAWASAN MUHAMMADIYAH                                                                                                                  WAWASAN MUHAMMADIYAH


                                                                                                                                        siaan bagi kaum buruh, petani, nelayan, TKI, guru honorer,         Muhammadiyah adalah respons terhadap isu nasional dan

Kepemimpinan                                                                                                                            pedagang asongan dan kaki lima, anak jalanan, pemulung
                                                                                                                                        serta kaum marginal lainnya.
                                                                                                                                                                                                           lokal. Terutama berkait dengan pelurusan arah demokrasi,
                                                                                                                                                                                                           politik dan hukum untuk perwujudan kehidupan yang

Muhammadiyah di Masa Depan                                                                                                                  Berkait dengan agenda yang kedua, yakni masalah pendidi-
                                                                                                                                        kan, Muhammadiyah dihadapkan pada problem serius,
                                                                                                                                        khususnya berkenaan dengan masalah peningkatan mutu atau
                                                                                                                                                                                                           berkeadilan dan kesejahteraan masyarakat. Fenomena
                                                                                                                                                                                                           tentang gerakan sosial baru (the new social movement) yang
                                                                                                                                                                                                           muncul akhir-akhir ini (seperti gerakan koin keadilan untuk Prita
                                                                                                                                        kualitas pendidikan. Secara kuantitas, pendidikan Muham-           dan koin untuk Bilqis), perlu mendapat perhatian yang serius
PROF. DR. H DADANG KAHMAD                                                                                                               madiyah memang mengalami peningkatan. Tetapi, secara               dari berbagai lembaga, ormas sosial dan keagamaan,
Ketua PWM Jawa Barat                                                                                                                    kualitas pendidikan Muhammadiyah masih menyandang citra            termasuk Muhammadiyah. Gerakan sosial baru tersebut
                                                                                                                                        yang kurang baik. Tidak banyak yang bisa dibanggakan seba-         secara tidak langsung merupakan kritik atas krisis kepercayaan


S
         etidaknya, ada tiga peta problem dan tantangan di masa    harus mengantri zakat fitrah. Bergerombol saat pembagian             gai sekolah unggulan.                                              terhadap lembaga-ormas yang ada. Gerakan sosial baru ini
         depan. Pertama, berkait dengan isu-isu global.            daging kurban. Berdesakan saat penjualan sembako murah                   Agenda ketiga yang juga sangat penting adalah berkait          muncul secara begitu saja tanpa adanya koordinasi secara
         Beberapa isu global yang penting adalah isu Hak Asasi     digelar.                                                             dengan masalah kaderisasi. Mungkin tidak berlebihan jika           sistematis. Tetapi, produk sosialnya sangat luar biasa, dapat
Manusia (HAM) dan lingkungan (ekologi). Menurut Jim Ife dan            Ketiga, berkait dengan isu lokal-intern Persyarikatan.           dikatakan bahwa Muhammadiyah tengah mengalami krisis               menyuarakan keadilan dan pembelaan yang nyata terhadap
Frank Tesoriero, meski dalam masyarakat industri modern            Setidaknya, ada empat isu dan agenda penting Persyarikatan           kader, baik kader kesarjanaan, kader keulamaan, maupun             kaum lemah yang diperlakukan secara tidak adil. Pemikiran
telah terjadi capaian-capaian yang hebat, namun sangatlah          yang perlu mendapat perhatian serius dalam kepemimpinan              kader keorganisasian itu sendiri. Demikian juga dengan krisis      mendasar dari fenomena gerakan sosial baru tersebut adalah
jelas bahwa orde sosial, ekonomi dan politik saat ini, tidak       Muhammadiyah di masa depan. Pertama, berkait dengan                  kader kemanusiaan, keummatan, kebangsaan dan kader                 perlunya mengembangkan kepemimpinan akar rumput. Yaitu,
sanggup memenuhi prasyarat yang paling mendasar dari               problem ideologi ber-Muhammadiyah; kedua, problem                    Persyarikatan                                                      model kepemimpinan yang berorientasi pada pemberdayaan
peradaban manusia Yaitu, kebutuhan manusia untuk dapat             pendidikan; ketiga, problem kaderisasi; dan keempat, problem             Agenda keempat, berkait dengan masalah independensi            dan advokasi untuk keadilan dan peningkatan kesejahteraan
hidup secara harmonis dengan lingkungannya dan kebutuhan           independensi Muhammadiyah.                                           Muhammadiyah. Salah satu isu penting dalam Muhammadiyah            masyarakat (khususnya anggota Persyarikatan).
manusia untuk dapat hidup harmonis dengan sesama                       Problem ideologi yang dimaksudkan adalah berkait dengan          adalah problem “imperalisme ekonomi” yang membelenggu                   Model kepemimpinan Muhammadiyah di masa depan yang
manusia.                                                           sistem nilai (values system) atau norma dasar (fundamental           gerak tubuh, pikiran dan jiwa Muhammadiyah. Semua level            juga penting untuk dikembangkan adalah kepemimpinan
    Isu HAM yang dimaksud di sini adalah yang juga menyang-        values) Muhammadiyah yang mengalami penggerusan. Di                  Persyarikatan, mulai tingkat Ranting sampai Pusat selalu           jaringan. Yaitu, kepemimpinan yang berorientasi pada
kut masalah sosial, ekonomi dan kebudayaan, seperti hak            antaranya adalah ideologi (sistem nilai) keikhlasan atau             mengeluhkan persoalan klasik ini. Tidak punya uang. Itulah         perluasan jaringan-jaringan kelembagaan, baik dalam skala
untuk perawatan kesehatan, perumahan, pendidikan dan               ketulusan, ukhuwah dan solidaritas. Nilai-nilai dasar lainnya ada-   argumen menyeluruh dari stagnasi dinamisme dalam                   nasional maupun global. Kepemimpinan jaringan ini
jaminan sosial yang memadai. Lebih dari itu adalah HAM             lah lapang dada dan luas pandangan (inklusivitas), kerjasama,        Muhammadiyah. Bentuk “imperalisme ekonomi” ini tampaknya           diharapkan dapat menjawab dua persoalan besar, yaitu
sebagaimana dipahami oleh generasi ketiga, yaitu apa yang          serta sedikit bicara dan banyak bekerja. Dua lagi nilai dasar        melahirkan Persyarikatan yang tidak mandiri, masih tergantung      efektivitas advokasi dan keberpihakan pada kaum lemah serta
disebut dengan hak-hak kolektif.                                   (ideologi) ber-Muhammadiyah yang menjadi identitas gerakan-          pada lembaga-lembaga pemerintah.                                   memperkuat independensi Persyarikatan. Era hari ini adalah
    Sementara isu lingkungan (ekologi) mencakup berbagai           nya adalah tajdid dan keberpihakannya pada kaum lemah.                                                                                  era jaringan, dimana kekuatan politik, ekonomi dan termasuk
krisis lingkungan seperti polusi udara, laut, sungai dan tanah;        Ideologi tajdid adalah watak dasar Muhammadiyah sejak            Kepemimpinan Masa Depan                                            gerakan sosial sangat ditentukan oleh luasnya berbagai
kandungan racun dalam rantai makanan; penurunan                    awal. Dalam konteks ini, tidak berlebihan bila Muhammadiyah               Dalam menghadapi isu-isu global, nasional dan lokal di        jaringan yang dibangun. Melalui kepemimpinan jaringan inilah
sumberdaya alam bumi; penipisan lapisan ozon; pemanasan            diapresiasi sebagai gerakan tajdid (reformis) yang dinamis,          atas, pertama-tama, bentuk kepemimpinan Muhammadiyah               berbagai kelemahan, khususnya problem klasik “tidak ada
global; kepunahan jenis-jenis flora dan fauna; hilangnya           progresif dan modern. Namun belakangan, muncul banyak kritik         masa depan harus lebih bersifat responsif. Yaitu,                  dana”, tidak akan lagi menjadi ancaman bagi gerakan sosial
wilayah-wilayah alam liar; erosi lapisan atas tanah; desertifi-    berkait dengan ideologi tajdid Muhammadiyah tersebut. Se-            kepemimpinan yang memiliki kepekaan terhadap problem dan           dan tajdid Muhammadiyah.
kasi; deforestasi; limbah nuklir; krisis populasi dan krisis       bagian kritik menyebutkan bahwa Muhammadiyah telah                   isu-isu di atas. Sebagai gerakan pembaruan dan berideologi              Terakhir adalah kepemimpinan civil society (masyarakat
lingkungan lainnya.                                                kehilangan greget (elan) tajdid dan inovasi amalnya. Hal itu         tajdid, respons tersebut harus berdasarkan pembacaan yang          sipil). Keempat bentuk kepemimpinan (responsif, transformatif,
    Isu HAM dan ekologi ini, berkait erat dengan isu besar         terbukti dengan kurangnya produk-produk aktivitas sosial             cerdas terhadap idealitas teks (Al-Qur’an, Sunnah dan berbagai     akar rumput dan jaringan) di atas, merupakan prasyarat
lainnya, yakni globalisasi ekonomi dengan menguatnya kecen-        Muhammadiyah yang bersifat inovatif.                                 tradisi) serta pembacaan atas kontruks realitas sosial yang        penting dalam pengembangan kepemimpinan masyarakat sipil
derungan kapitalisme global. Globalisasi ekonomi yang dikenal          Terakhir, ideologi Muhammadiyah yang paling penting              berkembang. Karena itu, kepemimpinan Muhammadiyah di               atau masyarakat madani. Tiga kekuatan penting dalam
dengan “neo-liberalisme” atau “Konsensus Washington”, alih-        adalah keberpihakan kepada kaum miskin dan kaum lemah.               masa depan harus bercorak transformatif, yaitu kepemimpinan        perwujudan peradaban utama adalah masyarakat sipil (civil
alih dapat menumbuhkan ekonomi global dan mengurangi               Ideologi keberpihakan ini didasarkan pada semangat teologi           yang memiliki kecerdasan dalam membaca ideal teks (petunjuk        society), negara (political society) dan pasar (market society).
angka kemiskinan, malah justru telah melahirkan problem HAM        Al-Ma’un. Dalam sejarah sosialnya, Muhammadiyah telah                Tuhan) dan konstruksi realitas sosial, kemudian melakukan          Dalam kaitan ini, Muhammadiyah harus tetap memainkan
dan ketidakadilan sosial serta mempercepat proses                  menunjukan berbagai aktivitas sosial yang berorientasi pada          aksi transformasi sesuai dengan semangat ajaran tersebut.          perannya dalam penguatan masyarakat sipil dalam
pengrusakan lingkungan global.                                     pembelaan dan pemihakan kepada kaum dhu’afa, fuqara,                 Dalam kaitan ini pimpinan Muhammadiyah harus menguasai             berhadapan dengan negara dan pasar.
    Kedua berkait dengan isu-isu nasional. Beberapa isu            masakin dan mustadh’afin tersebut. Namun demikian, kini              dua tradisi besar keilmuan, yaitu teologi kritis dan ilmu sosial        Selama ini, posisi negara dan pasar terlalu kuat, sangat
nasional yang penting dan perlu mendapat perhatian serius, di      tampaknya telah berbalik. Muhammadiyah tampak telah                  kritis. Dalam konteks isu global (masalah HAM, ekologi dan         hegemonik, dan bahkan mengendalikan keberadaan ma-
antaranya adalah persoalan demokrasi, krisis kepercayaan           kehilangan kepekaan dan responsivitasnya terhadap masalah            globalisasi ekonomi), Muhammadiyah memiliki tanggung jawab         syarakat sipil. Karena itu, posisi masyarakat sipil, termasuk
politik, masalah keadilan dan kesejahteraan. Bangsa kita adalah    kaum papa, lemah, miskin dan terpinggirkan. Muhammadiyah             besar dalam merespons dan mencari solusi dengan                    keberadaan Muhammadiyah tampak lemah bila berhadapan
bangsa yang kaya raya. Sumber daya alamnya melimpah ruah.          misalnya, tidak lagi memiliki kepekaan terhadap persoalan            merumuskan model ideal teks (teologi agama) hingga                 dengan peran negara dan pasar. Dalam konteks ini, kepe-
Sumber daya manusianya tersebar di mana-mana. Dunia                kaum buruh, nelayan, petani, TKI serta kaum lainnya yang             perumusan etika global (global ethic).                             mimpinan Muhammadiyah di masa depan, harus dapat mem-
menghargai sistem demokrasinya. Tetapi, entah di mana yang         terpinggirkan. Oleh karena itu, tidak heran kalau Muhamma-                Namun, meski respons terhadap isu global di atas sangat       perkuat dan meneguhkan kembali eksistensinya sebagai civil
salah. Dalam setiap ritual tahunan, masyarakat kita masih tetap    diyah hingga sekarang, belum menjadi tenda sosial-kemanu-            penting, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh                  society.

60     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                   SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010     61
                                                                  PERINTIS ZAMAN                                                                                                                     PERINTIS ZAMAN

                                                                                                                                       Hoofdbestuur Muhammadiyah 1912              Penolong Kesengsaran Oemoem                   sebagai ketua pertama Hoofdbestuur

                      Tujuh Tokoh Pemuda                                                                                               selain KH Ahmad Dahlan.

                                                                                                                                       H Abdoelgani
                                                                                                                                                                                   (PKO), Bahagian Sekolahan, dan Baha-
                                                                                                                                                                                   gian Taman Poestaka. Haji Sjoedja’ di-
                                                                                                                                                                                   percaya sebagai ketua pertama Hoofd-
                                                                                                                                                                                                                                 Moehammadijah Bahagian Tabligh
                                                                                                                                                                                                                                 (1920).


                         Perintis Zaman                                                                                                    Haji Abdoelgani dikenal sebagai se-
                                                                                                                                       orang guru pada masa perintisan awal
                                                                                                                                       Muhammadiyah. Dia menikah dengan Siti
                                                                                                                                                                                   bestuur Moehammadijah Bahagian PKO
                                                                                                                                                                                   dalam usia sekitar 31 tahun.
                                                                                                                                                                                                                                 H Hisjam
                                                                                                                                                                                                                                     Haji Hisjam lahir di Kauman, Yogya-
                                                                                                                                                                                                                                 karta, pada tahun 1883. Dia putra We-
Dalam perjalanan naik Haji                     Yogyakarta) menawarkan bantuan ke-              Selain menjabat sebagai Khatib          Dawimah, salah seorang aktivis Siswo        H Fachrodin                                   dana Haji Hoesni. Hisjam masih terma-
                                               pada KH Ahmad Dahlan untuk mengu-           Amin, KH Ahmad Dahlan seorang pe-           Proyo Wanito. Abdoelgani termasuk salah         Haji Fachrodin lahir di Kauman,           suk kerabat jauh KH Dahlan lewat
kedua kalinya (1902), KH                       rus pengajuan rechtpersoon perkumpulan      ngusaha batik dan aktivis pergerakan.       satu tokoh perintis Hizbul Wathan bersa-    Yogyakarta, pada tahun 1890 dengan            pernikahannya dengan puteri saudara
Ahmad Dahlan menyempat-                        yang akan didirikan. Tawaran bantuan        Jaringan bisnisnya meliputi Batavia,        ma Haji Mochtar, Soemodirdjo, RH            nama kecil Moehammad Djazoeli. Dia            iparnya, KH Dja’far. Putera Wedana Haji
kan diri mempelajari aliran                    tersebut dengan satu syarat, KH Ahmad       Cianjur, Semarang, Surabaya, dan            Hadjid, dan lain-lain. Tahun kelahiran      salah satu dari putra Haji Hasjim Ismail,     Hoesni ini memiliki karakter moderat dan
pembaruan Islam bersumber                      Dahlan harus mengumpulkan minimal           Padang. Sebelum mendirikan Muham-           Abdoelgani tidak terlacak. Tetapi ketika    Lurah Kraton Yogyakarta. Djazoeli ada-        pemikiran visioner.
                                               tujuh orang yang akan membentuk             madiyah, KH Ahmad Dahlan anggota            KH Ahmad Dahlan mengajukan recht-           lah adik kandung Daniel. Yang mem-
dari kitab-kitab karangan
                                               kepengurusan Boedi Oetomo Cabang            Jam’iyatul Khair (berdiri 1901). Dia ter-   persoon Muhammadiyah kepada Guber-          bedakan Daniel dengan Djazoeli adalah
para pembaru dari Mesir.                       Kauman. Tawaran tersebut lekas dipe-        catat sebagai anggota nomor 770. Pada       nur Jenderal Hindia Belanda (1912), dia     jalan meniti karier. Jika Daniel lebih cen-
Mula-mula Khatib Amin—                         nuhi. KH Ahmad Dahlan berhasil me-          tahun 1912, dalam usia 44 tahun, Khatib     tergolong masih muda.                       derung menekuni jalur kultural lewat
jabatan KH Ahmad Dahlan—                       ngumpulkan enam pemuda Kauman.              Amin mendirikan Muhammadiyah.                                                           pemberdayaan masyarakat, maka
                                               Mereka adalah: RH Sjarkawi, H                                                           H Sjoedja’                                  Djazoeli lebih memilih jalur politik lewat
tertarik pada Tafsir
                                               Abdoelgani, H Sjoedja’, H Hisjam, H         RH Sjarkawi                                     Haji Sjoedja’ lahir di Kauman, Yogya-   Sarekat Islam (SI).
Muhammad Abduh. KH Baqir,                      Fachrodin, dan H. Tamim. KH Ahmad                Raden Haji Sjarkawi putra KH Abdul     karta, pada tahun 1889 (1308 H) dengan
kerabat KH Ahmad Dahlan                        Dahlan sendiri menggenapi syarat mi-        Jalil, Khatib Wetan. Nyai Khatib Wetan      nama kecil Daniel (Daniyalin). Dia putra
yang menetap di Makkah                         nimal tujuh orang tersebut. Ketujuh tokoh   adalah salah satu putri Kiai Penghulu       Haji Hasjim, Lurah Kraton Yogyakarta.
                                               pemuda Kauman yang telah membuka            Muhammad Maklum. Dia bersaudara             Haji Hasjim Ismail mempunyai delapan
(sejak tahun 1890),
                                               jalan bagi Muhammadiyah dalam rangka        dengan KH Ahmad Maklum, ayah Haji           anak: Jasimah, Daniel (Sjoedja’), Jazoeli
memperkenalkan Khatib                          mendapatkan rechtpersoon dari Guber-        Anies (ayah Junus Anies). RH Sjarkawi       (Fachrodin), Hidajat (Hadikoesoema),                                                        H Hisjam
Amin dengan Rasyid Ridla,                      nur Jenderal Hindia Belanda merupakan       bersaudara dengan H. Abdul Hamid dan        Zaini Sulthoni, Moendjijah, Barijah, dan
murid dan kawan seper-                         para perintis Persyarikatan ini.            HA Djawad.                                  Walidah. Semua putra dan putri Lurah                                                          Hisjam adalah pemuda cakap yang
                                                                                                                                       Kraton Yogyakarta ini menjadi aktivis dan                                                 mementingkan pengajaran bagi genera-
juangan Muhammad Abduh.
                                               K.H. Ahmad Dahlan                                                                       pendukung gerakan Muhammadiyah                                                            si muda. Ketika Muhammadiyah didek-
                                                   KH Ahmad Dahlan lahir di Kauman,                                                    sejak awal berdiri.                                                                       larasikan (1912), Hisjam masih berumur


S
       epulang naik Haji, Khatib Amin me       Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan                                                                                                    H Fachrodin                                 sekitar 29 tahun. Pada tahun 1920,
       rintis gerakan pembaruan Islam          nama kecil Mohammad Darwis. Dia                                                                                                                                                   Hoofdbestuur Muhammadiyah memben-
       dengan motor penggeraknya kaum          putera KH Abubakar bin KH Sulaiman,                                                                                                     Tahun 1912, Haji Fachrodin berga-         tuk Bahagian Sekolahan dan jabatan
muda di Kauman, Yogyakarta. Ia merintis        Khatib Amin Masjid Besar Yogyakarta.                                                                                                bung di Boedi Oetomo cabang Yogya-            ketua pertama unsur pembantu pimpin-
sebuah gerakan di tengah-tengah masya-         Umurnya selisih tiga tahun lebih muda                                                                                               karta. Pada tahun yang sama dia ber-          an ini diamanatkan kepada Haji Hisjam
rakat yang mengisolasi diri dari dunia luar.   dengan Rasyid Ridla, tokoh pembaru                                                                                                  gabung dengan Tjipto Mangoenkoe-              yang berumur sekitar 37 tahun.
Budaya taklid telah menenggelamkan a-          Islam dari Mesir.                                                                                                                   somo, Abdoel Moeis, Haji Misbach, dan
kal sehat. Para ulama yang menjadi kunci                                                                                                                                           Sneevliet dalam Insulinde. Tahun 1913,        H Tamim
kemajuan agama justru malas berpikir.                                                                                                                                              dia tercatat sebagai anggota SI cabang           Haji Tamimudari putra Haji Dja’far. Dia
Begitu kuatnya para ulama berpegang te-                                                                                                                                            Yogyakarta. Setahun kemudian (1914),          adalah pengusaha di Kauman yang turut
guh pada fiqih-fiqih klasik sampai mereka                                                   RH Sjarkawi                                                                            dia bergabung dalam Inlandsche Jour-          mendukung gerakan KH Ahmad Dahlan.
lupa bahwa sumber ajaran Islam yang                                                                                                                                                nalisten Bond.                                Putera-puteri Haji Tamimudari adalah: M.
murni adalah Al-Qur’an dan Hadits Nabi.                                                        Tahun kelahiran Sjarkawi tidak ber-      H Sjoedja’                                     Ketika JFM Sneevliet mendirikan           Daris Tamim, M. Djindar Tamimy, dan
    Pada tahun 1911, dalam sebuah                                                          hasil dilacak. Tetapi, berdasarkan do-                                                  Indische Sociaal Democratisch Veree-          Prof. Siti Baroroh Baried Ishom (mantan
pertemuan diskusi di rumah KH Sa’idu,                                                      kumentasi photo pada tahun 1919,                Sewaktu KH Ahmad Dahlan menga-          niging (ISDV) pada tahun 1914, Haji           Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah).
KH Ahmad Dahlan mencetuskan nama                                                           Sjarkawi masih kelihatan muda bersama       jukan rechtpersoon Muhammadiyah             Fachrodin termasuk jajaran bestuur
“Muhammadiyah” untuk gerakannya. Ia                                                        KH Ahmad Dahlan ketika menyambut            kepada Gubernur Jenderal Hindia             ISDV cabang Yogyakarta. Pada waktu            __________________________________
didukung oleh pemuda Kauman yang                                                           tamu Al-Hasyimi (guru sekolah Al-Attas)     Belanda (1912), Haji Sjoedja’ berumur       Muhammadiyah dideklarasikan (1912),           Disarikan oleh Mu’arif, wartawan Suara
penuh semangat dan idealisme. RM                                                           di Kauman. Sjarkawi adalah salah satu       kira-kira 23 tahun. Pada tahun 1920,        umur Haji Fachrodin sekitar 22 tahun.         Muhammadiyah dan Sejarawan Muda
Dwijosewojo dan R Boedihardjo (ketua            KH Ahmad Dahlan                            dari tujuh tokoh perintis Muhammadiyah      Hoofdbestuur Moehammadijah mem-             Haji Fachrodin masih berumur sekitar          Muhammadiyah dari berbagai sumber
dan sekretaris Boedi Oetomo cabang                                                         yang namanya tercatat dalam struktur        bentuk Bahagian Tabligh, Bahagian           30 tahun sewaktu mendapat amanat              dan dokumen.

62     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                   SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    63
                                                                                                 OPINI                                                                                                                           OPINI

                                                                                                                                    usaha, di mana-mana menjadi corak yang sama, dengan              juga percaya bahwa jika orang-orang miskin mempunyai
                                                                                                                                    kualitas bahkan sangat beragam, yang penting dasarnya            kesadaran kolektif untuk memperjuangkan hak-hak politiknya,
                                                                                                                                    ikhlas. Zaman sudah jauh berubah. Globalisasi, telah menekan     tentu suara mereka harus didengar. Dalam kaitan ini, dakwah

      DAKWAH PEMBERDAYAAN                                                                                                           persaingan yang lebih keras, bahkan dalam era mengguritanya
                                                                                                                                    pasar ide dan uang ini, Muhammadiyah masih merasa aman
                                                                                                                                    dengan rutinitas amal usahanya tanpa merasa resah untuk
                                                                                                                                                                                                     kepada kaum masakin tentu bukan dengan ceramah, sekedar
                                                                                                                                                                                                     menyampaikan ayat-ayat dan membawa sedekah, lebih
                                                                                                                                                                                                     substansial adalah melakukan ‘penyadaran’, di samping
                                                                                                                                    mengembangkan imaginary, bagaimana bisa menjadi bagian           memfasilitasi agar mereka yang lemah ini mempunyai
                                  DR. H MOESLIM ABDURRAHMAN                                                                         dari eksponen global sekarang ini. Tatkala ekonomi tidak lagi    kelembagaan ekonomi, politik dan sosial-keagamaan, miliknya
                                            Direktur Al-Maun Institute, Jakarta.                                                    semata-mata dapat dikendalikan oleh negara-bangsa dan            sendiri. Inilah sudut pandang baru, yang seharusnya menjadi
                                                                                                                                    pertumbuhannya sangat ditentukan oleh kapitalisme dunia,         kritik mendasar kegiatan dakwah kita selama ini. Sebab kalau
                                                                                                                                    persoalan orang-orang miskin dan kelaparan, tentu saja tidak     tidak, sampai kapan Muhammadiyah akan kuat mempunyai
                                                                    mapan dan bertumpu pada basis pesantren di pedesaan. Saya
Makna dakwah memang tidak pernah                                    tidak bermaksud membuat masalah jadi simplistik dengan
                                                                                                                                    dapat dibaca, sebatas melalui analisa-analisa lokal yang mikro   sumber santunan yang cukup untuk menolong orang miskin
                                                                                                                                    sekali. Apalagi, kalau gejala kemiskinan dan orang-orang         yang jumlahnya semakin membengkak, tanpa melakukan
berubah. Selama dakwah dimaksudkan                                  mengungkap kembali seolah-olah ada paradigmatik                 miskin masih harus dilihat dengan paradigmatik modernitas,       advokasi pada tingkat kebijakan ekonominya, dan tanpa
sebagai ajakan ke jalan Tuhan yang                                  “tradisionalis” lawan “modernis” dalam dikotomi yang statik     seolah-olah orang miskin ya menjadi miskin karena tidak          membuat orang-orang miskin memiliki pemberdayaan untuk
                                                                    sehubungan dengan sejarah lahirnya Muhammadiyah saat            sekolah, malas dan seterusnya dan tidak harus dilihat sebagai    memperjuangkan nasibnya sendiri. Saya yakin Muhamma-
benar.                                                              itu, tapi yang ingin saya tegaskan bahwa keberanian             sebuah kelas sosial, tentu cara pandang seperti ini tidak        diyah bisa melakukan ini semua, jika orientasi Persyarikatan
                                                                    melakukan ‘kritik’ adalah merupakan motivasi yang paling kuat   mungkin dapat merubah orientasi dakwah Muhammadiyah              ini mau berubah tidak hanya menjadi gerakan dakwah
                                                                    yang menyemangati dakwah gerakan ini, dalam menghadapi          yang selama ini lebih berat melakukan santunan saja.             kebajikan, tapi jadilah gerakan sosial baru berwatak Islam yang


N
         amun, tentu saja jalan ke sana, menuju kebenaran itu       kemapanan tradisi. Sesuatu yang menurut hemat saya tidak            Kemiskinan dan keyatiman sosial, dalam era sekarang          tangguh dalam advokasi (dakwah) mengawal kebijakan publik,
         yang berbeda dari masa ke masa. Sebab, tantangan           harus disesali, sama halnya tidak harus menyesali lahirnya      hanya mungkin dipecahkan akar persoalannya hanya dengan          baik di pusat maupun di daerah-daerah. Dan surah Al-
         kebenaran selalu berbeda sesuai dengan berubahnya          Muhammadiyah sebagai konsekuensi zaman modernitas saat          advokasi pemberdayaan. Inilah yang disebut dengan dakwah         Maa’uun, sekarang ini mengisyaratkan kita harus melakukan
zaman atau keadaan. Waktu Muhammadiyah didirikan,                   itu, yang memang harus mempertentangkan bid’ah dengan           transformatif, sebuah pendekatan yang berangkat dari asumsi      advokasi itu, kalau ibadah kita kepada Allah SwT (biar pun
sebagai Persyarikatan dakwah, zaman itu umat Islam sedang           kemurnian, rasionalitas dengan kejumudan.                       bahwa masalah kemiskinan itu letaknya ada dalam struktur         sudah sesuai dengan Sunnah),tidak ingin dikatakan sebagai
menghadapi tantangan modernitas yang kencang sekali.                     Yang paling membanggakan saya, lebih dari sekedar          dan bukan soal individu dalam kultur. Dakwah transformatif       kebohongan belaka. Allah a’lam.
Sehingga yang menjadi agenda Islam ialah bagaimana, wahyu           munculnya “Islam Kemajuan”, lahirnya Muhammadiyah juga
dan kehendak Tuhan dapat dibaca dalam era baru keunggulan           memunculkan kesadaran lain yang tidak kurang esensialnya
akal dan perkembangan teknologi. Sehingga, dakwah                   bahwa masalah ketersingkiran umat dalam era kemajuan itu
meskipun dimaksudkan agar umat tetap dalam garis wahyu,             juga merupakan bid’ah sosial, menjadi musuh keshalihan yang
tapi keniscayaan membuka akal sehat dan menerima ilmu               serius. Oleh karena itu, pesan surah Al-Maa’uun menjadi
pengetahuan pasti harus dipertimbangkan, kalau ingin                rujukan Persyarikatan yang paling penting. Menjalankan
bersama orang lain memasuki abad kemajuan. Oleh sebab               ibadah atau ritual yang benar, tanpa melakukan santunan
itu, dakwah Muhammadiyah tidak hanya mengingatkan                   kemanusiaan untuk mereka yang tersingkir dari struktur
pentingnya menjaga keimanan, tapi dalam menanjaknya era             masyarakat, sama halnya menjadi seorang Muhammadiyah
modernitas itu umat jangan sampai menutup diri mengikuti            yang tidak sempurna. Sebab idealnya seorang Muhammadiyah
dinamika “Islam kemajuan”.                                          adalah akidahnya murni, shalat dan menjalankan puasa dan
     Dalam rangka menangkap ‘dinamika’ itulah, Persyarikatan        hajinya sesuai Sunnah, sekaligus ikhlas mau bergiat
ini menggelorakan semangat tajdid, bahwa pintu ijtihad harus        melakukan amal kebajikan sosial untuk orang-orang miskin,
dibuka dan para pengikut Muhammadiyah jangan pasif                  mereka yang terlantar, dan menolong anak-anak yatim.Ini
menerima pembaruan. Sudah tentu, agar semangat seperti              semua menunjukkan betapa Muhammadiyah mempunyai
itu bangkit, maka kritik harus dihidupkan. Dengan mekanisme         ‘kritik’ yang mendasar, bukan hanya terhadap heterodoksi,
kritik, Muhammadiyah tidak hanya melakukan pemurnian                namun juga perlunya mengaitkan iman dan keshalihan dengan
terhadap sumber doktrin, namun praktik agama dalam tradisi          praksis kemanusiaan yang nyata. Sehingga dakwah, bagi
juga harus ditinjau kembali. Risiko akibat gerakan pemurnian        Muhammadiyah memiliki konsep yang lebih luas dari sekedar
ini pasti tidak bisa dihindari. Di mana-mana, Muhammadiyah          ‘mengajak’, tapi lebih dari itu adalah komitmen bahwa
menghadapi konflik, tapi saya kira tanpa keberanian                 kesengsaraan umat adalah musuh agama, musuh keshalihan
melakukan konflik terhadap tradisi saat itu, pasti sekarang tidak   yang sejati.
mungkin muncul di kalangan umat Islam Indonesia, sebuah                  Apa yang kurang dengan praktik dakwah Muhammadiyah
kultur Islam yang lebih bercorak ‘kota,’ yang responsif terhadap    selama ini? Komitmen sosial itu, dalam kurun yang begitu lama
kehadiran zaman kemajuan sekarang ini. Sehingga                     telah dipertahankan sebagai model amal usaha Persyarikatan,
Muhammadiyah dianggap menjadi pelopor “Islam kemajuan”              yang hampir-hampir baku, tanpa kritik, tanpa pembaruan yang
yang memberontak dari tradisi “Islam Agraris” yang sudah            berarti. Dakwah, yang terjemahan sehari-harinya adalah amal

64     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                             SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   65
                                                                                          KOLOM                                                                                                      DI ANTARA KITA


         KHA Dahlan,                                                                                                                           GELIAT MUHAMMADIYAH BELITUNG
Sang Revolusioner yang Bijaksana
                                                                                                                                 K
                                                                                                                                         eberadaan Muhammadiyah di Belitung sudah sejak              Belitung. Namun, sayang SD itu kini sudah tidak ada. Tetapi,
                                                                                                                                         lama. Nama Belitung sendiri sering diucapkan Beliton,       hanya ada dalam cerita novel Laskar Pelangi karya Andrea
                                                                                                                                         orang Belanda menamakannya Beliton. Awalnya, amal           Herata. Apalagi, kini telah berhasil dibangun SD Muhammadiyah
                                                   KIM HYUNG-JUN                                                                 usaha yang merupakan satu-satunya yang dimiliki, yakni              1 yang didirikan di tahun 2008. Inilah yang dimaksud obat bagi
              PROFESSOR IN CULTURAL ANTHROPOLOGY KANGWON NATIONAL UNIVERSITY, SOUTH KOREA                                        Sekolah Mu’allimin Muhammadiyah. Namun, sejak tahun 1978            warga Muhammadiyah Belitung, karena berhasil mendirikan SD
                                                                                                                                 terpaksa ditutup karena tidak ada murid. Kemudian didirikanlah      Muhammaiyah I tersebut. Sekaligus, sebagai pengganti SD
                                                                                                                                 SMP Muhammadiyah yang kala itu masih menumpang (belum               Muhammadiyah yang sudah bubar sebagaimana yang

A
         da istilah ‘jam karet’. Sejak saya mengenal orang        dilaksanakannya. Kisah itu menunjukkan pandangan dan
         Jawa sekitar 15 tahun yang lalu, kebiasaan itu           sikap KHA Dahlan yang betul-betul luar biasa dan               punya tempat sendiri). Waktu itu, muridnya hanya ada 34 siswa.      diceritakan dalam novel Laskar Pelangi. Boleh dikata, novel
         berjalan terus. Seandainya terlambat 15 menit, itu       revolusioner. Beliau berperang melawan adat-istiadat yang      Jumlah itupun untuk 3 kelas. Kemudian dari pengajian ke             Laskar Pelangilah yang merupakan inspirasi dan semangat
dianggap cukup ‘tepat waktu’, 30 menit, dianggap ‘wajar’          seringkali dianggap wajar tetapi tidak pantas dengan           pengajian yang rutin diadakan dari rumah ke rumah, muncullah        untuk sebuah SD Muhammadiyah 1 Belitung ini didirikan, se-
dan 1 jam, ‘syukurlah’ karena bisa datang. Seandainya             perkembangan zaman dan menyimpang dari ajaran Islam.           ide dari salah seorang peserta pengajian, bahwa perlu diadakan      kaligus sebagai pengganti SD Muhammadiyah yang bubar,
tidak jadi datang, ‘tak apa-apa’, karena masih bisa bertemu           Jika membaca kisah-kisah yang lain, kita juga bertemu      kotak infak. Dari kotak infak inilah lama-lama terkumpul sejumlah   walaupun dibangun di wilayah lain tidak di lokasi sebagaimana
besok. Kebiasaan itu membuat orang santai dan juga                spirit revolusioner yang dicontohkan oleh KHA Dahlan.          dana sehingga berhasil membeli sebidang tanah seluas 6.000          keberadaan SD Muhammadiyah yang ada dalam Novel Laskar
membawa keselamatan, karena dapat mencegah terjadinya             Mengoreksi arah kiblat, mengoreksi hari lebaran (tanggal       m2 yang terletak di                                                                                            Pelangi. “Hanya saja,
kecelakaan lalu lintas. Tetapi, juga ada segi kelemahannya        1 Syawal), berdiskusi dengan pastor, mengadopsi sistem         daerah Air Raya, Desa                                                                                          yang menjadi catatan
karena membuat orang kurang disiplin dan memboroskan              pendidikan modern dan lain-lain. Beliau “berperang”            Perawas. Tepatnya,                                                                                             kami bahwa salah se-
waktunya orang lain.                                              menghadapi banyak kekuasan dan kebiasaan yang tidak            berada di 4 km dari                                                                                            orang guru SD Mu-
     Beberapa minggu yang lalu, saya mempunyai janji              lurus dan tidak sejalan dengan ajaran Islam. Hal yang lebih    Tanjungpandan ibu                                                                                              hammadiyah Laskar
pertemuan pagi-pagi di Solo. Tetapi, malam sebelumnya,            mengagumkan adalah bahwa beliau melakukan tindakan             kota Kabupaten Be-                                                                                             Pelangi, yakni Bu Mus-
ada urusan yang harus diselesaikan dan saya baru siap tidur       itu dengan cara bijaksana. Kiai Dahlan tidak pernah            litung, demikian H                                                                                             limah bukan warga dan
jam 2 pagi. Walaupun terasa lelah, saya tidak bisa tidur          menyalahkan orang lain, tidak bertindak agresif terhadap       Warsono, sang ketua                                                                                            aktivis Aisyiyah. Guru-
langsung, karena terus memikirkan keharusan bangun pagi-          pihak lain, tidak memberi reaksi keras pada fitnah             PDM Belitung meng-                                                                                             guru selain beliau yang
pagi. Dan muncul pertanyaan: bagaimana jika tidak dapat           terhadapnya, tidak menganggap dirinya paling benar dan
                                                                                                                                 awali ceritanya kepada                                                                                         justru warga Muham-
bangun tepat waktu? Satu jawaban yang enak sekaligus              tidak sombong. Dengan sikap rendah hati, keramahan dan
                                                                                                                                 SM beberapa bulan                                                                                              madiyah dan banyak
jahat muncul, yaitu ‘tidak usah ke Solo’. Karena saya             kearifan, beliau menyampaikan ajarannya. Hal ini
                                                                                                                                 llalu.                                                                                                         jasa dan perjuangan-
berangkat dari Yogya, ketidakhadiran saya dapat dimaklumi.        menunjukkan bahwa KHA Dahlan merupakan figur yang
                                                                                                                                      Pada th 1983, di atas tanah tersebut barulah didirikan         nya tetapi tidak begitu populer, sebagaimana Bu Muslimah,”.
Seperti sering terjadi di Indonesia, keabsenan saya dapat         revolusioner sekaligus bijaksana, berani, tegas, lurus
dipamitkan dengan alasan bahwa adanya urusan yang lebih           sekaligus halus, sabar dan ramah.
                                                                                                                                 gedung sekolah SMP Muhammadiyah Tanjungpandan.                          Pimpinan Daerah Aisyiyah Belitung juga tidak kalah dalam
penting. Apalagi saya peneliti asing. Orang Indonesia cukup           Ketika melihat perkembangan Muhammadiyah, kira-            Semula, rencananya hanya untuk satu lokal kelas saja. Dan           beramal. Mereka berperan cukup aktif. Terbukti, hingga kini
berlapang dada terhadap orang asing dan ketidakhadiran            nya ada kecendurungan bahwa di antara dua sisi yang di-        dananya swadaya dari warga Muhamamdiyahsendiri. Ketika              telah ada beberapa amal usaha sosial : Panti Yatim Dhuafa
saya tidak akan menimbulkan masalah serius.                       contohkan oleh KHA Dahlan, ternyata satu sisi menjadi          sedang memersiapkan pembangunan tersebut, tiba-tiba                 Puteri Aisyiyah, Panti Lansia Al-Maa’uun, Panti Yatim Dhuafa
    Tiba-tiba, saya ingat satu kisah KHA Dahlan dalam             lebih dominan, yaitu sisi kebijaksanaan. Warga Muham-          Pemerintah setempat memberikan bantuan 2 lokal kelas.               “Putera Anda”. Masing-masing panti mempunyai asrama
bukunya Junus Salam. Di sini diceritakan bahwa Ki Bagus           madiyah kiranya lebih sibuk mengerjakan apa yang sudah         Sehingga berdirilah bangunan SMP Muhammadiyah 3 lokal.              sendiri secara terpisah. Kondisi asrama cukup memadai.
Hadikusumo yang diharapkan pergi ke Solo ternyata                 dikerjakan dengan kebijakan dan kesabaran daripada me-         Berawal dari bangunan amal usaha pendidikkan inilah,                Bahkan, 8 tahun lalu telah pula berdiri sebuah lembaga
kembali dari stasiun karena ketinggalan kereta api. Setelah       lakukan hal yang dapat membawa pertanggungjawaban              kemudian timbul gairah warga Persyarikatan Belitung. Dengan         Lazizmuh yang kini telah dirasakan manfaatnya sebagai amal
mendengar ceritanya, KHA Dahlan menegur beliau dan                berat, tantangan keras dan perubahan yang signifikan.          melihat tanah milik Muhammadiyah yang masih luas dan                usaha PCM Tanjungpandan. Dan, Lazizmuh ini sekarang
menyuruh beliau naik taksi ke Solo untuk memenuhi janji.          Mungkin itu dikarenakan oleh kondisi sekarang yang ber-        kosong itu, akhirnya dibangunlah bangunan-bangunan yang             menjadi Lazmuh Belitung.
Kisah itu membawa satu pertanyaan, yaitu tatkala saya             beda dengan kondisi dulu ketika Indonesia dijajah oleh         lain. Maka, di jalan KHA Dahlan, di kawasan Air Rawas, Desa             Dengan mulai dikenalnya Muhammadiyah dan banyak
bangun terlambat, apakah saya siap naik taksi? ‘Mungkin           Belanda dan dikuasai oleh tradisi-tradisi kuna. Tetapi sulit   Perawas, Tanjungpandan, Belitung inilah sebagai sentral             dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Belitung akan
tidak’, karena pasti repot dan ongkos yang mahal. Kalau           dibantah bahwa perkembangan zaman selalu membawa               Persyarikatan dan sekaligus komplek perguruan Muham-                keberadaan Muhammaiyah, maka tidak ketinggalan pula
begitu, kisah itu memberi pelajaran apa?                          tantangan baru yang harus diatasi dengan keberanian, ke-       madiyah. Karena selain SMP dan SMA di komplek Air Rawas             pemerintah setemapat. Departemen Pertanian atas nana
    Pertama, kisah itu mengajarkan hal yang sering                teguhan, keinisiatifan dan kekreatifan.                        ini telah berdiri: PAUD, TK ABA, juga ada Poliklinik.               pemerintah setempat memberikan bantuan berupa 40 ekor
dibicarakan, yaitu tepat waktu dan jangan mengingkari janji.          Muktamar dan juga peringatan Satu Abad Muhamma-                 Dua puluh lima tahun kemudian, tepatnya di th. 2008, di        sapi yang diserahkan kepada Panti Yatim dan Dhuafa
Tetapi, kalau memikirkan lebih mendalam, ada makna luar           diyah merupakan kesempatan emas untuk mengevaluasi             komplek ini juga barulah dibangun SD Muhammadiyah. Dengan           Muhammadiyah. Kemudian Muhammadiyah melakukan kerja
biasa yang dapat ditemukan. Sekarang pun jarang sekali            keberhasilan dan kekurangannya. Dengan merenungkan
                                                                                                                                 berdirinya SD Muhammadiyah 1 inilah, dirasakan oleh warga           sama dengan para petani. Kerja sama dimaksud adalah dalam
ada orang yang rela naik taksi dari Yogya ke Solo untuk           jiwa dan amal KHA Dahlan secara utuh dan secara kese-
                                                                                                                                 Persyarikatan sendiri sebagai obat. Mengapa? Karena SD              hal Berternak Sapi dengan Sistem Gaduh, dengan cara bagi
memenuhi janji. Kalau begitu, apa artinya naik taksi ke Solo      luruhan, langkah-langkah Muhammadiyah untuk abad ke-
                                                                                                                                 Muhammadiyah Gantung, Belitung Timur (Beltim) yang dulu             hasil (dengan perjanjian dua belah pihak yang disepakati
satu abad yang lalu? Waktu itu, tindakan itu merupakan hal        dua akan lebih mantap, dapat menjalankan dan meme-
                                                                                                                                 pernah ada. Bahkan, dalam sejarahnya, SD Muhammadiyah               bersama). Hingga kini, kerja sama tersebut telah berjalan
yang sulit dibayangkan oleh orang awam. Apalagi,                  lihara spirit revolusioner dengan cara yang bijaksana.
                                                                                                                                 ini sangat heroik. SD MUhammadiyah ini masuk dalam wilayah          dengan baik. iwa

66    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                              SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010      67
                                                                                                  OPINI                                                                                                                           OPINI

                                                                                                                                       kewajiban yang sama. Karena itu pula setiap anggota berhak      gilirannya berujung pada penafian program-program majelis.
                                                                                                                                       untuk menyalurkan pendapatnya karena organisasi ini
             Dua Belas Langkah Tajdid                                                                                                  sesungguhnya menjamin “kemerdekaan lahirnya pikiran-
                                                                                                                                       pikiran”. Akan tetapi, tak kalah pentingnya menjaga persatuan
                                                                                                                                                                                                       Mempermusyawaratkan putusan;
                                                                                                                                                                                                           “Agar mendapat keentengan (keringanan) dan kemudahan

            Untuk Pencerahan Peradaban                                                                                                 organisasi sehingga di tengah perbedaan pendapat, misalnya,
                                                                                                                                       tetaplah “menguatkan persatuan organisasi dan mengokohkan
                                                                                                                                                                                                       pekerjaan, maka hendaklah setiap pada keputusan yang
                                                                                                                                                                                                       mengenai majelis (bagian) dimusyawarahkanlah dengan
                                                                                                                                       pergaulan persaudaraan” lebih diutamakan. Ini pun bermakna      bersangkutan itu lebih dahulu sehingga dapatlah
                                                                                                                                       bahwa ketika musyawarah dilakukan perbedaan pendapat            mentanfidzkan dengan cara menghasilkannya dengan segera”.
                                 WAWAN GUNAWAN ABDUL WAHID
                                                                                                                                       dimungkinkan untuk terjadi tetapi manakala organisasi telah     Poin ini mengajarkan deregulasi dan debirokratisasi dalam
                             Alumni PP Darul Arqam Muhammadiyah Garut,
                                                                                                                                       menetapkan satu simpulan ketetapan maka kebersamaan             upaya melahirkan putusan yang cepat. Dalam era yang
               Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2005-2010)
                                                                                                                                       organisasi yang menjadi pegangan.                               mengharuskan serba cepat poin ini mengusung ajaran yang
                                                                                                                                                                                                       sangat baik dalam hal melahirkan putusan yang responsif dan


B
        eranjak dari kalimat yang diajarkan oleh para salaf        Muhammadiyah mendahulukan penggunaan tanah lapang                   Menegakkan keadilan;                                            segera. Namun kenyatannya, ini sulit untuk dijalankan karena
        shalihin yang antara lain menyatakan, laa tashluhu         daripada masjid untuk shalat Idul Fitri dan Adha karena tuntunan         Runtuhnya sebuah entitas karena keadilan tidak lagi        persoalan SDM paruh waktu yang sangat mewabah di
        hadzihil ummatu illaa bimaa shaluha bihi awwalauha,        agama menetapkan demikian. Sedangkan untuk tajdid dalam             ditemukan di dalamnya. Karena itulah, “hendaklah keadilan       Persyarikatan. Peru difikirkan pembentukan badan khusus
umat ini tidak akan meraih kesuksesan kecuali dengan bekal         arti dinamisasi dipraktikkan Muhammadiyah saat menyokong            itu dijalankan semestinya, walaupun mengenai badan sendiri,     yang bertanggung jawab mendraft putusan sehingga lahir
kesuksesan yang dianut generasi awalnya.                           penggunaan hisab di samping rukyat karena dipandang sebagai         dan ketetapan yang sudah seadil-adilnya ini dibela dan          tanfidz putusan dengan segera.
     Generasi awal dalam konteks Persyarikatan adalah para         wasilah bukan ibadah.                                               mempertahankan di mana saja”. Jangan sampai terjadi ketika
pendahulu Muhammadiyah yang telah mewariskan beberapa                   Akan tetapi tatkala pasar pendapat dalam faham agama saat      seseorang melakukan kehilafan kepadanya divonis sementara       Mengawaskan gerakan jalan;
taushiyah cerdas nan futuristik. Salah satu warisan yang           ini demikian marak oleh karena itu “hendaklah faham agama           ketika pimpinan melakukan kekeliruan kepadanya diberikan             “Pemandangan kita hendaklah tajam dalam mengawasi
ditinggalkan oleh para pendahulu Muhammadiyah adalah yang          yang sesungguhnya itu dibentangkan dengan arti yang seluas-         ma’af. Dalam bahasa agama ini dikatakan korupsi dalam           gerakan kita yang ada di dalam Muhammadiyah, yang sudah
dinamakan dua belas langkah Muhammadiyah.                          luasnya, boleh diujikan dan memperbandingkan, sehingga kita         (hukum) keadilan. Tentu saja inipun berlaku bagi Muham-         lalu, yang masih langsung dan yang bertambah (yang akan
     Kedua belas langkah Muhammadiyah itu adalah: (1).             sekutu-sekutu Muhammadiyah mengerti perluasan agama                 madiyah manakala ketidakdilan dalam Persyarikatan ini telah     datang/berkembang)”. Kata kunci dalam poin ini yaitu
memperdalam masuknya iman; (2). mempeluas faham agama;             Islam, itulah yang paling benar, ringan dan berguna...”. Dengan     mewabah tunggulah saat kehancurannya.                           mengawasi gerakan, yang sudah lalu, yang masih langsung
(3). memperbuahkan budi pekerti; (4). menuntunkan amalan           cara ini faham agama dalam Muhammadiyah benar-benar teruji                                                                          dan yang akan berkembang mengajarkan perlunya konsolidasi
intiqad; (5). menguatkan persatuan; (6). menegakkan                sehingga pelan-pelan umat di luar Muhammadiyah pun                  Melakukan kebijaksanaan;                                        internal dalam Persyarikatan. Jika poin ini dikaitkan dengan
keadilan;(7). melakukan kebijaksanaan; (8). menguatkan majelis     mempraktikkannya.                                                       Kebijaksanaan adalah al-hikmah yang dinyatakan agama        langkah kelima, menguatkan persatuan terbacalah betapa para
tanwir;(9). mengadakan konferensi bagian;(10). mempermusya-                                                                            sebagai kebaikan yang melimpah (khayran katsiran).              pendahulu Muhammadiyah sangat memikirkan potensi
waratkan putusan; (11). mengawaskan gerakan jalan dan yang         Memperbuahkan budi pekerti;                                         Kebijaksanaan tidaklah lahir dengan sendirinya sebaliknya ia    kekuatan Persyarikatan untuk melakukan berbagai hal yang
terakhir (12). mempersambungkan gerakan luar. Marilah                  KH Dahlan dikenal sebagai manusia amal. Dia mendahu-            hadir dalam agregasi dan resultante keilmuan yang melimpah,     terkait dengan dakwah Islam. Ini dimaksudkan, antara lain,
keduabelas langkah ini diurai satu persatu dengan mengupa-         lukan bekerja daripada berbicara. Dengan caranya Kiai hendak        kejernihan berfikir, ketajaman akal serta tadbir (manajemen)    supaya kekuatan yang tersedia dalam Persyarikatan tidak
yakan kontekstualisasinya.                                         menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa akhlak bukanlah             yang profesional. Itulah ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yang    diambil oleh “orang lain” dan dibiarkan percuma. Dalam hal ini
                                                                   hafalan sebaliknya akhlak adalah perbuatan sebagai buah dari        mesti dicari dan dipraktekkan dalam kenyataan berorganisasi     berhitung tentang siapa saja yang sesungguhnya mesti direkrut
Memperdalam masuknya iman;                                         keimanan. Karena itulah uraian yang menjelaskan tentang detail      yang dapat ditemukan dimanapun dari siapapun (al-hikmah         dalam “gerakan jalan” itu menjadi penting. Untuk itu perlu
    Keimanan adalah momentum yang mahal tiada ternilai             akhlak tercela dan akhlak terpuji sebagai panduan kebajikan         dlaalatul mu’min ayna wajadaha iltaqathaha).                    difikirkan juga tentang cara untuk melibatkan “orang-orang
harganya. Sebab itulah keimanan yang telah bersemayam              perlu terus disiarkan sehingga menjadi praktik dalam keseharian                                                                     yang tawadlu” dalam Muhammadiyah yang tidak mau tersorot
dalam hati jangan dibiarkan seperti bunga yang terkulai layu       dan dirasakan manfaatnya bagi orang banyak.                         Menguatkan majelis tanwir;                                      dalam gempita gerakan Persyarikatan.
hidup segan mati tak mau kemudian meranggas bahkan                                                                                         Tanwir adalah permusywaratan dalam Muhammadiyah di
hancur hilang tanpa bekas. Sebaliknya, keimanan itu mesti          Menuntunkan amalan intiqad;                                         bawah muktamar. Dalam tanwir diputuskan berbagai persoalan      Mempersambungkan gerakan luar.
terus dipupuk, dijaga dengan berbagai upaya hingga berbuah              Intiqad berasal dari kata naqada artinya mengritik. Amalan     mutakhir yang terkait dengan organisasi dan bangsa.                 Langkah kedua belas ini mengajarkan, meskipun
dalam amal nyata. Kerena itu “hendaklah....ditablighkan,           intiqad berarti upaya untuk melakukan kritik diri atau koreksi      Penguatan terhadap kelembagaan tanwir mesti diwujudkan          Muhammadiyah organisasi yang sangat berpengalaman dalam
disiarkan dengan selebar-lebarnya yakni diberi riwayat dan         diri. Poin ini dimaksudkan bahwa organisasi dalam kesuk-            dalam bentuk referentasinya terhadap keseluruhan warga          menjalankan program-programya ada kesadaran bahwa ia tetap
diberi dalil buktinya, dipengaruhi dan dan digembirakan,           sesannya selalu saja disertai dengan berbagai kekurangan.           Muhammadiyah dan warga bangsa sehingga Muhammadiyah             memerlukan pertautan dengan organisasi lain. Silaturahim
sampai iman itu mendarah daging masuk di tulang sumsum             Karena itu di samping memperhitungkan sejauh mana kesuk-            tidak ditinggalkan oleh anggotanya dan simpatisannya.           antarorganisasi menjadi penting untuk memudahkan sinergi
dan mendalam di hati sanubari kita, sekutu-sektutu                 sesan yang diperoleh perlu juga dijumlahkan seberapa banyak                                                                         antarorganisasi dalam menjalankan agenda sejenis.
Muhammadiyah semuanya”.                                            kegagalan yang telah terjadi. Karena itulah “hendaklah              Mengadakan konferensi bagian;                                       Yakinlah dengan dua belas langkah yang dihadirkan dan
                                                                   senantiasa melakukan perbaikan diri kita sendiri (self corectie),      Bagian dalam bahasa sekarang adalah majelis. Poin ini        dikontekstualisasikan sesuai dengan kebutuhan zaman
Mempeluas faham agama;                                             segala usaha dan pekerjaan kita kecuali dibesarkan supaya           memaksudkan bahwa setiap majelis harus mengupayakan             Muhammadiyah dapat memperbaharui kembali jati dirinya dan
   Salah satu ciri khas Muhammadiyah adalah upayanya untuk         diperbaiki juga buat penyelidikan perbaikan itu...”.                pertemuan atau musyawarah berkala untuk kemajuan                terus memberikan pelayanan bagi kemanusiaan dalam rangka
melakukan tajdid dalam dua makna, yaitu furifikasi faham agama                                                                         organisasi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah menyeleng-     mencerahkan peradaban manusia Indonesia khususnya dan
sehingga seluruh praktik agama khususnya dalam bidang ibadah       Menguatkan persatuan;                                               garakan musyawarah antarmajelis sehingga terjadi sinergi        masyarakat dunia pada umumnya. Wallahu A’lam bi Ash-
berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Itulah sebabnya                Setiap anggota Persyarikatan ini memiliki hak dan                 yang produktif dan menghilangkan ego antar majelis yang pada    Shawab.

68     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                              SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   69
                                                                                              KOLOM


     TAJDID UNTUK PERADABAN UTAMA
                                           PIET HIZBULLAH KHAIDIR
                       Mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2001-2003




T
        ema Muktamar Satu Abad adalah “Gerak Melintasi             mah dan tauhid yang kuat (O. Hashem: 1989). Individu ini kemu-
        Zaman; Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama”.          dian berkomitmen tinggi untuk membangun silaturahim per-
        Tema yang cukup panjang dan puitis, namun strategis        adaban menebar kebajikan. Pada akhirnya, Rasulullah ‘menak-
dan penting bagi organisasi kaum Muslim modernis ini,              lukkan’ Makkah tanpa berdarah. Pelajaran berharganya adalah
mengingat ia dirancang-bangun dengan roncean dakwah serta          beliau membangun peradaban utama Islam dengan konsep
pijaran tajdid sebagai sumbu gerakannya.                           ‘fallahun’ (kemenangan terhadap ego pribadi) sehingga umat
    Sejatinya, selama Satu Abad ke belakang Muhammadiyah           Islam memiliki satu visi gerakan peradaban Islam. Setelah itu
telah menorehkan peradaban utama. Oleh karena itulah, Mu-          baru Rasulullah saw, melakukan futuh Makkah. Dengan kata
hammadiyah semenjak didirikan pada 1912, mampu bertahan            lain, peradaban utama Islam adalah menciptakan pribadi Muslim
hingga sekarang. Tulisan ini akan sedikit mengelaborasi gerakan    untuk membangun komitmen shilaturahim dalam cahaya Allah,
tajdid Muhammadiyah dalam andilnya meronce peradaban               bukan penguasaan ekonomi, politik dan pencapaian pe-
utama. Apakah suatu organisasi dengan pencapaian akumulasi         ngetahuan semata. Para pendahulu Muhammadiyah adalah
ekonomi (baca, modal); keberhasilan distribusi kader-kader         ulama-cendikia, pengusaha, serta juga berposisi sebagai kawan
di lembaga-lembaga politik; dan pencapaian tingkat intelek-        dekat penguasa sebagaimana tergambar pada sosok KH.
tualitas yang ditandai dengan jumlah intelektual yang secara       Ahmad Dahlan. Yang mungkin menarik untuk kita telaah,
formal akademik maupun publik kualitasnya diakui merupakan         bersama sahabat-sahabatnya beliau bahu-membahu
kesertamertaan organisasi tersebut disemati sebutan ber-           berdakwah dan melakukan pembaruan (tajdid).
peradaban utama? Apakah peradaban utama itu?                            Penulis ingin menyitir langkah-langkah masyhur KH AR.
    Pertanyaan filosofis di atas mungkin bisa dijawab dengan       Fakhruddin: ulama kharismatik, sederhana, dan organisatoris
definisi yang pernah diberikan para ilmuwan. Untuk menyitir        ulung. Dihikayatkan, beliau mencatat siapa saja yang bertamu
beberapa di antaranya: Abdul Karim Soroush (2000) menyebut         ke rumah dinasnya dan mendiskusikan apa saja. Beliau juga
peradaban sebagai sistem abstrak yang muncul dari akal budi        komunikator yang hebat, juga dalam soal komunikasi politik,
bebas berpikir untuk menemukan kesejatian hidup manusia,           bahkan ketika berhadapan dengan Bapak Presiden Suharto.
keadilan dan kebebasan yang ditopang oleh ilmu pengetahuan              Ilustrasi ini ingin penulis pergunakan sebagai bahan renung-
dan kebajikan kemanusiaan. Ernest Gellner (1981)                   an. Tajdid untuk peradaban utama itu, sekali lagi bukan soal
berpendapat, peradaban adalah akumulasi pengetahuan,               sekedar duniawiyah (akumulasi modal, politik, pengetahuan dan
politik, ekonomi dan kebudayaan yang mengantarkan suatu            kebudayaan). Ia adalah gerak individu yang komitmen untuk
kelompok masyarakat mampu menguasai dunia. Gellner lebih           berkhidmat merenda silaturahim peradaban; merenda silaturah-
jauh mengatakan bahwa akumulasi tersebut tidak cukup untuk         im individu-individu. Tidak peduli individu itu di luar atau di dalam
menghantarkan kepada peradaban tinggi (high civilisation) bila     negara; berorganisasi, beragama atau bersuku apa pun.
masyarakatnya tertutup dan intoleran.
    Pendeknya, dengan definisi peradaban di atas, nampaknya
pertanyaan-pertanyaan pembuka dari tulisan ini sudah cukup
terjawab. Yakni, peradaban utama bisa dicapai dengan tiga
landasan pokoknya: ekonomi, politik, dan pengetahuan-kebuda-
yaan. Namun demikian, nampaknya definisi peradaban di atas
belum cukup untuk dijadikan postulat Islam (Muhammadiyah)
menuju peradaban utama. Tiga landasan peradaban utama itu,
menurut penulis, merupakan landasan programatik. Sementara,
gerakan tajdid menuju peradaban utama tidak bisa hanya
muncul dari landasan programatik. Melainkan harus mengacu
kepada landasan yang lebih tinggi: silaturahim peradaban.
Landasan gerakan tajdid ini ingin membangun aspek kemajuan
peradaban dari aspek manusia per individunya.
    Sekedar ilustrasi. Dalam membangun peradaban di Madi-
nah, Rasulullah memijari individu Muslim dengan akhlakul kari-

70     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
                                                                                          DIALOG                                                                                                                                 DIALOG

                                                                                                                                    demikian cepat, gelompang IT menyeret kepangkuan manusia                dengan Islam untuk dicampur baurkan dengan ajaran Islam.
PROF. DR. H AMIEN RAIS:                                                                                                             kemasa depan yang belum keliatan petanya.                               Dengan cara ini, maka antara yang haq dan yang bathil, antara
                                                                                                                                                                                                            yang halal dan yang haram, antara syariat dengan yang tidak
GERAKAN ISLAM                                                                                                                       Lantas apa yang dibutuhkan untuk memperkuat identitas                   syariat akan menjadi campur aduk. Ketiga, tasywih, yaitu
                                                                                                                                    Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berke-                          pemretelan Islam. Dimana Islam direduksi sehingga ia menjadi
YANG BERKEMAJUAN MEMBUTUHKAN                                                                                                        majuan?                                                                 agama yang selalu disamakan dengan terorisme, agama
                                                                                                                                        Menurut saya, untuk memperkuat peran Muhammadiyah                   kekerasan dan agama yang berwajah bengis dan sebagainya.
KEPEMIMPINAN YANG BERPIKIR TERBUKA                                                                                                  sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, setidaknya
                                                                                                                                    Muhammadiyah ke depan harus memperhatikan beberapa
                                                                                                                                                                                                            Keempat, tagrhib atau westernisasi, yaitu menyuntikkan
                                                                                                                                                                                                            pluralisme secara kebablasan. Menyuntikkan sekularisme yang
                                                                                                                                                                aspek berikut; pertama, Muhammadiyah        seolah-olah itu bisa menjadi resep yang dapat membawa Islam


M
         uhammadiyah adalah salah satu organisasi terbesar                                                                                                      harus memiliki pemikiran di awal, di        kemasa depan yang lebih cemerlang. Kelima, tasykiq yaitu
         yang menjadi mainstrem gerakan Islam moderat di                                                                                                        tengah dan di akhir demi mewujudkan         membuat ragu-ragu tentang kebenaran Islam, terutama hal
         Tanah Air. Dalam gerakannya, Muhammadiyah                                                                                                              sebuah cita-cita gerakan yang sesuai        ini bisa mengena pada kaum terpelajar kita, terutama dengan
menjunjung serta mendorong hadirnya gerakan Islam yang                                                                                                          dengan resep-resep Al-Qur’an dan            serbuan mereka dalam bentuk gazwul fikri. Seperti opini yang
berkemajuan dalam membangun peradaban bangsa. Wujud                                                                                                             Sunnah. Kedua, gerakan Islam yang           mereka konstruksikan bahwa jika Islam itu adalah agama yang
gerakan Islam yang berkemajuan telah dimainkan secara                                                                                                           berkemajuan membutuhkan para kader          sempurna, mengapa negeri-negeri Muslim termasuk bagian
matang oleh pendiri dan tokoh Muhammadiyah awal dalam                                                                                                           yang relatif mumpuni. Kader dalam           dunia terbelakang dan sebagainnya? Keenam, thanshir,
membangun kehidupan umat. Namun, bagaimana dengan                                                                                                               bahasa barat didefenisikan sebagai          nasranisasi yang terselubung maupun terbuka kepada kaum
kondisi Muhammadiyah abad kedua mendatang? Masihkah                                                                                                             kelompok manusia yang terorganisiasi        Muslimin. Jadi Enam “T” ini harus bisa kita waspadai, sebab
gerakan Islam yang berkemajuan menjadi cita-cita dan                                                                                                            secara permanen yang menjadi soko           gerakan Islam yang berkemajuan akan menjadi macet kalau
mainstream gerakan Muhammadiyah? Prinsip dan langkah                                                                                                            guru atau kerangka dari kesatuan yang       serbuan-serbuan enam “T” yang diarahkan pada umat Islam
yang seperti apa yang perlu dibangun untuk melakukan                                                                                                            lebih besar. Jadi kader-kader unggulan      akan berkembang.
penguatan dengan gerakan Islam yang berkemajuan? Berikut                                                                                                        itu sudah sangat fasih dengan nilai-nilai
petikan wawancara khusus Deni al Asy’ari, Mustofa W. Hasyim                                                                                                     Al-Qur’an dan sudah sangat fasih            Apa yang semestinya dilakukan oleh Muhammadiyah
dan Fotografer Dwi Agus dengan Prof. DR. HM. Amien Rais,                                                                                                        dengan makna ‘aulama atau globalisasi       menghadapi berbagai tantangan tersebut?
MA, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Mantan Ketua                                                                                                             yang menuntut dinamika dan respon               Memang gerakan Islam yang berkemajuan itu tidak hanya
MPR RI, Guru Besar Universitas Gadjah Mada, dan Ketua                                                                                                           yang sangat cepat dari umat Islam.          dalam level konseptual semata, akan tetapi juga bisa
MPP Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional beberapa                                                                                                        Ketiga, gerakan Islam yang berkemajuan      diterjemahkan pada gerakan amal yang produktif. Jadi Islam
hari yang lalu jelang Muktamar di pondopo kediamannya.                                                                                                          itu tidak bisa berdiri dibelakang seperti   yang berkemajuan itu tidak boleh sekedar konseptual saja atau
                                                                                                                                                                “pak turut” atau “bu turut”, atau hanya     hanya omong doang, tapi harus diimplementasikan dalam
Sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, prinsip dan                                                                                                             sebagai gerbong semata, melainkan ia        gerakan amal. Memang berat untuk bisa menterjemahkan
                                                                                                                                               Foto: DWI AGUS M
sikap apa yang semestinya diambil oleh Muhammadiyah                                                                                                             harus mampu menjadi lokomotif. Sebab        konsep gerakan Islam yang berkemajuan itu menjadi ke-
dalam setiap gerakannya?                                           mengalir akan penuh dengan berbagai penyakit. Maka saya          Muhammadiyah itu bisa di depan dalam pergulatan nasional                nyataan-kenyataan yang lebih kongkret. Namun di sinilah saya
    Sebagai orang Muhammadiyah kita tidak boleh lupa sedikit       sangat yakin jika KH Ahmad Dahlan itu menerjemahkan Islam        jika Muhammadiyah itu memiliki pemikiran-pemikiran yang                 yakin jika Muhammadiyah itu mampu. Tapi dengan beberapa
pun bahwa Nabi Muhammad saw adalah uswah hasanah kita,             itu sudah betul, yaitu Islam yang dinamis, Islam yang bergerak   lebih maju dibandingkan dengan rata-rata anak bangsa lain.              catatan. Pertama, sudah saatnya jika Muhammadiyah itu
pedoman hidup kita serta referensi dan rujukan baku kita. Maka     dan Islam yang kreatif, Islam yang selalu melakukan orientasi    Untuk mencapai ini maka fikrah maupun khittah Muhamma-                  punya pusat litbang yang modern sebagai basis pengem-
sebagai harakah atau gerakan, organisasi atau Persyarikatan        achiefman oriented. Atas pandangan ini, saya menilai             diyah harus senantiasa diasah dan disesuaikan dengan                    bangan pemikiran dalam Muhammadiyah. Kita bisa melihat
yang memiliki tugas utama, yaitu al amar bil ma’ruf, wan nahyi     sesungguhnya gerakan Islam yang berkemajuan itu sudah            tantangan-tantangan zaman yang terjadi. Keempat, kader-                 pada semua negara maju, mereka itu maju karena punya lit-
‘anil munkar tidak boleh mengingkari konsep ini. Al-Qur’an         terefleksikan dalam Muhammadiyah itu sendiri.                    kader Islam yang berkemajuan harus memiliki sikap self                  bang yang sangat canggih dan maju. Bahkan semua korporasi
maupun Sunnah sahihah harus senantiasa menjadi tempat                                                                               confidens atau sikap percaya diri yang utuh.                            dunia yang mengangkangi ekonomi global saat sekarang ini,
berangkat dan tempat berlabuh. Sebab dalam Al-Qur’an secara        Bagaimana dengan kondisi saat ini, apakah prinsip gerak-                                                                                 bisa maju karena mempunyai litbang yang komprehensif dan
jelas dikatakan bahwa Islam itu harus diterima secara kaffah,      an Islam yang berkemajuan masih tertanam kuat dalam              Apa tantangan bagi Muhammadiyah dalam mewujudkan                        progresif. Maka agar Muhammadiyah itu tidak jalan di tempat,
karena Islam sendiri merupakan suatu ajaran yang kamim             Muhammadiyah?                                                    perannya sebagai gerakan Islam yang berkemajuan?                        dan sekedar rutinisme dan bersifat hafalan semata, maka tidak
(sempurna) dan tammam (purna). Jadi sangat keliru kalau kita          Walaupun gerakan Islam yang berkemajuan ini telah                 Setidaknya terdapat enam “T” yang menjadi tantangan                 bisa tidak kita memerlukan litbang yang bisa didukung oleh
sampai berkiblat kepada sumber-sumber yang di luar Al-Qur’an       menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah, hanya saja kita        Muhammadiyah khususnya dan umat Islam pada umumnya                      berbagai Universitas Muhammadiyah yang ada di berbagai
dan Sunnah maupun uswah hasanah kita.                              akui, setelah Muhammadiyah berusia satu abad, sangat masuk       untuk mewujudkan gerakan Islam yang berkemajuan.                        Tanah Air di negeri ini. Untuk kepentingan yang seperti ini,
    Islam sendiri pada hakikatnya sebuah agama yang                akal kalau diperlukan lagi penyegaran di sana sini dan           Pertama, adalah tadlil, yaitu penyesatan kepada masyarakat              memang Muhammadiyah memerlukan pimpinan yang berpikir
menghidupkan kita, Islam selalu membawa ihya’, yaitu               pencerahan bagi Muhammadiyah itu sendiri. Mengapa? Sebab         luas tentang arti Islam. Agama Islam dianggap sebagai agama             terbuka. Belakangan ini saya mendengar banyak kritikan yang
dinamisasi, aktivasi dan menggerakkan. Islam tanpa gerakan,        konteks Indonesia satu abad yang lalu adalah konteks             kuno dan dianggap sebagai agama abad pertengahan yang                   dituju kepada Muhammadiyah. Di mana Muhammadiyah
atau Islam yang stasioner, atau yang mandeg, itu tentu bukan       kemasyarakatan yang sangat sederhana, kemudian kehidupan         ketinggalan zaman dan modernitas. Kedua, adalah thagwib,                dianggap menutup diri dan sebagainya. Sebaiknya kritik itu
dari sumber yang asli, dan sesuatu yang mandeg, tidak              bangsa kita masih bersahaja, dan tidak seperti sekarang ini,     yaitu mencairkan Islam. Dalam hal ini terjadi proses                    tidak kita tentang balik, namun harus kita camkan dalam diri.
mengalir, akan menjadi beku, jumud, ibarat air yang tidak          dimana kehidupan mengalami perubahan genetik yang                menginjeksian Islam dari pikiran-pikiran luar yang bertentangan         Karena kritik itu memiliki elemen-elemen yang benar. Sebab

72     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                   SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   73
                                                                                            DIALOG

dengan membuka diri, kemajuan itu bisa muncul jika terjadi         terhadap kepemimpinan Muhammadiyah mendatang?
benturan-benturan opini yang cukup intensif, sehingga bisa             Saya kalau boleh punya usul yang praktis. Hendaknya
melahirkan gagasan-gagasan baru yang lebih segar.                  pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang terpilih nanti itu
Kemudian saya juga yakin yang dibutuhkan itu pada akhirnya         mewajibkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an setidak-tidaknya
kemampuan Muhammadiyah untuk menjangkau bidang-                    satu juz dalam setiap harinya. Sehingga dalam satu bulan
bidang yang sangat menentukan masa depan umat dan                  sudah khatam Al-Qur’an. Dan selama jadi pimpinan
bangsa, misalnya kita sering mengatakan bahwa kita ingin           Muhammadiyah selama lima tahun, maka sudah khatam 60
menjadikan Muhammadiyah sebagai garda depan mem-                   kali. Kenapa ini saya garis bawahi, karena kita sebagai orang
bangun peradaban utama. Impian ini tentu sama dan sebangun         Muhammadiyah yang punya slogan rujuk ila Qur’an wa Sunnah,
dengan resep Al-Qur’an. Namun dalam kenyataan untuk men-           tapi setiap hari kita baca koran dan satu bulan sekali kita baca
jadi lokomotif peradaban utama itu tidak bisa tidak Muham-         Al-Qur’an. Maka tentu gerakan kita itu akan lebih sekuler dan
madiyah harus bisa ikut memegang kunci-kunci kehidupan             penuh kepentingan dan kurang wawasan. Lihatlah setiap
nasional, kehidupan sosial, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan     perdana menteri Inggris setiap mengirim serdadunya ke dunia
dan lain sebagainya. Dan sementara ini terus terang kita masih     Islam, itu pesannya selalu jauhkan umat Islam dari Al-Qur’an
berada pada posisi yang agak pinggiran. Padahal sesung-            mereka. Karena Al-Qur’an yang tidak dibaca oleh umat Islam
guhnya kita memiliki potensi yang                                                              hanya akan menjadikan umat Islam
cukup besar untuk segera ke tengah                                                             kering, tidak punya gairah kehidup-
dengan wawasan dan visi pimpinan                                                               an dan dimakan rutinisme dan tidak
yang baru nanti sebagai kekuatan                                                               ada inovasi.
mainstream bukan pinggiran.
                                                                                               Bagaimana dengan kalangan
Muhammadiyah terkendala                                                                        muda Muhammadiyah? Adakah
dengan adanya sebagian aktivis                                                                 saran dan kritik Pak Amien?
Muhammadiyah yang tabu                                                                             Saya mendorong anak muda kita
dengan ijtihad, bagaimana                                                                      menjelajahi pemikiran-pemikiran
tanggapan Pak Amien?                                                                           sejauh mereka mampu, tapi jangan
    Ijtihad itu membutuhkan kebe-                                                              pernah lupa pegang dulu khazanah
ranian, kita tidak usah takut dengan                                                           pemikiran Islam sendiri. Sebagai
beberapa teori, kalau berijtihad kita                                                          contoh sebelum kita menari-menari
harus menghafalkan beberapa                                                                    menawarkan pemikirannya John
surat Al-Qur’an, ribuan Hadits foto: DWI AGUS M                                                Esposito dan lain sebagainya itu,
kemudian harus memahami betul kitab-kitab tafsir utama dan         maka bacalah dulu Al-Qur’an dan Sunnah serta akrab dengan
memahami balaghah, ma’ani, dan sebagainya. Itu memang              ulama-ulama kita sendiri. Jadi jangan sampai intelektual
perlu dimengerti, akan tetapi sekarang ini sangat sulit mencari    Muhammadiyah itu akrab menyitir pikiran si botak dari Chicago,
orang yang mempunyai kemampuan multidimensional itu.               Sorboun dan lain-lain tapi tidak pernah sama sekali mengenal
Karena watak dan sifat kehidupan modern itu semakin hari           tulisan Al-Ghazali, Said Hawa, Yusuf Qardawi, Said Sabiq, Said
semakin mengalami kompertamentalisasi. Maka berbagai               Kutub dan sebagainya. Karena ulama-ulama yang saya katakan
disiplin ilmu itu akan melahirkan pakar-pakar ilmu sendiri.        tadi dan ratusan ulama lainnya itu menjadi pelita-pelita kecil yang
Sekarang ini tidak ada seorang dokter yang fasih secara            dapat membangun Islam yang lebih cerah. Tapi kalau kita
sekaligus dengan ilmu kedokteran atau engenering, sejarah,         meremehkan khazanah-khazanah kita sendiri dan mengikuti
sosiologi, psikologi, dan politik dalam satu tubuh, itu sangat     pemikiran barat secara buta tentu ini akan merusak Islam. Dan
tidak mungkin. Jadi yang namanya masa Ibnu Rusyd atau Ibnu         ini agak memprihatinkan. Maka harus kita gelorakan lewat tarjih
Khaldun memang sudah terlewati. Oleh karena itu ijtihad dalam      dan kampus-kampus kalau kita harus mengenal pemikiran kita
arti mencari terobosan-terobosan buat Islam yang                   sendiri. Bayangkan kalau intelektual Muhammadiyah baca-baca
berkemajuan itu tidak boleh berhenti atau beku dari dalam diri     teori barat bisa hafal di luar kepala tapi tidak hafal dengan
kita. Karena hidup itu terus berjalan, dan terjadi perubahan       khazanah Islam sendiri. Jadi percikan dari pemikiran ini perlu
kualitatif dan kuantitatif, dan hidup juga mengalami panterei,     kita perhatikan. Jadi yang juga harus kita sadari Muhammadiyah
atau mengalir. Maka abad kedua ini pimpinan Muhammadiyah           ini dalam kaderisasi harus seperti dalam nyanyian
harus menjadi peminat ilmu kemudian tidak pernah lepas dari        Muhammadiyah. Patah tumbuh hlang berganti, kaum senang
tangannya Al-Qur’an.                                               padi jadi. Nah, jangan sampai kaderisasi itu mandeg dan sekali
                                                                   lagi jangan sampai kader Muhammadiyah itu baca Al-Qur’an
Apa usulan Pak Amien berkaitan dengan konteks ini                  pelo. Apalagi kalau dia kader-kader puncak. D

74     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
                                                                                                       DIALOG                                                                                                                           DIALOG

                                                                                                                                                 Adakah contohnya menyangkut keterbukaan KH Ahmad
PROF. DR. H AHMAD SYAFII MAARIF:                                                                                                                 Dahlan dan tokoh-tokoh Muhammadiyah awal ini dalam
                                                                                                                                                 membangun Muhammadiyah? Serta apa positifnya bagi
Keshalihan yang Terbuka dan Dinamis                                                                                                              Muhammadiyah?
                                                                                                                                                     Ada, misalnya saja dengan Budi Utomo yang dinilai sangat
Dibutuhkan untuk Mencapai Tujuan Muhammadiyah                                                                                                    kejawen, buktinya Budi Utomo bisa menerima KH Ahmad
                                                                                                                                                 Dahlan. Bahkan antara keterbukaan pergaulan tersebut, tokoh-
                                                                                                                                                 tokoh Muhammadiyah awal ini begitu banyak mendapatkan
                                                                                                                                                 pelajaran dari pergaulan yang mereka lakukan dengan orang-
                                                                                                                                                 orang yang berbeda dalam falsafah hidup. Seperti pergaulannya
                                                                                                                                                 dengan Budi Utomo, walaupun orang ini tidak begitu paham
                                                                                                                                                 dengan agama, akan tetapi mereka memiliki pengetahuan yang
                                                                                                                                                 luas tentang nasionalisme maupun organisasi. Dengan cara
                                                                                                                                                 yang seperti ini, KH Ahmad Dahlan dan orang-orang Muham-
                                                                                                                                                 madiyah awal bisa belajar bagaimana cara berorganisasi dan
                                                                                                                                                 nasionalisme itu. Bahkan orang-orang Budi Utomo inilah yang       harus bisa untuk menghalau kemiskinan umat yang
                                                                                                                                                 membantu membuat badan hukum Persyarikatan Muham-                 membelenggu. Sebab Islam itu adalah agama yang pro orang
                                                                                                                                                 madiyah pada waktu pendiriannya. Jadi sikap keterbukaan           miskin tapi anti kemiskinan, artinya bahwa kemiskinan harus
                                                                                                                                                 Muhammadiyah ini begitu rupa terjadi dan dilakukan oleh para      senantiasa secara terus menerus dicarikan solusinya walau-
                                                                                                                                                 pendiri Muhammadiyah awal.                                        pun ini tidak bisa mengubah. Namun, harus diminimalisir, de-
                                                                                                                                                                                                                   ngan cara mengeluarkan zakat. Jadi bagaimana dia yang
                                                                                                                                                 Bagaimana pandangan Buya terhadap kondisi aktivis                 menerima zakat hari ini, besok atau lusa orang ini kemudian
                                                                                                                                                 maupun Persyarikatan Muhammadiyah saat sekarang                   mengeluarkan zakat. Saya rasa itu yang perlu dipikirkan dan
                                                                                                                                                 dalam mengembangkan keshalihan yang terbuka tadi?                 diperhatikan oleh orang-orang Muhammadiyah.
                                                                                                                                                      Saya pikir jika melihat konteks sekarang ini ada semacam
                                                                                                                                                 mata rantai sejarah yang terputus dari cara dan sikap Muham-      Namun kenapa keshalihan yang bersikap ekslusif ini
Foto: DWI AGUS M
                                                                                                                                                 madiyah dalam berpikir dan bergaul ini. Memang keterputusan       begitu kuat dan kadang menjadi kebanggaan bagi
Keshalihan adalah bagian dari                                                  Sebagai gerakan pembaruan, kepribadian dan keshalihan             ini sangat tampak pada orang-orang Muhammadiyah belakang-         sebagian aktivis Muhammadiyah?
                                                                               yang seperti apa yang dapat menjadi kekuatan Muham-               an ini. Maka saya melihat kejumudan yang seperti ini atau             Sebetulnya mereka yang masih bersikap eksklusif dari
implementasi keimanan                                                          madiyah?                                                          keterputusan mata rantai ini harus segera kita bongkar kembali,   keshalihan yang dibangun, sama artinya mereka tidak
seseorang kepada Allah SwT.                                                         Muhammadiyah itu sejak awal merupakan sebuah gerakan         agar kita tidak kehilangan tujuan dalam ber-Muhammadiyah.         mengikuti perkembangan yang ada. Ini terjadi karena ada
Semakin tinggi tingkat keimanan                                                pembaruan, dan sebagai gerakan pembaruan, ia akan senan-                                                                            kebanggaan diri sebagai orang besar dan sebagainya. Nah
                                                                               tiasa berbicara dengan zamannya untuk mengarahkannya              Apa sesungguhnya spirit awal para tokoh Muhammadiyah              kebanggaan yang seperti ini adalah bentuk kebanggaan semu.
seseorang maka akan berdampak                                                  pada kepentingan dan kemaslahatan umat. Jadi inilah               sehingga mampu membangun keshalihan dan cara                      Bukan kebangaan yang sebenarnya jika diukur dengan tujuan
bagi amaliahnya dalam                                                          sesungguhnya dasar dari tujuan gerakan pembaruan Muham-           berpikir dan pergaulan yang terbuka?                              Muhammadiyah amar makruf nahi munkar dan kondisi bangsa
kehidupan sehari-hari dengan                                                   madiyah itu. Dan untuk mencapai semua tujuan ini dibutuhkan           Spiritnya yang sangat nyata kita lihat adalah suana dan       hari ini. Maka semua itu masih sangat jauh. Kita bisa lihat
                                                                               seperangkat ilmu pengetahuan sekaligus komitmen yang              konsisi kehidupan umat Islam pada saat itu. Dimana kehidupan      bangsa, semuanya bermasalah, tidak ada yang tidak ada
makluk Allah lainnya.                                                          jelas. Kemudian juga diperlukan aktivis-aktivis Muham-            umat Islam saat itu betul-betul sangat memprihatinkan.            masalah, anda bisa baca tulisan saya di Resonansi Republika
                                                                               madiyah yang mau dan bisa berpikir secara dinamis, berpikir       Persoalan kemiskinan, keterbelakangan, serta kebodohan            tentang ini. Jadi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah,


D
         alam Islam Amaliah yang berwujud pada bentuk                          secara kreatif dan selalu bersikap inklusif. Sebab sangat tidak   menjadi fenomena kehidupan yang akrab dengan umat Islam           gerakan amar makruf nahi munkar sesungguhnya belum
         keshalihan memiliki potensi yang besar sebagai                        mungkin untuk membangun sebuah peradaban, namun                   kala itu. Jadi sekurang-sekurangnya tiga fenomena ini hadir       banyak yang bisa dicapai secara maksimal. Sebab gerakan
         penebar rahmat bagi sekalian alam. Hanya saja tidak                   Muhammadiyah bersikap eksklusif atau tertutup. Apalagi            melingkupi suasana dan kehidupan umat Islam. Oleh karena          amar makruf ini pada intinya adalah mengubah keadaan.
sedikit dari kita yang merasa sebagai orang yang shalih namun                  sejak awal Muhammadiyah ini didirikan kita ketahui para           itu kebenaran dan pengetahuan itu tidak bisa dari kita saja,      Padahal usia Persyarikatan ini sudah seratus tahun, nah
belum banyak memberikan kebaikan kepada makhluk Allah                          pendiri dan tokoh-tokoh awal Muhammadiyah begitu inklusif         tapi juga harus mendengar dari pendapat orang lain, menjadi       kenapa ini bisa terjadi, karena pergaulan dan cakrawala
lainnya. Lantas keshalihan seperti apa yang sesungguhnya yang                  atau terbuka.                                                     masukan untuk bergerak ke arah kemajuan itu. Jadi keshalihan      berpikir kita kurang luas.
memiliki peran sebagai penebar rahmat bagi kehidupan manusia                        KH Ahmad Dahlan adalah salah satu contoh dalam konteks       yang kita bangun itu adalah keshalihan yang berdampak sosial,
lainnya? Serta bagaimana cara mencapainya? Berikut petikan                     ini, di mana beliau begitu memiliki sikap yang sangat terbuka     dan keshalihan yang ingin mengubah keadaan keterbe-               Bagaimana kalau sikap ekslusif ini digunakan sebagai
wawancara khusus Deni al Asy’ari, Mustofa W. Hasyim dan                        dalam berpikir dan bergaul, baik dengan sesama Muslim,            lakangan, kemiskinan dan kebodohan menjadi sebaliknya.            bentuk membentengi diri dari pemikiran-pemikiran yang
Fotografer Dwi Agus dengan Prof. DR. H Ahmad Syafii Maarif,                    dengan non Muslim bahkan dengan orang yang diperkirakan           Misalnya keterbelakangan diubah menjadi kemajuan,                 dapat merusak Muhammadiyah dan Islam, seperti
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Guru Besar                                  tidak beragama sekalipun. Dengan cara yang seperti ini, beliau    kemiskinan diubah menjadi kesejahteraan dan kemakmuran,           sekularisasi dan sebagainya, bagaimana tanggapan Buya?
Universitas Negeri Yogyakarta, (UNY) dan tokoh bangsa                          mampu membawa Muhammadiyah di tengah-tengah publik                kebodohan diubah menjadi kecerdasan dan pencerahan. Jadi             Jadi kalau ada rasa takut dengan munculnya pemikiran yang
beberapa hari jelang Muktamar di kediamannya.                                  dan diterima sebagai salah satu bagian dari gerakan Islam.        dengan keshalihan yang kita bangun, maka orang tersebut           aneh-aneh dalam Muhammadiyah seperti sekularisasi dan

76                 EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                              SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   77
                                                                                                     DIALOG                                    DIALOG

                                                                             Keshalihan yang seperti apa yang perlu dibangun dalam
                                                                             ber-Muhammadiyah ke depan sehingga Muhammadiyah
                                                                             mampu menjadi pengayom dan payung bagi kepentingan
                                                                             umat dan kemanusiaan secara luas?
                                                                                 Jadi keshalihan yang perlu dibangun ke depan adalah bentuk
                                                                             keshalihan yang terbuka, kreatif dan keshalihan yang memiliki
                                                                             komitmen sebagaimana yang tertera dalam surat Ali Imran 112,
                                                                             dalam ayat ini dikatakan bahwa kehinaan akan ditimpakan
                                                                             kepada mereka dimanapun mereka berada. Kecuali bagi
                                                                             mereka yang menjalin hubungan dengan Allah, dan juga
                                                                             menjaga hubungan dengan manusia. Jadi sesungguhnya, jika
                                                                             hubungan vertikal dengan Allah benar, maka dampaknya
                                                                             hubungan dengan manusianya juga akan benar. Jadi orang yang
                                                                             mengaku hubungan dengan Allah baik, tapi hubungan dengan
                                                                             manusia sebaliknya, maka ini ada yang salah dari hubungan
                                                                             kita dengan Allah. Sebab refleksi hubungan baik dengan Allah
                                                                             itu muncul dalam bentuk hubungan baik dengan sesama
                                                                             manusia.

                                                                             Apa indikator dari keshalihan yang seperti ini dalam
                                                                             kehidupan sosial?
                                                                                 Jadi indikator keshalihan pada Allah itu muncul pada
                                                                             keshalihan sosial dengan sesama manusia, tanpa melihat latar
                                                                             belakang orang. Bahkan orang yang tidak beragama sekali
                                                                             pun harus merasakan rahmat Islam itu. Jadi memang ini tidak
                                                                             mudah, tapi kita harus menyelesaikan konsep ini di internal
                                                                             dulu. Kalau sudah selesai, maka urusan yang seperti akan
                                                          Foto: DWI AGUS M
                                                                             mudah. Bersaudara dalam perbedaan dan berbeda dalam
sebagainya dengan sikap keterbukaan berpikir tadi, maka itu                  persaudaraan, ini yang harus kita lakukan dan ini sangat
adalah bentuk orang yang tidak percaya diri. Orang yang percaya              mungkin, tergantung wawasan pengetahuan dan jiwa kita tadi.
diri dia tidak akan pernah takut, jadi ketakutan itu muncul karena
wawasan dan pergaualan yang terbatas, kemudian bacaannya                     Bagaimana menyikapi perbedaan pandangan maupun
juga terbatas. Jadi orang yang self confidentnya tinggi, tidak               pemikiran yang semakin lama semakin menguat dalam
menjadi masalah bagi mereka. Mereka akan hadapi. KH Ahmad                    Muhammadiyah?
Dahlan dan para tokoh Muhammadiyah awal itu tidak pernah                        Perbedaan itu biar berkembang dulu, dan kemudian nanti
takut dengan berbagai perbedaan dan corak pemikiran yang                     harus bisa kita dialogkan. Harus ada komunikasi, nah itu ada
ada. Jadi orang yang menentangnya dihadapi dengan baik dan                   sebenarnya, yang tidak boleh menutup diri dan berprasangka.
dengan akhlak yang terpuji.                                                  Kalau perlu kita saling tukar bacaan dan kita sharing.
     Memang, kondisi umat Islam dalam konteks global sedang
berada di bawah, dan orang yang berada di bawah ini sikapnya                 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk penguatan
akan selalu reaktif, defensive dan curiga terhadap pihak luar.               keshalihan yang terbuka tadi?
Karakter Islam yang seperti itu sebenarnya bukanlah bentuk Islam                 Salah satu adalah konsep harus konprehensif dan justru
yang diajarkan oleh Nabi. Dan bukan Islam yang dikehendaki                   bisa dipertanggungjawabkan, dan lebih penting adalah bagai-
oleh Al-Qur’an, Islam yang dikehendaki itu adalah Islam yang                 mana konsep itu secara terus-menerus harus dievaluasi. Mi-
mengayomi dan memberi payung terhadap kemanusiaan yang                       salnya konsep itu bagus, tapi sulit dilaksanakan, atau banyak
bersifat rahmatan lil ‘alamin itu. Kalau begini pesan Islam,                 kendalanya, maka ini harus kita evaluasi terus menerus. Dan
bagaimana mungkin kita akan ekslusif dan memberi rahmat bagi                 ini sesungguhnya yang agak kurang aman kita, yaitu untuk
alam. Jadi menurut saya ke dalam kita harus kokoh dulu,                      mengevaluasi diri itu. Tapi ini untuk semua kita, termasuk amal
bagaimana kita bisa menebarkan rahmat ke dalam dulu. Kalau                   usaha Muhammadiyah seperti lembaga pendidikan, lembaga
ke dalam sudah kokoh maka pihak luar akan bisa merasakan                     kesehatan Muhammadiyah, agar kita tidak mengerjakan ben-
dampak magnet ini dari Muhammadiyah, jadi kita tidak perlu lagi              tuk rutinitas semata. Nah kita juga harus melakukan perban-
takut dan khawatir kalau terjadi sekularisasi dan sebagainya itu.            dingan secara terus-menerus dengan pihak lain. D

78     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
                                                                                    WAWASAN                                                                                                                           WAWASAN

                                                                                                                                     (charity), tetapi didasarkan kepada          modal. Dalam struktur ekonomi dunia        Islam terhadap ekonomi yang lebih
       Full Employment Sebagai Sasaran Ekonomi Islam                                                                                 bekerja (full employment).                   sekarang mereka adalah negara inti dan     penting adalah menghilangnya kemis-
              sebagai Sumbangan Muhammadiyah                                                                                             Dan dari Abu Hurairah, ia berkata: Aku
                                                                                                                                     (pernah) mendengar Rasulullah saw
                                                                                                                                                                                  kita sebagai negara peserta atau
                                                                                                                                                                                  pinggiran. Mereka kota dan kita pede-
                                                                                                                                                                                                                             kinan dan sistem yang eksploitatif.
                                                                                                                                                                                                                                 Bank syariah dewasa ini masih
                                                                                                                                     bersabda: “Sungguh seorang di antara         saannya. Mereka memusatkan pada            sangat terbatas operasinya kepada
                                                  BAMBANG SETIAJI
                                                                                                                                     kamu pergi di waktu pagi, lalu ia mem-       pengembangan ilmu pengetahuan              murabahah (leasing) ke sisi kredit dan
                          Rektor dan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta
                                                                                                                                     bawa kayu bakar di atas punggungnya,         teknologi dan penanaman modal, kita        mudharabah (bagi hasil) ke sisi pena-
                                                                                                                                     yang dengan itu ia bershadaqah, serta        adalah petaninya dan buruhnya. Dalam       bung/deposan. Rujukan utama bank Is-


B
        erbagai interaksi yang terjadi     sasaran atau variabel yang menjadi            pengangguran yang tinggi seperti            tidak membutuhkan bantuan orang lain,        struktur desa kota tidak pernah ada        lam sebenarnya adalah syirkah, para
        antara Muhammadiyah dan            perhatian dalam studi ekonomi makro           Indonesia dan beberapa negara Muslim        itu lebih utama baginya daripada ia          sejarah yang menunjukkan bahwa desa        ulama sendiri banyak kurang puas
        gerakan-gerakan Islam salafiyah    bisa dirinci menjadi 6 variabel produk:       yang lain, seringkali produksi dan          meminta kepada seseorang, (baik) orang       lebih makmur dari kota.                    dengan sistem murabahah (leasing).
menyebabkan kegamangan internal            domestik riil, tingkat pengangguran,          pekerjaan yang tersedia terlalu capital     tersebut memberi kepadanya atau                  Negara peserta tidak mungkin           Dengan kata lain, kontribusi bank Islam
Muhammadiyah untuk mengajukan kon-         tingkat inflasi, tingkat suku bunga, indeks   intensive yang menyebabkan tingkat          menolak.” (HR Ahmad, Bukhari, dan            menyamai negara inti. Di negara inti       sebagai solusi masalah pengangguran
sep pemikiran berbasis Islam, dalam hal    harga saham, dan tingkat kurs. Di             penyerapan tenaga kerjanya rendah.          Muslim).                                     sistem ekonomi pasar bebas saja sering     melalui aktifitas syirkah belum tampak.
ini konsep ekonomi Islam. Nuansa syari-    antara variabel tersebut yang paling              Karena terdapatnya pertentangan             Hadist di atas menunjukkan betapa        terjadi masalah krisis, depresi dan        Namun, bank syariah yang ada dapat
ah yang selalu menghukum di berbagai       utama mengukur perkembangan ekono-            seperti itu, menjadi timbul dua pilihan     pentingnya dan betapa mulianya lapang-       pengangguran, lebih-lebih kita negara      dikategorikan sebagai bank yang sangat
daerah misalnya, dengan terdapatnya 48     mi adalah produk domestik riil, dan           apakah menekankan pertumbuhan PDB           an pekerjaan, dan tentu saja para            pinggiran. Kita sudah mencoba dan          mendorong sektor riil dan pertumbuhan
PERDA yang bersisi larangan dan            tingkat pengangguran.                         atau menekankan pengurangan pe-             pengusaha dan pemerintah yang                menunggu sistem ini sejak orde baru        itu sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh
hukuman membuat rakyat takut terhadap          Antara produk domestik riil serta         ngangguran. Ajaran Islam jelas memilih      mementingkan lapangan pekerjaan              yang mulai diperkenalkan dan diintensif-   tingginya LDR atau FDR bank Islam
Islam. Demikian juga sikap keras dan       pertumbuhannya dan tingkat pengang-           pengurangan pengangguran dijadikan          tersebut. Lapangan pekerjaan harus           kan sejak reformasi. Kita sudah menung-    yang mendekati 100 persen, menunjuk-
kaku sampai pendekatan terorisme,          guran tidak bertentangan, bahkan              ukuran yang lebih penting. Pertumbuhan      menjadi ukuran sukses sistem ekonomi         gunya hampir 50 tahun. Pengangguran        kan bahwa semua dana yang terkumpul
membingungkan masyarakat luas.             tingkat pengangguran merupakan fungsi         PDB riil bisa jadi hanya dinikmati oleh     yang dianut dan bukan (hanya) perkem-        yang disepakati sebagai masalah utama      di bank Islam tersalur ke sektor riil.
     Di tengah kekaburan seperti itu       ikutan dari pertumbuhan produksi riil.        kelompok yang sudah kaya, sedang            bangan PDB riil.                             di negara-negara Muslim besar tetap        Sementara itu, bank-bank konvensional
peran Muhammadiyah sebagai kelom-          Para ekonom berpendapat bahwa                 pengurangan tingkat pengangguran lebih                                                   tidak terselesaikan. Apabila sistem ini    banyak menempatkan uangnya di Bank
pok pengingat akan keberadan Tuhan di      apabila tingkat pertumbuhan produk            merupakan sasaran yang humanistik.          Evaluasi Terhadap Sistem Ekonomi             kita lanjutkan 50 tahun lagi ke depan,     Indonesia dan menjadi beban BI untuk
ruang publik yang bersifat tengahan        domestik riil tinggi, maka diperlukan             Pengurangan pengangguran menye-         Sekarang                                     hasilnya tetap saja, tidak akan dapat      memberikan bunga.
menggembirakan dan mengingatkan            tenaga kerja sebagai salah satu faktor        babkan atau inklusif sasaran ekonomi lain       Apabila kita sepakat bahwa lapang-       menyelesaikan masalah pengangguran             Sistem konvensional terlihat ber-
tetap harus dilakukan. Dalam bidang        produksi untuk merealisir pertumbuhan         seperti adanya aliran pendapatan kepada     an kerja menjadi ukuran keberhasilan         dan sasaran ekonomi makro utama full       basis uang ke uang, sedangkan Bank
ekonomi nilai-nilai Islam dapat disum-     tersebut. Namun, tidak selamanya              masyarakat, dan sekaligus mengurangi        ekonomi makro yang lebih penting,            employment.                                Syariah berhasil menggerakkan dari
bangkan untuk mengatasi pengang-           sasaran atau ukuran pertumbuhan               kemiskinan, serta mengurangi masalah        maka ekonomi makro kita selama ini               Fenomena bank syariah merupakan        uang ke sektor riil yang berbasis
guran yang selama setengah abad            produk domestik riil bermanfaat atau          sosial. Hal ini menjadi concern Al-Qur’an   telah GAGAL.                                 salah satu aspek yang paling menonjol      produksi dan membuka lapangan kerja.
mencoba sistem semi kapitalis dan          otomatis bekerja mengurangi tingkat           dan dinyatakan dalam banyak ayat.               Sistem ekonomi makro kita ini meru-      di antara concern Islam terhadap           Namun, dengan titik berat di bidang
kapitalis murni ternyata GAGAL.            pengangguran. Untuk negara dengan             Pengentasan kemiskinan dalam Islam,         pakan sub sistem negara inti yang            ekonomi yang dipraktikkan selama satu      murabahah (jual beli-leasing), maka
     Sebagaimana diketahui bahwa           penduduk yang besar dan tingkat               bukan didasarkan kepada derma               berpusat di negara-negara pemilik            dekade terkahir. Sebenarnya concern        peran Bank Islam belum begitu terasa,




80    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010   81
                                                                                     WAWASAN

bank syariah masih bekerja secara           sadar memiliki tanggung jawab me-            deductible dengan menjadikan pungutan
mikro, sedangkan gagasan makro              ngurangi pengangguran dan melakukan          zakat menjadi satu SPPT.
ekonomi yang dapat berpengauruh luas        kerja sama (taawun) atau koordinasi.              Masyarakat ditanya apakah akan
dan langsung sangat diperlukan.             Atas pengeluaran pemerintah untuk            membayar zakat melalui pemerintah,
     Dengan mengangkat tema full            subsidi bunga maka crowding out tidak        dengan memberikan tugas baru pe-
employment sebagai sasaran ekonomi          terjadi, karena suku bunga riil yang         merintah melaksanakan program wel-
makro, marilah kita merenung apa yang       dihadapi swasta turun ke titik nol (hanya    fare state lebih cepat dan mengadopsi-
sebenarnya dikehendaki Allah SwT            sebesar inflasi). Apabila tingkat tersebut   nya menjadi kewajiban negara yang
dengan memusnahkan riba dan                 terlalu berat bagi pemerintah atau           penting. Program welfare state dalam
menyuburkan sedekah?                        menyebabkan munculnya banyak                 negara modern kurang lebih sama de-
     Allah memusnahkan riba dan             pengusaha baru, dengan prinsip tolong        ngan penyantunan 8 asnaf dalam Islam.
menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak        menolong (taawun), pemerintah dan            Dengan memberi perhatian kepada 8
menyukai setiap orang yang tetap dalam      swasta dapat melakukan syirkah atau          asnaf maka ekonomi Islam akan se-
kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Q.s.    kerja sama untuk membiayai operasi           makin mensejahterakan rakyat dan akan
2; 76                                       bank syariah. Syirkah bisa dilakukan dua     sangat dinantikan oleh rakyat.
     Sedekah adalah kata lain dari zakat,   sisi yaitu bank (kuasa modal) ke pe-              Operasionalisasi ekonomi makro
dana publik yang dalam masa pemerin-        rusahaan (mudharib), tetapi karena bank      Islam sangat tergantung dari pemerintah.
tahan Islam merupakan sumber peneri-        itu sendiri juga perusahaan, maka bisa       Dimulai dari perubahan undang-undang
maan negara terpenting. Dengan de-          juga melakukan syirkah membiayai             zakat yang bertujuan mengintegrasikan
mikian sedekah semakna dengan APBN          operasi bank.                                kembali zakat kedalam keuangan negara,
atau fiskal. Artinya bahwa sistem Ekonomi       Dengan sistem ini yang dapat dito-       dengan menempatkan dirjen zakat di
Islam mengijinkan mensubsidi bunga dan      long akan semakin besar dengan subsidi       bawah menteri keuangan. Tujuan dari
meringankan pengusaha bebas tambah-         tertentu dari pemerintah.                    penyatuan ini adalah supaya tidak terjadi
an. Akibatnya, investasi akan mengalami         Umumnya subsidi pemerintah me-           dua pembebanan, dan supaya pemerin-
boosting. Semua usaha menjadi layak,        nyebabkan moral hazard yaitu berupa          tah bersedia menjalankan full deductible
lapangan pekerjaan akan terbuka seluas      kredit macet. Dalam proposal ini, moral      tax, karena pemerintah dapat mengontrol
mungkin, dan PDB riil pada akhirnya juga    hazard tidak terjadi karena yang melak-      dengan baik berapa zakat yang benar-
akan meningkat, tax base akan meningkat     sanakan subsidi adalah bank biasa yang       benar disalurkan.
juga dan keuangan negara akan mening-       bekerja berdasar prinsip kehati-hatian,           Dengan sistem ini dalam APBN ter-
kat.                                        dan manajemen risiko yang diperhitung-       dapat dana suci yang harus disalurkan
     Maka, jika peminjam membayar suku      kan dengan baik.                             kepada 8 golongan masyarakat yang
bunga sebesar inflasi, pada hakekatnya          Kebaikan-kebaikan pasar dan              kurang diuntungkan seperti fakir, miskin,
masih merupakan suku bunga yang nol.        sistemnya masih digunakan dalam              anak terlantar, suku terasing, budak atau
Dengan adanya fenomena inflasi maka         sistem ini. Islam sangat menghargai          perburuhan, pertahanan alutsista, mem-
suku bunga yang diperlukan untuk            pasar, pengusaha, insentif laba, untuk       back up bank dan pengusaha yang
mengkover aktivitas perbankan, dalam        tujuan yang lebih besar yaitu pertum-        bangkrut sepanjang tidak ditemukan
sistem Islam ditanggung bersama, yaitu      buhan ekonomi, atau kemakmuran dan           kesengajaan, dan amil zakat yang dalam
sebesar inflasi ditanggung peminjam dan     lapangan pekerjaan.                          hal ini adalah organisasi-organisasi Is-
selebihnya disubsidi pemerintah. Dengan         Ibnu Taimiyah misalnya memikirkan        lam yang selama ini membiayai aktifitas-
skema ini tentu saja bisnis banyak akan     agar pasar bekerja dengan baik dan           nya dengan mengumpulkan zakat dari
menjadi feaseble, investasi akan meng-      pengusaha mendapat insentif keuntung-        masyarakat.
alami boosting dan penyerapan tenaga        an yang menyebabkan mereka bergai-                Dengan merujuk Fikih Zakat Yusuf
kerja dan full employment akan mungkin      rah. Peran pengusaha sebagai penyedia        Qardhawi, tarif pengeluaran zakat
tercapai di dunia Muslim yang dewasa ini    barang dan jasa serta memberi lapang-        adalah antara 5 dan 10 persen dari
umumnya menjadi negara pinggiran atau       an pekerjaan yang sangat diperlukan          pendapatan kotor. Atau 2,5 persen dari
peserta sistem ekonomi yang berpusat di     sangat disadari.                             nilai aset. Tarif 2,5 persen dari nilai aset
negara inti.                                    Dengan tugas melakukan subsidi           ini setara dengan 15 sampai 25 persen
                                            atau menyalurkan sedekah, pemerintah         aliran pendapatan. Pengeluaran zakat
Crowding Out dan Moral Hazard               dunia Islam sebaiknya menyatukan kem-        yang tertib sangat besar oleh sebab itu
    Dalam ekonomi Islam, pengeluaran        bali antara zakat dan pajak yang semula      menjadi urgent menyatukan zakat dan
investasi dilaksanakan bersama antara       memang menjadi satu atap. Pemerintah         pajak supaya tidak terjadi double beban.
pemeritah dan swasta, keduanya secara       hendaknya menggunakan sistem full            Wallahu a’lam bi showab.

82     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
                                                                                           PUSTAKA                                                                                                                            PUSTAKA


     REKAM              GERAKAN
     REKAM JEJAK SEABAD GERAKAN                                                                                                                  BUKU-BUKU TENTANG MUHAMMADIYAH
     PEMBARUAN MUHAMMADIYAH
                      MMADIY
     PEMBARUAN MUHAMMADIYAH
                                                                                                                                        M
                                                                                                                                                enjelang Muktamar Satu Abad ada banyak buku              Politik Kaum Modernis; Perlawanan Muhammadiyah
                                                  FARID SETIAWAN                                                                                tentang Muhammadiyah yang terbit untuk meramai-          Terhadap Kolonialisme Belanda. Penulis DR. Alfian
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Konsentrasi Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam                               kan Muktamar. Di antara buku itu adalah:                 (Alwashat Jakarta; 2010/ xvii+448 halaman)
                                                                                                                                                                                                             Buku ini memberi kesaksian lain tentang sejarah atas aktualisasi
                                                                                                                                        Meremajakan Pimpinan Muhammadiyah. Ki Bagus                      peranan Muhammadiyah dalam memperjuangkan modernisme
Judul Buku      : Muhammadiyah Gerakan Pembaharuan                   watak dan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan pemba-             Hadikusuma dkk (Suara Muhammadiyah bekerjasama dengan            Islam di Indonesia. Buku ini juga membantah tesis Snouck Hurgronje
Penulis         : DR. Haedar Nashir, M.Si                            haruan saja. Tetapi lebih dari itu, ia juga menyoroti sistem Mu-   LPI PP Muhammadiyah; 2010/ xvii+184 halaman)                     yang mendiagnosa Islam tidak mempunyai harapan untuk menjadi
Penerbit        : Suara Muhammadiyah                                 hammadiyah sebagai organisasi. Hal ini wajar, mengingat mo-             Buku yang dihimpun oleh Imron Nasri ini memuat kumpulan     landasan masyarakat modern. Karena ternyata, Muhammadiyah
Cet. Pertama    : Maret 2010                                         dernisasi Muhammadiyah kala itu bersemayam pada ge-                tulisan Ki Bagus Hadikusuma, AR Fakhrudin, Hamka, MH             yang merupakan gerakan Islam modernis mampu mewarnai seluruh
Tebal           : xii + 471 halaman                                  rakannya yang berbasis sistem (organisasi). Sebagai “tali          Mawardi, Muhammad Djazman, HS Prodjokesoemo, dkk                 kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik ini.
                                                                                              pengikat” warga, anggota maupun           Secara umum buku ini menyorot tentang gaya problem


P
        ada zamannya, gerakan pem-                                                            pimpinannya, di dalam sistem or-          kepemimpinan di Muhammadiyah serta perlunya terus                Benteng Muhammadiyah; Sepenggal Riwayat dan Pemikir-
         baruan Muhammadiyah selalu                                                           ganisasi Muhammadiyah terdapat            melakukan peremajaan Pimpinan di Persyarikatan.                  an Haji Fachroedin. Penulis Mu’arif (Suara Muhammadiyah
         dimaknai sebagai antitesa atas                                                       sejumlah pemikiran-pemikiran pokok,                                                                        kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta;
pelbagai persoalan umat. Kala itu,                                                            seperti: pemikiran ideologis, pemikiran   Wawancara Imajiner                                                                                    2010/ xx + 332 halaman)
jawaban yang diberikan Muhamma-                                                               dakwah, pemikiran tajdid, paham           Dengan KH Ahmad                                                                                           Buku ini merupakan
diyah bukan saja berada dalam tataran                                                         agama, khittah perjuangan hingga          Dahlan. Penulis: Achlaq                                                                               biografi salah satu tokoh
wacana, tetapi justru amalan nyata. Ter-                                                      konsep masyarakat Islam yang di cita-     Shiddiq Abidin (Nuha Press                                                                            perintis Muhammadiyah
dapat dua hal yang menjadi watak dan                                                          citakan Muhammadiyah. Semua hal           Kerjasama dengan Naufan                                                                               generasi pertama. Haji
karakter dasar pembaharuan Muham-                                                             tersebut dijelaskan panjang-lebar oleh    Pustaka Yogyakarta; 2010/                                                                             Facroedin mungkin tidak
madiyah dalam menjawab persoalan-                                                             penulisnya dalam buku ini.                xii – 88 halaman)                                                                                     banyak dikenal warga
persoalan masyarakat. Pertama, Mu-                                                                Di samping itu, Haedar juga men-           Buku ini sebuah                                                                                  Muhammadiyah masa
hammadiyah sebagai gerakan yang                                                               jelaskan secara cerdas dan cermat me-     bentuk refleksi yang                                                                                  sekarang. Di samping
mengembangkan teologi amal. Sekali-                                                           ngenai gerakan Aisyiyah serta per-        bersifat dialogis antara                                                                              usianya yang pendek
pun pendiri Muhammadiyah, Kiai Haji                                                           kembangan organisasi dan amal usa-        generasi ke 4 Muham-                                                                                  Fachroedin juga tidak
Ahmad Dahlan, sering disebut sebagai                                                          ha Muhammadiyah dari masa awal            madiyah –meminjam                                                                                     pernah menjadi ketua HB
man of action, tetapi setiap amalan                                                           hingga sekarang. Data-data sejarah        istilahnya Abdul Munir                                                                                Muhammadiyah. Namun,
yang dilakukannya selalu didasari oleh                                                        yang sebagian besar diambil dari sum-     Mulkhan- dengan pen-                                                                                  Pemimpinan Redaksi
semangat teologis. Ketajaman pere-                                                            ber-sumber primer cukup melengkapi        diri Muhammadiyah.                                                                                    Suara Muhammadiyah
nungan dan kemampuannya dalam                                                                 khasanah kekayaan buku ini. Tidak ha-     Walaupun           hanya                                                                              yang pertama ini banyak
menginterpretasikan teks sebagaimana                                                          nya berbicara dalam konteks sejarah,      sebuah bentuk dialog yang bersifat imajiner, namun pesan dari    mendana baktikan hidupnya untuk bangsa dan negara ini.
kebutuhan zaman ialah wujud pemba-                                                            dalam buku ini, Haedar juga               dialog tersebut sangat memiliki korelasi dengan persoalan dan    Pergaulan sangat luas dan sangat aktif berjuang melawan
haruan pendiri Muhammadiyah. Spiritualitas inilah yang pada          mengemukakan gagas-an tentang Muhammadiyah masa depan              berbagai fenomena aktual yang mesti menjadi perhatian warga      Belanda. Menggalang aktivis buruh untuk mogok adalah salah
tahap selanjutnya melahirkan pelbagai amal usaha Mu-                 di tengah pusaran arus globalisasi. Tantangan demi tantangan       Muhammadiyah.                                                    satu keahlian murid Kiai Dahlan ini.
hammadiyah.                                                          Muhammadiyah masa depan, baik dari sisi (pembaharuan)
    Kedua, Muhammadiyah sebagai gerakan purifikasi iman. Se-         internal maupun eksternal, diulas dengan bersahaja.                Muhammadiyah sebagai Gerakan Seni dan Budaya; suatu              Merajut Pemikiran Cerdas Muhammadiyah Perspektif
lain memurnikan akidah umat dari syirik, khurafat dan takhayul,           Oleh sebab itu, buku ini memiliki arti penting bagi para      warisan intelektual yang terlupakan. Penulis Prof. DR. Hj Siti   Sejarah. Penulis Prof. DR. Achmadi (Suara Muhammadiyah
gagasan pembaruan Kiai Haji Ahmad Dahlan juga berada di dalam        aktivis, akademisi hingga mereka yang hendak mengkaji dan          Chamamah Soeratno, dkk (LPM UAD kerjasama dengan                 kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang;
praktik pelaksanaan ibadah, seperti: pelurusan arah kiblat, shalat   mengenal lebih jauh tentang Muhammadiyah. Sekali pun ada           Pustaka Pelajar Yogyakarta; 2010/ xxv + 277 halaman)             2010/ x+180 halaman).
hari raya di tanah lapang dan lain-lain. Pembaruan ini dilakukan     beberapa hal teknis penulisan yang perlu dibenahi, namun               Buku ini ditulis untuk memunculkan performa dan perspektif       Buku ini merangkum semua pemikiran yang pernah lahir
tiada lain untuk memajukan, menggembirakan dan me-                   hal itu tidak menghilangkan substansi bahasan buku ini.            baru dalam menilai Muhammadiyah. Perspektif seni budaya          dari rahim Muhammadiyah. Penelusuran yang dilakukan pe-
nyebarluaskan ajaran agama Islam. Ketiganya itu merupakan            Demikian halnya dengan pengulangan-pengulangan “di sana-           sengaja dihadirkan untuk menepis kritik yang selama ini          nulis buku ini mengantarkan kita pada satu kesimpulan awal
kata-kunci yang selalu dicantumkan dalam “Statuten Muham-            sini” yang perlu dimaknai sebagai bentuk penegasan penulis-        bergema yaitu terasingnya Muhammadiyah dari seni dan             yang sangat berharga. Muhammadiyah sudah sangat terbiasa
madiyah” dari periode Ahmad Dahlan hingga tahun 1946.                nya atas topik yang dikaji. Semoga buku yang ditulis oleh          budaya. Dengan hadirnya buku ini semua kritik sedikit            dengan perbedaan pemikiran dari warga dan pimpinannya.
    Dua watak dan karakter dasar pembaharuan Muhamma-                “mujadid” Muhammadiyah ini mampu mengisi ruang berpikir            terbantah. Ternyata seni dan budaya selalu dan harus             Muhammadiyah selalu menjamin setiap warganya mengem-
diyah di atas telah digambarkan secara elok oleh Haedar Na-          semua kalangan, khususnya di internal Muhammadiyah, dalam          mendapatkan ruang yang memadai untuk berkreasi di                bangkan pemikirannya tanpa harus takut akan diberi stigma
shir dalam buku ini. Haedar bukan saja mengelaborasi perihal         menggerakkan Persyarikatan di abad kedua.                          lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.                           menyimpang apalagi sesat dan dikafirkan. k’ies

84     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                  SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010       85
                                                                                      GAGASAN                                                                                                                            GAGASAN

                                                                                                                                     yang potensial dikorupsi di lembaga perpajakan.                    Ditengarai, 91% hutan alam yang berada di Jawa dan Bali
       MEREVITALISASI DAN MEMAKNAI DAKWAH                                                                                                Problem serupa di atas juga terjadi pada isu free sex &        telah musnah.
                                                                                                                                     pornography yang tidak kalah dahsyatnya. Saat ini eranya               Padahal Indonesia semula menjadi peringkat 5 besar di
  DITENGAH PROSES KEHANCURAN PERADABAN MASYARAKAT SIPIL                                                                              telekomunikasi, internet serta cyber. Semua informasi yang         dunia karena memiliki lebih dari 38.000 jenis tumbuhan. Di
                                                                                                                                     beredar di dunia dapat di akses secara real time. Dunia cyber      Jawa saja, ada sektar 2.000-3.000 jenis tumbuhan dalam
                                            DR. BAMBANG WIDJOJANTO                                                                   melalui internet, you tube, facebook terus berkembang dan          setiap 10 km persegi, sementara di Kalimantan dan Papua
                                                                                                                                     telah melewati 500 juta pemakai. Cina sendiri menjadi              mencapai lebih dari 5.000 jenis.


P
        roblem 5F yang luar bisa dahsyatnya yang meliputi:         kehancuran yang luar biasa. Lihat saja problem fraud berupa       pengguna internet terbesar di dunia setelah AS kendati baru            Dampak kerugian hutan sangat luar bisa besarnya. Data
        food, fuel, forestry, fraud dan free sex & pornography     korupsi di sektor perpajakan. Sejak Indonesia merdeka, nyaris     8% dari populasinya yang online dengan internet.                   pada tahun 2003 saja menyatakan, ada kesenjangan antara
        berkembang begitu masif, sistematis dan terstruktur.       tidak pernah terdengar ada korupsi di sektor pajak karena             Hasil survei yang dilakukan surveytoptenreviews.com dan        kebutuhan konsumsi kayu sebesar 98 juta m3/tahun dengan
Kejahatan atas bahaya 5F berkembang nyaris sempurna                kourpsi hanya dilihat di sektor penggunaan keuangan negara        googletrends.com. Survei ditujukan untuk melihat perilaku          jumlah produksi kayu bulat yang legal yang hanya 12 juta m3/
karena kemungkinan sudah “menerkam” dan tengah                     tapi tidak pendapatan yang dihasilkan negara. Di awal tahun       pihak yang menggunakan internet yang ingin mengetahui seks         tahun. Kesenjangan atas 86 juta m3 kayu bulat itu saja sudah
“melumat”, tata nilai dan peri kehidupan negeri pertiwi, dan       2010, baru terungkap data yang sangat mengerikan dan              dengan meng hit, kosa kata kunci “sex”. Peringkat di Indonesia     mencapai angka 30 triliun rupiah. Kesenjangan dimaksud
bahkan mungkin seantero jagad.                                     menguatirkan, betapa mengerikan dan dahsyatnya pola,              ternyata terus meningkat. Pada tahun 2006, status Indonesia        punya tren terus meningkat.
    Kemanusiaan beserta peradabannya menuju “tubir jurang”,        modus operandi dan dampak kerugian korupsi perpajakan.            berada di peringkat 7 di dunia tetapi pada 2008 sudah menjadi           Pada kondisi seperti itu, maka dapat dipastikan akan kian
sakaratul maut tengah terus mengintai, dan mungkin saja                Dana pajak yang “disikat” Gayus sebesar 28 miliar rupiah,     peringkat 3 dan punya tendensi terus meningkat.                    sulit untuk mewujudkan cita-cita “Baldatun Thayyibatun wa
“neraka jahanam kecil” tengah bermetamorpose untuk “menjadi”       atau jumlah dana yang diduga di korupsi Bahasyim Assifie,             Survei lainnya dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak         Rabbun Ghafur” dan semakin tidak mudah mencapai tujuan
karena ketidakmampuan “umat, umara dan ulama”, mengelola           sejumlah 3 kali lipat jumlah yang dicuri Gayus, bisa jadi tidak   pada 2007, atas 4500 remaja di kota besar untuk melihat            untuk “Membangun Masyarakat Islam yang sebenar-
sekalian “nikmat” Tuhan yang pernah diturunkan di negeri           seberapa dan bukan angka yang riil. Informasi informal yang       perilaku seksualnya. Survei mendapatkan hasil yang                 benarnya”, termasuk membangun suatu tatanan “masyarakat
tercinta. Indonesia sedang dihempas, diporak-porandakan dan        perlu diklarifikasi menyebutkan, ada dana sebesar lebih dari      mencengangkan, yaitu: 97% dari para remaja kota telah pernah       di mana hukum Allah berlaku dan dijunjung tinggi serta menjadi
bahkan diluluh-lantakkan oleh sebagian pemimpin, rakyat, dan       100 miliar yang kini masih dikuasai Gayus yang juga diduga        lihat film porno, 94% dari mereka pernah berciuman, petting        sumber dari segala hukum lainnya”
sangat mungkin, sebagian ulamanya sendiri.                         hasil dari penyalahgunaan kewenangannya.                          dan melakukan oral seks, 63% pelajar SMP menyatakan sudah              Disisi lainnya, institusi Muhammadiyah diyakini telah
    Fakta dan problem aktual bukan sekedar membuat                     Potensi korupsi di sektor pajak jauh lebih besar dari angka   tidak perawan lagi, dan 21% remaja SMA mengakui pernah             berupaya untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi,
kemiskinan kian absolute, tetapi telah terjadi proses              di atas. Pada tahun 2010, target penerimaan dari pajak sebesar    melakukan aborsi.                                                  mengaktualisasikan teks menjadi konteks, Dan bahkan,
pemiskinan yang kian sistematis, rakyat kecil makin rentan         733,24 triliun dari besaran jumlah dana APBN Perubahan tahun          Sementara, survei dari Yayasan Kita dan Buah Hati              membumikan hal normatif ke dalam tingkat praksis dengan
dan terus dimarjinalkan, kualitas dekadensi moral terus            2010 yang berjumlah Rp. 1.047, 6 triliun. Jadi, pajak             menyatakan: ada sekitar 66% anak usia 9-11 tahun telah             fokus pada sektor tertentu, seperti antara lain di bidang
meningkat dengan sebaran yang makin meluas, pemimpin               menyumbang sekitar 70% APBN. Jika estimasi angka rata-            pernah melihat pornografi dari sumber tertentu. Khususnya          kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan.
yang amanah kian sulit didapatkan, kehidupan menjadi               rata “kebocoran” yang biasa terjadi sebesar 30% saja dari         66% dari sumber: games, situs porno, film, VCD/DVD,HP.                 Secara kuantitas dan kualitatif, tidak dapat dipungkiri, ada
materialitis dengan jebakan kusumerisme yang tidak lagi            jumlah di atas, maka jumlah kerugian negara sudah lebih dari          Kerusakan pada bidang forestry juga sama parahnya.             cukup banyak “keberhasilan” bila dilihat dari jumlah sekolah,
dibimbing nilai spiritualitas Ilahiah yang berpuicuk pada          240 triliun rupiah, Salah seorang anggota parlemen                Indonesia termasuk salah satu di antara 44 negara, dengan          universitas, lembaga otonom, rumah sehat dan program
pencarian Ridla Allah. Nampaknya, dakwah tengah dihadapkan         menyatakan “pemerintah menargetkan penerimaan pajak               laju kerusakan hutan tertinggi di dunia. Prof. DR. Anggara Jenie   ekonomi yang telah dimiliki dan dijalankan. Ada cukup banyak
pada ancaman dan tantangan yang luar biasa dahsyatnya!             tahun 2009 sebanyak Rp 577 triliun, namun negara hanya            dari LIPI menegaskan, laju kerusakan hutan di Indonesia            sarana dan prasarana dan orang-orang “hebat” yang menjadi
    Bilamana kedahsyatan sebagian problem 5F diperiksa             bisa mendapatkan Rp 560 triliun, padahal penerimaan bisa          mencapai 1,8 juta hektar pertahun atau 2% dari seluruh luas        bagian dari organisasi Muhammadiyah.
agak teliti maka dapat diperlihatkan daya rusak dan dampak         mencapai Rp 700 triliun”. Jadi ada sekitar 140 triliun rupiah     hutan yang setara dengan 51 kilometer persegi hutan per hari.          Pertanyaan reflektif yang perlu dikemukakan, sejauhmana




86     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    87
                                                                                     GAGASAN                                                                                                                                      WACANA

keberhasilan yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah di
dalam dakwahnya, dan seluruh sumber daya yang dimiliki
                                                                  “kemuhammadiyahan” dan mentransformasikannya menjadi
                                                                  sikap dan perilaku keteladanan individu dan organisasi. Tidak          MENUJU PEMBINAAN PERADABAN UTAMA
lembaga, dapat dan telah digunakan secara optimal untuk
melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar serta mengemban
                                                                  sekedar dari bacaan shalatnya, tetapi dari sikap, perilaku,
                                                                  kepemimpinan dan keteladanannya.                                                BERBASIS TAUHID
dan mengamalkan risalah Islam masih tetap relevan dan                 Keautentikkan karakter dan kepribadian harus diaktuali-
kontekstual dengan problem konkret yang kini tengah dihadapi      sasikan dalam berbagai program quick win, program strategis                                                             M HABIB CHIRZIN
sebagian besar masyarakat seperti diuraikan di atas.              dan program fundamental dari organisasi. Beberapa sektor                             Coordinator, South East Asia Regional Forum on Islamic Epistemology and Education Reform
    Pertanyaan lain, yang juga dapat diajukan, apakah             prioritas yang menjadi fokus aksi kemasyarakatan Muhamma-


                                                                                                                                      T
diperlukan suatu strategi dan metode dakwah yang lebih utuh,      diyah (pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan) harus                       erobosan budaya yang dilakukan        proses dengan sangat cepat, yang ditun-       of yesteryears, in future it will not be
sistematis dan terstruktur agar tetap kompatibel dalam            diletakkan bagian dari dakwah yang terus menerus diberi nilai               oleh KH A Dahlan dengan kembali       jang oleh kemajuan teknologi informasi,       knowledge but wisdom that has value.
menghadapi masifitas dan kompleksitas problem yang secara         dan bobot kedalaman.                                                        kepada tauhid yang murni di bidang    komunikasi dan transportasi yang mem-         In his opinion “collective intelligence” –
kongkret dihadapi masyarakat.                                         Misalnya, pendidikan di sekolah Muhammadiyah harus              akidah, memiliki implikasi yang sangat        buat jarak lintas batas negara dan ke-        wisdom of crowd is important – by
    Ada tantangan yang tetap menjadi bagian dari dakwah           menjadi centre of excellent untuk menciptakan insan kamil,          luas dan mendalam secara konseptual           bangsaan menjadi semakin pendek. Na-          stimulating the wisdom of communities,
lembaga, seperti antara lain: kesatu, mengoptimalkan amaliah      pemimpinan amanah yang tabligh serta mampu menjamah                 bahkan filsafat keilmuan. Pandangan           mun masyarakat ilmu yang mengalami            a better idea can be generated through
organisasi agar suatu dakwah mempunyai korelasi signifikan        rakyat kecil yang tak mampu, dan bahkan sebagai pintu masuk         dunia (world view), tashawwur atau            perkembangan yang pesat ini menurut           discussions than conceived by an
dan di desain sebagai pembentukan ahlak, watak dan                “rakyat jelata” untuk mendorong mobilitas sosial hingga aras        mabda’ al ilmy yang dibangun atas             Hiroshi Tasaka, seorang Professor yang        expert”. Suatu “collective intelligence”
kepribadian anggota dan stakeholders untuk mencapai cita          dunia.                                                              landasan tauhid uluhiyyah, rububiyyah,        bekerja di Tama University, Tokyo, me-        yang berkembang di lingkungan
dan tujuan lembaga. Kedua, para kader, beneficiaries dan              Pendidikan juga harus menjadi wahana utama untuk                ubudiyyah, dan kauniyyah. Tauhid pen-         ngandung paradox. Professor Tasaka            masyarakat basis, yang diawetkan dan
stakeholders didorong untuk menjadi kader dan pihak yang          integrasikan nilai dan kompetensi, berbasis multiple intelligent,   ciptaan dan tauhid kebenaran. Pandang-        adalah pendiri jaringan kelompok pe-          diwariskan dari generasi ke generasi,
mengambil peran aktif dan strategis dalam membangun suatu         dengan memberikan fokus pada penemuan sains dan                     an dunia tauhid inilah yang menjadi lan-      mikir dunia (worldwide network think-         lewat berbagai kegiatan kemasyarakat-
gerakan guna mewujudkan cita dan tujuan organisasi;               teknologi masa depan dan memasok kebutuhan riil pasar serta         dasan pembinaan peradaban utama.              tank) yang bernama Sophia Bank. Dia           an. Sebagaimana yang dilakukan oleh
    Ada beberapa tantangan lainnya yang seyogianya dalam          sebagai basis pengkaderan umat.                                     “Tawhid the Soul or Essence of Islamic        membukakan beberapa strategi baru ke          jamaah, kelompok “qoryah thoyyibah”
meningkatkan dakwah sosial lembaga, seperti antara lain:              Seluruh fakta tantangan di atas telah memperlihatkan            Civilization. While Islam is the foundation   depan. Menurutnya, masyarakat ilmu ini        dan Ranting-Ranting yang kreatif.
kesatu, mengoptimalkan amaliah organisasi agar dakwah             bahwa dakwah yang berbasis pada seluruh kegiatan amaliah            of Islamic Civilization, its essence is       mengandung paradoks yang cukup be-                Tugas Muhammadiyah ke depan,
mempunyai korelasi signifikan dan di desain sebagai bagian        organisasi harus secara sengaja didesain untuk menjadi dasar        tawhid. It denotes not only the belief in     sar. Di masa depan, selain ilmu, diper-       dengan demikian adalah untuk meng-
pembentukan ahlak, watak dan kepribadian anggota dan              dan prasyarat utama dalam membangun keadaban dan                    the oneness of Allah, but also the belief     lukan suatu kebijakan (wisdom/hikmah)         efektifkan dan mengembangkan kerja-
stakeholders untuk mencapai cita dan tujuan lembaga; kedua,       peradaban, meminimalisasi problem 5F seperti telah diuraikan        in the onness of mankind and the onness       yang merupakan “collective intelligence”      sama yang erat antara universitas-
para kader, beneficiaries dan stakeholders didorong untuk         di atas serta ditujukan untuk mewujudkan cita dan tujuan            of the truth and morality.” (Kabuye Uthman    yang syarat dengan nilai-nilai moral.         universitas Muhammadiyah yang
menjadi kader dan pihak yang mengambil peran aktif dan            lembaga Muhammadiyah. Semoga melalui dakwah yang lebih              Sulaiman, dalam “Islamic Civilization :       “Today’s knowledge society is a big           tersebar di seluruh Tanah Air dengan
strategis dalam membangun suatu gerakan guna mewujudkan           substantif dan kompatibel dengan problem riil di masyarakat,        Meaning, Origin and Distinctive Charac-       paradox; knowledge is bound to lose its       Ranting-Ranting dan jamaah dan
cita dan tujuan organisasi;                                       Muhammadiyah dapat membangun “cerita sukses” adanya                 teristics”, p 77).                            value in this new era of knowledge            gerakan jamaah yang berada di basis.
    Organisasi Muhammadiyah ditantang untuk merumuskan            “the island of integrity, profesional, leadership”, sebagai              Masyarakat ilmu yang sedang ber-         society. In contrast to the talented people   Agar terjadi proses saling belajar dan
strategi dakwah yang dapat meningkatkan kapasitasnya kader        prasyarat membangun tangga menuju puncak kejayaan umat
dan lembaga agar memiliki kemampuan dalam merumuskan,             yang sebenar-benarnya untuk mewujudkan “Baldatun
menciptakan dan membangun nilai-nilai autentik                    Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”.




88    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                     SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    89
                                                                                              WACANA                                                                                                                                    WACANA

saling mengembangkan khazanah                 kebenaran proposisi-proposisinya. Al-           and/or contrary evidence).Islamic          mana penulis sempat duduk dalam suatu                Karakteristik yang pertama, bahwa         prinsip Islam yang berupa pemeliharaan
keilmuan dan kebijakan untuk memba-           Faruqi selanjutnya mengatakan: “As              Epistemology/An Nadzariyah al Ma’rifah     diskusi panel ADAMS Center di Virginia,         peradaban Islam ini berlandaskan kepa-         dan perlindungan, sebagaimana Allah
ngun peradaban masa depan yang                principle of knowledge, al tawhîd is the        al Islamiyah, merupakan suatu wilayah      USA pada tahun 1997, merumuskan lima            da akidah Islam, yang dilengkapi dengan        memelihara alam semesta (rabbul-
utama. Sebagaimana yang kita kenal            recognition that Allah, al haqq (the Truth)     kajian yang sangat mendasar di dalam       karakteristik Peradaban Islam (The              nilai-nilai dan prinsip-prinsip luhur. Suatu   ’alamien) dan keutuhan penciptaan-Nya.
sekarang dengan “knowledge manage-            is, and that He is One. This implies that       dunia keilmuan, tetapi selama ini kurang   characteristics of the Islamic civilization).   peradaban yang bersifat monoteistik,               Pada intinya, peradaban Islam adalah
ment”. Diperlukan kajian-kajian episte-       all contention, all doubt, is referable to      dikembangkan dengan sungguh-sung-          Abdul Aziz Othman Altwjri, The Charac-          yang berdasarkan akidah Tauhid.                peradaban tauhid, yang berbasis kepada
mologi yang serius, dengan mengem-            Him; that no claim is beyond testing,           guh dalam lingkungan universitas Islam.    teristic of the Islamic Civilization and Its         Karakteristik kedua, peradaban            ilmu pengetahuan (knowledge based) dan
bangkan pandangan dunia (world view)          beyond decisive judgment. Al tawhîd is          Kajian epistemologi ini bukanlah suatu     Future Prospect, dalam, Journal Islam           Islam ini bersifat universal, yang memiliki    membangun kemajuan, kesejahteraan
dan strategi budaya untuk membangun           the recognition that the truth is indeed        tajuk yang baru, oleh karena sejak pen-    Today, No 20, 1424/2003.                        kepedulian terhadap terhadap seluruh           berdasarkan keadilan dan kesetaraan.
kerangka keilmuan yang berlandaskan           knowable, that man is capable of reaching       dirian universitas-universitas Islam dan        Sebagaimana halnya dengan manu-            ummat manusia tanpa membedakan                     Dalam upaya pembinaan peradaban
tauhid.                                       it.”.                                           Institut Agama Islam di Indonesia 60 ta-   sia, setiap peradaban memiliki badan dan        ras, suku dan kebangsaan.                      utama ini, Muhammadiyah telah memiliki
     Dalam khazanah pengkajian pemi-                                                          hun yang lalu, pengkajian, perdebatan      jiwa. Badan dari suatu peradaban adalah              Karakteristik ketiga, sebagai sebuah      suatu set landasan nilai-nilai dan kerang-
kiran dan peradaban Islam, worldview              Ismail al-Faruqi, berpandangan              dan “ijtihad” di dalam wilayah epistemo-   berupa capaian-capaian material, seperti        peradaban yang merupakan rahmatan              ka pemikiran yang tertuang di dalam Ma-
ini disebut oleh para pemikir Muslim          bahwa pengakuan tauhid berati meng-             logi ini sudah dimulai.                    bangunan, fasilitas industri, mesin-mesin       lil’alamien yang menghargai warisan            tan Keyakinan dan Cita-cita Hidup
dengan berbagai istilah. Misalnya, Prof.      akui kebenaran dan kesatuan. Pan-                                                          pabrik dan berbagai fasilitas fisik yang        peradaban unggul di dunia dan sekaligus        Muhammadiyah, Kepribadian Muham-
Syed Naquib al-Attas menyebutnya              dangan Ismail al-Faruqi ini meneguhkan          Menuju pembinaan Peradaban yang            merefleksikan kesejahteraan dan                 menyumbang bagi perkembangan dan               madiyah, Muqaddimah AD, Khittah Per-
Ru’yatul Islam lil wujud (Islamic             asumsi bahwa sumber kebenaran yang              Utama yang Berteraskan Tauhid.             pencapaian kemajuan material.                   kemajuan ilmu pengetahuan, nilai-nilai         juangan Muhammadiyah, Pedoman Hi-
Worldview), Maulana al-Maududi                satu berarti tidak mungkin terjadi adanya           Membina suatu peradaban meru-               Sedangkan jiwa dari peradaban              keadilan, kesetaraan, keindahan dan            dup Islami Warga Muhammadiyah dll.
mengistilahkannya dengan Islami               dua atau lebih sumber kebenaran. Ini            pakan kerja umat jangka panjang yang       adalah suatu set niai-nilai dasar, dan          kebajikan (beauty and virtue).                     Berbagai tuntunan baku Muham-
nazariat (Islamic Vision), Sayyid Qutb        sekaligus menjadi bukti bahwa integrasi         memerlukan suatu kerangka kelimuan         konsep-konsep yang membangun kepri-                  Karakteristik keempat, peradaban          madiyah tersebut merupakan khazanah
menamakannya al-Tasawwur al-Islami            keilmuan memiliki kesesuaian dengan             yang menjadi landasan utamanya.            badian dan perilaku pribadi maupun              Islam adalah peradaban yang seimbang           “organic wisdom” yang sangat kaya dan
(Islamic Vision), Mohammad Alif al-Zayn       prinsip al tawhîd. Sebagai prinsip              ISESCO semacam UNESCOnya dunia             kelompok, hubungan antar mereka serta           (well-balanced civilization), yang meme-       mendasar, yang merupakan acuan dan
menyebutnya al-Mabda’ al-Islami               metodologis, menurut al Faruqi, Tawhîd          Islam yang tergabung di dalam OKI          pandangan dunia (worldview).                    lihara dan menjaga keseimbangan                sekaligus sumber inspirasi dalam kehi-
(Islamic Principle). Para pemikir Muslim      memuat tiga prinsip utama, yaitu:               (Organisasi Konperensi Islam) telah             Elemen-elemen inilah yang mem-             antara aspek kehidupan material dengan         dupan pribadi, berorganisiasi, ber-
tersebut bersetuju bahwa Islam memiliki       Pertama, penolakan terhadap segala              beberapa kali melakukan konperensi         bangun karakteristik peradaban Islam            kehidupan spiritual. Dengan memberi-           masyarakat dan bernegara, maupun
pandangan dunianya yang otentik. Syed         sesuatu yang tidak berkaitan dengan             tentang upaya bersama membangun            (the characteristics of the Islamic             kan keteladan dalam moderasi (tawas-           sebagai warga dunia. Dengan men-
Naquib al-Attas mengemukakan bahwa            realitas (rejection of all that does not cor-   peradaban Islam ini. Dalam beberapa        civilization). Lima karakteristik per-          suth) yang juga merupakan karakteristik        jadikan dan mengembangkan berbagai
worldview Islam adalah pandangan              respond with reality); kedua, penolakan         rekomendasinya juga terdapat point-        adaban Islam ini dapat dijadikan ancang-        dari pemikiran Islam (exemplary mo-            kebijakan dan panduan baku tersebut
Islam tentang realitas dan kebenaran          kontradiksi-kontradiksi hakiki (deniel of       point yang dapat dijadikan rujukan di      an dalam kerja besar dan jangka pan-            deration). Suatu moderasi yang diba-           menjadi kerangka pandangan dunia dan
yang menjelaskan hakekat wujud; oleh          ultimate contradictions); dan ketiga,           dalam kajian pembinaan peradaban           jang umat untuk mewujudkan keuta-               ngun atas keadilan dan kesetaraan.             kerangka pemikiran epistemologi dalam
karena apa yang dipancarkan Islam             keterbukaan bagi bukti yang baru dan/           Islam. Demikian pula Sek Jen ISESCO        maan dan keunggulan di muka dunia                    Karakterisktik yang kelima, adalah        upaya membina peradaban utama. Wa
adalah wujud yang total. Maka worldview       atau yang bertentangan (opennes to new          DR. Abdulaziz Othman Altuwaijri, di        dan kemanusiaan.                                sifat kelestarian, yang juga merupakan         Allahu a’lamu bi al shawab.
Islam bermakna pandangan Islam
tentang wujud (ru’yaat al-Islam lil-wujud).
Maulana al-Maududi memaknai Islami
Nazariyat (worldview) sebagai pan-
dangan hidup yang bermula dari konsep
keesaan Tuhan (syahadah) yang
mempunyai implikasi yang mendasar
pada keseluruhan kehidupan. Oleh kare-
na syahadah merupakan pengakuan
dan pernyataan moral untuk dilaksa-
nakan dalam kehidupan secara total.
Dalam diskursus ini Syed Naquib al-
Attas menampakkan pemikirannya yang
kuat ke arah makna epistemologis dan
metafisis dari semesta.
     Akidah Tauhid dalam pandangan
Isma’il Rajhi al Faruqi, bukanlah semata-
mata suatu kategori teologi. Tauhid
adalah suatu kategori epistemologis yang
berhubungan ilmu pengetahuan, dengan

90     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                                          SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010    91
                                                                       DI ANTARA KITA                                                                                                         DI ANTARA KITA


PDM SLEMAN SIAPKAN                                                                                                                                         ADi TV (Arah Dunia Televisi)
GEDUNG MEGAH UNTUK GERAKAN                                                                                                                             Televisi Pertama Milik Muhammadiyah


                                                                                                                                     T
                                                            besar di luar kota.         lah yang berkualitas, dan beberapa SMP             elevisi pertama Muham                                                                    Berantas Tayangan Mistik
                                                                Dengan ingatan yang     yang rata-rata memiliki kualitas tinggi.           madiyah yang sudah lama                                                                       ADi TV mampu hadir dari
                                                            cukup kuat, Abdul Choliq         Di momen hari bersejarah Muktamar             diidam-idamkan, ADi TV                                                                   wujud amanah dari beberapa kali
                                                            mengemukakan, betapa        Muhammadiyah ke-46 atau Muktamar             dengan mottonya “Pencerahan                                                                    Muktamar Muhammadiyah di
                                                            luar biasanya motivasi      Muhammadiyah Satu Abad, PDM Sleman           Bagi Semua” unggulkan Prog-                                                                    Aceh dan Malang, bertekad akan
                                                            pimpinan Muhammadiyah       kebut penyelesaian Gedung Perkantoran        ram Dialog Interaktif Muktamar di                                                              memberikan alternatif tayangan
                                                            di Sleman dalam me-         PDM Sleman yang cukup mewah                  channel 44 UHF setiap Ahad                                                                     yang tidak seperti biasa kita te-
                                                            ngemban amanah untuk        berlantai dua seharga Rp 4,5 milyar.         pukul 19.00-20.00 wib yang                                                                     mui di televisi lain.Terutama siar-
                                                            menjalankan roda Per-            Gedung tersebut terletak di per-        sudah dimulai 4 April 2010 hingga                                                              an yang vulgar, porno aksi, dan
                                                            syarikatan. Mereka tidak    tengahan areal persawahan di desa Pan-       Muktamar Muhammadiyah ke-46                                                                    terhadap gencarnya penayang-
                                                            ada yang ijin jika hendak   dawaharja, Kabupaten Sleman. Pene-           pada tanggal 3 Juli 2010.                                                                      an masalah mistis, dan takhayul
                                                            rapat, atau membahas se-    gasan ini dikemukakan oleh Ketua Bidang          Kepastian tersebut disam-                                                                  yang menyesatkan masyarakat.
                                                            suatu di Muhammadiyah.      III PDM Sleman, Ir. Noer Sasongko, dan       paikan Direktur Utama ADi TV,                                                                  “Akan kita berikan tayangan yang
                                                            Loyalitas mereka cukup      Sukirman kepada “SM” di lokasi Gedung        Drs. Muhammad Safar, M.Si                                                                      lebih menyejukkan, mendidik
                                                            dapat dibanggakan.          Perkantoran PDM Sleman berada.               yang telah menunjuk Drs. Pudja-                                                                dan mem berikan motivasi sema-
                                                                Pengajian rutin PDM          Rancangan Gedung Perkantoran            tmo untuk penggarapan                                                                          ngat untuk tumbuh di kalangan


J
      ika ditilik dari upaya perkaderan     Sleman dilakukan sebagai upaya me-          PDM Sleman dilakukan oleh arsitek Aida       program siaran.                                                                                warga Muhammadiyah,” kata
      yang telah dilakukan oleh Pimpinan    revitalisasi gerakan, peneguhan dan pe-     Rahma Solichah, yang peletakan batu              “Masih dengan crew yang                                                                    Muhammad Safar.
      Muhammadiyah Daerah Kabupa-           nguatan ideologi perjuangan, dan pro-       pertamanya sudah dilakukan bulan             minim dan infrastruktur yang se-                                                                    Khusus untuk perhelatan
ten Sleman, sesungguhnya telah me-          duktifitas kerja. Sebulan ada dua kali      September 2007 lalu, hingga kini sudah       derhana, kita maksimal bekerja                                                                 Muktamar Muhammadiyah ke-46
nyiapkan para kader Muhammadiyah            pertemuan pengajian, dan empat              merampungkan gedung berlantai dua            untuk yang terbaik buat Muk-                                                                   ini, Program siaran unggulan
untuk skup yang lebih luas, yaitu seluruh   pertemuan rapat organisasi ditambah         dengan rincian lobi gedung, ruang kantor     tamar Muhammadiyah ke-46,” ujar           memberikan penyajiannya yang terbaik.       adalah Dialog Interaktif Jelang Muktamar
Indonesia.                                  satu pertemuan rapat pleno.                 600 m, ruang pertemuan 20 x 50 m,            Muhammad Safar.                           Momentum Muktamar Muhammadiyah              Muhammadiyah yang melibatkan para
     “Dari upaya perkaderan, Muham-                                                     kantor lantai II, ruang sidang 12 x 50 m,        Dalam beberapa kesempatan, Pe-        ke-46 adalah yang terbaik untuk             tokoh-tokoh dan anggota masyarakat luas.
madiyah Sleman telah berperan besar         Membangun Jaringan                          ruang sidang 3 x 6 m , ruang sidang 9 x      nasihat PP Muhammadiyah Prof. DR.         memberikan ‘legimitasi’ syah di hati             Sejumlah tenaga dan sosok profesio-
menyumbangkan kader Muhammadiyah               Dalam membangun roda jaringan            12 m. Dana yang sudah dihabiskan             HM Amien Rais, MA dan Prof. DR. H         penggemarnya. ADi TV hadir untuk            nal yang kompeten telah disiapkan, tidak
untuk seluruh Indonesia,” kata Drs. H.      Persyarikatan di seluruh Kabupaten          mencapai Rp 1 milyar, diperoleh dari         Ahmad Syafii Maarif, baik ketika masih    memberikan pencerahan kepada semua.         kurang 30 tenaga telah mengikuti training
Abdul Choliq Muchtar, M.Si Ketua PDM        Sleman, Muhammadiyah mendirikan 17          swadaya murni warga Muhammadiyah             menjabat sebagai Ketua Umum PP                 Tidak sedikit tantangan modal yang     selama dua hari di Kampus Universitas
Sleman yang juga mengajar di Fakultas       PCM tersebar di antaranya di Kecamat-       dan bantuan dari Pemda Sleman setiap         Muhammadiyah telah mengemukakan           cukup besar untuk membiayai program         Ahmad Dahlan (UAD) dengan trainer
Fisipol UGM Yogyakarta.                     an Moyudan, Tempel, Ngaglik, Seyegan,       tahunnya Rp 200 juta.                        betapa pentingnya Persyarikatan Mu-       siarannya. Kendati sudah dilakukan upa-     para profesional senior.
     Perkaderan Muhammadiyah Sleman         Kalasan, dll. Jaringan PRM berjumlah             Tanah seluas 4500 me yang menjadi       hammadiyah untuk mendirikan media         ya kerja sama dengan berbagai pihak,             Jam tayang ADi TV selama berlang-
terhadap para mahasiswa yang terga-         143 Pimpinan Ranting Muhammadiyah           lokasi gedung perkantoran yang dibeli dari   elektronik televisi sebagai sarana        kerja keras tetap dilakukan dengan tidak    sungnya muktamar adalah rubrik Jurnal
bung dalam IMM kuliah di Universitas        yang rata-rata mampu mendirikan amal        Kas PDM Sleman ini seharga Rp 150 juta       dakwahnya agar dapat menjangkau           mengenal kata berhenti. Demikian pula       Pagi, hasil dari kegiatan pra dan selama
Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri        usaha.                                      pada tahun 2006. Nantinya gedung             seluruh elemen masyarakat luas.           dengan upaya yang dilakukan oleh PWM        muktamar pada jam 06.00 - 08.00,
(UNY) dan Universitas Islam Indonesia          PCM yang ada, rata-rata sudah            tersebut merupakan Gedung Perkantoran            “Media ini sangat penting bagi Mu-    DIY, sebagai owner dalam menangani          Dialog Interaktif dan Pernak Pernik Muk-
(UII). Jika mereka sudah mendapat           cukup baik dan produktif, kita masih        PDM Sleman yang lengkap dengan Ortom.        hammadiyah, karena itu berapa pun         masalah modal dengan mengenalkan            tamar pada jam 13.00 – 22.00.
materi berkualitas perkaderan oleh          membina dengan rasa prihatin terhadap       Dilengkapi dengan sarana ruang majelis,      modalnya kita berusaha sekuat tenaga      lembar kertas ‘saham’ yang sasarannya            “Saya jamin tidak ada yang keting-
Muhammadiyah dan mereka menyelesai-         PCM Ngaglik yang masih memerlukan           ruang ortom, musholla, aula pertemuan,       untuk mewujudkannya,” ujarnya suatu ke-   adalah warga dan amal usaha Muham-          galan mengenai sisi-sisi detail berlang-
kan sarjananya kemudian pulang              pembinaan dan bimbingan lebih lanjut.       serta halaman parkir yang cukup lebar.       tika pada jumpa pers dengan wartawan      madiyah.                                    sungnya muktamar, kami tayangkan se-
kampung atau bekerja di tempat lain. “Di    Sedang PRM-nya sudah mampu                       Beberapa Pimpinan Cabang Mu-            di pendopo rumahnya Pandean Sari              Beberapa peliputan telah dilakukan      penuhnya,” kata Safar. Dicontohkan, pe-
saat mereka berada di luar itulah mereka    beraktivitas dengan dinamika tinggi,        hammadiyah telah memiliki gedung sen-        Sleman.                                   sebagai uji coba, misalnya, tentang peng-   liputan pementasan seni dan budaya dari
menunjukkan jati diri sebagai kader         pengajian rutin, kegiatan dakwah dan        diri yang cukup bagus, seperti PCM               Sejak diresmikan berdirinya pada 18   garapan Kampung Islami Kauman Yogya-        beberapa panggung terbuka akan men-
Muhammadiyah yang mampu menyebar-           amal usaha berkembang.                      Depok yang belum lama lalu telah me-         Juli 2009 dan izinnya keluar pada         karta, peliputan beberapa acara besar       jadi obyek peliputan dari beberapa sisi.
kan ideologinya kepada orang lain,“ kata       PDM Sleman memiliki 135 amal             resmikan gedung berlantai II Perkan-         Februari 2009, Persyarikatan Muham-       Muhammadiyah dan momen penting Mu-               Sidang-sidang terbuka muktamar
Abdul Choliq. Banyak di antara para kader   usaha, di antara 74 SD Muhammadiyah         toran PCM Depok yang dilakukan oleh          madiyah telah memiliki televisi ADi TV    hammadiyah lainnya. “Kita merasakan         juga menjadi prioritas perhatian dari ADi
itu, sudah menjadi bupati, lurah, camat     dua di antaranya cukup bagus, SMK           Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.             secara defacto dan dejure hadir di        masih pentingnya SDM tambahan untuk         TV, yang beritanya tentu dapat disaksikan
atau pimpinan di salah satu perusahaan      Prambanan dan Moyudan menjadi seko-         DR. Din Syamsuddian, MA. am                  tengah-tengah masyarakat luas untuk       saat ini,” kata Drs. Sugeng, kamerawan.     di pagi harinya. am

92     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H                                                                                                                                             SUARA MUHAMMADIYAH 13 / 95 | 1 - 15 JULI 2010      93
                                                                       DI ANTARA KITA

PDM GUNUNGKIDUL                                                    PDM KULONPROGO
BERSEMANGAT MAJU                                                   TUNJUKKAN KEUNGGULAN
    Banyak orang mengira, Muhammadiyah sulit untuk berkem-             Masyarakat mengetahui keberadaan Muhammadiyah di
bang di daerah yang kondisi geografisnya yang rata-rata            Kulonprogo sudah sangat maju di dekade akhir-akhir ini.
pegunungan tandus. “Itu kesan yang sudah berlalu, karena kini          Ketua PDM Kulonprogo, Drs. H Abdul Ghofar, M.Si dengan
keadaan Gunungkidul semakin hari semakin baik kondisinya,”         Sekretaris H Hardiyanto, BA beserta jajaran pimpinannya,
ujar salah seorang warga Muhammadiyah.                             sangat responsif terhadap apresiasi pengembangan jaringan
    Itulah sebabnya, Persyarikatan Muhammadiyah Gunung-            Persyarikatan yang digelorakan oleh PWM DIY, karena itu
kidul yang kini dipimpin oleh Haji Asrofi, S.Ag, M.Hum sangat      pihaknya sangat mengapresiasi dorongan untuk maju lewat
bersemangat untuk memajukan gerakan Muhammadiyah yang              diadakannya lomba antar PCM dengan juara PCM Nanggulan.
dikesankan tidak dapat berkembang itu. “Buktinya Muhamma-              PDM Kulonprogo hingga saat ini sudah mengembangkan
diyah berkembang sangat produktif, demikian pula karya amal        dan mendirikan 13 Pimpinan Cabang Muhammadiyah, beberapa
usahanya sudah sedemikian maju,” kata Ketua PDM Asrofi             di antaranya adalah PCM baru yang masih memerlukan
dengan mantap kepada “SM”.                                         pembinaan lebih lanjut. Beberapa PCM yang sudah tampak maju
    Jangankan untuk berkembang, kini pun sekolah-sekolah           adalah PCM Brosot yang memiliki amal usaha yang cukup baik.
Muhammadiyah sudah mampu memberdayakan karya                       Seperti sekolah TK ABA, SD, SMP dan SMA Muhammadiyah.
teknologi modern untuk sarana pembelajarannya. Tidak kurang        Selain itu di PCM Brosot ketempatan Poliklinik Muhammadiyah
dari 7 SMA, seperti di antaranya SMA Muhammadiyah                  yang bekerja sama dengan Sekolah Akademi Perawat Aisyiyah
Ngawen, Semin, Playen, mampu berkiprah secara kompetitif           (AKPER)Yogyakarta. PCM Nanggulan punya amal usaha RS
dengan sekolah negeri dan sekolah swasta lainnya. Demikian         PKU Muhammadiyah mendapat tempat di masyarakat
pula dengan kondisi SMK Muhammadiyah I Wonosari, SMK
Muhammadiyah Semin, dan SMK Muhammadiyah Karang-                   Kaderisasi
mojo mampu melahirkan pelajar-pelajar terampil yang mandiri            Secara khusus PDM Kulonpogo menaruh perhatian terhadap
dengan keahlian bidang kerja di dunia pertukangan, mesin           kaderisasi pimpinan masa depan Muhammadiyah di Kulonprogo.
otomotif, elektronika dan listrik.                                 Langkah ini dilakukan lewat rintisan pendirian Sekolah Kader “AR
    Untuk tingkat SMP, ada 7 SMP Muhammadiyah di                   Fakhruddin” dengan masa belajar selama 3 bulan berlangsung di
antaranya adalah SMP Nglipar, Semanu, Tepus, Tanjungsari,          Pondok Pesantren Al Manar Muhammadiyah menjalin kerja sama
Panggang memiliki keunggulan di berbagai bidang. Sederet           dengan PCM Pengasih. Sekolah kader yang 4 kali dalam satu
sekolah dasar, dimiliki tidak kurang 20-an SD Muhammadiyah         minggu berlangsung pada pukul 15.00 hingga malam dengan
tersebar di seluruh Gunungkidul hingga pelosok.                    pemberi materi kurikulum dari 11 orang Alumnus PTUM
                                                                   Yogyakarta yang berasal dari Kulonprogo. Sekolah kader juga
Kemampuan Gerakan.                                                 diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Manar Galur, yang
    “Kemampuan untuk berkembang yang dimiliki Muham-               menitik beratkan pada aspek hafalan, para peserta diasramakan
madiyah Gunungkidul, berkat dedikasi perjuangan dari seluruh       di Pondok Pesantren agar dicapai targetnya.
elemen Persyarikatan yang teguh pada gerakannya,” papar Asrofi.        Majelis Dikdasmen melakukan pelatihan-pelatihan manaje-
    Jaringan kekompakan kerja dilakukan lewat intensitas           men sekolah , pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan bidang
pertemuan, komunikasi dan informasi dengan cara melakukan          kurikulum sekolah dsb. Harapannya agar tercapai peningkatan
silaturahim ke jajaran PCM hingga PRM.                             kualitas dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah Muham-
    PDM Gunungkidul memiliki kekuatan 18 PCM dan 144 PRM.          madiyah. Nyatanya beberapa kemajuan telah ditunjukkan oleh
Semua jaringan ini memiliki kekuatan hubungan komunikasi dan       sekolah Muhammadiyah yang kini sudah menjadi unggulan,
informasi yang lancar, sangat memudahkan untuk melakukan           seperti SD Muhammadiyah Wates dan beberapa sekolah lain.
pembinaan dan koordinasi. Untuk menciptakan kondisi gerakan        Selebihnya adalah SMK Muhammadiyah 1 Wates , SMK M 2
yang stabil, rata-rata di setiap Cabang dan Ranting melakukan      Wates, SMK M 3 Wates, SMK M 1 Lendah, SMK M 2 Lendah,
agenda pengajian sendiri-sendiri. Mereka juga melakukan            SMK M 1 Temon, SMK M 1 Kalibawang dan SMK M Brosot ,
kegiatan Darul Arqam, sebagai sarana melahirkan kader-kader        SMA M Wates, Aliyah DU Galur.
pimpinan baru yang bakal direkrut untuk gerakan selanjutnya.           Selanjutnya ada SMP M 1, 2 Lendah, SMP 2 Galur , SMP
Dalam gerakan ini, PCM Semin dan PCM Wonosari dapat                M 1, 2 Wates, SMP M Temon, SMP M 1, 2 Kokap, SMP M 1, 2
dikategorikan sebagai Cabang yang menjadi percontohan dalam        Sentolo, SMP M Nanggulan, SMP M 1, 2 Samigaluh, SMP M
gerakannya. Lewat Pengajian Juma’at malam dan Sabtu Paing          1, 2 Kalibawang, MTs M Sentolo, MTs M Wates, dan MTs M Di
yang diselenggarakan di Kantor PDM Gunungkidul, berada di          Galur. SD M Mutihan, SD M Maesan, SD M Mirisewu, SD M
komplek Masjid Agung Wonosari lebih, memantapkan motivasi          Kedunggong, SD M Wonopeti II, SD M Demangrejo, SD M
untuk meneguhkan gerakan. am                                       Kalisoko, dan MI M Keneng. am

94     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
                                                                      DI ANTARA KITA


PDM Kota Yogyakarta Berikan yang Terbaik

K
        etua PDM Kota Yogyakarta, Drs. H Marwazi NZ, dan
        beberapa pimpinan lain, seperti H Marwan DS, Nur
        Wahid, H Ikhwan Bagyo, Ltd memberikan yang terbaik
bagi terlaksananya Muktamar Muhammadiyah Satu Abad di
Kota Yogyakarta.
    PDM Kota sendiri telah memiliki jaringan PCM yang kuat
dan amal usaha yang sangat maju, beberapa di antaranya
menjadi unggulan.
    PCM Danurejan, Gedongtengen. Gondokusuman,
Gondomanan , Jetis, Kotagede, Kraton, Mantrijeron, Mergang-
san, Ngampilan, Pakualaman, Tegalrejo, Umbulharjo, dan
Wirobrajan. Amal usaha pendidikan yang dimiliki SMA
Muhammadiyah 3 Yogyakara, SD Muhammadiyah Sapen, SD
Muhammadiyah Sokonandi, Komplek Perguruan Muhamma-
diyah Purwodiningratan terdiri dari SD, SMP dan SMA               Menjaga Nama
Muhammadiyah. Selain itu ada SMP Muhammadiyah 4,                      Haji Ikhwan Bagyo Lumintu kepada “SM” menyatakan,
Madrasah Mu’allimat, Madrasah Mu’allimin, SD Muhammadiyah         pembinaan terhadap warga Muhammadiyah menjadi perhatian
Suronatan, SD Muhammadiyah Bausasran, SMP Muham-                  utama dari PDM Kota agar dapat tercipta kinerja yang harmonis
madiyah 3, SD Muhamamadiyah Kauman.                               di antara PDM, dengan PCM dan PRM. Serta menjalin pula
    SD Muhammadiyah Sapen dengan tokohnya H Sutrisno              hubungan kerja sama yang harmonis dengan jajaran guru,
adalah kampiun dalam melahirkan konsep sekolah unggul dan         karyawan di amal usaha Muhammadiyah.
Patas (cepat terbatas) yang konsepnya banyak dianut oleh              Diharapkan masing-masing amal usaha berani menyeleng-
sekolah-sekolah lain dalam mencapai kualitas pendidikan yang      garakan sendiri kegiatan Darul Arqam dan Baitul Arqam agar
bermutu tinggi di lingkungan Muhammadiyah.                        dapat tercapai hasil sebuah kader Muhammadiyah yang
    SD Muhammadiyah Suronatan sekarang merupakan SD               menjadi harapan kesinambungan jaringan organisasi yang
dengan murid berprestasi terbaik se Kota Yogyakarta. SD           lebih luas lagi.
Muhammadiyah Kreatif ini sering menjuarai perlombaan,                 Selain itu mereka mampu menciptakan lingkungan kerja
termasuk kejuaraan beladiri antar murid SD.                       yang berkualitas di masing-masing amal usaha dengan hasil
    Demikian pula, sekolah lainnya, seperti SD Muhammadiyah       karya yang produktif yang nantinya menjadi kenikmatan
Sokonandi, menempati gedung berlantai empat yang megah,           masyarakat luas yang menuainya.
SMP Muhammadiyah 3, SMP Muhammadiyah 2 Kapas yang                     “Antara kualitas kerja dan produktifitas kerja harus berjalan
apik dan luas.                                                    seimbang, sehingga mengesankan amal usaha milik
    Di tingkat SMA, ada SMA Muhammadiyah I cukup dikenal          Muhammadiyah memiliki standar kualitas yang tinggi,” kata
tentang kemajuan yang telah dicapainya, menjalin kerja sama       Ikhwan Bagyo.
dengan lembaga sekolah luar negeri Australia, Malaysia dll.           Penguatan ideologi dan revitalisasi gerakan Muham-
Ada pula, SMA Muhammadiyah II, dan IV yang cukup bagus            madiyah terus berjalan tanpa ada hambatan. Forum silaturahim
pula. Dan SMK Muhammadiyah Jalan Pramuka yang anggun.             antar pimpinan, ortom, dan PCM /PRM menumbuhkan
    Ketua PDM Drs. H Marwazi NZ, sangat berkepentingan            semangat perjuangan dengan rasa ikhlas yang tinggi pula.
dalam terus mengupayakan peningkatan mentalitas ber-                  Memang perlu ada pendekatan pembinaan lebih lanjut
Muhammadiyah di seluruh Kota Yogyakarta, dan pendalaman           terhadap beberapa PCM dan PRM di Kota. Kendala dan
keagamaan anggotanya. Mentalitas bidang keagamaan, PDM            hambatan di Kota memang sangat berbeda dengan di desa.
menyelenggarakan secara rutin kegiatan Pengajian Kajian           Sikap individualisme dan sikap-sikap tidak perduli dengan
Tafsir yang diikuti oleh anggota pimpinan, Majelis, PCM, PRM      lingkungan masih dirasakan mengganggu. Tetapi pembinaan
dan Ortom berlangsung di Aula Gedung PDM lantai II.               tetap dilakukan PDM lewat penggalangan jamaah di masjid-
     Sedang, mentalitas ber-Muhammadiyah dengan terus             masjid dan mushalla Muhammadiyah. Beberapa PCM sudah
menggelar kunjungan ke PCM-PCM untuk menjalin komunikasi          mampu menggalang jamaah masjid dan simpatisan yang
dan informasi, menyelenggarakan Darul Arqam dan pelatihan-        cukup menjadi fenomena pembinaan di masa-masa
pelatihan kepemimpinan anggotanya.                                selanjutnya. am

96    EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H
                                                                       DI ANTARA KITA



        PDM BANTUL, JADI TUAN RUMAH MUKTAMAR IPM

P
        DM Bantul jadi tuan                                                                            canggih telah dimiliki,
        rumah Muktamar                                                                                 pelayanan medis instalasi
        IPM.                                                                                           rawat inap dan khusus,
     PDM Bantul dipimpin                                                                               rawat jalan, unit gawat
Drs. HM Asrori Ma’ruf,                                                                                 darurat,         pelayanan
M.Pd, dengan Sekretaris                                                                                penunjang medis seperti
Drs. H Marzuki, M.Pd                                                                                   instalasi            farmasi,
berkantor di Jalan Jend.                                                                               laboratorium klinik, instalasi
Basuki Rahmat 06 Bantul.                                                                               radiologi, gizi dll.
     Keandalan Muham-
madiyah dalam membang-                                                                                   Bertebaran Kegiatan
un jaringan organisasi                                                                                      Pimpinan Daerah Mu-
Persyarikatan, diakui Asrori,                                                                            hammadiyah Kabupaten
sebagai bentuk dari                                                                                      Bantul juga termasuk
tanggung jawab PDM                                                                                       PDM yang mampu meng-
dalam mengemban amanat                                                                                   hasilkan beberapa unggul-
untuk menyebarkan Muhammadiyah di seluruh daerahnya.               an pendidikan. Misalnya saja SMK I, SMK Imogiri dan SMK
     Dari hanya 17 kecamatan yang ada di seluruh Bantul,           Muhammadiyah Bambanglipura yang menggelar servis gratis
“Kami sudah mendirikan 20 Pimpinan Cabang Muham-                   untuk para peserta muktamar yang membawa kendaraan.
madiyah,” katanya. PCM yang sangat produktif tersebut adalah           Kemudian SMA Muhiba yang gedungnya bagus untuk
PCM Banguntapan, PCM Sewon dan PCM Pandak. Tetapi jika             berlangsungnya sidang-sidang muktamar. Serta fasilitas
dilihat dari segi ketertiban administrasi manajemennya, PCM        Gedung Dakwah yang dipakai untuk umum, merupakan
Imogiri dan PCM Kasihan memiliki keunggulan yang cukup             gedung yang cukup lengkap di Bantul untuk berlangsungnya
membanggakan. Di Cabang ini, semua gerakan sejak dari              sidang muktamar.
kegiatan di bulan Ramadlan, penyusunan jadwal, penjadwalan             Serta dinamisnya majelis-majelis yang dimiliki, seperti
mubaligh, mobilisasi pimpinan dapat tertata rapi dalam sebuah      Majlis Tarjih, Tabligh, Dikdasmen yang sarat dengan pengka-
skedul yang terkonsep bagus. Hingga aktivitas dari gerakan         jian keagamaan, kegiatan dakwah dan pelatihan-pelatihan
dakwahnya, memiliki planing kerja yang terkoordinasi dengan        peningkatan kualitas.
baik mampu mencapai sasaran dari tujuan yang diinginkan.               “Di tubuh pendidikan, kami upayakan peningkatan kualitas-
     Kalau diukur dari kemampuan PCM dalam melahirkan amal         nya dengan melatih para guru dan kepala sekolah tentang
usaha, ada beberapa PCM yang sangat produktif, seperti PCM         manajemen sekolah, pengelolaan keuangan, kurikulum dan
Bantul yang sarat membangun amal usaha pendidikan,                 kinerja karyawan,” kata Asrori.
kesehatan dan sosial. Dari arah Bantul yang lain, ada PCM              Kendati demikan diakuinya, ada beberapa bidang garapan
Sanden, PCM Kretek, PCM Pajangan, dan PCM Srandakan                yang tidak dapat dicapai secara maksimal. Seperti dicontoh-
yang berhasil membangun sarana pendidikan tetapi juga              kan, untuk penyiapan kader-kader pimpinan muda masih sa
membangun Balai Kesehatan PKU Muhammadiyah.                        ngat kesulitan. Juga kesulitan untuk menggerakkan dan mem-
     Dari keseluruhannya, PDM Bantul sangat produktif melahir-     bangun NA dan HW muda meski KOKAM di Bantul sangat
kan amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan, tidak           maju, karena itu upaya penyelenggaraan Baitul Arqam maupun
kurang ada 58 gedung amal usaha terinci di 53 gedung Sekolah       Darul Arqam akan semakin digalakkan lagi hingga mencapai
Dasar Muhammadiyah/Madrasah Ibtidaiyah, 20 SMP Muham-              PCM dan PRM.
madiyah/Madrasah Tsanawiyah, 6 SMA Muhammadiyah, 6 SMK                 Tetapi jika dilihat dari keberadaan Ortom khusus Aisyiyah,
Muhammadiyah dan 3 Pondok Pesantren Muhammadiyah.                  justru terjadi kebalikannya hasil karya ibu-ibu Aisyiyah Bantul
     Sarana kesehatan yang cukup maju adalah RS PKU                sangat luar biasa dalam melahirkan karya amal kegiatan dak-
Muhammadiyah Bantul yang cukup megah berlantai tiga, terletak      wah, sarana pendidikan, kesehatan dan amal sosial. Ada be-
di tengah-tengah ibu kota kabupaten yang melengkapi fasilitasnya   berapa gerakan advokasi terhadap kaum wanita lemah, miskin
lewat bantuan dari Timur Tengah. Beberapa peralatan medis          dengan pemberdayaan kesehatan dan ekonomi keluarga. am


98     EDISI KHUSUS MUKTAMAR SATU ABAD / 19 RAJAB - 3 SYAKBAN 1431 H

								
To top