Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Skripsi-STRATEGI HUMAS PT SINAR GAYA BUSANA DALAM MENJAGA RELASI DENGAN NIKE INC

VIEWS: 7,933 PAGES: 152

									    UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)

             FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI




                       SKRIPSI

STRATEGI HUMAS PT SINAR GAYA BUSANA DALAM MENJAGA
               RELASI DENGAN NIKE INC

                    Diajukan Oleh :


            NAMA             : Indah Puspita Sari

            NIM              : 2006 – 41 – 649

            KONSENTRASI      : Hubungan Masyarakat




     Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai
             Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi
            Program Studi Ilmu Komunikasi
                        Jakarta
                         2010
         SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
      Nama                : Indah Puspita Sari
      Jenis kelamin       : Perempuan
      Tempat/Tgl Lahir    : Jakarta, 26 oktober 1988
      Alamat              : Perumahan PTB Duren Sawit Blok M2/4
                           Duren Sawit, Jakarta Timur
      Telp/HP             : 021-8601066 / 086595349794
      Status              : Mahasiswa Faklutas Ilmu Komunikasi UPDM(B)
      NIM                 : 2006 - 41- 649
      Program Studi       : Ilmu Komunikasi
      Konsentrasi         : Hubungan Masyarakat
Dengan ini menyatakan bahwa, skripsi :
      Judul               : Strategi Humas PT Sinar Gaya Busana Dalam
                           Menjaga Relasi Dengan Nike Inc
      Pembimbing I        : Novita Damayanti, S.Sos, M. Si
      Pembimbing II       : Fizzy Andriani, SE, M.Si
     Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya buat
merupakan hasil asli (orisinal) dan bukan duplikasi dari skripsi orang lain.
       Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan
apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya sanggup
untuk dikenakan sanksi akademis sesuai peraturan yang berlaku di Fikom
UPDM(B).
                                                        Jakarta, 4 Oktober
                                                        Yang Menyatakan,




                                                        (Indah Puspita Sari)
                        KATA PENGANTAR


      Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan karunia – Nya serta kemudahannya di dalam
proses penyelesaian skripsi ini, dengan judul ― Strategi Humas PT Sinar
Gaya Busana Dalam Menjalin Relasi Dengan Nike Inc ―.

      Dalam penelitian ini penulis melakukan riset mengenai strategi Humas
dengan Stakeholders, yang bertujuan untuk megetahui bagaimana strategi
Humas dalam menjalin relasi dengan Nike Inc.

      Skripsi ini merupakan tugas akhir dalam rangka menyelesaikan
jenjang pendidikan Sarjana Srata satu (S1) sesuai dengan kurikulum yang
berlaku di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo
(Beragama).

      Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan skripsi ini masih
terdapat kesalahan dan banyak kekurangan. Dengan kerendahan hati,
penulis mengharapkan saran dari bapak / ibu dosen penguji skripsi yang
bersifat membangun, guna menyempurnakan penulisan skripsi ini.

      Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan perkembangan Ilmu Komunikasi, khususnya yang berkaitan
dengan bidang studi Hubungan Masyarakat (Humas).




                                           Jakarta,      Agustus 2010




                                                      Penulis
                         UCAPAN TERIMA KASIH


      Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang

Maha Pengasih dan Maha Penyayang, atas rakhmat, cobaan serta semua

petunjuk yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat

menyusun dan menyelesaikan skripsi ini.


      Begitu banyak hambatan yang penulis hadapi dalam penyelesaian

skripsi ini. Seiring dengan itu pula, begitu banyak bantuan dan dorongan dari

berbagai pihak,baik moril maupun materiil yang selalu mengiringi perjalanan

penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, tidak ada

kata lain berharga untuk mewakili semuanya selain terimakasih kepada

pihak-pihak yang turut mendukung dalam penyelesaian skripsi ini :


      1. Kedua orang tua penulis yang telah memberikan kasih sayang,

          doa serta dukungan baik secara moril maupun materiil.

      2. Bapak Dr. H. Sunarto, M. Si, selaku Rektor Universitas Prof. Dr.

          Moestopo (Beragama).

      3. Drs. Hanafi Murtani, MM selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi

          Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

      4. Novita Damayanti, S.Sos, M. Si selaku Pembimbing I dan Fizzy

          Andriani, SE, M. Si selaku Pembimbing II. Terima kasih atas

          segala pengertian, ilmu, kebaikan dan waktu yang diberikan dalam

          membimbing penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan

          skripsi ini.
      5. Seluruh Dosen Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), terima

         kasih atas ilmu dan pengetahuan yang diberikan kepada penulis.

         Kepada staf bagian Tata Usaha, Keuangan dan Perpustakaan,

         terima kasih atas informasi dan bantuannya kepada penulis dalam

         menyelesaikan skripsi dan semua urusan perkuliahan.

      6. Sunardi B. A dan Jainuddin Fattawi yang telah bersedia menjadi

         narasumber dalam penelitian yang dilakukan penulis. Terimakasih

         atas informasi yang telah diberikan.

      7. Bpk. Purwantho, Ibu Maria, Mr. Kim, Mr. Kyo, Ibu Nihaya.

         Terimakasih    atas      kenyamanan    dan   bantuannya     dalam

         memberikan informasi seputar PT Sinar Gaya Busana.

      8. Ayah tersayang yang selalu memberikan dukungan dan membantu

         saya untuk terus bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

      9. Nadia Sekar Yasmine dan Alma swasti Widita. Shabat-sahabat

         penulis yang selalu mengingatkan, memotivasi, menemani, dan

         mendengarkan keluhan penulis selama penyelesaian skripsi.

      10. Teman-teman seperjuangan Ate, Ria, Denim, Irma Imania, Ardi,

         Qoffa, Paco, Icha, Fitri, dan sebagainya yang tidak bisa penulis

         sebutkan satu persatu.


      Dan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini,

baik langsung ataupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan

satu per satu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rakhmat serta
membalas budi baik mereka. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini

dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.




                                                   Jakarta, Agustus 2010




                                                     Indah Puspita Sari
                              DAFTAR ISI



LEMBAR PERSETUJUAN

LEMBAR PENGESAHAN

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI

KATA PENGANTAR                                      v

UCAPAN TERIMAKASIH                                  vi

DAFTAR ISI                                          ix

DAFTAR GAMBAR                                       xii

DAFTAR TABEL                                         xiii

DAFTAR LAMPIRAN                                     xiv

ABSTRAK                                             xv

BAB I PENDAHULUAN                                   1

     A. Latar Belakang Masalah                      1
     B. Pembatasan Masalah                          11
        1. Pembatasan Materi                        12
        2. Pembatasan Waktu dan Lokasi Penelitian   12
     C. Perumusan Masalah                           12
     D. Tujuan Penelitian                           14
     E. Kegunaan Penelitian                         14
        1. Kegunaan Teoritis                        14
        2. Kegunaan Praktis                         15

BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN KERANGKA PEMIKIRAN    16

     A. Tinjauan Literatur                          16
        1. Komunikasi                                     17
        2. Hubungan Masyarakat (Humas)                    24
        3. Strategi Humas                                 29
        4. Corporate Public Relations (CPR)               36
        5. Hubungan / Relasi                              39
        6. Strategi Menjalin Hubungan Antar Perusahaan/
           Organisasi                                     43
     B. Kerangka Pemikiran                                45
        1. Teori Human Relations                          46
        2. Teori Komunikasi Antar Pribadi                 50
        3. Konsep Menentukan Masalah Humas                60
        4. Konsep Manajemen Strategis                     62
        5. Konsep Pernyataan Misi                         64
        6. Konsep Target Khalayak                         65

BAB III METODOLOGI PENELITIAN                             68

     A. Jenis Penelitian                                  68
     B. Subyek Penelitian                                 73
     C. Unit Analisis                                     73
     D. Teknik Pengumpulan Data                           75
        1. Observasi                                      78
        2. Wawancara                                      80
        3. Studi Kepustakaan dan Dokumen Terkait          81
     E. Analisis Data                                     82
     F. Tahap dan Jadwal Penelitian                       84
        1. Tahap Penelitian                               84
        2. Jadwal Penelitian                              85

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN                    87

     A. Deskripsi Objek Penelitian                        87
        1. Sejarah PT Sinar Gaya Busana                   87
       2. Visi dan Misi PT Sinar Gaya Busana               90
       3. Struktur Organisasi PT Sinar Gaya Busana         91
       4. Humas PT Sinar Gaya Busana                       92
       5. Program Kerja Humas PT Sinar Gaya Busana         96
       6. Profil Nike Inc                                  98
    B. Deskripsi Hasil Penelitian                         100
       1. Strategi Mengelola Relasi                       101
       2. Strategi Mengembangkan Materi Humas             104
       3. Strategi Memberikan Penghargaan Khusus
           Untuk Nike                                     104
       4. Strategi Operasional                            105
       5. Kualitas Pelayanan (Total Service Excellence)   106
       6. Strategi Real Time Service                      109
       7. Pemenuhan Standarisasi Nike Inc                 110
       8. Hubungan Humas PT Sinar Gaya Busana
           dengan Nike Inc                                112
    C. Pembahasan                                         120


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN                                132
    A. Kesimpulan                                         132
    B. Saran                                              133


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP PENULIS
                        DAFTAR GAMBAR


2.1   Empat langkah Strategi Humas                       62

4.1   Struktur Organisasi PT Sinar Gaya Busana           92

4.2   Struktur Organisasi Corporate Communications and   94

      Relationship Department
                           DAFTAR TABEL



2.1   Marketing Public Relations dan Corporate Public Relations   37

3.1   Jadwal Rencana Penelitian                                   85
                     DAFTAR LAMPIRAN



1. Transkrip Wawancara 1
2. Transkrip Wawancara 2
3. Transkrip Wawancara 3
4. Surat Keterangan Penelitian
5. Riwayat Hidup Penulis
                                 ABSTRAK



Nama                 : Indah Puspita Sari

NIM                  : 2006 – 41 – 649

Program Studi        : Ilmu Komunikasi

Konsentrasi          : Hubungan Masyarakat

Judul                : Strategi Humas PT Sinar Gaya Busana Dalam

                      Menjaga Relasi Dengan Nike

Bab / Halaman        : 5 Bab / 132 Halaman

Bibliografi          : 21 sumber buku

Pembimbing I         : Novita Damayanti, S. Sos, M. Si

Pembimbing II        : Fizzy Andriani, SE, M. Si

Isi

        Pada penelitian ini penulis mengambil judul ―Strategi Humas PT Sinar
Gaya Busana Dalam menjaga Relasi Dengan Nike‖. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui strategi dan manajemen yang digunakan Humas PT Sinar
Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan Nike.

        Dalam berhubungan dengan mitra kerja selaku konsumen, Humas PT
Sinar Gaya Busana menjalankan strategi khusus, yang pertama mengelola
relasi, Humas PT Sinar Gaya Busana menjalin hubungan yang cukup intens
dengan staf Nike, membentuk bagian khusus untuk menangani customer,
menjalin hubungan yang baik dengan pihak Nike dengan memenuhi
kebutuhan informasi, dan menjalin hubungan human relations layaknya
persahabatan. Humas PT Sinar Gaya Busana juga mengembangkan materi
Humas dengan mengirim stafnya mengikuti pelatihan kehumasan. Selain itu,
Humas PT Sinar Gaya Busana melakukan strategi-strategi seperti
melakukan strategi Real Time Service, memberikan penghargaan khusus
untuk Nike, serta memberikan pelayanan yang maksimal dan memenuhi
segala persyaratan yang menjadi standar Nike.

      Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori Human
Relations dan Komunikasi Antarpribadi. Kedua teori tersebut dianggap
relevan dengan penelitian yang dilakukan karena mendukung strategi yang
dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan pihak
Nike. Selain itu penulis juga menggunakan konsep strategi Humas,
manajemen strategis, menentukan masalah Humas, serta menentukan target
khlayak.

      Teori Human Relations menjelaskan hubungan antar manusia, yaitu
hubungan yang terjadi antara staf Humas PT Sinar Gaya Busana dengan
staf Nike yang bertugas memonitoring proses kerjasama bisnis diantara
kedua belah pihak.

      Selain   menggunakan     teori   Human    Relations,   peneliti   juga
menggunakan teori Komunikasi Antarpribadi (KAP), anggapan dasar teori ini
difokuskan pada dimensi-dimensi pokok dalam komunikasi antarpribadi,
memahami diri pribadi dalam komunikasi, memahami orang lain dalam
komunikasi dan memahami hubungan antarpribadi.

      Penulis juga menggunakan beberapa konsep yang menjelaskan
langkah-langkah yang harus dilakukan seorang Humas dalam menentukan
strategi apa saja yang akan dilakukannya untuk menjaga relasi dengan mitra
kerjanya dengan memahami situasi, dan menyusun langkah-langkah apa
saja yang harus dilakukan, bertindak atau merealisasikan strategi tersebut
sampai pada tahap evaluasi.
      Metodologi penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif
yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, observasi, serta studi kepustakaan dan dokumen terkait.

      Kesimpulannya PT Sinar Gaya Busana harus menjaga relasi atau
hubungan yang baik dengan mitra kerja yang juga berperan sebagai
konsumen, dengan melakukan beberapa strategi Humas yang telah disusun
berdasarkan analisis situasi yang berkaitan dengan pihak Nike Inc, sehingga
PT Sinar Gaya Busana akan tetap mendapatkan kepercayaan dalam
menjalin kerjasama dalam bisnis yang berakibat membantu perkembangan
dan kelanjutan perusahaan di dalam persaingan industri garment.
                              BAB I

                         PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah

         Saat ini, seiring dengan semakin ketatnya persaingan bisnis di

  Indonesia kalangan dunia usaha berlomba-lomba untuk menjadi yang

  terdepan. Sehingga mendorong setiap perusahaan berpikir untuk

  mencari solusi bagaimana agar perusahaan tetap bertahan dan

  memenangkan persaingan. Oleh karena itu setiap perusahaan harus

  berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pelanggan baru dan

  mempertahankan pelanggan lamanya dengan berbagai strategi.

  Keadaan inilah yang menuntut perusahaan untuk lebih tanggap

  terhadap perubahan pasar yang berkembang pesat dan dinamis.

  Siapa yang tidak siap mengubah setiap kesempatan dan tantangan

  menjadi peluang bisnis, maka ia akan tergilas oleh perubahan itu

  sendiri.

         Perusahaan harus dapat menganalisa peluang dan tantangan

  pada masa yang akan datang. Hal ini tentu saja ditopang oleh

  kekuatan masing-masing bagian atau divisi dalam perusahaan, yang

  kemudian bersinergi sehingga tercipta sebuah kredibilitas yang baik di

  hadapan publiknya.

         Untuk menciptakan kredibilitas yang baik dihadapan publik

  tersebut, salah satu bagian yang berkontribusi penting dalam struktur
organisasi perusahaan adalah divisi Humas. Keberadaan Humas

menjadi sangat vital karena setiap organisasi menginginkan citra

(image) yang baik di mata masyarakat. Citra yang baik dalam sebuah

perusahaan berada di tangan Humas.

           Humas itu sendiri merupakan fungsi manajemen yang khas dan

mendukung           pembinaan,        pemeliharaan        jalur     bersama      antara

organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi,

pengertian, penerimaan dan kerja sama; melibatkan manajemen

dalam        menghadapi        persoalan      atau     permasalahan,        membantu

manajemen untuk mampu menanggapi opinin publik; mendukung

manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara

efektif; bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam mengantisipasi

kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang

sehat dan etis sebagai sarana utama.1


           Sebuah organisasi, perusahaan maupun lembaga baiknya

yang sifatnya profit maupun non profit pada dasarnya mempunyai

tujuan-tujuan yang ingin di capai. Tujuan-tujuan tersebut harus di

rencanakan dalam suatu program atau metode tertentu kemudian

dirumuskan dalam bentuk strategi yang nantinya diimplementasikan

dalam         kegiatan      operasional       sehari-hari.        Setiap    organisasi,

perusahaan, maupun lembaga tentunya memiliki khalayak masing-



1
    Rosady Ruslan, SH, MM, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, hal. 16.
masing.     Khalayak   adalah   kelompok     atau    orang-orang   yang

berkomunikasi dengan organisasi. Kepada khalayak inilah, tiap-tiap

organisasi,    perusahaan,   maupun      lembaga    mengkomunikasikan

tujuan-tujuan yang ingin di capai perusahaan serta strategi-strategi

yang di lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.


         Strategi merupakan langkah kondisional tentang tindakan yang

akan dijalankan guna mencapai tujuan. Jadi dalam merumuskan

strategi, selain diperlukan perumusan yang jelas, juga terutama

meperhitungkan kondisi dan situasi khalayak. Perusahaan harus

dapat menganalisa peluang dan tantangan pada masa yang akan

datang. Hal ini tentu saja ditopang oleh kekuatan masing-masing

bagian atau divisi dalam perusahaan, yang kemudian bersinergi

sehingga tercipta sebuah kredibilitas yang baik di hadapan publiknya.


         Untuk menciptakan kredibilitas yang baik dihadapan publik

tersebut, salah satu bagian yang berkontribusi penting dalam struktur

organisasi perusahaan adalah Humas. Keberadaan Humas menjadi

sangat vital karena setiap organisasi menginginkan citra (image) yang

baik di mata masyarakat. Citra yang baik dalam sebuah perusahaan

berada di tangan Humas.

         Di dalam kegiatan Humas ada yang disebut stakeholders.

―Stakeholders adalah setiap kelompok yang berada didalam maupun

diluar    perusahaanyang     mempunyai    peran     dalam   menentukan
     keberhasilan perusahaan.‖2 Istilah stakeholders mungkin masih sedikit

     asing bagi kita, sebenarnya stakeholders bisa disebut juga publik.

     Publik dari Humas ada dua, yaitu internal dan eksternal. Publik

     internal       adalah      pihak-pihak       yang     berkaitan      langsung       dengan

     perusahaan, antara lain : pemegang saham, manajemen dan top

     executive, karyawan, dan keluarga karyawan. Publik eksternal adalah

     pihak-pihak yang berada dibawah kendali perusahaan yang terdiri dari

     konsumen, penyalur, pemasok, bank, pemerintah, pesaing, dan mitra

     kerja.

                Pada dasarnya Humas merupakan proses komunikasi kepada

     publik untuk menjalin relasi yang baik sehingga tercapai tujuan untuk

     membangun, membina, dan menjaga citra yang positif. Maka dari itu

     Humas dalam sebuah perusahaan memegang peranan yang sangat

     penting untuk merencanakan strategi apa saja yang harus dilakukan,

     untuk tetap dapat menjalin hubungan yang baik dengan konsumen.

     Dalam sebuah perusahaan reputasi sebuah organisasi merupakan

     salah satu asset terpenting. Perusahaan harus mampu meningkatkan

     citra yang baik dan positif bagi khalayak karena perusahaan dengan

     kredibilitas tinggi harus mampu menjaga nama baik, sehingga mampu

     meyakinkan publik.




     2
         Rhenald kasali, Manajemen Public Relations, PT Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 1994, hal.
63
         Dalam suatu organisasi, perusahaan, maupun lembaga yang

berbasis jasa yang ―dijual‖ kepada khalayak adalah jasa atau

pelayanan. Keberadaan perusahaan jasa bagi mitra kerja yang juga

berperan      sebagai   konsumen    sangat     penting   karena   bersifat

memenuhi segala kebutuhan pihak tersebut. Maka dari itu Hubungan

yang ada harus terjalin dengan baik. Contoh perusahaan jasa yang

dimaksud adalah perusahaan garment, khususnya PT. Sinar Gaya

Busana dalam menjaga relasinya dengan perusahaan besar yaitu

Nike Inc.

         Dalam hal ini PT. Sinar Gaya Busana adalah suatu perusahaan

garment yang cukup diperhitungkan di Indonesia karena banyaknya

perusahaan lain yang memakai jasa mereka. Dengan memiliki banyak

mitra kerja yang telah menjadi pelanggan, PT. Sinar Gaya Busana

setiap      tahunnya    harus   meningkatkan     kualitas   barang   dan

pelayanannya agar yang memakai jasa mereka terus merasa puas

dan tidak berpindah ke perusahaan garment yang lain. Permasalahan

yang dihadapi adalah menekankan pada kualitas dan inovasi, berbeda

dan memuaskan di samping cara pelayanan karyawan yang

diharapkan dapat menciptakan hubungan yang baik dengan pihak

yang bekerjasama dengan PT. Sinar Gaya Busana. Maka dari

permasalahan yang ada penulis tertarik untuk meneliti strategi apa

saja yang dilakukan oleh Humas perusahaan tersebut khususnya PT.

Sinar gaya Busana terhadap mitra kerjanya yang biasa disebut
―buyer‖, agar dapat memahami bagaimana cara mendapatkan kinerja

optimal untuk meningkatkan dan mempertahankan hubungan yang

baik dengan setiap mitranya.

       Perkembangan perusahaan atau organisasi yang bergelut di

bidang produk garment ditandai dengan banyaknya perusahaan atau

organisasi lain yang muncul dan bergelut di bidang yang sama. Hal ini

membuat      para   pengusaha     di   sektor     garment     berkompetisi

meningkatkan perubahan-perubahan strategi. Munculnya berbagai

macam perusahaan garment membuat setiap perusahaan pengguna

jasa   mudah sekali memilih perusahaan mana yang akan mereka

gunakan jasanya. Sehingga perusahaan garment akan berusaha

untuk membina hubungan yang baik dengan mitra kerjanya serta

memberikan hasil yang terbaik dari produk yang mereka tangani.

       Perusahaan garment sebagai lembaga atau badan usaha yang

bergerak dalam bidang tekstil, dalam pengelolaannya sangat erat

hubungannya dengan kebutuhan yang diinginkan relasinya dan etiket.

Perusahaan     garment    dapat   bertahan      hidup   dan   berkembang

berdasarkan    modal     kepercayaan    dari     pelanggan    dan   calon

pelanggan. Seseorang akan menentukan pilihan untuk bekerjasama

atau tidak atas pertimbangan bagaimana perusahaan tersebut dapat

mempertemukan apa yang ditawarkan dengan apa yang diharapkan

oleh pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan,

serta mutu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan jasa tersebut.
      Mengingat banyaknya kompetitor yang bersaing dengan PT.

Sinar gaya Busana namun tetap saja PT. Sinar gaya Busana

merupakan perusahaan garment yang patut diperhitungkan, hal itu

dapat dilihat dari kestabilan jumlah konsumen yang menjadi pengguna

jasa dari PT. Sinar Gaya Busana. Dan hal inilah yang menjadi alasan

mengapa saya tertarik untuk meneliti apa saja yang menjadi kiat-kiat

atau strategi apa sajakah yang dilakukan oleh Humas PT. Sinar Gaya

Busana dalam menjaga hubungan dengan salah satu perusahaan

yang menggunakan jasanya yaitu Nike Inc.

      Nike Inc merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang

garment yang menjual berbagai produk olahraga seperti pakaian,

sepatu, dan tas olahraga. Nike Inc berpusat di California dan

perusahaan ini merupakan perusahaan sportwear terkemuka karena

produknya telah diketahui dan digunakan oleh banyak orang di

seluruh dunia, sehingga mengharuskan perusahaan ini selalu

memperhatikan      dan    meningkatkan     kualitas   produk   yang

dihasilkannya. Dikarenakan dalam membuat produk-produk tersebut

Nike juga menggunakan jasa perusahaan garment lain, maka Nike

harus selalu memperhatikan dan memilih dengan sangat selektif jasa

perusahaan garment mana yang akan mereka pakai. Karena apabila

perusahaan garment tersebut tidak memberikan hasil produk yang

berkualitas, maka hal itu juga akan mempengaruhi citra dan tingkat

penjualan produk Nike itu sendiri.
      Salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan garment

untuk tetap menjaga kepercayaan dan loyalitas mitra kerja adalah

dengan jalan memaksimalkan dan menjaga keterbukaan komunikasi

antara perusahaan yang bersangkutan dengan mitra kerjanya. Namun

perlu kita sadari bahwa komunikasi yang dilakukan disini bukanlah

suatu kegiatan yang mudah dan sederhana. Oleh karena itu, kesulitan

ini dapat dilihat dari komunikasi dua arah atau timbal balik yang

dilakukan oleh komunikator sehingga menimbulkan dampak tertentu

pada komunikan.

      Guna mencapai hasil kerja yang maksimal maka selanjutnya

humas mengadakan kegiatan yang bersifat internal dan eksternal.

Kegiatan internal disini dimaksud adalah untuk menjaga hubungan

kerja yang baik dan harmonis di dalam perusahaan sehingga menjadi

landasan yang kuat untuk bersama-sama mencapai tujuan yang

ditetapkan oleh perusahaan. Sedangkan kegiatan humas eksternal

dimaksudkan untuk menciptakan citra yang baik dari perusahaan yang

bersangkutan serta, menarik perhatian atau kepercayaan serta

menciptakan loyalitas dari mitra kerja yang telah ada dengan jalan

menjaga hubungan baik kepada pihak tersebut.

      Terciptanya hubungan yang baik antara suatu perusahaan

dengan perusahaan yang lainnya, diantaranya hubungan antara

perusahaan dengan mitra kerja atau konsumen menjadi harmonis,

memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya
loyalitas pelanggan, serta membentuk rekomendasi dari mulut ke

mulut yang menguntungkan bagi perusahaan. Maka dari itu suatu

perusahaan barang atau produk harus mengacu kepada tujuan utama

yaitu menjaga hubungan yang baik untuk mendukung kelanjutan

kehidupan sebuah perusahaan jasa..

       Setiap perusahaan, lembaga maupun organisasi berupaya

semaksimal mungkin untuk membina hubungan yang baik dengan

konsumennya. Menjunjung tinggi nilai hubungan yang baik dengan

memberikan produk dan pelayanan yang terbaik. Upaya ini selain

dilakukan oleh perusahaan, lembaga maupun organisasi, namun turut

diperhatikan pula oleh pemerintah.

       Oleh karena itu PT. Sinar gaya Busana dalam menjaga relasi

harus mengunakan beberapa strategi Humas yang baik dan

bermanfaat.    Setiap   perusahaan     bersaing   untuk   meningkatkan

kualitasnya di mata publik. Ketidakpuasan akan pelayanan ataupun

kualitas produk suatu perusahaan, akan membuat pelanggan

berpindah ke perusahaan jasa garment yang lain dengan mengingat

banyaknya kompetitor perusahaan garment yang menawarkan sarana

dan fasilitas yang tidak kalah baik.

       PT Sinar Gaya Busana sebagai perusahaan yang cukup besar,

tentunya menjalin kerjasama dengan berbagai macam perusahaan

yang telah menjadi mitra kerjanya. Karena banyaknya perusahaan

yang memakai jasa PT tersebut, peneliti hanya melakukan studi kasus
pada satu perusahaan. Perusahaan yang peneliti pilih dalam

penelitian ini adalah perusahaan Nike Inc. Nike Inc ini merupakan

perusahaan atau company yang bergerak di bidang industri garment

khususnya    untuk   produk-produk    olahraga.   Peneliti   memilih

perusahaan Nike Inc, karena Nike Inc merupakan salah satu relasi PT

Sinar Gaya Busana yang sudah cukup lama menggunakan jasa PT

tersebut.

       Nike Inc juga merupakan perusahaan terkemuka di Indonesia,

karena konsumen yang menjadi pengguna produknya cukup banyak

di Indonesia. Sehingga PT Sinar Gaya Busana harus selalu menjaga

relasinya dengan cara memberikan pelayanan dan kualitas produk

yang sesuai atau memenuhi syarat yang diajukan oleh Nike Inc.

       Dalam pelaksanaan menjaga relasi tersebut lebih melibatkan

komunikasi antarpribadi, dimana para karyawan harus memiliki

keterampilan, pengetahuan, sensitivitas dan pemahaman terhadap

konsumennya. Keterampilan adalah dimana kinerja karyawan harus

berkesinambungan dalam kelanjutan pelaksanaan kerja, dalam hal

pengetahuan karyawan harus memiliki wawasan mengenai kekuatan

atau   kelebihan   perusahaan   dimana   dia   bekerja.   Sedangkan

sensitivitas serta pemahaman terhadap relasi adalah dengan sepenuh

hati memperhatikan serta memenuhi keinginan konsumen mengenai

keperluan seputar produk Nike yang akan dihasilkan. Para karyawan

dituntut mampu berkomunikasi melalui perwujudan sikap dan
         perilakunya secara efektif untuk menciptakan penilaian positif serta

         dapat melayani dengan prosedur perusahaan yang berlaku, yang

         mewujudkan terjalinnya hubungan yang baik antara suatu perusahaan

         dengan mitra atau konsumennya.

                    Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti ingin

         mengetahui cara PT. Sinar gaya Busana untuk menjaga hubungan

         yang       baik     dan     harmonis       dengan       mitranya      sehingga      dapat

         mempertahankan kerjasama bisnis hingga saat ini, maka peneliti

         tertarik untuk meneliti, dengan judul Strategi Humas PT Sinar gaya

         Busana dalam menjaga relasi dengan Nike Inc.



    B. Pembatasan Masalah

                    Menurut Husaini Usman ―Pembatasan masalah ialah usaha

         untuk menetapkan batasan-batasan dari masalah penelitian yang

         akan diteliti. Batasan masalah dibuat dengan tujuan agar kita dapat

         mengetahui faktor-faktor mana saja ynag termasuk ruang lingkup

         masalah penelitian."3 Pembatasan masalah itu sendiri dibuat untuk

         membatasi masalah penelitian, agar tetap fokus dan tidak keluar dari

         masalah penelitian. Sehingga penelitian tetap konsisten dan apa yang

         menjadi tujuan dari penelitian ini dapat tercapai.




         3
             Husaini Usman, Purnomo Setiady, Metode Penelitian Sosial, Bumi Aksara, Jakarta, 1996,
hal 26
        Untuk lebih mempermudah dalam penulisan, maka penulis

  memberikan batasan pengertian judul skripsi ini. Dalam penelitian ini,

  penulis mengambil judul


  ― Strategi Humas PT. Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi

  dengan Nike Inc―. Untuk memberikan kejelasan dalam skripsi ini,

  dalam penelitian ini peneliti memusatkan perhatian hanya pada

  strategi Humas PT. Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan

  Nike Inc.


  1. Pembatasan Materi

        Dalam penelitian ini, penulis membatasi penelitiannya dengan

     memfokuskan pada Strategi Humas PT. Sinar Gaya Busana dalam

     menjaga relasi dengan Nike Inc.

  2. Pembatasan Lokasi dan Waktu Penelitian

             Lokasi penelitian

              Dilakukan di PT. Sinar Gaya Busana yang terletak di Jl.

              Perjuangan no.39 RT 06/RW 03, Desa Sukadanau, Kec

              Cikarang barat, Bekasi, 17520.

             Waktu penelitian

              Penelitian diadakan pada bulan April 2010 hingga Juli 2010.



C. Perumusan Masalah

        Untuk mencari jawaban dari permasalahan dalam penelitian ini

  peneliti perlu melakukan perumusan masalah. Perumusan masalah
pada          hakekatnya   merupakan     perumusan     pertanyaan     yang

jawabannya akan dicari melalui penelitian. Jawaban yang benar tidak

mungkin diperoleh apabila pertanyaan salah. Walaupun jawaban yang

salah masih mungkin dihasilkan untuk suatu pertanyaan yang benar,

jawaban yang benar hanya mungkin diperoleh apabila pertanyaannya

benar pula.

            Definisi dari perumusan masalah menurut Husaini Usman dan

Purnomo Setiady Akbar adalah :

            ―Usaha untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-
            pernyataan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau
            dicarikan jalan pemecahannya. Perumusan masalah adalah
            penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah.
            Atau dengan kata lain, perumusan masalah merupakan
            pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup
            masalah yang akan diteliti didasarkan pada identifikasi masalah
            dan pembatasan masalah.‖4


            Berdasarkan    uraian   masalah    yang    sudah   dipaparkan

sebelumnya, perumusan masalah yang akan diangkat dalam

penelitian ini adalah ―Bagaimana strategi Humas PT. Sinar Gaya

Busana dalam menjaga relasi dengan Nike Inc ?‖.




4
    Ibid, hal. 20
D. Tujuan Penelitian

         Tujuan penelitian menurut Drs. Subana adalah memecahkan

   permasalahan yang tergambar dalam latar belakang dan rumusan

   masalah (Sudrajat, 2001:71). Berdasarkan latar belakang dan

   pembatasan masalah tujuan penelitiannya adalah :

         1. Untuk mengetahui dan mengkaji strategi Humas yang

            dilakukan PT. Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi

            dengan Nike Inc.

         2. Untuk mengetahui manajemen yang dilakukan Humas PT

            Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan Nike Inc.



E. Kegunaan Penelitian

      Sesuai dengan tujuan yang ingin diraih, penelitian ini diharapkan

   mampu memberikan beberapa manfaat sebagai berikut :



   1. Kegunaan teoritis

         Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat

      memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai strategi

      Humas pada perusahaan agar dapat menjaga hubungan dengan

      mitra atau konsumennya khususnya Nike inc, dapat digunakan

      sebagai bahan rujukan bagi penelitian sejenis. Demikian juga

      dalam penulisan skripsi ini, adalah untuk melihat apakah teori
  Humas yang telah dikemukakan oleh para ahli dapat sesuai

  dengan realita atau kenyataan yang ada.

2. Kegunaan Praktis

     Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi

  dan masukan bagi PT. Sinar Gaya Busana mengenai sejauh mana

  strategi Humas yang telah dilakukan memberikan hasil yang

  optimal dalam menjaga relasi khususnya dengan Nike inc.
                                       BAB II


       TINJAUAN LITERATUR DAN KERANGKA PEMIKIRAN




A. Tinjauan Literatur

           Dalam berbagai literatur komunikasi, para ahli komunikasi

   melukiskan komunikasi sebagai ubiquitos yang memiliki arti sebagai

   sesuatu yang serba hadir. Karena sifat yang serba hadir memberikan

   banyak keuntungan sekaligus pula membawa banyak kesulitan,

   karena fenomena komunikasi menjadi luas, ganda dan multi makna. 5

   Fenomena komunikasi tersebut menyebabkan lahirnya sejumlah

   definisi tentang komunikasi yang sangat beragam namun dengan inti

   yang hampir serupa yaitu berkaitan dengan pemindahan pesan

   berupa simbol ataupun bahasa dari satu individu satu kepada individu

   yang lainnya dari salah satu ahli komunikasi yaitu Miller menyatakan

   bahwa komunikasi sebagai penyampaian pesan yang sengaja

   dilakukan      dari     sumber       terhadap       penerima        dengan       tujuan

   mempengaruhi tingkah laku pihak penerima. Dengan semakin

   berkembangnya komunikasi maka lahirlah ilmu komunikasi yang oleh

   banyak pakar komunikasi disebut sebagai ―ilmu yang ramai dalam

   dalam sebuah penyimpangan‖ dan telah menjadi obyek studi yang


   5
    Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta, PT Raja Grasindo
   Persada, 1998, hal. 20
  semakin diminati, pada intinya komunikasi adalah suatu proses

  pertukaran pesan, untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut :



1. Hakekat Komunikasi

          Manusia sebagai makhluk sosial berarti manusia tidak dapat

  hidup tanpa kehadiran manusia yang lain atau kelompok lain,

  sehingga kehidupan manusia baik perseorangan maupun sebagai

  anggota kelompok selalu berhubungan dan saling ketergantungan.

  Pelaksanaan dari hubungan dan ketergantungan inilah bagi manusia

  merupaka proses komunikasi. Begitu besar peranan komunikasi bagi

  manusia sehingga komunikasi dapat diartikan sebagai kunci utama

  dalam berhubungan dan bermasyarakat.

          Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris communication

  berasal     dari    bahasa       latin    ―communicatio‖           yang     berarti

  ―pemberitahuan‖       atau    ―pertukaran      pikiran.‖   Jadi    secara     garis

  besarnya, ―dalam suatu proses komunikasi harus terdapat unsur-

  unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran atau

  pengertian, antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan

  (penerima pesan).‖6 Suatu kegiatan komunikasi akan terjadi apabila

  ada dua pihak sebagai pemberi dan penerima pesan dan terdapat

  suatu     tujuan   yang      hendak      disampaikan.      Sedangkan      hakekat


  6
    Rosadi Ruslan, Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi; Konsep dan Aplikasi.
  Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 1998, hal. 69
komunikasi, menurut Onong U. Effendy adalah ―Proses pernyataan

antar manusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan

seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai

alat penyalurnya.‖7

        Everett m. Rogers dan D. Lawrense Kincaid menyatakan

bahwa ―Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih

membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama

lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang

mendalam.‖8

        Sedangkan menurut menurut Carl I hoveland (1955), menyebut

―Komunikasi        adalah      proses       yang      memungkinkan           seseorang

(komunikator)        menyampaikan           rangsangan        (biasanya       lambang-

lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikate).9

        Dari definisi diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa

komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari

seseorang kepada orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil apabila

timbul saling pengertian, dari kedua belah pihak yaitu si pengirim dan




7
 Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung, PT. Citra Aditya
Bakti, 2003, hal. 28
8
 Hafied Cangara, Msc., Pengantar Ilmu Komunikasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998,
hal. 19
9
 Prof. Drs. H. A. W. Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Bumi Aksara, jakarta,
2002, hal. 15
penerima informasi dapat memahaminya. Jadi komunikasi adalah

peryataan manusia, sedangkan pernyataan tersebut dapat dilakukan

dengan kata-kata tertulis maupun lisan di samping itu dapat dilakukan

dengan isyarat-isyarat atau simbol-simbol.

            Unsur-unsur komunikasi sebagai berikut :

                     1) ―Komunikator (Source)
                               Seseorang, sekelompok orang, suatu
                        organisasi yang berinisiatif sebagai sumber atau
                        untuk menyampaikan pesan.
                     2) Pesan (Message)
                               Suatu gagasan, dan ide berupa lambang
                        atau tanda seperti kata-kata lisan ataupun tulisan
                        yang diungkapkan dalam gambar, angka, gesture,
                        dll

                     3) Saluran (Channel)
                               Berupa media, sarana atau saluran yang
                        dipergunakan       oleh    komunikator       dalam
                        mekanisme penyampaian pesan.
                     4) Komunikan (Receiver)
                               Seseorang, sekelompok orang, atau suatu
                        organisasi     yang     menerima     pesan     dari
                        komunikastor.
                     5) Efek (Impact)
                               Suatu dampak yang terjadi dalam proses
                        penyampaian pesan, yang dapat berakibat positif
                        maupun negatif menyangkut tanggapan, persepsi,
                        dan opini dari hasil komunikasi tersebut.‖10

            Proses   komunikasi    pada    hakekatnya     adalah    proses

penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator)

kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa berupa gagasan,

informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan



10
     Ibid
bisa berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kekhawatiran,

kemarahan, keneranian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari

lubuk hati.

       Secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat

berlangsung dalam enam tingkatan sebagai berikut :

   a. Komunikasi intra-pribadi

   b. Komunikasi antar-pribadi

   c. Komunikasi dalam kelompok

   d. Komunikasi antar kelompok

   e. Komunikasi organisasi

   f. Komunikasi dengan masyarakat secara luas :

          1. Komunikasi massa

          2. Komunikasi tanpa melalui media massa

       Kegiatan atau upaya komunikasi yang dilkukan pihak sumber

tentunya juga diharapkan menimbulkan akibat atau hasil komunikasi

ini dapat mencakup tiga aspek :

          a. ―Aspek kognitif
             Menyangkut kesadaran dan pengetahuan.
             Misalnya : menjadi sadar atau ingat, menjadi tahu atau
             kenal.
          b. Aspek afektif
             Menyangkut sikap atau perasaan/emosi.
             Misalnya : sikap setuju/tidak setuju, perasaan sedih,
             gembira, perasaan benci, dan menyukai.
          c. Aspek konatif
             Menyangkut tindakan.
                    Misalnya : berbuat seperti apa yang disarankan, atau
                    berbuat sesuatu tidak seperti apa yang disarankan
                    (menentang).‖11

           Dalam kaitannya dengan kinerja Humas PT. Sinar Gaya

Busana, ketiga aspek yang telah disebutkan di atas memiliki

keterkaitan dalam hubungan Humas dengan stakeholders-nya. Aspek

yang pertama (kognitif) diimplementasikan sebagai pengaruh Humas

dalam memberikan kesadaran akan adanya PT. Sinar Gaya Busana.

Sehingga stakeholders aware dan merasa tidak asing lagi akan

keberadaan           PT     tersebut     dan     jasa-jasa      yang      ditawarkannya.

Selanjutnya dalam aspek kedua (afektif), yaitu saat stakeholders mulai

menunjukkan rasa suka atau tidak suka terhadap PT. Sinar gaya

Busana dan jasanya. Mereka mulai menunjukkan perasaan tertarik

atau tidak. Dan pada aspek yang terakhir (konatif), stakeholders akan

bertindak menunjukkan sikap setuju atau tidak setuju terhadap PT.

Sinar Gaya Busana, baik dalam lingkup jasa maupun program-

programnya.

           Fungsi komunikasi menurut Uchajana Effendy dalam bukunya

Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, adalah sebagai berikut :

       a) ―Menginformasikan (To inform)
          Komunikator menyampaikan pesan, agar pesan                               yang
          disampaikan terdengar dan dipahami tujuannya                              oleh
          komunikan.
       b) Mendidik (To educate)




11
     Sasa Djuarsa, Pengantar Ilmu Komunikasi, UT, Jakarta, 2003,hal2.21
          Komunikasi dapat berupa pesan yang mendidik seperti
          penyampaian pesan berupa berita acara di media elektronik
          dan media cetak.
       c) Menghibur (To entertain)
          Komunikasi dapat berupa pesan yang menghibur seperti
          penyampain pesan berupa acara humor, film dan musik.
       d) Mempengaruhi (To influence)
          Dalam hal ini komunikasi yang disampaikan komunikator
          bertujuan untuk mempengaruhi komunikan untuk memahami
          maksud dari penyampaian pesan dengan penjelasan yang
          dimengerti oleh komunikan.‖12

            Komunikasi ini dilakukan antara para karyawan selaku pihak

penyedia jasa dengan pelanggan. Umumnya komunikasi yang

dilakukan adalah komunikasi antarpribadi, yang melibatkan interaksi

langsung antara dua atau lebih orang. Karyawan PT. Sinar gaya

Busana           menjelaskan     dengan    detail   mengenai   proses   kinerja

perusahaan dalam membuat suatu produk agar mitra kerjanya dapat

memahami tujuan menggunakan jasa dari perusahaan, mendidik

karena pengenalan mengenai kinerja perusahaan adalah proses

penambahan wawasan mengenai manfaat dari jasa yang ditawarkan

perusahaan.                Mempengaruhi,     karyawan     berupaya       untuk

mempengaruhi relasi untuk meyakinkan informasi yang diberikan

untuk sesudahnya diharapkan untuk menggunakan jasa perusahaan

PT. Sinar gaya Busana dengan segala keunggulan yang ditawarkan.

Menurut Onong Uchajana Effendy dalam bukunya ―Ilmu komunikasi




12
     Effendi, op.cit., hal. 55
Teori dan Praktek,‖ turut membagi proses komunikasi menjadi

beberapa tahapan, yaitu :

     1. ―Proses Komunikasi secara Primer
               Yaitu proses penyampaian pikiran atau perasaan
        seseorang kepada orang lain dengan penggunaan lambang
        (simbol) sebagai medianya. Lambang sebagai media primer
        dalam proses komunikasi, umunya adalah bahasa. Dikatakan
        demikian karena ada juga lambang lain dipergunakan dalam
        berkomunikasi, antara lain gesture, yaitu gerakan tubuh,
        gambar, warna, dan sebagainya.
     2. Proses Komunikasi secara Sekunder
               Yaitu proses penyampaian pesan oleh seseorang
        kepada orang lain dengan penggunaan alat/ sarana sebagai
        media kedua. Setelah penggunaan lambang/ simbol sebagai
        media pertama. Seseorang menggunakan media pertama.
        Seseorang menggunakan media kedua dalam berkomunikasi di
        karenakan komunikan sebagai sasarannya berada di tempat
        yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, fax,
        radio dan majalah adalah sebagai contoh media yang sering
        dipakai dalam berkomunikasi.‖13

        Menurut Onong Uchajana Effendy dalam bukunya ―Ilmu

Komunikasi Teori dan Praktek‖, tujuan komunikasi menjadi beberapa

tahapan yaitu :

        a. ―Mengubah sikap (to change the attitude)
           Komunikator berusaha untuk meyakinkan komunikan
           dengan mengubah sikap mengenai permasalahan yang
           sedang dibahas sesuai dengan persepsi dari komunikator.
        b. Mengubah opini/ pendapat/ pandangan (to change the
           opinion)
           Komunikator berupaya mengubah opini/ pendapat/
           pandangan komunikan mengenai realitas yang ada agar
           mengguggah opini komunikan mengenai persepsi yang
           sesungguhnya.
        c. Mengubah perilaku (to change the behavior)
           mengubah perilaku komunikan dengan menggunakan
           tahapan pengubahan opini diharapkan perilaku yang


13
  Onong Uchjana Effendi, Ilmu Komunikasi; Teori dan Praktek. Bandung, PT Remaja Rosda
Karya, 2001, hal. 78.
                 terdahulu akan menjadi sesuai yang diharapkan oleh
                 komunikator dimasa datang.
              d. Mengubah masyarakat (to change the society)
                 Tujuan komunikasi juga dapat mengubah intensitas
                 kegiatan masyarakat dengan mengubah opini yang
                 terdahulu untuk dapat mengikuti opini yang baru atau opini
                 yang dianggap benar.‖14


              Jadi tujuan komunikasi adalah mengubah sikap yaitu karyawan

  PT. Sinar Gaya Busana berupaya mengubah sikap mitra kerja

  mengenai             persepsi   yang   sebenarnya   tentang    kualitas   jasa

  perusahaan, karyawan PT. Sinar Gaya Busana berupaya untuk

  mengubah pandangan mitra kerjanya mengenai                    hasil jasa yang

  dihasilkan dengan pandangan yang diharapkan.



2. Hubungan Masyarakat (Humas)

         Komunikasi memiliki tiga cabang penting yang juga berkembang

  hingga sekarang, tiga cabang itu adalah : Jurnalistik, Advertising, dan

  Hubungan Masyarakat (Humas).

         Humas itu menyangkut kepentingan setiap organisasi, baik itu

  organisasi yang bersifat komersial maupun non-komersial. Humas

  terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara

  organisasi yang bersangkutan dengan siapa saja yang menjalin

  kontak dengannya.

         Menurut Dr. Rex Harlow dalam bukunya berjudul A Model for
         Public Relations Education for Professional Practices yang

  14
       Effendi, op.cit. hal. 8.
       diterbitkan (IPRA) 1978, ―Public Relations atau Humas adalah
       fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan,
       pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya,
       menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan dan
       kerja sama; melibatkan manajemen dalam menghadapi
       persoalan/permasalahan, membantu manajemen untuk mampu
       menanggapi opini publik; mendukung manajemen dalam mengikuti
       dan memanfaatkan perubahan secara efektif; bertindak sebagai
       sistem peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan
       penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis
       sebagai sarana utama.‖15

       Menurut Frank Jefkins, ―Public Relations atau Humas adalah
       semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam,
       maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua
       khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang
       berlandaskan pada saling pengertian.‖16

       Berdasarkan           pengertian-pengertian             di     atas,      maka     dapat

disimpulkan bahwa Humas adalah kegiatan atau usaha yang

terencana          dengan        menciptakan          hubungan            baik   antara   suatu

organisasi dengan publiknya.

       Dalam melaksanakan peran dan fungsinya, Humas tidak terlepas

dari bagian-bagian lain dalam suatu badan atau lembaga pada suatu

organisasi. Humas merupakan perantara hubungan antara pimpinan

organisasi perusahaan dengan publik, baik publik intern maupun

ekstern.

       Fungsi Humas menurut Cutlip dan Center seta Canfield (1982)

dapat dirumuskan sebagai berikut :




15
     Rosady Ruslan, SH, MM, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, hal. 16.
16
     Frank Jefkins, Public Relations, Erlangga, Jakarta, 1992, hal. 98.
       a. ―Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai
          tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/
          organisasi).
       b. Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi
          dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran.
       c. Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini,
          persepsi     dan      tanggapan       masyarakat     terhadap
          badan/organisasi yang diwakilinya, atau sebaliknya.
       d. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran
          kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat
          bersama.
       e. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur
          arus informasi, publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke
          publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi
          kedua belah pihak.‖17


            Sedangkan menurut British Institute of Public Relations (IPR),

di dalam buku Jefkins (2004;9), Humas adalah keseluruhan upaya

yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam

rangka menciptakan dan memelihara niat baik (goodwill) dan saling

pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.

            Definisi Humas yang diambil dari The British Institute of Public

Relations yang dikutip oleh Ruslan (2006;15-16) berbunyi :

            a. “Public Relations activity is management of communications
               between an organizations and its publics”. (Aktivitas Public
               Relations adalah mengelola komunikasi antara organisasi
               dan publiknya).
            b. ―Public Relations practice is deliberate, planed and sustain
               effort to establish and maintain mutual understanding
               between an organization and its public‖. (Praktik Public
               Relations adalah memikirkan, merencanakan, dan
               mencurahkan daya untuk membangun dan menjaga saling
               pengertian antara organisasi dan publiknya).18

17
  Rosady Ruslan, Manajemen Relations & Media komunikasi, Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 2007, hal. 19.
18
     Ibid hal 15-16
      Dapat disimpulkan bahwa definisi Humas adalah suatu usaha

untuk menciptakan keharmonisan dan merencanakan suatu program

kegiatan dan komunikasi untuk memperoleh pengertian dan dukungan

dari publiknya.

      Dengan demikian Humas harus menunjang perwujudan tujuan

organisasi, dan mengusahakan agar masyarakat mau menerima dan

mengakui pertanggungjawaban yang dilayaninya. Sehingga dapat

dikatakan Humas merupakan bagian organisasi yang memainkan

peran sangat penting.

      Program dan aktivitas Humas dalam sebuah organisasi atau

perusahaan agar dapat lebih optimal dan mencapai sasaran yang

telah ditentukan, sehingga tercapainya hubungan dengan mitra kerja

yang baik tentunya harus ditunjang oleh fungsi dan struktur Humas

yang harus ada dalam jajaran top management (pimpinan tertinggi).

Tingkatan   pimpinan    tertinggi   adalah   sebagai   penentu   dalam

pengambilan keputusan dan yang mengendalikan berputarnya roda

organisasi yang disebut Koalisi Dominan, di mana Koalisi Dominan ini

sebagai penentu atau manajemen organisasi. Definisi Koalisi

Dominan ini intinya berisi bahwa Humas membantu suatu organisasi

dan publiknya beradaptasi satu sama lainnya dan Humas adalah

upaya organisasi untuk memenangkan kerjasama dari kelompok-

kelompok orang.
      Humas bukan saja menjadi corong dari perusahaannya, namun

juga merupakan pendengar, pencium, perasa, dan menjadi mata bagi

perusahaan. Bukan saja merupakan mulut perusahaan, melainkan

sebagai panca indera perusahaan. Dalam hal ini fungsi Humas

perusahaan dianalogikan dengan panca indera bagi tubuh manusia.

      Adapun pimpinan perusahaan dapat dianalogikan dengan

fungsi otak dan jantung pada manusia. Sebagai manajer yang

mengendalikan     seluruh    manajemen        perusahaan,   pimpinan

menentukan tujuan dari gerak itu sendiri. Dalam lingkup manajemen,

pimpinan perusahaan merupakan top manager atau administrator dari

seluruh kegiatan manajemen perusahaannya.

      Seperti halnya manusia, hubungan antara otak dan panca

indera itu sangat dekat, bahkan merupakan suatu unit kerja dan

wadah kerja yang berupa kepala. Maka pada perusahaan pun

pimpinan perusahaan dan Humas seharusnya merupakan satu unit

dan wadah kerja. Humas dan pimpinan perusahaan haruslah

merupakan     dwi-tunggal   yang   harmonis    dalam   menggerakkan

perusahaan.

      ―Tujuan Humas adalah untuk menciptakan, membina, dan

memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau
      organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan

      komunikasi yang harmonis dan timbal balik.‖19

                  Untuk mencapai keberhasilan tugas dan fungsi Humas secara

      garis besarnya terdapat beberapa kiat, yaitu perencanaan (planning),

      pengorganisasian                  (organizing),           pelaksanaan             (actuating),

      mengkomunikasikan (communicating, dan penilaian (evaluation).

      Keberhasilan tersebut bisa dientukan melalui cara :

                     ―Kemampuan menguasai pendapat umum (keterampilan
                      berkomunikasi)
                      Keterampilan berkomunikasi, baik secara tulisan maupun
                      lisan, adalah salah satu upaya untuk penyampaian pesan,
                      ide, gagasan, atau program kerja, dan sekaligus upaya
                      untuk membentuk atau menguasai pendapat umum sesuai
                      dengan apa yang diinginkan oleh komunikator, yakni
                      sarananya yang efektif berkomunikasi melalui media massa,
                      apa dan bagaimana pesan tersebut dirancang atau
                      disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik
                      perhatian komunikan.
                     Menguasai teknik berkomunikasi
                      Melalui teknik berkomunikasi tertentu, seperti prosedur
                      untuk menarik perhatian dan menggiatkan komunikan, PR
                      communication, A-A procedure, from attention to action atau
                      dengan formula ―AIDDA‖ yang merupakan satuan singkat
                      dari tahapan-tahapan komunikasi persuasif, yaitu :

                           A        – Attention,      Menarik perhatian;
                           I        – Interest,       Membangkitkan minat;
                           D        – Desire,         Menumbuhkan hasrat;
                           D        – Decision,       Membuat keputusan;
                           A        – Action,         Melakukan kegiatan.‖20




      19
           H. A. W. Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Bumi Aksara, jakarta, 2002, hal.
55.
      20
           Rosady Ruslan, Praktik dan Solusi Public Relations, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1999, hal. 39
             Kedua hal dasar tersebut merupakan hal dasar yang harus

  sikuasai oleh seorang Humas. Kemampuan dan teknik berkomunikasi

  menjadi modal utama untuk mencapai keberhasilan tugas dan fungsi

  Humas.



3. Strategi Humas

             ―Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning)

  dengan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan.

  Akan tetapi, untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi

  sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan

  harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.‖21

             S. Adnanputra, pakar Humas dalam naskah workshop berjudul

  PR strategy (1990), mengatakan bahwa arti strategi adalah bagian

  terpadu dari suatu perencanaan (planning) yang pada akhirnya

  perencanaan            adalah          salah   satu   fungsi   dasar   dari   proses

  manajemen.22

             Oleh James Brian Quinn dalam Yosal Iriantara, strategi

  diartikan sebagai ―pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan




  21
       Onong Uchjana Effendy, Op. Cit, hal. 32
  22
       Rosady Ruslan, Op. Cit, hal 133
pokok, kebijakan, dan rangkaian tindakan sebuah organisasi ke dalam

satu kesatuan yang kohesif.‖23

         Berdasarkan pengertian di atas, maka peneliti menyimpulkan

bahwa strategi Humas adalah cara-cara yang digunakan untuk

mencapai suatu tujuan dari seorang Humas yang disusun secara

terencana.

         Humas bertujuan untuk menegakkan dan mengembangkan

suatu citra yang menguntungkan bagi organisasi/perusahaan, atau

produk barang dan jasa terhadap para stakeholders-nya sasaran yang

terkait yaitu publik internal dan publik eksternal.

         Untuk mencapai tujuan tersebut, strategi kegiatan Humas

seharusnya diarahkan pada upaya menggarap persepsi para

stakeholder, akan sikap tindak dan persepsi mereka. Konsekuensinya,

jika strategi penggarapan itu berhasil maka akan diperoleh sikap

tindak dan persepsi yang menguntungkan dari stakeholder sebagai

khalayak sasaran. Pada akhirnya akan tercipta suatu opini dan citra

yang menguntungkan.

         Strategi Humas dibentuk melalui dua komponen yang saling
terkait erat, yakni sebagai berikut :


         Komponen                      Pembentukan Strategi Public Relations
     1. Komponen sasaran               Satuan segmen yang akan digarap


23
  Yosal Iriantara, Manajemen Strategis Public Relations, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2004,
hal. 12
       2. Komponen sarana               Paduan atau bauran sarana untuk
                                        Menggarap suatu sasaran


           ―Adapun tahap-tahap kegiatan strategi Humas : pertama
komponen sasaran, umumnya adalah para stakeholder dan publik
yang mempunyai kepentingan yang sama. Sasaran umum tersebut
secara struktural dan formal yang dipersempit melalui upaya
segmentasi yang dilandasi seberapa jauh sasaran itu menyandang
opini bersama (common opinion), potensi polemik, dan pengaruhnya
bagi masa depan organisasi, lembaga, nama perusahaan dan produk
yang menjadi perhatian sasaran khusus. Maksud sasaran khusus
disini adalah yang disebut publik sasaran (target publik).
           Kedua, komponen sarana yang pada strategi Humas berfungsi
untuk mengarahkan ketiga kemungkinan tersebut ke arah posisi atau
dimensi yang menguntungkan. Hal tersebut akan dilaksanakan
melalui pola dasar ―The 3-C’s option (Conversation, Change and
Crystallization) dari stakeholder yang disegmentasikan menjadi publik
sasaran, yaitu sebagai berikut.‖24




       Komponen                                   Strategi Humas
       1. Mengukuhkan                      Terhadap opini yang aktif-Pro
           (Proponen)
           (conservation)
       2. Mengubah (change)                Terhadap opini yang aktif-Contra
           (Oponen)



24
     Rosady Ruslan, Op. Cit, hal. 135
   3. Mengkristalisasi             Terhadap opini yang pasif
      (Uncommited)
      (Cristallization)



     Tahap-tahap kegiatan strategi Humas di atas mempunyai fungsi

sebagai    antisipasi     pihak   perusahaan    apabila   menghadapi

permasalahan      yang tiba-tiba muncul. Langkah yang pertama

tentunya dengan mempelajari komponen sasaran atau yang biasa

disebut target sasaran, dalam hal ini biasanya stakeholders. Lalu

tahap berikutnya adalah memilih salah satu komponen sarana atau

perpaduan dari komponen sarana tersebut, selanjutnya menentukan

strategi melalui fungsi-fungsi manajemen Humas.


     Strategi Humas yang berfungsi untuk menciptakan iklim yang

kondusif dalam mengembangkan tanggung jawab serta partisipasi

antara Public Relations dan masyarakat untuk mewujudkan tujuan

bersama, sebagai berikut :




     a. ―Strategi Operasional
          Melalui pelaksanaan program Humas yang dilakukan dengan
          pendekatan kemasyarakatan (sociology approach), malalui
          mekanisme social cultural dan nilai-nilai yang berlaku di
          masyarakat dari opini publik atau kehendak masyarakat
          terekam pada setiap berita atau surat pembaca dan lain
          sebagainya yang dimuat di berbagai media massa. Artinya
          pihak Humas mutlak bersikap atau berkemampuan untuk
          mendengar (listening), dan bukan sekedar mendengar (hear)
          mengenai aspirasi yang ada didalam masyarakat, baik
               mengenai etika, moral, maupun nilai-nilai kemasyarakatan
               yang dianut.
          b. Pendekatan persuasif dan edukatif
               Fungsi Humas adalah menciptakan komunikasi dua arah
               (timbal balik) dengan menyebarkan informasi dari organisasi
               kepada pihak publiknya yang bersifat mendidik dan
               memberikan penerangan, maupun dengan melakukan
               pendekatan persuasif, agar tercipta saling pengertian,
               menghargai, pemahaman, toleransi, dan lain sebagainya.
          c. Pendekatan tanggung jawab sosial Humas
               Menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial bahwa tujuan
               dan sasaran yang hendak dicapai tersebut bukan ditujukan
               untuk mengambil keuntungan sepihak dari publik dan
               sasarannya (masyarakat), namun untuk memperoleh
               keuntungan bersama.
          d. Pendekatan kerjasama
               Berupaya membina hubungan yang harmonis antara
               organisasi dengan berbagai kalangan, baik hubungan ke
               dalam (internal relations) maupun hubungan ke luar
               (eksternal relations) untuk meningkatkan kerjasama. Humas
               berkewajiban memasyarakatkan misi instansi yang diwakili
               agar diterima oleh atau mendapat dukungan masyarakat
               (publik sasarannya). Hal ini dilakukan dalam rangka
               menyelenggarakan hubungan baik dengan publiknya
               (community relations), dan untuk memperoleh opini publik
               serta perubahan sikap yang positif bagi kedua belah pihak
               (mutual understanding).
          e. Pendekatan koordinatif dan integratif
               Untuk meperluas peranan Humas dalam masyarakat, maka
               fungsi Humas dalam arti sempit hanya mewakili
               lembaga/institusinya. Tetapi peranannya yang lebih luas
               adalah    berpartisipasi   dalam   menunjang   program
               pembangunan nasional dan mewujudkan Ketahanan
               Nasional di bidang politik, ekonomi, sosial budaya
               (Poleksosbud) dan Hankamnas.‖25




25
     Ibid, hal. 142-144
          Dalam sebuah strategi Public Relations, ada beberapa elemen

yang harus diketahui, yaitu :


          a. Program Strategi
                       Landasan umum dalam proses strategi Humas, menurut

               S. Adnanputra dalam makalah ―PR Strategy‖, yang berkaitan

               dengan fungsi-fungsi Humas secara integral melekat pada

               manajemen suatu perusahaan/lembaga, sebagai berikut :


                      1. ―Mengidentifikasi permasalahan yang muncul.
                      2. Identifikasi unit sasarannya.
                      3. Mengevaluasi mengenai pola dan kadar sikap tindak
                         unit sebagai sasarannya.
                      4. Mengidentifikasi tentang struktur kekuasaan pada unit
                         sasaran.
                      5. Pemilihan opsi atau unsur taktikal strategi Humas.
                      6. Mengidentifikasi dan evaluasi terhadap perubahan
                         kebijaksanaan atau peraturan pemerintahan dan lain
                         sebagainya.
                      7. Langkah terakhir adalah menjabarkan strategi Humas,
                         dan taktik atau cara menerapkan langkah-langkah
                         program yang telah direncanakan, dilaksanakan,
                         mengkomunikasikan, dan penilaian/evaluasi hasil
                         kerja.‖26



                       Ketujuh landasan tersebut merupakan dasar dalam

               penyusunan strategi Humas. Singkatnya, landasan dasar

               penyusunan strategi Humas adalah identifikasi dan evaluasi.


26
     Ibid, hal. 139
          b. Komponen Pembentukan Strategi
                       Dalam pembentukan strategi korporat, suatu strategi

               dipengaruhi oleh unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan

               lingkungan, kondisi, visi atau arah, tujuan dan sasaran dari

               suatu      pola     yang   menjadi   dasar    budaya   perusahaan

               bersangkutan (corporate culture) yaitu :


                      1. ―Secara makro, lingkungan perusahaan/lembaga
                         tersebut akan dipengaruhi oleh unsur-unsur: kebijakan
                         umum (public policy), budaya (culture) yang dianut,
                         sistem perekonomian dan teknologi yang dikuasai oleh
                         organisasi bersangkutan.
                      2. Secara mikro, tergantung dari misi perusahaan,
                         sumber-sumber dimiliki (sumber daya manusia dan
                         sumber daya guna lainnya yang dikuasai), sistem
                         pengorganisasian, dan rencana atau program dalam
                         jangka pendek atau jangka panjang, serta tujuan dan
                         sasarannya yang hendak dicapai.‖27
                       Komponen-komponen              pembentukan         strategi

            perusahaan           ini   perlu   diketahui    untuk   menyelesaikan

            penyusunan strategi Humas.


                       Para praktisi Humas harus memperoleh kepercayaan

            penuh dari organisasi dan perusahaan lain yang bekerjasama,

            serta memahami permasalahan dan sudut pandang masing-

            masing. Penting sekali dalam Humas seorang Public Relations

            Officer (PRO) untuk mempunyai hubungan yang baik dengan




27
     Ibid, hal. 140
               para stakeholdersnya agar terwujudnya tujuan bersama yang

               postif.




4. Corporate Public Relations (CPR)


               Humas        sering         dihubung-hubungkan   dengan   pemasaran,

   karena pada dasarnya Humas memang bagian dari pemasaran. Kotler

   menyebutkan bahwa Humas merupakan salah satu dari user

   marketing mix. Kotler juga mega marketing, yaitu ―aplikasi koordinasi

   secara terencana atas unsur-unsur ekonomi, psikologi, politik, dan

   keterampilan Humas untuk memperoleh simpata (kerjasama) dari

   pihak-pihak terkait agar dapat beroperasi atau masuk ke pasar

   tertentu‖.28 Sedangkan Thomas L Harris, melihat praktek-praktek

   Humas pada kegiatan pemasaran, Harris menyarankan agar para

   praktisi dapat memisahkan kegiatan yang menjadi bagian dari

   marketing (Marketing Public Relations atau MPR) dan kegiatan yang

   menjadi bagian dari tingkat korporat (Corporate Public Relations atau

   CPR).29




                                              TABEL 2.1


   28
        Rhenald Kasali, Op. Cit, hal. 12
   29
        Ibid, hal. 12
Marketing Public Relations dan Corporate Public Relations


           MPR                                CPR


1. Memposisikan perusahaan       1. Hubungan dengan
   sebagai ―leader‖ atau            Pemerintah (Government
   ―expert‖.                        Relations) :

2. Membangun kepercayaan           -   Lobi
   konsumen.
                                   -   Mempercepat proses
3. Mengkomunikasikan                   prosedur perizinan
   keuntungan-keuntungan           -   Memperoleh
   jasa lama.                          dukungan-dukungan
                                       moril
4. Menekan pasar yang lemah
                                   -   Izin-izin legal lainnya
5. Menjelaskan ―product story‖
   dengan lebih detail.          2. Hubungan dengan
                                    komunitas :
6. Memperoleh publisitas.
                                   -   Masalah polusi
7. Mengetes konsep
                                   -   Masalah kemanan
   pemasaran.
                                   -   Masalah fasilitas-
8. Mendapatkan dukungan                fasilitas sosial
   konsumen dengan
   menjelaskan misi                -   Keterlibatan komunitas
   perusahaan.                     -   Menjadi warga negara
9. Memperoleh dukungan                 yang baik
   publik.                       3. Hubungan dengan
                                    karyawan :

                                   -   Moral kerja

                                   -   Citra kartawan

                                   -   Filososfi perusahaan

                                   -   Media internal

                                   -   Dukungan perusahaan
                                       atas jasa-jasa
                                            perusahaan

                                        -   Kegiatan-kegiatan
                                            perusahaan

                                     4. Hubungan dengan
                                        pemegang saham.

                                     5. Hubungan dengan relasi
                                        atau rekan bisnis.

                                     6. Hubungan dengan bank.

                                     7. Mengatasi krisis :

                                        -   Ketika perusahaan
                                            menurun

                                        -   Krisis yang meluas

Sumber : Rhenald Kasali, 1994 : 13


      Perbedaan yang signifikan dapat dilihat dari bidang masing-

masing. CPR murni di bidang Humas, sedangkan MPR berada di

bawah manajer pemasaran. CPR selalu berada di dekat CEO,

presiden, atau direktur utama karena CPR mempunyai tugas yang

sangat sensitif, yakni menjaga kepuasan para stakeholder ternasuk

pemegang saham, mitra kerja dan pemerintah. CPR juga bertanggung

jawab terhadap pencegahan dan pemecahan krisis yang dapat

mematikan perusahaan.


      Penelitian ini mengambil lingkup Humas dalam korporat,

karena Humas PT Sinar Gaya Busana yang menjadi objek penelitian

itu sendiri, berada pada divisi Corporate Communications and

Relationship Department PT Sinar Gaya Busana, sebagian besar
  telah disebutkan tabel 2.1 di atas. Salah satu pekerjaan Humas dalam

  lingkup korporat adalah berhubungan dengan relasi, hal ini termasuk

  dalam objek penelitian yang akan dibahas.


5. Hubungan / Relasi


        Walaupun hubungan relasi termasuk kegiatan yang penting

  dalam kegiatan Humas, tetapi di dalam pelaksanaan kegiatan ini

  banyak sekali terjadi konflik yang akhirnya mengganggu dan

  menghambat hubungan keduanya. Konflik itu terjadi karena relasi

  tersebut terkadang mempunyai pandangan yang buruk terhadap

  Humas. Hal ini membuatmitra kerja atau konsumeni kadang-kadang

  enggan bekerjasama dengan Humas.


        Selain itu, mitra kerja sering tidak puas dengan informasi yang

  diberikan pihak Humas. Hal ini juga disebabkan adanya kepentingan

  yang berbeda antara sebuah perusahaan dengan relasinya. Di satu

  pihak, tugas pokok praktisi Humas menjalankan program-program

  Humas yang telah direncanakan serta disetujui sebelumnya, dengan

  tujuan memaksimalkan pengetahuan dan pemahaman khalayak atas

  jasa persusahaan, sosok keseluruhan atau aspek-aspek lainnya dari

  organisasi atau perusahaan induk dan klien. Sedangkan di pihak lain,

  relasi atau klien dituntut mencari apa saja yang menjadi kekurangan

  sebuah perusahaan yang akan diajak untuk bekerjasama, sehingga

  terkadang mereka kurang mempercayai Humas dan mencari tahu
sendiri karena seorang Humas pasti memberikan informasi yang

dapat menguntungkan perusahaan yang diwakilinya.


           Hubungan pejabat Humas dengan relasi perusahaan dapat

berbentuk hubungan fungsional maupun pendekatan personal.

Menurut Frank Jefkins, bentuk-bentuk hubungan relasi adalah sebgaia

berikut :


           a. ―Kontak pribadi
                Pada dasarnya, keberhasilan pelaksanaan hubungan
                sebuah perusahaan dengan relasinya tergantung ―apa dan
                bagaimana‖ kontak pribadi antara kedua belah pihak yang
                dijalin melalui hubungan informal seperti adanya kejujuran,
                saling pengertian dan saling menghormati serta kerja sama
                yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang positif.
           b. Pelayanan informasi
                Pelayanan yang sebaik-baiknya yang diberikan oleh pihak
                Humas kepada pihak relasi perusahaan dalam bentuk
                pemberian informasi, publikasi dan berita baik tertulis,
                tercetak, maupun yang terekam.
           c. Mengantisipasi kemungkinan hal darurat (Contingency plan)
                Untuk mengantisipasi kemungkinan permintaan yang
                bersifat mendadak dari pihak relasi mengenai kerjasama
                bisnis, pihak pejabat Humas/PRO harus siap melayaninya,
                demi menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbina,
                dan citra serta nama baik bagi perusahaan.‖30
           Selain menjaga hubungan fungsional, Humas juga melakukan

pendekatan           personal.          Hubungan   personal   yang   dijalin   diluar

hubungan pekerjaan yang formal ini akan menjalin keakraban dan

timbul kejujuran, saling pengertian, dan saling menghormati antara


30
     Rosady Ruslan, Op. Cit, hal. 170
kedua belah pihak. Dalam hubungan pekerjaan Humas juga harus

memberikan pelayanan informasi bagi kebutuhan mitran kerjanya.


      Berikut ini akan diuraikan beberapa prinsip umum yang perlu

diperhatikan oleh setiap praktisi Humas dalam rangka menciptakan

dan membina hubungan yang baik :


      a. ―Memahami dan melayani konsumen. Dengan berbekal

         semua pengetahuan di atas, maka seorang praktisi Humas

         akan mampu menjalin hubungan kerjasama dengan pihak

         yang diajak bekerjasama. Ia juga akan dapat menciptakan

         suatu hubungan timbal-balik yang saling menguntungkan.


      b. Membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya.

         Para praktisi Humas harus senantiasa siap menyediakan

         materi-materi yang akurat di mana saja dan kapan saja hal

         itu dibutuhkan. Hanya dengan cara inilah ia akan diakui

         sebagai suatu sumber informasi yang akurat dan dapat

         dipercaya oleh mitranya. Bertolak dari kenyataan itu, maka

         komunikasi timbal-balik yang saling menguntungkan akan

         lebih mudah diciptakan dan dipelihara.


      c. Bekerjasama dalam penyediaan materi. Sebagai contoh,

         petugas Humas dan mitranya dapat bekerjasama dalam

         mempersiapkan sebuah acara dengan tokoh-tokoh tertentu

         yang berhubungan dengan kerjasama bisnis mereka.
            d. Membangun                hubungan     pesonal   yang        kokoh.   Suatu

                hubungan personal yang kokoh dan positif hanya akan

                tercopta        serta       terpelihara   apabila      dilandasi     oleh

                keterbukaan,            kejujuran,   kerjasama,     dari    sikap   saling

                menghormati profesi masing-masing."31


            Prinsip-prinsip umum diatas yang harus diperhatikan oleh

seorang Humas tersebut, merupakan dasar-dasar yang wajib

diketahui dan direalisasikan dalam membangun hubungan dengan

mitranya agar tetap terjalin hubungan yang harmonis.


            Harus diakui bahwa di antara praktisi Humas sebuah

perusahaan dengan mitranya seringkali terdapat tujuan dan loyalitas

yang berlainan, bahkan saling bertentangan. Namun pertentangan

yang terjadi atau saling berprasangka buruk antara pihak Humas

suatu perusahaan dengan mitranya dapat diatasi seandainya

hubungan itu berlandaskan keterbukaan, serta saling mengharagi

prinsip-prinsip keterbukaan, serta saling menghargai peran satu sama

lainnya dan saling mendukung. Serta setiap pihak akan berfungsi

serta bertindak sesuai terikat dengan kode etik masing-masing. Upaya

tertentu dalam pembinaan hubungan mitra kerja yang harmonis pada

dasarnya menurut Cutlip & Center dapat dilakukan melalui hal-hal

sebagai berikut :


31
     Frank Jefkins, Op. Cit, hal. 101
             a. ―Sikap saling menghargai antar kedua belah pihak (mutual
                appreciation)
             b. Saling pengertian tentang peran, fungsi, kewajiban dan
                tugas sesuai dengan etika profesinya masing-masing
                (mutual understanding)
             c. Saling mempercayai akan         peran    untuk   kepentingan
                bersama (mutual confidence)
             d. Sikap saling toleransi kedua belah pihak (tolerance).‖32


             Menghargai, mengerti, percaya, dan toleran adalah sikap yang

  harus dijaga dalam menjalin hubungan personal Humas sebuah

  perusahaan dengan mitranya. Hubungan yang baik akan dengan

  sendirinya terjalin apabila keempat sikap tersebut dijalankan oleh

  Humas dan partner bisnisnya. Maka hubungan pekerjaan antara

  Humas dan partner akan terjalin baik dan komunikatif.


6. Strategi Menjalin Hubungan Antar Perusahaan/ Organisasi


             Karena betapa penting konsumen bagi sebuah kelanjutan

  perusahaan, maka penting bagi Humas PT Sinar Gaya Busana untuk

  memahami strategi yang bisa diterapkan dalam menjalin hubungan

  dengan Nike.             Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan

  dalam melakukan strategi menjalin hubungan dengan Nike, yaitu :


         a. Mengelola Relasi

                 Melakukan komunikasi yang intens diantara kedua belah
                  pihak yang berkenaan dengan kerjasama bisnis.


  32
       Rosady ruslan, Op. Cit, hal. 178
         Menjalin hubungan yang dibangun berdasarkan human
          relations.
   b. Mengembangkan strategi

         Terus mengembangkan materi Humas untuk klien.

         Menggunakan    berbagai media       yang     ada      untuk
          menyampaikan informasi kepada mitra kerja.

         Memelihara dan membangun kontak mata dengan relasi.
   c. Mengembangkan jaringan

         Berhubungan baik dengan organisasi mitra kerja yang
          bersangkutan.

         Berhubungan baik dengan orang dari perusahaan yang
          berasal dari luar yang berkenaan memperluas jaringan
          dengan dunia pekerjaan.
      Banyak ahli dan praktisi Humas menyatakan bahwa inti

kegiatan Humas adalah komunikasi dan hubungan dengan klien.

Melalui kegiatan Humas itulah, organisasi berkomunikasi dan

membangun atau memelihara hubungan dengan publiknya atau

stakeholder. Menjalin hubungan yang baik dengan Nike tentunya

dimaksudkan agar perusahaan mampu mencapai tujuan utamanya.


      Menjalin   hubungan   baik   dengan   konsumen     atau   klien

diperlukan, karena pada dasarnya relasi itulah yang diperlukan dalam

mencapai tujuan perusahaan. Dalam menjalin hubungan dengan Nike

hal yang penting untuk diingat adalah hubungan antara dua organisasi

yang saling membutuhkan. Agar hubungan tersebut dapat terjalin

dengan baik tentu saja harus ada komunikasi yang cukup intens

antara kedua belah pihak yang bersangkutan. Yang bertugas menjalin
  hubungan dengan klien bukan hanya customer relations, melainkan

  seluruh staf Humas. Hal tersebut merupakan langkah untuk menjalin

  hubungan yang baik antara kedua pribadi masing-masing. Hubungan

  yang dibangun antara suatu perusahaan dengan mitranya harus

  berdasarkan dengan human relations.


        Setelah hubungan terjalin dan terpelihara dengan baik, maka

  prasyarat untuk melaksanakan strategi dalam menjalin hubungan

  dengan Nike sudah tersedia. Strategi ini pada dasarnya adalah

  strategi PT Sinar Gaya Busana untuk berkomunikasi dengan Nike

  yang menjadi khalayak sasaran kegiatan komunikasi Humas.


B. Kerangka Pemikiran


        Kerangka pemikiran adalah sebuah teori yang dijadikan

  kerangka kerja yang berdasarkan konsep-konsep kerja dari Public

  Relations pada umumnya. Teori sendiri berfungsi sebagai alat untuk

  mencapai satuan pengetahuan yang sistematis dan diharapkan dapat

  membimbing penelitian ini. Teori dapat memberikan arah pada suatu

  sisipan ilmu tertentu. Teori juga memungkinkan seseorang dapat

  menguhubungkan data-data yang sebenarnya mempunyai kaitan satu

  sama lain.


        Kerlinger menyebutkan bahwa tujuan ilmu sebenarnya teori.

  ―Teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi

  yang megemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan
menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan

meramalkan gejala tersebut.‖33


          Untuk    mendukung         penelitian      yang      dilakukan,      peneliti

mengambil teori dan konsep yang behubungan dengan penelitian ini

yaitu :


1. Teori Human Relations


          Human     Relations      memiliki      pengaruh       yang     besar        dan

     menembus kehidupan organisasi. Terutama sebagai Humas

     profesional yang dituntut untuk menjaga hubungan baik kepada

     semua atribut perusahaan, termasuk stakeholders, baik internal

     maupun eksternal.


          Ciri hakiki Human Relations bukan ―human‖ dalam pengertian

     wujud manusia (human being), melainkan dalam makna proses

     rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak,

     sifat, perangai, kepribaian, sikap, tingkah laku, dan lain-lain aspek

     kejiwaan yang terdapat pada diri manusia. Karena itu, terjemahan

     yang paling mendekati makna dan maksud human relations adalah

     hubungan manusiawi atau hubungan insan. Proses rohaniah atau

     perasaan bahagia ini berlangsung pada dua atau tiga orang yang

     terlibat dalam hubungan komunikatif, yakni komunikasi antar

33
  Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya,
Bandung, 2004, hal. 6
     personal yang karena sifatnya dialogis, maka masing-masing tahu,

     sadar dan merasakan efeknya. Jika kesemuanya merasa bahagia,

     maka orang yang melakukan kegiatan human relations itu berhasil.

     Apabila tidak menimbulkan rasa puas, human relations itu gagal.


        Dari penjelasan di atas jelas bahwa human relations bersifat

     ―action oriented‖, bukan hanya hubungan yang pasif, dan yang

     dituju adalah kepuasan batin. Karena itu human relations

     diterapkan dalam manajemen.


        Terdapat dua pengertian human relations, yakni human

     relations dalam arti luas dan human relations dalam arti sempit :


        ―Human Relations dalam arti luas adalah komunikasi persuasif

        yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap

        muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang

        kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan

        hati pada kedua belah pihak‖.34


        ―Human Relations dalam arti sempit adalah komunikasi

        persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain

        secara tatap muka dalam situasi kerja (work situation) dan

        dalam organisasi kekaryaan (work organization) dengan tujuan

        untuk menggugah kegairahan dan kegiatan bekerja dengan

34
  Onong uchjana Effendy, Human Relations dan Public Relations, Mandar Maju, Bandung,
1993, hal. 49
            semangat kerjasama yang produktif dengan perasaan bahagia

            dan puas hati‖.35


            Dengan         human    relations   dapat   diusahakan         untuk

       menghilangkan rintangan-rintangan komunikasi, mencegah salah

       pengertian, dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat

       manusia.


            Berdasarkan definisi di atas bahwa ciri human relations adalah

       interaksi atau komunikasi antar personal yang sifatnya manusiawi

       yang dapat menimbulkan keterbukaan, kesediaan, kerjasama,

       kebersamaan, dan perasaan puas pada kedua belah pihak

       sehingga dapat mendukung kearah terciptanya hubungan baik dan

       harmonis di lingkungan tersebut.


            Selain   itu    untuk   memperkuat    penelitian,   peneliti    juga

       menggunakan teori human relations yang diperkenalkan oleh

       Bernard, Mayo, Roethlisherger dan Dichson seperti yang dikutip

       oleh Arni Muhammad dalam bukunya komunikasi organisasi,

       dengan uraian sebagai berikut :


            ―Teori human relations menekankan pada pentingnya individu
            dan hubungan sosial dalam kehidupan organisasi. Teori ini
            menyarankan strategi peningkatan dan penyempurnaan
            organisasi dan menciptakan organisasi yang dapat membantu
            individu mengembangkan potensinya. Dengan meningkatkan
            kepuasan kerja dan mengarahkan aktualisasi dari pekerja akan

35
     Ibid, hal. 50
           mempertinggi motivasi bekerja sehingga dapat meningkatkan
           produktivitas organisasi‖36
           Berdasarkan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa :


           a. Individu dan hubungan sosial merupakan hal terpenting

               dalam organisasi.


           b. Meningkatkan kepuasan kerja dan mengarahkan aktualisasi

               diri pekerja, akan mempertinggi motivasi bekerja sehingga

               akan dapat meningkatkan produktivitas organisasi.


           c. Adanya keterbukaan, saling pengertian dan hubungan yang

               baik maka akan membawa efek positif dan menimbulkan

               sosial     harmoni      sehingga      akan      membantu          ke   arah

               tercapainya tujuan perusahaan.


               Dalam upaya Humas menjalin hubungan baik dengan

       mitranya harus dilakukan dengan memahami benar nilai-nilai dan

       arti pentingnya komunikasi dan hal ini tidak terlepas dari

       keberadaan Humas sebagai mediator komunikasi. Dengan terus

       melakukan komunikasi, baik itu secara formal maupun informal

       dengan relasi secara tidak langsung akan memebrikan hubungan

       harmonis di antara kedua belah pihak untuk bekerja sama secara

       optimal.




36
     Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta, 2001, hal. 40
        Perlu diketahui bahwa menjalin personal dengan pihak

  manapun    merupakan    salah    satu   cara   untuk   membangun

  kerjasama yang baik, dalam hal ini hubungan antara Humas PT

  Sinar Gaya Busana dengan mitra kerjanya khususnya Nike Inc.

  Terjalin hubungan baik tidak hanya dipengaruhi oleh hubungan

  antar perusahaan dengan mitranya, tetapi juga hubungan antar

  individunya.


2. Teori Komunikasi Antarpribadi


     Komunikasi antarpribadi mempunyai berbagai macam manfaat.

  Melalui komunikasi antarpribadi kita dapat mengenal diri kita

  sendiri dan orang lain. Melalui komunikasi antarpribadi kita bisa

  mengetahui dunia luar, menjalin hubungan yang lebih bermakna,

  kita juga dapat mengubah nilai-nilai dan sikap hidup seseorang.

  Singkatnya komunikasi antarpribadi bisa mempunyai berbagai

  macam kegunaan.


     Secara umum komunikasi antarpribadi dapat diartikan sebagai

  suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling

  berkomunikasi. Pengertian proses mengacu pada perubahan dan

  tindakan (action) yang berlangsung terus-menerus. Komunikasi

  antarpribadi juga merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan

  menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik.
           Para ahli teori mendefinisikan komunikasi antarpribadi secara

       berbeda-beda, dan berikut ini adalah 3 sudut pandang definisi

       utama :


           a. ―Perspektif Komponen
                Definisi komunikasi antarpribadi yang dilihat dari kom[onen-
                komponennya. Komunikasi antarpribadi dalam definisi ini
                diartikan sebagai proses mengirim dan menerima pesan-
                pesan di antara dua orang atau di antara sekelompok kecil
                orang, dengan berbagai umpan balik dan efek.
           b. Perspektif Pengembangan
                Definisi komunikasi antarpribadi yang dilihat dari proses
                pengembangannya. Komunikasi dalam definisi ini dianggap
                sebagai proses yang berkembang, yakni dari hubungan
                yang bersifat impersional meningkat menjadi hubungan
                interpersonal. Suatu proses komunikasi dikatakan bersifat
                interpersonal bila berdasarkan pada data psikologis,
                pengetahuan yang dimiliki, dan aturan-aturan yang
                ditentukan sendiri oleh para pelaku komunikasi.
           c. Perspektif Relasional
                Definisi komunikasi antarpribadi yang dilihat dari hubungan
                di antara dua orang.‖37
           Ketiga definisi di atas membantu dalam menjelaskan yang

       dimaksdu        dengan       komunikasi       antarpribadi       dan   bagaimana

       komunikasi        tersebut     berkembang,          serta    bahwa     komunikasi

       antarpribadi        dapat       berubah        apabila       mengalami      suatu

       perkembangan.


           Teori komunikasi natarpribadi difokuskan pada dimensi-dmensi

       pokok dalam komunikasi antarpribadi, antara lain : individu dalam


37
     Sasa Djuarsa, Pengantar Ilmu Komunikasi, UT, Jakarta, 2002, hal. 5.10
komunikasi antarpribadi, memahami diri pribadi dalam komunikasi,

memahami     orang   lain   dalam     komunikasi,    dan   memahami

hubungan antarpribadi.


a. Individu dalam komunikasi antarpribadi


   Memahami komunikasi dan hubungan antarpribadi dari sudut

   pandang individu adalah menempatkan pemahaman mengenai

   komunikasi di dalam proses psikologis. Setiap individu dalam

   tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi

   terhadap setiap hubungan


   dimana dia terlibat di dalamnya. Karena pemahaman tersebut

   bersifat sangat pribadi dan sangat bermakna bagi individu

   maka pemahaman psikologis acap kali dianggap sebagai

   makna yang sesungguhnya dari suatu hubungan antarpribadi.

   Proses psikologis merupakan bagian yang tak terpisahkan

   dalam      komunikasi       antarpribadi         kita    mencona

   menginterpretasikan makna yang menyangkut diri kita sendiri,

   diri orang lain dan hubungan yang terjadi. Kesemuanya terjadi

   melalui   suatu   proses   pikir   yang    melibatkan   penarikan

   kesimpulan. Dalam komunikasi antarpribadi, masing-masing

   individu secara simultan akan menggunakan tiga tataran yang

   berbeda, yaitu persepsi, metapersepsi, dan metametapersepsi.
  Ketiga tataran ini akan saling mempengaruhi sepanjang proses

  komunikasi.


b. Memahami diri pribadi dalam komunikasi


  Diri   pribadi   adalah   suatu   ukuran   atau   kualitas   yang

  memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai

  individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang

  membuat seseorang memiliki kekhasan tersendiri sebagai

  manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial,

  yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Dalam komunikasi

  antarpribadi, memahami diri pribadi merupakan suatu syarat

  yang mendasar. Diri pribadi biasanya menjadi pusat dari proses

  komunikasi dan dengan memahami diri pribadi, kita akan lebih

  memahami komunikasi yang kita lakukan. Upaya kita untuk

  memahami diri pribadi ini disebut persepsi, dimana melalui

  indra yang dimiliki, kita menangkap informasi atas objek

  tertentu. Melalui alat pikir logika kita mempresentasikan

  informasi yang telah kita peroleh melalui penginderaan. Proses

  ini memiliki sifat-sifat pengalaman, selektif, penyimpulan, tidak

  akurat, dan evaluatif. Sementara itu elemen-elemen persepsi

  adalah sensasi atau penginderaan, harapan, bentuk dan latar

  belakang, perbandingan, dan konteks. Dari elemen-elemen kita

  akan menemukan pola, yaitu bentuk pengorganisasian yang

  menciptakan suatu kesatuan yang utuh. Langkah pertama
  dalam persepsi adalah menyadari diri kita sendiri, yaitu

  mengungkapkan apa dan siapa kita ini. Beberapa elemen yang

  membentuk kesadaran diri adalah konsep diri, self esteem dan

  multiple selves. Sementara itu, kesadaran diri juga merupakan

  proses yang akan terus menerus berubah dan berkembang

  sepanjang      hidup     kita.     Adapun           konsep-konsep       yang

  mempengaruhi perkembangan kesadaran diri ini adalah

  ‗reflexive self‘, ‗social self‘, dan ‗becoming self‘.


c. Memahami orang lain dalam komunikasi


  Komunikasi antarpribadi yang efektif juga mensyaratkan kita

  untuk lebih memahami orang lain. Memahami orang lain ini

  ditujukan    untuk     mengurangi          ketidakpastian        (uncertainty

  reduction)   dan     perbandingan          sosial    (social    comparison)

  terutama bagi orang yang baru saling mengenal. Proses

  mempersepsi orang lain mencakup implicit personality theory,

  proses atribusi, dan response sets. Implicit personality theory

  mengasumsikan          kita      sebagai      psikolog         amatir   yang

  menggunakan perangkat psikologi untuk mempersepsi orang

  lain. Proses atribusi mencoba untuk mengenali penyebeb atau

  pengendali atas suatu peristiwa terhadap seseorang atau

  sesuatu. Sedangkan response sets adalah predisposisi tertentu

  yang dilakukan untuk menanggapi orang lain. Upaya untuk

  mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita telah
  membuat kita menerapkan sejumlah strategi impression

  management mengungkapkan bahwa orang cenderung untuk

  mengarahkan persepsi orang lain terhadap dirinya. Rhetorical

  sensitivity mengajarkan orang untuk peka terhadap orang lain.

  Selanjutnya atributional response adalah cara lain dari

  penggunaan proses atribusi melalui perilaku kita sebagai reaksi

  atas tindakan orang lain. Sedangkan antarpribadi, adalah

  tanggapan atau reaksi atas perilaku orang lain.


d. Memahami hubungan antarpribadi


  Hubungan antarpribadi memainkan peran penting dalam

  membentuk kehidupan kita. Orang memerlukan hubungan

  antarpribadi     terutama   untuk   dua    hal,    yaitu   perasaan

  (attachment) dan ketergantungan (dependency). Teori-teori

  yang menjelaskan berkembangnya suatu hubungan antara lain

  adalah self disclosure, yaitu proses mengungkapkan informasi

  pribadi kepada orang lain dan sebaliknya. Teori lain, yaitu

  social     penetration,   mengemukakan     bahwa      orang    asing

  mengenal dan memahami, melalui tahap mengungkapkan

  informasi yang superficial sampai kepada informasi yang

  bersifat    pribadi.   Sementara    itu   Steven    Duck      dengan

  pendekatan process view menyatakan bahwa hubungan tidak

  berkembang dan hubungan dapat sekaligus stabil dan

  memuaskan. Sedangkan teori social exchange menjelaskan
bahwa orang sebenarnya menggunakan prisnsip ekonomi

dalam suatu hubungan yaitu dengan mempertimbangkan

kontribusi dan pengaruhnya terhadap kontribusi orang lain

dalam hubungan tersebut. Knap merumuskan model tahapan

hubungan            yang         menunjukkan     bahwa        orang

mempertimbangkan untuk menuju hubungan yang lebih akrab

dengan orang lain. Akhirnya Duck kembali mengemukakan

bahwa hubungan antarpribadi dapat berakhir dan biasanya

melalui tahap-tahap intra psikis, tahap dyadir, tahap sosial, dan

tahap grave dressing. Keempat dimensi tersebut merupakan

satu kesatuan terbentuknya komuniaksi antarpribadi yang baik

guna mencapai kesamaan makna antara komunikan kepada

komunikator begitupun sebaliknya.


        Maka dari itu teori komunikasi antarpribadi yang sesuai

dengan penelitian ini adalah teori penetrasi sosial, dimana

teori   ini   pada     intinya     menyatakan   bahwa    kedekatan

antarpribadi itu berlangsung secara bertahap (gradual)         dan

berurutan yang dimulai dari taraf yang biasa-biasa saja hingga

mencapai tahap intim sebagai salah satu fungsi dari dampak

saat ini maupun dampak masa depannya. Sejauh mana

keintiman     itu   bisa   bertahan    mbutuhkan   keluasan    dan
           kedalaman self-disclosure di antara pihak-pihak yang menjalin

           relasi antarpribadi.38


                     Oleh karena itulah, dalam teori ini dinyatakan bahwa

           relasi     akan      menjadi        semakin   intim   apabila   disclosure

           berlangsung. Artinya, orang-orang yang menjalin komunikasi

           antarpribadi masing-masing melakukan self-disclosure. Proses

           self-disclosure itu berlangsung seperti kita mengupas sesiung

           bawang. Makin dalam kita buka maka kita akan makin

           membawa kita memasuki bagian terdalam dari bawang

           tersebut. Pada awalnya kita dalam self-disclosure itu hanya

           membicarakan hal-hal yang umum yang merupakan bagian

           luar, seperti soal warna favorit, musik favorit atau makanan

           yang paling nikmat. Lalu, masuk lebih dalam lagi dengan

           membicarakan soal politik. Pada tahap ketiga, kita mulai

           membicarakan keyakinan dan sikap beragama kita. Lalu, tahap

           berikutnya kita mulai membahas kekhawatiran dan fantasi-

           fantasi      terdalam       kita.    Akhirnya,   pada   puncaknya     kita

           menyatakan konsep diri kita.


                     Pada dasarnya, konsep penetrasi sosial menjelaskan

           bagaimana kedekatan relasi itu berkembang, gagal untuk

           berkembang atau berhenti. Konsep ini berusaha untuk


38
     Yosal Iriantara, Komunikasi Antarpribadi, hal 7.9
menjelaskan bagaimana proses seperti itu bisa terjadi. Selain

itu memperkirakan kemungkinan pengembangan relasi.


       Keberlanjutan relasi antarpribadi itu akan bergantung

pada dugaan kita atas masa depan relasi yang kita jalin. Kita

akan    mempertimbangkan        dengan    menggunakan          raihan

(reward) dengan biaya (cost) yang kita keluarkan. Apabila pada

masa depan, raihan yang kita peroleh itu ternyata jauh lebih

banyak dibandingkan dengan biaya yang kita keluarkan maka

kita akan meneruskan relasi antarpribadi tersebut.


       Teori ini menyatakan beberapa hal mengenai relasi dan

komunikasi antarpribadi, seperti berikut ini :


          1. Jalur    utama    menuju    penetrasi    sosial    yang

              mendalam yang biasa kita sebut dengan relasi

              intim adalah self-disclosure.


          2. Komunikasi yang berlangsung pada awalnya

              relatif impersonal dengan self-disclosure yang

              kurang intim pada tahap awal relasi dijalin.


          3. Kedalaman        dan     keluasan       self-disclosure

              cenderung dikembangkan berdasarkan hukum

              timbal balik (law of recipority) yang berarti

              masing-masing      pihak    yang   terlibat      dalam
   komunikasi     antarpribadi    itu    melakukan      self-

   disclosure.


4. Secara relatif penetrasi pada lapis luar berjalan

   cepat yang memberi jalan untuk penetrasi yang

   relatif lamban untuk penetrasi lapis dalam.


5. Keberlanjutan penetrasi sosial merupakan fungsi

   analisis ―biaya manfaat‖ yang didasari oleh dua

   standar perbandingan, yaitu sebagai berikut.


      a. Kepuasan yang berkenaan apakah relasi

         tersebut memberikan kepuasan saat kita

         membandingkan antara ―biaya‖ yang kita

         keluarkan        dan   ―manfaat‖       dalam   teori

         penetrasi sosial ini biasa disebut dengan

         istilah CL (Comparison Level)


      b. Stabilitas yang berkenaan dengan apakah

         relasi    kita    dengan       orang    lain   lebih

         bermanfaat dan apa yang kita anggap

         merugikan dari relasi yang ada sekarang

         ini. Dalam teori penetrasi sosial inilah yang

         dinamakan CLalt (Comparison Level of

         Alternatives).
        Kaitan teori penetrasi sosial ini dengann hubungan antara

  Humas dengan mitra kerja atau konsumennya, yaitu adalah

  hubungan personal yang dijalin Humas dengan mitra kerja dari

  perusahaan yang diwakilinya. Dalam rangka mewujudkan rasa

  saling membutuhkan satu sama lain sehingga terjalin hubungan

  yang baik dan harmonis. Dengan demikian tidak akan ada lagi

  kesalahpahaman antara pihak Humas suatu perusahaan dengan

  mitra kerjanya, serta memudahkan kedua belah pihak dalam

  melakukan hubungan kerjasama bisnis.


3. Menentukan Masalah Humas


        Menurut Cutlip-Center-Broom, praktisi humas profesional

  dalam melaksanakan program humas harus terdiri atas empat

  langkah kegiatan atau sering juga disebut dengan empat langkah

  pemecahan masalah humas. Keempat langkah ini merupakan

  proses yang harus dijalankan setiap praktisi humas profesional.

  Keempat langkah itu adalah:


     1. “Menentukan masalah (defining the problem)
        Langkah pertama ini meliputi kegiatan untuk meneliti dan
        mengawasi pengetahuan, pendapat, sikap dan tingkah laku
        khalayak yaitu pihak-pihak yang berkepentingan atau
        terpengaruh oleh tindakan dan kebijakan organisasi atau
        perusahaan. Pada intinya, langkah pertama ini merupakan
        kegiatan inteligen untuk mengumpulkan informasi atau data
        yang menjadi dasar berpijak praktisi humas guna
        mengambil langkah selanjutnya. Dalam kegiatan penentuan
        masalah ini praktisi humas harus menjawab pertanyaan
        ―Apa yang terjadi saat ini?‖
           2. Perencanaan dan penyusunan program (planning and
              programming)
               Masalah yang telah ditentukan pada langkah pertama
               digunakan untuk menyusun program, tujuan, tindakan, dan
               strategi komunikasi. Langkah kedua mencakup tindakan
               untuk memasukkan temuan yang diperoleh pada langkah
               pertama ke dalam kebijakan dan program organisasi.
               Langkah kedua ini merupakan proses untuk menjawab
               pertanyaan: ―Berdasarkan situasi yang telah kita pelajari
               maka apa yang harus kita ubah, perbuatan dan katakan?‖
           3. Melakukan tindakan dan berkomunikasi (taking action
              and communicating)
              Langkah ketiga mencakup kegiatan melaksanakan tindakan
              dan melakukan komunikasi yang sejak awal dirancang
              untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pertanyaan yang
              harus diajukan pada tahap ini adalah: ―Siapa yang harus
              melakukan dan mengatakannya, kapan, di mana, dan
              bagaimana caranya?‖

           4. Evaluasi program (Evaluating the program)
              Langkah terakhir ini mencakup penilaian atau evaluasi atas
              persiapan, pelaksanaan dan hasil-hasil program. Program
              dapat dilanjutkan atau dihentikan setelah menjawab
              pertanyaan: ―Bagaimana kita telah melakukannya?‖
              Penyesuaian dan perbaikan terhadap tindakan atau
              komunikasi yang telah dilaksanakan dapat dilakukan
              berdasarkan umpan balik yang diterima.‖39




39
     Morissan; 2008 : 108-109
                              GAMBAR 2.1


                    Empat Langkah Strategi Humas




                                                             1. Menentukan
      4. Evaluasi
                                                                masalah
         Program
                                                                Humas
                      Bagaimana kita   Apa yang terjadi?

                      Melakukannya?



                      Penilaian          Analisis Situasi



3. Bertindak/         Pelaksanaan      Strategi             2. Perencanaan/
   berkomunikasi                                               Programming

                      Bagaimana dan

                      Kapan bertindak/ Apa harus diper-
                      berkomunikasi? buat dan katakan?
                     (Sumber Cutlip-Center-Broom)
                          (Morissan, 2008 : 109)



     4. Manajemen Strategis


              Stephen Robbins (1990), mendefinisikan strategi sebagai:

       the determination of the basic long-term goals and objectives of an

       enterprise, and the adoption of course of action and the allocation

       of resources necessary for carrying out the goals (penentuan tujuan
      jangka panjang perusahaan dan memutuskan arah tindakan serta

      mendapatkan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai

      tujuan).40


              Kinkead-Winokur           (1992),   mendefinisikan   manajemen

      strategis sebagai: A process that enables any organization—

      company, association, nonprofit or government agency—to identify

      its long—term opportunities and threats, mobilize its assets to

      address them and carry out a successful implementation strategy

      (suatu proses yang memungkinkan setiap organisasi—perusahaan,

      asosiasi, lembaga nonprofit dan pemerintah—mengenal peluang

      dan ancaman jangka panjang mereka, memobilisasi seluruh aset

      untuk menangkap peluang dan menghadapi tantangan, serta

      menerapkan satu strategi pelaksanaan yang berhasil).41


              Menurut           Cutlip-Center-Broom,   perencanaan    strategi

      (strategic planning) bidang humas meliputi kegiatan:


                  membuat keputusan mengenai sasaran dan tujuan
                   program;
                  melakukan identifikasi khalayak penentu (key publics);
                  menetapkan kebijakan atau aturan untuk menentukan
                   strategi yang akan dipilih; dan
                  memutuskan strategi yang akan digunakan.42



40
     Morissan, 2008, hal. 152
41
     Morissan, 2008, hal. 153
42
     Morissan, 2008, hal. 153
5. Pernyataan Misi


              Dalam menetapkan perencanaan humas, praktisi humas

       harus mengacu kepada pernyataan misi (mission statements)

       organisasi atau perusahaan. Suatu pernyataan misi perusahaan

       biasanya memiliki karakteristik untuk menunjukkan kepedulian

       perusahaan atau organisasi kepada masyarakat. Dengan kata lain,

       melalui pernyataan misi, perusahaan ingin menunjukkan tanggung

       jawab sosialnya kepada masyarakat. Pernyataan misi seolah

       memberikan         attitude   dan   jiwa   kepada   perusahaan   dalam

       berhubungan dengan karyawan, klien, masyarakat sekitar, dan

       sebagainya.43


              Dalam konsep pemasaran pernyataan misi ini dapat

       dianggap sama dengan pernyataan positioning sebagaimana

       dikemukakan Philip Kottler (1997), yaitu strategi komunikasi yang

       berhubungan dengan bagaimana khalayak menempatkan suatu

       organisasi atau perusahaan di dalam otaknya, di dalam alam

       khayalnya, sehingga khalayak memiliki penilaian tertentu terhadap

       suatu perusahaan. Praktisi humas harus mengetahui bagaimana




43
     Morissan, 2008, hal. 154
       khalayak      memproses          informasi,    menciptakan     persepsi   dan

       bagaimana persepsi memengaruhi pengambilan keputusannya.44


              Hiebing & Cooper (1997), mendefinisikan positioning sebagai

       membangun persepsi produk di dalam pasar sasaran relatif

       terhadap persaingan.45


              Pernyataan positioning harus bisa mewakili citra atau

       persepsi yang hendak dicetak dalam benak khalayak audien. Citra

       itu harus berupa suatu hubungan asosiatif yang mencerminkan

       karakter suatu produk. Pernyataan positioning berupa kata-kata

       yang diolah dalam bentuk rangkaian kalimat yang menarik yang

       disampaikan dengan manis. Pernyataan positioning yang baik dan

       efektif harus mengandung dua unsur yaitu: a) klaim yang unik; dan

       b) bukti-bukti yang mendukung.46


6. Target Khalayak


              Menurut           James    Grunig      (1992),   para      pihak   yang

       berkepentingan dengan organisasi atau perusahaan (stakeholder)

       seperti:     karyawan,       pemegang         saham,    alumni,    konsumen,




44
     Morissan, 2008, hal. 155
45
     Morissan, 2008, hal. 156
46
     Morissan, 2008, hal. 156
     masyarakat sekitar, organisasi pemerintah dan sebagainya,

     masing-masing dapat dikategorikan ke dalam:


       1. Bukan khalayak (nonpublics), yaitu orang-orang yang tidak
          berhadapan dengan masalah atau situasi yang dihadapi
          organisasi atau perusahaan. Mereka tidak terlibat atau tidak
          terpengaruh baik oleh organisasi atau perusahaan atau
          melalui orang lain. Keterlibatan mereka sangat rendah
          sehingga mereka tidak memberikan pengaruh terhadap
          organisasi dan sebaliknya organisasi tidak memberikan
          pengaruh kepada mereka.
       2. Khalayak tersembunyi (latent publics), yaitu orang-orang
          yang tidak menyadari hubungan atau keterkaitan yang
          mereka miliki dengan organisasi atau perusahaan
          sehubungan dengan situasi atau masalah yang tengah
          dihadapi.
       3. Khalayak sadar (aware publics), yaitu orang-orang yang
          mengetahui bahwa mereka bersama-sama dengan pihak
          lainnya memiliki hubungan atau keterkaitan dengan
          organisasi atau perusahaan. Mereka terpengaruh atau
          terlibat dengan masalah yang timbul, namun mereka belum
          melakukan komunikasi satu sama lainnya.
       4. Khalayak aktif (active publics), yaitu orang-orang yang
          mengetahui bahwa mereka memiliki hubungan atau
          keterkaitan dengan organisasi atau perusahaan. Mereka
          juga menyadari bahwa mereka menjadi bagian dari masalah
          yang timbul. Mereka bersama-sama dengan pihak lainnya
          yang juga terpengaruh atau terlibat dengan masalah yang
          timbul telah melakukan komunikasi satu sama lainnya serta
          akan melakukan sesuatu terkait dengan masalah yang
          muncul.47




47
 Morissan, 2008, hal. 161-162
     Frank Jefkins mengidentifikasi adanya delapan khalayak utama

perusahaan:


                a) masyarakat luas;
                b) calon pegawai atau anggota;
                c) para pegawai atau anggota;
                d) pemasok;
                e) masyarakat keuangan;
                f) distributor;
                g) konsumen; dan
                h) pemimpin pendapat umum.48




     48
          Morissan, 2008, hal. 162-163
                                           BAB III


                            METODOLOGI PENELITIAN




A. Jenis Penelitian

              Dalam kegiatan penelitian ilmiah dikenal ada dua metode, yaitu

   metode kuantitatif dan metode kualitatif. Terkait dengan metode

   penelitian ini, Sugiyono dalam bukunya ―Metode Penelitian Kuantitaif,

   Kualitatif dan R & D‖, menyatakan sebagai berikut :

          ―Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru,
   karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik
   karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut
   juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat
   seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena
   data hasil penelitian lebih berkenan dengan interpretasi terhadap data
   yang ditemukan di lapangan‖.49

              Menurut Sugiyono, penelitian kualitatif sering disebut metode

   penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi

   yang alamiah (natural setting) disebut juga sebagai metode enographi,

   karena pada walnya metode ini lebih banyak digunakan untuk

   penelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode

   kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat

   kualitatif.




   49
        Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif dan R&D, hal. 8
           Filsafat postpositivisme sering juga disebut sebagai paradigma

interpretif dan konstruktif, yang memandang realitas sosial sebagai

sesuatu yang holistik (utuh), kompleks, dinamis, penuh makna, dan

hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). Penelitian ini dilakukan

pada obyek yang alamiah. Obyek yang alamiah adalah obyek yang

berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan

kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut.

Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human

instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Untuk dapat menjadi instrument,

maka peneliti harus memiliki bekal teori, dan wawasan yang luas,

sehingga          mampu        bertanya,   menganalisis,   memotret,   dan

mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti, menjadi lebih luas dan

bermakna.

           Dalam penelitian ini penulis menggunakan studi kasus dengan

pendekatan kualitatif, guna menjawab segala bentuk permasalahan

dalam penelitian yang penulis lakukan. Dimana fokus penelitian studi

kasus terletak pada fenomena masa kini didalam kehidupan nyata.

           Menurut Dedy Mulyana, studi kasus adalah ―uraian dan

penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seorang individu,

suatu kelompok, suatu organisasi (komunitas), sutu program atau

suatu situasi sosial.‖50




50
     Dedy Mulyana, Komunikasi, hal. 201
           Onong Uchjana Effendy berpendapat, bahwa studi kasus

adalah ―penelitian yang bersifat eksploratif untuk mengembangkan

pengetahuan yang mendalam mengenai keseluruhan yang utuh dari

sutu objek.‖51

           Penelitian mengenai strategi Humas PT. Sinar Gaya Busana

dalam menjaga relasi dengan Nike Inc ini dilakukan untuk mengetahui

bagaimana strategi yang digunakan PT. Sinar gaya Busana dalam

menjaga relasi atau hubungan yang baik dengan mitra kerja atau

konsumen.

            Dalam proses mengetahui strategi tersebut dibutuhkan adanya

metodologi khusus yang digunakan dalam pengumpulan data,

menganalisis, menguji keabsahan data yang diperoleh, mengolahnya

hingga dapat menarik kesimpulan dari data tersebut.

           Kata metodologi secara garis besar dapat diartikan sebagai

keseluruhan cara berpikir yang digunakan peneliti untuk menemukan

jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. Dengan pengertian

seperti       ini,   persoalan       epistemologi   pengetahuan    (bagaimana

pengetahuan diperoleh),yakni gejala atau realitas yang diteliti.

Metodologi, dengan demikian meliputi cara pandang dan prinsip

berpikir mengenai gejala yang diteliti, pendekatan yang digunakan,

prosedur         ilmiah     (metode)      yang    ditempuh,   termasuk   dalam

mengumpulkan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.

51
     Onong Uchjana Effendy, Komunikasi, hal. 45
           Untuk memahami strategi dalam menjaga relasi dengan Nike

Inc yang digunakan Humas PT. Sinar gaya Busana, metodologi yang

tepat untuk digunakan adalah metode kualitatif. Seperti yang kita

ketahui bahwa metode penelitian kualitatif merupakan metode

penelitian yang digunakan untk meneliti pada kondisi yang alamiah,

dimana          peneliti     bertugas       sebagai       instrument       kunci,      teknik

pengumpulan datanya dilakukan secara gabungan (triangulasi),

analisis       bersifat     induktif,    dan     hasil     penelitian     kualitatif       lebih

menekankan pada makna generalisasi. ―Generalisasi dalam penelitian

kualitatif dinamakan transferability, artinya hasil penelitian dapat

digunakan di tempat lain, manakala tempat tersebut memiliki kondisi

yang tidak jauh berbeda.‖52

           Terdapat definisi lain yang dikemukakan mengenai metode

kualitatif. Metode kualitatif didefinisikan Bogdan dan Taylor sebagai

―prosedur penelitianyang menghasilkan data deskriptif berupa kata-

kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat

diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut

secara holistic.‖53

           ―Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang

mendalam, data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan



52
     Prof. Dr. Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung, 2007, hal. 3
53
  Dr. Lexy J. Moleong, M.A, Metode Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,
2004, hal. 3
terucap.‖54 Tentu saja hal ini sesuai dengan penelitian ini, dimana

peneliti ingin mengetahui strategi dan manajemen yang dilakukan

Humas PT Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan Nike.

            Karakteristik penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Biklen,

sebagai berikut :

            1. “Qualitative research has the natural setting as the direct
               source of data and researcher is the key instrument
            2. Qualitative research is descriptive. The data collected is in
               the form of words of pictures rather than number
            3. Qualitative research are concerned with process rather than
               simply with outcomes or products
            4. Qualitative research tend to analyze their data inductively
            5. “Menaning” is of essential to the qualitative approach.”55



            Berdasarkan karakteristik tersebut, dapat diketahui bahwa

penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi yang alamiah, objek

penelitian tidak dimanipulasi oleh peneliti, sehingga kondisi pada saat

peneliti memasuki objek, setelah berada di objek, dan setelah keluar

dari objek tidak berubah. Demikian yang terjadi ketika peneliti berada

di lingkungan PT. Sinar Gaya Busana sebagai objek penelitian,

peneliti hanya bertindak sebagai pengamat. Peneliti bersosialisasi

dengan lingkungan karyawan PT.Sinar Gaya Busana, namun dengan

keberadaan peneliti kondisi kerja tidak berubah, demikian pula ketika

peneliti keluar dari objek yang diteliti.



54
     Prof. Dr. Sugiyono, OP.Cit, hal. 3
55
     Ibid, hal. 9
B. Subyek Penelitian

         Subyek penelitian dalam penelitian kualitatif ini adalah orang-

   orang yang terlibat selama penulis melakukan penelitian yaitu Humas

   dari PT. Sinar Gaya Busana serta staf Nike Inc dan orang-orang yang

   membantu penulis dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan

   pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan berdasarkan kenyataan

   lapangan, dengan metode deskriptif. Menurut Moh. Nazir dalam

   bukunya Metode Penelitian, metode deskriptif adalah ―Suatu metode

   dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set

   kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada

   masa sekarang.‖

         Studi kasus sebagai salah satu jenis penelitian deskriptif yang

   dipilih dalam penelitian ini. Studi kasus digunakan apabila pokok

   pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan how atau why, bila

   peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-

   peristiwa yang akan diselidiki, dan bilamana fokus penelitiannya

   terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks

   kehidupan nyata.



C. Unit Analisis

         Dalam sebuah penelitian ilmiah, seorang peneliti dituntut untuk

   mampu    memberikan     analisis   yang   tajam   dan   tepat   dalam
penelitiannya, dimana salah satu kunci keberhasilannya adalah

ketepatan dalam menentukan unit analisis yang akan digunakan

dalam memahami fenomena sosial yang terjadi.

           Mohtar Mas‘od mengartikan unit analisis sebagai ―objek yang

perilakunya akan dianalisa atau diteliti dalam sebuah penelitian.‖56

Unit analisis merupakan unit yang diteliti dan akan dijelaskan serta

merupakan           objek     penelitian      yang     dapat     merupakan   individu,

perorangan, kelompok, organisasi, masyarakat, hasil karya manusia,

instansi, dan sebagainya.

           Unit analisis sangat erat kaitannya dengan masalah yang diteliti

dalam sebuah penelitian ilmiah. Unit analisis digunakan untuk

menunjukkan siapa atau apa yang mempunyai karakteristik yang akan

diteliti. Unit analisis digunakan untuk memburu informasi seluas

munkin ke arah variasi yang ada                          hingga diperoleh informasi

maksimal, disamping itu juga dilihat situasi sosial tertentu yang dapat

memberikan informasi mantap dan terpercaya sesuai dengan fokus

penelitian.

           Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menjabarkan strategi

Humas PT. Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan Nike

inc. Strategi tersebut harus dilakukan oleh Humas dengan melakukan

berbagai cara untuk dapat mempertahankan hubungan baik dengan

Nike inc.

56
     Mohtar Mas’od, Disiplin dan Metodologi, LP3ES, Jakarta, 1994, hal. 5
        Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka unit analisis

  dalam penelitian ini adalah Humas PT. Sinar Gaya Busana yang

  berada pada Corporate Communication and Relatonship Department

  PT. Sinar Gaya Busana.



D. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

  a. Instrumen Penelitian

        Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat

     penelitian adalah orang-orang yang terlibat selama penulis

     melakukan penelitian. Oleh karena itu orang-orang yang terlibat

     sebagai instrumen juga harus ―divalidasi‖ seberapa jauh peneliti

     kualitatif siap. Validasi terhadap orang-orang yang terlibat tersebut

     sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode

     penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang

     diteliti. Yang melakukan validasi adalah peneliti itu sendiri, melalui

     evakuasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode

     kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang

     diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.

        Peneliti kualitatif berfungsi menetapkan fokus penelitian,

     memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan

     data, menilai kualitas data, anlisis data, menafsirkan data dan

     membuat kesimpulan atas temuannya.
           Dalam hal instrumen penelitian kualitatif, Nasution menyatakan

       bahwa:

          ―dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada
       menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama.
       Alasannya ialah bahwa, segala sesuatunya belum mempunya
       bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian,
       hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu
       semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas
       sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan
       sepanjang penelitian itu. Dalam keadaan yang serba tidak pasti
       dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu
       sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya.‖57

           Dalam penelitian kualitatif instrumen utamanya adalah orang-

       orang yang terlibat selama peneliti melakukan penelitian, namun

       selanjutnya       setekah       fokus     penelitian      menjadi      jelas,   maka

       kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana,

       yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan

       dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan

       wawancara. Peneliti akan terjun ke lapangan sendiri, baik pada

       grand tour question, tahap focused dan selection, melakukan

       pengumpulan data, analisis dan membuat kesimpulan.



b. Teknik Pengumpulan Data

           Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling

       strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini

       adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan


57
     Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, hal. 223
data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi

standar data yang ditetapkan.

   Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting,

berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya,

data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting),

pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan

berbagai responden, pada suatu seminar. Diskusi, di jalan dan

lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data

dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder.

Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan

data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan

sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul

data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak

langsung memberikan data kepada pengumpul data,misalnya

melalui orang lain atau dokumen. Selanjutnya bila dilihat dari segi

cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan

data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview

(wawancara), kuesioner (angket), dokumentasi dan gabungan

keempatnya.

   Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada

natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan

teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan
       serta (participan observation), wawancara mendalam (in depth

       interview) dan dokumentasi.

            Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

       adalah sebagai berikut :

       1. Observasi

                      Observasi diartikan Karl Weick sebagai ―pemilihan‖,

            pengubahan,         dan     pengodean    serangkaian   perilaku   dan

            suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai

            dengan tujuan-tujuan empiris.‖58

                      Sanafiah faisal (1990) mengklarifikasikan observasi

            menjadi observasi berpartisipasi (participant observation),

            observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt

            observation dan covert observation), dan observasi yang tak

            berstruktur (unstructured observation).59

                      Selanjutnya Spradley, dalam Susan Stainback (1988)

            membagi observasi berpartisipasi menjadi empat, yaitu pasive

            participation, moderate participation, active participation, dan

            complete participation.60           Berikut ini merupakan beberapa

            macam observasi yang saya pakai dalam penelitian, yaitu :




58
     Drs. Jalaluddin Rakhmat, Op.Cit, hal. 83
59
     Ibid, hal. 226
60
     Ibid, hal. 227-228
1. Observasi terus terang atau tersamar
       Dalam     hal ini, peneliti dalam melakukan
   pengumpulan data menyatakan terus terang kepada
   sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.
   Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai
   akhir tentang aktivitas peneliti. Tetapi dalam suatu saat
   peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam
   observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data
   yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan.
   Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang,
   maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan
   observasi.
2. Observasi tak bersturuktur
       Observasi dalam penelitian kualitatif dilakukan tidak
   berstruktur, karena fokus penelitian belum jelas. Fokus
   observasi akan berkembang selama kegiatan observasi
   berlangsung. Kalau masalah penelitian sudah jelas
   seperti dalam penelitian kuantitaif, maka observasi dapat
   dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan
   pedoman observasi.

   Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang tidak

dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan

diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu

secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam

melakukan    pengamatan     peneliti   tidak   menggunakan

instrument yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-

rambu pengamatan. Menurut Spradley, terdapat tiga

tahapan observasi yaitu :

      a. ―Observasi Deskriptif
         Observasi deskriptif dilakukan peneliti pada saat
         memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek
         penelitian. Pada tahap ini peneliti melakukan
         penjelajahan umum, dan menyeluruh, melakukan
         deskripsi terhadap semua yang dilihat, didengar,
         dan dirasakan.
      b. Observasi Terfokus
                          Pada tahap ini peneliti sudah melakukan mini tour
                          observation, yaitu suatu observasi yang telah
                          dipersempit untuk difokuskan pada aspek
                          tertentu.
                       c. Observasi Terseleksi
                          Pada tahap ini observasi telah menguraikan fokus
                          yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci.‖61

                     Hingga saat ini peneliti telah sampai kepada tahap

            observasi yang pertama, yaitu observasi deskriptif yang

            merupakan tahapan awal dalam pelaksanaan observasi. Tahap

            ini merupakan pengenalan dan pengamatan awal, sehingga

            akhirnya akan dilanjutkan dengan tahap observasi yang lebih

            mendalam lagi, yaitu observasi terfokus dan observasi

            terseleksi.




       2. Wawancara

                     ―Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang

            untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga

            dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.‖62

            Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data

            apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk

            menemukan permasalahan.



61
 Prof. Dr. Sugiyono, Op. Cit, hal. 67
62
     Ibid, hal. 72
         Dalam penelitian ini, penulis menggunakan wawancara

  tidak berstruktur karena bersifat terbuka. Dalam wawancara

  tidak berstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data

  apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak

  mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.

         Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data

  yang   utama    adalah   observasi   dan   wawancara.      Dalam

  prakteknya kedua metode tersebut dapat digunakan secara

  bersama-sama, artinya sambil wawancara juga melakukan

  observasi atau sebaliknya. Wawancara akan berlangsung baik

  kalau telah tercipta rapport antara peneliti dengan apa yang

  diwawancarai.



3. Studi Kepustakaan dan Dokumen Terkait

         Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah

  berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-

  karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan

  pelengkap    dari   penggunaan       mentode   observasi     dan

  wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian dari

  observasi atau wawancara akan lebih kredibel/dapat dipercaya

  dengan apa adanya data dokumen yang medukung.
E. Analisis Data

                     ―Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak

        peneliti menyusun proposal, melaksanakan pengumpulan data di

        lapangan, sampai peneliti mendapatkan seluruh data.‖63 Analisis

        data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data

        yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan

        dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam

        kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa,

        menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang

        akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah

        dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. ―Analisis data

        kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan

        data         yang    diperoleh,   selanjutnya     dikembangkan    menjadi

        hipotesis.‖64

                     Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah

        metode analisis deskriptif. Metode ini meliputi kegiatan yang

        dilakukan           dengan   mengadakan         penelitian   langsung   ke

        perusahaan untukmemperoleh data yang diperlukan sehubungan

        dengan masalah yang diteliti dan dilukiskan satu demi satu.




63
     Ibid, hal. 89
64
     Ibid, hal. 89
                    Menurut Iqbal dan Hasan, dalam buku Pokok-Pokok

        Metode Penelitian dan Aplikasinya, menyatakan metode deskriptif

        bertujuan untuk:

             1. ―Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang
                melukiskan gejala yang ada.
             2. Mengidentifikasikan masalah atau memeriksa kondisi dan
                praktek-praktek yang berlaku.
             3. Membuat perbandingan dan evaluasi.
             4. Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam
                menghadapi masalah yang sama dan belajar dari
                pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan
                keputusan pada waktu yang akan datang.‖65

                    ―Metode deskriptif memiliki ciri-ciri bahwa data yang
                    dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-
                    angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode
                    kualitatif.  Selain   itu,  semua     yang   dikumpulkan
                    berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah
                    diteliti. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi
                    kutipa-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian
                    laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari
                    naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape,
                    dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi
                    lainnya. Pada penulisan laporan demikian, peneliti
                    menganalisis data yang sangat kaya tersebut dan sejauh
                    mungkin dalam bentuk aslinya. Hal itu hendaknya dilakukan
                    seperti orang merajut sehingga setiap bagian ditelaah satu
                    demi satu. Pertanyaan dengan kata tanya ―mengapa‖,
                    ―alasan apa‖, dan ―bagaimana terjadinya‖ akan senantiasa
                    dimanfaatkan oleh peneliti. Dengan demikian, peneliti tidak
                    akan memandang bahwa sesuatu itu sudah memang
                    demikian keadaannya.‖66

            Secara sederhana arti deskripsi disini berarti memaparkan

fakta-fakta mengenai kasus, sebagaimana terekam dan tercatat oleh


65
  M. Iqbal, M. Hasan, Pokok-pokok Metode Penelitian dan Aplikasinya, Ghalia Indonesia,
Jakarta, 2002, hal. 98
66
     Ibid, hal. 6
  peneliti. Pada tahap analisis ini peneliti memaparkan secara deskriptif

  hasil yang telah diperoleh selama observasi dan wawancara. Hasil

  dari wawancara yang didapat kemudian disalin dan dipaparkan dalam

  bentuk tulisan. Demikian pula dengan hasil yang diperoleh ketika

  observasi kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan yang sistematis.

  Dengan memaparkan hasil yang telah diperoleh ketika wawancara

  dan observasi maka peneliti akan mengetahui apakah data-data yang

  dibutuhkan sudah cukup atau masih terdapat data-data yang kurang

  jelas   sehingga    peneliti   dapat   segera     melakukan      wawancara

  selanjutnya maupun observasi yang lebih dalam.



F. Tahap dan Jadwal Penelitian

  1. Tahap Penelitian

     Pada dasarnya, karena penelitian alamiah mengandalkan ―tidak

     tahu apa yang tidak diketahui‖, maka suatu penelitian hendaknya

     dilakukan dalam tahap-tahap tertentu, yaitu :

          a. ―Tahap orientasi dan memperoleh gambaran umum

            Dengan      pengetahuan      dasar     peneliti   tentang   situasi

            lapangan berdasarkan bahan yang dipelajari dari berbagai

            sumber,     pada     tahap   ini   peneliti   perlu   mengadakan

            pendekatan secara terbuka kepada responden. Tujuan

            pada tahap ini ialah memperoleh informasi tentang latar
                yang nantinya diikuti dengan tahap merinci informasi yang

                diperoleh pada tahap berikutnya.

           b. Tahap eksplorasi fokus

                Pada tahap inilah pengumpulan data itu dilaksanakan,

                kemudian diadakan analisis dan diikuti dengan laporan hasil

                analisis.

           c. Tahap pengecekan dan pemeriksaan keabsahan data

                Pada tahap ini biasanya diadakan penghalusan data yang

                dilakukan pada subjek atau informan. Pada kesempatan ini

                laporan diperiksa pada subjek, dan jika kurang sesuai, perlu

                diadakan perbaikan.‖67



2. Jadwal Penelitian

       Sesuai dengan tahap-tahap diatas, maka berikut akan dipaparkan

       tabel jadwal rencana penelitian yang akan dilakukan :



                                            TABEL 3.1

                                Jadwal Rencana Penelitian

           Tahap Penelitian                        Keterangan         Alokasi Waktu

                                                  Pencarian materi
                                                   dan objek
                                                   penelitian
                                                                      Maret   2010


67
     Lexy J. Moleong, M.A, Op. Cit, hal. 239-240
I. Pra Penelitian      Observasi awal      s/d Mei 2010

                       Penentuan
                        metode

                       Pembuatan
                        outline (BAB I –
                        III)

                       Penyusunan
                        daftar pertanyaan



                       Observasi
                        terfokus

                       Observasi
II. Pelaksanaan         terseleksi          Juni 2010 s/d
                                            Juli 2010
   Penelitian
                       Wawancara

                       Studi
                        kepustakaan dan
                        dokumen

                       Penyusunan
                        laporan
III. Pasca                                  Agustus 2010
                       Persiapan sidang
   Penelitian




                    BAB IV

       HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian

   1. Sejarah PT Sinar Gaya Busana

            PT Sinar Gaya Busana didirikan pada tahun 1993, yang

      berawal dari bangunan yang tidak begitu besar, yang terletak di

      pinggiran kota Cikarang, Bekasi. Awalnya hanya mempunyai

      350 mesin dengan kapasitas produksi tidak lebih dari 25.000

      pcs/ bulan. PT Sinar Gaya Busana awalnya hanyalah sebuah

      agen untuk beberapa buyer yaitu : Marks & Spencer,

      Abercombie, Lotto, yang tidak memproduksi sendiri.

            PT Sinar Gaya Busana dimiliki oleh pengusaha Korea

      yang bernama Mr. Kim Kap han, sehingga jenis perusahaannya

      adalah    PMA      (Penanaman      Modal     Asing).    Seiring

      berkembangnya industri garment, maka PT Sinar Gaya Busana

      melebarkan sayapnya dengan menjadi agen dari merek-merek

      produk terkenal, misalnya : Nike, Adidas, dan Reebok.

      Sehingga PT Sinar Gaya Busana mengkhususkan diri dalam

      perusahaan industri garment khusus untuk membuat sport

      wear dan outing wears.

            Pada tahun 1998 PT Sinar Gaya Busana berpindah

      tempat, dengan membeli sebidang tanah seluas 10.000 meter

      dengan jenis gedung yang lebih besar yang dapat menampung

      3000 pekerja. Sehingga sampai dengan akhir tahun 2009,

      sarana mesin yang sudah dimiliki adalah :
        -    Mesin jahit high speed                2.450 unit

        -    Mesin obras                           240 unit

        -    Mesin potong / cutting                45 unit

        -    Mesin metal detector                  4 unit

        -    Mesin press ukuran 2 x 1.5 m          4 unit

        -    Hand press machine                    40 unit

        -    Ironing machine                       60 unit

        -    Vacuum table                          60 unit

        -    Spot cleaning                         8 unit

        -    Fabric inspection M/C                 2 unit

        -    Light box                             1 unit

        -    Embroidery M/C                        8 unit

        -    CAD M/C                               1 unit



        Pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2005, PT Sinar

gaya mencapai puncak dalam penerimaan order dari ―Wlmart‖

dan     JC     Penny,    sehingga     mengharuskan      manajemen

menambah aktivitas kerja sampai dengan 3 (tiga) shift. Pada

tahun       2008,   imbas    dari   resesi   ekonomi   global   juga

mengguncang industri dunia garment, sehingga manajemen

melepas order dari ―Walmart dan JC Penny‖. Dan hanya fokus

kepada dua merek yaitu : Nike dan Reebok.
      Untuk memperkuat strategi bisnis perusahaan, maka

pimpinan PT Sinar Gaya Busana bekerja sama dengan satu

perusahaan vendor untuk Nike dan Reebok dari Korea yang

bernama Dowon Corp, yang berkedudukan di Seoul Korea.

Kemudian pada pertengahan tahun 2008 terjadi perubahan

saham kepemilikan PT Sinar Gaya Busana oleh Mr. Jeong Min

Gu, dengan membeli 50% saham PT Sinar Gaya Busana.

Kemudian pada awal tahun 2009 Dowon Corp bergabung

dengan PT Sinar Gaya Busana yang beralamatkan di Jl.

Perjuangan no.39 RT 06/RW 03, Desa Sukadanau, Kec

Cikarang barat, Bekasi, 17520 dan mempunyai cabang di

Seoul Korea, Pnomphen (Vietnam), New York (USA).

      PT Sinar Gaya Busana dapat melalui krisis ekonomi

global tanpa harus mengurangi jumlah pekerja, dengan adanya

konsentrasi terhadap produk Nike dan Reebok. Sampai pada

pertengahan tahun 2009 PT Sinar Gaya Busana mempunyai

pekerja sebagai berikut :

             Pekerja Indonesia

              -   Bagian produksi     1897 orang

              -   Bagian kantor       125 orang

             Pekerja asing (Korea)

              -   Bagian produksi     4 orang

              -   Bagian kantor       3 orang
                 -   Manajemen               2 orang



2. Visi dan Misi PT Sinar Gaya Busana

   a. Visi PT Sinar Gaya Busana

         ―Menjadi perusahaan industri garment terkemuka yang

      dapat menghasilkan produksi yang baik sesuai standar

      yang diberikan oleh pihak buyer‖.

         Dengan visi tersebut, PT Sinar Gaya Busana harus

      memiliki   keunggulan   daya   saing     dari    segi   kualitas,

      pelayanan, dan fasilitas dibandingkan dengan perusahaan

      industri garment lainnya.

   b. Misi PT Sinar Gaya Busana

         Dalam rangka mewujudkan Visi ―Menjadi perusahaan

      industri garment terkemuka yang dapat menghasilkan

      produksi yang baik sesuai standar yang diberikan oleh pihak

      buyer‖, maka misi PT Sinar Gaya Busana adalah :

         1) ―Meningkatkan dan menjaga mutu serta kualitas

            produk yang dihasilkan agar selalu memuaskan

            pihak buyer‖.

         2) ―Memberikan pelayanan yang memenuhi standar

            internasional, karena pada umumnya pihak buyer

            berasal dari mancanegara‖.
           3) ―Selalu melakukan proses pengiriman barang dengan

              tepat waktu, agar tidak mengecewakan pihak buyer‖.

           4) ―Menyiapkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di

              bidang teknologi dan bisnis garment, serta handal

              dalam menjalankan teknologi dan bisnis garment‖.



3. Struktur Organisasi PT Sinar Gaya Busana

           Struktur organisasi merupakan bentuk organisasi yang

  dirancang dengan memperhatikan akibat dari keseluruhan

  faktor    yang   mempengaruhi     organisasi   tersebut   secara

  bersamaan. Struktur organisasi digambarkan pada skema atau

  peta organisasi yang memberikan mengenai keseluruhan

  kegiatan serta proses yang terjadi dalam suatu organisasi.




                         GAMBAR 4.1

       Struktur Organisasi PT Sinar Gaya Busana



                             Commisaris



                             Commisaris
                                                     President Director

                                                      President Director


                                                     General Manager

                                                      President Director



  Inventory Supervisor       Production Supervisor                            HR Compliance/Exim                Finance Manager
                                                          Marketing           Manager
  Inventory Supervisor       Production Supervisor        Manager                                               Finance Manager
                                   Chief                                                                                Kasir
               Mechanic                                   Marketing
                                                         Marketing Staff
Assistant
                 SPV         Supervisor Sewing            Manager                     Person       Shipping            Pajak
Assisten                                                                              al           Export SPV

               Mechanic                                                    Compli-
                             Supervisor Cutting                                       Head
                                                                           ance                    Import SPV
                 SPV
                             Supervisor Packing                                                       AKB
                                                                           Koord.H
                             Supervisor Sanple                             SE                         DPIL


                             Supervisor                                    Koord
                             Finishing’                                    Labor


                             Supervisor QC

                             Supervisor
                             Embroidery




                         4. Humas PT Sinar Gaya Busana


                                     Sejarah Humas PT Sinar Gaya Busana dimulai sejak

                           berdirinya perusahaan pada tahun 1993. Humas berada

                           dibawah komando seorang manajer pada divisi marketing.

                           Tugas Humas pada Saat itu hanya mengurusi masalah

                           pencitraan dan kasus seputar PT Sinar Gaya Busana.
        Bertahun-tahun Humas PT Sinar Gaya Busana tidak

  mengalami perubahan yang kurang berarti. Pada tahun 2000

  Humas PT Sinar Gaya Busana berada di bawah komando

  marketing manager, Humas secara struktural berada sejajar

  dengan HRD dan compliance. Tetapi job desk-nya tidak begitu

  banyak mengalami perubahan, masih menangani hal yang

  bersifat kasus seputar PT Sinar Gaya Busana, pencitraan

  perusahaan dan membantu membuat program atau langkah-

  langkah yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi

  konsumen.


        Kemudian    Humas    mengalami    perubahan    secara

  struktural, Humas akhirnya memiliki divisi sendiri, yaitu

  Corporate Communications and Relationships Department.

  Divisi ini membawahi Humas dan Community Development.

  Corporate Communications and Relationship Department

  hingga saat ini berada dibawah General manager. Tetapi

  Humas PT Sinar Gaya Busana juga memiliki hubungan

  langsung kepada President Director. Karena tugas Humas di

  lingkup korporat ini sangat penting dan sensitif, maka Humas

  harus mempunyai akses langsung kepada President Director.


                   GAMBAR 4.2


Struktur Organisasi Corporate Communications and
                                    Relationship Department


                                       Ka. Dept. Corporate Communications

                                                    Commisaris

                                              Wa. Ka. Dept Corporate
                                                Communications

                                                President Director
                                                                                   Administration

                                                                                  General Manager

Public Relations                             Community Development                Customer Communications

Inventory Supervisor                            Production Supervisor                   Marketing Manager
        Investor Relations                           Environment Issues
            Supervisor                                 Inventory Supervisor        E- public                Event and
                                                                                   Relations                 Publicy
         Inventory Supervisor                          Social Awareness
         Tourism & Guest
        Relations Protocol                             Production Supervisor


         Inventory Supervisor
       Data & Information
             Center

         Inventory Supervisor
Sumber : Humas PT Sinar Gaya Busana


                                Tujuan humas PT Sinar Gaya Busana yaitu menjalin

                       kerjasama     antar     personil,       pers,      dan    pemerintah,       serta

                       meningkatkan kinerja yang baik. Adapun tujuan umum dari

                       Humas      PT    Sinar      Gaya         Busana         adalah    terwujudnya

                       pemahaman publik terhadap program-program yang dilakukan

                       PT Sinar Gaya Busana. Sedangkan tujuan khususnya adalah :


                                a. Mengangkat,                   mempertahankan,                     dan

                                  mengembangkan citra positif PT Sinar Gaya Busana.
          b. Meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara

             PT Sinar Gaya Busana dengan publik eksternal,

             khususnya konsumen tetapnya.


          c. Terdokumentasikannya kegiatan dan hasil produksi

             PT Sinar Gaya Busana.


          Untuk mendukung dan mewujudkan tujuan di atas, maka

  Humas PT Sinar gaya Busana mempunyai tugas pokok yaitu

  melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan program yang

  berkaitan untuk mempertahankan kepuasan konsumen agar

  tidak   mennggunakan     jasa   perusahaan      garment   lain.

  Sedangkan fungsi pokok Humas PT Sinar Gaya Busana adalah

  :


          a. Menyiapkan dan koordinasi pelaksanaan hubungan

             dengan konsumen atau disebut ―buyer‖.


          b. Menyiapkan     koordinasi      dan      pelaksanaan

             penyaringan pendapat umum .


          c. Penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan

             dengan konsumen.




5. Program Kerja Humas PT Sinar Gaya Busana
      Dalam semua kegiatan kerja Humas di PT Sinar Gaya

Busana didasarkan pada identitas kegiatan PT Sinar Gaya

Busana, yaitu meliputi kegiatan internal dan eksternal yaitu :


      a. Kegiatan Internal


          1) Membina hubungan baik dengan karyawan dan

             keluarganya.


          2) Menyiapkan bahan koordinasi dan pelaksanaan

             hubungan dengan konsumen.


          3) Menyiapkan bahan koordinasi dan pelaksanaan

             pengelolaan peliputan dan dokumentasi.


          4) Membuat kliping.


          5) Membuat      acara    dan     program      rutin   bagi

             stakeholders.


      b. Kegiatan Eksternal


          1) Membina hubungan baik dengan konsumen.


          2) Mengadakan      factory     tour   untuk   konsumen,

             pemerintah daerah.


          3) Wawancara, baik dengan perjanjian maupun

             mendadak.
          4) Pengolahan dan penyajian informasi.


          5) Membuat kegiatan rutin untuk publik.


          6) Pendokumentasian kegiatan.


       Berdasarkan kegiatan Humas PT Sinar Gaya Busana,

salah satu kegiatan eksternal yang sangat mendukung dalam

membina hubungan baik adalah dengan memberikan informasi

yang   jelas   kepada   konsumen.     Untuk   membina    dan

mewujudkan hubungan yang baik tersebut, diperlukan sebuah

strategi Humas guna memsukseskan berbagai program yang

telah direncanakan.


       Dalam menjaga relasi, maka sudah seharusnya PT

Sinar Gaya Busana menggunakan strategi Humas tertentu

untuk mencapai tujuan utama dalam menciptakan citra dan

reputasi positif perusahaan. Hal itu tidak terlepas dari

manajemen suatu organisasi, yang bertujuan untuk membentuk

itikad baik, toleransi, saling kerja sama, saling pengertian,

saling menghargai, dan untuk memperoleh opini publik yang

menguntungkan, citra dan reputasi positif berdasarkan prinsip

hubungan harmonis, baik hubungan ke dalam maupun ke luar.


       Di sisi lain konsumen (Nike inc), termasuk perusahaan

yang menganggap PT Sinar Gaya Busana sebagai penyedia
   jasa yang dapat dipercaya, mudah dihubungi, dan paham dunia

   industri garment.


6. Profil Nike inc


         Nike, awalnya dikenal sebagai Blue Ribbon Sports,

   didirikan oleh atlet trek Philip Knight dan pelatihnya, Bill

   Bowerman dari University of Oregon pada Januari 1964.

   Awalnya perusahaan beroperasi sebagai distributor untuk

   pembuat sepatu Jepang Onitsuka Tiger. Laba perusahaan

   tumbuh dengan cepat, dan pada tahun 1966, BRS membuka

   toko ritel pertama, terletak di Pico Boulevard di Santa Monica,

   California. Pada 1971, hubungan antara BRS dan Onitsuka

   Tiger sudah mendekati akhir, dan BRS siap untuk memulai

   perusahaan alas kaki sendiri. Sepatu pertama yang dijual

   kepada publik adalah sepatu sepak bola bernama "Nike", yang

   dirilis pada musim panas 1971.


         Pada Februari 1972, BRS memperkenalkan merk

   pertama sepatu Nike, dengan nama Nike berasal dari dewi

   kemenangan Yunani. Pada tahun 1978, BRS Inc, itu sendiri

   secara resmi berganti nama menjadi Nike, Inc. Dimulai dengan

   Ilie Nastase, atlet profesional pertama untuk kontrak dengan

   BRS/Nike, sponsor dari atlet menjadi alat pemasaran utama

   bagi perusahaan yang berkembang pesat. Pada 1979, Nike
      adalah sepatu lari paling populer di negara-negara bagian. Dan

      sekarang Nike mulai menjual lebih dari sepatu, mereka mulai

      menjual Nike pakaian dan peralatan olahraga bagi kebanyakan

      olahraga.


            Pada tahun 1980, Nike telah mencapai 50% pangsa

      pasar di Amerika Serikat pasar sepatu atletik, dan perusahaan

      go public pada bulan Desember tahun itu. Pertumbuhannya

      adalah karena sebagian besar untuk iklan 'word-of-foot'

      (mengutip sebuah iklan cetak Nike dari akhir 1970-an),

      daripada iklan televisi. Iklan televisi nasional pertama Nike

      berlangsung pada bulan Oktober 1982 selama siaran dari New

      York Marathon. Iklan diciptakan oleh biro iklan Wieden +

      Kennedy, yang telah terbentuk beberapa bulan sebelumnya

      pada April 1982. Bersama-sama, Nike dan Wieden + Kennedy

      telah menciptakan banyak iklan cetak dan televisi yg tak

      terhapuskan dan terus menjadi agen utama Nike saat ini. Dan

      Wieden lah yang menciptakan slogan terkenal "Just Do It"

      untuk kampanye iklan Nike tahun 1988, yang dipilih oleh

      Advertising Age sebagai salah satu top 5 slogan iklan di abad

      20,   dan   kampanye       itu   telah   telah   diabadikan   dalam

      Smithsonian Institution.


B. Deskripsi Hasil Penelitian
    Untuk menjawab masalah penelitian, penelitian menggunakan

metode penelitian wawancara, dimana peneliti mewawancarai

narasumber sebagai responden. Tujuan penelitian ini adalah

penelitian deskriptif kualitatif. Dalam menjawab masalah, teknik

pengumpulan data penulis menggunakan wawancara, observasi,

dam kepustakaan.


    Peneliti akan memaparkan data yang diperoleh selama peneliti

di PT Sinar Gaya Busana. Data yang diperoleh tersebut adalah

uraian hasil wawancara dan hasil observasi. Data hasil observasi

yang diperoleh meliputi uraian deskriptif terhadap pandangan

peneliti pada sikap dan tingkah laku yang dicerminkan staf Humas

PT Sinar Gaya Busana dalam aktivitasnya menjaga relasi dengan

Nike Inc sebagai fokus penelitian.


    Dari ketiga narasumber peneliti mendapat banyak masukan

yang bersifat mendukung dan juga memperbaiki persepsi peneliti

yang salah pada uraian analisis dari data yang diperoleh. Ketiga

narasumber yang sekaligus menjadi key informan pada penelitian

ini, yaitu :


    1. Sunardi B. A ( Staf Humas PT Sinar Gaya Busana )


    2. Purwantho Sri Eko Nugroho ( HRD Manager )


    3. Jainuddin Fatawi ( Staf dari Pihak Nike Inc )
       4. Kim Kap Han ( President Director PT Sinar Gaya Busana)


       Penelitian   ini   menekankan   pada   strategi   Humas   yang

digunakan PT Sinar Gaya Busana dalam menjaga relasi dengan Nike

Inc.


       Humas PT Sinar Gaya Busana memiliki strategi dalam menjaga

relasi dengan Nike Inc. Dalam urusan-urusan yang ada hubungannya

dengan konsumen, Humas PT Sinar Gaya Busana memiliki bagian

Costumer Relations yang bertugas menangani hal tersebut.


       Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bagian Costumer

Relations ini membawahi dua orang staf, yang memiliki tugas yang

berbeda.


       Berikut ini merupakan strategi Humas PT Sinar Gaya Busana

dalam menjaga relasi dengan Nike Inc :


1. Strategi Mengelola Relasi


       Strategi ini berupaya membina hubungan yang harmonis antara

   perusahaan dengan berbagai kalangan, baik hubungan kedalam

   (internal relations) maupun hubungan ke luar (eksternal relations)

   untuk meningkatkan kerja sama. Humas berkewajiban mewakili

   perusahaannya agar diterima atau mendapat dukungan dari publik

   sasarannya. Hal ini dilakukan dalam rangka meyelenggarakan

   hubungan baik dengan publiknya,dan untuk memperoleh opini
       serta perubahan sikap yang positif bagi kedua belah pihak (mutual

       understanding).


           Seperti yang dikatakan Sunardi B.A bahwa salah satu strategi

       yang dilakukan oleh PT Sinar Gaya Busana adalah :


          ―Mengelola relasi, dalam konteks customer relations sangat
       penting untuk bisa menjaga relasi dengan konsumen‖.68
           Memang konsumen bukan satu-satunya pihak yang harus

       dijaga    hubungannya          dengan      perusahaan,          namun   dengan

       mengingat ini kegiatan Humas adalah berkomunikasi, maka

       menjalin hubungan baik dengan konsumen sangat penting karena

       sangat      berpengaruh         untuk     kelanjutan       kerjasama    antara

       perusahaan dengan konsumen tersebut.


           Humas PT Sinar Gaya Busana selalu melakukan kegiatan yang

       tujuannya untuk membangun membina hubungan yang baik

       dengan konsumen atau mitra kerja, agar terjalin kenyamanan dan

       saling pengertian. Contohnya adalah mebuat website tentang PT

       Sinar Gaya Busana yang dapat dilihat oleh siapapun dengan

       tujuan untuk memberikan informasi mengenai perusahaan dan

       menjelaskan jasa apa saja yang ditawarkan oleh perusahaan,

       serta mendengarkan keluhan yang diberikan oleh setiap mitra

       kerja atau konsumennya.



68
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
           Apabila hubungan antara perusahaan dengan konsumennya

       terjalin dengan sangat baik, maka hal itu juga berpengaruh kepada

       kelanjutan kerjasama bisnis yang dilakukan. Dalam kasus ini PT

       Sinar Gaya Busana selalu berusaha menjalin hubungan yang baik

       dengan konsumennya yaitu Nike Inc agar pihak konsumennya

       merasa nyaman dan selalu menggunakan jasa dari PT Sinar Gaya

       Busana. Dalam wawancara Sunardi B.A menjelaskan salah satu

       cara yang dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana dalam

       membangun dan membina hubungan yang baik adalah :


           ―Bagian Humas PT Sinar Gaya Buana yaitu saya sendiri dan
       staf Humas yang lainnya selalu menjaga komunikasi yang baik
       dengan pihak Nike Inc, selalu memberikan informasi terbaru dan
       saya sendiri selaku Humas dari PT Sinar Gaya Busana tidak
       segan menanyakan pendapat dari pihak Nike mengenai pelayanan
       dari PT Sinar Gaya Busana. Sehingga apabila terdapat
       kekurangan PT Sinar Gaya Busana dapat memperbaikinya dan
       memberikan kepuasan terhadap pihak Nike Inc‖.69
           Selain itu seorang Humas melalui kegiatan komunikasinya

       dituntut memberikan penjelasan kepada konsumen atas jasa yang

       ditawarkan, contohnya biasanya Humas dari PT Sinar Gaya

       Busana      memberikan         beberapa      contoh      produk   yang   telah

       dihasilkan oleh PT Sinar Gaya Busana itu sendiri serta

       menyertakan data-data atau dokumen yang mencantumkan

       kegiatan dan jenis produksi apa saja yang dilakukan, sehingga


69
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
       konsumen tahu dan mengerti apa saja yang ditawarkan oleh

       perusahaan dan mengenal lebih dalam mengenai perusahaan

       serta percaya untuk menggunakan jasa perusahaan tersebut.


2. Strategi Mengembangkan Materi Humas


           Dalam mengembangkan strategi untuk memperoleh ilmu

       kehumasan, biasanya PT Sinar Gaya Busana mengirim staf

       Humas nya untuk menghadiri seminar-seminar bidang kehumasan.

       Karena menurut penuturan Mr. Kim Kap Han :


          ―Apabila staf Humas dikirimkan ke seminar-seminar akan
       meningkatkan wawasan dan Hal tersebut diyakini dapat membantu
       Humas PT Sinar Gaya Busana dalam menjalankan tugas
       kehumasannya‖.70
           Karena melalui seminar kehumasan, staf Humas bisa lebih

       mengerti bagaimana Humas harus menangani dan melihat suatu

       masalah suatu perusahaan bahkan disaat krisis sekalipun.


3. Strategi Memberikan Penghargaan Khusus Kepada Nike


           Strategi ini adalah salah satu cara sebuah perusahaan

       menunjukkan rasa terima kasih atau apresiasi atas hasil kerja yang

       terjalin dengan mitra kerjanya. Dalam wawancara Mr. Kim Kap

       Han menjelaskan bahwa :




70
     Mr. Kim kap Han, President Director PT Sinar Gaya Busana, 8 Juli 2010
           ― PT Sinar Gaya Busana membuat penghargaan khusus untuk
       konsumen atau partner kerjanya. Penghargaan ini khusus di buat
       setiap tahunnya yang diberikan setiap ada penyelenggaraan acara
       ulang tahun perusahaan, sebagai bukti penghargaan PT Sinar
       Gaya Busana terhadap konsumen yang telah bekerja sama dan
       berkontribusi dalam perkembangan PT Sinar Gaya Busana itu
       sendiri, kegiatan ini telanh berlangsung selama 3 tahun terakhir.‖ 71
            Dengan    adanya   bentuk    penghargaan     ini   dapat   dilihat

       pengembangan strategi yang dilakukan Humas PT Sinar Gaya

       Busana dalam menjalin hubungan dengan Nike salah satunya

       adalah dengan menunjukkan rasa terima kasih, dan hal ini sangat

       membantu mendekatkan hubungan diantara keduanya.


4. Strategi Operasional


            Melalui pelaksanaan program Humas yang dilakukan dengan

       pendekatan konsumen atau pelanggan, melalui mekanisme sosial

       kultural dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.


            Artinya pihak Humas mutlak bersikap atau berkemampuan

       untuk mendengar (hear) mengenai aspirasi yang ada di dalam

       benak konsumen, baik mengenai etika, moral, maupun nilai-nilai

       yang dianut.


          Menurut Sunardi B.A : ―Humas PT Sinar Gaya Busana cukup
       memperhatikan etika, moral dan nilai-nilai dalam berhubungan
       dengan konsumennya salah satunya Nike. Dengan cara




71
     Ibid
       memperlakukan mereka dengan sopan dan sesuai dengan norma-
       norma yang berlaku namun tidak berlebihan.‖72


           Strategi seperti ini cukup memberikan dampak yang baik

       karena apabila hubungan diantara dua organisasi dibangun

       berdasarkan etika, moral dan nilai-nilai yang berlaku akan

       membentuk suatu hubungan yang harmonis tanpa ada rasa

       ketidaknyamanan satu dengan yang lainnya.




5. Kualitas Pelayanan ( Total Service Excellence )


           Dalam era        Globalisasi Perdagangan / Perdagangan Bebas,

       setiap konsumen akan memperoleh barang sesuai dengan

       keinginan atau sesuai dengan kriterianya. Hal ini disebabkan

       karena semua hasil produksi akan mendapatkan akses untuk

       keseluruh pelosok Negara di dunia ini. Saat ini setiap perusahaan

       berlomba-lomba untuk mempertahankan atau bila dapat melebihi

       kriteria standar yang ada, agar hasil dari produksinya dapat

       terserap oleh pasar.


           Pembeli atau pelanggan adalah raja, yang harus mendapatkan

       pelayanan yang dapat memuaskannya, maka dari itu setiap




72
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
       perusahaan apapun jenisnya akan selalu berusaha memberikan

       kepuasan kepada konsumen atau pelanggannya. Salah satu cara

       yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan,

       karena     pelayanan       saat    ini   dipandang tidak        sebatas    saja

       diperolehnya barang dan jasa oleh konsumen atau pelanggan.

       Lebih dari itu pelayanan merupakan salah satu sarana yang

       ampuh untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan atau

       konsumen.


               Seperti halnya yang dilakukan PT Sinar Gaya Busana,

       dalam wawancara Sunardi B. A menjelaskan :


              ―Dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan, PT
       Sinar Gaya Busana menempatkan customer service sebagai ujung
       tombak perusahaan, karena pelayanan yang baik terhadap
       konsumen adalah hal yang sangat penting untuk kelangsungan
       kerjasama bisnis‖.73


               Pelanggan        yang      kecewa      dengan       pelayanan     suatu

       perusahaan, akan melakukan komplain kepada perusahaan

       pemberi jasa tersebut. Apabila komplain tidak ditangani dengan

       baik maka akan               berakibat pelanggan kecewa kemudian

       memutuskan hubungan dengan perusahaan tersebut, dan banyak

       terjadi mereka menceritakan kekecewaannya kepada orang lain.



73
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
       Sehingga bagi perusahaan akan berakibat hilangnya pelanggan,

       yang bisa berpengaruh kepada hilangnya pelanggan yang lain

       juga, merusak citra perusahaan dan ujungnya adalah kerugian

       material maupun immaterial bagi perusahaan.


               Untuk itu apabila terjadi kesalahan atau keluhan pelanggan,

       perusahaan perlu menangani dengan baik dan apabila perlu

       dilakukan      recovery       agar     pelanggan        tidak   meninggalkan

       perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangan

       keluhan yang baik, disertai dengan recovery service yang baik

       akan meningkatkan kepuasan pelanggan kepada perusahaan.

       Dengan adanya program service recovery diharapkan dapat

       mengembalikan kepercayaan pelanggan sehingga pelanggan

       tetap bertahan bahkan meningkatkan volume transaksinya dengan

       perusahaan yang bersangkutan.


               Dalam wawancara Sunardi B.A menuturkan, salah satu

       pelayanan yang dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana dalam

       menghadapi konsumennya adalah :

               ―Penanganan keluhan dari konsumen atau pelanggan.
       Program ini disebut dengan Strategi Penanganan Keluhan "Wow",
       yaitu penanganan keluhan yang diberikan kepada pelanggan yang
       kecewa, melebihi apa yang mereka ekspektasikan, sehingga
       pelanggan akan terkejut dan berkomentar "Wow...luar biasa"
       terhadap pelayanan yang kami berikan.‖74



74
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
         Hal Ini dapat      dilakukan dengan cara memberikan

   kesempatan untuk memperoleh kembali produk atau layanan yang

   dimaksudkan sesuai atau melebihi dengan        pesanan serta

   mempublikasikan    permintaan   maaf    dan    jaminan   untuk

   memperoleh pelayanan kembali sesuai yang dikehendaki. Dengan

   demikian konsumen atau pelanggan PT Sinar Gaya Busana tidak

   akan merasa terabaikan dan kecewa dengan pelayanan dari

   perusahaan tersebut.



6. Strategi Real Time Service

      Dalam wawancara Mr. Kim Kap Han menjelaskan beberapa

   strategi bisnis yang dilakukan perusahaan demi mempertahankan

   pelanggan dengan konsep Real Time Service yaitu :

         a. ―Perusahaan selalu menjaga kedekatan dan komuniksai
            dengan pelanggan misalnya perusahaan membuat
            website yang berfungsi untuk memudahkan pelanggan
            mengakses informasi perusahaan sehingga pelanggan
            tidak kesulitan dalam mencari informasi tentang
            perusahaan.
         b. Membuat sedemikaian rupa agar pelanggan terkesan
            setelah perusahaan memberikan pelayanan.
         c. Melakukan     strategi informasi  agar    terciptanya
            komunikasi dengan pelanggan dan mampu menjawab
            semua pertanyaan pelanggan.
         d. Melakukan manajeman komplain untuk menampung
            semua keluhan konsumen terhadap perusahaan agar
            perusahaan dapat memperbaiki segala kekurangan yang
            ada dengan cepat dan akurat.
                e. Menyediakan umpan balik perusahaan agar produk dan
                   layanan perusahaan menjadi lebih sempurna di mata
                   masyarakat.‖75

       Strategi ini merupakan salah satu cara yang dilakukan PT Sinar

Gaya Busana agar hubungan dengan Nike berjalan dengan baik,

karena pelayanan yang diberikan oleh PT Sinar Gaya Busana adalah

nyata. Maksudnya adalah pelayanan yang diberikan dapat dirasakan

langsung oleh pihak Nike, dan apabila ada kekurangan-kekurangan

pihak Nike dapat langsung memberikan sanggahan atau pendapat

kepada Humas PT Sinar Gaya Busana.



7. Pemenuhan Standarisasi Nike Inc

           Bagi Konsumen yang menggunakan jasa sebuah perusahaan

       garment, mereka juga mementingkan hal-hal yang berkaitan

       dengan kemanusiaan, yaitu sebuah perusahaan harus tetap

       memperhatikan Human right yang merupakan Income atau

       pedapatan karyawan sesuai dengan minimal peraturan pemerintah

       mengenai Upah Minimal, serta benefit atau keuntungan yang

       harus diberikan kepada para karyawannya. Hal lain yang harus

       diperhatikan adalah HSE (Health Safety and Enviroment) bagi para

       pekerjanya, yaitu asuransi bagi karyawan perusahaan tersebut

       yang menangani keamanan dan keselamatan para karyawannya.


75
     Mr. Kim kap Han, President Director PT Sinar Gaya Busana, 8 Juli 2010
           Dalam hal ini menurut Sunardi B. A Humas PT Sinar Gaya

       Busana memiliki peranan untuk mempublikasikan dan memberikan

       informasi yang jelas kepada setiap konsumen atau pelanggannya

       yaitu :

           ―Perusahaan telah memberlakukan pendapatan UMR dan
       memberikan asuransi keselamatan dan kesehatan untuk setiap
       karyawannya, karena untuk beberapa konsumen atau pelanggan
       PT Sinar Gaya Busana khususnya Nike Inc sangat memperhatikan
       mementingkan hal tersebut.‖76

           Karena apabila hal tersebut tidak diberlakukan maka pihak Nike

       Inc tidak mau menggunakan jasa PT Sinar Gaya Busana lagi,

       karena bagi pihak Nike Inc hal-hal seperti pendapatan dan

       asuransi      bagi    karyawan        menunjukkan         betapa   pentingnya

       karyawan bagi perusahaan yang merupakan keluarga dan apabila

       perusahaan        tidak    dapat     menghargai        karyawannya    dengan

       memberikan hak mereka maka di mata konsumennya khususnya

       Nike Inc perusahaan tersebut tidak akan dapat menghargai dan

       memuaskan mereka sebagai konsumennya.


                 Maka dari itu biasanya Nike Inc setelah menunjuk PT Sinar

       Gaya Busana untuk menangani sebuah proyek mereka akan

       memberikan / penamabahan skill untuk dua bidang diatas melalui

       Training, Seminar dan Lokakarya. Nike Inc juga memberikan



76
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
       pedoman kepatutan bagi para pabriknya, yang biasa disebut : CLS

       (Code      Leadership       Standar),      dimana       dalam   setiap   CLS,

       diterangkan Requirement yang harus dipenuhi oleh pabrik untuk

       meninjang program Compliance baik dalam bidang Labor maupun

       HSE. Sehingga perusahaan garment yang ditunjuknya dapat

       memenuhi persyaratan yang diberikan oleh pihak Nike Inc.


8. Hubungan Humas PT Sinar Gaya Busana dengan Nike Inc


           Mengenai hubungan Humas PT Sinar Gaya Busana dengan

       Nike Inc, Sunardi B. A menjelaskan :


           ―Hubungan yang terjalin cukup baik dan tidak pernah ada
       masalah. Komunikasi antara Humas PT Sinar Gaya Busana
       dengan Nike Inc yang dilakukan selama ini sangat terbuka dan
       saling mendukung.‖77


            Baik Humas PT Sinar Gaya Busana maupun pihak Nike Inc

       sama-sama mengerti cara kerja masing-masing tanpa harus

       mempengaruhi kebijakan masing-masing. Hal tersebut telah

       menciptakan hubungan diantara keduanya berjalan dengan baik

       dan terciptanya hubungan yang saling ketergantungan, saling

       mengetahui fungsi, kewajiban dan tugas, serta saling percaya




77
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
akan   potensi masing-masing     demi   terciptanya   kepentingan

bersama dan tidak untuk kepentingan sepihak.


   Pada dasarnya Humas PT Sinar Gaya Busana mempunyai

standard     Operating   Procedure      (SOP)    sendiri    untuk

memperlakukan Nike dalam konteks sebagai mitra kerja atau lebih

sering disebut dengan sebutan ―buyer‖. SOP ini memang belum

dibakukan, dan tidak semua staf tahu secara detail bagaimana

cara memperlakukan pihak Nike sesuai dengan SOP. Tetapi

Humas PT Sinar Gaya Busana juga mempunyai cara lain yang

lebih dianjurkan untuk diterapkan dalam menjalin hubungan

dengan Nike, yaitu dengan melakukan hubungan personal. Antara

Humas PT Sinar Gaya Busana dengan Nike Inc, saling

memberikan kontribusi mereka terhadap pekerjaan masing-masing

pihak. Seperti yang dikatakan oleh Sunardi B. A dalam

wawancara,


   ―Mereka membutuhkan misalnya informasi-informasi tentang
   pengembangan industri garment, bisnis. Kita memberikan
   kontribusi dalam bentuk informasi, pelayanan lainnya, dan juga
   kenyamanan. Kenyamanan dalam melakukan kerjasama
   bisnis, sebagai tamu, dan sebagai pengunjung. Sedangkan
   kontribusi dari pihak Nike adalah dengan melakukan kerjasama
   bisnis, memberikan dan menyebarkan informasi positif
   mengenai PT Sinar Gaya Busana kepada publik sehingga
   memberikan peluang PT Sinar Gaya Busana untuk merambah
   kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan lain, hal ini
           secara tidak langsung telah membantu pekerjaan atau tugas
           dari seorang Humas.‖78

           Sebagaimana dikatakan di atas, antara Humas PT Sinar Gaya

       Busana dengan Nike Inc terjalin hubungan timbal balik. Mereka

       sama-sama sudah memahami apa yang dibutuhkan masing-

       masing pihak. Pihak Humas PT Sinar Gaya Busana memberikan

       informasi dan pelayanan yang dibutuhkan pihak Nike Inc,

       begitupun sebaliknya. Pihak Nike selalu memberikan saran dan

       masukan yang berharga untuk kemajuan PT Sinar Gaya Busana.

       Dapat diambil contoh, ketika salah seorang staf Nike yang sedang

       berkunjung       ke     PT     Sinar     Gaya      Busana       dalam   rangka

       membicarakan mengenai proyek yang akan diberikan, ia mengeluh

       atas kekurang nyamanan ruang seminar atau ruangan yang

       dipakai untuk membicarakan proyek tersebut, karena kondisi

       ruangan tersebut suhu udaranya kurang dingin dan tidak memiliki

       proyektor sehingga menghambat berjalannya proses pembicaraan

       proyek tersebut. Pimpinan proyek dari pihak Nike langsung

       mengeluhkan kepada Humas PT Sinar Gaya Busana untuk segera

       ditindak lanjuti, karena pasti semua rekan bisnis dari perusahaan

       lain yang akan melakukan kerjasama akan merasa tidak nyaman.

       Humas menerima keluhan tersebut dan segera melaporkan




78
     Sunardi B.A, Humas PT Sinar Gaya Busana, wawancara, 8 Juli 2010
kepada pihak yang berwenang akan kenyamanan lingkungan dan

fasilitas perusahaan.


   Kritik dan saran yang diberikan bersifat lebih pada kritik

membangun. Maka Humas Pt Sinar Gaya Busana selalu

menerima saran, kritik, dan masukan dari pihak Nike Inc selaku

stakeholder yang sangat penting bagi perusahaan, karena semata-

mata hal tersebut demi kelancaran dan kemajuan perkembangan

PT Sinar Gaya Busana itu sendiri.


   Humas PT Sinar Gaya Busana menganggap Nike Inc sebagai

mitra kerja yang baik dan hubungan yang tepat berjalan apa

adanya serta mengikuti kode etik yang berlaku. Mengingat salah

satu kegiatan eksternal Humas PT Sinar Gaya Busana adalah

pembinaan hubungan dengan konsumen atau mitra kerja, maka

Humas PT Sinar Gaya Busana tetap perlu menjalin kerjasama

yang baik dan berkesinambungan dengan pihak Nike Inc agar

berbagai tujuan yang direncanakan dapat berjalan sesuai harapan.


   Ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan Humas PT

Sinar Gaya Busana dalam menjalin hubungan baik dengan Nike

Inc. Sunardi B. A menjelaskan :


   ―Langkah-langkah pendekatan bisa dilakukan disaat tugas
   misalnya saja menghadiri acara yang pihak Nike lakukan.
   Misalnya ulang tahun mereka, seminar, langkah-langkah yang
   membuat hubungan semakin baik. Jadi tidak ada lagi jarak
   antara pihak Nike dengan staf Humas disini. Untuk institusi,
            contohnya saat ulang tahun PT Sinar Gaya Busana kemarin,
            kita mengajak pihak Nike untuk menghadiri acara tersebut dan
            memberikan mereka penghargaan sebagai partner atau mitra
            kerja yang setia dan menguntungkan. Kepada pendekatan
            personalnya lebih banyak yang informal antara pimpinan atau
            staf PT Sinar Gaya Busana dengan pimpinan atau staf Nike
            Inc. Bisa sekedar jalan-jalan, makan-makan, dan ngobrol
            ringan. Yang terpenting kita sudah menjalin hubungan agar
            tidak terjadi kesenjangan.‖79

                   Dari penjelasan di atas diketahui langkah-langkah Humas

        PT Sinar Gaya Busana dalam menjalin hubungan baik dengan

        pihak Nike Inc dilakukan melalui dua cara, yaitu hubungan dengan

        institusi secara formal dan hubungan dengan pimpinan dan staf

        Nike secara informal yang bersifat lebih personal. Langkah yang

        dilakukan ini merupakan wujud komunikasi antarpribadi. Humas

        PT Sinar Gaya Busana melakukan komunikasi antarpribadi

        dengan pihak Nike Inc agar hubungan pertemanan yang mereka

        bina dapat membantu kedua belah pihak dalam menjalankan

        tugasnya        masing-masing.    Hubungan     informal   tersebut

        menciptakan kejujuran, saling pengertian, saling menghormati,

        serta kerjasama yang baik demi terciptanya tujuan bersama yang

        positif.


                   Komunikasi antarpribadi antara Humas PT Sinar Gaya

        Busana dengan pimpinan atau staf Nike, tidak hanya dilakukan

        secara tatap muka saja. Semua sarana komunikasi, seperti


79
     Ibid
telepon, sms, e-mail dilakukan agar komunikasi lancar dan

berjalan optimal. Semua keperluan tidak selalu harus diselesaikan

dengan tatap muka, karena hambatan waktu, jarak, kepentingan,

dll. Pihak Humas PT Sinar Gaya Busana mengaku bahwa tidak

semua komunikasi dan kegiatan yang dilakukan antara Humas PT

Sinar Gaya Busana dengan pihak Nike menghasilkan output yang

memmuaskan kedua belah pihak. Salah pengertian dalam

komunikasi rentan terjadi karena kepentingan yang berbeda

antara kedua belah pihak. Salah pengertian dalam komunikasi

rentan terjadi karena kepentingan yang berbeda antara kedua

belah     pihak.      Tetapi   dengan       dijalankannya     komunikasi

antarpribadi, Humas PT Sinar Gaya Busana mampu meminimalisir

kesalah    pahaman        dengan    pihak     Nike   Inc.    Dan    untuk

mengatasinya, baik Humas PT Sinar Gaya Busana maupun pihak

Nike melakukan komunikasi untuk meluruskan kesalahpahaman

yang telah terjadi.


        Diluar hubungan baik yang telah terjalin antara Humas PT

Sinar Gaya Busana dengan Nike Inc, secara profesional keduanya

tidak   dapat      menghindari     masalah-masalah          yang   kurang

menyenangkan. Sejauh ini Humas PT Sinar Gaya Busana

menanggapi keluhan dari pihak Nike sebagai kritik dan saran yang

membangun.
                 Di     wawancara           dengan    Bapak   Jainuddin   Fatawi

        mengatakan :


                 ―Untuk masalah adanya keluhan atau komplain dari pihak
        Nike kepada PT Sinar Gaya Busana sebenarnya itu adalah hal
        yang wajar dan biasa terjadi. Karena setiap bentuk kerjasama
        kedua perusahaan pasti menemukan beberapa hal-hal yang
        kurang sesuai dan pada akhirnya harus diatasi agar tidak terjadi
        kesalahpahaman atau ketidaknyamanan bagi kedua pihak. Maka
        dari itu setiap ada masalah yang dianggap kurang baik dari pihak
        kami selalu memebritahukan kepada pihak Humas PT Sinar Gaya
        Busana sebagai penyambung komunikasi antara kami dengan
        perusahaan tersebut, adanya kejujuran dan saling keterbukaan
        seperti inilah yang pada akhirnya membangun kerjasama yang
        baik diantara kami.‖80


                 Memang secara profesional, baik Humas maupun pihak

        Nike tidak dapat menghindari adanya masalah-masalah seperti

        keluhan-keluhan yang kurang menyenangkan. Tetapi Humas PT

        Sinar Gaya Busana menanggapi segala keluhan tersebut sebagai

        kritik dan masukan yang berharga. Keuntungan dari hubungan

        personalnya yaitu, pihak Nike akan selalu mengkonfirmasi terlebih

        dahulu apabila ada masalah yang kurang menyenangkan seputar

        PT Sinar Gaya Busana, dan memberikan Humas PT Sinar Gaya

        Busana untuk menjelaskan dan memperbaiki hal tersebut agar

        citra PT Sinar Gaya Busana dan hubungan baiknya dengan Nike

        Inc tetap terjaga.




80
     Jainuddin Fattawi, Staf Nike Inc, 13 Juli 2010
   Berikut ini peneliti akan menganalisis dengan membandingkan

temuan data serta hasil observasi yang didapatkan dengan teori-

teori yang digunakan. Nara sumber yaitu Sunardi B.A yang

mewakili Humas PT Sinar Gaya Busana dalam penelitian ini.

Jainuddin Fatawi dari Nike Inc dalam penelitian studi kasus ini.


   Untuk mendukung kegiatannya, Humas PT Sinar Gaya Busana

harus menjalin hubungan dengan mitra kerja. Menjalin hubungan

dengan mitra kerja merupakan salah satu bentuk kegiatan

eksternal dari Humas, di mana sikap saling percaya dalam

menjalin hubungan dengan mitra kerja adalah faktor utama untuk

menciptakan kerjasama yang baik, dalam hal ini memberikan

proyek-proyek yang menggunakan jasa PT Sinar Gaya Busana.


   Dalam penelitian studi kasus ini, difokuskan kepada strategi

hubungan Humas PT Sinar Gaya Busana dengan mitra kerjanya

yang juga sebagai konsumen, yaitu Nike Inc.


   Sebagaimana telah diungkapkan pada bagian sebelumnya,

maka dapat dikemukakan bahwa dalam menjalin hubungan

dengan mitra kerja maka diperlukan sebuah strategi Humas agar

hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik. Dalam hal ini

strategi yang digunakan Humas PT Sinar Gaya Busana untuk

menjalin hubungan baik dengan Nike Inc adalah dengan cara
  mengelola relasi dan kemudian mengembangkan strategi yang

  ada.


     Untuk mendukung strategi yang dilakukan, peneliti mengambil

  teori dan konsep yang berhubungan dengan penelitian ini. Yaitu,

  teori Humas Relations dan Komunikasi Antar Pribadi. Kedua teori

  tersebut merupakan teori yang membahas hubungan personal

  antara individu yang satu dengan yang lainnya. Penelitian ini lebih

  ditekankan kepada strategi dalam menjalin hubungan dengan

  mitra kerja secara personal, maksudnya hubungan antar individu

  dari staf Humas dengan pimpinan atau staf Nike secara

  perorangan yang menjadi strategi dalam menjalin hubungan baik

  dengan mitra kerja.




C. Pembahasan


         Berikut akan dijabarkan kaitan antara teori serta konsep dan

  pengimplementasiannya pada Hubungan antara Humas PT Sinar

  Gaya Busana dengan pihak Nike Inc.


         Dalam   teori   Human    Relations   yang   telah   dibahas

  sebelumnya menyatakan bahwa dengan tidak mengabaikan sikap

  sopan santun dan faktor-faktor yang termasuk etika, maka

  hubungan timbal balik memiliki tujuan untuk memelihara hubungan

  saling mempengaruhi, mengubah sikap dan perilaku. Demikian
halnya yang dilakukan oleh Humas PT Sinar Gaya Busana, bahwa

hal-ha l tersebut akan menjadi faktor pendukung yang sangat

positif dalam membina hubungan harmonis dengan pihak Nike Inc.


       Human         Relations    merupakan    komunikasi   persuasif

(membujuk). Artinya bahwa komunikasi yang dilakukan oleh

Humas PT Sinar Gaya Busana kepada Nike Inc bertujuan untuk

mendapatkan hasil, yaitu kesamaan makna dan saling pengertian.

Memang sudah seharusnya Humas PT Sinar Gaya Busana

melakukan human relations, baik kepada seluruh karyawan PT

Sinar Gaya Busana maupun kepada khalayak diluar PT Sinar

Gaya Busana, selain hubungan dengan tugas perusahaan ataupun

di luar tugas perusahaan.


       Human relations ditujukan untuk meniadakan gangguan

sebagai akibat dari salah komunikasi atau salah interpretasi.

Sehingga timbul kerjasama yang lebih produktif. Tujuan human

relations     ini   semata-mata    hanya    untuk   menciptakan   citra

organisasi,     perusahaan,      atau   instansi yang baik di mata

masyarakat, dalam hal ini adalah PT Sinar Gaya Busana.


       komunikasi yang berlangsung dalam kegiatan human

relations adalah komunikasi antarpribadi. Karena komunikasi

dalam bentuk ini sifatnya dialogis, dimana prosesnya berlangsung

secara dua arah serta terjadi timbal balik. Berarti komunikasi yang
dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana dengan karyawan atau

pihak lain akan langsung memperoleh efek komunikasi ataupun

feed back nya pada saat itu juga.


       Dengan demikian, kegiatan human relations merupakan

komunikasi persuasif yang efektif, dimana ada efek yang

dihasilkan merupakan dampak dalam bentuk perubahan sikap

(attitude), opini (opinion), dan tingkah laku (behavior).


       Dalam mengelola relasi, Humas PT Sinar Gaya Busana

melakukan pendekatan komunikasi interaktif dan personal. Artinya

komunikasi yang dilakukan tidak bersifat satu arah tetapi bersifat

dua arah. Humas PT Sinar Gaya Busana tidak hanya memberikan

berbagai informasi yang diperlukan oleh Nike tetapi juga siap

melayani permintaan yang diajukan, saran atau kritik dari pihak

Nike. Serta komunikasi yang dijalin tidak hanya dalam bentuk

kemitraan secara formal, tetapi juga lebih kepada hubungan

personal satu sama lain.


       Pendekatan informasi interaktif ini dimaksudkan untuk

membantu mempercepat proses pembahasan yang menuju pada

tujuan kahir. Pendekatan komunikasi interaktif ini dilakukan

dengan cara mengkoordinasikan kegiatan tatap muka dan dialog

langsung dengan pimpinan atau staf Nike yang bertanggung jawab

dalam proyek yan diberikan kepada PT Sinar Gaya Busana.
       Humas PT Sinar Gaya Busana menggunakan semua

saluran komunikasi untuk berkomunikasi dengan pihak Nike.

Selain tatap muka, telepon, sms, dan e-mail pun diipergunakan.

Ketiga sarana komunikasi selain tatap muka tersebut digunakan

mengingat keterbatasan waktu dan hambatan komunikasi lain

antara Humas PT Sinar Gaya Busana dengan staf Nike tersebut.

Humas PT Sinar Gaya Busana melakukan komunikasi dengan

cara tersebut untuk menjalankan strategi humas dalam menjalin

hubungan dengan mitra kerja, mengelola relasi, melakukan

komunikasi yang intens antara kedua belah pihak yang berkenaan

dengan tugas pokok masing-masing, dimana Humas PT Sinar

Gaya    Busana   mengabarkan     staf   Nike   yang   berwenang

memonitoring proyek melalui telepon, sms, ataupun e-mail untuk

memberitahukan jadwal kegiatan yang dibuat untuk membicarakan

hal-hal yang bersangkutan dengan kegiatan bisnis mereka.


       Komunikasi yang dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana

dengan staf Nike yang telah dijelaskan, merupakan komunikasi

antarpribadi. Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi yang

terjadi antara dua orang. Memang komunikasi antarpribadi

biasanya dilakukan secara tatap muka, tetapi seiring dengan

perkembangan teknologi komunikasi antarpribadi dapat dilakukan

melalui berbagai macam sarana komunikasi seperti telepon, sms,

ataupun e-mail. Melalui komunikasi antarpribadi, kita dapat lebih
mengenal diri sendiri dan orang lain, juga mengakrabkan diri

dengan orang lain. Dan yang terpenting, komunikasi antarpribadi

dapat membantu dalam membentuk suatu relasi.


      Bila melihat komunikasi yang dilakukan antara Humas PT

Sinar Gaya Busana dengan pihak Nike selama ini, memang sangat

terbuka dan saling mendukung. Baik Humas PT Sinar Gaya

Busana maupun dari pihak Nike telah sama-sama mengerti cara

kerja masing-masing. Hal tersebut yang telah menciptakan

hubungan diantara keduanya berjalan dengan baik dan terciptanya

rasa saling ketergantungan, saling mengetahui peran, fungsi,

kewajiban dan tugas satu sama lain, serta saling percaya akan

potensi masing-masing demi terciptanya kepentingan bersama dan

tidak untuk kepentingan sepihak.


      Kondisi ini sangat sesuai dengan        salah   satu   teori

komunikasi antarpribadi yaitu teori penetrasi sosial, dimana

hubungan antar individu dapat terjalin secara bertahap. Disini

individu itu adalah Humas PT Sinar Gaya Busana dengan Staf

Nike Inc, dimana kedua belah pihak saling melakukan self-

disclosure untuk mendekatkan hubungan diantara keduanya. Pada

awalnya dimulai hanya dengan perkenalan formal sebatas rekan

kerja yang saling bertukar informasi mengenai perusahaan sampai

pada tahap hubungan yang lebih intim yaitu hubungan yang

melibatkan emosi kedua       belah   pihak, contohnya   kegiatan
komunikasi diantara pihak Humas Sinar Gaya Busana dan staf

Nike nya berlanjut ke tahap hubungan yang lebih personal seperti

saling berkomunikasi melalui telepon, sms ataupun email dan tidak

hanya sekedar membicarakan pekerjaan. Selain itu juga terkadang

ada undangan dari staf Nike kepada Humas PT Sinar Gaya

Busana untuk menghadiri acara-acara Nike yang lebih khusus

seperti acara ulang tahun perusahaan atau sekedar pertemuan-

pertemuan yang casual sifatnya.


      Hal   itu   sangat   membantu      untuk   mendukung   dan

memelihara hubungan mitra kerja yang harmonis karena telah

saling mengenal lebih dalam sehingga timbul rasa percaya dan

apabila self-disclosure ini berhasil dan berkembang, maka dapat

dikatakan masa depan hubungan bisnis antara PT Sinar Gaya

Busana dan Nike Inc berjalan dengan baik.


      Nike merupakan suatu organisasi atau perusahaan yang

keberadaannya sangat penting bagi industri garment di dunia.

Kehadiran, kedudukan, dan peran Nike memiliki arti yang sangat

penting bagi seorang Humas suatu perusahaan industri garment.

Nike adalah salah satu mitra kerja yang juga berperan sebagai

konsumen bagi PT Sinar Gaya Busana karena Nike merupakan

salah satu mitra kerja yang berperan besar dalam memberikan

kontribusi bagi kelanjutan perusahaan.
      Kerjasama yang sudah dijalin antara Humas PT Sinar Gaya

Busana diharapkan tetap berjalan dengan baik dan maksimal.

Hubungan kerjasama tersebut dimaksudkan untuk membentuk

itikad baik, terciptanya toleransi, saling mempercayai, saling

pengertian dan saling menghargai dalam       rangka menjalankan

kerjasama bisnis dan memperoleh opini, citra, dan reputasi positif

PT Sinar Gaya Busana berdasarkan prinsip-prinsip hubungan yang

harmonis.


      Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebuah hubungan

yang baik dapat terjalin dengan cara tidak memihak, memberikan

bantuan, saling mendukung, tidak mencari kesalahan-kesalahan

pada masing-masing pihak, terus-menerus melakukan pembaruan

dan mengadakan evaluasi.


      Sukses atau tidaknya membina hubungan atau relasi

dengan Nike tidak terlepas dari strategi yang digunakan. Bila

dikaitkan dengan strategi Humas, maka salah satu pendekatan

yang dapat dilakukan oleh Humas PT Sinar Gaya Busana adalah

pendekatan tanggung jawab sosial, tujuan dan sasaran yang

hendak dicapai semata-mata tidak ditujukan untuk mengambil

kepentingan sepihak, namun untuk memperoleh keuntungan

bersama. Demikian dengan langkah-langkah yang dilakukan

Humas PT Sinar Gaya Busana dalam menjalin hubungan baik

dengan Nike harus ditujukan untuk kepentingan bersama.
      Salah satu langkah yang dilakukan Humas PT Sinar Gaya

Busana dalam menjaga relasi dengan Nike adalah dengan tidak

pernah mengharuskan Nike untuk selalu memberikan semua

orderan garment nya kepada PT Sinar Gaya Busana, mengingat

karakteristik yang dimiliki Nike berbeda-beda untuk setiap jenis

orderannya.


      Humas PT Sinar Gaya Busana memandang perlunya

melakukan pendekatan dengan Nike agar dapat mengenal

karakteristik dari Nike. Hubungan sebagai mitra kerjasama yang

dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana akan lebih baik jika

diimbangi dengan hubungan personal dengan cara melakukan

komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi memang terbukti

efektif, karena Humas PT Sinar Gaya Busana dapat mengenal

pribadi   masing-masing    individu   dengan    baik.   Komunikasi

antarpribadi yang dilakukan tidak sebatas dengan pimpinan nya

saja, tetapi seluruh staf Humas PT Sinar Gaya Busana juga

menjalin hubungan dengan para staf Nike terutama yang bertugas

memonitoring proyek yang diberikan kepada PT Sinar Gaya

Busana. Dengan demikian kelancaran komunikasi dan hubungan

antara kedua belah pihak akan terjalin baik dengan sendirinya, dan

hal ini merupakan contoh perwujudan dari teori penetrasi sosial.


      Di sisi lain, saling pengertian yang dirasakan dari Humas PT

Sinar Gaya Busana dengan Nike terbentuk karena latar belakang
staf Humas PT Sinar Gaya Busana yang rata-rata telah memiliki

pengalaman dan wawasan mengenai industri garment. Jadi

sebagian besar dari mereka memang sangat paham bagaimana

cara memperlakukan pihak Nike karena telah mengetahui hal-hal

yang   menjadi   persyaratan   suatu   perusahaan   yang   akan

menggunakan jasa sebuah perusahaan industri garment.


       Hal yang mendasari berhasilnya kerjasama antara PT Sinar

Gaya Busana dengan Nike adalah hubungan yang terjalin baik

antara Humas PT Sinar Gaya Busana dengan pihak Nike, karena

terjadinya proses informasi dan komunikasi yang lancar serta

pelayanan yang maksimal. Hubungan tersebut tidak berhenti di

tempat, melainkan selalu dijaga, dan dibina karena pada dasarnya

kedua belah pihak membutuhkan satu sama lain. Humas PT Sinar

Gaya Busana membutuhkan mitra kerja selaku konsumen, dalam

hal ini Nike Inc untuk membantu memberikan kontribusi yang

berguna untuk kelanjutan perusahaan agar terus maju dan

berkembang di dunia industri garment, sedangkan Nike Inc

memang membutuhkan jasa dari PT Sinar Gaya Busana untuk

menyelesaikan orderan membuat produk-produk garment yang

dibutuhkan oleh Nike yang selanjutnya akan dikonsumsi oleh

masyarakat.


       Jadi dari kesimpulan di atas, strategi yang dilakukan

Humas, agar dapat tercapai suatu pengertian, dukungan, dan
gagasan serta dapat membina dan menjaga relasi yang baik

dengan Nike sebagai target atau sasaran yang hendak dicapai.


        Setelah penulis mewawancarai para staf Humas, bahwa

staf Humas sudah dapat menjalankan kebijakan yang diberikan

oleh kepala Humas, walaupun dalam menjalankan kebijakan

tersebut banyak mengalami hambatan, dan para staf akan

menanyakan langsung hambatan tersebut kepada kepala Humas.

Salah satu hambatannya adalah belum semua SOP yang dibuat

oleh PT Sinar Gaya Busana belum direalisasikan seluruhnya

mengingat adanya keterbatasan dana dan pembatasan ruang

lingkup kerja perusahaan.


        Dan Dalam membuat semua strategi yang akan dilakukan,

Humas PT Sinar Gaya Busana juga melakukan beberapa langkah

yang mengacu pada konsep empat langkah strategi Humas yang

terdiri dari :


                 1. Menentukan masalah Humas
                 2. Perencanaan atau programming
                 3. Bertindak atau berkomunikasi
                 4. Evaluasi program


         Dengan adanya empat langkah maka Humas PT Sinar

Gaya Busana dapat menentukan strategi apa saja yang harus

dilakukan perusahaan dalam menjaga relasi dengan Nike,
berdasarkan pengetahuannya akan situasi yang terjadi seperti

mengetahui       informasi-informasi   mengenai   Nike,   kemudian

menyusun langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk

menjaga relasi dengan Nike, dan merealisasikan strategi-strategi

tersebut ke dalam program kerja Humas dan pada akhirnya

menilai apakah setelah dilakukan strategi ada perubahan positif

yang terjadi diantara hubungan PT Sinar Gaya Busana dengan

Nike Inc.


        Dalam menjaga relasi dengan Nike, para staf Humas juga

melakukan tugas-tugas baik keluar maupun kedalam. Tugas

kedalam, yaitu dengan memberikan pengarahan dan pengetahuan

sebanyak-banyaknya tentang Nike, agar setiap staf mengetahui

apa saja yang kegiatan perlu dilakukan dan tidak melanggar

peraturan yang menjadi prasyarat dari pihak Nike. Tugas keluar,

yaitu memonitor proses berjalannya pembuatan produk pesanan

pihak Nike agar selesai tepat waktu dan memiliki kualitas yang

baik,   karena     pelayanan    merupakan    faktor   utama   yang

memberikan dampak positif dengan memberikan kenyamanan.


        Penulis juga mewawancarai staf Nike yang bertugas dalam

memonitor jalannya kegiatan kerjasama dengan PT Sinar Gaya

Busana, dalam wawancara tersebut dihasilkan :


      ―Nike sudah cukup lama menjalin kerjasama dengan PT
Sinar Gaya Busana, dari tahun 2002. Dan alasan kami
       menggunakan jasa PT Sinar Gaya Busana dalam membuat
       produk-produk olahraga kami, karena kami menilai harga yang
       ditawarkan masih terjangkau, dan mereka memberikan pelayanan
       yang baik, tepat waktu dalam mengirimkan pesanan walau sekali-
       sekali ada yang terlambat karena masalah teknis, serta kualitas
       produk yang dihasilkan memuaskan‖.81
                Dengan demikian dapat dikatakan strategi-strategi yang

       telah dilakukan oleh Humas PT Sinar Gaya Busana terhadap Nike

       Inc dalam menjaga relasi telah berjalan dengan baik, karena

       menghasilkan hubungan yang harmonis diantara keduanya serta

       menghasilkan kepuasan dan kenyamanan dari pihak Nike Inc

       terhadap PT Sinar Gaya Busana.




81
     Jainuddin Fattawi, wawancara, 13 Juli 2010
                             BAB V


                  KESIMPULAN DAN SARAN




A. Kesimpulan

        Dari penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 6 bulan

  pada Humas PT Sinar Gaya Busana, maka sesuai dengan rumusan

  BAB I diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Strategi yang dipakai Humas PT Sinar Gaya Busana dalam

     menjaga relasi atau hubungan dengan pihak Nike Inc memiliki

     beberapa strategi, mulai dari mengelola relasi, mengembangkan

     materi Humas, memberikan penghargaan khusus untuk Nike,

     strategi operasional, pelayanan, penyebaran informasi melalui

     media massa, pemenuhan standarisasi yang diajukan Nike. Dan

     strategi yang berhubungan dengan teori komunikasi antarpribadi

     adalah   memberikan    penghargaan    khusus   untuk   Nike   dan

     pelayanan, karena dalam strategi ini kegiatan yang dilakukan

     langsung melibatkan kedua belah pihak secara langsung dan

     sudah melibatkan emosi atau perasaan diantara kedua belah

     pihak.

  2. Manajemen yang dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana dalam

     menjaga relasi dengan Nike, yaitu :
           a. Memilih atau menetapkan personil-personil di dalam Humas

              PT Sinar Gaya Busana untuk melakukan hubungan dengan

              pihak Nike. Biasanya yang lebih berperan dalam menjaga

              hubungan dengan Nike berasal dari bagian Customer

              relations.

           b. Mengadakan seminar serta memberikan penghargaan

              khusus di saat perusahaan mengadakan kegiatan-kegiatan

              yang penting. Semua yang dilakukan itu merupakan

              implementasi strategi Humas PT Sinar Gaya Busana dalam

              menjaga relasi yang baik dengan Nike Inc.

           c. Memilih atau menetapkan staf untuk mengawasi proses

              berjalannya kegiatan perusahaan dalam pembuatan produk-

              produk pesanan Nike. Selain itu memilih staf untuk

              melakukan koordinasi dengan pihak Nike tersebut. Semua

              itu dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana untuk

              mengontrol jalannya kegiatan pembuatan produk pesanan

              Nike. Di sisi lain, pengawasan yang dilakukan juga

              bertujuan untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan

              yang sudah terbina dengan baik selama ini.



B. Saran

           Pembinaan hubungan atau relasi antara Humas PT Sinar Gaya

  Busana dengan Nike Inc yang sudah dilakukan selama ini dapat
dikatakan berjalan baik dan lancar. Namun dmeikian, untuk tetap

menjaga keharmonisan hubungan yang tercipta, ada beberapa hal

yang tetap perlu dilakukan Humas PT Sinar Gaya Busana kedepan,

antara lain :

       1. Membakukan strategi Humas dalam menghadapi mitra kerja

           selaku konsumen agar dapat dijadikan acuan kerja yang

           jelas (Standard Operating Procedure) bagi seluruh staf

           Humas      dalam     menjalankan     tugas-tugasnya,     dan

           meningkatkan hubungan PT Sinar Gaya Busana dengan

           Nike ke arah yang positif.

       2. Melakukan restrukturisasi organisasi Humas, yaitu dengan

           menambah staf dalam Humas PT Sinar Gaya Busana,

           terutama untuk bagian konsumen.

       3. Memberi     garis   komando     dan   bagan   dalam   struktur

           organisasi yang jelas untuk Corporate Communication and

           Relationship Department dalam struktur organisasi PT Sinar

           Gaya Busana agar job desk dan tanggung jawab Humas

           jelas secara organisasional.

       4. Lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas staf

           Humas PT Sinar Gaya Busana agar tidak kalah saing

           dengan Humas dari perusahaan lain, sehingga setiap

           perusahaan seperti Nike selalu ingin bekerjasama.
                             DAFTAR PUSTAKA


A. BUKU

Arifin, Anwar, Ilmu Komunikasi; Sebuah Pengantar Ringkas, PT Raja

       Grasindo Persada, Jakarta, 1998

Cangara, Hafield, Pengantar Ilmu Komunikasi, Raja Grafindo Persada,

       Jakarta, 1998

Djuarsa, Sasa, Pengantar Ilmu Komunikasi, UT, Jakarta, 2003

Effendi, Onong Uchjana, Human Relations dan Public Relations, Mandar

       Maju, Bandung, 1993

-------------------------------, Ilmu Komunikasi; Teori dan Praktek, PT Remaja

       Rosda Karya, Bandung, 2001

--------------------------------, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, PT Citra Aditya

       Bakti, Bandung, 2003

Iqbal, M., M. Hasan, Pokok-pokok Metode Penelitian dan Aplikasinya, Ghalia

       Indonesia, Jakarta, 2002

Iriantara, Yosal, Manajemen Strategis Public Relations, Ghalia Indonesia,

       Jakarta, 2004

---------------------, Komunikasi Antarpribadi, Universitas Terbuka, Jakarta,

       2008

Jefkins, Frank, Public Relations, Erlangga, Jakarta, 1992

Kasali, Rhenald, Manajemen Public Relations, PT Pustaka Utama Grafiti,

       Jakarta, 1994
Mas‘od, Mohtar, Disiplin dan Metodologi, LP3ES, Jakarta, 1994

Moleong, Lexy J., Metode Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya,

      Bandung, 2004

Muhammad, Arni, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta, 2001

Usman, Husaini, Purnomo Setiady, Metode Penelitian Sosial, Bumi Aksara,

      Jakarta, 1996

Mulyana, Deddy, Metode Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya,

      Bandung, 2006

Rakhmat,    Jalaluddin,   Metode    Penelitian   Komunikasi,    PT    Remaja

      Rosdakarya, Bandung, 2004

Ruslan, Rosadi, Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi; Konsep

      dan Aplikasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998

----------------------, Praktik dan Solusi Public Relations, Ghalia Indonesia,

      Jakarta, 1999

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung, 2007

Widjaja, H.A.W., Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Bumi Aksara,

      Jakarta, 2002



B. LAIN-LAIN

www.Nike.co.id
 PT Remaja Rosdakarya,

      Bandung, 2004

Muhammad, Arni, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta, 2001

Usman, Husaini, Purnomo Setiady, Metode Penelitian Sosial, Bumi Aksara,

      Jakarta, 1996

Mulyana, Deddy, Metode Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya,

      Bandung, 2006

Rakhmat,    Jalaluddin,   Metode    Penelitian   Komunikasi,    PT    Remaja

      Rosdakarya, Bandung, 2004

Ruslan, Rosadi, Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi; Konsep

      dan Aplikasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998

----------------------, Praktik dan Solusi Public Relations, Ghalia Indonesia,

      Jakarta, 1999

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung, 2007

Widjaja, H.A.W., Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Bumi Aksara,

      Jakarta, 2002



B. LAIN-LAIN

www.Nike.co.id

								
To top