Docstoc

Stratifikasi Sosial

Document Sample
Stratifikasi Sosial Powered By Docstoc
					NAMA           : MUHAMMAD HABIBI SYAHIDI

NPM            : 1006669704



                                  STRATIFIKASI SOSIAL
      Stratifiacation berasal dari kata stratum yang berarti lapisan. Pitirim A. Sorokin
mengaakan bahwa social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke
dalam kelas-kelas secara bertingkat. Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yag
lebih rendah. Lapisan masyarakat sudah mulai ada sejak manusia mengenal adanya
kehidupanbersama dalam organisasi. Lapisan masyarakat timbul karena masyarakat lebih
menghargai materiil daripada kehormatan. Aristoteles membedakan masyarakat menjadi tiga
lapisan yaitu kaya sekali, sedang, dan melarat. Dalam kehidupan bermasyarakat, semakin
tinggi teknologi yang digunakan semakin kompleks juga sistem lapisan sosial pada
masyarakat tersebut. Pada lapisan masyarakat secara prinsipal dibagi menjadi tiga yaitu
ekonomi, politis, dan jabatan pada masyarakat.

      Stratifikasi sosial dapat terjadi dengan sendirinya dan juga dapat terjadi karena sengaja
disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Lapisan masyarakat yang sengaja disusun
merupakan masyarakat dalam organisasi formal. Sistem ini memberlakukan adanya
kedudukan dan terikat pada peraturan-peraturan. Sistem kedudukan dalam organisasi formal
timbul karena perbedaan kebutuham, kepentingan, dan kemampuan.

      Sistem lapisan di dalam suatu masyarakat dapat bersifat tertutup (closed social
stratification) dan terbuka (open social stratification). Sistem tertutup merupakan sistem yang
membatasi kemungkinan anggotanya untuk pindah. Kelahiran merupakan satu-satunya
penentu dilapisan mana seseorang akan masuk, contohnya pembagian kasta pada masyarakat
India. Sebaliknya pada sistem terbuka, seseorang mempunyai kesempatan untuk naik lapisan
dengan usaha dan kemampuan yang dimilikinya atau apabila bernasib buruk seseorang bisa
turun ke lapisan bawah.

      Dalam kehidupan bermasyarakat dikenal adanya kelas sosial yang berarti setiap orang
mengetahui dan sadar akan kedudukannya dalam masyarakat. Kurt B. Meyer menyatakan
bahwa kelas dipergunakan untuk lapisan yang bersandarkan atas unsur-unsur ekonomis dan
lapisan berdasarkan kehormatan kemasyarakatan. Max Weber tetap menggunakan istilah
kelas untuk semua lapisan. Joseph Schumpeter menyatakan bahwa kelas dalam masyarakat
diperlukan untuk menyesuaikan masyarakat dengan keperluannya. Karl Max membagi kelas
menjadi dua macam yaiitu yang punya tanah (borjuis) dan hanya mempunyai tenaga
(proletar).

      Untuk mengukur di lapisan mana seseorang berada, terdapat kriteria yang biasanya
dipakai. Jumlah harta yang banyak, mempunyai wewenang besar, disegani atau memiliki
gelar-gelar kesarjanaan yang tinggi merupakan ukuran bahwa orang tersebut berada pada
lapisan atas.

       Gerak sosial atau social mobility adalah suatu gerak dalam struktur sosial (social
structure) yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur
sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dan kelompok dan hubungan individu
dengan kelompoknya. Tipe-tipe gerak sosial yang prinsipil ada dua macam, yaitu gerak sosial
yang horizontal dan vertikal. Gerak sosial horizontal adalah perpindahan individu dari
kelompok satu ke kelompok lain yang sederajat. Gerak sosial vertikal merupakan
perpindahan individu daru suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak
sederajat. Menurut Pitirim A. Sorokon, gerak sosial vertikal mempunyai saluran-saluran
dalam masyarakat.

      Stratifikasi sosial dalam masyarakat dibutuhkan karena dengan adanya sistem lapisan
dalam masyarakat tersebut, persoalan yang dihadapi masyarat dapat diatasi seperti
penempatan individu dalam tempat-tempat yang tersedia dalam sruktur sosial dan
mendorongnya individu terebut untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kedudukan
dan perannya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:887
posted:12/19/2010
language:Indonesian
pages:2