Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Perkembangan+Musik+DI+INDONESIA

VIEWS: 2,328 PAGES: 12

									Perkembangan Musik Tradisional

Modrenisasi document oleh : Yatno Zigana

Yang bersumber dari Artikel Sahabat…




                                Perkembangan Musik Indonesia

A. Pengertian Musik Nusantara

Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan
atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik
Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam,
musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.

B. Sejarah Musik Nusantara

Terdapat tahapan- tahapan perkembangan musik Indonesia (nusantara). tahapan tersebut adalah
sebagai berikut:

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa
kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini
memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari
alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak
hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan
(sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan.
Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan,
kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan
musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes-
orkes gambus di nusantara (Indonesia) hingga saat ini.

Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan
musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka,
misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem
solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia.
Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik
barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini

Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat,
seperti pop, jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang
banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik
asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik melayu
sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai musisi Indonesia yang
beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur
kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini
sering disebut musik etnis.

C. Fungsi Musik Nusantara

Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai sarana atau media
upacara ritual, media hiburan, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana
ekonomi.

Sarana upacara budaya (ritual)

Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan,
kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan
oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen
seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat.

Sarana Hiburan

Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas
harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya
masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan
musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan
untuk menonton.

Sarana Ekspresi Diri

Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk
mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya.
Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang
diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

Sarana Komunikasi

Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota
kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme tertentu, dan
menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegia tan. Alat yang umum
digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di
gereja.

Pengiring Tarian

Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk
mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya
bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut
juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.

Sarana Ekonomi

Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media
ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan. Mereka merekam
hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta
menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan
pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga
bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.

D.Ragam Musik Nusantara

Musik Daerah Jakarta ( Betawi )

a. Gambang Kromong

Adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat musik umum (barat) misalnya alat
tiup dan alat gesek . Tangga nada yang digunakan pentatonis Cina. Instrumennya; gong, gendang
suling, bonang, kecrek, dan rebab sebagai melodi. Dinyanyikan secara bergilir antara laki- laki
dan perempuan. Lagunya berbentuk pantun.




b. Tanjidor

Adalah kesenian tradisional khas Betawi (Jakarta). Ciri khasnya pada macam- macam alat musik
tiup dari kuningan (trompet dll) dan dilengkapi genderang besar (bas drum) sperti pada drum




band. Semua personilnya bermain sambil berdiri.

Musik Daerah Jawa Barat

a. Gamelan Degung

adalah seperangkat alat musik /gamelan yang mempunyai ciri tertentu dalam warna musiknya.
Instrumen yang digunakan; bonang, rincik, saron, jengglong, suling, kecapi, dan rebab. Tangga
nada digunakan adalah pentatonis (pelog dan slendro).
Pada awalnya musik ini untuk acara keagamaan, tetapi sekarang digunakan untuk mengiringi
sendratari, mengiringi gending karesmen (nyanyian resmi), dan sarana hiburan. Keberadaannya
telah di kenal sejak zaman Pakuan Pajajaran.

b. Calung

Adalah seperangkat alat musik terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Tanga
nada yang digunakan mulanya pentatonis slendro yang kemudian dikembangkan menjadi laras
pelog.

Menurut sejarahnya berasal dari alat yang digunakan untuk menghalau burung di sawah yang
terbuat dari belahan bambu yang disebut kekeprak. Kekeprak ini digunakan untuk menakuti sero
(binatang pemakan ikan peliharaan di kolam atau sawah). Kekeprak ini dibunyikan dengan cara
digerakkan dengan air yang jatuh dari pancuran. Alat tersebut berkembang menjadi calung dan
sekarang terdiri dari bentuk dan nama berbeda seperti calung gambang, calung gamelan, dan
calung jinjing.




c. Angklung

Adalah seperangkat alat musik terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dikocok. Dulu
menggunakan tangga nada pentatonis dan sekarang menggunakan diatonis. Menurut sejarahnya
angklung digunakan untuk memeriahkan pesta padi disawah.Tokoh musik angklung yaitu Daeng
Sutisna.

d. Tarling

Berasal dari Cirebon yang ambil dari singkatan gitar dan suling, yakni alat yang mendominasi
pada jenis musik ini. Semula alatnya adalah gamelan bambu lalu meningkat pada kecapi
kemudian gamelan yang terbuat dari besi atau perunggu, kemudian setelah dikenal gitar maka
digunakan untuk menggantikan kecapi. Tokohnya antara lain ; Jon Jayana, H. Abdul Ajid dan
Uun S.




e. Arumba

Adalah singkatan dari alunan rumpun bambu. Prinsipnya hampir sama dengan angklung hanya
dilengkapi dengan susunan bambu mirip gambang/saron yang dibunyikan dengan cara dipukul.
Tokohnya antara lain ; Yos Rosadi, Rahmat, Bill Saragih dan Sukardi.

f. Gending Cianjuran

Adalah jenis musik yang menonjolkan vokal khas Cianjur. Vokal/nyanyian diiringi dengan
kecapi, suling dan rebab. Musik ini digunakan sebagai sarana hiburan para bangsawan Sunda.

g. Klenengan

Adalah suatu pertunjukkan atau permainan gamelan yang menggunakan vokal atau nyanyian.
Gamelan ini dilengkapi dengan seperangkat gendang yang berfungsi untuk mengiringi tarian
klasik maupun modern.

h. Celempungan

Adalah jenis musik yang mengutamakan vokal/nyanyian atau gending. Instrumennya terdiri atas
kecapi, rebab, dan celempungan (bambu besar yang diberi dawai). Kini celempungan telah
diganti dengan perangkat gendang dan gong.

Musik Daerah Jawa Timur dan Madura

Musik tradisional Jawa Timur hampir sama dengan musik gamelan Jawa Tengah. Di Madura
musik gamelan yang ada disebut Gamelan Sandur.

Musik Daerah Bali
Musik daerah Bali tidak jauh berbeda dengan musik gamelan Jawa Tengah namun resonator
lebih tinggi. Perbedaan yang menonjol adalah cara memainkannya, yakni gamelan Bali lebih
hidup, iramanya cepat dan lebih dominan suara saron (peking) dan demungnya. Tangga nada
yang digunakan adalah tangganada pentatonis.

Musik Daerah Bima dan Sumba (NTB)

a. Musik Daerah Bima

Musik daerah ini banyak dipengaruhi musik Jawa. Jenis instrumennya antara lain; garpu tala
bambu, silu (hobo), muri (klarinet dari daun), genggong (jewharp), sarone (suling bambu
memakai ban), dan idiokardo 4 dawai.




b. Musik Daerah Sumba

Musik yang khas adalah nyanyian-nyanyian wanita. Intrumennya tidak ada yang khas, hanya
namanya berubah misalnya : jungga (musik tiup), lamba ( gendang satu kulit ), katala ( gong )
dan suling hidung.




Musik Daerah Aceh

Musik daerah ini jelas sekali pengaruh dari musik Islami yang masuk dalam nyanyian-
nyayiannya. Instrumennya terdiri atas ; canangtring, rebana, gambus, marwas, hareubab,
gedumba ( gendang ), dan bangsi atau serimai ( suling ).
Musik Daerah Riau

a. Musik Gambus

Musik ini erat sekali hubungannya dengan agama Islam. Instrumen yang digunakan adalah
gambus, rebana/marwas, dan biola. Tema lagu umumnya bertema keagamaan dan persoalan
cinta.

b. Orkes Melayu

Adalah orkes yang membawakan lagu- lagu melayu asli. Instrumen yang digunakan : akordeon, 4
buah gendang melayu, dan sebuah gong kecil. Orkes ini merupakan cikal bakal musik melayu
yang kita kenal sekarang sebagi musik dangdut.

Musik Daerah Nias

Musik Nias yang asli menggunakan 3 atau 4 nada dalam satu oktav. Jenis ini sekarang sukar
sekali ditemukan. Instrumen yang digunakan ; gong besar, faritia/saraina (gong kecil), sigu
mbawa dan surune mbawa (suling), Druridana (garputala bambu), tamburu, gendera, cucu,
fodrahi, dan taburana (gendang yang panjangnya 3 meter dengan 2 kulit), Koko (semacam
celempung/kecapi), Lagiya (rebab).

Musik Nias tidak untuk diperdengarkan tetapi untuk mengiringi cerita-cerita untuk
mendatangkan roh-roh gaib.

Musik Daerah Batak (Sumatera Utara)

Musik daerah ini banyak dipengaruhi musik gereja yang dikenal dengan sebutan musik
tataganing atau musik gondang. Tangga nada yang digunakan adalah diatonis yang sudah
harmonis.

Instumen yang digunakan antara lain ; gerantung (semacam gambang), tangetong/nungneng
(sumber bunyinya tali/dawai tapi dimainkan dengan dipukulkan pada suatu benda), salodap,
salonat, sordam, tarafait (sejenis suling), tatagoning/gondang (satu stel gendang), gong
(didatangkan dari Semarang), arbab, hasapi, hapetan, dan kulcapi dengan 2 dawai yang dapat di
stem.

Musik Daerah Minangkabau (Sumatera Barat)

Musik yang terkenal adalah talempong. Instrumennya menggunakan alat musik daerah itu
sendiri ditambah dengan alat-alat musik barat, antara lain : alat musik tiup (saluang, bansi,
serunai, puput batang padi, puput tanduk dan suliang), alat musik perkusi (gendang dol/gendang
besar, ketipung, rebana, gandang sedang, talempong, dan gong/canang)

Musik Daerah Kalimantan

Musik daerah Kalimantan pesisir banyak mendapat pengaruh dari daerah-daerah, seperti daerah
Banjarmasin dan suku Dayak. Di Daerah Banjar masih terdapat orkes karawitan khas Banjar.
Instrumen yang digunakan terdiri ; rebab, gender, gambang, dan suling ( diagonal ).
Suku Dayak mempunyai musik khas tersendiri dengan instrumen yang terdiri atas ;
kledi/keruri/kedire (suling), kasapi/sampek (semacam lute yang dipetik), tawak ( gong ),
gendang besar dan kecil.

Musik Daerah Minahasa

Musik khas daerah ini adalah Kulintang yaitu semacam gambang yang terbuat dari bilahan kayu
dan satu perangkat terdiri dari atas 7 kulintang. Tangga nada yang digunakan adalah diatonis.
Instrumennya antara lain ; suling, gambus dan marwas/rebana.

Lagu- lagu yang dibawakan dalm koor bersuara 4 atau lebih dalam gaya primitif polyphone
terutama dalam acara panen.

Musik Daerah Sulawesi Selatan

Di daerah ini terdapat dua jenis musik musik Makasar (Ujung Pandang) disebut genrang bulo
yaitu diambil dari nama gendang tanpa kulit (membran) yang cara memainkannya yaitu dengan
dipukul-pukulkan pada suatu benda. Musik Bugis disebut Idiokardo

Instrumen yang melengkapi kedua jenis musik di atas, yaitu ;

Alat musik tiup terdiri atas puwi-puwi (hobo), basing bugis (suling kembang) dan basing-basing
(klarinet).

Musik Daerah Sangihe-Talaud (Sulawesi Utara)

Musik daerah ini sangat dipengaruhi kuat oleh agama kristen. Instrumennya terdiri atas garpu
tala bambu, bansi (suling bambu), tegogong (gendang satu kulit), salude (semacam dengan dua
dawai) dan arababu (semacam rebab).

Musik Daerah Maluku

Musik di daerah Maluku, alat-alat yang asli sudah hilang. Instrumen musiknya diseluruh Maluku
hampir sama yaitu ; gong (dari Jawa), arababu (rebab) dengan resonator dari tempurung,
idiokordo yang disebut tatabuhan, korno (alat musik tiup) yang terbuat dari siput dan disebut
fuk- fuk, bermacam- macam gendang yang disebut tifa.

Untuk daerah–daerah Islam seperti Halmahera, Bacan, Ternate, dan Tidore dengan sendirinya
memiliki alat-alat musik Islam seperti gambus, rebana, bangsil (suling) dan sulepe (alat musik
yang sumber bunyinya dari tali/dawai tapi resonatornya dari tempurung)
Daerah Ambon memiliki klesipan (semacam gambang dari kayu yang terdiri atas 10-16 bilahan
yang disebut tetabuhan kayu), dan bonang yang disebut gong sembilan/gong dua belas. Yang
paling khas adalah orkes suling bambu dengan ambitus (luas suara) dari bass sampai sopran.

Musik Daerah Irian Jaya (Papua)

Musiknya mendapat pengaruh dari Maluku. Instrumennya tidak begitu banyak hanya satu yang
menarik, yakni Genderang (dihiasi pahatan dengan pewarnaan yang artistik dan kulitnya dari
biawak ). Alat musik lainnya seperti rebana, rebab, tifa, dan gong (kiriman dari Maluku).

Instrumen yang ada di Papua digunakan untuk keperluan praktis, misalnya Sekakas, yang
digunakan untuk menarik ikan- ikan hiu. Sekakas bisa mengeluarkan bunyi gemeretakan kalau
dipegang setengah didalam laut dan setengahnya lagi di udara.

Musik Daerah Timor ( NTT )

Instrumen musik yang khas adalah sasando, yaitu sebuah siter dari bambu yang terdiri atas 36
dawai yang terbuat dari logam. Resonatornya terbuat dari daun palm yang dirangkai dalam
bentuk mangkok yang meliputi siter itu. Selain sasando adalah dadako yaitu alat musik yang
sumber bunyinya dari tali/dawai yang cara memainkannya dipukulkan pada suatu benda.
Instrumen lainya adalah bobi /foe/semaku (suling), hilu/puwi-puwi/kabarung (suling yang
memakai ban), bibililu tihar (gendang satu kulit) dan gong kecil-kecil.

Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut,
musik perjuangan, dan musik pop.

Musik Daerah/Tradisional

Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah
di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat
musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair dan melodinya menggunakan
bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau
yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan
masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas,
jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan
tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi
instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat
kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu
ramah dan sopan. Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya
spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi
nilai- nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki
bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa
kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.

I. Instrumen Musik Perkusi.
Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik
menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong
dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, tale mpong,
rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.

Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa
Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan
di Bali (Gamelan Bali). Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong,
kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada
pentatonis/pentatonic.

Tale mpong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat
musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do)

Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai
tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis.
Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di
pukul dengan menggunakan stik.

Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik
yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya
arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan
tangga nada diatonis.

Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan.
Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang
mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa
timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang,
ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku
dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar.
Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam.
Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.

II. Instrumen Musik Petik

Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi
adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna
sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.

Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini
terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonas inya di buat dari
anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.




Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah
kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang
indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah
Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan.

III. Instrumen Musik Gesek.

Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab
berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari
bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan
mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai
bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, rebab jenis
ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.

IV. Instrumen Musik Tiup

Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. ha mpir semua daerah di indonesia
dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai
dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang
mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2cm.

Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada
dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat
musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.

								
To top