Hubungan Perdagangan Dengan Ekonomi Pembangunan by mathewfarell

VIEWS: 410 PAGES: 10

More Info
									                                 BAB I

                           PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

     Perdagangan adalah urat nadi yang menjadi tulang punggung

perekonomian negara, termasuk Indonesia. Sejak awal pembangunan

nasional, perdagangan selalu menjadi perhatian utama pemerintah,

dengan dibentuknya sebuah departemen khusus dibidang perdagangan.

Pada pemerintahan sekarang, departemen itu bernama Departemen

Perdagangan dan Perindustrian (Deperindag).

     Departemen ini berurusan dengan segala hal yang berkaitan dengan

kegiatan perda angan dan perindustrian di           Indonesia. Komoditi

perdagangan Indonesia secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu sektor

komoditi minyak dan gas bumi, serta sektor komoditi non minyak dan gas

bumi. Pada awalnya, sektor komoditi migas menempati peringkat pertama

dalam pemasukan devisa negara.

     Tapi kecenderungan tersebut semakin berubah seiring dengan

semakin menipisnya cadangan migas negara, kebijakan pemerintah dalam

penghematan energi, prioritas penggunaan migas untuk kebutuhan dalam

negeri dan perkembangan industri sektor non migas. Kecenderungan-

kecenderungan tadi juga diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang

bertekad untuk meninggalkan ketergantungan terhadap sektor komoditi

migas, yang hampir selama dua dekade terakhir menjadi idola dalam


                                                                         1
pemasukan devisa negara. Pemerintah pun optimis untuk dapat terus

meningkatkan nilai ekspor komoditi non migas pada tahun-tahun

mendatang.

     Dengan memperhatikan kecenderungan diatas penyusun tertarik dalam

mengkaji kaitan antara pembangunan ekonomi dan perdagangan.




1.2 Tujuan

   Adapun tujuan dari kajian ilmiah ini adalah :

      a) Menganalisis   hubungan     antara   sektor   perdagangan   dan

         ekonomi pembangunan

      b) Untuk memperoleh penjabaran tentang strategi ekonomi

         pembangunan mengenai pengembangan sektor perdagangan

1.3 Manfaat

   Manfaat dari penyusunan kajian ilmiah ini adalah :

      a) Pemahaman tentang hubungan antara sektor perdagangan dan

         ekonomi pembangunan

      b) Mengetahui tentang pengembangan sector perdagangan dalam

         rangka pembangunan ekonomi.




                                                                       2
                               BAB II

                           PEMBAHASAN

2.1 Kerangka Teori dan Pemikiran

     Secara   umum,    pengembangan     sektor   perdagangan     sangat

bergantung pada upaya untuk mengurangi kendala yang menghambat

kinerja perdagangan. Adapun beberapa hal yang dapat diidentifikasi bisa

menghambat kinerja perdagangan pada saat ini misalnya adalah :

   1) Tingginya biaya ekonomi yang harus ditanggung oleh dunia usaha

      secara langsung menurunkan daya saing produk ekspor. Banyak

      faktor penyebab yang antara lain adalah : masih maraknya korupsi

      dan penyalahgunaan wewenang; belum terjaminnya keamanan

      berusaha; lemahnya penegakan hukum; tumpang tindihnya antara

      peraturan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Hal lain

      yang mempengaruhi daya saing adalah rendahnya efisiensi

      kepabeanan dan kepelabuhan.

   2) Lemahnya sistem jaringan koleksi dan distribusi nasional yang

      kurang mendukung peningkatan daya saing ekspor. Dewasa ini

      jaringan koleksi dan distribusi barang dan jasa perdagangan dalam

      negeri banyak mengalami hambatan karena belum terintegrasinya

      sistem perdagangan di tiga tingkatan pasar (pengumpul, eceran,

      dan grosir) serta maraknya berbagai pungutan dan peraturan di

      tingkat daerah akibat penyelenggaraan otonomi. Masalah ini


                                                                      3
  menyebabkan berkurangnya daya saing produk dalam negeri

  untuk dimanfaatkan sebagai bahan antara (intermediate goods)

  karena kalah bersaing dengan produk impor sejenis dan

  berkurangnya daya saing produk yang langsung di ekspor.

  Masalah ini juga menyebabkan berkurangnya atau bahkan

  terbatasnya pilihan pemasaran para produsen ke dalam jaringan

  pasar dalam negeri yang dampaknya lebih jauh adalah kelesuan

  untuk peningkatan volume produksinya. Perbaikan dalam sistem

  jaringan koleksi dan distribusi nasional, selain bermanfaat untuk

  peningkatan daya saing produk ekspor, juga akan meningkatkan

  ketahanan ekonomi karena mendorong integrasi komponen-

  komponen produksi dalam negeri yang terkait. Lebih jauh

  lagi,perbaikan sistem akan memiliki kehandalan di dalam

  mendorong perwujudan stabilitas harga serta bermanfaat untuk

  pengamatan    dini   (early   warningsystem),   misalnya   terhadap

  kemungkinan serbuan produk-produk impor tertentu, gangguan

  terhadap pasokan dan distribusi barang.

3) Keterbatasan dan menurunnya kualitas infrastruktur. Masalah

  infrastruktur juga menjadi salah satu penyebab turunnya ekspor

  Indonesia. Keterbatasan dan rendahnya kualitas infrastruktur

  seperti jalan, pelabuhan laut, pelabuhan udara, listrik dan telepon

  merupakan faktor utama penyebab tingginya biaya ekspor.


                                                                    4
      Rendahnya       kualitas     infrastruktur    pelabuhan    di   Indonesia

      mengakibatkan sebagian pengapalan kontainer dari Indonesia

      dilakukan melalui Singapura dan Malaysia. Hal ini disebabkan

      tingkat efisiensi pelabuhan di Indonesia relative rendah.

   4) Belum memadainya perangkat hukum di sektor perdagangan.

      Infrastruktur    non       fisik   berupa    perangkat    hukum    sektor

      perdagangan belum sepenuhnya menunjang pengembangan sektor

      perdagangan      seperti      belum   diterbitkannya      Undang-Undang

      Perdagangan serta peraturan perundang-undangan lain di sektor

      perdagangan, mengakibatkan masih terdapat tumpang tindihnya

      peraturan antara pusat–daerah dan antar sector.

      Oleh karena itu, permasalahan yang mendasar tersebut di atas

perlu diatasi secara komprehensif dengan berbagai instansi terkait. Jalan

keluar yang di tawarkan oleh pemerintah adalah sebagai berikut :

   1) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

   2) Program peningkatan Kerjasama Perdagangan Internasional

   3) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

   4) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

   5) Program Persaingan Usaha

      Dengan melihat perkembangan yang ada pada sector perdagangan

dapat kitas simpulkan bahwa perdagangan merupakan sector vital dalam

menunjang pembangunan ekonomi.


                                                                              5
2.2 Hubungan Variabel

     Lebih lanjut mengenai perdagangan arah kebijakan ekonomi Negara

menetapkan bahwa. Pertama, sejalan dengan peningkatan produksi perlu di-

tingkatkan perdagangan dalam negeri dan luar negeri, antara lain dengan

menyempurnakan lembaga-lembaga perdagangan dan pemasaran serta sistem

tata niaga yang ada, agar dapat meningkatkan pendapatan produsen dan

sekaligus menguntungkan konsumen, meningkatkan ekspor, memperluas

kesempatan kerja dan lebih memeratakan kesempatan berusaha.

     Kedua, perdagangan dan penyediaan bahan-bahan kebutuhan pokok

dan bahan penting lainnya perlu ditingkatkan sehingga lebih menjamin

penyebarannya secara merata dengan harga yang layak dan terjangkau oleh

masyarakat banyak.

     Ketiga, langkah-langkah untuk mendorong ekspor dan pro-duksi untuk

ekspor, khususnya barang-barang di luar minyak dan gas bumi, perlu lebih

ditingkatkan. Untuk itu perlu diperluas pasaran dan ditingkatkan daya

saing barang-barang ekspor Indonesia, dengan jalan meningkatkan efisiensi

produksi, memperbaiki mutu barang, meningkatkan promosi ekspor, mem-

perlancar angkutan, memperlancar tersedianya kredit dengan syarat-syarat

yang memadai, menyempurnakan fasilitas perpajak- an, dan sebagainya.

    Keempat, kebijaksanaan impor diarahkan untuk memenuhi kebutuhan

akan barang dan jasa yang belum atau belum sepenuhnya dapat dihasilkan di




                                                                        6
dalam negeri, khususnya barang modal dan bahan baku serta bahan penolong

yang diperlukan untuk pembangunan di berbagai sektor, serta untuk

memberikan perlindu-ngan yang wajar bagi industri dalam negeri dan

sekaligus menunjang usaha peningkatan efisiensi produksi barang-barang

dalam negeri. Dalam pada itu impor barang mewah perlu dikendalikan dalam

rangka penghematan pemakaian devisa dan untuk menunjang pelaksanaan

pola hidup sederhana.

    Kelima, kebijaksanaan perdagangan yang mendorong dan membantu

pengusaha golongan ekonomi lemah di sektor perdagangan perlu makin

ditingkatkan, antara lain dengan meningkatkan penyediaan tempat berusaha

yang layak serta meningkatkan pembinaan agar para pedagang golongan

ekonomi lemah menjadi wiraswasta yang baik. Juga perlu didorong kerja

sama antara perusahaan besar dan perusahaan menengah, baik usaha milik

negara maupun swasta, dengan pengusaha golongan ekonomi lemah.

     Dengan arah kebijaksanaan tersebut diatas, maka akan bisa dicapai

keseimbangan dan keserasian pembangunan dalam sistem perdagangan

dalam negeri dan luar negeri, dalam struktur ekspor dan impor, dalam arus

penyebaran barang dan jasa. Kondisi sektor perdagangan seperti itu

sekaligus akan menunjang pembangunan ekonomi Indonesia.




                                                                        7
                                    BAB III

                                  PENUTUP

3.1 Kesimpulan

     Pembangunan ekonomi pada sektor perdagangan dimaksudkan

untuk meningkatkan devisa Negara dengan muara pertumbuhan

ekonomi yang positif. Upaya pengintegrasian kebijakan peningkatan

perdagangan luar negeri dan perdagangan dalam negeri sangat

memerlukan     dukungan         infrastruktur   tidak   hanya   pasar   atau

pergudangan, tetapi juga ketersediaan sarana jalan raya yang memadai.

     Teratasinya keterbatasan infrastruktur termasuk sarana jalan raya

yang memadai dapat membuat produk ekspor bisa lebih kompetitif.

Peningkatan efisiensi perdagangan dan pengembangan sarana distribusi

dan pengembangan kawasan perbatasan, daerah terpencil, dan pulau

kecil terluar dan berbagai program stimulus juga akan sangat terdukung

bilamana tersedia jalan raya.

3.2 Saran

     Dalam hal peningkatan perekonomian nasional, kiranya kita dapat

melaksanakan dengan baik dan tepat waktu Instruksi Presiden No. 5

Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi Tahun 2008 – 2009 untuk

mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan

kewenangan masing-masing guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi

nasional, kelestarian sumber daya alam, peningkatan ketahanan energi


                                                                           8
dan kualitas lingkungan, dan untuk pelaksanaan berbagai komitmen

Masyarakat Ekonomi Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

    Dalam sector perdagangan hendaknya pula pemerintah konsisten

dalam menerapkan aturan – aturan perdagangan untuk menjamin

pertumbuhan ekonomi yang maksimal serta pembangunan ekonomi.




                                                                     9
                         DAFTAR PUSTAKA

http://nasional.tvone.co.id/berita/view/31655/2010/01/17/sepuluh_lan

gkah_kebijakan_pemerintah_dalam_antisipasi_acfta/ ( di akses tanggal 20

November 2010 )

http://www.docstoc.com/docs/56702496/Globalisasi-Perdagangan ( di

akses tanggal 20 November 2010 )

http://www.docstoc.com/docs/7901385/ekonomi ( di akses tanggal 21

November 2010 )

http://www.kkp.go.id/yopi/perikanan.php?p=3&id=24102008111025         (

di akses tanggal 22 November 2010 )




                                                                     10

								
To top