Docstoc

KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN DALAM PKR

Document Sample
KETERAMPILAN  MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN DALAM PKR Powered By Docstoc
					                     TUGAS KELOMPOK

KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK BESAR DAN KELOMPOK
                 KECIL DALAM PKR




         Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

          Mata Kuliah Pembelajaran Kelas Rangkap

                         PENGAMPU

                     Drs. H. Fansuri, M.Pd

                        KELOMPOK 5

             Yuliana                         (A1E 307901)

             Maida Mustika                   (A1E 307907)

             Aulia Azizah                    (A1E 307911)

             Rusdi                           (A1E 307912)

             Miyandi Eko Anugarah            (A1E 307919)

             Ukhti Fada Uhara                (AIE 307928)

             Noorhayati                      (AIE 307939)

             Noviecka Wieyanthi              (AIE 307954)

             Paulina Rohana                  (AIE 307955)

             Marietna TM                     (AIE 307961)



          DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

          UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

      FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

            PROGRAM S-1 PGSD GURU KELAS

                     UPP BANJARBARU

                             2009


                                                            1
       KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN
                        PERORANGAN DALAM PKR


    Secara teori memang mudah digambarkan strategi mengajar yang sebaiknya
guru. Tetapi di lapangan sangat diperlukan kemampuan dan keterampilan
bagaimana supaya pembelajaran kelas rangkap efektif dan efisien. Salah satu
keterampilan yang sangat penting dikuasai seorang guru adalah mengajar
kelompok kecil dan perorangan, yang merupakan keterampilan khusus yang
sangat diperlukan oleh guru SD dalam pembelajaran kelas rangkap.
A. Pengertian
        Untuk mengingatkan Anda pada pengalaman mengajar kelas rangkap,
    coba baca dan perhatikan ilustrasi berikut ini :
 Bu Nani, guru kelas IV di SD Sumber Said pada suatu hari harus merangkap
 kelas V karena Bu Tini berhalangan hadir. Untuk mengajar kelas tersebut, secara
 mendadak Bu Tini mendapat rencana. Kelas IV yang jumlahnya 22 orang
 dibaginya menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 4 orang. Udin
 dan Adrian disuruh bekerja sendiri Karena mereka sangat cepat membaca.
 Kelompok dan anak yang bekerja sendiri disuruh membaca satu wacana secara
 singkat dan kemudian menjawab pertanyaan yang diberikan. Jika Udin dan
 Adrian sudah selesai mengerjakan tugasnya mereka diminta memmbantu
 kelompok yang belum selesai. Sementara Kelas IV bekerja, Bu Nanin akan
 mengajar kelas V, dan sewaktu-waktu pergi ke Kelas IV untuk membantu
 kelompok

        Ilustrasi di atas menggambarkan rencana mengajar kelompok kecil dan
    perorangan yang dibuat secara mendadak oleh Bu Nani. Jika Anda kaji
    ilustrasi tersebut dengan cermat. Anda akan melihat bahwa Kelas IV dibagi
    menjadi 5 kelompok. Di samping itu, ada murid yang secara perorangan
    karena keduanya biasanya bekerja sangat cepat. Jadi dalam waktu yang sama,
    Bu Nani akan memadu murid yang belajar perorangan dan secara kelompok.
    Dengan demikian mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah belajar
    yang memungkinkan guru dalam waktu yang sama menghadapi kelompok


                                                                              2
   kecil dan murid yang bekerja secara perorangan. Setiap kelompok dan
   perorangan mempunyai kesempatan untuk bertatap muka dengan guru.
        Dari ilustrasi di atas dapat Anda simak bahwa pengajaran kelompok kecil
   dan perorangan ditandai hal-hal berikut :
   1.   Adanya hubungan antara pribadi yang sehat antara guru dan murid serta
        murid dengan murid.
   2.   Siswa dapat kesempatan belajar sesuai dengan minat, cara dan
        kesempatan sendiri.
   3.   Murid mendapat bantuan dari guru jika ia memerlukanya
   4.   Dalam batas-batas tertentu, murid dapat dilibatkan dalam penentuan cara
        belajar, alat yang akan digunakan, dan tujuan yang ingin dicapai.
        Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru
   membimbing murid alam belajar secara kelompok dengan jumlah berkisar
   antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap
   kelompoknya. Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau
   pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam membimbing murid
   dalam belajar secara individual terutama bagi siswa yang mengalami
   kesulitan belajar atau bermasalah.
B. Rasional
        Adapun alasan-alasan perlu dikuasai guru dalam keterampilan mengajar
   kelompok kecil dan perorangan sebagai berikut :
   a.   Pada dasarnya murid mempunyai kemampuan dan cara belajar yang
        berbeda. Dalam pengajaran klasikal, guru memperlakukan murid dengan
        cara yang sama, sehingga perbedaan kemampuan dan cara belajar murid
        hampir tak pernah mendapat perhatian.
   b.   Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkinkan terjadinya
        hubungan antapribadi yang lebih akrab dan sehat antara guru dengan
        murid dan murid dengan murid.
   c.   Kadang-kadang murid dapat lebih mudah belajar dengan cara mengajar
        temannya atau dengan cara belajar bersama teman seperti mengerjakan
        tugas bersama dan bertukar pendapat.



                                                                             3
    d.   Kegiatan kelompok kecil memungkinkan murid terlibat lebih aktif dalam
         belajar, sehingga tanggung jawab murid dalam belajar juga menjadi lebih
         besar.
    e.   Sejalan dengan kegiatan kelompok kecil, kegiatan individual atau
         perorangan juga mempunyai berbagai kekuatan.


C. Variasi Pengorganisasian
         Penggunaan variasi pengorganisasian dimaksudkan agar murid terhindar
    dari perasaan jenuh dan membosankan, yang menyebabkan perasaan malas
    menjadi muncul.
         Variasi pengorganisasian merupakan keterampilan guru di dalam
    menggunakan bermacam-macam kemampuan untuk mewujudkan tujuan
    belajar peserta didik sekaligus mengatasi kebosanan atau kejenuhan dan
    menimbulkan minat, gairah, dan aktivitas belajar yang efektif.
         Variasi pengorganisasian, mencakup penggunaan pola interaksi multi
    arah artinya antara guru dengan murid, murid dengan guru atau murid dengan
    murid.
         Variasi pengorganisasian mencakup pengelompokkan siswa, penataan
    ruang, dan variasi pemanfaatan sumber belajar.
    a.   Variasi pengelompokkan siswa
             Dalam pembelajaran kelas rangkap, keaktifan kelompok merupakan
         salah satu kunci keberhasilan belajar siswa. Agar guru dapat
         mengaktifkan kelompok sebaiknya guru memahami prinsip-prinsip dasar
         pembelajaran kelas rangkap.
             Dalam pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap pengelompokkan
         siswa merupakan suatu keharusan guna menjamin proses belajar siswa
         agar tetap afektif. Mengenai pengelompokkan belajar siswa ini terdapat
         beberapa variasi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, yaitu :
         1) Pengelompokkan murid berdasarkan rombongan belajar
             Dalam hal ini pembagian kelompok berdasarkan kelasnya. Hal ini
             dilakukan jika dalam pelaksanan pembelajaran kelas rangkap
             menggunakan model pengelolaan PKR 111, PKR 211, PKR 221, dan

                                                                              4
         PKR 311 yaitu bentuk pelaksanaan PKR dalam satu ruangan.
         Misalnya kelas III, kelas IV, dan kelas V di dalam satu ruangan. Ini
         berarti dalam satu ruangan ada tiga kelompok/rombongan siswa
         sesuai kelasnya.
     2) Pengelompokkan murid berdasarkan kesamaan kemampuan
     3) Pengelompokkan murid berdasarkan kemampuan campuran
     4) Pengelompokkan murid berdasarkan kesamaan usia
     5) Pengelompokkan berdasarkan kompatibilitas murid
         Setiap murid memiliki hubungan pertemanan yang didasarkan pada
         rasa saling menyukai atau rasa persahabatan. Dasar pertemanan
         biasanya karena tempat tinggal karena tempat tinggal berdekatan,
         duduk di kelas selalu bersama, sering mengerjakan tugas atau belajar
         bersama, dan karena memiliki kegiatan yang sama di luar sekolah.
         Terbentuknya kelompok seperti ini bersifat alami pengelompokan
         ini berdasarkan adanya kebutuhan pembelajaran, yaitu karena
         adanya tugas berkaitan dengan kedekatan tempat tinggal.
     6) Pengelompokan murid sesuai kebutuhan pembelajaran
         Dalam pembelajaran telah dirumuskan tujuannya oleh guru.
         Tercapainya tujuan itu perlu dukungan dengan pengelompokan
         murid sesuai kebutuhannya.
         Dalam pembelajaran kelas rangkap dasar pengelompokan siswa
         harus divariasi untuk menghindari kejenuhan, kebosanan, dan untuk
         menumbuhkan gairah belajar.
b.   Variasi Penataan Ruang
         Penerapan PKR dalam satu ruangan memerlukan penataan ruangan
     yang lebih kompleks daripada PKR dalam 2 atau 3 ruangan. Untuk yang
     dilaksanakan dalam 2 atau 3 ruangan, penataan ruangan dalam hal ini
     tempat duduk murid dan papan tulis diatur atas dasar kemudahan guru
     dalam mengelola secara bergilir kedua atau ketiga ruangan tersebut.
     Contoh, guru merangkap kelas I, II, dan III, dengan jumlah murid rata-
     rata 15 maka dapat digunakan ruang kelas I, sedang kelas II dan kelas III
     digabung di ruang kelas I, karena jumlah siswa sedikit. Tetapi jika

                                                                            5
     jumlah murid banyak diperlukan dua ruang kelas, sehingga kelas II dan
     III digabung dalam satu ruangan.
         Penataan ruang untuk pengelolaan PKR dalam satu ruangan selain
     pertimbangan kemudahan penanganan dua atau tiga rombongan belajar
     juga pertimbangan iklim kelas dan mekanisme interaksi guru-siswa.
c.   Variasi sumber belajar
         Sumber belajar mencakup segala sesuatu seperti manusia, benda,
     alam sekitar, masyarakat, kepustakaan, dan hasil kebudayaan yang
     berpontensi memberi informasi kepada siswa dalam belajar. Berbagai
     sumber belajar tersebut sebaiknya digunakan secara bervariasi dalam
     pembelajaran kelas rangkap, sehingga tetap terjaga kegairahan dan
     motivasi belajar siswa. Contoh, seorang guru mengajar dengan
     merangkap tiga kelas yaitu kelas IV, V, dan VI maka sisa kelas VI bisa
     diberi tugas dimana jawaban dapat diperoleh dari sebuah buku di
     Perpustakaan. Siswa kelas V diberi tugas dengan mencari jawaban di
     alam sekitar misal di kebun sekolah/halaman sekolah, kelas enam diberi
     tugas yang jawabannya diperoleh dari sumber masyarakat.
d.   Variasi model implementasi
         Model 1. Pelajaran diawali dengan pertemuan klasikal untuk
     memberikan informasi dasar, penjelasan tentang tugas yang akan
     dikerjakan, serta hal-hal lain yang dianggap perlu. Dalam model 1 ini,
     setelah pertemuan kelas, murid diberikan kesempatan untuk memilih
     kegiatan dengan bekerja dalam kelompok atau bekerja secara perorangan.
         Model 2. Pertama diawali dengan pengarahan atau penjelasan secara
     klasikal tentang materi, tugas, serta cara yag digunakan. Setelah itu
     langsung bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang diakhiri dengan
     laporan kelompok.
         Model 3. Pertemuan diawali dengan penjelasan secara klasikal.
     Setelah itu murid langsung bekerja secara perorangan dan kemudian
     bergabung dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengolah hasil yang
     dicapai dan diakhiri dengan laporan kelompok.



                                                                         6
            Model 4. Pertemuan diawali dengan penjelasan klasikal tentang
        kegiatan atau tugas yang akan dilaksanakan. Setelah itu langsung bekerja
        secara perorangan.
D. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengajar Kelompok Kecil dan
   Perorangan
        Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan harus memperhatikan
   hal-hal sebagai berikut :
   a.   Pembelajaran dilakukan berdasarkan perbedaan individual
            Murid SD secara individual berbeda dalam banyak hal. Perbedaan
        tersebut antara lain: berbeda dalam kemampuan berpikir, karakteristik,
        berbeda secra emosional, berbeda daya tangkapnya, bakat, maupun
        minatnya.
            Guru yang baik akan memberikan layanan secara khusus kepada
        murid yang agak lambat menangkap materi pelajran. Demikian dalam
        menghadapi perbedaan individual dapat dilakukan melalui pembelajaran
        kelompok kecil. Misalnya siswa yang berkemampuan kurang dijadikan
        satu kelompok, atau siswa yang tampak agresif jadi satu kelompok,
        kemudian diberikan layanan bimbingan belajar secara khusus.
   b.   Memperhatikan dan melayani kebutuhan murid
            Dalam pembelajaran kelas rangkap perlu memperhatikan dan
        melayani kebutuhan murid. Murid berasal dari latar belakang keluarga
        yang tidak sama, serta lingkungan kehidupan yang tidak sama pula
        sehingga memiliki pengalaman hidup berbeda satu sama lain. Perbedaan
        ini menyebabkan perbedaan kebutuhan siswa. Seyogyanya guru
        memberikan layanan atau bimbingan belajar kepada murid sesuai dengan
        perbedaan keperluan yang dimilikinya. Contoh, jika dijumpai murid yang
        berkemampuan rendah maka perlu bimbingan secara perorangan dan
        tugas disesuaikan dengan kemampuan. Jika ada murid yang tidak
        memiliki buku cetak karena tidak mampu beli sedang yang lain memiliki,
        maka dapat dipinjami buku milik sekolah., atau teman lain diminta untuk
        bersedia bersama-sama.



                                                                              7
c.   Mengupayakan proses belajar mengajar yang aktif dan efektif
         Hal ini yang diutamakan dalam pembelajaran, bukan bagaimana
     guru mengajar, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana guru
     mengajar agar murid melakukan tindak belajar secara aktif adan efektif.
     Unuk mengaktifkan dan mengefektifkan murid belajar dalam proses
     belajar mengajar, guru juga harus berusaha secara aktif memberikan
     bimbingan belajar. Tidak seperti yang dikonotasikan murid aktif guru
     pasif atau yang penting murid aktif sendiri sedang aktivitas guru tidak
     dipersoalkan . Contoh, saat guru memberi tugas, atau diskusi kelompok,
     guru selalu berada di tengah kelompok untuk memberikan bimbingan
     atau bantuan kepada murid dan memperhatikan kekompok atau murid
     yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas.
d.   Merangsang tumbuh-kembangnya kemampuan optimal murid
         Tugas guru sebagai pendidik di sekolah pada dasar adalah membantu
     tumbuh-kembangnya murid secara optimal seluruh aspek perkembangan,
     yaitu baik aspek intelektual, aspek emosional, aspek moral, aspek bahasa,
     aspek social, maupun aspek fisik. Semua aspek tersebut tumbuh-
     kembangnya menjadi tanggung jawab guru disekolah. Aspek moral,
     emosional, social, dapat dilakukan melalui contoh teladan, cara atau pola
     asuh guru terhadap murid berupa tutur kata. Sedangkan aspek bahasa
     peran guru jelas sekali dalam proses belajar mengajar, yaitu penggunaan
     bahasa sesuai tingkat perkembangan murid maupun penggunaan bahasa
     yang baik dan benar. Tumbuh-kembang aspek fisik terutama dilakukan
     oleh guru pendidikan jasmani maupun oleh guru kelas melalui kegiatan-
     kegiatan lain seperti senam pagi, berbaris, kegiatan hari-hari besar dan
     sebagainya.
e.   Pergeseran dari pengajaran klasikal ke pengajaran kelompok kecil dan
     perorangan.
         Bagi guru yang sudah biasa dengan pengajaran klasikal, sebaiknya
     dimulai dengan pengajaran kelompok, kemudian secara bertahap kepada
     pengajaran perorangan. Tidak semua topik atau pokok bahasan dapat
     dipelajari secara efektif dalam kelompok kecil maupun perorangan.

                                                                            8
     Hal-hal yang bersifat umum seperti pengarahan informasi umum
     sebaiknya diberikan dalam bentuk kelas besar. Contoh jika murid diminta
     untuk membuktikan bahwa titik didih air 100⁰C melalui eksperimen
     maka     sebaiknya   dilakukan   pembelajaran    kelompok     kecil   atau
     perorangan, tetapi jika murid diminta untuk memahami sebuah konsep,
     prinsip, atau teori tentang tata surya maka akan efektif jika pembelajaran
     dilakukan secara klasikal.
f.   Langkah pengajaran kelmpok kecil dan perorangan
         Dalam pengajaran kelompok kecil, langkah pertama adalah
     mengorganisasi siswa, sumber, materi, ruangan, serta waktu yang
     diperlukan dan diakhiri dengan kegiatan kulminasi yang dapat berupa
     rangkuman, pemantapan, atau laporan. Dalam pengajaran perorangan
     guru harus mengenal murid secara pribadi sehingga kondisi belajar dapat
     diatur. Kegiatan dalam pengajaran perorangan dapat dilakukan melalui
     paket belajar atau bahan yang telah disiapkan oleh guru. Contoh murid
     yang mengalami kesulitan soal matematika perlu diberikan bimbingan
     belajar secara perorangan. Sedangkan siswa yang tidak mengalami
     kesulitan diminta mengerjakan sendiri atau diperbolehkan bertanya pada
     teman.
g.   Menggunakan berbagai variasi dalampengorganisasiannya
         Variasi pengorganisasian mencakup variasi pengelompokkan, variasi
     penataan ruang dan variasi sumber belajar. Ketiga variasi tersebut perlu
     dilakukan dalam pembelajaran kelas rangkap. Mengingat guru tidak
     dapat berperan dan mengontrol secara terus menerus terhadap semua
     kelompok besar. Contoh siswa tidak selalu dalam kelompok yang sama
     tetapi sekali-kali diminta untuk memilih teman yang disukai untuk berada
     dalam kelompoknya.




                                                                             9
 KOMPONEN KETERAMPILAN MENGAJARAN KELOMPOK KECIL
                             DAN PERORANGAN


           Dalam kegiatan belajar ini, anda akan mendapat kesempatan untuk
membahas dan berlatih menerapkan komponen-komponen keterampilan mengajar
kelompok kecil dan perorangan. Kemampuan menguasai dan menerapkan
keterampilan tersebut akan sangat membantu anda dalam mengajar kelas rangkap.
Anda akan lebih mampu mengatur waktu dan kegiatan murid sehingga waktu
kegiatan akademik akan meningkat pula.
     Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dibagi menjadi 4
komponen, yaitu:
1.   Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
2.   Keterampilan mengorganisasikan kegiatan
3.   Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
4.   Keterampilan merencanakan dan melaksankan kegiatan pembelajaran


1.   Keterampilan Mengadakan Pendekatan Secara Pribadi
          Pengajaran kelompok kecil dan perorangan mempersyaratkan terjadinya
     hubungan yang akrab dan sehat antara guru dan murid serta antara murid dan
     murid. Hubungan yang seperti ini hanya mungkin terjadi jika guru mampu
     mengadakan pendekatan secara pribadi. Untuk itu guru perlu memperhatikan
     dan melakukan hal-hal sebagai berikut:
     a.   Tunjukkan perhatian yang hangat
              Perhatian yang hangat, akrab dan bersahabat menumbuhkan
          perasaan, kemauan dan keinginan belajar tanpa adanya perasaan
          terpaksa. Murid belajar dengan penuh suka cita, kegembiraan, dan
          keriangan karena merasa mendapat perhatian dari guru. Murid belajar
          dengan serius dan berkonsentrasi penuh pada pelajaran sehingga hasil
          belajar yang dicapai juga akan lebih baik. Untuk terjadinya hal tesebut
          guru dapat menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan
          murid baik dalam kelompok kecil maupun perorangan.

                                                                              10
b.   Mendengar pendapat murid
         Seorang guru yang baik, mengahargai pendapat murid, tidak
     mengabaika dan meremehkan. Setiap apa yang disampaikan atau
     pendapat murid ditanggapi dengan sungguh-sungguh. Mendengarkan
     secara simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh siswa. Kebutuhan murid
     akan penghargaan akan terpenuhi. Hal ini menumbuhkan kebutuhan
     aktualisasi diri murid, sehingga motivasi belajarnya meningkat. Terutama
     motivasi intrinsic yang sangat penting dalam proses belajar murid, dan
     untuk mencapai keberhasilan belajar.
c.   Berikan respon yang positif
         Respon positif akan memberikan penguatan bagi murid untuk lebih
     meningkatkan upayanya dalam berprestasi dan belajar lebih giat. Murid
     akan memiliki keberanian berpartisipasi aktif dan kreatif dalam
     pembelajaran. Guru yang baik akan selalu memberikan respon positif
     terhadap buah pikiran murid, betapapun kecilnya buah pikiran.
d.   Ciptakan hubungan saling percaya
         Membangun hubungan saling mempercayai bagi guru sangat penting
     agar siswa mau mengungkapkan kesulitan-kesulitan ataupun persoalan
     yang dihadapi. Dengan begitu guru dapat membantu mencarikan
     solusinya, dan murid tidak terjebak dalam permasalahan yang kompleks.
     Sehingga murid dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, dan dapat
     mencapai prestasi belajar yang baik.
e.   Tunjukkan kesediaan membantu murid
         Guru harus mampu menunjukkan kesiapan untuk membantu murid,
     agar murid merasa tidak ragu-ragu untuk meminta bantuan. Khususnya
     bantuan layanan kesulitan belajar. Paling tidak murid mau bertanya jika
     mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ataupun tugas, baik di
     kelas maupun di luar kelas.
f.   Bersikap terbuka terhadap murid
         Menerima perasaan murid dengan penuh pengertian dan terbuka.
     Sikap guru terhadap murid yang mengungkapkan perasaannya hendaknya
     diterima dengan hati yang lapang, dan mencoba memahami ungkapkan

                                                                          11
          perasaan murid tersebut. Sikap ini menumbuhkan rasa percaya murid
          terhadap guru. Dengan demikian murid beranggapan bahwa guru sebagai
          teman sejati dan sahabat yang bisa diajak berbagi perasaan. Jika guru
          mampu merasakan apa yang dirasakan oleh murid dan kemudian
          berusaha merespon secara tulus, guru telah berhasil menciptakan
          hubungan yang akrab dan sehat.
     g.   Kendalikan situasi agar murid merasa aman
              Berusahalah mengendalikan situasi hingga murid merasa aman,
          penuh pemahaman, merasa dibantu, serta merasa menemukan alternative
          pemecahan masalah yang dihadapi. Penciptaan situasi belajar yang aman
          dan menyenangkan bagi murid sangat tergantung dari kemampuan guru
          untuk menerapkan berbagi keterampilan dasar mengajar. Memberi
          penguatan secara tepat, menghindari respon negatif, memberi petunjuk
          yang jelas, tegas dalam bertindak, merupakan usaha-usaha yang dapat
          dilakukan guru dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan
          menyenangkan.


2.   Keterampilan Mengorganisasikan Kegiatan
          Mengorganisasikan kegiatan mengandung arti merancang, mengatur dan
     mengendalikan kegiatan belajar pembelajaran yang tepat. Selama kegiatan
     mengajar kelompok kecil atau perorangan berlangsung, guru berperan sebagai
     organisator yang mengatur dan memonitor kegiatan dari awal sampai akhir.
     Untuk itu guru perlu memperhatikan dan melakukan hal-hal sebagai berikut :
     a.   Adakah pengenalan umum mengenai isi dan latar kegiatan belajar yang
          akan dilaksanakan. Meliputi pemberian orientasi umum tentang tujuan,
          tugas, cara kerja, waktu, tempat kerja dan sebagainya sebelum kegiatan
          kelompok atau perorangan di mulai.
     b.   Gunakan variasi kegiatan sesuai kebutuhan. Memvariasikan kegiatan
          yang    mencakup      penyediaan     ruangan,   peralatan,   dan   cara
          melaksanakannya. Memvariasi kegiatan, misalnya berupa observasi,
          diskusi hasil observasi, memecahkan masalah, membuat kerajinan tangan
          bersama atau belajar sendiri dari buku.

                                                                              12
     c.   Adakan    pengelompokkan     murid    yang   sesuai   dengan    tujuan.
          Pengelompokkan murid dibentuk secara tepat agar tujuan pembelajaran
          dapat tercapai dengan baik misalnya mengelompokkan berdasarkan
          tempat duduknya, kemampuannya (yang pintar dengan yang pintar atau
          dicampur), atau menurut keinginan (minat). Pengelompokkan murid
          dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan keperluan.
     d.   Koordinasi kegiatan. Jangan lupa mengkoordinasikan aneka kegiatan
          yang berlangsung. Mengkoordinasi kegiatan dengan cara melihat
          kemajuan murid dari awal sampai akhir kegiatan. Dengan cara ini, guru
          akan dapat memantau apakah tugas dikerjakan dengan benar atau apakah
          murid memerlukan bantuan.
     e.   Berikan perhatian pada berbagai tugas yang diberikan. Guru yang baik
          juga akan membagi perhatian kepada berbagai tugas dan kebutuhan
          murid sehingga murid selalu merasa bahwa guru ada bersama mereka
          karena bantuan yang mereka perlukan selalu diberikan pada saat yang
          tepat.
     f.   Usahakan agar pada akhir kegiatan selalu ada penyimpulan. Mengakhiri
          kegiatan dengan suatu kulminasi yang tepat akan memungkinkan murid
          saling belajar. Memajangkan hasil karya, menanggapi hasil kerja
          kelompok, mendemonstrasikan hasil kerja, merupakan contoh-contoh
          kegiatan kulminasi yang ememungkinkan murid saling belajar.
3.   Keterampilan Membimbing dan Memudahkan Belajar
          Didalam belajar murid memerlukan bimbingan dan kemudahan.
     Bimbingan berfungsi memberi jalan bagaimana sebaiknya murid mempelajari
     sesuatu. Kemudahan belajar berfungsi memberikan suasana yang mendorong
     murid untuk meningkatkan aktivitas belajar. Keterampilan ini memungkinkan
     guru membantu murid untuk maju tanpa mengalami frustasi. Untuk itu guru
     perlu memperhatikan dan melakukan hal-hal sebagai berikut :
     a.   Berikan penguatan terhadap perilaku murid yang baik. Dengan
          memberikan penguatan mendorong untuk maju atau mencapai hasil
          belajar yang lebih baik. Berikanlah penguatan secara tepat sehingga
          murid terdorong untuk belajar lebih baik. Penguatan yang diberikan

                                                                              13
     haruslah bermakna, hangat, tepat sasaran, bervariasi, dan diberikan
     segera setelah murid menunjukkan perilaku (jawaban, tugas dan lain-
     lain) yang diharapkan.
b.   Melakukan supervisi proses awal dan bersikap tanggap terhadap keadaan
     murid. Guru dapat mengembangkan supervisi proses awal, yakni sikap
     tanggap guru terhadap murid baik individu maupun kelompok yang
     memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan lancar
     sesuai dengan yang dihadapkan.
c.   Melakukan supervise proses lanjut.Mengadakan supervise proses lanjut
     yang memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan
     ketika kegiatan berlangsung.
     Untuk itu guru harus mampu berinteraksi dengan murid sehingga bantuan
     yang diberikan cukup       efektif. Interaksi berupa bantuan ini dapat
     dilakukan dalam bentuk-bentuk berikut :
     1.   Memberikan      pelajaran   tambahan    atau   bimbingan    belajar
          (tutorial).Misalnya untuk konsep / topik yang sukar dipahami.
     2.   Melibatkan diri sebagai peserta aktif dari kelompok yang
          mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan anggota
          kelompok lain. Kehadiran guru dalam kelompok akan mendorong
          murid untuk lebih aktif.
     3.   Memimpin diskusi kelompok kecil, jika diperlukan.
     4.   Bertindak sebagai katalisator, yaitu meningkatkan kemampuan siswa
          untuk berpikir/belajar melalui pertanyaan, komentar, dan saran-
          saran.
d.   Mengadakan supervisi        pemanduan, yang bertujuan untuk menilai
     pencapaian tujuan kegiatan serta menyiagakan untuk mengikuti kegiatan
     akhir.
     Ini dilakukan dengan mendatangi kelompok, menilai kemajuannya, dan
     menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir cara efektif.
     Jika kita kaitkan keterampilan tersebut dengan pembelajaran kelas
     rangkap, kita akan melihat bahwa keterampilan ini sangat dibutuhkan.
     Guru yang terampil membimbing dan memudahkan muid belajar,

                                                                          14
          mengajar dua kelas atau lebih tidak akan menjadi masalah. Guru tidak
          harus membimbing atau membantu semua murid, namun guru tahu kapan
          dia harus membantu siapa, dan bagaimana dia harus membantu.


4.   Keterampilan Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran
     (Kegiatan Belajar Mengajar)
          Kegiatan guru dalam pembelajaran seperti membuka pelajaran,
     menyajikan kegiatan inti, membimbing peserta didik dan mengevaluasinya,
     hendaknya diatur drngsn baik dan penuh kesungguhan.
          Kegiatan belajar mengajar dalam rangka pelaksanaan PKR rancangan
     kegiatan pembelajaran erat kaitannya dengan model PKR yang diterapkan.
     Tugas guru yang utama adalah membantu murid melakukan kegiatan, baik
     secara perorangan maupun secara kelompok. Untuk itu guru harus mampu
     membuat perencanaan kegiatan belajar mengajar yang tepat bagi setiap murid
     dan kelompok serta mampu melaksanakannya. Untuk membuat perencanaan
     yang tepat, guru dituntut mampu mendiagnosis kemampuan akademis murid,
     memahami gaya belajar mengajar, minat murid, dan sebagainya.
          Keterampilan     merencanakan   dan   melaksanakan   kegiatan   belajar
     mengajar ini mencakup :
     a.   Membantu murid menetapkan tujuan pelajaran dan menstimulasi murid
          untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk maksud tersebut dapat dilakukan
          dengan diskusi    atau menyediakan bahan-bahan yang menarik, yang
          mampu mendorong murid untuk mencapai tujuan tersebut. Namun perlu
          diingat bahwa kebiasaan menetapkan tujuan belajar bagi murid di
          Indonesia belum membudaya, bahkan mungkin belum pernah ada murid
          yang diberi kesempatan untuk menetapkan tujuan belajar. Oleh karena
          itu, sebagai guru, anda perlu mulai memberikan kesempatan kepada
          murid untuk sekali-kali (misalnya sebulan sekali) menetapkan tujuan
          belajar.
     b.   Merencanakan kegiatan belajar mengajar bersama murid. Berdasarkan
          hasil diagnosis penetapan tujuan, guru dapat merencanakan kegiatan
          belajar yang sesuai dengan tujuan, minat, dan kemampuan murid.

                                                                              15
     Perencanaan yang dibuat haruslah mencakup kriteria keberhasilan,
     langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar yang diperlukan.
c.   Bertindak atau berperan sebagai penasehat bagi murid bila diperlukan.
     Guru dapat memberikan bantuan yang tepat jika guru mampu
     berinteraksi secara efektif dengan murid sehingga murid mau
     mengungkapkan masalahnya. Kemudian guru dapat memberikan
     saran/nasehat yang kira-kira dapat mengarahkan murid kearah belajar
     yang lebih baik.
d.   Membantu murid menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini
     berarti memberi kesempatan kepada murid untuk memperbaiki dirinya
     sendiri yang merupakan kerja sama guru dengan murid dalam situasi
     pendidikan    yang   manusiawi.     Pada    umumnya      penilaian     atas
     kemajuan/pencapaian murid dilakukan oleh guru. Murid bahkan tidak
     pernah dilibatkan dalam menilai dirinya sendiri. Oleh karena itu, anda
     mempunyai kesempatan yang baik untuk mulai membimbing murid
     menilai kemajuannya sendiri.
     Dalam penerapannya, kelompok keterampilan mengajar kelompok kecil
     dan perorangan masing-masing mempunyai tekanan yang berbeda.
     Keterampilan mengorganisasikan kegiatan serta membimbing dan
     memudahkan belajar lebih banyak terkait dengan mengajar kelompok
     kecil sedangkan keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
     serta merencanakan dan melaksanakan kegiatan lebih banyak terkait
     dengan pembelajaran perorangan.




                                                                             16
                       DAFTAR PUSTAKA




Djalil, Aria dkk. 2006. Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta:
    Universitas Terbuka


Drs. Sunarwan, M. Pd




                                                               17

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:5886
posted:12/18/2010
language:Indonesian
pages:17
Description: Secara teori memang mudah digambarkan strategi mengajar yang sebaiknya guru. Tetapi di lapangan sangat diperlukan kemampuan dan keterampilan bagaimana supaya pembelajaran kelas rangkap efektif dan efisien. Salah satu keterampilan yang sangat penting dikuasai seorang guru adalah mengajar kelompok kecil dan perorangan, yang merupakan keterampilan khusus yang sangat diperlukan oleh guru SD dalam pembelajaran kelas rangkap