Docstoc

makalah HIV

Document Sample
makalah HIV Powered By Docstoc
					                                 Makalah

                                      HIV

A.Pengertian


       HIV (Human Immunodeficiensi Virus) adalah virus yang menyerang system
  kekebalan tubuh manusia dan menimbulkan AIDS.
                                                            (Hendra T.L, 2003:155)
       AIDS adalah runtuhnya tentang pertahanan tubuh yaitu system kekebalan
  alamiah melawan bibit penyakit runtuhnya oleh virus HIV, yaitu dengan hancurnya
  sel limfosit (sel T)
                                                            (Tambayong, 2000)
       AIDS adalah kompleks gejala yang terjadi akibat infeksi virus HIV (H + LV
  III) yang menyebabkan kehilangan kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri,
  parasit, L virus tertentu, serta lebih mudah terkena keganasan.
                                                            (Hendra, T.L.2003)


B. Etiologi


       HIV merupakan retrovirus penyebab penyakit defisiensi imun HIV ditemukan
  oleh Montaguren, dkk pada tahun 1983.
       Faktor yang mempengaruhi AIDS :
   1. Faktor Sosial (meliputi factor perilaku manusia)
       Misalnya : hubungan sexsual, penggunaan obat-obatan terlarang dan narkotika
       secara rutin.
   2. Faktor Ekonomis
       Meliputi perubahan dan negara agraris menjadi negara industri akan memberi
       dampak sosial ekonomi yang terkait dengan penyebaran infeksi. HIV yang
       ditandai dengan perubahan pada hidup keluarga dan masyarakat. Perubahan
       ini akan meningkatkan mobilitas penduduk serta perubahannya menjadi
       masyarakat industri yang bisa rentan terhadap ancaman infeksi HIV.


http://www.submitlist.info
   3. Faktor Demografi
       Jumlah penduduk yang besar dapat memungkinkan terjadinyanperluasan
       penyebaran epidemi HIV yang lebih besar ruang lingkupnya dan dampaknya
       dibandinf dengan epidemi HIV atau AIDS di negara lain.




C. Patofisiologi


       HIV masuk tubuh manusia terutama melalui darah, semen dan sekret vagina,
  serta transmisi dari ibu ke anak Tiga cara penularan HIV adalah :
   1) Hubungan sexsual, baik secara vagina, oral, maupun anal dengan seorang
       pengidap
   2) Kontak langsung dengan darah, produk darah, atau jarum suntik, tranfusi
       darah atau produk darah yang tercemar mempunyai resiko sampai >90 %
       ditemukan 3-5 % total khusus sedunia.
   3) Tranmisi secara vertikal dari ibu hamil pengidapn HIV kepada bayi melalui
       plasenta.


E. Tanda dan Gejala


    1. Demam sedang dan terus menerus
    2. Anoreksia
    3. Penurunan berat badan
    4. Kelelahan dan berkeringat di malam hari
    5. Batuk kering
    6. Kemerahan
    7. Sakit kepala dan gangguan tidur


F. Pemeriksaan Penunjang


    1. Pemeriksaan diagnostik


http://www.submitlist.info
       a) Serologis
       b) Tes Antibidi : screning HIV dengan ELISA. Hasil positif mungkin akan
              mengidentifikasi adanya HIV tapi bukan merupaka diagnosa.
       c) Tes Bold Western : mengkonfirmasi diagnosa HIV
               Sel T- Limfosit : penurunan jumlah total.
               Sel T4- helper (indikator sistem imun yang menjadi media banyak
               proses imun menandai sel B untuk menghasilkan antibodi terhadap
               bakteri asing. Jumlah yang kurang dari 200 mengindikasikan respon
               definisi imun berat).
               T8 ( sel supresos sitopatik) : rasio terbalik (2:1 atau lebih besar) dari
               sel supresor pada sel helper (T8 ke T4) mengidentifikasikan sel imun.
   2. Pemeriksaan Neurologis
               Misal : EEG, MRI, Scan CT otak : EMG / pemerisaan konduksi saraf.
       Sinar X data : mungkin normal pada awalnya/ menyatakan perkembangan
       infiltrasi interstitial dari PCP tahap lanjut.
       Tes fisik pulmonal : digunakan pada deteksi awal pnemonia interstitial.
       Scan Gallium : ambilan difusi pulmonal terjadi pada PCP dan bentuk
       pnemonia lainnya.
                                                        (Doenges, 1999:836-837)


G. Fokus Pengkajian


   1) Aktivitas atau istirahat
       Gejala : mudah lelah, letih, malaise
       Tanda : kelemahan otot, masa otot menurun, respon fisiologis terhadap
       aktivitas
   2) Intregitas ego
       Gejala : faktor stres berhubungan dengan kehilangan dukungan
       Tanda : cemas, depresi, menangis, marah, menarik diri
   3) Eliminasi
       Gejala : nyeri perut saat BAB
       Tanda : lesi/ abses rectal dan perinal, perubahan bentuk, warna, bau feses
   4) Makanan/cairan
       Gejala : tidak nafsu makan, mual, muntah


http://www.submitlist.info
       Tanda : berat badan menurun, turgor kulit jelek, kesehatan gigi/gusi buruk
   5) Hygiene
       Gejala : tidak dapat menyelesaikan personal hygiene sendiri
       Tanda : penampilan tidak rapi, kurang dalam perawatan diri
   6) Neurosensori
       Gejala : pusing, perubahan status mental, kehilangan kemampuan mengatasi
       masalah
       Tanda : perubahan status mental, tremor


   7) Nyeri/ kenyamanan
       Gejala : nyeri umum, lokal, sakit kepala
       Tanda : nyeri pada kelenjar, nyeri tekan
   8) Sexsualitas
       Gejala : penurunan pola sex
       Tanda : herpes pada genitalia
   9) Interaksi sosial
       Gejala : masalah yang ditimbulkan oleh diagnosa terserang HIV, misal:
       kerabat / orang terdekat, isolasi, kesepian
       Tanda : perubahan pada interaksi keluarga/orang terdekat
   10) Pernafasan
       Gejala : nafas pendek yang progresif
       Tanda : takipnea, perubahan bunyi nafas
                                                     (Doenges.2000: 833-836)


H. Diagnosa Keperawatan, Intervensi, Tujuan, dan Rasionalisasi


   1. Resiko infeksi berhubungan dengan peningkatan kerentanan sekunder


       Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan resiko infeksi
       dapat diminimalkan dengan Kriteria hasil :
           -   Pasien bebas dari infeksi
           -   Sistem imun tubuh meningkat
           -   Pasien memperlihatkan pengetahuan tentang faktor resiko dan cara
               pencegahan infeksi


http://www.submitlist.info
       Intervensi       :
       a) Identifikasi individu yang beresiko infeksi
       b) Kurang antigen masuk ke dalam individu
       c) Batasi pengunjung dan anjurkan cuci tangan
       d) Dorong dan pertahankan kalori dan protein dalam diet
       e) Beri antibiotik kolaborasi)




       Rasioalisasi     :
       a) Untuk mengetahui penyebab dan faktor predisposisi HIV dan mencegah /
           menghambat penularannya.
       b) Mencegah perkembangan dan pertumbuhan infeksi
       c) Meningkatkan imunitas tubuh
       d) Mematikan / melemahkan mikroorganisme infeksi


   2. Kurang pengetahuan berhungan dengan ketidaktahuan tentang informasi


       pengetahuan tentang informasi dapat teratasi dengan Kriteria Hasil :
           -   Pasien dapat mengungkapkan pemahaman tentang kondisi, penyakit,
               proses, dan tindakannya
           -   Pasien dapat melakukan perubahan gaya hidup yang sehat
           -   Pasien dapat ikut berpartisipasi dalam perawatan dan pengobatan


       Intervensi       :
       a) Kaji kemampuan individu dalam memahami intruksi dan informasi
       b) Berikan informasi yang realitis dan optimis bila kontak dengan penderita
       c) Anjurkan individu untuk mempertahankan personal hygiene
       d) Dorong untuk kontak dengan orang terdekat


       Rasionalisasi:
       a) Memberi kesempatan individu untuk mengklasifikasikan tentang penyakit
           dan membuat pilihan berdasarkan informasi untuk mengembangakan
           renpra


http://www.submitlist.info
       b) Memberi harapan yang realistis untuk mengurangu resiko bunuh diri
       c) Mencegah resiko infeksi dan komplikasi
       d) Kontak        akan   meningkatkan     rasa   mendukung,      mempertahankan
           kebersamaan dan memahami masalah
                                                              (Doenges.1999:856-857)




   3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik


       Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan di harapkan masalah
       intoleransi aktivitas dapat berkurang / teratasi dengan Kriteria hasil :
           -   Pasien dapat mengidentifikasi faktor yang menurunkan toleransi
               aktivitas
           -   Pasien memperlihatkan kemajuan dalam beraktivitas
           -   Pasien melaporkan penurunan gejala dan intoleransi aktivitas


       Intervensi       :
       a) Kaji TTV
       b) Anjurkan istirahat
       c) Tingkatkan aktivitas secara bertahap
       d) Motivasi pasien untuk beraktivitas ringan


       Rasionalisasi:
       a) Mengetahui tingkat mobilitas
       b) Istirahat memulihkan kembali energi untuk beraktivitas
       c) Mendorong peningkatan kemampuan untuk beraktivitas
       d) Menumbuhkan percaya diri pasien untuk beraktivittas
                                                              (Carpenito.2000: 4-5)


   4. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan




http://www.submitlist.info
       Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan di harapkan masalah
       bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi dengan Kriteria Hasil :
           -   Pasien memperlihatkan frekuensi nafas efektif dan mengalami
               perbaikanpertukaran gas pada paru-paru
           -   Menyatakan faktor penyebab dan cara mengatasinya


       Intervensi       :
       a) Ajarkan tehnik relaksasi distraksi
       b) Ajarkan nafas dalam
       c) Ajarkan batuk efektif


       Rasionalisasi:
       a) Mengurangi rasa nyeri
       b) Meningkatkan asupan O2
       c) Batuk efektif dapat mengeluarkan sekret


   5. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan          berhubungan dengan intake in
       adekuat


       Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan di harapkan masalah
       perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan dapat teratasi dengan Kriteria Hasil :
           -   Pasien memperlihatkan masa otot yang adekuat
           -   Pasien dapat mempertahankan BB 0,9 – 1,35 kg dari sebelum sakit
           -   Pasien melaporkan perbaikan tingkat energi


       Intervensi       :
       a) Ukur BB dan antropometri pasien sebelum didiagnosa
       b) Tentukan masukan nutrisi yang lengkap
       c) Ciptakan lingkungan yang mendukung untuk makan


       Rasionalisasi:
       a) Membantu memantau penurunan dan menentukan kebutuhan nutrisi sesuai
           perjalanan penyakit



http://www.submitlist.info
       b) Mengidentifikasi nutrisi yang dapat memantau untuk memenuhi kebutuhan
           individu
       c) Lingkungan yang menarik akan menumbuhkan nafsu makan yang baik
           sehingga memperbaiki kebituhan nutrisi individu


   6. Kerusakan memori berhubungan dengan perubahan sistem syaraf pusat
       sekunder akibat penyakit degeneratif otak


       Tujuan           : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, di harapkan masalah
       kerusakan memori dapat teratasi dengan Kriteria hasil ”
           -    Pasien dapat mempertahankan orientasi realita umum dan faktor
                kognitif yang optimal


       Intervensi       :
       a) Pantau tanda infeksi ssp, misal : sakit kepala
       b) Ciptakan lingkungan yang menyenangkan
       c) Dorong untuk bersosialisasi


       Rasionalisasi:
       a) Untuk mengetahui gejala menginitis
       b) Membantu mempertahankan orientasi realitis dengan orang terdekat
                                                            (Carpenito.2000 : 4 – 5)


   7. Isolasi sosial berhubungan dengan perubahan status kesehatan


       Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kerusakan isolasi
       sosial dapat teratasi dengan Kriteria Hasil :
           -    Pasien menunjukkan peningkatan harga diri
           -    Pasien mau berpartisipasi dalam aktivitas


       Intervensi       :
       a) Batasi penggunaan masker, baju, sarung tangan bila mungkin
       b) Dorong untuk kunjungan terbuka
       c) Dorong hubungan aktif dengan orang terdekat


http://www.submitlist.info
       Rasionalisasi:
       a) Mengurangi perasaan penderitaan akan isolasi fisik dan menciptakan
           hubungan sosial yang positif, meningkatkan percaya diri
       b) Meningkatkan kebersamaan
       c) Membantu memantapkan partisipasi dan hubungan sosial mengurangi
           resiko untuk bunuh diri
                                                         (Doenges.1999: 851)




http://www.submitlist.info
DAFTAR PUSTAKA




Tambayong, Jan. 2000. Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.
Mansjore, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta :Media Aeswlopits.
Price, Sylvya Anderson. 1994. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses- Proses Penyakit.
Jakarta : EGC.
Carpenito, L.J. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC.
Doenges, EM. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC.




http://www.submitlist.info
http://www.submitlist.info
.info

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:8779
posted:12/17/2010
language:Indonesian
pages:11