Info saham Indosurya Securities 16 Desember 2010 by spartaxslyman

VIEWS: 132 PAGES: 4

									     C


                                                  INDOSURYA Morning Call                                                                                                                                                                             16-Dec-10
                    World Equity Index                ∆%                 Currencies                     ∆%                      Commodities                                        ∆%
                    JCI          3,658.31            -0.85               USD            9,018.00       0.08                     Crude Oil (US$/barel)                87.72        -1.19      `
                    DJIA        11,457.50            -0.17               EUR           12,031.83       -0.25                    Gold (US$/Troy Oz)                1,397.30        0.94
                    S&P 500      1,235.23            -0.51               GBP           14,203.36       -0.64                    Natural Gas ($/mmBtu)                 4.24        -3.85
                    Nasdaq       2,617.22            -0.40               AUD            8,962.55       -0.11                    Silver (US$/Troy Oz)                 29.60        3.57
                    FTSE 100     5,882.18            -0.15               CAD            8,952.66       0.05                     Tins (US$/Metric Ton)            26,085.00        0.71
                    Nikkei 225 10,309.80             -0.07               JPY/100       10,749.80       -0.39                    Nickel (US$/Metric Ton)              29.60       -99.88
                    Hang Seng 22,975.30              -1.95               SGD             6,887.66      -0.35
                    KOSPI        2,017.48            0.42
                                                                                                                                      JCI Sectoral Index
                                   Close              ∆%                                          Close        ∆%                                                                Close            ∆%
                    Agri          2,224.46           -2.13               Property                 204.27      -0.79                                            LQ-45               654.82        -0.82
                    Mining        3,061.51           -0.75               Infrastructure           805.46      -0.74                                            JII                 522.64        -0.67
                    Basic-Ind      392.20            -0.57               Finance                  476.96      -1.05                                            MBX               1,046.14        -0.88
                    Misc-Ind       944.30            -0.12               Trade                    465.22      -0.20                                            DBX                 535.58        -0.63
                    Consumer      1,078.65           -1.49               Manufacture              815.29      -0.81
                    Total Transaksi Bursa                    ∆%                       Transaksi Asing                                             ∆%           Reksa Dana                                    NAB/Unit          7D ∆% 30D ∆%
                    Market Cap (Rp. Tr)            3,200.65 -0.85                     Beli      Vol. (M. Shares)                     777.99      40.24         Indosurya Balance Fund                          1,325.49         -1.27  -1.27
                    Volume (M. Shares)             5,051.31 12.78                               Value (Rp. B)                      1,399.43       8.44         Indosurya Equity Fund                           1,364.00         1.60   -1.44
                    Value (Rp. B)                  4,407.80 11.68                     Jual      Vol. (M. Shares)                     636.22      31.41
                                                                                                Value (Rp. B)                      1,764.36      18.63
                 Indosurya Global Analysis
                   Bursa Asia turun dipicu sentimen negatif Jepang dan The Fed
                    Bursa saham Asia turun. Hal ini terjadi setelah The Fed dan Jepang meragukan kekuatan pemulihan ekonomi global. Koreksi indeks MSCI Asia Pacific diperpanjang setelah penutupan perdagangan saham di Tokyo,
                    Seoul dan Sydney, menyusul laporan Moody's yang kemungkinan akan menurunkan peringkat utang Spanyol. Investor tidak khawatir tentang prospek ekonomi, tetapi mereka juga tidak melihat indikasi perbaikan
                    ekonomi. Pejabat The Fed kemarin berencana melanjutkan stimulus moneter, selain mengatakan bahwa ekspansi ekonomi AS belum cukup kuat mengurangi pengangguran. Indeks Nikkei 225 ditutup turun setelah
                    indeks kuartalan Tankan dari BoJ atas sentimen menufaktur besar mengalami penurunan. Indeks Hang Seng, indeks Shanghai, indeks Kospi naik 0,4%, dan indeks S & P / ASX 200 Australia ditutup sedikit berubah.
                    Kekhawatiran atas krisis defisit Eropa dan langkah-langkah China membatasi harga properti serta inflasi akan memperlambat pemulihan ekonomi global, telah membebani ekuitas. Sementara saham eksportir Jepang
                    menguat seiring penguatan US$ dari level terendah 15 tahun, terhadap Yen.
                    Aksi Moody's lemahkan bursa global
                    Bursa global mayoritas melemah, salah satunya dipicu oleh Moody's yang mengeluarkan peringatan akan men-down grade peringkat utang Spanyol. Termasuk juga AS. Moodys mengancam rating utang AS bisa di-
                    down grade dalam 18 bulan mendatang. Sepanjang perdagangan Rupiah sempat melemah ke level 9.024 setelah sempat menguat ke posisi 9.008/US$. Kemarin terjadi pembicaraan antara MenKeu AS dengan Wakil
                    PM China yang memicu ketegangan terkait kondisi mata uang kedua negara. Pasar hari ini lebih fokus pada ketegangan soal nilai tukar itu. Pasar akan mencerna soal ketegangan tersebut sehingga memicu
                    ketegangan juga di Wall Street. Hanya saja, pastinya seperti apa belum bisa diketahui oleh pasar. Hasil pertemuan Federal Open Market Caommitte (FOMC) Meeting kemarin, tidak terlalu berpengaruh ke pasar.
                    Karena itu, US$ menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap mata uang Euro dan ditransaksikan menguat ke level US$1,3318 dari posisi kemarin US$1,3497 per Euro.
                    Bursa AS mayoritas masih dilanda pelemahan
                    Saham-saham di bursa Wall Street kembali turun, untuk 3 hari berturut-turut. Hal itu diprediksi menjadi penanda bahwa indeks saham di Wall Street sudah tidak mungkin untuk melonjak tajam menembus titik tertingginya
                    menjelang akhir tahun 2010 ini. Investor mulai melakukan konsolidasi setelah Wall Street mengalami kenaikan hingga 11% di sepanjang perdagangan 2010 ini. Ada tanda-tanda pasar membuat titik tertingginya pada level terkini
                    dan orang-orang mulai melakukan aksi ambil untung. Sentimen negatif kemudian datang dari peringatan Moody's soal kemungkinan peringkat utang Spanyol. Peringatan tersebut langsung membawa kembali kekhawatiran
                    investor soal krisis utang di kawasan Eropa. Isu-isu musiman akan mempengaruhi para pialang hingga akhir tahun ini.

                 Indosurya Market Analysis
                   Aturan prime lending rate urung diterapkan awal tahun 2011
                    Kabar baik datang di industri perbankan. BI belum tentu menerapkan aturan prime lending rate di awal tahun 2011 karena adanya persiapan sistem yang mendukung. BI mengatakan aturan tersebut paling lambat
                    harus diterapkan 3 bulan sejak awal tahun. Adanya relaksasi tersebut karena perlunya reporting sistem yang harus dilakukan oleh perbankan, pengembangan sistem aplikasi, menyosialisasikan dan edukasi. Kebijakan
                    yang mengharuskan bank mengumumkan prime lending rate -nya ini diharapkan bisa mendorong perbankan menurunkan suku bunganya karena terjadi persaingan dengan transparansi suku bunga yang ditawarkan.

                    Anggaran defisit 2011 telah disetujui Komisi XI DPR
                    Komisi XI DPR telah menyetujui defisit anggaran BI dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) tahun 2011 sebesar Rp 45 triliun. Tetapi, setiap 3 bulan sekali BI harus melaporkan realisasi anggaran operasional
                    kepada Komisi XI. Angka defisit tersebut merupakan subyektif, hanya perkiraan BI dan bisa saja meleset. Agenda rapat kali ini hanya tinggal membahas masalah Anggaran Operasional di 2011. Defisit ini naik 32,4%
                    jika dibandingkan dengan tahun ini yang sebesar Rp 37 triliun. Untuk Anggaran Operasional, di 2011 akan surplus sebesar Rp 17,35 triliun. Di mana rencana penerimaan anggaran operasional sebesar Rp 22,6 triliun
                    dan pengeluaran sebesar Rp 5,2 triliun. Rencana pengeluaran anggaran operasional di 2011 yakni anggaran pengelolaan gaji dan penghasilan lain yang naik 2,46% sebesar Rp 47,6 miliar dari tahun 2010 menjadi
                    sebesar Rp 1,98 triliun.
                    Laba bank umum terus mengalami kenaikan
                    Perolehan laba yang berhasil diraih perbankan nasional selama Januari-Oktober 2010 terus mengalami kenaikan. Bank umum nasional hingga Oktober 2010 berhasil mencatat laba bersih senilai Rp 49,057 triliun, naik
                    28% dibandingkan Oktober 2009 sebesar Rp 38,323 triliun. Bank umum berhasil mencetak kenaikan pendapatan operasional hingga 16,44% menjadi Rp 290,135 triliun pada Oktober 2010. Laba operasional juga
                    mengalami kenaikan dari Rp 33,186 triliun pada Oktober 2009 menjadi Rp 40,643 triliun pada Oktober 2010. Sementara itu, untuk posisi 5 bank umum dengan aset terbesar di Oktober 2010 adalah, BMRI: Rp 375,575
                    triliun; BBRI: Rp 327,011 triliun; BBCA: Rp 309,883 triliun; BBNI: Rp 218,58 triliun; dan BNGA: Rp 133,001 triliun (4,76%).
                    Empat BUMN siap dilepas
                    Pemerintah siap untuk menjual melepaskan 30% kepemilikan sahamnya di 4 BUMN pada tahun 2010 lewat mekanisme IPO. Keempat BUMN ini akan diajukan ke Komite Privatisasi pimpinan Menko Perekonomian. Tahun 2011
                    itu ada PT INTI lepas 30%, Semen Baturaja 30%, HK (Hutama Karya) 30%, dan Jasindo 30%. Pelepasan saham sebesar 30% tersebut tidak akan dilakukan secara langsung dan detilnya akan dibahas serta diputuskan oleh
                    Komite Privatisasi. Sebelumnya, Menteri BUMN menyatakan sekitar 7-10 perusahaan pelat merah bakal melantai di lantai bursa pada 2011. Saat ini, pihaknya tengah melakukan kajian perusahaan mana saja yang siap untuk
                    melakukan privatisasi. Diharapkan Desember ini akan ada keputusan dari komite privatisasi.

                    Daily Our View Stock Action
                    Code           Open       High              Low Close                  S1           S2            S3            Pivot         R1                R2             R3              ∆%
                    RALS            820        860               820   860                 820          800           780            840          860               880            900           -81.60
                    ASRI            300        310               295   305                 295          288           280            303          310               318            325           -55.80
                    ITMG          50,900     51,400            50,200 51,000             50,350       49,675        49,150         50,875       51,550            52,075         52,750          448.39
                    INTP          16,150     16,150            15,750 15,950             15,850       15,600        15,450         16,000       16,250            16,400         16,650          145.38
                    BSIM            390        390               350   390                 370          340           330            380          410               420            450           -88.94
                    ADRO           2,550      2,550             2,500 2,550               2,525        2,488         2,475          2,538        2,575             2,588          2,625           17.24
                    BMTR            650        650               620   640                 630          610           600            640          660               670            690           -95.95
                    INDF           4,650      4,675             4,600 4,650               4,613        4,569         4,538          4,644        4,688             4,719          4,763          626.56
                    INDY           4,400      4,425             4,200 4,275               4,225        4,100         4,000          4,325        4,450             4,550          4,675          -91.57
                    ADHI            980       1,010              910   920                 900          855           800            955         1,000             1,055          1,100           29.58
Investment       Reza Priyambada       Managing Research
      &          Marissa Rahmatwati    Research Officer
 Research        manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
  Division
T 021-57905068   PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the clients of PT Asjaya Indosurya
F 021-57905069   Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please learned of risk & return first before making an investment.
                 Your Investment Partner                                                                                                                                                                                                                        1
                                                              INDOSURYA Morning Call
                                           IHSG




                                                                                   IHSG turun 31 poin menyusul penjualan saham yang dilakukan investor asing mencapai lebih dari Rp 1 triliun.Di awal sesi,
                                                                                   IHSG turun 5,549 poin (0,15%) ke level 3.684,117. Indeks terus melanjutkan pelemahannya sejak penutupan perdagangan
                                                                                   kemarin. Menutup perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi 31,352 poin (0,85%) ke level 3.658,314. Sedangkan Indeks LQ 45
                                                                                   turun 5,441 poin (0,82%) ke level 654,818. Indeks diselimuti aksi jual masif pada perdagangan sore hari ini, tidak hanya
                                                                                   investor asing, namun investor dalam negeri juga ramai-ramai menjual portfolionya. Saham-saham yang paling banyak
                                                                                   dilepas antara lain di sektor perkebunan, konsumer dan finansial. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.576-3.617
                                                                                   dan resistance 3.695-3.731. MACD setelah membentuk dead cross masih bergerak melemah. RSI gagal mencoba bergerak
                                                                                   menuju area overbought . William's %R, dan Stochastic masih bergerak turun mendekati area oversold .




                                           SMCB




                                                                                   SMCB akhirnya merealisasikan rencana pembangunan pabrik semen berkapasitas 1,7 ton semen per tahun. Pabrik yang
                                                                                   berlokasi di Tuban, Jawa Timur, itu menghabiskan dana mencapai US$ 450 juta. Kehadiran pabrik baru ini bertujuan
                                                                                   mempermudah pengiriman semen untuk para konsumen di luar Pulau Jawa. Pabrik ini menjamin pasokan semen kami ke
                                                                                   Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur. SMCB menargetkan, konstruksi pabrik baru yang juga
                                                                                   memiliki fasilitas pengiriman ini memakan waktu tiga tahun. Diperkirakan SMCB akan berada pada support 2.350-2.375
                                                                                   dan resistance 2.450-2.475. MACD bergerak naik. RSI, Williams %R, dan Stochastic berusaha bergerak menuju area
                                                                                   overbought .
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW




                                           AKRA




                                                                                   AKRA sudah mencapai kata sepakat untuk menjual saham SOBI yang dimilikinya kepada Cargill. Jumlah sahamnya
                                                                                   mencapai 629,166 juta saham atau setara dengan 68,82% total keseluruhan saham SOBI. Adapun harga jualnya adalah
                                                                                   Rp 3.500 per saham. Jika dibandingkan dengan harga saham SOBI saat ini di pasar reguler, maka, harga penjualan
                                                                                   tersebut lebih tinggi 6%. Saat ini AKRA akan lebih fokus pada sektor energi, distribusi kimia, dan bisnis infrastruktur logistik.
                                                                                   Dengan adanya divestasi ini akan menambah nilai bagi para pemegang saham, sebab dana hasil penjualan akan
                                                                                   diinvestasikan kembali ke bisnis utama. Diperkirakan AKRA bergerak dengan support 1.650-1.700 dan resistance 1.825-
                                                                                   1.875. MACD masih bergerak naik. RSI, Stochastic, dan William's %R masih melanjutkan kenaikan setelah menyentuh area
                                                                                   overbought .




                                           BBTN




                                                                                   BBTN menyatakan, tahun depan likuiditas yang berasal dari DPK masih dikontribusi oleh dana mahal. Rinciannya adalah
                                                                                   deposito sebesar 60% sisanya 40% dari giro dan tabungan. Artinya, tahun depan BBTN masih menanggung beban biaya
                                                                                   atau cost of fund yang tinggi. Oleh sebab itu, tahun 2012 komposisi deposito akan diperkecil menjadi 55% dan 45% dari
                                                                                   tabungan dan giro. Kemungkinan tingkat inflasi yang akan naik di tahun 2011, BBTN akan semakin berhati-hati dalam
                                                                                   menentukan suku bunga simpanan maupun dalam menaikan bunga kredit bank. Tahun depan, BBTN berharap bisa
                                                                                   menambah kantor cabang sebanyak 150 kantor. Diperkirakan BBTN bergerak dengan support 1.640-1.670 dan resistance
                                                                                   1.740-1.780. MACD masih bergerak. RSI, Stochastic, dan William's %R mulai mendekati area oversold dan belum
                                                                                   mengkonfirmasi akan adanya kenaikan.




                                           TINS




                                                                                   Seiring dengan aksi TINS terhadap akusisi 75% saham PT Koba Tin diperkirakan akan membawa pengaruh positif pada
                                                                                   pergerakan harga sahamnya. Saat ini, TINS tengah melakukan audit internal sebagai persiapan rencana penambahan
                                                                                   kepemilikan saham PT Koba Tin. TINS memperkirakan PT Koba Tin memiliki konsesi seluas 41.680 ha yang tersebar di wilayah
                                                                                   tenggara Bangka. PT Koba Tin memperkirakan produksi timah tahun 2010 akan mencapai 10.000 ton, setara dengan 25%
                                                                                   dari proyeksi produksi TINS sebanyak 40.000 ton. TINS sendiri menguasai hak penambangan timah seluas 522.460 ha
                                                                                   dengan 114 kuasa penambangan. Diperkirakan TINS akan berada pada support 2.700-2.750 dan resistance 2.850-2.900.
                                                                                   MACD masih bergerak melemah dan landai. RSI, Williams %R, dan Stochastic masih bergerak flat dengan kecendrungan
                                                                                   bergerak menuju area oversold . Diharapkan dengan adanya berita ini maka bisa tercipta arah reversal positif.




                                         Your Investment Partner                                                                                                                                      2
                                                                     INDOSURYA Morning Call
                                               KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA

                                                                                                                                                                    GOVERNMENT BOND INDEX         ∆%      bps
                                                                                                                                                                    IGBI-Clean Price  116.9336     -0.82 82.04
                                                                                                                                                                    IGBI-Gross Price  119.2047     -1.80 179.91
                                                                                                                                                                    IGBI-Total Return 136.0531     -0.77 77.20

                                                                                                                                                                    GOVERNMENT YIELD INDEX        ∆%     bps
                                                                                                                                                                    IGBI-Effective Yield 7.7773    0.14 14.36
                                                                                                                                                                    IGBI-Gross Yield     8.2551    0.14 14.17




                                               KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW




                                             Sumber: www.ibpa.co.id

                                               Harga Benchmark Obligasi Pemerintah     Harga Obligasi Korporasi Teraktif
                                               Seri       Kupon (%) Harga       ∆%                  Seri                 Harga Rating      Maturity     Kupon (%)
                                               FR0027        9.50       110.37 -0.57   Ijarah Titan P. Nusantara I 2010   104.00 A+(idn)   02-Jun-15      12.35
                                               FR0031       11.00       122.00 -2.20   Indosat V B 2007                   100.45 idAA+     29-May-17      10.65
                                               FR0040       11.00       117.69 -1.00   Oto Finance IV B 2010              100.08 idAA-     28-Oct-12       8.40
                                               FR0052       10.50       111.25 -1.73   Telkom II A 2010                   103.01 idAAA      06-Jul-15      9.60
                                               FR0050       10.50       110.93 -1.30   Bank BTN XIII A 2009               104.48 idAA-     29-May-12      11.75

                                             Indosurya Bond & Sukuk Market Analysis




                                             Your Investment Partner                                                                                                                                  3
                                    INDOSURYA Morning Call




                                                                                   Head Office :

                                                                                   Grha Surya
                                                                      Komp. Taman Perkantoran Kuningan
                                                            Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
                                                                             Telp : 021 – 5790 5068
                                                                             Fax : 021 – 5790 4859
                                                                          Website: www.indosurya.net




                                                                               Branch Office :
               Jakarta Branch :                                            Medan Branch :
               Grha Kencana Lt. 2                                          West Plaza Lt. 5
               Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk.                          Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
               Jakarta Barat                                               Telp : 061 – 455 8545
               Telp : 021 – 5365 0385                                      Fax : 061 – 457 5548
               Fax : 021 – 5366 0695

               Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5                   Surabaya Branch :
               Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640                  Indosurya Tower Lt. 2
               Telp : 021 - 4288 3322                                      Jl. Basuki Rahmat 75. Surabaya
               Fax : 021 - 4288 0268                                       Telp : 031 – 535 3333



                Padang Branch :                                            Solo Branch :
                Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang                           Jl. Slamet Riyadi No. 401
                Telp : 0751 – 841 845                                      Surakarta 57139
                Fax : 0751 – 841 894                                       Telp : 0271 – 711 958
                                                                           Fax : 0271 - 737 477
                Palembang Branch :
                Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
                Telp : 0711 – 373 666
                Fax : 0711 - 367 149




kkkkkkkkkkk Your Investment Partner                                                                                    4

								
To top